PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
1
154
9 months ago
Preview
Full text

  PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Progaram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Anastasia Sriwahyuni 091134003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

  PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Progaram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Anastasia Sriwahyuni 091134003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEMBAHAN

  Saya persembahkan karya saya ini kepada:

  Tuhan Yesus Kristus Sang Guru Sejati yang telah mengajarkan kepada setiap orang segala kebijaksanaan. Kedua orangtuaku yang telah mendidik, membesarkan dan senantiasa merawatku.

  Saudara-saduaraku, teman-teman seangkatan

  dan juga kepada para guru dan dosen yang telah membagikan pengetahuan kepadaku.

  MOTTO Education is the ability to listen to almost anything

without losing your temper or your self-confidence. -

  (Robert Frost) Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. (Amsal

  24:32)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesunguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi sebagai layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 03 Juli 2013 Penulis,

  Anastasia Sriwahyuni

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Anastasia Sriwahyuni NIM : 091134003

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING

TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA

PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V

SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA

  Beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 03 Juli 2013 Yang menyatakan Anastasia Sriwahyuni

  

ABSTRAK

  Sriwahyuni, Anastasia. (2013). Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap dan mencipta pada mata pelajaran IPA SD

  kemampuan mengevaluasi Kanisius Sengkan Yogyakarta . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran

  IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental tipe non-

  

equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa

  kelas V SD kanisius Sengkan semester genap tahun ajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas

  VB sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal pretest dan posttest kemudian diolah menggunakan program

  

IBM SPSS Statisctics 20 dengan tahap sebagai berikut. 1) Uji perbedaan skor

pretest . 2) Uji perbedaan skor pretest ke posttest. 3) Uji perbedaan selisih skor

pretest -posttest. 4) Uji besar pengaruh. 5) Uji retensi pengaruh.

  Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Hal ini ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) 0,346 atau > 0,05 dengan nilai Mdn = 0,2500 dan U = 428,50. Sehingga H null diterima dan H i ditolak. Besar pengaruh metode inkuiri menunjukkan efek besar dengan harga r = 0,62 atau 38%. Retensi pengaruh kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed) 0,880 dan 0,677 > 0,05. 2) Metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  

mencipta . Hal ini ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) 0,000 atau < 0,05

  dengan nilai M = 1,3456, SE = 0,28507, t(51,179) = 3,900. Sehingga H null ditolak dan H i diterima. Besar pengaruh metode inkuiri menunjukkan efek besar dengan harga r = 0,49 atau 24%. Retensi pengaruh kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed) 0,931 dan 0,719 > 0,05.

  Kata kunci: metode inkuiri, proses kognitif Bloom, kemampuan mengingat, kemampuan memahami, mata pelajaran IPA.

  

ABSTRACT

Sriwahyuni, Anastasia. (2013). The Effect of method inquiry on the capabilities to

evaluate and to create in the science in the Kanisius Sengkan Elementary

  School Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. The research is aimed at identifying the effect inquiry method use on to on

the capabilities to evaluate and to create in the science related with subject

material of properties of light in 5th grade in the Kanisius Sengkan Elementary

School Yogyakarta academic year 2012/2013.

  The type of research in this study is quasi-experimental type with non-

equivalent control group design. The research population was all students in 5th

grade in the Kanisius Sengkan Elementary School Yogyakarta academic year

2012/2013. The sample of this research are students grade 5th A (VA) as a

control group and grade 5th B (VB) as experimental group. Collecting data done

by providing pretest and posttest questions and processed using IBM SPSS

program Statisctics 20 with the following stage.. 1) pretest score difference test.

2) pretest posttest score differences test. 3) pretest-posttest differences deviation

score test. 4) the influence test. 5) retention test

  The results of the research showed that 1) there were no significant

influence of the use inquiry method on the ability to evaluate. This was evidenced

by the sig value of (2-tailed) 0.346 or > 0.05 with value Mdn = 0.2500 and U =

428.50. H null accepted then H i rejected. Inquiry method influence shows great

effect at r value = 0.62 or 38%. Retention effect on the control group and

experimental group showed sig value (2-tailed) 0.880 and 0.677 > 0.05. 2)

inquiry method influence the ability to create. This was evidenced by the sig

value. (2-tailed) 0.000 or <0.05 with a value of M = 1.3456, SE = 0.28507, t

(51.179) = 3.900. So H null rejected, H i acepted. Inquiry method influence shows

on r value = 0.49 or 24%. Retention influence of the control group and

experimental group showed sig value (2-tailed) 0.931 and 0.719> 0.05.

  

Keywords: method of inquiry, bloom cognitive processes, the ability to remember,

ability to understand, science.

  

PRAKATA

  Puji syukur atas karunia yang Tuhan Yesus berikan sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Suatu rahmat yang patut penulis syukuri bahwa penulis telah berhasil menyusun skripsi sebagai syarat bagi gelar sarjana strata satu yang berjudul “Pengaruh Penggunaan

  

Metode Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengevaluasi Dan

Mencipta Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Kanisius Sengkan

Yogyakarta”. Untuk segala dukungan dan bantuan hingga terselesaikannya karya

  tulis ini, penulis menghaturkan limpah terimakasih pada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun dan menyelesaikan skripsi ini. Secara khusus penulismengucapkan terimakasih kepada:

  1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan berkat kesehatan, pendampingan dan juga pencerahan kepada penulis.

  2. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  3. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekaligus dosen pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu, tenaga, pikiran serta perhatian untuk membimbing dan menuntun penulis dengan tekun dan sabar dalam

  4. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D selaku Wakaprodi PGSD dan dosen pembimbing akademik.

  5. Agnes Herlina D H, S.Si., M.T., M.Sc. selaku pembimbing II yang telah membimbing peneliti dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan.

  6. Ag. Kustulasari 81, S.Pd., M.A. selaku dosen penguji yang telah meluangkan waktu untuk menguji dan memberikan saran kepada peneliti.

  7. Ibu M. Sri Wartini, selaku kepala SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang telah memberi kesempatan untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.

  8. Olivia Dewi Maharani, S.Pd., selaku guru mitra SD penelitian yang sudah banyak membantu peneliti sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik.

  9. Siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Sengkan Yogyakartaatas segala kerjasamanya dan juga kelucuannya yang telah memberi kesan sendiri bagi penulis.

  10. Sekertariat PGSD yang telah membantu proses perijinan hingga skripsi ini selesai.

  11. Kedua orangtua (Antonius Lasono & Yuliana Harmi) dan Kakak (Maria Sri Rahayu, Sr. M. Tadea, Fch dan Titus Sriono) yang telah mendukung dalam bentuk doa, motivasi dan materi untuk penyusunan skripsi ini.

  12. Keluarga besar Mbah Sonto dan Mbah Marto Pairo atas segala doa dan dukungan yang diberikan kepada penulis.

  13. Teman-teman satu kelompok payung IPA (Ica, Yuni, Berek, Santi, Rita, Dita, Shiro, Pram, Erming, Ulin, Lia, Danang, Era, Ika) yang telah berjuang bersama-sama dalam suka dan duka.

  14. Antonius Handoko yang telah setia menemani dan membatu memberikan saran dan ide kepada penulis.

  15. Romo Amatus Sukadi, SCJ dan Romo Markus Tukiman, SCJ yang senantiasa mengingat penulis dalam setiap untaian doanya dan bersedia menjadi kurir untuk mengirimkan uang kuliah sehingga tepat waktu.

  Penulis mengakui bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna dan masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Penulis juga berharap bahwa karya tulis ini dapat memberikan sedikit sumbangan pemikiran bagi para pengajar yang telah mendedikasikan dirinya untuk berbagi pengetahuan dengan para siswa. Semoga dengan rahmat dan karunia dari Tuhan Yesus membuat semua orang dimampukan untuk mencari, memperjuangkan dan mewujudkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan pada zaman ini.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv

HALAMAN MOTTO ....................................................................................... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .............................................. vii

ABSTRAK ........................................................................................................ viii

ABSTRACT ........................................................................................................ ix

PRAKATA ......................................................................................................... x

DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL.............................................................................................. xv

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... viii

  

BAB I: PENDAHULUAN .............................................................................. 1

  

1.1 Latar Belakang Penelitian .......................................................................... 1

  

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 4

  

1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 4

  

1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 5

  

BAB II: LANDASAN TEORI ........................................................................ 6

  

2.1 Kajian Pustaka ............................................................................................ 6

  

2.1.1 Teori yang Relevan .................................................................................. 6

  

2.1.1.1 Metode Inkuiri ..................................................................................... 6

  

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengevaluasi dan Mencipta .................................... 10

  

2.1.2 Hakikat IPA .............................................................................................. 12

  

2.1.2.1 Materi Sifat-Sifat Cahaya .................................................................... 13

  

2.2 Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................... 16

  

2.2.1 Penelitiaan Tentang Inkuiri ..................................................................... 16

  

2.2.2 Penelitian Tentang Kemampuan Proses Kognitif ................................... 18

  

2.2.3 Literature Map ......................................................................................... 19

  

2.3 Kerangka Berpikir ...................................................................................... 20

  

2.4 Hipotesis Penelitian .................................................................................... 21

  

BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 22

  

3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................... 22

  

3.2 Setting Penelitian ........................................................................................ 22

  

3.3 Populasi dan Sampel ................................................................................. 24

  

3.4 Variabel Penelitian .................................................................................... 25

  

3.5 Definisi Operasional ................................................................................... 27

  

3.6 Instrumen Penelitian .................................................................................. 28

  

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................................... 29

  

3.7.1 Uji Validitas ............................................................................................ 29

  

3.7.2 Uji Reliabilitas ......................................................................................... 31

  

3.8 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 32

  

3.9 Teknik Analisis Data .................................................................................. 32

  

3.9.1 Uji Normalitas .......................................................................................... 33

  

3.9.2 Uji Hipotesis ............................................................................................ 33

  

3.9.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest ................................................................... 33

  

3.9.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest ................................................. 34

  

3.9.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest ..................................... 34

  

3.9.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (effect size) .................................. 35

  

3.9.2.5 Uji Retensi Pengaruh ........................................................................... 36

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 37

  

4.1 Hasil Penelitian .......................................................................................... 37

  4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Mengevaluasi ........................................................................................ 37

  

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest ................................................................... 39

  

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest ................................................. 40

  

4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest ..................................... 41

  

4.1.1.4 Uji Perbedaan Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) ................ 43

  

4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh ............................................................................ 44

  4.1.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mencipta .................................................................................................. 46

  

4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest ................................................................... 46

  

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest ................................................. 48

  

4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest ..................................... 48

  

4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) .................................. 51

  

4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh ............................................................................ 52

  

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian .................................................................... 54

  

4.2 Pembahasan ............................................................................................... 55

  4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Mengevaluasi ........................................................................................... 55

  4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Mencipta ................................................................................................... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 58

  

5.1 Kesimpulan ................................................................................................. 58

  

5.2 Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 59

  

5.3 Saran .......................................................................................................... 60

DAFTAR REFERENSI..................................................................................... 61

LAMPIRAN ...................................................................................................... 64

  

DAFTAR TABEL

  Tabel 1. Daftar Jumlah Siswa SD Kanisius Sengkan ....................................... 24 Tabel 2. Jadwal Implementasi Pembelajaran dan Pengambilan Data ............... 25 Tabel 3. Matriks Pengembangan Instrumen...................................................... 29 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Instrumen ............................................................. 30 Tabel 5. Hasil Uji Validitas Kemampuan Menevaluasi dan Mencipta ............. 31 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen .......................................................... 31 Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen pada Kemampuan

   Mengevaluasi

  dan Mencipta ............................................................... 31 Tabel 8. Pengumpulan data ............................................................................... 32 Tabel 9. Hasil uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi dan Mencipta ........ 38 Tabel 10. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest ..................................................... 40 Tabel 11. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi ........ 41 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi ................................................... 42 Tabel 13. Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi ...................................................................................... 42 Tabel 14. Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengevaluasi ...................................................................................... 44 Tabel 15. Perbedaan Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Mengevaluasi ....................................................................................... 45 Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mencipta.................................. 47 Tabel 17. Perbedaan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Mencipta .............. 49 Tabel 18. Hasil Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest

  Kemampuan Mencipta ........................................................................ 49 Tabel 19. Perbedaan Selisih Skor Pretest ke posttest Kemampuan Mencipta ............................................................................................... 51 Tabel 20. Besar Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mencipta ...... 52 Tabel 21. Perbedaan Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Mencipta ........ 51 Tabel 22. Perbedaan Pretest ................................................................................ 54 Tabel 23. Perbedaan Pretest ke Posttest ............................................................ 54 Tabel 24. Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest ......................................... 56 Tabel 25. Besar Pengaruh Mentode Inkuiri ........................................................ 56 Tabel 26. Retensi Pengeruh Metode Inkuiri ....................................................... 56

  

DAFTAR GAMBAR

  Gambar 1 Pemantulan Cahaya ......................................................................... 14 Gambar 2. Pemantulan Teratur .......................................................................... 14 Gambar 3. Pemantulan Baur .............................................................................. 15 Gambar 4. Pembiasan Cahaya .......................................................................... 15 Gambar 5. Literature Map dari Penelitian-Penelitian Terdahulu ..................... 20 Gambar 6. Pemetaan Variabel Penelitian.......................................................... 26 Gambar 7. Selisih Skor pada Kemampuan Mengevaluasi ................................ 43 Gambar 8. Hasil Pretest, Posttest I ke Posttest II Kemampuan Mengevaluasi ................................................................................... 46 Gambar 9. Selisih Skor pada Kemampuan Mencipta ....................................... 51 Gambar 10. Hasil Pretest, Posttest I, dan Posttest II Kemampuan Mencipta .... 54

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Silabus ......................................................................................... 64 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen .................................................................. 66 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol ... 75 Lampiran 4. Soal Esai ....................................................................................... 80 Lampiran 5. Kunci Jawaban Soal Esai ............................................................ 83 Lampiran 6. Rubrik Penilaian .......................................................................... 85 Lampiran 7. Lembar Kerja Siswa .................................................................... 87 Lampiran 8. Hasil Uji Validitas pada Keenam Kemampuan ........................... 106 Lampiran 9. Hasil Uji Reliabilitas pada Keenam Kemampuan ....................... 109 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas pada Kemampuan Mengevaluasi ................ 109 Lampiran 11. Hasil Uji Reliabilitas pada Kemampuan Mengevaluasi ............ 110 Lampiran 12. Hisil Uji Validitas pada Kemampuan Mencipta ........................ 110 Lampiran 13. Hasil Uji Reliabilitas pada Kemampuan Mencipta .................... 111 Lampiran 14. Rekap Nilai Pretest Kelompok Eksperimen ............................... 112 Lampiran 15. Rekap Nilai Posttest I Kelompok Eksperimen .......................... 113 Lampiran 16. Rekap Nilai Posttest II Kelompok Eksperimen .......................... 114 Lampiran 17. Rekap Nilai Pretest Kelompok Kontrol .................................... 115 Lampiran 18. Rekap Nilai Posttest I Kelompok Kontrol ................................. 116 Lampiran 19. Rekap Nilai Posttest II Kelompok Kontrol ............................... 117 Lampiran 20. Rekapitulasi Nilai ...................................................................... 118 Lampiran 21. Hasil Analisis SPSS pada Uji Normalitas Kemampuan

  Mengevaluasi dan Mencipta ...................................................... 119

  Lampiran 22. Uji Perbedaan Skor Pretest pada Kemampuan Mengevaluasi ... 120 Lampiran 23. Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Mengevaluasi ............................................................................. 121 Lampiran 24. Uji Normalitas Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi ..................................... 122 Lampiran 25. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi ....................................................... 122 Lampiran 26. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) ...................... 123 Lampiran 27. Uji Normalitas Retensi Pengaruh ............................................... 124 Lampiran 28. Uji Retensi Pengaruh .................................................................. 124 Lampiran 29. Uji Perbedaan Skor Pretest pada Kemampuan Mencipta .......... 125 Lampiran 30. Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest kelompok kontrol Kemampuan Mencipta ................................................................ 125 Lampiran 31. Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest kelompok eksperimen Kemampuan Mencipta ................................................................ 126 Lampiran 32. Uji Normalitas Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest ....................................................................... 126 Lampiran 33. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mencipta ............................................................... 127 Lampiran 34. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) ...................... 128 Lampiran 35. Uji Retensi Pengaruh. ................................................................. 129 Lampiran 36. Foto-Foto Kegiatan .................................................................... 130

  Lampiran 37. Surat Izin Penelitian FKIP USD ................................................. 133 Lampiran 38. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .......................... 134 DAFTAR RIWAYAT HIDUP .......................................................................... 135

BAB I PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan ini akan dibahas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Alasan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diajarkan di sekolah dasar (SD) adalah IPA melatih siswa untuk berpikir kritis dan objektif (Samatowa, 2011:4). Siswa yang telah terlatih untuk berpikir kritis dan objektif dapat membangun kembali pengalaman yang telah dialami menjadi pengalaman baru sehingga semakin tertarik untuk belajar. Ketertarikan belajar dapat memupuk rasa ingin tahu siswa sehingga pengalaman belajar yang telah dialami menjadi semakin bermakna (Samatowa, 2011:2). Rasa ingin tahu yang dimiliki siswa dapat terfasilitasi karena mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang lahir dan berkembang melalui langkah-langkah tertentu. Langkah-langkah tersebut yaitu: observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep (Trianto, 2010:141). Langkah-langkah pembelajaran IPA yang ada dapat berjalan dengan berpikir akan berkembang dengan baik apabila telah direncana (Jamaluddin, 2009:191). Menurut teori Benjamin S. Bloom (Anderson dan Krathwohl, 2010:6) yang telah direvisi, keterampilan berpikir terbagi dalam 6 level meliputi: kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Menurut Jamaluddin (2010:203) kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu kecakapan hidup siswa untuk menghadapi tantangan zaman.

  Fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA belum sesuai dengan langkah-langkah IPA, sehingga tidak dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan objektif siswa. Hasil survey yang dilakukan oleh Corebima dan Idrus (dalam Jamaluddin, 2009:1991) ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA SD (di kota Mataram) yang berlangsung masih menekankan pada pemahaman konsep, belum menggunakan langkah- langkah yang ada dalam pembelajan IPA. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran berpusat pada guru dan kegiatan pembelajaran didominasi oleh ceramah. Sementara itu secara mendasar materi IPA ada di sekitar siswa (Hadisubroto, 2001:161). Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada tanggal 7 sampai 14 Januari 2013 di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta, guru menyampaikan materi pelajaran IPA dengan menggunakan metode ceramah. Siswa duduk mendengarkan penjelasan guru. Siswa mencatat materi pelajaran setelah mendapat perintah dari guru. Selama proses belajar tidak ada siswa yang bertanya. Pengalaman seorang guru kelas 3 SD Negeri Dukuh Menanggala IV kecamatan Gayungan Surabaya yang mengajar menggunakan metode ceramah menunjukkan hasil yang kurang memusakan. Guru ini sudah memiliki pengalaman mengajar selama 23 tahun dan mengajar kelas 3 selama 5 tahun. Selama mengajar ia selalu menggunakan metode ceramah termasuk untuk

  pelajaran IPA. Rerata yang diperoleh siswa pada cawu I adalah 6,06 dan rerata yang diperoleh pada cawu II adalah 6,38 (Hadisubroto, 2001:163). Pengajaran yang dilakukan dengan tepat atau sesuai dengan prosedur membuat IPA menjadi mata pelajaran yang dapat melatih dan mengembangkan berpikir kritis siswa (Samatowa, 2011:6). Mata pelajaran IPA kini tidak dapat melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta objektif siswa lagi Pembelajaran yang didominasi oleh guru dan hanya menekankan konsep secara perlahan-lahan akan mengikis kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mesti dimiliki oleh siswa. Menurut Tessier (2010:88) pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri mengubah pemikiran siswa tentang IPA. Pembelajaran lebih dinikmati setelah pembelajaran dilakukan dengan inkuiri dibandingkan dengan metode ceramah. Keterampilan berpikir tingkat tinggi di Sekolah Dasar (SD) dibutuhkan oleh siswa karena merupakan bekal bagi perkembangan pengetahuan selanjutnya. Menurut Tunnicliffe & Catherine (2011:173) konsep, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh di tingkat pendidikan pra-sekolah dan SD merupakan fondasi bagi pengembangan pengetahuan selanjutnya bagi siswa.

  Pengajaran dengan metode inkuiri dapat membantu siswa untuk belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran IPA yang ada. Secara otomatis dengan menggunakan langkah-langkah IPA kemampuan berpikir tingkat tinggi terlatih dan meningkat. Menurut Roestiyah (2001:76) inkuiri mengandung proses mental yang lebih tinggi. Metode inkuiri merupakan metode yang mendapat penghargaan karena meningkatkan keterampilan ilmiah dan berpikir kritis. Penggunaan inkuiri dapat disesuaikan dengan perkembangan masing-masing siswa (Tessier, 2010:84). Hal tersebut juga diungkapkan oleh Sanjaya (2011:208) bahwa metode inkuiri memberikan ruang pada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya dan dapat melayani kebutuhan siswa yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Keunggulan metode inkuri dipaparkan oleh Roestiyah (2001:77) sebagai berikut. 1) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada proses belajar yang baru. 2) Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap objektif, jujur, dan terbuka. 3) Mendorong siswa untuk berpikir berdasarkan keyakinan dan merumuskan hipotesisnya sendiri. 4) Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik. 5) Situasi proses belajar semakin merangsang. 6) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. 7) Dapat menghindarkan dari cara-cara belajar tradisional.

