PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) DALAM MATA PELAJARAN PKn TERHADAP KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI DI SD KANISIUS SENGKAN

Gratis

0
1
173
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) DALAM MATA PELAJARAN PKn TERHADAP KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI DI SD KANISIUS SENGKAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh Anissa Dwi Saputri NIM: 101134011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya sederhana ini dipersembahkan kepada: 1. Allah SWT yang selalu memberikan ridlo atas segala niat dan usahaku serta mendengarkan dan mengabulkan doaku 2. Kedua orangtua dan keluarga yang dengan penuh kasih dan kesabaran selalu mendukung dan memberikan semangat 3. Almamaterku Universitas Sanata Dharma 4. Dosen-dosen pengajarku di PGSD 5. Para sahabat yang selalu mendukung dan memberikan semangat Mempersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Real success is determined by two factors. First is faith, and second is action. Jangan menganggap kendala sebagai halangan Lihatlah kendala sebagai peluang yang menantang. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pengaruh Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam Mata Pelayaran PKn Terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Di SD Kanisius Sengkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Anissa Dwi Saputri Universitas Sanata Dharma 2014 Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang melatarbelakangi pendidikan nilai yang diterapkan di sekolah dasar. Melalui model PPR, diharapkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran PPR terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental design tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan yang terdiri dari kelas IV A sebanyak 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebanyak 27 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 35 butir item. Instrument tersebut telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas berdasarkan analisis statistik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis data dengan menggunakan uji normalitas, uji perbedaan skor pretest, perbandingan skor pretest ke posttest, perbandingan posttest dan uji besar pengaruh model pembelajaran PPR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran PPR terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,023 (atau < 0,05). Kesadaran siswa yang menggunakan model pembelajaran PPR lebih besar dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang ditunjukkan dengan selisih rata-rata sebesar 0,53. Kata kunci: model Paradigma Pedagogi Reflektif, kesadaran akan nilai globalisasi, mata pelajaran PKn. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The Impact of Reflective Pedagogic Paradigm (PPR) Learning Model for the Subject of Civics towards the Student Awareness of Globalization Value at SD Kanisius Sengkan. Yogyakarta: University of Sanata Darma. Anissa Dwi Saputri Universitas Sanata Dharma 2014 Civic education was a subject that became a background of the value of education which was employed in the elementary school. Through the PPR model, the student’s awareness of globalization value was expected to increase. This research aimed to find out the impact of Reflective Pedagogic Paradigm learning model towards the student awareness of globalization value at the grade IV of SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. This research design is quasi-experimental design of nonequivalent control group design. The subject of this research were the four graders of SD Kanisius Sengkan which consisted of 27 students of class IV A as the experimental class and 27 students of class IV B as the controlled class. The research instrument is in a form of questionnaire which consists of 35 items. The instrument had qualified for the validity and reliability which was based on the statistical analysis. Technique of collecting data on this research is by using pretest and posttest for control group and experiment group. Data analysis is using test of normality, test of pretest score difference, comparison of pretest to posttest score, posttest comparison and test for level of impact of PPR learning model. The result of this research shows that there was a effects of the use of Reflective Pedagogic Paradigm learning model towards the student awareness of globalization value which was shown in the sig value (2-tailed) of 0,023 (or < 0,05). 2). Students employing PPR study method awareness is higher compared to students employing conventional study method’s, which is showcased by the 0,53 average among them. Keywords: model of Reflective Pedagogic Paradigm, awareness of globalization value, subject of Civic. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam Mata Pelajaran PKn Terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Di SD Kanisius Sengkan” ditulis sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 3. Drs. Paulus Wahana, M.Hum., selaku dosen pembimbing I yang telah bersedia memberikan bimbingan, masukan serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. 4. Elisabeth Desiana Mayasari S.Psi., M.A. selaku dosen pembimbing II yang telah bersedia memberikan bimbingan, masukan serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. 5. M. Sri Wartini, selaku kepala sekolah SD Kanisius Sengkan yang telah mengijinkan peneliti mengadakan penelitian. 6. Maria Karma S.Pd. selaku guru mitra yang banyak membantu proses penelitian di SD Kanisius Sengkan. 7. Siswa siswi kelas IV SD Kanisius Sengkan yang membantu menjadi subjek penelitian ini. 8. Kedua orangtua yang kukasihi, Sapto Margono dan Titin Agustiningsih yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah dan selalu memberikan doa serta memotivasi dalam pembuatan skripsi ini. 9. Putri Anggraeni atas doa serta dukungannya. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Muhammad Taufik Al-Kindi atas perhatian, semangat, motivasi dan doanya. 11. Teman-teman satu kelompok payung yang banyak memberikan masukan dan bantuan kepada peneliti dalam melakukan penelitian dan memberikan dukungan dalam mengerjakan skripsi ini. 12. Teman-teman PGSD tercinta kelas C angkatan 2010 terimakasih atas kebersamaan dan keceriannya. 13. Teman-teman PPL SD Kanisius Sengkan untuk bantuan dan semangat menyelesaikan skripsi ini. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu, penulis ucapkan terimakasih. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Besar harapan penulisan karya ilmiah ini berguna bagi pembaca. Penulis. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................... vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 8 1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................... 9 1.4 Manfaat Penelitian .................................................................... 9 1.4.1 Bagi Peneliti ................................................................. 9 1.4.2 Bagi Guru ..................................................................... 9 1.4.3 Bagi Siswa .................................................................... 10 1.4.4 Bagi Sekolah ................................................................. 10 1.5 Definisi Operasional ................................................................. 10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka................................................................................... 12 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung.................................................. 12 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.1 PKn Sebagai Pendidikan Nilai ................................. 12 2.1.1.2 Kesadaran................................................................ 17 2.1.1.3 Nilai ........................................................................ 18 2.1.1.4 Globalisasi .............................................................. 21 2.1.1.5 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi ........................... 26 2.1.1.6 Indikator Kesadaran ................................................ 27 2.1.1.7 Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif ................ 27 2.1.1.8 Langkah-langkah dalam Pembelajaran PPR ............. 28 2.1.1.9 Kelebihan dan Keuntungan PPR .............................. 29 2.1.1.10 Tantangan dalam Penerapan PPR ............................ 30 2.1.1.11 Tujuan PPR ............................................................. 31 2.1.1.12 Pembelajaran Berpola PPR ...................................... 32 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan ................................................ 33 2.1.2.1 Penelitian Tentang PPR ........................................... 33 2.1.2.2 Penelitian Tentang Globalisasi ................................ 35 2.2 Kerangka Berpikir .......................................................................... 36 2.3 Hipotesis ........................................................................................ 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ............................................................................... 39 3.2 Waktu dan tempat penelitian .......................................................... 40 3.2.1 Waktu Penelitian .............................................................. 40 3.2.2 Tempat Penelitian ............................................................ 41 3.3 Populasi dan Sampel....................................................................... 41 3.4 Variabel Penelitian ......................................................................... 42 3.5 Teknik Pengumpulan Data.............................................................. 42 3.6 Instrumen Penelitian ....................................................................... 46 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ........................................................... 48 3.8 3.7.1 Penentuan Validitas.......................................................... 48 3.7.2 Reliabilitas ....................................................................... 50 Teknik Analisis Data ...................................................................... 51 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.1 Uji Normalitas ................................................................. 51 3.8.2 Uji Statistik ...................................................................... 52 3.8.2.1 Uji Homogenitas................................................ 52 3.8.2.2 Uji Perbedaan Pretest ........................................ 52 3.8.2.3 Uji Pengaruh Perlakuan ..................................... 53 3.8.2.4 Uji Perbedaan Dari Pretest ke Posttest ............... 54 3.8.2.5 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest .................... 54 3.8.2.6 Uji Besar Pengaruh Model PPR ......................... 55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian .............................................................................. 57 4.1.1 Uji Prasyarat atau Uji Asumsi .......................................... 57 4.1.1.1 Uji Normalitas ................................................... 58 4.1.1.2 Uji Homogenitas ................................................ 59 4.1.2 Uji Statistik ...................................................................... 60 4.1.2.1 Perbandingan Skor Pretest .................................... 60 4.1.2.2 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest ................. 61 4.1.2.3 Perbandingan Skor Posttest .................................. 66 4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif .............................. 67 4.2 Pembahasan.................................................................................... 68 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .................................................................................... 71 5.2 Keterbatasan Penelitian .................................................................. 72 5.3 Saran .............................................................................................. 72 DAFTAR REFERENSI ................................................................................ 73 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL JUDUL TABEL HALAMAN Tabel 1 Jadwal Penelitian ......................................................................... 41 Tabel 2 Kisi-kisi Kuesioner Kesadaran Siswa Terhadap Nilai Globalisasi Sebelum Validitas ........................................................................ 44 Tabel 3 Kuesioner Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi..................... 47 Tabel 4 Hasil Perhitungan Validitas ......................................................... 49 Tabel 5 Kriteria Koefisien Reliabilitas ...................................................... 50 Tabel 6 Perhitungan Reliabilitas ............................................................... 50 Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Kesadaran Siswa......................................... 58 Tabel 8 Hasil Uji Homogenitas ................................................................ 60 Tabel 9 Perbandingan Skor Pretest Kesadaran Siswa ............................... 61 Tabel 10 Perbandingan Rata-rata Selisih Pretest Kontrol dan Eksperimen .. 63 Tabel 11 Perbandingan Rata-rata Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol Dan Eksperimen ......................................................................... 64 Tabel 12 Selisih Hasil Selisih Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Eksperimen ........................................................................... 64 Tabel 13 Harga Sig (2-tailed) Selisih hasil selisih Pretest dan Posttest ....... 65 Tabel 14 Perbandingan Skor Posttest Kesadaran Siswa .............................. 66 Tabel 15 Uji Besar Pengaruh Terhadap Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi................................................................................... 67 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Hubungan Nilai, Sikap dan Perilaku ......................................... 20 Gambar 2 Peta Konsep Pelaksanaan PPR .................................................. 29 Gambar 3 Literatur Map Penelitian Sebelumnya ....................................... 36 Gambar 4 Desain Penelitian ...................................................................... 39 Gambar 5 Pemetaan Variabel .................................................................... 42 Gambar 6 Grafik Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan eksperimen ......................................................................... 67 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Pembelajaran ......................................................... 77 Lampiran 2 RPP Kelompok Eksperimen Pertemuan Pertama ................ 81 Lampiran 3 RPP Kelompok Eksperimen Pertemuan Kedua .................. 92 Lampiran 4 RPP Kelompok Eksperimen Pertemuan Ketiga .................. 102 Lampiran 5 RPP Kelompok Eksperimen Pertemuan Keempat .............. 110 Lampiran 6 RPP Kelompok Kontrol ..................................................... 123 Lampiran 7 Validasi Instrumen Penelitian ............................................ 126 Lampiran 8 Instrumen Pengumpulan Data ............................................ 127 Lampiran 9 Skor Pretest Kelompok Kontrol ......................................... 132 Lampiran 10 Skor Posttest Kelompok Kontrol ........................................ 133 Lampiran 11 Skor Pretest Kelompok Eksperimen ................................... 134 Lampiran 12 Skor Posttest Kelompok Eksperimen ................................. 135 Lampiran 13 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen .......................................................................... 136 Lampiran 14 Hasil Uji Normalitas .......................................................... 138 Lampiran 15 Hasil Uji Homogenitas....................................................... 140 Lampiran 16 Perbandingan Skor Pretest ................................................. 141 Lampiran 16 Hasil Uji Kenaikan Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen ...................................................... 142 Lampiran 17 Hasil Posttest ..................................................................... 144 Lampiran 18 Perhitungan Hasil Uji Pengaruh PPR ................................. 145 Lampiran 19 Lembar Kuesioner Validitas Siswa .................................... 146 Lampiran 20 Lembar Kuesioner Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol 148 Lampiran 21 Lembar Kuesioner Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen........................................................................ 149 Lampiran 22 Lembar Refleksi Siswa ...................................................... 152 Lampiran 23 Foto-foto Penelitian ........................................................... 153 Lampiran 24 Surat Ijin Penelitian ........................................................... 154 Lampiran 25 Surat Keterangan Penelitian ............................................... 155 Lampiran 26 Daftar Riwayat hidup ......................................................... 156 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini peneliti membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi operasional. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan seseorang dimulai dari hal kecil di lingkungan tidak formal yaitu di dalam keluarga dan dilanjutkan di lingkungan formal yaitu sekolah. Pengetahuan dan keterampilan baru diperoleh anak pada masa sekolah dasar melalui kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia pendidikan. Pendidikan yang berlangsung tentu saja melibatkan banyak komponen, yaitu siswa, guru atau pendidik dan materi pendidikan (hasil wawancara dengan guru, 17 Januari 2014). Materi pendidikan dikemas sedemikian hingga yang bertujuan memberikan pengetahuan secara luas bagi siswa. Pada dasarnya materi dan kegiatan pembelajaran yang berlangsung tidak hanya memberikan materi semata. Salah satunya yaitu materi Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Sekolah Dasar. Menurut Undang Undang (UU) No 20/2003 Pasal 1 Ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa. Salah satu tantangan yang dialami oleh guru yaitu bagaimana untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pendidikan yang dijelaskan di atas. Untuk 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mencapai tujuan dari pendidikan sendiri, perlu adanya upaya-upaya dalam kegiatan pembelajaran. Guru perlu memperhatikan empat aspek, yaitu aspek nilainilai, nilai-nilai masukan, nilai proses, dan yang terakhir yaitu nilai keluaran (Kusuma, 2010). Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran pokok selain Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Matematika. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sendiri selalu ada mulai dari kelas bawah (kelas satu) sampai kelas tertinggi (kelas enam) di Sekolah Dasar. Pendidikan Kewarganegaaran (PKn) diajarkan pada siswa supaya siswa memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan siswa mempunyai pola pikir, sikap dan perilaku berdasarkan Pancasila (Kusuma, 2010). Ada banyak sekali nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewargaranegaraan, salah satunya yaitu nilai globalisasi. Nilai merupakan sesuatu yang berharga, maka dari itu perlu ditanamkan supaya siswa mempunyai kesadaran akan nilai yang berguna dalam kehidupan mereka (Kusuma, 2010). Pendidikan Kewarganegaraan sebagai latar belakang pendidikan nilai memberikan pengajaran guna menyiapkan siswa menjadi warga negara yang baik berdasarkan nilai dan kaidah dalam masyarakat (Kusuma, 2010). Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat menyadarkan siswa akan pentingnya nilai yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya menyadari akan nilai tersebut, tetapi siswa juga dapat mewujudkan atau mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya nilai yang terkandung dalam Pendidikan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Kewarganegaraan (PKn) merupakan nilai yang selalu ada dalam kehidupan (Chamim, 2004). Materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan pembelajaran dengan model pendidikan berbasis nilai. Pendidikan berbasis nilai merupakan sebuah upaya alternatif yang diperlukan siswa dalam menghadapi globalisasi yang berlangsung saat ini maupun dimasa yang akan datang (Bestari, 2008). Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan pusat dari pendidikan nilai yang ada di Sekolah Dasar (SD). Pendidikan nilai bukan hanya sebuah pembelajaran dimana hanya terjadi transfer ilmu atau isi dari sebuah niai pada siswa. Pendidikan nilai dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) haruslah dimaknai sebagai upaya mengembangkan nilai yang ada dalam diri siswa (Kusuma, 2010). Globalisasi merupakan salah satu materi pembelajaran yang ada dalam mata pelajaran PKn untuk siswa kelas empat. Pendidikan globalisasi diajarkan pada siswa dengan tujuan siswa mempunyai cara untuk bersikap menghadapi globalisasi. Pendidikan globalisasi diharapkan mampu menyaring sikap dan tindakan siswa supaya tidak melenceng dari budaya Indonesia. Globalisasi mempunyai banyak pengaruh terhadap sikap bagi siswa, karena siswa belum mampu menyaring berbagai macam informasi dengan tepat dari informasi yang didapat. Maka dari itu, diadakannya pendidikan nilai bagi siswa, khususnya nilai globalisasi. Materi globalisasi yang ada dalam Pendidikan Kewarganegaraan mengajarkan siswa untuk menumbuhkan kesadaran dalam dirinya terhadap globalisasi yang ada dan akan dihadapinya. Pendidikan ini membuka kesadaran

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 siswa akan adanya pengaruh positif dan pengaruh negatif dari globalisasi. Siswa diharapkan mampu menyaring informasi dari perkembangan yang ada dalam globalisasi untuk kehidupannya kelak. Kesadaran akan globalisasi juga membuat siswa menjadi menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila serta melestarikan jati diri dan harga diri bangsa Indonesia. Peneliti sudah melakukan kegiatan observasi tidak tertulis dan wawancara tidak terstruktur pada siswa untuk melihat bagaimana kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 15 dari 35 siswa kelas empat asyik mengobrol dengan temannya saat pelajaran PKn berlangsung. Selain itu diperkirakan bahwa siswa kelas V yang sudah mendapat materi tentang globalisasi belum bisa mengaplikasikan nilai globalisasi ke dalam kehidupan mereka. Hal ini terlihat dari gaya mereka berbicara dan berpakaian (menggunakan aksesoris, khususnya anak perempuan). Banyak sebagian dari siswa bergaya dan berbicara dengan gaya K-pop yang sekarang sedang marak dibicarakan. Selain itu baju yang dikenakan siswa terkesan seksi (terutama untuk anak perempuan), rok yang mereka kenakan di atas lutut. Siswa laki-laki juga banyak yang mengeluarkan pakaiannya (tidak dimasukan dan menggunakan sabuk). Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan pada siswa kelas V, mereka tidak mau memasukan bajunya dan menganggap jika mereka berpakaian seperti itu dianggap gaul dan seperti sinetron yang ada di televisi. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung juga belum menerapkan model PPR secara keseluruhan. Guru masih cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional dan ceramah. Guru melewatkan aspek aksi dan refleksi selama

