Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
132
4 months ago
Preview
Full text

  HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh : Thomas Fajar Adi Nugroho NIM : 059114104 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN

DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA

SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS

SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  Oleh : Thomas Fajar Adi Nugroho

  059114104 Telah disetujui oleh :

  Dosen Pembimbing ( Drs. H. Wahyudi, M.Si) Tanggal :

  

SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN

DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA

SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS

SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  Dipersiapkan dan ditulis oleh : Thomas Fajar Adi Nugroho

  059114104 Telah Dipertahankan di Depan Dosen Penguji

  Pada Tanggal 13 Agustus 2010 Dan dinyatakan memenuhi syarat

  Susunan Dosen Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua Drs. H. Wahyudi, M.Si ……………………………....

  Anggota Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si ……………………………… Anggota Titik Kristiyani, M.Psi ………………………………

  Yogyakarta, Fakultas Psikologi,

  Universitas Sanata Dharma Dekan Fakultas Psikologi

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Aku meminta kekuatan kepada Tuhan, Agar aku berhasil dalam pekerjaanku. Di buatnya aku lemah, agar aku belajar rendah hati dan taat. Aku meminta kesehatan Agar aku dapat melakukan hal-hal yang “ lebih besar”.

  Diberinya aku kelemahan tubuh, Agar aku dapat melakukan hal-hal yang “lebih baik”. Aku meminta kekayaan, agar aku lebih bahagia. Diberinya aku kemiskinan, agar aku lebih bijaksana. Aku meminta kekuasaan, Agar aku dapat dipuja semua orang. Diberinya aku kelemahan, Agar aku merasakan kebutuhan akan Tuhan. Aku meminta semua hal, agar aku dapat menikmati hidup. Diberinya aku hidup, agar aku dapat menikmati semua hal. Aku tidak mendapat sesuatu yang aku minta. Tetapi aku mendapatkan semua yang aku butuhkan. Bertentangan dengan keinginanku, Doa-doaku yang tak terucapkan dijawab. Diantara semua orang, aku diberkati dengan melimpah. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami ( 2Kor 4 : 7).

  

Tugas Akhir ini kupersembahan kepada kedua orang tuaku, Bapak dan Ibu,

Adikku Pinta yang kini sedang beranjak SLTP dan seluruh keluargaku dirumah

yang telah setia membantu, menemani dan mendukung perjalanan hidupku.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan sesungguhnya bahwa penulisan skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya dari orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 20 Juli 2010 Penulis

  Thomas Fajar Adi Nugroho

  

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN

DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA

SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS

SANATA DHARMA YOGYAKARTA

Thomas Fajar Adi Nugroho

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan

kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi

  

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada

hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada

mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Subjek

dalam penelitian ini adalah 90 orang mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode skala. Skala kepercayaan diri dan

skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja diukur dengan menggunakan model skala Likert.

Pada skala kepercayaan diri terdapat 35 item dan skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja

terdapat 37 item. Koefisien reliabilitas untuk skala kepercayaan diri adalah 0,9016, dan koefisien

reliabilitas untuk skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja adalah 0,9226. Untuk

mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja

pada mahasiswa semester akhir digunakan teknik korelasi product moment Pearson. Hasil analisis

data penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran data yang ada adalah normal dan mengikuti fungsi

linear. Koefisien korelasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah r = -0,499 dengan p<0,05.

Hal ini berarti menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima. Dengan kata lain, ada

hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada

mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kata kunci : kepercayaan diri, kecemasan, dan mahasiswa semester akhir

RELATIONSHIP BETWEEN SELF CONFIDENCE AND THE ANXIETY

  

IN FACING THE WORKING WORLD TO THE UPPER DEGREE

STUDENTS FACULTY OF PSYCHOLOGY SANATA DHARMA

UNIVERSITY YOGYAKARTA

Thomas Fajar Adi Nugroho

ABSTRACT

  This study examined the correlation between self confidence and the anxiety in facing the

working world to the upper degree students Faculty of Phychology Sanata Dharma University

Yogyakarta. Researches formulated a problem if there a negative relationship between self

confidence and the anxiety in facing the working world to the upper degree students Faculty of

Psychology Sanata Dharma University Yogyakarta. The subject of this research is 90 upper

university students Faculty of Psychology Sanata Dharma University Yogyakarta. The method

which applied in this research is correlational. The correlation technique is using scale method.

Self confidence and anxiety in facing the working world to the upper students scales are measured

by using Likert model scale. On the scale of self confidence there are 35 items, and on the anxiety

in facing the working world to the upper students there are 37 items. The reliability coeficient of

self confidence scale is 0,9016, and the reliability coefficient of anxiety in facing the working

world to the upper students scale is 0,9226. To know the relation between self confidence and the

anxiety in facing the working world to the upper students is used by mean correlation technique

product moment Pearson. The result of research data analysis show the data propagate is normal

and followed the linear function. The correlation coeficient (r) found in the research is -0,499 with

P <0,05. This means this research hypothesis can be accepted. In other word, there is a negative

relation between self confidence and the anxiety in facing the working world to the upper degree

students Faculty of Psychology Sanata Dharma University Yogyakarta.

  Keywords : self confidence, anxiety, and the upper degree students

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Thomas Fajar Adi Nugroho NIM : 059114104

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  “ HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  YOGYAKARTA “ Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet, atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta

  Pada tanggal : 20 Juli 2010 Yang menyatakan ( Thomas Fajar Adi Nugroho)

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur saya haturkan kepada Allah Bapa di surga dan putera-Nya Yesus Kristus atas berkat dan penyertaan-Nya dalam mendampingi terselesainya tugas akhir skripsi saya yang berjudul “ Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ” untuk memenuhi persyaratan guna menyelesaikan program studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selain itu, ucapan terima kasih saya ucapkan kepada berbagai pihak yang telah memberikan waktu dan tenaga untuk membantu serta menunjang saya dalam pengerjaan skripsi saya dari awal penelitian hingga terselesainya tugas ini. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

   Allah Bapa, Yesus Kristus Tuhanku dan Bunda Maria pelindungku, terima kasih atas perlindungan dan penyertaan di sepanjang hidupku.

   Dr. Christina Siwi Handayani, M.Si, selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

   Bapak Drs. H. Wahyudi M, Si, selaku dosen pembimbing yang dengan sabar memberikan waktu, tegas dan bijaksana membimbing saya dalam menyelesaikan skripsi ini.  Seluruh dosen di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah membantu memberikan bimbingan, pengalaman dan penerapan ilmu

   Ibu ML. Anantasari M.Si, selaku dosen pembimbing akademik. Terima kasih Bu, atas dampingannya kepada saya dari awal kuliah, selama kuliah, pada saat saya jatuh kecelakaan hingga akhir penyelesaian tugas skripsi saya ini.

   Universitas Sanata Dharma college of Jesuit, tempat dimana saya menempuh dan menyelesaikan kuliah S1 di Fakultas Psikologi.

   Seluruh staff di Universitas Sanata Dharma khususnya staff di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, mas Gandung, mas Muji, pak Gi, mas Doni dan bu Nanik yang dengan tulus membantu saya mempersiapkan administrasi akademik di Fakultas Psikologi.

   Rekan-rekan mahasiswa Fakutas Psikologi yang sudah membantu dan ikut berpartisipasi dalam proses pengumpulan data penelitian ini.

   Bapak dan Ibu saya, Pak Narto dan Bu Narti. Terima Kasih Pak dan Buk .. atas segala usaha dan jerih payahnya menemaniku menempuh masa depanku di Fakultas Psikologi. Eyang Sari dengan ketulusan hati membimbingku untuk menjadi dewasa.  Adikku Pinta yang selalu memberi warna di dalam kehidupanku.  Seluruh keluarga besarku di Bendan, Srumbung, Magelang dan keluarga besarku yang ada di Yogyakarta. Terima kasih atas dukungan dan penyertaannya .. mbokde Narmi, mbak Pur, Wilik, mboe, pae, pakdhe Tris, pakdhe Bud, bulik Bud, dan semuanya saja yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu.

   Teman-teman kereta kita 2005 dan seluruh teman-teman seangkatan 2005 di Fakultas Psikologi. Thank’s for the moment.

   For TaTaaku tct .. thx much for our moments.  Teman-teman kos pomahan Bapak Mustofa, Santo, Heldi, Rigar, Tukul,

  Agung, Dion, Prima, Beta, Adi, ook, Candra, teman-teman TI dan TM seluruhnya.. teman srawung, PS, pingpong, nguda rasa dan semuanya.

   Special friend di Psikologi Inug dan Iray. Thanks a lot for ur kindness for me... Yandu, nwn ya ndu ak diewangi.

   Teman-Teman GMPD 2005 seluruhnya baik yang masih frater maupun yang sudah exim ( kemphol, pethuk, gembus E, gembus P, celeng, cimeng, sinchan, jembik, mentik, blandong, gothet, sepep, bumbon, bene, carik, kuncung, monyong, pak bik, gombleh, gendhon and the other’s a lot .... apapun pilihannya Gusti Mesti Paring Dalan).  Pak HONG .. nuwun njih Mo, awit dampinganipun dumatheng gesang kula. RTCB njih Mo dan Eyang Sari dengan ketulusan hati membimbingku untuk menjadi dewasa.  Seluruh perangkat yang telah memungkinkan karya ini bisa diselesaikan.. terima kasih untuk semuanya.

  Penulis yakin tanpa bantuan semangat dan dorongan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan bersar harapan penulis untuk memperoleh saran dan masukan dari segenap pembaca skripsi ini. Penulis berharap karya ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.

  Yogyakarta, 20 Juli 2010

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN………............................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................. v ABSTRAK.......................................................................................................... vi

  

ABSTRACT ........................................................................................................ vii

  LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS........................................... viii KATA PENGANTAR........................................................................................ ix DAFTAR ISI...................................................................................................... xi DAFTAR TABEL............................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... xix

  BAB I. PENDAHULUAN................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1 B. Perumusan Masalah................................................................................ 8 C. Tujuan Penelitian.................................................................................... 8 D. Manfaat Penelitian.................................................................................. 9 BAB II. LANDASAN TEORI............................................................................ 10 A. Kecemasan.............................................................................................. 10

  1. Pengertian Kecemasan...................................................................... 10

  3. Aspek-Aspek Kecemasan ................................................................. 14

  4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan…………………. 16

  5. Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Semester Akhir.................................................................................. 18

  B. Kepercayaan Diri.................................................................................... 22

  1. Pengertian Kepercayaan Diri............................................................ 22

  2. Proses Terbentuknya Kepercayaan Diri............................................ 25

  3. Ciri-Ciri Orang Yang Memiliki Kepercayaan Diri........................... 25

  4. Aspek-Aspek Kepercayaan Diri........................................................ 27

  C. Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja............................................................................................. 29

  D. Hipotesis ................................................................................................. 32

  BAB III. METODE PENELITIAN.................................................................... 33 A. Jenis Penelitian........................................................................................ 33 B. Identifikasi Variabel............................................................................... 33 C. Definisi Operasional................................................................................ 33 D. Subjek Penelitian..................................................................................... 33 E. Metode Pengumpulan Data..................................................................... 34

  1. Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja......................... 35

  2. Skala Kepercayaan Diri..................................................................... 38

  F. Validitas dan Reliabilitas........................................................................ 40

  G. Uji Asumsi dan Hipotesis Data Penelitian.............................................. 42

  A. Persiapan Uji Coba Alat Penelitian......................................................... 44

  1. Orientasi Kancah Penelitian.............................................................. 44

  2. Persiapan Penelitian ......................................................................... 45

  a. Persiapan Administrasi............................................................... 45

  b. Persiapan Alat Ukur.................................................................... 46

  3. Uji Coba Alat Penelitian................................................................... 48

  4. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Penelitian................................... 49

  a. Uji Validitas dan Reliabilitas Aitem Skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja............................................................ 49

  b. Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Kepercayaan Diri............... 50

  B. Pelaksaan Penelitian................................................................................ 52

  C. Deskripsi Data Penelitian........................................................................ 53

  D. Analisis Data Penelitian.......................................................................... 59

  1. Uji Normalitas................................................................................... 59

  2. Uji Linearitas.................................................................................... 60

  3. Uji Hipotesis..................................................................................... 60

  E. Pembahasan............................................................................................. 62

  BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 67 A. Kesimpulan............................................................................................. 67 B. Saran....................................................................................................... 67

  1. Bagi Mahasiswa................................................................................ 67

  2. Bagi Disiplin Ilmu Psikologi............................................................. 68

  DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 70 LAMPIRAN........................................................................................................ 73

  

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN

  1. Tabel I Spesifikasi Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja…............................................................................... 37

  2. Tabel II Skor Aitem Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja…............................................................................... 38

  3. Tabel III Spesifikasi Skala Kepercayaan Diri……….…………....... 39

  4. Tabel IV Skor Aitem Skala Kepercayaan Diri….................................40

  5. Tabel V Jumlah Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Semester Genap Tahun 2009/2010………………………............................ 44

  6. Tabel VI Distribusi Item Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja ( Sebelum Uji Coba Alat Penelitian)……...... 49

  7. Tabel VII Distribusi Item Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja ( Setelah Uji Coba Alat Penelitian)……..…. 50