  Berdasarkan pemaparan di atas dapat dilihat bahwa metode inkuiri memiliki banyak keunggulan dalam mengasah kemampuan kognitif siswa. Meski menerapkan metode ini dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. Salah satu sekolah yang belum terbiasa menggunakan metode inkuiri adalah SD Kanisius Sengkan. SD Kanisius Sengkan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPA masih menggunakan metode ceramah.

  Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang dapat melatih kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan objektif. Jika dalam pelaksanaan pembelajaran siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, kemampuan berpikir kritis dan objektif tidak dapat berkembang. Maka pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode inkuiri. Metode inkuiri digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam hal ini adalah kemampuan

  mengevasluasi

  dan mencipta. Metode inkuiri yang dipakai ialah metode inkuiri terbimbing, hal ini dikarenakan di SD Kanisius Sengkan belum terbiasa menggunakan metode inkuiri sehingga metode inkuiri bebas tidak dimungkinkan untuk digunakan. Metode inkuiri terbimbimbing merukan metode belajar yang dalam pelaksanaan pembelajaran siswa masih dipandu oleh guru.

  Uraian yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang perlu dimiliki dan dikembangkan melalui pembelajaran IPA SD dengan mengunakan satu metode belajar yaitu metode inkuiri. Kemampuan tingkat tinggi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri (inkuiri terbimbing) terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  dan mencipta maka dilakukan penelitian eksperimen ini. Penelitian eksperimen dilakukan dengan cara membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol yaitu kelas VA dan kelas eksperimen yaitu kelas VB SD Kanisius (SDK) Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sifat-sifat cahaya pada mata

  pelajaran IPA. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri dalam penelitian ini meliputi orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan melakukan evaluasi.

1.2 Rumusan Masalah

  1.2.1 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013?

  1.2.2 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mencipta

  pada mata pelajara IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  mencipta

  pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi siswa Siswa memperoleh pengalaman belajar yang baru dengan menggunakan metode inkuri dan dapat mengembangkan kemampuan mereka pada level kognitif yang lebih tinggi.

  1.4.2 Bagi guru Guru memahami metode inkuiri dan dapat menerapkannya pada pembelajaran lain sehingga dapat menambah variasi mengajar.

  1.4.3 Bagi sekolah Sekolah mendapat sumber bacaan dan referensi baru sehingga warga sekolah dapat mengembangkan wawasan tetang pembelajaran dengan metode inkuiri.

  1.4.4 Bagi peneliti Peneliti mendapat pengalaman baru dan memahami metode inkuiri dalam pembelajaran IPA, sehingga dapat menjadi bekal mengajar di hari kelak.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini akan dibahas kajian pustaka, kerangka

  berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka meliputi pembahasan yang berkaitan dengan teori yang relevan, dan hakikat IPA. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori yang Relevan

  Pembahasan teori-teori yang relevan ini ialah metode inkuiri, proses kognitif mengevaluasi dan mencipta, dan mata pelajaran IPA di SD. Seluruhnya dibahas secara runtut sebagai berikut.

2.1.1.1 Metode Inkuiri

  Driver (dalam Tunnicliffe & Catherine, 2011:174) menjelaskan bahwa anak-anak mengembangkan ide-ide tentang kejadian alam sebelum mereka menerima pelajaran di sekolah. Pengembangan ide semakin diperkuat ketika memperoleh pengarahan dalam pembelajaran. Hal serupa dijelaskan oleh Beauchamp (dalam Tunnicliffe & Catherine, 2011:174) yang menunjukkan bahwa berkembang ketika anak mengikuti pembelajaran. Pembelajaran akan lebih efektif apabila diselenggarakan melalui metode pembelajaran yang tergolong dalam pemrosesan informasi. Salah satu metode yang termasuk dalam metode pemrosesan informasi adalah metode pembelajaran inkuiri (Indrawati dalam Trianto, 2010:165).

  Gulo (dalam Trianto, 2010:166) berpendapat bahwa strategi inkuiri merupakan strategi kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Hal serupa dikemukakan oleh Sanjaya (2011:196) bahwa strategi pembelajaran inkuiri yaitu serangkaian kegiatan belajar yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan. Lebih lanjut Hamalik (2003:220) mengungkapkan bahwa stategi inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk memecahkan masalah dengan cara mencari jawaban dari pertanyaan melalui sebuah prosedur yang jelas dan runtut. Dalam penelitian ini strategi pembelajaran inkuiri merupakan metode belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari jawaban secara sistematis, kritis, dan logis dari permasalahan yang telah diajukan.

  Macam-macam metode inkuiri menurut Sund dan Trowbridge (dalam Mulyasa, 2007:109) dapat dikemukakan sebagai berikut. 1) Inkuiri terbimbing (guided inquiry): siswa dalam melakukan penelitian memperoleh panduan sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai dengan perkembangan pengalaman siswa.

  Perencanaan penelitian dilakukan oleh guru. Pendekatan ini digunakan bagi peserta didik yang belum terbiasa dengan metode inkuiri. 2) Inkuiri bebas (free

  inquiry

  ): siswa melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Siswa harus mampu mengidentifikasi dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diteliti. Setiap siswa memiliki tugas sesuai dengan yang dibutuhkan. 3) Inkuiri bebas yang dimodifikasi (modified free inquiry): pada jenis inkuiri ini guru memberikan permasalahan dan selanjutnya siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur ini yaitu metode inkuiri terbimbing. Siswa dalam belajar masih banyak menggunakan bimbingan dari guru. Panduan pertanyaan diberikan kepada siswa sesuai dengan yang dibutuhkan. Metode ini melatih siswa untuk melakukan penelitian sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Pengajaran diawali dengan pengajuan permasalahan dari sebuah topik permasalahan. Pengajuan permasalahan agar mudah dimengerti oleh siswa dapat dilakukan dengan data atau contoh-contoh (Jacobsen dkk, 2009:212).

  Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri sebagai berikut. 1) Berorientasi pada perkembangan intelektual; metode inkuiri berorientasi pada hasil belajar dan proses belajar. Kriteria keberhasilan proses pembelajaran dengan metode ini yaitu sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

  2) Proses interaksi; pembelajaran merupakan proses interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur interaksi itu sendiri. 3) Prinsip bertanya; peran guru yang utama dalam pembelajaran dengan metode ini yaitu sebagai penanya. Guru mesti menguasai teknik-teknik bertanya. 4) Prinsip belajar untuk berpikir; belajar merupakan proses berpikir yang mengembangkan potensi seluruh otak. 5) Prinsip keterbukaan; segala sesuatu mungkin terjadi pada saat belajar. Kebebasan perlu diberikan pada siswa agar mencoba berbagai kemungkinan dari hipotesis yang harus dibuktikan (Sanjaya, 2006:198-201).

  Peranan guru dalam pembelajaran inkuiri menurut Trianto (2010:166-167) sebagai berikut. 1) Motivator: memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berpikir. 2) Fasilitator: menunjukkan jalan ke luar jika siswa mengalami kesulitan.

3) Penanya: menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat. 4)

  Administrator: bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelas. 5) Pengarah: memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 6) Manajer: mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. 7) Reward: memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa.

  Menurut Gulo (dalam Trianto, 2010:168-169) langkah-langkah pembelajaran inkuiri sebagai berikut. (1) Mengajukan pertanyaan atau permasalahan; siswa menjadi lebih jelas apabila perumusan pertanyaan telah dituliskan. (2) Merumuskan hipotesis; hipotesis adalah jawaban sementara atas hipotesis dilakukan setelah selesai merumusan masalah. Proses ini menjadi lebih mudah dilakukan dengan cara guru menanyakan gagasan yang mungkin untuk diselesaikan dan relevan dengan masalah. (3) Mengumpulkan data; pengumpulan data dilakukan dengan berpedoman pada rumusan hipotesis yang telah ditentukan. Data dapat berupa tabel, matriks, atau grafik. (4) Analisis data; analisis data digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pemikiran “benar” atau “salah” merupakan faktor penting dalam menguji hipotesis. Siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan. Apabila hipotesis yang telah diajukan ternyata salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannnya. (5) Membuat kesimpulan; siswa dapat membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang telah diperoleh. Membuat kesimpulan merupakan langkah penutup dari pembelajaran inkuiri.

  Menurut Naylor dan Diem dalam (Soetjipto; 2001; 195-196) mengatakan bahwa proses inkuiri meliputi enam elemen. 1) Mengetahui dan mendefinisikan masalah: pada tahap ini guru memanfaatkan rasa ingin tahu siswa untuk mencari pemahaman akan situasi yang membingungkan. 2) Merumuskan hipotesis: hipotesis dirumuskan setelah siswa mengetahui permasalahannya. 3) Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis: siswa mengumpulkan data untuk menguji hipotesis. 4) Menganalisis dan mengevaluasi data: setelah data diperoleh dan diuji tahap selanjutnya adalah membedakan penjelasan yang mendekati masuk akal dan penjelasan yang cukup memenuhi. 5) Menggunakan data untuk menerima atau menolak hipotesis: seluruh proses inkuiri belum lengkap sampai siswa memahami dan mengevaluasi informasi namun mesti mengembangkan solusi pemecahan masalah berdasarkan bukti-bukti yang ada. 6) Merumuskan kesimpulan atau penjelasan sementara: pada proses ini siswa membuat keputusan mengenai percobaan mereka di mana mereka akan menghubungkan hipotesis yang mereka uji dengan kesimpulan yang mereka peroleh.

  Penelitian ini menggunakan 7 langkah pembelajaran inkuiri sebagai berikut. 1) Orientasi: siswa menentukan kelompok, dan menerima lembar kerja yang akan digunakan dalam penelitian. 2) Merumuskan masalah: siswa kata tanya “apakah”. 3) Merumuskan hipotesis: siswa merumuskan hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian dengan bimbingan guru. 4) Melakukan eks- perimen: siswa bersama kelompok melakukan eksperimen yang telah ditentukan. 5) Menarik kesimpulan: kesimpulan ditarik berdasarkan data yang telah diperoleh dari penelitian. 6) Melakukan evaluasi: evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah rumusan hipotesis yang diajukan telah terjawab. 7) Mempresentasikan hasil: siswa mempresentasikan hasil percobaan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengevaluasi dan Mencipta

  Proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah merupakan sebuah kegiatan yang disengaja dan beralasan. Pengajaran disengaja karena ada sebuah tujuan yang ingin dicapai. Tujuan utama dari pengajaran yaitu untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Pengajaran mempunyai alasan karena apa yang diajarkan guru kepada siswa dianggap penting oleh guru dan berguna bagi perkembangan siswa. Tujuan yang ditetapkan guru bagi siswa dapat berupa tujuan yang mudah dipahami atau sulit dipahami, mudah diukur atau sulit diukur (Anderson dan Krathwohl, 2010:3).

  Perumusan tujuan yang ditetapkan oleh guru bagi siswa menjadi jelas, mudah dipahami dan mudah diukur jika menggunakan tabel taksonomi. Taksonomi adalah sebuah kerangka pikir secara spesifik. Tabel taksonomi membantu guru untuk melihat hubungan di antara tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh standar pendidikan. Tabel taksonomi dapat digunakan oleh guru untuk menerjemahkan standar pendidikan ke dalam kalimat sehari-hari selaras dengan apa yang ingin dicapai sesuai dengan proses kognitif siswa yang dituangkan dalam bentuk aktivitas (Anderson & Krathwohl, 2010:9).

  Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:6) dalam taksonomi Bloom yang sudah direvisi, proses kognitif dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi meliputi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dari memori jangka panjang. Proses memahami adalah mengonstruksi makna dari sebuah materi pembelajaran baik yang diucapkan, dituliskan, dan digambarkan oleh guru. Proses mengaplikasi adalah melakukan sesuatu berdasarkan prosedur dalam situasi tertentu. Proses menganalisis adalah memilah-milah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu dan keseluruhan struktur atau tujuan. Proses mengevaluasi adalah mengambil keputusan tertentu berdasarkan kriteria dan/atau standar. Proses mencipta adalah proses memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan mempunyai hubungan untuk membuat suatu produk yang orisinal. Proses mengevaluasi dan mencipta akan menjadi point penting dalam penelitian ini.

1. Proses kognitif mengevaluasi

  Proses kognitif mengevaluasi adalah membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar tertentu (Anderson dan Krathwohl 2010:125). Proses kognitif

  mengevaluasi

  memiliki 7 aspek yang meliputi aspek memeriksa, mengritik, mengoordinasi, mendeteksi, memonitor, menguji, dan menilai. Penelitian ini menggunakan aspek memeriksa, menguji, mengritik, dan menilai. Keempat proses kognitif tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  a. Proses kognitif memeriksa yaitu proses menguji kesalahan berdasarkan kriteria yang berasal dari dalam produk atau operasi.

  b. Proses kognitif mengritik yaitu proses penilaian suatu produk berdasarkan kriteria positif, negatif, atau keduanya.

  c. Proses kognitif menguji yaitu proses untuk mengetahui ketepatan atau mutu dari suatu produk atau operasi.

  d. Proses kognitif menilai yaitu proses memperkirakan, menganggap, memberi skor pada suatu produk.

2. Proses kognitif mencipta

  Anderson dan Krathwohl (2010:128) menjelaskan bahwa proses kognitif

  mencipta

  adalah proses menyatukan unsur-unsur tertentu untuk membentuk suatu hal yang utuh dan fungsional atau proses menyusun kembali unsur-unsur tertentu untuk membentuk suatu pola atau struktur baru. Proses kognitif mencipta mencakup tujuan pembelajaran di mana semua siswa dapat dan akan melakukannya. Tujuan pembelajaran mencipta, dapat dicapai oleh siswa dengan cara menyintesiskan informasi atau materi yang telah dipelajari untuk membuat suatu yang baru.

  Proses kognitif mencipta mengajak siswa untuk mengumpulkan bagian- bagian tertentu dan menggabungkannya menjadi sebuah struktur atau pola baru yang berhubungan dengan pengetahuan siswa sebelumnya. Proses kognitif

  mencipta

  memiliki 6 aspek, yang meliputi aspek merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, dan mengkonstruksi (Anderson dan Krathwohl, 2010:129-130). Penelitian ini menggunakan aspek merumuskan, membuat hipotesis, mendesain, memproduksi. Keempat proses kognitif tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. a. Proses kognitif merumuskan yaitu proses menentukan masalah.

  b. Proses kognitif membuat hipotesis yaitu proses merumuskan hipotesis pemecahan masalah berdasarkan kriteria tertentu. Hipotesis yaitu sesuatu yang dianggap benar meski kebenarannya masih harus dibuktikan.

  c. Proses kognitif merencanakan (membuat desain) yaitu proses menemukan cara, menentukan langkah-langkah untuk memecahkan masalah.

  d. Proses kognitif memproduksi (mengkonstruksi) yaitu proses melaksanakan rencana penyelesaian suatu masalah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang telah direncanakan.

2.1.2 Hakikat IPA

  IPA merupakan bagian dari ilmu pengetahuan atau sains. Sains bermula dari rasa ingin tahu yang dimiliki manusia. Rasa ingin tahu inilah yang membuat manusia selalu melakukan pengamatan terhadap gejala-gejala alam yang ada dan mencoba memahami gejala-gejala tersebut. Gejala itu bisa berupa gejala alam yang mengundang manusia untuk mengetahuinya. Manusia bertanya dari mana datangnya hujan, dari mana pelangi muncul dan masih banyak pertanyaan lain. Hasil pengamatan selama kurun waktu ribuan tahun ini telah membentuk suatu cabang ilmu yang disebut dengan ilmu alam atau Ilmu Pengetahuan Alam. Secara teoritis IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, mengupas tentang gejala alam yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan manusia (Samatowa, 2011:3).

  Pada hakikatnya, IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Produk ilmiah meliputi prinsip-prinsip, hukum-hukum, teori- teori, dan kaidad-kaidah. Proses ilmiah meliputi pengamatan, merumuskan hipotesis, merancang dan melakukan percobaan, sera pengamatan terhadap percobaan. Sikap ilmiah meliputi mempercayai, menghargai, menanggapi dan menerima (Carin dan Sund dalam Samatowa, 2011:20). IPA juga dipandang sebagai proses, produk, dan sebagai prosedur. IPA sebagai proses yaitu seluruh kegiatan ilmiah guna menyempurnakan pengetahuan mengenai alam ataupun guna menemukan pengetahuan baru. IPA sebagai produk yaitu hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan di sekolah maupun di luar sekolah atau menjadi bahan bacaan untuk pengembangannya. IPA sebagai prosedur yaitu cara yang digunakan untuk mengetahui sesuatu (Trianto, 2010:137).

2.1.2.1 Materi Sifat-Sifat Cahaya

  Cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya mempunyai sifat merambat lurus, menembus benda bening, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan dan dapat diuraikan (Yuniarto, 2007). Sifat-sifat cahaya tersebut, selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Cahaya Merambat Lurus Cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah nampak seperti batang putih yang lurus. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya merambat lurus. Pemanfaatan sifat cahaya merambat lurus seperti lampu senter, sinar laser, dan lampu kendaraan bermotor.

  2. Cahaya Menembus Benda Bening Pada saat merambat, cahaya dapat terhalang oleh suatu benda, saat sinar mengenai suatu benda, ada tiga kemungkinan yang akan terjadi: cahaya tidak diteruskan, cahaya diteruskan sebagian, dan cahaya diteruskan seluruhnya. Benda Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan seluruh cahaya yang mengenainya. Contoh benda bening yaitu plastik bening, kaca bening, dan air jernih. Benda buram adalah benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang mengenainya. Contoh benda tembus cahaya yaitu kertas tipis, dan tisu. Benda gelap adalah benda yang tidak dapat meneruskan cahaya yang mengenainya. Contoh benda gelap yaitu kayu, dinding, batu, dan buku (Tim Redicta, 2007: 138).

3. Cahaya dapat Dipantulkan

  Berkas cahaya yang mengenai permukaan benda dan berbalik arah atau dikembalikan ke arah benda disebut cahaya pantul. Garis normal adalah garis yang posisinya tegak lurus pada permukaan benda. Sinar datang dipantulkan menjadi sinar pantul dengan sudut pantul sama besar dengan sudut datang (Tim Redicta, 2007: 141)

  Gambar 1. Pemantulah cahaya (Sumber: Tim Redicta, 2007:141)

  Pemantulan cahaya dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus). Pemantulan teratur yaitu pemantulan yang terjadi apabila berkas cahaya jatuh pada permukaan benda yang rata (datar), berkas cahaya akan dipantulkan secara teratur. Pemantulan teratur memberikan kesan silau pada mata. Contoh pemantulan teratur yaitu sinar yang mengenai cermin datar. Pemantulan baur (difus) yaitu pemantulan yang terjadi apabila berkas cahaya jatuh ke permukaan yang kasar atau tidak rata, berkas cahaya akan dipantulkan ke segala arah. Pemantulan baur memberikan kesan teduh pada mata. Contoh pemantulan baur yaitu permukaan jalan raya yang basah kemudian terkena sinar lampu kendaraan, dan cahaya bulan yang mengenai air kolam yang berombak.

  Gambar 2. Pemantulan Teratur (Sumber: Tim Redicta, 2007:141)

  Gambar 3. Pemantulan Baur

  (Sumber: Tim Redicta, 2007:141)

4. Cahaya dapat Dibiaskan

  Pembiasan cahaya adalah pembelokan berkas cahaya jika berkas cahaya tersebut melewati dua medium tembus cahaya yang berbeda kerapatannya. Medium adalah zat perantara yang dilalui oleh cahaya. Setiap zat memiliki kerapatan yang berbeda-beda. Jika cahaya merambat dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat, cahaya dibiaskan mendekati garis normal (Gambar 1). Sebaliknya, jika cahaya merambat dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, misalnya dari air ke gelas bening, berkas cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal (Gambar 2). Garis normal adalah garis maya yang tegak lurus dengan bidang batas kedua medium (Yuniarto, 2007: 10).

  Gambar 4. Pembiasan cahaya

  (Sumber: Yuniarto, 2007:10) Contoh-contoh pembiasan lainnya antara lain (Tim Redicta, 2007:147): a. Dasar air sungai tampak lebih dangkal.

  b. Bintang tampak berkedip-kedip, sebab cahaya bintang yang sampai ke mata kita telah mengalami pembiasan oleh lapisan atmosfer.

  c. Kacamata positif atau negatif dapat menolong rabun dekat atau rabun jauh karena peristiwa pembiasan cahaya.

5. Cahaya dapat Diuraikan (Dispersi)

  Matahari memancarkan sinar yang berwarna putih, namun sebenarnya warna putih tersebut sesungguhnya terdiri dari bermacam-macam warna. Cahaya matahari terdiri atas beberapa macam warna cahaya yang disebut cahaya polikromatik. Cahaya yang dihasilkan dari peristiwa pembiasan adalah cahaya tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi di sebut monokromatik. Warna cahaya yang diuraikan dari warna putih tersebut yaitu merah, jingga, hijau, biru, kuning, nila, ungu. Komponen warna cahaya tersebut jika disatukan akan membentuk warna putih. Pelangi biasanya terjadi ketika turun hujan dan matahari bersinar. Cahaya matahari yang terkena butiran air hujan dan akan mengalami pembiasan, sehingga cahaya tersebut terurai menjadi spektrum warna.

