Efektivitas penerapan metode eksperimen berbantu Mind Mapping terhadap pengetahuan, motivasi dan gotong royong siswa kelas XI MIPA pada pokok bahasan gelombang cahaya di SMAN 1 Mlati - USD Repository

Gratis

0
0
171
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBANTU MIND MAPPING TERHADAP PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN GOTONG ROYONG SISWA KELAS XI MIPA PADA POKOK BAHASAN GELOMBANG CAHAYA DI SMAN 1 MLATI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: Eufrasia Grasia 141424025 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Jika kita tidak menyerah, berarti kita masih punya kesempatan -Jack Ma- iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang memberi berkat dan kekuatan untuk semua kesempatan dan perjuangan yang boleh diterima Bapa mama, dan keluarga yang memberi semangat, doa dan dukungan selama proses perkuliahan hingga sampai pada tahap ini Teman-teman sekaligus keluarga dalam atap yang sama pendidikan Fisika 2014 sebagai Indonesia mini yang saling menerima dan mendukung Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma Serta semua yang telah mendukung dalam banyak proses. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Januari 2019 Penulis Eufrasia Grasia vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Eufrasia Grasia NIM : 141424025 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan karya ilmiah saya yang berjudul: “EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBANTU MIND MAPPING TERHADAP PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN GOTONG ROYONG SISWA KELAS XI MIPA PADA POKOK BAHASAN GELOMBANG CAHAYA DI SMAN 1 MLATI”. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 23 Januari 2019 Yang menyatakan Eufrasia Grasia vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Grasia, Eufrasia. 2018. Efektivitas Penerapan Metode Eksperimen Berbantu Mind Mapping Terhadap Pengetahuan, Motivasi dan Gotong Royong Siswa Kelas XI MIPA Pada Pokok Bahasan Gelombang Cahaya Di SMAN 1 Mlati. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode eksperimen berbantu mind mapping terhadap peningkatan pengetahuan, motivasi belajar dan sikap gotong royong siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Mlati pada materi gelombang cahaya. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan kualitatif, dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Mlati. Penelitian ini menggunakan satu kelas yang diberikan treatment yaitu dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan satu kelas dengan menggunakan metode ceramah aktif. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah tes tertulis (pretest dan posttest), kuesioner motivasi belajar siswa dan observasi gotong royong. Hasil tes tertulis dan kuesioner motivasi belajar siswa dianalisis menggunakan program SPSS 20, sedangkan sikap gotong royong siswa dianalisis secara kualitatif berdasarkan hasil rekaman video kegiatan siswa dan catatan peneliti selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Metode eksperimen berbantu mind mapping meningkatkan pengetahuan siswa pada materi gelombang cahaya, ada perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa dimana berdasarkan mean peningkatan motivasi belajar di kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sikap gotong royong siswa kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol dapat dikatakan baik. Sikap ini ditunjukkan pada aspek aktif dalam kelompok, membantu sesama, saling mendengarkan dan menolong teman Kata kunci: metode eksperimen, mind mapping, pengetahuan, motivasi, gotong royong viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Grasia, Eufrasia. 2018. Effectiveness of the Application of Experimental Methods Assisted by Mind Mapping on Knowledge, Motivation and Mutual Cooperation of Class XI Students of Mathematics and Natural Sciences in the Subject of Light Wave at SMAN 1 Mlati. Essay. Yogyakarta: Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Natural Sciences Education, Teacher Training and Education Faculty, Sanata Dharma University Yogyakarta. This study aims to determine the effectiveness of the application of mind mapping assisted methods to increase knowledge, learning motivation and mutual cooperation attitude of students of class XI MIPA SMAN 1 Mlati in light wave material. This type of research is quantitative and qualitative experiments, with the research subjects being students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Mlati. This study uses one class given treatment, namely by learning using mind mapping assisted experimental methods and one class using active lecture methods. The instruments used for data collection were written tests (pretest and posttest), student learning motivation questionnaires and mutual cooperation observation. The results of written tests and student motivation questionnaires were analyzed using the SPSS 20 program, while students 'mutual cooperation attitudes were analyzed qualitatively based on the video recordings of student activities and researchers' notes during the learning process. The results showed that: The mind mapping assisted experimental method increased students' knowledge of light wave material, there were differences in the increase in student learning motivation which was based on the mean increase in learning motivation in the experimental class higher than the control class. As for the mutual cooperation attitude of the two classes based on the indicators used, they showed a good mutual cooperation attitude.This attitude is shown in the active aspects of the grup, helping others, listening to each other and helping friends. Keywords: experimental method, mind mapping, knowledge, motivation, mutual cooperation ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Efektivitas Penerapan Metode Eksperimen Berbantu Mind Mapping Terhadap Pengetahuan, Motivasi dan Gotong Royong Siswa Kelas XI MIPA pada Pokok Bahasan Gelombang Cahaya di SMAN 1 Mlati”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan, dukungan, saransaran dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Romo Prof. Dr Paulus Suparno, SJ., M.S.T., selaku Dosen Pembimbing yang memberikan arahan, bimbingan, dukungan, semangat serta sumbangan pemikiran dalam penyelesaian skripsi ini. 2. Bapak Dr. Ign. Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma 3. Bapak Drs. Autfridus Atmadi, M.Si Selaku Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Pendidikan Fisika 2014 yang telah memberi semangat serta arahan selama penulisan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Ibu Ir. Sri Agustini Sulandari, M. Si., sebagai validator yang bersedia memberikan masukan dan saran kepada penulis dalam membuat instrumen soal sehingga menjadi lebih baik. 5. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang telah melancarkan pembuatan surat perizinan penelitian 6. Bapak Aris Sutardi, S. Pd selaku kepala sekolah SMA N 1 Mlati yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian 7. Ibu Kuswantini, S. Pd selaku guru mata pelajaran Fisika kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang telah berkenan membimbing dan membantu dalam proses penelitian di sekolah 8. Siswa-siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 yang telah berkenan menjadi sample penelitian 9. Kedua orang tua Bapa Stefanus Sem dan Mama Lutgardis Jeria dan ketiga kakak yang telah banyak memberi bantuan baik materi maupun dukungan doa 10. Rekan satu tim skripsi sekaligus sahabat saya Rosni, Candra, Yurike dan Femi yang telah membantu dan memberi semangat dalam penyelesaian skripsi ini serta saling mendukung dalam setiap proses yang dilalui. 11. Rosny, Candra, Ipen yang telah membantu dalam proses pengambilan data di sekolah. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Untuk teman-teman pendidikan Fisika 2014 yang saling memberi semangat, serta pihak-pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sebagai manusia yang masih dalam proses belajar, tentunya terdapat kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, sehingga penulis sangat menerima segala kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tulisan. Yogyakarta, 23 Januari 2019 Penulis Eufrasia Grasia xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................. ii HALAMAN MOTTO ........................................................................................................ iv HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ..................................................... vii ABSTRAK ....................................................................................................................... viii ABSTRACT......................................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................................ x DAFTAR ISI.................................................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah..................................................................................................... 4 C. Batasan Masalah ....................................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ...................................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................. 7 A. Pembelajaran Konstruktivisme ................................................................................. 7 B. Metode Pembelajaran Eksperimen berbantu Mind Mapping.................................... 8 1. Metode Pembelajaran ........................................................................... 8 2. Metode Eskperimen .............................................................................. 8 3. Metode Mind Mapping ....................................................................... 11 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Pembelajaran dengan Metode Eksperimen berbantu Mind Mapping . 15 C. Pengetahuan ............................................................................................................ 16 D. Motivasi .................................................................................................................. 17 E. Gotong royong ........................................................................................................ 21 F. Materi Gelombang Cahaya ..................................................................................... 22 1. Interferensi Cahaya ............................................................................. 22 2. Difraksi cahaya ................................................................................... 27 G. Kerangka Berfikir ................................................................................................... 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.......................................................................... 32 A. Jenis Penelitian ....................................................................................................... 32 B. Rancangan Penelitian.............................................................................................. 33 C. Waktu Dan Tempat Penelitian ................................................................................ 33 D. Populasi dan Sampel ............................................................................................... 34 E. Treatment Penelitian ............................................................................................... 34 1. Kelas Eksperimen ............................................................................... 35 2. Kelas Kontrol ...................................................................................... 35 F. Instrumen Penelitian ............................................................................................... 36 1. Instrumen Pembelajaran ..................................................................... 36 2. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................. 37 a. Pretest dan Posttest .................................................................................. 37 b. Observasi .................................................................................................. 41 c. Kuesioner .................................................................................................. 42 d. Wawancara ............................................................................................... 45 G. Validitas .................................................................................................................. 45 H. Metode Analisis Data ............................................................................................. 46 1. Analisis Pengetahuan Siswa ............................................................... 46 2. Analisis Motivasi Belajar.................................................................... 48 3. Analisis Sikap Gotong Royong........................................................... 49 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA ........................................................................ 50 A. Pelaksanaan Penelitian............................................................................................ 50 1. Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Kontrol ...................................... 52 2. Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Eksperimen................................ 56 3. Wawancara Kelas Eksperimen berbantu Mind Mapping ................... 61 B. Data dan Analisis .................................................................................................... 64 1. Pengetahuan Siswa ............................................................................. 64 2. Motivasi Belajar Siswa ....................................................................... 70 3. Sikap Gotong Royong Siswa .............................................................. 78 C. Pembahasan ............................................................................................................ 83 1. Peningkatan Pengetahuan Siswa ......................................................... 83 2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa .................................................. 84 3. Sikap gotong royong siswa ................................................................. 86 D. Keterbatasan Penelitian .......................................................................................... 87 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………….88 A. Kesimpulan ............................................................................................................. 88 B. Saran... .................................................................................................................... 89 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 90 LAMPIRAN...................................................................................................................... 93 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Unsur Pembagian Otak Kiri Dan Otak Kanan ..................................... 12 Tabel 3. 1 Kisi-kisi Pembuatan Soal Pretest dan Posttest 37 Tabel 3. 2 Jawaban Pretets dan Posttest 39 Tabel 3. 3 Indikator Sikap Gotong Royong 41 Tabel 3. 4 Kisi-kisi, Indikator dan Pertanyaan Kuesioner Motivasi Siswa 42 Tabel 3. 6 Penskoran Kuesioner Motivasi Belajar 48 Tabel 4. 1 Rincian Kegiatan dan Jadwal Pelaksanaan Penelitian ......................... 50 Tabel 4. 2 Nilai pretest dan postets kelas eksperimen dan kelas kontrol ............. 64 Tabel 4. 3 Hasil perbandingan pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol ......... 65 Tabel 4. 4 Hasil perbandingan pretest dan posttest kelas eksperimen berbantu mind mapping ....................................................................................... 66 Tabel 4. 5 Hasil Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Kontrol ..................... 68 Tabel 4. 6 Perbandingan Posttest Kelas Eksperimen Berbantu Mind Mapping dan Kelas Kontrol ........................................................................................ 69 Tabel 4. 7 Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .................................................................................................. 70 Tabel 4. 8 Hasil Perbandingan Motivasi Awal Belajar Fisika Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ................................................................................. 71 Tabel 4. 9 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen ........................................................................................... 73 Tabel 4. 10 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Kontrol .................................................................................................. 74 Tabel 4. 11 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Akhir Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ................................................................................. 75 Tabel 4.12 Perbandingan selisih motivasi awal dan akhir siswa kelas eksperimen dankelaskontrol………………………………………………………78 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Contoh Mind Mapping ..................................................................... 15 Gambar 2. 2 Diagram percobaan Young............................................................... 23 Gambar 2. 3 Lintasan antara kedua Berkas pada percobaan Young. .................... 24 Gambar 2. 4 Interferensi pada lapisan tipis minyak .............................................. 25 Gambar 2. 5 Pola Difraksi Celah Tunggal……………………………………….25 Gambar 4. 1 Siswa kelas kontrol mengerjakan soal pretest.................................. 53 Gambar 4. 2 Siswa mengerjakan soal latihan di papan tulis ................................. 54 Gambar 4. 3 Siswa Berdiskusi dan Mengerjakan Soal dalam Kelompok............. 55 Gambar 4. 4 Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Posttest ............................. 56 Gambar 4. 5 Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Pretest ........................ 57 Gambar 4. 6 Siswa Berdiskusi Dengan Teman Sebangku .................................... 58 Gambar 4.7 Siswa Melakukan Praktikum Kisi Difraksi ....................................... 60 Gambar 4.8 Siswa Melakukan Praktikum Interferensi Cahaya ............................ 60 Gambar 4.9 Siswa Mengerjakan Soal Posttest ..................................................... 61 Gambar 4. 10 Peneliti Mewawancara Siswa ......................................................... 63 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian .................................. 94 Lampiran 2 Surat Izin pelaksanaan Penelitian ...................................................... 95 Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ................................. 96 Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen ...................................................................... 97 Lampiran 5 RPP Kelas Kontrol .......................................................................... 106 Lampiran 6 LKS interferensi .............................................................................. 115 Lampiran 7 Hasil LKS Interferensi ..................................................................... 119 Lampiran 8. LKS Kisi Difraksi ........................................................................... 120 Lampiran 9 Hasil LKS Kisi Difraksi .................................................................. 121 Lampiran 10 Soal Pretest dan Posttest ................................................................ 123 Lampiran 11 Jawaban Pretest dan Posttest ......................................................... 126 Lampiran 12 Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest ........................................ 129 Lampiran 13 Lembar Validitas ........................................................................... 131 Lampiran 14 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen ................... 132 Lampiran 15 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol .......................... 140 Lampiran 16 Contoh Hasil Kuesioner Motivasi Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen …................................................................................145 Lampiran 17 Contoh Hasil Kuesioner Motivasi Awal dan Akhir Siswa Kelas Kontrol……………………………………………………………149 Lampiran 18 Contoh Hasil Mind Mapping Siswa……………………………..153 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hal utama yang perlu diperhatikan guru adalah mengupayakan dan membuat siswa senang belajar dan terlibat aktif pada proses pembelajaran. Untuk itu perlu adanya perubahan dan pengembangan proses dalam pembelajaran demi menambah wawasan dan pengetahuan agar pembelajaran menjadi semakin menarik, baik bagi guru maupun siswa. Metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan situasi siswa serta diupayakan dapat memberi kesan menyenangkan dan turut melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Pada pembelajaran fisika khususnya, diperlukan cara/metode yang dapat memberi kesan bahwa fisika merupakan pelajaran yang asyik dan menyenangkan, mengingat bahwa siswa menganggap pelajaran fisika sebagai suatu pelajaran yang sulit dan susah untuk dipahami. Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran membuat siswa jenuh dan bosan, sehingga berdampak pada sikap siswa yang menerima pelajaran secara “instan”. Salah satu metode yang dapat membantu siswa aktif dan senang belajar yaitu metode eksperimen (Suparno, 2007: 63). 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Karena pada dasarnya setiap apa yang dilakukan langsung oleh siswa itu sendiri akan memudahkan mereka untuk selalu mengingat apa yang dipelajarinya. Untuk itu siswa diajarkan untuk mulai mencoba dan menerapkan apa yang telah diperoleh melalui suatu percobaan, bertujuan untuk memperkuat apa yang telah mereka pelajari. Selain siswa aktif dan senang belajar metode eksperimen diharapkan mampu memotivasi siswa untuk belajar, karena sebagai seorang yang masih terus belajar, siswa membutuhkan dorongan atau motivasi baik dari dirinya sendiri maupun dari luar. Motivasi siswa berperan pada bagaimana mereka bisa berhasil terhadap apa yang dikerjakan sangat berkaitan dengan motivasi yang dimilikinya. Menurut Siregar (2010: 177) salah satu faktor psikologis dari masalah-masalah belajar adalah motivasi. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengingat pada siswa juga menjadi sebuah hal yang harus diperhatikan oleh pengajar agar pelajaran yang diterima siswa tidak hanya diingat didalam ruang kelas tetapi menyatu pada siswa itu sendiri, sehingga digunakan cara belajar yang melibatkan otak kiri dan kanan siswa yang dituangkan dalam bentuk gambar atau skema berdasarkan apa yang mereka peroleh dari guru lalu mereka mengkreasikan dalam bentuk karya. Keadaan ini diharapkan bahwa siswa akan menuangkan sesuai dengan apa yang mereka pahami. Metode ini dinamakan mind mapping yang dapat membantu siswa dalam mengingat kembali materi pelajaran.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Metode eksperimen yang diterapkan, kegiatan siswa tidak sekedar bagaimana mereka merangkai alat dan bahan, membuktikan apa yang mereka pelajari, tapi juga bagaimana siswa berinteraksi dengan temantemannya dalam kelompok dan mengerjakan sesuatu maupun menyelesaikan masalah secara bersama dalam tim dan saling bahu membahu. Model ini dapat menumbuhkan salah satu nilai karakter siswa, yang mana menjadi tuntutan dalam kurikulum 2013 yang disebut gotong royong. Sebagaimana peraturan yang dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia nomor 28 tahun 2017 tentang pendidikan karakter melalui program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) salah satu nilai karakter yang wajib diterapkan di sekolah adalah sikap gotong royong. Nilai karakter ini diharapkan membuat siswa memiliki sikap gotong royong yang tinggi melalui proses pembelajaran yang siswa laksanakan di sekolah. Sehingga nantinya siswa tidak hanya sekedar paham akan nilai itu namun menjalankannya ditengah kehidupan masyarakat sekarang ini. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa, memotivasi siswa dalam belajar dan melatih siswa dalam bekerja sama/gotong royong, Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran Eksperimen berbantu Mind Mapping. Pembelajaran dengan eksperimen menekankan suatu cara belajar yang melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dari hasil percobaan yang diperoleh. Mind Mapping diterapkan untuk melatih kemampuan siswa dalam berfikir

