Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
194
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 KEGIATAN SIANG HARI MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Diah Wahyu Utaminingtyas NIM: 151134147 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 KEGIATAN SIANG HARI MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Oleh: Diah Wahyu Utaminingtyas NIM: 151134147 Telah disetujui oleh: Pembimbing Drs. Puji Purnomo, M.Si. Tanggal 28 Januari 2019 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 KEGIATAN SIANG HARI MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Dipersiapkan dan ditulis oleh: Diah Wahyu Utaminingtyas NIM: 151134147 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 14 Februari 2019 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. …………………………. Sekretaris Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. …………………………. Anggota 1 Drs. Puji Purnomo, M.Si. …………………………. Anggota 2 Dra. Ignatia Esti Sumarah, M.Hum. …………………………. Anggota 3 Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. …………………………. Yogyakarta, 14 Februari 2019 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini ku persembahkan untuk: Yang pertama dan utama Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya atas kekuatan, kemudahan, dan kelancarannya sehingga pengerjaan skripsi ini dapat terselesaikan. Kedua orangtua Ibu Sutriyati dan Bapak Suharjo yang selalu memberikan dukungan, doa, semangat dan kasih sayang tak terhingga serta kedua kakakku Noor Wahyu Pujiastuti dan Restu Dwi Puji Astuti yang selalu membantu dan memotivasi untuk penyelesaian skripsi. Dosen Pembimbing Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing yang selalu mengarahkan dan membimbing, terimakasih pak. Sahabat dan teman terkasih yang telah membantu dan memberikan motivasi untuk mengerjakan serta menyelesaikan skripsi ini. Ku persembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Ketika kau lelah dan seakan ingin menyerah ketahuilah bahwa sesungguhnya pertolongan Allah SWT hanya berjarak antara kening dan sajadah” “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Terjemahan QS. Ar-Ra’d ayat 11) “Selesaikan apa yang telah dimulai, jangan menyerah, dan yakinlah bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil” v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 14 Februari 2019 Peneliti Diah Wahyu Utaminingtyas vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Diah Wahyu Utaminingtyas Nomor Mahasiswa : 151134147 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 14 Februari 2019 Yang menyatakan Diah Wahyu Utaminingtyas vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Diah Wahyu Utaminingtyas Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema kegiatan siang hari yang mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dari Borg dan Gall. Ada sepuluh langkah penelitian dari Borg dan Gall namun peneliti membatasi sampai tujuh langkah, yaitu (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, sampai menghasilkan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu kurikulum 2013 meliputi: program tahunan, program semester, silabus, dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh dua validator, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning diperoleh skor 4,37 dengan kualitas “sangat baik”. Berdasarkan hasil penilaian uji coba perangkat pembelajaran oleh guru kelas I dan satu calon guru sekolah dasar yang dikembangkan dengan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning diperoleh skor 4,36 dengan kategori “sangat baik”. Kata kunci: Pengembangan perangkat pembelajaran, pembelajaran inovatif, kurikulum 2013. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Innovative Learning Tools Development in the Second Sub Theme Daytime Activities which Refer to 2013 Curriculum for the First Graders of Elementary School Students Diah Wahyu Utaminingtyas Sanata Dharma University 2019 This research is done based on the analysis of needs, that shows the necessity of the innovative learning tools examples in the subtheme daytime activities, which refer to 2013 curriculum for the first graders of elementary school students. The purpose of this research is to find out the quality of the innovative learning tools in the subtheme daytime activities which refer to 2013 curriculum for the first graders of elementary school students. The researcher uses Borg’s and Gall’s methodology. From the total ten steps of their methodology, the researcher limits herself to do seven steps only, those are; (1) potential problem, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product trial, (7) design revision, until the final product in the form of innovative learning tools which refer to 2013 curriculum including annual program, program for each semester, syllabus, and Lesson Plan Design. Based on the validation result done by two experts, the learning tool, developed by Reflective Pedagogy Paradigm and Problem Based Learning, producing 4.37 score as the result with a “very good” quality. Moreover, based on valuation result on learning tools trial done by an elementary school teacher for the first graders and a prospective elementary school teacher and was developed by Reflective Pedagogy Paradigm and Problem Based Learning, the score 4,36, categorized as a very good total score, is able to be produced. Keyword: Learning tools development, innovative learning, 2013 curriculum. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya, Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” dapat disusun sesuai dengan harapan. Skripsi ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dengan pihak lain. Berkenaan dengan hal tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Drs. Albertus Hartana, SJ., M.Pd., selaku dosen PGSD yang membantu dan memberikan bantuan penelitian menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif. 6. Suwansih, S.Pd. selaku guru kelas I SD Negeri Ngabean yang telah membantu penelitian ini dengan melakukan validasi produk dan memberikan nilai uji coba produk. 7. Suprihatin, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Ngabean yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 8. Ibunda Sutriyati dan Ayahanda Suharjo yang telah memberikan doa, kasih sayang, perhatian, dan dukungan baik moril maupun materil. 9. Kakak tersayang, Noor Wahyu Pujiastuti dan Restu Dwi Puji Astuti yang selalu memberikan support, bantuan dan doa selama penyusunan Skripsi. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Mei Dwi Cahyani, sebagai calon guru SD yang membantu melakukan penilaian saat mengajar dan sahabat yang memberikan dukungan. 11. Mega Setya Putri, Siti Lestari Pamungkas, Hilaria Heladita, sahabatku yang selalu mengajak, mendukung, membantu, dan memberikan semangat agar bisa menyelesaikan skripsi ini. 12. Mbak Susanna, Clara, Galih dan teman-teman payung pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang selalu memberi bantuan serta motivasi. 13. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu, terimakasih untuk dukungan dan bantuannya. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi masih banyak keterbatasan dan kekurangan, maka peneliti membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhir kata, semoga skripsi ini menjadi informasi bermanfaat bagi pembaca atau pihak lain yang membutuhkannya. Yogyakarta, 14 Februari 2019 Peneliti Diah Wahyu Utaminingtyas xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ...................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ A. Latar Belakang Masalah ........................................................................ B. Rumusan Masalah ................................................................................. C. Tujuan Penelitian................................................................................... D. Manfaat Penelitian................................................................................. E. Batasan Istilah ....................................................................................... F. Spesifikasi produk yang dikembangkan ................................................ 1 1 4 4 5 5 6 BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... A. Kajian Pustaka ..................................................................................... 1. Karakteristik Kurikulum 2013 ...................................................... 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ............................................. 3. Perangkat Pembelajaran .................................................................. 4. Pembelajaran Inovatif ..................................................................... B. Penelitian yang Relevan ........................................................................ C. Kerangka Berpikir ................................................................................. D. Pertanyaan Penelitian ............................................................................ 10 10 10 15 19 24 41 43 46 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ A. Jenis penelitian ...................................................................................... B. Seting Penelitian .................................................................................... 47 47 50 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Prosedur pengembangan ....................................................................... D. Uji coba terbatas .................................................................................... 1. Subjek Uji Coba Terbatas ............................................................... 2. Instrumen Penelitian ....................................................................... 3. Teknik Pengumpulan Data.............................................................. 4. Teknik Analisis Data ...................................................................... E. Jadwal penelitian ................................................................................... 51 54 54 54 55 57 60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... A. Analisis Kebutuhan ............................................................................... 1. Hasil observasi dan wawancara analisis kebutuhan ....................... 2. Pembahasan hasil observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan . B. Deskripsi Produk Awal ......................................................................... C. Validasi Mahasiswa PPG dan Revisi Produk ........................................ 1. Data Validasi Mahasiswa PPG ....................................................... 2. Revisi Produk................................................................................. D. Uji Coba Terbatas .................................................................................. 1. Data Uji Coba Terbatas................................................................... 2. Revisi Produk.................................................................................. E. Kajian Produk Akhir, Hasil Penelitian, dan Pembahasan ..................... 1. Kajian Produk Akhir ....................................................................... 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan.................................................... 61 61 61 69 70 73 73 80 81 81 86 89 90 92 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ............................................................................................... A. Kesimpulan......................................................................................... B. Keterbatasan Pengembangan ............................................................... C. Saran .................................................................................................... 100 100 100 101 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 102 LAMPIRAN ..................................................................................................... 105 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) ............................... 38 Tabel 3.1 Konversi Nilai Skala Lima ............................................................... 58 Tabel 3.2 Data kualitatif konversi skala lima................................................... 59 Tabel 3.3 Jadwal penelitian .............................................................................. 60 Tabel 4.1 Saran validator SN dalam pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan revisi .................................................. 76 Tabel 4.2 Saran validator SN dalam pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (PBL) dan revisi ...................................................... 78 Tabel 4.3 Saran validator S dalam pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan revisi .................................................. 86 Tabel 4.4 Saran validator S dalam pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (PBL) dan revisi ...................................................... 88 Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil validasi mahasiswa PPG dan guru SD kelas I .... 93 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Dinamika PPR .............................................................................. 30 Gambar 2.2 Penelitian yang relevan ................................................................ 43 Gambar 2.3 Kerangka berpikir ......................................................................... 45 Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan metode Research and Development (R&D) ........................................................................................... 48 Gambar 3.2 Prosedur pengembangan penelitian .............................................. xv 52

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Pedoman Wawancara ................................................................... 105 Lampiran 2. Pedoman Observasi ...................................................................... 106 Lampiran 3. Rangkuman Hasil Wawancara...................................................... 108 Lampiran 4. Hasil Observasi Guru ................................................................... 117 Lampiran 5. Hasil Observasi Siswa .................................................................. 121 Lampiran 6. Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif .... 123 Lampiran 7. Pernyataan Uji Coba Produk Pada Guru ...................................... 129 Lampiran 8. Pernyataan Uji Coba Produk Pada Siswa ..................................... 130 Lampiran 9. Hasil Validasi Produk Mahasiswa PPG........................................ 131 Lampiran 10. Hasil Validasi Produk Guru SD Kelas I ..................................... 145 Lampiran 11. Hasil Uji Coba Dinilai Guru SD ................................................. 159 Lampiran 12. Hasil Uji Coba Dinilai Calon Guru SD ...................................... 167 Lampiran 13. Surat Izin Penelitian.................................................................... 175 Lampiran 14. Surat Pernyataan Kepala Sekolah ............................................... 176 Lampiran 15. Dokumentasi Uji Coba Produk ................................................... 177 Lampiran 16. Biodata Penulis ........................................................................... 178 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan masyarakat, bangsa, dan negara. Usaha dalam pendidikan yang dilakukan oleh seorang pendidik haruslah yang berguna, dalam arti pendidikan yang dilakukan memang bermanfaat untuk ke depannya dan berarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Juga haruslah yang terencana, dalam hal ini pendidikan tidak mengenyampingkan proses belajar, dimana suatu proses inilah yang paling penting untuk siswa dapatkan dan dikembangkan sesuai potensi pemahaman yang dipunyai. Dalam hal ini proses pendidikan yang dimaksud yaitu pendidikan dasar dengan tujuan yang ingin dicapai untuk mendapatkan pembelajaran dasar bagi kehidupan dan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pembelajaran saat ini menggunakan kurikulum 2013 yang telah dibuat oleh pemerintah. Al-Tabani (2014:4), menyatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum tindak lanjut atau penyempurnaan dari kurikulum 2006 atau KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dimana titik fokusnya terpusat pada siswa dan menekankan pada lima langkah dalam memperoleh pengetahuan, diantaranya yaitu pengamatan (observasi), bertanya, mengeksplorasi, menalar (asosiasi), mengkomunikasikan. Dalam abad 21 ini penggunaan kurikulum 2013 dirasa sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini karena orientasinya pada peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kurikulum 2013 ini menekankan pemusatan belajar pada siswa sesuai dengan sosialisasi yang diadakan 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI oleh pemerintah, dimana siswa akan aktif belajar dan mencari informasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing (Suyatno, 2009:8). Jadi tidak hanya guru yang memberikan materi tetapi siswa berperan aktif dalam proses belajarnya. Untuk mengelola agar siswa berperan aktif, yang guru lakukan ialah meningkatkan pembuatan dan penerapan kualitas pada perangkat pembelajaran yang lebih kreatif dan aktif yang memungkinkan siswa dapat berkembang. Dalam penggunaan kurikulum 2013 diharapkan siswa dapat meningkatkan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih baik melalui pembelajaran inovatif pada keterampilan abad 21 (4C: Critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative). Menurut Nurdin dan Hamzah (2015: 106), pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Guru dapat membuat perangkat pembelajaran yang inovatif agar dapat menunjang proses pembelajaran kurikulum 2013 dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan. Pembelajaran inovatif diimplementasikan di sekolah karena siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, guru juga berperan sebagai fasilitator bagi siswa dalam setiap kegiatannya untuk menuntun siswa menuju berpikir tingkat tinggi. Untuk itu, dalam proses pembelajaran guru mempunyai peran penting dalam tahap perkembangan anak dan mutu pendidikan karena setiap sekolah mempunyai keinginan untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang inovatif, dalam hal ini guru secara tidak langsung memerlukan berbagai inovasi yang dapat menunjang pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan 1 (satu) guru kelas I di kota Yogyakarta dan 2 (dua) guru kelas I di wilayah Sleman yang menerapkan kurikulum 2013, guru belum sepenuhnya menyiapkan perangkat pembelajaran yang inovatif dan ada beberapa guru yang belum paham mengenai pembelajaran inovatif pada penerapan yang ada dalam kurikulum 2013. 2 Belum pahamnya guru mengenai

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif mulai dari tujuan dan model-model yang digunakan didalamnya, untuk itu guru masih mengandalkan perangkat pembelajaran dari contoh berbagai sumber dan masih ada yang hanya terpaku pada buku pegangan guru yang diberikan dari pemerintah, sehingga guru tidak melakukan suatu inovasi atau mengembangkan kreativitas terhadap pembelajaran di dalam kelas. Implementasi kurikulum 2013 di Sekolah Dasar (SD) apabila dilihat dari fakta yang ditemukan di lapangan belum menekankan pembelajaran inovatif. Sehingga guru memerlukan contoh pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) karena model ini menekankan pendidikan karakter, bernuansa sosial, terdapat nilai-nilai kehidupan, belajar sesuai dengan saatnya, dan lebih kepada refleksi, jadi siswa dan guru dapat mengevaluasi hasil belajar bersama-sama. Semetara alasan peneliti memilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) karena siswa kelas bawah sangat ingin mengetahui segala hal yang ada disekitarnya, masalah pada model ini tidak harus terlalu rumit, tetapi segala sesuatu yang ada di sekitar yang dirasa belum familiar akan membuat pertanyaan bagi siswa tersebut. Sehingga siswa dapat belajar melalui hal yang terdekat namun bermakna. Peneliti memilih kelas I dalam penelitian ini karena kelas I merupakan kelas dimana siswa mengalami proses pembentukan karakter atau dasar yang perama. Di kelas I siswa juga lebih mudah dalam menerapkan dan agar siswa terbiasa nantinya akan pembelajaran inovatif. Peneliti juga memilih kelas SD Negeri Ngabean untuk menjadi lokasi dalam penelitian ini karena sudah menerapkan kurikulum 2013 revisi 2017, sehingga peneliti dapat menyesuaikan tema yang diterapkan dengan kondisi siswa. Peneliti memilih sub tema 2 kegiatan siang hari karena siswa familiar dengan kegiatan yang dilakukan pada siang hari dan kegiatan ini dapat diaplikasikan langsung seusai sekolah, siswa menyukai 3

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan lebih tertarik untuk belajar diselingi bermain. Dalam pembelajarannya maka siswa menjadi lebih antusias dan senang, sehingga belajar dapat bermakna bagi siswa. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan berdasarkan kebutuhan yang pembelajaran, guru peneliti alami dalam terdorong mengembangkan untuk melakukan perangkat penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar”. Model pembelajaran inovatif ini akan membantu siswa dalam mempelajari konsep materi dalam pembelajaran dengan menarik, menyenangkan, dan bermakna, khususnya dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Problem Based Learning (PBL). Dengan demikian, pengembangan pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 ini akan membantu guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dan menambah wawasan guru dalam melakukan pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum SD. B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar. 4

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti Penelitian ini bermanfaat mengembangkan menambah perangkat melalui pengalaman penelitian dalam Research hal and Development (R&D) yang dapat dijadikan bahan informasi, acuan, dan bahan masukan dalam ilmu pengetahuan. 2. Bagi guru Penelitian ini bermanfaat menambah referensi terbaru dalam mengembangkan pelajaran Sub Tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. 3. Bagi sekolah Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidik melalui metode dan cara pengajaran yang baru. 4. Bagi Prodi PGSD Menambah bahan pustaka prodi PGSD Universitas Sanata Dharma untuk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. E. Batasan Istilah 1. Pembelajaran inovatif merupakan suatu kegiatan pembelajaran dalam kaitannya dengan langkah-langkah yang dirancang secara berbeda dengan umumnya atau dengan pembaharuan metode yang digunakan. 2. Perangkat pembelajaran inovatif merupakan sebuah perangkat yang membantu guru dalam hal pengajaran, dimana bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman menjadi hal yang berguna dalam proses kegiatan belajar mengajar. Perangkat pembelajaran yang dimaksudkan adalah Prota (Program Tahunan), Prosem (Program Semester), Silabus, RPPTH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian). 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Kurikulum SD 2013 merupakan seperangkat rencana dan cara yang telah ditetapkan sebagai tindak lanjut dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diperbaharui sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 4. Model pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) merupakan suatu cara untuk mendampingi siswa dalam pengembangan menjadi pribadi kemanusiaan sesuai dengan kepribadiannya yang secara menyeluruh melalui pendampingan secara langsung. 5. Model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu metode yang digunakan dalam pembelajaran dengan melatar belakangi permasalahan sehari-hari ataupun yang ada disekitar kita yang harus dipecahkan dengan beberapa konsep yang tercakup dalam pelajaran. F. Spesifikasi produk yang dikembangkan Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; logo universitas; nama penulis; keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar; jurusan yaitu Ilmu Pendidikan; Fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Universitas yaitu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; tahun pembuatan, yaitu 2019. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 6

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Format penulisan Produk ditulis menggunakan theme font “times new roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusunan produk; dan kesediaan penulis menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas I SD semester gasal dan genap. Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komponen yang ada dalam penyusunan program tahunan adalah identitas (muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (tema, sub tema, dan alokasi waktu). 7. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas I SD semester gasal. Program semester merupakan jabaran dari program tahunan yang disusun berdasarkan hasil analisis hari efektif dan program pembelajaran tahunan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester ini. 8. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas I SD semester gasal tahun 2018/2019. Silabus merupakan garis besar dari program pembelajaran yang dapat diamati mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 9. Perangkat pembelajaran RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Komponen perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, 7