2.2. Hasil Penelitian yang Relevan

  Metode inkuiri yang diteliti dalam penelitian ini sebelumnya sudah pernah diteliti oleh peneliti-peneliti lain. Berikut ini merupakan hasil penelitian yang berkaitan dengan metode inkuiri.

  Lestari (2011) meneliti penggunaan metode inkuiri terbimbing, prestasi belajar, dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah akibat pelapukan batuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Ganjuran Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif. Peningkatan prestasi belajar ditunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) 0,000 atau <

  0,05. Peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif di tunjukkan dengan harga Sig. (2-tailed) 0,000 atau < 0,05.

  Ratri (2011) meneliti penggunaan metode inkuiri terbimbing pada mata

  pelajaran IPA materi pesawat sederhana untuk meningkatkan prestasi belajar dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori afektif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VA dengan jumlah 38 dan kelas VB dengan jumlah 37 di SDK Demangan Baru I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada kelompok eksperimen. Hasil tersebut ditunjukkan dengan hasil uji statistik dengan rumus Mann Whitney U Test diperoleh harga sig (2-tailed)sebesar 0,004 < 0,05. 2) Metode inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil uji hipotesis dengan rumus independent-samples t-test dan diperoleh harga sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05.

  Kurnianingsih (2011) meneliti pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa SDK Sorowajan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Sorowajan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) ada peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri. Hal ini dibuktikan dengan kenaikkan skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan yang ditunjukkan dengan hasil uji statistik dengan rumus Mann Whitney Test diperoleh harga Sig (2-tailed) 0,004 < 0,05. 2) Ada peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum dengan menggunakan metode inkuiri. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan selisih skor pretest ke posttest berbeda secara signifikan karena hasil uji statistik dengan rumus independent-samples t-test diperoleh harga Sig (2- tailed) 0,000 < 0,05.

2.2.2 Penelitian tentang Kemampuan Proses Kognitif

  Putriyana (2012) meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan kemampuan mencipta peserta didik kelas V SDK Sengkan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan. Populasi pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas V SD Kanisius Sengkan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penerapan metode mind map terhadap kemampuan menerapkan. Hal itu ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,622 (atau > 0,05). Hasil kedua menunjukkan ada pengaruh penerapan metode

  mind map

  terhadap kemampuan mencipta yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (atau < 0,05) pada selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Rata-rata kenaikan skor meningkat sebesar 100% dan berbeda secara signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

  Khafid (2010) meneliti pembelajaran kooperatif, investigasi group, gaya kognitif, dan hasil belajar. Siswa kelas X SMA N I Sidayu, Greasik, Jawa Timur semester gasal tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah 256 orang merupakan populasi dari penelitian ini. 64 siswa yang terbagi atas 32 siswa dengan gaya kognitif field independent dan 32 siswa dengan gaya kognitif field dependent merupakan sampel dari penelitian ini. Analisis dan pengujian hipotesis lebih unggul dibandingkan dengan metode konvensional dalam mempengaruhi hasil belajar geografi. 2) Hasil belajar siswa bergaya kognitif field independent lebih baik hasilnya dibandingkan dengan siswa bergaya kognitif field dependent.

  Jamaluddin (2009) meneliti tentang Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP), strategi kooperatif, keterampilan metakognitif, dan kemampuan akademik. Populasi penelitian ini yaitu siswa SD di kota Mataram tahun ajaran 2007/2008. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD. Hasil penelitiannya menunjukkan strategi pembelajaran pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan dan kemampuan akademik berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan metakognitif siswa. Siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi lebih tinggi kemampuan metakognitifnya dibandingkan dengan siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah. Rerata skor yang diperoleh siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi yaitu 78,81 sedangkan rerata skor yang diperoleh siswa yang berkemampuan rendah yaitu 72,27. Keterampilan metakognitif siswa yang dimiliki oleh siswa yang berkemampuan akademik lebih tinggi (8,84%) dari kemampuan siswa yang berkemampuan akademik rendah.

  Pada penelitian terdahulu belum ada satupun penelitian yang meneliti pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan

  mencipta

  di SD Kanisisus Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

2.2.3 Literature Map

  Variabel inkuiri dan proses kognitif mengevaluasi serta mencipta yang akan diteliti dalam penelitian ini telah diteliti oleh peneliti sebelumnya. Berikut ini

  literature map

  dari penelitian-penelitian terdahulu: Metode Inkuiri Proses Kognitif Putriyana (2012)

  Lestari (2011)

  Mind Map

  , kemampuan Metode inkuiri terbimbing, prestasi menerapkan & kemampuan belajar, & kemampuan berpikir mencipta kritis kategori kognitif

  Khafid (2010) Ratri (2011)

  Pembelajaran kooperatif, investigasi Metode inkuiri terbimbing, prestasi group, gaya kognitif, & hasil belajar belajar, & kemampuan berpikir kritis kategori afektif.

  Jamaluddin (2009) Pemberdayaan berpikir melalui

  Kurnianingsih (2011) pertanyaan, strategi kooperatif, Metode inkuiri terbimbing, prestasi keterampilan metakognitif, & belajar& kemampuan berpikir kritis kemampuan akademik. kategori kognitif

  Yang perlu diteliti: Pengaruh inkuiri terhadap kemampuan

  

mengevaluasi & mencipta

Gambar 5. Literature map dari penelitian-penelitian terdahulu.

  Beberapa penelitian tentang metode pembelajaran inkuiri dan proses kognitif yang dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa metode inkuiri efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir proses kognitif. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, belum ada yang meneliti tentang metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif tingkat mengevaluasi dan mencipta pada siswa di tingkat pendidikan dasar.

2.3 Kerangka Berpikir

  Metode pembelajaran inkuiri dipilih sebagai salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Hal ini terjadi karena pembelajaran inkuiri menekankan proses berpikir secara sistematis, logis dan kritis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa dapat diolah secara maksimal.

  Hasil yang diharapkan dicapai dengan penggunaan metode inkuiri yang diterapkan pada pembelajaran IPA kelas VB SD Kanisius Sengkan khususnya pada kompetensi dasar mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. Pencapaian proses kognitif yang diharapkan yaitu pada kemampuan mengevaluasi dan mencipta.

  Jika metode inkuiri diterapkan pada pembelajaran IPA kelas VB SDK Sengkan, keterampilan berpikir kognitif pada kemampuan mengevaluasi dan

  mencipta

  kelompok eksperimen akan lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode inkuiri.

2.4 Hipotesis Penelitian

  2.4.1 Penggunan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  2.4.2 Penggunan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

BAB III METODE PENELITIAN Pada bagian metode penelitian ini akan dibahas metode penelitian yang

  digunakan meliputi jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian, jadwal implementasi pembelajaran dan pengambilan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Seluruh bagian tersebut akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut.

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

  kuasi eksperimental

  tipe nonequivalent control group design di mana kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2010:116). Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu yang telah diberikan pada kondisi yang telah ditentukan (Sugiyono, 2010:107). Dalam penelitian yang memiliki dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan adanya perlakuan, maka penelitian ini disebut penelitia kuasi experiment (Arikunto, 2010:207,209). Begitu juga dengan Johnson & Christensen (2008:329) responden secara acak. Desain penelitian ini tidak memberikan kontrol penuh pada kelompok pembanding karena sampel tidak ditentukan secara acak.

  Keadaan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada panelitian ini diketahui melalui hasil pretest yang telah diberikan. Keadaan awal ini berfungsi untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan apakah ada perbedaan kemampuan awal dari kedua kelompok. Selanjutnya kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri dan kelompok kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan metode ceramah. Setelah selesai diberi perlakuan kedua kelompok diberi posttest. Posttest berfungsi untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang telah diberikan. Pengaruh perlakuan dihitung dengan rumus (O

  2 -O 1 )-(O 4 -O 3 ). Rumus tersebut digambarkan

  dari design berikut (Sugiyono, 2010: 116): O

  1 X O

  2 ............................................

  O

  3 O

  4

  (Sumber: Sugiyono, 2010: 116) Keterangan: O

  1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen

  O = Rerata skor posttest kelompok eksperimen

2 X = Perlakuan (treatment) penggunaan metode inkuiri

  O

  3 = Rerata skor pretest kelompok kontrol

  O = Rerata skor posttest kelompok kontrol

  4

3.2 Setting Penelitian

  Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Sengkan dengan alamat Jl Kaliurang Km 7 Gg Sengkan 3 Condongcatur, Depok, Yogyakarta 55283 pada tanggal 11 Februari sampai 25 Februari 2013. SD Kanisius Sengkan mempunyai 12 kelas. Jumlah seluruh siswa yaitu 404 anak. Pembagian siswa pada setiap kelas dapat dilihat pada tabel 1. SD Kanisius Sengkan mempunyai 1 kepala sekolah, 21 guru dan 3 pesuruh. Pekerjaan orang tua siswa mayoritas adalah pegawai swasta.

  Jumlah siswa kelas VB 32 orang. Siswa-siswa kelas VB kurang aktif untuk bertanya pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Pada saat ulangan harian siswa tenang dan mengerjakan sendiri. Siswa mau mengerjakan soal latihan atau ulangan bila pertanyaan dipahami. Siswa aktif mengerjakan soal latihan bila dinilai. Rata-rata usia 10-11 tahun. Jumlah siswa perempuan yaitu 17 orang dan jumlah siswa laki-laki 15 orang.

  Jumlah siswa kelas VA 31 orang. Siswa-siswa kelas VA kurang aktif untuk bertanya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa aktif mengerjakan soal latihan bila dinilai. Siswa mau mengerjakan soal latihan atau ulangan bila pertanyaan dipahami. Siswa memiliki usia rata-rata 10-11 tahun. Jumlah siswa perempuan yaitu 16 dan jumlah siswa laki-laki 15 orang.

  Tabel 1. Daftar jumlah siswa SD Kanisius Sengkan Kelas Jumlah siswa

  No

  1 IA

  30

  2 IB

  29

  3 IIA

  41

  4 IIB

  43

  5 IIIA

  32

  6 IIIB

  36

  7

  1VA

  40

  8 IVB

  44

  9 VA

  31

  10 VB

  32

  11 VIA

  23

  12 VIB

  23 Jumlah 404

3.3 Populasi dan Sampel

  Populasi adalah wilayah geralisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:117). Lebih lanjut Setyosari (2010:168) menjelaskan bahwa populasi adalah kesuluran anggota kelompok dari mana sampel itu diambil. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  Sampel adalah sebagian dari populasi (Sugiyono, 2010:118). Sampel pada penelitian ini yaitu kelas VB dan kelas VA. Kelas VB diambil sebagai sampel kelas eksperimen dan kelas VA diambil sebagai sampel kelas kontrol. Jumlah siswa kelas kontrol atau kelas VA yaitu 31 anak. Jumlah siswa kelas eksperimen atau kelas VB yaitu 32 siswa. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara diundi dan disaksikan oleh guru mitra. Guru mitra pada penelitian ini yaitu guru yang mengampu dan yang mengajar mata pelajaran

  IPA pada kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Tujuan pemilihan kelas eksperimen, kelas kontrol dan guru yang sama untuk mengajar kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu mengurangi faktor bias dalam penelitian. Pelaksanaan dokumentasi dan observasi dilakukan oleh peneliti. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri.

  Tabel 2. Jadwal implementasi pembelajaran dan pengambilan data

  

Eksperimen

Hari, tanggal Kegiatan Materi Pretest

  Senin, 11 Februari, Pukul 07.40-09.00 Rabu, 13 Februari, Penelitian Cahaya dapat merambat lurus Pukul 07.00-08.20 Jumat, 15 Februari, Penelitian Cahaya menembus benda bening Pukul 07.40-09.00 Senin, 18 Februari, Penelitian Cahaya dapat dipantulkan Pukul 07.40-09.00 Rabu, 20 Februari, Penelitian Cahaya dapat dibiaskan Pukul 07.00-08.20 Jumat, 22 Februari, Penelitian Cahaya dapat diuraikan Pukul 07.40-09.00

  Posttest

  Senin, 25 Februari, Pukul 07.40-09.00

  

Kontrol

Hari, tanggal Kegiatan Materi Pretest

  Selasa, 12 Februari, Pukul 08.20-09.20 Rabu, 13 Februari, Penelitian Cahaya dapat merambat lurus Pukul, 08.20-10 Kamis, 14 Februari, Penelitian Cahaya dapat menembus benda bening Pukul 08.20-10.00 Sabtu, 16 Februari, Penelitian Cahaya dapat dipantulkan Pukul 09.20-10.00 Selasa, 19 Februari, Penelitian Cahaya dapat dibiaskan Pukul 08.20-09.20 Rabu, 20 Februari, Penelitian Cahaya dapat diuraikan pukul, 08.20-10 Kamis, 21 Februari, Posttest Pukul 08.20-10.00

3.4 Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:61). Lebih lanjut Setyosari (2010:108) menjelaskan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Variabel yang akan diteliti pada penelitian ini yaitu:

1. Variabel independen atau variabel bebas

  Sugiyono (2010:61) berpendapat bahwa variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menyebabkan perubahan variabel

  dependen (terikat).

2. Variabel dependen

  Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.

  Variabel independen yang digunakan adalah metode inkuiri dengan 7 langkah pembelajaran meliputi: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan melakukan evaluasi. Variabel dependen yang digunakan yaitu kemampuan

  mengevaluasi

  dan kemampuan mencipta. Kemampuan mengevaluasi memiliki 7 aspek yang meliputi aspek memeriksa, mengritik, mengoordinasi, mendeteksi, memonitor, menguji, dan menilai. Penelitian ini menggunakan aspek memeriksa, menguji, mengritik, dan menilai. Kemampuan mencipta memiliki 6 aspek, yang meliputi aspek merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, dan mengkonstruksi. Penelitian ini menggunakan aspek merumuskan, membuat hipotesis, mendesain, memproduksi. Variabel dependen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga penelitian menjadi bias. Cara meminimalisir faktor-faktor lain (selain variabel independen yang diteliti) dilakukan dengan cara pemberian treatment dan pengambilan data dilakukan dalam waktu yang relatif pendek (Krathwohl, 1998:547). Oleh sebab itu treatment dan pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2

  Variabel Variabel Independen Dependen

  Kemampuan

  Mengevaluasi

  Metode Inkuiri Kemampuan

  Mencipta Gambar 6. Pemetaan variabel penelitian

3.5 Definisi Operasional

  1. Metode inkuri adalah metode pembelajaran yang digunakan untuk membantu siswa menemukan dan memecahkan masalah.

  2. Metode inkuiri terbimbing adalah metode inkuri yang digunakan oleh siswa dan dalam pelaksanaan pembelajarannya masih banyak membutuhkan bimbingan guru. Tuju langkah pembelajaran inkuiri terbimbing meliputi: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan melakukan evaluasi.

  3. Siswa SD adalah siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 63 siswa.

  4. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang dipelajari di Sekolah Dasar.

  5. Sifat-sifat cahaya adalah sifat yang dimiliki oleh cahaya.

  6. Proses kognitif adalah proses berpikir sesuai dengan teori Benjamin S.

  Bloom yang telah direvisi dan terbagi dalam 6 level meliputi kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis,

  mengevaluasi , dan mencipta.

  7. Kemampuan mengevaluasi adalah kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar yang ditentukan. menjadi suatu hal yang utuh.

  9. Kacamata hitam adalah kacamata mainan yang terbuat dari plastik berwana hitam.

  10. Kacamata bening adalah kacamata mainan yang terbuat dari plastik transparan.

3.6 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esai (soal esai).

  Tes esai adalah bentuk tes tertulis yang susunannya terdiri atas item-item dan masing-masing pertanyaan mengandung permasalahan dan menuntut siswa untuk menjawab dengan cara menguraikan kata yang merupakan gambaran kemampuan berpikir siswa (Sukardi, 2008:94). Soal esai digunakan karena dapat mengungkapkan aspek mental lebih tinggi yang tercermin dalam logika berpikir dan kemampuan bahasa tulisan. Meskipun demikian soal esai mempunyai kelemahan yaitu mengungkapkan aspek secara terbatas (Sudjana, 2009:36).

  Penelitian ini tergabung dengan penelitian payung yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A. Judul penelitian payung tersebut adalah pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif siswa. Kemampuan kognitif yang dimaksud adalah kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Instrumen penelitian dikembangkan dari keenam kemampuan kognitif tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian payung ini yaitu 6 soal esai. Soal nomor 1 bertujuan untuk mengukur kemampuan mengingat. Soal nomor 2 bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami. Soal nomor 3 bertujuan untuk mengukur kemampuan mengaplikasi. Soal nomor 4 bertujuan untuk mengukur kemampuan menganalisis. bertujuan untuk mengukur kemampuan mencipta. Keenam soal esai telah diujikan untuk memenuhi syarat valid dan reliabel. Penelitian ini instrumen yang digunakan adalah soal nomor 5 dan 6. Matriks pengembangan instrumen pada didasarkan pada standar kompetensi: 6. menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, dan kompetensi dasar: 6.1 mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. Matrik pengembangan instrumen pada soal nomor 5 dan 6 dapat dilihat pada tabel di bwah ini.

  Tabel 3. Matriks pengembangan instrumen No. Variabel Aspek Indikator No.

  Soal

  1 Mengevaluasi Memeriksa Menentukan benda yang dapat meneruskan cahaya dengan sempurna.

  5 Menguji Menentukan alasan benda bening dapat meneruskan cahaya dengan sempurna. Mengritik Menentukan alasan benda bening dapat meneruskan cahaya dengan sempurna.

  Menilai Menilai kebaikan dan keburukan benda yang dapat meneruskan cahaya dengan sempurna.

  2 Mencipta Merumuskan Merumusankan masalah percobaan cahaya dapat dibiaskan

  6 Membuat hipotesis Merumuskan hipotesis percobaan cahaya dapat dibiaskan

  Mendesain Merancang percobaan cahaya dapat dibiaskan Memproduksi Membuat kesimpulan percobaan cahaya dapat dibiaskan

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Instrumen merupakan alat pengumpulan data dalam penelitian. Instrumen dalam penelitian mesti memenuhi syarat valid dan reliabel. Sebuah instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas adalah derajat sebuah tes yang sejauh mana dapat mengukur apa yang harus diukur (Sukardi, 2008:40). Reliabilitas merupakan sebuah keajegan atau konsistensi dari hasil evaluasi. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur (Sukardi, 2008:43).

3.7.1 Uji Validitas

  Validitas dalam pendidikan memiliki empat jenis yaitu validitas isi, validitas konstruk, validitas konkuren, dan validitas prediksi (Sukardi, 2008:32). Validitas isi adalah suatu alat ukur yang dapat mengukur suatu sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur (Surapranata, 2009:51). Validitas konstruk adalah suatu alat ukur yang dapat mengukur setiap aspek yang disebutkan dalam Tujuan Instruksional Khusus (Surapranata, 2009:53). Validitas konkuren (empiris) adalah suatu alat ukur yang menujukan derajat di mana skor dalam suatu test dihubungkan dengan skor lain (Sukardi, 2008:34). Validitas prediksi adalah suatu alat ukur yang mempunyai kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang (Arikunto, 2009:69). Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi dan validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkonsultasikan instrumen pada dosen pembimbing secara lisan. Seperti yang diungkapkan oleh Guino (dalam Surapranata, 2004:53) bahwa validitas isi hanya dapat ditentukan oleh judgmen ahli.

  Instrumen penelitian diujikan pada siswa kelas V di SD Negeri Denggung dengan jumlah siswa 37. SD Negeri Denggung beralamatkan di Jln. Candi Gebang, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Tujuan dari uji coba yaitu untuk memperoleh validitas dan reliabilitasnya, serta apakah soal yang telah dibuat bahasanya dan tujuan soal telah dipahami oleh siswa.

  Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pearson Correlation.

  Instrumen dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation menunjukkan harga Sig (2-tailed) < 0,05 (Ghozali, 2007:45). Hasil uji validitas instrumen dapat dilihat pada lampiran 8.

  Tabel 4.Hasil uji validitas instrumen

  Pearson Correlation Sig. (2-tailed)

  No. Variabel Keputusan

  • **

    1 Mengingat 0,613 0,000 Valid
  • **

    2 Memahami 0,724 0,000 Valid
  • **

    3 Mengaplikasi 0,736 0,000 Valid
  • **

    4 Menganalisis 0,580 0,000 Valid
  • **

    Mengevaluasi

  5 0,498 0,002 Valid

  • **

    Mencipta

  6 0,622 0,000 Valid Hasil uji validitas instrumen pada kemampuan mengevaluasi memiliki harga Sig. (2-tailed) 0,002. Hal tersebut berarti bahwa kemampuan mengevaluasi memiliki Sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga valid dan kemampuan mencipta memiliki harga Sig. (2-tailed) 0,000 maka harga Sig. (2-tailed) kemampuan mencipta < 0,05 sehingga valid.

  Uji validitas juga dilakukan pada setiap kemampuan. Penelitian ini meneliti kemampuan mengevaluasi dan mencipta maka uji validitas yang dilakukan hanya pada dua kemampuan tersebut. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pearson Correlation. Instrumen dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation menunjukkan harga Sig. (2-tailed) < 0,05. Hasil uji vaiditas pada kemampuan mengevaluasi dan mencipta dapat dilihat lampiran 10.

