Sintesis turunan Arilamida-3 dan uji aktivitas In Vitro terhadap Enzim Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) sebagai kandidat anti-kanker payudara - USD Repository

Gratis

0
0
43
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SINTESIS TURUNAN ARILAMIDA-3 DAN UJI AKTIVITAS IN VITRO TERHADAP ENZIM MATRIX METALLOPROTEINASE-9 (MMP-9) SEBAGAI KANDIDAT ANTI-KANKER PAYUDARA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh : Kevin Cahaya Putra NIM : 158114111 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SINTESIS TURUNAN ARILAMIDA-3 DAN UJI AKTIVITAS IN VITRO TERHADAP ENZIM MATRIX METALLOPROTEINASE-9 (MMP-9) SEBAGAI KANDIDAT ANTI-KANKER PAYUDARA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh : Kevin Cahaya Putra NIM : 158114111 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13) “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!” (Yeremia 17:7) iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat anugerah-Nya penulis dapat melewati tiga setengah tahun untuk menjalankan studi di almamaternya dan sampai pada skripsi yang berjudul “Sintesis Turunan Arilamida-3 dan Uji Aktivitas In Vitro Terhadap Enzim Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Sebagai Kandidat Anti-Kanker Payudara”. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Maywan Hariono, Ph.D., Apt. yang didanai oleh Indonesia Toray Science Foundation periode 2017/2018 dengan judul “Synthesis, Enzymatic Assay, and Molecular Modelling of Purin Derivatives Targeting Hemopexin Domain of Matrix Metalloproteinase-9 (PEX-9) in the Discovery of Novel Anti-Breast Cancer”. Perjalanan studi yang penulis tempuh penuh suka dan duka, namun skripsi ini dapat ditempuh dengan baik dan tepat waktu. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Farmasi (S.Farm.) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Banyak pihak yang turut serta membantu, mendukung, dan membimbing penulis dalam penyusunan naskah skripsi ini. Tanpa bantuan mereka, penulis tidak mungkin sampai pada tahap penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, penulis hendak mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Ibu Dr. Yustina Sri Hartini, Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Maywan Hariono, Ph.D., Apt. selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan sabar dan tulus membimbing tim penelitian sampai detik ini serta selalu memberikan dukungan, kritik dan saran kepada penulis dari awal penyusunan skripsi hingga selesai. 3. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. dan ibu Dr. Erna Tri Wulandari, M.Si., Apt., selaku dosen penguji skripsi yang menyemangati dan memberi masukan dalam menyelesaikan penelitian ini. 4. Almarhumah mama yang sampai detik terakhir menghembuskan nafas terakhir selalu mendukung dan menyemangati penulis dalam studinya sehingga penulis termotivasi lebih untuk membahagiakan mama disana dengan penyelesaian skripsi ini. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Papa yang selalu setia, memotivasi, mendukung, dan membantu penulis dalam mengerjakan skripsi sampai pada tahap akhir hingga selesainya skripsi ini. 6. Adik-adik yang selalu mengerti dan menyemangati penulis ketika mengerjakan skripsi dan semoga adik-adik segera menyusul penulis dalam mengerjakan skripsi mereka kelak. 7. Mak yang selalu sabar dan mendukung penulis dalam mengerjakan skripsi, penulis berharap agar mak sehat selalu. 8. Ndut yang selalu mengerti, mendukung, dan membantu penulis dari awal hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dan bersama-sama merasakan suka-duka selama dua tahun ini. 9. “Skripsi Analog” yang terdiri dari teman-teman penelitian Ervan, Krisna, Sangga, Wisnu, dan Aldo yang selalu bekerja bersama-sama hingga larut malam dan merasakan suka-duka bersama selama mengerjakan penelitian ini terutama saat mengerjakan “kurva baku” bersama. 10. Sahabat-sahabat yang tidak sengaja ditemukan di Farmasi “Pethodon” Sangga, Ricky, Ervan, Aris, Willy, dan Kemara yang selalu mengerti satu sama lain dan menempuh suka-duka bersama selama tiga setengah tahun ini. 11. Sahabat-sahabat pejuang nonton bioskop “Survivor” Sangga, Cicik, Ricky, Yansen, Gumi, Momon, dan Vivi yang telah berjuang bersama dalam satu kelas selama tiga setengah tahun ini. 12. Sahabat-sahabat penikmat sus coklat “Sus Coklat” Sangga, Ricky, Felis, Glenys, dan Trisna yang selalu berbagi dan menikmati sus coklat bersama. 13. Sahabat-sahabat yang satu dalam iman dan tidak pernah melupakan salah satu sahabatnya “Cross” yang ada untuk menyemangati penulis. 14. Sahabat-sahabat yang tidak pernah pudar “Crossworshipper” selalu memberikan semangat dan dukungan satu sama lain serta tidak pernah lupa dengan sahabat-sahabatnya. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pada kanker payudara, diketahui bahwa enzim matrix metalloproteinase (MMP) dan khususnya MMP-9 diekspresikan dalam jumlah yang tinggi sehingga banyak penelitian tentang penemuan MMP inhibitor (MMPI). Kebanyakan MMPI diketahui gagal pada uji klinis karena menimbulkan efek samping yang merugikan seperti inflamasi dan sindroma muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa arilamida-3 yang dirancang aktif menghambat MMP-9 pada hemopexin domain (PEX-9) dengan mereaksikan 3,4,5-trimetoksianilin dan 3bromopropionil klorida dengan katalisator piridin pada suhu kamar. Produk hasil sintesis berupa serbuk berwarna putih dan larut dalam kloroform dengan titik lebur 115,7-120,1°C. Uji DAB-HCl menunjukkan hasil negatif yang berarti gugus amina primer telah tersubstitusi. Uji KLT menunjukkan senyawa hasil sintesis berbeda dengan bahan baku dan murni secara KLT. Hasil elusidasi struktur menunjukkan proton etilen terletak pada geseran kimia 2-4 ppm berdasarkan 1H-NMR dan 15-55 ppm pada 13C-NMR, C=O dan -NH- amida pada 1658,78 dan 3448,72 cm-1 berdasarkan FTIR, serta m/z 317 berdasarkan GC-MS. Senyawa hasil sintesis diuji aktivitasnya dalam menghambat enzim MMP-9 in vitro dengan fluorogenic assay. Hasil uji in vitro menunjukkan persen penghambatan senyawa arilamida-3 sebesar 5% pada konsentrasi 200 µg/mL mengindikasikan bahwa senyawa tersebut mempunyai aktivitas rendah dalam menghambat MMP-9. Kata kunci: hemopexin, in vitro, kanker payudara, matrix metalloproteinase-9 (MMP-9), senyawa arilamida-3 x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT In breast cancer, it is known that Matrix Metalloproteinase-9 enzyme (MMP-9) and especially MMP-9 are highly expressed by the cancer cells so that many studies have been done to discover MMP inhibitor. Most of these inhibitors fail in clinical trials due to the adverse side effects such an inflammation and musculoskeletal syndrome. This study aims to synthesize arylamide derivative-3 which is selectively targeting hemopexin domain (PEX-9) by reacting 3,4,5trimethoxyaniline and 3-bromopropionyl chloride with pyridine as catalysator at room temperature. The product was determined its physical appearance as a white powder which is soluble in chloroform with 115,7-120,1°C melting point. DABHCl test showed negative result which is confirming substitution of primary amine group at 3,4,5-trimethoxyaniline. Arylamide-3 is pure by KLT and has different Rf with 3,4,5-trimethoxyaniline. Structure elucidation showed ethylene proton appears at 2-4 ppm using 1H-NMR and its carbon appears at 15-55 ppm using 13C-NMR, carbonyl group and secondary amine appears at 1658,78 and 3448,72 cm-1 using FTIR, and m/z 317 using GC-MS. Arylamide derivative-3 was then tested for its activity in inhibiting MMP-9 in vitro with fluorogenic assay. The results showed a percent inhibition of arylamide-3 of 5% at 200 µg/mL associated with its low activity to inhibit MMP-9. Keyword: arylamide-3 compound, breast cancer, hemopexin, in vitro, matrix metalloproteinase-9 (MMP-9) xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL……………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN………………………………………. iii HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………….. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………………….. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI……….. vi PRAKATA…………………………………………………………... vii ABSTRAK…………………………………………………………... x ABSTRACT…………………………………………………………... xi DAFTAR ISI………………………………………………………… xii DAFTAR TABEL…………………………………………………… xiii DAFTAR GAMBAR………………………………………………... xiv DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………… xv PENDAHULUAN…………………………………………………… 1 METODE PENELITIAN……………………………………………. 4 HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………… 7 KESIMPULAN……………………………………………………… 16 SARAN……………………………………………………………… 16 UCAPAN TERIMA KASIH………………………………………… 17 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….. 18 LAMPIRAN…………………………………………………………. 20 BIOGRAFI PENULIS………………………………………………. 27 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Perhitungan persen penghambatan senyawa arilamida-3 terhadap MMP-9………………………………………. xiii 16

