Pengaruh stres dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian SDM dan umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo, Bantul, Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
3
116
9 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA

KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Oleh: Sri Melin Siska Tarigan

  NIM: 102214055 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2014

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Oleh: Sri Melin Siska Tarigan

  NIM: 102214055 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2014

  

Skripsi

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta

  Oleh: Sri Melin Siska Tarigan

  Nim: 102214055 Telah disetujui oleh:

  Pembimbing I Dra. Diah Utari BR, M.Si. Tanggal …………………….

  Pembimbing II Drs. Aloysius Triwanggono, M.S. Tanggal …………………….

  Skripsi

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta

  Dipersiapkan dan Ditulis oleh : Sri Melin Siska Tarigan

  NIM : 102214055 Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji

  Pada Tanggal 21 Agustus 2014 Dan Dinyatakan Memenuhi Syarat

  Susunan Dewan Penguji Jabatan Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua Dra. Diah Utari BR, M.Si.

  Sekretaris Drs. Th. Sutadi, M.B.A Anggota Dra. Diah Utari BR, M.Si.

  Anggota Drs. Aloysius Triwanggono, M.S. Anggota Drs. H. Suseno Triyanto W. M.S

  Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Dr. H. HerryMaridjo, M.Si MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Matius 7:7-8)

  “Kamu kerja keras saat muda, agar di kala tua kamu tidak perlu kerja keras, atau setidaknya kalaupun kamu tetap harus kerja keras, kamu sudah terbiasa.”

  (R. Ade Irwantha Tarigan) “Kulakukan yang terbaikku, Tuhan yang selebihnya. Dia selalu punya cara membuatku menjadi lebih dari pemenang”

  Skripsi ini aku persembahkan untuk : Bapak dan Mamak tercinta, terima kasih untuk kasih sayang dan doa yang selalu diberikan untukku. UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN

  • – PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

  Saya yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul :

  

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta dan diajukan untuk diuji pada tanggal 29 Agustus 2014 adalah hasil karya saya.

  Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalmiat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No. 20 Tahun 2003, pasal 25 dan 70).

  Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan, Sri Melin Siska Tarigan NIM : 102214055

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Nama : Sri Melin Siska Tarigan NIM : 102214055

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul

  

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 29 Agustus 2014 Yang menyatakan Sri Melin Siska Tarigan

  KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kepada Allah dalam nama Yesus Kristus yang telah melimpahkan segala berkat, rahmat dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Stres dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja

  Karyawan” yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penulis secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia yang diberikan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

  2. Bapak Dr. Herry Maridjo M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Dr. Lukas Purwoto M.Si. selaku Kaprodi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  4. Ibu Dra. Diah Utari B.R, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang telah begitu baik bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pengarahan, bimbingan, masukan, semangat dan kritik yang sangat berharga dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penyelesaian skripsi ini.

  5. Bapak Drs. Aloysius Triwanggono, M.S. selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, masukan, semangat dan kritikan yang sangat berharga dengan penuh pengertian dan kesabaran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  6. Bapak Drs. H. Suseno Triyanto W. M.S. selaku Dosen Penguji yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan masukan pada saat ujian pendadaran.

  7. Segenap dosen dan staf pengajar Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada Saya.

  8. Segenap pihak PT. Madubaru, Bantul, Yogyakarta, yang telah memberikan ijin kepada penulis, khususnya karyawan bagian SDM & Umum yang telah bersedia mengisi kuesioner sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  9. Bapak dan Mamak tercinta, Abang Rahmad Ade Irwantha Tarigan, kakak Mira Donatha Tarigan, dan Abang Robby Kansa Tarigan, yang selalu memberikan kasih sayang, doa, nasihat, dan semangat sehingga aku bisa lebih dewasa dalam menjalani hidup. Terima kasih untuk pengertian dan dukungan yang selalu diberikan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  10. Buat nek Ribu, kila Adi, kak Indri, kak Tiwi, bang Thomas, ponakanku Jojo, Ochas, Beboy, dan Mika, sepupuku Riska dan semua keluarga besar Tarigan dan Pinem.

  11. Sahabat tercinta Ike, Depi, Alin, Septi, Villa, Indah, Frida, Jojo, Satria, Gusti, terima kasih untuk semangat, doa, dukungan, “kenakalan”, dan “kekonyolan” yang kita lakukan selama 4 tahun ini.

  12. Windu Andika, terima kasih untuk semuanya. Kuliahnya yang rajin ya, sayang.

  13. Keluarga besar HMJM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) dan Pengurus Wardjok m am”s Dep, Kokoh, Rio, Ade Kece (Pero & Nik), Bunda sejuta umat, Angki sayang, Rima, dan Desti, tetaplah menjadi dedek-dedek yang keren.

  14. Anak-anak kos Iromejan GK 3 No. 801.

  15. Seluruh manajemen 2010, terima kasih buat semangat dan kebersamaan ini. Semoga semuanya sukses sesuai dengan cita-cita masing-masing.

  16. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi.

  Yogyakarta, 29 Agustus2014 Penulis Sri Melin Siska Tarigan 102214055

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iv

HALAMAN PERNYATAAN KARYA TULIS ........................................... v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................ vi

HALAMAN KATA PENGANTAR .............................................................. vii

HALAMAN DAFTAR ISI ............................................................................. x

HALAMAN DAFTAR TABEL ..................................................................... xiv

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ................................................................ xv

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................ xvi

HALAMAN ABSTRAK ................................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................... 4 C. Pembatasan Masalah ................................................................ 4 D. Tujuan Penelitian ..................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ................................................................... 5 F. Sistematika Penulisan .............................................................. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori ........................................................................ 8

  1. Manajemen .................................................................. 8

  2. Manajemen Sumber Daya Manusia ............................. 8

  3. Stres ............................................................................. 9

  4. Lingkungan Kerja ........................................................ 16

  5. Kinerja Karyawan ........................................................ 18

  B. Penelitian Sebelumnya............................................................. 20

  C. Kerangka Konseptual Penelitian.............................................. 22

  D. Hipotesis .................................................................................. 23

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ......................................................................... 24 B. Subjek dan Objek Penelitian..................................................... 24 C. Waktu dan Lokasi Penelitian .................................................... 25 D. Variabel Penelitian ................................................................... 25

  1. Identifikasi Variabel ..................................................... 25

  2. Definisi Variabel........................................................... 25

  3. Pengukuran Variabel .................................................... 28

  E. Definisi Operasional ................................................................. 29

  F. Populasi dan Sampel ................................................................. 30

  G. Teknik Pengambilan Sampel .................................................... 31

  H. Sumber Data ............................................................................ 31

  I. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 31 J. Teknik Pengujian Instrumen ..................................................... 32

  K. Teknik Analisis Data ................................................................ 34

  BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan .................................................................. 39 B. Status Perusahaan .................................................................... 39 C. Lokasi Perusahaan................................................................... 39 D. Struktur Organisasi ................................................................. 40 E. Visi dan Misi ........................................................................... 42 F. Sumber Daya Manusia ............................................................ 42 G. Produksi .................................................................................. 44 H. Bidang Akuntansi dan Keuangan ............................................ 46 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pendahuluan Pembahasan ....................................................... 51 B. Hasil Range untuk Masing-Masing Variabel .......................... 52

  1. Variabel Stres............................................................... 52

  2. Variabel Lingkungan Kerja ......................................... 54

  3. Variabel Kinerja Karyawan ......................................... 56

  C. Pengujian Instrumen Penelitian ............................................... 58

  1. Uji Validitas................................................................. 58

  2. Uji Reliabilitas ............................................................. 60

  D. Analisis Data ........................................................................... 61

  1. Uji Asumsi Klasik ....................................................... 61

  2. Uji Regresi Linier Berganda ....................................... 65

  3. Uji Signifikansi t ......................................................... 66

  4. Uji Signifikansi F ........................................................ 69

  E. Pembahasan ............................................................................. 71

  BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan .............................................................................. 73 B. Saran........................................................................................ 73 C. Keterbatasan ............................................................................ 74 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 75

  

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Hal

  V.1 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Stres ................................ 53

  V.2 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Lingkungan Kerja ........... 55

  V.3 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kinerja Karyawan .......... 57

  V.4 Hasil Uji Validitas Variabel Stres ...................................................... 58

  V.5 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja ................................. 59

  V.6 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan ................................. 60

  V.7 Hasil Uji Reliabilitas........................................................................... 61

  V.9 Hasil Uji Multikolinieritas .................................................................. 63

  V.11 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ..................................................... 65

  V.12 Hasil Uji t ............................................................................................ 66

  V.13 Hasil Uji F .......................................................................................... 69

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Hal

  V.8 Hasil Uji Normalitas ...................................................................... 62

  V.10 Hasil Uji Heteroskedastisitas ......................................................... 64

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran A Kuesioner Penelitian ................................................................. 77 Lampiran B Print Out Input Data .................................................................. 82 Lampiran C Print Out Hasil Uji .................................................................... 90 Lampiran D Surat Ijin Penelitian ................................................................... 97

  

ABSTRAK

PENGARUH STRES DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP

KINERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta

  Sri Melin Siska Tarigan Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2014

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh stres terhadap kinerja karyawan, (2) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dan (3) pengaruh stres dan lingkungan kerja secara bersama pada kinerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014 di Bagian SDM & Umum PT. Madubaru. Jumlah sampel sebanyak 44 orang yang diambil dari seluruh jumlah populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda disertai uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, (2) lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dan (3) stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

  Kata Kunci: tingkat stres, situasi lingkungan kerja, tingkat kinerja karyawan

  ABSTRACT THE INFLUENCE OF STRESS AND WORK ENVIRONTMEN TOWARDS EMPLOYEES PERFORMANCE A case study oN human resource and general employees of PT. Madubaru

  PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta Sri Melin Siska Tarigan

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2014 The research aims to find : (1) the influence of stress on the employees performance is, (2) the influence of work environment on the employees performance is and (3) the influence of simultaneous stress and work environment simultaneously on the employees performance. The research was carried out at human resource and general PT. Madubaru on April-Mei 2014. The total sample of 44 peoples were taken the entire population. The data was analyzed using multiple liniar regression,

  “t” and “F” test. The result indicates that: (1) the stress does not influence the employess performance, (2) work environment does not influence the employess performance and (3) simultaneous stress and work environment affected employess performance.

  Keywords: stress level, situation of work environment, employees performance level

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang pasti menginginkan kinerja yang baik dalam bekerja. Kinerja dapat diartikan dimana ketika hasil yang dicapai seseorang sudah

  memenuhi atau bahkan melebihi target yang sudah ditentukan sebelumnya. Menurut Mangkunegara (2007:9), kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikannya.

  Untuk meningkatkan kinerja karyawan tidak hanya dibutuhkan ketekunan dan tanggungjawab yang besar. Lebih dari itu, seorang karyawan harus mampu mengendalikan diri dan emosi serta harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja. Dengan begitu diharapkan seorang karyawan dapat bekerja dengan efektif dan efisien serta memberikan pengaruh yang positif bagi perusahan.

  Stres (stress) dalam bekerja juga dapat mempengaruhi kinerja dan prestasi seorang karyawan. Stres bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, misalnya banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan tidak sesuai dengan waktu yang diberikan, tekanan dari pemimpin perusahaan atau sesame rekan kerja dan penyebab stress lainnya yang datang dari dalam perusahaan tersebut. Faktor eksternalnya adalah penyebab stres yang datang dari luar

  2

  Lingkungan perusahaan yang juga bisa berpengaruh terhadap karyawan itu sendiri, misalnya stress karena adanya masalah keluarga, teman dan masalah lainnya.

