MOTIVASI PENGGUNAAN FACEBOOK PADA SISWA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN

115 

Full text

(1)

i

MOTIVASI PENGGUNAAN FACEBOOK PADA

SISWA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh:

Yosephin Febrina Galuh Suprapto

NIM : 079114115

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN MOTTO

“Semuanya memang ditentukan oleh Tuhan,

tapi ingatlah, bahwa Tuhan menghormati ketegasan Anda untuk memilih,

memutuskan, dan bertindak.” (Mario Teguh)

“Kunci untuk tidak takut akan masa depan dan tidak menyesali masa lalu adalah melakukan tindakan sebaik-baiknya di saat ini. Ciptakan masa depan yang lebih

baik dengan tindakan saat ini yang lebih baik.” (Agung Webe)

“Tuhan tidak pernah terlambat, Dia juga tidak tergesa-gesa, namun Dia tepat

(5)

v

Karya tulis ini saya persembahkan kepada:

Kedua Orang tuaku, Bapak Aloysius Iwan S. dan Ibu Anastasia K... hanya ucapan terima kasih yang dapat ananda

sampaikan atas semua doa, kasih sayang, perhatian,

nasihat, semangat, dan motivasi yang telah Ayah Ibu

berikan.

Kakakku Yohanes Yohanes Yonantoro Bayu H...

atas semua doa, harapan, dan dukungannya

Almamaterku...

yang telah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan

(6)
(7)

vii

MOTIVASI PENGGUNAAN FACEBOOK PADA

SISWA SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN

Yosephin Febrina Galuh Suprapto

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran motivasi siswa SMA Negeri 1 Banguntapan dalam menggunakan facebook berdasarkan teori motivasi Clayton Alderfer. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banguntapan yang berjumlah 140 orang, dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 69 siswa dan jumlah siswa perempuan sebanyak 71 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Alat untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa skala motivasi penggunaan

facebook yang mengacu pada aspek-aspek milik Alderfer, yaitu eksistensi, hubungan, dan pertumbuhan. Skala tersebut memiliki reliabilitas sebesar 0,963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum para remaja memiliki motivasi yang tinggi dalam menggunakan facebook. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean empirik yang lebih besar daripada nilai mean teoritik (Empirik > Teoritik = 164 >150). Hasil perbandingan skor mean empirik per aspek menunjukkan bahwa aspek hubungan (69,321) merupakan aspek yang paling tinggidibandingkan dengan aspek eksistensi (50,171) dan aspek pertumbuhan (44,893). Hal tersebut memiliki arti bahwa motivasi yang tinggi dalam diri remaja untuk menggunakan facebook didorong oleh kebutuhan berhubungan dengan orang lain (aspek hubungan).

(8)

viii

THE MOTIVATION IN USING FACEBOOK

BY THE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN

Yosephin Febrina Galuh Suprapto ABSTRACT

This research aimed to investigate how is the description of student’ motivation in SMA Negeri 1 Banguntapan in using facebook based on the Alderfer’s motivation theory. The subjects on the research were 140 students of grade XI in SMA Negeri 1 Banguntapan, consisting of 69 boys and 71 girls. The research used quantitative descriptive method. The instrument used to collect data in this research is the motivation scale in using facebook refering to Alderfer’s aspects, exintence, relatedness, and growth. The scale has reliability of 0,963. The result of the research shows that the teenagers in general have high motivation in using facebook. It is showed by the mean score’s empiric is more than mean score’s teoritic (Empirical > Teoritical = 164 >150). The result of comparison in each aspects showed that the relatedness aspect (69,321) as the highest aspect, it is compared with existence (50,171) and growth (44,893). It means that the high motivation of teenagers in using facebook supported by the relatedness aspect.

(9)
(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala

berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “Motivasi Penggunaan Facebook Pada Siswa SMA Negeri 1

Banguntapan” sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Santa Dharma.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak, untuk itu

penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi USD

atas izin yang diberikan untuk menyelesaikan skripsi ini.

2. Ibu Titik Kristiyani, M.Si. selaku Kepala Program Studi Fakultas

Psikologi USD yang telah memberikan izin untuk menyelesaikan skripsi

ini.

3. Ibu Sylvia Carolina MYM., S.Psi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing

Skripsi yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk

memberikan bimbingan, arahan, dukungan, semangat, dan ilmu sehingga

karya ini dapat terselesaikan dengan baik.

4. Bapak Y. Heri Widodo, M.Psi., Ibu A. Tanti Arini, S.Psi., M.Si., dan Ibu

M.M. Nimas Eki, S.Psi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik atas

nasehat dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini.

5. Seluruh Dosen Program Studi Psikologi yang telah memberikan ilmunya

(11)

xi

6. Segenap karyawan Psikologi Bu Nanik, Mas Gandung, Pak Gi, Mas Muji,

dan Mas Doni, terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya.

7. Ibu Dra. Titi Prawiti Sariningsih, M.Pd selaku Kepala SMA N 1

Banguntapan yang telah memberikan izin penelitian untuk skripsi ini.

8. Kakakku Yohanes Yunantoro Bayu H., terima kasih atas doa, kasih

sayang, harapan, dukungan, dan semangat yang selalu dicurahkan.

9. Teman-temanku, Ganis, Fety, Thya, Ayu, Micko, Revi, Inez, Heni, Nina,

Rhany, Santa, Itha, Rara, dan teman-teman seperjuanganku Psikologi 2007

lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, terima kasih atas

motivasi, dukungan, bantuan, dan semangat untuk menyelesaikan skripsi

ini.

10.Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini dan tidak

bisa saya sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena

itu kritik dan saran yang membangun akan selalu pnulis terima. Semoga skripsi

ini bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis

Yosephin Febrina Galuh S.

(12)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT... viii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... ix

(13)

xiii

BAB II DASAR TEORI ... 11

A. Motivasi ...

1. Pengertian Motivasi ...

2. Proses Motivasi ...

3. Teori ERG Clayton Alderfer (Alderfer’s ERG Theory) ...

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi ………

B. Facebook ...

C. Remaja ...

1. Aspek Fisik ...

2. Aspek Sosial ...

3. Aspek Kognitif ...

D. Dinamika Motivasi Remaja dalam Menggunakan

Facebook ...

BAB III METODE PENELITIAN ...

A. Jenis Penelitian ...

B. Variabel Penelitian ...

C. Definisi Operasional ...

D. Subjek Penelitian ...

E. Metode Pengumpulan Data ...

F. Uji Coba Penelitian ...

(14)

xiv

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...

A. Pelaksanaan Penelitian ...

B. Hasil Penelitian ...

1. Uji Normalitas ...

2. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum ...

3. Kategori Motivasi Remaja dalam Menggunakan

Facebook ...

4. Deskripsi Kedudukan Masing-Masing Aspek

Motivasi ...

5. Deskripsi Data Penelitian Subjek Laki-Laki dan

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Blue Print Skala Try Out ... 35

Tabel 2. Penggolongan Subjek Try Out ... 37

Tabel 3. Distribusi Item Skala Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook Setelah Seleksi ... 39

Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Skala Motivasi ... 41

Tabel 5. Deskripsi Data Teoritik ... 41

Tabel 6. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum ... 44

Tabel 7. Kategorisasi Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook ... 46

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Sebuah Model Umum Tentang Proses Motivasi ... 13

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Skala Try Out ... 61

Lampiran 2 Data Try Out ... 66

Lampiran 3 Analisis Reliabilitas Data Try Out ... 71

Lampiran 4 Skala Penelitian ... 74

Lampiran 5 Data Penelitian ... 79

Lampiran 6 Uji Normalitas ... 82

Lampiran 7 Statistik Deskriptif Motivasi ... 83

Lampiran 8 Uji t Motivasi ... 84

Lampiran 9 Statistik Deskriptif per Aspek ... 85

Lampiran 10 Data Penelitian Subjek Laki-Laki ... 86

Lampiran 11 Mean Subjek Laki-Laki ... 88

Lampiran 12 Uji t Subjek Laki-Laki ... 89

Lampiran 13 Data Penelitian Subjek Perempuan ... 90

Lampiran 14 Mean Subjek Perempuan ... 92

Lampiran 15 Uji t Subjek Perempuan ... 93

Lampiran 16 Uji t Subjek Laki-Laki dengan Perempuan ... 94

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini berlangsung

sedemikian pesat, salah satunya adalah perkembangan teknologi komunikasi.