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 serta hasil dari pengetahuan yang dituangkan dalam bentuk skema atau gambar dengan tujuan agar siswa lebih mudah mengingat materi yang telah diajarkan sehingga dengan mind mapping siswa dapat mengingat serta menuangkan kembali apa yang telah mereka pelajari. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka penulis telah melakukan penelitian dengan judul ”Efektivitas Penerapan Metode Eksperimen Berbantu Mind Mapping Terhadap Pengetahuan, Motivasi dan Gotong Royong Siswa Kelas XI MIPA Pokok Bahasan Gelombang Cahaya di SMAN 1 Mlati”. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana peningkatan pengetahuan siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Mlati pada materi gelombang cahaya dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif 2. Bagaimana peningkatan motivasi belajar kelas XI MIPA SMAN 1 Mlati pada materi gelombang cahaya dengan pembelajaran menggunakan penggunaan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif ? 3. Bagaimana pengaruh penerapan metode eksperimen berbantu Mind Mapping dan metode ceramah akif terhadap sikap gotong royong siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Mlati pada materi gelombang cahaya?

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah diatas, dalam penelitian ini peneliti membatasi permasalahan yaitu melihat bagaimana pengaruh penerapan metode eksperimen berbantu mind mapping terhadap pengetahuan, motivasi dan gotong royong dan dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan metode ceramah aktif. Materi yang digunakan dalam melaksanakan penelitian terbatas pada pokok bahasan gelombang cahaya yaitu interferensi cahaya dan difraksi cahaya. D. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui peningkatan pengetahuan yang dicapai siswa kelas XI MIPA SMA 1 Mlati pada materi gelombang cahaya dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif. 2. Mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Mlati pada materi gelombang cahaya dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif. 3. Mengetahui pengaruh penerapan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan ceramah aktif terhadap sikap gotong royong siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Mlati pada materi gelombang cahaya.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang metode eksperimen berbantu mind mapping yang dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi dan gotong royong siswa dalam pelajaran fisika. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping diharapkan siswa dapat memahami materi fisika yang dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi belajar dan, sikap gotong royong. b. Bagi Guru Penggunaan metode eksperimen berbantu mind mapping dapat menjadi salah satu pilihan guru dalam proses pembelajaran untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan pengetahuan, motivasi dan sikap gotong royong siswa. Dengan penelitian ini diharapkan guru dapat menemukan dan menggunakan metode yang cocok dalam proses pembelajaran fisika.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Konstruktivisme Menurut von Glasersfeld (Suparno, 1997: 18), konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Konstruktivisme menurut Suyono adalah sebuah filosofi pembelajaran yang dilandasi premis bahwa dengan merefleksikan pengalaman, kita membangun, mengkonstruksi pengetahuan, pemahaman kita tentang dunia tempat kita hidup (Suyono, 2011: 105). Pengetahuan itu dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang sewaktu dia berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan dapat berarti dua macam. Pertama, bila kita berbicara dengan diri kita sendiri, lingkungan menunjuk pada keseluruhan objek dan semua relasi yang kita abstraksikan dari pengalaman. Kedua, bila kita memfokuskan diri pada suatu hal tertentu, lingkungan merujuk pada sekeliling hal itu yang telah kita isolasikan. Dalam hal ini, baik hal itu maupun sekelilingnya merupakan lingkup pengalaman kita sendiri, bukan dunia objektif yang lepas dari pengamat (Von Glasersfeld dalam Suparno, 1997: 19). 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 B. Metode Pembelajaran Eksperimen berbantu Mind Mapping 1. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran merupakan seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran termasuk bagaimana pemilihan cara penilaian yang akan dilakukan. Metode pembelajaran dapat dianggap sebagai suatu proses yang teratur, suatu jalan atau cara yang teratur untuk melakukan pembelajaran (Suyono & Hriyanto, 2011: 19). 2. Metode Eskperimen Metode eksperimen adalah cara penyajian pembelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu (Bahri, et all 2010: 84). Menurut Suparno, metode eksperimen adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah dibicarakan itu memang benar (Suparno, 2013:83). Dalam penelitian ini jenis eksperimen yang digunakan adalah eksperimen terbimbing, dimana peneliti ikut membimbing siswa selama kegiatan eksperimen.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Untuk melakukan pembelajaran dengan eksperimen terbimbing, guru punya peran sangat penting. Beberapa hal yang harus dilakukan guru (Suparno, 2013: 84-85)  Memilih eksperimen apa yang akan ditugaskan kepada siswa.  Merencanakan langkah-langkah percobaan seperti: apa tujuannya, peralatan yang digunakan, bagaimana merangkai percobaan, data yang harus dikumpulkan siswa, bagaimana menganalisis data dan apa kesimpulannya.  Mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan sehingga pada saat siswa mencoba semua siap dan lancar.  Pada saat percobaan sendiri guru dapat berkeliling melihat bagaimana siswa melakukan percobaannya dan memberikan masukan kepada siswa.  Bila ada peralatan yang macet guru membantu siswa agar alat dapat jalan dengan baik.  Membantu siswa dalam menarik kesimpulan dengan percobaan yang dilakukan  Bila siswa membuat laporan, maka guru harus memeriksanya  Guru sebaiknya mempersiapkan petunjuk dan langkah percobaan dalam satu lembar kerja sehingga memundahkan siswa bekerja.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Menurut Suparno, dalam eksperimen siswa entah sendiri atau dalam kelompok kecil melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru. Ada baiknya kelompok dibuat kecil sehingga siswa dapat sungguh melakukan percobaan dan bukan hanya melihat percobaan teman. Dalam percobaan, siswa antara lain akan melakukan tindakan berikut (Suparno, 2013: 85)  Membaca petunjuk percobaaan dengan teliti;  Mencari alat yang diperlukan;  Merangkai alat-alat sesuai dengan skema percobaan;  Mencatat data yang diperlukan;  Mendiskusikan dalam kelompok untuk ambil kesimpulan dari data yang ada;  Membuat laporan percobaan dan mengumpulkan;  Dapat juga mempresentasikan percobaannya di depan kelas. Berikut beberapa keunggulan/kelebihan metode eksperimen (Bahri, 2010: 84): a. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan; b. Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia; c. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia;

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 d. Metode ini sangat cocok/sesuai dengan bidang sains; Metode eksperimen juga memiliki beberapa kelemahan/kekurangan (Bahri, 2010: 85): a. Metode ini lebih memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal; b. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan; c. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan atau pengendalian. 3. Metode Mind Mapping Mind mapping adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak-mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harafiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Selain itu mind map juga sangat sederhana (Tony Buzan. 2005: 4). Menurut Tony mind mapping juga merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti informasi akan lebih mudah dan lebih bisa dihandalkan daripada menggunakan teknik pencatatan tradisional. Menurut Windura, mind mapping merupakan suatu teknis grafis yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 kemampuan otak kita untuk keperluan berpikir dan belajar. (Windura, 2016: 16) Mind mapping secara keseluruhan dapat meningkatkan kerja otak kiri dan otak kanan. Berikut unsur yang terbagi: Tabel 2. 1 Unsur Pembagian Otak Kiri Dan Otak Kanan Otak kiri Otak kanan Tulisan Warna Urutan penulisan Gambar Hubungan antar kata Dimensi (tata ruang) Langkah–langkah dalam membuat mind map menurut Tony Buzan (2005: 15-16) adalah : 1) Memulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Cara ini bertujuan untuk memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami. 2) Menggunakan gambar atau foto untuk ide sentral. Sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 3) Menggunakan warna. Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan. 4) Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan menghubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat. 5) Membuat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon jauh lebih menarik bagi mata. 6) Menggunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibelitas kepada mind map. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. Bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan kerenanya lebih bisa memicu ide dan pikiran baru.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 7) Menggunakan gambar. Setiap gambar bermakna seribu kata. Bila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam mind map kita, mind map kita sudah setara dengan 10.000 kata catatan. Windura dalam bukunya “mind map langkah demi langkah” menjelaskan bahwa pelajaran fisika membutuhkan pemahaman yang kuat agar anak mengerti dan mampu menerapkannya dalam menjawab soal-soal. Mind mapping akan meningkatkan pemahaman anak sekaligus menyajikan materi itu secara lebih sistematis. Dengan pemahaman yang lebih baik, anak dapat menerapkan hukum-hukum fisika untuk menjawab semua soal latihan (Windura, 2016: 102). Dengan membuat mind map siswa dapat mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Berikut adalah contoh mind map yang dibuat peneliti pada materi gelombang cahaya (gambar 2.1)

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Gambar 2. 1 Contoh Mind Mapping 4. Pembelajaran dengan Metode Eksperimen berbantu Mind Mapping Proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping merupakan gabungan dari dua metode yang dapat saling menguatkan. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini dilakukan agar siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui metode eksperimen yaitu melalui praktikum siswa dapat mencoba untuk menemukan dan menambah pengetahuan sedangkan untuk mengklarifikasi

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 pengetahuan siswa, maka digunakan metode mind mapping yang diharapkan siswa dapat mengingat kembali apa yang telah dipelajari dengan membuat peta atau skema dan mengisi sesuai dengan apa yang mereka pahami dan hasil mind map tersebut merupakan gambaran pengetahuan siswa. Kedua metode ini tentunya saling mendukung dan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, karena bukan hanya melatih keterampilan siswa saat pelaksanaan praktikum tetapi juga melatih siswa dalam proses mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari. Untuk itu kedua metode tersebut dipadukan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan diharapkan menambah pengetahuan dan keterampilan siswa. C. Pengetahuan Dalam keseharian, pengetahuan diartikan sebagai sesuatu yang kita terima yang dapat menambah wawasan dan informasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Pengetahuan dalam bahasa inggris disebut ”knowledge” yang secara umum dapat diartikan sebagai suatu pemahaman (understanding) atau sesuatu hal yang diketahui atau dipahami oleh seseorang (Setyosari, 2010: 3). Menurut Moliono dkk (1988 dalam Setyosari) pengetahuan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 diketahui atau segala sesuatu yang berkenaan dengan hal. Berkenaan dengan hal yang dikenali dan diketahui, sesorang dapat memahami dan mungkin melakukan atau mengaplikasikan tentang pengetahuan tersebut dalam situasi tertentu. Pengetahuan dapat berupa fakta-fakta. Taksonomi belajar dalam domain kognitif yang paling umum dikenal adalah taksonomi Bloom. Benjamin S. Bloom membagi taksonomi hasil belajar dalam 6 kategori yakni: 1) pengetahuan (knowledge); 2) pemahaman (comprehension); 3) penerapan (application); 4) analisis; 5) sintesis; 6) evaluasi. Kategori hasil belajar yang digunakan pada penelitian ini adalah pengetahuan, dalam taksonomi Bloom pengetahuan merupakan tingkatan hasil belajar yang paling rendah. Namun, pengetahuan menjadi sangat penting karena menjadi dasar dan prasyarat bagi tingkatan selanjutnya. Hafal menjadi prasyarat bagi pemahaman (Sudjana, 2010:23) D. Motivasi Motivasi berasal dari bahasa latin ”movere” yang berarti menggerakkan. Berdasarkan pengertian ini, makna motivasi menjadi berkembang. Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah serta ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Pengertian ini

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 bernafaskan behaviorisme (Siregar, 2011: 49). Sedangkan Imron (1996 dalam Siregar) menjelaskan bahwa motivasi berasal dari bahasa Inggris “motivation”, yang berarti dorongan pengalasan dan motivasi. Motivasi merupakan suatu energi dalam diri manusia yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah segala sesuatu yang dapat memotivasi peserta didik atau individu untuk belajar (Sani, 2013: 49) Berdasarkan beberapa teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut ARCS model yaitu Attention (perhatian), Relevance (relevansi), Confidence (kepercayaan diri) dan Satisfaction (kepuasan) dalam proses belajar dan pembelajaran keempat kondisi motivasional tersebut sangat penting dipraktikkan untuk terus dijaga sehingga motivasi terpelihara selama proses belajar dan pembelajaran. Attention (perhatian) yaitu dorongan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseorang ini muncul karena dirangsang melalui elemen-elemen baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, dan kontradiktif/kompleks. Relevance (relevansi) yaitu adanya hubungan yang ditunjukkan antara materi pembelajaran, kebutuhan dan kondisi awal siswa.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Confidence (kepercayaan diri) yaitu merasa diri kompoten merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Satisfication (kepuasan) merupakan keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa (Siregar, 2011: 52). Jenis-jenis motivasi menurut Sani (2013) ada dua jenis motivasi dalam belajar yakni: a) Motivasi ekstrinsik, yakni motivasi melakukan sesuatu karena pengaruh eksternal. Motivasi ekstrinsik muncul akibat insentif eksternal atau pengaruh dari luar peserta didik. Misalnya tuntutan imbalan atau hukuman. Faktor yang mempengaruhi motivasi secara eksternal adalah: a. karakteristik tugas; b. insentif; c. perilaku guru; dan d. pengaturan pembelajaran. b) Motivasi instrinsik, yakni motivasi intrinsik dari dalam diri untuk melakukan sesuatu, misalnya peserta didik mempelajari ilmu pengetahuan alam karena dia menyenangi pelajaran tersebut. Sani juga menjelaskan motivasi mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kegagalan belajar, dan pada umumnya belajar tanpa motivasi akan sulit untuk berhasil. Oleh sebab itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan,

