Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
149
2 months ago
Preview
Full text

HUBUNGAN GAN ANTARA BULLYING VERBAL D DENGAN KECERDASA SAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH SEKOLAH DASAR

  Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dia

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prog rogram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar r

  Disusun Oleh: Maria Windriyani

  NIM. 101134093 PROGRAM S M STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH D DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULT LTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKA KAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  Karya ilmiah sederhana ini, penulis persembahkan kepada:

  • Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu melindungi dan membimbing dalam setiap langkah peneliti
  • Kedua orang tua penulis Bapak Petrus Suradi dan Ibu Anna Cristiana Boniyem, yang telah memberikan doa, semangat dan dukungan baik materil maupun moril serta cinta kasihnya
  • Kakak-kakakku Mbak Susan, Mas Anto, Mas Hardi, adikku Clara dan ponakanku Metta yang senantiasan memberikan dukungan dan bantuannya serta doanya
  • Teman-teman seperjuangan angkatan 2010 kelas C dan sahabat-sahabat terkasih (Naomi, Ike, Feti, Wiwik, Santa, Suci, Ditha, Amel, Deta, Ragil, Ima, Novi) yang selalu memberikan dukungannya.

  

MOTTO

  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! - Roma 12:12 Iman akan Allah tidak memberikan solusi instan atas semua persoalan dan ketidak pastian hidup, tetapi melengkapi kita untuk mengatasinya.

  (Daniel louw) Hadiah terbaik untuk musuh adalah pengampunan (mat 18:22)

  Hadiah terbaik untuk semua orang adalah kasih (yoh 13:34-35) Hadiah terbaik untuk Yesus adalah hidup kita (rom 12:1)

  PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 25 Juli 2014

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Maria Windriyani Nomor Mahasiswa : 101134093

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: HUBUNGAN ANTARA BULLYING VERBAL DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR Berserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa pelu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 25 Juli 2014

  

HUBUNGAN ANTARA BULLYING VERBAL

DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR

Maria Windriyani

Universitas Sanata Dharma

  

2014

ABSTRAK

  Latar belakang penelitian ini adalah adanya tindakan bullying verbal di sekolah. Tindakan bullying verbal tersebut sering tidak disadari oleh guru maupun siswanya. Akibat tindakan bullying verbal berbagai macam dari depresi hingga bunuh diri. Akibat bullying verbal tersebut membuat peneliti ingin mencari tahu hubungan dari bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah mencari hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD.

  Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta dengan cara pengambilan target. Banyaknya populasi adalah 149 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified sampling atau penarikan sempel berstrata. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala sikap dan wawancara.

  Hasil uji validitas item diperoleh 11 item bullying verbal dan 23 item kecerdasan emosional. Hasil reliabilitas skala sikap bullying verbal adalah 0,751 dan kecerdasan emosional sebesar 0,635. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik korelasi product moment menunjukan bahwa ada hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD, dengan hasil koefisien korelasi - 0,321. Koefisien korelasi yang diperoleh tergolong rendah. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa yang mengalami bullying verbal tinggi akan memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Siswa yang mengalami bullying verbal yang rendah, memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Kata kunci: bullying verbal, kecerdasan emosional

  

THE CORRELATION BETWEEN VERBAL BULLYING

AND THE EMOTIONAL QUOTIENT OF ELEMENTARY SCHOOL

STUDENTS

Maria Windriyani

Sanata Dharma University

  

2014

ABSTRACT

The background of this research was an act of verbal bullying at school.

The act of verbal bullying is often not realized by teachers and students. The

result of verbal bullying action are various e.g depresion and suicide. Looking at

the results of verbal bullying action, the researcher would like to find out the

correlation between verbal bullying and quotient of elementary school students.

The hypothesis of this reserch is that there is correlation between verbal bullying

and emotional quotient of elementary school students.

  This is a correlation research

Keywords: verbal bullying, emotional quotient. The population was the students

of class V Pangudi Luhur Yogyakarta elementary school by obtarning the targets.

The participants were 149 students. The technique of sampling was stratified

sampling technique or stratified sample withdrawal. A number of samples of this

research was 80 students. The research applied scale attitude and interview to

collect the data.

  The results of validity test obtained 11 items of verbal bullying and 23

items of emotional quotient. The reliability result of attitude scale of bullying

verbal was 0.635. The result of data analysis applying product moment

correlation between verbal bullying and emotional quotient of elementary school

students, with coeffient result was -0.321. The correlation coefficient obtained is

low. The results showed that students who experience bullying verbal frequently

will have low emotional quotient. Student who experience verbal bullying

infrequenty, will have high emotional quotient. Keywords: verbal bullying, emotional quotient

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang telah melimpahkan kasih serta roh kudusNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini bisa terselesaikan. Kasih dan bimbingan roh kudus yang boleh penulis terima sehingga skripsi yang berjudul Hubungan Antara Bullying Verbal dengan Kecerdasan Emosional Siswa SD.

  Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini secara langsung. Oleh sebab itu dengan ketulusan dan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J. S.S., BST., M.A, selaku kepala program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  3. Ibu Catur Rismiyati, S. Pd, M.A, Ed. D, selaku wakil kepala program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  4. Ibu Sylvia Carolina Maria YM, M.Si, selaku dosen pembimbing I.

  5. Ibu Laurensia Aptik Evanjeli, M.A, selaku dosen pembimbing II.

  6. Bruder Teguh selaku kepala koordinator SD Pangudi Luhur Yogyakarta dan Ibu C. Retno, selaku Kepala Sekolah II SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

  7. Bapak, ibu karyawan SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah berperan serta memberikan bantuan kepada peneliti sehingga penelitian dapat

  8. Ibu Th. Yunia S, S.Pd, M.Hum, selaku dosen pembimbing akademik.

  9. Bapak Petrus Suradi dan Ibu Anna Kristiana Boniyem yang telah memberikan doa, semangat dan kasih sayang kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

  10. Kakak dan adik, Mbak Susan, Mas Anto, Mas Hardi, Clara dan ponakanku Metta yang telah memberikan dukungan dan semangat bagi penulis.

  11. Sahabat-sahabat yang terkasih Naomi, Ike, Feti, Wiwik, Dhita, Suci, Santa, dan Amel, serta teman-teman seperjuangan di kos (Deta, Ragil, Uci, Wulan, mbak Dina, Novi, Pani, There) yang telah memberikan semangat dan keceriaan pada penulis.

  12. Teman-teman PPL SD Pangudi Luhur Yogyakarta dan teman-teman kelas C yang telah memberikan inspirasi dan semangat bagi penulis.

  13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan, yang telah memberikan semangat, inspirasi, motivasi dan doa serta bantuan pada penulis selama menyusun skripsi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam karya ilmiah ini masih banyak kesalahan. penulis berharap agar karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa Sanata Dharma yang melakukan penelitian.

  Yogyakarta, 25 Juli 2014

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .............. vii ABSTRAK ............................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................... ix KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian .................................................................................. 4 D. Manfaat Penelitian ................................................................................. 5

  1. Manfaat Teoritis .............................................................................. 5

  E. Definisi Operasional .............................................................................. 5

  BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................... 6 A. Kajian Teori ......................................................................................... 6

  1. Kecerdasan Emosional ..................................................................... 6

  a. Pengertian Emosi ....................................................................... 6

  b. Pengertian Kecerdasan Emosional ............................................. 7

  c. Unsur-Unsur Emosi.................................................................... 9

  2. Bulliying .......................................................................................... 12

  a. Pengertian Bullying ................................................................... 12

  b. Bentuk-Bentuk Bullying ............................................................ 15

  c. Pengertian Bullying Verbal ........................................................ 16

  d. Bentuk Prilaku Bullying Verbal ................................................. 17

  e. Akibat Bullying .......................................................................... 18

  B. Hasil Penelitian yang Relevan .............................................................. 21

  C. Kerangka Berfikir ................................................................................. 25

  D. Hipotesis ............................................................................................... 28

  BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 29 A. Jenis Penelitian ...................................................................................... 29 B. Populasi dan Sampel ............................................................................. 29 C. Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 32 D. Instrumen Penelitian .............................................................................. 32 E. Uji Validitas, Reliabilitas Instrumen dan Seleksi Item ......................... 37

  2. Reliabilitas ...................................................................................... 40

  3. Seleksi Item ..................................................................................... 42

  F. Teknik Analisis Data.............................................................................. 44

  1. Uji Asumsi Analisis Data ................................................................ 44

  2. Uji Hipotesis ................................................................................... 45

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 47 A. Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 47 B. Deskripsi Subjek ................................................................................... 48 C. Deskripsi Data Penelitian ...................................................................... 49 D. Analisis Data ......................................................................................... 51

  1. Uji Normalitas ................................................................................. 51

  2. Uji Linieritas ................................................................................... 52

  3. Uji Hipotesis ................................................................................... 53

  E. Pembahasan ........................................................................................... 54

  BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN........................... 60 A. Kesimpulan ........................................................................................... 60 B. Keterbatasan .......................................................................................... 60 C. Saran ............................................................................................... 61 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 62 LAMPIRAN ............................................................................................... 65

  DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Penilaian skala sikap kecerdasan emosional ..................................... 34Tabel 3.2 Skala sikap kecerdasan emosional sebelum diuji coba ...................... 34Tabel 3.3 Penilaian skala sikap bullying verbal ................................................ 36Tabel 3.4 Kuisioner bullying verbal sebelum diuji coba ................................... 37Tabel 3.5 Hasil validitas bullying verbal .......................................................... 38Tabel 3.6 Hasil validitas kecerdasan emosional ............................................... 39Tabel 3.7 Kriteria Reliabilitas ........................................................................... 41Tabel 3.8 Hasil reliabilitas bullying verbal ....................................................... 41Tabel 3.9 Hasil reliabilitas kecerdasan emosional ............................................ 42Tabel 3.10 Skala sikap kecerdasan emosional setelah uji coba ........................ 43Tabel 3.11 Skala sikap bullying verbal setelah uji coba .................................... 44Tabel 3.12 Interpretasi koefisien korelasi product moment .............................. 46Tabel 4.1 Karakteristik subjek .......................................................................... 48Tabel 4.2 Hasil perhitungan data statistik deskriptif ......................................... 49Tabel 4.3 Hasil uji normalitas ........................................................................... 51Tabel 4.5 Hasil uji linieritas .............................................................................. 52Tabel 4.6 Hasil pengujian korelasi product moment ......................................... 54

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bagan penelitian yang relevan ...................................................... 24Gambar 2.2 Kerangka berfikir .......................................................................... 27Gambar 4.1 Grafik linieritas ............................................................................. 53

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Surat penelitian ............................................................................ 67 Lampiran 2 Skala sikap uji coba ..................................................................... 71 Lampiran 3 Validitas dan reliabilitas uji coba ................................................ 81 Lampiran 4 skala sikap penelitian.................................................................... 99 Lampiran 5 Analisis deskriptif......................................................................... 110 Lampiran 6 Uji Normalitas .............................................................................. 112 Lampiran 7 Uji Linieritas ................................................................................ 114 Lampiran 8 Daftar pertannyaan wawancara ................................................... 116 Lampiran 9 Hasil wawancara .......................................................................... 119 Lampiran 10 Hasil Korelasi ............................................................................ 129

  pendidikan. Perhatian masyarakat tersebut tertuju pada munculnya kasus tindak kekerasan yang berakibat pada kematian dari salah satu siswa SD kelas V setelah dikeroyok oleh kakak kelasnya. RE tidak sengaja menyenggol makanan milik kakak kelasnya yang kemudian jatuh membuat dia dikeroyok (Belarminus, 2014 diunduh dari www.kompas.com).

  Kasus kekerasan yang terjadi merupakan beberapa jenis kasus kekerasan yang ada di sekolah. Kasus kekerasan siswa kelas V yaitu RE terlihat bahwa kekerasan yang terjadi merupakan kekerasan fisik. Kekerasan fisik yang mereka terima berakibat pada kematian.

  KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) pada tahun 2012 telah melakukan survei mengenai bullying di Jakarta. Hasil dari survei yang dilakukan oleh KPAI adalah aksi bullying diterima oleh 87,6 % siswa dari 1.026 responden di Jakarta. Aksi bullying 29,9 % dilakukan oleh guru, 42,1 % dilakukan oleh teman sekelas dan 28,0 % dilakukan oleh teman kelas lain (Prima, 2012 diunduh dari www.kompas.com ).

  Aksi bullying yang terjadi mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat. Perhatian dari masyarakat dapat kita lihat dari tuntutan mereka agar pelaku tindak kekerasan dihukum dengan hukuman yang berat. Kekerasan yang terjadi di sekolah masih banyak lagi. Selain itu, KPAI juga memberikan kebijakan nasional untuk menerapkan Sekolah Ramah Anak untuk menghindari tindakan bullying di sekolah.

  Bullying yang kerap terjadi di sekolah bukan kekerasan fisik saja, akan

  tetapi terdapat juga kekerasan yang lain seperti kekerasan verbal atau bullying verbal. Bullying verbal kerap diterima oleh anak dari teman atau bahkan guru.

