Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
197
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA ANGGOTA KELUARGAKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru sekolah Dasar Oleh: Dara Pelangi Paramitasari NIM: 151134159 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk : Yang Utama Dari Segalanya Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah Muhammad SAW. Kedua orang tua tercinta Bapak Mayono dan Ibu Sri Kuniriyah Yang menjadi orang tua dan telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Dosen Pembimbing Tugas Akhirku Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si selaku dosen pembimbing tugas akhir saya, terima kasih banyak pak. Bapak adalah dosen favorit saya. Sahabat dan kekasih yang telah membantu serta memberi motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur” (QS Yusuf: 87) Tetap mencoba walaupun gagal “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyirah: 5) Persiapan terbaik agar bisa bekerja dengan baik esok hari adalah dengan bekerja dengan baik hari ini v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Dara Pelangi Paramitasari Nomor Mahasiswa : 151134159 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA ANGGOTA KELUARGAKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Dara Pelangi Paramitasari Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Inkuiri. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall yang dikembangkan. Ada 10 langkah pengembangan penelitian menurut Bord dan Dall namun peneliti hanya membatasi 7 (tujuh) langkah yaitu 1) potensi dan masalah (wawancara dan observasi), 2) pengumpulan data (hasil wawancara dan observasi), 3) desain produk, 4) validasi desain , 5) revisi produk, 6) uji coba produk, (7) revisi produk, sampai menghasilkan produk akhir yang berupa perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas I Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli pembelajaran inovatif dan penilaian guru Sekolah Dasar kelas I serta penilaian teman sejawat. Kedua validator memberikan skor dengan rata-rata 4,32 dengan katagori “sangat baik” pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memiliki skor 4,30 dengan katagori “sangat baik”. Berdasarkan ujicoba terbatas guru dan teman sejawat memberikan rata-rata skor 4,14 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memberikan rerata skor 4,33 dengan katagori “baik”. Peneliti mendapat rerata skor 4,28 dengan katagori “sangat baik”. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas I Sekolah Dasar yang dikembangkan memiliki kualitas “Sangat Baik”. Kata Kunci : Perangkat pembelajaran, pembelajaran inovatif, model pembelajaran Inkuiri, model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), Kurikulum 2013. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING MEDIA IN SUB-THEME "MY FAMILY MEMBERS" IN CURRICULUM 2013 FOR 1ST GRADERS OF ELEMENTARY SCHOOL Dara Pelangi Paramitasari Sanata Dharma University 2019 This research was done based on an analysis which showed that there was a need of example of innovative learning media which refers to Curriculum 2013 for 1st graders of elementary school. The porpuse of this study is to produce a productin the from of an innovative learning device referring to the Curriculum 2013 for 1st gradeof elementary school students using the learning model of the Pedagogy Reflection Paradigm (PPR) and Inquiry. The researcher used research and development (R&D) steps by Borg and Gall which have been developed. There were 10 R&D steps but the researcher only used 7 steps which were 1) potential and problem (interview and observation), 2) data collection (the result of interview and observation), 3) design of the product, 4) design validation, (5) product revision, 6) product testing, (7) product revision until producing final product in form of innovative learning media for 1st grader of elementary school based on Curriculum 2013. The validation was done by innovative learning expert and the assessment by 1st graders elementary school teacher, and also based on peer assessment. Two validators gave 4,32 as the average score which was categorized as "very good" in the Reflective Pedagogical Paradigm. While, inquiry learning model got 4,30 which was included in "very good" category. Based on the limited testing product, the elementary school teacher and peers gave 4,14 in the Reflective Pedagogical Paradigm. While the inquiry learning model got 4,33 as the average score which was included in "good" category. The researcher got 4,28 as the average score which was categorized as "very good". This score showed that the innovative learning media for 1st graders of elementary school has "very good" quality. Keywords: learning media, innovative learning, inquiry learning model, Reflective Pedagogical Paradigm learning model, Curriculum 2013 ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya kepada penulis, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW yang mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang ini. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penulisan ini tidak dapat terselesaikan tanpa dukungan dari berbagai pihak baik moril maupun materil. Oleh karena itu, peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S. Pd., M. Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si.,M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd.,M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan peneliti selama menyusun skripsi serta memberikan banyak ilmu serta solusi pada setiap permasalahan atas kesulitan dalam penulisan skripsi ini. 5. Drs. Abu Yamin., selaku Kepala Sekolah SD N Dayuharjo yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 6. Daryati, S.Pd., selaku guru kelas I SD N Dayuharjo yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk dan memberi nilai uji coba produk. 7. Ika Serfiani Pratiwi, S.Pd., selaku validator pakar pembelajaran inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dan melakukan validasi produk. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Gabriella Primandari, selaku penilai teman sejawat yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk dan memberi nilai uji coba produk. 9. Kedua orang tua, ayah tercinta Maryono dan ibunda tersayang Sri Kuniriyah, S.Pd yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tiada henti-hentinya kepada peneliti. 10. Lejar Pamungkas, yang telah membantu dan memberikan semangat setiap harinya dalam penyelesaian skripsi ini. 11. Sahabat-sahabat saya Dipta, Mia, Anugrah, Dinda yang selalu memberi dukungan dan motivasi. 12. Seluruh teman-teman mahasiswa payung perangkat pembelajaran inovatif yang selalu memberi bantuan dan motivasi kepada peneliti. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki peneliti. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN........................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS........................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL............................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6 E. Batasan Istilah .............................................................................................. 6 F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan ...................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 11 A. Kajian Pustaka............................................................................................ 11 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013.......................................................... 11 2. Keterampilan Dasar Abad 21 ................................................................. 18 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 19 4. Pembelajaran Inovatif............................................................................. 25 B. Penelitian yang Relevan ............................................................................. 45 C. Kerangka Pikir ........................................................................................... 47 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................. 49 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 50 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 50 B. Setting Penelitian........................................................................................ 53 C. Prosedur Pengembangan ............................................................................ 54 D. Uji Coba Terbatas ..................................................................................... 57 1. Subjek Uji Coba Terbatas....................................................................... 57 2. Instrumen Penelitian ............................................................................... 57 3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 66 4. Teknik Analisis Data .............................................................................. 67 E. Jadwal Penelitian........................................................................................ 72 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 73 A. Analisis Kebutuhan .................................................................................... 73 1. Hasil wawancara analisis kebutuhan ...................................................... 73 2. Pembahasan Hasil Wawancara dan Analisis Kebutuhan ....................... 78 B. Deskripsi Produk awal ............................................................................... 79 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ................................................................ 83 1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013..................................................... 83 2. Revisi Produk ......................................................................................... 92 D. Uji Coba Terbatas ...................................................................................... 94 1. Data uji coba terbatas ............................................................................. 94 2. Revisi Produk ....................................................................................... 100 E. Kajian Produk Akhir ................................................................................ 101 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan............................................................. 105 1. Hasil Penelitian..................................................................................... 105 2. Pembahasan .......................................................................................... 106 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN ............................................................................................................... 114 A. Kesimpulan .............................................................................................. 114 B. Keterbatasan Pengembangan ................................................................... 114 C. Saran......................................................................................................... 115 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 116 LAMPIRAN ....................................................................................................... 119 BIODATA PENULIS ........................................................................................ 181 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tabel Kisi-Kisi Pedoman Wawancara ................................................ 58 Tabel 3.2 Observasi Guru ................................................................................... 59 Tabel 3.3 Observasi Siswa .................................................................................. 60 Tabel 3.4 Lembar Validasi Model Pembelajaran Inkuiri .................................... 61 Tabel 3.5 Lembar Validasi Model Pembelajaran PPR........................................ 64 Tabel 3.6 Konversi Nilai Skala Lima .................................................................. 69 Tabel 3.7 Konversi Skala Lima ........................................................................... 70 Tabel 3.8 Tindak Lanjut Katagori Penilaian Produk .......................................... 71 Tabel 3.9 Jadwal penelitian ................................................................................. 72 Tabel 4.1 Komentar pakar dan revisi model pembelajaran (PPR) ...................... 88 Tabel 4.2 Komentar pakar dan revisi model pembelajaran Inkuri ...................... 90 Tabel 4.3 Komentar Guru SD dalam uji coba kelas IB dan revisi Model Pembelajaran PPR ............................................................................... 98 Tabel 4.4 Komentar teman sejawat dalam uji coba kelas IB dan revisi Model Pembelajaran PPR ............................................................................... 98 Tabel 4.5 Komentar Guru SD dalam uji coba Kelas IB dan revisi Model Pembelajaran Inkuri ............................................................................ 99 Tabel 4.6 Komentar teman sejawat dalam uji coba Kelas IB dan revisi Model Pembelajaran Inkuri ........................................................................... 99 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif dan Penilaian Uji Coba .............................................................................. 106 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Desain PPR ...................................................................................... 37 Gambar 2.2 Literature Map ................................................................................ 46 Gambar 2.3 Kerangka Berpikir ........................................................................... 48 Gambar 3.1 Bagan Langkah-langkah dan Pengembangan menurut Borg and Gall menurut Sugiyono ........................................................................... 51 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan ................................................................. 55 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Pedoman Wawancara .................................................................... 120 Lampiran 2 : Pedoman Observasi ....................................................................... 121 Lampiran 3 : Rangkuman Hasil Wawancara ...................................................... 123 Lampiran 4 : Hasil Observasi Guru .................................................................... 130 Lampiran 5 : Hasil Observasi Siswa ................................................................... 133 Lampiran 6 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif ....... 134 Lampiran 7 : Pernyataan uji coba produk pada guru .......................................... 140 Lampiran 8 : Pernyataan uji coba produk pada siswa ......................................... 141 Lampiran 9 : Hasil Validasi Produk Pakar 1 ....................................................... 142 Lampiran 10 : Hasil Validasi Produk Pakar 2 ..................................................... 155 Lampiran 11 : Hasil uji coba dinilai guru SD ..................................................... 170 Lampiran 12 : Hasil uji coba dinilai teman sejawat ............................................ 174 Lampiran 13 : Surat Wawancara dan Observasi ................................................. 177 Lampiran 14 : Surat Izin Penelitian .................................................................... 179 Lampiran 15 : Surat Pernyataan Kepala Sekolah................................................ 179 Lampiran 16 : Dokumentasi uji coba produk ..................................................... 180 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah proses untuk mengubah jati diri seseorang peserta didik lebih maju. Melalui pendidikan, proses mengubah jati diri seseorang peserta didik bisa terlaksanakan dengan fasilitas-fasilitas pendidikan lainnya. Selain itu, kurikulum dalam pendidikan juga mempengaruhi berubahnya jati diri seseorang. Kurikulum di Indonesia saat ini sudah menggunakan Kurikulum 2013 yang sangat menekankan pendidikan berkarakter. Menurut Mulyasa (2013: 7) Kurikulum 2013 yang berbasis karakter diharapkan mampu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang. Peserta didik dapat menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari seperti yang dijelaskan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan RI. Guru sebagai peranan utama dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan maka dalam Kurikulum 2013 guru dituntut harus mampu menerapkan pembelajaran inovatif dalam pembelajarannya. Sesuai dengan pendapat Mulyasa (2013: 99), dalam Kurikulum 2013 untuk mewujudkan implementasiya, guru dituntut secara profesional merancang pembelajaran efektif dan bermakna, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan. Pembelajaran inovatif dapat dibentuk dengan menggunakan metode, model dan teknik pembelajaran yang bervariasi. Siswa mampu menerima dan mengolah informasi dengan baik dari guru, jika siswa dapat 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 mengeluarkan informasi yang telah diolah tersebut. Demikian konsep pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat benar-benar terwujud, sehingga arah informasi dalam pembelajaran tidak hanya satu arah dari guru ke siswa, tetapi bisa dua arah dengan peran aktif peserta didik. Metode, model dan teknik pembelajaran dapat diwujudkan melalui perangkat pembelajaran yang digunakan guru. Zuhdan, dkk (2011: 16) menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Guru profesional harus mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis, dan sistematis. Persiapan mengajar yang dikembangkan guru memiliki makna yang cukup mendalam bukan hanya kegiatan rutinitas untuk memenuhi kelengkapan administrative. Persiapan mengajar merupakan cermin dari pandangan, sikap dan keyakinan profesional guru mengenai apa yang terbaik untuk persiapan mengajar yang matang sebelum melaksanakan pembelajaran, baik persiapan tertulis maupun tidak tertulis (Darmadi, 2009:117). Persiapan mengajar guru dapat dilihat dari perangkat yang guru sediakan. Hal yang akan dilakukan guru dalam proses pembelajaran harus sudah terencana dalam beberapa perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk mengajar. Guru profesional harus mempunyai perangkat pembelajaran inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Kenyataan di lapangan banyak guru hanya menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada tanpa mengubah sedikitpun dari masing-masing perangkat pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan guru mengajar dengan cara yang biasa tanpa ada gaya belajar dalam pembelajaran inovatif yang diterapkan kepada siswa. Proses pembelajaran hanya bersifat monoton, guru hanya menyampaikan materi melalui ceramah sedangkan siswa mendengarkan serta mencatat. Kondisi ini terbukti ketika peneliti melakukan wawancara dan observasi dengan guru kelas I di dua Sekolah Dasar yang berbeda di Yogyakarta. Peneliti

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 melakukan wawancara dan observasi di SD N Dayuharjo pada kelas IB dan SD N Kledokan pada kelas I. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi guru yang dilakukan di kedua sekolah tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kesulitan yang dialami kedua guru hampir sama yaitu belum mengetahui mengenai perangkat pembelajaran inovatif khususnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menerapkan beberapa model dan metode dengan baik dan terperinci. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan informasi, kurangnya contoh-contoh penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inovatif dan alat serta media pembelajaran yang tidak memadai. Padahal kedua guru tersebut sama-sama sudah melakukan pelatihan Kurikulum 2013 namun, masih belum paham secara mendalam mengenai perangkat pembelajaran khususnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selain itu, ketika peneliti menanyakan bagaimana cara guru membuat indikator yang disesuaikan dengan tingkatan kata kerja operasional yang telah direvisi, kedua guru menjawab mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah ada dan hanya meniru dari buku guru. Kedua guru juga jarang menggunakan pendekatan saintifik 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut menyebabkan guru hanya menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada dan mengakibatkan cara mengajar di kelas hanya menggunakan metode ceramah tanpa ada komunikasi antar guru dan siswa. Pengetahuan guru dari SD N Dayuharjo dan guru SD N Kledokan hampir sama yaitu mengetahui model dan metode pembelajaran inovatif tetapi mereka tidak dapat menerapkan serta membuat perangkat pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa guru-guru Sekolah Dasar membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan pada kelas I sekolah dasar dan dapat dijadikan sebagai referensi mengajar. Pengembangan

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 perangkat pembelajaran inovatif yang diterapkan peneliti yaitu pada siswa kelas I dalam subtema anggota keluargaku. Peneliti memilih subtema anggota keluargaku karena dalam subtema anggota keluargaku secara garis besar membahas tentang anggota keluarga di rumah. Anggota keluarga yang dibahas dalam sub tema ini yaitu ayah, ibu, kakak dan adik, sehingga siswa dapat menerima informasi-informasi mengenai materi yang disampaikan guru dengan bantuan tugas-tugas pendukung. Hal tersebut dapat memudahkan siswa dalam menghafal anggota keluarga inti yang ada. Peneliti memilih penelitian siswa kelas I karena di kelas I model pembelajaran dapat diterapkan dengan asyik dan menyenangkan. Terutama pada siswa kelas I yang hampir seluruh materi dapat didesain dengan proses pembelajaran yang bervariasi agar tidak membosankan. Pembelajaran yang bervariasi seperti bernyanyi, menggambar, menempel, mewarnai, dan membuat karya. Semua kegiatan tersebut dikaitkan dengan beberapa mata pelajaran dengan kongkrit, sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa dalam belajar. Peneliti memiliki beberapa alasan melakukan uji coba di SD N Dayuharjo. Melalui wawancara dan observasi ketika guru mengajar, terlihat sekali guru belum menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Selain itu, siswa kelas IB terlihat kurang berinteraksi dengan guru. Berdasarkan alasan tersebut peneliti ingin melakukan uji coba di SD N Dayuharjo, agar pembelajaran di kelas dapat sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 dan mengembangkan keterampilan abad 21. Subtema anggota keluargaku diaplikasikan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu, Model Inkuiri dan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Peneliti mengembangkan Model Pembelajaran Inkuiri karena ingin melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran secara mandiri. Siswa dapat mengingat dan paham terhadap materi pembelajaran. Hal tersebut terjadi karena pengetahuan atau

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 informasi yang siswa peroleh berdasarkan pengalaman belajar secara mandiri lebih autentik. Pengalaman belajar yang autentik terjadi ketika siswa menemukan sendiri jawaban akan pertanyaan-pertanyaan yang juga mereka ajukan sendiri saat proses pembelajaran. Melalui pembelajaran tersebut siswa menjadi terlatih dan terbiasa menghadapi permasalahan yang ditemui. Selain menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri peneliti juga akan menerapkan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan pola pikir pribadi manusia dan menekankan pendidikan karakter pada siswa dari dini. Siswa dapat berorientasi pada nilai-nilai pendidikan yang menuntut (1) proses pembelajaran dalam kerangka moral dan intelektual, (2) proses yang bergulat dengan isu-isu penting, (3) nilai-nilai kehidupan yang kompleks. Dalam model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) siswa dapat mengambil peran yang penting dalam kegiatan belajarnya. Siswa berefleksi, menimbang, dan memilih pengalaman-pengalamannya untuk menemukan dirinya yang asli. Melalui cara tersebut siswa dapat mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan hati nuraninya. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif sebagai sarana pendukung guru mengajar di kelas dengan produk berupa program tahunan (Prota), program semester (Promes), silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian, LKPD, rangkuman materi, media, dan lembar refleksi. B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar?

