PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI SORBITOL DALAM SEDIAAN PASTA GIGI Na-CMC YANG MENGANDUNG MINYAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Bl.) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi

Gratis

0
0
113
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI SORBITOL DALAM SEDIAAN PASTA GIGI Na-CMC YANG MENGANDUNG MINYAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Bl.) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Nita Rahayu NIM : 108114194 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI SORBITOL DALAM SEDIAAN PASTA GIGI Na-CMC YANG MENGANDUNG MINYAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Bl.) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Nita Rahayu NIM : 108114194 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Halaman Persembahan Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18) Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dikaruniakan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:3-5) “Semangat adalah kekuatan yang membuat kita tetap tersenyum ditengah badai “ "Jangan takut kegelapan, karena tidak jauh darimu, ada cahaya" " Belum waktunya bukan berarti gagal belum waktunya bukan berarti gak boleh,, jadi dewasa yang paling penting ^^ " Jadilah orang yang tetap sejuk dalam situasi yang panas, tetap manis dalam keadaan pahit, tetap merasa kecil meski telah menjadi besar tetap tenang di tengah badai dan tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal " I dedicate my work to : My beloved, Jesus Christ My Dad and Mom My Sister and Brother, Mas Bram, Mbak Winda and Adi My friends My alamamater, Sanata Dharma University iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) program studi Farmasi. Sepanjang proses perkuliahan, penelitian hingga penyusunan skripsi, Penulis telah menerima banyak dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus, sebagai Tuhan yang sangat baik dan luar biasa dalam hidup Penulis. 2. Bapak, Ibu, Mas Bram, Mbak Winda dan Adi yang selalu berdoa, memberikan kasih sayang, perhatian, motivasi, inspirasi serta dukungan kepada Penulis. 3. Ipang Djunarko, M.Sc., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Dr. T. N. Saifullah S., M.Si., Apt., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, bimbingan, pengarahan, masukan kepada Penulis dalam penyusunan skripsi. 5. Agustina Setiawati, M.Sc., Apt. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, bimbingan, pengarahan, masukan kepada Penulis dalam penyusunan skripsi. 6. Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt. selaku dosen penguji yang memberikan saran dan kritikan dalam proses menyempurnakan naskah skripsi. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Melania Perwitasari M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang memberikan saran dan kritikan dalam proses menyempurnakan naskah skripsi. 8. Maria Dwi Budi Jumpowati, S.Si., yang memberikan masukan, kritik dan saran selama penelitian skripsi. 9. Segenap Dosen Fakultas Farmasi Univerisitas Sanata Dharma yang telah mengajar dan membimbing Penulis selama perkuliahan. 10. Pak Musrifin, Pak Mukmin, Pak Heru, Pak Agung, Pak Ottok, Pak Wagiran, Pak Sigit, Pak Parlan serta laboran-laboran yang lain yang telah membantu Penulis selama penelitian. 11. Hans Gani, Eliza Telamiana R.P., Zufri Bella Y., Widya A. S., dan Febianta Octora B., sebagai teman satu tim atas kerjasama, bantuan, kebersamaan, keceriaan dan suka duka selama proses penyusunan skripsi. 12. Chandra D. N., Astuti Malyawati S., Ricardo Kenny C., Dionysius Aji P., Baktiman Ande atas bantuannya dalam penyelesaian skripsi ini. 13. Denny Daniel, Rinda Meita P., Yoestenia, Yeni Natalia S., Agrifina A. M., Fransisca K.A., Ika Septiyaningsih, Puspita S.D., Anggun A.M., Stien Dwiny, Vera Juniarta S., Ika H., Risky Iva W., Indriani P.S., Rosnita, Sri Yunida, Surani, Sunarni yang telah memberikan dukungan kepada Penulis. Penulis menyadari bahwa laporan akhir ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari seluruh pihak. Penulis berharap semoga laporan akhir skripsi ini dapat berguna bagi seluruh pihak, terutama dalam bidang farmasi. Penulis viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………………. ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………… iii HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………………. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………………. v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI…………………………... vi PRAKATA…………………………………………………………….……. vii DAFTAR ISI………………………………………………………………... ix DAFTAR TABEL……………………………………………….………….. xiv DAFTAR GAMBAR…………………………………………….…………. xv DAFTAR LAMPIRAN……………………………………….…..………… xvii DAFTAR PERSAMAAN…………………………………………………... xix DAFTAR SINGKATAN…………………………………………………… xx INTISARI…………………………………………………………………... xxi ABSTRACT………………………………………………………..………………… xxii BAB I. PENGANTAR………………………………………..…………….. 1 A. Latar Belakang………………………………………….…………... 1 1. Permasalahan……..…………………………………...………... 4 2. Keaslian Penelitian…………….……………………...………… 4 3. Manfaat Penelitian..…………………………………..………… 5 a. Manfaat Teoritis……………………………………………. 5 ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Manfaat Praktis……………………………………………... 5 B. Tujuan Penelitian…………………………………………………… 5 1. Tujuan Umum…………………………………………………... 5 2. Tujuan Khusus………………………………………………….. 6 BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA…………………...…………………. 7 A. Gigi………………………………………………………………..... 7 1. Strukutur Gigi……………………………………….………..... 7 2. Karies Gigi………………….…………….……………………. 7 B. Streptococcus mutans…………………………………………………….. 8 C. Kayu Manis…………………………………………………………. 10 1. Kandungan Kimia………………………………………………. 10 2. Kegunaan Tanaman Kayu Manis…………..…………………… 10 D. Pasta Gigi…………...……………………...……………………….. 11 E. Sorbitol………………………………..…………………………….. 12 F. Bahan-Bahan Pasta Gigi…………………………………..………... 14 1. Gelling Agent………………………..………………………….. 14 2. Pemanis………………………………………………………………… 15 3. Pengawet………………………………………………………... 15 4. Abrasive………………………………………………………………... 16 5. Gliserin………………………………………………………….. 16 6. Oleum Mentha Piperita…………………………………………. 17 7. Sodium lauryl Sulfate………………………………………….... 17 8. Aquadest (Air puricate/Air murni)…………………………….... 17 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Sifat Fisik Dan Metode Evaluasi Pasta Gigi…………………...…… 18 1. Organoleptis…………………………………………………….. 18 2. Viskositas……………………………………………………….. 18 3. Daya Lekat……………………………………………………… 18 4. pH……………………………………………………………….. 19 H. Uji Potensi Antibakteri……………………………………………... 20 I. Uji Iritasi……………………………………………………………. 20 J. Landasan Teori……………………………………………………… 21 K. Hipotesis……………………………………………………………. 22 BAB III. METODE PENELITIAN……..………………………………….. 23 A. Jenis dan Rancangan Penelitian………………………….…………. 23 B. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional…………………...…. 23 1. Variabel Penelitian……………………………………………… 23 a. Variabel Bebas……………………………………………… 23 b. Variabel Tergantung………………………………………… 23 c. Varaiabel Pengacau Terkendali……………………………... 23 d. Variabel Pengacau Tak Terkendali…………………………. 23 2. Definisi Operasional……………………………………………. 23 C. Bahan Penelitian……………………………………………………. 25 D. Alat Penelitian………………………………………………………. 26 E. Tata Cara Penelitian………………………………………………… 26 1. Identifikasi Dan Verifikasi Minyak Kayu Manis……………...... 26 2. Sterilisasi Peralatan Dan Media……………………………........ 27 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Penyiapan Media Uji………………………...………………….. 28 4. Pembuatan Suspensi Bakteri……………………………………. 28 5. Penanaman Isolat S.mutans secara Pour Plate………………….. 28 6. Pembuatan uji dilusi padat konsentrasi (4-10%)……….……… 29 7. Uji Penegasan (Streak Plate) Konsentrasi (6-9%)………...……. 29 8. Pembuatan Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis……...…… 30 a. Formula Pasta Gigi………………………………………….. 30 b. Cara Pembuatan Pasta Gigi…………………………………. 30 c. Uji Sifat Fisik Dan Stabilitas Pasta Gigi……………………. 31 1) Uji Organoleptis Dan Stabilitas Organoleptis ……….… 31 2) Uji pH Dan Stabilitas pH ………………………...……. 31 3) Uji Daya lekat Dan Stabilitas Daya Lekat……………... 31 4) Uji Viskositas Dan Stabilitas Viskositas…...……...…… 32 9. Uji Daya Antibakteri Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Terhadap Streptococcus mutans Dengan Difusi Sumuran………………… 32 10. Uji Iritasi Pasta Gigi Minyak Kayu Manis……………………... 33 F. Analisis Hasil……………………………………………………….. 33 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN……………..……………………. 35 A. Verifikasi Sifat fisik Minyak Kayu Manis………………….……… 35 B. Uji Daya Hambat Antibakteri Minyak Kayu Manis Terhadap Streptococcus mutans.......................................................................... 35 C. Pembuatan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis……………...………… 39 D. Uji Sifat Fisik Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis……………. 40 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Uji Organoleptis dan pH……………………………………….. 40 2. Uji Daya Lekat…………………...…………………………….. 41 3. Uji Viskositas………………..…………………………………. 42 E. Uji Stabilitas Fisik Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis….…… 43 1. Pengaruh Penyimpanan Pada Organoleptis…………………….. 43 2. Pengaruh Penyimpanan Pada pH…………………….................. 43 3. Pengaruh Penyimpanan Pada Daya Lekat..……………………... 44 4. Pengaruh Penyimpanan Pada Viskositas………………...……... 45 F. UJi Daya Antibakteri Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Dengan Metode Difusi Sumuran……………………..…...………… 46 G. Uji Iritasi Minyak Kayu Manis Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis…………...…………………………………………………… 48 BAN V. KESIMPULAN DAN SARAN………………………………….... 50 A. KESIMPULAN……………………………………………………... 50 B. SARAN……………………………………………………………... 50 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………. 51 LAMPIRAN………………………………………………………………… 56 BIOGRAFI PENULIS……………..…………..…………………………… 90 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel I. Konsentrasi Sorbitol Dalam Berbagai Sediaan Farmasi……. 13 Tabel II. Konsentrasi Natrium Karboksimetil Selulosa...…..………… 15 Tabel III. Formula Pasta Gigi Untuk 100 gram……..………………… 30 Tabel IV. Verifikasi Sifat Fisik Minyak Kayu Manis.………..… 35 Tabel V. Diameter Zona Hambat Pertumbuhan Streptococcus mutans Yang Terbentuk Oleh Minyak Kayu Manis......................….. Tabel VI. Uji Daya Antibakteri Minyak Kayu Manis terhadap Streptococcus mutans Secara Dilusi Padat………………….. Tabel VII. 37 Uji Organoleptis Dan pH Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis………………………………………………………... Tabel VIII. 37 41 Zona Hambat (x̅ ± SD) Yang Dihasilkan Tiap Formula Dibandingkan Dengan Kontrol Positif Pasta Gigi Merek “X”, Kontrol Negatif (Basis), Minyak Kayu Manis 7%............................................................................................ xiv 48

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Struktur Gigi…………...…………...…...…………............... 7 Gambar 2. Tanaman Kayu Manis…………….....…………..................... 11 Gambar 3. Struktur Sorbitol……………………...….…………………... 13 Gambar 4. Struktur Natrium Karboksimetil Selulosa……………...……. 14 Gambar 5. Struktur Metil Paraben…………………...…………..……… 16 Gambar 6. Viskotester RION…………………...……………………….. 18 Gambar 7. Alat Uji Daya Lekat…………………………………………. 19 Gambar 8. Indikator Universal………………………………………….. 19 Gambar 9. Tingkat Potensi Iritasi Sediaan Farmasi…………………….. 21 Gambar 10. Zona Hambat Pada Difusi Sumuran Minyak Kayu Manis Konsentrasi 1-5% (kiri) Dan Konsentrasi 6-10% (kanan) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans……………………. 36 Gambar 11. Perbandingan Kontrol Kontaminasi Media (A), Kontrol Pertumbuhan Bakteri (B), Kontrol Pelarut (C) Dengan Kejernihan Media Uji…………………………..…………… 38 Gambar 12. Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Dengan Konsentrasi 17% (F1); 17,5% (F2); 18% (F3); 18,5% (F4); 19% (F5); 19,5% (F6)………………………………………………………….. 39 Gambar 13. Grafik Uji Daya Lekat Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis………………………………………………………... xv 41

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 14. Grafik Uji Viskositas Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis………………………………………………………... 42 Gambar 15. Grafik Uji Stabilitas Daya Lekat Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis…………………………..……………………... 44 Gambar 16. Grafik Uji Stabilitas Viskositas Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis…………………………..……………………... 46 Gambar 17. Zona Hambat Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Terhadap Streptococcus mutans ……………………………………... xvi 47

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Certificate of Analysis (CoA) Minyak Kayu Manis……...….. 56 Lampiran 2. Sertifikat Hasil Uji Streptococcus mutans...…..………..…… 57 Lampiran 3. Verifikasi Minyak Kayu Manis…….……..…………………. 58 Lampiran 4. Uji Daya Antibakteri Minyak Kulit Kayu Manis terhadap Streptococcus mutans.………..……………………………... 60 Lampiran 5. Hasil Pengamatan Dilusi Padat…………..………………….. 61 Lampiran 6. Perhitungan Konsentrasi Minyak Kayu Manis Metode Dilusi Padat………………………………………………………… 62 Lampiran 7. Hasil Uji Penegasan dengan Metode Streak Plate untuk Menentukan Nilai KHM dan KBM …………..…………….. 63 Lampiran 8. Perhitungan Penimbangan Bahan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis …………..…………………………………………… 64 Lampiran 9. Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis …………..……….. 66 Lampiran 10. Data Pengamatan Organoleptis Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis ………..………..……………………..……….. 69 Lampiran 11. Data Pengukuran pH Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis …………..…………………………………………… 70 Lampiran 12. Data Pengukuran Daya Lekat (detik) Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis…….. …………..……….…………….. 71 Lampiran 13. Data Pengukuran Viskostas (dPa.s) Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis ……..……………...………………….. xvii 72

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14. Perhitungan Statistik Sifat Fisik (48 Jam) Sediaan Minyak Kayu Manis Menggunakan Program R 3.0.2 Open Source… 73 Lampiran 15. Data Stabilitas Daya Lekat Dan Viskositas Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis …………..……………...……….. 76 Lampiran 16. Pengukuran Diameter Zona Antibakteri Sediaan Minyak Kayu Manis Pengamatan 24 Jam …………..………………. 83 Lampiran 17. Perhitungan Statistik Uji Daya Antibakteri Sediaan Minyak Kayu Manis Menggunakan Program R 3.0.2 Open Source… 84 Lampiran 18. Foto Alat-Alat …………..…………………………………... 87 Lampiran 19. Uji Iritasi Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis…….…… 88 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PERSAMAAN Halaman Persamaan 1. Persamaan Rumus Produksi Mukus……………….………… xix 33

