PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS KELAS II SEMESTER II MI MA’ARIF DUKUH KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018

Gratis

1
0
177
4 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI

MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS

KELAS II SEMESTER II MI MA’ARIF DUKUH

  

KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar

  

Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh:

CATUR NILA RATNASARI

  

11514105

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

  

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

2018

  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI

MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS

KELAS II SEMESTER II MI MA’ARIF DUKUH

KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

  

Oleh:

CATUR NILA RATNASARI

11514105

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

  

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

2018

  Dr. Winarno , M.Pd Dosen IAIN Salatiga Persetujuan Pembimbing Lamp : 4 eksemplar Hal : Naskah Skripsi Saudara : Catur Nila Ratnasari

  Kepada: Yth. Dekan FTIK IAIN Salatiga

  Di Salatiga Assalamu’alaikum Wr. Wb. Setelah kami meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara: Nama : Catur Nila Ratnasari NIM : 11514105 Jurusan : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan/Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Judul : Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung

  Campuran Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa Kelas II Semester II Mi Ma’arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018

  Dengan ini kami mohon skripsi saudara tersebut di atas supaya segera dimunaqosyahkan. Demikian agar menjadi perhatian Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  Salatiga, 25 Juli 2018 Pembimbing Dr. Winarno, S.Si., M.Pd.

  NIP.197305261999031004

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN DIPUBLIKASI

  Saya yang bertandatangan dibawah ini: Nama : Catur Nila Ratnasari NIM : 115-14-105 Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Menyataan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atas temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Skripsi ini diperkenankan untuk dipublikasikan pada e-repository

  IAIN Salatiga.

  Salatiga, 25 Juli 2018 Yang menyatakan

  Catur Nila Ratnasari

  NIM. 11514105

  

SKRIPSI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI

HITUNG CAMPURAN MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR

TANGGA PADA SISWA KELAS KELAS II SEMESTER II MI MA’ARIF

DUKUH KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN

PELAJARAN 2017/2018 DISUSUN OLEH CATUR NILA RATNASARI NIM: 115-14-105 Telah dipertahankan di depan Panitia Dewan Penguji Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, pada tanggal 2 Oktober 2018 dan telah dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Susunan Panitia Penguji Ketua Penguji : Drs. Ahmad Sulthoni, M. Pd. Sekretaris Penguji : Dr. Winarno, S. Si., M. Pd. Penguji1 : Jaka Siswanta, M. Pd. Penguji 2 : Sutrisna, S. Ag., M. Pd. Salatiga, 3 Oktober 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Suwardi, M.Pd. NIP. 19670121 199903 1 002

  

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

تاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِذهلا َو ْمُكْنِم اوُنَمآ َنيِذهلا ُ هاللَّ ِعَفْرَي

  Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S Al-Mujadilah ayat 11).

  

PERSEMBAHAN

  Skripsi ini penulis persembahkan kepada: 1.

  Mak‟e Warti yang tak henti-hentinya mendoakan, mendidik, menyemangati, mengarahkan, dan selalu setia disetiap langkahku.

  2. Pake Zuhri, sosok ayah yang diam namun pasti selalu mendukungku, menyokong beban anaknya, sumber kehanggatan dalam keluarga, pemberi kelebihan akan banyak hal walaupun dalam kekurangan.

  3. Anakku yang selalu mengingatkanku untuk bangkit demi masadepan keluarga.

  4. Suami yang pernah mengatakan padaku “fokus pada sekripsi tidak usah memikirkan bisnis, biar saya yang berkerja”.

  5. Keluarga besar yang selalu mendoakan, menyemangati, memotivasi, dan mendo‟akan demi kelancaran segala urusan.

  6. Para dosen, dosen pembimbing akademik bapak Sukron Ma‟mun, S.HI., M.Pd. serta dosen pembimbing bapak Dr. Winarno S. Si., M.Pd. yang telah tulus membimbing dan memberi ilmu yang bermanfaat bagi saya dalam menyelesaikan pendidikan ini.

  7. Ibu Peni Susapti, S.Si., M.Si. selaku ketua jurusan PGMI yang selalu sabar memberikan solusi akan keluh kesah saya selama menimba ilmu di IAIN Salatiga.

  8. Sahabat-sahabat tercinta, Tri Indah Telogowati dan Khafidhotul Laila yang tak henti-hentinya selalu mengingatkan saya untuk terus maju dan semangat menghadapi apapun rintangan di depan maupun yang akan datang.

  9. Keluarga besar PGMI terutama angkatan 2014 yang tak henti-hentinya saling menyemangati.

  10. Tak lupa juga saya persembahkan kepada pembaca yang budiman semoga tulisan yang masih banyak kesalahan ini sedikit memberi manfaat.

  

KATA PENGANTAR

ميحرلا نمحرلا الله مسب

  Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Melalui Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Ajaran 2017/2018 ini sebagai tugas dan syarat yang wajib dipenuhi guna memperoleh gelar kesarjanaan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Salatiga.

  Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Islam dengan penuh ketulusan yang kaya akan khazanah keilmuan di dalamnya.Rasa syukur penulis haturkan dengan terselesaikannya skripsi ini. Bagi penulis, penyususnan skripsi ini merupakan tugas akhir dalam jenjang strata 1 dan suatu tugas yang tidak ringan.

  Penulis menyadari akan kekurangan selama proses penyusunan skripsi ini, hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan penulis. Hingga pada akhirnya penulis mampu menyelesaikan skripsi ini tentunya dengan bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah rela memberikan waktu, bantuan, serta bimbingannya khususnya kepada:

  1. Bapak Dr. H. Rahmat Haryadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

  2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan FTIK IAIN Salatiga.

  3. Ibu Peni Susapti, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

  4. Bapak Sukron Ma‟mun, S.HI., M.Pd. selaku dosen pembimbing akademik yang senantiasa mengarahkan dan membimbing guna kemajuan akademik penulis.

  5. Bapak Dr. Winarno, S. Si., M.Pd. selaku dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingannya pada penulis.

  6. Bapak dan Ibu dosen IAIN Salatiga yang telah memberikan ilmu, bagian akademik, staf perpustakaan maupun keluarga besar civitas akademik IAIN Salatiga yang telah memberikan layanan serta bantuan kepada penulis.

  7. Bapak Muhammad Muzaki, S.Pd.I selaku Kepala MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di madrasah yang beliau pimpin.

  8. Ibu Siti Nok Chalima , S.Pd.I selaku wali kelas II MI Ma‟arif Dukuh yang berkenan menjadi kolaborator penelitian, serta seluruh siswa yang telah berkenan untuk menjadi subjek penelitian.

  9. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  Atas semua bantuan yang telah diberikan, penulis hanya dapat berdoa semoga amal mereka mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

  Dalam hal ini, penulis juga mengharapkan kritik dan saran membangun dari pembaca sebagai penyempurna skripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca serta memberikan kontribusi bagi negara.

  Salatiga, 25 Juli 2018 Penulis,

  Catur Nila Ratnasari

  NIM: 11514105

  

ABSTRAK

  Ratnasari, Catur Nila. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Melalui Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi, Salatiga: Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing Dr. Winarno, S. Si., M.Pd.

  Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Permainan Ular tangga.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran dengan penerapan media permainan ular tangga pada siswa kelas

  II MI Ma‟arifDukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Ajaran 2017/2018. Subyek dalam penelitian ini adalah guru kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh dan siswa kelas II MI Ma‟arif Dukuh yang terdiri dari 20 siswa yaitu 6 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki.

  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus yang setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang masing-masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu tes tertulis (essay singkat), lembar observasi guru dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan nilai hasil belajar tiap siklus yang berpatokan pada KKM MI Ma‟arif Dukuh yakni 65 dengan Ketuntasan Klasikal yakni ≥85%.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar Matematika pada tiap siklus. Mulai dari pra siklus sebelum dilakukan tindakan, siswa yang mencapai ketuntasan hanya 25% dari keseluruhan jumlah siswa. Pada siklus I setelah menerapkan media permainan ular tangga, siswa yang tuntas KKM 65 sebanyak 12 siswa atau 60% dari keseluruhan siswa yang berjumlah 20 anak dengan nilai rata-rata 65. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 35% dari pra siklus ke siklus I. Pada siklus II setelah menggunakan media permainan ular tangga, siswa yang tuntas KKM 65 sebanyak 14 siswa atau 70% dari keseluruhan siswa yang berjumlah 20 anak dengan nilai rata-rata 75. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Pada siklus III setelah menggunakan media permainan ular tangga, siswa yang tuntas KKM 65 sebanyak 17 siswa atau 85% dari keseluruhan siswa yang berjumlah 20 anak dengan nilai rata-rata 81. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 15% dari siklus II ke siklus III.

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN SAMPUL .................................................................................... i HALAMAN JUDUL ........................................................................................ ii LEMBAR BERLOGO IAIN ............................................................................ iii PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ....................................................... v PENGESAHAN KELULUSAN ...................................................................... vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... vii KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix ABSTRAK ....................................................................................................... xii DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xx

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 4

  D.

  Manfaat Penelitian ............................................................................. 5 1.

  Manfaat Secara Teoritis .............................................................. 5 2. Manfaat Secara Praktis ............................................................... 5 E. Definisi Operasional .......................................................................... 6 1.

  Hasil Belajar ............................................................................... 6 2. Matematika ................................................................................. 7 3. Operasi Hitung Campuran .......................................................... 8 4. Media .......................................................................................... 8 5. Permainan Ular Tangga .............................................................. 9 F. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ................................ 10 1.

  Hipotesis Tindakan ..................................................................... 10 2. Indikator Keberhasilan ................................................................ 10 G. Metode Penelitian .............................................................................. 11 1.

  Rancangan Penelitian .................................................................. 11 2. Subjek Penelitian ........................................................................ 12 3. Langkah-langkah Penelitian ....................................................... 14 4. Metode Pengumpulan Data ......................................................... 15 5. Instrumen Penelitian ................................................................... 16 6. Analisis Data ............................................................................... 17 H. Sistematika Penulisan ........................................................................ 18

  BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori ....................................................................................... 20

  1. Belajar ......................................................................................... 20 2.

  Hasil Belajar ............................................................................... 22 3. Pembelajaran Matematika ........................................................... 23 4. Materi Operasi Hitung Campuran ............................................... 27 5. Media .......................................................................................... 28 6. Teori Belajar Matematika ........................................................... 33 B. Kajian Pustaka ................................................................................... 37

  BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Deskripsi Pra Siklus ........................................................................... 38 1. Data Siswa Kelas II ..................................................................... 38 2. Perolehan Nilai Ulangan Harian Matematika ............................. 39 3. Pelaksanaan Penelitian ................................................................ 40 B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I .......................................................... 40 1. Perencanaan Tindakan ................................................................ 40 2. Pelaksanaan Tindakan ................................................................. 41 3. Pengamatan atau Observasi ........................................................ 44 4. Refleksi ....................................................................................... 51 C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II ......................................................... 54 1. Perencanaan Tindakan ................................................................ 54 2. Pelaksanaan Tindakan ................................................................. 55 3. Pengamatan atau Observasi ........................................................ 58 4. Refleksi ....................................................................................... 65

  D.

  Deskripsi Pelaksanaan Siklus III ------------------------------------------ 68 1.

  Perencanaan Tindakan ................................................................ 68 2. Pelaksanaan Tindakan ................................................................. 68 3. Pengamatan atau Observasi ........................................................ 73 4. Refleksi ....................................................................................... 79

  BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Per Siklus ........................................................................... 80 1. Deskripsi Pra Siklus .................................................................... 80 2. Deskripsi Data Siklus I ............................................................... 82 3. Deskripsi Data Siklus II .............................................................. 84 4. Deskripsi Data Siklus III ............................................................. 95 B. Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I, Siklus II dan Siklus III ................. 88 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................ 91 B. Saran .................................................................................................. 92 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Siswa

  Kelas II MI Ma‟arif Dukuh .......................................... 13

Tabel 3.1 Data Siswa Kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh .......................................... 38

Tabel 3.2 Nilai Pra Siklus ............................................................................... 39Tabel 3.3 Lembar Observasi Guru Siklus I ...................................................... 41Tabel 3.4 Lembar Observasi Siswa Siklus I .................................................... 48Tabel 3.5 Nilai Evaluasi Siswa Siklus I ........................................................... 51Tabel 3.6 Lembar Observasi Guru Siklus II .................................................... 58Tabel 3.7 Lembar Observasi Siswa Siklus II .................................................. 62Tabel 3.8 Nilai Evaluasi Siswa Siklus II ......................................................... 65Tabel 3.9 Lembar Observasi Guru Siklus III ................................................... 72Tabel 3.10 Lembar Observasi Siswa Siklus III ............................................... 75Tabel 3.11 Nilai Evaluasi Siswa Siklus III ...................................................... 78Tabel 4.1 Nilai Pra Siklus ............................................................................... 81Tabel 4.2 Nilai Siklus I ................................................................................... 81Tabel 4.3 Nilai Siklus II ................................................................................... 84Tabel 4.4 Nilai Siklus III .................................................................................. 86Tabel 4.5 Rekapitulasi Nilai Siswa Per Siklus ................................................ 88Tabel 4.6 Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I, Siklus II dan Siklus III .............. 88

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Siklus PTK ................................................................................... 12Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Nilai Pra Siklus

  ………............................... 82

Gambar 4.2 Diagram Ketuntasan Nilai Siklus I .............................................. 84Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Nilai Siklus II ............................................ 85Gambar 4.4 Diagram Ketuntasan Nilai Siklus III ............................................ 87Gambar 4.5 Diagram Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I, Siklus II .................. 89

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat menghantarkan kesiapan manusia menghadapi

  masa depan. Sehingga pendidikan, mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Dunia pendidikan selalu berkaitan dengan pembelajarn. Menutut Rusmono (2012:6) pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menciptakan suatu kondisi bagi terciptanya suatu kegiatan belajar yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadai.

  Pembelajaran yang ideal ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Keaktifan siswa yang diharapkan dapat diperoleh dengan adanya inovasi dalam belajar. Inovasi pembelajaran bisa di dapatkan dari lingkungan anak didik sendiri. Seperti yang kita ketahui anak usia dasar masih erat dengan dunia bermain. Bagi anak, permainan merupakan wahana belajar yang sangat penting sebagai proses pendewasaan diri, membantu menjaga stabilitas emosi, mendorong perilaku prososial, sekaligus memperkenalkannya terhadap dunia yang lebih luas, Mujib dan Rahmawati (2011:26).

  Pemberian inovasi belajar diharapkan memberi dampak hasil belajar yang lebih baik. Menurut Rusmono (2012:10), hasil belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan prilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar. Hasil belajar dapat dikatakan baik apabila dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).

  Survey awal yang peneliti lakukan pada tanggal 14 Maret 2018, lembaga MI Ma‟arif Dukuh Salatiga, ditemukan masalah kurangnya pemahaman siswa kelas II (dua) dari 20 siswa terhadap materi operasi hitung campuran dalam pembelajaran matematika yang diajarkan oleh guru. Prestasi siswa tuntas hanya 25% dan untuk siswa lainnya belum mencapai KKM. KKM yang diterapkan di MI Ma‟arif Dukuh Salatiga adalah 65. Berdasarkan wawancara dengan guru wali kelas II yaitu ibu Siti Nok Chalima, S.Pd.I yang menyatakan bahwa siswa masih banyak kesulitan dan kekeliruan dalam menyelesaikan soal-soal latihan. Dengan hanya menggunakan metode ceramah yang digunakan guru, berdampak kurang semangatnya siswa mengakibatkan hasil belajar matematika sering rendah. Ditambah dengan sumber belajar hanya dari guru dan buku paket siswa, menyebabkan siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM) khususnya di kelas II Mi Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.

  Berdasarkan hasil penelitian awal tersebut, peneliti dan guru kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh Salatiga berdiskusi tentang penyelesaian akan masalah tersebut. Peneliti dan guru menduga bahwa penyebab banyaknya siswa yang tidak memenuhi KKM mata pelajaran matematika yaitu cara penyampaian guru dalam menjelaskan materi operasi hitung campuran.

  Melihat dari penyebab kegagalan pemahaman operasi hitung campuran pembelajaran matematika. Dalam hal ini peneliti menawarkan pembelajaran matematika dengan media permainan ular tangga sebagai solusi tepat mengatasi masalah pembelajaran matematika materi operasi hitung campuran di kelas II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun ajaran 2017/2018.

  Masyarakat sudah tidak asing dengan permainan. Permainan dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Guru dapat memedia permainan yang sudah ada dalam pembelajarannya. Memedia permainan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan di sekitar.

  Istilah permaianan, menurut pengertiannya, adalah situasi atau kondisi tertentu saat seseorang mencari kesenangan atau kepuasan melalui suatu aktivitas atau kegiatan bermain. Permainan merupakan suatu aktivitas yang bertujuan memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan seseorang. Kegiatan bermain berhubungan dengan kegiatan interaksi seseorang dengan orang orang lainnya, baran (mainan), atau hewan yang dapat terjadi dalam konteks tertentu, baik pembelajaran (learning) maupun rekreatif yang bersifat menyenangkan, Mujib dan Rahmawati (2011:26).

  Permainan ular tangga sudah tidak asing lagi di dalam dunia anak- anak bahkan dewasa. Permainan yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih ini menggunakan papan permainan yang dibagi kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah tangga dan ular yang menghubungkan dengan kotak lainnya. Penggunaan dadu yang dilemapar dalam permainan ini bertujuan untuk menentukan langkah yang harus dijalani pemain menggunakan kerucut.