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 C. Tujuan Penelitian Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti Peneliti dapat mengimplementasikan dan mempraktekkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. 2. Bagi guru Guru memiliki panduan dalam menerapkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. 3. Bagi sekolah Sekolah dapat memiliki referensi contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu kurikulum 2013. E. Batasan Istilah 1. Pembelajaran Inovatif merupakan pembelajaran yang memberikan variasi dalam belajar dan mewajibkan agar siswa menerima pengetahuan secara mandiri dari aktivitas yang dilakukan yang bertujuan memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalamannya di kelas. 2. Perangkat Pembelajaran Inovatif merupakan perangkat yang digunakan guru sebagai pegangan ketika melakukan proses belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan ide-ide baru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Dalam hal ini peneliti membatasi perangkat pembelajaran inovatif adalah Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus. 3. Kurikulum SD 2013 merupakan seperangkat rencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 sebelumnya. Dalam kurikulum 2013 mengembangkan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. 4. Model pembelajaran inovatif yang peneliti gunakan yaitu Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 5. Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran dengan kegiatan yang memfokuskan siswa aktif untuk memiliki pengalaman belajar dalam mencari konsep-konsep tertentu. Langkah dalam model inkuiri ada 5 yaitu identifikasi, membuat hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, mengambil kesimpulan. 6. Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan model pembelajaran yang secara tidak langsung membentuk pendidikan karakter siswa dari pengalaman-pengalaman belajar di lingkungan melalui refleksi dan aksi. Terdapat 5 tahapan dalam Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Roman” dengan spasi 1,5 supaya terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Produk yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 7. Perangkat Pembelajaran Program tahunan (Prota) Rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponenkomponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). 8. Perangkat pembelajaran program semester (Promes) Merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 9. Perangkat pembelajaran silabus Merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 10. Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, tipe dan metode; 5) sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) lampiran yang berisi materi pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam set. 11. Mengandung karakteristik Kurikulum SD 2013 Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Kurikulum pendidikan karakter pada siswa 2013 terdapat dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu menerapkan taksonomi bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan keterampilan dasar abad 21 Mengembangkan empat ketrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), (collaborative), dan komunikasi (communicative). kerjasama

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 13. Sesuai dengan karakteristik setiap model pembelajaran inovatif yang digunakan. Adanya dua model yang dikembangkan yaitu Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Empat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Model Pembelajaran Inkuiri dan dua Rencana menggunakan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 14. Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar Terpadat enam set post test untuk setiap satu subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 15. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Panduan Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Sanjaya (dalam Yani, 2014: 06) kurikulum merupakan masalah yang tidak sebatas pada merumuskan desain atau program pembelajaran di kelas, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar dalam arti yang lebih luas. Sedangkan menurut Arifin (2011: 1) Kurikulum merupakan salah satu alat ukur untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang meningkatkan dan menyeimbangkan soft skill dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi, sikap, keterampilan Fadilla (2014: 16). Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sarat akan pendidikan karakter. Penggunaan istilah baru dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yaitu istilah Kompetensi Inti atau KI. Lahirnya konsep KI diawali dari pengelompokan kompetensi pokok atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Awalnya, kompetensi sikap hanya ada satu rumusan saja, namun setelah ada pendalaman materi maka arti sikap dibedakan antara sikap spiritual dan sikap sosial Yani (2014:54). Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis karakter dan kompetensi Mulyasa (2013: 7) Kurikulum 2013 tidak hanya menekankan kepada pengusaan kompetensi siswa, melainkan juga pembentukkan karakter. Sesuai dengan kompetensi inti (KI) yang 11

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 telah ditentukan oleh Kemendikbud, KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukkan karakter siswa sedangkan KI 3 dan KI 4 berkaitan dengan penguasaan kompetensi siswa. Dapat disimpulkan dari pengertian-pengertian ahli di atas kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya. Dalam Kurikulum 2013 mengembangkan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. a. Pembelajaran Terpadu Menurut Hadisubroto (dalam Murfiah 2017: 10) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan belajar anak, maka pembelajaran menjadi bermakna. Susanto (2013: 94) menyebutkan pembelajaran terpadu memungkinkan serta ilustrasi pembelajaran yang dapat mencapai beberapa target konsep yang dalam beberapa mata pelajaran. Menurut Joni (dalam Murfiah 2017: 10) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok, aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan autentik. Pembelajaran terpadu akan terjadi apabila peristiwa-peristiwa autentik atau eksplorasi topik/ tema menjadi pengendali dalam kegiatan pembelajaran. Dengan berpartisipasi di dalam eksplorasi tema/ peristiwa tersebut, siswa belajar belajar tentang proses dan isi beberapa mata pelajaran secara serempak. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang pembelajaran sudah terpadu mereka diyakini pahami. sebagai Kecenderungan pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak (Developmentally Appropriate Practice). Pembelajaran terpadu lebih menekankan keterlibatan anak dalam belajar, membuat anak secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dam pembuatan keputusan. Pendekatan ini lebih mungkin menjadi sesuatu yang dikemukakan oleh John Dewey dengan konsep Learning by Doing-nya (dalam Tim Pengembang PGSD, 2001: 7) Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang memfokuskan siswa lebih aktif menemukan konsep pengetahuan secara holistik, bermakna, otentik dalam menggabungkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. b. Pendidikan Karakter Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya Megawangi (dalam Kesuma, 2002: 5). Hal lain dikatakan oleh Koesoma (2015: 124) pendidikan karakter adalah pola pendidikan yang lebih berkaitan dengan bagaimana menanamkan nilai-nilai tertentu dalam diri anak didik di sekolah. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis karakter dan kompetensi. Mulyasa (2013: 7) Kurikulum 2013 tidak hanya menekankan kepada pengusaan kompetensi siswa, melainkan juga

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 pembentukkan karakter. Sesuai dengan kompetensi inti (KI) yang telah ditentukan oleh Kemendikbud, KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukkan karakter siswa sedangkan KI 3 dan KI 4 berkaitan dengan penguasaan kompetensi siswa. Menurut pengertian ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan pendidikan yang menekankan siswa mempunyai karakter dan diharapkan dapat melakukan tindakan-tindakan yang bersifat mulia. c. Pendekatan Saintifik 1) Pengertian Pendekatan Saintifik Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan (mengamati untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan” Hosnan (2014:34). Pendekatan saintifik berkaitan erat dengan metode saintifik. Metode saintifik (ilmiah) pada umumnya melibatkan kegiatan pengamatan atau observasi yang dibutuhkan untuk perumusan hipotesis atau mengumpulkan data. Metode ilmiah pada umumnya dilandasi dengan pemaparan data yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan. Oleh sebab itu, kegiatan percobaan dapat diganti dengan kegiatan memperoleh informasi dari berbagai sumber (Sani, 2014: 51). Menurut (Yani dan Mamat, 2018: 1) mengartikan saintifik yaitu bersifat saintifik bersifat science artinya pengetahuan atau mengetahui. Saat ini kata sains diartikan sebagai ilmu pengetahuan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 yang mempelajari rahasia alam, sehingga dapat diungkap dan dipahami oleh manusia. 2) Karakteristik Pendekatan Saintifik Daryanto (2014:53) metode saintifik memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) berpusat pada siswa, (2) melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengkontruksi konsep, hukum atau prinsip, (3) melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, (4) dapat mengembangkan karakter siswa. 3) Langkah-langkah Pendekatan Saintifik Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Langkah-langkah pendekatan saintifik menurut Daryanto (2014:60) dalam proses pembelajaran disajikan sebagai berikut : 1. Mengamati (observasi) Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan pembelajaran (meaning full learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik merasa senang dan tertantang dan mudah pelaksanaannya. 2. Menanya Dalam kegiatan mengamati guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat atau disimak. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 3. Menalar Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif secara deduktif dalam menyimpulkan. 4. Mencoba Hal yang dilakukan untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. 5. Mengkomunikasikan Pada pendekatan saintifik guru diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang menekankan aktifitas siswa secara langsung melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan. d. Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi (HOTS) Menurut Saputra (2016:91) HOTS ini sendiri merupakan suatu proses berpikir anak didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari beberapa konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran pembelajaran seperti metode problem solving. Menurut Gunawan dalam (Anugrah 2012:171) menyatakan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) adalah proses berpikir yang mengharuskan murid untuk memanipulasi ide-ide atau informasi

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 dalam cara tertentu yang memberikan mereka pengertian atau implikasi baru. Berdasarkan pembahasan pengertian keterampilan berpikir tingkat tinggi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tinggi merupakan cara seseorang menggabungkan informasi baru dengan informasi yang sudah ada dalam ingatannya dan serta mengembangkan informasi tersebut untuk menemukan suatu atau mencapai tujuan dalam memecahkan masalah yang sulit dipecahkan. e. Penilaian Autentik Penilaian autentik merupakan bentuk penilaian yang melibatkan peserta didik dalam persoalan yang berguna atau pertanyaan penting sehingga peserta didik harus menggunakan pengetahuan untuk menunjukkan kinerja secara efektif dan kreatif Grant Wiggins (dalam Sani, 2016: 23). Menurut Muslich (dalam Hosnan, 2014: 387) Penilaian autentik merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi tentang perkembangan pengalaman belajar siswa. Gambaran perkembangan pengalaman belajar siswa perlu diketahui oleh guru setiap saat agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Penilaian otentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan Hosnan (2014:387). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian autentik yaitu penilaiaan secara menyeluruh untuk menilai segala aspek hasil belajar (sikap, pengetahuan dan keterampilan) sesuai dengan proses belajar siswa.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2. Keterampilan Dasar Abad 21 Abad ke 21 adalah abad yang penuh harapan dan juga ancaman. Penuh pengharapan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dibandingkan dengan empat abad sebelumnya, sehingga manusia dapat memperoleh kemudahan dan memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya (Yani dan Mamat, 2018: 41). Tuntutan dunia masa depan menurut anak untuk memiliki kecakapan berpikir dan belajar kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan pemecahan masalah, kecakapan berpikir kritis, kolaborasi, kecakapan berkomunikasi, dan kecakapan kreativitas (Hosnan, 2014: 87). Model pembelajaran yang diharapkan dikembangkan untuk era kekinian/ abad 21 menurut Hosnan (2014: 87) adalah sebagai berikut: a. Communication Skill Model ini siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya. b. Collaboration Skill Siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan cara lain, menempatkan empati pada tempatnya menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas secara pribadi, pada tempat belajar dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. c. Critical Thinking And Problem Solving Skill Pada model ini siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit,

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 memahami interkoneksi antar sistem. Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang di hadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisis dan menyelesaikan masalah. d. Creativity and Innovation Skill Model dan metode serta keterampilan yang akan digunakan dalam pembelajaran masa kini dituntut untuk lebih bersifat multimodel dan multimetode dan real world problem, sehingga model pembelajaran berbasis proyek lebihh banyak dituntut. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta meninggalkan perlakuan yang bersifat menyamakan semua siswa, tetapi lebih bersifat individual. Kecakapan yang bersifat multi intelegensi menuntut guru untuk mampu mengakomodasi semua perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang kompetitif bergeser menjadi pembelajaran yang kolaboratif. Kondisi anak sekarang adalah digital native, sedangkan guru masih bersifat digital immigrant. 3. Perangkat Pembelajaran Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Ibrahim (dalam Trianto, 2010: 96) berpendapat bahwa perangkat pembelajaran merupakan perangkat yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang terdiri dari buku siswa, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Intrumens Evaluasi, serta media pembelajaran. Suprihatiningrum (Yahya dkk, 2014) menyatakan bahwa segala sesuatu yang dipersiapkan guru sebelum melaksanakan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 kegiatan proses pembelajaran dinamakan dengan perangkat pembelajaran. Inovatif adalah kemampuan memperkenalkan atau mengembangkan sesuatu yang baru, baik berupa ide maupun materi. Menurut UU No. 19 Tahun 2002, inovatif adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau pun perekayasaan yang dilakukan dengan tujuan melakukan pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau pun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau pun proses produksinya. Sesuai pemaparan ahli di atas perangkat pembelajaran inovatif merupakan perangkat yang digunakan guru sebagai pegangan ketika melakukan proses belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan ide-ide baru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran inovatif dimulai dari manapun sesuai di dalam siklus pengembangan perangkat. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang dapat dilakukan dalam suatu produk yang meliputi: Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat dengan model yang berbeda dari perangkat pembelajaran pada biasanya. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa: (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Promes), (3) Silabus, dan (4) RPP. a. Program Tahunan (Prota) Program tahunan (Prota) berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan guru selama satu tahun pelajaran, seperti berapa jumlah minggu efektif dalam satu tahun pelajaran, berapa jumlah minggu tidak efektif dalam satu tahun pelajaran Kunandar (2014: 3). Program Tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program Tahunan dipersiapkan sebelum tahun pelajaran karena Program Tahunan merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, seperti Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kemendikbud (2016: 36). Langkah-langkah perancangan Program Tahunan (Prota) : 1. Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas. 2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif pada kalender akademik. 3. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun. 4. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam subtema. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan (Prota) : a. Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) b. Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Jadi dapat disimpulkan bahwa Program Tahunan (Prota) adalah program satu tahun penuh tahun pelajaran yang berisi rencana pelaksanaan pembelajaran bertujuan untuk melihat kegiatan yang akan dicapai dalam satu tahunan melihat minggu efektif serta minggu tidak efektif dalam satu tahun. b. Program Semester (Promes) Program Semester berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakuka guru selama satu semester, seperti berapa jumlah minggu efektif dalam satu semester, berapa jumlah minggu tidak efektif dalam satu semester, berapa kali ulangan harian (UH), dalam satu semester dan waktu pelaksanaannya, kapan Ulangan Tengah Semester (UTS) dilaksanakan. Program semester adalah program yang berisikan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut Kunandar (2014: 3). Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan Kemendikbud (2016: 38). Langkah-langkah perencanaan Program Semester (Promes) : 1. Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan. 2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). 3. Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (MBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun. 4. Menghitung jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku. 5. Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk satuan subtema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi. Komponen-komponen dalam menyusun Program Semester (Promes): a. Identitas (antara lain satuan pendidikan, muatan pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran) b. Format isian (antara lain tema, sub tema, pembelajaran ke alokasi waktu, dan bulan yang terperinci per minggu, dan keterangan yang diisi kapan pelaksanaan pembelajaran berlangsung). Menurut pengertian di atas, program semester merupakan bagian dari program tahunan yang harus disusun setelah adanya program tahunan, yang bertujuan untuk melihat kegiatan yang akan dicapai dalam satu semester.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 c. Silabus Silabus adalah rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu tahun pembelajaran. Silabus didefinisikan sebagai sebagai garis besar, ringkasan, ihktisar atau pokok-pokok isi materi pelajaran. Silabus berisi materi kurikulum yang telah diseleksi, dikelompokkan, diurutkan dan diukur kedalamnya berdasarkan pertimbangan jenjang dan kelas (Yani dan Mamat, 2018: 139). Menurut (Majid dan Rochaman, 2014: 243-244) menyatakan bahwa silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Trianto (2014: 246) menyebutkan bahwa silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Langkah dalam menyusun silabus menurut Warwanto (2009: 64): 1. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar 2. Merumuskan indikator dan kompetensi siswa 3. Menentukan materi pokok 4. Mengembangkan kegiatan pembelajaran 5. Menentukan jenis penilaian 6. Menentukan sumber belajar dan media belajar 7. Menentukan alokasi waktu Komponen silabus meliputi rumusan standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber atau bahan atau alat peraga. Sesuai dengan pengertian di atas, silabus merupakan panduan yang digunakan guru untuk menyusun rencana pembelajaran yang mencakup kegiatan, materi secara keseluruhan.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, bahwa tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. (Majid dan Rochman 2014: 261) menyebutkan bahwa RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Menurut Warwanto (2009: 65), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar Hosnan (2014: 98). Komponen RPP menurut Hosnan (2014: 98) adalah sebagai berikut: 1) Identitas sekolah, yaitu nama satuan pendidikan. 2) Identitas mata pelajaran atau tema/ subtema. 3) Kelas/ semester. 4) Materi pokok. 5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. 6) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. 8) Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. 9) Metode pembelajaran digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang ditentukan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai. 10) Media pembelajaran berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran. 11) Sumber belajar dapat berupa buku media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. 12) Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup 13) Penilaian hasil belajar. Menurut pengertian ahli di atas dapat disimpulkan bahwa RPP merupakan pedoman pembelajaran yang berisikan kegiatan pembelajaran dalam satu pertemuan yang bertujuan mencapai kompetensi yang ditentukan. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif pada saat ini sangat penting untuk kemajuan pembelajaran di sekolah-sekolah dasar. Banyak guruguru ingin mengetahui dan mempelajarinya untuk bisa diterapkan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 dalam pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 guru dituntut harus mampu menerapkan pembelajaran inovatif, agar siswa mampu menerima materi-materi yang disampaikan dan mampu bertindak aktif di kelas. Selain itu siswa juga akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuan secara mendiri (Self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peeer mediated instruction). Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma kontruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru Darmadi (2017: 92). Menurut Suyatno (2009: 06) mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas guru atas dorongan gagasan baru untuk melakukan langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Hal lain dikatakan Nurdin dan Hamzah (2015: 106) berpendapat bahwa pembelajaran inovatif merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Sesuai dengan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang memberikan variasi dalam belajar dan mewajibkan agar siswa menerima pengetahuan secara mandiri dari aktivitas yang dilakukan yang bertujuan memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalamannya di kelas. b. Prinsip Pembelajaran Inovatif Menurut Suyatno (2009: 7) menerangkan bahwa paradigma pembelajaran inovatif mampu memfasilitasi siswa untuk

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 mengembangkan kecakapan hidup dan siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsipprinsip (1) pembelajaran, bukan pengajaran (2) guru sebagai fasilitator, bukan instruktur (3) siswa sebagai subjek, bukan objek (4) multimedia, bukan monomedia (5) sentuhan manusiawi, bukan hewani (6) pembelajaran induktif, bukan induktif (7) materi bermakna siswa, bukan sekedar dihafal (8) keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Menurut Anggar (2011) pembelajaran Inovatif memiliki kelebihan sebagai berikut: 1) Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Pembelajaran inovatif melatih siswa untuk berpikir kreatif sehingga siswa mampu memunculkan ide-ide baru yang positif. Di dalam pembelajaran ini siswa dapat mengembangkan kreativitasnya, sehingga bisa menemukan hal-hal baru di era globalisasi ini. 2) Menuntut kreativitas guru dalam mengajar. Dalam hal ini guru dituntut untuk tidak monoton, maksudnya guru harus memunculkan inovasi-inovasi baru dalam proses pembelajaran. Kreativitas guru sangat diperlukan agar proses pembelajaran tidak membosankan. 3) Hubungan antara siswa dan guru menjadi hubungan yang saling belajar dan saling membangun. Guru dan siswa bersama-sama membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan dalam kelas sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa terwujud. 4) Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Pembelajaran inovatif akan membuat siswa berpikir kritis dalam menghadapi masalah.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 5) Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Dunia pendidikan akan lebih berwarna, tidak monoton dan akan terus berkembang menjadi semakin baik. Hal ini akan mempengaruhi dunia kerja yang nantinya akan dijalani setiap orang. 6) Proses pembelajaran dirancang, disusun, dan dikondisikan untuk siswa agar belajar Siswa harus bisa menempatkan diri dengan baik, siswa tidak boleh hanya diam tapi harus merusaha memotivasi dirinya sendiri agar berkembang. Pembelajaran inovatif akan membangkitkan semangat siswa untuk menjadi yang terbaik. d. Pembelajaran Inovatif yang Dikembangkan 1) Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) A. Pengertian Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) PPR Reflektif. adalah singkatan Suatu dari pendekatan pembelajaran yang menggunakan unsur utama refleksi atas apa yang dipelajari baik bagi siswa dan guru sendiri. Dalam model ini setelah guru menjelaskan bahan dan siswa mempelajari bahan, guru dan siswa berefleksi mengenai: (1) apakah pembelajaran ini berguna bagi hidupku dan bagi orang lain; (2) apa yang dapat dipetik bagi kehidupan selanjutnya Suparno (2015:18). PPR merupakan pola pikir (paradigm = pola pikir) dalam menumbuhkembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kristiani/ kemanusiaan (pedagogi reflektif = pendidikan kristiani=kemanusiaan). Pola pikirnya dalam membentuk pribadi, siswa diberi pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi dengan pertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut (Penerbit Kanisius, 2008: 39). Paradigma yang digunakan adalah dalam bentuk pribadi, siswa melakukan pengalaman akan suatu nilai kemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan refleksi yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai pengalaman tersebut, dan selanjutnya siswa diberikan pertanyaan aksi agar siswa dapat membuat niat atau berbuat sesuai dengan hati nurani. Dapat disimpulkan model pembelajaran PPR merupakan model yang secara tidak langsung membentuk pendidikan karakter siswa dari pengalaman-pengalaman belajar di lingkungan melalui refleksi dan aksi. Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran, tetapi Paradigma Pedagogi Reflektif dapat dijadikan suatu model pembelajaran, metode pembelajaran dan suatu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Menurut pendapat berbagai ahli di bawah yang menyatakan setiap pengertian yang dapat peneliti simpulkan bahwa Paradigma Pedagogi Reflektif dapat dijadikan sebagai model pembelajaran, karena dalam Paradigma Pedagogi Reflektif juga terdapat beberapa sintaks atau tahapan untuk menerapkannya. Pendekatan adalah suatu jalan cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau peserta didik dalam pencapaian tujuan pengajaran apabila kita melihatnya dari sudut bagaimana proses pengajaran atau materi pengajaran itu dikelola (Lefudin, 2017: 237). Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar Soekamto (dalam Shoimin, 2014: 23). Strategi pembelajaran adalah kegiatan interaksi antara siswa dengan guru dan lingkungan sebagai sumber belajar (Lefudin, 2017: 16). Metode pembelajaran merupakan teknik bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas yang baik secara individual ataupun secara kelompok agar pelajaran itu dapat diserap dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik (Darmadi, 2012:175). B. Tujuan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) Pelaksanaan pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan upaya mempertajam model-model pembelajaran sebelumnya, dengan yang telah memasukkan dikembangkan unsur-unsur yang terkandung dalam Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan fokus pencapaian tujuan pembelajaran yang melipusi 3C (competence, conscience, dan compassion). Menurut PEMP dan LPM Universitas Sanata Dharma (2008: 22-13) 1. Competence Competence adalah kemampuan kognitif/ keterampilan siswa yang sesuai dengan bidangnya. Kemampuan kognitif siswa mempunyai keragaman kemampuan yang dimiliki. Keragaman kemampuan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 termasuk dalam kemampuan akademis ( berpikir reflektif, kritis, imajinatif, dan kreatif), keterampilan kejuruan, olahraga, dan keterampilan komunikasi. Pada Kurikulum 2013, Competence termasuk dalam KI-3 dan KI-4. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan sedangkan (KI-4) untuk kompetensi inti ketrampilan. Pada Kompetensi Inti-3 (KI3) untuk pengetahuan dijabarkan mengenai pengetahuan yang akan diperoleh peserta didik. Menurut Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 mendeskripsikan kompetensi pengetahuan yaitu memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Haltersebut dilakukan dengan cara mengamati, menanya, mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan bendabenda yang Kompetensi dijumpainya keterampilan di dapat lingkungan sekitar. dilakukan dengan menunjukan keterampilan berpikir dan bertindak (kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif) dengan bahasa yang jelas, sistematis, logis, dalam karya yang estetis, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai tahap perkembangan. 2. Conscience Conscience adalah kemampuan afektif untuk moral. Dalam hal ini mempunyai hati nurani atau suara hati yang dapat membedakan baik dan tidak baik. Selain berkembang kompetensinya, peserta didik juga perlu dikembangkan suara hatinya. Hal ini dimaksudkan supaya peserta didik dengan jelas mengerti dan mendeteksi apakah sesuatu hal atau tindakan itu baik dan tidak baik sehingga dapat mengambil keputusan yang benar.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Pada Kurikulum 2013, Conscience termasuk dalam Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap. Pada Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk sikap dijabarkan mengenai sikap yang dikembangkan peserta didik selama proses pembelajaran. Menurut Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 mendeskripsikan kompetensi sikap yaitu menunjukan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga. 3. Compassion Compassion artinya mempunyai kepekaan untuk berbuat baik bagi orang lain yang membutuhkan, punya kepedulian pada orang lain, option for the poors. Pada Kurikulum 2013, Compassion termasuk dalam Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti KI-1 termasuk dalam penulisan terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Tetapi KI-1 masuk dalam sikap spiritual. Sikap spiritual yang akan diamati adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Sikap spiritual dapat dicontohkan dengan sikap ketaatan ibadah, berperilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah makan, toleransi dalam beribadah. Contoh sikap spiritual dapat ditambahkan sesuatu karakteristik pendidikan. C. Langkah-langkah Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) Menurut PEMP dan LPM Universitas Sanata Dharma (2008: 9-16) Penerapan model pembelajaran dengan pendekatan paradigma pedagogi Ignasian biasanya dirumuskan dalam sebuah sistem yang memiliki unsur pokok:

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 context – experience – reflection – action – evaluation. Demikian paradigma langkah-langkah pedagogi beruntun Ignasian yang terdiri menekankan dari: konteks, pengalaman, refleksi, evaluasi, tindakan dan kembali ke konteks. Secara singkat kerangka dasar paradigma pedagogi Ignasian itu diuraikan sebagai berikut. a. Konteks Konteks adalah deskripsi tentang dengan siapa berinteraksi bagaimana latar belakang dan pengalaman hidupnya di mana dan seperti apa lingkungan tempatnya berinteraksi apa yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut. Konteks nyata dari kehidupan mahasiswa yang mencakup keluarga, kelompok sebaya, situasi sosial, lembaga pendidikan, politik, ekonomi, suasana kebudayaan, media, musik, dan kenyataan kenyataan hidup lainnya. Keseluruhan teks tersebut dapat mempengaruhi mahasiswa ke arah yang lebih baik atau lebih buruk, sehingga perlu direvisikan sebagaimana konteks bersikap, tersebut persepsi, mempengaruhi mengambil mahasiswa keputusan, dalam maupun melakukan pilihan-pilihan. b. Pengalaman Menurut Ignatius, “mengenyam/ mengunyah sesuatu secara batin” merupakan hal yang penting. Oleh karena itu pada tahap pengalaman ini, mahasiswa diajak untuk melakukan kegiatan yang memuat tidak hanya aspek kognitif (pemahaman) atas materi yang telah disimak tetapi juga aspek afektif (perasaan/ penghayatan) dan aspek kognitif (niat atau kehendak). Jadi keseluruhan pribadi (budi, rasa dan kehendak) mahasiswa diasah

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 supaya mereka dapat memperoleh pengetahuan yang semakin utuh. Berdasarkan konteks-konteks yang telah dikenali pada tahap sebelumnya, dosen menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan mahasiswa mengingat pengalamannya yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dibahas. Mahasiswa didorong untuk menyaring fakta, menyimpan perasaannya, dan memilih nilai-nilai yang telah mereka kenal terkait dengan bidang ilmu yang mereka simak. Demikian mahasiswa siap menyerap pengetahuan baru menjalani pengalaman lebih lanjut. Pada tahap ini mahasiswa diajak mencari pemahaman baru dengan melakukan perbandingan, kontra, evaluasi, analisis, dan sintesis atau semua kegiatan mental serta psikomotorik untuk memahami realitas secara lebih baik. Pengalaman yang diolah berupa pengalaman hidup mereka sendiri (pengalaman langsung) atau pengalaman yang diperoleh dari membaca dan mendengarkan (pengalaman tidak langsung). Pengalaman dalam pembelajaran : 1. Pengalaman langsung Pengalaman langsung adalah pengalaman atas peristiwa/ kejadian yang digeluti mahasiswa/ siswa sendiri baik di dalam maupun diluar kelas yang dikaitkan dengan bidang ilmu yang sedang dipelajari. Misalnya diskusi, penelitian dalam laboratorium, kegiatan lintas alam dsb. 2. Pengalaman tidak langsung Pengalaman tidak langsung adalah pengalaman yang diperoleh mahasiswa/ siswa (bukan alami sendiri) dari

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 mendengar, membaca, dan melihat melalui berbagai media. c. Refleksi Refleksi menjadi unsur yang penting dalam pendidikan ignasian karena menjadi penghubung antara pengalaman dan tindakan. Refleksi juga merupakan suatu proses menuju perubahan pribadi yang dapat mempengaruhi perubahan lingkup sekitarnya. Refleksi berarti mengadakan penimbangan seksama dengan menggunakan daya ingat pemahaman imajinasi dan perasaan menyangkut bidang ilmu pengalaman ide tujuan yang diinginkan atau reaksi spontan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari apa yang dipelajari. Tujuan kegiatan refleksi adalah : 1. Menangkap arti atau nilai hakiki dari apa yang dipelajari. 2. Menemukan keterkaitan antar pengetahuan dan antara pengetahuan dengan realitasnya. 3. Memahami implikasi pengetahuan dan seluruh tanggung jawabnya. 4. Membentuk hati nurani. Refleksi dilakukan dengan cara: 1. Memahami kebenaran yang dipelajari secara utuh. 2. Mengerti sumber-sumber perasaan yang dialami dalam menelaah sesuatu. 3. Memperdalam pemahaman tentang implikasi yang telah dimengerti bagi diri sendiri dan bagi orang lain. 4. Mengusahakan mencapai makna untuk diri sendiri tentang kejadian-kejadian ide-ide kebenaran atau pemutarbalikan kebenaran.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 5. Memulai dengan memahami siapa dirinya dan bagaimana seharusnya sikapnya terhadap orang lain. d. Tindakan Tindakan adalah pertumbuhan batin yang mencakup dua tahap yaitu pilihan-pilihan batin hasil dari refleksi pengalaman dan manifestasi lahiriyah perwujudan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan. 1. Pilihan-pilihan batin. Tahap ini merupakan momentum bagi peserta didik untuk memilih kebenaran sebagai miliknya, sambil tetap membiarkan diri ke arah mana ia dipimpin oleh kebenaran itu. 2. Pilihan yang dinyatakan secara lahir. Pada suatu ketika, makna-makna hidup, sikap, nilai-nilai, yang telah menjadi bagian dari dirinya, mendorong peserta didik berbuat sesuatu yang konsisten dengan keyakinan barunya. Dalam proses pembelajaran, yang dimaksud dengan tindakan adalah memaknai hasil pembelajaran dengan pikiran dan hati untuk mewujudkan pengetahuannya dalam praktek kehidupan nyata. Dengan demikian pembelajaran di sini sudah mencapai tahap pengambilan sikap, posisi batin atau niat untuk berbuat sesuatu sesuai dengan pengetahuan yang diperolehnya. Pengetahuan menjadi sesuatu yang tidak hanya teoritis dan mandul, melainkan terarah ke kehidupan konkrit. e. Evaluasi Evaluasi dalam pembelajaran adalah aktivitas untuk memonitor perkembangan akademis peserta didik hasil. Evaluasi ini merupakan umpan balik bagi mahasiswa ataupun dosen. Bagi mahasiswa, hasil evaluasi ini

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 bermanfaat untuk memperbaiki cara belajarnya, sedangkan bagi dosen merupakan masukan untuk memperbaiki cara dan metode pembelajaran. D. Contoh bagan dinamika Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) menurut Suparno (2013: 168) KONTEKS COMPETENCE CONSCIENCE COMPASSION PENGALAMA N AKSI REFLEKSI EVALUASI Gambar 2.1 Desain PPR E. Kelebihan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi Suparno (2015: 65) menjelaskan bahwa, model pembelajaran PPR memberikan manfaat bagi peserta didik dan guru. Manfaat bagi peserta didik yaitu: 1. Peserta didik berkembang secara utuh. Peserta didik menjadi kompeten dalam bidang ilmu pengetahuan, kesadaran suara hati, kepekaan, dan juga bela rasanya bagi orang lain. 2. Peserta didik berkembang menjadi pribadi yang kritis, analitis terhadap persoalan yang sedang dihadapi dan dialami bukan hanya ikut dan menurut saja. 3. Peserta didik sungguh menguasai materi karena memang menggali sendiri secara aktif, kemudian merefleksikannya dalam hidup mereka. 4. Peserta didik memperoleh makna dari materi yang dipelajari bagi hidupnya dan bagi orang lain.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 5. Peserta didik dapat memilih informasi yang ada secara kritis dan mengambil keputusan secara tepat, sehingga tidak diombang ambingkan dalam pecaturan zaman ini. 6. Karakter peserta didik menjadi berkembang. 7. Perkembangan karakter sangat dibutuhkan untuk kehidupan dan bekal bekerja di zaman global yang penuh tantangan. 8. Peserta didik bahkan dapat menemukan makna dari pembelajaran yang tidak baik dan dari kegagalan dalam belajar. Hal ini dapat dilakukan karena semua proses pembelajaran direfleksikan dan diambil maknanya bagi kehidupan di masa yang akan datang. 9. Peserta didik menyadari bahwa mereka hidup untuk mengabdi Tuhan melalui pelayanan kepada orang lain dan melalui pendalaman ilmu pengetahuan. 10. Peserta didik dibantu lebih realistik dalam kehidupan, sehingga tidak mudah putus asa. Sedangkan manfaat bagi guru yaitu: 1. Guru lebih gembira. Pengajaran pada peserta didik bukan hanya menambah pengetahuan saja, tetapi juga mengembangkan seluruh pribadi peserta didik terutama suara hati dan kepekaan mereka pada orang lain serta lingkungan. 2. Guru dan peserta didik menjadi teman yang akrab yang saling membantu dan meneguhkan. 3. Guru dengan melihat dan mendengarkan refleksi peserta didik, dapat juga berkembang menjadi pribadi yang lebih utuh.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 F. Kelemahan model pembelajaran PPR Dalam implementasi model pembelajaran PPR, juga ditemui kendala-kendala. Menurut Suparno (2015: 67) kendala implementasi model PPR antara lain: 1. Kekurangan waktu Beberapa guru merasa bahwa jam pembelajaran sering tidak cukup untuk menjalankan PPR secara penuh. Terkadang materi yang banyak dan waktu yang terbatas membuat guru tidak sempat mengajak peserta didik untuk refleksi atas apa yang dipelajari, sehingga hasilnya tidak opimal. 2. Beberapa guru merasa terlalu repot dengan langkah PPR. Guru sudah terbiasa dengan pembelajaran menggunakan metode ceramah, yang tidak membutuhkan banyak waktu dan persiapan. Dengan PPR, guru harus mempersiapkan konteksnya, pengalaman yang akan disajikan pada peserta didik, mengajak refleksi, dan menemukan aksi yang akan dilakukan. Proses ini dirasakan terlalu repot. 3. Beberapa guru masih belum menguasai langkah-langkah PPR. Beberapa guru selalu mengadakan refleksi pada akhir pembelajaran dengan waktu yang tergesa-gesa sehingga kurang membantu peserta didik menemukan makna yang mendalam. 4. Beberapa guru mengajak peserta didik mengadakan refleksi tertulis dan mengumpulkannya, tetapi laporan itu jarang diberi komentar yang meneguhkan, sehingga dampaknya mahasiswa. kurang terasa dalam perkembangan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 5. Pertanyaan refleksi yang sama sering juga menjemukan dan kadang kurang dapat menggali pengalaman batin yang mendalam pada diri peserta didik. 6. Pada umumnya, peserta didik untuk Sekolah Dasar belum dapat berefleksi, sehingga perlu banyak dilatih dan dibantu oleh guru dengan berbagai pertanyaan. 7. Siswa tidak mengalami sesuatu yang menyentuh batinnya dalam proses belajar, sehingga pembelajaran kurang dirasakan bermakna bagi hidupnya. 2) Model Pembelajaran Inquiry A. Pengertian Model Pembelajaran Inquiry Model pembelajaran inkuri merupakan salah satu model yang dapat mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajara Kunandar (dalam Shoimin, 2014: 85). Menurut Gulo (dalam Trianto, 2009: 166) menyatakan strategi inkuiri berarti rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan percaya diri. Model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya, 2006: 194). Sedangkan menurut Kindsvatter, Wilen & Ishler (dalam Suparno, 2013: 71) lebih menjelaskan inquiry sebagai model pengajaran di mana guru melibatkan kemampuan berfikir kritis siswa untuk menganalisis dan memecahkan persoalan secara sistematik. Metode inquiry yang paling utama adalah menggunakan pendekatan induktif dalam menemukan pengethauan dan berpusat kepada keaktifan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 siswa. Jadi bukan pembelajaran yang berpusat pada guru, melainkan kepada siswa. Itulah sebabnya pendekatan ini sangat dekat dengan prinsip kontruktivis, di mana pengetahuan itu dikontruksi oleh siswa. Pantas dicatat dari metode ini adalah isi dan proses penyelediakan diajarkan bersama dalam waktu yang bersamaan. Siswa melalui proses penyelidikan akhirnya sampai kepada isi pengetahuan itu sendiri. Menurut pendapat ahli yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran dengan kegiatan yang memfokuskan siswa aktif untuk memiliki pengalaman belajar dalam mencari konsep-konsep tertentu. B. Langkah Model Pembelajaran Inquiry Uraian secara lebih rinci langkah-langkah metode inkuiri menurut Kindsvatter, Wilen & Ishler (dalam Suparno, 2013: 72-74) sebagai berikut : 1) Orientasi Pada tahap ini, guru bertanggung jawab untuk membina suasana pembelajaran yang responsive. Dalam strategi ini guru akan merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir dan memecahkan suatu masalah. Orientasi ini menjadi tahapan yang paling menentukan keberlangsungan proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa tahapan langkah orientasi : a. Menjelaskan tujuan dari topik yang akan dibahas dan capaian-capaian yang bisa di dapat siswa dari proses belajar itu. b. Menerangkan poin-poin kegiatan yang mesti dilakukan siswa untuk mencapai tujuan itu.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 c. Menjelaskan tentang pentingnya topik yang akan menjadi pembahasan ini menjadi penting agar siswa termotivasi. 2) Identifikasikan dan Klarisifikasi Persoalan Langkah awal adalah menemukan persoalan yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru sebaiknya persoalan yang ingin dipecahkan disiapkan sebelum mulai pelajaran. Persoalan sendiri harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas dan diklarifikasi. Dari persoalan yang diajukan akan tampak jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila perseorangan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalan yang terlalu muda yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalannya sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa. 3) Membuat Hipotesis Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang persoalan itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas sebaiknya mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dulu. Guru diharapkan tidak memperbaiki foto siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan terlihat setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 4) Mengumpulkan Data Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. 5) Menganalisis Data Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu tabel biar mudah dibaca dan dianalisis. Kadang sangat baik data disusun atau dikelompokkan menurut: (1) yang menguatkan hipotesis, (2) yang melemahkan hipotesis, (3) yang netral di sini. Di sini kadang guru perlu campur tangan karena data yang banyak siswa kadang bingung untuk menentukan langkah selanjutnya. 6) Mengambil Kesimpulan Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan kemudian ditetapkan dengan hipotesis asal, apakah hipotesis saat kita diterima atau tidak setelah itu guru masih dapat memberikan catatan untuk menyatukan seluruh penelitian ini. Sangat baik bila dalam pengambilan keputusan, siswa dilibatkan sehingga mereka menjadi semakin yakin bahwa mereka mengetahui secara benar. Bila ternyata hipotesis mereka tidak dapat diterima, mereka diminta untuk mencari penjelasan mengapa demikian guru dapat membantu dengan berbagai pertanyaan penolong.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 C. Syarat Agar Inquiry Berjalan Dengan Baik Suchman (dalam Suparno, 2013: 75-76) menjelaskan beberapa syarat terjadi Inkuiry yang baik yaitu : 1) Kebebasan : perlu ada kebebasan siswa untuk menemukan dan mencari informasi. Siswa diberi kebebasan untuk mengungkapkan hipotesisnya, menyusun eksperimen yang mau digunakan, dan mencari informasi apapun yang dianggap perlu untuk memecahkan persoalan dalam penelitiannya. 2) Lingkungan atau suasana yang responsife. 3) Fokus: persoalan yang mau di dalami harus jelas arahnya, dan dapat dipecahkan siswa. 4) Low Pressure: tidak banyak tekanan dari siapa dan manapun sehingga siswa dapat lebih berfikir kreatif dan kritis. D. Unsur Penting yang Harus Diperhatikan dalam Model Inquiry Beberapa unsur yang perlu diperhatikan secara sungguhsungguh agar metode Inkuiri dapat berjalan lancar dan mendukung pembelajaran siswa Trowbridge & Bybee (dalam Suparno, 2013: 76). 1) Persoalan harus nyata, punya arti bagi siswa dan dapat diteliti oleh siswa, jadi, bukan persoalan yang abstrak dan tinggi sehingga siswa tidak dapat menyelesaikan. 2) Informasi tentang latar belakang menjadi penting. 3) Material atau alat-alat yang diperlukan disediakan sehingga siswa tidak bingung mencari. 4) Pertanyaan merangarah harus disiapkan guru agar siswa terfokus. 5) Hipotesis siswa perlu dilihat oleh guru dan dimengerti maksudnya oleh siswa lain. 6) Data perlu dikumpulkan dengan baik oleh siswa.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 B. Penelitian yang Relevan 1. Alwi (2013) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Peneliti bertujuan untuk mengembangan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan teori Borg & Gall (1983) untuk prosedur pengembangan perangkat pembelajaran. Menghasilkan kesimpulan rata-rata 93,83% siswa senang terhadap pembelajaran dengan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual, 96,29% menyatakan bahwa pembelajaran dengan perangkat ini baru bagi mereka, 100% menyatakan berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual. 2. Armania (2015) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 Subtema Bencana Alam untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Peneliti bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu kurikuluum 2013 dengan menggunakan modifikasi langkah-langkah Kemp dan langkah-langkah Borg & Gall. Kualitas produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang sangat baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil skor validasi untuk 2 guru rata-rata 4,48 termasuk katagori “sangat baik”. 3. Margiono (2017) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Sequenced untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013. Peneliti bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu tipe sequenced untuk siswa kelas IV sekolah dasar mengacu kurikulum 2013 dengan menggunakan desain intruksional Dick and Carey. Berdasarkan validasi perangkat pembelajaran, pakar pembelajaran terpadu (A) memberi skor 4,76 dengan katagori sangat baik. Pakar pembelajaran terpadu (B) memberi 4,11 dengan katagori baik. Berdasarkan validasi guru kelas IV menguji coba terbatas, guru SD kelas IV memberi skor 4,84 dengan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 sangat baik. Guru SD kelas IV memberi skor 4,84 dengan katagori sangat baik. Peneliti mempunyai pandangan mengembangkan perangkat pembelajaran inkuiri dengan khas model pembelajaran Inkuiri dan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Model Inkuiri mempunyai khas siswa belajar secara aktif untuk memperoleh konsep pengetahuan secara mandiri, sedangkan untuk model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) siswa dibimbing untuk mempunyai karakter yang diinginkan. Melihat ketiga penelitian relevan di atas hampir sama yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sama, yaitu melakukan pengembangan perangkat pembelajaran. Selain itu peneliti menjadikan ketiga penelitian tersebut menjadi acuan dalam menyusun “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Literature Map dari ketika penelitian bisa dilihat pada gambar berikut : Margiono (2017) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Sequenced untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013” Armania (2015) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 Subtema Bencana Alam untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” Alwi (2013) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran Ipa Kelas V Sekolah Dasar” Paramitasari “2019” “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” Gambar 2.2 Literature Map

