Studi deskriptif strategi coping pada penderita pasca stroke dewasa madya - USD Repository

Gratis

0
0
211
1 year ago
Preview
Full text

  

STUDI DESKRIPTIF STRATEGI COPING

PADA PENDERITA PASCA STROKE DEWASA MADYA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S. Psi)

  

Program Studi Ilmu Psikologi

Oleh :

Mellissa Catalina Trisnadi

  

NIM : 039114029

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2008

  

Halaman Persembahan

Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang kukasihi

“Jesus Christ”

  

Papa, Mama, Felix

Adik-adikku dan Almamaterku

  

If u’r back is AGAINTS the WALL

If there seems NO WAY OUT

You have to FACE U’R FEARNESS

NEVER GIVE UP !!! NEVER BREAKDOWN !!! DON’T LOSE U’R FAITH !!!

  ABSTRAK

STUDI DESKRIPTIF STRATEGI COPING

PADA PENDERITA PASCA STROKE DEWASA MADYA

  

Mellissa Catalina Trisnadi

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma

  Penderita pasca stroke membutuhkan usaha coping untuk mengatasi situasi

stress pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana

strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya. Penelitian

ini menggunakan 2 bentuk strategi coping berdasarkan fungsinya, yaitu problem-

focused coping (PFC) dan emotional-focused coping (EFC). PFC terdiri dari lima

komponen dan EFC terdiri dari 8 komponen.

  Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian

ini adalah pria dan wanita dengan usia 40-60 tahun yang pernah mengalami stroke,

dalam kondisi pemulihan pasca stroke dan sedang menjalani program rehabilitasi

pasca stroke di rumah sakit tertentu. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 50

subjek yang terdiri dari 25 subjek pria dan 25 subjek wanita. Alat pengumpulan data

yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala strategi coping yang disusun oleh

peneliti. Koefisien realibilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach, yaitu sebesar

0,913 untuk skala PFC sedangkan untuk skala EFC sebesar 0,899.

  Sebagian besar penderita pasca stroke (72 %) menggunakan PFC pada kategori

tinggi dan 72 % menggunakan EFC pada kategori sedang. Subjek wanita lebih

banyak menggunakan EFC pada kategori tinggi dan penggunaan EFC pada kategori

sedang lebih banyak digunakan oleh subjek pria. Tidak ada perbedaan yang

signifikan penggunaan PFC dan EFC berdasarkan pendidikan subjek. Berdasarkan

pekerjaan, persentase penggunaan PFC paling tinggi diperoleh penderita pasca stroke

yang memiliki pekerjaan tidak terikat instansi sedangkan persentase penggunaan EFC

yang paling tinggi diperoleh penderita pasca stroke yang tidak bekerja, namun tidak

ditemukan perbedaan yang signifikan penggunaan PFC dan EFC pada penderita

pasca stroke berdasarkan status pekerjaannya. Berdasarkan lama masa pasca stroke,

penggunaan PFC dan EFC cenderung menurun seiring dengan makin lama masa

pasca stroke dan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan PFC dan EFC

penderita pasca stroke berdasarkan lama masa pasca stroke.

  

Kata kunci : pasca stroke, coping, problem-focused coping dan emotional-focused

coping

  

ABSTRACT

DESCRIPTIVE STUDY OF COPING STRATEGIES TOWARD POST-

STROKE MIDDLE AGE SUFFERERS

  

Mellissa Catalina Trisnadi

Fakultas Psikologi

Universitas sanata Dharma

  Post stroke sufferers need coping effort to overcome stressfull situation during

post stroke. This research aimed to describe how coping strategies which used by post

stroke middle age sufferers. This research used 2 kinds of coping strategies based on

their functions, problem-focused coping (PFC) and emotional-focused coping (EFC).

PFC consists of 5 component and EFC consists 8 component.

  This is a descriptive quantitative research. The subjects of this research are 50

subjects, consists of 25 women and 25 men, 40-60 years old, who had experienced

stroke, going through period of recovery and joining post-stroke rehabilitation at

certain hospitals. The instrument in this research is the strategy coping scale that was

designed by researcher. The reliability coefficient used Alpha Cronbach technique,

0,913 for PFC scale and 0,899 for EFC scale.

  Almost the post stroke sufferers (72 %) used PFC in the high category and 72 %

used EFC in the average category. The women used more EFC in the high category

and men used more EFC in the average category. There were didn’t found significant

different PFC and EFC between the subject based on their education. Based on their

occupation, the post stroke sufferers who worked as self-employed used PFC in the

higher percentage and the post stroke sufferers who didn’t work used EFC in the

higher percentage EFC, but in general there were didn’t found significant different

PFC and EFC between the subject based on their occupation status. Based on the long

post stroke time, the using PFC and EFC was decreased along with the longer post

stroke time and there were didn’t found significant different PFC and EFC between

subject based on their long post stroke time.

  

Key words : post-stroke, coping, problem-focused coping and emotional-focused

coping

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang atas semua

berkat dan penyertaanNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan akhir ini dengan baik. Laporan akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu

persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu Program Studi Ilmu

Psikologi (S. Psi).

  Penulis banyak mengalami kesulitan-kesulitan dan masalah dalam

menyelesaikan laporan akhir ini. Tetapi dengan adanya bantuan dari berbagai pihak,

akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan akhir ini. Oleh karena itu dengan

segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih atas segala bantuan

yang telah diberikan kepada :

  

1. P. Eddy Suhartanto, S.Psi., M. Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

  

2. Agnes Indar Etikawati, S. Psi., Psi., M. Si, selaku dosen pembimbing yang telah

memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.

  

3. Aquilina Tanti Arini, S. Psi., M. Si, selaku dosen penguji yang telah menguji

sekaligus memberi saran dan kritik yang membangun bagi penulis.

  

4. Passchedona Henrietta, P.D.A.D.S., S. Psi, selaku dosen penguji yang telah

menguji dan memberikan masukan kepada penulis.

  

5. Mama dan Felix buat doa, dukungan dan cinta kasihnya. Terima kasih buat

segalanya yang mama dan Felix berikan.

  

6. Dr. Yunanto, selaku dokter ahli syaraf di RSK Ngesti Waluyo Parakan yang telah

membantu memudahkan penulis dalam proses pengambilan data pasien di rumah sakit Ngesti Waluyo Parakan.

  

7. Dr. Kriswanto, selaku dokter ahli syaraf di R.S Bethesda Yogyakarta yang telah

membantu memudahkan penulis dalam proses pengambilan data pasien di rumah sakit Bethesda Yogyakarta.

  

8. Perawat RSK Ngesti Waluyo Parakan dan Perawat R.S Bethesda yang telah

membantu penulis untuk mengambil data di Rumah Sakit.

  

9. Teman-teman GPdI Syiloh Parakan : Kak Nana, Kak Iin, Hazzy, Kak Elphi, Kak

Tutik, Kak Bram terimakasih untuk kebersamaan dan dukungan doa yang diberikan kepada penulis.

  

10. Teman-teman Kos Dewi : Lanny, Lia, Renny, Indah, Dianing, Yohana, Eunike,

Novi, Chika dan Selvi terimakasih untuk setiap dorongan semangat yang kalian berikan.

  

11. Teman-teman Fakultas Psikologi angkatan 2003 : Inoenx, Mitha, Natalia, Nana,

Wiwit, Melati, Otic, Nice dan Jane, terimakasih untuk dorongan semangat yang selalu diberikan kepada penulis.

  

12. Jojon, Lia, Kristin, Wiwik dan Agatha, Kaka terimakasih untuk dukungan doa

yang selalu diberikan kepada penulis.

13. Semua belah pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan akhir ini.

  Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan akhir ini banyak kesalahan

dan kekurangan mengingat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis. Untuk

itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. Akhir

kata semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

  

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... vii

ABSTRAK ................................................................................................................ viii

ABSTRACT.............................................................................................................. ix

KATA PENGANTAR .............................................................................................. x

DAFTAR ISI............................................................................................................. xiii

DAFTAR TABEL....................................................................................................xix

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................xxi

  BAB I. PENDAHULUAN...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................... 6 C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian .................................................................................. 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 8

  A. Penderita Pasca Stroke ........................................................................... 8

  1. Pengertian Pasca Stroke ............................................................. 8

  2. Kondisi Pasca Stroke .................................................................. 8

  a. Kondisi fisik Pasca Stroke ............................................... 9

  b. Kondisi Psikis Pasca Stroke ............................................ 9

  3. Depresi Pasca Stroke .................................................................. 10

  4. Rehabilitasi Pasca Stroke ........................................................... 13

  B. Masa Dewasa Madya .............................................................................. 15

  1. Pengertian Dewasa Madya.......................................................... 15

  2. Karakteristik Dewasa Madya ...................................................... 15

  3. Tugas Perkembangan Dewasa Madya ........................................ 18

  C. Coping pada Penderita Pasca Stroke ...................................................... 20

  1. Pengertian Coping....................................................................... 20

  2. Strategi Coping ........................................................................... 22

  3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Coping................... 28

  D. Strategi Coping Pada Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya............... 33

  E. Skema Penelitian..................................................................................... 36

  F. Pertanyaan Penelitian.............................................................................. 37

  

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ................................................................ 38

A. Jenis Penelitian........................................................................................ 38 B. Identifikasi Variabel................................................................................ 38

  C. Definisi Operasional ............................................................................... 39

  G. Metode Analisis Data.............................................................................. 51

  c. Berdasarkan Jenis dan Status Pekerjaan...................... 57

  b. Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan .................... 57

  a. Berdasarkan Komposisi Usia dan Jenis Kelamin........ 56

  2. Distribusi Subjek Penelitian........................................................ 55

  1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........................................... 55

  

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................... 55

A. Orientasi Kancah Penelitian.................................................................... 55

  H. Prosedur Penelitian ................................................................................. 53

  3. Reliabilitas .................................................................................. 50

  D. Subjek Penelitian .................................................................................... 41

  2. Analisis Item ............................................................................... 47

  1. Validitas ...................................................................................... 46

  F. Pertanggungjawaban Alat Ukur .............................................................. 46

  4. Isi Skala....................................................................................... 45

  3. Skoring ........................................................................................ 45

  2. Alat Pengumpulan Data .............................................................. 44

  1. Metode Pengumpulan Data......................................................... 43

  E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ...................................................... 43

  d. Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke....................... 58

  

B. Persiapan Penelitian ................................................................................ 60

  

C. Pelaksanaan Penelitian............................................................................ 61

  

D. Deskripsi Hasil Penelitian....................................................................... 61

  1. Data Mean Strategi Coping......................................................... 61

  2. Kategorisasi Strategi Coping ...................................................... 63

  a. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Secara Umum .......................................................................... 63 b. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis Kelamin............................................................... 65 c. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan .......................................... 66 d. Kategorisasi Strategi Coping Berdasarkan Jenis dan Status Pekerjaan ........................................................... 67 e. Kategorisasi Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke................................................................. 69

  3. Analisis Tambahan (Uji t dan Anova satu jalur)......................... 70

  a. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis Kelamin............................................................... 71 b. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan .......................................... 73 c. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan

  Status Pekerjaan ........................................................... 74

  d. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke............................................. 76 E. Pembahasan ............................................................................................. 78

  1. Penggunaan Strategi Coping Secara Umum ................................ 78

  

a. Penggunaan PFC ........................................................... 78

  b. Penggunaan EFC........................................................... 79

  2. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis kelamin ............ 80

  

a. Penggunaan PFC ........................................................... 80

  b. Penggunaan EFC........................................................... 81

  3. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Pendidikan Subjek.... 82

  

a. Penggunaan PFC ........................................................... 82

  b. Penggunaan EFC........................................................... 83

  4. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis dan Status Pekerjaan Subjek.......................................................................... 83

a. Penggunaan PFC ........................................................... 83

  b. Penggunaan EFC........................................................... 84

  5. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke .......................................................................................... 85

  

a. Penggunaan PFC ........................................................... 85

  b. Penggunaan EFC........................................................... 86

  

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 88

A. Kesimpulan ............................................................................................. 88 B. Keterbatasan Penelitian........................................................................... 89 C. Saran ....................................................................................................... 89

  1. Bagi Penderita Pasca Stroke ............................................................. 89

  2. Bagi Praktisi Kesehatan .................................................................... 90

  3. Bagi Anggota Keluarga dan Pengasuh Penderita Pasca Stroke ....... 90

  4. Bagi Penelitian Selanjutnya .............................................................. 90

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 92

LAMPIRAN.............................................................................................................. 96

  

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Skor Skala Strategi Coping..................................................................... 45

  Tabel 2. Blue Print Skala Strategi Coping Pada Penderita Pasca Stroke Dewasa

Madya (Sebelum Uji Coba) .................................................................... 46

Tabel 3. Deskripsi Item-item yang Gugur ............................................................. 49

Tabel 4. Blue Print Skala Strategi Coping Pada Penderita Pasca Stroke Dewasa

Madya (Setelah Uji Coba) ........................................................................ 50

Tabel 5. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin......... 56

Tabel 6. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan ... 57

Tabel 7. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Pekerjaan...................... 58

Tabel 8. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Lamanya Sakit ...................... 59

Tabel 9. Deskripsi Data Mean Strategi Coping ..................................................... 61

Tabel 10. Kategorisasi PFC dan EFC ...................................................................... 63

Tabel 11. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping

  Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya.................................................. 64

Tabel 12. Strategi Coping yang Digunakan Masing-masing Penderita Pasca Stroke

Dewasa Madya........................................................................................ 64 Tabel 13. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Jenis Kelamin ..... 66

  Tabel 14. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping

Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Pendidikan.......... 67

Tabel 15. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping

Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 68

Tabel 16. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping

Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Status Pekerjaan . 69

Tabel 17. Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping

Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Lama Masa Pasca

  

Stroke ...................................................................................................... 70

Tabel 18. Perbedaan Mean PFC dan EFC Pria dan Wanita.................................... 72 Tabel 19. Independent Samples Test ...................................................................... 72 Tabel 20. Test Homogeneity of Variances.............................................................. 73 Tabel 21. Anova Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan

Pendidikan............................................................................................... 74

Tabel 22. Test Homogeneity of Variances.............................................................. 75 Tabel 23. Anova Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan

Status Pekerjaan ...................................................................................... 76

Tabel 24. Test Homogeneity of Variances.............................................................. 77 Tabel 25. Anova Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke........................................................................ 77

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Distribusi Subjek Penelitian Lampiran 2. Skala strategi coping uji coba Lampiran 3. Tabulasi skor skala strategi coping uji coba Lampiran 4. Uji realibilitas skala strategi coping uji coba Lampiran 5. Skala strategi coping setelah uji coba Lampiran 6. Tabulasi skor skala strategi coping setelah uji coba Lampiran 7. Uji realibilitas skala strategi coping setelah uji coba Lampiran 8. Deskripsi dan analisis statistik data penelitian secara keseluruhan

Lampiran 9. Output Uji t (Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis

Kelamin

Lampiran 10. Output Uji Anova Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan

Latar Belakang Pendidikan

Lampiran 11. Output Uji Anova Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan

Status Pekerjaan Lampiran 12. Output Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama

  Pasca Stroke Lampiran13. Surat Ijin Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia termasuk mereka yang berusia dewasa madya pasti ingin

  

memiliki tubuh yang sehat. Mereka rela menjalani berbagai aktivitas yang dapat

mendukung kesehatan baik berupa olah raga maupun pemeriksaan kesehatan

secara teratur. Meskipun demikian tidak semua orang mampu menghindar dari

timbulnya suatu penyakit. Cohen dan Lazarus (dalam Cohen,1987)

mengemukakan pendapat bahwa menderita suatu penyakit seringkali dianggap

sebagai kondisi yang tidak hanya mengancam hidup dan keselamatan jiwa seseorang namun juga mengancam konsep diri, keyakinan, fungsi sosial dan pekerjaan, nilai, komitmen dan keseimbangan emosional. Oleh karena itu, sedapat mungkin kondisi sakit dihindari.

  Masa dewasa madya adalah masa di mana individu mengalami penurunan keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab (Santrock, 1995).

  

Menurunnya keterampilan fisik yang dialami oleh dewasa madya tampak dari

kesehatan yang mulai memburuk. Masalah kesehatan yang utama bagi dewasa

madya adalah penyakit kardiovaskuler, kanker, berat badan, hipertensi dan gangguan pencernaan.

  Penyakit stroke merupakan salah satu ancaman bagi dewasa madya karena

bisa menyebabkan kecacatan setelah usia 45 tahun sehingga banyak penderita

  

Insidensi stroke semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya umur, hal ini

merupakan salah satu karakteristik stroke (Harsono, 1994).

  Menurut Miscbach (2005), di Indonesia stroke merupakan penyakit nomor

tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun

2004, stroke merupakan pembunuh nomor satu di rumah sakit pemerintah di

seluruh penjuru Indonesia. Apabila tidak ada upaya penanggulangan stroke yang

lebih baik maka jumlah penderita stroke pada tahun 2020 diperkirakan akan

meningkat 2 kali lipat (Admin, 2007). Dari catatan penelitian Yayasan Stroke

Indonesia, tiap tahun setidaknya ada sekitar 180.000 orang yang mengalami

cacat ringan, 80.000 orang mengalami cacat sedang, 60.000 orang mengalami

cacat berat dan 80.000 orang meninggal dunia akibat stroke (dalam Gatra,

2001).

  Hal ini sangat ironis, mengingat bahwa masa dewasa madya adalah masa

dimana seseorang akan mengalami kestabilan, baik dalam bidang karir maupun

hubungan keluarga (Santrock, 1995). Kestabilan di bidang karir dan hubungan

keluarga tersebut akan menjadi tidak ada artinya ketika seseorang terserang

stroke. Erikson (dalam Santrock, 1995) mengatakan bahwa seseorang yang

berada dalam masa dewasa madya memiliki tanggung jawab untuk

meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. Namun, tanggung jawab

tersebut akan sulit dipenuhi ketika seseorang terserang penyakit stroke.

  Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan

aliran darah dalam otak yang dapat timbul mendadak (dalam beberapa detik)

  

dengan daerah yang terganggu. Stroke merupakan salah satu contoh penyakit

yang termasuk dalam kelompok akut. Serangan penyakit akut bersifat cepat,

memiliki pola perjalanan yang singkat dan relatif berat serta memerlukan

pemecahan secepatnya (Kumala, 1998).

  Gejala stroke tergantung pada dimana lokasi pecahnya pembuluh darah.

Pecahnya pembuluh darah di otak tersebut akan berpengaruh pada semua aspek

kehidupan seseorang baik secara pribadi, sosial, pekerjaan dan fisik. Stroke akan

mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan motorik seperti

kesulitan untuk menggerakkan tangan atau kaki pada salah satu sisi tubuh yang

terserang stroke, kesulitan kognitif, gangguan otak kiri, dan gangguan emosi

(S.C Thompson dalam Taylor, 1995).

  Umumnya stroke berlanjut dengan depresi, sekitar 25 – 50 % pasien stroke

mengalami depresi setelah serangan stroke (Andri, 2006). Para penderita stroke

sadar, kondisinya sudah lain untuk melakukan berbagai aktivitas secara rutin,

seperti makan harus disuapi, ketika berjalan menjadi lambat dan mandi harus

dibantu.

  Penelitian lain (dalam Wicaksana, 1994) mengatakan bahwa depresi pasca

stroke akan mempunyai dampak negatif pada pemulihan fungsi pasien dan

memperlambat pemulihan kognitif pasien. Oleh karena itu, penanganan depresi

pasca stroke dengan cepat, tepat dan baik akan sangat membantu pemulihan

keadaan pasien, hingga lama perawatan di rumah sakit juga diperpendek.

  

Namun, dalam kenyataannya perhatian dokter ataupun tenaga medis terhadap

  

pengobatan hanya ditujukan pada penyakit fisiknya saja, sehingga gangguan-

gangguan psikis yang timbul tidak terdiagnosis dan terobati secara memadai

(Tonam, Sylvia dan Martina, 2003).

  Untuk mengatasi situasi stress pasca stroke dibutuhkan usaha yang disebut

coping. Coping adalah usaha-usaha pengelolaan stress yang dilakukan individu,

baik bersifat intrapsikis maupun tindakan nyata. Usaha pengelolaan stress

meliputi usaha-usaha untuk menguasai, memberi toleransi, mengurangi dan

memperkecil tuntutan eksternal maupun internal, beserta konflik-konflik yang

ada dan banyak menguras sumber daya dalam individu (Cohen, 1987). Coping

dapat berupa sikap, perasaan atau pikiran individu dalam usaha untuk

mengatasi, menahan atau menurunkan efek negatif dari situasi yang mengancam

(Baron dan Byrne dalam Nurhayati,1994). Coping akan sangat berpengaruh

pada tingkat stress yang dialami oleh seseorang termasuk penderita stroke.

  Lazarus (1984) membedakan strategi coping berdasarkan fungsinya

menjadi dua bentuk, yaitu problem-focused coping dan emotional-focused

coping. Problem-focused coping yaitu usaha nyata berupa perilaku individu

untuk mengatasi masalah, tekanan, tantangan dengan mengubah kesulitan

hubungan dengan lingkungan. Emotional-focused coping yaitu usaha untuk

memperoleh rasa nyaman dan memperkecil tekanan yang dirasakan, hal ini

sifatnya sementara.

  Ada beberapa peneliti (dalam Cohen, 1979) yang tertarik untuk melihat

bagaimana seseorang mengatasi situasi yang mengancam akibat penyakit yang

  

individu yang diamputasi, coping pada individu yang mengalami kebutaan dan

coping pada penderita kanker yang sedang menjalani proses perawatan.

  

Penelitian strategi coping pada penderita hipertensi yang dilakukan oleh Miller,

Leinbach dan Brody (1989) dan strategi coping pada penderita Rheumatoid

Arthritis yang dilakukan oleh Felton dan Revenson (1989) menunjukkan bahwa

penderita yang melakukan strategi problem-focused coping lebih mampu

menghadapi penyakit yang dialami dan mampu menjalani prosedur medis yang

diterapkan pada dirinya dengan perasaan lebih positif dibandingkan dengan

penderita yang melakukan strategi coping bentuk emotional-focused coping.

  

Penelitian mengenai strategi coping juga dilakukan oleh Vitaliano, Katon,

Maiuro (1989) yang meneliti coping pada penderita sakit jantung yang disertai

dengan gangguan psikiatri dan yang tidak mengalami gangguan psikiatri.

Adapun hasil dari penelitian ini menemukan bahwa problem-focused coping

digunakan oleh penderita sakit jantung yang tidak mengalami gangguan psikiatri

sedangkan bentuk coping menghindar dan lari ke angan-angan digunakan oleh

penderita sakit jantung yang mengalami gangguan psikiatri.

  Kebanyakkan dari penelitian mengenai strategi coping yang sudah ada

bersifat deskriptif dan meneliti keefektifan strategi coping yang digunakan pada

situasi tertentu. Oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk mengetahui

bagaimanakah strategi coping yang digunakan oleh individu yang ada dalam

masa pasca stroke? Mengingat bahwa strategi coping memiliki peran yang

cukup penting dalam membantu pemulihan kondisi penderita pasca stroke.

  B. Rumusan Masalah Bagaimanakah strategi coping yang digunakan penderita pasca stroke dewasa madya?

  C. Tujuan Penelitian Untuk mendeskripsikan mengenai strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya.

  D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat teoritis :

  a. Bagi dunia pendidikan : menambah kepustakaan dalam bidang psikologi kesehatan mengenai strategi coping yang digunakan penderita pasca stroke dewasa madya

  b. Bagi peneliti lain : sebagai informasi bagi penelitian selanjutnya mengenai strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya.

  2. Manfaat praktis :

  a. Bagi penderita pasca stroke : memberi gambaran mengenai strategi coping yang telah digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya sebagai bahan refleksi dan upaya peningkatan penyesuaian diri pada masa pemulihan pasca stroke.

b. Bagi praktisi kesehatan khususnya bagi dokter dan psikolog kesehatan :

  memahami strategi coping yang digunakan penderita pasca stroke dewasa madya dan membantu upaya peningkatan kesehatan mental penderita pasca stroke.

  

c. Bagi keluarga ataupun pengasuh dari penderita pasca stroke : sumbangan

informasi bagi keluarga ataupun pengasuh sehingga dapat memahami strategi coping yang digunakan penderita pasca stroke dan dapat memberi dukungan sosial kepada anggota keluarga yang mengalami stroke.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penderita Pasca Stroke

  1. Pengertian Pasca Stroke Penderita pasca stroke adalah individu yang sudah pernah terserang stroke. Dengan kata lain, penderita pasca stroke adalah individu yang pernah mengalami gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala atau tanda yang sesuai dengan daerah yang terganggu (Lasmiati, 1994).

  Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit akut, dikatakan akut karena serangan penyakit stroke bersifat cepat, memiliki pola perjalanan yang singkat dan relatif berat serta memerlukan pemecahan secepatnya (Kumala, 1998). Insidensi stroke semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya umur, hal ini merupakan salah satu karakteristik stroke (Harsono, 1994).

  2. Kondisi Pasca Stroke Stroke menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar karena memerlukan perawatan yang cukup lama, kehilangan pekerjaan dan menurunnya produktifitas kerja sehingga permasalahan yang dialami oleh pasien atau keluarga sangatlah rumit (Widyo, 1995).

  Kondisi pasca stroke dibagi dalam dua golongan yaitu :

  a. Kondisi Fisik Pasca Stroke Kondisi seseorang setelah mengalami serangan stroke (pasca stroke) sangat beragam tergantung pada lokasi pecahnya pembuluh darah. Ada penderita stroke yang pulih sempurna, ada pula yang sembuh dengan cacat ringan, cacat sedang atau cacat berat. Dari catatan penelitian Yayasan Stroke Indonesia, tiap tahun setidaknya ada sekitar 180.000 orang yang mengalami cacat ringan, 80.000 orang mengalami cacat sedang, 60.000 orang mengalami cacat berat dan 80.000 orang meninggal dunia akibat stroke (dalam Gatra, 2001).

  Stroke yang mengakibatkan kecacatan pada penderitanya akan mempengaruhi semua aspek kehidupan seseorang baik secara pribadi, sosial, pekerjaan dan fisik (S.C Thompson dalam Taylor, 1995). Cacat yang diderita dapat mengakibatkan penderitanya tidak mampu melakukan banyak hal, misalnya : tidak mampu berbicara atau

berkomunikasi, tidak dapat jalan sendiri, harus dibantu buang air besar,

harus dibantu makan, masih ngompol, harus dibantu pindah dari tempat tidur ke kursi, harus dibantu berpakaian dan mandi. Selain itu, penderita dengan cacat akibat stroke juga mengalami gangguan potensial seksual baik pada pria maupun pada wanita.

  b. Kondisi Psikis Pasca Stroke Hibbard & Gordon (dalam Taylor, 1995) mengatakan bahwa kira-kira enam juta orang mengalami stroke setiap tahunnya dan lebih dari dua juta penderita stroke ini mengalami gangguan kognitif dan emosional. Gangguan emosional terutama berupa kecemasan, frustasi dan depresi merupakan masalah umum dijumpai pada penderita pasca stroke. Tidak jarang pula dijumpai masalah lain yaitu : pikiran yang kaku, tidak fleksibel, tidak sabar, mudah tersinggung, impulsif, kurang memahami masalah, tidak sensitif terhadap perasaan atau pendapat orang lain, persepsi sosial yang buruk (Kriswanto, 2001). Dari hasil penelitian Hartanti (2002) ditemukan bahwa secara umum masalah yang dihadapi penderita stroke adalah perasaan malu, rendah diri, kecemasan terhadap masa depan, kekhawatiran akan mengecewakan pasangan dalam melakukan hubungan seksual, kesulitan dalam mengambil keputusan, gangguan tidur dan minat seksual yang terganggu.

  Cohen dan Lazarus (dalam Cohen,1987) mengemukakan pendapat bahwa penyakit termasuk stroke seringkali dianggap sebagai kondisi yang tidak hanya mengancam hidup dan keselamatan jiwa seseorang namun juga mengancam konsep diri, keyakinan, fungsi sosial dan pekerjaan, nilai, komitmen dan keseimbangan emosional.

3. Depresi Pasca Stroke

  Stroke memaksa penderita menjadi tergantung kepada orang lain, juga dalam kebutuhan dasar untuk mandiri, tentu akan menimbulkan

depresi dan berkurangnya harga diri. Sekitar 25 – 50 % pasien stroke

mengalami depresi setelah serangan stroke (Andri, 2006). Para penderita

  

stroke sadar, kondisinya sudah lain untuk melakukan berbagai aktivitas

secara rutin, seperti makan harus disuapi, ketika berjalan menjadi lambat

dan mandi harus dibantu.

  Menurut dr. Andri (2006) depresi pasca stroke terjadi karena dua faktor yaitu :

  1. Depresi pasca stroke yang disebabkan faktor neurobiologik

Yaitu, depresi yang disebabkan karena adanya sumbatan atau pecahnya

pembuluh darah di otak sehingga jalur komunikasi ke daerah otak tersebut menjadi terhambat. Otak sendiri terdiri dari beberapa bagian yang tugasnya bermacam-macam. Bagian otak yang biasanya terkena

dampak akibat pecahnya pembuluh darah pada penderita stroke adalah

bagian otak yang mengatur fungsi perasaan dan gerakan sehingga penderita stroke akan mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan

akibat lumpuhnya sebagian tubuh dan gangguan suasana perasaan serta

tingkah laku.

  2. Depresi pasca stroke yang disebabkan faktor psikologik Yaitu, depresi yang disebabkan karena adanya ketidakmampuan penderita stroke dalam melakukan sesuatu. Secara psikologis,

penderita stroke mengalami suatu “kehilangan” yang sangat besar dan berharga dalam hidupnya. Yakni “kehilangan” kebebasannya untuk bergerak dan bekerja, kegagahannya, kekuatan anggota tubuhnya, kemandiriannya dan ketrampilannya. Bila hal ini sangat berat, berkepanjangan, tak terduga dan diluar kemampuan individu untuk mengatasi, terjadilah suatu gangguan mental emosional yang disebut depresi (Wicaksana, 1994).