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 kegiatan pembelajaran berlangsung. Sehingga PPR belum benar-benar diterapkan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Salah satu kendala yang dialami guru yaitu guru harus berfikir bagaimana supaya pendidikan nilai yang diberikan pada siswa bisa tepat sasaran. Pembelajaran konvensional atau tradisional sampai saat ini masih digunakan oleh beberapa guru. Terlebih lagi guru yang ada di pedalaman dan sudah lanjut usia yang tidak mau dipusingkan oleh cara mengajarnya. Pembelajaran konvensional lebih dikenal dengan pembelajaran transfer ilmu dari guru pada siswa. Pembelajaran konvensional hampir tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapat pengalaman langsung karena siswa hanya duduk mendengarkan apa yang dijelaskan guru. Akibatnya, kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam PKn tidak akan terlihat, atau bahkan sama sekali tidak ada. Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir untuk mengembangkan manusia menjadi manusia yang bernilai (Subagya, 2008). Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) bisa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran PKn untuk menyampaikan pendidikan nilai pada siswa. Keunggulan Paradigma Pedagogi Reflektif yaitu siswa dan guru menjadi belajar untuk mengembangkan kepribadiannya secara utuh serta mengasah kepekaan hati nurani dan penuh bela rasa bagi sesama (Subagya, 2008). Untuk merealisasikan keunggulan tersebut, para ahli biasa menyebutnya dengan 3C, yaitu Competence, Conscience dan Compassion. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif menawarkan sebuah inovasi pembelajaran dimana di dalam pembelajaran tersebut terdapat konteks,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi (Subagya, 2008). Ini merupakan salah satu keunggulan Paradigma Pedagogi Reflektif yang tidak dimiliki dalam pembelajaran konvensional. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif sangat memperhatikan bagaimana konteks siswa dalam pelaksanaannya. Pengalaman bagi siswa selama pembelajaran juga ditekankan supaya siswa dapat terlibat langsung. Pengalaman ini diberikan dengan maksud siswa dapat menemukan sendiri nilai-nilai yang sedang mereka pelajari. Kemudian guru memberikan refleksi atas pengalaman dimana refleksi tersebut dilakukan supaya siswa dapat memahami akan nilai yang sudah dipelajarinya. Pemahaman akan nilai tersebut selanjutnya menjadi rumusan bagi tindakan siswa selanjutnya dalam kegiatan aksi, barulah guru dapat mengevaluasinya. Kegiatan evaluasi yang dilakukan guru tidak hanya dalam ranah kognitif saja, tetapi juga melihat pribadi siswa, apakah siswa mengalami perkembangan setelah mengikuti pembelajaran atau tidak (Subagya, 2008). Pendidikan nilai diharapkan ditanamkan sedini mungkin pada siswa. Selain itu pendidikan nilai diharapkan dapat tepat sasaran, sehingga hasil dari pendidikan nilai dapat dilihat secepat atau sedini mungkin. Bukan tidak mungkin siswa kelas satu sudah mampu memaknai dan mengaplikasikan sebuah nilai jika guru menyampaikannya secara tepat atau menggunakan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran konvensional belum dapat dikatakan tepat jika diimplementasikan dalam pembelajaran guna menanamkan nilai pada siswa. Guru baru bisa melihat apakah siswa sudah mampu memaknai pendidikan nilai ketika siswa tersebut sudah berada di SMP atau bahkan SMA. Menggunakan model

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 konvensional susah sekali untuk melihat hasil dari pendidikan nilai atau bahkan hasil dari pendidikan nilai tersebut sama sekali tidak ada (Kusuma, 2010). Seperti yang sudah jelaskan di atas bahwa pembelajaran konvensional sifatnya hanya memaparkan apa yang dipikirkan oleh guru atau sering kita sebut sebagai metode ceramah. Menurut saya, ketika guru menggunakan metode ceramah itu hanya akan memberikan informasi kognitif saja. Guru kurang memperhatikan perkembangan siswa dalam aspek bela rasa bagi sesama dan hati nurani. Guru yang pembelajarannya menggunakan Pedagogi Reflektif maka guru tersebut juga akan mengajarkan pada siswanya tentang bela rasa bagi sesama dan hati nurani. Pembelajaran yang seperti ini merupakan pembelajaran yang dapat dikatakan bahwa pendidikan nilai yang ditanamkan pada siswa berhasil (Subagya, 2010). Dari paparan di atas solusi yang dapat digunakan yaitu peneliti ingin menerapkan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang diduga dan diharapkan dapat membangkitkan atau meningkatkan kesadaran siswa. Selain itu model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) juga diharapkan mampu menanamkan nilai globalisasi dalam diri siswa. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) akan membantu siswa untuk menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Nilai globalisasi merupakan sikap atau tingkah laku siwa terhadap pengaruh global yang saat ini sedang berlangsung. Paradigma Pedagogi Reflektif membantu siswa menemukan sendiri melalui pengalaman yang dibantu refleksi bersama guru dan melakukan

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 aksinya dalam kehidupan sehari-hari. PPR juga diharapkan mampu membantu siswa menemukan dan mengembangkan nilai-nilai yang ada dalam PKn. Penelitian ini hanya akan dibatasi pada pengaruh penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif terhadap kesadaran akan nilai globalisasi dan mengetahui perbandingan penggunaan PPR dengan metode konvensional dalam meningkatkan kesadaran akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn materi pengaruh globalisasi siswa kelas IV SDK Sengkan pada semester genap Tahun Pelajaran 2012-2013. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: 1.2.1 Apakah model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kesadaran akan nilai globalisasi siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013? 1.2.2 Apakah peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional? (PPR) lebih besar

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini yaitu: 1.3.1 Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif terhadap peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013. 1.3.2 Untuk mengetahui peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi melalui model pembelajaran PPR lebih besar dibandingan dengan pembelajaran konvensional. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Peneliti: 1.4.1.1 Peneliti dapat membuktikan pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) . 1.4.1.2 Peneliti mendapatkan pengalaman baru dalam merancang pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 1.4.1.3 Menjadi inspirasi bagi peneliti dalam melakukan pembelajaran di kelas. 1.4.2 Bagi Guru: 1.4.2.1 Guru mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan PKn menggunakan model pembelajaran

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pembelajaran lainnya. 1.4.2.2 Guru mendapatkan tambahan wawasan mengenai model pembelajaran di kelas. 1.4.3 Bagi Siswa: 1.4.3.1 Siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 1.4.3.2 Siswa memperoleh kegiatan belajar yang menyenangkan. 1.4.4 Bagi sekolah: Laporan penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber bacaan yang meningkatkan wawasan para warga sekolah. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Siswa SD adalah anak kelas IV yang sekolah di SD Kanisius Sengkan. 1.5.2 Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan sebuah pola pikir dalam menumbuhkan dan mengembangkan pribadi siswa menjadi pribadi yang mempunyai nilai kemanusiaan (hati nurani serta bela rasa terhadap sesama). 1.5.3 Kesadaran akan nilai yaitu kesadaran berbagai hal yang berkaitan dengan nilai serta menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuannya. 1.5.4 Pendidikan kewarganegaraan (PKn) merupakan sebuah mata pelajaran yang ada di SD Kelas IV yang mempelajari kesadaran bela negara dan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 memiliki pola pikir, sikap dan perilaku sebagai pola tindakan cinta tanah air berdasarkan pancasila. 1.5.5 Globalisasi yaitu proses menyatunya seluruh warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi sebuah kelompok masyarakat.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab II landasan teori ini, berisi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai nilai dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), serta teori-teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya yang dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis berupa dugaan sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung 2.1.1.1 PKn Sebagai Pendidikan Nilai Amerika Serikat merupakan Negara asal dikembangkannya civics dan civic Education. Civics dan Civic Education kemudian dikaitkan juga dengan istilah lain tentang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang menjadi salah satu isu penting dunia yaitu Citizenship Education. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan perluasan dari mata pelajaran civics dimana Pendidikan Kewarganegaraan lebih berorientasi pada praktik warga negara. Maka dari itu Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan supaya siswa memiliki wawasan dan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, sikap dan perilaku sebagai tindakan cinta tanah air berdasarkan pancasila (Aziz & Sapriya, 2011). Kewarganegaraan dalam bahasa Inggris disebut juga Civic jika ilmu kewarganegaraan disebut Civic Education. Menurut Undang-Undang Nomor 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional tentang dasar fungsi dan tujuan pendidikan pasal 2 dikatakan (Darmadi, 2010) : “Pendidikan Nasional 12

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945”. Selanjutnya pasal 3 dikatakan : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Pada dasarnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan sebuah mata pelajaran yang tidak akan terlepas dari siswa. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) selalu ada sejak siswa duduk di bangku Sekolah Dasar, bahkan hingga di perguruan tinggi pun akan selalu kita temukan. Menurut Amin (2008) Pendidikan Kewarganegaraan yaitu usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar masa datang menjadi patriot pembela bangsa dan negara. Patriot pembela bangsa dan negara ialah pemimpin yang mempunyai kecintaan, kesetiaan, serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air melalui bidang profesinya masing-masing. Sementara menurut Chamim (2004), Pendidikan Kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia berarti pendidikan pengetahuan, sikap mental, nilai-nilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi sehingga terwujud masyarakat yang demokratis dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, serta demokratis. Menurut Winarno (2013) misi dari Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimasa sekarang ini memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu: (1) PKn sebagai pendidikan politik, (2) PKn sebagai pendidikan nilai, (3) PKn sebagai pendidikan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 nasionalisme, (4) PKn sebagai pendidikan hukum, (5) PKn sebagai pendidikan multukultural, (6) PKn sebagai pendidikan resolusi konflik. PKn sebagai pendidikan politik disini berarti bahwa program pendidikan PKn memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga negara yang memiki pengetahuan polotik dan kesadaran politik. PKn sebagai pendidikan nilai dimaksudkan bahwa melalui pembelajaran PKn diharapkan dapat menanamkan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh bangsa dan negara pada siswa (Kusuma, 2010). Melalui PKn pula diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai kebangsaan atau nasionalisme siswa, sehingga siswa lebih mencintai dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Pendidikan nilai perlu ditanamkan dengan baik pada siswa sehingga harapan dari pendidikan nilai tersebut dapat benar-benar terlaksana atau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan nilai sangat perlu diterapkan karena nilai sendiri yang akan menjadi dasar seseorang untuk bertindak. PKn sebagai pendidikan hukum berarti bahwa PKn memberikan pengarahan bagi siswa supaya siswa mempunyai kesadaran hukum yang tinggi. PKn sebagai pendidikan multikultural berarti bahwa PKn diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan sikap toleran terhadap sesama karena siswa hidup di lingkungan multikultural. Terakhir yaitu PKn sebagai pendidikan resolusi dimana PKn membina siswa untuk mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang tepat. Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia bertujuan untuk menghasilkan siswa yang demokratis, dimana siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang cerdas dan memanfaatkan kecerdasannya sebagai warga negara untuk kemajuan

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 bagi dirinya dan lingkungannya. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, siswa juga diharapkan mampu untuk memahami, menganalisis, dan menjawab masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945 (Kusuma & Susatim: 2010). Pendidikan Kewargaraan yang berhasil diterapkan akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh tanggung jawab dalam diri siswa. Sikap tersebut diharapkan disertai dengan perilaku-perilaku yang sesuai yaitu: (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa, (b) berbudi pekerti luhur, disiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, (c) rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, (d) bersifat profesional, yang dijiwai oleh kesadaran bela negara, (e) aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara (Kusuma & Susatim: 2010). Menurut Mulyana (2004) pendidikan nilai dimaknai sebagai: (a) penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada seseorang, (b) bantuan terhadap siswa, agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta penempatanya secara integral dalam keseluruhan hidupnya, (c) pengajaran atau bimbingan kepada siswa agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai dimaknai sebagai model pendidikan yang berlandaskan pada nilai (nilai agama, sosial, budaya, pendidikan, dan nilai kebangsaan atau nasionalisme). Pendidikan Kewarganegaraan berbasis

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 nilai ditujukan kepada pembinaan kepribadian utuh, matang dan produktif dalam diri siswa. Selain itu Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai juga diharapkan menghasilkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang diinginkan atau yang tercermin dalam diri siswa dengan cara membimbing perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut (Kusuma & Susatim: 2010). Nilai yang dimaksud dalam Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai yaitu meyakinkan siswa bertindak atas dasar pilihannya sendiri (tanpa pengaruh orang lain). Nilai juga dijadikan patokan normatif yang dapat mempengaruhi siswa dalam menentukan pilihannya diantara cara-cara tindakan alternatif. Terakhir, nilai diharapkan dapat meningkatkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Pendidikan nilai merupakan sebuah proses dalam upaya membantu siswa mengekspresikan nilai-nilai yang ada melalui pengujian kritis, sehingga siswa dimungkinkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas berpikir serta perasaannya. Menurut Somantri (2001) mengemukakan bahwa tujuan PKn di Indonesia akan tercapai lewat the great ought-nya, yaitu dengan menanamkan konsep dan sistem nilai yang sudah di anggap baik sebagai titik tolak untuk menumbuhkan warga negara yang baik. Pendidikan berbasis nilai mencakup keseluruhan aspek sebagai alternatif pengajaran pada siswa. Tujuannya yaitu supaya siswa menyadari nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten. Materi PKn yang ada di Sekolah Dasar merupakan upaya yang diperlukan siswa dalam menghadapi tantangan globalisasi

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 yang sedang terjadi saat ini maupun yang akan datang. Melalui pendidikan nilai, diharapkan siswa mampu meningkatkan kesadaran akan nilai yang dapat digunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran berbasis nilai memiliki tujuan untuk menjadi acuan atau petunjuk yang terpola bagi guru dalam membina siswanya (Kusuma & Susatim: 2010). Siswa diharapkan dapat memiliki tatanan nilai melalui pendekatan klarifikasi nilai dan nilai-nilai yang berkaitan dengan kegiatan seharihari. Siswa juga diharapkan mampu memaknai nilai yang ada sehingga siswa dapat beraktivitas menggunakan proses nilai dan membantu siswa menerapkan proses nilai. Berdasarkan penjelasan di atas, tentang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai pendidikan nilai, dapat saya simpulkan bahwa pendidikan nilai dapat mengimplikasikan perubahan-perubahan melalui informasi, keterampilan baru, perubahan dari segi afektif yang sangat berhubungan dengan perasaan, sikap dan emosi. Pendidikan nilai diadakan dengan tujuan untuk membantu siswa dalam berubah atau merubah tindakan dan tingkah laku siswa sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan. Selain itu pendidikan nilai diberikan pada siswa dengan membantu siswa untuk meningkatkan kesadaran akan nilai yang ada. 2.1.1.2 Kesadaran Menurut Widjaja (1984) kesadaran merupakan sikap atau perilaku mengetahui atau mengerti taat dan patuh pada peraturan dan ketentuan perundangan yang ada serta mengetahui atau mengerti, taat dan patuh pada adat

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 istiadat dan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1983: 1820) kesadaran mempunyai arti: (1) keinsafan: keadaan mengerti: akan harga dirinya timbul karena ia diperlakukan secara tidak adil, (2) hal yang dirasakan atau dipahami oleh seseorang. Menurut Suhatman (2009) dalam skripsi Esthi (2013) kesadaran merupakan unsur yang ada dalam diri manusia untuk memahami kenyataan atau realitas dan bagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas. Menurut Zubair (1987) kesadaran moral merupakan faktor penting untuk memungkinkan tindakan setiap individu selalu bermoral, berperilaku susila dan tindakannya akan sesuai dengan norma yang berlaku. Dapat saya simpulkan bahwa kesadaran merupakan sikap seseorang karena mengetahui atau mengerti dan menimbulkan rasa sadar dalam diri orang tersebut sehingga dia mampu memahami suatu hal dengan baik. 2.1.1.3 Nilai Syahrial (2011) mengatakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang berharga, berguna, indah, memperkarya batin dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Sedangkan Wahana (2004) berpendapat bahwa nilai yaitu kualitas dimana nilai tersebut memiliki daya tarik serta dasar bagi tindakan manusia serta untuk mendorong manusia untuk mewujudkannya, karena nilai memiliki kesesuaian dengan kecenderungan kodrat manusia. Berdasarkan dua pendapat di atas, saya menyimpulkan bahwa nilai merupakan sesuatu yang berharga dan mempunyai kualitas tinggi yang menjadi dasar tindakan manusia.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Nilai mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai dasar pembentukan diri manusia berdasarkan tindakannya (Wahana, 2004). Setiap orang memiliki caranya masing-masing yang berbeda-beda dalam memahami nilai yang ada. Dalam perwujudannya nilai tidak berada pada dirinya sendiri, nilai selalu tampak pada kita berada pada pembawa nilai atau objek yang bernilai. Pembawa nilai disini merupakan sebuah objek yang nyata. Nilai tidak dapat dirasakan hanya dengan pikiran, karena pada dasarnya pikiran itu buta terhadap nilai. Nilai dapat kita rasakan melalui intuisi emosional (penangkapan dan pemahaman secara langsung dengan perasaan emosi) (Wahana: 2004). Menangkap dan memahami nilai, kita dapat merasakan hal yang sebenarnya secara terang dan jelas. Menangkap nilai dapat diketahui hanya melalui tindakan kita, karena pada dasarnya pengetahuan manusia tumbuh dan matang dalam proses tindakan. Satu-satunya sarana manusia dalam memahami nilai adalah melalui hati (Wahana: 2004). Hati manusia merupakan kesejajaran yang tepat antara keteraturan hati yang sifatnya apriori dengan nilai yang sifatnya hierarkis objektif. Melalui hati, manusia mempunyai analog yang tepat dengan pikiran meskipun tidak dipinjam dari logika pikiran. Dalam hati terdapat hukum yang tertulis yang berhubungan dengan rencana yang sesuai dengan dunia yang dibangun, yaitu dunia nilai (Wahana: 2004). Manusia harus mempunyai sikap yang sebaikbaiknya terhadap nilai. Nilai haruslah dicintai dan diwujudkan dalam diri sesuai dengan tingkatan tinggi rendahnya. Nilai yang memiliki tingkatan tertinggi haruslah didahulukan daripada nilai yang tingkatannya lebih rendah.