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi; 9) lampiran yang berisi lembar literasi, LKS, media, dan rubrik penskoran. Dalam satu subtema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan enam pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 10. Model pembelajaran. Peneliti menggunakan 2 model pembelajaran dalam penelitian ini yaitu: a. Model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Digunakan pada pembelajaran ke 2, 3, dan 6. b. Problem Based Learning (PBL) Digunakan pada pembelajaran ke 1, 4, dan 5. 11. Terdapat pendekatan scientific yang merupakan pendekatan yang dilakukan melalui proses ilmiah dimana siswa akan mempelajari secara langsung dalam proses mendapatkan ilmu. 12. Dikemas dalam pembelajaran terpadu yang mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, bersifat fleksibel, dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain yang menyenangkan. 13. Penguatan pendidikan karakter memuat aspek spiritual dan aspek sosial yang diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran dalam bidang studi. Materi yang diberikan berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan dan dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. 14. Menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) dimana siswa akan berpikir dalam level tingkat tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (membuat/mencipta). 15. Menerapkan penilaian otentik yang mengandung aspek sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan 8

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI instrumen penilaian yang memuat soal dan kunci jawaban, pedoman observasi, dan cara penilaian. 16. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. 9

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum 2013 Fadlillah (2014: 13) menyatakan bahwa kurikulum merupakan sebuah wadah yang akan menentukan arah pendidikan dimana kurikulum ini sebagai ujung tombak bagi terlaksanya kegiatan pendidikan. Kurikulum ini sangat penting bagi pendidikan, sebab kurikulum merupakan salah satu penentu kunci keberhasilan dalam upaya untuk menggapai tujuan pendidikan. Menurut Saylor dalam Rusman (2011: 3), mengartikan bahwa kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa agar dapat belajar, baik dalam ruangan kelas maupun di luar sekolah. Sementara itu, Alberty dalam Rusman (2011: 3) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah. Dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan sebuah wadah dari segala kegiatan dan upaya untuk mendorong siswa agar belajar serta mencapai tujuan pendidikan. Dari adanya kurikulum ini siswa mendapat pengalaman yang bermakna dalam mendapatkan pembelajaran. Kurikulum yang berlaku di Indonesia untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) saat ini yaitu kurikulum 2013. Menurut Sunarti (2014:1), kurikulum 2013 merupakan pembaharuan dari pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda, dimana dilakukan pemaduan antara tiga konsep yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Dengan ditekankan pada ketiga hal tersebut diharapkan siswa memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih 10

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI baik dan dapat siap untuk mengahadapi masalah dan tantangan di masa yang akan datang. Fadlillah (2014: 175), menyatakan bahwa dalam kurikulum terdapat karakteristik yang menjadi pembeda dengan kurikulum lain yang ada. Karakteristik tersebut yaitu: a. Pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan Scientific dan tematik-integratif. Di Indonesia, pembelajaran saintifik direkomendasikan untuk digunakan di setiap mata pelajaran dan pada semua jenjang pendidikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Pendekatan Scientific yaitu pendekatan yang dilakukan melalui proses ilmiah dimana siswa akan mempelajari secara langsung dalam proses mendapatkan ilmu. Menurut Daryanto (2014:51), pembelajaran saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi merumuskan masalah, atau menemukan mengajukan atau masalah), merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik merupakan proses yang digunakan oleh guru yang berpusat pada siswa agar dapat belajar secara langsung sehinga siswa tersebut dapat lebih aktif dalam pembelajaran. Menurut Daryanto (2014: 60), pendekatan saintifik dalam pembelajaran disajikan sebagai berikut: 11

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a) Mengamati (observing) Kegiatan mengamati dalam pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a tahun 2013, hendaklah guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, dan mencari informasi. b) Menanya (questioning) Kegiatan “menanya” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas, dan belajar sepanjang hayat. c) Menalar (associating) Kegiatan mengasosiasi/mengolah informasi/menalar dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a tahun 2013, adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan, baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen 12

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. d) Mencoba (experimenting) Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. e) Mengkomunikasikan (communicating) Kegiatan “mengkomunikasikan” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor tahun adalah menyampaikan hasil 81a 2013, pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Dalam pendekatan saintifik yang terdapat 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan, tidak diperbolehkan untuk dibolakbalik karena kegiatan tersebut sudah tersusun sesuai langkahlangkah ilmiah, Sementara pendekatan tematik-integrasi yaitu 13

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada pembelajaran akan dibuat per-tema dengan mengacu pada karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara integrasi (satu tema dengan yang lainnya). Maka dari itu akan terjadi keterpaduan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang didapat. b. Kompetensi lulusan, ditentukan dari teori tentang taksonomi tujuan pendidikan yang dikenal luas di kalangan para ahli. Capaian pembelajaran menurut taksonomi ini dikelompokan dalam tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penerapan teori ini dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ketiga ranah tersebut diharapkan dapat berjalan secara seimbang dan setelah selesai menempuh bangku pendidikan peserta didik mempunyai kemampuan hard skill dan soft skill yang mumpuni. c. Penilaian, pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assessment). Dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan, arti penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komperhensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Sunarti (2014: 27) menyatakan bahwa penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komperhensif dengan mengumpulkan informasi terkait dengan perkembangan dan 14

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pencapaian belajar peserta didik. Dari penilaian itulah guru dapat mengetahui proses yang dilakukan siswanya dan dengan begitu kemampuan siswa akan terpantau dengan akurat. Selain hal tersebut, karakteristik kurikulum 2013 mengembangkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Menurut Saputra (2016: 91), HOTS merupakan suatu proses berpikir anak didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran seperti metode problem solving Krulik dan Rudnick (1998), Taksonomi Bloom (1956), dan taksonomi pembelajaran, pengajaran, dan penilaian dari Anderson dan Krathwohl (2001). Menurut Yani (2014: 73), kurikulum 2013 mengembangkan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (membuat/mencipta). Siswa akan dianggap berhasil apabila memiliki kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan membuat/mencipta. Dari hasil berpikir tingkat tinggi siswa akan menemukan tantangan baru dalam memperoleh informasi. Kemampuan tersebut akan melibatkan aktivitas mental dalam mengeksplorasi memecahkan pengalamannya, masalah dengan sehingga siswa dapat berpedoman pada materi pembelajaran yang didapatkan. 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Karakteristik abad ke-21 mempunyai tuntutan dalam kompetensi yang dihadapkan seorang pendidik yang semakin berkembang. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Moroco, et al. (2008: 5), bahwa abad kedua puluh satu minimalnya ada empat kompetensi belajar yang harus dikuasai yakni kemampuan pemahaman yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, 15

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemampuan kolaborasi dan kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan berpikir kritis (dalam Abidin, 2014: 8). Menurut Trilling (2009: 48), fokus kompetensi pembelajaran abad ke-21 adalah keterampilan dalam menguasai media, informasi, dan teknologi atau TIK (dalam Abidin, 2014: 10). Keterampilan ini menghendaki siswa untuk melek informasi, media, dan TIK. Sejalan dengan hal itu, Kemdikbud merumuskan bahwa paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan bekerjasama serta berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah (Litbang Kemdikbud, 2013 dalam Daryanto, 2017: 2). Menurut Abidin (2015: 4), pendidikan abad 21 adalah pendidikan yang kritis dalam intelektual, kreatif dalam pemikiran, etis dalam pergaulan, dan berkarakter dalam kehidupan. Dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan abad 21 adalah suatu keterampilan dalam pendidikan dimana siswa dituntut kritis, kerja keras, tangguh, handal, disiplin, dan tidak pernah menyerah mencari sumber informasi melalui berbagai media dimana teknologi masih terus berkembang. Dalam abad 21, pendidik juga harus mengimbangi peserta didik, hal ini dikarenakan tuntutan penggunaan IT yang semakin meluas. Siswa membutuhkan suatu pembelajaran yang membuat mereka tertarik untuk dilakukan dan diamati secara langsung. Untuk itu kurikulum yang digunakan sangat berpengaruh dengan tantangan pada abad ke-21 ini, tidak hanya pada IT tetapi pada fenomena yang terjadi di lapangan. Menurut Prastowo (2015: 16), dalam era yang menuntut akuntabilitas tantangan dengan kurikulum, bahwa siswa termotivasi oleh kebutuhan akan nilai tinggi, dibanding belajar untuk kepentingan pembelajaran. Paradoksnya, ini terjadi pada saat ketika 16

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ada lebih banyak hal yang harus dipelajari daripada yang pernah terjadi dalam sejarah planet ini, dan pengetahuan yang semakin eksponensial. Mengingat pembelajaran dan kemudian menyebutkannya kembali sudah tidak cukup lagi. Para siswa tidak hanya perlu mendapatkan keterampiln abad ke-21, misalnya, yang mencakup 3R (reading, writing, and arithmetic), namun lebih jauh lagi dari itu, maka penting bahwa kurikulum itu relevan dan bermakna untuk memastikan bahwa para siswa mencapai potensi pembelajaran mereka secara penuh, juga kultur penilaian perlu diganti dengan kultur belajar. Menurut Yani dan mamat (2018: 44), abad ke-21 juga menyinggung tentang pendidikan “karakter” dengan indikator pada kesadaran global, kesadaran ekonomi dan bisnis, literasi wirausaha, literasi kewarganegaraan, literasi kesehatan, dan literasi lingkungan. Kurikulum 2013 mengadopsi pendidikan karakter dari yang telah dikembangkan sebelumnya oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Tahun 2010. Nilai karakter yang dikembangkan ada 18 butir yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Untuk itu pentinglah kurikulum 2013 ini dilaksanakan agar bisa menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Sebagaimana kompetensi abad ke-21 yang meliputi keterampilan hidup dan karier; keterampilan inovasi dan belajar yang kemudian dikenal dengan istilah 4C, yang meliputi: a. Critical thinking and problem solving skill. Berpikir kritis merupakan proses kognitif untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi secara cerdas. Siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan 17

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antar sistem. Menurut Ruland (2003:1-3), berpikir kritis selalu mengacu dan berdasar kepada suatu standar yang disebut standar intelektual yang bersifat universal. Intelektual standar adalah standarisasi dalam berpikir kritis yaitu kejelasan (clarity), akurat, teliti, keseksamaan (accurary), kecepatan (precision), relevansi, keterkaitan (relevance), dan kedalaman (depth). b. Communication skill. Kompetensi komunikasi adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Kompetensi komunikasi meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dalam mengelola pertukaran pesan verbal dan nonverbal berdasarkan patokan-patokan tertentu. Tuntutan siswa untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. c. Collaboration skill. Kolaborasi adalah bentuk interaksi sosial yaitu aktivitas kerjasama yang ditunjukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami tugasnya pembagian masing-masing. tugas, Dalam dimana setiap kolaborasi orang melibatkan mengerjakan pekerjaannya sesuai tanggung jawabnya demi tercapainya tujuan bersama. Siswa menunjukan kemampuan dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif satu sama lain, menempatkan empati pada tempatnya, dan menghormati perspektif yang berbeda. d. Creativity and innovation skill. Kreativitas atau daya cipta adalah proses mental yang memunculkan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta 18

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI meninggalkan perlakuan yang bersifat menyamakan semua siswa tetapi lebih bersikap individual. 3. Perangkat Pembelajaran Perangkat adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pencapaian kegiatan yang diinginkan. Sementara pembelajaran adalah proses kerjasama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa seperti minat, bakat, dan kemampuan dasar yang dimiliki (Sanjaya, 2010: 26). Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16), perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Dari pengertian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan suatu perlengkapan yang digunakan guru untuk melakukan pengajaran, dimana bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman menjadi hal yang berguna dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam perangkat pembelajaran terdapat berbagai jenisnya, perangkat pembelajaran yang dimaksudkan adalah Prota (Program Tahunan), Prosem (Program Semester), Silabus, RPPTH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian). a. Program Tahunan dan Semester Menurut Hamalik (2004: 34), program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Kunandar (2014: 3), program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian. 19

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Marno (2014: 165), penyusunan program pembelajaran selama tahun pelajaran dimaksudkan agar keutuhan dan kesinambungan program pembelajaran atau topik pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam dua semester tetap terjaga. Berdasarkan pendapat para ahli, program tahunan merupakan rencana umum program pembelajaran yang dilaksanakan dalam satu tahun atau dua semester yang dibuat setiap awal tahun ajaran. Komponen yang berada dalam program tahunan yaitu identitas (berisikan muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (berisikan tema, sub tema, dan alokasi waktu). Menurut Marno (2014: 166), penyusunan program semester didasarkan pada hasil analisis hari efektif dan program pembelajaran tahunan. Menurut Mulyasa (2013: 68), program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Berdasarkan pendapat para ahli, program semester merupakan penjabaran dari program tahunan yang hendak dilaksanakan dalam satu semester. b. Silabus Menurut Permendikbud Nomor 22 tahun 2016, silabus merupakan acuan penyusunan perangkat pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Menurut Majid (2014: 207), silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan/ atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencangkup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Menurut Akbar (2013: 7), silabus pada dasarnya merupakan garis besar program pembelajaran. Menurut Kurniawan (2014: 112), silabus 20

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI adalah salah satu produk nyata yang dapat diamati sebagai hasil dari aktivitas pengembangan kurikulum. Dari pendapat para ahli tersebut dapat diartikan bahwa silabus merupakan produk nyata berupa rencana pembelajaran dari program pembelajaran untuk peserta didik yang mencangkup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Komponen yang biasanya ada dalam silabus yaitu: identitas (mata pelajaran, kelas, semester, waktu), kompetensi dasar, indikator hasil belajar, kegiatan belajar, sarana/ sumber, dan penilaian (bentuk/teknik), dimana penyajiannya dalam bentuk uraian naratif dan matriks (Kurniawan, 2014: 116). Dalam pengembangan silabus ini harus memperhatikan prinsip-prinsipnya antara lain ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa, sistematis, relevan, konsisten, dan cukup (Marno, 2014: 169). Untuk itu pembuatan silabus harus diperhatikan dengan seksama. Penggunaan silabus ini berguna sebagai acuan atau secara tidak langsung merupakan garis besar dalam pembelajaran. c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Fadlillah (2014: 143), menyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu bentuk perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran, dimana pendidik memperhatikan secara cermat, baik materi, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, maupun metode pembelajaran yang digunakan sehingga detail pembelajaran sudah tersususun 21 secara rapi dalam pelaksanaan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. Menurut Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah detail rencana aktivitas pembelajaran untuk mencapai satu KD tertentu atau gabungan KD apabila dalam pembelajaran terpadu (Kurniawan, 2014: 122). Dari pendapat para ahli tersebut dapat diartikan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang detail dalam suatu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pendidik secara langsung bertatap muka dengan peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup: (1) data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD, dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran dan metode pembelajaran; (6) media, alat, dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; (8) penilaian (Fadlillah, 2014: 148). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut haruslah dibuat dengan jelas dan sistematis, karena apabila tidak sistematis akan membuat berbeda dengan ruang lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah dibentuk. Dalam penyusunan RRP yang baik dan benar, menurut Permendikbud No. 81a tahun 2013 (dalam Fadlillah, 2014: 153), ada beberapa langkah yang harus diikuti dalam penyusunannya, yaitu: (1) mengkaji silabus; (2) mengidentifikasi materi pembelajaran; (3) menentukan tujuan pembelajaran (yang mengandung unsur A, B, C, D); (4) mengembangkan kegiatan pembelajaran; 22

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (5) penjabaran jenis penilaian; (6) menentukan alokasi waktu; (7) menentukan sumber belajar. Dalam istilah Suparan (dalam Prastowo, 2015: 170), unsur A, B, C, D berasal dari empat kata sebagai berikut: A (Audience), B (Behavioral), C (Condition), D (Degree). A = Audience adalah peserta didik yang akan belajar. B = Behavior adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting, yaitu kata kerja dan objek. Kata kerja menunjukkan bagaimana peserta didik mendemonstrasikan sesuatu, seperti menyebutkan, menjelaskan, menganalisis, menggergaji, dan melompat. Objek menunjukkan apa yang akan didemonstrasikan itu, misalnya, definisi demokrasi, cara menganalisis tumbuhan monokotil menjadi komponen dasarnya, dan gaya gravitasi. C = Condition. Komponen ketiga dalam indikator adalah C (Condition). C adalah kondisi, yang berarti batasan yang dikenakan pada peserta didik atau alat yang digunakan peserta didik pada saat ia di tes. D = Degree adalah tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai suatu perilaku. Adakalanya peserta didik diharapkan melakukan sesuatu dengan sempurna, tanpa salah, dalam waktu dua jam, dengan ketinggian 160 cm, atau ukuran-ukuran tingkat keberhasilan lainnya. Dalam contoh perumusan indikator di atas telah mencakup unsur kondisi, peserta didik, dan perilaku. 23

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat pembelajaran inovatif Menurut Suyatno (2009: 6), pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas guru atas dorongan gagasan baru untuk melakukan langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional) (Nurdin dan Hamzah, 2015: 106). Pembelajaran inovatif lebih mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun, dan dikondisikan untuk siswa agar belajar. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan jika pembelajaran inovatif merupakan suatu kegiatan pembelajaran dalam kaitannya dengan langkah-langkah yang dirancang secara berbeda dengan umumnya atau dengan pembaharuan metode yang digunakan. b. Karakteristik pembelajaran inovatif Suyatno (2009: 3) berpendapat, karakteristik dalam pembelajaran inovatif adalah: 1) Berpusat pada siswa. Pembelajaran menerapkan strategi pedagogi yang mengorientasikan siswa kepada situasi yang bermakna, kontekstual, dunia nyata, dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi pembelajar ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pelajaran yang dipelajarinya sekaligus keterampilan memecahkan masalah. 24

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Berbasis masalah. Pembelajaran hendaknya dimulai dari masalah-masalah aktual, otentik, relevan, dan bermakna bagi siswa. Dengan pembelajaran yang dimulai dari masalah, siswa belajar suatu konsep dan prinsip sekaligus memecahkan masalah. Dengan demikian, sekurang-kurangnya ada dua hasil belajar yang dicapai, yaitu jawaban terhadap masalah (produk) dan cara memecahkan masalah (proses). 3) Terintegrasi. Di dalam inovasi pembelajaran, pendekatan terintegrasi lebih diharapkan daripada pendekatan disiplin ilmu. Kelemahan pendekatan disiplin ilmu adalah siswa tidak dapat melihat sistem, mereka akan terkotak pada satu disiplin. 4) Berbasis masyarakat. Di masyarakat, segala bahan pembelajaran tersedia dari ilmu sosial sampai pada ilmu eksakta. Masyarakat juga merupakan cermin pembaharuan karena masyarakat selalu mengikuti perubahan zaman. Jadi pembelajaran inovatif tentunya harus berbasis masyarakat. 5) Memberikan pilihan. Pembelajaran harus menyediakan alternatif yang dipilih oleh siswa. Proses belajar adalah proses aktif yang harus dilakukan oleh siswa. Keharusan menyediakan pilihan juga berkaitan dengan karakteristik substansi disampaikan dan pengaruh strategi ilmu yang yang digunakan terhadap retensi siswa. 6) Tersistem. Seringkali hasil belajar bersifat hierarki, begitu pula substansi materi pelajarannya. Begitu pula keterampilanketerampilan tertentu terutama psikomotor yang bersifat 25