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Struktur Senyawa 2 dengan gugus fungsi yang diduga farmakofor (Dufour et al., 2011)………………………. Gambar 2. Struktur arilamida-3 dengan gugus fungsi yang mirip dengan Senyawa 2……………………………………... Gambar 3. (a) Struktur senyawa milik Adhipandito, (b) Struktur senyawa milik Ludji…………………………………… Gambar 4. Spektrum 1H-NMR senyawa arilamida-3 dengan ditandakannya masing-masing sinyal A, B, C, D, dan E beserta karakteristik masing-masing sinyal…………….. Gambar 5. Spektrum 13C-NMR senyawa arilamida-3 dengan ditandakannya masing-masing sinyal A, B, C, D, E, F, G, I, dan J beserta karakteristik masing-masing sinyal…. Gambar 6. Spektrum inframerah senyawa arilamida-3……………. Gambar 7. Kromatogram GC arilamida-3 dengan ditandakannya masing-masing puncak A, B, C, D, dan E……………… Gambar 8. Spektrum MS senyawa arilamida-3……………………. Gambar 9. Struktur 3D kristalografi sinar X senyawa arilamida3………………………………………………………… xiv 1 3 4 11 12 13 14 14 15

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Representasi tata letak 96-microwell plate dengan B: bufer, Sp: sampel senyawa arilamida-3, E: enzim MMP-9, dan Sb: substrat disertai dengan volume dalam µL……………………………………………. Lampiran 2. Mekanisme reaksi SNA antara 3,4,5-trimetoksianilin dan 3-bromopropionil klorida………………………. Lampiran 3 (a) Sintesis senyawa arilamida-3 pada awal pengadukan, (b) Crude product setelah dibilas dengan aquadest dan dibiarkan mengering…………. Lampiran 4. (a) Serbuk 3,4,5-trimetoksianilin yang berwarna sedikit kekuningan (b) Serbuk arilamida-3 yang berwarna putih………………………………………. Lampiran 5. Hasil Uji Kelarutan Senyawa Arilamida-3………….. Lampiran 6. Mekanisme reaksi antara DAB-HCl dan 3,4,5trimetoksianilin……………………………………... Lampiran 7. Hasil uji pendahuluan DAB-HCl antara bahan baku dan arilamida-3……………………………………... Lampiran 8. Profil KLT arilamida-3 (Rf = 0,55) dibandingkan dengan bahan baku (Rf = 0,38).……………………... Lampiran 9. Perhitungan bahan sintesis dan hasil rendemen senyawa arilamida-3………………………………... Lampiran 10. Perbesaran spektrum 1H-NMR pada geseran 2,6-4,1 ppm…………………………………………………. Lampiran 11. Perbesaran spektrum 1H-NMR pada geseran 6,1-7,9 ppm………………………………………………….. Lampiran 12. Spektrum inframerah senyawa 3,4,5trimetoksianilin……………………………………… xv 20 20 21 21 22 22 23 23 24 25 25 26

