Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
188
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 TUBUHKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Mei Dwi Cahyani NIM: 151134160 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini peneliti persembahkan untuk: Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu menjadi penopang hidup dalam menyertai dan memberkati setiap perjalanan hidup saya. Keluarga tercinta, Bapak Khomaidi, Ibu Francisca Romana Sutinah, Mbak Nurhidayati, Mas Damasus Warsito, dan Mbah Sarto Wiyono yang senantiasa memberikan dukungan, bantuan, motivasi, serta kekuatan dalam bentuk material, moral, maupun spiritual. Teman-teman mahasiswa PGSD angkatan 2015 terutama kelas D dan temanteman satu payung, yang selalu memberikan warna dalam perjalanan selama kuliah, baik suka maupun duka. Sahabat-sahabatku tercinta yang selalu berbagi cerita dan ilmu dalam langkah menuju puncak akhir perkuliahan saya. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing skripsi, para dosen dan asisten dosen yang pernah singgah untuk memberikan ilmu dan berbagi pengalaman kepada saya. Semua pihak yang membantu dan mendukung dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Saya persembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7) “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.” (Yeremia 17:7) “Harta yang paling berharga adalah keluarga.” (Harta Berharga-BCL) “Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan jelas adalah kemenangan yang hakiki” (Mahatma Gandhi) “Doa Bapa Kami dan Novena Tiga Salam Maria adalah sumber pangharapan hidupku. Sekarang tanganku digandeng Tuhan dan aku membiarkan Tuhan menuntunku” “Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, selesaikan apa yang harus diselesaikan, dan bahagiakan semua yang seharusnya dibahagiakan.” v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Februari 2019 Peneliti Mei Dwi Cahyani vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Mei Dwi Cahyani Nomor Mahasiswa : 151134160 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 TUBUHKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 21 Februari 2019 Yang menyatakan Mei Dwi Cahyani vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 TUBUHKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Mei Dwi Cahyani Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru terhadap ketersediaan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitian ini adalah 1 guru Sekolah Dasar kelas I dan 26 siswa kelas I SD Negeri Ngabean tahun ajaran 2018/2019. Objek penelitian ini adalah perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah. Namun, dalam pengembangan ini, peneliti membatasi menjadi tujuh (7) langkah yaitu sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk awal, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba pemakaian produk, (7) penyempurnaan produk akhir. Berdasarkan hasil validasi produk yang dilakukan oleh dua pakar, perangkat pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning yang digabungkan dengan hasil validasi uji coba produk terbatas yang dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan memperoleh skor retata 4,43 yang menunjukkan kualitas produk “sangat baik” dan layak digunakan. Kata kunci: perangkat pembelajaran inovatif; kurikulum SD 2013. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICES IN SUB THEME 2 TUBUHKU BASED ON A CURRICULUM 2013 FOR 1 GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL Mei Dwi Cahyani Sanata Dharma University 2019 The background of research was motivated by the teacher’s need for example of innovative learning devices that were still limited. The main purpose of this research was to find out the quality of innovative learning devices developed. The innovative learning tolls that developing was annual program, semester program, syllabus, and lesson plan. This type of research was research and development (R&D). This subject of the research were Ist grade teacher in elementary school and the twenty six students from the first grade of SD Negeri Ngabean on 2018/2019. The object of this research was innovative learning devices in sub theme 2 Tubuhku referring to the 2013 curriculum. Researchers used Borg and Gall’s research and development steps. The steps for developing this research (1) potential and problems, (2) data collection, (3) initial product design, (4) product design validation, (5) product design revision, (6) product testing, (7) finishing of the final product. The result showed that the quality of innovative learning devices in sub theme 2 Tubuhku referring to the 2013 curriculum with the average score of product validation and product trial using cooperative learning models of picture and picture and quantum learning of 4,43 as “very good” quality. Therefore, it could be concluded that the innovative learning devices had an excellent quality and proper to used. Keywords: innovative learning devices; 2013 elementary school curriculum. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan berkah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar dengan baik dan tepat waktu. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang senantiasa menyertai dan memberikan kelancaran selama proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Kintan Limiansih, S.Si., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. 5. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah mendampingi dan memberi dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 6. Para dosen dan staf Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pelayanan dengan baik. 7. Ibu M dari mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan Ibu S dari SD Negeri Ngabean, selaku validator ahli yang telah memberikan bantuan dengan melakukan validasi produk penelitian. 8. Ibu S dari SD Negeri Ngabean dan P sebagai calon guru Sekolah Dasar yang telah memberikan bantuan dengan melakukan validasi uji coba produk. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Ibu Suprihatin, S.Pd. selaku Kepala SD Negeri Ngabean yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk mengujikan produk di kelas I. 10. Siswa-siswi kelas I SD Negeri Ngabean yang telah membantu dengan menjadi subjek dalam uji coba produk lapangan terbatas. 11. Bapak Khomaidi; Ibu Francisca Romana Sutinah; Mbak Nurhidayati; Mas Damasus Warsito; dan Mbah Sarto Wiyono yang senantiasa memberikan doa, motivasi, semangat, dan dukungan baik secara material, moral, maupun spiritual. 12. Para sahabat yang memberikan informasi, doa, dan dukungan. Teman-teman penelitian satu payung; dan teman-teman mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma angkatan 2015 khususnya kelas D yang senantiasa memberikan warna, semangat, dukungan, dan informasi bagi kelancaran penyusunan skripsi (Mega, Galih, Diah, Ester, Hilaria, Bruder Mikael, Desi, Novi, Bela, Fahmia, Mbak Nia, Nisa, Yuliana, Mbak Niken, Halimah, Lestari, Jo, Erwin, Rian, Mbak Ria dan yang tidak bisa peneliti sebutkan satu-persatu). 13. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Yogyakarta, 21 Februari 2019 Peneliti Mei Dwi Cahyani xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 6 E. Definisi Operasional ....................................................................................... 7 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ........................................................ 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 12 A. Kajian Pustaka .............................................................................................. 12 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ............................................................. 12 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ........................................................ 22 3. Perangkat Pembelajaran ............................................................................. 23 4. Pembelajaran Inovatif ................................................................................ 30 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Penelitian yang Relevan................................................................................ 38 C. Kerangka Berpikir ........................................................................................ 41 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................... 42 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 43 A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 43 B. Setting Penelitian .......................................................................................... 45 C. Prosedur Pengembangan ............................................................................... 47 D. Instrumen Penelitian ..................................................................................... 50 E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................ 51 F. Teknik Analisis Data ..................................................................................... 52 G. Jadwal Penelitian .......................................................................................... 56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 57 A. Analisis Kebutuhan ...................................................................................... 57 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ...................................................... 58 2. Hasil Observasi Analisis Kebutuhan ......................................................... 63 3. Pembahasan Hasil Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan .......... 65 B. Deskripsi Produk Awal ................................................................................. 66 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk .................................................................. 68 1. Validasi Ahli .............................................................................................. 68 2. Revisi Produk............................................................................................. 78 D. Uji Coba Terbatas ......................................................................................... 79 1. Data Uji Coba Terbatas.............................................................................. 79 2. Revisi Produk............................................................................................. 85 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ......................................................... 87 1. Kajian Produk Akhir .................................................................................. 87 2. Hasil Penelitian .......................................................................................... 91 3. Pembahasan ............................................................................................... 92 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN ............................................................................................................... 100 A. Kesimpulan ................................................................................................. 100 B. Keterbatasan Pengembangan ...................................................................... 101 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Saran ........................................................................................................... 101 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 102 LAMPIRAN ....................................................................................................... 105 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ......................................................................... 171 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Tabel Konversi Nilai Skala Lima.......................................................... 53 Tabel 3.2 Konversi Skala Lima ............................................................................. 55 Tabel 3.3 Tabel Jadwal Penelitian ........................................................................ 56 Tabel 4.1 Komentar atau Saran Pakar Pembelajaran Inovatif Model Cooperative Learning Tipe Picture and Picture dan Revisi Produk ......................................... 72 Tabel 4.2 Komentar atau Saran Pakar Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning dan Revisi Produk ................................................................................. 75 Tabel 4.3 Komentar atau Saran Validator Uji Coba Pembelajaran Inovatif Model Cooperative Learning Tipe Picture and Picture dan Revisi Produk .................... 82 Tabel 4.3 Komentar atau Saran Validator Uji Coba Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning dan Revisi Produk.................................................................. 84 Tabel 4.5 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif dan Pelaksanaan Uji Coba Produk ............................................................................... 91 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literature Map .................................................................................. 41 Gamber 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................. 42 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan dalam Penelitian ....................................... 47 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 : Pedoman Wawancara .................................................................... 106 Lampiran 2 : Rangkuman Hasil Wawancara ..................................................... 108 Lampiran 3 : Instrumen Observasi Survei Kebutuhan ........................................ 120 Lampiran 4 : Hasil Observasi Survei Kebutuhan ................................................ 122 Lampiran 5 : Hasil Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif .............. 129 Lampiran 6 : Hasil Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif .......................... 154 Lampiran 7 : Surat Izin Penelitian ...................................................................... 166 Lampiran 8 : Surat Pernyataan Kepala Sekolah .................................................. 167 Lampiran 9 : Dokumentasi Uji Coba Produk...................................................... 168 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Uraian dalam bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan spesifikasi produk yang dikembangkan. A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Senada dengan pengertian tersebut, Dakir (2004:3) menyimpulkan jika kurikulum merupakan program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan, dan dirancangkan secara sistematik atas dasar norma-norma yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kedua pendapat tersebut menegaskan bahwa kurikulum merupakan pedoman yang dirancang dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam kegiatan pendidikan. Kurikulum 2013 sebagai pengganti kurikulum KTSP, menjadi tonggak baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Prastowo (2015:4) menyebutkan bahwa orientasi Kurikulum 2013 adalah menyeimbangkan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge) untuk mempersiapkan manusia Indonesia menjadi pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Mulyasa (2013:6) menyatakan jika keterampilan sikap dalam Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter untuk dijadikan sebagai pondasi kokoh dalam pembentukan kompetensi lainnya. Adapun Sunarti dan Selly (2014:2) mengatakan jika dalam membangun kompetensi pengetahuan, 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat dicapai melalui serangkaian pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik (scientific approach). Pendekatan saintifik dilakukan dengan mengajak siswa mengontruksi pengetahuan secara mandiri melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Penerapan pendekatan tersebut melahirkan sistem evaluasi autentik yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan data dalam proses dan hasil belajar siswa secara sistematis dan berkesinambungan (Sunarti dan Selly, 2014:7). Evaluasi tersebut dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penerapaan pendekatan saintifik memanfaatkan pembelajaran tematik yaitu pembelajaran yang menggabungkan beberapa unsur mata pelajaran yang memiliki topik tertentu kemudian dielaborasi menjadi satu tema. Sani (2013:19) mengungkapkan jika pembelajaran tematik yang berfungsi untuk mengkontruksi pengetahuan akan lebih mudah dilaksanakan dengan memberikan bantuan berupa petunjuk, pedoman, bagan, prosedur, atau balikan. Bantuan tersebut berupa perangkat pembelajaran inovatif yang sedang bergaung dimasa penerapan Kurikulum 2013 ini. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa komponen perangkat pembelajaran inovatif menjadi standar dalam proses pendidikan yang disusun pada tahap perencanaan. Akbar (2013:iii) menyebutkan jika perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari silabus, bahan ajar, sumber dan media pembelajaran, model pembelajaran, instrumen pembelajaran, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Prinsip pembelajaran yang menggunakan perangkat pembelajaran inovatif yaitu berpusat pada siswa, berbasis masalah, terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan semangat melalui inspirasi kreativitas yang disajikan selama pelaksanaan pembelajaran (Sani, 2013:v). Keterampilan dasar abad 21 yaitu 4C (critical thinking, creative thinking, collaborative, dan communicative) menjadi salah satu unsur terpenting dalam penyusunan perangkat pembelajaran inovatif. Keterampilan ini, mewajibkan 2

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru untuk dapat merencanakan pembelajaran dengan memasukkan unsur berpikir tingkat tinggi yang terdapat pada Taksonomi Bloom dan memanfaatkan model pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, serta teknologi yang mendukung tercapainya kompetensi. Piaget (dalam Trianto, 2014:31) menuturkan bahwa siswa Sekolah Dasar masuk dalam tahap perkembangan yaitu operasional konkret. Piaget (dalam Ali dan Fatimatur, 2016:10) mengungkapkan jika anak berusia 7-8 tahun sampai 12-14 tahun memiliki kecakapan berpikir logis akan tetapi hanya dengan menggunakan benda-benda yang bersifat konkret. Melalui model pembelajaran siswa diajak beradaptasi dengan lingkungan untuk memperoleh pengalaman nyata yang dapat memotivasi dalam menggali pengetahuan sehingga lebih bermakna. Penggunaan perangkat pembelajaran inovatif yang mendesain pembelajaran dengan menggunakan sumber dari lingkungan sekitar dan media pembelajaran yang relevan, dapat bermanfaat dalam menjelaskan materi pembelajaran. Interaksi yang terjadi dengan lingkungan sekitar juga akan membantu siswa dalam menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, sesuai dengan teori belajar konstruktivis (Trianto, 2014:29). Ciri teori konstruktivis adalah guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa dalam menemukan ide yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk memberi tangga ke pemahaman yang lebih tinggi (Trianto, 2014:30), sehingga mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif sesuai dengan tuntutan keterampilan dasar abad 21. Ciri tersebut sangat cocok jika diterapkan kepada siswa kelas I Sekolah Dasar yang cenderung aktif dan sulit berkonsentrasi ketika belajar. Oleh karena itu, guru perlu memahami tahap perkembangan anak sehingga dapat memberikan inovasi-inovasi terhadap pembelajaran yang mampu mendukung siswa dalam menyerap materi yang disampaikan. Inovasi dapat berupa pengembangan kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku pegangan guru dan buku pegangan siswa yang didesain menggunakan metode, model, dan strategi pembelajaran sesuai kondisi siswa. 3

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasar observasi dan wawancara dengan guru kelas I di SD Kanisius Condongcatur pada 02 April 2018, di SD Negeri Ngabean pada 05 April 2018, dan di SD Negeri Deresan pada 09 April 2018, guru masih terpaku pada kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku pegangan guru dan buku pegangan siswa. Guru tidak mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi di lingkungan sekolah, sehingga ketika pembelajaran siswa terlihat kurang tertarik dengan materi yang disampaikan karena guru tidak menyediakan media dan perlengkapan yang dapat membangkitkan semangat serta antusiasme siswa. Ketika dikonfirmasi mengenai perencanaan sebelum pembelajaran, guru belum sepenuhnya membuat perangkat pembelajaran inovatif. Hal tersebut disebabkan kurangnya pemahaman guru mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Ketika peneliti menanyakan tentang perangkat pembelajaran inovatif, guru mengetahui tetapi tidak sepenuhnya memahami arti, manfaat, komponen, maupun model yang seharusnya dikuasai untuk menunjang penyusunan. Para guru juga telah mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah dengan harapan dapat menyiapkan perangkat pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran. Namun karena materi yang disampaikan banyak dan waktu pelaksanaan dianggap kurang mencukupi maka guru belum mampu memahami dan menerapkan materi dengan maksimal. Guru mengungkapkan dalam pelaksanaan cenderung memanfaatkan buku pegangan guru dan buku pegangan siswa, tanpa mengembangkannya. Guru menginginkan lebih banyak contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada Kurikulum 2013 sebagai referensi. Uraian di atas menunjukkan kesenjangan antara kondisi ideal dan faktual yaitu pada tahap perencanaan guru belum membuat perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kondisi siswa, sehingga kegiatan pembelajaran tidak berjalan maksimal. Guru masih terpaku pada buku pegangan guru dan buku pegangan siswa karena belum mampu berinovasi mendesain pembelajaran yang dapat mendorong keaktifan dan ketertarikan siswa terhadap materi yang disampaikan. 4

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan kebutuhan guru dan permasalahan yang ditemukan, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan pengembangan (research and development) mengenai perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Penelitian dibatasi pada materi sub tema 2 Tubuhku. Pemilihan sub tema dilakukan bersadarkan temuan peneliti yang melihat adanya perilaku siswa yang kurang pantas dilakukan yaitu seorang siswa laki-laki mencium kening siswa perempuan, sedangkan siswa perempuan merasa bahwa hal tersebut adalah bentuk kasih sayang dari teman sehingga tidak mempermasalahkannya. Untuk itu, peneliti tertarik untuk memberikan pengetahuan yang dapat menunjang siswa dalam memahami bagian tubuh yang perlu dirawat dan bagaimana cara merawat bagian tubuh dengan baik dan benar melalui perangkat pembelajaran inovatif yang dapat memudahkan siswa untuk memahaminya. Penelitian ini berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Pengembangan dilakukan dengan membuat produk di antaranya program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mampu mendukung kebutuhan dan keterlibatan siswa dalam mencapai tujuan belajar yang dapat memberikan kemajuan terhadap kualitas belajar siswa. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut: bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam 5

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengalaman dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang berkualitas pada sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dapat memberikan wawasan dan pemikiran baru bagi peneliti akan pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam menerapakan Kurikulum 2013. 2. Bagi Guru Guru memiliki pemahaman dan referensi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif khususnya pada sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Guru juga memperoleh pengalaman tentang pentingnya mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif untuk membantu siswa dalam memahami materi yang akan disampaikan. 3. Bagi Sekolah Sekolah memperoleh pengalaman tentang penerapan perangkat pembelajaran inovatif khususnya sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Sehingga sekolah dapat tergerak untuk meningkatkan hasil belajar dengan mengembangkan dan menerapkan perangkat pembelajaran inovatif agar lebih efektif dan efisien. 4. Bagi Program Studi Pendidikan Guru Selolah Dasar Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma memiliki bahan pustaka pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. 6

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Definisi Operasional 1. Pembelajaran inovatif adalah pembaaruan yang dilakukan dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode yang bersifat fleksibel dan leluasa sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa secara keseluruhan agar pembelajaran menjadi hidup dan bermakna. 2. Perangkat pembelajaran inovatif adalah perlengkapan yang digunakan sebagai perangkat pembelajaran yang diciptakan sesuai dengan tuntutan kebutuhan demi meningkatkan kualitas praktik pembelajaran yang di dalamnya memuat prota, prosem, silabus, dan RPP. 3. Kurikulum SD 2013 adalah seperangkat rencana yang digunakan sebagai pedoman dalam menyeimbangkan antara kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan melalui penerapan pembelajaran tematik integratif, pendekatan saintifik, penguatan pendidikan karakter, dan menggunakan penilaian autentik. 4. Model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture adalah suatu model yang dikemas secara berkelompok dengan memanfaatkan gambar sebagai media dalam belajar dengan cara memasangkan atau mengurutkannya. 5. Model pembelajaran quantum learning adalah suatu model yang membiasakan belajar menjadi menyenangkan melalui interaksi yang dilakukan dengan lingkungan sekitar serta memberikan perayaan berupa pujian maupun hadiah pada setiap keberhasilan yang dicapai. F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1. Cover atau sampul Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas; gambar yang mencerminkan pembelajaran inovatif; keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu 7

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Roman” dan “Arial” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian perangkat pembelajaran terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas I SD semester gasal dan genap Program tahunan (prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran berisi rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2018/2019 kelas I di SD Negeri Ngabean. Komponen-komponen dalam menyusun prota terdiri dari identitas (satuan pendidikan, kelas, semester) dan format isian (tema, sub tema, dan alokasi waktu). Program tahunan disusun dalam bentuk portrait sebanyak 2 halaman. 7. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas I SD semester gasal Program semester (prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program 8