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI prosedural, memiliki langkah-langkah yang harus dilakukan secara sekuensial sebelum dapat menuntaskannya dengan baik. 7) Berkelanjutan. Setiap proses pembelajaran yang dilakukan meletakan dasar bagi pembelajaran berikutnya. Setiap konsep yang diperoleh pada pembelajaran sebelumnya harus dirangkai dengan kontinyu (berkelanjutan) dengan konsep baru yang diperoleh sehingga membentuk jalinan konsep di dalam benak seseorang. c. Keunggulan pembelajaran inovatif Menurut Tegeh (2016: 2541-2361), dari pembelajaran inovatif ini diperoleh dampak: 1) Pembelajaran yang dilakukan akan berubah dari berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. 2) Dari pembelajaran yang dilakukan, dapat membangun pengetahuan siswa lewat transfer pengetahuan. 3) Dari pembaruan pembelajaran yang dilakukan, siswa memperoleh pengalaman baru dan berkesan. 4) Dari konsep yang diajarkan membuat siswa disiapkan untuk siap menghadapi abad belajar. Dari dampat tersebut dapat disimpulkan jika pembelajaran inovatif lebih sesuai dengan kondisi siswa saat ini dan pembelajaran inovatif ini sejalan dengan apa yang ada di kurikulum 2013. d. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) Menurut Suparno (2015: 18), Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah suatu pedagogi bukan sekedar metode pembelajaran. Pedagogi yang dimaksud adalah suatu cara yang 26

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI digunakan guru dalam mendampingi siswa sehingga siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang utuh. Menurut tim redaksi Kanisius (2008: 39), Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah pola pikir dalam menumbuh kembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kemanusiaan. Menurut Subagya (2010: 9), pedagogi merupakan suatu cara seseorang pendidik menemani peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kepribadiannya. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) adalah cara untuk mendapingi siswa dalam pengembangan menjadi pribadi kemanusiaan sesuai dengan kepribadiannya yang secara menyeluruh melalui pendampingan secara langsung. Dalam hal ini pendidik melakukan pendampingan terhadap siswa yang diharapkan dapat mengalami secara langsung, yakin terhadap diri sendiri, dan memiliki keinginan untuk berjuang. Dalam PPR tujuan seluruh pendidikan adalah agar menjadi manusiaia yang utuh. Siswa yang hanya pandai dan mendapat nilai tinggi tetapi kalau dia egois, tidak rela membantu orang lain, dan tidak mau hidup bersama dengan temannya, dianggap belum menjadi manusia penuh dan utuh. Keutuhan pribadi bagi Pedro Arrupe adalah bernuansa integrasi, yaitu peka dan rela membantu dan hidup bersama oranglain (Suparno, 2015: 18). Oleh Kovenbach (dalam Subagya, dkk, 2010: 23), tujuan manusia utuh dalam pendidikan itu diterjemahkan dalam rumusan 3C keterampilan berikut: menguasai (competence), ilmu mempunyai pengetahuan/ hati nurani (conscience), dan mempunyai kepekaan untuk berbuat baik bagi orang lain yang membutuhkan (compassion). Berikut penjelasan rumusan 3C. 27

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Competence (ilmu pengetahuan) Competence berarti menguasai ilmu pengetahuan/ keterampilan sesuai bidangnya. Secara sederhana siswa telah mendalami dan mengolah bahan yang dipelajari, siswa menjadi kompeten dalam bidang tersebut. Secara kognitif, siswa menguasai bahannya, dapat menjelaskan bahan tesebut dengan benar, dan secara lebih mendalam siswa juga dapat melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan bidangnya tersebut. 2) Conscience (hati nurani) Conscience berarti mempunyai hati nurani yang dapat membedakan baik dan tidak baik. Selain mengetahui dan mempunyai kompetensi dalam bidangnya, siswa juga berkembang kompetensinya dalam hal membedakan baik dan tidak baiknya bidang tersebut, serta mempunyai kemampuan mengambil keputusan dengan benar. Secara sederhana, siswa dapat menganalisis segi baik dan buruknya bahan yang dipelajari, mengerti alasan moral dibaliknya, dan hatinya tergerak untuk memilih yang baik dari hal-hal yang dipelajari. 3) Compassion (kepedulian) Compassion berarti siswa mempunyai kepekaan untuk berbuat baik bagi orang lain yang membutuhkan, punya kepedulian pada orang lain. Siswa yang sungguh kompeten menurut PPR bukan hanya menjadi pandai tetapi sekaligus akan didorong untuk peka pada kebutuhan orang lain dan juga mau berbuat sesuatu berkaitan dengan bidangnya tersebut bagi kemajuan orang lain. 28

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Suparno (2015:11-12), Paradigma Pedagogi Reflektif sebenarnya suatu pedagogi pembelajaran atau pendidikan yang diambil alih dari suatu pendekatan Latihan Rohani (retret pribadi), yaitu usaha orang yang retret untuk dapat mengenal kehendak Tuhan dan berjumpa dengan Tuhan sendiri. Gallagher dan Musso mengungkapkan, PPR sebagai seni menajar dan cara belajar yang diambil dari Latihan Rohani St. Ignatius (2006). Dalam proses usaha bertemu dengan Tuhan itu seseorang yang retret dibantu oleh pembimbing retret. Tanpa keaktifan peserta retret untuk menemukan Tuhan, maka ia tidak akan menemukan apapun. Sedangkan pembimbing retret lebih membantu saja, sebagai fasilitator. Hubungan antara si retretan dan pemimbing adalah dialogis, sehingga si retretan dapat lebih terbuka untuk dibantu maju. Model pembelajaran dan bimbingan dalam retret oleh PPR diambil alih dalam bidang pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan dan nilai di Perguruan Tinggi. Dalam lingkup Perguruan Tinggi, si retretan adalah mahasiswa yang sedang belajar. Sedangkan yang dicari adalah ilmu pengetahuan, keterampilan, atau nilai hidup yang dipelajari. Sedangkan pembimbingnya adalah dosen atau pendidik. Oleh karena itu PPR sejalan dengan kurikulum 2013, kesamaan untuk mewujudkan siswa yang aktif dan mau berproses melalui usaha, agar nantinya siswa terbiasa untuk mencari pengetahuan. Apabila dalam lingkup Sekolah Dasar (SD), si retretan adalah siswa yang sedang belajar dan pembimbing adalah guru kelas. Oleh Duminuco, dkk (dalam Suparno, 2015: 21) unsur utama dalam PPR ada tiga yaitu pengalaman, refleksi, dan aksi. Ketiga unsur utama itu dibantu oleh unsur sebelum 29

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yaitu melihat konteks, dan dibantu oleh unsur setelah pembelajaran dengan evaluasi. Maka secara garis besar PPR mempunyai dinamika sebagai berikut: (1) konteks, (2) pengalaman, (3) refleksi, (4) aksi, dan (5) evaluasi. Dinamika itu dapat digambarkan seperti gambar 2.1 berikut. Gambar 2.1. Dinamika PPR 1) Konteks Menurut Tim Redaksi Kanisius (2008: 42), Konteks untuk menumbuhkembangkan pendidikan pertama, wacana tentang nilai-nilai yang ingin dikembangkan, agar semua anggota komunitas, guru, dan siswa menyadari bahwa yang menjadi landasan pengembangan bukan aturan, perintah, atau sanksisanksi, melainkan nilai-nilai kemanusiaan. Kedua, contoh-contoh penghayatan mengenai nilai-nilai yang diperjuangkan, lebih-lebih contoh dari pihak guru. Ketiga, hubungan akrab, saling percaya, agar siswa bisa terjalin dialog yang saling terbuka antara guru dan siswa. Menurut P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma (2008: 10), konteks adalah deskripsi tentang 30

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI “dengan siapa” berinteraksi, “bagaimana” latar belakang dan “seperti apa” lingkungan tempatnya berinteraksi, “apa” yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut, serta “mengapa” mengikuti kuliah ini. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran PPR ini diperlukan konteks agar guru dapat mengerti konteks yang terkait dengan siswa dalam proses pembelajarannya, karena jika konteks yang diberikan sesuai maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang diberikan. 2) Pengalaman Menurut Suparno (2015: 28), unsur penting dalam dinamika PPR adalah pengalaman (experiences). Pengalaman adalah suatu kejadian yang sungguh terjadi, dilakukan, dialami, dihidupi, yang dapat menyentuh pikiran, hati, kehendak, perasaan, maupun hasrat mahasiswa. Tanpa pengalaman dalam pembelajaran maka mahasiswa tidak akan dapat mendalami bahan dan memetik makna yang mendalam dari bahan yang dipelajari. Menurut P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma (2008: 12), pada tahap ini mahasiswa diajak mencari pemahaman baru dengan melakukan perbandingan, kontras, evaluasi, analisis, dan sintetis atas semua kegiatan moral serta psikomotorik untuk memahami realitas secara lebih baik. Pengalaman yang diolah berupa pengalaman hidup mereka sendiri (pengalaman langsung) atau pengalaman yang diperoleh dari membaca dan mendengarkan (pengalaman tidak langsung). Dari pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa pengalaman merupakan kejadian atau pemahaman baru 31

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang didapatkan secara langsung, yang dapat dipetik untuk dirinya sendiri. 3) Refleksi Langkah yang sangat penting dalam dinamika PPR adalah refleksi. Dalam tahap refleksi, mahasiswa dibantu untuk menggali pengalaman mereka sedalamdalamnya dan seluas-luasnya, dan mengambil makna bagi hidup pribadi, hidup bersama, dan hidup kemasyarakatan (Suparno, 2015: 28). Refleksi berarti mengadakan pertimbangan seksama dengan menggunakan daya ingat, pemahaman, imajinasi, dan perasaan menyangkut bidang ilmu, pengalaman, ide, tujuan yang diinginkan atau reaksi spontan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari apa yang dipelajari (P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma, 2008: 13). Dari pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa refleksi adalah kegiatan menggali kembali informasi atau nilai-nilai yang didapatkan untuk mendapatkan makna yang seluas-luasnya dari apa yang telah dipelajari. 4) Aksi Menurut Suparno (2015: 37), aksi adalah tindakan, entah masih batin atau sudah tindakan psikomotorik, yang dilakukan mahasiswa setelah mereka merefleksikan pengalaman belajar mereka. Secara nyata aksi dapat berupa dua hal, yaitu: sikap diri yang berubah lebih baik dan tindakan nyata keluar yang dapat dilihat dan dirasakan orang lain. Menurut P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma (2008: 16), tindakan adalah pertumbuhan batin yang menangkup dua tahap, yaitu pilihan-pilihan batin (hasil dari refleksi 32

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengalaman) dan manifestasi lahiriahnya (perwujudan nyata) yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa aksi adalah tindakan yang direalisasikan setelah kegiatan refleksi, dimana tindakan itu harus dapat dipertanggungjawabkan. 5) Evaluasi Evaluasi dimaksudkan untuk melihat secara keseluruhan bagaimana seluruh proses PPR itu terjadi dan berkembang. Dapat terjadi prosesnya tidak berjalan lancar, sehingga hasilnya memang tidak kelihatan. Bisa jadi ketidaklancaran karena konteks mahasiswa kurang diperhatikan oleh dosen, sehingga mahasiswa tidak sungguh mengalami sesuatu yang mendalam, tetapi hanya menghafalkan atau asal melakukan sesuatu (Suparno, 2015: 40). Dalam pedagogi ignasian, evaluasi tidak hanya dilakukan pada aspek akademis mahasiswa tetapi juga pada aspek kemanusiaan. Evaluasi dilaksanakan secara integratif untuk mendorong dosen dan mahasiswa memperhatikan pertumbuhan intelektual, sikap, dan tindakan-tindakan yang selaras dengan prinsip men and women for and with others (P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma, 2008: 19). Dari pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa evaluasi dilakukan oleh guru maupun siswa baik dalam proses keberhasilan atau kegagalan dalam pembelajaran maupun akademisnya. Kelebihan–kelebihan PPR (Tim Redaksi Kanisius, 2008: 58): 1) Dari segi integrasi: a) Pembelajaran berpola PPR murah; 33

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Tidak terhambat kurikulum baru, para pengawas, atau Diknas; c) Mengajarkan dan melatihkan nilai-nilai kristiani 42 jam per minggu. 2) Dari segi pengalaman, refleksi, dan aksi: a) Tidak terlalu banyak aturan, banyak sanksi, dan macam-macam pemaksaan seperti lazim di sekolah lain; b) Pendidikan yang otentik. 3) Dari segi pendidikan kristiani/pendidikan kemanusiaan: a) Ciri khas sekkolah Kristen/Katolik dapat diwujudkan dalam kegiatan kelas sehari-hari; b) Menjadikan keunggulan sekolah yang tidak dapat diungguli sekolah lainnya. 4) Dampak lain. a) Menambah calon siswa dalam PSB. b) Lebih mudah menepis isu kristenisasi. Dari kelebihan tersebut dapat disimpulkan jika PPR baik untuk diterapkan dalam pembelajaran siswa. Dalam penggunaannya dapat dipadukan dengan kurikulum terbaru saat ini dan semakin memperkuat aspek kemanusiaan pada siswa sejak dini. e. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Duch (dalam Shoimin, 2014: 130), Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan. Finkle dan Top (dalam Shoimin, 2014: 130), menyatakan bahwa Pembelajaran Berbasis 34

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Masalah (PBM) merupakan pengembangan secara stimulan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam berperan aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik. Menurut Sani (2014: 127), Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang penyampaiannya dilakukan dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan, dan membuka dialog. Dari pendapat beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem Based Learning merupakan suatu metode yang digunakan dalam pembelajaran dengan melatarbelakangi permasalahan sehari-hari ataupun yang ada di sekitar kita yang harus dipecahkan dengan beberapa konsep yang tercakup dalam pelajaran. Dengan adanya permasalahan yang digunakan menjadi ciri khusus dalam pembelajaran, dengan begitu tercipta suatu alur yang nantinya akan mengarah menjadi pemecah masalah yang dapat digunakan. Menurut Suprijono (2016: 202), pembelajaran berbasis masalah menggunakan masalah dunia nyata (kontekstual) supaya peserta didik belajar tentang cara berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan serta konsep esensial dari materi pembelajaran. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk merangsang peserta didik berpikir tingkat tinggi dan bagaimana mereka belajar. Untuk itu, pembelajaran berbasis masalah ini sesuai dengan karakteristik yang terdapat pada kurikulum 2013. Dengan begitu penggunaan model pembelajaran ini dapat digunakan dalam kurikulum 2013. Berpikir tingkat tinggi menurut Resnick (dalam Suprijono, 2016: 202) memiliki ciri-ciri: 35

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a) Non-algoritmik yaitu proses berpikir yang tidak sistematis, tidak tahap demi tahap, tidak linier, divergen, menuju beberapa target tujuan sekaligus. b) Kompleks artinya, dapat dilihat dari sudut pandang manapun. c) Jawaban multi solusi. d) Bernuansa judgment dan interpretasi. e) Multikriteria. f) Melibatkan self regulation proses berpikir. g) Melibatkan penentuan makna. h) Melibatkan keditakpastian. i) Melibatkan banyak usaha. Berdasarkan teori yang dikembangkan Barrow, Min Liu (dalam Shoimin, 2014: 130), karakteristik dari Problem Based Learning (PBL) yaitu: a) Learning in student-centered Proses pembelajaran dalam PBL lebih menitikberatkan kepada siswa sebagai orang belajar. Oleh karena itu, PBL didukung juga oleh teori kontruktivisme dimana siswa didorong untuk dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri. b) Authentic problems form the organizing focus for learning Masalah yang disajikan kepada siswa adalah masalah yang otentik sehingga siswa mampu dengan mudah memahami masalah tersebut serta dapat menerapkan dalam kehidupan profesionalnya nanti. c) New information is acquired through self-directed learning Dalam proses pemecahan masalah mungkin saja siswa belum mengetahui dan memahami semua pengetahuan 36

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI prasyaratnya sehingga siswa berusaha mencari sendiri melalui sumbernya, baik dari buku atau informasi lainnya. d) Learning occurs in small groups Agar terjadi interaksi ilmiah dan tukar pemikiran dalam usaha membangun pengetahuan secara kolaboratif, PBL dilaksanakan dalam kelompok kecil. Kelompok yang dibuat menuntut pembagian tugas yang jelas dan penetapan tujuan yang jelas. e) Teachers act as facilitators Pada pelaksanaan PBL, guru hanya berperan sebagai fasilitator. memantau Meskipun begitu perkembangan guru aktivitas harus siswa selalu dan mendorong mereka agar mencapai target yang hendak dicapai. Menurut Sani (2014: 157), Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem Based Learning (PBL) juga telah dikembangkan sebagai sebuah model pembelajaran dengan sintaks belajar sebagai berikut. 37

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 2.1 Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem Based Learning No. Fase Kegiatan Guru 1. Memberikan permasalahan peserta didik orientasi Menyajikan permasalahan, kepada membahas tujuan pembelajaran, memaparkan kebutuhan logistik untuk pembelajaran, memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif 2. Mengorganisasikan Membantu peserta didik peserta didik untuk dalam mendefinisikan dan penyelidikan mengorganisasikan tugas belajar/penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan 3. Pelaksanaan investigasi 4. Mengembangkan menyajikan hasil 5. Menganalisis mengevaluasi penyelidikan Mendorong peserta didik untuk memperoleh informasi yang tepat, melaksanakan penyelidikan, dan mencari penjelasan solusi dan Membantu peserta didik untuk merencanakan produk yang tepat dan relevan, seperti laporan, rekaman video, dan sebagainya untuk keperluan penyampaian hasil dan Membantu peserta didik proses melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses yang mereka lakukan Tahap pertama, memberikan orientasi masalah kepada peserta didik. Guru membahas tujuan pembelajaran, mendeskripsikan berbagai kebutuhan belajar, dan memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah. Pada awal pembelajaran, guru mengkomunikasikan dengan jelas maksud pembelajarannya, membangun sikap positif terhadap pelajaran itu, dan mendeskripsikan sesuatu yang 38