  Penderita pasca stroke yang terkena depresi akan mengalami

disabilitas yang lebih berat dibandingkan yang tidak depresi. Feibel (dalam

Hartanti, 2002) mengemukakan bahwa depresi pasca stroke akan makin

memberat dan makin sering dijumpai sesudah 6 bulan sampai 2 tahun,

sedangkan menurut penelitian Amstrom, Adolfson dan Asplund (dalam

Hartanti, 2002) pada penderita stroke yang diikutinya sejak keluar rumah

sakit sampai 3 tahun, ternyata angka depresi sesudah 3 bulan meningkat

lagi pada tahun ke-3. Kepuasan hidup akan berkurang sesudah 2, 4, 5

tahun setelah serangan stroke.

  Depresi akan memperlambat proses penyembuhan, memperberat

gejala fisik dan menganggu program rehabilitasi sehingga pada akhirnya

akan menyebabkan meningkatnya angka kematian (Kompas, 2001).

Pendapat ini sesuai dengan sebuah penelitian lain (dalam Wicaksana,

1994) yang mengatakan bahwa depresi pasca stroke akan mempunyai

dampak negatif pada pemulihan fungsi pasien dan memperlambat

pemulihan kognitif pasien. Maka penanganan depresi pasca stroke dengan

cepat, tepat dan baik akan sangat membantu pemulihan keadaan pasien,

hingga lama perawatan di rumah sakit juga diperpendek. Dengan

penanganan yang baik, 70 % depresi akan sembuh meski penderita masih

mengalami gejala stroke. Gangguan depresi dapat diobati dengan

pemberian obat antidepresan minimal 6 bulan maupun intervensi psikologis dan sosial (Kompas, 2001). Taylor (1995) mengatakan bahwa psikoterapi merupakan salah satu intervensi psikologis yang dapat digunakan untuk menangani gangguan depresi pasca stroke. Psikoterapi dapat membantu pasien pasca stroke mempelajari bentuk coping yang baru, ketrampilan sosial dan menjaga pasien pasca stroke agar tidak

mengalami depresi kembali (Hibbard dalam Taylor, 1995). Namun, dalam

kenyataannya perhatian dokter ataupun tenaga medis terhadap kondisi psikis pasien pasca stroke masih sangat kurang karena prioritas pengobatan hanya ditujukan pada penyakit fisiknya saja, sehingga gangguan-gangguan psikis yang timbul tidak terdiagnosis dan terobati secara memadai (Tonam, Sylvia dan Martina, 2003).

4. Rehabilitasi Pasca Stroke

  Hartanti (2002) mengatakan bahwa penderita yang sudah terkena stroke memerlukan pengobatan dan perawatan pada waktu-waktu

selanjutnya agar tidak terjadi serangan ulang. Pengobatan jangka panjang

bahkan seumur hidup merupakan satu hal yang penting untuk mencegah serangan ulang stroke (Wibowo, 1999).

  Lamsudin (1999) mengemukakan apabila terjadi stroke yang kedua kalinya bahkan lebih maka kondisi penderita akan semakin buruk. Oleh

karena itu, semua penderita dengan serangan stroke akut dari yang sedang

sampai yang berat harus dimonitor dengan hati-hati sekali keadaan umumnya dan fungsi otaknya.

  Fisioterapi, terapi bicara dan terapi okupasional harus diberikan

sesegera mungkin. Program rehabilitasi stroke biasanya dilakukan pada

hari-hari pertama, yaitu sekitar 2 hari setelah serangan stroke, walaupun

penderita dalam keadaan koma. Harsono (1994) mengatakan bahwa

perawatan stroke, termasuk upaya rehabilitasi merupakan aktivitas fisik

dan mental yang melelahkan.

  Program rehabilitasi stroke yaitu sebuah program percepatan

pemulihan keadaan sekaligus mengurangi derajad ketidak mampuan

masing-masing penderita pasca stroke. Ada empat fungsi dari rehabilitasi

(Harsono, 1994) yaitu :

  1. Memulihkan ketrampilan lama (untuk anggota yang lumpuh)

  

2. Mengenalkan sekaligus melatih ketrampilan baru (untuk anggota tubuh

yang tidak lumpuh)

  3. Memperoleh kembali hal-hal yang telah hilang

  4. Mempengaruhi sikap penderita, keluarga dan kelompok terapeutik Rehabilitasi bersumber daya masyarakat merupakan salah satu

bentuk rehabilitasi dengan cara melakukan penyuluhan dan pelatihan

masyarakat di lingkungan pasien agar mampu menolong, setidaknya

bersikap tepat terhadap penderita.

  Dari beberapa penelitian (dalam Ritarwan, 2003) pemulihan

kesehatan dan fungsi aktivitas hidup sehari-hari penderita stroke cukup

bervariasi. Pemulihan yang paling cepat terjadi pada minggu pertama dan

menurun pada minggu ketiga sampai 6 bulan pasca stroke.

B. Masa Dewasa Madya

  1. Pengertian Dewasa Madya Gilbert Brim (dalam Santrock, 1995) berpendapat bahwa masa dewasa

madya adalah masa yang penuh dengan perubahan, perputaran dan

pergeseran. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh

Hurlock (1999) bahwa masa dewasa madya adalah masa transisi dimana

pria dan wanita akan melakukan berbagai perubahan minat, nilai, peran

dan pola perilaku sebagai bentuk penyesuaian dengan periode kehidupan

yang baru. Santrock (1995) mengatakan bahwa usia dewasa madya

sebagai periode perkembangan yang dimulai kira-kira pada usia 35-45

tahun hingga memasuki usia 60-an.

  2. Karakterisitik Dewasa Madya Perubahan adalah satu kata yang tak bisa lepas dari perkembangan

hidup manusia. Selama manusia hidup pasti mengalami berbagai

perubahan baik dalam hal fisik maupun peran. Demikian pula halnya

dengan individu yang ada pada masa dewasa madya, mereka selalu

diperhadapkan dengan berbagai macam perubahan-perubahan dalam

hidup. Adapun beberapa perubahan-perubahan itu antara lain : a. Perubahan fisik Santrock (1995) mengemukakan bahwa masa dewasa madya adalah masa terjadinya sejumlah perubahan fisik antara lain penurunan penglihatan, pendengaran dan kesehatan. Menurunnya keterampilan fisik yang dialami oleh dewasa madya tampak dari kesehatan yang

  

mulai memburuk. Masalah kesehatan yang utama bagi dewasa madya

adalah penyakit kardiovaskuler, kanker, berat badan, hipertensi dan gangguan pencernaan. Penyakit stroke juga merupakan salah satu

penyakit akut yang menjadi ancaman bagi dewasa madya karena bisa

menyebabkan kecacatan setelah usia 45 tahun sehingga banyak

penderita yang menjadi invalid atau tidak mampu lagi mandiri (Idris,

2007).

  b. Perubahan Peran Orang tua, khususnya ibu yang ada pada masa dewasa madya harus melakukan penyesuaian terhadap perannya yang baru

dikarenakan anak tidak tinggal lagi bersama orang tua sehingga peran

sebagai ibu yang mengurus anak bergeser. Setelah anak-anak tidak tinggal bersama orang tua, peran orang tua berubah menjadi peran yang berfokus pada pasangan. Akibatnya kepuasan perkawinan dan kepuasan seksual meningkat pada usia dewasa madya. Mayoritas

pasangan suami istri yang berusia di atas 50 tahun mengatakan bahwa

kehidupan seksual merupakan salah satu komponen yang penting

dalam hubungan pernikahan (Berk, 2007). Edward dan Berman (dalam

Berk, 2007) berpendapat bahwa frekuensi berhubungan seksual erat

kaitannya dengan kebahagiaan pernikahan dan hubungan suami istri

yang lebih positif. Campbell (dalam Santrock, 1995) mengatakan bahwa hubungan suami istri pada masa dewasa madya berada pada

  

fase siklus keluarga yang stabil, di mana pasangan mampu menerima

segala kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan.

  Dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut, individu dewasa

madya dituntut untuk melakukan penyesuaian. Kesulitan dalam

menyesuaikan diri dengan perubahan dalam hidup menyebabkan

timbulnya stress. Hurlock (1999) mengemukakan bahwa masa stress

merupakan salah satu ciri dari dewasa madya. Menurut Marmor (dalam

Hurlock, 1999) stress yang dialami oleh pria dan wanita dewasa madya

antara lain :

  

a. Stress somatik, yang disebabkan oleh keadaan jasmani yang

menunjukkan usia tua.

  

b. Stress budaya, yang berasal dari penempatan nilai yang tinggi pada

kemudaan, keperkasaan dan kesuksesan oleh kelompok budaya tertentu.

  

c. Stress ekonomi, yang diakibatkan oleh beban keuangan dari mendidik

anak dan memberikan status simbol bagi seluruh anggota keluarga.

  

d. Stress psikologis, yang mungkin diakibatkan oleh kematian suami atau

istri, kepergian anak dari rumah, kebosanan terhadap perkawinan, atau

rasa hilangnya masa muda dan mendekati ambang kematian.

  Selain harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan fisik dan

peran, individu yang ada pada usia dewasa madya juga memiliki beban

berupa tanggung jawab yang lebih besar daripada ketika mereka masih

remaja (Hurlock, 1999). Hal ini sesuai dengan tahap perkembangan yang

  

dikemukakan oleh Erikson (dalam Santrock, 1995) di mana masa dewasa

madya ada dalam tahap generativitas atau stagnasi. Generativitas mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap dapat dikerjakan guna meninggalkan warisan bagi generasi selanjutnya.

  

Individu berusia madya yang memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil

akan mengalami puncaknya pada usia ini sehingga mereka mampu memungut hasil dari kerja keras yang dilakukan sebelumnya (Hurlock,

1999). Oleh karena itu, masa dewasa madya sering disebut sebagai masa

berprestasi, di mana individu yang berada pada usia dewasa madya biasanya sedang menikmati puncak karir dan hasil dari kesuksesan

mereka. Mereka mengalami keberhasilan baik di bidang keuangan, sosial,

kekuasaan dan prestise. Rhodes dan Tamir (dalam Santrock, 1995) juga mengatakan bahwa masa dewasa madya merupakan masa di mana kepuasan kerja meningkat secara stabil, baik orang dewasa yang berpendidikan tinggi maupun yang tidak berpendidikan tinggi. Berk (2007) mengemukakan bahwa masa dewasa madya adalah masa di mana individu merasakan perasaan bahagia dan berfungsi sepenuhnya. Sebaliknya, jika mereka yang ada pada usia dewasa madya tidak dapat

meninggalkan warisan bagi generasi selanjutnya maka mereka ada dalam

tahap stagnasi.

3. Tugas Perkembangan Dewasa Madya

  Menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1999) tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia

dan membawa ke arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas

berikutnya. Berikut ini adalah tugas-tugas perkembangan pria dan wanita dewasa madya : a. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara.

  b. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.

  

c. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk

orang dewasa.

  d. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu

e. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan

fisiologis yang terjadi pada tahap ini.

  

f. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam

karier pekerjaan.

  g. Menyesuaikan diri dengan orang tua yang semakin tua.

  Hurlock (1999) mengemukakan bahwa sebagian besar pengembangan tugas-tugas usia madya diarahkan pada persiapan individu demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua. Individu yang berhasil melaksanakan tugas tersebut akan merasa bahagia dan hal ini akan menunjang keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya. Kegagalan pada tugas-tugas tersebut dapat mengakibatkan perasaan kurang bahagia, penolakan dari masyarakat dan kesulitan dalam melaksanakan tugas-tugas selanjutnya. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang gagal dalam menguasai tugas-tugas perkembangan adalah kesehatan yang buruk dan cacat tubuh (Hurlock, 1999).

C. Coping Pada Penderita Pasca Stroke

1. Pengertian Coping

  Setiap individu memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam menghadapi tekanan akibat penyakit yang dialaminya. Hasil penelitian Kimball (dalam Cohen, 1979) menemukan bahwa pasien penyakit jantung yang mengalami depresi akibat penyakitnya menunjukkan angka kematian yang besar setelah operasi jantung. Sedangkan pasien yang “menerima” (optimis dan percaya diri) sebelum operasi retina menunjukkan pemulihan kesehatan yang cepat. Respon individu yang ditujukan terhadap stressor, baik itu berupa sikap, perasaan atau pikiran individu dalam usaha untuk mengatasi, menahan atau menurunkan efek negatif dari situasi yang mengancam disebut coping (Baron dan Byrne dalam Nurhayati, 1994).

  Cohen (1979) juga mengemukakan bahwa mengalami suatu penyakit merupakan suatu ancaman bagi kehidupan sehingga dibutuhkan usaha coping.

  Lazarus dan Folkman (1984) mengatakan bahwa coping adalah proses perubahan pikiran dan tingkah laku untuk mengelola tuntutan internal maupun eksternal yang melampaui sumber daya. Secara singkat,

  

coping adalah usaha untuk mengelola stress dalam berbagai cara yang

efektif. Adapun tujuan coping dalam proses pemulihan dari sakit (Cohen

dan Lazarus, 1979) adalah :

  

1. Mengurangi hal-hal yang membahayakan dari situasi dan kondisi

lingkungan, serta meningkatkan kemampuan untuk pulih

  

2. Menyesuaikan diri terhadap kejadian-kejadian negatif yang dijumpai

dalam kehidupan nyata

  3. Mempertahankan citra diri yang positif

  4. Mempertahankan keseimbangan emosional

  5. Meneruskan hubungan yang memuaskan dengan orang lain Cohen dan Lazarus (dalam Cohen,1987) mengemukakan pendapat

bahwa coping merupakan sebuah usaha pengelolaan stress yang dilakukan

oleh seseorang, baik bersifat intrapsikis maupun tindakan nyata. Adapun

usaha-usaha pengelolaan stress yang dilakukan adalah usaha untuk

menguasai, memberi toleransi, memperkecil dan mengurangi tuntutan

eksternal maupun internal beserta konflik-konflik yang ada, khususnya

konflik yang banyak menguras sumber daya dalam diri seseorang. Cohen

(1987) mengatakan bahwa coping dapat terjadi sebagai bentuk antisipasi

dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan ataupun sebagai bentuk

reaksi dari tekanan yang dialami akibat situasi yang merugikan pada saat

ini atau masa lalu. Coping tidak hanya berupa satu tindakan tunggal tapi

merupakan sebuah proses untuk mengatasi atau menghadapi berbagai

macam stressor (Huffman, 1997).

  Dari setiap pengertian coping di atas maka peneliti mengambil

kesimpulan bahwa coping adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang

baik bersifat intrapsikis maupun tindakan nyata sebagai bentuk reaksi

seseorang untuk mengatasi, menahan atau menurunkan efek negatif dari

situasi yang mengancam akibat penyakit yang dideritanya dan menguras

sumber daya penderita penyakit tersebut.

2. Strategi Coping

  Coping merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh pada

kondisi pemulihan dari penyakit dan operasi (Cohen, 1979). Lazarus dan

Folkman (1984) mengatakan bahwa keefektifan strategi coping tergantung

pada kecocokan antara penggunaan strategi coping dengan dapat atau

tidaknya situasi tersebut dikontrol. Lazarus dan Folkman (1984)

mengemukakan 2 bentuk strategi coping berdasarkan fungsinya, yaitu

problem-focused coping (PFC) dan emotional-focused coping (EFC).

  Hamburg, Coelho, Adam, Lazarus (dalam Kasl dan Cooper, 1995) mendefinisikan problem-focused coping sebagai usaha untuk

menyelesaikan tuntutan internal dan lingkungan dengan menciptakan

suatu tindakan tertentu. Lazarus dan Folkman (1984) berpendapat bahwa

problem-focused coping (PFC) digunakan ketika seseorang memiliki

kesempatan untuk mengubah situasi yang penuh tekanan. Hal ini sejalan

dengan pendapat Huffman (1997) yang mengatakan bahwa, problem-

focused coping merupakan strategi coping yang mana situasi stress

dianggap sebagai suatu masalah dan menggunakan strategi problem

  solving untuk mengatasi masalahnya tersebut. Ada 5 komponen dari problem-focused coping (Carver et al, 1989) yaitu: a. Active Coping, merupakan proses pengambilan langkah secara aktif

untuk menghilangkan tekanan atau memperbaiki dampaknya. Cara ini

melibatkan pengambilan tindakan logis, peningkatan upaya seseorang

dan mencoba untuk melaksanakan cara coping yang bijak.

  

b. Planning, merupakan upaya memikirkan bagaimana mengatasi

tekanan yang didalamnya terdapat strategi-strategi tindakan,

memikirkan langkah yang akan dilakukan dan bagaimana penanganan

terbaik untuk penyelesaian masalah.

  c. Suppression of Competing Activities, merupakan usaha individu untuk berkonsentrasi pada usaha penyelesaian masalah dan

mengesampingkan hal-hal atau aktivitas lain yang dianggap tidak

perlu.

  d. Restraint Coping, merupakan usaha untuk menahan diri melakukan

respon terhadap masalah sampai ada kesempatan atau waktu yang

dianggap tepat.

  e. Seeking Social Support for instrumental reasons, merupakan usaha

untuk mencari dukungan sosial, misalnya berupa nasehat, informasi

dan bantuan dari orang lain.

  

Hamburg, Coelho, Adam, Lazarus (dalam Kasl dan Cooper, 1995)

mendefinisikan emotional-focused coping sebagai usaha untuk

mengurangi perasaan stress yang tidak menyenangkan, yang kemudian

  

disertai tindakan-tindakan tertentu. Emotional-focused coping berfungsi

untuk mengatur emosi atau tekanan dengan cara mengubah persepsi

terhadap situasi yang penuh tekanan tersebut dianggap bukan masalah.

Lazarus dan Folkman (1984) mengatakan bahwa emotional-focused

coping (EFC) digunakan ketika terdapat penilaian bahwa tidak ada

sesuatupun yang bisa dilakukan untuk mengubah situasi yang penuh

tekanan selain dengan menerima situasi tersebut. Ada 8 komponen

tindakan dari emotional-focused coping (Carver et al, 1989) yaitu:

  

a. Positive Reinterpretation and Growth, merupakan usaha individu

untuk berpikir positif atas masalah yang dihadapinya.

  

b. Acceptance, merupakan sikap menerima suatu keadaan karena situasi

tersebut sulit diubah.

  

c. Denial, merupakan usaha untuk menolak realita untuk membuat emosi

menjadi stabil.

  

d. Behavioral Disengagement, merupakan kecenderungan untuk

menurunkan upaya dalam mengatasi tekanan dengan cara menghentikan upaya untuk mencapai tujuan (menyerah).

  

e. Mental Disengagement, merupakan upaya alternatif untuk melupakan

masalah dengan cara melamun, menonton TV, dll.

  

f. Turning to Religion, merupakan upaya yang dilakukan untuk kembali

pada agama karena agama dapat menjadi sumber dukungan moral dan

memperkuat sikap berpikir positif.

  

g. Focus on and venting emotion, merupakan upaya yang dilakukan

seseorang dengan cara melepaskan perasaan atau emosinya misalnya

dengan menangis atau marah.

  

h. Seeking Social Support for Emotional Reasons, merupakan upaya

untuk mencari dukungan sosial seperti mendapat dukungan moral,

simpati atau pengertian dari orang lain.

  Peneliti lain yaitu Miller (dalam Nurhayati, 1994) membagi strategi

coping berdasarkan kecenderungan mencari informasi. Adapun

pembagiannya ada dua tipe, yaitu : tipe monitoring (pencari informasi) dan

tipe blunting (menghindari informasi). Banyak penelitian yang dilakukan

untuk mengungkap kecenderungan penggunaan strategi coping terhadap suatu penyakit. Dari hasil penelitian Cohen dan Lazarus (dalam Felton dan Revenson, 1984) ditemukan bahwa pencarian informasi merupakan bentuk

strategi coping yang paling umum digunakan dalam menghadapi suatu

penyakit dan pengobatannya. Felton dan Revenson, (1984) mengatakan

bahwa pencarian informasi yang sering dilakukan adalah bertanya pada

orang lain yang dinilai memahami apa yang ingin diketahui, misalnya

pada dokter, membaca buku atau artikel yang membahas masalah yang

ingin diketahui. Semakin banyak informasi yang diingini diperoleh maka

strategi coping menjadi efektif karena informasi membantu individu untuk

mempersiapkan diri mengendalikan situasi yang dihadapinya.

  Cohen dan Lazarus (dalam Felton dan Revenson, 1984)

mengemukakan beberapa strategi coping yang sering digunakan oleh

  

orang dewasa dalam menghadapi penyakit fisiologis yang dideritanya

yaitu : pengingkaran, ketidak pedulian, pencarian informasi, penolakan,

mencoba mempelajari hal-hal khusus yang berkaitan dengan penyakit

yang dideritanya, lari ke angan-angan, menyalahkan orang lain, dan

mencari perhatian orang lain.

  Berdasarkan hasil penelitian strategi coping pada penderita hipertensi

yang dilakukan oleh Miller, Leinbach dan Brody (1989) dan penelitian

strategi coping pada penderita Rheumatoid Arthritis yang dilakukan oleh

Felton dan Revenson (1989) menunjukkan bahwa sebagian besar penderita

penyakit hipertensi dan Rheumatoid Arthritis yang melakukan coping

bentuk problem-focused coping ternyata akan mampu menghadapi

penyakitnya dan mampu menghadapi prosedur medis yang diterapkan

pada dirinya dengan perasaan lebih positif. Penderita yang melakukan

strategi coping bentuk emotional-focused coping cenderung memiliki

perasaan negatif terhadap penyakitnya dan prosedur medis yang diterapkan pada dirinya. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa problem-

focused coping lebih efektif digunakan oleh penderita penyakit fisiologis

dibandingkan dengan penderita penyakit fisiologis yang menggunakan

emotional-focused coping. Penelitian mengenai strategi coping juga

dilakukan oleh Vitaliano, Katon, Maiuro (1989) yang meneliti coping pada

penderita sakit jantung yang disertai dengan gangguan psikiatri dan yang

tidak mengalami gangguan psikiatri. Adapun hasil dari penelitian ini

menemukan bahwa problem-focused coping digunakan oleh penderita sakit jantung yang tidak mengalami gangguan psikiatri sedangkan bentuk

coping menghindar dan lari ke angan-angan digunakan oleh penderita

sakit jantung yang mengalami gangguan psikiatri.

  Charles Holahan dan Rudolf Moss (dalam Passer dan Smith, 2004) mengatakan bahwa individu yang menggunakan problem-focused coping lebih mampu menyesuaikan diri dengan situasi stress sedangkan individu

yang menggunakan emotional-focused coping khususnya berupa

penghindaran tidak mampu menyesuaikan diri dengan situasi stress

bahkan cenderung menjadi depresi. Penelitian lain yang dilakukan oleh

Snyder (dalam Passer dan Smith, 2004) juga menemukan bahwa

penggunaan emotional-focused coping khususnya penghindaran,

penyangkalan dan lari ke angan-angan akan mengakibatkan individu tidak

mampu dalam menyesuaikan diri terhadap situasi stress. Di sisi lain,

komponen-komponen emotional-focused coping selain penghindaran,

penyangkalan dan lari ke angan-angan efektif dalam mengatasi situasi

stress (DeLongis dan Meichenbaum dalam Passer dan Smith, 2004).

  Levine et al (dalam Carver, 1989) mengemukakan bahwa denial

akan berguna membantu menurunkan stress jika digunakan pada awal

masa stress namun jika digunakan secara terus-menerus menjadi tidak

efektif. Pendapat ini sesuai dengan Carver et al (1989) yang mengemukakan bahwa bentuk coping tertentu akan menjadi tidak berguna jika digunakan periode waktu yang lama sementara ada bentuk coping yang lebih berguna jika digunakan. Passer dan Smith (2004) mengemukakan bahwa tidak ada strategi coping

atau teknik yang efektif dalam semua situasi. Keefektifan coping yang

digunakan tergantung pada karakteristik situasi, kecocokan antara situasi

dengan teknik yang digunakan dan kemampuan individu dalam menyelesaikan

suatu masalah. Individu akan dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap

situasi stress dalam hidupnya termasuk ketika mengalami suatu penyakit jika

individu tersebut mampu menguasai berbagai macam teknik coping dan tahu

bagaimana serta kapan menggunakan teknik tersebut agar efektif menghadapi

stressor. Folkman dan Lazarus, Dunkel-Schetter, Delongis dan Gruen (1986)

mengatakan bahwa kebanyakkan individu menggunakan kedua tipe strategi

coping secara simultan.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Coping

  Lazarus dan Folkman (dalam Huffman, 1997) mengatakan bahwa cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yang meliputi :

  a. Kesehatan Mental dan Energi Aldwin dan Revenson (1987) mengemukakan bahwa individu yang kurang sehat mental cenderung menggunakan bentuk coping menghindar (avoidance coping). Bentuk coping ini cenderung kurang efektif dibandingkan dengan individu yang memiliki kesehatan mental yang baik.

  Huffman (1997) mengatakan bahwa individu yang kuat memiliki cara mengatasi stress yang lebih baik dan mampu bertahan tanpa mengalami tahap keletihan dalam mengatasi stress.

  b. Keyakinan atau pandangan yang positif Gambaran diri dan sikap yang positif merupakan sumber coping

yang sangat efektif. Salah satu bentuk sikap yang positif adalah adanya

harapan. Lazarus dan Folkman (dalam Huffman, 1997) mengatakan

bahwa harapan bisa berasal dari keyakinan pada diri sendiri. Dengan

adanya harapan, seseorang menjadi mampu untuk merancang strategi

coping yang akan digunakan. Selain berasal dari keyakinan diri

sendiri, harapan bisa juga berasal dari keyakinan akan orang lain,

misalnya keyakinan pada dokter yang menangani penyakit yang

diderita ataupun keyakinan pada Tuhan. Keyakinan merupakan sumber

daya psikologis yang sangat penting.

c. Internal Locus of Control

  Seseorang yang memiliki internal locus of control yang tinggi biasanya mampu mengontrol setiap kejadian yang terjadi dalam hidupnya sehingga akan sukses dalam mengatasi tekanan yang dihadapinya. Wallston dan Maides (dalam Huffman, 1997)

mengemukakan bahwa pasien yang memiliki internal locus of control

biasanya suka mencari informasi mengenai penyakit yang dideritanya

dan lebih rutin mengikuti program kesehatan sedangkan pasien dengan

  

external locus of control akan merasa bahwa dirinya tidak berdaya dan

tidak memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan dan penyakitnya.

  d. Keterampilan Sosial Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan

bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial

yang berlaku di masyarakat. Huffman (1997) mengatakan bahwa

keterampilan sosial tidak hanya membantu kita dalam berinteraksi

dengan orang lain namun juga membantu kita untuk

mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan kita sehingga dapat

mengurangi hostilitas terhadap situasi yang sedang dihadapi.

  e. Dukungan Sosial Dukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan

informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang

tua, anggota keluarga lain, saudara, teman dan lingkungan masyarakat sekitar. Huffman (1997) mengatakan bahwa dukungan sosial membantu seseorang untuk mengatasi tekanan yang sedang

dihadapinya karena seseorang bisa belajar mengenai teknik-teknik

menghadapi tekanan dari orang lain yang memiliki masalah yang

serupa dengan dirinya. Bantuan atau dukungan keluarga merupakan

salah satu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang mengalami

stroke (Hartanti, 2002). Hasil penelitian Pierce et al (dalam Hartanti,

2002) menunjukkan bahwa individu yang memperoleh dukungan

sosial, tingkat depresinya lebih rendah bila dibandingkan dengan yang tidak memperoleh dukungan sosial. Selain itu, individu yang memiliki dukungan sosial cenderung memilih bentuk coping yang adaptif daripada bentuk coping yang menghindar.

  f. Sumber Material Meliputi sumber daya baik berupa uang, barang ataupun layanan yang biasanya dapat dibeli. Uang merupakan salah satu sumber yang dapat mengurangi dampak akibat stress. Dengan menggunakan uang seseorang dapat mencari bantuan medis untuk mengobati penyakitnya atau mencari bantuan psikologis. Pearlin dan Billings (dalam Nurhayati, 1994) juga mengemukakan bahwa status ekonomi mempengaruhi penggunaan bentuk coping. Individu dengan status ekonomi yang tinggi cenderung menggunakan bentuk coping adaptif yang mengandung unsur fleksibilitas, logis dan realistis.

  Pearlin dan Billings (dalam Nurhayati, 1994) menemukan bahwa

status sosial juga berpengaruh terhadap kecenderungan perilaku coping.

  

Pekerjaan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi status sosial

khususnya bagi individu yang ada pada usia dewasa madya karena pada

masa dewasa madya seorang individu akan mengalami kestabilan karir dan

peningkatan prestasi kerja (Santrock, 1995). Makin tinggi status sosial

individu cenderung menggunakan bentuk coping yang adaptif.

  Folkman dan Lazarus (1986) mengatakan bahwa kepribadian

merupakan faktor penting yang mempengaruhi respon coping individu.

  

Individu dengan ciri kepribadian yang berbeda-beda akan memiliki

  

kemampuan mempersepsi, menilai, mengevaluasi dan bereaksi terhadap

stimulus secara berbeda antara individu yang satu dengan yang lain.

  

Individu yang mampu mempersepsikan bahwa dirinya memiliki

kesempatan untuk berhasil dalam mengatasi stimulus yang mengancam

cenderung menggunakan coping yang adaptif sedangkan individu yang

mempersepsi bahwa dirinya akan gagal dalam mengatasi stimulus yang

mengancam akan menggunakan bentuk coping menghindar. Karakteristik

kepribadian yang paling banyak diteliti adalah pola perilaku kepribadian

Tipe A dan tipe B. Menurut beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa

individu dengan tipe kepribadian A cenderung melakukan coping dalam bentuk mencari pokok masalah (problem-focused coping) Folkman dan Lazarus (dalam Brannonn, 1996), juga menemukan

bukti bahwa terdapat perbedaan jenis kelamin dalam pengalaman stress.

Dalam penelitiannya, pria memiliki kecenderungan menggunakan strategi

problem-focused coping untuk mengatasi stress. Kecenderungan pria

untuk menggunakan teknik yang berorientasi pada tindakan konsisten

dengan pandangan stereotip bahwa pria mengambil tindakan untuk

mengatasi masalah. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan

oleh J.T. Ptacek, Ronald Smith dan John Zanas (dalam Brannon, 1996)

yang mengatakan bahwa pria diduga bereaksi secara aktif dan wanita

diduga bereaksi secara emosional terhadap stress. Menurut mereka, hal ini

dikarenakan perbedaan situasi stress yang dialami pria dan wanita.