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tahunan. Program semester disusun berdasar kalender pendidikan dari semester gasal tahun ajaran 2018/2019. Prosem berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester disusun dalam bentuk landscape sebanyak 7 halaman. 8. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas I SD semester gasal ajaran 2018/2019 Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 9. Perangkat pembelajaran rencana pelaksanaan pembelajaran Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) tujuan pembelajaran; 3) kompetensi dasar dan indikator; 4) materi pembelajaran; 5) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran; 6) langkah pembelajaran; 7) media, alat, dan sumber belajar; 8) penilaian; dan 9) lampiran yang berisi rangkuman materi, media, LKPD, instrumen dan rubrik penilaian, lembar evaluasi, lembar referensi, lembar pengayaan, dan sintaks model pembelajaran. RPP disusun dalam satu sub tema sehingga menghasilkan 6 produk RPP. 10. Model pembelajaran Penyusunan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan dua model pembelajaran yaitu: a. Cooperative learning tipe picture and picture Model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture digunakan pada RPP sub tema 2 Tubuhku pembelajaran ke 1, 3, 5. b. Quantum learning Model pembelajaran quantum learning digunakan pada RPP sub tema 2 Tubuhku pembelajaran ke 2, 4, 6. 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Pendekatan saintifik Pendekatan saintifik merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah); merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis; mengumpulkan data dengan berbagai teknik; menganalisis data dan menarik kesimpulan; serta mengkomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. 12. Pembelajaran terpadu Pembelajaran dikemas dalam pembelajaran terpadu yang mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan antar mata pelajaran yang tidak begitu terlihat (landai), menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain serta menyenangkan. 13. Pendidikan karakter Penguatan pendidikan karakter diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. 14. Mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (4C-critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative) Produk menerapkan higher order thinking skills (HOTS) yang meliputi tingkat Taksonomi Bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional: memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dan lain-lain. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional: mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dan lain-lain. C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan 10 kata kerja operasional:

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dan lain-lain. 15. Penilaian autentik Penilaian autentik diterapkan pada rancangan RPP. Penilaian autentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring. 16. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Penyusunan prota, prosem, silabus, dan RPP memperhatikan ketentuan pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia (PU-EBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. 11

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Uraian dalam bab ini terdiri dari kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. A. Kajian Pustaka Uraian dalam subbab ini terdiri dari beberapa teori pendukung penelitian. Peneliti membahas beberapa hal di antaranya adalah karakteristik kurikulum SD 2013, keterampilan dasar abad 21, perangkat pembelajaran, dan pembelajaran inovatif. 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum merupakan rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Hal senada juga diungkapkan oleh Triwiyanto (2015:23) yang menyimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan penataan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai produktivitas pendidikan. Berdasarkan pendapat kedua ahli, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan rencana yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Sepanjang perkembangan sejarah, untuk kurikulum disesuaikan di dengan Indonesia mengalami kebutuhan. Perubahan didasarkan pada 5 prinsip pengembangan kurikulum yaitu relevansi, kontinuitas, fleksibilitas, efektivitas, dan efisiensi (Toenlioe, 2017:31). Triwiyanto (2015:88-89) memaparkan bahwa relevansi berkaitan dengan lingkungan anak, perkembangan zaman, dan tuntutan dunia kerja; kontinuitas dimaksudkan adanya hubungan antar tingkat dan jenis 12

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pendidikan; fleksibilitas mensyaratkan adanya ruang bebas untuk mengembangkan program pembelajaran; dan efektivitas ditinjau dari kertercapaian yang direncanakan; efisiensi dimaksudkan agar hasil dan usaha dapat seimbang. Pada abad 21 ini, pemerintah Indonesia melakukan pembaharuan kurikulum dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Perubahan dilakukan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar menjadi pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, dan beriman (Kunandar, 2014:16). Mulyasa (2013:7) mengungkapkan jika implementasi Kurikulum 2013 mengintegrasikan pendidikan karakter diseluruh pembelajaran pada setiap bidang studi. Sehingga dalam orientasinya, kurikulum dapat menyeimbangkan antara pencapaian kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge) (Prastowo. 2015:5). Kosasih (2014:70) mengungkapkan bahwa Kurikulum 2013 dalam proses pembelajarannya memadukan penalaran induktif dan penalaran deduktif. Pengalaman induktif menghendaki peserta didik menemukan pengalaman dan pengetahuannya sendiri di lapangan. Sedangkan pengalaman deduktif memanfaatkan pengetahuan dan teori yang ada sebagai pengetahuan baru bagi peserta didik. Ahli lain, Widyastono (2014:30) menuliskan bahwa Kurikulum 2013 menekankan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik secara holistik, yang harus diimplementasikan dalam pembelajaran dan ditagih dalam rapor sebagai penentu kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dikembangkan dengan menekankan kompetensi sikap sebagai pondasi dalam mengembangkan karakter peserta didik untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan melalui proses konstruksi secara mandiri. Kurikulum 2013 terutama di Sekolah Dasar (SD) memiliki enam karakteristik essensial yaitu menggunakan pembelajaran terpadu, 13

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan pembelajaran saintifik, mengembangkan pendidikan karakter, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan penilaian autentik, dan berpusat pada siswa. Berikut merupakan penjelasan dari setiap karakteristik Kurikulum 2013: a. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu atau pembelajaran tematik digunakan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Pembelajaran ini sudah diterapkan pada kurikulum sebelumnya yaitu KTSP, namun pada jenjang Sekolah Dasar hanya menyasar untuk siswa kelas bawah. Pada Kurikulum 2013, penggunaan pembelajaran terpadu disamaratakan dari siswa kelas bawah hingga siswa kelas atas. Depdiknas (2006:5) menyatakan bahwa pembelajaran tematik pada dasarnya merupakan model dari kurikulum terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. Pembelajaran terpadu menggunakan situasi riil dan aktif agar dapat menarik minat siswa untuk mencapai berbagai kompetensi yang ditargetkan (Akbar dkk, 2016:9). Senada dengan pendapat tersebut, Joni (dalam Trianto, 2014:56) mengungkapkan jika pembelajaran terpadu memungkinkan siswa secara individual atau kelompok aktif dalam mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik. Pembelajaran akan semakin bermakna apabila sesuai dengan kebutuhan siswa (Kadir dan Hanun, 2014:24). Trianto (2014:62) menyatakan pembelajaran terpadu memiliki beberapa karakteristik, di antaranya: 1) Holistik, suatu gejala atau peristiwa diamati dan dikaji dari berbagai bidang studi sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. 14

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Bermakna, pengkajian fenomena dari berbagai aspek memiliki jalinan sehingga hasil belajar lebih bermakna dan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan. 3) Autentik, kegiatan belajar dilaksanakan secara langsung agar peserta didik dapat mengkontruksi sendiri pengetahuan, bukan hasil pemberitahuan guru. 4) Aktif, pembelajaran terpadu didasarkan pada pendekatan discovery-learning sehingga mengajak siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dari uraian di atas, terpadu merupakan pembelajaran yang menyajikan konsep keterpaduan berbagai disiplin ilmu dengan mempertimbangkan keterkaitan isi sehingga dalam pergantian materi bersifat landai. Pembelajaran terpadu juga menitikberatkan pada peran siswa untuk mengkontruksi sendiri pengetahuan melalui penyajian pengalaman belajar yang dikemas secara nyata untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna. b. Menggunakan pendekatan saintifik Pendekatan saintifik (scientific approach) merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 untuk memberikan inovasi terhadap proses pendidikan. Pembelajaran saintifik direkomendasikan untuk digunakan di setiap pembelajaran disemua jenjang pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah). Hosnan (2014:34) menyatakan bahwa pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal dan memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Pendekatan ilmiah mengajarkan kepada siswa agar mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui berbagai penyelesaian secara sistematis. Pemikiran yang 15

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI demikian dapat melatih pola pikir dan karakter siswa untuk memiliki pemikiran seperti seorang ilmuan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81-A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 Lampiran IV Pedoman Umum Pembelajaran menyatakan bahwa pada Kurikulum 2013 sintaks pembelajaran saintifik ditetapkan dengan urutan mengamati, menanya, mencari data atau informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 1) Mengamati Mengamati atau observasi merupakan kegiatan belajar yang dilakukan secara sengaja dan sistematis dengan jalan pengamatan dan pencatatan (Hosnan, 2014:40). Observasi dilakukan menggunakan panca indra untuk memperoleh informasi (Kunandar, 2014:202). Objek observasi diberikan secara nyata untuk kemudian dideskripsikan secara faktual sesuai dengan objek yang diamati. Kegiatan ini bermanfaat untuk menarik perhatian dan keingintahuan siswa untuk mempelajari lebih mendalam. Kegiatan mengamati dapat dilakukan dengan beberapa langkah di antaranya: a) menentukan objek yang akan diamati; b) membuat pedoman pengamatan sesuai dengan objek yang akan diamati; c) menentukan tempat pelaksanaan pengamatan; dan; d) menentukan cara yang digunakan untuk mencatat data pengamatan. 2) Menanya Menanya merupakan kegiatan mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami. Pertanyaan dimulai dari yang sifatnya faktual hingga ke pertanyaan yang bersifat hipotesis. Bertanya merupakan bagian terpenting dari pembelajaran saintifik karena dapat membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian siswa terhadap pembelajaran 16

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Kemendikbud, 2013). Dalam tahapan ini, guru berperan sebagai pemandu untuk merangsang siswa dalam memecahkan masalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dan dibaca. 3) Mencari data atau informasi Mencari data atau mengumpulkan informasi merupakan kegiatan lanjutan dari tahap bertanya untuk menghasilkan data yang dapat menjawab masalah dari pertanyaan atau hipotesis yang diajukan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membaca sumber dari buku teks, mengamati objek atau kejadian atau aktivitas, maupun wawancara dengan narasumber. Setelah data terkumpul, siswa menghubungkan informasi satu dengan informasi lainnya untuk kemudian disimpulkan sesuai dengan informasi yang diperoleh. Tahapan ini dapat mengembangkan kompetensi sikap melalui penerapan sikap ilmiah yaitu teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, mampu berkomunikasi, informasi menerapkan dengan berbagai kemampuan cara, serta mengumpulkan mengembangkan kebiasaaan belajar sepanjang hayat. 4) Mengasosiasi atau menalar Mengasosiasi merupakan kegiatan menalar untuk mengolah data. Istilah menalar menggambarkan bahwa guru dan siswa merupakan pelaku aktif yang berusaha mencari solusi berdasar sumber yang ada (Kemendikbud, 2013). Solusi tersebut berupa kesimpulan dari kegiatan menalar yang dianalisis secara logis dan sistematis berdasarkan fakta empiris dari kegiatan observasi. 5) Mengomunikasikan Mengomunikasikan merupakan tahap penyampaian hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang dapat dilakukan secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Pada tahap ini guru diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada 17

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa untuk menyampaikan apa yang telah dipelajari selama kegiatan belajar menggunakan pembelajaran saintifik. Hasil belajar dari mengomunikasikan ini adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis. Berdasar uraian di atas, lima tahap dalam pembelajaran saintifik yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan data, menalar, dan mengomunikasikan. Kelima tahapan harus dilakukan secara berkesinambungan untuk memaksimalkan ketercapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. c. Mengembangkan pendidikan karakter Kurikulum 2013 lebih fokus pada pengembangan pendidikan karakter, kemudian baru memikirkan langkah untuk mengembangkan tujuan yang akan dicapai (Mulyasa, 2013:12). Pendidikan karakter dilakukan melalui proses belajar mengajar pada setiap materi pembelajaran (Kemendiknas, 2012). Pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan untuk membekali peserta didik sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan teknologi (Mulyasa, 2013:7). Akbar (2013:129) menambahkan bahwa pendidikan karakter pada dasarnya adalah upaya untuk menjadikan peserta didik berkarakter baik, hidup dengan benar dalam hubungan seseorang dengan Tuhan, sesama manusia, alam lingkungan hidupnya, bangsa dan negaranya. Dalam bukunya, Yani (2009:2) menekankan bahwa terdapat 18 butir utama yang diajarkan dalam pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai 18

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Pada Kurikulum 2013, pendidikan karakter tersirat dalam kompetensi inti yaitu kompetensi inti 1 (KI-1) yaitu sikap spiritual dan kompetensi inti 2 (KI-2) yaitu sikap sosial. Perkembangan pendidikan karakter dapat diukur melalui penilaian menggunakan rincian rubrik yang telah disusun dengan memprediksi perkembangan siswa melalui pengamatan yang dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung. Sehingga dalam pembelajaran, guru harus merekayasa pembelajaran seperti biasanya untuk mencapai KI-3 dan KI-4 yaitu kompetensi pengetahuan dan keterampilan, tanpa luput menyisipkan pendidikan karakter agar dapat menumbuhkan kompetensi sikap spiritual dan sosial. Dari uraian di atas, pendidikan karakter pada kurikumum 2013 dikembangkan selama proses pembelajaran untuk menumbuhkan 18 sikap utama dalam kehidupan agar mampu menjadi pribadi yang baik sehingga mampu untuk menjawab tantangan zaman. d. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi Kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi pada hirarki berpikir Taksonomi Bloom. Hasil revisi Anderson dan Krathwohl, Taksonomi Bloom terbagi menjadi enam kategori yaitu: (1) mengingat, (2) memahami, (3) mengaplikasi, (4) menganalisis, (5) mengevaluasi, dan (6) mencipta. Setiap kategori merupakan hirarki yang dimulai dari kemampuan berpikir tingkat rendah atau lower order thingking skills (LOTS) hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kategori berpikir tingkat tinggi dimulai dari hirarki atau jenjang menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Sedangkan mengingat, memahami, dan mengaplikasi merupakan jenjang berpikir tingkat rendah. Namun, untuk mencapai higer order 19 thinking skills, guru harus

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengintegrasikan setiap level berpikir dari mengingat kemudian ke level berikutnya secara berkesinambungan. Secara umum, manusia perlu menghafal dan memahami dasar ilmu yang dipelajari untuk kemudian bisa mencapai tahap berpikir kritis dan kreatif. Dalam Taksonomi Bloom terdapat 4 dimensi pengetahuan yaitu pengetahuan prosedural, faktual, dan pengetahuan pengetahuan konseptual, metakognitif pengetahuan (Anderson dan Krathwohl, 2014:67-91). Pengetahuan faktual berisikan elemen dasar yang harus diketahui siswa jika ingin mempelajari suatu disiplin ilmu. Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategorial, klasifikasi, dan hubungan antara dua atau lebih kategori. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu. merupakan dimensi Sedangkan baru dalam pengetahuan Taksonomi metakognitif Bloom untuk mencantumkan hasil penelitian terbaru tentang peran pengetahuan. e. Menggunakan penilaian autentik Penilaian adalah upaya sistematik yang dilakukan melalui pengumpulan data yang sahih kemudian diolah untuk pengambilan kebijakan suatu program pendidikan (Sani, 2016:15). Istilah autentik sepadan dengan asli, nyata, valid, atau reliabel (Hosnan, 2014:387). Melalui penilaian autentik diharapkan dapat memperoleh berbagai informasi yang benar dan akurat (Hosnan, 2014:388). Majid (2014:74) menuturkan jika penilaian autentik memiliki hubungan kuat terhadap pendekatan ilmiah sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Majid (2014:iii) menambahkan bahwa penilaian autentik (authentic assessment) berkesinambungan adalah untuk proses yang mengumpulkan sistematis informasi dan terkait keberhasilan belajar. Penilaian harus dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung untuk memperoleh bukti autentik dan akurat dalam menilai penguasaan peserta didik pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tuntutan 20

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kompetensi inti dan kompetensi dasar. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2017 tentang Standar Penilaian Pendidikan menetapkan bahwa penilaian autentik terdiri dari tes tulis, tes lisan, praktik, kinerja, observasi selama kegiatan, serta penugasan. Penilaian autentik memungkinkan peserta didik untuk mengevaluasi hasil belajar yang telah dicapai dan memuat rencana untuk meningkatkan kompetensinya. f. Berpusat pada siswa Kunci sukses dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah aktivitas peserta didik (Mulyasa, 2013:45). Mulyasa (2013:164) menambahkan bahwa siswa menjadi subjek belajar dalam proses belajar untuk pengetahuannya, secara bukan langsung mengalami transfer dan pengetahuan membentuk (transfer of knowledge). Arah dan tujuan pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan anak didik, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator atas kebutuhan anak didik dalam mengembangkan diri (Kadir, 2014:22). Belajar mengalami sendiri pada kondisi nyata akan menghasilkan penguasaan yeng lebih baik serta membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk belajar (Sani, 2014:266). Suyatno (2009:8) mengungkapkan bahwa student centered atau berpusat pada siswa mengandung pengertian pembelajaran menerapkan strategi pedagogi yang mengorientasikan siswa kepada situasi bermakna, kontekstual, dunia nyata, dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi pembelajar ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pelajaran yang dipelajari sekaligus keterampilan memecahkan masalah. Guru memfasilitasi siswa untuk belajar sehingga mereka lebih leluasa untuk belajar. Suyatno (2009:8-9) memaparkan bahwa paradigma yang menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran dan siswa sebagai objek, seharusnya diubah dengan menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang secara aktif membangun pemahamannya 21

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan jalan merangkai pengalaman yang telah dimiliki dengan pengalaman baru yang dijumpai. Dari uraian di atas, berpusat pada siswa atau student centered merupakan pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek belajar yang aktif mengkontruksi pengetahuan melalui pengalaman yang telah dimiliki atau yang dijumpai dalam kehidupan di sekitar siswa untuk memperoleh pengetahuan yang lebih bermakna. 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Kompetisi hidup layak di abad 21 bergantung pada kreativitas dan kemampuan melakukan inovasi, tidak terkecuali dengan proses pembelajaran. Terdapat empat ciri abad 21 yang perlu diperhatikan untuk menjadi dasar dalam menggeser cara belajar, yaitu: informasi, komputasi, otomasi, dan komunikasi (Hosnan, 2014:25). a) Informasi tersedia dimana saja sehingga pembelajaran diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu informasi dari berbagai sumber, bukan diberi tahu. b) Komputasi menekankan pada pembelajaran yang diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab). c) Otomasi menuntut pembelajaran diarahkan pada pelatihan berpikir analitis atau pengembilan keputusan, bukan berpikir mekanistis (rutin). d) Komunikasi dari mana saja dan ke mana saja menekankan pada pembelajaran yang mengutamakan kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Selain ciri tersebut, di abad 21 ini manusia dituntut untuk memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kecakapan tersebut di antaranya: a) Kecakapan berpikir kritis (critical thinking skill) Kemampuan berpikir kritis diharapkan dapat menggali kemampuan siswa untuk melakukan penalaran yang masuk akal 22

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam memahami keterkaitan antar sistem untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara mandiri. b) Kreativitas (creative thinking skill) Setiap siswa memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda. Perbedaan tersebut menuntut guru untuk mampu mengakomodasi dan menggeser pembelajaran yang kompetitif menjadi pembelajaran yang kolaboratif. Keragaman kreativitas dapat memberikan terobosan berupa pembaharuan dan penciptaan yang inovatif. c) Kolaborasi (collaborative skill) Kemampuan bekerja sama dengan semua pihak melalui adaptasi. Adaptasi yang dilakukan tidak hanya menghormati perspektif yang berbeda, namun bisa memberikan solusi terhadap permasalahan dan bertanggung jawab atas apa yang disampaikan. d) Kecakapan berkomunikasi (communicative skill) Kecakapan berkomunikasi diharapkan siswa mampu menciptakan komunikasi yang baik dan efektif dalam berbagai bentuk dan isi yang disampaikan secara lisan, tulisan, maupun multimedia. Kemampuan ini dapat dibangun dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan ide dan pendapat dalam diskusi. Keempat keterampilan tersebut dapat berhasil dengan peran guru sebagai perencana pembelajaran, pengelola pembelajaran, fasilitator, dan evaluator (Hosnan, 2014:166-167). Guru sebagai perencana dan pengelola pembelajaran diharapkan mampu mendesain kelas agar aman, nyaman, serta menyenangkan. Desain pembelajaran yang demikian akan menarik perhatian siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran sehingga mampu menguasai 4 keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 ini. 3. Perangkat Pembelajaran Proses pembelajaran yang efektif memerlukan perangkat pembelajaran. Menurut Zuhdan, dkk (2011:16) perangkat pembelajaran 23

