Pengembangan modul sempoa materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk siswa kelas I SD - USD Repository

Gratis

0
0
134
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL SEMPOA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN UNTUK SISWA KELAS I SD SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Candra Dipta Anindya NIM : 151134225 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL SEMPOA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN UNTUK SISWA KELAS I SD SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Candra Dipta Anindya NIM : 151134225 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan hidyah-Nya kepada saya. 2. Kedua orang tua saya, Yudi Catur Aryono dan Yuli Tri Hastuti yang telah setia mendampingi dan tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada saya sampai saat ini. 3. Adik saya, Raditya Bhadra Nugraha yang telah mendukung dan membantu saya selama ini. 4. Sahabat saya, Ivan Nurcahyo yang telah memotivasi dan memberi dukungan kepada saya selama ini. 5. Keluarga besar saya yang selalu memotivasi dan memberi doa. 6. Sahabat dan teman-teman saya yang telah memberikan dukungan dan doa selama ini. 7. Keluarga besar SD Negeri Dayuharjo yang telah membantu terselenggaranya penelitian. 8. Semua pihak yang mendukung dan membantu dalam setiap proses penelitian dan penyusunan skripsi ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Jika kamu benar menginginkan sesuatu, kamu akan menemukan caranya. Namun jika tak serius, kamu hanya akan menemukan alasan.” -Jim Rohn“Aku tak punya bakat khusus. Aku cuma punya rasa penasaran yang menggebugebu.” -Albert Einsten- v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD Candra Dipta Anindya Universitas Sanata Dharma 2019 Penggunaan modul media dalam pembelajaran di SD dapat membantu siswa memahami cara menggunakan media dan memahami materi pembelajaran. Kenyataannya, kurangnya pemahaman siswa dan guru dalam menggunakan media pembelajaran. Sehingga selama pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran. Siswa usia sekolah dasar seharunya menggunakan media konkret untuk membantu memahami konsep abstrak dalam matematika. Melihat kenyataan yang ada di lapangan, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD semester ganjil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Metode ini digunakan untuk mengetahui prosedur pengembangan dan kualitas pengembangan modul sempoa operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD semester ganjil. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Dayuharjo terhadap siswa kelas I SD tahun ajaran 2018/2019 dengan 6 siswa. Prosedur pengembangan yang peneliti lakukan, yakni (1) Mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) Melakukan analisis pembelajaran, (3) Mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) Merumuskan tujuan khusus, (5) Mengembangkan butir tes, (6) Mengembangkan startegi pembelajaran, (7) Mengembangkan dan memilih bahan ajar, (8) Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) Merevisi, dan (10) Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. Hasil penelitian berdasarkan penilaian modul oleh 2 ahli, 2 guru kelas I SD Negeri Dayuharjo, dan 6 siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo dari keseluruhan diperoleh rata-rata skor 3,5 dan mempunyai kualitas “sangat baik”. Disimpulkan bahwa modul sempoa operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan sudah layak digunakan dan dapat melalui tahap uji coba yang lebih luas. Kata kunci: penelitian dan pengembangan, modul sempoa, operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan, Matematika. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The Development of Abacus Module for Mixture Calculation of Addition and Subtraction for 1st Graders of SD Candra Dipta Anindya Sanata Dharma University 2019 The use of module as a learning media in elementary school can help students in understanding both how to use the media and also understanding the lesson. At the fact, students and teachers do not really understand the use of learning media. Therefore, the teachers do not use any learning media in the learning process. Elementary school students should use concrete media for helping them to understand the abstract concept in mathematics. Considering the reality in this education field, this research aimed to produce an abacus module for mixture calculation of addition and subtraction for 1st graders of elementary school for the first semester. This study used Research and Development method (R&D). This method was used to know the development procedures and the development quality of the abacus module for mixture calculation of addition and subtraction for 1st graders of elementary school for the first semester. This research was done at SD Negeri Dayuharjo, especially to 6 students of 1st graders academic year 2018/2019. The development procedures had five steps, which were 1) Identify Instructional Goal, 2) Conduct Instructional Analysi, 3) Analyze Learners and Contexts, 4) Write Perfomance Objectives, 5) Develop Assesment Instruments, 6) Develop Instructional Strategy, 7) Develop and Select Instructional Materials, 8)Design and Conduct Formative Evaluation of Instruction, 9) Revise, and 10) Design and Conduct Summative Evaluation. The result of this research based on the validation and evaluation by 2 experts, 2 homeroom teachers of 1 grader of SD Negeri Dayuharjo, and 6 students of 1 grader of SD Negeri Dayuharjo showed that it got 3.5 score and it had “very good” quality. It can be concluded that abacus module for mixture calculation of addition and subtraction is appropriate to be used and it can be used for wider trial. Key words: research and development, abacus module, mixture calculation of addition and subtraction, Mathematics ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, petunjuk, kekuatan, dan hidayah sehingga peneliti dapat menyelesiakan skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD Negeri Dayuharjo Tahun Ajaran 2018/2019” dengan baik. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Selama penyusunan skripsi ini, peneliti menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak maka skripsi ini tidak akan terwujud seperti adanya sekarang ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekalihus dosen ahli matematika yang telah memberikan kontribusi dan bantuan dalam penelitian pengembangan ini. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekaligus pembimbing II yang telah membimbing peneliti dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal penulisan skripsi hingga selesai. 4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing I yang telah membimbing peneliti dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal penulisan skripsi hingga selesai. 5. Drs. Abu Yamin selaku Kepala Sekolah SD Negeri Dayuharjo yang telah memberikan ijin penelitian kepada peneliti untuk mengadakan penelitian di sekolah. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Margareta Daryati, S.Pd.SD. dan Jazilatun Nafi’ah, A.Ma. guru kelas I SD Negeri Dayuharjo yang telah memberikan banyak partisipasi dan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah. 7. Agnes Ambar Wanito, S.Pd. selaku ahli sempoa yang telah memberikan kontibusi dan bantuan dalam penelitian pengembangan ini. 8. Siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019 yang telah memberikan waktu kepada peneliti untuk bekerjasama selama penelitian berlangsung. 9. Kedua orang tua saya, Yudi Catur Aryono dan Yuli Tri Hastuti yang telah memberi dukungan materi, memberi motivasi, dan memberikan doa kepada peneliti. 10. Adik saya, Raditya Bhadra Nugraha yang telah memberikan semangat dalam menyelesiakan skripsi ini. 11. Sahabat saya, Ivan Nurcahyo yang telah memberikan motivasi dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Keluarga besar saya yang sudah memberikan dukungan, motivasi, dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Teman-teman saya satu perjuangan skripsi payung Sempoa, Wulan Kartika Sari dan Fajar Mualifah Veani sebuah kebanggan bisa berjuang bersama kalian selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi ini. 14. Sahabat-sahabat saya Mia Wijayanti dan Dara Pelangi senang dapat mengenal dan bebagi cerita bersama kalian. 15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terimakasih untuk bantuan dan doanya selama ini. Semoga segala bantuan dan bimbingan yang diberikan dapat menjadi amal ibadah. Dalam kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi ini ada beberapa kendala baik dari faktor dalam diri maupun dari luar. Namun, kendala tersebut tidak menjadi hambatan dalam diri peneliti melainkan menjadi semangat untuk terus maju dan menyelesaikan dengan baik dan tepat waktu. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Akhirnya, semoga skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca baik dalam hal isi maupun inspirasi untuk lebih baik. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................5 1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................................5 1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................5 1.5 Spesifikasi Produk..............................................................................................7 1.6 Definisi Operasional...........................................................................................8 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................9 2.1 Kajian Pustaka ..................................................................................................9 2.1.1 Hakikat Matematika........................................................................................9 2.1.2 Tujuan Pembelajaran Matematika ................................................................10 2.1.3 Fungsi Matematika .......................................................................................11 2.1.4 Operasi Hitung Campuran di Kelas 1 SD .....................................................13 2.1.5 Sempoa .........................................................................................................14 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.5.1 Hakikat dan Sejarah Sempoa......................................................................14 2.1.5.2 Bentuk dan Bagian-bagian Sempoa ...........................................................17 2.1.5.3 Manfaat Sempoa .........................................................................................17 2.1.5.4 Kelebihan Sempoa ......................................................................................19 2.1.5.5 Kekurangan Sempoa ..................................................................................19 2.1.6 Pengembangan Materi Modul Sempoa .........................................................20 2.1.6.1 Pengertian Modul .......................................................................................20 2.1.6.2 Karakteristik Modul ...................................................................................21 2.2 Penelitian yang Relevan ..................................................................................24 2.3 Kerangka Berpikir ...........................................................................................27 2.4 Pertanyaan Penelitian ......................................................................................28 BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................29 3.1 Jenis Penelitian................................................................................................29 3.2 Prosedur Pengembangan .................................................................................33 3.3 Setting Penelitian ............................................................................................38 3.3.1 Subjek Penelitian ..........................................................................................38 3.3.2 Objek Penelitian............................................................................................38 3.3.3 Lokasi Penelitian ..........................................................................................38 3.3.4 Waktu Penelitian...........................................................................................38 3.4 Teknik Pengumpulan Data ..............................................................................39 3.4.1 Observasi ......................................................................................................39 3.4.2 Wawancara ...................................................................................................39 3.4.3 Kuesioner ......................................................................................................40 3.5 Instrumen Penelitian .......................................................................................41 3.5.1 Pedoman Wawancara....................................................................................41 3.5.2 Kuesioner ......................................................................................................43 3.6 Teknik Analisis Data .......................................................................................46 3.6.1 Teknik Analisis Data Kualitatif ....................................................................46 3.6.2 Teknik Analisis Data Kuantitatif ..................................................................47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....................................49 4.1 Hasil Penelitian Pengembangan ......................................................................49 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1 Proses Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD..............................49 4.1.1.1 Identifikasi Tujuan Pembelajaran ...............................................................49 4.1.1.2 Melakukan Analisis Pembelajaran .............................................................52 4.1.1.3 Mengidentifikasi Karakteristik Siswa ........................................................52 4.1.1.4 Merumuskan Tujuan Khusus .....................................................................53 4.1.1.5 Mengembangkan Butir Tes ........................................................................53 4.1.1.6 Mengembangkan Strategi Pembelajaran ....................................................53 4.1.1.7 Mengembangkan Bahan Ajar .....................................................................54 4.1.1.8 Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Formatif .....................................60 4.1.1.9 Merevisi ......................................................................................................67 4.1.1.10 Mengembangkan dan Melaksanakan Evluasi Sumatif ............................69 4.1.2 Kualitas Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD ..........................................................74 4.1.2.1 Kelebihan dan Kelemahan Modul Sempoa ................................................74 4.1.2.2 Kualitas Modul Sempoa .............................................................................74 4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ..........................................................................75 BAB V PENUTUP ................................................................................................79 5.1 Kesimpulan .....................................................................................................79 5.2 Keterbatasan Penelitian ...................................................................................80 5.3 Saran ...............................................................................................................80 DAFTAR REFERENSI .......................................................................................81 LAMPIRAN ..........................................................................................................85 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Kisi-kisi Pertanyaan Wawancara Kepada Guru Kelas 1 SD..................41 Tabel 3.2 Instrumen Pertanyaan Wawancara Kepada Guru Kelas I SD Negeri Dayuharjo ..............................................................................................42 Tabel 3.3 Kisi – kisi Kuesioner Uji Validasi Produk .............................................43 Tabel 3.4 Instrumen Kuesioner Uji Validasi Produk .............................................44 Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuesioner Uji Keterbacaan Produk oleh Siswa ......................45 Tabel 3.6 Instrumen Kuesioner Uji Keterbacaan Produk oleh Siswa ....................45 Tabel 3.7 Konversi Data Kualitatif ke Kuantitatif .................................................48 Tabel 4.1 Hasil Penilaian Guru Kelas I..................................................................60 Tabel 4.2 Hasil Penilaian Guru Kelas I..................................................................61 Tabel 4.3 Hasil Penilaian Dosen Ahli ....................................................................62 Tabel 4.4 Hasil Penilaian Ahli Sempoa .................................................................63 Tabel 4.5 Hasil Rekap Penilaian Para Ahli ............................................................65 Tabel 4.6 Rekapitulasi Saran dari Validator ..........................................................65 Tabel 4.7 Hasil Rekap Uji Keterbacaan Siswa Kelas I ..........................................66 Tabel 4.8 Data Rekapitulasi Penilaian dari Penilai ................................................75 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1 Desain Modul Sempoa .........................................................................7 Gambar 2.1 Sempoa Cina dan Sempoa Jepang......................................................16 Gambar 2.2 Sempoa dan Bagian-bagian Sempoa ..................................................17 Bagan 2.1 Literature map dari penelitian-penelitian sebelumnya ......................26 Bagan 3.1 Langkah-langkah Model Pengembangan Dick and Carey (2009) .....30 Bagan 3.2 Prosedur Pengembangan Modul ........................................................37 Gambar 4.1 Sejarah Sempoa ..................................................................................55 Gambar 4.2 Bagian-bagian Sempoa .......................................................................56 Gambar 4.3 Pengenalan Nilai Manik 1-5 ...............................................................56 Gambar 4.4 Latihan Soal Membaca Gambar Nilai Manik ....................................57 Gambar 4.5 Latihan Soal Menjodohkan Nilai Manik ...........................................57 Gambar 4.6 Pengenalan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan 1-5 ...................58 Gambar 4.7 Pengenalan Penggunaan Teman Kecil ...............................................58 Gambar 4.8 Pengenalan Penggunaan Teman Besar ...............................................59 Gambar 4.9 Latihan Soal Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan ........................................................................................59 Gambar 4.10 Bagian-bagian sempoa sebelum revisi .............................................67 Gambar 4.11 Bagian-bagian sempoa sesudah revisi ..............................................67 Gambar 4.12 Sejarah sempoa sebelum revisi ........................................................68 Gambar 4.13 Sejarah sempoa sesudah revisi .........................................................68 Gambar 4.14 Teman kecil sebelum revisi ..............................................................68 Gambar 4.15 Teman kecil sesudah revisi ..............................................................68 Gambar 4.16 Teman besar sebelum revisi .............................................................69 Gambar 4.17 Teman besar sesudah revisi ..............................................................69 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Izin Validasi Produk di SD .......................................................86 Lampiran 2 Surat Izin Validasi Produk Kepada Dosen Ahli .................................87 Lampiran 3 Surat Izin Validasi Produk Kepada Ahli Sempoa ..............................88 Lampiran 4 Hasil Validasi Produk Oleh Guru Kelas Ia .........................................89 Lampiran 5 Hasil Validasi Produk Oleh Guru Kelas Ib ........................................91 Lampiran 6 Hasil Validasi Produk Oleh Dosen Ahli Matematika .........................93 Lampiran 7 Hasil Validasi Produk Oleh Ahli Sempoa ..........................................95 Lampiran 8 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa A ..................................................97 Lampiran 9 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa B...................................................99 Lampiran 10 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa C...............................................101 Lampiran 11 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa D ..............................................103 Lampiran 12 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa E ...............................................105 Lampiran 13 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa F ...............................................107 Lampiran 14 Surat Izin Melaksanakan Penelitian ...............................................109 Lampiran 15 Surat Telah Melaksanakan Penelitian ............................................110 Lampiran 16 Foto Kegiatan Sempoa ...................................................................111 Lampiran 17 Modul Sempoa (Dicetak Terpisah) Curriculum Vitae..................................................................................................114 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika adalah salah satu disiplin ilmu yang mengungkapkan ideide abstrak yang berisi bilangan-bilangan serta simbol-simbol operasi hitung yang terdapat aktivitas berhitung dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan berpendapat dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari (Susanto, 2013). Menurut Shadiq (2004), materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu materi matematika dipahami melalui penalaran dan penalaran dipahami dan dilatih melalui belajar matematika. Matematika perlu diajarkan sejak dini karena sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, matematika berperan penting dalam menghadapi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Matematika menjadi salah satu ilmu penting dalam memecahkan masalah diberbagai bidang. Pentingnya matematika dalam memecahkan masalah diberbagai bidang membuat matematika dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan termasuk di Indonesia. Matematika perlu diajarkan mulai dari sekolah dasar sampai pendidikan tingkat tinggi untuk memberikan bekal kepada siswa mengenai kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis (BSNP, 2006). Pembelajaran dasar matematika yang lemah membuat siswa beranggapan bahwa matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Akhirnya siswa merasa bahwa tidak bisa matematika dan bahkan menjadi tidak menyukai 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI matematika (Soesilowati, 2011). Menurut Mohamad (2012), kecenderungan pembelajaran saat ini masih berpusat pada guru dengan bercerita atau berceramah. Siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran rendah. Disamping itu, media jarang digunakan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi kering dan kurang bermakna. Hal tersebut menjadi salah satu faktor rendahnya prestasi belajar matematika siswa di Indonesia. Kualitas pendidikan yang tergolong rendah dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya faktor guru, proses pembelajaran, dan sarana pendukung. Salah satu materi atau pokok bahasan yang disajikan di kelas I SD adalah operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas 1 SD, siswa banyak mengalami kesulitan dalam hal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dikarenakan siswa masih kesulitan dalam mendahulukan bilangan mana yang akan dijumlahkan atau dikurangi terlebih dahulu. Hasil observasi pembelajaran yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa guru menyampaikan materi dengan hanya mengacu pada buku tenatik saja. Pada saat proses pembelajaran siswa tidak disarankan untuk menggunakan alat bantu hitung dalam menyelesaikan soal – soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif dan informasi yang disampaikan kepada siswa bersifat abstrak. Hal itu diperkuat dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti terhadap guru kelas I pada tanggal 4 Oktober 2018. Hasil wawancara 2