Plutchik (1995) mengemukakan bahwa subjek yang banyak dipengaruhi oleh emosi seperti mudah tersentuh, perasa atau sensitif dan spontan banyak menggunakan emotional-focused coping. Namun, dalam penelitian Folkman dan Lazarus ditemukan tidak ada perbedaan frekuensi emotional- focused coping antara pria dan wanita. Peneliti lain yaitu Sandra Hamilton dan Beverly Fagot (Brannon, 1996) menemukan bahwa baik pria maupun wanita menggunakan strategi coping yang sama dalam situasi yang sama.

  Pearlin dan Billings (dalam Nurhayati, 1994) menunjukkan bahwa ada perbedaan penggunaan bentuk coping pada individu dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Individu dengan tingkat pendidikan yang tinggi cenderung menggunakan problem-focused coping. Peneliti lain yaitu Menaghan (dalam Nurhayati, 1994) juga menemukan bahwa orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan realistis dan lebih aktif dalam memecahkan masalah dibandingkan orang-orang yang kurang berpendidikan sehingga mereka cenderung menggunakan bentuk coping menghindar. Menurut Pearlin dan Billings (dalam Nurhayati, 1994) faktor usia juga mempengaruhi penggunaan bentuk coping. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Berk (2007) yang mengatakan bahwa individu yang berusia dewasa madya cenderung memiliki bentuk coping yang efektif.

D. Strategi Coping Pada Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya

  Penyakit stroke termasuk salah satu penyakit yang merupakan ancaman bagi individu yang ada pada usia dewasa madya karena insidensi stroke

  

semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya umur, hal ini merupakan salah

satu karakteristik stroke (Harsono, 1994).

  Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan

aliran darah dalam otak yang dapat timbul mendadak (dalam beberapa detik)

atau secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala atau tanda yang sesuai

dengan daerah yang terganggu. Gejala stroke tergantung pada dimana lokasi

pecahnya pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah di otak tersebut akan

berpengaruh pada semua aspek kehidupan seseorang baik secara pribadi,

sosial, pekerjaan dan fisik (S.C Thompson dalam Taylor, 1995).

  Stroke akan mengakibatkan perubahan pada kondisi fisik maupun psikis

bagi penderitanya. Kondisi fisik seseorang setelah mengalami serangan stroke

(pasca stroke) sangat beragam tergantung pada lokasi pecahnya pembuluh

darah. Ada penderita stroke yang pulih sempurna, ada pula yang sembuh

dengan cacat ringan, cacat sedang ataupun cacat berat. Cacat yang diderita

dapat mengakibatkan penderitanya tidak mampu melakukan banyak hal

sehingga memaksa penderita menjadi tergantung kepada orang lain, juga

dalam kebutuhan dasar untuk mandiri. Penderita pasca stroke juga mengalami

gangguan pontesial seksual baik pada pria maupun pada wanita.

  Selain mengalami perubahan pada kondisi fisik, penderita pasca stroke

juga mengalami gangguan pada kondisi psikisnya. Gangguan yang mereka

alami antara lain adalah gangguan kognitif dan emosi. Gangguan emosi yang

mereka alami antara lain kecemasan, frustasi dan depresi.

  

Sekitar 25 – 50 % pasien stroke mengalami depresi setelah serangan stroke

(Andri, 2006). Depresi pasca stroke akan mempunyai dampak negatif pada

pemulihan fungsi pasien dan memperlambat pemulihan kognitif pasien. Maka

penanganan depresi pasca stroke dengan cepat, tepat dan baik akan sangat

membantu pemulihan keadaan pasien, hingga lama perawatan di rumah sakit

juga diperpendek. Namun, dalam kenyataannya perhatian dokter ataupun

tenaga medis terhadap kondisi psikis pasien pasca stroke masih sangat kurang

karena prioritas pengobatan hanya ditujukan pada penyakit fisiknya saja,

sehingga gangguan-gangguan psikis yang timbul tidak terdiagnosis dan

terobati secara memadai (Tonam, Sylvia dan Martina, 2003).

  

Perubahan kondisi fisik dan psikis yang dialami penderita pasca stroke

dinilai sebagai situasi stressfull bagi penderita pasca stroke karena perubahan

tersebut akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan dari penderitanya.

Untuk mengatasi, menahan atau menurunkan aneka bentuk tekanan masalah

yang ada dalam diri penderita pasca stroke dewasa madya dibutuhkan sebuah

upaya yang disebut coping. Coping dapat berupa sikap, perasaan atau pikiran

individu dalam usaha untuk mengatasi, menahan atau menurunkan efek

negatif dari situasi yang mengancam (Baron dan Byrne dalam

Nurhayati,1994).

  

Coping akan sangat berpengaruh pada tingkat stress yang dialami oleh

seseorang termasuk penderita stroke. Adapun tujuan coping dalam proses

pemulihan dari sakit (Cohen dan Lazarus, 1979) adalah :

  1. Mengurangi hal-hal yang membahayakan dari situasi dan kondisi lingkungan, serta meningkatkan kemampuan untuk pulih

  2. Menyesuaikan diri terhadap kejadian-kejadian negatif yang dijumpai dalam kehidupan nyata

  3. Mempertahankan citra diri yang positif

  4. Mempertahankan keseimbangan emosional

  5. Meneruskan hubungan yang memuaskan dengan orang lain Lazarus (1984) membedakan strategi coping menjadi dua bentuk, yaitu

problem-focused coping dan emotional-focused coping. Problem-focused

coping yaitu usaha nyata berupa perilaku individu untuk mengatasi masalah,

tekanan, tantangan dengan mengubah kesulitan hubungan dengan lingkungan

sedangkan emotional-focused coping yaitu usaha untuk memperoleh rasa nyaman dan memperkecil tekanan yang dirasakan, hal ini sifatnya sementara.

E. Skema Penelitian

  

Stroke ancaman Pasca stroke

bagi dewasa pada dewasa madya madya Perubahan : Butuh usaha coping :

  1. Kondisi fisik : gangguan motorik dan potensial

  1. Problem-focused coping seksual

  2. Emotional-focused coping

  2. Kondisi psikis : gangguan emosi dan kognitif

F. Pertanyaan Penelitian

  Pertanyaan dalam penelitian ini adalah strategi coping apakah yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya dan pada tingkat mana strategi coping tersebut digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya?

  1. Secara umum

  2. Berdasarkan jenis kelamin

  3. Berdasarkan tingkat pendidikan

  4. Berdasarkan jenis dan status pekerjaan

  5. Berdasarkan lama masa pasca stroke

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

  deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang hendak diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2000). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diperoleh melalui analisis skor jawaban subjek pada skala strategi coping sehingga nantinya akan diperoleh gambaran ataupun deskripsi mengenai strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya.

B. Identifikasi Variabel

  Variabel penelitian adalah atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2000). Adapun variabel penelitian pada penelitian ini adalah strategi coping pada penderita pasca stroke dewasa madya.

C. Definisi Operasional

  Data mengenai strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke

dewasa madya diperoleh melalui respon subjek terhadap skala. Skala strategi

coping yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bentuk skala yaitu

skala problem-focused coping dan skala emotional-focused coping. Problem-

focused coping adalah usaha berupa tindakan nyata yang dilakukan penderita

pasca stroke untuk menghadapi situasi stress pasca stroke sedangkan

emotional-focused coping adalah usaha yang dilakukan oleh penderita pasca

stroke untuk mengatasi situasi stress pasca stroke dengan cara mengatur

emosinya. Jadi, akan diperoleh skor tersendiri untuk masing-masing strategi

coping.

  Skor problem-focused coping diperoleh dari 5 komponen problem-focused coping yang dikemukakan oleh Carver et al (1989), yaitu :

  1) Active Coping (AC), merupakan proses pengambilan langkah secara aktif untuk menghilangkan tekanan yang dialami akibat stroke atau memperbaiki dampak stroke. 2) Planning (P), merupakan upaya memikirkan bagaimana mengatasi tekanan akibat sakit stroke yang didalamnya terdapat strategi-strategi tindakan, memikirkan langkah yang akan dilakukan dan bagaimana penanganan terbaik untuk mengatasi dampak stroke.

  3) Suppression of Competing Activities (SCA), merupakan usaha individu untuk berkonsentrasi pada usaha penyelesaian masalah dan mengesampingkan hal-hal atau aktivitas lain yang dianggap tidak perlu.

  

4) Restraint Coping (RC), merupakan usaha untuk menahan diri

melakukan respon terhadap usaha pemulihan kesehatan akibat stroke

sampai ada kesempatan atau waktu yang dianggap tepat.

5) Seeking Social Support for Instrumental Reasons (SSSIR), merupakan

usaha untuk mencari dukungan sosial, misalnya nasehat, informasi dan

bantuan dari orang lain.

  Skor emotional-focused coping diperoleh dari 8 komponen

emotional-focused coping yang dikemukakan oleh Carver et al (1989),

yaitu :

1) Positive Reinterpretation and Growth (PRG), merupakan usaha

individu untuk berpikir positif atas masalah yang dihadapinya.

2) Acceptance (A), merupakan sikap menerima kondisi pasca stroke

karena situasi tersebut sulit diubah.

  

3) Denial (D), merupakan usaha untuk menolak realita bahwa dirinya

mengalami stroke untuk membuat emosi menjadi stabil.

  

4) Behavioral Disengagement (BD), merupakan kecenderungan untuk

menurunkan upaya dalam mengatasi tekanan akibat stroke dengan cara

menghentikan upaya untuk mencapai tujuan pemulihan kesehatan (menyerah).

  

5) Mental Disengagement (MD), merupakan upaya alternatif untuk

  6) Turning to Religion (TR), upaya yang dilakukan untuk kembali pada agama karena agama dapat menjadi sumber dukungan moral dan memperkuat sikap berpikir positif.

7) Focus on and venting emotion (FVE), upaya yang dilakukan seseorang dengan cara melepaskan perasaan atau emosinya.

  8) Seeking Social Support for Emotional Reasons (SSSER), upaya untuk mencari dukungan sosial seperti mendapat dukungan moral, simpati atau pengertian dari orang lain. Semakin tinggi skor subjek pada item-item yang mengungkap problem- focused coping berarti subjek memiliki kecenderungan yang tinggi menggunakan problem-focused coping dalam menghadapi situasi stress pasca stroke. Demikian pula halnya dengan perolehan skor pada item-item yang mengungkap emotional-focused coping, semakin tinggi skor subjek pada item-item yang mengungkap emotional-focused coping berarti subjek memiliki kecenderungan yang tinggi menggunakan emotional-focused coping dalam menghadapi situasi stress pasca stroke.

D. Subjek Penelitian

  Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan cara memilih sekelompok subjek berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat

  Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih penderita pasca stroke yang

sedang melakukan check-up kesehatan maupun sedang mengikuti program

rehabilitasi di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan dan Rumah Sakit

Bethesda Yogyakarta. Adapun kriteria subjek dalam, penelitian ini adalah :

  1. Pria dan wanita dengan usia antara 40-60 tahun

  2. Pernah mengalami stroke dan dalam kondisi pemulihan pasca stroke

  

3. Sedang menjalani program rehabilitasi pasca stroke di rumah sakit tertentu

Peneliti memilih subjek penelitian pria dan wanita yang berusia 40-60

tahun karena pada usia tersebut individu dikatakan memasuki usia dewasa

madya, selain itu pada usia tersebut banyak individu yang memiliki masalah

kesehatan khususnya stroke. Santrock (1995) mengemukakan bahwa masa

dewasa madya adalah masa di mana seseorang akan mengalami kestabilan di

bidang karir dan hubungan keluarga. Kestabilan ini akan menjadi tidak artinya

jika seorang individu terserang stroke karena stroke akan mengakibatkan

kecacatan bagi penderitanya. Alasan peneliti untuk memilih subjek penelitian

yang pernah mengalami stroke dan dalam kondisi pemulihan pasca stroke

ataupun sedang menjalani program rehabilitasi pasca stroke didasarkan pada

pertimbangan agar peneliti benar-benar mendapat data penelitian sesuai

dengan tujuan penelitian ini, yaitu memberi gambaran mengenai strategi

coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke.

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

1. Metode Pengumpulan Data

  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan penyebaran skala yang diisi oleh subjek. Skala merupakan kumpulan pernyataan yang disusun dengan cara tertentu mengenai suatu objek yang hendak diungkap dari diri subjek. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala “Strategi Coping”. Pada skala tersebut juga disertakan beberapa pertanyaan untuk mengungkap identitas diri subjek penelitian seperti nama, usia, jenis kelamin dan pendidikan terakhir, pekerjaan, alamat dan lama sakit.

  Skala strategi coping yang digunakan dalam penelitian ini merupakan skala baru yang disusun oleh penulis sendiri namun menggunakan pendapat Carver et al (1989) dalam penyusunan item-item skala strategi coping. Butir-butir item dalam skala strategi coping ini disusun menggunakan metode summated ratings yang popular dengan nama pengembangan skala Likert. Skala ini terdiri atas 5 kategori jawaban, yaitu : sangat sesuai (SS), sesuai (S), netral (N), tidak Sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS). Melalui kategori jawaban ini, dapat dilihat kecenderungan responden ke arah sesuai atau tidak sesuai. Dalam penelitian ini hanya digunakan 4 kategori jawaban, kategori netral (N) tidak disertakan. Hadi (1991) mengatakan bahwa pengembangan skala Likert yang terdiri dari 4 kategori jawaban dimaksudkan untuk kategori jawaban. Kategori netral yang terdapat pada pengembangan skala Likert dengan 5 kategori jawaban memiliki arti ganda, yaitu bisa diartikan belum dapat memutuskan atau ragu-ragu. Tersedianya jawaban netral atau tengah menimbulkan kecenderungan untuk menjawab ke tengah (Central Tendency Effect) terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan arah jawabannya. Oleh karena itu, pengembangan skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan skala Likert yang terdiri atas 4 kategori jawaban.

2. Alat Pengumpulan Data

  Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala strategi coping. Skala ini bertujuan untuk melihat bentuk strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya. Skala ini merupakan skala baru yang disusun oleh peneliti sendiri namun mengacu pada komponen strategi coping yang dikemukakan oleh Carver et al (1989). Komponen problem-focused coping terdiri dari activate coping, planning, suppression of competing activities, restraint coping dan seeking social support for instrumental reason sedangkan komponen emotional- focused coping terdiri dari positive reinterpretation and growth, acceptance, denial, behavioral disengagement, mental disengagement, turning to religion, focus on and venting emotion dan seeking social support for emotional reasons.

  3. Skoring Pemberian skor pada setiap item adalah, sbb : SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Untuk lebih jelasnya, lihat tabel 1.

  Tabel 1 Skor Skala Strategi Coping Jawaban Skoring SS 4 S 3 TS 2 STS 1 Subjek yang memiliki nilai skor yang tinggi pada item-item yang

mengungkap problem-focused coping memiliki arti bahwa subjek tersebut

cenderung menggunakan problem-focused coping dalam menghadapi

situasi stress pasca stroke. Demikian pula, jika subjek memiliki nilai skor

yang tinggi pada item-item yang mengungkap emotional-focused coping

memiliki arti bahwa subjek tersebut cenderung menggunakan emotional-

focused coping dalam menghadapi situasi stress pasca stroke.

  4. Isi Skala Selanjutnya, di bawah ini akan disajikan tabel 2 yang berisikan blue

print item uji coba skala strategi coping pada penderita pasca stroke

dewasa madya.

  Tabel 2 Blue Print Skala Strategi Coping pada Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya (sebelum uji coba) No. Bentuk Dimensi Tindakan Nomor Item Jumlah item

  Active Coping 1, 6, 11, 16, 21, 26, 31,

  Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Pengujian validitas berfungsi untuk mengetahui apakah skala psikologi mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya (Azwar, 2003).

  5 Total 40

  48, 56, 64, 72, 80

  2. EFC Seeking Social Support for Emotional Reasons

  5

  47, 55, 63, 71, 79

  5 Focus on Venting Activities

  5 Turning to Religion 46, 54, 62, 70, 78

  5 Mental Disengagement 45, 53, 61, 69, 77

  44, 52, 60, 68, 76

  5 Behavioral Disengagement

  5 Denial 43, 51, 59, 67, 75

  5 Acceptance 42, 50, 58, 66, 74

  41, 49, 57, 65, 73

  8 Total 40 Positive Reinterpretation and Growth

  5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40

  1. PFC Seeking Social Support for Instrumental Reason

  8

  39

  8 Restraint Coping 4, 9, 14, 19, 24, 29, 34,

  38

  3, 8, 13, 18, 23, 28, 33,

  8 Suppression for Competing Activities

  37

  8 Planning 2, 7, 12, 17, 22, 27, 32,

  36

F. Pertanggung jawaban Alat Ukur

1. Validitas

  Jenis pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan validitas isi. Pengujian validitas isi dilakukan dengan

melihat apakah item dalam skala telah ditulis sesuai dengan blue print

yang sesuai dengan indikator perilaku yang hendak diungkap (Azwar,

2003). Selain itu, pengujian validitas isi dalam penelitian ini dilakukan

untuk menilai sejauh mana item-item sudah mencakup dan mewakili

atribut yang akan diukur. Pengujian validitas isi dalam penelitian ini

dilakukan dengan proffesional judgement, yaitu semua item dalam skala

penelitian dikoreksi oleh orang yang sudah ahli (dosen pembimbing) untuk

memastikan apakah item-item tersebut sudah mencakup keseluruhan isi

objek yang hendak diukur, kesesuaian item dengan blue print dan

indikator perilaku yang hendak diukur, apakah item sudah sesuai dengan

kaidah penulisan yang benar dan apakah item masih mengandung social

desirability yang tinggi. Selanjutnya, item-item tersebut juga masih harus

diseleksi kembali melalui analisis item berdasarkan data empiris.

2. Analisis Item

  Analisis item ini dilaksanakan dengan cara menguji coba item-item

yang ada pada sekelompok subjek yang memiliki karakteristik yang sama

dengan subjek penelitian sehingga didapatkan data empiris.

  Pemeriksaan data uji coba item secara kuantitatif dilakukan dengan melakukan perhitungan statistik. Perhitungan statistik tersebut

menggunakan komputer dengan program SPSS 12 for windows. Adapun

  

fungsi ukurnya sesuai dengan fungsi ukur tes. Pengujian keselarasan

fungsi item dengan fungsi tes dilakukan melalui komputasi koefisien

korelasi antara distribusi skor pada tiap item dengan kriteria yang relevan

yaitu distribusi skor total tes itu sendiri. Setelah memperoleh koefisien

korelasi item-total ( ix) dari tiap butir item, langkah selanjutnya yaitu

r

memilih item. Item-item yang koefisien korelasi item totalnya < 0,30

dinyatakan gugur, sedangkan item yang koefisien korelasinya

  ≥ 0,30 dinyatakan valid.

  Berdasarkan data empiris uji coba didapatkan 16 item yang koefisien

korelasinya < 0,30 sehingga item tersebut dinyatakan gugur. Sebanyak 7

item yang mengungkap problem-focused coping dinyatakan gugur

sedangkan pada emotional-focused coping didapatkan 9 item yang gugur.

  

Untuk lebih rinci melihat item yang gugur, dapat dilihat pada tabel berikut:

  • 0

  57, 73

  Total

  8. Seeking Social Support for Emotional Reason

  7. Focus on Venting Emotion - 0 EFC

  

6. Turning to Religion -

  1

  5. Mental Disengagement 53

  3

  4. Behavioral Disengagement 52, 60, 76

  1

  

3. Denial 67

  2

  2. Acceptance 50, 74

  2

  1. Positive Reinterpretation and Growth

  7

  2 Total

  15, 25

  5. Seeking Social Support for Instrumental Reason

  1 PFC

  4. Restraint Coping 9

  3. Suppression for Competing Activities

  2

  17

  2. Planning 2,

  2

  6

  1. Active Coping 1,

   Tabel 3 Deskripsi Item-item yang Gugur Strategi Coping Dimensi Tindakan Item yang Gugur Total

  • 0

  9 Setelah didapatkan skala strategi coping dengan item yang koefisien korelasinya ≥ 0,30 maka didapatkan skala penelitian. Adapun blue print skala penelitian tersebut sebagai berikut :

  

Tabel 4

Blue Print Skala Strategi Coping

pada Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya (setelah uji coba)

  Jumlah No. Bentuk Dimensi Tindakan Nomor Item item Active Coping 7, 11, 15, 19, 24, 29

  6 Planning 4, 8, 16, 20, 25, 30

  6 Suppression for 1, 5, 9, 12, 17, 21, 26,

  8 Competing Activities

  31

  1. PFC Restraint Coping 2, 10, 13, 18, 22, 27, 32

  7 Seeking Social Support 3, 6, 14, 23, 28, 33

  6 for Instrumental Reason

  Total

  33 Positive 34, 42, 53

  3 Reinterpretation and Growth

Acceptance 35, 47, 54

  3 Denial 36, 43, 48, 60

  4 Behavioral 37, 55

  2 Disengagement

  2. EFC Mental Disengagement 38, 49, 56, 61

  4 39, 44, 50, 57, 62

  5 Turning to Religion Focus on Venting

  40, 45, 51, 58, 63

  5 Activities Seeking Social Support

  5 41, 46, 52, 59, 64 for Emotional Reasons

  31 Total

3. Reliabilitas

  Reliabilitas artinya keajegan dan stabilitas hasil pengukuran (Hadi, 1991). Suatu skala dianggap reliabel jika skala tersebut memunculkan hasil yang relatif sama pada subjek yang sama pada dua kesempatan yang berbeda atau pada kelompok yang berbeda dengan karakteristik yang sama.

  Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Pendekatan ini bertujuan untuk melihat konsistensi antar item dalam skala. Prosedur pendekatan ini hanya satu kali dan pengenaan tes hanya pada sekelompok individu sebagai subjek, karena itu pendekatan ini mempunyai nilai praktis dan efisiensi yang tinggi (Azwar,1997). Koefisien r > 0,70 - < 0,90 sebagai reliabilitas tinggi dan koefisien

  ≥ 0,90 – 1,00 sebagai reliabilitas yang sangat tinggi.

G. Metode Analisis Data

  Metode analisis data yang akan digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data adalah metode statistik. Statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif yang meliputi penyajian data melalui tabel, penghitungan nilai maksimal, nilai minimal, mean teoritis, mean empiris, SD dan perhitungan persentase.

  Penentuan kategori penggunaan strategi coping didasarkan pada kategori jenjang. Azwar (1999) mengemukakan bahwa penentuan kategorisasi jenjang berdasarkan SD dan mean teoritik adalah sbb :

X minimal teoritik : Skor paling rendah yang mungkin diperoleh subjek pada

skala, yaitu 1

X maximal teoritik : Skor paling tinggi yang mungkin diperoleh subjek pada

skala, yaitu 4

Range : Luas jarak sebaran antara nilai maksimal dan minimal

SD ( ) : Luas jarak sebaran yang dibagi dalam 6 satuan SD

  σ

  Penggolongan akan dibagi menjadi 3 kategori yaitu : tinggi, sedang dan rendah. Luas interval yang mencakup setiap kategori diterapkan sbb : ( µ + 1,0 ) = Tinggi

  σ ≤ X ( - 1,0 ) + 1,0 ) = Sedang

  µ σ ≤ X < ( µ σ X < ( - 1,0 ) Rendah

  µ σ = Kriteria kategori skor tersebut berguna untuk menentukan tingkat

kategori subjek penelitian berdasarkan skor nilai yang diperolehnya. Jika

kategori skor subjek penelitian pada item-item yang mengungkap strategi

coping bentuk problem-focused coping masuk dalam kategori rendah memiliki arti bahwa penggunaan strategi coping bentuk problem-focused coping dalam

menghadapi situasi stress pasca stroke ada dalam tingkat yang rendah.

  Kategori skor tinggi pada item-item yang mengungkap strategi coping bentuk

problem-focused coping yang diperoleh subjek menunjukkan bahwa

penggunaan strategi coping bentuk problem-focused coping ada dalam tingkat

yang tinggi. Demikian pula halnya pada kategori skor item-item yang

mengungkap strategi coping bentuk emotional-focused coping.

  Sebagai tambahan, untuk mengetahui signifikansi perbedaan penggunaan strategi coping penderita pasca stroke dewasa madya berdasarkan

jenis kelamin digunakan analisis t-tes sedangkan untuk mengetahui

signifikansi perbedaan penggunaan strategi coping penderita pasca stroke

dewasa madya berdasarkan pendidikan, status pekerjaan dan lama sakit

digunakan analisis variansi satu jalur dengan menggunakan program SPSS 12

H. Prosedur Penelitian

  Prosedur atau langkah-langkah dalam penelitian ini adalah :

  1. Membuat skala strategi coping yang disusun menggunakan metode summated ratings dengan menggunakan pengembangan skala Likert yang terdiri atas 4 kategori jawaban, yaitu : Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak Sesuai (STS).

  2. Melakukan uji coba (try out) pada sekelompok subjek yang memiliki

karakteristik sebagai subjek penelitian sehingga didapat data empiris.

  3. Menyeleksi item-item yang memiliki fungsi ukur sesuai dengan fungsi ukur tes dengan cara menghitung koefisien korelasi item-total dari tiap butir item. Item yang koefisien korelasi item totalnya < 0,30 dinyatakan gugur, sedangkan item yang koefisien korelasinya

  ≥ 0,30 dinyatakan valid.

  4. Membuat skala strategi coping dengan item-item yang memiliki koefisien korelasi item-total ≥ 030

  

5. Menghitung reliabilitas skala strategi coping setelah menghilangkan item-

item yang memiliki koefisien korelasi < 0,30

  

6. Melakukan penghitungan mean empirik dari data yang telah diperoleh.

  7. Mendeskripsikan hasil penelitian secara umum berupa pengkategorisasian tinggi, sedang, rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC pada subjek penelitian.

  8. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC pada masing-masing

  

9. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang

dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC pada subjek pria dan wanita.

  

10. Menguji siginifikansi perbedaan penggunaan strategi coping berdasarkan

jenis kelamin.

  

11. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang

dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC berdasarkan latar belakang pendidikan subjek.

  

12. Menguji siginifikansi perbedaan penggunaan strategi coping berdasarkan

pendidikan subjek.

  

13. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang

dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC berdasarkan jenis pekerjaan subjek.

  

14. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang

dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC berdasarkan status pekerjaan subjek.

  

15. Menguji siginifikansi perbedaan penggunaan strategi coping berdasarkan

status pekerjaan subjek.

  

16. Mendeskripsikan hasil penelitian berupa pengkategorisasian tinggi, sedang

dan rendah penggunaan strategi coping PFC dan EFC pada subjek penelitian berdasarkan lama pasca stroke.

  

17. Menguji siginifikansi perbedaan penggunaan strategi coping berdasarkan

  Dalam penelitian ini, aplikasinya adalah sebagai berikut :

  1. Kategorisasi untuk PFC X minimal teoritik : 1 x 33 = 33 X maksimal teoritik : 4 x 33 = 132 Range : 132 – 33 = 99 SD ( ) : 99 : 6 = 16,5

  σ Mean ( µ ) : (132 + 33) : 2 = 82,5 Maka penentuan kategori tinggi, sedang dan rendahnya tingkat penggunaan strategi coping bentuk PFC pada penderita stroke dewasa madya adalah sebagai berikut : Tinggi : ( + 1,0 )

  µ σ ≤ X : (82,5 + 16,5) ≤ X : 99 ≤ X

  Sedang : ( - 1,0 ) + 1,0 ) µ σ ≤ X < ( µ σ

  :

  66 ≤ X < 99 Rendah : X < ( - 1,0 )

  µ σ : X < (82,5 – 16,5) : X < 66

  2. Kategorisasi untuk EFC X minimal teoritik : 1 x 31 = 31 X maksimal teoritik : 4 x 31 = 124 Range : 124 – 31 = 93

  SD ( ) : 93 : 6 = 15,5 σ

  Mean ( ) : (124 + 31) : 2 = 77,5 µ

  Maka penentuan kategori tinggi, sedang dan rendahnya tingkat penggunaan strategi coping bentuk EFC pada penderita stroke dewasa madya adalah sebagai berikut : Tinggi : ( + 1,0 )

  µ σ ≤ X : (77,5 + 15,5) ≤ X : 93 ≤ X

  Sedang : ( µ - 1,0 ) µ + 1,0 ) σ ≤ X < ( σ

  : (77,5 – 15,5) ≤ X < (77,5 + 15,5) :

  62 ≤ X < 93 Rendah : X < ( - 1,0 )

  µ σ : X < (77,5 – 15,5) Untuk lebih jelas melihat kategorisasi PFC dan EFC, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 5 Kategorisasi PFC dan EFC PFC EFC Kategorisasi ≥ 99 ≥ 93 Tinggi 66 ≤ X < 99

  62 ≤ X < 93 Sedang < 66 < 62 Rendah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Orientasi Kancah Penelitian

  1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan skala secara langsung kepada subjek penelitian. Penelitian di RSK Ngesti Waluyo dilakukan dengan cara menyebarkan skala pada pasien pasca stroke yang sedang menjalani rawat inap di RSK Ngesti Waluyo, sedangkan skala yang disebar di R.S Bethesda dilakukan dengan cara menyebarkan skala pada pasien pasca stroke yang sedang menjalani rawat jalan di poliklinik syaraf R.S Bethesda.

  Instalasi rawat inap adalah instalasi yang memberi pelayanan rawat inap (opname) terhadap pasien yang benar-benar membutuhkan perhatian atau pantauan langsung dari tenaga medis sedangkan instalasi rawat jalan adalah instalasi yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat melalui pelayanan di poliklinik yang meliputi pemeriksaan, tindakan dan pemeriksaan penunjang bagi pasien baru dan lama, baik yang datang dengan rujukan maupun tanpa rujukan (umum, askes, dll).

2. Distribusi Subjek Penelitian

  Berikut di bawah ini akan disajikan distribusi subjek penelitian berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan lama sakit a. Berdasarkan Komposisi Usia dan Jenis Kelamin Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 25 orang subjek pria dan 25 orang subjek wanita berusia 40-60 tahun yang pernah mengalami stroke dan sedang menjalani program rehabilitasi pasca stroke di rumah sakit RSK Ngesti Waluyo dan R.S Bethesda. Di bawah ini disajikan secara rinci deskripsi subjek penelitian.