(37) 20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nilai memiliki peranan sebagai dasar dalam setiap tindakan manusia. Nilai juga menjadi dasar untuk mendorong manusia mewujudkan nilai yang ditemukannya dalam setiap tindakannya. Adanya nilai positif membuat orang untuk terdorong melakukan atau bertindak sesuai nilai untuk mewujudkannya dalam realitas. Nilai-nilai yang diwujudkan dalam tindakan manusia menjadi dasar dan arah bagi pembentukan dirinya. Manusia tidak hanya mampu untuk memilih dan berfikir, sehingga manusia bisa mewujudkan nilai positif dan menghapuskan nilai negatif dalam dirinya melalui tindakan-tindakannya. Menurut Wahana (2004) ada lima tipe person bernilai sebagai pembentukkan manusia serta memiliki hubungan dengan hierarki nilai yaitu: (1) nilai kesenangan artis, (2) nilai kegunaan pemimpin, (3) nilai kehidupan pahlawan, (4) nilai spiritual jenius, (5) nilai kekudusan santo. Nilai merupakan acuan atau patokan dalam menentukan sikap seseorang, sedangkan sikap menjadi acuan dalam bertingkah laku (Adisusilo: 2012), seperti dijelaskan dalam gambar di bawah ini: Gambar 1. Hubungan nilai, sikap dan perilaku Pola sikap Kepribadian seseorang/ kelompok Nilai Pola tingkah laku Jadi nilai merupakan sesuatu yang berharga dan patut untuk diperjuangkan. Alasan mengapa nilai patut untuk diperjuangkan karena nilai merupakan dasar dari sikap seseorang untuk membentuk tingkah laku yang

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 nantinya menjadi pribadi individu tersebut. Jadi nilai harus diperjuangkan dan dipertahankan. 2.1.1.4 Globalisasi Menurut Sumiati dan Bestari (2008) globalisasi berasal dari kata globe yang berarti bola bumi atau tiruan dari dunia. Kata globe menjadi global yang berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan. Jadi globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat (Sumiati & Bestari, 2008). Globalisasi membawa perbedaan yang sangat jelas dalam kehidupan manusia. Perbedaan itu membawa kemajuan berbagai bidang mulai dari ekonomi, budaya, dan masih banyak lagi terutama dalam bidang iptek. Globalisasi merupakan proses antar individu atau kelompok dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Proses tersebut pastilah ada faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Faktor penyebab globalisasi tidak hanya faktor dari luar (ekstern), tetapi juga faktor dari dalam (intern). Faktor ekstern munculnya globalisasi berasal dari luar negeri yang mengakibatkan perkembangan dunia semakin pesat (Sumiati & Bestari, 2008). Faktor ekstern yang menyebabkan adanya globalisasi yaitu (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang menyebabkan kemudahan dan membuat manusia menjadi dimudahkan dalam segala hal, (2) penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih, memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun, (3) adanya kesepakatan pasar

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 bebas, (4) pembaruan di berbagai bidang yang dilakukan negara-negara di dunia mempengaruhi negara lain untuk mengadupsi atau meniru hal yang sama, (5) keberhasilan perjuangan demokrasi di berbagai negara di dunia sedikit banyak memberi inspirasi bagi munculnya tuntutan transparasi dan globalisasi di sebuah negara. Faktor intern penyebab adanya globalisasi merupakan faktor yang berasal dari dalam negeri. Faktor tersebut yaitu: (1) ketergantungan sebuah negara terhadap negara-negara lain di dunia karena merasa bahwa negaranya tersebut belum bisa atau belum mampu untuk berkembang sendiri sehingga mereka tergantung oleh negara lain yang lebih maju dan berkembang, (2) kebebasan pers. Adanya kebebasan pers menyebabkan tiap-tiap orang berhak untuk melakukan apa yang mereka sukai, sehingga banyak diantara mereka yang meniru apa yang mereka lihat, (3) berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan, (4) munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat, (5) berkembangnya pola pikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat. Globaliisasi yang terjadi mengakibatkan banyak perubahan dalam berbagai bidang atau aspek dalam sebuah negara. Salah satunya yaitu membawa dampak dalam bidang ekonomi dan juga sosial budaya. Ada empat dampak positif yang disebabkan oleh globalisasi dalam bidang ekonomi (Djamin & Zulkarnain, 1994). Dampak positif yang pertama yaitu produksi global dapat ditingkatkan sehingga meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara. Kedua, meluaskan pasar untuk produksi dalam negeri. Para pedagang dan pengrajin dapat dengan mudah memasarkan hasil mereka di dalam dan luar negeri dengan cepat dan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 mudah. Dampak positif yang ketiga yaitu dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik. Para petani padi misalnya, dapat dengan mudah membajak sawah mereka menggunakan traktor. Petani tidak perlu lagi menggunakan kerbau yang memakan waktu lama dan hasil yang kurang maksimal dibandingkan menggunakan traktor. Dampak positif globalisasi yang terakhir yaitu menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi. Globalisasi juga berdampak negatif dalam bidang ekonomi. Ada dua dampak negatif dalam bidang ekonomi (Djamin & Zulkarnain, 1994). Dampak yang pertama yaitu karena perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang menjadi lebih bebas, dapat menghambat pertumbuhan sektor industri. Masuknya barang-barang yang berasal dari luar negeri yang mempunyai kualitas lebih baik membuat masyarakat dalam negeri lebih memilih produk luar negeri. Akibatnya barang-barang industri yang berasal dari dalam negeri menjadi terabaikan dan lambat laun menjadi hilang. Dampak negatif yang kedua yaitu dapat memperburuk neraca pembayaran. Sektor keuangan semakin tidak stabil dan mengakibatkan memperburuknya proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain dalam bidang ekonomi, globalisasi juga berdampak dalam bidang sosial budaya. Ada enam dampak positif dari globalisasi terhadap sosial budaya (Moedjanto, 1995). Dampak positif yang pertama yaitu mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek yang begitu pesat memudahkan tiap-tiap individu mengakses dan mendapatkan informasi secara mudah dan cepat. Kedua, mudah melakukan komunikasi. Jika pada jaman dahulu kita menggunakan surat untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh dan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 memerlukan waktu hingga berhari-hari, dengan adanya globalisasi membantu kita untuk melakukan komunikasi dimana saja dan dimana saja dengan hitungan detik. Dampak positif yang ketiga yaitu cepat dalam berpergian (mobilitas tinggi). Untuk mencapai sebuah tempat yang jauhnya hingga ribuan kilometer, kita tidak memerlukan waktu hingga berhari-hari. Dengan adanya globalisasi membantu kita menjapai tempat yang jauh hanya dengan hitungan jam saja. Dampak positif yang keempat yaitu timbulnya sikap cosmopolitan dan toleran. Dampak yang keenam yaitu memacu untuk meningkatkan diri dan yang terakhir yaitu mudah untuk memenuhi kebutuhan. Ada empat dampak negatif dari globalisasi dalam bidang sosial budaya (Moedjanto, 1995). Dampak negatif yang pertama yaitu informasi yang tidak tersaring. Informasi yang masuk dan didapat dengan mudah terkadang tiak hanya informasi yang positif, tetapi juga informasi yang negatif yang dapat merusak kepribadian bangsa. Dampak negatif yang kedua yaitu perilaku konsumtif. Masuknya berbagai barang dari luar negeri membuat manusia cenderung menjadi konsumtif dan ingin mendapatkan apa yang mereka lihat. Selanjutnya yaitu membuat sikap menutup diri dan mempunyai pola pikir yang sempit. Dampak negatif yang keempat meniru perilaku yang buruk dan meniru hal yang berbau barat. Banyak sekali hal-hal negatif dari barat yang sekarang diikuti oleh bangsa kita yang sebenarnya bukan kepribadian bangsa kita dan justru akan merusak jati diri bangsa kita. Globalisasi yang berkembang sangat pesat tentunya menyebabkan berbagai dampak, baik itu dampak positif maupun negatif. Dampak positif

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 globalisasi diantaranya yaitu: (1) mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, (2) mudah melakukan komunikasi, (3) cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi), (4) menimbulkan sikap cosmopolitan dan toleran, (5) memacu untuk meningkatkan kualitas diri, (6) mudah memenuhi kebutuhan. Globalisasi selain berdampak positif, juga ada beberapa dampak negatif globalisasi yaitu: (1) informasi yang tidak tersaring, (2) perilaku konsumtif, (3) membuat sikap menutup diri, berpikir sempit, (4) pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk, (5) mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara (Bestari & Sumiati, 2008). Siswa harus mampu menyikapi globalisasi yang ada supaya siswa tidak terjebak dalam pengaruh negatif globalisasi. Sikap yang harus dimiliki supaya kita tidak terjebak dalam dampak negatif globalisasi sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki jati diri yang luhur yaitu: (1) mempertebal keimanan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (2) ikut berperan dalam kegiatan organisasi keagamaan dalam mengatasi perubahan, (3) belajar dengan giat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat berperan maksimal dalam menjalani era globalisasi, (4) mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, (5) mencintai kebudayaan bangsa sendiri dari pada kebudayaan asing, (6) melestarikan budaya bangsa dengan mempelajari dan menguasai kebudayaan tersebut, baik seni maupun adat istiadatnya, (7) memilih informasi dan hiburan dengan selektif agar terjaga dari pengaruh negatif, (8) menjauhi kebiasaan buruk gaya hidup dunia barat yang bertentangan dengan nilai dan norma (Bestari & Sumiati, 2008).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Jadi, globalisasi merupakan sebuah proses menyatunya seluruh warga dunia yang membentuk kesatuan menjadi global. Globalisasi membuat perubahan yang pesat baik perubahan baik maupun buruk di masyarakat. 2.1.1.5 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi Masa globalisasi merupakan masa yang sulit bagi kita sebagai warga negara dalam mempertahankan budaya kita. Supaya kita tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia, kita perlu mengamalkan nilai-nilai pancasila. Karena pancasila merupakan cerminan nilai-nilai budaya bangsa yang dapat diterima (Adisusilo, 2012). Nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dapat kita amalkan sebagai salah satu cara mencegah pengaruh negatif dari globalisasi (Syahrial &Syahbani, 2011). Kesadaran akan nilai globalisasi juga perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Salah satunya melalui pendidikan dalam mata pelajaran PKn. Kesadaran yang tinggi akan membantu siswa menghindari pengaruh negatif globalisasi. Beberapa dampak negatif dan positif yang ingin diterapkan dalam kegiatan pembelajaran siswa yaitu gaya hidup, makanan, pakaian dan komunikasi. Gaya hidup siswa yang terlihat saat ini yaitu gaya hidup yang meniru budaya barat. Salah satu contohnya yaitu cara berpakaian siswa yang tidak rapih dan mengeluarkan baju mereka. Siswa menganggap bahwa cara berpakaian seperti itu merupakan tren atau gaya yang sedang berjalan. Banyak sekali jajanan atau makanan cepat saji di jaman sekarang ini. kebanyakan siswa kurang mengetahui dan mengenal makanan tradisional yang ada di daerah mereka.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Melalui pembelajaran PKn, diharapkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dapat meningkat sehingga siswa tidak banyak terpengaruh oleh dampak negatif dari globalisasi. 2.1.1.6 Indikator Kesadaran Peneliti menemukan ada lima indikator kesadaran (Vitalis, 2012), yaitu: 1. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya 3. Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju 4. Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan 5. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan 2.1.1.7 Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Paradigma Pedagogi Reflektif atau Pedagogi Ignasian pada awalnya digunakan atau diaplikasikan dalam sekolah-sekolah Jesuit yang ada di Roma. Awal mulanya para pengajar menginginkan pembelajaran yang ada tidak hanya sekedar pengenalan kognitif atau pengetahuan saja. Mereka menginginkan supaya siswa terlibat dan mampu merefleksikan pengalaman dengan menggunakan Pedagogi Ignasian ini sehingga mereka mampu mempergunakannya secara efektif dalam kehidupan mereka (Subagya, 2010).

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) menggerakan seorang pribadi supaya lebih memuliakan Allah dan lebih membantu sesama. Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) mempunyai keunggulan dimana siswa dan guru menjadi belajar untuk mengembangkan kompetensi secara utuh (Competence), mengasah kepekaan dan mempertajam hati nurani (Conscience) dan saling terlibat dengan penuh bela rasa bagi sesama (Compassion). Paradigma Pedagogi Reflektif ini dapat dikatakan menuju pada tujuan pendidikan dimana siswa menjadi pribadi yang utuh dan bermakna bagi sesama manusia (forming men and women for others (Subagya: 2008)). Menurut Subagya (2010), pedagogi merupakan sebuah cara guru mendampingi siswa dalam pertumbuhan dan perkembangannya meliputi pandangan hidup dan visi mengenai idealnya pribadi siswa. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan sebuah pola pikir dalam menumbuhkan dan mengembangkan pribadi siswa menjadi pribadi yang mempunyai nilai kemanusiaan. Menumbuhkan dan mengembangkan pribadi siswa supaya mempunyai nilai kemanusiaan, haruslah diberi pengalaman dan memfasilitasinya dengan pertanyaan agar siswa dapat merefleksikan pengalaman tersebut. Selain itu siswa diberi perntanyaan atas aksi yang akan dilakukan sesuai dengan nilai tersebut. 2.1.1.8 Langkah-langkah dalam pembelajaran PPR Menurut Subagya dalam bukunya Paradigma Pedagogi Reflektif (2008) menggambarkan pelaksanaan PPR yang dapat dilakukan guru sebagai berikut:

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Gambar 2. Peta Konsep Pelaksanaan PPR (Subagya, 2008) Konteks Pengalaman: Mempelajari sendiri, latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan, keinginan. Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konkret T U J U A N Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa 2.1.1.9 Kelebihan dan Keuntungan PPR Subagya (2008) meringkas poin-poin keuntungan dalam penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) sebagai berikut: 1. Dari segi integrasi a. Pembelajaran berpola PPR murah b. Tidak terhambat adanya kurikulum baru c. mengajarkan dan melatih nilai-nilai kristiani 2. Dari segi pengalaman a. Tidak memerlukan banyak aturan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 b. Pendidikan yang otentik 3. Dari segi pendidikan kemanusiaan: a. Ciri khas sekolah dapat diwujudkan b. Menjadikan keunggulan sekolah yang tidak dapat diungguli sekolah lain 2.1.1.10 Tantangan dalam penerapan PPR Subagya (2008) menuliskan ada dua tantangan dalam menerapkan pembelajaran PPR, yaitu: 1. Pandangan sempit tentang pendidikan dan pengajaran. Banyaknya inovasi baru mengenai model-model pembelajaran tidak banyak diketahui oleh guru. Selama ini guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pengetahuannya saja atau sesuai dengan pengalamannya. Kurangnya pelatihan atau informasi bagi guru-guru yang sudah lama mengajar merupakan salah satu faktor kegiatan pembelajaran yang berlangsung kurang maksimal. 2. Keinginan untuk mencari pemecahan dalam pembelajaran yang sederhana. Banyaknya tuntutan yang harus diselesaikan oleh guru membuat guru menjadi malas untuk belajar dan mencoba inovasi baru dalam pembelajaran. Mereka beranggapan bahwa yang terpenting yaitu materi disampaikan pada siswa dan siswa mengerti, bukan kebermaknaan pembelajaran.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.11 31 Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif Menurut Tim Ignatian, PPR memiliki dua tujuan yaitu bagi guru atau pendidik dan bagi siswa: a. Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif bagi guru: a) Semakin memahami siswa b) Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya c) Semakin bersedia mendampingi perkembangan siswa d) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral e) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan f) Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalaman sebagai pendidik, pengajar dan pendamping b. Tujuan Paradigma Pedagogi Reflektif bagi siswa: a) Manusia bagi sesama b) Manusia utuh c) Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan religius d) Manusia yang sanggup mencintai dan dicintai e) Manusia yang sanggup berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain (umat Allah) f) Membentuk pemimpin pelayanan dengan meniru Yesus Kristus

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.12 32 Pembelajaran Berpola PPR Menurut Subagya (2010) pembelajaran berpola PPR merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan bidang studi dengan mengembangkan nilainilai kemanusiaan. Pembelajaran bidang studi yang akan diberikan pada siswa haruslah yang sesuai dengan konteks siswa. Sedangkan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dikembangkan melalui pengalaman, refleksi dan aksi. Proses pembelajaran diakhiri dengan kegiatan evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui apakah proses pembelajaran yang sudah dilakukan sudah mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan atau belum. Konteks yang harus diperhatikan dari siswa ada tiga hal (Subagya: 2010), yaitu: (1) wacana tentang nilai yang ingin dikembangkan. Guru bertugas sebagai fasilitator dalam memberi semangat siswa supaya siswa memiliki nilai persaudaraan, solidaritas, penghargaan terhadap sesama, tanggung jawab, kerja keras dan masih banyak lagi, (2) cotoh-contoh penghayatan mengenai nilai yang diperjuangkan, (3) hubungan akrab, saling percaya, agar bisa terjalin sebuah dialog yang saling terbuka antara guru dengan siswa. Pengalaman merupakan suatu hal yang batin, tidak hanya sebatas pada pengetahuan saja. Pengalaman yang dialami siswa dalam pembelajaran dapat berupa pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman akan sebuah nilai sangat sulit diaplikasikan dalam pembelajaran. Guru haruslah mempunyai kemampuan untuk membantu siswa menggunakan imajinasi mereka, misalnya melalui bermain peran, melihat tayangan film, dll (Subagya: 2008).