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR SINGKATAN ATP : Adenosina trifosfat COA : Certificate of Analysis KBM : Kadar Bunuh Minimum KHM : Kadar Hambat Minimum MP : Mukus Produksi Na-CMC : Natrium Karboksimetil Selulosa NADH : Nikotinamida Adenosin Dinukleotida Hidrogen SMI : Slug Mucosal Irritation SNI : Standar Nasional Indonesia TSA : Trypton Soya Agar TSB : Trypton Soy Broth xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Sinamaldehida merupakan kandungan utama minyak kayu manis dan memiliki potensi sebagai antibakteri. Minyak kayu manis diformulasikan dalam sediaan pasta gigi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap sifat fisik, stabilitas fisik serta daya hambat sediaan pasta gigi minyak kayu manis (Cinnamomum burmannii Bl.) terhadap bakteri Streptococcus mutans serta potensi iritasi sediaan pasta gigi minyak kayu manis. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental murni bersifat eksploratif. Sorbitol merupakan faktor dengan 6 level yaitu 17%, 17,5%, 18%, 18,5%, 19%, 19,5%. Pengujian sifat fisik berfokus pada organoleptis, pH, daya lekat, viskositas sedangkan stabilitas fisik berfokus pada stabilitas organoleptis, pH, daya lekat, viskositas. Analisis data menggunakan program R 3.0.2, mengetahui signifikasi (p < 0,05). Uji iritasi dan aktivitas antimikroba diamati pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik fisik sediaan pasta gigi tidak menyebabkan perubahan organoleptis dan pH, namun terjadi penurunan daya lekat dan viskositas. Peningkatan konsentrasi sorbitol tidak berpengaruh pada stabilitas organoleptis dan pH, tetapi berpengaruh pada stabilitas daya lekat dan viskositas. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans tetapi mengiritasi berat pada membran mukosa. Kata kunci: Sorbitol, pasta gigi, kayu manis (Cinnamomum burmannii Bl.), Streptococcus mutans. xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Cinnamaldehyde is the major chemical compound of cinnamon oil which is potential as an antibacterial. Cinnamon oil can be formulated into a toothpaste to enhance the comfort of use. The purpose of this study was to determine the effect of increased concentrations of sorbitol to physical properties and physical stability as well as inhibition of toothpaste preparation of cinnamon oil (Cinnamomum burmannii Bl.) against the Streptococcus mutans and irritation potential dosage toothpaste cinnamon oil. This study was pure explorative experimental design. Sorbitol is a factor with 6 levels: 17 %, 17,5%, 18%, 18,5%, 19%, 19,5%. Investigation of physical properties was focused on organoleptic, pH, adhesion, viscosity, while for physical stability was on organoleptic stability, pH shift, adhesion shift, viscosity shift. Analysis of data using the R 3.0.2 to determine the significance (p < 0.05). Irritation test and antimicrobial activity observed in this study. The results of this study showed that increasing concentration of sorbitol on physical characteristics preparation toothpaste did not cause organoleptic and pH remained, but decreased adhesion and viscosity. Increasing concentrations of sorbitol did not affect the organoleptic and pH stability, but the effect on adhesion and viscosity stability. The preparation of toothpaste cinnamon oil inhibit the growth of bacteria Streptococcus mutans but severe irritation to mucous membranes. Keywords: Sorbitol, toothpaste, cinnamon (Cinnamomum burmannii Bl.), Streptococcus mutans. xxii

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Kesehatan gigi merupakan aspek penting dalam kesehatan, gigi memiliki fungsi pengunyahan (mastikasi), keindahan (estetika) dan berbicara (phonetic) (Uli, 2010). Salah satu penyakit yang mengganggu kesehatan gigi adalah plak, plak merupakan penyebab utama terjadinya karies (Anonim, 2012). Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Empat faktor utama yang berperan dalam proses terjadinya karies yaitu host, mikroorganisme, substrat dan waktu (Soesilo dkk., 2005). Apabila karies gigi tidak ditangani dengan baik maka dapat menurunkan produktivitas, sumber infeksi bahkan bisa mengakibatkan atau memperparah beberapa penyakit sistemik diantaranya stroke, diabetes dan penyakit jantung (Astoeti, 2011). Bakteri yang berperan penting dalam proses terjadinya karies gigi adalah Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan salah satu spesies bakteri yang dominan dalam mulut (Alcamo, 1996). Streptococcus mutans tumbuh subur dalam suasana asam dan menempel pada permukaan gigi karena kemampuannya membuat polisakharida ekstra sel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan (Anonim, 2012). Salah satu cara mencegah terjadinya pembentukan plak penyebab karies adalah menggosok gigi secara teratur dengan pasta gigi. Pasta gigi yang 1

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 mengandung senyawa antibakteri secara teratur terbukti efektif dalam menekan Streptococcus mutans (Hoowink, 1993). Dalam penelitian ini digunakan minyak kayu manis (Cinnamomum burmannii Bl.) karena minyak kayu manis mempunyai khasiat mengobati sakit gigi. Kandungan utama minyak kayu manis adalah senyawa sinamaldehida yang memiliki potensi sebagai antibakteri (Hariana, 2008). Karakteristik minyak kayu manis yang hidrofob dapat mempengaruhi lapisan lipid bilayer bakteri sehingga menjadikannya lebih permeabel, menyebabkan kebocoran isi sel vital bakteri. Penurunan aktivasi enzim bakteri juga merupakan mekanisme aksi penghambatan bakteri oleh minyak atsiri (Atmania et al., 2010). Penggunaan minyak kayu manis secara langsung pada mukosa mulut dapat menurunkan kenyamanan pengguna, sehingga minyak kayu manis diformulasikan ke dalam bentuk pasta gigi yang berkualitas dan digunakan sebagai pengembangan formulasi pasta gigi. Pengembangan formulasi pasta gigi dari bahan alam, meningkatkan pengenalan masyarakat tentang bahan alam yang berkhasiat mencegah karies gigi. Komponen penting dalam penelitian ini adalah sorbitol dan natrium karboksimetil selulosa. Sorbitol berperan penting sebagai levigating agent karena digunakan sebagai agen pencampur bahan lain dengan cara mengurangi ukuran partikel serbuk melalui pengadukan menggunakan mortir dan juga berfungsi menambah rasa manis pada pasta gigi (Allen and Ansel, 2014; Fact Sheet, 2006). Sorbitol memiliki kelebihan yaitu membentuk tekstur pasta gigi yang plastis dan lembut (Maharani dan Wikanastri, 2009; Anonim, 2014). Peningkatan konsentrasi humektan terhadap karakteristik fisik dan stabilitas sediaan pasta gigi tidak

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 menyebabkan perubahan organoleptis dan pH, namun terjadi penurunan daya lekat dan viskositas serta mempengaruhi stabilitas daya lekat dan viskositas sediaan pasta gigi (Putra, 2012). Natrium karboksimetil selulosa berfungsi sebagai gelling agent yang dapat meningkatkan kekentalan atau viskositas (viscosityincreasing properties). Penggunaan natrium karboksimetil selulosa sebagai gelling agent tidak membutuhkan agen pembasa karena memiliki pH yaitu 6,0-8,0 (Hooton, 2009). Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari natrium karboksimetil selulosa sebagai gelling agent karena tempat aplikasi sediaan pasta gigi pada mukosa mulut normal memiliki pH 6-7 (Purba, 2010). Natrium karboksimetil selulosa mudah didapatkan dan ekonomis (Ningrum, 2012). Natrium karboksimetil selulosa memiliki gugus natrium yang mengikat air (terhidrasi) tanpa perlu pemanasan, sehingga bila dibandingkan dengan karboksimetil selulosa waktu yang dibutuhkan untuk mengembang dengan baik menjadi lebih singkat (Allen, 2002). Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol dalam sediaan pasta gigi minyak kayu manis karena sorbitol tidak mudah mengalami peruraian sehingga diharapkan dapat mempertahankan sifat fisik (organoleptis, pH, daya lekat, viskositas) dan stabilitas sediaan pasta gigi selama penyimpanan. Pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol dilakukan melalui uji organoleptis, pH, daya lekat dan viskositas.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut : a. Bagaimana pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik fisik dan stabilitas fisik sediaan pasta gigi minyak kayu manis? b. Apakah sediaan pasta gigi minyak kayu manis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans? c. Apakah sediaan pasta gigi minyak kayu manis memiliki potensi mengiritasi membran mukosa? 2. Keaslian penelitian Sejauh penelusuran pustaka yang telah dilakukan penulis, penelitian tentang pengaruh peningkatan konsentarsi sorbitol dalam sediaan pasta gigi Na-CMC yang mengandung minyak kayu manis belum pernah dilakukan. Penelitian sejenis, formulasi pasta gigi minyak cengkeh (Oleum caryophylli) dan uji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans (Harmely dkk., 2012). Pada penelitian ini yang menjadi pembeda adalah zat aktif yang digunakan yaitu minyak kayu manis. Penelitian sejenis lainnya, pengaruh konsentrasi sorbitol sebagai humektan dalam pasta gigi minyak atsiri kayu manis terhadap karakteristik fisik dan stabilitas fisik sediaan, konsentrasi sorbitol yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60% (Fitria, 2013). Pada penelitian ini yang menjadi pembeda adalah uji aktivitas daya hambat minyak kayu manis terhadap pertumbuhan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 bakteri Streptococcus mutans, konsentrasi sorbitol yang digunakan yaitu 17%, 17,5%, 18%, 18,5%, 19% dan 19,5%, bahan-bahan yang digunakan seperti gliserin dan tanpa menggunakan propil paraben serta uji iritasi sediaan pasta gigi minyak kayu manis. Kelemahan dari penelitian diatas, penentuan konsentrasi minyak kayu manis tidak dilakukan berdasarkan uji KHM dan KBM sehingga dalam penelitian ini perlu dilakukan uji KHM dan KBM untuk menentukan konsentrasi yang digunakan dalam formula pasta gigi. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis. Dengan penelitian ini diharapkan memberi informasi ilmu pengetahuan tentang pengaruh peningkatan konsentrasi dalam sediaan pasta gigi yang mengandung minyak kayu manis. b. Manfaat praktis. Manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik pasta gigi yang dikehendaki dan daya hambat pasta gigi minyak kayu manis terhadap Streptococcus mutans serta potensi iritasi sediaan pasta gigi minyak kayu manis. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Tujuan umum penelitian adalah membuat sediaan pasta gigi dengan zat aktif minyak kayu manis.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik pasta gigi. b. Untuk mengetahui daya hambat sediaan pasta gigi minyak kayu manis terhadap bakteri Streptococcus mutans. c. Untuk mengetahui potensi iritasi sediaan pasta gigi minyak kayu manis.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Gigi 1. Struktur Gigi Gigi merupakan bagian dari tulang rahang atas dan bawah. Gigi yang pertama biasanya keluar pada saat manusia berumur 6-7 bulan dan yang terakhir pada usia 18–30 tahun. Susunan gigi yang pertama merupakan gigi susu yang total berjumlah 20 buah dan terdiri atas gigi seri 8, taring 4 dan graham 8. Setiap gigi terdiri atas mahkota dan akar gigi. Perbedaan antara macam-macam gigi terletak pada jumlah akar dan bentuk corona nya. Lapisan gigi paling luar disebut email dan sifatnya sangat keras, dibawahnya terdapat lapisan dentin dan lebih dalam lagi terdapat suatu rongga yang berisi pembuluh darah dan saraf (Sloane, 1994). Gambar 1. Struktur gigi (Sloane, 1994) 2. Karies gigi Karies gigi merupakan penyakit dekstruktif pada jaringan keras gigi yang terjadi akibat infeksi oleh Streptococcus mutans dan bakteri lainnya (Asdie, 1995). Bakteri ini akan berada pada email, apabila permukaan email berlubang, bakteri mulut lainnya menerobos ke dentin dibawahnya dan 7

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menyebabkan penghancuran struktur gigi yang lebih lanjut melalui infeksi bakteri campuran (Wahab, 1999). Penyebab utama karies adalah adanya proses demineralisasi pada email. Email adalah bagian terkeras dari gigi, bahkan paling keras dan padat diseluruh tubuh. Sisa makanan yang bergula (termasuk karbohidrat) atau susu yang menempel pada permukaan email bertumpuk menjadi plak dan menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Bakteri yang menempel pada permukaan bergula tersebut menghasilkan asam dan melarutkan email permukaan sehingga terjadi proses demineralisasi. Demineralisasi tersebut mengakibatkan proses awal karies pada email (Martina, 2014). B. Streptococcus mutans Klasifikasi : Kingdom : Monera Divisio : Firmicutes Class : Bacilli Order : Lactobacilalles Family : Streptococcaceae Genus : Streptococcus Species : Streptococcus mutans (Anonim, 2012). Rongga mulut adalah bagian yang banyak mengandung dan kaya mikroorganisme, salah satunya Streptococcus mutans ditemukan di dalam rongga mulut. Streptococcus mutans merupakan bakteri yang kariogenik karena mampu segera membuat asam dari karbohidrat yang dapat diragikan. Bakteri tersebut

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 dapat tumbuh subur dalam suasana asam dan dapat menempel pada permukaan gigi karena kemampuannya membuat polisakharida ekstra sel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan (Anonim, 2012). Streptococcus mutans tumbuh optimal pada suhu sekitar 18-40°C. Sifat Streptococcus mutans adalah asidogenik yang menghasilkan asam dan asidodurik mampu tinggal pada lingkungan asam dan menghasilkan suatu polisakarida yang lengket disebut dextran. Oleh karena itu, Streptococcus mutans bisa menyebabkan lengket sehingga mendukung bakteri lain ke email gigi dan menghasilkan asam yang dapat melarutkan email gigi (Behrman dkk., 2000). Di dalam rongga mulut, Streptococcus mutans mampu menghidrolisis dan mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Glukosa ini mengalami fermentasi secara anaerob melalui jalur glikolisis (Madigan et al., 2000). Glikolisis dapat dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu tahap I, tidak termasuk reaksi oksidasi-reduksi dan tidak melepaskan energi tetapi menghasilkan glyceraldehydes 3-phosphate. Glukosa difosforilasi oleh ATP menghasilkan glucose 6-phosphate, kemudian dikonversi ke bentuk yang isomerik yaitu fructose 6-phosphate dan hasil kedua dari fosforilasi adalah konversi fructose 6-phosphate menjadi fructose 1,6- biphosphate. Dengan adanya enzim aldolase mengubah fructose 1,6- biphosphate menjadi dua molekul dengan tiga karboin yaitu glyceraldehydes 3-phosphate (Madigan et al., 2000). Glikolisis tahap II, terjadi reaksi oksidasi. Reaksi ini berlangsung selama konversi glyceraldehydes 3-phosphate menjadi 1,3-bisphosphoglyceric acid, koenzim dari reaksi oksidasi adalah NAD+, ketika menerima dua atom hidrogen

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 NAD+ akan dikonversi menjadi enzim NADH, sedangkan enzim yang berperan pada reaksi ini adalah glyceraldehydes-3-phosphate dehidrogenase. Sintesis dari ATP terjadi saat molekul 1,3-bisphosphoglyceric acid dikonversi menjadi 3phosphoglyceric acid dan glikolisis tahap II ini berakhir ketika beberapa molekul dari phosphoenol pyruvate dikonversi menjadi asam piruvat (Madigan et al., 2000). Pada tahap III terjadi reaksi reoksidasi dimana NADH kembali menjadi NAD+, kemudian dilanjutkan reaksi reduksi dan menghasilkan produk fermentasi. Pada bakteri asam laktat, piruvat direduksi menjadi laktat dengan bantuan dari enzim laktat dehidrogenase yang dimiliki bakteri untuk menghasilkan asam laktat (Madigan et al., 2000). Adanya produksi asam laktat terjadi penurunan pH plak gigi yang kemudian menyebabkan demineralisasi email dan terbentuknya karies gigi (Marsaban, 2007). C. Kayu Manis 1. Kandungan kimia Tanaman kayu manis mengandung minyak atsiri, damar, kalsium oksalat dan lendir. Minyak kayu manis memiliki sifat yaitu khas pedas, agak manis dan menghangatkan. Kandungan utama minyak atsiri adalah senyawa sinamaldehida. Kandungan tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri (Utami, 2008). 2. Kegunaan tanaman kayu manis Kegunaan dari kayu manis adalah untuk analgesik (menghilangkan rasa sakit), stomakik, karminatif dan aromatik (Utami, 2008). Kayu manis