  Bullying verbal yang kerap diterima oleh anak seperti ejekan dan mendapat nama panggilan yang cenderung bersifat negatif.

  Bullying verbal diartikan sebagai tindakan bullying yang dilakukan

  secara verbal. Penelitian ini mengambil bullying verbal karena peneliti pernah menjumpai seorang siswa mendapatkan perlakuan bullying verbal oleh teman-temannya di sekolah. Peneliti melihat seorang siswa yang kerap mendapatkan tuduhan dari teman-temannya. Reaksi yang timbul dari siswa tersebut adalah mukannya memerah dan mata berkaca-kaca.

  Bullying verbal sering tidak disadari oleh guru karena yang terjadi

  mereka sudah terbiasa melakukannya dan dianggap sebagai gurauan anak- anak. Bullying verbal bagi sebagian anak dapat menyakiti hati mereka. Bagi anak yang tidak dapat menerima bullying verbal sebagai gurauan maka anak dapat marah atau sakit hati.

  Bullying verbal sendiri bisa juga berakibat pada kematian dari korban bullying verbal. Tindakan bullying verbal yang berakibat pada hilangnya

  nyawa seseorang yaitu seperti kasus dari salah satu siswa di Malaysia yang bunuh diri akibat mendapatkan bullying verbal yaitu kerap dipanggil bodoh.

  Siswa tersebut bunuh diri dengan cara meminum obat pembunuh hama atau insektisida (Adiputri, 2014 diunduh dari detikNews.com).

  Tindakan bullying tidak selamanya dapat berakibat pada kematian. Guru di SD tempat peneliti melakukan penelitian mengungkapkan bahwa siswa siswinya kerap malakukan tindakan bullyig verbal. Bullying verbal bagi siswa di SD tersebut sering berakibat pada pertengkaran mulut, yang kemudian akan dilerai oleh teman atau guru.

  Bullying verbal seperti yang terjadi di sekolah tempat penelitian, guru

  merasa sebagai hal yang sulit ditangani. Guru mengalami kesulitan dalam meminimalisir bullying verbal, dikarenakan sifat dari siswa yang masih memiliki sifat egois. Keegoisan diri tersebut merupakan sifat dari anak usia SD yang belum mampu mengendalikan emosi dengan baik. Sebagai ilustrasi, siswa yang ingin menjadi ketua kelas. Keinginan untuk menjadi ketua kelas terhalang akibat temannya ada yang lebih baik. Keinginan yang besar untuk menjadi ketua kelas siswa tersebut mencoba menuduh temannya hal yang buruk agar teman-temannya tidak memilih lawannya.

  Segala tindakan yang dilakukan dengan emosi yang tidak terkendali membuat seseorang tidak dapat menggunakan akal sehatnya (Goleman,2009: yang dirasakan apabila tidak dapat ditangani maka akan mengakibatkan depresi pada korban. Ketika seseorang tidak dapat mengendalikan emosi yang berlebihan serta beban stres yang berlebihan mengindikasikan orang tersebut memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Kecerdasan emosional mereka dapat diindikasikan rendah dikarenakan Goleman (2009: 45) mengungkapkan dalam teorinya bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan emosional adalah orang yang mampu menghadapi rasa frustrasi, dorongan hati, dan mengatur suasana hati agar beban stres yang dirasakan tidak mengurangi akal sehat yang dimiliki.

  Berdasarkan uraian tersebut di atas, penelitian ini membuktikan secara empiris teori mengenai bullying verbal dan teori kecerdasan emosional yang sudah ada mengenai hubungan bullying verbal terhadap kecerdasan emosional siswa SD.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa?

  C. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa.

  D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu:

  1. Manfaat teoritis yaitu penelitian ini dapat dijadikan sebuah refrensi ilmiah dalam perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan literatur untuk penelitian yang relevan di masa yang akan datang.

  2. Manfaat praktis yaitu sebagai bahan refleksi dan evaluasi bagi instansi pendidikan khususnya Sekolah Dasar dalam menyelenggarakan pendidikan agar lebih memperhatikan peserta didik untuk menghindari tindakan bullying.

  E. Definisi Operasional Varibel 1. Kecerdasan Emosional.

  Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan emosi yang ada pada diri sehingga dapat melakukan tindakan secara rasional.

  2. Bullying verbal

  Bullying verbal merupakan suatu tindakan yang tidak

  menyenangkan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan menyakiti dan terjadi secara berulang serta terdapat ketidak seimbangan kekuatan antara pelaku dengan korban. bahasan tersebut adalah kajian pustaka (kecerdasan emosional dan bullying verbal), penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian.

  1. Kecerdasan Emosional

  a. Pengertian Emosi Pengertian emosi menurut Goleman (2009: 411) adalah suatu perasaan yang disertai oleh pemikiran-pemikiran yang khas, pada situasi biologis dan psikologis. Persaan dan pemikirn-pemikiran yang dimiliki cenderung disertai oleh sebuah tindakan. Pengertian emosi juga diungkapkan oleh Crow dan Crow (dalam Djaali, 2007: 37) yaitu “pengalaman afektif yang disertai oleh penyesuaian batin secara menyeluruh, dengan keadaan mental dan fisiologi yang meluap-luap, sehingga terlihat pada tingkah laku yang jelas dan nyata”.

  Pengertian emosi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa emosi merupakan perasaan yang berasal dari pikiran-pikiran yang kita alami. Emosi yang dialami akan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan oleh seseorang. b. Pengertian Kecerdasan Emosional Salovey dan Mayer (dalam Book & Stein, 2004: 30) mengungkapkan bahwa kecedasan emosional merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan dan memanfaatkan emosi emosi yang dirasakan, untuk membantu individu dalam berpikir, serta mengenali emosi dan pengetahuan emosi secara reflektif sehingga dapat mengembangkan emosi dan pengetahuannya. Kecerdasan emosional lebih menekankan pada apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh setiap individu. Ketika seseorang mengalami suatu peristiwa maka seseorang akan memikirkan dan merasakan sesuatu yang akan mengakibatkan suatu tindakan.

  Pengertian kecerdasan emosional lebih lanjut diungkapkan oleh Goleman (2009: 45) bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan lebih yang dimiliki oleh setiap pribadi dalam memotivasi diri sendiri, memiliki ketahanan dalam menghadapi frustrasi, mengendalikan dorongan yang ada dalam hati dan menunda suatu kepuasan, serta mengatur suasana hati agar beban stres yang rasakan tidak melemahkan kemampuan seseorang untuk berpikir. Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa semua orang memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi namun tidak semua orang dapat mengendalikannya. Pengendalian emosi ini berdasarkan pada kemampuan seseorang untuk memikirkan segala tindakannya terlebih

  Davies (dalam Satiadarma & Waruwu, 2003: 27) mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengendalikan emosi dirinya sendiri dan orang lain, membedakan emosi yang satu dengan emosi yang lain, dan menggunakan suatu informasi sebagai arahan dalam berpikir dan perilaku seseorang. Davis berpendapat bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan yang unik. Kemampuan unik tersebut dapat dilihat ketika setiap individu memiliki kemampuan mengelola emosi yang berbeda-benda.

  Russel (2001: 74-75) mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional memanfaatkan kemampuan dalam proses secara interpersonal, untuk meneliti perasaan dan menentukan tindakan yang masuk akal. Russel juga mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki kecerdasan kinestetik yang kuat akan mengalami emosi secara fisik.

  Orang-orang yang memliki kecerdasan emosional, memiliki memori yang lebih kuat dari pada orang-orang yang memiliki kecerdasan kinestetik.

  Pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan keunggulan atau keunikan dari setiap pribadi.

  Keunikan tersebut tercermin dalam kemampuan individu untuk berbuat berdasarkan logika bukan emosi yang dirasakan. Emosi yang dirasakan sebagai stimulus bagi individu untuk berpikir dalam melakukan suatu

  2) Unsur-unsur Kecerdasan Emosi Goleman (2009: 58-59) mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional mencakup:

  1. Mengenali emosi diri yaitu suatu kemampuan untuk melakukan identivikasi terhadap perasaan yang terjadi.

  2. Mengelola emosi yaitu kemapuan untuk mengenadalikan perasaan supaya perasaan yang dirasakan dapat dikeluarkan atau diungkapkan dengan benar.

  3. Memotivasi diri sendiri yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan menjadikannya alat dalam mencapai tujuan.

  4. Mengenali emosi orang lain adalah kempuan yang dimiliki untuk menerima kode-kode sosial yang dibutuhkan dan diinginkan oleh orang lain.

  5. Membina hubungan adalah kemampuan untuk trampil dalam menjalin suatu hubungan dalam kehidupan sosial.

  Unsur-unsur kecerdasan emosi juga diungkapkan oleh Mustaqim (2001: 154-157), emosi memiliki lima unsur yaitu:

  1) Kesadaran diri (self-awareness) Kemampuan untuk mengetahui perasaan yang dirasakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan serta sebagai alat untuk tolak ukur kemampuan diri dan kepercayaan diri. Self-awarenes kemampuan mengenali emosi yang ada dalam diri dan akibat yang akan ditimbukan, (b) penilaian diri secara teliti (accurate self

  assessment ) yaitu mengetahui kelebihan serta kekurangan yang ada

  pada diri sendiri, (c) percaya diri (self confidence) percaya terhadap kemampuan yang dimiliki 2) Pengaturan diri (self-regulation)

  Kemampuan untuk mengendalikan emosi diri sehingga dapat berakibat positif, peka terhadap hati nurani dan kemampuan untuk menunda segala sesuatu yang bersifat kesenangan sesaat sebelum tujuan diraih, sehingga mampu bangkit dari tekanan emosi.

  Pengaturan diri meliputi kemampuan (a) mengendalikan diri sendiri (self-control) pengendalian emosi dan keinginan yang bersifat negatif, (b) sifat dapat dipercaya (trustworhtiness) menghargai dan mengelola nilai kejujuran dan integritas, (c) kehati-hatian (coutiousness) yaitu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diterima, (d) adaptabilitas (adaptability) yaitu kemampuan seseorang untuk menghadapi segala situasi dan perubahan yang ada disekitarnya, (e) inovasi (inovation) yaitu bersifat terbuka dalam menanggapi ide-ide dan informasi baru. 3) Motivasi (motivation)

  Kemampuan untuk menggunakan keinginan dalam hati sebagai pedoman dalam mencapai tujuan dan bertindak secara efektif, serta

  Motivasi meliputi (a) dorongan prestasi (achievement drive) yaitu keinginan yang ada untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik atau keinginan untuk mencapai kesuksesan, (b) komitmen (commitment) yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan sekelompok masyarakat (c) inisiatif (initiative) yaitu kemampuan untuk menggunakan kesempatan yang diperoleh, (d) optimisme (optimism) keuletan dalam mencapai sasaran meskipun mengalami banyak rintangan atau kegagalan.

  4) Empati (empathy) Empati merupakan kemampuan untuk merasakan perasaan yang dialami oleh orang lain, memahami bahwa terdapat perbedaan pandangan pada diri orang lain, dan menumbuhkan rasa saling percaya terhadap orang lain serta menselaraskan diri dengan orang lain. Kemampuan ini meliputi (a) memahami orang lain (understanding others) yaitu kemampuan untuk perasaan yang dirasakan oleh orang lain dan pandangan orang lain serta menunjukkan sikap akitif terhadap kepentingan bersama, (b) mengembangkan orang lain (developing others) perduli terhadap kebutuhan orang lain dan mengembangkan kemampuan orang lain, (c) orientasi pelayanan (service orientation) yaitu kemampuan untuk melakukan pengenalan dan pemenuhan kebutuhan orang lain serta menanggulangi segala kebutuhan yaitu kemampuan untuk membuat sebuah peluang dengan cara bersosialisasi dengan orang lain, (e) kesadaran politis (political

  awareness ) yaitu kemampuan untuk mengenali emosi dalam

  kelompok dan mengenali emosi yang berhubungan dengan kekuasaan.

  5) Keterampilan sosial (social skills) Keterampilan sosial ini merupakan kempuan seseorang untuk mengendalikan emosi dalam diri ketika melakukan interaksi dengan orang lain. Keterampilan sosial meliputi (a) Pengaruh (influence) yaitu kemampuan untuk melakukan suatu teknik dalam meyakinkan orang lain, (b) komunikasi (communication) yaitu penyampaian pesan dengan jelas dan meyakinkan, (c) manajemen konflik (conflict management) yaitu kemampuan untuk diskusi dalam memecahkan suatu masalah dan perbedaan pendapat, (d) kepemimpinan (leadership) yaitu kemampuan untuk menumbuhkan semangat serta memberi inspirasi bagi kelompok yang dipimpin atau orang lain, (e) katalisator perubahan (change

  catalyst ) yaitu kemampuan untuk menjadi pelopor dalam

  melakukan suatu perubahan, (f) membangun hubungan (building

  bonds) yaitu kemampuan untuk menjalin relasi yang memiliki

  manfaat, (g) kolaborasi dan kooperasi (collaboration and

  cooperation ) yaitu kemampuan menjalin relasi untuk mencapai kemampuan membangun kerjasama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama Dari kedua teori yang diuraikan oleh Goleman dan Mustaqim maka peneliti menggunakan unsur emosi sesuai dengan yang diungkapkan oleh

  Mustaqim. Mustaqim mengungkapkan lima unsur dengan aspek yang detail.

  a. Pengertian Bullying

  Bullying merupakan tindakan yang tidak menyenangkan yang

  dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau kelompok sebagai wujud dari penyalahgunaan kekuasaan (Sejiwa, 2008: 2). Setiap pribadi memiliki kedudukan atau kekuasaannya masing-masing. Kekuasaan tersebutlah yang disalahgunakan oleh orang untuk melakukan penindasan kepada orang yang dianggap lemah atau tidak memiliki kedudukan. Contohnya, seorng siswa yang duduk di kelas V memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pada siswa kelas IV. Siswa tersebut menggunakan kedudukannya untuk menindas adik kelasnya.

