Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository

Gratis

0
0
110
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Khristina Julita Pintani NIM: 108114044 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Khristina Julita Pintani NIM: 108114044 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Persetujuan Pemtrimtring I(ARAKT ERI STI K DEMOG RA F I T ER t{ADAp TIt\l GI{A E PEI{GE TAHLiAF{ O RANGTTIA TEN A ]\ G P E \ C GTiN AAI{ 1VI'L]LTIVITAIVTIIq PADA AI{AK OI KECAII,IATAN T*;GALRII.IG KGTA YOGYAK.{RTA TAH UI{ 2S 13 PE N GA R UH Skripsi yang diajukan oleh'. t/ l--j^L:--^ T--1lL^ r\Il lsLllla JufiLiJ rn'----^--'ufiil-tll NIM: 108114044 telah disetujui oleh: Pemhimhin o Iltarna ( Dra. Th. B. Titien Siwi b I fua1s lqa Pembimhing Pendamping { b4aria Wi snu Donowati, tangsatQ.4#4W{. :)otq Apt, 11

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengesahan Skripsi Berjudul PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TT RHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENGGTINAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 Oleh: Khristina Julita Pintani NIM: 108114044 Dipertahankan di haciapan Panitia Penguji Skripsi Fal.Lrltas Farrnasi I iniversitas Sanata Dharrna pada tanggal: 5 ,Agustus 2014 Mengel:hui i rkr,iltas I armasi Sanata Dharma : (Aris Widayati, M.Si., Ph. D.,Apt.) Ph.D., Apt 111

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13) Karya ini kupersembahkan untuk... Tuhan Yesus Kristus Sumber kekuatan & pengharapan ♥ Mamah di surga, papah, mamah, kakak-kakak terkasih Rio Arizona & Okto Galileo yang selalu mendoakan dan memberi semangat ♥ Almamaterku ♥ iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat, cinta kasih, dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Karakteristik Demografi Terhadap Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Penggunaan Multivitamin Pada Anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta Tahun 2013”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidaklah mudah dan terselesaikannya penyusunan skripsi ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Dra. Th. B. Titien Siwi Hartayu, M.Kes., Ph.D., Apt. selaku dosen pembimbing utama dan Ibu Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing pendamping yang dengan penuh kesabaran telah memberikan petunjuk, saran, arahan, dan bimbingan kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. 2. Semua responden di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner penelitian. 3. Ibu Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt. dan Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah memberi kritik dan saran sehingga skripsi ini menjadi lebih baik. v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Kecamatan Tegalrejo, Kelurahan Kricak, Kelurahan Karangwaru, Kelurahan Tegalrejo, Kelurahan Bener beserta seluruh staf yang telah memberikan izin dan membantu penulis selama penelitian dilaksanakan. 5. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan seluruh Civitas akademik Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memperlancar jalannya penelitian. 6. Teman-teman seperjuangan skripsi Sonia Efrina Agusta Saemani, Lidya Eryana Puthi HE., Febriaty Ivana M. Toewak, dan Nelly Wulandari yang telah membatu dan berkerja sama dengan baik selama penyusunan skripsi. 7. Serta semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Akhir kata, penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun penelitian ini dari semua pihak. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya untuk pengabdian pada masyarakat terutama mengenai multivitamin pada anak dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Yogyakarta, 1 Juni 2013 Penulis vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI r \t lll-alrLl I}FD]\;l"I nr"f'r l,1r ts! tallr:! t a-l\l! I ra-!\ Il^1lt L, r D\ i tI Saya inenyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya iulis ini tidak memuatkarya atau bagian karya arung lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutioan dan daftar pustaka, sebagaimanalayak;nyakarya iimiah. Apabila di kemudian liari ditemukan indikasi plagiarisme dalam naskah ini, maka saya bersedia menangg'utrg segala sanksi sesuai peraturat perundang- undangan yang berlaku. Yogyakarta, 6 Agustus 2014 Penulis vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERJTYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tarrgafi di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Khristina Julita Pintani Nomor mahasiswa : 1081T4044 Demi pengembangan ilmu pengetahuarq saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUANORANGTUA TENTANG PENGGLTNAAN MT]LTIVITAMIN PADA ANAK DI KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan data, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta maupun memberikan royalti kepada saya selama t*ap sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal. 6 Agustus2014 \,r^-^ ..^^-,^+^l-^^ i .ir1B rirgirydtdr\.du Khristina Julita Pintani vtii ijin dari saya mencatumkan nama saya

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... vi PRAKATA ....................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... viii DAFTAR ISI .................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xv INTISARI......................................................................................................... xvi ABSTRACT ....................................................................................................... xvii BAB I PENGANTAR ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 1. Perumusan masalah ............................................................................ 3 2. Keaslian penelitian ............................................................................. 4 3. Manfaat penelitian ............................................................................. 5 B. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6 ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Tujuan umum ...................................................................................... 6 2. Tujuan khusus ..................................................................................... 6 BAB II PENELAAHAN PUSTAKA............................................................... 7 A. Pengetahuan .............................................................................................. 7 B. Multivitamin ............................................................................................. 12 C. Data Monografi Kecamatan Tegalrejo ...................................................... 13 D. Landasan Teori .......................................................................................... 13 E. Hipotesis ................................................................................................... 15 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 16 A. Jenis dan Rancangan Penelitian ................................................................ 16 B. Variabel Penelitian .................................................................................... 16 1. Variabel bebas (independent).............................................................. 16 2. Variabel tergantung (dependent)......................................................... 16 C. Definisi Operasional ................................................................................. 16 D. Subyek Penelitian dan Sampling............................................................... 17 1. Subyek penelitian ................................................................................ 17 2. Sampling ............................................................................................. 17 E. Instrumen Penelitian ................................................................................. 19 F. Tata Cara Penelitian .................................................................................. 21 1. Penentuan lokasi ................................................................................. 21 2. Pengurusan izin ................................................................................... 21 3. Pembuatan instrumen penelitian ......................................................... 22 4. Penyebaran kuesioner ......................................................................... 24 x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Pengolahan data .................................................................................. 24 G. Analisis Hasil Penelitian ........................................................................... 26 H. Kelemahan Penelitian ............................................................................... 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 28 A. Karakteristik Demografi Responden ......................................................... 28 B. Pengetahuan Responden Terkait Multivitamin ......................................... 35 C. Pengaruh Karakteristik Demografi Terhadap Tingkat Pengetahuan ........ 37 1. Usia ..................................................................................................... 37 2. Pendidikan terakhir ............................................................................. 38 3. Pekerjaan ............................................................................................. 39 4. Penghasilan keluarga per bulan........................................................... 40 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 42 A. Kesimpulan ............................................................................................... 42 B. Saran ......................................................................................................... 42 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 43 LAMPIRAN ..................................................................................................... 47 BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................... 92 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel I. Pengelompokan pernyataan pengetahuan responden jenis favorable dan unfavorable .......................................................... 21 Tabel II. Jumlah responden berdasarkan karakteristik demografi ............. 29 Tabel III. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap bentuk sediaan multivitamin ................................................................................ 31 Tabel IV. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap frekuensi pemberian multivitamin .............................................................. 32 Tabel V. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap tempat pembelian multivitamin .............................................................. 33 Tabel VI. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap sumber informasi multivitamin ............................................................... 33 Tabel VII. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap produk multivitamin yang digunakan ..................................................... 34 Tabel VIII. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap harapan terhadap penggunaan multivitamin ............................................. 35 Tabel IX. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak .............................. 36 Tabel X. Distribusi jawaban benar dan salah (%) terhadap kategori pernyataan pengetahuan .............................................................. 37 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel XI. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan kategori usia .............................................................................................. 38 Tabel XII. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir ..................................................................... 39 Tabel XIII. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan......................................................................................40 Tabel XIV. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga per bulan................................................... 41 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar I. Kerangka pengujian statistik hipotesis ......................................... 27 Gambar II. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap harga multivitamin yang dibeli ............................................................. 30 Gambar III. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap rantang waktu terakhir penggunaan multivitamin .............................................. 31 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Kuesioner penelitian ................................................................. 48 Lampiran 2. Surat izin dari Dinas Perizinan ................................................. 56 Lampiran 3. Data monografi Kelurahan Bener ............................................. 58 Lampiran 4. Data monografi Kelurahan Karangwaru................................... 60 Lampiran 5. Data monografi Kelurahan Tegalrejo ....................................... 62 Lampiran 6. Data monografi Kelurahan Kricak ........................................... 64 Lampiran 7. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan ..................................... 66 Lampiran 8. Uji statistik pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan .............................................................................. 68 Lampiran 9. Informasi produk multivitamin................................................. 71 Lampiran 10. Data karakteristik demografi responden ................................... 73 Lampiran 11. Data informasi penggunaan multivitamin anak ........................ 78 Lampiran 12. Data produk dan harapan penggunaan multivitamin ................ 84 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI INTISARI Perubahan pola makan anak dan kurangnya perhatian orangtua dalam pemilihan menu makanan serta cara pemberiannya kepada anak membuat orangtua merasa perlunya pemberian multivitamin pada anak untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Untuk itu maka perlunya pengetahuan orangtua yang baik mengenai penggunaan multivitamin untuk mencegah munculnya masalah-masalah kesehatan yang lain pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian analytical cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada 95 responden di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta dengan teknik stratified sampling menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian yang telah diuji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach dan didapat nilai α sebesar 0,767. Data yang didapat berupa data primer yang dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orangtua terkait multivitamin sudah baik (87,4%) dan karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga per bulan) tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan orangtua terkait penggunaan multivitamin pada anak. Kata kunci: multivitamin, pengetahuan, orangtua, Tegalrejo, Yogyakarta. xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The changes of children diet and the lack of parental concern in the selection of food menu include the way of giving it to their children make the parents realize the importance of giving the multivitamin to their children in order to fulfill the nutritional needs of children. Because of that, parents should know the importance of knowledge about the using of multivitamin in order to prevent the other children health problems. The aim of this study is to conduct a study on parental knowledge about the using of multivitamin for children in subdistrict Tegalrejo, Yogyakarta, 2013. This study is an observational research using analytical cross-sectional research design. Sampling which was taken on 95 respondents in subdistrict Tegalrejo, Yogyakarta, using stratified sampling method by using questionnaire as the research instrument which had been tested its reliability using Alpha Cronbach and it got α score in a mount of 0,767. The result of the data is in form of primary data which is will be statistically analyzed descriptively using Chi-Square test. The result of this study shows the parental knowledge level related to multivitamin is quite good (87,4%). There is no influence of demographic characteristics (age, education, occupation, and income) on the level of knowledge. Keywords: multivitamin, knowledge, parents, Tegalrejo, Yogyakarta. xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki nilai investasi sangat besar di masa depan, perhatian pada anak tidak cukup hanya pada kelangsungan hidupnya saja tetapi lebih dari itu, yaitu kualitas hidupnya. Kelangsungan hidup anak tentunya berkaitan erat dengan kesehatan tubuh yang nantinya akan menunjang kualitas hidup anak. Menurut Istiany dan Rusilanti (2013), masalah kesehatan tubuh yang rawan muncul pada anak adalah gizi kurang, gizi buruk, gizi lebih, dan Anemia Defisiensi Besi (ADB). Secara umum, gizi kurang di Indonesia memang telah menurun dari 31 % pada tahun 1989 menjadi 17,9 % pada tahun 2010, namun meskipun begitu masalah gizi buruk masih belum juga teratasi secara menyeluruh (Kartila, 2013). Masalah kesehatan tubuh yang muncul pada anak tentunya juga dipengaruhi oleh orangtua, diantaranya seperti kesibukan orangtua dalam bekerja, sehingga pemilihan menu makanan serta cara pemberiannya pada anak sering kurang mendapat cukup waktu dan perhatian (Widodo, 2010). Selain itu, orangtua juga sering mengalami kesulitan dalam memberi makanan pada anak, hal ini disebabkan karena perubahan pola makan yang sering kali terjadi pada anak seperti kurangnya mengonsumsi makanan kaya serat, vitamin, dan mineral (sayur dan buah) (Istiany dan Rusilanti, 2013). Masalah-masalah inilah yang akhirnya mendorong orangtua untuk mengambil jalan pintas dengan memberi multivitamin 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pada anak, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak yang tidak diperoleh dari makanan sehari-hari untuk mendapatkan tubuh yang sehat, kualitas hidup yang baik, serta menjadi kreatif dan produktif dalam menjalani masa-masa sekolah (Lantari, 2007). Pemberian multivitamin yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kebutuhan anak juga dapat menimbulkan masalah baru seperti gizi lebih. Kurniati (2009) mengatakan bahwa multivitamin pada umumnya hanya dibutuhkan pada anak dengan kondisi khusus seperti ketika anak sedang dalam proses penyembuhan atau kekurangan vitamin. Namun, kenyataannya yang sering terjadi adalah anak dengan kondisi normal dan kebutuhan zat gizi yang terpenuhi melalui makanan sehari-hari tetap diberikan multivitamin oleh orangtuanya. Padahal menurut Hoecker (2012) anak yang sehat dengan pertumbuhan yang normal tidak perlu mengonsumsi multivitamin. Hal ini juga dibuktikan dengan melihat prevalensi gizi lebih pada kelompok anak-anak yang meningkat hampir 1 % setiap tahunnya, yaitu masing-masing 14,4 % di tahun 2007 dan meningkat menjadi 17,6 % di tahun 2010 (Kartila, 2013). Dinas Kesehatan Provinsi DIY (2011) juga menyatakan bahwa dari 5 kabupaten yang ada di Provinsi DIY, status gizi buruk pada balita di Kota Yogyakarta menempati peringkat I (1,35 %), sedangkan status gizi berlebih juga menempati peringkat I (4,07 %). Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan DIY, Siti Badriyah (2013) mengungkapkan bahwa gizi buruk yang terjadi di Kota Yogyakarta tidak disebabkan karena ekonomi keluarga yang rendah, namun disebabkan karena penyakit penyerta seperti TBC

