Ketidakpuasan konsumen, tingkat karakteristik kategori produk, dan perpindahan merek : survei pengguna produk parfum pada kalangan mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
142
11 months ago
Preview
Full text

  

KETIDAKPUASAN KONSUMEN, TINGKAT KARAKTERISTIK

KATEGORI PRODUK, DAN PERPINDAHAN MEREK

  Survei Pengguna Produk Parfum Pada Kalangan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Manajemen

  

Oleh :

  Aditya Ristyanto 022214089

  

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2008

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Skripsi ini kupersembahkan untuk :

Tuhan Yang Maha Esa

Kedua Orang Tuaku, Aries Sulichan dan

  

Yayuk Setyoningsih

Adik-adikku, Galuh Ristyanto dan Mayang

Ristyanti.

  

Kekasihku, Kristina Estisari

  

MOTTO

Every thought is a seed. If you plant crab apples,

don't count on harvesting Golden Delicious.

  

~ Bill Meyer ~

Let us rise up and be thankful, for if we didn't learn

a lot today, at least we learned a little, and if we

didn't learn a little, at least we didn't get sick, and if

we got sick, at least we didn't die; so, let us all be

thankful.

  

~ Buddha ~

If you have the will to win, you have achieved half

your success; if you don't, you have achieved half your

failure.

  

~ David Ambrose ~

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Aditya Ristyanto NIM : 022214089

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

KETIDAKPUASAN KONSUMEN, TINGKAT KARAKTERISTIK

KATEGORI PRODUK, DAN PERPINDAHAN MEREK ”Survei Pengguna Produk Parfum Pada Kalangan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 4 September 2008 Yang menyatakan Aditya Ristyanto

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skipsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 4 September 2008 Penulis

  Aditya Ristyanto

  

ABSTRAK

KETIDAKPUASAN KONSUMEN, TINGKAT KARAKTERISTIK

KATEGORI PRODUK, DAN PERPINDAHAN MEREK

  Survei Pengguna Produk Parfum Pada Kalangan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  ADITYA RISTYANTO Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2008

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek pada produk parfum pada kalangan mahasiswa. Variabel dependen dalam penelitian ini merupakan variabel dummy yaitu keputusan perpindahan merek. Variabel independennya meliputi ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk (keterlibatan konsumen, perbedaan persepsi diantara merek, kekuatan preferensi, frekuensi pembelian).

  Jenis penelitian ini adalah penelitian survei mengenai perilaku konsumsi parfum pada kalangan mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif tentang karakteristik responden dan Analisis Inferensial dengan menggunakan Analisis Regresi Linear.

  Hasil survei menggambarkan penggunaan parfum di kalangan mahasiswa tidak ditentukan oleh besarnya uang saku, jenis parfum yang dibeli, usia, dan frekuensi pembelian. Selain itu, terdapat kecenderungan perilaku perpindahan merek pada kalangan mahasiswa pengguna parfum yang pada dasarnya masih didominasi oleh perempuan. Hasil analisis Regresi Linear menunjukkan bahwa ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. Ini menjelaskan bahwa ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk tidak menjadi sumber perpindahan merek. Ini disebabkan perilaku pembelian parfum di kalangan mahasiswa tidak rasional. Dalam penelitian terlihat pada kecenderungan memperoleh informasi datang dari iklan dan pengaruh teman. Ini mencerminkan perilaku mahasiswa yang tidak memperoleh informasi produk secara benar dan ikut-ikutan.

  

ABSTRACT

CONSUMER DISSATISFACTION, CHARACTERISTICS DEGREE OF

PRODUCT CATEGORY, AND BRAND SWITCHING

  Survey on Perfume Consumers at Management Study Program Economic Faculty, Sanata Dharma University, Yogyakarta

  ADITYA RISTYANTO Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2008

  The aims of this research were to identify and to explain about consumer dissatisfaction and characteristics degree of product category toward brand switching behavior of perfume product in the students population. The dependent variable was dummy variable namely brand switching behavior. The independent variables in this research included customer dissatisfaction, and characteristic degree of product category (customer participation, perception differences among the brands, preferential power, and buying frequency).

  This research was a survey research about perfume consumption behavior of the students. Analysis techniques used in this research were the descriptive analysis about respondent characteristics and inferential analysis by using Linear Regression Analysis.

  The result of the survey described the use of the perfume in the students population is not determined by the amount of the pocket money, kinds of perfumes, age, and buying frequency. Furthermore, there was a tendency of brand switching behavior in students population using perfume, which was basically dominated by women. The Linear Regression Analysis result showed that customer dissatisfaction and characteristic degree of product category didn’t have influence toward brand switching behavior. It explained that customer dissatisfaction and characteristic degree of product category didn’t become a source of brand switching. This was caused by student behavior toward perfume buying was irrational in this research. It could be seen that the tendency of gaining information was from advertisement and the influence of friend. It reflected students didn’t get the right information about the products and just follow the friends and the advertisement.

KATA PENGANTAR

  Segala hormat dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Ketidakpuasan Konsumen, Tingkat Karakteristik Kategori Produk, dan Perpindahan Merek”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis telah mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak, sehingga dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:

  1. Rm. Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc, selaku Rektor Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., Q.I.A., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Kaprodi Manajemen.

  4. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing, menuntun, dan mendorong penulis dalam menyelesaikan skripsi.

  5. Bapak Antonius Budisusila, S.E., M.Soc., Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberikan bimbingan, masukan dan petunjuk-petunjuk yang sangat berguna bagi penulis

  6. Seluruh dosen dan staf Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah memperlancar jalannya proses belajar-mengajar dan kegiatan akademik.

  7. Segenap staf dan karyawan perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dalam penyediaan buku-buku dan literatur.

  8. Bapak dan Ibuku tercinta yang telah memberikan semangat, perhatian, bantuan, harapan serta doa kepada penulis, baik selama kuliah maupun dalam penyusunan hingga terselesainya skripsi ini.

  9. Adik-adikku Galuh Ristyanto dan Mayang Ristyanti yang memberikan dukungan dan doanya.

  10. Kekasihku yang tercinta Kristina Estisari, yang selalu berkomentar tentang skripsi, memberikan masukan, semangat, doa dan setia menemani dalam menyelesaikan skripsi ini.

  11. Teman-teman kost “Wisma Pentagon” : Nyoman, Heru “Herviest”, Mas Darmono, Tri “Gotrex”, Ian “natas”, Moko “Moker”, Dedy “Cilik”, Mank Yamin, Mas Fajar.

  12. Haryanto “Mukri”, Dedy “Toyib”, Dimas “Samid”, Robby, Kiki dan semuanya yang tak sempat penulis sebut satu persatu.

  13. Temen-temen Manejemen 2002: B4G (Hendrik, Rony, Domi), Markus, Mendez, Yanu, Anto, Hawenk, Atot, Guyub Rukun Community, dan semuanya yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu. thanx

  14. Semua pihak dan teman-teman yang telah mendukung terlaksananya penulisan ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena adanya keterbatasan dalam diri penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik, saran, dan sumbangan dari pembaca atas skripsi ini.

  Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca dan pihak-pihak yang membutuhkan.

  Yogyakarta, 4 September 2008 Penulis

  Aditya Ristyanto

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN.......................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv MOTTO ............................................................................................................ v LEMBAR PUBLIKASI .................................................................................... vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................ viii ABSTRACT...................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................... x DAFTAR ISI..................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL............................................................................................. xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xix

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Rumusan Masalah...................................................................... 3 C. Batasan Masalah ........................................................................ 4 D. Tujuan Penelitian ....................................................................... 4 E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 5 F. Sistematika Penulisan Skripsi .................................................... 5

  BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran ................................................................ 7 B. Pengertian Manajemen Pemasaran ............................................ 8 C. Falsafah Manajemen Pemasaran................................................ 9 D. Perilaku Konsumen.................................................................... 11 E. Produk ........................................................................................ 16 F. Merek ......................................................................................... 19 G. Konsep Loyalitas Pelanggan...................................................... 21 H. Tingkat Karakteristik Kategori Produk...................................... 22 I. Keputusan Pembelian Konsumen .............................................. 23 J. Ketidakpuasan Konsumen Pasca Pembelian ............................. 25 K. Penelitian Sebelumnya............................................................... 26 L. Kerangka Konseptual................................................................. 26 M. Hipotesis .................................................................................... 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian........................................................................... 28 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ..................................................... 28 C. Subyek dan Obyek Penelitian .................................................... 28 D. Defini Operasi Variabel ............................................................. 29 E. Instrumen Penelitian .................................................................. 32 F. Teknik Pengumpulan Data......................................................... 32 G. Populasi, Teknik Sampling, dan Proses pengambilan Sampel .. 33

  I. Teknik Pengujian Instrumen ...................................................... 38 J.

  Teknik Analisis Data.................................................................. 40

  BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN, PRODUK PARFUM, DAN RESPONDEN A. Gambaran Umum Universitas Sanata Dharma .......................... 45 B. Gambaran Umum Produk Parfum ............................................. 51 C. Gambaran Umum Responden .................................................... 55 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Uji Validitas dan Realibilitas ..................................................... 64

  1. Uji Coba Kuesioner.............................................................. 64

  2. Kuesioner Aktual ................................................................. 67

  B. Analisis Deskriptif ..................................................................... 67

  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Uang Saku Per Bulan.............................................. 68

  2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Frekuensi Pembelian .............................................. 68

  3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Keputusan Perpindahan Merek............................... 69

  4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Frekuensi Pembelian ............................................................ 70

  5. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Keputusan Perpindahan Merek ............................................ 71

  Frekuensi Pembelian ............................................................ 72 7. Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Dengan

  Jenis Parfum Yang Dibeli .................................................... 72 C. Uji Normalitas dan Uji Asumsi Klasik ...................................... 73 1.

  Uji Normalitas...................................................................... 73 2. Uji Asumsi Klasik................................................................ 74 D. Analisis Data.............................................................................. 77 1.

  Analisis ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara simultan .......................................... 78

  2. Analisis ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara parsial ............................................. 80 E. Pembahasan................................................................................ 80

  BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ................................................................................ 83 B. Saran .......................................................................................... 85 C. Keterbatasan............................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 87 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Pengambilan Keputusan Konsumen............................................. 24Tabel 3.1 Deskripsi Variabel Dependen/Terikat .......................................... 31Tabel 3.2 Deskripsi Variabel Independen/Bebas ......................................... 31Tabel 3.3 Jumlah Populasi............................................................................ 33Tabel 3.4 Jumlah Sampel ............................................................................. 34Tabel 3.5 Tingkat Responsivitas .................................................................. 34Tabel 3.6 Skor Alternatif Jawaban Ketidakpuasan Konsumen .................... 36Tabel 3.7 Skor Alternatif Jawaban Keterlibatan Konsumen ........................ 36Tabel 3.8 Skor Alternatif Jawaban Perbedaan Persepsi Diantara Merek..... 37Tabel 3.9 Skor Alternatif Jawaban Kekuatan Preferensi ............................. 37Tabel 3.10 Skor Alternatif Jawaban Frekuensi Pembelian ............................ 37Tabel 3.11 Skor Alternatif Jawaban Keputusan Perpindahan Merek ............ 37Tabel 3.12 Uji Perhitungan Korelasi .............................................................. 39Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ................................. 56Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Angkatan......................... 57Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................. 57Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Perbulan ....... 58Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Menggunakan Parfum..... 59Tabel 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi ........... 60Tabel 4.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Pembelian....... 60Tabel 4.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Ganti Merek .................... 62Tabel 4.8 Karakteristik Responden Berdasarkan frekuensi Ganti Merek Enam Bulan ..................................................................................

  62 Tabel 5.1 Rangkuman Hasil uji Validitas Instrumen Pengujiam ................. 65

Tabel 5.2 Hasil Uji Realibilitas .................................................................... 66Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan

  Uang Saku Perbulan ..................................................................... 68

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Frekuensi Pembelian ....................................................................

  69 Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Keputusan Perpindahan Merek ....................................................

  70 Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Frekuensi Pembelian .....................................................................................

  70 Tabel 5.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Keputusan Perpindahan Merek ......................................................................

  71 Tabel 5.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Dengan Frekuensi Pembelian ....................................................................

  72 Tabel 5.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Dengan Jenis Parfum Yang Dibeli ............................................................ 73

Tabel 5.10 Uji Normalitas Data ..................................................................... 74Tabel 5.11 Uji Deteksi MultikoLinearitas...................................................... 74Tabel 5.12 Uji Deteksi Autokolerasi .............................................................. 75

  DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerangka Konseptual .............................................................

  27 Gambar

  3.1 Kurva Distribusi Normal (Uji F)............................................ 43 Gambar

  3.2 Kurva Distribusi Normal (Uji t)............................................. 44 Gambar

  5.1 Scaterplot Uji Heteroskedastisitas ......................................... 76 Gambar

  5.2 Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis Uji F .............. 79

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemasaran adalah fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan dan

  keinginan konsumen. Pemasaran tidak sekedar sebuah fungsi bisnis yang terpisah dari yang lain, akan tetapi pemasaran merupakan sebuah falsafah yang menjadi pedoman seluruh perusahaan. Tujuan pemasaran adalah menciptakan kepuasan konsumen dengan membangun hubungan timbal balik yang menguntungkan dengan konsumen. Kegiatan pemasaran berperan penting dalam usaha mempertahankan suatu usaha dan bukan hanya penyampaian barang dari produsen ke produsen saja, akan tetapi juga mencari usaha agar konsumen puas. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen akan suatu produk sangatlah penting bagi pemasar untuk mengetahui seberapa besar kinerja produk tersebut bagi konsumen.

  Ekuitas merek sangat penting bagi pemasar dan tingkat loyalitas merek dari pelanggan menjadi pendukung utamanya. Dalam kenyataannya, merek banyak dianggap sebagai identitas saja untuk membedakannya dengan pesaing. Suatu merek akan ada di benak pelanggan apabila suatu merek tersebut dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan. Kepuasan akhir pelanggan terhadap pembelian bergantung pada apakah produk tersebut secara nyata memberikan manfaat yang didambakan.

  Perilaku perpindahan merek pada pelanggan merupakan suatu fenomena yang kompleks. Ada banyak penyebab yang mempengaruhi konsumen melakukan perpindahan merek. Pengambilan keputusan perpindahan merek yang dilakukan konsumen terjadi karena adanya ketidakpuasan yang diterima konsumen setelah melakukan pembelian. Ketidakpuasan konsumen ini muncul karena pengharapan konsumen tidak sama atau lebih tinggi daripada kinerja yang diterimanya dari pemasar. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan yang dapat mempengaruhi sikap dan niat untuk melakukan pembeliaan pada masa konsumsi berikutnya.

  Parfum merupakan salah satu produk yang mempunyai berbagai macam pilihan merek. Banyak perusahaan yang menawarkan dan memberikan manfaat dari barang anxiety ini. Parfum saat ini bukan hanya sebagai pelengkap kebutuhan penampilan seseorang, tapi bisa menjadi ciri citra diri seseorang. Pengguna parfum saat ini sudah banyak terutama di kalangan mahasiswa. Tak hanya wanita, pria masa kini pun tak malu-malu lagi menggunakannya.

  Dari beranekan ragam merek parfum yang dipasarkan oleh perusahaan dan manfaat yang diberikan, pada akhirnya konsumenlah yang akan memutuskan untuk memilih merek produk parfum yang disenanginya. Banyaknya ragam merek parfum tersebut memungkinkan konsumen untuk melakukan perpindahan merek. Konsumen cenderung untuk mencoba merek satu ke merek lainnya untuk mencoba. Tujuannya hanya satu yaitu untuk mencari menyebabkan konsumen akan melakukan pencarian variasi merek lain yang akhirnya akan melakukan keputusan perindahan merek.

  Hal tersebut di atas sangatlah penting bagi pemasar untuk mengetahui seberapa besar kinerja produk tersebut bagi konsumen terutama pengguna parfum pada kalangan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Ketidakpuasan Konsumen, Tingkat Karakteristik Kategori Produk dan Perpindahan Merek: Survei Pengguna Produk Parfum Pada Kalangan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk dapat mempengaruhi keputusan perpindahan merek?

  1. Bagaimana karakteristik responden di kalangan mahasiswa pengguna parfum?

  2. Bagaimana pengaruh ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek?

C. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini penulis membatasi masalah pada penggunaan parfum di kalangan mahasiswa. Berikut adalah batasan masalah penelitian ini:

  1. Obyek penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah produk parfum.

  2. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Prodi Manajemen yang melakukan keputusan pembelian produk parfum serta melakukan perpindahan merek.

  3. Tingkat karakteristik kategori produk yang akan diteliti mencakup keterlibatan, perbedaan persepsi diantara merek, kekuatan preferensi, dan frekuensi pembelian.

D. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut merupakan tujuan dari penelitian ini:

  1. Untuk mengidentifikasi karakteristik responden di kalangan mahasiswa pengguna parfum.

  2. Untuk menjelaskan pengaruh ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek.

E. Manfaat Penelitian

  Sejalan dengan tujuan penelitian, manfaat yang diharapkan dari peneliitian ini adalah:

1. Kajian ini menyediakan ulasan teori mengenai pemasaran dan perilaku konsumen.

  2. Kajian ini memberikan gambaran untuk mengenali kepuasan dan ketidakpuasan konsumen yang berimplikasi pada keputusan perpindahan merek di kalangan mahasiswa.

  3. Kajian ini memberikan gambaran untuk menciptakan suatu strategi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen terutama di kalangan mahasiswa.

F. Sistematika Penulisan

  BAB I : PENDAHULUAN Bab I ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah,

  batasan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

  BAB II : LANDASAN TEORI Bab II ini menguraikan pengertian pemasaran, pengertian

  manajemen pemasaran, falsafah manajemen pemasaan, perilaku konsumen, produk, merek, konsep loyalitas pelanggan, karakteristik kategori produk, keputusan pembelian konsumen, ketidakpuasan konsumen pasca pembelian, penelitian sebelumnya, kerangka konseptual, dan hipotesis.

  BAB III : METODE PENELITIAN Bab III ini menguraikan jenis penelitian, waktu dan lokasi

  penelitian, subyek dan obyek penelitian, definisi operasi variabel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, populasi, teknik sampling, sampel, dan proses pengambilan sampel, teknik pengukuran data, teknik pengujian instrumen, teknik analisis data.

  

BAB IV : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN, PRODUK

DAN RESPONDEN Bab IV ini menguraikan gambaran umum lokasi penelitian yaitu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, gambaran umum produk, dan gambaran umum responden. BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab V ini menguraikan pengujian instrumen, data karakteristik

  responden, uji normalitas dan asumsi klasik statistik, analisis data dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan.

  BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN Bab VI ini menguraikan kesimpulan, saran, dan keterbatasan penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting bagi

  perusahaan, karena faktor pemasaran sangat menentukan perkembangan perusahaan. Seringkali istilah pemasaran disalahartikan dengan istilah bisnis lainnya. Istilah pemasaran sering disama artikan dengan penjualan, perdagangan eceran, peiklanan atau distribusi. Sebenarnya istilah pemasaran mempunyai arti yang sangat luas.

  Menurut Boyd, Walker, Larréché (2000: 4), pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.

  Pengertian pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2001: 7), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai bagi orang lain.

  Menurut American Marketing Association (dalam Pride & Ferrel: 4), pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan rancangan, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan

  Sedangkan, menurut Pride & Ferrel (1995: 5) pemasaran terdiri dari kegiatan-kegiatan para individu dan organisasi yang dilakukan untuk memudahkan atau mendukung hubungan pertukaran yang memuaskan dalam sebuah lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, distribusi, promosi, dan penetapan harga untuk barang, jasa, dan gagasan.

  Pengertian lain menurut Stanton (dalam Dharmmesta, 2002: 10) adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Dengan demikian mempertukarkan produk atau nilai dengan pihak lain, maka kelangsungan hidup suatu perusahaan dapat dipertahankan. Usaha pemasaran menentukan sukses tidaknya perusahaan (kecil atau besar, pencari laba atau nirlaba, domestik atau global). Pemasaran memudahkan terjadinya hubungan pertukaran yang memuaskan. Tujuan dari semua ini adalah untuk memberikan kepuasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen

B. Pengertian Manajemen Pemasaran

  Manajemen pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2001: 18) adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapi tujuan perusahaan. Pengertian manajemen pemasaran menurut Kotler (2005: 9) adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.

  Menurut Pride & Ferrell (1995: 28), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan-kegiatan pemasaran untuk membantu dan mendukung pertukaran yang efektif dan efisien. Efektivitas adalah tingkat sampai sejauh mana pertukaran dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan. Sedangkan efisiensi adalah minimalisasi sumber daya yang harus dipergunakan organisasi untuk mencapai tingkat pertukaran tertentu yang diinginkan.

  Manajemen pemasaran terjadi bila sekurang-kurangnya satu pihak pelaku pertukaran potensial berpikir tentang sarana-sarana untuk melaksanakan tanggapan yang diinginkan oleh pihak pertama itu dari pihak lain.