  Bedasarkan latar belakang masalah tersebut perlu adanya penyelesaian masalah yang akan dipaparkan dalam skripsi yang berjudul

  Peningkatan Hasil Belajar Matematikamateri Operasi Hitung Campuran Melalui Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas Kelas II Semester II MI Ma’arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah penerapan media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran pada siswa kelas II semester II

  MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018? C.

   Tujuan Penelitian

  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran dengan penerapan media permainan ular tangga pada siswa kelas I

  I MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat secara Teoritis

  Secara teoritis, pernelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran khususnya bagaimana cara meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran kelas II madrasah ibtidaiyah menggunakan media permainan ulartangga.

2. Manfaat secara Praktis a.

  Bagi siswa 1) Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. 2) Meningkatkan hasil belajar siswa.

  b.

  Bagi Guru 1)

  Guru dapat menilai kekurangan diri sendiri dalam pembelajarannya.

  2) Guru termotivasi untuk melakukan inovasi metode pembelajaran.

  3) Menjadi rujukan untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran.

  4) Meningkatkan rasa percaya diri dan kinerja guru c.

  Bagi Sekolah Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat memberikan masukan positif dan menjadi alternatif media pembelajaran matematika sehingga mampu meningkatkan kualitas sekolah sebagai lembaga pendidikan di masyarakat.

  d.

  Bagi peneliti lain Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan refrensi tentang penerapan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran.

E. Definisi Operasional

  Untuk mengantisipasi terjadinya kesalahpahaman pembaca dengan peneliti mengenai istilah-isltilah yang digunakan dalam judul penelitian maka peneliti memberikan definisi operasional sebagai berikut: 1.

   Hasil Belajar

  Menurut Rusmono (2012:10), hasil belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan prilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.

  Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh seseorang dan terdapat perubahan dari pengalaman belajar yang dapat diamati dari penampilan siswa.

2. Matematika

  Matematika dalam sudut pandang Andi Hakim Nasution bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti

  kepandaian,ketahuan, atau inteligensia. Dalam bahasa belanda,

  matematika disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar, Abdul Halim Fathani (2009:12) Johnson dan Rising (1972) dalam Runtukahu dan Kandou

  (2014:28) mengatakan sebagai berikut: a.

  Matematika merupakan pengetahuan terstruktur, dimana sifat dan teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsure-unsur yang didefinisikan atau tidak didefinisikan dan berdasarkan aksioma, sifat, atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya.

  b.

  Matematika ialah simbol tentang berbagai gagasan dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas, dan akurat.

  c.

  Matematika ialah seni, diaman keindahannya terdapat dalam keruntutan dan keharmonisan.

  Dari beberapa pendapat ahli tentang matematika diatas, dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu tentang belajar yang didalamnya terdapat simbol-simbol dengan pola keteraturan dan bersifat abstrak.

  3. Operasi Hitung Campuran

  Operasi hitung campuran adalah operasi atau pengerjaan hitungan yang melibatkan lebih dari dua bilangan dan lebih dari satu operasi. Penyelesaian pengerjaan operasi hitung campuran merujuk pada perjanjian tertentu, yaitu penjumlahan dan pengurangan setingkat.

  Ini berarti manapun yang ditulis terlebih dahulu, operasi itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Begitu pula halnya dengan perkalian dan pembagian setingkat, yang berarti manapun yang ditulis terlebih dahuli, operasi itu yang dikerjakan terlebih dahulu, kecuali terdapat tanda dalam kurung, Heruman, (2007:30).

  Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tingkatan pekalian dan pembagian lebih tinggi dibandingkan dengan penjumlahan dan pengurangan. Artinya, perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum penjumlahan dan pengurangan. Hal tersebut dikarenakan perkalian merupakan penjumlahan berulang, dan pembagian merupakan pengurangan berulang.

  4. Media

  Media pembelajaran hakikatnya sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyalurkan pesan dan informasi materi pembelajaran sehingga dalam diri siswa terjadi proses belajar dalam rangka mencapai tujuan, Smaldino, Lowther, & Russell (2005:9-10), (dalam Mawardi, (2017:26)).

5. Permainan Ular Tangga

  Permainan merupakan suatu aktivitas yang bertujuan memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan seseorang. Kegiatan bermain berhubungan dengan kegiatan interaksi seseorang dengan orang orang lainnya, barang (mainan), atau hewan yang dapat terjadi dalam konteks tertentu, baik pembelajaran (learning) maupun rekreatif yang bersifat menyenangkan, Mujib dan Rahmawati (2011:26).

  Permainan ular tangga adalah terdiri dari selembar papan atau kertas tebal bergambar kotak-kotak sebanyak 100 buah, dimana terdapat gambar ular dan tangga pada kotak-kotak tertentu. Lalu terdapat sebuah tabung atau gelas kecil dari plastik dan dadu kecil berbentuk kotak tapi tumpul pada setiap sudutnya sehingga mudah menggelinding. Pada setiap sisi-sisi dadu ini terdapat bintik berjumlah 1 hingga 6 bintik. Lalu ada sebuah lagi plastik kecil berbentuk kerucut. Permainan bisa sendirian, bisa juga dengan 2-3 anak laki-laki maupun perempuan. Cara memainkan bergantian satu persatu anak, Mulyani (2013:121).

  Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga yaitu aktivitas 1 atau 2 orang atau lebih yang saling berinteraksi dengan menggunakan media papan permainan yang dibagi kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah tangga dan ular yang menghubungkan dengan kotak lainnya. Penggunaan dadu yang dilemapar dalam permainan ini bertujuan untuk menentukan langkah yang harus dijalani pemain menggunakan kerucut.

F. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan 1. Hipotesis Tindakan

  Hipotesis tindakan merupakan pernyataan sementara peneliti berdasar kajian pustaka bahwa jika dilakukan tindakan ini maka diyakini akan mengatasi masalah itu (Daryanto, 2014:71-72).

  Hipotesis tindakan dalam penelitian kelas ini adalah penerapan media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran pada siswa kelas II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Ajaran 2017/2018 2.

   Indikator Keberhasilan

  Penerapan media permainan ular tangga ini dikatakan berhasil apabila mencapai indikator yang telah dirumuskan oleh peneliti.

  Indikator yang telah dirumuskan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a.

  Adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan media permainan ular tangga dari siklus pertama dan siklus kedua.

  b.

  Nilai siswa secara individu mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) ≥ 65 serta tercapai ketuntasan siswa secara klasikal dalam pembelajaran matematika, khususnya materi operasional hitung campuran adalah 85% siswa di kelas dapat mencapai KKM (Trianto, 2011:191), (dalam Milati, 2017:8).

G. Metode Penelitian 1. Rancangan Penelitian

  Peneliti menggunakan rancangan penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitiannya dikarnakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran menggunakan media permainan ular tangga pada siswa kelas II MI Ma‟arif Dukuh tahun ajaran 2017/2018. Dalam penelitian ini, sepenuhnya proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru dan siswa, sedangkan peneliti melakukan pengamatan.

  Arikunto (2006) dalam Suyadi (2011:18) menjelaskan pengertian PTK secara lebih sistematis.

  a.

  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan atau metodologi tertenu untuk menemukan data akurat tentang hal- hal yangdapat meningkatkan mutu objek yang diamati.

  b.

  Tindakan adalah getakan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dalam PTK, gerakan ini dikenal dengan siklus-siklus kegiatan untuk pesrta didik.

  c.

  Kelas adalah tempat di mana terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan menerima pelajaran dari guru yang sama. Dari ketiga pengertian di atas, yakni penelitian, tindakan, kelas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah pencermatan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan, Suyadi (2011:18)

  Secara umum PTK terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berikut adalah gambaran keempat langkah dalam PTK yang dikemukakan oleh Suharsini Arikunto dalam Suyadi (2011:53-54):

  Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan

  Pengamatan Perencanaan

  Refleksi Siklus II Pelaksanaan

  Pengamatan

  ?

Gambar 1.1 Model tahapan dalam PTK 2. Subjek Penelitian a.

  Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah guru kelas II dan siswa kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 20 siswa dengan 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.

Tabel 1.1 Data Siswa Kelas I

  I MI Ma’arif Dukuh

  No Nama Siswa Jenis Kelamin

  Perempuan Laki-laki 1. A.R.S.

  √ 2. D.K.W. √ 3. H.O.S. √ 4. A.Z.S. √ 5. M.A.M.

  √ 6. A.S.B.A. √ 7. W.T.A. √ 8. M.F.U.

  √ 9. A.P. √ 10. M.H.A. √ 11. N.G.Q.Q. √ 12. A.Z.A.F. √ 13. A.A.R. √ 14. M.Y.

  √ 15. S.I.P. √ 16. M.N.A.

  √ 17. A.M.A. √ 18. R.T.U. √ 19. A.S.F. √ 20. D.A.M.

  √ Jumlah

  6

  14 b. Lokasi Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan di MI Ma‟arif Dukuh yang beralamat di Jalan Wisnu RT.04 RW.01 Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.

  c.

  Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 5-9

  April 2018

3. Langkah-langkah Penelitian

  Pada dasarnya penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Adapun penjelasan tahapan-tahapan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a.

  Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar observasi guru, lembar observasi siswa, lembar evaluasi siswa berupa tes, peralatan permainan seperti; papan ular tangga, dadu, dan kerucut permainan.

  b.

  Pelaksanaan Tindakan Pada tahapan ini guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menerapkan media permainan ular tangga, sedangkan peneliti menyiapkan alat pendukung pembelajaran.

  c.

  Pengamatan Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap guru dan siswa. Pengamatan yang dilakukan mencakup respon siswa terhadap pembelajaran dan keaktifan siswa. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan tindakan kelas yang sedang berlangsung. d.

  Refleksi Tahap refleksi bertujuan untuk mengkaji tindakan yang telah dilakukan, kemudian dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan tindakan berikutnya.

4. Metode Pengumpulan Data

  Peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa: a.

  Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui pengamatan langsung atau tidak langsung pada objek penelitian. peneliti melakukan pengamatan langsung saat proses pembelajaran matematika kelas II MI Ma‟arif Dukuh. Peneliti melakukan pengamatan tidak langsung dengan melakukan wawancara dengan guru kelas II MI Ma‟arif Dukuh untuk mengetahui permasalahan-permasalahan pada pembelajaran matematika operasi hitung campuran.

  b.

  Tes Menurut Kusumah dan Dwitagma (2010:78-79)Tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang dijadikan penetapan skor angka.

  Penggunaan tes diharapkan peneliti dapat memperoleh data yang bersifat obyektif atau data asli tanpa rekayasa. Teknik tes digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

  c.

  Dokumentasi Informasi yang diperoleh dari dokumentasi yaitu berupa gambar atau foto dan dokumen. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data profil umum madarasah, proses belajar mengajar, dan hasil pembelajaran di kelas II MI Ma‟arif Dukuh tahun ajarn 2017/2018.

5. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian adalah salah satu alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini. Instrumen yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut : a.

  Lembar pengamatan atau observasi Lembar pengamatan digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa saat pembelajaran berlangsung. Lembar pengamatan digunakan untuk mengetahui penerapan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran.

  Lembar pengamatan terdiri dari lembar pengamatan guru (Terlampir) dan lembar pengamatan siswa (Terlampir).

  b.

  Tes, digunakan untuk memperoleh nilai atau skor dari seseorang sebagai hasil belajar materi pecahan sederhana. Bentuk tes yang digunakan oleh peneliti adalah uraian singkat. c.

  Dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan gambar atau foto kegiatan pembelajaran penerapan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran.

6. Analisis Data

  Setelah semua data terkumpul maka dilakukan proses analisis data. Analisis data dilakukan untuk membandingkan nilai pada setiap siklus dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Siswa dikatakan tuntas dalam pembelajaran matematikanya jika hasil pembelajaran memperoleh nilai

  ≥ 65. Sedangkan siswa dikatakan belum tuntas dalam pembelajarannya apabila memperoleh nilai di bawah KKM yaitu nila < 65.

  Menurut Trianto (2009:241) untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: KB = x 100% Keterangan: KB = Ketuntasan Belajar T = Jumlah skor yang diperoleh siswa Tt = Jumlah skor total

  Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan individu) jika proporsi jawaban benar siswa ≥65%, dan suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan klasikal) jika dalam kelas tersebut terdapat ≥85% siswa yang telah tuntas belajarnya (Depdikbud, 1996:48), (dalam Trianto, 2009:241).

  Setiap siklus dilakukan perhitungan dalam penelitian tindakan kelas ini. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dari siklus I ke siklus II dan siklus II ke siklus III. Perhitungan dilakukan dengan mencari nilai rata-rata setiap siklus dengan rumus sebagai berikut: M = Keterangan: M = Mean (nilai rata-rata) ƩX = Jumlah nilai total yang diperoleh dari hasil penjumlahan nilai setiap siswa N = Jumlah/banyaknya siswa (Djamarah, 2000:264), (dalam Milati, 2017:26-27).

H. Sistematika Penulisan

  Untuk memudahkan pembaca dalam memahami penyajian data penelitian tindakan kelas ini, maka penulis memaparkan sistematika penulisan sebagai berikut: 1.

  Bagian Awal meliputi: halaman sampul, halaman judul, lembar logo

  IAIN, persetujuan pembimbing, pernyataan keaslian tulisan, pengesahan kelulusan, moto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar table, daftar gambar, daftar lampiran.

2. Bagian inti meliputi:

  Bab I Pendahuluan Dalam bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis tindakan, manfaat/kegunaan penelitian, definisi operasional, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Metode penelitian meliputi rancangan penelitian, lokasi, waktu dan subyek penelitian, langkah-langkah penelitian, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, dan analisis data.

  Bab II Landasan Teori Dalam bab ini berisi uraian tentang kajian teori dan kajian pustaka. Bab III Pelaksanaan Penelitian Dalam bab ini berisi tentang deskripsi pelaksanaan penelitian pra siklus yang meliputi perncanaan, pelaksanaan, pengamatan, pengumpulan data dan refleksi. Deskripsi pelaksanaan siklus I dan pelaksanaan siklus II.

  Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bab ini berisi tentang uraian hasil deskripsi per siklus yang membahas data hasil penelitian dan refleksi serta berisi pembahasan.

  Bab V Penutup Pada bab penutup berisi tentang kesimpulan dan saran .

3. Bagian akhir meliputi: Pada bagian ini berisi tentang daftar pustaka dan lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Belajar a. Pengertian Belajar Menutut Sardiman, A.M. (1994:23) Belajar berarti usaha

  mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.

  Pernyataan diatas sejalan dengan teori behaviorisme yang dikemukakan oleh Watson . Menurut pendapatnya: pengetahuan harus bersifat positif sehingga obyeknya harus diamati. Yaitu berupa tingkah laku. Tingkah lakuialah reaksi organisme sebagai keseluruhan terhadap perangsang dari luar. Belajar adalah melatih reaksi-reaksi itu terhadap perangsang yang sudah tertentu. Dalam hal ini reaksi itu harus dapat diamati dan diukur, Salmeto (1988: 12).

b. Prinsip-Prinsip Belajar

  Belajar dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan prinsip-prinsipnya sesuai dengan kondisi dan situasi siswa.

  Menurut Salmento (1988:12), prinsip-prinsip belajar meliputi:

  1) Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional.

  2) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya.

  3) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional.

  4) Belajar itu proses kontinyu, maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya.

  5) Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery.

  6) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya.

  7) Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang.

  8) Belajar perlu lingkungan yang menantang dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif.

  9) Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.

  10) Belajar adalah proses kontiguitas (hubungan antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain) sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan.

  Stimulus yang diberikan menimbulkan response yang diharapkan.

  11) Repetisi, dalam proses belajar perlu ulangan berkali- kali agar pengertian/ketrampilan/sikap itu mendalam pada siswa.

2. Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar

  Hasil belajar menurut Rusmono (2012:10), adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan prilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.

b. Macam-macam hasil belajar

  Hasil belajar, menurut Bloom, merupakan perubahan perilaku yang meliputi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  Ranah kognitif meliputi tujuan-tujuan belajar yang berhubungan dengan memanggil kembali pengetahuan dan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan. Ranah afektif meliputi tujuan-tujuan belajar yang menjelaskan perubahan sikap, minat, nilai-nilai, dan pengembangan apresiasi serta penyesuaian. Ranah psikomotorik mencakupperubahan perilaku yang menunjukkan bahwa siswa telah mempelajari keterampilan manipulatif fisik tertentu, Rusmono (2012:8) 3.

   Pembelajaran Matematika a. Pengertian Matematika

  Matematika dalam sudut pandang Andi Hakim Nasution bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau

  manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan

  yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti kepandaian,ketahuan, atau inteligensia. Dalam bahasa belanda, matematika disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar, Abdul Halim Fathani (2009:12).

  Matematika menurut Karso, dkk (2009:39) merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan di antara hal-hal itu. Untuk dapat memahami struktur serta hubungan-hubungannya diperlukan penguasaan tentang konsep-konsep yang terdapat dalam matematika.

  Menurut Johnson dan Rising dalam Runtukahu (2014:28) matematika adalah: 1)

  Pengetahuan terstruktur, dimana sifat dan teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsur-unsur yang didefinisikan dan berdasarkan aksioma, sifat, atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya.

  2) Bahasa simbol tentang berbagai gagasan dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas, dan akurat.

  3) Seni, dimana keindahannya terdapat keterututan dan keharmonisan.

b. Pengertian Pembelajaran Matematika

  Matematika telah diperkenalkan dan diajarkan di dalam Al Quran, hal ini terbukti dari beberapa surah dan ayat. Salah satu ayat yang mengajarkan tentang matematika yaitu surah Al-Baqarah ayat 261:

  

ِلَثَمَك ِهَّللا ِليِبَس يِف ْمُهَلاَوْمَأ َنوُقِفْنُ ي َنيِذَّلا ُلَثَم

ۗ ٍةَّبَح ُةَئاِم ٍةَلُ بْنُس ِّلُك يِف َلِباَنَس َعْبَس ْتَتَبْ نَأ ٍةَّبَح

  

ۗ

ٌميِلَع ٌع ِساَو ُهَّللاَو ُءاَشَي ْنَمِل ُفِعاَضُي ُهَّللاَو

  Artinya : Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan

  Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah maha luas, maha mengetahui.