  8. Tabel VIII Distribusi Item Skala Kepercayaan Diri ( Sebelum dilakukan Uji coba penelitian)……………………….…... 51

  9. Tabel IX Distribusi Item Skala Kepercayaan Diri ( Setelah dilakukan uji coba penelitian)………………………......... 52

  10. Tabel X Norma Kategorisasi Skor………………………................ 54

  11. Tabel XI Deskripsi X min, X max, range, Mean Teoritik dan Standard Deviasi…………………………………............. 55

  12. Tabel XII Kategorisasi Skor Skala Kecemasan Dan Kepercayaan Diri...................................................................................... 56

  13. Tabel XIII Data Jumlah Subjek Berdasarkan Kategorisasi………..… 57

  14. Tabel XIV Rangkuman Hasil Data Empirik…..................................... 58

  15. Tabel XV Deskripsi Data Penelitian…………………………............ 59

  16. Tabel XVI Uji Normalitas……………………………………............. 60

  17. Tabel XVII Uji Linearitas…………………………………….……….. 60

  18. Tabel XVIII Uji Hipotesis……………………………………..….......... 61

  19. Tabel XIX Rangkuman Hasil Uji Korelasi…………………….…….. 61

  DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN LAMPIRAN A. Skala Try Out Penelitian

  

1. Lampiran A1. Skala Try Out Kepercayaan Diri……………….. 75

  2. Lampiran A2. Skala Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi

  Dunia Kerja…………………………………….. 77 3. Lampiran A3. Data Try Out Kepercayaan Diri………………... 78

  4. Lampiran A4. Data Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi

  Dunia Kerja…………………………………….. 83

  

5. Lampiran A5. Uji Validitas dan Reliabilitas…………………... 87

LAMPIRAN B. Skala Penelitian

  

1. Lampiran B1. Skala Penelitian Kepercayaan Diri…………….... 92

  2. Lampiran B2. Skala Penelitian Kecemasa Dalam Menghadapi

  Dunia Kerja……………………………….……... 94

  

3. Lampiran B3. Data Penelitian Kepercayaan Diri…..................... 96

4. Lampiran B4.

  Data Penelitian Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja…………………………….………... 103

  

5. Lampiran B5. Statistik Deskriptif…………………….……….... 110

  

6. Lampiran B6. Uji Normalitas………………………….………... 110

  

7. Lampiran B7. Uji Linearitas…………………………….…......... 111

8. Lampiran B8.

  Uji Hipotesis………………………...................... 111

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan Perkembangan jaman dalam kehidupan modern dewasa ini

  semakin cepat. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang semakin pesat dan semakin canggih. Kemajuan ini tentu membantu meringankan tugas- tugas dan pekerjaan manusia di segala bidang kehidupan. Kemajuan jaman ini akhirnya memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, selain kemajuan itu membantu manusia, dibalik itu manusia juga dihadapkan pada tantangan untuk mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya yang semakin kompleks. Kehidupan di era modern yang semakin kompleks ini menuntut kita untuk memiliki kesiapan dan ketangguhan fisik maupun psikologis. Kita juga dituntut untuk memiliki ketangguhan akademis maupun non akademis yang sesuai dengan bidangnya. Memiliki ketangguhan mental dan kualitas pribadi yang unggul akan sangat membantu seseorang dalam menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.

  Era globalisasi dewasa ini menjadikan waktu di dunia ini berjalan dengan cepat dan menuntut kualitas pribadi seseorang dalam banyak hal. Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan pada dunia kerja yang mengarah kepada sistem pengembangan SDM yang bersifat profesional. Situasi ini membuat kompetisi dan persaingan dalam mencari pekerjaan menjadi terbuka lebar. Di semakin ketat. Dunia kerja membutuhkan kompetensi dari dalam diri kita seperti pengetahuan, keterampilan dan kesiapan mental. Perlu kita sadari bahwa persaingan di dunia kerja terjadi dimana-mana, semua pihak berusaha untuk menjadi yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik tentulah dibutuhkan sumber daya manusia yang handal, profesional, berkualitas dan memiliki pengalaman.

  Dunia kerja merupakan dunia yang akan segera dimasuki oleh seorang mahasiswa semester akhir yang telah menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Mencari pekerjaan adalah tugas baru bagi seorang mahasiswa yang telah selesai menempuh pendidikannya. Mencari pekerjaan boleh dikatakan bukanlah sesuatu hal yang mudah, disini seseorang membutuhkan usaha dan strategi yang kuat untuk meraihnya. Kompetensi dan persaingan yang ketat, membuat masing-masing pribadi berusaha meningkatkan kualitas pribadinya terutama kualitas pendidikan yang dimiliki serta kemampuan soft skill yang menunjang jenis pekerjaan yang diminatinya. Boleh dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin luas pula kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.

  Kesempatan berkerja ke depan disyaratkan adanya kompetensi pada masing-masing pribadi pelamar kerja sesuai dengan bidangnya. Hal ini sangat penting dikarenakan keahlian yang dimiliki oleh seseorang harus dapat dipertanggungjawabkan di mata perusahaan atau institusi yang telah menerimanya bekerja. Seorang pelamar kerja jelas harus profesional dan benar-benar menguasai bidang yang ditekuninya, disamping itu seiring berjalannya waktu menuntut juga pribadi dan keahlian yang lebih bagi perusahaan atau institusi hal ini sangat menguntungkan karena yang bersangkutan mempunyai beberapa keahlian. Pribadi yang profesional akan dinamis dalam meningkatkan pengembangan pribadinya, karena tidak ada satupun aturan yang menghambat seseorang untuk dapat berkarier, disamping itu menuntut seseorang harus selalu dalam kondisi prima dan masih dapat dikembangkan untuk menghadapi tantangan kedepan.

  Apabila seorang mahasiswa semester akhir memiliki kriteria pencari kerja yang baik dan kualitas pribadi yang memadai, niscaya hal ini akan membuatnya merasa percaya diri untuk memasuki dunia kerja. Namun, apabila ia tidak memiliki kriteria pencari kerja yang baik dan kualitas yang memadai, bukan tidak mungkin ia akan mengalami kecemasan untuk memasuki dunia kerja karena kualitas yang dimilikinya belum mencukupi. Kecemasan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin disebabkan oleh dunia kerja yang akan dimasukinya belum dapat menjanjikan apa-apa bagi dirinya. Dalam hal ini yang dimaksud adalah kepastian untuk diterima di sebuah perusahaan atau instansi, gaji yang cukup serta kepastian lama masa kerja. Jangankan pencari kerja yang tingkat pendidikannya rendah, pelamar yang berstatus sarjana pun kadang pesimis dalam menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan saat ini.

  Kecemasan menghadapi dunia kerja adalah perasaan khawatir yang dialami seseorang ketika memasuki dunia kerja Biasanya kecemasan ini dialami bagi mereka yang baru saja menyelesaikan studi pendidikannya atau fresh

  

graduate dan adanya keinginan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan latar mahasiswa lulus kuliah dan bersiap untuk memasuki dunia kerja (Kusuma, 2010). Kecemasan dalam memasuki dunia kerja biasanya dialami oleh seorang fresh

  

graduate, karena dunia kerja adalah dunia yang belum pernah dimasuki oleh

  mereka. Kecemasan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain membayangkan kepastian mendapatkan pekerjaan, cemas menghadapi panggilan wawancara kerja, cemas karena ketidakjelasan bidang kerja yang diminati/mau diambil serta cemas memikirkan keharusan untuk segera mendapat pekerjaan tetap, sementara usia semakin bertambah. (Juliarti, 2007).

  Mahasiswa semester akhir dituntut memiliki kesiapan mental dalam memasuki dunia kerja. Apabila seorang mahasiswa merasa tidak mampu mempersiapkan diri dengan baik, ia cenderung akan memiliki kecemasan dalam memasuki dunia kerja. Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Faktor-faktor yang peneliti temukan ketika berdialog dengan mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta antara lain; kepercayaan diri, potensi diri yang dimiliki, pengalaman organisasi yang pernah diikuti, persaingan dunia kerja yang ketat, pekerjaan yang tidak cocok, serta adanya keterampilan lain yang dimiliki. Faktor-faktor penyebab kecemasan dalam menghadapi dunia kerja ini diperoleh dari hasil wawancara peneliti dengan 6 mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Wawancara ini dilakukan di ruang baca Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan Oktober 2009. Peneliti tertarik mengambil salah satu faktor penyebab kecemasan dalam menghadapi dunia kerja diatas untuk dijadikan varibel bebas penelitian yaitu kepercayaan diri.

  Dari hasil wawancara peneliti melihat bahwa mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ada yang memiliki sikap optimis dalam menghadapi dunia kerja, namun ada beberapa lainnya yang memiliki sikap pesimis. Sikap optimis dan pesimis ini tentu saja berkaitan dengan kepercayaan diri dari dalam diri mahasiswa yang bersangkutan. Sikap optimis dan pesimis ini mempengaruhi mereka ketika akan memasuki dunia kerja. Mahasiswa yang optimis cenderung memiliki kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja, namun bagi mahasiswa yang pesimis cenderung memiliki kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengambil topik kepercayaan diri sebagai variabel bebas dalam penelitian ini.

  Penulis menuliskan kalimat “mahasiswa semester akhir” pada judul penelitian, hal ini dimaksudkan bahwa pada masa inilah para mahasiswa semester akhir mulai memikirkan dan memiliki gambaran tentang dunia kerja yang akan dimasukinya setelah selesai kuliah. Pengalaman peneliti ketika berdialog tentang dunia kerja dengan beberapa mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, didapat reaksi yang berbeda-beda sesuai dengan bekal kemampuan pengetahuan, pengalaman dan kesiapan diri mereka masing-masing. Penulis menemukan bahwa para mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki sikap optimis dalam diri untuk masuk dalam dunia kerja, namun ada sebagian lainnya pesimis ini berkaitan dengan kepercayaan diri yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Adanya keyakinan dengan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, peneliti berasumsi bahwa mahasiswa tersebut mampu menjaga keseimbangan dalam diri dan mampu menjawab tantangan di dunia kerja saat ini. Fenomena yang sering muncul yang penulis rasakan ketika berdialog dengan mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, beberapa dari mereka mengalami kecanggungan untuk siap masuk menghadapi dunia kerja karena mereka merasa belum memiliki bekal pengalaman kerja yang cukup di bidang psikologi yang sedang mereka tempuh. Secara teori mereka memahami ilmu psikologi yang mereka terima, namun terkadang mereka belum memiliki pengalaman kerja langsung.

  Mahasiswa semester akhir seringkali dihadapkan pada wacana dan pemikiran tentang persiapan mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja. Wacana itu antara lain memikirkan tentang minat, peluang, kesempatan dan kemampuan yang dimilikinya. Kepercayaan diri sangat diperlukan dalam masa persiapan ini.

  Apabila ia merasa tidak mampu mempersiapkan diri dengan baik, ia cenderung akan memiliki kecemasan untuk memasuki dunia kerja. Kecemasan itu dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya peluang kerja yang semakin sempit, persaingan yang semakin ketat, pengalaman yang sedikit serta dibutuhkannya kompetensi seperti pengetahuan dan keterampilan di bidang yang ditekuninya. Apabila seseorang merasa mampu memenuhi tuntutan keahlian untuk masuk di dunia kerja orang tersebut akan memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi

  Kepercayaan diri seperti yang dikatakan oleh Bandura (dalam Kumara, 1988) adalah merupakan kondisi psikis yang mendasar guna mencapai keberhasilan dalam melakukan sesuatu tugas kehidupan seperti yang diharapkan.

  Kepercayaan diri merupakan salah satu bagian dari kunci keberhasilan hidup seseorang. Banyak kisah nyata menunjukkan keberhasilan-keberhasilan seseorang dalam hal pekerjaan dan dalam berbagai bidang kehidupan lainnya dipengaruhi oleh kepercayaan dirinya. Rendahnya kepercayaan diri tentu akan menghambat seseorang untuk mencapai harapannya. Bila ia kurang percaya diri, tentu ia kurang berani untuk melakukan sesuatu kegiatan atau usaha. Seseorang yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi cenderung akan lebih berani dalam melakukan berbagai macam hal. Rogers (dalam Shinta, 2006) menyatakan bahwa seseorang yang kurang percaya diri akan merasa dirinya tidak aman, tidak bebas, takut, ragu- ragu, murung, kurang berani, rendah diri, pemalu, sering membuang-buang waktu dan cenderung menyalahkan suasana luar sebagai penyebab ketidakmampuannya.

  Mahasiswa yang kurang percaya diri tentu akan memiliki perasaaan kurang berani untuk melakukan suatu kegiatan atau usaha khususnya dalam mencari pekerjaan. Kurangnya rasa percaya diri itu disebabkan oleh perasaan tidak yakin terhadap kemampuannya, merasa rendah diri bila harus bersaing dengan pelamar kerja lainnya. Akibatnya mahasiswa ini akan cenderung memiliki gejala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja di dalam dirinya. Selain itu, mahasiswa tersebut akan menunda waktu untuk berusaha mengembangkan potensi-potensi dan kemampuan yang dimilikinya karena dalam dirinya ia sudah untuk mengikuti seminar pengembangan diri, mahasiswa tersebut tidak berusaha untuk mencari pengalaman kerja di bidang yang digelutinya dan akan menghidari situasi-situasi yang menyangkut tentang dunia kerja yang akan segera dimasukinya.

