ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI,BAYI BARU LAHIR, NIFAS,DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY. F UMUR 25 TAHUN G1P0A0 DI PUSKESMAS II SUMPIUH - repository perpustakaan

Gratis

0
0
111
1 month ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. TINJAUAN MEDIS A. KEHAMILAN

  Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri: ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implamantasi) pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, 2010; h.75). Dari pengertian kehamilan diatas dapat disimpulkan bahwa proses kehamilan adalah proses bertemunya ovum dan spermatozoa yangberkembang menjadi zigot pada uterus dengan proses perkembangan implantasi di uterus selama 40 minggu.

2. Tanda-tanda Kehamilan

  a. Tanda Dugaan Kehamilan:1) Amenorea (terlambat datang bulan) Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir menggunakan perhitungan rumus Naegle, dapat ditentukan perkiraan persalinan (Manuaba, 2010; h.107).

2) Mual dan muntah (emesis)

  Mereka juga tidaktahan suatu bau-bauan (Mochtar, 2012; h.35).4) Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri Disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara. Jenis lain dari pantulan ini adalah ballottement kepala yaitu hanyakepala hanin yang terdorong dan memantul kembali ke dinding uterus atau tangan pemeriksa setelah memindahkan danmenerima tekanan balik cairan ketuban di dalam kavum uteri (Prawirohardjo, 2010; h. 220).

3. Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Kehamilan

  Uters mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulihkembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan (Prawirohardjo, 2010; h.175). 2) Serviks Serviks manusia merupakan organ yang kompleks dan heterogen yang mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan.

3) Ovarium

  Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesterone dalam jumlah yang relatif minimal(Prawirohardjo, 2010; h.178).4) Vagina dan perineum Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva,sehingga pada vagina akan terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwicks. Pada banyak perempuan kulit digaris pertengahan perutnya disebut Linea Nigra dan pada wajah dan leher terdapat Chloasma Gravidarum (Prawirohardjo, 2010; h.179).