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 motif, minat yang dimiliki oleh peserta didik. Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan hanya melengkapi elemen pembelajaran, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pembelajaran yang efektif. Memotivasi bukan sekedar mendorong atau memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain (Sani, 2013: 49) Beberapa fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik (2001: 163) : a. Mendorong timbulnya kelakukan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar. b. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Ali Imron (1996 dalam Siregar, 2010: 55) mengemukakan empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pembelajaran. Empat cara tersebut adalah: a. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar b. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi. Hal-hal yang disajikan secara menarik oleh guru juga menjadi sesuatu yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi pembelajar atau pengalaman/kemampuan yang telah dimiliki, d. Mengembangkan aspirasi dalam belajar. E. Gotong royong Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter melalui program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) menekankan beberapa nilai karakter yang harus dikembangkan di sekolah, yaitu nilai: religious, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integrasi (Doni Koesoema, dll 2015 dalam Suparno, 2017: 7) Gotong royong adalah bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas. Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan bersama menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 bantuan/ pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan (Suparno, 2017: 8). F. Materi Gelombang Cahaya Materi gelombang cahaya terdiri dari beberapa sub bab. Sub bab yang dipelajari adalah interferensi cahaya dan difraksi cahaya. 1. Interferensi Cahaya Interferensi terjadi jika dua atau lebih gelombang koheren (yang sama persis) dipadukan. Istilah koheren berarti memiliki beda fase tetap. Interferensi destruktif (saling melemahkan) terjadi jika kedua gelombang itu berbeda fase 180o. sedangkan interferensi konstruktif (saling memperkuat) terjadi jika kedua gelombang itu sefase. a. Interferensi Celah Ganda Young Dalam percobaannya, Thomas Young menggunakan celah sempit S0 sebagai sumber cahaya yang dilewatkan pada dua celah, yaitu S1 dan S2. Berkas cahaya yang keluar celah S1 dan S2 merupakan pasangan dua sumber cahaya koheren. Cahaya dari sumber S1 dan S2 pada percobaan Young akan menghasilkan inteferensi yang terdiri dari garis-garis terang dan gelap. Garis terang akan terjadi jika cahaya S1 dan S2 mengalami interferensi maksimum (konstruktif), sedangkan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 garis gelap terjadi jika cahaya dari S1 dan S2 mengalami interferensi minimum (destruktif). (sumber gambar: www.google.com) Gambar 2. 2 Diagram percobaan Young (a) Diagram percobaan interferensi celah ganda young (b) Pola interferensi gelap-terang pada layar (percobaan interferensi young, dua sumber cahaya koheren diperoleh dengan menggunakan dua celah) Interferensi maksimum (garis terang) akan terjadi jika kedua gelombang memiliki fase sama. Dua gelombang akan memiliki fase sama saat mengenai layar, jika beda lintasannya sama dengan nol atau kelipatan genap dari setengah panjang gelombang , (1) atau (dengan m= 0, 1, 2, 3, …) (2)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Interferensi minimum (garis gelap) akan terjadi jika kedua gelombang memiliki beda fase 180o. Hal itu akan tercapai jika selisih lintasannya sama dengan kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombang, atau Jika sudut tangen, jadi ( ( ) (3) ) (4) sangat kecil, nilai sinus dapat didekati dengan nilai . Gambar 2. 3 Lintasan antara kedua berkas pada percobaan Young. Pada gambar tersebut terlihat bahwa nilai tan adalah ⁄ . Dengan demikian, jika sudutnya cukup kecil, nilai sinusnya dapat didekati dengan ⁄

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 b. Interferensi pada lapisan tipis Lapisan tipis pada minyak ataupun pada gelembung air sabun dapat menimbulkan interferensi cahaya. Peristiwa itu akan memunculkan pola warna yang sangat indah. Pola itulah yang disebut sebagai sprektrum cahaya. Interferensi dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat pada gelembung sabun yang terlihat berwarna warni hal itu terjadi karena cahaya matahari terdiri dari banyak warna dan masuk kedalam lapisan tipis sabun lalu dipantulkan karena pemantulan dari tebal lapisan yang tidak sama mengakibatkan warna gelembung seolah-olah bergerak.  Interferensi pada lapisan tipis minyak Gambar 2. 4 Interferensi pada lapisan tipis minyak Sinar A B jatuh pada lapisan tipis minyak. Di titik B, sebagaian sinar akan dipantulkan menjadi BC sehingga jalannya mengikuti garis-garis ABC. Sebagian sinar dititik

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 B dibiaskan ke titik D dipantulkan ke titik E dan dibiaskan keluar kembali. Jadi, jalannya sinar mengikuti garis-garis ABDE. Akibatnya, sinar pantul yang keluar dari titik B dan sinar bias yang keluar dari titik E memiliki selisih lintasan optis sepanjang Keterangan : Pola interferensi akan terlihat terang jika terjadi interferensi konstruktif, yaitu ketika selisih lintasan optisnya merupakan kelipatan bulat dari panjang gelombang cahayanya. (5) Dengan Pola interferensi terlihat gelap jika pada arah tersebut akan terjadi interferensi destruktif, yaitu ketika selisih lintasan optisnya merupakan kelipatan bulat dari setengah panjang gelombang cahayanya, ( ) (6)

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2. Difraksi cahaya Menurut Kanginan difraksi cahaya atau difraksi gelombang merupakan lenturan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah (Kanginan, 2013: 433). Difraksi merupakan peristiwa pelenturan muka gelombang atau gelombang tampak melebar ditepi celah dan pinggiran penghalang cahaya. Cahaya tidak lagi merambat pada garis lurus. Dan hal itu menyebabkan terjadinya interferensi hingga tepi-tepi bayangan menjadi tidak tajam atau tetapi kabur. Difraksi pada celah tunggal Difraksi pada celah sempit, difraksi gelombang tampak jelas, yaitu gelombang lurus setelah melalui celah berbentuk lingkaran-lingkaran dengan celah tersebut sebagai pusatnya. Gambar 2. 5 . Pola difraksi celah tunggal Pada difraksi satu celah atau celah tunggal, pola terang atau interferensi konstruktif terjadi jika berlaku : (7)

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Dengan Keterangan : Pola gelap atau interferensi destruktif pada difraksi celah tunggal terjadi jika berlaku ( ) (8) Dengan Difraksi pada celah ganda Difraksi pada celah lebar, hanya muka gelombang pada tepi celah saja yang melengkung. Pola difraksi pada dua celah akan terlihat tajam dan lengkap dibanding dengan satu celah. Jika celah dibuat difraksi lebih banyak lagi, pola difraksinya akan terlihat makin lebih tajam sehingga perbedaan panjang gelombang cahaya terlihat lebih jelas. Kita dapat membuat celah difraksi pada sebuah kaca bening tipis. Kaca tersebut digores menggunakan intan yang sangat tajam serta vertikal dengan jarak yang sama. Goresan-goresan pada kaca bening inilah yang berlaku sebagai kisi difraksi. Jika dalam 1 cm terdapat N buah goresan, jarak antargoresannya

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 dinamakan lebar celah atau konstanta kisi. Diperoleh rumus sebagai berikut : (8) Jika pada sebuah kisi dijatuhkan cahaya polikromatik, pada layar akan terbentuk pola interferensi warna-warni cahaya dari ungu sampai merah. Akan tetapi jika pada kisi difraksi dijatuhkan cahaya monokromatik, seperti sinar laser, pada layar tidak dapat terbentuk peruraian warna (dispersi). Pada prinsipnya pola difraksi dua celah sama dengan pola difraksi kisi. Untuk pola difraksi kisi, pita-pita terang akan terjadi jika memenuhi persamaan: (9) Keterangan: ( ) ( ) Menurut persamaan persamaan 9 terlihat bahwa semakin besar panjang gelombang, maka semakin besar pula sudut difraksi yang terjadi. Peristiwa interferensi dan difraksi menunjukkan bahwa cahaya merupakan suatu gelombang. Peristiwa terjadi tidak hanya pada celah sempit, celah ganda, atau kisi

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 difraksi, tetapi juga dapat terjadi jika cahaya mengenai suatu penghalang. G. Kerangka Berfikir Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diteliti adalah mengenai pengetahuan siswa di kelas pada pokok bahasan Gelombang Cahaya. Perlu adanya perlakuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tersebut. Selain melihat kemampuan siswa pada aspek pengetahuan perlu dikembangkan juga motivasi dan sikap gotong royong siswa dalam pembelajaran fisika. Agar pengetahuan, motivasi dan sikap gotong royong siswa mengalami peningkatan, maka perlu adanya penggunaan metode eksperimen berbantu mind mapping sebagai metode yang diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, motivasi dan sikap gotong royong siswa. Dalam hal ini peneliti akan mejelaskan kerangka berpikir sebagai berikut: Peneliti menggunakan 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diawal peneliti memberikan pretest kepada siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol untuk melihat bagaimana hasil pengetahuan siswa sebelum diberikan materi melalui metode yang akan diterapkan. Kemudian peneliti memberikan kuisioner pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berisi penyataan tentang motivasi belajar siswa dengan tujuan melihat motivasi siswa sebelum dan setelah

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 diajarkan dengan masing-masing metode tersebut. Sedangkan sikap gotong royong siswa dilihat pada saat melakukan proses pembelajaran. Pada saat pembelajaran di kelas eksperimen siswa membuat mind map setelah melakukan praktikum, untuk memperkuat pengetahuan siswa tentang materi yang sudah diajarkan. Setelah metode tersebut diterapkan maka diakhir pelajaran siswa diberi posttest untuk melihat bagaimana pengetahuan yang diperoleh siswa setelah menerima materi dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping. Diterapkannya metode eksperimen berbantu mind mapping diharapkan dapat membuat siswa mempelajari materi dengan cara melakukan eksperimen dan membuat skema pembelajaran sesuai apa yang mereka terima sehingga siswa akan lebih mudah memahami. Dengan demikian siswa menjadi lebih termotivasi dan juga memiliki sikap gotong royong yang baik dengan temantemannya. Berdasarkan uraian tersebut, metode eksperimen berbantu mind mapping dianggap merupakan metode pembelajaran yang cocok untuk dikembangkan dan diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan sikap gotong royong siswa.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif. Desain ini akan berpengaruh pada penyusunan pertanyaan penelitian, menyusun instrumen, mengumpulkan data, dan akhirnya dalam menganalisis data serta mengambil kesimpulan (Suparno, 2014: 142). Penelitian kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka, dan menggunakan statistik untuk analisis (Suparno, 2014: 119). Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menggunakan data berupa skor dan analisannya tidak menggunakan statistik (Suparno, 2014: 133). Dalam penelitian ini data yang dianalisis secara kuantitatif adalah data tentang pengetahuan siswa berupa tes tertulis dalam bentuk soal esai dan data motivasi belajar siswa berupa kuesioner. Sedangkan data yang dianalisis secara kualitatif adalah data tentang sikap gotong-royong siswa selama proses pembelajaran. Kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan untuk membandingkan pengetahuan, motivasi dan gotong royong siswa. 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 B. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah Design Group pretest-posttest yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, dengan menggunakan treatment yang berbeda. Untuk kelas eksperimen pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran ceramah aktif. Treatment group Ox X1 Oy Control group Ox X2 Oy Keterangan : Ox = Pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol Oy = Posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol X1 =Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping X2 = pembelajaran dengan metode ceramah aktif C. Waktu Dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap bulan Maret-April 2018 tahun ajaran 2017/2018

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2. Tempat penelitian: Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Mlati yang bertempat di Jl. Gajah Mada, Cebongan, Tlogodadi, Mlati. D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Mlati tahun ajaran 2017/2018 2. Sampel Penelitian Sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMAN 1 Mlati yang terdiri dari 2 kelas yaitu XI MIPA 1 yang berjumlah 27 siswa dan XI MIPA 2 berjumlah 27 siswa. Jadi sasaran penelitian berjumlah 54 siswa. E. Treatment Penelitian Treatment adalah perlakuan peneliti kepada subyek yang akan diteliti agar mendapatkan data yang diinginkan. Treatment dapat berwujud metode pengajaran tertentu kepada siswa, untuk melihat apa dampaknya metode itu dibandingkan metode pengajaran biasa (Suparno, 2010: 51-52). Treatment yang dilakukan pada sampel adalah dengan melibatkan sampel pada proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping. Dalam proses pembelajaran digunakan metode eksperimen berbantu metode mind mapping untuk kelas eksperimen sedangkan untuk

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 kelas kontrol menggunakan metode ceramah aktif. Satu kelas berlaku sebagai kelas eksperimen yaitu kelas XI MIPA I dan XI MIPA II sebagai kelas kontrol. Pemilihan ini berdasarkan undian pemilihan kelas treatment dan kontrol. 1. Kelas Eksperimen Kelas yang mendapat treatment dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping adalah kelas XI MIPA I. Proses pembelajaran di kelas ini meliputi penjelasan mengenai materi gelombang cahaya, kemudian dilakukan praktikum yang diakhiri dengan pembuatan mind mapping dari materi yang telah diterima siswa untuk membantu siswa dalam memahami materi. Rencana pelaksanan pembelajaran dari metode ini dapat di lihat pada lampiran 4. 2. Kelas Kontrol Kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah aktif dilaksanakan di kelas XI MIPA 2. Proses pembelajaran di kelas ini, peneliti menjelaskan materi dengan metode ceramah dan kemudian siswa diberi kesempatan untuk menanggapi dan bertanya. Kemudian peneliti membagi siswa dalam kelompok dan meminta siswa untuk berdiskusi tentang materi lalu dilanjutkan dengan pengerjaan soal. Setelah selesai, peneliti meminta siswa untuk menjelaskan di depan kelas kepada teman-teman sekelas lalu dilanjutkan dengan peneliti

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 mengkonfirmasi kembali dari hasil penjelasan siswa. Rencana pelaksanaan pembelajaran terdapat pada lampiran 5. F. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa: tes tertulis, kuesioner, wawancara, dokumentasi, observasi. Instrumen pembelajaran terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan rencana yang dibuat oleh peneliti untuk merancang proses pembelajaran yang akan dilakukan di kelas agar pembelajaran di kelas dapat terlaksana sesuai yang diharapkan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun dalam penelitian ini sesuai dengan Kurikulum 2013 pada materi Gelombang Cahaya (lampiran 4 dan 5). b. Lembar Kerja Siswa (LKS) Pelaksanaan praktikum di kelas eksperimen dibutuhkan lembar kerja siswa agar membantu siswa dalam melaksanakan praktikum. Selain itu dapat membantu siswa dalam mengerjakan laporan. Beberapa isi dari lembar kerja siswa: 1) tujuan, 2) alat dan bahan, 3) prosedur percobaan, 4) pertanyaan (LKS lampiran 6 dan 7).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data terdiri dari : pretest dan posttest untuk menilai pengetahuan siswa, observasi untuk mengetahui sikap gotong royong siswa dan kuesioner untuk melihat motivasi belajar siswa. a. Pretest dan Posttest Pretest digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Pretest ini berisi soal-soal esai yang diberikan sebelum proses pembelajaran berlangsung. Posttest digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Posttest ini juga berisi soal seperti pretest namun diberikan setelah proses pembelajaran. Distribusi soal pretest menurut sub bab pokok bahasan dan aspek yang ingin diukur dapat dilihat: Tabel 3. 1 Kisi-kisi Pembuatan Soal Pretest dan Posttest Indikator hasil belajar (IPK) Soal 1. Bagaimana peristiwa difraksi cahaya Menjelaskan konsep dapat terjadi? Jelaskan ! dan proses terjadinya 2. Jelaskan syarat terjadinya interferensi interferensi dan atau gelombang cahaya ! difraksi pada peristiwa 3. Mengapa gelembung sabun pada air sehari-hari. dapat menghasilkan warna warni ketika dikenai cahaya matahari ? Nomor soal 1,2,4