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI adalah alat untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, perangkat pembelajaran masuk dalam tahap perencanaan pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP dimana penyusunannya disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Akbar (2013:ii) menuliskan, perangkat pembelajaran merupakan komponen yang terdiri dari silabus, bahan atau buku ajar, sumber dan media pembelajaran, model pembelajaran, instrumen penilaian, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kemendikbud (2016:36) dalam Surat Pengantar Distribusi Panduan Penilaian di SD menyatakan bahwa sebelum menyusun perangkat pembelajaran perlu dibuat program tahunan (prota) yang dipersiapkan dan dikembangkan sebelum tahun pelajaran karena prota merupakan pedoman bagi pengembangan program berikutnya, seperti program semester (prosem), silabus, dan RPP. Berdasarkan uraian di atas, perangkat pembelajaran merupakan alat yang terdiri dari berbagai komponen atau alat yang digunakan untuk menciptakan kelancaran dalam proses pembelajaran. Perangkat yang digunakan utamanya adalah program tahunan, program semester, silabus, dan RPP. Keempat komponen tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan berikut ini. a. Program Tahunan dan Program Semester Kemendikbud dalam Surat Pengantar Distribusi Panduan Penilaian di SD (2016:34,36) membuat bagan penilaian pengetahuan dan keterampilan. Bagan tersebut menunjukkan bahwa program tahunan (prota) dan program semester (prosem) dibuat pada tahap perencanaan. Program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan muatan pelajaran berisi rencana penetapan alokasi waktu dalam satu tahun pembelajaran. Waktu efektif dalam satu tahun pelajaran paling 24

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sedikit 200 hari dan paling banyak 245 hari. Prota dipersiapkan dan dikembangkan sebagai dasar pengembangan program berikutnya seperti: prosem, silabus, dan RPP. Komponen dalam prota terdiri dari identitas (satuan pendidikan, kelas, semester) dan format isian (tema, sub tema, alokasi waktu). Langkah perancangan prota sebagai berikut: 1) Menelaah jumlah tema dan sub tema pada suatu kelas. 2) Menandai hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif pada kalender akademik yang terdiri dari jeda tengah semester, jeda akhir semester, libur akhir semester, libur akhir semester tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan satuan pendidikan. 3) Menghitung jumlah minggu belajar efektif (MBE) dalam 1 tahun. 4) Mendistribusikan alokasi waktu MBE ke dalam sub tema. Kemendikbud dalam Surat Pengantar Distribusi Panduan Penilaian di SD (2016:38) menuliskan bahwa program semester (prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusunnya program tahunan. Prosem berisi garis besar mengenai hal yang akan dilaksanakan dalam semester tersebut. Pada umumnya prosem berisikan identitas (satuan pendidikan, kelas atau semester, tahun pelajaran) dan format isian (tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu, bulan yang terinci per-minggu, dan keterangan yang berisi tanggal pelaksanaan pembelajaran. Langkah perancangan prosem sebagai berikut: 1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan. 2) Menandai hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari libur meliputi: jeda tengah semester, jeda antar semester, liburan akhir 25

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari libur besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan khusus satuan pendidikan. 3) Menghitung jumlah hari belajar efektif (HBE) dan jam belajar efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam 1 tahun. 4) Menghitung jumlah jam pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku. 5) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu sub tema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan prota dan prosem harus dilakukan secara runtut sebelum tahun pelajaran baru dimulai. Diawali dengan membuat prota kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prosem. Dalam pembuatan prota dan prosem harus memperhatikan minggu belajar efektif dalam satu tahun dan jam belajar efektif di setiap minggunya. b. Silabus Akbar (2013:7) mengungkapkan bahwa silabus merupakan garis besar program pembelajaran yang digunakan sebagai acuan pengembangan RPP. Hal senada diungkapkan dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:5) yang menyatakan bahwa silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Mulyasa (2017:181) menjelaskan bahwa silabus sebagai acuan pengembangan rencana pembelajaran yang sudah disiapkan pemerintah pusat. Majid (2009:38) menuturkan bahwa silabus adalah rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat. 26

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:5) memberikan batasan minimal yang harus dimuat dalam sebuah silabus, yaitu: identitas mata pelajaran; identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan; kelas; semester dan tahun pelajaran; kompetensi inti yang berisi gambaran mengenai kategori kompetensi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari; kompetensi dasar berisi sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik; tema; materi pokok memuat materi pembelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik dengan mempertimbangkan kebenaran dan manfaat yang akan dicapai; pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar yang dilakukan pendidik dan peserta didik untuk memberikan pengalaman belajar; penilaian; alokasi waktu; dan sumber belajar yang relevan dari berbagai media. Hal senada juga diungkapkan oleh Chamsiatin (dalam Akbar, 2013:28-29) menyatakan bahwa pengembangan silabus dilakukan dengan langkah mengisi kolom identitas; mengkaji standar kompetensi; mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok; mengembangkan pengalaman belajar; merumuskan indikator; menentukan jenis penilaian; menentukan alokasi waktu; dan menentukan sumber belajar. Dari uraian di atas, silabus merupakan acuan dalam pengembangan rencana pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar daerah atau satuan memperhatikan pendidikan beberapa setempat. Silabus komponen yaitu disusun dengan identitas silabus, kompetensi inti, tema, alokasi waktu, mata pelajaran dan kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, teknik penilaian, dan sumber belajar. c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi 27

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus (Widyastono, 2004:200). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:6) memaparkan bahwa RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD). Senada, Suyatno (2009:150) memaparkan bahwa RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:6) mengungkapkan bahwa setiap pendidik satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Pengembangan RPP dilakukan guru secara mandiri atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah yang disupervisi oleh kepala sekolah atau guru senior (Widyastono, 2014:200). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:7-8) menyebutkan ada delapan prinsip penyusunan RPP, di antaranya: 1) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. 28

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Partisipasi aktif peserta didik. 3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian. 4) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. 5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP yang memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. 6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. 7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. 8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016:6-7) juga menyebutkan komponen RPP, di antaranya: 1) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan. 2) Identitas mata pelajaran atau tema/sub tema. 3) Kelas/semester. 4) Materi pokok. 5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. 29

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6) Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasar KD, menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian. 8) Materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. 9) Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai. 10) Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran. 11) Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. 12) Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. 13) Penilaian hasil pembelajaran. Sesuai dengan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan penjabaran dari silabus yang berisi tentang rencana kegiatan pelaksanaan pembelajaran dalam satu pertemuan atau lebih untuk mencapai suatu kompetensi dasar. Penyusunan RPP harus memiliki komponen identitas; materi pembelajaran; kompetensi inti; kompetensi dasar; indikator; tujuan pembelajaran; pembelajaran; media dan metode, sumber model, strategi pembelajaran; langkah pembelajaran; rubrik penilaian; dan lampiran. 4. Pembelajaran Inovatif Penyelenggaraan Kurikulum 2013 bertujuan untuk memberikan pembelajaran inovatif kepada peserta didik. Dalam pembelajaran 30

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif, siswa dilibatkan secara aktif dan bukan hanya sekedar dijadikan sebagai objek (Shoimin, 2014:18). Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru karena dilakukan dengan model pembelajaran yang lebih fleksibel dan dinamis. Siswa aktif mencari pengetahuannya sendiri sehingga membiasakan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan aktif. Pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan dapat pula dilangsungkan di luar kelas. Dalam rancangannya, Kurikulum 2013 menjadikan guru sebagai fasilitator yang berfungsi untuk memberikan penguatan kepada siswa yang telah mengkontruksi sendiri pengetahuannya. a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Kata inovatif dimaknai sebagai beberapa gagasan dan teknik baru (Suyatno, 2009:6). Kata inovasi berarti pembaharuan. Suyatno (2009:6) memaparkan bahwa pembelajaran inovatif adalah gagasan baru pembelajaran yang dikemas guru untuk melakukan langkahlangkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Secara sederhana inovasi dimaknai sebagai pembaruan atau perubahan dengan ditandai oleh adanya hal yang baru (Daryanto dan Muljo, 2012:178). Demikian, Shoimin (2014:19) juga menyampaikan bahwa kata inovasi (innovation) sering digunakan untuk menyatakan penemuan hal yang baru yang diciptakan oleh manusia sehingga bermanfaat bagi kehidupannya. Sedangkan menurut Arifin (dalam Mudlofir dan Fatimatur, 2016:250) istilah inovasi dapat diartikan penemuan sesuatu yang benar-benar baru sebagai karya manusia. Dari uraian para ahli, pembelajaran inovatif merupakan gagasan pembaruan oleh manusia yang digunakan untuk memberikan pemahaman terhadap proses pembelajaran. b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif mengubah cara ajar yang semula berpusat pada guru beralih berpusat pada peserta didik dengan melibatkan secara aktif dalam mengembangkan kecakapan hidup melalui 31

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran nyata dan mengkontruksi sendiri pengetahuannya sehingga siap terjun di masyarakat. Adapun Suyatno (2009:7) menyampaikan bahwa terdapat delapan tanda prinsip pembelajaran inovatif yaitu: 1) Pembelajaran, bukan pengajaran. 2) Guru sebagai fasilitator, bukan instrukstur. 3) Siswa sebagai subjek, bukan objek. 4) Multimedia, bukan monomedia. 5) Sentuhan manusiawi, bukan hewani. 6) Pembelajaran induktif, bukan deduktif. 7) Materi bermakna bagi siswa, bukan sekedar dihafal. 8) Keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. Pendapat lain datang dari Matt (dalam Daryanto dan Muljo, 2012:193) yang menyatakan bahwa pembelajaran inovatif: 1) Memiliki ciri khusus, artinya suatu inovasi akan memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan. 2) Memiliki ciri atau unsur kebaruan. Dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai buah karya dan buah pikir yang memiliki kadar orisinilitas dan kebaruan. 3) Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana. Dalam artian bahwa suatu inovasi akan dilakukan melalui suatu proses yang tak tergesa-gesa, namun kegiatan inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlabih dahulu. 4) Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan yaitu bahwa program inovasi yang dilakukan harus memiliki apa yang ingin dicapai termasuk arah dan strategi yang bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Uraian di atas menunjukkan bahwa pembelajaran inovatif yang dilakukan berbanding terbalik dari kondisi awal yang cenderung 32

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru berperan sebagai pengajar bukan pendidik, guru sebagai sumber pengetahuan dan mahatahu; sekolah terikat jadwal yang ketat; belajar dibatasi kurikulum; basis belajar hanya berkutat pada fakta, isi pelajaran, dan teori semata; hafalan menjadi agenda utama bagi siswa; keseragaman; kelas menjadi fokus utama; komputer lebih dipandang sebagai objek; penggunaan media statis lebih mendominasi; komunikasi terbatas; serta penilaian bersifat normatif (Suyatno, 2009:7). Pembelajaran inovatif lebih menekankan pada keterlibatan siswa secara aktif dalam sebuah pembelajaaran yang dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dengan menggunakan strategi yang telah direncanakan secara matang. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif sebagai pembaharuan menawarkan keunggulannya. Keunggulan dapat ditilik dari prinsip pembelajaran inovatif yang disampaikan oleh Suyatno (2009:8) yaitu berpusat pada siswa; berbasis masalah; terintergrasi; berbasis masyarakat; memberikan pilihan; tersistem; dan berkelanjutan. Triyanto (2012: 10-12) memaparkan empat kecenderungan pembelajaran inovatifprogresif yaitu proses belajar; transfer belajar; siswa sebagai pembelajar; dan pentingnya lingkungan belajar. Sedangkan menurut Shoimin (2014:21) dalam konteks pembelajaran, inovasi merupakan bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan, dan ortodoks diubah menjadi pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna. Dari kedua ahli tersebut, kesimpulan keunggulan pembelajaran inovatif sebagai berikut: 1) Berpusat pada siswa atau student centered dimana siswa mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pemecahan masalah yang dilakukan melalui serangkaian pengalaman yang telah direncanakan guru. 33

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Terintegrasi, memadukan dua atau lebih disiplin ilmu yang memiliki kaitan pembahasan untuk dipelajari secara berkelanjutan sehingga pembelajaran lebih bermakna karena dapat mengetahui fungsi dan peran setiap disiplin ilmu dengan disiplin ilmu. 3) Proses belajar dilakukan dengan memanfaatkan berbagai lingkungan termasuk lingkungan masyarakat yang selalu mengikuti perubahan zaman sehingga tujuan pembelajaran yang menyenangkan dapat terealisasikan. Siswa diajak mengimplementasikan materi yang dipelajari dari dalam kelas ke konteks masyarakat atau sebaliknya, mengambil masalah yang terjadi di masyarakat sebagai bahan untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan yang lebih agar proses belajar lebih bermakna dan materi yang diajarkan cepat tersimpan dalam memori (Suyatno, 2009:11). d. Model Pembelajaran Picture and Picture Picture and picture menjadi salah satu model yang dikembangkan dalam pembelajaran inovatif. Menurut Shoimin (2014:122) picture and picture adalah suatu model belajar menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Suprijono (dalam Huda, 2013:236) menuturkan bahwa picture and picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Sedangkan Suyatno (2009:48) menuliskan bahwa model pembelajaran picture and picture menyajikan informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi, dan refleksi. Dari paparan ketiga ahli, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and 34

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI picture merupakan model pembelajaran inovatif yang menggunakan gambar untuk dipasangkan atau diurutkan sehingga sistematik. Langkah model pembelajaran picture and picture menurut Huda (2013:236) adalah penyampaian kompetensi; presentasi materi; penyajian gambar; pemasangan gambar; penjajakan; penyajian kompetensi; dan penutup. Sedangkan Shoimin (2014:123-125) dan Suyatno (2009:116) menyebutkan bahwa langkah pembelajaran picture and picture adalah guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai; menunjukkan menyajikan dan materi memperlihatkan sebagai pengantar; gambar-gambar guru kegiatan berkaitan dengan materi; guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis; guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut; dari alasan urutan gambar tersebut guru memulai menanaman konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai; serta kesimpulan dan rangkuman. Dari uraian di atas, picture and picture memiliki langkah sebagai berikut: 1) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai. Pada langkah ini guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator mata pelajaran yang akan diberikan sehingga siswa dapat mengukur sejauh mana materi yang harus dikuasai. 2) Guru menyajikan materi dan memberikan motivasi sebagai permulaan. Penyajian materi sebagai pengantar adalah hal yang penting untuk mencapai kesuksesan pembelajaran. Melalui tahap ini, guru dapat memberikan motivasi yang dapat menarik perhatian siswa (yang belum siap) untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari. 3) Guru menyajikan gambar yang berkaitan dengan materi. 35

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dalam tahap ini siswa diajak untuk terlibat aktif dalam proes pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru maupun temannya. 4) Guru meminta siswa memasangkan gambar. Siswa diminta mengurutkan, membuat, atau memodifikasi. Pada tahap ini, guru harus mampu memberikan motivasi kepada siswa karena penunjukkan secara langsung membuat siswa merasa dihukum. Salah satu alternatifnya guru dapat menggunakan undian sehingga siswa merasa harus menjalankan tugas yang diberikan. 5) Guru menuju tahap penjajakan dengan menanyakan alasan siswa memasang atau mengurutkan gambar. Dalam tahap ini guru mengajak siswa berdiskusi untuk mengaitkan gambar dengan tuntutan kopentensi dasar dengan indikator yang akan dicapai. Untuk mengendalikan situasi, guru berperan sebagai moderator utama. 6) Guru menyajikan kompetensi untuk menanamkan konsep yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Dalam proses ini, guru harus memberikan penekanan pada kompetensi yang ingin dicapai dengan mengulangi, menuliskan, atau bentuk lain dengan tujuan agar siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan. 7) Kesimpulan dan rangkuman. Siswa bersama guru menutup pembelajaran dengan membuat kesimpulan dan rangkuman. e. Model Pembelajaran Quantum Learning Shoimin (2014:39) menyatakan bahwa quantum learning (QL) merupakan metode yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov yang mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipasi peserta didik dan melihat potensi dalam penguasaan diri. QL 36

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menganggap segala yang dipikirkan, dilakukan, dan diasosiasikan merupakan proses belajar. Metode pendidikan dirancang dengan melibatkan diri peserta didik secara aktif dan menggunakan alam sebagai sarana dalam mengenal diri sendiri. Ada lima prinsip dalam quantum learning, yaitu segala berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan jika layak dipelajari, layak pula dirayakan. Model QL, menganggap siswa sebagai pusat keberhasilan belajar. Shoimin (2014:42) memberikan saran dalam membangun hubungan dengan siswa yaitu: semua siswa sederajat, pahami karakteristik dan minat siswa, cari hal yang dapat menghambat jika tidak tahu bisa tanyakan ke siswa, berbicaralah secara jujur dan halus, serta bersenang-senanglah dengan para siswa. Quantum learning dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa. Sintaks atau langkah model pembelajaran kuantum (quantum learning) yang dikenal dengan sebutan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan) (Hosnan, 2014:360). 1) Langkah 1: Tumbuhkan Menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan dengan memberikan motivasi yang menarik; menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari seperti menampilkan suatu gambaran, benda nyata, cerita pendek, maupun video. 2) Langkah 2: Alami Alami merupakan tahap untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Tahap ini dapat dilakukan dengan mengadakan pengamatan. 3) Langkah 3: Namai 37

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus, atau strategi atas pengalaman yang telah diperoleh. Tahap ini dapat dilakukan dengan menyusun gambar, memberi warna, menyediakan kertas untuk menulis, atau membuat poster. 4) Langkah 4: Demonstrasi Tahap demonstrasi menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan apa yang siswa ketahui. Tahap ini bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan. 5) Langkah 5: Ulangi Pengulangan dilakukan untuk membatu siswa dalam memahami materi. Tahap ini dapat dilakukan dengan memberikan penegasan kembali pokok materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk mengulang pembelajaran dengan teman lain, atau melalui latihan soal. 6) Langkah 6: Rayakan Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan. Tahap ini dapat dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, catatan pribadi, atau bernyanyi bersama. B. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran adalah: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Meilina pada tahun 2015 dengan mengambil judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sub tema Tubuhku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk Siswa Kelas Satu (1) Sekolah Dasar”. Penelitan ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau R&D yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. 38

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dan mendeskripsikan kualitas produk perangkat pembelajaran sub tema 2 Tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I SD dengan subjek yang diteliti adalah guru kelas I, Ibu TS yang menerapkan Kurikulum 2013 di SD Tegalrejo, Yogyakarta. Awalnya peneliti melakukan observasi pembelajaran di kelas I SD Tegalrejo kemudian melakukan wawancara kepada guru kelas (Ibu TS). Langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan yang dilanjutkan dengan pengembangan produk yang akan digunakan, kemudian memvalidasi produk dengan bantuan para ahli, dan langkah terakhir adalah melakukan uji coba di lapangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif berupa saran oleh validator dan teknik analisis data kuantitatif berupa skor dari guru SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 tema Diriku sub tema 2 Tubuhku memiliki kualitas “sangat baik” ditinjau dari aspek identitas RPP; perumusan indikator; perumusan tujuan pembelajaran; pemilihan materi ajar; pemilihan sumber belajar dan media belajar; metode pembelajaran; skenario pembelajaran; penilaian; dan lembar kerja siswa. 2. Sa’dun (2014) melakukan penelitian tentang “Pengembangan Model Pembelajaran Tematik untuk Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar”. Penelitian jenis R&D ini bertujuan untuk menghasilkan model efektif, valid, dan aplikatif dalam pembelajaran tematik untuk menggambarkan validitas dan efektivitas model pembelajaran tematik di berbagai tema dengan objek yang diteliti adalah masalah pengembangan dan implementasi pembelajaran tematik kelas 1 dan kelas 2; mengembangkan model pembelajaran tematik rinciannya tema 4 dan tema 6 untuk kelas 1 dan 2 SD; serta menyempurnakan model pembelajaran yang telah dihasilkan . Melalui subjek penelitian siswa kelas 1 dan kelas 2 di SD daerah Blitar; Banyuwangi; Lamongan; Pamekasan; Pasuruan; Pacitan; dan Malang yang dilakukan selama tiga tahun, peneliti memanfaatkan model 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengumpulan data berupa angket; serta uji kompetensi siswa melalui pretest dan posttest untuk menilai proses, produk, dan tes. Walaupun keterbatasan studi mengatakan bahwa tidak semua model pembelajaran dapat diujicobakan secara optimal dan penerapan model terlalu banyak, peneliti mendapatkan hasil yang memuaskan karena model pembelajaran tematik layak dan valid dengan tingkat validitas yang bervariasi sehingga dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di kelas dan efektif dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditargetkan. 3. Sasmita (2018) dalam skripsinya yang berjudul “pengembangan modul berbasis quantum learning tema ekosistem untuk kelas V Sekolah Dasar” melakukan penelitian dan pengembangan atau R&D. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan modul berbasis quantum learning tema 5 ekosistem yang layak untuk digunakan sebagai penunjang bahan ajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Lamper Tengah 02 Semarang. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumenter untuk memperoleh data penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data ahli modul, data ahli materi, dan hasil uji coba lapangan awal. Instrumen penelitian berupa angket wawancara dengan guru dan observasi lingkungan dilakukan di tiga Sekolah Dasar yaitu, SDN Lamper Tengah 01, SDN Lamper Tengah 02, dan SDN Jomblang 01. Data yang diperoleh dari angket dianalisis secara deskriptif. Subjek yang dipakai adalah 12 siswa dari 42 siswa kelas V di SD Negeri Lamper Tengah 02 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi modul pembelajaran sebesar 94,3%, validasi ahli materi 82,7%, dan tanggapan siswa sebesar 81,5% sehingga dapat disimpulkan bahwa modul tematik berbasis quantum learning telah berhasil dalam pengembangan bahan ajar serta layak digunakan karena menjadi suatu pembelajaran hasil yang menarik dan menyenangkan. Ketiga penelitian tersebut menggunakan jenis penelitian R&D. Relevansi penelitian yang dikembangkan dengan penelitian yang ada terlihat pada judul 40