4. Ketidaknyamanan dan Cara Penanganan pada saat Kehamilan

Menurut Kusmiyati (2009; h.123-133), ketidaknyamanan dan cara penanganan pada saat Kehamilan adalah: Tabel 2.1 Ketidaknyamanan pada Masa Kehamilan Ketidak Nyamanan Dasar Anatomis dan Fisiologis Cara mencegah dan meringankan Kelelahan selama TM 1 Terjadi karena penurunan laju metabolisme basal pada awalkehamilan Meyakinkan bahwa hal ininormal terjadi dalam kehamilan, nasehati ibuuntuk sering istirahat tetapi hindari istirahat yangberlebihan Keputihan TM I,II, dan III Terjadi karena peningkatanproduksi lender sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen Meningkatkan kebersihan, memakai pakaian dalamyang menyerap keringat, tidak mencuci vaginadengan sabun dan mencuci vagina dari arah depankebelakang Ngidam TM I Berkaitan dengan persepsiindividu wanita mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mualdan muntah sehingga indra pengecap menjadi tumpul jadimakanan yang lebih merangsang yang diinginkan Meyakinkan ibu itu merupakan hal yang tidakperlu diperhatikan asalkan makanan tersebut cukupbergizi dan makanan yang diinginkan makanan yangsehat, menjelaskan tentang bahaya makanan yang tidakbaik dikonsumsi Seringbuang air kecil TM Idan III Terjadi karena adanya tekananuterus pada kandung kemih, air dan sodium tertahan dibawahtungkai bawah pada siang hari karena statis vena dan padamalam hari terdapat aliran balik vena yang meningkat akibatpeningkatan dalam jumlah output air seni Menjelaskan mengenai sebab terjadinya, tidakmenahan kencing, perbanyak minum padasiang hari, batasi minum kopi, teh, cola, tidur posisimiring kekiri Rasa mualmuntah antaraminggu ke 5 sampaiminggu ke 12 bisaterjadi lebih awal padaminggu ke 2-3 setelahHPHT Terjadi karena disebabkan olehpeningkatan kadar HCG, estrogen, progesterone Menghindari faktor penyebab seperti bau, makan biscuitsebelum bangun dari tempat tidur, makan sedikit tapisering, duduk tegak setiap kali selsai makan, hindarimakanan yang berminyak, berbumbu merangsang,makanan kering, bangun tidur secara perlahan dan hindarimelakukan gerakan secara tiba-tiba, hindari menggosokgigi segera setelah makan, minum teh herbal, istirahatsesuai kebutuhan dengan mengangkat kaki dan kepalaagak ditinggikan, hirup udara segar Ketidak Nyamanan Dasar Anatomis dan Fisiologis Cara mencegah dan meringankanCloasma TM II Terjadi karena adanya kecenderungan genetis,peningkatan kadar estrogen dan progesterone Hindari sinar matahari berlebihan selama masakehamilan Hemorrhoid TM II dan III Konstipasi, tekanan yangmeningkat dari uterus gravid terhadap vena hemoroida Hindari konstipasi, makan makanan yang berserat,gunakan kompres dingin, hangat, dengan perlahanmasukkan kembali kedalam rectum jika perlu Konstipasi TM II dan III Peningkatan kadar progesteroneyang menyebabkan peristaltic usus jadi lambat, penurunanmotilitas sebagai akibat dari relaksasi otot otot halus,penyerapan air dari colon meningkat, tekanan dari uterusyang membesar pada usus, seplemen zat besi, diit, kurangsenam Tingkatkan intake cairan,serat didalam diit, buah prem, istirahat cukup,senam, membiasakan BAK secara teratur dan BABsetelah ada dorongan Sesaknapas TM II dan III Peningkatan kadar progesteronberpengaruh secara langsung pada pusat pernapasan untukmenurunkan kadar CO2 serta meningkatkan kdar O2, uterusmembesar dan menekan pada diafragma Jelaskan penyebab fisiologisnya, merentangkanlengan diatas kepala serta menarik nafas panjang,mendorong postur tubuh yang baik melakukanpernafasan intercostals, latihan nafas melalui senamhamil, tidur dengan bantal ditinggikan, makan tidakterlalu banyak, hentikan merokok, kontrol dokter bilaada asma Nyeriligamentu mrotondum Hipertropi dan pereganganligamentum selama kehamilan, tekanan dari uterus padaligamentum Penjelasan mengenaipenyebab rasa nyeri, tekuk lutut kearah abdomen,mandi air hangat, gunakan bantalan pemanas padaarea yang terasa sakit hanya jika diagnose lain tidakmelarang, topang uterus dengan bantal dibawahnyadan sebuah bantal diantara lutut pada waktu berbaringmiring Ketidak Nyamanan Dasar Anatomis dan Fisiologis Cara mencegah dan meringankanPusing Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahanperubahan hemodinamis, pengumpulan darah didalampembuluh tungkai, yang mengurangi aliran balik vena danmenurunkan output cardiac serta tekanan darah dengan teganganothostatis yang meningkat, mungkin gihubungkan denganhipoglikemia, sakit kepala pada triwulan terakhir dapatmerupakan gejala preeklamsia berat Bangun secara perlahan dari posisi istirahat, hindariberdiri terlalu lama dalam lingkungan yang hangat atausesak, hindari berbaring dalam posisi terlentang,konsultasi/periksa untuk rasa sakit yang terusmenerus Varisespada kaki/vulva Kongesti vena dalam vena bagian bawah yang meningkatsejalan dengan kehamilan karena tekanan dari uterus yanghamil, kerapuhan jaringan elastic yang diakibatkan oleh estrogen,kecenderungan bawaan keluarga, dan disebabkan factorusia dan lama berdiri Tinggikan kaki sewaktuberbaring/duduk, jaga kaki agar tidak bersilangan,hindari berdiri atau duduk terlalu lama, istirahat dalamposisi berbaring miring kiri, senam, hindari pakaiankorset yang ketat, jaga postur tubuh yang baik,kenakan kaos kaki, Sumber: Kusmiyati, 2009; h.123-133

5. Perubahan Psikologis pada Kehamilan

  Penerimaan ini biasanya terjadipada akhir trimester pertama dan difasilitasi perasaannya sendiri yang merasa cukup aman untuk mulai mengungkapkan perasaan-perasaanyang menimbulkan konflik yang di alami. Pada Trimester IITrimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yaitu periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas darisegala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil.