  Berangkat dari latar belakang yang telah dikemukan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tema hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Maka penelitian yang dilakukan berjudul Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Semester Akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  B. Rumusan Masalah

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? “

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester akhir, dimana dengan hasil penelitian ini mahasiswa semester akhir diharapkan mampu mengembangkan kepercayaan diri mereka ketika menghadapi dunia kerja. Tujuannya adalah agar mereka lebih mampu mengoptimalkan kemampuan pribadinya dalam mempersiapkan diri serta meminimalisir kecemasan dalam menghadapi dunia kerja.

  2. Bagi Disiplin Ilmu Psikologi Setelah mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan pada mahasiswa semester akhir dalam menghadapi dunia kerja, diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi tenaga pengajar psikologi perkembangan dam psikologi klinis untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kepercayaan diri pada mahasiswa.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kecemasan

1. Pengertian Kecemasan

  Kartono (1992) mendefinisikan kecemasan sebagai semacam kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak jelas atau kabur. Dapat berupa perasaan campuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai masa- masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut Begitu juga dengan Hurlock (1996), mengatakan bahwa kecemasan merupakan suatu kekhawatiran umum mengenai suatu peristiwa yang tidak jelas atau tentang peristiwa yang akan datang. Dan tanda-tanda yang biasanya muncul berupa perasaan khawatir, gelisah dan perasaan-perasaan yang kurang menyenangkan. Biasanya disertai oleh rasa kurang percaya diri, tidak mampu, merasa rendah diri serta tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah. Dan apabila seseorang menghadapi suatu masalah atau situasi konflik ia akan meragukan kemampuan dirinya dalam mengatasi masalah dan kesulitannya tersebut karena dia akan merasa kurang mampu bila dibandingkan dengan orang lain.

  Tidak jauh berbeda dengan pendapat Hurlock, Carr (2001) mengatakan bahwa kecemasan didefinisikan sebagai suatu perasaan yang dialami seseorang pada saat mengalami ketakutan dan ciri utamanya adalah obyeknya yang terkadang tidak jelas. Chaplin (1997), merumuskan hal yang sama bahwa menghadapi situasi yang akan datang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut, disertai dengan gejala-gejala fisik seperti berkeringat dingin, gemetar, usaha melarikan diri dan lain-lain.

  Hanafi (2007) menambahkan bahwa kecemasan merupakan gangguan perasaan yang ditandai dengan adanya ketakutan dan kekhawatiran pada seseorang jika Ia tidak dapat menghadapi tekanan yang dialaminya. Daradjat (1996), mendefinisikan kecemasan sebagai manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur baur dan terjadi ketika seseorang sedang mengalami tekanan perasaan dan pertentangan. Penyebabnya bisa bermacam-macam bersal dari dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan. Kecemasan muncul ketika individu dihadapkan pada situasi tertentu yang mengancam dirinya.

  Maramis (1998), menambahkan bahwa komponen kecemasan adalah jantung berdebar, nyeri pada dada, tukak lambung, sakit kepala, gangguan tidur dan sesak napas. Kecemasan adalah kondisi emosional kronis yang kompleks dengan komponen utama rasa takut dan merupakan ciri dari berbagai penyimpangan atau kelainan syaraf dan mental. Menurut Cattell (Sarafino, 1990), kecemasan adalah suasana yang tidak menyenangkan yang menyertai frustrasi dengan ketidakpastian tentang masa depan, penderitaan, kegagalan atau ancaman kegagalan. Kisker (Robertus, 2004) mendefinisikan kecemasan sebagai suatu keadaan tegang yang memotifasi individu untuk berbuat sesuatu sebagai reaksi terhadap adanya hambatan, ancaman terhadap keinginan pribadi atau perasaan tertekan yang disebabkan oleh perasaan kecewa, rasa tidak puas dan rasa tidak

  Lazarus (Anggraini, 2001) berpendapat bahwa kecemasan merupakan reaksi individu terhadap hal-hal yang dihadapinya dimana kecemasan merupakan suatu perasaan yang menyakitkan seperti kegelisahan, kebingungan dan lain-lain yang berhubungan dengan aspek subjektif emosi. Tidak jauh berbeda dengan Lazarus, Priest (1991) memberikan pengertian tentang kecemasan yaitu perasaan yang dialami individu ketika berpikir tentang sesuatu yang tidak menyenangkan yang akan terjadi dan timbul karena berbagai alasan dan situasi individu yang cemas, merasa tidak bahagia, tidak enak, tegang dan biasanya enggan berbuat sesuatu untuk mengurangi kecemasannya.

  Bustaman dalam Tallis (1992) mempunyai definisi lain mengenai kecemasan bahwa kecemasan adalah ketakutan terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi. Perasaan cemas akan muncul bila seseorang berada dalam suatu keadaan yang diduga akan merugikan dan dirasakan mengancam dirinya serta merasa tidak berdaya menghadapinya. Adapun Hariono (2000), mengatakan bahwa kecemasan akan berfungsi positif bila hal tersebut berupa respon yang umum dan normal dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya pada sisi negatif, kecemasan yang berlebihan disebut sebagai kecemasan “neurotik” akan berdampak pada timbulnya depresi, hopeless dan putus asa.

  Atkinson,dkk (1996), menyatakan kecemasan adalah segala bentuk situasi yang mengancam kesejahteraan organisme yang dapat menimbulkan kecemasan.

  Konflik dan bentuk frustasi lainnya merupakan salah satu sumber kecemasan. Ancaman fisik, ancaman terhadap harga diri dan tekanan untuk melakukan

  Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kecemasan adalah perasaan khawatir yang dialami seseorang ketika mengalami hal-hal yang dianggap sebagai suatu hambatan, ancaman, keinginan pribadi serta suatu peristiwa yang akan datang.

2. Macam-Macam Kecemasan

  Kartono (1989) mengatakan bahwa terdapat beberapa macam kecemasan, apabila kecemasan itu menyangkut tentang diri sendiri yakni tubuh dan kondisi psikis diri sendiri maka kecemasan itu disebut dengan kecemasan super ego, misalnya cemas apabila suatu saat nanti terserang penyakit, kecelakaan, dihukum, kehilangan orang yang disayangi, ditertawakan oleh orang lain dan lain sebagainya. Kemudian ecemasan kedua adalah kecemasan neurotis, yakni kecemasan yang erat kaitannya dengan mekanisme-mekanisme pertahanan diri yang negatif. Kecemasan itu biasanya disebabkan oleh rasa bersalah dan berdosa, frustasi-frustasi, konflik emosional yang serius dan berkesinambungan serta ketegangan-ketegangan batin. Kecemasan yang ketiga adalah kecemasan psikotis, yakni suatu kecemasan karena merasa terancam hidupnya, merasa kehidupannya kacau dan berantakan serta ditambah karena adanya kebingungan yang hebat yang disebabkan oleh depersonalisasi dan disorganisasi psikis.

  Breakwall (dalam Mopangga, 2005) menekankan bahwa kecemasan terbagi ke dalam macam-macam symtom psikologis, yakni diantaranya adalah:

  

suasana hati , seperti mudah marah, perasaan sangat tegang dll. Pikiran, seperti merasa tidak berdaya. Motivasi, seperti ketergantunga yang tinggi. Perilaku seperti ingin melarikan diri dari situasi yang tidak menyenangkan, kurang berani mengambil resiko, hilangnya minat pada kehidupan, tegang, mudah panik dan gugup.

  Freud (dalam Andri, 2007) membagi kecemasan menjadi tiga macam kecemasan, yakni :

  1. Kecemasan Realistis, yakni respon ego terhadap bahaya yang berasal dari luar diri seseorang.

  2. Kecemasan Neurotis, yakni apabila insting tidak dapat dikendalikan dan orang menerima keadaan dari situasi tersebut.

  3. Kecemasan moral, merupakan ketakutan karena melakukan pelanggaran terhadap norma-norma yang hidup dalam masyarakat.

3. Aspek-Aspek Kecemasan

  Greenberger dan Padesky (1995) mengelompokkan kecemasan menjadi empat aspek, yaitu : a. Reaksi fisik

  Reaksi fisik yang terjadi pada orang yang cemas meliputi telapak tangan berkeringat, otot tegang, jantung berdebar-debar (berdegup kencang), pipi merona, pusing-pusing dan sulit bernafas ketika seseorang menghadapi situasi yang membuat dirinya merasa cemas.

  b. Pemikiran

  Orang yang cemas biasanya memikirkan bahaya secara berlebihan, menganggap dirinya tidak mampu mengatasi masalah, tidak menganggap penting bantuan yang ada dan khawatir serta berpikir tentang hal yang buruk. Seseorang yang cemas cenderung memiliki pemikiran-pemikiran yang negatif mengenai mampu tidaknya ia dalam berusaha menghadapi situasi yang membuat dirinya merasa cemas. Biasanya pemikiran ini akan menetap cukup lama, jika tanpa adanya usaha dari individu tersebut untuk merubah pemikirannya menjadi sesuatu yang lebih positif. Pemikiran negatif yang timbul dapat berupa apa saja namun efeknya tetap sama yaitu membuat kondisi seseorang menjadi tidak nyaman dikarenakan seringkali memikirkan hal tersebut. Pemikiran dapat berupa perasaan tidak mampu, merasa tidak memiliki keahlian, tidak siap dan sebagainya.

  c. Perilaku Orang yang cemas akan berperilaku menghindari situasi saat kecemasan itu terjadi, orang tersebut akan meninggalkan situasi ketika kecemasan mulai terjadi dan mencoba melakukan banyak hal secara sempurna dan mencoba mencegah bahaya. Perilaku ini terjadi dikarenakan individu merasa dirinya terganggu dan merasa tidak nyaman.

  d. Suasana Hati Suasana hati orang yang cemas meliputi perasaan gugup, jengkel, cemas dan panik. Suasana hati juga dapat berubah secara tiba-tiba ketika seseorang dihadapkan pada kondisi yang memunculkan kecemasan tersebut. Perasaan gugup dan panik dapat memunculkan kesulitan dalam memutuskan sesuatu. Misalnya dalam hal keinginan dan minat.

  Jadi aspek-aspek kecemasan adalah reaksi fisik, pemikiran, perilaku dan suasana hati.

4. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan

  Adler dan Rodman ( dalam Ghufron, 2010) menyatakan terdapat dua faktor yang menmyebabkan adanya kecemasan, yakni pengalaman yang negatif pada masa lalu dan pikiran yang tidak rasional.

  1. Pengalaman negatif pada masa lalu Pengalaman ini merupakan hal yang tidak menyenangkan pada masa lalu mengenai peristiwa yang dapat terulang lagi pada masa mendatang, apabila seseorang menghadapi situasi atau kejadian yang sama dan juga tidak menyenangkan, misalnya pernah gagal dalam tes. Hal tersebut merupakan pengalaman umum yang menimbulkan kecemasan seseorang dalam menghadapi tes.

  2. Pikiran yang tidak rasional Para psikolog memperdebatkan bahwa kecemasan terjadi bukan karena suatu kejadian, melainkan kepercayaan atau keyakinan tentang kejadian itulah yang menjadi penyebab kecemasan. Ellis (dalam Ghufron, 2010) memberi daftar kepercayaan atau keyakinan kecemasan sebagai contoh dari pikiran yang tidak rasional yang disebut buah pikiran yang keliru, yakni kegagalan katastropik, kesempurnaan, persetujuan, dan generalisasi yang tidak tepat.

  a. Kegagalan katastropik Kegagalan katastropik, yakni adanya asumsi dari dalam diri seseorang bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya.

  Individu mengalami kecemasan dan perasaan-perasaan ketidakmampuan serta tidak sanggup mengatasi permasalahan.

  b. Kesempurnaan Setiap orang menginginkan kesempurnaan. individu ini mengharapkan dirinya berperilaku sempurna dan tidak cacat.

  Ukuran kesempurnaan dijadikan target dan sumber inspirasi bagi setiap orang. Apabila target ukuran kesempurnaan itu tidak tercapai, orang tersebut akan mengalami kecemasan.

  c. Persetujuan Persetujuan adanya keyakinan yang salah didasarkan pada ide bahwa terdapat hal virtual yang tidak hanya diinginkan, melainkan juga untuk mencapai persetujuan dari orang lain.

  d. Generalisasi tidak tepat Keadaan ini juga memberi istilah generalisasi yang berlebihan. Hal ini terjadi pada orang yang mempunyai sedikit pengalaman.

  (Ghufron, 2010) menjelaskan bahwa secara umum faktor-faktor yang meyebabkan timbulnya kecemasan adalah faktor internal dan faktor eksternal. gagal, pengalaman negatif masa lalu dan pikiran yang tidak rasional. Sedangkan faktor eksternal adalah seperti kurangnya dukungan sosial.

  

5. Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Semester

Akhir

  Kecemasan menghadapi dunia kerja adalah perasaan khawatir yang dialami seseorang ketika menghadapi atau memasuki dunia kerja. Kecemasan dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya peluang kerja yang semakin sempit, persaingan yang semakin ketat, pengalaman yang sedikit dan dibutuhkannya kompetensi seperti pengetahuan, keterampilan serta sikap atau perilaku. Biasanya kecemasan ini dialami oleh mereka yang baru saja menyelesaikan studinya (pendidikan) atau fresh graduate dan adanya keinginan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki. (www.kompas.com).

  Dunia kerja adalah dunia yang akan segera dimasuki oleh oleh mahasiswa semester akhir yang sudah menyelesaikan studinya di sebuah perguruan tinggi.