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yaitu pada penelitian pertama mengembangkan perangkat pembelajaran sub tema Tubuhku untuk kelas I, penelitian kedua mengembangkan model pembelajaran tematik untuk kelas I, dan penelitian ketiga mengembangkan modul menggunakan model quntum learning untuk siswa SD. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan yang dikembangkan peneliti. Kebaruan yang dilakukan peneliti adalah perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti menjadikan ketiga penelitian sebagai acuan dalam menyusun penelitian yang berjudul “pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar”. Acuan tersebut terletak pada teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan analisis serta teknik analisis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Literature Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini: Meilina (2015) Sa’dun (2014) Sasmita (2018) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sub tema Tubuhku Mengacu Kurikulum SD 2013 Untuk Siswa Kelas Satu (1) Sekolah Dasar” “Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Untuk Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar” “Pengembangan Modul Berbasis Quantum Learning Tema Ekosistem untuk Kelas V Sekolah Dasar” Cahyani (2019) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” Gambar 2.1 Literature Map C. Kerangka Berpikir Berdasarkan uraian di atas maka disusun kerangka berpikir tentang “pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku 41

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar”. Berikut gambar kerangka berpikir peneliti: Kurikulum yang digunakan di Sekolah Dasar adalah Kurikulum 2013 Pembelajaran inovatif menjadi solusi untuk meningkatkan proses pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 Guru belum mempersiapkan pembelajaran inovatif Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar Peneliti mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Gambar 2.2 Kerangka Berpikir D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori tersebut, rumusan pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar menurut guru kelas I dan calon guru Sekolah Dasar? 42

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Uraian dalam bab ini akan membahas tentang jenis penelitian, setting penelitian, prosedur pengembangan, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau dalam Bahasa Inggrisnya research and development (R&D). R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektivan produk tersebut (Sugiyono, 2017: 407). Borg and Gall mengemukakan “research and development is a powerfull strategy from improving practice. It is a process a product develop and validate educational product”. Produk pendidikan yang dimaksud mengandung tiga pokok pengertian yaitu perangkat keras dan perangkat lunak, produk baru atau memodifikasi produk, dan produk yang dikembangkan bermanfaat bagi dunia pendidikan (Arifin, 2011:127). Borg and Gall (Sugiyono, 2015:408-426) mengemukakan 10 langkah dalam penelitian dan pengembangan yaitu: 1. Potensi dan masalah Penelitian dilakukan karena adanya potensi dan masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah yang ditemukan dapat diselesaikan melalui R&D dengan model dan pola penanganan yang efektif dan efisien. 2. Mengumpulan data/informasi Setelah menemukan potensi dan masalah yang faktual serta up to date, selanjutnya mengumpulkan informasi dengan mengkaji berbagai literatur yang digunakan untuk menyusun produk. Dengan menemukan teori perangkat pembelajaran inovatif, akan memperkuat produk sehingga 43

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan untuk menentukan langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut. 3. Desain produk Hasil pengkajian berbagai literasi berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya, namun masih bersifat hipotetik efektivitasanya belum teruji. 4. Validasi desain produk Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk rasional atau lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional karena validasi dilakukan berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan menghadirkan pakar ahli pada bidangnya untuk menilai produk yang telah dirancang. 5. Revisi desain produk Revisi atau perbaikan dilakukan setelah mengetahui kelemahan dari produk yang dibuat berdasar hasil validasi. Kelemahan tersebut kemudian dikurangi dengan merevisi produk oleh peneliti sendiri. 6. Uji coba produk Desain produk yang telah direvisi perlu dilakukan pengujian dengan cara eksperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efisiensi produk yang dibuat antara produk lama dengan produk baru. 7. Revisi produk Pengujian yang dilakukan pada sampel yang terbatas menunjukkan bahwa peneliti perlu merevisi atau tidak produk yang dibuat. Apabila produk perlu direvisi, maka produk tersebut perlu diujicobakan kepada sampel yang lebih luas. Jika tidak perlu revisi, maka produk dapat diberlakukan dalam penelitian. 8. Uji coba pemakaian produk Setelah dilakukan revisi, produk diujicobakan kepada subjek yang lebih luas dengan tetap memperhatikan atau menilai kekurangan dan hambatan yang muncul saat pelaksanaan guna perbaikan lebih lanjut. 44

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Revisi produk akhir Revisi dilakukan apabila dalam perbaikan terdapat kekurangan dan kelemahan dari produk yang dihasilkan. Perbaikan diutamakan pada sistem kerjanya sehingga dapat digunakan untuk menyempurnakan produk tersebut. 10. Produksi massal Pembuatan produk dilakukan secara massal apabila produk baru telah diujicobakan dalam beberapa kali pengujian dan dinyatakan efektif serta layak untuk diproduksi secara massal. 4 1 2 3 Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk 8 Uji Coba Pemakaian Produk 5 6 7 Uji Coba Produk Revisi Produk 9 Validasi Desain Produk Revisi Desain 10 Revisi Produk Akhir Produksi Massal Gambar 3.2. Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall dalam Sugiyono (2015:409) B. Setting Penelitian Setting penelitian mambahas mengenai tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, dan waktu penelitian. 1. Tempat penelitian Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan di SD Negeri Ngabean yang beralamat di Jl. KH Ahmad Dahlan No.81, Ngampilan, Kota 45

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneliti memilih SD Negeri Ngabean sebagai tempat uji coba lapangan terbatas karena di SD tersebut masih minim menggunakan perangkat pembelajaran inovatif ketika melaksanakan pembelajaran di kelas. SD Negeri Ngabean sangat strategis karena terletak di tengah kota dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap sehingga memiliki peluang besar untuk mencari sumber daya manusia (siswa) dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menunjang uji coba perangkat pembelajaran inovatif. 2. Subjek penelitian Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah 1 guru Sekolah Dasar kelas I dan 26 siswa kelas I di SD Negeri Ngabean tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 12 siswa putra dan 14 siswa putri. Pemilihan 26 siswa tersebut berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan yaitu temuan peneliti yang melihat adanya perilaku siswa yang kurang pantas dilakukan dimana seorang siswa laki-laki mencium kening siswa perempuan, sedangkan siswa perempuan merasa bahwa hal tersebut adalah bentuk kasih sayang teman sehingga tidak mempermasalahkannya. Maka, peneliti tertarik memberikan pengetahuan yang dapat menunjang siswa dalam memahami bagian tubuh yang perlu dirawat dan bagaimana cara merawat bagian tubuh dengan baik dan benar melalui perangkat pembelajaran inovatif yang dapat memudahkan siswa memahaminya. 3. Objek penelitian Objek penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar berupa program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 4. Waktu penelitian Penelitian dan pengembangan dilakukan bulan April 2018 hingga Februari 2019. Penelitian ini dimulai dengan wawancara dan observasi kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. Secara keseluruhan, penelitian ini berlangsung kurang lebih selama sepuluh bulan. 46

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadopsi langkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang mengemukakan sepuluh langkah dalam R&D. Penelitian ini tidak menggunakan kesepuluh namun membatasi menjadi tujuh langkah yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data atau informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk, (6) uji coba pemakaian produk, dan (7) revisi produk akhir. Ketujuh langkah disajikan dalam gambar di bawah ini: Langkah 1 Potensi dan Masalah Analisis Kebutuhan Observasi pembelajaran di kelas I SD dan wawancara dengan guru kelas I SD. Hasil observasi Langkah 2 Pengumpulan Data Hasil wawancara Langkah 3 Desain Produk 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengembangkan instrumen penelitian. Menyusun indikator dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Taksonomi Bloom). Menyusun tujuan pembelajaran berdasar komponen ABCD. Memilih keterampilan yang akan diuntaikan. Memilih mata pelajaran yang sesuai. Menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Membuat pemetaan jaringan berdasar Kurikulum 2013. Membuat perangkat pembelajaran inovatif (prota, prosem, silabus, dan RPP). Langkah 5 Revisi Desain Produk Langkah 4 Validasi Desain Produk Revisi perangkat pembelajaran inovatif: prota, prosem, silabus, dan RPP Evaluasi formatif: validasi produk oleh pakar perangkat pembelajaran inovatif Langkah 6 Uji Coba Pemakaian Produk Langkah 7 Revisi Produk Akhir Evaluasi sumatif: uji coba perangkat pembelajaran inovatif Penyempurnaan produk untuk uji coba yang lebih luas. Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan dalam Penelitian 47

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Potensi dan masalah Penelitian ini bermula dari adanya potensi dan masalah yang ditemukan di lapangan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui potensi dan masalah yang ada. Analisis kebutuhan dilakukan dengan wawancara dengan Ibu S selaku guru kelas I dan observasi di kelas I pada 26 Maret 2018 di SD Negeri Ngabean. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya masalah yang berkaitan dengan penggunaan perangkat pembelajaran inovatif oleh guru SD kelas I Sekolah Dasar untuk mencapai pembelajaran yang sesuai dengan harapan guru maupun peserta didik. 2. Pengumpulan data atau informasi Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti berupa observasi dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka, mencari bahan melalui internet, dan mengumpulkan data-data dari sumber yang ada. 3. Desain produk Desain produk yang akan dihasilkan oleh peneliti diawali dengan melakukan pemetaan tema dan sub tema kelas I ke dalam program tahunan (prota). Prota yang sudah dibuat dipetakan menjadi lebih rinci ke dalam program semester (prosem). Dari prosem, peneliti menentukan tema, sub tema, dan pembelajaran yang akan dikembangkan. Berdasarkan penentuan tersebut, terdapat kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai. KI yang akan dicapai diturunkan menjadi KD (yang biasanya sudah tertera pada buku guru). Dari tahapan ini, langkah selanjutnya adalah menjabarkan KD menjadi lebih rinci dengan mengacu Taksonomi Bloom sehingga dihasilkan indikator pembelajaran yang memiliki tingkat berpikir 48

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tinggi. Dari indikator dirumuskan tujuan pembelajaran yang mengandung komponen ABCD (audience, behavior, condition, dan degree). Hasilnya, digunakan sebagai acuan dalam membuat silabus. Langkah selanjutnya adalah menyusun konsep atau jaringan KD dan indikator pembelajaran dan tahap terakhir adalah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. 4. Validasi desain produk Validasi desain dilakukan dengan menggunakan validasi formatif (expert judgement) terhadap bahan produk pengembangan perangkat pembelajaran oleh dua validator ahli atau pakar yaitu satu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas I SD. Validasi yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran mengenai kelebihan dan kelemahan produk yang dibuat. 5. Revisi desain produk Berdasarkan hasil validasi pakar perangkat pembelajaran inovatif, peneliti melakukan revisi atau perbaikan terhadap perangkat pembelajaran yang sudah dibuat sehingga kualitas produk akan meningkat dan perangkat yang dibuat dapat digunakan secara maksimal. 6. Uji coba pemakaian produk Uji coba produk dilakukan di kelas I SD Negeri Ngabean dengan siswa sebanyak 26. Uji coba ini merupakan evaluasi sumatif yang dilakukan dengan memberikan penilaian berdasarkan instrumen validasi uji coba produk. Validasi dilakukan oleh satu guru kelas I SD dan satu calon guru SD. Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui komentar dan saran dari implementasi produk yang diujicobakan. 7. Revisi produk akhir Peneliti melakukan revisi desain setelah mendapatkan komentar dan saran dari validator uji coba produk terhadap pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Revisi dilakukan untuk memperbaiki 49

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kekurangan sehingga menghasilkan produk final berupa pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. D. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Widoyoko, 2015:51). Peneliti menggunakan tiga instrumen penelitian yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan kuesioner. a. Pedoman Observasi Observasi dilaksanakan pada pembelajaran di kelas I SD Negeri Ngabean yang menerapkan Kurikulum 2013. Observasi dilakukan dengan mengamati guru dan siswa selama proses pembelajaran untuk mengetahui penerapan Kurikulum 2013 dan pemanfaatan perangkat pembelajaran inovatif. Instrumen dibuat dalam format ceklist “ya” dan “tidak”. Instrumen ini digunakan pada saat peneliti melakukan analisis kebutuhan sebagai acuan mengembangkan produk dan uji coba terbatas. b. Pedoman Wawancara Wawancara dilakukan dengan ibu S selaku guru kelas I di SD Negeri Ngabean. Wawancara yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan pengetahuan dan penggunaan perangkat pembelajaran inovatif. Instrumen ini digunakan pada saat peneliti melakukan analisis kebutuhan sebagai acuan mengembangkan produk. c. Kuesioner Kuesioner yang digunakan berisi instrumen validasi yang terdiri dari dua macam yaitu lembar validasi produk dan lembar validasi uji coba produk. Lembar validasi produk digunakan untuk menilai sebelum produk diujicobakan dan lembar validasi uji coba produk digunakan pada saat penerapan perangkat pembelajaran 50 inovatif. Lembar validasi

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan Skala Linkert 1 sampai 5, dimana semakin besar nilai yang diperoleh semakin valid pula perangkat pembelajaran inovatif yang dibuat. E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan hal yang terpenting dalam penelitian karena tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan data (Sugiyono, 2015:308). Teknik pengumpulan data menurut Sugiyono (2015:194) dapat dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi, dan gabungan ketiganya. Sementara Widoyoko (2015:33) memaparkan bahwa teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan kuesioner, observasi, wawancara, tes, dan analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan setiap peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. a. Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, dan objektif mengenai berbagai fenomena baik dalam situasi yang sebenarnya maupun buatan untuk mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2011:231). Observasi diklasifikasikan menjadi observasi partisipan dan no-partisipan, kentara dan tidak kentara, observasi dalam setting alamiah dan buatan, observasi tersamar dan tak tersamar, observasi terstruktur dan tidak terstruktur, dan observasi langsung dan tak langsung (Ryerson dalam Satori dan Komariah, 2014:113). Penelitian ini menggunakan jenis observasi langsung dan terstruktur berupa pedoman pengamatan dalam bentuk check point. Widoyoko (2015:48) menuturkan bahwa observasi terstruktur atau disebut juga dengan observasi sistematis adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis karena observer telah mengetahui aspek-aspek apa saja yang diamati, waktu observasi, dan alat yang digunakan. Peneliti melakukan observasi secara langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru kelas I di SD Negeri Ngabean, SD Kanisius Condongcatur, dan SD Negeri Deresan yang 51

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menerapkan Kurikulum 2013 dengan menggunakan pedoman pengamatan dalam bentuk check point. Hasil observasi peneliti akan disimpulkan berdasar fokus penelitian yang telah ditentukan. b. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi dari sumber data langsung melalui percakapan tanya jawab (Satori dan Komariah, 2014:130). Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terencana terstruktur. Wawancara terencana terstruktur adalah bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana dan menyiapkan materi secara terinci menurut format tertentu. Wawancara dilakukan dengan guru kelas I SD Negeri Ngabean, SD Kanisius Condongcatur, dan SD Negeri Deresan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengetahuan dan penggunaan guru terhadap perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran. c. Kuesioner Sugiyono (2010:216), menjelaskan kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner yang digunakan peneliti untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan dalam penelitian. Kuesioner diberikan kepada dua validator ahli untuk memvalidasi produk dan dua validator ketika uji coba produk. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. a. Data Kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas I SD untuk menganalisis kebutuhan yang diperlukan. 52

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Data kualitatif juga diperoleh dari hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh validator ahli serta diperoleh dari komentar dan saran yang diberikan oleh validator uji coba saat mengujicobakan produk. Data dari komentar dan saran kemudian dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki produk. b. Data Kuantitatif Skor yang diperoleh dari penilaian para validator dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval. Interval penilaian terhadap perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan terbagi menjadi lima kategori yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1). Pencapaian kategori diperoleh dari validasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dianalisis rata-rata skornya. Penghitungan hasil validasi produk dan validasi uji coba produk dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima yang dikemukakan Sukardjo (2008:101) untuk menilai kualitas produk. Tabel 3.1 Tabel Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor Kategori X > + 1,80 Sbi Sangat baik X i + 0,60 Sbi < X ≤ X i + 1,80 Sbi Baik X i - 0,60 Sbi < X ≤ X i + 1,80 Sbi Cukup baik X i 1,80 Sbi < X ≤ X i - 0,60 Sbi Kurang baik X < X i - 1,80 Sbi Sangat kurang baik Keterangan: i) (Rerata ideal) = (skor maksimal minimal ideal) 53 ideal+skor

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sbi (Simpangan baku = (skor ideal) maksimal ideal-skor minimal ideal) X skor aktual = Berdasarkan rumus konversi di atas, perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut: Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal ( X i) : (5+1) = 3 Simpangan baku ideal : (5-1) = 0,67 Ditanyakan : Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik. Jawaban: Kategori sangat baik = X > X i + 1,80 Sbi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik X i + 0,60 Sbi < X ≤ X i + 1,80 Sbi = = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21 Kategori cukup baik X i – 0,60 Sbi < X ≤ X i + 0,60 Sbi = = 3 – (0,60 . 0,67) < X ≤ X i + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 Kategori kurang baik X i – 1,80 Sbi < X ≤ X i 0,60 Sbi = 54

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = 3 – (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 – (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat = X ≤ X i – 1,80 Sbi kurang baik = X ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 – (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut: Tabel 3.2 Konversi Skala Lima Interval Skor Kategori X > 4,21 Sangat baik 3,40 < X ≤ 4,21 Baik 2,60 < X ≤ 3,40 Cukup baik 1,79 < X ≤ 2,60 Kurang baik X < 1,79 Sangat kurang baik 55

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G. Jadwal Penelitian Berikut merupakan jadwal pelaksanaan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif sub tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar: Tabel 3.3 Tabel Jadwal Penelitian    Februari 2019  Januari 2019 Oktober 2018  Desember 2018 September 2018  November 2018 Agustus 2018 Waktu (bulan)  2. Menyusun proposal  3. Pengembangan produk awal 4. Validasi produk  5. Revisi produk 1  6. Uji coba produk 7. Revisi produk 2 8. Menyusun bab 4 dan bab 5 9. Ujian skripsi  10. Revisi akhir    Juli 2018 Analisis kebutuhan Juni 2018 1. Mei 2018 Kegiatan April 2018 No   56

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini berisi uraian tentang pembahasan analisis kebutuhan, deskripsi produk awal, validasi ahli dan revisi produk, uji coba terbatas, serta kajian produk dan pembahasan. A. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan peneliti dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilaksanakan berdasar pada langkah-langkah pengembangan yang telah diuraikan pada bab III. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara dan observasi di 3 (tiga) SD yaitu SD Negeri Ngebean yang beralamat di Jl. KH Ahmad Dahlan No.81, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta; SD Kanisius Condongcatur yang beralamatkan di Jl. Tambak Boyo RT 020/14 Condongcatur, Depok, Yogyakarta; dan SD Negeri Deresan yang beralamatkan di Jl. Cempaka, Depok, Sleman, Yogyakarta. Wawancara dan observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya masalah serta kebutuhan di lapangan berkaitan dengan ketersediaan perangkat pembelajaran inovatif yang digunakan di Sekolah Dasar yang menerapkan Kurikulum 2013 untuk mencapai tujuan pembelajaran. Wawancara dan observasi yang dilakukan juga dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif berupa program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Harapannya perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dapat digunakan sebagai contoh dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. 57