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diharapkan dilakukan peserta didik. Tak kalah penting pada tahap ini adalah guru menyampaikan makna dari pembelajaran berbasis masalah (Suprijono, 2016: 205). Tahap kedua, mengorganisasikan peserta didik belajar. Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang terkait dengan permasalahan yang hendak diinvestigasi. Dalam fase ini penting juga keterampilan dilakukan kolaborasi, guru adalah membantu mengembangkan peserta didik merencanakan tugas investigasi dan pelaporannya (Suprijono, 2016: 206). Tahap ketiga, membantu investigasi mandiri dan kelompok (pelaksanaan investigasi). Guru mendorong peserta didik mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, menguji hipotesis, dan mencari penjelasan serta solusi (Suprijono, 2016: 206). Tahap keempat, mengembangkan dan mempresentasikan dan memamerkan hasil kerja. Artefak yang dimaksud tidak sekedar laporan tertulis hasil investigasi. Termasuk artefak adalah rekaman video yang memperlihatkan situasi bermasalah dan solusi yang diusulkan. Setelah artefak dikembangkan guru mengorganisasian peserta didiknya mengadakan pameran (Suprijono, 2016: 207). Tahap kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah. Di fase ini guru membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap investigasi yang telah dilakukan baik dari segi proses maupun hasilnya. Guru membantu peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses berpikirnya sendiri maupun keterampilan intelektual dikembangkan (Suprijno, 2016: 207). 39 yang telah

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dalam penggunaannya, Problem Based Learning (PBL) mempunyai kelebihan dan kekurangan. Menurut Shoimin (2014: 132), kelebihan PBL yaitu: a) Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata. b) Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar. c) Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi. d) Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok. e) Siswa terbiasa pengetahuan, menggunakan baik dari sumber-sumber perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi. f) Siswa memiliki komunikasi kemampuan untuk ilmiah dalam kegiatan melakukan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka. g) Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching. Menurut Shoimin (2014: 132) kekurangan dalam PBL yaitu: a) PBM tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran. Ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah. b) Dalam suatu kelas memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas. 40

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Penelitian yang Relevan Yunanto. (2015). Melakukan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran sub tema kegiatan malam hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) sekolah dasar. Tujuan: untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sub tema “kegiatan malam hari” mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (I) sekolah dasar dan untuk mendeskripsikan kualitas produk prosedur perangkat pembelajaran sub tema “kegiatan malam hari” mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) sekolah dasar. Hasil analisis: perolehan skor rerata produk yang telah di validasi oleh pakar kurikulum 2013 dan dua guru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) yaitu 4,27. Kesimpulan: berdasarkan hasil skor tersebut menunjukan bahwa kualitas perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013 sub tema “kegiatan malam hari” mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (I) sekolah dasar memiliki kualitas “sangat baik” ditinjau dari (1) identitas RPPTH, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa, dan (11) bahasa. Utami. (2017). Pengembangan perangkat pembelajaran tematik dalam peningkatan karakter, motivasi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal pendidikan karakter, Tahun VII, No.1, April 2017. Tujuan: Untuk menghasilkan perangkat pembelajaran tematik integratif yang layak dan efektif untuk meningkatkan karakter santun dan bertanggungjawab, motivasi instrinsik dan prestasi belajar siswa. Hasil analisis: Berdasarkan data dan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan karakter, motivasi, dan prestasi belajar. Hal ini disebabkan perangkat pembelajaran tematik integratif meliputi silabus, RPP, LKS, media pembelajaran, dan soal tes prestasi belajar dikembangkan sesuai 41

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan karakteristik siswa serta mengintegrasikan metode dan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan karakter, motivasi, dan prestasi siswa efektif dan memudahkan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kesimpulan: (1) produk perangkat pembelajaran tematik integratif yang dikembangkan secara umum layak digunakan sebagai sumber belajar untuk kelas II SD. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli materi dan ahli media pembelajaran yakni silabus mendapat skor 65 kategori cukup baik, RPP mendapat skor 100 kategori baik, LKS mendapat skor 71 kategori baik, media mendapat skor 48 kategori sangat baik, dan soal tes prestasi belajar mendapat skor 61 kategori baik; (2) Produk yang dikembangkan memiliki keefektifan dalam peningkatan karakter, motivasi, dan prestasi belajar siswa. Hal ini ditinjau dari hasil pengamatan terhadap karakter dan motivasi serta hasil tes prestasi belajar pada tiap tahap uji coba produk. Susilowati. (2018). Pengembangan Perangkat pembelajaran terpadu tipe Treaded untuk siswa kelas IV SD mengacu kurikulum 2013. Bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas produk perangkat pembelajaran terpadu tipe Threaded untuk siswa kelas IV SD mengacu kurikulum 2013. Hasil analisis: Dari keseluruhan hasil validasi yang dilakukan oleh pakar pembelajaran terpadu dan guru kelas IV SD pelaksana kurikulum 2013 didapatkan skor rata-rata 4,26 dengan kategori “sangat baik”. Kesimpulan: Kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe Threaded untuk siswa kelas IV di sekolah dasar menurut pakar pembelajaran terpadu (A) termasuk dalam kategori “sangat baik” dan kualitas perangkat pembelajaran terpadu tipe Threaded untuk siswa kelas IV menurut guru sekolah dasar melalui uji coba terbatas, guru kelas IV SD (A) memberikan skor 4,03 dengan kategori “baik” dan guru kelas IV SD (B) memberikan skor 4,15 dengan kategori “baik”. Berdasarkan paparan dari ketiga penelitian di atas diketahui bahwa penelitian yang dilakukan berfokus pada pengembangan perangkat pembelajaran di Sekolah Dasar (SD). Penelitian pengembangan tersebut 42

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dilakukan sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, pada kebutuhan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Relevansi dari pemaparan penelitian yang pernah dilakukan yaitu: Gambar 2.2 Penelitian yang relevan C. Kerangka Berpikir Kurikulum 2013 pada pembelajaran di SD saat ini menjadi hal yang wajib untuk dipahami, maka pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan pembelajaran inovatif harus nampak. Dalam kurikulum 2013, diharapkan siswa dapat memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih baik. Untuk itu, dalam proses pembelajaran guru 43

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mempunyai peran penting dalam mutu pendidikan. Guru sebagai fasilitator dituntut untuk mengembangkan materi yang akan diberikan, dimana pembelajaran inovatif dirasa sangat perlu untuk digunakan demi kemajuan proses belajar peserta didik. Perangkat pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013 ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mengajar. Untuk mengembangkan pembelajaran inovatif, perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai acuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentu diperlukan. Perangkat belajar yang dibuat harus disesuaikan dengan pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013. Sementara guru belum mengetahui secara keseluruhan pembelajaran inovatif yang dimaksudkan. Dari hasil wawancara yang dilakukan, guru masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan kurikulum 2013 dan dalam pembuatan perangkat pembelajaran guru mengalami kesulitan. Kurikulum 2013 yang mengharuskan guru membuat perangkat pembelajaran inovatif dengan berbagai model pembelajaran dan kurangnya referensi membuat guru belum menguasai lebih mendalam makna dalam pembelajaran inovatif serta model-modelnya. Guru membutuhkan contoh berupa perangkat pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran yang inovatif, untuk itu peneliti menggunakan model pembeljaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Problem Based Learning (PBL) karena sesuai dengan kebutuhan siswa akan pendidikan karakter yang bernuansa sosial, terdapat nilai-nilai kehidupan, dan keingintahuan siswa mengenai hal-hal yang ada disekitar, yang merujuk pada permasalahan dengan berbagai pertanyaan. Berdasarkan analisis kebutuhan terkait dengan kurikulum 2013 maka peneliti membuat perangkat pembelajaran sub tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar, berdasarkan dari spesifikasi yang dikembangkan. Dengan begitu semakin menambah pemahaman guru mengenai pembuatan perangkat pembelajaran yang inovatif dan dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar 44

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI di sekolah. Langkah penelitian yang dilakukan dengan menganalisis kebutuhan, pengembangan produk berupa perangkat pembelajaran, validasi produk sebelum diujikan, uji coba produk, dan evaluasi produk. Gambar 2.3 Kerangka berpikir 45

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1. a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar menurut validator ahli kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas? 46

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2010: 407), Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Trianto (2010: 206), penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan. Sementara menurut Borg (dalam Sanjaya, 2010: 130), Research and Development (R&D) merupakan model penelitian yang banyak digunakan untuk pengembangan pendidikan. R & D sendiri menurutnya berkembang dalam penelitian yang dilakukan oleh dunia industri untuk menemukan suatu produk yang dianggap cocok dengan kebutuhan masyarakat. Dari beberapa pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa Research and Development (R&D) merupakan suatu metode penelitian untuk mengembangkan suatu produk tertentu yang dapat diujikan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Sanjaya (2013: 130), tujuan dari penelitian R&D adalah menghasilkan suatu produk yang dianggap handal karena telah melalui tahap-tahap pengujian dan revisi, produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan lapangan dan sesuai dengan hasil analisis kebutuhan, proses pengembangan produk dilakukan secara ilmiah dengan menganalisis data secara empiris. 47

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Sugiyono (2010: 408) langkah-langkah penelitian dan pengembangan ditunjukan pada gambar berikut: Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan metode Research and Development (R&D) Berikut ini penjelasan secara ringkas mengenai langkah-langkah penelitian dan pengembangan, antara lain: 1. Potensi dan masalah Potensi merupakan segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sementara masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini harus ditunjukan dengan data empirik atau empiris, yaitu dimana data yang diambil melalui hasil observasi ataupun percobaan. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan dari laporan penelitian orang lain, atau 48

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. 2. Mengumpulkan informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual dan up to date, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut (Sugiyono, 2010:411). 3. Desain produk Dalam bidang pendidikan, produk-produk yang dihasilkan melalui peneitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan, yaitu lulusan yang jumlahnya banyak, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan. Produk pendidikan misalnya kurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu, metode mengajar, media pendidikan, buku ajar, modul, kompetensi tenaga kependidikan, sistem evaluasi, model uji kompetensi, penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu, model unit produksi, model manajemen, sistem pembinaan pegawai, sistem penggajian, dan lain-lain. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan adalah berupa desain produk baru, yang lengkap dengan spesifikasinya. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya (terdapat penjelasan mekanisme penggunaan, cara kerja). 4. Validasi desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk yang telah dibuat, penilaian yang dilakukan berdasarkan pemikiran rasional dan belum ada fakta lapangan. Validasi ini dilakukan dengan menghadirkan beberapa pakar atau ahli yang berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang. Validasi dapat dilakukan dalam forum diskusi, yang sebelumnya telah dipresentasikan proses penelitian dengan keunggulannya. 49

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Revisi desain Apabila telah dilakukan validasi oleh pakar atau ahli, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Untuk mengurangi kelemahan yang dimiliki dapat dikurangi dengan cara melakukan perbaikan desain. 6. Uji coba produk Dalam bidang pendidikan, desain produk dapat diuji coba setelah divalidasi dan dilakukan revisi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi, setelahnya diujicobakan pada kelompok terbatas. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah produk yang diuji tersebut efisien dan efektif. Untuk itu, pengujian dapat dilakukan dengan eksperimen, dengan cara membandingkan keadaan sebelum dan sesudah memakai produk baru atau dengan membandingkan antar kelompok. 7. Revisi produk Revisi ini ditujukan agar produk yang dibuat semakin baik dan keberhasilan dalam pengujian semakin meningkat pula. 8. Uji coba pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan sudah direvisi, maka selanjutnya produk akan diterapkan pada lingkup yang luas. 9. Revisi produk Dilakukan kembali revisi produk agar saat pembuatan masal produk yang dihasilkan sudah benar dan kekurangan yang dimiliki dari revisi pertama tidak terulang kembali. 10. Pembuatan produk masal Bila produk sudah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka perangkat pembelajaran tersebut baru dapat dipergunakan. B. Seting Penelitian Seting penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini meliputi tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian. 50

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Tempat penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri Ngabean Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. KHA Dahlan nomor 81 Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, DIY. 2. Subjek penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru kelas I dan siswa kelas I SD Negeri Ngabean tahun ajaran 2018/2019. 3. Objek penelitian Objek dalam penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. 4. Waktu penelitian Waktu penelitian terhitung mulai bulan April 2018 sampai Februari 2019. Penelitian ini dimulai dari wawancara analisis kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. C. Prosedur pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkahlangkah dari pengembangan Borg and Gall, dimana pengembangan ini digunakan untuk mengembangkan suatu produk pengembangan. Penelitian ini tidak mengambil kesepuluh langkah dari prosedur penelitian dan pengembangan Borg and Gall namun membatasinya menjadi tujuh langkah yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Pembatasan ini dilakukan karena peneliti tidak melakukan produksi secara masal yang akan memakan waktu dan biaya yang cukup banyak. Oleh karena itu, penelitian ini dibatasi sampai pada tahap ke tujuh. Berikut langkah-langkah pengembangan Borg and Gall yang digunakan oleh peneliti: 51

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3.2 Prosedur pengembangan penelitian 1. Potensi dan Masalah Peneliti mencari masalah dengan melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara yang dilakukan oleh 3 guru kelas I SD, yaitu 1 guru di SD Ngabean, dan 2 guru dari SD daerah Sleman. Wawancara ini dilakukan untuk mencari tahu adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Dalam wawancara ini, 52

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti juga mencari tahu apakah guru tersebut membutuhkan perangkat pembelajaran. 2. Pengumpulan Informasi Setelah melakukan analisis kebutuhan, peneliti menemukan masalah yaitu guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang di dalamnya terdapat pembelajaran inovatif dan keberagaman model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kurikulum 2013. Kesulitan ini dialami guru karena sedikitnya sumber informasi terbaru dan sudah biasa hanya melakukan pembelajaran dengan model-model tertentu saja. 3. Desain Produk Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 dengan langkah (1) mengembangkan instrumen penilaian produk, (2) menganalisis kurikulum yang mengacu pada Taksonomi Bloom, (3) menyusun konsep KD dan indikator dalam pembelajaran yang memperhatikan unsur ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree), (4) membuat Prota, Prosem, Silabus, dan RPPTH. 4. Validasi Desain Peneliti melakukan validasi oleh validator ahli kurikulum sebagai evaluasi formatif. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti divalidasi oleh dua validator. Validasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan pada perangkat pembelajaran sebelum dilakukan uji coba produk. 5. Revisi Desain Peneliti melakukan perbaikan produk perangkat pembelajaran berdasarkan kritik dan saran perbaikan dari kedua validator pada produk yang telah divalidasi. 6. Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan di SD Negeri Ngabean untuk siswa kelas 1 dengan jumlah siswa yaitu 26 siswa. Pada saat dilakukan uji coba 53

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI produk, peneliti melakukan evaluasi formatif dari guru dan teman. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sistem pembelajaran yang dirancang sudah berjalan efektif atau tidaknya. Dengan begitu peneliti dapat mengetahui kualitas produk yang telah dibuat. 7. Revisi Produk Berdasarkan hasil dari uji coba produk yang telah dilakukan, peneliti melakukan revisi kembali pada produk yang telah diujicobakan. Revisi ini adalah revisi terakhir sebagai penyempurna produk berdasarkan saran dan kritik yang diberikan. D. Uji coba terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Subjek uji coba terbatas pada penelitian pengembangan ini adalah guru dan semua siswa kelas I SD Negeri Ngabean yang berjumlah 26 siswa pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2018. 2. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi (dalam Sudaryono dkk, 2013: 30), instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen yang diartikan sebagai alat bantu merupakan saran yang dapat diwujudkan dalam benda, contohnya: angket, daftar cocok, skala, pedoman wawancara, lembar pengamatan atau panduan pengamatan, soal ujian, dan sebagainya (Sudaryono, 2013: 30). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, wawancara dan lembar validasi produk yang berbentuk cek list atau daftar cek. a. Pedoman observasi Pedoman observasi digunakan sebagai acuan untuk melakukan pengamatan dalam kegiatan belajar mengajar antara guru 54

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan siswa di kelas 1, sehingga dapat memperkaya informasi yang didapatkan melalui kegiatan mengamati saat dilakukan pembelajaran oleh guru. b. Pedoman wawancara Pedoman wawancara digunakan sebagai acuan untuk melakukan wawancara kepada guru SD kelas 1 sehingga peneliti mengetahui dan memperoleh informasi yang dibutuhkan, yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan kebutuhan guru. c. Lembar kuesioner Lembar kuesioner ini digunakan dalam kelengkapan instrumen yang memuat pertanyaan dalam memvalidasi produk. Lembar kuesioner ini menggunakan skala Likert 1 sampai 5, dimana semakin besar nilainya semakin valid pula pertanyaan yang diberikan. 3. Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono (2018:187), pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. Berikut uraian dari teknik pengumpulan data yang digunakan: a. Interview (wawancara) Menurut Larry Cristensen (dalam Sugiyono, 2018:188) mengatakan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan 55

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI data dimana pewawancara (peneliti atau yang diberi tugas melakukan pengumpulan data) dalam mengumpulkan data mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. Djaali dan Muljono (dalam Yaumi, 2014), mengungkapkan bahwa wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan tanya jawab baik secara lisan, sepihak, berhadapan muka, maupun dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Sementara menurut Mahmud (2011: 173), wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban responden. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan mengajukan pertanyaan kepada responden atau yang diwawancarai untuk mendapatkan informasi. Peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan 3 guru kelas I sekolah dasar yang menerapkan kurikulum 2013 dengan menggunakan pedoman wawancara. Wawancara ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh guru terkait dengan perangkat pembelajaran di sekolah dasar. b. Observasi Hadi (dalam Sugiyono, 2018: 196), mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Menurut Mahmud (2011: 168) observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Sementara Creswell (dalam Sugiyono, 2018: 197), menyatakan observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian. 56

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa observasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara mengamati suatu kegiatan kemudian mencatat hasil pengamatan secara sistematis. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. a. Data kualitiatif Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan para guru SD kelas I untuk menganalisis kebutuhan yang ada. Data kualitatif ini juga diperoleh dari kritik dan saran yang dikemukakan oleh validator pembelajaran inovatif yang yang telah memvalidasi produk penelitian dan berdasarkan kritik dan saran dari guru SD kelas I saat uji coba produk dilaksanakan. b. Data kuantitatif Data berupa skor dari penilaian oleh validator pembelajaran inovatif dan skor dari penilaian uji coba produk. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner yang diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), tidak baik (1). Setelah skor diperoleh dari validator, maka dianalisis rata-rata skor Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata skor: Rata-rata (x) = Skor yang didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima menurut Sukarjo (2008: 10), sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk. 57

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Konversi Nilai Skala Lima Interval skor X > X +1,80 Sbi X i + 0,06 Sbi < X ≤ X i + 1,08Sbi X i – 0,06 Sbi < X ≤ X i + 1,08Sbi X i ,80Sbi < X ≤ X i -0,60Sbi X< X i - 1,80Sbi Kategori Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang baik Keterangan ( X i) (Rerata ideal) = 1 (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) 2 Sbi (Simpangan baku ideal) = 1 (skor maksimal ideal + skor minimal 6 ideal) X = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas perhitungan datadata kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut: Diketahui = Skor maksimal ideal : 5 Skor minimal ideal : 1 1 (5+1) = 3 2 Rerata ideal ( X i) : Simpangan baku ideal (Sbi) : 1 (5-1) = 0,067 6 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik dan sangat kurang baik. Jawaban: 58