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Dalam kegiatan refleksi, guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaanpertanyaan untuk merenungkan dan meresapi tentang apa yang sudah dipelajari oleh siswa. Melalui kegiatan refleksi, siswa diharapkan mampu untuk membentuk, merasakan dan menemukan pribadi dalam pengalamannya (Subagya: 2008). Kegiatan aksi merupakan hasil pengalaman yang sudah direfleksikan. Kegiatan aksi ini dilakukan oleh siswa melalui perbuatan yang ingin dilakukan atas kemauan mereka terkait dengan nilai yang sudah mereka pelajari dan perjuangkan. Dengan membangun niat dan perilaku sesuai dengan kemauan siswa, diharapkan dapat membentuk pribadi yang nantinya mampu memperjuangkan nilai-nilai dalam kehidupan (Subagya: 2008). Kegiatan evaluasi diberikan pada siswa diakhir pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu mengevaluasi siswa dari perkembangan pribadi mereka (Subagya: 2008). Jadi, model pembelajaran PPR tidak hanya mementingkan aspek kognitif atau competence saja. Tetapi juga mementingkan aspek hati nurani atau conscience dan bela rasa terhadap sesama atau compassion melalui konteks, pengalaman, aksi, refleksi, evaluasi. 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian-penelitian tentang Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Nicodemus (2012) meneliti peningkatan sikap, minat dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran IPS bagi siswa kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sikap belajar siswa kondisi awal : siklus I : siklus II mengalami peningkatan secara signifikan, demikian juga pada nilai rata-rata minat belajar siswa dan pada nilai rata-rata prestasi belajar siswa. Indikator nilai rata-rata sikap belajar = 61,38 : 68,33 : 80,93, nilai rata-rata prestasi belajar = 67,50 : 69,31 : 78,75 dan rata-rata minat belajar siswa = 58,25 : 71,25 : 81,47. Agustina (2011) meneliti peningkatan competence, conscience dan compassion (3C) dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dalam pembelajaran tematik bagi siswa kelas IIIA SD Kanisius Demangan Baru I tahun ajaran 2010/2011. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis Penelitian Tindakat Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3C siswa kelas IIIA mengalami peningkatan. Nilai competence siswa yaitu 78,97 : 79,35 : 90,9, untuk conscience yaitu 78,7 menjadi 90. Sedangkan untuk compassion 75,7 menjadi 90. Theresia (2011) meneliti penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik untuk meningkatkan competence, conscience dan compassion kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian siswa kelas IIIC. Mata pelajaran tematik yang terkait dalam penelitian ini yaitu IPA dan Bahasa Indonesia. Untuk mata pelajaran IPA, peningkatan competence yaitu 69,45 : 73,66 : 78,28, conscience yaitu 78 : 86 dan compassion yaitu 78 : 85. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia peningkatan untuk competence yaitu 68,91 : 72,83 : 77.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 2.1.2.2 Penelitian-penelitian Tentang Globalisasi Juhaina dan Oqlah (2013) mengadakan penelitian tentang globalisasi dan pembelajaran bahasa Inggris di Jordan. Dalam penelitiannya, mereka membahas globalisasi dan pengaruhnya terhadap pendidikan dan kebudayaan. Bahasa Inggris sebagai bahasa global (dipakai di seluruh dunia) membahas tentang bagaimana sikap warga Jordan terhadap bahasa tersebut. Banyak warga Jordan yang tertarik untuk belajar dan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan mereka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran yang diberikan oleh guru membuat siswa sadar bagaimana untuk melanjutkan ke masa depan mereka tanpa menghilangkan kebudayaan mereka sendiri ke seluruh dunia. Abatan (2013) meneliti tentang globalisasi, Yoruba sebagai bahasa ke dua di universitas di Nigeria. Yoruba adalah salah satu bahasa terpopuler yang digunakan dalam pembicaraan sehari-hari. Penelitian ini meneliti tentang globalisasi dan masalah terkait pembelajaran Yoruba sebagai bahasa kedua di universitas pendidikan di Nigeria. Penelitian ini terfokus pada perspektif bahasa dalam kegiatan belajar mengajar dan pentingnya pembelajaran di seluruh dunia.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Gambar 3. Literatur Map Dari Penelitian Sebelumnya Nicodemus (2012) Sikap, minat dan prestasi belajar PPR Agustina (2011) Competence, Consience dan Compassion Juhaina dan Oqlah (2013) Globalisasi dan pendidikan bahasa Inggris Globalisasi Abatan (2013) Globalisasi, Yoruba sebagai bahasa kedua Theresia (2011) Competence, Consience dan Compassion Yang perlu diteliti pengaruh Paradigma Pedagogi Reflektif terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi Dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya, diketahui bahwa Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapat meningkatkan sikap, minat, prestasi belajar, competence, conscience dan compassion. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini ingin membuktikan apakah Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. 2.2 Kerangka Berpikir Untuk model pembelajaran Paradigma Pedagogi reflektif (PPR) yang diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Sengkan, khusunya pada kompetensi dasar menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 yang terjadi di lingkungannya, guru atau pendidik harus merencanakan pembelajaran yang bermakna, disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, serta memfasilitasi siswa dalam membangun nilai dan pengetahuannya. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan salah satu alternatif untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai nilai globalisasi dan kebermaknaan pembelajaran, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran terhadap nilai globalisasi berupa sikap siswa terhadap perkembangan iptek yang ada di sekitarnya. Penerapan PPR mampu menumbuhkan nilai globalisasi dikarenakan dalam pembelajarannya, PPR menyangkut tiga aspek yaitu competence (pengetahuan), conscience (hati nurani) dan compassion (bela rasa). Melalui PPR, pembelajaran tidak hanya menekankan keterampilan kognitif, tetapi hati nurani dan juga bela rasa terhadap sesama. Jika model pembelajaran PPR diterapkan pada pembelajaran PKn kelas IV SDK Sengkan, maka akan berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi berupa sikap kemanusiaan, hati nurani dan bela rasa terhadap sesama. 2.3 Hipotesis 2.3.1 Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran akan nilai globalisasi bagi siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 20122013.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 2.3.2 Peningkatan kesadaran akan nilai globalisasi melalui pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif pembelajaran konvensional. (PPR) lebih besar dibandingkan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan dibahas jenis penilitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen dan teknik analisis data. Bagian-bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasiexperimental design dengan tipe non-equivalent control group design. Menurut Sugiyono (2010) penelitian eksperimental adalah suatu metode penelitian yang digunakan dengan tujuan mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dengan kondisi yang dikendalikan. Jenis penelitian ini termasuk quasieksperimental design karena pemilihan tiap responden bagi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan secara random. Penelitian tipe ini kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberi kuesioner atau angket tentang kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi pada awal pembelajaran (sebelum diberi perlakuan) untuk melihat perbedaan antara kedua kelas tersebut. Hasil dari pretest berupa kuesioner yang baik adalah ketika nilai kelompok eksperimen dan kontrol tidak berbeda secara signifikan. Penelitian dengan tipe non-equivalent control group design dapat dilihat pada tabel berikut: Gambar 4. Desain penelitian O1 O3 x O2 O4 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X = Perlakuan O1 = Rerata skor Pretest kelompok eksperimen O2 = Rerata skor Posttest kelompok eksperimen O3 = Rerata skor pretest kelompok kontrol O4 = Rerata skor Posttest kelompok kontrol 40 Untuk mengetahui kesadaran awal siswa, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, dilakukan kegiatan pretest dimana siswa diminta untuk mengisi angket pada kelompok kontrol dan eksperimen. Perbedaan perlakuan yaitu dimana kelompok eksperimen menggunakan model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan pembelajaran dalam kelompok kontrol menggunakan cara konvensional atau ceramah. Pada akhir pembelajaran diadakan posttest pada kedua kelompok. Posttest dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang telah dilakukan pada kelas eksperimen. Posttest yang dilakukan berupa angket yang dibagikan dan diisi oleh siswa. 3.2 Waktu dan tempat penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2014. Tabel 1. Jadwal Penelitian Kegiatan Menentukan jenis penelitian Membuat proposal penelitian Melakukan kegiatan penelitian Mengolah data Revisi akhir Januari Februari Bulan Maret April Mei Juni

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kanisius Sengkan yang beralamat di Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur Sleman, Yogyakarta. Pemilihan tempat ini berdasarkan tempat Program Pengalaman Lapangan (PPL) peneliti di sekolah tersebut. 3.3 Populasi dan sampel Menurut Sugiyono (2011) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang sudah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Berdasarkan pengertian tersebut, peneliti merumuskan karakteristik yang sesuai dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Karakteristik tersebut meliputi: (1) siswa kelas IV SD, (2) berada di lingkup daerah yang sama (satu provinsi), (3) anak yang berstatus pelajar. Berdasarkan karakteristik yang ditentukan oleh peneliti, yang dijadikan populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SD Kanisius Sengkan yang beralamat di Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. Menurut Margono (2010) sampel adalah bagian dari populasi. Sedangkan menurut Sugiyono (2010) sampel adalah sebagian jumlah dari karakteristik populasi yang dipilih untuk diamati dan dapat mewakili populasi. Sampel pada penelitian ini ada dua kelompok, yang pertama kelompok eksperimen yaitu siswa kelas IV A SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 27 siswa. Sedangkan kelompok kontrol yaitu siswa kelas IV B SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 27 siswa.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2010) variabel penelitian yaitu atribut dari suatu objek atau kegiatan yang mempunyai variasi yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini ada dua yaitu: 3.4.1 Variabel Bebas (Variabel Independen) Variabel bebas menurut Sugiyono (2010) merupakan variabel yang mempengaruhi timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 3.4.2 Variabel Terikat (Variabel Dependen) Variabel terikat menutut Sugiono (2010) merupakan variabel yang dipengaruhi dikarenakan adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kesadaran akan nilai globalisasi. Gambar 5. Pemetaan Variabel Variabel Independen Paradigma Pedagodi Reflektif Variabel Dependen Kesadaran akan nilai globalisasi 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melelui penggunaan angket atau kuesioner yang disebarkan pada siswa. Menurut Yusuf dalam Arniatu (2010) berpendapat bahwa kuesioner adalah rangkaian pernyataan yang berhubungan dengan objek yang dinilai dengan maksud untuk mendapatkan data.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Jenis kuesioner dalam penelitian ini merupakan kuesioner tertutup dimana jawaban dari responden (siswa) sudah ditentukan dan responden (siswa) hanya memilih alternatif jawaban yang disediakan. Kuesioner ini disusun berdasarkan Skala Likert, dimana skala tersebut digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono: 2010). Skala Likert yang digunakan peneliti dalam penelitian ini merupakan skala Likert yang sudah dimodifikasi. Peneliti membuat empat skor dalam tiap-tiap alternatif jawaban yaitu skor 1,2,4,5. Peneliti menghapus skor 3 dalam penelitian ini karena peneliti ingin menghindari jawaban dari responden memilih jawaban yang ragu-ragu. Jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner tertutup atau berstruktur. Menurut Furchan (2007) kuesioner berstruktur merupakan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang disertai dengan pilihan jawaban untuk pernyataan-pernyataan tersebut. Cara mengisi kuesioner ini yaitu responden hanya perlu memberikan tanda centang ( √ ) pada kolom yang sesuai dengan pilihannya. Kuesioner dalam penelitian ini merupakan kuesioner kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi yang terdiri dari 50 butir pernyataan yang terdiri dari 25 pernyataan favourable dan 25 pernyataan unfavourable. Pada setiap item terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Pada item favourable untuk jawaban sangat setuju mendapat skor 5, setuju mendapat skor 4, tidak setuju mendapat skor 2 dan sangat tidak setuju mendapat skor 1. Pada item unfavourable untuk jawaban

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 sangat setuju mendapat skor 1, setuju mendapat skor 2, tidak setuju mendapat skor 4 dan sangat tidak setuju mendapat skor 5. Berikut ini kisi-kisi dari kuesioner yang akan disebarkan kepada responden: Tabel 2. Kisi-kisi kuesioner kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi sebelum validitas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Pernyataan mempermudah Globalisasi komunikasi antar manusia Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya suka makan makanan instan (mie, nugget, burger, dll) Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Mengambil nilai positif dari siaran TV Saya mengatur jam belajar dengan baik Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilai-nilai pancasila Internet dapat memberikan banyak informasi yang berguna Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Tidak menonton TV sampai larut malam Menggunakan internet untuk tujuan yang baik (mencari berita, informasi, dll) Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian SS S TS STS

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya senang menggunakan batik Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Saya menghindari makan makanan instan agar tidak sakit Malas mempelajari budaya asli Indonesia Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Game onlKusuma membuat saya lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop malu menyanyikan lagu-lagu daerah 45

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 49 50 46 Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik 3.6 Instrumen penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Penelitian ini menggunakan standar kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Kompetensi dasar yang digunakan adalah 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya dan 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik non tes berupa kuesioner kesadaran siswa. Peneliti bersama empat rekan lainnya membuat instrumen penelitian dengan menggunakan acuan lima indikator. Kuesioner tersebut sudah diujikan sehingga memenuhi syarat valid dan reliabel. Selain itu peneliti juga melakukan kegiatan pengamatan atau observasi dan wawancara tidak terstruktur pada guru dan siswa. Dibawah ini merupakan instrumen penelitian yang sudah diuji validitasnya dan digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen atau kuesioner ini dibuat berdasarkan indikator yang telah dibuat oleh peneliti.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 3. Kuesioner kesadaran siswa akan nilai globalisasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Pernyataan Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Tidak menonton TV sampai larut malam Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Malas mempelajari budaya asli Indonesia Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam SS S TS STS

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 48 Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop malu menyanyikan lagu-lagu daerah Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik 3.7 Teknik Pengujian Instrumen Penentuan validitas angket kesadaran siswa akan nilai globalisasi dilakukan melalui expert judgment dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing. Angket kesadaran diujicobakan di SD Kanisius Sengkan. Target peneliti bersama empat rekan peniiti lainnya adalah 25 item yang valid dan reliabel yang akan digunakan sebagai instrument penelitian. Penelitian ini menggunakan angket skala sikap karena peneliti ingin melihat kesadaran siswa akan nilai globalisasi. 3.7.1 Penentuan Validitas Menurut Masidjo (2004) validitas suatu tes yaitu taraf sampai dimana tes tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Azwar validitas dibedakan atas validitas isi, konstruk dan kriteria. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu validitas konstruk dan isi. Untuk menghitung kuesioner

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 kesadaran siswa, peneliti menggunakan SPSS 20 dengan hasil perhitungan sebagai berikut Tabel 4. Hasil perhitungan validitas Aitem 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Person Correlation 0,42 0,510** 0,317* 0,436** 0,068 -0,006 0,561** 0,123 0,217 -0,140 0,182 0,057 0,378* 0,200 0,268 0,710** 0,696** 0,510** 0,616** 0,708** 0,657** 0,464** 0,333* 0,310* 0,293 0,165 0,431** 0,547** 0,569** 0,483** 0,103 0,461** 0,424** 0,656** 0,511** 0,377* 0,676** 0,531** 0,188 0,589** 0,292 0,759** 0,773** 0,713** 0,658** 0,415** 0,672** 0,381** 0,614** 0,732** Sig (2-tailed) 0.783 0,000 0,034 0,003 0,658 0,971 0,000 0,422 0,152 0,359 0,232 0,712 0,010 0,188 0,075 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,001 0,025 0,038 0,051 0,279 0,003 0,000 0,000 0,001 0,502 0,001 0,004 0,000 0,000 0,011 0,000 0,000 0,216 0,000 0,052 0,000 0,000 0,000 0,000 0,005 0,000 0,010 0,000 0,000 Keputusan Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Dengan demikian pengujian instrument kesadaran siswa akan nilai globalisasi terdapat 35 item valid dan 15 item tidak valid. Instrument dinyatakan valid karena besar r hitung sig (2-tailed) > dari r tabel (pearson correlation) Masing-masing indikator terwakili oleh beberapa item yang valid. Pengujian ini dilakukan pada siswa kelas V SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 45 siswa. 3.7.2 Reliabilitas Menurut Priyatno (2008) reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur. Dengan kata lain reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur tersebut dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan kriteria sebagai berikut (Masidjo, 2004): Tabel 5. Kriteria Koefisien Reliabilitas Koefisien korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat rendah Hasil perhitungan reliabilitas untuk item tersebut adalah: Tabel 6. Perhitungan reliabilitas Alpha Cronbanch 0,936 Kualifikasi Sangat tinggi

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Dari hasil Alpha Cronbanch di atas, reliabilitas pengujian untuk kuesioner kesadaran siswa akan nilai globalisasi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sehingga instrumen yang sudah dibuat oleh peneliti dapat diandalkan dan tetap konsisten meskipun pengukurannya dilakukan secara berulang. 3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Uji Normalitas Sugiyono (2010) berpendapat bahwa statistik parametris bekerja berdasarkan asumsi dimana data setiap variabel yang akan dianalisis berdasarkan distribusi normal. Oleh karena itu terlebih dahulu perlu dilakukan uji normalitas data untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Uji normalitas data akan menggunakan Kolmogorof-Smirnov. Menurut Ghozali (2002) pada pengujian menggunakan Kolmogorof-Smirnov akan menentukan apakah skor dalam sampel berasal dari populasi yang memiliki distribusi normal. Menurut Sarwono, kriteria yang digunakan yaitu: a. Jika harga sig (2-tailed) > 0.05 distribusi data normal b. Jika harga sig (2-tailed) < 0.05 distribusi data tidak normal Uji normalitas data perlu dilakukan karena untuk menentukan jenis statistik inferensial yang akan digunakan. Jika hasil yang didapat yaitu distribusi normal, maka teknik yang digunakan teknik statistik parametrik, dalam hal ini adalah t-test / uji T. Jika distribusi data tidak normal, statistik yang digunakan non parametrik dalam hal ini adalah Mann-Whitney atau Wilcoxon.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 3.8.2 Uji Statistik Uji statistik dilakukan setelah semua data telah diuji normalitasnya. Berikut ini langkah-langkah dalam pengujian statistik: 3.8.2.1 Uji homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah varian kelompok data sama atau tidak (Priyatno, 2012). Uji homogenitas dimaksudkan untuk memberi keyakinan bahwa data yang dianalisis memang berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya atau variansnya. Uji homogenitas dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok kontrol dan eksperimen menggunakan independent sampel t-tetst dengan uji Levene’s. Kriteria yang digunakan yaitu: a. Jika harga sig > 0,05 maka data kelompok kontrol dan eksperimen memiliki varian yang sama. b. Jika harga sig < 0,05 maka data kelompok kontrol dan eksperimen memiliki varian yang berbeda. 3.8.2.2 Uji Perbedaan Pretest Uji perbedaan pretest dilakukan dengan menganalisis pretest baik dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji perbedaan pretest ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kedua data (kelas kontrol dan eksperimen) memiliki titik pijak yang sama sehingga dimungkinkan dilakukan perbandingan. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbedaan pretest ini adalah statistik parametrik independent samples t-test (untuk distribusi data

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 normal) dan statistik non parametrik Mann-Whitney U test (untuk distribusi data tidak normal) (Priyatno: 2012). Kriteria yang digunakan yaitu: a. Jika harga sig (2-tailed) < 0.05 terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga tidak mungkin dengan menggunakan uji perbedaan posttest b. Jika harga sig > 0.05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen, sehingga menggunakan uji perberdaan posttest Jika data yang diperoleh menggunakan uji perbedaan pretest ini hasilnya berbeda, maka uji statistik yang digunakan yaitu perbedaan pretest ke posttest dan dilanjutkan dengan uji pengaruh perlakukan. 3.8.2.3 Uji Pengaruh Perlakuan Uji pengaruh perlakukan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun kriteria yang digunakan dalam uji pengaruh sebagai berikut: a. Jika harga sig (2-tailed) > 0.05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. b. Jika harga sig (2-tailed) < 0.05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. 3.8.2.4 Uji perbedaan dari pretest ke posttest Uji perbedaan pretest ke posttest digunakan untuk memastikan kenaikan pada kelompok kontrol dan eksperimen dengan cara membandingkan hasil skor pretest ke posttest. Kriteria yang digunakan yaitu: a. Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Atau dengan kata lain dapat dikatakan tidak ada kenaikan dari skor pretest ke posttest. b. Jika harga sig (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan antara skor pretest ke posttest. Atau dengan kata lain dapat dikatakan ada kenaikan dari pretest ke posttest. 3.8.2.5 Uji Selisih Skor pretest ke posttest Uji selisih skor dilakukan jika terdapat perbedaan dari skor pretest baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Supaya peneliti mengetahui selisih skor, maka peneliti mengurangkan posttest-pretest. Jika selisih skor sudah didapat, skor tersebut diuji perbedaannya. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu: a. Jika harga sig (2-tailed) > 0.05, tidak dapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif tidak

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. b. Jika harga sig (2-tailed) < 0.05, terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. 3.8.2.6 Uji besarnya pengaruh model pembelajaran PPR Uji besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran PPR terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Jika distribusi data normal, uji besar pengaruh dihitung dengan menggunakan rumus (Field, 2009): √ Keterangan: r = besar pengaruh (effect size) dengan menggunakan koefisien korelasi pearson t = harga uji t df = harga derajat kebebasan R2 = koefisien determinasi Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus (Firld, 2009): √