C. Falsafah Manajemen Pemasaran

  Terdapat lima konsep manajemen pemasaran yang melandasi aktivitas pemasaran, kelima konsep tersebut antara lain (Kotler, 2006: 15):

  1. Konsep Produksi Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah. Para manajer perusahaan yang berorientasi produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya yang rendah, dan distribusi secara masal.

  2. Konsep Produk Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan fitur yang paling bermutu, berkinerja, dan inovatif. Para manajer organsasi itu memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk yang unggul dan memperbaiki mutunya dari waktu ke waktu.

  3. Konsep Penjualan Konsep ini menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk perusahaan, kecuali jika perusahaan tersebut melakukan usaha penjualan dan promosi dalam skala besar.

  4. Konsep Pemasaran Konsep ini menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target market), memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien daripada yang dilakukan pesaing.

  5. Konsep Pemasaran Holistik Konsep pemasaran holistik berpandangan bahwa konsep ini merupakan dasar dalam melakukan pengembangan, mendesain, dan mengimplentasikan program pemasaran yang luas dan interpendensi. Empat komponen dari konsep pemasaran holistik yaitu hubungan pemasaran, pemasaran yang terintegrasi, pemasaran internal, dan

D. Perilaku Konsumen Setiap hari konsumen dihadapkan pada begitu banyak pilihan produk.

  Dengan banyaknya pilihan produk tersebut, akan terlihat mana konsumen yang loyal akan merek suatu produk dan yang tidak loyal akan merek suatu produk (sering berpindah merek).

  1. Para ahli banyak memberikan pandangan dan merumuskan definisi perilaku konsumen. Definisi-definisi perilaku konsumen antara lain: a.

  Paul dan Jerry C (2004: 20) Perilaku (behavior) mengacu pada tindakan nyata konsumen yang dapat diobservasi secara langsung. Perilaku berhubungan dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh konsumen.

  b. American Marketing Association (dalam Paul dan Jerry C, 2004: 6) Perilaku konsumen (consumer behavior) sebagai “interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian di sekitar kita “dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka”.

  c. Amirullah (2002: 3) Perilaku konsumen adalah sejumlah tindakan-tindakan nyata individu atau konsumen yang dipengaruhi oleh faktor kejiwaan (psikologis) dan faktor luar lainnya (eksternal) yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang diinginkannya.

  d. Umar (2003: 11) Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan nyata individu atau aspek eksternal dan internal yang mengarahkan mereka untuk memiliki dan mengkonsumsi barang atau jasa yang diinginkan.

  Kebijakan dalam pemasaran ditentukan salah satunya oleh perilaku konsumen. Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan itu.

  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain sebagai berikut (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000: 57): a.

  Faktor sosial 1) Kelompok referensi

  Merupakan kelompok-kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. 2) Keluarga

  Merupakan kelompok yang paling kecil dalam struktur kehidupan masyarkat yang perlu diketahui karakteristik dan sifatnya oleh perusahaan, karena keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadaap perilaku pembeli. Anggota keluarga berfungsi sebagai inisiatif yang memutuskan, tetapi dilain waktu dapat sebagai pembeli maupun pemakai produk.

  3) Peran dan status Sebuah peran terdiri dari aktivitas yang diperkirakan dilakukan pembeliaan. Maka pemasar perlu menyadari potensi produk yang menjadi simbol dari status.

  b.

  Faktor pribadi 1)

  Usia dan tahap siklus hidup Selera dan konsumsi seseorang dipengaruhi oleh usia dan tahap siklus hidupnya. Seseorang akan memutuskan pembelian suatu produk dengan pertimbangan terlebih dahulu pada faktor usia, sehingga produk yang digunakan sesuai dengan usianya.

  2) Pekerjaan

  Pekerjaan seseorang akan menjurus kepada kebutuhan dan keinginan tertentu akan barang dan jasa. Secara umum para pemasar dapat mempelajari apakah kelompok kerja tertentu mempunyai perhatian diatas rata-rata terhadap produk atau jasa mereka. Mereka juga dapat memilih untuk mengkhususkan dalam pembuatan produk dan pelayanan jasa tertentu yang diperlukan oleh kelompok tertentu pula. 3) Keadaan ekonomi

  Lingkungan ekonomi seseorang akan sangat berpengaruh terhadap barang dan jasa yang dipertimbangkan dan dibeli oleh mereka.

  Lingkungan itu terdiri dari pendapatan, tabungan, dan kekayaan. 4) Kepribadian dan konsep diri

  Konsep diri dan kepribadian seseorang berbeda sehingga

  Hal tersebut dapat digunakan dalam segmentasi pasar, periklanan, pembungkusan, personal selling, pengembangan produk, dan penyaluran. 5)

  Gaya hidup Gaya hidup mencoba untuk menggambarkan suatu pola bereaksi dan berinteraksi seseorang didunia. Seorang pemasar dapat mencari hubungan diantara suatu produk atau merek dengan kelompok gaya hidup tertentu untuk mempersiapkan strategi pemasaran yang cocok dengan produk yang dihasilkan.

  c. Faktor psikologis 1) Motif

  Merupakan suatu dorongan kebutuhan dan keinginan individu yang arahkan pada tujuan untuk memperoleh kepuasan. Dengan mengetahui motif tersebut dapat dijadikan sebagai dasar progran promosi erusahaan, khususnya periklanan.

  2) Persepsi Merupakan suatu proses seseorang dalam memilih, mengartikan masukan informasi, untuk menciptakan suatu gambaran tentang suatu perusahaan. 3) Belajar

  Proses embelian yang dilakukan konsumen merupakan suatu proses belajar. Maka sebelum melakukan proses pembelian,

  4) Keyakinan dan sikap

  Adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki seseorang tentang suatu hal dan sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap pemasaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsekuen.

  d.

  Faktor budaya Faktor budaya memiliki pengaruh yang luas dan mendalam terhadap perilaku, peran budaya, sub budaya, dan kelas sosial pembeli sangatlah penting. 1) Budaya

  Budaya mempunyai pengaruh paling luas dan terdalam terhadap perilaku konsumen sehingga perilaku konsumen daat ditentukan oleh kebudayaan yang tercermin dalam cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan terhadap bermacam-macam barang dan jasa di pasar. 2) Sub budaya

  Merupakan kebudayaan khusus yang ada pada suatu golongan masyarakat yang berbeda dengan golongan masyarakat lain, maupun kebudayaan seluruh masyarakat mengenai beberapa bagian yang tidak pokok. Sub budaya terdiri dari kelompok kebudayaan, kelompok keagamaan, kelompok nasional, dan wilayah geografis.

  3) Kelas sosial

  Pada dasarnya masyarakat kita dikelompokkan ke dalam tiga golongan yaitu: a)

  Golongan atas, seperti: pengusaha-pengusaha kaya, pejabat- pejabat tinggi.

  b) Golongan menengah, seperti: karyawan instansi pemerintah, pengusaha golongan menengah.

  c) Golongan rendah, seperti: buruh pabrik, pegawai rendah, pedagang kecil.

E. Produk

  1. Ada berbagai macam definisi tentang produk, antara lain:

  a. Kotler dan Armstrong (2001: 11) Produk adalah segala sesuatu yang daat ditawarkan untuk diperhatikan, dimiliki, digunakakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup objek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan gagasan.

  b. Boyd, Walker, Larréché (2000: 264) Produk adalah sebagai apa saja yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan dalam hal penggunaan, konsumsi, atau akuisisi.

  c. Dharmmesta (2002: 94) Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

  2. Produk dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok menurut daya tahan dan wujudnya (Dharmmesta, 2000: 101): a.

  Barang tahan lama (durable goods) Barang tahan lama (durable goods) yaitu barang-barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali, jadi dapat dipakai untuk jangka waktu yang relatif lama. Misalnya: pakaian, mesin tulis, kacamata, penggaris, dan sebagainya.

  b. Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang- barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak, atau tidak dapat diakai lagi. Termasuk ke dalam golongan barang ini antara lain: bahan baku, sabun, makanan, dan sebagainya.

  c. Jasa (service) Jasa yaitu kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Misalnya: jasa reparasi, jasa potong rambut, jasa pendidikan, dan sebagainya.

  3. Penggolongan produk menurut pengaruh psikologisnya Beberapa karakteristik tertentu dari suatu barang dapat memberikan pengaruh secara psikologis terhadap perilaku pembeli. Ada enam penggolongan produk menurut pengaruih psikologis yang ditimbulkannya, yaitu (Dharmesta, 2000: 101): a.

  Barang fungsional Yang dimaksud dengan barang fungsional adalah barang yang tidak mempunyai arti kultural ataupun sosial, seperti: buah-buahan segar, air minum, beras, sayur, dan sebagainya.

  b.

  Barang prestise Barang prestise yaitu barang yang dapat memberikan bukti kedudukan atau sebagai lambang kemegahan dari pemiliknya, seperti: rumah mewah, mobil BMW, dan barang-barang mewah lainnya.

  c. Barang status Barang status yaitu barang yang dapat menciptakan status tertentu pada pemiliknya, misalnya: jaket almamater, dan sebagainya. Jadi, pemilik barang ini semata-matamerupakan anggota dari sebuah organisasi atau lembaga tertentu. Perbedaannya dengan barang prestise yaitu bahwa barang prestise menunjukkan kepemimpinan, sedangkan barang status menunjukkan keanggotaan.

  d. Barang untuk orang dewasa Barang ini dapat menunjukkan kepada pemiliknya bahwa ia termasuk orang dewasa meskipun belum cukup dianggap sebagai orang dewasa.

  Termasuk barang-barang ini antara lain: bir, kosmetik, rokok, majalah detektif, dan sebagainya. e.

  Barang hedonis Barang hedonis yakni barang-barang yang dibeli karena langsung dapat memepengaruhi selera seseorang, misalnya: makanan yang berbau enak, barang dengan kemasan yang menarik, dan sebagainya. Karena langsung mempengaruhi selera, maka barang-barang seperti ini sering menimbulkan pembelian yang tidak direncanakan.

  f.

  Barang anxiety Barang anxiety yaitu barang-barang yang dapat mengurang atau menghilangkan kegelisahan seseorang karena orang lain kurang menyukainya. Misalnya: minyak wangi, permen, deodoran (penghilang bau keringat), dan sebagainya.

F. Merek

  1. Definisi merek

  a. Kotler dan Armstrong (2001: 375) Merek adalah nama, itilah, tanda, simbol atau rancangan, atau kombinasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi.

  b. The American Marketing Association (dalam Dharmmesta, 2000: 135)

  Brand adalah suatu nama, istilah, simbul, atau disain (rancangan), atau

  kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seseorang panjual atau sekelompok panjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh

  Dalam perkembangan bisnis yang sangat pesat ini, nama merek semakin menduduki peranan yang besar. Seringkali nama merek tertentu digunakan sebagai penilai kualitas produk perusahaan oleh banyak pembeli. Pemberian merek pada suatu produk membantu konsumen untuk mengidentifikasi produk, dan membantu produsen untuk melakukan segmentasi pasar.

2. Penggolongan merek

  Menurut Kotler dan Armstrong (2001: 375) , merek dapat digolongkan atas beberapa hal yaitu: a. Atas dasar pemilikan 1) Merek produsen yaitu merek yang dimiliki oleh produsen.

  2) Merek distributor yaitu merek yang dimiliki oleh distributor.

  b. Atas dasar geografis 1) Merek internasional yaitu merek yang berlaku secara internasional.

  2) Merek nasional yaitu merek yang berlaku secara nasional. 3) Merek regional yaitu merek yang berlaku untuk daerah tertentu.

  c. Atas dasar tingkat kepentingan merek 1) Merek primer yaitu merek untuk produk berkualitas tinggi dan biasanya untuk kepentingan promosi.

  2) Merek sekunder yaitu merek yang diciptakan untuk tujuan tertentu atau sering juga digunakan untuk menjual produk yang berkualitas rendah. d.

  Atas dasar banyaknya produk yang menggunakan merek

1) Merek individual yaitu merek untuk satu macam produk saja.

  2) Merek kelompok yaitu merek untuk beberapa produk (family

  brand) G.

   Konsep Loyalitas Pelanggan

  Loyalitas pelanggan menurut Dick & Basu (dalam Umar, 2003) didefinisikan sebagai komitmen pelanggan terhadap suatu merek dan pemasok, berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang konsisten. Loyalitas pelanggan akan merek merupakan suatu keberhasilan perusahaan untuk memuaskan pelanggan. Pelanggan akan setia kepada merek karena manfaat yang diberikan secara nyata sesuai dengan apa yang mereka harapkan dari produk tersebut.

  Loyalitas pelanggan sering dihubungkan dengan loyalitas merk. Ada dua perspektif yaitu (Umar, 2003: 17):

  1. Perspektif perilaku. Dalam perspektif ini, loyalitas merek diartikan sebagai pembelian ulang suatu merek secara konsisten oleh pelanggan. Dalam kenyataannya, jarang dijumpai pelanggan yang setia 100% hanya pada satu merek tertentu. Oleh karena itu, loyalitas merek dapat diukur misalnya melalui proporsi dan rentetan pembelian.

  2. Perspektif sikap. Bahwa pembelian ulang tidak dapat menjelaskan apakah konsumen bener-benar lebih menyukai merk lain atau karena berada dalam

  (favorable) terhadap merek tertentu dibandingkan dengan merek-merek lain, maka ia dikatakan loyal terhadap merek bersangkutan.

H. Karakteristik Kategori Produk

  Produk adalah segala sesuatu, baik yang disukai maupun yang tidak disukai, yang diterima dapat sebuah pertukaran (Pride & Ferrell, 1995: 345).

  Ketika para konsumen membeli sebuah produk, mereka membeli manfaat dan kepuasan yang menurut mereka dapat diberikan oleh produk tersebut.

  Tingkat karakteristik kategori produk menurut Van Tjip, Hoyer, dan Inman (dalam Shellyana & Basu, 2002) terdiri atas:

  1. Keterlibatan Berkaitan dengan pilihan produk dan perilaku memilih yang dilakukan konsumen. Pembelian produk dengan keterlibatan rendah menyebabkan terjadinya perilaku perpindahan merek dibandingkan dengan pembelian produk dengan keterlibatan tinggi.

  2. Perbedaan persepsi diantara merek Menggambarkan bahwa ketika seorang konsumen membuat pilihan produk secara implisit ia akan mengukur seberapa bagus atribut yang ditawarkan dari berbagai variasi merek sehingga dapat memuaskan kebutuhannya.

  3. Fitur hedonis Menurut kahn dan Lehmann (1991) seperti yang dikutip oleh Van Tjip, dengan afektif maka diperlukan variasi yang lebih banyak karena dapat menyebabkan rasa bosan.

  4. Kekuatan preferensi Menggambarkan ketika konsumen lebih cenderung memiliki berbagai preferensi merek maka perilaku mencari variasi akan semakin tinggi sehingga mempengaruhi perpindahan merek.

  5. Frekuensi pembelian Menggambarkan bahwa semakin sering keputusan pembelian ulang suatu kategori produk dilakukan, semakin tinggi tingkat kejenuhan dalam pilihan pembelian dan menyebabkan perilaku mencari variasi yang semakin tinggi.

  6. Runtutan pilihan merek Menunjukkan tipe pembelian dalam pilihan merek yang ada berdasar variasi perpindahan merek yang dilakukan.

I. Keputusan Pembelian Konsumen

  Proses pengambilan keputusan yang digunakan konsumen ketika melakukan pembelian bervariasi (tabel 2.1) dapat dikelompokkan menjadi empat kategori menurut (1) apakah konsumen memiliki tingkat keterlibatan produk yang tinggi atau rendah dan (2) apakah konsumen terlibat dalam pencarian informasi dan evaluasi merek-merek alternatif secara mendalam atau melakukan pengambilan keputusan secara rutin. Pembeli yang berbeda tergantung pada sejauh apa keterlibatannya dalam produk (Boyd, Walker, Larréché, 2000: 121).

  Luas pengambilan keputusan Luas keterlibatan Tinggi Rendah

  Luas (pencarian informasi; Pengambilan Pengambilan pertimbangan alternatif keputusan yang keputusan terbatas; merek) komplek termasuk pencarian informasi dan pembelian atas dasar dorongan

  Rutin/kebiasaan (sedikit Kesetiaan merek Tidak berminat atau tidak ada pencarian informasi, terpusat pada satu merek)

Tabel 2.1. Pengambilan Keputusan Konsumen

  Banyak keputusan pembeli tidak menghasilkan keterlibatan yang tinggi dipihak konsumen. Keputusan pembelian konsumen dapat diklasifikasikan menjadi tiga (Pride & Ferrell, 1995: 183) yaitu perilaku tanggapan rutin (ketika membeli barang-barang yang sering dibeli dan berharga murah serta sangat mudah ditemukan dan hanya memerlukan sedikit usaha pengambilan keputusan), pengambilan keputusan terbatas (ketika produk yang bersangkutan jarang dibeli dan ketika memerlukan informasi tentang sebuah merek yang tidak dikenal di dalam sebuah kelompok produk yang dikenal), pengambilan keputusan meluas (terjadi ketika sebuah pembelian melibatkan produk-produk yang tidak dikenal, mahal, dan jarang dibeli).

  Konsumen yang melakukan pengambilan keputusan walaupun memiliki keterlibatan yang rendah terhadap produk terjadi karena pengalaman masa lalu yang kurang pada produk. Jika keterlibatan rendah maka konsumen akan mudah berganti merek atau cenderung suka untuk mencoba produk baru karena konsumen tidak terlibat dalam pencarian informasi yang luas atau membuat evaluasi merek-merek alternatif yang detil.

  J. Ketidakpuasan Konsumen Pasca Pembelian

  Ketidakpuasan konsumen merupakan fenomena psikologis untuk menjelaskan perasaan tertentu yang dirasakan konsumen yang disertai reaksi emosional setelah melakukan pembelian berdasarkan perbandingan, pertimbangan, dan evaluasi terhadap roduk atau jasa yang dirasakannya (Kotler dan Armstrong, 2001: 42).

  Setelah membeli sesuatu produk, konsumen akan mengalami beberapa tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen akan mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Ketidakpuasan konsumen dapat timbul karena adanya proses informasi dan evaluasi terhadap suatu merek. Konsumen akan menggunakan informasi untuk membandingkan merek-merek yang akan memberikan manfaat sesuai dengan harapan mereka.

  Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen menentukan apakah ia akan mengajukan keluhan, mengkomunikasikannya dengan para calon pembeli lainnya, atau membeli produk itu kembali. Ketidakpuasan konsumen akan

  K. Penelitian Sebelumnya

  Penelitian sebelumnya oleh Shellyana Junaidi dan Basu Swastha Dharmmesta pada jurnal yang berjudul “Pengaruh Ketidakpuasan Konsumen, Karakteristik kategori Produk dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap Keputusan Perpindahan Merek”, dikatakan bahwa keputusan perpindahan merek yang dilakukan konsumen mayoritas didasarkan pada motivasi intrinsik yaitu ingin mencoba suatu produk baru dan ingin mendapatkan suatu perubahan. Pengaruh variabel moderating yaitu kebutuhan mencari variasi mempengaruhi terjadinya dampak interaksi antara ketidakpuasan konsumen dan karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek.

  Ketidakpuasan konsumen muncul ketika harapan atau kinerja produk yang dibeli tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan konsumen.

  L. Kerangka Konseptual

  Untuk memudahkan memahami antara variabel bebas (independent

  

variable ) dan variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini, maka

  disusun kerangka konseptual sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

  M. Hipotesis

  Berdasarkan kerangka konseptual maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 : Ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek.

  H2 : Ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara parsial berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. TINGKAT KARAKTERISTIK KATEGORI PRODUK

  ƒ Keterlibatan ƒ Perbedaan persepsi diantara merek ƒ Kekuatan preferensi ƒ Frekuensi pembelian

  KETIDAKPUASAN KONSUMEN KEPUTUSAN PERPINDAHAN MEREK

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian survei, yaitu

  peneltian yang bergerak dari eksploratif ke ekplanatif. Penelitian eksploratif berperanan untuk mengetahui dan menggambarkan keadaan, ciri-ciri dan posisi responden yang dikaji. Penelitian eksplanatif berperan untuk menjelaskan hubungan atau pengaruh faktor-faktor yang diteliti (ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk) dengan faktor lain (pengambilan keputusan untuk pindah merek).

  B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2008.

  2. Lokasi penelitian ini adalah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta kampus II mrican. Lebih detailnya, lokasi yang diambil yaitu dimana mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen sedang melakukan kegiatan perkuliahan.

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti

  Prodi Manajemen yang melakukan keputusan pembelian produk parfum serta melakukan perpindahan merek. Keterbatasan data mengenai pengguna parfum di kalangan mahasiswa, maka ditentukan kerangka persampelan pada mahasiswa Fakulatas Ekonomi Jurusan Manajemen.