  Stres yang tidak terkendali akan berakibat tidak baik bagi kinerja karyawan dan juga bagi perusahaan itu sendiri. Stres akan membuat semangat kerja karyawan berkurang, bekerja dengan tidak maksimal, dan hasil yang diperoleh juga tidak memuaskan.

  Lingkungan kerja juga tidak kalah penting bagi karyawan. Lingkungan yang baik akan memberikan kenyamanan kerja sehingga mempengaruhi kinerja karyawan untuk mencapai prestasi dalam melakukan pekerjaannya. Begitu juga sebaliknya, lingkungan yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik juga terhadap kinerja karyawan tersebut. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankantugas-tugas yang dibebankan. Misalnya kebersihan, musik, dan lain-lain (Nitisemito,1982:183). Kenyamanan lingkungan kerja yang dimaksudkan bisa dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan karyawan, menciptakan situasi yang menyenangkan misalnya dengan penataan ruangan yang rapi sehingga memberikan semangat saat bekerja, dan adanya hubungan baik antara karyawan dan pimpinan perusahaan. Dengan demikian setiap karyawan dapat bekerja lebih efektif dan efisien.

  PG-PS Madukismo adalah satu-satunya Pabrik Gula dan Pabrik Alkohol/Spiritus di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di PT.

  3

  Madubaru sendiri terdapat banyak unit-unit di dalamnya, setiap unitnya tentu saja memiliki tingkat stress dan tanggung jawab masing-masing.

  Tetapi penelitian ini akan khusus dilakukan di bagian SDM & Umum PT. Madubaru Yogyakarta dimana penanganan tenaga kerja, latihan pengembangan, pemeliharaan kerja dan lain sebagainya ada di unit ini.

  Dengan karyawan yang memiliki tanggungjawab serta target pekerjaan, tentu saja tendensi stress dapat terjadi sewaktu-waktu. Terlebih bila lingkungan kerja juga tidak mendukung kenyamanan kerja bagi karyawan yang berada di dalamnya. Hal ini tentu akan mengganggu proses kerja dan berdampak pada meningkatnya stres.

  Dibutuhkan perhatian dari PT. Madu baru untuk dapat mengelola tingkat stress karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Hal ini demi meminimalisir berbagai dampak psikis yang mengganggu focus kerja karyawan. Dalam rangka itu tentu pertama-tama perlu dilihat terlebih dahulu bagaimana sebenarnya tingkat stress dan kondisi lingkungan kerja dalam pandangan karyawan. Melalui masukan ini, PT. Madubaru dapat melakukan tindakan lebih lanjut untuk mendorong kenyamanan kerja yang diharapkan mendukung kinerja mereka.

  Stres yang berlebih anakan berakibat buruk bagi kinerja seorang karyawan, apalagi ditambah dengan lingkungan kerja yang kurang nyaman. Oleh karena itu, penting bagi PT. Madubaru untuk memberikan

  4

  situasi kerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan juga memberikan pengaruh positif bagi PT. Madubaru.

  Dari uraian latar belakang diatas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian ini sehingga dapat dilihat lebih jauh lagi seperti apa stres yang dihadapi karyawan dan lingkungan kerja yang bagaimana yang dibutuhkan agar bisa meningkatkan kinerja karyawan dengan judul penelitian

  “Pengaruh Stres dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana pengaruh stress terhadap kinerja karyawan?

  2. Bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan?

  3. Bagaimana pengaruh stress dan lingkungan kerja secara bersama- sama terhadap kinerja karyawan?

  C. Pembatasan Masalah

  Untuk menghindari perluasan masalah yang akan diteliti dan dibahas, maka penulis membatasinya dengan berkonsentrasi pada pengaruh stress dan kenyamanan lingkungan kerja terhadap prestasi karyawan :

  1. Stres Stres diukur menurut pendapat karyawan.

  5

  2. Lingkungan kerja Lingkungan kerja dilihat dari fasilitas, situasi kerja, dan hubungan antar sesame karyawan dan pemimpin perusahaan.

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh stres terhadap kinerja karyawan.

  2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

  3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.

  E. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi :

  1. Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam melihat dan mengatasi stres yang dihadapi oleh karyawan serta dapat memberikan kenyaman lingkungan dalam bekerja sehingga membantu dalam meningkatkan prestasi karyawan.

  2. Universitas Sanata Dharma

  6

  Hasil penilitian ini diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan Universitas Sanata Dharma sebagai bahan bacaan dan informasi, khususnya di bidang manajemen sumber daya manusia.

  3. Bagi Penulis Dengan penelitian ini, penulis dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memperoleh pengalaman serta dapat mengembangkan ilmu dalam manajemen sumber daya manusia.

F. SistematikaPenulisan

  Bab I Pendahuluan Dalam Bab I diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian tentang

  “Pengaruh Stres dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan ”.

  Bab II Kajian Pustaka Bab II ini menguraikan teori-teori yang melandasi penelitian, meliputi pengertian manajemen, manajemen sumber daya manusia, stres, lingkungan kerja, kinerja, penelitian-penelitian sebelumnya, kerangka konseptual, dan hipotesis penelitian.

  Bab III Metode Penelitian Pada Bab III akan dipaparkan mengenai jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, waktu dan lokasi penelitian,

  7

  variabel penelitian, definisi operasional, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data.

  Bab IV Gambaran Umum Subjek Penelitian Bab IV berisikan tentang gambaran secara singkat mengenai sejarah perusahaan, bidang usaha, struktur organisasi, pilar-pilar utama perusahaan, dan profil atau karakteristik perusahaan.

  Bab V Analisis Data dan Pembahasan Dalam bab ini akan diuraikan mengenai analisis data penelitian dan pembahasannya. Analisis data dimulai dari analisis regresi berganda dan uji hipotesis.

  Bab VI Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan Bab ini akan memuat kesimpulan yang diperoleh dari analisis data dan pembahasan, serta penjelasan mengenai teruji atau tidaknya hipotesis alternative yang dikemukakan, saran mengenai penelitian mendatang, dan keterbatasan penelitian.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

  1. Manajemen

  Manajemen banyak diartikan sebagai “ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain”. Hal ini berarti manajemen hanya dapat dilaksanakan bila dalam pencapaian tujuan tersebut tidak hanya dilakukan oleh seseorang saja, tetapi dalam pencapaian tujuan tersebut dilakukan oleh lebih dari seorang (Nitisemito, 1982:9). Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Handoko, 1984: 8).

  Menurut Simamora (2004: 4), manajemen adalah proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yag ditetapkan. Proses ini melibatkan organisasi, arahan, koordinasi, dan evaluasiorang-orang guna mencapai tujuan tersebut.

  2. Manajemen Sumber Daya Manusia

  Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok karyawan. Manajemen

  9

  sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karir, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan, dan hubungan ketenagakerjaan yang baik (Simamora, 2004:4-5).

  Menurut Nawawi (dalam Sunyoto, 2012:3) yang dimaksud dengan sumber daya manusia meliputi tiga pengertian, yaitu : a. Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi, disebut juga personel, tenaga kerja, pegawai atau karyawan.

  b. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.

  c. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non

  material

  ataunonfinancial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya organisasi.

3. Stres

  Stres adalah apa yang anda rasakan pada saat anda bereaksi terhadap tekanan, apakah dari dunia luar (seperti dunia sekolah, dunia kerja, setelah kegiatan/aktifitas sekolah, keluarga, atau teman) atau dari dalam diri sendiri (kurang puas akan pekerjaan, kurang fit). Stres adalah suatu reaksi normal bagi setiap orang

  10

  pada semua umur. Hal itu diakibatkan karena naluri tubuh untuk melindungi diri sendiri dari tekanan emosional atau fisik dan juga dalam situasi dan kondisi yang ekstrem dari bahaya. Tanda-tanda pada saat tertekan karena stres:

   a. Sakit kepala, sakit perut dan gangguan tidur.

  b. Menangis atau tertawa tanpa sebab yang jelas.

  c. Menyalahkan orang lain untuk hal-hal buruk yang terjadi pada anda.

  d. Hanya melihat sisi sialnya dari situasi/kondisi yang terjadi.

  e. Perasaan seperti hal-hal yang biasanya menyenangkan menjadi tidak lagi menyenangkan atau menjadi suatu beban.

  f. Marah kepada orang lain.

  g. Merasa depresi, tidak tenang, merasa bersalah dan lelah. Hal-hal yang membantu melawan stres : a. Makan makanan seimbang secara teratur.

  b. Kurangi minuman berkafein.

  c. Cukup istirahat.

  d. Aktifitas fisik atau olahraga secara teratur.

  11

  Stres dalam pekerjaan merupakan salah satu gangguan potensial yang akan berdampak pada kinerja sumber daya manusia (SDM) dan akan berpengaruh kepada kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Beberapa hal yang dapat menjadi pencetus terjadinya stres antara lain :

  a. Pekerjaan Pekerjaan dapat memicu terjadinya stres misalnya pekerjaan yang terlalu banyak, pekerjaan yang sedikit, keharusan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu terbatas (deadline) ataupun kebosanan dalam pekerjaan.

  b. Keluarga Masalah keluarga yang tidak terselesaikan secara tidak langsung sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap kondisi karyawan dalam bekerja.

  c. Rekan kerja dan lingkungan sekitar Penolakan atau bahkan permusuhan dari rekan sejawat dapat memicu stres bagi karyawan, mengingat kehadirannya tidak dapat diterima oleh lingkungannya.

  d. Diri sendiri Kemampuan mengontrol diri dan daya tahan diri terhadap tekanan sangat berpengaruh terhadap tingkat stres yang dialami seseorang. Dalam tingkat stres yang tinggi

  12

  seseorang tidak dapat berpikir jernih dan merasa tidak dapat berbuat apa-apa terhadap tekanan yang ada.

  Stres bukan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa kiat yang ditawarkan dalam menghadapi stres antara lain: a. Berpikir positif

  Dengan selalu berpikir positif, setiap tekanan dalam pekerjaan akan dihadapi dengan optimistik bukan pesimistik.

  b. Relaksasi Dengan relaksasi pikiran dan hati akan lebih rileks dalam menghadapi tekanan, berjalan di sekitar kantor, menarik nafas dalam-dalam, mendengarkan musik atau bahkan bercanda dengan rekan kerja merupakan relaksasi yang bisa dilakukan setiap saat tanpa harus memakan waktu kerja.

  c. Keseimbangan antara urusan rumah dan urusan pekerjaan Dengan menjaga keseimbangan problema rumah tangga dan problema pekerjaan maka seseorang berpeluang menurunkan tekanan pada dirinya seseorang. Hal ini dapat dibantu dengan selalu bersikap objektif dalam menghadapi dan memilah kedua urusan tersebut.

  Seseorang yang mencampuradukkan urusan rumah tangga

  13

  dan urusan kantor akan sulit untuk mengurangi tekanan yang timbul pada dirinya.

  d. Manajemen waktu Dengan mengalokasikan waktu kerja dan menetapkan skala prioritas diharapkan dapat mengurangi tekanan pekerjaan terutama saat volume pekerjaan banyak dan sedang ada deadline.

  e. Pengambilan jarak terhadap emosi Bersikap emosi adalah hal yang manusiawi, namun emosi haruslah proposional. Dalam keadaan tertekan, seseorang mudah mengumbar emosi. Hal inilah yang sepatutnya dihindari.