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dan diare. Selain itu, penyebab lainnya adalah kesalahan pola asuh orangtua yang menyebabkan kurangnya asupan gizi anak. Orangtua yang tergolong mampu dan memiliki kesibukan yang tinggi terkadang akan menitipkan anak pada pengasuh lain yang kurang mengetahui tentang asupan gizi proposional untuk anak, sehingga orangtua hanya mengandalkan multivitamin untuk memenuhi kebutuhan gizi anak namun tidak begitu paham dengan angka kecukupan gizi anak. Masalah-masalah di atas dapat diatasikan apabila orangtua memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan multivitamin pada anak. Pemberian multivitamin yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan anak, seperti memberikan multivitamin penambah nafsu makan pada anak yang sulit makan, memberi multivitamin pada anak yang kurang gizi atau bahkan gizi buruk, dan tidak memberikan multivitamin pada anak yang telah terpenuhi kebutuhan zat gizinya melalui makanan sehari-hari atau anak dalam keadaan normal. Hal inilah yang akhirnya mendorong peneliti untuk melakukan pengkajian terhadap pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. Pemilihan lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Tegalrejo berdasarkan teknik random sampling yang dilakukan oleh 5 orang peneliti karena penelitian ini adalah penelitian tim yang dilakukan di kecamatan yang berbeda. 1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, timbul permasalahan untuk diteliti : a. Seperti apakah karakteristik multivitamin pada anak? demografi orangtua yang memberikan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Seberapa besar tingkat pengetahuan orangtua tentang 4 penggunaan multivitamin pada anak? c. Apakah ada pengaruh karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga per bulan) terhadap tingkat pengetahuan? 2. Keaslian penelitian Berdasarkan hasil penelusuran terkait penelitian mengenai “Kajian Pengetahuan Orangtua Tentang Penggunaan Multivitamin pada Anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta Tahun 2013”, dapat dinyatakan bahwa belum pernah dilakukan. Adapun telah dilakukan penelitian sejenis diantaranya adalah: a. Penelitian yang dilakukan oleh Yanti (2004), dengan judul “Perilaku Ibu terhadap Penggunaan Multivitamin untuk Anak Balita di Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli Medan”. Perbedaan pada penelitian ini terletak pada subjek, lokasi, dan fokus penelitian. Subjek penelitian yang dilakukan oleh Yanti adalah ibu dari anak balita, sedangkan pada penelitian ini adalah orangtua dari anak dalam rentang umur 2-12 tahun. Kemudian lokasi penelitian yang dilakukan oleh Yanti berada di Medan, sedangkan lokasi penelitian ini berada di Yogyakarta. Fokus penelitian yang dilakukan oleh Yanti adalah perilaku ibu terhadap penggunaan multivitamin pada anak balita, sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pada pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 5 Penelitian yang dilakukan oleh Permatasari (2008), dengan judul “Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu dari Anak Taman Kanak-Kanak terhadap Pemilihan Multivitamin di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta”. Perbedaan pada penelitian ini terletak pada subjek, lokasi, dan fokus penelitian. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian Permatasari adalah ibu dari anak Taman Kanak-Kanak, sedangkan pada penelitian ini adalah orangtua dari anak dalam rentang umur 2-12 tahun. Kemudian lokasi penelitian yang dilakukan oleh Permatasari dilakukan di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta, sedangkan pada penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Fokus penelitian yang dilakukan oleh Permatasari adalah hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu terhadap pemilihan mulitivitamin, sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pada pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan terkait pengetahuan penggunaan multivitamin pada anak. b. 1. Manfaat praktis. Bagi masyarakat: Hasil penelitian ini dapat memperbaiki pola penggunaan multivitamin pada anak di masyarakat. 2. Bagi akademisi: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pengembangan materi edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan multivitamin pada anak.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 6 Bagi Dinas Kesehatan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan pelayanan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan multivitamin pada anak secara rasional. B. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Untuk melakukan kajian terhadap pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tahun 2013. 2. Tujuan khusus a. Untuk mengidentifikasi karakteristik demografi orangtua yang memberi multivitamin pada anak. b. Untuk mengukur tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. c. Untuk mengetahui adanya pengaruh karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga per bulan) terhadap tingkat pengetahuan.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tidak tahu menjadi tahu dan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan ini biasanya terjadi melalui panca indera manusia, yaitu sebagian besar diperoleh melalui mata dan telinga (Fitriani, 2011). Pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan untuk peramalan hal-hal atau peristiwa di masa yang akan datang dan juga dapat digunakan untuk mengendalikan hal-hal atau peristiwa yang ingin dihindari (Wibowo, 2014). Hampir seluruh penataan, penyelenggaraan, perencanaan, dan pengaturan kehidupan masyarakat didasarkan pada pengetahuan (Wahana, 2010). Pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan manusia seperti pikiran, pengamatan, pengalaman, perasaan, dan intuisi yang diabstraksikan untuk mencapai suatu tujuan. Pengetahuan dapat berkembang secara terus-menerus dikarenakan kemampuan berpikir yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan mengembangkan pengetahuan, serta bahasa yang digunakan untuk mengkomunikasikan pola pikir dan informasi yang dimiliki oleh manusia (Gunawan, 2013). Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Terdapat 6 tingkatan dalam pengetahuan, yaitu: tahu (know) diartikan sebagai mengingat suatu materi 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 yang telah dipelajari sebelumnya dan untuk mengukur apakah seseorang tersebut tahu tentang apa yang dipelajarinya maka harus mampu untuk menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya; memahami (comprehension) merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpestasikannya secara benar, untuk mengukur apakah seseorang telah paham terhadap objek atau materi maka harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari; aplikasi (application) adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya; analisa (analysis) adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain, hal ini dapat dilihat dari pengguna kata kerja, seperti dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya; sintesis (synthesis) adalah kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru; dan yang terakhir evaluasi (evaluation) adalah kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu: 1. Usia Menurut Sarwono (2007) memori atau daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh usia, sehingga semakin bertambahnya usia seseorang maka dapat berpengaruh pada bertambahnya pengetahuan yang diperoleh. Wawan

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 dan Dewi (2010) juga menambahkan bahwa semakin bertambah usia seseorang maka tingkat kematangan dan kekuatan seseorang dalam berpikir dan bekerja juga akan semakin baik. 2. Pendidikan Pendidikan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2007). Pada umumnya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin mudah untuk orang tersebut dapat menerima suatu informasi (Wawan dan Dewi, 2010). Sebaliknya jika seseorang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, maka akan menghambat seseorang untuk menerima informasi dan hal-hal yang baru (Mubarak, 2007). 3. Pekerjaan Pekerjaan adalah suatu hal yang dilakukan untuk menunjang kehidupan diri sendiri dan juga kehidupan keluarga. Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung (Mubarak, 2007). Lamanya waktu seseorang bekerja berkaitan dengan usia dan pendidikan, semakin tua usia seseorang maka pengalaman yang didapat akan semakin banyak, sedangkan pendidikan yang lebih tinggi maka informasi yang didapatkan akan semakin luas (Wawan dan Dewi, 2010). 4. Lingkungan Lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada di sekitar manusia yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku seseorang atau kelompok (Wawan dan Dewi, 2010). Seseorang yang hidup dalam lingkungan yang berpikir

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 luas maka akan mempunyai pengetahuan yang lebih baik daripada orang yang hidup dalam lingkungan yang berpikir sempit (Mubarak, 2007). 5. Informasi Kemudahan memperoleh informasi dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru. Pemberian informasi seperti cara-cara pencapaian hidup sehat akan meningkatkan pengetahuan masyarakat yang akan menambah kesadaran untuk berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki (Mubarak, 2007). 6. Fasilitas Fasilitas-fasilitas ini berkatian dengan sumber informasi yang bisa diperoleh melalui televisi, surat kabar, radio, majalah, dan buku yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2007). 7. Penghasilan Penghasilan tidak secara langsung dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Namun, tingkatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup disesuaikan dengan penghasilan yang ada, seperti membeli segala fasilitasfasilitas sumber pengetahuan. Hal ini akhirnya menuntut pengetahuan yang dimiliki seseorang harus dipergunakan semaksimal mungkin, sama halnya dengan mencari bantuan sarana kesehatan yang ada juga disesuaikan dengan pendapatan keluarga (Notoatmodjo, 2007). 8. Pengalaman Pengalaman adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan yang dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi di masa lampau (Mubarak, 2007). Pengalaman yang diperoleh dapat memperluas pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2007). 9. Sosial budaya Kebudayaan setempat atau kebiasaan di dalam keluarga dapat mempengaruhi pengetahuan, presepsi, dan sikap seseorang terhadap suatu hal (Notoatmodjo, 2007). Pengetahuan multivitamin terdiri dari kegunaan, dosis pemakaian, dosis maksimum yang dapat dikonsumsi dalam sehari, cara penyimpanan, efek samping, cara pemberian, jenis multivitamin, dan waktu kadaluarsa (Griffith, 2014). Pada penelitian akan ditambahkan informasi mengenai pengertian secara umum multivitamin, tempat mendapatkan multivitamin dan informasi pemilihan multivitamin yang didapatkan. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan angket (kuesioner) yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian (Notoatmodjo, 2007). Cara mengukur tingkat pengetahuan adalah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan, kemudian dilakukan penilaian dengan nilai 1 untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah, kemudian digolongkan dalam 4 kategori, yaitu baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. Dikatakan baik (76-100%), cukup baik (56-75%), kurang baik (40-55%), dan tidak baik (039%) (Arikunto, 2007).