  Penentuan kerangka persampelan lebih dipertimbangkan pada keterbatasan anggaran dan cakupan subjek. Berdasarkan kerangka persampelan (sample frame), penentuan sampel penelitian digunakan cluster sampling dengan cara diundi pada setiap matakuliah (lihat bagian teknik sampling hal 33).

2. Obyek Penelitian

  Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1989; 92). Dalam hal ini, yaitu ketidakpuasan konsumen, karakteristik kategori produk yang meliputi Keterlibatan, perbedaan persepsi diantara merek, kekuatan preferensi, dan frekuensi pembelian terhadap atribut-atribut produk parfum yang memutuskan untuk melakukan perpindahan merek.

D. Definisi Operasi Variabel

  Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan oleh peneliti adalah:

  1. Variabel bebas (independent variable) (X) Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan positif ataupun yang negative bagi variabel dependen nantinya. Variabel bebas dalam penelitian a.

  Ketidakpuasan konsumen (X1) Muncul ketika harapan atau kinerja produk yang dibeli tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan konsumen.

  b.

  Karakteristik kategori produk (X2) yang terdiri atas:

  • Keterlibatan Berkaitan dengan pilihan produk dan perilaku memilih yang dilakukan konsumen.
  • Perbedaan persepsi diantara merek

  Menggambarkan bahwa ketika seorang konsumen membuat pilihan produk secara implisit ia akan mengukur seberapa bagus atribut yang ditawarkan dari berbagai variasi merek sehingga dapat memuaskan kebutuhannya.

  • Kekuatan preferensi

  Menggambarkan ketika konsumen lebih cenderung memiliki berbagai preferensi merek maka perilaku mencari variasi akan semakin tinggi sehingga mempengaruhi perpindahan merek.

  • Frekuensi pembelian.

  Menggambarkan bahwa semakin sering keputusan pembelian ulang suatu kategori produk dilakukan, semakin tinggi tingkat kejenuhan dalam pilihan pembelian dan menyebabkan perilaku mencari variasi yang semakin tinggi.

2. Variabel terikat (dependent variable) (Y)

  Variabel dependent adalah variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan (Kuncoro, 2003: 42). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan perpindahan merk. Definisi operasional ini dapat dijelaskan melalui tabel seperti dibawah ini.

Tabel 3.1. Deskripsi Variabel Dependen/ Terikat:

  Variabel Subvariabel Indikator Uraian Keputusan Keputusan Loyal / pindah merek membeli produk parfum dengan perpindahan konsumen merek yang sama dengan merek pembelian sebelumnya atau berpindah ke merek yang lain

Tabel 3.2. Deskripsi Variabel Independen/Bebas:

  No Variabel Subvariabel Indikator Uraian

  1 Ketidakpuasan Kinerja

  1. Aroma Harapan konsumen konsumen produk

  2. Harga terhadap barang yang 3. Desain kemasan dibelinya.

  4. Mutu dan kualitas

  2 Tingkat

  1. Keterlibatan 1. Informasi Berkaitan dengan pilihan karakteristik

  2. Resiko produk dan perilaku kategori

  3. Daya tarik memilih yang dilakukan produk emosional konsumen.

  4. Kepentingan

  5. Identifikasi oleh orang lain

  2.

  1. Membandingkan dengan Perbedaan Kemasan persepsi

  2. merek produk parfum Kepercayaan diri diantara

  3. yang lainnya.

  Merek merek

  4. Aroma

  5. Akses

  3. Preferensi merek Memiliki preferensi Kekuatan

  4. Frekuensi pembelian Pembelian ulang merek yang sama

  Melakukan pembelian ulang merek yang sama untuk tiga bulan yang akan datang

  E. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Tiap pengukuran berisi sekumpulan indikator berupa pertanyaan.

  Responden diminta menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuannya pada setiap pertanyaan (item).

  F. Teknik Pengumpulan Data 1.

  Kuesioner (angket) Kuesioner merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan mereka memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2005: 49). Dalam pembagian kuesioner akan dibagi menjadi 2 tahap yaitu: (1)

  Uji coba kuesioner, dimana kuesioner akan dibagikan ke responden dan dianalisis datanya untuk mengetahui valid atau tidaknya kuesioner.

  Ini dilakukan untuk mengetahui bagian item pertanyaan mana yang kurang dimengerti oleh responden yang menyebabkan kuesioner tidak valid. (2)

  Kuesioner aktual, dimana kuesioner yang dibagi merupakan kuesioner yang benar-benar digunakan dan diolah datanya. Kesioner aktual ini juga merupakan revisi dari kuesioner yang diuji cobakan kepada oleh responden yang menyebabkan bagian item pertanyaan terserbut tidak valid.

2. Studi pustaka

  Teknik ini digunakan dalam keseluruhan proses penelitian sejak awal hingga sampai akhir penelitian dengan cara memanfaatkan berbagai macam pustaka yang relevan dengan fenomena sosial yang tengah dicermati (Hariwijaya & Djaelani, 2004: 84).

G. Populasi, Teknik Sampling, Sampel, dan Proses Pengambilan Sampel

  1. Populasi dan Teknik Sampling Populasi (Kountur, 2003: 59) adalah keseluruhan obyek yang menjadi perhatian peneliti. Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksudkan adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen. Teknik penentuan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling dimana satuan-satuan sampel tidak terdiri dari individu-individu, melainkan dari kelompok-kelompok individu atau cluster (Hadi, 2004: 94). Cluster sampling juga digunakan untuk menduga populasi (sampling frame ).

Tabel 3.3 Jumlah Populasi

  No. Matakuliah Kelas Jml. Peserta

  1 Sosiologi dan Politik A

  48

  2 Manajemen Koperasi B

  45

  3 Manajemen Koperasi C

  51 Jumlah 144

2. Sampel dan Tingkat Responsivitas

  Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2002; 109). Penentuan sampel ini didasarkan pada jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Manajemen Koperasi kelas B dan C, serta Sosiologi dan Politik kelas A. Dari data yang diperoleh besarnya sampel adalah 127 mahasiswa. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.4 Jumlah Sampel

  Matakuliah Jumlah Sampel

  1. Manajemen Koperasi Kelas B

  37

  2. Manajemen Koperasi Kelas C

  45 3.

  45 Sosiologi dan politik Jumlah 127

  Sumber : data diolah 2008 Dari tabel di atas, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Manajemen Koperasi kelas B dijadikan sebagai uji coba kuesioner sedangkan dua kelas matakuliah lainnya dijadikan kuesioner riil.

  Tingkat responsivitas adalah rasio jumlah mahasiswa yang riil menjadi sampel dengan jumlah populasi. Dalam penelitian ini, tingkat responsivitas mahasiswa yang memakai parfum yang dijadikan sampel riil adalah 62,5% dari jumlah populasi.

Tabel 3.5 Tingkat Responsivitas

  Matakuliah Jumlah Jumlah Tingkat Populasi Sampel riil responsivitas

  1. Manajemen Koperasi Kelas C 45 31,25%

  2. Sosiologi dan politik 144 45 31,25% Jumlah 90 62,50%

  Sumber : data diolah 2008

3. Proses Pengambilan Sampel

  Penentuan sampel ini dilakukan dengan cara mengundi jenis mata kuliah yang diambil pada semester genap tahun 2007 / 2008 beserta kelasnya.

  Proses pengambilan sampel: a.

  Mengelompokkan Prodi Manajemen berdasarkan jenis matakuliah yang ditawarkan pada semester genap tahun ajaran 2007 / 2008.

  b.

  Mengundi jenis matakuliah yang ditawarkan tersebut dan ditetapkan tiga kelas mata kuliah yang ditawarkan.

  c.

  Setelah diundi didapat tiga kelas yaitu kelas B dan kelas C dari matakuliah Manajemen Koperasi, dan kelas A dari matakuliah Sosiologi dan Politik.

  d. Penentuan sampelnya yaitu mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan pada matakuliah tersebut.

  Melalui proses pengambilan sampel tersebut, didapat jumlah responden sebanyak 127 mahasiswa yang selanjutnya diolah untuk analisis deskriptif.

  Sedangkan 111 mahasiswa yang menyatakan memakai parfum dipergunakan untuk menguji hipotesis (lihat tabel 4.5 hal. 59). Dari jumlah sampel tersebut diambil matakuliah Manajemen koperasi Kelas B sebagai uji coba kuesioner untuk memperbaiki indikator pengukuran kuesioner dan untuk mengetahui validitas–realibilitas kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 32 mahasiswa. Sedangkan untuk penelitian aktualnya yang digunakan untuk menguji hipotesis sebanyak 79 mahasiswa.

H. Teknik Pengukuran Data

  Dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data, penulis membagikan kuesioner kepada responden. Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert.

1. Ketidakpuasan konsumen

Tabel 3.6 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Sangat Setuju

  1 Setuju 2 Ragu-ragu 3 Tidak Setuju

  4 Sangat Tidak Setuju

  5 2. Tingkat karakteristik kategori produk

  a. Keterlibatan konsumen

Tabel 3.7 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Sangat Setuju

  1 Setuju 2 Ragu-ragu 3 Tidak Setuju

  4 Sangat Tidak Setuju

  5 b.

  Perbedaan persepsi diantara merek

Tabel 3.8 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Sangat Setuju

  1 Setuju 2 Ragu-ragu 3 Tidak Setuju

  4 Sangat Tidak Setuju

  5

  c. Kekuatan preferensi

Tabel 3.9 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Ya 2 Tidak 1 d.

  Frekuensi pembelian

Tabel 3.10 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Ya 1 Tidak 2 3.

  Keputusan Perpindahan Merek

Tabel 3.11 Skor Alternatif Jawaban Alternatif Jawaban Skor

  Pindah 1 Tidak Pindah

I. Teknik Pengujian Instrumen 1.

  Uji Validitas Validitas instrument penelitian atau ketepatan instrument adalah kemampuan instrument untuk mengungkapkan data sesuai dengan masalah yang hendak disampaikannya. Uji validitas ini bertujuan untuk mengukur seberapa cermat tes melakukan fungsi ukurnya. Untuk mengukur validitas kuesioner yang dibagikan kepada responden digunakan rumus korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan rumus sebagai berikut (Usman dan Purnomo, 2000: 203):

  N

  XY

  X Y ( ) ( )

  ∑ ∑ ∑ r

  = 2 2 2 2 N

  X X N Y Y

  − −

  ( ) ( ) ( ) ( )

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan:

  r = Koefisien korelasi tiap item

  = Banyaknya responden

  N

  = Jumlah skor x

  X

  Y = Jumlah skor Y ∑

  XY = Jumlah hasil kali antara X dan Y ∑

  Besarnya r dapat dihitung dengan menggunakan korelasi dengan taraf signifikasi ( α) 5%. Jika r hitung > r table dengan taraf signifikasi 5% maka kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur dapat dikatakan valid, tetapi jika r hitung < r tabel dengan taraf signifikasi 5% maka kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur dinyatakan tidak valid.

Tabel 3.12 Uji Perhitungan Korelasi

  2

  2 Responden X Y

  X Y

  XY a b

  ..n

  2

  2 N =... X = Y =

  X = Y =

  XY = 2. Uji Realibilitas

  Uji realibilitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengukuran data dapat memberikan hasil yang relatif sama, yang diukur dalam subjek yang sama dalam beberapa kali pelaksanaan. Cronbach’s Alpha (

  α) merupakan teknik pengujian realibilitas suatu test atau angket yang paling sering digunakan oleh karena dapat digunakan pada test-test atau angket-angket yang jawaban atau tanggapannya berupa pikiran. Pilihannya dapat terdiri dari dua pilihan atau lebih dari dua pilihan (Kountur, 2003: 158). Rumusnya: 2

  ⎛ ⎞

  N σ

  ⎛ ⎞ item

  ∑

  ⎜ ⎟

  1 α = ⎜ ⎟ − 2

  ⎜ ⎟

  N

  1 − σ

  ⎝ ⎠ total ⎝ ⎠ dimana: α = Cronbach’s Alpha

  N = Banyaknya pertanyaan 2

  = Variance dari pertanyaan σ item 2

  = Variance dari skor σ total

  J. Teknik Analisis Data 1.

  Pengolahan Data Data yang diperoleh dari kuesioner merupakan data sementara yang selanjutnya akan diolah. Untuk memudahkan pengolahan data, maka data yang diperoleh tersebut dipilah-pilah berdasarkan skala pengukurannya. Untuk responden yang tidak mengisi jawaban dari pertanyaan kuesioner diberi angka 3 dan 99 yang artinya netral.

2. Menyusun Tabulasi

  Hasil data yang diperoleh dari kuesioner yang telah dipilah-pilah berdasarkan skala pengukurannya selanjutnya dibuat tabulasi. Penyusunan tabulasi ini dimaksudkan agar data yang diperoleh telah siap untuk diolah.

  3. Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif adalah analisis yang menjelaskan faktor–faktor atau variabel yang ada keterkaitan data penelitian dalam bentuk tabel dan menggunakan analisis statistik deskriptif yang dimasukkan sebagai pendukung analisis statistik. Hasil data yang diperoleh dari kuesioner tentang karakteristik responden akan dianalisis untuk mengetahui hubungan antara responden dengan produk parfum.

  4. Uji Normalitas dan Uji Asumsi Klasik Statistik Sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian, maka perlu adanya pengujian data yang meliputi uji normalitas dan uji asumsi klasik statistik agar data penelitian layak diteliti.

5. Menguji Hipotesis

  Untuk membahas rumusan masalah dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda dengan variabel terikatnya adalah variabel Dummy, dengan rumus:

  • Y = a b

  

X b

  X i 1 1 2 2 ε

  Dimana: 2 Y Y

  X XY n

  XY

  X Y ( )

  ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ a b

  = = 2 2 2 2

  n XX n X

  X ( ) ( )

  ∑ ∑ ∑ ∑

  Keterangan: = Variabel keputusan perpindahan merek, dimana

  Y i

  =

  1 Untuk pindah merek = Untuk tidak pindah merek konstanta

  a = Nilai 1

b = Koefisien regresi variabel ketidakpuasan konsumen

2

b = Koefisien regresi variabel karakteristik kategori produk

1 X = Variabel ketidakpuasan konsumen 2 X = Variabel karakteristik kategori produk a.

  Pengujian Simultan Pengujian ini melibatkan kedua variabel bebas terhadap variabel terikat dalam menguji ada tidaknya pengaruh yang signifikan secara

  1) dan Ha adalah sebagai berikut: Menentukan formulasi H

  H : b ,b

  1

  2

  ≤ 0 ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. Ha : b ,b > 0 sekurang-kurangnya satu variabel independen

  1

  2

  (ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk) berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. 2)

  Penelitian ini dilakukan dengan pengujian dua sisi (two-tailed), dengan menggunakan tingkat signifikansi ( α) sebesar 5%.

  3) Menetapkan besarnya F yang didasarkan pada besarnya nilai df

  tabel

  atau derajad kebebasan, nilai df dapat diketahui dengan persamaan: n-k-1.

  4) Untuk pengujian ini digunakan Uji F dengan rumus sebagai berikut: 2 R k /

  F = 2

  − R nk − 1 / ( 1 )

  ( )

  Keterangan: 2 = Koefisien determinasi

  R K = Banyaknya variabel yang diteliti N = Banyaknya populasi yang diteliti

  5) Kurva pengujian Pengujian hipotesis dapat diperjelas dalam kurva distribusi normal

  H diterima H ditolak F ( α = 5%; df = n-k-1)

  0,05 b. Pengujian Parsial.

  > 0 karakteristik kategori produk berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek.

  2

  Ha : b

  H : b2 ≤ 0 karakteristik kategori produk tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek.

  > ketidakpuasan konsumen berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek.

  1

  ≤ ketidakpuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. Ha : b

  1

  Menentukan formulasi H dan Ha H : b

  Pengujian ini dilakukan apabila hipotesis awal dari pengujian simultan diterima sehingga dilanjutkan ketahap uji parsial. Langkah pengujian: 1)

  <

Gambar 3.1 Kurva Distribusi Normal (Uji F)

  atau p

  tabel

  > F

  hitung

  atau p > 0,05 H ditolak jika F

  hitung ≤ F tabel

  kemudian mengambil keputusan sebagai berikut: H diterima jika F

  tabel

  dengan F

  hitung

  6) Membandingkan nilai F

  2) Penelitian ini dilakukan dengan pengujian dua sisi (two-tailed),

  3) yang didasarkan pada besarnya nilai df Menetapkan besarnya t tabel atau derajad kebebasan, nilai df dapat diketahui dengan persamaan: n-k-1.

  4) Untuk pengujian ini digunakan uji t (t-test) dengan rumus sebagai berikut:

  b i t i = S ai

  Keterangan:

  t = t hitung koefisien ke i i b = Koefisien regresi variabel ke i i S = Standar error dari i ai

  5) Kurva pengujian

  Pengujian hipotesis dapat diperjelas dalam kurva normal dibawah ini.

  H diterima H ditolak t (

  α = 5%; df = n-k-1)

Gambar 3.2 Kurva Distribusi Normal (Uji t)

  6) dengan t kemudian mengambil Membandingkan nilai t hitung tabel keputusan sebagai berikut:

  H diterima jika t atau p > 0,05

  hitung tabel

  ≤ t H ditolak jika t > t atau p< 0,05

  hitung tabel

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN, PRODUK PARFUM, DAN

RESPONDEN

A. GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS SANATA DHARMA 1. Sejarah Perkembangan Universitas Sanata Dharma a. PTPG Sanata Dharma (1955 – 1958) Ide untuk mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru

  (PTPG) oleh Prof. Moh. Yamin, S.H. (Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI) pada tahun 1950-an disambut baik oleh para imam Katolik, terutama Ordo Societas Jesus (Serikat Yesus yang lazim disingkat S.J.).

  Waktu itu Ordo ini telah membuka kursus-kursus B1, antara lain B1 Mendidik (Yayasan De Britto) di Yogyakarta yang dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. dan B1 Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang yang dikelola oleh pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H. Bastiaanse, S.J.

  Dengan dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide, selanjutnya Pater Kester yang waktu itu menjabat sebagai Superior Misionaris Serikat Yesus menggabungkan kursus-kursus ini menjadi sebuah perguruan tinggi dan lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal 20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal

  Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA, dan Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan

  Nama “Sanata Dharma” diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J. yang waktu itu menjadi pejabat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. “Sanata Dharma” sebenarnya dibaca “Sanyata Dharma”, yang berarti “kebaktian yang sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata”. Kebaktian dan pelayanan itu ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia).

  b. FKIP Sanata Dharma (1958 – 1965) Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tentang perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata Dharma berhasil memperoleh status “disamakan” dengan negeri berdasarkan SK Menteri PTIP No.1 / 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo No. 77 / 1962 tanggal 11 Juli 1962. Walaupun bagian dari

  Universitas Katolik Indonesia, secara de facto FKIP Sanata Dharma berdiri sendiri.

  c.

  IKIP Sanata Dharma (1965 - 1993) Untuk mengatasi kerancuan antara menjadi bagian dari

  Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta dengan kemandirian FKIP Sanata Dharma sebagai sebuah institusi pendidikan, FKIP Santa Dharma berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Menteri PTIP No. 237 / B – Swt / U / 1965. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965.

  Selain melaksanakan Program S1 (sebelumnya Sarjana Muda dan Sarjana), IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah untuk mengelola Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibuka program Diploma II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

  d. Universitas Sanata Dharma (1993 sampai sekarang) Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46 / D / O / 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD. Dengan perkembangan ini USD diharapkan tetap dapat memajukan sistem pendidikan guru sekaligus berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  Setelah berkembang menjadi universitas, Sanata Dharma terdorong untuk memperluas muatan program pendidikannya. Di samping tetap mempertahankan pendidikan guru dengan tetap membuka FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Sanata Dharma membuka beberapa fakultas baru. Universitas Sanata Dharma sekarang memiliki 8 Fakultas dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi, dan 3 Program Kursus Bersertifikat.

  Sekarang ini banyak hal berkembang di Universitas Sanata Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik sarana fisik (gedung, lab, perpustakaan, dan fasilitas fisik lainnya), administrasi (sistem informasi, manajemen, biro / lembaga / pusat / serta unit pendukung), peningkatan mutu akademik, penelitian, pengajaran, serta pengabdian pada masyarakat.

  2. Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma

  a. Visi Universitas Sanata Dharma 1) Universitas terdorong untuk terus mencari, menemukan, dan mengungkapkan kebenaran sejatisecara obyktif dengan kebebasannya. Hal itu didasari pada pengakuan akan kebaikan hakiki dunia sebagai ciptaan Allah yang harus dipelajari, dilestarikan demi kesejahteraan umat manusia dan kemuliaan Allah yang lebih besar.

  2) Menyadari peran penting generasi muda dalam mewujudkan masa depan bangsa Indonesia, Universitas merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan positif kepada usaha bersama pengembangan pikiran, hati, dan kehendak kaum muda, dengan maksud membangkitkan potensi mereka untuk secara aktif dan kreatif ikut membangun masyarakat pluralistic yang adil, demokratis, dan sejahtera.