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menunjukkan bahwa siswa kelas I tingkat keaktifan di kelas tergolong rendah. Terutama dalam pembelajaran matematika operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Materi tersebut dirasa sulit karena langkah perhitungan yang belum dipahami oleh siswa. Sehingga nilai yang dicapai siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Di sisi lain guru menyampaikan bahwa siswa akan sangat terbantu dengan adanya alat bantu hitung dan modul operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Oleh sebab itu, pengadaan alat bantu hitung dan modul panduan sangat diperlukan sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Beberapa upaya telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya untuk mengatasi persoalan di atas. Penelitian yang dilakukan oleh Cahya dan Mahmudah (2013) mengatakan bahwa penggunaan media sempoa dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian lain mengatakan bahwa penggunaan media kartu dalam dalam pembelajaran matematika pada materi operasi hitung dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung pada siswa (Sulaimah, 2013). Peneliti selanjutnya mengatakan bahwa media permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung campuran pada siswa (Pramono, 2015). Ketiga penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi operasi hitung campuran. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran antara lain keamanan media yang dipakai oleh siswa dan dapat memberikan dampak yang baik bagi siswa dalam proses belajarnya. Salah 3

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI satu media yang sesuai adalah media sempoa. Alex Sobur (2001) mengatakan bahwa sempoa bersifat konkret dan penggunaannya praktis, dapat disiapkan oleh guru, harganya murah, mudah didapatkan, dan mampu memberikan pemahaman akan konsep suatu penjumlahan dan pengurangan. Mengenai sempoa yang secara umum sudah dipaparkan di atas, tidak diragukan lagi bahwa sempoa disiapkan secara matang untuk membantu siswa memahami materi pelajaran matematika terutama dalam materi penjumlahan dan pengurangan. Akan tetapi menurut hasil wawancara, hambatan yang cukup besar dalam penggunaan sempoa adalah modul mengenai cara penggunaan sempoa, karena guru-guru di SD belum menguasai cara penggunaan media sempoa. Modul sempoa sangat diperlukan pada saat mengajarkan pada siswa mengenai cara penggunaan sempoa dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Selain itu, modul sempoa juga dapat digunakan siswa untuk belajar sempoa secara mandiri. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. Penelitian tersebut berjudul “Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD”. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 yang terfokus pada matematika materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. 4

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1.2.1 Bagaimana pengembangan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD? 1.2.2 Bagaimana kualitas modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut: 1.3.1 Untuk mengetahui pengembagan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD. 1.3.2 Untuk mengetahui kualitas modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.4.1 Manfaat Teoritis Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo, tahun ajaran 2018/2019. 5

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4.2 Manfaat Praktis 1.4.2.1 Bagi peneliti Peneliti mendapat pengalaman baru menggunakan media sempoa dan mengembangkan modul sempoa dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo. 1.4.2.2 Bagi guru Menambah pengalaman baru dalam menggunakan sempoa untuk menyelesaikan soal-soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. 1.4.2.3 Bagi siswa Modul sempoa ini dapat membantu siswa dalam menggunakan media sempoa untuk menyelesaikan latihan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Siswa dapat belajar sempoa secara mandiri dengan menggunakan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. 1.4.2.4 Bagi sekolah Menambah referensi penelitian pengembangan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo, tahun ajaran 2018/2019. 6

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.5 Spesifikasi Produk Gambar 1.1 Desain Modul Sempoa Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. Modul sempoa ini diharapkan mampu membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Selain itu, siswa dapat belajar secara mandiri menggunakan media sempoa dengan panduan modul ini. Modul sempoa ini berukuran 21 cm x 29,7 cm atau berukuran A4 dengan orientasi landscape. Modul ini dicetak berwarna dengan sampul depan dan belakang menggunakan kertas ivory 230 gram dan bagian isi modul menggunakan kertas HVS 80 gsm. Jenis huruf Depopi-w9 dengan ukuran font 36 pt untuk cover modul, jenis huruf Calibri dengan ukuran font 18 pt untuk kata pengantar, daftar isi, dan sejarah sempoa, jenis huruf Arial dengan ukuran 12 pt untuk isi modul, dan jenis huruf Candara dengan ukuran font 18 untuk sampul belakang modul. Modul ini terdapat sejarah sempoa, gambar sempoa dan bagian-bagiannya, pengenalan menggunakan sempoa 1- 7

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99, pengenalan teman kecil dan teman besar, dan latihan-latihan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan 1-99. 1.6 Definisi Operasional 1.6.1 Modul adalah bahan ajar dalam bentuk cetak yang digunakan oleh siswa sebagai alat untuk belajar secara mandiri dan digunakan seorang pengajar untuk mengajarkan prosedur penggunaan sempoa kepada siswa secara runtut. 1.6.2 Sempoa adalah alat hitung sederhana yang terbuat dari kayu/plastik yang terdapat sederetan tiang berisi manik-manik. 1.6.3 Matematika adalah ilmu pasti yang mempelajari tentang operasi hitung. 1.6.4 Operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan adalah operasi hitung yang terdapat penjumlahan dan pengurangan yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu bilangan yang terletak di sebelah kiri. 1.6.5 Siswa SD adalah siswa kelas I semester ganjil SD Negeri Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 6 siswa yang terdiri dari 5 perempuan dan 1 laki-laki. 8

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.2 Kajian Pustaka 2.2.1 Hakikat Matematika Menurut Tinggih (dalam Suherman, 2003) mengemukakan bahwa matematika berarti ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. Sedangkan menurut Russefendi (dalam Suwangsih, 2006) berpendapat bahwa matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperiman atau hasil observasi. Matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran. Matematika merupakan pola berfikir, pola mengorganisasikan pembuktian logik, pengetahuan struktur yang terorganisasi memuat sifat-sifat, teori-teori, dibuat secara deduktif berdasarkan unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya, menurut Johnson dan Rising (dalam Subarinah, 2006). Dari pendapat beberapa ahli di atas, disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan kegiatan bernalar yang tidak menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi, terbentuk karena pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran. 9

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2.2 Tujuan Pembelajaran Matematika Tujuan pembelajaran matematika di SD menurut Soedjadi (1998) yaitu sebagai berikut : a. Menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. b. Meningkatkan kemampuan belajar siswa melalui kegiatan matematika. c. Mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut. d. Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin. Menurut Depdiknas (dalam Susanto, 2013), tujuan pembelajaran matematika di SD adalah sebagai berikut : a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritme. b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. d. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah. 10

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran matematika menurut Kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2013), yaitu menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan scientific (ilmiah). Dalam pembelajaran matematika kegiatan yang dilakukan agar pembelajaran bermakna yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Pembelajaran bermakna ketika siswa dapat berpasrtisipasi dan terlibat langsung dalam pembelajaran. Siswa dapat menerapkan apa yang sudah siswa dapatkan selama pembelajaran dalam kehidupan sehari – hari. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran matematika adalah menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, dapat membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin pada siswa. Selain itu, siswa dapat memecahkan masalah yang meliputi memahami masalah, merancang penyelesaian masalah, dan menemukan solusi. 2.2.3 Fungsi Matematika Menurut Karso (2007), fungsi matematika ada 3, yaitu: a. Matematika sebagai alat Siswa diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya 11

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI melalui persamaan-persamaan atau tabel-tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan soal-soal cerita atau soal-soal uraian matematika lainnya. Bila seorang siswa dapat melakukan perhitungan, tetapi tidak dapat menyatakan tepat atau tidaknya operasi yang digunakan atau tidak tahu alasannya, maka tentunya ada yang salah dalam pengerjaannya atau ada sesuatu yang belum dipahami. b. Matematika sebagai pembentukan pola pikir. Dalam pembelajaran matematika, para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi). Dengan pengamatan terhadap contoh-contoh dan bukan contoh diharapkan siswa mampu menangkap pengertian suatu konsep. Selanjutnya dengan abstrak ini, siswa dilatih untuk membuat perkiraan terkaan, atau kecenderungan berdasarkan kepada pengalaman atau pengetahuan yang dikembangkan melalui contohcontoh khusus (generalisasi). c. Matematika sebagai ilmu pengetahuan Guru harus mampu menunjukkan bahwa matematika selalu mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang telah diterima, bila diketemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan – penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah. 12