  Stres adalah suatu kondisi yang terjadi dalam kehidupan modern. Walaupun anda hidup dalam suatu gaya hidup yang sehat dan anda mampu menghadapi situasi-situasi yang paling menekan dalam pekerjaan anda, pada suatu waktu anda akan mengalami frustasi dan stres. Pada daftar dibawah ini diuraikan sepuluh penyebab utama stres pada laki-laki dan perempuan yaitu :

  

  a. Terlalu banyak pekerjaan dan tidak cukup waktu Sedikit orang mengalokasikan cukup waktu untuk merencanakan dan menyusun jadwal. Perencanaan yang

  14

  matang membantu mengeliminasi pemborosan waktu. Merencanakan proyek, menyusun jadwal mingguan dan detil rencana tiap hari akan membuat anda mampu mengendalikan waktu kerja anda.

  b. Deadline Sekali lagi, perencanaan dan penyusunan jadwal akan menolong dalam menjalani alur pekerjaan anda.

  Apabila anda memiliki cukup rentang waktu yang terencana pada agenda atau kalender, anda dapat menjadwalkan pekerjaan anda secara tidak terburu-buru dan dengan demikian terhindar dari deadline yang mendadak.

  c. Konflik antarpribadi Konflik timbul dari perbedaan pendapat, kebutuhan, nilai dan harapan. Stres terjadi karena tiap orang yang terlibat dalam konflik menghendaki sesuatu, sementara orang lain tidak menghendakinya. Kita seringkali berpikir bahwa jika seseorang menang, maka orang lain kalah. Seharusnya tidak demikian yang terjadi.

  Anda dapat mengurangi stres karena konflik dengan cara mencari persamaan terlebih dahulu. Pusatkan perhatian pada masalah yang akan diselesaikan tanpa melibatkan

  15

  ego. Ingat bahwa anda ingin menyelesaikan masalah. Anda tidak perlu membuktikan bahwa orang lain salah.

  d. Tanggung-jawab terlalu besar tanpa kewenangan Anda perlu menuntut cukup kewenangan untuk menjalankan tanggung-jawab anda secara professional.

  Apabila anda tidak mendapatkan kewenangan itu, dokumentasikan apa yang telah anda capai dan kirimkanlah dalam sebuah memo kepada atasan anda. Memo itu harus dilengkapi dengan kebutuhan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dengan cara ini anda telah melindungi diri anda sendiri dan memberitahu kepada atasan anda bahwa anda membutuhkan kewenangan tertentu untuk menjalankan tanggung-jawab anda.

  e. Berbicara dihadapan sekelompok orang atau ketika menjadi sorotan Stres timbul ketika ada rasa takut berbuat kesalahan publik dan terlihat bodoh. Penguasaan materi bahasan secara menyeluruh akan memberikan anda rasa percaya diri. Untuk mempertajam keahlian presentasi anda, cobalah mengikuti kursus public speaking. Itu akan membuat anda lebih percaya diri. Untuk mengurangi stres, latihlah

  16

  berbicara dihadapan kelompok orang yang tidak terlalu tinggi jabatan/pangkatnya.

  f. Perbedaan Gaji dan Diskriminasi Ketahui hak-hak anda menurut hukum. Beberapa jenis diskriminasi tidak kasat mata dan sukar ditelusuri.

  Ketahui nilai dan hak anda. Usahakan penyelesaian yang pantas anda dapatkan, akan tetapi jangan menjadi terlalu sensitif dan jangan berlebihan dalam menyelesaikannya.

4. Lingkungan Kerja

  Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan (Nitisemito, 1982:183). Menurut Sedarmayanti (2001:1), lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

  Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar karyawan, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik yang dapat mempengaruhi seseorang dalam pekerjaan dan kenyamanan kerjanya.

  Sedarmayanti (2001:21) menyatakan bahwa secara garis besar,

  17

  jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2, yakni lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.

  Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori, yakni :

  a. Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan, seperti pusat kerja, kursi, meja dan sebagainya.

  b. Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain. Sedangkan lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. (Sedarmayanti, 2001:31)

  Perusahaan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerjasama antara tingkat atasan, bawahan maupun yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan. Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan,

  18

  komunikasi yang baik dan pengendalian diri. (Nitisemito, 2000:171-173)

  Yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2001:46) adalah sebagai berikut: a. Penerangan

  b. Suhu udara

  c. Suara bising

  d. Penggunaan warna

  e. Ruang gerak yang diperlukan

  f. Keamanan kerja

  g. Hubungan karyawan

5. Kinerja karyawan

  Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikannya. (Mangkunegara, 2007:9)

  Menurut Timple dalam Mangkunegara (2005:15), faktor- faktor kinerja terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang. Misalnya, kinerja seseorang baik disebabkan karena mempunyai kemampuan tinggi dan seseorang itu tipe pekerja keras, sedangkan seseorang mempunyai kinerja jelek disebabkan orang tersebut mempunyai kemampuan rendah dan orang tersebut

  19

  tidak mempunyai upaya-upaya untuk memperbaiki kemampuannya. Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan. Seperti perilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi.

  Faktor internal dan eksternal ini merupakan jenis-jenis atribusi yang mempengaruhi kinerja seseorang. Jenis-jenis atribusi yang dibuat para karyawan memiliki sejumlah akibat psikologi dan berdasarkan kepada tindakan.

  Selanjutnya peneliti akan mengemukakan ukuran-ukuran dari Kinerja karyawan yang dikemukakan oleh Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino Cardoso Gomes dalam bukunya Human Resource Management yaitu sebagai berikut :

  a. Quantity of work Jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan.

  b. Quality of work Kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat- syarat kesesuaian dan kesiapannya.

  c. Job Knowledge Luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilanya.

  20

  d. Creativeness Keaslian gagasan

  • –gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan- persoalan yang timbul.

  e. Cooperation Kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama anggota organisasi f. Dependability

  Kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja.

  g. Initiative Semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya.

  h. Personal Qualities Menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramah tamahan dan integritas pribadi.

B. Penelitian-penelitian Sebelumnya

  1. Octavianus Anthony Naur, 2013. Pengaruh Tingkat Stres Terhadap Kinerja Karyawan, Studi Kasus pada Mirota Batik Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja yang disebabkan oleh stres individu dan stres organisasi terhadap kinerja karyawan Mirota Batik. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan Mirota Batik yang berada di wilayah

  21

  Yogyakarta yang berjumlah 100 karyawan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan

  purvosive sampling yang ditetapkan dalam penelitian ini

  berjumlah 80 orang responden. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada HRD perusahaan.

  Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh stres kerja pada kinerja karyawan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan softwareSPSS 13.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja baik individu dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

  2. Yohanes Chandra Ari Purwanto, 2013. Pengaruh Persepsi Pegawai Pada Lingkungan kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh simultan variabel persepsi pegawai pada lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Kantor Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kantor Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo sebanyak 32 responden. Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Karena keterbatasan populasi maka semua populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 32 responden. Jenis

  22

  penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling.

  Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda dengan SPSS. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan membagi kuesioner kepada seluruh pegawai negeri sipil Kantor Kecamatan Pengasih dengan jumlah 32 kuesioner yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2013. Hasil analisis data menunjukan bahwa persepsi pegawai pada lingkungan kerja fisik termasuk dalam kategori tinggi, persepsi pegawai pada lingkungan kerja non fisik termasuk dalam kategori tinggi dan kinerja pegawai berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui juga bahwa ada pengaruh secara simultan antara persepsi pegawai pada lingkungan kerja fisik dan non fsik terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

C. Kerangka Konseptual Penelitian

  Untuk mempermudah memahami proposal penelitian ini, maka penulis merumuskan kerangka konseptual sebagai berikut :

  23

  : pengaruh secara bersama-sama (simultan) : pengaruh secara sendiri-sendiri (parsial)

  Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang perlu dibuktikan benar atau tidak (Umar, 2003). Berkaitan dengan itu perlu dibangun sebuah hipotesis terlebih dahulu untuk dijadikan sebuah rujukan penelitian.

  H

  1 : Stres berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan

  H

  2

  : Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan H

  3 : stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama

  berpengaruh terhadap kinerja karyawan Stres

  Lingkungan Kerja Kinerja

  Karyawan

D. Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausalitas, yaitu

  penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antar variabel. Dengan menggunakan penelitian ini, peneliti sudah dapat memprediksi bahwa adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikatnya.

  Jenis penelitian studi kasus juga dapat digunakan, yaitu suatu penelitian terhadap objek tertentu yang populasinya terbatas, sehingga kesimpulan yang diambil hanya terbatas pada objek yang diteliti.

B. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan semua karyawan yang ada di bagian SDM & Umum PT. Madubaru yang setiap hari bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di perusahaan tersebut.

  2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi perhatian peneliti untuk diamati.Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah stres, lingkungan kerja dan kinerja yang dihasilkan oleh karyawan.

  25 C. Waktu dan Lokasi Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014.

  D. Variabel Penelitian

  1. Identifikasi Variabel

  a. Variabel bebas Variabel bebas adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi nilai dari variabel terikat. Dalam hal ini, variabel bebas yaitu stres dan lingkungan kerja.

  b. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang nilainya dapat dipengaruhi oleh variabel yang lain. Dalam hal ini, variabel terikat yaitu kinerja karyawan.

  2. Definisi Variabel

  a. Stres Stres adalah suatu kondisi yang terjadi dalam kehidupan modern. Walaupun anda hidup dalam suatu gaya hidup yang sehat dan anda mampu menghadapi situasi-situasi yang paling menekan dalam pekerjaan anda, anda pada suatu waktu akan mengalami frustasi dan stres.

  26

  Variabel ini, dibentuk oleh indikator berikut ini:

  • 1) Sakit kepala, sakit perut dan gangguan tidur.

  2) Menyalahkan orang lain untuk hal-hal buruk yang terjadi pada anda.

  3) Hanya melihat sisi sialnya dari situasi/kondisi yang terjadi.

  4) Perasaan seperti hal-hal yang biasanya menyenangkan menjadi tidak lagi menyenangkan atau menjadi suatu beban. 5) Marah kepada orang lain. 6) Merasa depresi, tidak tenang, merasa bersalah dan lelah.

  b. Lingkungan kerja Sedarmayanti (2001:21-46) menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yakni lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan

  27

  hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan.

  Lingkungan kerja fisik maupun non fisik tentu berpengaruh terhadapkinerja seseorang. Oleh karena itu diperlukan suasana yang baik dan mendukung sehingga karyawan dapat bekerja secara maksimal.

  Indikator-indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti adalah :

  1) penerangan, 2) suhu udara, 3) suara bising, 4) penggunaan warna, 5) ruang gerak yang diperlukan, 6) keamanan kerja, 7) hubungan karyawan

  c. Kinerja Karyawan Kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugas. Indikator dari kinerja karyawan yaitu: 1) Kesuksesan memenuhi Quantity of work 2) Kesuksesan memenuhi Quality of work 3) Kesuksesan memenuhi Job Knowledge 4) Kesuksesan memenuhi Creativeness

  28

  5) Kesuksesaan memenuhi Cooperation 6) Kesuksesaan memenuhi Dependability 7) Kesuksesaan memenuhi Initiative 8) Kesuksesaan memenuhi Personal Qualities

  3. Pengukuran Variabel Pengukuran variabel bebas (stres dan lingkungan kerja) dan variabel terikat (kinerja karyawan) menggunakan skala likert.