  Pengertian Bullying juga diungkapkan oleh Wiyani (2012: 14) sebagai perilaku negatif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang berakibat merugikan orang lain. Bagi orang yang mengalami

  bullying kadang-kadang atau tidak sering dapat dikatakan orang tersebut tidak mengalami bullying terkecuali terdapat kasus yang serius.

  Ketidakseimbangan antara pelaku bullying dengan korban bullying dapat bersifat nyata maupun bersifat perasaan.

  Bersifat nyata artinya ketidakseimbangan kekuatan atara pelaku dan korban bullying dapat dilihat secara fisik atau dengan mata. Contoh yang bersifat nyata adalah perbedaan ukuran badan atau kekuatan fisik. Bersifat perasaan artinya ketidak seimbangan antara pelaku dan korban tidak dapat dilihat namun dirasakan. Contoh yang bersifat perasaan adalah pelaku yang merasa bahwa dirinya superior atau pandai berbicara.

  Olweus (2007: 1) mengatakan “bullying is when someone

  repeatedly and on purpose says or does mean or hurtful things to another person who has a hard time defending himself or herself ”.

  Pernyataan yang diungkapkan oleh ketiganya menunjukan bahwa bullying merupakan suatu tindakan yang negatif yang menyakiti orang lain secara terus menerus dan dilakukan atas dasar ketidakseimbangan kekuatan. Tindakan bullying yang dilakukan dalam jangka waktu yang jarang belum tentu disebut bullying, semua tergantung dari berat atau tidaknya tindakan tersebut. Meskipun tindakan yang dilakukan dianggap negatif namun jika dilakukan oleh orang dengan intensitas yang jarang belum tentu disebut bullying. b. Bentuk-Bentuk Bullying Riauskinah, Djuwita dan Soesetio (dalam Wiyani, 2012: 27) mengategorikan bullying kedalam lima bentuk yaitu:

  1. Kontak fisik secara langsung, seperti memukul, mendorong, menggigit, menjambak,menendang, mencubit, mencakar, memeras, merusak barang dan mengunci orang dalam ruangan.

  2. Kontak verbal langsung, seperti mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan, mencela/ mengejek, mengintimidasi, memaki dan menyebarkan gosip.

  3. Perilaku non verbal langsung, yaitu melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, dan menunjukan ekspresi muka yang merendahkan.

  4. Perilaku non verbal tidak langsung, yaitu mengucilkan, mengirim surat kaleng, dan mendiamkan seseorang.

  5. Pelecehan seksual, yaitu perilaku yang agresif yang terkadang masuk dalam kategori fisik maupun verbal.

  Sejiwa (2008: 2-6) menyebutkan bahwa bentuk dari bullying ada tiga yaitu: 1) Bullying fisik, yaitu bullying yang dapat dilihat dengan mata seperti menampar, memukul, menginjak kaki, meludahi, menjegal, dan melempar dengan barang, menghukum secara fisik.

  2) Bullying verbal yaitu, kekerasan yang dapat didengar oleh telinga.

  Contoh dari bullying verbal seperti memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, mempermalukan di depan umum, menuduh, menyoraki, menfitnah, menolak, dan menyebarkan gosip.

  3) Bullying mental atau psikologis yaitu salah satu jenis bullying yang cukup berbahaya, karena tidak dapat ditangkap oleh mata ataupun telinga apabila kurang peka dalam mendeteksinya. Contoh dari bullying mental atau psikologi ini adalah memandangan dengan sinis, memandang penuh ancaman, mempermalukan di depan umum, mendiamkan, mengucilkan, meneror, memelototi dan mencibir.

  Bentuk dari bullying yang diungkapkan keduannya hampir sama. Akan tetapi dalam Wiyani dituliskan bahwa bentuk dari bullying lebih rinci dibandingkan dengan Sejiwa. Wiyani membagi bentuk bullying dalam lima kelompok, sedangkan Sejiwa tiga kelompok.

  c. Pengartian bullying verbal

  Bullying verbal merupakan tindakan bullying secara verbal yang

  dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dan merugikan orang yang mendapatkannya. Akibat yang diterima oleh seseorang ketika mendapat bullying verbal bersifat negatif dan merugikan pihak yang

  Seseorang yang mengalami bullying verbal adalah orang yang mendapatkan suatu kata yang negatif dan ia merasa tersinggung. Orang yang mendapat kata negatif namun tidak merasa tersinggung maka orang tersebut tidak mendapatkan bullying verbal. Contohnya, AN memiliki badan yang gemuk. Dia sering dipanggil gendut oleh kedua orang tuannya. AN tidak marah karena kata gendut yang diterimannya adalah ungkapan sayang dari kedua orang tuannya untuk dirinya. Maka AN tidak mendapatkan bullying verbal dari kedua orang tuannya. AN dikatakan mengalami tindakan bullying verbal apabila kata gendut disengaja digunakan untuk meledek atau menjatuhkan mental AN.

  d. Bentuk perilaku bullying verbal Bentuk-bentuk bullying verbal berdasarkan Sejiwa (2008: 3) adalah

  1. Memaki, seperti “Kamu bodoh”

  2. Menghina, “Cupu lo”

  3. Menjuluki, “Dasar gembrot”

  4. Meneriaki, seperti “cungkring kau”

  5. Mempermalukan di depan umum, seperti “Kemarin dapat nilai 0 ya? kasian deh lu!”

  6. Menuduh, seperti memberikan kalimat yang bersifat menuduh atau memfitnah

  8. Menebar gosip, seperti “Eh, dia kan juara 1 karna nyontek.”

  9. Memfitnah, seperti “Kamu kan yang ngambil pensilku!”

  10. Menolak, seperti “Hey, aku tidak butuh bantuanmu!”

  e. Akibat Bullying Wiyani (2012: 17-18) mengungkapkan bahwa akibat dari

  bullying bagi siswa yang mendapatkannya adalah mereka dapat

  memiliki watak yang keras, mengalami kesulitan dalam bergaul, merasa takut, kesulitan dalam konsentrasi belajar, dan mengalami gangguan kesehatan baik mental maupun fisik. Riset pustaka Yayasan Sejiwa (2008: 9) mengungkapkan akibat dari bullying adalah bunuh diri, depresi, kurang percaya diri, dan terlibat dalam tindakan kriminal. Dari kedua pendapat tersebut, tindakan bullying verbal dapat berakibat negatif. Akibat negatif dapat diterima siswa baik secara fisik maupun mental.

  Pada buku Sejiwa (2008: 11), menyebutkan beberapa tanda- tanda yang dapat terjadi akibat anak telah mendapatkan bullying verbal, yaitu :

  1) Mengurung diri Mengurung diri merupakan tindakan dimana seseorang menarik diri dari kehidupan sosial dimasyarakat.

  2) Menangis Menangis merupakan ungkapan emosi yang ada didalam diri seseorang.

  3) Meminta pindah sekolah Minta pindah sekolah merupakan tindakan dimana seorang siswa sudah tidak tahan menjadi bahan bullying sehingga mencari tempat lain yang kiranya lebih aman ditempat yang baru. 4) Konsentrasi belajar berkurang

  Konsentrasi belajar dapat berkurang karena bullying menggangu pemikiran seseorang.

  5) Prestasi belajar menurun Prestasi belajar dapat menurun karena siswa tidak fokus terhadap pembelajaran di sekolah.

  6) Tidak mau bersosialisai Merasa tidak punya teman atau teman adalah sumber bullying maka menarik diri dari masyarakat.

  7) Menjadi penakut

  Bullying yang selalu diberikan kepada diri seseorang membuat orang tersebut selalu was-was terhadap dunia lingkungan disekitarnya.

  8) Pemarah

  Bullying membuat seseorang marah karena tersinggung sehingga orang tersebut menjadi lebih sensitif.

  9) Gelisah Rasa gelisah dapat diakibatkan karena merasa lingkungannya tidak aman sehingga hatinya merasa tidak tenang.

  10) Berbohong Kebohongan yang dilakukan untuk menutupi rasa takut atau kegelisahan yang dialami orang yang mendapat bullying.

  11) Tidak bersemangat Tidak bersemangat untuk melakukan suatu kegiatan dapat dikarenakan takut dengan lingkungan yang akan selalu mengolok-olok pribadi seseorang yang dianggap tidak wajar. 12) Pendiam

  Pendiam merupakan akibat dari terlalu takut untuk bertindak karena takut menjadi bahan ejekan sehingga lebih memilih berdiam diri.

  13) Sensitif Sensitif dengan keadaan yang ada di sekitarnya karena merasa bahwa dirinya selalu menjadi objek dari lingkungannya yang negatif.

  14) Rendah diri Rendah diri merupakan akibat dari diri sendiri yang merasa bahwa kemampuan yang dimiliki kurang.

  15) Mimpi buruk Mimpi buruk dapat terjadi karena pikiran yang jelek atas pengalaman harian yang kurang berkenan sehingga membuat gelisah yang

  1. Putri & Santoso (jurnal Nursing Studies, 2012) pada judul “Persepsi Orang Tua Tentang Kekerasan Verbal Pada Anak”. Peneliti mengungkapkan bahwa kekerasan secara verbal memiliki dampak yang hampir sama dengan kekerasan secara fisik. Penelitian yang mereka lakukan termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Populasi untuk penelitian mereka menggunakan orang tua yang memiliki anak usia 3 sampai 6 tahun yang berada di Kelurahan Kebondalem Kendal.

  Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam.

  Hasil dari penelitian yang mereka dapatkan adalah dua dari empat partisipan mengatakan bahwa kekerasan verbal adalah kata-kata yang selayaknya tidak diucapkan. Orang tua berpendapat bahwa dampak dari kekerasan verbal tidak terlalu berat dibanding kekerasan fisik, sehingga mereka tetap melakukan kekerasan verbal. Penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Santoso relevan dengan penelitian ini dalam hal bullying verbal memiliki pengaruh negatif kepada seseorang yang mengalaminya.

  2. Ariani (skripsi Universitas Sanata Dharma, 2008) dengan judul “Studi Kasus: Persepsi Korban Bullying Terhadap Fenomena Bullying yang Terjadi Di Sekolah”. Peneliti mencaritau persepsi dari korban bullying terhadap fenomena bullying yang terjadi disekolah. Pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan teknik wawancara semi subjek sebagai korban bullying terhadap fenomena bullying yang pernah dialami oleh subjek. Subjek yang diteliti ada tiga orang.

  Hasilnya subjek 1 mempresepsikan bullying adalah hal yang menyakitkan dan membuatnya kesepian di sekolah. Subjek 2 mempersepsikan bullying sebagai suatu yang menyakitkan, membuat tidak nyaman, membuat kesepian dan mengganggu konsentrasi belajar. Subjek 3 mempersepsikan bullying sebagai suatu hal yang menyakitkan secara fisik dan psikologis sehingga membuat subjek tidak betah untuk belajar di sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh Ariani relevan dengan penelitian ini dalam hal mengetahui persepsi dari korban bullying.

  3. Yulianti (skripsi Universitas Sanata Dharma, 2006) dengan judul “Kecerdasan Emosional pada anak PPA IO-777 (Pusat Pengembangan

Anak)”. Penelitian ini penulis memberikan gambaran mengenai kecerdasan emosional yang dimiliki oleh anak PPA IO-777 yang berusia

  9-12 tahun yang ada di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 50 anak dengan usia 9-12 tahun.

  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa aspek kesadaran diri merupakan aspek yang memiliki skor paling tinggi diikuti oleh aspek motivasi, keterampilan sosial, empati dan pengaturan diri. Mereka sudah mampu mengenali berbagai perasaan yang mereka alami. Penelitian yang dilakukan oleh Yulianti relevan terhadap penelitian ini dalam hal memberikan gambaran kepada peneliti mengenai kecerdasan

  4. Priatini, Melly, dan Guhardja (jurnal, 2008) dengan judul “Pengaruh Tipe Pengasuhan, Lingkungan Sekolah, dan Peran Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja”. Peneliti ingin mengetahui pengaruh dari pola pengasuhan, lingkungan sekolah dan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional remaja. Penelitian menggunakan desain cross-

  sectional dengan populasi remaja yang masih SMA di kota Bogor serta pengambilan sampel dengan cara purposif.