  Tabel 5 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Usia Pria Wanita 40 th - - 41 th - - 42 th -

  1

  7 Total 25

  6

  1 59 th - 2 60 th

  3

  3 58 th

  2

  2 55 th 3 - 56 th 2 - 57 th

  1 54 th

  3 43 th - - 44 th - - 45 th - - 46 th 1 - 47 th

  1

  2 53 th

  3 50 th 1 - 51 th 1 - 52 th -

  2

  1 49 th

  1

  1 - 48 th

  25 b. Berdasarkan Pendidikan Subjek dalam penelitian ini memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda antara lain : S2, S1, D2, SMU, SMP dan SD. Di bawah ini disajikan secara rinci deskripsi subjek penelitian.

  Tabel 6 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Pendidikan Jumlah Subjek Persentase Perguruan Tinggi (S1 10 20 % dan diatas S1)

  SMU 22 44 % 9 18 %

  SMP SD 9 18 % Total

  50 100 %

  c. Berdasarkan Jenis dan Status Pekerjaan Salah satu karakteristik dewasa madya adalah masa berprestasi, dimana mereka mengalami kestabilan dalam karir. Prestasi dan kestabilan kerja tersebut tentunya akan sulit dicapai oleh individu yang sedang berada pada masa pasca stroke. Oleh karena itu, peneliti mencoba melihat penggunaan strategi coping berdasarkan jenis dan status pekerjaan subjek. Subjek dalam penelitian ini memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Ada subjek yang memiliki pekerjaan sebagai guru, karyawan, wiraswasta dan petani. Adapula subjek yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran) dan sebagian besar wanitanya sebagai ibu rumah tangga. Untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

   Tabel 7 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Subjek Persentase Guru 2 4 % Karyawan 14

  26 % Wiraswasta 13 28 % Petani 2

  4 % Ibu RT 11 22 % Tidak Bekerja

  8 16 % Total 50 100 %

  Berdasarkan jenis pekerjaan tersebut, dikelompokkan menjadi

tiga macam status pekerjaan yaitu pekerjaan yang terikat instansi

terdiri dari guru dan karyawan, pekerjaan yang tidak terikat instansi

terdiri dari wiraswasta dan petani. Status pekerjaan yang ketiga yaitu

tidak bekerja terdiri dari pengangguran dan ibu rumah tangga.

  d. Berdasarkan Lama Sakit (lama masa pasca stroke) Feibel (dalam Hartanti, 2002) mengemukakan bahwa depresi

pasca stroke akan makin memberat dan makin sering dijumpai sesudah

6 bulan sampai 2 tahun, sedangkan menurut penelitian Amstrom,

Adolfson dan Asplund (dalam Hartanti, 2002) pada penderita stroke

yang diikutinya sejak keluar rumah sakit sampai 3 tahun, ternyata

angka depresi sesudah 3 bulan meningkat lagi pada tahun ke-3.

  

Kepuasan hidup akan berkurang sesudah 2, 4, 5 tahun setelah serangan

stroke. Oleh karena itu, peneliti mengkategorisasikan subjek penelitian

berdasarkan lama subjek sakit stroke menjadi 3 yaitu, penderita yang

baru mengalami stroke sampai 1 tahun pasca stroke, penderita stroke yang sudah 2 sampai 5 tahun pasca stroke dan penderita stroke yang sudah mengalami sakit stroke diatas 5 tahun.

  Sebanyak 58 % subjek dalam penelitian ini mengalami pasca stroke sekitar 1 tahun, 30 % sudah mengalami pasca stroke selama 2 sampai 5 tahun dan 12 % sudah mengalami pasca stroke di atas 5 tahun. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 8 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Lamanya Sakit Lama Sakit Jumlah Subjek Persentase Stroke awal – 1 tahun 29 58 % 2 – 5 tahun pasca stroke 15 30 % Di atas 5 tahun pasca stroke 6

  12 % Total 50 100 %

  Dalam proses pengambilan data, peneliti mengalami kesulitan antara lain :

  1. Sebagian besar penderita pasca stroke yang ditemui oleh peneliti berusia diatas 60 tahun sehingga tidak dapat dimasukkan dalam subjek penelitian.

  2. Ada beberapa subjek penelitian yang kondisi fisiknya masih kurang sehat sehingga dibutuhkan waktu istirahat dalam pengisian skala. Hal ini menyebabkan semakin lamanya proses pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti.

B. Persiapan Penelitian

  Sebelum penelitian dilaksanakan, telah dilakukan uji coba alat ukur (try out) kepada sejumlah subjek. Tujuan uji coba alat ukur ini adalah untuk mencari atau mendapatkan item-item yang dianggap baik dan layak untuk diuji kembali dalam sebuah penelitian.

  Uji coba dilaksanakan pada tanggal 30 November 2007 – 3 Januari 2008 di RSK Ngesti Waluyo Parakan dan uji coba di R.S Bethesda dimulai dari tanggal 11 Januari 2008 – 25 Januari 2008. Peneliti menyebarkan skala sebanyak 20 skala di RSK Ngesti Waluyo Parakan dan 30 skala di RS Bethesda. Jadi total skala uji coba yang disebarkan oleh peneliti berjumlah 50 skala.

  Berdasarkan data uji coba didapatkan 16 item yang koefisien korelasinya < 0,30 sehingga item tersebut dinyatakan gugur. Sebanyak 7 item yang mengungkap problem-focused coping dinyatakan gugur yaitu item nomor 1, 6, 17, 9, 15, 17 dan 25 sedangkan pada emotional-focused coping didapatkan 9 item yang gugur yaitu item nomor 50, 52, 53, 57, 60, 67, 73, 74 dan 76. Item yang gugur tersebut tidak dimasukkan dalam skala penelitian sehingga jumlah item yang tersisa adalah sebanyak 64 item.

  Setelah item-item yang memiliki koefisien korelasi ≤ 0,30 tidak dimasukkan dalam skala penelitian, didapatkan reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,913 untuk skala strategi coping PFC sedangkan untuk skala strategi coping EFC sebesar 0,899. Hal ini menandakan bahwa item-item skala strategi

  coping yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi syarat sebagai item yang reliabel.

  C. Pelaksanaan Penelitian

Peneliti menggunakan data try out sebagai data penelitian oleh karena itu

peneliti tidak mengambil data kembali.

  D. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Data Mean Strategi Coping

  Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diperoleh data nilai mean teoritik

dan mean empirik. Mean teoritik adalah rata-rata skor alat penelitian.

  

Mean teoritik ini diperoleh dari angka yang menjadi titik tengah alat ukur

penelitian. Mean empirik adalah rata-rata skor data penelitian. Hasil

analisis deskriptif adalah sebagai berikut :

  

Tabel 9

Deskripsi Data Mean Strategi Coping

Teoritik Empirik Mean

N SC Teo- Empi- SD

  SD ² Min Max Min Max ritik rik

  50 PFC 33 132 76 129 82,5 105,26 10,669 113,829

  50 EFC 31 124 62 118 77,5 89,06 11,411 130,221 Penjelasan dari tabel di atas adalah bahwa N menunjukkan jumlah total

subjek penelitian yaitu 50. Skor minimal teoritik adalah skor paling rendah

yang mungkin dapat diperoleh subjek pada skala sesuai dengan dengan

nilai terendah yang telah ditentukan, yaitu 1 sehingga skor total minimal

  

minimal teoritik emotional-focused coping adalah 1 x 31 item = 31. Skor

maksimal teoritik adalah skor paling tinggi yang mungkin diperoleh

subjek pada skala sesuai dengan nilai tertinggi yang sudah ditentukan

yaitu, 4 sehingga skor maksimal problem-focused coping yang mungkin

diperoleh subjek adalah 4 x 33 item = 132 sedangkan skor maksimal

teoritik emotional-focused coping adalah 4 x 31 item = 124.

  Skor minimal empirik adalah skor paling rendah yang diperoleh subjek

dalam penelitian sesungguhnya. Skor minimal empirik problem-focused

coping yang diperoleh subjek sebesar 76 sedangkan skor minimal empirik

emotional-focused coping yang diperoleh subjek sebesar 62. Skor

maksimal empirik adalah skor paling tinggi yang diperoleh subjek dalam

penelitian sesungguhnya. Skor maksimal empirik problem-focused coping

yang diperoleh subjek sebesar 129 sedangkan skor empirik maksimal

emotional-focused coping yang diperoleh subjek sebesar 118.

  Mean teoritik adalah rata-rata teoritik dari skor minimal dan maksimal

yang merupakan titik tengah. Dalam hal ini diperoleh mean teoritik

problem-focused coping sebesar 82,5 sedangkan mean teoritik emotional-

focused coping sebesar 77,5. Mean empirik adalah rata-rata dari skor yang

diperoleh subjek dalam penelitian. Mean empirik problem-focused coping

yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 105,26 sedangkan mean

empirik emotional-focused coping sebesar 89,06. Besarnya angka mean

empirik problem-focused coping yang lebih besar daripada mean

  focused coping pada subjek penelitian tinggi. Demikian juga, mean empirik emotional-focused coping yang lebih besar daripada mean teoritiknya menunjukkan bahwa penggunaan emotional-focused coping tinggi.

2. Kategorisasi Strategi Coping

  

Penggunaan strategi coping subjek penelitian dapat dilihat melalui

skor yang diperoleh tiap-tiap subjek. Kategorisasi dibagi menjadi tiga yaitu, tinggi, sedang dan rendah. Adapun Luas interval tiap kategorinya adalah sbb :

  Tabel 10 Kategorisasi PFC dan EFC PFC EFC Kategorisasi Tinggi ≥ 99 ≥ 93

  66

  62 Sedang ≤ X < 99 ≤ X < 93

< 66 < 62 Rendah

a. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Secara Umum

  Hasil pengkategorisasian dan persentase penggunaan strategi

coping penderita pasca stroke dewasa madya secara keseluruhan

adalah sebagai berikut :

  Tabel 11 Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Secara Umum

SC Kategori Total Persentase

  Tinggi 36 72 % PFC Sedang 14 28 %

  • Rendah - Tinggi

  14 28 % EFC Sedang 36 72 %

  • Rendah -

  Keterangan : Bagian yang diberi warna biru menunjukkan kategori strategi coping yang banyak digunakan oleh penderita pasca stroke dewasa madya

  

Untuk melihat penggunaan strategi coping pada masing-masing

penderita stroke dewasa madya secara lebih rinci, dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel 12 Strategi Coping yang Digunakan Masing-masing Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Kategori Lama Sakit Subjek JK Pendidikan (dlm bln) PFC EFC S1 P SD

  2 Tinggi Sedang S2 P SD

  2 Tinggi Sedang S3 P SD

  12 Tinggi Sedang S4 P SMU

  36 Tinggi Sedang S5 P SD

  5 Sedang Sedang S6 P SD

  72 Tinggi Sedang S7 P SMU

  24 Tinggi Tinggi S8 P SMU

  24 Sedang Sedang S9 P S2

  24 Tinggi Sedang S10 P S1

  84 Sedang Sedang S11 P SD

  12 Tinggi Sedang S12 P SMU

  7 Tinggi Tinggi S13 P SMU

  1 Tinggi Tinggi S14 P SMP

  4 Tinggi Sedang

  Kategori Subjek JK Pendidikan Lama Sakit (dlm bln) PFC EFC S17 P D2

  24 Tinggi Sedang S44 W SMP

  1 Tinggi Tinggi S38 W SMP

  10 Tinggi Sedang S39 W SMU

  48 Sedang Tinggi S40 W S1

  51 Tinggi Sedang S41 W SD

  30 Tinggi Tinggi S42 W SMU

  5 Tinggi Sedang S43 W SMP

  24 Sedang Sedang S45 W SMP

  1 Tinggi Tinggi S36 W S1

  3 Tinggi Sedang S46 W SMU

  48 Tinggi Tinggi S47 W SMP

  2 Tinggi Tinggi S48 W SMU

  1 Tinggi Sedang S49 W SMU

  1 Tinggi Sedang S50 W SMU

  24 Sedang Tinggi

  Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi coping

  1 Tinggi Tinggi S37 W SMU

  72 Sedang Sedang S35 W SMU

  16 Tinggi Sedang S18 P SMU

  1 Tinggi Sedang S25 P SMU

  72 Sedang Sedang S19 P SMU

  36 Tinggi Sedang S20 P SMU

  24 Tinggi Sedang S21 P SMP

  1 Sedang Sedang S22 P S1

  10 Tinggi Sedang S23 P S1

  60 Sedang Sedang S24 P S1

  12 Tinggi Sedang S26 W SMP

  5 Tinggi Tinggi S34 W SMP

  12 Tinggi Sedang S27 W SMU

  96 Sedang Sedang S28 W SMU

  36 Sedang Sedang S29 W SD

  3 Tinggi Sedang S30 W SD

  12 Tinggi Tinggi S31 W S1

  4 Tinggi Tinggi S32 W SMU

  84 Sedang Sedang S33 W SMU

b. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis Kelamin

  

pengkategorisasian tinggi, sedang dan rendah penggunaan strategi

coping berdasarkan jenis kelamin.

  

Tabel 13

Hasil Pengkategorisasian dan Persentase

Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke

Dewasa Madya Berdasarkan Jenis Kelamin

  P W SC Kategori Total Persentase ∑ % ∑ % Tinggi 18 36 % 18 36 % 36 72 %

  PFC Sedang 7 14 % 7 14 % 14 28 %

  • Rendah - - - - - Tinggi

  3 6 % 11 22 % 14 28 % EFC Sedang 22 44 % 14 28 % 36 72 %

  Rendah - - - - - -

Keterangan : Bagian yang diberi warna menunjukkan kategori strategi

coping yang banyak digunakan oleh penderita pasca stroke pria dan wanita dewasa madya.

c. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan

  Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi

penggunaan strategi coping. Oleh karena itu, berikut akan disajikan

kategorisasi problem-focused coping dan emotional-focused coping

berdasarkan latar belakang pendidikan subjek.

  Tabel 14 Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Pendidikan PFC EFC Jenjang Pendidikan Kategori Σ % Σ % Tinggi

8 88,89 %

2 22,22 % Sedang 1 11,11 % 7 77,78 % SD

  Rendah - - - - TOTAL

  

9 100 %

9 100 % Tinggi

6 66,67 %

1 11,11 % Sedang 3 33,33 % 8 88,89 % SMP

  Rendah - - - - TOTAL

  

9 100 %

9 100 % Tinggi

14 63,63 %

9 40,90 % Sedang 8 36,37 % 13 59,10 % SMU

  Rendah - - - - TOTAL

  

22 100 %

22 100 % Tinggi

8 80 %

2 20 % Sedang 2 20 % 8 80 %

  Perguruan tinggi , S1 dan diatas S1 Rendah - - - -

  TOTAL

10 100 %

10 100 % Keterangan : Bagian yang diberi warna biru muda dan ungu menunjukkan kategori strategi coping yang banyak digunakan oleh

penderita pasca stroke berdasarkan pendidikannya.

d. Kategorisasi Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis dan

  Status Pekerjaan Berikut di bawah ini adalah pengkategorisasian tinggi, sedang dan rendahnya penggunaan problem-focused coping dan emotional-focused coping berdasarkan jenis pekerjaan subjek :

  Tabel 15 Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Jenis Pekerjaan PFC EFC Pekerjaan Kategori Σ % Σ % Tinggi 2 100 % - - Sedang - -

  Guru 2 100 % Rendah - - - - TOTAL 2 100 % 2 100 %

  Tinggi

8 57,14 %

5 35,71 % Sedang 6 42,86 % 9 64,29 % Karyawan Rendah - - - -

  TOTAL 14 100 % 14 100 % Tinggi 11 84,62 % 3 23,08 % Sedang 2 15,38 % 10 76,92 % Wiraswasta

  Rendah - - - - TOTAL 13 100 % 13 100 %

  Tinggi 2 100 % - - Sedang - - Petani 2 100 % Rendah - - - -

  TOTAL 2 100 % 2 100 % Tinggi

8 72,73 %

3 27,27 % Sedang 3 27,27 % 8 72,73 % Ibu RT

  Rendah - - - - TOTAL 11 100 % 11 100 %

  Tinggi

5 62,5 %

3 37,5 % Sedang 3 37,5 % 5 62,5 % Tidak Bekerja

  Rendah - - - - TOTAL 8 100 % 8 100 %

  Keterangan : Bagian yang diberi warna merah muda dan biru menunjukkan kategori strategi coping yang banyak digunakan oleh

penderita pasca stroke berdasarkan jenis pekerjaannya.

  Berikut juga disajikan pengkategorisasian tinggi, sedang dan rendahnya penggunaan problem-focused coping dan emotional-focused coping berdasarkan status pekerjaan subjek :

  Tabel 16 Hasil Pengkategorisasian dan Persentase Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya Berdasarkan Status Pekerjaan PFC EFC Pekerjaan Kategori Σ % Σ % Tinggi

10 62,5 %

5 31,25 % Sedang 6 37,5 % 11 68,75 %

  Terikat Instansi Rendah - - - -

  TOTAL

16 100 %

16 100 %

  Tinggi

13 86,67 %

3 20 % Sedang 2 13,33 % 12 80 % Tidak Terikat

  Instansi Rendah - - - - TOTAL

15 100 %

15 100 %

  Tinggi

13 68,42 %

6 31,58 % Sedang 6 31,58 % 13 68,42 % Tidak Bekerja

  Rendah - - - - TOTAL

  

19 100 %

19 100 % Keterangan : Bagian yang diberi warna merah muda dan biru menunjukkan kategori strategi coping yang banyak digunakan oleh penderita pasca stroke berdasarkan status pekerjaannya.

e. Kategorisasi Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke

  Peneliti mengelompokkan subjek penelitian berdasarkan lama pasca stroke menjadi 3 yaitu, penderita yang baru mengalami pasca stroke sampai 1 tahun pasca stroke, penderita stroke yang sudah 2 – 5 tahun pasca stroke dan penderita stroke yang sudah mengalami pasca stroke diatas 5 tahun.

  Berikut di bawah ini adalah pengkategorisasian tinggi, sedang dan rendahnya penggunaan problem-focused coping dan emotional-focused coping berdasarkan lamanya subjek menderita stroke :

   Tabel 17

Hasil Pengkategorisasian dan Persentase

Penggunaan Strategi Coping Penderita Pasca Stroke Dewasa Madya

   Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke SC Lama Sakit Kategori Σ % Tinggi 26 89,66 % 1-23 bln Sedang 3 10,34 %

  • Rendah -

  Total 29 100 % Tinggi 9 60 % 2-5 tahun Sedang 6 40 %

  PFC

  • Rendah -

  Total 15 100 % Tinggi 1 16,67 % Sedang

  Diatas 5 tahun 5 83,33 %

  • Rendah -

  Total 6 100 % Tinggi 9 31,03 % 1-23 bln Sedang

  20 68,97 %

  • Rendah -

  Total 29 100 % Tinggi 5 33,33 % Sedang 10 66,67 % 2-5 tahun

  EFC Rendah

  Total 15 100 % Tinggi - - Diatas 5 tahun Sedang

  6 100 %

  • Rendah -

  Total 6 100 % Keterangan : Bagian yang diberi warna biru muda menunjukkan kategori strategi coping yang banyak digunakan oleh subjek penelitian berdasarkan lama masa pasca stroke.

3. Analisis Tambahan (Uji t dan Anova satu jalur)

  Sebelum data dianalisis, dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas

untuk mengetahui apakah populasi yang diambil berasal dari sebuah

distribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan

menggunakan teknik kolmogorov smirnov. Selain itu, juga dilakukan uji

  

asumsi homogenitas untuk mengetahui apakah populasi yang diambil

berasal dari kelompok yang homogen atau tidak.

  

a. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis

Kelamin

  1. Uji Normalitas Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan teknik kolmogorov smirnov SPSS versi 12 diperoleh nilai signifikansi PFC dan EFC pada subjek pria dan wanita lebih besar dari 0,05.

  Hal ini menunjukkan bahwa populasi yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal.

  2. Uji Homogenitas F hitung untuk penggunaan PFC pada pria dan wanita sebesar 1,791 dengan probabilitas 0,187 (p > 0,05) maka dapat dikatakan bahwa varians populasi adalah identik. F hitung penggunaan EFC pada pria dan wanita sebesar 1,336 dengan probabilitas 0,254 (p > 0,05) maka dapat dikatakan bahwa varians populasi adalah identik.

  3. Uji t Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh bahwa t hitung untuk penggunaan PFC sebesar – 0,859 dengan probabilitas 0,197 (p > 0,05) maka dapat dikatakan bahwa rerata penggunaan PFC pada pria dan wanita pasca stroke dewasa madya adalah sama. Untuk penghitungan penggunaan EFC diperoleh t hitung sebesar - disimpulkan bahwa rerata penggunaan EFC pria dan wanita berbeda, wanita memiliki rerata penggunaan EFC lebih tinggi daripada pria. Mean EFC pria sebesar 84,76 sedangkan mean EFC wanita sebesar 93,36. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

  Tabel 20 Perbedaan Mean PFC dan EFC Pria dan Wanita

  Std. Error Gender N Mean Std. Deviation Mean PFC pria 25 103,96 10,184 2,037 wanita 25 106,56 11,188 2,238

  EFC pria 25 84,76 10,301 2,060 wanita 25 93,36 11,011 2,202

  Tabel 21

Independent Samples Test

  PFC EFC Equal variances Equal variances assumed assumed

  T

  Levene's F Test for

  1,791 1,336 Equality of Variances Sig.

  ,187 ,254 t-test for T Equality of

  • ,859 -2,852 Means Df

  48

  48 Sig. (1-tailed) ,197 ,003

  Mean Difference

  • 2,600 -8,600 Std. Error Difference 3,026 3,016

  95% Confidence Interval Lower

  • 8,684 -14,663 of the Difference Upper 3,484 -2,537

  A

  

b. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Latar

Belakang Pendidikan

  1. Uji Normalitas Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan teknik kolmogorov smirnov SPSS versi 12 diperoleh nilai signifikansi PFC dan EFC pada subjek yang berlatar belakang pendidikan SD, SMP sampai SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa populasi yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal.

  2. Uji Homogenitas Berdasarkan hasil analisis levene test hitung PFC sebesar 1,445 dengan nilai probabilitas 0,246 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa varians populasi adalah identik. Hasil analisis levene test hitung EFC sebesar 0,275 dengan nilai probabilitas 0,761 (p > 0,05) memiliki arti bahwa varians populasi adalah identik.

   Tabel 22 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig.

  PFC 1,445

  2 47 ,246 EFC

  ,275

  2 47 ,761

  3. Uji Anova Satu Jalur Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh F hitung PFC sebesar 1,038 dengan probabilitas 0,362 (p > 0,05) dan F hitung dapat disimpulkan bahwa rerata penggunaan PFC dan EFC pada penderita pasca stroke dewasa madya dengan latar belakang pendidikan SD, SMP sampai SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 adalah sama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 23 ANOVA Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Pendidikan F Sig.

  PFC Between Groups 1,038 ,362

  Within Groups Total

  EFC Between Groups ,475 ,625

  Within Groups Total

  

c. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Subjek Berdasarkan

Status Pekerjaan Subjek

  1. Uji Normalitas Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan teknik kolmogorov smirnov SPSS versi 12 diperoleh nilai signifikansi PFC dan EFC pada subjek yang memiliki pekerjaan terikat instansi (guru dan karyawan), subjek yang memiliki pekerjaan tidak terikat instansi (wiraswasta dan petani) maupun subjek yang tidak bekerja lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa populasi yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal.

  2. Uji Homogenitas Berdasarkan hasil analisis levene test hitung PFC sebesar 2,826 dengan nilai probabilitas 0,069 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa varians populasi adalah identik. Hasil analisis levene test hitung EFC sebesar 1,554 dengan nilai probabilitas 0,222 (p > 0,05) memiliki arti bahwa varians populasi adalah identik.

  

Tabel 24

Test of Homogeneity of Variances

  Levene Statistic df1 df2 Sig. PFC

  2,826

  2 47 ,069 EFC

  1,554

  2 47 ,222

  3. Uji Anova Satu Jalur Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh F hitung PFC sebesar 0,016 dengan probabilitas 0,984 (p > 0,05) dan F hitung EFC sebesar 0,495 dengan probabilitas 0,613 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa rerata penggunaan PFC dan EFC pada penderita pasca stroke dewasa madya yang memiliki pekerjaan terikat instansi, tidak terikat instansi dan yang tidak bekerja adalah sama. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 25 ANOVA Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Statu Pekerjaan F Sig.

  PFC Between Groups ,016 ,984

  Within Groups Total

  EFC Between Groups ,495 ,613

  Within Groups Total

  

d. Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama Sakit

(Lama Masa Pasca Stroke)

  1. Uji Normalitas Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan teknik kolmogorov smirnov SPSS versi 12 diperoleh nilai signifikansi PFC dan EFC pada subjek yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan, 2 sampai 5 tahun dan diatas 5 tahun pasca stroke lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa populasi yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal.

  2. Uji Homogenitas Berdasarkan hasil analisis levene test hitung PFC sebesar 2,406 dengan nilai probabilitas 0,101 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa varians populasi adalah identik. Hasil analisis levene test hitung EFC sebesar 2,659 dengan nilai probabilitas 0,081 (p > 0,05) memiliki arti bahwa varians populasi adalah identik.

  

Tabel 26

Test of Homogeneity of Variances

  Levene Statistic df1 df2 Sig. PFC

  2,406

  2 47 ,101 EFC

  2,659

  2 47 ,081

  3. Uji Anova Satu Jalur Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh F hitung PFC sebesar 2,678 dengan probabilitas 0,079 (p > 0,05) dan F hitung EFC sebesar 0,426 dengan probabilitas 0,656 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa rerata penggunaan PFC dan EFC pada penderita pasca stroke dewasa madya yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan, 2 sampai 5 tahun dan diatas 5 tahun pasca stroke adalah sama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

  

Tabel 27

ANOVA Perbedaan Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lama Masa Pasca Stroke F Sig.

  PFC Between Groups 2,678 ,079

  Within Groups Total

  EFC Between Groups ,426 ,656

  Within Groups Total

E. Pembahasan

  Berdasarkan deskripsi data yaitu dari mean empirik, tampak bahwa secara umum penderita pasca stroke dewasa madya dalam penelitian ini menggunakan strategi coping bentuk problem-focused coping maupun

emotional-focused coping yang tinggi ketika menghadapi situasi stress pasca

stroke. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Folkman dan Lazarus, Dunkel-Schetter, Delongis dan Gruen (1986) yang mengatakan bahwa sebagian besar individu menggunakan dua tipe strategi coping secara simultan. Penggunaan dua bentuk strategi coping tersebut akan membuat individu lebih mampu menyesuaikan diri terhadap situasi stress. Semakin seorang individu menguasai berbagai teknik coping dan menggunakannya

secara tepat maka akan lebih efektif dalam menghadapi situasi stress (Passer

dan Smith, 2004).

1. Penggunaan Strategi Coping Secara Umum

  a. Penggunaan Problem-Focused Coping Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 36 subjek (72 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi dan 14 subjek (28 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori sedang. Pada penelitian ini, tidak didapatkan subjek penelitian yang menggunakan problem-focused coping dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar (lebih dari 50 %) penderita pasca stroke dewasa madya menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi, artinya

  stress pasca stroke dengan cara melakukan berbagai tindakan yang dapat

mengurangi hal-hal yang membahayakan dari kondisi pasca stroke dan

meningkatkan kemampuannya untuk pulih. Salah satu hal yang membahayakan dan dihindari dari kondisi pasca stroke adalah terjadinya stroke ulang.

  Adanya usaha yang tinggi dan tindakan aktif untuk mengatasi situasi

stress akibat kondisi pasca stroke dilatarbelakangi karena adanya penilaian

dari penderita pasca stroke bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengubah situasi stress pasca stroke yang dialaminya. Hal ini sesuai dengan pendapat Lazarus dan Folkman (1984) yang mengatakan bahwa

problem-focused coping digunakan ketika seseorang memiliki kesempatan

untuk mengubah situasi yang penuh tekanan.

  b. Penggunaan Emotional-Focused Coping Dari hasil penelitian, didapatkan 14 subjek (28 %) menggunakan

emotional-focused coping pada kategori tinggi dan sebanyak 36 subjek (72 %) menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang. Dari hasil pengkategorisasian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita pasca stroke dewasa madya dalam penelitian ini menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang, artinya mereka memiliki usaha yang cukup dalam menghadapi situasi stress pasca stroke dengan cara mengatur emosinya. Pengaturan emosi yang dilakukan penderita pasca stroke bertujuan agar mereka mampu menyesuaikan diri terhadap mempertahankan keseimbangan emosional sehingga dapat meneruskan hubungan yang memuaskan dengan orang lain.

2. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis Kelamin

  a. Penggunaan Problem-Focused Coping Sebanyak 18 subjek pria (36 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi dan 7 subjek pria (14 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori sedang. Pada subjek wanita juga diperoleh hasil yang sama, yaitu sebanyak 18 subjek wanita (36 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi dan 7 subjek wanita (14 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori sedang.

  Pada hasil analisis tambahan juga ditemukan bahwa rerata penggunaan problem-focused coping pada penderita pasca stroke pria dan wanita adalah sama. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penderita pasca stroke baik pria dan wanita dalam penelitian ini menggunakan strategi problem-focused coping dalam tingkatan yang sama, yaitu sebagian besar pada kategori tinggi.

  Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sandra Hamilton dan Beverly Fagot (Brannon, 1996) yang menemukan bahwa baik pria maupun wanita menggunakan strategi coping yang sama dalam situasi yang sama. Tidak adanya perbedaan yang signifikan untuk penggunaan problem-focused coping pria dan wanita

  

dibutuhkan pemecahan secepatnya. Pemecahan terhadap kondisi stroke

diatasi dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

  

Hartanti (2002) mengatakan bahwa penderita yang sudah terkena stroke

memerlukan pengobatan dan perawatan pada waktu-waktu selanjutnya agar tidak terjadi serangan ulang. Pengobatan jangka panjang bahkan

seumur hidup merupakan satu hal yang penting untuk mencegah serangan

ulang stroke (Wibowo, 1999). Hal ini menyebabkan tingginya penggunaan

problem-focused coping baik pada subjek pria maupun wanita.

  b. Penggunaan Emotional-Focused Coping Dari hasil penelitian diperoleh, sebanyak 3 subjek pria (6 %) menggunakan emotional-focused coping pada kategori tinggi dan 22 subjek pria (44 %) menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang. Pada subjek wanita diperoleh, sebanyak 11 subjek wanita (22 %) menggunakan emotional-focused coping pada kategori tinggi dan 14 subjek wanita (28 %) menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang .

  Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa, subjek wanita lebih banyak menggunakan emotional-focused coping pada kategori tinggi sedangkan penggunaan emotional-focused coping pada kategori sedang sebagian besar digunakan oleh subjek pria. Hasil ini juga diperkuat melalui hasil analisis tambahan yang menemukan bahwa rerata penggunaan emotional-focused coping pada penderita pasca stroke pria dan wanita berbeda, wanita memiliki rerata penggunaan emotional-focused coping yang lebih tinggi daripada pria.

  Penggunaan emotional-focused coping yang tinggi pada wanita ini disebabkan karena wanita diduga akan bereaksi secara emosional terhadap stress (J.T. Ptacek, Ronald Smith dan John Zanas dalam Brannon, 1996).

  Plutchik (1995) juga berpendapat bahwa subjek yang banyak dipengaruhi oleh unsur emosi seperti mudah tersentuh, perasa atau sensitif dan spontan akan banyak menggunakan emotional-focused coping dalam mengatasi situasi yang penuh tekanan.

3. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Pendidikan Subjek

  a. Penggunaan Problem-Focused Coping Sebagian besar subjek dengan latar belakang pendidikan SD, SMP, SMU, perguruan tinggi sampai diatas S1 menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi. Persentase penggunaan problem-focused coping yang paling tinggi justru diperoleh oleh penderita pasca stroke yang memiliki latar belakang pendidikan SD. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun latar belakang pendidikan penderita pasca stroke hanya lulusan SD namun memiliki usaha yang tinggi dan aktif dalam mengatasi situasi stress pasca stroke dengan melakukan berbagai tindakan untuk mengurangi dampak pasca stroke sehingga meningkatkan kemampuannya untuk pulih.

  Berdasarkan hasil analisis tambahan ditemukan bahwa rerata latar pendidikan SD, SMP sampai SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 adalah sama. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa penderita pasca stroke dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengatasi kondisi pasca stroke dengan cara menggunakan problem-focused coping.

  b. Penggunaan Emotional-Focused Coping Sebagian besar subjek dengan latar belakang pendidikan SD, SMP, SMU, perguruan tinggi sampai diatas S1 menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penderita pasca stroke dengan latar pendidikan baik SD, SMP, SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 menggunakan usaha atau cara mengontrol emosi dalam tingkat sedang untuk mengatasi situasi stress pasca stroke.

  Hasil penelitian tersebut diperkuat dengan hasil analisis tambahan yang menemukan bahwa rerata penggunaan emotional-focused coping pada penderita pasca stroke dewasa madya dengan latar belakang pendidikan SD, SMP sampai SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 adalah sama.

  

4. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Jenis dan Status Pekerjaan

Subjek a. Penggunaan Problem-focused Coping Sebagian besar subjek yang memiliki pekerjaan terikat instansi yaitu guru dan karyawan, pekerjaan yang tidak terikat instansi yaitu wiraswasta

  

tangga menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi, namun

persentase penggunaan problem-focused coping yang paling tinggi adalah pada penderita pasca stroke yang memiliki pekerjaan tidak terikat instansi.

  Subjek yang bekerja dengan tidak terikat instansi tidak memiliki jam kerja yang tetap sehingga memungkinkan mereka memiliki banyak waktu untuk memfokuskan diri pada usaha pemulihan kesehatan sehingga

penggunaan problem-focused coping pun meningkat. Selain waktu, dalam

menggunakan problem-focused coping juga dibutuhkan materi yang

cukup, apalagi untuk mengatasi penyakit stroke tentunya dibutuhkan biaya

yang cukup besar untuk pengobatan. Widyo (1995) mengatakan bahwa stroke menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar karena

memerlukan perawatan yang cukup lama. Bagi penderita pasca stroke

yang bekerja dengan tidak terikat instansi, hal ini tidak begitu menjadi masalah karena mereka masih memiliki pendapatan dari usaha pekerjaannya.

  Berdasarkan hasil analisis tambahan menemukan bahwa rerata penggunaan problem-focused coping pada penderita pasca stroke yang memiliki pekerjaan yang terikat instansi, tidak terikat instansi maupun tidak bekerja adalah sama.

  b. Penggunaan Emotional-Focused Coping Sebagian besar subjek yang memiliki pekerjaan terikat instansi yaitu

guru dan karyawan, pekerjaan yang tidak terikat instansi yaitu wiraswasta tangga menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang, namun penderita pasca stroke yang tidak bekerja memiliki persentase penggunaan emotional-focused coping paling banyak pada kategori tinggi.

  Penggunaan emotional-focused coping pada kategori tinggi oleh penderita pasca stroke yang tidak bekerja dilatarbelakangi karena mayoritas subjek yang tidak bekerja adalah ibu rumah tangga. Wanita cenderung diduga bereaksi emosional terhadap stress (J.T Ptacek, Ronald Smith dan John Zanas dalam Brannon, 1996).

  Berdasarkan hasil analisis tambahan ditemukan bahwa rerata penggunaan emotional-focused coping penderita pasca stroke dewasa madya yang memiliki pekerjaan terikat dengan instansi, tidak terikat dengan instansi maupun yang tidak bekerja adalah sama.

5. Penggunaan Strategi Coping Berdasarkan Lamanya Sakit (Lama Masa

  Pasca Stroke)

  a. Penggunaan Problem-Focused Coping Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar (lebih dari 50 %) penderita pasca stroke baik yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan pasca stroke dan penderita pasca stroke yang sudah mengalami masa pasca stroke selama 2 sampai 5 tahun menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi. Namun yang unik dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa semakin lama masa pasca stroke yang dialami subjek, persentase jumlah subjek yang menggunakan problem-

  stroke yang sudah mengalami stroke lebih dari 5 tahun sebagian besar

(83,33 %) menggunakan problem-focused coping pada kategori sedang.

  Penderita yang baru mengalami stroke sampai 23 bulan pasca stroke dan penderita pasca stroke yang sudah mengalami stroke selama 2 sampai 5 tahun menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi karena penderita pasca stroke yang baru mengalami stroke memiliki kesempatan untuk pulih dengan cepat bila ditangani dengan benar. Dari beberapa penelitian (Kompas, 2001) pemulihan yang paling cepat terjadi pada minggu pertama dan menurun pada minggu ketiga sampai 6 bulan pasca stroke. Oleh karena itu penderita yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan pasca stroke dan penderita pasca stroke 2 sampai 5 tahun sebagian besar menggunakan problem-focused coping pada kategori tinggi. Hartanti (2002) juga mengemukakan bahwa pemulihan masih bisa diharapkan pada penderita yang sudah mengalami kondisi pasca stroke selama 2 tahun, namun dengan laju pemulihan yang lebih rendah.

  Berdasarkan hasil analisis tambahan ditemukan bahwa rerata penggunaan problem-focused coping pada penderita pasca stroke dewasa madya yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan, 2 sampai 5 tahun dan diatas 5 tahun pasca stroke adalah sama.

  b. Penggunaan Emotional-Focused Coping Berdasarkan lamanya sakit, subjek yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan pasca stroke sebagian besar (68,97 %)

  

yang sudah mengalami pasca stroke selama 2 sampai 5 tahun sebagian

besar (66,67 %) juga menggunakan emotional-focused coping pada

kategori sedang namun persentasenya tidak sebanyak subjek yang baru

mengalami pasca stroke sampai 23 bulan pasca stroke. Pada subjek yang

sudah mengalami stroke diatas 5 tahun, seluruh subjek (100 %) justru

menggunakan emotional-focused coping pada kategori sedang.

  Dari hasil pengkategorisasian tampak bahwa penggunaan emotional-

focused coping pada penderita yang sudah menderita pasca stroke diatas 5

tahun cenderung menurun. Menurut, Harsono (1994) mengatakan bahwa

perawatan stroke merupakan aktivitas fisik dan mental yang melelahkan.

  

Semakin lama masa pasca stroke yang dialami oleh seseorang

berpengaruh pada energi yang dibutuhkan untuk mengatasi situai stress

pasca stroke. Tidak adanya energi yang cukup untuk menghadapi situasi

stress tersebut akan mengakibatkan subjek berada dalam fase keletihan

sehingga penggunaan emotional-focused coping dapat menurun. Hal ini

sesuai dengan pendapat Hadjam (1995) yang mengatakan bahwa tahap

keletihan muncul jika energi yang digunakan semakin banyak akan tetapi

individu tidak berhasil menghadapinya.

  Berdasarkan hasil analisis tambahan ditemukan bahwa rerata

penggunaan emotional-focused coping pada penderita pasca stroke dewasa

madya yang baru mengalami pasca stroke sampai 23 bulan, 2 sampai 5

tahun dan diatas 5 tahun pasca stroke adalalah sama.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  1. Berdasarkan analisis data secara umum, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita pasca stroke dewasa madya dalam penelitian ini (72 %) menggunakan problem-focused coping (PFC) pada kategori tinggi dan 72 % menggunakan emotional-focused coping (EFC) pada kategori sedang ketika menghadapi situasi stress pasca stroke.

  2. Rerata penggunaan PFC penderita pasca stroke baik pria dan wanita dalam penelitian ini adalah sama, sebagian besar pada kategori tinggi. Untuk penggunaan EFC ditemukan ada perbedaan yang signifikan penggunaan EFC pada subjek pria dan wanita. Subjek wanita lebih banyak menggunakan EFC pada kategori tinggi sedangkan penggunaan EFC pada kategori sedang lebih banyak digunakan oleh subjek pria.

  4. Rerata penggunaan PFC dan EFC penderita pasca stroke dengan latar belakang pendidikan SD, SMP sampai SMU dan perguruan tinggi sampai diatas S1 adalah sama, sebagian besar penggunaan PFC pada kategori tinggi dan penggunaan EFC sebagian besar pada kategori sedang.

  5. Berdasarkan pekerjaan, persentase penggunaan PFC paling tinggi diperoleh penderita pasca stroke yang memiliki pekerjaan tidak terikat instansi

  89 sedangkan persentase penggunaan EFC yang paling tinggi diperoleh penderita pasca stroke yang tidak bekerja, namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan penggunaan PFC dan EFC pada penderita pasca stroke berdasarkan status pekerjaannya.

  6. Penggunaan PFC dan EFC cenderung menurun seiring dengan makin lama masa pasca stroke yang dialami penderita pasca stroke dan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan PFC dan EFC penderita pasca stroke berdasarkan lama masa pasca stroke.

  B. Keterbatasan Penelitian Situasi pengisian skala yang kurang mendukung yaitu di poliklinik dan kondisi fisik subjek yang kurang baik dalam mengisi skala akan berpengaruh pada kurangnya konsentrasi subjek dalam mengisi skala sehingga peneliti tidak bisa menghindari respon subjek yang kurang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

  C. Saran

1. Bagi Penderita Pasca Stroke

  Berdasarkan hasil penelitian ini, penderita pasca stroke diharapkan dapat lebih mempelajari dan menyadari strategi coping mana yang digunakan untuk mengatasi situasi stress pasca stroke sehingga secara subjektif, mereka

  90 dapat menentukan jenis coping manakah yang sesuai untuk digunakan pada situasi stress pasca stroke.

  2. Bagi Praktisi Kesehatan Diharapkan para praktisi kesehatan juga lebih memahami strategi coping yang digunakan oleh penderita pasca stroke sehingga mereka dapat memberikan intervensi psikologis yang tepat. Adanya intervensi psikologis yang tepat akan mengarahkan penderita pasca stroke untuk menggunakan strategi coping yang cocok digunakan untuk mengatasi situasi stress pasca

stroke sehingga dapat membantu mempercepat proses pemulihan kesehatan.

  3. Bagi Anggota Keluarga dan Pengasuh Penderita Pasca Stroke Diharapkan keluarga ataupun pengasuh dari penderita pasca stroke bisa memberikan dukungan sosial bagi penderita pasca stroke, penderita pasca stroke merasa butuh dukungan sosial untuk mengatasi situasi stress pasca stroke.

  4. Bagi Penelitian selanjutnya Penelitian ini memiliki kekurangan-kekurangan, oleh karena itu diharapkan bagi peneliti lain yang tertarik untuk meneliti strategi coping pada penderita pasca stroke dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada sehingga menjadi penelitian yang lebih baik. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar tidak menggunakan data try out terpakai. Jika kesulitan untuk melakukan penelitian pada penderita pasca stroke secara langsung dapat

  91

meminta bantuan keluarga ataupun pengasuh dari penderita pasca stroke

untuk mengisi skala penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

  

Aldwin, C.M., Tracey, A.R. (1987). Does Coping Help? A Reexamination of

Relation Between Coping and Mental Health. Journal of Personality and Social Psychology, 53, 337-348

  Azwar, S. (2000). Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Belajar Azwar, S. (2002).Penyusunan Skala Psikologis.. Yogyakarta : Pustaka Belajar Azwar, S. (2003). Realibilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Belajar Berk, L.E. (2007). Development Through The Lifespan. USA : Allyn and Bacon Brannon, Linda. (1996). Gender Psychological Perspective. USA : Allyn & Bacon

Carver,C.S., Michael, F.S., Jagdish, K.W. (1989). Assessing Coping Strategies : A

  Theoretically Based Approach. Journal of Personality and Social Psychology, 56, 267-288 Cohen, F., & Lazarus, R.S. (1979). Coping with stresses of Illness. In G.C Stone, N.

  

Adler, & F. Cohen (Eds.), Health Psychology (pp. 217-254). San Franscisco : Jossey-

Bass

Coolican, H. (1994). Research Methods and Statistics in Psychology. London :

Hodder dan Stoughton Educational

Felton, B.J., & Revenson, T.A. (1984). Coping with Chronic Illness : A Study of

Illness Controllability and the Influence of Coping Strategies on Psychological

  Adjustment. Journal of Consulting dan Clinical Psychology, 52, 343-353

Felton, B.J., & Revenson, T.A. (1989). Disability and Coping as Predictor of

Psychological Adjustment to Rheumatoid Arthritis. Journal of Consulting dan Clinical Psychology, 57, 344-348

  

Folkman, S., & Lazarus, R. (1986). Appraissal, Coping, Health Status and

Psychological Symptoms. Journal Personality and Social. 50, 571-579

Hadi, S. (1991). Analisis Butir Untuk Instrumen, Tes dan Skala Nilai dengan

  BASICA. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset Hadi, S. (1997). Metodologi Research (Jilid 1). Yogyakarta : Penerbit Andi Offset

Hadjam Rochman, M. (1995). Pengelolaan Stress pada Penderita Pasca stroke.

  Yogyakarta : R.S Bethesda

Hariyono, T. “Hipertensi dan Stroke”, Majalah Medika, No.5 tahun XXVIII (Mei,

2002). 300-303

Hartanti. (2002). Peran Sense of Humor dan Dukungan Sosial Pada Tingkat Depresi

Penderita Dewasa Pasca Stroke. Jurnal Anima, 17, 107-109

Hartanti. (2002). Efektivitas Terapi dan Stimulasi Humor untuk Penurunan Gangguan

Depresi Penderita Pasca Stroke. Jurnal Anima, 17, 207-226

Harsono, (1994). Berbagai Masalah Dalam Perawatan Penderita Stroke. Fakultas

Kedoteran UGM : Yogyakarta

Hoeksema, S.N., Judith, L., Carla, G. (1999). Explaining the Gender Difference in

Depressive Symptoms. Journal of Personality and Social Psychology, 77, 1061-

1072

  

Huffman, K., Vernoy, M., & Vernoy, J.(1997). Psychology In Action. Canada : John

Willey and Sons Inc

Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang

  Rentang Kehidupan. Jakarta : Penerbit Erlangga

Hutapea, E.R., (1998). Studi Deskriptif Tentang Coping Behavior Saat Putus Cinta

Pada Laki-laki dan Perempuan di Masa Dewasa Dini. Skripsi (tidak diterbitkan).

  Yogyakarta : Fakultas Psikologi Sanata Dharma

John. W. Santrock.(1995). Life Span Development, Perkembangan Masa Hidup.

Jakarta : Penerbit Erlangga

Kasl, S.V., & Cooper. (1995). Research Methods and Health Psychology. Canada :

John Willey and Sons Inc Lasmiati, dkk. (1994). Mengenal dan Memahami Stroke. Yogyakarta : R.S Bethesda

  Kriswanto, (2001). Stroke dan Permasalahannya. Yogyakarta : RS Bethesda

  Kumala, Poppy. (1998). Kamus Saku Kedokteran Dorland. Yogyakarta : EGC

Lazarus, R., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York :

Springer

Maria, J., Julianti, R. (2000). The Influence of Causative Factors on Coping Strategy

and Level of Depression Among Indonesian Couples Receiving a Diagnosis of Infertility. Jurnal Anima, 15, 303-331

  

Marks, F., Michael Murray, dkk. (2000). Health Psychology. London : Sage

Publication Ltd

Miller, S.M., Leinbach, A., Brody, D.S. (1989). Coping Style in Hypertensive

Patients : Nature and Consequences. Journal of Consulting and Clinical

  Psychology, 57, 333-337

Miller, S.M.(1987). Monitoring and Blunting : Validation of Questionnaire to Asses

Style of Information Seeking Under Threats. Journal of Personality and Social

  Psychology, 52, 345-353

Nurhayati, W., (1994). Strategi Coping Pada Penderita Hipertensi. Skripsi (tidak

diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM

Passer, M. W. & Smith, E. R. (2004). Psychology : The Science of Mind and

  Behavior (second edition). New York : The Mc Grow Hill Companies. Inc

Plutchik, R. (1995). A Theory of Ego Defences. In R. H. Conte and R. Plutchik (eds)

Ego Defences. New York : John Willey and Sons

Sadiyati, S.K., (1995). Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Strategi Coping Dalam

  Menghadapi stress Kerja. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM

Sarafino, E.P. (1990). Health Psycology Biopsychosocial Interaction. Canada : John Willey and Sons Inc

Spencer, K.A., Connie, A and Richard, S. (1997). Assesment of Depression in Patient Brain Pathology : The Case of Stroke. Psychological Bulletin, 122, 132-152

Stone, C.G., Frances Cohen and Nancy, E.A. (1979). Health Psychological Hand Book Theories, Applications and Challenges of a Psychological Approach to the Health Care System. California : Josse-Bass Inc Sugiyono, N.A. (2000). Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta Taylor, S.E. (1995). Health Psychology. New York : Mc Graw Hill Inc Tonam, Sylvia F., Martina, W. “Gangguan Depresi dan Manik Pasca Stroke, Majalah Medika, No.5 tahun XXVIII (Mei, 2002). Hlm 316-318.

Vitaliano, P.P., Katon, W., Maiuro, R.D., & Russo, J.(1989). Coping in Chest Pain

Patients With and Without Psychiatric Disorders. Journal of Consulting dan

  Clinical Psychology, 57, 338-34 Wicaksana, Inu. (1994). Aspek Psikiatri Pasca Stroke dan Kiat Menanggulanginya.

  Yogyakarta : R.S Bethesda Widyo, Kriswanto. (1995). Stroke dan Permasalahannya. Yogyakarta : R.S Bethesda Sumber Website : Andri, (2006). Depresi Pasca Stroke, Pentingya terapi Keluarga dan Kelompok. http://www. balipost.co.id/balipostcetak/2006/8/30/k.2. htm

Idris, Nasrullah. (2007). Depresi Pada Penderita Stroke. http://www.

hpstroke.wordpress.com/2007/08/08/depresi-pada-penderita-stroke/ Ritarwan, Kiking. (2003). Pengaruh suhu tubuh terhadap outcome Penderita Stroke

yang Dirawat di RSUP H. Adam Malik Medan.

http://library.usu.ac.id/download/fk/penyakit syaraf-kiking-pdf http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/25/iptek/pend.10.htm

  LAMPIRAN

  

Lampiran 1.

  

Distribusi Subjek Penelitian

  Pekerjaan Subjek JK Pendidikan Lama Sakit (dlm bln)

  1 Karyawan S37 W SMU

  12 Wiraswasta S27 W SMU

  96 Wiraswasta S28 W SMU

  36 Karyawan S29 W SD

  3 Petani S30 W SD

  12 Tidak Bekerja S31 W S1

  4 Karyawan S32 W SMU

  84 Ibu RT S33 W SMU

  5 Wiraswasta S34 W SMP

  72 Ibu RT S35 W SMU

  1 Karyawan S36 W S1

  1 Ibu RT S38 W SMP

  1 Wiraswasta S25 P SMU

  10 Ibu RT S39 W SMU

  48 Yidak Bekerja S40 W S1

  51 Guru S41 W SD

  30 Ibu RT S42 W SMU

  5 Ibu RT S43 W SMP

  24 Ibu RT S44 W SMP

  24 Ibu RT S45 W SMP

  3 Ibu RT S46 W SMU

  48 Wiraswasta S47 W SMP

  2 Ibu RT S48 W SMU

  12 Tidak Bekerja S26 W SMP

  60 Karyawan S24 P S1

  S1 P SD

  84 Tidak Bekerja S11 P SD

  2 Wiraswasta S2 P SD

  2 Petani S3 P SD

  12 Wiraswasta S4 P SMU

  36 Tidak Bekerja S5 P SD

  5 Karyawan S6 P SD

  72 Wiraswasta S7 P SMU

  24 Wiraswasta S8 P SMU

  24 Karyawan S9 P S2

  24 Karyawan

  10 P S1

  12 Wiraswasta S12 P SMU

  10 Tidak Bekerja S23 P S1

  7 Tidak Bekerja S13 P SMU

  1 Karyawan S14 P SMP

  4 Wiraswasta S15 P SMU

  12 Karyawan S16 P S1

  1 Guru SMP S17 P D2

  16 Karyawan S18 P SMU

  72 Tidak Bekerja S19 P SMU

  36 Karyawan S20 P SMU

  24 Wiraswasta S21 P SMP

  1 Wiraswasta S22 P S1

  1 Karyawan

  

Lampiran 2.

  

Skala Strategi Coping Uji Coba

SKALA STRATEGI

  COPING

  Nama : Jenis kelamin : Pria/wanita Usia : th Pendidikan terakhir : Pekerjaan : Alamat : Lama sakit : Petunjuk Pengisian

Berikut ini terdapat beberapa pernyataan beserta pilihan jawabannya. Bacalah setiap

pernyataan dengan cermat, kemudian pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan

keadaan, perasaan dan pikiran Bapak/ibu.Beri tanda silang (X) pada salah satu

alternatif jawaban, yaitu: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

Tidak ada jawaban yang salah selama jawaban itu merupakan gambaran keadaan

Bapak/ibu yang sebenarnya. Bila ada jawaban yang keliru, lingkarilah dan isi dengan

jawaban baru. Jika sudah selesai, periksalah kembali dan pastikan tidak ada nomor

yang terlewat. Saya ucapkan terimakasih atas kerjasama yang Bapak/ibu berikan.

  

SELAMAT MENGERJAKAN…

Peneliti

Mellissa

  

No Pernyataan SS S TS STS

  1. Memeriksakan diri ke dokter secara rutin sangat membantu proses SS S TS STS kesembuhan

  2. Saya mempelajari kondisi fisik saya sebelum melakukan aktivitas SS S TS STS tertentu

  3. Pikiran saya tertuju pada usaha- SS S TS STS usaha pemulihan kesehatan

  4. Saya tidak akan melakukan aktifitas yang melelahkan ketika kondisi SS S TS STS fisik saya menurun

  5. Saya memperoleh banyak informasi yang bermanfaat bagi kemajuan SS S TS STS kesehatan saya ketika berkonsultasi dengan dokter

  6. Jika saya merasa kondisi kesehatan saya menurun, saya segera SS S TS STS memeriksakan diri ke dokter

  7. Saya berusaha untuk berhati-hati SS S TS STS dalam melakukan setiap aktivitas

  8. Bagi saya, masalah kesehatan lebih penting daripada masalah pribadi SS S TS STS saya

  9. Banyak aktivitas yang ingin saya lakukan namun saya perlu SS S TS STS menunggu waktu yang tepat untuk dapat melakukannya

  10. Saya meminta nasehat dan SS S TS STS pertimbangan dari dokter agar kondisi kesehatan saya segera pulih

  11. Saya rajin berlatih menggerakkan anggota tubuh saya menggunakan SS S TS STS anjuran terapis

  12. Saya memiliki jadwal cek SS S TS STS kesehatan dengan dokter

  

No Pernyataan SS S TS STS

  13. Masalah pribadi yang saya alami tidak mengganggu usaha saya untuk SS S TS STS memulihkan kesehatan

14 Saya hanya akan melakukan

  SS S TS STS aktifitas-aktifitas yang telah diperbolehkan oleh dokter

  15. Banyak informasi baru yang saya dapat melalui buku-buku kesehatan SS S TS STS mengenai cara-cara memulihkan kondisi fisik pasca stroke

  16. Saya sebaiknya rutin mengikuti SS S TS STS proses terapi

  17. Saya tidak lupa mencantumkan jadwal latihan menggerakkan tubuh SS S TS STS saya setiap hari

  18. Saya mengesampingkan masalah- masalah lain yang tidak SS S TS STS berhubungan dengan usaha pemulihan kesehatan

  19. Saya tidak akan memaksakan diri untuk belajar aktifitas baru bila saya SS S TS STS merasa belum mampu melakukannya

  20. Saya mencari informasi dari sesama penderita stroke mengenai berbagai SS S TS STS cara yang biasa mereka lakukan dalam mengatasi dampak stroke

  21. Saya berusaha selalu mengikuti SS S TS STS proses terapi yang dianjurkan oleh dokter

  22. Memiliki jadwal cek kesehatan SS S TS STS secara rutin merupakan hal yang penting

  23. Saya mencoba berkonsentrasi pada SS S TS STS usaha pemulihan kesehatan

  24. Saya akan mencoba melakukan aktifitas baru jika sudah SS S TS STS diperbolehkan oleh terapis saya

  

No Pernyataan SS S TS STS

  25. Saya mendapat banyak informasi dari sesama penderita stroke SS S TS STS mengenai pengobatan alternatif yang dapat membantu pemulihan kondisi fisik saya

  26. Untuk mempercepat proses

pemulihan kesehatan, saya rajin SS S TS STS

mengecek kesehatan secara rutin

  27. Saya mengikuti proses terapi untuk kemajuan kesehatan saya SS S TS STS karena merupakan salah satu cara yang dianjurkan dokter

  28. Masalah kesehatan merupakan SS S TS STS prioritas utama saya saat ini

  29. Jika saya tidak yakin mampu melakukan aktivitas tertentu, lebih SS S TS STS baik bagi saya untuk menundanya terlebih dahulu

  30. Saya meminta nasehat dan pertimbangan dari sesama SS S TS STS penderita stroke untuk mengatasi penyakit ini

  31. Saya berusaha untuk minum obat SS S TS STS secara teratur sesuai anjuran dokter

  32. Saya merasa perlu membuat SS S TS STS jadwal konsultasi dengan dokter

  33. Saya tidak mau masalah pribadi saya menganggu konsentrasi saya SS S TS STS dalam proses pemulihan kesehatan saya

  34. Saya rela untuk menunda SS S TS STS melakukan aktifitas tertentu demi menjaga kondisi fisik saya

  35. Ketika saya bertanya pada dokter, saya mendapat banyak informasi SS S TS STS baru yang berhubungan dengan penyakit saya

  

No Pernyataan SS S TS STS

  36. Saya memeriksakan diri secara rutin ke dokter agar saya SS S TS STS mengetahui kemajuan kesehatan saya

  37. Saya memiliki rencana untuk SS S TS STS mengunjungi dokter secara rutin

  38. Saya lebih banyak memikirkan

kesehatan saya daripada masalah SS S TS STS

lain

  39. Saya akan menunggu waktu yang SS S TS STS tepat dalam melakukan berbagai aktifitas

  40. Saya mendapat banyak informasi tentang penyakit saya ketika SS S TS STS bertukar pikiran dengan sesama penderita stroke

  41. Saya belajar untuk menjadi orang SS S TS STS yang lebih tegar setelah mengalami sakit ini

  42. Saya menerima kenyataan bahwa sekarang saya membutuhkan SS S TS STS bantuan orang lain untuk melakukan berbagai aktifitas

  43. Saya berpikir, seharusnya bukan SS S TS STS saya yang mengalami penyakit ini

  44. Saya lebih memilih istirahat di rumah daripada berkonsultasi ke SS S TS STS dokter ketika merasa tidak enak badan

  45. Saya merasa nyaman ketika dapat

melupakan sakit yang saya alami SS S TS STS

dengan cara menonton TV

  46. Saya yakin dengan berserah pada Tuhan, saya akan mendapat SS S TS STS kekuatan untuk menghadapi penyakit ini

  47. Saya menangis ketika saya merasa SS S TS STS putus asa menghadapi penyakit ini

  

No Pernyataan SS S TS STS

  48. Saya merasa lebih bersemangat dalam menghadapi penyakit ini SS S TS STS ketika banyak orang memperhatikan saya

  49. Saya bersyukur karena masih banyak hal yang bisa saya lakukan SS S TS STS walaupun kondisi fisik saya tidak seperti dulu lagi

  50. Saya belajar untuk menerima SS S TS STS kondisi fisik saya setelah stroke

  51. Saya sulit menerima kenyataan SS S TS STS bahwa saya mengalami stroke

  52. Saya mengecek kesehatan jika SS S TS STS perlu saja

  53. Saya melupakan kesedihan akibat penyakit ini dengan cara SS S TS STS melakukan aktivitas yang saya suka

  54. Setelah mengalami sakit ini, saya

menjadi bersemangat ketika SS S TS STS

berdoa pada Tuhan

  55. Beban kesedihan akibat penyakit SS S TS STS saya sedikit berkurang ketika saya bisa meluapkan kemarahan saya

  56. Saya merasa senang jika ada orang lain yang bisa mengerti SS S TS STS kesedihan saya akibat penyakit yang saya alami

  57. Setelah mengalami stroke, saya belajar untuk menjadi orang yang SS S TS STS tidak mudah menyerah pada segala keadaan

  58. Walaupun banyak hal yang tidak SS S TS STS bisa saya lakukan lagi, saya tidak mengeluh

  59. Saya tidak suka ketika orang lain SS S TS STS memperlakukan saya seperti orang sakit

  

No Pernyataan SS S TS STS

  60. Mengikuti proses terapi secara SS S TS STS rutin tidak menjamin pulihnya kesehatan saya

  61. Melamun dan berkhayal SS S TS STS seandainya saya tidak sakit dapat mengurangi kesedihan saya

  62. Saya menambah jam doa atau beribadah lebih dari biasanya SS S TS STS untuk memohon kesembuhan dari Tuhan

  63. Saya menangis ketika teringat

bahwa kondisi fisik saya tidak SS S TS STS

seperti dulu lagi

  64. Dukungan dari keluarga dan teman-teman membuat saya tidak SS S TS STS putus asa dalam menghadapi penyakit ini

  65. Saya selalu bersikap optimis SS S TS STS dalam menghadapi penyakit saya

  66. Beban saya berkurang ketika saya SS S TS STS bisa menerima kondisi fisik saya yang sekarang

  67. Saya bersikeras melakukan

aktivitas saya sendiri tanpa SS S TS STS

bantuan orang lain

  68. Berlatih menggerakkan anggota SS S TS STS tubuh hanya akan membuat letih

  69. Mengenang masa lalu sebelum

sakit dapat mengurangi beban SS S TS STS

saya

  70. Saya merasa mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi SS S TS STS penyakit ini, ketika dekat pada Tuhan

  71. Ketika saya tidak bisa melakukan SS S TS STS aktifitas tertentu, saya marah

  

No Pernyataan SS S TS STS

  72. Perhatian keluarga terhadap diri saya membuat diri saya merasa SS S TS STS mampu dalam menghadapi penyakit ini

  73. Kondisi fisik saya yang tidak seperti dulu, tidak membuat saya SS S TS STS patah semangat dalam menghadapi hidup ini

  74. Saya menerima kondisi fisik saya setelah stroke walaupun saya tahu SS S TS STS kondisi fisik saya tidak seperti dulu lagi

  75. Walaupun saya sakit stroke, saya

merasa kondisi fisik saya masih SS S TS STS

seperti dulu

  76. Saya enggan mengikuti proses SS S TS STS terapi

  77. Melamun seandainya saya memiliki tubuh yang sehat dapat SS S TS STS mengurangi rasa putus asa saya dalam menghadapi penyakit ini

  78. Saya menjadi rajin beribadah dan SS S TS STS berdoa setelah mengalami sakit

  79. Saya mengungkapkan SS S TS STS kekecewaan saya dengan cara menangis

  80. Saya merasa butuh dukungan dan SS S TS STS perhatian dari orang lain untuk menghadapi penyakit ini

  ™ Periksa kembali jawaban Bapak/ibu, pastikan tidak ada nomor yang terlewat.