  3) Usaha pengembangan itu didasarkan pada nilai kebangsaaan dan kebudayaan nasional seperti terungkap dalam Pancasila dan UUD 1945; pada visi kristiani mengenai martabat manusia ciptaan Allah, tanggungjawab sosialnya serta tujuannya yang luhur; dan pada spiritualitas Ignatian yang terwujud dalam arah pendidikan Serikat Yesus seperti menjadi manusia bagi sesama (man and

  woman for and with others), perhatian pribadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan dialogis.

  b. Misi Universitas Sanata Dharma 1) Mengembangkan universitas yang dapat memadukan nilai intelektualitas dan humanitas.

  2) Mengembangkan universitas yang menjadi hatinurani kritis masyarakat.

  3) Menyelenggarakan penelitian terutama untuk lebih menggali secara kritis kebenaran manusiawi dan mengembangkan martabat manusia.

  4) Mengembangkan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan untuk dapat menemukan kebenaran sejati berdasarkan pada etika keilmuan.

  5) Menyelenggarakan pendidikan humanis dengan semangat dialogis yang mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, spiritual secara terpadu.

  6) Membantu mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa dan dapat berguna bagi masyarakat.

  7) Memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus membantu mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan social terhadap masyarakat. 8) Mempersiapkan tenaga kependidikan yang profesional baik dalam bidang keilmuan maupun pendidikan demi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

  3. Jurusan / Program Studi Manajemen Jurusan/prodi Manajemen memfokuskan misinya untuk menyiapkan calon manajer profesional yang mampu mengelola dan mengembangkan perusahaan/lembaga tempat ia bekerja, dan memiliki ciri-ciri: a.

  Berkepribadian matang dan berdedikasi tinggi; b.

  Beretika bisnis dengan tetap memperhatikan kepentingan organisasi; c. Berwawasan globlal dan peduli terhadap lingkungan; d.

  Bermoral tinggi.

  B. Gambaran Umum Produk

  Semua orang pasti pernah memakai parfum. Namun tidak semua orang tahu apa sebenarnya parfum itu. Ia dikenal sebagai wewangian yang dipakai untuk meredam Aroma tubuh atau menonjolkan aroma tertentu yang wangi. Parfum memang sebuah substansi (biasanya cair) yang berfungsi untuk menebarkan aroma wangi. Dibuat dari bahan sintetis, alami, atau campuran keduanya. Setiap parfum terdiri dari sejumlah kandungan zat kimia tertentu yang memberikan sensasi dan aroma tertentu. Bisa aroma aneka bunga, buah, dedaunan, atau wewangian lain.

  Masing-masing aroma memang diciptakan untuk memberikan sensasi yang berbeda. Aroma-aroma ini kemudian akan bercampur dengan keringat dari tubuh si pemakai dan menghasilkan wangi yang khas. Maka peruntukan parfum memang sebagai wewangian yang befungsi sebagai penguat citra diri, peredam Aroma tubuh, atau untuk merangsang indera penciuman untuk tujuan dan kesan tertentu. Dalam dunia kecantikan, parfum dibedakan menjadi tiga klasifikasi. Pertama yang disebut perfume (parfum), colognes (kolon), dan toilette (toilet waters).

1. Catatan Sejarah

  Parfum memang sebuah perangkat istimewa. Sejak dulu kala orang sudah menggunakan “parfum” untuk berbagai tujuan. Catatan sejarah manusia menunjukkan bahwa manusia di masa lampau menggunakan wewangian alami. Bahan seperti resin, getah, karet, dan kulit kayu, dibakar untuk menghasilkan wangi tertentu yang dimanfaatkan dalam upacara ritual khusus (keagamaan).

  Jika ditinjau dari etimologi bahasa, asal kata parfum sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya asap yang merebak (per artinya “through” atau merebak: fumus artinya “smoke” atau asap). Maka asal kata parfume memang dari bahan alami yang dibakar untuk menghasilkan aroma tertentu (Harian Global, Sunday 15 April 2007).

  Riwayat parfum berkaitan erat dengan sejarah umat manusia. Sejak zaman prasejarah, manusia telah menambah kelezatan pada makanannya dengan membakar minyak dan kayu beraroma. Orang-orang Mesir kuno di zaman antik menghormati para dewanya dengan kemenyan, salep dan minyak wewangian. Semua menjadi bagian penting kegiatan keagamaan dan keindahan wanita (dan pria).

  Meskipun parfum berkadar alkohol belum dijumpai pada masa itu, orang Mesir kuno telah akrab dengan parfum. Mereka menghadirkan wewangian dengan membakar kemenyan atau memakai balsam dan salep. Cara ini segera mentradisi di kuil-kuil. Cara sederhana kemudian berangsur berganti dengan

  (hieroglif) di Edfou dan Philae. Begitu juga tentang detail formula awal parfum, seperti kemenyan kyphi yang terkenal ( http://identics.tripod.com ).

  Walau bentuknya belum seperti parfum yang kita kenal, minyak wangi pun sudah mulai dipakai pada ratusan tahun sebelum masehi sebagai pewangi tubuh orang-orang yang dihormati.

  Di masa lalu, perkembangan parfum justru terjadi di wilayah Timur, dari Timur Tengah sampai Asia sebagai bagian dari seni oriental. Digunakan secara lebih meluas di kalangan bangsawan dan orang-orang terhormat. Pada catatan tahun 1200-an (abad ke-13) pasukan Perang Salib (Crusader) memboyong “teknologi” parfum dari wilayah Palestina kuno ke Inggris dan Prancis. Lalu pada abad ke-16 (tahun 1500-an), parfum pun menjadi populer di daratan Eropa. Perkembangan teknologi dan penemuan bahan-bahan kimia mendorong industri parfum semakin berkembang di Eropa pada tahun 1800- an. Dan kemudian wilayah Eropa menjadi produsen parfum yang paling terkenal dengan kualitas tinggi di dunia, terutama di Paris, Prancis. Walaupun sesungguhnya, dalam sejarah pengguanaanya, parfum lebih dulu dipakai oleh orang-orang Mesir dan Asia (Harian Global, Sunday 15 April 2007).

2. Alternatif Wewangian Sebagai Kebutuhan Minyak wangi saat ini bukan dominasi kaum perempuan.

  Penggunaannya sudah meluas. Bahkan kaum lelaki pun mulai merasa kurang pas tanpa minyak wangi. Maka wewangian pun sudah menjadi bagian kebutuhan dan pelengkap penampilan bagi perempuan dan lelaki.

  Sebagai salah satu kebutuhan, parfum pun semakin berkembang, baik dalam varian aroma maupun peruntukan pemakaiannya. Dalam hal ini ketahanan atau keawetan aroma parfum pun menjadi perhatian penggunanya. Bahkan agar parfum itu bisa tetap awet, diperlukan cara penyimpanan yang baik.

3. Ragam Parfum

  Parfum saat ini bukan hanya sebagai pelengkap kebutuhan penampilan seseorang, tapi bisa menjadi ciri citra diri seseorang. Mungkin karena adanya sinergi antara penampilan, kepribadian, dan aroma. Karena itu selektif dalam memilih wewangian adalah salah satu kunci menuju pencitraan diri pribadi.

  Saat ini kepribadian seseorang tidak hanya dapat dilihat dari busana apa yang dipakainya, tetapi juga dari jenis dan aroma parfum apa yang dipakainya.

  Dari aroma parfum yang dipakai, kita bisa menebak karakter atau kepribadian seseorang.

  Berganti-ganti parfum adalah salah satu cara jitu untuk selalu merubah style dan penampilan, agar tak terkesan ”monoton”. Tiap perubahan penampilan yang kita lakukan, seperti misalnya gaya tatanan rambut, kacamata dan busana, pastikan parfum matching dengan ”karakter” baru itu.

  Dengan parfum yang tepat, aroma kesuksesan juga akan terpancar pada diri ( http://www.kapanlagi.com/a/0000004907.html .)

4. Efek Samping

  Sangat penting untuk mengetahui bahwa tiap aroma atau bau cologne berbeda bagi tiap orang. Reaksi dari parfum pada tubuh dan juga kulit adalah sebuah proses kimiawi dan berkaitan erat antara tubuh kita dengan parfum tertentu.

  Siapa menyangka di balik parfum seseorang yang semerbak mungkin tersembunyi perasaan tertekan dan depresi. Seorang wanita yang memakai parfum terlalu wangi, misalnya, bisa jadi tak sadar bahwa dirinya tengah dilanda depresi. Begitulah kira-kira simpulan seorang dokter dan peneliti penyakit autoimmune dari Universitas Tel Aviv, Israel, Dr. Yehuda Shoenfeld, saat mempelajari autoantibody. Pada kondisi normal antibodi digunakan untuk menyerang kuman, virus, dan penyebab penyakit lain yang masuk ke dalam tubuh. Namun, pada penderita penyakit-penyakit autoimmune, misalnya lupus, produksi antibodi terlalu berlebihan sehingga justru menyerang sel-sel tubuh ( http://klipingut.wordpress.com/2008/01/19/ ).

  Temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami depresi juga kehilangan kepekaan indera penciumannya dan mungkin bentuk kompensasinya menggunakan parfum berlebihan.

  C. Gambaran Umum Responden

  Responden yang dijadikan subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Fakultas Ekonomi Prodi manajemen yang mengikuti perkuliahan Manajemen Koperasi kelas B dan kelas C serta Sosiologi dan Politik kelas A pada semester genap tahun 2007/2008.

  Dari data yang diperoleh dari kuesioner akan diketahui karakteristik responden yang menjadi subyek penelitian. Dari hasil kuesioner tersebut, karakteristik responden diketgorikan dalam beberapa kelompok yaitu sebagai berikut:

  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

  Dalam penelitian ini, mayoritas responden berusia antara 21–22 tahun yang berjumlah 54 mahasiswa atau sebesar 42,5% dari jumlah responden yang diteliti. Hasil selengkapnya tentang deskripsi responden berdasarkan karakteristik usia dapat dilihat seperti yang tersaji dalam tabel berikut :

Tabel 4.1 Karakteristik responden berdasarkan usia

  Usia Jumlah Responden Persentase 17 tahun – 18 tahun 28 22,0% 19 tahun – 20 tahun 42 33,1% 21 tahun – 22 tahun 54 42,5% 23 tahun – 24 tahun

  3 2,4% Total 127 100%

  Sumber : Kuesioner Bagian I.1, diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responeden yang terdiri dari 22,0% responeden berusia 17–18 tahun, 33,1% responden berusia 19–20 tahun, 42,5% responden berusia 21–22 tahun, dan yang paling sedikit adalah responden yang berusia 23–24 tahun yaitu sebesar 2,4%.

  2. Karakteristik Responden Berdasarkan Angkatan

  Dalam penelitian ini, responden angkatan 2005/2006 dan 2007/2008 beda jauh jumlahnya. Hasil selengkapnya tentang deskripsi responden berdasarkan angkatan dapat dilihat seperti yang tersaji dalam tabel berikut:

Tabel 4.2 Karakteristik responden berdasarkan angkatan

  Angkatan Jumlah Responden Persentase 2003 / 2004 3 2,4% 2004 / 2005 8 6,3% 2005 / 2006

  59 46,5% 2006 / 2007 4 3,1% 2007 / 2008

  53 41,7% Total 127 100% Sumber : Kuesioner Bagian I.2, diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responden, dimana dua angkatan mendominasi penelitian ini yang terdiri dari 46,5% responden angkatan 2005 / 2006, dan 41,7% responden angkatan 2007 / 2008.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dalam penelitian ini, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan.

  Perbedaan jumlah responden antara laki-laki dengan perempuan tidak begitu jauh. Hasil selengkapnya tentang deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin seperti yang tersaji pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

  Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase Laki-laki 59 46,5% Perempuan 68 53,5% Total 127 100%

  Sumber : Kuesioner Bagian I.3, diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responden yang terdiri dari 46,5% responden adalah laki-laki dan 53,5% adalah perempuan.

  4. Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku per Bulan

  Dalam penelitian ini, responden paling banyak mempunyai uang saku berkisar antara Rp. 200.000 – Rp. 400.000 per bulan. Selain itu, responden yang mempunyai uang saku berkisar antara Rp. 400.001–Rp. 600.000 per bulan juga cukup banyak. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.4 Karakteristik responden berdasarkan uang saku perbulan

  Pendapatan Jumlah Persentase Responden < Rp. 200.000 14 11,0% Rp. 200.000 – Rp. 400.000

  49 38,6% Rp. 400.001 – Rp. 600.000 40 31,5% > Rp. 600.000 24 18,9% Total 127 100%

  Sumber : Kuesioner Bagian I.4, diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responden dimana 38,6% responden mempunyai uang saku berkisar antara Rp. 200.000 – Rp. 400.000, sedangkan 11,0% responden adalah responden yang paling sedikit jumlahnya yang mempunyai uang saku kurang dari Rp. 200.000.

  5. Karakteristik Lainnya

  Dari data kuesioner yang telah terkumpul tentang karakteristik responden dapat diketahui karakteristik lainnya tentang responden yang berhubungan dengan parfum. Pada bagian ini, responden yang menyatakan tidak menggunkan parfum maka tidak dapat mengisi kuesioner lebih lanjut sehingga dalam analisis data dinyatakan bahwa responden tidak mengisi jawaban dari pertanyaan kuesioner.

  a. Menggunakan Parfum

  Dari lembar kuesioner yang telah diisi oleh responden pada bagian tentang profil resonden, diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan menggunkan parfum. Hasil penelitian ini mendapati bahwa mayoritas responden menggunkan parfum. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5 Menggunakan Parfum Pernyataan Jumlah Persentase Responden

  Ya 111 87,4% Tidak 16 12,6%

Jumlah 127 100%

  Kuesioner Bagian I.5, diolah 2008 Penelitian ini mendapati 127 responden yang terdiri dari 87,4 menggunakan parfum dan 12,6% tidak menggunakan parfum. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan parfum.

  b. Sumber Informasi Iklan merupakan referensi utama responden sebagai sumber informasi.

  Artinya responden lebih banyak mengetahui produk parfum yang digunakan berasal dari informasi yang didapat dimedia elektronik maupun media cetak. Dalam kuesioner ada juga responden yang memberikan jawaban lebih dari satu. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Sumber Informasi

  Sumber Informasi Jumlah Responden Persentase Keluarga 12 9,4% Teman 25 19,7% Iklan 60 47,2% Lainnya

  7 5,5% Lebih dari 1 jawaban 7 5,5% Tidak Mengisi

  16 12,6% Total 127 100%

  Sumber : Kuesioner Bagian I.6, diolah 2008 Penelitian ini mendapati 127 responden dimana 47,2% sumber informasi yang paling banyak berasal dari iklan, 12,6% responden tidak mengisi kuesioner. Ini mencerminkan sebagian besar responden tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai produk yang dibeli.

c. Frekuensi Pembelian Frekuensi pembelian parfum yang dilakukan responden berbeda-beda.

  Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa responden banyak melakukan pembelian parfum setiap satu bulan sekali. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7 Frekuensi Pembelian

  Frekuensi pembelian Jumlah Persentase (bulan sekali) responden 0,5

  1 0,8%

  1 57 44,9%

  2 30 23,6%

  3 16 12,6%

  4 2 1,6%

  6 4 3,1%

  9 1 0,8% Tidak Mengisi 16 12,6% Penelitian ini mendapati 127 responden paling banyak melakukan pembelian parfum selama 1 bulan sekali sebesar 44,9% dan yang paling sedikit 0,8% ada 2 frekuensi pembelian yaitu 0,5 dan 9 bulan sekali.

  d. Jenis produk Yang Dibeli

  Banyaknya jenis produk parfum yang dibeli oleh responden paling banyak 1 macam dalam satu bulan. Ada salah satu responden yang menyatakan bahwa dalam satu bulan membeli 10 jenis produk parfum. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8 Jenis Yang Dibeli Banyaknya Jumlah Persentase

  

responden

  1 52 40,9%

  2 39 30,7%

  3 14 11,0%

  4 3 2,4%

  5 2 1,6%

  10 1 0,8% Tidak Mengisi 16 12,6% Total 127 100%

  Sumber : Kuesioner Bagian I.8, diolah 2008 Penelitian ini mendapati 127 responden dimana responden paling banyak membeli parfum satu jenis saja yaitu sebesar 40,9%, sedangkan yang paling sedikit 0,8% responden membeli 10 jenis parfum.

  e. Ganti Merek atau Tidak

  Dari hasil kuesioner dapat diketahui bahwa responden sering melakukan pergantian merek. Pernyataan responden tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.9 Ganti merek Atau Tidak Pernyataan Jumlah responden Persentase

f. Frekuensi Ganti Merek dalam 6 Bulan

  6

  Sumber : Kuesioner Bagian I.9, diolah 2008 Dari 127 responden, 26,8% responden melakukan ganti merek sebanyak 2 kali. Sedangkan 0,8% responden melakukan ganti merek sebanyak 8 kali, dan 40,2% responden tidak mengisi

  40,2% Total 127 100%

  4,7% 2,4% 1,6% 0,8%

  

51

6,3% 26,8% 17,3%

  

1

  

2

  

3

  

6

  

22

  

34

  

8

  5

  Ya Tidak Tidak Mengisi

  4

  3

  2

  1

  

responden

Persentase

Tabel 4.10 Frekuensi Ganti Merek dalam 6 Bulan Frekuensi ganti Jumlah

  Penelitian ini mendapati bahwa dalam 6 bulan terakhir responden berganti merek sebanyak 2 kali. Responden yang tidak mengisi jawaban adalah responden yang tidak memakai parfum dan tidak ganti merek. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

  Sumber : Kuesioner Bagian I.9, diolah 2008 Dari 127 responden, yang menyatakan ganti merek ada 59% responden, tidak ganti merek 27,6%, dan yang tidak mengisi 12,6%.

  Total 127 100%

  16 59,8% 27,6% 12,6%

  35

  76

8 Tidak Mengisi

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh

  ketidakpusan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek pada produk parfum pada kalangan mahasiswa.

  Analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini terbagi dalam dua analisis yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial.

  Analisis statistik deskriptif yaitu statisitik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dengan menyajikan data dalam bentuk sebaran atau tabel frekuensi. Sedangkan analisis inferensial yaitu analisis yang digunakan untuk menginterpretasikan data atau menarik kesimpulan dari data yang dihasilkan.

  Sumber data diperoleh dari data primer melalui kuesioner yang disebar kepada mahasiswa prodi Manajemen yang mengikuti matakuliah Manajemen Koperasi dan Sosiologi dan Politik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti telah menyebar kuesioner sebanyak 127 eksemplar dengan jumlah kuesioner yang dijadikan sebagai uji coba kuesioner sebanyak 37 eksemplar untuk diuji realibilitas dan validitasnya. Sedangkan sisanya akan diolah lebih lanjut. Data yang akan diolah adalah kuesioner yang menyatakan bahwa responden memakai parfum.

A. Uji Validitas dan Realibilitas a. Uji Coba Kuesioner

  Uji validitas dan reliabilitas ini dilakukan terhadap kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Melalui pengujian validitas dan reliabilitas tersebut dapat diketahui apakah kuesioner yang digunakan memiliki validitas dan reliabilitas pengukuran yang baik, sehingga layak digunakan sebagai alat pengambil data. Pengujian validitas dan reliabilitas ini perlu dilakukan, mengingat data yang diperoleh dari kuesioner yang tidak valid dan tidak reliabel memberikan hasil pengukuran yang tidak benar. Pengujian terhadap validitas realibilas item pertanyaan dilakukan dengan menggunakan metode item corrected item - total correlation melalui proses pengolahan data menggunakan program SPSS 13.0. pengujian ini dilakukan pada kuesioner yang dijadikan uji coba.

  Untuk pertanyaan yang berhubungan dengan tingkat karakteristik kategori produk (kekuatan preferensi dan frekuensi pembelian) dan keputusan perpindahan merek dinyatakan valid dan realibel karena merupakan variabel dummy yang menggunakan skala nominal yaitu dengan jawaban ”ya” atau ”tidak”.

  Pengujian validitas pada uji coba kuesioner dilakukan dengan responden sebanyak 32 responden. Dalam pengujian ini koefisien korelasi kritis diperoleh dari tabel distribusi r dengan menggunakan derajat bebas (N-2) = 32-2 = 30 dan taraf signifikan sebesar 5 % diperoleh nilai r-tabel =

  Uji ini dilakukan pada mahasiswa prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengikuti matakuliah Manajemen Koperasi kelas B. Jumlah kuesioner yang terbagi sebanyak 37 kuesioner, dimana ada 32 responden yang memakai parfum dan 5 reponden tidak memakai parfum. Proses pengolahan data ini menggunakan program SPSS 13.0 (dilihat Tabel 5.1). Adapun perhitungan selengkapnya tentang pengujian validitas dan realibilitas ini dapat dilihat dalam lampiran.