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kategori sangat baik = X > X i + 1,80Sbi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4.21 = X i + 0,60Sbi < X ≤ X I + 1,80Sbi Kategori baik = 3+(0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21 = X i – 0,60Sbi < X ≤ X i + 0,60 Sbi Kategori cukup baik = 3 –(0,60 . 0,67) < X ≤ X i +(0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 = X i – 1,80Sbi < X ≤ X i – 0,60Sbi Kategori kurang baik = 3 – (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 – (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 = X ≤ X i – 1,80Sbi Kategori sangat kurang baik = X ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 – (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut: Tabel 1.2 Data kualitatif konversi skala lima Interval skor X > 4,21 3,40 < x ≤ 4,21 2,60 < x ≤ 3,40 1,79 < x ≤ 2,60 x≤ 1,79 59 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang data

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Jadwal penelitian Penelitian ini dijadwalkan dalam tabel berikut: Tabel 3.3 Jadwal penelitian    Februari 2019  Januari 2019  November 2018 Desember 2018  Oktober 2018 Agustus 2018  September 2018 Juli 2018 Juni 2018 Kegiatan Mei 2018 No April 2018 Waktu (Bulan) 1. Analisis kebutuhan  2. Menyusun proposal  3. Pengembangan bentuk awal produk 4. Validasi produk 5. Revisi produk 6. Uji coba produk 7. Revisi produk 8. Ujian skripsi  9. Revisi akhir      60 

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian perangkat pembelajaran ini adalah melakukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan ini dengan wawancara. Wawancara dilakukan dengan tiga (3) guru kelas 1 dari tiga SD yang berbeda, yaitu Ibu S dari SD Negeri Ngabean, Ibu W dari SD N Deresan, dan Ibu NW dari SD N Babarsari. Wawancara ini dilakukan pada bulan Juli 2018. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru pada kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif di Sekolah Dasar khususnya perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dapat dijadikan acuan khususnya dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013. 1. Hasil observasi dan wawancara analisis kebutuhan Hasil observasi dilakukan dengan berpedoman pada 29 butir pernyataan untuk observasi guru dan 10 butir pernyataan untuk observasi siswa dalam melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif. Berikut data hasil observasi guru dalam analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif. Butir pertama yaitu guru membuka pembelajaran dengan berdoa. Ketiga guru sudah melakukan kegiatan awal di mulai dengan berdoa. Butir kedua yaitu presensi kepada siswa. Ketiga guru sudah mengupayakan melakukan presensi terhadap siswa. Butir ketiga yaitu penggunaan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar. Kedua guru telah menggunakan apersepsi dalam pengantar pembelajaran, tetapi ada salah satu guru yang belum menggunakan apersepsi. 61

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir keempat yaitu penjelasan tujuan pembelajaran. Ketiga guru tidak menjelaskan perihal tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan langsung merajuk pada kegiatan inti. Butir kelima yaitu pemberian motivasi kepada siswa. Ketiga guru tidak memberikan motivasi. Butir keenam yaitu menyampaikan cakupan materi dan penjelasannya. Ketiga guru tidak menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari. Butir ketujuh yaitu pelibatan siswa dalam proses mencari informasi mengenai materi pembelajaran. Ketiga guru melibatkan siswa dalam proses mencari informasi, hal ini berkaitan dengan proses belajar siswa. Butir kedelapan yaitu guru mengguakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang tepat. Kedua guru tidak menggunakan media pembelajaran, sementara satu guru menggunakan media pembelajaran. Butir kesembilan yaitu penggunaan metode yang sesuai. Ketiga guru tidak menggunakan metode yang sesuai. Butir kesepuluh yaitu penggunaan model yang sesuai dengan karakteristik siswa. Ketiga guru tidak menggunakan mdel yang sesuai, hanya condong ke beberapa siswa saja. Butir kesebelas yaitu penerapan 5M. Ketiga guru sudah menerapkan 5M dalam kegiatan pembelajaran, namun kegiatan itu tidak runtut. Butir kedua belas yaitu penggunaan bahasa baku. Ketiga guru sudah menerapkan penggunaan bahasa baku jika mengajar siswa. Butir ketiga belas yaitu penggunaan artikulasi dan volume yang jelas. Kedua guru sewaktu megajar menggunakan artikulasi dan volume yang jelas, terdapat pula guru yang menambahkan tekanan pada kalimat tertentu saat mengajar. Tetapi ada satu guru yang volume pada saat mengajar belum jelas bagi siswa. Butir keempat belas yaitu penggunaan pakaian yang rapi dan berwibawa ketiga guru sudah menggunakan pakaian rapi sesuai dengan seragam. Butir kelima belas yaitu pemusatan perhatian siswa 62

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan tidak terpaku pada salah satu siswa. Ketiga guru sudah tidak berpaku pada salah satu siswa, pemusatan sudah dilakukan adil. Tetapi terkadang masih berpusat pada siswa dengan cara nonverbal. Butir keenam belas yaitu pemberian contoh pada kehidupan sehari-hari. Ketiga guru sering menyinggung mengenai kehidupan sehari-hari dalam memberikan penjelasan beserta contohnya. Butir ketujuh belas yaitu pemberian apresiasi siswa. Kedua guru tidak memberikan apresiasi siswa, hanya satu guru yang memberikan apresiasi siswa berupa tepuk tangan. Butir kedelapan belas yaitu penggunaan sumber belajar berbasis teknologi. Ketiga guru tidak menggunakan sumber belajar berbasis teknologi dalam pembelajarannya. Butir kesembilan belas yaitu pengkondisian siswa. Ketiga guru dapat mengkondisikan siswanya agar sesuai rencana kegatan belajar yang digunakan. Butir keduapuluh yaitu penekanan pendidikan karakter siswa. Kedua guru belum menekankan pada pendidikan karakter, sementara satu guru sudah menekankan pendidikan karakter pada siswa. Butir keduapuluh satu yaitu membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. Ketiga guru sudah membuat pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa, sehingga siswa tertarik dalam belajar. Butir keduapuluh dua yaitu guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran siswa. Ketiga guru belum memposisikan diri menjadi fasilitator, arah pembelajaan yang berpusat pada guru lah yang terjadi. Butir keduapuluh tigas yaitu membuat ringkasan secara lisan. Ketiga guru sudah mengupayakan membuat catatan ringkas secara lisan. Butir keduapuluh empat yaitu guru membuat ringkasan secara tertulis. Ketiga guru tidak membuat ringkasan secara tertulis dengan siswa. Butir keduapuluh lima yaitu menunjukan sumber lain. Ketiga guru tidak menunjukan atau menggunakan sumber lain, sumber yang digunakan hanya sebatas buku tematik guru dan juga siswa. 63

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir keduapuluh enam yaitu perefleksian siswa dan guru. Ketiga guru tidak melakukan refleksi bersama seusai pembelajaran dilaksanakan. Butir keduapuluh tujuh yaitu pemberian motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. Kedua guru tidak melakukan pemberian motivasi, hanya satu guru saja yang memberikan motivasi kepada siswa. Butir keduapuluh delapan yaitu pemberian evaluasi siswa. Ketiga guru sudah memberikan evaluasi siswa pada kegiatan penuupnya. Butir keduapuluh Sembilan yaitu pemberian tindak lanjut hasil belajar. Ketiga guru tidak melakukan tindak lanjut kepada siswa. Hasil observasi siswa dilakukan dengan berpedoman pada 10 butir pernyataan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif. Berikut data hasil observasi siswa. Butir pertama yaitu partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Di ketiga SD siswanya sudah berpartisipasi aktif. Butir kedua yaitu pemberian umpan balik siswa terhadap guru. Siswa dari ketiga SD tidak memberikan umpan balik. Butir ketiga yaitu perhatian siswa ke guru saat menyampaikan materi. Siswa dari ketiga SD sudah memperhatikan guru saat penyampaian materi. Butir keempat yaitu siswa mengajukan pertanyaan. Siswa dari kedua SD jarang mengajukan pertanyaan kepada guru, hanya satu siswa SD yang mengajukan pertanyaan. Butir kelima yaitu kemampuan bekerjasama siswa. Siswa dari kedua SD belum dapat untuk melakukan kerjasama, tetapi salah satu siswa SD sudah dapat bekerjasama. Butir keenam yaitu siswa dapat mengkomunikasikan hasil diskusi. Siswa dari ketiga SD belum dapat mengkomunkasikan hasil diskusi. Butir ketujuh yaitu antusias siswa dalam belajar. Siswa dari kedua SD antusias dalam pembelajaran, tetapi ada satu siswa SD yang beberapa kurang semangat. Butir kedelapan yaitu pemahaman yang 64

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI disampaikan guru. Siswa dari ketiga SD sudah memahami hal-hal yang disampaikan saat guru mengajar pembelajaran di kelas. Butir kesembilan yaitu bantuan guru kepada siswa untuk merangkum pembelajaran secara lisan. Siswa dari ketiga SD tidak dibantu guru dalam proses ini. Butir kesepuluh yaitu bantuan guru kepada siswa untuk merangkum pembelajaran secara tertulis. Siswa tidak dibantu guru untuk merangkum pembelajaran secara tertulis. Hasil wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 22 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran inovatif. Berikut data hasil wawancara dengan guru SD yang melaksanakan kurikulum 2013 yang akan dijelaskan pada setiap butirnya. Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai kapan SD mulai menerapkan kurikulum 2013. Satu SD mulai menerapkan pada tahun 2013 karena merupakan SD percontohan, satu SD menerapkan pada tahun 2014, dan salah satu lagi pada awal kurikulum 2013 sudah dikeluarkan. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai keikutsertaan guru dalam pelatihan kurikulum SD 2013. Ketiga guru telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 sebelum dilakukan penerapkan dan satu guru melakukan pelatihan kembali setelah dilakukan penerapkan kurikulum 2013. Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai pemahaman guru terhadap kurikulum 2013. Ketiga guru sudah mengetahui tentang kurikulum 2013, salah satu guru mengatakan jika dalam kurikulum ini menuntut anak untuk mandiri, dapat menguasai aspek spiritual, sosial, pengetahuan, keterampilan. Menurut guru yang lain, kurikulum 2013 ini dimana pembelajaran tematiknya terpadu dengan dan mempunyai keterkaitan satu pembelajaran dengan yang lainnya. Serta penilaian yang berada di dalam kurikulum 2013 ini terlalu rumit, banyak, dan susah. 65

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai karakteristik dalam kurikulum 2013. Salah satu guru ada yang tidak mengetahui karena tidak begitu paham, sedangkan kedua guru lainnya mengetahui tetapi hanya sebatas terpadu, saintifik dan lainnya tidak begitu paham. Butir pertanyaan kelima yaitu mengenai pemahaman guru terkait pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Kedua guru sudah mengetahui pendekatan saintifik, sementara salah satu guru belum begitu mengetahui karena hanya tahu sebatas keruntutan pembelajaran. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai cara merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Ketiga guru membuat cara perumusan indikator dan tujuan dengan berbeda-beda, satu guru dengan melihat langsung pada kemampuan anak baru bisa membuat indikator, guru satunya dengan melihat KD lalu menyesuaikan karakter siswa. Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Cara yang digunakan oleh ketiga guru tersebut berbeda-beda, salah satu guru dengan mengganti model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari siswa, dan ada pula yang mengikuti anak lalu diarahkan secara satu persatu. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai penggunaan RPP pada setiap pembelajaran dengan model yang berbeda. Kedua guru belum tentu menggunakan model pembelajaran yang berbeda pada setiap RPP yang dibuat karena masih bergantung pada mood anak dan berpedoman pada buku guru saja. Sementara salah satu guru hanya menggunakan satu model pembelajaran untuk diterapkan ke semua RPP yang dirancang. Jadi belum ada variasi yang terjadi antara satu dengan yang lainnya. Butir pertanyaan kesembilan yaitu mengenai upaya mengembangkan tercapainya pendidikan karakter pada tujuan 66

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. Ketiga guru sudah mengupayakan pendidikan karakter pada tujuan, tetapi masih untuk pencapaiannya masih terdapat kendala yang dihadapi. Seperti halnya pada diskusi kelompok yang bersamasama sekelas dan penerapan yang terkadang tidak sesuai dengan rencana yang dirancang yang bisa menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21. Dua guru mengetahui tetapi hanya beberapa hal saja, tidak seluruhnya, dan satu guru menyatakan jika belum mengetahui mengenai keterampilan abad 21 yang dimaksudkan. Butir pertanyaan kesebelas yaitu mengenai merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait keterampilan berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dalam membuat RPP. Ketiga guru secara keseluruhan belum mengetahui karena terkendala pada waktu, tetapi terdapat satu guru yang mengetahui dua hal saja (berfikir kritis dan kreatif). Butir pertanyaan kedua belas yaitu mengenai pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas. Ketiga guru masih menggunakan metode ceramah, karena selain keterbatasan metode atau model yang diketahui juga karena penjelasan lisan dianggap lebih efektif untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Namun hal itu tidak dilakukan secara terus menerus, tergantung pula pada pokok bahasan yang diangkat. Butir pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai penggunaan model pembelajaran inovatif yang lain atau hanya model yang itu-itu saja. Ketiga guru pernah memakai model pembelajaran inovatif yang lain, tetapi yang disebutkan hanya Problem Based Learning (PBL) dan Example non Example. Butir pertanyaan keempat belas yaitu mengenai pengetahuannya tentang pembelajaran inovatif. Kedua guru mengetahui model 67

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif, yaitu yang membuat anak kreatif, senang, menemukan cara sendiri, identik dengan kurikulum 2013, dan membuat anak antusias. Sementara salah satu guru belum mengetahui, tetapi dapat membuat contoh penerapan yang sesuai dengan karakteristik. Butir pertanyaan kelima belas yaitu mengenai kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan model pmbelajaran inovatif. Kesulitan yang dialami setiap guru ini berbeda, ada yang kesulitan karena beda materi berbeda pula karakteristik siswanya, terkendala pada waktu yang sebentar sementara materi masih banyak, dan juga masih kesulitan pada bahan serta contoh yang diberikan. Butir pertanyaan keenam belas yaitu mengenai bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami. Untuk mengatasi masalah yang ada, ketiga guru ini melakukan hal yang berbeda. Salah satu guru ada yang membuat kembali media yang baru seperti halnya dengan membuat lagu dengan isi materi, guru kedua dengan menyempatkan diri membuat RPP di sekolah jadi dapat meminimalisir waktu, sementara guru yang lain lebih ke menyerahkan pada pihak wali murid lalu diadakan kerjasama antara kedua belah pihak. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai ketersediaan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 di sekolah. Ketiga guru menyatakan jika terdapat semua contoh perangkat pembelajaran, ada yang kurang lengkap atau penggunaannya tergantung dari guru. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai perlu tidaknya contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 (model PBL, Inkuiri, model pembelajaran inovatif, kuantum, PPR, dsb). Ketiga guru sangat membutuhkan atau memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif jika memang ada. Butir pertanyan kesembilan belas yaitu mengenai siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. 68

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ketiga guru mengatakan bahwa siswa belum ada yang merasa bosan, siswa cenderung lebih aktif, dapat membangun karakter jujur, peduli, aktif, semakin tumbuh antusias siswa, dan malah merasa senang. Butir pertanyaan kedua puluh yaitu mengenai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Ketiga guru mempunyai rencana untuk mengembangkan namun pada pelaksanaan ke depan tidak tahu. Tetapi demi meningkatkan prestasi, guru mengusahakan yang terbaik untuk siswa. Butir pertanyaan keduapuluh satu yaitu mengenai perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini. Ketiga guru menyetujui akan diterapkannya pembelajaran inovatif agar siswa jadi tidak bosan, tertarik, dan mandiri. Butir pertanyaan keduapuluh dua yaitu mengenai pengetahuan guru tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom yang revisi. Dari ketiga guru semuanya belum mengetahui tentang jenis belajar menurut Taksonomi Bloom. 2. Pembahasan hasil observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa guru belum secara penuh menerapkan kegiatan pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013. Ketika menerapkan pembelajaran tersebut guru mengalami beberapa kendala yang dimiliki, pemahaman yang masih kurang akan pembelajaran inovatif, peserta didik juga kurang melakukan umpan balik. Guru juga belum terpusat pada siswa, sehinga yang terjadi yaitu teacher center, hal ini belum sesuai dengan karakteristik dari kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa guru belum secara keseluruhan memahami mengenai pembelajaran 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif. Pembelajaran yang diketahui hanya sebatas terikat dengan kurikulum 2013, ketika akan mengembangkan perangkat pembelajaran juga guru masih merasa kesulitan karena terdapat model atau metode yang diketahui hanya itu-itu saja (belum bervariasi) dan mengembangkan pendidikan karakter serta keterampilan abad 21 masih belum jelas bagi guru tersebut. Pelatihan kurikulum 2013 sudah dilakukan oleh ketiga guru, namun guru tersebut masih mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi ini berkaitan dengan perangkat pembelajaran inovatif terkait perencanaan dalam pembelajaran, penilaian, dan evaluasi. Sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh ketiga guru kelas I, guru belum mengetahui jenis belajar menurut Taksonomi Bloom edisi revisi yang terbaru dan guru mengalami kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif. Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013. Melalui contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi kepada guru bagaimana contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 agar nantinya guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran secara mandiri. B. Deskripsi Produk Awal Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Problem Based Learning (PBL). Produk yang dihasilkan berupa Prota, Prosem, Silabus, dan RPP sejumlah 6. Langkah awal yang dilakukan yaitu menganalisis kompetensi dasar pada satu semester yaitu semester gasal di kelas I. Selanjutnya peneliti membuat Prota dengan cara melihat tema, sub tema, dan alokasi waktu yang digunakan pada panduan buku guru dan 70

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa. Lalu membuat Prosem yang dijabarkan setiap tema dalam satu semester dengan disesuaikan jam belajar efektif. Peneliti melakukan pemetaan KD yang sesuai dengan Sub Tema yang dipilih dalam kurikulum 2013. Jika sudah sesuai, kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator dengan menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan Taksonomi Bloom pada kategori tinggi atau HOTS (C3, C4, C5, C6). Peneliti melakukan analisis KD dan indikator pada setiap bidang studi setiap pembelajaran yang ada dalam satu Sub Tema tersebut. Silabus dilengkapi dengan penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Selanjutnya peneliti membuat peta konsep pada setiap mata pelajaran yang terkait dalam Tematik. Setelah itu peneliti mulai membuat satu Sub Tema atau enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada pemetaan KD dan indikator. Dalam pembuatannya RPP terdiri dari (1) data sekolah, muatan pelajaran yang terkait, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran (yang disesuaikan dengan mencangkup A (audience), B (behavior), C (condition), D (degree), KD, dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran dan metode pembelajaran; (6) media, alat, dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; (8) penilaian, (9) lampiran (berupa lembar literasi, materi pembelajaran, LKPD, media pembelajaran, instrumen dan rubrik penilaian). Dalam model pembelajaran, peneliti menggunakan model pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk pembelajaran ke kedua, ketiga, dan keenam, sementara Problem Based Learning (PBL) digunakan pada pembelajaran kesatu, keempat, kelima. Peneliti menambahkan buku refleksi pada model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) yang nantinya akan digunakan siswa untuk merefleksikan hal-hal yang sudah dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, peneliti juga mengembangkan desain pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran pendekatan scientific sesuai dengan kurikulum 2013. 71

