PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SKRIPSI

Gratis

0
0
110
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (SI) Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh: Robertus Daru NIM: 091114022 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (SI) Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh: Robertus Daru NIM: 091114022 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi. Yosua 1 : 9 Hanya karena kamu benar, bukan berarti aku salah. -Jhonson- PERSEMBAHAN Penulis mempersembahkan skripsi ini untuk: Tuhan Yesus Kristus, Keluarga Tercinta (Orang Tua, Kakak, dan Adiku) Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta SMP Maria Immaculata Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Robertus Daru Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan dikategorikan sebagai penelitian survey. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 70 siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B dan VIII E. Instrumen penelitian yang dipakai adalah kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling dengan jumlah 62 item. Item kuesioner disusun berdasarkan aspek-aspek kompetensi guru Bimbingan dan Konseling menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Hasil penelitian berdasarkan persentase persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling adalah 74,29% siswa memiliki persepsi yang baik, dan 25,71% siswa memiliki persepsi yang cukup baik serta tidak ada siswa memiliki persepsi yang kurang baik. Persentase setiap kategori jawaban dari butir-butir item kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling adalah 79,03% butir item mendapat skor tinggi dan 20,97% butir item mendapat skor sedang serta 0% butir item yang tergolong rendah vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE PERCEPTION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA IN 2013/2014 ACADEMIC YEAR TOWARDS THE COMPETENCE OF GUIDANCE AND COUNSELING TEACHERS’ PERSONALITY Robertus Daru Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 This research is a descriptive quantitative research and categorized as a survey research. The purpose of this research is to know the competence of guidance and counseling teachers’ personality, according to the perception of the eighth grade students at SMP Maria Immaculata Yogyakarta in 2013/2014 academic year. The number of subjects in this study is 70 students of the eighth graders at SMP Maria Immaculata Yogyakarta in 2013/2014 academic year which consists of two classes, namely class VIII B and VIII E. The research instrument used is the students’ perception questionnaire towards the competence of guidance and counseling teachers’ personality with a total of 62 items. The questionnaire items were compiled based on the competency aspects of guidance and counseling teachers according to the regulation of the Minister of National Education of the Indonesian Republic Number 27 in 2008 about the Academic Qualification and Competence of Counselors. The results based on the percentage of students’ perception of the eighth graders at SMP Maria Immaculata Yogyakarta in 2013/2014 academic year towards the competence of guidance and counseling teachers’ personality show that 74.29% of students have a good perception, 25.71% of students have a fairly good perception and no students have a poor perception. The percentage of each answer category of the questionnaire item from the students’ perception towards the competence of guidance and counseling teachers’ personality is 79.03% items have got the high score, 20.97% items have got medium score, and 0% items have got low score. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala ramhat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai tugas akhir memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar saarjana Pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penulis mendapat pengalaman banyak selama proses penyelesaian skripsi ini. Baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Semua pengalaman itu menjadi pelajaran yang amat sangat penting dalam perkembangan diri penulis. Penulis menyadari bahwa semua pengalaman yang dialami saat mengerjakan skripsi ini merupakan bagian dari perjalanan pengembangan diri penulis dan tentunya atas kuasa TYME. Skripsi ini diselesaikan dengan baik berkat bantuan, dukungan, perhatian, dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Ag. Krisna Indah Marhaeni, S.Pd., M.A., selaku dosen pembimbing yang telah mendampingi, memotivasi, dan mengarahkan dengan penuh kesabaran dan kerja keras dalam memberikan masukan-masukan yang bermanfaat kepada penulis selama mengerjakan skripsi. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Para dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membekali penulis dengan pengetahuanpengetahuan yang bermanfaat dalam penulisan skripsi ini. 4. St. Priyatmoko atas segala bantuan administrasinya selama perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini. 5. Sr. M. Cornelia, OSF, S, Ag, selaku kepala sekolah SMP Maria Immaculata Yogyakarta yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian. 6. Ibu V. Suminah, S.Pd. selaku koordinator BK yang telah membantu memberikan masukan kepada penulis sehingga skripsi ini terselesaikan. 7. Semua Siswa SMP Maria Immaculata Yogyakarta yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dan menjadi subjek dalam penelitian ini. 8. Bapak Lasarus Edang dan ibuku Bertha Limur yang tercinta yang selalu memberikan dukungan baik lewat doa maupun secara materi. 9. Kakaku Karolus sekeluarga, kak Bastian sekeluarga, dan adiku Beny yang telah memberikan segalanya kepada peneliti. 10. Orang terkasih, Yosefina M.D. Tukan yang selalu memberikan kasih, perhatian, dan motivasi sehingga skripsi ini terselesaikan. 11. Sahabat-sahabat terbaiku mas Iren Jerahu, mas Roby Subin, mas Luciano Moa, mas Vhyan Agung, mas Virgil Epenk, mas Frederik Nikat, mas Yuvens Morung, mas Rio ,dan Indak Kurnia yang telah mendukung dalam proses mengerjakan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Teman-teman BK angkatan 2009 (khusus Sr. Bertha, Sr. Valentin) yang telah memberikan motivasi, doa, masukan dalam proses penyelesaian skripsi ini. 13. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu baik dalam doa, motivasi, materi, dan lain-lain. Penulis menyadari akan kekurangan dan kelemahan penulis dalam mengerjakan skripsi ini. Maka dari itu, penulis minta maaf apabila dalam skripsi ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan. Terima kasih Tuhan Memberkati. Penulis, 28 Januari 2014 Robertus Daru xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......….……....….…...…… iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .........……….....…….. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................................... vi ABSTRAK ................................................................................................... vii ABSTRACT .................................................................................................. viii KATA PENGANTAR .................................................................................. ix DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR GRAFIK .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xvii xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………….…………......……...... 1 B. Definisi Operasional ……………….…………………….....…...... 5 C. Rumusan Masalah …………………………………..….….........… 6 D. Tujuan Penelitian …………………………………….....…...….... 6 E. Manfaat Penelitian ………………………..….……....……......… 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konselig ...…………………………….…………..............….......... 8 1. Pengertian Persepsi ......…………………….................…..….... 8 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Bimbingan dan Konseling ............…….....……... 10 3. Aspek-aspek yang Mempengaruhi Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Bimbingan dan Konseling …….........….......…..… 12 B. Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling ………...……........... 14 C. Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konsleing …......... 18 1. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling ................................................... 18 2. Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling ..............................................… 19 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Aspek-aspek Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling ......................................................................................... 23 D. Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling ......………………........…...….…. 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ………….......………………...…....…..………... 28 B. Subjek Penelitian …………………...………...…..………......…. 29 C. Instrumen Penelitian ………………….………...…...............….... 30 D. Prosedur Pengumpulan Data ………..………........….....…...….... 33 1. Tahap Persiapan ……………………………......…..…..…… 33 2. Tahap Pengumpulan Data ………………….…...……........… 38 Teknik Analisis Data ……..…………………………..…....... 38 E. BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ……………………………....……......……. 42 B. Pembahasan …………….……………………......…..........… 48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………………...…………………..............…… 59 B. Saran ……………………………..……….…....…..........…... 60 DAFTAR PUSTAKA ………….………………………………....….…….…… 61 LAMPIRAN ………………….....……….....……………....….…...………….. 62 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 : Rincian Jumlah Subjek Penelitian ……..………………….......…. 30 Tabel 2 : Penentuan Skor Tiap Alternatif Jawaban ………….…….........….. 31 Tabel 3 : Kisi-kisi Kuesioner Persepsi siswa Terhadap Kompetensi Guru BK .32 Tabel 4 : Rincian Rekapitulasi Hasil Analisis Validitas Instrumen ……....... 36 Tabel 5 : Kriteria Guilford ……………………...............……...….……..… 37 Tabel 6 : Norma Pengolongan Kategorisasi Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK …………………..…............................. 39 Tabel 7 : Kategori Subjek …………………………….……...........…...…… 40 Tabel 8 : Kategori Butir-butir Item ……..………………………....…..…..... 41 Tabel 9 : Pengolongan Subjek dalam Tiga Kategori …….……........…......... 43 Tabel 10 : Pengolongan Butir-butir Item dalam Tiga Kategori …….......…. 45 Tabel 11 : Butir-butir Item Kategori Sedang ………...………………......... 47 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1 : Persentase Persepsi Siswa Kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta TA 2013/2014 Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK ........……..…............................................................... 43 Grafik 2 : Persentase Capaian Skor Item Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK ..…………...………………………… 45 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Data uji Coba penelitian .......................................................... 63 Lampiran 2 : Hasil Uji Validitas ................................................................... 71 Lampiran 3 : Hasil Perhitungan Reliabilitas ................................................. 77 Lampiran 4 : Tabulasi data penelitian .......................................................... 78 Lampiran 5 : Kuesioner Penelitian ............................................................... 87 Lampiran 6 : Surat Ijin Penelitian ................................................................. 92 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan latar belakang masalah, definisi operasional, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Tujuan umum Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakatbakatnya), berbagai latar belakang yang ada (keluarga, pendidikan, dan status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Bimbingan dan konseling di sini berperan untuk membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, memiliki wawasan yang luas, menjadi pribadi yang mandiri, mampu menerima diri sendiri dan lingkungannya, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya (Prayitno, 2004: 114). Tujuan umum bimbingan dan konseling di atas merupakan penjabaran dari fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas, Pasal 3) berikut ini. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan khususnya tujuan umum bimbingan dan konseling, tentunya terlebih dahulu sekolah harus memiliki guru Bimbingan dan Konseling yang memiliki kompetensi yang memadai. Sedikitnya ada dua kategori kompetensi yang harus dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling. Pertama kompetensi profesional yaitu kemahiran merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi tugas sebagai guru, yang meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan. Kedua, kompetensi kepribadian yang meliputi etika, moral, pengabdian, kemampuan sosial, dan spiritual. Kedua kompetensi ini perlu dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling yang perlu diwujudkan dalam sosok utuh standar kompetensi guru bimbingan dan konseling (Mulyasa, 2007: 10). Sosok utuh standar kompetensi yang perlu dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional, yang meliputi: Pertama, memahami secara mendalam konseli yang dilayani. Kedua, menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Ketiga, menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Keempat, mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Standar kompetensi guru bimbingan dan konseling di atas telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspetasi kinerja guru bimbingan dan konseling. Namun bila ditata ke dalam empat kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP 19/2005, maka rumusan kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling dapat dipetakan dan dirumuskan sebagai berikut. Pertama, kompetensi pedagogik meliputi menguasai teori dan praksis pendidikan, menguasai esensensi pelayanan BK dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor). Kedua, kompetensi kepribadian meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menunjukan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat, menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih, dan menampilkan kinerja berkualitas tinggi. Ketiga, kompetensi sosial meliputi mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat kerja, berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi BK, dan mengimplentasikan kolaborasi antarprofesi. Keempat, kompetensi profesional meliputi menguasi konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli, menguasai kerangka teoritik dan praksis BK, merancang program BK, mengimplemtasikan program BK yang komperhensif, evaluasi,