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENDAHULUAN Pada tahun 2011, Dufour et al., menemukan suatu obat yang secara selektif menghambat enzim matrix metalloproteinase-9 (MMP-9) pada kanker payudara. Pada penelitian tersebut dilakukan penapisan virtual dan uji in vitro terhadap 5 senyawa yang diduga aktif menghambat aktivitas MMP-9. Senyawa yang paling aktif adalah senyawa dari database ZINC dengan kode 135415473 (~{N}-[4(difluoromethoxy)phenyl]-2-[(6-oxo-4-propyl-1~{H}-pyrimidin-2-yl)sulfanyl] acetamide) yang kemudian disebut Senyawa 2 dengan struktur seperti pada Gambar 1. Senyawa 2 ditemukan aktif in silico dan in vitro diduga karena memiliki cincin planar dan gugus aril amida yang berinteraksi secara selektif dengan kantung aktif MMP-9 pada domain non-katalitik (Dufour et al., 2011). Rantai alkil Cincin planar Gugus aril amida Gambar 1. Struktur Senyawa 2 dengan gugus fungsi yang diduga farmakofor (Dufour et al., 2011) Pada awal tahun 1990-an, MMP mulai diketahui memiliki peranan besar dalam perkembangan kanker. Oleh karena itu, banyak ditemukan MMP inhibitor (MMPI) sebagai strategi untuk terapi kanker dengan mentarget domain katalitik dari MMP. Namun, beberapa dari obat-obat tersebut gagal dalam berbagai fase uji klinis karena tidak selektifnya domain katalitik pada semua MMP terhadap MMPI. Semua MMP (MMP-1 sampai MMP-26) akan dihambat padahal MMP lain juga diperlukan tubuh untuk metabolisme normal yang salah satunya untuk penyembuhan luka. Salah satu MMPI yaitu marimastat dapat menyebabkan efek samping sindroma muskuloskeletal dan inflamasi. Selain itu, senyawa ini diketahui secara statistik tidak meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan pada uji klinis. Ketidakselektifan MMPI tersebut disebabkan domain katalitik memiliki 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemiripan sekuens asam amino sejumlah 43-65% dengan semua MMP (Dufour et al., 2011, Cathcart et al., 2015). Semua kelompok MMP memiliki bagian struktur yang terdiri dari signal peptide, propeptide domain, domain katalitik, dan hemopexin domain (PEX) (Bauvois, 2012). Uniknya, hemopexin MMP-9 (PEX-9) hanya mempunyai kemiripan kurang lebih 25-35% dengan PEX domain pada MMP lain (Dufour et al., 2011, Ugarte-Berzal et al., 2016). Hal ini menjadikan PEX-9 lebih selektif ditargetkan dalam penemuan obat kanker melalui mekanisme penghambatan MMP (Dufour et al., 2011). Pada tahun 2018, kanker memiliki jumlah kasus baru sebanyak 18,1 juta dan jumlah kematian sebanyak 9,6 juta. Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan penyebab kematian terbanyak kelima di dunia dengan angka 6,6%. Pada wanita, kanker payudara merupakan kanker yang sangat umum terdiagnosis diantara kanker yang lain dengan angka kejadian kasus sebanyak 24,2% (IARC, 2018). Kanker payudara paling banyak dialami oleh wanita di Indonesia setelah kanker serviks (Wahidin et al., 2012). Kasus kanker payudara di Indonesia terdapat sebanyak 0,5% dan DI Yogyakarta merupakan provinsi dengan kasus kanker payudara terbanyak yaitu sebanyak 2,4% (Kemenkes, 2015). Kebanyakan penyebab kematian pada penderita kanker bukan karena tumor primer, melainkan karena metastasis yang biasanya dialami oleh penderita kanker stadium akhir. Metastasis merupakan proses menyebarnya sel tumor ke organ lain melalui pembuluh darah, dan 90% penderita kanker yang telah mencapai tahap metastasis mengalami kematian (Welch et al., 2000, Chaffer and Weinberg, 2011). Sel tumor yang mengalami metastasis akan melewati extracellular matrix (ECM) yang mengontrol sel untuk bermigrasi dari satu organ ke organ yang lain melalui pembuluh darah. Hal ini karena sel tumor memproduksi MMP yang merupakan enzim untuk mendegradasi ECM (Gialeli et al., 2011). Pada kanker payudara, ditemukan ekspresi MMP-9 yang tinggi dibandingkan dengan payudara normal dan ini merupakan ciri khas dari kanker payudara jenis triple-negative dan human epidermal growth factor receptor 2-positive (HER2-positive) yang belum 2

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ada obatnya. Studi menunjukan adanya hubungan ekspresi berlebihan MMP-9 dengan tingginya insiden metastasis (Yousef et al., 2014). Pada penelitian ini telah disintesis turunan dari Senyawa 2 yang akan diberi nama arilamida-3 yang strukturnya disajikan pada Gambar 2. Senyawa ini merupakan turunan arilamida yang disintesis dari 3,4,5-trimetoksianilin dan 3bromopropionil klorida. Pada bagian meta dan para dari cincin arilamida terdapat gugus metoksi. Rantai alkil Gugus aril amida Gambar 2. Struktur arilamida-3 dengan gugus fungsi yang mirip dengan Senyawa 2 Senyawa yang akan disintesis oleh peneliti tidak mengadaptasi seluruh farmakofor dari penelitian Dufour, melainkan hanya mengadaptasi gugus arilamida dan rantai alkil. Adhipandito (2017) dan Ludji (2017) telah mensintesis 2 senyawa yang merupakan fragmen dari Senyawa 2 milik Dufour dan telah di uji aktivitasnya terhadap enzim MMP-9 in vitro. Tahap sintesis dalam penelitian mereka telah dipublikasikan, namun tahap uji in vitro belum sampai pada tahap publikasi. Senyawa Adhipandito dan Ludji disajikan pada Gambar 3. Persen penghambatan terhadap enzim MMP-9 senyawa Adhipandito sebesar 11% dan Ludji sebesar 69%. Pada senyawa Dufour, tidak dijelaskan fungsi gugus fungsional -OCHF2 yang berkarakter Electron Withdrawing Group (EWG) dan Electron Donating Group (EDG). Maka dari itu tujuan Ludji memodifikasi bagian tersebut dengan memasukkan gugus nitro yang bersifat EWG dan ternyata meningkatkan aktivitas penghambatan MMP-9 dibandingkan milik Adhipandito yang tidak mengalami modifikasi. Oleh karena itu, menarik untuk dilakukan modifikasi dengan EDG pada posisi 3, 4, dan 5 dari cincin arilamida dengan harapan meningkatkan aktivitas penghambatan terhadap MMP-9. 3

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3. (a) Struktur senyawa milik Adhipandito, (b) Struktur senyawa milik Ludji Keuntungan yang lain adalah metode sintesis senyawa arilamida-3 hanya melalui satu tahap dibandingkan dengan Senyawa 2 yang harus melalui dua sampai tiga tahap reaksi kimia. Hal ini menyebabkan senyawa arilamida-3 lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Senyawa arilamida-3 dilihat kebenaran strukturnya dengan spektroskopi resonansi magnetik inti, inframerah, massa, dan kristalografi x-ray. Kemudian senyawa arilamida-3 di uji aktivitas penghambatannya terhadap enzim MMP-9 in vitro dengan metode fluorogenic assay. METODE PENELITIAN Bahan Kecuali dinyatakan lain, semua bahan kimia yang dipakai bermutu analisis yang disuplai oleh Sigma Aldrich dan Merck. Bahan utama yang digunakan untuk sintesis adalah: 3,4,5-trimetoksianilin, 3-bromopropionil klorida, piridin, plat silika gel GF254, etil asetat, n-heksana, kloroform, dan 4-dimetilamino benzaldehida HCl (DAB-HCl). Bahan yang digunakan untuk elusidasi struktur adalah: pellet kalium bromida (KBr) dan kloroform-D (CDCl3). Bahan yang digunakan untuk uji in vitro adalah: kit enzim MMP-9 yang terdiri dari enzim MMP-9 dari manusia yang terliofilisasi, substrat peptida, buffer, peptida NNGH, gliserol, dan dimetilsulfoksida (DMSO). Alat Alat yang digunakan untuk sintesis adalah: Labu alas bulat (Pyrex), alat-alat gelas pada umumnya, timbangan analitik (Mettler Toledo®), melting point system (Mettler Toledo®), pompa vakum (GAST model DOA-P504-BN), oven (Memmert GmbH + Co.KG), dan lampu UV254. Alat yang digunakan untuk elusidasi struktur adalah: spektrofotometer inframerah (Shimadzu), spektrometer Nuclear Magnetic 4