  Menurut Sugiyono (1999:86), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala

  likert , maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi

  indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

  Dalam penelitian ini, pembobotan masing-masing kriterianya sebagai berikut : a. Sangat Setuju : skor 5

  b. Setuju : skor 4

  c. Netral : skor 3

  d. Tidak Setuju : skor 2

  e. Sangat Tidak Setuju : skor 1

  29

E. Definisi Operasional

  1. Variabel Stres (X1) Stres adalah suatu kondisi yang terjadi dalam kehidupan modern. Walaupun anda hidup dalam suatu gaya hidup yang sehat dan anda mampu menghadapi situasi-situasi yang paling menekan dalam pekerjaan anda, anda pada suatu waktu akan mengalami frustasi dan stres.

  

  2. Variabel Lingkungan Kerja (X2) Sedarmayanti (2001:21) menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yakni lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.

  Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung, (Sedarmayanti, 2001:21).

  Sedangkan lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. (Sedarmayanti, 2001:31) Lingkungan kerja fisik maupun non fisik tentu berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan.

  30

  3. Kinerja Karyawan (Y) Kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugas. Uno dan Lamatenggo (2012:97) menyebutkan bahwa karyawan pada hakikatnya merupakan unsur manusia bagi suatu organisasi/lembaga, yang sekaligus juga menjadi sumber daya bagi lembaga itu. Karena itulah, karyawan disebut sumber daya manusia. Karena adanya sumber daya manusia inilah yang menyebabkan organisasi/lembaga sama seperti organisasi lainnya, sehingga juga disebut organisasi hidup. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa karyawan adalah sumber daya manusia yang menyebabkan kelangsungan hidup suatu organisasi atau lembaga.

F. Populasi dan Sampel

  Menurut Sugiyono (2008:115), populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu. Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  Menurut Indrianto dan Supomo (2002:115) bahwa sampel merupakan elemen-elemen dari populasi. Untuk menghadapi kendala- kendala penelitian sampel dibutuhkan sebagai upaya mengamati perilaku populasi. Sampel ini nantinya akan membantu peneliti dalam melihat gambaran variabel yang akan diolah melalui pengumpulan data. Sampel yang akan diteliti berjumlah 44 orang yang diambil dari seluruh populasi.

  31 G. Teknik Pengambilan Sampel

  Berkaitan dengan pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan pemilihan dengan teknik sampel jenuh yang merupakan prosedur untuk mendapatkan sampel dari seluruh populasi.

  H. Sumber Data

  1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Dari karyawan berupa jawaban atas pertanyaan- pertanyaan pada koesioner yang dibagikan.

  2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang sudah diolah lebih lanjut oleh pihak-pihak tertentu. Dengan kata lain peneliti dapat memperoleh data dari sumber-sumber yang sudah ada sebelumnya.Data yang dimaksudkan adalah dokumen-dokumen serta arsip-arsip yang ada di perusahaan.

I. Tehnik Pengumpulan Data

  Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan datayang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel

  32

  yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet.

  (Sugiyono, 1999:135)

  J. Teknik Pengujian Instrumen

  Untuk mengetahui valid tidaknya setiap item dalam kuesioner, maka perlu dilakukan uji statistik, antara lain:

  1. Uji Validitas Suatu skala pengukuran disebut valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Bila skala pengukuran tidak valid maka tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dimana dalam validitas ini membuktikan seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori dimana pengujian dirancang. (Kuncoro, 2009:172-175)

  Rumus yang digunakan untuk mencari nilai korelasi adalah korelasi Pearson Product Moment yang dirumuskan sebagai berikut : (Sanusi, 2011:77)

  33

  Keterangan : r : koefisien korelasi x : skor butir y: skor total butir N : jumlah sampel (responden) Jika r hitung > r tabel maka butir pertanyaan atau pernyataan dikatakan valid.

  2. Uji Reliabilitas Reliabilitas suatu alat pengkur menunjukkan konsistensi hasil pengukuran sekiranya alat pengukur itu digunakan oleh orang yang sama dalam waktu yang berlainan atau digunakan oleh orang yang berlainan dalam waktu yang bersamaan atau waktu yang berlainan. (Sanusi, 2011: 80)

  Rumus yang digunakan adalah : Keterangan : r sb : nilai reliabitas instrument r pm : nilai korelasi product moment Jika r > r maka instrument dikatakan reliabel.

  hitung tabel

  34 K. Teknik Analisis Data

1. Uji Asumsi Klasik

  Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala heteroskedastisitas, gejala multikolinearitas, dan gejala autokorelasi. Pengujian-pengujian yang dilakukan adalah : (Santoso, 2010:203-210)

  a. Uji Normalitas Model Regresi Dalam memenuhi syarat penelitian yang baik dalam sebuah penelitian regresional maka perlu digunakan analisis parametrik yaitu uji normalitas. Uji normalitas model regresi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan untuk mendeteksi kenormalan adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

  b. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan dimana antara dua variabel independen atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna.Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah multikolinearitas. Salah satu cara untuk

  35

  mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dengan cara melihat nilai Tolerence dan VIF. Jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.

  c. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadinya ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi.Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah heteroskedastisitas. Metode pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas dengan melihat

  scatterplot yaitu jika titik-titik menyebar dengan pola yang

  tidak jelas di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah Heteroskedastisitas pada model regresi.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

  Analisis regresi adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat (Sunyoto,2007:9). Penelitian ini akan menggunakan analisis regresi berganda.

  Analisis Regresi Linier Berganda adalah analisis untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat maka digunakan alat analisis regresi linier berganda. Rumus linier berganda adalah sebagai berikut :

  36 Y a b x b x e

  1

  1

  2

  2 Keterangan :

  Y = variabel terikat (dependent variable) a = konstanta b = koefisien regresi x

  1 = variabel stres

  x

  2 =variabel lingkungan kerja

  e = error

3. Uji Signifikansi t

  Untuk menguji secara parsial dilakukan uji t (individual

  test ) yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari tiap-tiap

  variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

  r n

  2

  t

  2 r

  1 Setelah harga t diketahui melalui perhitungan statistik, selanjutnya adalah membandingkan harga t hasil perhitungan dengan harga t pada tabel dengan taraf signifikan 5%. Langkah-langkah yang dilakukan untuk variabel stress:

  a. Merumuskan hipotesis awal (H o ) dan hipotesis alternatif (H a ) H o :stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja

  37

  h

  2

  1

  2

  :lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan b. Menghitung nilai t menggunakan rumus:

  1

  a. Merumuskan hipotesis awal (H o ) dan hipotesis alternatif (H a ) H o :lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan H

  maka Ho ditolak Untuk variabel lingkungan kerja:

  t

  < -t

  Jika -t

  karyawan H

  t maka Ho diterima

  ≥ -t

  d. Menentukan kriteria pengujian Jika -t h

  c. Membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel yang tersedia dengan taraf signifikansi 5%.

  r n r t

  2

  1

  2

  : stres berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan b. Menghitung nilai t menggunakan rumus:

  1

  r n r t

  38

  c. Membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel yang tersedia dengan taraf signifikansi 5%.

  d. Menentukan kriteria pengujian Jika t

  h

  ≤ t

  t

  maka Ho diterima Jika t h > t t maka Ho ditolak

4. Uji Signifikansi F

  Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

  Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

  1 2 2 K n R

  K R F

  Keterangan : F = pendekatan distribusi probabilitas fisher R = koefisien regresi n = jumlah data (sampel) K = jumlah variabel bebas Jika F

  hitung

  ≤ F

  tabel

  maka Ho diterima Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak

  1

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Berdirinya Perusahaan PG-PS Madukismo adalah satu-satunya Pabrik Gula dan Pabrik Alkohol/Spiritus di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang

  mengemban tugas untuk mensukseskan program pengadaan pangan nasional, khususnya Gula Pasir. Sebagai perusahaan padat karya banyak menampung tenaga kerja dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibangun pada tahun 1995 atas prakasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang diresmikan pada tanggal 29 Mei 1958 oleh presiden RI pertama Ir.

  Soekarno. Memulai produksi untuk pabrik gula pada tahun 1958 dan pabrik spiritus pada tahun 1959.

  B. Status Perusahaan

  Perseroan Terbatas, didirikan pada tanggal 14 Juni 1955 dan diberi nama “Pabrik-Pabrik Gula Madubaru PT” (P2G. Madubaru PT), memiliki dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG) Madukismo dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS) Madukismo.

  C. Lokasi Perusahaan

  Lokasi bangunan Pabrik Gula Padokan (satu diantara 17 Pabrik Gula di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibangun pemerintah Belanda, tetapi dibumi hanguskan pada masa pemerintahan Jepang), terletak di

  40

  Desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

D. Struktur Organisasi

  Struktur organisasi bagi suatu perusahaan merupakan unsur yang penting, karena dengan struktur organisasi ini akan terlihat pembagian tugas, wewenang, tanggungjawab dari anggotanya, serta hubungan antar struktur anggota tersebut. Setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Berikut ini adalah struktur organisasi fungsional PT. Madubaru.

  41

  Struktur Organisasi Fungsional PT. Madubaru

  HABAG TANAMAN STAF KHUSUS TLD KABAG

  INSTALASI KABAG AKT & KEU

  KABAG SDM & Umum KABAG PEMASARAN DEWAN KOMISARIS PENASEHAT DIREKTUR SEK. DEKOM

  KEPALA SPI KABAG PABRIKASI KEPALA PABRIK

  42

E. Visi dan Misi PT. Madubaru

  1. Visi PT. Madubaru menjadi Perusahaan Agro Industri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra sejati.

  2. Misi

  a. Menghasilkan gula dan ethanol yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri di Indonesia.

  b. Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara professional dan inovatif, memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta mengutamakan kemitraan dengan petani.

  c. Mengembangkan produk/bisnis baru yang mendukung bisnis inti.

  d. Menempatkan karyawan dan stake holders lainnya sebagai bagian terpenting dalam proses penciptaan keunggulan perusahaan dan pencapaian share holder values.

F. Sumber Daya Manusia 1. Penggolongan karyawan berdasarkan sistem pengupahannya.

  a. Karyawan Tetap Karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana yang sistem pengupahannya diatur sendiri dalam PKB antara serikat pekerja dengan direksi.

  43

  b. Karyawan Tidak Tetap Karyawan kerja pada waktu tertentu/KKWT (hanya bekerja pada masa produksi) dan karyawan borong (hanya bekerja apabila ada pekerjaan borong) yang sistem pengupahannya mengacu pada upah minimum propinsi yang berlaku.

  2. Jumlah Karyawan

  a. Karyawan pimpinan = 60 orang

  b. Karyawan pelaksana = 387 orang

  c. KKWT = 939 orang

  d. Jumlah = 1.386 orang

  e. Borongan tebangan dan garap kebun = ±3.000 orang

  3. Organisasi Karyawan Tetap Organisasi PT. Madubaru, mulai tahun 2000 telah membentuk serikat pekerja PT. Madubaru/SPPT Madubaru, dan mulai tahun 2001 telah disahkan perjanjian kerja bersama (PKB), yang mengatur tentang hak, kewajiban karyawan dan perusahaan.