  Valid Tidak Valid

  Sumber : data diolah 2008

  Tidak Valid

  Valid Valid Valid Valid

  0,361 0,361 0,361 0,361 0,361

  5 0,371 0,693 0,551 0,492 0,088

  4

  3

  2

  1

   Perbedaan Persepsi Diantara Merek

  Valid Valid Valid 5.

  0,361 0,361 0,361 0,361 0,361

Tabel 5.1 Rangkuman hasil uji validitas instrumen pertanyaan No. Pertanyaan Corrected Item- Total Correlation r tabel Keterangan Ketidakpuasan Konsumen

  5 0,545 0,254 0,518 0,387 0,473

  4

  3

  2

  1

  Tingkat Karakteristik Kategori Produk 4. Keterlibatan Konsumen

  Valid Valid Valid Valid

  0,361 0,361 0,361 0,361

  4 0,450 0,573 0,629 0,534

  3

  2

  1

  Seperti telah dikemukakan diatas bahwa, bila koefisien korelasi sama dengan koefisien korelasi kritis r-tabel ≥ 0,361, maka butir instrumen dinyatakan valid. Dari hasil uji validitas tersebut ternyata ada dua

  0,361. Sehingga dalam pertanyaan kuesioner selanjutnya dihilangkan agar item pertanyaan selanjutnya dinyatakan valid Dalam pengujian realibilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. Program SPSS memberikan fasilitas untuk reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (

  α). Realibilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach Alpha ( α) > 0,6 (Nugroho, 2005: 72).

  Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan bantuan program komputer SPSS 13.0 dapat dirangkum seperti pada tabel berikut

Tabel 5.2 Hasil Uji Realibilitas

  Variabel Koef. Alpha Nilai Keterangan Cronbach Kritis

  Ketidakpuasan Konsumen 0,658 Tingkat Karakteristik Kategori Produk

  Realibel /

  a. 0,678 0,6 Keterlibatan handal

  Konsumen 0,667 b. Perbedaan Persepsi

  Diantara Merek

  Sumber : data diolah 2008

  Berdasarkan ringkasan hasil uji reliabilitas seperti yang terangkum dalam tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien Cronbach Alpha untuk variabel penelitian tersebut lebih besar dari 0,6. Dengan mengacu pada teknik statistik di atas maka semua butir pertanyaan dalam variabel penelitian adalah handal. Tetapi, melihat hasil uji validitas ada item pertanyaan yang menyatakan tidak valid tetapi realibel. Sehingga butir- penelitian selanjutnya. Item pertanyaan yang tidak valid dapat dilihat dalam lampiran bagian.

b. Kuesioner Aktual

  Dalam kuesioner aktual ini, ada item pertanyaan yang dihilangkan karena pada uji coba kuesiner ada item pertanyaan yang tidak valid.

  Kuesioner ini dibagikan pada mahasiswa prodi manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengikuti matakuliah Manajemen Koperasi kelas C dan matakuliah Sosiologi dan Politik. Jumlah kuesioner yang terbagi sebanyak 90 kuesioner, dimana ada 79 responden yang memakai parfum dan 11 reponden tidak memakai parfum.

  Hasil dari kuesioner aktual ini yang akan dianalisis datanya adalah responden yang memakai perfum untuk menjelaskan masalah yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.

B. Analisis Deskriptif

  Analisis Deskriptif adalah analisis yang menjelaskan faktor–faktor atau variabel yang ada keterkaitan data penelitian dalam bentuk tabel dan menggunakan analisis statistik deskriptif yang dimasukkan sebagai pendukung analisis statistik. Analisis deskriptif ini menjelaskan karakteristik responden yang memakai parfum. Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini dikategorikan ke dalam beberapa kelompok yaitu sebagai berikut :

  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Uang Saku Per Bulan.

  Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa responden mempunyai uang saku per bulannya paling banyak berkisar antara Rp.200.000 – Rp.400.000. Selain itu, responden yang mempunyai uang saku perbulannya berkisar antara Rp.400.001 – Rp.600.000 juga cukup banyak.

  Perbedaan uang saku perbulan antara laki-laki dengan perempuan tidak berbeda jauh, hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah uang saku antara laki-laki dengan perempuan. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5.3.

Tabel 5.3 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dengan uang saku Uang Saku Jenis

  Total Kurang dari Rp. 200.000 - Rp. 400.001 - Lebih dari

  Kelamin Rp. 200.000 Rp. 400.000 Rp. 600.000 Rp. 600.000

  9

  22

  18

  10

  59 Laki-laki (15,25%) (37,29%) (30,51%) (16,95%) (100%)

  5

  27

  22

  14

  68 Perempuan (7,35%) (39,71%) (32,35%) (20,59%) (100%) Total

  14

  49

  40 24 127 Sumber : data diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responden dimana 37,29% adalah responden laki-laki dan 39,71% adalah responden perempuan yang paling banyak mempunyai uang saku berkisar antara Rp. 200.000 - Rp. 400.000 perbulan.

  

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan

Frekuensi Pembelian.

  Perempuan lebih banyak melakukan pembelian parfum dalam sebulan sekali. Sedangkan untuk pembelian parfum setiap dua bulan sekali, laki- laki dan perempuan rata-rata sama jumlahnya.. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.4.

Tabel 5.4 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

  

dengan frekuensi pembelian

Frekuensi Pembelian (dalam bulan) Jenis

  Total Tidak Kelamin

  0.5

  1

  2

  3

  4

  6

  9 Mengisi

  23

  14

  7

  2

  2

  1

  10

  59 Laki-laki (0%) (38,98%) (23,73%) (11,86%) (3,39%) (3,39%) (1,69%) (16,95%) (100%)

  1

  34

  16

  9

  2

  6

  68 Perempuan (1,47%) (50%) (23,53%) (13,24%) (0%) (2,94%) (0%) (8,82%) (100%) Total

  1

  57

  30

  16

  2

  4

  1 16 127 Sumber : data diolah 2008

  Dari penelitian ini membuktikan bahwa pemakaian parfum yang dilakukan oleh perempuan lebih sering dibandingkan dengan laki-laki, tetapi perlu dilihat bahwa jumlah responden perempuan lebih banyak dari laki-laki.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan Keputusan Perpindahan Merek.

  Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa dari responden perempuan lebih banyak menyatakan pindah merek. Sedangkan dari responden laki-laki, hampir setengah dari jumlah responden laki-laki menyatakan pindah merek. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas konsumen parfum yang menyatakan pindah merek adalah perempuan. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5.5 berikut ini:

Tabel 5.5 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dengan keputusan perpindahan merek Ganti Merek Jenis Total Tidak Kelamin Ya Tidak Mengisi

  27

  22

  10

  59 Laki-laki (45,76%) (37,29%) (16,95%) (100%)

  49

  13

  6

  68 Perempuan (72,06%) (19,12%) (8,82%) (100%) Total

  76

  35 16 127 Sumber : data diolah 2008

  Penelitian ini mendapati 127 responden yang terdiri dari 45,76% dari jumlah responden laki-laki menyatakan ganti merek dan 72,06% dari jumlah responden perempuan menyatakan pindah merek.

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Frekuensi Pembelian.

  Dari hasil analisis diketahui bahwa sebagian besar responden melakukan pembelian parfum setiap 1-2 bulan sekali. Hal ini membuktikan bahwa usia responden belum bisa dikatakan mempengaruhi frekuensi pembelian parfum. Hasil analisis selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.6 Karakteristik responden berdasarkan usia

  

dengan frekuensi pembelian

Frekuensi Pembelian (dalam bulan) Usia

  Total Tidak 0,5

  1

  2

  3

  4

  6

  9 Mengisi

  15

  6

  2

  1

  1

  3

  28 17 - 18 tahun (0%) (53,57%) (21,43%) (7,14%) (3,57%) (3,57%) (0%) (10,71%) (100%)

  14

  12

  8

  1

  2

  5

  42 19 - 20 tahun (0%) (33,33%) (28,57%) (19,05%) (2,38%) (4,76%) (0%) (11,90%) (100%)

  1

  27

  12

  5

  1

  8

  54 21 - 22 tahun (1,85%) (50,00%) (22,22%) (9,26%) (0%) (1,85%) (0%) (14,81%) (100%)

  1

  1

  1

  3 23 - 24 tahun (0%) (33,33%) (0%) (33,33%) (0%) (0%) (33,33%) (0%) (100%) Total

  1

  57

  30

  16

  2

  4

  1 16 127 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pembelian parfum setiap 1 atau 2 bulan sekali dapat menjadi faktor dalam melakukan perpindahan produk parfum.tetapi itu belum menentukan sepenuhnya untuk melakukan perpindahan, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi waktu pembelian parfum.

5. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dengan Keputusan Perpindahan Merek.

  Dari hasil analisis diketahui bahwa dari segi usia, sebagian besar responden menyatakan berpindah merek. Hal ini membuktikan bahwa, pada usia tersebut responden masih dalam tahap pencarian produk parfum yang sesuai dengan citra diri mereka. Hasil analisis selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.7 Karakteristik responden berdasarkan usia

  

dengan keputusan perpindahan merek

Ganti Merek Usia Total Tidak Ya Tidak Mengisi

  19

  6

  3

  28 17 - 18 tahun (67,86%) (21.43%) (10.71%) (100%)

  22

  15

  5

  42 19 - 20 tahun (52.38%) (35.71%) (11.90%) (100%)

  32

  14

  8

  54 21 - 22 tahun (59.26%) (25.93%) (14.81%) (100%)

  3

  3 23 - 24 tahun (100.00%) (0.00%) (0.00%) (100%) Total

  76

  35 16 127 Sumber : data diolah 2008

  Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa faktor usia mempengaruhi keputusan perpindahan merek. Sebagian besar responden dari berbagai

6. Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Dengan Frekuensi Pembelian.

  Dari hasil analisis diketahui bahwa uang saku responden tidak menentukan frekuensi pembelian produk parfum. Dalam tabel 5.8 diketahui bahwa responden paling banyak melakukan pembelian parfum setiap satu bulan sekali. Frekuensi pembelian yang dilakukan responden setiap satu bulan sekali tersebut dapat menentukan apakah produk parfum yang digunakannya sesuai dengan harapan atau tidak.

Tabel 5.8 Karakteristik responden berdasarkan uang saku

  

dengan frekuensi pembelian

Frekuensi Pembelian (dalam bulan) Uang Saku

  Total Tidak

  0.5

  1

  2

  3

  4

  6

  9 Mengisi

  2

  8

  2

  2

  14 Kurang dari Rp. 200.000 (0%) (14,3%) (57,1%) (14,3%) (0%) (0%) (0%) (14,3%) (100%)

  1

  19

  13

  6

  2

  1

  7

  49 Rp. 200.000 - Rp. 400.000 (2%) (38,8%) (26,5%) (12,2%) (4,1%) (2%) (0%) (14,3%) (100%)

  22

  7

  3

  1

  7

  40 Rp. 400.001 - Rp. 600.000 (0%) (55%) (17,5%) (7,5%) (0%) (0%) (2,5%) (17,5%) (100%)

  14

  2

  5

  3

  24 Lebih dari Rp. 600.000 (0%) (58,3%) (8,3%) (20,8%) (0%) (12,5%) (0%) (0%) (100%) Total

  1

  57

  30

  16

  2

  4

  1 16 127 Sumber : data diolah 2008

  Berdasarkan tabel di atas, responden yang mempunyai uang saku kurang dari Rp.200.000 sampai yang lebih dari Rp.600.000 lebih memilih membeli parfum setiap 1 bulan sekali. Dari 127 responden, ada 57 responden yang membeli parfum setiap satu bulan sekali.

7. Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Dengan Jenis Parfum Yang Dibeli.

  Dari hasil penelitian diketahui bahwa uang saku responden tidak menentukan banyaknya jenis parfum yang dibeli. Dalam tabel 5.9 diketahui bahwa responden paling banyak membeli parfum antara 1-2 jenis. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.9 Karakteristik responden berdasarkan uang saku

  

dengan jenis parfum yang dibeli

Jenis Yang Dibeli Uang Saku

  Total Tidak

  1

  2

  3

  4

  5

  10 Mengisi

  5

  3

  3

  1

  2

  14 Kurang dari Rp. 200.000 (35,7%) (21,4%) (21,4%) (0%) (7,1%) (0%) (14,3%) (100%)

  22

  13

  5

  1

  1

  7

  49 Rp. 200.000 - Rp. 400.000 (44,9%) (26,5%) (10,2) (2%) (2%) (0%) (14,3%) (100%)

  13

  15

  3

  2

  7

  40 Rp. 400.001 - Rp. 600.000 (32,5%) (37,5%) (7,5%) (5%) (0%) (0%) (17,5%) (100%)

  12

  8

  3

  1

  24 Lebih dari Rp. 600.000 (50%) (33,3%) (12,5%) (0%) (0%) (4,2%) (0%) (100%) Total

  52

  39

  14

  3

  2

  1 16 127 Sumber : data diolah 2008

  Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar responden hanya membeli satu jenis parfum saja. Dari 127 responden, 52 responden lebih memilih membeli satu jenis parfum.

C. Uji Normalitas Dan Uji Asumsi Klasik Statistik 1.

  Uji normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model- model penelitian. Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini, normalitas data diketahui dari nilai skewness seperti yang tersaji pada tabel berikut:

Tabel 5.10 Uji Normalitas Data Std.

  N Skewness Kurtosis Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error ketidakpuasan 79 2,379 ,119 ,271 ,451 ,535 tkt karakteristik 79 3,655 ,012 ,271 ,497 ,535 kpts perpindahan 79 ,500 -,234 ,271 -1,997 ,535 Valid N (listwise)

79 Sumber : data diolah 2008

  Nilai skewness digunakan untuk mengetahui bagaimana distribusi normal data dalam variabel dengan menilai kemiringan kurva. Nilai skewness yang baik adalah mendekati nilai 0. Dari tabel di atas, semua variabel mendekati angka nol sehingga data masing-masing variabel memiliki kecenderungan terdistribusi secara normal.

2. Uji Asumsi Klasik Statistik a.

  Multikolinieritas Multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen lain dalam suatu model. Asumsi klasik statistik multikolinierias dapat dideteksi dari output SPSS pada tabel

  Coefficients sebagai berikut:

Tabel 5.11 Hasil Deteksi Multikolinieritas

  Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance

  VIF 1 (Constant) ,675 ,353 1,910 ,060 ketidakpuasan ,057 ,025 ,273 2,277 ,026 ,853 1,172 tkt karakteristik

  • ,026 ,016 -,187 -1,560 ,123 ,853 1,172

  Sumber : data diolah 2008

  Hasil uji melalui Variance Inflantion Factor (VIF) pada hasil output SPSS table Coefficients yang tersaji pada tabel 5.11 di atas, masing- masing variable VIF tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1. Maka dapat dinyatakan model regresi linier berganda terbebas dari asumsi klasik statistik dan dapat digunakan dalam penelitian.

  b.

  Autokolerasi Menguji autokorelasi dalam suatu model bertujuan untukmengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu (e ) pada periode

  t

  tertentu dengan variabel pengganggu periode sebelumnya (e )

  t-1 (Nugroho, 2005: 59).

  Untuk mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin Watson. Model regresi linier berganda terbebas dari autokorelasi jika nilai Durbin Watson hitung terletak di daerah No Autocorelasi.

  Asumsi klasik statistik autokorelasi dapat dideteksi dari output SPSS pada tabel Model Summary sebagai berikut:

Tabel 5.12 Hasil Deteksi Autokorelasi

  Adjusted Std. Error of Durbin-

Model R R Square R Square the Estimate Watson

a

  1 ,265 ,070 ,046 ,488 1,721 Sumber : data diolah 2008

  Untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi dalam suatu model dapat digunakan nilai patokan nilai Durbin Watson hitung mendekati angka

  2. Jika nilai Durbin Watson mendekati atau di sekitar angka 2 maka

  2 pada uji Durbin Watson terletak di daerah No Autocorrelation. Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel 5.12 menunjukkan angka 1,721 terletak di daerah No Autocorrelation sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda terbebas dari asumsi klasik statistik autokorelasi.

  c.

  Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dari gambar Scatterplot berikut ini: idual 1.5 1.0 Dependent Variable: kpts perpindahan Scaterplot u d ent ize d Res ion St -0.5 0.5 0.0 Regress -1.5 -1.0 -3 -2 -1 Regression Standardized Predicted Value

1

2 3 4 Gambar 5.1

  Scaterplot Uji Heteroskedastisitas

  Analisis pada gambar Scaterplot di atas menyatakan bahwa pada model regresi linier berganda terdapat heteroskedastisitas. Pada gambar Scatterplot tersebut di atas tidak menunjukkan:

1) Titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0.

  3) Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

4) Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola.

  Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda tidak terbebas dari asumsi klasik heteroskedastisitas.

D. Analisis Data

  Dalam bagian ini akan diuraikan analisis data yang diperoleh untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Bagian hasil kuesioner yang akan dianalisis yaitu bagian kuesioner aktual yang telah diubah redaksinya dimana pada uji coba kuesioner terdapat item pertanyaan yang tidak valid. Analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Tabel

  5.13 Anlisis regresi linier berganda Keputusan Perpindahan Ketidakpuasan tingkat karakteristik Merek (Y) konsumen kategori produk Konstanta 0,675 0,057 -0,026 T-hitung 1,190 2,277 -1,560 Probabilitas 0,026 0,123 2 R = 0,070 F = 2,870 dengan nilai probabilitas = 0,063 hitung Sumber : data diolah 2008

  Dari hasil analisis regresi linier berganda di atas, maka persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut:

  Interpretasi dari persamaan regresi linier berganda di atas adalah sebagai berikut:

1. Jika variabel-variabel independent dianggap konstan maka besarnya keputusan perpindahan merek (Y) adalah sebesar 0,675.

  2. Jika variabel ketidakpuasan konsumen (X1) naik sebesar 1 satuan, maka keputusan perpindahan merek (Y) akan meningkat sebesar 0,057 satuan dengan asumsi faktor lain dianggap konstan.

  3. Jika variabel tingkat karakteristik kategori produk (X2) naik sebesar 1 satuan, maka keputusan perpindahan merek (Y) akan turun sebesar 0,057 satuan dengan asumsi faktor lain dianggap konstan. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 5.13 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa:

  1. Pengujian Simultan Untuk mengetahui pengaruh ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap keputusan perpindahan merek digunakan uji F. Caranya adalah dengan membandingkan antara nilai kritis F dengan nilai F . Jika F > F atau p-value < 0,05 maka Ha

  tabel hitung hitung tabel

  diterima, artinya secara statistik dapat dibuktikan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap perubahan variabel dependen. Sedangkan jika F atau p-value > 0,05 maka Ha

  

hitung ≤ F tabel

  ditolak, artinya secara statistik dapat dibuktikan bahwa semua variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap perubahan

  Berdasarkan tabel 5.13 dapat diketahui bahwa nilai F dengan

  tabel

  α=5%, df1=3-1=2 dan df2 = 79-3=76 adalah 3,117. Sedangkan nilai F hitung sebesar 2,870, maka F atau 2,870

  hitung ≤ F tabel ≤ 3,117 artinya tidak

  signifikan. Nilai p-value sebesar 0,063, maka p-value > 0,05 atau 0,063 > 0,05 artinya tidak signifikan. Dalam pengambilan kesimpulan dapat dijelaskan dengan gambar 5.2. sebagai berikut:

  H diterima H ditolak

  3,117

Gambar 5.2 Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis Untuk Uji F

  Berdasarkan hasil analisis dan gambar 5.2 dapat disimpulkan bahwa hipotesis awal yang menyebutkan ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek ditolak dengan arah regresinya positif dan tidak signifikan. Hal ini dibuktikan juga dengan nilai koefisien determinasi

  2

  (R ) sebesar 0,070 atau 7%, hal ini dapat diartikan bahwa pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah sebesar 7% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

2. Pengujian Parsial

  Berdasarkan hasil analisis uji simultan menunjukkan tidak ada pengaruh secara simulatan antara variabel independen dengan variabel dependen sehingga uji parsial tidak perlu dilakukan.

E. Pembahasan

  Dari hasil analisis data, maka penulis akan menyajikan pembahasan tentang ketidakpuasan konsumen, tingkat karakteristik kategori produk dan keputusan perpindahan merek.