Saluran atau media komunikasi sebagai salah satu unsur dalam komunikasi

pun turut berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan cara

berkomunikasi masyarakat dari masa ke masa. Sebagai contoh, cara

berkomunikasi yang dulu menggunakan surat dikarenakan teknologi

komunikasi yang belum berkembang sekarang telah tergantikan dengan

keberadaan internet. Fasilitas internet memang memberikan segala

kemudahan. Dengan keberadaan internet seperti saat ini beberapa

keterbatasan yang dulu dialami manusia dalam berhubungan satu sama

lainnya, seperti faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, dan kecepatan kini

dapat diatasi. Pada saat ini yang sedang digemari oleh masyarakat dari

fasilitas internet adalah situs jejaring sosial facebook.

Menurut Satyarini (2002) facebook merupakan jejaring sosial

internet yang bermanfaat untuk menjaga komunikasi antar teman, menambah

teman, upload foto, berbagai link serta video. Sejarah facebook dimulai 4

Februari 2004 di kota Harvard oleh Mark Zuckerberg, di mana

(19)

Keanggotaan facebook dalam perkembangannya meluas ke

universitas-universitas lain hingga akhirnya masyarakat di seluruh dunia dapat bergabung

dengan gratis dalam jejaring sosial ini.

Sejak September 2006, orang dengan alamat e-mail dari provider

manapun dapat mendaftar di facebook. Pengguna dapat memilih untuk

bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti pada

sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis. Hingga Juli 2007, facebook

memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang

berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang

dimilikinya dari seluruh dunia. Peringkat jumlah pengguna facebook pada

September 2007 naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-70 situs yang paling

banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika

Serikat, sehingga mengungguli situs publik lain seperti Flickr yang memuat

8,5 juta foto setiap harinya (http://id.wikipedia.org/).

Pengguna facebook mayoritas adalah remaja. Kenaikan pengguna

facebook di Amerika Serikat ada pada kalangan muda, yakni laki-laki

berumur 18 hingga 25 tahun. Pengguna terbesar kedua adalah perempuan

berusia 26 hingga 34 tahun, sedangkan angka pemakai terendah adalah

laki-laki berumur 45 hingga 54 tahun (http://www.antaranews.com/).

Pengguna facebook yang mayoritas remaja merupakan hal yang

wajar. Santrock (2002) mengungkapkan bahwa remaja lebih merasa

keberadaan teman sebaya sebagai sesuatu yang penting. Hal itu disebabkan

(20)

akhirnya membuat pengaruh teman-teman sebaya pada sikap, pembicaraan,

minat, dan perilaku lebih besar dari pada pengaruh keluarga. Hal-hal yang

sedang trend cenderung ditiru oleh remaja, seperti gaya rambut, busana, dan

perkembangan teknologi. Remaja di satu sisi cenderung ikut-ikutan namun di

sisi lain berusaha menunjukkan identitasnya.

Setiap remaja memiliki dorongan internal maupun eksternal yang

berbeda-beda. Secara internal remaja memiliki kecenderungan untuk

menunjukkan identitas dirinya. Remaja ingin diperhatikan oleh individu lain

dan ingin keberadaan atau eksistensinya dihargai. Hal ini membuat remaja

cenderung berusaha untuk menarik perhatian.

Secara eksternal, menjalin relasi dengan teman sebaya menjadi hal

yang penting bagi remaja. Selama masa remaja, khususnya awal masa remaja,

mereka lebih mengikuti standar-standar teman sebaya. Hal-hal yang sedang

populer di kalangan remaja cenderung diikuti dan ditiru oleh remaja.

Berbagai dorongan internal dan eksternal yang dimiliki remaja tersebut pada

akhirnya membuat remaja berusaha untuk semakin memperluas pertemanan

dengan individu lain. Salah satu caranya adalah melalui terlibat dalam

jejaring sosial, dalam hal ini adalah facebook.

Keberadaan facebook dapat memberikan manfaat bagi remaja

apabila digunakan dengan dengan baik. Manfaat yang diperoleh dari facebook

antara lain dapat memperluas jaringan pertemanan, dapat digunakan untuk

sharing dengan banyak orang, bertukar informasi dan pengetahuan, serta

(21)

dorongan yang ada dalam diri remaja, beberapa manfaat facebook tersebut

juga membuat remaja tertarik untuk menggunakan jejaring sosial yang satu

ini.

Namun pada kenyataannya banyak remaja yang menggunakan

facebook kurang berhati-hati sehingga kurang memberi manfaat bagi remja.

Remaja dapat menghabiskan waktunya dengan duduk berlama-lama di depan

komputer untuk update status, memberikan komentar terhadap status atau

foto teman-temannya, maupun chatting. Padahal kondisi tersebut dapat

mempengaruhi kesehatan remaja. Terlalu banyak duduk di depan komputer

tanpa melakukan kegiatan apapun sangat berisiko bagi kesehatan (Sigman,

dalam Andari 2010). Remaja menjadi terlambat makan dan terlambat tidur

sehingga ketika belajar di sekolah menjadi tidak dapat berkonsentrasi dengan

pelajaran. Remaja merasa bahwa facebook merupakan salah satu alternatif

hiburan yang dapat dilakukan kapan saja. Sebagai contoh, pada saat merasa

bosan, merasa kesepian, di sela waktu mengerjakan tugas, bahkan ketika

sedang berbincang dengan teman pun terkadang mereka tampak lebih

menikmati berbincang dengan teman di dunia maya daripada dengan teman di

dunia nyata.

Akses yang begitu mudah untuk memenuhi kebutuhan remaja dalam

berhubungan dengan teman-teman, baik teman lama maupun teman baru

membuat remaja terlalu menikmati dunia mereka sendiri. Kepedulian remaja

terhadap lingkungan sekitar menjadi berkurang. Pembicaraan yang tidak

(22)

membuat remaja kehilangan kemampuan membaca perasaan orang dan

membaca bahasa tubuh orang. Pemakaian facebook yang berlebihan untuk

sharing membuat remaja juga kehilangan kemampuan untuk memilah mana

yang boleh dibagi dan tidak boleh dibagi dengan teman-teman, terutama

dengan teman facebook yang sebenarnya tidak mereka kenal (Sigman, dalam

Andari 2010).

Selain itu, pemakaian facebook yang terlalu sering juga dapat

berpengaruh terhadap perilaku konsumtif remaja. Hasil penelitian yang

dilakukan Soraya (2009) menunjukkan bahwa semakin sering remaja

menggunakan facebook maka semakin tinggi perilaku konsumtif remaja.

Kecenderung berperilaku konsumtif tersebut dapat semakin terlihat jika

remaja sering menggunakan facebook karena dapat dengan mudah berdiskusi

dengan individu lain tentang mode. Remaja sering menggunakan facebook

untuk membahas tentang hal-hal apa yang sedang menjadi trend di kalangan

remaja dan cenderung untuk segera membelinya sehingga perilaku konsumtif

menjadi tinggi. Adanya penelitian tersebut membuat peneliti mendapatkan

pemahaman bahwa penggunaan facebook yang terlalu sering mampu

mempengaruhi perilaku remaja.