6. Gejala dan Tanda Bahaya Kehamilan

  Kehamilan dengan resiko tinggiUntuk menegakkan kehamilan resiko tinggi pada ibu dan janin adalah dengan cara melakukan anemnesa yang intensif (baik), melakukanpemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan rontgen, pemeriksaan ultrasonografi. Pada preeklampsia dan eklampsia terjadi penurunan angiotensin, renin, dan aldosterone, dan ditandai dengan oedema, hipertensi, dan proteinuria.

h. Hemoroid

  Varises di vena rektum mungkin pertama kali muncul selama kehamilan karena meningkatnya tekanan vena. Namun, kehamilanumumnya menyebabkan kekambuhan atau eksaserbasi hemoroid Trombosis hemoroid eksternal dapat menyebabkan nyeri hebat, tetapi bekuan biasanya dapat dievakuasi dengan menginsisi dinding vena dibawah anesthesia topikal.

i. Heartburn

  Menurut Manuaba (2010; h.283) menjelaskan bahwa mekanisme terjadinya ketuban pecah dini dapat berlangsungsebagai berikut: selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi, bila terjadi pembukaanserviks maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban. Sebagai gambaran umum untuk tatalaksana ketuban pecah dini adalah:1) Mempertahankan kehamilan sampai cukup matur khususnya kematangan paru sehingga mengurangi kejadian kegagalanperkembangan paru yang sehat.2) Terjadi infeksi dalam rahim, yaitu korioamnionitis yang menjadi pemicu sepsis, meningitis janin, dan persalinan prematuritas.

KETUBAN PECAH DINI

  Pemeriksaan air ketuban, kultur, dan bakteri d. Observasi tanda infeksi dan distres janin Hamil Prematur: Kehamilan aterm a.

7. Asuhan pada Kehamilan

  Tujuan asuhan antenatal:1) memantau kemajuan kehamilan, memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin2) mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial.3) Mendeteksi dini adanya ketidak normalan/penyulit.4) Mempersiapkan persalinan cukup bulan dan selamat baik ibu maupun bayinya. Mengajarkan dan mendorong cara hidup sehat (gizi, latihan dan kebersihan dan istirahat)f.

8. Pengawasan Antenatal

  Tujuan pengawasan antenatal adalah:1) Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan, persalinan, dan kala nifas. 2) Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan, dan kala nifas3) Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluargaberencana.4) Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal (Manuaba, 2010; h.109-111).

B. PERSALINAN

  Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandunganmelalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 2010; h. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa persalinan adalah sebuah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin, plasenta, dan selaput ketuban)melalui jalan lahir dengan di mulai adanya kontraksi yang membuka jalan lahir sampai pembukaan lengkap dan diakhiri dengan pelahiran plasenta.

c. Passager (fetus)

  2) Sikap janinHubungan bagian janin (kepala) dengan bagian janin lainnya(badan), misalnya fleksi, defleksi, dan lain-lain.3) Posisi janin Hubungan bagian/point penentu dari bagian terendah janin dengan panggul ibu, dibagi dalam 3 unsur:a) Sisi panggul ibu : kiri, kanan, dan melintang b) Bagian terendah janin : oksiput, sacrum, dagu dan scapula c) Bagian panggul ibu : depan, belakang. PenolongFungsi penolong persalinan sangat berat, yaitu memberikan pertolongan bagi dua jiwa yaitu ibu dan anak, serta kesuksesanpertolongan tersebut sebagian bergantung pada keadaan petugas yang menolongnya, maka sangat penting untuk diadakan kualifakasiatau persyaratan bagi petugas yang bekerja di kamar bersalin dan penolong persalinan.

4. Proses Terjadinya Persalinan

  Progesteron yang menurunkan sensitivitas otot rahim, menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis, dan menyebabkanotot rahim dan otot polos relaksasi. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron menyebabkan oksitosin yang dikeluarkan oleh hipofisis parsposterior dapat menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxton Hicks.

5. Permulaan Terjadinya Persalinan

  Dengan penurunan hormone progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. Turunnya kepala, masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke-36 dapat menimbulkan sesak dibagianbawah, diatas simpisis pubis dan sering ingin berkemih atau sulit kencing karena kandung kemih tertekan kepala.