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RPP dibuat untuk satu hari mengajar atau 6JP (6 x 30 menit). Sesuai dengan peta konsep KD dan indikator, peneliti membuat minimal satu indikator pada setiap KD yang ada, peneliti membuat indikator pada setiap mata pelajaran yang terkait dengan Tematik yaitu, Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, SBdP, dan PJOK. Dalam pembuatan langkah-langkah kegiatannya harus memperhatikan komponen 4C. Komponen ini penting karena siswa akan melakukan berbagai kegiatan yang bermakna, selain itu juga harus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa agar nantinya pembelajaran dapat diterapkan dalam keseharian secara langsung. RPP dibuat untuk dua penggalan dalam satu hari. Penggalan dilakukan agar terdapat batasan (biasanya istirahat) atau penggunaan evaluasi. Di setiap awal memulai penggalan disisipi kegiatan awal yang akan mengarahkan kembali siswa untuk belajar perpaduan dari beberapa mata pelajaran. Sedangkan dalam satu hari itu biasanya terdapat dua sampai tiga mata pelajaran yang diajarkan. Peneliti mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk melengkapi RPP yang dibuat. LKPD dibuat semenarik mungkin untuk siswa mencari informasi sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan. Kegiatan yang tertera pada LKPD diharapkan untuk mengetahui ketercapaiannya terhadap indikator dan tujuan pembelajaran yang dibuat. Setiap kegiatan mengacu pada pendekatan scientific, dimana dalam pendekatan ini membuat siswa lebih aktif karena belajar secara langsung dan pemuatan 5M Mengomunikasikan) (Mengamati, dilakukan Menanya, oleh siswa. Mencoba, Peneliti Menalar, mendesain pembelajaran sesuai dengan pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning. Peneliti juga menyertakan refleksi pada setiap akhir penggalan pembelajaran. Refleksi siswa dibuat dengan menggunakan dua atau tiga pertanyaan (short test) mengenai perasaan yang dirasakan oleh siswa. Selain itu, siswa dapat menuliskan kebermaknaan pembelajaran yang telah dilakukan, kesulitan, serta bagaimana mengatasi kesulitan yang dihadapi. 72

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Khusus untuk pembelajaran dengan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) peneliti menambahkan sebuah buku refleksi khusus (educare). Refleksi ini nantinya akan digunakan siswa untuk membantu membangun pengetahuan siswa yang mendalam dan menangkap maknanya secara utuh. Peneliti melampirkan materi pembelajaran dalam RPP yang dibuat. Materi mengacu pada Kompetensi Dasar (KD), indikator ketercapaian pembelajaran dan buku paket siswa, dengan disusun secara ringkas, jelas, dan mencakup semua materi dalam kegiatan pembelajaran selama satu hari pertemuan. Peneliti melampirkan media pembelajaran baik yang berisikan video atau lagu, gambar-gambar yang mendukung pembelajaran, dan lainlain. Lampiran RPP juga terdapat lembar evaluasi yang akan dikerjakan siswa serta penilaian. Evaluasi dan penilaian dilakukan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yang telah dilaksanakan. Evaluasi dibuat untuk setiap indikator yang akan disertai dengan instrumen penilaian yang menjadi pedoman dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan yaitu penilaian otentik sesuai dengan karakteristik kurikulum 2013. Penilaian yang dilakukan berdasarkan KI 1, 2, 3, dan 4 sesuai yang dibuat pada RPPTH. C. Validasi Mahasiswa PPG dan Revisi Produk 1. Data Validasi Mahasiswa PPG Produk awal yang telah dibuat oleh peneliti berupa Prota, Prosem, Silabus, dan RPP kemudian diberikan kepada dua orang validator untuk dilakukan validasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dibuat, apakah sudah layak atau perlu diubah, dan sebagainya. Validasi berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi ini, peneliti akan mendapat masukan berupa saran dan komentar guna perbaikan produk yang telah dibuat. Masukan dari validator digunakan peneliti 73

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk memperbaiki perangkat pembelajaran sehingga layak diujicobakan. Validator yang dipilihkan adalah satu orang mahasiswa PPG yang sudah terbiasa berhadapan atau membuat perangkat pembelajaran inovatif sesuai dengan kurikulum 2013 edisi revisi, yaitu Ibu SN dan satu guru SD N Ngabean Ibu S, sebagai pelaksana kurikulum 2013. Validasi dilakukan sebanyak satu kali. Terdapat beberapa aspek penelitian terhadap komponen perangkat pembelajaran inovatif dalam instrumen validasi yang digunakan peneliti yaitu, pada Program Tahunan (PROTA), Program Semester (PROSEM), dan Silabus terdiri dari, (1) identitas komponen, (2) kelengkapan komponen, (3) waktu yang dipergunakan, (4) kesesuaian materi pokok dengan KI/KD, (5) keterkaitan antara komponen satu dengan yang lainnya. Pada RPP yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kesesuaian indikator dengan KI/KD, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi pembelajaran, (5) strategi pembelajaran, (6) pemilihan media pembelajaran, (7) pemilihan sumber pembelajaran, (8) evaluasi, (9) kemampuan mengembangkan HOTS, (10) skenario pembelajaran, (11) pengembangan 5M, (12) pengembangan 4C, (13) kelengkapan instrumen evaluasi, (14) media, (15) LKPD, (16) Bahasa. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan validator pembelajaran inovatif dengan Ibu SN, maka validator memberi rerata skor pada model pembelajaran PPR pembelajaran ke-2 , yaitu skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (10) indikator HOTS belum nampak. LKPD: (5) tampilan dibuat lebih menarik lagi. Bahasa: (2) sesuaikan kalimat agar mudah dipahami. 74

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ibu SN memberi rerata skor pada model pembelajaran PPR pembelajaran ke-3 , yaitu skor 4,07 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (1) hari dan tanggal belum diisi, (3) ada beberapa komponen yang belum degree, (8) sumber belajar perlu ditambahkan, (10) indikator HOTS belum nampak, (13) lebih diperjelas lagi langkah-langkahnya. LKPD: (3) perhatikan font pada LKPD. Bahasa: (1) cek, ada beberapa kesalahan dalam penulisan. Ibu SN memberi rerata skor pada model pembelajaran PPR pembelajaran ke-6, yaitu skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (8) sumber belajar diperbanyak lagi, (10) ada beberapa yang belum mencapai HOTS, (13) langkah-langkah diperjelas, (15) keterampilan dasar 4C belum menyeluruh. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan validator pembelajaran inovatif dengan Ibu SN, maka validator memberi rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-1, yaitu skor 4,2 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (3) perhatikan unsur degree, (6) langkah-langkah perlu diperjelas, (8) sumber belajar ditambah. Bahasa: (2) perhatikan penulisannya. 75

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ibu SN memberikan rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-4, yaitu skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (3) perhatikan komponen ABCD nya, (14) pengembangan 5M diamati kembali. Media: (3) ditambah lagi agar tata letak lebih menarik. Bahasa: (1) lebih dikonsistensikan lagi tata bahasanya. Ibu SN memberikan rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-5, yaitu skor 4,45 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu SN sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: PROTA: (3) belum ada keterangan jumlah alokasi dengan total jam pelajaran dalam satu tahun RPP. RPP: (1) identitas dilengkapi, (7) media dibuat lebih konkret lagi. LKPD: (5) dibuat lebih menarik lagi. Bahasa: (1) tata tulisan diperbaiki lagi. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh ibu SN selaku validator pembelajaran inovatif, telah direvisi sesuai dengan saran yang diberikan. Saran dan revisi tersebut dijabarkan pada tabel berikut, yaitu: Tabel 4.1 Saran validator SN dalam pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan revisi No. 3. Aspek yang dinilai Komentar Prota (Program Tahunan) Jumlah jam efektif (16 Belum ada minggu) sesuai dengan keterangan jumlah jumlah minggu efektif, alokasi dengan total jumlah alokasi waktu jam pelajaran dalam sama dengan total jam satu tahun. 76 Revisi peneliti Peneliti menambahkan keterangan alokasi dengan total jam pelajaran sesuai

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 1. 3. 8. 10. 13. 15. Aspek yang dinilai Komentar Revisi peneliti pelajaran dalam satu dengan jumlah tahun. dalam satu tahun. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kejelasan dan Hari dan tanggal Menambahkan hari kelengkapan Identitas belum diisi. dan tanggal sesuai RPP (satuan palaksanaan pendidikan, kelas, penelitian. semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). Tujuan pembelajaran Ada beberapa Mengubah (kesesuaian tujuan komponen yang beberapa dengan indikator, kata belum degree. komponen agar kerja dapat diukur, sesuai dengan mencakup komponen A komponen ABCD. (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Pemilihan sumber Sumber belajar perlu Menambahkan belajar (bahan cetak, ditambahkan atau sumber belajar dari lingkungan sekitar dan diperbanyak lagi. lingkungan sekitar internet). maupun buku-buku tambahan. Mengembangkan Ada beberapa Mengubah kemampuan berpikir indikator yang indikator yang tingkat tinggi pada belum HOTS/ belum belum sesuai agar indikator (C4-C6 / nampak. bisa mencapai HOTS). HOTS. Rancangan kegiatan Lebih diperjelas lagi Mengubah dan pembelajaran sesuai langkah-langkahnya. menambahkan dengan sintaks langkah-langkah (langkah-langkah) kegiatan agar lebih model Paradigma terlihat. Pedagogi Reflektif (PPR). Mengembangkan 4 Keterampilan dasar Menambahkan keterampilan dasar 4C belum beberapa belajar abad 21 4C menyeluruh. komponen yaitu berpikir kritis sehingga (critical thinking), keterampilan 4C berpikir kreatif dapat menyeluruh. (creative thinking), 77

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 3. 5. 1. 2. Aspek yang dinilai kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Komentar LKPD Kelayakan bahasa Perhatikan font pada (kalimat dengan kaidah LKPD. Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan tampilan Lebih dibuat (daya tarik sampul/ menarik lagi. cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Bahasa Penggunaan bahasa Cek, ada beberapa sesuai dengan PUEBI kesalahan dalam (Panduan Umum Ejaan penulisan Bahasa Indonesia). Bahasa yang digunakan Sesuaikan sesuai dengan tingkat agar perkembangan siswa. dipahami. Revisi peneliti Font lebih disesuaikan agar mudah dibaca oleh siswa kelas I. Menambahkan beberapa gambar atau border agar lebih berwarna dan menarik. Mengganti beberapa kalimat yang sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). kalimat Mengubah mudah beberapa kalimat untuk lebih disederhanakan. Tabel 4.2 Saran validator SN dalam pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (PBL) dan revisi No. 3. Aspek yang dinilai Komentar Revisi peneliti Prota (Program Tahunan) Jumlah jam efektif (16 Belum ada Peneliti minggu) sesuai dengan keterangan jumlah menambahkan jumlah minggu efektif, alokasi dengan total keterangan alokasi 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 3. 6. 7. 8. 14. 3. Aspek yang dinilai Komentar Revisi peneliti jumlah alokasi waktu jam pelajaran dalam dengan total jam sama dengan total jam satu tahun. pelajaran sesuai pelajaran dalam satu dengan jumlah tahun. dalam satu tahun. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tujuan pembelajaran Perhatikan unsur Mengubah (kesesuaian tujuan degree. komponen agar dengan indikator, kata sesuai dengan kerja dapat diukur, komponen ABCD. mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Strategi Pembelajaran Langkah-langkah Menambahkan (pendekatan, model, perlu diperjelas. beberapa langkah metode; langkahkegiatan agar lebih langkah pembelajaran; nampak lagi alur dan tahapan kegiatan pembelajarannya. pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. Pemilihan media Media lebih konkret Menambahkan pembelajaran (sesuai lagi. komponen media dengan tujuan, materi, yang konkret yang dan kondisi kelas). dapat membuat siswa paham. Pemilihan sumber Sumber belajar Menambahkan belajar (bahan cetak, ditambahkan. sumber belajar dari lingkungan sekitar dan lingkungan sekitar internet). dan buku-buku yang menunjang materi pembelajaran. Mengembangkan 5M Pengembangan 5M Menambahkan dan dalam kegiatan inti perlu diamati lagi. mengganti yaitu: mengamati, beberapa menanya, mencoba, komponen dalam menalar dan kegiatan ini agar mengomunikasikan. 5M lebih bervariasi. MEDIA Keharmonisan tata letak Ditambahakan lagi Menambahkan dan warna media, agar tata letak lebih beberapa 79

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 5. 1. 2. Aspek yang dinilai Komentar tingkat antusiasme menarik. siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD Kelayakan tampilan Tampilan lebih (daya tarik sampul/ dibuat menarik lagi. cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Bahasa Penggunaan bahasa Lebih sesuai dengan PUEBI dikonsistensikan dan (Panduan Umum Ejaan diperbaiki lagi tata Bahasa Indonesia). bahasanya Bahasa yang digunakan Perhatikan sesuai dengan tingkat penulisannya. perkembangan siswa. Revisi peneliti komponen ilustrasi agar lebih membuat siswa tertarik. Menambahkan beberapa komponen agar LKPD menarik. Mengubah beberapa kalimat agar lebih mudah dimengerti maksud dan tujuannya. Mengubah beberapa kalimat agar mudah dipahami siswa. 2. Revisi Produk Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh validator pembelajaran inovatif tersebut direvisi sesuai dengan masukan dan saran yang telah diberikan. Validator memberikan beberapa masukan pada komponen: (1) PROTA, melengkapi keterangan jumlah alokasi dengan jam pelajaran selama satu tahun; (2) kurang lengkap identitas pada RPP, peneliti menambahkan tanggal dan hari sesuai dengan 80

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pelaksanaan; (3) pada tujuan pembelajaran belum nampak komponen degree, peneliti mengubah dan menambahkan agar sesuai dengan komponen degree; (4) sumber belajar perlu ditambahkan, peneliti menambahkan sumber belajar dari lingkungan sekitar dan juga tambahan dari beberapa buku; (5) ada beberapa yang belum mencakup kemampuan berpikir tinggi, peneliti mengganti dan mengubah agar mencakup kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan ABCD; (6) langkah-langkah pembelajaran ada yang harus ditambahkan agar sesuai dengan model yang dipilih, peneliti menambahkan dan mengganti beberapa langkah kegiatan; (7) rubrik pedoman penskoran perlu dicermati, peneliti mengganti beberapa kriteria agar mudah dimengerti; (8) kelayakan bahasa pada LKPD harus diperhatikan, peneliti mengubah beberapa awalan huruf yang sesuai dengan siswa kelas I; (9) tampilan pada LKPD belum menarik, peneliti menambahkan bagian border dan beberapa gambar agar lebih menarik bagi siswa; (10) penulisan dan tanda baca belum sesuai, peneliti menyesuaikan kosakata dengan PEUBI; (11) perhatikan penulisan yang salah ketik, peneliti memperbaiki dan mengubah agar sesuai dan dapat dibaca. D. Uji Coba Terbatas 1. Data Uji Coba Terbatas Peneliti melakukan validasi produk perangkat pembelajaran melalui uji coba terbatas dengan satu orang guru SD kelas I. Guru tersebut adalah Ibu S dari SD Negeri Ngabean Yogyakarta. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2018, dengan siswa sebanyak 26 siswa di kelas I. Terdapat dua instrumen uji coba yaitu (1) instrumen untuk menilai guru atau peneliti saat uji coba perangkat pembelajaran, (2) instrumen untuk menilai siswa saat uji coba perangkat pembelajaran. Instrumen uji coba yang digunakan peneliti dibedakan menurut model 81

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang digunakan, model pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan model Problem Based Learning (PBL). Terdapat beberapa aspek yang dinilai yang dilakukan oleh guru kelas I dan calon guru sekolah dasar untuk menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran yaitu: (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) kepada siswa. Selanjutnya, (4) guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif), (5) guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi, (6) guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator pada saat pembelajaran, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (10) guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan karakter, (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landau, (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Selain guru kelas I dan calon guru sekolah dasar melakukan validasi untuk menilai peneliti saat melakukan uji coba perangkat pembelajaran, guru dan calon guru sekolah dasar juga menilai peserta didik saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran. Aspek dalam menilai peserta didik saat peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran yaitu: (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, 82

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan), (4) siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (7) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya. Berdasarkan hasil uji coba penilaian terhadap siswa dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) oleh validator guru S mendapat skor 4,25 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) oleh validator guru S mendapat skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap guru dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) oleh validator guru S mendapat skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap guru dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) oleh validator guru S mendapat skor 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil uji coba penilaian terhadap siswa dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) oleh observer M mendapat skor 4, 5 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) oleh observer M mendapat skor 4,87 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap guru dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) oleh observer M mendapat skor 4,14 dengan kategori “baik”. Hasil uji coba penilaian terhadap guru dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) oleh observer M mendapat skor 4,36 dengan kategori “sangat baik”. Terdapat beberapa aspek penelitian terhadap komponen perangkat pembelajaran inovatif dalam instrumen validasi yang digunakan peneliti yaitu, pada Program Tahunan (PROTA), Program Semester (PROSEM), dan Silabus terdiri dari, (1) identitas komponen, (2) 83

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelengkapan komponen, (3) waktu yang dipergunakan, (4) kesesuaian materi pokok dengan KI/KD, (5) keterkaitan antara komponen satu dengan yang lainnya. Sedangkan aspek penilaian terhadap komponen RPP yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kesesuaian indikator dengan KI/KD, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi pembelajaran, (5) strategi pembelajaran, (6) pemilihan media pembelajaran, (7) pemilihan sumber pembelajaran, (8) evaluasi, (9) kemampuan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), (10) skenario pembelajaran, (11) pengembangan 5M, (12) pengembangan 4C, (13) kelengkapan instrumen evaluasi, (14) media, (15) LKPD, (16) Bahasa. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan validator dengan Ibu S, maka validator memberi rerata skor pada model pembelajaran PPR pada pembelajaran ke-2, yaitu skor 4,52 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi komentar untuk beberapa komponen yaitu: RPP (1) lengkapi identitas pada bagian hari, tanggal dan waktu, (3) komponen degree belum nampak. LKPD (3) perhatikam kembali bahwa kelas I awal masih menggunakan huruf bukan kapital, (5) beri tampilan yang menarik untuk LKPD dengan memberi border atau gambar lain. Bahasa (1) meminimalisir typo dan penulisan disesuaikan dengan PUEBI, (4) beri contoh pada bagian evaluasi supaya siswa tidak bingung. Ibu S memberikan rerata skor pada model pembelajaran PPR pembelajaran ke-3, yaitu skor 4,37 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: RPP (1) lengkapi identitas pada bagian hari, tanggal, dan waktu, (3) degree belum nampak, (15) belum ada berpikir kreatif. LKPD (5) dibuat lebih 84