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 juga berkhasiat menghangatkan limpa dan ginjal serta melancarkan peredaran darah. Ranting muda memilki sifat pedas, manis dan hangat. Khasiatnya adalah diaforetik, mengendurkan otot dan melancarkan pernapasan, serta mengatasi tekanan darah tinggi, nyeri pada ujung jari, tumor pada perut dan antibakteri (sinamaldehida) (Tersono, 2007). Gambar 2. Tanaman kayu manis (Melcher dan Subroto, 2006) D. Pasta Gigi Pasta gigi adalah sediaan yang digunakan bersamaan dengan sikat gigi dengan tujuan untuk membersihkan permukaan gigi. Pasta gigi merupakan sistem dispers terdiri dari air, cairan larut air, minyak dan padatan baik yang larut maupun tidak larut dalam air. Bahan penyusun pasta gigi terdiri atas abrasif, binder, surfaktan, humektan, pemanis, perasa, pewarna, pengawet, zat aktif dan bahan tambahan lainnya. Penampilan pasta gigi harus halus, seragam, mengkilap dan bebas dari gelembung udara. Sediaan pasta gigi juga harus memiliki warna yang menarik dan rasa nyaman atau enak di mulut (Garlen, 1996). Pasta gigi tidak boleh terpisah, harus dapat mempertahankan viskositas, menjaga pH dan harus dapat menjaga besarnya konsentrasi agen terapeutik yang digunakan. Selain itu, pasta gigi juga harus aman dan tidak bersifat toksik ketika digunakan. Pasta gigi membantu menghilangkan sisa makanan, mengurangi plak

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 pada gigi, mengkilapkan permukaan gigi dan menyegarkan bau mulut. Pasta gigi juga memiliki efek terapetik dan kosmetik lainnya, yaitu sebagai pemutih, mengatasi gigi sensitif, menghambat pertumbuhan plak dan perlindungan terhadap masalah gigi dan mulut (Garlen, 1996). E. Sorbitol Sorbitol merupakan bahan stabil yang tidak mudah mengalami peruraian sehingga diharapkan dapat mempertahankan kestabilan sediaan selama penyimpanan. Sorbitol juga dapat membentuk tekstur pasta gigi yang lembut dan plastis (Maharani dan Wikanastri, 2009). Sorbitol banyak digunakan sebagai eksipien dalam formulasi farmasi terutama digunakan secara luas dalam kosmetik dan produk makanan. Sorbitol adalah D-glucitol, berwarna putih atau hampir tidak berwarna, berbentuk kristal, berbau, higroskopis (Shur, 2009). Sorbitol memiliki efek pendingin dan memiliki beberapa keunggulan dibanding gula lainnya, yaitu rasanya cukup manis namun tidak merusak gigi (Syafutri dkk., 2010). Sorbitol dalam pasta gigi memiliki peran yaitu membantu bahan lain untuk bercampur, mencegah pasta gigi agar tidak mudah mengering saat dibuka tutup, mencegah pertumbuhaan mikroorganisme dan menambah rasa manis pada pasta gigi (Fact Sheet, 2006). Sorbitol juga sebagai levigating agent untuk membasahi serbuk dan menggabungkan serbuk yang telah terbasahi dengan basis (Winarti, 2013). levigating agent berperan sebagai agen lubrikan (pelicin) pada sediaan (Thompson and Davidow, 2009). Konsentrasi humektan dalam pasta gigi menurut Poucher (2000) memiliki rentang antara 10–30%. Menurut Winarno (cit.,

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Fitria, 2013), menyebutkan bahwa sorbitol memiliki komposisi kimia yang terdiri dari enam kelompok hidroksil. Gugus hidroksil berfungsi mengikat air dan membentuk ikatan hidrogen dengan air. Gambar 3. Struktur sorbitol (Shur, 2009) Konsentrasi sorbitol menurut Shur (2009), pada sediaan pasta gigi sebagai berikut: Tabel I. Konsentrasi sorbitol dalam berbagai sediaan farmasi (Shur, 2009) Penggunaan Humektan IM suntikan Agen pelembab pada tablet Solusio Suspensi Plasticizer untuk gelatin and selulosa Pencegahan “cap locking” di sirup dan eliksir Pengganti glicerin and propilen glikol Binder dan filler pada tablet Pasta gigi Emulsi Topikal Konsentrasi (%) 3-15 10-25 3-10 20-35 70 5-20 15-30 25-90 25-90 20-60 2-18

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 F. Bahan-bahan Pasta Gigi 1. Gelling Agent Gelling Agent merupakan bahan tambahan pangan untuk membentuk gel. Gelling agent yang dimaksud adalah gum alam atau sinteis, resin atau hidrokloid lain yang digunakan di dalam formulasi pasta gigi untuk menjaga konstituen cairan dan padatan dalam suatu bentuk pasta yang halus. Penggunaan gelling agent yang banyak digunakan adalah natrium karboksimetil selulosa. Selain itu juga ada karagenan, tragakan, gum karaya, natrium alginat, carbomer resin, dan magnesium aluminium silikat dapat digunakan sebagai gelling agent (Garlen, 1996). Gambar 4. Struktur natrium karboksimetil selulosa (Dirjen POM, 1995) Natrium karboksimetil selulosa merupakan garam natrium dari polikarboksimetil eter selulosa, mengandung tidak kurang dari 6,5% dan tidak lebih dari 9,5% natrium (Na) dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Natrium karboksimetil selulosa berbentuk granul, putih sampai krem, bersifat higroskopik. Natrium karboksimetil selulosa mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloidal, tidak larut dalam etanol, eter dan dalam pelarut organik (Dirjen POM, 1995). Natrium karboksimetil selulosa banyak digunakan pada formulasi farmasi sediaan oral ataupun topikal, terutama

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 karena sifat bahan ini yang dapat meningkatkan kekentalan (viscosityincreasing properties). Natrium karboksimetil selulosa biasa digunakan sebagai gel forming agent 3-6% (Hooton, 2009). Tabel II. Konsentrasi natrium karboksimetil selulosa (Hooton, 2009). Penggunaan Agen pengemulsi Gel Injeksi Solusio oral Pengikat tablet 2. Konsentrasi (%) 0.25-1.0 3.0-6.0 0.05-0.75 0.1-1.0 1.0-6.0 Pemanis Pemanis dibutuhkan untuk memperbaiki rasa dari pasta gigi. Pemanis yang digunakan adalah silitol. Silitol adalah gula dari alkohol yang dibuat dari pohon birch. Silitol tidak merusak gigi dan lambat dipecah sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat (Vita, 2012). Silitol berwana putih berbentuk granul padat kristal, memiliki diameter 0.40.6 mm, serta tidak berbau, manis menimbulkan sensasi dingin (Bond, 2009). 3. Pengawet Penggunaan air, humektan serta gom alami pada sediaan pasta gigi memungkinkan pertumbuhan mikrobia. Oleh karena itu, digunakan metil paraben sebagai pengawet (Garlen, 1996). Metil paraben berbentuk kristal berwarna atau serbuk kristal putih. Metil paraben tidak berbau atau hampir tidak berbau. Dalam kosmetik metil paraben adalah pengawet antimikroba yang paling sering digunakan. Metil paraben efektif pada rentang pH yang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 luas dan memiliki spektrum yang luas pada aktivitas antimikroba. Konsentrasi metil paraben dalam sediaan topikal yaitu 0,02-0,3% (Haley, 2009). Gambar 5. Struktur metil paraben (Haley, 2009) 4. Abrasive Abrasive memberikan pasta gigi yang berguna sebagai pembersih. Abrasive berfungsi menghilangkan noda dan plak. Abrasive umumnya meliputi kalsium fosfat, alumina, kalsium karbonat dan silika. Abrasive yang ideal harus cukup keras untuk membersihkan gigi, tetapi jangan terlalu keras karena dapat merusak email gigi. Abrasive yang digunakan dalam pasta gigi di antaranya adalah silika (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3) dan baking soda (John Wiley and Sons, 1983). Kalsium karbonat (CaCO3) memiliki bentuk serbuk, hablur mikro, putih, tidak berbau dan berasa. Salah satu bahan terpenting dalam pasta gigi sebagai bahan abrasive yang dapat menghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi (Armstrong, 2006). 5. Gliserin Gliserin digunakan dalam berbagai formulasi termasuk oral, otic, mata, topikal dan sediaan parenteral. Dalam formulasi topikal dan kosmetik, gliserin digunakan terutama untuk sifat humektan dan emoliennya. Gliserin

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 adalah cairan, tidak berwarna, tidak berbau, kental, higroskopis, memiliki rasa manis, kira-kira 0,6 kali semanis sukrosa (Alvarez-Nunez and Mediana, 2009). 6. Oleum mentha piperita Oleum mentha piperita adalah minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap pucuk bunga Mentha piperita L. yang segar. Oleum mentha piperita merupakan cairan, tidak berwarna, kuning pucat atau kuning kehijauan, bau aromatik, rasa pedas dan hangat, kemudian dingin (Dirjen POM, 1979). Oleum mentha piperita digunakan untuk memberikan aroma dan rasa pada pasta dan digunakan untuk menambah kesegaran pada pasta (Poucher, 2000). 7. Sodium lauryl sulfate Natrium lauril sulfat merupakan surfaktan anionik digunakan dalam berbagai formulasi farmasi non parenteral dan kosmetik. Natrium lauril sulfat merupakan agen deterjen dan pembasahan efektif baik alkali dan kondisi asam. Natrium lauril sulfat berwarna putih sampai dengan kuning pucat, berbentuk kristal dan serpih atau bubuk halus, bersabun, rasa pahit dan bau substansi zat lemak (Plumb, 2009). 8. Aquadest (Air puricate/Air murni) Air murni adalah air yang dimurnikan yang diperoleh dengan destilasi, perlakuan menggunakan penukar ion, osmosis balik atau proses lain yang sesuai. Air yang memenuhi persyaratan adalah air minum yang baik dan memiliki pH antara 5 dan 7 serta tidak mengandung zat tambahan lain.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Aquadest berupa cairan yang tidak berwana, tidak berasa dan jernih (Dirjen POM, 1995). G. Sifat Fisik dan Metode Evaluasi Pasta Gigi 1. Organoleptis Uji organoleptis mempunyai peran penting dalam penerapan mutu. Uji organoleptis menggunakan indera manusia mengukur tekstur, bau, warna dan rasa (Anonim, 2006). 2. Viskositas Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas maka makin besar tahanannya. Viskositas sediaan ditingkatkan oleh bahan baku yang digunakan secara umum, misalnya polimer yang memiliki tingkat viskositas tertentu (Martin et al., 1993). Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas pasta gigi adalah Viscotester RION. Satuan yang dipakai dalam viskositas pada alat ini adalah dPa.s (Anonim, 2013). Gambar 6. Viskotester RION (Anonim, 2013) 3. Daya lekat Pengujian daya lekat bertujuan untuk mengetahui berapa lama sediaan dapat melekat pada tempat sasaran. Uji daya lekat dilakukan dengan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 cara meletakkan 0,25 gram di atas dua object glass yang telah ditentukan kemudian ditekan dengan beban 1 kg selama 1 menit setelah itu object glass dipasang pada alat tes. Alat tes ini diberi beban 80 gram dan kemudian dicatat waktu pelepasan sediaan dari object glass (Voigh, 1995). Gambar 7. Alat uji daya lekat (Hery, 2013) 4. pH Stabilitas sediaan pasta perlu mempertimbangkan pH optimal, karena sistem rheologi tergantung pada pH. Viskositas dari hidrokoloid juga dipengaruhi oleh pH. Pada kondisi yang ekstrim, bahan penyusun sediaan dapat mengalami flokulasi. Pada umumnya, suatu sediaan semisolid memiliki pH stabil pada kisaran 4 – 10 (Garlen, 1996). Gambar 8. Indikator universal (Anonim, 2013)

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 H. Uji Potensi Antibakteri Metode pengujian bakteri ada dua yaitu metode dilusi dan metode difusi. Prinsip metode difusi yaitu pengukuran daya antibakteri berdasarkan pengamatan luas zona hambat perumbuhan bakteri karena berdifusinya obat dari tempat awal pemberian ke daerah difusi. Metode dilusi prinsipnya adalah pengenceran larutan uji hingga diperoleh beberapa konsentrasi, kemudian masing-masing konsentrasi ditambah suspensi bakteri dalam media (Hugo and Russel, 1987). Prosedur uji dilusi digunakan untuk mengetahui KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) yaitu konsentrasi terendah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) yaitu konsentrasi terendah yang dapat membunuh bakteri (Pratiwi, 2008). Cup-plate technique merupakan metode yang serupa dengan metode disk diffusion namun teknik ini menggunakan sumur pada media agar yang telah ditanam mikroorganisme tertentu dan pada sumur diberi agen antimikroba yang akan diuji (Pratiwi, 2008). Metode difusi adalah pengukuran potensi antibakteri berdasarkan pengamatan diameter hambatan bakteri karena berdifusinya obat dari titik awal pemberian ke daerah difusi. Metode difusi ada 2 cara yaitu dengan sumuran maupun paper disc. Metode difusi ini untuk mengukur diameter zona hambat yang dihasilkan pada media agar (Pratiwi, 2008; Jawetz et al., 1995). I. Uji Iritasi Uji SMI (Slug Mucosal Irritation) digunakan sebagai uji alternatif untuk memprediksi mukosa dan toleransi okular pada pengembangan obat-obat baru. Prinsip dan aplikasi uji SMI, dinding tubuh siput terdiri dari permukaan mukosa

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 yang mengandung sel dengan silia, sel-sel dengan mikrovili dan sekresi sel lendir. Siput yang ditempatkan pada bahan iritan akan memproduksi lendir. Selain itu, kerusakan jaringan dapat diinduksi yaitu menghasilkan pelepasan protein dan enzim. Potensi iritasi untuk sediaan semi solid kurang dari 15% dengan potensi tidak mengiritasi, 15-20% memiliki potensi iritasi kecil, 20-25% memiliki potensi iritasi sedang dan >25% memiliki potensi iritasi berat (Gambar 9) (Adriaens, 2006). Gambar 9. Tingkat potensi iritasi sediaan farmasi (Adriaens, 2006). J. Landasan Teori Pasta gigi berfungsi membersihkan permukaan gigi, membantu menghilangkan sisa makanan, mengurangi plak gigi dan menyegarkan bau mulut (Garlen, 1996). Sorbitol dalam pasta gigi memiliki peran yaitu membantu bahan lain untuk bercampur, mencegah pasta gigi agar tidak mudah mengering saat dibuka tutup, mencegah pertumbuhaan mikroorganisme dan menambah rasa manis pada pasta gigi (Fact Sheet, 2006). Sorbitol sebagai levigating agent untuk membasahi serbuk dan menggabungkan serbuk yang telah terbasahi dengan basis (Winarti, 2013). Levigating agent berperan sebagai agen lubrikan (pelicin) pada

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 sediaan (Thompson and Davidow, 2009). Sorbitol membentuk tekstur pasta gigi yang plastis dan lembut (Maharani dan Wikanastri, 2009; Anonim, 2014). Kandungan utama minyak kayu manis adalah senyawa sinamaldehida. Kandungan tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri. Mekanisme penghambatan bakteri oleh minyak atsiri melibatkan beberapa aksi dan hal ini dimungkinkan karena sifat hidrofobisitasnya. Kandungan minyak atsiri dapat mempengaruhi lapisan lipid bilayer bakteri sehingga menjadikannya lebih permeabel, menyebabkan kebocoran isi sel vital bakteri. Penurunan aktivasi enzim bakteri juga merupakan mekanisme aksi penghambatan bakteri oleh minyak atsiri (Atmania et al., 2010). Uji daya hambat antibakteri terhadap Streptococcus mutans pada sediaan pasta gigi minyak kayu manis perlu dilakukan untuk mengetahui aktivitas terhadap kemampuan sediaan pasta gigi melepaskan minyak kayu manis. K. Hipotesis 1. Peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik fisik sediaan pasta gigi tidak menyebabkan perubahan organoleptis dan pH, namun terjadi penurunan daya lekat dan viskositas serta tidak mempengaruhi stabilitas organoleptis dan pH tetapi mempengaruhi stabilitas daya lekat dan viskositas sediaan pasta gigi minyak kayu manis. 2. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. 3. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis tidak memiliki potensi mengiritasi membran mukosa.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental murni. B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Variabel bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi sorbitol yaitu 17%, 17,5%, 18%, 18,5%, 19%, 19,5%. b. Variabel Tergantung. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah karaktersistik fisik dan stabilitas pasta gigi minyak atsiri kayu manis: uji organoleptis, pH, daya lekat ,viskositas, uji aktivitas antimikroba dan uji iritasi. c. Variabel pengacau terkendali. Variabel pengacau terkendali dalam penelitian ini adalah lama penyimpanan, sifat dari wadah penyimpanan. d. Variabel pengacau tak terkendali. Variabel pengacau terkendali dalam penelitian ini adalah kelembaban ruangan dan suhu penyimpanan. 2. Definisi Operasional a. Pasta gigi. Pasta gigi merupakan suatu sediaan semi solid liquid dengan basis pasta. Pasta gigi berfungsi untuk memutihkan, mencerahkan, mengharumkan, menghilangkan noda pada gigi. 23