  Ayat diatas, menandakaan adanya pengenalan bilangan asli ditandai dengan adanya kata sebutir, tujuh, seratus. Dan adanya pembelajaran operasi hitung dari kalimat “sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji ” dan “Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki”.

  Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasa yang baik terhadap materi matematika (Susanto, 2013:186-187).

c. Langkah Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

  Berikut ini adalah pemaparan pembelajaran yang ditekankan pada konsep-konsep matematika (Milati, 2017:48-49): 1)

  Penanaman konsep dasar (penanaman konsep), yaitu pembelajaran suatu konsep baru matematika, ketika siawa belum pernah mempelajari konsep tersebut. Kita dapat mengetahui konsep ini dari isi kurikulum, yang dicirikan dengan kata “mengenal”. Pembelajaran penanaman konsep dasar merupakan jembatan yang harus dapat menghubungkan kemampuan kognitif siswa yang konkret dengan konsep baru matematika yang abstrak. Dalam keiatan pembelajaran konsep dasar ini, media atau alat peraga diharapkan dapat digunakan untuk membantu kemampuan pola pikir siswa.

  2) Pemahaman konsep, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep, yang bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep matematika. Pemahaman konsep terdiri atas dua pengertian. Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep dalam satu pertemuan. Kedua , pembelajaran pemahaman konsep dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tetapi masih merupakan lanjutan dari penanaman konsep. Pada pertemuan tersebut, penanaman konsep dianggap sudah tersampaikan pada pertemuan sebelumnya. di semester atau kelas sebelumnya.

  3) Pembinaan keterampilan, yaitu pembelajaran lanjutan dari penananman konsep dan pemahaman konsep. Pembelajaran pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Seperti halnya pada penanaman konsep, pembinaan keterampilan juga terdiri atas dua pengertian. Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep dan pemahaman konsep dalam atu pertemuan. Kedua, pembelajaran pembinaan keterampilan dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tapi masih merupakan lanjutan dari penanaman dan pemahaman konsep.

4. Materi Operasi Hitung Campuran

  Di sekolah dasar, materi operasi hitung campuran diperkenalkan pada semester 1 kelas II. Seperti yang kita ketahui operasi hitung terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dalam operasi hitung campuran, terdapat lebih dari satu operasi hitung dalam satu permasalahan.

  Operasi hitung campuran adalah operasi atau pengerjaan hitungan yang melibatkan lebih dari dua bilangan dan lebih dari satu operasi. Penyelesaian pengerjaan operasi hitung campuran merujuk pada perjanjian tertentu, yaitu penjumlahan dan pengurangan setingkat.

  Ini berarti manapun yang ditulis terlebih dahulu, operasi itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Begitu pula halnya dengan perkalian dan pembagian setingkat, yang berarti manapun yang ditulis terlebih dahuli, operasi itu yang dikerjakan terlebih dahulu, kecuali terdapat tanda dalam kurung, Heruman (2007:30).

  Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tingkatan pekalian dan pembagian lebih tinggi dibandingkan dengan penjumlahan dan pengurangan. Artinya, perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum penjumlahan dan pengurangan. Hal tersebut dikarenakan perkalian merupakan penjumlahan berulang, dan pembagian merupakan pengurangan berulang.

5. Media a. Hakikat Media

  Menurut Kastolani (2014:221), Istilah media berasal dari bahasa latin medius yang merupakan bentuk jamak dari “medium”.

  Sedangkan secara harafiah media berarti “perantara” atau “pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.

  Dalam dunia pendidikan media telah menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk memudahkan serta mewujudkan tercapainya pemahaman materi kepada siswa sehingga seorang guru diharapkan mampu menggunakan metode dan media untuk menciptakan suasana pembelajaran efektif, kreatif, dan menyenangkan.

  Media pembelajaran hakikatnya sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyalurkan pesan dan informasi materi pembelajaran sehingga dalam diri siswa terjadi proses belajar dalam rangka mencapai tujuan, Smaldino, Lowther, & Russell (2005:9-10), (dalam Mawardi, (2017:26)).

  Dalam media permainan untuk mencapai permainan edukatif guru harus mempertimbangkan nilai-nilai yang terdapat dalam permainan. Hal ini diungkapkan oleh Mujib dan Rahmawati (2011:31), kunci utama suatu permainan dapat dikatakan edukatif adalah apabila permaian itu memiliki nilai guna, efektivitas, dan efisiensi yang mengarahkan proses mendidik secara positif. Hal ini dapat terjadi jika suatu permaian dapat dikontrol dan digunakan dengan tepat. Sebab, permainan akan berdampak atau memberikan pengaruh negatif apabila tidak ada latar belakang “mendidik” atau mengajak dan mengarahkan siswa menuju kehidupannya yang lebih baik.

b. Media Permainan Ular Tanga dalam Belajar Matematika

  Menurut Suyatno, (dalam Mujib dan Rahmawati (2011:35), permainan yang benar dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik, menguatkan pembelajaran, bahkan bisa dijadikan sebagai ujian. Di tengah permainan, kita menjadi sangat dekat dengan kekuatan penuh diri kita. Kesenangan bermain yang tidak terhalang mampu melepaskan segala macam endorfin positif dalam tubuh kita, melatih kesehatan, dan membuat kita merasa hidup sepenuhnya. Bagi banyak orang, ungkapan kehidupan dan kecerdasan kreatif yang paling tinggi di dalam diri mereka tercapai dalam sebuah permainan. Permainan dalam belajar (learning games) yang mampu menciptakan atmosfer menggembirakan dan membebaskan kecerdasan penuh serta tidak terhalang dapat memberi banyak sumbangan.

  Permainan dalam belajar, jika dimanfaatkan secara bijaksana, menghasilkan beberapa hal berikut: a.

  Menyingkirkan “keseriusan” yang menghambat proses belajar.

  b.

  Menghilangkan stres dalam lingkungan belajar.

  c.

  Mengajak orang terlibat secara penuh.

  d.

  Meningkatkan proses belajar. e.

  Membangun kreativitas diri.

  f.

  Mencapai tujuan dengan ketidaksadaran.

  g.

  Meraih makna belajar melalui pengalaman.

  h.

  Memfokuskan siswa sebagai subjek belajar. Kelebihan media pembelajaran permainan ular tangga yaitu (1) siswa belajar sambil bermaian, (2) siswa tidak belajar sendiri melainkan harus berkelompok dengan teman-temannya, (3) memudahkan siswa belajar karena dibantu dengan permainan ular tangga, (4) tidak memerlukan biaya mahal untuk media permaian ular tangga menurut Stefani, dkk (2018:224).

  Dari banyak manfaat yang dapat diperoleh dari permainan, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran dengan permainan edukatif. Permainan yang digunakan dalam pembelajaran dapat dibuat seniri oleh guru dan dapat memedia permainan yang sudah ada. Salah satunya permainan ular tangga yang sudah dikenal oleh masyarakat secara umum.

  Permainan ular tangga adalah terdiri dari selembar papan atau kertas tebal bergambar kotak-kotak sebanyak 100 buah, dimana terdapat gambar ular dan tangga pada kotak-kotak tertentu. Lalu terdapat sebuah tabung atau gelas kecil dari plastik dan dadu kecil berbentuk kotak tapi tumpul pada setiap sudutnya sehingga mudah menggelinding. Pada setiap sisi-sisi dadu ini terdapat bintik berjumlah 1 hingga 6 bintik. Lalu ada sebuah lagi plastik kecil berbentuk kerucut. Permainan bisa sendirian, bisa juga dengan 2-3 anak laki-laki maupun perempuan. Cara memainkan bergantian satu persatu anak, Mulyani (2013:121).

  Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga yaitu aktivitas 1 atau 2 orang atau lebih yang saling berinteraksi dengan menggunakan media papan permainan yang dibagi kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah tangga dan ular yang menghubungkan dengan kotak lainnya. Penggunaan dadu yang dilemapar dalam permainan ini bertujuan untuk menentukan langkah yang harus dijalani pemain menggunakan kerucut.

  Sejalan dengan pendapat Bettelheim, bermain adalah kegiatan yang tidah mempunyai peraturan lain, kecuali yang ditetapkan pemain sendiri, Mujib dan Rahmawati (2011:27). Aturan media permainan ular tangga materi operasi hitung campuran yaitu : a.

  Siswa dibagi menjadi 4 kelompok.

  b.

  Satu kelompok memainkan satu kerucut pada papan ular tangga.

  c.

  Empat kelompok bergiliran memainkan kerucut masing- masing pada papan ular tangga.

  d.

  Perwakilan dalam kelompok melakukan hom-pimpah untuk menentukan nomor urut giliran pemain.

  e.

  Sebelum kelompok pemain melemparkan dadu, perwakilan siswa dalam kelompok tersebut harus mengambil dan menjawab soal lotre operasi hitung campuran yang sudah disediakan guru.

  f.

  Jika kelompok pemain tidak bisa menjawab soal lotre, maka soal akan dijawab oleh kelompok permain berikutnya dan akan dilanjutkan permainannya oleh kelompok pemain tersebut.

  g.

  Kelompok pemain melempar perlahan dadu untuk mengetahui jumlah bintik pada permukaan dadu.

  h.

  Kelompok pemain akan menggeserkan kerucutnya mendekati angka 100 sesuai dengan jumlah bintik yang diperoleh saat pelemparan dadu. i.

  Jika posisi kerucut menempati persegi yang terdapat tangga naik, maka kerucut boleh langsung menempati persegi di ujung tangga tersebut. j.

  Jika posisi kerucut menempati persegi yang terdapat kepala ular, maka kerucuh harus turun atau melangkah mundur dan menempati persegi di ujung ekor ular. k.

  Kelompok pemenang diperoleh jika sudah melewati persegi ke 100 lebih awal dari kelompok lainnya.

6. Teori Pembelajaran Matematika

  Teori pembelajaran matematika yang dapat dijadikan landasan guru dalam mengajar matematika di SD/MI:

  a. Teori belajar Burner

  Menurut Burner dalam Shadiq dan Mustajib (2011:36), ada tiga tahap belajar yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap enaktif, siswa mempelajari matematika dengan nyata atau konkret. Dengan kata lain, siswa pada tahap ini belajar mamtematika melalui pengamatan menggunakan panca inderanya. Dengan cara tersebut, diharapkan siswa dapat lebih mudah mempelajari materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Kemudian pada tahap ikonik, siswa sudah dapat mempelajarai suatu materi pelajaran dalam bentuk gambar atau diagram. Tahap ketiga yaitu tahap simbolik dimana siswa mengalami proses abstraksi dari materi pelajaran yang diterimanya.

  b. Teori belajar Brownell dan Van Engen

  Menurut William Brownell, bahwa belajar itu pada hakikatnya merupakan suatu proses yang bermakna. Ia mengemukakan bahwa belajar matematika itu harus merupakan belajar bermakna dan pengertian. Brownell mengemukakan apa yang di sebut “Meaning Theory (Teori Makna)” sebagai alternatif dari “Drill Theory (Teori Latihan Hafal/Ulangan)”.

  Teori Drill dalam pengajaran matematika berdasarkan kepada teori belajar asosiasi yang lebih dikenal dengan sebutan teori belajar stimulus respon yang dikembangkan oleh Erward L. Thorndike (1874-1949). Teori belajar ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon.

  Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respon siswa terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang atau kepuasan. Rasa senang atau puas ini bisa timbul sebagai akibat siswa mendapat pujian atau ganjaran sehingga ia merasa puas karena sukses yang diraihnya dan sebagai akibatnya anak megantarkan dirinya ke jenjang kesuksesan berikutnya, Karso, dkk (2009:23).

c. Teori belajar Dienes

  Zoltan P. Dienes adalah seorang guru matematika (Pendidikan di Hongaria, Inggris, dan Prancis), telah mengembangkan minatnya dan pengalamannya dalam pendidikan matematika. ia telah mengembangkan sistem pengajaran matematika dan berusaha aga pengajaran matematika menjadi lebiha menarik serta lebih mudah untuk dipelajari.

  Dalam Karso, dkk (2009:18-20) Dienes mengemukakan bahwa konsep-konsep matematika itu akan lebih berhasil dipelajari bila melalui tahapan tertentu. Tahapan belajar menurut dienes itu ada enam tahapan secara berurutan, yaitu seperti berikut: 1)

  Bermain bebas (Free Play) Pada tahap awal ini anak-anak bermain bebas tanpa diarahkan dengan menggunakan benda-benda matematika konkret. 2)

  Permainan (Game) Pada tahap kedua ini, anak mulai mengamati pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep. Mereka akan memperhatikan bahwa ada aturan-aturan tertentu yang terdapat dalam suatu konsep tertentu, tetapi tidak terdapat dalam konsep-konsep lainnya. Melalui permainan, siswa diajak untuk mulai mengenal danmemikirkan struktur-struktur matematika. Dengan berbagai permainan untuk penyajian konsep-konsep yang berbeda, akan menolong anak untuk bersifat logis dan matematis dalam mempelajari konsep-konsep tersebut. 3)

  Penelaahan kesamaan sifat (searching for communities) Pada tahap ini sisa mulai diarahkan pada kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. Dalam melatih mencari kesamaan sifat ini, guru perlu mengarahkan mereka dengan mentranslasikan kesamaan struktur dan bentuk permainan lain.

  4) Representasi (representation)

  Para siswa mulai belajar membuat pernyataan atau representasi tentang sifat-sifat kesamaan suatu konsep matematika yang diperoleh pada tahap penelahaan kesamaan sifat (tahap 3). Representasi ini dapat dalam bentuk gambar, diagram, atau verbal (dengan kata-kata atau ucapan).

  5) Simbolisasi (symbolization)

  Siswa perlu menciptakan simbol matematika atau rumusan verbal yang cocok untuk menyatakan konsep yang representasinya sudah diketahuinya pada tahap ke 4.

  6) Formalisasi (Formalitation)

  Tahap formalisasi merupakan tahap yang terakhir dan belajar konsep menurut Dienes. Pada tahap ini siswa belajar mengorganisasikan konsep-konsep membentuk secara formal, dalil sehingga menjadi struktur dari sistem yang dibahas. Dalam tahapan ini anak bukan hanya sekadar mampu merumuskan teorema serta membuktikannya secara deduktif, tetapi harus sampai pada susatu sistem yang berlaku dari pemahaman konsep-konsep yang tterlibat satu sama lainnya.

B. Kajian Pustaka

  Penelitian terdahulu yang berhubungan dengan judul penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Fath Anissa Husnaeny (2017) yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Peraga Ular Tangga Pada Siswa Kelas 1 MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga Tahun 2016/2017.

  Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar matematika melalui peraga ular tangga kelas 1 MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari siklus I dengan ketuntasan 67,85% dari 28 siswa yakni 19 siswa yang mencapai nilai KKM. Pada siklus II sebanyak 25 siswa atau 89,28% siswa yang mencapai nilai KKM.

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Deskripsi Pra Siklus 1. Data Siswa Kelas II Siswa kelas II MI Ma‟arif Dukuh kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun pelajaran 2017/2018 berjumlah 20 siswa yang terdiri

  dari 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data siswa kelas III MI Ma‟arif Dukuh kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Data Siswa Kelas

  II MI Ma’arif Dukuh

  No Nama Siswa Jenis Kelamin

  Perempuan Laki-laki 1. A.R.S.

  √ 2. D.K.W. √ 3. H.O.S. √ 4. A.Z.S. √ 5. M.A.M.

  √ 6. A.S.B.A. √ 7. W.T.A. √ 8. M.F.U.

  √ 9. A.P. √ 10. M.H.A. √ 11. N.G.Q.Q. √ 12. A.Z.A.F. √ 13. A.A.R. √ 14. M.Y.

  √ 15. S.I.P. √ 16. M.N.A.

  √ 17. A.M.A. √ 18. R.T.U. √ 19. A.S.F. √ 20. D.A.M.

  √ Jumlah

  6

  14

2. Perolehan Nilai Ulangan Harian Matematika

  12. A.Z.A.F. 100 √ √ 13. A.A.R.

  39 Prosentase 25% 75%

  15 Rata-rata

  5

  Jumlah 780

  40 √

  20 √ 20. D.A.M.

  √ 19. A.S.F.

  60 √ 18. R.T.U.

  80 √ 17. A.M.A.

  20 √ 16. M.N.A.

  20 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  Pada tahap ini, peneliti menggunakan nilai ulangan harian matematika kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh tahun pelajaran 2017/2018 sebelum menggunakan media permaian ular tangga. Berikut adalah hasil nilai ulangan matematika sebelum menerapkan media permainan ular tangga:

  80 √

  √ 8. M.F.U. √ 9. A.P. √ 10. M.H.A.

  20 √ 7. W.T.A.

  80 √ 6. A.S.B.A.

  20 √ 5. M.A.M.

  √ 4. A.Z.S.

  60 √ 3. H.O.S.

  20 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  Tuntas Belum

  No Nama Siswa Nilai Keterangan

Tabel 3.2 Nilai Ulangan Harian Matematika (Pra Siklus)

  11. N.G.Q.Q. 100 √ √

3. Pelaksanaan Penelitian

  Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang menerapkan media permainan ular tangga materi operasi hitung campuran kelas II semester II

  MI Ma‟arif Dukuh kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 3 siklus.