  Hasil dari penelitian adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja adalah tipe pengasuhan pelatih emosi, lingkungan sekolah yang menerapkan disiplin, adanya pembelajaran emosional disekolah, dan fungsi dari komparasi sosial teman sebaya. Penelitian yang dilakukan oleh Priatini, Melly dan Guhardja relevan terhadap penelitian ini dalam hal mengetahui faktor yang dapat berpengaruh terhadap kecerdasan emosional seseorang.

  Bagan penelitian yang relevan dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut:

  Kecerdasan Emosional

  Bullying verbal

  Putri & Santoso (2012) Priatini, Latifah & Guhardja (2008) Persepsi orang tua terhadap kekerasan Pengaruh Tipe Pengasuhan, Lingkungan verbal pada Anak. Hasil penelitian Sekolah, dan Pernan Teman Sebaya Terhadap menunjukan bahwa kekerasan verbal Kecerdasan Emosional Remaja. Hasi dari merupakan kata-kata yang menyakitkan dan penelitaian adalah faktor-faktor yang orang tua menganggap akibat dari bullying mempengaruhi kecerdasan emosional adalah verbal tidak terlalu berat sehingga orang tua tipe pengasuhan, lingkungan sekolah dan fungsi tetap melakukannya komparasi sosial teman sebaya

  Ariani F.R. 2008. Studi Kasus: Persepsi Korban Yulianti (2006)

  Terhadap Fenomena Bullying yang

  Bullying

  Kecerdasan Emosional pada anak PPA Terjadi Di Sekolah. Hasil dari penelitian adalah IO-777 (Pusat Pengembangan Anak).

  bullying merupakan hal yang menyakitkan,

  Hasil penelitian menunjukan subjek membuat kesepian di sekolah, membuat tidak penelitian sudah mengenali berbagai nyaman, mengganggu konsentrasi belajar, perasaan yag dialami, kesadaran diri menyakitkan secara fisik dan psikologis. subjek tinggi dan mereka juga sudah memiliki aspek yang lain seperti motivasi, ketrampilan sosial, empati serta pengaturan diri.

  Hubungan bullying verbal terhadap kecerdasan emosional

Gambar 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan Keempat penelitian di atas menjadi bahan acuan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu. Penelitian ini mencari hubungan bullying yang dialami siswa SD dengan kecerdasan emosional.

  Bullying verbal merupakan kata-kata yang tidak menyenangkan yang

  diberikan seorang atau kelompok kepada individu atau kelompok yang bertujuan untuk menjatuhkan. Bullying verbal dapat berakibat buruk bagi yang menerimanya seperti depresi, mengurung diri bahkan bunuh diri. Korban dari tindakan bullying merupakan orang yang dianggap lemah oleh pelaku dari bullying verbal. Ketika korban mendapatkan tindakan bullying verbal maka akan berpengaruh terhadap diri korban.

  Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk menanggulangi dorongan hati, mengurangi beban stres yang dirasakan dan mengenali setiap emosi yang timbul. Seseorang dapat dikatak memiliki kecerdasan emosional yang baik apabila memenuhi beberapa aspek seperti memiliki kesadaran diri, memiliki pengaturan diri, memotivasi diri, memiliki empati terhadap lingkungan sekitar serta memiliki ketrampilan sosial. Kecerdasan emosional yang dimiliki oleh setiap orang berbeda.

  Seseorang menghadapi situasi yang berbeda dengan orang lain dapat melatih kecerdasan emosional. Ketika seorang sedang menghadapi situasi dimana dia menjadi subjek bullying dari orang sekitarnya maka akan berdampak terhadap kecerdasan emosional orang tersebut. Berdasarkan paparan tersebut peneliti menduga bahawa akan ada pengaruh antara bullying verbal terhadap kecerdasan emosional.

  Kecerdasan Emosional

  Bullying Verbal

  Bersifat Dilakukan Ada ketidak Mengenali Mengelol Memotiv Mengenal Menjalin menyerang secara seimbangan a emosi i emosi hubungan emosi diri asi diri

  (agresif) dan kekuatan dari diri dengan berulang orang lain negatif setiap pihak orang lain yang terlibat

  Terdapat hubungan terhadap kecerdasan emosional apabila seseorang sering mendapat bullying verbal

Gambar 2.2 Kerangka Berfikir Hasil dari kajian pustaka dan kerangka berpikir yang telah peneliti uraikan, maka penelitian “Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD” menghasilkan dua hipotesis. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu:

  1. Ha dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara bullying verbal dengn kecerdasan emosional siswa SD.

  2. Ho dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD. pokok bahasan tersebut adalah jenis penelitian, populasi dan sempel, variabel penelitian, devinisi operasional variabel, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta teknik analisis data.

  A. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif oleh Sugiyono (2010: 14) diartikan sebagai penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasi. Penelitian korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara bullying verbal dan kecerdasan emosional (Sukmadinata, 2008: 56). Penelitian ini tidak berarti memiliki sebab akibat dari variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Penelitian ini mencari hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional yang diterima siswa dari teman sebaya.

  B. Populasi dan Sampel

  Populasi menurut Sugiyono (2010: 117) merupakan subjek atau objek yang memiliki karakteristik atau ketentuan tertentu yang sesuai dengan

  (Sukmadinata, 2008: 250) yaitu populasi yang menjadi sasaran berlakunya kesimpulan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan populasi target dari siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta.

  Jumlah banyaknya populasi yang ada sebanyak 149 siswa dari empat kelas. Kelas V PL 1 sebanyak 37 siswa, dengan 23 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Kelas V PL 2 sebanyak 34 siswa, dengan 21 siswa laki- laki dan 13 siswa perempuan. Kelas V PL 3 sebanyak 39 siswa, dengan 24 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Kelas V PL 4 sebanyak 39 siswa, dengan 24 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

  Tidak semua anggota dari populasi yang ada di SD Pangudi Luhur Yogyakarta akan diteliti. Penelitian ini mengambil sampel penelitian yang dapat mewakili populasi yaitu mengambil siswa SD Pangudi Luhur Yogyakarta kelas V. Penelitian mengambil siswa kelas V karena siswa kelas V memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan dari penelitian. Tujuan dari peneliti adalah mencari hubungan antara bullying verbal terhadap kecerdasan emosional yang dimiliki oleh siswa SD. Siswa kelas V diharapkan sudah mampu menilai dirinya dan memiliki respon yang baik terhadap tindakan yang ada disekitarnya.

  Yusuf dan Sugandi (2011: 63) menyatakan bahwa siswa kelas yaitu kelas IV, V dan VI sudah mampu menyadari emosi yang dirasakan dan mulai untuk mengungkapkannya. Siswa kelas IV, V dan VI sudah mulai belajar untuk mengendalikan emosi yang ada dalam dirinya. Pengendalian emosi emosi yang negatif yang belum tentu dapat diterima oleh orang disekitarnya. Kesadaran yang telah dimiliki oleh siswa tersebut menjadi alasan bagi peneliti untuk memilih siswa kelas.

  Sugiyono (2010: 118) menjelaskan bahwa sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memiliki 4 kelas pararel untuk setiap kelasnya, maka dalam pengambilan sampel digunakan teknik stratified sampling atau penarikan sempel berstrata. Stratified sampling adalah pengambilan sampel dengan mengelompokan populasi berdasarkan pada tingkatannya (Sanjaya, 2013: 238).

  Pengambilan sampel didahului dengan pengelompokan dari populasi. Populasi dikelompokan dalam 4 kelas yaitu kelas V PL 1, V PL 2,

  V PL 3 dan V PL 4. Cara mengambil sampel adalah dengan cara sampel

  disproposional (Sanjaya, 2013: 240). Sampel disproposional adalah

  mengambil setiap strata sama banyak tanpa melihat penyebaran dari setiap anggota populasi. Peneliti mengambil sampel dari masing-masing kelas sebanyak 20 siswa. Setiap kelas diambil 20 siswa karena setiap kelas rata-rata memiliki jumlah lebih dari 30 siswa, sehingga diambil 20 siswa setiap kelas sama banyak. Pengambilan sampel dalam kelas dilakukan secara acak dari masing-masing kelas.

  C. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah skala sikap dan wawancara. Skala sikap merupakan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan sejumlah pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2010). Peneliti akan menyebarkan skala sikap kepada sampel yang telah dipilih. Skala sikap yang disebar merupakan skala sikap yang berisi item-item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

  Skala sikap yang diberikan kepada responden berupa sejumlah pertanyaan berdasarkan indikator kecerdasan emosional dan bullying verbal.

  Teknik pengumpulan data kedua adalah wawancara. Teknik ini digunakan untuk mendalami sikap dari responden. Wawancara yang dilakukan termasuk dalam wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur yaitu memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden berdasarkan garis besar dari permasalahan (Sugiyono, 2011: 191). Wawancara didasarkan pada indikator dari kecerdasan emosional dan bullying verbal.

  D. Instrumen Penelitian

  Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan cara menyebarkan skala sikap. Skala sikap yang akan diberikan pada subjek terdapat dua macam, yaitu skala sikap untuk mengukur kecerdasan emosional dan skala sikap yang digunakan untuk mengukur bullying verbal. Skala sikap

  Skala sikap untuk kecerdasan emosional memuat lima aspek dan tiga aspek untuk mengukur bullying verbal. Lima aspek kecerdasan emosional mencakup mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain dan menjalin hubungan dengan orang lain. Tiga aspek bullying verbal mencakup bersifat negatif dan menyerang, dilakukan secara berulang, dan ada ketidak seimbangan kekuatan dari setiap pihak yang terlibat.

  Bentuk pertanyaan tertutup yang digunakan adalah scale

  measurement atau bangun item penilai skala (Mahmud, 2011: 178). Scale measurement adalah pertanyaan skala penilaian yang berbentuk pola yang

  telah ditentukan jawabannya dan berbentuk berjenjang (Mahmud, 2011: 179). Penentuan nilai dari kuisioner bullying verbal akan dilakukan sama dengan penentuan nilai kecerdasan emosional.

  Skala sikap terdiri dari pernyataan yang bersifat favorabel (pernyataan yang mendukung teori yang hendak diungkapkan) dan pernyataan unfavorabel (pernyataan yang tidak mendukung teori yang hendak dibuktikan). Item dari setiap pernyataan akan memiliki empat alternatif jawaban yaitu SS (sangat sesuai), S (sesuai), TS (tidak sesuai) dan STS (sangat tidak sesuai). Penilaian untuk skala sikap kecerdasan emosional dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1. Penilaian skala sikap kecerdasan emosional

  Jawaban Favorabel Unfavorabel SS (sangat sesuai)

  4

  1 TS (tidak sesuai)

  2

  3 STS (sangat tidak sesuai)

  1

  4 Tebel 3.1 digunakan untuk menilai pernyataan dari setiap jawaban yang dipilih oleh responden. Nilai dari setiap jawaban yang diberikan disesuaikan dengan jenis pernyataan tersebut. Pernyataan yang bersifat favorabel, maka jawaban SS mendapatkan skor 4, jawaban S mendapatkan skor 3, jawaban TS mendapatkan skor 2 dan untuk jawaban STS mendapatkan skor 1. Pernyataan yang bersifat unfavorabel mendapatkan skor kebalikan dari pernyataan yang bersifat favorabel. Pernyataan yang bersifat unfavorabel, maka jawaban SS mendapatkan skor 1, jawaban S mendapatkan sor 2, jawaban TS mendapatkan skor 3 dan jawaban STS mendapatkan skor 4.

  Pertanyaan-pertanyaan akan disusun kemudian diseleksi dan dipilih yang sesuai dengan tujuan dari penelitian. Kemudian dilakukan analisis item dengan melakukan uji validitas, sehingga item yang tidak valid akan dihilangkan dan tidak digunakan sedangkan data yang valid akan menjadi data dalam penelitian.

Tabel 3.2. Skala sikap kecerdasan emosional sebelum diuji coba

  Aspek Nomor Item Jumlah Favorabel Unfavorabel

  Mengenali emosi 12, 25, 38, 45, 48 1, 4, 15, 31, 43

  10 diri Mengelola emosi 22, 27, 30, 37, 39 2, 24, 26, 44, 50

  10 diri Memotivasi diri 8, 17, 18, 32, 36 6, 14, 29, 35, 42

  10 Mengenali emosi 5, 13, 19, 23, 34 3, 9, 10, 28, 40

  10 orang lain Menjalin 16, 21, 46, 47, 49 7, 11, 20, 33, 41

  10 hubungan dengan orang lain Total

  50 Tabel 3.2 merupakan jumlah pernyataan dari setiap aspek dalam skala sikap kecerdasan emosional sebelum dilakukan uji coba. Setiap aspek dari kecerdasan emosional memiliki sepuluh pernyataan dengan lima pernyataan yang bersifat favorabel dan lima pernyataan unfavorabel. Total pernyataan dari seluruh aspek kecerdasan emosional adalah lima puluh pernyataan.