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Levigating agent. Levigating agent berfungsi untuk menghasilkan sediaan yang halus dengan cara mengurangi ukuran partikel. Levigating agent yang digunakan adalah sorbitol. c. Viskositas. Viskositas optimum pada penelitian ini adalah viskositas yang sesuai pasta gigi yang telah beredar di pasaran yaitu sebesar 300600 d.Pa.s. d. Stabilitas sediaan pasta gigi. Stabilitas pasta ditentukan berdasarkan stabilitas organoleptis, pH, daya lekat dan viskositas tiap minggu selama 1 bulan dengan menggunakan uji statistik. e. Faktor. Faktor adalah besaran yang mempengaruhi respon, dalam penelitian ini digunakan 1 faktor yaitu penambahan sorbitol. f. Respon. Respon adalah besaran yang diamati perubahan efeknya, besarnya dapat dikuantitatifkan. Respon dalam penelitian ini adalah sifat fisik dan stabilitas sediaan pasta gigi. g. Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan biakan murni yang diperoleh dari Laboratorium Balai Kesehatan Yogyakarta. h. Daya antibakteri. Daya antibakteri adalah kekuatan pasta gigi minyak kayu manis dalam menghambat dan membunuh Streptococcus mutans yang memiliki perbedaan bermakna dibandingkan dengan kontrol negatif. i. Kontrol positif. Kontrol positif dalam penelitian ini adalah pasta gigi merek “X” yang digunakan sebagai pengontrol metode dan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pembanding. Kontrol negatif dalam penelitian ini yakni basis pasta gigi. j. Zona hambat. Zona hambat merupakan zona jernih yang tidak tampak adanya pertumbuhan koloni Streptococcus mutans. k. Metode difusi. Metode difusi dengan sumuran adalah metode yang digunakan untuk mengukur daya hambat minyak atsiri terhadap Streptococcus mutans dengan cara mengukur zona jernih (zona hambat) pada sekitar sumuran. l. Metode dilusi padat. Metode dilusi padat adalah metode pengukuran aktivitas antibakteri dengan cara mengencerkan minyak atsiri kulit batang kayu manis pada beberapa konsentrasi, kemudian dicampurkan pada media padat untuk melihat daya hambat minyak atsiri serta menentukan KHM dan KBM. m. KHM. KHM adalah konsentrasi minimum minyak kayu manis untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. n. KBM. KBM adalah konsentrasi minimum minyak kayu manis yang dapat membunuh Streptococcus mutans. o. Mukus. Mukus adalah lendir yang dihasilkan oleh slug (siput tanpa bercangkang). C. Bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak kayu manis yang diperoleh dari Eteris Nusantara, sorbitol, natrium karboksimetil selulosa, gliserin, silitol, metil paraben, minyak permen, natrium lauril sulfat,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 aquadest, kalsium karbonat, larutan standar Mc Farland 0.5, Trypton Soya Agar (TSA), Trypton Soya Broth (TSB), bakteri Streptococcus mutans diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan,Yogyakarta, pasta gigi merek “X”, Slug (siput tanpa cangkang) diperoleh dari daerah Ungaran. D. Alat Penelitian Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat-alat gelas (PYREX), waterbath, hot plate, viscometer seri VT 04 (RION-JAPAN), autoklaf (model KT40, ALP Co. Ltd. Midorigouka Kamurashi, Tokyo, Japan), inkubator (Heraeus), pH indicator strips (MERCK), sentrifuge (Heraeus), vortex, oven, jarum ose, neraca analitik, mikropipet, pelubang sumuran diameter 7 milimeter, Microbiological Safety Cabinet (MSC). E. Tata Cara Penelitian 1. Identifikasi dan verifikasi minyak kayu manis Bahan yang diidentifikasi pada penelitian ini, yaitu: minyak kayu manis yang merupakan dari tanaman kayu manis diperoleh dari Eteris Nusantara dan telah diuji identitasnya. Verifikasi minyak kayu manis meliputi: a. Pengamatan organoleptis. Pengamatan organoleptis berupa pengamatan bentuk, warna dan aroma dari minyak kayu manis yang digunakan sebagai bahan penelitian. b. Indeks bias. Indeks bias minyak kayu manis diukur dengan menggunakan hand refractometer. Pentutup prisma di buka kemudian minyak kayu manis diteteskan 1 atau 2 tetes sampel pada prisma utama, penutup

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 prisma di tutup perlahan sampai menyentuh prisma utama. Skala 1, 2 atau 3 diatur dengan memutar knob. Berikut adalah jarak jangkauan: 1: 1,333 – 1,404 (skala sebelah kiri) 2: 1,404 – 1,468 (skala tengah) 3: 1,468 – 1,520 (skala sebelah kanan) Ujung refraktor diarahkan ke arah cahaya yang terang, dilihat melalui lensa sambil diputar-putar sampai skala terlihat jelas. Tampak garis batas yang memisahkan sisi yang terang dan gelap pada bagian atas dan bawah. Jika garis batas berwarna atau tidak jelas, maka ring diputar untuk menghilangakan warna hingga batas terlihat jelas. c. Bobot Jenis. Piknometer 10 mL ditimbang dalam keadaan kosong dan bersih. Piknometer 10 mL diisi air suling. Suhu diturunkan hingga 23°C kemudian dinaikkan perlahan hingga 25°C. Permukaan air diatur sampai puncak kapiler kemudian pipa kapiler ditutup. Setelah mencapai suhu kamar, dinding luar piknometer diusap dan ditimbang. Hal yang sama dilakukan pada minyak kayu manis. Bobot jenis minyak kayu manis sama dengan kerapatan minyak kayu manis dibagi kerapatan air pada suhu 25°C. 2. Sterilisasi peralatan dan media Peralatan yang digunakan dalam penelitian, terutama yang berhubungan dengan bakteri uji seperti: tabung reaksi dan cawan petri, disterilisasikan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121°C selama 20

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 menit dengan tekanan 1 atm dan khusus untuk pipet ukur disterilisasi dengan menggunakan oven pada suhu 50°C selama 20 menit. 3. Penyiapan media uji Media yang digunakan ada 2 macam yaitu Trypton Soya Agar (TSA) dan Trypton Soya Broth (TSB). Pemilihan kedua media tersebut adalah terkait agar Streptococcus mutans dapat tumbuh, pada media yang sesuai. Pembuatan media TSA yaitu dengan mencampurkan serbuk TSA sebanyak 24 gram dengan aquadest sebanyak 600 mL. Pembuatan media TSB yaitu dengan mencampurkan serbuk TSB sebanyak 1,8 gram dengan aquadest sebanyak 60 mL, kedua jenis media disterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama 15 menit. Media TSA yang telah disterilkan dibiarkan memadat dalam kondisi miring untuk reisolasi bakteri Streptococcus mutans. 4. Pembuatan suspensi bakteri Diambil 1-3 ose dari stok bakteri Streptococcus mutans, diinokulasikan ke dalam 5 mL TSB dan divortex, diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam. Suspensi bakteri uji disetarakan dengan larutan standar Mc Farland 0.5, jika kekeruhannya melebihi kekeruhan Mc Farland 0.5, maka dilakukan penambahan media TSB steril sampai didapat kekeruhan yang sama. 5. Penanaman isolat Streptococcus mutans secara pour plate Suspensi bakteri diinokulasikan sebanyak 0,2 mL pada media TSA steril cair. Media yang telah memadat dilubangi menggunakan pelubang

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 sumuran dengan diameter 7 mm secara aseptis sebagai tempat kontrol negatif, dan minyak kayu manis dengan berbagai variasi konsentrasi. 6. Pembuatan uji dilusi padat konsentrasi (4 - 10%) Pembuatan media TSA yaitu dengan mencampurkan TSA 9 gram aquadest dengan 225 mL. Pembuatan media TSB yaitu dengan mencampurkan serbuk TSB sebanyak 0,6 gram dengan aquadest sebanyak 20 mL, media disterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama 15 menit. Tabung reaksi yang telah diisi dengan media TSA steril 15 mL, diinokulasikan sebanyak 0,2 mL suspensi bakteri Streptococcus mutans yang telah disetarakan dengan larutan Mc Farland 0.5. Di masukkan sebanyak 0,2 mL minyak kayu manis dengan konsentrasi 4-10%, tuang ke dalam petri steril. Diinkubasi selama 24 jam, bandingkan kekeruhan media uji dengan kontrol pertumbuhan, pelarut dan media yang menunjukkan kepadatan pertumbuhan bakteri uji. Diberi penilaian menggunakan notasi (+) untuk media yang tampak keruh dan (-) untuk media yang tampak jernih. Hasil pengamatan dianalisis untuk mendapatkan konsentrasi (KHM dan KBM) minyak kayu manis. 7. Uji penegasan (streak plate) konsentrasi (6 - 9%) Media TSA 1,33 gram dicampur dengan aquadest 33 mL. Diautoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama 15 menit. Petri dibagi menjadi 2 bagian, untuk mempermudah penyetrikkan. Diinkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C, kemudian diamati daya hambat yang dihasilkan pada konsentrasi (6 - 9%).

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Bila ditemukan adanya pertumbuhan, dilakukan kembali uji penegasan kedua dengan melakukan penyetrikkan dari uji penegasan pertama pada media baru secara streak plate. Diinkubasi kembali selama 24 jam dengan suhu 370C, kemudian tentukan konsentrasi atau Kadar Bunuh Minimum (KBM) minyak kayu manis. 8. Pembuatan sediaan pasta gigi minyak kayu manis a. Formula pasta gigi Perhitungan penimbangan bahan-bahan yang digunakan dapat di lihat pada Lampiran 8. Tabel III. Formula pasta gigi untuk 100 gram Bahan (g) Natrium karboksimetil selulosa Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis F1 0,5 17 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 F2 0,5 17,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 F3 0,5 18 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 F4 0,5 18,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 F5 0,5 19 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 F6 0,5 19,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 b. Cara pembuatan pasta gigi Natrium karboksimetil selulosa didispersikan kedalam gliserin dan ditambah aquadest. Dicampur sebagian gliserin dengan minyak kayu manis, minyak permen dan metil paraben dalam beker, aduk homogen. Sisa gliserin dilarutkan ke dalam natrium lauril sulfat diaduk sampai larut. Campuran gliserin, minyak kayu manis, minyak permen dan metil paraben ditambahkan ke dalam natrium karboksimetil selulosa. Ditambahkan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 sorbitol dan digerus sampai homogen. Sebagian CaCO3 ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam mortir sampai campuran homogen. Campuran natrium lauril sulfat dan gliserin dimasukkan ke dalam mortir dan ditambahkan sedikit demi sedikit dengan CaCO3 dan dicampurkan silitol ke dalam mortir. c. Uji sifat fisik dan stabilitas pasta gigi 1) Uji organoleptis dan stabilitas organoleptis Melakukan uji organoleptis (bau, warna, tekstur dan homogenitas) terhadap pasta gigi pada 48 jam, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. 2) Uji pH dan stabilitas pH Melakukan uji pH setelah pembuatan pasta gigi selesai dengan menggunakan indikator pH. Uji ini dilakukan 48 jam setelah pembuatan untuk mengetahui efek faktor terhadap pH sedangkan untuk memonitor perubahan pH, dilakukan uji pada 48 jam, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. 3) Uji daya lekat dan stabilitas daya lekat Uji daya lekat dilakukan dengan cara 0,25 gram pasta gigi diletakkan di atas dua object glass yang telah ditentukan, kemudian ditekan dengan beban 1 kg selama 1 menit. Setelah itu dipasang object glass pada alat uji lalu ditambahkan beban 80 gram pada alat uji, kemudian dicatat waktu pelepasan pasta dari object glass (Voigh, 1995).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Uji ini dilakukan 48 jam setelah pembuatan untuk mengetahui efek faktor terhadap daya lekat, sedangkan untuk memonitor perubahan daya lekat, dilakukan uji pada 48 jam, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. 4) Uji viskositas dan stabilitas viskositas Pengukuran viskositas menggunakan alat Viscometer RION seri VT 04. Pasta gigi dimasukan ke dalam wadah hingga penuh dan dipasang pada portable viscotester. Viskositas pasta gigi diketahui dengan mengamati gerakan jarum penunjuk viskositas. Uji ini dilakukan 48 jam setelah pembuatan untuk mengetahui efek faktor terhadap viskositas, sedangkan untuk memonitor perubahan viskositas, dilakukan uji pada 48 jam, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. 9. Uji daya antibakteri pasta gigi minyak kayu manis terhadap Streptococcus mutans dengan difusi sumuran Pembuatan media TSA yaitu dengan mencampurkan serbuk TSA sebanyak 32 gram dengan aquadest sebanyak 800 mL. Pembuatan media TSB yaitu dengan mencampurkan serbuk TSB sebanyak 1,5 gram dengan aquadest sebanyak 50 mL, kedua jenis media disterilkan dengan autoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama 15 menit. Media yang telah berisi suspensi bakteri Streptococcus mutans, dibiarkan memadat. Tiap petri berisi 4 lubang sumuran diantaranya pasta gigi (sampel) sesuai formula, kontrol negatif (basis pasta), kontrol positif (pasta

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 gigi merek “X”), minyak kayu manis 7% menggunakan spuit injeksi 1 mL masing-masing sebanyak 0,020 mL. Diinkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C, kemudian diamati diameter zona jernih yang dihasilkan. Diameter zona hambat yang dihasilkan diukur dengan penggaris, kemudian dikurangi diameter sumuran yang digunakan, yakni 7 mm. Daya antibakteri diamati berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk dibandingkan dengan kontrol negatif. Replikasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk tiap formula pasta gigi. 10. Uji iritasi pasta gigi minyak kayu manis Dilakukan penimbangan mukus, slug dipilih dan ditimbang dengan berat antara 3-4 gram. Petri kosong ditimbang dan ditambah dengan 500 mg sampel, kemudian petri dan sampel tersebut ditimbang kembali. Slug diletakkan di atas sampel dan didiamkan selama 30 menit. Slug kemudian dibersihkan dari mukus. Mukus yang terdapat pada petri ditimbang. Mukus yang diproduksi (MP) dihitung dengan rumus: MP = 1) 2) 3) 4) ( ( ) ) × 100% (1) MP tersebut diklasifikasikan menjadi: Tidak mengiritasi (non irritating), bila produksi mukus <15% Mengiritasi ringan (mild), bila produksi mukus 15-20% Mengiritasi sedang (moderate), bila produksi mukus 20-25% Mengiritasi berat (severe), bila produksi mukus >25% (Adriaens, 2006). F. Analisis Hasil Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan pasta gigi minyak kayu manis yang meliputi organoleptis, pH, daya lekat, viskositas serta daya antibakteri. Signifikansi data diketahui