  Pada masa pasca konsumsi, terkadang terdapat konsumen yang mengalami ketidakpuasan, hal tersebut terjadi karena kinerja suatu produk yang dibeli tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Akibatnya konsumen mencari alternatif merek lain pada konsumsi berikutnya dan melakukan perpindahan merek. Dari hasil penelitian tentang karakteristik responden menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada kalangan mahasiswa tidak ditentukan oleh besarnya uang saku. Jadi, berapapun besar uang saku yang dimiliki mahasiswa belum tentu membeli berbagai jenis parfum dan sering melakukan pembelian parfum. Dari segi usia, menunjukkan bahwa usia belum bisa dikatakan mempengaruhi frekuensi pembelian tetapi mahasiswa cenderung untuk berpindah merek. Berapapun usia mahasiswa, frekuensi pembelian parfumnya beragam dan sering melakukan perpindahan merek pada pembelian berikutnya. Perpindahan merek ini paling banyak dilakukan

  Dari hasil perhitungan uji F dengan taraf signifikasi 5%, df1=3-1=2 dan df2 = 79-3=76 didapat nilai Ftabel = 3,117. Diperoleh hasil bahwa Fhitung ≤

  Ftabel atau 2,870 ≤ 3,117 dan p-value sebesar 0,063, maka p-value > 0,05 atau 0,063 > 0,05. Disimpulkan H diterima dan Ha ditolak. Dapat dikatakan bahwa ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek dengan arah regresinya positif dan tidak signifikan. Konsumen yang merasa tidak puas dengan melihat tingkat karakteristik kategori produk yang dimiliki oleh produk parfum itu, maka konsumen tidak akan berpindah merek. Besarnya pengaruh variabel ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk terhadap variabel keputusan perpindahan merek hanya sebesar 7% sedangkan 93% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

  Uji parsial dalam penelitian ini tidak dianalisis karena dari hasil uji simultan menunjukkan bahwa antara variabel independen tidak terdapat pengaruh terhadap variabel dependen dan tidak dipenuhinya uji asumsi klasik heteroskedastisitas.

  Secara matematis hasil dari analisis regresi linier berganda tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

  2

  1

  2 (1,190) (2,277) (-1,560)

1 Y = 0,675 + 0,057X – 0,026X + e , R = 0,070

  Dari persamaan regresi linier berganda di atas diketahui bahwa besarnya keputusan perpindahan merek (Y) adalah sebesar 0,675 jika variabel-variabel independent dianggap konstan, keputusan perpindahan merek (Y) akan meningkat sebesar 0,057 satuan jika variabel ketidakpuasan konsumen (X1) naik sebesar 1 satuan dengan asumsi faktor lain dianggap konstan, keputusan perpindahan merek (Y) akan turun sebesar 0,057 satuan jika variabel tingkat karakteristik kategori produk (X2) naik sebesar 1 satuan dengan asumsi faktor lain dianggap konstan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelian parfum bukan kategori kebutuhan dasar tetapi sekedar menggunakan.

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN Dalam bab ini dikemukakan beberapa kesimpulan yang relevan dengan

  hasil penelitian penelitian yang telah dilakukan, dan saran-saran bagi pihak pemasar serta dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi yang mengambil matakuliah Manajemen Koperasi kelas B dan kelas C, serta matakuliah Sosiologi dan Politik kelas A. Dimana untuk matakuliah Manajemen Koperasi kelas B dijadikan sebagai obyek uji coba kuesioner, dan dua matakuliah lainnya yaitu Manajemen Koperasi kelas C dan matakuliah Sosiologi dan Politik dijadikan obyek kuesioner aktual yang nantinya akan dianalisis.

  2. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa uang saku responden perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Ini dikarenakan bahwa kebutuhan perempuan lebih kompleks dibandingkan dengan laki-laki. Secara keseluruhan diketahui bahwa karakteristik-karakteristik responden penggunaan parfum yang identik dengan perempuan tidak lagi menjadi permasalahan bagi laki-laki.

  3. Penelitian ini menggunakan pendekatan OLS (Ordinary Least Square) dengan variabel tak bebasnya merupakan variabel dummy.

  4. Berdasarkan perhitungan SPSS 13.0 diperoleh nilai koefisien determinasi

  2

  (R ) sebesar 0,070, yang artinya 7% keputusan perpindahan merek dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas yang terdiri atas ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk. Sedangkan 93% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini (variabel tidak diteliti).

  5. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, didapatkan hasil uji hipotesis secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa ketidakpuasan konsumen dan tingkat karakteristik kategori produk secara simultan tidak berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek dengan arah regresinya positif.

  Pengaruh tersebut tidak signifikan karena ditunjukkan dengan besarnya nilai nilai F < F atau p-value > 0,05 dengan α=5%.

  hitung tabel 6.

  Pengujian parsial tidak diperlukan karena dari hasil uji simultan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini juga diperkuat dengan tidak dipenuhinya uji asumsi klasik heteroskedastisitas.

  B. Saran

  Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan di atas maka penulis memberikan saran bagi pihak yang terkait dengan pemasaran produk dan juga bagi penelitian selanjutnya.

  1. Dari segi iklan, perusahaan parfum sebaiknya terus mengembangkan ide- ide yang dapat menarik konsumen untuk menggunakan produk parfum melalui iklan.

  2. Perusahaan parfum pertama kali sebaiknya membidik konsumen perempuan dimana konsumen perempuan merupakan pasar potensial untuk penggunaan produk parfum.

  3. Perusahaan parfum sebaiknya terus melakukan inovasi terhadap produknya (desain, wangi/aroma) untuk mencegah konsumen berpindah merek.

  4. Penelitian yang akan datang sebaiknya ditambahkan uraian tentang alasan yang mempengaruhi perpindahan merek parfum dan faktor-faktor lain yang diduga mempunyai pengaruh terhadap keputusan perpindahan merek serta ukuran produk parfum yang digunakan untuk mengetahui frekuensi pembelian ulang.

  C. Keterbatasan

  Selama menyusun karya ilmiah ini, penulis banyak mendapatkan kesulitan yang berkaitan dengan pengumpulan data.

1. Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis sehingga tidak dapat melakukan penelitian secara maksimal.

  2. Keterbatasan waktu yang menyebabkan kurangnya informasi–informasi yang didapat mengenai permasalahan yang terjadi pada pengguna produk parfum.

  3. Kelemahan pengumpulan data dengan kuesioner yang dikarenakan kurangnya pemahaman kalimat dari kuesioner yang diberikan, kejujuran responden sehingga hasil kuesioner terkadang tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya.

  4. Kekurangan dari analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah tidak dipenuhinya asumsi klasik statistik heteroskedastisitas sehingga tidak diketahui jenis regresinya (linier atau non linier).

  5. Model probit dan logit tidak dianalisis dalam penelitian ini mengingat bahwa variabel dependen dalam penelitian ini menggunakan variabel

  Dummy sehingga tidak menunjukkan hasil yang diinginkan.

  6. Dalam penaksiran model probalitas menggunakan Model Probabilitas Linier (LPM) yang memiliki kelemahan, antara lain: a. Residual (e ) tidak berdistribusi normal.

  i b. Varian dari residual mengandung unsur heteroskedastisitas.

  c. E(Y ) tidak selalu terletak pada 0 ) i │X i ≤ E(Y i │X i ≥ 1.

  

2

d. Nilai koefisiensi determinasi (R ) diragukan kebenarannya.

  Namun penulis mengharapkan semoga informasi-informasi yang telah diolah

  

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah. 2002. Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

  Arikunto, Suharsimi Dr., (1989), Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Bina Aksara

  Boyd, Walker, Larréché. 2000. Manajemen Pemasaran: Pendekatan Strategis Dengan Orientasi Global . Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

  Dharmmestha, B.S. 2002. Azas-azas Marketing. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Liberty.

  Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Jakarta: PT INDEKS Kelompok GRAMEDIA.

  Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid I.

  Jakarta: Erlangga.

  • . 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid II. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2006. Marketing Management. Twelfeth edition. New Jersey: Prentice Hall Inc.

  Kountur, Ronny D.M.S. 2003. Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis . Jakarta: PPM.

  Nugroho, Bhuono Agung. 2005. Strategi Jitu: Memilih Metode Statistik Penelitian Dengan SPSS . Yogyakarta: Andi.

  Paul, J dan Jerry C. 2004. Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran . Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

  

Pedoman Penulisan Skripsi universitas Sanata Dharma . 2003. Yogyakarta:

Universitas Sanata Dharma.

  Pride, William M dan Ferrel O.C. 1995. Pemasaran: Teori dan Praktek sehari-

  hari. Edisi Ketujuh. Alih Bahasa: Drs. Daniel Wirajaya. Jakarta: Binarupa Aksara.

  Rekapitulasi Peserta Setiap Matakuliah. Sekretariat FE USD. Shellyana dan B.S Dharmmesta. 2002. Pengaruh Ketidakpuasan konsumen,

  Karakteristik Kategori Produk, dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap Keputusan perpindahan Merk . Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.

  17: 91-104. Supramono dan Haryanto. 2005. Desain Proposal Penelitian Studi Pemasaran.

  Yogyakarta: Andi. Swastha, Basu dan T. Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku Konsumen . Yogyakarta: BPFE.

  Umar, Husein. 2003. Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa. Jakarta: Ghalia Indonesia.

  http://www.harian-global.com http://www.identics.tripod.com http://www.kapanlagi.com http://www.klipingut.wordpress.com

  Lampiran : 3 berkas Kpd Yth.

  Mahasiswa/mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Dengan hormat, Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Aditya Ristyanto NIM : 022214089 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh

  

Ketidakpuasan konsumen dan Karakteristik Kategori Produk Terhadap

keputusan Perpindahan Merek Survei pengguna Parfum Pada Kalangan

Mahasiswa”

  Dalam menyusun skripsi ini, saya mohon bantuan saudara/saudari untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersusun dalam kuesioner ini, guna memperoleh data yang dibutuhkan. Untuk itu saya mengharapkan kesediaan saudara/saudari untuk membantu dengan cara menjawab kuesioner ini sesuai dengan keadaan sebenarnya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan saudara/saudari yang telah meluangkan waktu untuk menjawab kuesioner ini.

  Hormat saya, Aditya Ristyanto

  

KUESIONER

  Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan jawaban anda dengan memberikan tanda silang (√) pada jawaban yang anda pilih!

  Bagian I Tentang Karakteristik Responden

  1. Berapa usia Anda saat ini : ........................ tahun 2. : ........................

  Angkatan

  3. Jenis kelamin … Laki-laki … Perempuan 4.

  Tingkat pendapatan anda dalam 1 bulan : … Kurang dari Rp 200.000 … Rp 400.001 – Rp 600.000 … Rp 200.000 – Rp. 400.000 … Lebih dari Rp 600.000

  5. Apakah anda menggunakan parfum (diteruskan menjawab pertanyaan no. 6)

  … Ya … Tidak (tidak usah diteruskan ke pertanyaan no.6) – selesai.

  6. Anda mengetahui produk parfum yang anda gunakan dari : … Keluarga … Iklan … Teman … lainnya................

  7. Berapa bulan sekali anda membeli parfum : .......................... bulan sekali 8.

  Berapa banyak jenis parfum yang anda beli : .......................... Jenis

  9. Anda sering berganti merek parfum (lanjutkan ke no.10)

  … Ya … Tidak (tidak perlu dilanjutkan) – Lanjut ke bagian II

  10. Berapa kali dalam 6 bulan terakhir anda berganti merek parfum : .............. kali

Bagian II PETUNJUK Berilah tanda ( √ ) pada salah satu alternatif jawaban yang tersedia SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju N : Netral 1. Berhubungan dengan variabel ketidakpuasan konsumen No. Pernyataan SS S N TS STS

  1 Wangi parfum sesuai dengan harapan

  2 Harga parfum sesuai dengan harapan

  3 Desain kemasan sesuai dengan harapan

  4 Mutu dan kualitas sesuai dengan harapan

2. Berhubungan dengan variabel tingkat karakteristik kategori produk a.

  Keterlibatan konsumen

  

No. Pernyataan SS S N TS STS

  1 Anda mencari informasi secara luas dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan membeli suatu produk parfum Produk yang Anda gunakan menimbulkan resiko

  2 keuangan Produk yang Anda gunakan mempunyai daya

  3 tarik emosional

  4 Produk itu penting bagi Anda Produk itu bisa diidentifikasi pada norma-norma

  5 kelompok

  Dihilangkan b.

  Perbedaan persepsi diantara merek Berikut ini adalah serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi anda tentang merek parfum yang anda beli dan konsumsi dibandingkan dengan merek parfum lainnya.

  

No. Pernyataan SS S N TS STS

  Kemasan parfumnya menarik dibandingkan

  1 dengan yang lainnya.

  Dapat menambah kepercayaan diri dibandingkan

  2 dengan yang lainnya.

  Merek parfumnya terkenal dibandingkan dengan

  3 yang lainnya.

  4 Memiliki bau wangi yang khas dibandingkan dengan yang lainnya.

  Mudah untuk mendapatkannya dibandingkan

  5 dengan yang lainnya

  Dihilangkan

  c. Kekuatan preferensi Pertanyaan berikut ini mengenai pentingnya preferensi atau pilihan merek yang anda miliki sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian

  

No. Pernyataan SS S N TS STS

  1 Anda memiliki preferensi merek parfum sebelum melakukan pembelian d.

  Frekuensi pembelian

  

No. Pernyataan SS S N TS STS

  1 Anda akan membeli kembali merek parfum yang anda gunakan untuk tiga bulan yang akan datang

3. Berhubungan dengan variabel keputusan perpindahan merek Ya Tidak No. Pernyataan

  1 Dalam pembelian berikutnya anda akan

  Tabulasi Profil responden NORES AGE GENDER

  2

  99 29 2 1 5 1 1 3 2 3

  1

  3 30 2 1 5 3 1 3 1 2

  2

  99 31 2 1 5 1 1 1 1 1

  2

  99 32 3 1 4 1 1 3 2 2

  1

  2 33 3 2 2 2 1 3 1 2

  1

  2 34 3 1 3 1 1 3 2 2

  1

  3 35 3 1 2 4 1 3 1 1

  99 36 3 1 2 1 1 4 1 1

  99 27 1 2 5 3 2 99 99 99 3 99 28 2 1 5 1 1 3 2 1

  2

  99 37 3 1 2 4 1 1 1 3

  1

  1 38 1 2 5 4 1 5 1 2

  1

  3 39 1 2 5 3 1 5 1 1

  2

  99 40 1 1 5 2 1 2 1 1

  1

  3 41 1 2 5 3 1 2 1 1

  1

  3 42 1 2 5 3 1 3 1 1

  2

  2

  2

  INTAKE SAKU USE KNOW FREK JENIS GANTI FREKGAN 1 1 1 5 3 1 3 2 3 1

  1 15 1 1 5 2 1 3 1 2

  3 2 1 1 5 2 1 3 1 1 1 5 3 1 1 5 2 2 99

  99 99 3

  99 4 1 2 5 2 1 1 3 5 1 2 5 1 2 5 1 1 2 3 5 1 2 6 1 2 5 2 1 1 2 2 2

  99 7 1 2 5 1 1 3 2 3 1 3 8 1 2 5 1 1 3 2 3 1 3 9 1 2 5 2 1 3 1 3 1 3 10 1 2 5 2 1 3 1 2

  1

  3 11 1 2 5 2 1 2 2 1

  1

  2 12 1 2 5 2 1 3 1 3

  1

  4 13 1 2 5 3 1 2 2 3

  1

  2 14 1 2 5 4 1 2 6 2

  1

  2

  1 26 2 1 4 2 1 3 2 1

  99 16 2 2 5 3 1 3 1 2

  1

  3 17 2 1 5 1 2 99 99 99 3 99 18 2 2 5 2 2 99 99 99 3 99 19 2 1 5 2 2 99 99 99 3 99 20 2 2 5 1 1 2 2 2

  1

  2 21 2 2 5 2 1 1 1 2

  1

  2 22 2 1 5 2 1 2 2 1

  2

  99 23 2 1 5 3 1 3 1 1

  1

  2 24 2 2 3 2 1 5 1 1

  1

  2 25 2 2 3 2 1 2 6 2

  1

  99

  45 1 2 5 3 1 3 1 2

  2

  1

  2 78 4 1 1 3 1 3 9 1

  1

  99 77 4 1 2 4 1 1 3 2

  2

  2 76 3 1 5 4 1 4 2 1

  1

  99 75 3 1 2 4 1 5 1 1

  8 74 3 2 3 2 1 3 1 1

  1

  1

  2 73 3 1 1 4 1 1 6 3

  1

  4 72 3 1 2 3 1 3 2 2

  1

  99 71 3 1 3 3 1 3 1 3

  2

  2 70 3 1 4 4 1 3 1 1

  1 79 2 2 3 3 1 1 1 2

  2 80 2 1 3 3 2 99 99 99 3 99 81 2 1 3 2 2 99 99 99 3 99 82 2 2 3 4 1 2 3 1

  99 69 3 1 3 3 1 1 3 1

  2

  1

  3 91 2 2 3 2 1 3 3 2

  1

  4 90 2 2 3 3 1 2 1 1

  1

  2 89 2 2 3 4 1 2 2 3

  1

  99 88 2 2 3 3 1 2 2 1

  2 87 2 1 3 3 1 4 2 1

  1

  1

  99 86 2 1 3 1 1 3 3 1

  2

  99 85 2 1 3 4 1 2 6 1

  2

  99 84 2 1 3 2 1 2 3 1

  2

  2 83 2 2 3 4 1 2 1 1

  1

  2

  2

  2

  2

  2 54 2 1 5 2 1 1 3 1

  1

  1 53 2 2 5 3 1 3 3 2

  1

  2 52 2 2 5 4 1 3 1 1

  1

  99 51 2 2 5 2 1 2 2 1

  3 50 2 2 5 2 1 3 1 1

  2

  1

  99 49 1 1 5 2 1 2 1 2

  2

  3 48 1 1 5 2 1 3 4 1

  1

  2 47 1 1 5 3 1 3 1 4

  1

  99 46 1 2 5 3 1 3 1 2

  99 55 2 1 5 2 1 3 2 2

  99 56 2 1 5 2 1 3 4 1

  99 68 3 1 4 3 1 3 1 1

  1

  2

  6 65 3 1 3 2 2 99 99 99 3 99 66 3 1 5 3 2 99 99 99 3 99 67 3 1 5 3 1 3 1 2

  1

  2 64 3 1 3 3 1 4 1 1

  1

  99 63 3 2 3 4 1 1 3 2

  2

  2 62 2 1 5 1 1 3 2 1

  3 61 2 1 3 4 1 3 3 2

  1

  1

  99 60 2 2 5 2 1 3 2 1

  2

  99 59 2 2 5 3 1 3 1 2

  2

  2 58 2 2 3 4 1 2 1 2

  1

  2 57 2 2 3 2 1 3 3 2

  3

  94 3 2 3 2 1 2 2 1

  1

  1

  3 113 3 2 3 2 1 3 2 2

  1

  3 114 3 2 3 3 1 3 1 1

  1

  2 115 3 2 3 2 1 3 1 1

  2

  99 116 3 2 3 3 1 3 1 2

  1

  6 117 3 1 3 3 2 99 99 99

  3

  99 118 3 1 3 3 2 99 99 99

  3

  99 119 3 2 3 4 1 1 1 10

  5 120 3 2 2 3 1 3 2 2

  1

  1

  1

  99 127 4 2 1 4 1 3 1 1

  2

  2 126 3 1 3 2 1 3 1 3

  1

  3 125 3 1 3 2 1 4 2 3

  99 124 3 1 3 4 1 2 1 1

  1

  2

  1 123 3 1 3 2 1 3 1 1

  1

  2 122 3 1 3 2 1 4 2 2

  1

  1 121 3 2 3 4 1 5 1 1

  3 112 3 2 3 4 1 5 1 2

  2 111 3 2 3 2 1 3 1 4

  1

  5 102 3 2 3 3 2 99 99 99

  2 95 3 2 3 2 1 2 2 1

  1

  2 96 3 1 3 2 1 3 1 1

  2

  99 97 3 1 3 3 1 2 1 2

  1

  3 98 3 1 3 3 1 3 1 4

  1

  4 99 3 1 3 2 1 4 3 1

  1

  2 100 3 2 3 4 1 3 3 1

  2

  99 101 3 2 3 4 1 3 1 2

  1

  3

  1

  99 107 3 2 3 1 2 99 99 99

  3 110 3 2 3 2 1 2 1 2

  1

  99 109 3 2 3 2 1 3 0.5 3

  3

  99 108 3 2 3 2 2 99 99 99

  3

  3

  99 103 3 2 3 3 1 3 1 2

  1 106 3 2 3 3 2 99 99 99

  1

  99 105 3 2 3 3 1 3 3 2

  2

  4 104 3 2 3 3 1 3 2 2

  1

  2

HASIL UJI COBA KUESIONER

  Tingkat Karakteristik kategori Produk (X2) Ketdkpuasn Kons. X1 Total

  X2.1 Total X2.2 Total Total Kptsn Perp. Mrk Resp 1 2 3 4 X1 1 2 3 4 5 X2.1 1 2 3 4 5 X2.2 X2.3 X2.4 X.2 Y X Total 1 4 4 3 4 15 2 3 2 3 2 12 2 2 2 3 3 12 4 2 30 1 45 2 5 4 5 5 19 1 4 4 1 3 13 3 3 3 1 1 11 5 1 30 1 49