  Dunia kerja memiliki banyak bidang dan cakupan dunia kerja sangatlah luas. Di setiap bidang dunia kerja dituntut adanya kemampuan, keahlian, ketrampilan khusus profesionalisme dan usaha untuk terus maju berkembang. Mengatasi permasalahan dan tuntutan tersebut, maka diperlukan kesesuaian antara jenis pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki. Oleh sebab itu, dalam kaitannya dengan penelitian ini mahasiswa semester akhir dituntut untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi dunia kerja yang akan dimasukinya.

  Mahasiswa semester akhir dituntut memiliki kesiapan mental dalam masa persiapan untuk memasuki dunia kerja. Apabila ia merasa tidak mampu mempersiapkan diri dengan baik, ia cenderung akan memiliki kecemasan untuk memasuki dunia kerja. Kecemasan menghadapi dunia kerja adalah perasaan khawatir yang dialami seseorang ketika memasuki dunia kerja Kecemasan itu dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya peluang kerja yang semakin sempit, persaingan yang semakin ketat, pengalaman yang sedikit serta dibutuhkannya kompetensi seperti pengetahuan dan keterampilan di bidang yang ditekuninya. Apabila seseorang tidak mampu memenuhi tuntutan keahlian untuk masuk di dunia kerja otomatis orang tersebut akan memiliki kecemasan. Hal ini tentu bisa saja terjadi jika orang tersebut merasa kemampuannya masih jauh dari apa yang diharapkan dari dunia kerja.

  Selama menjalani masa studi di sebuah perguruan tinggi mahasiswa memperoleh pengetahuan-pengetahuan teoritis dan praktis dari ilmu yang diperlajarinya melalui dosen dan buku-buku penunjang perkuliahan, selain itu mereka mengerjakan tugas-tugas perkuliahan, melaksanakan ujian, mengerjakan tugas akhir dan selanjutnya mereka akan menyelesaikan masa studinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalani masa studi di sebuah perguruan tinggi mahasiswa disibukkan dengan berbagai macam aktivitas dan kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus. Banyaknya kegiatan seringkali membuat mahasiswa jenuh, bosan dan bahkan mungkin bisa stress dengan adanya tugas dan kegiatan yang menumpuk. Tugas dan tanggungjawab studi terkadang bisa menyelesaikan tugas-tugas yang dimilikinya tepat pada waktunya. Terlebih bagi mahasiswa semester akhir memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas akhir skripsi yang membutuhkan banyak usaha, tekad dan pemikiran.

  Mahasiswa semester akhir terkadang disibukkan oleh hal-hal yang bersifat akademis untuk menyelesaikan pengerjaan tugas akhir skripsi. Selain itu, di sela pengerjaan skripsi mereka dihadapkan pada wacana dan pemikiran tentang persiapan mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja, memikirkan tentang minat, peluang, kesempatan dan kemampuan yang dimiliki. Ditambah muncul wacana baru yang harus mereka pikirkan juga yakni bagaimana cara nanti mereka akan mencari pekerjaan, beradaptasi dengan lingkungan kerja, bagaimana mereka bersaing dalam dunia kerja nantinya dan bagaimana mereka mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka. Bagi mahasiswa semester akhir dunia kerja adalah dunia yang belum pernah mereka masuki, namun itu adalah dunia yang sudah sangat dekat dengan mereka. Karena setelah lulus nanti mereka pasti akan masuk ke dalam dunia kerja. Bagi mereka hal ini belum bisa dipahami sepenuhnya karena mereka belum bisa merasakan bagaimana kehidupan di dunia kerja sesungguhnya. Namun inilah kenyataan yang harus mereka alami setelah mereka lulus nanti.

  Banyaknya kendala yang dihadapi dalam pengerjaan tugas akhir skripsi terkadang memunculkan kecemasan tersendiri bagi mahasiswa semester akhir.

  Mereka akan berusaha menyelesaikan tugas akhir dengan cepat dan berharap berhasil dengan baik atau justru menghindari untuk menyelesaikannya karena pada realita bahwa mereka sedang berproses menuju dunia kerja, memikirkan peluang karir mereka yang sulit dan bersaing dengan lulusan sarjana lainnya yang akan masuk ke dalam dunia kerja. Tidak sedikit dari mereka bingung, cemas, menghindar dan bisa stress. Akibatnya mereka akan mencari kegiatan pengganti lain untuk menghilangkan kecemasan ini, seperti pergi ke warnet, main game, berpergian, sibuk dengan kegiatan lainnya dan bukan menyelesaikan tugas utama mereka menyelesaikan tugas akhir skripsi. Merekapun bisa pergi menghindar saat berbicara dan dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka sebentar lagi dihadapkan pada permasalahan di dunia kerja.

  Jadi, dalam hal ini dapat dilihat bahwa kecemasan mahasiswa semester akhir bisa diakibatkan oleh permasalahan akademis dan permasalahan ketika mereka dihadapkan pada permasalahan tentang dunia kerja yang segera akan mereka masuki. Ketika gejala kecemasan itu muncul, perasaan tidak mengenakkan menyertai rutinitas mereka dan disertai perubahan fisik, perilaku serta gejala-gejala lainnya yang dapat dikatakan sebagai gejala kecemasan.

B. Kepercayaan Diri

1. Pengertian Kepercayaan Diri

  Kepercayaan diri merupakan suatu sifat yang sangat penting dan berguna bagi kehidupan manusia. Kepercayaan diri tidak hanya membantu seseorang untuk lebih hidup bahagia, tetapi juga membantu untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi pribadi seseorang. Kepercayaan diri merupakan sifat kepribadian yang sangat menentukan, karena kepercayaan diri dapat mempengaruhi sikap hati-hati, ketidaktergantungan, ketidakserakahan, toleransi dan cita-cita seseorang (Williams, 1996).

  Orang yang percaya diri tidak melakukan tindakan hati-hati secara berlebihan, melainkan dia yakin akan ketergantungan dirinya. percaya diri menjadi tidak terlalu egois, tapi cenderung lebih toleran, karena dia langsung melihat dirinya sedang dipersoalkan. Orang yang percaya diri adalah orang yang memiliki cita-cita yang normal karena tidak ada perlunya baginya menutupi kekurangpercayaan dirinya dengan cita-cita yang berlebihan (Lauster, 1990). Percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan-kemampuan sendiri, keyakinan pada adanya suatu maksud dalam kehidupan dan kepercayaan bahwa dengan akal budi, mereka akan mampu melaksanakan apa yang mereka inginkan, rencanakan dan harapkan. Orang yang percaya diri mempunyai harapan-harapan yang realistis dan mampu menerima diri serta tetap positif meskipun sebagian dari harapan-harapan itu tidak terpenuhi. (Davies, 2004).

  Orang yang percaya diri mempunyai sikap luwes, lebih bersedia mengambil resiko-resiko dan menikmati pangalaman-pengalaman baru.

  Mereka merasa senang dengan dirinya dan cenderung bersikap santai didalam situasi-situasi sosial. Rasa percaya diri sering dihubungkan dengan perasaan bahagia, bersemangat, bergembira dan pada umumnya memegang kendali atas kehidupan. Dan menurut Davies (2004), ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya diri adalah menikmati hidup dan bergembira, mengetahui dan menilai diri sendiri, mempunyai keahlian-keahlian sosial yang baik, mempunyai sikap yang positif, tegas, mempunyai tujuan yang jelas, siap menghadapi tantangan-tantangan.

  Menurut Jersild (dalam Anggraini, 2001), orang yang percaya diri mempunyai ciri-ciri seperti optimis, bertanggung jawab, mandiri, tidak egois, toleransi terhadap keberadaan diri sendiri dan orang lain serta yakin dan sukses. Daradjat (Kumara, 1988) mengatakan bahwa orang yang yang percaya diri yaitu orang yang mampu menghadapi persoalan hidupnya dengan penuh keyakinan diri, gembira, optimis, mandiri, tegas, berani, tidak ragu- ragu, tenang dan tidak memerlukan dukungan orang lain. Rasa percaya diri ini sangat ditentukan oleh pengalaman masa kecil terutama masa depannya, bersemangat, percaya diri. Sebaliknya orang yang kurang berhasil (gagal) akan merasa pesimis, daya juang kecil, cemas dan kurang percaya diri.

  Untuk definisi dari kepercayaan diri, Bandura (Kumara, 1988) menjelaskan bahwa kepercayaan diri sebagai kondisi psikis yang mendasar seperti yang diharapkan. Bandura menambahkan salah satu ciri orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya ialah memiliki kepercayaan diri yang merupakan suatu keyakianan diri untuk dapat mewujudkan kemampuannya seperti apa yang diharapkan didasarkan dengan harga diri, konsep diri yang positif, optimis, mandiri, tidak membandingkan diri dengan orang lain, fleksibel, berani, tegas dan spontan.

  Begitu juga dengan Breneche dan Amich (dalam Anggraini, 2001) yang mengatakan bahwa kepercayaan diri berkembang melalui pemahaman diri dan berhubungan erat dengan kemampuan belajar untuk menyelesaikan setiap tugas perkembangan. Breneche dan Amich menambahkan bahwa individu yang kurang memiliki kepercayaan diri akan merasa tidak aman, tidak bebas, takut, ragu-ragu, murung, kurang berani, rendah diri dan pemalu.

  Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri adalah keyakinan pada kemampuan-kemampuan sendiri, melakukan sesuatu tugas kehidupan seperti yang diharapkan, lebih bersedia mengambil resiko-resiko dan menikmati pengalaman-pengalaman baru, mereka merasa senang dengan dirinya dan cenderung bersikap santai di dalam situasi-situasi sosial serta mampu menghadapi persoalan hidupnya dengan penuh keyakinan diri, optimis, realistis dan bertanggung jawab tanpa membandingkan diri dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan.

  2. Proses Terbentuknya Kepercayaan Diri

  Menurut Hakim (2002) rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, ada proses tertentu didalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri. Terbentuknya rasa percaya diri yang kuat terjadi melalui proses : a. Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan kelebihan tertentu.

  b. Pemahaman seseorang terhadap kelebihan kelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihan kelebihannya.

  c. Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau rasa sulit menyesuaikan diri.

  d. Pengalaman didalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

  3. Ciri-ciri Orang Yang Percaya Diri

  Anthony (Santrok, 2002) berpendapat bahwa individu yang mempunyai kepercayaan diri cenderung akan menjadi mandiri dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Individu tersebut akan mampu memenuhi keperluan hidup dengan rasa percaya diri dan kekuatannya dengan memperhatikan situasi dari sudut pandang kenyataan.

  Angelis (dalam Setiyo, 2009), mengemukakan bahwa kepercayaan diri yang dimiliki individu ditandai dengan: a. Keyakinan atas kemampuan diri sendiri untuk melakukan sesuatu. seseorang mempunyai keyakinan atas kemampuan diri yaitu sikap positif seseorang tentang dirinya bahwa ia mengerti sungguh-sungguh akan apa yang dilakukannya.

  b. Keyakinan atas kemampuan menindaklanjuti segala perkara sendiri secara konsekuen. Yaitu mampu bertanggung jawab dengan kesediaan orang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya.

  c. Keyakinan atas kemampuan pribadi dalam menanggulangi segala kendala. Merasa yakin bahwa dengan kemampuan yang dimiliki, mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

  d. Keyakinan atas kemampuan untuk memperoleh bantuan. Dengan mengerti kekurangan yang ada pada diri sendiri, dapat menerima pendapat orang lain dan memberi kesempatan pada orang lain. Dengan adanya kemampuan seperti itu, membuat individu mudah untuk memperoleh bantuan dari orang lain apabila mengalami kesulitan. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri orang yang memiliki kepercayaan diri adalah keyakinan atas kemampuan diri sendiri untuk melakukan sesuatu, menindaklanjuti segala perkara, menanggulangi segala kendala, dan dapat berkomunikasi dengan orang lain.

4. Aspek- Aspek Kepercayaan Diri

  Menurut beberapa ahli seperti Rosenberg, Rubin, Hurlock, Rogers serta Secord dan Beckman (Anggraini,2001), aspek-aspek kepercayaan diri adalah :

  a. Keyakinan akan kemampuan diri Rosenberg (Anggraini, 2001) mengemukakan bahwa esensi rasa kepercayaan diri terletak pada suatu perasaan atau kepercayaan yang menekankan bahwa individu dapat menyebabkan terjadinya sesuatu sesuai dengan harapan-harapannya. seseorang yang memiliki kepercayaan diri senantiasa berpikir positif terhadap apa yang terjadi dan tidak mudah berputus asa.

  b. Optimis Orang yang optimis akan mencoba untuk menghadapi setiap tantangan dan mampu memecahkan setiap masalah dengan cara yang positif. Seseorang yang optimis akan masa depannya, jarang sekali ada masalah yang akan membuatnya terbentur pada sikap putus asa karena individu tersebut akan berusaha untuk memecahkan masalah tersebut dan menghadapi segala rintangan yang akan menghalanginya.

  c. Menerima diri apa adanya.

  Rubin (Anggraini, 2001) menyatakan bahwa penerimaan diri merupakan sendiri. Hurlock (Anggraini, 2001) menambahkan bahwa penerimaan diri akan ditentukan oleh sejauh mana individu dalam membentuk tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang melingkupi kehidupannya. Seseorang yang menerima diri apa adanya, biasanya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan Ia merasa diterima dengan lingkungannya itu.

  d. Mempunyai konsep atau gambaran diri yang positif.