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Hasil wawancara analisis kebutuhan Peneliti melakukan wawancara terhadap 3 (tiga) guru kelas I yaitu Ibu Elsa guru SD Kanisius Condongcatur, Ibu Suwansih guru SD Negeri Ngabean, dan Ibu Suyatmi guru SD Negeri Deresan. Masing-masing wawancara dilaksanakan pada tanggal 02 April 2018, 05 April 2018, dan 09 April 2018. Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 22 butir pertanyaan. Berikut uraian data hasil wawancara dengan guru SD yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan penggunaan perangkat pembelajaran inovatif yang akan dijelaskan pada setiap butir. Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai kapan guru mulai menggunakan Kurikulum 2013. Tiga guru menggunakan Kurikulum 2013 sejak pertama kali diberlakukan. Dua guru menjelaskan lebih lanjut jika pernah kembali menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Lebih detailnya satu guru mengatakan bahwa Kurikulum 2013 digunakan pada tahun ajaran 2014/2015 di semester 1 dan kembali menggunakan di tahun ajaran 2017/2018 sampai saat ini. Guru lain memperjelas jika beliau menggunakan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/2015 di semester 1 dan kembali menggunakan Kurikulum 2013 di tahun ajaran 2016/2017 hingga sekarang. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pernah atau tidak mengikuti pelatihan tentang Kurikulum 2013. Ketiga guru yang diwawancarai mengatakan pernah mengikuti pelatihan tentang Kurikulum 2013 yang diadakan pemerintah. Lebih rinci, salah satu guru menegaskan jika mengikuti pelatihan di tahun 2014 dan 2017. Butir pertanyaan ketiga mengenai pemahaman guru terkait Kurikulum 2013. Tiga guru memahaminya sebagai kurikulum yang bersifat tematik dimana perpindahan antar mata pelajaran landai. Dua guru menambahkan jika Kurikulum 2013 menyeimbangkan tiga aspek kompetensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menekankan pada pendidikan karakter. Selain itu, penilaian dilakukan lebih detail yaitu perkompetensi dasar. 58

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai pengetahuan akan karakteristik Kurikulum 2013. Satu guru menjawab bahwa Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik sehingga antar mata pelajaran saling berkaitan. Penilaiannya diberikan perkompetensi dasar sehingga membutuhkan waktu lebih banyak. Satu guru lain mencirikan Kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan harapan peserta didik dapat menerapkannya ke dalam ragam situasi di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Guru lainnya mengatakan bahwa karakteristik Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran saintifik dalam pelaksanaannya. Butir pertanyaan kelima yaitu terkait pengetahuan guru tentang pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Satu guru mengatakan bahwa dalam pembelajaran saintifik terdapat ragam model dan metode yang digunakan, misalnya: tanya jawab, ceramah, dan diskusi. Guru lain menegaskan bahwa pendekatan saintifik menerapkan lima kegiatan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan (5M). Satu guru lain mengungkapkan tidak mengingat karakteristik dari pendekatan saintifik dikarenakan kesulitan dalam menerapkan semua kegiatannya ketika mengajar. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai cara merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Satu guru menyampaikan bahwa perlu menganalisis kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang tertera dalam buku. Lebih lanjut beliau menganalisis karakteristik per mata pelajaran yang terkandung dalam pembelajaran untuk disesuaikan dengan peserta didik dan lingkungan yang akan dimanfaatkan. Kemudian beliau menyusun indikator dan tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kata kerja operasional yang terdapat pada Taksonomi Bloom. Dua guru lain menggunakan indikator dan tujuan yang digunakan sesuai dengan yang tertera dalam buku pegangan guru. 59

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Dua guru menjawab jika pendidikan karakter seperti: jujur, mandiri, percaya diri, disiplin, dan peduli diselipkan dalam setiap pembelajaran. Misal dengan membahas sebuah teks bacaan untuk dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan satu guru lain menumbuhkembangkan pendidikan karakter melalui pembiasaan yang diterapkan di kelas, sekolah, rumah, dan masyarakat. Misalnya: membatu teman, guru, dan orang tua. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai penggunaan ragam model yang digunakan dalam menyusun RPP. Dua guru mengatakan bahwa ada beberapa model pembelajaran yang digunakan dalam menyusun RPP. Model yang digunakan di antaranya picture and picture, cooperative learning, problem based learning (PBL), dan problem solving. Sedangkan satu guru lain menyatakan jika tidak menggunakan ragam model pembelajaran yang ada. Butir pertanyaan kesembilan terkait dengan upaya guru yang menanamkan pendidikan karakter dalam mengembangkan tujuan pembelajaran. Dua guru mengatakan bahwa telah mengupayakannya. Satu guru lain menyatakan telah mengupayakan namun belum sepenuhnya dapat terlaksana karena faktor peserta didik yang kurang mendukung. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai pemahaman terkait keterampilan abad 21 di antaranya berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Satu guru mengatakan jika tidak mengetahuinya. Satu guru tahu namun hanya satu yaitu komunikatif. Satu guru lain menjelaskan salah satu keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis dimana siswa diajak memproses informasi melalui pengamatan, penalaran, dan komunikasi dan mencari tahu tentang apa yang belum diketahui. Butir pertanyaan kesebelas yaitu terkait keterampilan abad 21 dalam merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran. Ketiga guru yang 60

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diwawancarai mengatakan bahwa tidak menggunakan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dalam perumusan. Butir pertanyaan kedua belas yaitu mengenai kecenderungan model ceramah yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ketiga guru mengatakan bahwa metode ceramah masih mendominasi selama proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan peserta didik di kelas I masih membutuhkan bantuan dan arahan. Bantuan yang dimaksud terkait dengan kemampuan selama proses pembelajaran yaitu membaca dan menulis. Sedangkan arahan ditujukan kepenanaman sikap disiplin kepada peserta didik. Butir pertanyaan ketiga belas terkait pemanfaatan ragam model pembelajaran inovatif dalam kegiatan belajar mengajar. Guru sesekali menerapkan model pembelajaran inovatif, walaupun belum dapat terlaksana secara utuh sesuai dengan sintaks dari masing-masing model pembelajaran. Model pembelajaran inovatif yang pernah digunakan antara lain cooperative learning, picture and picture, example non example, PBL, dan problem solving. Butir pertanyaan keempat belas yaitu mengenai pemahaman guru terkait pembelajaran inovatif. Guru memahami pembelajaran inovatif sebagai fasilitas dalam memacu kreativitas peserta didik agar aktif dalam mengkontruksi pengetahuannya. Sehingga dalam pelaksanaannya, siswa berperan sebagai subjek belajar. Butir pertanyaan kelima belas terkait kendala yang dihadapi dalam membuat perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif. Dua guru mengalami kesulitan dalam memanajeman waktu. Kesulitan tersebut dikarenakan kewajiban di luar jam mengajar sehingga waktu yang tersedia tidak mencukupi untuk fokus menyusun. Satu guru lain menyatakan jika kesulitan dialami ketika harus menyesuaikan kemampuan siswa dengan karakteristik dan sintaks pada model pembelajaran yang digunakan. 61

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan keenam belas yaitu mengenai cara mengatasi kesulitan ketika menyusun perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan untuk memudahkan dalam memahami sehingga dapat mempersingkat waktu yang digunakan dalam menyusun. Selain itu, guru juga membutuhkan waktu tambahan belajar untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik sehingga dapat disesuaikan dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai ketersediaan contoh perangkat pembelajaran inovatif di sekolah yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Ketiga guru yang diwawancarai mengungkapkan bahwa sekolah menyediakan perangkat pembelajaran inovatif namun belum lengkap karena masih minim dalam penyusunannya. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai kebutuhan guru terhadap contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada Kurikulum 2013. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif khususnya untuk kelas bawah. Contoh tersebut akan membantu mereka dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif khususnya saat membuat RPP yang memanfaatkan model pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu mengenai bosan tidaknya peserta didik ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Dua guru yang diwawancarai mengatakan bahwa siswa kerap merasa bosan ketika disuguhi pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan kemampuan siswa yang belum dapat diarahkan dan dikondisikan secara maksimal sehingga peserta didik menjadi kurang paham dengan tujuan yang ingin dicapai oleh guru. Selain itu kondisi alami di siang hari yang biasanya membuat mengantuk juga menjadi salah satu faktor yang membuat pesera didik menjadi bosan. Satu guru lain mengatakan bahwa 62

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif memberikan dampak positif bagi peserta didik untuk membangkitkan gairah belajar. Butir pertanyaan kedua puluh yaitu mengenai rencana guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Guru memiliki niat untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Walaupun demikian, salah satu guru mengungkapkan jika belum siap menerapkan dalam pembelajaran yang sebenarnya. Kemampuan peserta didik yang kurang mendukung menjadi alasan utamanya. Butir pertanyaan kedua puluh satu yaitu mengenai penting tidaknya penggunaan perangkat pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran dewasa ini. Ketiga guru mengatakan bahwa perangkat pembelajaran inovatif sangat berguna dalam proses pembelajaran. Terutama dalam menyikapi banyaknya materi yang harus disesuaikan dengan kemampuan siswa. Perangkat pembelajaran inovatif akan membantu guru dalam memaksimalkan waktu yang tersedia. Butir pertanyaan kedua puluh dua yaitu mengenai pengetahuan guru tentang jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Satu guru mengatakan jika belum mengetahui. Dua guru lain mengetahui namun sudah lupa karena tidak menerapkan dalam pembelajaran. 2. Hasil observasi analisis kebutuhan Peneliti melakukan observasi pada pembelajaran tematik kelas I di tiga sekolah, tempat guru yang diwawancarai mengajar. Masing-masing observasi dilaksanakan sesuai dengan tanggal wawancara. Observasi dilakukan untuk mengetahui penggunaan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 serta karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik. Observasi dilakukan dengan berpedoman pada 40 butir pernyataan yang dilengkapi dengan dua kriteria jawaban yaitu “ya” dan “tidak”. Butir pernyataan dibagi menjadi dua subjek observasi yaitu guru dan peserta didik. Butir pernyataan observasi guru terdiri dari 30 pernyataan dibagi ke dalam tiga tahap kegiatan yaitu kegiatan awal, 63

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Observasi peserta didik terdiri dari 10 butir pernyataan. Berikut uraian data hasil observasi di tiga kelas yang melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Kurikulum 2013 terkait dengan penggunaan perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil observasi, pada kegiatan awal ketiga guru melakukan doa pembuka, melaksanakan apersepsi untuk menggali pengetahuan siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Presensi dan motivasi dilaksanakan masing-masing oleh satu guru. Pada kegiatan inti, ketiga guru menyampaikan materi menggunakan bahasa baku dengan artikulasi dan volume yang jelas. Guru sebagai fasilitator mengupayakan pembelajaran saintifik 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan) yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari tanpa luput menyelipkan pendidikan karakter di dalamnya serta mengapresiasi atas keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Ketiga guru juga memberikan contoh yang baik dalam berpakaian dan mengesankan kewibawaan sehingga mampu mengondisikan kelas secara verbal maupun non-verbal. Di balik usaha mengupayakan pembelajaran sesuai tuntutan Kurikulum 2013, dua guru nampak belum menggunakan metode serta model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik sehingga pembelajaran masih terfokus pada guru yang menjelaskan materi di depan kelas. Hal tersebut membuat suasana menjadi kurang menarik dan kurang menyenangkan. Faktor lain adalah penggunaan media dan sumber pembelajaran yang kurang maksimal, terutama belum dimanfaatkannya teknologi untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien. Pada kegiatan penutup, tujuh pernyataan menjadi poin observasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan, ketiga guru nampak memberikan evaluasi kepada peserta didik untuk mengetahui peningkatan pemahaman. Dua guru membuat ringkasan secara lisan maupun tertulis, memberikan motivasi, dan memberikan tindak lanjut mengenai 64

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang disampaikan. Sedangkan penyampaian ragam sumber belajar dan kegiatan refleksi hanya dilakukan oleh satu guru. Selama proses pembelajaran, peserta didik di tiga kelas kurang terlihat antusias. Hal tersebut nampak pada kurangnya perhatian dan keaktifan dalam menanggapi umpan balik yang diberikan, termasuk ketika guru melakukan apersepsi dan merangkum materi pembelajaran. Karena pembelajaran tidak didesain secara berkelompok, kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan hasil diskusi dan mengajukan pertanyan belum terlihat. Walaupun demikian, peserta didik menunjukkan pemahaman atas materi yang disampaikan oleh guru. 3. Pembahasan hasil wawancara dan observasi analisis kebutuhan Berdasarkan jabaran hasil wawancara dan observasi di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa guru sudah memiliki dasar pengetahuan tentang Kurikulum 2013 sehingga sudah mampu untuk melaksanakan pembelajaran sesuai Kurikulum 2013, walaupun belum secara maksimal. Guru mengetahui karakteristik dan tuntutan Kurikulum 2013 namun belum memahami sepenuhnya sehingga masih kesulitan dalam menerapkan. Kesulitan dialami guru ketika merencanakan pembelajaran yang harus disesuaikan dengan keterampilan dasar abad 21 dengan mengacu pada higher order thinking skills (HOTS) pada Taksonomi Bloom serta harus menyinkronkan dengan model pembelajaran inovatif yang digunakan. Kesulitan tersebut membuat guru memilih buku pegangan guru sebagai panduan dalam proses pembelajaran, tanpa menyaring dan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, di kelas yang diampu. Guru belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 karena terbentur keterbatasan contoh perangkat pembelajaran inovatif di sekolah. Sesuai dengan wawancara dan observasi yang dilakukan, guru sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang dapat memberikan inspirasi kepada guru untuk mendesain pembelajaran yang 65

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat memaksimalkan pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013. Perangkat pembelajaran inovatif yang dimaksud terdiri dari program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan RPP. B. Deskripsi Produk Awal Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Peneliti menggunakan buku pegangan guru dan buku pegangan siswa Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SD edisi revisi 2017. Peneliti menentukan tema dan sub tema, kemudian menganalisis kompetensi dasar untuk merancang indikator dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sesuai dengan Taksonomi Bloom revisi terbaru. Peneliti mencoba menggunakan kata kerja operasional dalam tingkat berpikir tingkat tinggi sesuai dengan tingkatan pada Taksonomi Bloom. Langkah berikutnya, peneliti menyusun perangkat pembelajaran inovatif yaitu program tahunan, program semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 1. Program tahunan Program tahunan menjadi rencana umum dalam pengembangan perangkat pembelajaran berikutnya, seperti prosem, silabus, dan RPP. Program tahunan yang disusun terdiri dari (1) identitas sekolah (satuan pendidikan, kelas, tahun ajaran) dan (2) format isian (tema, sub tema, alokasi waktu). 2. Program semester Program semester dirancang sebagai rencana pembelajaran yang akan dilakukan selama satu semester. Prosem disusun satu semester yaitu semester gasal. Komponen yang terdapat pada perangkat ini terdiri dari (1) identitas prosem (satuan pendidikan, kelas, tahun ajaran) dan (2) format isian (tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu, bulan dirinci per hari, keterangan). 3. Silabus Silabus merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 66

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Silabus disusun secara sistematis dan mengandung komponen yang saling berkaitan untuk mencapai target pencapaian pembelajaran. Komponen silabus terdiri dari (1) identitas silabus (satuan pendidikan, kelas, semester, tahun ajaran) dan (2) format isian (kompetensi inti, mata pelajaran dan kompetensi dasar, muatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan alokasi waktu, penilaian yang terdiri dari teknik penilaian dan bentuk instrumen, sumber belajar) 4. Rencana pelaksanaan pembelajaran Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan rancangan yang menggambarkan prosedur pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator pembelajaran selama satu hari penuh. RPP disusun secara sistematis sesuai model pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu cooperative learning tipe picture and picture serta quantum learning. RPP dibuat lengkap dengan lampiran yang berisi rangkuman materi, media pembelajaran yang digunakan, lembar kerja peserta didik beserta kunci jawaban, instrument penilaian, lembar evaluasi beserta kunci jawaban, lembar refleksi, dan lembar pengayaan. Komponen yang terdapat pada RPP di antaranya: (1) identitas RPP, (2) tujuan pembelajaran, (3) kompetensi inti kurikulum SD 2013, (3) kompetensi dasar dan indikator, (4) materi pembelajaran, (5) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran, (6) langkah pembelajaran, (7) media, alat, dan sumber belajar, (8) rubrik penilaian, dan (8) lampiran. RPP dibuat enam hari mengajar dengan alokasi 6 jam pelajaran (6JP atau 6×35 menit) per harinya. Kegiatan dalam RPP disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran yang digunakan peneliti. Perencanaan disusun dengan mengembangkan pendekatan saintifik yaitu 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan) serta keterampilan abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif) yang berfungsi untuk mengaktifkan siswa dan tujuan dari Kurikulum 2013 bahwa guru sebagai fasilitator dapat tercipta. 67

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Validasi Ahli Peneliti membuat produk berupa program tahunan (prota), program semester (prosem), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kemudian diberikan kepada dua pakar pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yaitu ibu M dan guru kelas I SD yaitu Ibu S untuk divalidasi. Validasi dilakukan dengan berpedoman pada instrumen validasi yang disusun peneliti dan telah divalidasi dosen pembimbing untuk mengetahui kelayakan produk yang dibuat berdasar masukan yang diberikan oleh validator ahli. Masukan yang diberikan dapat digunakan untuk merevisi dan memperbaiki produk sehingga produk layak untuk diujicobakan. Validasi pakar dilakukan sebanyak satu kali pada bulan Juni. Aspek yang dinilai dalam validasi prota terdiri dari (1) identitas, (2) komponen, dan (3) alokasi waktu. Aspek yang dinilai dalam validasi prosem dan silabus terdiri dari (1) identitas, (2) komponen, dan (3) materi. Aspek yang dinilai dalam validasi RPP terdiri dari (1) identitas, (2) indikator dan tujuan pembelajaran, (3) materi, (4) strategi pembelajaran, (5) media dan sumber pembelajaran, (6) evaluasi dan refleksi, (7) HOTS, (8) pembelajaran saintifik, (9) keterampilan dasar abad 21, serta (10) bahasa. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 1 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 3,9 dengan kategori “baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) penambahan tahun pada prosem, (2) kompetensi dasar perlu diperbaiki, (3) degree dan jumlah tingkah laku yang dapat diukur pada bagian tujuan pembelajaran perlu diperhatikan, (4) media yang digunakan harus lebih menarik, (5) menambahkan penguatan karakter pada kegiatan pembelajaran, (6) bahasa perlu diperhalus agar mudah dimengerti siswa, dan (7) penggunaan huruf kecil 68

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk siswa kelas I. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 3 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) memperbaiki indikator, (2) memperhatikan kelengkapan komponen ABCD pada tujuan pembelajaran, dan (3) menambahkan penguatan karakter pada kegiatan pembelajaran. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 5 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) memperbaiki susunan indikator, (2) memperhatikan kelengkapan komponen ABCD pada tujuan pembelajaran, dan (3) menambahkan penguatan karakter pada kegiatan pembelajaran. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 2 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,48 dengan kategori “sangat baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) memperhatikan kelengkapan komponen ABCD pada tujuan pembelajaran, (2) menambahkan media konkret untuk kegiatan literasi dan pembelajaran, (3) menambahkan pendidikan karakter yang dapat dicapai atau dimunculkan dalam pembelajaran, dan (4) penggunaan huruf kecil untuk siswa kelas I. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. 69