  Tabel 5. Hasil uji validitas kemampuan menevaluasi dan mencipta No. Variabel Aspek Pearson

  Correlation Sig. (2- tailed)

  Keputusan

  • 0,026 Valid Mengritik 0,334

  1. Mengevaluasi Memeriksa 0,365

  • 0,043 Valid Menguji 0,426
    • 0,009 Valid Menilai 0,477
    • 0,003 Valid
    • 0,002 Valid Membuat hipotesis

  2. Mencipta Merumuskan 0,487

  • 0,000 Valid Mendesain 0,551

  0,547

  • 0,000 Valid Memproduksi 0,568
  • 0,000 Valid

  Hasil uji validitas instrumen pada empat aspek kemampuan mengevaluasi dan empat aspek kemampuan mencipta memiliki harga Sig (2-tailed) < 0,05 sehingga valid.

3.7.2 Uji Reliabilitas

  Tabel 6. Hasil uji reliabilitas seluruh instrumen

  

Alpha Cronbach Kesimpulan

  Teknik pengujian reliabilitas yang digunakan adalah teknik konsistensi internal. Menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2007:42) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,60. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 9.

  Tabel 7. Hasil uji reliabilitas instrumen pada kemampuan mengevaluasi dan

  mencipta

  Variabel

  

Alpha Cronbach

  Kesimpulan

  Mengevaluasi

  0,818 Reliabel

  Mencipta 0,887

  Reliabel Tabel di atas menunjukkan bahwa uji reliabilitas kemampuan

  mengevaluasi

  memiliki Alpha Cronbach 0,818 sehingga reliabel dan kemampuan

  mencipta memiliki Alpha Cronbach 0,887 sehingga reliabel.

  ,700 Reliabel

  3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, dalam hal ini tes esai. Tes dilakukan dengan cara memberi soal pretest dan

  posttest

  yang sama pada kedua kelompok. Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji hipotesis. Untuk langkah pengumpulan data awalnya kedua kelompok diberi soal

  pretest

  . Setelah itu kedua kelompok diberi treatment yang berbeda. Pemberian

  treatment

  yang berbeda inilah yang membedakan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan metode inkuiri dan kelompok kontrol menggunakan metode tradisional yaitu ceramah. Setelah pemberian treatment selesai, selanjutnya kedua kelompok diberi

  posttest . Pengumpulan data tersebut dapat dilihat seperti pada tabel berikut.

  Tabel 8. Pengumpulan data Kelompok Variabel Data Pengumpulan Instrumen

  Skor pretest Pretest

  Mengevaluasi

  Eksperimen Skor posttest Posttest. Soal no. 5 dan

  Mencipta

  Skor pretest Pretest Kontrol

  Skor posttest Posttest. Soal no. 6

  3.9 Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for

  Windows

  yang meliputi: uji normalitas dan uji hipotesis. Uji hipotesis meliputi: uji perbedaan skor pretest, uji perbedaan skor pretest ke posttest, uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest, uji besar pengaruh metode inkuiri (effect size), dan retensi pengaruh. Pengujian perbedaan selisih skor pretest ke posttest dilakukan terhadap rerata kedua nilai yang dimiliki oleh subjek yang sama (Arikunto, 2010:395).

  3.9.1 Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data normal atau tidak normal. Uji normalitas data digunakan untuk seluruh data yang akan diolah. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Penggunaan uji Kolmogorov-Smirnov bertujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan (Sarwono, 2010:27). Kriteria yang digunakan untuk mengetahui apakah data yang ada normal atau tidak normal sebagai berikut:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, distribusi data normal. Jika data terdistribusi secara normal, maka teknik statistik inferensial yang digunakan yaitu statistik parametrik uji t (independent-samples t-test dan paired- samples t-test) dengan tingkat kepercayaan 95% (Priyatno, 2012:17).

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika data terdistribusi secara tidak normal, maka teknik statistik yang digunakan yaitu statistik nonparametrik dalam hal ini yaitu Mann-Whitney atau Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% (Priyatno, 2012:141).

  3.9.2 Uji Hipotesis

3.9.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest

  Uji perbedaan skor pretest berfungsi untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. diperoleh baik dari kelompok eksperimen maupun dari kelompok kontrol. Syarat yang digunakan untuk uji perbedaan skor pretest yaitu (Priyatno, 2012:31):

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest kelompok kontrol dan hasil pretest kelompok eksperimen.

  Hal tersebut berarti antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara

  pretest

  kelompok kontrol dan hasil pretest kelompok eksperimen. Hal tersebut berarti antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang berbeda.

3.9.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest

  Uji perbedaan skor pretest ke posttest berfungsi untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan skor pretest ke posttest yang signifikan baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Kenaikan skor diketahui dengan cara membandingkan skor rata-rata pretest dan skor rata-rata posttest pada masing- masing kelompok. Syarat atau kriteria untuk menilai perbandingan skor pretest ke

  posttest

  (Ghozali 2007:58) yaitu:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Hal tersebut berarti baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen tidak memiliki kenaikan skor.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Hal tersebut berarti baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki kenaikan skor.

3.9.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest

  Uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest digunakan untuk mengetahui apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  atau mencipta. Menurut Sarwono (2010:570) pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata di atas nilai 0. Demikian juga menurut Johnson &amp; Christensen (2008:312,330) analisis statistik dilakukan dengan cara membandingkan selisih skor pretest ke posttest dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dan dilanjutkan dengan membandingkan perbedaan skor tersebut untuk mengetahui apakah skor kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelompok kontrol. Dalam penelitian ini uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest dilakukan dengan cara 1) skor rata-rata

  posttest

  dikurangi skor rata-rata pretest pada masing-masing kelompok. 2) Hasil pengurangan pada masing-masing kelompok diuji normalitasnya. 3) Jika data terdistribusi secara normal maka analisis statistik yang digunakan adalah

  independent-samples t-test

  , dan jika data terdistribusi secara tidak normal maka analisis statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney. Kedua uji tersebut menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan dalam menarik kesimpulan yaitu (Sarwono, 2010:63):

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pada kelompok kontrol dan selisih skor pada kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi atau mencipta.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan selisih skor kelompok eksperimen.

  Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

3.9.2.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (effect size)

  Uji besar pengaruh berfungsi untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada kedua kelompok. Suatu pengaruh ini sering disebut sebagai an effect size (suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan) (Field, 2009:56- 57). Ada lima cara yang biasa digunakan untuk mengetahui besarnya effect size, yaitu standard Cohen, etha kuadrat, omega kuadrat, V Cramer, dan kuadrat dari mengetahui effect size pada penelitian ini adalah koefisien korelasi dengan kriteria r = 0,10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen, r = 0,30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0,50 (efek besar) yang setara dengan 25%. Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara untuk mengetahui koefisien korelasi r yaitu dengan mengubah harga t menjadi harga r dengan mengikuti rumus (Field, 2009:332):

  2

  =

  • 2 .
Rumus tersebut digunakan untuk data terdistribusi secara normal. Data terdistribusi secara tidak normal digunakan rumus: = dengan cara mengubah harga Z menjadi harga r (Field, 2009:550).

  Persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  2 mengevaluasi

  dan mencipta, menggunakan koefisien determinasi R (Field,

  2

  2009:179). Koefisien determinasi R dihitung dengan cara mengkuadratkan nilai r

  2 dengan rumus R = r x 100%.

3.9.2.5 Uji Retensi Pengaruh

  Uji retensi pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditimbulkan masih sekuat seperti pada posttest I. Sependapat dengan pernyataan Krathwohl (1998:546) menyatakan bahwa untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah sekian waktu dari posttest I terutama untuk penelitian dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini jangka waktu dari posttest I dan posttest II adalah dua bulan.

  Jika data terdistribusi secara normal, analisis statistik yang digunakan kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi secara tidak normal maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik dalam hal ini Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui apakah data yang ada terdistribusi secara normal atau secara tidak normal yaitu jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, distribusi data normal. Jika harga Sig. (2-tailed)

  &lt; 0,05 , distribusi data tidak normal.

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan. Bagian

  hasil penelitian memaparkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan. Bagian pembahasan memaparkan mengapa metode inkuiri berpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta.

4.1 Hasil Penelitian

  Rumusan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut. 1) Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. 2) Penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajara IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  Hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Dengan demikian hasil penelitian menolak hipotesis I.

  Hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Dengan demikian hasil penelitian menerima hipotesis II.

  Analisis statistik dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta. Jenis analisis statistik yang akan digunakan ditentukan setelah mengetahui hasil uji normalitas data. Uji normalitas data dilakukan pada seluruh data yang akan diolah. Analisis data hasil penelitian pada kemampuan mengevaluasi dan mencipta dilakukan dengan cara yaitu, 1) uji perbedaan skor pretest, 2) uji perbedaan skor pretest ke

  posttest

  , 3) uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest, 4) uji besar pengaruh metode inkuiri (effect size), dan 5) uji retensi pengaruh. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Kolmogorov-

  Smirnov dengan program komputer IBM SPSS Statistict 20 for Windows.

  Kesimpulan ditarik berdasarkan dua kriteria yaitu

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 data terdistribusi secara normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 data terdistribusi secara tidak normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik.

  Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil uji normalitas dan dapat dilihat pada lampiran 21.

  Tabel 9. Hasil uji normalitas kemampuan mengevaluasi dan mencipta Variabel Kelompok Aspek Nilai Keterangan

  Sig. (2-tailed)

Pretest

  kontrol 0,473 Normal

  Mengevaluasi Posttest

  0,618 Normal eksperimen Pretest 0,387 Normal

  Posttest

  0,612 Normal

  Pretest

  kontrol 0,278 Normal

  Mencipta Posttest

  0,087 Normal eksperimen Pretest 0,000 Tidak Normal

  Posttest

  0,516 Normal Berdasarkan hasil uji normalitas keempat aspek pada kemampuan

  mengevaluasi

  baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen data terdistribusi secara normal. Distribusi data dikatakan normal karena memiliki nilai

  Sig (2-tailed ) &gt; 0,05.

  . Stastistik yang digunakan untuk menganalisis kemampuan

  mengevaluasi

  adalah statistik parametrik dalam hal ini uji t yaitu independen-

  samples t-test atau paired- samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Berdasarkan hasil uji normalitas pada kemampuan mencipta kelompok eksperimen ada satu data yang terdistribusi tidak normal yaitu skor pretest dengan

   (2-tailed)

  harga Sig. 0,000. Data skor posttest terdistribusi secara normal dengan harga Sig. (2-tailed) 0,516. Distribusi data dikatakan normal jika memiliki harga

  Sig. (2-tailed ) &gt; 0,05.

  Statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik, dalam hal ini yaitu Mann-Whitney atau Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Data skor pretest dan posttest kemampuan mencipta kelompok kontrol

   (2-tailed) 0

  terdistribusi secara normal dengan harga Sig. ,278 dan 0,087. Distribusi

  Sig. (2-tailed ) &gt; 0,05. Statistik yang

  data dikatakan normal jika memiliki nilai digunakan adalah statistik parametrik, dalam hal ini yaitu independent-samples t-

  test atau paired-samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengevaluasi

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest

  Uji perbedaan skor pretest bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mengevaluasi. Analisis statistik pada uji perbedaan skor pretest menggunakan statistik parametrik dalam hal ini adalah independent-samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang diajukan adalah:

  H null : Tidak terdapat perbedaan skor pretest yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. H : Terdapat perbedaan skor pretest yang signifikan antara kelompok kontrol

  i dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  skor pretes kelompok eksperimen. Dengan demikian kemampuan awal kedua kelompok tersebut sama.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretes kelompok eksperimen. Dengan demikian kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang berbeda.

  Hasil uji independent-samples t-test menunjukkan bahwa harga Levene’s

  test

  yaitu 1,519 dengan harga Sig. 0,222 yang berarti data memiliki homogenitas varian. Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri pada kemampuan mengevaluasi dengan nilai

  M

  = 2,42, SE = 0,09 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan menggunkan metode ceramah dengan nilai M = 2,31, SE = 0,10. Meskipun demikian perbedaannya tidak signifikan dengan nilai t(61) = -0,866, p &gt; 0,05. Persamaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 10. Perbedaan skor pretest kemampuan mengevaluasi (lihat lampiran 21) Hasil pretest Nilai Sig. (2-tailed) Keterangan

  Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,390 Tidak berbeda Hasil analisis perbedaan skor pretest memiliki nilai Sig. (2-tailed) adalah

  0,390 dengan df = 61. Berdasarkan analisis tersebut, harga Sig. (2-tailed) yang dimiliki &gt; 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang sama.

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest

  pretest

  ke posttest menggunakan statistik parametrik dalam hal ini paired-samples

  t-test

  dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H

  null

  Uji perbedaan skor pretest ke posttest bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan skor pretest ke posttest yang signifikan baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis statistik pada uji perbedaan skor

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05,H

  null

  diterima dan H

  i

  ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Dengan kata lain tidak terdapat kenaikan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 ,

  H null ditolak dan H i diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Dengan kata lain terdapat kenaikan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

  : Tidak terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. H i : Terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  Berdasarkan hasil uji paired-samplest-test para siswa mencapai skor rata- rata yang lebih tinggi untuk kemampuan mengevaluasi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan harga M = -0,45, SE = 0,10 dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah dengan harga M = -0,32, SE = 0,08, t(30) = -40,09, p &lt; 0,05. Hasil perbedaan perhitungan uji pretest ke posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengevaluasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 11. Perbandingan skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi (lihat lampiran 23)

  Sig. (2-tailed)

  No Kelompok Rerata Test (%) Keputusan

  Pretest Posttest Peningkatan

  1 Kontrol 2,31 2,63 13,41 0,000 Berbeda

  2 Eksperimen 2,42 2,87 20,83 0,000 Berbeda Berdasarkan hasil analisis data tersebut ditemukan bahwa besar Sig. (2-

  tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,000 atau &lt; 0,05, maka H ditolak. null

  Artinya terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari

  pretest

  ke posttest pada kemampuan mengevaluasi kelompok kontrol. Kenaikan yang terjadi sebesar 13,4%.

  Berdasarkan hasil analisis data tersebut ditemukan bahwa besar Sig. (2-

  tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,000 atau &lt; 0,05, maka H ditolak. null

  Artinya terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan mengevaluasi kelompok eksperimen. Kenaikan yang terjadi sebesar 20,83%.

4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest

  Uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  . Hasil analisis statistik uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov pada uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 12. Hasil uji normalitas perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi (lihat lampiran 24)

  Sig. (2-tailed)

  No Aspek Keterangan

  1 Selisih skor kelompok kontrol 0,038 Tidak normal

  2 Selisih skor kelompok eksperimen 0,157 Normal Berdasarkan tabel hasil uji normalitas kemampuan mengevaluasi ditemukan bahwa selisih skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol, data terdistribusi secara tidak normal dan pada kelompok eksperimen, data terdistribusi secara normal, maka analisis statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik nonparametrik dalam hal ini adalah Mann-Whitney Test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H null : Tidak terdapat perbedaan selisih skor pretest ke posttest yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H : Terdapat perbedaan selisih skor pretest ke posttest yang signifikan pada

  i kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan adalah:

1. Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05,H diterima dan H ditolak. Artinya

  null i

  tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dengan

  posttest

  pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  ,

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 H null ditolak dan H i diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dengan

  posttest

  pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Tabel 13. Perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan mengevaluasi

  (lihat lampiran 25) Hasil selisih Nilai Keterangan Sig.

  (2-tailed) Selisih kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,346 Tidak berbeda Skor para siswa di kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri (Mdn = 0,2500) tidak berbeda secara signifikan dari skor rata-rata para siswa di kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah (Mdn = 0,2500) yang ditunjukkan dengan harga U = 428,5, Z = -0,943, ns, p &gt; 0,05. Di mana Mdn = median, U = harga U dari uji Mann-Whitney Test, Z = harga Z dari uji Mann-

  Whitney Test, dan p = probabilitas.

  Hasil analisis statistik pada uji selisih skor rata-rata pretest ke posttest menunjukkan bahwa besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,346. Nilai Sig. (2-tailed) tersebut &gt; 0,05 maka H null diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan selisih skor

  pretest

  ke posttest yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  Perbedaan selisih skor pada kemampuan mengevaluasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 0.45 0.35 0.4 0.3226 Kemampuan Mengevaluasi 0.4225 0.15 0.25 0.2

  0.3 0.05

  0.1 Selisih Kontrol Selisih Eksperimen Gambar 7. Selisih skor pada kemampuan mengevaluasi

4.1.1.4 Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size)

  Uji besar pengaruh bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi. Besar koefisien korelasi r pada kelompok eksperimen dihitung berdasarkan rumus (Field, 2009:332)

  2

  =

  2

  • dengan mengubah harga t menjadi harga r = 0,6175 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 0,5986. Berdasarkan kriteria r = 0,10 (efek kecil), r = 0,30 (efek menengah), dan r = 0,50 (efek besar) (Field, 2009:57,179), maka besar pengaruh

  (effect size)

  penggunaan metode inkuiri pada kelompok eksperimen memiliki efek besar dan metode ceramah pada kelompok kontrol terhadap kemampuan

  mengevaluasi

  juga memiliki efek besar. Harga r pada kelompok eksperimen lebih besar yaitu 0,6175 dibandingkan dengan harga r pada kelompok kontrol yaitu 0.5986.

  Harga r pada kelompok eksperimen yaitu 0,62 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 0,60. Besar persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri kelompok eksperimen yaitu 38,13% sedangkan penggunaan metode ceramah pada kelompok kontrol yaitu 35,83%.

  Tabel 14. Besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi (lihat lampiran 26)

  2

df r

  No Kelompok t R % Keterangan

  1 Kontrol 4,094 30 0,60 0,36 36 Efek besar

  2 Eksperimen 4,371 31 0,62 0,38 38 Efek besar

4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh Data uji retensi pengaruh diperoleh dari skor posttest I dan posttest II.

  Tujuan uji retensi pengaruh ini yaitu untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditimbulkan masih kuat seperti pada posstest I. Uji retensi dilakukan dengan cara melakukan uji normalitas data terlebih dahulu. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil analisis statistik yang telah dilakukan (lihat lampiran 27) baik data pada kelompok kontrol maupun eksperimen terdistribusi secara normal. Analisis statistik yang digunakan adalah

  paired-samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II

  . Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara skor posttest I ke skor posttest II pada kemampuan mengevaluasi. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II.

  Dengan kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara skor posttest I ke skor posttest II pada kemampuan mengevaluasi. Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II

  . Dengan kata lain tidak terdapat penurunan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kemampuan mengevaluasi.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest

  II

  . Dengan kata lain terdapat penurunan yang signifikan antara skor

  posttest I dan skor posttest II pada kemampuan mengevaluasi.

  Tabel 15. Perbedaan skor posttest I ke posttest II kemampuan mengevaluasi (lihat lampiran 28)

  Mean Sig. (2-tailed

  No Kelompok (%) ) Keputusan

  Posstest I Posttest II Penurunan

  1 Kontrol 2,63 2,60 1,14 0,880 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 2,87 2,81 2,09 0,677 Tidak berbeda Berdasarkan hasil uji paired-samples t-test dengan tingkat kepercayaan

  95%, pencapaian skor posttest I ke posttest II kemampuan mengevaluasi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri ditunjukkan dengan harga M = 0,055 dan SE = 0,131, t(31) = 0,421, p &gt; 0,05 atau 0,677. Sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah memiliki harga M = 0,242 dan SE = 0,159, t(30) = 0,152, p &gt; 0,05 atau 0,880.

  Berdasarkan tabel perbedaan skor posttest I ke posttest II kemampuan

  mengevaluasi

  di atas, harga Sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol 0,880 atau &gt; 0,05 dan pada kelompok eksperimen 0,0677 atau &gt; 0,05 maka H diterima dan

  null

  H ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I ke

  i

  posttest II

  pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain bahwa tidak terjadi penurunan skor posttest I ke posttest II yang signifikan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Perbedaan skor Pretest, Posttest I ke

  Posttest II dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

  3.50

  3.00

  2.87

  2.81

  2.63

  2.60

  2.50

  2.42

  2.31

  2.00 Kontrol

  1.50 Eksperimen

  1.00

  0.50

  0.00 Pretest Posttest1 Posttest2 Gambar 8. Hasil Pretest, Posttest I ke Posttest II Kemampuan Mengevaluasi

  Gambar di atas menunjukkan tidak terjadi penurunan yang signifikan skor

  posttest I

  ke posttest II kemampuan mengevaluasi baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Skor pada kelompok kontrol dari posttest I ke posttest II memiliki harga M = 2,63 ke M = 2,60 dengan selisih M = 0,03. Sedangkan skor kelompok kontrol pada posttest I ke posttest II memiliki harga M = 2,87 ke M = 2,81 dengan selisih M = 0,06. Berdasarkan data yang telah diperoleh, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak mengalami penurunan yang signifikan.

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mencipta

4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest

  Uji perbedaan skor pretest bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan mencipta. Berdasarkan hasil uji normalitas data yang terdapat pada tabel 10 halaman 36, analisis data perbedaan skor pretest yang digunakan adalah statistik non parametrik dalam hal ini adalah Mann-Whitney Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H : Tidak terdapat perbedaan skor pretest yang signifikan antara kelompok

  null kontrol dan kelompok eksperimen.