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 C. Kerangka Pikir Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disusun kerangka berfikir tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran inovatif yang peneliti kembangkan dirancang dengan menggunakan karakteristik kurikulum 2013 yaitu pembelajaran terpadu, pendekatan saintifik, penguatan pendidikan karakter, kemampuan berpikir tingkat tinggi, penilaian otentik, dan mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (4C- communicative, collaborative, critical thinking and problem solving, creative thinking and innovative) Sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 yang diterapkan dalam pendidiakan masa kini, guru dituntut untuk menggunakan pembelajaran inovatif di sekolah. Pembelajaran inovatif dapat diaplikasikan dalam perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan dua model pembelajaran yaitu Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif. Mengetahui fakta yang ada di SD peneliti melakukan observasi kepada guru mengenai kebutuhan yang dibutuhkan yang sudah menerapakan kurikulum 2013. Dari wawancara dan observasi yang sudah peneliti laksanakan dapat disimpulkan bahwa guru masih sangat membutuhkan Perangkat Pembelajaran Inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh peneliti maka peneliti ingin mengembangkan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Subtema Anggoa Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Karakteristik kurikulum 2013 yaitu pembelajaran terpadu, pendekatan saintifik, penguatan pendidikan karakter, kemampuan berpikir tingkat tinggi, penilaian otentik, dan mengembangkan ketrampilan dasar abad 21 (4C) RPP menggunakan dua model pembelajaran Inkuri dan PPR. Model Pembelajaran Inkuiri melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran secara mandiri. Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) menumbuh kembangkan pola pikir pribadi manusia dan menekankan pendidikan karakter pada siswa dari dini. Guru belum mengerti perangkat pembelajaran inovatif terutama model-model pembelajaran Pembelajaran di SD menggunakan pembelajaran inovatif. Perangkat Pembelajaran Inovatif Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Peneliti mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Gambar 2.3 Kerangka Berpikir

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1.a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar menurut pakar kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam Subtema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar menurut guru SD berdasarkan hasil uji coba terbatas?

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian dan pengembangan atau R & D (Research and Develompoment). Tujuan metode pengembangan ini digunakan untuk menghasilkan sebuah produk perangkat pembelajaran. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) dengan dua model pembelajaran inovatif untuk siswa kelas I sekolah dasar. Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkahlangkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata, 2013: 164). Metode penelitian pengembangan dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2015: 407). Jadi Research and Development merupakan penelitian yang bertujuan merancang, mengembangkan, memvalidasi, mengevaluasi dan menyempurnakan suatu produk yang diuji berdasarkan standar dan kualitas. Beberapa langkah yang digunakan untuk mengembangkan dalam penelitian Borg and Gall yaitu (1) potensi masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk massal. Berikut pemaparan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dengan gambar dan penjelasannya : 50

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 1 2 Potensi dan Masalah Mengumpulkan Data 8 7 Uji Coba Pemakaian Revisi Produk 9 Revisi Final Produk 3 4 Desain Produk Validasi Desain 6 5 Uji Coba Produk Revisi Produk 10 Pembuatan Produk Massal Gambar 3.1 Bagan Langkah-langkah dan Pengembangan menurut Borg and Gall 1. Potensi dan Masalah Langkah ini digunakan untuk menganalisis kebutuhan, penelitian awal, dan standar kecil yang dibutuhkan. Masalah yang ditemukan bisa diselesaikan dengan penelitian Research and Development. Melalui Research and Development dapat ditentukan pola dan model penangan yang efektif dan efisien. Namun suatu masalah juga bisa menjadi suatu potensi apabila dapat mendayagunakan dengan baik. 2. Mengumpulkan Data Setelah menemukan masalah pada suatu tempat langkah berikutnya yaitu mengumpulkan data guna untuk merencanakan produk yang bertujuan mengatasi masalah. 3. Desain Produk Langkah ini merupakan tahap untuk menentukan desain produk yang akan digunakan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasinya.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 4. Validasi Desain Langkah ini merupakan proses menilai atau memvalidasi produk yang sudah dibuat yang bersifat menilai produk apakah sudah layak digunakan. Validasi yang dilakukan dikatakan rasional karena validasi ini bersifat penilaian yang berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. 5. Revisi Desain Langkah ini merupakan tahap perbaikan desain yang sudah melakukan uji validasi. Peneliti memperbaiki kekurangan yang disampaikan oleh ahli atau pakar yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 6. Uji Coba Produk Langkah merupakan uji produk secara lebih luas. Langkah ini peneliti akan melakukan uji efektivitas desain produk dan uji efesien produk yang sudah dibuat dan dibandingkan dengan keadaan sebelum produk diterapkan di lapangan. 7. Revisi Produk Langkah ini merupakan langkah penyempurnaan produk yang akan lebih dimantapkan lagi produk yang dikembangkan. Setelah melakukan uji coba pada tahap awal peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. Apabila produk direvisi maka hasil revisi perlu diujicobakan lagi. 8. Uji Coba Pemakaian Langkah ini akan dilakukan kepada subjek yang lebih luas. Hasil uji lapangan apakah sudah baik model desain yang sudah diterapkan perlu dinilai kekurangan dan hal yang menjadi penghambat. 9. Revisi Final Produk Langkah ini dikembangkan merupakan dan penyempurnaan dapat dihasilkan produk produk yang sedang yang bisa dipertanggungjawabkan. Revisi ini didahului dengan evaluasi kinerja

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan produk. 10. Pembuatan Produk Massal Laporan hasil pengembangan produk dari Research and Development bisa diproduksi secara masal melalui forum-forum ilmiah, ataupun melalui media massa jika sudah dinyatakan efektif serta layak. B. Setting Penelitian Setting penelitian yang peneliti lakukan meliputi tempat, subjek, objek, dan waktu penelitian. 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SD N Dayuharjo yang beralamat di jalan Damai, Prujakan, Sleman Yogyakarta. Peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif di SD ini karena SD Dayuharjo sudah memakai kurikulum 2013 tetapi belum memahami perangkat pembelajaran inovatif dan masih membutuhkan contoh RPP dengan model pembelajaran inovatif. 2. Subjek Subjek penelitian ini adalah guru dan kelas I SD N Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa kelas I Sekolah Dasar di SD N Dayuharjo. Perangkat penelitian yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunkan model pembelajaran inovatif dan instrumen penilaian. 4. Waktu Penelitian Waktu penelitian dimulai 10 April 2018 sampai dengan 19 Januari 2019. Penelitian ini dimulai dari observasi dan wawancara analisis kebutuhan guru kelas I SD N Dayuharjo hingga penyelesaian skripsi. Keseluruhan penelitian pengembangan hingga 10 bulan.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkahlangkah pengembangan dari Borg dan Gall. Peneliti menggunakan prosedur pengembangan dari Bord and Gall karena prosedur ini digunakan untuk mengembangkan suatu produk pengembangan. Penelitian ini mengambil tujuh langkah dari kesepuluh langkah dari prosedur penelitian Bord and Gall yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, dan (6) uji coba produk, serta (7) revisi produk. Pengambilan tujuh langkah dari sepuluh langkah dari pengembangan Bord and Gall karena peneliti tidak melakukan produksi produk secara massal ke seluruh sekolah dasar yang akan membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak. Maka dari itu, penelitian ini dibatasi sampai pada tahap ke tujuh. Berikut langkah-langkah pengembangan Bord and Gall yang telah peneliti gunakan :

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Langkah 1 Langkah 2 Potensi Masalah Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan Analisis Hasil (wawancara dan observasi) Wawancara dan observasi Langkah 3 Desain Produk 1. Mengembangkan instrumen validasi produk 2. Membuat prota & promes dan silabus 3. Analisis Kurikulum (Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran) mengacu pada Taksonomi Bloom 4. Menyusun Peta Konsep/ Jaringan KD dan Indikator Pembelajaran 5. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Langkah 4 Validasi Desain Hasil validasi kedua pakar Langkah 5 Revisi Produk Revisi Prota, Promes, Silabus, RPP Langkah 7 Revisi Produk Langkah 6 Uji Coba Produk Revisi Prota, Hasil uji coba Promes, Silabus, terbatas RPP Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 1. Potensi Masalah Peneliti mencari analisis kebutuhan SD melalui wawancara dan observasi di 2 sekolah dasar yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Wawancara ini bertujuan untuk mencari tahu masalah yang ada di dalam SD mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Fakta yang dicari terkait dengan kebutuhan contoh perangkat pembelajaran inovatif. 2. Pengumpulan Data Setelah peneliti melakukan analisis kebutuhan di SD maka dari itu peneliti memutuskan untuk melakukan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri dan Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 3. Desain Produk Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013. Dengan langkah (1) mengembangkan instrumen penilaian produk membuat Program Tahunan (Prota); (2) membuat Program Semester (Promes); membuat silabus (3) analisis kurikulum (Kompetensi Inti (Ki), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran) Mengacu pada Taksonomi Bloom (4) Menyusun Peta Konsep/ Jaringan KD dan Indikator Pembelajaran (5) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 4. Validasi Desain Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai validator untuk perangkat pembelajaran inovatif. Produk yang telah dibuat divalidasi oleh dua ahli. Validasi oleh ahli yang bertujuan mengetahui kualitas produk yang dibuat oleh peneliti dan dapat mengetahui data-data yang perlu direvisi.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 5. Revisi Produk Setelah produk di validasi oleh ahli maka peneliti melakukan revisi produk perangkat pembelajaran inovatif yang berdasarkan saran dari ahli. 6. Uji coba Produk Uji coba produk akan peneliti lakukan di SD N Dayuharjo untuk mengajar di kelas I dengan jumlah siswa 25 anak. Melalui uji coba ini, peneliti melakukan penilaian dengan guru SD kelas IB dan satu teman sejawat. Penilaian dilakukan dengan memberikan instrumen validasi uji coba produk kepada guru kelas IB dan teman sejawat. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Melalui penilaian peneliti mendapat kritik dan saran dari implementasi produk. 7. Revisi Produk Berdasarkan uji coba dan penilaian validasi terhadap guru dan teman sejawat peneliti merevisi produk yang sudah diujicobakan. Revisi ini merupakan revisi akhir yang dilakukan peneliti agar produk lebih sempurna. D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Subjek uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas IB SD N Dayuharjo yang berjumlah 25 anak. 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen penelitian sangat erat kaitannya dengan teknik pengumpulan data. Setiap teknik pengumpulan data akan memiliki bentuk instrumen yang berbeda pula. Instrumen yang peneliti gunakan yaitu menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman validasi.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 a. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara digunakan sebagai acuan peneliti saat melakukan wawancara guru SD kelas I sehingga peneliti akan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan validasi produk. Tabel 3.1 Tabel kisi-kisi pedoman wawancara 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi) Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram kooperatif, model kuantum

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 19. 20. 21. 22. dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? b. Pedoman Observasi Pedoman observasi digunakan untuk mengumpulkan data dari kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang menggunakan RPP 2013 dan diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Selain observasi guru dan siswa peneliti juga validasi ahli produk untuk memberikan penilaian terhadap produk yang peneliti buat. Tabel 3.2 Observasi Guru No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pernyataan Kegiatan Awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11. Guru menerepkan 5M pada siswa 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat 16. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 17. Guru memberikan apresiasi kepada siswa 18. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 19. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 20. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 21. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 22. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 23. Guru membuat ringkasan secara lisan 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis 25. Guru menunjukkan sumber lain 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Tabel 3.3 Observasi Siswa No Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara 9. lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis c. Pedoman Validasi Validasi ahli yang kami lakukan yaitu memerlukan bantuan para ahli perangkat pembelajaran. Validator yang merupakan ahli perangkat pembelajaran yaitu guru kelas I dan mahasiswa PPG. Para validator memvalidasi seluruh perangkat pembelajaran yang berisi aspek-aspek seperti Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus, enam RPP, LKPD dan bahasa. Lembar validasi yang di validasi para ahli ada dua macam, yaitu menurut model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran PPR. Tabel 3.4 Lembar Validasi Model Pembelajaran Inkuiri No Aspek Yang Dinilai Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan 1. pendidikan, tahun pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi 2. waktu). Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, 3. jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Program Semester (Prosem) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, 1. satuan pendidikan, tahun pelajaran).

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi 3. Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi 1. Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, 2. alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, 1. semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja 3. dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD 4. dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang 5. dapat diamati dan diukur. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah 6. pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan 7. kondisi kelas). Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan 8. internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, 9. kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator 10. (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 11. pembelajaran Inkuiri Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model 12. pembelajaran Inkuiri 2.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu 14. berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman 15. penskoran). Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik 1. siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, 2. kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran 3. dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, 1. penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, 2. sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, 3. penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, 4. pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian 5. kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan 6. LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). 13.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Bahasa 1. 2. 3. 4. 5. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan petunjuk/arahan. Tabel 3.5 Lembar Validasi Model Pembelajaran PPR No Aspek Yang Dinilai Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan 1. pendidikan, tahun pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi 2. waktu). Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, 3. jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Program Semester (Prosem) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, 1. satuan pendidikan, tahun pelajaran). Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, 2. pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi 3. Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi 1. Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, 2. alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, 1. semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD 4. dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang 5. dapat diamati dan diukur. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah 6. pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan 7. kondisi kelas). Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan 8. internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, 9. kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator 10. (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 11. pembelajaran PPR Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model 12. pembelajaran PPR Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, 13. menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu 14. berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman 15. penskoran). Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik 1. siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, 2. kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, 1. penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, 2. sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, 3. penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, 4. pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian 5. kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan 6. LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). Bahasa Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan 1. Bahasa Indonesia). 2. Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3. Bahasa yang digunakan komunikatif. 4. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5. Kejelasan petunjuk/arahan. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data yang akurat dari responden. Dalam penelitian ini melakukan dua cara teknik pengambilan data yaitu :

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 a. Observasi Menurut Hadi (dalam Sugiyono, 2012: 145) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Peneliti melakukan observasi di dua SD yang berbeda lokasi yaitu SD N Kledokan dan SD N Dayuharjo. Peneliti menggunakan observasi terstruktur yang sudah tersusun rapi daftar pernyataanya. Peneliti menggunakan instrumen observasi yang sesuai dengan kebutuhan guru SD mengenai pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Observasi dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru SD tentang perangkat pembelajaran inovatif. b. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal kecil responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil (Sugiyono, 2012 :137). Teknik ini digunakan untuk mewawancarai guru di kedua SD untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti melakukan wawancara di dua SD yang berbeda lokasi yaitu SD N Kledokan dan SD N Dayuharjo. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi terstruktur ketika melakukan wawancara dengan guru. Wawancara semi terstruktur merupakan jenis wawancara yang berpedoman dengan petanyaanpertanyaan yang dibuat, akan tetapi peneliti bisa mengurangi atau menambah wawancara tersebut. 4. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber lain terkumpul (Sugiyono, 2012: 147). Analisis

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 data yang digunakan peneliti dalam penelitian yaitu analisis data kualitataif dan kuantitatif. a. Data Kualititatif Data kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan katagorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa katakata (Riduwan, 2010: 5). Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara guru dan hasil observasi guru serta siswa SD kelas I untuk menganalisis kebutuhan yang ada. Selain itu data kualitatif diperoleh dari saran dan masukan ahli yang sudah memvalidasi produk peneliti. b. Data Kuantitatif Data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka (Riduwan, 2010: 5). Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi kedua pakar atau ahli dan hasil uji coba guru dan teman sejawat. Rentang skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu (1) sangat kurang baik; (2) kurang baik; (3) cukup baik; (4) baik; (5) sangat baik. Setelah skor diperoleh maka dianalisis rata-rata skor perangkat pembelajaran dengan ketentuan sebagai berikut : Rata − rata (x) = jumlah skor yang diperoleh jumlah item skor Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif untuk mengetahui kualitas produk. Sukarjo (2008:101) memberikan skala sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 3.6 Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor Katagori x > x + 1,80 Sbi Sangat Baik Xi + 0,60 Sbi < X ≤Xi + 1,80Sbi Baik Xi - 0,60 Sbi < X ≤Xi + 1,80Sbi Cukup Baik Xi – 1,80 Sbi < X ≤Xi + 1,60Sbi Kurang Baik X < Xi – 1,80 Sbi Sangat Kurang Keterangan : Xi (Rerata ideal) = 1 (skor maksimal ideal + skor minimal = 1 (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) SBi (Simpangan baku ideal ideal ) X 2 6 = Skor aktual Berdasarkan rumus skala lima di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperolah data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kuantitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut : Diketahui : Skor maksimal ideal : 5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal Xi : (5+1) = 3 1 2 1 Simpangan baku ideal : (5-1) = 0,67 Ditanyakan : 6 Interval skor katagori sangat baik, baik, cukup, kurang baik dan sangat kurang baik. Jawaban :

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 = X > Xi + 1,80Sbi Katagori sangat baik = X > 3 + (1,80. 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 = Xi + 0,60Sbi < X ≤ Xi + 1,80Sbi Katagori baik = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 = Xi – 0,60Sbi < X ≤ + 0,60Sbi Katagori cukup baik = 3 – (0,60 . 0,67) < X ≤ + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X ≤ + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 = Xi – 1,80Sbi < X ≤ Xi - 0,60Sbi Katagori kurang baik = 3 – (1,80. 0,67) < X ≤ 3 - (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Katagori sangat kurang = X ≤ Xi – 1,80Sbi = X ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 – (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut : Tabel 3.7 Konversi Skala Lima Interval skor Katagori x > 4,21 Sangat Baik 3,40 < x ≤ 4,21 Baik 2,60 < x ≤ 3,40 Cukup 1,79 < x ≤ 2,60 Kurang x ≤ 1,79 Sangat Kurang data