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dengan menganalisis secara statistik pada distribusi data normal dan tidak normal, homogen dan tidak homogen, serta berbeda bermakna dan berbeda tidak bermakna. Aplikasi program R-3.0.2 digunakan sebagai alat untuk melakukan uji statistika pada penelitian ini. Pada distribusi normal, digunakan analisis statistik parametrik (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, maka faktor dikatakan berpengaruh jika nilai p (probability value) kurang dari 0,05 sedangkan pada distribusi data tidak normal digunakan analisis statsitik non-parametrik (KruskalWallis) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila nilai p<0,05 dapat disimpulkan terdapat perbedaan antar formula, sebaliknya apabilila p>0,05 dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antar formula.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Verifikasi Sifat Fisik Minyak Kayu Manis Verifikasi sifat fisik bertujuan untuk memastikan identitas dari minyak kayu manis. Verifikasi yang dilakukan yaitu indeks bias, penetapan bobot jenis dan uji organoleptis yang meliputi bau dan warna. Hasil verifikasi minyak kayu manis pada tabel IV. Tabel IV. Verifikasi sifat fisik minyak kayu manis Sifat Fisik Indeks Bias Bobot Jenis Bau Warna Verifikasi 1,5758 ±0,02 1,016 ± 0,0005 Manis, pedas dan hangat, khas minyak kayu manis Kuning Certificate of Analysis (CoA) 1,580 1,013 Manis, pedas dan hangat SNI 06-3734-2006 (BSN, 2006) 1,559-1,595 1,008 –1,030 Khas Minyak Kayu manis Kuning Kuning muda-coklat muda Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa verifikasi indeks bias dan bobot jenis minyak kayu manis berada dalam rentang teoritis berdasarkan pada SNI 063734-2006. Minyak kayu manis yang diperoleh dari Eteris Nusantara telah sesuai dengan Certificate of Analysis (CoA) dan literature sehingga minyak atsiri tersebut adalah minyak kayu manis berkualitas. B. Uji Daya Hambat Antibakteri Minyak Kayu Manis Terhadap Streptococcus mutans Tujuan uji daya hambat antibakteri adalah mengetahui besarnya diameter zona hambat pertumbuhan bakteri serta menentukan rentang konsentrasi yang digunakan dalam penentuan nilai KHM dan KBM. Pengujian difusi sumuran dibuat dalam beberapa konsentrasi yaitu 1-10% dengan menggunakan pelarut paraffin cair sebagai kontrol negatif. Hasil zona hambat yang terbentuk 35

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 pada difusi sumuran konsentrasi 1-10% terhadap bakteri Streptococcus mutans pada gambar 10 . B H I C A D L F E G J K Gambar 10. Zona hambat pada difusi sumuran minyak kayu manis konsentrasi 15% (kiri) dan konsentrasi 6-10% (kanan) terhadap bakteri Streptococcus mutans Keterangan: Kontrol Negatif (paraffin cair) (A); Konsentrasi 1% (B); Konsentrasi 2% (C); Konsentrasi 3% (D), Konsentrasi 4% (E); Konsentrasi 5% (F); Kontrol Negatif (paraffin cair) (G); Konsentrasi 6% (H); Konsentrasi 7% (I); Konsentrasi 8% (J); Konsentrasi 9% (K); Konsentrasi 10% (L) Berdasarkan pada tabel V, konsentrasi 1-4% tidak menunjukkan adanya zona hambat sedangkan pada konsentrasi 5-10% menunjukkan adanya zona hambat maka konsentrasi ini digunakan sebagai acuan untuk penentuan nilai KHM dan KBM. Semakin tinggi konsentrasi minyak kayu maka semakin besar diameter zona hambatnya. Menurut Davis Stout cit Moerfiah dan Supomo (2011), zona hambat minyak kayu manis konsentrasi 5% dan 6% berada dalam kategori lemah (<5 mm), konsentrasi 7% dan 8% berada dalam kategori sedang (5-10 mm) dan konsentrasi 9%-10% berada dalam kategori kuat (10-20 mm).

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel V. Diameter zona hambat pertumbuhan Streptococcus mutans yang terbentuk oleh minyak kayu manis Konsentrasi Minyak Kayu Manis (%) Kontrol negative 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (mm) ± SD 0 0 0 0 0 3,51±1,83 4,83±0,98 5,80±1,04 9,16±1,88 10,95±1,15 11,64±2,65 Hasil metode dilusi padat menunjukkan masih tampak kekeruhan pada konsentrasi 5%, sedangkan pada konsentrasi 6-10% menunjukkan kejernihan, namun pada uji dilusi padat minyak kayu manis yang digunakan mengalami penurunan konsentrasi yang disebabkan minyak kayu manis dicampur dengan media TSA cair, sehingga konsentrasinya menjadi 0,06-0,13%. Penilaian terhadap media diberikan dalam bentuk notasi (+) untuk media yang masih menunjukkan kekeruhan dan notasi (-) untuk menunjukkan kejernihan. Tabel VI. Uji daya antibakteri minyak kayu manis terhadap Streptococcus mutans secara dilusi padat Kelompok Kontrol media Kontrol pelarut Kontrol pertumbuhan bakteri Minyak kayu manis 0,06% Minyak kayu manis 0,08% Minyak kayu manis 0,09% Minyak kayu manis 0,10% Minyak kayu manis 0,12% Minyak kayu manis 0,13% Kekeruhan +++ + - Keterangan : +++ : sangat keruh; + : agak keruh; - : jernih

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Kekeruhan berarti menunjukkan pertumbuhan bakteri sedangkan kejernihan berarti tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri. Semakin tinggi kekeruhan maka semakin banyak pertumbuhan bakteri sedangkan semakin tinggi kejernihan maka semakin tidak ada pertumbuhan bakteri. Perbandingan kontrol kontaminasi media, kontrol pertumbuhan bakteri, kontrol pelarut dengan kejernihan media uji pada gambar 11. (A) (B) (D) (C) Gambar 11. Perbandingan kontrol kontaminasi media (A), kontrol pertumbuhan bakteri (B), kontrol pelarut (C) dengan kejernihan media uji (D) Uji penegasan dilakukan untuk menentukan konsentrasi Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) minyak kayu manis yang digunakan dalam penelitian. Pada konsentrasi 0,08% masih menunjukkan pertumbuhan bakteri uji (KHM) dan pada konsentrasi 0,09-0,12% tidak menujukkan pertumbuhan bakteri uji (KBM). Uji penegasan dilakukan sebanyak dua kali yaitu untuk memastikan pada konsentrasi tersebut masih menghasilkan nilai KHM dan KBM yang sama dengan hasil uji penegasan 1. Hasil uji penegasan kedua menunjukkan hasil yang sama seperti pada uji penegasan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 pertama yaitu pada konsentrasi 0,08% masih menunjukkan pertumbuhan bakteri uji (KHM) dan pada konsentrasi 0,09-0,12% tidak menujukkan pertumbuhan bakteri uji (KBM). C. Pembuatan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Pada pembuatan pasta gigi minyak kayu manis digunakan sorbitol. Sorbitol sebagai levigating agent yaitu membasahi serbuk dan menggabungkan serbuk yang telah terbasahi dengan basis serta sebagai agen pencampur bahan lain dengan cara mengurangi ukuran partikel serbuk melalui pengadukan menggunakan mortir (Winarti, 2013; Allen and Ansel, 2014). Levigating agent berperan sebagai agen lubrikan (pelicin) pada sediaan, sehingga membentuk tekstur pasta gigi yang plastis dan licin serta lembut (Thompson and Davidow, 2009; Maharani dan Wikanastri, 2009; Anonim, 2014). Hasil formulasi sediaan pasta gigi minyak kayu manis pada gambar 12. (F1) (F2) (F3) (F4) (F5) (F6) Gambar 12. Pasta gigi minyak kayu manis dengan konsentrasi 17% (F1); 17,5% (F2); 18% (F3); 18,5% (F4); 19% (F5); 19,5% (F6)

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Menurut Winarno (cit., Fitria, 2013), menyebutkan bahwa sorbitol memiliki komposisi kimia yang terdiri dari enam kelompok hidroksil. Gugus hidroksil berfungsi mengikat air dan membentuk ikatan hidrogen dengan air. Dalam penelitian ini, konsentrasi sorbitol yang digunakan yaitu pada konsentrasi 17%, 17,5%, 18%, 18,5%, 19%, 19,5% karena pada konsentrasi tersebut sudah memberikan daya lekat dan viskositas yang baik berdasarkan hasil orientasi yang telah dilakukan penulis. D. Uji Sifat Fisik Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Sediaan yang berkualitas adalah sediaan yang memenuhi parameter sifat fisik dan sifat fisiknya tetap dipertahankan selama penyimpanan. Pada penelitian ini viskositas dilakukan 48 jam setelah pembuatan karena sediaan pasta gigi sudah membentuk sistem yang stabil, yang tidak terpengaruh oleh pengadukan saat pembuatan dan suhu. Sifat fisik yang diuji pada penelitian ini adalah organoleptis, pH, daya lekat dan viskositas. 1. Uji organoleptis dan pH Uji organoleptis yang diamati adalah warna, bau, tekstur dan homogenitas sediaan pasta gigi. Hasil pengamatan pada tabel VII, penambahan konsentrasi sorbitol tidak berpengaruh terhadap karakteristik warna, bau, tekstur, homogenitas dan pH. Hal ini disebabkan karena semua formula memiliki warna, bau, tekstur, homogenitas yang sama pada tiap formula serta pada tiap formula memiliki pH yaitu 8. Nilai ini sesuai dengan peryaratan SNI 12-3524-1995 yaitu 4,5-10,5.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel VII. Uji organoleptis dan pH sediaan pasta gigi minyak kayu manis Kriteria Warna Bau Tekstur Homogenitas pH F1 F2 F3 F4 F5 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen 8 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Kental Homogen 8 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen 8 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen 8 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen 8 F6 Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen 8 2. Uji daya lekat Pentingnya pengujian daya lekat yaitu mengetahui kemampuan sediaan pasta gigi ketika diaplikasikan pada sikat gigi. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi sorbitol menyebabkan penurunan daya lekat (Gambar 13). Pada penambahan konsentrasi sorbitol 17%, 17,5%, 18%, 18,5% belum berpengaruh signifikan terhadap daya lekat tetapi pada penambahan konsentrasi 19% dan 19,5% baru berpengaruh signifikan terhadap daya lekat. 60 Daya Lekat (detik) 50 40 30 20 10 0 17 17,5 18 18,5 19 19,5 Konsentrasi Sorbitol (%) Gambar 13. Grafik uji daya lekat sediaan pasta gigi minyak kayu manis

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Penurunan daya lekat disebabkan karena sorbitol berfungsi sebagai levigating agent yang berperan sebagai lubrikan (pelicin), dengan penambahan sorbitol membuat sediaan menjadi licin dan tekstur pasta gigi menjadi lembut (smooth) (Thompson and Davidow, 2009; Anonim, 2014), sehingga peningkatan konsentrasi sorbitol menyebabkan penurunan daya lekat. 3. Uji viskositas Profil kekentalan pasta gigi menentukan penampilan pasta dan kenyamanan penggunanya sehingga perlu diuji viskositas. Semakin tinggi penambahan sorbitol maka viskositas yang dihasilkan semakin kecil (Gambar 14). Pada penambahan konsentrasi sorbitol 17-19% belum berpengaruh signifikan terhadap viskositas tetapi pada penambahan 19,5% berpengaruh signifikan terhadap viskositas. 700 Viskositas (dPa.s) 600 500 400 300 200 100 0 17 17,5 18 18,5 19 19,5 Konsentrasi Sorbitol (%) Gambar 14. Grafik uji viskositas sediaan pasta gigi minyak kayu manis Penurunan viskositas disebabkan karena dengan penambahan sorbitol dalam sediaan pasta yang berperan sebagai lubrikan (pelicin) membuat sediaan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 pasta menjadi licin dan tekstur pasta gigi menjadi lembut (smooth) (Thompson and Davidow, 2009; Anonim, 2014), sehingga peningkatan konsentrasi sorbitol menyebabkan penurunan viskositas. E. Uji Stabilitas Fisik Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis 1. Pengaruh penyimpanan pada organoleptis Uji stabilitas organoleptis berperan penting mengetahui pengaruh organoleptis sediaan pasta gigi minyak kayu manis selama penyimpanan yaitu dilakukan selama 4 minggu. Pada pengamatan 48 jam sampai 4 minggu stabilitas organoleptis pada formula 1 sampai 6 stabil selama penyimpanan. Hal ini ditunjukkan pada warna pasta gigi minyak kayu manis keenam formula yaitu putih kekuningan, bau khas minyak kayu manis dan homogen, tekstur yang sangat kental pada F1, kental pada F2, agak kental pada F3, encer pada F4-6 selama penyimpanan. Sorbitol dalam sediaan pasta gigi mencegah penguapan bahan-bahan dalam sediaan pasta selama penyimpanan (Putra, 2012). 2. Pengaruh penyimpanan pada pH Uji stabilitas pH bertujuan mengetahui pengaruh penyimpanan terhadap pH sediaan pasta gigi minyak kayu manis selama penyimpanan. Nilai pH masing-masing formula adalah 8 dan selama 4 minggu penyimpanan tidak mengalami perubahan pH. Hal ini berarti stabilitas pH sediaan pasta gigi minyak kayu manis stabil selama penyimpanan. Hal ini disebabkan karena sorbitol tidak mempengaruhi pH sediaan pasta gigi.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 3. Pengaruh penyimpanan pada daya lekat Pengaruh penyimpanan pada daya lekat sediaan pasta gigi minyak kayu manis selama penyimpanan perlu dilakukan uji daya lekat. Hasil uji penyimpanan pada daya lekat sediaan pasta gigi minyak kayu manis, semua formula terjadi kenaikan daya lekat (Gambar 15). Pada formula 1 terjadi kenaikan yang signifikan pada minggu ke 3-4. Formula 2 dan 5 terjadi kenaikan yang signifikan pada minggu ke 2-3. Pada formula 3 tiap minggunya stabil selama penyimpanan meskipun terjadi kenaikan yang tajam pada minggu ke 3-4, tetapi pada hasil statistik di minggu 0-4 tidak stabil selama penyimpanan. Formula 4 terjadi kenaikan yang tidak signifikan pada minggu 2-3 dan 3-4 tetapi pada minggu ke 0-1 sediaan pasta gigi tidak stabil selama penyimpanan 1 minggu. Pada formula 6 tidak terjadi pergeseran daya lekat yang signifikan, sehingga penambahan konsentrasi sorbitol 19,5% dapat menjaga stabilitas sediaan pasta gigi selama empat minggu penyimpanan. 70 Daya Lekat (detik) 65 60 Formula 1 Formula 2 55 Formula 3 Formula 4 50 Formula 5 45 Formula 6 40 48 jam 1 minggu 2 minggu 3 minggu 4 minggu Lama Penyimpanan Gambar 15. Grafik uji stabilitas daya lekat sediaan pasta gigi minyak kayu manis