  TERIMAKASIH Tuhan Memberkati…

  

Lampiran 3.

  

Tabulasi skor skala

strategi coping uji coba S Gender Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item

  6

  33 Wanita 2 3 4 4 3 3

  25 Pria 3 2 4 4 4 4

  26 Wanita 4 3 4 4 4 4

  27 Wanita 3 3 3 3 4 3

  28 Wanita 4 3 3 3 3 4

  29 Wanita 4 3 4 4 3 3

  30 Wanita 3 4 4 3 4 4

  31 Wanita 4 4 2 4 4 4

  32 Wanita 4 3 4 4 3 4

  34 Wanita 4 4 3 3 3 3

  23 Pria 4 3 3 3 4 2

  35 Wanita 4 4 4 4 4 4

  36 Wanita 4 2 4 4 4 4

  37 Wanita 4 3 4 4 4 4

  38 Wanita 3 3 2 3 3 3

  39 Wanita 4 2 2 2 3 4

  40 Wanita 4 3 3 3 3 3

  41 Wanita 4 3 4 3 4 4

  42 Wanita 4 4 4 4 4 4

  43 Wanita 4 3 4 4 4 3

  24 Pria 4 3 3 3 3 4

  22 Pria 4 3 3 3 3 3

  1 Pria 4 3 4 4 3 3

  10 Pria 4 4 4 3 4 3

  2 Pria 4 3 3 4 4 3

  3 Pria 4 3 3 4 4 3

  4 Pria 3 4 3 4 3 4

  5 Pria 3 2 2 3 2 3

  6 Pria 3 3 4 3 4 4

  7 Pria 4 2 4 4 3 4

  8 Pria 3 3 3 4 3 4

  9 Pria 4 4 4 4 3 3

  11 Pria 4 3 2 4 4 4

  21 Pria 3 3 4 4 3 4

  12 Pria 4 3 4 4 3 3

  13 Pria 3 2 4 4 4 4

  14 Pria 4 4 4 4 4 4

  15 Pria 3 2 4 3 3 4

  16 Pria 4 3 4 4 4 4

  17 Pria 4 4 4 4 4 4

  18 Pria 3 3 3 3 3 4

  19 Pria 4 3 4 4 3 3

  20 Pria 3 4 4 4 4 4

  44 Wanita 3 3 2 2 4 4

  S Item7 Item8 Item9 Item10 Item11 Item

  33

  38

  4 4 4 4 4 3 4

  37

  4 4 3 4 4 3 3

  36

  4 4 4 4 3 4 4

  35

  3 3 3 3 3 4 3

  34

  3 3 3 3 2 1 4

  4 2 3 3 4 3 4

  39

  32

  4 4 3 4 4 4 4

  31

  3 3 3 3 4 3 3

  30

  3 3 3 4 3 3 3

  29

  3 3 3 4 2 3 3

  28

  3 3 3 3 3 3 2

  4 4 3 3 3 3 2

  1 2 3 3 4 4 3

  4 3 3 4 4 3 3

  10 2 3 2 1 3 3 2 11 3 2 3 2 2 3 3 12 3 2 3 4 3 3 4

  40 2 3 4 2 2 3 3 41 4 1 3 3 4 3 3 42 4 3 3 3 3 3 2

  37 4 4 3 3 3 4 4 38 3 3 3 2 2 3 3 39 2 1 3 4 2 3 2

  34 3 3 2 3 3 3 3 35 4 2 4 2 4 4 2 36 4 4 4 2 2 3 4

  31 4 3 4 4 4 4 4 32 2 4 2 3 1 4 3 33 4 1 4 2 2 4 4

  28 3 4 2 2 2 3 3 29 3 3 3 3 3 3 3 30 3 3 3 3 3 3 3

  25 4 3 4 3 2 4 4 26 3 3 3 2 3 3 4 27 3 3 3 3 2 3 2

  22 3 3 4 3 2 3 3 23 2 3 2 2 2 4 2 24 3 4 3 3 3 3 4

  19 3 2 3 2 2 3 3 20 4 3 3 3 3 3 4 21 3 3 3 4 2 4 3

  16 3 3 2 2 3 4 3 17 3 3 3 3 3 4 4 18 3 2 3 3 2 3 2

  13 4 3 3 3 3 3 1 14 3 3 3 3 3 4 3 15 2 2 3 2 2 3 3

  7 4 3 4 4 3 4 4 8 4 4 3 3 2 2 3 9 3 3 3 3 3 4 3

  40

  4 2 2 3 3 2 4 4 5 2 2 3 2 2 3 3 6 4 3 3 3 3 3 3

  19 Item20 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  3 3 2 3 2 4 3 S Item14 Item15 Item16 Item17 Item18 Item

  44

  4 3 2 3 4 4 4

  43

  4 3 3 4 4 4 4

  42

  4 4 3 4 4 4 4

  41

  3 3 3 3 3 4 3

  27

  26

  12 Item13

  4 3 3 3 4 3 3

  4 3 4 4 4 4 2

  11

  3 3 2 3 3 3 2

  10

  4 4 3 3 3 3 3

  9

  3 3 2 3 3 2 4

  8

  4 3 4 4 4 4 3

  7

  6

  4 4 2 4 4 4 3

  3 2 3 2 3 2 2

  5

  4 4 4 4 3 3 2

  4

  3 3 3 3 3 3 3

  3

  3 3 3 3 3 3 3

  2

  3 3 3 4 3 3 3

  1

  12

  13

  3 4 2 4 4 4 3

  20

  25

  3 4 3 4 3 2 3

  24

  3 4 2 4 4 3 3

  23

  4 3 3 3 4 3 2

  22

  3 3 3 4 4 2 2

  21

  4 3 4 3 4 3 3

  3 3 3 3 3 3 2

  3 4 3 3 4 3 3

  19

  3 3 3 3 4 3 2

  18

  4 4 3 4 4 4 4

  17

  3 3 3 4 3 3 3

  16

  3 3 3 3 3 2 3

  15

  4 4 3 4 3 3 2

  14

  43 3 4 4 4 2 3 3 44 3 2 3 2 1 3 2 S Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item

  26 Item27

  2 3 3 3 3 3 2

  2 3 4 3 1 3 2

  32

  4 4 4 3 4 4 4

  31

  4 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 3 3 2 3 3

  29

  28

  2 4 4 4 4 4 4

  2 3 3 3 3 3 3

  27

  3 3 4 3 3 3 3

  26

  3 3 4 3 4 4 3

  25

  3 4 3 3 3 4 4

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  4 4 4 3 3 4 4

  43

  3 4 3 4 3 4 4

  42

  4 4 4 4 1 4 4

  41

  3 4 3 2 3 4 3

  3 3 2 3 1 4 3

  3 3 3 3 3 3 3

  39

  3 3 3 3 4 4 4

  38

  4 4 4 4 4 4 3

  37

  4 4 3 4 4 3 4

  36

  4 4 4 4 1 4 4

  35

  3 3 3 3 2 3 3

  3 3 3 3 4 3 4

  1

  6

  10

  3 3 3 3 3 4 3

  9

  3 3 3 3 3 3 2

  8

  3 4 3 4 4 4 4

  7

  3 3 4 3 2 3 3

  3 2 2 3 3 2 2

  11

  5

  3 4 4 4 4 2 4

  4

  3 4 3 3 3 3 3

  3

  3 4 3 3 3 3 3

  2

  3 3 3 3 2 3 3

  3 3 3 3 3 3 3

  3 3 3 4 3 3 3

  22

  4 3 4 4 4 4 4

  4 3 2 3 1 2 3

  21

  3 3 3 3 3 4 4

  20

  3 4 3 3 3 3 3

  19

  3 4 4 3 3 3 3

  18

  17

  12

  2 3 3 3 2 3 2

  16

  3 3 3 3 3 3 3

  15

  4 3 3 3 3 4 3

  14

  3 3 3 4 1 4 4

  13

  3 4 3 3 4 4 4

  2 3 2 3 3 3 3 S Item28 Item29 Item30 Item31 Item32 Item

  33 Item34

  3 3 2 3 2 3 3

  3 3 2 4 3 2 3

  32

  4 4 4 4 4 4 4

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 3 3 3 3 3

  29

  28

  4 4 4 4 3 3 4

  3 3 3 3 3 3 3

  27

  3 3 3 3 3 3 3

  26

  3 4 2 4 4 4 4

  25

  4 3 2 4 2 3 3

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  4 4 3 4 3 3 4

  43

  4 3 3 4 3 3 3

  42

  4 3 1 4 4 3 4

  41

  3 3 2 4 4 3 3

  3 2 1 4 3 3 3

  3 3 2 3 2 3 3

  39

  4 3 2 4 2 3 3

  38

  4 2 4 4 4 4 4

  37

  4 3 4 4 4 4 3

  36

  4 2 2 4 4 4 4

  35

  3 3 2 3 3 3 3

  4 3 3 4 4 3 2

  1

  6

  10

  4 3 3 4 3 3 3

  9

  3 2 2 3 3 3 3

  8

  4 4 4 3 3 4 4

  7

  4 3 3 3 2 3 3

  2 3 3 2 2 2 2

  11

  5

  4 4 1 3 3 4 4

  4

  4 3 2 3 3 3 3

  3

  4 3 2 3 3 3 3

  2

  3 3 3 3 3 3 3

  3 3 2 3 3 3 3

  4 4 3 4 2 3 4

  22

  4 4 4 4 4 4 4

  3 3 3 3 1 4 3

  21

  3 4 3 4 3 1 2

  20

  3 3 3 4 3 3 3

  19

  3 3 2 4 3 3 3

  18

  17

  12

  4 3 3 4 2 3 4

  16

  4 2 3 4 3 3 3

  15

  4 3 3 4 3 3 4

  14

  3 3 2 4 2 3 4

  13

  3 4 4 4 3 3 3

  3 3 3 4 3 2 3 S Item35 Item36 Item37 Item38 Item39 Item

  40 PFC

  3 3 2 3 3 2 114

  3 3 3 2 3 2 118

  32

  4 4 4 4 4 4 155

  31

  3 3 3 3 3 3 126

  30

  3 3 3 3 3 3 123

  29

  28

  4 4 3 4 4 2 132

  3 3 3 3 2 3 116

  27

  3 3 3 2 3 3 128

  26

  3 4 3 3 4 3 138

  25

  4 3 2 3 2 3 127

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  4 3 3 3 3 3 139

  43

  3 4 3 3 3 3 138

  42

  3 4 4 4 3 2 138

  41

  2 4 4 2 2 3 121

  3 4 4 3 2 1 109

  3 3 4 3 3 3 121

  39

  2 4 4 3 3 3 122

  38

  3 4 4 4 4 4 151

  37

  4 4 3 4 4 4 145

  36

  4 4 4 4 4 1 143

  35

  2 3 3 3 3 2 115

  3 3 4 2 2 3 125

  1

  6

  10

  4 3 3 4 3 3 132

  9

  3 3 2 4 2 3 117

  8

  4 3 4 4 3 4 147

  7

  3 3 3 3 3 3 126

  2 2 2 2 2 2 94

  11

  5

  4 4 3 4 2 1 131

  4

  3 3 3 3 3 3 124

  3

  3 3 3 3 3 3 124

  2

  3 3 3 3 3 3 123

  3 3 3 3 3 2 115

  4 4 2 2 3 3 128

  22

  4 4 4 4 4 4 153

  3 2 3 2 3 3 118

  21

  1 2 3 4 2 1 126

  20

  3 4 3 2 3 3 121

  19

  2 3 3 2 3 2 117

  18

  17

  12

  3 4 3 3 3 3 125

  16

  2 3 2 4 3 3 116

  15

  3 4 3 4 3 3 136

  14

  3 4 3 3 3 3 126

  13

  3 3 4 3 3 4 137

  4 4 4 2 3 3 114 S Item41 Item42 Item43 Item44 Item45 Item

  46 Item47

  3 3 2 2 3 2 2

  3 2 1 2 2 4 1

  32

  3 4 2 1 2 4 2

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 2 2 3 3 2

  29

  28

  4 4 4 3 4 4 4

  3 3 2 3 2 3 2

  27

  3 3 3 3 3 3 3

  26

  4 4 1 2 3 3 2

  25

  4 4 1 1 1 1 1

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  3 3 2 3 2 4 2

  43

  3 4 1 2 2 3 2

  42

  4 3 4 2 3 4 4

  41

  4 4 1 1 3 4 1

  2 2 4 4 4 3 4

  3 4 4 2 3 4 2

  39

  3 2 2 2 3 4 3

  38

  4 4 3 2 4 4 3

  37

  4 4 3 3 4 4 3

  36

  4 4 4 3 4 4 4

  35

  3 2 2 3 3 4 2

  3 3 2 2 2 3 2

  1

  6

  10

  3 4 3 2 2 2 3

  9

  3 2 2 2 2 4 1

  8

  4 4 4 4 4 4 4

  7

  3 3 3 3 3 4 3

  3 2 3 3 3 3 3

  11

  5

  4 2 2 1 2 4 2

  4

  3 2 2 2 2 3 2

  3

  3 2 2 2 2 3 2

  2

  3 3 2 2 3 3 2

  4 3 3 3 2 4 3

  3 3 1 1 2 4 1

  22

  4 4 3 3 3 3 3

  4 3 4 3 3 3 2

  21

  2 1 3 1 3 3 3

  20

  3 3 2 2 3 4 2

  19

  4 3 2 2 3 4 3

  18

  17

  12

  3 3 3 2 2 3 3

  16

  3 4 3 2 2 4 3

  15

  3 4 2 3 3 4 2

  14

  4 3 3 2 3 4 1

  13

  4 3 4 1 2 4 2

  2 3 1 1 3 4 3 S Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Item

  53 Item54

  2 3 3 2 3 3 2

  3 4 4 1 3 4 4

  32

  4 4 4 4 2 3 4

  31

  4 4 3 3 3 3 4

  30

  3 3 3 2 2 3 3

  29

  28

  4 3 3 4 2 4 4

  3 3 3 2 2 3 3

  27

  3 3 3 3 2 2 3

  26

  3 3 3 2 2 3 4

  25

  3 3 3 1 2 2 3

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  3 4 3 2 2 4 2

  43

  2 3 2 3 2 3 2

  42

  4 3 4 2 2 4 4

  41

  3 4 3 1 1 4 3

  4 1 1 4 2 3 3

  3 4 3 2 2 3 4

  39

  4 4 4 1 2 3 3

  38

  4 4 4 2 2 4 4

  37

  4 4 2 3 3 4 4

  36

  4 4 4 4 3 1 4

  35

  2 3 3 2 2 3 4

  3 3 3 2 2 3 3

  1

  6

  10

  3 3 3 3 2 3 4

  9

  3 4 3 2 2 3 4

  8

  3 4 4 4 3 4 4

  7

  3 3 3 2 3 3 3

  3 3 3 3 3 3 3

  11

  5

  3 4 3 3 1 4 4

  4

  3 3 3 2 2 3 4

  3

  3 3 3 2 2 3 4

  2

  3 3 3 2 2 3 3

  4 3 3 2 2 3 4

  1 3 3 1 3 3 2

  22

  3 3 4 3 2 2 3

  2 3 3 3 3 3 4

  21

  1 1 3 3 3 4 1

  20

  3 3 3 2 2 3 4

  19

  3 4 4 1 2 3 4

  18

  17

  12

  3 3 3 3 3 3 3

  16

  2 3 3 3 2 3 3

  15

  4 3 3 2 2 2 4

  14

  4 4 4 2 1 3 4

  13

  3 3 3 2 1 3 4

  3 3 3 2 2 3 3 S Item55 Item56 Item57 Item58 Item59 Item

  60 Item61

  2 3 3 3 2 3 3

  1 3 4 4 4 4 4

  32

  4 4 4 4 4 2 4

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 3 3 2 2 2

  29

  28

  4 4 2 4 4 4 4

  2 3 3 3 3 3 2

  27

  3 3 3 3 2 3 3

  26

  1 4 3 4 1 2 3

  25

  2 2 3 3 3 2 1

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  3 2 4 4 3 3 3

  43

  3 2 3 3 3 2 2

  42

  4 4 4 4 2 2 4

  41

  2 3 3 3 3 3 3

  4 4 1 2 4 2 4

  2 3 3 3 3 3 2

  39

  4 4 4 3 3 3 2

  38

  3 4 3 3 3 2 4

  37

  3 4 4 3 3 2 4

  36

  2 4 4 4 2 1 1

  35

  2 2 3 3 3 2 2

  1 3 3 3 2 2 2

  1

  6

  10

  2 3 3 3 3 2 3

  9

  2 2 3 3 3 3 2

  8

  4 3 4 4 4 3 3

  7

  2 3 3 3 3 3 2

  3 3 3 2 3 3 3

  11

  5

  1 2 4 4 2 3 1

  4

  3 3 4 3 3 2 2

  3

  3 3 4 3 3 2 2

  2

  3 3 3 3 2 2 2

  2 2 3 3 3 1 2

  2 3 3 3 2 1 1

  22

  3 3 4 4 3 2 2

  2 3 3 3 2 2 1

  21

  2 4 3 2 1 2 3

  20

  3 4 3 3 3 2 2

  19

  1 3 3 4 3 2 2

  18

  17

  12

  2 3 3 3 3 3 2

  16

  2 3 3 2 2 3 3

  15

  2 3 4 3 3 2 2

  14

  4 3 4 3 3 1 4

  13

  3 4 3 3 4 1 3

  2 4 3 2 2 2 3 S Item62 Item63 Item64 Item65 Item66 Item

  67 Item68

  2 2 3 2 3 3 2

  4 1 4 4 4 4 1

  32

  4 4 4 4 4 4 4

  31

  4 3 3 3 3 3 4

  30

  3 3 3 3 3 2 2

  29

  28

  4 4 4 4 4 1 4

  3 2 3 3 3 3 2

  27

  3 3 3 3 3 4 2

  26

  4 2 4 2 3 2 2

  25

  3 3 3 3 3 2 2

  24

  33

  34

  23

  40

  44

  4 2 4 4 4 3 1

  43

  3 2 3 3 3 3 2

  42

  4 4 4 3 3 1 2

  41

  3 2 4 3 3 2 2

  3 4 4 2 1 2 3

  4 2 3 3 3 2 2

  39

  3 3 4 3 4 3 2

  38

  3 4 3 3 3 2 1

  37

  4 3 4 4 4 3 3

  36

  4 4 4 4 4 1 3

  35

  3 2 3 3 3 3 2

  3 3 3 3 3 2 1

  1

  6

  10

  4 3 3 3 3 2 2

  9

  3 2 3 3 3 3 2

  8

  4 4 4 3 4 4 3

  7

  3 2 3 3 3 3 2

  2 3 3 2 3 3 3

  11

  5

  4 2 4 4 4 1 1

  4

  3 2 3 3 3 2 2

  3

  3 2 3 3 3 2 2

  2

  3 3 3 3 3 2 2

  3 2 4 3 3 2 2

  3 2 3 3 3 2 2

  22

  3 2 3 3 3 4 2

  3 2 3 3 2 2 1

  21

  1 3 4 1 2 4 2

  20

  3 2 4 3 3 3 1

  19

  3 2 4 3 3 3 2

  18

  17

  12

  3 3 3 3 3 2 2

  16

  3 3 3 3 3 3 3

  15

  4 2 4 3 3 2 2

  14

  4 1 3 4 3 4 1

  13

  4 2 4 4 3 4 2

  3 3 4 3 3 2 3 S Item69 Item70 Item71 Item72 Item73 Item74 Item75

  1

  29

  33

  4 4 1 3 3 3 4

  32

  4 4 4 4 4 3 4

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  2 3 3 3 4 3 2

  2 2 3 3 3 4 2

  34

  28

  2 3 2 3 3 3 2

  27

  2 2 3 3 3 3 2

  26

  3 3 1 3 4 3 3

  25

  2 4 1 3 4 4 2

  2 4 2 4 4 4 1

  2 3 2 3 3 3 3

  2 3 2 4 3 3 2

  40

  44

  3 4 2 3 4 4 3

  43

  3 4 2 3 3 2 2

  42

  3 4 1 4 3 4 2

  41

  3 4 2 4 3 3 3

  3 3 4 3 2 2 2

  35

  39

  3 4 2 3 3 3 2

  38

  3 4 3 4 3 3 2

  37

  4 4 3 4 4 4 4

  36

  1 4 4 4 4 2 4

  24

  23

  2 3 3 3 4 3 2

  2 4 2 3 3 3 3

  3 4 2 3 3 3 3

  10

  2 4 2 3 3 3 2

  9

  2 3 2 3 3 3 3

  8

  4 4 4 4 3 4 4

  7

  6

  2 3 2 3 4 3 2

  3 3 3 3 2 2 2

  5

  3 4 1 4 4 4 2

  4

  2 4 1 3 4 3 3

  3

  2 3 1 3 4 3 3

  2

  11

  12

  2 3 2 3 3 3 2

  18

  22

  1 3 2 4 3 3 2

  21

  1 3 1 1 2 1 3

  20

  2 3 2 4 3 3 2

  19

  1 4 2 4 4 3 2

  3 4 2 3 3 3 3

  3 4 3 4 3 3 3

  17

  2 3 2 3 3 3 3

  16

  2 3 2 3 3 3 3

  15

  2 4 2 4 4 3 2

  14

  4 4 3 3 4 3 3

  13

  2 4 2 3 3 3 2 S Item76 Item77 Item78 Item79 Item80 EFC

  1 2 2 3 2 3 106 2 2 2 3 2 4 106 3 2 2 3 2 4 107 4 1 1 2 1 3 106 5 2 3 2 3 3 110 6 2 2 3 2 3 112 7 1 3 4 4 4 148 8 2 2 3 1 1 102 9 2 2 3 2 3 110

  10 1 1 4 2 2 109 11 2 2 3 1 3 94 12 2 3 4 2 4 121 13 2 4 4 2 4 124 14 2 2 2 2 3 112 15 2 2 3 3 2 110 16 2 2 3 2 3 109 17 3 3 4 2 3 120 18 2 2 3 2 4 113 19 2 2 3 2 4 110 20 3 1 2 1 2 87 21 2 1 4 2 4 106 22 1 2 3 3 3 100 23 2 2 4 2 2 105 24 1 2 3 3 4 98 25 1 1 3 3 4 108 26 2 2 3 2 3 111 27 2 2 3 2 3 274 28 4 2 2 2 3 103 29 2 2 3 2 3 106 30 3 3 3 3 4 126 31 2 4 4 1 4 139 32 3 3 4 1 3 120 33 1 2 4 4 4 138 34 3 2 3 2 3 113 35 1 4 4 4 4 133 36 2 4 4 4 4 142

  37 2 4 3 4 3 127 38 1 2 3 2 4 117 39 3 4 3 4 3 116 40 2 2 3 3 4 112 41 1 1 4 4 4 127 42 3 2 3 2 2 102 43 1 3 1 1 3 115 44 3 3 4 3 4 111 S Gender Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item

  6

  45 Wanita 3 2 4 3 3 3

  46 Wanita 4 3 3 4 2 3

  47 Wanita 4 3 4 4 4 3

  48 Wanita 3 3 3 3 3 3

  49 Wanita 3 2 3 4 4 3

  50 Wanita 3 3 3 4 3 3 S Gender Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item

  6

  45 Wanita 3 2 4 3 3 3

  46 Wanita 4 3 3 4 2 3

  47 Wanita 4 3 4 4 4 3

  48 Wanita 3 3 3 3 3 3

  49 Wanita 3 2 3 4 4 3

  50 Wanita 3 3 3 4 3 3

  S Item7 Item8 Item9 Item10 Item11 Itwm12 Item13

  45

  3 3 3 3 3 3 3

  46

  3 3 4 3 3 3 3

  47

  3 3 2 3 3 4 3

  48

  3 3 3 3 3 3 3

  49

  2 2 2 4 3 3 2

  50

  4 3 3 3 3 3 2 S Item14 Item15 Item16 Item17 Item18 Itwm19 Item20

  45

  3 3 3 3 3 3 3

  46

  4 3 3 4 2 4 4

  47

  3 2 3 3 2 3 2

  48

  3 3 3 3 3 3 3

  49

  4 3 4 3 3 3 4

  50

  3 3 3 3 3 3 3 S Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Itwm26 Item27

  45

  3 3 3 3 3 3 3

  46

  4 4 4 4 2 4 3

  47

  3 3 3 3 2 3 3

  48

  3 3 3 3 3 3 3

  49

  4 4 4 4 2 4 4

  50

  3 3 3 2 3 3 3 S Item28 Item29 Item30 Item31 Item32 Itwm33 Item34

  45

  3 3 3 4 4 4 4

  46

  3 3 4 4 4 4 4

  47

  3 3 3 4 2 3 3

  48

  3 3 3 3 3 3 3

  49

  4 4 3 3 4 2 2

  50

  3 3 3 3 3 3 2 S Item35 Item26 Item37 Item38 Item39 Itwm40 PFC

  45 3 4 4 4 3 3 127 46 4 4 4 2 4 3 137 47 3 3 3 2 3 3 119

  48 3 3 3 3 3 3 120 49 3 4 4 2 2 3 127 50 3 3 2 3 3 3 118

  S Item41 Item42 Item43 Item44 Item45 Itwm46 Item47

  45

  4 3 3 2 2 4 3

  46

  2 3 2 2 4 4 2

  47

  3 3 3 2 3 3 3

  48

  3 3 3 2 3 4 4

  49

  4 2 2 3 2 4 2

  50

  4 3 2 2 3 3 3 S Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Itwm53 Item54

  45

  3 3 3 2 2 3 4

  46

  4 4 3 3 3 4 4

  47

  3 3 3 3 3 3 4

  48

  4 3 3 3 2 3 4

  49

  4 4 3 3 2 3 3

  50

  3 3 3 2 2 3 4 S Item55 Item56 Item57 Item58 Item59 Itwm60 Item61

  45

  2 3 3 3 3 2 2

  46

  4 4 4 2 2 2 3

  47

  2 3 4 3 4 1 2

  48

  3 3 3 2 2 1 3

  49

  2 2 3 3 3 2 2

  50

  3 3 3 3 3 2 3 S Item62 Item63 Item54 Item65 Item66 Itwm67 Item68

  45

  3 4 4 3 3 3 3

  46

  4 2 4 4 4 2 2

  47

  4 3 3 3 3 4 2

  48

  3 3 3 3 3 3 2

  49

  3 2 3 3 2 3 2

  50

  4 3 3 3 3 3 2 S Item69 Item70 Item71 Item72 Item73 Itwm74 Item75

  45

  3 4 2 3 3 3 3

  46

  2 4 2 4 4 3 3

  47

  2 4 2 4 3 3 4

  48

  2 3 3 3 3 3 2

  49

  2 4 3 3 3 3 3

  50

  3 4 2 4 4 3 2 S Item76 Item77 Item78 Item79 Item80 EFC

  45 2 1 3 3 3 115 46 2 2 4 2 4 123 47 2 3 3 4 4 121

  48 3 3 3 3 3 115 49 2 2 3 2 2 108 50 2 3 4 3 4 118

  

Lampiran 4.