  Menurut Rogers (Anggraini, 2001) konsep diri mencerminkan persepsi seseorang terhadap dirinya secara keseluruhan. Secord dan Backman (Anggraini, 2001) menambahkan salah satu kelebihan manusia adalah dapat melihat tentang keadaan dirinya. Dengan adanya kemampuan penglihatan, perasaan dan pemikiran manusia kepada dirinya sendiri maka seseorang dapat menyadari siapa dirinya itu, hal inilah yang dimaksud dengan konsep diri. Seseorang yang mempunyai konsep diri yang positif cenderung untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dirinya, mencari tahu tentang karakteristik dirinya serta tahu hambatan- hambatan yang dapat membuatnya nonproduktif atau pasif dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul. Konsep diri positif ini muncul tentu saja diiringi oleh keyakinan akan kemampuan diri dan sikap yang optimis.

  Jadi aspek-aspek kepercayaan diri adalah keyakinan akan kemampuan diri, optimis, menerima diri apa adanya dan mempunyai konsep diri yang

  

C. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Dalam

Menghadapi Dunia Kerja

  Tugas utama manusia dewasa adalah bekerja. Bekerja adalah suatu bentuk adalah sesuatu bentuk aktifitas yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai suatu bentuk profesi, sengaja dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Bekerja juga dapat diartikan sebagai suatu bentuk pengeluaran energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Sebelum memulai bekerja seseorang belajar mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan belajar di sekolah hingga sampai di perguruan tinggi. Sebelum bekerja seseorang harus mempersiapkan diri terlebih dahulu karena ia harus memiliki dasar ilmu dan pengetahuan yang akan diterapkannya ketika ia bekerja nantinya.

  Seseorang yang mampu mempersiapakan diri dengan baik untuk menyongsong dunia kerja pastilah akan memiliki kepercayaan diri di dalam dirinya. namun, bagi mereka yang belum mempersiapkan diri dengan baik tentu saja ia akan mengalami kecemasan di dalam dirinya, karena ia merasa belum siap untuk memasuki dunia kerja. Masa persiapan itu dilakukan selama seseorang menjalani masa pendidikan di bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Dalam menjalani masa persiapan itu tentu saja tidak mudah karena tantangan dan hambatan dalam masa persiapan itu tentu saja selalu ada.

  Masalah yang sering muncul dalam dunia kerja adalah seringkali kesempatan dan kepastian untuk mendapatkan perkerjaan belum tentu bisa khususnya masa yang sedang dijalani oleh mahasiswa semester akhir, mereka masih dihadapkan pada situasi untuk meningkatkan kualitas pribadi mereka untuk menyerap ilmu, pengetahuan dan pengalaman dalam masa pendidikan yang akan mereka terapkan ketika memasuki dunia kerja pada nantinya. Di sini dibutuhkan kepercayaan diri dari dalam diri khususnya mahasiswa semester akhir dalam mempersiapkan diri untuk memperoleh bekal ilmu dan pengalaman sebaik mungkin ketika menempuh pendidikannya.

  Masa mahasiswa semester akhir saat ini adalah masa transisi dimana mereka masih berada pada masa tahap akhir secara akademik dan belum menghadapi dunia kerja secara nyata. Pada masa ini pula mahasiswa juga mulai melihat bagaimana kenyataan duni kerja dari posisinya berpijak dan bagaimana ia harus memposisikan diri untuk menhadapinya pada saatnya nanti. Persoalan-persoalan nyata pada dunia kerja dapat dipandang sebagai suatu peluang namun bisa dipandang pula sebagai ancaman yang diyakini akan menimpa dan akan terjadi pada seseorang apabila ia tidak siap dan gagal dalam membangun kepercayaan diri dalam usahanya untuk mempersiapkan diri dan menghadapi dunia kerja. Ketidaksiapan diri dalam menyiapkan bekal untuk memasuki dunia kerja akan mengakibatkan seseorang terombang- ambing dalam kebimbangan, kebingungan dan ketidakpastian dalam dirinya untuk menyongsong masa depan. Hal tersebut selanjutkan akan membawa seseorang pada kecemasan dalam menghadapi dunia kerja.

  Kecemasan yang dimilikinya, bukan tidak mungkin disebabkan oleh dirinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi dunia kerja antara lain adalah kepastian untuk diterima di sebuah perusahaan atau instansi, gaji yang cukup serta kepastian lama masa kerja. Jangankan pencari kerja yang tingkat pendidikannya rendah, pelamar yang berstatus sarjana pun kadang pesimis dalam menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan saat ini. Kecemasan timbul karena keadaan dimana seseorang merasa terancam oleh salah satu hal yang dianggapnya menakutkan dan menyakitkan yang berasal dari luar maupun dari dalam diri sehingga menimbulkan kekhawatiran, kegelisahan yang menganggu ketenangan dan kesehatan yang terkadang menimbulkan kekacauan fisik.

  Seperti yang dikemukakan oleh Smith (Bandura, 1994) bahwa kecemasan adalah ketakutan tanpa adanya objek yang jelas. Tanda-tanda kecemasan adalah dalam bentuk rasa khawatir dan perasaan lain yang kurang menyenangkan. Biasanya perasaan ini disertai oleh ketidakpercayaan diri dan tidak mampu menghadapi masalah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kepercayaan diri mempengaruhi kecemasan yang dimiliki seseorang. Begitu juga pada seseorang yang mengalami kecemasan dalam menghadapi dunia kerja dimana orang tersebut dapat kehilangan rasa percaya dirinya.

  Menghadapi dunia kerja dapat dianggap sebagai sebuah bahaya yang sedang dihadapi sehingga timbulnya kecemasan dan hilangnya kepercayaan diri dianggap sebagai perubahan dalam hal berpikir atau bertingkah laku.

  Dengan kata lain ketika seseorang memiliki rasa percaya diri maka maka dapat memperkuat kecemasan yang dialami seseorang. Orang yang percaya diri akan lebih optimis dalam menghadapi tantangan. Bagi orang yang percaya diri menghadapi dunia kerja bukanlah sesuatu yang menakutkan jika orang tersebut dapat berpikir positif. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri tidak akan takut dengan persaingan dalam memasuki dunia kerja karena keyakinan ada di dalam dirinya, sehingga tidak ada sesuatu hal yang dapat menghambatnya masuk dalam dunia kerja.

  D. Hipotesis Penelitian Hipotesis yang dibuat oleh peneliti berdasarkan landasan teori adalah

  “Ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Faklutas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”. Peneliti memiliki asumsi semakin tinggi kepercayaan diri dalam diri mahasiswa semester akhir maka kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada dirinya akan semakin rendah. Demikian sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri dalam diri mahasiswa semester akhir maka kecemasan menghadapi dunia kerja akan semakin tinggi.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Yakni penelitian

  yang dilakukan untuk melihat hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian ini ingin melihat hubungan antara variabel kepercayaan diri dengan variabel kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif.

  B. Identifikasi Variabel-Variabel Penelitian

  1. Variabel tergantung : Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja

  2. Variabel bebas : Kepercayaan diri

  C. Definisi Operasional Variabel Penelitian

  Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja merupakan reaksi seseorang terhadap kondisi yang membuatnya merasa cemas. Reaksi kecemasan itu baik berupa reaksi yang bersifat reaksi fisik, pemikiran, perilaku dan suasana hati dalam menghadapi dunia kerja. Data tentang kecemasan dalam menghadapi dunia kerja diperoleh dari skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja yang mengacu dari aspek kecemasan Grennberger dan Padesky (1995).

  2. Kepercayaan Diri Kepercayaan diri adalah keyakinan pada kemampuan-kemampuan sendiri, optimis, menerima diri apa adanya dan memiliki konsep diri yang positif.

  Kepercayaan diri ini akan diungkap dengan menggunakan skala kepercayaan diri yang mengacu dari aspek kepercayaan diri Rosenberg, Rubin, Hurlock, Rogers serta Secord dan Beckman (Anggraini, 2001).

  D. Subyek Penelitian

  Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjek yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Minimal telah memasuki semester delapan (VIII) pada saat pengambilan data penelitian ini.

  3. Telah menyelesaikan teori dan sedang menyusun tugas akhir skripsi .

  4. Berjenis kelamin laki-laki (L) atau Perempuan (P).

  E. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala model Likert, yakni skala kepercayaan diri dan skala kecemasan menghadapi dunia kerja. Skala yang digunakan dalam penelitian ini langsung diberikan kepada responden. Kedua skala tersebut disusun dengan metode rating yang dijumlahkan (summated rating

  

method ), yakni metode skala pernyataan sikap yang menggunakan distribusi

respon subjek sebagai dasar penentuan nilai skala. (Azwar, 1999).

  Subjek diminta untuk menjawab aitem-aitem pernyataan yang dirumuskan secara favorabel dan unfavorabel tentang suatu variabel, yakni variabel kepercayaan diri dan variabel kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Jawaban di dalam skala dinyatakan dalam empat kategori yang dimodifikasi tanpa menggunakan jawaban ragu-ragu. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti dengan alasan bahwa dengan adanya jawaban ragu-ragu dimungkinkan memiliki arti ganda, yakni subjek belum bisa menjawab pernyataan dalam aitem atau memberikan jawaban yang netral. Alasan lainnya, yakni karena adanya jawaban ragu-ragu dapat menimbulkan kecenderungan subjek untuk menjawab di tengah (central tendency effect) terutama bagi subjek yang tidak yakin dengan jawaban pasti. Berikut adalah gambaran skala yang digunakan dalam penelitian ini :

  1. Skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja Disusun berdasarkan teori Greenberger dan Padesky (1995). Adapun komponen-komponennya sebagai berikut : a. Reaksi fisik

  Aitem dari komponen ini untuk mengukur reaksi fisik yang terjadi pada berkeringat, jantung berdegup, pusing, badan berkeringat, otot tegang, gemetar dan sebagainya.

  b. Pemikiran Aitem dari komponen ini untuk mengukur pemikiran-pemikiran negatif mengenai mampu tidaknya menghadapi dunia kerja, seperti tidak mampu mengatasi masalah, berfikir buruk dan sering memiliki kekhawatiran.

  c. Perilaku Aitem dari komponen ini untuk mengukur perilaku menghindari informasi atau pertanyaan seputar dunia kerja, seperti menghindari situasi yang menyangkut dunia kerja.

  d. Suasana hati Aitem dari komponen ini untuk mengukur suasana hati yang berubah, yakni etika kepribadian seseorang dihadapkan pada kondisi yang memunculkan kecemasan tersebut. Suasana hati itu berupa panik, takut, gugup dan jengkel.

  Bobot keseluruhan dari pengukuran skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja ini terdiri dari 40 aitem yang dibagi dalam 20 aitem favorabel dan 20 aitem unfavorabel. Aitem favorabel bila pernyataan mendukung adanya kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, sebaliknya aitem unfavorabel bila pernyataannya tidak mendukung adanya kecemasan dalam menghadapi dunia kerja.

  Tabel I

  4. Suasana Hati 31, 33, 35, 36,

  

Pernah. Penilaian pada skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja

  40 Skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja mempunyai empat alternatif jawaban, yakni Sangat Sering, Sering, Jarang dan Tidak

  20

  20

  10 Total

  37 32, 34, 38, 39, 40

  10

  Spesifikasi Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  29 22, 24, 26, 28, 30

  3. Perilaku 21, 23, 25, 27,

  10

  17 12, 14, 18, 19, 20

  2. Pemikiran 11, 13, 15, 16,

  10

  1. Reaksi Fisik 1, 3, 5, 7, 8 2, 4, 6, 9, 10

  ini bergerak dari empat sampai dengan satu untuk aitem favorabel dan dari satu ke empat untuk aitem unfavorabel.

  Tabel II

  Skor Aitem Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Jawaban Favorabel Unfavorabel

  SS ( sangat sering)

  4

  1 S (Sering)

  3

  2 J (Jarang)

  2

  3 TP (Tidak Pernah)

  1

  4

  2. Skala kepercayaan diri Disusun berdasarkan teori dari beberapa ahli yaitu Rosenberg, Rubin,

  Hurlock, Rogers serta Secord dan Beckman (Anggraini, 2001). Teori ini menggunakan empat aspek, adapun komponen-komponennya sebagai berikut : a. Keyakinan akan kemampuan

  Aitem dari komponen ini untuk mengukur keyakinan seseorang mengenai dirinya, seperti memiliki kemampuan dan keyakinan dalam diri serta mampu menyelesaikan masalah.

  b. Optimis Aitem dari komponen ini untuk mengukur pikiran positif terhadap apa yang terjadi, sikap tidak mudah berputus asa dan mampu memotivasi diri.

  c. Menerima diri apa adanya Aitem dari komponen ini untuk mengukur rasa senang sehubungan dengan kenyataan diri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. d. Mempunyai konsep atau gambaran diri yang positif Aitem dari komponen ini untuk mengukur persepsi positif seseorang terhadap dirinya secara keseluruhan, seperti: menyadari kelebihan dan kekurangan diri, memahami tentang karakteristik diri dan memahami hambatan yang menghambat dalam diri untuk aktif dan produktif.