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Peningkatan daya lekat dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Penyimpanan yang semakin lama, air dalam sediaan menjadi berkurang. Pengaruh ini disebabkan cairan dalam sediaan pasta gigi menguap. Penguapan ini mungkin disebabkan karena sediaan yang digunakan sering dikeluarkan dan dimasukkan dari tube untuk dilakukan pengujian 4 minggu sehingga pasta gigi menjadi kental dan lekat (Putra, 2012). Sediaan pasta gigi yang kental dan lekat menyebabkan ikatan antara molekul pasta gigi dengan molekul kaca object glass semakin kuat sehingga terjadi peningkatan daya lekat. 4. Pengaruh penyimpanan pada viskositas Pengaruh penyimpanan pada viskositas penting untuk mengetahui stabilitas viskositas pasta gigi selama penyimpanan. Stabilitas sediaan sangat penting untuk menjadi pertimbangan karena berhubungan dengan konsistensi dari sediaan dan dosis yang terkandung dalam sediaan. Pada formula 1 dan 2 terjadi kenaikan yang signifikan pada minggu ke 3-4, formula 3 dan 4 sediaan pasta tidak stabil selama penyimpanan 4 minggu. Pada formula 5 dan 6 tidak terjadi pergeseran viskositas yang signifikan, sehingga penambahan konsentrasi sorbitol 19-19,5% dapat menjaga stabilitas sediaan pasta gigi selama empat minggu penyimpanan. Hal ini disebabkan karena peningkatan viskositas dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Semakin lama penyimpanan, air dalam sediaan menjadi berkurang, disebabkan cairan dalam sediaan pasta gigi menguap. Penguapan ini mungkin disebabkan karena sediaan yang digunakan sering dikeluarkan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 dan dimasukkan dari tube untuk dilakukan pengujian 4 minggu sehingga pasta gigi menjadi kental dan sulit untuk mengalir (Putra, 2012). 800 750 Viskositas (dPa.s) 700 650 Formula 1 600 Formula 2 550 Formula 3 500 Formula 4 450 Formula 5 400 Formula 6 350 300 48 jam 1 minggu 2 minggu 3 minggu 4 minggu Lama Penyimpanan Gambar 16. Grafik uji stabilitas viskositas sediaan pasta gigi minyak kayu manis F. UJi Daya Antibakteri Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis dengan Metode difusi Sumuran Pentingnya uji daya antibakteri adalah mengetahui kemampuan dari sediaan pasta gigi minyak kayu manis dapat membunuh atau menghambat Streptococcus mutans, yang dapat menyebabkan karies gigi. Hasil basis pada semua formula memiliki diameter daya hambat yang relatif sama. Basis memberikan aktivitas disebabkan oleh adanya bahan-bahan dalam sediaan pasta juga memberikan aktivitas sebagai antibakteri seperti sodium lauryl sulfat, metil paraben, gliserin dan sorbitol yang termasuk dalam golongan alkohol (Harmely dkk., 2012). Hal ini berarti peningkatan konsentrasi sorbitol tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas zona hambat pada basis. Aktivitas zona hambat antar sampel (formula 1-6), peningkatan konsentrasi sorbitol tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan diameter zona hambat. Hasil uji daya antibakteri sediaan pasta gigi minyak kayu manis pada gambar 17.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 M + M S B S Formula 1 + M B S Formula 2 B Formula 3 M + M + S B S B Formula 4 + M + S B Formula 5 Formula 6 Gambar 17. Zona hambat pasta gigi minyak kayu manis terhadap Streptococcus mutans Keterangan: M: Minyak kayu manis 7%; +: Kontrol pasta gigi merek “X”; S: Sampel formula; B: Kontrol basis Hasil statistik pada basis memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik dengan sampel, disimpulkan bahwa sampel memiliki aktivitas menghambat Streptococcus mutans. Minyak kayu manis 7% tidak memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik dengan semua sampel, berarti minyak kayu manis mudah lepas dari basisnya. Tabel VIII menunjukkan bahwa diameter zona hambat dari minyak kayu manis 7% dan sampel, nilai diameter jauh lebih besar minyak kayu manis, hal ini disebabkan karena minyak kayu manis mampu berdifusi keluar lebih cepat dibanding dalam bentuk sediaan. Kontrol positif dan sampel tidak memiliki perbedaan yang bermakna pada semua formula, berarti sediaan pasta gigi minyak kayu manis dapat dipasarkan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Tabel VIII. Zona hambat (x̅ ± SD) yang dihasilkan tiap formula dibandingkan dengan kontrol positif (pasta gigi merek “X”), kontrol negatif (basis), minyak kayu manis 7% Basis 4,11±1,36 4,33±0,61 4,01±1,57 4,25±0,67 4,03±0,86 4,03±1,55 Diameter Daya Hambat (mm) Minyak kayu Kontrol manis 7% Positif 12,89±1,84 13,65±2,16 Formula 10,12±1,84 10,49±1,29 10,53±1,13 11,28±3,25 9,79±2,79 9,71±0,77 G. Uji Iritasi Minyak Kayu Manis Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Uji iritasi berperan untuk mengetahui sediaan pasta gigi minyak kayu manis memiliki potensi mengiritasi atau tidak. Uji iritasi dilakukan menggunakan siput (tak bercangkang), mukus yang dihasilkan siput merupakan parameter untuk menentukan besar iritasi dari sediaan pasta gigi minyak kayu manis yang mengiritasi membran mukosa. Uji iritasi dilakukan selama 5 hari, tetapi pada hari kedua siput mati. Menurut Adriaens (2006), dari hasil uji iritasi didapatkan bahwa kontrol positif (SLS 2%) memiliki potensi mengiritasi sedang (20-25%) yaitu dengan persentase 20,508%. Kontrol negatif (aquadest P.I) tidak mempunyai potensi mengiritasi dengan persentase -5,894%. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis berada pada potensi iritasi berat (>25%) yaitu 50,605%. Sediaan pasta gigi mengiritasi karena pengaruh dari zat aktif yang digunakan yaitu minyak kayu manis. Minyak kayu manis menghasilkan efek panas sehingga ketika diaplikasikan pada membran mukosa dapat mengiritasi membran mukosa (National Association for Holistic Aromatherapy, 2014). Penyebab lainnya yaitu

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 meskipun minyak kayu manis telah diformulasikan ke dalam bentuk pasta gigi, konsentrasi minyak kayu manis yang terkandung pada setiap formula cukup besar yaitu sebesar 7%, padahal konsentrasi minyak kayu manis pada dilusi padat didapati KBM sebesar 0,09%, sehingga potensi minyak kayu manis dalam mengiritasi siput juga besar. Pada penelitian ini seharusnya dilakukan uji iritasi pada pasta gigi yang telah beredar dipasaran, tujuannya untuk menghindari didapatkannya hasil positif palsu pada uji iritasi pasta gigi minyak kayu manis.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Peningkatan konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik fisik sediaan pasta gigi tidak menyebabkan perubahan organoleptis dan pH, namun terjadi penurunan daya lekat dan viskositas serta tidak mempengaruhi stabilitas organoleptis dan pH tetapi mempengaruhi stabilitas daya lekat dan viskositas sediaan pasta gigi minyak kayu manis. 2. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. 3. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis memiliki potensi iritasi berat pada membran mukosa. B. Saran 1. Perlu dilakukan pengujian sifat fisis pasta gigi yang belum dapat dilakukan oleh penulis seperti extrudability (kemampuan pasta gigi keluar dari tube, uji sag (menyatakan kemampuan dari sediaan pasta gigi untuk menjaga konsistensinya) sehingga dihasilkan pasta gigi yang memenuhi parameter dan karakteristik sifat fisis dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. 2. Perlu dilakukan uji iritasi sampai pada jaringan dalam, sehingga dapat diketahui bagian organ yang mengalami kerusakan. 3. Pelu dilakukan tinjauan mengenai formula sediaan dan minyak kayu manis yang digunakan. 4. Perlu dilakukan uji iritasi untuk pasta gigi yang telah beredar di pasaran. 50

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 DAFTAR PUSTAKA Adriaens, E., 2006, The Slug Mucosal Irritation Assay: An Alternative Assay for Local Tolerance Testing. National Centre for The Replacement, Refinement and Reduction of Animals in Research, 1-9. Alcamo, I.E., 1996, Laboratory Fundamentals of Microbiology, 5th ed., Addison Wesley Longman Publishing Company, Canada, p. 309. Allen, L.V.Jr., 2002, The art, Science and Technology of pharmaceutical Compounding, 2nd Ed, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C., p. 305. Allen L.V.Jr, and Ansel H.C., 2014, Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery System, Tenth Ed., Wolters Kluwer, p. 152. Alvarez-Nunez, F.A and Medina, C., 2009, Glycerin, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 283. Anonim, 2006, Pengujian Oragnoleptik, https://www.google.com/#q=uji+ organoleptik+pdf, diakses tanggal 11 Maret 2014. Anonim, 2012, Streptococcus mutans dan Kesehatan Gigi, https://docs.google. com, diakses tanggal 25 Februari 2013. Anonim, 2013, Viskotester RION, Autoklaf dan Indikator pH, http://www. google. com/imgres, diakses tanggal 03 November 2013. Anonim, 2014, Compounding, www.google.com, diakses tanggal 10 Juni 2014. Armstrong, N.A., 2006, Calcium Carbonat, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5th ed., Pharmaceutical Press, pp. 89. Asdie, A., 1995, Prinsip-prinsip Ilmu penyakit dalam, EGC, Yogyakarta, p. 36. Astoeti, T.E., 2011, Karies Gigi Masalah Kesehatan Serius di Indonesia, http://www.beritasatu.com/mobile/kesehatan/14088-karies-gigi-masalahkesehatan-serius-di-indonesia.html, diakses tanggal 28 Februari 2014. Atmania, N., Inna, M., and Prismasari S., 2010, Potential Use of Cinnamomum burmanii Essential Oil-based Chewing Gum as Oral Antibiofilm Agent, Journal of Dentistry Indonesia, 17 (3), 80-86.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Behrman, Kliegman, dan Arvin, 2000, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, EGC, Jakarta, pp. 992-994. Bond, M., 2009, Xylitol, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 786. Davis Stout cit Moerfiah dan Supomo, F.D.S., 2011, Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper of fragile Benth.) terhadap Bakteri Penyebab sakit Gigi, Ekologia, 11 (1), 30-35. Dewan Standarisasi Nasional, SNI 12-3524-1995, Pasta Gigi, Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta, p. 1. Dewan Standarisasi Nasional, SNI 06-3734-2006, Minyak Kulit Kayu Manis, Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta, p.1. Dirjen POM, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Depkes RI, Jakarta, p. 458. Dirjen POM, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Depkes RI, Jakarta, pp. 112, 175. Fact Sheet, 2006, Oral Care–Facts about toothpaste, Colgate Palmolive, Australia, p. 22. Fitria, S., 2013, Pengaruh Konsentrasi Sorbitol sebagai Humektan dalam Pasta Gigi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmanii (BI.)) terhadap Karakteristik Fisik dan Stabilitas Sediaan, Skripsi, 1, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “YAYASAN PHARMASI”, Semarang Garlen, D., 1996, Toothpastes, in Lieberman, H.A., (Ed.), Pharmaceutical Dosage Forms Vol 2, Marcel Dekker Inc., New York, pp. 45, 423, 424, 428-429, 431-433. Haley, S., 2009, Methyl Paraben, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 441-442. Hariana, A., 2008, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Penebar swadaya, Jakarta, p. 14. Harmely, F., Hosiana, V., dan Reskika R., 2012, Formulasi Pasta Gigi Minyak Cengkeh (Oleum caryophylli) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Streptococcus mutans, Scientia, 2 (1), 36-40.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Hery, 2013, Alat Uji Daya Lekat, http://mitramedika. alat-uji-daya-lekat salep.htm, diakses tanggal 27 November 2013. Hooton, J.C., 2009, Carboxymethylcellulose Sodium, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 119. Hoowink, B., 1993, Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan, Universitas Gajah Mada Press, Yogyakarta, pp. 275-276. Hugo, W.B., and Russell, A.D., 1987, Pharmaceutical Microbiology, 6th ed., Blackwell Science, London, pp. 242-243. Jawetz, E., Melnick, J., and Adelberg, E., 1995, Medical Microbiology, Kedokteran EGC, Jakarta, 20, pp.160, 627-629. John Wiley and Sons, 1983, Ukuran Pembesaran Partikel Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, edisi ketiga, NY, pp. 106-131. Madigan, M.T., Martinko, J. M., and Parleer, J., 2000, Brock Biology of Microorganisms, 9th ed., Prentice-Hall Inc., New Jersey, pp. 777-780. Maharani, E.T., dan Wikanastri, H., 2009, Analisis Kadar Detergen Anionik pada Sediaan Pasta Gigi Anak – Anak, Jurnal Kesehatan, 2 (2), 3. Marsaban, M., 2007, Perbandingan Efek Antibakterial Ekstrak Buah Cacao Pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Streptococcus mutans, Artikel Penelitian, 2. Martin, A., Swarbick, J., and Cammarata, A, 1993, Farmasi Fisik 2, Edisi 3, Universitas Indonesia, Jakarta, pp. 1077. Martina, L., 2014, Karies, http://www.scribd.com/doc/97983341/karies, diakses tanggal 18 April 2014. Melcher, H., dan Subroto A., 2006, Gempur Penyakit dengan Minyak Herbal Papua, Agro Media Pustaka, Jakarta, pp. 18-19. National Association for Holistic Aromatherapy, 2014, Exploring Aromatherapy: Safety Information, http://www.naha.org/index.php/explore aromatherapy /safety, diakses tanggal 25 April 2014. Ningrum, D.S., 2012, Pengaruh Natrium Karboksimetilselulosa sebagai Gelling Agent Terhadap Karakteristik Fisik Emulgel Analgetik dengan Zat Aktif Metil Salisilat dan Mentol, Karya Tulis Ilmiah, 2, Akademi Farmasi Theresiana, Semarang

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Plumb, P., 2009, Sodium Lauryl Sulfate, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 651. Poucher, J. 2000, Poucher’s Perfume Cosmetics and Soap, 10th ed, Netherlands : Kluwer Academic, pp. 223, 230, 232. Pratiwi, S.T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, Jakarta, pp. 181-191. Purba, M., 2010, pH Saliva, repository.usu. ac.id/bitstream/.../4/Chapter%20II. pdf, diakses tanggal 25 Maret 2013. Putra, W.O., 2012, Pengaruh Variasi Konsentrasi Gliserin sebagai Humektan pada Sediaan Pasta Gigi Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon citrates) Terhadap Sifat Fisik Sediaan dan Daya Antibakteri Streptoccocus mutans, Skripsi, 19, 21, 22, 23, 24, 25, 26, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta Shur, J., 2009, Sorbitol, in R.C. Rowe, P.J. Sheskey dan M.E. Quinn, (Eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed., Pharmaceutical Press, pp. 679. Sloane, E., 1994, Anatomi dan Fisiologi, EGC, Jakarta, pp. 78, 79. Soesilo, D., Santoso, R., Diyatri, I., 2005, Peranan Sorbitol dalam Mempertahankan Kestabilan pH Saliva pada Proses Pencegahan Karies, Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), 38 (1), 25-28. Syafutri, M. I., Eka, L., dan Hendra, I., 2010, Karakteristik Permen Jelly Timun Suri (Cucumis melo L.) dengan Penambahan Sorbitol Dan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestika Val.), Jurnal Gizi dan Pangan, 5 (2), 78, 79. Tersono, A., 2007, Sehat Berdasarkan Golongan Darah, Agro Media Pustaka, Jakarta, p. 73. Thompson J.E., and Davidow L.W., 2009, Contemporary Pharmacy Practice, 3rd Edition, Lippincott Williams & Wilkins, p. 1. Uli, 2010, Kesehatan Gigi dan Mulut, https://docs.google.com, diakses tanggal 25 Februari 2013. Utami, P., 2008, Buku Pintar Tanaman Obat, Agromedia pustaka, Jakarta, pp. 119-120. Vita, 2012, Diet VCO, PT. Gramedia, Jakarta, p. 29.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Voigh, R., 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, diterjemahkan oleh Noerono, S., UGM Press, Yogyakarta, pp. 387. Wahab, S., 1999, Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 15, EGC, Jakarta, p. 1285. Winarno cit Fitria, S., 2013, Pengaruh Konsentrasi Sorbitol sebagai Humektan dalam Pasta Gigi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmanii (BI.)) terhadap Karakteristik Fisik dan Stabilitas Sediaan, Skripsi, 21, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “YAYASAN PHARMASI”, Semarang Winarti, L., 2013, Diktat Kuliah Formulasi Sediaan Semisolid (Formulasi Salep, Krim, Gel, Pasta, dan Suppositoria) Semester VI, Diktat, Universitas Jember, Jember

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Lampiran 1. Certificate of Analysis (CoA) Minyak Atsiri Kayu Manis

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Lampiran 2. Sertifikat Hasil Uji Streptococcus mutans