  

Uji realibilitas

skala strategi coping uji coba

  Reliability

1. PFC

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Item4 123.26 133.951 .495 .904

  Item17 124.02 135.816 .284 .907

  Item16 123.76 134.798 .438 .905

  Item15 124.02 138.387 .109 .910

  Item14 123.70 131.561 .576 .903

  Item13 123.90 133.316 .450 .905

  Item12 123.68 135.242 .326 .906

  Item11 123.46 135.804 .335 .906

  Item10 123.42 133.718 .552 .904

  Item9 123.88 137.291 .244 .907

  Item8 123.62 132.812 .576 .903

  Item7 123.48 132.785 .529 .904

  Item6 123.32 137.202 .265 .907

  Item5 123.38 136.036 .333 .906

  Item3 123.40 135.102 .322 .907

  Case Processing Summary

  

Warnings

  Item1 123.24 137.329 .260 .907

  Alpha if Item Deleted

  Correlation Cronbach's

  Corrected Item-Total

  Variance if Item Deleted

  Item Deleted Scale

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if

  .907

  Cronbach's Alpha N of Items

   Reliability Statistics

  Cases Total 50 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a) .0

  N % Valid 50 100.0 Excluded(

  Item2 123.80 137.469 .200 .908

  Item18 124.28 133.634 .435 .905

  Item34 123.62 132.240 .583 .903

  Total 50 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Excluded(a) .0

  N % Cases Valid 50 100.0

  Case Processing Summary

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  

Warnings

  Reliability

  Item40 124.04 133.468 .391 .906

  Item39 123.88 132.475 .577 .903

  Item38 123.80 132.122 .471 .904

  Item37 123.66 134.311 .400 .905

  Item36 123.46 134.335 .442 .905

  Item35 123.74 132.686 .495 .904

  Item33 123.74 132.849 .540 .904

  Item19 123.56 135.476 .446 .905

  Item32 123.84 132.341 .477 .904

  Item31 123.26 135.339 .419 .905

  Item30 124.10 133.031 .388 .906

  Item29 123.72 136.451 .315 .906

  Item28 123.40 133.020 .606 .903

  Item27 123.60 132.245 .573 .903

  Item26 123.48 132.744 .564 .903

  Item25 124.02 134.428 .263 .909

  Item24 123.62 134.526 .518 .904

  Item23 123.62 132.934 .567 .903

  Item22 123.48 133.928 .548 .904

  Item21 123.72 133.553 .508 .904

  Item20 123.78 132.624 .452 .905

2. EFC

  Reliability Statistics

  Item62 110.68 135.487 .615 .871

  Item55 111.44 134.292 .491 .873

  Item56 110.86 138.613 .394 .875

  Item57 110.72 141.185 .254 .877

  Item58 110.90 139.929 .343 .876

  Item59 111.20 136.857 .451 .874

  Item60 111.74 144.441 .009 .882

  Item61 111.44 134.374 .487 .873

  Item63 111.36 137.256 .385 .875

  Item53 110.88 142.761 .138 .879

  Item64 110.54 140.702 .354 .876

  Item65 110.90 137.684 .505 .873

  Item66 110.88 138.312 .477 .874

  Item67 111.34 143.453 .045 .883

  Item68 111.86 137.511 .405 .875

  Item69 111.54 135.519 .493 .873

  Item70 110.44 139.068 .422 .875

  Item71 111.74 135.747 .456 .874

  Item54 110.52 136.091 .498 .873

  Item52 111.78 144.175 .048 .880

  Cronbach's Alpha N of Items

  Item41 110.68 140.385 .302 .877

  .878

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if

  Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted

  Item42 110.92 137.708 .382 .875

  Item51 111.58 136.738 .397 .875

  Item43 111.48 135.398 .411 .875

  Item44 111.76 139.166 .300 .877

  Item45 111.24 136.064 .508 .873

  Item46 110.48 138.989 .358 .876

  Item47 111.50 136.092 .414 .875

  Item48 110.86 134.082 .609 .871

  Item49 110.72 138.328 .409 .875

  Item50 110.86 141.143 .279 .877

  Item72 110.66 137.168 .556 .873

  Item73 110.68 142.875 .141 .879 Item74

  110.94 140.915 .290 .877 Item75

  111.38 138.526 .356 .876 Item76

  111.98 149.000 -.253 .886 Item77

  111.66 133.290 .555 .871 Item78

  110.80 137.061 .471 .874 Item79

  111.58 134.249 .469 .873 Item80

  110.70 136.418 .462 .874

  

Lampiran 5.

  

Skala strategi coping

setelah uji coba

  

SKALA

STRATEGI COPING

  Nama : Jenis kelamin : Pria/wanita Usia : th Pendidikan terakhir : Pekerjaan : Alamat : Lama sakit : Petunjuk Pengisian

Berikut ini terdapat beberapa pernyataan beserta pilihan jawabannya. Bacalah setiap

pernyataan dengan cermat, kemudian pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan

keadaan, perasaan dan pikiran Bapak/ibu.Beri tanda silang (X) pada salah satu

alternatif jawaban, yaitu: SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

Tidak ada jawaban yang salah selama jawaban itu merupakan gambaran keadaan

Bapak/ibu yang sebenarnya. Bila ada jawaban yang keliru, lingkarilah dan isi dengan

jawaban baru. Jika sudah selesai, periksalah kembali dan pastikan tidak ada nomor

yang terlewat. Saya ucapkan terimakasih atas kerjasama yang Bapak/ibu berikan.

  

SELAMAT MENGERJAKAN…

Peneliti Mellissa

  

No Pernyataan SS S TS STS

  1. Pikiran saya tertuju pada usaha- SS S TS STS usaha pemulihan kesehatan

  2. Saya tidak akan melakukan aktifitas

yang melelahkan ketika kondisi SS S TS STS

fisik saya menurun

  3. Saya memperoleh banyak informasi yang bermanfaat bagi kemajuan SS S TS STS kesehatan saya ketika berkonsultasi dengan dokter

  4. Saya berusaha untuk berhati-hati dalam melakukan setiap aktivitas SS S TS STS

  5. Bagi saya, masalah kesehatan lebih penting daripada masalah pribadi SS S TS STS saya

  6. Saya meminta nasehat dan

pertimbangan dari dokter agar SS S TS STS

kondisi kesehatan saya segera pulih

  7. Saya rajin berlatih menggerakkan SS S TS STS anggota tubuh saya menggunakan anjuran terapis

  8. Saya memiliki jadwal cek SS S TS STS kesehatan dengan dokter

  9. Masalah pribadi yang saya alami tidak mengganggu usaha saya untuk SS S TS STS memulihkan kesehatan

  10. Saya hanya akan melakukan aktifitas-aktifitas yang telah SS S TS STS diperbolehkan oleh dokter

11. Saya sebaiknya rutin mengikuti

  SS S TS STS proses terapi

  12. Saya mengesampingkan masalah- masalah lain yang tidak SS S TS STS berhubungan dengan usaha pemulihan kesehatan

  13. Saya tidak akan memaksakan diri untuk belajar aktifitas baru bila saya SS S TS STS merasa belum mampu melakukannya

  

No Pernyataan SS S TS STS

  14 Saya mencari informasi dari sesama penderita stroke mengenai berbagai SS S TS STS cara yang biasa mereka lakukan dalam mengatasi dampak stroke

  15. Saya berusaha selalu mengikuti SS S TS STS proses terapi yang dianjurkan oleh dokter

  16. Memiliki jadwal cek kesehatan SS S TS STS secara rutin merupakan hal yang penting

  17. Saya mencoba berkonsentrasi pada SS S TS STS usaha pemulihan kesehatan

  18. Saya akan mencoba melakukan SS S TS STS aktifitas baru jika sudah diperbolehkan oleh terapis saya

  19. Untuk mempercepat proses SS S TS STS pemulihan kesehatan, saya rajin mengecek kesehatan secara rutin

  20. Saya mengikuti proses terapi untuk kemajuan kesehatan saya karena SS S TS STS merupakan salah satu cara yang dianjurkan dokter

  21. Masalah kesehatan merupakan SS S TS STS prioritas utama saya saat ini

  22. Jika saya tidak yakin mampu melakukan aktivitas tertentu, lebih SS S TS STS baik bagi saya untuk menundanya terlebih dahulu

  23. Saya meminta nasehat dan SS S TS STS pertimbangan dari sesama penderita stroke untuk mengatasi penyakit ini

  24. Saya berusaha untuk minum obat SS S TS STS secara teratur sesuai anjuran dokter

  25. Saya merasa perlu membuat jadwal SS S TS STS konsultasi dengan dokter

  26. Saya tidak mau masalah pribadi saya menganggu konsentrasi saya SS S TS STS dalam proses pemulihan kesehatan saya

  

No Pernyataan SS S TS STS

  27. Saya rela untuk menunda SS S TS STS melakukan aktifitas tertentu demi menjaga kondisi fisik saya

  28. Ketika saya bertanya pada dokter, saya mendapat banyak informasi SS S TS STS baru yang berhubungan dengan penyakit saya

  29. Saya memeriksakan diri secara rutin ke dokter agar saya SS S TS STS mengetahui kemajuan kesehatan saya

  30. Saya memiliki rencana untuk SS S TS STS mengunjungi dokter secara rutin

  31. Saya lebih banyak memikirkan SS S TS STS kesehatan saya daripada masalah lain

  32. Saya akan menunggu waktu yang SS S TS STS tepat dalam melakukan berbagai aktifitas

  33. Saya mendapat banyak informasi tentang penyakit saya ketika SS S TS STS bertukar pikiran dengan sesama penderita stroke

  34. Saya belajar untuk menjadi orang SS S TS STS yang lebih tegar setelah mengalami sakit ini

  35. Saya menerima kenyataan bahwa sekarang saya membutuhkan SS S TS STS bantuan orang lain untuk melakukan berbagai aktifitas

  36. Saya berpikir, seharusnya bukan SS S TS STS saya yang mengalami penyakit ini

  37. Saya lebih memilih istirahat di rumah daripada berkonsultasi ke SS S TS STS dokter ketika merasa tidak enak badan

  38. Saya merasa nyaman ketika dapat SS S TS STS melupakan sakit yang saya alami dengan cara menonton TV

  

No Pernyataan SS S TS STS

  39. Saya yakin dengan berserah pada Tuhan, saya akan mendapat SS S TS STS kekuatan untuk menghadapi penyakit ini

  40. Saya menangis ketika saya merasa SS S TS STS putus asa menghadapi penyakit ini

  41. Saya merasa lebih bersemangat dalam menghadapi penyakit ini SS S TS STS ketika banyak orang memperhatikan saya

  42. Saya bersyukur karena masih banyak hal yang bisa saya lakukan SS S TS STS walaupun kondisi fisik saya tidak seperti dulu lagi

  43. Saya sulit menerima kenyataan SS S TS STS bahwa saya mengalami stroke

  44. Setelah mengalami sakit ini, saya SS S TS STS menjadi bersemangat ketika berdoa pada Tuhan

  45. Beban kesedihan akibat penyakit SS S TS STS saya sedikit berkurang ketika saya bisa meluapkan kemarahan saya

  46. Saya merasa senang jika ada orang lain yang bisa mengerti kesedihan SS S TS STS saya akibat penyakit yang saya alami

  47. Walaupun banyak hal yang tidak SS S TS STS bisa saya lakukan lagi, saya tidak mengeluh

  48. Saya tidak suka ketika orang lain

memperlakukan saya seperti orang SS S TS STS

sakit

  49. Melamun dan berkhayal seandainya SS S TS STS saya tidak sakit dapat mengurangi kesedihan saya

  50. Saya menambah jam doa atau SS S TS STS beribadah lebih dari biasanya untuk memohon kesembuhan dari Tuhan

  

No Pernyataan SS S TS STS

  51. Saya menangis ketika teringat SS S TS STS bahwa kondisi fisik saya tidak seperti dulu lagi

  52. Dukungan dari keluarga dan teman- SS S TS STS teman membuat saya tidak putus asa dalam menghadapi penyakit ini

  53. Saya selalu bersikap optimis dalam SS S TS STS menghadapi penyakit saya

  54. Beban saya berkurang ketika saya SS S TS STS bisa menerima kondisi fisik saya yang sekarang

  55. Berlatih menggerakkan anggota SS S TS STS tubuh hanya akan membuat letih

  56. Mengenang masa lalu sebelum sakit SS S TS STS dapat mengurangi beban saya

  57. Saya merasa mendapatkan kekuatan SS S TS STS baru untuk menghadapi penyakit ini, ketika dekat pada Tuhan

  58. Ketika saya tidak bisa melakukan SS S TS STS aktifitas tertentu, saya marah

  59. Perhatian keluarga terhadap diri saya membuat diri saya merasa SS S TS STS mampu dalam menghadapi penyakit ini

  60. Walaupun saya sakit stroke, saya

merasa kondisi fisik saya masih SS S TS STS

seperti dulu

  61. Melamun seandainya saya memiliki tubuh yang sehat dapat mengurangi SS S TS STS rasa putus asa saya dalam menghadapi penyakit ini

  62. Saya menjadi rajin beribadah dan SS S TS STS berdoa setelah mengalami sakit

  63. Saya mengungkapkan kekecewaan SS S TS STS saya dengan cara menangis

  64. Saya merasa butuh dukungan dan SS S TS STS perhatian dari orang lain untuk menghadapi penyakit ini

  ™ Periksa kembali jawaban Bapak/ibu, pastikan tidak ada nomor yang terlewat.

  Lampiran 6.

  

Tabulasi skor skala strategi

coping setelah uji coba S Gender Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item

  6

  38 Wanita 2 3 3 4 4 3

  28 Wanita 3 3 3 3 3 4

  29 Wanita 4 4 3 3 3 4

  30 Wanita 4 3 4 3 3 3

  31 Wanita 2 4 4 4 4 4

  32 Wanita 4 4 3 4 2 3

  33 Wanita 4 4 3 3 3 3

  34 Wanita 3 3 3 3 3 3

  35 Wanita 4 4 4 4 4 4

  36 Wanita 4 4 4 4 4 4

  37 Wanita 4 4 4 4 4 4

  39 Wanita 2 2 3 1 2 3

  26 Wanita 4 4 4 4 3 4

  40 Wanita 3 3 3 3 3 3

  41 Wanita 4 3 4 4 4 4

  42 Wanita 4 4 4 4 3 4

  43 Wanita 4 4 4 4 3 3

  44 Wanita 2 2 4 3 3 3

  45 Wanita 4 3 3 3 3 3

  46 Wanita 3 4 2 3 3 3

  47 Wanita 4 4 4 3 3 3

  48 Wanita 3 3 3 3 3 3

  49 Wanita 3 4 4 2 2 4

  27 Wanita 3 3 4 3 3 3

  25 Pria 4 4 4 3 4 4

  1 Pria 4 4 3 3 3 4

  12 Pria 4 4 3 4 4 4

  2 Pria 3 4 4 3 3 3

  3 Pria 3 4 4 3 3 3

  4 Pria 3 4 3 4 4 4

  5 Pria 2 3 2 3 2 2

  6 Pria 4 3 4 4 3 3

  7 Pria 4 4 3 4 3 4

  8 Pria 3 4 3 3 3 3

  9 Pria 4 4 3 4 4 3

  10 Pria 4 3 4 3 3 3

  11 Pria 2 4 4 4 3 4

  13 Pria 4 4 4 3 4 3

  24 Pria 3 3 3 3 4 4

  14 Pria 4 4 4 4 4 4

  15 Pria 4 3 3 3 3 3

  16 Pria 4 4 4 3 3 4

  17 Pria 4 4 4 4 4 4

  18 Pria 3 3 3 3 3 3

  19 Pria 4 4 3 3 3 3

  20 Pria 4 4 4 4 3 3

  21 Pria 4 4 3 3 3 4

  22 Pria 3 3 3 4 3 3

  23 Pria 3 3 4 3 4 4

  50 Wanita 3 4 3 4 3 3

  S Item7 Item8 Item9 Item10 Item11 Item12 Item13

  4 3 4 2 2 1 4

  37

  4 3 3 4 4 2 3

  36

  3 4 4 4 4 4 4

  35

  3 4 3 3 2 3 3

  34

  2 1 4 4 4 2 4

  33

  32

  38

  4 4 4 4 4 4 4

  31

  4 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 3 3 3 3 3

  29

  2 3 3 3 2 2 3

  28

  3 3 2 3 3 2 3

  27

  4 3 4 4 3 3 4

  3 3 2 3 3 2 3

  26

  45

  50

  3 3 2 4 4 3 3

  49

  3 3 3 3 3 3 3

  48

  3 4 3 3 3 2 3

  47

  3 3 3 4 3 2 4

  46

  3 3 3 3 3 3 3

  2 4 3 3 3 1 3

  39

  44

  4 4 4 3 4 2 3

  43

  4 4 4 4 3 3 3

  42

  4 4 4 4 3 4 3

  41

  3 4 3 2 4 2 3

  40

  4 4 3 2 3 2 3

  4 3 3 3 3 3 3

  4 4 3 4 4 2 4

  1

  7

  4 4 2 3 3 2 3

  11

  3 3 2 2 2 3 3

  10

  3 3 3 3 3 3 4

  9

  3 2 4 4 3 2 2

  8

  4 4 3 4 4 3 4

  4 3 3 4 3 3 3

  4 4 3 3 3 3 3

  6

  3 2 2 2 3 2 3

  5

  3 3 2 2 3 2 4

  4

  3 3 3 3 3 3 3

  3

  3 3 3 3 3 3 3

  2

  3 3 3 3 3 3 3

  12

  13

  25

  3 3 2 3 3 2 3

  3 2 3 3 3 3 3

  24

  4 3 3 2 2 2 4

  23

  4 3 2 3 4 2 3

  22

  4 2 2 3 3 2 4

  21

  4 3 3 4 3 3 3

  20

  19

  4 3 3 4 3 3 3

  4 3 2 3 3 2 3

  18

  4 4 4 3 3 3 4

  17

  3 3 3 3 2 3 4

  16

  3 2 3 2 3 2 3

  15

  3 3 2 3 3 3 4

  14

  3 3 2 3 3 3 3 S Item14 Item15 Item16 Item17 Item18 Item19 Item20

  1

  2

  4

  2 4 4 4 4 4

  34

  3

  3 3 3 3 3 3

  35

  4 4 4 4 4 4

  2 3 4 3 3 2

  36

  4

  4 4 3 4 3 4

  37

  4

  4 4 4 4 4 3

  33

  3

  3

  29

  27

  2

  2 3 3 3 3 3

  28

  3

  2 3 3 3 3 2

  3

  32

  3 3 3 3 3 3

  30

  3

  4 3 3 3 3 3

  31

  4

  4 4 4 3 4 4

  38

  3 3 3 3 4 4

  4

  3 3 3 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  46

  4

  4 4 4 4 4 3

  47

  2

  48

  45

  3

  3 3 3 3 3 3

  49

  4

  4 4 4 4 4 4

  50

  3

  3

  2 3 2 3 3 3

  39

  3

  2

  3 3 2 3 4 3

  40

  3

  3 4 3 2 4 3

  41

  4 4 4 4 4 4

  2

  42

  2

  3 4 3 4 4 4

  43

  3

  4 4 4 3 4 4

  44

  3 3 4 3 3 3

  26

  3

  10

  8

  3

  3 3 3 3 3 2

  9

  3

  3 3 3 3 4 3

  2

  4

  3 3 3 3 3 3

  11

  3

  3 3 3 4 3 3

  12

  4

  3 4 3 3 4 4

  3 4 3 4 4 4

  7

  1

  3 4 3 3 3 3

  3 3 3 3 3 3

  2

  3

  3 4 3 3 3 3

  3

  3

  4

  3 3 4 3 3 3

  4

  3 4 4 4 2 4

  5

  3

  3 2 2 3 2 2

  6

  3

  13

  3 3 3 4 4 4

  3 3 4 3 4 3

  3 3 3 3 3 4

  3 3 3 3 4 4

  21

  3

  4 3 2 3 2 3

  22

  3

  23

  20

  2

  3 3 3 3 3 3

  24

  4

  3 4 3 3 4 4

  25

  4

  4

  3 4 3 3 3 3

  14

  3

  3

  4 3 3 3 4 3

  15

  3

  3 3 3 3 3 3

  16

  2 3 3 3 3 2

  3

  17

  4

  4 3 4 4 4 4

  18

  2

  3 4 4 3 3 3

  19

  3 3 3 2 3 3 S Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item26 Item27

  1

  33

  4 2 4 4 4 4 4

  37

  4 3 4 4 4 4 3

  36

  4 2 2 4 4 4 4

  35

  3 3 2 3 2 3 3

  34

  4 4 4 4 3 3 4

  3 3 2 4 3 2 3

  4 3 2 4 2 3 3

  32

  4 4 4 4 4 4 4

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 3 3 3 3 3

  29

  3 3 2 3 2 3 3

  28

  3 3 3 3 3 3 3

  38

  39

  3 3 3 3 3 3 3

  3 3 3 4 4 4 4

  50

  4 4 3 3 4 2 2

  49

  3 3 3 3 3 3 3

  48

  3 3 3 4 2 3 3

  47

  3 3 4 4 4 4 4

  46

  45

  3 2 1 4 3 3 3

  3 3 3 4 3 2 3

  44

  4 4 3 4 3 3 4

  43

  4 3 3 4 3 3 3

  42

  4 3 1 4 4 3 4

  41

  3 3 2 4 4 3 3

  40

  27

  26

  3 3 3 3 3 3 3

  4 4 4 3 3 4 4

  12

  4 4 3 4 2 3 4

  11

  3 3 2 3 3 3 3

  10

  4 3 3 4 3 3 3

  9

  3 2 2 3 3 3 3

  8

  7

  13

  4 3 3 3 2 3 3

  6

  2 3 3 2 2 2 2

  5

  4 4 1 3 3 4 4

  4

  4 3 2 3 3 3 3

  3

  4 3 2 3 3 3 3

  2

  3 4 4 4 3 3 3

  3 3 2 4 2 3 4

  3 4 2 4 4 4 4

  20

  25

  4 3 2 4 2 3 3

  24

  3 3 2 3 3 3 3

  23

  4 3 3 4 4 3 2

  22

  3 3 3 3 1 4 3

  21

  3 4 3 4 3 1 2

  3 3 3 4 3 3 3

  14

  19

  3 3 2 4 3 3 3

  18

  4 4 4 4 4 4 4

  17

  4 3 3 4 2 3 4

  16

  4 2 3 4 3 3 3

  15

  4 3 3 4 3 3 4

  3 3 3 3 3 3 2 S Item28 Item29 Item30 Item31 Item32 Item33 PFC

  1 3 3 3 3 3 3 102

  2 3 3 3 3 3 3 102 3 3 3 3 3 3 3 102

  4 4 4 3 4 2 1 107 5 2 2 2 2 2 2 76

  6 3 3 3 3 3 3 105

  7 4 3 4 4 3 4 122

  8 3 3 2 4 2 3 95

  9 4 3 3 4 3 3 109 10 3 3 3 3 3 2 95

  11 4 4 2 2 3 3 106 12 3 3 4 3 3 4 115

  13 3 4 3 3 3 3 107

  14 3 4 3 4 3 3 112

  15 2 3 2 4 3 3 97 16 3 4 3 3 3 3 104 17 4 4 4 4 4 4 128 18 2 3 3 2 3 2 96 19 3 4 3 2 3 3 101 20 1 2 3 4 2 1 102 21 3 2 3 2 3 3 97

  22 3 3 4 2 2 3 102 23 2 3 3 3 3 2 97 24 4 3 2 3 2 3 103 25 3 4 3 3 4 3 117 26 3 3 3 2 3 3 106 27 3 3 3 3 2 3 95 28 3 3 2 3 3 2 91 29 3 3 3 3 3 3 102 30 3 3 3 3 3 3 103

  31 4 4 4 4 4 4 129 32 3 3 3 2 3 2 96

  33 4 4 3 4 4 2 114 34 3 3 4 3 3 3 98 35 4 4 4 4 4 1 122 36 4 4 3 4 4 4 122 37 3 4 4 4 4 4 125 38 2 4 4 3 3 3 101 39 3 4 4 3 2 1 90 40 2 4 4 2 2 3 100 41 3 4 4 4 3 2 119

  42 3 4 3 3 3 3 114 43 4 3 3 3 3 3 116 44 4 4 4 2 3 3 95 45 3 4 4 4 3 3 107 46 4 4 4 2 4 3 114 47 3 3 3 2 3 3 100 48 3 3 3 3 3 3 99 49 3 4 4 2 2 3 109 50 3 3 2 3 3 3 97

  S Item34 Item35 Item36 Item37 Item38 Item39 Item40

  3 2 1 2 2 4 1

  37

  4 4 3 3 4 4 3

  36

  4 4 4 3 4 4 4

  35

  3 4 4 2 3 4 2

  34

  4 4 4 3 4 4 4

  33

  32

  38

  3 4 2 1 2 4 2

  31

  3 3 3 3 3 3 3

  30

  3 3 2 2 3 3 2

  29

  3 3 2 2 3 2 2

  28

  3 3 2 3 2 3 2

  27

  4 4 3 2 4 4 3

  3 2 2 2 3 4 3

  26

  45

  50

  4 2 2 3 2 4 2

  49

  3 3 3 2 3 4 4

  48

  3 3 3 2 3 3 3

  47

  2 3 2 2 4 4 2

  46

  4 3 3 2 2 4 3

  2 3 1 1 3 4 3

  39

  44

  3 3 2 3 2 4 2

  43

  3 4 1 2 2 3 2

  42

  4 3 4 2 3 4 4

  41

  4 4 1 1 3 4 1

  40

  2 2 4 4 4 3 4

  3 3 3 3 3 3 3

  4 4 1 2 3 3 2

  1

  7

  3 3 1 1 2 4 1

  11

  4 3 3 3 2 4 3

  10

  3 4 3 2 2 2 3

  9

  3 2 2 2 2 4 1

  8

  4 4 4 4 4 4 4

  3 3 3 3 3 4 3

  4 3 4 1 2 4 2

  6

  3 2 3 3 3 3 3

  5

  4 2 2 1 2 4 2

  4

  3 2 2 2 2 3 2

  3

  3 2 2 2 2 3 2

  2

  3 3 2 2 3 3 2

  12

  13

  25

  3 3 2 2 3 4 2

  4 4 1 1 1 1 1

  24

  3 2 2 3 3 4 2

  23

  3 3 2 2 2 3 2

  22

  4 3 4 3 3 3 2

  21

  2 1 3 1 3 3 3

  20

  19

  4 3 3 2 3 4 1

  4 3 2 2 3 4 3

  18

  4 4 3 3 3 3 3

  17

  3 3 3 2 2 3 3

  16

  3 4 3 2 2 4 3

  15

  3 4 2 3 3 4 2

  14

  4 3 2 2 3 3 3 S Item41 Item42 Item43 Item44 Item45 Item46 Item47

  1

  33

  4 4 2 4 3 4 3

  37

  4 4 3 4 3 4 3

  36

  4 4 4 4 2 4 4

  35

  3 4 2 4 2 3 3

  34

  4 3 4 4 4 4 4

  3 4 1 4 1 3 4

  4 4 1 3 4 4 3

  32

  4 4 4 4 4 4 4

  31

  4 4 3 4 3 3 3

  30

  3 3 2 3 3 3 3

  29

  2 3 2 2 2 3 3

  28

  3 3 2 3 2 3 3

  38

  39

  3 3 3 3 3 3 3

  3 3 2 4 2 3 3

  50

  4 4 3 3 2 2 3

  49

  4 3 3 4 3 3 2

  48

  3 3 3 4 2 3 3

  47

  4 4 3 4 4 4 2

  46

  45

  4 1 4 3 4 4 2

  3 3 2 3 2 4 2

  44

  3 4 2 2 3 2 4

  43

  2 3 3 2 3 2 3

  42

  4 3 2 4 4 4 4

  41

  3 4 1 3 2 3 3

  40

  27

  26

  3 3 2 3 3 3 3

  3 4 4 4 4 3 4

  12

  1 3 1 2 2 3 3

  11

  4 3 2 4 2 2 3

  10

  3 3 3 4 2 3 3

  9

  3 4 2 4 2 2 3

  8

  7

  13

  3 3 2 3 2 3 3

  6

  3 3 3 3 3 3 2

  5

  3 4 3 4 1 2 4

  4

  3 3 2 4 3 3 3

  3

  3 3 2 4 3 3 3

  2

  3 3 2 4 3 4 3

  4 4 2 4 4 3 3

  3 3 2 4 1 4 4

  20

  25

  3 3 1 3 2 2 3

  24

  2 3 2 4 2 2 3

  23

  3 3 2 3 1 3 3

  22

  2 3 3 4 2 3 3

  21

  1 1 3 1 2 4 2

  3 3 2 4 3 4 3

  14

  19

  3 4 1 4 1 3 4

  18

  3 3 3 3 3 3 4

  17

  3 3 3 3 2 3 3

  16

  2 3 3 3 2 3 2

  15

  4 3 2 4 2 3 3

  3 3 2 4 3 3 3 S Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Item53 Item54

  1

  3 2 3 2 4 3 3

  15

  2 3 3 3 3 3 3

  16

  3 2 3 3 3 3 3

  17

  3 2 3 2 3 3 3

  18

  3 2 3 2 4 3 3

  19

  20

  14

  1 3 1 3 4 1 2

  21

  2 1 3 2 3 3 2

  22

  2 2 3 3 3 3 3

  23

  3 2 3 2 3 3 3

  24

  3 1 3 3 3 3 3

  25

  3 2 4 2 4 3 3

  3 4 4 1 3 4 3

  26

  7

  3 2 3 2 3 3 3

  3

  3 2 3 2 3 3 3

  4

  2 1 4 2 4 4 4

  5

  3 3 2 3 3 2 3

  6

  3 2 3 2 3 3 3

  4 3 4 4 4 3 4

  13

  8

  3 2 3 2 3 3 3

  9

  3 3 4 3 3 3 3

  10

  3 2 3 2 4 3 3

  11

  2 1 3 2 3 3 3

  12

  4 3 4 2 4 4 3

  1 3 4 2 4 2 3

  2 3 3 3 3 3 3

  2 2 3 3 3 3 3

  2 3 3 3 4 3 3

  40

  3 3 3 2 4 3 3

  41

  2 4 4 4 4 3 3

  42

  3 2 3 2 3 3 3

  43

  3 3 4 2 4 4 4

  44

  45

  39

  3 2 3 4 4 3 3

  46

  2 3 4 2 4 4 4

  47

  4 2 4 3 3 3 3

  48

  2 3 3 3 3 3 3

  49

  3 2 3 2 3 3 2

  50

  4 4 3 4 4 2 1

  3 2 3 3 4 3 4

  27

  32

  3 2 3 2 3 3 3

  28

  2 3 2 2 3 2 3

  29

  2 2 3 3 3 3 3

  30

  3 3 4 3 3 3 3

  31

  4 4 4 4 4 4 4

  4 4 4 1 4 4 4

  38

  33

  4 4 4 4 4 4 4

  34

  3 2 4 2 3 3 3

  35

  2 1 4 4 4 4 4

  36

  3 4 4 3 4 4 4

  37

  3 4 3 4 3 3 3

  2

  1

  2 2 3 3 3 3 3

  19

  3 2 4 2 4 3 3

  15

  2 3 3 3 3 3 3

  16

  3 2 3 3 3 3 3

  17

  3 2 3 2 3 3 3

  18

  3 2 3 2 4 3 3

  3 2 3 2 4 3 3

  3 4 4 1 3 4 3

  20

  1 3 1 3 4 1 2

  21

  2 1 3 2 3 3 2

  22

  2 2 3 3 3 3 3

  23

  3 2 3 2 3 3 3

  24

  3 1 3 3 3 3 3

  14

  13

  1 3 4 2 4 2 3

  3 2 3 2 3 3 3

  2

  3 2 3 2 3 3 3

  3

  3 2 3 2 3 3 3

  4

  2 1 4 2 4 4 4

  5

  3 3 2 3 3 2 3

  6

  7

  4 3 4 2 4 4 3

  4 3 4 4 4 3 4

  8

  3 2 3 2 3 3 3

  9

  3 3 4 3 3 3 3

  10

  3 2 3 2 4 3 3

  11

  2 1 3 2 3 3 3

  12

  25

  26

  3 3 4 3 3 3 3 S Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Item53 Item54