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Wahyudi (2008), fungsi matematika yaitu mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika, serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, dan diagram dalam menjelaskan gagasan. Sedangkan menurut Uno & Umar (2009), menyatakan bahwa fungsi matematika yaitu menyediakan suatu daya, alat komunikasi yang singkat dan tidak ambigu, serta sebagai alat untuk mendeskripsikan suatu hasil atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi matematika yaitu sebagai alat komunikasi, alat pemecahan masalah, pembentukan pola pikir, dan mengembangkan kemampuan mendeskripsikan. Selain itu, fungsi matematika juga sebagai alat untuk mendeskripsikan suatu hasil atau permasalahan dalam kehidupan sehari – hari. 2.2.4 Operasi Hitung Campuran Pengurangan dan Penjumlahan di Kelas 1 SD Operasi hitung campura adalah operasi atau pengerjaan hitungan yang melibatkan lebih dari dua bilangan dan lebih dari satu operasi. Penyelesaian hitung campuran merujuk pada perjanjian tertentu, yaitu penjumlahan dan pengurangan setingkat. Ini berarti manapun yang dituliskan terlebih dahulu, operasi itu dikerjakan terlebih dahulu 13

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Heruman, 2007). Menurut Hidayat (2004), operasi hitung campuran pengurangan dan penjumlahan di kelas 1 SD yaitu jika dalam sutau operasi hitung terdapat hanya penjumlahan dan pengurangan, operasi yang ditulis sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu. Contoh : a. 6 + 5 – 3 = .... 11 – 3 = 8 b. 6 – 5 + 3 = .... 1 +3=4 Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, operasi hitung campuran pengurangan dan penjumlahan adalah operasi yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu yang berada di sebelah paling kiri. Operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan merupakan operasi hitung setingkat yaitu manapun yang dituliskan terlebih dahulu, operasi itu dikerjakan terlebih dahulu. 2.2.5 Sempoa 2.2.5.1 Hakikat dan Sejarah Sempoa Menurut Budiningsih dan M. Syamsul (2007), sempoa adalah alat hitung sederhana yang terbuat dari kayu atau plastik. Sempoa dapat digunakan untuk menghitung : penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan cara menggeser atau memindahkan manik-manik pada sebuah tiang. Pada saat ini, 14

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sempoa berbentuk cukup kecil dengan bingkai berbentuk segiempat panjang dan dapat digunakan dengan mudah untuk menggeser manik - manik dengan menggunakan jari tangan. Pada sempoa terdapat beberapa deret tiang dimana manik-manik bergeser ke atas dan ke bawah. Setiap tiang manik-manik mewakili bilangan yaitu dari bilangan satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya. Menurut Harmoni (2009), sempoa atau abacus yang berasal dari kata yunani kuno “abax” yang berarti “debu”. Dari cerita sempoa atau abacus ini pertama kali dimilki oleh suku babilonia dalam bentuk sebilah papan yang ditaburi pasir. Diatas papan menorehkan berbagai bentuk huruf ataupun simbol. Maka dari itu, sempoa tersebut dulu disebut dengan abacus yang artinya “manghapus debu”. Saat ini abacus tersebut telah berubah menjadi alat hitung yang mana permukaan yang tadinya adalah pasir sekarang telah berganti menjadi papan berbentuk persegi panjang yang dibingkai dan didalamnya terdapat tinag – tiang yang berisikan manik-manik dimana manik-manik tersebut telah dipisah. Di bagian tiang atas terdapat 1 dan ada yang 2 manik lalu diberi sekat pada bawahnya dan dibawah sekat tersebut terdapat 4 manik-manik dan ada yang 5 manik. Dimana setiap manik terdapat nilai yang berbeda-beda. 15

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada mulanya sempoa menggunakan sistem “dua lima” yaitu model sempoa dengan dua manik sempoa yang berada di tiang atas dan lima manik sempoa yang berada di tiang bawah (sempoa Cina). Kemudian pada tahun 1976 dikembangkan oleh Chen Shi Chung seorang pemikir sekaligus pakar dari Taiwan, sistem sempoa “satu empat” yaitu model sempoa dengan satu manik sempoa yang berada di tiang atas dan empat manik sempoa yang berada di tiang bawah (sempoa Jepang). Abacus atau sempoa, sekarang ini semakin berkembang di zaman romawi karena papan-papannya dibuat berlekak-lekuk cekung untuk mempermudah saat manik-manik tersebut digerakkan saat proses menghitung. Orang China menyebut abacus dengan “hsuan-pan” / “nampan penghitung”. Abacus yang memilki 2 manik dibagian atas dan 5 manik di bagian bawah merupakan abacus dari Cina. Sedangkan abacus yang memiliki 1 manik di atas dan 4 manik di bawah adalah sempoa dari Jepang. Abacus ala Jepang ini yang belakangan populer kembali, termasuk di Indonesia. Berikut adalah gambar serta sebutan abacus dari beberapa negara : Sempoa “dua lima” Cina Sempoa “satu empat” Jepang Gambar 2.1 Sempoa Cina dan Sempoa Jepang 16

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2.5.2 Bentuk dan Bagian-bagian Sempoa Gambar 2.2 Sempoa dan Bagian-bagian Sempoa Sempoa berbentuk persegi panjang dengan beberapa bagian yaitu : a. Manik atas b. Manik bawah c. Tiang sempoa (satuan, puluhan, ratusan, dll) d. Bingkai sempoa e. Titik tengah atau titik penentu nilai satuan f. Biji manik g. Tiang batas manik atas dan manik bawah 2.2.5.3 Manfaat Sempoa Menurut Budiningsih dan M. Syamsul (2007) manfaat belajar sempoa yaitu menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, meningkatkan kreativitas, meningkatkan konsentrasi, menambahkan kepercayaan diri, dan mengembangkan diri secara optimal. Menurut Nurmalasari (2013) dalam penelitian mengenai media sempoa, manfaat sempoa yaitu (1) mengoptimalkan fungsi 17

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI otak, karena disaat anak sedang bermain sempoa akan konsentrasi dalam berhitung, secara tidak langsung otak kiri akan bekerja, (3) anak akan menggunakan imajinasi dan logikanya untuk menghitung hasil operasi matematika lewat pikiran yang nantinya akan ditunjukkan dalam bentuk manik-manik sehingga otak kanan anak juga akan bekerja, (3) melatih daya imajinasi dan kreatifitas, logika, sistematika berfikir, dan daya konsentrasi, (4) meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan ketelitian dalam berpikir, manik-manik pada sempoa akan mempermudah dan mempercepat anak dalam mendapatkan hasil operasi hitung, (5) menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh dari membayangkan sempoa dalam otak kita, jika seorang anak sudah terbiasa dalam membayangkan hitungan matematika lewat pikirannya maka proses berpikir anak tersebut akan mudah dalam membayangkan sesuatu yang bersifat abstrak. Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat sempoa yaitu menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kecepatan dan ketepatan, meningkatkan konsentrasi, menambahkan kepercayaan diri, melatih daya imajinasi, dan mengembangkan diri secara optimal. 18

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2.5.4 Kelebihan Sempoa Kelebihan sempoa menurut Priyani (2006) yaitu sempoa dapat diajarkan sedini mungkin pada anak yaitu ketika anak sudah menganl angka. Sedangkan menurut Sobur (2001), kelebihan sempoa yaitu bersifat konkret dan penggunaannya praktis, mempunyai variasi dan teknik, dapat disiapkan oleh guru sendiri, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, harganya murah dan mudah didapatkan, dan mampu memberikan pemahaman akan konsep suatu penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan pendapat ahli mengenai kelebihan sempoa, dapat disimpulkan kelebihan sempoa yaitu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, bersifat konkret dan penggunaannya praktis, mempunyai variasi dan teknik, dapat disiapkan oleh guru sendiri, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, harganya murah dan mudah didapatkan, dan mampu memberikan pemahaman akan konsep suatu penjumlahan dan pengurangan. 2.2.5.5 Kekurangan Sempoa Menurut Priyani (2006), sempoa juga memiliki kelemahan yaitu sempoa hanya unggul dalam perhitungan dasar, namun sulit dalam operasi yang rumit seperti logaritma dan matematika yang rumit lainnya. Sedangkan menurut Alex Sobur (2001), kekurangan sempoa yaitu memerlukan kecakapan khusus dalam 19

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengajarkan sesuai dengan konsep yang ada, menuntut cara kerja yang teratur karena urutan mudah kacau, memerlukan penataan dan kejelian yang cukup dalam penggunaan. Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan kekurangan sempoa yaitu sempoa hanya unggul dalam perhitungan dasar, namun sulit dalam operasi yang rumit seperti logaritma dan matematika yang rumit lainnya, dan memerlukan penataan dan kejelian yang cukup dalam penggunaan. 2.2.6 Pengembangan Materi Modul Sempoa 2.2.6.1 Pengertian Modul Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik (Prastowo, 2012). Menurut Sukiman (2011) menyatakan bahwa modul adalah bagian kesatuan belajar yang terencana yang dirancang untuk membantu siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajarnya. Siswa yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menguasai materi. Sementara itu, siswa yang memiliki kecepatan rendah dalam belajar bisa belajar lagi dengan mengulangi bagian-bagian yang belum dipahami sampai paham. Menurut Susilana dan Riyana 20

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (2008), modul merupakan suatu paket program yang disusun dan didesain sedemikian rupa untuk kepentingan belajar siswa. Pendekatan dalam pembelajaran modul menggunakan pengalaman siswa. Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa modul merupakan paket program yang disusun dan didesain sedemikian rupa sebagai bahan belajar mandiri untuk membantu siswa menguasai tujuan belajarnya. Oleh karena itu, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing. 2.2.6.2 Karakteristik Modul Modul yang dikembangkan harus memiliki karakteristik yang diperlukan agar mampu menghasilkan modul yang mampu meningkatkan motivasi penggunannya. Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2003 (dalam Lestari, 2013), modul yang akan dikembangkan harus memperhatikan lima karaktersistik sebuah modul yaitu self instruction, self contained, stand alone, adaptif, dan user friendly. a. Self Instruction, siswa dimungkinkan belajar secara mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain. Self Intruction dapat terpenuhi jika modul tersebut: memuat tujuan pembelajaran yang jelas; materi pembelajaran dikemas dalam unit-unit 21

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan yang kecil/spesifik; ketersediaan contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran; terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya; kontekstual; bahasanya sederhana dan komunikatif; adanya rangkuman materi pembelajaran; adanya instrumen penilaian mandiri (self assessment); adanya umpan balik atas penilaian siswa; dan adanya informasi tentang rujukan. b. Self Contained, seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut. Karakteristik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajran secara tuntas. c. Stand Alone, modul yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersamasama dengan bahan ajar lain. Siswa tidak perlu bahan ajar lain untuk mempelajari atau mengerjakan tugas pada modul tersebut. d. Adaptif, modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, fleksibel/luwes digunakan diberbagai perangkat keras (hardware). Modul yang adaptif adalah jika modul tersebut dapat digunakan sampai kurun waktu tertentu. e. User Friendly (bersahabat/akrab), modul memiliki instruksi dan paparan informasi bersifat sederhana, mudah dimengerti, 22

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI serta menggunakan istilah yang umum digunakan. Penggunaan bahasa sederhana dan penggunaaan istilah yang umum digunakan merupakan salah satu bentuk user friendly. Selain itu, karakteristik modul menurut Herawati (2013) yaitu sebagai berikut : a. Didahului oleh pernyataan sasaran belajar. b. Pengetahuan disusun sedemikian rupa, sehingga dapat mengaktifkan partisipasi siswa. c. Memuat sistem penilaian berdasarkan penguasaan. d. Memuat semua unsur bahan pelajaran dan semua tugas pelajaran. e. Mengarah pada suatu tujuan belajar tuntas. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik modul yaitu self instruction (siswa dapat belajar secara mandiri), self contained (seluruh materi termuat dalam modul), stand alone (modul tidak tergantung bahan ajar yang lain), adaptif (modul fleksibel/luwes digunakan), user friendly (penggunaan bahasa sederhana), mengaktifkan partisipasi siswa, dan mengarah pada suatu tujuan belajar. 23

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2 Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian pengembangan ini dapat dipaparkan sebagai berikut. Cahya dan Mahmudah (2013) melakukan penelitian yang berjudul Peranan Media Sempoa dalam Menstimulasi Kemampuan Konsep Bilangan dan Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Putera Harapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini terlihat bahwa 8 anak sudah mulai menunjukkan kemampuannya dalam membilang dan melambangkan dengan menggunakan media sempoa. Sedangkan 2 anak yang lain masih memerlukan bimbingan dalam kemampuan konsep bilangan dan mengenal lambang bilangan. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan bilangan dan mengenal lambang bilangan anak di TK Putera Harapan Gresikan Surabaya mengalami peningkatan melalui stimulasi menggunakan media sempoa. Darjiani, Meter, dan Agung Oka (2015) melakukan penelitian yang berjudul Analisis Kesulitan-Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Piloting Se-Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian ini adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data yang 24