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Lampiran 3. Verifikasi Minyak Kayu Manis 1. Bobot Jenis a. Kalibarasi Piknometer Tabel data perhitungan bobot air dalam piknometer Keterangan Bobot piknometer kosong (g) Bobot pikonometer + air (g) Bobot air (g) Kerapatan air (25°C) (g/mL) Volume air (mL) Replikasi 1 24,3435 34,5235 10,1797 0,99707 Replikasi 2 24,3652 34,5689 10,2037 0,99707 Replikasi 3 24,3468 34,5473 10,2005 0,99707 10,2096 10,2336 10,2305 b. Bobot Jenis Minyak Kayu Manis (100%) Tabel data perhitungan bobot minyak dalam piknometer Keterangan Bobot piknometer kosong (g) Bobot pikonometer + minyak (g) Bobot minyak kayu manis (g) ρ minyak kayu manis (g/mL) Bobot jenis minyak kayu manis Rata-rata ±SD Replikasi 1 24,3440 Replikasi 2 24,3960 Replikasi 3 24,3639 34,6885 34,7716 34,7246 10,3445 10,3445 10,3607 1,0132 1,0138 10,3607 1,0161 1,0168 1,0157 1,016 ± 0,0005 c. Bobot Jenis Minyak Kayu Manis (7%) Tabel data perhitungan bobot minyak dalam piknometer Keterangan Bobot piknometer kosong Bobot pikonometer + minyak Bobot minyak Replikasi 1 24,3418 33,3287 Replikasi 2 24,3766 33,3546 Replikasi 3 24,3477 33,3719 8,9869 8,9780 9,0242 ρ minyak kayu manis (g/mL) Bobot jenis minyak kayu manis Rata-rata ±SD 0,8773 0,8773 0,8821 0,8798 0,8798 0,881 ± 0,003 0,8846

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 d. Massa minyak kayu manis 7% v/v , = , 7% v/v = = x , , = …….. gram Replikasi 1 Massa Campuran = 100 mL x 0,8773 g/mL = 87,73 g Massa Kayu Manis = 7 mL x 1,10132 g/mL = 7,0924 g Konversi ke 100 gram , = , x gram = 8,084 g = 7,979 ml kayu manis 100% Replikasi 2 Massa Campuran = 100 mL x 0,8773 g/mL = 87,73 g Massa Kayu Manis = 7 mL x 1,10132 g/mL = 7,0924 g Konversi ke 100 gram , = , x gram = 8,084 g = 7,979 ml kayu manis 100% Replikasi 3 Massa Campuran = 100 mL x 0,8821 g/mL = 88,21 g Massa Kayu Manis = 7 mL x 1,0127g/mL = 7,0889 g Konversi ke 100 gram , = , x gram = 8,0363g = 7,9356 ml kayu manis 100% Rerata Bobot Jenis minyak kayu manis = Standar Deviasi (SD) = 0,03 , , Massa minyak kayu manis 100% = Rerata ± SD = 8,0681 ± 0,03 2. Indeks Bias Rumus : ns = np + 0,0004 (Tp – Ts) Ts = 25°C dan Tp = 27°C Replikasi 1 2 3 np 1,555 1,590 1,560 ±SD ns 1,5598 1,5988 1,5688 1,5758 ± 0,02 ,

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Lampiran 4. Uji Daya Antibakteri Minyak Kulit Kayu Manis terhadap Streptococcus mutans Konsentrasi minyak kayu manis (%) Diameter zona hambat (mm) I Kontrol negatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 0 0 0 0 4,76 6,60 5,57 9,06 9,86 13,40 II 0 0 0 0 0 3,96 4,60 4,73 9,03 10,76 13,36 III 0 0 0 0 0 0 4,13 7,06 12,26 11,30 7,30 IV 0 0 0 0 0 3,73 4,33 4,50 9,0 9,50 9,83 V Rata-rata ± SD VI 0 0 0 0 0 5,13 4,0 6,66 6,33 11,83 14,30 0 0 0 0 0 3,5 5,33 6,33 9,33 12,50 11,66 0 0 0 0 0 3,51±1,83 4,83±0,98 5,80±1,04 9,16±1,88 10,95±1,15 11,64±2,65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Lampiran 5. Hasil Pengamatan Dilusi Padat Minyak Kayu Manis 0,06% (+) Minyak Kayu Manis 0,09% (-) Minyak Kayu Manis 0,12% (-) Minyak Kayu Manis 0,08% (-) Minyak Kayu Manis 0,10% (-) Minyak Kayu Manis 0,13% (-) Kontrol Media, kontrol pertumbuhan bakteri, kontrol pelarut pada dilusi padat Kontrol media Kontrol pertumbuhan bakteri Kontrol pelarut

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Lampiran 6. Perhitungan Konsentrasi Minyak Kayu Manis Metode Dilusi Padat Media TSA = 15 mL Suspensi bakteri uji = 0,2 mL Minyak kayu manis @ = 0,2 mL 0,2 mL pada V1 merupakan volume minyak kayu manis 15,4 mL pada V2 merupakan volume total (Media TSA + Suspensi bakteri uji + Minyak kayu manis) Konsentrasi 5% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 5% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,06% Konsentrasi 6% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 6% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,08% Konsentrasi 7% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 7% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,09% Konsentrasi 8% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 8% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,10% Konsentrasi 9% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 9% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,12% Konsentrasi 10% V1.C1 = V2.C2 0,2 mL x 10% = 15,4 mL x C2 C2 = 0,13%

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Lampiran 7. Hasil Uji Penegasan dengan Metode Streak Plate untuk Menentukan Nilai KHM dan KBM A. Uji penegasan I Minyak Kayu Manis konsentrasi 0,08%, 0,09% Minyak Kayu Manis konsentrasi 0,10%, 0,12% B. Uji penegasan II Minyak Kayu Manis konsentrasi 0,08%, 0,09% Minyak Kayu Manis konsentrasi 0,10%, 0,12%

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 8. Perhitungan Penimbangan Bahan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Formula 1 Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis I 0,5 17 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Replikasi II 0,5 17 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 III 0,5 17 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 I 0,5 17,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Replikasi II 0,5 17,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 III 0,5 17,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 I 0,5 18 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Replikasi II 60,5 18 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 III 0,5 18 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Formula II Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis Formula III Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Formula IV Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis I 0,5 18,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Replikasi II 0,5 18,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 III 0,5 18,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 I 0,5 19 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 Replikasi II 0,5 19 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 III 0,5 19 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 I Replikasi II III Formula V Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis Formula VI Bahan Na-CMC Sorbitol Gliserin Kalsium karbonat Silitol Natrium lauril sulfat Metil Paraben Minyak permen Aquadest Minyak kayu manis 0,5 19,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 0,5 19,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8 0,5 19,5 21 43 1 0,8 0,2 4 4,5 8

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Lampiran 9. Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis 48 Jam Formula 1 Formula 4 Formula 2 Formula 5 Formula 3 Formula 6 Minggu ke 1 Formula 1 Formula 2 Formula 4 Formula 5 Formula 3 Formula 6

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Hari ke 14 Formula 1 Formula 4 Formula 2 Formula 5 Formula 3 Formula 6 Hari ke 21 Formula 1 Formula 4 Formula 2 Formula 5 Formula 3 Formula 6

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Hari ke 28 Formula 1 Formula 4 Formula 2 Formula 5 Formula 3 Formula 6

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 10. Data Pengamatan Organoleptis Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Formula Pemeriksaan Warna Bau 1 Tekstur Homogenitas Warna Bau 2 Tekstur Homogenitas Warna Bau 3 Tekstur Homogenitas Warna Bau 4 Tekstur Homogenitas Warna Bau 5 Tekstur Homogenitas Warna 6 Bau Tekstur Homogenitas 48 jam Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen 1 minggu Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen Penyimpanan 2 minggu Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen 3 minggu Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen 4 minggu Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Sangat kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Agak kental Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen Putih Kekuningan Khas minyak kayu manis Encer Homogen

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lampiran 11. Data Pengukuran pH Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Formula/ Minggu 48 Jam x̅ ± SD Minggu 1 x̅ ± SD Minggu 2 x̅ ± SD Minggu 3 x̅ ± SD Minggu 4 x̅ ± SD FI FII FIII FIV FV FVI 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 8 8 8 8±0 Keterangan : FI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17% F II : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17,5% F III : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18% F IV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18,5% FV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19% F VI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19,5%

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Lampiran 12. Data Pengukuran Daya Lekat (detik) Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Formula/ Minggu 48 jam x̅ ± SD Minggu 1 x̅ ± SD Minggu 2 x̅ ± SD Minggu 3 x̅ ± SD Minggu 4 x̅ ± SD FI FII FIII FIV FV FVI 52,51 50,51 51,41 51,5±1,00 53,00 51,10 51,60 51,9±0,98 51,00 49,10 50,00 50,0±0,95 52,70 51,25 49,60 51,2±1,55 49,30 47,50 45,88 47,6±1,71 49,15 47,20 50,45 48,9±1,63 48,13 46,60 43,90 46,2±2,14 49,05 47,89 44,70 47,2±2,25 46,89 45,99 42,38 45,1±2,39 45,17 48,20 41,40 44,9±3,41 45,16 44,70 41,96 43,9±1,73 45,10 45,40 42,35 44,3±1,68 50,00 52,85 53,88 49,15 47,20 50,45 45,18 48,72 51,44 39,77 50,33 48,94 35,44 45,77 42,46 43,66 44,16 42,34 52,2±2,01 51,34 54,39 44,70 50,1±4,95 58,23 65,15 55,44 59,6±4,99 48,9±1,63 50,91 49,32 53,73 52,3±2,23 51,68 50,10 52,33 51,4±1,15 48,4±3,14 46,72 55,90 54,90 50,5±8,49 58,67 66,34 59,34 61,45±4,25 46,3±5,74 38,14 59,06 53,63 50,3±10,85 44,09 59,39 58,11 53,9±8,48 41,2±5,27 44,62 56,62 48,05 49,8±6,18 45,07 57,32 52,84 51,7±6,19 43,4±0,94 45,52 46,65 43,37 45,2±1,66 46,50 45,00 42,38 44,6±2,08 Keterangan : FI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17% F II : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17,5% F III : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18% F IV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18,5% FV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19% F VI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19,5%

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Lampiran 13. Data Pengukuran Viskostas (dPa.s) Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Formula/ Minggu 48 Jam x̅ ± SD Minggu 1 x̅ ± SD Minggu 2 x̅ ± SD Minggu 3 x̅ ± SD Minggu 4 x̅ ± SD FI FII FIII FIV FV FVI 650 600 630 626,6±25,16 680 610 590 550 500 600 550±50 560 510 520 530 500 550 526,6±25,16 400 460 420 450 400 550 466,6±76,37 450 380 390 350 400 550 433,3±104,08 380 410 430 300 350 400 350±50 350 400 340 626,6±47,26 580 650 640 530±26,45 560 540 550 426,6±30,55 450 480 500 406,6±37,86 400 380 300 406,6±25,16 360 420 390 363,3±32,14 300 460 320 623,3±37,86 650 640 670 653,3±15,27 750 700 720 553,3±15,27 560 500 540 533,3±30,55 650 580 610 476,6±25,16 510 490 410 470±52,91 550 590 610 360±52,91 430 400 600 476,6±107,8 480 440 570 390±30 420 440 300 386,6±75,72 370 430 560 360±87,17 350 470 400 406,6±60,27 310 360 420 723,3±25,16 613,3±35,11 583,3±30,55 496,6±66,58 453,3±97,12 363,3±55,07 Keterangan : FI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17% F II : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 17,5% F III : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18% F IV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 18,5% FV : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19% F VI : Pasta gigi minyak atsiri kayu manis dengan konsentrasi sorbitol 19,5%

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Lampiran 14. Perhitungan Statistik Sifat Fisik (48 Jam) Sediaan Minyak Kayu Manis Menggunakan Program R 3.0.2 Open Source Contoh uji statistik 1. Uji Normalitas Data Keterangan : Formula 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. 2. Uji Variansi Data (Levene’s Test) Keterangan : Variansi data viskositas 2 hari memiliki P-Value >0,05 menunjukkan data homogen. 3. Hasil Uji ANOVA Keterangan : Uji ANOVA (viskositas) memiliki P-Value < 0,05 menunjukkan data berbeda bermakna secara statistik.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 4. Hasil Uji Tukey HSD Tabel Statistik Uji Statistik Daya Lekat dan Viskositas 1. Uji Normalitas Data Formula Hasil uji daya lekat Hasil uji viskositas 1 0,8899 0,7804 2 0,942 1 3 0,942 0,7804 4 0,6976 0,6369 5 0,3622 0,4633 6 0,2547 1 Keterangan: Formula 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 uji daya lekat dan viskositas memiliki PValue > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. 2. Uji Variansi Data (Levene’s Test) Keterangan Hasil Uji daya lekat 0,9262 Uji viskositas 0,6653 Keterangan: Variansi data daya lekat dan viskositas memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data homogen. 3. Hasil Uji ANOVA Keterangan Hasil Uji daya lekat 0,00128 ** Uji viskositas 0,00226 ** Keterangan: Uji ANOVA (daya lekat dan viskositas) memiliki P-Value < 0,05 menunjukkan data berbeda bermakna secara statistik.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 4. Hasil Uji Tukey HSD Kelompok Komparasi Hasil uji daya lekat Hasil uji viskositas Formula 1 vs Formula 2 0,9033084 0,6600515 Formula 1 vs Formula 3 0,1328710 0,4048771 Formula 1 vs Formula 4 0,0275538 0,0685324 Formula 1 vs Formula 5 0,0072817 0,0225976 Formula 1 vs Formula 6 0,0019629 0,0015080 Formula 2 vs Formula 3 0,5315325 0,9966760 Formula 2 vs Formula 4 0,1473057 0,5842272 Formula 2 vs Formula 5 0,0403183 0,2612463 Formula 2 vs Formula 6 0,0103184 0,0180780 Formula 3 vs Formula 4 0,9246353 0,8340967 Formula 3 vs Formula 5 0,5315325 0,4734366 Formula 3 vs Formula 6 0,1835872 0,0394650 Formula 4 vs Formula 5 0,9636590 0,9832174 Formula 4 vs Formula 6 0,6133202 0,2612463 Formula 5 vs Formula 6 0,9604559 0,5842272 Keterangan: P<0,,05 (Berbeda Bermakna); P>0,05 (Berbeda Tidak Bermakna)

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 15. Data Stabilitas Daya Lekat dan Viskositas Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Contoh uji statistik Shapiro test 48 jam dan 1 minggu 48 jam dan 2 minggu 48 jam dan 3 minggu 48 jam dan 4 minggu 1 minggu dan 2 minggu

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 1 minggu dan 3 minggu 1 minggu dan 4 minggu 2 minggu dan 3 minggu 2 minggu dan 4 minggu 3 minggu dan 4 minggu Keterangan: Formula 1 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Hasil uji t.test 48 jam dan 1 minggu 48 jam dan 2 minggu 48 jam dan 3 minggu 48 jam dan 4 minggu

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 1 minggu dan 2 minggu 1 minggu dan 3 minggu 1 minggu dan 4 minggu 2 minggu dan 3 minggu