  Bobot keseluruhan dari pengukuran skala kepercayaan diri ini terdiri dari 40 aitem yang dibagi dalam 20 aitem favorabel dan 20 aitem unfavorabel. Aitem favorabel bila pernyataan mendukung adanya kepercayaan diri dalam diri seseorang dalam menghadapi dunia kerja, sebaliknya aitem unfavorabel bila pernyataannya tidak mendukung indikasi adanya kepercayaan diri dalam diri seseorang.

  Tabel III

  Spesifikasi Skala Kepercayaan Diri No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  1. Keyakinan akan 2, 4, 6, 9, 10 1, 3, 5, 7, 8

  10 kemamuan diri

  2. Optimis 13, 15, 17, 18, 11, 12, 14, 16,

  10

  19

  20

  3. Menerima diri apa 21, 23, 25, 27, 22, 24, 26, 29,

  10 adanya

  28

  30

  4. Gambaran diri yang 31, 32, 34, 36, 33, 35, 38, 39,

  10 positif

  37

  40 Skala kepercayaan diri memiliki empat alternatif jawaban yakni

  Sangat Sesuai, Sesuai, Tidak Sesuai dan Sangat Tidak Sesuai. Penilaian

  untuk aitem favorabel pada skala kepercayaan diri ini bergerak dari empat sampai dengan satu, sedangkan untuk aitem unfavorabel bergerak dari satu sampai empat. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan pada tabel penilaian sebagai berikut :

  Tabel IV

  Skor Aitem Skala Kepercayaan Diri Jawaban Favorabel Unfavorabel

  SS ( sangat sesuai)

  4

  1 S (sesuai)

  3

  2 TS ( tidak sesuai)

  2

  3 STS ( sangat tidak sesuai)

  1

  4 F. Validitas dan Reliabilitas Validitas memiliki arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsi ukurnya. Suatu alat ukur dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut mampu menjalankan fungsi ukurnya, yakni memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan dalam penelitian yang dilakukan. Selain itu mampu mengungkapkan data dengan tepat, mampu memberikan gambaran tentang perbedaan yang sekecil-kecilnya diantara subjek satu dengan subjek yang lainnya dalam penelitian. (Azwar, 1999).

  Uji validitas alat ukur dalam penelitian ini menggunakan validitas isi, yakni validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisa rasional. Analisa rasional dalam penelitian ini dilakukan dengan meminta pendapat profesional ahli (profesional judgement), profesional ahli dalam hal penelitian ini adalah dosen pembimbing peneliti dan profesional ahli lainnya yang memberikan masukan bagi peneliti.

  Reliabilitas adalah sejauh mana alat ukur dapat dipercaya. Reliabilitas mengacu kepada konsistensi tingkat kepercayaan terhadap hasil ukur suatu alat tes (Azwar, 1999). Pengukuran yang reliabel akan bersifat konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas skala dalam penelitian ini dinyatakan oleh koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas muncul pada rentang angka 0 sampai dengan 1,00. Semakin mendekati angka 1,00, menunjukkan semakin tinggi reliabilitas skala alat ukur tersebut.

  Kriteria pemilihan aitem didasarkan pada nilai koefisien korelasi aitem total dengan batasan nilai ≥ 0,30. Hal menunjukkan bahwa aitem tersebut memiliki daya deskriminasi yang memuaskan (Azwar, 1999). Jika ditemukan aitem memiliki nilai koefisien korelasi aitem total

  ≤ 0,30 maka aitem tersebut dinyatakan tidak memiliki daya beda yang tinggi dan dianggap gugur.

G. Uji Asumsi dan Uji Hipotesis Data Penelitian

  1. Uji Asumsi Terdapat dua macam uji asumsi yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni uji normalitas dan uji linearitas. Berikut ini adalah pembahasan mengenai uji asumsi yang dilakukan :

  a. Uji Normalitas Uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebaran varibel X dan Y bersifat normal atau tidak. Metode yang digunakan adalah One-

  Sample Kolmogorov Smirnov.

  b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan variabel Y merupakan hubungan garis lurus ( linear ) atau tidak.

  2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengukur sejauh mana hipotesis penelitian ini bisa diterima. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode statistik uji korelasi Product Moment Pearson, dengan alat bantu yang digunakan untuk analisis adalah program SPSS 11.00 for Windows. Alasan menggunakan analisis uji korelasi product moment pearson dikarenakan penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti dan dianalisis korelasinya. Pedoman yang dipakai dalam uji hipotesis adalah : a. Bila rxy dengan P < 0,05 korelasinya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, ada hubungan yang signifikan antar variabel penelitian.

  b. Bila rxy dengan P > 0,05, korelasinya tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, tidak ada hubungan yang signifikan antar variabel penelitian.

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Persiapan Uji Coba Alat Penelitian

1. Orientasi Kancah Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Mahasiswa dalam penelitian ini diambil dari beberapa angkatan yakni dari angkatan 2001 hingga angkatan 2006. Karakteristik mahasiswa yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir yang saat ini sedang menyusun tugas akhir skripsi, telah menempuh minimal semester delapan (VIII), berjenis kelamin laki-laki atau perempuan dan belum wisuda.

  

Tabel V

  Jumlah Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Semester Genap Tahun 2009/2010

  No. Prodi Angkatan Jumlah Mahasiswa Laki-Laki Perempuan Jumlah

  1 Psikologi 2001

  4

  2

  6

  2. Psikologi 2002

  13

  9

  22

  3. Psikologi 2003

  18

  13

  31

  4. Psikologi 2004

  18

  23

  41

  5. Psikologi 2005

  22

  42

  64

  6. Psikologi 2006

  23 77 100 Total 98 166 264 Lokasi penelitian ini bertempat di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pembagian angket skala penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan subjek berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik yang telah peneliti terapkan. Penyebaran angket skala dibagikan kepada subjek penelitian yakni mahasiswa semester akhir yang datang ke Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pembagian skala dilakukan secara bertahap dikarenakan banyaknya jumlah skala yang akan diuji.

2. Persiapan Penelitian

a. Persiapan Administrasi

  Sebagai langkah awal pelaksanaan penelitian, peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian kepada Dekan Fakultas Psikologi USD, yaitu sebagai berikut : Surat Permohonan Ijin Penelitian untuk skripsi dengan nomor 130.a/D/KP/Psi/USD/XII/2009. Kemudian setelah peneliti memperoleh ijin penelitian, peneliti melakukan pencarian data mengenai jumlah mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma melalui Biro Administrasi Akademik Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Setelah jumlah data mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma diperoleh, peneliti kemudian mendatangi tempat- tempat yang sering dijadikan para mahasiswa semester akhir untuk membaca, mengobrol, sekedar duduk-duduk maupun sedang menunggu kedatangan dosen pembimbing skripsi masing-masing. Peneliti juga mengambil waktu-waktu tertentu dimana para mahasiswa memiliki waktu luang untuk mengisi angket skala yang akan dibagikan.

b. Persiapan Alat Ukur

  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua buah skala yang berupa skala kepercayaan diri dan skala kecemasan menghadapi dunia kerja.

  Dilakukan penyusunan 40 aitem untuk masing-masing skala dimana peneliti menyusun sendiri dengan mengacu pada aspek-aspek yang dibuat oleh Rosenberg, Rubin, Hurlock, Rogers serta Secord dan Beckman (Anggraini, 2001) untuk skala kepercayaan diri, sedangkan untuk skala kecemasan menghadapi dunia kerja mengacu pada aspek berdasarkan teori Greenberger dan Padesky (1995).

  Sebelum melakukan pengambilan data penelitian yang sesungguhnya, peneliti melakukan uji coba (try out) skala penelitian. Uji coba (try out) skala penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan skala kepercayaan diri dan skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja kepada subjek yang memiliki karakteristik sama dengan subjek yang hendak diteliti yakni para mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Angket skala uji coba penelitian dibagikan kepada 50 mahasiswa semester akhir, yang terdiri dari skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja (40 aitem) dan skala kepercayaan diri (40 aitem). Pembagian dua angket skala try out penelitian ini dilakukan pada selang waktu yang bersamaan untuk memudahkan peneliti dalam hal penyebaran dan pengambilan data. Uji coba (try out) skala penelitian

  Selanjutnya 50 mahasiswa yang telah mengisi angket skala try out penelitian ini tidak peneliti sertakan lagi dalam pengambilan data untuk penelitian yang sesungguhnya.

  1. Skala Kecemasan Menghadapi Dunia kerja

  Skala kecemasan yang digunakan untuk mengukur kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma disusun oleh peneliti sendiri mengacu pada teori Greenberger dan Padesky (1995) yang terdiri atas 40 aitem yang memuat aspek :

  a. Reaksi fisik yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur reaksi fisik yang terjadi pada seseorang yang akan menghadapi dunia kerja.

  b. Pemikiran yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur pemikiran-pemikiran negatif mengenai mampu tidaknya menghadapi dunia kerja.

  c. Perilaku yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur perilaku menghindari informasi atau pertanyaan seputar dunia kerja.

  d. Suasana hati yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur suasana hati yang berubah ketika dihadapkan pada kondisi yang memunculkan kecemasan tersebut.

  2. Skala Kepercayaan Diri

  Skala kepercayaan diri dalam penelitian ini disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan teori yang diungkapkan oleh beberapa ahli yaitu Rosenberg, Rubin, Hurlock, Rogers serta Secord dan Beckman (Anggraini,2001) yang semuanya terdiri dari 40 aitem yang memuat empat aspek yaitu : a. Keyakinan akan kemampuan diri yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur keyakinan seseorang mengenai dirinya.

  b. Optimis yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur pikiran positif terhadap apa yang terjadi dan sikap tidak mudah berputus asa.

  c. Menerima diri apa adanya yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur rasa senang sehubungan dengan kenyataan diri.

  d. Mempunyai konsep atau gambaran diri yang positif yaitu terdiri atas 10 aitem yang mengukur persepsi positif seseorang terhadap dirinya secara keseluruhan.

3. Uji Coba Alat Ukur

  Pengambilan data uji coba (try out) skala penelitian ini dilakukan dengan cara mendatangi lokasi dimana mahasiswa sering berkumpul di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pengujian ini diberikan pada 50 mahasiswa semester akhir dari berbagai angkatan. Dari 50 angket skala yang disebar, 1 diantaranya dinyatakan gugur atau tidak layak karena ada beberapa aitem yang terlewatkan untuk dijawab. Sehingga jumlah skala penelitian yang valid untuk diskor adalah 49 examplar.

  Berdasarkan data yang diperoleh melalui tahap uji coba alat ukur, selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Perhitungan untuk menguji coba alat penelitian ini dilakukan pada bulan November 2009. Selanjutnya 50 mahasiswa yang telah mengisi skala dalam try out tidak peneliti sertakan lagi dalam pengambilan data untuk penelitian yang sesungguhnya.

4. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Penelitian

  a. Uji kesahihan aitem skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja Skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja memuat 40 aitem dan diujicobakan kepada 50 subjek, diperoleh 37 aitem yang valid karena korelasi totalnya mencapai r = 0.3. Adapun 3 aitem yang gugur adalah nomor 2, 6 dan 12. Aitem tersebut dinyatakan gugur karena koefisien korelasi totalnya tidak mencapai r = 0.3. Koefisien total bergerak dari r = 0,1731 sampai r = 0,7441 dan koefisien reliabilitasnya adalah

  α = 0.9226. Untuk selanjutnya 37 aitem try out tersebut diolah penulis dalam analisis data penelitian kecemasan menghadapi dunia kerja.

  Tabel VI

  Distribusi Item Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja ( Sebelum dilakukan uji coba alat penelitian )

  No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  1. Reaksi Fisik 1, 3, 5, 7, 8 2, 4, 6, 9, 10

  10

  2. Pemikiran 11, 13, 15, 16, 17 12, 14, 18, 19, 20

  10

  3. Perilaku 21, 23, 25, 27, 29 22, 24, 26, 28, 30

  10

  4. Suasana Hati 31, 33, 35, 36, 37 32, 34, 38, 39, 40

  10

  

Tabel VII

  4. Suasana Hati 31, 33, 35, 36, 37 32, 34, 38, 39, 40

  0.3. Adapun 5 aitem yang gugur adalah nomor 11, 12, 25, 33 dan 35. Aitem tersebut dinyatakan gugur karena koefisien korelasi totalnya tidak mencapai r =

  b. Uji Kesahihan Skala Kepercayaan Diri Skala kepercayaan Diri yang memuat 40 aitem dan diujicobakan kepada 50 subjek, diperoleh 35 aitem yang valid karena korelasi totalnya mencapai r =

  37

  17

  20

  10 Total

  10

  Distribusi Item Skala Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja ( Setelah dilakukan uji coba alat penelitian )

  3. Perilaku 21, 23, 25, 27, 29 22, 24, 26, 28, 30

  9

  2. Pemikiran 11, 13, 15, 16, 17 14, 18, 19, 20

  8

  1. Reaksi Fisik 1, 3, 5, 7, 8 4, 9, 10

  No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  0.3. Koefisien total bergerak dari r = - 0.1445 sampai r = 0.6169 dan koefisien reliabilitasnya adalah α = 0.9016. Untuk selanjutnya 35 aitem try out tersebut diolah penulis dalam analisis data penelitian kepercayaan diri.