Penggunaan facebook yang cenderung kurang berhati-hati dapat

membuat facebook itu sendiri seolah-olah memiliki dampak negatif bagi para

pengguna, padahal tentu saja facebook sebagai suatu sarana jejaring sosial

tidak dapat disalahkan karena pada dasarnya facebook berguna untuk

(23)

tidaknya perilaku dalam menggunakan facebook adalah motivasi

penggunanya. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak

menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkan. Seseorang yang

memiliki motivasi tinggi untuk menggunakan facebook akan berbeda

perilakunya dengan seseorang yang memiliki motivasi rendah. Individu

dengan motivasi tinggi, sebagai contoh dapat menghabiskan banyak waktu

untuk menikmati fasilitas dalam facebook daripada individu yang memiliki

motivasi rendah.

Motivasi pengguna facebook yang berbeda juga membuat perilaku

individu dalam menggunakan facebook juga berbeda-beda. Sebagai contoh,

remaja yang termotivasi menggunakan facebook untuk menjalin hubungan

sosial memiliki keinginan yang besar untuk bertemu dengan orang yang

dikenalnya melalui facebook. Keinginan untuk bertemu teman baru tersebut

bisa membuat remaja kurang berhati-hati sehingga kemungkinan ia dapat

tertipu dengan orang yang baru dikenal melalui facebook. Kemudian bagi

remaja yang termotivasi menggunakan facebook agar dikenal banyak orang

kemungkinan ia akan mencantumkan informasi mengenai dirinya dengan

cukup lengkap dan mempunyai cukup banyak album foto di dalam facebook

supaya banyak orang yang mengetahui tentang dirinya.

Berdasarkan gambaran penggunaan facebook pada remaja tersebut,

maka peneliti tertarik untuk meneliti dengan menggunakan teori motivasi dari

Clayton Alderfer yang terdiri dari tiga kebutuhan manusia. Tiga kebutuhan

(24)

berhubungan dengan orang lain (relatedness), dan kebutuhan pertumbuhan

(growth) (Robbins, 2004). Pada masa remaja, individu memiliki keinginan

untuk dapat diterima oleh kelompoknya, menjalin hubungan dengan individu

lain, dan mengembangkan dirinya.

Hal tersebut juga sesuai dengan studi korelasional yang telah

dilakukan oleh Tandun (2010) untuk memahami gambaran penggunaan

facebook. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang

cukup berarti antara motivasi penggunaan facebook terhadap pemenuhan

kebutuhan afiliasi. Secara umum alasan utama mereka menggunakan

facebook adalah untuk bersosialisasi dengan teman-teman lama maupun baru

serta dengan anggota keluarga. Hal tersebut dapat memenuhi remaja dalam

berhubungan dengan orang lain. Selain itu, kebutuhan kognitif mereka pun

terpenuhi karena mereka berpendapat bahwa pengetahuan mereka bertambah

setelah mengakses situs facebook. Bertambahnya pengetahuan ini dapat

memenuhi kebutuhan remaja akan perkembangan diri.

Pada remaja di SMA Negeri 1 Banguntapan berdasarkan hasil

observasi dan wawancara awal yang telah peneliti lakukan dengan 10 siswa

di sekolah tersebut menjelaskan bahwa kebutuhan yang memotivasi mereka

dalam menggunakan facebook berbeda-beda. Sebagai contoh, beberapa siswa

di SMA Negeri 1 Banguntapan dalam menggunakan facebook antara lain

termotivasi untuk mendapatkan teman sebanyak-banyaknya, untuk mengisi

waktu luang, ingin melakukan komunikasi dengan teman-teman lama, dan

(25)

bahwa pada kenyataannya kebutuhan yang memotivasi remaja dalam

menggunakan facebook berbeda-beda. Pengambilan sampel dilakukan secara

acak sehingga dapat dikatakan representatif dan hasilnya dapat mewakili

siswa yang lain. Selain itu, menurut guru komputer di sekolah tersebut,

banyak siswa yang menggunakan laboratorium komputer pada saat jam

isrirahat hanya untuk membuka facebook. Padahal tujuan utama sekolah itu

memberikan fasilitas laboratorium komputer kepada siswa adalah agar siswa

dapat memperoleh informasi secara cepat yang berkaitan dengan materi

pelajaran sekolah.

Selain itu menurut kepala sekolah SMA Negeri 1 Banguntapan

terdapat permasalahan yang berkaitan dengan motivasi siswa di sekolah

tersebut dalam menggunakan facebook. Sekolah mengharapkan siswa

memiliki motivasi menggunakan facebook bukan hanya untuk kepentingan

hiburan tetapi agar facebook juga dimanfaatkan untuk mendapatkan

pengetahuan. Namun pada kenyataannya motivasi siswa menggunakan

facebook cenderung untuk hiburan. Bahkan beberapa dari siswa janjian

dengan temannya melalui facebook dan pada akhirnya tidak masuk sekolah

atau membolos. Adanya motivasi dalam menggunakan facebook untuk

kepentingan hiburan menurut kepala sekolah pada akhirnya menimbulkan

ketidaknyamanan bagi sekolah.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti tertarik untuk

(26)

cukup banyak waktu dan beaya untuk menggunakan facebook, berani

bertemu dengan orang yang baru dikenal melalui facebook tanpa rasa curiga,

serta begitu mudah menuliskan informasi atau data diri cukup lengkap di

dalam facebook? Apa sebenarnya yang memotivasi para pengguna facebook

tersebut?

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah bagaimana gambaran motivasi siswa SMA Negeri 1

Banguntapan dalam menggunakan facebook berdasarkan teori motivasi

Clayton Alderfer?

C. TUJUAN PENELITIAN

Sehubungan dengan rumusan masalah yang ada, maka penelitian ini

mempunyai tujuan untuk mengetahui gambaran motivasi siswa SMA Negeri

1 Banguntapan dalam menggunakan facebook berdasarkan teori motivasi

Clayton Alderfer.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran

bagi SMA Negeri 1 Banguntapan dalam rangka memahami motivasi

(27)

2. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di

bidang psikologi perkembangan, khususnya yang berhubungan dengan

(28)

11

BAB II

DASAR TEORI

A. MOTIVASI

1. Pengertian Motivasi

Motivasi dalam bahasa Inggris disebut motivation yang berasal dari

bahasa Latin “movere” yang berarti dorongan atau menggerakkan (Steers

& Poster dalam Wijono, 2010).

Sperling (dalam Usmara, 2002) mengemukakan bahwa motivasi itu

didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, mulai dari

dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri.

Dorongan dari dalam yang dimiliki oleh individu menyebabkan individu

tersebut melakukan suatu kegiatan. Individu itu selanjutnya berusaha

untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan tersebut dan melaksanakan

kegiatan hingga akhir.

Sedangkan menurut Passer dan Smith (2003) motivasi merupakan

proses yang mempengaruhi arah, tujuan yang membentuk tingkah laku.

Motivasi sendiri bukanlah suatu yang bersifat independent dan bersifat

netral, akan tetapi motivasi dapat dipengaruhi oleh adanya pengalaman

masa lalu, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan lain-lainnya.

Motivasi mencoba menjelaskan mengapa manusia melakukan apa

(29)

bahwa kalau orang ingin mengetahui mengapa orang berbuat atau

berperilaku ke arah sesuatu seperti yang dikerjakan, maka orang tersebut

akan terkait dengan motivasi atau perilaku yang termotivasi (motivated

behavior). Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau

organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan. Dengan demikian

dapat dikemukakan bahwa motivasi itu mempunyai tiga aspek, yaitu (1)

keadaan terdorong dalam diri organisme (a driving state), yaitu kesiapan

bergerak karena kebutuhan misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan

lingkungan, atau karena keadaan mental; (2) perilaku yang timbul dan

terarah karena keadaan ini; (3) goal atau tujuan yang ditinjau oleh perilaku

tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa

motivasi adalah semangat atau suatu kondisi yang mendorong atau

menjadikan sebab seseorang melakukan suatu perbuatan atau kegiatan

tertentu. Motivasi merupakan suatu daya pendorong (driving force) yang

menyebabkan orang berbuat sesuatu.