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menarik pada LKPD. Bahasa (1) perhatikan penulisan dan tanda baca kosa kata yang sesuai dengan PUEBI. Ibu S memberikan rerata skor pada model pembelajaran PPR pembelajaran ke-6, yaitu skor 4,65 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: RPP (lengkapi identitas pada bagian hari, tanggal, dan waktu, (3) perhatikan degreenya. Ibu S memberikan rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-1, yaitu skor 4,05 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: (1) lengkapi hari dan tanggalnya, (3) lampiran ABC sudah nampak, perhatikan komponen degree yang sering lupa. LKPD (3) gunakan huruf bukan kapital untuk LKPD dan materi yang akan diberikan kepada siswa, (5) LKPD bisa diberi border pada sisi kanan, kiri, atas bawah kertas. Bahasa (1) perhatikan penulisan dan tanda baca kosa kata yang sesuai dengan PUEBI. Ibu S memberikan rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-4, yaitu skor 4,62 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: RPP (1) hari dan tanggal belum diisi, (2) ada satu indikator yang belum mencapai komponen berpikir tingkat tinggi (HOTS), (10) ada satu indikator yang belum HOTS. Ibu S memberikan rerata skor pada model pembelajaran PBL pembelajaran ke-5, yaitu skor 4,6 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/ diujicoba 85

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu S sebagai validator, memberi catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu: RPP (1) lengkapi identitas pada bagian hari, tanggal, dan waktu, (3) perhatikan degree, (8) bisa ditambahkan dengan lingkungan sekolah. LKPD (1) LKPD ditambah gambar dan ilustrasi. 2. Revisi Produk Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh guru kelas I Sekolah Dasar (SD) Ibu S, direvisi sesuai dengan masukan dan saran yang telah diberikan. Saran dan revisi tersebut dijabarkan pada tabel berikut: Tabel 4.3 Saran validator S dalam pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan revisi No. 1. 3. 15. Aspek yang dinilai Komentar Revisi RPP Kejelasan dan Lengkap hari, Menambahkan hari kelengkapan identitas tanggal, dan waktu tanggal dan waktu RPP (satuan KBM. sesuai pendidikan, kelas, pelaksanaan. semester, tema / subtema / pembelajaran ke-, alokasi waktu / hari dan tanggal). Tujuan pembelajaran Perhatikan degree, Mengubah (kesesuaian tujuan ada yang belum beberapa dengan indikator, nampak. komponen agar kata kerja dapat degree nampak. diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Mengembangkan 4 Belum ada berpikir Menambahkan keterampilan dasar kreatif. komponen berpikir belajar abad 21 4C kreatif. yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif 86

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Aspek yang dinilai (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 3. Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 5. 1. 4. Penggunaan sesuai dengan (Panduan Ejaan Indonesia). bahasa PUEBI Umum Bahasa Komentar Revisi LKPD Perhatikan huruf Mengubah kapital untuk kelas beberapa huruf I. kapital yang ada dalam LKPD. Beri tambahan border atau gambar lain agar lebih menarik. BAHASA Meminimalisir typo, tanda baca dan penulisan beberapa kosa kata disesuaikan PUEBI. Menambahkan border dan gambar pada beberapa bagian LKPD. Mengubah kata atau kalimat yang typo, dan mengganti tanda baca serta penulisan beberapa kata atau kalimat. Kalimat yang Beri contoh pada Menambahkan digunakan jelas dan bagian evaluasi contoh pada mudah dimengerti. agar siswa tidak lembar evaluasi. bingung. 87

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Saran validator S dalam pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (PBL) dan revisi No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi RPP 1. Kejelasan dan Lengkapi identitas Menambahkan kelengkapan Identitas pada hari, tanggal, hari, tanggal, dan RPP (satuan dan waktu. waktu sesuai pendidikan, kelas, dengan semester, pelaksanaan tema/subtema/ penelitian. pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan Ada satu indikator Mengubah indikator dengan KI yang belum indikator agar dan KD. HOTS. HOTS nampak. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). Lampiran ABC sudah nampak, perhatikan komponen D yang sering lupa. Menambahkan komponen degree yang belum terlihat. LKPD 1. LKPD disajikan Ditambahkan Menambahkan secara sistematis, gambar dan gambar dan merupakan materi ilustrasi. ilustrasi yang atau tugas yang menarik. esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa 88

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi ingin tahu siswa. 3. Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kemultitafsiran kalimat). Gurnakan huruf Mengubah huruf bukan kapital pada LKPD dan untuk LKPD dan materi agar sesuai. materi yang diberikan kepada siswa. 5. Kelayakan tampilan Diberi tambahan (daya tarik sampul/ border pada setiap cover LKPD, sisinya. kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Menambahkan border dengan tampilan yang lucu. BAHASA 1. Penggunaan sesuai dengan (Panduan Ejaan Indonesia). bahasa PUEBI Umum Bahasa Perhatikan Mengubah penulisan dan beberapa kalimat tanda baca kosa dan menambahkan kata. tanda baca yang benar. E. Kajian Produk Akhir, Hasil Penelitian, dan Pembahasan Produk akhir diperoleh dari saran perbaikan yang diberikan oleh validator PPG, selaku mahasiswa yang sudah terbiasa dengan perangkat pembelajaran inovatif kurikulum 2013 dan guru kelas I SD selaku pelaksana kurikulum SD 2013. Peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali. Revisi dilakukan pada produk awal berdasarkan masukan yang diberikan oleh validator. Kemudian peneliti melakukan uji coba di SD dengan 89

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI subjek guru dan siswa kelas I. Berdasarkan uji coba tersebut, peneliti mendapat masukan dari 1 guru kelas. Masukan dari guru kelas tersebut digunakan peneliti untuk melakukan revisi akhir terhadap produk yang telah dibuat sehingga menjadi produk akhir. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta lampiran yamg berupa lembar literasi, penilaian, rangkuman materi, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk siswa kelas I SD. Dalam penelitian ini akan diberikan hasil dari penelitian berupa data hasil rekapitulasi validasi dan penilaian mengajar. Dari data tersebut nantinya akan dilakukan pembahasan terhadap data yang diperoleh. 1. Kajian Produk Akhir Produk akhir perangkat pembelajaran telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang diberikan validator dan guru SD. Peneliti memperbaiki komponen yang berada di PROTA (Program Tahunan), sehingga dapat sesuai dengan pendapat ahli yang menyebutkan jika program tahunan komponennya yaitu: identitas (yang berisikan muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (berisikan tema, sub tema, dan alokasi waktu) sesuai dengan jumlah jam efektif. Kesesuaian itu dihasilnya melalui beberapa proses revisi peneliti dengan validator yang telah dilakukan. Pada program semester telah sesuai dengan aturan revisi kurikulum 2013, dengan memuat identitas (satuan pendidikan SD N Ngabean, kelas I, semester gasal dan tahun pelajaran 2018/2019) dan isiannya terdisi atas tema, sub tema, pelajaran, bulan, alokasi waktu. Silabus disesuaikan dengan kurikulum 2013 yaitu identitas satuan pendidikan SD N Ngabean, kelas I (satu), Tema Kegatanku Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari, dan alokasi waktu 1 minggu (5 hari pertemuan); memuat kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, memuat 4 aspek (spiritual, sosial, pengetahuan, 90

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan keterampilan); alokasi waktu (5 jam pelajaran); sumber belajar dari buku guru dan siswa. Peneliti memperbaiki RPP sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan. Komponen yang terdapat pada RPP yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) tujuan (memuat 4 unsur Audience, Behavior, Condition, Degree) dan indikator pembelajaran, (3) KI (kompetensi Inti), (4) kompetensi dasar dan indikator, (5) materi pembelajaran, (6) pendekatan Scientific, model pembelajaran inovatif (Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning), dan metode pembelajaran, (7) langkah-langkah pembelajaran, (8) media, alat, dan sumber belajar, (9) menggunakan penilaian otentik, (10) lampiran, (11) materi pembelajaran, (12) media pembelajaran, (13) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), (14) instrumen penilaian (sesuai dengan aspek spiritual, sosial, keterampilan), (15) lembar penilaian, rubrik penilaian, dan pedoman penilaian, (16) lembar refleksi. Pertama, identitas pada RPP berisikan satuan pendidikan, kelas/Semester, tema, sub tema, pembelajaran ke-, mupel yang terkait, alokasi waktu, hari dan tanggal. Kedua tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran didapatkan dari penurunan kompetensi dasar (KD) yang menjadi indikator, kemudian tujuan dari indikator disusun dengan urutan kompetensi yang memuat sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pada tujuan pembelajaran ini memuat unsur ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree). Ketiga kompetensi inti (KI), yaitu mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai SKL. Keempat kompetensi dasar (KD) dan indikator, KD merupakan kemampuan minimal dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada KI. Sementara indikator merupakan kemampuan minimal yang dapat diobservasi 91

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI 1 dan KI 2, dan kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI 3 dan KI 4 yang disusun berdasarkan kata kerja operasional sesuai dengan karakteristik pembelajaran. Kelima materi pembelajaran, yaitu memuat fakta, konsep/prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. Keenam pendekatan, model dan metode pembelajaran yaitu pemilihan yang sesuai dengan kurikulum 2013 meliputi tematik integratif, saintifik, model yang digunakan peneliti yaitu Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning (PBL). Ketujuh langkah-langkah pembelajaran diintegrasikan meliputi 4C, HOTS (kemampuan berpikir tingkat tinggi), literasi, dan pendidikan berkarakter. Kedelapan media, alat dan sumber belajar yang meliputi berbagai alat bantu proses belajar dalam menyampaikan materi untuk mendukung pencapaian kompetensi yang sesuai dengan karakteristik siswa. Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak atau elektronik, dan sumber belajar yang relevan. Kesembilan penilaian, memuat penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang menggunakan observarsi, tes tertulis atau tes lisan, penugasan, praktik, proyek, dan portofolio. Kesepuluh lampiran yaitu memuat literasi, urutan materi yang diperlukan dalam pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan (nantinya dalam bentuk foto), LKPD yang akan dikerjakan siswa yang dilengkapi dengan kunci jawaban, instrumen penilaian, pedoman penskoran. Lembar evaluasi digunakan sebagai langkah tindak lanjut yang diberikan guru untuk siswa. 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator mahasiswa PPG yang terbiasa dengan perangkat pembelajaran 92

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kurikulum 2013 edisi revisi dan satu guru kelas I sebagai pelaksana kurikulum SD 2013 diperoleh bahwa perangkat pembelajaran tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata 4,37. Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil validasi mahasiswa PPG dan guru SD kelas I Perangkat Pembelajaran No. 1 2 3 4 Validasi Skor Kategori Validator mahasiswa PPG dengan model pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (Sn) 4,24 Sangat baik Validator mahasiswa PPG dengan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (Sn) 4,32 Sangat baik Validator guru kelas I dengan model pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (S) 4,51 Sangat baik Validator guru kelas I dengan pembelajaran inovatif Problem Learning (S) 4,42 Sangat baik model Based 5 Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (S) 4,37 Sangat Baik 6 Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (S) 4,39 Sangat baik 7 Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif Paradigma Pedagogi Reflektif (M) 4,61 Sangat baik 8 Penilai uji coba perangkat pembelajaran inovatif model Problem Based Learning (M) 4,39 Sangat baik Jumlah 35,25 Rerata (Jumlah Total Responden) 4,41 Kategori Sangat baik Hasil validasi tersebut berpedoman pada 7 aspek yaitu 1) Program Tahunan (PROTA) yang memuat komponen identitas yang lengkap dan 93

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jumlah jam efektif yang sesuai dengan total jumah jam dalam satu tahun setiap tema dan sub tema, 2) Program Semester (PROSEM) yang memuat komponen identitas, materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) serta alokasi waktu yang digunakan proporsional, 3) Silabus yang memuat identitas sekolah, KD, tema subtema, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, keterkaitan antar komponen dalam silabus, 4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat komponen identitas, kesesuaian indikator, tujuan pembelajaran, kecakupan ABCD, kesesuaian materi dengan KD, strategi pembelajaran, pemilihan media, suber belajar, evaluasi, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), rancangan pembelajaran dengan model Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning (PBL), pengembangan 5M dan 4C, 5) media yang memuat kesesuaian dengan kompetensi, keterbacaan tulisan, keharmonisan tata letak, 6) LKPD yang memuat kesistematisan, kelayakan isi, kelayakan Bahasa, tampilan, 7) Bahasa. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif, validator mahasiswa PPG (Sn) memberi skor 4,24 dengan kategori “sangat baik”. Pada pembelajaran ke-2 memperoleh skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”, pembelajaran ke-3 memperoleh skor 4,07 dengan kategori “baik”, pembelajaran ke-6 memperoleh skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata ketiga skor yaitu 4,24 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, validator mahasiswa PPG (Sn) memberi skor 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Pada pembelajaran ke-1 memperoleh skor 4,2 dengan kategori “baik”, pembelajaran ke-4 memperoleh skor 4,32 dengan kategori “baik”, pembelajaran ke-5 memperoleh skor 4,46 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata ketiga skor yaitu 4,32 dengan kategori “sangat baik”. 94

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif, validator guru kelas I (S) memberi skor 4,51 dengan kategori “sangat baik”. Pada pembelajaran ke-2 memperoleh skor 4,52 dengan kategori “sangat baik”, pembelajaran ke-3 memperoleh skor 4,37 dengan kategori “sangat baik”, pembelajaran ke-6 memperoleh skor 4,65 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata ketiga skor yaitu 4,51 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, validator guru kelas I (S) memberi skor 4,42 dengan kategori “sangat baik”. Pada pembelajaran ke-1 memperoleh skor 4,05 dengan kategori “baik”, pembelajaran ke-4 memperoleh skor 4,62 dengan kategori “sangat baik”, pembelajaran ke-5 memperoleh skor 4,6 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata ketiga skor yaitu 4,42 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif, penilaian siswa (S) memberikan skor 4,25 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian guru (S) memberikan skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata kedua skor yaitu 4,37 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan Problem Based Learning, penilaian siswa (S) memberikan skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian guru (S) memberikan skor 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata kedua skor yaitu 4,39 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif, penilaian siswa (M) memberikan skor 4,87 dengan kategori “sangat baik”. Penilaian guru (M) memberikan skor 4,35 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata kedua skor yaitu 4,61 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, penilaian siswa (M) memberikan skor 4,5 95

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan kategori “sangat baik”. Penilaian guru (M) memberikan skor 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Jadi jumlah rerata kedua skor yaitu 4,39 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil siswa atau LKPD, siswa mampu memahami pertanyaan yang termuat di lembar LKPD dibuktikan dengan jawaban pertanyaan yang dapat dijawab oleh siswa. Pertanyaan yang diambil yaitu seputar kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Dari hasil belajar siswa sebelumnya terdapat kemajuan hasil belajar. Beberapa siswa memang masih ada yang belum lancar dalam menulis, tetapi ada perkembangan dari siswa tersebut yang dapat menjawab pertanyaan dari LKPD. Namun ada pula siswa yang mampu menyelesaikan soal lebih cepat dari siswa yang lain, jadi siswa tersebut diberikan soal tambahan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Dengan begitu siswa dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. Pada hasil uji coba produk yang dilakukan pada guru dan siswa tersebut, guru mengamati proses pelaksanaan pembelajaran inovatif, kesesuaian penggunaan pembelajaran inovatif dengan sintaks model PPR dan PBL, penerapan 5M yang lengkap, pengembangan keterampilan dasar abad 21, memposisikan diri sebagai fasilitator, pemusatan kepada siswa, keragaman media pembelajaran yang digunakan, pengembangan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran yang bervariasi, pengembangan pendidikan karakter, penciptaan suasanya yang menyenangkan, dan melakukan penlialaian otentik. Serta kegiatan siswa terlibat aktif, asyik, dan terkesan senang dalam proses pembelajaran membuat guru semakin tertarik dalam proses pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan dari hasil penilaian yang dilakukan oleh guru mendapat skor yang termasuk dalam kategori sangat baik dan guru juga merasa lebih termotivasi untuk membuat pembelajaran yang inovatif dengan berbagai model pembelajaran, namun fokusnya pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif dan model Problem Based Learning (PBL). Motivasi itu muncul ketika guru melakukan penilaian 96

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pernyataan uji coba produk pada siswa, sehingga selain mendapat pengetahuan baru guru juga mendapatkan contoh perangkat pembelajaran yang inovatif. Perangkat pembelajaran dinyatakan sangat baik karena memenuhi semua aspek dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang dibuat memuat: 1) komponen identitas lengkap, 2) indikator dan tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan standar kompetensi lulusan, 3) sudah mengandung unsur ABCD dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sudah nampak, 4) materi sesuai dengan KD, 5) strategi pembelajaran sudah sesuai dengan pendekatan scientific, 6) karakteristik pembelajaran inovatif dengan model Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning (PBL) nampak dalam RPP, pengembangan 5M, 4C pada langkah pembelajaran sudah nampak, 5) media yang memuat sudah sesuai dengan kompetensi, 6) LKPD yang memuat kesistematisan, kelayakan isi, sudah layak, 7) Bahasa yang digunakan sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dipaparkan dalam BAB I. Pertama cover depan produk terdiri dari judul Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar; logo universitas; nama penulis; keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar; jurusan yaitu Ilmu Pendidikan; fakultas yaitu Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan; universitas yaitu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; tahun pembuatan, yaitu 2019. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, Produk ditulis menggunakan theme font “times new roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas. Keempat, Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam penyusunan produk; dan kesediaan penulis menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang akan dikembangkan. Kelima, Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, perangkat pembelajaran terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), penilaian, lembar literasi, LKS (Lembar Kerja Siswa), rangkuman materi, media, dan lembar refleksi. Ketujuh, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang akan dibuat berjumlah 6 sesuai dengan jumlah pembelajaran dalam satu sub tema. Komponen perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap sesuai dengan pernyataan dari ahli Fadlillah yang menyatakan jika komponen RPP terdiri dari 1) identitas RPP (data sekolah, mata pelajaran yang terkait, kelas/semester, alokasi waktu); 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi; 9) lampiran yang berisi lembar literasi, LKS, media dan rubrik penskoran. Dalam satu Sub Tema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan enam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kedelapan, Menggunakan 2 metode simulasi dalam RPP, Penggunaan model pembelajaran inovatif dalam penelitian ini yaitu model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan model Problem Based Learning (PBL) beserta penjelasannya. Kesembilan, Mengandung karakteristik kurikulum 2013 (terpadu, saintifik, otentik, penguatan pendidikan karakter, kemampuan berfikir tingkat tinggi). Kesepuluh, Mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (4ccritical thinking, creative thinking, collaborative, communicative). Kesebelas, Soal penilaian harian (PH) meliputi penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan yang mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar sesuai dengan Permendikbud No. 23/2016 tentang standar penilaian. Kedua belas, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia 98