  

Tabel VIII

  Distribusi Item Skala Kepercayaan Diri ( Sebelum dilakukan uji coba alat penelitian )

  No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  1. Keyakinan akan 2, 4, 6, 9, 10 1, 3, 5, 7, 8

  10 kemampuan diri

  2. Optimis 13, 15, 17, 18, 19 11, 12, 14, 16, 20

  10

  3. Menerima diri apa 21, 23, 25, 27, 28 22, 24, 26, 29, 30

  10 adanya

  4. Gambaran diri 31, 32, 34, 36, 37 33, 35, 38, 39, 40

  10 yang positif Total

  20

  20

  40

  

Tabel IX

  Distribusi Item Skala Kepercayaan Diri ( Setelah dilakukan uji coba alat penelitian )

  No. Aspek Favorabel Unfavorabel Jumlah

  1. Keyakinan akan kemampuan diri 2, 4, 6, 9, 10 1, 3, 5, 7, 8

  10

  2. Optimis 13, 15, 17, 18, 19 14, 16, 20

  8

  3. Menerima diri apa adanya 21, 23, 25, 27, 28 22, 24, 29,

  30

  9

  4. Gambaran diri yang positif 31, 32, 34, 36, 37 38, 39, 40

  8 Total

  20

  15

  35 B. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2010. Pengambilan data penelitian dilakukan dalam waktu kurang lebih tiga minggu. Angket skala yang dibagikan sejumlah 100 examplar, yang terdiri dari skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja (37 aitem) dan skala kepercayaan diri (35 aitem). Dua angket skala penelitian dilakukan pada selang waktu yang bersamaan untuk memudahkan peneliti dalam hal penyebaran dan pengambilan data. Dalam hal penyebaran angket skala, peneliti melakukan hal yang sama seperti pada saat penyebaran skala uji coba (try out). Peneliti membagikan skala kepada para dengan cara mendatangi lokasi dimana mahasiswa sering berkumpul atau peneliti menunggu kedatangan mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Secara umum tidak banyak kendala yang berarti dalam proses pengambilan data penelitian ini. Kalaupun ada, peneliti rasakan sebagai kendala yang kecil yakni adanya aitem yang terlewati atau tidak terjawab oleh subjek penelitian sehingga dari 100 examplar skala, 10 examplar skala tidak layak dianalisis dan yang layak untuk discoring berjumlah 90 examplar skala. Selain itu, dikarenakan banyaknya subjek yang tidak mencantumkan angkatan dan nama pada skala maka peneliti kesulitan untuk mengetahui jumlah subjek berdasarkan angkatannya dan jenis kelaminnya.

C. Deskripsi Data Penelitian

1. Deskripsi Data Penelitian

  Deskripsi data penelitian dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah dipahami mengenai variabel yang bersangkutan. Dapat diketahui bahwa keadaan subjek penelitian pada variabel yang diteliti dengan melihat harga mean (Azwar, 1999). Mean teoritik adalah rata-rata skor dari skala penelitian. Mean teoritik ini diperoleh dari angka yang menjadi titik tengah alat ukur, sedangkan mean empirik adalah rata-rata skor hasil subjek pada data penelitian.

  Norma dalam membuat kategorisasi subjek dilakukan dengan pengkategorisasian berdasarkan model distribusi normal. Kategori skala yang penggolongan ini adalah untuk menempatkan subjek ke dalam kelompok- kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut kontinum berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 1999). Norma untuk pembuatan kategorisasi skor adalah sebagai berikut :

  Tabel X

  Norma Kategorisasi Skor Skor Kategorisasi

  X Sangat Rendah ≤ ( u – 1,5 σ )

  ( u – 1,5 Rendah σ ) < X ≤ ( u – 1,5 σ)

  ( u – 1,5 Sedang σ ) < X ≤ ( u + 1,5 σ )

  ( u + 1,5 Tinggi σ ) < X ≤ ( u + 1,5 σ )

  ( u + 1,5 Sangat Tinggi σ ) < X

  Estimasi satuan standar deviasi populasi, mean teoritik, rentang minimum dan rentang maksimum, serta jarak sebaran masing-masing skala perlu diketahui terlebih dahulu untuk mencari jenjang kategorisasi masing-masing skala. Skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja terdapat 37 butir aitem dengan skor 1, 2, 3 dan 4. Nilai terendah dalam skala ini adalah 37, sedangkan nilai tingginya adalah 148. Kemudian besarnya range adalah 111 yang didapat dari selisih angka tertinggi dan terendah, sedangkan mean teoritiknya adalah ( 37 + 148 ) : 2 = 92.5. Nilai standar deviasi yang diperoleh adalah 18, 5 nilai tersebut merupakan hasil pembagian range dengan satuan standar deviasi kurve normal.

  Skala kepercayaan diri memiliki jumlah aitem sebanyak 35, dengan nilai skor 1, 2, 3 dan 4. Nilai terendah adalah 35 dan nilai tertinggi adalah 140.

  Besarnya range adalah 105 dan mean teoritiknya adalah ( 35 + 140 ) : 2 = 87, 5. Nilai standar deviasi yang diperoleh adalah 17, 5 nilai tersebut merupakan hasil pembagian range dengan satuan standar deviasi kurve normal. Hasil penghitungan hipotetik untuk kedua skala dapat dilihat pada tabel berikut :

  Tabel XI

  Deskripsi X min, X max, range, Mean Teoritik dan standar deviasi Deskripsi Kecemasan dalam Kepercayaan diri menghadapi dunia kerja X minimal

  37

  35 X maksimal 148 140 Range 148 – 37 = 111 140 – 35 = 105 Mean teoritik ( 37 + 148 ) : 2 = 92, 5 ( 35 + 140 ) : 2 = 87, 5 Standar deviasi 111 : 6 = 18, 5 105 : 6 = 17, 5

  Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan norma kategorisasi skor, maka masing-masing jenjang kategorisasi skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja dan skala kepercayaan diri adalah sebagai berikut :

  Tabel XII

  Kategorisasi Skor Skala Kecemasan dan Kepercayaan Diri Kategorisasi Kecemasan Dalam Kepercayaan Diri

  Menghadapi Dunia Kerja Sangat Rendah

  X X ≤ 65 ≤ 61

  Rendah 65 < X 61 < X ≤ 83 ≤ 79

  Sedang 83 < X 79 < X ≤ 102 ≤ 96

  Tinggi 102 < X 96 < X ≤ 120 ≤ 114

  Sangat Tinggi 120 < X 114 < X Mengacu pada norma kategorisasi skala kecemasan menghadapi dunia kerja, peneliti menemukan bahwa data rentangan kategori skor diperoleh antara kategori sangat rendah sampai kategori sedang. Pada skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja tidak ditemukan subjek yang berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Subjek yang termasuk dalam kategori sangat rendah berjumlah 16 subjek (17,78 %), kategori rendah 59 subjek ( 65,56%) dan kategori sedang 15 subjek ( 16,67% ).

  Sedangkan pada norma katergorisasi skala kepercayaan diri, peneliti menemukan bahwa data rentangan katergori skor diperoleh antara kategori sedang sampai sangat tinggi. Pada skala kepercayaan diri tidak ditemukan subjek yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah. Subjek yang termasuk dalam katergori sedang berjumlah 5 subjek ( 5,56%), kategori tinggi 58 subjek (64,45%)

  Berikut adalah tabel rangkuman data jumlah subjek berdasarkan katergorisasi skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja dan skala kepercayaan diri :

  

Tabel XIII

  Data Jumlah Subjek Berdasarkan Kategorisasi Kategorisasi Kecemasan Dalam Kepercayaan Diri

  Menghadapi Dunia Kerja Jumlah Presentrase Jumlah Presentase

  (%) (%) Sangat Rendah 16 (17,78%) (0%)

  Rendah 59 (65,56%) (0%) Sedang 15 (16,67%) 5 (5,56%)

  Tinggi (0%) 58 (64,45%) Sangat Tinggi (0%) 27 (30%)

  Berdasarkan data empirik penelitian, skor terendah yang diperoleh subjek untuk skala kecemasan menghadapi dunia kerja adalah 38 dan skor tertinggi subjek adalah 101. Selanjutnya untuk mean empiris diperoleh angka sebesar 69,5 dan standar deviasi sebesar 10,5. Selanjutnya untuk skala kepercayaan diri skor terendah subjek adalah 83 dan skor tertinggi subjek adalah 128. Selanjutnya untuk mean empiris diperoleh angka sebesar 109,20 dan standar deviasi diperoleh sebesar 7,5. Rangkuman hasil data empirik skala kecemasan dalam menghadapi

  Tabel XIV

  Rangkuman Hasil Data Empirik Deskripsi Data Kecemasan Kepercayaan Diri

  X Minimal

  38

  83 X Maksimal 101 128 Mean Empirik 73,29 109,20

  Standard Deviasi 10,94 8,78 Range

  63

  45 Untuk mengetahui tingkat kecenderungan subjek pada masing-masing variabel penelitian perlu dilakukan perbandingan antara mean teoritik dan mean empirik. Mean empirik merupakan nilai rata-rata yang dimiliki oleh kelompok subjek penelitian, sedangkan mean teoritik merupakan nilai rata-rata yang menjadi titik tengah pada skala penelitian.

  Mean teoritik pada skala kecemasan menghadapi dunia kerja adalah 92,5, sedangkan mean empiriknya adalah 73,29. Kemudian untuk skala kepercayaan diri mean teoritiknya adalah 87,5, sedeangkan mean empiriknya adalah 109,20. Dari data hasil perbandingan kedua skala penelitian diperoleh bahwa untuk skala kecemasan menghadapi dunia kerja subjek penelitian memiliki semester kecemasan dalam menghadapi dunia kerja yang cenderung rendah, sedangkan untuk skala kepercayaan diri diperoleh bahwa subjek penelitian memiliki semester kepercayaan diri yang cenderung tinggi. Berikut adalah tabel deskripsi data

  

Tabel XV

  Deskripsi Data Penelitian Skala Mean Teoritik Mean Empirik Standard Deviasi Kecemasan 92,5 73,29 10,94 Kepercayaan Diri 87,5 109,20 8,78

D. Analisis Data Penelitian

  Sebelum dilakukan uji hipotesis penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi penelitian yakni meliputi: uji normalitas dan uji linearitas.

1. Uji Asumsi

  a. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data dari masing-masing variabel berdistribusikan normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan one

  

sample kolmogorov-smirnov . Nilai probabilitas variabel kecemasan menghadapi

  dunia kerja adalah p=0.772 ; atau p>0.05. Sedangkan pada variabel kepercayaan diri memiliki nilai adalah p=0.857 ; atau p>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran skor skala kecemasan menghadapi dunia kerja dan kepercayaan diri pada mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma adalah normal. Berikut adalah data uji normalitas penelitian.

  

TABEL XVI

  Uji Normalitas No. Variabel Kolmogorov- Asymp. Sig. (2-

  Smirnov Z tailed)

  1. Kecemasan 0,663 0,772

  2. Kepercayaan Diri 0,605 0,857

  b. Hasil uji linearitas Uji liniearitas ini dilakukan untuk mengetahui linieritas skor pada variabel kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Hasil uji ini diketahui bahwa antara kepercayaan diri dengan kecemasan

  linearity

  menghadapi dunia kerja, diperoleh nilai F sebesar 31.951 dengan nilai signifikasi

  

linearity sebesar 0.000 atau p<0.05. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kedua

variabel ini linear. Berikut adalah tabel uji linearitas penelitian.

  

TABEL XVII

  Uji Linearitas No Variabel Signifikasi Signifikasi

  Linearity Deviation from Linearity

  1. Kecemasan dan 0,000 0,216 kepercayaan diri

2. Uji Hipotesis

  Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi nilai koefisien korelasi sebesar -0.449 dengan p = 0.000 atau p < 0.05 yang artinya ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dan kecemasan menghadapi dunia kerja. Dengan demikian hipotesis penelitian ini terbukti bahwa ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hasilnya adalah ada hubungan negatif. Berikut penyajian lengkapnya dalam bentuk tabel.

  

TABEL XVIII

  Uji Hipotesis No. Variabel N Pearson Signifikasi (P)

  Corelation ( R)

  1. Kecemasan 90 -0, 499 0,000

  2. Kepercayaan

  90 Diri ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  

TABEL IX

  Rangkuman Hasil Uji Korelasi Measures of Association

  R R Squared Eta Eta Squared CEMAS * PD -,499 ,249 ,751 ,564

E. Pembahasan

  Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis menggunakan teknik korelasi

  

product moment pearson dari program SPSS 11.00 for windows dan diperoleh

  koefisien korelasi sebesar -0.449 dengan p = 0.000 atau p < 0.05 yang artinya ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dan kecemasan menghadapi dunia kerja.

  Jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti dan diterima. Semakin tinggi kepercayaan diri maka kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah tingkat kepercayaan diri maka kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta semakin tinggi.

  Beranjak dari norma kategorisasi skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, ditemukan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki rentang kategorisasi kecemasan dalam menghadapi dunia kerja sangat rendah sampai dengan kategori sedang. Subjek yang termasuk dalam kategori sangat rendah berjumlah 16 subjek (17,78 %), kategori rendah 59 subjek ( 65,56%) dan kategori sedang 15 subjek ( 16,67% ). Data ini menggambarkan bahwa subjek dalam penelitian ini dalam menjawab skala kecemasan dalam menghadapi dunia kerja lebih banyak termasuk ke dalam kategori rendah.