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI r 56 = besar pengaruh (effect size) dengan menggunakan koefisien korelasi pearson Z = harga konversi dari standar deviasi (diperoleh dari SPSS uji Wilcoxon) N = jumlah total observasi (=2x jumlah siswa) Kriteria yang digunakan adalah r = 0,10 (efek kecil, r = 0,30 (efek menengah), dan r = 0,50 (efek besar). Untuk mengetahui presentase pengaruh penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini membahas mengenai pengaruh kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi globalisasi. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Uji Prasyarat atau Uji Asumsi Penelitian ini meneliti tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Pada bagian ini akan membahas pengaruh PPR terhadap kesadaran siswa. Penelitian dilakukan dengan metode quasi-experimental design tipe non equivalent control group design. Instrunen penelitian yang digunakan untuk mengukur kesadaran siswa adalah berupa kuesioner atau angket yang terdiri dari 35 item. Penentuan validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan melalui expert judgement dengan mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing dan uji coba di SD Kanisius Sengkan. Hasil perhitungan pengujian reliabilitas yaitu 0,936 yang tergolong dalam kategori sangat tinggi tingkat reliabilitasnya. Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas IV B dan kelas yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas IV A dengan jumlah masing-masing kelas yaitu 27 siswa. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan dua kali, yaitu saat pretest dan posttest baik kelompok kontrol maupun 57

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 eksperimen. Dari pengambilan data tersebut, maka diperoleh empat jenis data yaitu pretest kelompok kontrol, posttest kelompok kontrol, pretest kelompok eksperimen dan posttest kelompok eksperimen. 4.1.1.1 Uji Normalitas Data yang telah diperoleh dari pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji KolmogorovSmirnov dengan program SPSS 20. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan menentukan jenis statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed) > 0,05, distribusi data dikatakan normal 2. Jika nilai signifikansi atau harga sig (2-tailed) < 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria di atas, diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 7. Hasil uji normalitas kesadaran siswa No 1 2 3 4 Aspek Rerata skor pretest kelompok kontrol Rerata skor posttest kelompok kontrol Rerata skor pretest kelompok eksperimen Rerata skor posttest kelompok eksperimen Nilai Signifikansi Keterangan 0,199 Normal 0,158 Normal 0,200 Normal 0,011 Normal

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Dari analisis statistik di atas, diketahui bahwa distribusi data normal sehingga aspek menganalisis ini akan dianalisis dengan statistik paametrik dalam hal ini t-test. Analisis data dilakukan dengan dua cara. Cara pertama menguji perbandingan skor pretest jika hasil perhitungan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pretest maka menguji perbedaan pretest ke posttest yang dilanjutkan uji pengaruh perlakuan. Cara kedua dengan menguji perbandingan skor pretest, jika hasil perhitungan skor pretest terdapat perbedaan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan menguji selisih skor. 4.1.1.2 Uji homogenitas Hasil data berupa pretest kelompok kontrol dan eksperimen diuji homogentinasnya untuk mengetahui apakah varian kelompok data sama atau tidak. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan uji homogenitas adalah sebagai berikut. Jika harga sig > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Sehingga kelompok data kontrol dan eksperimen memiliki varian yang sama. Jika harga sig < 0,05, maka Hi diterima dan Hnull ditolak. Sehingga kelompok data kontrol dan eksperimen memiliki varian yang berbeda. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik independent samples t-test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan: Hi : Varian kedua kelompok berbeda Hnull : Varian kedua kelompok sama Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh dua hasil perhitungan sebagai berikut:

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 8. Hasil uji homogenitas No Aspek Nilai signifikansi Nilai Levene’s Keterangan 1 Pretest kelompok kontrol dan eksperimen 0,301 0,104 Varian data sama Hasil analisis statistik di atas berdasarkan menunjukkan aspek pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen adalah 0,301 dengan nilai Levene’s 0,104, sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya kelompok dan kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai varian yang sama sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji selanjutnya. 4.1.2 Uji Statistik 4.1.2.1 Perbandingan skor pretest Langkah pertama yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen. Cara ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis memiliki titik pijak yang sama sehingga dapat dibuat perbandingannya. Analisis yang digunakan yaitu statistik parametrik independent sample t-test dengan hipotesis sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu jika harga sig (2tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Maksudnya, ada perbedaan antara

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan arti lain kedua skor pretest berada pada level yang tidak sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan selisih skor pretest ke posttest dari kelompok eksperimen dan kontrol. Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Maksudnya tidak ada perbedaan antara skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan arti lain kedua skor pretest berada dalam level yang sama sehingga akan digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Tabel 9. Perbandingan skor pretest kesadaran siswa Hasil pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi Keterangan 0,301 Tidak berbeda Berdasarkan tabel hasil perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,301 sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan skor pretest pada kelompok kontrol dan eksperimen. 4.1.2.2 Perbandingan skor pretest ke posttest Langkah selanjutnya yaitu melihat apakah terdapat kenaikan skor antara skor pretest ke posttest baik kelompok kontrol maupun eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan presentase kenaikan masing-masing kelompok. Analisis yang digunakan yaitu statistik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan hipotesis statistik:

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Hi : Ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen Jika harga sig (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen. Atau bisa dikatakan bahwa tidak terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest. Jika harga sig (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol atau eksperimen. Atau bisa dikatakan terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 10. Perbandingan rata-rata selisih pretest dan posttest kontrol dan eksperimen Rata-rata Kelompok Kontrol Rata-rata Kelompok Eksperimen Pretes Posttes No Selisih No Pretest Posttest Selisih t t 1 4.66 4.29 -0.37 1 3.83 5.00 1.17 2 4.74 4.31 -0.43 2 4.43 5.00 0.57 3 4.06 4.60 0.54 3 4.34 5.00 0.66 4 4.57 4.77 0.20 4 4.74 5.00 0.26 5 4.57 4.51 -0.06 5 4.66 4.40 -0.26 6 4.43 4.69 0.26 6 4.00 4.54 0.54 7 3.83 4.57 0.74 7 4.54 4.43 -0.11 8 4.80 4.29 -0.51 8 3.71 4.46 0.75 9 3.34 4.57 1.23 9 4.31 4.49 0.18 10 4.46 4.77 0.31 10 4.00 4.60 0.60 11 4.06 4.69 0.63 11 4.34 4.89 0.55 12 4.31 4.57 0.26 12 4.26 5.00 0.74 13 4.26 4.94 0.68 13 4.17 5.00 0.83 14 4.66 4.66 0.00 14 4.40 4.63 0.23 15 4.43 3.54 -0.89 15 3.89 5.00 1.11 16 3.00 4.51 1.51 16 4.00 5.00 1.00 17 4.03 4.46 0.43 17 3.89 4.94 1.05 18 4.54 4.46 -0.08 18 4.26 4.71 0.45 19 4.14 4.09 -0.05 19 4.31 4.49 0.18 20 4.31 3.97 -0.34 20 3.29 4.63 1.34 21 4.23 4.43 0.20 21 3.00 5.00 2.00 22 4.60 4.29 -0.31 22 3.77 4.63 0.86 23 4.34 3.80 -0.54 23 4.31 4.71 0.40 24 4.23 3.57 -0.66 24 4.06 4.83 0.77 25 4.17 4.20 0.03 25 4.49 4.74 0.25 26 4.23 3.86 -0.37 26 4.66 4.66 0.00 27 3.94 3.94 0.00 27 4.20 4.91 0.71 114,9 tot 117,35 2,41 111,86 128,69 16,83 4 rta 4,26 4,35 0,09 4,14 4,77 0,62 Tabel diatas merupakan perhitungan rata-rata dari skor pretest dan posttest yang sudah didapatkan sebelumnya. Rata-rata tersebut dihitung untuk mencari atau menentukan peningkatan dari pretest ke posttest.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Tabel 11. Perbandingan rata-rata pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen Kelompok Rata-rata Rata-rata pretest posttest Selisih ratarata Signifikansi keterangan Skor % Kontrol 4,26 4,34 0,08 1,88 0,417 Eksperimen 4,14 4,77 0,63 15,22 0,000 Tidak Signifikan Signifikan Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,417. Maka H i ditolak dan Hnull diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig (2-tailed) 0,000. Maka H null ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Tabel 12. Selisih hasil selisih pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Selisih pretest dan posttest Kelompok kontrol Kelompok eksperimen -0.37 1.17 -0.43 0.57 0.54 0.66 0.20 0.26 -0.06 -0.26 0.26 0.54 0.74 -0.11 -0.51 0.75 1.23 0.18 0.31 0.60 0.63 0.55 0.26 0.74 0.68 0.83 0.00 0.23 Selisih 1.54 1 0.12 0.06 -0.2 0.28 -0.85 1.26 -1.05 0.29 -0.08 0.48 0.15 0.23

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 -0.89 1.51 0.43 -0.08 -0.05 -0.34 0.20 -0.31 -0.54 -0.66 0.03 -0.37 0.00 1.11 1.00 1.05 0.45 0.18 1.34 2.00 0.86 0.40 0.77 0.25 0.00 0.71 65 2 -0.51 0.62 0.53 0.23 1.68 1.8 1.17 0.94 1.43 0.22 0.37 0.71 14.42 0.53 Jumlah Rata-rata Dari perhitungan tabel di atas telah didapatkan selisih dari hasil selisih pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan mencari hasil tersebut, terlihat jelas peningkatan yang terjadi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel 13. Harga sig (2-tailed) selisih hasil selisih pretest dan posttet Hasil rata-rata selisih Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 Berbeda Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,000. Artinya Hnull ditolak dan Hi diterima. Jadi ada perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata selisih kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 4.1.2.3 Perbandingan posttest Langkah ketiga yaitu melihat apakah ada perbedaan antara skor posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis statistik yang digunakan yaitu parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu jika harga sig (2tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Jika harga sig (2-tailed) >0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang antara skor posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) tidak berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Tabel 14. Perbandingan skor posttest kesadaran siswa Hasil posttest Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan eksperimen 0,000 Berbeda

(84) 67 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil tabel perhitungan di atas, harga sig (2-tailed) adalah 0,000. Artinya Hnull ditolak dan Hi diterima. Jadi kesadaran siswa akan nilai globalisasi terdapat perbedaan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan demikian hasil analisis di atas menerima hipotesis penggunaan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Gambar 6. Grafik perbandingan skor pretest dan posttest kelas kontrol dan eksperimen 5 4.5 Kontrol 4 Eksperimen 3.5 Pretest Posttest 4.1.2.4 Uji bersar pengaruh model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif Uji besar pengaruh ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan model yang digunakan terhadap peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Dari hasil perhitungan menggunakan rumus effect size diperoleh hasil: Tabel 15. Uji besar pengaruh terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi No 1 2 Kelompok Kontrol Eksperimen t 2,267 -0,805 df 27 27 r R2 0,41 0,16 0,16 0,02 Presentase 16,504 2,432 kualifikasi Efek menengah Efek kecil

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) memberikan sumbangan 2,432% terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi, yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,16, t(27) = 0,805, R2 = 0,02 dan metode ceramah sebesar 16,504% yang menunjukkan harga r = 0,16, t(27) = 2,267, R2 = 0,16. 4.2 Pembahasan Analisis kesadaran siswa akan nilai globalisasi dilakukan dengan tiga tahap yaitu: 1) uji perbedaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, 2) uji perbedaan dari pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, 3) uji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sebelum dilakukan uji pretest, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Dari perhitungan yang didapat, semua data yang didapatkan memiliki distribusi data normal. Uji homogenitas dilakukan untuk melihat apakah kelompok kontrol dan eksperimen mempunyai varian yang sama atau berbeda. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pretest dan posttest kelompok kontrol dan eksperimen memiliki varian yang berbeda yang ditunjukkan oleh hargi sig 0,301 dan nilai levene’s 0,104 untuk pretest. Uji pretest yang dilakukan pada kelompok kontrol dan eksperimen berada pada kondisi yang sama karena harga sig (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,301. Tahap kedua, analisis yang dilakukan yaitu uji perbedaan pretest ke posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil yang ditunjukan pada kelompok

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 kontrol yaitu dengan harga sig (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,417. Hal ini menunjukkan tidak adanya peningkatan yang signifikan dari skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen didapat harga sig (2tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Tahap ketiga analisis data yang dilakukan yaitu menguji perbedaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil yang didapat yaitu pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan harga sig (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Berdasarkan hipotesis statistik menunjukkan H i diterima dan Hnull ditolak. Dengan kata lain model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Selanjutnya yaitu mencari selisih rata-rata dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil yang didapat yaitu dengan harga sig (2-tailed) 0,000. Berdasarkan hipotesis statistik menunjukkan Hi diterima dan Hnull ditolak. Dengan kata lain model PPR berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil observasi, pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif siswa terlihat lebih aktif dengan bertanya dan menanggapi pertanyaan yang diberikan guru. Siswa juga berani untuk maju kedepan menyampaikan pendapatnya dan mempresentasikan hasil pekerjaannya. Penggunaan media audiovisual seperti video dan gambar membuat minat siswa lebih tinggi dan antusias. Siswa juga lebih memahami dan menyerap materi yang diberikan guru.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Siswa terlihat kurang bersemangat dan berminat mengikuti kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol. Siswa mengikuti pembelajaran dengan mendengarkan penjelasan guru. Siswa juga diminta mencatat materi yang dijelaskan guru.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab V ini diuraikan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk peneliti berikutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan pada mata pelajaran PKN materi globalisasi dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi globalisasi siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. 5.1.2 Kesadaran siswa akan nilai globalisasi yang terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif lebih besar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2 72 Keterbatasan penelitian Keterbatasan penelitian yang dirasakan oleh peneliti:  Mata pelajaran PKN dilaksanakan setelah jam olah raga untuk kelas kontrol dan jam terakhir di kelas eksperimen yang memberikan kemungkinan siswa sudah tidak berkonsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan jika dilaksanakan penelitian sejenis yaitu: 5.3.1 Sebaiknya memilih kelompok kontrol benar-benar kelas atau sekolah yang tidak atau belum pernah mendapat pengalaman menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif 5.3.2 Sebaiknya guru memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mengajar menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif karena selama ini guru belum menerapkan model pembelajaran PPR. 5.3.3 Bagi penelitian selanjutnya dapat diadakan penelitian yang serupa yang fokus meneliti kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan menambah atau menggunakan selain model pembelajaran PPR sebagai treatment pada SD lainnya.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Daftar Referensi Adisusilo. Sutarjo, J.R. 2012. Pembelajaran nilai-karakter: konstruktivisme dan VCT sebagai inovasi pendekatan pembelajaran afektif. Jakarta: Rajawali press Agustina. 2011. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Competence, Consience dan Compassion (3C) Peserta Didik Kelas IIIA SD Kanisius Demangan Baru I Tahun Ajaran 2010.2011. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Al Musa, Juhaina N., Smadi, Oqlah M. 2013. Globalization and English Teaching in Jordan. Journal of Education and Practice. Vol 4, No.8. 2013. http://www.iiste.org/Journals/index.php/JEP/article/view/5191/5309 Amin, Zainul Ittihad. 2008. Materi Pokok Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Universitas Terbuka Arniatu. 2010. Evaluasi Pembelajaran. Makalah Perkuliahan. Padang: Tidak dipublikasikan Aziz, Abdul W & Sapriya. 2011. Teori Kewarganegaraan. Bndung: Alfabeta dan Landasan Pendidikan Azwar, S. 1997. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Bestari, Prayoga & Sumiati, Ati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Chamim. 2004. Pendidikan Kewarganegaraan. Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta: Universitas Darmadi, Hamid. 2010. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa. Jakarta: Gramedia Djahiri, A.K. 1996. Menelusuri Dunia Afektif (Pendidikan Nilai dan Moral). Bandung: Lab. Pengajaran PMP IKIP Bandung Djamin & Zulkarnain. 1994. Dampak Globalisasi terhadap Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Jakarta: UI-Press Furchan, A. 2009. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Ghozali, I., Jhon, C. 2002. Statistik Non-Parametrik. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Kartika, R.D., Ummul, Sunny F., Widayati, W. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Kusuma Ine Aryani., Susatim, Markum. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Bogor: Ghalia Indonesia Lemhanas. 2000. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Gramdedia Luke, Abatan O. 2013. The Globalization, Problems and Prospects of Teaching and Learning Yoruba as a Second Language (L2) in Colleges of Education in Nigeria. Research on Humanities and Social Sciences. Vol 3, No.5, 2013. www.iiste.org/Journals/index.php/RHSS/article/view/5244/5490 Masidjo, I. 2004. Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius Margono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: RKusumaka Cipta Moedjanto. 1995. Kiat Bangsa Indonesia Menghadapi Globalisasi dalam Bidang Budaya. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Mulyana, R. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta Nicodemus. 2012. Peningkatan Sikap, Minat dan Prestasi Belajar Siswa Dengan Pendekatan Pedagodi Reflektif Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Kanisius Gayam Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma P3MP-LPM. 2012. Model Pembelajaran Berbasis Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Pedagogi Ignasian. Priyatno, D. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta: MediaKom Priyatno, D. 2012. Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik Dengan SPSS dan Prediksi Pertanyaan Pendadaran Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Gava Media Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional Somantri, N. 2001. Menggagas Pembaruan Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Subagya. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Subagya. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius Sudijono, Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sugiyono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Syahrial & Syarbani. 2011. Pendidikan Pancasila, Implementasi Nilai-nilai Karekter Bangsa di Perguruan Tinggi Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Diknas. Bogor: Ghalia Indonesia Theresia. 2011. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Dalam Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Competence, Conscience dan Compassion Peserta Didik Kelas IIIC SD Kanisius Demangan Baru I. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Wahana, P. 2004. Nilai Etika Aksiologis. Yogyakarta: Kanisius Widjaja, A. W. 1984. Kesadaran Hukum Manusia dan Masyarakat Pancasila. Jakarta: CV. Era Swasta Winarno, Dwi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Kearganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara Winarno. 2013. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Isi, Strategi dan Penilaian. Jakarta: Bumi Aksara Zubair, A.C. 1987. Kuliah Etika. Jakarta: Rajawali