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI digunakan penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil tes diagnostik didapat siswa yang melakukan kesalahan dalam pengerjaan soal adalah 49,25 persen, dengan jenis kesulitan tertinggi adalah kesulitan dalam keterampilan berhitung (14,23%) kesulitan dalam aspek konsep (8,65%), kesulitan dalam aspek pemecahan masalah (7,26%), kesulitan dalam dua aspek sekaligus yakni konsep dan keterampilan berhitung (4,93%), kesulitan dalam aspek konsep dan pemecahan masalah (0,90%), kesulitan dalam aspek keterampilan berhitung dan pemecahan masalah (4,70%), dan kesulitan dalam tiga aspek sekaligus atau kesulitan kompleks (8,37%). Nurmalasari (2013) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Sempoa Terhadap Kreativitas Siswa dan Prestasi Belajar Matematika Siswa di SD N II Karangrejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian ini adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah model Spiral dari Kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam penggunaan sempoa terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa atau dengan kata lain ada pengaruh penggunaan sempoa terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar rata-rata siswa pada tiap siklusnya. Peningkatan hasil belajar rata-rata siswa pada siklus I sebesar 15,71 dari kondisi awal 50 meningkat menjadi 65,71 dan pada siklus II meningkat sebesar 8,57 dari 65,71 pada siklus I menjadi 74,28. 25

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penggunaan Media Sempoa Kesulitan Belajar Matematika di Sekolah Dasar Cahya dan Mahmudah (2013) Peranan Media Sempoa dalam Menstimulasi Kemampuan Konsep Bilangan dan Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Putera Harapan Darjiani, Meter, dan Agung Oka (2015) Analisis KesulitanKesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Piloting SeKabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2014/2015 Penggunaan Media Sempoa Nurmalasari (2013) Pengaruh Penggunaan Media Sempoa Terhadap Kreativitas Siswa dan Prestasi Belajar Matematika Siswa di SD N II Karangrejo. Penelitian yang dilakukan : Pengembangan Modul Sempoa Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD Bagan 2.1 Literature map dari penelitian-penelitian sebelumnya Berdasarkan studi literatur penelitian yang ada di Indonesia mengenai media sempoa, peneliti belum menemukan adanya penelitian mengenai pengembangan modul sempoa penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. Penelitian ini akan memberikan pengetahuan baru dalam dunia 26

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penelitian mengenai pengembangan modul sempoa penjumlahan dan pengurangan. 2.3 Kerangka Berpikir Peneliti melakukan penelitian dengan mencari data tentang analisis kebutuhan peserta didik mengenai kesulitan belajar penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa di SD Negeri Dayuharjo dengan wawancara dan observasi. Analisis kebutuhan ini bertujuan untuk pembuatan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. Langkah pengembangan modul dibuat berdasarkan dengan langkah pengembangan menurut Dick & Carey. Selain itu, untuk mengetahui kualitas modul ini peneliti melakukan validasi kebeberapa ahli yang bersangkutan, yaitu dosen ahli sempoa, ahli sempoa, dan 2 guru kelas I SD Negeri Dayuharjo. Setelah dilakukan validasi dari beberapa ahli, peneliti melakukan revisi demi perbaikan modul yang layak untuk diterapkan. Validasi dalam penelitian ini sebagai penilaian kualitas modul yang telah dibuat. Peneliti mengembangkan Modul Sempoa Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD untuk memudahkan guru dan siswa dalam menggunakan sempoa secara mandiri. Fungsi modul sempoa ini membantu siswa kelas I SD dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman mengenai operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Modul sempoa ini sangat cocok untuk siswa kelas I SD yang berada pada periode operasional konkret, siswa belajar 27

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan alat indera dari benda konkret yang mereka jumpai. Dengan menggunakan modul sempoa siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan tahap berpikir mereka. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti mengembangkan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD, karena permasalahan yang terjadi yaitu guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan pembelajaran operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan konsep yang menarik, sedangkan siswa tertarik dengan media pembelajaran dan modul yang di dalamnya terdapat gambar dan warna yang menarik. 2.4 Pertanyaan Penelitian 2.4.1 Bagaimana proses pengembangan modul sempoa materi operasi hitung campuran pengurangan dan penjumlahan untuk kelas I SD? 2.4.2 Bagiaman kualitas produk modul sempoa materi operasi hitung campuran pengurangan dan penjumlahan untuk siswa kelas I SD? 28

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.7 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D), bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian R&D merupakan proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata, 2011). Menurut Dick & Carey (2009), penelitian R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan untuk menguji keefektifan produk. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan produk berupa modul sempoa untuk mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan kelas I SD. Peneliti mengembangkan produk berdasarkan langkah-langkah prosedur pengembangan dari Dick & Carey (2009). Prosedur pengembangan terdiri dari 10 langkah, yaitu (1) Mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) Melakukan analisis pembelajaran, Merumuskan tujuan (3) Mengidentifikasi khusus, (5) karakteristik Mengembangkan butir siswa, (4) tes, (6) Mengembangkan startegi pembelajaran, (7) Mengembangkan dan memilih bahan ajar, (8) Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) Merevisi, dan (10) Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. 29

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mengidentifikasi tujuan pembelajaran Melakukan analisis pembelajaran Mengidentifikasi karakteristik siswa Mengembangkan startegi pembelajaran Mengembangkan butir tes Merumuskan tujuan khusus Mengembangkan dan memilih bahan ajar Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. Bagan 3.1 Langkah-langkah Model Pengembangan Dick and Carey (2009) Berikut adalah penjelasan mengenai 10 langkah-langkah penelitian model pengembangan Dick & Carey (2009), yaitu: a. Identifikasi tujuan pembelajaran Langkah pertama dalam proses R&D adalah menentukan informasi apa yang akan ditampilkan dan keterampilan yang akan diajarkan kepada siswa. Tujuan pembelajaran dapat berasal dari tujuan pendidikan nasional, analisis kinerja, analisis kebutuhan siswa, dan kesulitan belajar. b. Melakukan analisis pembelajaran Setelah identifikasi tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan langkah yang dilakukan agar tujuan pembelajaran tercapai. 30

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Proses analisis pembelajaran pada akhirnya akan menentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan siswa. c. Mengidentifikasi karakteristik siswa Tahap selanjutnya adalah analisis paralel dari siswa, pihak yang akan belajar keterampilan hingga akhirnya menerapkan dalam kehidupannya. Keterampilan awal siswa, kecenderungan/prioritas, dan sikap ditentukan bersama dengan karakteristik pembelajaran agar menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan. d. Merumuskan tujuan khusus Langkah selanjutnya adalah menuliskan pernyataan spesifik dari apa yang siswa dapat lakukan ketika mereka menyelesaikan pembelajaran. Pernyataan ini berasal dari keterampilan yang diidentifikasi dalam analisis pembelajaran, mengidentifikasi keterampilan yang harus dipelajari, kondisi dimana keterampilan akan didemonstrasikan, dan kriteria untuk tujuan pembelajaran yang sukses. e. Mengembangkan butir tes Berdasarkan tujuan yang telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan penlian yang sejajar dan mengukur kemampuan siswa untuk melakukan apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Penekan utama ditempatkan pada hal berkaitan dengan jenis keterampilan yang diuraikan dalam tujuan dengan persyaratan penilaian. 31

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Mengembangkan startegi pembelajaran Berdasarkan informasi dari lima langkah sebelumnya, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi untuk digunakan dalam pembelajaran. Strategi digunakan untuk membantu perkembangan siswa dalam belajar yang mencakup kegiatan sebelum pembelajaran (menstimulasi motivasi dan memfokuskan perhatian), penyajian konten baru dengan contoh dan demonstrasi, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang aktif, dan tindak lanjut kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan yang baru dipelajari untuk dilakukan dalam dunia nyata. g. Mengembangkan dan memilih bahan ajar Langkah selanjutnya adalah menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan startegi pembelajaran. Bahan ajar biasanya terdiri dari panduan bagi siswa, materi pembelajaran, dan penilaian. h. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif Setelah draft pembelajaran selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran dan menemukan kesempatan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih baik. i. Merevisi Langkah selanjutnya adalah merevisi produk. Data dari evaluasi formatif berguna untuk mengetahui kekurangan produk dan selanjutnya digunakan memperbaiki kualitas produk. 32

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI j. Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. Langkah terakhir dalam pengembangan produk adalah melakukan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi produk yang menghasilkan nilai absolut atau relatif dan terjadi setelah produk dievaluasi formatif dan direvisi. 3.8 Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu prosedur pengembangan Dick & Carey (2009). Prosedur pengembangan terdiri dari 10 langkah, yaitu (1) Mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) Melakukan analisis pembelajaran, (3) Mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) Merumuskan tujuan khusus, (5) Mengembangkan butir tes, (6) Mengembangkan startegi pembelajaran, (7) Mengembangkan dan memilih bahan ajar, (8) Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) Merevisi, dan (10) Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. a. Identifikasi tujuan pembelajaran Langkah pertama dalam pengembangan yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran bertujuan untuk menentukan keterampilan yang akan diajarkan kepada siswa. Keterampilan yang akan diajarkan kepada siswa yaitu meningkatkan daya imajinasi dan daya konsentrasi siswa, meingkatkan ketepatan, kecepatan, dan ketelitian siswa dalam menghitung. 33

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Melakukan analisis pembelajaran Langkah selanjutnya yaitu, melakukan analisis pembelajaran. Analisis pembelajaran dilakukan dengan observasi di kelas dan wawancara dengan guru kelas I. Observasi dilakukan saat pembelajaran matematika, peneliti mengamati mengenai permasalahan yang dialami oleh siswa dalam materi matematika. Kemudian, peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas I untuk mengetahui permasalahan yang dialami siswa dan kebutuhan siswa dalam memecahkan permasalahan tersebut. Kemudian peneliti juga mewawancarai guru mengenai penggunaan sempoa dan pengetahuan guru mengenai sempoa. c. Mengidentifikasi karakteristik siswa Setelah melakukan observasi dan wawancara, peneliti mengidentifikasi karakteristik siswa ketika pembelajaran matematika. Hal itu, bertujuan untuk menyesuaikan karakteristik siswa dengan produk yang akan dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Langkah ini juga untuk menyesuaikan karakteristik siswa dengan tujuan pembelajaran dan keterampilan yang harus siswa capai. d. Merumuskan tujuan khusus Setelah mengetahui karakteristik siswa, langkah selanjutnya yaitu merumuskan tujuan khusus. Peneliti menyesuaikan data observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi keterampilan yang harus dipelajari siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Siswa dapat menghitung 34

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan menggunakan keterampilan daya konsentrasi, kecepatan, ketepatan, dan ketelitian dengan menggunakan alat hitung sempoa. e. Mengembangkan butir tes Untuk mengembangkan keterampilan siswa yaitu daya konsentrasi, kecepatan, ketepatan, dan ketelitian dalam berhitung. Peneliti mengembangkan soal yang menjadi tujuan dalam pembelajaran ini. Soal yang peneliti kembangkan yaitu materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD dengan menggunakan alat bantu hitung sempoa. f. Mengembangkan strategi pembelajaran Strategi pembelajaran yang akan peneliti gunakan dalam pengembangan ini yaitu siswa dapat mandiri dalam menyelesaikan soal – soal dengan menggunakan alat bantu hitung yaitu sempoa. Peneliti mengenalkan prosedur penggunaan sempoa dalam menyelesiakan soal – soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. g. Mengembangkan bahan ajar Tahap selanjutnya yaitu peneliti memilih bahan ajar berupa modul sempoa. Dengan menggunakan modul sempoa, siswa diharapkan dapat belajar secara mandiri mengenai prosedur penggunaan sempoa. Kemudian peneliti melakukan desain modul awal. Tahap desain modul meliputi menentukan komponen modul, konsep penyampaian dan pengorganisasian materi, jenis tugas yang diberikan, soal evaluasi, gambar, artikel, contoh-contoh, serta layout modul. Tahap ini akan menghasilkan desain produk awal berupa 35

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI modul yang sebelumnya telah dilakukan penyusunan instrumen penilaian produk untuk dijadikan pedoman dalam mendesain produk. Produk yang peneliti kembangkan yaitu modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk kelas I SD. h. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif Peneliti merancang instrumen validasi dan uji keterbacaan siswa mengenai modul sempoa yang peneliti kembangkan. Kemudian peneliti melakukan tahap validasi dan evaluasi, dalam tahap ini merupakan rangkaian penilaian pengembangan produk yang berupa modul. Namun sebelum melakukan validasi, peneliti melakukan tahap pra-validasi. Tahap pra-validasi dilakukan dengan mengkonsultasikan produk awal kepada dosen pembimbing untuk mendapat masukan awal. Tahap pra-validasi berguna untuk menilai kelayakan produk sebelum dinilai oleh validator. Validasi terhadap desain awal dilakukan dengan cara meminta ahli sempoa untuk menilai produk yang dirancang, guru kelas I SD, dan dosen ahli matematika. Rangkaian selanjutnya dari tahap validasi dan evaluasi adalah tahap uji keterbacaan. Produk yang telah dinyatakan layak oleh validator selanjutnya diujikan kepada siswa kelas I SD sebagai calon pengguna. Produk diterapkan ke dalam proses pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan di SD kelas I. i. Merevisi Setelah validasi selesai, peneliti melakukan rekapitulasi hasil validasi, saran, dan evaluasi dari validator ahli. Hasil evaluasi dan saran dari 36

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI validator digunakan untuk memperbaiki dan merevisi modul sempoa. Setelah peneliti selesai merevisi modul sempoa, modul sempoa siap untuk dicetak dan diimplementasikan. j. Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif Modul yang telah direvisi diimplementasikan untuk mengetahui dampak dari modul yang dihasilkan sesuai dengan tujuan untuk panduan siswa dalam menggunakan media sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan kelas I SD. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran (Observasi dan Wawancara) Mengembangkan startegi pembelajaran Mengembangkan dan memilih bahan ajar Melakukan analisis pembelajaran Mengidentifikasi karakteristik siswa Mengembangkan butir tes Merumuskan tujuan khusus Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi (Pra-validasi dan Validasi Ahli) Mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. (Implementasi dan Uji keterbacaan) Bagan 3.2 Prosedur Pengembangan Modul 37