2. Proses Motivasi

Ada berbagai pendapat tentang proses motivasi, salah satunya

adalah yang dikemukakan oleh Swift (1969, dalam Wijono, 2010). Swift

memberi pandangan tentang adanya 3 kelompok, yaitu:

a. Motivasi sebagai suatu proses metabolisme, yaitu jika seseorang

(30)

Tenaga tersebut sebagian disimpan dan selebihnya dikeluarkan dalam

bentuk tingkah laku, hal tersebut dinamakan motivasi.

b. Motivasi sebagai suatu kekuatan internal yang merupakan suatu

proses dinamis, yaitu tenaga yang dihasilkan akan membangkitkan

individu untuk bereaksi dan akan diarahkan pada tujuan.

c. Motivasi sebagai suatu hubungan antara kebutuhan yang

dipersepsikan (perceived need) dengan tujuan meneruskan dorongan

(drive). Kebutuhan yang dimiliki individu menimbulkan suatu

dorongan dalam diri individu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Setelah timbul dorongan maka terbentuklah motif yang akan

menunjukkan arah yang hendak dicapai. Individu harus mengetahui

apa yang hendak dicapai, yaitu tujuan.

Dunette (dalam Winardi, 2008) mengemukakan sebuah model

umum tentang proses motivasi yang ditampilkan dalam gambar berikut

ini:

Ketidakseimbangan

internal:kebutuhan, Perilaku Tujuan, insentif, keinginan, ekspektasi atau imbalan

Pengurangan ketidakseimbangan: Pemuasan kebutuhan/kepuasan

(31)

Model tersebut merupakan sebuah kerangka kerja untuk memahami

sifat dinamik dari proses motivasi. Terlihat dalam gambar bahwa

komponen-komponen dasar motivasi adalah:

a. Kebutuhan, keinginan, atau ekspektasi-ekspektasi

b. Perilaku

c. Tujuan-tujuan

d. Umpan balik (Feedback)

Ketidakseimbangan psikologikal menyebabkan munculnya

perilaku yang diarahkan ke arah pemenuhan sebuah insentif tertentu atau

tujuan yang dianggap akan mengembalikan kondisi keseimbangan. Di

samping itu, orang akan tetap berupaya untuk mencapai insentif yang

relevan atas tujuan yang diinginkan sampai keseimbangan dikembalikan.

Sewaktu insentif atau tujuan dicapai, maka umpan balik internal (internal

feedback) menyebabkan menyusutnya ketidakseimbangan atau motivasi.

Remaja memiliki kebutuhan dalam diri, sebagai contoh adalah

kebutuhan akan relasi dengan orang lain khususnya dengan teman-teman

sebaya. Kebutuhan yang dimiliki remaja ini menimbulkan suatu dorongan

dalam diri remaja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dorongan untuk

memenuhi kebutuhan akan relasi dengan teman sebaya dapat tercermin

dari perilaku remaja, salah satunya adalah penggunaan facebook. Perilaku

remaja dalam menggunakan facebook diarahkan pada pemenuhan tujuan

tertentu, sebagai contoh untuk memperoleh banyak teman atau menjalin

(32)

terpenuhi maka kebutuhan remaja akan relasi dengan teman-teman sebaya

terpuaskan atau terpenuhi dan motivasi menjadi menurun.

3. Teori ERG Clayton Alderfer (Alderfer’s ERG Theory)

Clayton Alderfer dari Universitas Yale mengembangkan sebuah

teori alternatif tentang kebutuhan manusia. Alderfer berpendapat bahwa

terdapat tiga macam kebutuhan dalam diri manusia yang merupakan

kebutuhan inti (core need) dan dikenal dengan teori ERG (Robbins, 2004).

Teori ERG Alderfer tersebut merupakan modifikasi dari teori hierarki

kebutuhan Maslow.

Robbins (2004) menjelaskan bahwa kebutuhan eksistensi dalam

teori ERG Alderfer mencakup kebutuhan fisiologis dan keamanan di

dalam teori Maslow. Kebutuhan kedua yaitu kebutuhan untuk

berhubungan dengan orang lain merupakan kebutuhan untuk menjalin

hubungan interpersonal. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan

komponen eksternal dari kebutuhan harga diri pada teori Maslow.

Sedangkan kebutuhan akan pertumbuhan meliputi komponen intrinsik dari

kebutuhan harga diri dan kebutuhan untuk aktualisasi diri dalam teori

Maslow.

Teori Maslow tidak digunakan dalam penelitian ini karena teori

Maslow menekankan pada motivasi yang bersifat hirarki (Maslow’s

hierarchy of needs), yaitu kebutuhan tingkat tinggi hanya dibutuhkan jika

(33)

Alderfer menjelaskan bahwa manusia bekerja memenuhi kebutuhan

berdasarkan urutan kekonkretannya. Semakin konkret kebutuhan yang

hendak dicapai, maka semakin mudah seseorang untuk mencapainya.

Selain itu setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dan

kebutuhan tersebut akan bergerak sesuai dengan yang diinginkannya.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut tergantung pada

sejauh mana individu berhasil memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Motivasi remaja dalam menggunakan facebook tidak selalu bersifat

hirarki. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Monks (2001) yang

menjelaskan bahwa motivasi yang ada pada remaja cenderung tidak

hierarkhi dan mudah berubah, serta aspek motivasi yang ada dapat muncul

secara bersamaan.

a. Kebutuhan Eksistensi (existence)

Kebutuhan eksistensi meliputi berbagai macam tingkat

dorongan yang berkaitan dengan kebutuhan materi dan fisik, seperti

gaji, keuntungan, dan keselamatan secara fisik. Kategori kebutuhan

tersebut mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan materi bagi

diri individu itu sendiri. Individu memiliki kecenderungan untuk

bersaing apabila kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi. Terjadinya

persaingan disebabkan karena sumber yang diinginkan terbatas dan

seringkali dapat membuat individu lain kecewa. Individu akan

berusaha untuk memenuhi kebutuhannya jika kebutuhan itu memang

(34)

Individu dapat menggunakan facebook untuk memenuhi

kebutuhan materi dan fisik, seperti gaji, keuntungan, dan keselamatan

secara fisik. Misalnya saja remaja membahas tentang bagaimana

mencari tambahan uang saku dengan teman-temannya, membahas

diskon yang diberikan oleh suatu supermarket, serta membahas

tentang tindak kejahatan yang sedang marak terjadi.

b. Kebutuhan Berhubungan dengan Orang Lain (relatedness)

Kebutuhan ini merupakan kebutuhan untuk mengadakan

hubungan dan sosialisasi dengan orang lain. Dalam membina

hubungan tersebut individu mengharapkan memperoleh pemahaman

dan pengertian dari orang lain yang ada di sekitarnya, seperti suami,

istri, anak, orangtua, tetangga, teman, sahabat, dan pacar. Kebutuhan

hubungan ini akan terpenuhi jika tercipta adanya kerja sama dan

saling memberi dukungan satu sama lain (Wijono, 2010).

Adanya facebook memudahkan individu untuk memenuhi

kebutuhan akan berhubungan dengan orang lain. Hal tersebut

disebabkan karena melalui penggunaan facebook individu dapat

menjalin hubungan dengan teman-teman lama dan dapat memperoleh

teman-teman baru secara lebih mudah. Selain itu, facebook juga

memberi kemudahan dalam melakukan komunikasi atau membagi

perhatian dan kasih sayang. Sebagai contoh, di dalam facebook

individu dapat mengetahui siapa saja teman-teman yang saat itu

(35)

bersangkutan. Hal ini dapat dilihat sebagai bentuk perhatian dan

bersosialisasi dengan orang lain

c. Kebutuhan Pertumbuhan (growth)

Kebutuhan pertumbuhan ini mengacu pada bentuk kebutuhan

yang mendorong individu untuk menjadi orang yang kreatif dan

produktif serta berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya

maupun lingkungan di mana ia berada. Kepuasan akan pemenuhan

kebutuhan hidup ini akan timbul jika individu dapat menyelesaikan

masalah-masalah dan memuaskan keinginannya untuk dapat

mengembangkan potensi diri dan tumbuh secara optimal dalam

kehidupan individu tersebut (Wijono, 2010).