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 B. Multivitamin Multivitamin merupakan kombinasi (dua atau lebih) dari vitamin dan mineral yang menyediakan beragam jenis nutrisi yang dapat pula ditemukan dalam makanan (Johnson, 2012). Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan kerja tubuh dan kesehatan secara keseluruhan (Istiany dan Rusilanti, 2013). Multivitamin anak adalah multivitamin tambahan pada anak sebagai pelengkap multivitamin pokok yang berasal dari makanan utama untuk menjaga vitalitas dan tumbuh kembang optimal anak (Wijaya dan Sunaryo, 2010). Penggunaan multivitamin akan efektif bila dilakukan sesuai aturan dosis dan waktu minum, dosis berhubungan dengan jumlah yang harus diminum beserta frekuensinya. Misal, sekali minum satu sendok takar, tiga kali sehari. Waktu minum adalah waktu minum sehabis atau sebelum makan, atau dapat diminum bersamaan dengan obat lain atau tidak. Kemudian sesuai indikasi, yaitu sesuai kebutuhan dan khasiat multivitamin. Lalu perhatikan waktu kadaluwarsa dan penggunaan produk lama yang telah digunakan. Produk yang telah berubah warna, rasa, bau, dan tampak terdapat mikroorganisme, tetapi belum sampai batas waktu kadaluwarsa, maka produk tersebut tidak dapat digunakan. Pilihlah multivitamin yang tidak menyebabkan alergi agar tidak terjadi reaksi alergi saat penggunaan multivitamin. Perlu diperhatikan juga bentuk sediaan dan rasa dari multivitamin, anak-anak biasanya menyukai sediaan sirup dan tablet dengan berbagai varian rasa, seperti rasa jeruk, stroberi, anggur, lemon, dan cokelat.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 C. Monografi Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta sendiri memiliki 14 kecamatan, diantaranya Mantrijeron, Kraton, Gondokusuman, Kotagede, Wirobrajan, Pakualaman, Mergangsan, Umbulharjo, Ngampilan, Danurejan, Gondomanan, Gedongtengen, Jetis, dan Tegalrejo. Kecamatan Tegalrejo sendiri terdiri dari 4 kelurahan, yaitu Bener, Karangwaru, Kricak, dan Tegalrejo. Berdasarkan Data Monografi Kecamatan Tegalrejo Tahun 2012, Kecamatan Tegalrejo memiliki jumlah penduduk sebesar 39.046 jiwa dengan 11.726 KK. Jumlah penduduk laki-laki sebesar 19.355 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 19.691 jiwa. Penduduk dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 3.277 orang, SMP sebanyak 5.344 orang, SMA 11.340 orang, akademi (D1-D3) sebanyak 2.210 orang, sarjana dan pascasarjana sebanyak 5776 orang. Penduduk yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 1.264 orang, ABRI sebanyak 126 orang, swasta sebanyak 7.928 orang, wiraswasta sebanyak 2.954 orang, dan pensiunan sebanyak 991 orang. D. Landasan Teori Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia maka akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir seseorang. Selain itu, semakin tua seseorang juga semakin banyak hal yang dilakukan sehingga akan menambah pengetahuan (Sarwono, 2007). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin bertambah usia seseorang maka pengetahuannya semakin baik.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang maka makin mudah untuk orang tersebut menerima informasi. Semakin banyak informasi yang masuk maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapat (Wawan dan Dewi, 2010). Penduduk di Kecamatan Tegalrejo yang memiliki tingkat pendidikan SMA dan perguruan tinggi lebih banyak dibandingkan dengan tingkat pendidikan SD dan SMP. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka pengetahuannya semakin baik. Pekerjaan mempengaruhi pengetahuan ditinjau dari jenis pekerjaan yang sering berinteraksi dengan orang lain maka lebih banyak pengetahuannya dibandingkan dengan orang tanpa ada interaksi dengan orang lain. Pengalaman belajar dalam bekerja juga akan memberikan pengetahuan (Mubarak, 2007). Sebagian besar penduduk di Kecamatan Tegalrejo bekerja, yaitu swasta dan wiraswasta. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa orang yang bekerja maka pengetahuannya semakin baik. Penghasilan tidak secara langsung dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang tentunya disesuaikan dengan penghasilan yang ada, seperti membeli segala fasilitasfasilitas sebagai sumber pengetahuan. Selain itu, penghasilan juga berhubungan dengan pendidikan dan pekerjaan (Notoatmodjo, 2007). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi penghasilan seseorang maka pengetahuannya semakin baik.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 E. Hipotesis H 1: Usia mempengaruhi tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. H 2: Pendidikan terakhir mempengaruhi tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. H 3: Pekerjaan mempengaruhi tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak. H 4: Penghasilan keluarga per bulan mempengaruhi tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional yang dilakukan di masyarakat karena tidak dilakukan intervensi terhadap subjek penelitian (Notoatmodjo, 2010). Rancangan penelitian yang digunakan adalah analytical cross-sectional karena data variabel bebas dan variabel tergantung dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2012). B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas (independent) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga per bulan. 2. Variabel tergantung (dependent) Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan orangtua terhadap penggunaan multivitamin pada anak. C. Definisi Operasional 1. Karakteristik demografi orangtua adalah data pribadi yang meliputi usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan keluarga per bulan. 2. Tingkat pengetahuan dalam kategori baik jika responden mampu menjawab pernyataan dengan benar 76-100% atau 21-27 pernyataan, untuk kategori cukup 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 baik jika responden mampu menjawab pernyataan dengan benar 56-75% atau 1620 pernyataan, kategori kurang baik jika responden mampu menjawab pernyataan dengan benar 40-55% atau 11-15 pernyataan, dan untuk kategori kurang baik jika responden menjawab pernyataan dengan benar 0-39% atau < 11 pernyataan. 3. Orangtua adalah ayah atau ibu kandung yang memiliki anak berusia 2-12 tahun yang sedang atau pernah menggunakan multivitamin. 4. Multivitamin adalah sediaan yang mengandung lebih dari satu macam vitamin dan mineral. Biasanya juga terdapat tambahan zat seperti zat penambah nafsu makan dan zat penunjang kekebalan tubuh. D. Subyek Penelitian dan Sampling 1. Subjek penelitian Subjek penelitian harus memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah orangtua yang bersedia menjadi responden, memiliki anak 2-12 tahun yang sedang atau pernah menggunakan multivitamin, dan berdomisili di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Sedangkan kriteria eksklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah responden yang tidak lengkap mengisi kuesioner. 2. Sampling Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non random sampling dengan teknik stratified sampling karena pengambilan sampel dilakukan secara proporsional pada populasi berstrata (tingkatan) agar sampel yang diperoleh representatif. Menurut Notoadmodjo (2002), untuk

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 populasi yang > 10.000 banyaknya sampel minimal dapat diperoleh dengan menggunakan rumus seperti berikut: ( d=zx√ ) ( x √( ) ) Keterangan : d = derajat ketepatan yang diinginkan (0,1) z = standar deviasi normal (1,96 untuk derajat kemaknaan 95%) p = proporsi atau sifat tertentu yang diperkirakan terjadi pada populasi (0,5) q = 1,0 – p n = jumlah sampel N = jumlah populasi Perhitungan sampel: d=zx√ ( x√ √ 0,01 = 3,8416 x √ )2 0,01 = 3,8416 x 0,01 = 3,8416 x 0,01 = 117,25 = 11.261,6504 – 0,9604n 118,2104n = 11.261,6504 n = 95,267 95 responden Dalam perhitungan tersebut di atas, tingkat kepercayaan yang dikehendaki adalah 95% dan tingkat kepatenan instrumen 10%, maka jumlah

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 sampel minimal yang diperoleh dengan rumus tersebut sebanyak 95,267 dan dibulatkan menjadi 95 responden. Perhitungan sampel minimal dilakukan di tiap kelurahan menggunakan perhitungan proporsi sebagai berikut : x sampel minimal Sampel tiap kelurahan = Perhitungan sampel: responden Kelurahan Kricak = Kelurahan Bener = responden Kelurahan Tegalrejo = responden responden Kelurahan Karangwaru = Berdasarkan perhitungan di atas, maka jumlah responden yang berada di Kelurahan Kricak sebanyak 33 responden, Kelurahan Bener sebanyak 13 responden, Kelurahan Tegalrejo sebanyak 24 responden, dan Kelurahan Karangwaru sebanyak 25 responden. E. Instrumen Penelitian Pendekatan pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya: Bagian pertama adalah kuesioner dengan bentuk open form item yang memuat tentang data diri responden. Data diri responden terdiri dari nama, jenis kelamin, alamat, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan keluarga per bulan, dan jumlah anak.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Bagian kedua berisi data informasi penggunaan multivitamin anak dengan tipe multiple choice dan open form item. Bagian ini meliputi beberapa pertanyaan yaitu usia anak, produk, harga, bentuk sediaan, frekuensi pemberian, terakhir penggunaan, tempat pembelian, sumber informasi, dan harapan. Bagian ketiga adalah kuesioner dengan tipe pilihan jawaban bentuk dichotomous scale untuk meneliti fakta-fakta mengenai pengetahuan terhadap penggunaan multivitamin pada anak sebanyak 27 pernyataan yang terdiri dari 9 kategori, yaitu pengetahuan mengenai pengertian umum multivitamin pada pernyataan 1, 10, dan 18, kegunaan atau indikasi pada pernyataan 2, 11, dan 20, dosis pemakaian pada pernyataan 5, 14, dan 23, kandungan multivitamin pada pernyataan 3, 12, dan 21, cara penyimpanan pada pernyataan 6, 15, dan 24, efek samping pada pernyataan 4, 13, dan 22, cara pemberian pada pernyataan 7, 16, dan 25, waktu kadaluarsa (Expired Date) pada pernyataan 8, 17, dan 26, dan informasi pemilihan multivitamin yang didapatkan pada pernyataan 9, 19, dan 27. Responden diminta memilih salah satu dari dua alternatif jawaban, yaitu “benar” jika menganggap benar pernyataan tersebut atau “salah” jika menganggap pernyataan tersebut salah. Rangkuman pengelompokkan pernyataan pada bagian pengetahuan jenis favorable dan unfavorable disajikan dalam Tabel I.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Tabel I. Pengelompokan pernyataan pengetahuan responden jenis favorable dan unfavorable Pernyataan Nomor Pengertian 1*, 10**, 18* Kandungan 3**, 12*, 21* Dosis 5**, 14*, 23** Penyimpanan 6**, 15*, 24** Cara pemberian 7*, 16**, 25** Expired date 8**, 17*, 26** Informasi 9*, 19**, 27* Indikasi 2*, 11**, 20* Efek samping 4**, 13**, 22* Keterangan: *) Favorable, **) Unfavorable F. Tata Cara Penelitian 1. Penentuan lokasi Pemilihan lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Tegalrejo karena Kecamatan Tegalrejo merupakan salah satu Kecamatan di Kota Yogyakarta. Kecamatan Tegalrejo terbagi atas 4 kelurahan, yaitu Tegalrejo, Kricak, Bener, dan Karangwaru. Penentuan lokasi ini berdasarkan teknik random sampling dari 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta yang dilakukan oleh 5 orang peneliti dalam satu tim skripsi dengan kecamatan yang berbeda. 2. Pengurusan izin Pengurusan izin penelitian dimulai dengan memasukkan surat permohonan izin dan proposal penelitian ke Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Lalu dilanjutkan dengan mengajukan permohonan ijin ke 7 bagian instansi yaitu Walikota Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Kantor Pemerintahan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Kecamatan Tegalrejo, Lurah Kricak, Lurah Tegalrejo, Lurah Karangwaru, Lurah Bener, dan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menggunakan izin dari Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Selanjutnya dibuat surat pengantar yang menyatakan bahwa peneliti sedang mengadakan penelitian di Kecamatan Tegalrejo dalam rangka penyelesaian skripsi, disertakan pula judul penelitian, dan permohonan untuk dapat bekerja sama. Surat pengantar ini disertakan pula lembar kesediaan responden untuk diikutsertakan dalam penelitian yang terdiri dari judul kuesioner, surat pernyataan kesediaan dari responden, nama dan tanda tangan dari responden yang mengisi kuesioner sebagai bentuk kesediaan responden untuk mengisi kuesioner. 3. Pembuatan instrumen penelitian a. Penyusunan kuesioner. Pertama, dibuat item-item pertanyaan untuk kuesioner tipe isian sehubungan dengan data demografi responden yang berkaitan dengan variabel penelitian. Kemudian dibuat 9 pertanyaan mengenai informasi penggunaan multivitamin anak. Dari 9 pertanyaan tersebut diberi jawaban dengan bentuk multiple choice dan isian. Responden dapat memilih lebih dari satu pilihan jawaban. Setelah itu dibuat item-item sebanyak 27 pernyataan dengan tipe jawaban dichotomous scale, yaitu jawaban “BENAR” dan “SALAH” yang merupakan bagian pengetahuan responden meliputi pengertian, kandungan, dosis, penyimpanan, cara pemberian, expired date, informasi, indikasi, dan efek samping dengan alternatif jawaban “benar” atau “salah” untuk tiap pernyataan.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 23 Uji validitas dan uji pemahaman bahasa. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Uji validitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan content validity, yaitu untuk menguji apakah butir-butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur sebuah konsep tertentu telah memadai atau mampu menggambarkan. Uji content validity dilakukan berdasarkan professional judgement, yaitu apoteker dan dokter anak. Sebelumnya jumlah pernyataan sebanyak 22 butir, kemudian dilakukan validasi oleh professional judgement, yaitu apoteker menjadi 27 butir, yaitu pernyataan nomor 19, 21, 22, 26, dan 27. Butir pernyataan yang ditambah dimaksudkan untuk menggali pengetahuan tentang kandungan, efek samping, waktu kadaluarsa, dan informasi multivitamin yang masih kurang lengkap. Kemudian dilakukan uji pemahaman bahasa pada responden di daerah Condongcatur, Sleman. Uji pemahaman bahasa ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan dalam kuesioner mudah dipahami atau tidak. Hasil dari uji pemahaman bahasa ini adalah tidak ditemukannya responden yang bertanya mengenai isi kuesioner. c. Uji reliabilitas. Suatu instrumen disebut reliabel bila instrumen konsisten dalam memberikan penilaian atas apa yang diukur. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan Alpha Cronbach dengan taraf kepercayaan 95%. Menurut Riwidikdo (2009), oleh karena uji validitas menggunakan professional judgement maka kuesioner reliabel jika nilai α > 0,75. Uji dilakukan pada 30 responden dan didapatkan hasil α = 0,767 pada bagian pernyataan pengetahuan yang menunjukan bahwa kuesioner sudah reliabel.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 24 Penyebaran kuesioner Penyebaran kuesioner dilakukan di pertemuan-pertemuan rutin warga, kegiatan posyandu di beberapa RT/RW, di sekolah-sekolah (TK dan SD), dan di rumah warga (door to door). Sebelum responden mengisi kuesioner, peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan dari penyebaran kuesioner agar responden sudah jelas dan dapat melakukan pengisian kuesioner dengan baik, hal ini juga dimaksudkan agar responden tidak lagi bertanya-tanya apabila ada hal yang membingungkan atau kurang jelas. Apabila responden telah setuju untuk mengisi kuesioner dalam penelitian ini, maka kuesioner dibagikan kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Selanjutnya pengisian kuesioner dilakukan sendiri oleh responden dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan kuesioner saat itu juga di tempat penelitian. Kuesioner yang disebar di Kelurahan Bener sebanyak 20 kuesioner dan kembali 17 kuesioner. Kuesioner yang disebar di Kelurahan Tegalrejo sebanyak 35 kuesioner dan yang kembali 31 kuesioner dengan 4 kuesioner yang di drop out. Kuesioner yang disebar di Kelurahan kricak sebanyak 40 kuesioner dan kembali 35 kuesioner dengan 5 kuesioner yang di drop out. Kuesioner yang disebar di Kelurahan Karangwaru sebanyak 30 kuesioner dan kembali 25 kuesioner. Namun, dalam penelitian ini pengambilan sampel berhenti setelah peneliti mendapatkan sampel sebanyak jumlah sampel minimal per kelurahan. 5. Pengolahan data Pertama-tama data yang didapat diperiksa kelengkapannya dan diperiksa pula apakah data responden sudah masuk dalam kriteria inklusi penelitian hingga