B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I 1. Perencanaan Tindakan

  Dalam tahap perencanaan tindakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a.

  Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran dengan media permainan ular tangga.

  b.

  Mempersiapkan peralatan permaianan permaianan ular tangga.

  c.

  Mempersiapkan materi ajar yaitu materi operasi hitung campuran.

  d.

  Mempersiapkan lembar pengamatan guru dan siswa untuk mengetahui keterampilan guru dan dalam proses penerapan media permainan ular tangga.

  e.

  Mempersiapkan instrumen berupa lembar tes yang digunakan untuk menggali data peningkatan hasil belajar siswa tentang materi operasi hitung campuran.

  f.

  Peneliti melakukan koordinasi dengan guru selaku kolaborator untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan media permainan ular tangga.

2. Pelaksanaan Tindakan

  Tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada tanggal 5 April 2018 dan berlangsung dalam satu kali tatap muka dengan waktu 2 x 35 menit. Langkah-langkah siklus I adalah sebagai berikut: a.

  Kegiatan awal 1)

  Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis

  a) Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a.

  b) Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

  c) Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  d) Mempersiapkan alat peraga blok pecahan. 2)

  Memberikan Motivasi

  a) Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

  b) Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa. 3)

  Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran

  a) Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Operasi Hitung campuran”. b.

  Kegiatan Inti 1)

  Eksplorasi:

  a) Siswa mengamati penjelasan guru tentang operasi hitung campuran b)

  Siswa mengamati aturan pengerjaan operasi hitung campuran dalam tanda kurung c)

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang media permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  2) Elaborasi :

a) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  b) Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c) Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal operasi hitung pecahan dalam permaian media ular tangga.

  d) Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e) Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal operasi hitung pecahan dalam permaian media ular tangga di papan tulis. f) Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  3) Konfirmasi

  a) Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa b)

  Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan

  c) Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa c.

  Kegiatan akhir 1)

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar.

  2) Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

  3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

  4) Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah

  5) Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama.

  6) Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb”

  7) Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

3. Pengamatan atau Observasi

  Peneliti melakukan pengamatan atau obeservasi langsung untuk mengetahui proses penerapan media permainan ular tanga pada materi orasi hitung campuran. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti meliputi beberapa aspek : a.

  Lembar observasi guru

Tabel 3.3 Lembar Observasi Guru Siklus I

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Kegia Penyam Menjelas Guru

  √ tan paian kan mengajak awal tujuan tujuan siswa untuk dan dan berdo‟a motiva motivasi Guru

  √ si siswa mengecek untuk kehadiran belajar siswa Guru

  √ menyampaikan tujuan yang harus dicapai Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Guru menjelaskan materi pelajaran

  √ Siswa dapat

  √ Guru membimbing siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  √ Guru memancing keaktifan siswa dengan soal dalam permainan

  Guru memberikan arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  √ Kegia tan belajar dengan media permai nan ular tangga

  Siswa paham konsep operasi hitung campura n

  Tangga Indikator Kompetensi

  √ Presen tasi guru

  √ Guru menjelaskan aturan media permainan ular tangga

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok

  Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  Pemba gian tim

  √ Kegia tan Inti

  Skor 0 1 2 3 4 setelah pembelajaran Guru memberi motivasi kepada siswa untuk belajar

  Guru membimbing √ Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 mempre sentasi kan hasil kerja tim tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis Guru bersama siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Guru membagikan soal-soal individu dikerjakan secara individu

  √ Guru memeriksa hasil kerja siswa

  √ Guru bersama siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  √ Kegia tan akhir

  Apresia si tim Siswa dapat memah mi materi operasi hitung campura n

  Guru memberikan apresiasi pada tim yang mendapat posisi di kotak tertinggi

  √ Guru memberi kesempatan kepada siswa

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami Guru

  √ menyimpulkan pembelajaran hari ini Guru meminta

  √ siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari Guru menutup

  √ pelajaran Jumlah

  33 Rata-rata

  1.65 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali b.

  Lembar observasi siswa

Tabel 3.4 Lembar observasi siswa siklus I

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Kegia Penyam Menjelas Siswa

  √ tan paian kan bersama-sama awal tujuan tujuan berdo‟a dan dan Siswa

  √ motiva motivasi memperhatika si siswa n dalam untuk absensi belajar

  Siswa √ memperhatika n penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran Siswa

  √ bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  Kegia Pemba Guru Siswa dalam √ tan gian membagi kelas

  Inti tim siswa menempatkan menjadi diri menjadi 4 beberapa kelompok tim Siswa

  √ memperhatika n aturan media permainan ular tangga

  Presen Siswa Siswa √ tasi paham memperhatika guru konsep n materi operasi pelajaran hitung campura Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 n

  Kegia tan belajar dengan media permai nan ular tangga

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  Siswa memahami arahan dalam bermain

  √ Siswa aktif menjawab soal dalam permainan

  √ Siswa memperhatika n bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  √ Siswa dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim siswa memperhatika n bimbingan guru dalam tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis

  √ Siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Siswa mengerjakan soal-soal dikerjakan secara individu

  √ Siswa bersama-sama melihat posisi kelompok

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegia Apresia Siswa Siswa √ tan si tim dapat mendapat akhir memah apresiasi mi sesuai posisi materi dalam operasi permainan hitung

  Siswa √ campura bertannya n tentang materi yang belum dipahami Siswa

  √ bersama-sama menyimpulkan pembelajaran Siswa

  √ mendalami lagi materi yang telah dipelajari Siswa

  √ menjawab salam guru

  Jumlah

  30 Rata-rata 1,57 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup

  2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali c. Daftar nilai evaluasi siklus I

  60 √ 14. M.Y.

   Refleksi

  65 Prosentase 60% 40% 4.

  8 Rata-rata

  12

  Jumlah 1300

  70 √

  90 √ 20. D.A.M.

  30 √ 19. A.S.F.

  90 √ 18. R.T.U.

  16. M.N.A. 100 √ 17. A.M.A.

  90 √

  90 √ 15. S.I.P.

  60 √ 13. A.A.R.

Tabel 3.5 Daftar nilai evaluasi siklus I

  80 √ 12. A.Z.A.F.

  70 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  80 √ 9. A.P.

  80 √ 8. M.F.U.

  60 √ 7. W.T.A.

  70 √ 6. A.S.B.A.

  90 √ 5. M.A.M.

  √ 4. A.Z.S.

  40 √ 3. H.O.S.

  50 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Pada tahap siklus I ini peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah diamati. Refleksi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap proses pembelajaran di dalam kelas dan hasil evaluasi siswa. Hasil dari pengamatan terhadap guru dan siswa terdapat kekurangan diataranya sebagai berikut: a.

  Guru 1)

  Guru kurang memberi motivasi kepada siswa untuk belajar Solusi : Guru dapat memaparkan kepada siswa dampak positif dan negatif jika belajar

  2)

  Guru kurang menjelaskan aturan media permainan ular tangga Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai aturan media permainan ular tangga

  3) Guru kurang menjelaskan materi pelajaran

  Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai materi pelajaran

  4)

  Guru kurang memberikan arahan dalam bermain Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai aturan media permainan ular tangga

  

5) Guru kurang memancing keaktifan siswa dengan soal dalam

  permaian Solusi : Guru dapat memancing keaktifan siswa lain dengan menyuruh siswa untuk bekerjasama dalam kelompok

  6)

  Guru lupa memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami

  Solusi : Sebelum kegiatan pembelajaran guru membaca kembali RPP sehingga tidak ada tahapan kegiatan yang tidak dilaksanakan

  7)

  Guru kurang menyimpulkan pembelajaran hari ini Solusi : Guru dapat memanggil nama siswa secara acak untuk menyimpulkan pembelajaran

  8)

  Guru lupa meminta siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari Solusi : Sebelum kegiatan pembelajaran guru membaca kembali RPP sehingga tidak ada tahapan kegiatan yang tidak dilaksanakan b. Siswa

  1) Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan

  yang harus dicapai setelah pembelajaran

  

2) Siswa kurang memperhatikan aturan media permainan ular

  tangga

  3)

  Siswa kurang memperhatikan materi pelajaran

  4) Siswa kurang memahami arahan dalam bermain 5)

  Siswa kurang aktif menjawab soal dalam permainan

  

6) Siswa kurang memperhatikan bimbingan guru dalam tim

  ketika mengerjakan soal di papan tulis

  7)

  Siswa tidak bertannya tentang materi yang belum dipahami

  8)

  Siswa kurang bersama-sama menyimpulkan pembelajaran

  9)

  Siswa tidak mendalami lagi materi yang telah dipelajari Dengan adanya banyak kekurangan dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil pembelajaran siklus I, hasil pembelajaran siswa mencapai ketuntasan 60% (12 siswa tuntas) dan 40% (8 siswa belum tuntas). Berdasarkan hasil evaluasi siklus I dengan berpatokan pada ketuntasan klasikal yakni 85% dari jumlah seluruh siswa maka peneliti melakukan tindakan lanjut yakni siklus II.

  Perbaikan yang harus dilakukan pada siklus berikutnya yaitu: peneliti harus menjelaskan kembali langkah-langkah penggunaan media permainan ular tangga sehingga guru dapat menjelaskan materi pelajaran dan memberikan arahan dalam bermain dengan benar. Guru juga lebih bisa mengendalikan kelas saat proses pembelajaran sehingga siswa tidak ramai sendiri. Guru dapat memancing keaktifan siswa lain dengan menyuruh siswa untuk bekerjasama dalam kelompok.

C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II 1. Perencanaan Tindakan

  Dalam tahap perencanaan tindakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a.

  Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran dengan media permainan ular tangga.

  b.

  Mempersiapkan peralatan permaianan permaianan ular tangga. c.

  Mempersiapkan materi ajar yaitu materi operasi hitung campuran.

  d.

  Mempersiapkan lembar pengamatan guru dan siswa untuk mengetahui keterampilan guru dan dalam proses penerapan media permainan ular tangga.

  e.

  Mempersiapkan instrumen berupa lembar tes yang digunakan untuk menggali data peningkatan hasil belajar siswa tentang materi operasi hitung campuran.

  f.

  Peneliti melakukan koordinasi dengan guru selaku kolaborator untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan media permainan ular tangga.

2. Pelaksanaan Tindakan

  Tindakan kelas siklus II dilaksanakan pada tanggal 6 April 2018 berlangsung dalam satu kali tatap muka dengan waktu 2 x 35 menit. Langkah-langkah siklus II adalah sebagai berikut: a.

  Kegiatan awal ( 5 menit) 1)

  Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis

  a) Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a.

  b) Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

  c) Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  2) Memberikan Motivasi

  a) Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

c) Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa.

  3) Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran

  a) Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Operasi Hitung campuran”.

  b.

  Kegiatan Inti ( 55 menit) 1)

  Eksplorasi:

  a) Siswa mengamati penjelasan guru tentang operasi hitung campuran b)

  Siswa mengamati aturan pengerjaan operasi hitung campuran dalam tanda kurung c)

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang media permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  2) Elaborasi :

a) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  b) Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c) Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga. d) Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e) Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga di papan tulis.

  f) Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  3) Konfirmasi

  a) Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

  b) Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan c)

  Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa a.

  Kegiatan akhir (10 menit) 1)

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar.

  2) Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

  3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

  4) Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah

  5) Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama.

  6) Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb”

  7) Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

3. Pengamatan atau Observasi

  Lembar observasi guru

Tabel 3.6 Lembar observasi guru siklus II

  Kegia tan Media

  Peneliti melakukan pengamatan atau obeservasi langsung untuk mengetahui apakah proses penerapan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran mengalami perubahan tingkah laku dari siklus sebelumnya. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti meliputi beberapa aspek seperti: a.

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 Kegia tan awal

  Penyam paian tujuan dan motiva

  Menjelas kan tujuan dan motivasi

  Guru mengajak siswa untuk berdo‟a

  √ Guru

  √

  Permai nan Ular Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Siswa paham konsep operasi hitung campura n

  √ Guru membimbing

  √ Guru memancing keaktifan siswa dengan soal dalam permainan

  Guru memberikan arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  √ Kegia tan belajar dengan media permai nan ular tangga

  Guru menjelaskan materi pelajaran

  √ Presen tasi guru

  Tangga Indikator Kompetensi

  √ Guru menjelaskan aturan media permainan ular tangga

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok

  Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  Pemba gian tim

  √ Kegia tan Inti

  √ Guru memberi motivasi kepada siswa untuk belajar

  Skor 0 1 2 3 4 si siswa untuk belajar mengecek kehadiran siswa Guru menyampaikan tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa Guru √ dapat membimbing mempre tim, sentasi mempresentasi kan hasil kan hasil kerja kerja tim di papan tulis

  Guru bersama √ siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  Siswa Guru √ dapat membagikan mengerja soal-soal kan soal- individu soal dikerjakan dalam secara individu permaina Guru

  √ n memeriksa hasil kerja siswa Guru bersama

  √ siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegia Apresia Siswa Guru √ tan si tim dapat memberikan akhir memah apresiasi pada

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga mi tim yang materi mendapat operasi posisi di kotak hitung tertinggi campura

  Guru memberi √ n kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami Guru

  √ menyimpulkan pembelajaran hari ini Guru meminta

  √ siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari Guru menutup

  √ pelajaran Jumlah

  46 Rata-rata 2,3 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal = 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali b.

  Lembar observasi siswa

Tabel 3.7 Lembar observasi siswa siklus II

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Kegia Penyam Menjelas Siswa

  √ tan paian kan bersama-sama awal tujuan tujuan berdo‟a dan dan Siswa

  √ motiva motivasi memperhatika si siswa n dalam untuk absensi belajar

  Siswa √ memperhatika n penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran Siswa

  √ bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  Kegia Pemba Guru Siswa dalam √ tan gian membagi kelas

  Inti tim siswa menempatkan menjadi diri menjadi 4 beberapa kelompok tim Siswa

  √ memperhatika n aturan media permainan ular tangga

  Presen Siswa Siswa √ tasi paham memperhatika guru konsep n materi operasi pelajaran hitung campura Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 n

  Kegia tan belajar dengan media permai nan ular tangga

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  Siswa memahami arahan dalam bermain

  √ Siswa aktif menjawab soal dalam permainan

  √ Siswa memperhatika n bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  √ Siswa dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim siswa memperhatika n bimbingan guru dalam tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis

  √ Siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Siswa mengerjakan soal-soal dikerjakan secara individu

  √ Siswa bersama-sama melihat posisi kelompok

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegia Apresia Siswa Siswa √ tan si tim dapat mendapat akhir memah apresiasi mi sesuai posisi materi dalam operasi permainan hitung

  Siswa √ campura bertannya n tentang materi yang belum dipahami Siswa

  √ bersama-sama menyimpulkan pembelajaran Siswa

  √ mendalami lagi materi yang telah dipelajari Siswa

  √ menjawab salam guru

  Jumlah

  41 Rata-rata

  2.16 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup

  2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali c. Daftar nilai evaluasi siklus II

  60 √

   Refleksi

  75 Prosentase 70% 30% 4.

  6 Rata-rata

  14

  Jumlah 1500

  20. D.A.M. 100 √

  40 √

  70 √ 19. A.S.F.

  17. A.M.A. 100 √ 18. R.T.U.

  60 √

  60 √ 16. M.N.A.

  14. M.Y. 100 √ 15. S.I.P.

  90 √ 13. A.A.R.

Tabel 3.8 Daftar nilai evaluasi siklus II

  11. N.G.Q.Q. 100 √ 12. A.Z.A.F.

  90 √

  20 √ 10. M.H.A.

  8. M.F.U. 100 √ 9. A.P.

  90 √

  70 √ 7. W.T.A.

  20 √ 6. A.S.B.A.

  70 √ 5. M.A.M.

  80 √ 4. A.Z.S.

  80 √ 3. H.O.S.

  1. A.R.S. 100 √ 2. D.K.W.

  Tuntas

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Pada tahap siklus II ini peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah diamati. Refleksi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap proses pembelajaran di dalam kelas dan hasil evaluasi siswa. Hasil dari pengamatan terhadap guru dan siswa terdapat kekurangan diataranya sebagai berikut: a.

  Guru 1)

  Guru kurang memberi motivasi kepada siswa untuk belajar Solusi : Guru dapat memaparkan kepada siswa dampak positif dan negatif jika belajar

  2) Guru kurang menjelaskan aturan media permainan ular tangga

  Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai aturan media permainan ular tangga

  3) Guru kurang menjelaskan materi pelajaran

  Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai materi pelajaran

  4)

  Guru kurang memberikan arahan dalam bermain Solusi : Guru lebih mendalami dan menguasai aturan media permainan ular tangga

  5) Guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk

  bertanya tentang materi yang belum dipahami Solusi : Sebelum kegiatan pembelajaran guru membaca kembali RPP sehingga tidak ada tahapan kegiatan yang tidak dilaksanakan

  6) Guru kurang menyimpulkan pembelajaran hari ini

  Solusi : Guru dapat memanggil nama siswa secara acak untuk menyimpulkan pembelajaran

  7)

  Guru lupa meminta siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari Solusi : Sebelum kegiatan pembelajaran guru membaca kembali RPP sehingga tidak ada tahapan kegiatan yang tidak dilaksanakan b. Siswa

  1)

  Siswa kurang memperhatikan materi pelajaran

  

2) Siswa tidak bertannya tentang materi yang belum dipahami

3)

  Siswa kurang bersama-sama menyimpulkan pembelajaran

4) Siswa tidak mendalami lagi materi yang telah dipelajari

  Dengan masih adanya kekurangan dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil pembelajaran siklus II, hasil pembelajaran siswa mencapai ketuntasan 70% (14 siswa tuntas) dan 30% (6 siswa belum tuntas). Berdasarkan hasil evaluasi siklus I dan siklus II dengan berpatokan pada ketuntasan klasikal yakni 85% dari jumlah seluruh siswa maka peneliti melakukan tindakan lanjut yakni siklus III.