  Hi : Terdapat perbedaan skor pretest yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan demikian kemampuan awal kedua kelompok tersebut sama.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan demikian kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis uji Mann-Whitney test skor para siswa di kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri (Mdn = 23,27) berbeda secara signifikan dari skor para siswa di kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah (Mdn = 410,02) yang ditunjukkan dengan harga U = 216,5, z = -3,99, ns, p &lt; 0,05. Di mana Mdn = median, U = harga U dari uji Mann-Whitney Test, Z =

  pretest

  antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan

  mencipta dapat dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 16. Perbedaan skor pretest kemampuan mencipta (lihat lampiran 29) Hasil pretest Nilai Sig. (2-tailed) Keterangan

  0,000 Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Berbeda Hasil analisis perbedaan skor pretest memiliki nilai Sig. (2-tailed) 0,000.

  Berdasarkan analisis tersebut, nilai Sig. (2-tailed) yang dimiliki &lt; 0,05 maka H

  null

  ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama.

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest

  Uji perbedaan skor pretest ke posttest bertuan untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan skor pretest ke posttest yang signifikan baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis perbedaan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol menggunakan statistik parametrik dalam hal ini paired-

  samples t-test

  . Sedangkan pada kelompok eksperimen, analisis perbedaan kenaikan skor menggunakan statistisk nonparametrik dalam hal ini Wilcoxon. Kedua test tersebut menggunakan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H : Tidak terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada

  null kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  H i : Terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05,H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Dengan kata lain tidak terdapat kenaikan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 , H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. Dengan Berdasarkan analisis statistik, skor para siswa di kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri (Mdn = 1,500) dan ditunjukkan dengan harga Z = -

  3,92, p &lt; 0,05 berbeda secara signifikan dibandingkan dengan para siswa pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah mencapai skor harga M = - 0,23, SE = ,15, t(30) = -1,57, p &gt; 0,05. Di mana Mdn = median, Z = harga Z dari uji Mann-Whitney Test, r = besar effect size, dan p = probabilitas.

  Tabel 17. Perbedaan skor pretest ke posttest kemampuan mencipta (lihat lampiran 29)

  No Kelompok Tes (%) Nilai Keterangan

  

Pretest Posttest Peningkatan Sig. (2-tailed)

  1 Kontrol 2,2 2,4 9,09 0,127 Tidak Berbeda

  2 Eksperimen 1,4 2,7 92,86 0,000 Berbeda Berdasarkan hasil analisis data yang ditujukkan pada tabel 17 ditemukan bahwa besar harga Sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,127 atau &gt;

  0,05, maka H diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara

  null

  skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi kenaikan yang signifikan skor pretest ke posttest pada kemampuan mencipta kelompok kontrol. Kenaikan yang terjadi sebesar 9,09%.

  Berdasarkan hasil analisis data yang ditujukkan pada tabel 17 ditemukan bahwa besar Sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,000 atau &lt; 0,05, maka H ditolak. Artinya terdapat perbedaan skor pretest dan posttest yang

  null

  signifikan pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi kenaikan yang signifikan skor pretest ke posttest pada kemampuan mencipta kelompok eksperimen. Kenaikan yang terjadi sebesar 92,86%.

4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest

  Uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Uji normalitas yang digunakan untuk mengetahui apakah selisih skor rata-rata

  pretest

  ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan

  mengevaluasi

  terdistribusi secara normal atau tidak yaitu uji Kolmogorov- Smirnov. Hasil analisis uji normalitas selisih skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mencipta dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 18. Hasil uji normalitas perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan mencipta (lihat lampiran 32) No Aspek Nilai Keterangan

  Sig. (2-tailed)

  1 Selisih skor kelompok kontrol 0,410 Normal

  2 Selisih skor kelompok eksperimen 0,528 Normal Berdasarkan tabel hasil uji normalitas perbedaan selisih skor kelompok kontrol kemampuan mencipta ditemukan bahwa besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,410 dan &gt; 0,05. Maka data tersebut terdistribusi secara normal. Sedangkan pada kelompok eksperimen, besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,528 &gt; 0,05. Maka data terdistribusi secara normal. Karena kedua data terdistribusi secara normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini adalah

  independent-samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistik yang diajukan sebagai berikut: H null : Tidak terdapat perbedaan selisih skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  H : Terdapat perbedaan selisih skor pretest dan posttest yang signifikan pada

  i kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05 H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dengan

  posttest

  pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

  2. Jika harga Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 , H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dengan

  posttest

  lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

  Hasil analisis dengan independen-samples test memiliki harga Levene’s 0,003 atau &lt; 0,05. Harga Levene’s &lt; 0,05 tersebut menunjukkan bahwa varian tidak homogen, dengan tingkat kepercayaan 95%. Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M = 1,35, SE = 0,24 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan menggunkan metode ceramah yang memiliki nilai M = 0,23, SE = 0,83, t(51,179) = -3,900, p &lt; 0,05. Tabel 19. Perbedaan selisih skor pretest ke posttest kemampuan mencipta (lihat lampiran 32) Hasil selisih Nilai Keterangan Sig.

  (2-tailed) Selisih kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,000 Berbeda

  Hasil analisis statistik pada uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest menunjukkan besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,000. Harga Sig. (2-tailed) tersebut &lt; 0,05, maka H null ditolak dan H i diterima. Artinya terdapat perbedaan selisih skor pretest dan posttest yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

  

Kemampuan Mencipta

  1.6 1.3456

  1.4

  1.2

  1

  0.8 Mean

  0.6

  0.4 0.2339

  0.2 selisih Kontrol Selisih Eksperimen Gambar 9. Selisih Skor pada kemampuan mencipta

4.1.2.4 Uji Perbedaan Besar Pengaruh Metode Inkuiri (effect size)

  Uji besar pengaruh tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta pada kedua kelompok. Besar koefisien korelasi r pada kelompok eksperimen dihitung berdasarkan rumus:

  = dengan cara mengubah harga Z menjadi harga r (Field, 2009:550).

  Diperoleh harga r sebesar 0,49. Sedangkan pada kelompok kontrol besar koefisien korelasi r pada kelompok eksperimen yang dihitung berdasarkan rumus (Field, 2009:332):

  2

  =

  • 2

  dengan mengubah harga t menjadi harga r: 0,27. Berdasarkan kriteria r = 0,10 (efek kecil), r = 0,30 (efek menengah), dan r = 0,50 (efek besar) (Field, 2009:57,179), maka besar pengaruh (effect size) penggunaan metode inkuiri kelompok eksperimen memiliki efek besar, sedangkan metode ceramah pada kelompok kontrol memiliki efek menengah.

  Harga r pada kelompok eksperimen yaitu 0,49 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 0,27. Besar persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kelompok eksperimen yaitu 24% sedangkan penggunaan metode ceramah pada kelompok kontrol yaitu 7%. Artinya metode inkuri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta sebesar 24%.

  Tabel 20. Besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta (lihat lampiran 34)

  2

df/N r R

  No Kelompok t/Z % Keterangan

  1 Kontrol 1,571 30 0,27 0,07 7 Efek menengah

  2 Eksperimen 3,924 31 0,49 0,24 24 Efek besar

4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh Data uji retensi pengaruh diperoleh dari skor posttest I dan posttest II.

  Tujuan uji retensi pengaruh ini yaitu untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditimbulkan masih kuat seperti pada posstest I. Uji retensi dilakukan dengan cara melakukan uji normalitas data terlebih dahulu. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil analisis statistik yang telah dilakukan (lihat lampiran 27) baik data pada kelompok kontrol maupun eksperimen terdistribusi secara normal. Analisis statistik yang digunakan adalah

  paired- samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.

  Hipotesis statistik yang diajukan adalah: H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II

  . Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan antara skor posttest I ke skor posttest II pada kemampuan mencipta. H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II.

  Dengan kata lain terjadi penurunan yang signifikan antara skor posttest I ke skor posttest II pada kemampuan mencipta. Kriteria yang digunakan adalah:

  1. Jika harga Sig. (2-tailed) &gt; 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

  posttest II.

  Dengan kata lain tidak terdapat penurunan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kemampuan mencipta.

2. Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest

  II

  . Dengan kata lain terdapat penurunan yang signifikan antara skor

  posttest I dan skor posttest II pada kemampuan mencipta.

  Tabel 21. Perbedaan skor posttest I ke posttest II kemampuan mencipta (lihat lampiran 35)

  Mean Sig. (2-tailed

  No Kelompok (%) ) Keputusan

  Posstest I Posttest II Penurunan

  1 Kontrol 2,41 2,39 0,83 0,931 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 2,72 2,65 2,57 0,719 Tidak berbeda Berdasarkan hasil uji paired-samples t-test dengan derajat kepercayaan

  95% pencapaian skor posttest I ke posttest II kemampuan mencipta pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri ditunjukkan dengan harga M = 0,07844, SE = 0,2162, t(31) = 0,363, p = 0,719 atau &gt; 0,05. Sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah memiliki harga M = 0,01613, SE = 0,18547, t(30) = 0,931 , p = 0,931 atau &lt; 0,05.

  Berdasarkan tabel 21 perbedaan skor posttest I ke posttest II kemampuan

  mencipta

  memiliki harga Sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol 0,931 atau &gt; 0,05 dan pada kelompok eksperimen 0,719 atau &gt; 0,05 maka H diterima dan H

  null i

  ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I ke

  posttest II

  0.50

  2.41

  2.40

  1.38

  2.72

  2.65

  0.00

  1.00

  pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain bahwa tidak terjadi penurunan skor posttest I ke posttest II yang signifikan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Perbedaan skor Pretest, Posttest I ke

  1.50

  2.00

  2.50

  3.00 Pretest Posttest 1 Posttest2 Kontrol Eksperimen

  Gambar 10. Hasil pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan mencipta

  Posttest II dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

  2.18

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

  2 Mencipta Kontrol

  1 Mengevaluasi Kontrol

  Berikut ini rangkuman tabel dari analisis data yang telah dilakukan pada penelitian ini.

  Tabel 22. Perbedaan skor pretest No Variabel Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Mengevaluasi 0,390 Tidak berbeda

  2 Mencipta 0,000 Berbeda

  Tabel 23. Perbedaan skor pretest ke posttest No Variabel Kelompok Rerata Test Peningkatan

  (%) Nilai

  Signifikansi Keterangan

  Pretest

  2,86

  2,31 13,41 0,000 Berbeda

  Posttest

  2,62 Eksperimen Pretest 2,42 20,83 0,000 Berbeda

  Posttest

  2,72

  Posttest

  2,41 Eksperimen Pretest 1,38 92,86 0,000 Berbeda

  2,18 9,09 0,127 Tidak Berbeda Posttest

  Pretest Tabel 24. Perbedaan selisih skor pretest ke posttest Nilai Signifikansi Keterangan

  No Variabel 0,346 Tidak berbeda

  Mengevaluasi

  1 0,000 Berbeda

  Mencipta

  2 Tabel 25. Besar pengaruh metode inkuiri 2

  t/Z df r R

  No Variabel Kelompok % Keterangan

  1 Mengevaluasi Kontrol 4,094 30 0,60 0,36 36 Efek besar Eksperimen 4,371 31 0,62 0,38 38 Efek besar

  2 Mencipta Kontrol 1,571 30 0,27 0,07 7 Efek kecil Eksperimen 3,924 31 0,49 0,24 24 Efek menengah

  Tabel 26. Retensi pengeruh

  Sig. (2-

  No Variabel Kelompok Rerata Test (%) Keputusan

  tailed Posstest Posttest Penurunan )

  I II

  1 Mengevaluasi Kontrol 2,63 2,60 1,14 0,880 Tidak berbeda Eksperimen 2,87 2,81 2,09 0,677 Tidak berbeda

  Mencipta

  2 Kontrol 2,41 2,39 0,83 0,931 Tidak berbeda Eksperimen 2,72 2,65 2,57 0,719 Tidak berbeda

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengevaluasi

  Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi. Hal tersebut ditujukkan oleh harga Sig. (2-tailed) 0,346 atau &gt; 0,05 pada uji perbedaan selisih skor pretest ke

  posttest

  . Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor

  pretest

  ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut juga dapat dilihat pada gambar 7 (selisih skor pada kemampuan mengevaluasi) terlihat tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Persentase tidak terjadinya kenaikan pada kelompok eksperiman dimungkinkan oleh kemampuan mengevaluasi yang memadai telah dimiliki oleh siswa. Para siswa tidak banyak mengalami kesulitan dalam bereksperimen saat pembelajaran berlangsung. Salah satu contohnya adalah pada saat siswa melakukan eksperimen pada materi “cahaya dapat menembus benda bening”. Pada saat melakukan eksperimen, siswa mengumpulkan berbegai benda yang mereka miliki dan yang mereka jumpai. Benda-benda tersebut antara lain jaket, buku, kertas, plastik bening, plastik hitam, plastik putih susu, botol air mineral, kertas karton, kain bendera, baju, batu, potongan keramik, dan tissu. Berbagai benda yang telah dikumpulkan satu persatu disorot dengan lampu senter. Siswa dengan mudah mengelompokkan benda-benda tersebut sesuai dengan kelompoknya. Siswa mampu membendakan antara benda bening, benda buram, dan benda gelap.

  Para siswa mempunyai kemampuan mengevaluasi yang cukup memadai sehingga para siswa mampu memecahkan persoalan yang diberikan dengan tepat. Siswa mampu menjawab soal dengan tepat baik pada pretest maupun posttest meskipun untuk menjawab soal harus memenuhi tiga kriteria yang telah ditentukan. Kriteria tersebut yaitu siswa mesti mampu memilih benda yang dapat meneruskan cahaya dengan sempurna, siswa mesti memilih kacamata yang paling efektif untuk melihat tulisan, dan siswa mesti membedakan dengan kacamata mana tulisan dapat dibaca dengan jelas atau tulisan sangat terlihat. Siswa tidak mempunyai rasa takut untuk bertanya. Siswa mengajukan pertanyaan mengenai istilah yang tidak dimengerti kepada guru mesti pada saat melakukan eksperimen.

4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuri terhadap Kemampuan Mencipta

  Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mencipta. Hal tersebut dapat ditujukkan oleh harga Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau &lt; 0,05 pada uji perbedaan selisih skor

  pretest

  ke posttest. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan posttest kelompok eksperimen. Hal tersebut juga dapat dilihat pada gambar 9 (selisih skor pada kemampuan mencipta) terlihat ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol grafik tidak mengalami peningkatan, tetapi pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan kreativitas siswa untuk membuat sesuatu yang baru. Berbeda dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode inkuiri atau menggunakan metode ceramah. Dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri efektif untuk meningkatkan kemampuan mencipta dan metode ceramah kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan mencipta.

  Para siswa kelompok eksperimen memperoleh skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mampu menjelaskan persoalan yang diajukan dengan runtut. Hal tersebut semakin didukung dengan proses pembelajaran inkuiri. Proses pembelajaran yang menyajikan langkah-langkah pembelajaran dengan runtut. Proses tersebut dapat dilihat dari lembar kerja siswa. Langka-langkah yang dilakukan selama belajar membuat siswa semakin memahami bagaimana cara berpikir yang terstruktur. Cara berpikir yang terstruktur, kritis dan objektif membuat siswa dengan mudah menyusun elemen-elemen menjadi suatu hal yang utuh. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran sehingga seluruh siswa serius mengikuti pembelajaran. Saat melakukan eksperimen semua siswa tertib dalam melakukan langkah-langkah eksperimen. Hal ini membuat percobaan atau eksperimen yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Siswa dapat memperoleh pemahaman yang baik dari eksperimen yang dilakukan. Penggunaan alat peraga yang sesuai dengan materi membuat siswa memiliki rasa penasaran dan tertarik untuk belajar.

  Siswa sangat tertarik untuk melakukan eksperimen. Hal ini terlihat kelompok dan sangat teliti. Salah satu contohnya adalah pada materi “cahaya dapat diuraikan”. Para siswa berusaha mencari posisi yang tepat untuk memperoleh sinar matahari yang paling terang dengan cara ke luar kelas dan berpendah-pindah tempat. Para siswa ingin mengetahui penguraian cahaya putih yang dipancarkan oleh sinar matahari. Para siswa benar-benar ingin membuktikan bahwa cahaya putih yang dimiliki matahari tersusun dari beberapa warna.

  Materi sifat-sifat cahaya juga bisa memberikan jawaban mengenai beberapa peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Peristiwa pembiasan yang biasa dijumpai oleh siswa seperti dasar kolam yang airnya jernih nampak lebih dangkal atau tiang jembatan yang ada di dalam air nampak bengkok. Materi sifat-sifat cahaya menambah pengetahuan mereka mengenai cahaya.

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan dibahas kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan

  saran. Bagian kesimpulan berisi tentang hasil penelitian. Bagian keterbatasan penelitian akan memaparkan keterbatasan-keterbatasan yang dialami dalam pelaksanaan penelitian ini. Bagian saran berisi saran bagi penelitian selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

  Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hipotesis yang telah diajukan dari penelitian yang telah dilakukan di SD Kanisius Sengkan pada mata pelajaran

  IPA dengan materi sifat-sifat cahaya dengan menggunakan metode inkuiri sebagai berikut.

  1. Penggunan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis statistik pada uji selisih skor pretest ke posttest, besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,346. Harga Sig. (2-tailed) tersebut &gt; 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak. Dengan kata lain metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi r = 0,62 yang memiliki pengaruh sebesar 38%. Retensi pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig. (2-

  tailed

  ) 0,880, dan 0,677. Harga Sig. (2-tailed) tersebut &gt; 0,05 maka H null diterima dan H ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan

  i

  antara posttest I dan posttest II baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  2. Penggunan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis statsistik pada uji selisih skor rata-rata, besar harga Sig. (2-tailed) adalah 0,000. Harga Sig.

  (2-

  tailed) tersebut &lt; 0,05, maka H ditolak dan H diterima. Dengan kata

  null i

  lain metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan

  mecipta

  . Besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta ditunjukkan dengan harga koefisien korelasi r = 0,49 yang memiliki pengaruh sebesar 24%. Retensi pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mencipta kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki harga Sig. (2-tailed) 0,931, dan 0,719. Harga Sig. (2-

  tailed

  ) tersebut &gt; 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

5.2 Keterbatasan Penelitian

  Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu:

  1. Instrumen menggunakan istilah yang kurang dikenal oleh siswa. Contoh istilah yang kurang dikenal oleh siswa pada soal yang mengukur kemampuan mengevaluasi adalah istilah “remang-remang” dan pada soal yang mengukur kemampuan mencipta adalah cahaya dapat “dibiaskan”. tersebut diindikasikan dengan siswa bertanya kepada guru mengenai arti istilah tersebut pada saat dilakukan pretest.

  2. Proses belajar mengajar berlangsung kekurangan waktu. Waktu yang disedikan dalam setiap pertemuan ialah dua jam pelajaran (80 menit). Dua jam pelajaran yang disediakan ini baru bisa mengakomodasi langkah pembelajaran inkuiri pada langkah ke-6 yaitu mempresentasikan hasil. Dua jam pelajaran ini belum mencukupi agar semua kelompok bisa mempresentasikan hasil eksperimen mereka.

3. Alat peraga yang dibutuhkan untuk penelitian tidak tersedia di sekolah.

  Materi sifat-sifat cahaya membutuhkan beberapa alat peraga untuk membuktikan pada siswa bahwa peristiwa ini sungguh terjadi dalam peristiwa nyata. Beberapa sifat cahaya seperti memantulan dan menembus benda bening mungkin lebih mudah dibuat alat peraganya karena bisa menggunakan kaca pantul dan juga kaca bening. Namun sifat cahaya seperti penguraian cahaya dan pembiasan cahaya agak susah untuk diperagakan dalam suatu percobaan sederhana. Peristiwa penguraian dan pembiasan cahaya membutuhkan alat peraga khusus agar siswa benar- benar mengerti peristiwa tersebut. Pada peristiwa pembiasan cahaya siswa hanya bisa mengamati sedotan yang terlihat patah atau uang logam yang nampak lebih besar namun siswa tidak dapat mengamati secara langsung bagaiaman berkas-berkas cahaya yang datang dibiaskan oleh air. Alat peraga untuk melihat pembiasan cahaya dimana siswa sungguh melihat garis-garis cahaya yang membias cukup sulit diperoleh.

5.3 Saran

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013, peneliti menyampaikan beberapa saran bagi peneliti selanjutnya yaitu:

  1. Penggunaan istilah dalam instrumen penelitian mesti telah dikenal oleh siswa. membuat kelompok presentasi secara bergilir. Urutan kelompok presentasi hanya diketahui oleh peneliti.

  3. Membuat sendiri alat peraga yang dibutuhkan untuk penelitian.

DAFTAR REFERENSI

  Anderson, L.W. &amp; David R.K. 2001. Kerangka landasan untuk pembelajaran,

  pengajaran dan assesmen.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Arikunto, S. (2009) Dasar-dasar evaluasi pendidikan edisi revisi. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, S. (2010). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Choiril, A., Wigati, H.O.&amp; Rohana, K. (2008). IPA 5 saling temas untuk Kelas

  V SD/MI . Jakarta: Pusat Perbukuan Departemenn Pendidikan.

  Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage. Ghozali, I. (2007). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.

  Semarang: Undip. Hadisubroto, T., Nuraini &amp; Sumiarsih. (2001). Meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran IPA di kelas III SD melalui pengalaman langsung. Jurnal ilmu pendidikan, Mei 2001, Jilid 8, Nomor 2. Hal. 161-170. Hamalik, O. (2003). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Jacobsen, D.A., Paul, E. &amp; Donald, K. (2009). Methodes for teaching metode-

  metode pengajaran meningkatkan belajar siswa TK-SMA Edisi ke-8 .

  Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jamaluddin. (2009). Pemberdayaan berpikir melalui pertanyaan dan strategi kooperatif untuk meningkatkan keterampilan metakognitif siswa.

  

Jurnal ilmu pendidikan jilid 16, Nomor 3, Oktober 2009.

  Malang: LPTK dan ISPI. Hal. I91-206. Jamaluddin. (2010). Kemampuan berpikir kreatif siswa SD dalam pembelajaran IPA. Jurnal ilmu pendidikan jilid 17, Nomor 3, Oktober

  2010.

  Malang: LPTK dan ISPI. Hal. 202-209. Johnson, B. &amp; Christensen, L. (2008). Educational research, quantitative,

  qualitative, and mixed approaches, third edition

  . California: Sage Publications. Khafid, S. (2010). Pembelajaran kooperatif model investigasi kelompok, gaya kognitif, dan hasil belajar geografi. Jurnal ilmu pendidikan, jilid 17,

  nomor 1, Februari 2010, hal:73-78. Krathwohl,D.R. (1998). Methods of educational and social science research, an intregrated approach, second edition.

  Illinois: Waveland. Kurnianingsih, D.I . (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap

  prestasi belajar

  dan berpikir kritis kategori kognitif pada

  matapelajaran

  IPA SDK Sorowajan Yogyakarta(tidak diterbitkan)

  .Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Lestari, M.S. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan(tidak diterbitkan)

  . Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Mulyasa. (2007). Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran

  kreatif dan menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Priyatno, D. (2012). Belajar praktis parametrik dan non parametrik dengan

  SPSS . yogyakarta: gava media.

  Putriyana, S.N. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

  menerapkan

  danmencipta pada pelajaran IPA di SDK Sengkan (tidak

  diterbitkan)

  .Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Ratri, I.D. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi

  belajar

  dan berpikir kritis kategori afektif khusus pada mata pelajaran

  IPA SDK Demangan Baru 1 Yogyakarta(tidak diterbitkan)

  .Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.

  Samatowa, H.S. (2001). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. Sanjaya, W. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses

  pendidikan . Jakarta: Kencana.

  Sarwono. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta:Andi Offset. Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan danpengembangan. Jakarta: Kencana. Soetjipto, B.E. (2001). Inquiry as a method of implementing active

  learning .Jurnal Ilmu Pendidikan, Agustus 2001, Jilid 8, Nomor 3. Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,

  kualitatif, dan R&amp;D. Bandung: Alfabeta.

  Sukardi. (2008). Evaluasi pendidikan: prinsip dan operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara. Sulistyowati, L.F. &amp; Dodo, H. (2011). Ayo belajar ilmu pengetahuan alam

  kelas V SD . Yogyakarta: Kanisius.

  Surapranata, S. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas, daninterpretasi hasil

  tes . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Tessier, J. (2010). Journal of college science teaching july/august 2010. Tim Penyususn Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus besar bahasa indonesia

  edisi ketiga . Jakarta: Balai Pustaka.

  Tim Redicta. (2007). Ensiklopedia ilmu pengetahuan alam fisika. Semarang: Aneka Ilmu. Trianto. (2010). Mendesain pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan

  (KTSP).

  Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Tunnicliffe, S.D.&amp; Catherine, U. (2011). Early biology: the critical years for

  learning, Journal of biological education

  .USA: Department of Biological Sciences, Northern Arizona University, Flagstaff AZ. Yuniarto, Y. (2007). Cahaya dan sifat-sifatnya. Jakarta: Ganeca Exact

  Lampiran 1: Silabus

  Lampiran 2: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Eksperimen

  Lampiran 3: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelompok Kontrol

  Lampiran 4. Soal Esai

  Nama : _________________ No. Absen :_________________

MATI LAMPU

  Hari itu hujan begitu deras, Nina berada di rumah sendiri, seketika listrik padam. Terlintas dalam pikirannya untuk meraba-raba mencari senter agar dapat melihat benda-benda yang ada di sekitarnya. Nina segera menghidupkan senter tersebut agar dapat melihat benda di sekitarnya.

  Benda dapat terlihat oleh mata kita apabila terkena cahaya. Agar dapat melihat semua benda di sekitar ruangan, Nina pergi mencari lilin yang ada di kantong plastik hitam untuk dinyalakan. Nina meletakkan lilin di tengah ruangan. Cahaya dari lilin bersifat menyebar ke segala arah, sehingga benda di sekitar lilin dapat terlihat. Benda yang tidak terkena cahaya dari lilin tidak dapat terlihat. Benda yang tidak terkena cahaya lilin secara langsung dapat terlihat jika terkena cahaya lilin yang dipantulkan oleh cermin.

  Cahaya yang melewati celah pintu terlihat lurus. Cahaya akan selalu merambat lurus pada setiap benda yang dapat ditembusnya. Sebagian sinar lilin yang menembus keluar kaca jendela membuat benda-benda di luar dapat terlihat.

  Nina berharap lampu akan segera menyala. Nina sengaja memainkan pulpen transparan dan senternya untuk membuat pelangi dari cahaya lampu senter karena bosan. Pelangi ini terbentuk melalui cahaya lampu senter yang diuraikan oleh pulpen transparan sehingga cahaya yang dihasilkan menjadi berbagai warna- warni.

  Nina memutuskan untuk membaca buku pelajaran dan meminum susu yang sudah dia buat dari tadi, namun tulisan di buku tersebut terlihat kabur. Setelah memakai kacamata pandangannya menjadi jelas karena disebabkan adanya pembiasan cahaya pada kacamata yang merubah titik fokus pemakai.

  

Berdasarkan kasus di atas jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan

tepat!

  1. Sebutkan 5 sifat cahaya dan berikanlah contoh peristiwa yang menunjukkan masing-masing sifat cahaya tersebut! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ _____________________________________________________________

  2. Sebutkan 3 hal yang dapat kamu lakukan agar dapat melihat dalam keadaan gelap pada malam hari? Berikan alasanmu! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ _____________________________________________________________

  3. Bagaimana tahap-tahappemantulan cahaya, jelaskan dengan menggunakan salah satu media? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ Tuliskan 3 benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baik! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  4. Coba kelompokkan benda-benda berikut ini berdasarkan sifatnya! Berilah tanda (√) pada jawaban yang kamu pilih.

  

No. Nama Benda Benda Bening Benda Buram Benda Gelap

  1. Pintu kayu

  2. Kantong plastik hitam

  3. Pulpen transparan

  4. Kaca jendela

  5. Kertas

  6. Buku

  7. Meja kayu

  8. Cermin

  9. Kacamata bening

  10. Air susu Manakah dari benda-benda di atas yang dapat ditembus oleh cahaya dengan baik? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ Mengapa benda-benda tersebut dapat ditembus oleh cahaya dengan baik? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  5. Isilah titik-titik pada tabel di bawah ini dengan jawaban baik atau buruk dan berilah alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu tulis! Kacamata Hitam Kacamata Bening

  Tempat gelap Tempat terang Tempat gelap Tempat terang dalam ruangan dalam ruangan dalam ruangan dalam ruangan Membaca buku ....................... .................. ....................... .................... selama 1 jam Alasan ....................... .................... ...................... ...................

  Bagaimana tulisan yang terlihat pada buku, jika kamu membacanya selama 1 jam di tempat remang-remang dengan menggunakan kacamata bening? ______________________________________________________________ Berikan alasanmu! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  6. Buatlah rancangan percobaan yang membuktikan bahwa cahaya dapat dibiaskan dengan menyebutkan alat dan bahan serta langkah percobaannya! a. Rumusan masalah (pertanyaan dimulai dengan kata tanya “Apakah...?”) Contoh rumusan masalah: Apakah cermin dapat memantulkan cahaya yang mengenainya? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  b. Hipotesis (jawaban sementara dari rumusan masalah) Contoh hipotesis (H o ): Cermin dapat memantulkan cahaya yang mengenainya.

  (H 1 ): Cermin tidak dapat memantulkan cahaya yang mengenainya. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  c. Alat dan bahan ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  d. Langkah-langkah percobaan ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  e. Kesimpulan: jawaban atas percobaan Contoh kesimpulan: Cermin dapat memantulkan cahaya yang mengenainya. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  Lampiran 5. Kunci Jawaban Soal Esai

  1. 5 sifat cahaya:

  a. Cahaya merambat lurus-cahaya melewati celah pintu

  b. Cahaya dapat dibiaskan-cahaya melewati lensa pada kacamata

  c. Cahaya dapat dipantulkan-pemantulan cahaya pada cermin

  d. Cahaya menembus benda bening-menembus kaca jendela sehingga terlihat benda di luar e. Cahaya dapat diuraikan-pelangi yang dibuat dari pulpen transparan dan cahaya senter

  2. Agar dapat melihat dalam keadaan gelap, kita harus menyalakan senter, menyalakan lilin, menyalakan lampu emergensi, menyalakan korek api, lampu HP. Karena dengan menyalakan sumber cahaya kita dapat melihat benda yang terkena cahaya, benda akan memantulkan cahaya ke mata kita sehingga kita dapat melihatnya.

3. Tahap pemantulan cahaya

  Contoh penjelasan dengan menggunakan media

  a. Cahaya datang mengenai kaca

  b. Kemudian cahaya dipantulkan oleh kaca

  c. Cahaya memantul mengenai mata kita 3 benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baik adalah cermin, air, kaca spion, kaca, dsb

  

Kunci Jawaban

4. Analisis

  2. Kantong plastic hitam √

  3. Pulpen transparan √

  4. Kaca jendela √

  5. Kertas √

  6. Buku √

  7. Meja kayu √

  8. Cermin √

  9. Kacamata √

  10. Air susu √  Benda-benda yang dapat ditembus cahaya adalah pulpen transparan, kaca jendela, kacamata  Benda-benda tersebut dapat ditembus cahaya karena sifat cahaya adalah dapat menembus benda bening.

  1. Pintu √

  

No. Nama Benda Benda Bening Benda Buram Benda Gelap

  5. Isilah titik-titik pada tabel di bawah ini dengan jawaban baik atau buruk dan berilah alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu tulis! Kacamata Hitam Kacamata Bening

  Tempat gelap Tempat terang Tempat gelap Tempat terang Dalam ruangan Dalam ruangan Dalam ruangan Dalam ruangan

  Membaca Selama 1 Buruk Baik Buruk Baik jam Alasan Tulisan tidak Tulisan terlihat Tulisan tidak Tulisan sangat terlihat terlihat terlihat Tulisan pada buku: Sangat terlihat Berikan alasanmu: karena kacamata bening dapat meneruskan cahaya yang melewatinya dengan sempurna sehingga tulisan sangat terlihat

6. Cahaya dapat dibiaskan

  a. Rumusan masalah: Apakah cahaya dapat dibiaskan?

  b. Hipotesis: (H ) cahaya dapat dibiaskan, (H 1 ) cahaya tidak dapat dibiaskan.

  c. Alat dan bahan:

  • sedotan
  • Gelas bening
  • air putih bening

  d. Langkah-langkah:

  1. Ambillah gelas, isi dengan air sampai hampir penuh!

  2. Kemudian masukkan sedotan ke dalam gelas tersebut!

  3. Amati sedotan dalam air dari arah samping gelas!

e. Kesimpulan percobaan:

  • Cahaya dapat dibiaskan - Cahaya tidak dapat dibiaskan.
Lampiran 6. Rubrik Penilaian

  

No Variabel Aspek Kriteria Skor

Soal

  Jika menyebutkan benda yang dapat meneruskan cahaya

  4 dengan sempurna secara sangat tepat. Jika menyebutkan benda yang dapat meneruskan cahaya

  3 Memeriksa dengan sempurna secara tepat Jika menyebutkan benda yang dapat meneruskan cahaya

  2 dengan sempurna secara sangat kurang tepat Jika menyebutkan benda yang dapat meneruskan cahaya

  1 dengan sempurna secara sangat tidak tepat atau salah /tidak menjawab. Jika memberika alasan bahwa benda dapatmeneruskan cahaya dalam kolom alasan yang tersedia dengan 4 jawaban

  4 yang tepat Jika memberika alasan bahwa benda dapatmeneruskan

  Mengritik cahaya dalam kolom alasan yang tersedia dengan 3 jawaban 3 yang tepat

  Jika memberika alasan bahwa benda dapatmeneruskan

  Mengevaluasi

  5 cahaya dalam kolom alasan yang tersedia dengan 2 jawaban 2 yang tepat

  Jika memberika alasan bahwa benda dapatmeneruskan cahaya dalam kolom alasan yang tersedia dengan 1 jawaban 1 yang tepat atau salah semua/tidak menjawab.

  Jika menjelaskan alasan benda yang dapat meneruskan

  4 cahaya dengan sempurna secara sangat tepat. Jika menjelaskan alasan benda yang dapat meneruskan

  3 Menguji cahaya dengan sempurna secara tepat. Jika menjelaskan alasan benda yang dapat meneruskan

  2 cahaya dengan sempurna secara kurang tepat. Jika menjelaskan alasan benda yang dapat meneruskan

  1 cahaya dengan sempurna secara tidak tepat atau salah /tidak menjawab. Jika menentukan baik atau buruk benda yang dapat

  4 meneruskan cahaya dalam kolom yang tersedia dengan 4 Menilai jawaban yang tepat

  Jika menentukan baik atau buruk benda yang dapat

  3 meneruskan cahaya dalam kolom yang tersedia dengan 3 jawaban yang tepat Jika menentukan baik atau buruk benda yang dapat

  2 meneruskan cahaya dalam kolom yang tersedia dengan 2 jawaban yang tepat Jika menentukan baik atau buruk benda yang dapat

  1 meneruskan cahaya dalam kolom yang tersedia dengan 1 jawaban yang tepat atau salah semua/tidak menjawab. Jika membuat rumusan masalah percobaan yang sangat

  4 sesuai dengan tujuan percobaan Merumuskan

  Jika membuat rumusan masalah percobaan yang sesuai

  3 dengan tujuan percobaan Jika membuat rumusan masalah percobaan yang kurang

  2 sesuai dengan tujuan percobaan Jika membuat rumusan masalah percobaan yang tidak sesuai

  1 dengan tujuan percobaan dan tidak menjawab

  

No Variabel Aspek Kriteria Skor

Soal

  Jika membuat rumusan hipotesis sangat konsisten dengan

  4 Membuat rumusan masalah dan tepat hipotesis Jika membuat rumusan hipotesis konsisten dengan rumusan

  3 masalah dan tepat Jika membuat rumusan hipotesis kurang konsisten dengan

  2 rumusan masalah dan kurang tepat Jika membuat rumusan hipotesis tidak konsisten dengan

  1 rumusan masalah dan tidak tepat serta tidak menjawab

  Mencipta 6.

  Jika merancang percobaan dengan langkah-langkah sangat

  4 Mendesain tepat serta alat dan bahan sangat komplit Jika merancang percobaan dengan langkah-langkah tepat

  3 serta alat dan bahan sangat komplit Jika merancang percobaan dengan langkah-langkah kurang

  2 tepat serta alat dan bahan komplit Jika merancang percobaan dengan langkah-langkah tidak

  1 tepat serta alat dan bahan komplit serta tidak menjawab Jika membuat percobaan dengan langkah-langkah sangat tepat, alat dan bahan sangat komplit serta penarikan

  4 kesimpulan sangat tepat Memproduksi Jika membuat percobaan dengan langkah-langkah sangat tepat, alat dan bahan sangat komplit serta penarikan

  3 kesimpulan tepat Jika membuat percobaan dengan langkah-langkah tepat, alat dan bahan kurang komplit serta penarikan kesimpulan

  2 kurang tepat. Jika membuat percobaan dengan langkah-langkah tidak

  1 tepat, alat dan bahan tidak komplit, penarikan kesimpulan tidak tepat serta tidak menjawab

  Lampiran 7. Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA

  Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VB/II Hari, Tanggal : 13 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya merambat lurus dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya merambat lurus untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya merambat lurus 4. Membedakan sifat cahaya merambat lurus dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya merambat lurus berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya merambat lurus II.

   Petunjuk kerja siswa

  1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti 3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

  III. Kegiatan belajar

  1. Tentukan rumusan masalah! Tuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “Apakah” dari percobaan yang akan kamu lakukan! Contoh: Apakah cahaya lilin dapat terlihat dari lubang karton ketiga? _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  2. Buatlah hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Contoh: (H null ) : Cahaya lilin tidak dapat terlihat dari lubang karton ketiga.

  (H i ) : Cahaya lilin dapat terlihat dari lubang karton ketiga. ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________

  3. Tentukan alat dan bahan percobaan! _____________________________________________________________________

  _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________

  5. Amati dan tuliskan apa yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  6. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Contoh: Cahaya lilin dapat terlihat dari lubang karton ketiga.

  _______________________________________________________________________ _______________________________________________________________________

  Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VB/II Hari, Tanggal : 13 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya merambat lurus dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya merambat lurus untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya merambat lurus 4. Membedakan sifat cahaya merambat lurus dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya merambat lurus berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya merambat lurus II.

   Petunjuk kerja siswa

  1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti 3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  1. Rumusan masalah! “apakah cahaya dapat merambat lurus?”

  2. Hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Cahaya dapat merambat lurus.

  3. Alat dan bahan:

  a. 3 potong kertas karton yang berlubang di tengah-tengahnya

  b. kayu penjepit

  c. 1 buah meja tulis

  d. Lilin

  e. korek api

4. Langkah-langkah percobaan

  a. Jepitlah tiga kertas karton yang telah dilubangi tengahnya dengankayu penjepit! b. Letakkan tiga kertas karton berjajar di atas meja!

  c. Dekatkan lilin dan nyalakan di dekat karton yang ketiga!

  d. Luruskan nyala lilin dengan lubang karton!

  e. Dapatkah kamu melihat cahaya lilin? f. Geser salah satu karton (lubangnya tidak lurus)!

  g. Amati bagaimana perambatan cahayanya!

5. Yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan!

  a. Bagaimanakah arah cahaya yang menembus

  b. Mengapa demikian?

6. Kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan! Cahaya dapat merambat lurus.

  

LEMBAR KERJA SISWA

  Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 15 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya menembus benda bening dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya menembus benda bening untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya menembus benda bening 4. Membedakan sifat cahaya menembus benda bening dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya menembus benda bening berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya menembus benda bening II.

   Petunjuk kerja siswa

  1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti 3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

  III. Kegiatan belajar

  1. Tentukan rumusan masalah! Tuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “Apakah” dari percobaan yang akan kamu lakukan! Contoh: Apakah cahaya lilin dapat menembus plastik bening? _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  2. Buatlah hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Contoh: (H ) : Cahaya lilin tidak dapat menembus plastik bening.

  null (H i ) : Cahaya lilin dapat menembus plastik bening.

  _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  3. Tentukan alat dan bahan percobaan! _____________________________________________________________________

  _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! _____________________________________________________________________ ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________

  5. Amati dan tuliskan apa yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________

  6. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Contoh: Cahaya lilin dapat menembus plastik bening.

  _______________________________________________________________________ _______________________________________________________________________

  Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 15 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya menembus benda bening dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya menembus benda bening untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya menembus benda bening 4. Membedakan sifat cahaya menembus benda bening dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya menembus benda bening berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya menembus benda bening II.

   Petunjuk kerja siswa

  1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti 3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  2. Hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Cahaya dapat menembus benda bening

  3. Alat dan bahan

   lampu senter

   Batu  Gelas

   kaca bening

   Karton  Gelas kaca berwarna cokelat

   Plastik tipis bening

   Meja  Kaleng

  1. Rumusan masalah! Apakah cahaya dapat menembus benda bening?

4. Langkah-langkah percobaan dengan runtut!

  a. Letakkan benda-benda tersebut di atas meja!

5. Yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan!

  6. Buku √

  Cahaya dapat menembus benda bening

  10. Air susu √

  9. Kaca mata √

  8. Cermin √

  7. Meja kayu √

  5. Kertas √

  b. Nyalakan lampu senter!

  4. Kaca jendela √

  3. Pulpen transparan √

  2. Kantong plastic hitam √

  1. Pintu √

  

No. Nama Benda Benda Bening Benda Buram Benda Gelap

  Tuliskan pengamatanmu pada tabel berikut! Berilah tanda (√) pada jawaban yang kamu pilih!

  c. Sinari dengan lampu senter masing-masing benda tersebut!

6. Kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan!

  Lembar Kerja Siswa

  Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 18 februari 2013 Kelompok : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya dapat dipantulkan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat dipantulkan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat dipantulkan

  4. Membedakan sifat cahaya dapat dipantulkan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat dipantulkan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat dipantulkan II.

   Petunjuk kerja siswa 1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

  III. Kegiatan belajar

  1. Tentukan rumusan masalah! Tuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “Apakah” dari percobaan yang akan kamu lakukan! Contoh: Apakah besar sudut sinar pantul sama dengan besar sudut sinar datang? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  2. Buatlah hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Contoh: (H null ) : Besar sudut sinar pantul tidak sama dengan besar sudut sinar datang.