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 didapat data sebanyak 95 responden. Kemudian dilakukan pengkodean pada data demografi yang terdiri dari data usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan keluarga per bulan, dan jumlah anak. Pengkodean juga dilanjutkan pada data informasi penggunaan multivitamin anak yang terdiri dari data produk, harga, bentuk sediaan, frekuensi pemberian, terakhir penggunaan, tempat pembelian, sumber informasi, dan harapan. Setelah dilakukan pengkodean, kemudian data karakteristik demografi dan informasi penggunaan multivitamin anak dihitung dan ditulis di dalam tabel lembar kerja. Untuk data pengetahuan, jawaban pernyataan yang benar diberi skor 1 dan untuk jawaban pernyataan yang salah diberi skor 0 (Kasmadi, 2013). Lalu skor jawaban pernyataan yang benar dijumlah dan ditulis di dalam tabel lembar kerja. Dari hasil penjumlahan tersebut, data lalu dikelompokkan ke dalam kategori tingkat pengetahuan dengan kriteria jumlah skor 21-27 masuk dalam kategori tingkat pengetahuan baik, jumlah skor 16-20 masuk dalam kategori tingkat pengetahuan cukup baik, jumlah skor 11-15 masuk dalam kategori tingkat pengetahuan kurang baik, dan jumlah skor 0-10 masuk dalam kategori tingkat pengetahuan tidak baik. Dari 9 kategori item pernyataan pengetahuan (masing-masing kategori terdiri 3 pernyataan), dihitung rata-rata jumlah pernyataan yang benar dan yang salah dari masing-masing kategori tersebut lalu dipersentasekan dan ditulis di tabel lembar kerja. Kemudian dilakukan uji nonparametrik, yaitu uji Chi-Square untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara karakteristik demografi dengan

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 tingkat pengetahuan. Dalam uji ini tabel hasil penelitian dibuat dalam tabel 2x2, yaitu untuk variabel usia dibedakan dalam kelompok rentang usia 22-40 tahun dan 41-52 tahun, variabel pendidikan terakhir dibedakan dalam kelompok < SMA dan ≥ SMA, variabel pekerjaan dibedakan dalam kelompok tidak bekerja dan bekerja, dan variabel penghasilan keluarga per bulan dibedakan dalam kelompok ≤ Rp 1.100.000,00 dan > Rp 1.100.000,00. Sementara untuk variabel tingkat pengetahuan dibedakan dalam kelompok tingkat pengetahuan baik dan cukup baik. Tabel 2x2 ini dibuat sesuai dengan syarat uji Chi-Square. G. Analisis Hasil Penelitian Analisis hasil karakteristik demografi responden dan informasi penggunaan multivitamin anak, yaitu harga dan terakhir penggunaan multivitamin dihitung lalu dipersentasekan dan ditampilkan dalam tabel atau dalam bentuk diagram. Presentase dihitung menggunakan rumus: Keterangan: P adalah persentase jawaban, A adalah jumlah jawaban yang sejenis, dan B adalah responden total. Kemudian untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan maka dilakukan analisis hasil uji ChiSquare dengan cara membandingkan sebagai berikut: 1. Usia responden terhadap tingkat pengetahuan. Hasil uji Chi-Square dengan nilai p < 0,05 dinyatakan berbeda bermakna dan H 1 diterima.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 27 Pendidikan terakhir responden terhadap tingkat pengetahuan. Hasil uji ChiSquare dengan nilai p < 0,05 dinyatakan berbeda bermakna dan H 2 diterima. 3. Pekerjaan responden terhadap tingkat pengetahuan. Hasil uji Chi-Square dengan nilai p < 0,05 dinyatakan berbeda bermakna dan H 3 diterima. 4. Penghasilan keluarga per bulan responden terhadap tingkat pengetahuan. Hasil uji Chi-Square dengan nilai p < 0,05 dinyatakan berbeda bermakna dan H 4 diterima. Usia Pendidikan terakhir Pekerjaan Tingkat pengetahuan Penghasilan keluarga per bulan Gambar I. Kerangka pengujian statistik hipotesis H. Kelemahan Penelitian Dalam penelitian ini uji validitas secara statistik, yaitu uji validitas konstruk sudah dilakukan empat kali namun hasil yang didapatkan selalu tidak valid, sehingga peneliti hanya melakukan uji content validity dan face validity. Selain itu, jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jumlah sampel minimal. Seharusnya jumlah sampel minimal digunakan untuk satu kelompok dari masing-masing variabel saja.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan dari penelitian ini akan dibahas secara berurutan sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu karakteristik demografi responden, pengetahuan responden terkait multivitamin, dan pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan. A. Karakteristik Demografi Responden Karakteristik demografi masyarakat yang menjadi responden dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan keluarga per bulan, dan jumlah anak. Selain karakteristik demografi juga akan dibahas informasi tambahan lain mengenai penggunaan multivitamin anak, diantaranya yaitu harga, rentang waktu terakhir penggunaan multivitamin, bentuk sediaan, frekuensi pemberian, tempat pembelian, sumber informasi, produk, dan harapan penggunaan multivitamin. Dalam penelitian ini, hasil karakteristik demografi responden yang terlibat adalah sebagai berikut: 78,9 % responden dengan rentang usia 21-40 tahun, berjenis kelamin perempuan (91,6 %), dengan pendidikan terakhir SMA (62,1 %), bekerja sebagai ibu rumah tangga (73,7 %), dengan penghasilan keluarga per bulan < Rp 1.100.000,00 (57,9 %), dan mempunyai anak berjumlah 2 anak (45,3 %). Secara lengkap hasil penelitian karakteristik demografi disajikan dalam Tabel II. 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tabel II. Jumlah responden berdasarkan karakteristik demografi Karakteristik Jumlah variabel Ʃ Responden Persentase ( %) demografi (n=95) Usia 21-40 tahun 75 78,9 41-52 tahun 20 21,1 Jenis kelamin Perempuan 87 91,6 Laki-laki 8 8,4 Pendidikan SD 10 10,5 terakhir SMP 10 10,5 SMA 59 62,1 D3 6 6,3 S1 9 9,5 S2 1 1,1 Pekerjaan PNS 2 2,1 Wiraswasta 7 7,4 Ibu rumah tangga 70 73,7 Swasta 16 16,8 Penghasilan < Rp 1.100.000,00 55 57,9 keluarga per Rp 1.100.000,00 – Rp 27 28,4 bulan 2.200.000,00 Rp 2.200.000,00 – Rp 10 10,5 4.400.000,00 > Rp 4.400.000,00 3 3,2 Jumlah anak 1 32 33,7 2 43 45,3 3 15 15,8 4 2 2,11 5 2 2,11 6 1 1,1 Selanjutnya akan dibahas mengenai hasil dan pembahasan dari data informasi penggunaan multivitamin anak yang akan dipaparkan sebagai berikut: 1. Harga multivitamin Harga yang dikeluarkan untuk membeli multivitamin pada penelitian ini dibagi menjadi 4 dengan rentang harga untuk mempermudah penyajian data. Dari ke-4 rentang harga tersebut yang paling banyak adalah Rp 25.000,00 – Rp 50.000,00 dengan persentase 49 %. Hal ini menunjukan bahwa responden dapat

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 membeli multivitamin dengan kisaran harga Rp 25.000,00 – Rp 50.000,00 dengan penghasilan keluarga < Rp 1.100.000,00 per bulan (47,8 %). Secara lengkap hasil penelitian harga multivitamin disajikan dalam Gambar II. 4% 1% < Rp 25.000,00 46% 49% Rp 25.000,00 – Rp 50.000,00 > Rp 50.000,00 – Rp 75.000,00 > Rp 75.000,00 – Rp 100.000,00 Gambar II. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap harga multivitamin yang dibeli 2. Rentang waktu terakhir penggunaan multivitamin Dalam penelitian ini, terakhir penggunaan multivitamin pada anak dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu < 1 bulan, 1-3 bulan, dan 3-6 bulan. Terakhir penggunaan multivitamin < 1 bulan adalah yang paling banyak (47 %). Terakhir penggunaan multivitamin ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya recall bias dikarenakan kurangnya kemampuan responden untuk mengingat kembali sesuatu yang pernah diketahuinya (Notoatmodjo, 2007). Secara lengkap hasil penelitian terakhir penggunaan multivitamin disajikan dalam Gambar III.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38% 47% 31 < 1 bulan 1-3 bulan 3-6 bulan 15% Gambar III. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap rentang waktu terakhir penggunaan multivitamin 3. Bentuk sediaan multivitamin Ada 2 bentuk sediaan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu padat (tablet) dan cair (sirup dan emulsi). Sebanyak 84 responden memilih bentuk sediaan cair sebagai bentuk sediaan yang paling sering diberikan pada anak. Hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Widodo (2010) bahwa dari sekian banyak bentuk sediaan, anak-anak biasanya menyukai sediaan sirup dikarenakan adanya berbagai varian rasa. Secara lengkap hasil penelitian bentuk sediaan multivitamin disajikan dalam Tabel V. Tabel V. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap bentuk sediaan multivitamin Bentuk sediaan Jumlah responden Padat 26 Cair 84

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 32 Frekuensi pemberian multivitamin Dalam penelitian ini frekuensi pemberian multivitamin pada anak dalam sehari paling banyak diberikan sebanyak 1 kali sehari, yaitu sebesar 72 responden. Frekuensi pemberian multivitamin berhubungan dengan dosis multivitamin yang akan diberikan pada anak dalam sehari dan apabila frekuensi pemberian ini tidak sesuai dengan aturan pakai maka dapat menyebabkan ketidakefektifan penggunaan multivitamin (Widodo, 2010), seperti menyebabkan kelebihan dosis (dose too high) pada anak karena frekuensi pemberian yang berlebihan dan nantinya apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping. Oleh sebab itulah pentingnya pengetahuan orangtua mengenai frekuensi pemberian multivitamin agar efek terapi dapat terpenuhi sesuai kebutuhan dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan. Secara lengkap hasil penelitian frekuensi pemberian multivitamin disajikan dalam Tabel VI. Tabel VI. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap frekuensi pemberian multivitamin Frekuensi pemberian Jumlah responden 1 kali sehari 72 2-3 kali sehari 23 > 3 kali sehari 2 5. Tempat pembelian multivitamin Dalam penelitian ini, multivitamin paling banyak dibeli adalah di apotek, yaitu sebesar 83 responden. Hal ini sesuai dengan teori menurut Nasiruddin (2009) yang mengatakan bahwa masyarakat lebih memilih membeli obat di apotek dibandingkan di tempat lain karena masyarakat semakin terdidik dan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 kristis untuk mendapatkan informasi tentang obat yang lebih baik. Secara lengkap hasil penelitian tempat pembelian multivitamin disajikan dalam Tabel VII. Tabel VII. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap tempat pembelian multivitamin Tempat pembelian Jumlah Responden multivitamin Apotek 83 Puskesmas/RS 3 Toko obat 6 Supermarket 21 Agen tertentu (MLM) 4 6. Sumber informasi multivitamin Dalam penelitian informasi multivitamin paling banyak diperoleh melalui tenaga kesehatan, yaitu sebanyak 47 responden. Hal ini dikarenakan tenaga kesehatan adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan sehingga mempunyai wewenang untuk melakukan suatu upaya kesehatan seperti pemberian informasi mengenai penggunaan multivitamin (Dinkes RI, 2013). Secara lengkap hasil penelitian sumber informasi multivitamin disajikan dalam Tabel VIII. Tabel VIII. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap sumber informasi multivitamin Sumber informasi multivitamin Jumlah responden Keluarga/teman 32 Tenaga kesehatan 47 Iklan surat kabar/ buku/ majalah/ 42 televisi/ radio/ internet 7. Produk multivitamin Dari semua multivitamin yang sedang atau pernah digunakan, multivitamin yang paling sering digunakan adalah Scott’s Emulsion ®, Curcuma