  Perbaikan yang harus dilakukan pada siklus berikutnya yaitu: peneliti harus menjelaskan kembali tahapan RPP dan penggunaan media permainan ular tangga sehingga guru dapat menjelaskan materi pelajaran dan memberikan arahan dalam bermain dengan benar. Guru juga lebih bisa mengendalikan kelas saat proses pembelajaran sehingga siswa tidak ramai sendiri.

D. Deskripsi Pelaksanaan Siklus III 1. Perencanaan Tindakan

  Dalam tahap perencanaan tindakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a.

  Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran matematika materi operasi hitung campuran dengan media permainan ular tangga.

  b.

  Mempersiapkan peralatan permaianan permaianan ular tangga.

  c.

  Mempersiapkan materi ajar yaitu materi operasi hitung campuran.

  d.

  Mempersiapkan lembar pengamatan guru dan siswa untuk mengetahui keterampilan guru dan dalam proses penerapan media permainan ular tangga.

  e.

  Mempersiapkan instrumen berupa lembar tes yang digunakan untuk menggali data peningkatan hasil belajar siswa tentang materi operasi hitung campuran.

  f.

  Peneliti melakukan koordinasi dengan guru selaku kolaborator untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan media permainan ular tangga.

2. Pelaksanaan Tindakan

  Tindakan kelas siklus III dilaksanakan pada tanggal 9 April 2018 dan berlangsung dalam satu kali tatap muka dengan waktu 2 x 35 menit. Langkah-langkah siklus III adalah sebagai berikut: a.

  Kegiatan awal

  5) Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis

  a) Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a.

  b) Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

  c) Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  6) Memberikan Motivasi

  a) Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

b) Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa.

  7) Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran

  a) Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Operasi Hitung campuran”.

  b.

  Kegiatan Inti 1)

  Eksplorasi:

  a) Siswa mengamati penjelasan guru tentang operasi hitung campuran b)

  Siswa mengamati aturan pengerjaan operasi hitung campuran dalam tanda kurung c) Siswa mengamati penjelasan guru tentang media permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  2) Elaborasi :

a) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  b) Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c) Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  d) Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e) Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal operasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga di papan tulis.

  f) Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  3) Konfirmasi

  a) Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

  b) Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan c) Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa c.

  Kegiatan akhir 1)

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar.

  2) Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

  3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

  4) Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah

  5) Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama.

  6) Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb”

  7) Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

3. Pengamatan atau Observasi

  Peneliti melakukan pengamatan atau obeservasi langsung untuk mengetahui proses penerapan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti meliputi beberapa aspek seperti: a.

  Lembar observasi guru

Tabel 3.9 Lembar observasi guru siklus III

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Kegia Penyam Menjelas Guru

  √ tan paian kan mengajak awal tujuan tujuan siswa untuk dan dan berdo‟a motiva motivasi Guru

  √ si siswa mengecek untuk kehadiran belajar siswa

  Guru √ menyampaikan tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran Guru memberi

  √ motivasi kepada siswa untuk belajar

  Kegia Pemba Guru Guru membagi √ tan gian membagi siswa menjadi

  Inti tim siswa 4 kelompok menjadi Guru

  √ beberapa menjelaskan tim aturan media permainan ular tangga

  Presen Siswa Guru √ Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 tasi guru paham konsep operasi hitung campura n menjelaskan materi pelajaran

  Kegia tan belajar dengan media permai nan ular tangga

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  Guru memberikan arahan dalam bermain

  √ Guru memancing keaktifan siswa dengan soal dalam permainan

  √ Guru membimbing siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  √ Siswa dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim

  Guru membimbing tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis

  √ Guru bersama siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal-

  Guru membagikan soal-soal individu

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga soal dikerjakan dalam secara individu permaina Guru

  √ n memeriksa hasil kerja siswa Guru bersama

  √ siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegia Apresia Siswa Guru √ tan si tim dapat memberikan akhir memah apresiasi pada mi tim yang materi mendapat operasi posisi di kotak hitung tertinggi campura Guru memberi

  √ n kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami Guru

  √ menyimpulkan pembelajaran hari ini Guru meminta

  √ siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari Guru menutup

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga pelajaran Jumlah

  54 Rata-rata 2,7 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal = 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali b. Lembar observasi siswa

Tabel 3.10 Lembar observasi siswa siklus III

  Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Kegia Penyam Menjelas Siswa

  √ tan paian kan bersama-sama awal tujuan tujuan berdo‟a dan dan Siswa

  √ motiva motivasi memperhatika si siswa n dalam untuk absensi belajar Siswa

  √ memperhatika n penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga Siswa

  √ bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  Kegia Pemba Guru Siswa dalam √ tan gian membagi kelas

  Inti tim siswa menempatkan menjadi diri menjadi 4 beberapa kelompok tim

  Siswa √ memperhatika n aturan media permainan ular tangga

  Presen Siswa Siswa √ tasi paham memperhatika guru konsep n materi operasi pelajaran hitung campura n

  Kegia Siswa Siswa √ tan dapat memahami belajar bekerja arahan dalam dengan sama bermain media dalam

  Siswa aktif √ permai tim menjawab soal nan dalam ular permainan tangga

  Siswa √ memperhatika n bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa siswa √ Kegia tan Media

  Permai nan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim memperhatika n bimbingan guru dalam tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis Siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Siswa mengerjakan soal-soal dikerjakan secara individu

  √ Siswa bersama-sama melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  √ Kegia tan akhir

  Apresia si tim Siswa dapat memah mi materi operasi hitung campura n

  Siswa mendapat apresiasi sesuai posisi dalam permainan

  √ Siswa bertannya tentang materi yang belum dipahami

  √ Siswa bersama-sama

  √ Media Skor

  Permai Kegia nan Indikator Kompetensi tan

  0 1 2 3 4 Ular

  Tangga menyimpulkan pembelajaran Siswa

  √ mendalami lagi materi yang telah dipelajari Siswa

  √ menjawab salam guru

  Jumlah

  50 Rata-rata

  2.63 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali c. Daftar nilai evaluasi siklus III

Tabel 3.11 Daftar nilai evaluasi siklus III

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas 1. A.R.S.

  80 √ 2. D.K.W.

  90 √

  3. H.O.S. 100 √ 4. A.Z.S.

  90 √ 5. M.A.M.

  80 √ 6. A.S.B.A.

  80 √ 7. W.T.A.

  60 √ No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas 8. M.F.U.

  19. A.S.F. 100 √ 20. D.A.M.

  Guru sudah optimal menjelaskan tujuan dan motivasi siswa untuk belajar serta pembagian dan pengendalian kelompok sudah baik b.

  Pada tahap siklus III ini peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah diamati. Refleksi dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap proses pembelajaran di dalam kelas dan hasil evaluasi siswa. Pada siklus III, hasil pembelajaran siswa mencapai ketuntasan 85% (17 siswa tuntas) dan 15% (3 siswa belum tuntas). Berikut adalah hasil dari pengamatan proses pembelajaran siklus III : a.

   Refleksi

  81 Prosentase 85% 15% 4.

  3 Rata-rata

  17

  Jumlah 1620

  80 √

  18. R.T.U. 100 √

  90 √ 9. A.P.

  90 √

  80 √ 17. A.M.A.

  90 √ 16. M.N.A.

  90 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  90 √ 13. A.A.R.

  80 √ 12. A.Z.A.F.

  90 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  Siswa paham konsep dan materi operasi hitung campuran, dapat bekerjasama dengan baik dalam pembelajaran melalui permaian, lebih aktif belajar menjawab soal dan dapat mempresentasikan hasil kerja tim dengan baik dalam pembelajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Per Siklus Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti

  dalam 3 siklus, dapat diperoleh data pra siklus dengan ketuntasan siswa mencapai 25%, pada siklus I ketuntasan siswa mencapai 60% , pada siklus

  II ketuntasan siswa mencapai 70%, pada siklus III ketuntasan siswa mencapai 85%. Dari perolehan data yang didapatkan menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai yang didapat oleh siswa. Selain peningkatan nilai, antusias serta kerja sama siswa dalam belajar mengalami peningkatan. Dengan diterapkannya media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematik materi oprasi hitung campuran siswa kelas II

  MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun pelajaran 2017/2018.

1. Deskripsi Pra Siklus

  Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti menerapkan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran kelas II MI Ma‟arif Dukuh. Media permainan ular tangga ini merupakan strategi pembelajran yang belum pernah diterapkan di MI

  Ma‟arif Dukuh.

  Pada tahap pra siklus ini, peneliti menggunakan hasil ulangan harian matematika sebagai pembanding sebelum dan sesudah diterapkannya media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran kelas II MI Ma‟arif Dukuh. Adapun nilai KKM untuk mata pelajaran matematika yang ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh yaitu

  65. Berikut adalah data nilai ulangan harian matematika (pra siklus) sebelum menerapkan media permainan ular tangga pada materi operasi hitung campuran:

  12. A.Z.A.F. 100 √ 13. A.A.R.

  15 Rata-rata

  5

  Jumlah 780

  40 √

  20 √ 20. D.A.M.

  √ 19. A.S.F.

  60 √ 18. R.T.U.

  80 √ 17. A.M.A.

  20 √ 16. M.N.A.

  20 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  11. N.G.Q.Q. 100 √

Tabel 4.1 Nilai Ulangan Harian Matematika (Pra Siklus)

  80 √

  √ 8. M.F.U. √ 9. A.P. √ 10. M.H.A.

  20 √ 7. W.T.A.

  80 √ 6. A.S.B.A.

  20 √ 5. M.A.M.

  √ 4. A.Z.S.

  60 √ 3. H.O.S.

  20 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  Tuntas Belum

  No Nama Siswa Nilai Keterangan

  39 Prosentase 25% 75% Keterangan Tuntas : 5 siswa Belum Tuntas : 15 siswa

  Ketuntasan Nilai Pra Siklus 100% Ketuntasan Klasikal

  80% (85%) 60% Tuntas (KKM 65)

  40% 20% Belum Tuntas (KKM 65) 0%

  Pra Siklus

Gambar 4.1 Diagram ketuntasan nilai pra siklus

  Berdasarkan tabel 4.1 dan diagram 4.1 yang berisi daftar nilai ulangan harian matematika, dapat diketahui bahwa hasil belajar matematika kelas

  II MI Ma‟arif Dukuh masih rendah yakni 25% (5 siswa) mencapai KKM dan 75% (15 siswa) belum mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh.

2. Deskripsi Data Siklus I

  Pada tahap siklus I, siswa mengalami peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan media permainan ular tangga . Pada tahap sebelumnya (pra siklus) siswa yang mencapai KKM 25% sedangkan pada siklus I siswa yang mencapai KKM 60% (12 siswa) dan 40% (8 siswa) belum mencapai KKM. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 35% dari pra siklus ke siklus I. Namun berdasarkan ketuntasan klasikal yakni 85%, hasil belajar siswa pada siklus I belum mencapainya. Di bawah ini adalah daftar nilai evaluasi siswa siklus I:

Tabel 4.2 Daftar nilai evaluasi siklus I

  60 √ 13. A.A.R.

  8 Rata-rata

  12

  Jumlah 1300

  70 √

  90 √ 20. D.A.M.

  30 √ 19. A.S.F.

  90 √ 18. R.T.U.

  16. M.N.A. 100 √ 17. A.M.A.

  90 √

  90 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  80 √ 12. A.Z.A.F.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  70 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  80 √ 9. A.P.

  80 √ 8. M.F.U.

  60 √ 7. W.T.A.

  70 √ 6. A.S.B.A.

  90 √ 5. M.A.M.

  √ 4. A.Z.S.

  40 √ 3. H.O.S.

  50 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  65 Prosentase 60% 40% Keterangan Tuntas : 12 siswa Belum Tuntas : 8 siswa

Gambar 4.2 Diagram ketuntasan nilai evaluasi siswa siklus I 3. Deskripsi Data Siklus II

  Pada siklus II, hasil tes evaluasi siswa mengalami peningkatan yang lebih dibandingkan pada siklus I. Hasil tes evaluasi siswa pada siklus II ini yakni 70% (14 siswa) mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh dan 30% (6 siswa) belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 10% dari siklus I ke siklus II. Pada siklus II ini juga belum mencapai ketuntasan klasikal yakni 85%. Di bawah ini adalah daftar nilai evaluasi siswa siklus II:

Tabel 4.3 Daftar nilai evaluasi siklus II

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas

  1. A.R.S. 100 √ 2. D.K.W.

  80 √ 3. H.O.S.

  80 √ 4. A.Z.S.

  70 √ 5. M.A.M.

  20 √ 6. A.S.B.A.

  70 √ 7. W.T.A.

  90 √

  8. M.F.U. 100 √

  0% 50% 100% Siklus I

  Ketuntasan Evaluasi Nilai Siklus I Ketuntasan Klasikal (85%) Tuntas (KKM 65) Belum Tuntas (KKM 65) No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas 9. A.P.

  40 √

  80% 100% Siklus II

  0% 20% 40% 60%

Gambar 4.3 Diagram ketuntasan nilai evaluasi siswa siklus II

  75 Prosentase 70% 30% Keterangan Tuntas : 14 siswa Belum Tuntas : 6 siswa

  6 Rata-rata

  14

  Jumlah 1500

  20. D.A.M. 100 √

  70 √ 19. A.S.F.

  20 √ 10. M.H.A.

  17. A.M.A. 100 √ 18. R.T.U.

  60 √

  60 √ 16. M.N.A.

  14. M.Y. 100 √ 15. S.I.P.

  60 √

  90 √ 13. A.A.R.

  11. N.G.Q.Q. 100 √ 12. A.Z.A.F.

  90 √

  

Ketuntasan Evaluasi Nilai Siklus II

Ketuntasan Klasikal (85%) Tuntas (KKM 65) Belum Tuntas (KKM 65)

4. Deskripsi Data Siklus III

  90 √ 5. M.A.M.

  80 √

  90 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  90 √ 9. A.P.

  60 √ 8. M.F.U.

  80 √ 7. W.T.A.

  80 √ 6. A.S.B.A.

  Pada siklus III, hasil tes evaluasi siswa mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan pada siklus I dan II.

  Hasil tes evaluasi siswa pada siklus II ini yakni 85% (17 siswa) mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh dan 15% (3 siswa) belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 15% dari siklus II ke siklus III. Pada siklus III ini juga telah mencapai ketuntasan klasikal yakni 85%.

  90 √

  80 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

Tabel 4.4 Daftar nilai evaluasi siklus III

  MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun pelajaran 2017/2018. Berikut adalah daftar nilai evaluasi pada siklus III:

  Berdasarkan hasil belajar matematika tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan modifiakasi permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi oprasi hitung campuran pada siswa kelas II semester II

  3. H.O.S. 100 √ 4. A.Z.S.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  80 √

  Ketuntasan Evaluasi Nilai Siklus

  0% 50% 100% Siklus III

Gambar 4.4 Diagram ketuntasan nilai siswa siklus III

  81 Prosentase 85% 15% Keterangan Tuntas : 17 siswa Belum Tuntas : 3 siswa

  3 Rata-rata

  17

  Jumlah 1620

  19. A.S.F. 100 √ 20. D.A.M.

  Tuntas 12. A.Z.A.F.

  18. R.T.U. 100 √

  90 √

  80 √ 17. A.M.A.

  90 √ 16. M.N.A.

  90 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  90 √ 13. A.A.R.

  III Ketuntasan Klasikal (85%) Tuntas (KKM 65) Belum Tuntas (KKM 65)

  B.

  60 90 100

  39

  80 Jumlah 780 1300 1500 1620 Rata-rata

  40 70 100

  90 40 100 20. D.A.M.

  20

  30 70 100 19. A.S.F.

  90 18. R.T.U.

  80 17. A.M.A.

  75

  60

  90 16. M.N.A. 80 100

  60

  90

  20

  90 15. S.I.P.

  20 90 100

  65

  81 Prosentase 25% 60% 70% 85%

  60

  14

  6

  40 %

  8

  75 %

  15

  2. Belum Tuntas

  7 % 17 85%

  60 %

Tabel 4.6 Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I, Siklus II

  12

  25 %

  5

  1. Tuntas

  %

  Siswa % Siswa % Siswa % Sisw a

  Pra siklus Siklus I Siklus II Siklus III

  N o Kategori

  60 14. M.Y.

  60

  

Rekapitulasi Nilai Siswa Pra siklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

  40

  80

  90 5. M.A.M.

  70

  90

  20

  90 3. H.O.S. 80 100 4. A.Z.S.

  80

  60

  20

  80 2. D.K.W.

  20 50 100

  III 1. A.R.S.

  II Siklus

  I Siklus

  Siklus

  No Nama Siswa Pra Siklus

Tabel 4.5 Hasil Rekapitulasi Nilai Siswa Per Siklus

  70

  80 6. A.S.B.A.

  60

  90

  90 13. A.A.R.

  90

  60

  12. A.Z.A.F. 100

  80

  11. N.G.Q.Q. 100 80 100

  90

  70

  20

  80

  90 9. A.P. 20 10. M.H.A.

  60 8. M.F.U. 80 100

  90

  80

  80 7. W.T.A.