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 4 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,38 dengan kategori “sangat baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) memperhatikan kelengkapan komponen ABCD pada tujuan pembelajaran, (2) menambahkan media konkret untuk kegiatan literasi dan pembelajaran, (3) menambahkan pendidikan karakter yang dapat dicapai atau dimunculkan dalam pembelajaran, dan (4) penggunaan huruf kecil untuk siswa kelas I. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu M pada perangkat pembelajaran inovatif 6 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,35 dengan kategori “sangat baik”. Ibu M memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) memperhatikan kelengkapan komponen ABCD pada tujuan pembelajaran, (2) menambahkan media konkret untuk kegiatan literasi dan pembelajaran, (3) menambahkan pendidikan karakter yang dapat dicapai atau dimunculkan dalam pembelajaran, dan (4) penggunaan huruf kecil untuk siswa kelas I. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 1 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 4,50 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, (2) melengkapi tujuan yang degreenya belum nampak, dan (3) pemilihan media perlu memperhatikan kondisi kelas. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 3 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning 70

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 4,78 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, dan (2) ada tujuan perlu disesuaikan dengan indikator. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 5 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, diperoleh skor rata-rata 4,73 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, dan (2) ada beberapa indikator yang degreenya belum nampak. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 2 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,48 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, yaitu: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, (2) mengembangkan materi, (3) gambar di RPP diperkecil, dan (4) kalimat perintah yang sebaiknya diketik sendiri. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 4 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,48 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, (2) media yang digunakan perlu memperhatikan kondisi kelas, dan (3) gambar pada RPP diperkecil tetapi ketika pelaksanaan gambar dicetak besar. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil validasi oleh Ibu S pada perangkat pembelajaran inovatif 6 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, diperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori “sangat baik”. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, yaitu: (1) melengkapi hari dan tanggal pada identitas, (2) materi belajar dikembangkan, dan (3) gambar pada RPP diperkecil, ketika pelaksanaan gambar dicetak besar. Secara umum, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua pakar pembelajaran inovatif kemudian direvisi sesuai saran atau komentar yang diberikan. Berikut tabel yang berisi penjabaran saran atau komentar dan revisi produk. Tabel 4.1 Komentar atau Saran Pakar Pembelajaran Inovatif Model Cooperative Learning Tipe Picture and Picture dan Revisi Produk No. Aspek yang Dinilai Komentar/Saran Revisi Program Semester (Prosem) 1. Prota memuat Sudah jelas dan komponen identitas tidak ada yang lengkap (kelas, kesalahan dalam satuan pendidikan, penulisan. tahun pelajaran). 1. Prosem memuat Bagian komponen identitas keterangan diberi tahun sesuai tahun yang lengkap (kelas, tahun. semester, Menambahkan ajaran. satuan pendidikan, dan tahun pelajaran). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Kesesuaian dan Hari dan tanggal Menuliskan 72 hari

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelengkapan identitas belum terisi. dan tanggal sesuai RPP (satuan pelaksanaan kelas, coba produk. pendidikan, uji semester, tema/ sub tema/pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari/tanggal). 2. Kesesuaian rumusan Perbaiki susunan Merapikan susunan indikator dengan KI indikator dan indikator. dan KD. rata pastikan kanan kiri. 3. Tujuan pembelajaran Ada (kesesuaian beberapa Memperbaiki tujuan yang belum tujuan agar sesuai dengan indikator, kata sesuai dengan dengan kerja dapat diukur, indikator dan yang telah disusun mencakup komponen degreenya belum dan A (audience), B nampak. (behavior), (condition), indikator mencakup komponen ABCD. C dan D (degree). 5. Rumusan hanya tujuan Cek mengandung tujuan, kembali Memperbaiki pastikan tujuan agar hanya satu (1) jenis tingkah hanya ada satu ada satu tingkah laku yang dapat tingkah laku. laku yang diukur. diamati dan diukur. 7. Pemilihan media Beri pembelajaran (sesuai konkret media Menambahkan dalam media wayang dengan tujuan, materi, melakukan gambar yang sesuai dan kondisi kelas). dengan materi. kegiatan pembelajaran baik 73

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk literasi maupun lainnya. 18. Mengembangkan 5M Perkuat karakter. Menambahkan dalam kegiatan inti, karakter yang dapat yaitu: dicapai mengamati, menanya, mencoba, menalar, dalam kegiatan. dan mengomunikasikan. MEDIA 1. Kesesuaian media jenis Gunakan media Memperbaiki dengan yang kompetensi lebih penggunaan media yang menarik dan agar lebih menarik. harus dicapai, materi gambar di RPP yang dibahas, strategi kecil saja, tetapi Memperkecil pembelajaran dipilih, yang ketika ukuran karakteristik penyampaian siswa, media terlihat materi gambar pada RPP. gambar atau terdengar dengan harus besar. jelas (gambar, video, audio, animasi). 2. Keterbacaan jenis dan tulisan Huruf kecil untuk Mengganti ukuran, siswa kelas I. huruf kapital pada materi, keruntutan penyajian LKPD, dan media materi, yang kelengkapan diberikan materi, kesederhanaan kepada siswa, dalam menjadi huruf menyajikan materi, kesederhanaan dalam kecil. menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam 74

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penggunaan media. BAHASA 4. Kalimat yang Gunakan kalimat Mengubah kalimat digunakan jelas dan yang 5. mudah menjadi sederhana lebih mudah dimengerti. dimengerti. agar Kejelasan Arahan diperhalus mudah dimengerti. petunjuk/arahan. lagi sesuai dengan bahasa anak. Tabel 4.2 Komentar atau Saran Pakar Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning dan Revisi Produk No. Aspek yang Dinilai Komentar/Saran Revisi Program Semester (Prosem) 1. Prosem memuat Bagian Menambahkan komponen identitas keterangan diberi tahun sesuai tahun yang lengkap (kelas, tahun. semester, ajaran. satuan pendidikan, dan tahun pelajaran). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Kejelasan dan Sudah sesuai. kelengkapan identitas RPP (satuan Hari dan tanggal Menuliskan pendidikan, kelas, belum terisi. hari dan tanggal sesuai semester, tema/ sub pelaksanaan tema/pembelajaran coba produk. uji ke-, alokasi waktu/ hari/ tanggal). 2. Kesesuaian rumusan Perbaiki susunan Merapikan susunan indikator dengan KI indikator dan indikator. dan KD. rata pastikan 75

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kanan kiri. 3. Tujuan pembelajaran Teliti (kesesuaian dalam Menambahkan atau tujuan penyusunan mengubah dengan indikator, kata ABCDnya. kerja dapat diukur, beberapa mencakup komponen yang A (audience), degree tujuan yang belum degreenya nampak. B belum nampak. (behavior), (condition), Ada komponen C dan D (degree). 5. Rumusan hanya tujuan Cek mengandung tujuan, kembali Memperbaiki pastikan tujuan agar hanya satu (1) jenis tingkah hanya ada satu ada satu tingkah laku yang dapat tingkah laku. laku yang diukur. diamati dan diukur. 7. Pemilihan media Gunakan media Memperbaiki pembelajaran (sesuai yang konkrit dan media dengan tujuan, materi, menarik dan kondisi kelas). dengan dalam media yang lebih kegiatan nyata, misalnya: pembelajaran baik wayang gambar. saat literasi maupun kegiatan lainnya, apalagi untuk kelas I. 8. Pemilihan sumber Kembangkan Menambahkan belajar (bahan cetak, materi. materi yang sesuai lingkungan untuk sekitar dan internet). menambah kreativitas dan ketertarikan siswa. 14. Mengembangkan 5M Perkuat karakter. Menambahkan 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam kegiatan inti, Tambahkan yaitu: karakter yang dapat mengamati, karakter menanya, yang dicapai dalam mencoba, ingin dicapai atau kegiatan. menalar, dan dimunculkan. mengomunikasikan. MEDIA 1. Kesesuaian jenis Gunakan media media Memperbaiki dengan yang kompetensi lebih penggunaan media yang menarik dan agar lebih menarik. harus dicapai, materi gambar di RPP yang dibahas, strategi kecil saja, tetapi Memperkecil pembelajaran dipilih, yang ketika ukuran karakteristik penyampaian siswa, media terlihat materi gambar pada RPP. gambar atau terdengar dengan harus besar. jelas (gambar, video, audio, animasi). 2. Keterbacaan tulisan Huruf kecil untuk Mengubah jenis ukuran siswa kelas I. dan kerntutan materi, penyajian kapital pada lembar tulisan kelengkapan yang diberikan materi, kesederhanaa dalam huruf kepada siswa. menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 1. LKPD secara merupakan disajikan Kalimat perintah Mengetik sistematis, diketik sendiri. materi kalimat perintah yang di screenshoot. 77

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. BAHASA 4. Kalimat yang Gunakan kalimat Mengubah kalimat digunakan jelas dan yang 5. mudah menjadi lebih mudah dimengerti. dimengerti. sederhana Kejelasan Arahan mudah dimengerti. petunjuk/arahan. diperhalus sesuai agar lagi dengan bahasa anak. 2. Revisi Produk Produk direvisi setelah mengetahui komentar dan saran dari kedua validator yaitu Ibu M dan Ibu S. Berdasarkan hasil validasi ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki maupun ditambahkan, yaitu: (1) bagian keterangan pada prosem perlu dicantumkan tahun sehingga peneliti menambahan keterangan tahun pelaksanaan; (2) hari dan tanggal pada identitas RPP belum terisi sehingga peneliti menuliskan hari dan tanggal sesuai dengan pelaksanaan uji coba produk; (3) susunan indikator harus rata sehingga peneliti menggunakan justify untuk merapikan dan meratakan penulisan indikator; (4) ada degree pada tujuan pembelajaran yang belum nampak sehingga peneliti memperbaiki komponen degree 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI agar nampak pada tujuan pembelajaran; (5) jenis tingkah laku pada tujuan lebih dari satu sehingga peneliti memperbaiki tujuan agar hanya ada satu tingkah laku yang diukur pada setiap rumusan; (6) media yang digunakan harus menarik sehingga peneliti menggunakan media riil seperti wayang gambar agar menarik bagi siswa; (7) materi dikembangkan sehingga peneliti menambahkan materi yang sesuai untuk menambah wawasan siswa; (8) penguatan karakter pada kegiatan kurang sehingga peneliti menambahkan penguatan karakter yang dapat dicapai dalam pembelajaran. Selanjutnya, (9) gambar media pada RPP terlalu besar sehingga peneliti memperkecil gambar namun saat uji coba produk, gambar dibuat besar dan jelas; (10) siswa kelas I masih menggunakan huruf kecil sehingga peneliti merevisi huruf kapital pada lembar tulisan yang akan ditunjukkan maupun diberikan kepada siswa; (11) ada kalimat perintah yang discreenshoot sehingga peneliti mengetik kembali kalimat tersebut agar sama dengan tulisan lainnya; dan (12) penggunaan beberapa kalimat perlu diperhalus sehingga peneliti menyederhanakan kalimat agar lebih mudah dipahami siswa. D. Uji Coba Terbatas 1. Data Uji Coba Terbatas Produk yang telah direvisi berdasar komentar dan saran dari pakar perangkat pembelajaran inovatif kemudian diujicobakan secara terbatas di SD Negeri Ngabean. SD Negeri Ngabean terpilih menjadi objek penelitian karena berdasarkan hasil wawancara dan observasi, sekolah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pengembangan perangkat yang dapat memotivasi guru untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran yang diampunya. Uji coba dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2018 dan 30 Juli 2018. Pada tanggal 27 Juli 2018, peneliti mengujicobakan perangkat pembelajaran inovatif 3 yaitu RPP yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and 79

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI picture. Sedangkan pada tanggal 30 Juli 2018, peneliti megujicobakan perangkat pembelajaran inovatif 4 yaitu RPP yang menggunakan model pembelajaran quantum learning. Setiap uji coba, Ibu S selaku wali kelas I di SD Negeri Ngabean dan P sebagai calon guru Sekolah Dasar dari Universitas Sanata Dharma melakukan validasi uji coba produk. Adapun komponen yang dinilai terdiri dari dua subjek yaitu C, guru atau peneliti yang mengujicobakan produk dan 26 siswa kelas I di SD Negeri Ngabean tahun ajaran 2018/2019. Komponen untuk menilai guru yaitu (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan; (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan; (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa; (4) Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif); (5) guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi; (6) guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran; (7) pembelajaran berpusat pada siswa; (8) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran; (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran; (10) guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi; (11) guru mengembangkan pendidikan karakter; (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai; (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan; dan (14) guru melaksanakan penilaian autentik. Sedangkan komponen yang digunakan untuk melihat timbal balik peserta didik terhadap uji coba produk, yaitu: (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan; (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran; (3) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan); (5) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; (6) siswa 80

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terlibat dalam penggunaan media pembelajaran; (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran; dan (8) siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya. Pada uji coba perangkat pembelajaran inovatif 1 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, Ibu S memberikan skor rata-rata 4,79 dengan kategori “sangat baik” kepada guru. Ibu S memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) mengembangkan karakter yang dapat dicapai dalam pembelajaran, dan (2) perbanyak jumlah media. Sedangkan untuk antusiasme siswa, guru memberikan skor rata-rata 4,13 dengan kategori “baik”. Komentar dan saran yang diberikan, yaitu: (1) melibatkan semua siswa, jangan terfokus pada siswa yang membuat keributan, dan (2) apresiasi “bintang” sebaiknya jangan terlalu sering diberikan. Pada uji coba perangkat pembelajaran inovatif 2 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, Ibu S memberikan skor rata-rata 4,43 dengan kategori “baik” kepada guru. Ibu S memberikan jangan terpaku pada catatan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) siswa dapat dilibatkan sebagai subjek pengamatan, dan (2) gunakan media atau cerita untuk mengaitkan antar mata pelajaran. Sedangkan untuk antusiasme siswa, guru memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik”. Komentar dan saran yang diberikan, yaitu: (1) gunakan ice breaking yang mudah dimengerti siswa, dan (2) gunakan lebih banyak media yang dapat mengajak siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung. Pada uji coba perangkat pembelajaran inovatif 1 yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, P memberikan skor rata-rata 4,36 dengan kategori “baik” kepada guru. P memberikan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) materi yang disampaikan bisa dikembangkan lagi, dan (2) kalimat dalam LKPD bisa lebih disederhanakan karena belum semua siswa bisa membaca atau menulis. Sedangkan untuk antusiasme siswa, 81

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru memberikan skor rata-rata 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Komentar dan saran yang diberikan, yaitu: (1) suara bisa diperkeras agar pada saat kegiatan tanya jawab siswa dapat mendengar dengan baik. Pada uji coba perangkat pembelajaran inovatif 2 yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, P memberikan skor rata-rata 4,43 dengan kategori “baik” kepada guru. P memberikan jangan terpaku pada catatan komentar dan saran untuk beberapa komponen, di antaranya: (1) beri motivasi lebih untuk mempertahankan semangat siswa, dan (2) pergantian antar disiplin ilmu belum landai. Sedangkan untuk antusiasme siswa, guru memberikan skor rata-rata 4,29 dengan kategori “sangat baik”. Komentar dan saran yang diberikan, yaitu: (1) gunakan waktu seefektif mungkin. Perangkat pembelajaran yang telah diuji coba oleh peneliti kemudian direvisi sesuai komentar atau saran yang diberikan. Berikut tabel yang berisi penjabaran saran atau komentar dan revisi produk. Tabel 4.3 Komentar atau Saran Validator Uji Coba Pembelajaran Inovatif Model Cooperative Learning Tipe Picture and Picture dan Revisi Produk No. Aspek yang Dinilai Komentar/Saran Revisi Guru 5. Guru menguasai Materi materi dalam disampaikan yang Mengembangkan bisa materi sesuai mengajar dan tidak dikembangkan lagi. pembahasan untuk terjadi miskonsepsi. menambah wawasan siswa. 8. Guru menggunakan Media yang Menambah media beragam media dalam digunakan pembelajaran agar pembelajaran. lebih banyak siswa diperbanyak. yang menggunakan media 82 dapat

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. 11. Guru Mengembangkan Menggali mengembangkan karakter yang dapat pendidikan pendidikan karakter. dicapai potensi dalam karakter yang dapat pembelajaran. dikembangkan dalam pembelajaran. 14. Guru melaksanakan Kalimat penilaian autentik. dalam Menyederhanakan LKPD bisa lebih kalimat disederhanakan karena pada LKPD agar mudah belum dipahami siswa. semua siswa bisa membaca atau menulis. SISWA 2. Siswa terlibat aktif Bagus, siswa diajak dalam kegiatan untuk pembelajaran. 3. berperan dalam Siswa melaksanakan Berikan 5M Menambahkan dalam kesempatan kepada waktu pada saat pembelajaran lebih banyak siswa kegiatan (mengamati, untuk mengomunikasikan menalar, menyampaikan untuk memberikan menanya, mencoba, pendapatnya. mengomunikasikan). kesempatan kepada lebih banyak siswa untuk menyampaikan pendapatnya. 6. Siswa terlibat dalam Perbanyak gambar Menambahkan penggunaan media pada media agar gambar agar lebih 83

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. lebih banyak siswa banyak siswa yang yang terlibat berpartisipasi menggunakan. dalam penggunaan media. Tabel 4.4 Komentar atau Saran Validator Uji Coba Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning dan Revisi Produk No. Aspek yang Dinilai Komentar/Saran Revisi Guru 3. Guru menerapkan Siswa pendekatan 5M dapat Meminta siswa saintifik dilibatkan sebagai berperan menjadi (mengamati, subjek menanya, peraga menalar, pengamatan. dalam pembelajaran. mencoba, mengomunikasikan). 12. Guru melaksanakan Gunakan media Menambahkan pembelajaran terpadu atau cerita untuk media yang dapat dengan landai. mengaitkan antar digunakan mata pelajaran. untuk mengaitkan materi agar pergantian antar disiplin ilmu landai. 6. Guru lebih berperan Beri sebagai motivator dan lebih motivasi Mempersiapkan untuk lebih fasilitator pada saat mempertahankan motivasi pembelajaran. video, semangat siswa. banyak berupa nyanyian dan tepuk untuk mempertahankan semangat siswa. Siswa 3. Siswa melaksanakan Gunakan 84 waktu Memanajemen

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5M dalam seefektif pembelajaran waktu lebih rinci mungkin. agar waktu yang (mengamati, menanya, menalar, digunakan dapat mencukupi untuk mencoba, melaksanakan mengomunikasikan). pembelajaran secara utuh. 4. Siswa terkesan senang Gunakan dalam ice Mengganti mengikuti breaking yang breaking kegiatan mudah dimengerti lebih pembelajaran. siswa. ice yang mudah diingat dan dilakukan siswa. 7. Siswa memperoleh Gunakan lebih Menambah video pengalaman langsung banyak media dan menjadikan dalam pembelajaran. yang dapat pengalaman siswa mengajak siswa untuk mengajak untuk siswa memperoleh mendapatkan pengalaman pengalaman langsung. langsung. Di setiap akhir pembelajaran uji coba perangkat pembelajaran inovatif, peneliti melakukan evaluasi berupa tes tertulis. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pada penggunaan produk dengan membandingkan hasil evaluasi dalam pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran inovatif dengan hasil evaluasi dalam pembelajaran pada pembelajaran sebelum menggunakan perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil evaluasi, nampak nilai rata-rata evaluasi mengalami peningkatan. 2. Revisi Produk Produk direvisi setelah mengetahui komentar dan saran dari kedua validator uji coba produk yaitu Ibu S selaku wali kelas I di SD Negeri 85

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ngabean dan P sebagai calon guru Sekolah Dasar dari Universitas Sanata Dharma. Revisi uji coba perangkat pembelajaran inovatif yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture, dilakukan pada beberapa komponen, yaitu: (1) materi yang disampaikan bisa dikembangkan lagi sehingga peneliti mengembangkan materi sesuai pembahasan untuk menambah wawasan siswa; (2) media yang digunakan diperbanyak sehingga peneliti menambah media pembelajaran agar lebih banyak siswa yang dapat menggunakan media pembelajaran; (3) mengembangkan karakter yang dapat dicapai dalam pembelajaran sehingga peneliti menggali potensi pendidikan karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran; (4) kalimat dalam LKPD bisa lebih disederhanakan karena belum semua siswa bisa membaca atau menulis sehingga peneliti menyederhanakan kalimat pada LKPD agar mudah dipahami siswa; (5) melibatkan semua siswa, jangan terfokus pada siswa yang membuat keributan sehingga peneliti memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran; (6) suara bisa diperkeras agar pada saat kegiatan tanya jawab siswa dapat mendengar dengan baik sehingga peneliti memperbesar volume suara dan berada di tengah-tengah siswa ketika menjelaskan; (7) apresiasi “bintang” sebaiknya jangan terlalu sering diberikan sehingga peneliti menyeleksi keberhasilan siswa yang dapat diberi apresiasi berupa “bintang”. Setelah dilakukan revisi uji coba produk pertama, masukan yang diberikan diterapkan pada pelaksanaan uji coba perangkat perangkat pembelajaran inovatif kedua yang menggunakan model pembelajaran quntum learning. Berdasarkan uji coba Ibu S dan P memberikan beberapa komentar dan saran yang berguna untuk merevisi produk. Revisi dilakukan pada beberapa komponen, yaitu: (1) siswa dapat dilibatkan sebagai subjek pengamatan sehingga peneliti meminta siswa berperan menjadi peraga dalam pembelajaran; (2) gunakan media atau cerita untuk mengaitkan antar mata pelajaran sehingga peneliti 86