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.9 Setting Penelitian 3.9.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Pemilihan keenam siswa ini dilakukan dengan bantuan wali kelas yaitu berdasarkan siswa yang memiliki nilai ulangan matematika di bawah KKM sebagai subjek penelitian. 3.9.2 Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah pengembangan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan kelas I SD. Modul ini bertujuan sebagai panduan belajar siswa secara mandiri mengenai cara menggunakan media sempoa untuk materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan kelas I SD. 3.9.3 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Dayuharjo yang terletak di Jalan Damai, Prujakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. 3.9.4 Waktu Penelitian Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil 2018/2019 bulan November – Desember 2018. 38

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.10 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes yang meliputi: 3.10.1 Observasi Observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti (Sanjaya, 2006). Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Peneliti melakukan pengamatan kepada siswa saat pembelajaran berlangsung untuk mengetahui kemampuan belajar matematika siswa kelas I SD. 3.10.2 Wawancara Wawancara adalah suatu proses tanya jawab sepihak antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee), yang dilaksanakan dengan bertatap muka, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan maksud memperoleh jawaban dari interviewee (Masidjo, 1995). Wawancara dalam proses pengambilan data dapat dibedakan menjadi tiga macam yakni wawancara terstruktur, bebas, dan kombinasi. Wawancara terstruktur adalah dimana peneliti ketika melaksanakan tatap muka dengan responden menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan terlebih dahulu. Wawancara bebas adalah dimana peneliti dalam menyampaikan pertanyaan kepada 39

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI responden tidak menggunakan pedoman. Wawancara kombinasi adalah wawancara dengan menggabungkan wawancara terstruktur dengan wawancara bebas dengan tujuan memperoleh informasi semaksimal mungkin dari responden (Sukardi, 2003). Wawancara tersebut dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi mengenai kendala-kendala yang dihadapi di kelas. Peneliti menggunakan bentuk wawancara kombinasi dalam penelitian ini, karena peneliti dapat mengembangkan pertanyaanpertanyaan kepada guru kelas I SD. 3.10.3 Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010). Menurut Arifin (2009), kuesioner merupakan alat untuk mengumpulkan data dan mencatat data atau informasi, pendapat dan paham dalam hubungan kasual. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kelayakan produk modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD yang terdiri dari 15 butir pertanyaan untuk dosen ahli, ahli sempoa, dan guru kelas I SD. Selain itu, 10 butir pertanyaan untuk siswa yang disesuaikan dengan kualitas modul serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Kuesioner diberikan kepada dosen ahli matematika, ahli sempoa, 2 guru kelas I SD, dan 6 siswa kelas I SD. Kuesioner tersebut digunakan oleh peneliti sebagai acuan untuk penilaian ahli terhadap kelayakan modul. 40

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.11 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan peneliti ada 2 yaitu pedoman wawancara dan kuesioner. Berikut penjelasan mengenai instrumen penilaian. 3.11.1 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini digunakan sebagai acuan ketika melakukan wawancara kepada guru kelas I SD Negeri Dayuharjo. Berikut kisi-kisi pedoman wawancara. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pertanyaan Wawancara Kepada Guru Kelas 1 SD No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek Metode pembelajaran Peran peserta didik Permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah Kegiatan sekolah yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas bawah Dampak dari kegiatan yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan matematika di kelas bawah Permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran Kegiatan sekolah yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas bawah materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran Dampak dari kegiatan yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan matematika di kelas bawah materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran Penggunaan sempoa 41 Nomor Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.2 Instrumen Pertanyaan Wawancara Kepada Guru Kelas I SD Negeri Dayuharjo No 1 Aspek Metode Pembelajaran 2 Peran peserta didik 3 Permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah Kegiatan sekolah yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas bawah Dampak dari kegiatan yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan matematika di kelas bawah Permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran Kegiatan sekolah yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas bawah materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran 4 5 6 7 Pertanyaan Apa metode pembelajaran yang sering digunakan guru dalam menyampaikan materi dalam pembelajaran Matematika? Apa metode pembelajaran yang sering digunakan guru dalam mengajarkan materi penjumlahan, pengurangan, dan operasi hitung campuran? Bagaimana peran peserta didik dalam pembelajaran Matematika? Bagaimana peran peserta didik dalam pembelajaran Matematika materi penjumlahan, pengurangan, dan operasi hitung campuran? Apa permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran matematika kelas bawah? Apa yang sekolah lakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah? Apa dampak dari kegiatan yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan matematika di kelas bawah? Apa permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran matematika kelas bawah pada materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran? Apa yang sekolah lakukan untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawahpada materi penjumlahan, pengurangan dan hitung campuran? Instrumen wawancara di atas digunakan untuk wawancara dengan guru kelas I SD Negeri Dayuharjo. Wawancara dilakukan dengan 42

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Peneliti mengembangkan beberapa pertanyaan di atas menyeseuaikan dengan jawaban guru. 3.11.2 Kuesioner Kuesioner yang digunakan oleh peneliti yaitu lembar validasi produk yang akan diberikan kepada beberapa validator yaitu ahli sempoa, 2 guru SD Kelas I SD Negeri Dayuharjo, dosen ahli matematika, dan enam siswa kelas I SD untuk menilai dan memberikan kritik dan saran mengenai kelayakan produk modul yang telah dikembangkan peneliti. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner Uji Validasi Produk No 1 Aspek Cover modul Indikator No Pertanyaan - Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul - Kesesuaian gambar pada cover modul 2 Pengenalan sempoa - 3 Penggunaan bahasa - 4 Penyusunan kalimat - 5 Pemilihan soal - 6 Kesesuaian materi dengan SK dan KD - untuk peserta didik kelas bawah Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai bagian-bagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Bahasa yang digunakan dalam modul sudah baku Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Kalimat yang digunakan dalam modul sudah efektif Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk peserta didik kelas bawah Soal yang terdapat di dalam modul sudah sesuai dengan judul modul Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Kelengkapan materi Keluasan materi Kedalaman materi 43 1, 2, 3 4, 5, 6 7, 8 9, 10 11, 12 13,14,15

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kisi – kisi uji validasi prooduk di atas kemudian dikembangkan menjadi instrumen uji validasi untuk digunakan menjadi acuan dalam valiadasi ahli. Tabel 3.4 Instrumen Uji Validasi Produk Skor 1 2 3 Cover Modul 1 Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul 2 Kesesuaian gambar pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah 3 Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Pengenalan Sempoa 4 Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa 5 Terdapat pengenalan sederhana mengenai bagianbagian sempoa 6 Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa 7 Bahasa yang digunakan dalam modul sudah baku 8 Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Penyusunan Kalimat 9 Kalimat yang digunakan dalam modul sudah efektif 10 Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk peserta didik kelas bawah Pemilihan Soal 11 Soal yang terdapat di dalam modul sudah sesuai dengan judul modul 12 Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Kesesuaian Materi 13 Kelengkapan materi 14 Kedalaman materi 15 Keluasan materi Total Skor Saran Validator : No Komponen yang Dinilai 4 Saran Instrumen uji validasi produk di atas digunakan untuk acuan dalam penilaian kelayakan modul. Instrumen validasi dikembangkan dengan 44

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rentang skor 1 – 4 yaitu 1 (sangat baik), 2 (baik), 3 (kurang baik), dan 4 (sangat kurang baik). Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Uji Keterbacaan Produk untuk Siswa No 1 2 3 4 5 Aspek Cover modul Pengenalan sempoa Penggunaan bahasa Pemilihan soal No Pertanyaan Indikator - Judul buku 1, 2 Gambar Sejarah sempoa 3, 4, 5 Bagian-bagian sempoa Penggunaan sempoa Bahasa yang digunakan 6 7 - Soal dalam modul Kesesuaian - Kelengkapan materi materi dengan 8, 9, 10 - Keluasan materi SK dan KD - Kedalaman materi Kisi – kisi uji keterbacaan di atas digunakan sebagai acuan menjadi instrumen uji keterbacaan produk yang akan diisi oleh siswa kelas I SD yang mengikuti implementasi pengajaran sempoa. Tabel 3.6 Instrumen Uji Keterbacaan Produk untuk Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 Skor 1 2 3 Cover Modul Judul modul menarik bagi siswa untuk membaca dan sesuai dengan isi modul Gambar pada cover modul menarik bagi siswa Pengenalan Sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai bagianbagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam modul dapat dipahami oleh siswa Pemilihan Soal Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk siswa Kesesuaian Materi Komponen yang Dinilai 45 4 Saran

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Materi yang diajarkan dalam modul sudah sesuai dengan judul modul 9 Materi dalam modul menarik untuk siswa mengerjakaannya 10 Materi dalam modul melibatkan dua cara pengerjaan (hitung campuran) Total Skor Saran perbaikan : Instrumen uji keterbacaan produk diisi oleh siswa kelas I SD yang mengikuti implementasi penggunaan media. Instrumen di atas dikembangkan dengan rentang skor 1-4 yang artinya 1 (sangat baik), 2 (baik), 3 (kurang baik), dan 4 (sangat kurang baik). 3.12 Teknik Analisis Data Menurut Sanjaya (2009), analisis data adalah suatu proses mengolah dan menginterpretasikan data dengan tujuan untuk mendudukkan berbagai informasi sesuai dengan fungsinya sehingga memiliki makna dan arti yang jelas sesuai dengan tujuan penelitian. Pada tahap penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data berupa teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. 3.12.1 Teknik Analisis Data Kualitatif Data kualitatif yang didapatkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dan observasi selama proses pembelajaran. Wawancara dilakukan dengan guru kelas I A dan I B SD Negeri Dayuharjo. Data yang diperoleh dari hasil wawancara antara lain (1) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru, (2) peran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, dan (3) permasalahan dalam pembelajaran matematika kelas bawah. Selain diperoleh dari hasil wawancara, data kualitatif juga 46

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diperoleh dari kritik dan saran yang dikemukakan oleh ahli sempoa, 2 guru kelas I SD Negeri Dayuharjo, dan dosen ahli matematika yang melakukan validasi terhadap produk modul sempoa materi operasi hitung campurang penjumlahan dan pengurangan. Kritik dan saran tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki produk. Maka dari itu, peneliti melakukan revisi terhadap produk tersebut sesuai dengan kritik dan saran dari validator. 3.12.2 Teknik Analisis Data Kuantitatif Data kuantitatif merupakan data berupa skor dari penilaian produk modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan yang merupakan hasil validasi oleh ahli sempoa, 2 guru kelas I SD Negeri Dayuharjo, dosen ahli matematika, dan 6 siswa kelas I SD. Data yang diperoleh dianalisis sebagai dasar dari hasil penulisan kuesioner yang diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap produk yaitu sangat baik (4), baik (3), kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1). Untuk menghitung rata-rata penilaian kuesioner kualitas produk dapat menggunakan rumus sebagai berikut. Rata-rata (x) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑘𝑢𝑒𝑠𝑖𝑜𝑛𝑒𝑟 Hasil untuk menilai kelayakan modul menggunakan skala Likert yang dikonversikan dalam skala 4 menurut (Widyoko, 2015). Berikut merupakan tabel konversi data kualitatif ke kuantitatif menurut Widyoko yang disajikan pada tabel 3.5 berikut: 47

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.7 Konversi Data Kualitatif ke Kuantitatif Kategori Sangat Baik Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Interval Skor 3,25 < X ≤ 4,00 2,50 < X ≤ 3,25 1,75 < X ≤ 2,50 1,00 < X ≤ 1,75 Keterangan: 1. Jika dalam kategori sangat baik, produk layak digunakan tanpa perbaikan 2. Jika dalam kategori baik, produk layak digunakan dan perlu perbaikan sesuai dengan saran 3. Jika dalam kategori kurang baik, produk layak digunakan tetapi perlu perbaikan banyak sesuai dengan saran 4. Jika dalam kategori sangat kurang baik, produk tidak layak digunakan 48

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.3 Hasil Penelitian Pengembangan Dalam penelitian pengembangan ini ada dua hal yang akan dipaparkan yaitu: (1) Proses pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD, (2) Kualitas modul yang dihasilkan. Kedua hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. 4.3.1 Proses Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD Berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang sudah diuraikan di bab sebelumnya, proses pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD sebagai berikut. 4.3.1.1 Identifikasi Tujuan Pembelajaran Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. Untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran, peneliti melakukan analisis kebutuhan. Selanjutnya, analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan observasi di kelas I SD Negeri Dayuharjo dan wawancara dengan guru kelas I SD Negeri Dayuharjo. 49