  Tinggi rendahnya kecerdasan emosional anak dapat dilihat dari skor total hasil dari skala sikap yang diberikan. Semakin tinggi skor yang diperoleh anak maka semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki anak. Semakin rendah skor total yang dimiliki anak maka kecerdasan yang dimiliki semakin rendah.

  Cara yang digunakan untuk mengetahui siswa mendapatkan bullying verbal atau tidak dalam soal skala sikap juga dibuat indikator dari bullying verbal dibuat pertanyaan skala sikap. Skala sikap yang digunakan sama halnya dengan pembuatan skala sikap untuk kecerdasan emosional. Skala sikap untuk bullying verbal dibuat pertanyaan yang bersifat favorabel dan jawaban yaitu SS (sangat sesuai), S (sesuai), TS (tidak sesuai) dan STS (sangat tidak sesuai). Penilaian untuk skala sikap bullying verbal dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut:

Tabel 3.3. Penilaian skala sikap bullying verbal

  Jawaban Favorabel Unfavorabel SS (sangat sesuai)

  4

  1 S (sesuai)

  3

  2 TS (tidak sesuai)

  2

  3 STS (sangat tidak sesuai)

  1

  4 Tebel 3.3 digunakan untuk menilai pernyataan dari setiap jawaban yang dipilih oleh responden. Nilai dari setiap jawaban yang diberikan disesuaikan dengan jenis pernyataan tersebut. Pernyataan yang bersifat favorabel, maka jawaban SS mendapatkan skor 4, jawaban S mendapatkan skor 3, jawaban TS mendapatkan skor 2 dan untuk jawaban STS mendapatkan skor 1. Pernyataan yang bersifat unfavorabel mendapatkan skor kebalikan dari pernyataan yang bersifat favorabel. Pernyataan yang bersifat unfavorabel, maka jawaban SS mendapatkan skor 1, jawaban S mendapatkan sor 2, jawaban TS mendapatkan skor 3 dan jawaban STS mendapatkan skor 4.

  Pernyataan akan disusun berdasarkan aspek bullying verbal sama seperti kecerdasan emosional. Item yang telah disusun kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji validitas, sehingga item yang tidak valid akan dihilangkan dan tidak akan digunakan. Item yang telah mengalami

Tabel 3.4. Skala sikap bullying verbal sebelum diuji coba.

  Aspek Nomor Item Jumlah Favorabel Unfavorabel

  Bersifat menyerang dan 1, 7, 15 5, 10, 17

  6 negatif Dilakukan secara 6, 9, 13 2, 12, 16

  6 berulang Ketidak seimbangan 3, 11, 18 4, 8, 14

  6 kekuatan Total

  18 Tabel 3.4 merupakan jumlah pernyataan dari setiap aspek dalam skala sikap bullying verbal sebelum dilakukan uji coba. Setiap aspek dari verbal memiliki enam pernyataan dengan tiga pernyataan yang

  bullying

  bersifat favorabel dan tiga pernyataan unfavorabel. Total pernyataan dari seluruh aspek kecerdasan emosional adalah delapan belas pernyataan.

  Setelah pembagian skala sikap dilakukan wawancara untuk memperkuat data statistik yang diperoleh dengan skala sikap. Wawancara dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawabnya secara lisan (Supratiknya, 2012: 53). Wawancara yang digunakan berupa wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang memberikan kesempatan bebas kepada peneliti tanpa pedoman yang terstruktur. Pedoman yang digunakan berupa garis-garis besar Wawancara digunakan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dari subjek mengenai seberapa jauh mereka mengalami bullying verbal dan memiliki kecerdasan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

  Sugiyono (2010: 173) mengungkapkan valid berarti instrumen yang dibuat tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur apa yang seharusnya diukur. Koefisien dari validitas memiliki makna ketika bernilai positif dan mendekati angka 1,00 (Anzwar, 2012: 174).

  Penelitian ini menggunakan validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analis rasio (Anzwar, 2012: 175). Peneliti meminta penilaian dari dosen untuk menilai item-item sudah representatif dan aspek relevansiya sehingga layak digunakan dalam penelitian.

  Selain menggunakan validitas isi peneliti juga menggunakan validitas konstruk. Uji validitas konstruks bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan instrumen penelitian. Peneliti akan menulis item-item yang telah dinilai oleh dosen kemudian diujikan ke subjek atau siswa.

  Langkah selanjutnya diuji secara statistik untuk melihat item-item yang valid kemudian item yang tidak valid akan dihapus. Hasil uji validitas

  bullying verbal dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.5. Hasil validitas bullying verbal

  No Soal r Hitung r Tabel Keputusan 1 0,171 0,355 Tidak valid 2 0,267 0,355 Tidak valid 3 0,695 0,355 Valid 4 0, 111 0,355 Tidak valid 5 0,256 0,355 Tidak valid 6 0,589 0,355 Valid 7 0,476 0,355 Valid 8 0,034 0,355 Tidak valid 9 0,583 0,355 Valid 10 0,614 0,355 Valid 11 0,642 0,355 Valid 12 0,443 0,355 Valid 13 0,619 0,355 Valid 14 0,472 0,355 Valid 15 0,143 0,355 Tidak valid 16 0,118 0,355 Tidak valid 17 0,451 0,355 Valid 18 0,667 0,355 Valid

  Hasil dari perhitungan menggunakan SPSS 20 menunjukan bahwa dari 18 item bullying verbal terdapat 11 item yang dinyatakan valid. Item yang tidak valid sebanyak 7 item. Item yang valid yaitu 3, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 17 dan 18. Hasil perhitungan untuk kecerdasan emosional dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut:

Tabel 3.6. Hasil validitas kecerdasan emosional

  No Soal r Hitung r Tabel Keputusan 1 0,341 0,374 Tidak valid 2 0,358 0,374 Tidak valid 3 0,511 0,374 Valid 4 0,012 0,374 Tidak valid 5 0,362 0,374 Tidak valid 6 0,392 0,374 Valid 7 0,327 0,374 Tidak valid 8 0,395 0,374 Valid 9 0,433 0,374 Valid 10 0,522 0,374 Valid 11 0,474 0,374 Valid 12 0,158 0,374 Tidak valid 13 0,652 0,374 Valid 14 0,433 0,374 Valid 15 0,450 0,374 Valid 16 0,427 0,374 Valid 17 0,357 0,374 Tidak valid 18 0,402 0,374 Valid 19 0,134 0,374 Tidak valid 20 0,350 0,374 Tidak valid 21 0,035 0,374 Tidak valid 22 0,209 0,374 Tidak valid 23 0,388 0,374 Valid 24 0,391 0,374 Valid 25 0,162 0,374 Tidak valid 26 0,237 0,374 Tidak valid 27 0,487 0,374 Valid

  29 0,299 0,374 Tidak valid 30 0,281 0,374 Tidak valid 31 0,490 0,374 Valid 32 0,483 0,374 Valid 33 0,328 0,374 Tidak valid 34 0,091 0,374 Tidak valid 35 0,534 0,374 Valid 36 0,316 0,374 Tidak valid 37 0,223 0,374 Tidak valid 38 0,026 0,374 Tidak valid 39 0,244 0,374 Tidak valid 40 0,366 0,374 Tidak valid 41 0,483 0,374 Valid 42 0,504 0,374 Valid 43 0,390 0,374 Valid 44 0,271 0,374 Tidak valid 45 0,272 0,374 Tidak valid 46 0,280 0,374 Tidak valid 47 0,437 0,374 Valid 48 0,006 0,374 Tidak valid 49 0,472 0,374 Valid 50 0,635 0,374 Valid

  2. Reliabilitas Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil dari suatu pengukuran yang sudah dilakukan dapat dipercaya. Hasil ukur dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran dalam kelompok subjek yang diperoleh hasilnya relatif sama (Azwar,

  2012). Peneliti yang sudah memiliki item yang sudah diuji validitas akan diujikan reliabilitasnya untuk mengetahui tingkat kepercayaan dari item yang valid tersebut secara statistik.

  Reliabilitas item dapat diketahui dengan menggunakan teknik

  cronbach alpha yang dibantu menggunakan IBM SPSS versi 20. Kriteria

  reliabilitas menurut Masidjo (2012, 209) seperti pada tabel 3.7 sebagai berikut:

Tabel 3.7 Kriteria reliabilitas

  Interval Koefisien Kualifikasi Reliabilitas

  0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif-0,20 Sangat rendah

  Hasil dari perhitingan reliabilitas bullying verbal dan kecerdasan emosional menggunakan SPSS versi 20 dapat dilihat pada tabel 3.8 dan 3.9 berikut:

Tabel 3.8 Hasil reliabilitas bullying verbal

  Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's N of Items Alpha Alpha Based on

  Standardized Items ,751 ,866

  11

Tabel 3.9 Hasil reliabilitas kecerdasan emosional

  Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's N of Items Alpha Alpha Based on

  Standardized Items ,635 ,870

  23 Berdasarkan data yang dibuat diperoleh reliabilitas dari dua

  23 item kecerdasan emosional memiliki reliabilitas sebesar 0,635 termasuk dalam kategori cukup. Reliabilitas bullying verbal memiliki dari 11 item sebesar 0,751 termasuk dalam kategori tinggi.

  3. Seleksi Item Langkah yang dilakukan untuk menyeleksi item dilakukan dengan validitas item dan reliabilitas item seperti pada pokok bahasan sebelumnya. Hasil dari validitas item dapat dilihat pada lampiran 3.1. hasil dari uji reliabilitas item dapat dilihat pada lampiran 3.2.

  a. Skala Sikap Kecerdasan Emosional Dasar yang digunakan dalam penentuan suatu item dinyatakan valid adalah nilai correlation lebih besar dari 0,374 dengan nilai signifikan 5%, karena jumlah N ada 28 (dalam Sugiyono, 2010: 455). Hasil uji coba skala sikap kecerdasan emosional diperoleh 23 item yang baik dan 27 item yang lain dinyatakan gugur. Adapun item yang gugur yaitu 1, 2, 4, 5, 7, 12,

  17, 19, 20, 21, 22, 25, 26, 28, 29, 30, 33, 34, 36, 37, 38, 39, 40, 44, 45, 46, dan 48.

Tabel 3.10 Skala sikap kecerdasan emosional setelah diuji coba

  Aspek Nomor Item Jumlah Favourabel Unfavourabel

  Mengenali 15, 31, 43

  3 emosi diri Mengelola 27 24, 50

  3 emosi diri Memotivasi diri 8, 18, 32 6, 14, 35, 42

  7 Mengenali 13, 23 3, 9, 10

  5 emosi orang lain Menjalin 16, 47, 49 11, 41

  5 hubungan dengan orang lain Total

  23 Setelah seleksi item selesai dilakukan, peneliti menyusun kembali skala sikap akhir dengan mencantumkan seluruh item yang tidak gugur.

  b. Skala Sikap Bullying Verbal Dasar yang digunakan dalam penentuan suatu item dinyatakan valid adalah nilai correlation lebih besar dari 0, 355 dengan nilai signifikan 5%, karena jumlah N ada 31 (dalam Sugiyono, 2010: 455). Hasil uji coba yang dilakukan untuk item yang lain dinyatakan gugur. Adapun item yang gugur adalah 1, 2, 4, 5, 8, 15, dan 16.

Tabel 3.11 Skala sikap bullying verbal setelah diuji coba

  Aspek Nomor Item Jumlah Favorabel Unfavorabel

  Bersifat menyerang 7 10, 17

  3 dan negatif Dilakukan secara 6, 9, 13

  12

  4 berulang Ketidak 3, 11, 18

  14

  4 seimbangan kekuatan Total

  11 Setelah seleksi item selesai dilakukan, peneliti menyusun kembali skala sikap akhir dengan mencantumkan seluruh item yang tidak gugur.

  1. Uji Asumsi Analisis Data Uji asumsi dilakukan untuk memperoleh kesimpulan yang tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Uji asumsi terdiri dari: a. Uji Normalitas

  Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui sebaran dari data penelitian berdistribusi normal atau tidak (Kasmadi, 2013: 92). taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Uji normalitas menggunakan rumus sebagai berikut (Nurgiyantoro, 2009:88):

  ( )

  Y=

  √

  Keterangan: Y : Ordinat untuk nilai X yang memiliki batas - ∞ < X < ∞

  : nilai konstan (3,1416) ̅ : rata-rata hitung

  : simpangan baku

  b. Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel yang diujikan memiliki hubungan yang linier atau tidak (Kasmadi,

  2013: 120). Data dapat dikatakan memiliki hubungan yang linier apabila memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05).

  Rumus dalam mencari linieritas sebagai berikut (Sudjana, 2005: 331):

  ( ) Ʃ

  { − JK(E) = ∑ } Ʃ

  2. Uji Hipotesis Data yang telah diperoleh di lapangan selanjutnya akan dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment melalui bantuan SPSS 20. korelasi antara -1 hingga 1 termasuk 0. Semakin koefisien mendekati angka 1 maka korelasi antar variabel dinyatakan mendekati sempurna.

  Apabila koefisien korelasi negatif maka menunjukan suatu hubungan yang berkebalikan. Artinya apabila satu variabel meningkat maka yang variabel yang lain akan menurun. Apabila koefisien korelasi bernilai 0 maka tidak terdapat hubungan antara variabel (Kasmadi, 2013: 122).