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Lampiran 1: Silabus Pembelajaran SILABUS Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ Semester : IV/ 2 Standar Kompetensi : Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar Materi Pokok Memberikan contoh sederhana pengauh globalisasi di lingkungann ya Globalisasi Pengalaman Belajar - Mengetahui pengertian dari globalisasi - Mengetahui dampak positif dari globalisasi - Mengetahui dampak negatif dari globalisasi - Pengaruh globalisasi terhadap Indikator Pencapaian Kompetensi - Siswa mampu menjelaskan pengertian globalisasi menggunakan kalimatnya sendiri tanpa membaca buku - Siswa mampu menyebutkan minimal dua dampak positif dari globalisasi di segala bidang melalui kegiatan diskusi Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif Penilaian - Jenis:  Tes  Non tes - Bentuk:  Tugas invidu  Diskusi kelompok - Instrument:  Soal  Kunci jawaban Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat 3 jp (6 x 35 menit Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lingkungan - Siswa mampu menyebutkan minimal dua dampak negatif dari globalisasi di segala bidang melalui kegiatan diskusi - Siswa mampu menjelaskan maksud pengaruh globalisasi terhadap lingkungannya menggunakan kalimat sendiri melalui kegiatan diskusi - Siswa mampu menyebutkan minimal dua dampak positif globalisasi yang ada di lingkungannya melalui kegiatan diskusi - Siswa mampu menyebutkan minimal dua dampak negatif globalisasi yang ada di  78 Rubik penilaian Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganeg araan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menentukan Globalisasi sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungann ya - - - - lingkungannya melalui kegiatan diskusi Mengetahui - Siswa mampu Paradigma sikap sebagai mengetahui minimal Pedagogi bangsa yang dua sikap sebagai Reflektif bermartabat bangsa yang bermartabat melalui Mengetahui cara kegiatan tanya jawab mewujudkan - Siswa mampu bangsa yang mengetahui minimal bermartabat dan dua cara berlandaskan menwujudkan bangsa pancasila yang bermartabat dan Mengetahui cara memperkuat berlandasan pancasila kemandirian melalui kegiatan bangsa supaya diskusi dan tanya tidak jawab terpengaruh oleh - Siswa mampu globalisasi mengetahui minimal Mengetahui perilaku yang harus dilakukan supaya terhindar dari dampak - Jenis:  Tes  Non tes - Bentuk:  Tugas invidu  Diskusi kelompok - Instrument:  Soal  Kunci jawaban  Rubik penilaian 79 3 jp (6 x Sumiati, A., 35 menit) Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganega raan Bangga Menjadi Insan Pancasila.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI negatif globalisasi - dua cara memperkuat kemandirian bangsa supaya tidak terpengaruh oleh globalisasi melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab - Siswa mampu mengetahui minimal dua perilaku yang harus dilakukan supaya terhindar dari dampak negatif globalisasi 80 Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional Yogyakarta, 10 April 2014 Mengetahui, Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru Kelas Maria Karma

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 2: RPP kelompok experimen pertemuan pertama RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) PERTEMUAN PERTAMA Satuan pendidikan : SD K Sengkan Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ 2 (Dua) Alokasi waktu : 3 x 40 Menit (120 menit) A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya C. Indikator   Competence - Menyebutkan pengertian globalisasi - Menyebutkan contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa Conscience - Percaya diri dalam mengemukakan pendapat - Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru  Compassion - Toleran kepada siswa lain - Membantu teman yang mengalami kesulitan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 D. Tujuan Pembelajaran  Competence - Siswa mampu menyebutkan pengertian globalisasi menggunakan kalimatnya sendiri tanpa membuka buku melalui kegiatan tanya jawab - Siswa mampu menyebutkan mimimal dua contoh globalisasi di lingkungan sekitar siswa melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab  Conscience - Siswa mampu percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya dengan suara lantang dan jawaban yang tepat tanpa melihat buku dan tanpa diminta oleh guru - Siswa mampu bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu dan tanpa diminta oleh guru  Compassion - Siswa mau membantu teman lain yang kesulitan dan tidak mengejek teman yang kesulitan atau tidak bisa tanpa diminta oleh guru E. Materi Ajar Pengertian globalisasi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari F. Model dan metode Pembelajaran - Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif - Metode Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, presentasi, penugasan individu G. Nilai Kemanusiaan a. Menghargai teman b. Kerjasama c. Mandiri d. Bertanggungjawab e. Menciptakan hidup rukun dalam keluarga.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Guru Siswa Konteks (Pembuka)  Guru memberikan salam kepada  Siswa menjawab salam guru siswa.  Guru memeriksa kehadiran siswa.  Siswa menjawab guru  Guru meminta salah satu siswa  Salah satu siswa memimpin doa untuk memimpin doa untuk mengawali kegiatan pembelajaran  Guru memberikan pretest pada  Siswa mengerjakkan pretest siswa untuk mengisi angket  Guru menjelaskan tujuan  Siswa memperhatikan penjelasan pembelajaran kepada siswa. tujuan pembelajaran dari guru  Guru mengajak siswa untuk  Siswa bernyanyi “Naik Kereta bernyanyi “ Naik Kereta api dan Api dan Naik Delman” Naik Delman”  Guru bertanya kepada siswa apakah  Siswa menjawab pertanyaan dari isi dari lagu “Naik Kereta api dan guru Naik Delman”  Guru bertanya kepada siswa alat  Siswa menjawab pertanyaan dari transportasi apa yang ada di dalam guru lagu?  Guru menyampaikan tujuan  Siswa memperhatikan penjelasan pembelajaran hari itu dan gambaran dari guru kegiatan pembelajaran Pengalaman (Inti)  Guru mengajak siswa untuk melihat  Siswa melihat gambar tentang gambar tentang globalisasi globalisasi (transportasi, komunikasi, gaya (transportasi,komunikasi, gaya hidup, dan makanan) hidup, dan makanan)  Guru menanyakan gambar yang dilihat siswa  Guru meminta siswa dalam kelompok untuk menceritakan pengalamannya saat menggunakan produk dan sarana adanya  Siswa menjawab pertanyaan dari guru  Siswa dalam kelompok menceritakan pengalamannya Alokasi Waktu 20 menit 90 menit

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI globalisasi  Guru meminta beberapa siswa maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya  Guru memberikan penjelasan pada siswa pengertian globalisasi 3.  Guru memberikan penjelasan pada siswa mengenai contoh-contoh globalisasi yang ada di sekitar mereka  Guru memberikan penguatan pada siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru (Penutup) Evaluasi  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau menceritakan pengalamannya di depan kelas  Guru melakukan evaluasi dengan bertanya jawab tentang pengertian globalisasi serta contoh-contohnya Refleksi  Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Guru bertanya mengenai kendala yang dihadapi serta hal yang mudah maupun sulit berseta alasannya  Guru meminta siswa menulis lembar refleksi Aksi  Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah apa untuk menghadapi globalisasi yang ada di lingkungannya  Sebagai tindak lanjut, siswa 84  Siswa maju ke depan menceritakan pengalamannya  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian globalisasi  Siswa mendengarkan penjelasan guru  Siswa bertepuk tangan  Siswa merespon guru dengan bertepuk tangan  Siswa yang bisa menjawab di beri poin atau nilai  Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Siswa merespon pertanyaan guru  Siswa menulis refleksi pada lembar refleksi  Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru  Siswa menerima PR yang 10 menit

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 mendapat PR (pekerjaan rumah) diberikan guru  Guru mengajak siswa bernyanyi  Siswa bernyanyi “Naik Kereta “Naik Ketera Api dan Naik Api dan Naik Delman” Delman”  Guru meminta salah satu siswa  Salah satu siswa memimpin doa untuk memimpin doa penutup penutup I. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan 1. Sumber Belajar Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional 2. Media Pembelajaran  Gambar-gambar globalisasi di sekitar 3. Alat dan Bahan  Alat tulis  Gambar-gambar globalisasi

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI J. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek penilaian Jenis penilaian Bentuk Teknik Pengetahuan Tes Esai Tertulis Sikap Non tes Rubik penilaian Skala sikap Keterampilan Non tes Rubik penilaian Produk 2. Bentuk instrumen Terlampir 3. Pedoman penskoran Terlampir 86

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 RUBIK PENILAIAN COMPETENCE ATAU EVALUASI Skor Kriteria penskoran 1 Tidak menjawab pertanyaan guru 2 Mau menjawab pertanyaan guru setelah diminta oleh guru 3 Menjawab pertanyaan guru tanpa diminta oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x1 =1x1 =3 =1 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 3 x 100 RENTANG NILAI Nilai Keterangan 1,00 – 1,50 D 1,51 – 2,00 C 2,01 – 2,50 B 2,51 – 3,00 A bisa

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 RUBIK PENILAIAN CONSCIENCE Skor Kriteria penskoran 3 Mau mengutarakan pendapatnya tanpa diminta oleh guru 2 Mau mengutarakan pendapatnya setelah diminta oleh guru Tidak mau mengutarakan pendapatnya meskipun sudah diminta oleh 1 guru 3 Mengutarakan pendapat dengan lancar tanpa membaca buku 2 Mengutarakan pendapat dengan terbata-bata tanpa melihat buku 1 Mengutarakan pendapat dengan membaca atau melihat buku Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 bisa

(106) 89 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RUBIK PENILAIAN COMPASSION Skor 1 2 Kriteria penskoran Tidak mau membantu teman yang kesulitan Mau membantu teman yang kesulitan dengan diminta oleh guru terlebih dahulu 3 Mau membantu teman yang kesulitan tanpa diminta oleh guru 1 Tidak menghargai teman yang maju ke depan dengan berbicara sendiri 2 3 Menghargai teman yang maju ke depan setelah di tegur atau diminta oleh guru Menghargai teman yang maju ke depan tanpa diminta oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 bisa

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 KEGIATAN REFLEKSI 1. Apakah kamu sudah mengetahui apakah yang disebut globalisasi? 2. Apakah kamu sudah bersyukur atas ilmu yang sudah kamu dapatkan hari ini? 3. Apakah kamu sudah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas? 4. Apakah kamu merasa kesulitan memahami materi? 5. Apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 GAMBAR-GAMBAR TERKAIT GLOBALISASI Yogyakarta, 27 Februari 2014 Mengetahu, Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru Kelas IV Maria Karma

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Lampiran 3: RPP kelompok eksperimen pertemuan kedua RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan pendidikan : SD K Sengkan Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ 2 (Genap) Alokasi waktu : 3 x 40 Menit (120 menit) A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya C. Indikator   Competence - Menyebutkan dampak positif dari globalisasi - Menyebutkan dampak negatif dari globalisasi - Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap lingkungan Conscience - Percaya diri dalam mengemukakan pendapat - Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru  Compassion - Toleran kepada siswa lain - Membantu teman yang mengalami kesulitan

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 D. Tujuan Pembelajaran  Competence - Siswa mampu menyebutkan minimal dua contoh dampak positif globalisasi bagi kehidupan sehari-hari melalui kegiatan diskusi dan taya jawab tanpa melihat buku - Siswa mampu menyebutkan minimal dua contoh dampak negatif globalisasi bagi kehidupan sehari-hari melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab tanpa melihat buku - Siswa mampu mengetahui minimal dua pengaruh globalisasi bagi lingkungan sekitar melalui kegiatan diskusi tanpa melihat buku  Conscience - Siswa mampu percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya dengan suara lantang dan jawaban yang tepat tanpa melihat buku dan tanpa diminta oleh guru - Siswa mampu bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu dan tanpa diminta oleh guru  Compassion - Siswa mampu menunjukkan sikap toleran atau tidak memilih-milih dan tidak membeda-bedakan teman saat guru membagi dalam kelompok - Siswa mau membantu teman lain yang kesulitan dan tidak mengejek teman yang kesulitan atau tidak bisa tanpa diminta oleh guru E. Materi Ajar Dampak (positif dan negatif) globalisasi di lingkungannya F. Model dan metode Pembelajaran - Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif - Metode Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, presentasi, penugasan individu

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 G. Nilai Kemanusiaan a. Menghargai teman b.Kerjasama c. Mandiri d.Bertanggungjawab H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Guru Siswa Konteks (Pembuka)  Guru memberikan salam kepada  Siswa menjawab salam guru siswa.  Guru memeriksa kehadiran siswa.  Siswa menjawab guru  Guru meminta salah satu siswa  Salah satu siswa memimpin doa untuk memimpin doa untuk mengawali kegiatan pembelajaran  Guru menjelaskan tujuan  Siswa memperhatikan penjelasan pembelajaran kepada siswa. tujuan pembelajaran dari guru  Guru menyampaikan materi yang  Siswa memperhatikan penjelasan akan dipelajari dan tujuannya dari guru Pengalaman (Inti)  Guru mengajak siswa untuk melihat  Siswa melihat gambar tentang gambar tentang globalisasi globalisasi (transportasi, komunikasi, gaya (transportasi,komunikasi, gaya hidup, dan makanan) hidup, dan makanan)  Guru menanyakan dampak positif dan negatif globalisasi berdasarkan gambar yang ditampilkan  Guru meminta siswa dalam kelompok untuk menceritakan apa saja dampak positif dan negatif dari globalisasi  Guru meminta siswa menceritakan pengalamannya terhadap dampak positif maupun negatif dari globalisasi  Siswa menjawab pertanyaan dari guru  Siswa dalam kelompok menceritakan pengalamannya  Siswa bercerita di depan kelas Alokasi Waktu 20 menit 90 menit

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.  Guru meminta siswa untuk membuat bagan dampak positif dan negatif globalisasi serta mengelompokkan gambar-gambar tentang globalisasi  Guru memberikan kesempatan pada sisiwa untuk menunjukkan hasil pekerjaannya di depan kelas  Guru memberikan penguatan dengan memberikan motivasi (tepuk tangan) dan meluruskan hal-hal yang masih keliru dipahami siswa (Penutup) Evaluasi  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas  Guru melakukan evaluasi dengan menuliskan dampak positif serta negatif globalisasi pada selembar kertas yang sudah disediakan guru Refleksi  Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Guru bertanya mengenai kendala yang dihadapi serta hal yang mudah maupun sulit berseta alasannya  Guru meminta siswa menuliskan refleksinya pada lembar refleksi yang disediakan guru Aksi  Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah apa untuk menghindari sikap negatif dari adanya dampak globalisasi  Sebagai tindak lanjut, siswa mendapat PR (pekerjaan rumah)  Guru meminta salah satu siswa 95  Siswa membuat bagan dan mengelompokkan gambar yang disediakan guru  Siswa menunjukkan hasil pekerjaannya di depan kelas  Siswa secara bersama-sama bertepuk tangan  Siswa merespon guru dengan bertepuk tangan  Siswa mengerjakan soal evaluasi  Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Siswa merespon pertanyaan guru  Siswa menulis refleksi pada lembar refleksi  Siswa melakukan apa yang diminta oleh guru  Siswa menerima PR yang diberikan guru  Salah satu siswa memimpin doa 10 menit

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk memimpin doa penutup 96 penutup I. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan a. Sumber Belajar Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional b. Media Pembelajaran  Gambar-gambar tentang adanya dampak positif dan negatif globalisasi c. Alat dan Bahan  Alat tulis  Kertas manila  Viewer  Laptop  Papan tulis K. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek penilaian Jenis penilaian Bentuk Teknik Pengetahuan Tes Esai Tertulis Sikap Non tes Rubik penilaian Skala sikap Keterampilan Non tes Rubik penilaian Produk 2. Bentuk instrumen Terlampir 3. Pedoman penskoran Terlampir

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 RUBIK PENILAIAN COMPETENCE Skor Kriteria penskoran 1 Tidak ada hiasan dalam bagan yang dibuat siswa 2 Ada hiasan dalam bagan tetapi hanya sedikit dan tidak bervariasi 3 Hiasan dalam bagan yang dibuat siswa sangat bervariasi dan berwarna Hanya menuliskan satu dampak positif dan negatif dari globalisasi dan 1 menempelkan gambar dengan keliru Menuliskan dua dampak positif dan negatif dari globalisasi dan 2 menempelkan gambar dengan tepat Menuliskan lebih dari tiga dampak positif dan negatif dari globalisasi 3 dan menempelkan gambar dengan tepat Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 RENTANG NILAI Nilai Keterangan 3,33 – 49 D 50 – 66,5 C 66,6 – 83,2 B 83,3 – 100 A bisa

(115) 98 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RUBIK PENILAIAN CONSCIENCE Skor Kriteria penskoran 3 Mau mengutarakan pendapatnya tanpa diminta oleh guru 2 Mau mengutarakan pendapatnya setelah diminta oleh guru Tidak mau mengutarakan pendapatnya meskipun sudah diminta oleh 1 guru 3 Mengutarakan pendapat dengan lancar tanpa membaca buku 2 Mengutarakan pendapat dengan terbata-bata tanpa melihat buku 1 Mengutarakan pendapat dengan membaca atau melihat buku 3 Mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu Mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru tidak tepat waktu dan 2 tidak selesai 1 Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x3 =1x3 =9 =3 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 9 x 100 bisa

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 RUBIK PENILAIAN COMPASSION Skor 1 2 3 1 2 3 Kriteria penskoran Memilih-milih teman saat guru membaginya dalam kelompok dan selalu mengejek teman dalam kelompoknya yang tidak disukainya Mau menerima perbedaan yang ada dalam kelompok tetapi dengan mengejek teman dalam kelompok yang tidak disukainya Menerima perbedaan yang ada dalam kelompok dan tidak saling mengejek teman satu anggotanya Tidak mau membantu teman yang kesulitan Mau membantu teman yang kesulitan dengan diminta oleh guru terlebih dahulu Mau membantu teman yang kesulitan tanpa diminta oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 bisa

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 KEGIATAN REFLEKSI 1. Apakah kamu sudah mengetahui dampak positif dan negatif globalisasi? 2. Apakah kamu sudah bersyukur atas ilmu yang sudah kamu dapatkan hari ini? 3. Apakah kamu sudah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas? 4. Apakah kamu merasa kesulitan memahami materi? 5. Apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 GAMBAR-GAMBAR TERKAIT GLOBALISASI Yogyakarta, 6 Maret 2014 Mengetahui, Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru Kelas IV Maria Karma

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 4: RPP kelompok eksperimen pertemuan ketiga RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan pendidikan : SD K Sengkan Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ II (Genap) Alokasi waktu : 3 x 40 Menit (120 menit) A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.1 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya C. Indikator   Competence - Menyebutkan peran Indonesia dalam era globalisasi - Menyebutkan bukti-bukti adanya globalisasi di sekitar Conscience - Percaya diri dalam mengemukakan pendapat - Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru  Compassion - Toleran kepada siswa lain - Membantu teman yang mengalami kesulitan

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 D. Tujuan Pembelajaran  Competence - Siswa mampu menyebutkan minimal dua peranan Indonesia dalam era globalisasi melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi setelah melihat tayangan video - Siswa mampu menyebutkan minimal dua bukti adanya globalisasi di sekitar setelah melihat tayangan video melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab  Conscience Siswa mampu percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya dengan suara - lantang dan jawaban yang tepat tanpa melihat buku dan tanpa diminta oleh guru Siswa mampu bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan oleh - guru dengan tepat waktu dan tanpa diminta oleh guru  Compassion - Siswa mampu menunjukkan sikap toleran atau tidak memilih-milih dan tidak membeda-bedakan teman saat guru membagi dalam kelompok - Siswa mau membantu teman lain yang kesulitan dan tidak mengejek teman yang kesulitan atau tidak bisa tanpa diminta oleh guru E. Materi Ajar Peranan indonesia dalam masa globalisasi dan bukti globalisasi di sekitar kita F. Model dan metode Pembelajaran - Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif - Metode Pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, presentasi, penugasan individu G. Nilai Kemanusiaan 1. Menghargai teman