Adanya facebook dapat dijadikan sarana untuk menyalurkan

kebutuhan pertumbuhan individu. Remaja dapat belajar untuk

mengembangkan kreativitas dan menunjukkan hasil kreativitasnya

melalui facebook. Remaja juga dapat menuangkan ide-ide kreatifnya

kreatifnya melalui facebook, salah satu contoh adalah mengkritisi

permasalahan yang ada di masyarakat. Hal ini berarti bahwa ide-ide

yang dimiliki remaja dapat tersalurkan melalui facebook.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Menurut Amstrong (dalam Anoraga, 2001), motivasi dasar

dipengaruhi oleh penurunan dorongan, dimana ketika motivasi diarahkan

(36)

sebagai ketegangan, dan akhirnya orang itu mengalami kesenangan dari

penurunan ketegangan atau dorongan. Misalkan ketika kita lapar, maka

akan mengalami ketegangan dan akan merasa enak jika kita makan

sebagai suatu bentuk penurunan ketegangan.

Motivasi juga dipengaruhi oleh tingkat rangsangan (Amstrong,

dalam Anoraga, 2001), hal ini lebih dipengaruhi oleh banyaknya stimulus

yang masuk terhadap suatu individu. Stimulus yang muncul di sini

misalkan stimulus dari lingkungan, kebaruan, atau bahkan stimulus

seksual.

Motivasi seseorang dapat pula dipengaruhi oleh adanya

pengalaman masa lalu, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya.

Hal ini dikarenakan motivasi bukanlah suatu yang independen akan tetapi

merupakan sesuatu yang memiliki penyebab tertentu (Handoko, 1992).

Amstrong (dalam Anoraga, 2001) menyatakan bahwa motivasi

juga dapat dipengaruhi oleh:

a. Pengharapan

Individu akan termotivasi jika mereka berpikir mereka akan

memperoleh apa yang mereka inginkan, atau menghindari apa yang

tidak mereka inginkan.

b. Sistem imbal jasa

Sejauh mana imbal jasa memenuhi atau memuaskan kebutuhan akan

(37)

c. Kemampuan

Kecerdasan, keterampilan, dan pengetahuan individu yang

bersangkutan.

d. Persepsi

Apa yang dilakukan individu tersebut atau apa yang dipikirkan oleh

individu tersebut harus dilakukannya.

e. Pengaruh terhadap orang lain

Tekanan yang diberikan orang lain di lingkungan mempengaruhi

kebutuhan sosial dan kebutuhan akan penghargaan.

f. Kegiatan individu

Sampai sejauh mana kegiatan yang dilakukan individu memberikan

peluang untuk pencapaian, tanggung jawab dan kepuasan.

B. FACEBOOK

Ridwan (2009) menjelaskan bahwa facebook merupakan situs yang

layanan utamanya adalah layanan jejaring sosial. Jejaring sosial merupakan

struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi.

Jejaring ini membuat individu dapat berhubungan dengan individu lain. Istilah

jejaring sosial ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Facebook adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang

diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg,

seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley

(38)

keanggotaannya masih dibatasi untuk mahasiswa dari Harvard College. Dua

bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah

Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester,

Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy

League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan

terus-menerus dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya,

orang-orang yang memiliki alamat e-mail suatu universitas (seperti: .edu, .ac,

.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial

ini (http://id.wikipedia.org/).

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah

tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang

yang memiliki alamat e-mail apa pun dapat mendaftar di facebook. Pengguna

dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia,

seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis. Fitur

hiburan dalam facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan

video, kuis, dan lain sebagainya.

C. REMAJA

1. Aspek Fisik

Pada masa remaja terjadi perkembangan fisik yang pada remaja

perempuan ditandai dengan menarche atau haid pertama. Menarche

adalah sebuah peristiwa yang menandai masa pubertas, namun bukan

(39)

pubertas (puberty) ialah suatu periode di mana kematangan kerangka dan

seksual terjadi secara pesat terutama pada awal masa remaja.

Konsentrasi hormon-hormon tertentu meningkat secara dramatis

selama masa remaja, yaitu testoteron dan estradiol. Testoteron

(testoterone) ialah suatu hormon yang berkaitan dengan perkembangan

alat kelamin, pertambahan tinggi, dan perubahan suara pada anak

laki-laki. Estradiol ialah suatu hormon yang berkaitan dengan perkembangan

buah dada, rahim, dan kerangka pada anak perempuan.

Selama masa pubertas, tingkat testoteron meningkat delapan kali

lipat pada laki-laki tetapi hanya dua kali lipat pada perempuan. Estradiol

meningkat delapan kali lipat pada perempuan tetapi hanya dua kali lipat

pada laki-laki. Empat perubahan tubuh yang paling menonjol pada

remaja perempuan ialah pertambahan tinggi badan yang cepat, menarche,

pertumbuhan buah dada, dan pertumbuhan rambut kemaluan. Empat

perubahan tubuh yang paling menonjol pada remaja laki-laki ialah

pertambahan tinggi badan yang cepat, pertumbuhan penis, pertumbuhan

testis, serta pertumbuhan rambut kemaluan.

Serangkaian perubahan psikologis akan menyertai perkembangan

fisik seorang remaja. Remaja disibukkan dengan tubuh mereka dan

mengembangkan citra individual mengenai gambaran tubuh mereka.

Ketika menggunakan facebook aspek fisik ini menjadi salah satu hal

yang penting bagi remaja. Hal tersebut disebabkan karena remaja ingin

(40)

yang mereka pasang di facebook. Remaja berpikir bahwa penampilan

fisik yang menarik merupakan faktor yang mendukung supaya mereka

dapat menarik perhatian pengguna facebook yang lain dan banyak yang

ingin menjadi teman.

2. Aspek Sosial

Remaja cenderung mulai memiliki rasa ingin dekat dengan teman

sebayanya. Remaja merasa nyaman jika dapat diterima dengan teman

sebaya. Keinginan untuk dekat dengan teman sebaya membuat remaja

menjadi jauh dengan keluarga. Santrock (2002) menjelaskan bahwa

remaja lebih merasa keberadaan teman sebaya sebagai suatu yang penting

dan mulai mengabaikan keberadaan keluarganya. Hal ini disebabkan

karena remaja ingin diterima didalam kelompoknya.

Adanya facebook memberikan jalan bagi remaja untuk lebih dekat

dengan teman sebaya. Remaja dapat berkomunikasi dengan teman

sebayanya dan membahas tentang hal-hal yang sedang inn dikalangan

remaja. Kondisi ini membuat kesenangan tersendiri pada diri remaja.

Remaja lebih ingin dekat dengan teman sebaya dibandingkan dengan

orangtua. Informasi yang disampaikan teman sebaya dianggap remaja

sebagai sesuatu yang penting sehingga adanya facebook sering dijadikan

remaja sebagai sarana untuk bertukar informasi dengan teman sebaya.

Remaja juga berusaha mencari identitas dirinya. Tahap kelima dari

(41)

(identity versus identity confusion) terjadi kira-kira bersamaan dengan

masa remaja. Pada tahap ini remaja tertarik untuk mengetahui siapa

dirinya, bagaimana dirinya, dan ke mana ia menuju dalam kehidupannya

(Santrock, 2002). Hal tersebut membuat remaja berusaha untuk

mengetahui lebih banyak tentang dirinya. Salah satu cara untuk

mengetahui lebih banyak tentang dirinya adalah dengan mencari

informasi melalui facebook. Facebook juga dapat digunakan remaja

untuk diskusi dengan individu lain yang membantu remaja untuk

menemukan identitas diri. Sulit bagi individu untuk mengetahui

kelebihan dan kekurangan diri. Adanya komunikasi melalui facebook

dapat membantu remaja mengetahui kelebihan dan kekurangan diri

dengan bantuan informasi dari teman yang remaja ajak diskusi melalui

facebook.