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Indikator hasil belajar (IPK) Soal Nomor soal 1. Suatu difraksi dihasilkan pada layar yang 3,6 Mampu menggunakan berjarak 1,5 m dari celah tunggal. Jarak persamaan interferensi dari terang pusat ke terang ketiga adalah dan difraksi cahaya 54 . Tentukan lebar celah! untuk menyelesaikan 2. Suatu berkas cahaya monokromatis persoalan. melalui sepasang celah sempit yang jaraknya 1 mm dan membentuk pola interferensi pada layar yang jaraknya 2,5 m dari celah tadi. Bila jarak antara garis gelap kedua terhadap pusat pola 3 mm, berapa panjang gelombang yang digunakan? Dapat membedakan antara peristiwa interferensi dan difraksi cahaya dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi yang menggunakan prinsip tersebut. 1. Berilah keterangan tentang peristiwa 5 yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini! (gelembung sabun)

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 3. 2 Jawaban Pretets dan Posttest No 1 2 Jawaban Skor 1. Peristiwa difraksi dapat terjadi: Bila cahaya monokromatik (satu warna) dijatuhkan pada celah 16 sempit, maka cahaya akan dibelokkan atau dilenturkan. Sedangkan bila cahaya dijatuhkan polikromatik (cahaya putih atau banyak warna), selain akan mengalami peristiwa difraksi, juga akan terjadi peristiwa disperse atau pengurain warna. 2. Syarat terjadinya interferensi gelombang a. Kedua gelombang cahaya harus kohern, dalam arti bahwa kedua 13 gelombang cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh karena itu keduanya harus memiliki frekuensi yang sama dan tetap. b. Kedua gelombang cahaya harus memiliki ampiltudo yang sama/hampir sama. 3. Diketahui: 3 20 Ditanya : Jawab : ( =( ( =( ) ( )( ) ) ) ) Jadi, jarak kedua celah adalah

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 No Jawaban Skor Gelembung sabun pada air dapat menghasilkan warna warni ketika 4 dikenao cahaya matahari: sinar matahari terdiri dari banyak warna yang 25 masuk ke dalam lapisan tipis sabun, lalu dipantulkan karena pemantulan yang tidak merata mengakibatkan warna gelembung seolah-olah bergerak. 4. 5 Interferensi pada selaput tipis yang tebalnya berbeda 20 (gelembung sabun) Interferensi pada celah ganda Difraksi pada celah tunggal Diketahui: 6 15 = 2,5 m m=2 Ditanya :

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 No Jawaban Skor Jawab : ( )( ) b. Observasi Observasi digunakan untuk mengetahui keterlibatan dan gotong royong siswa selama proses pembelajaran fisika. Peneliti mengamati, membantu dan mendampingi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui sikap gotong royong siswa, peneliti melihat dari aspek yang akan diamati. Berikut indikator dan aspek yang diamati pada tabel 3.3 Tabel 3. 3 Indikator Sikap Gotong Royong No 1. Indikator Terlibat aktif dalam kerja sama dan bahu membahu Aspek pengamatan a. Aktif dalam kerja kelompok b. Membantu sesama teman kelompok

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 No Indikator 2. Menjalin komunikasi dan persahabatan Aspek pengamatan a. Mendengarkan teman yang memberi pendapat b. Mampu berkomunikasi dan mencari jalan keluar bersama 3. Memberi bantuan pada orang lain a. Menolong teman/orang lain b. Rela berkorban untuk orang lain c. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi pertanyaan tertulis kepada responden untuk diisi. Kuesioner ini diberikan untuk mengetahui motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Kisi-kisi dan pembuatan kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 4 Kisi-kisi, Indikator dan Pertanyaan Kuesioner Motivasi Siswa No 1 Nilai motivasi Perhatian Indikator a. Siswa menyukai pelajaran sehingga perhatian siswa meningkat Pertanyaan 1. Saya senang belajar fisika 2. Saya memperhatikan penjelasan guru saat b. Siswa mempunyai pembelajaran perhatian yang 3. Saya mengerjakan tinggi dari awal apa yang diberikan Nomor soal 1,2,3,4, 5,6,

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 No Nilai motivasi Indikator sampai akhir dalam pembelajaran Pertanyaan guru kepada saya 4. Saya berusaha menjawab saat guru c. Siswa mengikuti mengajukan setiap instrukti pertanyaan yang diberikan guru d. Siswa dapat menjawab 5. Saya bertanya kepada guru jika ada yang belum saya pahami 6. Saya fokus pada pertanyaan yang materitugas yang diajukan guru diberikan guru dengan antusias dengan tidak e. Siswa memberikan pertanyaan jika Nomor soal melakukan kegiatan lain masih ada yang belum dipahami f. Memusatkan perhatian pada materi tugas yang diberikan oleh guru dengan tidak melakukan kegiatan lain 2 Relevansi a. Siswa mengetahui 7. Saya mengetahui tujuan dari materi tujuan dari materi yang dipelajari yang saya pelajari b. Siswa terlibat dalam membahas 8. Saya terlibat dalam membahas materi 7,8,9

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 No Nilai motivasi Indikator materi-materi yang dipelajari c. Siswa dapat Pertanyaan Nomor soal yang dijelaskan guru 9. Saya dapat mengaitkan materi mencari kaitan yang dipelajari antara dengan kehidupan pembelajaran sehari-hari dengan kehidupan sehari-hari 3 Kepercayaan diri a. Siswa yakin pada 10. Saya yakin dengan kemampuan yang kemampuan yang dimiliki saya miliki untuk b. Siswa mampu menyelesaikan tugas yang diberikan guru c. Siswa yakin dengan 10,11, 12 menyesaikan tugas dari guru 11. Saya yakin dapat menyelesaikan tugas yang diberikan guru 12. Saya mampu untuk kemampuan yang menyelesaikan tugas dimiliki dari guru secara mandiri 4 Kepuasan a. Siswa merasa 13. Saya merasa puas puas dengan apa dengan apa yang yang dikerjakan saya kerjakan b. Siswa merasa 14. Saya merasa puas puas dengan dengan jawaban saya jawaban nya pada soal yang c. Siswa merasa puas dengan diberikan 15. Saya merasa puas 13,14, 15

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Nilai motivasi No Indikator Nomor soal Pertanyaan kemampuan karena dapat mereka dalam memahami materi memahami materi yang disampaikan pembelajaran guru d. Wawancara Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mengkonfirmasi sekaligus memperjelas isi dari mind map yang dibuat oleh siswa dengan tujuan agar peneliti mengetahui apakah siswa benar-benar paham dengan mind mapping yang mereka tulis. Sehingga ada kaitan antara mind mapp yang siswa buat dengan hasil penjelasan dari wawancara tentang mind mapping yang dibuat siswa. G. Validitas Validitas mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (Suparno, 2014: 65). Instrumen-instrumen yang akan dilihat validasinya adalah: soal-soal pre-test dan post-test, kuesioner motivasi siswa selama mengikuti proses pembelajaran dengan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 H. Metode Analisis Data Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data secara statistik dan tiap masalah dianalisis secara tersendiri. Analisis data dijelaskan sebagai berikut: 1. Analisis Pengetahuan Siswa Data penelitian yang diperoleh berupa pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol akan dianalisis secara kuantitatif. Soal pretest dan posttest akan diberikan skor untuk jawaban siswa atas pertanyaan yang diberikan. Penskoran pretest dan posttest didasarkan pada panduan penskoran. Untuk melihat hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen serta melihat motivasi belajar awal dan akhir siswa apakah memiliki perbedaan yaitu diuji dengan uji-T independent. Dan untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan, motivasi belajar siswa setelah belajar dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping pada pretest dibandingkan dengan posttest dengan uji T dependent. Perhitungan uji T menggunakan bantuan SPSS dengan tingkat signifikan 0,05. Data akan dianalisis dengan cara sebagai berikut: a. Uji-T independent untuk pretest kelas eksperimen (XI MIPA 1) dan kelas kontrol (XI MIPA 2). Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengetahuan awal kedua kelas tersebut.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 b. Uji-T dependent untuk membandingkan pretest dan posttest untuk kelas eksperimen (XI MIPA I) apakah mengalami peningkatan setelah diberi treatment. c. Uji-T dependent untuk membandingkan pretets dan posttest untuk kelas kontrol (XI MIPA II) apakah mengalami peningkatan. d. Uji-T independent untuk posttest kelas eksperimen (XI MIPA 1) dan kelas control (XI MIPA 2). Untuk melihat hasil pengetahuan akhir siswa kedua kelas apakah mengalami perbedaan baik yang diajarkan dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping maupun ceramah aktif. e. Persamaan umum uji-T independent adalah sebagai berikut: tobs = √[ ( ( ) (̅̅̅̅ ̅̅̅̅ ) ( ) ……………..(1) ][ ] keterangan: n1 = Jumlah anggota kelompok 1 n2 = Jumlah anggota kelompok 2 s1 = Standar deviasi kelompok 1 s2 = Standar deviasi kelompok 2 ̅̅̅ = Nilai rata-rata kelompok 1 ̅̅̅ = Nilai rata-rata kelompok 2

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Bila maka signifikan, dengan = 0,05. P merupakan nilai probabilitas yang dilihat dari SPSS. f. Persamaan umum uji-T dependent sebagai berikut: trel = √ (̅̅̅̅ ̅̅̅̅) ( ( ) ………………. (2) ) keterangan: D = perbedaan antara skor tiap subjek = X1 – X2 N = jumlah pasang skor (jumlah Pasangan) X1 = nilai pre-test X2 = nilai pos-test 2. Analisis Motivasi Belajar Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif. Kusioner terdiri dari 15 pernyataan yang dibuat peneliti. Skala Likert digunakakan dalam penelitian ini untuk menyatakan sikap siswa yaitu selalu, sering, jarang, tidak pernah. Berikut tabel penskoran setiap pernyataan: Tabel 3. 5 Penskoran Kuesioner Motivasi Belajar Skor Skala pengukuran 4 Selalu 3 Sering

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Skor Skala pengukuran 2 Jarang 1 Tidak pernah Data motivasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan setelah dilakukan treatment akan dianalisis dengan menggunakan uji dependent dan independent untuk mengetahui apakah ada perbedaan motivasi belajar siswa pada kedua kelas. Persamaan uji t independent dan dependent yan digunakan seperti pada persamaan (1) dan (2) 3. Analisis Sikap Gotong Royong Sikap gotong royong siswa dianalisis dengan kualitatif deskriptif dimana hasil observasi berdasarkan indikator dan video proses pembelajaran di kelas dideskripsikan dan dianalisis untuk melihat bagaimana sikap gotong royong siswa di kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada siswa SMA Negeri 1 Mlati. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA II sebagai kelas kontrol yang dilaksanakan pada tanggal 3 April 2018 sampai dengan 27 April 2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan untuk dua kelas tersebut. Berikut adalah jadwal proses pengambilan data yang dilaksanakan di kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA pada tabel 4.1 Tabel 4. 1 Rincian Kegiatan dan Jadwal Pelaksanaan Penelitian No Hari/ tanggal Jam ke 3-4 1 Kelas XI MIPA II Kelas kontrol Jumlah siswa yang hadir 31 Selasa, 3 April 2018 4-5 XI MIPA 1 Kelas Eksperimen 28 50 Kegiatan - Perkenalan - Pretest - Siswa mengisi kuisioner motivasi belajar - Menjelaskan materi kisi difraksi dengan metode ceramah aktif. - Perkenalan - Pretest - Siswa mengisi kuisioner motivasi belajar - Menjelaskan metode eksperimen

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Hari/ tanggal Jam ke Kelas Jumlah siswa yang hadir Kegiatan berbantu mind mapping - Latihan membuat mind mapping 2 3 Rabu, 4 April 2018 Kamis 5 April 2018 9-10 5-6 3-4 4 Selasa 24 April 2018 5-6 5 6 Rabu, 25 April 2018 Kamis, 26 April 2018 9-10 5-6 XI MIPA 2 Kelas kontrol XI M IPA 1 Kelas eksperimen XI MIPA 2 Kelas kontrol XI MIPA 1 Kelas eksperimen XI MIPA 2 XI MIPA 1 32 - Menjelaskan materi difraksi cahaya - Latihan soal dalam kelompok kecil - Siswa mengerjakan soal di depan kelas 30 - Penjelasan tentang materi interferensi cahaya - Latihan soal - Penjelasan materi kisi difraksi 32 - Peneliti menjelaskan lanjutan materi - Diskusi dan menjawab soal dalam kelompok - Siswa membahas soal 30 - Diskusi eksperimen yang akan dilakukan - Penjelasan eksperimen oleh peneliti - Siswa melakukan eksperimen - Siswa mengisi LKS 31 31 51 - Review materi yang telah dipelajari - Posttest - Siswa mengisi kuisioner motivasi - Siswa membuat mind map Pembahasan LKS Review materi yang telah dipelajari Posttest Siswa mengisi kuisioner motivasi belajar

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 1. Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Kontrol a. Selasa, 3 April 2018 Pertemuan pertama di kelas kontrol yaitu kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa 31 orang. Pelajaran dimulai pukul 08.4510.30. Peneliti masuk kelas diawali dengan memberikan salam kepada siswa, memperkenalkan diri, dan mengecek kehadiran siswa, kemudian membagikan soal pretest kepada seluruh siswa. Reaksi siswa saat mendapatkan soal sangat beragam karena mereka belum belajar dan belum banyak tahu tentang materinya. Pada saat mengerjakan soal terdapat beberapa siswa yang mencoba membuka buku, tetapi segera didekati dan menegur. Siswa mengerjakan soal selama 50 menit, setelah siswa selesai mengerjakan, peneliti membagikan kuesioner motivasi belajar kepada siswa untuk mengetahui motivasi siswa diawal pembelajaran dan diberikan waktu untuk mengisi kuisioner selama 10 menit (lihat pada gambar 4.1). Setelah siswa mengerjakan soal pretest dan mengisi lembar kuesioner, peneliti menyampaikan materi yang akan dipelajari dilanjutkan pembelajaran dengan menanyakan kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang interferensi cahaya. Karena masih banyak siswa yang kurang paham, sehingga diawali dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari dan ketika membahas dan menjelaskan tentang interferensi cahaya, siswa mulai ribut dan asik

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 sendiri bahkan membahas diluar konteks pembelajaran. Peneliti kemudian mencoba menenangkan dan mengaitkan contoh dengan materi yang akan dipelajari. Sebelum menutup pembelajaran, terlebih dahulu memberitahu materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya lalu mengucapkan salam kepada siswa. Gambar 4. 1 Siswa kelas kontrol mengerjakan soal pretest b. Rabu, 4 April 2018 Pembelajaran dimulai pada pukul 14.15. Peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan doa lalu mengecek kehadiran siswa dan melanjutkan materi tentang interferensi cahaya. Karena siswa kelihatan mengantuk pada saat awal, maka peneliti menjelaskan sambil bertanya kepada siswa supaya siswa ikut berpikir. Beberapa siswa tetap antusias menjawab pertanyaan, mengerjakan soal dan bertanya kepada peneliti juga berdiskusi dengan teman-teman, membahas bersama lalu mengerjakan soal latihan di papan tulis (lihat gambar 4.2). Lalu dilanjurkan penjelaskan sedikit tentang kisi difraksi. Pada proses pembelajaran

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 ini siswa memang kelihatan sangat lelah karena jam pelajaran fisika paling akhir dan sudah hampir sore. Diakhir pembelajaran siswa diberitahu tentang materi dan kegiatan pertemuan selajutnya. Gambar 4. 2 Siswa mengerjakan soal latihan di papan tulis c. Selasa, 24 April 2018 Pertemuan ketiga dikelas kontrol dilaksanakan setelah dua minggu jeda yaitu libur Ujian Nasional untuk kelas XII dan Penilaian Tengah Semester untuk kelas X dan kelas XI. Setelah doa dan presensi peneliti mengulang sekilas materi pada pertemuan sebelumnya. Setelah siswa mendapat penyegaran dan mengingat kembali materi sebelumnya, siswa dibagi dalam 6 kelompok untuk berdiskusi, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan materi tentang kisi difraksi dan membagikan materi dan soal untuk diskusi (lihat gambar 4.3). Suasana kelas cukup ramai dan siswa cukup antusias karena berada dalam kelompok namun beberapa kelompok