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional, dan menguasai konsep dan praksis penelitian BK. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap, nilai, dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Jika guru bimbingan dan konseling menguasai ke empat kompetensi tersebut maka tidak perlu diragukan akan kualitas keberhasilan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun pada kenyataannya, masalah pada proses layanan BK di sekolah masih jauh dari kata optimal ditandai dengan kurang berminatnya siswa dalam mengikuti layanan konseling atau layanan bimbingan kelas, siswa merasa bosan mengikuti bimbingan dari guru BK, masih ada anggapan bahwa guru BK hanya berurusan dengan siswa yang bermasalah, ketakutan siswa terhadap guru BK, ketidakantusiasan siswa dalam mengikuti bimbingan, dan guru BK yang kerapkali memperlakukan siswa secara berbeda-beda serta guru BK cenderung menganggap siswa yang pasif di kelas adalah siswa yang bodoh. Berdasarkan uraian yang dipaparkan di atas, peneliti berasumsi bahwa masalah pada proses layanan bimbingan dan konseling di sekolah muncul karena guru bimbingan dan konseling kurang menguasai standar kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian sangat mempengaruhi keberhasilan bimbingan dan konseling di sekolah yaitu mencakup bagaimana guru BK menampilkan dirinya, dan bagaimana tingkah laku guru BK kepada siswa serta bagaimana guru BK memperlakukan siswa.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Oleh karena itu, guru BK perlu memiliki kompetensi keperibadian yang memadai demi tercapainya tujuan bimbingan dan konseling di sekolah. Kompetensi kepribadian ini, dapat dikembangkan melalui pelatihanpelatihan pengembangan kepribadian, mengikuti workshop, dan seminar yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi guru BK. Guru BK yang memiliki kompetensi kepribadian memadai akan menunjukan perilaku yang baik dalam memperlakukan siswa sebagai pribadi, menampilkan perilaku yang terpuji, menghargai perbedaan, serta menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan kebebasan siswa untuk memilih. B. Definisi Operasional Kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling adalah kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam menampilkan diri yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih, dan menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat serta menunjukan kinerja yang berkualitas tinggi seperti yang dimaksudkan dalam butir item kuesioner penelitian ini. Kemampuan dalam menampilkan diri ini diharapkan dapat menjadi bagian dari diri guru bimbingan dan konseling dalam mejalani kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar sekolah.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 C. Rumusan Masalah 1. Seberapa baik kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014? 2. Berdasarkan analisis uji butir item kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling, butir-butir item mana sajakah yang terindikasi kemunculannya rendah? D. Tujuan 1. Mengetahui gambaran kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Mengidentifikasi butir item yang terindikasi penguasaannya kurang baik berdasarkan analisis uji butir kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling. E. Manfaat 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini kiranya dapat dijadikan bahan untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang Bimbingan dan Konseling.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Hasil penelitian ini kiranya menjadikan bahan refleksi dalam meningkatkan penguasaan kompetensi kepribadian. b. Peneliti 1) Mendapatkan pengalaman dalam melakukan penelitian khususnya meneliti tentang kompetensi kepribadian guru BK. 2) Mendapat gambaran tentang persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan landasan teori yang berkaitan dengan masalah penelitian. Topik-topik yang dibahas adalah pengertian persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, aspek-aspek persepsi, kompetensi guru BK, kompetensi kepribadian guru BK, dan aspek-aspek kompetensi kepribadian guru BK serta persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. A. Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Bagian ini menjelaskan pengertian persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, dan aspek-aspek yang mempengaruhi persepsi. 1. Pengertian Persepsi Menurut Irwanto, dkk (1988: 55) persepsi adalah proses diterimanya rangsang suatu obyek, kualitas, hubungan antar gejala, maupun peristiwa sampai ransang itu disadari dan dimengerti. Pengertian tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Walgito (2003: 45) bahwa persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Proses yang dimaksud adalah proses diterimanya stimulus oleh individu melalui panca indera dan dilanjutkan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf. Stimulus yang diterima oleh individu tersebut kemudian diorganisasikan, diinterpretasikan sehingga individu menyadari apa yang diinderanya itu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa individu menerima stimulus melalui alat indera, kemudian individu tersebut 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 mengorganisasikan, menginterpretsikan sehingga stimulus yang diterima oleh alat indera tersebut menjadi sesuatu yang bermakna. Moskowitz dan Orgel (Walgito, 2003: 46) menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan merupakan sesuatu aktivitas yang integrated dalam diri individu. Karena merupakan aktivitas yang integrated maka seluruh pribadi, seluruh apa yang ada dalam diri individu ikut aktif berperan dalam persepsi. Selain itu, Sarwono (2009: 25) juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses yang berlangsung pada diri individu untuk mengetahui dan mengevaluasi lingkungan dan orang lain. Proses ini akan membentuk kesan tentang orang lain. Kesan yang dibentuk berdasarkan informasi yang tersedia di lingkungan, sikap individu terdahulu tentang rangsang-rangsang yang relevan, dan mood individu saat itu. Contohnya, orang yang mengenakan pakaian berantakan dan bertato cenderung dipersepsikan sebagai preman daripada orang yang berpakaian rapi. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi terhadap kompetensi guru bimbingan dan konseling merupakan proses mengorganisasikan, menginterpretasikan, dan menilai rangsanganrangsangan yang diterima oleh alat indera sehingga rangsangan tersebut menjadi bermakna serta individu dapat memahami dan menyadari keadaan di sekitarnya. Objek persepsi dalam penelitian ini adalah kompetensi kepribadian guru BK, misalnya guru yang sering marah di depan kelas akan dimaknai sebagai guru BK yang galak, dan pemarah oleh siswanya. Setiap individu

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 tentunya memiliki persepsi yang berbeda-beda terutama siswa yang menjadi subjek dalam penilitian ini. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya sebagai berikut. Pertama, perhatian yang selektif. Kedua, sifat-sifat rangsang. Ketiga, nilai-nilai dan kebutuhan individu. Keempat, pengalaman terdahulu. 2. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Menurut Irwanto, dkk (1988) ada empat faktor yang mempengaruhi persepsi sebagai berikut. a. Perhatian yang selektif Perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas mental. Perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa obyek yang hadir pada saat yang bersangkutan, kemudian pada saat yang bersamaan pula seseorang memilih hanya satu obyek, sementara objek-objek yang lain diabaikan. Apabila suatu rangsang mendapat perhatian dari individu, maka rangsang tersebut akan disadari dan ditanggapi dengan cepat oleh individu tersebut. Namun rangsang yang kurang mendapat perhatian akan kurang disadari dan kurang ditanggapi. Semakin besar perhatian seseorang, semakin besar kesadarannya akan rangsang itu dan semakin besar pula kemungkianan orang yang bersangkutan menanggapinya. Semakin kecil perhatian seseorang, semakin kecil kesadarannya akan rangsang yang bersangkutan dan semakin kecil pula kemungkinan individu untuk

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 menanggapinya. Contoh seorang siswa akan memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru BK di dalam kelas jika siswa tersebut memusatkan seluruh perhatiannya pada materi yang dijelaskan oleh guru BK tersebut. Namun sebaliknya jika siswa tersebut tidak memusatkan seluruh perhatian pada materi yang dijelaskan oleh guru BK tersebut maka kecil kemungkinan siswa tersebut memahami dan mengerti materi yang dijelaskan oleh guru. b. Sifat-sifat rangsang Rangsang yang bergerak akan lebih menarik perhatian bagi seseorang daripada rangsang yang diam. Seseorang akan menaruh perhatian pada rangsang yang ukurannya lebih besar daripada rangsang yang ukurannya kecil. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian seseorang juga adalah rangsang yang berlatar belakang kontras daripada yang berlatar belakang biasa. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian adalah rangsang yang intensitas rangsangnya paling kuat. Contohnya individu cenderung lebih memperhatikan baju warna merah diantara puluhan baju warna putih lainnya. c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Persepsi juga ditentukan oleh sejauh mana rangsang itu bernilai bagi seseorang dengan kebutuhannya. Nilai yang dianut dan kebutuhan yang berbeda akan menyebabkan perbedaan persepsi. Walaupun rangsang yang dihadirkan pada dua orang sama, namun persepsi yang terjadi bisa jadi berbeda karena perbedaan nilai dan kebutuhannya. Contoh sesorang siswa

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 sangat membutuhkan informasi cara mengatur waktu belajar. Saat itu pula guru BK mengajarkan cara belajar yang efektif kepada siswanya. Di sini tentunya siswa tersebut cenderung tidak menghiraukan apa yang diajarkan oleh guru BK karena yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhannya.. d. Pengalaman terdahulu Perhatian seseorang terhadap rangsang turut ditentukan oleh pengalaman akan rangsang yang dimiliki sebelumnya. Pengalamanpengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana orang mempersepsikan dunianya. Contoh seorang siswa SMP sering dihukum oleh guru BK saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Pengalaman tersebut membuat dirinya benci terhadap guru BK. Pengalaman ini pula cenderung akan mempengaruhi persepsinya terhadap guru BK di Sekolah Menengah Pertama. 2. Aspek-aspek yang Mempengaruhi Persepsi Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Pengertian persepsi sebagaimana dijelaskan di atas memperlihatkan aspek-aspek pokok persepsi. Aspek-aspek tersebut berupa rangsang, tanggapan, dan perilaku (Walgito, 2003:54). a. Rangsang Rangsang dapat berasal dari luar diri individu, dapat pula berasal dari dalam diri individu. Rangsang yang berasal dari luar individu mengenai alat indera selaku penerima rangsang sebagai resptor, lalu meneruskan ke syaraf penerima atau sensoris, sedangkan rangsang yaang berasal dari dalam

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 individu langsung mengenai penerima. Contohnya guru BK marah di depan kelas kemudian siswa menangkap kemarahan tersebut dengan panca indera yaitu dengan melihat dan mendengarkan kemarahan tersebut. Melihat dan mendengarkan peristiwa ini, kemudian siswa bisa menganggap guru BK tersebut galak. b. Tanggapan Tanggapan terjadi dalam suatu proses yang disebut proses persepsi. Proses persepsi bermula dari adanya objek yang menimbulkan rangsang, lalu rangsang diterima oleh reseptor. Tahap ini disebut kelaman, karena terjadinya secara alamiah. Rangsang yang diterima oleh reseptor diteruskan ke syaraf sensori setelah mengalami penyeleksian, dan dilanjutkan oleh syaraf ke otak sebagai pusat kesadaran. Tahap ini disebut proses fisiologis , karena terjadi dalam diri individu. Proses terakhir terjadi di otak, yang memungkinkan individu menyadari sepenuhnya rangsang yang diterima melalui reseptor, tahap ini disebut tahap psikologis karena berhubungan dengan penyadaran. Proses yang terjadi di otak juga merupakan proses persepsi sebenarnya. Setiap rangsang yang disadari kemudian ditanggapi oleh individu melalu syaraf motorik. Contoh pada saat melakukan konseling guru BK sibuk sendiri dan tidak medengarkan siswa saat mengungkapkan masalah sehingga siswa merasa tidak nyaman. Kejadian pada saat konseling ini akan diproses dalam pikiran siswa kemudian siswa menanggapi kejadian itu dengan mengambarkan bahwa guru BK tidak perhatian terhadap diri siswa.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 c. Perilaku Proses persepsi merupakan suatu penilaian, pendapat, dan pandangan. Setiap nilai, pendapat, dan pandangan yang dianggap penting oleh individu menuntut individu untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, persepsi perlu dilihat dalam rangkaian perilaku. Persepsi berfungsi sebagai persiapan keperilaku yang konkret. Contoh guru BK selalu mengunakan metode ceramah pada saat bimbingan di dalam kelas sehingga siswa merasa bosan mengikuti bimbingan. Perasaan bosan ini akan membuat siswa untuk tidak mendengarkan guru BK di dalam kelas; guru BK menjelaskan sedangkan siswa berbicara sendiri dengan teman sebangkunya atau siswa sering tidur di dalam kelas. Salah satu Objek persepsi adalah kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling. Jika guru BK menampilkan diri kepada siswa secara dewasa, maka siswa memaknai bahwa guru BK tersebut baik atau guru BK tersebut memiliki kepribadian yang baik. Contohnya, Guru BK yang selalu tersenyum, selalu menyapa siswa saat bertemu, mengunakan pakaian yang rapi akan akan dimaknai sebagai guru BK yang berkepribadian yang baik oleh siswanya. B. Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Surat Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi mengemukakan “kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 pekerjaan tertentu (Undang-Undanng, 2002). Hal yang sama diungkapkan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefenisikan kompetensi sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (Undang-Undang, 2005). Kompetensi dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan. Mc. Asham (Mulyasa, 2007: 38) mengungkapkan bahwa kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor dengan sebaik-baiknya. Crunkilton (Mulyasa, 2007: 38) juga sependat dengan Mc. Asham yang menyatakan bahwa kompetensi merupakan penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Beberapa pengertian tentang kompetensi di atas mengarah pada suatu kemampuan tertentu yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal. Kompetensi tersebut dapat berupa karateristik, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang tampak melalui perilaku kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang mendukung bagi pelaksanaan fungsi dan tugasnya. Beberapa pengertian kompetensi yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kompetensi guru