  4. Jaminan Sosial

  a. Program JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) untuk semua karyawan b. Hak pension untuk karyawan tetap (pimpinan dan pelaksana)

  44

  c. Program Taskat (tabungan asuransi kesejahtraan hari tua) untuk karyawan kampanye d. Koperasi karyawan dan pensiunan PT. Madubaru

  e. Perumahan dinas untuk karyawan tetap

  f. Poliklinik dan klinik KB perusahaan untuk semua karyawan dan keluarga g. Taman Kanak-kanak perusahaan untuk karyawan dan umum h. Saranaolah raga dan kesenian untuk karyawan dan umum i. Pakaian dinas untuk karyawan tetap, kampanye dan musiman j. Biaya pengobatan k. Rekreasi karyawan dan keluarga

G. Produksi

  1. Produksi Utama (dari PG Madukismo): Gula pasir dengan kualitas SHS IA (Superior Head Sugar) atau GKP (Gula Kristal Putih). Mutu produksi dipantau oleh P3GI

  Pasuruan (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia).

  2. Produksi Samping ( dari PS Madukismo)

  a. Alkohol Murni (kadar minimal 95%)

  b. Spiritus Bakar (kadar 94%)

  45

  Mutu dipantau oleh Balai Penelitian Kimia Departemen Perindustrian dan PT. Sucoffindo Indonesia.

  3. Hasil Produksi rata-rata pertahun:

  a. Pabrik Gula: 1) Bahan baku tebu 400.000-500.000 ton pertahun 2) Hasil gula SHS : ± 35.000 ton pertahun 3) Rendeman antara 7,0%-8,5% 4) Bahan pembantu : Batu Gamping dan Belerang

  b. Pabrik Spiritus: 1) Bahan baku: tetes dari PG. Madukismo ±30.000 ton pertahun 2) Hasil alkohol: ±8 juta liter pertahun 3) Dipasarkan sebagai Alkohol murni dan Spiritus bakar 4) Bahan pembantu pupuk Urea, NPK, dan Asam

  Sulfat

  4. Masa Produksi

  a. Pabrik Gula Sekitar 5 sampai 6 bulan pertahun(24 jam/hari).

  Terus menerus, antara bulam Mei s/d Oktober. Selain bulan tersebut digunakan untuk memelihara mesin pabrik (servis, revisi, perbaikan, penggantian, dll).

  46

  b. Pabrik Spiritus Sekitar 9-11 bulan pertahun (24 jam/hari)

H. Bidang Akuntansi dan Keuangan

  1. Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga pokok historis. Laporan laba/rugi disususun berdasarkan All

  Inclusive Consept. Dana yang digunakan dalam menyusun laporan

  perubahan posisi keuangan adalah modal kerja bersih, yaitu aktiva lancar dikurangi hutang lancar.

  2. Piutang Piutang dikelompokkan menurut tingkat penyelesaiannya.

  Pengelompokannya menjadi dua kelompok, yaitu piutang yang tinggi kemungkinan tertagihnya dan piutang yang rendah kemungkinan tertagihnya (rekening piutang sanksi).

  3. Pengakuan Nilai Persedian Perusahaan harus melakukan penilaian terhadap semua persedian yang ada pada tanggal laporan keuangan. Penilaian persedian ini diperlukan untuk menentukan jumlah harga pokok penjualan yang harus dikurangkan dari hasil penjualannya, dalam rangka penentuan laba rugi periodiknya. Permasalahan pokok dalam akuntansi persediaan adalah jumlah biaya yang harus diakui sebagai aktiva dan konversi selanjutnya sampai pendapatan yang bersangkutan diakui.

  47

  4. Persedian Barang/Bahan Metode penentuan harga pokok persedian barang/bahan adalah dengan menggunakan metode rata-rata berjalan.

  5. Cadangan Penyusutan Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus tiap- tiap aktiva dikelompokkan menurut jenisnya dan mempunyai umur ekonomis yang berbeda. Sedangkan untuk menghitung PPh badan penyusutan berdasarkan saldo menurun.

  6. Utang Utang disajikan dua kelompok, yaitu yang tingkat penyelesaiannya kurang dari satu tahun dibukukan sebagai utang lancar dan kewajiban utang yang harus diselesaikan pelunasannya lebih dari satu tahun, disajikan dalam neraca sebagai hutang jangka panjang.

  7. Pengakuan Pendapatan Sesuai PSAK bahwa transaksi penjualan terjadi apabila ada peralihan hak atas barang yang diperjualbelikan. Jadi pengeluaran pendapatan atas gula maupun tetes dibukukan apabila sudah diterbitkannya faktur penjualan yang didasarkan atas DO gula dan telah ditandatanganinya kontrak penjualan tetes, untuk itu dapat dimulai sebagai berikut: a. Gula

  48

  Pendapatan hasil gula diakui pada saat gula terjual dengan nilai sebesar realisasi harga penjualan.

  b. Tetes Pendapatan hasil tetes diakui pada saat tetes terjual dengan nilai sebesar realisasi harga penjualan maupun senilai harga kontraknya.

  c. Alkohol/ Spiritus Pendapatan hasil alkohol/spiritus diakui pada saat alkohol/spiritus terjual dengan nilai sebesar realisasi harga penjualan.

  8. Pembebanan Biaya Pembebanan biaya dalam periode akuntansi yang bersangkutan dilakukan atas dasar waktu (accural/basis)

  9. Komputerisasi PT. Madubaru menggunakan sistem akuntansi LAN (Local

  Area Network) atau jaringan dengan sebuah bank data. Bidang-

  bidang yang sudah terkomputerisasi antara lain:

  a. Pembukuan (menggunakan sistem jaringan)

  b. Pengadaan bahan-bahan (menggunakan sistem jaringan)

  c. Pergudangan (menggunakan sistem jaringan)

  d. Penggajian (menggunakan sistem jaringan)

  e. Administrasi Tebangan (menggunakan sistem jaringan)

  f. Administrasi Timbangan (menggunakan jaringan LAN)

  49

  g. Instalasi (menggunakan jaringan LAN)

  h. Sekretariat (menggunakan jaringan LAN) i. Administrasi biaya tanaman (menggunakan jaringan LAN) j. Personalia (menggunakan jaringan LAN) k. Administrasi data tanaman (menggunakan jaringan LAN) l. Personalia (menggunakan jaringan LAN) m. Administrasi Tebu Rakyat (menggunakan jaringan LAN) n. Hubungan dengan Kantor Pusat/ Direksi menggunakan

  Internet

  10. Pemasaran Distribusi gula, Alkohol, dan Spiritus:

  a. Gula Untuk tahun 1998 s/d sekarang Gula PG.

  Madukismo dijual bebas, gula milik madukismo dijual sendiri oleh PG. Madukismo.

  Gudang gula di PG. Madukismo ada 2 buah yaitu gudang gula A dengan kapasitas 150.000 ku dan gudang gula B dengan kapasitas 50.000 ku.

  b. Alkohol dan Spiritus Alkohol dan Spiritus pemasarannya diatur sendiri oleh peusahaan melalui distributor ada yang berasal dari

  Jakarta, Tegal, Semarang Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.

  50

  Cara penjualannya ada 2 cara yaitu secara tunai dan kredit. Harga jual untuk Alkohol dan Spiritus ditetapkan sesuai harga pasar, untuk alkohol merupakan barang kena cukai (BKC) yang tarif cukai sesuai dengan ketentuan pemerintah sebesar Rp. 20.000/liter.

  11. Kapasitas Gudang Alkohol dan Tetes Kapasitas Gudang:

  a. Alkohol dan Spiritus = 3.663.350 liter terdiri 26 tangki

  b. Tetes = 480.000 ku (4 juta liter) terdiri dari 4 tangki, satu menit molasses dengan kapasitas 10 ton.

  (Sumber: Agro Wisata PT. Madubaru PG-PS Madukismo)

  

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pendahuluan Pembahasan Pada bagian bab V ini, penulis menyajikan analisis data dan akan

  dilanjutkan dengan pembahasan. Dalam rangka mendapatkan data, penulis menyusun pernyataan-pernyataan dalam bentuk kuesioner untuk dibagikan pada karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  Sebanyak 44 kuesioner disebarkan dengan cara membagikan kepada karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru. Selama beberapa hari setelah penyebaran kuesioner penulis melakukan pengumpulan. Saat pengumpulan kuesioner, penulis mendapati ada karyawan yang baru mengisi kuesioner pada saat pengumpulan tersebut. Hal ini menyebabkan pengisian kuesioner yang tidak serius dan berpengaruh terhadap hasil jawaban kuesioner.

  Penelitian ini tidak terlalu mendapatkan kendala yang serius karena pihak dari PT. Madubaru sendiri tidak mempersulit dan membantu sehingga penelitian ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Seluruh kuesioner yang telah terkumpul kemudian ditabulasikan menggunakan perangkat lunak (software) yaitu program Excel 2007 dan selanjutnya dianalisis menggunakan program SPSS 16.

  Penelitian ini menguji ada atau tidaknya pengaruh antara variabel independen yaitu stres (X ) dan lingkungan kerja (X ) terhadap kinerja

  1

  2

  karyawan (Y). Analisis secara kuantitatif meliputi Uji Instrumen untuk

  52

  melihat kemampuan kuesioner dalam menyerap data melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Berikutnya dilanjutkan denganuji asumsi klasik dan Analisis Regresi Linier Berganda, keseluruhan analisis ini dibantu oleh program SPSS 16.

B. Range untuk masing-masing Variabel

  1. Variabel Stres Skor tertinggi setiap item pernyataan tentang stres adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak

  44 orang, maka:

  a. Skor tertinggi seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel stress adalah 7x5 = 35 b. Skor terendah seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel stress adalah 7x1 = 7 c. Skor total tertinggi untuk masing-masing item pernyataan semua responden variabel stres adalah 44x5 = 220 d. Skor total terendah untuk masing-masing item pernyataansemua responden variabel stres adalah 44x1 =

  44 Untuk variabel stres, semua item pertanyaan diberi skor sangat setuju 5 dan sangat tidak setuju 1, kecuali item no 4 skor sangat setuju diberi skor 1 dan sangat tidak setuju diberi skor 5.

  Dengan demikian rata-rata seluruh item semua responden adalah jumlah skor 7 item dibagi 7 untuk semua resonden.

  • – 115,4 = Rendah 116,4
  • – 151,6 = Cukup 152,6
  • – 187,8 = Tinggi 188,8
  • – 220 = SangatTinggi

  11

  5

  X1.6

  1 3 118

  12

  2

  17

  3

  4

  4

  1

  5

  X1.5

  5 3 123

  9

  4

  12

  1

  3

  16

  4

  96 Skor Total 710

  13

  1

  16

  2

  10

  3

  4

  3

  1

  5

  92 X1.7

  11

  1

  23

  2

  6

  3

  2

  53

  6

  1

  5

  90 X1.2

  15

  1

  19

  2

  3

  7

  1

  4

  3

  5

  X1.1

  Tabel V.1 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Stres (X1) Tanggapan Pernyataan Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat TidakSetu ju Skor Total Skor F Skor f Skor f Skor f Skor f

  Berdasarkan tanggapan responden diperoleh rata-rata skor stres karyawan seperti terlihat pada tabel berikut:

  Dalam penelitian ini ditentukan range skor dengan rumus: Dengan interval range sebagai berikut: 44 - 79,2 = Sangat Rendah 80,2

  4

  3

  4

  3

  1

  94 X1.4

  13

  1

  18

  2

  8

  4

  5

  4

  1

  5

  97 X1.3

  13

  1

  18

  2

  Rata-Rata 101,43

  54

  Dari tabel, dapat dilihat bahwa rata-rata skor dari variabel stres sebesar 101,43 masuk ke dalam kategori rendah yang artinya karyawan pada bagian SDM & Umum PT. Madubaru tidak mengalami gejala stres secara serius.