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Plus®, Sakatonik ABC®, Fitkom®, Vidoran Plus®, Cerebrofort®, dan Biolysin Emulsion®. Sementara untuk multivitamin lain yang jarang digunakan dimasukan dalam kategori lain-lain. Dalam penelitian ini, multivitamin yang paling banyak digunakan adalah Curmuma Plus® sebanyak 29 responden. Hal ini sesuai dengan artikel yang ditulis oleh Supriyadi (2013) berdasarkan data dari Indonesian Consumer Profile 2013, MARS Indonesia bahwa multivitamin anak yang paling banyak digunakan pada tahun 2012 adalah Curcuma Plus®. Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden yang menggunakan produk multivitamin disajikan dalam Tabel IX. Tabel IX. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap produk multivitamin yang digunakan Produk multivitamin Jumlah Responden Curcuma Plus® 29 ® Scott’s Emulsion 28 Sakatonik ABC® 23 ® Fitkom 14 ® Vidoran 13 Cerebrofort® 12 ® Biolysin 8 Lain-lain 16 8. Harapan penggunaan multivitamin Dalam penelitian ini ada berbagai macam harapan penggunaan multivitamin pada anak diantaranya, nafsu makan anak meningkat, kekebalan tubuh anak meningkat, anak sembuh dari penyakit yang diderita, kecerdasan otak anak meningkat, dan pencernaan anak menjadi lancar. Dari ke-5 harapan tersebut, penggunaan multivitamin agar kekebalan tubuh anak meningkat adalah yang paling banyak (66 responden). Hal ini didukung oleh teori menurut Widodo

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 (2010) yang menyatakan bahwa anak membutuhkan multivitamin pada saat kekebalan tubuh anak menurun. Masih adanya responden yang memilih harapan penggunaan multivitamin agar anak sembuh dari penyakit yang diderita menandakan bahwa adanya informasi yang kurang jelas yang didapatkan oleh responden mengingat bahwa sebenarnya multivitamin tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita tetapi hanya sebagai penunjang kesehatan yang akan membantu proses penyembuhan seiring dengan meningkatnya kekebalan tubuh (Widodo, 2010). Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden yang menyatakan harapan terhadap penggunaan multivitamin disajikan dalam Tabel X. Tabel X. Proporsi responden berdasarkan jawaban terhadap harapan terhadap penggunaan multivitamin Harapan Jumlah Responden Nafsu makan anak meningkat 58 Kekebalan tubuh anak meningkat 66 Anak sembuh dari penyakit yang 6 diderita Kecerdasan otak anak meningkat 44 Pencernaan anak menjadi lancar 11 B. Pengetahuan Responden Terkait Multivitamin Dari hasil penelitian ini, tingkat pengetahuan dengan kategori baik memiliki persentase paling besar, yaitu 87,4 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dikatakan bahwa tingkat pengetahuan orangtua mengenai penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tergolong baik (Arikunto, 2007). Secara lengkap hasil penelitian jumlah

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 responden berdasarkan tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak disajikan dalam Tabel XI. Tabel XI. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak Tingkat pengetahuan Jumlah responden Persentase ( %) Baik 83 87,4 Cukup 12 12,6 Jumlah 95 100 Dari 9 kategori item pernyataan, yang termasuk dalam tingkat pengetahuan baik yaitu pernyataan mengenai pengertian, kandungan, dosis, penyimpanan, cara pemberian, Expired Date, dan informasi. Hal ini dilihat dari persentase jawaban benar yang masuk dalam range 76-100 %. Sementara yang termasuk dalam tingkat pengetahuan cukup baik adalah kategori pernyataan mengenai indikasi sebesar 72,3 %. Dan yang termasuk dalam tingkat pengetahuan kurang baik adalah kategori pernyataan mengenai efek samping sebesar 53 %. Kurangnya pengetahuan orangtua mengenai efek samping dari penggunaan multivitamin pada anak ini dapat menyebabkan terjadinya efek yang merugikan bagi kesehatan anak, terutama untuk efek yang terjadi akibat dosis tinggi dan penggunaan jangka panjang. Maka dari itu disarankan bagi orangtua Kecamatan Tegalrejo untuk mendapatkan informasi yang lebih lagi terkait dengan efek samping penggunaan multivitamin. Secara lengkap hasil penelitian distribusi jawaban benar dan salah terhadap kategori pernyataan pengetahuan disajikan dalam Tabel XII.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel XII. Distribusi jawaban benar dan salah (%) terhadap kategori pernyataan pengetahuan Persentase Persentase Kategori pernyataan jawaban benar jawaban salah pengetahuan (%) (%) Pengertian 93,7 6,3 Kandungan 97,5 2,5 Dosis 90,5 9,5 Penyimpanan 89,1 10,9 Cara pemberian 84,5 15,5 Expired Date 92,3 7,7 Informasi 76,5 23,5 Indikasi 72,3 27,7 Efek samping 53 47 C. Pengaruh Karakteristik Demografi terhadap Tingkat Pengetahuan Dalam penelitian ini dilakukan indentifikasi untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan yang akan dipaparkan sebagai berikut: 1. Usia Dalam penelitian ini, usia dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok rentang usia 22-40 tahun dan kelompok rentang usia 40-52 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok rentang usia 40-52 tahun adalah responden yang memiliki pengetahuan baik dengan persentase 95 %. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi tingkatan usia seseorang, maka semakin banyak pula pengalaman yang didapatkan sehingga semakin luas pengetahuannya (Sarwono, 2007). Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan kategori usia disajikan dalam Tabel XII.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Tabel XIII. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan usia Tingkat pengetahuan Usia Baik Cukup ∑ % ∑ % 22-40 tahun 64 85,3 11 14,7 41-52 tahun 19 95 1 5 Berdasarkan uji Fisher’s exact yang dilakukan untuk melihat adanya pengaruh usia terhadap tingkat pengetahuan diperoleh nilai p = 0,227, karena nilai p > 0,05 maka secara statistik hasil uji dikatakan berbeda tidak bermakna dan dapat disimpulkan bahwa usia responden tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan secara signifikan. Hal ini bisa saja disebabkan karena semakin bertambah umur memang akan semakin menambah pengetahuan, namun pada usia-usia tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang (Notoatmodjo, 2007). 2. Pendidikan terakhir Dalam penelitian ini pendidikan ≥ SMA memiliki persentase tingkat pengetahuan baik sebesar 88 %. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin mudah untuk orang tersebut dapat menerima suatu informasi (Wawan dan Dewi, 2010). Adriani dan Wirjatmadi (2012) juga menambahkan bahwa dengan pendidikan yang baik maka orangtua dapat menerima segala informasi dari luar dalam upaya menjaga kesehatan anaknya. Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir disajikan dalam Tabel XIV.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel XIV. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pendidikan terakhir Tingkat pengetahuan Pendidikan terakhir Baik Cukup ∑ % ∑ % < SMA 17 85 3 15 ≥ SMA 66 88 9 12 Berdasarkan uji Fisher’s exact yang membandingkan usia responden dengan tingkat pengetahuan diperoleh nilai p = 0,485, karena nilai p > 0,05 maka hasil uji dikatakan berbeda tidak bermakna dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan terakhir tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan secara signifikan. Menurut Wawan dan Dewi (2010), pendidikan formal tidak sepenuhnya mempengaruhi tingkat pengetahuan karena pengetahuan juga dapat dipengaruhi oleh pendidikan non formal. 3. Pekerjaan Dalam penelitian ini jumlah responden yang tidak bekerja lebih banyak dibandingkan dengan responden yang bekerja. Hal ini dapat dilihat dari jenis pekerjaan yang dipilih lebih banyak sebagai ibu rumah tangga. Responden yang bekerja memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 88,6 %. Hal ini justru tidak sesuai dengan teori Cahyani (Cit., Moron, 2012) yang mengatakan bahwa pengalaman belajar dalam bekerja memberi pengetahuan yang luas, dimana responden yang sudah bekerja akan mempunyai pengetahuan yang tinggi dikarenakan banyaknya komunikasi dengan masyarakat atau dunia luar. Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan disajikan dalam Tabel XV.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel XV. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan Tingkat pengetahuan Pekerjaan Baik Cukup ∑ % ∑ % Bekerja 21 84 4 16 Tidak bekerja 62 88,6 8 11,4 Berdasarkan uji Fisher’s exact yang membandingkan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan diperoleh nilai p = 0,390, karena nilai p > 0,05 maka hasil uji dikatakan berbeda tidak bermakna dan disimpulkan bahwa pekerjaan tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan secara signifikan. Hal ini bisa saja dikarenakan orang yang tidak bekerja sekalipun dapat memperoleh pengetahuan dari sumber informasi yang lain seperti TV, radio, dan surat kabar (Notoatmodjo, 2007). 4. Penghasilan keluarga per bulan Berdasarkan hasil penelitian, penghasilan keluarga > Rp 1.100.000,00 per bulan memiliki persentase tingkat pengetahuan baik sebesar 92,5 %. Hal ini menunjukan bahwa semakin besar penghasilan keluarga per bulan maka tingkat pengetahuannya semakin baik. Secara lengkap hasil penelitian jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga per bulan disajikan dalam Tabel XVI. Tabel XVI. Jumlah responden berdasarkan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga per bulan Tingkat pengetahuan Penghasilan keluarga Baik Cukup per bulan ∑ % ∑ % ≤ Rp 1.100.000,46 83,6 9 16,4 > Rp 1.100.000,37 92,5 3 7,5

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Berdasarkan uji Fisher’s exact yang membandingkan penghasilan per bulan dengan tingkat pengetahuan diperoleh nilai p = 0,166 karena nilai p > 0,05 maka hasil uji dikatakan berbeda tidak bermakna dan disimpulkan bahwa penghasilan per bulan tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan secara signifikan. Hal ini dikarenakan penghasilan tidak berpengaruh secara langsung terhadap tingkat pengetahuan, melainkan pengetahuan dapat diperoleh melalui berbagai fasilitas seperti televisi, radio, dan surat kabar yang berperan sebagai sumber informasi, fasilitas-fasilitas tersebut dapat berpenghasilan cukup besar (Notoatmodjo, 2007). diperoleh apabila seseorang

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Karakteristik demografi orangtua di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta, yaitu sebagian besar berusia 22-40 tahun (78,9%), berjenis kelamin perempuan (91,6%), merupakan lulusan SMA (62,1%), sebagian besar tidak bekerja yaitu sebagai ibu rumah tangga (73,7%), dengan penghasilan keluarga < Rp 1.100.000,00 bulan (57,9%) dan memiliki 2 anak (45,3%). 2. Tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta adalah baik (87,4%). 3. Tidak ada pengaruh karakteristik demografi (usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan keluarga per bulan) terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin anak (p > 0,05). 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 B. Saran 1. Bagi peneliti selanjutnya, perlu diadakan penelitian sejenis yang tidak hanya mengukur tingkat pengetahuannya saja namun perlu diteliti juga sikap dan tindakan. Kemudian perlu juga dilakukan penelitian serupa yang meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan seperti lingkungan, sosial budaya, pengelaman, fasilitas, dan informasi. 2. Bagi masyarakat, perlu adanya kesadaran akan pengetahuan mengenai efek samping dari penggunaan multivitamin. 3. Bagi instansi kesehatan terkait, perlu adanya edukasi pada masyarakat di Kecamatan Tegalrejo mengenai efek samping penggunaan multivitamin dan pengetahuan bahwa menyembuhkan penyakit. multivitamin tidak dapat digunakan untuk