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 bimbingan dan konseling dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diwujudkan dalam perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki oleh guru BK untuk memangku jabatan sebagai guru BK. Selain itu, kompetensi guru BK juga dapat diartikan sebagai keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dikuasai oleh guru BK dan menjadi bagian dari dirinya dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas seperti layanan bimbingan kelas, konseling, dan lain-lain sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Standar yang dimasksud dalam hal ini adalah standar kompetensi guru bimbingan dan konseling yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor). Pertama, kompetensi pedagogik guru bimbingan dan konseling adalah kemampuan mengelolah layanan bimbingan dan konseling yang meliputi pemahaman secara mendalam siswa yang hendak dilayani, menguasai khasanah teoretik dan prosedural termasuk teknologi dalam bimbingan dan konseling, dan mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program layanan BK. Contohnya, sebelum guru BK menyampaikan informasi bimbingan kepada siswa, terlebih dahulu guru BK perlu mengenali kebutuhan siswa. Kedua, kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling adalah kemampuan guru BK dalam menampilkan diri secara mantap, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dan menunjukan kinerja yang berkualitas tinggi. Misalnya, guru BK mengajak siswa untuk berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan bimbingan. Ketiga, kompetensi sosial guru bimbingan dan konseling adalah kemampuan guru BK sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, sesama guru bimbingan dan konseling baik di sekolah maupun di luar sekolah serta mejalin kerjasama dengan guru bidang studi lainya. Contohnya, guru BK bekerjasama dengan dengan guru mata pelajaran dalam mengamati/mengobservasi keadaan siswa. Keempat, kompetensi profesional adalah kemampuan guru BK dalam menguasai konsep dan praksisi asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah yang dialami siswa, menguasai. Contohnya, kemampuan guru BK dalam membuat angket sosiometri atau membuat alat ungkap masalah (AUM). Rumusan kompetensi guru bimbingan dan konseling yang dipaparkan di atas menunjukan bahwa demi kemajuan bimbingan dan konseling di sekolah guru BK sangat perlu untuk menguasai keempat kompetensi tersebut. Salah satu cara untuk mengembangkan kompetensi tersebut adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan pengembangan kepribadian atau mengikuti work shop bimbingan dan konseling. Keempat kompetensi guru BK di atas juga terdapat kompetensi kepribadian yang meskipun kompetensi ini tidak dapat terpisahkan dari kompetensi yang lainnya. Menurut Sudrajat (Ma’mur Asmani 2009: 116) mengatakan bahwa kompetensi kepribadian harus mendapatkan perhatian yang lebih, karena hal ini berkaitan dengan idealisme dan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 kemampuan untuk dapat memahami diri guru BK sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti hanya ingin menekankan dan meneliti lebih jauh persespsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Peneliti menyadari bahwa pekerjaan guru BK dalam melayani siswa-siswanya tidak terlepas dari pengaruh karateristik kepribadian yang dimiliki guru BK. C. Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Bagian ini akan dipaparkan pengertian kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling, ciri-ciri kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling, dan aspek-aspek kompetensi kepribadian bimbingan dan konseling. 1. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta didik serta berakhlak mulia. Selain itu, kompetensi kepribadian dapat diartikan sebagai seperangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam memwujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri. Kompetensi kepribadian meliputi kemampuan untuk mengolah diri, memahami diri, mengendalikan diri, dan menghargai diri (Kunandar, 2009:55). Kompetensi kepribadian guru BK (personal competencies) merujuk pada kualitas pribadi guru bimbingan dan konseling yang berkenan dengan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 kemampuan untuk membina hubungan baik antarpribadi (rapport) secara sehat, etos kerja, dan komitmen profesional, landasan etik dan moral dalam berperilaku, dorongan, dan semangat untuk mengembangkan diri, serta berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah. Kompetensi kepribadian guru BK juga berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 2. Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Cavanagh (Syamsu 2010: 37-44) mengemukakan bahwa karateristik kepribadian guru bimbingan dan konseling sebagai berikut. a. Pemahaman diri (self-knowledge) Pemahaman diri ini berarti guru BK memahami dirinya dengan baik, dia memahami secara pasti apa yang dia lakukan, mengapa dia melakukan hal itu, dan masalah apa yang harus diaselesaikan. Pemahaman diri sangat penting, karena beberapa alasan sebagai berikut: 1) Guru BK yang memiliki persepsi yang akurat tentang dirinya cenderung akan memiliki persepsi yang akurat juga tentang orang lain khususnya siswa. 2) Guru BK yang terampil dalam memahami dirinya, maka dia akan terampil juga memahami orang lain. 3) Guru BK yang memahami dirinya, maka dia akan mampu mengajar cara memahami diri itu kepada orang lain.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 4) Pemahaman tentang diri memungkinkan guru BK untuk dapat merasa dan berkomunikasi secara jujur dengan orang lain. b. Kompeten (competent) Kompeten di sini adalah guru BK harus memiliki kuaitas fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral sebagai pribadi yang berguna. Kompetensi sangatlah penting bagi guru BK, sebab orang lain khususnya siswa akan belajar dan mengembangkan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang efektif dan bahagia. c. Kesehatan psikologis Guru BK dituntut memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dari siswanya. Hal ini penting karena kesehatan psikologis (psychological healt) guru BK akan mendasari pemahamannya terhadap perilaku dan keterampilannya. Guru BK yang kesehatan psikologisnya baik memiliki kualitas sebagai berikut: 1) Memperoleh pemuas dan kebutuhan rasa aman, cinta, kekuatan, dan seks. 2) Dapat mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya. 3) Menyadari kelemahan dan keterbatasan kemampuan dirinya. d. Dapat dipercaya (trustworthiness) Kualitas ini berarti bahwa guru BK tidak menjadi ancaman penyebab kecemasan bagi siswa. Guru BK yang dipercaya cenderung memiliki kualitas sikap dan perilaku sebagai berikut:

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 1) Memiliki pribadi yang konsisten 2) Dapat dipercaya oleh orang lain, baik ucapannya maupun perbuatannya. 3) Tidak pernah membuat orang lain kecewa. 4) Bertanggung jawab, mampu merespon orang lain secara utuh, danmampu membantu secara penuh. e. Jujur (honesty) Guru BK dituntut untuk bersikap transparan (terbuka), autentik, dan asli (guine). Guru BK yang jujur memiliki karateristik sebagai berikut: 1) Bersikap kongruen, artinya sifat-sifat dirinya yang dipersepsi oleh dirinya sendiri sama seperti yang dipersepsikan oleh orang lain. 2) Memiliki pemahaman yang jelas tentang makna kejujuran. f. Kekuatan (strength) Kekuatan atau kemampuan guru BK sangat penting dalam menjalin hubungan dengan konseli, sebab dengan hal itu konseli akan merasa aman. Siswa akan memandang guru BK sebagai orang yang tabah dalam menghadapi masalah, dapat mendorong siswa untuk mengatasi masalahnya, dan dapat menanggulangi kebutuhan dan masalah pribadi. g. Bersikap hangat Bersikap hangat itu adalah ramah, penuh perhatian, dan memberikan kasih sayang. Guru BK yang memiliki sikap ramah terhadap orang lain dapat menjadi contoh bagi siswanya untuk bersikap ramah juga kepada orang lain.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 h. Sabar (patience) Melalui kesabaran guru BK dalam menjalin hubungan dengan siswa dapat membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara alami. Sikap sabar guru BK menunjukan lebih memperhatikan diri siswa daripada hasilnya. Sikap ramah ini diperlukan dalam membantu siswa menghadapai masalah yang sulit untuk dipecahkan. Selain itu, sikap sabar juga perlu ditunjukan pada saat guru BK berhadapan dengan siswa yang sering rebut di dalam kelas saan bimbingan. i. Kepekaan (sensitivity) Guru BK menyadari tentang adanya dinamika psikologis yang tersembunyi atau sifat-sifat mudah tersingung, baik pada diri konseli maupun pada dirinya sendiri. Dengan mennyadari hal ini, maka guru BK dapat memahami bahwa orang lain juga terutama siswa memiliki sifat-sifat tersembunyi dalam dirinya. Menjadi guru BK yang berkepribadian baik memang bukan perkara mudah bagi guru BK, mengingat keadaan lingkungan selalu berubah-ubah setiap waktu sehingga kepribadian juga akan terus berubah. Namun tidak ada salahnya untuk terus belajar untuk merubah diri sendiri demi tercapainya tujuan layanan BK yang optimal di sekolah. Jika guru BK memiliki karateristik kepribadian seperti yang diungkapkan oleh Cavanagh di atas, maka tidak perlu diragukan lagi akan ketercapaian tujuan BK yang optimal di sekolah dan akan berimbas pada ketercapaian tujuan pendidikan nasional.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Penelitian ini hanya berfokus pada kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Kompetensi kepribadian guru BK yang merujuk pada kualitas pribadi guru BK yang berkenan dengan kemampuan menampilkan diri yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih, menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat, dan menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. 3. Aspek-aspek Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Kompetensi kepribadian guru BK merujuk pada kualitas pribadi guru BK yang berkenan dengan kemampuan menampilakan diri yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih, menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat, dan menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor). a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karateristik ini memberikan gambaran bahwa guru bimbingan dan konseling dituntut untuk selalu bertindak dan berperilaku sesuai nilai, norma, dan moral yang berlaku. Ciri ini hendaknya tercermin pada diri guru bimbingan dan konseling dalam perilaku kesehariannya maupun dalam segala tindakan konseling yaitu dalam memperlakukan siswa, dan dalam