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 2 minggu dan 4 minggu 3 minggu dan 4 minggu Keterangan: tiap minggu stabilitas daya lekat pasta memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data tidak berbeda bermakna secara statistik, kecuali pada 3 minggu dan 4 minggu memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik (P-Value < 0,05). Tabel Statistik Uji Statistik Daya Lekat dan Viskositas a. Stabilitas uji daya lekat 1. Uji Normalitas Data Kelompok Komparasi Formula Formula Formula Formula Formula Formula 1 2 3 4 5 6 48 Jam vs 1 Minggu 0,8899 0,942 0,942 0,6976 0,3622 0,2547 0,4902 0,9289 0,7804 0,4974 0,8802 0,1706 48 Jam vs 2 Minggu 0,8899 0,942 0,942 0,6976 0,3662 0,2547 0,4949 0,7804 0,8558 0,2319 0,6095 0,514 48 Jam vs 3 Minggu 0,8899 0,942 0,942 0,6976 0,3622 0,2547 0,5975 0,951 0,1899 0,4828 0,537 0,6607 48 Jam vs 4 Minggu 0,8899 0,942 0,942 0,6976 0,3622 0,2547 0,5401 0,5487 0,1508 0,1441 0,7062 0,7027 1 Minggu vs 2 Minggu 0,4902 0,9289 0,7804 0,4974 0,8802 0,1706 0,4949 0,7804 0,8558 0,2319 0,6095 0,514 1 Minggu vs 3 Minggu 0,4902 0,9289 0,7804 0,4974 0,8802 0,1706 0,5975 0,6951 0,1899 0,4828 0,537 0,6607 1 Minggu vs 4 Minggu 0,4902 0,9289 0,7804 0,4974 0,8802 0,1706 0,5401 0,5487 0,1508 0,1441 0,7062 0,7027 2 Minggu vs 3 Minggu 0,4949 0,7804 0,8558 0,2319 0,6095 0,514 0,5975 0,6951 0,1899 0,4828 0,537 0,6607 2 Minggu vs 4 Minggu 0,4949 0,7804 0,8558 0,2319 0,6095 0,514 0,5401 0,5487 0,1508 0,1441 0,7062 0,7027 3 Minggu vs 4 Minggu 0,0,5975 0,6951 0,1899 0,4828 0,537 0,6607 0,5401 0,5487 0,1508 0,1441 0,7062 0,7027 Keterangan: Stabilitas daya lekat formula 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 2. Uji t-test Kelompok Komparasi Formula Formula Formula Formula Formula 1 2 3 4 5 48 Jam vs 1 Minggu 0,072 0,2809 0,4809 0,02092 0,9046 48 Jam vs 2 Minggu 0,6859 0,2917 0,7814 0,9773 0,4157 48 Jam vs 3 Minggu 0,7054 0,4037 0,3196 0,6234 0,3393 48 Jam vs 4 Minggu 0,1322 0,1181 0,03684 0,3216 0,2575 1 Minggu vs 2 Minggu 0,8569 0,2852 0,8069 0,8569 0,3645 1 Minggu vs 3 Minggu 0,611 0,9517 0,3854 0,705 0,2197 1 Minggu vs 4 Minggu 0,1375 0,8968 0,06359 0,3723 0,1926 2 Minggu vs 3 Minggu 0,6132 0,03499 0,1337 0,3222 0,03147 2 Minggu vs 4 Minggu 0,143 0,01464 0,04385 0,04238 0,002808 3 Minggu vs 4 Minggu 0,01799 0,9513 0,05991 0,1667 0,2946 Keterangan: P<0,05 (Berbeda Bermakna); P>0,05 (Berbeda Tidak Bermakna). Formula 6 0,2599 0,4152 0,1179 0,1717 0,1827 0,06841 0,5917 0,05134 0,2749 0,5562 b. Stabilitas uji viskositas 1. Uji Normalitas Data Kelompok Komparasi Formula Formula Formula Formula Formula Formula 1 2 3 4 5 6 48 Jam vs 1 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,6369 0,4633 1 0,7804 0,3631 0.6369 0,253 0,7804 0,2983 48 Jam vs 2 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,6369 0,4633 1 0,7804 1 0,7804 0,3631 1 0,2196 48 Jam vs 3 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,6369 0,4633 1 0,6369 0,6369 0,3631 0,2665 0,253 0,8168 48 Jam vs 4 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,6369 0,4633 1 0,7804 0,8428 0,6369 0,5827 0,5997 0,8999 1 Minggu vs 2 Minggu 0,7804 0,3631 0,6369 0,253 0,7804 0,2983 0,7804 1 0,7804 0,3631 1 0,2196 1 Minggu vs 3 Minggu 0,7804 0,3631 0,6369 0,253 0,7804 0,2983 0,6369 0,6369 0,3631 0,2665 0,253 0,8168 1 Minggu vs 4 Minggu 0,7804 0,3631 0,6369 0,253 0,7804 0,2983 0,7804 0,8428 0,6369 0,5827 0,5997 0,8999 2 Minggu vs 3 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,3631 1 0,2196 0,6369 0,6369 0,3631 0,2665 0,253 0,8168 2 Minggu vs 4 Minggu 0,7804 1 0,7804 0,3631 1 0,2196 0,7804 0,8428 0,6369 0,5827 0,5997 0,8999 3 Minggu vs 4 Minggu 0,6369 0,6369 0,3631 0,2665 0,253 0,8168 0,7804 0,8428 0,6369 0,5827 0,5997 0,8999 Keterangan: Stabilitas viskositas formula 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 2. Uji t-test Kelompok Komparasi Formula Formula Formula Formula Formula Formula 1 2 3 4 5 6 48 Jam vs 1 Minggu 1 0,5736 0,07943 0,3555 0,6278 0,751 48 Jam vs 2 Minggu 0,9333 1 0,102 0,2776 0,5354 0,8727 48 Jam vs 3 Minggu 0,1835 0,5254 0,3077 0,6784 0,6923 0,245 48 Jam vs 4 Minggu 0,001187 0,146 0,1077 0,0351 0,07418 0,05719 1 Minggu vs 2 Minggu 0,9514 0,1835 0,102 0,2149 0,3701 0,9284 1 Minggu vs 3 Minggu 0,4899 0,7418 0,3442 0,4278 0,7513 0,1859 1 Minggu vs 4 Minggu 0,01372 0,006339 0,01244 0,1885 0,3872 1 2 Minggu vs 3 Minggu 0,3235 0,2999 0,8937 0,3312 0,9475 0,148 2 Minggu vs 4 Minggu 0,1091 0,04881 0,0009751 0,1779 0,3569 0,9593 3 Minggu vs 4 Minggu 0,04447 0,005168 0,1358 0,5101 0,5642 0,3679 Keterangan: P<0,05 (Berbeda Bermakna); P>0,05 (Berbeda Tidak Bermakna).

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Lampiran 16. Pengukuran Diameter Zona Antibakteri Sediaan Minyak Kayu Manis Pengamatan 24 Jam Basis 2,63 4,37 5,33 4,11±1,36 5,00 3,79 4,21 4,33±0.61 3,42 2,82 5,80 4,01±1,57 4,08 3,68 5,00 4,25±0,67 3,06 4,33 4,70 4,03±0,86 3,72 1,65 5,71 4,03±1,55 Daya Hambat (mm) Minyak (7%) Kontrol positif 10,15 11,37 8,46 13,67 13,26 14,33 10,62±2,43 13,12±1,55 11,50 16,00 15,37 15,37 12,71 11,94 13,19±1,98 14,43±2,18 15,01 12,09 12,43 14,04 13,10 13,35 13,51±1,34 13,16±0,98 12,88 14,19 15,16 15,14 11,00 16,63 13,01±2,08 15,32±1,23 12,00 9,42 14,20 13,39 12,50 15,10 12,90±1,15 12,63±2,91 14,00 10,25 13,42 12,04 15,00 17,39 14,14±0,79 13,23±3,71 Formula 8,09 10,59 11,67 10,12±1,84 9,44 11,94 10,11 10,49±1,29 10,77 11,52 9,30 10,53±1,13 11,59 14,37 7,88 11,28±3,25 9,71 12,62 7,04 9,79±2,79 9,86 10,4 8,88 9,71±0,77

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 17. Perhitungan Statistik Uji Daya Antibakteri Sediaan Minyak Kayu Manis Menggunakan Program R 3.0.2 Open Source Contoh uji statistik 1. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk Keterangan: Basis, minyak 7%, kontrol positif, sampel memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. . 2. Uji variansi data (Levene’s test) Keterangan: Variansi data formula 2 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data homogen. 3. Hasil uji ANOVA Keterangan: Uji ANOVA (F2) memiliki P-Value < 0,05 menunjukkan data berbeda bermakna secara statistik.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 4. Hasil Uji Tukey HSD Tabel uji statistik 1. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk Formula Basis Minyak kayu Kontrol positif Sampel manis7% 1 0,6844 0,6769 0,4087 0,57 2 0,6663 0,5931 0,2763 0,5001 3 0,3658 0,483 0,6807 0,6465 4 0,5729 0,8941 0,7573 0,8424 5 0,414 0,4173 0,5687 0,9526 6 0,6718 0,7092 0,4647 0,6837 Keterangan: Basis, minyak 7%, kontrol positif, sampel (f1-f6) memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. 2. Uji variansi data (Levene’s test) Formula Hasil 1 0,9005 2 0,7669 3 0,9701 4 0,3938 5 0,5292 6 0,4239 Keterangan: Variansi data formula 1-6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data homogen. 3. Hasil uji ANOVA Formula Hasil 1 0,00197 2 0,000292 3 5,65e-05 4 0,000934 5 0,00318 6 0,00136 Keterangan: Uji ANOVA (f1-f6) memiliki P-Value < 0,05 menunjukkan data berbeda bermakna secara statistik.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 4. Hasil uji Tukey HSD Kelompok Komparasi Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Formula 5 Kontrol positif-basis 0,0014713 0,0003034 0,0001040 0,0007758 0,0050913 Minyak-basis 0,0107914 0,0007530 0,0000789 0,0035575 0,0042372 Sampel-basis 0,0168452 0,0075546 0,0011134 0,0130161 0,0439803 Minyakontrol positif 0,4007968 0,7907857 0,9856441 0,5470484 0,9986783 Sampel-kontrol positif 0,2647528 0,0719797 0,1305178 0,1530575 0,4165695 Sampel-minyak 0,9858902 0,2589566 0,0810806 0,7364540 0,3487629 Keterangan: P<0,05 (Berbeda Bermakna); P>0,05 (Berbeda Tidak Bermakna). Tabel uji statistik antar basis dan antar formula 1. Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk Formula Basis Sampel 1 0,6844 0,57 2 0,6663 0,5001 3 0,3658 0,6465 4 0,5729 0,6424 5 0,414 0,8424 6 0,9783 0,9526 Keterangan: uji normalitas basis f1-f6 dan sampel f1-f6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal. 2. Uji variansi data (Levene’s test) Basis Sampel 0,7255 0,5551 Keterangan: Variansi data basis f1-f6 dan sampel f1-f6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi homogen. 3. Hasil uji ANOVA Basis Sampel 0,992 0,937 Keterangan: Uji ANOVA basis f1-f6 dan sampel f1-f6 memiliki P-Value > 0,05 menunjukkan data tidak berbeda bermakna secara statistik. Formula 6 0,0028839 0,0015688 0,0415044 0,9478474 0,2440735 0,1175423

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lampiran 18. Foto Alat-Alat pH Indikator Mortir dan Stamper Alat Uji Daya Lekat Tube Pasta Gigi Timbangan AD-300i Viskotester RION seri VT 04

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 19. Uji Iritasi Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis a. Kontrol Positif (SLS 2%) Keterangan/ Replikasi Berat petri kosong (g) Berat petri + slug (g) Berat slug (g) Berat petri kosong (g) Berat petri + SLS (g) Berat petri + SLS + mukosa (g) Berat mukosa (g) % Irtiasi = , III 53,180 56,780 3,600 46,362 46,866 47,519 IV 53,220 56,620 3,400 40,495 41,002 41,167 V 53,210 56,230 3,020 45,187 45,690 46,339 0,542 0,786 0,653 0,763 0,649 18,139% 22,441% 21,490% , Rata-rata (%)= b. Kontrol Negatif (Aqua P.I) Keterangan/ Replikasi Berat petri kosong (g) Berat petri + slug (g) Berat slug (g) Berat petri kosong (g) Berat petri + Aqua P.I (g) Berat petri + Mukosa (g) Berat mukosa (g) % Irtiasi = % , II 53,200 56,410 3,210 44,035 44,588 45,374 15,988% 24,486% % , I 53,160 56,550 3,390 48,283 48,786 49,328 , , , , = 20,508% (Iritasi Sedang) I 53,210 56,640 3,430 46,684 47,130 46,960 -0,17 II 53,200 56,200 3,000 49,500 49,960 49,650 -0,31 III 53,200 56,800 3,600 44,486 44,930 44,720 -0,21 IV 53,200 57,120 3,920 47,322 47,769 47,650 -0,119 V 53,210 56,930 3,720 51,282 51,474 51,275 -0,199 -4,96% -10,30% -5,83% -3,03% -5,35% , , Rata-rata (%)= = −5,894% (Tidak Mengiritasi) c. Sediaan pasta gigi minyak kayu manis Keterangan/ Replikasi I II III IV Berat petri (g) 53,120 53,060 53,070 53,160 Berat petri + slug (g) 56,920 56,310 57,070 56,950 Berat slug (g) 3,800 3,250 4,000 3,790 Berat petri (g) 51,400 37,381 44,813 39,677 Berat petri + sediaan (g) 51,914 37,882 45,313 40,173 Berat petri + sediaan + 53,072 38,910 46,652 41,209 mukosa (g) Berat mukosa (g) 1,158 1,028 1,339 1,036 % Irtiasi = 30,473% 31,630% 33,475% 27,335% % Rata-rata (%)= , , , , , = 50,605% (Iritasi Berat) V 53,060 56,890 3,830 43,708 44,211 45,318 1,107 28,903%

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Dokumentasi Sediaan Pasta Gigi Minyak Kayu Manis Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 4 Replikasi 3 Replikasi 5

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 BIOGRAFI PENULIS N ita Rahayu, dilahirkan pada tanggal 01 Agustus 1992 di Samarinda. Putri dari pasangan Aloysius Parmanto dan Mardiyatmi, dan memiliki dua saudara kandung bernama Windayanti dan Adi Sintoyo. Penulis telah menempuh pendidikan di SD Negeri 008 palaran, Samarinda pada tahun 1998 sampai dengan tahun 2004, SMP Negeri 31 Samarinda 2004 sampai tahun 2007, SMF Samarinda pada tahun 2007 sampai tahun 2010, dan kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Selama menempuh pendididikan di Fakultas Farmasi penulis pernah mengikuti kepanitiaan inisiasi Fakultas Farmasi yaitu TITRASI (Tiga Hari Temu Akrab Farmasi) tahun 2011 sebagai anggota sie Humas, Photo Exhibition 2010 sebagai anggota sie Humas, Paskah Kampus 2011 sebagai anggota sie Dokumentasi, Pelepasan wisuda 2011 sebagai anggota sie DDU, Retreat Pmk Apostolos 2012 sebagai anggota sie Konsumsi, Seminar HIV AIDS 2011 sebagai Koordinator sie Konsumsi, Paskah PMK Apostolos 2012 sebagai koordinator sie Konsumsi, Student Exchange Programme 2012 sebagai Sekretaris I, Retreat PMK Apostolos 2012 sebagai anggota sie Konsumsi, Retreat PMK Gabungan 2013 sebagai koordinator sie P3K dan Konsumsi. Dalam bidang keorganisasian penulis berperan serta menjadi pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Farmasi (DPMF) periode 2013/2014 sebagai anggota divisi Quality Control dan Pengurus PMK Apostolos periode 2012/2013 sebagai Koordinator sie Doa. Penulis mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat lolos didanai DIKTI (2013) dengan judul “KERCIL” (Apoteker Cilik) sebagai langkah awal GHS (Gerakan Hidup Sehat). Penulis juga pernah menjadi asisten praktikum Bentuk Sediaan Farmasi (BSF) pada tahun 2011.

(114)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi
0
0
105
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
83
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
1
1
100
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
115
VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL MENGGUNAKAN PEREAKSI o-FENANTROLINA PADA PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM KRIM SIMULASI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
73
PENETAPAN KADAR LIDOKAIN HCl DALAM SEDIAAN INJEKSI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM TIDAK LANGSUNG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
86
KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOLIK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
106
PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM LARUTAN PENCERAH MEREK “A” YANG BEREDAR DI PASARAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Ilmu Farmasi
0
0
105
PENETAPAN KADAR ASIKLOVIR PADA SEDIAAN TABLET MENGGUNAKAN PELARUT HCl SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi
0
0
85
SEBAGAI SUPERDISINTEGRANT DAN MAGNESIUM STEARAT SEBAGAI LUBRICANT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi
0
0
97
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
Show more