  3 3 3 3 4 13 2 3 3 2 3 13 3 2 2 2 2 11 4 2 30 43 4 5 4 4 4 17 1 4 3 4 3 15 2 3 3 2 2 12 4 1 32 49 5 5 5 4 5 19 2 2 2 1 2 9 1 1 1 1 4 8 5 4 26 45 6 4 3 3 5 15 2 3 3 3 3 14 3 3 3 3 3 15 4 3 36 1 51 7 4 3 3 3 13 2 2 4 2 4 14 2 2 2 2 2 10 4 3 31 44 8 4 3 2 3 12 4 2 3 3 3 15 3 3 3 3 2 14 4 3 36 48 9 5 3 3 5 16 2 3 4 1 3 13 1 1 2 2 2 8 4 2 27 1 43 10 5 5 5 5 20 1 3 3 1 3 11 3 1 1 1 1 7 5 1 24 44 11 4 4 4 4 16 4 4 2 2 2 14 2 2 2 2 2 10 4 3 31 1 47 12 5 3 3 4 15 3 2 1 1 3 10 3 2 2 1 1 9 4 2 25 40 13 5 4 3 4 16 3 4 1 1 3 12 3 1 1 1 2 8 4 2 26 42 14 5 5 4 5 19 3 4 2 2 4 15 3 3 3 2 2 13 4 1 33 52 15 4 4 3 4 15 3 4 2 2 3 14 2 2 2 2 2 10 4 4 32 47 16 5 5 5 5 20 1 1 1 1 3 7 1 1 2 1 4 9 5 2 23 43 17 4 3 3 3 13 2 3 2 3 3 13 4 3 4 2 2 15 4 2 34 1 47 18 4 4 4 4 16 2 3 2 2 3 12 2 2 2 2 2 10 4 3 29 45 19 3 2 3 3 11 2 2 3 4 4 15 3 2 3 2 3 13 3 3 34 1 45 20 4 2 3 4 13 2 3 2 2 2 11 2 1 3 1 2 9 3 2 25 38 21 3 4 3 3 13 3 3 3 2 3 14 3 2 3 2 2 12 3 3 32 45 22 5 4 4 4 17 2 3 1 1 3 10 3 1 1 1 3 9 5 3 27 1 44 23 5 4 4 5 18 2 4 2 2 2 12 2 1 2 1 2 8 4 4 28 1 46 24 3 4 4 5 16 3 4 2 2 3 14 3 2 4 2 1 12 3 2 31 1 47 25 4 4 3 3 14 3 4 3 3 3 16 3 2 3 2 3 13 4 2 35 49 26 5 4 3 3 15 3 4 3 3 3 16 3 2 3 2 2 12 3 2 33 1 48 27 3 2 4 3 12 1 1 3 1 3 9 3 3 3 3 4 16 4 2 31 1 43 28 5 2 3 3 13 2 3 3 4 4 16 4 2 4 2 3 15 4 4 39 1 52 29 4 3 3 3 13 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 3 15 3 3 36 49 30 4 3 3 4 14 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 3 14 3 2 34 48 31 4 2 4 3 13 2 2 3 2 3 12 2 2 3 2 2 11 3 3 29 1 42 32 4 5 3 4 16 2 3 2 1 4 12 3 2 3 1 2 11 3 2 28 1 977 362 413 487 44 Total 136 114 111 126 73 96 80 68 96 83 65 81 59 74 124 78 15 1464

  HASIL KUESIONER AKTUAL Ketdkpuasn Kons. Tingkat Karakteristik kategori Produk (X2)

  X1 Total

  X2.1 Total X2.2 Total Total X Resp 1 2 3 4 X1 1 2 3 4 X2.1 1 2 3 4 X2.2

X2.3 X2.4

  1

  1

  30

  1

  33 38 1 1 4 2 8 3 1 1 3 8 4 2 3 2 11 2 1 22 30 39 2 4 2 4 12 1 2 2 4 9 1 1 2 1 5 2 2 18

  1

  32 35 1 2 2 2 7 1 3 3 3 10 3 2 3 2 10 2 1 23 30 36 2 2 3 3 10 2 2 2 3 9 2 2 3 3 10 2 2 23 33 37 1 2 3 1 7 3 3 3 4 13 3 3 3 1 10 2 1 26

  33 32 2 2 3 3 10 2 4 2 3 11 3 2 4 2 11 2 2 26 1 36 33 3 3 3 3 12 4 4 4 3 15 3 3 4 3 13 1 2 31 1 43 34 2 3 3 1 9 2 3 2 2 9 3 2 3 2 10 2 2 23

  1

  25 30 2 3 3 2 10 2 2 2 2 8 3 2 3 2 10 2 2 22 32 31 2 3 2 2 9 2 4 2 3 11 3 2 2 2 9 2 2 24

  1

  28 28 2 3 3 2 10 3 2 2 3 10 3 3 4 3 13 1 2 26 1 36 29 1 3 3 1 8 2 2 1 1 6 2 2 2 2 8 2 1 17

  1

  28 26 1 1 3 3 8 3 2 2 3 10 3 2 3 3 11 2 1 24 32 27 1 1 3 1 6 3 2 2 3 10 3 2 3 2 10 1 1 22

  1

  33 25 2 2 2 2 8 1 2 2 2 7 3 2 2 2 9 2 2 20

  25 23 2 3 3 2 10 1 4 4 3 12 4 3 2 2 11 2 2 27 1 37 24 2 3 3 3 11 3 2 2 2 9 2 2 3 2 9 2 2 22

  25 3 2 2 2 2 8 3 3 2 3 11 3 2 2 3 10 2 1 24 32 4 1 1 1 1 4 2 4 1 2 9 3 3 3 2 11 2 2 24 28 5 1 2 3 1 7 3 2 2 2 9 3 1 3 1 8 2 2 21 28 6 1 3 3 1 8 4 3 3 3 13 3 3 4 2 12 1 2 28 36 7 3 2 3 2 10 4 4 4 3 15 3 2 2 2 9 2 2 28 1 38

  1

  X.2 Y Total 1 2 3 3 3 11 4 3 4 3 14 3 2 2 2 9 2 1 26 0 37 2 1 1 2 1 5 1 2 2 2 7 3 2 2 2 9 2 2 20

  29 19 2 2 2 1 7 5 3 2 3 13 4 4 4 2 14 2 1 30 37 20 2 2 3 2 9 4 4 1 2 11 3 2 3 2 10 2 2 25 34 21 4 1 2 3 10 5 2 2 2 11 3 3 4 2 12 1 2 26 1 36

  1

  40 17 2 4 3 2 11 2 3 4 3 12 3 2 2 2 9 2 1 24 0 35 18 2 2 2 2 8 2 2 2 2 8 2 3 3 2 10 1 2 21

  25 15 2 3 3 2 10 5 4 1 3 13 3 1 5 1 10 1 2 26 1 36 16 2 2 3 2 9 4 4 2 4 14 4 3 5 2 14 2 1 31

  14 1 1 1 1 4 2 4 4 4 14 1 1 1 1 4 2 1 21

  30 12 1 1 2 1 5 2 3 2 2 9 3 3 3 2 11 1 2 23 28 13 2 4 2 3 11 3 3 4 3 13 2 2 2 2 8 1 2 24 1 35

  1

  32 11 1 2 2 2 7 3 3 2 4 12 3 2 1 2 8 2 1 23

  1

  36 9 3 2 3 2 10 4 2 2 4 12 3 2 2 2 9 2 2 25 1 35 10 1 2 2 2 7 3 3 3 3 12 3 2 3 1 9 2 2 25

  1

  8 2 2 3 2 9 1 3 3 5 12 3 3 3 3 12 1 2 27

  22 1 1 1 1 4 2 3 3 3 11 2 2 1 1 6 2 2 21

  42 1 1 1 1 4 4 3 2 3 12 2 1 1 1 5 2 1 20

  1

  25 58 1 2 2 3 8 2 3 2 3 10 3 2 3 2 10 2 1 23 31 59 1 1 3 1 6 1 4 1 2 8 3 1 2 1 7 2 1 18 24 60 2 2 2 2 8 3 3 2 2 10 3 2 3 2 10 2 1 23 31 61 2 2 2 2 8 2 3 3 3 11 3 2 3 3 11 2 1 25

  1

  33 62 1 2 1 1 5 2 1 1 4 8 1 1 1 1 4 2 1 15

  1

  20 63 1 2 3 2 8 2 2 2 3 9 3 3 4 4 14 2 1 26

  1

  34 64 2 2 3 3 10 2 2 2 2 8 3 2 2 2 9 2 1 20

  30 65 2 1 1 1 5 3 1 1 4 9 3 1 2 2 8 1 2 20 25 66 2 2 2 3 9 2 2 2 4 10 3 2 3 3 11 1 1 23 32 67 1 5 5 1 12 1 1 1 1 4 1 1 1 1 4 2 2 12

  28 57 1 3 1 1 6 2 1 1 2 6 3 1 3 2 9 2 2 19

  1

  24

68 2 3 3 2 10 2 2 3 3 10 3 2 3 2 10 2 1 23 0 33

69 1 1 1 1 4 1 3 2 2 8 1 2 3 2 8 2 1 19

  23 70 1 3 3 1 8 5 2 3 5 15 4 3 3 1 11 2 1 29 37

71 2 3 3 2 10 3 2 3 3 11 3 2 2 2 9 2 1 23 0 33

  

72 1 2 4 3 10 4 2 2 2 10 2 1 1 1 5 2 2 19 1 29

73 1 1 3 3 8 1 1 1 1 4 3 1 5 3 12 1 2 19

  1

  27 74 2 2 3 1 8 4 1 1 4 10 3 2 4 1 10 1 1 22 30 75 1 1 1 1 4 3 5 2 1 11 4 1 1 2 8 1 1 21 25 76 1 2 2 2 7 1 4 5 3 13 1 2 3 4 10 1 2 26 33 77 2 2 2 2 8 3 2 3 3 11 3 2 2 2 9 2 2 24 32 78 2 2 1 1 6 5 2 5 1 13 1 1 1 1 4 2 2 21

  1

  27 79 2 2 2 1 7 3 4 2 2 11 3 1 1 1 6 2 1 20

  1

  1

  1

  28 48 2 2 2 2 8 2 2 2 2 8 2 2 2 2 8 2 2 20

  24 43 4 4 4 4 16 2 4 1 2 9 4 2 4 4 14 2 2 27

  1

  43 44 1 1 1 1 4 2 2 2 2 8 2 1 2 1 6 2 2 18

  1

  22 45 1 2 3 2 8 2 3 3 3 11 3 2 3 1 9 2 1 23

  1

  31

46 3 2 3 3 11 4 4 4 3 15 3 3 4 3 13 1 2 31 1 42

47 2 2 2 2 8 2 2 2 2 8 2 2 2 2 8 2 2 20

  1

  1

  24 56 2 2 2 2 8 2 2 1 3 8 2 2 3 2 9 2 1 20

  28 49 2 2 3 1 8 2 2 2 3 9 2 2 2 2 8 2 1 20 28 50 2 2 4 2 10 2 2 2 3 9 2 2 2 3 9 2 2 22

  1

  32 51 2 2 3 2 9 2 2 2 3 9 2 2 2 3 9 2 2 22

  1

  31 52 1 1 1 1 4 1 2 1 4 8 1 1 1 1 4 2 1 15 19 53 1 1 2 1 5 2 2 2 3 9 2 2 2 1 7 2 1 19 24 54 1 1 3 2 7 2 1 1 4 8 4 2 3 2 11 2 2 23

  1

  30 55 1 1 1 1 4 3 2 2 2 9 3 1 3 1 8 1 2 20

  1

  27 Total 132 165 192 149 638 203 204 179 219 805 213 156 206 154 729 139 122 1795 44 2433

  Frequencies Usia Statistics Usia 127

  53

  8.7

  59

  46.5

  46.5

  55.1

  4

  3.1

  3.1

  58.3

  41.7 41.7 100.0 127 100.0 100.0 2003 / 2004 2004 / 2005 2005 / 2006 2006 / 2007 2007 / 2008 Total

  6.3

  Valid Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies Jenis Kelamin Statistics Jenis Kelamin 127

  Valid Missing N

  Jenis Kelamin

  59

  

46.5

  46.5

  46.5

  68

  

53.5

53.5 100.0 Laki-laki Perempuan Valid

  6.3

  8

  Valid Missing N

  54

  Usia

  28

  22.0

  22.0

  22.0

  42

  33.1

  33.1

  55.1

  42.5

  2.4

  42.5

  97.6

  3

  2.4 2.4 100.0 127 100.0 100.0 17 - 18 tahun 19 - 20 tahun 21 - 22 tahun 23 - 24 tahun Total Valid

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies Angkatan Statistics Angkatan 127 Valid

  Missing N Angkatan

  3

  2.4

  2.4

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies uang Saku Statistics Uang Saku 127

  5.5

  60

  

47.2

  47.2

  76.4

  7

  

5.5

  5.5

  81.9

  7

  

5.5

  87.4

  19.7

  16

  

12.6

12.6 100.0

127 100.0 100.0

Keluarga Teman Iklan Lainnya Lebih dari 1 sumber Tidak mengisi Total Valid

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies Memakai Parfum Statistics Memakai 127

  Valid Missing N

  Memakai 111

  87.4

  87.4

  87.4

  16

  12.6 12.6 100.0 Ya Tidak Valid

  29.1

  

19.7

  Valid Missing N

  31.5

  Uang Saku

  14

  11.0

  11.0

  11.0

  49

  38.6

  38.6

  49.6

  40

  31.5

  25

  81.1

  24

  18.9 18.9 100.0 127 100.0 100.0 Kurang dari Rp. 200.000 Rp. 200.000 - Rp. 400.

  000 Rp. 400.001 - Rp. 600. 000 Lebih dari Rp. 600.000 Total Valid

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies Sumber Informasi Statistics Sumber Informasi 127 Valid

  Missing N Sumber Informasi

  12

  

9.4

  9.4

  9.4

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

  Frequencies Pembelian Statistics frekuensi pembelian 127

  2.4

  40.9

  40.9

  40.9

  39

  30.7

  30.7

  71.7

  14

  11.0

  11.0

  82.7

  3

  2.4

  85.0

  Missing N jenis yang dibeli

  2

  1.6

  1.6

  86.6 1 .8 .8

  87.4

  16

  12.6 12.6 100.0 127 100.0 100.0

  1

  2

  3

  4

  5

  10 Tidak Mengisi Total Valid Frequency Percent Valid Percent

  52

  Cumulative Percent Frequencies Jenis Yang Dibeli Statistics jenis yang dibeli 127 Valid

  Valid Missing N frekuensi pembelian

  2

  1 .8 .8 .8

  57

  44.9

  44.9

  45.7

  30

  23.6

  23.6

  69.3

  16

  12.6

  12.6

  81.9

  1.6

  9.0 Tidak Mengisi Total Valid Frequency Percent Valid Percent

  1.6

  83.5

  4

  3.1

  3.1

  86.6

1 .8 .8

  87.4

  16

  12.6 12.6 100.0

127 100.0 100.0

.5

  1.0

  2.0

  3.0

  4.0

  6.0

  Cumulative Percent

  Frequencies Ganti Merek dalam Enam Bulan Terakhir Statistics Frekuensi Ganti Merek Dalam Enam Bulan Terakhir N Valid 127

  Missing Frekuensi Ganti Merek Dalam Enam Bulan Terakhir

  Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid

  1

  8

  6.3

  6.3

  6.3

  2

  34

  26.8

  26.8

  33.1

  3

  22

  17.3

  17.3

  50.4

  4

  6

  4.7

  4.7

  55.1

  5

  3

  2.4

  2.4

  57.5

  6

  2

  1.6

  1.6

  59.1

  8 1 .8 .8

  59.8 Tidak Mengisi

  51

  40.2 40.2 100.0 Total 127 100.0 100.0 Frequencies Ganti Merek Statistics

  Ganti Merek N Valid 127 Missing

  Ganti Merek Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent

  Valid Ya

  76

  59.8

  59.8

  59.8 Tidak

  35

  27.6

  27.6

  87.4 Tidak Mengisi

  16

  12.6 12.6 100.0 Total 127 100.0 100.0

  Crosstabs Jenis Kelamin – Uang Saku Case Processing Summary 127 100.0% .0% 127 100.0% Jenis Kelamin * Uang Saku N Percent N Percent N Percent Valid Missing Total Cases Jenis Kelamin * Uang Saku Crosstabulation Count

  Total .5

  57

  30

  16

  2

  4

  1 16 127 Laki-laki Perempuan Jenis Kelamin

  1.0

  68

  2.0

  3.0

  4.0

  6.0

  9.0 Tidak Mengisi frekuensi pembelian Total

  Crosstabs Jenis Kelamin – Ganti Merek Case Processing Summary 127 100.0% .0% 127 100.0% Jenis Kelamin * Ganti Merek N Percent N Percent N Percent Valid Missing Total Cases Jenis Kelamin * Ganti Merek Crosstabulation Count

  1

  6

  9 22 18 10 59 5 27 22 14 68 14 49 Laki-laki 40 24 127 Perempuan Jenis Kelamin Total Kurang dari Rp. 200.000 Rp. 200.000 - Rp. 400.000 Rp. 400.001 - Rp. 600.000 Lebih dari Rp. 600.000 Uang Saku Total Crosstabs Jenis Kelamin – Frekuensi Pembelian Case Processing Summary

  2

  127 100.0% .0% 127 100.0% Jenis Kelamin * frekuensi pembelian N Percent N Percent N Percent Valid Missing Total Cases

Jenis Kelamin * frekuensi pembelian Crosstabulation

  Count

  23

  14

  7

  2

  1

  2

  10

  59

  1

  34

  16

  9

  27 22 10 59 49 13 6 68 76 Laki-laki 35 16 127 Perempuan Jenis Kelamin Total Ya Tidak Tidak Mengisi Ganti Merek Total

  Crosstabs Usia – Frekuensi Pembelian Valid Missing Total Case Processing Summary Cases Count pembelian Usia * frekuensi N Percent N Percent N Percent 127 100.0% .0% 127 100.0% Usia * frekuensi pembelian Crosstabulation Usia 17 - 18 tahun 21 - 22 tahun 19 - 20 tahun 23 - 24 tahun .5 1 1.0 14 15 27 1 2.0 12 12 6 frekuensi pembelian 3.0

8

2

1

5

4.0 1 1 6.0 1 2 1 9.0 Tidak Mengisi Total 1 5 8 3 28 42 54 3 Total 1 57 30 16 2 4 1 16 127 Crosstabs Usia – Ganti Merek Valid Missing Total Case Processing Summary Cases Usia * Ganti Merek Count Usia * Ganti Merek Crosstabulation N Percent N Percent N Percent 127 100.0% .0% 127 100.0% Usia 17 - 18 tahun 19 - 20 tahun 23 - 24 tahun 21 - 22 tahun Ya Tidak Tidak Mengisi Total 22 32 19 3 Ganti Merek 14 15 6 3 8 5 54 28 42 3 Total 76 35

16 127

  Crosstabs Uang Saku – Frekuensi Ganti Merek N Percent N Percent N Percent Valid Missing Total Case Processing Summary Cases Count Enam Bulan Terakhir Ganti Merek Dalam 127 100.0% .0% 127 100.0% Uang Saku * Frekuensi

Uang Saku * Frekuensi Ganti Merek Dalam Enam Bulan Terakhir Crosstabulation

Uang Kurang dari Rp. 200.000 Saku 000 Rp. 200.000 - Rp. 400. Rp. 400.001 - Rp. 600. 000 1 2 3 2 10 13 4 Frekuensi Ganti Merek Dalam Enam Bulan Terakhir 3 4 9 6 4 3 2 5 1 6 2 8 Tidak Mengisi Total 16 22 6 40 49 14

  Crosstabs Uang Saku – Frekuensi Pembelian N Percent N Percent N Percent Valid Missing Total Case Processing Summary Cases Count frekuensi pembelian Uang Saku * 127 100.0% .0% 127 100.0%

Uang Saku * frekuensi pembelian Crosstabulation

frekuensi pembelian Saku Uang Kurang dari Rp. 200.000 Rp. 200.000 - Rp. 400. 000 000 Rp. 400.001 - Rp. 600. Lebih dari Rp. 600.000 .5 1 1.0 19 22 14 2 2.0 13 2 8 7 3.0 2 5 6 3 4.0 2 6.0 3 1 9.0 Tidak Mengisi Total 1 7 2 7 49 40 24 14 Total 1 57 30 16 2 4 1 16 127 Crosstabs Uang Saku – Jenis Yang Dibeli Valid Missing Total Case Processing Summary Cases jenis yang dibeli Uang Saku * Count N Percent N Percent N Percent 127 100.0% .0% 127 100.0%

Uang Saku * jenis yang dibeli Crosstabulation

Saku Uang Kurang dari Rp. 200.000 000 Rp. 400.001 - Rp. 600. Rp. 200.000 - Rp. 400. 1 22 13 5 2 13 15 3

3

3 5 3 jenis yang dibeli 4 2 1 5 1 1 10 Tidak Mengisi Total 7 2 7 49 40 14 Total Lebih dari Rp. 600.000 000 52 12 39 8 14 3 3 2 1 1 16 127 24

  Regresi Linier Variables Entered/Removed(b) Variables Variables Model Entered Removed Method

  1 tkt karakteristik, . Enter ketidakpuasan(a) a All requested variables entered. b Dependent Variable: kpts perpindahan Model Summary(b)

  Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate Durbin-Watson 1 .265(a) .070 .046 .488 1.721 a Predictors: (Constant), tkt karakteristik, ketidakpuasan b Dependent Variable: kpts perpindahan ANOVA(b)

  Sum of Model Squares df Mean Square F Sig.