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 pengambilan keputusan ketika merancang pendekatan yang akan dipergunakan. Ciri ini juga hendaknya ditampilkan oleh guru BK dengan cara menjalankan kehidupan beragama dan menghargai pemeluk agama lain. b. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Guru BK yang berkualitas akan menampilkan perilaku yang menghargai dan mengembangkan potensi individu yaitu dalam hal ini adalah siswa, peduli terhadap kemaslahatan siswa, dan bersikap demokratis terhadap siswa. Guru bimbingan dan konseling juga hendaknya memandang siswa sebagai makhluk yang hidup dalam lingkaran dan suasana moral yang berlaku, sehingga keputusan konseling tidak hanya didasarkan pada pemikiran rasional semata-mata. Karateristik ini juga memiliki makna bahwa seorang guru bimbingan dan konseling hendaknya memperlakukan siswa sebagai individu normal yang sedang berkembang mencapai tingakat tugas perkembangannya dengan segala kekuatan dan kelemahannya yang hidup dalam suatu lingkungan masyarakat. Karateristik ini juga menunjuk kepada suatu perlakuan guru bimbingan dan konseling terhadap siswa dengan didasarkan pada anggapan bahwa siswa sama dengan dirinya sendiri sebagai makhluk yang harus dihargai dan tidak boleh diabaikan dalam perlakuan-perlakuan. Di samping itu, guru bimbingan dan konseling tidak boleh membeda-bedakan perlakuan kepada

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 siswa. Hendaknya siswa diperlakukan sama dan sederajat, baik dengan guru bimbingan dan konseling maupun dengan siswa lainnya. c. Menunjukan integritas dan stabilitas yang kuat. Guru bimbingan dan konseling hendaknya memiliki kepribadian yang utuh, sehingga ia tidak terpengaruh oleh suasana yang timbul pada saat konseling. Guru BK juga haruas mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh suasana hati yang dialaminya sebagai guru bimbingan dan konseling, sebagai anggota keluarga atau masyarakat. Selain itu, guru BK juga harus memiliki kestabilan emosi yang mantap, agar ia tidak mudah larut atau terbawa oleh suasana emosional siswanya serta mampu berempati dengan baik terhadap keadaan yang dialami siswa. d. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Ciri ini sangat diperlukan oleh seorang guru bimbingan dan konseling, sebab ia harus dapat mengambil keputusan tentang tindakan apa yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi siswa yang seperti apapun kondisinya. Guru BK juga harus dapat menarik hati siswa karena banyak siswa yang sebelum bertemu dengan guru bimbingan dan konseling sudah mempunyai pandangan negatif terhadapnya. Banyak siswa yang bukannya terdorong untuk menemui guru BK, tetapi malah takut atau benci. Ciri ini juga menunjukankan bahwa guru BK perlu menampilkan perilaku yang cerdas, kreatif–inovatif, produktif, berdisplin, berpenampilan menarik dan menyenangkan,berkomunikasi secara efektif, dan humoris.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 D. Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Relasi setiap hari antara guru Bimbingan dan Konseling dengan siswa di sekolah tentunya menjadikan pengalaman tersendiri bagi siswa sehingga menghasilkan persepsi. Persepsi yang dihasilkan dari pengalaman siswa setiap hari tersebut bisa berupa persepsi negatif dan persepsi positif. Persepsi negatif terjadi jika siswa merasa bahwa apa yang ditampilkan atau perilaku guru BK tidak menyenangkan baginya. Sedangkan persepsi positif muncul apabila siswa merasa senang, nyaman dan tertarik dengan perilaku atau yang ditampilkan oleh guru BK. Berdasarkan hasil wawancara lebih dari 10 orang siswa kelas VII dan VIII pada saat PPL SMP, peneliti menemukan sebagian besar siswa yang mengatakan/beranggapan bahwa “guru BK di sini galak-galak”, “bosan jika mengajar”, dan lain sebagainya. Hal inilah yang mendasari peneliti untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kualitas kompetensi kepribadian guru BK di sekolah. Apabila anggapan siswa-siswa tersebut di atas dibiarkan begitu saja dalam arti tidak ada tindak lanjut dari guru BK maka semakin hari siswa cenderung tidak suka dengan guru BK dan tentunya berimbas pada tercapainya tujuan BK yaitu membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan tahap perkembangan dan latar belakang siswa tersebut. Persepsi siswa yang mengambarkan bahwa guru BK di sekolahnya galak-galak dan membosankan ketika mengajar berasal dari pengalaman siswa

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 berinteraksi dan melihat perilaku yang ditampilkan oleh guru BK di sekolah. Guru BK yang menunjukan kemarahannya di depan siswa akan menimbulkan persepsi siswa yang mengambarkan bahwa guru BK galak. Selain itu, guru BK yang selalu mengunakan metode ceramah pada saat bimbingan di kelas akan menimbulkan perasaan bosan pada diri siswa sehingga siswa mengambarkan bahwa guru BKnya membosankan pada saat mengajar.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian antara lain jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur pengambilan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan “metode penelitian yang berusaha mengambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya”. Selain itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian yang diarahkan untuk mendeskripsikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadiankejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan mengambarkan secara sistematis fakta dan karateristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat (Zuariah, 2006: 25). Penelitian deskriptif bertujuan mengambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karateristik mengenai populasi atau situasi atau kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan secara jelas situasi atau kejadian sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasinya (Azwar, 2012: 7). 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 B. Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi merupakan wilayah atau kelompok generalisasi yang berupa objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 228 siswa yang tebagi dalam 6 kelas dengan rincian 38 siswa setiap kelas. Sekolah Menegah Pertama (SMP) Maria Immaculata merupakan sekolah swasta di Yogyakarta, terletak di jln. Brigjen Katamso No. 4 Yogyakarta. Sekolah ini memiliki tiga (3) guru BK yang semuanya berjenis kelamin perempuan. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi. Karena sampel merupakan bagian dari populasi, maka sampel harus memiliki ciri-ciri karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Hasil yang dipelajari dari sampel tersebut dapat diberlakukan untuk populasi atau dapat digeneralisasikan kepada pupulasi penelitian. Untuk itu sampel yang merupakan representasi (mewakili) populasi yang baik sangat tergantung pada sejauhmana karateristik sampel itu sama dengan karateristik populasinya (Azwar, 2012: 79-80). 3. Teknik Pengambilan sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik sampling insidental yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 bila dipandang orang tersebut cocok untuk sumber data (Sugiyono, 2011: 124). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B dan VIII F yang kebetulan guru BK memiliki jam masuk dikedua kelas ini. Rincian jumlah siswa tampak pada tabel berikut ini. Table I. Rincian Jumlah Subjek Penelitian. No 1. 2. Kelas VIII B VIII F Jumlah Jumlah 38 siswa 38 siswa 76 siswa C. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, namun dalam penelitian ini peneliti mengunakan kuesioner tertutup. Siswa mengisi kuesioner ini dengan memberi tanda centang (√) pada alternatif jawaban. Alternatif jawaban yang digunakan adalah sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) dengan bobot tiap alternatif jawaban adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011: 135).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 2. Penentuan Skor Setiap Alternatif Jawaban. Alternatif jawaban NO 1. 2. Pernyataan S (Sangat Setuju) S (Setuju) TS (Tidak Setuju) 4 1 3 2 2 3 Favorabel Unfavorabel Item-item kuesioner disusun berdasarkan aspek-aspek STS (Sangat Tidak Setuju) 1 4 kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor seperti tampak pada kisi-kisi kuesioner berikut ini.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Tabel 3. Kisi-Kisi Kuesioner Kompetensi Kepribadian Guru BK No Aspek-Aspek Kompetensi Kepribadian Guru BK Indikator 1 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menampilkan perilaku yang beriman. Konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama. Toleran bagi pemeluk agama lain. Menghargai potensi siswa. 1 dan 41 11 dan 25 61 26 12 dan 27 2 dan 62 13, 28, dan 43 3 Mengembangkan potensi siswa. Peduli terhadap kemaslahatan siswa. 14 dan 53 29 dan 44 Bersikap demokratis terhadap siswa. Menampilkan perilaku terpuji. 15 dan 55 Menampilkan emosi yang stabil. Berempati. Cerdas. Kreatif-Inovatif. Produktif. Berdisplin. Berpenampilan menarik dan menyenangkan. Berkomunikasi secara efektif. Humoris. 4, 17, dan 56 33 dan 60 34 6, 19, dan 58 20 dan 36 7 dan 59 21 22 dan 39 5, 18 dan 57 35 dan 48 42 37 dan 49 38 dan 50 8 dan 51 9 dan 40 23 10 dan 52 36 24 26 2 3 4 Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Jumlah Item Favorabel Unfavorabel Jumlah 10 15 54 30 dan 45 31 dan 46 16, 32, dan 47 12 25 62 D. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap persiapan a. Peneliti menghubungi pihak sekolah SMP Maria Immaculata Yogyakarta untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat dan melakukan penelitian.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. Peneliti menyiapkan kuesioner untuk mengali data-data yang dibutuhkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menjabarkan aspek-aspek kompetensi kepribadian konselor kedalam indikator-indikator. 2) Menyusun butir-butir pernyataan yang sesuai dengan indikatorindikator kompetensi kepribadian konselor. 3) Expert judgment Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pertimbangan parah ahli (Expert judgment). Peneliti meminta bantuan kepada: a) Nazarius Sudaryono, S.Pd., M.Si, selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dosen memberikan penilaian terhadap tata bahasa yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini. Berdasarkan hasil penilaian ini yaitu ada beberapa pernyataan yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD), peneliti memperbaiki kembali tata bahasa yang digunakan dalam kuesioner. b) V. Suminah, S.Pd, selaku guru BK SMP Maria Immaculata Yogyakarta. Guru BK memberikan penilaian terkait kesesuaian antara isi kuesioner terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Setelah guru BK mencermati isi semua pernyataan dalam

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 kuesioner, guru BK menyetujui semua pernyataan yang ada dalam kuesioner penelitian ini. c. Uji coba alat Uji coba alat (kuesioner) dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Melalui uji coba dapat diperoleh data tentang reliabilitas, validitas, dan tingkat kesukaran alat. Uji coba kuesioner dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2013 pukul 07.00 – 10.15 WIB. Jumlah subjek dalam uji coba kuesioner ini adalah 50 siswa dengan rincian 25 siswa kelas VIII C dan 25 siswa kelas VIII A. d. Validitas instrumen Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur dapat digunakan untuk memperoleh data yang valid. Instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini, mengunakan pengujian validitas isi (Content Validity). Validitas isi merupakan validitas yang mengukur relevansi item kuesioner dengan indikator keperilakuan dan dengan tujuan ukur (Azwar, 2012:132). Instrument yang valid mempunyai tingkat validitas yang tinggi, dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Menguji tingkat validitas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) dapat mengunakan rumus koefisien korelasi product moment (Arikunto, 2002: 160) sebagai berikut:

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 𝑟𝑋𝑌 = Ket: 𝑟𝑋𝑌 𝑋 𝑌 𝑁 𝑁 𝑋𝑌 − 𝑁 𝑋2 − ( 𝑋2 ) 𝑋 𝑌 𝑁 𝑌2 − ( 𝑌)² = korelasi produk moment = nilai setiap butir = nilai dari jumlah butir = jumlah responden Sedangkan untuk mengukur koefisien korelasi validitas item, digunakan SPSS 16 agar perhitungan jadi lebih cepat dan mudah. Perhitung validitas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) dengan jumlah subjek 50, maka koefisien korelasi yang digunakan adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). Jadi, apabila koefisien korelasi butir instrumen sama dengan 0,279 atau lebih dari 0,279 (paling kecil 0,279), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid. Namun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,279, maka butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Proses perhitungan taraf validitas dilakukan dengan cara memberi skor pada item dan mentabulasi data uji coba mengunakan microsoft office excel 2007. Data yang telah ditabulasi, dimasukan ke dalam SPSS 16 untuk menghitung validitas tiap butir instrument. Hasil perhitungan diperoleh 62 item yang valid dan 18 item yang tidak valid atau gugur. Rincian rekapitulasi perhitungan taraf validitas uji coba instrumen dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 4. Rincian Rekapitulasi Hasil Analisis Validitas Instrumen No Aspek kompetensi kepribadian guru BK 1. 2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Jumlah item uji coba Jumlah item yang valid Jumlah item yang tidak valid atau gugur 12 10 2 19 15 4 3. Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. 16 12 4 4. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. 33 25 8 80 62 18 Jumlah e. Reliabilitas instrumen Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil pengukuran. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya atau disebut sebagai reliabel. Konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas alat ukur erat berkaitan dengan masalah eror pengukuran (error of measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sampel (sampling error) yang mengacu pada inkonsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda (Azwar, 2012: 134). Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (spilt half), dengan rumus berikut ini.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2𝑟 𝑏 ri = 1+𝑟 𝑏 Keterangan: ri = reliabilitas internal seluru instrument rb = Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua. Hasil perhitungan reliabilitas mengunakan rumus Spearman Brown dengan bantuan program computer SPSS memperoleh hasil korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua 0,83, kemudian nilai ini dimasukan dalam rumus Spearman Brown seperti berikut ini. ri = = 2+0,707 1+0,707 1.414 1.707 = 0, 828 dibulatkan menjadi 0,83 Jadi, hasil perhitungan reliabilitas instrumen uji coba adalah 0.83 dengan klasifikasi tinggi menurut kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209) sebagaimana tertera pada table berikut ini. NO 1. 2. 3. 4. 5. Tabel 5. Kriteria Guilford Koefisien Korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif-0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Rendah Sekali

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 2. Tahap Pelaksanaan Pengumpulan Data Setelah kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK telah diuji validitas dan reliabilitas, maka butir item kuesioner yang dikatakan valid dan reliabel bisa digunakan untuk penelitian. Jumlah butir item kuesioner pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah 62 item. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2013. Sedangkan jumlah subjek yang mengisi kuesioner sebanyak 74 siswa dan 2 siswa tidak hadir. E. Teknik Analisis Data Teknik Analisis data yang digunakan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: 1. Memberi skor pada setiap item yang sesuai dengan pilihan jawaban yagn sudah tersedia yaitu Sangat Setuju (SS) = diberi skor 4, Setuju (S) = diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) = diberi skor 2, dan Sangat Tidak setuju (STS) diberi skor 1. 2. Membuat tabulasi data dan menghitung skor total dari masing-masing item kuesioner dan skor rata-rata butir dengan mengunakan microsoft office excel.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3. Menghitung uji koefisien validitas instrumen persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta menggunakan rumus Product Moment dari Pearson melalui program komputer SPSS 16. 4. Menghitung koefisien reliabilitas persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling dengan mengunakan rumus Alpha Cornbach pada program komputer SPSS 16. 5. Mengkategorisasi frekuensi persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling dengan tiga kategori menurut Azwar (2011: 106-110) yaitu kurang baik, cukup baik, dan baik seperti tanpak pada tabel berikut ini. Tabel 6. Norma Pengolongan Kategorisasi Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK. Penghitungan Skor Item X ≤ [µ-1,0(σ)] [µ-1,0(σ)] ≤ X <[µ+1,0(σ)] [µ+1,0(σ)] ≤ X Keterangan Kurang Baik Cukup Baik Baik Keterangan: X maximum teoritik X minimum teoritik σ µ : Rata-rata skor total tertinggi : Rata-rata skor total terendah : Standar deviasi, yaitu luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran : Rata-rata teoretik, yaitu rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum Kategori tersebut di atas menjadi patokan dalam menentukan baik tidaknya persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata terhadap

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 kompetensi kepribadian guru BK. Kategorisasi subjek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 62) sebagai berikut: X maxsimum teoritik : 62 x 4 = 248 X minimum teoritik : 62 x 1 = 62 Luas Jarak : 248 – 62 = 186 σ : 186 : 6 = 31 µ : (248+62):2=155 Jadi, karena dalam penelitian ini subjek digolongkan ke dalam tiga kategori, maka keenam satuan deviasi standar dibagi dalam tiga bagian sebagai berikut: Tabel 7. Kategori Subjek Penghitungan Skor Item Rentang Skor Keterangan X < [µ-1,0(σ)] <124 Kurang Baik [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] 124-186 Cukup Baik [µ+1,0(σ)] ≤ X >186 Baik Kategorisasi ini digunakan sebagai acuan atau norma dalam mengelompokan skor subjek dalam kategorisasi atau skala persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Selanjutnya kategorisasi butir-butir item penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah subjek 70) sebagai berikut: X maxsimum teoritik : 70 x 4 = 280 X minimum teoritik : 70 x 1 = 70 Luas Jarak : 280 – 70 = 210 σ : 210 : 6 = 35 µ : (280 + 70) : 2 = 140

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Jadi, karena dalam penelitian ini butir-butir item digolongkan ke dalam tiga kategori, maka keenam satuan deviasi standar dibagi dalam tiga bagian sebagai berikut: Tabel 8. Kategori Butir-Butir Item Penghitungan Skor Item Rentang Skor Keterangan X < [µ-1,0(σ)] X <105 Rendah [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] 105 – 175 Sedang [µ+1,0(σ)] ≤ X 176 < X Tinggi Kategorisasi ini digunakan sebagai acuan atau norma dalam mengelompokan skor item dalam kategorisasi atau skala persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 20113/2014.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan dengan mengikuti sistematika rumusan masalah pada Bab I, yaitu pertama, seberapa baik kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014? Kedua, berdasarkan analisis uji butir item kuesioner, butir item mana sajakah yang terindikasi kemunculannya rendah? A. Hasil Penelitian 1. Persepsi Siswa Kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Penilaian kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa dalam penelitian ini mengunakan tiga (3) kategori penggolongan berdasarkan skor total yaitu kategori kurang baik, kategori cukup baik, dan kategori baik seperti tampak pada tabel berikut ini. 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 9. Penggolongan Subjek dalam Tiga (3) Kategori N o 1. Skor Kategori No Subjek Jumlah Subjek 0 Persentase X≤ 105 Buruk - 2. 106-175 Cukup Baik 2,5,16,17,20,22,27,30,31,35,3 7,40,41,51,52,54,63,64 18 25,71% 3. 175 ≤ X Baik 1,3,4,6,7,8,9,10,11,12,13,14 ,15,18,19,21,23,24,25,26,28 ,29,32,33,34,36,38,39,42,43 ,44,45,46,47,48,49,50,53,55 ,56,57,58,59,60,61,62,65,66 ,67,68,69,70 52 74, 29% 70 100% Jumlah 0% Berikut ini disajikan grafik untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai capaian skor persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. 72,29 % 60 50 40 30 Kurang Baik 25,71 20 10 Cukup Baik 0% Baik 0 Kurang Baik Cukup Baik Baik Grafik 1. Persentase Persepsi Siswa Kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK. Pengamatan pada grafik dan tabel di atas menunjukan bahwa: a. Terdapat 0% atau tidak ada siswa yang memiliki persepsi kurang baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 b. Terdapat 18 atau 25, 71% siswa yang memiliki persepsi cukup baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK. c. Terdapat 52 atau 74,29% siswa yang memiliki persepsi baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Jadi, berdasarkan data pada tabel dan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar subjek dalam penelitian ini telah memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK dan sebagian kecil siswa yang memiliki persepi cukup baik serta tidak ada siswa yang memiliki persepsi buruk terhadap kompetensi kepribadian guru BK di SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Butir-butir Instrumen Penelitian Kompetensi Kepribadian Guru BK Menurut Persepsi Siswa yang Terindikasi Kemunculannya Rendah. Berdasarkan perhitungan skor total pada butir instrumen persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK, hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar butir item masuk dalam kategori tinggi dan sebagian kecil masuk dalam kategori sedang serta tidak ada butir item yang termasuk dalam kategori rendah, seperti tampak pada tabel berikut ini.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel 10. Penggolongan Butir-butir Item dalam Tiga (3) Kategori. No Skor Kategori No Item 1. 2. X ≤ 124 124 -186 Rendah - Sedang 3. 186 ≤ X Tinggi 10,14,18,20,24,36,42, 44,45,48,52,53, dan 59 1,2,3,4,5,6,7,8,9,11,12,13,15, 16,17,19,21,22,23,25,26,27,28, 29,30,31,32,33,34,35,37,38,39, 40,41,43,46,47,49,50,51, 54, 55,56,57,58,60,61, dan 62 Jumlah Jumlah Item 0 13 Persentase 49 79,03% 62 100% 0% 20,97% Berikut ini disajikan grafik untuk menampilkan gambaran yang lebih jelas mengenai capaian skor item pada penelitian ini. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 13 item 49 item 0 Rendah Sedang Tinggi Grafik 2. Grafik Capaian Skor Item Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK. Tabel dan grafik di atas menunjukan bahwa: a. Terdapat 49 atau 79,03% butir item yang terindikasi tinggi, hasil ini menunjukan bahwa sebagian besar butir item kuesioner dimiliki/dikuasai oleh guru BK.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 b. Terdapat 13 dan 20,97% butir item yang terindikasi sedang, hasil ini menunjukan bahwa sebagian kecil butir item kuesioner cukup dikuasai cukup dimiliki oleh guru BK. c. Terdapat 0% atau tidak ada butir item yang terindikasi rendah, hasil ini menunjukan bahwa tidak ada butir item kuesioner yang tidak dimiliki oleh guru BK. Jadi, berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar butir item kuesioner dimiliki/dikuasai oleh guru BK dan sebagian kecil butir item kuesioner cukup dikuasai atau cukup dimiliki oleh guru BK serta tidak ada butir item kuesioner yang tidak dimiliki/dikuasai oleh guru BK. Rincian butir item yang terindikasi kemunculannya sedang terdapat pada tabel berikut ini.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Indikator Mengemba ngkan potensi siswa. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. 1 Aspek Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. No Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih Tabel 11. Butir-butir Item yang Masuk dalam Kategori Sedang. Butir dan Rumusan Pernyataan Skor Guru BK membantu siswa mengenal kelebihan yang ada dalam diri siswa. 44. Guru BK kurang membantu siswa untuk menemukan bakat dan minat yang dimiliki siswa. 53. Guru BK mengadakan berbagai perlombaan untuk mengembangkan kemampuan siswa. 45. Guru BK menanyakan keadaan siswa saat ekspresi wajah siswa cemberut. 167 Peringkat 9 160 6 167 10 154 3 Berempati 18. Guru BK sibuk sendiri mengungkapkan masalah. siswa 159 5 Cerdas. 48. Guru BK memberikan solusi yang kurang sesuai dengan kemampuan siswa. 164 8 KreatifInovatif. 20. Guru BK mengunakan permainan menarik pada saat bimbingan di kelas. 36. Guru BK melaksanakan kegiatan bermanfaat pada saat bimbingan di kelas. 42. Guru BK kurang meng-update papan bimbingan setiap bulan. 59. Guru BK menyajikan materi-materi terbaru saat bimbingan di kelas. 153 2 173 12 162 7 170 11 10. Guru BK membuat siswa merasa nyaman saat bimbingan dengan memutarkan video-video yang lucu. 24. Siswa merasa bosan saat mengikuti bimbingan dari guru BK. 52. Contoh-contoh materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK, membuat siswa merasa senang mengikuti bimbingan. 157 4 151 1 175 13 Peduli terhadap kemaslahat an siswa. Produktif. Humoris 14. disaat Tabel di atas menunjukan bahwa butir-butir item yang terindikasi kemunculannya sedang yaitu dalam aspek menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih dan aspek