  70

  60

  3 % 3 15%

  

Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I,

Siklus II dan Siklus III

100% 80%

  Ketuntasan Klasikal 60% (85%) 40% Tuntas (KKM 65) 20%

  0% Belum Tuntas (KKM 65) Pra Siklus I Siklus II

  Siklus Siklus

  

III

Gambar 4.5 Diagram Rekapitulasi Pra Siklus, Siklus I, Siklus II

  Tabel dan gambar di atas memaparkan rekapitulasi pra siklus, siklus I, siklus II,dan siklus III. Pada pra siklus, 25% (5 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh. Hasil evaluasi siklus I yakni 60% (12 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh. Pada siklus II hasil evaluasi siswa yakni 70% (14 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh. Sedangkan pada siklus III hasil evaluasi siswa yakni 85% (17 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh MI Ma‟arif Dukuh

  Dilihat berdasarkan ketuntasan klasikal yakni 85%, nilai pra siklus 25% belum mencapai ketuntasan klasikal, siklus I 60% belum mencapai ketuntasan klasikal, siklus II 70% juga belum mencapai ketuntasan klasikal, sedangkan siklus III 85% telah mencapai ketuntasan klasikal. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa penerapan media permaianan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika operasi hitung campuran pada siswa kelas II MI Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun ajaran 2017/2018.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Ma‟arif Dukuh Sidomukti Salatiga tahun 2018, dapat disimpulkan bahwa penggunaan

  media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran pada siswa kelas II. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar Matematika pada tiap siklus. mulai dari pra siklus sebelum dilakukan tindakan, siswa yang belum mencapai ketuntasan 75% (15 siswa) dan hanya 25% (5 siswa) yang telah mencapai ketuntasan dari keseluruhan jumlah siswa. pada siklus i setelah menggunakan media permainan ular tangga, siswa yang belum mencapi kriteria ketuntasan minimal 65 sebanyak 40% (8 siswa) dan 60% (12 siswa) tuntas kriteria ketuntasan minimal dengan nilai rata- rata 65. hal ini menunjukan peningkatan sebesar 35% dari pra siklus ke siklus i. pada siklus ii setelah menggunakan media permainan ular tangga, siswa yang belum tuntas kriteria ketuntasan minimal 65 sebanyak15% (6 siswa) dan 70% (14 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasan minimal dari keseluruhan siswa yang berjumlah 20 anak dengan nilai rata-rata 75. Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 10% dari siklus I ke siklus II.

  Pada siklus III setelah menggunakan media permainan ular tangga, siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal 65 sebanyak15% (3 siswa) dan 85% (17 siswa) telah mencapai kriteria ketuntasaan minimal dari keseluruhan siswa yang berjumlah 20 anak dengan nilai rata-rata 81.

  Hal ini menunjukan peningkatan sebesar 15% dari siklus II ke siklus III. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini dinyatakan berhasil.

B. Saran

  Penerapan media permainan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran pada siswa kelas II Ma‟arif Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tahun ajaran 2017/2018. Dengan demikian, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Siswa a.

  Sebaiknya siswa tetap fokus pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  b.

  Sebaiknya siswa lebih aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  c.

  Sebaiknya siswa merubah pola pikir dan menganggap bahwa matematika bukanlah pelajaran yang sulit dan menyeramkan melainkan pelajaran yang mudah dan menyenangkan.

  2. Bagi Guru a.

  Guru sebaiknya lebih bervariatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pelajaran siswa tidak mudah jenuh dalam kegiatan belajar mengajar.

  b.

  Guru sebaiknya lebih jelas dalam menjelaskan aturan permainan dalam pembelajaran.

  c.

  Guru sebaiknya lebih memusatkan pembelajaran pada siswa agar siswa merasa dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar.

  3. Bagi Sekolah a.

  Sebaiknya sekolah menambah fasilitas sarana prasarana sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.

  b.

  Sebaiknya sekolah memberi dukungan penuh terhadap aspirasi guru tentang inovasi dalam pembelajaran.

  4. Bagi Kepala Sekolah Kepala sekolah sebaiknya membimbing para guru untuk mengembangkan kreativitas kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah beserta contoh-contohnya . Yogyakarta: Gava Media. Fatih, Abdul Halim. 2009. MATEMATIKA Hakikat & Logika. Jogjakarta : Ar- Ruzz Media.

  Karso, dkk. 2009. Pendidikan Matematika. Jakarta: Universitas Terbbuka.

  Kastolani. 2014. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TEORI DAN APLIKASI.

  Salatiga: STAIN Salatiga Press.

  Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas .Jakarta Barat: Permata Puri Media. Mawardi (2018). Merancang Model dan Media Pembelajaran.Scholaria.8(1).26- 40. Milati, Tyas. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Luas Persegi

  dan Persegi Panjang dengan Model Keapal Bernomor Struktur Menggunakan Alat Peraga Petak Persegi Satuan Pada Siswa Kelas III MI Ma’arif Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2016/2017 . Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Jurusan

  Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Salatiga. Mujib, Fathul dan Nailur Rahmawati. 2011. Metode Permainan-Permainan

Edukatif dalam Belajar Bahasa Arab . Yogyakarta: DIVA Press.

  Mulyani, sri . 2013. 45 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA.

  Yogyakarta:LANGENSARI PUBLISHING. Runtukahu, J. Tombokan. 2014. Pembelajaran Matematika Dasar bagi Anak Berkesulitan Belajar . Yogyakarta: Ar-Ruz Media. Rusmono. 2012. STRATEGI PEMBELAJARAN dengan PROBLEM BASED LEARNING ituperlu . Bogor: Ghalia Indonesia.

  Salmeto. 1988. BELAJAR dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

  Sardiman A.M., 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Stefani, G. F, Dkk. 2018. PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN TEAMS

  GAMES TOURNAMENT BERBANTU MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN COLLABORATIVE SISWA SD .

  Program Pascasarjana Uniersitas Pendidikan Ganesha.2 (2). 222-228. Suyadi. 2010. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Diva Press. Trianto. 2009. Strategi Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif

  (Konsep, Landasan, dan Implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) . Jakarta: Kencana Prenada Media Group. LAMPIRAN

  • – LAMPIRAN

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

(RPP)

Nama Sekolah : MI Ma’arif Dukuh Kelas/Semester : II/ II (Dua) Mata Pelajaran : Matematika Materi Pokok : Oprasi hitung Campuran Waktu : 2X35 menit A. Standar Kompetensi 3.

  Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka B.

   Kompetensi Dasar

  3.3 Melakukan oprasi hitung campuran C.

   Indikator 1.

  Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung dalam tanda kurung 2. Mengoprasionalkan oprasi hitung dalam tanda kurung D.

   Tujuan Pembelajaran

  Dengan mendengarkan penjelasan guru dan melihat demonstrasi dari guru siswa dapat :

  1. Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung dalam tanda kurung 2.

  Mengoprasionalkan oprasi hitung dalam tanda kurung E.

   Materi Pembelajaran 1.

  Aturan pengerjaan oprasil hitung dalam tanda kurung Jika dalam oprasi hitung campuran terdapat tanda kurung, maka oprasi dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.

  2. Aturan pengerjaan oprasi hitung penjumlahan dan pengurangan setingkat Jika dalam hitung campuran terdapat penjumlahan dan pengurangan setingkat, maka pengerjaan dilakukan urut dari kiri.

  3. Oprasi hitung campuran dalam tanda kurung Contoh: a.

  8 – (2 + 3) = 8 – 5 = 3

  Oprasi hitung yang terdapat dalam kurung 2 + 3, maka dikerjakan terlebih dahulu. Kemudian hasil dari oprasi dalam kurung di operasikan dengan oprasi di luar tanda kurung.

  b.

2 X (15 – 3) = 2 X 12

  = 24 Oprasi hitung yang terdapat dalam kurung 15 - 3, maka dikerjakan terlebih dahulu. Kemudian hasil dari oprasi dalam kurung di operasikan dengan oprasi di luar tanda kurung.

F. Metode Pembelajaran 1.

  ceramah

  2. Permainan Aturan permainan (terlampir) 3. Penugasan G.

  2. Memberikan Motivasi

  Siswa mengamati aturan pengerjaan oprasi hitung campuran dalam tanda kurung c.

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang oprasi hitung campuran b.

  Kegiatan Inti ( 55 menit) Eksplorasi: a.

  Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Oprasi Hitung campuran ”.

  3. Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran a.

  e) Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa.

  d) Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

  h) Mempersiapkan alat peraga blok pecahan.

   Media Pembelajaran/ Alat Pembelajaran 1.

  g) Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  f) Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

  e) Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a.

  Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis

   Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan awal ( 5 menit) 1.

  Buku Paket : (Matematika untuk SD/MI Kelas II, Penerbit : Erlangga, 2007, hal. 133-135) I.

   Sumber Belajar

  Papan ular tangga 2. Dadu dan keurucut 3. Papan tulis H.

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang modifikasi permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  Elaborasi : a.

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  b.

  Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c.

  Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modifikasi ular tangga.

  d.

  Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e.

  Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modifikasi ular tangga di papan tulis.

  f.

  Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  Konfirmasi a.

  Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa b.

  Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan c.

  Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa

  Kegiatan akhir (10 menit) a.

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar.

  b.

  Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

  c.

  Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

  d.

  Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah e.

  Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama.

  f.

  Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb” g.

  Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

  J. PENILAIAN a. Jenis Penilaian :

  Teknik penilaian : Tertulis Bentuk instrumen : Isian b.

   Instrumen penilaian

  Kerjakan soal berikut ini dengan baik dan benar 1!

  1.

  4 + (5 – 2) =....... + ......

  =.......

  2.

  3 + (7 + 6) =....... + ......

  =.......

  3.

  2 + (12 - 6) =....... + ......

  =.......

  4.

  6 - (2 + 1) =....... + ......

  =.......

  5.

  9 + (3 - 2) =....... + ......

  =.......

  6.

  5 + (8 + 12) =....... + ......

  =.......

  7.

  20 - (9 + 2) =....... + ......

  =.......

  8.

  3 X (5 + 1) =....... + ......

  =.......

  9.

  35 : (7 - 2) =....... + ......

  =.......

  10.

  24 : (12 - 6) =....... + ......

  =....... Pedoman penskoran

  = jumlah sekor benar X 1O =100 c.

   Rekap pensekoran No Nama Siswa Skor Keterangan 1 A.R.S.

  2 D.K.W.

  3 H.O.S.

  4 A.Z.S.

  5 M.A.M.

  6 A.S.B.A.

  7 W.T.A.

  8 M.F.U.

  9 A.P.

  10 M.H.A.

  11 N.G.Q.Q.

  12 A.Z.A.F.

  13 A.A.R.

  14 M.Y.

  15 S.I.P.

  16 M.N.A.

  17 A.M.A.

  18 R.T.U.

  19 A.S.F.

  20 D.A.M.

  Salatiga, 5 April 2018 Guru Peneliti

  Siti Nok Chalima , S.Pd.I Catur Nila Ratnasari NIP. 19780301 200710 2002 NIM: 11514105

  Mengetahui Kepala Sekolah Muhamad Muzaqi, S. Pd.I.

  NIP. 196903261990031001

  7. Oprasi hitung perkalian dan pembagian setingkat

  1. Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung penjumlahan dan pengurangan setingkat

  6. Aturan pengerjaan oprasi hitung perkalian dan pembagian setingkat Jika dalam oprasi hitung campuran terdapat perkalian dan pembagian setingkat, maka pengerjaannya dilakukan urut dari kiri.

  = 5 Oprasi hitung campuran diatas terdapat penjumlahan dan pengurangan setingkat, maka oprasi yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu oprasi hitung paling kiri (4 + 4) kemudian, di kerjakan dengan oprasi selanjutnya (.... - 3).

  4

  5. Oprasi penjumlahan dan pengurangan setingkat Contoh :

  Aturan pengerjaan oprasional hitung penjumlahan dan pengurangan setingkat Jika dalam oprasi hitung campuran terdapat penjumlahan dan pengurangan setingkat, maka pengerjaannya dilakukan urut dari kiri.

   Materi Pembelajaran 4.

  4. Mengoprasionalkan oprasi perkalian dan pembagian setingkat O.

  Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung perkalian dan pembagian setingkat

  2. Mengoprasionalkan oprasi penjumlahan dan pengurangan setingkat 3.

  Dengan mendengarkan penjelasan guru dan melihat demonstrasi dari guru siswa dapat :

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

(RPP)

Nama Sekolah : MI Ma’arif Dukuh Kelas/Semester : II/ II (Dua) Mata Pelajaran : Matematika Materi Pokok : Oprasi hitung Campuran Waktu : 2X35 menit K. Standar Kompetensi 4.

   Tujuan Pembelajaran

  4. Mengoprasionalkan oprasi perkalian dan pembagian setingkat N.

  Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung perkalian dan pembagian setingkat

  2. Mengoprasionalkan oprasi penjumlahan dan pengurangan setingkat 3.

  Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung penjumlahan dan pengurangan setingkat

   Indikator 1.

  3.3 Melakukan oprasi hitung campuran M.

   Kompetensi Dasar

  Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka L.

  • 4 – 3 = 8 – 3
Contoh :

  4 X 3 : 2 = 12 : 2 = 6

  Oprasi hitung campuran diatas terdapat perkalian dan pembagian setingkat, maka oprasi yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu oprasi hitung paling kiri (4 X 3) kemudian, di kerjakan dengan oprasi selanjutnya (.... : 2).

  Siswa mengamati aturan pengerjaan oprasi hitung campuran dalam tanda kurung

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang oprasi hitung campuran e.

  Kegiatan Inti ( 55 menit) Eksplorasi: d.

  Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Oprasi Hitung campuran ”.

  f) Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

  Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. k)

  Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis i) Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a. j)

   Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan awal ( 5 menit) 4.

  Buku Paket : (Matematika untuk SD/MI Kelas II, Penerbit : Erlangga, 2007, hal. 133-135) S.

   Sumber Belajar

  Papan ular tangga 2. Dadu dan keurucut 3. Papan tulis R.

   Media Pembelajaran/ Alat Pembelajaran 1.

  Aturan permainan (terlampir) 6. Penugasan Q.

  ceramah 5. Permainan

  P. Metode Pembelajaran 4.

5. Memberikan Motivasi

g) Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa.

6. Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran b.

  f.

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang modifikasi permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  Elaborasi : a.

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  b.

  Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c.

  Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  d.

  Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e.

  Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga di papan tulis.

  f.

  Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  Konfirmasi d.

  Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa e. Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan f.

  Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa

  Kegiatan akhir (10 menit) h.

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar. i.

  Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung. j.

  Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. k.

  Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah l.

  Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama. m.

  Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb” n.

  Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

  T. PENILAIAN d. Jenis Penilaian :

  = jumlah sekor benar X 1O =100 f.

  2 X 5 : 2 =....... .......

  =.......

  9.

  15 : 5 X 2 =....... .......

  =.......

  10.

  24 : 6 X 3 =....... .......

  =....... Pedoman penskoran

   Rekap pensekoran No Nama Siswa Skor Keterangan 1 A.R.S.

  =.......

  2 D.K.W.

  3 H.O.S.

  4 A.Z.S.

  5 M.A.M.

  6 A.S.B.A.

  7 W.T.A.

  8 M.F.U.

  9 A.P.

  10 M.H.A.

  8.

  20 X 1 : 2 =....... .......

  Teknik penilaian : Tertulis Bentuk instrumen : Isian e.

  2 + 12 - 6 =....... .......

   Instrumen penilaian

  Kerjakan soal berikut ini dengan baik dan benar 1! 1.

  4 + 5 – 2 =....... - ......

  =.......

  2.

  3 + 7 + 6 =....... + ......

  =.......

  3.

  =.......

  7.

  4.

  6 - 2 + 1 =....... .......

  =.......

  5.

  9 + 3 - 2 =....... .......

  =.......

  6.

  2 X 2 : 2 =....... .......

  =.......

  11 N.G.Q.Q.

  12 A.Z.A.F.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS III

(RPP)

Nama Sekolah : MI Ma’arif Dukuh Kelas/Semester : II/ II (Dua) Mata Pelajaran : Matematika Materi Pokok : Oprasi hitung Campuran Waktu : 2X35 menit A. Standar Kompetensi

  3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka B.

   Kompetensi Dasar

3.3 Melakukan oprasi hitung campuran C.

   Indikator

  1. Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

  5. Mengoprasionalkan oprasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

  D. Tujuan Pembelajaran

  Dengan mendengarkan penjelasan guru dan melihat demonstrasi dari guru siswa dapat :

  1. Memahami aturan pengerjaan oprasional hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

  2. Mengoprasionalkan oprasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

  E. Materi Pembelajaran 1.

  Aturan pengerjaan oprasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian Jika dalam oprasi hitung campuran terdapat penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, maka yang harus dikerjakan terlebih dahulu adalah oprasi hitung perkalian atau pembagian dan dilanjutkan oprasi hitung penjumlahan atau pengurangan.

2. Oprasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian

  Contoh : a.

  6 + 4 : 2 = 6 – 2 = 4

  Oprasi hitung campuran diatas terdapat penjumlahan dan pembagian, maka oprasi yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu oprasi hitung pembagian (4 : 2) kemudian, di kerjakan dengan oprasi selanjutnya (6 - ....).

  b.

  4 + 6 X 2 = 4 + 12 = 16

  Oprasi hitung campuran diatas terdapat penjumlahan dan perkalian, maka oprasi yang dikerjakan terlebih dahulu yaitu oprasi hitung paling perkalian (6 X 2) kemudian, di kerjakan dengan oprasi penjumlahan (4 + ........).

F. Metode Pembelajaran 1.

  b.

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok.

  Elaborasi : a.

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang modifikasi permainan ular tangga yang akan di laksanakan dalam pembelajaran

  Siswa mengamati aturan pengerjaan oprasi hitung campuran dalam tanda kurung c.

  Siswa mengamati penjelasan guru tentang oprasi hitung campuran b.

  Kegiatan Inti ( 55 menit) Eksplorasi: a.

  Memaparkan bahwa hari ini akan belajar tentang “Oprasi Hitung campuran ”.