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tindak lanjut dari hasil kesimpulan sesuai dari saran pakar validator dapat dilihat dari penjelasan di bawah : Tabel 3.8 Tindak Lanjut Katagori Penilaian Produk Tindak Lanjut Katagori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Produk layak untuk digunakan dengan revisi sesuai saran dan masukan Produk layak untuk digunakan dengan revisi sesuai saran dan masukan Produk layak untuk digunakan dengan revisi sesuai saran dan masukan Produk dapat digunakan dengan revisi sesuai dengan masukan Produk Sangat Kurang tidak layak untuk digunakan, membuat kembali dengan memperbaiki kesalahan sesuai saran dan masukan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 E. Jadwal Penelitian Penelitian ini dijadwalkan dalam tabel berikut : Tabel 3.9 Jadwal penelitian Januari 2018 √ √ Februari 2018 Desember 2018 √ November 2018 √ Oktober 2018 September 2018 √ Kebutuhan Menyusun Proposal Pengembangan 3 √ Juli 2018 √ Agustus 2018 2 Analisis Juni 2018 1 Kegiatan Mei 2018 No April 2018 Waktu (Bulan) √ bentuk awal produk 4 5 6 7 8 Validasi √ produk Revisi produk Uji coba √ produk Revisi Produk Menyusun √ proposal 9 Ujian Skripsi √ 10 Revisi Akhir √

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Hal yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan merupakan suatu kegiatan dimana peneliti mencoba mencari informasi mengenai pembelajaran di sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013 dan mengaplikasikan perangkat pembelajaran inovatif ke dalam sistem belajarnya. Awalnya peneliti melakukan melakukan wawancara terhadap dua guru kelas I di SD Negeri Dayuharjo dan SD Negeri Kledokan. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sekolah dasar menggunakan perangkat pembelajaran inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain itu, wawancara juga membantu peneliti dalam mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru kelas I dalam membuat dan menerapkan perangkat pembelajaran inovatif khususnya perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model-model pembelajaran inovatif. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang berupa Program Tahunan (Prota), program Semester (Promes) silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 1. Hasil wawancara analisis kebutuhan Wawacara dilakukan peneliti yaitu wawancara terstruktur. Peneliti membawa teks wawancara yang berisikan 22 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif. Berikut hasil dari wawancara dengan kedua guru kelas I yang sudah menerapkan perangkat pembelajaran inovatif akan dijelaskan pada setiap butir soal. 73

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Butir pertanyaan pertama yaitu sejak kapan SD menerapkan kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo menggunakan Kurikulum 2013 mulai tahun pelajaran 2014/2015 tetapi hanya terlaksana satu semester dan dilanjutkan lagi pada tahun pelajaran 2016/2017 untuk kelas I dan IV saja. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mulai menggunakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 20115/2016 untuk kelas I dan IV. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pelatihan Kurikulum 2013 pada awal penerapan Kurikulum 2013. Guru dari SD Negeri Dayuharjo mengakatan bahwa iya pernah mengikuti pelatihan atau diklat Kurikulum 2013 yang diadakan secara umum. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan juga mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai pemahaman terhadap Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo mengakatan bahwa materi bisa dipahami dengan baik, tetapi hanya penyampaian masih seperti dahulu dengan model ceramah setiap pembelajaran. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan sudah hampir memahami model-model, materi-materi seperti apa dan pada Kurikulum 2013 sangat menekankan pendidikan berkarakter untuk siswa. Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai karakteristik Kurikulum 2013. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak jelas ingat dengan karakteristik Kurikulum 2013, beliau hanya ingat 5M saat menjawab. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan karakteristik Kurikulum 2013 yaitu menekankan pendidikan karakter kepada siswa. Butir pertanyaan kelima yaitu mengenai pemahaman pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak selalu memperhatikan pendekatan saintifik dalam mengajar, yang terpenting siswa paham dengan apa yang guru sampaikan di kelas. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan bahwa beliau

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 sering menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Sesekali siswa diajak mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Butir pertanyaan keenam yaitu bagaimana cara guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan merumuskan indikator dan tujuan yaitu dengan cara menyesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) setelah itu diturunkan menjadi indikator dan tujuan. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan bahwa beliau tidak pernah membuat indikator sendiri tetapi sudah mengikuti dengan indikator yang ada di RPP. Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Kedua guru mengatakan bahwa menumbuhkan pendidikan karakter siswa sudah tertanam ketika melakukan pembelajaran di kelas setiap harinya. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai model pembelajaran yang diaplikasikan dalam RPP setiap pembelajaran. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bila tidak pernah mebuat RPP dengan menggunakan model-model apapun di setiap pembelajaran, hanya dengan ceramah sesuai dengan RPP yang sudah tersedia. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan juga hampir sama dengan guru dari Dayuharjo, beliau tidak menggunakan ataupun menerapkan model-model pembelajaran apapun, karena kedua guru tersebut hanya membeli kaset RPP saja. Butir pertanyaan kesembilan mengenai tujuan pembelajaran yang digunakan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter. Kedua guru mengatakan belum pernah megupayakan tercapainya pendidikan karakter di tujuan pembelajaran. Butir pertanyaan kesepuluh mengenai keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak mengerti tentang keterampilan abad 21. Sedangkan guru SD

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Negeri Kledokan mengatakan hal yang serupa yaitu tidak mengetahui ketrampilan yang harus dikuasai. Butir pertanyaan kesebelas mengenai pembuatan RPP merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan keterampilan abad 21. Kedua guru mengatakan tidak mengerti sama sekali mengenai keterampilan berpikir abad 21. Butir pertanyaan kedua belas mengenai pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi kelas. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan iya model mengajar dengan ceramah masih sangat mendominasi pembelajaran di kelas, karena kondisi siswa kelas I masih sulit diajak berkegiatan. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan sudah tidak dominan pembelajaran dengan ceramah, beliau sudah sering menggunakan cara-cara belajar yang lain seperti berkelompok, belajar keluar kelas dll. Butir pertanyaan ketiga belas mengenai apakah ingin menggunakan model pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Dayuharjo dan SD Negeri Kledokan mengatakan ingin menggunakan tapi belum terlaksana. Butir pertanyaan keempat belas mengenai pemahaman tentang pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran dengan menggunakan model-model pembelajaran yang bermacam-macam. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang tidak membosankan dan terdapat berbagai kegiatan pembelajaran. Butir pertanyaan kelima belas mengenai kesulitan membuat model pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan banyak kesulitan yang dialami seperti belum memahami model-model pembelajaran, terhalang oleh IT dan masih sulit membawa siswa melakukan pembelajaran yang tidak biasa. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan kesulitan hanya pada pemahaman model-model

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 pembelajaran inovatif dan tidak ada contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Pertanyaan keenam belas mengenai bagaimanna cara mengatasi kesulitan tersebut. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak bisa bertindak banyak dengan masalah tersebut, karena banyak faktor yang tidak mendukung, Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan ya hanya menggunakan RPP seadanya dan melakukan pembelajarann yang menarik untuk siswa minimal tidak hanya dengan ceramah. Butir pertanyaan ketujuh belas mengenai adakah contoh perangkat pembelajaran inovatif sesuai Kurikulum 2013. Kedua guru dari SD Negeri Dayuharjo dan SD Negeri Kledokan menjawab sama yaitu belum ada contoh yang bisa dijadikan pedoman membuat perangkat pembelajaran inovatif terutama RPP. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu apakah memerlukan bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Kedua guru mengatakan sangat perlu apalagi contoh RPP yang menggunakan model-model pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan kesembilan belas mengenai perasaan siswa ketika guru tidak menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Kedua guru menjawab jelas merasa bosan karena tidak ada model belajar yang menarik dan baru untuk siswa. Jadi pembelajaran juga monoton. Butir pertanyaan kedua puluh mengenai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan sangat ingin mengembangkan pembelajaran inovatif karena siswa juga membutuhkan hal-hal yang baru dalam kegiatan belajarnya. Sedangkan guru SD Negeri Kledokan mengatakan juga hampir sama yaitu sangat ingin mengembangkan pembelajaran inovatif agar pengetahuan menjadi guru lebih lengkap dan digunakan untuk model kedepannya.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Butir pertanyaan kedua puluh satu mengenai pentingkah perangkat pembelajaran inovatif jika diterapakan dalam proses pembelajaran. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan penting sekali jika perangkat pembelajaran inovatif jika diterapakan dalam proses pembelajaaran karena model-model yang digunakan sangat kreatif. Sedangkan Guru SD Negeri Kledokan mengatakan penting juga jika pembelajaran inovatif jika diterapakan dalam proses pembelajaaran karena siswa akan merasa senang dan menjadi tertarik dengan modelmodel belajar setiap harinya. Butir pertanyaan kedua puluh dua mengenai pengetahuan jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Kedua guru mengatakan mengetahui tetapi hanya beberapa saja, secara garis besar yang sering digunakan dalam RPP. 2. Pembahasan Hasil Wawancara dan Analisis Kebutuhan Hasil dari wawancara dan analisis kebutuhan di kedua SD dapat disimpulkan bahwa guru-guru SD yang sudah menerapkan kurikulum 2013 belum seluruhnya memahami perangkat pembelajaran inovatif terutama dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Beliaubeliau masih mengalami beberapa kesulitan dan kendala dalam menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013. Walaupun sudah mengikuti pelatihan-pelatihan l Kurkulum 2013 tetapi hal tersebut belum cukup untuk memberikan pengetahuan yang mendalam untuk guru-guru. Kesulitan yang paling menonjol dari hasil wawancara adalah penerapan model-model pembelajaran inovatif ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan dalam pembelajaran. Sesuai wawancara yang dilakukan dengan kedua guru kelas I SD Negeri Dayuharjo dan guru SD Negeri Kledokan sangat membutuhkan perangkat pembelajaran inovatif terutama Rencana

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan berbagai model pembelajaran inovatif. B. Deskripsi Produk awal Peneliti menggunakan langkah yang panjang untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas I. Peneliti mengambil model pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang digunakan untuk contoh pembelajaran inovatif kelas I tahun 2018/2019. Produk yang dihasilkan berupa prota, promes, silabus dan RPP sejumlah 6 buah. Langkah awal yang dilakukan yaitu membuat Program Tahunan (Prota) dengan cara melihat tema, subtema dan alokasi waktu yang digunakan melalui panduan buku guru dan siswa. Kurikulum 2013 revisi 2017. Lalu melanjutkan dengan membuat Program Semester (Promes) dengan cara menjabarkan setiap tema yang ada dalam satu semester. Program Semester (Promes) disesuaikan dengan jam belajar efektif dalam kalender pendidikan. Kemudian peneliti membuat silabus dengan cara menentukan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan tema dan subtema yang telah ditentukan. Setelah itu peneliti membuat materi pokok dan kegiatan yang akan diajarkan. Silabus dilengkapi dengan penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Selanjutnya setelah perangkat pembelajaran Program Tahunan (Prota), Program Semester (promes) dan silabus selesai peneliti melanjutkan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Langkah awal dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilakukan yaitu menganalisis Kompetensi Dasar (KD) pada satu semester yaitu semester gasal yang sudah ada. Selanjutnya peneliti melakukan pemetaan KD sesuai dengan tema yang ada dalam Kurikulum 2013 lalu dari pemetaan KD akan diturunkan menjadi indikator-indikator yang

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 disesuaikan dengan siswa kelas I. Dalam menyusun indikator pembelajaran peneliti menggunakan kata kerja operasional dalam Tingkatan Berfikir Tingkat Tinggi (HOTS) sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah di revisi. Dari indikator peneliti membuat tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dibuat sesuai dengan indikator dan mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur, kata kerja operasional yang mencakup A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Peneliti melakukan pemetaan KD dalam tema 1 subtema 1 kelas I di semester gasal. Selanjutnya peneliti memilih pembelajaran yang dapat diaplikasikan dengan model-model pembelajaran inovatif yang sudah dipilih sebelumnya. Dalam hal ini peneliti menemukan materi-materi yang sesuai, yang dapat dijadikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif. Kemudian peneliti membuat indikator setiap KD dalam satu pembelajaran. Indikator tersebut yang menjadi titik acuan tercapainya kemampuan siswa dalam pembelajaran. Tema 1 Subtema Anggota Keluargaku mempunyai enam pembelajaran dan dalam satu pembelajaran harus selesai disampaikan kepada siswa selama satu hari. Peneliti memilih pembelajaran kesatu dan pembelajaran ketiga yang akan dipadukan dengan pendekatan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Sedangkan pembelajaran kedua, pembelajaran keempat, pembelajaran kelima dan pembelajaran keenam akan dipadukan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri. Peneliti mulai membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada pemetaan KD dalam subtema 1 di setiap pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat sebagai contoh rencana pembelajaran inovatif selama satu hari penuh dalam enam RPP. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat lengkap dengan lampiran penilaian, materi, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi, lembar refleksi dan lembar pengayaan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru sebagai pedoman melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas untuk satu pertemuan guna mencapai Kompetensi Dasar (KD) dan indikator yang telah dibuat. Dalam RPP terdapat beberapa komponen yaitu, (1) identitas RPP (2) tujuan pembelajaran (3) kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (4) materi pembelajaran, (5) pendekatan, model dan metode pembelajaran, (6) media pembelajaran/ bahan dan sumber belajar, (7) kegiatan pembelajaran, (8) penilaian, (9) lampiran (materi, media, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi dan kunci jawaban, instrumen dan rubrik penilaian). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat sebanyak enam buah yaitu mulai dari pembelajaran kesatu sampai dengan pembelajaran keenam. Setiap RPP dibuat untuk satu hari mengajar atau 6JP (6 x 35 menit). Sesuai dengan KD dan indikator yang dipilih RPP didesain dengan kegiatan pembelajaran yang sederhana namun tetap memperhatikan semua aspek yang diperlukan. Hal tersebut bertujuan agar guru-guru kelas I mudah dalam mengimplementasikan dan diterapkan dalam pembelajaran setiap hari. Langkah-langkah pembelajaran dibuat sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang dipilih yaitu pembelajaran kesatu dan pembelajaran ketiga menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) sedangkan pembelajaran kedua, pembelajaran keempat, pembelajaran lima dan pembelajaran keenam menggunakan model pembelajaran Inkuiri. Kegiatan pembelajaran akan dibuat penuh dengan kegiatan-kegiatan bermakna bagi siswa dan tidak membosankan. Kegiatan juga dirancang secara menarik yang memungkinkan siswa dapat berperan aktif selama proses kegiatan pembelajaran. Siswa dapat menemukan pengetahuan dari kegiatan belajarnya tidak hanya melalui guru tetapi melalui keaktifan dalam pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang dibuat agar guru bertindak hanya sebagai fasilitator dan membantu memberikan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 motivasi dalam pembelajaran. Sedangkan siswa diminta agar menjadi pelaku utama yang berperan aktif dalam setiap pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat menggunakan sintaks model pembelajaran inovatif, dalam satu pembelajaran penuh dapat dijadikan pedoman kegiatan pembelajaran satu hari. Kegiatan yang di rancang disesuaikan dengan sintaks dan setiap langkah kegiatan menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan karakteristik kurikulum 2013 yang disebut 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Selain menggunakan saintifik peneliti juga mengembangkan empat keterampilan (4C) yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative) dalam setiap langkah kegiatan pada RPP. Hal tersebut akan terlihat jelas bahwa kegiatan siswa selama pembelajaran akan sangat bermakna dan dapat terlihat kemampuan siswa. Peneliti mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan semenarik mungkin agar siswa tertarik untuk mencari informasi sambil belajar melalui LKPD yng disediakan. LKPD dibuat dengan penuh gambar-gambar, garis-garis dan bentuk-bentuk menarik lainnya. Kegiatan disesuaikan dengan KD agar tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran yang dibuat. Kegiatan yang ada dalam LKPD didesain hampir sama dengan soal evaluasi, hanya berbeda dalam menyampaikan soal. Tetapi LKPD juga membantu siswa menjadi jembatan untuk menerapkan media-media yang sudah peneliti sediakan untuk menarik perhatian siswa dan melancarkan kegiatan pembelajaran. Peneliti melampirkan materi pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat. Materi disusun sesuai dengan KD dan buku paket siswa. Materi disusun secara singkat, jelas dan dapat mencakup keseluruhan materi yang perlu disampaikan kepada siswa dalam satu pembelajaran. Peneliti juga melampirkan beberapa media pembelajaran saperti lagu-lagu, video pembelajaran, beberapa gambar

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 terkait dengan pembelajaran, media benda kongkret, dan media buatan dari karton serta sterofoam untuk area kerja siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disertai dengan soal evaluasi dan penilaian untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah melakuakn kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi dibuat untuk setiap indikator pembelajaran disertai jawaban dan instrument penilaian yang menjadi pedoman dalam menilai hasil siswa. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian otentik sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Bidang studi PPKn dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 1, 2, 3 dan 4. Sedangkan bidang studi lain dinilai berdasarkan KI 3 dan 4. Lembar refleksi juga terdapat dalam lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar refleksi berisikan gambar emoticon wajahwajah yang dapat menggambarkan perasaan siswa selama melakukan pembelajaran sehari. Siswa memilih dan berefleksi sesuai dengan keadaan masing-masing dengan bantuan guru. Format program pengayaan juga dibuat untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas-tugas siswa. Program pengayaan dilaksanakan setelah melakukan evaluasi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) juga melampirkan lembar format remidial yang memudahkan guru untuk mencatat siswa yang masih kurang dalam mencapai nilai KKM dan tidak tercapainya indikator ataupun tujuan yang ditentukan. C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 Produk yang telah dibuat oleh peneliti berupa perangkat pembelajaran inovatif akan divalidasi kepada dua orang pakar/ ahli. Validasi bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang dibuat. Validasi yang dilakukan berpedoman pada instrumen penilaian yang sudah dibuat oleh peneliti. Validasi akan