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat serta aspek menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. B. Pembahasan Hasil Penelitian. Hasil penelitian kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 seperti tampak pada tabel 9 dan grafik I halaman 43 menunjukan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Menurut siswa secara umum guru BK sudah memiliki kompetensi kepribadian yang baik sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa sebagian kecil siswa memiliki persepsi bahwa guru BK di SMP Maria Immaculata Yogyakarta memiliki kompetensi kepribadian yang cukup baik. Persepsi siswa ini berasal pengalaman siswa selama berinteraksi dengan guru BK, siswa menilai guru BK belum sepenuhnya menampilkan kompetensi kepribadian dan guru BK perlu mengembangkan kompetensi kepribadian. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara peneliti pada pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan Bimbingan dan Konseling di SMP Maria Immaculata Yogyakarta, beberapa siswa yang mengeluh dan menganggap bahwa guru BK membosankan, siswa takut dengan guru BK, guru BK cenderung menganggap siswa yang pasif dalam kelas adalah siswa yang bodoh, siswa kurang berminat mengikuti bimbingan, dan guru BK terkadang memperlakukan siswa

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 secara berbeda-beda. Namun hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Ada kemungkinan siswa merasa canggung untuk mengisi kuesioner secara jujur sesuai dengan kenyataan. Kemungkinan rasa canggung yang dialami siswa ini disebabkan oleh adanya guru BK yang mengawasi siswa pada saat mengisi kuesioner penelitian ini. Persepsi siswa yang mengambarkan bahwa guru BK cukup memiliki kompetensi kepribadian yang baik menunjukan bahwa siswa menyadari dan memahami pentingya kompetensi kepribadian. Namun Guru BK perlu mengembangkan kompetensi kepribadian tersebut sehingga dapat meningkat menjadi lebih baik dan berkualitas. Meningkatnya kualitas kompetensi kepribadian ini tentunya akan berpengaruh pada persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Guru BK yang memiliki kompetensi kepribadian yang baik atau profesional akan menampilkan ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, menampilkan kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ciri ini menunjukan bahwa guru BK perlu memperlihatkan diri pada siswa bahwa guru BK berkepribadian yang beriman dan bertakwa kepada TYME dengan cara konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama dan toleran terhadap pemeluk agama lain. Kedua, menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Guru BK yang baik akan menampilkan perilaku yang menghargai potensi siswa, mengembangkan potensi siswa, dan peduli terhadap kemaslahatan siswa serta guru BK yang berkualitas

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 menunjukan sikap yang demokratis tehadap siswa. Ketiga, menunjukan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. ciri ini menunjukan bahwa guru BK perlu menampikan perilaku yang terpuji seperti jujur, sabar, ramah, konsisten dan empati serta menampilkan emosi yang stabil. Kempat, menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Ciri ini menunjukan bahwa guru BK perlu menampilkan perilaku yang cerdas, kreatif–inovatif, produktif, berdisiplin, berpenampilan menarik dan menyenangkan, humoris. (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor). Keempat ciri kompetensi kepribadian yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional ini perlu dimiliki oleh guru BK sehingga persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK meningkat ke arah yang positif. Meningkatnya persepsi siswa ke arah yang positif tentunya akan berdampak pada hubungan siswa dengan guru BK terutama keantusiasan siswa dalam mengikuti kegiatan BK yang dalam hal ini bimbingan kelas dan konseling. Rasa bosan yang dirasakan siswa pada saat bimbingan kelas juga akan berkurang. Hasil analisis butir pada kuesioner kompetensi kepribadian guru BK menunjukan bahwa ada 13 butir item yang tergolong dalam penguasaannya sedang (pada tabel 10 dan grafik I halaman 45). Butir-butir item ini tersebar ke dalam tiga aspek berikut ini. Pertama, aspek menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Kedua, aspek menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. Ketiga, menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Beberapa item yang tergolong penguasaannya sedang di atas, akan dibahas secara berurutan berikut ini mulai dari item yang mendapat skor

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 paling rendah atau peringkat pertama. Pertama, item yang mendapat nilai paling rendah yaitu aspek menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi tentang “siswa merasa bosan saat mengikuti bimbingan”. Hasil ini menunjukan bahwa masih adanya siswa yang merasa bosan ketika mengikuti bimbingan di dalam kelas. Perasaan bosan yang dialami oleh siswa tentunya bisa berasal dari metode pengajaran yang digunakan oleh guru BK, misalnya pengunaan metode yang selalu digunakan oleh guru BK. Perasaan bosan juga bisa disebabkan oleh kurangnya pengunaan permainan yang menarik pada saat bimbingan, guru BK kurang menyajikan materi-materi terbaru saat bimbingan, dan guru BK kurang melaksanakan kegiatan yang menarik dan bermanfaat pada saat bimbingan kelas seperti yang tampak pada hasil analisis butir dalam penelitian ini. Beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan oleh guru BK untuk mencegah perasaan bosan tersebut di atas adalah dengan mengunakan permainan-permainan yang menarik, memutarkan video-video, dan melaksanakan kegiatan yang menarik saat melaksanakan bimbingan kelas. Selain itu, salah satu hal yang perlu juga dilakukan oleh guru BK adalah menampilkan sisi humoris yang dimiliki guru BK. Guru BK yang humoris akan membantu dalam mencegah perasaan bosan dan tentunya akan menjadi daya tarik siswa untuk mengikuti bimbingan. Hal lucu sederhana yang bisa dilakukan oleh guru BK adalah dengan memutarkan video-video yang lucu saat bimbingan atau mungkin yang agak sulit adalah memberikan contoh-contoh materi bimbingan yang mengandul hal-hal yang lucu. Namun dalam penelitian ini selera humor dari guru BK kurang tampak ditandai dengan nilai-nilai rendah yang diperoleh dari butir-butir kuesioner dengan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 indikator humoris. Tiga item dengan indikator humoris dalam kuesioner penelitian ini masing-masing mendapat nilai paling rendah. Kedua, butir item dengan indikator kreatif-inovatif yang tergolong mendapat skor rendah adalah “guru BK kurang mengunakan permainan menarik pada saat bimbingan di kelas”. Hasil ini menunjukan kurangnya pengunaan permainan dalam pelayanan bimbingan kelas atau pengunaan permainan dalam pelaksanaan bimbingan kelas yang dilakukan oleh guru BK kurang menarik bagi siswa. Siswa merasa permainan-permainan yang digunakan oleh guru BK kurang menarik perhatian sehingga siswa cenderung merasa bosan dengan mengikuti bimbingan serta bosan dengan permainan yang digunakan oleh guru BK. Guru BK yang cenderung mengunakan metode ceramah saat bimbingan membuat siswa merasa bosan dan kurang nyaman karena siswa berperan sebagai pendengar yang baik sedangkan guru berperan sebagai pemberi informasi. Pembelajaran yang baik tentunya mengunakan metode yang membuat siswa terlibat aktif di kelas. Misalnya dengan mengunakan permainan-permainan yang bermanfaat dan melibatkan siswa secara penuh. Salah satu faktor yang mungkin menghambat pengunaan permainan dalam bimbingan kelas adalah ruang kelas yang terlalu sempit. Ruang kelas yang berukuran kecil dengan siswa yang berjumlah 38 orang memang terlihat sempit atau sumpek. Peneliti juga merasakan hal yang sama saat melaksanakan PPL di tempat penelitian. Mobilitas siswa dan guru sedikit terbatas karena ruangan kelas kurang luas sehingga membuat guru BK kesulitan mengunakan permainanpermainan yang menuntut mobilitas tinggi. Mengatasi hal ini, guru BK perlu

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 sedikit bekerja keras untuk mencari permainan atau kegiatan yang tidak membutuhkan mobilitas yang tinggi dalam arti permainan yang bisa dilakukan oleh siswa di tempat duduk masing-masing. Ketiga, yang mendapat skor rendah dalam aspek menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih adalah ”guru BK kurang menanyakan keadaan siswa saat ekspresi wajah siswa cemberut”. Hasil ini menunjukan bahwa siswa menilai perhatian dari guru BK terhadap siswa selama ini kurang mendalam. Penilaian ini diberikan oleh siswa berdasarkan pengalaman siswa berinteraksi dengan guru BK selama berada di sekolah. Siswa merasa diperhatikan apabila guru BK menanyakan keadaan siswa yang tentunya dalam keadaan apapun. Perhatian yang ditunjukan oleh guru BK ini tentunya akan berpengaruh pada hubungan siswa dengan guru BK. Semakin besar perhatian yang ditunjukan oleh guru BK kepada siswa maka semakin besar juga ketertarikan siswa dengan guru BK. Perhatian yang ditunjukan oleh guru BK kepada siswa tentunya akan berimbas pada ketertarikan siswa untuk mengikuti bimbingan Keempat, yang mendapat skor rendah dengan aspek menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi adalah tentang “guru BK membuat siswa merasa nyaman saat bimbingan dengan memutarkan video-video yang lucu. Hasil ini menunjukan bahwa guru BK kurang menunjukan kepada siswa sisi humoris yang dimilikinya. Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh guru BK untuk menampilkan sisi humoris adalah menmutarkan video-video lucu pada saat bimbingan kelas. Videovideo lucu bisa membantu guru BK dalam menarik perhatian siswa mengikuti

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 bimbingan. Video-video lucu juga akan membangkitkan semangat siswa disaat siswa merasa jenuh dan bosan mengikuti bimbingan atau mengikuti pelajaranpelajaran lainnya di sekolah. Kelima, Item yang mendapat skor rendah dengan dengan aspek menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat adalah “guru BK sibuk sendiri disaat siswa mengungkapkan masalah yang dialami. Hasil ini menunjukan pengalaman siswa saat menceritakan masalah kepada guru BK adalah siswa merasa guru BKnya sibuk sendiri disaat mengungkapkan masalah. Guru BK yang baik adalah mampu mendengarkan dengan baik semua yang disampaikan oleh siswa saat mengungkapkan masalah. Keseriusan guru BK untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah salah satunya ditunjukan dengan mendengarkan penuh perhatian apa yang disampaikan oleh siswa. Keenam, butir item yang mendapat skor rendah dengan aspek menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih adalah “guru BK kurang membantu siswa untuk menemukan bakat dan minat yang dimiliki”. Hasil ini menunjukan sebagian siswa merasa kegiatan ataupun bimbingan yang dilaksanakan oleh guru BK belum cukup bagi siswa untuk mengetahui minat dan bakat yang dimilikinya. Siswa merasa guru BK belum membantu untuk mengetahui bakat dan minat yang dimilikinya. Salah satu tugas guru BK adalah membantu siswa untuk menemukan minat dan bakat yang dimiliki siswa. Selanjutnya tugas guru mengembangkan bakat yang dimiliki siswa. BK adalah membantu untuk