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Wawancara dengan Guru Kelas I Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas I untuk mengetahui permasalahan dalam pembelajaran matematika, peran siswa dalam pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan guru. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan guru di kelas dengan metode ceramah saja sehingga peran siswa dalam pembelajaran kurang terlibat langsung dan cenderung pasif. Peran siswa yang cenderung pasif dan kurang terlibat dalam pembelajaran membuat beberapa siswa kesulitan dalam pelajaran matematika materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Siswa masih merasa bingung dalam mengerjakan operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan yaitu dalam mengerjakan soal tersebut siswa kebingungan dalam hal bilangan mana yang harus dikerjakan terebih dahulu. Kemudian dalam mengajarkan dan menjelaskan hal tersebut, guru tidak menggunakan media atau sesuatu yang konkret sehingga siswa hanya berpikir secara abstrak saja. Selain itu ketika peneliti menyinggung mengenai alat bantu hitung sempoa, guru hanya mengetahui bentuk sempoanya saja tanpa mengetahui cara penggunaan sempoa. 50

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Observasi terhadap Pembelajaran Matematika di Kelas I Observasi terhadap pembelajaran matematika di kelas I dan ketersediaan media pembelajaran di sekolah yang digunakan guru dan siswa. Observasi dilakukan oleh peneliti pada siswa kelas I SD Negeri Dayuharjo. Observasi dilakukan di dalam kelas I. Jumlah siswa terdiri dari 25 siswa. Berdasarkan observasi pembelajaran matematika di kelas I diperoleh hasil bahwa pembelajaran masih bersifat konvensional dan terpaku pada buku tematik. Guru tidak menggunakan model dan metode pembelajaran yang inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu, guru juga tidak menggunakan media dalam menjelaskan materi operasi hitung campuran kepada siswa. Sehingga siswa masih banyak yang kebingungan dalam mengerjakan soal-soal operasi hitung campuran. Hasil dari observasi terhadap ketersediaan media pembelajaran di sekolah menunjukkan bahwa jumlah dan jenis media pembelajaran yang dimiliki sekolah masih terbatas dan tingkat penggunaanya oleh guru yang masih rendah. Hal tersebut dikarenakan, tidak adanya modul atau petunjuk penggunaan media pembelajaran tersebut. 51

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1.2 Melakukan Analisis Pembelajaran Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi menyatakan jika membutuhkan alat bantu hitung dan panduan cara penggunaan alat bantu hitung untuk meningkatkan daya konsentrasi siswa, meningkatkan ketepatan, kecepatan, ketelitian siswa dalam menghitung, dan melatih siswa mandiri dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan. Siswa mampu memahami cara menghitung operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan alat bantu sempoa dan modul penggunaan sempoa. 4.3.1.3 Mengidentifikasi Karakteristik Siswa Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di kelas, siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam pembelajaran di kelas. Siswa sibuk dengan dunianya sendiri, tanpa disadari siswa kurang fokus dan kurang konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Dengan menggunakan alat bantu hitung sempoa dan modul penggunaan sempoa diharapkan dapat mengembangkan daya konsentrasi siswa dalam menyelesaikan soal – soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Selain itu dapat mengembangkan keterampilan ketepatan, kecepatan, dan ketelitian dalam mneghitung. 52

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1.4 Merumuskan Tujuan Khusus Langkah selanjutnya yaitu merumuskan tujuan khusus yang harus dicapai oleh siswa. Berdasarkan karakteristik siswa, maka tujuan yang harus dicapai oleh siswa yaitu daya konsentrasi siswa, kecepatan, ketepatan, dan ketelitian siswa dalam menghiutung. Selain itu, dengan menggunakan modul sempoa siswa dapat mandiri dalam menggunakan sempoa sesuai dengan panduan yang ada dalam modul sempoa. 4.3.1.5 Mengembangkan Butir Tes Setelah mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh siswa. Peneliti melakukan pengembangan soal – soal operasi hitung campuran yang akan dilampirkan dalam modul penggunaan sempoa. Pengembangan soal – soal dalam modul sempoa disesuaikan dengan karakteristik siswa. Soal – soal yang dikembangkan dapat mengembangkan konsentrasi siswa, kecepatan, ketepatan, ketelitian menghitung, dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan soal – soal 4.3.1.6 Mengembangkan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang peneliti gunakan yaitu siswa dapat mandiri dalam menggunakan sempoa ketika menyelesaikan operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Dengan menggunakan modul sempoa, siswa 53

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat mandiri dalam menggunakan alat bantu hitung sempoa. Modul sempoa berisi tentang cara penggunaan alat bantu hitung sempoa dalam menyelesaikan soal – soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. 4.3.1.7 Mengembangkan Bahan Ajar Berdasarkan permasalahan pada matematika materi operasi hitung campuran, peneliti hanya memfokuskan materi dalam modul sempoa yaitu materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Pengerjaan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan Publisher 2016. Warna yang digunakan dalam modul ini adalah warna-warna terang dan cerah yaitu cream dan orange untuk menarik perhatian siswa dalam membaca. Gaya jenis huruf yang peneliti gunakan dalam pengembangan modul sempoa ada 4 yaitu jenis huruf Depopi-w9 dengan ukuran font 36 pt untuk cover modul, jenis huruf Calibri dengan ukuran font 18 pt untuk kata pengantar, daftar isi, dan sejarah sempoa, jenis huruf Arial dengan ukuran 12 pt untuk isi modul, dan jenis huruf Candara dengan ukuran font 18 untuk sampul belakang modul. Kemudian, ada beberapa materi yang terdapat dalam modul sempoa, sebagai berikut: 54

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Kata pengantar Kata pengantar berisi tentang rasa syukur dari peneliti dapat menyusun modul sempoa dan sapaan peneliti kepada para pembaca modul sempoa. kata pengantar dibuat dengan menggunakan bahasa dan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Kata pengantar ini diharapkan menjadi awal kalimat dari modul sempoa yang membuat pembaca tertarik untuk menggunakan modul sempoa. b. Sejarah sempoa Materi awal yang peneliti kenalkan dalam modul sempoa ini yaitu sejarah sempoa agar siswa dapat mengerti dan mengetahui sedikit mengenai sejarah sempoa. Gambar 4.1 Sejarah Sempoa c. Pengenalan bentuk dan bagian-bagian sempoa Kemudian, materi selanjutnya yaitu pengenalan bentuk sempoa dan bagian-bagian sempoa. Sebelum siswa menggunakan sempoa, siswa harus mengerti bentuk dan 55

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bagian-bagian sempoa agar siswa dapat menggunakan sempoa sesuai dengan fungsinya. Gambar 4.2 Bagian-bagian Sempoa d. Pengenalan nilai manik 1-99 pada sempoa Materi selanjutnya yaitu pengenalan nilai manik 1-99 pada sempoa. Dalam materi tersebut peneliti menjelaskan bagaimana cara menggunakan sempoa dengan nilai manik 1-99. Cara menaikkan dan menurunkan manik sempoa dengan nilai 1-99. Gambar 4.3 Pengenalan Nilai Manik 1-5 56

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Latihan soal membaca gambar nilai manik dan menjodohkan nilai manik Setelah siswa mengenal bagaimana cara menggunakan sempoa. Peneliti memberikan latihan soal yang harus dikerjakan siswa, yaitu membaca dan menjodohkan nilai manik sempoa yang sesuai dengan gambar. Gambar 4.4 Latihan Soal Membaca Gambar Nilai Manik Gambar 4.5 Latihan Soal Menjodohkan Nilai Manik f. Pengenalan operasi penjumlahan dan pengurangan 1-99 Materi selanjutnya yaitu pengenalan operasi penjumlahan dan pengurangan 1-99. Peneliti memberikan contoh soal dan pembahasannya untuk mengenalkan operasi penjumlahan dan pengurangan. Dalam pembahasan, 57

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan soal dengan menggunakan sempoa. Gambar 4.6 Pengenalan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan 1-5 g. Pengenalan penggunaan teman kecil pada sempoa Pengenalan penggunaan teman kecil pada sempoa sangat penting dan harus dikenalkan pada siswa, agar siswa dapat mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan yang harus menggunakan teman kecil. Gambar 4.7 Pengenalan Penggunaan Teman Kecil h. Pengenalan penggunaan teman besar pada sempoa Pengenalan penggunaan teman besar pada sempoa sangat penting dan harus dikenalkan pada siswa, agar siswa dapat mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan yang harus menggunakan teman besar. 58

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.8 Pengenalan Penggunaan Teman Besar i. Latihan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan Setalah siswa mengenal dan mengetahui cara menggunakan sempoa dalam operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan, peneliti memberikan beberapa latihan soal yang harus dikerjakan siswa secara mandiri untuk mengetes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan sempoa. Gambar 4.9 Latihan Soal Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan 59

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1.8 Merancang dan Melakukan Evaluasi Formatif Setelah selesai mengembangkan bahan ajar, peneliti melakukan pra-validasi yaitu mengkonsultasikan modul sempoa kepada dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2. Langkah pra-validasi bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul sebelum dilakukan validasi pada ahli. Dalam langkah pra-validasi peneliti merevisi modul sempoa sesuai dengan saran-saran dari dosen pembimbing. Setelah seleesai revisi modul, peneliti melakukan validasi ahli kepada beberapa ahli yaitu ahli sempoa, dosen ahli matematika, dan 2 guru kelas I. a. Instrumen Penilaian Para Ahli Modul Sempoa disusun kemudian dilakukan penilaian kepada para ahli dan guru kelas I. Berikut merupakan data hasil penilaian modul sempoa. Penilaian modul sempoa dilakukan oleh guru kelas I pada tanggal 30 Juli 2018. Berikut tabel hasil penilaian modul. Tabel 4.1 Hasil Penilaian Guru Kelas I No Komponen yang dinilai 1 1 2 3 4 5 Cover modul Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul Kesesuaian gambar pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Pengenalan Sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa Terdapat pengenalan 60 Skor 2 3 Saran 4 √ √ √ √ √

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sederhana mengenai bagianbagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai 6 penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam modul 7 sudah baku Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik 8 kelas bawah Penyusunan Kalimat Kalimat yang digunakan 9 dalam modul sudah efektif Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk peserta 10 didik kelas bawah Pemilihan Soal Soal yang terdapat di dalam modul 11 sudah sesuai dengan judul modul Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas 12 bawah Kesesuaian Materi 13 Kelengkapan materi 14 Kedalaman materi 15 Keluasan materi Total Skor Saran Validator : √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 52 Berikut adalah tabel penialaian dari guru kelas I yang dilakukan pada tanggal 30 Juli 2018. Tabel 4.2 Hasil Penilaian Guru Kelas I No 1 2 3 4 5 6 7 Komponen yang dinilai Skor 1 2 3 Cover modul Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul Kesesuaian gambar pada cover modul untuk peserta didik kelas √ bawah Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Pengenalan Sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai bagianbagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam modul sudah baku 61 Saran 4 √ √ √ √ √ √

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Penyusunan Kalimat Kalimat yang digunakan 9 dalam modul sudah efektif Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk 10 peserta didik kelas bawah Pemilihan Soal Soal yang terdapat di dalam 11 modul sudah sesuai dengan judul modul Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk peserta 12 didik kelas bawah Kesesuaian Materi 13 Kelengkapan materi 14 Kedalaman materi 15 Keluasan materi Total Skor 53 Saran Validator : √ 8 √ √ √ √ √ √ √ Berikut adalah tabel penilaian dari dosen ahli yang dilakukan pada tanggal 31 Juli 2018. Tabel 4.3 Hasil Penilaian Dosen Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dinilai Skor 1 2 3 Cover modul Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul Kesesuaian gambar pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Pengenalan Sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai √ bagianbagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam modul sudah baku Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah 62 √ √ √ Saran 4 √ √ √ √ Tidak ada penjelasan nilai/fungsi manik.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penyusunan Kalimat Kalimat yang digunakan 9 dalam modul sudah efektif Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk 10 peserta didik kelas bawah Pemilihan Soal Soal yang terdapat di dalam modul sudah sesuai dengan 11 judul modul Soal yang terdapat di dalam 12 √ modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Kesesuaian Materi 13 Kelengkapan materi √ 14 Kedalaman materi √ 15 Keluasan materi √ Total Skor 52 Saran Validator : √ √ √ Berikut adalah tabel penilaian dari ahli sempoa yang dilakukan pada tanggal 26 September 2018. Tabel 4.4 Hasil Penilaian Ahli Sempoa No 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dinilai 1 Cover modul Kesesuaian judul modul dengan materi yang ada di dalam modul Kesesuaian gambar pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Skor 2 3 Kesesuaian bentuk tulisan pada cover modul untuk peserta didik kelas bawah Pengenalan Sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai sejarah sempoa √ Terdapat pengenalan sederhana mengenai bagianbagian sempoa Terdapat pengenalan sederhana mengenai penggunaan sempoa Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam modul sudah baku Bahasa yang digunakan dalam modul sesuai untuk peserta didik kelas bawah Penyusunan Kalimat 63 Saran 4 √ √ √ Ditambah angka dan simbol (-) dan (+) Sesuai/bagus Tuliskan penggunaan sempoa Jepang 1-4 √ √ Bagus √ √ Mudah dipahami