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 yang tidak ikut berdiskusi bersama teman-teman kelompok. Setelah siswa berdiskusi, peneliti dan siswa lalu membahas bersama soal-soal latihan dan meminta siswa untuk mengerjakan di papan tulis. Sebelum mengakhiri pertemuan, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Beberapa siswa bertanya kemudian dibahas bersama, kemudian siswa diingatkan bahwa pertemuan terakhir akan diadakan posttest, kemudian mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam. Gambar 4. 3 Siswa berdiskusi dan mengerjakan soal dalam kelompok d. Rabu, 25 April 2018 Pertemuan terakhir di kelas ini diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan presensi peneliti merangkum materi yang telah diajarkan lalu membagikan soal posttest kepada siswa dan siswa mengerjakan selama 50 menit (gambar 4.4), yang dilanjutkan dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui motivasi siswa setelah mengikuti pembelajaran dan meminta siswa mengisi kuesioner selama 10 menit.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Jawaban posttest dan kuesioner siswa kemudian dikumpul yang telah diisi, dilanjutkan ucapan terima kasih kepada siswa yang telah bersedia untuk menjadi subjek penelitian. Gambar 4. 4 Siswa kelas kontrol mengerjakan soal posttest 2. Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Eksperimen a. Selasa, 3 April 2018 Pertemuan pertama di kelas eksperimen hampir sama dengan pertemuan di kelas kontrol. Peneliti memperkenalkan diri dilanjutkan dengan melakukan presensi. Jumlah siswa di kelas eksperimen berjumlah 32 siswa. Pelajaran dimulai pada pukul 10.30 sampai dengan 12.00 WIB. Setelah berkenalan dan melakukan presensi, peneliti membagikan soal pretest kepada siswa dan meminta siswa untuk mengerjakan soal selama 50 menit (lihat gambar 4.5). Situasi kelas saat mengerjakan cukup tenang dan aman meskipun ada siswa yang butuh pengawasan khusus. Setelah siswa mengumpulkan pretest, siswa kemudian mengisi

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 kuesioner motivasi dalam waktu 10 menit. Siswa mulai diperkenalan dengan mind mapping yaitu dengan menunjukkan contoh mind mapping lalu meminta siswa membuat mind mapping dari materi yang telah diajarkan oleh Bu Kuswantini dimana siswa telah melaksanakan praktikum dari materi tersebut. Karena tidak cukup waktu untuk memulai pelajaran maka peneliti hanya menjelaskan materi yang akan dipelajari, lalu mengakhiri pelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya lalu kemudian mengucapkan salam. Gambar 4. 5 Siswa kelas eksperimen mengerjakan soal pretest b. Kamis, 5 April 2018 Pembelajaran dimulai pada pukul 10.00 WIB. Setelah melakukan presensi peneliti langsung menjelaskan materi tentang interferensi cahaya, lalu menjelaskan materi sampai pada difraksi cahaya, perumusan dan juga beberapa soal. Suasana kelas cukup mudah terkontrol hanya saja di tiga puluh menit terakhir beberapa

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 siswa minta ijin keluar yaitu beberapa pengurus osis dan panitia perkemahan pramuka. Sisa waktu digunakan untuk memberi soal latihan kepada siswa untuk dikerjakan dengan teman sebangku (lihat gambar 4.6) dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya. Setelah pembelajaran selesai peneliti mengingatkan bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan praktikum. Gambar 4. 6 Siswa berdiskusi dengan teman sebangku c. Selasa, 24 April 2018 Pertemuan ketiga di kelas eksperimen seharusnya dilaksanakan di laboratorium fisika namun karena laboratorium dipakai untuk pemeriksaan inspektorat akhirnya Ibu Kuswantini dan peneliti memutuskan untuk melakukan praktikum di kelas meskipun kurang efektif. Untuk menghemat waktu presensi dilakukan dengan menyebutkan nama anggota kelompok dan setiap siswa yang

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 disebutkan namanya diminta untuk langsung pindah ke tempat kelompoknya. Setelah siswa berada dalam kelompok peneliti sedikit menambah materi yang belum tersampaikan dipertemuan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian alat dan bahan praktikum sekaligus lembar kerja siswa (LKS). Siswa sangat antusias membantu peneliti dalam membagikan alat praktikum dan juga LKS, sehingga tidak banyak membuang waktu. Selanjutnya dijelaskan penggunaan, bahaya, cara kerja alat dan prosedur praktikum, siswa cukup tenang saat mendengarkan penjelasan. Setelah paham, siswa diberi kesempatan untuk memulai praktikum tentang difraksi cahaya dan mengingatkan siswa untuk mengisi LKS. Dalam berjalannya praktikum, setiap kelompok dibimbing, peneliti cukup kewalahan karena setiap kelompok memanggil dalam waktu yang sama, jadi diatur dengan adil agar semua kelompok tidak kebingungan (lihat gambar 4.7 dan gambar 4.8). Selanjutnya, siswa mengerjakan praktikum yang kedua yaitu interferensi cahaya dan mengisi LKS. Siswa cukup semangat dan antusias dalam melakukan percobaan, mereka cukup teliti dan banyak bertanya. Sembari membimbing berjalannya praktikum peneliti mengobservasi sikap gotong royong setiap kelompok dengan bantuan video dengan memperhatikan indikator yang ada.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Kendala dalam melaksanakan praktikum yaitu karena ruangan yang digunakan adalah ruangan kelas jadi cukup banyak cahaya yang masuk dan jendela kelas tidak ditutupi gorden sehingga siswa cukup sulit dalam melaksanakan praktikum. Setelah selesai siswa merapikan alat praktikum kemudian meminta siswa mengerjakan kemudian mengumpulkan LKS. Karena waktu hampir habis, proses pembelajaran diakhiri dan siswa diperbolehkan membawa pulang LKS untuk dikerjakan dirumah dan dikumpulkan pada esok harinya. Gambar 4.7 Siswa melakukan praktikum kisi difraksi Gambar 4.8 Siswa praktikum interferensi melakukan d. Kamis, 26 April 2018 Pada pertemuan terakhir di kelas eksperimen, peneliti mengecek kehadiran kemudian peneliti membagi kertas kosong kepada masing-masing siswa untuk membuat mind mapping pada kertas tersebut selama kurang lebih 10 menit. Setelah selesai membuat mind map, siswa diminta untuk membacakan dan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 menjelaskan hasil yang mereka peroleh selama praktikum. Setelah membahas dan berdiskusi tentang LKS, siswa mengumpulkan lembar kerja siswa tersebut. Peneliti kemudian membahas dan merangkum materi yang telah dipelajari dengan secara singkat, lalu meminta siswa untuk menutup buku dan membagi soal posttest. Siswa mengerjakan soal tersebut dilanjutkan dengan mengisi kuisioner motivasi belajar (lihat gambar 4.9) Pada akhir pelajaran, peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada siswa karena telah bersedia belajar bersama dan menjadi subjek penelitian. Gambar 4.9 Siswa mengerjakan soal posttest 3. Wawancara Kelas Eksperimen berbantu Mind Mapping Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi isi mind mapping yang telah dibuat siswa (lihat gambar 4.10). Wawancara dilakukan setelah kelas eksperimen melaksanakan posttest dengan jumlah sampel sebanyak 5 siswa dan dilakukan selama kurang lebih 25

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 menit di laboratorium fisika. Pada proses pelaksanaan wawancara, siswa lebih banyak menjawab hal yang diluar konteks yang dibicarakan dan lebih membahas bagaimana mereka membuat ide mind mapping dan menceritakan proses, padahal yang diinginkan siswa membahas mind map yang mereka buat dengan materi yang telah dipelajari. Namun, ada 3 orang siswa yang mencoba menjawab dan mengkonfirmasi pengetahuan dengan mind map yang mereka buat. Berdasarkan hasil wawancara, yang disampaikan siswa sangat beragam. Ada yang merasa senang saat membuat mind map karena cukup terbantu untuk memahami kembali materi yang telah dipelajari dan ada siswa yang kesulitan dalam mendapatkan ide untuk mulai membuat mind map. Siswa berusaha untuk membuat mind map yang menarik, namun kebanyakan mind map yang dibuat siswa masih terlalu banyak tulisan dan sulit dalam meringkas materi. Ada yang menuangkan apa yang mereka pahami dengan menggambar sesuai apa yang mereka peroleh dalam praktikum. Ide-ide membuat mind map yang mereka gunakan yaitu dengan gambar bulan, bintang, awan, pohon, bahkan ada yang hanya menarik garis biasa. Siswa kebanyakan mengatakan bahwa mind map mereka keliru dan kurang lengkap karena keterbatasan waktu dan beberapa siswa mengatakan bahwa mereka lupa. Secara garis besar mind map yang dibuat oleh siswa cukup menggambarkan isi materi, meskipun hanya beberapa siswa yang mind mapping mereka lengkap.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Siswa mengatakan bahwa mind map sangat membantu mereka untuk memahami materi dan berusaha mencoba mengingat apa yang telah dipelajari sekaligus melatih siswa dalam mengasah kreasi mereka. Karena keterbatasan waktu dalam wawancara ini peneliti tidak banyak menggali pengetahuan siswa dari hasil mind mapping, sehingga apa yang kurang dalam mind mapping siswa tidak semua dapat dijelaskan kembali. Gambar 4. 10 Peneliti mewawancara siswa

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 B. Data dan Analisis 1. Pengetahuan Siswa Pada tabel 4.2 ditampilkan nilai pretest dan posttest pengetahuan siswa pada materi gelombang cahaya pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel 4. 2 Nilai pretest dan postets kelas eksperimen dan kelas kontrol Kode Siswa F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 F10 F11 F12 F13 F14 F15 F16 F17 F18 F19 F20 F21 F22 F23 F24 F25 F26 F27 Nilai Siswa Kelas Eksperimen Pretest Posttest 22 62.5 24.5 77 20 55 22 62 25 63.25 23.5 73 18.5 48 30 78.5 23.5 74 24 48 22.5 45.5 26 58.75 42 57 25 68 32.5 77.35 23.5 66 19 45.5 30.25 71.75 21 38 22.5 64 22 66.25 21 56 25.5 54.5 25.5 62.5 20.5 54 22 63 18.25 36 Nilai Siswa Kelas Kontrol Pretest Posttest 22.75 45.5 25 52 28 56 24.5 43.5 20.5 45 23 41.5 25 65 30 60.5 23 51.5 25.25 52 24.5 44.5 26 50 34 64 28.5 62 27.5 50.25 25 40.5 26.5 46 23 62 24.5 60.5 32 54 24.5 60 32 68 34 64.5 33.5 54 22.5 62 25 45 23 37

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Kode Siswa Nilai Siswa Kelas Eksperimen Pretest Posttest Nilai Siswa Kelas Kontrol Pretest Posttest Mean 24,15 60,20 26,41 53,21 Standar Devisai 4,95 11,62 3,83 8,76 a. Uji t independent prestets kelas eksperimen dan kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi gelombang cahaya. Perhitungan dengan SPSS, hasil analisa pretest terlihat pada tabel 4.3 Tabel 4. 3 Hasil perbandingan pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kelas Eksperimen 27 24.15 4.95084 .95279 Kelas Kontrol 27 26.41 3.83879 .73877 NILAI Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed .067 .796 t-test for Equality of Means t Sig. (2tailed) Mean Difference 52 .067 -2.25926 1.20565 -4.67858 .16006 -1.874 48.963 .067 -2.25926 1.20565 -4.68216 .16364 -1.874 Df Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.3 terlihat nilai mean untuk pretest materi gelombang cahaya untuk kelas eksperimen berbantu mind mapping adalah 24,15 sedangkan mean kelas kontrol nilai mean: 26,41 dengan|tobs|= |1,874| dan p sebesar= 0,067. Dengan menggunakan level signifikan = 0,05, maka nilai p = 0,067   = 0,05 maka tidak signifikan. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan awal kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan awal kedua kelas adalah sama. b. Uji t dependent pretest dan posttest kelas eksperimen Uji ini bertujuan mengetahui apakah metode yang digunakan dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi gelombang cahaya. Hasil analisa dapat dilihat pada tabel 4.4 Tabel 4. 4 Hasil perbandingan pretest dan posttest kelas eksperimen berbantu mind mapping Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 24.15 27 4.95084 .95279 Posttest 60.20 27 11.62178 2.23661

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean T Pair 1 Sig. (2tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pretest Posttest df Upper 10.44170 2.00951 36.05000 40.18060 31.91940 -17.940 26 .000 Berdasarkan hasil pada tabel 4.4 diperoleh nilai mean pada pretest siswa kelas eksperimen berbantu mind mapping adalah 24,15 sedangkan mean pada posttest 60,20. Nilai|tobs|= |17,940| dan p = 0,000 karena p = 0,000 <  = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir pada materi gelombang cahaya, atau bisa dikatakan ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping. c. Uji t dependent pretest dan posttest kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah metode ceramah aktif yang diterapkan pada kelas kontrol dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi gelombang cahaya. Hasil uji tersebut dapat dilihat pada tabel 4.5

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Tabel 4. 5 Hasil Perbandingan Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pretest 26.41 27 3.83879 .73877 Posttest 53.21 27 8.76529 1.68688 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean t Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Pair 1 Pretest Posttest 26.80556 7.57505 1.45782 df Sig. (2tailed) Upper - 29.80215 -23.80896 18.387 26 Berdasarkan hasil pada tabel 4.5 diperoleh mean pretest siswa kelas kontrol adalah 26,41 sedangkan mean pada posttest adalah 53,21. Nilai |tobs|= |18,387| kerena p = 0,000 <  = 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir pada materi gelombang cahaya, atau bisa dikatakan ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah aktif. .000

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 d. Uji t independent posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan akhir dari kedua kelas yaitu kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol. Hasil uji ini dapat dilihat pada tabel 4.6 Tabel 4. 6 Perbandingan Posttest Kelas Eksperimen Berbantu Mind Mapping dan Kelas Kontrol Group Statistics Kelas NILAI N Std. Deviation Std. Error Mean Kelas Eksperimen 27 60.20 11.62178 2.23661 Kelas Kontrol 27 53.21 8.76529 1.68688 Levene's Test for Equality of Variances F Sig. NILAI Mean Independent Samples Test t-test for Equality of Means T df Equal variances 1.506 .225 2.493 52 assumed Equal variances 2.493 48.348 not assumed Sig. Mean Std. Error (2Difference Difference tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .016 6.98519 2.80143 1.36371 12.60666 .016 6.98519 2.801438 12.61679 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.6 terlihat mean pretest materi gelombang cahaya untuk kelas eksperimen berbantu mind mapping adalah 60,20 sedangkan kelas kontrol: 53,21 dengan tobs = 2,493 dan p= 0,016. Karena nilai p = 0,016 < = 0,05 maka hasilnya signifikan. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 mean dapat disimpulkan bahwa nilai akhir kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. 2. Motivasi Belajar Siswa Data motivasi belajar siswa diperoleh dengan cara siswa mengisi kuesioner sebelum dan setelah pembelajaran dengan materi gelombang cahaya selesai. Kuesioner tersebut dibagikan ke kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data motivasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.7 Jumlah siswa yang diambil kuisioner motivasi yaitu 54 siswa, dengan jumlah siswa dari kelas eksperimen 27 orang dan dari kelas kontrol 27 siswa. Tabel 4. 7 Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kode Siswa F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 F10 F11 F12 F13 F14 F15 Nilai Motivasi Kelas Eksperimen Motivasi Motivasi Selisih Awal Akhir 39 47 8 43 50 7 46 41 5 36 47 11 38 48 10 36 50 14 33 42 9 42 50 8 40 48 8 33 42 9 30 45 15 40 47 7 38 46 8 30 50 20 36 52 16 Nilai Motivasi Kelas Kontrol Motivasi Awal 35 38 37 35 38 46 34 45 44 41 38 40 30 37 42 Motivasi Selisih Akhir 45 10 42 4 40 3 27 -8 46 8 44 -2 42 8 48 3 46 2 44 3 37 -1 40 0 42 12 40 3 50 8