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Ketuju, dengan menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi adalah “guru BK kurang meng-update papan”. Hasil ini menunjukan bahwa siswa merasa guru BK kurang meng-update papan bimbingan. Guru BK cenderung menyampaikan informasi bimbingan lewat bimbingan kelas daripada mengunakan media (papan bimbingan). Padahal selain di dalam kelas, guru BK juga dapat membuat papan bimbingan untuk menyampaikan informasi bimbingan kepada seluruh siswa di sekolah. Papan bimbingan tentunya dibuat semenarik mungkin guna untuk menarik perhatian siswa untuk membaca. Sedangkan informasi-informasi bimbingan yang di sampaikan dalam papan bimbingan bisa berupa informasi umum (bermanfaat untuk semua siswa) misalnya tentang bahaya narkoba, bahaya merokok, pola hidup sehat, dan lain sebagainya. Kedelapan, butir item yang mendapat skor rendah dengan aspek menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi adalah “guru BK memberikan solusi yang kurang sesuai dengan kemampuan siswa”. Hasil ini menunjukan siswa merasa solusi pemecahan masalah yang dianjurkan/sarankan oleh guru BK kurang sesuai dengan kemampuan siswa. Sebelum melakukan konseling sebaiknya guru BK mengenal terlebih dahulu siapa yang dilayani. Salah satu aspek yang perlu dikenal oleh guru BK adalah kemampuan kognitif siswa. Mengetahui kemampuan kognitif siswa merupakan modal yang cukup bagus bagi guru BK untuk menjadi dasar dalam pemberian solusi permasalahan. Siswa yang mempunyai pemikiran yang cerdas akan berbeda dengan siswa yang pemikirannya kurang cerdas dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, guru BK perlu lebih selektif dalam memberikan solusi permasalahan.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Kesembilan, butir item tentang “guru BK membantu siswa mengenal kelebihan yang ada dalam diri siswa”. Selain guru BK perlu membantu siswa mengenal minat dan bakat yang dimiliki, guru BK juga perlu mengenal kelebihan yang dimiliki siswa. Setelah mengetahui dan mengenal kelebihan yang dimiliki siswa, guru BK diharapkan mampu mempertahankan dan mengembangkan kelebihan yang dimiliki tersebut. Kesepuluh dan kesebelas adalah “tentang guru BK mengadakan berbagai perlombaan untuk mengembangkan kemampuan siswa dan guru BK menyajikan materi-materi terbaru saat bimbingan di kelas”. Hasil ini menunjukan bahwa guru BK kurang mengadakan perlombaan untuk mengembangkan kemampuan siswa. Perlombaan bisa membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri siswa, seperti misalnya perlombaan diadakan di dalam kelas dengan mengunakan permainan, siswa dibagi dalam kedua kelompok kemudian kelompok berlomba untuk menyelesaikan permainan dengan cepat. Selain itu, Guru BK juga perlu menyajikan materimateri terbaru saat bimbingan. Materi baru saat bimbingan tentunya disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada di lingkungan masyarakat. Perubahan yang begitu cepat yang terjadi di lingkungan masyarakaat akibat globalisasi akan berdampak pada pola hidup manusia yang termasuk siswa di sekolah. Perubahanperubahan ini akan menuntut guru BK untuk berubah dalam hal menyajikan materi bimbingan. Misalnya yang terjadi sekarnag ini adalah pengunaan internet diusia remaja berkembang pesat, setiap hari siswa mengakses internet. Melihat situasi ini sebaiknya guru BK menyaikan materi sesuai degan keadaan ini seperti

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 materi dengan tema cara-cara berinternet yang sehat atau pengunaan internet yang efektif, dan lain-lain. Keduabelas dan ketigabelas, adalah tentang “guru BK melaksanakan kegiatan bermanfaat pada saaat bimbingan kelas dan contoh-contoh materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK, membuat siswa merasa senang mengikuti bimbingan. Hasil ini menunjukan bahwa siswa merasakan kurangnya kegiatan-kegiatan bermanfaat yang diberikan oleh guru BK kepada siswa. Kegiatan bermanfaat yang dimaksudkan di sini adalah kegiatan yang diberikan kepada siswa saat mengikuti bimbingan. Kegiatan ini tentunya berkaitan dengan materi bimbingan misalnya untuk materi menentukan prioritas, guru BK mengadakan kegiatan yaitu siswa menuliskan semua aktivitasnya setiap hari kemudian menentukan mana yang dijadikan prioritas. Selain iitu, guru BK juga bisa mengadakan kegiatan berupa memasukan batu berukuran kecil dan sedang, pasir, dan krikil ke dalam wadah yang sudah disiapkan oleh guru BK. kegiatankegiatan ini akan membuat siswa terlibat aktif dalam bimbingan kelas. Siswa sendiri yang melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dan siswa sendiri juga yang menarik kesimpuulan dari kegiatan tersebut. Bimbingan kelas akan lebih menyenangkan jika guru BK memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif. Selain itu, dengan contoh-contoh yang lucu berkaitan dengan materi bimbingan dapat membuat siswa merasa senang mengikuti bimbingan dan mencegah perasaan bosan yang dialami saat bimbingan. Contoh-contoh lucu juga akan membuat siswa menjadi tertarik untuk mengikuti bimbingan.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Hasil analisis butir-butir di atas, sebagian besar sesuai dengan hasil pengamatan dan wawancara peneliti terhadap beberapa siswa saat melaksanakan Program Pengalaman Lapangan di SMP Maria Immaculata Yogyakarta (tempat penelitian) yaitu siswa merasa bosan mengikuti bimbingan, kurangnya pengunaan media video dalam bimbingan, dan guru BK kurang mengunakan permainan yang menarik saat bimbingan kelas serta siswa mengikuti bimbingan kelas hanya untuk melaksanakan kewajiban sebagai siswa untuk mengikuti setiap pelajaran di sekolah. Jika terus dibiarkan keadaan seperti ini akan menjadi penghambat dalam mencapai tujuan pelayanan BK di sekolah dan berimbas pada perkembangan siswa. Tujuan pelayanan BK di sekolah yang dimaksud adalah membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan yang dimilikinya, sesuai dengan latar belakang yang ada (keluarga, pendidikan, dan status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya (Prayitno, 2008: 114).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dipaparkan kesimpulan tentang hasil penelitian dan saran-saran untuk pihak sekolah SMP Maria Immaculata Yogyakarta. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta telah memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling. Hasil ini menunjukan guru BK di sekolah tersebut telah menguasai dan memiliki sebagian besar kompetensi kepribadian yang sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Selain itu, ada sebagian kecil siswa kelas VIII SMP Maria Immaculata Yogyakarta yang memiliki persepsi cukup baik terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Hasil ini menunjukan kepada guru BK bahwa perlu ada pengembangan dan peningkatan terhadap kompetensi kepribadian yang dimilikinya terutama ciri kompetensi yang mendapatkan skor terendah. Ciri-ciri kompetensi yang mendapat skor terendah yang dimaskud di atas antara lain: siswa yang merasa bosan saat mengikuti bimbingan, kurangnya pengunaan permainan yang menarik saat bimbingan kelas, dan meningkatkan 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 kemampuan berempati. Ciri kompetensi kepribadian yang disebutkan di atas perlu ditingkatkan oleh guru BK di sekolah sehingga pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah berjalan optimal sesuai dengan tujuan BK di sekolah yaitu membantu individu untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. B. Saran 1. Bagi sekolah. a. Pihak sekolah diharapakan dapat mengunakan hasil penelitian ini untuk mengoptimalkan pelayanan BK di sekolah. b. Butir-butir item yang mendapatkan skor terendah diharapkan bisa menjadi dasar dalam pembuatan program pengembangan kompetensi kepribadian guru BK. 2. Bagi guru BK di sekolah. a. Hasil penelitian ini kiranya dapat membantu guru BK dalam membenahi pelayanan BK di sekolah terutama dalam hubungan dengan siswa, b. Hasil penelitian ini juga kiranya dapat membantu guru BK untuk semakin belajar meningkatkan kompetensi kepribadian yang dimilikinya. Terutama berkaitan dengan butir item yang mendapat skor rendah dengan cara mengikuti berbagai seminar tentang BK, workshop BK, pelatihan pengembangan kepribadian atau pelatihan lainya yang dapat membantu meningkatkan kompetensi kepribadian. 3. Bagi peneliti lain. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan atau bahan perbandingan jika ingin meneliti topik skripsi yang sama dengan subjek yang lebih banyak.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 DAFTAR PUSTAKA ABKIN. 2008. Standar Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia. Jakarta: Pengurus Besar ABKIN. Arikunto. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Azwar, Saifudin. 2011. Penyusunan Skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ____________. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ____________. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Depdiknas. 2002. Undang-Undang RI Nomor 45, Tahun 2002, tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. _________. 2003. Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. _________. 2005. Undang-Undang RI Nomor 14, Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen. _________. 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 27, Tahun 2008, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Irwanto, dkk. 1988. Psikologi Umum: Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: Pusat Penelitian Unika Atma Jaya. Kunandar. 2007. Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Ma’mur Asmani. 2009. 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan Profesional. Jogja: Power Books (IHDINA) Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Prayitno, dkk. 2008. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta Sarwono. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika. 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Syamsu, dkk. 2010. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogakarta: Andi Offset Zuriah. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 LAMPIRAN I

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 LAMPIRAN II UJI VALIDITAS Nilai r (Taraf Signifikan 5% = 0.279) ITEM ITEM 1 ITEM 2 ITEM 3 ITEM 4 ITEM 5 ITEM 6 ITEM 7 ITEM 8 ITEM 9 ITEM 10 ITEM 11 ITEM 12 ITEM 13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation NILAI 0.328429201 0.019879692 50 0.08111391 0.575493756 50 0.647145735 3.8069E-07 50 0.329326261 0.01952511 50 0.19238931 0.180722787 50 0.254044691 0.075032416 50 0.017298681 0.905089043 50 0.030307959 0.834497375 50 0.469153896 0.000588641 50 0.374670008 0.007346234 50 0.414686122 0.002751709 50 0.068423628 0.636823492 50 0.312236671 Sig. (2-tailed) N 0.027277882 50 Keterangan VALID TIDAK VALID VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 ITEM 14 ITEM 15 ITEM 16 ITEM 17 ITEM 18 ITEM 19 ITEM 20 ITEM 21 ITEM 22 ITEM 23 ITEM 24 ITEM 25 ITEM 26 ITEM 27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 0.028484287 0.844328603 50 0.579789067 1.02238E-05 50 0.493174649 0.000273823 50 0.373416533 0.007561489 50 0.477987539 0.000447136 50 0.272240107 0.055794484 50 0.369053377 0.00835402 50 0.448321073 0.001094224 50 0.051742491 0.721196733 50 0.375365646 0.007229087 50 0.337443074 0.016552969 50 0.399295871 0.004071421 50 0.536449228 5.92793E-05 50 0.512651431 0.000141057 VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID VALID VALID