  Rumus dari uji hipotesis korelasi product moment adalah sebagai berikut (Nurgiyantoro, 20019: 133): r =

  Ʃ (Ʃ )(Ʃ )

  Ʃ (Ʃ ) ( Ʃ

(Ʃ )

  Hasil korelasi dinyatakan tinggi atau rendah dapat dilihat pada

tabel 3.12 berikut (Hartono, 2004: 78):Tabel 3.12 Tabel Interpretasi Koefisien Korelasi Product Moment

  Interpretasi 0,00 – 0,200 Korelasi sangat lemah/ rendah sehingga dapat dianggap tidak ada korelasi

Besarnya “r” Product Moment

  0,200 – 0,400 Korelasi rendah/lemah 0,400 – 0,700 Korelasi sedang atau cukup 0,700 – 0,900 Korelasi kuat atau tinggi 0,900 – 1,000 Korelasi sangat kuat atau tinggi bahasan tersebut adalah pelaksanaan penelitian, deskripsi subjek, deskripsi data penelitian, analisis data dan pembahasan.

  Subjek yang digunakan adalah siswa-siswi kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Subjek uji coba berjumlah 35 orang dan subjek penelitian sebanyak 80 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta subjek untuk mengisi skala sikap Kecerdasan Emosional sebanyak 23 item. Cara mengisi skala tersebut dengan memberikan centang (√) pada huruf SS bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai, S apabila pernyataan tersebut Sesuai, TS apabila pernyataan Tidak Sesuai dan STS apabila pernyataan Sangat Tidak Sesuai. Skala sikap Bullying Verbal di sekolah terdiri dari 11 item dengan cara memberikan tanda centang (√) pada huruf SS bila pernyataan tersebut Sangat Sesuai, S apabila pernyataan tersebut Sesuai, TS apabila pernyataan Tidak Sesuai dan STS apabila pernyataan Sangat Tidak Sesuai.

  Skala sikap disebarkan kepada subjek pada tanggal 15 Maret 2014. Setelah menyebarkan skala sikap maka data akan diolah. Selanjutnya diambil subjek yang memiliki nilai rata-rata kecerdasan emosional yang tinggi dan yang rendah, serta subjek yang mengalai bullying verbal yang diwawancara dengan pertanyaan yang berdasarkan garis besar permasalahan telah dibuat sesuai dengan indikator kecerdasan emosional serta bullying verbal. Wawancara dilakukan pada tanggal 24 Maret 2014 sebanyak satu kali.

  Subjek yang diambil dalam data ada 80 siswa. Setiap kelas diambil 20 siswa secara acak. Peneliti membagikan duapuluh skala sikap secra acak dan didapatkan kelas V PL 1 dari 20 siswa yang mengisi skala sikap terdapat 13 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Kelas V PL 2 dari 20 siswa yang mengisi skala sikap terdapat 13 laki-laki dan 7 perempuan. Kelas V PL 3 dari 20 siswa yang mengisi skala sikap terdapat 12 laki-laki dan 8 perempuan. Kelas V PL 4 dari 20 siswa yang mengisi skala sikap terdapat 14 laki-laki dan 6 perempuan. Jadi seluruh subjek penelitian terdapat 52 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan.

Tabel 4.1 Karakteristik Subjek

  Kelas Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan

  V PL 1

  13

  7

  20 V PL 2

  13

  7

  20 V PL 3

  12

  8

  20 V PL 4

  14

  6

  20 Total

  52

  28

  80 Peneliti mengambil subjek di SD Pangudi Luhur Yogyakarta karena SD Pangudi Luhur Yogyakarta merupakan tempat peneliti melakukan kegiatan program pengalaman lapangan. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memiliki empat kelas dengan karakteristik yang berbeda. SD Pangudi Luhur Yogyakarta memenuhi tujuan dalam penelitian.

  Hasil dari data deskriptif diperoleh nilai mean teoritik serta mean empirik. Mean teoritik merupakan angka yang menjadi titik tengah dari skor rata-rata penilaian. Mean empirik merupakan angka yang menunjukan rata- rata dari hail penelitian dari data yang diperoleh. Hasil dari data deskriptif dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Data Stastitik Deskriptif

  Statistik Bullying Verbal Kecerdasan Emosional Teoritik Empirik Teoritik Empirik

  N

  80

  80 Skor maksimum

  44

  35

  92

  90 Skor minimum

  11

  15

  23

  48 Mean 27,5 24,01 57,5 69,1 SD 5,5 5,06 11,5 8,37 Sig. 0,00 0,00

  Hasil dari data tabulasi variabel bullying verbal dengan skala bullying verbal yang terdiri dari 11 item. Skor terendah untuk setiap skala bullying maksimum adalah 44 dan skor minimum adalah 11. Rata-rata dari skala bullying verbal adalah = 27,5.

  Hasil dari tabulasi data empirik bullying verbal memiliki skor terendah 15 dan skor tertinggi 35, sehingga diperoleh rata-rata sebesar 24,01.

  Berdasarkan perhitungan hasil mean teoritik dan mean empirik dapat dilihat bahwa mean empirik (24,01) lebih rendah dari pada mean teoritik (27,5).

  Pada variabel kecerdasan emosional diperoleh data tabulasi skala kecerdasan emosional yang terdiri dari 23 item. Skala kecerdasan emosional memiliki skor terendah setiap item adalah 1 dan skor tertinggi setiap item adalah 4. Dari skala tersebut dapat diketahui bahwa skor total maksimum adalah 92 dan skor total minimum adalah 23. Skor mean teoritik kecerdasan emosional didapat = 57,5.

  Hasil dari tabulasi data empirik kecerdasan emosional menunjukan skor maksimum 90 dan skor minimum 48. Dari kedua skor maksimum dan minimum tersebut didapatkan mean empirik sebesar 69,1. Berdasarkan mean empirik dan teoritik yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa mean empirik (69,1) lebih besar dari pada mean teoritik (57,5).

  Berdasarkan hasil data deskriptif tersebut, mean empirik pada kecerdasan emosional lebih tinggi dari pada mean teoritik sedangkan empirik

  bullying verbal lebih kecil dari mean teoritik. Hasil data deskriptif tersebut

  signifikan dengan nilai 0,00 < 0,05. Sehingga, hasil mean teoritik dan mean empirik tersebut menunjukan bahwa siswa SD yang menjadi subjek penelitian memiliki kecerdasan emosional yang cenderung tinggi dan bullying verbal yang terjadi di sekolah cenderung rendah.

  1. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data dari variabel kecerdasan emosional dan variabel bullying verbal bersifat normal atau tidak. Hasil perhitungan normalitas yang diperoleh merupakan hasil dari perhitungan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 20. Angka yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini:

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Kecerdasan emosional

  Bullying verbal

  N

  80

  80 Normal Parameters

  a,b

  Mean 69,1000 24,0125 Std. Deviation

  8,36902 5,06288 Most Extreme Differences

  Absolute ,090 ,099 Positive ,059 ,099 Negative -,090 -,069

  Kolmogorov-Smirnov Z ,803 ,886 Asymp. Sig. (2-tailed) ,539 ,412 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  Hasil perhitungan diatas menunjukan bahwa hasil dari probabilitas untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0,539 dan tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga kedua variabel tersebut terdistribusi normal.

  2. Uji Linieritas Uji linieritas digunakan untuk mengetahui dua variabel memiliki hubungan yang linier atau tidak. Hasil uji linieritas diperoleh dari perhitungan menggunakan program SPSS 20. Angka yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini :

Tabel 4.4 Hasil uji linieritas

  ANOVA Table

  Sum of Squares df Mean

  Square F Sig. kecerdasane mosional * bullyingverb al

  Betwee n Groups

  (Combin ed) 2050,260 20

  102,51

  3 1,737 ,053

  Linearit y 569,727

  1 569,72

  7 9,651 ,003

  Deviatio n from Linearit y

  1480,532 19 77,923 1,320 ,206 Within Groups 3482,940 59 59,033 Total 5533,200 79

  Dapat dilihat pada tabel 4.4 menunjukan bahwa nilai signifikansi dari data tersebut adalah 0,003. Suatu data dapat dikatakan linier apabila memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (Kasmadi, 2013: 120). Data tersebut menunjukan bahwa data yang diperoleh linier, karena nilai signifikansi 0,003. Data yang diperoleh linier dapat dilihat juga dengan menggunakan gambar grafik 4.1 berikut:

Gambar 4.1 Grafik Linieritas

  Gambar grafik tersebut menunjukan bahwa sebaran data yang diperoleh berada di sekitar garis linier. Penyebaran data tersebut menunjukan bahwa data yang diperoleh tidak merata dan mengikuti garis linier. Hal tersebut menunjukan bahwa data yang diperoleh linier.

  3. Uji Hipotesis Hipotesis diuji menggunakan Product Moment dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20 dengan taraf signifikansi 0,01.

  Taraf signifikansi 0,01 berarti bahwa taraf kesalahan sebesar 1% (Sugiyono, 2010: 69). Hasil dari pengujian korelasi menggunakan SPSS

  • Sig. (2-tailed) ,004 N

  80 Bullying verbal Pearson Correlation

  bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD. Hasil penelitian yang

  Hasil dari uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment, menunjukan bahwa terdapat hubungan antara

  Dari tabel 4.3 dapat dilihat skor korelasi antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD adalah -0,321 pada taraf signifikansi 0,01 dengan probabilitas 0,004 (p<0,01). Pada probabilitas tersebut memiliki arti bahwa Ho ditolak. Ho ditolak maka Ha diterima, yaitu terdapat hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional. Jadi berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD.

  80 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  80

  Sig. (2-tailed) ,004 N

  80

  Pearson Correlation 1 -,321

  verbal Kecerdasan emosional

  Bullying

  Kecerdasan emosional

  Correlations

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Korelasi Product Moment

  • 1
    • ,321

  menunjukan terdapat hubungan dari kedua variabel tersebut berarti bahwa terdapat hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD. Penerimaan dari hipotesis dapat dilihat pada koefisien korelasi yang bernilai -0,321 (p<0,01) dengan taraf signifikansi 1% (two-tailed). Skor signifikansi hasil uji hipotesis diperoleh 0,004.

  Hubungan antara variabel bullying verbal dengan kecerdasan emosional bernilai negatif yaitu -0,321. Nilai negatif tersebut dapat diartikan bahwa apabila salah satu variabel memiliki skor tinggi maka variabel yang lain akan memiliki skor yang rendah. Penelitian ini menunjukan siswa yang memiliki skor kecerdasan emosional yang tinggi dan skor bullying verbal rendah. Siswa yang mengalami bullying tinggi dan skor kecerdasan emosional rendah.

  Bullying verbal yang terjadi di SD Pangudi Luhur Yogyakarta

  termasuk rendah. Rendahnya bullying verbal yang terjadi dapat dilihat pada perbandingan atara mean teoritik dengan mean empirik bullying verbal. Mean teoritik yang diperoleh sebesar 27,5 sedangkan mean empirik sebesar 24,01, sehingga mean teoritik bullying verbal lebih besar dari mean empiriknya.

  Bullying verbal yaitu, kekerasan yang dapat didengar oleh telinga

  (Sejiwa, 2008: 3). Bullying verbal yang kerap diterima oleh siswa adalah memberikan nama panggilan, memberikan ejekan, mempermalukan didepan umum, serta memberikan tuduhan-tuduhan yang tidak sesuai dengan yang terjadi. Akibat dari bullying verbal yang diterima seperti yang diungkapkan oleh Sejiwa (2008:12) diantaranya mengalami kesulitan dalam berkosentrasi

  Akibat yang dirasakan oleh siswa korban bullying verbal relevan terhadap penelitian yang dilakukan oleh Ariani. Penelitian yang dilakukan oleh Ariani (2008) menyebutkan bahwa bullying mengakibatkan korban menjadi terganggu dalam berkonsentrasi saat belajar di sekolah. Kesulitan berkonsentrasi saat belajar di sekolah juga dialami oleh EG dalam penelitian ini. EG saat diwawancarai oleh peneliti menyebutkan dampak negatif yang paling dia rasakan adalah kesulitan dalam belajar.

  Akibat dari bullying verbal juga berdampak kepada BI yang sama mengalami tindakan bullying dari teman-temannya. BI yang sering mengalami tindakan bullying menyebutkan bahwa akibat yang sering dirasakan adalah BI sering marah-marah dan mudah tersinggung. Akibat dari tindakan bullying yang terjadi pada korban bullying bagi guru merupakan hal yang wajar dan tidak berakibat fatal sehingga tindakan bullying tetap terjadi.

  Anggapan guru bahwa bullying verbal merupakan hal yang wajar dan tidak berakibat fatal sesuai dengan persepsi dari orang tua dalam penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Santoso (2012). Anggapan tersebut berakibat pada guru sekedar memberikan nasehat pada siswa yang memberikan bullying pada temanya tanpa menindak lanjuti pelaku bullying maupun korban bullying .