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adriani M. dan Wirjatmadi, B., 2012, Pengantar Gizi Masyarakat, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, hal. 10-12, 220. Arikunto, S., 2007, Analisis Data Penelitian Deskriptif, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 262-269. Badiyah, S., 2013, Komunikasi Pribadi, diambil pada tanggal 20 September 2013. Dinas Kesehatan DIY, 2011, Profil Kesehatan Propinsi D.I Yogyakarta Tahun 2011, http://www.depkes.go.id/en/downloads/profil/diy11.pdf, diakses pada tanggal 28 Januari 2014. Dinas Kesehatan RI, 2013, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013, http://bppsdmk.depkes.go.id/pustanserdik/upload/dokumen/pedoman/PMK_r egis trasi_nakes_No_46_tahun_2013_%281%29.pdf, diakses tanggal 31 Mei 2013. Fitriani, S., 2011, Promosi Kesehatan, Graha Ilmu, Yogyakarta, hal. 129. Griffith, H.W., 2014, Complete Guide to Prescription Drugs, 6th Edition, The Berkley Publishing Group, New York, pp. 348-370. Gunawan, I., 2013, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, PT. Bumi Aksara, Jakarta, hal. 12. Hoecker, J. L., 2012, Should I Give Multivitamins to My Preschooler?, http://www.mayoclinic.org/healthy-living/nutrition-and-healthy-eating/expertanswers/multivitamins/faq-20058310, diakses tanggal 30 Mei 2014. Istiany dan Rusilanti, 2013, Gizi Terapan, PT. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung, hal. 152, 157. Johnson, K., 2012, Vitamins and Minerals: How Much Should You Take?, http://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/lifestyle-guide11/vitamins-minerals-how-much-should-you-take?page=1, diakses tanggal 2 Mei 2013. 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Kartila, I., 2013, Harian Umum Tabengan: Gizi Buruk Masih Mengancam, www.media.hariantabengan.com/index/detail.id/32117, diakses tanggal 2 Mei 2013. Kasmadi, 2013, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, Alfabeta, Bandung, hal. 73. Kurniati, I., 2009, Bijak Memberi Multivitamin pada Anak, http://life.viva.co.id/news/read/27238bijak_memberi_multivitamin_pada_anak, diakses tanggal 30 Mei 2014. Lantari, I. D. A. A. T., 2007, Jenis Suplemen dan Alasan Pemberian Suplemen pada Anak-anak Sekolah Dasar Jetisharjo II Yogyakarta, Skripsi, 23, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Moron, C. O., 2012, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Masyarakat Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta Pada Tahun 2012 Terkait Penyakit Hipertensi, Skripsi, 39, 45, 48, 57-58, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mubarak, W. I., 2007, Promosi Kesehatan, Graha Ilmu, Yogyakarta, hal. 30-35. Nasiruddin., A. R., 2009, Peningkatan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat, Jurnal Serambi Ilmu, 7 (1), 57-66. Notoadmodjo, S., 2002, Metode Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 130. Notoatmodjo, S., 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 143-150. Notoatmodjo, S., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 124, 153, 158, 182. Notoatmodjo, S., 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, hal. 26, 37-38. Riwidikdo, H., 2009, Statistik untuk Penelitian Kesehatan, Pustaka Rihana, Yogyakarta, hal. 139, 148-149. Sarwono, S. W., 2007, Sosiologi Kesehatan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, hal. 31-38. Supriyadi, T., 2013, Jadi Jawara, Scott’s Emulsion Geser Curcuma Plus, MARS Indonesia Newsletter, http://newsletter.marsindonesia.com/2013/07/19/scottsemulsion-messenger-curcuma/, diakses tanggal 23 Maret 2014.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Wahana, P., 2010, Filsafat Ilmu Pengetahuan, pustaka Diamond, Yogyakarta, hal. 36. Wawan dan Dewi, 2010, Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia, Nuha Medika, Yogyakarta, hal. 11, 27, 33-36, 45-46. Wibowo, A., 2014, Metodologi Penelitian Praktis Bidang Kesehatan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. 12. Widodo, R., 2010, Pemberian Makanan, Suplemen, dan Obat pada Anak, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, hal. 5-6, 29, 73, 80-82. Wijaya, A., Sunaryo, S., 2010, Pemetaan dan Pengelompokkan Produk Suplemen Multivitamin Anak Berdasarkan Substansi Micronutrient dan Tingkat Harga, Laporan Penelitian, Fakultas MIPA Institut Teknologi Surakarta, Surakarta. Yanti, E., 2004, Perilaku Ibu Terhadap Penggunaan Multivitamin untuk Anak Balita di Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli Tahun 2004, Skripsi, 9, Universitas Sumatera Utara, Medan.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Lampiran 1. Kuesioner penelitian SURAT PENGANTAR Yth. Ibu/Bapak/Sdr. Di tempat Dengan hormat, Saya yang bernama Khristina Julita Pintani, mahasiswa tingkat akhir Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Fakultas Farmasi sedang mengadakan penelitian di Kecamatan Tegalrejo yang terdiri dari 4 kelurahan yaitu Kelurahan Tegalrejo, Kelurahan Bener, Kelurahan Karangwaru, dan Kelurahan Kricak dalam rangka penyelesaian tugas akhir/skripsi. Penelitian saya ini berjudul: “Kajian Pengetahuan Orang Tua tentang Penggunaan Multivitamin Anak di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta Tahun 2013”. Demi kelancaran proses penelitian, sudi kiranya Bapak/Ibu/Sdr meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini. Jawaban dari Bapak/Ibu/Sdr akan saya jaga kerahasiannya. Oleh karena itu, saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Sdr dalam memberikan jawaban yang dianggap paling benar. Atas kerjasama Bapak/Ibu/Sdr, saya ucapkan terima kasih. Peneliti, Khristina Julita Pintani

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Lanjutan lampiran 1. PENELITIAN KAJIAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENGGUNAAN MULTIVITAMIN PADA ANAK PERNYATAAN KESEDIAAN RESPONDEN BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN Dengan hormat, Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Umur : Memberikan pernyataan persetujuan berpartisipasi sebagai responden penelitian mengenai yang dilakukan mengenai “Kajian pengetahuan terhadap penggunaan multivitamin pada anak”. Saya menyatakan bahwa data-data yang saya berikan tersebut merupakan data yang sebenar-benarnya tanpa rekayasa dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Yogyakarta, ................................ Yang menyatakan, ( )

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Lanjutan lampiran 1. I. DATA DIRI RESPONDEN Petunjuk pengisian: Mohon dituliskan jawaban yang sesuai dan mohon dilingkari untuk jawaban pilihan. Nama : ......................................................... Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan Alamat : ......................................................... Usia : ……… tahun Pendidikan terakhir : a. SD b. SMP c. SMA Pekerjaan d. D3 e. S1 f. Lainnya (................................................) : a. PNS e. Swasta b. Wiraswasta f. Pensiunan c. TNI/POLRI g. Lainnya..................... d. Ibu Rumah Tangga Penghasilan keluarga per bulan: a. < Rp 1.100.000, 00 b. Rp 1.100.000, 00 – Rp 2.200.000, 00 c. Rp 2.200.000, 00 – Rp 4.400.000,00 d. > Rp 4.400.000,00 Jumlah anak : ..........

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Lanjutan lampiran 1. II. INFORMASI PENGGUNAAN MULTIVITAMIN ANAK Petunjuk pengisian: Mohon mengisi data anak anda yang berumur 2 sampai 12 yang sedang atau pernah menggunakan multivitamin. Pada jawaban pilihan, mohon melingkari pada huruf yang tersedia dan jawaban boleh lebih dari satu (1). 1. Usia anak : ................ tahun 2. Produk multivitamin yang sedang atau pernah digunakan oleh anak anda : a. .................................................. b. .................................................. c. .................................................. 3. Harga yang dikeluarkan untuk membeli multivitamin Rp. .......................... 4. Kapan terakhir anak anda menggunakan multivitamin? a. < 1 bulan b. 1-3 bulan c. 3-6 bulan 5. Bentuk sediaan multivitamin pada anak yang sering anda pilih atau gunakan? a. Padat b. Cair 6. Berapa frekuensi pemberian multivitamin pada anak dalam sehari? a. 1 kali sehari b. 2-3 kali sehari c. > 3 kali sehari 7. Dimana anda biasa membeli multivitamin pada anak? a. Apotek b. Puskesmas / RS c. Toko Obat d. Supermarket e. Agen tertentu (MLM)

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 8. Dari mana anda mengetahui informasi penggunaan multivitamin untuk anak? a. Keluarga/Teman b. Tenaga Kesehatan (dokter, apoteker, bidan, perawat) c. Iklan surat kabar/buku/majalah/televisi/radio/internet 9. Apa harapan anda ketika anak anda mengkonsumsi multivitamin? a. Nafsu makan anak meningkat b. Kekebalan tubuh anak meningkat c. Anak sembuh dari penyakit yang diderita d. Kecerdasan otak anak meningkat e. Pencernaan anak menjadi lancar

(71) 53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 1. III. PERNYATAAN MENGENAI MULTIVITAMIN Petunjuk pengisian: Berilah tanda (√) pada kolom (B) jika menurut anda pernyataan di bawah ini BENAR, pada kolom (S) jika menurut anda pernyataan di bawah ini SALAH. No Pernyataan Tanggapan B 1. Multivitamin adalah suplemen pelengkap gizi pada kesehatan anak 2. Multivitamin diberikan saat anak mengalami kekurangan vitamin dalam tubuh 3. Multivitamin hanya mengandung zat mineral saja 4. Multivitamin tidak mempunyai potensi memberikan efek samping yang merugikan 5. Dosis penggunaan multivitamin pada anak sama dengan orang dewasa 6. Multivitamin dapat disimpan dimana saja 7. Multivitamin (cair) pada anak harus diberikan sesuai dengan dosis (bila terdapat sendok/gelas takar pada kemasan) 8. Multivitamin tidak mempunyai waktu kadaluarsa 9. Penggunaan multivitamin untuk anak perlu dikonsultasikan kepada dokter atau apoteker 10. Multivitamin dapat digunakan sebagai pengganti makanan utama pada anak 11. Multivitamin pada anak dapat menyembuhkan penyakit yang sedang diderita 12. Multivitamin memiliki kandungan kombinasi S

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vitamin dan mineral 13. Multivitamin boleh digunakan dalam jangka panjang 14. Multivitamin pada anak aman untuk dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan 15. Penyimpanan yang tidak sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label dapat menyebabkan kerusakan 16. Pemberian multivitamin boleh dilakukan tanpa memperhatikan aturan pemakaiannya 17. Multivitamin yang sudah lama disimpan (berubah warna, rasa, dan bau) tidak dapat digunakan lagi 18. Makanan merupakan hal yang utama dan tidak dapat digantikan oleh multivitamin 19. Multivitamin harus diberikan dengan resep dokter 20. Penggunaan multivitamin pada anak diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya 21. Multivitamin mengandung lebih dari satu jenis vitamin 22. Kerusakan ginjal merupakan salah satu efek samping dari penggunaan multivitamin yang berlebihan 23. Semakin besar jumlah/frekuensi penggunaan yang diberikan maka efek yang didapatkan juga semakin baik 24. Kerusakan multivitamin tetap akan memberikan khasiat pada anak 25. Semua jenis multivitamin yang diberikan pada 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI anak aman diberikan dengan cara dicampur dengan makanan 26. Sinar matahari dan udara lembab tidak mempengaruhi khasiat dari multivitamin 27. Perlu pertimbangan dokter ketika akan mengkonsumsi obat lain bersamaan dengan multivitamin 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Surat izin dari Dinas Perizinan 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 2. 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Data monografi Kelurahan Bener 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 3. 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Data monografi Kelurahan Karangwaru 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 4. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Data monografi Kelurahan Tegalrejo 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 5. 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Data monografi Kelurahan Kricak 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 6. 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan Case Processing Summary N Valid Cases a Excluded Total Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .767 27 % 30 100.0 0 .0 30 100.0 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 7. Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Alpha if Item Correlation Deleted P1 22.47 9.844 .000 .768 P2 22.83 9.523 .027 .785 P3 22.60 8.731 .486 .747 P4 23.10 8.576 .358 .757 P5 22.47 9.844 .000 .768 P6 22.53 9.085 .454 .752 P7 22.50 9.569 .214 .764 P8 22.47 9.844 .000 .768 P9 22.57 9.909 -.083 .779 P10 22.50 9.224 .529 .753 P11 22.60 8.593 .558 .743 P12 22.47 9.844 .000 .768 P13 22.63 9.551 .064 .775 P14 22.50 10.052 -.209 .777 P15 22.60 8.938 .380 .754 P16 22.50 9.224 .529 .753 P17 22.57 9.289 .248 .762 P18 22.60 8.317 .705 .733 P19 22.83 8.626 .339 .758 P20 22.47 9.844 .000 .768 P21 22.53 8.947 .548 .748 P22 22.80 8.097 .556 .739 P23 22.63 8.171 .705 .730 P24 22.50 9.569 .214 .764 P25 22.73 8.685 .361 .756 P26 22.63 8.930 .340 .757 P27 22.50 9.845 -.030 .771 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Lampiran 8. Uji statistik pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan a. Usia Crosstab Count Tingkat pengetahuan Cukup baik Usia Total Baik 22 – 40 tahun 11 64 75 41 – 52 tahun 1 19 20 12 83 95 Total Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. Exact Sig. (2-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction a 1 ,248 ,604 1 ,437 1,598 1 ,206 1,337 b Likelihood Ratio Fisher's Exact Test (2-sided) Exact Sig. (1-sided) ,450 Linear-by-Linear 1,323 1 ,250 Association N of Valid Cases 95 a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,53. b. Computed only for a 2x2 table b. Pendidikan terakhir Crosstab Count Tingkat pengetahuan Cukup baik Total Baik Pendidikan < SMA 3 17 20 terakhir ≥ SMA 9 66 75 12 83 95 Total ,227