  2. Variabel Lingkungan Kerja Skor tertinggi setiap item pernyataan tentang lingkungan kerja adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 44 orang, maka:

  a. Skor tertinggi seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel lingkungan kerja adalah 7x5 = 35 b. Skor terendah seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel lingkungan kerja adalah 7x1 = 7 c. Skor total tertinggi untuk masing-masing item pernyataan semua responden variabel lingkungan kerja adalah 44x5 =

  220

  d. Skor total terendah untuk masing-masing item pernyataan semua responden variabel lingkungan kerja adalah 44x1 =

  44 Dengan demikian rata-rata seluruh item semua responden adalah jumlah skor 7 item dibagi 7 untuk semua responden.

  Dalam penelitian ini ditentukan range skor dengan rumus:

  • – 115,4 = Tidak Kondusif 116,4
  • – 151,6 = Cukup 152,6
  • – 187,8 = Kondusif 188,8
  • – 220 = Sangat Kondusif Berdasarkan tanggapan responden diperoleh rata-rata skor lingkungan kerja karyawan seperti terlihat pada tabel berikut:

  5

  2 1 186

  4

  3

  26

  4

  14

  X2.5

  5

  1 2 155

  3

  2

  13

  3

  22

  X2.6

  11

  4

  15

  Total Skor 1.157 Rata-Rata 165,29

  2 1 188

  3

  3

  26

  4

  5

  4

  X2.7

  1 3 170

  2

  8

  3

  22

  4

  5

  55

  3

  5

  X2.2

  1 1 175

  2

  2

  5

  25

  4

  4

  11

  5

  X2.1

  Tabel V.2 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Lingkungan kerja (X2) Tanggapan Pernyataan Sangat Setuju Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Total

Skor f Skor f Skor f Skor f Skor f

  Dengan interval range sebagai berikut: 44 - 79,2 = Sangat TidakKondusif 80,2

  5

  19

  X2.4

  4

  1 3 133

  13

  2

  13

  3

  10

  5

  3

  5

  X2.3

  1 3 150

  5

  2

  12

  Dari tabel, dapat dilihat bahwa rata-rata skor dari variabel lingkungan kerja sebesar 165,29 masuk ke dalam kategori kondusif yang artinya lingkungan kerja karyawan pada bagian SDM & Umum PT. Madubaru kondusif.

  56

  3. Variabel Kinerja Karyawan Skor tertinggi setiap item pernyataan tentang variabel kinerja karyawan adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 44 orang, maka:

  a. Skor tertinggi seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel kinerja karyawan adalah 12x5 =

  60

  b. Skor terendah seorang responden untuk masing-masing item pernyataan variabel kinerja karyawan adalah 12x1 =

  12

  c. Skor total tertinggi untuk masing-masing item pernyataan semua responden variabel kinerja karyawan adalah 44x5 = 220

  d. Skor total terendah untuk masing-masing item pernyataan semua responden variabel kinerja karyawan adalah 44x1 =

  44 Dengan demikian rata-rata seluruh item semua responden adalah jumlah skor 12 item dibagi 12 untuk semua resonden.

  Dalam penelitian ini ditentukan range skor dengan rumus:

  • – 115,4 = Rendah 116,4
  • – 151,6 = Cukup 152,6
  • – 187,8 = Tinggi 188,8
  • – 220 = SangatTinggi

  6

  1 1 181

  2

  5

  3

  26

  4

  12

  5

  X3.9

  2 1 181

  3

  5

  27

  4

  11

  5

  X3.8

  2 1 185

  4

  3

  27

  4

  13

  X3.10

  9

  X3.7

  X3.12

  Rata-Rata 178,08

  2.137

  Skor Total

  1 1 184

  2

  4

  3

  25

  4

  14

  5

  2 1 174

  4

  10

  3

  26

  4

  8

  5

  X3.11

  2 1 173

  12

  3

  23

  5

  2 1 182

  57

  5

  29

  4

  6

  5

  X3.3

  2 1 176

  8

  3

  28

  4

  8

  X3.2

  8

  2 1 179

  7

  3

  27

  4

  10

  5

  X3.1

  Tabel V.3 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kinerja karyawan (Y) Tanggapan Pernyataan Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor Total

Skor f Skor f Skor f Skor f Skor f

  Berdasarkan tanggapan responden diperoleh rata-rata skor kinerja karyawan sebagai berikut :

  Dengan interval range sebagai berikut: 44 - 79,2 = Sangat Rendah 80,2

  3

  2

  6

  27

  3

  26

  4

  12

  5

  X3.6

  1 1 178

  1

  2

  4

  3

  4

  1 1 171

  11

  5

  X3.5

  2 1 173

  10

  3

  27

  4

  7

  5

  X3.4

  Dari tabel, dapat dilihat bahwa rata-rata skor dari variabel kinerja karyawan sebesar 178, 08 masuk ke dalam kategori tinggi yang artinya kinerja karyawan pada bagian SDM & Umum PT. Madubaru tinggi.

  58

C. Pengujian Instrumen Penelitian

  1. Uji Validitas Uji Validitas dilakukan untuk menilai akurasi instrumen dalam mengukur setiap variabel yang diajukan dalam penelitian ini. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan bantuan program SPSS16, taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) 44-2= 42 maka ditemukan nilai r tabel sebesar 0.297. Validasi terhadap pertanyaan sebagaimana diperoleh dari hasil uji antara lain sebagai berikut:

  a. Uji Validitas Variabel Stres Tabel V.4 Hasil Uji Validitas Variabel Stres Item Pernyataan r tabel Koefisien r Validitas

  • Valid Item 2 0.297 .816

  Item 1 0.297 .735

  • Valid Item 3 0.297 .786
  • Valid Item 4 0.297 .313
  • Valid Item 5 0.297 .544
  • Valid Item 6 0.297 .865
  • Valid Item 7 0.297 .829
  • Valid Diketahui bahwa dari tabel di atas semua item pernyataan untuk variabel stres dinyatakan valid.

  59 b. Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja Tabel V.5 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja Item Pernyataan r tabel Koefisien r Validitas

  • Valid Item 2 0.297 .659

  Item 1 0.297 .826

  • Valid Item 3 0.297 .832
  • Valid Item 4 0.297 .811
  • Valid Item 5 0.297 .878
  • Valid Item 6 0.297 .862
  • Valid Item 7 0.297 .567
  • Valid Diketahui bahwa dari tabel di atas semua item pernyataan untuk variabel lingkungan kerja dinyatakan valid.

  60 c. Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan Tabel V.6 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan Item Pernyataan r tabel Koefisien r Validitas

  • Valid Item 2 0.297 .839

  Item 1 0.297 .800

  • Valid Item 3 0.297 .389
  • Valid Item 4 0.297 .754
  • Valid Item 5 0.297 .645
  • Valid Item 6 0.297 .772
  • Valid Item 7 0.297 .467
  • Valid Item 8 0.297 .857
  • Valid Item 9 0.297 .737
  • Valid Item 10 0.297 .497
  • Valid Item 11 0.297 .814
  • Valid Item 12 0.297 .586
  • Valid Diketahui bahwa dari tabel di atas semua item pernyataan untuk variabel kinerja karyawan dinyatakan valid.

  2. Uji Reliabilitas Untuk mengetahui apakah hasil dari sebuah pengukuran akan tetap konsisten meski dilakukan pengukuran ulang maka dibutuhkan uji reliabilitas. Uji reliabilitas pada umumnya menggunakan metode Alpha (

  Cronbach’s) dengan program SPSS

  16.0. Uji signifikansi dengan taraf signifikansi 0,05. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel apabila memenuhi nilai standar

  61

  yang ditetapkan. Menurut Sekaran (1992) dalam Priyatno (2010:32), reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik.

  Tabel V.7

  Hasil Uji Reliabilitas

  Nilai Cronbach’s Variabel Keterangan Alpha

  Stres (X ) 0,773 Reliabel

  1 Lingkungan Kerja (X 2 ) 0,787 Reliabel

  Kinerja Karyawan (Y) 0,762 Reliabel Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa variabel stres (X

  1 ),

  lingkungan kerja (X ), dan kinerja karyawan (Y) memenuhi syarat

  2 dan dinyatakan reliabel.

D. Analisis Data

  1. Uji Asumsi Klasik

  a. Uji Normalitas Model Regresi Dalam memenuhi syarat penelitian yang baik dalam sebuah penelitian regresional maka perlu digunakan analisis parametrik yaitu uji normalitas. Uji normalitas model regresi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak.

  Pada uji normalitas ini, penulis menggunakan metode normal probability plot. Normal probability plot berbentuk grafik yang digunakan untuk mengetahui apakah

  62

  dalam sebuah model regresi, nilai regresi residual terdistribusi dengan normal atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya distribusi regresi residual normal atau mendekati normal. Hasil output normalprobabilityplot sebagai berikut:

  Gambar V.8 Hasil Uji Normalitas

  Dasar pengambilan keputusan untuk mendeteksi kenormalan adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Pada outputdapat dilihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka data terdistribusi dengan normal dan model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

  63

  b. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan dimana antara dua variabel independen atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah multikolinearitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dengan cara melihat nilai Tolerence dan VIF. Hasil output uji multikolinearitas sebagai berikut:

  Tabel V.9 Hasil Uji Multikolinearitas

  Jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Dari tabel coefficients dapat diketahui bahwa nilai Tolerance dari kedua variabel lebih besar dari 0,1 dan VIF kurang dari 10, jadi dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas.

  64

  c. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadinya ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat pola titik-titik pada scatterplots regresi. Hasil outputnya sebagai berikut:

  Gambar V.10 Hasil Uji Heteroskedastisitas

  Metode pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas dengan melihat scatterplot yaitu jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah

  65

  Heteroskedastisitas pada model regresi, dan dari tabel dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi masalah Heteroskedastisitas.

  2. Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan persamaan linier untuk meramalkan suatu nilai variabel dependen dengan adanya perubahan dari variabel independen.

  Tabel V.11 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

  Persamaan regresi linier berganda dengan 2 variabel independen sebagai berikut: Y = 43,788 + 0,057X

  1 + 0,146X

  2

  66

  a = 43,788 X = 0,057

  1 X 2 = 0,146

  3. Uji Signifikansi t Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen (X

  1 dan X 2 ) secara sendiri-sendiri terhadap variabel dependen (Y). Uji t digunakan untuk menguji hipotesis 1 dan 2.

  Hasil outputnya sebagai berikut:

  Tabel V.12 Hasil Uji t

  Langkah-langkah untuk melakukan hipotesis 1, yaitu:

  a. Merumuskan hipotesis awal (H ) dan hipotesis alternatif (H )

  a

  H : Stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan H

  1 : Stres berpengaruh negatif terhadap kinerja

  karyawan

  67

  b. Menentukan nilai t hitung dan t tabel dengan taraf nyata α sebesar 5%. Untuk hipotesis 1, nilai t hitung sebesar 0,348. Nilai t tabel dengan signifikansi 0,05 sebesar 2,019.

  c. Menentukan kriteria pengujian.

  Apabila -t hitung tabel maka H o diterima, yang artinya ≥ -t variabel stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan pada bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  Apabila -t < -t maka H ditolak, yang artinya

  hitung tabel o

  variabel stres berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan pada bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  d. Kesimpulan Berdasarkan Tabel V.12 diketahui bahwa pada variabel stres (X ), ditemukan -t > -t (-0,348> -2,019) maka

  1 hitung tabel H diterima dan H a ditolak pada tingkat kesalahan 5%.