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 10 11 12 Kalimat yang digunakan dalam modul sudah efektif Kalimat yang digunakan dalam modul sudah sesuai untuk peserta didik kelas bawah Pemilihan Soal Soal yang terdapat di dalam modul sudah sesuai dengan judul modul Soal yang terdapat di dalam modul sesuai untuk peserta √ didik kelas bawah √ √ √ Penggunaan petunjuk harus lebih jelas Sesuai Sesuai Sertakan petunjuk penggunaan metoda Kesesuaian Materi 13 Kelengkapan materi Cek metoda! √ 14 Kedalaman materi √ 15 Keluasan materi √ Total Skor 42 Saran Validator : - Koreksi kembali halaman 13, 14, 25, dan 27! - Tuliskan penggunaan metoda teman besar dan teman kecil! Berdasarkan penilaian dari para ahli dengan menggunakan acuan skala 4 dapat diketahui bahwa total skor yang diperoleh dari penilai guru kelas I adalah 52 dan 53 dengan rata-rata skor sebesar 3,4 dan 3,5. Hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan oleh peneliti masuk dalam kategori “sangat baik”. Kemudian total skor penilaian yang diperoleh dari dosen ahli adalah 52 dengan rata-rata skor 3,4. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti masuk dalam kategori “sangat baik”. Sedangkan total skor penilaian yang diperoleh dari ahli sempoa adalah 42 dengan rata-rata skor 2,8. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti masuk dalam kategori “baik”, untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel 4.5. 64

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Penilaian Para Ahli Skor Penilai 1 0 0 0 0 Guru kelas I Guru kelas I Dosen ahli Ahli sempoa 2 0 0 0 3 3 8 7 8 12 4 7 8 7 0 Rata-rata 3,4 3,5 3,4 2,8 b. Rekapitulasi Saran dari Validator Berikut adalah hasil rekapitulasi saran dari validator modul sempoa: Tabel 4.6 Rekapitulasi Saran dari Validator Aspek Cover modul Pengenalan sempoa Penggunaan bahasa Penyusunan kalimat Pemilihan soal Kesesuaian materi Saran Cover modul sudah sesuai dengan isi modul. - Tuliskan sejarah penggunaan sempoa Jepang satu-empat - Tidak ada penjelasan mengenai nilai fungsi biji manik. Penggunaan bahasa mudah dipahami Penggunaan petunjuk harus lebih jelas. Soal sudah sesuai dengan judul modul. Sertakan petunjuk penggunaan teman besar dan teman kecil! Hasil dari rekapitulasi saran di atas digunakan peneliti untuk melakukan revisi modul. Peneliti melakukan revisi modul sesuai dengan saran – saran yang diberikan para validator. c. Data Uji Keterbacaan Siswa Kelas I SD Siswa yang melakukan uji keterbacaan penelitian ini adalah siswa yang mengikuti penggunaan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Uji keterbacaan siswa dilakukan dengan 65

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membagi lembar kuesioner pada siswa yang mengikuti pengajaran sempoa. Cara pengisian lembar kuesioner yaitu dilakukan secara bersama-sama. Peneliti membacakan cara-cara mengisi lembar kuesioner uji keterbacaan siswa, karena siswa kelas I belum lancar dalam membaca. Peneliti juga memandu pengisian lembar kuesioner uji keterbacaan siswa. Setelah siswa selesai mengisi lembar uji keterbacaan, peneliti melakukan rekapitulasi hasil uji keterbacaan siswa yang kemudian dikonversikan menggunakan skala empat Widyoko, 2015. Berikut merupakan data hasil uji keterbacaan pada modul sempoa: Tabel 4.7 Hasil Rekap Uji Keterbacaan Siswa Kelas I SD Penilai Siswa A Siswa B Siswa C Siswa D Siswa E Siswa F 1 0 0 0 0 0 0 Skor 2 3 0 4 0 3 0 6 1 3 0 5 1 5 4 6 7 4 6 5 4 Ratarata 3,6 3,7 3,4 3,5 3,5 3,3 Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Dari tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti memiliki kriteria “Sangat Baik”. Oleh karena itu, modul sempoa layak digunakan dengan revisi sesuai saran. 66

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.1.9 Merevisi Revisi modul dilakukan berdasarkan saran dan penilaian yang ditulis para ahli dari hasil penilaian, maka dapat dijelaskan sebagai berikut. Revisi yang pertama yaitu tentang penjelasan mengenai fungsi bagian-bagian sempoa. Peneliti menambahkan penjelasan mengenai fungsi bagian-bagian sempoa. Maka dapat dilihat hasil sebelum revisi dan sesudah revisi di bawah ini. Sebelum Revisi Sesudah Revisi Gambar 4.10 Bagianbagian sempoa sebelum revisi Gambar 4.11 Bagianbagian sempoa sesudah revisi Revisi yang kedua yaitu tentang sejarah sempoa Cina (sistem “dua lima”) dan sejarah sempoa Jepang (sistem “satu empat”). Sejarah sempoa yang sebelumnya belum menjelaskan sejarah sempoa Cina dan sempoa Jepang. Oleh karena itu, peneliti merevisi sejarah sempoa dengan memfokuskan sejarah sempoa Cina dan sempoa Jepang. Maka hasil sebelum dan sesudah revisi dapat dilihat di bawah ini. 67

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebelum Revisi Sesudah Revisi Gambar 4.12 Sejarah sempoa sebelum revisi Gambar 4.13 Sejarah sempoa sesudah revisi Revisi yang ketiga yaitu tentang menuliskan petunjuk penggunaan teman besar dan teman kecil. Petunjuk penggunaan teman besar dan teman kecil sebelumnya belum secara detail, peneliti hanya menjelaskan teman besar dan teman kecil secara singkat. Oleh karena itu, peneliti merevisi petunjuk teman besar dan teman kecil lebih detail agar siswa dapat lebih mudah memahami penggunaan teman besar dan teman kecil. Maka hasil sebelum dan sesudah revisi dapat dilihat di bawah ini. Sebelum Revisi Sesudah Revisi Gambar 4.14 Teman kecil sebelum revisi Gambar 4.15 Teman kecil sesudah revisi 68

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.16 Teman besar sebelum revisi Gambar 4.17 Teman besar sesudah revisi Setelah selesai dilakukan tahap revisi, produk siap untuk dicetak. Produk akhir dari penelitian ini yaitu Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan Untuk Siswa Kelas I SD. Produk dicetak dengan ukuran A4 atau 21 cm x 29,7 cm berorientasi landscape dan memiliki 42 halaman. Sampul depan dan sampul belakang dicetak dengan kertas ivory 230 gram dan bagian isi modul dicetak dengan kertas HVS 80 gram. 4.3.1.10 Mengembangkan dan Melaksanakan Evaluasi Sumatif Setelah dilakukan revisi oleh peneliti untuk menguji kualitas modul, maka dilaksanakan implementasi penggunaan modul di sekolah. Implementasi dilaksanakan 3 kali pada tanggal 29 November – 1 Desmber 2018. Hasil dari implementasi dapat dijelaskan sebagai berikut. a. Penggunaan Modul Hari Pertama Implementasi modul dimulai pukul 10.30 – 12.00 di kelas I SD Negeri Dayuharjo. Peneliti memberikan modul sempoa dan media sempoa pada setiap siswa. Pembelajaran dimulai dari pengenalan dengan sejarah 69

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sempoa, bagian-bagian sempoa, dan fungsi bagian-bagian sempoa. Siswa membaca sejarah sempoa bersama-sama, kemudian peneliti menjelaskan pada siswa mengenai sejarah sempoa. Setelah itu, peneliti mengajak siswa tanya jawab secara singkat mengenai sejarah sempoa. Hal tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti les sempoa. Selanjutnya siswa mengamati sempoa dan bagian-bagian sempoa. Siswa mengamati setiap bagian-bagian sempoa kemudian membaca fungsi bagian-bagian sempoa yang terdapat dalam modul sempoa. Setelah itu, peneliti mengadakan tanya jawab mengenai bagian-bagian sempoa dan fungsinya secara singkat. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai bagian-bagian sempoa dan fungsinya. b. Penggunaan Modul Hari Kedua Implementasi hari kedua dimulai pukul 10.30 – 12.00 di kelas I SD Negeri Dayuharjo. Pembelajaran dimulai dengan menanyakan pada siswa mengenai materi yang sudah dipelajari dihari sebelumnya. Kemudian mempelajari tentang mengenal nilai manik 1-20 dan cara penggunaannya dengan menggunakan sempoa. Siswa mengamati gambar nilai manik pada modul, kemudian 70

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa mempraktekan nilai manik tersebut dengan menggunakan sempoa. Setelah selesai mempraktekkan nilai manik 1-20, siswa mengerjakan soal latihan yaitu membaca nilai manik dan menjodohkan nilai manik yang terdapat dalam gambar modul. c. Penggunaan Modul Hari Ketiga Implementasi hari ketiga dimulai pukul 10.30 – 12.00 di kelas I SD Negeri Dayuharjo. Pembelajaran dimulai dengan mengulang materi dihari sebelumnya yaitu mengenal nilai manik 1-20. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang sudah diajarkan. Kemudian, materi yang dipelajari siswa adalah operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan 1-20. Pertama-tama, peneliti menjelaskan pada siswa dengan memberikan contoh soal operasi hitung penjumlahan dan penyelesaiaannya. pengurangan Peneliti mengajak dengan cara siswa untuk mengikuti tahap demi tahap dalam menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Setelah siswa memahami penjelasan yang diberikan oleh peneliti, siswa mengerjakan latihan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan yang terdapat dalam modul sempoa. Hal tersebut bertujuan 71

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai cara menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, peneliti mengoreksi hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. Kemudian, materi yang dipelajari siswa adalah cara menggunakan teman besar dan teman kecil dalam menyelesaikan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Pertama-tama, peneliti menjelaskan mengenai teman besar dan teman kecil dengan cara peenggunaannya menggunakan sempoa. Kemudian, peneliti menjelaskan mengenai penggunaan teman besar dan teman kecil dalam penyelesaian operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Peneliti mengajak siswa untuk mengikuti tahap demi tahap dalam menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan teman besar dan teman kecil dengan menggunakan media sempoa. Setelah siswa memahami penjelasan yang diberikan oleh peneliti, siswa mengerjakan latihan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan yang terdapat dalam modul sempoa. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai cara menyelesaikan soal 72

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media sempoa. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, peneliti mengoreksi hasil pekerjaan siswa secara bersamasama. Setelah dilakukan implementasi, peneliti menganalisis setiap proses pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran berlangsung dengan lancar selama 3 hari. Siswa sangat antusias dan semangat mengikuti pembelajaran sempoa. Modul sempoa yang digunakan dapat menarik perhatian siswa dengan menggunakan media sempoa dalam mengerjakan setiap soal. Selain itu, siswa sangat fokus dalam mengerjakan latihan soal yang terdapat dalam modul dengan menggunakan media sempoa. Setiap selesai penelitian, modul dan media sempoa dikumpulkan dan disimpan di sekolah agar modul dan media sempoa tidak tertinggal di rumah. Secara keseluruhan proses implementasi berhasil membuat siswa antusias dalam melakukan setiap kegiatan serta siswa dapat menjawab soal yang ada di dalam modul sempoa. 73

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.2 Kualitas Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD 4.3.2.1 Kelebihan dan Kelemahan Modul Sempoa Dari hasil observasi saat implementasi modul sempoa dapat disimpulkan kelebihan dan kelemahan modul yang dapat dijelaskan sebagai berikut. Kelebihan modul sempoa yang dikembangkan oleh peneliti yaitu modul disajikan secara menarik dan banyak animasi yang dapat menarik siswa dalam membaca dan mempelajari modul sempoa. Materi dan petunjuk dalam modul sempoa memudahkan siswa untuk belajar sempoa secara mandiri, karena petunjuk penggunaan sempoa yang terdapat dalam modul sempoa sudah sangat detail dan jelas. Selain itu, siswa dapat fokus mengerjakan soal latihan dengan menggunakan modul dan media sempoa. Modul sempoa yang dihasilkan tidak hanya memiliki beberapa kelebihan saja, namun modul tersebut juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan modul yaitu belum ada penjelasan tentang cara menggunakan teman besar dan teman kecil dalam operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. 4.3.2.2 Kualitas Modul Sempoa Dari hasil penilaian yang sudah dilakukan oleh 2 guru kelas I SD, ahli sempoa, dosen ahli, dan 6 siswa kelas I SD berkaitan dengan modul sempoa, maka dapat diperoleh rata- 74

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rata dari seluruh penilai. Berikut adalah data rekapitulasi penilai yang disajikan ke dalam tabel berikut ini. Tabel 4.8 Data Rekapitulasi Penilaian dari Penilai Penilai Guru Kelas IA Guru Kelas IB Dosen Ahli Matematika Ahli Sempoa Siswa A Siswa B Siswa C Siswa D Siswa E Siswa F Jumlah Rata-rata Rerata 3,4 3,5 3,4 2,8 3,6 3,7 3,4 3,5 3,5 3,3 3,5 Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Dari hasil penilaian keempat ahli diperoleh rata-rata skor 3,5 masuk dalam kategori “sangat baik”, sehingga modul tersebut layak untuk diimplementasikan dengan revisi sesuai saran. 4.4 Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pada tahap perencanaan. Hal tersebut menjadi acuan bagi peneliti dalam mengembangkan modul yang sesuai dengan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru. berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas I, peneliti mengetahui jika tidak ada media matematika untuk kelas I dan modul penggunaan media tersebut. Hal tersebut juga sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan bahwa guru tidak menggunakan media selama pembelajaran matematika. Tidak adanya media dalam pembelajaran matematika di kelas I disebabkan karena kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan media matematika. 75