  (H ) : Besar sudut sinar pantul sama dengan besar sudut sinar datang.

  i

  ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  ______________________________________________________________

  3. Tentukan alat dan bahan percobaan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  5. Amati dan tuliskan apa yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  6. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Contoh: Sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air terlihat patah ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 18 februari 2013 Kelompok : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya dapat dipantulkan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat dipantulkan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat dipantulkan

  4. Membedakan sifat cahaya dapat dipantulkan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat dipantulkan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat dipantulkan II.

   Petunjuk kerja siswa 4. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  5. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  6. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  1. Rumusan masalah Apakah cahaya dapat dipantulkan?

  2. Hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan Cahaya dapat dipantulkan.

  3. Alat dan bahan percobaan!

  a. Senter

  b. Kaca

  c. Kertas

  d. Penggaris

  e. Pensil

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! a. Letakkan kertas yang telah diberi garis di atas meja. c b a

  b. Letakkan cermin pada sisi garis vertikal dan gambarlah kaca dengan menggaris pada tepinya.

  c. Sorotlah menggunakan senter melalui masing-masing garis.

  d. Buatlah garis sinar pantul pada kertas berdasarkan sinar pantul dari masing-masing garis. temu sinar dan kaca.

  f. Yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! Garis a memiliki sudut pantul paling besar.

  Sudut datang besarnya sama dengan sudut pantul.

  g. Kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Cahaya dapat dipantulkan.

  

Lembar Kerja Siswa

  Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 20 Februari 2013 Kelompok : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya dapat dibiaskan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat dibiaskan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat dibiaskan

  4. Membedakan sifat cahaya dapat dibiaskan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat dibiaskan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat dibiaskan II.

   Petunjuk kerja siswa 1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  1. Tentukan rumusan masalah! Tuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “Apakah” dari percobaan yang akan kamu lakukan! Contoh : Apakah sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air terlihat patah? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  2. Buatlah hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Contoh: (H null ) : Sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air tidak terlihat patah.

  (H i ) : Sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air terlihat patah. ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  3. Tentukan alat dan bahan percobaan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  5. Amati dan tuliskan apa yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  6. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Contoh: Sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air terlihat patah ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 20 Februari 2013 Kelompok : Eksperimen I.

   Indikator

1. Menyebutkan sifat cahaya dapat dibiaskan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat dibiaskan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat dibiaskan

  4. Membedakan sifat cahaya dapat dibiaskan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat dibiaskan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat dibiaskan II.

   Petunjuk kerja siswa 1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  1. Rumusan masalah!

  2. Hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Cahaya dapar dibiaskan.

  3. Alat dan bahan percobaan!

  a. Penggaris

  b. Kaca blok

  c. Pensil

4. Langkah-langkah percobaan dengan runtut!

  Percobaan I a. Letakkan kertas yang telah diberi garis di atas meja. c b a

  b. Letakkan kaca blok pada sisi garis vertikal dan gambarlah kaca dengan menggaris pada tepinya.

  c. Buatlah garis lanjutan yang lurus melalui penglihatan pada seberang kaca menggunakan penggaris.

  d. Angkatlah kaca blok dari atas kertas.

6. Yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! a. Garis c tetap lurus ketika dihubungkan.

b. Garis a dan b bengkok ketika dihubungkan.

  7. Kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Cahaya dapat dibiaskan karena cahaya berbelok ketika melewati medium yang berbeda kerapatannya Percobaan II:

  1. Rumusan masalah: apakah cahaya dapat dibiaskan? 2. Hipotesis: cahaya dapat dibiaskan.

  3. Alat dan bahan:

  a. Sedotan

  b. Gelas bening c. air putih bening/air bersih.

4. Langkah-langkah:

  a. Ambillah gelas, isi dengan air sampai hampir penuh!

  b. Kemudian masukkan sedotan ke dalam gelas tersebut!

  c. Amati sedotan dalam air dari arah samping gelas!

5. Kesimpulan percobaan: Cahaya dapat dibiaskan karena cahaya berbelok ketika melewati medium yang berbeda kerapatannya.

  

Lembar Kerja Siswa

  Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 22 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya dapat diuraikan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat diuraikan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat diuraikan 4. Membedakan sifat cahaya dapat diuraikan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat diuraikan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat diuraikan II.

   Petunjuk kerja siswa 1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

  III. Kegiatan belajar

  1. Tentukan rumusan masalah! Tuliskan rumusan masalah dengan menggunakan kata tanya “Apakah” dari percobaan yang akan kamu lakukan! Contoh: Apakah lingkaran warna terlihat berwarna putih saat berputar? ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  2. Buatlah hipotesis dari rumusan masalah yang telah ditentukan! Contoh: (H null ) : Lingkaran warna terlihat tidak berwarna putih saat berputar.

  (H ) : Lingkaran warna terlihat berwarna putih saat berputar.

  i

  ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  3. Tentukan alat dan bahan percobaan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  4. Tuliskan langkah-langkah percobaan dengan runtut! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  5. Amati dan tuliskan apa yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan! ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________ ______________________________________________________________

  6. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Contoh: Lingkaran warna terlihat berwarna putih saat berputar.

  ______________________________________________________________

  Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa Sekolah : SDK Sengkan Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/II Hari, Tanggal : 22 Februari 2013 Kelas : Eksperimen I.

   Indikator

  1. Menyebutkan sifat cahaya dapat diuraikan dan contohnya

  2. Menjelaskan pemanfaatan sifat cahaya dapat diuraikan untuk memecahkan masalah

  3. Mengidentifikasi sifat cahaya dapat diuraikan 4. Membedakan sifat cahaya dapat diuraikan dengan sifat cahaya yang lain.

  5. Menentukan sifat cahaya dapat diuraikan berdasarkan suatu peristiwa

  6. Menyusun langkah percobaan sifat cahaya dapat diuraikan II.

   Petunjuk kerja siswa 1. Tulislah nama anggota kelompok di pojok kanan atas.

  2. Bacalah perintah pada setiap kegiatan pembelajaran dengan benar dan teliti.

  3. Lakukanlah dan kerjakanlah sesuai dengan perintah.

III. Kegiatan belajar

  1. Rumusan masalah! Apakah cahaya dapat diuarikan? Cahaya dapat diuraikan.

  3. Alat dan bahan percobaan!

  a. Dynamo

  b. Baterai

  c. Lingkaran warna

  d. Kabel

4. Langkah-langkah percobaan dengan runtut! a. Sambungkan dynamo pada kabel.

b. Nyalakan dynamo dengan menghubungkan kabel pada baterai.

5. Yang terjadi dari percobaan yang kamu lakukan!

  Warna lingkaran warna sebelum berputar tambak jelas terdiri dari berbagai warna. Warna lingkaran warna ketika diputar berubah menjadi putih.

6. Kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan! Cahaya dapat diuraikan.

  Lampiran 8. Hasil Uji Validitas pada Keenam Kemampuan

  Correlations

  Lampiran 9. Hasil Uji Reliabilitas pada Keenam Kemampuan

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary

  N % Valid 37 1000,0

  a

  Cases Excluded 0,0 Total 37 1000,0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items ,700

6 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas pada Kemampuan Mengevaluasi

  

Correlations

  total Memeriks Mengritik Menguji Menilai a

  Pearson Correlation 1 ,365 ,334 ,426 ,477 total Sig. (2-tailed) 0,026 0,043 0,009 0,003 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,365 1 ,665 ,348 ,706 no1 Sig. (2-tailed) 0,026 0,000 0,035 0,000 N

  37

  37

  37

  37

  37 Pearson Correlation ,334 ,665 1 ,327 ,584 no2 Sig. (2-tailed) 0,043 0,000 0,048 0,000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,426 ,348 ,327 1 ,535 no3 Sig. (2-tailed) 0,009 0,035 0,048 0,001 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,477 ,706 ,584 ,535

  1 no4 Sig. (2-tailed) 0,003 0,000 0,000 0,001 N

  37

  37

  37

  37

  37 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lampiran 11. Hasil Uji Reliabilitas pada Kemampuan Mengevaluasi

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary

  N % Valid 37 1000,0

  a

  Cases Excluded 0,0 Total 37 1000,0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items ,818

4 Lampiran 12. Uji Validitas pada Kemampuan Mencipta

  

Correlations

  total Merumuskan Membuat hipotesis Mendesain Memproduksi

  Pearson Correlation 1 ,487 ,547 ,551 ,568 total Sig. (2-tailed) 0,002 0,000 0,000 0,000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,487 1 ,894 ,513 ,806 no1 Sig. (2-tailed) 0,002 0,000 0,001 0,000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,547 ,894 1 ,513 ,806 no2 Sig. (2-tailed) 0,000 0,000 0,001 0,000 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,551 ,513 ,513 1 ,452 no3 Sig. (2-tailed) 0,000 0,001 0,001 0,005 N

  37

  37

  37

  37

  37

  Pearson Correlation ,568 ,806 ,806 ,452

  1 no4 Sig. (2-tailed) 0,000 0,000 0,000 0,005 N

  37

  37

  37

  37

  37 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Lampiran 13. Uji Reliabilitas pada Kemampuan Mencipta

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary

  N % Cases

  Valid 37 1000,0 Excluded

  a

  0,0 Total 37 1000,0

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  N of Items ,887

  4

  • R ata Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To
  • R ata

  1

  2

  4

  23

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  1 3 10 2,50

  2

  4

  22

  2

  3 2 11 2,75

  1

  3

  1

  25

  1

  4

  1

  1

  1

  2 9 2,25

  1

  2

  1

  4

  24

  1

  4

  1

  8

  1

  1

  19

  1

  1

  1

  2 3 12 30,00

  3

  4

  1

  4

  4

  1

  1

  1

  1

  1 2 8 20,00

  1

  1

  1

  2

  4

  2

  1 2 10 2,50

  3

  4

  21

  1

  1

  20

  1

  1

  1

  2 9 2,25

  1

  2

  4

  2

  3

  18

  4

  31

  1 3 10 2,5

  3

  3

  3 2 11 2,75

  2

  30

  2

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  2 3 10 2,50

  4

  1 7 1,75

  32

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  2 2 10 2,50

  4

  1 7 1,75

  2

  4

  1

  1

  1

  1

  2 2 10 2,50

  4

  27

  26

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  29

  2 7 1,75

  2

  8

  1

  2

  1

  4

  3

  1

  1

  1

  28

  4 1 7 1,75

  1

  1

  1 1 4 10,00

  4

  3 1 10 2,5

  Lampiran 14. Rekap Nilai Pretest Kelompok Eksperimen

  1

  4

  7

  1

  4

  1

  1

  1

  2 3 10 2,50

  2 2 10 2,50

  2

  4

  6

  1 3 10 2,5

  3

  1

  1

  1 2 8 20,00

  1

  4

  9

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  2 9 2,25

  2

  1

  4

  8

  1 6 1,5

  3

  3

  1

  3 3 13 3,25

  1 2 8 20,00

  1 2 3,6 1,9 20,03 2,2 10 2,43 1,46 1,3 1,45 1,32 6 1,38

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  1

  tal R ata

  R ata

  Me nilai To tal

  Me ng ritik Me ng uji

  

Mengevaluasi Mencipta

No R esp Me m er ik sa

  3

  4

  4

  1

  5

  1

  4

  1

  1

  1

  2 3 12 30,00

  2 2 12 30,00

  3

  4

  4

  1 6 1,5

  3

  1

  1

  3

  1

  3

  2 2 11 2,75

  2

  4

  15

  2 1 5 1,25

  1

  1

  3

  3

  4

  14

  1

  4

  1

  1

  3 1 10 2,50

  1

  1

  4

  3

  1 2 8 20,00

  1

  4

  17

  1

  1

  3 3 10 2,5

  1

  1

  1

  2 2 11 2,75

  3

  4

  16

  1

  2 3 13 3,25

  1

  3

  2

  1

  4

  11

  2 3 11 2,75

  3

  3 4 14 3,50

  1

  3

  4

  10

  1

  4

  1

  1

  2 9 2,25

  1

  4

  1

  4

  13

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  2 3 10 2,50

  1

  4

  12

  1

  4

  1

  1 Rerata Keseluruhan 2,44 Rerata Keseluruhan 1,38

  • r ata Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To
  • R ata

  4

  4

  4

  23

  1 10 2,5

  1

  4

  4 9 2,25

  4 16 40,00

  3

  1

  1

  22

  4 21 3,23 2,46 2,26 2,83 10,78 2,70 2,93 2,86 2,5 2,6 11 2,75

  16

  4

  4

  4

  4

  4

  4 14 3,50

  2

  4

  4

  25

  3 4 15 3,75

  4

  4

  3 12 30,00

  2

  3

  4

  24

  4 14 3,5

  2

  4

  4

  1

  2

  2

  4

  18

  1 7 1,75

  2

  2

  4 9 2,25

  4 12 30,00

  3

  1

  1

  17

  3

  12

  3

  2

  2

  2 8 20,00

  4

  2

  1

  3

  20

  3 14 3,5

  3

  4

  3

  2 11 2,75

  2

  3

  4

  19

  2 9 2,25

  2

  1

  1

  3

  4

  4

  31

  4

  16

  4

  4

  4

  1

  4 16 40,00

  4

  4

  4

  30

  4

  16

  4

  4 13 3,25

  4

  2

  16

  4

  4

  4

  4

  2 11 2,75

  3

  1

  4

  32

  1

  4

  1

  1

  1

  4

  4

  1

  4

  2 10 2,50

  2

  3

  3

  27

  3 4 15 3,75

  4

  1

  4 14 3,50

  4

  2

  4

  26

  1

  4

  1

  1

  4

  2

  4 12 30,00

  3

  2

  3

  29

  2 9 2,25

  3

  2

  1

  2 12 30,00

  2

  4

  4

  28

  1

  4

  3

  3

  Lampiran 15. Rekap Nilai PosttestI Kelompok Eksperimen

  6

  4

  4

  1 8 20,00

  1

  3

  3

  1

  4

  4

  1

  1

  1

  1

  1 6 1,50

  1

  4

  16

  2

  2 9 2,25

  2

  1 8 20,00

  3

  1

  3

  8

  2

  4

  1

  4

  4 10 2,50

  2

  1

  3

  7

  2

  5

  2

  1

  16

  4

  4

  4

  4

  2 6 1,50

  1

  3

  2

  1

  tal R ata

  R ata

  Me nilai To tal

  Me ng ritik Me ng uji

  Mengevaluasi Mencipta No R esp Me m er ik sa

  4 2 3,23 2,46 2,26 2,83 10,78 2,70 2,93 2,86 2,5 2,6 11 2,72

  2

  3 4 15 3,75

  4

  4

  4

  2 12 30,00

  3

  3

  4

  3

  1

  12

  2

  2

  4

  4

  2 6 1,50

  1

  2

  1 7 1,75

  2 13 3,25

  4

  4

  2

  4

  14

  4 14 3,5

  2

  4

  3

  3 13 3,25

  2

  4

  4

  13

  2

  8

  4 14 3,50

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  16

  2 3 11 2,75

  3

  4 14 3,50

  3

  4

  3

  3

  15

  3

  12

  3

  2

  2

  9

  10

  1

  1

  4 8 20,00

  1

  1

  2

  1 6 1,5

  1

  3

  1

  1

  2 10 2,50

  1

  3

  4

  1

  4

  2

  3

  2 6 1,50

  1

  1

  2

  12

  3

  12

  3

  1

  3

  3

  2 11 2,75

  2

  3

  4

  11

  4 Rerata Keseluruhan 2,70 Rerata Keseluruhan 2,72

  • R ata Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To
  • R ata

  4

  4 12 30,00

  2

  3

  3

  23

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  2 10 2,50

  2

  2

  4

  4

  2 1 11 2,75

  2 1 11 2,75

  16

  2 11 2,75

  3

  2

  4

  25

  4

  4

  24

  4

  4

  4

  3 12 30,00

  2

  3

  4

  22

  4

  1

  19

  4

  4

  2 13 3,25

  3

  4

  4

  4 14 3,5

  4

  2

  4

  4

  3 11 2,75

  1

  3

  4

  4

  16

  4

  4

  3 13 3,25

  3

  4

  3

  21

  4

  16

  4

  4

  4

  4

  3 13 3,25

  2

  4

  4

  20

  1

  1

  4 3 13 3,25

  3

  4

  31

  3

  12

  3

  3

  3

  1

  3 14 3,50

  3

  4

  4

  30

  4

  16

  1

  2 8 20,00

  4

  2

  4

  1

  1

  1

  1

  3 10 2,50

  1

  1

  4

  32

  1

  4

  1

  1

  1

  4

  4

  1

  4

  4

  27

  4

  16

  4

  4

  4

  3

  2 11 2,75

  2

  4

  3

  26

  1

  4

  4

  2 13 3,25

  4

  4

  3 10 2,50

  2

  3

  2

  29

  4 14 3,5

  2

  4

  3

  2 10 2,50

  1

  3

  4

  28

  4 3 13 3,25

  3

  18

  3

  Lampiran 16. Rekap Nilai Posttest II Kelompok Eksperimen

  4 14 3,50

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  2

  4

  4

  4

  6

  1

  4

  1

  1

  7

  1

  1

  1

  4

  9

  4 3 13 3,25

  3

  3

  1 8 20,00

  2

  1

  4

  8

  3 14 3,5

  3

  4

  4

  4 10 2,50

  1

  1 11 2,75

  2

  2

  4

  3

  2 3 11 2,75 2 3,7 30,07 2,1 2,9 11,77 2,94 2,7 2,7 2,7 2,6 11 2,68

  3

  3

  4 14 3,50

  4

  2

  4

  1

  tal R ata

  R ata

  Me nilai To tal

  Me ng ritik Me ng uji

  

Mengevaluasi Mencipta

No R esp Me m er ik sa

  3

  4 13 3,25

  2

  4

  4

  4

  5

  3 4 13 3,25

  3

  3

  4 15 3,75

  3

  1

  4

  4

  1

  4

  1

  1

  1

  4

  4 14 3,50

  3

  3

  1 6 1,50

  1

  3

  1

  15

  4 3 13 3,25

  3

  3

  3 13 3,25

  2

  4

  4

  14

  4 3 13 3,25

  3

  2

  4

  4 13 3,25

  3

  2 11 2,75

  2

  3

  4

  17

  4 3 13 3,25

  3

  3

  3 14 3,50

  3

  4

  4

  16

  3

  12

  3

  2

  4

  3

  4

  1

  1

  1

  1

  4 15 3,75

  4

  11

  4

  10

  3

  12

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  2

  4

  13

  2 10 2,5

  3

  2

  3

  4 12 30,00

  3

  2

  3

  12

  4 3 13 3,25

  3

  3

  4 12 30,00

  4

  1 Rerata Keseluruhan 2,95 Rerata Keseluruhan 2,72

  • R ata Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To
  • R ata

  2

  2 9 2,25

  2

  1

  2 9 2,25 20 4

  2

  2

  3

  4 1 4 13 3,25 19 4 4 2 3 13 3,25

  1 5 1,25 18 4 3 3 2 12 30,00 4

  2

  1

  1

  2 6 1,50

  1

  3 4 2 12 30,00 17 1

  2

  1 5 1,25 14 4 1 2 4 11 2,75

  2

  1 2 8 20,00 13 4

  1

  1 2 8 20,00 1

  1

  2

  3

  3

  3 2 3 11 2,75 15 1

  2

  1

  2 6 1,50

  3

  3 4 3 13 3,25 16 4 3 4 4 15 3,75

  2

  1

  1 1 4 10,00 12 4 2 2 3 11 2,75

  2

  3 2 3 11 2,75 Rerata Keseluruhan

  1 7 1,75 31 4 3 2 3 12 30,00 3

  1

  2

  3

  3 9 2,25 30 4 2 2 3 11 2,75

  2

  3

  1

  1 1 4 10,00 29 4 3 2 2 11 2,75

  1

  1

  2 7 1,75

  2

  1 1 4 10,00 28 1

  1 6 1,50 21 4 2 3 2 11 2,75

  1 1 4 10,00 24 4 2 3 2 11 2,75

  3

  3 4 3 13 3,25 22 4 2 2 3 11 2,75

  3

  3 2 3 11 2,75 23 4 4 3 2 13 3,25

  1

  1

  3

  1

  3 1 3 10 2,50 25 1

  1

  1 1 4 10,00 3

  3 2 3 11 2,75 26 4 4 2 2 12 30,00 2

  2 2 4 10 2,50 27 4 3 2 1 10 2,50

  1

  3

  1

  Lampiran 17. Rekap Nilai Pretest Kelompok Kontrol

  2

  3 9 2,25

  1

  4

  1

  4

  3 3 3 12 30,00

  3

  2 9 2,25

  1

  2

  4

  3

  2 7 1,75

  1

  2

  3 2 3 11 2,75

  4

  Mengevaluasi Mencipta No R esp Me m er ik sa

  Me ng ritik Me ng uji

  Me nilai To tal

  R ata

  tal R ata

  1

  1 3 2 10 2,50

  1 9 2,25

  3

  3 2 3 11 2,75

  2

  4

  1

  3

  3

  5

  1

  9

  1

  2 9 2,25

  2

  2

  2

  1 7 1,75

  4

  4

  1

  1 2 8 20,00 1

  1

  1 1 4 10,00 10 4 2 2 3 11 2,75

  3

  3 3 3 12 30,00 11 4 1 3 2 10 2,50

  2

  8

  4

  4 2 2 12 30,00 3

  3 1 2 10 2,50

  1

  1

  1 1 4 10,00

  6

  4

  3 4 3 13 3,25

  3 9 2,25

  7

  3

  3 2 3 11 2,75

  3

  1

  2

  2,52 Rerata Keseluruhan 2,18

  • -R

    ata

    Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To
  • R ata

  3 11 2,75

  3

  3 4 13 30,00 19 1

  1

  1

  1 4 10,00 2

  2

  2 1 7 10,00 20 4

  2

  2

  1

  3

  1

  1 1 4 10,00 21 2

  1

  2

  2 7 1,75

  3

  3

  3 2 11 20,00 22 4

  2

  2

  2 12 30,00 3

  3

  3

  3 4 13 40,00 16 4

  3 11 2,75

  3

  3

  3 2 11 20,00 15 4

  1

  3

  3 11 2,75

  3

  3

  2

  1 2 5 10,00 18 4

  3

  2 11 2,75

  3

  3

  2 2 10 20,00 17 1

  3

  1

  1 6 1,50

  1

  1

  3 11 2,75

  3

  2

  3

  3 2 11 20,00 28 4

  3

  2

  3 12 30,00 1

  1

  1 2 5 10,00 29 4

  3

  1

  4 12 30,00 3

  3 2 11 10,00 30 4

  3

  2

  3

  4 13 3,25

  2

  2

  2 2 8 20,00 31 4

  3

  2

  3 12 30,00 2

  2

  3

  3 11 2,75

  3 4 13 20,00 23 4

  2 2 8 20,00 25 1

  2

  2

  3 11 2,75

  2

  2

  2 2 8 20,00 24 4

  1

  3

  4 12 30,00 2

  2

  1

  2

  1

  1 4 10,00 1

  1

  1 2 5 10,00 26 4

  1

  1

  2 8 20,00 3

  3

  3 4 13 30,00 27 4

  2

  2

  3 3 12 30,00 14 4

  Lampiran 18. Rekap Nilai Posttest I Kelompok Kontrol

  3

  3 8 20,00 3

  3

  3 4 13 30,00

  4

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  3

  3 2 11 30,00

  3

  5

  4

  2

  3

  2 11 2,75

  2

  2

  2 1 7 20,00

  6

  4

  1

  1

  2

  3 11 2,75

  Mengevaluasi Mencipta No R esp Me m er ik sa

  Me ng ritik Me ng uji

  Me nilai To tal

  