  1 Regression 1.369 2 .684 2.870 .063(a) Residual

  18.125 76 .238 Total 19.494

  78 a Predictors: (Constant), tkt karakteristik, ketidakpuasan b Dependent Variable: kpts perpindahan

Coefficients(a)

  Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients t Sig. Collinearity Statistics Model

B Std. Error Beta Tolerance

  VIF 1 (Constant) .675 .353 1.910 .060 ketidakpuasan .057 .025 .273 2.277 .026 .853 1.172 tkt karakteristik

  • .026 .016 -.187 -1.560 .123 .853 1.172 a Dependent Variable: kpts perpindahan

   Collinearity Diagnostics(a) Condition Eigenvalue Index Variance Proportions

  Model Dimension (Constant) ketidakpuasan tkt karakteristik

  1

  1 2.941 1.000 .00 .01 .00 2 .046 7.960 .11 .97 .05 3 .012 15.470 .89 .03 .94

  • 2.009 3.765 .000 1.000

  • .692 .633 .000 .482
  • 1.417 1.295 .000 .987
  • 1.440 1.329 .001 1.003
  • .715 .666 .001 .498
  • 1.450 1.336 .000 1.004

  0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Exp e c ted C u m Pr ob Dependent Variable: kpts perpindahan Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

  Charts

  79 Centered Leverage Value .000 .226 .025 .034 79 a Dependent Variable: kpts perpindahan

  79 Cook's Distance .002 .037 .011 .008

  79 Mahal. Distance .010 17.612 1.975 2.617

  79 Stud. Deleted Residual

  79 Deleted Residual

  79 Std. Residual

  79 Stud. Residual

  79 Residual

  79 Adjusted Predicted Value .31 1.07 .56 .132

  79 Standard Error of Predicted Value .055 .238 .090 .032

  79 Std. Predicted Value

  .29 1.06 .56 .132

   Residuals Statistics(a) Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value

  Dependent Variable: kpts perpindahan Histogram

  • 1.0 -0.5
  • 0.0 0.5 1.0 1.5 es s io n Stude nt ize d Re sidu al Dependent Variable: kpts perpindahan Scatterplot
    • -1.5 -1.0 -0.5
    • 0.0 0.5 1.0 1.5 Regression Standardized Residual 5 10 15 20 Fr eq ue nc y Mean = 4.79E-16 Std. Dev. = 0.987 N = 79

        TABEL KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT PADA

        α = 5%

        N 1 tailed 2 tailed N 1 tailed 2 tailed N 1 tailed 2 tailed

      3 0.9877 0.9969 54 0.2262 0.2681 105 0.1614 0.1918

      4 0.9000 0.9500 55 0.2241 0.2656 106 0.1606 0.1909

      5 0.8054 0.8783 56 0.2221 0.2632 107 0.1599 0.1900

      6 0.7293 0.8114 57 0.2201 0.2609 108 0.1591 0.1891

      7 0.6694 0.7545 58 0.2181 0.2586 109 0.1584 0.1882

      8 0.6215 0.7067 59 0.2162 0.2564 110 0.1576 0.1874

      9 0.5822 0.6664 60 0.2144 0.2542 111 0.1569 0.1865

        

      10 0.5494 0.6319 61 0.2126 0.2521 112 0.1562 0.1857

      11 0.5214 0.6021 62 0.2108 0.2500 113 0.1555 0.1848

      12 0.4973 0.576 63 0.2091 0.2480 114 0.1548 0.1840

      13 0.4762 0.5529 64 0.2075 0.2461 115 0.1541 0.1832

      14 0.4575 0.5324 65 0.2058 0.2441 116 0.1535 0.1824

      15 0 4409 0.2058 66 0.2042 0.2423 117 0.1528 0.1816

      16 0.4259 0.4973 67 0.2027 0.2404 118 0.1522 0.1809

      17 0.4124 0.4821 68 0.2012 0.2387 119 0.1515 0.1801

      18 0.4000 0.4683 69 0.1997 0.2369 120 0.1509 0.1793

      19 0.3887 0.4555 70 0.1982 0.2352 121 0.1502 0.1786

      20 0.3783 0.4438 71 0.1968 0.2335 122 0.1496 0.1779

      21 0.3687 0.4329 72 0.1954 0.2319 123 0.1490 0.1771

      22 0.3598 0.4227 73 0.1940 0.2303 124 0.1484 0.1764

      23 0.3515 0.4132 74 0.1927 0.2287 125 0.1478 0.1757

      24 0.3438 0.4044 75 0.1914 0.2272 126 0.1472 0.1750

      25 0.3365 0.3961 76 0.1901 0.2257 127 0.1466 0.1743

      26 0.3297 0.3882 77 0.1888 0.2242 128 0.1460 0.1736

      27 0.3233 0.3809 78 0.1876 0.2227 129 0.1455 0.1729

      28 0.3172 0.3739 79 0.1864 0.2213 130 0.1449 0.1723

      29 0.3115 0.3673 80 0.1852 0.2199 131 0.1443 0.1716

      30 0.3061 0.3610 81 0.1841 0.2185 132 0.1438 0.1710

      31 0.3009 0.3550 82 0.1829 0.2172 133 0.1432 0.1703

      32 0.2960 0.3494 83 0.1818 0.2159 134 0.1427 0.1697

      33 0.2913 0.3440 84 0.1807 0.2146 135 0.1422 0.1690

      34 0.2869 0.3388 85 0.1796 0.2133 136 0.1416 0.1684

      35 0.2826 0.3338 86 0.1786 0.2120 137 0.1411 0.1678

      36 0.2785 0.3291 87 0.1775 0.2108 138 0.1406 0.1672

      37 0.2746 0.3246 88 0.1765 0.2096 139 0.1401 0.1666

      38 0.2709 0.3202 89 0.1755 0.2084 140 0.1396 0.1660

      39 0.2673 0.3160 90 0.1745 0.2072 141 0.1391 0.1654

      40 0.2638 0.3120 91 0.1735 0.2061 142 0.1386 0.1648

      41 0.2605 0.3081 92 0.1726 0.2050 143 0.1381 0.1642

      42 0.2573 0.3044 93 0.1716 0.2039 144 0.1376 0.1637

      43 0.2542 0.3008 94 0.1707 0.2028 145 0.1371 0.1631

      44 0.2512 0.2973 95 0.1698 0.2017 146 0.1367 0.1625

      45 0.2483 0.2940 96 0.1689 0.2006 147 0.1362 0.1620

      46 0.2455 0.2907 97 0.1680 0.1996 148 0.1357 0.1614

      47 0.2429 0.2876 98 0.1671 0.1986 149 0.1353 0.1609

      48 0.2403 0.2845 99 0.1663 0.1975 150 0.1348 0.1603

      49 0.2377 0.2816 100 0.1654 0.1966 151 0.1344 0.1598

      50 0.2353 0.2787 101 0.1646 0.1956 152 0.1339 0.1593

      51 0.2329 0.2759 102 0.1638 0.1946 153 0.1335 0.1587

      52 0.2306 0.2732 103 0.1630 0.1937 154 0.1330 0.1582

        TABEL t PADA

        α = 5%

        df

        1TAIL 2TAIL df 1TAIL 2TAIL df 1TAIL 2TAIL

      1 6.3138 12.706 51 1.6753 2.0076 101 1.6601 1.9837

      2 2.92 4.3027

        52 1.6747 2.0066 102 1.6599 1.9835

      3 2.3534 3.1824 53 1.6741 2.0057 103 1.6598 1.9833

      4 2.1318 2.7764 54 1.6736 2.0049 104 1.6596 1.983

      5 2.015 2.5706 55 1.673 2.004 105 1.6595 1.9828

      6 1.9432 2.4469 56 1.6725 2.0032 106 1.6594 1.9826

      7 1.8946 2.3646 57 1.672 2.0025 107 1.6592 1.9824

      8 1.8595 2.306 58 1.6716 2.0017 108 1.6591 1.9822

      9 1.8331 2.2622 59 1.6711 2.001 109 1.659 1.982

        10 1.8125 2.2281 60 1.6706 2.0003 110 1.6588 1.9818 11 1.7959 2.201 61 1.6702 1.9996 111 1.6587 1.9816 12 1.7823 2.1788 62 1.6698 1.999 112 1.6586 1.9814 13 1.7709 2.1604 63 1.6694 1.9983 113 1.6585 1.9812 14 1.7613 2.1448 64 1.669 1.9977 114 1.6583 1.981 15 1.7531 2.1314 65 1.6686 1.9971 115 1.6582 1.9808 16 1.7459 2.1199 66 1.6683 1.9966 116 1.6581 1.9806 17 1.7396 2.1098 67 1.6679 1.996 117 1.658 1.9804 18 1.7341 2.1009 68 1.6676 1.9955 118 1.6579 1.9803 19 1.7291 2.093 69 1.6672 1.9949 119 1.6578 1.9801 20 1.7247 2.086 70 1.6669 1.9944 120 1.6577 1.9799 21 1.7207 2.0796 71 1.6666 1.9939 121 1.6575 1.9798 22 1.7171 2.0739 72 1.6663 1.9935 122 1.6574 1.9796 23 1.7139 2.0687

        73 1.666 1.993 123 1.6573 1.9794 24 1.7109 2.0639 74 1.6657 1.9925 124 1.6572 1.9793 25 1.7081 2.0595 75 1.6654 1.9921 125 1.6571 1.9791 26 1.7056 2.0555 76 1.6652 1.9917 126 1.657 1.979 27 1.7033 2.0518 77 1.6649 1.9913 127 1.6569 1.9788 28 1.7011 2.0484 78 1.6646 1.9908 128 1.6568 1.9787 29 1.6991 2.0452 79 1.6644 1.9905 129 1.6568 1.9785 30 1.6973 2.0423 80 1.6641 1.9901 130 1.6567 1.9784 31 1.6955 2.0395 81 1.6639 1.9897 131 1.6566 1.9782 32 1.6939 2.0369 82 1.6636 1.9893 132 1.6565 1.9781 33 1.6924 2.0345 83 1.6634 1.989 133 1.6564 1.978 34 1.6909 2.0322 84 1.6632 1.9886 134 1.6563 1.9778 35 1.6896 2.0301 85 1.663 1.9883 135 1.6562 1.9777 36 1.6883 2.0281 86 1.6628 1.9879 136 1.6561 1.9776 37 1.6871 2.0262 87 1.6626 1.9876 137 1.6561 1.9774

      38 1.686 2.0244 88 1.6624 1.9873 138 1.656 1.9773

      39 1.6849 2.0227 89 1.6622 1.987 139 1.6559 1.9772 40 1.6839 2.0211

        90 1.662 1.9867 140 1.6558 1.9771 41 1.6829 2.0195 91 1.6618 1.9864 141 1.6557 1.9769

      42 1.682 2.0181 92 1.6616 1.9861 142 1.6557 1.9768

      43 1.6811 2.0167 93 1.6614 1.9858 143 1.6556 1.9767 44 1.6802 2.0154 94 1.6612 1.9855 144 1.6555 1.9766 45 1.6794 2.0141 95 1.6611 1.9853 145 1.6554 1.9765 46 1.6787 2.0129 96 1.6609 1.985 146 1.6554 1.9763 47 1.6779 2.0117 97 1.6607 1.9847 147 1.6553 1.9762 48 1.6772 2.0106 98 1.6606 1.9845 148 1.6552 1.9761 49 1.6766 2.0096 99 1.6604 1.9842 149 1.6551 1.976

        TABEL F PADA

        α = 5%

        

      df 1 2 3 4 df 1 2 3 4

      1 161.448 199.5 215.707 22.4583 76 3.9668 3.117 2.7249 2.492 2 18.5128

        19 19.1643 19.2468 77 3.9651 3.115 2.7233 2.4904 3 10.128 9.5521 9.2766 9.1172 78 3.9635 3.114 2.7218 2.4889 4 7.7086 6.9443 6.5914 6.3882 79 3.9619 3.112 2.7203 2.4874 5 6.6079 5.7861 5.4095 5.1922 80 3.9604 3.111 2.7188 2.4859 6 5.9874 5.1433 4.7571 4.5337 81 3.9589 3.109 2.7173 2.4844 7 5.5914 4.7374 4.3468 4.1203 82 3.9574 3.108 2.7159 2.483 8 5.3177 4.459 4.0662 3.8379 83 3.956 3.107 2.7146 2.4817 9 5.1174 4.2565 3.8625 3.6331 84 3.9546 3.105 2.7132 2.4803

        10 4.9646 4.1028 3.7083 3.478 85 3.9532 3.104 2.7119 2.479 11 4.8443 3.9823 3.5874 3.3567 86 3.9519 3.103 2.7106 2.4777 12 4.7472 3.8853 3.4903 3.2592 87 3.9506 3.101 2.7094 2.4765 13 4.6672 3.8056 3.4105 3.1791 88 3.9493 3.1 2.7082 2.4753 14 4.6001 3.7389 3.3439 3.1122 89 3.9481 3.099 2.707 2.4741 15 4.5431 3.6823 3.2874 3.0556 90 3.9469 3.098 2.7058 2.4729 16 4.494 3.6337 3.2389 3.0069 91 3.9457 3.097 2.7047 2.4718 17 4.4513 3.5915 3.1968 2.9647 92 3.9445 3.095 2.7036 2.4707 18 4.4139 3.5546 3.1599 2.9277 93 3.9434 3.094 2.7025 2.4696 19 4.3807 3.5219 3.1274 2.8951 94 3.9423 3.093 2.7014 2.4685 20 4.3512 3.4928 3.0984 2.8661 95 3.9412 3.092 2.7004 2.4675 21 4.3248 3.4668 3.0725 2.8401 96 3.9402 3.091 2.6994 2.4665 22 4.3009 3.4434 3.0491 2.8167 97 3.9391 3.09 2.6984 2.4655 23 4.2793 3.4221 3.028 2.7955 98 3.9381 3.089 2.6974 2.4645 24 4.2597 3.4028 3.0088 2.7763 99 3.9371 3.088 2.6965 2.4636 25 4.2417 3.3852 2.9912 2.7587 100 3.9361 3.087 2.6955 2.4626 26 4.2252 3.369 2.9752 2.7426 101 3.9352 3.086 2.6946 2.4617 27 4.21 3.3541 2.9604 2.7278 102 3.9343 3.086 2.6937 2.4608 28 4.196 3.3404 2.9467 2.7141 103 3.9333 3.085 2.6928 2.4599 29 4.183 3.3277 2.934 2.7014 104 3.9324 3.084 2.692 2.4591 30 4.1709 3.3158 2.9223 2.6896 105 3.9316 3.083 2.6911 2.4582 31 4.1596 3.3048 2.9113 2.6787 106 3.9307 3.082 2.6903 2.4574 32 4.1491 3.2945 2.9011 2.6684 107 3.9298 3.081 2.6895 2.4566 33 4.1393 3.2849 2.8916 2.6589 108 3.929 3.08 2.6887 2.4558 34 4.13 3.2759 2.8826 2.6499 109 3.9282 3.08 2.6879 2.455 35 4.1213 3.2674 2.8742 2.6415 110 3.9274 3.079 2.6871 2.4542 36 4.1132 3.2594 2.8663 2.6335 111 3.9266 3.078 2.6864 2.4535 37 4.1055 3.2519 2.8588 2.6261 112 3.9258 3.077 2.6856 2.4527 38 4.0982 3.2448 2.8517 2.619 113 3.9251 3.077 2.6849 2.452 39 4.0913 3.2381 2.8451 2.6123 114 3.9243 3.076 2.6842 2.4513 40 4.0847 3.2317 2.8387 2.606 115 3.9236 3.075 2.6835 2.4506 41 4.0785 3.2257 2.8327

        2.6 116 3.9229 3.074 2.6828 2.4499 42 4.0727 3.2199 2.827 2.5943 117 3.9222 3.074 2.6821 2.4492 43 4.067 3.2145 2.8216 2.5888 118 3.9215 3.073 2.6815 2.4485 44 4.0617 3.2093 2.8165 2.5837 119 3.9208 3.072 2.6808 2.4479 45 4.0566 3.2043 2.8115 2.5787 120 3.9201 3.072 2.6802 2.4472

        50 4.0343 3.1826 2.79 2.5572 125 3.9169 3.069 2.6771 2.4442

      51 4.0304 3.1788 2.7862 2.5534 126 3.9163 3.068 2.6765 2.4436

      52 4.0266 3.1751 2.7826 2.5498 127 3.9157 3.068 2.676 2.443

      53 4.023 3.1716 2.7791 2.5463 128 3.9151 3.067 2.6754 2.4425

      54 4.0195 3.1682 2.7758 2.5429 129 3.9146 3.066 2.6748 2.4419

      55 4.0162 3.165 2.7725 2.5397 130 3.914 3.066 2.6743 2.4414

      56 4.013 3.1619 2.7694 2.5366 131 3.9134 3.065 2.6737 2.4408

      57 4.0099 3.1588 2.7664 2.5336 132 3.9129 3.065 2.6732 2.4403

      58 4.0069 3.1559 2.7636 2.5307 133 3.9123 3.064 2.6727 2.4398

      59 4.004 3.1531 2.7608 2.5279 134 3.9118 3.064 2.6722 2.4392

      60 4.0012 3.1504 2.7581 2.5252 135 3.9113 3.063 2.6717 2.4387

      61 3.9985 3.1478 2.7555 2.5226 136 3.9107 3.063 2.6712 2.4382

      62 3.9959 3.1453 2.753 2.5201 137 3.9102 3.062 2.6707 2.4377

      63 3.9934 3.1428 2.7505 2.5177 138 3.9097 3.062 2.6702 2.4373

      64 3.9909 3.1404 2.7482 2.5153 139 3.9092 3.061 2.6697 2.4368

      65 3.9886 3.1381 2.7459 2.513 140 3.9087 3.061 2.6693 2.4363

      66 3.9863 3.1359 2.7437 2.5108 141 3.9083 3.06 2.6688 2.4359

      67 3.984 3.1338 2.7416 2.5087 142 3.9078 3.06 2.6683 2.4354

      68 3.9819 3.1317 2.7395 2.5066 143 3.9073 3.059 2.6679 2.4349

      69 3.9798 3.1296 2.7375 2.5046 144 3.9068 3.059 2.6674 2.4345

      70 3.9778 3.1277 2.7355 2.5027 145 3.9064 3.059 2.667 2.4341

      71 3.9758 3.1258 2.7336 2.5008 146 3.9059 3.058 2.6666 2.4336

      72 3.9739 3.1239 2.7318 2.4989 147 3.9055 3.056 2.6661 2.4332

      73 3.972 3.1221 2.73 2.4971 148 3.9051 3.057 2.6657 2.4328

      74 3.9702 3.1203 2.7283 2.4954 149 3.9046 3.057 2.6653 2.4324

      75 3.9685 3.1186 2.7266 2.4937 150 3.9042 3.056 2.6649 2.432

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh perluasan merek dan persepsi kualitas terhadap loyalitas merek : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan produk kecantikan merek Pond`s.
0
7
143
Pengaruh ketidakpuasan konsumen, tingkat keterlibatan konsumen, kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek handphone Siemens : studi kasus pada fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1
1
99
Pengaruh perluasan merek dan persepsi kualitas terhadap loyalitas merek studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan produk kecantikan merek Pond`s
0
7
140
Analisis sikap mahasiswa terhadap pengenalan produk Sprite Ice PT Coca Cola Semarang : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
109
Kajian motivasi dan pengetahuan untuk menggunakan produk pelangsing tubuh pada mahasiswa kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
122
Pengaruh karakteristik konsumen terhadap pembelian produk imitasi : studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
123
Kajian pengetahuan dan motivasi untuk menggunakan produk penurun berat badan pada mahasiswa kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
147
Pengaruh ketidakpuasan konsumen, tingkat keterlibatan konsumen, kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek handphone Siemens : studi kasus pada fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
97
Pengaruh ketidakpuasan konsumen, tingkat keterlibatan konsumen, kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek handphone Siemens : studi kasus pada fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
97
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Analisis sikap konsumen terhadap produk handphone merek Nokia dan Siemens : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma Kampus Mrican Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Pengaruh iklan, kualitas, dan harga produk Oli Top One terhadap minat beli konsumen : studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
117
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
117
Pengaruh daya tarik iklan televisi terhadap minat beli konsumen pada produk minuman Frestea : studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Show more