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kerjasama 3. Mandiri 4. Bertanggungjawab 104 H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Guru Siswa Konteks (Pembuka)  Guru memberikan salam kepada  Siswa menjawab salam guru siswa.  Guru memeriksa kehadiran siswa.  Siswa menjawab guru  Guru meminta salah satu siswa  Salah satu siswa memimpin doa untuk memimpin doa untuk mengawali kegiatan pembelajaran  Guru menjelaskan tujuan  Siswa memperhatikan penjelasan pembelajaran kepada siswa. tujuan pembelajaran dari guru  Guru menyampaikan materi yang  Siswa memperhatikan penjelasan akan dipelajari dan tujuannya dari guru Pengalaman (Inti)  Guru mengajak siswa untuk melihat  Siswa melihat tayangan video tayangan video yang ditampilkan guru Alokasi Waktu 20 menit  Guru bertanya pada siswa seputar  Siswa menjawab pertanyaan tayangan video guru seputar tayangan video yang dilihat bersama-sama 90  Guru meminta beberapa siswa maju  Siswa bercerita di depan kelas menit ke depan dan menceritakan peranan atau bukti globalisasi yang pernah mereka lihat atau yang mereka ketahui  Guru membagi siswa ke dalam  Siswa masuk ke dalam kelompok kecil, satu kelompok kelompoknya terdiri dari empat sampai enan anak

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105  Guru memberikan penjelasan  Siswa mendengarkan petunjuk tentang tugas apa yang harus guru dikerjakan siswa 3.  Guru mengawasi dan mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas membuat kliping tentang globalisasi  Guru meminta beberapa kelompok untuk menunjukkan hasil pekerjaannya di depan kelas (Penutup) Evaluasi  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas  Guru melakukan evaluasi dengan menuliskan globalisasi di sekitar dan peran Indonesia pada masa globlisasi pada selembar kertas yang sudah disediakan guru  Guru memberikan penguatan dengan meluruskan hal-hal yang masih keliru dan belum dipahami siswa Refleksi  Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Guru bertanya mengenai kendala yang dihadapi serta hal yang mudah maupun sulit berseta alasannya  Guru meminta siswa menuliskan refleksinya pada lembar refleksi yang disediakan guru Aksi  Guru meminta siswa yang ditunjuk untuk menyebutkan langkah apa untuk menyikapi adanya globalisasi  Siswa membuat kliping bersama dengan kelompoknya  Siswa bersama kelompoknya maju ke depan menunjukkan hasil pekerjaannya  Siswa merespon guru dengan bertepuk tangan  Siswa mengerjakan soal evaluasi  Siswa mendengarkan penguatan guru 10 menit  Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari  Siswa merespon pertanyaan guru  Siswa menulis refleksi pada lembar refleksi  Siswa melakukan diminta oleh guru apa yang

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 di sekitar siswa  Sebagai tindak lanjut, siswa  Siswa menerima PR yang mendapat PR (pekerjaan rumah) diberikan guru  Guru meminta salah satu siswa  Salah satu siswa memimpin doa untuk memimpin doa penutup penutup I. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan a. Sumber Belajar Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional b. Media Pembelajaran  Video pembelajaran c. Alat dan Bahan  Alat tulis  Kertas manila  Viewer  Laptop  Papan tulis J. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek penilaian Pengetahuan Sikap Keterampilan Jenis penilaian Tes Non tes Non tes 2. Bentuk instrumen Terlampir 3. Pedoman penskoran Terlampir Bentuk Esai Rubik penilaian Rubik penilaian Teknik Tertulis Skala sikap Produk

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 RUBIK PENILAIAN COMPETENCE (pembuatan kliping) Skor Kriteria penskoran 1 Artikel yang dipilih siswa tidak tepat 2 Artikel yang dipilih cukup mewakili tetapi siswa hanya berhasil menemukan sedikit saja 3 1 2 3 Artikel yang dipilih siswa sudah sangat tepat Tidak ada kriteria (gaya hidup, makanan, iklan, pakaian, dll) dalam kliping siswa) Ada dua artikel atau lebih yang dipilih siswa berdasarkan kriteria (gaya hidup, makanan, iklan, pakaian, dll) dalam kliping siswa) Ada empat artikel atau lebih yang dipilih siswa berdasarkan kriteria (gaya hidup, makanan, iklan, pakaian, dll) dalam kliping siswa) 1 Artikel yang dipilih tidak menarik 2 Artikel yang dipilih cukup menarik tetapi sangat panjang 3 Artikel yang dipilih menarik, karena ringkas dan mewakili semuanya 1 Tidak ada hiasan, artikel dan gambar tidak berwarna 2 3 Tidak ada hiasan, tetapi artikel dan gambar berwarna, sehingga cukup menarik Banyak hiasan dan menarik Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x4 =1x4 = 12 =4 Nilai yang diperoleh siswa bisa

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 RUBIK PENILAIAN CONSCIENCE Skor Kriteria penskoran 3 Mau mengutarakan pendapatnya tanpa diminta oleh guru 2 Mau mengutarakan pendapatnya setelah diminta oleh guru Tidak mau mengutarakan pendapatnya meskipun sudah diminta oleh 1 guru 3 Mengutarakan pendapat dengan lancar tanpa membaca buku 2 Mengutarakan pendapat dengan terbata-bata tanpa melihat buku 1 Mengutarakan pendapat dengan membaca atau melihat buku 3 Mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu Mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru tidak tepat waktu dan 2 tidak selesai 1 Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x3 =1x3 =9 =3 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 9 x 100 bisa

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 RUBIK PENILAIAN COMPASSION Skor 1 2 3 1 2 3 Kriteria penskoran Memilih-milih teman saat guru membaginya dalam kelompok dan selalu mengejek teman dalam kelompoknya yang tidak disukainya Mau menerima perbedaan yang ada dalam kelompok tetapi dengan mengejek teman dalam kelompok yang tidak disukainya Menerima perbedaan yang ada dalam kelompok dan tidak saling mengejek teman satu anggotanya Tidak mau membantu teman yang kesulitan Mau membantu teman yang kesulitan dengan diminta oleh guru terlebih dahulu Mau membantu teman yang kesulitan tanpa diminta oleh guru Skor maksimal yang bisa diperoleh siswa Skor minimal yang Skor = Skor min x item diperoleh siswa Skor = Skor maks x item =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang diperoleh siswa Nilai = Skor yang diperoleh siswa / 6 x 100 bisa

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 KEGIATAN REFLEKSI 1. Apakah kamu sudah mengetahui contoh globalisasi yang ada di sekitarmu? 2. Apakah kamu sudah bersyukur atas ilmu yang sudah kamu dapatkan hari ini? 3. Apakah kamu sudah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas? 4. Apakah kamu merasa kesulitan memahami materi? 5. Apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini? Yogyakarta, 3 April 2014 Mengetahui Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru Kelas IV Maria Karma

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran 5: RPP Kelompok eksperimen pertemua keempat RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD K Sengkan Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/semester : IV (Empat)/ 2 (genap) Alokasi waktu : 3 x 40 Menit (120 menit) A. Standar Kompetensi : 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya C. Indikator    Competence - Mengetahui pengaruh globalisasi dalam keluarga - Mengetahui pengaruh globalisasi dalam masyarakat - Mengetahui pengaruh globalisasi di sekolah - Mengetahui cara menyikapi pengaruh globalisasi di sekolah Conscience - Percaya diri mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru - Berani dalam mengutarakan pendapat Compassion - Menghargai perbedaan pendapat yang ada dalam kelompoknya

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 D. Tujuan Pembelajaran  Competence - Siswa mampu mengetahui minimal dua pengaruh globalisasi di dalam keluarga melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab - Siswa mampu mengetahui minimal dua pengaruh globalisasi dalam masyarakat melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab tanpa melihat buku catatan - Siswa mampu mengetahui minimal dua pengaruh globalisasi di sekolah melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab tanpa melihat buku - Siswa mampu menyebutkan minimal dua cara menyikapi globalisasi yang ada dengan mengungkapkan aksi yang akan dilakukannya melalui kegiatan tanya jawab  Conscience - Siswa mampu percaya percaya diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan tidak bertanya pada guru dan hanya mendiskusikannya dengan teman kelompoknya - Siswa mampu mengutarakan pendapatnya dengan suara keras dan jelas tanpa diminta oleh guru  Compassion - Siswa mampu menghargai perbedaan pendapat yang ada dalam kelompoknya dengan menerima pendapat yang paling tepat dan suara terbanyak E. Materi Ajar  Pengaruh globalisasi dalam keluarga Cara mengatasi globalisasi di dalam rumah yaitu dengan cara: - Meniru keteladanan yang baik dari orang tua - Mengembangkan potensi yang dimiliki ke dalam kegiatan yang positif (misalnya membaca buku, olah raga, dll)

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 113 Berperilaku sopan (misalnya menghormati orang tua, menyayangi sodara, dll)  Pengaruh globalisasi di sekolah Masuknya pengaruh globalisasi yang negatif di sekolah dapat dicegah dengan cara: - Dalam bergaul hendaknya memilih pergaulan yang baik dan menghindari pergaulan yang buruk - Tidak terjerumus oleh ajakan teman yang buruk (misalnya diajak tawuran, membolos sekolah, mencuri uang, dll)  Mematuhi tata tertib sekolah Pengaruh globalisasi di masyarakat Cara mencegah pengaruh negatif globalisasi di lingkungan masyarakat yaitu dengan cara:  - Menghindari perilaku yang buruk dan mengikuti yang baik - Bersikap wapada/ hati-hati - Mampu mengendalikan diri Menyikapi pengaruh globalisasi Menyikapi pengaruh globalisasi yaitu dengan cara: - Terbuka terhadap inovasi dan perubahan - Memanfaatkan iptek dengan sebaik-baiknya - Tegas dalam menyikapi dampak negatif globalisasi - Mempertebal iman F. Model dan metode Pembelajaran a. Model Pembelajaran : Paradigma Pedagogi Reflektif b. Metode Pembelajaran : Penugasan individu G. Nilai Kemanusiaan a. Menghargai teman Tanya jawab, Diskusi, Presentasi,

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 b. Kerjasama c. Mandiri d. Bertanggungjawab H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran No 1. Kegiatan Guru Konteks (Pembuka) Guru memberi salam kepada siswa. Guru memeriksa kehadiran siswa. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa untuk mengawali pelajaran. Guru memeriksa siswa untuk kegiatan belajar (buku, alat tulis dll) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru mengajak siswa bermain permainan konsentrasi Guru menunjukkan benda-benda yang ada di sekitar yang berkaitan dengan globalisasi (seperti HP, Ps, dll) 2. Guru bertanya jawab dengan siswa terkait benda-benda yang dibawa guru Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya Pengalaman (Inti) Guru meminta siswa untuk membacakan materi yang ada pada buku paket secara bergantian Guru menanyakan isi cerita yang ada di buku paket pada siswa Guru menjelaskan materi yang ada sambil menunjukkan benda-benda yang dibawa guru Siswa Alokasi Waktu Siswa menjawab salam guru Siswa menjawab guru Salah satu siswa memimpin doa Siswa memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran dari guru Siswa bermain permainan konsentrasi Siswa memperhatikan benda yang dibawa guru Siswa menjawab pertanyaan guru Siswa memperhatikan penjelasan dari guru 10 menit Siswa membaca materi secara bergantian Siswa menjawab pertanyaan guru Siswa memperhatikan guru 100 menit

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 115 Guru membagi siswa ke dalam kelompok Siswa masuk ke dalam kelompok yang telah dibagi guru Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa Siswa mendengarkan penjelasan guru Guru mengawasi siswa dalam mengerjakan tugas Siswa bersama kelompoknya mengerjakan tugas yang diberikan guru Guru memberikan penguatan pada siswa yang sudah memahami konsep. Bagi siswa yang masih belum mengerti, guru memberikan pembenaran konsep Guru menjelaskan kembali terkait tugas yang dikerjakan siswa Guru bertanya kepada siswa, apa yang belum paham (Penutup) Evaluasi Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas Guru melakukan evaluasi dengan memberi tugas individu dan dikumpulkan Refleksi Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Guru meminta siswa mengisi lembar refleksi Aksi Guru meminta siswa yang ditunjuk Siswa secara bersama-sama bertepuk tangan Siswa memperhatikan penjelasan guru Siswa menjawab pertanyaan dari guru Siswa merespon guru dengan bertepuk tangan Siswa mengerjakan soal evaluasi 10 menit Siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang telah dipelajari Siswa merespon pertanyaan guru Siswa menyebutkan aksi-aksi yang

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk menyebutkan langkah apa yang akan dilakukan untuk terhindar dari pengaruh negatif globalisasi di rumah, sekolah dan masyarakat Guru meminta siswa untuk mengisi angket kegiatan posttest Guru mengajak siswa bermain permainan konsentrasi Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup 116 akan dilakukan Siswa melakukan posttest Siswa melakukan permainan konsentrasi Salah satu siswa memimpin doa penutup I. Sumber Belajar, Media Pembelajaran, Alat dan Bahan a. Sumber Belajar Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional b. Media Pembelajaran Hand Phone, Ps, Kentongan, gambar siswa yang sedang tawuran c. Alat dan Bahan  Alat tulis  Buku paket J. Penilaian a. Jenis/ teknik penilaian Aspek penilaian Pengetahuan Sikap Keterampilan b. Bentuk instrument Terlampir c. Pedoman penskoran Terlampir Jenis penilaian Tes Non tes Non tes Bentuk Esai Rubik penilaian Rubik penilaian Teknik Tertulis Skala sikap Produk

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR EVALUASI Nama : No absen : 117 d. Kebutuhan masyarakat sulit didapat 4. Terbawa arus perubahan yang negatif akibat globalisasi Jawablah pertanyaan di bawah ini merupakan dengan memberikan tanda silang (x) melanggar Pancasila, sila ke- …. perbuatan yang pada jawaban yang kamu anggap paling tepat! a. 2 b. 3 1. Berikut ini merupakan pengaruh positif globalisasi, kecuali …. a. Menjadi lebih kreatif b. Mudah memperoleh d. 5 5. Pengaruh globalisasi sebaiknya kita …. a. Biarkan informasi c. Menambah wawasan d. Melunturkan b. Tolak c. Seleksi pengetahuan kita nilai-nilai d. Terima apa adanya 6. Berikut agama 2. Banyak perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia sebab bukan globalisasi pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat ialah …. a. Gaya hidup …. a. Situasi negara relatif aman b. Upah tenaga kerja tinggi c. Sumber daya alam terbatas d. Konsumen Indonesia sedikit 3. Pengaruh c. 4 positif adanya globalisasi ialah …. a. Informasi cepat b. Kehidupan meningkat c. Mudah mendapat makanan b. Kesederhanaan c. Komunikasi d. Makanan 7. Peristiwa di suatu negara dapat diketahui dengan cepat di negara lain, akibat kemajuan di bidang …. a. Transportasi b. Telekomunikasi c. Periklanan

(135) 118 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menunjukkan d. Perindustrian 8. Nama produk makanan yang pengaruh globalisasi dibidang …. berasal dari luar negeri adalah a. Transportasi …. b. Komunikasi a. Tape ketan, udon c. Hiburan b. Pizza, spaghetti d. Seni c. Hamburger, tape ketan 13. Untuk mendapatkan informasi d. Keripik pisang, balado dari satu negara dengan negara 9. Teknologi yang paling cepat lain dapat memanfaatkan berkembang saat ini adalah …. teknologi …. a. Pariwisata a. Pariwisata b. Informasi b. Duta negara c. Perindustrian c. Transportasi d. Transportasi d. Telekomunikasi 10. Mendidik anak dari pengaruh globalisasi yang buruk 14. Di bawah ini yang merupakan pengaruh positif dari globalisasi merupakan tugas …. adalah …. a. Pemerintah a. Kemajuan dibidang transportasi b. Keluarga c. Guru b. Pergaulan bebas d. Semua benar c. Penyalahgunaan narkoba 11. Diera globalisasi ini gaya tradisional semakin tersisih dan d. Perilaku individual 15. Budaya asing yang tidak perlu masyarakat mulai menganut …. ditiru dan tidak sesuai dengan a. Gaya hidup sederhana kepribadian bangsa adalah …. b. Gaya hidup modern a. Memakai pakaian minim c. Gaya hidup apa adanya b. Memakai d. Gaya hidup kuno 12. Orang dengan mudah mendapat informasi dari internet. Hal ini jas saat acara resmi c. Menggunakan internet d. Menggunakan genggam telepon

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KUNCI JAWABAN LEMBAR EVALUASI 1. D 2. A 3. A 4. A 5. C 6. B 7. B 8. B 9. B 10. D 11. B 12. B 13. D 14. A 15. A 119

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor maksimal yang diperoleh siswa 120 Skor minimal yang diperoleh siswa Skor = skor maks x item Skor = skor min x item = 1 x 15 = 0 x 15 = 15 =0 Nilai yang bisa diperoleh siswa Nilai = nilai yang diperoleh siswa/ 15 x 100 RUBIK PENILAIAN CONSCIENCE Nilai 3 2 1 3 2 1 Kriteria penilaian Mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru dengan teman kelompoknya dan tidak bertanya pada guru Mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru dengan teman kelompoknya dengan bantuan guru (bertanya pada guru) Tidak mau mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru dengan teman kelompoknya Mengutarakan pendapatnya dengan berani dan suara lantang tanpa diminta oleh guru Mengutarakan pendapatnya dengan terbata-bata setelah diminta oleh guru Tidak mau mengutarakan pendapatnya meski sudah diminta oleh guru Skor maksimal yang diperoleh siswa Skor minimal yang diperoleh siswa Skor = skor maks x item Skor =3x2 =1x2 =6 =2 Nilai yang bisa diperoleh siswa Nilai = nilai yang diperoleh siswa/ 6 x 100 = skor min x item

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 RUBIK PENILAIAN COMPASSION Nilai Kriteria penilaian 1 Tidak mau menerima perbedaan yang ada dalam kelompok 2 Mau menerima perbedaan dalam kelompok setelah diminta oleh guru 3 Menerima perbedaan dalam kelompok dengan lapang dada 1 Isi bagan yang dibuat siswa tidak sesuai dengan perintah 2 Isi bagan kurang sesuai dengan perintah 3 Isi bagan sesuai dengan perintah 1 Tidak ada hiasan sehingga tidak menarik 2 Hanya ada sedikit hiasan 3 Menarik dan penuh hiasan Skor maksimal yang diperoleh siswa Skor minimal yang diperoleh siswa Skor = skor maks x item = skor min x item =3x3 =1x3 =9 =3 Nilai yang bisa diperoleh siswa Nilai Skor = skor yang diperoleh siswa/ 9 x 100