3. Aspek Kognitif

Kekuatan pemikiran remaja yang sedang berkembang membuka

cakrawala kognitif yang baru. Pemikiran remaja semakin abstrak, logis,

dan idealistis, lebih mampu menguji pemikiran diri sendiri, pemikiran

orang lain, dan apa yang orang lain pikirkan tentang diri remaja, serta

cenderung menginterpretasikan dan memantau dunia sosial.

Piaget (dalam Santrock 2002) yakin bahwa pemikiran operasional

formal berlangsung antara usia 11 hingga 15 tahun. Pemikiran

(42)

Remaja tidak lagi terbatas pada pengalaman konkrit aktual sebagai dasar

pemikiran. Sebaliknya, remaja dapat membangkitkan situasi-situasi

khayalan, kemungkinan-kemungkinan hipotesis, atau dalil-dalil atau

penalaran yang benar-benar abstrak.

Selain abstrak, pemikiran remaja juga idealistis. Remaja mulai

berpikir tentang ciri-ciri ideal bagi dirinya, orang lain dan

membandingkan dirinya dan orang lain dengan standar-standar ideal ini.

Selama masa remaja, pemikiran-pemikiran sering berupa fantasi yang

mengarah ke masa depan. Remaja sering menjadi tidak sabar dengan

standar-standar ideal yang baru ditemukan ini dan dibingungkan dengan

banyak standar ideal yang diadopsi. Remaja juga kadang berpikir lebih

logis. Remaja mulai berpikir secara ilmuwan yang menyusun

rencana-rencana untuk memecahkan masalahnya dan menguji pemecahan

masalah secara sistematis.

David Elkind (dalam Santrock, 2002) menjelaskan bahwa

egosentrisme remaja (adolescent egocentrism) memiliki dua bagian:

penonton khayalan dan dongeng pribadi. Penonton khayalan (imaginary

audience) ialah keyakinan remaja bahwa orang lain memperhatikan

dirinya sebagaimana halnya dengan dirinya sendiri. Perilaku

mengundang perhatian, umum terjadi pada remaja, mencerminkan

egocentrism dan keinginan untuk tampil di atas pentas diperhatikan dan

(43)

Dongeng pribadi (the personal fable) ialah bagian dari egocentrism

remaja yang meliputi perasaan unik seorang anak remaja. Rasa unik

pribadi remaja membuat mereka merasa bahwa tidak seorang pun dapat

mengerti bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Misalnya, seorang

anak perempuan remaja menganggap bahwa ibunya tidak mungkin dapat

merasakan sakit yang ia rasakan karena pacarnya memutuskan hubungan

dengannya.

Adanya facebook dapat menyalurkan keyakinan remaja bahwa

orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana halnya dengan dirinya

sendiri. Remaja sering meng-upload segala kegiatan yang telah dirinya

lakukan karena merasa orang lain akan menyukainya sebagaimana

dirinya menyukai kegiatan yang telah dirinya dilakukan. Remaja juga

sering menggunakan pakaian atau asesoris yang unik dan

menampilkannya di facebook untuk menarik perhatian.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada aspek

fisik empat perubahan tubuh yang paling menonjol pada remaja

perempuan ialah pertambahan tinggi badan yang cepat, menarche,

pertumbuhan buah dada, dan pertumbuhan rambut kemaluan. Empat

perubahan tubuh yang paling menonjol pada remaja laki-laki ialah

pertambahan tinggi badan yang cepat, pertumbuhan penis, pertumbuhan

testis, serta pertumbuhan rambut kemaluan.

Secara kognitif, pemikiran remaja semakin abstrak, logis, dan

(44)

lain, dan apa yang orang lain pikirkan tentang diri remaja, serta

cenderung menginterpretasikan dan memantau dunia sosial. Remaja

dalam kognisi sosial mengembangkan suatu egosentrisme khusus, mulai

berpikir tentang kepribadian dan memantau dunia sosialnya.

D. DINAMIKA MOTIVASI REMAJA DALAM MENGGUNAKAN

FACEBOOK

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang motivasi, maka pada

dasarnya pengertian motivasi adalah faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang

yang menggerakkan dan mengarahkan perilakunya untuk memenuhi tujuan

tertentu. Timbulnya motivasi seseorang merupakan gabungan dari konsep

kebutuhan, dorongan, tujuan, dan imbalan. Hal ini sejalan dengan pendapat

Robbins (2004) yang menyatakan bahwa motivasi bersangkutan dengan upaya

ke arah setiap tujuan, terutama tujuan sebagai cerminan minat tunggal individu

dalam perilaku yang berkaitan dengan apa yang dilakukannya.

Alderfer (dalam Robbins, 2004) menjelaskan bahwa manusia

mempunyai tiga kebutuhan yang mendorong diri untuk melakukan sesuatu,

yaitu kebutuhan akan eksistensi (existence), kebutuhan berhubungan dengan

orang lain (relatedness), serta kebutuhan akan pertumbuhan (growth) yang

disebut dengan teori ERG. Ketiga kebutuhan tersebut mendorong remaja

kepada perilaku menggunakan facebook dan perilaku tersebut mengarah pada

(45)

Facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial memiliki banyak

manfaat, antara lain dapat bertemu dengan teman lama, memperoleh teman

baru, sampai sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan eksistensi.

Kebutuhan akan materi dan fisik ini dapat terpenuhi melalui penggunaan

facebook, salah satu contoh adalah remaja dapat membahas tentang bagaimana

mencari tambahan uang saku dengan teman-teman. Pemanfaatan facebook saat

ini telah berkembang menjadi sarana peluang bisnis, yaitu penjualan produk

yang lebih dikenal dengan sebutan online shop. Akses yang begitu mudah dan

banyaknya orang yang memiliki akun facebook dimanfaatkan oleh sebagian

besar orang yang belum pernah melakukan usaha penjualan maupun orang

yang sudah memiliki toko/usaha untuk menawarkan produk mereka melalui

facebook. Cara ini lebih mudah dan cepat untuk menawarkan produk yang

mereka miliki. Remaja yang hanya ingin menjual barang-barang yang sudah

tidak mereka pakai lagi (second) dapat memanfaatkan ini sebagai tambahan

untuk mencari uang saku.

Selain dapat memenuhi kebutuhan eksistensi, melalui penggunaan

facebook remaja dapat dengan mudah bertemu atau berkomunikasi dengan

teman-teman lama dan memperoleh teman baru. Mereka juga dapat saling

memberikan atau mengungkapkan perhatian melalui facebook, di mana hal

tersebut dapat memenuhi kebutuhan remaja untuk berhubungan atau

sosialisasi dengan teman-teman. Facebook menyediakan fasilitas untuk

(46)

ucapan dinding (wall), simbol-simbol ucapan selamat ulang tahun maupun

simbol-simbol ungkapan kasih sayang yang lain.

Dalam hubungannya dengan kebutuhan akan pertumbuhan (growth),

melalui situs jejaring sosial facebook terjadi pertukaran informasi. Meskipun

pada awalnya facebook lebih dikenal sebagai sarana untuk menjalin kembali

relasi dengan teman lama dan memperoleh teman baru, namun saat ini

facebook juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi

diri dan kreativitas. Sebagai contoh, saat ini cukup banyak informasi mengenai

beasiswa yang dituliskan dalam facebook atau memiliki akun facebook. Hal

ini bertujuan agar pengguna facebook dapat mengetahui dengan mudah dan

cepat bahwa terdapat program beasiswa bagi mereka. Hal tersebut dapat

menjadi peluang bagi pengguna fecebook yang memanfaatkan informasi

tersebut untuk semakin mengembangkan potensi diri. Selain itu, terkadang ada

beberapa pemiliki akun facebook yang menuliskan literatur yang berguna

untuk menambah pengetahuan akan hal tertentu.