6. Tanda dan Gejala Menjelang Persalinan

  Selama hamil, serviks dalam keadaan menutup, panjang, dan lunak, serviks masih lunakdengan konsistensi seperti pudding dan mengalami sedikit penipisan (effacement) dan sedikit dilatasi. Bloody Show sering terlihat sebagai rabas lendir bercampur darah dan merupakan tanda persalinan yang akan terjadi biasanya dalam 24 hingga 48 jam.

7. Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin

  16) Membuka partus set.17) Memakai sarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan.18) Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain tadi,letakkan tangan yang lain di kepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi,membiarkan kepala keluar perlahan-lahan. Dengan lembut menariknya ke arah bawah dan ke arah luar hingga bahu hingga bahu anteriormuncul dibawah arkus pubis dan kemudian dengan lembut menarik ke arah atas dan ke arah luar untuk melahirkan bahuposterior.23) Setelah kedua bahu dilahirkan, menelusurkan tangan mulai kepala bayi yang berada di bagian bawah ke arah perineum, membiarkanbahu dan lengan posterior lahir ke tangan tersebut.

8. Kemajuan Persalinan

  Kala II (Kala Pengeluaran Janin)Tanda-tanda pada kala II atau tanda-tanda bayi akan segera lahir, menurut Mochtar (2012; h.71-72):1) Dorongan ingin mengejan pada ibu yang tidak dapat ditahan lagi.2) Tekanan pada anus yang ditandai dengan otot sfingter ani membuka. Jika tali pusat terasa “longgar” dan memanjang di introitus vagina, ini menandakan bahwa plasentatelah terlepas (Varney, 2008; h.828).2) Pengeluaran plasenta Dengan menggunakan tangan kita di abdomen ibu untuk meyakinkan bahwa uterus berkontraksi dan menopang bagianuterus dengan menempatkan permukaan telapak tangan tepat di atas simfisis pubis dan menekan berlawanan arah dengan uterus,angkat sedikit ke atas menuju umbilikus.

9. Mekanisme Persalinan

  Penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan yang meliputi kontraksi dan pada kala dua,dorongan yang dilakukan ibu disebabkan karena kontraksi otot-otot abdomennya. Fleksiterjadi ketika kepala janin bertemu dengan tahanan, tahanan ini meningkat ketika terjadi penurunan dan yang kali pertama ditemuiadalah dari serviks, lalu dari sisi-sisi dinding pelvis, hingga akhirnya dari dasar pelvis.

C. BAYI BARU LAHIR (BBL)

  Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dari kehamilan yang aterm (37-42 minggu) dengan berat badan lahir 2500-4000 gram. Bayibaru lahir normal adalah bayi yang cukup bulan, 38-42 minggu dengan berat badan sekitar 2500-3000 gram dan panjang badan sekitar 50-55 cmAsuhan bayi baru lahir adalah asuhan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran (Sondakh, 2013; h.150).

3. Adaptasi Fisiologi Bayi Baru Lahir

  3) Penyimpanan zat besi ibu cukup memadai bagi bayi sampai 5 bulan kehidupan ekstrauterin pada saat ini bayi baru lahir menjadirentan terhadap defisiensi zat besi.4) Hati juga mengontrol jumlah bilirubin tak terkonjugasi yang bersirkulasi, pigmen berasal dari hemoglobin dan dilepaskanbersamaan dengan pemecahan sel-sel darah merah. Ekstensi silangKaki bayi yang berlawanan akan fleksi dan kemudianekstensi dengan cepat seolah- olah berusaha untukmemindahkan stimulus ke kaki yang lain bila diletakkantelentang, bayi akan mengekstensikan satu kakisebagai respons terhadap stimulus pada telapak kaki.

g. Perubahan Termoregulasi dan metabolik

  Menurut Sondakh (2013; h.152), menyatakan bahwa perubahan termoregulasi dan metabolik pada Bayi baru lahir : 1) Suhu bayi baru lahir dapat turun beberapa derajat karena lingkungan eksternal lebih dingin dari pada lingkungan di uterus. 2) Suplai lemak subkutan yang terbatas dan area permukaan kulit yang besar dibandingkan dengan berat badan menyebabkan bayimudah untuk menghantarkan panas pada lingkungan.3) Kehilanagan panas yang cepat dalam lingkungan yang dingin terjadi melalui konduksi, konveksi, radiasi, evaporasi.