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 sangat membantu peneliti memperolah saran dan masukan mengenai produk perangkat pembelajaran terpadu, sehingga produk yang layak bisa diujicobakan di salah satu sekolah. Pakar atau ahli perangkat pembelajaran inovatif yang menjadi validator adalah mahasiswa PPG Sanata Dharma yaitu mbak S dan satu guru SD Negeri Dayuharjo yaitu ibu D. Beliau mempunyai banyak pengalaman tentang kelayakan kegiatan pembelajaran yang peneliti buat untuk kelas I. Validasi pakar/ ahli dilakukan sebanyak satu kali dengan waktu satu bulan. Terdapat beberapa aspek penilaian terhadap perangkat pembelajaran dalam instrument penilaian validasi yang digunakan peneliti yaitu (1) Program Tahunan (Prota) terdiri dari identitas Prota, komponen prota, jumlah jam efektif dan pembagian waktu setiap tema/ subtema, (2) Program Semester (Promes) terdiri dari identitas prosem, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan KI dan KD serta Indikator, (3) Silabus terdiri dari identitas silabus, materi pokok, keterkaitan komponen dalam silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari (identitas RPP, tujuan pembelajaran, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), perumusan indikator, metode, media materi pembelajaran, pendekatan, model, pembelajaran, sumber belajar, evaluasi, mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, model yang digunakan, mengembangkan 5M, dan instrumen evaluasi), (5) Media (6) Lembar Kerja Peserta Didik, dan (7) Bahasa. Berdasarkan hasil validasi oleh pakar/ ahli perangkat pembelajaran inovatif yaitu mbak S, memberikan rerata skor pada model pembelajaran PPR, yaitu skor 4,31 dengan katagori “sangat baik”. Sedangkan rerata pada model pembelajaran Inkuiri memberikan skor 4,30 dengan katagori “sangat baik”. Model pembelajaran inovatif PPR dan model pembelajaran inkuiri dinyatakan layak digunakan atau diujicobakan di lapangan dengan revisi sesuai komentar dan saran.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Mbak S sebagai validator memberikan komentar dalam model pembelajaran PPR pada komponen: silabus yaitu (1) Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/Subtema, (2) Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Aspek pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu (1) Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (audience) B (behavior) C (condition) D (degree). (2) materi pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran), (3) strategi pembelajaran (pendekatan, model, langkah-langkah pembelajaran, dan tahapan kegiatan pembelajaran, serta penerapan pembelajaran saintifik sesuai), (4) evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan dan remedial), (5) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6/ HOTS), (6) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti, (7) mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 (4C). Aspek bahasa yaitu (1) menggunakan bahasa yang sesuai EBI. Komentar yang diberikan mbak S pada model pembelajaran PPR dalam silabus yaitu (1) Kompetensi Inti (KI) dalam silabus belum dicantumkan, (2) Penilaian dan sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan. Komentar pada RPP yaitu (1) gunakan degree kuantitas, (2) indikator dengan KD disesuaikan (3) konsisten dalam menuliskan 5M dan 4C (4) indikator dan soal disesuaikan (5) beberapa soal belum HOTS (6) konsisten menulis 5M, (7) konsisten menulis 4C. Komentar pada bahasa yaitu (1) gunakan bahasa sederhana dan bahasa tulis. Mbak S sebagai validator memberikan komentar dalam model pembelajaran Inkuri pada komponen silabus yaitu (1) Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 tema/Subtema, (2) Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Aspek pada RPP yaitu (1) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (2) Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (audience) B (behavior) C (condition) D (degree), (3) strategi pembelajaran (pendekatan, model, langkah-langkah pembelajaran, dan tahapan kegiatan pembelajaran, serta penerapan pembelajaran saintifik sesuai), (4) evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan dan remedial), (5) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6/ HOTS), (6) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti, (7) mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 (4C). Aspek bahasa yaitu (1) menggunakan bahasa yang sesuai EBI. Komentar yang diberikan mbak S pada model pembelajaran Inkuri dalam silabus yaitu yaitu (1) KI harus dicantumkan, (2) Penilaian dan sumber belajar dicantumkan. Komentar pada RPP yaitu (1) KD dengan Indikator disesuaikan, jika KD memuat C2 maka indikator juga memuat C2, (2) ada degree yang belum dicantumkan, (3) ada beberapa yang tidak sesuai, (4) indikator dengan soal kurang tepat, (5) sesuaikan dengan KD jika belum HOTS baru ditambah tingkatannya. (6) konsisten menulis 5M, (7) konsisten menulis 4C. Komentar pada bahasa yaitu (1) gunakan bahasa sederhana dan bahasa tulis. Berdasarkan hasil validasi oleh pakar/ ahli perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan ibu D memberikan rerata skor 4,33 dengan katagori “sangat baik” pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Sedangkan pada model pembelajaran inkuiri didapatkan rerata dengan skor 4,30 dengan

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 katagori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran Paradigma Pembelajaran Reflektif (PPR) dan Inkuiri dinyatakan layak digunakan atau diujicobakan di lapangan dengan revisi sesuai komentar dan saran. Ibu D memberikan saran untuk peneliti pada model pembelajaran PPR dengan komponen komponen yaitu, aspek media yaitu (1) kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Pada aspek LKPD yaitu (1) kelayakan isi (sesuai dengan KI dan KD, sesuai dengan kemampuan siswa, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi), (2) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Komentar yang diberikan pada model pembelajaran PPR pada aspek media yaitu (1) strategi pembelajaran dalam media kurang sesuai dengan kondisi siswa. Pada aspek LKPD yaitu (1) LKPD PPKn kurang sesuai dengan indikator, (2) penggunaan bahasa dalam struktur kalimat sukar dipahami siswa. Ibu D memberikan saran untuk peneliti pada model pembelajaran Inkuiri dengan komponen pada aspek media yaitu (1) kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi), (2) keterbatasan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Dalam aspek LKPD yaitu (1) kelayakan tampilan daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 komposisi/ judul dan logo LKPD. Dalam aspek bahasa yaitu (1) kelimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. Komentar yang diberikan pada model pembelajaran Inkuri pada aspek media yaitu (1) media kurang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, (2) ukuran tulisan dalam media kurang sesuai dengan usia siswa. Dalam aspek LKPD (1) penggunaan huruf dalam LKPD kurang sesuai dengan usia siswa kelas I. Aspek dalam bahasa yaitu (1) kalimat yang digunakan terlalu panjang bagi siswa. Perangkat pembelajaran inovatif yang telah divalidasi oleh kedua validator tersebut direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut : Tabel 4.1 Komentar pakar dan revisi model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) No 1 2 3 4 Aspek yang dinilai Komentar Revisi Silabus Silabus memuat identitas Kompetensi Inti Melengkapi sekolah, Kompetensi Inti (KI) dalam Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar silabus belum (KI) belum (KD), dan tema/subtema dicantumkan dicantumkan Silabus memuat materi Penilaian dan Melengkapi pokok , kegiatan sumber belajar Penilaian dan pembelajaran, penilaian, dalam silabus sumber belajar alokasi waktu dan belum belum sumber belajar dicantumkan dicantumkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tujuan pembelajaran Gunakan Degree Menggunakan (kesesuaian tujuan kuantitas Degree kuantitas dengan indikator, kata (menuntuk pada (menuntuk pada kerja dapat diukur, jumlah) jumlah) mencakup komponen ABCD-nya) Materi pembelajaran Indikator dan Menyesuaikan (kesesuaian materi KD disesuaikan indikator dengan pembelajaran dengan KD KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran)

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 7 10 11 18 19 1 2 Strategi pembelajaran (pendekatan, model, metode, langkah-langkah pembelajaran, tahapan kegiatan pembelajaran, serta penerapan pembelajaran saintifik sesuai) Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6/ HOTS) Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti Konsisten dalam Melengkapi menuliskan 5M dalam menuliskan 5M dan 4C dalam dan 4C tahapan kegiatan Indikator dan Memperbaiki soal disesuaikan Indikator agar sesuai dengan soal. Beberapa belum Memperbaiki dan ada soal HOTS mengubah beberapa soal agar menjadi soal HOTS Konsisten Melengkapi menulis 5M dengan menulis 5M dalam langkah setiap kegiatan Mengembangkan 4 Konsisten Melengkapi ketrampilan dasar belajar meulis 4C dengan menulis abad 21 4C 4C dalam langkah setiap kegiatan Media Kesesuaian jenis media Strategi Mengubah media dengan kompetensi yang pembelajaran agar sesuai harus dicapai, materi dalam media dengan siswa yang dibahas, strategi kurang sesuai pembelajaran yang dengan siswa dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi) LKPD Kelayakan isi (sesuai LKPD PPKn Memperbaiki dengan KI dan KD, kurang sesuai dengan mengubah sesuai dengan dengan indikator soal LKPD agar

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 3 4 kemampuan siswa, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi), (2) kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, Penggunaan penggunaan tanda baca bahasa dalam sesuai, struktur kalimat struktur kalimat mudah dipahami, sukar dipahami mendorong siswa untuk siswa. berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Bahasa Kalimat yang digunakan Sederhanakan jelas dan mudah bahasa dimengerti sesuai dengan indikator Mengubah bahasa dan struktur kalimat yang sederhana agar mudah dipahami siswa. Mengubah bahasa di RPP menjadi bahasa yang sederhana Tabel 4.2 Komentar pakar dan revisi model pembelajaran Inkuri No 1 2 2 3 Aspek yang dinilai Komentar Revisi Silabus Silabus memuat identitas KI harus Melengkapi sekolah, Kompetensi Inti dicantumkan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KI) belum (KD), dan tema/subtema dicantumkan Silabus memuat materi Penilaian dan Melengkapi pokok , kegiatan sumber belajar Penilaian dan pembelajaran, penilaian, dicantumkan sumber belajar alokasi waktu dan belum sumber belajar dicantumkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kesesuaian rumusan KD dengan Mengubah indikator dengan KI dan indikator indikator sesuai KD disesuaikan, jika dengan KD sesuai KD memuat c2 komentar maka indikator juga memuat c2 baru ditingkatkan Tujuan pembelajaran Ada degree yang Mencantumkan (kesesuaian tujuan belum tercantum Degree kuantitas dengan indikator, kata (menuntuk pada kerja dapat diukur, jumlah) mencakup komponen

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 7 10 11 18 19 1 2 ABCD-nya) Strategi pembelajaran (pendekatan, model, metode, langkah-langkah pembelajaran, tahapan kegiatan pembelajaran, serta penerapan pembelajaran saintifik sesuai) Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator(C4-C6/ HOTS) Ada beberapa Menyesuaikan yang tidak setiap aspek sesuai dalam strategi pembelajaran Indikator Memperbaiki dengan soal Indikator yang kurang tepat tidak sesuai dengan soal Sesuaikan dengan KD jika belum HOTS baru ditambah tingkatannya Memperbaiki indikator dengan menyesuaikan KD lalu baru ditingkatkan kemampuan berpikirnya Mengembangkan 5M Setiap langkah Melengkapi dalam kegiatan inti dicantumkan menulis 5M 5M dalam langkah setiap kegiatan Mengembangkan 4 Setiap langkah Melengkapi ketrampilan dasar belajar dicantumkan 4C menulis 4C dalam abad 21 4C langkah setiap kegiatan Media Kesesuaian jenis media Media kurang Mengubah media dengan kompetensi yang sesuai dengan agar sesuai harus dicapai, materi kompetensi dengan yang dibahas, strategi yang akan kompetensi yang pembelajaran yang dicapai dicapai dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi) Keterbatasan tulisan jenis Ukuran tulisan Mengubah ukuran dan ukuran, keruntutan dalam media tulisan dalam

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 5 4 penyajian materi, kurang sesuai kelengkapan materi, dengan usia kesederhanaan dalam siswa menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media LKPD Kelayakan tampilan daya Penggunaan tarik sampul/ cover huruf dalam LKPD, kesesuaian huruf LKPD kurang yang digunakan dalam sesuai dengan LKPD, keseimbangan usia siswa kelas komposisi/ judul dan I logo LKPD Bahasa Kalimat yang digunakan Gunakan bahasa jelas dan mudah sederhana dalam dimengerti penulisan kegiatan pembelajaran Kalimat yang digunakan terlalu panjang bagi siswa media agar sesuai dengan usia siswa Mengubah penggunaan huruf dalam LKPD agar sesuai dengan usia siswa kelas I Mengubah bahasa di RPP menjadi bahasa yang sederhana Mengubah kalimat menjadi singkat dan jelas 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan peneliti setelah mengetahui saran dan masukan yang telah diberikan oleh validator. Validator mbak S memberikan masukan pada model pembelajaran PPR pada (1) Kompetensi Inti (KI) dalam silabus belum dicantumkan. Peneliti melakukan perbaikan dengan melengkapi Kompetensi Inti (KI) dalam silabus yang belum dicantumkan. (2) Penilaian dan sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan. Peneliti melakukan perbaikan dengan melengkapi penilaian dan sumber belajar pada silabus. Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu (1) gunakan degree kuantitas. Peneliti menambahkan degree kuantitas yang menunjuk pada jumlah dalam tujuan pembelajaran (2) indikator dengan KD disesuaikan. Peneliti mengubah dan menyesuaikan indikator dengan

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 KD (3) konsisten dalam menuliskan 5M dan 4C. Peneliti melengkapi dalam menuliskan 5M dan 4C dalam tahapan kegiatan. (4) indikator dan soal disesuaikan. Peneliti memperbaiki indikator agar sesuai dengan soal. (5) beberapa soal belum HOTS. Peneliti memperbaiki dan mengubah beberapa soal agar menjadi soal HOTS. (6) konsisten menulis 5M. Peneliti melengkapi dengan menulis 5M dalam langkah setiap kegiatan. (7) konsisten menulis 4C. Peneliti melengkapi dengan menulis 4C dalam langkah setiap kegiatan. Pada bahasa yaitu (1) gunakan bahasa sederhana dan bahasa tulis. Peneliti mengubah bahasa di RPP menjadi bahasa yang sederhana. Validator mbak S memberikan masukan pada model pembelajaran Inkuiri dan peneliti melakukan revisi pada, (1) KI harus dicantumkan. Peneliti melakukan perbaikan dengan melengkapi Kompetensi Inti (KI) dalam silabus yang belum dicantumkan. (2) Penilaian dan sumber belajar dicantumkan. Peneliti melakukan perbaikan dengan melengkapi penilaian dan sumber belajar pada silabus. Pada RPP yaitu (1) KD dengan Indikator disesuaikan, jika KD memuat C2 maka indikator juga memuat C2. Peneliti mengubah indikator sesuai dengan KD sesuai komentar (2) ada degree yang belum dicantumkan, Peneliti mencantumkan degree kuantitas (menuntuk pada jumlah) (3) ada beberapa yang tidak sesuai. Peneliti menyesuaikann setiap aspek dalam strategi pembelajaran. (4) indikator dengan soal kurang tepat. Peneliti memperbaiki indikator yang tidak sesuai dengan soal. (5) sesuaikan dengan KD jika belum HOTS baru ditambah tingkatannya. Peneliti memperbaiki indikator dengan menyesuaikan KD lalu baru ditingkatkan kemampuan berpikirnya. (6) konsisten menulis 5M. Peneliti melengkapi menulis 5M dalam langkah setiap kegiatan. (7) konsisten menulis 4C. Peneliti melengkapi menulis 4C dalam langkah setiap kegiatan. Pada bahasa yaitu (1) gunakan bahasa sederhana dan bahasa tulis. Peneliti mengubah bahasa di RPP menjadi bahasa yang sederhana.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Peneliti melakukan revisi pada komentar yang diberikan ibu D pada model pembelajaran PPR yaitu pada media (1) strategi pembelajaran dalam media kurang sesuai dengan kondisi siswa. Peneliti mengubah media agar sesuai dengan siswa. Pada LKPD (1) LKPD PPKn kurang sesuai dengan indikator. Peneliti memperbaiki dengan mengubah soal LKPD agar sesuai dengan indikator (2) penggunaan bahasa dalam struktur kalimat sukar dipahami siswa. Peneliti mengubah bahasa dan struktur kalimat yang sederhana agar mudah dipahami siswa pada LKPD. Peneliti melakukan revisi pada komentar yang diberikan ibu D pada model pembelajaran Inkuri pada media yaitu (1) media kurang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Peneliti mengubah media agar sesuai dengan kompetensi yang dicapai. (2) ukuran tulisan dalam media kurang sesuai dengan usia siswa. Peneliti mengubah ukuran tulisan dalam media agar sesuai dengan usia siswa. Pada LKPD (1) penggunaan huruf dalam LKPD kurang sesuai dengan usia siswa kelas I. Peneliti mengubah penggunaan huruf dalam LKPD agar sesuai dengan usia siswa kelas I. Pada bahasa yaitu (1) kalimat yang digunakan terlalu panjang bagi siswa. Peneliti mengubah kalimat menjadi singkat dan jelas. D. Uji Coba Terbatas 1. Data uji coba terbatas Peneliti melakukan uji coba terbatas perangkat pembelajaran inovatif dengan guru SD kelas I dan teman sejawat mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Peneliti melakukan uji coba terbatas di SD Negeri Dayuharjo pada tanggal 22 Oktober 2018 sampai dengan 27 Oktober 2018 di kelas IB. Peneliti didampingi oleh guru kelas IB yaitu Ibu M, beliau membantu peneliti menjadi penilai guru ketika peneliti melakukan uji coba di kelasnya. Sedangkan Mbak E menjadi penilai teman sejawat untuk kegiatan siswa di kelas.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Dalam uji coba peneliti dapat melihat perubahan siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran inovatif di kelas. Awalnya saat peneliti melakukan observasi dan wawancara pada proses pembelajaran, siswa belum terlibat aktif menyampaikan pendapat serta belum melakukan kegiatan dengan 5M. Beberapa siswa juga diam, tidak mengerjakan soal-soal yang diberikan guru. Selain itu siswa belum pernah bekerja sama dengan teman dalam mengerjakan soal atau memecahkan masalah. Tetapi ketika peneliti melakukan uji coba, terlihat perubahan siswa sangat nampak. Misalnya siswa aktif dan berinteraksi dalam pembelajaran, jadi pembelajaran tidak hanya disampaikan satu arah dari guru ke siswa, tetapi dua arah dengan peran aktif siswa. Selain itu, siswa juga dapat mencapai kegiatan 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan) dalam proses pembelajaran dengan baik. Siswa dapat berkomunikasi, berkolaborasi, memecahkan masalah dengan baik bersama teman kelompoknya dalam mengerjakan LPKD disertai media yang diberikan guru. Siswa juga dapat mengkomunikasikan hasil yang di dapatnya setelah meneyelesaikan tugas-tugasnya. Dalam instrumen terdapat beberapa komponen aspek terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran inovatif yang dinilai guru kelas IB dan teman sejawat ketika melakukan uji coba produk. Komponen yang dimaksud yaitu (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai karakteristik model inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan), (4) guru mengembangkan ketrampilan dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif), (5) guru menguasai materi, (6) guru berperan sebagai fasilitator, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan media, (9) guru mengembangkan kemampuan berfikir

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 tingkat tinggi (HOTS), (10) guru mengusahakan kegiatan yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan berkarakter, (12) melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) guru menciptakan suasana yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Aspek penilaian terhadap komponen pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dinilai oleh teman sejawat untuk menilai kegiatan siswa yaitu (1) ketercapaian indikator yang ditetapkan untuk siswa, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melakukan 5M, (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa berkembang kemampuan 4Cnya. Berdasarkan hasil uji coba di kelas IB dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, ibu M memberi skor rata-rata 4,41 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran PPR. RPP layak diujicobakan dengan revisi. Ibu M memberikan komentar pada komponen (1) guru berperan sebagai fasilitator, (2) guru menciptakan suasana yang menyenangkan. Komentar yang diberikan oleh ibu M yaitu (1) siswa lebih banyak diberi bimbingan khususnya, siswa yang belum bisa menulis dan membaca, (2) pembelajaran sudah baik, hanya perlu peningkatan pengawasan terhadap siswa. Berdasarkan hasil uji coba di kelas IB dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, ibu M memberi skor rata-rata 4,10 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran Inkuri. RPP layak diujicobakan dengan revisi. Ibu M memberikan komentar pada komponen (1) menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) (2) guru mengembangkan pendidikan berkarakter. Komentar yang diberikan oleh ibu M yaitu (1) model pendekatan sudah baik hanya perlu

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 disesuaikan dengan materi supaya lebih tepat dengan indikator, (2) pendidikan karakter sudah diselipkan dalam pembelajaran sudah baik. Berdasarkan hasil uji coba di kelas IB dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, Mbak E memberi skor rata-rata 4,13 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran PPR. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) layak diujicobakan dengan revisi. Mbak E memberikan komentar pada komponen (1) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) siswa terlibat dalam penggunaan media, (3) siswa melakukan 5M, (4) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. Komentar yang diberikan oleh Mbak E yaitu (1) siswa asyik mengikuti pembelajaran sampai kelas menjadi kurang kondusif, (2) hanya beberapa siswa yang terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (3) masih belum terlihat bagian menalar, (4) siswa masih kurang memperoleh pengalaman langsung. Berdasarkan hasil uji coba di kelas IB dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, mbak E memberi skor rata-rata 4,56 dengan katagori “sangat baik” pada model pembelajaran Inkuri. RPP layak diujicobakan dengan revisi. Mbak E memberikan komentar pada komponen (1) siswa melakukan 5M, (2) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (3) siswa berkembang kemampuan 4C-nya. Komentar yang diberikan oleh mbak E yaitu (1) bagian menanya kurang terlihat, (2) ketrampilan belajar 4C pada bagian berpikir kritis kurang, (3) siswa kurang memperoleh pengalaman langsung Perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari program tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah diujicoba di kelas IB kemudian dinilai guru kelas dan teman sejawat tersebut direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut :

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 4.3 Komentar Guru SD dalam uji coba kelas IB dan revisi Model Pembelajaran PPR No 6 13 Revisi Mengubah kegiatan pembelajaran agar guru memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang kurang mampu dalam menulis dan membaca. Guru menciptakan Pembelajaran Membuat suasana pembelajaran sudah baik, hanya pembelajaran agar yang menyenangkan. perlu peningkatan meningkatkan pengawasan pengawasan terhadap siswa. terhadap siswa. Aspek Guru lebih berperan sebagai fasilitator pada saat pembelajaran. Komentar Siswa lebih banyak diberi bimbingan khususnya siswa yang belum bisa menulis dan membaca. Tabel 4.4 Komentar teman sejawat dalam uji coba kelas IB dan revisi Model Pembelajaran PPR No Aspek 3 Siswa melakukan 5M 5 Komentar Masih terlihat menalar. belum bagian Siswa asyik mengikuti Siswa asyik dalam pembelajaran mengikuti kegiatan sampai kelas pembelajaran. menjadi kurang kondusif. 6 Hanya beberapa siswa yang Siswa terlibat dalam terlibat dalam penggunaan media. penggunaan media.pembelajar an. 7 Siswa memperoleh Siswa masih pengalaman langsung kurang dalam pembelajaran. memperoleh Revisi Peneliti mengubah kegiatan secara rinci agar bagian 5M dapat diterapkan secara runtut. Peneliti akan lebih memperhatikan kegiatan dalam RPP agar kegiatan siswa tetap dengan keadaan yang kondusif. Peneliti akan menambah media agar seluruh siswa dapat menggunakan media pembelajaran. Peneliti membuat pengalaman yang mengakibatkan

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 pengalaman langsung. siswa terlibat aktif agar siswa memperoleh pegalaman langsung. Tabel 4.5 Komentar Guru SD dalam uji coba Kelas IB dan revisi Model Pembelajaran Inkuri No 3 11 Komentar Model pendekatan sudah baik hanya perlu disesuaikan dengan materi supaya lebih tepat dengan indikator. Guru mengembangkan Pendidikan pendidikan karakter sudah berkarakter. diselipkan dalam pembelajaran sudah baik. Aspek Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan). Revisi Mengubah agar model sesuai dengan indikator. Meningkatkan agar pendidikan berkarakter terus ada dalam pembelajaran. Tabel 4.6 Komentar teman sejawat dalam uji coba Kelas IB dan revisi Model Pembelajaran Inkuri No Aspek Komentar 3 Siswa melakukan 5M Bagian menanya kurang terlihat. 7 Siswa kurang Siswa memperoleh memperoleh pengalaman langsung pengalaman dalam pembelajaran. langsung.. 8 Ketrampilan Siswa berkembang belajar 4C pada kemampuan 4C-nya. bagian berpikir kritis kurang. Revisi Peneliti akan mempertajam bagian menanya Peneliti membuat pengalaman yang mengakibatkan siswa terlibat aktif agar siswa memperoleh pegalaman langsung. Peneliti mengubah sedikit kegiatan agar siswa mampu menerapkan ketrampilan belajar 4C seluruhnya.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 2. Revisi Produk Revisi produk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar yang diberikan ibu M guru kelas I dan mbak E penilai teman sejawat. Guru kelas I memberikan komentar pada model pembelajaran PPR. Ibu M memberikan komentar pada komponen (1) siswa lebih banyak diberi bimbingan khususnya, siswa yang belum bisa menulis dan membaca. Peneliti Mengubah kegiatan pembelajaran agar guru memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang kurang mampu dalam menulis dan membaca, (2) pembelajaran sudah baik, hanya perlu peningkatan pengawasan terhadap siswa. Peneliti membuat pembelajaran agar meningkatkan pengawasan terhadap siswa. Revisi produk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan berdasarkan masukan dan komentar yang diberikan ibu M guru kelas I. Guru kelas I memberikan komentar pada model pembelajaran Inkuri. Komentar yang diberikan oleh ibu M yaitu (1) model pendekatan sudah baik hanya perlu disesuaikan dengan materi supaya lebih tepat dengan indikator. Peneliti mengubah agar model sesuai dengan indikator, (2) pendidikan karakter sudah diselipkan dalam pembelajaran sudah baik. Peneliti meningkatkan agar pendidikan berkarakter terus ada dalam pembelajaran. Teman sejawat memberikan komentar pada model pembelajaran Paradigma Pedagoggi Reflektif (PPR). Komentar yang diberikan oleh mbak E yaitu (1) siswa asyik mengikuti pembelajaran sampai kelas menjadi kurang kondusif. Peneliti akan lebih memperhatikan kegiatan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar kegiatan siswa tetap dengan keadaan yangkondusif, (2) hanya beberapa siswa yang terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. Peneliti akan menambah media agar seluruh siswa dapat menggunakan media pembelajaran. (3) masih belum terlihat bagian menalar. Peneliti mengubah kegiatan secara rinci agar bagian 5M dapat diterapkan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 secara runtut, (4) siswa masih kurang memperoleh pengalaman langsung. Peneliti membuat pengalaman yang mengakibatkan siswa terlibat aktif agar siswa memperoleh pegalaman langsung. Teman sejawat memberikan komentar pada model pembelajaran Inkuiri. Komentar yang diberikan oleh mbak E yaitu (1) bagian menanya kurang terlihat. Peneliti akan mempertajam bagian menanya, (2) ketrampilan belajar 4C pada bagian berpikir kritis kurang. Peneliti mengubah sedikit kegiatan agar siswa mampu menerapkan ketrampilan belajar 4C seluruhnya, (3) siswa kurang memperoleh pengalaman langsung. Peneliti membuat pengalaman yang mengakibatkan siswa terlibat aktif agar siswa memperoleh pegalaman langsung. E. Kajian Produk Akhir Produk akhir didapatkan setelah melakukan langkah-langkah yang sesuai pengembangan Bord and Gall. Melalui langkah awal sampai langkah uji coba peneliti mendapatkan saran dan masukan setelah melakukan validasi dengan kedua pakar/ ahli perangkat pembelajaran. Peneliti telah melakukan revisi sebanyak dua kali sebelum uji coba dan setelah uji coba. Peneliti melakukan revisi awal sesuai dengan saran dan komentar dari hasil validasi yang dilakukan oleh kedua validator mbak S mahasiswa PPG dan Ibu D guru kelas I SD Negeri Dayuharjo. Kemudian peneliti melakukan uji coba terbatas di SD Negeri Dayuharjo di kelas I. Berdasarkan uji coba yang dilakukan peneliti, peneliti mendapatkan saran dan komentar atas produk yang peneliti uji coba dari guru kelas I. Beberapa aspek yang masih belum sesuai. Saran dan komentar dari guru digunakan peneliti untuk melakukan revisi perbaikan produk sehingga menjadi produk akhir yang layak guna. Produk perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus dan RPP beserta lampiran akan dijilid menjadi satu dan siap digunakan.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Produk akhir perangkat pembelajaran inovatif telah direvisi sesui dengan saran dan komentar dari pakar/ ahli prangkat pembelajaran inovatif. Peneliti memperbaiki produk sesuai dengan saran dan komentar dari validator. Komponen yang terdapat di setiap perangkat pembelajaran dapat terpenuhi dan lengkap sesuai dengan saran dan komentar. Komponen perangkat pembelajaran Program tahunan (prota) yaitu (1) identitas prota, (2) tema, subtema, alokasi waktu, (3) jumlah jam efektif (4) proporsi pembagian waktu. Komponen perangkat pembelajaran Program Semester (Promes) yaitu identitas promes, (2) tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu, (3) materi dan alokasi waktu. Komponen perangkat pembelajaran silabus yaitu (1) identitas silabus, (2) materi, kegiatan pembelajara, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Komponen perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu (1) identitas RPP (2) tujuan pembelajaran (3) kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, (4) materi pembelajaran, (5) pendekatan, model dan metode pembelajaran, (6) media pembelajaran/ bahan dan sumber belajar, (7) kegiatan pembelajaran, (8) penilaian, (9) lampiran (materi, media, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi dan kunci jawaban, instrumen dan rubrik penilaian). Perangkat pembelajaran yang pertama adalah Program tahunan (Prota). Program tahunan (Prota) berisikan identitas prota yang lengkap yaitu kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran. Program Tahunan (Prota) juga berisikan tema, sub tema, alokasi waktu agar memudahkan dalam membaca isi prota. Produk prota dilengkapi dengan jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. Perangkat pembelajaran yang kedua adalah Program Semester (Promes). Program Semester (Promes) memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran).

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Terdapat (tema, sub tema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu) dalam promes. Dilengkapi dengan materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Perangkat pembelajaran yang ketiga adalah silabus. Silabus memuat komponen identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/ sub tema. Silabus juga memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Perangkat pembelajaran yang keempat adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mempunyai komponen-komponen yang lengkap. Pertama dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memuat identitas RPP yang berisikan satuan pendidikan, kelas, semester, tema/ sub tema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal. Kedua yaitu tujuan pembelajaran dibuat sesuai dengan indikator dan mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur, kata kerja operasional yang mencakup A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Ketiga kompetensi inti (KI). KI merupakan gambaran kompetensi umum yang harus dipelajari siswa untuk jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Keempat kompetensi dasar (KD). Kompetensi Dasar dan indikator pencapaian kompetensi merupakan bagian-bagian secara khusus yang dipelajari siswa agar mencapai minimal materi pada indikator. Indikator didapatkan melalui turunan KD, indikator juga disusun susuai tingkatan berpikir siswa kelas I. Dalam membuat indikator diusahakan terdapat kata kerja operasional dengan tingkat berfikir tinggi atau HOTS. Kelima materi pelajaran yang berisikan rangkuman materi di setiap pembelajaran. Keenam pendekatan, model dan metode pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan terpadu

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 dan scientific. Model yang digunakan peneliti ada dua yaitu model pembelajaran inkuiri dan PPR (Pradigma Pedagogi Reflektif). Metode pembelajaran yang digunakan adalah tanya jawab, diskusi, penugasan dan resitasi, dan ceramah. Ketujuh yaitu media pembelajaran dan sumber belajar. Media pembelajaran yang digunakan peneliti adalah LCD, proyektor, power point gambar bangun datar, video pembelajaran cerita, gambargambar benda dan keluarga, media buatan tentang bangun datar dan benda-benda kongkrit. Sedangkan sumber belajar yang digunakan yaitu buku siswa dan internet. Kedelapan adalah tahapan kegiatan pembelajaran. Tahapan kegiatan pembelajaran dibuat urut sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan. Dalam tahapan kegiatan pembelajaran mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kesembilan yaitu penilaian. Penilaian berisikan jenis dan teknik, bentuk dan pedoman penskoran. Kesepuluh adalah lampiran-lampiran RPP yang berisikan materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi dan kunci jawaban, instrumen dan rubrik penilaian, refleksi, format lembar pengayaan dan format remedial. Materi berisikan rangkuman materi satu pembelajaran yang dipelajari dalam sehari. Media pembelajaran berisikan gambar-gambar benda bangun datar, gambar keluarga, gambar permainan dan lirik lagu . Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisikan kegiatan-kegiatan siswa yang dibuat secara menarik penuh dengan gambar dan hiasanhiasan. Soal evaluasi berisikan soal-soal yang sesuai dengan indikator digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mencapai

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 indikator. Instrument penilaian memuat soal dan kunci jawaban yang digunakan sebagai panduan dalam mengevaluasi kegiatan yang dilakukan siswa. Selain instrument penilaian juga dilampirkan teknik penilaian yang memuat rubrik penilaian yang digunakan sebagai acuan memberi nilai atas pekerjaan yang dilakukan siswa. Refleksi berisikan gambar emotikon-emotikon dengan berbagai ekspresi dan pertanyaan yang akan dijawab siswa. Format lembar pengayaan dilampirkan guna untuk menambah pengetahuan siswa dalam materi khusus dan format remedial digunakan untuk mendata siswa yang nilai-nilai yang di dapat tidak mencapai batas KKM. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil validasi oleh kedua validator perangkat pembelajaran inovatif dan pelaksaan uji coba produk dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran tersebut masuk dalam katagori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,28. Hasil validasi dari kedua validator mengenai model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kedua validator memberi skor dengan rata-rata 4,32 dengan katagori “sangat baik”, sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memiliki skor 4,30 dengan katagori “sangat baik”. Berbeda halnya dengan hasil uji coba terbatas guru dan teman sejawat yang memberikan rata-rata skor 4,14 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memberikan rerata skor 4,33 dengan katagori “baik”. Melalui hasil validasi kedua validator dan penilaian uji coba dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sudah mencakup seluruh aspek pada instrumen yang ada dan dapat digunakan dengan perbaikan revisi dari masukan-masukan. dijabarkan dalam tabel berikut : Hasil nilai tersebut

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Tabel 4.7 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif dan Penilaian Uji Coba No Perangkat Pembelajaran Skor Kategori Validasi Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model PPR (A) Pakar Validasi 2 Pembelajaran Inovatif Model Inkuri (A) Pakar Validasi 3 Pembelajaran Inovatif Model PPR (B) Pakar Validasi 4 Pembelajaran Inovatif Model Inkuri (B) Guru Kelas I Model 5 Pembelajaran PPR Guru Kelas I Model 6 Pembelajaran Inkuiri Teman Sejawat Model 7 Pembelajaran PPR Teman Sejawat Model 8 Pembelajaran Inkuiri Jumlah Rata-rata Katagori 1 4,31 Sangat baik 4,30 Sangat baik 4,33 Sangat baik 4,30 Sangat baik 4,14 Baik 4,10 Baik 4,13 Baik 4,56 Sangat Baik 34,17 4,28 Sangat baik 2. Pembahasan Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Menurut UU No. 19 Tahun 2002, inovatif adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau pun perekayasaan yang dilakukan dengan tujuan melakukan pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau pun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau pun proses produksinya. Jadi perangkat

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 pembelajaran inovatif merupakan perangkat yang digunakan guru sebagai pegangan ketika melakukan proses belajar mengajar yang dikembangkan sesuai dengan ide-ide baru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan penelitian relevan milik Armania (2015) yang melakukan penelitian sama dengan peneliti yaitu pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013. Penelitian milik Armania juga menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPPTH yang salah satunya menjadi hasil dari peneliti. Tetapi terdapat beberapa hal yang berbeda yaitu hasil penelitian milik Armania menunjukkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 yang dikembangkan ditinjau dari komponen RPPTH seperti : (1) komponen RPPTH disusun lengkap, (2) RPPTH disusun dengan memperhatikan keutuhan perkembangan pribadi siswa (intelektual, keterampilan, sikap sosial, dan sikap spiritual) yang nampak dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran, (3) RPPTH disusun dengan pendekatan tematik integrative, (4) RPPTH disusun berbasik aktivitas siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik, (5) Penilaian RPPTH menggunakan penilaian autentik, (6) RPPTH disusun dengan ketentuan EYD. Sesuai dengan pemaparan ahli dan penelitian terdahulu tersebut peneliti telah mengembangkan perangkat pembelajaran secara inovatif dengan cara menambah beberapa komponen-komponen dalam perangkat pembelajaran terutama pada perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar menjadi perangkat pembelajaran dengan model baru yang memenuhi karakteristik Kurikulum 2013 dan mengembangkan ketrampilan berpikir abad 21. Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan peneliti divalidasi oleh ahli perangkat pembelajaran inovatif dan dinilai guru kelas serta teman sejawat ketika melakukan uji coba di salah satu Sekolah Dasar.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Hasil validasi dan penilaian berpedoman pada aspek perangkat pembelajaran yaitu (1) Program Tahunan (Prota) terdiri dari identitas Prota, komponen prota, jumlah jam efektif dan pembagian waktu setiap tema/ sub tema, (2) Program Semester (Promes) terdiri dari identitas promes, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan KI dan KD serta Indikator, (3) Silabus terdiri dari identitas silabus, materi pokok, keterkaitan komponen dalam silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari (identitas RPP, tujuan pembelajaran, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), perumusan indikator, metode, media materi pembelajaran, pendekatan, model, pembelajaran, sumber belajar, evaluasi, mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, model yang digunakan, mengembangkan 5M, dan instrumen evaluasi), (5) Media (6) Lembar Kerja Peserta Didik, dan (7) Bahasa. Pada validasi perangkat pembelajaran, pakar pembelajaran inovatif (A) memberi skor 4,31 dengan katagori “Sangat Baik” untuk model pembelajaran PPR. Sedangkan untuk model pembelajran Inkuri pakar pembelajaran inovatif (A) memberi skor 4,30 dengan katagori “Sangat Baik”. Untuk pakar pembelajaran inovatif (B) memberikan skor 4,33 dengan katagori “Sangat Baik” pada model pembelajaran PPR. Pakar pembelajaran inovatif (B) memberikan skor 4,30 dengan katagori “Sangat Baik” untuk model pembelajaran inkuiri. Guru kelas IB memberikan skor 4,14 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran PPR. Guru kelas IB memberikan skor 4,10 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran Inkuiri. Teman sejawat memberikan rata-rata skor 4,13 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran PPR. Teman sejawat memberikan skor rata-rata 4,56 dengan katagori “ sangat baik” pada model pembelajaran Inkuiri. Keseluruhan hasil validasi dan uji coba produk tersebut didapatkan rata-rata skor 4,28 dengan katagori “Sangat Baik”.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Perangkat pembelajaran dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek dalam instrumen penilaian setiap perangkat pembelajaran dan penilaian uji coba produk. Program Tahunan (Prota) yang dibuat memuat (1) identitas Prota, (2) komponen prota, (3) jumlah jam efektif dan pembagian waktu setiap tema/ subtema. Program Semester (Promes) yang dibuat memuat (1) Promes terdiri dari identitas promes (2) komponen yang lengkap, (3) materi pokok sesuai dengan KI dan KD serta Indikator. Silabus yang dibuat memuat (1) identitas silabus (2) materi pokok, (3) keterkaitan komponen dalam silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat memuat (1) identitas RPP, (2) tujuan pembelajaran mengandung unsur ABCD yaitu Audience, Behavior, Condition, dan Degree. (3) Kompetensi Inti (KI), (3) Kompetensi Dasar (KD), (4) perumusan indikator sesuai dengan KI, KD dan HOTS sesuai dengan tingkatan kata kerja operasional, (5) materi pembelajaran sesuai dengan tujuan dan indikator, (6) pendekatan, (7) model yang digunakan yaitu model pembelajaran inovatif PPR dan Inkuiri (8) metode pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan dengan pendekatan saintific, (9) media pembelajaran, sumber belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, (10) evaluasi sesuai dengan tujuan dan indikator pembelajaran (11) karakteristik pembelajaran inovatif yaitu mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, model yang digunakan yaitu PPR dan Inkuiri, mengembangkan 5M nampak dalam kegiatan pembelajaran, dan mengembangakan 4 ketrampilan dasar belajar 4C yaitu critical thinking, creative thinking, collaborative, dan communication skill dalam kegiatan pembelajaran (12) penilaian menggunakan penilaian otentik yaitu menyangkut penilaian sikap sosial, spiritual, pengetahuan dan ketrampilan, (13) LKPD dibuat menarik, (14) bahasa yang digunakan sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sedangkan aspek yang dinilai guru dalam uji coba produk peneliti terbukti menerapkan aspek (1) guru

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 melaksanakan pembelajaran sesuai karakteristik model inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan), (4) guru mengembangkan ketrampilan dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif), (5) guru menguasai materi, (6) guru berperan sebagai fasilitator, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan media, (9) guru mengembangkan kemampuan berfikit tingkat tinggi (HOTS), (10) guru mengusahakan kegiatan yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan berkarakter, (12) melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) guru menciptakan suasana yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Kemudian dengan aspek ujicoba untuk siswa yang diterapkan peneliti yaitu (1) ketercapaian indikator yang ditetapkan untuk siswa, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melakukan 5M, (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa berkembang kemampuan 4Cnya. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi yang sudah tertera pada bab I yaitu pertama, Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Anggota Keluargaku Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, Produk dicetak dalam ukuran kertas