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 KEGIATAN REFLEKSI 1. Apakah kamu sudah mengetahui sikap apa yang harus kamu ambil dengan adanya globalisasi? 2. Apakah kamu sudah bersyukur atas ilmu yang sudah kamu dapatkan hari ini? 3. Apakah kamu sudah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas? 4. Apakah kamu merasa kesulitan memahami materi? 5. Apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini? Yogyakarta, 10 April 2014 Mengetahui Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru Kelas IV Maria Karma

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 6: RPP kelompok kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/ semester : IV/ 2 Alokasi waktu : 6 x 40 menit Kelompok : Kontrol Standar kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di Materi Pokok Globalisasi Kegiatan Pembelajaran Indikator Pertemuan pertama dan kedua - Kegiatan awal: - 1. Memberi salam 2. Menyiapkan siswa secara fisik berupa - Mengetahui pengertian dari globalisasi Mengetahui dampak positif dari globalisasi Mengetahui dampak Penilaian Sumber Belajar Sumiati, A., Bestari, P. 2008. Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lingkungannya pertanyaan peralatan belajar yang harus dipegang (pensil dan buku) 3. Pretest (mengisi angket) 4. Apersepsi 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran - negatif dari globalisasi Pengaruh globalisasi terhadap lingkungan Kegiatan inti 1. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai globalisasi di lingkungannya 2. Siswa mengerjakan LKS 3. Siswa membahas LKS bersama guru Kegiatan akhir Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya 1. Siswa menyimpulkan hasil kegiatan belajar 2. Salam penutup Pertemuan ketiga dan keempat - Kegiatan awal: 1. Memberi salam 2. Menyiapkan siswa secara fisik berupa pertanyaan peralatan belajar yang harus dipegang (pensil dan buku) 3. Apersepsi 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran - - Mengetahui sikap sebagai bangsa yang bermartabat Mengetahui cara mewujudkan bangsa yang bermartabat dan berlandaskan pancasila Mengetahui cara memperkuat kemandirian bangsa 124 Sarjan. Nugroho, A. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan inti 4. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya 5. Siswa mengerjakan soal evaluasi Kegiatan akhir - 125 supaya tidak terpengaruh oleh globalisasi Mengetahui perilaku yang harus dilakukan supaya terhindar dari dampak negatif globalisasi 6. Posttest (mengisi kuesioner) 7. Siswa menyimpulkan hasil kegiatan belajar 8. Salam penutup Yogyakarta, 10 April 2014 Mengetahui, Mahasiswa Anissa Dwi Saputri Guru kelas Maria Karma

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Validasi Instrumen Penelitian 126

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 8: Instrumen pengumpulan data a. Kuesioner uji coba validitas dan reliabilitas KUESIONER KESADARAN NILAI GLOBALISASI Nama : ……………………………….. Kelas : ……………………………….. Hari/ tanggal : ……………………………….. Petunjuk: Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik. Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi indentitas sesuai dengan diri anakanak. Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan! Keterangan pilihan jawaban: 1. SS : Sangat setuju 2. S : Setuju 3. TS : Tidak setuju 4. STS : Sangat tidak setuju No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pernyataan mempermudah Globalisasi komunikasi antar manusia Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya suka makan makanan instan (mie, nugget, burger, dll) Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Mengambil nilai positif dari siaran TV SS S TS STS

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Saya mengatur jam belajar dengan baik Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilai-nilai pancasila Internet dapat memberikan banyak informasi yang berguna Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Tidak menonton TV sampai larut malam Menggunakan internet untuk tujuan yang baik (mencari berita, informasi, dll) Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya senang menggunakan batik Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar 128

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 negeri Saya menghindari makan makanan instan agar tidak sakit Malas mempelajari budaya asli Indonesia Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Game onlKusuma membuat saya lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop malu menyanyikan lagu-lagu daerah Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik - TERIMAKASIH - 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 130 Kuesioner setelah uji validitas dan reliabilitas KUESIONER KESADARAN NILAI GLOBALISASI Nama : ……………………………….. Kelas : ……………………………….. Hari/ tanggal : ……………………………….. Petunjuk: Berikut ini akan disajikan sejumlah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik. Sebelumnya anak-anak diminta untuk mengisi indentitas sesuai dengan diri anakanak. Jawablah dengan jujur. Jawaban yang kalian berikan tidak berpengaruh terhadap nilai karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selamat mengerjakan! Keterangan pilihan jawaban: 1. SS : Sangat setuju 2. S : Setuju 3. TS : Tidak setuju 4. STS : Sangat tidak setuju No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pernyataan Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Tidak menonton TV sampai larut malam Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya SS S TS STS

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Malas mempelajari budaya asli Indonesia Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop malu menyanyikan lagu-lagu daerah Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik - TERIMAKASIH – 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran 9: Skor pretest kelompok kontrol 1 2 1 5 4 2 5 5 3 5 5 4 4 5 5 5 5 6 5 5 7 4 5 8 5 5 9 5 5 10 4 5 11 5 5 12 4 4 13 5 4 14 5 4 15 5 5 16 4 5 17 5 5 Item 18 19 20 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 2 4 4 4 5 4 4 4 5 4 5 5 2 2 5 5 5 4 2 4 2 5 5 5 5 2 2 2 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 4 2 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 6 5 4 2 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 2 4 2 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 7 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 8 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 9 5 5 4 4 1 4 4 4 4 5 4 2 4 5 5 4 4 4 1 2 4 5 4 4 4 4 1 2 1 4 2 2 2 2 1 10 5 4 5 4 5 4 1 5 4 4 5 4 5 2 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 11 12 13 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 1 2 4 4 5 4 4 5 4 2 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 2 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 2 4 4 5 4 5 1 4 5 5 4 4 4 1 4 5 4 5 2 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 14 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 1 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 15 5 5 5 5 2 5 4 5 5 4 5 4 5 5 2 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 16 4 4 5 2 1 5 2 4 5 2 1 2 5 4 5 1 5 2 4 1 1 1 2 5 2 4 5 1 4 1 1 2 5 2 5 17 5 5 5 5 2 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 1 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 18 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 1 1 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 19 4 5 2 5 2 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 2 4 5 4 4 4 5 4 4 5 2 4 5 4 4 21 22 23 24 25 26 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 4 2 2 2 2 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 2 5 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 2 5 5 4 4 2 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 5 1 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 1 2 2 2 2 4 1 4 4 5 4 4 1 4 4 2 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 2 4 4 2 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 27 5 5 4 5 4 5 4 1 4 4 4 4 5 5 5 4 1 1 5 5 5 5 5 5 5 5 4 2 1 4 4 2 4 2 5 No 21 5 5 22 5 5 23 5 4 24 4 4 25 5 5 26 5 5 27 5 5 28 4 5 29 5 5 30 5 4 31 2 4 32 4 5 33 5 5 34 5 4 35 5 5

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 10: Skor posttest kelompok kontrol 1 2 3 4 5 1 4 5 5 5 5 2 4 4 5 5 4 3 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 6 4 4 5 5 4 7 4 4 4 4 4 8 4 2 5 5 4 9 5 5 5 5 5 10 4 4 4 5 5 11 5 4 5 5 5 12 4 4 5 5 4 13 4 5 5 5 5 14 4 4 4 5 5 15 5 5 5 5 4 16 4 4 4 5 5 17 4 5 5 5 4 18 4 5 4 5 4 Item 19 20 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 6 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 7 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 8 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 9 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 10 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 11 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 12 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 13 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 14 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 15 4 5 5 4 4 5 2 2 4 4 4 2 5 4 4 4 4 2 4 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 4 2 2 2 4 4 16 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 2 2 4 5 4 4 17 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 5 2 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 18 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4 5 2 5 4 5 5 19 5 4 2 4 2 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 2 2 2 5 5 4 2 5 5 2 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 20 5 4 4 4 2 4 4 4 4 5 4 4 5 4 2 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 2 1 2 5 4 4 21 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 2 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 4 1 4 5 5 5 22 5 5 5 4 2 5 2 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 2 5 1 2 1 4 5 5 5 23 5 4 4 4 2 4 2 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 2 2 5 4 4 5 4 2 4 2 4 2 2 5 2 5 2 5 24 5 4 5 5 4 4 4 5 4 2 2 5 5 5 4 4 4 5 2 4 4 4 4 2 2 4 2 2 2 4 2 4 4 2 1 25 5 5 5 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 1 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 26 4 5 5 4 5 5 2 4 5 2 4 5 5 2 5 5 5 5 4 1 1 4 2 5 5 5 4 5 5 1 1 4 5 1 5 27 5 5 5 4 4 2 2 2 4 5 4 2 5 4 5 5 5 2 4 5 5 4 2 4 5 5 4 4 5 2 1 4 5 4 5 No 21 4 4 5 5 4 22 4 4 4 5 5 23 5 5 5 5 4 24 5 5 5 5 5 25 4 4 4 5 5 26 4 4 4 5 4 27 4 4 5 5 5 28 4 4 4 4 4 29 5 4 5 5 4 30 4 4 5 5 4 31 4 5 5 5 5 32 5 4 4 4 4 33 5 4 5 5 5 34 4 5 4 4 4 35 5 4 4 4 5

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 11: Skor pretest kelompok eksperimen 1 2 3 4 5 6 7 1 4 5 4 4 5 5 4 2 4 5 4 5 5 5 5 3 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 2 4 5 4 5 2 5 6 4 4 5 5 4 4 5 7 4 5 4 5 5 4 5 8 4 4 5 5 4 4 5 9 4 5 4 5 5 5 5 10 4 4 5 5 5 1 5 11 4 4 5 5 5 4 5 12 4 4 4 5 4 4 5 13 2 5 4 5 4 2 4 14 4 5 4 5 5 4 5 15 4 5 4 5 5 5 5 16 4 4 4 4 4 4 1 17 4 5 4 5 5 2 4 18 4 2 4 5 4 5 5 Item 19 4 4 4 5 5 4 1 8 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 9 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 4 2 4 5 5 2 4 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 10 5 4 4 5 2 4 5 5 4 4 4 4 2 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 5 4 4 11 4 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 1 5 5 5 4 5 5 5 4 4 1 2 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 12 5 4 4 2 4 4 2 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 13 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 5 2 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 14 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 2 5 5 4 5 5 4 4 4 5 2 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 15 5 5 5 5 2 5 5 5 4 5 5 5 4 4 5 2 2 2 4 5 5 4 5 1 1 2 5 5 5 2 2 4 5 1 5 16 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 5 17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 18 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 2 4 4 4 5 4 4 5 4 5 1 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 19 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 2 4 4 4 4 5 5 4 4 4 2 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 20 2 4 2 4 1 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 2 4 5 5 2 2 4 4 2 4 2 4 2 4 2 21 4 4 5 4 4 4 2 2 4 4 4 2 4 1 4 4 2 2 4 4 1 1 4 4 4 1 5 2 4 4 1 4 2 1 4 22 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 2 5 5 2 4 1 2 2 5 4 2 4 1 1 2 5 5 5 23 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 2 4 5 5 5 5 4 2 2 4 5 5 5 4 2 4 4 4 5 24 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 25 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 2 5 4 4 4 4 5 4 4 4 1 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 26 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 1 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 27 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 5 2 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 No 20 4 5 5 5 5 4 5 21 4 5 4 5 5 5 5 22 2 4 4 4 5 4 5 23 4 4 4 4 2 4 2 24 4 5 4 4 5 5 5 25 4 5 5 4 5 5 5 26 4 5 5 5 5 5 5 27 4 4 4 5 5 5 5 28 4 4 5 5 5 5 4 29 4 5 5 5 4 5 5 30 4 5 2 4 5 5 5 31 4 4 5 4 5 5 5 32 4 5 4 5 4 5 5 33 4 5 5 5 5 5 5 34 4 4 4 5 5 5 5 35 4 4 5 5 5 5 5

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 12: Skor posttest kelompok eksperimen No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 6 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 7 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 8 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 9 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 11 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 12 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 14 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 15 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 16 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 17 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 18 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 19 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 20 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 21 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 22 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 23 5 5 5 5 2 4 5 4 4 5 1 24 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 25 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 26 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 27 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 28 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 29 5 5 5 5 5 4 4 4 4 1 5 30 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 31 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 32 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 33 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 34 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 35 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 12 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 14 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 2 4 5 4 5 15 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 18 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 19 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 20 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 21 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 22 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 5 23 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 24 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 25 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 26 5 5 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13: Hasil analisis SPSS uji validitas dan reliabilitas instrument a. Uji validitas instrument Pearson Correlation Sig.(2-tailed) N TOTAL 1 45 No1 0,042 0,783 45 No2 0,510 0,000 45 No3 0,317 0,034 45 No4 0,436 0,003 45 No5 0,068 0,658 45 No6 -0,006 0,971 45 No7 0,561 0,000 45 No8 0,123 0,422 45 No9 0,217 0,152 45 No10 -0,140 0,359 45 No11 0,182 0,232 45 No12 0,057 0,712 45 No13 0,378 0,010 45 No14 0,200 0,188 45 No15 0,268 0,075 45 No16 0,710 0,000 45 No17 0,696 0,000 45 No18 0,510 0,000 45 No19 0,616 0,000 45 No20 0,708 0,000 45 No21 0,657 0,000 45 No22 0,464 0,001 45 No23 0,333 0,025 45 No24 0,310 0,038 45 No25 0,293 0,051 45 No26 0,165 0,279 45 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No27 0,431 0,003 45 No28 0,547 0,000 45 No29 0,569 0,000 45 No30 0,483 0,001 45 No31 0,103 0,502 45 No32 0,461 0,001 45 No33 0,424 0,004 45 No34 0,656 0,000 45 No35 0,511 0,000 45 No36 0,377 0,011 45 No37 0,676 0,000 45 No38 0,531 0,000 45 No39 0,188 0,216 45 No40 0,589 0,000 45 No41 0,292 0,052 45 No42 0,759 0,000 45 No43 0,773 0,000 45 No44 0,713 0,000 45 No45 0,658 0,000 45 No46 0,415 0,005 45 No47 0,672 0,000 45 No48 0,381 0,010 45 No49 0,614 0,000 45 No50 0,732 0,000 45 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji reliabilitas instrument Case Processing Summary N Cases Valid % 45 100.0 0 .0 45 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .931 N of Items .936 35 138

(156) 139 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14: Hasil uji normalitas a. Kelompok kontrol Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova kontrol Total Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. pretest .138 27 .199 .883 27 .006 posttest .144 27 .158 .939 27 .116 a. Lilliefors Significance Correction b. Kelompok Eksperimen Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Ekspeerimen total Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic * df Sig. pretest .131 27 .200 .928 27 .063 posttest .194 27 .011 .866 27 .002 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 15: Hasil uji homogenitas Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the F total Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. .104 Std. Error Sig. (2-tailed) Difference Difference 52 .301 4.00000 3.82599 -3.67740 11.67740 1.045 51.999 .301 4.00000 3.82599 -3.67741 11.67741 t .749 Difference Mean 1.045 df Lower Upper

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 16: Perbandingan skor pretest Group Statistics pretest total N Mean Std. Deviation Std. Error Mean kontrol 27 149.0000 14.09037 2.71169 eksperimen 27 145.0000 14.02470 2.69906 Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the F total Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. .104 Std. Error Sig. (2-tailed) Difference Difference 52 .301 4.00000 3.82599 -3.67740 11.67740 1.045 51.999 .301 4.00000 3.82599 -3.67741 11.67741 t .749 Difference Mean 1.045 df Lower Upper

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 16: Hasil uji kenaikan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen a. Kelompok kontrol Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 4.26 27 .403 .078 posttest 4.35 27 .369 .071 Paired Samples Correlations N Pair 1 pretest & posttest Correlation 27 -.062 Sig. .758 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Mean Pair 1 pretest - posttest -.089 Std. Deviation .563 Std. Error Mean .108 Lower Upper -.312 t .133 df -.824 Sig. (2-tailed) 26 .417

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 b. Kelompok eksperimen Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean pretest 4.14 27 .400 .077 posttest 4.77 27 .216 .041 Paired Samples Correlations N Pair 1 pretest & posttest Correlation 27 -.150 Sig. .454 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Mean Pair 1 pretest - posttest -.623 Std. Deviation .482 Std. Error Mean .093 Lower Upper -.814 t -.433 -6.715 df Sig. (2-tailed) 26 .000

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran 17: Hasil Posttest Group Statistics rerata nilai N Mean Std. Deviation Std. Error Mean kontrol 27 .0893 .56282 .10831 eksperimen 27 .6233 .48233 .09282 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the F nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed Sig. .739 .394 t df Mean Std. Error Sig. (2-tailed) Difference Difference Difference Lower Upper -3.744 52 .000 -.53407 .14265 -.82032 -.24783 -3.744 50.809 .000 -.53407 .14265 -.82048 -.24767

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18: Perhitungan hasil uji pengaruh PPR a. Kelompok kontrol √ √ √ √ R2 = 0,406253552 = 0,16504195 Presentase efek = 0,16504195 x 100% = 16,504 a. Kelompok eksperimen √ √ √ √ R2 = 0,15594212 = 0,02431794 Presentase efek = 0,02431794 x 100% = 2,432

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19: Lembar kuesioner validitas siswa

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20: Lembar kuesioner pretest dan posttest kelompok kontrol a. Pretest

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Posttest

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20: Lembar kuesioner pretest dan posttest kelompok eksperimen a. Pretest

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Posttest

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22: Lembar Refleksi Siswa

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23: Foto-foto Penelitian

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24: Surat izin penelitian

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25: Surat keterangan penelitian

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26: Daftar riwayat hidup RIWAYAT HIDUP Anissa Dwi Saputri merupakan anak kedua dari pasangan Sapto Margono dan Titin Agustiningsih. Lahir di Cilacap pada tanggal 12 Juli 1993. Pendidikan awal dimulai di TK Pertiwi Ranting pada tahun 1997-1998. Tahun 1998-2004 sekolah di SD Negeri Sidanegara 02 Cilacap. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 04 Cilacap pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Cilacap, kemudian penulis melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarya pada tahun 2010

(174)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR).
0
2
29
PENERAPAN PRINSIP EVALUASI KEMAJUAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN DALIL PYTHAGORAS BERPARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMP KANISIUS TIRTOMOYO
0
0
168
KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN SEMESTER 2 Tahun Ajaran 20102011 Skripsi
0
0
101
PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD
0
0
118
KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPOLA PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMA KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
245
PENELITIAN TINDAKAN KELAS EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN KOMPETENSI MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PESERTA DIDIK KELAS VB SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuh
0
5
132
HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
128
EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi
0
0
105
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP TINGKAT KESADARAN AKAN NILAI GLOBALISASI PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IVA SD NEGERI ADISUCIPTO 1 TAHUN AJARAN 20122013 SKRIPSI
0
1
127
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
DESKRIPSI KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN DAN SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
0
1
158
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
IMPLEMENTASI PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS IVB SD KANISIUS SOROWAJAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010 2011 SKRIPSI
0
0
116
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA SD KELAS IV
0
0
153
Show more