  2 3 3 3 4 3 3

  40

  3 3 3 2 4 3 3

  41

  2 4 4 4 4 3 3

  42

  3 2 3 2 3 3 3

  43

  3 3 4 2 4 4 4

  44

  45

  39

  3 2 3 4 4 3 3

  46

  2 3 4 2 4 4 4

  47

  4 2 4 3 3 3 3

  48

  2 3 3 3 3 3 3

  49

  3 2 3 2 3 3 2

  50

  4 4 3 4 4 2 1

  3 2 3 3 4 3 4

  2 3 3 3 3 3 3

  32

  27

  3 2 3 2 3 3 3

  28

  2 3 2 2 3 2 3

  29

  2 2 3 3 3 3 3

  30

  3 3 4 3 3 3 3

  31

  4 4 4 4 4 4 4

  4 4 4 1 4 4 4

  38

  33

  4 4 4 4 4 4 4

  34

  3 2 4 2 3 3 3

  35

  2 1 4 4 4 4 4

  36

  3 4 4 3 4 4 4

  37

  3 4 3 4 3 3 3

  3 3 4 3 3 3 3 S Item55 Item56 Item57 Item58 Item59 Item60 Item61

  1 2 2 3 3 3 2 2

  37 1 3 4 3 4 2 4

  28 2 2 2 3 3 2 2

  29 2 2 3 3 3 2 2

  30 4 3 3 3 3 3 3

  31 4 4 4 4 4 4 4

  32 1 4 4 1 3 4 3

  33 4 2 4 2 4 1 2

  34 2 2 3 2 3 3 2

  35 3 1 4 4 4 4 4

  36 3 4 4 3 4 4 4

  38 2 3 4 2 3 2 2

  26 2 2 2 3 3 2 2

  39 3 3 3 4 3 2 4

  40 2 3 4 2 4 3 2

  41 2 3 4 1 4 2 1

  42 2 3 4 2 3 2 2

  43 1 3 4 2 3 3 3

  44 3 2 4 2 3 2 3

  45 3 3 4 2 3 3 1

  46 2 2 4 2 4 3 2

  47 2 2 4 2 4 4 3

  48 2 2 3 3 3 2 3

  27 2 2 3 2 3 2 2

  25 2 3 3 1 3 3 1

  2 2 2 3 1 3 3 2

  12 2 3 4 3 4 3 3

  3 2 2 4 1 3 3 2

  4 1 3 4 1 4 2 1

  5 3 3 3 3 3 2 3

  6 2 2 4 2 3 3 2

  7 3 4 4 4 4 4 3

  8 2 2 3 2 3 3 2

  9 2 2 4 2 3 2 2

  10 2 3 4 2 3 3 1

  11 2 2 3 2 3 2 2

  13 1 4 4 3 3 3 4

  24 2 2 4 1 3 2 2

  14 2 2 4 2 4 2 2

  15 3 2 3 2 3 3 2

  16 2 2 3 2 3 3 2

  17 2 3 4 2 3 3 3

  18 2 1 4 2 4 2 2

  19 1 2 3 2 4 2 2

  20 2 1 3 1 1 3 1

  21 1 1 3 2 4 2 1

  22 1 2 3 2 3 2 2

  23 2 2 3 2 4 2 2

  49

  S Item62 Item63 Item64 EFC

  2

  1 4 111

  32

  4

  1

  3

  88

  33

  4

  4 4 113

  34

  3

  3

  31

  88

  35

  4

  4 4 112

  36

  4

  4 4 114

  37

  3

  4 3 102

  38

  3

  4

  99

  4

  80

  3

  4

  85

  26

  3

  2

  3

  86

  27

  3

  2

  3

  28

  4

  2

  2

  3

  74

  29

  3

  2

  3

  82

  30

  3

  3

  2

  91

  25

  48

  3

  91

  46

  4

  2

  4

  96

  47

  3

  4

  4

  95

  3

  3

  3

  3

  91

  49

  3

  2

  2

  84

  50

  4

  3

  4

  3

  45

  39

  42

  3

  4

  3

  99

  40

  3

  3

  4

  88

  41

  4

  4 4 102

  3

  87

  2

  2

  79

  43

  1

  1

  3

  87

  44

  4

  3

  4

  3

  75

  1

  87

  4

  4 4 118

  8

  3

  1

  1

  77

  9

  3

  2

  3

  10

  86

  4

  2

  2

  88

  11

  3

  1

  3

  70

  12

  4

  2

  7

  3

  98

  4

  3

  2

  3

  82

  2

  3

  2

  4

  81

  3

  3

  2

  82

  2

  4

  2

  1

  3

  81

  5

  2

  3

  3

  87

  6

  3

  4

  13

  4

  82

  2

  4

  86

  20

  2

  1

  2

  62

  21

  4

  2

  4

  22

  19

  3

  3

  3

  78

  23

  4

  2

  2

  81

  24

  3

  3

  3

  86

  4

  85

  2

  4

  98

  14

  2

  2

  3

  88

  15

  3

  3

  2

  16

  4

  3

  2

  3

  84

  17

  4

  2

  3

  92

  18

  3

  2

  95

  

Lampiran 7.

  

Uji realibilitas

skala strategi coping

setelah uji coba

  Reliability

1. PFC

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Item4 101.90 107.235 .474 .910

  Item17 102.04 106.529 .580 .909

  Item16 101.90 107.520 .554 .910

  Item15 102.14 107.266 .505 .910

  Item14 102.20 107.061 .406 .912

  Item13 101.98 109.000 .442 .911

  Item12 102.70 107.357 .430 .911

  Item11 102.18 107.987 .470 .910

  Item10 102.12 105.251 .591 .909

  Item9 102.32 106.957 .454 .911

  Item8 102.10 108.867 .317 .913

  Item7 101.88 109.536 .312 .913

  Item6 101.84 107.484 .543 .910

  Item5 102.04 106.651 .569 .909

  Item3 101.80 109.224 .353 .912

  Case Processing Summary

  

Warnings

  Item1 101.82 108.355 .339 .913

  Alpha if Item Deleted

  Correlation Cronbach's

  Corrected Item-Total

  Variance if Item Deleted

  Item Deleted Scale

  33 Item-Total Statistics Scale Mean if

  .913

  Cronbach's Alpha N of Items

   Reliability Statistics

  Cases Total 50 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a) .0

  N % Valid 50 100.0 Excluded(

  Item2 101.68 107.773 .480 .910

  Item18 102.04 107.794

  Item32 102.30 105.929 .605 .909

  31

  .899

  Cronbach's Alpha N of Items

   Reliability Statistics

  Cases Total 50 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a) .0

  N % Valid 50 100.0 Excluded(

  Case Processing Summary

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  

Warnings

  Reliability

  Item33 102.46 107.560 .363 .912

  Item31 102.22 106.175 .455 .911

  .549 .910

  Item30 102.08 107.585 .424 .911

  Item29 101.88 107.332 .491 .910

  Item28 102.16 106.545 .488 .910

  Item27 102.04 105.835 .601 .909

  Item26 102.16 106.709 .531 .910

  Item25 102.26 105.829 .498 .910

  Item24 101.68 108.630 .438 .911

  Item23 102.52 106.989 .373 .912

  Item22 102.14 109.878 .311 .912

  Item21 101.82 106.844 .599 .909

  Item20 102.02 105.775 .596 .909

  Item19 101.90 106.296 .582 .909

2. EFC

   Item-Total Statistics

  86.94 122.507 .433 .896 Item56

  86.52 120.622 .453 .896 Item50

  85.76 121.084 .612 .893 Item51

  86.44 121.517 .454 .895 Item52

  85.62 125.914 .360 .897 Item53

  85.98 123.530 .474 .895 Item54

  85.96 124.856 .388 .897 Item55

  86.62 121.832 .447 .896 Item57

  86.02 125.979 .306 .898 Item48

  85.52 124.459 .420 .896 Item58

  86.82 120.600 .495 .895 Item59

  85.74 122.441 .572 .894 Item60

  86.44 124.700 .308 .898 Item61

  86.74 119.013 .552 .893 Item62

  85.88 122.230 .492 .895 Item63

  86.66 118.270 .551 .893 Item64

  86.28 122.614 .433 .896 Item49

  85.94 123.649 .419 .896 Item47

  Scale Mean if Item Deleted

  86.56 119.966 .460 .896 Item37

  Scale Variance if

  Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item

  Deleted Item34

  85.76 125.533 .313 .898 Item35

  86.00 122.857 .399 .896 Item36

  86.84 124.219 .318 .898 Item38

  86.52 119.724 .501 .895 Item46

  86.32 121.324 .526 .894 Item39

  85.56 124.578 .343 .897 Item40

  86.58 120.616 .468 .895 Item41

  85.94 118.996 .655 .892 Item42

  85.80 124.939 .326 .898 Item43

  86.66 121.494 .437 .896 Item44

  85.60 121.265 .520 .894 Item45

  85.78 122.053 .454 .895

  

Lampiran 8.

  

Deskripsi dan analisis statistik

data penelitian secara

keseluruhan

  Frequencies Statistics

  2

  2.0

  2.0

  1

  56.0 105

  2.0

  2.0

  1

  54.0 104

  4.0

  4.0

  50.0 103

  2

  12.0

  12.0

  6

  38.0 102

  4.0

  4.0

  2

  34.0 101

  4.0

  4.0

  2

  58.0 106

  4.0

  2.0

  74.0 114

  2.0

  2.0

  1

  82.0 116

  2.0

  2.0

  1

  80.0 115

  6.0

  6.0

  3

  2.0

  4.0

  2.0

  1

  72.0 112

  4.0

  4.0

  2

  68.0 109

  6.0

  6.0

  3

  62.0 107

  30.0 100

  2.0

  PFC EFC Valid

  62 Maximum 129 118 Sum 5263 4453

  2.0

  1

  90

  2.0

  2.0

  2.0

  1

  76

  Percent Valid

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative

  Frequency Table

PFC

  76

  4.0

  56 Minimum

  53

  Range

  Variance 113.829 130.221

  88 Std. Deviation 10.669 11.411

  87.00 Mode 102

  Median 102.50

  89.06 Std. Error of Mean 1.509 1.614

  Mean 105.26

  50 N Missing

  50

  2.0

  91

  1

  18.0

  99

  28.0

  2.0

  2.0

  1

  98

  26.0

  8.0

  8.0

  4

  97

  4.0

  1

  4.0

  2

  96

  14.0

  8.0

  8.0

  4

  95

  6.0

  2.0

  2.0

  84.0

  117

  70.0

  10.0

  64.0

  91

  3

  6.0

  6.0

  92

  5

  1

  2.0

  2.0

  72.0

  95

  2

  4.0

  10.0

  88

  76.0

  86

  34.0

  85

  2

  4.0

  4.0

  38.0

  4

  54.0

  8.0

  8.0

  46.0

  87

  4

  8.0

  8.0

  4.0

  96

  4.0

  2.0

  92.0 112

  1

  2.0

  2.0

  94.0 113

  1

  2.0

  2.0

  96.0 114

  1

  2.0

  2.0

  98.0 118

  1

  2.0 2.0 100.0 Valid

  2.0

  1

  1

  82.0

  2.0

  2.0

  78.0

  98

  2

  4.0

  4.0

  99

  90.0 111

  2

  4.0

  4.0

  86.0 102

  2

  4.0

  4.0

  4.0

  2

  1

  2.0

  2.0 2.0 100.0 Total 50 100.0 100.0

  

EFC

  Frequency Percent Valid Percent Cumulative

  Percent

  62

  1

  2.0

  98.0 129

  2.0

  70

  1

  2.0

  2.0

  4.0

  74

  1

  2.0

  2.0

  3

  2.0

  2.0

  86.0 119

  1

  2.0

  2.0

  88.0 122

  6.0

  2.0

  6.0

  94.0 125

  1

  2.0

  2.0

  96.0 128

  1

  1

  2.0

  84

  3

  80

  1

  2.0

  2.0

  16.0

  81

  6.0

  2.0

  6.0

  22.0

  82

  4

  8.0

  8.0

  30.0

  14.0

  2.0

  6.0

  2.0

  75

  1

  2.0

  2.0

  8.0

  77

  1

  2.0

  1

  10.0

  78

  1

  2.0

  2.0

  12.0

  79

  Total 50 100.0 100.0

  Descriptives

Descriptive Statistics

  3

  50

  1 4 155 Item29

  3

  50

  2 4 161 Item28

  2

  50

  1 4 155 Item27

  3

  50

  1 4 150 Item26

  50

  2 4 169 Item30

  2 4 179 Item25

  2

  50

  1 4 137 Item24

  3

  50

  2 4 156 Item23

  2

  50

  2 4 172 Item22

  2

  50

  2

  50

  2

  2

  3

  50

  1 4 111 Item38

  3

  50

  1 4 125 Item37

  3

  50

  1 4 153 Item36

  3

  50

  2 4 165 Item35

  50

  2

  53 76 129 5263 Item34

  50

  1 4 140 PFC

  3

  50

  2 4 148 Item33

  2

  50

  2 4 152 Item32

  2

  50

  2 4 159 Item31

  2 4 162 Item21

  50

  N Range Minimum Maximum Sum Item1

  2

  2

  50

  1 4 158 Item9

  3

  50

  2 4 169 Item8

  2

  50

  2 4 171 Item7

  2

  50

  2 4 161 Item6

  50

  50

  1 4 168 Item5

  3

  50

  2 4 173 Item4

  2

  50

  2 4 179 Item3

  2

  50

  2 4 172 Item2

  2

  50

  2 4 147 Item10

  2

  2 4 168 Item20

  2

  2

  50

  2 4 161 Item19

  2

  50

  2 4 161 Item18

  2

  50

  2 4 168 Item17

  2

  50

  2 4 156 Item16

  50

  2 4 157 Item11

  1 4 153 Item15

  3

  50

  2 4 164 Item14

  2

  50

  1 4 128 Item13

  3

  50

  2 4 154 Item12

  2

  50

  1 4 137 Item39

  50

  50

  3

  50

  2 4 177 Item58

  2

  50

  1 4 122 Item57

  3

  1 4 106 Item56

  50

  3

  50

  1 4 155 Item55

  3

  50

  1 4 154 Item54

  3

  1 4 112 Item59

  3

  3 4 172 Item53

  50

  56 62 118 4453 Valid N (listwise)

  50

  1 4 164 EFC

  3

  50

  1 4 120 Item64

  3

  1 4 159 Item63

  1 4 166 Item60

  3

  50

  1 4 116 Item62

  3

  50

  1 4 131 Item61

  3

  50

  50

  1

  3

  3

  1 4 173 Item45

  3

  50

  1 4 120 Item44

  3

  50

  1 4 163 Item43

  50

  3

  1 4 156 Item42

  3

  50

  1 4 124 Item41

  3

  50

  1 4 175 Item40

  50

  1 4 127 Item46

  50

  3

  1 4 131 Item52

  3

  50

  1 4 165 Item51

  3

  50

  1 4 127 Item50

  50

  50

  1 4 139 Item49

  3

  50

  2 4 152 Item48

  2

  50

  2 4 156 Item47

  2

  50

  Descriptives

Descriptive Statistics

  50 3.38 .602 .363 Item30

  50 3.12 .558 .312 Item23

  50 2.74 .803 .645 Item24

  50 3.58 .538 .289 Item25

  50 3.00 .728 .531 Item26

  50 3.10 .614 .378 Item27

  50 3.22 .616 .379 Item28

  50 3.10 .678 .459 Item29

  50 3.18 .661 .436 Item31

  50 3.24 .625 .390 Item21

  50 3.04 .755 .570 Item32

  50 2.96 .605 .366 Item33

  50 2.80 .756 .571 PFC 50 105.26 10.669 113.829 Item34

  50 3.30 .614 .378 Item35

  50 3.06 .767 .588 Item36

  50 2.50 .931 .867 Item37

  50 2.22 .764 .583 Item38

  50 3.44 .541 .292 Item22

  50 3.36 .598 .358 Item20

  N Mean Std. Deviation Variance Item1

  50 3.16 .681 .464 Item9

  50 3.44 .705 .496 Item2

  50 3.58 .575 .330 Item3

  50 3.46 .579 .335 Item4

  50 3.36 .631 .398 Item5

  50 3.22 .582 .338 Item6

  50 3.42 .538 .289 Item7

  50 3.38 .602 .363 Item8

  50 2.94 .682 .466 Item10

  50 3.22 .507 .257 Item19

  50 3.14 .670 .449 Item11

  50 3.08 .566 .320 Item12

  50 2.56 .675 .456 Item13

  50 3.28 .497 .247 Item14

  50 3.06 .740 .547 Item15

  50 3.12 .594 .353 Item16

  50 3.36 .525 .276 Item17

  50 3.22 .582 .338 Item18

  50 2.74 .723 .523 Item39

  50 3.50 .678 .459 Item40

  50 3.10 .580 .337 Item55

  50 89.06 11.411 130.221 Valid N (listwise)

  50 3.28 .757 .573 EFC

  50 2.40 .926 .857 Item64

  50 3.18 .691 .477 Item63

  50 2.32 .868 .753 Item62

  50 2.62 .725 .526 Item61

  50 3.32 .587 .344 Item60

  50 2.24 .822 .676 Item59

  50 3.54 .579 .335 Item58

  50 2.44 .787 .619 Item57

  50 2.12 .746 .557 Item56

  50 3.08 .601 .361 Item54

  50 2.48 .863 .744 Item41

  50 3.44 .501 .251 Item53

  50 2.62 .805 .649 Item52

  50 3.30 .647 .418 Item51

  50 2.54 .885 .784 Item50

  50 2.78 .737 .542 Item49

  50 3.04 .570 .325 Item48

  50 3.12 .659 .434 Item47

  50 2.54 .885 .784 Item46

  50 3.46 .734 .539 Item45

  50 2.40 .833 .694 Item44

  50 3.26 .664 .441 Item43

  50 3.12 .746 .557 Item42

  50

  

Lampiran 9.

  

Uji t

Perbedaan Penggunaan Strategi Coping

Berdasarkan Jenis Kelamin

  NPar Tests

  1. Pria

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  25

  25 Mean 103,96 84,76

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  10,184 10,301 Most Extreme Absolute

  ,149 ,217 Differences

  Positive ,143 ,217

  Negative

  • ,149 -,158 Kolmogorov-Smirnov Z ,747 1,083

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,632 ,192 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  2. Wanita

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  25

  25 Mean 106,56 93,36

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  11,188 11,011 Most Extreme Absolute

  ,145 ,145 Differences

  Positive ,145 ,145

  Negative

  • ,107 -,105 Kolmogorov-Smirnov Z ,724 ,724

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,671 ,671 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  T-Test

Group Statistics

  Std. Std. Error Gender N Mean Deviation Mean PFC pria 25 103,96 10,184 2,037 wanita 25 106,56 11,188 2,238

  EFC pria 25 84,76 10,301 2,060 wanita 25 93,36 11,011 2,202

   Independent Samples Test

  PFC Equal variances Equal variances assumed not assumed

  Levene's Test for F 1,791

  Equality of Variances Sig.

  ,187 t-test for Equality of t

  • ,859 -,859 Means df

  48 47,581 Sig. (1-tailed)

  ,197 ,197 Mean Difference

  • 2,600 -2,600 Std. Error Difference 3,026 3,026

  95% Confidence Interval Lower

  • 8,684 -8,685 of the Difference Upper 3,484 3,485

   Independent Samples Test

  EFC Equal variances Equal variances assumed not assumed

  Levene's Test for F 1,336

  Equality of Variances Sig.

  ,254 t-test for Equality of t

  • 2,852 -2,852 Means df

  48 47,788 Sig. (1-tailed)

  ,003 ,003 Mean Difference

  • 8,600 -8,600 Std. Error Difference 3,016 3,016

  95% Confidence Interval Lower

  • 14,663 -14,664 of the Difference Upper -2,537 -2,536

  

Lampiran 10.

  

Uji Anova Satu Jalur

Perbedaan Penggunaan Strategi Coping

Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan

1. Perguruan Tinggi, S1 dan diatas S1 2.

  • ,148 -,148 Kolmogorov-Smirnov Z ,790 ,806

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,537 ,551 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Negative

  ,144 ,143 Most Extreme Differences

  ,144 ,143 Positive

  9,815 11,514 Absolute

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  31 Mean 105,06 89,81

  31

  PFC EFC N

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,561 ,534 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Negative

  ,250 ,255 Most Extreme Differences

  ,250 ,255 Positive

  12,741 13,011 Absolute

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  10 Mean 108,90 89,80

  10

  PFC EFC N

   One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  NPar Tests

2. SMP - SMU

  • ,109 -,081 Kolmogorov-Smirnov Z ,804 ,796

3. SD

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  9

  9 Mean 101,89 85,67

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  11,129 9,708 Most Extreme Absolute

  ,393 ,223 Differences

  Positive ,245 ,223

  Negative

  • ,393 -,204 Kolmogorov-Smirnov Z 1,179 ,669

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,124 ,761 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Oneway Descriptives

  N Mean Std. Deviation Std. Error

  PFC PT->S1 10 108,90 12,741 4,029 SMP-SMU 31 105,06 9,815 1,763 SD 9 101,89 11,129 3,710 Total 50 105,26 10,669 1,509

  EFC PT->S1 10 89,80 13,011 4,114 SMP-SMU 31 89,81 11,514 2,068 SD 9 85,67 9,708 3,236 Total 50 89,06 11,411 1,614

   Descriptives

  95% Confidence Interval for Mean Minimum Maximum

  Lower Bound Upper Bound PFC PT->S1

  99,79 118,01 95 129 SMP-SMU

  101,46 108,66 90 125 SD

  93,33 110,44 76 119 Total

  102,23 108,29 76 129 EFC PT->S1

  80,49 99,11 75 114 SMP-SMU

  85,58 94,03 62 118 SD

  78,20 93,13 70 102 Total

  85,82 92,30 62 118

  Test of Homogeneity of Variances

  Levene Statistic df1 df2 Sig. PFC

  1,445

  2 47 ,246 EFC

  ,275

  2 47 ,761

   ANOVA

  Sum of Squares df Mean Square

  PFC Between Groups 235,960 2 117,980

  Within Groups 5341,660 47 113,652

  Total 5577,620

  49 EFC Between Groups 126,381 2 63,191

  Within Groups 6254,439 47 133,073

  Total 6380,820

  49 ANOVA F Sig.

  PFC Between Groups 1,038 ,362

  Within Groups Total

  EFC Between Groups ,475 ,625

  Within Groups Total

  

Lampiran 11.

  

Uji Anova Satu Jalur

Perbedaan Penggunaan Strategi Coping

Berdasarkan Status Pekerjaan Asymp. Sig. (2-tailed) ,526 ,624 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Negative

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,868 ,550 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  ,209 ,194 Most Extreme Differences

  ,209 ,194 Positive

  7,296 14,227 Absolute

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  15 Mean 105,33 86,60

  15

  PFC EFC N

  2. Pekerjaan Yang Tidak Terikat Instansi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Negative

  NPar Tests

  ,149 ,199 Most Extreme Differences

  ,149 ,199 Positive

  14,324 12,706 Absolute

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  16 Mean 104,88 90,38

  16

  PFC EFC N

  1. Pekerjaan Yang Terikat Instansi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • ,134 -,135 Kolmogorov-Smirnov Z ,597 ,797
  • ,124 -,188 Kolmogorov-Smirnov Z ,811 ,752

3. Tidak Bekerja

   One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  19

  19 Mean 105,53 89,89

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  9,862 7,430 Absolute

  ,127 ,180 Positive

  ,127 ,180 Most Extreme Differences

  Negative

  • ,121 -,125 Kolmogorov-Smirnov Z ,555 ,783

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,917 ,572 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Oneway Descriptives

  N Mean Std. Deviation Std. Error

  PFC terikat instansi 16 104,88 14,324 3,581 tidak terikat instansi 15 105,33 7,296 1,884 tidak bekerja 19 105,53 9,862 2,263 Total 50 105,26 10,669 1,509

  EFC terikat instansi 16 90,38 12,706 3,177 tidak terikat instansi 15 86,60 14,227 3,673 tidak bekerja 19 89,89 7,430 1,705 Total 50 89,06 11,411 1,614

   Descriptives

  95% Confidence Interval for Mean Minimum Maximum

  Lower Bound Upper Bound PFC terikat instansi

  97,24 112,51 76 129 tidak terikat instansi 101,29 109,37 95 122 tidak bekerja 100,77 110,28 90 125

  Total 102,23 108,29 76 129

  EFC terikat instansi 83,60 97,15 74 114 tidak terikat instansi 78,72 94,48 62 118 tidak bekerja 86,31 93,48 78 102

  Total 85,82 92,30 62 118

  Test of Homogeneity of Variances

  Levene Statistic df1 df2 Sig. PFC

  2,826

  2 47 ,069 EFC

  1,554

  2 47 ,222

  

ANOVA

  Sum of Squares df Mean Square F Sig. PFC Between Groups

  3,800 2 1,900 ,016 ,984 Within Groups

  5573,820 47 118,592 Total

  5577,620

  49 EFC Between Groups 131,681 2 65,840 ,495 ,613

  Within Groups 6249,139 47 132,960

  Total 6380,820

  49

  

Lampiran 12.

  

Uji Anova Satu Jalur

Perbedaan Penggunaan Strategi Coping

  

Berdasarkan Lama Pasca Stroke

1. Awal pasca stroke - 23 bln pasca stroke

  Negative

  NPar Tests

   One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  29

  29 Mean 107,69 90,24

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  11,107 11,636 Absolute

  ,145 ,130 Positive

  ,145 ,130 Most Extreme Differences

  • ,133 -,101 Kolmogorov-Smirnov Z ,783 ,698

  2. 2 - 5 thn pasca stroke

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  15

  15 Mean 103,67 88,00

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  10,279 13,169 Absolute

  ,164 ,167 Positive

  ,164 ,167 Most Extreme Differences

  Negative

  • ,109 -,106 Kolmogorov-Smirnov Z ,637 ,645

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,812 ,799 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,572 ,715 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

3. Pasca stroke diatas 5 thn

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PFC EFC N

  6

  6 Mean 97,50 86,00

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  3,834 3,098 Most Extreme Absolute

  ,319 ,333 Differences

  Positive ,319 ,259

  Negative

  • ,257 -,333 Kolmogorov-Smirnov Z ,781 ,816

  Asymp. Sig. (2-tailed) ,575 ,518 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Oneway Descriptives

  N Mean Std. Deviation Std. Error

  PFC 1-23bln 29 107,69 11,107 2,063 2-5thn 15 103,67 10,279 2,654 >5thn 6 97,50 3,834 1,565 Total 50 105,26 10,669 1,509

  EFC 1-23bln 29 90,24 11,636 2,161 2-5thn 15 88,00 13,169 3,400 >5thn 6 86,00 3,098 1,265 Total 50 89,06 11,411 1,614

   Descriptives

  95% Confidence Interval for Mean Minimum Maximum

  Lower Bound Upper Bound PFC 1-23bln

  103,46 111,91 76 129 2-5thn

  97,97 109,36 90 122 >5thn

  93,48 101,52 95 105 Total

  102,23 108,29 76 129 EFC 1-23bln

  85,82 94,67 70 114 2-5thn

  80,71 95,29 62 118 >5thn

  82,75 89,25

  80

  88 Total 85,82 92,30 62 118

  Test of Homogeneity of Variances

  Levene Statistic df1 df2 Sig. PFC

  2,406

  2 47 ,101 EFC

  2,659

  2 47 ,081

  

ANOVA

  Sum of Squares df Mean Square F Sig. PFC Between Groups

  570,580 2 285,290 2,678 ,079 Within Groups

  5007,040 47 106,533 Total

  5577,620

  49 EFC Between Groups 113,510 2 56,755 ,426 ,656

  Within Groups 6267,310 47 133,347

  Total 6380,820

  49

  

Lampiran13.

  

Surat Ijin Penelitian

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Gambaran coping stres pada lansia penderita kelumpuhan pascastroke
1
26
161
Studi deskriptif strategi coping orang tua yang memiliki anak tunagrahita.
0
8
110
Studi korelasi sumber coping dan strategi coping pada remaja.
0
1
156
Studi deskriptif strategi coping mahasiswa mantan pecandu minuman beralkohol dalam menghadapi masalah.
3
11
144
Studi kasus mengenai strategi coping stres pada penderita HIV/AIDS di Yogyakarta.
2
8
164
Studi kasus tentang kecemasan terhadap sebelum datangnya rasa sakit pada penderita rematik dewasa madya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
55
Strategi coping wanita single parent dewasa madya dalam menghadapi permasalahan ekonomi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
7
Resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
19
Hubungan antara penyesuaian diri terhadap pekerjaan dengan intensitas penggunaan problem focused coping pada kaum biarawati dewasa madya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
34
Studi deskriptif gambaran pengalaman aborsi pada remaja dalam kasus kehamilan pranikah - USD Repository
0
1
140
Studi deskriptif kecerdasan emosional pada wiraniaga PT. Herbalife cabang Yogyakarta - USD Repository
0
0
134
Studi deskriptif dimensi efikasi diri distributor herbalife dalam menjual produk - USD Repository
0
0
82
Studi deskriptif jenis motivasi perilaku proposal komunitas sant`egidio Yogyakarta - USD Repository
0
0
117
Gejala-gejala depresi pada penderita paraplegia korban gempa bumi Yogyakart 2006 : studi deskriptif di pusat rehablitas Yakkum Yogyakarta - USD Repository
0
0
152
Studi deskriptif mengenai pendidikan seksualitas oleh orang tua pada individu autistik remaja - USD Repository
0
2
269
Show more