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “times new roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam produk yang dikembangkan yaitu perangkat pembelajaran yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ketujuh yaitu perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas 1 SD semester gasal dan genap. Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan (Prota) dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan (Prota): Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, sub tema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk landscape. Kedelapan perangkat pembelajaran program semester (Promes) untuk kelas 1 SD semester gasal. Program Semester (Promes) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 semester tersebut. Program semester terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk landscape. Kesembilan perangkat pembelajaran silabus untuk kelas 1 SD semester gasal tahun 2018/2019. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu ataukelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesepuluh yaitu Renacana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Komponen Renacana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran. Dalam satu sub tema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kesebelas, produk mengandung karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan taksonomi bloom mulai dari C4 sampai C6. Kedua belas, produk juga mengembangkan empat ketrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative) Ketiga belas, produk menggunakan dua model yang dikembangkan yaitu Model Pembelajaran Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Inkuiri. Dua RPP menggunakan Pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan empat RPP menggunakan model Inkuiri. Keempat belas, produk terdapat 6 set soal post test untuk setiap 1 subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. Kelima belas, Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. Dengan demikian produk yang dikembangkan dapat memiliki kualitas yang diinginkan dan layak diujicobakan pada scope yang lebih luas sebagai acuan atau contoh perangkat pembelajaran inovatif Kurikulum 2013 pada siswa kelas I sekolah dasar.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembehasan yang dilakukan, peneliti menyimpulkan sebagai berikut : 1.a. Berdasarkan hasil validasi dari kedua validator mengenai model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kedua validator memberi skor dengan rata-rata 4,32 dengan katagori “sangat baik”, sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memiliki skor 4,30 dengan katagori “sangat baik”. Dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran berkualitas dan layak untuk diujicobakan secara lebih luas dengan revisi beberapa aspek. b. Berdasarkan uji coba terbatas guru dan teman sejawat memberikan rata-rata skor 4,14 dengan katagori “baik” pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), sedangkan pada model pembelajaran Inkuiri memberikan rerata skor 4,33 dengan katagori “baik”. Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sudah mencakup seluruh aspek pada instrumen uji coba tetapi belum terlihat secara maksimal. Jika digabungkan antara hasil validasi kedua pakar, guru, dan teman sejawat, maka diperoleh skor rata-rata 4,28 dengan kategori “sangat baik” sebagai perangkat pembelajaran inovatif dan layak diujicobakan pada scope yang lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan penelitian ini memiliki keterbatasan yang dipaparkan sebagai berikut : 1. Analisis kebutuhan wawancara dan observasi belum terwakili secara keseluruhan. 114

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 2. Penelitian diterapkan kepada siswa kelas I yang sebagian siswa belum dapat membaca dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan maksimal. 3. Instrument validasi pakar dan ujicoba produk hanya dilakukan dengan mahasiswa PPG dan guru kelas di sekolah tertentu. C. Saran 1. Wawancara dan observasi sebaiknya dilakukan lebih dari dua guru dengan Sekolah Dasar yang mengimplementasikan kurikulum 2013 agar hasil analisis kebutuhan lebih valid dan jelas menunjukkan kebutuhan guru. 2. Penelitian ini sebaiknya dilakukan di kelas atas terutama di kelas yang siswanya sudah dapat membaca dan dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal agar penerapan model-model pembelajaran inovatif tidak terhambat serta berjalan lancar. 3. Validator sebaiknya dari pakar perangkat pembelajaran yang sudah benar-benar mengetahui tentang perangkat pembelajaran bukan dari mahasiswa ataupun guru.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zaenal. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Darmadi, (2017). “Pengembangan model dan metode pembelajaran dalam dinamika belajar Siswa”. Yogyakarta: DEEPUBLISH Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: GAVA MEDIA Fadillah, M. (2014). “Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran Sd/ MI, SMP/MTs, SMA/ MA”. Yogyakarta: Ar-ruszz media. Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia Jamil, Suprihatiningrum. (2014). Strategi Pembelajaran.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Koesoma, Doni. (2015). Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo Kesuma, Dharma, Cepi Triatna, Johar Permana. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: Rawajli Pers. Lefudin. (2017). Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish. Listyarti, Retno. (2002). Pendidikan Karakter. Jakarta: Erlangga. Majid, A dan Chairul Ruchman. (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rusdakarya. Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Murfiah, U. (2017). Pembelajaran Terpadu (Teori dan Praktik Terbaik di Sekolah). Bandung: PT Refika Aditama. Paradigma Pedagogi Reflektif. (2008). Yogyakarta: Kanisius 116

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Pembelajaran Terpadu. (2001). Yogyakarta: CV Maulana. Prastowo, A. (2017). “Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Tematik terpadu implementasi kurikulum 2013 untuk SD/MI”. Jakarta : Pt Fajar Interpratama Mandiri. Rusman, (2017). “Belajar dan Pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan”. Jakarta : PT Kharisma Putra utama Sani, A., Ridwan. (2014). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara Sani, A., Ridwan. (2016). Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana prenada Media Sanjaya, Wina. (2017). “Paradigma Baru Mengajar”. Jakarta : PT Balebat Dedikasi Prima ILMU DAN APLIKASI PENDIDIKAN. (2007). Jakarta: PT Imtima Shoiman, Aris. (2014). 68 Model Pemebelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alpabeta. Sukmadinata, n.S. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno, Paul. (2013). Metodologi Pembelajaran Fisika Kontruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Diandra Primamitra. Suparno, Paul. (2015). Pembelajaran di Perguruan Tinggi Bergaya Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Saputra, Hatta. (2016). Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global. CV. Smile’s Indonesia Institut. Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group. Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Trianto. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Prograsif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenada Media Group Trianto. (2009). “Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif : Konsep, Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. Jakarta : PT Fajar Interpratama Mandiri. Warwanto, Heribertus Joko. (2009). Pendidikan Religiositas: gagasan, isi, dan pelaksanaanya. Jogyakarta: Kanisius. Yani, A. (2014). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Penerbit Alfabeta Yani, A dan Mamat Ruhimat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. Zuhdan Kun Prasetyo, dkk. (2011). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains Terpadu Untuk Meningkatkan Kognitif, Keterampilan Proses, Kreativitas serta Menerapkan Konsep Ilmiah Peserta Didik SMP. Program Pascasarjana UNY. Tombak, Anggar. (2011). Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Inovatif. Diunduh 15 November, 2018 pukul 16:30. Dari http://www.kawandnews.com/2011/10/kelebihan-dan-kekuranganpembelajaran.html

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 119

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 1 : Pedoman Wawancara 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakahbapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi) Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram kooperatif, model kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi?

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 2 : Pedoman Observasi 1. Pedoman Observasi guru No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Pernyataan Kegiatan Awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan 2. Pedoman Observasi siswa No Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 9. 10.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 3 : Rangkuman Hasil Wawancara RANGKUMAN WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Negeri Dayuharjo Nama Guru : Daryati, S. Pd No Daftar Pertanyaan 1 Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2 Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013 3 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6 Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Jawaban Pertanyaan Guru SD Negeri Dayuharjo menggunakan Kurikulum 2013 mulai tahun pelajaran 2014/2015 tetapi hanya terlaksana satu semester dan dilanjutkan lagi pada tahun pelajaran 2016/2017 untuk kelas I dan IV saja. Guru dari SD Negeri Dayuharjo mengakatan bahwa iya pernah mengikuti pelatihan atau diklat Kurikulum 2013 yang diadakan secara umum. Guru SD Negeri Dayuharjo mengakatan bahwa materi bisa dipahami dengan baik, tetapi hanya penyampaian masih seperti dahulu dengan model ceramah setiap pembelajaran. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak jelas ingat dengan karakteristik Kurikulum 2013, beliau hanya ingat 5M saat menjawab. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak selalu memperhatikan pendekatan saintifik dalam mengajar, yang terpenting siswa paham dengan apa yang guru sampaikan di kelas. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan merumuskan indikator dan tujuan yaitu dengan cara menyesuaikan dengan kompetensi dasar (KD)

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 setelah itu diturunkan menjadi indikator dan tujuan. 7 8 9 10 11 12 13 Guru mengatakan bahwa Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkan pendidikan menumbuh kembangkan karakter siswa sudah tertanam pendidikan karakter dalam ketika melakukan pembelajaran pembelajaran? di kelas setiap harinya. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bila tidak pernah Apakah bapak/ibu setiap membuat RPP dengan pembelajaran menggunakan menggunakan model-model RPP dengan model apapun di setiap pembelajaran, pembelajaran yang berbeda? hanya dengan ceramah sesuai dengan RPP yang sudah tersedia. Apakah tujuan pembelajaran Guru mengatakan belum pernah yang bapak/ibu kembangkan mengupayakan tercapainya sudah mengupayakan pendidikan karakter di tujuan tercapainya pendidikan pembelajaran. karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui Guru SD Negeri Dayuharjo keterampilan yang harus mengatakan tidak mengerti dikuasai sesuai pada abad 21 tentang ketrampilan abaad 21. seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP Guru mengatakan tidak bapak/ibu sudah merumuskan mengerti sama sekali mengenai indikator dan tujuan ketrampilan berfikir abad 21. pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut(berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi) Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan iya model mengajar Apakah pembelajaran dengan dengan ceramah masih sangat ceramah masih mendominasi mendominasi pembelajaran di di kelas ? kelas, karena kondisi siswa kelas I masih sulit diajak berkegiatan. Pernahkah bapak/ibu Guru SD Negeri Dayuharjo menggunakan model mengatakan ingin menggunakan pembelajaran inovatif yang tapi belum terlaksana. lain? Apakah modelnya itu?

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 14 Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15 Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16 Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17 18 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram kooperatif, model kuantum dbs? 19 Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20 Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran dengan menggunakan modelmodel pembelajaran yang bermacam-macam. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan banyak kesulitan yang dialami seperti belum memahami model-model pembelajaran, terhalang oleh IT dan masih sulit membawa siswa melakukan pembelajaran yang tidak biasa. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan tidak bisa bertindak banyak dengan masalah tersebut, karena banyak factor yang tidak mendukung. Guru dari SD Negeri Dayuharjo belum ada contoh yang bisa dijadikan pedoman membuat perangkat pembelajaran inovatif terutama RPP. Guru mengatakan sangat perlu apalagi contoh RPP yang menggunakan model-model pembelajaran inovatif. Guru menjawab jelas merasa bosan karena tidak ada model belajar yang menarik dan baru untuk siswa. Jadi pembelajaran juga monoton. Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan sangat ingin mengembangkan pembelajaran inovatif karena siswa juga membutuhkan hal-hal yang baru dalam kegiatan belajarnya.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 21 22 Guru SD Negeri Dayuharjo mengatakan penting sekali jika perangkat pembelajaran inovatif jika diterapakan dalam proses pembelajaaran karena modelmodel yang digunakan sangat kreatif. Apakah bapak/ibu sudah Guru mengatakan mengetahui mengetahui jenis belajar tetapi hanya beberapa saja, taksonomi bloom yang sudah secara garis besar yang sering di revisi? digunakan dalam RPP. Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 2. SD Negeri Kledokan Nama Guru : Marniyanti, S.Sos.I No Daftar Pertanyaan 1 Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2 Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013 3 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5 Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan Jawaban Pertanyaan SD Negeri Kledokan mulai menggunakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 20115/2016 untuk kelas I dan IV. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 tetapipelatihan tersebut tidak dileksanakan secara detail, hanya sebatas pengetahuan mengenai Kurikulum 2013 saja. Guru SD Negeri Kledokan sudah hampir memahami model-model, materi-materi seperti apa dan pada Kurikulum 2013 sangat menekankan pendidikan berkarakter untuk siswa. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan karakteristik Kurikulum 2013 yaitu menekankan pendidikan karakter kepada siswa. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan bahwa beliau

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 pendekatan saintifik pembelajaran? 6 7 8 9 10 11 12 dalam sering menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Sesekali siswa diajak mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Guru SD Negeri Kledokan Bagaimana cara bapak/ibu mengatakan bahwa beliau tidak merumuskan indikator dan pernah membuat indikator tujuan pembelajaran sesuai sendiri tetapi sudah mengikuti dengan kemampuan siswa? dengan indikator yang ada di RPP. Guru mengatakan bahwa Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkan pendidikan menumbuh kembangkan karakter siswa sudah tertanam pendidikan karakter dalam ketika melakukan pembelajaran pembelajaran? di kelas setiap harinya. guru SD Negeri Kledokan Apakah bapak/ibu setiap mengatakan, beliau tidak ataupun pembelajaran menggunakan menggunakan model-model RPP dengan model menerapkan pembelajaran yang berbeda? pembelajaran apapun. Beliau membeli kaset yang berisi RPP. Apakah tujuan pembelajaran Guru mengatakan belum yang bapak/ibu kembangkan pernah megupayakan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan tercapainya pendidikan karakter di tujuan karakter? pembelajaran. Apakah bapak/ibu mengetahui Guru SD Negeri Kledokan keterampilan yang harus mengatakan tidak mengetahui dikuasai sesuai pada abad 21 ketrampilan abad 21 yang seperti (berfikirkritis, kreatif, harus dikuasai. kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP Guru mengatakan tidak bapak/ibu sudah merumuskan mengerti sama sekali mengenai indikator dan tujuan ketrampilan berfikir abad 21. pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut(berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi) Guru SD Negeri Kledokan mengatakan sudah tidak Apakah pembelajaran dengan dominan pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di ceramah, beliau sudah sering kelas ? menggunakan cara-cara belajar yang lain seperti berkelompok,

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 belajar keluar kelas dll. 13 Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14 Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15 Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16 Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18 19 Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram kooperatif, model kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Guru SD Negeri Kledokan mengatakan ingin menggunakan tapi belum terlaksana. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang tidak membosankan dan terdapat berbagai kegiatan pembelajaran. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan kesulitan hanya pada pemahaman model-model pembelajaran innovative dan tidak ada contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan ya hanya menggunakan RPP seadanya dan melakukan pembelajarann yang menarik untuk siswa minimal tidak hanya dengan ceramah. Guru SD Negeri Kledokan menjawab belum ada contoh yang bisa dijadikan pedoman membuat perangkat pembelajaran inovatif terutama RPP. Guru mengatakan sangat perlu apalagi contoh RPP yang menggunakan model-model pembelajaran inovatif. Guru menjawab jelas merasa bosan karena tidak ada model belajar yang menarik dan baru

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 untuk siswa. 20 Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21 Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 22 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? Guru SD Negeri Kledokan mengatakan sangat ingin mengembangkan pembelajaran inovatif agar pengetahuan menjadi guru lebih lengkap dan digunakan untuk model kedepannya. Guru SD Negeri Kledokan mengatakan penting juga jika pembelajaran inovatif jika diterapakan dalam proses pembelajaaran karena siswa akan merasa senang dan menjadi tertarik dengan modelmodel belajar setiap harinya. Guru mengatakan mengetahui tetapi hanya beberapa saja, secara garis besar yang sering digunakan dalam RPP.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Lampiran 4 : Hasil Observasi Guru 1. Hasil Observasi Guru SD N Dayuharjo No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 24. 25. 26. 27. 28. 29. Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan √ √ √ √ √ √ 2. Hasil Observasi Guru SD N Kledokan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerepkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 5 : Hasil Observasi Siswa 1. Hasil Observasi Siswa SD N Dayuharjo No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan 3. materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan 5. berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan 8. guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman 9. pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman 10. pembelajaran secara tertulis Ya √ Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2. Hasil Observasi Siswa SD N Kledokan No. Pernyataan Ya 1. 2. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru √ √ 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tidak √ √ √ √ √ √ 9. Siswa dibantu guru pembelajaran secara lisan membuat rangkuman √ 10. Siswa dibantu guru membuat pembelajaran secara tertulis rangkuman √

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 6 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Model Pembelajaran Inkuiri No Aspek Yang Dinilai Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan 1. pendidikan, tahun pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi 2. waktu). Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, 3. jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Program Semester (Prosem) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, 1. satuan pendidikan, tahun pelajaran). Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, 2. pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi 3. Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi 1. Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, 2. alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, 1. semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja 3. dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD 4. dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang 5. dapat diamati dan diukur.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah 6. pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan 7. kondisi kelas). Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan 8. internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, 9. kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator 10. (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 11. pembelajaran Inkuiri Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model 12. pembelajaran Inkuiri Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, 13. menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu 14. berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman 15. penskoran). Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik 1. siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, 2. kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran 3. dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang 1. esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 2. 3. 4. 5. 6. yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). Bahasa 1. 2. 3. 4. 5. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan petunjuk/arahan. 2. Model Pembelajaran PPR No Aspek Yang Dinilai Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan 1. pendidikan, tahun pelajaran). Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi 2. waktu). Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, 3. jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Program Semester (Prosem) Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, 1. satuan pendidikan, tahun pelajaran).

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi 3. Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi 1. Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, 2. alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, 1. semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja 3. dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD 4. dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang 5. dapat diamati dan diukur. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah 6. pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan 7. kondisi kelas). Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan 8. internet). Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, 9. kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator 10. (C4-C6 / HOTS). Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 11. pembelajaran PPR Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model 12. pembelajaran PPR 2.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu 14. berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman 15. penskoran). Media Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik 1. siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, 2. kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran 3. dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, 1. penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, 2. sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, 3. penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, 4. pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian 5. kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan 6. LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). Bahasa 13.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 1. 2. 3. 4. 5. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Bahasa yang digunakan komunikatif. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan petunjuk/arahan.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 7 : Pernyataan ujicoba produk pada guru NO 1 10 11 12 Kegiatan Pembelajaran Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13 Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14 Guru melaksanakan penilaian otentik. 2 3 4 5 6 7 8 9

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 8 : Pernyataan ujicoba produk pada siswa NO 1 Kegiatan Pembelajaran Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4 Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5 Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6 Siswa terlibat dalampenggunaan media pembelajaran 7 8 Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran Siswa berkembang kemampuan 4C-nya

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 9 : Hasil Validasi Produk Pakar 1 1. Model Pembelajaran Inkuiri

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 2. Model Pembelajaran PPR

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 10 : Hasil Validasi Produk Pakar 2 1. Model Pembelajaran Inkuri

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 2. Model Pembelajaran PPR

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran 11 : Hasil ujicoba dinilai guru SD 1. Model Pembelajaran Inkuiri

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 2. Model Pembelajaran PPR

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 Lampiran 12 : Hasil ujicoba dinilai teman sejawat 1. Model Pembelajaran Inkuiri

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 2. Model Pembelajaran PPR

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Lampiran 13 : Surat Wawancara dan Observasi

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 Lampiran 14 : Surat Izin Penelitian

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Lampiran 15 : Surat Pernyataan Kepala Sekolah

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Lampiran 16 : Dokumentasi ujicoba produk Foto Siswa mengerjakan LKPD dengan menempel Foto Siswa kerja kelompok menyusun jumlah sedotan sesuai bangun datar Foto siswa membuat bagan keluarga Foto Siswa presentasi hasil kerja kelompok Foto Siswa kerja kelompok Foto Guru mendampingi siswa yang belum lancar membaca

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Biodata Penulis Dara Pelangi Paramitasari, lahir di Klaten, 06 Februari 1998. Pendidikan Dasar penulis tempuh di SD N 3 Sajen tamat pada tahun 2009. Pendidikan Menengah Pertama penulis tempuh di SMP N 2 Trucuk tamat tahun 2012. Pendidikan terakhir penulis tempuh di SMA N 1 Cawas, tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pendidikan di Perguruan Tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam sub tema Anggota Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tersebut dilakukan karena beberapa guru sekolah dasar membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. 181

(198)

Dokumen baru

Download (197 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar menggambar untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
131
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
204
Show more