R

ata

  tal R ata

  1

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3 2 11 30,00

  2

  4

  2

  3

  2 11 2,75

  1

  1

  1 2 5 10,00

  4

  2 12 30,00 3

  3

  2

  3

  3 11 2,75

  3

  3

  3 2 11 30,00 11 4

  2

  3

  2 11 2,75

  2

  2 2 8 20,00 12 4

  3 4 13 30,00 10 4

  2

  3

  4 13 3,25

  2

  2

  2 2 8 20,00 13 4

  2

  1

  4 11 2,75

  3

  1

  3

  3

  1

  3 4 13 30,00

  7

  4

  1

  2

  3 10 2,50

  3

  3

  3 2 11 30,00

  8

  1

  3

  2

  3 7 1,75

  3

  3

  3 4 13 30,00

  9

  4

  3

  3

  3 13 3,25

  2 1 7 20,00 Rerata Keseluruhan 2,59 Rerata Keseluruhan 2,19

  • R ata
  • -R

    ata

    Me ru m us kan Me m bu at hip otesi s Me nd esain Me m pr od uk si To

  3

  1

  3

  3 11 2,75

  4

  4

  4 4 16 40,00 20 4

  2

  3

  3 12 30,00 3

  2 4 12 30,00 21 4

  3

  2

  3

  3 12 30,00 3

  3

  2 3 11 2,75 22 4

  1

  3

  3 11 2,75

  3

  3

  2 3 11 2,75 19 4

  3 12 30,00 3

  1

  3

  3 11 2,75

  4

  4

  4 4 16 40,00 15 4

  2

  2

  4 12 30,00 4

  4

  4 4 16 40,00 16 4

  2

  2

  4 13 3,25

  3

  3

  3 3 12 30,00 17 4

  1

  3

  4 12 30,00 3

  3

  2 3 11 2,75 18 4

  3

  2 3 11 2,75 23 4

  4

  1

  2 3 11 2,75 30 4

  2

  2 12 30,00 3

  2

  2 3 10 2,50 29 4

  3

  4

  3 14 3,50

  3

  3

  2

  4 3 13 3,25 28 4

  2

  2 10 2,50

  3

  3

  2 3 11 2,75 31 4

  2

  4

  3 13 3,25

  3

  3

  4

  3

  3 12 30,00 4

  4 13 3,25

  4

  4 4 16 40,00 24 4

  1

  4

  4 13 3,25

  2

  2

  2 2 8 20,00 25 4

  2

  3

  3

  2 12 30,00 3

  3

  2 3 11 2,75 26 4

  1

  1

  1 7 1,75

  1

  1

  1 1 4 10,00 27 4

  4

  2

  3

  2 3 11 2,75 14 4

  Lampiran 19. Rekap Nilai Posttest II Kelompok Kontrol

  3

  1

  1

  3

  1 6 1,50

  4

  4

  2

  3

  3 12 30,00 3

  3 3 12 30,00

  4

  5

  4

  4

  3

  4 15 3,75

  1

  1

  1 1 4 10,00

  6

  4

  4 10 2,50

  1

  3

  2 11 2,75

  Mengevaluasi Mencipta No R esp Me m er ik sa

  Me ng ritik Me ng uji

  Me nilai To tal

  

R

ata

  tal R ata

  1

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  2 3 11 2,75

  2

  4

  2

  3

  3 12 30,00 1

  1

  1 1 4 10,00

  3

  4

  3 14 3,50

  3

  4 4 16 40,00 12 4

  3

  3 14 3,50

  3

  3

  2 3 11 2,75 11 4

  4

  4

  4 16 40,00 4

  4

  3

  2 3 11 2,75 10 4

  3

  3 13 3,25

  2

  2

  1

  2 7 1,75 13 4

  4

  3

  3 14 3,50

  3

  4

  3

  3

  8

  3

  3 3 12 30,00

  7

  4

  3

  2

  2 11 2,75

  1

  1

  1 1 4 10,00

  4

  3 12 30,00 3

  2

  2

  3 11 2,75

  3

  3

  1 1 8 20,00

  9

  4

  2

  3

  2 3 11 2,75 Lampiran 20. Rekapitulasi Nilai No Variabel Kelompok Test Aspek Skor

  4

  5 Mendesai 6 6 13 6 Memproduksi 5 19 2

  9

  3

  2 Mencipta Kontrol

  Pretest

  Merumuskan 3 15 4

  9 Membuat hipotesis 1 14 6

  8 Mendesai 4 2 13 12 Memproduksi 3 14 4 11

  Posttest I

  Merumuskan 1 16 8

  5 Membuat hipotesis 2 15 8

  5 Mendesai 1 16 9

  5 Posttest II Merumuskan 5 19 2

  5 Membuat hipotesis 5 18 3

  5 Eksperimen

  1 Mengkritik 13 12 4

  Pretest

  Merumuskan

  1 5 1 26 Membuat hipotesis 0 4 3 24 Mendesai 5 0 27 Memproduksi

  Posttest I

  Merumuskan 15 4

  6

  7 Membuat hipotesis 14 5

  6

  7 Mendesai 6 9 11 6 Memproduksi 11 5

  7

  9 Posttest II Merumuskan 12 10 2

  8 Membuat hipotesis 12 10 2

  8 Mendesai 13 4

  7

  3 Menguji 2 7 17 6 Menilai 11 9

  2

  3

  5

  2

  1

  1 Mengevaluasi Kontrol

  Pretest

  Memeriksa 24 1

  1

  4 Mengkritik 5 7 11 8 Menguji 1 7 14 9 Menilai 2 8 18 3

  Posttest I

  Memeriksa 1 19 6

  5 Mengkritik 1 8 12 10 Menguji 1 12 12 6 Menilai 5 15 8

  3 Posttest II Memeriksa 30 0

  1 Mengkritik 7 5 21 8 Menguji 6 16 8

  1 Menilai 18 8

  1 Eksperimen

  Memeriksa 24 5

  Pretest

  Memeriksa 27 1

  1

  3 Mengkritik

  2 7 9 14 Menguji 1 8 15 8 Menilai 1 9 18 4

  Posttest I

  Memeriksa 16 9

  5

  2 Mengkritik

  7

  9

  7

  9 Menguji 5 6 13 8 Menilai 13 2 13 4

  Posttest II

  8 Memproduksi 8 11 3 10 Lampiran 21. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengevaluasi dan Mencipta

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PreKon PostKon PreEks PostEks PreKon PostKon PreEks PostEks

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2 N

  31

  31

  32

  32

  31

  31

  32

  32 Mean 2,3065 2,6290 2,4200 2,8656 2,1774 2,4113 1,3791 2,7247 Normal Std.

  a,

  Parameters 10,0517

  Deviatio ,55793 ,69183 ,48105 ,44331 ,81444 ,74035 ,58843

  b

  8 n Absolute ,152 ,136 ,160 ,134 ,178 ,225 ,365 ,144

  Most Extreme Positive ,117 ,108 ,121 ,134 ,131 ,130 ,365 ,113 Differences Negative -,152 -,136 -,160 -,116 -,178 -,225 -,260 -,144 Kolmogorov-Smirnov

  ,845 ,756 ,904 ,759 ,993 1,251 20,066 ,817 Z Asymp. Sig. (2-tailed) ,473 ,618 ,387 ,612 ,278 0,087 0,000 ,516 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data. Lampiran 22. Uji Perbedaan Skor Pretest pada Kemampuan Mengevaluasi

  

Group Statistics

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pretes Kelompok Kontrol1 31 2,3065 ,55793 ,10021

  PreKonEks1 Pretes Kelompok Eksperimen 1 32 2,4200 ,48105 0,08504

  

Independent Samples Test

  Levene's t-test for Equality of Means Test for

  Equality of Variances

  F Sig. t df Sig. Mean Std. Error 95% (2- Difference Difference Confidence tailed) Interval of the

  Difference Lower Uppe r

  Equal ,148 - variances 1,519 ,222

  61 ,390 -,11355 ,13112 -,37573 ,866

  63 assumed PreKonEks1

  Equal

  • variances

  ,149 59,104 ,391 -,11355 ,13143 -,37653 not ,864

  43 assumed Lampiran 23. Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan

  Mengevaluasi

Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKon1 2,3065 31 ,55793 ,10021

  Pair 1 PostKon1 2,6290 31 ,69183 ,12426 PreEks1 2,4200 32 ,48105 0,08504

  Pair 2 PostEks1 2,8656 32 ,44331 0,07837

  

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKon1 &amp; PostKon1 31 ,774 0,000 Pair 2 PreEks1 &amp; PostEks1 32 ,223 ,219

  

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval tailed)

  Deviation Mean of the Difference Lower Upper

  • ,43872 0,07880 -,48350 -,16166
  • Pair PreKon1 -

  30 0,000

  1 PostKon1 ,32258 40,094

  Pair PreEks1 - - ,57673 ,10195 -,65356 -,23769 -4,371 31 0,000

  2 PostEks1 ,44563

  Uji Normalitas

  Lampiran 24. Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengevaluasi

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SelisihKontrol1 SelisihEksperime n1 N

  31

  32 Mean ,3226 ,4225

  a,b

  Normal Parameters Std. Deviation ,43872 ,60971 Absolute ,253 ,199

  Most Extreme Differences Positive ,253 ,199 Negative -,158 -,139

  Kolmogorov-Smirnov Z 1,407 1,128 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,038 ,157 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  Lampiran 25. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan

  Mengevaluasi

  Mann-Whitney Test

  

Ranks

  Kelompok N Mean Rank Sum of Ranks Selisih Kelompok Kontrol 31 29,82 924,50

  SelisihKonEks1 Selisih Kelompok Eksperimen 32 34,11 1091,50 Total a

  63 Test Statistics SelisihKonEks1

  Mann-Whitney U 428,500 Wilcoxon W 924,500 Z -,943 Asymp. Sig. (2-tailed) ,346

  a. Grouping Variable: Kelompok Lampiran 26. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: Persentase pengaruh penggunaan metode ceramah pada kelompok

  2

  =

  2 kontrol:

  • 2

  R = r x 100%.

  2 R

  = 0.60 x 100%

  2 R

  = 0,36 x 100% =

  2

  • R = 36%.

  =

  r

  = 0,60 Koefisien korelasi pada kelompok Persentase pengaruh penggunaan eksperimen: metode inkuiri pada kelompok eksperimen:

  2

  2

  =

  R = r x 100%.

  • 2

  2 R

  = 0.62 x 100%

  2 R

  = 0,38 x 100% =

  2

  • R = 38%.

  =

   r

  = 0,62 Lampiran 27. Uji Normalitas Retensi Pengaruh.

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Post1Kon1 2,6290 31 ,69183 ,12426 Post2Kon1 2,6048 31 ,66700 ,11980

  2 Post1Eks1 - Post2Eks1

  0,02419 ,88354 ,15869 -,29989 ,34828 ,152 30 ,880 Pair

  1 Post1Kon1 - Post2Kon1

  Lower Upper Pair

  Mean 95% Confidence Interval of the Difference

  Deviation Std. Error

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std.

  

Paired Samples Test

  Pair 1 Post1Kon1 &amp; Post2Kon1 31 ,155 ,406 Pair 2 Post1Eks1 &amp; Post2Eks1 32 -0,007 ,970

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 2 Post1Eks1 2,8656 32 ,44331 0,07837 Post2Eks1 2,8106 32 ,58835 ,10401

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1

  Post2kon1 Post2Eks1 Post2Kon2 post2Eks2 N

  Paired Samples Statistics

  Lampiran 28. Uji Retensi Pengaruh

  b. Calculated from data.

  Kolmogorov-Smirnov Z ,937 ,806 ,943 10,076 Asymp. Sig. (2-tailed) ,343 ,534 ,336 ,198 a. Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Absolute ,168 ,143 ,169 ,190 Positive ,124 ,124 ,110 ,185 Negative -,168 -,143 -,169 -,190

  Mean 2,6048 2,8106 2,3952 2,6463 Std. Deviation ,66700 ,58835 ,73817 10,08654

  a,b

  32 Normal Parameters

  31

  32

  31

  0,05500 ,73909 ,13065 -,21147 ,32147 ,421 31 ,677 Lampiran 29. Uji Perbedaan Skor Pretest pada Kemampuan Mencipta Mann-Whitney Test

  

Ranks

  Kelompok N Mean Rank Sum of Ranks Pretes Kelompok Kontrol 31 410,02 1271,50

  PreKonEks2 Pretes Kelompok Eksperimen 32 23,27 744,50 Total a

  63 Test Statistics PreKonEks2

  Mann-Whitney U 216,500 Wilcoxon W 744,500 Z -3,992 Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000

  a. Grouping Variable: Kelompok Lampiran 30. Uji Perbandingan Skor Pretest ke Posttest kelompok kontrol

  Kemampuan Mencipta T-Test

  Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKon2 2,1774 31 ,81444 ,14628

  Pair 1 PostKon2 2,4113 31 ,74035 ,13297

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1

  PreKon2 &amp; PostKon2 31 ,435 0,015

  Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval

  Deviation Mean of the Difference Lower Upper

  Pair PreKon2 - -

  • ,82899 ,14889 -,53795 0,07021

  30 ,127

  1 PostKon2 ,23387 1,571 Lampiran 31. Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest kelompok eksperimen Kemampuan Mencipta

  NPar Tests Wilcoxon Signed Ranks Test

Ranks

  Test Statistics a

  Kolmogorov-Smirnov Z ,888 ,810 Asymp. Sig. (2-tailed) ,410 ,528 a. Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Absolute ,159 ,143 Positive ,159 ,114 Negative -,123 -,143

  Mean ,2339 1,3456 Std. Deviation ,82899 1,37514

  a,b

  32 Normal Parameters

  31

  SelisihKontrol SelisihEkspreimen N

  NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Lampiran 32. Uji Normalitas Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest

  a. Wilcoxon Signed Ranks Test b. Based on negative ranks.

  Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000

  b

  PostEks2 - PreEks2 Z -3,924

  c. PostEks2 = PreEks2

  N Mean Rank Sum of Ranks PostEks2 - PreEks2

  b. PostEks2 &gt; PreEks2

  a. PostEks2 &lt; PreEks2

  32

  Total

  c

  2

  16,27 423,00 Ties

  b

  26

  10,50 42,00 Positive Ranks

  a

  4

  Negative Ranks

  b. Calculated from data. Lampiran 33. Uji Perbedaan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan

  Mencipta T-Test Group Statistics

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selisih Kelompok Kontrol 31 ,2339 ,82899 ,14889

  SelisihKonEks2 Selisih Kelompok Eksperimen 32 1,3456 1,37514 ,24309

  

Independent Samples Test

  Levene's t-test for Equality of Means Test for

  Equality of Variances

  F Sig. t df Sig. Mean Std. Error 95% (2- Differenc Differenc Confidence tailed e e Interval of the

  ) Difference Lower Upper

  Equal

  • variance 9,44 0,00

  3,87 61 0,000 -1,11175 ,28722 1,6860 ,5374 s

  3

  3

  1

  9

  2 SelisihKonEks assumed

  2 Equal

  • variance 51,17

  3,90 0,000 -1,11175 ,28507 1,6840 ,5395 s not

  9

  1 assumed Lampiran 34. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) Koefisien korelasi pada kelompok Persentase pengaruh penggunaan kontrol: metode ceramah pada kelompok kontrol:

  2

  2

  =

2 R = r x 100%.

  • 2

  R

  = 0,27 x 100%

2 R

  = 0,07 x 100% =

  2

  • R = 7%.

  =

  r

  = 0,27 Koefisien korelasi pada kelompok Persentase pengaruh penggunaan eksperimen: metode inkuiri pada kelompok eksperimen:

  =

  2 R = r x 100%.

  2 R

  = 0,49 x 100% =

  R

  = 0,24 x 100% = R = 24%.

  = Lampiran 35. Uji Retensi Pengaruh.

  

Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1

  Post1Kon2 2,4113 31 ,74035 ,13297 Post2Kon2 2,3952 31 ,73817 ,13258

  Pair 2 Post1Eks2 2,7247 32 10,05178 ,18593 Post2Eks2 2,6463 32 10,08654 ,19208

  

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

  Pair 1 Post1Kon2 &amp; Post2Kon2 31 0,024 ,897 Pair 2 Post1Eks2 &amp; Post2Eks2 32 ,346 0,052

  

Paired Samples Test

  Paired Differences t df Sig. (2- tailed) Mean Std.

  Deviation Std. Error

  Mean 95% Confidence Interval of the Difference

  Lower Upper Pair

  1 Post1Kon2 - Post2Kon2

  0,01613 1,03267 ,18547 -,36266 ,39491 0,087 30 ,931 Pair

  2 Post1Eks2 - Post2Eks2

  0,07844 1,22304 ,21620 -,36252 ,51939 ,363 31 ,719 Lampiran 36. Foto-Foto Kegiatan

  Lampiran 37. Surat Izin Penelitian FKIP USD

  Lampiran 38. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Anastasia Sriwahyuni merupakan anak keempat dari pasangan Antonius Lasono dan Yuliana Harmi. Lahir di MUBA pada tanggal 26 Desember 1985. Penulis menempuh pendidikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal di Sidorejo Cabang Plaju/SU II, dan lulus tahun 1992. Kemudian menempuh pendidikan SD di SDN 12 Muara Sugihankelas I-V, namun saat kelas VI penulis pindah ke SDN No.2 Purwodadi Air

  Sugihan Jalur 20 dan lulus pada tahun 1998. Pendidikan dilanjutkan kejenjang SMP di SMP Santo Louis Banyuasin I, lulus pada tahun 2001. Penulis menempuh pendidikan SMA di Xaverius I Belitang dan lulus pada tahun 2004. Pada tahun 2007-2009 bekerja di Biara Santa Ursula Jakarta Pusat. Pada tahun 2009 penulis menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti penulis sebagai peserta selama menempuh pendidikan di PGSD yaitu Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM), Kursus Pembinaan Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Lomba Debat Mahasiswa, English Club, Week End Moral, Studium Generale Pendidikan Interkultural Bagi Sekolah-Sekolah Dasar di Australia Barat,

  Una Seminar and Workshop On Anti Bias Curriculum And Teaching

  , Seminar “

  Philosophy Whith Children

  ”, Seminar Diseminasi Hasil Hibah Program DIA (SIMAK), Seminar Ekologi, Seminar dan Workshop Permainan Tradisional,

  Interaktive Communication English Course

  , Pendidikan Pengguna Tingkat Lanjut “Literasi Informasi”, Workshop Beladiri Praktis Putri, dan Workshop Dongeng. Kegiatan yang diikuti penulis sebagai panitia selama menempuh pendidikan di PGSD yaitu Ketua Panitia dalam Seminar Diseminasi Hasil Hibah Program DIA BERMUTU, CO Fasilitator dalam Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM), dan CO Seksi Liturgi Dalam Kegiatan Makrab Besar Keluarga Mahasiswa/I dan Pelajar Katolik Sumatera Bagian Selatan (KMPKS).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MATA PELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA KELAS IV SD SE-GUGUS BODEN POWELL GEBANG PURWOREJO.
0
3
158
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI TERBAHSARI.
0
0
335
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI KASONGAN.
0
2
157
MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010-2011
0
0
160
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS KATEGORI AFEKTIF UMUM PADA MATA PELAJARAN IPA SDK SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
267
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
DESKRIPSI KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN DAN SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
0
1
158
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
Show more