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menambahkan media yang dapat digunakan untuk mengaitkan materi agar pergantian antar disiplin ilmu landai; (3) beri motivasi lebih untuk mempertahankan semangat siswa sehingga peneliti mempersiapkan lebih banyak motivasi berupa video, nyanyian dan tepuk untuk mempertahankan semangat siswa; (4) Gunakan waktu seefektif mungkin sehingga peneliti memanajemen waktu lebih rinci agar waktu yang digunakan dapat mencukupi untuk melaksanakan pembelajaran secara utuh; (5) gunakan ice breaking yang mudah dimengerti siswa sehingga peneliti mengganti ice breaking yang lebih mudah diingat dan dilakukan siswa; (6) gunakan lebih banyak media yang dapat mengajak siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung sehingga peneliti menambah video dan menjadikan pengalaman siswa untuk mengajak siswa memperoleh pengalaman langsung. E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan Produk akhir diperoleh setelah melakukan langkah-langkah sesuai dengan pengembangan Borg and Gall. Berdasarkan langkah, peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali dengan berpedoman pada komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh 2 validator pakar pembelajaran inovatif dan 2 validator uji coba perangkat pembelajaran inovatif. Revisi produk diujicobakan sebanyak 2 kali dengan subjek 1 kelas menggunakan perangkat pembelajaran dengan dua model yang berbeda. Berdasarkan uji coba, peneliti melakukan revisi produk kedua dengan berpedoman pada komentar dan saran dari validator uji coba sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih layak guna. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan enam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 1. Kajian Produk Akhir Produk akhir perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan RPP telah direvisi sesuai komentar dan saran dari pakar pembelajaran pembelajaran inovatif dan validator uji coba produk. 87

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Komponen yang terdapat pada prota yaitu: (1) identitas prota; (2) tema, sub tema, alokasi waktu; (3) jumlah jam efektif; (4) dan proporsi pembagian waktu. Komponen yang terdapat pada prosem yaitu: (1) identitas prosem; (2) tema, sub tema, bulan, alokasi waktu; serta (3) materi dan alokasi waktu. Komponen yang terdapat pada silabus yaitu: (1) identitas silabus; (2) materi, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Komponen yang terdapat pada RPP yaitu: (1) identitas RPP; (2) tujuan pembelajaran; (3) kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) pendekatan, model, dan metode pembelajaran; (6) media dan bahan pembelajaran, sumber belajar; (7) langkah-langkah pembelajaran; (8) penilaian; (9) lampiran yang terdiri dari materi, media, lembar kerja peserta didik (LKPD), soal evaluasi beserta kunci jawaban, instrumen dan rubrik penilaian, lembar pengayaan beserta kunci jawaban, dan refleksi. Perangkat pembelajaran yang pertama adalah prota. Prota merupakan rencana awal yang dikembangkan sebagai dasar pengembangan perangkat pembelajaran berikutnya yaitu prosem, silabus, dan RPP. Prota terdiri dari identitas prota dan format isian. Identitas prota yaitu satuan pendidikan SD Negeri Ngabean, kelas I, dan tahun ajaran 2018/2019. Format isian berisi tema, sub tema, dan alokasi waktu dengan jam efektif sebanyak 32 minggu. Perangkat pembelajaran yang kedua adalah prosem. Prosem merupakan penjabaran dari prota yang berisi garis besar mengenai kegiatan yang dilaksanakan dalam satu semester. Prosem terdiri dari identitas prosem dan format isian. Identitas prosem yaitu semester 1, kelas I, dan tahun ajaran 2018/2019. Format isian yaitu tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu dan keterangan. Perangkat pembelajaran yang ketiga adalah silabus. Silabus merupakan acuan yang digunakan dalam pengembangan RPP. Silabus memuat identitas silabus yaitu satuan pendidikan SD Negeri Ngabean, 88

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelas I, semester 1, dan tahun ajaran 2018/2019; kompetensi inti (KI); tema “diriku”; alokasi waktu; dan tabel uraian materi pokok yang dilengkapi dengan mata pelajaran, kompetensi dasar (KD), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan alokasi waktu, teknik penilaian, serta sumber belajar. Perangkat pembelajaran yang keempat adalah RPP. RPP merupakan rencana kegiatan yang dibuat dalam satu pertemuan mengacu pada silabus. Komponen RPP terdiri dari identitas RPP; tujuan pembelajaran; KI; KD dan indikator; materi pembelajaran; pendekatan, model, dan metode pembelajaran; langkah-langkah pembelajaran; media, alat, dan sumber pembelajaran; penilaian; dan lampiran. Identitas RPP yaitu satuan pendidikan, kelas dan semester, tema, sub tema, pembelajaran ke-, muatan pembelajaran yang terkait, alokasi waktu, dan hari serta tanggal. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasar indikator pembelajaran yang digunakan untuk mengukur kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan pembelajaran disusun dengan memperhatikan komponen A (audience), B (behavior), C (condition), dan D (degree) serta mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diukur dan diamati. KI merupakan gambaran umum dari kompetensi yang harus dipelajari siswa dalam suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. KD dan indikator pencapaian kompetensi. KD merupakan bagian khusus yang dipelajari siswa agar mencapai ketuntasan minimal materi pada indikator. Sedangkan indikator merupakan turunan KD yang dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional dengan mengusahakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada Taksonomi Bloom versi revisi dari Anderson dan Karathwohl. Materi pembelajaran merupakan rangkuman materi pokok dalam suatu pembelajaran yang disusun sesuai indikator pencapaian. Selanjutnya adalah pendekatan, model, dan metode pembelajaran yaitu strategi yang disusun untuk mencapai kompetensi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Model pembelajaran yang 89

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI digunakan adalah model cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah tanya jawab, resitasi, diskusi, ceramah, dan simulasi. Langkahlangkah pembelajaran merupakan tahapan yang dibuat urut dan terperinci dengan mengembangkan pembelajaran saintifik yaitu 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan) serta mengembangkan keterampilan abad 21 (critical thinking, creative thinking, collaborative, dan communication). Media, alat, dan sumber pembelajaran merupakan alat bantu untuk menyampaikan materi dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian digunakan untuk mengukur kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian berisi jenis atau teknik penilaian, bentuk instrumen dan pedoman penskoran. Lampiran berisi literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, LKPD, instrumen penilaian, refleksi, pengayaan, dan penjelasan model yang digunakan. Literasi yang dibuat dalam bentuk cerita dilakukan diawal pembelajaran untuk menambah wawasan siswa. Materi pembelajaran berisi rangkuman materi pokok yang akan disampaikan kepada siswa. Media pembelajaran berisikan gambar, permainan, video, dan lagu untuk memudahkan dalam menyampaikan materi. LKPD berisikan kegiatan belajar yang didesain menarik. Instrumen penilaian berisi pedoman dan rubrik penilaian untuk mengukur perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Refleksi berisikan emoticon dan panduan pertanyaan untuk menggali pengalaman yang dirasakan maupun yang diperoleh selama pembelajaran. Pengayaan berisi soal untuk memperdalam kopetensi siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal. Pengayaan dilengkapi dengan kunci jawaban. Uji coba tidak menggunakan pengayaan karena semua siswa yang menjadi subjek penelitian sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penjelasan model berisikan rangkuman model yang digunakan untuk memudahkan validator dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan yang disusun dalam RPP. 90

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil validasi oleh pakar pembelajaran inovatif dari mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma, guru kelas I SD Negeri Ngabean, dan calon guru pendidikan guru Sekolah Dasar, perangkat pembelajaran inovatif yang menggunakan model pembelajaran cooperative leraning tipe picture and picture dan quantum learning termasuk dalam kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran inovatif efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas I SD, senada dengan pendapat para ahli yang menyatakan bahwa perangkat pembelajaran inovatif dapat meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa. Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4.5 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif dan Pelaksanaan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran No. Validasi 1. Pakar validasi pembelajaran inovatif dengan model Skor Kategori 4,23 Sangat baik 4,40 Sangat baik 4,67 Sangat baik 4,52 Sangat baik pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. (M) 2. Pakar validasi pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. (M) 3. Pakar validasi pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. (S) 4. Pakar validasi pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. (S) 91

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Penilai uji coba perangkat pembelajaran 4,46 Sangat baik 4,34 Sangat baik 4,43 Sangat baik 4,36 Sangat baik inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. (S) 6. Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. (S) 7. Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. (P) 8. Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. (P) Jumlah 35,41 Rerata (Jumlah total: Responden) 4,43 Kategori Sangat baik 3. Pembahasan Peneliti menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall dalam mengembangkan produk perangkat pembelajaran inovatif. Suyatno (2009:7) memaparkan bahwa dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif, guru harus memperhatikan partisipasi siswa sebagai subjek belajar untuk meningkatkan hasil belajar. Untuk itu, produk yang sudah dirancang perlu divalidasi oleh pakar untuk mengetahui kekurangan kemudian dilakukan perbaikan sesuai dengan revisi dan spesifikasi produk yang ditetapkan (Sugiyono, 2015: 38). Berdasarkan rata-rata hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dan validasi uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif. Validasi berpedoman pada komponen instrumen penilaian perangkat pembelajaran yaitu: (1) prota yang terdiri dari identitas prota, komponen prota, jumlah jam efektif, dan pembagian waktu setiap 92

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tema/sub tema; (2) prosem yang terdiri dari identitas prosem, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan KI dan KD; (3) silabus yang terdiri dari identitas silabus, komponen yang lengkap, dan keterkaitan antar komponen dalam silabus; (4) RPP yang terdiri dari identitas RPP, rumusan indikator dan tujuan, strategi pembelajaran, media dan sumber pembelajaran, digunakan, evaluasi, mengembangkan mengembangkan HOTS, pembelajaran model yang saintifik, dan mengembangkan keterampilan abad 21; (5) media, (6) LKPD, dan (8) bahasa. Validasi uji coba produk berpedoman pada komponen instrumen penilaian guru dan siswa. Aspek yang dinilai saat guru mengajar yaitu: (1) pelaksanaan sesuai model pembelajaran inovatif; (2) penerapan pembelajaran saintifik dan pembelajaran terpadu; (3) mengembangkan keterampilan abad 21, HOTS, dan pendidikan karakter; (4) penguasaan materi; (5) peran guru dalam pembelajaran dan keterlibatan siswa; (6) penggunaan media; dan (7) penilaian autentik. M sebagai validator pakar pembelajaran inovatif dari mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma memberikan skor rata-rata 4,23 dengan kategori “sangat baik” untuk perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan memberikan skor rata-rata 4,40 dengan kategori “sangat baik” untuk perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. Sedangkan S sebagai validator pakar pembelajaran inovatif dari guru kelas I SD Negeri Ngabean memberikan skor rata-rata 4,67 dengan kategori “sangat baik” untuk perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan memberikan skor rata-rata 4,52 dengan kategori “sangat baik” untuk perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. Pada uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan dua model pembelajaran, S sebagai validator uji coba perangkat 93

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran memberikan skor rata-rata 4,46 dengan kategori “sangat baik” untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture. Sedangkan untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning, S memberikan skor rata-rata 4,34 dengan kategori “sangat baik”. P sebagai validator kedua dari uji coba perangkat pembelajaran inovatif memberikan skor rata-rata 4,43 dengan kategori “sangat baik” untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan memberikan skor rata-rata 4,36 dengan kategori “sangat baik” untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran quantum learning. Keseluruhan hasil validasi dan uji coba produk diperoleh skor rata-rata 4,43 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan RPP memiliki beberapa komponen yang wajib dijabarkan dalam setiap perangkat di antaranya adala identitas dan komponen isi (Kemendikbud, 2016). Pada perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi aspek pada komponen yang terdapat dalam instrumen penilaian produk dan uji coba produk. Prota yang dibuat memuat (1) identitas prota; (2) komponen prota lengkap; dan jumlah jam efektif, dan pembagian waktu setiap tema/sub tema sesuai. Prosem yang dibuat memuat (1) identitas prosem lengkap; (2) komponen prosem lengkap; dan (3) materi sesuai dengan KI dan KD. Silabus yang dibuat memuat (1) identitas silabus lengkap; (2) komponen lengkap; dan (3) komponen dalam silabus sesuai. RPP yang dibuat memuat (1) identitas RPP lengkap; (2) rumusan indikator sesuai dengan KI dan KD; (3) tujuan pembelajara mengandung komponen A (audience), B (behavior), C (condition), dan D (degree) serta hanya mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur; (4) materi pembelajaran lengkap dan sesuai KD; (5) 94

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi pembelajaran sesuai indikator dan tujuan; (6) strategi pembelajaran sesuai dengan tahapan kegiatan; (7) media dan sumber pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas dan tujuan pembelajaran; (8) evaluasi mencakup tiga kompetensi dan sesuai tujuan serta indikator pembelajaran; (9) indikator mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggai; (10) rancangan kegiatan sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning; (11) mengembangkan pembelajaran saintifik dan keterampilan abad 21; (12) instrumen evaluasi lengkap; (13) media pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai siswa; (14) LKPD sesuai dengan kebutuhan siswa yaitu menarik dan bahasa mudah dipahami; (15) bahasa yang digunakan sudah disederhanakan agar mudah dipahami siswa dan sesuai dengan pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia. Saat melakukan uji coba produk, guru terbukti menerapkan aspek (1) melaksanakan pembelajaran sesuai model pembelajaran yang digunakan; (2) menerapkan pembelajaran saintfik; (3) mengembangkan keterampilan abad 21 dan pendidikan karakter; (4) menguasai materi dan tidak miskonsepsi; (5) berperan sebagai motivator dan fasilitator saat pembelajaran; (6) pembelajaran berpusat pada siswa dan menciptakan suasana menyenangkan; (7) menggunakan beragam media; (8) mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi; (9) melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai; dan (10) melaksanakan penilaian autentik. Pelaksanaan pembelajaran tersebut terlaksana dengan baik sehingga dapat memenuhi aspek penilaian instrumen terhadap siswa. Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran saintifik sehingga dapat mengembangkan keterampilan abad 21 dan mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. Siswa juga terlibat aktif dalam penggunaan media pembelajaran sehingga terkesan menikmati jalannya pembelajaran. 95

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Produk yang dikembangkan disusun sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dibahas di bab I. Pertama, cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku mngacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “times new roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. Selain itu, peneliti menggunakan font “arial” untuk menyamakan antara jenis tulisan yang ada di buku siswa dengan teks dari perangkat pembelajaran inovatif yang diberikan kepada siswa. Hal ini dikarenakan siswa kelas I masih belajar mengingat jenis huruf sehingga untuk menghindari kebingungan, peneliti menyamakan huruf yang digunakan. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, program tahunan (prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun ajaran 2018/2019. Komponenkomponen dalam menyusun prota terdiri dari identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain 96

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tema, sub tema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 halaman berbentuk portrait. Ketujuh, program semester (prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun ajaran 2018/2019. Prosem berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester terdapat 7 halaman berbentuk landscape. Kedelapan, silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesembilan, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media, pengayaan, dan rubrik penskoran. Dalam satu sub tema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan 6 RPP. Kesepuluh, penyusunan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan dua model pembelajaran yaitu cooperative learning tipe picture and picture pada RPP sub tema 2 Tubuhku pembelajaran ke 1, 3, 5 dan model pembelajaran quantum learning digunakan pada RPP sub tema 2 Tubuhku pembelajaran ke 2, 4, 6. Kesebelas, terdapat pendekatan saintifik yang merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), 97

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Keduabelas, pembelajaran dikemas dalam pembelajaran terpadu yang mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Ketigabelas, penguatan pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan kontekas kehidupan sehari-hari. Keempatbelas, menerapkan higher order thinking skill (HOTS) yang meliputi tingkat Taksonomi Bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dan lain-lain. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dan lain-lain. C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dan lainlain. Kelimabelas, menerapkan penilaian autentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring. Keenambelas, penyusunan prota, prosem, silabus, dan RPP memperhatikan ketentuan 98

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia (PU-EBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar (Cahyani, 2019) memiliki kesamaan dengan ketiga penelitian yang relevan “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sub tema Tubuhku mengacu Kurikulum SD 2013 untuk Siswa Kelas Satu (1) Sekolah Dasar” (Meilina, 2015), “Pengembangan Model Pembelajaran Tematik untuk Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar” (Sa’dun, 2014), “Pengembangan Modul Berbasis Quantum Learning Tema Ekosistem untuk Kelas V Sekolah Dasar” (Sasmita, 2018) yaitu dalam menggunakan jenis penelitian R&D dari Borg and Gall, serta mengadopsi teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, dan kuesioner) dan analisis data (data kualitatif, data kuantitatif) dari beberapa penelitian tersebut. Hasil penelitian dan pengembangan ini juga memiliki kualitas “sangat baik” dan layak digunakan sebagai referensi perangkat pembelajaran inovatif Kurikulum 2013 pada siswa kelas I Sekolah Dasar. Walaupun demikian, terdapat perbedaan dari penelitian sebelumnya dengan pengembanan produk ini yaitu penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran inovatif pada 6 RPP yang di setiap modelnya diterapkan pada penyusunan 3 RPP serta pengembangan ini tidak hanya fokus pada satu mata pelajaran saja melainkan semua muatan pelajaran yang terdapat pada sub tema 2 Tubuhku. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki beberapa persamaan dengan penelitian sebelumnya, namun penelitian ini juga memiliki perbedaan yaitu dalam pemanfaatan model pembelajaran inovatif dalam muatan beberapa mata pelajaran yang digunakan dalam penelitian. 99

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN Bab V berisi uraian mengenai kesimpulan, keterbatasan pengembangan, dan saran bagi peneliti. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning, validator dari mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru kelas I Sekolah Dasar memberikan skor rata-rata 4,46 dengan kualitas “sangat baik”. b. Berdasarkan penilaian uji coba terbatas pada perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model pembelajaran cooperative learning tipe picture and picture dan quantum learning, validator uji coba produk yaitu guru kelas I Sekolah Dasar dan satu calon guru Sekolah Dasar memberikan skor rata-rata 4,39 dengan kualitas “sangat baik”. Jadi hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif oleh M dan S jika digabungkan dengan validasi uji coba produk terbatas oleh S dan P diperoleh skor rata-rata 4,43 dengan kualitas “sangat baik” sehingga perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan peneliti siap diujicobakan secara lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Instrumen validasi dan uji coba produk hanya divalidasi oleh dosen pembimbing skripsi. 100

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Validasi dilakukan oleh dua orang, yaitu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru kelas I SD yang menerapkan Kurikulum 2013 . Peneliti tidak menggunakan dosen ahli sesuai kebutuhan karena keterbatasan waktu dan sumber daya manusia. 3. Uji coba produk hanya dilakukan dua hari dengan menggunakan RPP yang menggunakan model pembelajaran berbeda, yaitu picture and picture satu kali dan quantum learning satu kali. C. Saran Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Instrumen validasi dan instrumen uji coba produk sebaiknya divalidasi lebih dari satu pakar. 2. Validasi produk yang dikembangkan sebaiknya dilakukan lebih dari dua validator dan dilakukan oleh orang yang benar-benar mempuni dalam bidang yang dibutuhkan, sehingga kualitas produk akan lebih baik 3. Uji coba produk seharusnya dilakukan untuk semua perangkat pembelajaran yang telah dibuat, sehingga mengetahui kualitas dan manfaat dari produk yang dikembangkan. 101