  Artinya variabel stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan pada bagian SDM & Umum PT.

  Madubaru, pada tingkat kesalahan 5%. H ditolak pada tingkat kesalahan 72,9% atau 0,729% dengan kata lain tingkat keyakinannya 27,1% atau 0,271.

  Langkah-langkah melakukan hipotesis 2, yaitu:

  68

  a. Merumuskan hipotesis awal (H ) dan hipotesis alternatif (H )

  a

  H : lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan H

  2 : lingkungan kerja karyawan berpengaruh positif

  terhadap kinerja karyawan

  b. Menentukan nilai t dan t

  hitung tabel dengan taraf nyata α sebesar 5%.

  Untuk hipotesis 2, nilai t sebesar 0,855. Nilai t

  hitung tabel dengan signifikansi 0,05 sebesar 2,019.

  c. Menentukan kriteria pengujian hipotesis.

  Apabila t maka H diterima, yang artinya

  hitung ≤ t tabel

  variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT.

  Madubaru. Apabila t hitung > t tabel maka H ditolak, yang artinya variabel lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  d. Kesimpulan Berdasarkan Tabel V.12 diketahui bahwa pada variabel lingkungan kerja (X

  2 ) t hitung < t tabel (0,855< 2,019) maka H

  diterima dan H ditolak pada tingkat kesalahan 5%. Artinya

  a

  variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap

  69

  43

  3 : Variabel stres dan lingkungan kerja secara

  H

  a. Merumuskan hipotesis H : Variabel stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru

  Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji hipotesis 3, yaitu:

  b. Dependent Variable: kinerja karyawan (Y)

  a. Predictors: (Constant), lingkungan kerja (X2), stres (X1)

  1 Regression 26.777 2 13.388 .454 .638 a Residual 1210.019 41 29.513 Total 1236.795

  kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru, pada tingkat kesalahan 5%. H ditolak pada tingkat kesalahan 0,397 atau 39,70% dengan kata lain tingkat keyakinannya 0,603 atau 60,30%.

  Tabel V.13 Hasil Uji F ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

  ) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y). Uji F digunakan untuk menguji hipotesis 3. Hasil outputnya sebagai berikut:

  2

  dan X

  1

  4. Uji Signifikansi F Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen (X

  bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru

  70

  b. Menentukan taraf signifikansi Taraf signifikansi menggunakan 0,05 (α = 5%)

  c. Menentukan F hitung dan F tabel Nilai F adalah 0,454. Nilai F dengan signifikansi

  hitung tabel 0,05 adalah 3,226.

  d. Kriteria pengujian Apabila F > F maka H ditolak dan H ditolak yang

  hitung tabel a

  artinya variabel stres dan lingkungan kerja secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru. Apabila F hitung tabel maka H o diterima, artinya variabel

  ≤ F stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru.

  e. Kesimpulan Berdasarkan Tabel V.13 diketahui bahwa F hitung < F tabel (0,454< 3,266) maka H diterima pada tingkat kesalahan 5%. Artinya variabel stres dan lingkungan kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru, pada tingkat kesalahan 5%. H ditolak pada tingkat kesalahan 0,638 atau 63,80% dengan kata lain tingkat keyakinannya 0,362 atau 36,20%

  71

E. Pembahasan

  Berdasarkan hasil uji t untuk hipotesis 1 dan 2, diketahui bahwa variabel stres dan lingkungan kerja tidak mempengaruhi tinggi atau rendah kinerja karyawan. Stres yang tinggi tidak menjamin kinerja karyawan rendah, begitu juga stres yang rendah tidak menjamin kinerja karyawan tinggi. Lingkungan kerja yang kondusif tidak menjamin kinerja karyawan meningkat begitu juga sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak kondusif tidak menjamin kinerja karyawan menurun.

  Hal tersebut mungkin disebabkan karena karyawan SDM & Umum (karyawan tetap) di PT. Madubaru hanya sibuk bekerja pada saat masa produksi yaitu pada bulan Mei-Oktober (6 bulan). Pada saat masa produksi inilah pekerjaan karyawan bagian SDM & Umum lebih berat dikarenakan terjadi pengrekrutan karyawan tambahan (Karyawan Kerja Waktu Tertentu/KKWT). Karyawan SDM & Umum bertugas untuk membantu bagian produksi untuk menyeleksi para KKWT. Beban kerja karyawan SDM & Umum juga terasa lebih berat pada saat mempersiapkan upah kepada KKWT dikarenakan upah yang diberikan kepada masing-masing KKWT berbeda-beda (termasuk upah lembur). Pengupahan yang dilakukan kepada para KKWT juga memerlukan ketelitian dan waktu yang lebih banyak karena pembayaran upah dilakukan secara manual, hal ini dikarenakan para KKWT tidak memiliki rekening sendiri. Selain itu, proses pengupahan kepada KKWT juga tergantung kepada bagian keuangan, dimana apabila bagian keuangan

  72

  datang tepat waktu maka prosesnya lancar dan apabila bagian keuangan terlambat maka proses pengupahan terbengkalai, hal ini juga yang menyebabkan terkadang karyawan SDM & Umum harus lembur. Walaupun pada saat masa produksi beban pekerjaan karyawan SDM & Umum lebih berat hal itu tidak terlalu dipermasalahkan karena pada 6 bulan berikutnya (November-April) setelah masa produksi, pekerjaan yang harus dilakukan karyawan SDM & Umum kembali kepada rutinitas seperti biasa dan tidak terlalu menjadi beban karena pekerjaan tersebut sudah terbiasa dilakukan.

  Di perusahaan lain stres dan lingkungan kerja mungkin berpengaruh terhadap kinerja karyawan, tetapi untuk karyawan bagian SDM dan Umum PT. Madubaru, stress dan lingkungan kerja tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini disebabkan oleh karateristik pekerjaan karyawan SDM & Umum yang sudah dilakukan secara berulang-ulang, tantangan tidak besar, dan didukung pemanfaatan teknologi. Karateristik pekerjaan tersebut antara lain membuat surat, administrasi penggajian, jamsostek, mengurus perijinan cuti, pelatihan karyawan, dan perekrutan karyawan. Untuk lingkungan kerjanya sendiri sudah cukup baik, karyawan SDM & Umum sudah terbiasa dengan lingkungan kerja seperti itu sehingga tidak terlalu berpengaruh kepada kinerja karyawannya.

  73

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan mengenai pengaruh stress

  dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada karyawan SDM & Umum PT Madubaru, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Variabel stres tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, artinya stres yang tinggi tidak menentukan kinerja karyawan rendah begitu juga sebaliknya.

  2. Variabel lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, artinya kondusif atau tidaknya lingkungan kerja tidak menjamin tinggi rendahnya kinerja karyawan.

  3. Variabel stress dan variabel lingkungan kerja secara bersama-sama tidak saling mendukung dalam menetukan tinggi rendahnya kinerja karyawan.

B. Saran

  Karena peneliti ini tidak menemukan bahwa stres dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan maka bagi perusahaan maupun peneliti selanjutnya perlu memperhatikan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja karyawan, misalnya menjalin hubungan kerja dan komunikasi yang baik antar unit yang ada di PT. Madubaru.

  74

C. Keterbatasan

  Dalam penelitian ini, terdapat beberapa keterbatasan yaitu :

  1. Penelitian ini hanya dilakukan di bagian SDM & Umum sehingga dirasa masih kurang mewakili karyawan yang ada di PT.

  Madubaru.

  2. Adanya kemungkinan ketidaksungguhan atau ketidakjujuran responden dalam mengisi kuesioner sehingga data yang diberikan kurang akurat

  75

DAFTAR PUSTAKA

  Epstein, Bee. “Penyebab-penyebab Stress di Pekerjaan.”

  

  Diunduh pada tanggal 22 September 2013. Gomes, Faustino Cardoso. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia.

  Yogyakarta: Andi Offset. Handoko, T. Hani. 1984. Manajemen. Edisi II. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Indriantoro, Nurdan Supomo, Bambang. 2002. Metode Penelitian Bisnis.

  Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Kuncoro, Mudrajad, 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlanggga.

  Mangkunegara, A.A. dan Anwar Prabu. 2005. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia . Bandung: Refika Aditama.

  Mangkunegara, A.A. dan Anwar Prabu. 2007. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia . Bandung: Refika Aditama.

  Naur, Octavianus Anthony. 2013. Pengaruh Tingkat Stress Terhadap Kinerja Karyawan , 23 (April), xviii , 39.

  Nitisemito, Alex. S. 1982. Manajemen Personalia. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia.

  Nitisemito, Alex. S. 2000. Manajemen Personalia: Manajemen Sumber Daya Manusia . Ed.3. Jakarta: Ghalia Indonesia.

  76

  Purwanto, Yohanes Chandra Ari. 2013. Pengaruh Persepsi Pegawai Pada

  Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai , 26 (Agustus), xvii, 31.

  Santoso, Singgih. 2010. Statistik Parametrik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

  Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat Sedarmayanti (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.

  Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi III.

  Yogyakarta: STIE YKPN. Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Alfabeta Sugiyono. 2008. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Sunyoto, Danang. 2007. Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Yogyakarta:

  Amara Books Sunyoto, Danang. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).

  Umar, Husein. 2003. Metode Riset dan Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Uno, Hamzah B dan Lametenggo, Nina. 2012. Teori Kinerja dan Pengukurannya Jakarta: Bumi Aksara.

  ……….. 2012 “Pengertian Stress dan Cara Menghadapinya.”

   Diunduhpadatanggal 22 September 2013.

  77 LAMPIRAN A

  Kuesioner Penelitian

  78

  Kuesioner Kepada : Bapak/Ibu Karyawan Bagian SDM & Umum PT. Madubaru Dengan hormat, Dengan perantaraan surat ini Saya :

  Nama : Sri Melin Siska Tarigan Nim : 102214055 Mahasiswa tingka takhir Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Stres dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja

  Karyawan” Studi Kasus pada PT. Madubaru, PG-PS Madukismo Bantul, Yogyakarta.

  Saya mohon kepada Bapak/Ibu untuk bersedia menjawab pernyataan-pernyataan yang tersusun dalam kuesioner ini guna memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian.

  Semua jawaban Bapak/Ibu hanya akan saya pergunakan untuk kepentingan penulisan skripsi dan tidak akan saya salah gunakan. Untuk itu saya mengharapkan kesedian Bapak/Ibu untuk membantu dengan cara member jawaban pada kuesioner ini sesuai dengan keadaan sebenarnya.

  Saya mengucapkan terima kasih untuk waktu dan ketersedian Bapak/Ibu dalam menjawab kuesioner ini.

  Mengetahui Hormat saya, Pimpinan PT. Madubaru Sri Melin S. Tarigan

  79

  Mohon diberi tanda centang ( √) pada kolom jawaban sesuai dengan keadaan nyata yang ada pada diri Bapak/Ibu. Maksud jawaban: STS = SangattidakSetuju,

  TS = TidakSetuju, N= Netral, S= Setuju,dan SS = SangatSetuju.