4. Pemantauan Bayi Baru Lahir

  Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktifitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayibaru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinyaPenolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,seperti:1) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan 2) Gangguan pernapasan3) Hipotermia4) Infeksi5) Cacat bawaan dan trauma lahir (Saifuddin, 2009;h.

5. Pencegahan Infeksi

  Apabila tali pusat kotor, cuci luka talipusat dengan air bersih yang mengalir dan sabun, segera dikeringkan dengan kain kasa kering dan dibungkus dengan kain kasa tipis yangsteril dan kering. Pencegahan infeksi pada mata bayi baru lahirCara mencegah infeksi pada mata bayi baru lahir adalah merawat mata bayo baru lahir dengan mencuci tangan terlebihdahulu, membersihkan kedua mata bayi segera setelah lahir dengan kapas atau sapu tangan halus dan bersih yang telah dibersihkandengan air hangat.

8. Penilaian APGAR

  Bayi yang berwarna merah muda, dan bernapascenderung memiliki frekuensi jantung >100.3) Respon bayi terhadap stimulus juga harus diperiksa, yaitu respons terhadap rasa haus atu sentuhan. Tentukan apakah bayi menangissebagai respons terhadap stimulus (2), apakah bayi mencoba untuk menangis tetapi hanya dapat merintih (1), atau idak adarespons sama sekali(0).4) Observasi tonus otot bayi dengan mengobservasi jumlah aktivitas dan tingkat fleksi ekstremitas.

9. Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

a. Asfiksia

  Gejala hipotermia bayi baru lahir adalah: a) Bayi tidak mau minum/menetek b) Bayi tampak lesu atau mengantuk saja c) Tubuh bayi teraba dingin d) Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema). c) Menggunakan selimut atau kain hangat yang disetrika terlebih dahulu untuk menutupi tunuh bayi dan ibu.

2) Hipertermia Lingkungan yang terlalu panas juga berbahaya bagi bayi

  Ikterus pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis atau dapat merupakan hal yang patologis. 1) Ikterus fisiologis adalah a) Ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga.

e. Tetanus Neunatorum

  Penyakit tetanus neunatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh Clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang system saraf pusat Muslihatun (2010; h.193) dan Saifuddin (2009; h.388). Faktor risiko untuk terjadinya Tetanus Neunatorum: 1) Pemberian imunisasi tetanus Toksoid (TT) pada ibu hamil tidak dilakukan, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan program.

D. MASA NIFAS (PUERPERIUM)

  Menurut Sulistyawati (2009; h. 1) dan Saifuddin (2009; h.122), menyatakan bahwa masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Perubahan Fisiologi Masa Nifas Puerperium lanjut adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan Masa nifas berlangsung selama 6 minggu.

1) Uterus

  Selain perubahan atrofipada otot-otot uterus, lapisan desidua akan mengalami atrofi dan terlepas dengan meninggalkan lapisan basalyang akan bergenerasi menjadi endometrium yang baru.(3) Efek Oksitosin (kontraksi) Intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna segera setelah bayi lahir, disuga terjadi sebagai responterhadap penurunan volume intrauteri yang sangat besar. Hormon oksitosin yang dilepas dari kelenjar hipofisis memperkuat dan mengatur kontraksi uterus, mengomprespembuluh darah dan membantu proses hemostatis.

b) Lokhea

  Perubahan Sistem MuskuloskeletaLigamen, fasia, dan difragma pelvis yang merenggang pada waktu bersalin, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadiciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamen rotundum menjadi kendor. 2) SuhuSuhu maternal kembali normal dari suhu yang sedikit meningkat setelah melahirkan dan akan stabil dalam 24 jampertama pasca melahirkan.3) Nadi Denyut nadi normal pada orang dewasa adalah 60-80 x/menit.

4. Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas

  Menurut Sulistyawati (2009; h.87-89) Setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yang juga mengakibatkanadanya beberapa perubahan dari psikisnya. Pada periode ini merupakan waktu yang tepat bagi bidan untuk memberikanbimbingan cara perawatan bayi, namun harus selalu diperhatikan teknik bimbingannya, jangan sampai menyinggung perasaan ataumembuat perasaan ibu tidak nyaman karena ibu sangat sensitif.

5. Kunjungan Masa Nifas

  Menurut Saifuddin ( 2009; h.123) menyebutkan bahwa paling sedikit kunjungan nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir,dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi:a. Apabila, petugas kesehatan menolong persalinan, bidan harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran,atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil.

6. Penyulit dalam Masa Nifas

  Menurut Sulistyawati (2009; h.173) dan Manuaba (2010; h.415) menyebutkan bahwa komplikasi pada masa nifas jarang ditemukanselama pasien mendapatkan asuhan yang berkualitas, mulai dari masa kehamilan sampai dengan persalinannya. Penyebab utama terjadinya perdarahan kalanifas sekunder adalah terdapatnya sisa plasenta atau selaput ketuban(pada grandemultipara dan kelainan bentuk implantasi plasenta), infeksi pada endometrium, dan sebagian kecil terjadi dalam bentukmioma uteribersamaan dengan kehamilan dan inversion uteri.

E. KELUARGA BERENCANA (KB)

  Definisi Menurut Sulistyawati (2011; h. 12), menyebutkan bahwa KeluargaBerencana (KB) adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahankehamilan dan perencanaan keluarga.

3. Penapisan penggunaan KB

  Pemeriksaan laboratorium untuk klien keluarga berencana atau klien baru umumnyatidak diperlakukan, karena: 1) Sebagian besar klien keluarga berencana berusia muda 16-35 tahun dan umumnya sehat2) Pada wanita masalah kesehatan reproduksi membutuhkan perhatian (misalnya : kanker genetalia dan payudara) jarang didapat pada usia sebelum 35 atau 40 tahun. 3) Pil kombinasi dosis rendah yang sekarng tersedia (berisi estrogen dan progesteron) lebih baik dari pada produk sebelumnya karena efeksamping lebih sedikit dan jarang menimbulkan masalah medis 4) Pil progestin suntikkan dan susuk bebas dari efek yang berhubungan dengan estrogen dan dosis progestin yang dikeluarkan per haribahkan lebih rendah dari pil kombinasi.

4. Ruang Lingkup KB

  Manfaat yang diperoleh adalah: tercegahnya kehamilan yang berulang kali dalamjangka waktu yang terlalu pendek, meningkatkan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untukmengasuh anak dan beristirahat yang cukup. Jenis dan Waktu yang tepat untuk ber-KB Tabel 2.9 Jenis dan waktu yang tepat untuk ber-KB Waktu Jenis KB KB suntikPostpartum Norplant (KB susuk)/ Implanon AKDR PIL KB hanya progesteronKontap Metode sederhanaKB suntik Postmentrual RegulationKB susuk atau Pasca Abortus ImplanonSaat AKDR MenstruasiKB suntik Masa IntervalKB susuk atau ImplanonAKDR Metode SederhanaKB darurat Post-Koitus Sumber: Manuaba, 2010; h.592 6.

7. Strategi, Pendekatan, dan Cara Operasional Program Pelayanan KB

  Dalam pelayanan kontrasepsi, diambil kebijaksanaan sebagai berikut: 1) Perluasan jangkauan pelayanan kontrasepsi dengan cara menyediakan sarana yang bermutu dalam jumlah yang mencukupidan merata.2) Pembinaan mutu pelayanan kontrasepsi dan pengayoman medis.3) Pelembagaan pelayanan kontrasepsi mandiri oleh masyarakat dan pelembagaan keluarga kecil sejahtera. Untuk mencapai sukses yang diharapkan, maka ditempuh strategi 3 dimensi yaitu:1) Perluasan jangkauan Semua jajaran pembangunan diajak berperan serta dalam ikut menangani program KB dan mengajak PUS yang potensialuntukmenjadi akseptor KB.2) Pembinaan Organisasi yang sudah mulai ikut serta menangani program diajak berperan serta mendalami lebih terinci, dan mulaimemperkenalkan mengenai program-program pos KB, posyandu, dan pembinaan anak-anak.