  3. Menjelaskan kompetensi atau tujuan pembelajaran a.

  Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban siswa.

  Ceramah 2. Permainan 3. Aturan permainan (terlampir) 4. Penugasan G.

  Media Pembelajaran/ Alat Pembelajaran 1.

  2. Memberikan Motivasi a.

  c. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa dan menanyakan kabar kepada siswa.

  Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadirandan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

  b.

  Guru meminta salah seorang siswa untuk membaca ikrar siswa dan memimpin do‟a.

  Menyiapkan siswa secara fisik dan psikis a.

   Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan awal ( 5 menit) 1.

  Buku Paket : (Matematika untuk SD/MI Kelas II, Penerbit : Erlangga, 2007, hal. 133-135) I.

   Sumber Belajar

  Papan ular tangga 2. Dadu dan keurucut 3. Papan tulis H.

  Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar dan berdiskusi agar siswa bertambah semangat dalam belajar.

  b.

  Siswa secara bersama-sama memainkan modivikasi permainan ular tangga.

  c.

  Siswa dalam kelompok secara bersama-sama mengerjakan soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  d.

  Perwakilan 1 siswa dalam kelompok menuliskan di papan tulis hasil dari soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga.

  e.

  Siswa dibantu oleh guru mengoreksi jawaban soal oprasi hitung pecahan dalam permaian modivikasi ular tangga di papan tulis.

  f.

  Siswa diminta bersama-sama diminta mengerjakan soal secara individu yang diberikan oleh guru.

  Konfirmasi a.

  Guru bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui siswa b.

  Bersama siswa menjawab dan mengkonfirmasi kesalah pahaman memberikan penguatan dan menyimpulkan c.

  Mengapresiasi pekerjaan siswa dengan memeberikan tepuk tangan dan pujian kepada siswa

  Kegiatan akhir (10 menit) a.

  Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atau rangkuman hasil belajar.

  b.

  Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

  c.

  Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

  d.

  Menginformasikan untuk lebih mendalami materi yang telah dipelajari di rumah e.

  Mengajak semua siswa berdo‟a dengan melafalkan hamdalah bersama-sama.

  f.

  Mengamati sikap siswa dalam berdo‟a “guru mengamati sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb” g. Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo‟a, maka setelah selesai kegiatan berdo‟a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan.

  J. PENILAIAN a. Jenis Penilaian :

  Teknik penilaian : Tertulis Bentuk instrumen : Isian b.

   Instrumen penilaian

  Kerjakan soal berikut ini dengan baik dan benar 1! 1. =....... : ......

  4 + 5 : 3 =....... + .......

  =.......

  2.

  6 – 2 X 1 =....... X ......

  =....... - ....... =.......

  3.

  2 + 12 : 6 =....... : ......

  =....... + ....... =.......

  4.

  5 X 3 + 6 =....... X ......

  =....... + ....... =....... 5. =....... : ......

  9 : 3 - 2 =....... - .......

  =........

  6.

  10 X 2 - 2 =....... ........

  =....... ........ =.......

  7.

  20 X 1 + 2 =....... ........

  =....... ........ =.......

  8.

  24 - 6 X 2 =....... ........

  =....... ........ =.......

  9.

  30 : 10 - 2 =....... ........

  =....... ........ =.......

  10.

  25 : 5 + 3 =....... ........

  =....... ........ =....... Pedoman penskoran

  = jumlah sekor benar X 1O =100 c.

   Rekap pensekoran

No Nama Siswa Skor Keterangan

1 A.R.S.

  2 D.K.W.

  3 H.O.S.

  4 A.Z.S.

  5 M.A.M.

  6 A.S.B.A.

  7 W.T.A.

  8 M.F.U.

  9 A.P.

  10 M.H.A.

  11 N.G.Q.Q.

  12 A.Z.A.F.

  

Dokumentasi Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung

Siklus 1

  Guru sedang membimbing siswa dalam bermain modifikasi ular tangga Perwakilan kelompok melakukan hompimpah untuk menentukan giliran permainan

  Siswa bergantian mengambil soal lotre untuk melanjutkan permainan dan melempar dadu Siswa bergiliran melakukan permainan

  Dokumentasi Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung Siklus I1

  Guru sedang membimbing siswa dalam bermain modifikasi ular tangga Siswa bergantian mengambil soal lotre untuk melanjutkan permainan dan melempar dadu

  Siswa dalam kelompok bersama-sama menjawab soal lotre di papan tulis Siswa dalam kelompok memindahkan kerucut setelah pelemparan dadu

  Dokumentasi Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung Siklus I1I

  Guru sedang membimbing siswa dalam bermain modifikasi ular tangga Siswa dalam kelompok menyelesaikan soal lotre di papan tulis

  Siswa bergantian melempar dadu setelah menyelesaikan soal lotre Guru memotifasi siswa untuk aktif bermain

  

DAFTAR NILAI EVALUASI SIKLUS I

  60 √ 13. A.A.R.

  8 Rata-rata

  12

  Jumlah 1300

  70 √

  90 √ 20. D.A.M.

  30 √ 19. A.S.F.

  90 √ 18. R.T.U.

  16. M.N.A. 100 √ 17. A.M.A.

  90 √

  90 √ 15. S.I.P.

  60 √ 14. M.Y.

  80 √ 12. A.Z.A.F.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  70 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  80 √ 9. A.P.

  80 √ 8. M.F.U.

  60 √ 7. W.T.A.

  70 √ 6. A.S.B.A.

  90 √ 5. M.A.M.

  √ 4. A.Z.S.

  40 √ 3. H.O.S.

  50 √ 2. D.K.W.

  Tuntas 1. A.R.S.

  65 Prosentase 60% 40%

DAFTAR NILAI EVALUASI SIKLUS II

  60 √

  75 Prosentase 70% 30%

  6 Rata-rata

  14

  Jumlah 1500

  20. D.A.M. 100 √

  40 √

  70 √ 19. A.S.F.

  17. A.M.A. 100 √ 18. R.T.U.

  60 √

  60 √ 16. M.N.A.

  14. M.Y. 100 √ 15. S.I.P.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas

  11. N.G.Q.Q. 100 √ 12. A.Z.A.F.

  90 √

  20 √ 10. M.H.A.

  8. M.F.U. 100 √ 9. A.P.

  90 √

  70 √ 7. W.T.A.

  20 √ 6. A.S.B.A.

  70 √ 5. M.A.M.

  80 √ 4. A.Z.S.

  80 √ 3. H.O.S.

  1. A.R.S. 100 √ 2. D.K.W.

  90 √ 13. A.A.R.

DAFTAR NILAI EVALUASI SIKLUS III

  60 √ 14. M.Y.

  81 Prosentase 85% 15%

  3 Rata-rata

  17

  Jumlah 1620

  80 √

  19. A.S.F. 100 √ 20. D.A.M.

  18. R.T.U. 100 √

  90 √

  80 √ 17. A.M.A.

  90 √ 16. M.N.A.

  90 √ 15. S.I.P.

  No Nama Siswa Nilai Keterangan Tuntas Belum

  Tuntas 1. A.R.S.

  80 √ 12. A.Z.A.F.

  90 √ 11. N.G.Q.Q.

  √ 10. M.H.A.

  90 √ 9. A.P.

  60 √ 8. M.F.U.

  80 √ 7. W.T.A.

  80 √ 6. A.S.B.A.

  90 √ 5. M.A.M.

  3. H.O.S. 100 √ 4. A.Z.S.

  90 √

  80 √ 2. D.K.W.

  90 √ 13. A.A.R.

  LEMBAR OBSERVASI GURU SIKLUS I

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok

  √ Guru membimbing siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  √ Guru memancing keaktifan siswa dengan soal dalam permainan

  Guru memberikan arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  Kegia tan belajar dengan modifikasi permainan ular tangga

  Guru menjelaskan materi pelajaran √

  Siswa paham konsep operasi hitung campura n

  √ Presen tasi guru

  √ Guru menjelaskan aturan modifikasi permainan ular tangga

  Pemba gian tim Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  Kegiatan Modifikasi Permainan

  √ Kegiatan Inti

  √ Guru memberi motivasi kepada siswa untuk belajar

  √ Guru menyampaikan tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  √ Guru mengecek kehadiran siswa

  Guru mengajak siswa untuk berdo‟a

  Menjelas kan tujuan dan motivasi siswa untuk belajar

  Kegiatan awal Penyam paian tujuan dan motiva si

  Indikator Kompetensi Skor 0 1 2 3 4

  Ular Tangga

  √ Kegiatan Modifikasi Permainan

  Ular Tangga

  Indikator Kompetensi Skor 0 1 2 3 4

  Siswa dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim

  Guru membimbing tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis

  √ Guru bersama siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Guru membagikan soal-soal individu dikerjakan secara individu

  √ Guru memeriksa hasil kerja siswa

  √ Guru bersama siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  √ Kegiatan akhir

  Apresiasi tim Siswa dapat memah mi materi operasi hitung campura n

  Guru memberikan apresiasi pada tim yang mendapat posisi di kotak tertinggi

  √ Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami

  √ Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini

  √ Guru meminta siswa untuk mendalami lagi materi yang telah

  √ Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga dipelajari

  Guru menutup √ pelajaran

  Jumlah

  33 Rata-rata

  1.65 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 5 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

LEMBAR OBSERVASI GURU SIKLUS II

  Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga

  Kegiatan Penyam Menjelask Guru √ awal paian an tujuan mengajak tujuan dan dan siswa untuk motiva motivasi berdo‟a si siswa Guru

  √ untuk mengecek belajar kehadiran siswa Guru

  √ menyampaik an tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran Guru

  √ memberi motivasi kepada siswa untuk belajar

  Kegiatan Pemba Guru Guru √

  Inti gian tim membagi membagi siswa siswa menjadi menjadi

  4 beberapa kelompok tim

  Guru √ menjelaskan aturan modifikasi permainan ular tangga

  Presen Siswa Guru √ tasi guru paham menjelaskan konsep materi operasi pelajaran hitung campuran

  Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga

  Kegia Siswa Guru √ tan belajar dapat memberikan dengan bekerja arahan dalam modifikasi sama bermain permainan dalam tim

  Guru √ ular memancing tangga keaktifan siswa dengan soal dalam permainan Guru

  √ membimbing siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa Guru √ dapat membimbing mempre tim, sentasi mempresenta kan hasil si kerja tim kan hasil kerja di papan tulis Guru

  √ bersama siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  Siswa Guru √ dapat membagikan mengerjak soal-soal an soal- individu soal dalam dikerjakan permainan secara individu Guru

  √ memeriksa Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga hasil kerja siswa Guru

  √ bersama siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegiatan Apresiasi Siswa Guru √ akhir tim dapat memberikan memah apresiasi mi materi pada tim operasi yang hitung mendapat campuran posisi di kotak tertinggi Guru

  √ memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami Guru

  √ menyimpulka n pembelajaran hari ini Guru

  √ meminta siswa untuk mendalami Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga lagi materi yang telah dipelajari Guru

  √ menutup pelajaran

  Jumlah

  46 Rata-rata 2,3 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal = 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 6 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

LEMBAR OBSERVASI GURU SIKLUS III

  √ Guru menjelaskan aturan modifikasi permainan ular tangga

  √

  √ Guru membimbing

  √ Guru memancing keaktifan siswa dengan soal dalam permainan

  Guru memberikan arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  Kegia tan belajar dengan modifikasi permainan ular tangga

  Guru menjelaskan materi pelajaran √

  Siswa paham konsep operasi hitung campura n

  √ Presen tasi guru

  Kegiatan Modifikasi

  Permainan Ular

  Pemba gian tim Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  √ Kegiatan Inti

  √ Guru memberi motivasi kepada siswa untuk belajar

  √ Guru menyampaikan tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  √ Guru mengecek kehadiran siswa

  Guru mengajak siswa untuk berdo‟a

  Menjelas kan tujuan dan motivasi siswa untuk belajar

  Penyam paian tujuan dan motiva si

  Skor 0 1 2 3 4 Kegiatan awal

  Tangga Indikator Kompetensi

  Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok Kegiatan Modifikasi

  Permainan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 siswa dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa dapat mempre sentasi kan hasil kerja tim

  Guru membimbing tim, mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis

  √ Guru bersama siswa membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  √ Siswa dapat mengerja kan soal- soal dalam permaina n

  Guru membagikan soal- soal individu dikerjakan secara individu

  √ Guru memeriksa hasil kerja siswa

  √ Guru bersama siswa melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  √ Kegiatan akhir

  Apresiasi tim Siswa dapat memah mi materi operasi hitung campura n

  Guru memberikan apresiasi pada tim yang mendapat posisi di kotak tertinggi

  √ Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami

  √ Guru

  √ Kegiatan Modifikasi

  Permainan Ular

  Tangga Indikator Kompetensi

  Skor 0 1 2 3 4 menyimpulkan pembelajaran hari ini Guru meminta siswa untuk mendalami lagi materi yang telah dipelajari

  √ Guru menutup pelajaran

  √ Jumlah

  54 Rata-rata 2,7 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal = 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 9 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

  LEMBAR OBSERVASI SISWA SIKLUS I

  Siswa dalam kelas menempatkan diri menjadi

  √ Siswa

  √ Siswa aktif menjawab soal dalam permainan

  Siswa memahami arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  √ Kegia tan belajar dengan modifikasi permainan ular tangga

  Siswa memperhatikan materi pelajaran

  Siswa paham konsep operasi hitung campuran

  √ Presen tasi guru

  Siswa memperhatikan aturan modifikasi permainan ular tangga

  4 kelompok √

  Pemba gian tim Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  Kegiatan Modifikasi

  √ Kegiatan Inti

  √ Siswa bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  √ Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  Siswa memperhatikan dalam absensi

  Siswa bersama- sama berdo‟a √

  Menjelaska n tujuan dan motivasi siswa untuk belajar

  Penyam paian tujuan dan motiva si

  Skor 0 1 2 3 4 Kegiatan awal

  Tangga Indikator Kompetensi

  Permainan Ular

  √ Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4

  Tangga memperhatikan bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa dapat siswa √ mempre memperhatikan sentasi bimbingan guru kan hasil dalam tim, kerja tim mempresentasi kan hasil kerja di papan tulis Siswa membahas

  √ hasil kerja kelompok dalam permainan

  Siswa dapat Siswa mengerjakan √ mengerjaka soal-soal n soal-soal dikerjakan secara dalam individu permainan Siswa bersama-

  √ sama melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegiatan Apresiasi Siswa dapat Siswa mendapat √ akhir tim memah apresiasi sesuai mi materi posisi dalam operasi permainan hitung

  Siswa bertannya √ campuran tentang materi yang belum dipahami Siswa bersama-

  √ sama menyimpulkan pembelajaran Siswa mendalami

  √ lagi materi yang telah dipelajari Siswa menjawab

  √ Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4

  Tangga salam guru Jumlah

  30 Rata-rata 1,57 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 5 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

LEMBAR OBSERVASI SISWA SIKLUS II

  4 kelompok √

  √

  √ Siswa aktif menjawab soal

  Siswa memahami arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama dalam tim

  √ Kegia tan belajar dengan modifikasi permainan

  Siswa memperhatikan materi pelajaran

  Siswa paham konsep operasi hitung campuran

  √ Presen tasi guru

  Siswa memperhatikan aturan modifikasi permainan ular tangga

  Kegiatan Modifikasi

  Permainan Ular

  Pemba gian tim Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  √ Kegiatan Inti

  √ Siswa bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  √ Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  Siswa memperhatikan dalam absensi

  Siswa bersama- sama berdo‟a √

  Menjelask an tujuan dan motivasi siswa untuk belajar

  Penyam paian tujuan dan motiva si

  Skor 0 1 2 3 4 Kegiatan awal

  Tangga Indikator Kompetensi

  Siswa dalam kelas menempatkan diri menjadi Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga ular dalam permainan tangga Siswa

  √ memperhatikan bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa siswa √ dapat memperhatikan mempre bimbingan guru sentasi dalam tim, kan hasil mempresentasi kerja tim kan hasil kerja di papan tulis Siswa membahas

  √ hasil kerja kelompok dalam permainan

  Siswa Siswa √ dapat mengerjakan soal- mengerjak soal dikerjakan an soal- secara individu soal dalam Siswa bersama-

  √ permainan sama melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegiatan Apresiasi Siswa Siswa mendapat √ akhir tim dapat apresiasi sesuai memah posisi dalam mi materi permainan operasi

  Siswa bertannya √ hitung tentang materi campuran yang belum dipahami Siswa bersama-

  √ sama menyimpulkan pembelajaran Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga

  Siswa mendalami √ lagi materi yang telah dipelajari Siswa menjawab

  √ salam guru Jumlah

  41 Rata-rata

  2.16 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 6 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

LEMBAR OBSERVASI SISWA SIKLUS III

  Siswa dalam kelas menempatkan diri menjadi 4 kelompok

  √

  Siswa memahami arahan dalam bermain

  Siswa dapat bekerja sama

  √ Kegia tan belajar dengan modifikasi

  Siswa memperhatikan materi pelajaran

  Siswa paham konsep operasi hitung campuran

  √ Presen tasi guru

  √ Siswa memperhatikan aturan modifikasi permainan ular tangga

  Kegiatan Modifikasi

  Permainan Ular

  √ Kegiatan Inti

  √ Siswa bersemangat dan mendapatkan motivasi belajar

  √ Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan yang harus dicapai setelah pembelajaran

  Siswa memperhatikan dalam absensi

  Siswa bersama- sama berdo‟a √

  Menjelask an tujuan dan motivasi siswa untuk belajar

  Penyam paian tujuan dan motiva si

  Skor 0 1 2 3 4 Kegiatan awal

  Tangga Indikator Kompetensi

  Pemba gian tim Guru membagi siswa menjadi beberapa tim

  Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga permainan dalam tim Siswa aktif

  √ ular tangga menjawab soal dalam permainan Siswa

  √ memperhatikan bimbingan guru dalam tim ketika mengerjakan soal di papan tulis

  Siswa siswa √ dapat memperhatikan mempre bimbingan guru sentasi dalam tim, kan hasil mempresentasi kerja tim kan hasil kerja di papan tulis Siswa

  √ membahas hasil kerja kelompok dalam permainan

  Siswa Siswa √ dapat mengerjakan mengerjak soal-soal an soal- dikerjakan soal dalam secara individu permainan Siswa bersama-

  √ sama melihat posisi kelompok tertinggi dalam permainan untuk menentukan pemenang

  Kegiatan Apresiasi Siswa Siswa mendapat √ akhir tim dapat apresiasi sesuai memah posisi dalam mi materi permainan operasi

  Siswa bertannya √ hitung tentang materi Modifikasi Skor

  Permainan Kegiatan Indikator Kompetensi

  Ular 0 1 2 3 4 Tangga campuran yang belum dipahami Siswa bersama-

  √ sama menyimpulkan pembelajaran Siswa

  √ mendalami lagi materi yang telah dipelajari Siswa menjawab

  √ salam guru Jumlah

  50 Rata-rata

  2.63 Skala kategori penskoran: Kategori rata-rata: Skor maksimal= 4 0,0-0,8 = kurang sekali Skor minimal = 0 0,9-1,6 = kurang

  1,7-2,4 = cukup 2,5-3,2 = baik 3,3-4,0 = baik sekali Salatiga, 9 April 2018 Pengamat Catur Nila Ratnasari

  DATA SISWA KELAS II MI MA’ARIF DUKUH

  No Nama Siswa Jenis Kelamin

  Perempuan Laki-laki 1. Andika Risky Saputra A.R.S.