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Kode Siswa F16 F17 F18 F19 F20 F21 F22 F23 F24 F25 F26 F27 a. Nilai Motivasi Kelas Eksperimen Motivasi Motivasi Selisih Awal Akhir 42 50 8 33 35 3 42 52 10 44 51 7 35 48 13 47 44 -3 33 48 15 32 47 15 38 45 7 32 44 12 37 46 9 30 35 5 Nilai Motivasi Kelas Kontrol Motivasi Awal 40 38 32 46 37 39 44 36 39 42 41 30 Motivasi Selisih Akhir 46 6 42 4 37 5 43 -3 44 7 45 6 50 6 46 10 40 1 48 6 48 7 40 10 Mean 36,93 46,60 9,67 38,67 43,04 4,37 Stand. Deviasi 4,46 4,24 4,20 4,40 4,80 4,55 Uji t independent motivasi belajar fisika kelas eksperimen dan kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui motivasi belajar fisika kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol sebelum pembelajaran berlangsung. Hasil analisa statistik terlihat pada tabel 4.8 Tabel 4. 8 Hasil Perbandingan Motivasi Awal Belajar Fisika Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Group Statistics Kelas motivasi N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kelas Eksperimen 27 36.93 4.46289 .85888 Kelas Kontrol 27 38.67 4.39405 .84564

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F t-test for Equality of Means Sig. T df Sig. Mean Std. Error (2Difference Difference tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Equal variances assumed .270 .606 Motivasi Equal awal variances not assumed 1.444 Upper 52 .155 -1.74074 1.20531 .67790 4.15938 51.987 1.444 .155 -1.74074 1.20531 .67791 4.15939 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.8 diketahui bahwa nilai mean motivasi belajar awal siswa kelas eksperimen sebesar 36,93 sedangkan mean motivasi belajar awal siswa kelas kontrol sebesar 38,67 dengan |tobs| = |1,444| dan p = 0,155. Oleh karena p=0,155  =0,05 maka tidak signifikan. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi awal belajar dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Artinya bahwa motivasi belajar fisika siswa kedua kelas tersebut sebelum pembelajaran adalah sama. b. Uji t dependent motivasi belajar awal dan akhir kelas eksperimen Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode eksperimen berbantu mind mapping dapat

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Hasil analisa terlihat pada tabel 4.9 Tabel 4. 9 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Motivasi awal 36.93 27 4.46289 .85888 Motivasi akhir 46.60 27 4.24499 .81695 Pair 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean T Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower df Sig. (2tailed) Upper pretest Pair motivasi 1 posttest 9.66667 4.20622 .80949 - - - 11.33059 8.00274 11.942 26 .000 motivasi Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.9 diperoleh mean motivasi awal siswa kelas eksperimen adalah 36,93 sedangkan motivasi akhir belajar siswa adalah 46,60 dengan|tobs|= |11,942| dan p = 0,000 <  =0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan motivasi belajar siswa diawal dan diakhir pembelajaran. Artinya penerapan metode eksperimen berbantu mind mapping

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar fisika pada kelas eksperimen. c. Uji t dependent motivasi belajar siswa kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode ceramah aktif dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas kontrol. Hasil analisa dapat terlihat pada tabel 4.1 Tabel 4. 10 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Awal dan Akhir Siswa Kelas Kontrol Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Motivasi awal 38.67 27 4.39405 .84564 Motivasi akhir 43.04 27 4.79167 .92216 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean 4.37037 4.55013 .87567 df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pair motivasi awal 1 motivasi akhir t Sig. (2tailed) Upper -4.991 6.17034 2.57040 26 .000 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.10 diperoleh mean motivasi awal siswa kelas kontrol adalah 38,67 sedangkan mean motivasi akhir setelah pembelajaran dilakukan adalah 43.04, nilai |tobs|= |4,991| dan p = 0,000. Oleh karena p=0,000 < 0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 peningkatan motivasi belajar siswa kelas kontrol dalam belajar fisika setelah pembelajaran dengan ceramah aktif dilaksanakan. d. Uji t independent motivasi akhir belajar fisika kelas eksperimen dan kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan motivasi belajar akhir siswa dalam belajar fisika antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisa motivasi belajar ahir telihat pada tabel 4.11 Tabel 4. 11 Hasil Perbandingan Motivasi Belajar Akhir Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Group Statistics Kelas motivasi akhir N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kelas Eksperimen 27 46.60 4.24499 .81695 Kelas Kontrol 27 43.04 4.79167 .92216 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Equal variance s motivas assumed i akhir Equal variance s not assumed .44 4 Sig. .50 8 t-test for Equality of Means t Df Sig. (2tailed ) Mean Differenc e Std. Error Differenc e 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 2.88 6 52 .006 3.55556 1.23198 1.0834 0 6.0277 1 2.88 6 51.25 5 .006 3.55556 1.23198 1.0825 5 6.0285 6

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.11, mean motivasi akhir siswa pada kelas eksperimen sebesar 46,60 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 43,04, dengan t = 2,886 dan p = 0,006 <  = 0,05 maka tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena nilai rata-rata motivasi akhir siswa eksperimen lebih besar dari kelas kontrol, maka motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan ceramah aktif. e. Uji t independent selisih motivasi awal dan akhir (kelas eksperimen dan kelas kontrol) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan membandingkan selisih nilai motivasi awal dan akhir kedua kelas tersebut. Hasil analisa selisih motivasi terlihat pada tabel 4.12

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4. 12 Perbandingan selisih motivasi awal dan akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kelas Ekperimen 27 9.67 4.206 .809 Kelas Kontrol 27 4.37 4.550 .876 Motivasi Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Equal variances assumed Motivasi Equal variances not assumed .105 .747 Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df Sig. Mean Std. Error (2Differen Difference tailed ce ) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 4.441 52 .000 5.296 1.193 2.903 7.689 4.441 51.6 82 .000 5.296 1.193 2.903 7.690 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS pada tabel 4.12 diketahui selisih rata-rata motivasi awal dan akhir kelas eksperimen adalah 9,67 dan kelas kontrol 4,37 dengan tobs= 4,441, p=0,000. Oleh karena p=0,000 < =0,05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan motivasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah pembelajaran dilakukan.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 3. Sikap Gotong Royong Siswa Ada tiga (3) indikator yang digunakan untuk melihat sikap gotong royong siswa yang diperoleh lewat rekaman video, foto kegiatan pembelajaran yang dibantu dengan indikator mengenai sikap gotong royong yang diisi oleh peneliti. Rekaman video, foto dan hasil catatan peneliti tersebut kemudian dianalisa. Berikut tiga (3) indikator gotong royong yang digunakan peneliti: a. Terlibat aktif dalam kerja sama dan bahu membahu. Selama proses pembelajaran di kelas eksperimen berbantu mind mapping (kelas XI MIPA 1), untuk indikator yang pertama ada dua aspek yang dilihat yaitu aktif dalam kerja kelompok dan membantu sesama teman kelompok. Berdasarkan pengamatan pada kelas eksperimen hampir semua siswa terlibat aktif dan saling membantu, Hal ini terlihat pada saat siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan dalam kelompok kecil pada pertemuan kedua. Siswa dengan antusias mencoba mengerjakan dan berdiskusi bersama teman-teman sebangku, bahkan saat mereka kurang paham dengan materi ataupun penyelesaian soal, mereka terlebih dahulu bertanya ke teman baru ditanyakan kepada peneliti. Situasi ini juga terlihat pada saat melakukan praktikum di kelas, dimana siswa atau salah satu anggota kelompok membagi tugas

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 kepada teman-teman sekelompoknya untuk melakukan percobaan lalu terlibat aktif dalam kelompok untuk mengerjakan LKS. Keterlibatan siswa pada kelas kontrol terbilang aktif dalam kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan, namun tidak seaktif kelas eksperimen. Siswa di kelas kontrol juga tergabung dalam beberapa kelompok pada saat diskusi dan mengerjakan latihan soal, tetapi dalam kelompok hanya siswa tertentu yang terlihat serius dan mengerjakan sedangkan siswa yang lain sibuk dengan urusan masing-masing. Untuk aspek membantu sesama teman kelompok, siswa pada kelas kontrol dinilai cukup baik karena beberapa siswa yang paham dalam satu kelompok mengajari teman-temannya. Beberapa siswa juga terlihat bekerja sendiri dan susah berdiskusi ataupun membantu temannya. b. Menjalin komunikasi dan persahabatan Pada kelas eksperimen berbantu mind mapping, berdasarkan indikator yang ke dua, mulai terlihat pada pertemuan kedua siswa berdiskusi dengan teman sebangku. Siswa menjalin komunikasi dan persahabatan dengan baik. Dari aspek yang diamati yaitu mendengarkan teman yang berpendapat siswa melakukannya dan berkomunikasi untuk mencari jalan keluar bersama dari masalah yang mereka temukan. Hal ini terlihat jelas pada saat pelaksanaan praktikum pada kelas eksperimen. Siswa mampu mendengarkan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 satu anggota kelompok yang membagi tugas pada masing-masing anggota. Mampu mencari jalan keluar bersama dalam kelompok secara mandiri, saat mereka menemukan masalah. Dalam kelompok masing-masing mereka mencoba mencari jalan keluar kemudian bertanya kepada peneliti. Secara keseluruhan sikap saling menjalin komunikasi dan persahabatan pada kelas eksperimen berbantu mind mapping tergolong baik. Hasil pengamatan peneliti bahwa siswa mampu menjalin komunikasi dengan baik dari dua aspek tersebut. Hal tersebut dilihat dari bagaimana siswa bertanya kepada teman sebangku kemudian yang lain mendengarkan informasi dari temannya, saat siswa menemukan masalah pada percobaan yang dilakukan, mereka berdiskusi, saling mendengarkan dan mencari jalan keluar bersama. Dengan demikian siswa yang belum mengerti dapat terbantu dengan saling sharing. Berdasarkan pengamatan dari indikator yang kedua, sikap gotong royong siswa kelas kontrol cukup baik. Karena pada pertemuan pertama siswa belum terbagi dalam kelompok diskusi, maka pada diskusi pertama belum terlihat jelas sikap gotong royong pada aspek mendengarkan teman yang memberi pendapat. Aspek komunikasi dan persahabatan kurang baik karena tidak semua anggota kelompok turut mendengarkan teman yang

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 memberi pendapat. Mereka sibuk dengan urusan msing-masing. Mereka kurang mampu mencari solusi bersama karena saling mengharapkan dalam anggota kelompok masing-masing. Sehingga pada pertemuan yang diharapkan sikap gotong royong yang tinggi ini, peneliti menilai siswa kurang tanggap dalam menjalani sikap gotong royong pada indikator ke dua ini. c. Memberi bantuan pada orang lain Sikap gotong royong siswa pada kelas eksperimen berbantu mind mapping diamati pada pertemuan kedua dan ketiga yaitu pada saat siswa mengerjakan soal dan pada saat siswa melaksanakan praktikum. Setiap kelompok mampu mengatur dan membagi tugas pada kelompoknya masing-masing. Hal ini diketahui dari bagaimana salah satu dari anggota kelompok membagikan tugas kepada teman-temannya, kemudian mengontrol pelaksanaan praktikum pada kelompoknya. Setiap kelompok aktif dan saling membantu agar menyelesaikan tugas baik praktikum maupun LKS dengan baik. Mereka membagi kelompok, ada yang menyiapkan alat, memasang/merangkai alat, ada yang bertugas menulis data lalu dihitung atau dianalisis secara bersama setelah praktikum usai. Sikap gotong royong untuk indikator ke tiga pada kelas eksperimen dinilai baik karena semua siswa ikut terlibat dan saling membantu dalam kelompok maupun kelompok lain sekalipun pada hal kecil yang mereka temukan.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Sikap gotong royong siswa pada kelas kontrol dengan indikator memberi bantuan pada sesama rela berkorban sudah cukup baik, khususnya pada saat mengerjakan latihan soal yang diberikan pada pertemuan kedua yaitu bersama dengan teman sebangku siswa saling berdiskusi bahkan mereka bertanya kepada teman yang lain dan saling membantu untuk memahami pelajaran maupun menyelesaikan soal. Pada pertemuan ketiga saat siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk diskusi dan mengerjakan soal, meskipun pada masing-masing siswa sudah mendapat tugas untuk menyelesaikan soal, mereka juga tetap saling membantu dalam kelompok dengan cara menjelaskan kepada teman yang belum memahami. Meskipun demikian, ada beberapa anak yang tidak ikut mengerjakan dan sibuk dengan urusan masing-masing sehingga beberapa siswa dalam kelompok ikut menegur temanya. Dapat dikatakan sebagian besar siswa pada kelas kontrol memiliki sikap saling membantu yang cukup baik.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 C. Pembahasan 1. Peningkatan Pengetahuan Siswa Dari hasil analisa uji statistik menggunakan SPSS dapat dilihat bahwa pretest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan hasil tidak signifikan. Artinya, bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan awal siswa kedua kelas tersebut atau dapat dikatakan pengetahuan awal sama. Setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kedua kelas tersebut pada akhir pertemuan peneliti menguji kembali soal posttest dengan tujuan dapat mengetahui pengetahuan akhir siswa. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan SPSS dapat dilihat bahwa nilai pretest-posttest untuk masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan hasil yang signifikan. Artinya bahwa terdapat perbedaan pengetahuan awal dan akhir dari kedua kelas tersebut. Hasil uji statistik menggunakan SPSS dari posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol hasilnya adalah signifikan. Artinya bahwa terdapat perbedaan nilai posttest kedua kelas tersebut. Atau dapat dikatakan terdapat perbedaan pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi gelombang cahaya setelah diberi perlakuan yang berbeda. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen berbantu mind mapping dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Dilihat dari hasil uji Statistik bahwa metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif sama-sama meningkatkan