II. TINJAUAN ASUHAN KEBIDANAN

  Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatanibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Langkah II (kedua): Interpretasi data dasarPada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasiyang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yangdikumpulkan.

C. Pendokumentasian asuhan kebidanan dengan cara SOAP

  Pembuatan grafik metode SOAP merupakan pengelolaan informasi yang sistematis yang mengatur penemuan dan konklusi kita menjadisuatu rencana asuhan. SOAP merupakan urutan langkah yang dapat membantu kita mengatur pola pikir kita dan memberikan asuhan yang menyeluruh,yang terdiri dari: a.

3. Pada orang yang bisu, dibelakang data diberi tanda “O” atau

  Informasi dari keluarga atau orang c. Pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi (kesimpulan data) data subjektif dan objektif 2.

III. LANDASAN HUKUM

  Standar Kompetensi Bidan Standar kompetensi bidan diatur dalam Keputusan Menteri KesehatanRepublik Indonesia Nomor:369/MENKES/SK/III/2007 Kompetensi ke 1 Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dan ilmu-ilmu sosial, kesehatanmasyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai denganbudaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya. Kompetensi ke 2 Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadapbudaya dan pelayanan menyeluruh dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupankeluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (111 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR(BBL), NIFAS DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA PADA NY. L UMUR 27 TAHUN G2P0A1 DI PUSKESMAS PATIKRAJA - repository perpustakaan
0
0
12
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR(BBL), NIFAS DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA PADA NY. L UMUR 27 TAHUN G2P0A1 DI PUSKESMAS PATIKRAJA - repository perpustakaan
0
0
81
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN MASA ANTARA PADA NY I UMUR 25 TAHUN G3P1A1 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU 6 HARI DI PUSKESMAS WANGON II BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
14
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR, DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA (KB), PADA NY M UMUR 16 TAHUN G1P0A0 DI PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
17
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN MASA ANTARA (KB) PADA NY. S GIP0A0 DI KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
14
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF IBU HAMIL, BERSALIN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN MASA ANTARA PADA NY. R UMUR 35 TAHUN G3P2A0DI PUSKESMAS II SUMPIUH - repository perpustakaan
0
0
15
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD), BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA NY.U G3P2A0 UMUR 30 TAHUN UMUR KEHAMILAN 11 MINGGU 5 HARI DI DESA KEBARONGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMRANJEN
0
0
15
BAB II TINJAUAN TEORI I. TINJAUAN MEDIS A. KEHAMILAN 1. Definisi - ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF KEHAMILAN, PERSALINAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD), BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA NY.U G3P2A0 UMUR 30 TAHUN UMUR KEHAMILAN 11 MIN
0
0
120
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS FISIOLOGIS DAN MASA ANTARA (KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN ) PADA NY. M UMUR 21 TAHUN G1P0A0DI KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
15
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR (BBL) DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA NY. H UMUR 22 TAHUN G20PA1 DI PUSKESMAS PATIKRAJA - repository perpustakaan
0
0
13
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR (BBL) DAN PERENCANAAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA NY. H UMUR 22 TAHUN G20PA1 DI PUSKESMAS PATIKRAJA - repository perpustakaan
0
0
87
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, KELUARGA BERENCANA PADA NY. R UMUR 19 TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU 5 HARI DI PUSKESMAS II KEMRANJEN BANYUMAS - repository perpustakaan
0
0
16
BAB II TINJAUAN TEORI A. Kehamilan - ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS DAN MASA ANTARA KELUARGA BERENCANA PADA NY.M UMUR 29 TAHUN G2 P1 A0 DI PUSTU SIGEDANG, KEJAJAR, WONOSOBO - repository perpustakaan
0
0
69
BAB II TINJAUAN TEORI - ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS FISOLOGIS DAN KELUARGA BERENCANA (KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN) PADA NY H UMUR 21 TAHUN G1P0A0 DI UPT PUSKESMAS KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA - repo
0
0
71
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI,BAYI BARU LAHIR, NIFAS,DAN KELUARGA BERENCANA PADA NY. F UMUR 25 TAHUN G1P0A0 DI PUSKESMAS II SUMPIUH - repository perpustakaan
0
0
16
Show more