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Resonance (Bruker 176 dan 700 MHz), dan spektrometer massa (Waters® Xevo®). Pengujian dengan spektrometer inframerah dan massa dilakukan di Fakultas MIPA Kimia UGM, sedangkan pengujian dengan spektrometer NMR dilakukan di Institut Farmasetikal dan Nutrasetikal Malaysia. Alat yang digunakan untuk uji in vitro adalah: pipet mikro (Eppendorf), micro well plate 96, pipet tips, inkubator, vortex, Tecan Microplate Reader (Infinite 200Pro). Tata Cara Penelitian Sintesis Senyawa Turunan Arilamida-3 (Diadaptasi dari metode Arifiyanto, 2001) 3,4,5-trimetoksianilin sebanyak 3,59 mmol (0,66 g) dimasukkan ke dalam labu alas bulat dan ditambahkan piridin sebagai katalis sebanyak 3,59 mmol (0,28 g; 0,29 mL). 3-bromopropionil klorida kemudian ditambahkan tetes demi tetes sebanyak 4,00 mmol (0,69 g; 0,40 mL) sambil diaduk hingga terbentuk padatan (reaksi dimonitor dengan KLT dalam fase gerak n-heksana:etil asetat 2:2 dan fase diam silika gel GF254). Padatan disaring dan dicuci dengan aquadest untuk menghilangkan sisa piridin dan HCl sebagai produk samping reaksi (dicuci hingga pH netral). Kemudian dilakukan rekristalisasi dengan menggunakan pelarut kloroform. Produk diuji organoleptis, titik lebur, kelarutan, KLT dan elusidasi struktur dengan 1H-NMR, 13C-NMR, FTIR, GC-MS, dan kristalografi x-ray. Uji Organoleptis Bentuk dan warna dari produk hasil sintesis diamati dan diidentifikasi. Uji Kelarutan Senyawa hasil sintesis ditimbang sebanyak 5 mg dan dilarutkan dalam sejumlah pelarut dari polar hingga non-polar tetes demi tetes hingga tepat larut. Pelarut yang di uji adalah air, etanol, DMSO, aseton, kloroform, etil asetat, dan nheksana. Kategori kelarutan senyawa hasil sintesis ditentukan berdasarkan Farmakope Indonesia V. Uji DAB-HCl 3,4,5-trimetoksianilin dan senyawa hasil sintesis masing-masing ditimbang sebanyak 1 mg kemudian dimasukkan ke dalam drupple plate. Masing-masing diteteskan DAB-HCl dan diamati perubahan warna yang terjadi. 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Uji KLT 3,4,5-trimetoksianilin dan senyawa hasil sintesis masing-masing ditimbang sebanyak 1 mg kemudian dilarutkan dalam kloroform. Masing-masing senyawa ditotolkan pada plat silika gel GF254 yang telah diaktifkan pada suhu 100°C. Totolan berjarak 1 cm dari bawah. Plat yang disiapkan sejumlah dengan 3 sistem fase gerak yang telah disiapkan dan dijenuhkan dengan kertas saring yaitu fase gerak nheksana:etil asetat dengan perbandingan 1:3, 2:2, dan 3:1 (Adhipandito, 2017). Kemudian plat dimasukkan ke dalam gelas beker yang berisi fase gerak dan dieluasi hingga 1 cm dari atas. Kemudian plat dikeluarkan, dikeringkan, dan dilihat bercaknya di bawah lampu UV 254 nm serta dihitung nilai Rf. Uji Titik Lebur Senyawa hasil sintesis ditimbang sebanyak 1 mg dan dihaluskan. Kemudian senyawa dimasukkan ke dalam pipa kapiler untuk dimasukkan ke dalam melting point system. Suhu diatur dalam rentang 100-200°C dan didapatkan hasil berupa jarak lebur. Uji Aktivitas In Vitro Enzim MMP-9 yang terliofilisasi direkonsitusi dengan 110 µL gliserol 30% dalam air deionisasi. Enzim yang telah terekonstitusi dilarutkan dalam 550 µL bufer dan siap digunakan. Sampel (200 µg/mL) sebanyak 1 µL dipipet dan dimasukkan ke setiap sumuran 96-microwell plate dan ditambahkan 5 µL enzim MMP-9 dan 44 µL bufer. Kemudian kontrol positif dibuat dalam sumuran yang lain dengan mencampurkan 2 µL inhibitor NNGH (Asparagin-Asparagin-Glisin-Histidin) (2mM), 5 µL enzim MMP-9, dan 43 µL bufer. Kemudian kontrol negatif dibuat dalam sumuran yang lain dengan mencampurkan 5 µL enzim MMP-9 dan 45 µL bufer sebagai kontrol negatif. Bufer dipipet sebanyak 100 µL dan dimasukkan ke dalam sumuran yang lain sebagai blanko. Kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 30 menit. Setelah inkubasi selesai, masing-masing sumuran ditambahkan 50 µL larutan substrat kemudian diinkubasi kembali pada suhu 37°C selama 60 menit. Tata letak 96-microwell plate disajikan pada Lampiran 1. Fluorosensi kemudian dibaca menggunakan Tecan Microplate Reader pada panjang gelombang eksitasi 325 nm dan emisi 393 nm. Hasil fluorosensi senyawa 6