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 ITEM 28 ITEM 29 ITEM 30 ITEM 31 ITEM 32 ITEM 33 ITEM 34 ITEM 35 ITEM 36 ITEM 37 ITEM 38 ITEM 39 ITEM 40 ITEM 41 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation 50 0.487885403 0.000325662 50 0.382963778 0.006051502 50 0.237914012 0.096164278 50 0.470834354 0.000558961 50 0.487246711 0.000332489 50 0.415436222 0.002698401 50 0.304954902 0.031287254 50 0.62034843 1.54637E-06 50 0.44804006 0.001103122 50 0.280436416 0.048539958 50 0.643677462 4.59924E-07 50 0.454508868 0.000913896 50 0.361762693 0.009839182 50 0.411808557 VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 ITEM 42 ITEM 43 ITEM 44 ITEM 45 ITEM 46 ITEM 47 ITEM 48 ITEM 49 ITEM 50 ITEM 51 ITEM 52 ITEM 53 ITEM 54 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0.002964952 50 0.404101285 0.003609659 50 0.425507976 0.002066087 50 0.507156877 0.000170775 50 0.415312301 0.002707144 50 0.431922345 0.001735574 50 0.28641244 0.043749842 50 0.279512244 0.049317432 50 0.398164754 0.004187376 50 0.595855449 4.98939E-06 50 0.275506267 0.052805315 50 0.497687721 0.00023564 50 0.209716 0.143818124 50 0.574342085 1.29281E-05 50 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID TIDAK VALID VALID

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 ITEM 55 ITEM 56 ITEM 57 ITEM 58 ITEM 59 ITEM 60 ITEM 61 ITEM 62 ITEM 63 ITEM 64 ITEM 65 ITEM 66 ITEM 67 ITEM 68 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) 0.468321636 0.00060386 50 0.329922721 0.019292319 50 0.35120743 0.012390331 50 0.357934024 0.010706566 50 0.416426067 0.002629453 50 0.001025981 0.994357981 50 0.067838492 0.639714716 50 0.479958074 0.000420108 50 0.190972211 0.184017256 50 0.249401111 0.080698912 50 0.449633337 0.001053519 50 0.48137927 0.000401542 50 0.258050824 0.070400806 50 0.630393643 9.28715E-07 VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID TIDAK VALID TIDAK VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 ITEM 69 ITEM 70 ITEM 71 ITEM 72 ITEM 73 ITEM 74 ITEM 75 ITEM 76 ITEM 77 ITEM 78 ITEM 79 ITEM 80 ITEM 81 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 50 0.531417045 7.15934E-05 50 0.466807774 0.000632455 50 0.30904946 0.028976524 50 0.225714468 0.115005213 50 0.513575402 0.000136551 50 0.361697633 0.009853399 50 0.481489568 0.000400132 50 0.551372832 3.3265E-05 50 0.397706742 0.004235148 50 0.417076788 0.002584982 50 0.359815058 0.010272527 50 0.081053101 0.575781083 50 1 50 VALID VALID VALID TIDAK VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 LAMPIRAN III

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 LAMPIRAN IV

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 LAMPIRAN V PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER 1. Bacalah tiap pernyataan dengan teliti. 2. Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang sesuai dengan jawabanmu secara jujur yaitu: SS S TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 SS: Sangat Setuju, S: Setuju, TS: Tidak Setuju, STS: Sangat Tidak Setuju No PERNYATAAN SS 1 Guru BK memotivasi siswa untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan. 2 Guru BK menjelek-jelekan agama lain di dalam maupun di luar kelas. 3 Guru BK menganggap remeh kemampuan siswa. 4 Guru BK menampilkan ekspresi wajah yang ceria di depan kelas. 5 Guru BK mengejek siswa yang bermasalah. 6 Guru BK menjawab pertanyaan siswa dengan jelas dan tepat pada saat bimbingan di kelas. 7 Guru BK datang ke sekolah setiap hari kecuali sedang sakit. 8 Guru BK datang ke sekolah dengan rambut berantakan. 9 Guru BK menjelaskan materi bimbingan dalam kelas secara jelas. 10 Guru BK membuat siswa merasa nyaman saat bimbingan dengan memutarkan video-video yang lucu. 11 Guru BK menyalahkan Tuhan ketika siswanya gagal. 12 Guru BK memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdoa sesuai dengan keyakinan siswa. 13 Guru BK berbicara mengunakan kata-kata yang membuat hati siswa senang. 14 Guru BK membantu siswa mengenal kelebihan yang ada dalam diri siswa. 15 Guru BK memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan permasalahannya. 16 Guru BK menegur siswa yang ribut di dalam kelas dengan kata-kata yang sopan. S TS STS

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 SS: Sangat Setuju, S: Setuju, TS: Tidak Setuju, STS: Sangat Tidak Setuju 17 Guru BK sabar dalam menghadapi berbagai masalah yang dialami oleh siswa. 18 Guru BK sibuk sendiri disaat siswa mengungkapkan masalah. 19 Guru BK membantu siswa untuk menyimpulkan pokok permasalahan yang dihadapi siswa. 20 Guru BK mengunakan permainan yang menarik pada saat bimbingan di kelas. 21 Guru BK datang ke sekolah tepat pada waktunya. 22 Guru BK menata rambut dengan rapi dan menarik. 23 Guru Bk menjelaskan materi bimbingan mengunakan kata-kata yang sulit dimengerti. 24 Siswa merasa bosan saat mengikuti bimbingan dari guru BK. 25 Guru BK lebih mempercayai benda-benda yang bernilai mistik. 26 Guru BK mengajarkan siswa untuk beribadah tetapi guru BK sendiri kurang menjalaninya. 27 Guru BK memberikan ucapan selamat kepada pemeluk agama lain yang merayakan hari besar agama. 28 Guru BK berbicara mengunakan kata-kata yang membuat hati siswa senang. 29 Guru BK memberikan informasi yang kurang sesuai dengan minat siswa. 30 Guru BK membantu siswa untuk menyelesaikan masalah. 31 Guru BK memberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapat kepada siswa tertentu saja. 32 Guru BK mengunakan kata-kata yang sopan saat berbicara dengan siswa. 33 Guru BK memarahi siswa di depan kelas. 34 Guru BK mendengarkan dengan penuh perhatian permasalahan yang diungkapkan siswa.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 SS: Sangat Setuju, S: Setuju, TS: Tidak Setuju, STS: Sangat Tidak Setuju 35 Guru BK menjelaskan materi bimbingan yang membingungkan siswa. 36 Guru BK melaksanakan kegiatan yang bermanfaat pada saat bimbingan di kelas. 37 Guru BK lebih sering mengosongkan jam masuk bimbingan. 38 Guru BK meninggalkan sekolah lebih awal sebelum jam pulang. 39 Guru BK mengenakan pakaian yang rapi dan menarik. 40 Guru BK mengunakan bahasa yang dimengerti oleh siswa saat bimbingan. 41 Guru BK mendukung siswa untuk berdoa sesuai dengan keyakinan. 42 Guru BK kurang meng-update papan bimbingan setiap bulan. 43 Guru BK memberikan pujian terhadap kemampuan atau prestasi yang siswa raih. 44 Guru BK kurang membantu siswa untuk menemukan bakat dan minat yang dimiliki siswa. 45 Guru BK menanyakan keadaan siswa saat ekspresi wajah siswa cemberut. 46 Guru BK memberikan kesempatan untuk bertanya di dalam kelas kepada siswa tertentu saja. 47 Guru BK memotivasi siswa yang diejek oleh temanteman sekelasnya. 48 Guru BK memberikan solusi yang kurang sesuai dengan kemampuan siswa. 49 Siswa merasa kesulitan untuk menemui guru BK diluar jam bimbingan. 50 Guru BK mengunakan pakaian yang berbeda dari aturan sekolah. 51 Guru BK datang ke sekolah dengan mengenakan pakaian yang berantakan. 52 Contoh-contoh materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK, membuat siswa merasa senang

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 mengikuti bimbingan. 53 Guru BK mengadakan berbagai perlombaan untuk mengembangkan kemampuan siswa. 54 Guru BK memaksa siswa untuk mendapatkan konseling. 55 Guru BK memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan bimbingan. 56 Guru BK menerima semua kritikan dari siswa. 57 Disaat siswa mengungkapkan permasalahannya guru BK kurang memperhatikan dengan serius. 58 Guru BK menjelaskan tujuan pelaksanaan bimbingan yang akan dilakukan. 59 Guru BK menyajikan materi-materi terbaru saat bimbingan di kelas. 60 Guru BK cepat tersinggung ketika diejek oleh siswa. 61 Setiap kali memulai bimbingan guru BK mengajak siswa untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing. 62 Guru BK kurang memberi kesempatan kepada pemeluk agama lain untuk memimpin doa di kelas. TERIMA KASIH

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LAMPIRAN VI SURAT IJIN PENELITIA

(111)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN DAN KONSELING PASCA SERTIFIKASI (STUDI DESKRIPTIF PADA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMP NEGERI SE KABUPATEN REMBANG TAHUN AJARAN 2012 2013)
9
85
138
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU IPS KELAS VIII DI SMP SWASTA AL HIDAYAH MEDAN TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
1
21
KOMPETENSI DAN PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KOMPETENSI DAN PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI PUCANGAN 03 KARTASURA TAHUN AJARAN 2010/2011.
0
1
15
PENGARUH PERSEPSI SISWA MENGENAI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
18
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP KARAKTERISTIK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN SELF DISCLOSURE SISWA SMP NEGERI 2 BABAT.
1
4
95
BIMBINGAN DAN KONSELING KELAS VIII SMP N
0
0
1
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN SISWA DAN PERSEPSI SISWA TENTANG CARA MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KECAMATAN WONOSARI GUNUNGKIDUL TAHUN AJARAN 20132014
0
1
8
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMPETENSI STRATEGIS SISWA KELAS VIII SMP PGRI 1 PALAS TAHUN AJARAN 20162017 SKRIPSI
0
0
140
CIRI-CIRI KEPRIBADIAN GURU PEMBIMBING MENURUT PERSEPSI SISWA KELAS II SMP PANGUDI LUHUR I YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007
0
2
120
DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20062007 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN SKRIPSI
0
0
115
PERSEPSI SISWI KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20072008 TENTANG MANFAAT PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
0
0
96
PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP JOANNES BOSCO YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011 TENTANG MANFAAT PELAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
0
0
121
DESKRIPSI PERSEPSI SISWA KELAS VIII SMP STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20122013 TERHADAP MANFAAT RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBUATAN MEDIA BIMBINGAN Skripsi
0
0
152
PERSEPSI SISWA-SISWI KELAS VII DAN VIII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 TERHADAP MANFAAT LAYANAN BIMBINGAN DI KELAS
0
2
123
PENGARUH PEMBERIAN KUIS TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP MARIA IMMACULATA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20132014 PADA MATERI KELILING DAN LUAS SEGI EMPAT
2
5
220
Show more