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 pengetahuan siswa. Setelah proses pembelajaran dinilai bahwa pada kelas eksperimen siswa dapat menjawab soal dengan benar karena terbantu oleh praktikum, hal ini terlihat dari jawaban posttest siswa dimana siswa mengembangkan sendiri jawaban mereka berdasarkan apa yang telah mereka pahami dari praktikum. Sedangkan pada kelas kontrol, siswa cendrung menjawab soal dari hafalan dan persis sama dengan yang disampaikan. Dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif, keduanya dapat meningkatkan pengetahuan siswa. 2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Hasil uji statistik menggunakan SPSS untuk mengetahui motivasi awal belajar siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh hasil tidak signifikan, artinya tidak ada perbedaan motivasi awal kedua kelas tersebut. Sedangkan untuk hasil uji motivasi awal dan motivasi akhir kedua kelas diperoleh hasil signifikan. Artinya bahwa ada perbedaan motivasi belajar siswa diawal dan diakhir pembelajaran, atau dapat dikatakan ada peningkatan motivasi belajar dari kedua kelas setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dan metode ceramah aktif. Hasil uji statistik untuk motivasi akhir siswa kedua kelas menunjukkan hasil tidak signifikan, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan motivasi belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Kemudian dilakukan uji selisih motivasi awal dan akhir kedua kelas dan hasil menunjukkan ada perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa dimana berdasarkan mean selisih motivasi kelas eksperimen lebih besar yaitu 9,67 dan kelas kontrol sebesar 4,37 peningkatan motivasi belajar di kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Motivasi belajar mencakup beberapa aspek yaitu perhatian, relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan. Secara keseluruhan motivasi kedua kelas sudah mencakup keempat aspek tersebut. Aspek perhatian siswa dapat memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan baik, aspek relevansi terlihat siswa dapat mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, untuk aspek kepercayaan diri sebagian siswa dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol merasa mampu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan seperti praktikum dan latihan soal. Aspek yang terakhir yaitu kepuasan, diaspek ini sebagai besar siswa kelas eksperimen merasa puas dengan apa yang mereka kerjakan karena didukung oleh pelaksaan praktikum sedangkan untuk kelas kontrol beberapa siswa merasa kurang puas dengan apa yang mereka kerjakan.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 3. Sikap gotong royong siswa Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti ada 3 indikator yang diamati untuk melihat sikap gotong royong siswa yaitu terlibat aktif dalam kerja sama dan bahu membahu, menjalin komunikasi dan persahabatan, serta memberi bantuan pada orang lain. Nilai karakter sikap gotong royong siswa terlihat dari bagaimana siswa berada dalam suatu kelompok, sehingga dengan sendirinya nilai karakter ini dibangun oleh siswa, lebih khusus pada pelaksanaan praktikum dan diskusi kelompok. Dari hasil pengamatan sikap gotong royong dan analisa beberapa pengamatan tersebut indikator sikap gotong royong yang paling menonjol adalah indikator terlibat aktif dalam kerja sama dan bahu membahu dan indikator kedua yaitu menjalin komunikasi dan persahabatan. Namun secara keseluruhan bahwa sikap gotong royong siswa dikelas selama proses pembelajaran sudah cukup baik, meskipun belum semua siswa dalam satu kelas menunjukkan sikap yang sama yaitu pada siswa kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 D. Keterbatasan Penelitian 1. Peneliti tidak banyak waktu untuk mengkonfirmasi mind mapping siswa, sehingga kekeliruan siswa dalam membuat mind map tidak dapat diluruskan 2. Sebaiknya mengetahui sikap gotong royong siswa sebelum melakukan penelitian karena peneliti tidak dapat mengatakan bahwa sikap gotong royong siswa meningkat atau tidak berdasarkan metode yang digunakan. 3. Ada beberapa pertemuan yang tidak terekam penuh seluruh kelas dan bahkan tidak sempat mengambil dokumentasi dikarenakan tidak ada yang dapat menemani proses pengambilan data. 4. Kurangnya waktu yang digunakan siswa untuk melakukan praktikum.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Metode eksperimen berbantu mind mapping meningkatkan pengetahuan siswa pada materi gelombang cahaya yang terlihat bahwa terjadi perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol 2. Metode eksperimen berbantu mind mapping meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas eksperimen, meskipun motivasi awal dan akhir kedua kelas tidak berbeda namun ada perbedaan peningkatan motivasi belajar. Peningkatan di kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. 3. Sikap gotong royong siswa kelas eksperimen berbantu mind mapping dan kelas kontrol dapat dikatakan baik. Sikap ini ditunjukkan pada aspek aktif dalam kelompok, membantu sesama, saling mendengarkan dan menolong teman. 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti manyarakan beberapa hal berikut: 1. Bagi Guru Pembelajaran dikelas dengan menggunakan metode eksperimen berbantu mind mapping dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi belajar dan sikap gotong royong siswa. Oleh karena itu, guru fisika dapat menggunakan metode ini sebagai alternatif mengajar baik pada materi yang sama maupun materi yang lain. 2. Bagi penelitian selanjutnya a. Sebaiknya dilakukan observasi sikap gotong royong siswa sebelum melaksanakan penelitian agar hasil sikap gotong royong siswa dapat dibandingkan antara sebelum dan setelah di laksanakan penelitian. b. Sebaiknya meminta bantuan kepada teman untuk membantu dalam mengamati sikap gotong royong siswa di kelas, sehingga peneliti boleh mendapatkan data yang lebih lengkap. c. Sebaiknya menggunakan satu atau lebih kamera yang cukup bagus guna memantau seluruh aktivitas siswa sehingga peneliti dengan mudah mendapatkan data sesuai yang dibutuhkan.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 DAFTAR PUSTAKA Bagus, Raharja et all. 2014. Panduan belajar fisika 3 A SMA Kelas XII. Surakarta: Yudistira Bahri Djamarah Syaiful dan Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Rineka Cipta Buzan, Tony. 2005. Buku Pintar Mind Mapping. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Hamalik, Oemar 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMA/MA kelas XI kelompok peminatan matematika dan ilmu alam. Jakarta: Erlangga. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 87 tahun 2017. http://setkab.go.id/wpcontent/uploads/2017/09/Perpres_Nomor_87_Tahun_2017.pdf (diakses pada 2 Maret 2018) Purwoko.2006. FISIKA SMA Kelas XII. Surakarta: Yudistira Sani, Abdulah, Ridwan 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta Bumi: Aksara Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenada Media Grup Setyosary, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Predana Media Grup.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Siregar, Eveline. 2011. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia Sudjana, N. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya sumber gambar: www.google.com Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran FisikaKonstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2011. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2014. Metode Penelitian IPA. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Suparno, Paul. 2017. Kajian Kurikulum Fisika SMA Menurut Kurikulum 2013. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul.2013. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suyono & Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Windura, Susanto. 2016. Brain Management Serries for Learning Strategy, Mind Mapp Langkah demi langkah. Jakarta: Gramedia

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 LAMPIRAN

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran 1 Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 2 Surat Izin pelaksanaan Penelitian

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Lampiran 4 RPP Kelas Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN METODE EKSPERIMEN BERBANTU MIND MAPPING Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Mlati Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI IPA 1/Genap Program : Peminatan MIPA Materi Pokok : Interferensi dan Difraksi Cahaya Alokasi waktu : 8 x 45 menit (2 pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 KI 4 Memahami, menerapkan, menganalisis Menunjukkan keterampilan menalar, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, mengolah, dan menyaji secara: konseptual, prosedural, dan metakognitif efektif, kreatif, produktif, kritis,

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 KI 3 KI 4 pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan mandiri, kolaboratif, komunikatif, kompleks berdasarkan rasa ingin tahu- dan solutif, dalam ranah konkret dan nya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, abstrak terkait dengan pengembangan seni, budaya, dan humaniora dengan dari yang dipelajarinya di sekolah, wawasan kemanusiaan, kebangsaan, serta mampu menggunakan metode kenegaraan, dan peradaban terkait sesuai dengan kaidah keilmuan penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) (IPK) 3.10 Menerapkan prinsip konsep gelombang dalam teknologi dan Memahami konsep dan prinsip cahaya interfesensi dan difaksi cahaya Mampu menjelaskan proses dan syarat terjadinya interferensi dan atau difraksi pada peristiwa sehari-hari Mampu menggunakan persamaan interferensi dan difraksi cahaya untuk menyelesaikan persoalan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) (IPK) Dapat membedakan antara peristiwa interferensi dan difaksi cahaya dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi yang menggunakan prinsip tersebut 4.10 Melakukan percobaan tentang Melakukan percobaan interferensi dan gelombang bunyi cahaya, dan/atau difraksi kemudian mempresentasikan hasil Membuat percobaan laporan percobaan interferensi dan difraksi C. Tujuan Pembelajaran Melalui materi ini, siswa diharapkan dapat: 1. Memahami konsep dan prinsip interferensi dan difraksi cahaya, 2. Menjelaskan proses terjadinya interferensi dan atau difraksi pada peristiwa sehari-hari. 3. Membedakan antara peristiwa interferensi dan difraksi cahaya dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi yang menggunakan prinsip tersebut, 4. Menggunakan persamaan interferensi dan difraksi cahaya untuk menyelesaikan persoalan, 5. Melakukan serta melaporkan percobaan interferensi dan difraksi.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 D. Materi Pembelajaran Materi yang dibahas meliputi: 1. Interferensi pada celah ganda 2. Interferensi pada lapisan tipis 3. Difraksi celah tunggal 4. Difraksi celah ganda E. Metode Pembelajaran 1. Metode Pembelajaran : Eksperimen berbantu mind mapping F. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Media Pembelajaran  LCD dan proyektor  Papan tulis dan kelengkapannya  Laptop  Power Point materi pembelajaran  Lembar kerja siswa dan perlengkapan praktikum Sumber belajar  Kanginan, Marthen. 2017. FISIKA UNTUK SMA/MAKELAS XI. Jakarta: Erlangga  Kanginan, Marthen. 2007. SeribuPena FISIKA untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga  Kanginan, Marthen. 2004. FISIKA UNTUK SMA KELAS XII. Jakarta: Erlangga  Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Kelas XI Semester 2

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) Kegiatan Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan  Peneliti memberi salam dan menyapa peserta didik  Peneliti meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Peneliti melakukan presensi Pendahul uan  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai 10 menit pembelajaran  Peneliti memberitahu siswa tentang materi apa yang akan dipelajari  Peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa akan dilaksanakan pretest  Siswa mengerjakan soal pretest dan mengisi kusioner motivasi belajar  Peneliti menjelaskan tentang mind mapping kepada siswa  Peneliti menampilkan contoh mind mapping  Peneliti meminta siswa membuat mind mapping dari materi sebelumnya (materi yang Inti telah dilakukan praktikum)  Peneliti menjelaskan sedikit materi tentang interferensi cahaya Guru memberi apersepsi untuk mengantar siswa pada pemahaman tentang interferensi “Ápakah kalian pernah melihat cairan yang berwarna diatas aspal? termasuk peristiwa 70 menit

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Kegiatan Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan apakah itu ?”  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa jika ada pertanyaan  Peneliti menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya Penutup  Peneliti menutup pembelajaran dengan meminta siswa untuk memimpin doa 5 menit  Peneliti mengucapkan salam Pertemuan II (2 x 45 menit) Kegiatan Pendahul uan Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan  Peneliti memberi salam dan menyapa peserta 5 menit didik  Peneliti meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Peneliti melakukan presensi siswa  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran Inti  Peneliti dipelajari menyampaikan yaitu materi ”interferensi yang dan akan difraksi cahaya”  Peneliti menyampaikan tujuan dari materi yang akan dipelajari  Peneliti membuka dengan pertanyaan “apa yang kalian ketahui tentang interferensi”

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Kegiatan Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan  Peneliti menjelaskan materi tentang interferensi celah ganda dan interferensi lapisan tipis  Peneliti menjelaskan perumusan untuk mendapatkan persamaan interferensi 80 menit  Peneliti memberikan soal kepada siswa untuk didiskusikan dalam kelompok kecil  Peneliti kemudian menjelaskan materi kisi difraksi dengan bertanya ”apakah kalian pernah melihat cahaya lampu dari celah jari kalian? Apa yang bisa kalian lihat? Peristiwa apa yang terjadi?”  Peneliti menjelaskan difraksi celah tunggal dan difraksi celah ganda  Peneliti menjelaskan perumusan pada difraksi cahaya  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya  Peneliti menjawab pertanyaan siswa Penutup  Peneliti memberitahu siswa bahwa pertemuan 5 menit selanjutnya akan dilaksanakan praktikum  Peneliti menutup pembelajaran

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Pertemuan III (2 x 45 menit) Kegiatan Alokasi Deskripsi kegiatan waktu Pendahuluan  Peneliti memberi salam dan menyapa siswa  Peneliti dan siswa berdoa  Peneliti melakukan presensi  Peneliti mempersiapkan 5 menit siswa untuk memulai pelajaran Inti  Peneliti menjelaskan prosedur pelaksanaan praktikum  Peneliti menjelaskan maksud dari lembar kerja siswa yang dibagikan  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk memulai praktikum  Peneliti mendampingi dan membimbing 80 menit siswa selama pelaksanaan praktikum  Peneliti mempersilahkan siswa untuk mengisi LKS  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk melaporkan hasil  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat mind mapping Penutup  Peneliti memberitahu siswa bahwa 5 menit pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan posttest  Peneliti menutup pembelajaran

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Pertemuan IV (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahul  Peneliti memberi salam dan menyapa siswa uan  Peneliti meminta salah satu siswa untuk Alokasi waktu 10 menit memimpin doa  Peneliti melakukan presensi siswa  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran Inti  Peneliti membagikan soal posttest kepada siswa 70 menit Siswa mengerjakan soal posttest dan kuesioner Penutup  Peneliti meminta siswa menyimpulkan materi keseluruhan yang telah mereka terima  Peneliti meminta menyampaikan beberapa kesan dan siswa pesan untuk selama mengikuti proses pembelajaran dengan metode eksperimen berbantu mind mapping  Peneliti mengucapkan terima kasih kepada siswa  Peneliti menutup pembelajaran dengan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa 10 menit

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Lampiran 5 RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN METODE CERAMAH AKTIF Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Mlati Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI IPA 2 /Genap Program : Peminatan MIPA Materi Pokok : Interferensi dan Difraksi Cahaya Alokasi waktu : 8 x 45 menit (2 pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) H. Kompetensi Inti (KI) KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 KI 4 Memahami, menerapkan, menganalisis Menunjukkan keterampilan menalar, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, mengolah, dan menyaji secara: konseptual, prosedural, dan metakognitif efektif, kreatif, produktif, kritis, pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan mandiri, kolaboratif, komunikatif,

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 KI 3 KI 4 kompleks berdasarkan rasa ingin tahu- dan solutif, dalam ranah konkret dan nya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, abstrak terkait dengan pengembangan seni, budaya, dan humaniora dengan dari yang dipelajarinya di sekolah, wawasan kemanusiaan, kebangsaan, serta mampu menggunakan metode kenegaraan, dan peradaban terkait sesuai dengan kaidah keilmuan penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.10 Menerapkan prinsip konsep gelombang dalam teknologi dan Memahami konsep dan prinsip cahaya interfesensi dan difaksi cahaya Mampu menjelaskan proses dan syarat terjadinya interferensi dan atau difraksi pada peristiwa sehari-hari Mampu menggunakan persamaan interferensi dan difraksi cahaya untuk menyelesaikan persoalan

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 No Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Dapat membedakan antara peristiwa interferensi dan difaksi cahaya dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi yang menggunakan prinsip tersebut C. Tujuan Pembelajaran Melalui materi ini, siswa diharapkan dapat: 1. Memahami konsep dan prinsip interferensi dan difraksi cahaya, 2. Menjelaskan proses terjadinya interferensi dan atau difraksi pada peristiwa sehari-hari. 3. Membedakan antara peristiwa interferensi dan difraksi cahaya dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi yang menggunakan prinsip tersebut, 4. Menggunakan persamaan interferensi dan difraksi cahaya untuk menyelesaikan persoalan, D. Materi Pembelajaran Materi besaran dan pengukuran meliputi: 1. Interferensi pada celah ganda 2. Interferensi pada lapisan tipis 3. Difraksi celah tunggal

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 4. Difraksi celah ganda E. Metode Pembelajaran Metode Pembelajaran : ceramah aktif F. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Media Pembelajaran  LCD dan proyektor  Papan tulis dan kelengkapannya  Laptop  Power Point materi pembelajaran Sumber belajar  Kanginan, Marthen. 2017. FISIKA UNTUK SMA/MAKELAS XI. Jakarta: Erlangga  Kanginan, Marthen. 2007. SeribuPena FISIKA untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga  Kanginan, Marthen. 2004. FISIKA UNTUK SMA KELAS XII. Jakarta: Erlangga  Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Kelas XI Semester 2 G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahul uan  Peneliti memberi salam dan menyapa siswa  Peneliti meminta salah satu siswa untuk Alokasi waktu