  √ 2. Dwi Kandung Wicaksono D.K.W. √ 3. Haycal Ozy Saputra H.O.S. √ 4. Aulida Zahra Salsabila A.Z.S. √ 5. Mujiburrahman Al Malini M.A.M.

  √

  6. Ahmad Sabbaha Bikhoirul Anama A.S.B.A.

  √ 7. Wahdatun Taladzul A‟yun W.T.A.

  √ 8. Muhammad Faqih „Ulumuddin M.F.U.

  √ 9. Aditya Pranata A.P. √ 10. Muhammad Hilmi Aziz M.H.A. √ 11. Nizam Ghulam Qo‟dah Qomar N.G.Q.Q.

  √ 12. Asyifa Zahra Aulia Febriana A.Z.A.F. √ 13. „Afifatull Aliya Ramadani A.A.R.

  √ 14. Muhammad Yasin M.Y.

  √ 15. Salsabilah Indah Pratiwi S.I.P. √ 16. Muhammad Naufal Azzam M.N.A.

  √ 17. Abdillah Miladu Ahmad A.M.A. √ 18. Rendra Tri Utomo R.T.U. √ 19. Aira Syafa Fitriana A.S.F. √ 20. Deva Adnan Mahardika D.A.M.

  √ Jumlah

  6

  14

JAWABAN SOAL EVALUASI SIKLUS I, II DAN III

  SIKLUS I i.

  7 ii.

  16 iii.

  8 iv.

  3 v.

  10 vi.

  25 vii.

  9 viii.

  18 ix.

  7 x.

4 SIKLUS II 1.

  7 2.

  16 3.

  8 4.

  5 5.

  10 6.

  2 7.

  10 8.

  5 9.

  6 10.

12 SIKLUS III 1.

  9 2.

  4 3.

  4 4.

  21 5.

  1 6.

  18 7.

  22 8.

  12 9.

  1 10.

  8

PROFIL MADRASAH A.

  Sejarah MI MA‟ARIF Dukuh Madrasah Ibtidaiyah Ma‟arif Dukuh dirikan pada tahun 1969 oleh

  Yayasan Ma‟arif bersama masyarakat. Adapun lokasi Madrasah Ibtidaiyah Ma‟arif Dukuh berada di jalan Wisnu RT 04 RW I Dukuh Kec.Sidomukti Kota Salatiga.

  Yang mendorong berdirinya MI Ma‟arif Dukuh adalah keinginan masyarakat Dukuh dan sekitarnya adalanya lembaga pendidikan yang berlandaskan agama Islam.Madrasah Ibtidaiyah Maarif Dukuh mendapat pengesahan dari Perwakilan Departemen Agama Jawa Tengah pada tanggal 1 Januari 1975 dengan nomor Induk 2036.mendapat piagam terdaftar no LK/3.c/96/pgm/MI/1978 dan berstatus Diakui dengan nomor Mk.02/5/PP.03.2/888/1998 yang ditetapkan pada tanggal 20 Juli1998. MI Ma‟arif Dukuh status Akreditasi adalah B tahun 2012.

  Adapun nomor setatistik dan Nomor Induk MI Ma‟arif Dukuh adalah : 1. : 111233730009

  Nomor Statistik Madrasah 2. : 110020

  Nomor Induk Madrasah 3. Nomor Pokok Sekolah Nasional : 20328494

  Menempati area lahan tanah waqaf: 1. : No.1880

  HM

  2

  2. : + 677 m Luas B.

  Visi dan Misi Madrasah Visi MI Ma‟arif Dukuh:

  “ HEBBAT “

  Terwujudnya peserta didik yang handal, cerdas dan berakhlakul karimah, bertaqwa, aktif dan bertehnologi.

  Misi MI Ma‟arif Dukuh:

  Belajar Enjoy Sepanjang Hayat Rincian Misi: 1.

  Menanamkan kesadaran prinsip hidup Belajar Sepanjang Hayat.

  2. Mengembangkan model pembelajaran yangENJOY (Efektif,Nyaman, Jelas, Obyektif dan Islamy) 3. Membentuk pribadi yang handal dalam segala hal.

  4. Membangun rasa cinta dan bangga terhadap agama, bangsa dan tanah air.

  5. Membentuk pribadi berahlak mulia dan berprestasi tinggi dan bertaqwa.

  6. Membentuk pribadi yang selalu aktif dalam segala hal.

  7. Membekali sains-tehnologi tepat guna.

  SURAT TUGAS PEMBIMBING SKRIPSI SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN

  SURAT KETERANGAN PENELITIAN

  LEMBAR KONSULTASI SEKRIPSI

DAFTAR SATUAN KREDIT KEGIATAN (SKK)

  NAMA : CATUR NILA RATNASARI NIM : 115-14-105 No Nama Kegiatan Tanggal Keikutsertaan Skor

  Pelaksanaan

  1 Opak STAIN Salatiga 2014 18-19 Agustus Peserta

  3 2014

  “Aktualisasi Gerakan Mahasiswa yang Beretika, Disiplin dan

  Berfikir Terbuka” oleh Dema STAIN Salatiga Tahun 2014

  2 Opak Jurusan Tarbiyah STAIN 20-21 Agustus Peserta

  3 2014

  Salatiga 2014 “Aktualisasi Pendidikan Karakter Sebagai Pembentuk Generasi yang Religius, Educative, dan Humanis” oleh HMJ Tarbiyah STAIN Salatiga Tahun 2014

  3 Library User Education

  28 Agustus 2014 Peserta

  2 (Pendidikan Pemustaka) oleh UPT Perpustakaan STAIN Salatiga Tahun 2014

  4

  12 Oktober 2015 Peserta

  2 Lomba Business Plan “Jeli Menciptakan Peluang dan Tangguh Menghadapi Resiko untuk Memajukan Perekonomian Indonesia” oleh KSEI IAIN Salatiga Tahun 2015

  5 Festifal Budaya PGMI

  15 November Peserta

  2 2017

  “Bersama Kita Bisa” oleh HMJ PGMI IAIN Salatiga Tahun 2017

  6 Pentas Seni dan Budaya

  9 Desember 2014

  2 “Melestarikan Budaya Melalui Seni dan Keterampilan” oleh HMPS PGMI STAIN Salatiga Tahun 2014

  7 Seminar Nasional

  16 November Peserta

  8 Entrepreneurship oleh Gerakan 2014 Pramuka Racana Kusuma Dilaga

  • – Woro Srikandhi Gugus Depan Kota Salatiga 02.237- 02.238 Pangkalan STAIN Salatiga Tahun 2014

  8 Pengakraban Mahasiswa Baru

  27 Agustus 2014 Peserta

  2 PGMI STAIN Salatiga “Harmoni Keluarga PGMI yang Humanis dan Berkarakter” oleh HMPS PGMI STAIN Salatiga Tahun 2014

  9 Orientasi Dasar Keislaman

  21 Agustus 2014 Peserta

  2 (ODK)”Pemahaman Islam Rahmatan Lil‟Alamin Sebagai Langkah Awal Menjadi Mahasiswa Berkarakter” oleh LDK Darul Amal & ITTAQO STAIN Salatiga Tahun 2014

  10 Workshop Entrepreneurship 22 Agustus 2014 Peserta

  3

  “Menanamkan Nilai-nilai Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa yang Kreatif dan Ino vatif” oleh

  KSEI dan SSC STAIN Salatiga Tahun 2014

  11 Seminar Kewirausahaan

  21 Desember Peserta

  2 2014

  “Meraih Kesuksesan Dengan Berwirausaha” oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Salatiga Tahun 2014

  12 Talk Show

  19 September Peserta

  2 “Ciptakan Karater

  Mahasiswa Religius Dan 2014 Berahlaq Mulia” oleh Al Khidmah Kampus Kota Salatiga Tahun 2014

  13 Achievement Motivation

  23 Agustus 2014 Peserta

  2 Training (AMT) “Dengan AMT Semangat Menyongsong Prestasi” oleh CEC dan JQH STAIN Salatiga Tahun 2014

  14 Edukasi Literasi Keuangan

  12 Oktober 2015 Petugas

  3 Bersama OJK “Literasi Keuangan Syariah dan Kebijakan Mikroprudensial dalam Stabilitas Ekonomi” oleh KSEI IAIN Salatiga Tahun 2015

  15 Festival Tari dan Musyawarah

  10 November Panetia

  4 Wilayah (MUSWIL) Ikatan 2016 Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (IMPI) Wilayah III oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMJ PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Tahun 2016

  16

  17 November Panetia

  8 Seminar Nasional “Pendidikan Karakter untuk Melahirkan 2015 Pemimpin Masa Depan” oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI IAIN Salatiga Tahun 2015

  17 Pengakraban Mahasiswa Baru

  5 September Panetia

  3 2015

  Jurusan PGMI “One Soul, One Fight, One Goal Membentuk Mahasiswa PGMI yang Unggul dan Berkarakter” oleh HMJ PGMI IAIN Salatiga Tahun 2015

  18 Pendidikan Dasar Perkoperasian

  28 November Peserta

  2 2014

  (PDP) “Membangun Jiwa Entrepreneur dengan Berkoperasi” oleh Kopma FATAWA STAIN Salatiga 2014

  19 Terapi Hati Tahap 1Tahun 2016

  4 Juni 2016 Peserta

  2 “Memaafkan Masalalu, Mensyukuri Masa Kini, dan Menyambut Masa Depan” oleh Team Majelis Doa Mawar Allah Salatiga Tahun 2016

  20 Sertifikasi Operator Komputer

  1 April 2014 Peserta

  3 Berbasis Windows oleh Lembaga Pendidikan ALFABANK Semarang 2014

  21 Finished the Program of

  15 November Peserta

  3 2014

  “General English – Basic 1” – 4 April oleh Rumah Belajar Margi Alit 2014 Salatiga Tahun 2014

  22 Praktek Kewirausahaan oleh Maret 2013 Peserta

  2 SMKN 1 Salatiga dan PT. Sentrafood Indonusa Salatiga 2013

  23 Sertifikasi Kemahiran Memanah

  30 Januari 2016 Peserta

  3 “SKM LEVEL 1” oleh Indonesia Archery Schools Program (INASP) Ambarawa 2016

  24 Kompetensi Keahlian

  10 Maret 2014 Peserta

  3 Administrasi Perkantoran Oleh Asosiasi Sarjana Dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) Semarang 2014

  25

  28 Maret 2018 Pengurus

  3 Surat Keputusan “Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Masa Bakti 2016” Oleh Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga Tahun 2016

  26

  9 November 2016 Panetia

  3 Surat Keputusan “ Panetia Dan Juri Kegiatan Festival Tari Dan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (IMPI) Wilayah III Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMJ PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga 2016” oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Isntitut Agama Islam Negeri Salatiga Tahun 2016

  27

  20 Juli 2016 Penyelenggara 3 Surat keputusan “penyelenggara orientasi pengenalan akademik dan kemahasiswaan (OPAK) fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan (FTIK) institut agama islam negeri (IAIN) Salatiga tahun 2016” oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Isntitut Agama Islam Negeri Salatiga Tahun 2016

  28

  2 Juni 2016 Peserta

  8 Seminar Nasional “Indonesia Budayaku Indonesia Warisanku (Salatiga Kota Pusaka)” Oleh HMJ PGMI IAIN Salatiga Tahun 2016

  29 Seminar Nasional

  1 Mei 2016 Peserta

  8 Kewirausahaan Dan Pemuda Mandiri “Jurus Jitu Sukses Usia Muda Di Era MEA” oleh BEM KM Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan Indonesia Enterpreneur Club Semarang 2016

  30 Menyukseskan Penyelenggaraan

  21 Oktober 2009 Panetia

  4 Pemilihan Umum Ganggota DPR, DPD, dan DPRD TAHUN 2009 dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 Oleh Komisi Pemilihan Umum Jakarta 2009

  31 Seminar Ekonomi Dan

  6 Desember 2014 Peserta

  2 Perbankan “Strategi Pengendalian Inflasi Oleh Tim Terpadu Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pasca Kenaikan BBM

  ” Oleh Bank Indonesia Salatiga 2014

  32 20 desember Peserta

  8 Seminar Nasional “Ide Dan Gerakan Penegakan Khilafah 2017 dalam Dunia Islam Kontemporer” oleh Fakultas Syari‟ah

  IAIN Salatiga Bekerjasama dengan MUI Kota Salatiga 2017

  Jumlah 108 Salatiga, 7 Juni 2018 Mengetahui, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Achmad Maimun, M. Ag.

  NIP. 19700510 199803 1003

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama : Catur Nila Ratnasari Jenis kelamin : Perempuan Tempat, tgl lahir : Kab. Semarang, 15 Oktober 1996 Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Nama ayah : Zuhri Nama Ibu : Warti Alamat : Kauman Lor Rt.06 Rw.02 Kec. Pabelan Kab.Semarang No.HP : 08988333497 Email Pendidikan 1.

  MI Miftahunnajihin Kauman Lor 2. SMP N 1 Pabelan 3. SMK N 1 Salatiga 4. Mahasiswa PGMI IAIN Salatiga

  Pengalaman organisasi 1.

  Anggota KOPMA IAIN Salatiga 2. Anggota HMJ PGMI periode 2014-2015 3. Anggota HMJ PGMI periode 2015-2016

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (177 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ALAT PERNAFASAN MELALUI TEAMS GAME TOURNAMENT DENGAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS V MI AL- MAHMUD KUMPULREJO 01 KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA TAHUN 2015 SKRIPSI
0
0
119
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN MELALUI METODE MIND MAP PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI MI MA’ARIF KUTOWINANGUN TINGKIR SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20142015
0
0
162
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI JUAL BELI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE PADA SISWA KELAS III SEMESETER II MI MA’ARIF MANGUNSARI KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN
0
1
121
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI UANG MELALUI METODE ROLE-PLAYING PADA SISWA KELAS III SEMESTER II MI MA’ARIF ARROSYIDIN PUCANG KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 20152016
0
0
118
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI CIRI-CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP HEWAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VI SEMESTER I MI MA’ARIF DUKUH KECAMATAN SIDOMUKTI SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20162017 DiajukanUntukMemperolehGe
0
0
130
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI NILAI TEMPAT MELALUI PERMAINAN KANTONG BILANGAN PADA SISWA KELAS III MI MA’ARIF TINGKIR LOR KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
0
0
168
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI CUACA MELALUI MEDIA FILM (YOUTUBE) PADA SISWA KELAS III MI MA’ARIF KUTOWINANGUN KECAMATAN TINGKIR KOTA SALATIGA TAHUN AJARAN 20152016 SKRIPSI
0
0
123
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI NILAI TEMPAT MELALUI PERMAINAN KANTONG BILANGAN PADA SISWA KELAS III MI MA’ARIF TINGKIR LOR KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
0
3
168
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TULANG NAPIER PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF DUKUH KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - Test Repository
0
1
170
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KERTAS KARTON PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF DUKUH KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20162017 SKRIPSI
0
0
180
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI METODE “INSIDE OUTSIDE CIRCLE” PADA SISWA KELAS IV MI MIFTAHUT THULAB BRAMBANG KECAMATAN KARANGAWEN KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2017\2018 - Test Repository
0
0
154
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ALAT PERNAFASAN MELALUI TEAMS GAME TOURNAMENT DENGAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS V MI AL- MAHMUD KUMPULREJO 01 KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA TAHUN 2015
0
0
119
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI SIFAT SIFAT BANGUN RUANG DENGAN METODE PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF KUMPULREJO 02 ARGOMULYO KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018
0
0
159
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI PERMAINAN RODA JENIUS PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF KUMPULREJO 02 ARGOMULYO SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018 SKRIPSI
0
0
135
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI CERITA MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DAN MEDIA BONEKA ORIGAMI PADA SISWA KELAS V SEMESTER II MI MA’ARIF TINGKIR LOR KECAMATAN TINGKIR KOTA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018
0
0
185
Show more