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Akbar, Sa’dun. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dakir. (2004). Perencanaan dan Pengembahan Kurikulum. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Daryanto & Muljo. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Forum Mangunwijaya VII. (2013). Menyambut Kurikulum 2013. Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara. Halaman 32-37. Hidayat, Sholeh. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Huda, Miftahul. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pemblajaran Abad 21. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Kadir & Hanun Asrohah. (2014). Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Kemendiknas. (2012). Panduan Pengembangan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran PAKEM di Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbud. Kunandar. (2014). Penlaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013) Suatu Pendekatan Praktis Disertai dengan Contoh. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kurniawan, Deni. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik, dan Penilaian). Kosasih. (2013). Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013.Bandung: Yrama Widya. Majid, Abdul. (2014).Penilaian Autentik: Proses dan Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kosasih. (2013). Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013.Bandung: Yrama Widya. 102

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mudlofir, Ali & Fatimatur Rusydiyah. (2016). Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdyakarya. Murfiah, Uum. (2017). Pembelajaran Terpadu (Teori & Praktik Terbaik di Sekolah). Bandung: PT Refika Aditama. Ngalimun. (2014). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Prastowo, Andi. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/ MI. Jakarta: Prenadamedia Grup. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81-A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 Lampiran IV Pedoman Umum Pembelajaran. Pusat pengembangan dan penjaminan mutu pembelajaran. (2012). Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian Edisi ke-2. Yogyakarta: LPM USD. Sani, Ridwan Abdullah. (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sunarti & Selly Rahmawati. (2014). Penilaian dalam Kurikulum 2013 Membantu Guru dan Calon Guru Mengetahui Langkah-Langkah Penilaian Pembelajaran. Yogyakarta: CV Andi Offset. Yaumi, Muhammad. (2013). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Jakarta: Kencana. Taniredja, dkk. (2014). Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Efektif. Bandung: Alfabeta. 103

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Toenlioe, Anselmus JE. (2017). Pengembangan Kurikulum: Teori, Catatan Kritis, dan Panduan. Bandung: Refika Aditama. Trianto. (2009). Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Trianto. (2014). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep Strategi dan Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara. Trianto, Titik Triwulan Tutik. (2013). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/ KTI). Jakarta: Prenadamedia Group. Triwiyanto, Teguh. (2015). Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Uno, H. (2008). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta; Bumi Aksara. Widyastono, H. (2014). Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah. Jakarta: Bumi Aksara. Yani, Ahmad. (2013). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. Yani, Ahmad dan Mamat Ruhimat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. Yaumi, Muhammad. (2013). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan Dengan Kurikulum 2013. Jakarta: Kencana. 104

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 105

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Pedoman Wawancara Pedoman Wawancara No Pernyataan 1. Sejak kapan SD ini menerapkan Kurikulum 2013? 2. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 8. Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? 13. Pernahkah bapak/ ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/ bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 106

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ ibu? 18. Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram kooperatif, model kuantum dan sebagainya)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah bapak/ ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 : Rangkuman Hasil Wawancara Rangkuman Wawancara Suvei Kebutuhan 1. SD Negeri Ngabean Nama guru : Suwansih, S.Pd. No 1. Pernyataan Sejak kapan Jawaban Pertanyaan SD ini Sejak pertama kali Kurikulum 2013 menerapkan Kurikulum 2013? dikeluarkan. 2. Apakah bapak atau ibu pernah Pernah, mengikuti sebelum dan sesudah pelatihan kurikulum diterapkan. Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman Mata pelajaran disajikan secara bapak/ ibu terhadap kurikulum tematik sehingga perpindaan tidak SD 2013? diketahui siswa. Penilaiannya lebih banyak karena perkompetensi penilaian dibuat dasar. Serta menekankan pada pendidikan karakter misalnya: jujur, mandiri, percaya diri, disiplin, dan peduli. 4. Apakah bapak/ ibu sudah Kurikulum 2013 bersifat tematik, mata mengetahui karakteristik pelajaran kurikulum SD 2013? penilaian tidak lebih terpisah-pisah, rinci sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. 5. Sejauh mana pemahaman Menggunakan beragam model, metode bapak/ ibu terkait dengan misalnya tanya jawab, ceramah, dan pendekatan saintifik dalam diskusi. pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ ibu Dari buku sesuai kreativitas guru. merumuskan indikator dan 108

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara bapak/ ibu Dengan menumbuhkembangkan pendidikan pembelajaran. karakter di setiap misalnya: jujur, dalam mandiri, percaya diri, disiplin, dan pembelajaran? 8. diselipkan peduli. Apakah bapak/ ibu setiap Ya. Seperti cooperative learning dan pembelajaran RPP menggunakan picture and picture. dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran Ya yang bapak/ ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ mengetahui ibu Tidak keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah RPP dalam bapak/ merumuskan pembuatan Belum. ibu sudah indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan Ya. Masih karena saya perlu ceramah masih mendominasi mengarahkan dan menekankan sikap 109

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI di kelas? disiplin kepada anak. Mereka belum bisa untuk dibuat kerja dalam kelompok. 13. Pernahkah bapak/ ibu Picture menggunakan and model learning, picture, STAD, cooperative example non pembelajaran inovatif yang example. lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/ mengetahui bapak Sedikit. Sulit untuk memahami karena pembelajaran masih inovatif? bingung. Yang saya tahu pembelajaran inovatif mengajarkan pada siswa dari yang tidak bisa menjadi bisa. 15. Kesulitan bapak/ apa ibu saja alami yang Dalam membutuhkan dalam waktu yang lebih lama karena harus pembuatan model mengaitkan antara langkah dengan pembelajaran inovatif? 16. Bagaimana penyusunan cara kegitatan dalam buku. mengatasi Melihat kesulitan yang dialami? contoh menggunakan model RPP pembelajaran yang sama. 17. Apakah contoh perangkat Ada tetapi belum lengkap. pembelajaran inovatif yang sesuai dengan Kurikulum 2013 tuntutan sudah tersedia di sekolah bapak/ ibu? 18. Apakah bapak/ ibu masih Ya. perlu bentuk contoh untuk perangkat inovatif pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, 110 yang

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI model inquiri, dan model pembelajaram model kooperatif, kuantum dan sebagainya)? 19. Apakah siswa pernah merasa Ya, terutama ketika sudah siang, bosan ketika guru menerapkan mereka mengantuk. pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah bapak/ mempunyai ibu Ya. rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif kedepannya agar mampu meningkatkan prestasi belajar siswa? 21. Menurut bapak/ ibu apakah Ya untuk mempersingkat waktu dan perangkat pembelajaran hasil makasimal. inovatif diterapakan penting jika dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui Belum. jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? 2. SD Kanisius Condong Catur Nama guru : Ch. Elsa Dwi A., S.Pd. No 1. Pernyataan Sejak kapan SD Jawaban Pertanyaan ini Juli 2014 Semester 1 (kelas 1 & 4) menerapkan Kurikulum 2013? Juli 2017 – 2018 semester 1 dan 2 (kelas 1 & 4) 111

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Juli 2018 (kelas 1, 2, 4, & 5) 2. Apakah bapak atau ibu pernah Pernah. Tahun 2014 dan 2017 mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman Tematik. Pembelajaran yang bapak/ ibu terhadap kurikulum menekankan 3 aspek yaitu sikap, SD 2013? pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran berbasis karakter dan kompetensi. 4. Apakah bapak/ ibu sudah Sedikit. Yaitu mengembangkan sikap, mengetahui karakteristik pengetahuan, dan keterampilan serta kurikulum SD 2013? menerapkannya dalam berbagai situasi di rumah, sekolah, dan masyarakat. 5. Sejauh mana pemahaman Pendekatan pembelajaran 5 M bapak/ ibu terkait dengan (mengamati, menanya, mengumpulkan pendekatan saintifik dalam informasi, pembelajaran? 6. mengomunikasikan). indikator dan kerja operasional tujuan pembelajaran sesuai Menganalisis dengan kemampuan siswa? pendidikan mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah. karakter rumah, masyarakat. Misal: membatu dalam teman, guru, dan orang tua. dll pembelajaran? Apakah bapak/ ibu setiap Tidak. pembelajaran RPP menggunakan dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. karakteristik Bagaimana cara bapak/ ibu Dalam pembiasaan di kelas, sekolah, menumbuhkembangkan 8. dan Bagaimana cara bapak/ ibu Menganalisis KI-KD melalui kata merumuskan 7. menalar, Apakah tujuan pembelajaran Ya. 112

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang bapak/ ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ mengetahui ibu Ya. Berpikir kritis misal: memproses keterampilan informasi yang harus dikuasai sesuai penalaran, melalui dan pengamatan, komunikasi dan pada abad 21 seperti (berpikir mencari tahu tentang apa yang belum kritis, kreatif, kolaborasi, diketahui. komunikasi)? 11. Apakah RPP dalam bapak/ merumuskan pembuatan Tidak. ibu sudah indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan Ya. ceramah masih mendominasi di kelas? 13. Pernahkah bapak/ menggunakan ibu Pernah. cooperatif learning. model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/ mengetahui bapak Proses yang pembelajaran menumbuhkan keaktifan siswa dan inovatif? berpusat pada siswa. 15. Kesulitan bapak/ pembelajaran apa ibu pembuatan saja alami yang Waktu, tenaga, dan pikiran. Pekerjaan dalam diluar jam mengajar yang menjadi model hambatan 113 untuk membuat

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif? pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang berbeda. 16. Bagaimana cara mengatasi Memanajemen waktu. kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat Ada, tetapi masih minim pembelajaran inovatif yang penyusuanannya. sesuai dengan Kurikulum tuntutan 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ ibu? 18. Apakah bapak/ ibu masih Perlu sebagai contoh khususnya kelas perlu bentuk contoh untuk bawah. perangkat inovatif pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram model kooperatif, kuantum dan sebagainya)? 19. Apakah siswa pernah merasa Tidak. bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah mempunyai bapak/ ibu Ya. rencana untuk mengembangkan pembelajaran kedepannya inovatif agar mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 114

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. Menurut bapak/ ibu apakah Sangat perangkat penting pembelajaran pembelajaran inovatif diterapakan di karena materi Kurikulum 2013 penting jika sangat banyak. terutama di kelas I dalam proses masih terdapat siswa yang mengalami pembelajaaran dewasa ini? kesulitan membaca dan menulis. 22. Apakah ibu sudah mengetahui Sudah. jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? 3. SD Negeri Deresan Nama guru : Suyatmi, S.Pd. No 1. Pernyataan Sejak kapan Jawaban Pertanyaan SD ini SDN Deresan menggunakan K13 pada menerapkan Kurikulum 2013? thn ajaran 2014/2015, hanya berjalan 1 semester dan kembali ke KTSP selama 1 ½ semester, kemudian kembali lagi ke K13 hingga sekarang. 2. Apakah bapak atau ibu pernah Pernah. mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman Bersifat tematik dan ada 3 kompetensi bapak/ ibu terhadap kurikulum yang harus di capai siswa. Sebagain SD 2013? cukup memahami saat mengikuti pelatihan namun masih mengalami kebingungan pada bagian penilain. 4. Apakah bapak/ ibu sudah Karakteristik yang diketahui dari K13 mengetahui karakteristik yaitu menggunakan saintifik dalam kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pembelajaraannya. pemahaman Ketika mengikuti pelatihan beliau bapak/ ibu terkait dengan mengingat apa saja yang termuat 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pendekatan saintifik dalam dalam saintifik yang harus dilakukan pembelajaran? dalam pembelajaran. Tetapi ketika saya wawancarai beliau lupa karena tidak semua yang terdapat dalam saintifik itu diterapkan saat mengajar. 6. Bagaimana cara bapak/ ibu Guru merumuskan indikator hanya menyesuaikan dalam dan artian beliau tidak membuat indikator tujuan pembelajaran sesuai tetapi melaksanakan sesuai indikator dengan kemampuan siswa? yang tertera dibuku paket K13 yang digunakan. 7. Bagaimana cara bapak/ ibu Dengan menumbuhkembangkan pendidikan karakter mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari, misal dalam ada sebuah teks bacaan lalu membahas pembelajaran? teks bacaan dan mengaitkan dengan keadaan sehari-hari. 8. Apakah bapak/ ibu setiap Iya seperti PBL (Problem Based pembelajaran RPP menggunakan Leaning) dan Problem Solving dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran Belum sempurna, menurut beliau guru yang bapak/ ibu kembangkan mengusahakan sudah tercapainya untuk tercapainya mengupayakan pendidikan karakter tetapi dari pihak pendidikan siswa(SDA) yang kurang mendukung karakter? dengan melihat tingkat pemahaman yang ada di tiap siswa, “mungkin dapat terwujud untuk mencapai pendidikan karakter sesuai dengan teori tetapi dengan siswa-siswa yang berprestasi tinggi”. 10. Apakah bapak/ ibu Hanya komunikasi saja. 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah RPP dalam bapak/ merumuskan pembuatan Belum. ibu sudah indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan Masih, dan sering digunakan karena ceramah masih mendominasi untuk siswa kelas 1 tentu perlu guru di kelas? yang banyak berbicara, karena sampai saat ini juga masih ada sebagian siswa yang belum lancar membaca dan mengenal huruf. ibu PBL dan problem solving saja, itu pun masih belum sesuai dengan sintaks menggunakan model yang ada. pembelajaran inovatif yang 13. Pernahkah bapak/ lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/ mengetahui bapak Memacu dan memfasilitasi siswa pembelajaran supaya dapat mengasah kreativitas inovatif? siswa dan siswa dapat belajar dengan lebih mandiri. 15. Kesulitan bapak/ apa ibu saja alami pembuatan pembelajaran inovatif? yang Kesulitannya anak-anak masih susah dalam mengemukakan masalah-masalah, model pemahaman siswa juga masih terbatas karena masih belum bisa membaca. 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Bagaimana cara mengatasi Dengan membiasakan dan sebetulnya kesulitan yang dialami? perlu jam-jam belajar tambahan untuk siswa dapat membaca dahulu. 17. Apakah contoh perangkat Beliau menjawab dengan tersedianya pembelajaran inovatif yang fasilitas yang diberikan oleh sekolah. sesuai dengan Kurikulum tuntutan 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ ibu? 18. Apakah bapak/ ibu masih Masih perlu, karena untuk contoh perlu bentuk contoh untuk supaya beliau lebih terbantu. perangkat inovatif pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaram model kooperatif, kuantum dan sebagainya)? 19. Apakah siswa pernah merasa Iya karena anak-anak masih belum bosan ketika guru menerapkan paham apa yang sebenarnya guru pembelajaran inovatif di inginkan. kelas? Kadang guru sudah mempersiapkan untuk pembelajaran besok tetapi dari siswa sendiri yang kurang mendukung. 20. Apakah mempunyai itu ada, tetapi ibu Rencana menerapkannya yang belum mampu. untuk bapak/ rencana mengembangkan pembelajaran kedepannya inovatif agar mampu meningkatkan prestasi belajar 118

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa ? 21. Menurut bapak/ ibu apakah Sangat penting harusnya apalagi SDA- perangkat inovatif diterapakan pembelajaran nya juga dapat mendukung. penting jika dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui Dulu pernah tahu, tetapi lupa karena jenis belajar Taksonomi tidak diterapkan. Bloom yang sudah di revisi? 119

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 : Instrumen observasi survei kebutuhan Lembar observasi guru No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11. Guru menerapkan 5M pada siswa 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat 17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa 19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada 120

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran 20. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan 25. Guru membuat ringkasan secara tertulis 26. Guru menunjukkan sumber lain 27. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 28. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Lembar observasi siswa No Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 121

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 : Hasil observasi survei kebutuhan Hasil observasi guru SD Negeri Ngabean No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang    akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran  5. Guru memberikan motivasi  Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan  uraian kegiatan 7.  Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber  pembelajaran dengan tepat 9.  Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa  10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11. Guru menerapkan 5M pada siswa  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa  15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses  pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal  16. Guru tidak berpaku pada satu tempat 17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan 122 

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sehari-hari 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa   19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa   22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran  Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan  25. Guru membuat ringkasan secara tertulis  26. Guru menunjukkan sumber lain  27. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman  belajar yang telah dilakukan  28. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa   30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan SD Kanisius Condong Catur No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa  2. Guru melakukan presensi kepada siswa  3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang  akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi   123

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan  uraian kegiatan 7.  Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber  pembelajaran dengan tepat 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa 11. Guru menerapkan 5M pada siswa  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa  15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses  pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat  17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan  sehari-hari 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa   19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa   22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran  Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan 124 

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. Guru membuat ringkasan secara tertulis  26. Guru menunjukkan sumber lain  27. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman  belajar yang telah dilakukan  28. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa  30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran  yang disampaikan SD Negeri Deresan No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang    akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran  5. Guru memberikan motivasi  Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan  uraian kegiatan 7.  Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber  pembelajaran dengan tepat 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 125 

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Guru menerapkan 5M pada siswa  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa  15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses  pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat  17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan  sehari-hari 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa   19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa  22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi  menyenangkan dan menarik 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran  Kegiatan Penutup 24. Guru membuat ringkasan secara lisan  25. Guru membuat ringkasan secara tertulis  26. Guru menunjukkan sumber lain  27. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman  belajar yang telah dilakukan 28. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum  berpartisipasi aktif 29. Guru memberikan evaluasi kepada siswa  30. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran  yang disampaikan 126

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil observasi siswa SD Negeri Ngabean No Pernyataan Ya Tidak 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran  2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru  3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi  4. Siswa mengajukan pertanyaan  5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan  berkelompok  6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan  guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran  secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran  secara tertulis SD Kanisius Condong Catur No Pernyataan Ya 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran  2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru  3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi  4. Siswa mengajukan pertanyaan  5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan Tidak  berkelompok  6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan  guru 127

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran  secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran  secara tertulis SD Negeri Deresan No Pernyataan Ya Tidak 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran  2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru  3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi  4. Siswa mengajukan pertanyaan  5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan  berkelompok  6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan  guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran  secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 128 

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 : Hasil validasi produk perangkat pembelajaran inovatif Oleh : Ibu M (mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma) 129

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Oleh : Ibu S (guru kelas I SD Negeri Ngabean) 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 : Hasil uji coba perangkat pembelajaran inovatif Oleh : Ibu S (guru kelas I SD Negeri Ngabean 154

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Oleh : P (calon guru Sekolah Dasar) 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 : Surat izin penelitian 166

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 : Surat pernyataan kepala sekolah 167

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 : Dokumentasi Uji Coba Produk Foto siswa berperan aktif dalam Foto siswa mengerjakan LKPD penggunaan media pembelajaran Foto siswa dan guru menyanyikan lagu Foto siswa saat mendengarkan cerita tentang materi yang dipelajari Foto siswa mengerjakan soal evaluasi Foto siswa saat mendengarkan dengan dampingan guru penjelasan guru 168

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Foto penjelasan materi menggunakan Foto simulasi pembelajaran dengan subjek siswa salah satu model pembelajaran Foto saat siswa menjelaskan gambar Foto saat siswa bernyanyi dan bergerak yang diperoleh sesuai lirik lagu yeng berisi materi pembelajaran 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil LKPD salah satu siswa Foto perolehan bintang sebagai apresiasi atau perayaan atas keberhasilan dan keaktifan siswa Hasil evaluasi salah satu siswa Hasil evaluasi salah satu siswa 170

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR RIWAYAT HIDUP Mei Dwi Cahyani, lahir di Sleman, 20 Mei 1997. Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Kebonagung dan lulus pada tahun 2009. Pendidikan menengah pertama ditempuh di SMP Negeri 1 Minggir dan lulus pada tahun 2012. Pendidikan menengah lanjutan ditempuh di SMA Negeri 1 Godean dan lulus pada tahun 2015. Pada tahun 2015, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pendidikan di perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar”. Perangkat pembelajaran inovatif tersebut dikembangkan karena guru membutuhkan referensi pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. 171

(189)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar menggambar untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
131
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
1
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
1
2
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
270
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
160
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
158
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
201
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema hidup rukun di sekolah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Show more