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 8. Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig. (2-sided) (2-sided) (1-sided) a 1 ,720 ,000 1 1,000 ,124 1 ,725 ,129 b df Fisher's Exact Test ,712 Linear-by-Linear ,127 1 ,485 ,721 Association N of Valid Cases 95 a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,53. b. Computed only for a 2x2 table c. Pekerjaan Crosstab Count Tingkat pengetahuan Cukup baik Total Baik Tidak bekerja 8 62 70 Bekerja 4 21 25 12 83 95 Pekerjaan Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig. (2-sided) (2-sided) (1-sided) a 1 ,555 ,058 1 ,810 ,334 1 ,563 ,349 b df Fisher's Exact Test Linear-by-Linear ,726 ,345 1 ,390 ,557 Association N of Valid Cases 95 a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3,16. b. Computed only for a 2x2 table 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lanjutan lampiran 8. d. Penghasilan keluarga per bulan Crosstab Count Tingkat pengetahuan Cukup baik Total Baik Penghasilan keluarga per ≤ Rp 1.100.000,- 9 46 55 bulan > Rp 1.100.000,- 3 37 40 12 83 95 Total Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig. (2-sided) (2-sided) (1-sided) a 1 ,199 ,943 1 ,331 1,739 1 ,187 1,649 b df Fisher's Exact Test Linear-by-Linear ,230 1,631 1 ,166 ,202 Association N of Valid Cases 95 a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5,05. b. Computed only for a 2x2 table 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Lampiran 9. Informasi produk multivitamin 1. Scott’s Emulsion® Komposisi: Per 15 mL Cod liver oil 3 g, vit A 850 iu, vit D 85 iu, Ca hypophosphite 148 mg, Na hypophosphite 74 mg, edible gums & flavoring. Indikasi: untuk membantu membangun daya tahan tubuh dan memenuhi kebutuhan vit A & D di dalam tubuh. Dosis: anak 1-6 tahun 15 mL 1x/hari, 7-12 tahun 15 mL 2x/hari. Pemberian obat: berikan sesudah makan Kemasan/Harga: emulsi 400 mL x 1 Rp 23.636,-. 2. Curcuma Plus® Komposisi: per 5 mL vit B1 3 mg, vit B2 2 mg, vit B6 5 mg, vit B12 5 mcg, β-carotene 10% 4 mg, dexpanthenol 3 mg, curcuminoid 2 mg. Indikasi: makanan tambahan untuk menambah nafsu makan &alternatif terapi hepatitis. Dosis: anak 1sdt 1-2 x/hari. Pemberian obat: berikan sesudah makan. Kemasan/Harga: sirup 60 mL Rp 7.000,-, 120 mL Rp 11.000,-. 3. Sakatonik ABC® Komposisi: vit A, vit B1, vit B2, vit B6, vit B12, vit C, vit D, vit E, nikotinamid, Ca pantotenat. Indikasi: memenuhi kebutuhan vitamin pada anak-anak. Dosis: anak 1 tablet/hari Kemasan: botol 30 tablet hisap 4. Fitkom® Komposisi: per tablet Ca pantothenate 5 mg, nicotinamide 9 mg, vit A 1000 iu, vit B1 1,4 mg, vit B12 3 mcg, vit B2 1,6 mg, vit B6 2 mg, vit C 60 mg, vit D3 100 iu, vit E 5 mg. Per 5 mL sirup dexpanthenol 5 mg, Fe gluconate 3,6 mg, inositol 12 mg, L-lysine HCI 100 mg, nicotinamide 20 mg, taurine 125 mg, vit A2 2.500 iu, vit B1 7,5 mg, vit B12 15 mcg, vit B2 5 mg, vit B6 5 mg, vit C 60 mg, vit D3 200 iu, vit E 6 mg. Indikasi: memenuhi kebutuhan vitamin terutama pada masa pertumbuhan dan sesudah sembuh dari sakit, paska operasi, menambah nafsu makan, anemia, nutrisi jaringan otak. Dosis: anak 1 tablet/hari, sirup 1-2 sdt/hari. Kemasan/Harga: tablet kunyah 30 Rp 6.500,-, sirup Rp 6.000,-. 5. Vidoran® Komposisi: per 5 mL vit A, vit D2, vit B1, vit B2, vit B6, vit B12, nikotinamid, dekspantotenol, vit C, besi, kalsium, fosfor, magnesium, mangan, seng, iodium. Indikasi: menambah nafsu makan pada anak, meningkatkan ketahanan tubuh, kekurangan darah (anemia), selama masa penyembuhan, kekurangan vitamin dan mineral. Dosis: anak 2-5 tahun 1 sdt 1x/hari, 5-12 tahun 1 sdt 2x/hari,