Remaja juga dapat menyalurkan atau mengembangkan kreativitas

mereka. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan bagaimana para remaja

membuat tampilan facebook mereka menjadi menarik, mulai dari pemilihan

foto diri maupun kalimat-kalimat yang dituliskan dalam informasi/data diri. Di

samping itu, facebook juga memiliki fasilitas catatan (note), di mana pengguna

facebook dapat menuliskan apa saja di dalam fasilitas tersebut, antara lain

(47)

terjadi di masyarakat, dan ada pula yang menuliskan hasil karya dalam bentuk

puisi.

Berdasarkan ketiga kebutuhan tersebut, peneliti menduga bahwa

kebutuhan paling menonjol yang memotivasi remaja dalam menggunakan

facebook adalah kebutuhan berhubungan dengan orang lain (relatedness).

Peneliti mengamati bahwa banyak remaja yang merasa ingin menjalin

hubungan dengan individu lain serta ingin individu lain memahami

keberadaan dirinya.

E. PERTANYAAN PENELITIAN

Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana gambaran motivasi siswa

SMA Negeri 1 Banguntapan dalam menggunakan facebook berdasarkan teori

(48)

F. KERANGKA BERPIKIR

Gambar 2. Proses motivasi remaja dalam menggunakan facebook

Aspek Fisik: keinginan untuk tampil, dikenal, menunjukkan kelebihan fisik, materi, dan

keselamatan fisik Remaja Kebutuhan Eksistensi

(existence)

Penggunaan

facebook

Aspek Sosial: keinginan menjalin hubungan dengan banyak orang

Aspek Kognitif: keingintahuan yang tinggi, mengembangkan kreativitas

Kebutuhan

Berhubungan dengan Orang Lain

( )

Kebutuhan

(49)

32

BAB III

METODE PENELITIAN

Hadi (2002) mengemukakan bahwa metodologi penelitian merupakan

salah satu unsur penting dalam suatu penelitian ilmiah karena ketepatan

metodologi dipergunakan sebagai dasar pemecahan masalah, sehingga akan

diperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

A. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, di mana

data yang dihasilkan berwujud bilangan (skor atau nilai, peringkat, atau

frekuensi) dan kemudian digambarkan berbagai karakteristik yang penting

pada data tersebut.

Suryabrata (2010) menyatakan bahwa penelitian deskriptif bertujuan

untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai

fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian ini hanya

akan menggambarkan variabel yang diteliti tanpa mencari atau menerangkan

hubungan, menguji hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna

dan implikasi. Sedangkan data yang digunakan merupakan data kuantitatif

(50)

B. VARIABEL PENELITIAN

Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi penggunaan facebook

pada siswa SMA Negeri 1 Banguntapan.

C. DEFINISI OPERASIONAL

Motivasi adalah semangat atau suatu kondisi yang mendorong atau

menjadikan sebab seseorang melakukan suatu perbuatan atau kegiatan

tertentu atau dapat juga didefinisikan sebagai suatu daya pendorong (driving

force) yang menyebabkan orang berbuat sesuatu. Motivasi penggunaan

facebook pada siswa adalah suatu kondisi yang mendorong atau

menyebabkan siswa untuk menggunakan facebook.

Motivasi diukur dengan menggunakan skala motivasi yang terdiri

dari aspek-aspek berdasarkan teori motivasi Clayton Alderfer, di mana

individu memiliki tiga kebutuhan dalam diri yang mendorongnya untuk

berbuat sesuatu yaitu eksistensi (existence), berhubungan dengan orang lain

(relatedness), dan pertumbuhan (growth). Kebutuhan eksistensi meliputi

kebutuhan materi dan fisik, seperti gaji, keuntungan, dan keselamatan secara

fisik; kebutuhan berhubungan dengan orang lain meliputi kebutuhan untuk

menjalin hubungan dengan orang lain; dan kebutuhan akan pertumbuhan

yaitu kebutuhan untuk kreatif, produktif, serta berusaha untuk memberikan

yang terbaik bagi dirinya maupun lingkungan di mana ia berada.

Skala motivasi akan diukur menggunakan model Summated Rating

(51)

tingkat kebutuhan yang memotivasi subjek dalam menggunakan facebook.

Semakin tinggi skor pada aspek kebutuhan tertentu menunjukkan bahwa

kebutuhan tersebut lebih berperan dominan dalam mendorong subjek untuk

menggunakan facebook, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh pada

suatu aspek kebutuhan tertentu maka menunjukkan tingkat kebutuhan yang

rendah dalam diri subjek.

D. SUBJEK PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini memiliki beberapa karakteristik yang

disesuaikan dengan tujuan penelitian. Berikut adalah ciri-ciri atau

karakteristik dari populasi penelitian:

- Remaja berusia 15 hingga 19 tahun.

- Berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

- Memiliki akun facebook.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

kelas XI SMA Negeri 1 Banguntapan yang berjumlah 220 orang.

Berdasarkan tabel Kreanjae, diketahui bahwa untuk populasi sejumlah 220

orang maka sampel yang diperlukan adalah 140 orang. Pengambilan

sampel (sampling) dilakukan dengan teknik random sampling. Dalam

random sampling, semua individu dalam populasi mempunyai kesempatan

(52)

E. METODE PENGUMPULAN DATA

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

kuantitatif. Alat untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah skala.

Skala merupakan sekumpulan pernyataan yang disusun dengan cara-cara

tertentu mengenai suatu obyek yang hendak diungkap, dikenakan kepada

individu.

Motivasi dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala

motivasi yang mengacu pada aspek milik Alderfer (Robbins, 2004). Skala ini

untuk mengukur atau mengetahui aspek kebutuhan yang memotivasi subjek

penelitian dalam menggunakan facebook. Aspek tersebut terdiri dari aspek

eksistensi (existence), berhubungan dengan orang lain (relatedness), dan

pertumbuhan (growth). Skala motivasi terdiri dari 50 butir aitem pernyataan,

yang terdiri dari 25 pernyataan favorable dan 25 pernyataan unfavorable.

Pernyataan favorable adalah pernyataan yang sifat kalimatnya mendukung

atau memihak pada aspek motivasi, sedangkan pernyataan unfavorable adalah

pernyataan yang sifat kalimatnya tidak mendukung atau tidak memihak pada

(53)

Pada setiap pernyataan, skala motivasi langsung diikuti 5 (lima)

pilihan jawaban yaitu: “sangat sesuai (SS)”, “sesuai (S)”, “netral (N)”, “tidak

sesuai (TS)”, serta “sangat tidak sesuai (STS)” yang cara penilaiannya

bergerak antara 1 (satu) sampai angka 5 (lima) dengan pemberian skor

sebagai berikut: untuk pernyataan yang bersifat favorable skor 5 (lima) untuk

pilihan jawaban “sangat sesuai (SS)”, skor 4 (empat) untuk pilihan jawaban

“sesuai (S)”, skor 3 (tiga) untuk pilihan jawaban “netral (N)”, skor 2 (dua)

untuk pilihan jawaban “tidak sesuai (TS)”, dan 1 (satu) untuk pilihan jawaban

“sangat tidak sesuai (STS)”. Untuk pernyataan yang bersifat unfavorable skor

5 (lima) untuk pilihan jawaban “sangat tidak sesuai (STS)”, skor 4 (empat)

untuk pilihan jawaban “tidak sesuai (TS)”, skor 3 (tiga) untuk pilihan

jawaban “netral (N)”, skor 2 (dua) untuk pilihan jawaban “sesuai (S)”, dan

(54)

F. UJI COBA PENELITIAN

Uji coba instrumen penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Juli

2011. Kelompok subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa SMA

Negeri 1 Sewon. Subjek uji coba dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang

terdiri dari 27 laki-laki dan 23 perempuan. Penggolongan subjek try out

terdapat dalam tabel berikut ini:

Tabel 2

Penggolongan Subjek Try Out

Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki 27

Perempuan 23

Jumlah Total 50

G. VALIDITAS DAN RELIABILITAS

1. Validitas

Validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan

suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukur terhadap suatu atribut. Suatu

instrumen alat ukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi

apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya sesuai dengan maksud

pengukuran. Alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan error

pengukuran yang kecil, artinya skor setiap subjek yang diperoleh oleh alat

ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor yang sesungguhnya (Azwar,

2005). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi.