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sampel, kontrol negatif, dan kontrol positif dikurangkan blanko kemudian didapatkan persen 𝑓𝑙𝑢𝑜𝑟𝑜𝑠𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑓𝑙𝑢𝑜𝑟𝑜𝑠𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 𝑛𝑒𝑔𝑎𝑡𝑖𝑓 aktivitas 𝑥 100%. enzim dengan rumus: Persen penghambatan MMP-9 didapatkan dengan rumus: 100% - persen aktivitas enzim (%). HASIL DAN PEMBAHASAN Sintesis Senyawa Substitusi Nukleofilik Asil (SNA) merupakan reaksi yang terjadi pada pembentukan arilamida-3 antara 3,4,5-trimetoksianilin dan 3-bromopropionil klorida dengan piridin sebagai katalisator. Reaksi substitusi merupakan reaksi kimia yang melibatkan penggantian gugus pergi dari suatu senyawa dengan gugus fungsi yang lain (Smith and March 2007). Pada reaksi SNA ini, yang berperan sebagai gugus pergi adalah gugus klorida (-Cl) dari 3-bromopropionil klorida, sedangkan gugus pengganti adalah NH dari 3,4,5-trimetoksianilin (Koltunov et al., 2016). Gugus klorida (-Cl) pada 3-bromopropionil klorida merupakan gugus pergi yang baik tetapi Cl yang berkarakter elektronegatif relatif masih terikat kuat dengan -CO- karbonil apabila tidak dipercepat dengan katalisator (Zhang et al., 2009). Nukleofil yang akan menyerang 3-bromopropionil klorida adalah 3,4,5trimetoksianilin yang merupakan suatu nukleofil yang baik karena memiliki amina primer yang pada atom N memiliki pasangan elektron bebas dan dapat bereaksi dengan turunan asam karboksilat untuk membentuk suatu amida (Kahl et al., 2012). Mekanisme reaksi disajikan pada Lampiran 2. Produk awal hasil reaksi (crude product) berupa serbuk berwarna putih, kemudian produk dibilas dengan aquadest dan dibiarkan mengering seperti terlihat pada Lampiran 3. Pencucian dengan aquadest bertujuan untuk menghilangkan sisa piridin dan HCl yang terbentuk sebagai produk sampingan karena dikhawatirkan HCl akan menghidrolisis produk yang berupa amida. Uji pendahuluan hasil sintesis arilamida-3 ditegakkan dengan uji organoleptis, kelarutan, DAB-HCl, KLT, dan titik lebur. Pada uji organoleptis terlihat senyawa hasil sintesis berupa serbuk berwarna putih. Warna senyawa hasil sintesis berbeda dengan senyawa awal yang memiliki warna sedikit kekuningan 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI seperti terlihat pada Lampiran 4. Perbedaan warna antara senyawa awal dan senyawa hasil sintesis menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis berbeda dengan senyawa awal. Pada uji kelarutan, senyawa arilamida-3 larut dalam kloroform, aseton, etil asetat, dan DMSO sehingga arilamida-3 bersifat semi polar. Hasil uji kelarutan disajikan pada Lampiran 5. Pada uji DAB-HCl, senyawa yang memiliki gugus amina primer akan bereaksi dengan DAB-HCl dan membentuk basa Schiff yang berwarna jingga, sedangkan senyawa yang tidak memiliki amina primer tidak akan bereaksi dengan DAB-HCl dan tidak menghasilkan warna jingga (Adegoke, 2011). Arilamida-3 tidak bereaksi dengan DAB-HCl dan tidak membentuk warna jingga karena pada arilamida-3 gugus amina primer sudah mengalami substitusi dengan 3bromopropionil klorida. Mekanisme reaksi DAB-HCl dengan 3,4,5- trimetoksianilin disajikan pada Lampiran 6, sedangkan hasil uji pendahuluan yang membedakan antara bahan baku dengan hasil sintesis disajikan pada Lampiran 7. Pada uji KLT, sistem fase gerak yang dipilih adalah n-heksana:etil asetat 2:2 karena perbedaan Rf antara bahan baku dan arilamida-3 lebih besar dibandingkan dengan n-heksana:etil asetat 1:3 dan 3:1. Pada fase gerak n-heksana:etil asetat 2:2, arilamida-3 memiliki faktor retensi (Rf) sebesar 0,55 dan bahan baku (3,4,5trimetoksianilin) sebesar 0,38. Perbedaan Rf ini menunjukkan bahwa produk hasil sintesis merupakan senyawa yang berbeda dengan bahan baku atau dengan kata lain telah berhasil disintesis. Profil KLT arilamida-3 dibandingkan dengan bahan baku disajikan pada Lampiran 8. Produk hasil sintesis dinyatakan murni secara KLT sehingga tidak diperlukan pemurnian dengan kromatografi kolom. Uji yang dilakukan selanjutnya yaitu uji titik lebur untuk mengetahui perbedaan jarak lebur antara senyawa hasil sintesis dengan bahan baku. Apabila terjadi perbedaan yang signifikan antara bahan baku dengan senyawa hasil sintesis maka prediksi bahwa arilamida-3 sudah terbentuk semakin kuat. Selain itu, jarak lebur mengindikasikan kemurnian suatu senyawa yang apabila berjarak kurang dari ≤1,5°C maka dinyatakan murni secara titik lebur. Hasil percobaan menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis memiliki titik lebur 115,7-120,1°C yang berbeda dengan bahan baku yaitu 3,4,5- 8

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI trimetoksianilin yang memiliki jarak lebur 111-114°C (Oakwood Products, 2018). Jarak lebur yang lebih dari 1,5°C berarti mengindikasikan senyawa belum murni 100% karena jarak lebur yang lebar menunjukkan masih terdapat pelarut atau reagen yang masih belum terbilas atau teruapkan. Pemurnian senyawa dapat dilakukan dengan rekristalisasi atau kromatografi kolom agar mendapatkan jarak lebur yang sesuai dengan syarat kemurnian. Rendemen produk yang didapatkan sebanyak 23,5%. Rendemen ini masih jauh dari kriteria ideal (100%) sehingga masih memerlukan optimasi terkait mol bahan, suhu, katalisator, atau lama pengadukan pada prosedur sintesis dan pemurniannya. Perhitungan rendemen disajikan pada Lampiran 9. Elusidasi Struktur Kerangka hidrokarbon senyawa hasil sintesis ditentukan dengan spektroskopi NMR yang terdiri dari proton-1 (1H) dan karbon-13 (13C). Spektrum 1 H-NMR disajikan pada Gambar 4 yang menunjukkan sinyal-sinyal sebagai berikut: sinyal pada pergeseran 2,809 ppm dan 2,935 ppm adalah proton etilen (B) sedangkan sinyal pada pergeseran 3,716 ppm dan 3,890 ppm adalah proton etilen (A). Kedua set proton ini menegaskan bahwa senyawa hasil sintesis sudah terbentuk. Pola splitting sinyal kedua set tersebut adalah triplet. Hal ini karena kedua set proton saling bertetangga dengan jumlah proton tetangga yang tidak ekivalen sebanyak 2. Normalnya kedua set proton ini muncul sebagai 2 sinyal triplet, namun hasil percobaan menunjukkan munculnya 4 sinyal triplet pada jarak yang saling berdekatan. Hal ini mungkin disebabkan 2 proton pada C yang sama bisa merasakan 2 kali lingkungan magnetik dari proton tetangganya. Hal ini ditegaskan dengan jumlah integrasi sebanyak 2 untuk 2 sinyal triplet yang saling berdekatan. J-coupling constant untuk kedua sinyal triplet = 7 Hz yang mengindikasikan bahwa kedua set proton bertetangga secara langsung. Proton etilen (A) berada pada geseran kimia yang lebih deshielded dibandingkan dengan proton etilen (B) karena proton (A) terikat langsung dengan atom Br yang memiliki elektronegatifitas tinggi (Fessenden, 1986, Pavia et al., 2015). Proton selanjutnya adalah metoksi yang muncul pada geseran 3,853 ppm dan 3,817 ppm. Sinyal pada geseran 3,853 ppm adalah metoksi (D) sedangkan 9

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sinyal pada geseran 3,817 ppm adalah metoksi (E). Hal ini karena metoksi (D) lebih dekat dengan gugus amida yang merupakan Electron Withdrawing Group (EWG) sehingga kurang terlindungi dibandingkan dengan metoksi (E) yang berada pada posisi para (Pavia et al., 2015). Selain itu, berdasarkan integrasinya proton (D) dihitung sejumlah 6 sedangkan proton (E) dihitung sejumlah 3 sehingga sesuai dengan prediksi strukturnya. Penegasan selanjutnya kedua sinyal bentuknya singlet. Hal ini juga sesuai karena ketiga proton tidak mempunya tetangga yang tidak ekivalen. Perbesaran spektrum 1H-NMR pada geseran 2,6-4,1 ppm disajikan pada Lampiran 10. Proton selanjutnya adalah proton pada benzena (C) yang muncul pada geseran 6,841 ppm. Integrasi proton (C) dihitung sejumlah 2. Hal ini sesuai dengan prediksi karena proton pada benzena (C) berada pada lingkungan yang sama atau ekivalen sehingga muncul sebagai singlet dengan integrasi 2. Perbesaran spektrum 1 H-NMR pada geseran 6,1-7,9 ppm disajikan pada Lampiran 11. 10