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu memimpin doa  Peneliti melakukan presensi  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai 10 menit kegiatan pembelajaran  Peneliti manyampaikan kepada siswa bahwa akan dilaksanakan pretest, kesepakatan dalam belajar Inti  Peneliti membagi soal pretest dan lembar kuesioner motivasi belajar (siswa mengerjakan pretetst dan mengisi kuesioner motivasi) 70 menit  Peneliti mengumpulkan jawaban siswa  Peneliti menjelaskan bahwa kita akan belajar tentang materi interferensi dan difraksi cahaya  Peneliti menjelaskan sedikit materi materi interferensi cahaya Penutup  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa jika ada pertanyaan  Peneliti menutup pembelajaran dan berdoa bersama 10 menit

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Pertemuan II (2 x 45 menit) Alokasi Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahul  Peneliti memberi salam dan menyapa peserta uan waktu didik.  Peneliti meminta salah satu siswa untuk 5 menit memimpin doa  Peneliti melakukan presensi siswa  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran Inti  Peneliti menanyakan kepada siswa apa itu interferensi dan difraksi ?  Peneliti menjelaskan interferensi celah ganda dan interferensi lapisan tipis  Peneliti memberikan soal kepada siswa untuk didiskusikan dalam kelompok kecil  Peneliti menjelaskan perumusan untuk mendapatkan persaman pada interferensi  Peneliti kemudian masuk ke materi difraksi dimulai dengan menanyakan “apakah kalian pernah melihat lampu dari jauh?” apa yang terjadi ?  Peneliti menjelaskan difraksi celah tunggal dan difraksi kisi atau celah banyak  Peneliti menjelaskan perumusan pada difraksi cahaya  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 80 menit

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Kegiatan Penutup Alokasi Deskripsi Kegiatan waktu  Peneliti memberi tugas kepada siswa untuk 5 menit dikerjakan  Peneliti menutup pembelajaran dengan meminta salah satu siswa memimpin doa Pertemuan III (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu Pendahul  Peneliti memberi salam dan menyapa peserta uan 5 menit didik.  Peneliti meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Peneliti melakukan presensi siswa Inti  Peneliti memberikan tugas kepada kelompok untuk didiskusikan dan dikerjakan. Masingmasing kelompok membahas materi yang berbeda. Lalu mengerjakan soal-soal yang diberikan  Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi.  Setelah selesai mengerjakan, peneliti meminta siswa untuk mengerjakan dan menjelaskan kepada teman-temannya di depan kelas.  Peneliti mengkonfirmasi jawaban yang kurang tepat 80 menit

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu Penutup  Peneliti memberitahu siswa bahwa 5 menit pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan posttest  Peneliti menutup pembelajaran dengan meminta salah satu siswa memimpin doa Pertemuan IV (2 x 45 menit) Alokasi Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahul  Peneliti memberi salam dan menyapa peserta uan waktu 5 menit didik.  Peneliti meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Peneliti melakukan presensi siswa  Peneliti mempersiapkan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran. Inti  Peneliti membagikan soal posttest 60 menit Siswa mengerjakan soal posttest Penutup  Peneliti meminta siswa menyimpulkan materi keseluruhan yang telah mereka terima  Peneliti meminta beberapa siswa untuk menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti proses pembelajaran.  Peneliti mengucapkan terima kasih kepada 5 menit

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 siswa  Peneliti menutup pembelajaran dengan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran 6 LKS interferensi PERCOBAAN INTERFERENSI A. Tujuan 1. Mengamati bentuk interferensi gelombang sinar laser dioda 2. Mencari tebal rambut dengan prinsip interferensi B. Alat dan Bahan 1. Pointer laser diode 2. Kertas millimeter blok 3. Sehelai rambut sebagai celah 4. Mideline 5. Selotip 6. Sterofom untuk menahan tempat rambut C. DASAR TEORI Rambut merupakan salah satu benda yang memiliki diameter yang sangat kecil sehingga dalam pengukuran membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi. Metode lain yang dimaksud adalah dengan menggunakan sehelai rambut dan laser yang menerapkan metode difraksi celah tunggal dengan prinsip Babinet, siswa dengan mudah dapat mengukur tebal rambut yang digunakan. Selain itu juga, dengan metode ini siswa dapat membuat pola interferensi tanpa harus menggunakan alat lain seperti interferometer dan kisi difraksi, namun cukup bermodalkan sehelai rambut dan laser. Pola interferensi yang dihasilkan memiliki bagian pusat maksimum, kumpulan berkas, diikuti dengan serangkaian pola – pola

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 gelap dan pola – pola terang yang saling bergantian, mengulang ke kiri dan ke kanan dari pusat maksimum. Pita yang terbentuk bergantung panjang gelombang, jarak dari celah ke layar (L), dan lebar celah (d). Interferensi destruktif terjadi ketika perbedaan lintasan antara gelombang cahaya yang terdifraksi oleh masing – masing tepi dari celah sama dengan keseluruhan panjang gelombang (nλ). n λ= d sin θ . . .(1) Gambar 1. Jarak (L) dari celah ke layar adalah lebih besar daripada jarak (y) pita interferensi destruktif[1] Karena jarak antara celah ke layar (L) sangat besar dibandingkan jarak dari tengah pusat maksimum ke tengah pola gelap (y), seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, kita bisa menggunakan pendekatan sudut kecil dimana sin θ tan θ sehingga[1]: . . .(2) Persamaan (2) disubtitusikan ke persamaan (1) diperoleh: . . . (3) Lebar celah atau tebal rambut diperoleh dengan[1]: . . . (4) Dari persamaan 4 jika diketahui panjang gelombang laser yang diketahui maka tebal rambut dapat ditentukan.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 D. Langkah Percobaan 1. Menyusun alat dan bahan 2. Ambil sehelai rambut teman sekelompok mu, kemudian tempel pada bagian tengah kertas yang berlubang secara vertikal 3. Atur jarak antara sinar dengan layar pada jarak 4. Nyalakan dan arahkan laser dioda ke rambut sehingga terbentuk pola interferensi. 5. Ukur 4 buah jarak terang yang berdekatan dengan penggaris lalu ambil nilai rata-ratanya.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 E. Data Pengamatan Panjang gelombang sinar laser diode =………..nm No Jarak laser ke layar (L) 1 40 cm 2 60 m 3 80 m Jarak 2 terang yang Rata-rata (mm) berdekatan (mm) F. Pertanyaan dan Diskusi 1. Bagaimana pola yang terlihat pada layar yang disinari dengan menggunakan laser dioda? 2. Hitunglah nilai d atau tebal rambut yang digunakan! 3. Gambarkan salah satu bentuk interferensi yang terjadi dari hasil percobaan 4. Apa kesimpulan kelompok kalian

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 7 Hasil LKS Interferensi

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 8. LKS Kisi Difraksi PERCOBAAN KISI DIFRAKSI A. Tujuan Menentukan panjang gelombang monokromatik (laser diode) dengan menggunakan sebuah kisi difraksi B. Alat dan Bahan 1. Laser dioda 3. Kisi difraksi 2. Mideline 4. Kertas militer blok (layar) C. Langkah Percobaan 1. Siapkan alat dan bahan 2. Susun alat dan bahan dengan urutan laser, kisi, layar 3. Soroti kisi difraksi dengan cahaya senter dioda lalu mengamati pola difraksi yang terjadi dilayar. 4. Ukur jarak dari lampu ke layar (L) 5. Ukur jarak terang pusatdengan garis terang kesatu 6. Ulangi kegiatan diatas menggunakan kisi yang sama, dengan menambah jarak pada layar ke kisi 7. Lakukan langkah yang sama untuk kisi/celah yang berbeda D. Pertanyaan dan Diskusi 1. Bagaimana pola yang terlihat pada layar saat disinari menggunakan laser diode melalui kisi difraksi? 2. Badingkan pola yang diperoleh dari kisi 100 kisi/mm, 300 kisi/mm dan 600 kisi/mm ? 3. Hitunglah nilai panjang gelombang laser diode berdasarkan percobaan! 4. Apa yang terjadi jika jarak antar layar dan celah di perbesar atau dipekecil? Jelaskan! 5. Apa kesimpulan kelompok kalian?

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 9 Hasil LKS Kisi Difraksi

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 10 Soal Pretest dan Posttest SOAL PRETEST MATERI GELOMBANG CAHAYA Hari/tgl:………………… Nama : Kelas/semester : 4. Bagaimana peristiwa difraksi cahaya dapat terjadi? Jelaskan ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 5. Jelaskan syarat terjadinya interferensi gelombang cahaya ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 6. Suatu difraksi dihasilkan pada layar yang berjarak 1,5 m dari celah tunggal. Jarak dari terang pusat ke terang ketiga adalah 54 . Tentukan lebar celah! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……… ……………………………………………………………………………… … ……………………………………………………………………………… … ……………………………………………………………………………… … ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……… 7. Mengapa gelembung sabun pada air dapat menghasilkan warna warni ketika dikenai cahaya matahari ? ………………………………………………………………………………

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 8. Berilah keterangan di tabel bagian kanan tentang peristiwa yang ditunjukkan oleh gambar bagian kiri dibawah ini! (gelembung sabun) 9. Suatu berkas cahaya monokromatis melalui sepasang celah sempit yang jaraknya 1 mm dan membentuk pola interferensi pada layar yang jaraknya 2,5 m dari celah tadi. Bila jarak antara garis gelap kedua terhadap pusat pola 3 mm, berapa panjang gelombang yang digunakan? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 SOAL POSTTEST Hari/tgl:………………… Nama : Kelas/semester : 1. Bagaimana peristiwa difraksi cahaya dapat terjadi? Jelaskan ! 2. Jelaskan syarat terjadinya interferensi gelombang cahaya ! 3. Suatu difraksi dari sumber yang jauh dihasilkan pada layar yang berjarak 1,5 m dari celah tunggal. Jarak dari terang pusat ke terang ketiga adalah 54 . Tentukan lebar celah! 4. Mengapa gelembung sabun pada air dapat menghasilkan warna warni ketika dikenai cahaya matahari ? 5. Berilah keterangan tentang peristiwa yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini! a. b. c. 6. Suatu berkas cahaya monokromatis melalui sepasang celah sempit yang jaraknya 1 mm dan membentuk pola interferensi pada layar yang jaraknya 2,5

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 m dari celah tadi. Bila jarak antara garis gelap kedua terhadap pusat pola 3 mm, berapa panjang gelombang yang digunakan? Lampiran 11 Jawaban Pretest dan Posttest 1. Peristiwa difraksi dapat terjadi: Bila cahaya monokromatik (satu warna) dijatuhkan pada celah sempit, maka cahaya akan dibelokkan atau dilenturkan. Sedangkan bila cahaya dijatuhkan polikromatik (cahaya putih atau banyak warna), selain akan mengalami peristiwa difraksi, juga akan terjadi peristiwa disperse atau pengurain warna. 2. Syarat terjadinya interferensi gelombang a) Kedua gelombang cahaya harus kohern, dalam arti bahwa kedua gelombang cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh karena itu keduanya harus memiliki frekuensi yang sama dan tetap. b) Kedua gelombang cahaya harus memiliki ampiltudo yang sama/hampir sama. 3. Diketahui: Ditanya : Jawab : ( =( ) ) ( )

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 =( ) ( )( ) Jadi, jarak kedua celah adalah 4. Gelembung sabun pada air dapat menghasilkan warna warni ketika dikenao cahaya matahari: sinar matahari terdiri dari banyak warna yang masuk ke dalam lapisan tipis sabun, lalu dipantulkan karena pemantulan yang tidak merata mengakibatkan warna gelembung seolah-olah bergerak. 5. Peristiwa yang ditunjukkan gambar Interferensi pada selaput tipis yang tebalnya berbeda (gelembung sabun) Interferensi pada celah ganda Difraksi pada celah tunggal

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 6. Diketahui: = 2,5 m m=2 Ditanya : Jawab : ( )( )

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran 12 Pedoman Penilaian Pretest dan Posttest Nomor Skor soal maksimal 1 2 3 4 5 16 13 20 25 6 Deskripsi skor Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 16 Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap 8 Siswa menuliskan jawaban tapi salah 4 Siswa tidak menjawab soal 0 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 13 Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap 6,5 Siswa menuliskan jawaban tapi salah 3 Siswa tidak menjawab soal 1 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 20 Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap 10 Siswa menuliskan jawaban tapi salah 5 Siswa tidak menjawab soal 0 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 25 Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap 12,5 Siswa menuliskan jawaban tapi salah 5 Siswa tidak menjawab soal 0 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 6

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Nomor Skor soal maksimal Deskripsi Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap Siswa menuliskan jawaban tapi salah 6 20 skor 3 1,5 Siswa tidak menjawab soal 0 Siswa menjawab dengan benar dan lengkap 20 Siswa menjawab dengan benar tetap kurang lengkap 10 Siswa menuliskan jawaban tapi salah 5 Siswa tidak menjawab soal 0

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran 13 Lembar Validitas

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 14 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 15 Contoh Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Lampiran 16 Contoh Hasil Kuesioner Motivasi Awal dan Akhir Siswa Kelas Eksperimen

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Lampiran 17 Contoh Hasil Kuesioner Motivasi Awal dan Akhir Siswa Kelas Kontrol

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Lampiran 18 Contoh Hasil Mind Mapping Siswa

(172)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penggunaan pendekatan konstruktivisme melalui metode eksperimen dan demonstrasi pada pokok bahasan elastisitas ditinjau dari kemampuan matematika siswa di SMA
0
17
191
Efektivitas penerapan model pembelajaran tipe think-pair-share berbantu alat peraga volume balok terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada sub bahasan volume balok di kelas VIII A SMP Santo Aloysius Turi tahun ajaran 2015/2016.
0
0
190
Efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada pokok bahasan transformasi ditinjau dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI TOI di SMK N 2 Depok tahun ajaran 2015/2016.
0
4
246
Efektivitas penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw II terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016.
0
0
357
Efektivitas metode eksperimen bebas dan eksperimen terbimbing terhadap keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 2 Ngaglik dalam materi pembiasan cahaya pada lensa.
2
4
180
Efektivitas penerapan model pembelajaran tipe think pair share berbantu alat peraga volume balok terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada sub bahasan volume balok di kelas VIII A SMP Santo A
0
1
188
Efektivitas penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi, tanggapan, dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St. Vincentius Giriwoyo pada pokok bahasan statistika tahun ajaran 2
0
1
299
Efektivitas pembelajaran fisika di SMP pada pokok bahasan pesawat sederhana dengan metode demonstrasi dan tekanan dengan metode eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa pada siswa kelas VII semester II SMP Pangudi Luhur Boro - USD Repository
0
0
175
Pembelajaran fisika menggunakan model inteligensi ganda yang konstruktivis dalam pokok bahasan pemantulan dan pembiasan cahaya pada siswa kelas X6 SMA N 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
212
Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository
0
0
119
Perbedaan prestasi belajar antara siswa putra dan putri pada sub pokok bahasan perpindahan kalor dengan metode eksperimen bagi siswa kelas XA dan XC SMA Negeri 1 Ngemplak - USD Repository
0
0
109
Efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan jajargenjang dan belah ketupat di kelas VII Freedom SMP Joannes Bosco Yogyakarta - USD Repository
0
0
319
Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Karitas Ngaglik Yogyakarta pada pokok bahasan struktur tubuh tumbuhan dengan menggunakan metode Discovery Terbimbing - USD Repository
0
0
151
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat belajar siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada materi pembiasan cahaya - USD Repository
0
0
174
Efektivitas pendekatan understanding by design dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan persepsi siswa terhadap pembelajaran tersebut di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan pokok bahasan getaran dan gelombang - USD Repository
0
0
252
Show more