  Kelompok A No Pernyataan SS S N TS STS

  1 Anda mudah mengalami sakit kepala dan sakit perut

  2 Anda mudah mengalami gangguan tidur Banyak kejadian buruk yang menimpa Anda

  3 disebabkan oleh orang lain Berpikir negatif dan melihat sisi sialnya saja dari suatu

  4 situasi yang terjadi bukanlah sifat Anda Ketika Anda mengalami perubahan dari hal yang 5 biasanya menyenangkan menjadi tidak lagi menyenangkan maka terkadang menjadi beban Saat Anda mengalami persoalan kecil Anda mudah

  6 marah kepada orang lain Rasa depresi, tidaktenang, merasa bersalah dan lelah 7 terkadang muncul dalam diri Anda tanpa sebab yang jelas

  80

  Kelompok B No Pernyataan SS S N TS STS

  1 Penerangan di ruangkerja Anda sudah baik

  2 Suhu udara di ruangan kerja Anda selalu sejuk Lingkungan kerja Anda relative tenang dan jauh dari

  3 suara bising Warna yang digunakan di ruangan Anda membuat

  4 Anda nyaman saat bekerja Perusahaan bertanggung jawab atas keamanan (fisik)

  5 Anda saat bekerja Luas ruang kerja Anda sudah cukup sehingga tidak

  6 mengganggu gerak Anda ketika bekerja Hubungan Anda dengan rekan kerja dan atasan

  7 berjalan dengan baik

  81

  Kelompok C No Pernyataan SS S N TS STS

  Anda selalu dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang

  1 sudah ditentukan oleh perusahaan Hasil pekerjaan Anda selalu sesuai dengan kualitas yang diharapkan oleh

  2 perusahaan Pengetahuan dan keterampilan yang Anda miliki sesuai dengan pekerjaan

  3 Anda saatini Anda memiliki cara-cara kreatif dan mampu bertindak apabila dipercaya

  4 meneyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah Ketika Anda bekerja sama dengan rekan kerja lain, Anda tidak merasa

  5 terbebani Saat bekerja sama dengan rekan kerja yang lain Anda dapat bekerja

  6 dengan maksimal

  7 Anda selalu datang tepat waktu Anda selalu menyelesaikan pekerjaan Anda sesuai dengan waktu yang

  8 sudah ditentukan Tugas baru yang diberikan kepada Anda membuat Anda lebih

  9 bersemangat dan bertanggung jawab Anda sering mengajak/mengarahkan rekan kerja Anda untuk

  10 menyelesaikan suatu masalah tertentu

  11 Menurut rekan kerja Anda, Anda adalah orang yang jujur Ketika bertemu dengan rekan-rekan kerja yang lain, Anda lebih senang

  12 menyapa terlebih dahulu

  82 LAMPIRAN B Input Data

  83 Variabel Stres Subyek Item Pertanyaan

  13

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  8.0

  1.0

  12

  1.0

  3.0

  3.0

  2.0

  1.0

  2.0

  13.0

  14

  1.0

  13.0

  4.0

  2.0

  2.0

  16.0

  10

  1.0

  1.0

  2.0

  2.0

  4.0

  3.0

  1.0

  15.0

  11

  1.0

  2.0

  2.0

  4.0

  2.0

  1.0

  5.0

  3.0

  2.0

  2.0

  17

  1.0

  2.0

  2.0

  5.0

  3.0

  2.0

  17.0

  2.0

  18

  3.0

  3.0

  2.0

  4.0

  2.0

  2.0

  2.0

  15.0

  2.0

  2.0

  4.0

  4.0

  4.0

  4.0

  26.0

  15

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  16.0

  16

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0

  2.0

  4.0

  Skor Total

  3.0

  3.0

  4.0

  22.0

  3

  3.0

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  2.0

  3.0

  19.0

  4

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  4.0

  4.0

  2.0

  2.0

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  1

  4.0

  3.0

  2.0

  2.0

  4.0

  2.0

  4.0

  20.0

  2

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  4.0

  1.0

  2.0

  2.0

  1.0

  12.0

  8

  2.0

  4.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  19.0

  9

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  16.0

  18.0

  5

  2.0

  2.0

  2.0

  2.0

  4.0

  3.0

  3.0

  6

  7

  5.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  1.0

  17.0

  18.0

  84

  1.0

  3.0

  2.0

  2.0

  3.0

  16.0

  33

  2.0

  3.0

  4.0

  2.0

  4.0

  2.0

  1.0

  17.0

  34

  2.0

  1.0

  1.0

  3.0

  2.0

  2.0

  1.0

  2.0

  3.0

  19.0

  30

  2.0

  1.0

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  13.0

  32

  31

  3.0

  4.0

  4.0

  2.0

  2.0

  4.0

  4.0

  23.0

  4.0

  1.0

  3.0

  5.0

  2.0

  2.0

  17.0

  38

  5.0

  5.0

  5.0

  5.0

  5.0

  5.0

  2.0

  35.0

  39

  2.0

  1.0

  1.0

  4.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  13.0

  36

  35

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  3.0

  3.0

  1.0

  12.0

  3.0

  3.0

  4.0

  2.0

  1.0

  2.0

  2.0

  2.0

  16.0

  37

  3.0

  3.0

  4.0

  19

  1.0

  2.0

  14.0

  22

  1.0

  1.0

  1.0

  5.0

  1.0

  1.0

  11.0

  4.0

  23

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0

  9.0

  2.0

  3.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  1.0

  1.0

  3.0

  1.0

  1.0

  9.0

  20

  4.0

  1.0

  2.0

  2.0

  4.0

  2.0

  2.0

  18.0

  21

  1.0

  1.0

  24

  1.0

  2.0

  3.0

  2.0

  2.0

  2.0

  3.0

  3.0

  3.0

  2.0

  17.0

  28

  2.0

  12.0

  3.0

  2.0

  3.0

  1.0

  1.0

  15.0

  29

  2.0

  2.0

  27

  2.0

  1.0

  4.0

  3.0

  3.0

  1.0

  1.0

  11.0

  25

  1.0

  2.0

  2.0

  3.0

  1.0

  2.0

  3.0

  17.0

  26

  1.0

  2.0

  1.0

  2.0

  3.0

  15.0

  85 Variabel Lingkungan Kerja

  5

  32

  13

  5

  4

  2

  4

  4

  4

  28

  5

  14

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  5

  5

  40

  2

  2

  4

  5

  4

  5

  29

  11

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  30

  12

  5

  4

  4

  23

  2.0

  5

  1.0

  19.0

  43

  1.0

  1.0

  1.0

  2.0

  1.0

  1.0

  8.0

  2.0

  44

  4.0

  4.0

  3.0

  3.0

  4.0

  4.0

  3.0

  3.0

  3.0

  2.0

  3.0

  2.0

  3.0

  3.0

  2.0

  2.0

  16.0

  41

  2.0

  3.0

  3.0

  4.0

  4.0

  3.0

  3.0

  22.0

  42

  2.0

  2.0

  4.0

  4

  10

  subyek Item total skor

  3

  5

  29

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  5

  24

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  25

  4

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  1

  2

  3

  4

  4

  4

  5

  4

  27

  2

  4

  4

  4

  5

  26

  4

  5

  23

  8

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  26

  9

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  26

  6

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  28

  7

  3

  3

  25.0

  86

  4

  11

  31

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  23

  32

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  25

  33

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  29

  3

  25

  28

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  4

  16

  2

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  23

  30

  1

  1

  1

  5

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  22

  38

  5

  4

  5

  5

  37

  5

  5

  32

  39

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  24

  28

  3

  34

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  35

  35

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  23

  36

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  15

  5

  2

  3

  4

  3

  4

  22

  19

  4

  3

  4

  4

  5

  4

  5

  30

  20

  5

  2

  4

  4

  5

  5

  5

  30

  2

  18

  4

  2

  4

  1

  1

  3

  4

  4

  4

  21

  16

  4

  4

  4

  27

  4

  4

  4

  26

  17

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  21

  4

  3

  32

  4

  4

  25

  25

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  26

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  5

  16

  27

  4

  4

  4

  3

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  27

  22

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  3

  31

  23

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  25

  24

  4

  35

  87

  50

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  8

  7

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  52

  48

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  48

  5

  6

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  9

  44

  12

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  51

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  11

  3

  42

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  10

  48

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  40

  5

  3

  4

  4

  3

  4

  28

  44

  5

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  32 Variabel Kinerja Karyawan

  Subyek Item Pertanyaan

  Skor Total

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  5

  43

  9

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  34

  41

  4

  5

  4

  26

  4

  3

  4

  27

  42

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  8

  10

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  42

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  48

  4

  11

  4

  12

  1

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  3

  2

  51

  2

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  53

  88

  5

  4

  4

  4

  27

  58

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  1

  5

  4

  28

  45

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  5

  3

  3

  3

  5

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  24

  39

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  26

  4

  59

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  25

  39

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  32

  4

  48

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  33

  48

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  30

  3

  3

  4

  4

  29

  54

  46

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  31

  56

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  3

  3

  13

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  16

  46

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  18

  48

  4

  4

  4

  4

  4

  48

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  17

  4

  4

  3

  4

  14

  47

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  47

  4

  4

  4

  3

  4

  15

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  5

  54

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  21

  22

  5

  4

  5

  3

  3

  3

  3

  23

  59

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  45

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  19

  36

  3

  5

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  5

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  20

  48

  5

  3

  4

  3

  50

  89

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  55

  4

  3

  4

  4

  47

  42

  4

  41

  5

  3

  4

  5

  5

  5

  5

  58

  40

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  3

  5

  4

  4

  45

  44

  4

  4

  4

  5

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  5

  4

  45

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  43

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  5

  5

  5

  34

  47

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  36

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  43

  35

  4

  4

  4

  3

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  5

  4

  57

  39

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  3

  4

  47

  37

  4

  4

  4

  4

  4

  38

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  46

  50

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh gaya kepemimpinan, kompensasi dan faktor individu karyawan terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada PT. Madubaru Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
0
0
177
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT Madu Baru Yogyakarta Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum.
0
0
143
Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus di Universitas Sanata Dharma.
0
1
122
Pengaruh tingkat stres kerja karyawan terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.
0
0
106
Pengaruh tingkat pendidikan, masa kerja dan persepsi karyawan tentang lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan : studi kasus karyawan bagian produksi PT Nirmala Tirta Putra.
0
12
146
Pengaruh motivasi, komitmen organisasional kompetensi, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT Dan Liris Sukoharjo - USD Repository
0
0
127
Pengaruh kompensasi dan sikap kerja terhadap produktivitas karyawan : studi kasus pada karyawan bagian produksi PT. Deltomed Laboratories Wonogiri tahun ajaran 2009/2010 - USD Repository
0
0
140
Pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT. BPR Arta Agung Yogyakarta - USD Repository
0
0
100
Hubungan antara ketahanan fisik mental spiritual, kemampuan mengelola stres dan lingkungan kerja dengan motivasi kerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian produksi PT. Adi Satria Abadi Yogyakarta - USD Repository
0
1
162
Analisis korelasi antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT. BRI (persero) cabang Atambua NTT - USD Repository
0
0
112
Pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Wates - USD Repository
1
4
143
Pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja : studi kasus pada karyawan administratif Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
4
176
Pengaruh persepsi karyawan tentang sistem target terhadap kinerja karyawan kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian penjualan P.T. FIF Yogyakarta - USD Repository
0
0
102
Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus karyawan UD. Kripton Gama Jaya, Yogyakarta - USD Repository
0
1
130
Pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja karyawan : Studi kasus pada karyawan tetap bagian SDM dan umum PT. Madubaru Yogyakarta - USD Repository
0
0
97
Show more