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Proton Geseran Splitting J-coupling Integrasi constant (Hz) (ppm) A 3,716 dan Triplet of 3,890 triplet 2,809 dan Triplet of 2,935 triplet C 6,841 Singlet 2 D 3,853 Singlet 6 E 3,817 singlet 3 B 2 7 2 7 Gambar 4. Spektrum 1H-NMR senyawa arilamida-3 dengan ditandakannya masingmasing sinyal A, B, C, D, dan E beserta karakteristik masing-masing sinyal Pada spektrum 13C-NMR, terdapat 9 sinyal yang diindikasi sebagai karbon pada senyawa hasil sintesis. Karbon etilen (A) dan (B) muncul pada geseran 39,81 ppm dan 26,96 ppm. Karbon metoksi (I) dan (J) muncul pada geseran 60,98 ppm dan 56,14 ppm. Karbon pada benzena (G), (F), (E), dan (D) muncul pada geseran 97,65 ppm, 133,54 ppm, 134,94 ppm, dan 153,37 ppm. Karbon karbonil (C) muncul pada geseran 167,83 ppm. Hal ini sesuai dengan prediksi geseran kimia 13C-NMR yang disajikan pada Gambar 5. Sebagai catatan bahwa 11 13 C-NMR hanya dapat

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diindikasi lewat geseran kimia dengan mengabaikan pola splitting, integrasi, serta J-coupling constant. Hal ini karena 13C mempunyai momen magnetik yang rendah sebesar 67,28 radians/Tesla dibandingkan dengan 1H yang mempunyai momen magnetik sebesar 267,53 radians/Tesla. Selain itu, kelimpahan 13 C di alam kecil yaitu 1,08% yang menyebabkan tidak spesifiknya pola splitting serta integrasi (Pavia et al., 2015). Proton Geseran (ppm) A 39,81 B 26,96 C 167,83 D 153,37 E 134,94 F 133,54 G 97,65 I 60,98 J 56,14 Gambar 5. Spektrum 13C-NMR senyawa arilamida-3 dengan ditandakannya masingmasing sinyal A, B, C, D, E, F, G, I, dan J beserta karakteristik masing-masing sinyal 12

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metode elusidasi selanjutnya adalah FTIR yang bertujuan untuk mengetahui gugus fungsional yang terdapat pada arilamida-3. Suatu molekul akan menyerap radiasi inframerah yang menyebabkan molekul tersebut berada dalam keadaan vibrasi tereksitasi kemudian energi yang terserap akan dibuang dalam bentuk panas apabila molekul kembali ke keadaan dasar. Energi yang terserap akan menyebabkan ikatan bervibrasi ulur (stretching vibration) atau tekuk (bending vibration). Molekul yang dapat menyerap radiasi inframerah secara baik adalah molekul yang memiliki momen dipol yang tinggi (Fessenden, 1986, Pavia et al., 2015). Berdasarkan spektrum inframerah, terdapat pita pada daerah sekitar bilangan gelombang (ῡ) 1658,78 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus C karbonil (C=O) dan pita yang melebar pada daerah sekitar bilangan gelombang 3448,72 cm1 yang menunjukkan adanya gugus NH (-NH-). Adanya gugus C karbonil dan NH ini menandakan pada arilamida-3 terdapat gugus amida (-CONH-). Pada daerah 500-1500 cm-1 atau daerah sidik jari dapat dilihat pita-pita yang berbeda polanya dengan senyawa awal. Spektrum inframerah senyawa awal disajikan pada Lampiran 12 (Pubchem, 2019). Spektrium inframerah arilamida-3 disajikan pada Gambar 6. Gambar 6. Spektrum inframerah senyawa arilamida-3 Metode elusidasi selanjutnya adalah dengan GC-MS yang bertujuan untuk mengetahui bobot molekul dari arilamida-3. Senyawa dipisahkan terlebih dahulu dari impurities dengan menggunakan GC dan senyawa dianalisis bobot 13

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI molekulnya. Puncak F merupakan puncak tertinggi yang menunjukkan puncak tersebut adalah senyawa arilamida-3 karena terdapat dalam konsentrasi yang paling tinggi. Kromatogram GC arilamida-3 disajikan pada Gambar 7. Gambar 7. Kromatogram GC arilamida-3 dengan ditandakannya masing-masing puncak A, B, C, D, dan E Puncak tertinggi pada kromatogram memiliki m/z sebesar 317 yang terbaca pada spektrum MS. Hal ini mendukung kebenaran hasil sintesis arilamida-3 yang memiliki bobot molekul sebesar 317,03 g/mol. Selain itu, senyawa arilamida-3 memiliki atom brom (Br) yang pada spektra MS memiliki ciri khas bentuk spektra kembar dengan nilai m/z M+2 (ion molekul plus 2 satuan massa) dan intensitas kedua peak sama. Hal ini dikarenakan Br yang terdapat pada alam terdiri dari campuran 50,5% 79Br dan 49,5% 81Br (Zhai and Zhang, 2009, Pavia et al., 2015). Pada spektrum MS senyawa arilamida-3 yang disajikan pada Gambar 8, terdapat peak kembar pada 317 m/z yang menunjukkan adanya atom Br pada senyawa arilamida-3. Gambar 8. Spektrum MS senyawa arilamida-3 Kristalografi x-ray merupakan metode penentuan struktur yang paling sahih dan tidak meragukan. Suatu kristal tunggal yang terkena sinar X akan 14

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merefleksikan inti dari struktur senyawa tersebut seperti yang disajikan pada Gambar 9. Secara keseluruhan, struktur arilamida-3 dipastikan kebenarannya mulai dari 1 H-NMR, 13 C-NMR, FTIR, MS, dan kristalografi sinar X sehingga disimpulkan bahwa senyawa hasil sintesis terbentuk sesuai dengan hipotesisnya. Gambar 9. Struktur 3D kristalografi sinar X senyawa arilamida-3 Uji Aktivitas In Vitro Senyawa arilamida-3 kemudian dilakukan uji aktivitas penghambatan enzim MMP-9 in vitro. MMP-9 yang merupakan enzim protease dan memiliki aktivitas proteolitik akan memotong ikatan peptida pada substratnya. Substrat dalam pengujian ini mengikat gugus fluorofor sehingga ketika terpotong oleh MMP-9, gugus fluorofor terlepas dan terbaca fluoresensinya oleh spektrofluorometri pada panjang gelombang (λ) eksitasi 325 nm dan emisi 393 nm. Fluoresensi yang tinggi menunjukkan aktivitas enzim sebanyak 100%, sedangkan fluoresensi yang rendah menunjukkan adanya penghambatan pada aktivitas enzim. Senyawa arilamida-3 memiliki persen penghambatan sebesar 5% pada konsentrasi 200 µg/mL yang disajikan pada Tabel 1. Perhitungan IC50 tidak dapat dilakukan karena persen penghambatan yang didapat dibawah 50%. Berdasarkan persen penghambatan, senyawa arilamida-3 termasuk dalam kategori low active (Aderogba, 2013). Penambahan gugus metoksi sebagai EDG pada bagian para dan meta gugus arilamida pada senyawa arilamida-3 ternyata menurunkan nilai persen penghambatan dibandingkan dengan senyawa milik Adhipandito dan Ludji yang memiliki penambahan gugus EWG. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 15