  Siswa yang berusia sekitar 11-12 tahun dianggap oleh guru masih memiliki sifat yang egois dan masih anak-anak. Yusuf dan Sugandi (2011: 63) menyebutkan bahwa siswa di usia 10 -12 tahun sudah mampu menyadari mengungkapkan anak di usia 9-12 tahun sudah mulai mengenali emosi atau perasaan yang mereka alami. BI merupakan contoh siswa yang menjadi korban bullying verbal yang berakibat dia suka marah-marah. BI mengatakan bahwa, “ya saya marah mbak” ketika ditanya soal teman-temannya yang suka mengejek. Marah-marah yang dilakukan oleh BI merupakan akibat dari BI yang kurang mampu menyampaikan emosi yang dirasakan secara benar.

  Sifat BI yang mudah marah ini kurang mampu dalam pengaturan diri (Mustaqim, 2001: 154-157). Pengendalian diri dalam mengelola emosi saat BI mengalami bullying kurang sehingga BI menjadi marah. Pengaturan diri merupakan salah satu indikator dalam kecerdasan emosional. Penelitian menunjukan BI yang mengalami bullying yang tinggi mendapatkan skor kecerdasan emosional yang rendah, akan tetapi kedua variabel tersebut belum tentu saling mempengaruhi.

  Kecerdasan emosional BI yang rendah belum tentu dikarenakan

  bullying verbal yang BI terima. Priatini, Melly dan Guhardja menyebutkan

  bahwa banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang. Beberapa faktor diantaranya tipe pengasuhan orang tua, lingkungan sebaya serta peran teman sebaya. Bullying verbal yang dilakukan oleh teman-teman BI bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosionalnya rendah.

  Seperti pada perhitungan statistik yang dilakukan menunjukan bahwa apabila variabel satu memiliki skor yang tinggi maka variabel yang lain akan emosional tinggi dan bullying verbalnya rendah. MA dan AB merupakan contoh dalam penelitian ini yang mengalami bullying verbal yang rendah dan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

  Kecerdasan emosional yang tinggi pada MA dan AB membuat mereka dapat mengantisipasi bullying yang mereka dapatkan. AB dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti menyatakan bahwa AB pernah mendapatkan

  bullying verbal, akan tetapi AB tidak terlalu memperdulikannya. AB dan MA

  memiliki kesamaan yaitu menjadikan bullying verbal sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.

  Kecerdasan emosional yang dimiliki juga dapat menghindarkan seseorang dari bullying verbal. Kemampuan MA dalam menjalin hubungan atau relasi dengan teman-temannya yang baik membuat MA jarang atau bahkan tidak pernah mendapatkan bullying verbal. MA menyatakan bahwa “kalau ada yang cerita pengalaman yang menyenangkan ya dengerin aja, kalau sedih ya dengerin dulu terus paling dinasehati”, dari pernyataan tersebut empati yang ditunjukan MA membuat dia memiliki banyak teman. MA memiliki banyak teman yang membuatnya disukai oleh banyak teman- temannya sehingga teman-temannya jarang melakukan bullying verbal terhadap dirinya.

  Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa bullying verbal memiliki hubungan dengan kecerdasan emosional. Hubungan dari kedua variabel tersebut bukan berarti saling mempengaruhi, karena banyaknya faktor yang emosional yang tinggi dapat memperkecil kemungkinan seseorang untuk mendapatkan bullying verbal. Ketika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan mendapatkan bullying verbal maka ia dapat menggunakan kemampuannya untuk merubah bullying verbal sebagai motivasi.

  Siswa yang mendapatkan bullying verbal dan memiliki motivasi yang kuat maka ia tidak akan terpengaruh dengan bullying tersebut. Siswa tersebut akan menjadikan bullying sebagai penyemangat agar dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. Seperti yang terjadi pada AB, AB sesekali mendapatkan

  bullying verbal akan tetapi AB tidak mempedulikannya dan berusaha untuk memperbaiki dirinya. kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional. Besar dari koefisien korelasi antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa SD adalah -0,321 dengan probabilitas 0,004. Skor tersebut menunjukan bahwa variabel yang memiliki skor tinggi akan diikuti dengan rendahnya variabel yang lain.

  Bullying verbal yang sering dialami oleh siswa adalah pemberian nama panggilan, menuduh, meledek dan mempermalukan di depan umum.

  Kecerdasan emosional yang muncul pada siswa adalah kesadaran emosi, pengaturan diri dan motivasi yang kuat.

  Peneliti menyadari sepenuhnya, bahwa penelitian ini masih memiliki banyak keterbatasan dalam penelitian. Berikut merupakan beberapa keterbatasan dalam penelitian:

  1. Peneliti kurang dalam melakukan observasi untuk mengetahui karakter dari siswa di setiap kelas. Peneliti mengetahui karakter dari siswa

  2. Penelitian ini menggunakan item yang divaliditas oleh dosen, sehingga masih terdapat item yang mengalami bias. Masih terdapat item yang memiliki makna ganda.

  Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu harapan dari peneliti untuk peneliti selanjutnya yang berminat terhadap topik

  bullying terutama bullying verbal, untuk meneliti bullying yang dilakukan

  oleh guru, mengingat penelitian ini mengambil bullying yang dilakukan oleh teman sebaya.

  Selanjutnya bagi peneliti yang tertarik terhadap topik kecerdasan emosional, disarankan untuk mengambil topik cara meningkatkan kecerdasan emosional anak SD. Mengingat bahwa kecerdasan emosional penting bagi kesuksesan siswa selanjutnya. Selain itu, dengan meningkatkan kecerdasan emosional siswa dapat mengurangi atau mengatasi tindakan bullying.

  

Daftar Pustaka

  Adiputri, N, C. 2014. Tragis! Bocah 13 Tahun di Malaysia Bunuh Diri Akibat Di-

  Bully (diunduh dari http://news.detik.com/read/2014/02/10/162250/2492409/1148/tragis-bocah- 13-tahun-di-malaysia-bunuh-diri-akibat-di-bully?nd772204btr pada tanggal

  17 Juli 2014 jam 14.35) Al-Firdaus, I. 2012. Kunci-Kunci Kontrol Emosi dengan Otak Kanan dan Otak Kiri . Yogjakarta: Diva Press.

  Ariani, F, R. 2008. Studi Kasus: Persepsi Korban Bullying Terhadap Fenomena

  Bullying Yang Terjadi Di Sekolah . (Skripsi tidak diterbitkan) Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Azwar, S. 2012. Tes Prestasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Belarminus, R. 2014. SY Akui Aniaya Adik Kelas (diunduh dari http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/05/1622451/SY.Akui.Aniaya.Adik.

  Kelas pada tanggal 6 Mei 2014 jam 16.05).

  Book, E, H & Stein, S, J. 2004. Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan

  Emosional Meraih Sukses . Bandung: Kaifa Creswell, J. 2012. Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Djali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Goleman, D. 2009. Kecerdasan Emosional. Jakarta: Gramedia. Gottman, J & DeClaire, J. 2008. Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak.

  Jakarta : Gramedia. Kasmadi & Sunariah, N. 2013. Panduan modern penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

  Masidjo. 2012. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Muhammad. 2007. Aspek Perlindungan Anak dalam Tindakan Kekerasan

  (Bullying) Terhadap Siswa Korban Kekerasan di Sekolah. Jurnal dinamika hukum . Volume.9 Nomer. 3. Mustaqim, H. 2001. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Novena V. 2011. Hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar

  pada remaja akhir laki-laki . (Skripsi tidak diterbitkan) Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Nurgiyantoro, B, Gunawan & Marzuki. 2009. Statistik Terapan untuk Penelitian

  Ilmu-Ilmu Sosial . Yogyakarta: Gajah Mada University Press

  Olweus, D. 2008. What Parents Need to Know About Bullying. Jurnal Bullying at School . Volume. I. Priatini W, Melly L, & Guhardja S. 2008. Pengaruh Tipe Pengasuhan,

  Lingkungan Sekolah, dan Peran Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja . Volume. I Nomer. 1.

  Prima, A. 2012. Kekerasan di Sekolah Pernah Dialami 87,6% Siswa (diunduh dari

  http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/01/12111191/KPAI.87.Persen.Anak.Ko rban.Kekerasan.di.Sekolah. pada tanggal 15 April 2014

  jam 12:50). Putri A & Santoso A. 2012. Persepsi Orang Tua Tentang Kekerasan Verbal Pada Anak. Jurnal Nursing Studies. Volume. 1 Nomer. 1. Hal 22-29.

  Randall, P. 2005. Adult Bullying: Perpetrators and Victims. Francis: e-Library. Russel, L. 2001. Accelerated Learning Fieldbook: Panduan Pembelajaran Cepat.

  Bandung: Nusa Media. Satiadarma, M & Waruwu, F. 2003. Mendidik Kecerdasan. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

  Sanjaya, W. 2013. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

  Sejiwa. 2008. Bullying Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak . Jakarta: Grasindo. Sudjana. 2005. Metodologi Statistika. Bandung: Tarsito Sugiyono. 2007. Statistik untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

  Sugiyono. 2010. Metode Penelitin Pendidikan. Bandung : Alfabeta.

  Sukmadinata, N, S. 2008. Metode Penelitian Tindakan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Supratiknya, A. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. TIM Yayasan Semi Jiwa Amini. 2008. Bullying Mengatasi Kekerasan Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak . Jakarta: Grasindo. Windari, H. 2011. Hubungan Antara Bullying Di Tempat Kerja Dengan Motivasi

  Pada Sales Counter Kendaraan Bermotor Honda Di Yogyakarta . (Skripsi tidak diterbitkan) Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Wiyani, N. 2012. Save Our Children from School Bullying. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media. Yulianti Y. 2006. Kecerdasan Emosional pada anak PPA IO-777 (Pusat

  Pengembangan Anak) . Yogyakata : Universitas Sanata Dharma. (Skripsi

  tidak diterbitkan) Yusuf, S & Sugandhi, N. 2011. Perkembangan Peserta Didik, Mata Kuliah Dasar

  Profesi (MKDP) Bagi Para Mahasiswa Calon Guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) . Jakarta: Rajawali Pers .

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKALA SIKAP BULLYING VERBAL Skala sikap ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bullying verbal yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari- hari. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pembelajaran. Jawablah setiap pernyataan dalam kuisioner secara jujur dan sesuai dengan diri anda. Hasil dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.

  A. Petunjuk Pengisian

  1. Isilah skala sikap di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami!

  2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda!

  3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS : Apabila pernyataan “Sangat Sesuai” dengan diri anda.

  b. S : Apabila pernyataan “Sesuai” dengan diri anda.

  c. TS: Apabila pernyataan “Tidak sesuai” dengan diri anda.

  d. STS: Apabila pernyataan “Sangat tidak sesuai” dengan diri anda.

  4. Contoh cara menjawab: No. Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya pernah mendapatkan ejekan dari teman yang menyakiti saya.

  √

  5. Apabila anda ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang anda rasa salah kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang anda inginkan.

  No. Pernyataan SS S TS STS

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKALA SIKAP KECERDASAN EMOSIONAL Skala sikap ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kecerdasan emosional yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pembelajaran. Jawablah setiap pernyataan dalam kuisioner secara jujur dan sesuai dengan diri anda. Hasil dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.

  A. Petunjuk Pengisian

  1. Isilah skala sikap di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami!

  2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda!

  3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS : Apabila pernyataan “Sangat Sesuai” dengan diri anda.

  b. S : Apabila pernyataan “Sesuai” dengan diri anda.

  c. TS : Apabila pernyataan “Tidak sesuai” dengan diri anda.

  d. STS: Apabila pernyataan “Sangat tidak sesuai” dengan diri anda.

  4. Contoh cara menjawab: No. Pernyataan SS S TS STS

  1. Saat mendapatkan nilai yang jelek, saya merasa biasa saja.

  √

  5. Apabila anda ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang anda rasa salah kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang anda inginkan.