Validitas isi menunjukkan sejauh mana item-item dalam skala penelitian

(55)

tersebut, yaitu isinya harus tetap relevan dan tidak keluar dari batasan

tujuan pengukuran.

Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan metode

professional judgment, yaitu penilaian validitas terhadap suatu alat ukur

yang diberikan oleh orang-orang yang dianggap ahli dan profesional di

bidangnya, dalam hal ini adalah dosen pembimbing, sehingga

item-itemnya dipandang sudah mencakup keseluruhan isi objek yang hendak

diukur (Azwar, 2005).

2. Seleksi Item

Seleksi item dilakukan sebelum skala digunakan untuk

memperoleh item-item yang berkualitas dan sesuai dengan fungsi skala.

Item yang baik adalah item yang memiliki daya beda tinggi yaitu

mempunyai kemampuan untuk memberikan indikasi apakah seseorang

mempunyai sikap positif atau tidak. Teknik yang dipakai dalam

menyeleksi item dalam penelitian ini adalah penggunaan koefisien

korelasi dengan mengkorelasikan skor item dengan skor item total.

Pengkorelasian antara skor item dengan skor item total akan

menghasilkan koefisien korelasi item total (rix). Koefisien korelasi yang

baik adalah ≥ 0,30 karena memiliki daya pembeda yang memuaskan.

Sedangkan item dengan nilai rix dibawah 0,30 dianggap buruk karena

dapat diinterpretasikan sebagai item yang memiliki daya diskriminasi

(56)

penelitian atau dinyatakan gugur (Nurgiyantoro & Fatah, 2002).

Penyeleksian item dilakukan dengan komputer menggunakan program

SPSS for windows 16.

Hasil analisis seleksi item skala motivasi remaja dalam

menggunakan facebook menunjukkan bahwa seluruh item berada di atas

batas 0,30 sehingga dinyatakan tidak ada item yang gugur. Item-item

tersebut memiliki skor koefisien korelasi item total antara 0,373-0,786.

Berdasarkan hasil seleksi item motivasi remaja dalam menggunakan

facebook, aspek eksistensi terdiri dari 7 item favorabel dan 8 item

unfavorabel. Aspek hubungan terdiri dari 10 item favorabel dan 10 item

unfavorabel. Aspek pertumbuhan terdiri dari 8 item favorabel dan 7 item

unfavorabel. Secara keseluruhan, terdapat 50 item yang selanjutnya

digunakan dalam penelitian.

Tabel 3

(57)

3. Reliabilitas

Reliabilitas adalah keterpercayaan hasil suatu pengukuran. Hasil

pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan

pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang

relatif sama. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi mampu

memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar,

2004). Reliabilitas dalam penelitian ini diukur dengan pendekatan

konsistensi internal, yaitu butir-butir pernyataan. Prinsip metode ini

adalah pengujian akan konsistensi antar bagian atau konsistensi antar item

dalam tes. Suatu tes dinyatakan reliabel jika memiliki konsistensi yang

tinggi di antara komponen-komponen yang membentuk tes secara

keseluruhan (Azwar, 2005).

Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx’) yang

memiliki rentang angka 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien

reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya.

Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti

reliabilitasnya semakin rendah. Koefisien yang mencapai angka rxx’=1,00

atau bahkan rxx’=0 tidak pernah dijumpai dalam pengukuran psikologis.

Hal ini dikarenakan terdapatnya berbagai sumber eror dalam diri manusia

dan dalam pelaksanaan pengukuran yang mempengaruhi kecermatan

pengukuran (Azwar, 2004). Pengukuran koefisien reliabilitas dalam

penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach

(58)

Tabel 4

Hasil Uji Reliabilitas Skala Motivasi

Koefisien Alpha Cronbach N Item N Subjek

0,963 50 50

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa reliabilitas skala

memiliki nilai di atas 0,500 sehingga skala dianggap memiliki reliabilitas

yang memuaskan.

H. METODE ANALISIS DATA

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, maka

data-data dalam penelitian ini berupa angka. Statistik deskriptif berusaha

menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data seperti rata-rata

(mean), nilai tengah (median), nilai yang sering muncul (modus), variasi

kelompok melalui rentang data, dan standar deviasi (Sugiyono, 2002). Hasil

penelitian ditentukan dengan membandingkan antara mean teoritik dan mean

empirik untuk mengetahui data teoritik dengan Nitem sebanyak 50.

Tabel 5

Deskripsi Data Teoritik

Data Teoritik Skor

Xmin Xmaks Range SD µTeoritik N item

50 250 200 25 150 50

Catatan. Xmin= skor paling rendah subjek pada skala yaitu 1; Xmaks= skor

(59)

42

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2011 di SMA Negeri 1

Banguntapan. Sekolah tersebut didirikan tahun 1985 dengan alamat di Dusun

Ngentak, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul,

Daerah Istimewa Yogyakarta.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang ada di SMA

Negeri 1 Banguntapan. Ciri-ciri dari subjek penelitian ini adalah siswa kelas

XI yang ada di SMA Negeri 1 Banguntapan, berjenis kelamin laki-laki atau

perempuan, serta pernah menggunakan facebook. Jumlah siswa kelas XI yang

ada di SMA Negeri 1 Banguntapan sebanyak 220 orang.

Dipilihnya SMA Negeri 1 Banguntapan karena siswa di sekolah tersebut

seluruhnya pernah menggunakan facebook sehingga sesuai sesuai untuk

digunakan dalam mengambil data penelitian ini. Hal ini memudahkan peneliti

mengambil data penelitian yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian.

Peneliti menyebarkan skala penelitian sebanyak 140 eksemplar sesuai dengan

jumlah subjek penelitian. Skala yang kembali pada peneliti sebanyak 140

eksemplar juga. Deskripsi subyek penelitian ini terlampir dan dipaparkan

Gambar

Tabel 1.      Blue Print Skala Try Out ............................................................
Tabel 1 Blue Print Skala Try Out . View in document p.15
Gambar 1.    Sebuah Model Umum Tentang Proses Motivasi .......................
Gambar 1 Sebuah Model Umum Tentang Proses Motivasi . View in document p.16
Gambar 1. Sebuah model umum tentang proses motivasi
Gambar 1 Sebuah model umum tentang proses motivasi . View in document p.30
Gambar 2. Proses motivasi remaja dalam menggunakan facebook
Gambar 2 Proses motivasi remaja dalam menggunakan facebook . View in document p.48
Tabel 1 Blue Print Skala Try Out
Tabel 1 Blue Print Skala Try Out . View in document p.52
Tabel 2 Penggolongan Subjek Try Out
Tabel 2 Penggolongan Subjek Try Out . View in document p.54
Tabel 3 Distribusi Item Skala Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook
Tabel 3 Distribusi Item Skala Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook . View in document p.56
 Tabel 4  Hasil Uji Reliabilitas Skala Motivasi
Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Skala Motivasi . View in document p.58
Tabel 5 Deskripsi Data Teoritik
Tabel 5 Deskripsi Data Teoritik . View in document p.58
Tabel 6 Deskripsi Data Penelitian Secara Umum
Tabel 6 Deskripsi Data Penelitian Secara Umum . View in document p.61
Tabel 7 Kategorisasi Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook
Tabel 7 Kategorisasi Motivasi Remaja dalam Menggunakan Facebook . View in document p.63
Tabel 8 Deskripsi Data Masing-Masing Aspek Motivasi Remaja dalam
Tabel 8 Deskripsi Data Masing Masing Aspek Motivasi Remaja dalam . View in document p.64

Referensi

Memperbarui...

Download now (115 pages)