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penambahan gugus EWG dalam senyawa penghambat aktivitas enzim MMP-9 lebih baik dibandingkan dengan gugus EDG. Tabel 1. Perhitungan persen penghambatan senyawa arilamida-3 terhadap MMP-9 Fluoresens Rata- Aktivitas Penghambatan rata inhibitor enzim (%) (%) ± SD - - 100 0 6597 0 100 ± 4,92 29954 31102 32431 31162 95 5 ± 5,41 R1 Blanko 9683 R2 9349 R3 9217 9416 (bufer) Kontrol 32989 33687 30321 32332 negatif (tanpa inhibitor) Kontrol 5946 5946 7898 positif (inhibitor NNGH) Senyawa arilamida-3 Aktivitas inhibitor = rata-rata/32332 x 100%; Penghambatan enzim = 100% - aktivitas inhibitor KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa arilamida-3 dapat disintesis dari 3,4,5-trimetoksianilin dan 3-bromopropionil klorida dengan katalisator piridin melalui mekanisme reaksi SNA dengan produk hasil sintesis berupa serbuk berwarna putih yang larut dalam kloroform dan memiliki titik lebur 115,7-120,1°C. Senyawa arilamida-3 dapat menghambat aktivitas MMP-9 sebesar 5% pada konsentrasi 200 µg/mL yang berasosiasi pada aktivitas yang rendah. SARAN Berdasarkan nilai persen penghambatan senyawa arilamida-3 terhadap aktivitas enzim MMP-9 in vitro yang didapatkan sebesar 5% pada konsentrasi 200 µg/mL, penelitian ini dapat menjadi informasi tambahan bahwa dengan adanya 16

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI gugus EDG akan mengurangi nilai persen penghambatan aktivitas enzim MMP-9 sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya tidak mempertimbangkan gugus EDG dalam modifikasi struktur suatu senyawa yang bertujuan untuk menghambat enzim MMP-9. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis berterima kasih kepada Indonesia Toray Science Foundation periode 2017/2018 dan Divisi Penelitian dan Pengembangan BEM Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang memberikan hibah untuk penelitian ini. 17

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adegoke, O.A., 2011. Analytical, biochemical and synthetic applications of paradimethylaminobenzaldehyde. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 11 (2), 17–29. Aderogba, M.A., 2013. Antimicrobial and Selected In Vitro Enzyme Inhibitory Effects of Leaf Extracts, Flavonols and Indole Alkaloids Isolated from Croton menyharthii. Molecule, 18, 12633-12644. Adhipandito, C.F., 2017. Sintesis Analog Purin (FFUSD-001) dan Studi In Silico Terhadap Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-() Hemopexin Domain sebagai Kandidat Anti-Kanker Payudara. Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Arifiyanto, A., 2001. Pengaruh Penambahan Basa Natrium Hidroksida dan Piridin dalam Sintesis Benzoilanilida. Bauvois, B., 2012. New facets of matrix metalloproteinases MMP-2 and MMP-9 as cell surface transducers: Outside-in signaling and relationship to tumor progression. Biochimica et Biophysica Acta - Reviews on Cancer, 1825 (1), 29–36. Cathcart, J., Pulkoski-Gross, A., and Cao, J., 2015. Targeting matrix metalloproteinases in cancer: Bringing new life to old ideas. Genes and Diseases, 2 (1), 26–34. Chaffer, C.L. and Weinberg, R.A., 2011. A perspective on cancer cell metastasis. Science (New York, N.Y.), 331 (6024), 1559–1564. Dufour, A., Sampson, N.S., Li, J., Kuscu, C., Rizzo, R.C., DeLeon, J.L., Zhi, J., Jaber, N., Liu, E., Zucker, S., and Cao, J., 2011. Small-molecule anticancer compounds selectively target the hemopexin domain of matrix metalloproteinase-9. Cancer Research, 71 (14), 4977–4988. Fessenden, R.J., Fessenden, J.S., 1986. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga. Gialeli, C., Theocharis, A.D., and Karamanos, N.K., 2011. Roles of matrix metalloproteinases in cancer progression and their pharmacological targeting. FEBS Journal, 278 (1), 16–27. IARC, 2018. Latest Global Cancer Data [Press Release]. Available from: https://www.iarc.fr/wp-content/uploads/2018/09/pr263_E.pdf (Accessed: 5 November 2018). Kahl, T., Schroder, K.-W., Lawrence, F.R., Marshall, W.J., Hoke, H., and Jackh, R., 2012. Aniline. Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2, 108– 137. Kemenkes, 2015. InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 18

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Koltunov, K.Y., Sobolev, V.I., and Bondareva, V.M., 2016. Oxidation, oxidative esterification and ammoxidation of acrolein over metal oxides: Do these reactions include nucleophilic acyl substitution? Catalysis Today, 1–5. Ludji, D.P.K.S., 2017. Sintesis Analog Purin (FUSD-002) dan Studi In Silico Terhadap Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Hemopexin Domain sebagai Kandidat Anti-Kanker Payudara. Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Oakwood Products, 2018. Safety Data Sheet: 3,4,5-Trimethoxyaniline [online]. Available from: https://ehslegacy.unr.edu/msdsfiles/31329.pdf (Accessed: 19 Januari 2019). Pavia, D.L., Lampman, G.M., Kriz, G.S., and Vyvyan, J.R., 2015. Introduction to Spectroscopy Fifth Edition. Cengange Learning. Pubchem, 2019. 3,4,5-Trimethoxyaniline | C9H13NO3 - PubChem [online]. Available from: https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/3_4_5trimethoxyaniline#section=Infrared-Spectra (Accessed: 24 Januari 2019). Smith, M.B. and March, J., 2007. March’s Advanced Organic Chemistry. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. Ugarte-Berzal, E., Vandooren, J., Bailón, E., Opdenakker, G., and García-Pardo, A., 2016. Inhibition of MMP-9-dependent degradation of gelatin, but not other MMP-9 substrates, by the MMP-9 hemopexin domain blades 1 and 4. Journal of Biological Chemistry, 291 (22), 1–13. Wahidin, M., Noviani, R., Hermawan, S., Andriani, V., Ardian, A., and Djarir, H., 2012. Population-Based Cancer Registration in Indonesia. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 13 (4), 1709–1710. Welch, D.R., Steeg, P.S., and Rinker-schaeffer, C.W., 2000. Molecular biology of breast cancer metastasis Genetic regulation of human breast carcinoma metastasis. Breast Cancer Research, 2 (6), 1–6. Yousef, E.M., Tahir, M.R., St-Pierre, Y., and Gaboury, L.A., 2014. MMP-9 expression varies according to molecular subtypes of breast cancer. BMC Cancer, 14, 1–12. Zhai, H. and Zhang, X., 2009. A new method for differentiating adducts of common drinking water DBPs from higher molecular weight DBPs in electrospray ionization-mass spectrometry analysis. Water Research, 43 (8), 2093–2100. Zhang, L., Wang, X. jun, Wang, J., Grinberg, N., Krishnamurthy, D.K., and Senanayake, C.H., 2009. An improved method of amide synthesis using acyl chlorides. Tetrahedron Letters, 50 (24), 2964–2966. 19