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Pemberian obat: diberikan sebelum atau sewaktu makan. Kemasan/Harga: sirup120 mL Rp 7.136,-, 225 mL Rp 10.591,-. 6. Cerebrofort® Komposisi: per 5 mL asam arakidonat 15 mg, DHA 10 mg, EPA 2 mg, asam L-glutamat 50 mg, asam folat 100 mcg, bioton 0,2 mg, L-lysine HCL 50 mg, vit B1 1,5 mg, vit B2 1,5 mg, vit B6 1,5 mg, vit B12 2 mcg, vit A 2.000 iu, vit C 50 mg, vit D 200 iu. Indikasi: suplemen multivitamin dan nutrisi otak untuk pertumbuhan, metabolisme, serta untuk menjaga sistem imun tubuh. Dosis: anak 1-6 tahun 1 sdt 1x/hari, 6-12 tahun 1sdt 2x/hari. Pemberian obat: sewaktu makan, dapat dicampur dengan susu, jus buah, atau makanan lain. Kemasan/Harga: sirup 200 mL Rp 26.400,-. 7. Biolysin® Komposisi: per 5 mL vit A 1500 iu, vit B1 1,4 mg, vit B2 1,6 mg, vit B6 1,6 mg, vit B12 3 mcg, vit C 60 mg, vit D3 400 iu, vit E 5 mg, niasinamida 10 mg, Ca pantotenat 3 mg, L-lysine HCl 100 mg. Indikasi: suplemen vitamin untuk anak terutama selama masa pertumbuhan dan pemulihan dari sakit. Dosis: anak 1 tablet kunyah/hari. Kemasan: tablet kunyah 30.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Lampiran 10. Data karakteristik demografi responden No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Usia (tahun) 32 33 38 26 46 37 35 39 35 40 31 30 34 30 44 35 42 40 33 33 31 Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Pendidikan terakhir D3 S1 SD SMA SMA SMA SMA SMA S1 SMP SMA SMA SMA S1 SMA SMA S2 SMA D3 SMA SMP Pekerjaan Penghasilan per bulan (Rp) Swasta Swasta Swasta IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT Swasta IRT PNS IRT Swasta IRT IRT < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.100.000 < 1.100.000 > 4.400.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 Jumlah anak 1 1 2 2 3 1 2 2 3 2 1 1 1 3 2 2 2 2 1 1 3 Tingkat pengetahuan Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Lanjutan Lampiran 10. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 36 44 28 38 31 41 22 32 40 42 24 42 27 38 38 42 32 38 38 32 27 28 42 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan SMA SMP S1 D3 S1 SMA SMA SMA S1 SMP SMA SMA SD SD SMP SMA S1 SMA SMA SMA SMA SMA SMA PNS IRT Wiraswasta IRT IRT Swasta IRT IRT Swasta IRT IRT IRT Swasta IRT Wiraswasta IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT 2.200.000 - 4.400.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 1.100.000 - 2.200.000 3 2 1 3 2 1 5 2 2 1 3 1 2 3 2 2 2 4 2 2 1 1 1 Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Cukup Cukup Baik Baik 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Lanjutan Lampiran 10. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 38 36 37 35 40 44 30 44 44 26 35 33 32 42 29 36 30 25 29 26 36 30 42 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan SD SD SMA SMA SMA SMA D3 SMA D3 SMP SMP SMA SMA SMA SMA S1 SMA SMA SMA SMA SMA SMA SMP IRT IRT Swasta IRT IRT Swasta Swasta IRT IRT IRT Swasta IRT IRT IRT Wiraswasta IRT IRT IRT Wiraswasta IRT IRT Swasta IRT < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 > 4.400.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 2.200.000 - 4.400.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 > 4.400.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 2 1 1 3 1 1 3 2 2 2 2 1 1 2 2 3 2 2 1 1 1 1 2 Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Lanjutan Lampiran 10. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 48 35 23 41 42 37 52 37 28 34 46 30 40 36 42 37 37 38 27 35 27 33 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan SD SD SMA SMP SMA D3 SD SMA SMA SMA SMA SMP SMA SMA SD SMA SD SMA SMA SMA SMA SMA IRT IRT IRT IRT IRT Wiraswasta IRT Swasta Swasta IRT IRT Swasta IRT IRT Wiraswasta IRT IRT IRT IRT IRT IRT IRT < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 2.200.000 - 4.400.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1.100.000 - 2.200.000 6 5 1 2 2 2 3 2 1 2 3 2 4 1 2 2 2 2 2 2 1 2 Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Lanjutan Lampiran 10. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 33 39 28 39 26 31 Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan SMA SMA S1 SMA SMA SMA IRT Wiraswasta IRT IRT IRT IRT 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 1.100.000 - 2.200.000 < 1.100.000 < 1.100.000 < 1.100.000 1 3 1 3 1 2 Baik Baik Baik Cukup Baik Baik 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Lampiran 11. Data informasi penggunaan multivitamin anak Harga Terakhir penggunaan 1. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 2. < 25.000 3-6 bulan Cair 3. < 25.000 3-6 bulan Cair 4. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat 5. 25.000 - 50.000 < 1 bulan 6. < 25.000 7. No. Bentuk sediaan Frekuensi 1 kali sehari Tempat pembelian Sumber informasi Apotek Puskesmas/RS Media Apotek Puskesmas/RS Keluarga/teman Apotek Toko obat Keluarga/teman 1 kali sehari Apotek Toko obat Tenaga kesehatan Cair 1 kali sehari Apotek Toko obat Keluarga/teman < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Toko obat 25.000 - 50.000 1-3 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket 8. < 25.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket 9. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket 10. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket Tenaga kesehatan Keluarga/teman 11. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair Apotek Supermarket Keluarga/teman 12. < 25.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari 2-3 kali sehari Apotek Supermarket Keluarga/teman 13. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket Keluarga/teman 14. 50.000 - 75.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket Keluarga/teman 15. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket Media 2-3 kali sehari 2-3 kali sehari Cair Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Media 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Lanjutan Lampiran 11. 16. < 25.000 3-6 bulan Padat 17. < 25.000 < 1 bulan Padat 18. < 25.000 1-3 bulan Cair 19. 25.000 - 50.000 3-6 bulan 20. 25.000 - 50.000 21. > 3 kali sehari 2-3 kali sehari Apotek Supermarket Keluarga/teman Apotek Supermarket Media 1 kali sehari Puskesmas/RS Supermarket Cair 1 kali sehari Apotek Supermarket 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek < 25.000 3-6 bulan Padat 1 kali sehari Apotek 22. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair Supermarket Agen tertentu (MLM) Agen tertentu (MLM) 23. < 25.000 3-6 bulan Cair 24. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat 25. 25.000 - 50.000 1-3 bulan 26. 25.000 - 50.000 27. 2-3 kali sehari 1 kali sehari Cair Apotek Apotek Tenaga kesehatan Keluarga/teman Media Tenaga kesehatan Media Media Media Media Keluarga/teman Media Keluarga/teman Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Keluarga/teman Media 1 kali sehari Supermarket Cair 1 kali sehari Supermarket 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 25.000 - 50.000 1-3 bulan Cair Apotek 28. < 25.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari 1 kali sehari, 2-3 kali sehari Apotek Tenaga kesehatan 29. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Media 30. 50.000 - 75.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 31. < 25.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Tenaga kesehatan Media 32. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Media Media Media Media Tenaga kesehatan 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Lanjutan Lampiran 11. 33. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 34. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 2-3 kali sehari 1 kali sehari 35. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 36. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Padat 1 kali sehari 37. < 25.000 < 1 bulan Padat 38. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Padat < 1 bulan Padat < 1 bulan Padat 40. 75.000 100.000 < 25.000 41. 25.000 - 50.000 < 1 bulan 42. 25.000 - 50.000 43. Cair Cair Apotek Keluarga/teman Apotek Apotek Media Tenaga kesehatan Media 1 kali sehari Apotek Media 1 kali sehari Apotek Tenaga kesehatan 1 kali sehari Agen tertentu (MLM) Apotek Cair 1 kali sehari Apotek < 1 bulan Cair 1 kali sehari Supermarket 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat Apotek 44. < 25.000 1-3 bulan Padat 1 kali sehari 2-3 kali sehari 45. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Padat 1 kali sehari Apotek 46. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 47. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat 48. 50.000 - 75.000 3-6 bulan Cair 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 39. 49. 1 kali sehari Cair Cair Cair 2-3 kali sehari > 3 kali sehari 2-3 kali sehari Apotek Media Tenaga kesehatan Keluarga/teman Media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Keluarga/teman Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Supermarket Media Agen tertentu (MLM) Keluarga/teman Apotek Tenaga kesehatan 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lanjutan Lampiran 11. 50. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 51. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Media 52. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 53. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 54. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Cair Apotek 55. < 25.000 3-6 bulan Cair Media Tenaga kesehatan 56. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 57. < 25.000 < 1 bulan Padat 1 kali sehari 2-3 kali sehari 2-3 kali sehari 2-3 kali sehari 58. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 59. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Padat 1 kali sehari Apotek 60. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair Apotek 61. < 25.000 < 1 bulan Cair 62. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari 2-3 kali sehari 1 kali sehari Supermarket 63. < 25.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 64. 50.000 - 75.000 < 1 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 65. < 25.000 < 1 bulan Cair Apotek Media 66. < 25.000 < 1 bulan Cair Apotek Media 67. < 25.000 1-3 bulan Cair Toko obat Media Cair Cair Cair Cair 2-3 kali sehari 1 kali sehari 2-3 kali sehari Apotek Apotek Apotek Apotek Media Media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Media Keluarga/teman Tenaga kesehatan Keluarga/teman Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lanjutan lampiran12. 68. < 25.000 < 1 bulan Cair 69. < 25.000 < 1 bulan Cair 2-3 kali sehari 1 kali sehari 70. < 25.000 1-3 bulan Cair 71. < 25.000 < 1 bulan Cair 72. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Padat Cair 73. < 25.000 < 1 bulan Padat Cair 74. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari 75. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 76. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 77. < 25.000 3-6 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 78. < 25.000 < 1 bulan Padat 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 79. < 25.000 3-6 bulan Cair Apotek Media 80. < 25.000 3-6 bulan Padat Apotek Keluarga/teman 81. < 25.000 3-6 bulan Cair Apotek Keluarga/teman 82. < 25.000 3-6 bulan Cair Supermarket Media 83. < 25.000 1-3 bulan Cair 2-3 kali sehari 2-3 kali sehari 1 kali sehari 2-3 kali sehari 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman 84. 85. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman Tenaga kesehatan Cair Apotek Media Apotek Media 1 kali sehari Apotek Media 1 kali sehari 2-3 kali sehari 1 kali sehari Apotek Media Tenaga kesehatan Media Apotek Apotek Agen tertentu (MLM) Media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Lanjutan Lampiran 11. 86. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 87. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 1 kali sehari Toko obat 88. 25.000 - 50.000 3-6 bulan Cair 2-3 kali sehari Apotek 89. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari Apotek 90. < 25.000 < 1 bulan Cair 91. < 25.000 < 1 bulan Cair 1 kali sehari, 2-3 kali sehari 1 kali sehari 92. < 25.000 < 1 bulan Cair 93. 25.000 - 50.000 < 1 bulan Cair 94. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Padat 95. 25.000 - 50.000 1-3 bulan Cair Cair Media Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Tenaga kesehatan Apotek Tenaga kesehatan Apotek Keluarga/teman 1 kali sehari Apotek 1 kali sehari Apotek 1 kali sehari Apotek 1 kali sehari Apotek Keluarga/teman Tenaga kesehatan Keluarga/teman Tenaga kesehatan Media 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Lampiran 12. Data produk dan harapan penggunaan multivitamin No. 1. Produk Curcuma Plus Scott's Emulsion Sakatonik ABC Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 2. Curcuma Plus Nafsu makan anak meningkat 3. Cerebrofort Kecerdasan otak anak meningkat 4. Cerebrofor t Scott's Emulsion Sakatonik ABC Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 5. Lain-lain Cerebrofort Scott's Emulsion Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat 6. Cerebrofort 7. Scott's Emulsion 8. Curcuma Plus 9. 10. 11. Scott's Emulsion Scott's Emulsion Biolysin Curcuma Plus Scott's Emulsion Nafsu makan anak meningkat Harapan Anak sembuh dari penyakit yang diderita Anak sembuh dari penyakit yang diderita Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar Pencernaan anak menjadi lancar Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Lanjutan lamiran 13. 12. 13. 14. Nafsu makan anak meningkat Lain-lain Lain-lain 15. Scott's Emulsion 16. Sakatonik ABC 17. 18. Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Fitkom Curcuma Plus Curcuma Plus Cerebrofort Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 20. Curcuma Plus Sakatonik ABC Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 21. Fitkom Sakatonik ABC Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 23. Curcuma Plus Cerebrofort Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar Pencernaan anak menjadi lancar Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat 19. 22. Anak sembuh dari penyakit yang diderita Kekebalan tubuh anak meningkat Scott's Emulsion Lain-lain Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Lanjutan Lampiran 12. 24. Sakatonik ABC 25. Curcuma Plus 26. Lain-lain 27. Cerebrofor t 28. Biolysin Fitkom 29. Biolysin Scott's Emulsion 30. Lain-lain Lain-lain 31. Vidoran Scott's Emulsion Fitkom Curcuma Plus 32. Curcuma Plus 33. Scott's Emulsion 34. 35. 36. Cerebrofor t Cerebrofort Curcuma Plus Scott's Emulsion Curcuma Plus Scott's Emulsion Fitkom Sakatonik ABC Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar Kecerdasan otak anak meningkat Anak sembuh dari penyakit yang diderita Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Lanjutan Lampiran 12. 37. Biolysin 38. Scott's Emulsion 39. Lain-lain 40. Curcuma Plus 41. Scott's Emulsion 43. Vidoran 45. 46. 47. Fitkom Scott's Emulsion Sakatonik ABC Sakatonik ABC Fitkom 49. Lain-lain Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Anak sembuh dari penyakit yang diderita Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Fitkom Sakatonik ABC Scott's Emulsion Sakatonik ABC 48. 50. Curcuma Plus Scott's Emulsion 42. 44. Sakatonik ABC Cerebrofort Scott's Emulsion Curcuma Plus Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Lanjutan lampiran. 13 51. 52. 53. 54. 55. 56. Scott's Emulsion Sakatonik ABC Scott's Emulsion Cerebrofor t Lain-lain 58. Scott's Emulsion Biolysin Curcuma Plus Fitkom Sakatonik ABC Sakatonik ABC Scott's Emulsion 61. Lain-lain Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Curcuma Plus 60. 62. Fitkom Curcuma Plus 57. 59. Kekebalan tubuh anak meningkat Sakatonik ABC Curcuma Plus Cerebrofort Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Scott's Emulsion Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Curcuma Plus Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 63. Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Curcuma Plus Pencernaan anak menjadi lancar Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Lanjutan Lampiran 12. 64. Lain-lain Fitkom 65. Sakatonik ABC 66. Sakatonik ABC 67. Vidoran 68. Vidoran 69. Vidoran 70. Vidoran 71. Vidoran 72. Vidoran 73. Vidoran 74. Vidoran 75. Lain-lain 76. Biolysin 77. Scott's Emulsion Sakatonik ABC Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lanjutan Lampiran 12. 78. 79. 80. 81. 82. Nafsu makan anak meningkat Fitkom Vidoran 83. Curcuma Plus 84. Curcuma Plus 85. Scott's Emulsion 87. Scott's Emulsion 89. Sakatonik ABC Biolysin Scott's Emulsion Curcuma Plus Sakatonik ABC 90. Lain-lain 91. Sakatonik ABC Pencernaan anak menjadi lancar Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Nafsu makan anak meningkat 86. 88. Nafsu makan anak meningkat Vidoran Curcuma Plus Biolysin Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Curcuma Plus Fitkom Kekebalan tubuh anak meningkat Fitkom Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Lanjutan Lampiran 12. 92. Lain-lain Curcuma Plus Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 93. Curcuma Plus Scott's Emulsion Kekebalan tubuh anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat 94. Vidoran Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat 95. Lain-lain Nafsu makan anak meningkat Kekebalan tubuh anak meningkat Cerebrofort Kecerdasan otak anak meningkat Kecerdasan otak anak meningkat Anak sembuh dari penyakit yang diderita Kecerdasan otak anak meningkat Pencernaan anak menjadi lancar 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BIOGRAFI PENULIS Khristina Julita Pintani lahir di Palangkaraya, 10 Juli 1992 dan merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Pincianto dan Intan W.D. Rumbang. Penulis telah menempuh pendidikan di TK Katolik Santa Maria pada tahun 1997-1998, SDK Santo Don Bosco Palangkaraya pada tahun 1998-2004, SMPK Santo Paulus Palangkaraya pada tahun 2004-2007, SMAN 2 Palangkaraya pada tahun 2007-2010, dan sejak tahun 2010 hingga saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan S1 Farmasi Sanata Dharma. Selama menempuh jenjang pendidikan S1 Fakultas Farmasi Sanata Dharma, penulis pernah bergabung dalam beberapa kepanitiaan, yaitu sebagai koordinator seksi konsumsi dalam acara Pharmacy Days pada tahun 2012, seksi konsumsi Pelantikan Apoteker Baru XXIII pada tahun 2012, dan volunteer Kampanye Informasi Obat pada tahun 2012. Penulis juga berpartisipasi sebagai anggota tim kegiatan penyuluhan “Waspadai Demam Chikungunya’ pada tahun 2011 dan perserta Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai Dikti dengan judul “Teh Gatra “Gading Trasan” dari Tumbuh-tumbuhan Liar sebagai Suplemen bagi Penderita Diabetes, Darah Tinggi, Antioksidan” pada tahun 2012. Di luar lingkup Universitas, penulis juga berperan dalam berbagai kegiatan, yaitu sebagai Seksi Pemerhati Komisi Pemuda GKI Gejayan periode 2012-2013, koordinator seksi konsumsi Camp Kasih GKI Gejayan, seksi konsumsi Persekutuan Raya Pemuda Remaja 2012 Seklasis Yogyakarta, dan sebagai aktifis di GKI Gejayan. 92

(111)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh dimensi-dimensi religiusitas terhadap penerimaan orang tua anak autis di Bekasi Barat
0
21
127
Hubungan antara pengetahuan orang tua tentang autismedengan sikap penerimaan orang tua terhadap anak penyandang autistik
0
3
141
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orangtua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta tahun 2013.
0
3
105
Persepsi anak terhadap pola asuh orang tua studi kasus di SD Sumbang Asih, Yogyakarta
0
17
197
Pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan keharmonisan keluarga terhadap akhlak anak pada keluarga pemulung di Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung - Repository UIN Sumatera Utara Tesis Ismi Fauziah
0
0
133
hubungan pengetahuan orang tua tentang s
0
0
8
Pengaruh edukasi tentang penyakit menular seksual terhadap perilaku dalam penggunaan antibiotika pada pekerja seks komersial di lokasi pasar kembang Yogyakarta tahun 2006 - USD Repository
0
0
140
Pengaruh lingkungan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua dan jenis pekejaan orang tua : studi kasus SMA Stella Duce Bantul - USD Repository
0
6
158
Persepsi siswa, guru dan orang tua terhadap ujian nasional ditinjau dari status sekolah : studi kasus pada SMA-SMA di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
219
Bimbingan orang tua terhadap perkembangan iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki St. Yusup Bintaran Yogyakarta - USD Repository
0
2
132
Hubungan antara persepsi terhadap penerimaan orang tua dengan tingkat empati pada remaja - USD Repository
0
1
122
Pengaruh ceramah dan pemberian leaflet terhadap pemilihan dan penggunaan obat diare anak oleh orang tua di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah - USD Repository
0
0
149
Analisis penggunaan antiemetika pada pasien kemoterapi anak dan lansia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2010 - USD Repository
0
0
149
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository
0
0
117
Pengaruh karakteristik demografi terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penggunaan multivitamin pada anak di Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta tahun 2013 - USD Repository
0
1
102
Show more