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 kegiatan siang hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar, dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 menurut validator mahasiswa PPG yang sudah terbiasa membuat perangkat pembelajaran inovatif dan validator guru kelas I sebagai pelaksana kurikulum 2013. 99

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif oleh kedua validator yaitu mahasiswa PPG dan salah satu guru kelas I sekolah dasar, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning diperoleh skor 4,37 dengan kualitas “sangat baik”. b. Berdasarkan hasil penilaian uji coba perangkat pembelajaran inovatif oleh guru kelas I sekolah dasar dan satu calon guru sekolah dasar, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Paradigma Pedagogi Reflektif dan Problem Based Learning diperoleh skor 4,44 dengan kualitas “sangat baik”. Jika hasil validasi pakar dan hasil uji coba terbatas dari guru digabungkan maka diperoleh rata-rata skor 4,41 dengan kualitas “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif siap untuk diujicobakan secara lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dipaparkan sebagai berikut: 1. Peneliti dalam mempraktekan mengajar hanya dilakukan sebanyak 1 kali untuk setiap model, karena sekolah hanya mengizinkan 2 kali mengajar untuk penelitian skripsi ini agar tidak mengganggu kegiatan pengejaran pembelajaran sekolah. 2. Validasi dalam perangkat pembelajaran yang dibuat hanya dilakukan satu kali, masing-masing oleh satu mahasiswa PPG dan satu guru kelas I karena keterbatasan waktu yang dimiliki validator pakar. 100

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Saran Saran yang dapat diberikan kepada peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SD yaitu sebagai berikut: 1. Tempat penelitian uji coba produk sebaiknya dilakukan di SD yang benar-benar bias dan bersedia untuk mengaplikasikan semua RPP yang dibuat sehingga data yang diperoleh lebih valid. 2. Instrumen untuk validasi perangkat pembelajaran sebaiknya divalidasi oleh validator pakar (dosen) sehingga valid tidaknya bisa diketahui secara pasti. 101

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abidin, Y. 2014. Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT. Refika Aditama. Abidin, Y. 2015. Pembelajaran Multiliterasi: Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad Ke-21 dalam konteks keindonesiaan. Bandung: PT. Refika Aditama. Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran Yogyakarta: Gava Media. Saintifik Kurikulum 2013. Daryanto., S. K. 2017. Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media. Fadlillah. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Hamalik, U. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Rosda karya. Kanisius, T. R. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif: Alternative Solusi Menuju Idealisme Pendidikan Kristiani. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Kanisius, T. R. 2012. Paradigma Pedagogi Reflektif (edisi revisi). Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Kurniawan, D. 2014. Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktek, dan Penilaian). Bandung: CV. Alfabeta. Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia. Majid, A. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Margiono, Y. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Sequenced untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mengacu Kurikulum 2013. Yogyakarta. Marno., M. I. 2014. Strategi, Metode, Dan Teknik Mengajar: Menciptakan Keterampilan Mengajar Yang Efektif & Edukatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Mulyasa. 2013. Mulyasa. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 102

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nurdin Muhammad, H. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM (Pembelajar Aktif Inofatif Lingkungan Kreatif Efektif dan Menarik). Jakarta: Bumi aksara. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. (n.d.). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 81a Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum. (n.d.). Prastowo, A. 2015. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu Implementasi Kurikulum 2013 Untuk SD/MI. Jakarta: Prenadamedia Group. Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. 2009: Rajawali Pers. Sani, R. A. 2014. Pembelajaran Saintifik Untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya, H. 2013. Penelitian Pendidikan Jenis Metode dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sanjaya, W. 2010. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode Dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Saputra, H. 2016. Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global Penguatan Mutu Pembelajaran Dengan Menerapkan HOTS (High Order Thinking Skills). Bandung: CV. Smile’s Indonesia Institute. Shoimin, A. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz Media. Subagya, S. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif Memahami Peserta Didik Menjadi Cerdas dan Berkarakter. Yogyakarta: Kanisius. Sudaryono., G. M. 2013. Pengembangan Instrument Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sukarjo. 2008. Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY. 103

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sunarti, S. R. 2014. Penilaian Dalam Kurikulum 2013 – Membantu Guru dan Calon Guru Mengetahui Langkah-langkah Penilaian Pembelajaran. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Suparno, P. 2015. Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suprijono, A. 2016. Model-Model Pembelajaran Emansipatoris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Susilowati, T. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Threaded untuk siswa kelas IV SD Mengacu Kurikulum 2013. Yogyakarta. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Jawa Timur: Masmedia Buana Pustaka. Tegeh, I. M. 2016. Implementasi Model-Model Pembelajaran Inovatif Untuk Pendidikan Vokasional Dalam Jurnal Seminar Nasional Vokasi Dan Teknologi. Bali: Universitas Pendidikan Ganesha. Tim P3MP., L. U. 2008. Pedoman Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignatian-P3MP. . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Utami, K. N. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik Dalam Peningkatkan Karakter, Motivasi dan Prestasi Belajar siswa. Yani Ahmad., M. R. 2018. Teori Dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. Yani, A. 2014. Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. Yaumi Muhammad., M. D. 2014. Action research: Teori, model & aplikasi. Jakarta: Kencana Prenademia Group. Yunanto, I. P. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Subtema Kegiatan Malam Hari Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I SD. Yogyakarta. Zuhdan, K. P. 2011. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains Terpadu Untuk Meningkatkan Kognitif, Keterampilan Proses, Kreativitas Serta Menerapkan Konsep Ilmiah Peserta Didik SMP. Yogyakarta: Program Pascasarjana UNY. 104

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN Lampiran 1. Pedoman Wawancara 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi) ? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentukcontoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? 105

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Pedoman Observasi 1. Pedoman observasi guru No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. Pertanyaan Kegiatan awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pembelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberi motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan Bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkondisikan siswa dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pad aproses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar 106

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. 28. 29. yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan 2. Pedoman observasi siswa No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 107

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Rangkuman Hasil Wawancara 1. SD Negeri Ngabean Nama guru: Suwansih, S.Pd No. Daftar pertanyaan Jawaban pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini Mulai dari pertama kali kurtilas menerapkan kurikulum dikeluarkan dan setelah sekolah 2013? lain menerapkan. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan 108 Sudah pernah dua kali. Sebelum dan sesudah kurtilas diterapkan. Menuntut anak untuk mandiri, menguasai penilaian spiritual, sosial, pengetahuan, keterampilan. Mengetahui. Anak harus mandiri dan sesuai dengan panduan yang ditetapkan. Pendekatan saintifik itu contoh dari model dan metode. Untuk menentukan indicator itu melihat dari tujuan yang kemudian dikembangkan lagi. Caranya mengganti model pembelajaran tergantung dari tujuan yang dicapai. Terkadang berbeda tetapi terkadang sama tergantung mood anak. Sudah hanya saja untuk diskusi kelompok masih kesulitan. Diskusinya hanya bareng-bareng di kelas. Setau saya anak hanya dituntut untuk dapat mandiri, aktif, dan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? kreatif. Hanya berfikirkitis dan kreatif saja. Masih. Dengan keterbatasan saya tau metode atau model membuat saya sering ceramah karena mudah dan praktis. bapak/ibu Pernah. Hanya PBL saja. model inovatif Apakah Pernahkah menggunakan pembelajaran yang lain? modelnya itu? Apakah ibu/bapak Narasumber kesulitan dalam mengetahui pembelajaran menjawab tetapi sudah dapat inovatif? membuat contoh penerapannya sesuai dengan karakteristik siswa. Kesulitan apa saja yang Kesulitan dalam menerapkan model bapak/ibu alami dalam inovatif di pembelajaran lain karena pembuatan model beda materi, beda karakter siswa pembelajaran inovatif? membuat materi sulit masuk. Bagaimana cara mengatasi Caranya membuat media yang baru kesulitan yang dialami? seperti membuat lagu yang isinya materi. Apakah contoh perangkat Kartu huruf untuk membantu siswa pembelajaran inovatif dalam membaca. yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih Masih sangat perlu diberi contoh perlu bentukcontoh untuk RPP pembelajaran yang inovatif. perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model 109

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. 20. 21. 22. kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? Tidak pernah. Anak malah aktif dan dapat membangun karakter anak seperti jujur, pedulu, aktif, mandiri, percaya diri, tanggungjawab. Ya. Saya ingin sekali mengembangkan pembelajaran inovatif untuk kemajuan prestasi belajar siswa. Penting. Karena anak menjadi tidak bosan dalam belajar. Anak dapat mandiri, aktif, dan kreatif. Belum tau. 2. SD Negeri Deresan Nama guru: Warsi, S.Pd No. Daftar pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini Sejak tahun 2014, sekarang sudah menerapkan kurikulum semua kelas menggunakan 2013? Kurikulum 2013 2. 3. 4. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Pernah, tahun 2013 di SMA N 1 Ngaglik Sleman. Kalo kurikulumnya bagus ya mbak ya, tapi untuk penerapannya untuk guru yang tua seperti saya dalam memberi nilai sesuai format Kurikulum 2013 ya sedikit kesusahan dan buanyak sekali yang dinilai dan njlimet. Apakah bapak/ibu sudah Ya karakteristik itu disamakan mengetahui karakteristik nasional tpi disesuaikan SD nya kurikulum SD 2013? masing2 ya mbak ya. 110

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 7. 8. 9. 10. 11. Kalo ditanya sejauh mana, ya saya cuman melakukan ya begitu saja, tidak terlalu jauh ya. Ya karena orang tua, saya itu kalo ngajar tidak runtut tapi ya semampu saya. Belum jauh sampai matang tapi sebisa mungkin sudah saya coba lakukan. Dengan melihat kemapuan anaknya mbak, dan pokok bahasannya itu apa, baru kita tentukan indikator maupun tujuan pembelajarannya. Ini yang paling berat ini mbak, apalagi anak kelas 1 waaah. Berat sekali mbak. Ya kita manut anaknya. Kalo kita paksa kamu harus gini gitu, ya itu nggak bisa. Cumin saya bisanya mengarahkan. Ooh anak ini tak suruh ini nggak mau, oh anak ini karakteristiknya kayak gini, kalo untuk bagaimana (semua anak) ooo ndak bisa nek itu. Harus secara satu per satu. Apakah bapak/ibu setiap Tidak mbak, sama saja 1 RPP dibuat pembelajaran untuk seluruh tema. menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan Sudah diupayakan mbak, tapi pembelajaran yang kendalanya kadang2 (saya) bapak/ibu kembangkan terkadang menyimpang dari tujuan sudah mengupayakan sebelumnya. Tapi kalo di RPP sudah tercapainya pendidikan ditulis, tapi kalo penerapannya karakter? kadamg tidak dilaksanakan mbak. Apakah bapak/ibu Tidak tau mbak, tapi kalo ini untuk mengetahui keterampilan anak-anak Indonesia saya kira bagus yang harus dikuasai ini mbak. sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam Belum mbak. pembuatan RPP bapak/ibu sudah 111

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran Kadang-kadang mbak, tergantung dengan ceramah masih pokok bahasannya ya mbak, mendominasi di kelas? misalnya mendengarkan cerita. Otomatis saya harus membacakan dengan ceramah. Tapi kalo kelas 1 banyak cerita mbak, kalo diceritani seneng banget. Pernahkah bapak/ibu Kalo inovatif pernah pas membuat menggunakan model melukis dengan cat air dari pewarna pembelajaran inovatif makanan. Tapi saya ndak tau itu yang lain? Apakah termasuk model yang mana mbak, modelnya itu? pokok e praktek lah mbak. Maksudnya saya ndak tau, yang penting ada kegiatan pembelajaran seperti itu. Apakah ibu/bapak Yang membuat anak kreatif, sangat mengetahui pembelajaran senang, bisa menemukan caranya inovatif? sendiri, dan sesuai ide2nya sendiri, guru hanya mengarahkan saja. Kesulitan apa saja yang Kesulitannya bahannya mbak, bapak/ibu alami dalam contoh, guru harus membuat contoh pembuatan model nya dulu. pembelajaran inovatif? Bagaimana cara Serahan ke walimurid, bekerjasama mengatasi kesulitan yang dengan wali murid. dialami? Apakah contoh perangkat Sudah ada mbak, masih perlu. pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih Kalua saya pribadi ya mbak, masih perlu bentukcontoh untuk perlu. perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model Inquiri, dan model Pembelajaran 112

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. 20. 21. 22. Kooperatif, model Kuantum, dan sebagainya? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? Tidak, masih seneng mbak. Rencana ada mbak, pingin, walaupun saya sudah tua tapisaya pingin mengembangkab mbak, tapi pelaksanaanya ndak tau mbak. Sangat penting sekali, biar anak-anak ndak bosan ya mbak ya. Kalau yang revisi belum. 3. SD Negeri Babarsari Nama guru: Novia Wulandaru, S.Pd No. Daftar pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini 2013, karena SD N Babarsari menerapkan kurikulum merupakan SD percontohan kala itu 2013? sehingga menerapkan kurikulum ini sejak awal. 2. 3. 4. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Pernah. Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik terpadu yang memiliki keterkaitan antara satu mapel dengan mapel lainnya. Apakah bapak/ibu sudah Tidak begitu paham, namun ada mengetahui karakteristik yang saya tau (terpadu dan saintifik). 113

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran Menurut saya pendekatan saintifik itu pendekatam yang digunakan di K-13 untuk mencapai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan cara melihat kompetensi dasar yang hendak dicapai kemudian saya sesuaikan dengan karakter siswa. Saya biasanya mengaitkan materi pengalaman sehari-hari siswa. Belum tentu, karena keterbatasan waktu jadi saya hanya berpedoman pada buku pegangan guru saja. Ya, insyaalloh. Ya, saya tahu. belum semua, karena keterbatasan waktu yang terkadang menjadi kendala dan banyak rapat dan acara diluar. Iya terkadang, karena menurut saya 114

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. 14. dengan ceramah masih mendominasi di kelas? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentukcontoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu 18. 19. 20. penjelasan lisan lebih efektif. Pernah mbak, example non example salah satunya. Iya saya tahu, itu identik dengan kurikulum 2013 agar dapat membuat siswa menjadi antusias dalam proses belajar mengajar. Ya mungkin biasanya soal waktu yang kurang, karena kan banyak urusan lain yang harus diselesaikan apalagi saya sudah memiliki keluarga jadi waktunya harus dibagibagi. Ya mungkin kalau saya sendiri caranya mengerjakannya membuat RPPTH jadi dirumah sudah fokus sama urusan yang dirumah. Ada, tapi kurang lengkap. Ya butuh kalo ada contohnya saya boleh diberi, untuk menambah pengetahuan saya. Kalo itu tidak mbak, kan ada media pembelajaran yang dapat menumbuhkan antusias siswa. Iya, agar peserta didiknya saya semakin meningkat prestasinya. 115

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 22. meningkatkan prestasi belajar siswa? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Iya penting sekali, karena pembelajaran inovatif identik dengan kurikulum 2013. Sedangkan untuk sekarang ini kurikulum yang banyak digunakan adalah K-13 jadi menurut saya ya penting agar pembelajaran dapat menarik dan siswa dapat menerima materi dengan baik dan mudah diingat. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah di revisi? 116

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Hasil Observasi Guru 1. Hasil observasi guru SD Negeri Ngabean No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. Pertanyaan Kegiatan awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pembelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberi motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan Bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkondisikan siswa dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh 117 Ya Tidak                           

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 27. 28. 29. Pertanyaan pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Ya Tidak    2. Hasil observasi guru SD Negeri Deresan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Pertanyaan Kegiatan awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pembelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberi motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan Bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkondisikan siswa dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi 118 Ya Tidak                      

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Pertanyaan menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Ya Tidak         3. Hasil observasi guru SD Negeri Babarsari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Pertanyaan Kegiatan awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pembelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberi motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan Bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan 119 Ya Tidak                 

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Pertanyaan sehari-hari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkondisikan siswa dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan 120 Ya Tidak             

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Hasil Observasi Siswa 1. Hasil observasi siswa SD Negeri Ngabean No. Pernyataan Ya Tidak  1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi  4. Siswa mengajukan pertanyaan  5. Siswa mampu berkelompok 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru  9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan  10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis  bekerjasama pada saat  kegiatan   2. Hasil observasi siswa SD Negeri Deresan No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Ya Tidak   2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan  5.  6. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis  9. 10. 121    

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Hasil observasi siswa SD Negeri Babarsari No. Pernyataan 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4. Siswa mengajukan pertanyaan 5. 6. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 9. 10. 122 Ya Tidak          

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif 1. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif No. Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. Inti (KI), 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3 Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2 Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3 Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B 123

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4 Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5 Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6 Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkahlangkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7 Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8 Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9 Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10 Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 11 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 12 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 13 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 14 Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15 Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16 Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 124

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 125

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) No. Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. (tema, subtema, SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3 Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2 Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3 Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 126

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5 Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6 Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7 Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8 Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9 Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10 Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 11 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). 12 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). 13 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkahlangkah) model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). 14 Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15 Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16 Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan 127

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 128

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Pernyataan Uji Coba Produk Pada Guru NO Kegiatan Pembelajaran 1 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4 Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) 5 Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 Pembelajaran berpusat pada siswa. 8 9 10 11 12 13 14 Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Guru melaksanakan penilaian otentik. 129

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Pernyataan Uji Coba Produk Pada Siswa NO 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Pembelajaran Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran Siswa berkembang kemampuan 4C-nya 130

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Hasil Validasi Produk Mahasiswa PPG 1. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) 131

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) 138

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Hasil Validasi Produk Guru SD Kelas I 1. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) 145

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) 152

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Hasil Uji Coba Dinilai Guru SD 1. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) 159

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) 163

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Hasil Uji Coba Dinilai Calon Guru SD 1. Model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) 167

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) 171

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Surat Izin Penelitian 175

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Surat Pernyataan Kepala Sekolah 176

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Dokumentasi Uji Coba Produk Gambar siswa menari “ayam” yang dilakukan Gambar hasil pekerjaan salah satu siswa. secara berkelompok. Gambar hasil pekerjaan salah satu siswa. 177 Gambar hasil pekerjaan salah satu siswa.

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Biodata Penulis Diah Wahyu Utaminingtyas, lahir di Sleman, 01 Agustus 1997. Pendidikan Dasar di tempuh di SD Muhammadiyah Gamplong, tamat pada tahun 2009. Pendidikan Menengah Pertama penulis tempuh di SMP N 2 Moyudan, tamat pada tahun 2012. Pendidikan terakhir penulis tempuh di SMK Kesehatan Insan Mulia Yogyakarta, tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pendidikan di Perguruan Tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Kegiatan Siang Hari Menbgacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Pengembangan tersebut dilakukan karena beberapa guru sekolah dasar membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. 178

(195)

Dokumen baru

Download (194 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar menggambar untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
131
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Show more