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN Lampiran 1. Representasi tata letak 96-microwell plate dengan B: buffer, Sp: sampel senyawa arilamida-3, E: enzim MMP-9, dan Sb: substrat disertai dengan volume dalam µL. Lampiran 2. Mekanisme reaksi SNA antara 3,4,5-trimetoksianilin dan 3bromopropionil klorida. 20

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. (a) Sintesis senyawa arilamida-3 pada awal pengadukan, (b) Crude product setelah dibilas dengan aquadest dan dibiarkan mengering. Lampiran 4. (a) Serbuk 3,4,5-trimetoksianilin yang berwarna sedikit kekuningan (b) Serbuk arilamida-3 yang berwarna putih (a) (b) 21

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Hasil Uji Kelarutan Senyawa Arilamida-3 Pelarut Kelarutan Perbandingan Kloroform Larut 1:20 Air Tidak larut 1:1000 Aseton Larut 1:30 Etil asetat Larut 1:20 n-heksana Tidak larut 1:1000 DMSO Larut 1:30 Etanol Agak sukar larut 1:80 Lampiran 6. Mekanisme reaksi antara DAB-HCl dan 3,4,5-trimetoksianilin. 22

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Hasil uji pendahuluan DAB-HCl antara bahan baku dan arilamida-3. Lampiran 8. Profil KLT arilamida-3 (Rf = 0,55) dibandingkan dengan bahan baku (Rf = 0,38). 2 1 = Bahan baku (Rf 0,38) 2 = Arilamida-3 (Rf 0,55) 1 23

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Perhitungan bahan sintesis dan hasil rendemen senyawa arilamida-3. Perhitungan bahan: 1. 3,4,5-trimetoksianilin (BM: 183,2 g/mol) sebanyak 3,59 mmol 3,59 mmol x 183,2 g/mol = 657,69 mg = 0,66 g 2. Piridin (BM: 79,1 g/mol, massa jenis: 0,98 g/mL) sebanyak 3,59 mmol 3,59 mmol x 79,1 g/mol = 283,97 mg = 0,28 g 0,28 g / 0,98 g/mL = 0,290 mL = 290 µL 3. 3-bromopropionil klorida (BM: 171,4 g/mol, massa jenis: 1,7 g/mL) sebanyak 4,00 mmol 4,00 mmol x 171,4 g/mol = 686 mg = 0,69 g 0,69 g / 1,7 g/mL = 0,40 mL = 400 µL Stokiometri reaksi: 3,4,5- + 3-bromopropionil → Arilamida-3 + HCl trimetoksianilin klorida 3,59 mmol 4,00 mmol 3,59 mmol 3,59 mmol 3,59 mmol 3,59 mmol 0,41 mmol 3,59 mmol 3,59 mmol Hasil rendemen: Massa arilamida-3 teoritis (BM: 317 g/mol)= 3,59 mmol x 317 g/mol = 1138,03 mg Massa arilamida-3 yang didapat = 268 mg Rendemen intermediet = 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 𝑥 100% = 268 𝑚𝑔 1138,03 𝑚𝑔 𝑥 100% = 23,5% 24

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Perbesaran spektrum 1H-NMR pada geseran 2,6-4,1 ppm. Lampiran 11. Perbesaran spektrum 1H-NMR pada geseran 6,1-7,9 ppm. 25

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Spektrum inframerah senyawa 3,4,5-trimetoksianilin 26

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BIOGRAFI PENULIS Penulis skripsi berjudul “Sintesis Turunan Arilamida-3 dan Uji Aktivitas In Vitro Terhadap Enzim Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Sebagai Kandidat Anti-Kanker Payudara” memiliki nama lengkap Kevin Cahaya Putra. Penulis lahir di Yogyakarta pada tanggal 6 Maret 1997 sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Iwan Binanto dan Alm. Carla Santoso. Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis diselesaikan di TK Mutiara Persada (2001-2003), SD Tarakanita (2003-2009), SMP Stella Duce 1 (2009-2012), dan SMA Negeri 2 Yogyakarta (2012-2015). Penulis kemudian melanjutkan Pendidikan Sarjana 1 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2015. Selama menempuh kuliah, penulis pernah mendapatkan prestasi berupa Juara II pada lomba Pharmaceutical Industry Case Study (PICS) 2017 di ITB dan terlibat sebagai anggota tim dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang didanai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Selain itu, penulis pernah menjadi Ketua dari grup penelitian Drug Discovery Research Group (DDRG) (2018), Ketua I inisiasi fakultas TITRASI (2017), Koordinator Divisi Perlengkapan dan Table Pharmacy Performance (2016) dan Lomba Cerdas Cermat Kimia (2016), anggota Divisi Perlengkapan inisiasi fakultas TITRASI (2016), anggota Divisi Perlengkapan Pharmacy Performance (2015) dan Road to School (2015). Penulis juga berperan aktif sebagai asisten praktikum Kimia Dasar (2018) dan Kimia Organik (2016-2018). 27

(44)

Dokumen baru

Download (43 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Tampilan Pulasan Imunohistokimia Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Pada Undifferentiated Carcinoma Nasofaring Tipe Regaud Dan Tipe Schmincke
0
55
103
Tampilan Pulasan Imunohistokimia Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Pada Undifferentiated Carcinoma Nasofaring Tipe Regaud dan Tipe Schmincke
0
1
5
Ekspresi Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) pada Nodul Hiperplastik, Adenoma Folikuler dan Karsinoma Folikuler Tiroid
0
0
7
Hubungan Kadar Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Serum dengan Derajat Stenosis Arteri Koronaria - UNS Institutional Repository
0
0
10
Sintesis o-(4-bromobenzoil) piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Sintesis O-(3,4-diklorobenzoil) piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Sintesis o-(4-metilbenzoil) piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (Mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Sintesis o-(4-klorobenzoil)piroksikam dan uji aktivitas analgesik pada mencit (mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
27
Sintesis o-(4-nitrobenzoil)piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
14
Sintesis O-(4-fluorobenzoil) piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (Mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Sintesis O-(4-fluorobenzoil) piroksikam dan uji aktivitas analgesik terhadap mencit (Mus musculus) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
16
Sintesis turunan arilamida-1 dan uji aktivitas in vitro terhadap Enzim Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) sebagai kandidat anti-kanker payudara - USD Repository
0
0
41
Sintesis turunan arilamida-5 dan uji aktivitas in vitro terhadap enzim matrix metalloproteinase-9 (MMP-9) sebagai kandidat anti-kanker payudara - USD Repository
0
0
46
Sintesis Arilamida-4 dan Uji Aktivitas in Vitro terhadap Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) sebagai kandidat anti kanker payudara - USD Repository
0
0
44
Sintesis turunan arilamida-2 dan uji aktivitas in vitro terhadap Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) sebagai kandidat anti-kanker payudara - USD Repository
0
0
47
Show more