  No. Pernyataan SS S TS STS

  2. Saat mendapatkan nilai yang jelek, saya √ √

  Daftar 1 Validitas Kecerdasan Emosional

  2

  4

  1

  3

  20

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  19

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  3

  4

  22

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  21

  4

  4

  4

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  4

  1

  4

  2

  4

  16

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  18

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  17

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  28

  27

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  58

  84

  74

  77

  78

  73

  78

  46

  86

  93

  2

  3 total

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  24

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  23

  4

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  1

  26

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  25

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  15

  4

  Nomor Resep

  2

  2

  3

  5

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  7

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  6

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  9

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  11

  10

  8

  3

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Skor item untuk butir soal nomor

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  12

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  13

  2

  14

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  1

  9

  1

  4

  4

  2

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  8

  4

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  11

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  10

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  89 rata- rata 3,32 2,07 3,07 1,64 2,79 2,61 2,79 2,75 2,643 3,00 3,18 Daftar 2

  12

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  1

  4

  4

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  89

  84

  84

  75

  63

  66

  91

  94

  85

  62

  86

  1

  91

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  13

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  24

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  23

  3

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  15

  14

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  3

  1

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  78 3,25 3,07 3,18 2,21 3,04 3,36 3,25 2,36 2,25 2,68 3,00 3,00 2,79 Daftar 3

  25

  3

  2

  1

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  1

  3

  1

  3

  62

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  85

  73

  3

  1 1,9

  4 3,1

  6 3,1

  5 3,3

  2 2,2

  4 2,3

  9 3,5

  9 2,3

  9 2,3

  9 2,3

  6 2,7

  1 2,6

  55

  4 2,2

  88 3,0

  88

  94

  63

  65

  99

  67

  67

  67

  78

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  1

  1

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  26

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  4

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  1

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  2

  4

  3

  38

  3

  37

  36

  35

  34

  33

  32

  31

  30

  29

  28

  27

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  1

  1

  3

  1

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4 Daftar 4

  39

  3

  1

  3

  4 4 161

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3 3 147

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4 3 145

  1

  3

  1

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3 3 130

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3 4 159

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3 2 131

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3 3 122

  1

  4

  1

  4

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  3 3 139

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  4

  1

  2

  3

  92

  4

  4 4 157

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  3 3 135

  84

  4

  6 3,4

  2 3,1

  9 2,3

  5 3,2

  1 2,2

  6 3,2

  4 2,9

  3 3,1

  9 3,0 3,3

  94

  88 91 3961 3,2

  65

  92

  63

  90

  83

  88

  96

  3

  3

  3

  4

  4 4 152

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2 3 134

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3 2 118

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3 4 142

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  40

  3 3 150

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  3 3 138

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3 3 141

  3

  3 2 131

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  49 50 total

  2

  48

  47

  46

  45

  44

  43

  42

  41

  3

  1 2 140

  3

  4 4 157

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4 3 141

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3 3 141

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 4 143

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  2 4 135

  1

  3

  3

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3 4 136

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  4 4 162

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 134

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4 4 140

  4

  4 3,2 5 141,4643 Daftar 1 Validitas Bullying Verbal

  Nomer Resep

  4

  4

  1

  2

  3

  22

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  21

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  1

  3

  2

  24

  2

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  23

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  18

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  17

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  20

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  19

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  30

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  4

  29

  4

  2

  4

  2 total 106

  70

  57

  81

  63

  63

  59

  69

  62

  85

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  4

  31

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  4

  26

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  25

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  4

  3

  28

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  27

  2

  2

  1

  Skor item untuk butir soal nomor

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  5

  6

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  4

  1

  4

  3

  7

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  1

  2

  4

  4

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  11

  2

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  8

  3

  1

  1

  4

  14

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  3

  4

  13

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  16

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  15

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  10

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  9

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  4

  1

  3

  2

  3

  12

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  11

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  66 rata- rata 3,42 2,74 2,00 2,23 1,90 2,03 2,03 2,61 1,84 2,26 2,13 Daftar 2 total

  12

  2

  42

  4

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  40

  1

  1

  4

  1

  2

  3

  1

  34

  4

  1

  4

  1

  2

  3

  1

  39

  1

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  33

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  43

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  45

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  46

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  45

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  41

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  40

  59

  56

  88

  79

  68

  44

  1

  1

  1

  40

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  43

  3

  1

  2

  4

  1

  4

  2

  37

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  43

  2

  2

  2

  4

  1

  3

  13

  2

  2

  2

  2

  38

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  47

  1

  4

  2

  1

  3

  2

  1

  37

  1

  1

  4

  3

  2

  1

  1

  35

  2

  2

  1

  1

  14

  15

  16

  17

  18

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  44

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  34

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  40

  1

  4

  3

  2

  2

  2

  43

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  48

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  1

  36

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  45

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  32

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  42

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  33

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  41

  2

  69 50 1250 1,90 1,81 2,84 2,55 2,19 2,23 1,61 40,32

  ,433* Sig. (2- ,021

  28 item11 Pearson Correlation

  ,395* Sig. (2- tailed)

  ,037 N

  28 item9 Pearson Correlation

  ,433* Sig. (2- tailed)

  ,021 N

  28 item10 Pearson Correlation

  ,522** Sig. (2- tailed)

  ,004 N

  ,474* Sig. (2- tailed)

  ,090 N

  ,011 N

  28 item12 Pearson Correlation

  ,158 Sig. (2- tailed)

  ,422 N

  28 item13 Pearson Correlation

  ,652** Sig. (2- tailed)

  ,000 N

  28 item14 Pearson Correlation

  28 item8 Pearson Correlation

  ,327 Sig. (2- tailed)

  28 item3 Pearson Correlation

  ,061 N

  N

  Validitas Kecerdasan Emosional total total Pearson

  Correlation

  1 Sig. (2- tailed) N

  28 item1 Pearson Correlation

  ,314 Sig. (2- tailed)

  ,103 N

  28 item2 Pearson Correlation

  ,358 Sig. (2- tailed)

  28 item7 Pearson Correlation

  • Sig. (2- tailed)

  ,511

  ,005 N

  28 item4 Pearson Correlation

  • ,012 Sig. (2- tailed)

  ,953 N

  28 item5 Pearson Correlation

  ,362 Sig. (2- tailed)

  ,058 N

  28 Sig. (2- tailed) ,039

  • ,450* Sig. (2- tailed)

  ,009 N

  ,391* Sig. (2- tailed)

  ,040 N

  28 item25 Pearson Correlation

  ,162 Sig. (2- tailed)

  ,411 N

  28 item26 Pearson Correlation

  ,237 Sig. (2- tailed)

  ,225 N

  28 item27 Pearson Correlation

  ,487** Sig. (2- tailed)

  28 item28 Pearson Correlation

  • ,052 Sig. (2- tailed)

  ,795 N

  28 item29 Pearson Correlation

  ,299 Sig. (2- tailed)

  ,123 N

  28 item30 Pearson Correlation

  ,281 Sig. (2- tailed)

  ,148 N

  28 item31 Pearson Correlation

  ,490** Sig. (2- tailed)

  ,008 N

  28 item24 Pearson Correlation

  ,287 N

  28 Pearson ,388* tailed) N

  ,402* Sig. (2- tailed)

  N

  28 item15 Pearson Correlation

  ,016 N

  28 item16 Pearson Correlation

  ,427* Sig. (2- tailed)

  ,024 N

  28 item17 Pearson Correlation

  ,357 Sig. (2- tailed)

  ,062 N

  28 item18 Pearson Correlation

  ,034 N

  ,209 Sig. (2- tailed)

  28 item19 Pearson Correlation

  ,134 Sig. (2- tailed)

  ,498 N

  28 item20 Pearson Correlation

  ,350 Sig. (2- tailed)

  ,068 N

  28 item21 Pearson Correlation

  ,035 Sig. (2- tailed)

  ,859 N

  28 item22 Pearson Correlation

  28 Sig. (2- tailed) ,009

  N

  ,272 Sig. (2- tailed)

  ,504** Sig. (2- tailed)

  ,006 N

  28 item43 Pearson Correlation

  ,390* Sig. (2- tailed)

  ,040 N

  28 item44 Pearson Correlation

  ,271 Sig. (2- tailed)

  ,163 N

  28 item45 Pearson Correlation

  ,161 N

  ,009 N

  28 item46 Pearson Correlation

  ,280 Sig. (2- tailed)

  ,149 N

  28 item47 Pearson Correlation

  ,437* Sig. (2- tailed)

  ,020 N

  28 item48 Pearson Correlation

  ,006 Sig. (2- tailed)

  ,975 N

  28 item49 Pearson Correlation

  28 item42 Pearson Correlation

  ,055 Correlation Sig. (2- tailed)

  28 item33 Pearson Correlation

  ,316 Sig. (2- tailed)

  ,328 Sig. (2- tailed)

  ,089 N

  28 item34 Pearson Correlation

  ,091 Sig. (2- tailed)

  ,645 N

  28 item35 Pearson Correlation

  ,534** Sig. (2- tailed)

  ,003 N

  28 item36 Pearson Correlation

  ,102 N

  ,366 Sig. (2- tailed)

  28 item37 Pearson Correlation

  ,223 Sig. (2- tailed)

  ,255 N

  28 item38 Pearson Correlation

  ,026 Sig. (2- tailed)

  ,894 N

  28 item39 Pearson Correlation

  ,244 Sig. (2- tailed)

  ,210 N

  28 item40 Pearson Correlation

  ,472* Sig. (2- ,011 item50 Pearson Correlation

  ,635** Sig. (2- tailed)

  ,000 N

  28

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  item5 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item7 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item8 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item9 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item10 Pearson Correlation

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Validitas Bullying Verbal total Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item1 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item3 Pearson Correlation N item4 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N

  Sig. (2- item17 Pearson tailed) Correlation N item11 Pearson Sig. (2- Correlation tailed)

  N Sig. (2- item18 Pearson tailed) Correlation N item12 Pearson Sig. (2- Correlation tailed)

  N Sig. (2- **. Correlation is significant at the tailed)

  0.01 level (2-tailed). N

  • . Correlation is significant at the item13 Pearson Correlation 0.05 level (2-tailed). Sig. (2- tailed) N item14 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item15 Pearson Correlation Sig. (2- tailed) N item16 Pearson Correlation Sig. (2- tailed)
Reliabilitas Bullying Verbal

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items ,751 ,866

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items ,635 ,870

  23

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKALA SIKAP BULLYING VERBAL Skala sikap ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bullying verbal yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari- hari. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pembelajaran. Jawablah setiap pernyataan dalam kuisioner secara jujur dan sesuai dengan diri anda. Hasil dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.

  B. Petunjuk Pengisian

  6. Isilah skala sikap di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami!

  7. Jawablah setiap pernyataan dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda!

  8. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: e. SS : Apabila pernyataan “Sangat Sesuai” dengan diri anda.

  f. S : Apabila pernyataan “Sesuai” dengan diri anda.

  g. TS: Apabila pernyataan “Tidak sesuai” dengan diri anda.

  h. STS: Apabila pernyataan “Sangat tidak sesuai” dengan diri anda.

  9. Contoh cara menjawab: No. Pernyataan SS S TS STS

  2. Saya pernah mendapatkan ejekan dari teman yang menyakiti saya.

  √

  10. Apabila anda ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang anda rasa salah kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang anda inginkan.

  No. Pernyataan SS S TS STS

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKALA SIKAP KECERDASAN EMOSIONAL Skala sikap ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kecerdasan emosional yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai anda dalam pembelajaran. Jawablah setiap pernyataan dalam kuisioner secara jujur dan sesuai dengan diri anda. Hasil dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.

  B. Petunjuk Pengisian

  1. Isilah skala sikap di bawah ini sesuai dengan apa yang anda alami!

  2. Jawablah setiap pernyataan dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan anda!

  3. Pilihan jawaban yang diberikan adalah: a. SS : Apabila pernyataan “Sangat Sesuai” dengan diri anda.

  b. S : Apabila pernyataan “Sesuai” dengan diri anda.

  c. TS : Apabila pernyataan “Tidak sesuai” dengan diri anda.

  d. STS : Apabila pernyataan “Sangat tidak sesuai” dengan diri anda.

  A. Contoh cara menjawab:

  No. Pernyataan SS S TS STS

  1. Saat mendapatkan nilai yang jelek, saya √ merasa biasa saja.

  

B. Apabila anda ingin mengganti jawaban, berilah coretan pada jawaban yang

  anda rasa salah kemudian berilah tanda centang (√) pada kolom lain sesuai dengan jawaban yang anda inginkan.

  No. Pernyataan SS S TS STS

  2. Saat mendapatkan nilai yang jelek, saya √ √

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa kelas II SMA Negeri I Pamulang
0
6
153
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan produktivitas kerja
1
10
113
Hubungan kecerdasan emosional dengan akhlakul karimah siswa di MTS. Al-Hidayah Bekasi
0
8
98
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan akhlak siswa kelas xi SMA Triguna Utama Tangerang Selatan
0
21
63
Hubungan antara kecerdasan emosional dan perilaku belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.
0
2
146
Hubungan antara trait kecerdasan emosional dengan kecenderungan pembelian impulsif pada individu dewasa awal
3
28
112
skripsi hubungan antara kecerdasan emosional dengan
1
2
72
Hubungan antara motivasi berprestasi dan kecerdasan emosional dengan prestasi pada atlet atletik Jawa Timur - Ubaya Repository
0
0
1
Hubungan antara intensitas verbal abuse oleh ibu terhadap anak dengan kecerdasan emosional ibu - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
16
Hubungan antara intensitas verbal abuse oleh ibu terhadap anak dengan kecerdasan emosional ibu - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Hubungan antara persepsi remaja terhadap verbal abuse yang dilakukan orangtua dengan kecerdasan emosional - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
18
BABI PENDAHULUAN - Hubungan antara persepsi remaja terhadap verbal abuse yang dilakukan orangtua dengan kecerdasan emosional - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
8
Hubungan antara persepsi remaja terhadap verbal abuse yang dilakukan orangtua dengan kecerdasan emosional - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
53
Hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku melanggar peraturan lalu lintas pada pengendara sepeda motor - USD Repository
0
1
97
Pengaruh kecerdasan emosional pada performansi penjualan - USD Repository
0
0
125
Show more