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemudian guru menggunakan metode ceramah selama pembelajaran berlangsung. Salah satu dampak dari metode pembelajaran seperti ini adalah siswa menjadi pasif dan kurang terlibat dalam pembelajaran sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajarab. Kesulitan belajar tersebut ditemukan pada saat wawancara maupun observasi. Dari hasil pengumpulan data tersebut, salah satu kesulitan belajar siswa terletak pada materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, peneliti selanjutnya mengembangkan modul sempoa untuk cara penggunaan media sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Kebutuhan akan modul media terlihat dari hasil wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa guru kesulitan dalam menggunakan media matematika sehingga dalam proses pembelajaran guru tidak menggunakan media untuk menjelaskan pada siswa. Oleh karena itu, peneliti mengembangakan modul sempoa sesuai dengan analisis kebutuhan yaitu modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD. Modul sempoa yang peneliti kembangkan sesuai dengan karakteristik modul menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2003 (dalam Lestari, 2013) yaitu self instruction karena dalam modul sempoa terdapat petunjuk dan penjelasan dalam menggunakan sempoa dan siswa dapat belajar secara mandiri (tidak tergantung dengan pihak lain) saat menggunakan modul sempoa tersebut. User friendly 76

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yaitu penggunaan bahasa pada modul sempoa bersifat sederhana dan mudah dimengerti untuk siswa kelas I SD. Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan dari dosen ahli matematika, ahli sempoa, 2 guru kelas I SD, dan 6 siswa kelas I SD, dapat ditarik kesimpulan bahwa modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dan layak untuk diimplementasikan di kelas I SD dengan skor rerata 3,5. Setelah modul divalidasi oleh validator dan direvisi oleh peneliti, modul dikategorikan layak untuk diimplementasikan. Berdasarkan implementasi yang telah dilakukan peneliti selama 3 hari , siswa konsentrasi dalam berhitung operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan sempoa. Hal itu terbukti pada saat implementasi siswa tidak saling mengganggu teman – temannya, karena siswa fokus dan konsentrasi dalam menghitung menggunakan sempoa. Hal tersebut sesuai dengan manfaat sempoa menurut Budiningsih dan M. Syamsul (2007) yaitu sempoa dapat mengoptimalkan fungsi otak, karena disaat anak sedang bermain sempoa anak akan konsentrasi dalam berhitung, secara tidak langsung otak kiri akan berkerja dan anak akan menggunakan imajinasi dan logikanya untuk menghitung hasil operasi matematika melalui pikirannya yang nantinya akan ditunjukkan dalam bentuk manik-manik sehingga otak kanan anak juga akan bekerja. Berdasarkan implementasi, modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan yang saya kembangkan memiliki kelebihan yaitu dengan menggunakan modul siswa dapat belajar sempoa secara 77

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mandiri tanpa tergantung dengan guru/pengajar, selain itu siswa juga menjadi fokus dan konsentrasi dalam mengerjakan latihan soal yang terdapat dalam modul dengan menggunakan sempoa. Perubahan yang terlihat saat implementasi yaitu siswa menjadi lebih fokus dan konsentrasi dalam menyelesaikan soal latihan operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Siswa konsentrasi dalam menaikkan dan menurunkan manik – manik sempoa dalam menyelesaikan soal latihan yang terdapat dalam modul agar mendapatkan jawaban yang tepat dan benar. 78

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan modul sempoa materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas I SD, dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Pengembangan modul sempoa yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I semester ganjil di SD Negeri Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019 dikembangkan melalui lima langkah, yaitu (1) identifikasi karakteristik siswa yaitu dengan observasi dan wawancara, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan khusus, (5) mengembangkan butir tes, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan ajar, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi yaitu sesuai dengan saran dari validator, dan (10) mengembangkan dan melaksanakan evaluasi sumatif. 5.1.2 Modul sempoa yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I semester ganjil di SD Negeri Dayuharjo tahun ajaran 2018/2019 mempunyai kualitas “sangat baik”. Hal tersebut ditunjukkan dengan skor rerata validasi produk dan 79

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI uji keterbacaan dari 2 guru kelas I, ahli sempoa, dosen ahli matematika, dan 6 siswa kelas I SD. Modul sempoa memperoleh skor rerata 3,5 dan termasuk kategori “sangat baik”. Modul sempoa operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan layak diimplementasikan. 5.2 Keterbatasan Penelitian Produk yang dikembangkan memiliki beberapa keterbatasan, yaitu: 5.2.1 Wawancara analisis kebutuhan hanya dilakukan di satu sekolah sehingga permasalahan masih kurang mendalam. 5.2.2 Penilaian uji keterbacaan mengenai modul sempoa dapat bias ketika diberikan kepada siswa. 5.3 Saran Saran untuk penelitian selanjutnya yang akan mengembangkan modul sempoa adalah sebagai berikut: 5.3.1 Wawancara analisis kebutuhan dilakukan terhadap beberapa guru agar lebih tahu kebutuhan siswa kelas I SD mengenai penjumlahan dan pengurangan dalam matematika. 5.3.2 Uji keterbacaan mengenai modul sempoa dapat dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada siswa. 80

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Alex, Sobur. 2001. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya. Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Budiningsih, Annayanti dan M. Syamsul Wardani. 2007. Mahir Berhitung dengan Metode Sempoa. Bandung: Sinergi Pustaka Indonesia. Cahya, Prima dan Siti Mahmudah. 2013. “Peranan Media Sempoa dalam Menstimulasi Kemampuan Konsep Bilangan dan Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Putera Harapan”. Jurnal Penelitian. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya. Diakses tanggal 12 Oktober 2018 dari jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/paud-teratai/article/view/8029 Darijani, Yuni dkk. 2015. “Analisis Kesulitan-Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Piloting Se-Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2014/2015”. Jurnal Penelitian. Bali. Universitas Pendidikan Ganesha. Diakses tanggal 12 Oktober 2018 dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/5070 Dick, W and Carrey, L. 2009. The Systematic Design Instruction. Seven edition. Glenview. Illinois: Scott., Foreman and Company. Hamzah, B. Uno dan Masri Kudrat Umar. 2009. Mengelola Keserdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Harmoni, Tim. 2009. Cepat dan Mudah Berhitung dengan Sempoa. Jakarta: Harmoni Tim. Herawati, Heni. 2013. “Pengembangan Bahan Ajar Modul Kemampuan Kognitif Untuk Orang Tua Taman Kanak-Kanak Usia 4-5 Tahun di Bandar Lampung”. Tesis. Pascasarjana FKIP Universitas Lampung. Diakses tanggal 12 Oktober 2018 dari https://media.neliti.com/media/publications/192235-ID-none.pdf Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 81

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hidayat, Taofik. 2004. Titian Mahir Matematika. Jakarta: Visindo Media Persada. Lestari, Ika. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akademia Permata. Kemendikbud. 2013. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mohamad, Nurudin Uno Hamzah. 2012. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM: Pembelajaran Aktif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara. Nurmalasari, Irma. 2013. “Pengaruh Media Sempoa Terhadap Kreativitas Siswa dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II SD Negeri II Karangrejo Tulungagung Tahun Ajaran 2012/2013”. Skripsi. Tulungagung: STAIN. Diakses 8 Oktober 2018 dari http://repo.iain-tulungagung.ac.id/685/1/semua.pdf Pramono, Agustine Eka Sari. 2015. “Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Campuran Siswa Tunarungu Kelas IV Melalui Permainan Ular Tangga”. Jurnal Penelitian. Malang: Universitas Negeri Malang. Diakses 5 Oktober 2018 dari journal.um.ac.id/index.php/jo/article/download/8236/3769 Prastowo, Andi. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press. R, Soedjadi. 1998. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Shadiq. 2004. Pemecahan Masalah, Penalaran, dan Komunikasi. Yogyakarta: Makalah Penataran Guru PPPG. 82

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soesilowati. 2011. Perkalian Itu Asyik dan Menyenangkan. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama. Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima. Subarinah, Sri. 2006. Inovasi Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Depdiknas. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suherman, Erman dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sukiman. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Sukmadinata, N. S. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sulaimah, Esti. 2013. “Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Siswa Kelas II SDN Kledokan Depok dengan Menggunakan Metode Permainan Kartu”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 5 Oktober 2018 dari https://eprints.uny.ac.id/15461/1/SKRIPSI%20ESTI.pdf Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Suwangsih, Erna dan Tiurlina. 2006. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI Press. Wahyudi. 2008. Pendidikan Matematika I. Kebumen: FKIP UNS. 83

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Widyoko, E.P. 2015. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yuliastuti, Heni. 2014. “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) Siswa Kelas IV SD Negeri Sukowuwuh”. Skripsi. FKIP, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Unversitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 8 Oktober 2018 dari https://eprints.uny.ac.id/13833/1/SKRIPSI%20HENI%20YULIASTUTI.pdf 84

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 85

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Surat Izin Validasi Produk di SD 86

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Surat Izin Validasi Kepada Dosen Ahli 87

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Surat Izin Validasi Kepada Ahli Sempoa 88

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Hasil Validasi Produk Oleh Guru Kelas Ia 89

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Hasil Validasi Produk Oleh Guru Kelas Ib 91

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Hasil Validasi Produk Oleh Dosen Ahli Matematika 93

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Hasil Validasi Produk Oleh Ahli Sempoa 95

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa A 97

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa B 99

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa C 101

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa D 103

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa E 105

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Hasil Uji Keterbacaan oleh Siswa F 107

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Surat Izin Melaksanakan Penelitian 109

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Surat Telah Melaksanakan Penelitian 110

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Foto Kegiatan Sempoa Siswa memahami gambar manik sempoa dalam penyelesaian soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan Siswa menggunakan media sempoa dalam mengerjakan soal operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa “ngezum” atau menetralkan sempoa menjadi bernilai nol Peneliti mengenalkan nilai manik menggunakan sempoa 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendampingan siswa yang masih kesulitan menggunakan media sempoa 113

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CURRICULUM VITAE Candra Dipta Anindya merupakan anak pertama dari pasangan Yudi Catur Aryono dan Yuli Tri Hastuti. Lahir di Sleman pada tanggal 19 November 1996. Pendidikan dimulai dari TK ABA Karangmalang Depok pada tahun 2001-2003 kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Pengkol pada tahun 2003-2009. Setelah lulus SD peneliti melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Godean pada tahun 2009-2012. Peneliti kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seyegan pada tahun 2012 dan lulus pada tahun 2015. Setelah lulus SMA, peneliti melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma pada tahun 2015. Selama menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma telah banyak kegiatan kemahasiswaan yang telah diikuti. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya sebagai berikut: No Nama Kegiatan Tahun Peran 1 Inisiasi FKIP Sanata Dharma (INFISA) 2015 Peserta 2 Seminar 2015 Peserta “Reinventing Childhood Education” 3 Inisiasi Program Studi (INSIPRO) 2015 Peserta 4 Kursus Mahir Dasar (KMD) 2016 Peserta 114

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Week-End Moral 2016 Peserta 6 Pendampingan Pengembangan Kepribadian 2015 Peserta 2016 Peserta 2016 Peserta 2016 Anggota dan Metode Belajar I (PPKMB I) 7 Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar II (PPKMB II) 8 Kuliah Umum PGSD tema “Masa Depan Toleransi di Tangan Guru” 9 Parade Gamelan Anak ke-IX Divisi Humas 10 Parade Gamelan Anak ke-X 2017 Co. Divisi Humas 11 English Club 2015 Peserta 12 KPU HMPS PGSD 2017 Ketua Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Pengembangan Modul Sempoa Materi Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Kelas I SD Negeri Dayuharjo Tahun Ajaran 2018/2019”. 115

(135)

Dokumen baru

Download (134 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran materi menghemat air berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IIIA SD Negeri Petinggen Yogyakarta.
0
0
133
Pengembangan perangkat dan modul pembelajaran materi menghemat air berdasarkan pendekatan paradigma pedagogi reflektif untuk siswa kelas IIIA SD Negeri Petinggen Yogyakarta
1
4
131
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 1 – Penulisan Bilangan dalam Bentuk Panjang
0
0
1
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 2 – Nilai Tempat sampai Ribuan
0
0
1
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 3 – Operasi Penjumlahan tanpa Menyimpan dan dengan Menyimpan – Latihan Soal
0
0
1
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 4 – Operasi Pengurangan tanpa Meminjam dan dengan Meminjam – Latihan Soal
0
1
1
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 5 – Masalah Sehari-Hari yang Melibatkan Penjumlahan dan Pengurangan
1
1
1
02 – Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan – 6 – Latihan Ulangan
0
0
1
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD
0
6
297
Bab 2 Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurang
0
25
20
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat
0
4
11
Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
0
0
150
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta - USD Repository
1
1
133
Pengembangan modul bimbingan belajar PKn berbasis kecerdasan linguistik pada siswa berprestasi rendah di kelas III SD Kanisius Gayam I Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Pengembangan modul pembelajaran IPA materi Organ Tubuh Manusia untuk siswa kelas V Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
162
Show more