  Kemudian beranjak dari norma kategorisasi skala kepercayaan diri, ditemukan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki rentang kategori kepercayaan diri antara kategori sedang sampai sangat tinggi. Subjek yang subjek (64,45%) dan kategori sangat tinggi 27 subjek (30%). Data ini menggambarkan bahwa subjek dalam penelitian ini lebih banyak termasuk dalam kategori tinggi.

  Hasil analisis data penelitian diatas menunjukkan bahwa jika seorang mahasiswa semester akhir memiliki kepercayaan diri yang tinggi, yakni seperti apa yang dikatakan oleh Lauster (1990) bahwa orang yang percaya diri mempunyai keyakinan pada kemampuan-kemampuan sendiri, keyakinan pada adanya suatu maksud dalam kehidupan dan kepercayaan bahwa dengan akal budi, mereka akan mampu melaksanakan apa yang mereka inginkan, rencanakan dan harapkan, maka seseorang tersebut akan merasa senang dengan dirinya dan cenderung bersikap santai didalam situasi-situasi sosial. Kemudian ia juga akan lebih mudah merasakan dan menikmati hidup, bergembira, mengetahui dan menilai diri sendiri, mempunyai keahlian-keahlian sosial yang baik, mempunyai sikap yang positif, tegas, mempunyai tujuan yang jelas, siap menghadapi tantangan-tantangan (Davies, 2004).

  Seorang mahasiswa semester akhir yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan mampu mengatasi kecemasan-kecemasan yang timbul dari dalam dirinya. Yang mungkin kecemasan-kecemasan itu bisa timbul karena situasi sosial dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Seorang mahasiswa semester akhir yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi juga akan mampu mengatasi kecemasan dalam menghadapi dunia kerja yang akan segera dimasukinya yang sifatnya fisik semisal : telapak tangan berkeringat, jantung berdegup, pusing, mencoba memasuki informasi seputar dunia kerja. Bersifat pemikiran yakni; mengenai mampu tidaknya menghadapi dunia kerja, seperti tidak mampu mengatasi masalah, berfikir buruk dan sering memiliki kekhawatiran. Bersifat

  

perilaku seperti perilaku menghindari informasi atau pertanyaan yang

  menyangkut seputar dunia kerja. Bersifat suasana hati yakni; suasana hati yang berubah seperti panik, takut, gugup dan jengkel.

  Greist, Martens & Sharkey (dalam Kumara, 1998) mengatakan bahwa kecemasan dapat disebabkan oleh hal-hal seperti tuntutan sosial yang berlebihan yang belum atau tidak dapat dipenuhi oleh seseorang, adanya standar keberhasilan yang terlalu tinggi bagi kemampuan diri sendiri, kurang siap dalam menghadapi suatu situasi atau keadaan yang tidak diharapkan atau diperkirakan olehnya, serta adanya pola berfikir dan persepsi negatif terhadap situasi atau diri sendiri.

  Bustaman (dalam Tallis 1992) juga menambahkan bahwa kecemasan adalah ketakutan terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi. Perasaan cemas akan muncul bila seseorang berada dalam suatu keadaan yang diduga akan merugikan dan dirasakan mengancam dirinya serta merasa tidak berdaya menghadapinya.

  Dalam penelitian ini ditemukan hasil koefisien determinasi yang diperoleh dari kuadrat koefisiensi korelasi ( R²) adalah sebesar 0,249. Hasil ini berarti bahwa variabel bebas dalam penelitian ini yakni kepercayaan diri hanya memberikan pengaruh efektif sebesar 24,9% terhadap kecemasan pada mahasiswa semester akhir. Sedangkan 75,1% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel lain yang dapat berpengaruh antara lain berupa persoalan-persoalan aktual skripsi, nilai hasil studi mahasiswa yang bersangkutan yang menyangkut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh, persoalan-persoalan menyangkut dinamika sosial di kampus baik dengan teman, rekan, dosen maupun dinamika kehidupan organasasi yang diikuti, serta tipe kepribadian yang cenderung memandang rendah kemampuan diri sendiri.

  Kemudian variabel lain yang juga turut mempengaruhi besar kecilnya kepercayaan diri terhadap kecemasan dalam menghadapi dunia kerja bisa juga dari prosedur dan teknis dalam penelitian yang kurang teliti dalam merumuskan definisi operasional kedalam aitem-aitem skala penelitian. Namun sekecil apapun pengaruh kepercayaan diri terhadap kecemasan dalam menghadapi dunia kerja seperti ada dalam penelitian ini tetaplah terdapat pengaruh antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri adalah hal yang sangat penting jika dihubungkan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi dunia kerja khususnya pada mahasiswa semester akhir. Jika mahasiswa semester akhir memiliki kepercayaan diri yang tinggi maka kecemasan menghadapi dunia kerja akan semakin rendah sebaliknya jika mahasiswa semester akhir memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah maka kecemasan dalam menghadapi dunia kerja akan semakin tinggi.

  Dengan demikian, setelah melalui prosedur penelitian dan analisis data yang sesuai, penelitian ini telah mencapai tujuannya yakni mampu mengetahui bahwa kepercayaan diri mempunyai hubungan negatif dengan kecemasan dalam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini mampu membuktikan hipotesis yang mengatakan bahwa ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa ada

  hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan Pearson’s Product

  

Moment yang memberikan angka signifikan sebesar -0.499 dengan p=0.000 atau

  p<0.05. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri maka kecemasan-kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir cenderung rendah. Sebaliknya jika kepercayaan diri seseorang itu rendah maka kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir cenderung semakin tinggi.

B. Saran

  Peneliti memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan penelitian yakni sebagai berikut :

  1. Bagi Mahasiswa Dari hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan kepercayaan diri yang positif untuk mempersiapkan diri masuk dalam dunia kerja. Dengan adanya dalam menghadapi dunia kerja dapat diatasi dengan lebih mudah. Jika seseorang sudah memiliki persiapan sebelum melakukan sesuatu maka hasil yang didapat akan jauh lebih baik dibanding tanpa adanya persiapan terlebih dahulu. Contoh kongkrit mengoptimalkan kepercayaan diri yang positif yakni dengan aktif dalam kepanitian, organisasi kemahasiswaan, mengikuti training atau pelatihan untuk mengasah kemampuan diri dan kegiatan positif lainnya.

  2. Bagi Disiplin Ilmu Psikologi Bagi disiplin ilmu psikologi khususnya psikologi perkembangan dan psikologi klinis, dalam hal ini para staff, pengajar, peneliti menyarankan untuk lebih mengembangkan dan mampu menjelaskan tentang kepercayaan diri yang positif bagi mahasiswa sehingga suatu saat nanti khususnya mahasiswa semester akhir memiliki kepercayaan diri yang positif dan mampu meminimalisir timbulnya kecemasan dalam menghadapi dunia kerja.

  3. Saran Kepada Penelitian Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dan ingin meneliti mengenai kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja, disarankan untuk memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil penelitian antara lain : a. Melakukan penyempurnaan alat ukur yang telah digunakan oleh peneliti.

  Ini semata agar diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat. Dikarenakan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja terdapat beberapa aitem yang dirasa tidak sesuai dengan tata bahasa dan kurang mengukur variabel penelitian. Alangkah baiknya jika dalam pembuatan aitem-aitem peneliti mampu membuat aitem-aitem yang benar-benar baik yang mampu dipahami dengan mudah oleh subjek penelitian dan mampu mengukur apa yang hendak diukur.

  b. Kemaslah angket dalam bentuk, front huruf serta warna dan desain yang lebih menarik agar subjek merasa senang dan tidak jenuh dalam pengisian angket. Hal ini dikarenakan pada penelitian ini peneliti mengemas desain angket skala secara sederhana dan ada beberapa subjek penelitian merasa jenuh pada saat mengisi angket skala.

  c. Selanjutnya peneliti dapat membandingkan subjek sesuai angkatan. Hal ini agar dapat lebih mengkualifikasikan kecemasan yang terjadi pada mahasiswa perangkatan. Akan lebih baik lagi jika ada variabel kontrol berupa jenis kelamin antara subjek mahasiswa laki-laki dan perempuan.

  Hal ini dikarenakan subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir dan peneliti tidak membandingkan subjek penelitian sesuai angkatan serta tidak menggunakan variabel kontrol berupa jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan.

DAFTAR PUSTAKA

  Andri, Yenny Dewi P. (2007). Anxiety Theory Based On Classic Psychoanalitic

  and Types of Defense Mechanism To Anxiety. Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

  Anggraini. (2001). Kepercayaan Diri dan Minat Membeli Produk Fashion Bermerek Terkenal Pada Remaja Putri. Skripsi (Tidak diterbitkan).

  Jogjakarta : Fakultas Psikologi UGM Atkinson, R. L. Hielgard, Er. (1996). Pengantar Psikologi Jilid II. Jakarta :

  Erlangga Azwar, Saifuddin. (2005). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

  Bandura, A. (1994). Self Efficacy. New York. Academic Press. Carr, A. (2001). Abnormal Psychology. Philadelphia : Psychology Press Chaplin, J. P. (1995). Kamus Lengkap Psikologi. Cetakan IV. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

  Darajad, Z. (1996). Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung. Davies, P. (2004). Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Yogyakarta : Torrent. Greenberger, D & Padesky, A.C. (1995). Manajemen Pikiran. Bandung : Kaifa. Ghufron, M. Nur, dan Rini Risnawati S. (2010). Teori-Teori Psikologi.

  Yogyakarta. Ar-Ruzz Mewdia. Hakim. T. (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta : Purwa Suara. Hanafi, (2007). Tingkat Kecemasan Hidup. Dipungut pada tanggal 8 Agustus 2009 dari http://www.e-psikologi.com.

  Hariono, R. (2000). Mengatasi Rasa Cemas. Gresik : Putra Pelajar. Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga. Juliarti, E. (2007). Fresh Graguate Anciety Disorder (FGAD). Dipungut Pada tanggal

  22 Desember 2009 dari http://www. menggeliat.blogspot.com//fresh-graduate-anxiety-disorder-fgad.html. Kartono, K. (1992). Psikologi Wanita. Mengenal Wanita Sebagai Ibu & Nenek.

  Cetakan. IV. Bandung : Mandar Maju. Kumara, A. (1998). Studi Pendahuluan Tentang Validitas dan Reliabilitas The

  Best of Self Confident. Laporan Penelitian. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM. Kusuma, Wahyu D. (2010). Dilema Fresh Graduate. Dipungut pada tanggal 4

  April 2010 dari http://www.edukasi.kompasiana.com//dilema-fresh- graduate.htm. Lauster, Peter. (1990). Tes Kepribadian (Terjemahan D.H. Gulo). Jakarta. Gaya Media Pratama. Maramis, W. F. (1998). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Cetakan VII. Surabaya : Airlangga University Press. Mopangga, F. 2005. Studi Deskriptif Kecemasan Terhadap Kematian Pada Para

  Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) . (Skripsi

  Tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Priest, R. (1991). Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasi Stress dan Depresi.

  Semarang : Dahara Press. Robertus, Belarminus Ari Hartoko. (2004). Hubungan Antara Identitas Karir

  Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir . Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta. Fakultas Psikologi

  Universitas Sanata Dharma. Santoso, Singgih. (2006). Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 15.

  Jakarta. PT Elex Media Komputindo. Santrok, John W. (2002). Life Span Development, Perkembangan Masa Hidup.

  Jilid 1. Jakarta.Erlangga.

  Sarafino, Edward D. (1990). Health Psychology : Biopsychosocial Interactions.

  New York. John Wiley & Sons. Setiyo. (2009). Pengaruh Pelatihan Kepercayaan Diri. Dipungut 16 maret 2009 dari http:/www.setiyo.blogspot.com. Shinta, Widyayulianti. (2006). Hubungan Antara Kecemasan Menghadapi

  Penghentian Kontrak Kerja Dengan Motivasi Berprestasi Karyawan Kontrak di PT. Bank Mandiri (Persero) tbk. Yogyakarta . Skripsi (tidak

  diterbitkan). Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Supratiknya, A. (2004). Pedoman Penulisan Skripsi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma.

  Supratiknya, A. (2007). Kiat Merujuk Sumber Acuan Dalam Penulisan Karya Ilmiah . Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Tallist, F. (1992). Mengatasi Rasa Cemas. Jakarta : Arcan. William, B. Weather Jh. (1996). Human Resources and Personal Management.

  Fifth Editon. Mc. Graw-Hill.inc.

  _LAMPIRAN_

  LAMPIRAN A _ SKALA TRY OUT PENELITIAN _ Lampiran A1. Skala Try Out Kepercayaan Diri

  A. SKALA KEPERCAYAAN DIRI Nama : Semester/angkatan : Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan di bawah ini. Kemudian kemukakan pilihan anda, apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda. Berilah tanda silang (x) pada salah satu pilihan skor jawaban yang tersedia. Adapun makna masing-masing skor adalah sebagai berikut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda, karena tidak ada jawaban yang dianggap salah.

  11. Saya kurang bersemangat jika melakukan tugas yang tidak saya sukai.

  19. Saya yakin banyak hal yang dapat saya lakukan di masa mendatang.

  18. Saya telah memiliki rencana untuk menghadapi masa depan.

  17. Saya tidak putus asa jika gagal melakukan sesuatu.

  16. Jika tugas yang saya lakukan merupakan tugas yang sulit maka saya meninggalkan tugas tersebut.

  15. Saya mampu bersaing dengan teman dalam hal prestasi.

  14. Saya pesimis untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus.

  13. Saya melaksanakan tugas dengan maksimal.

  12. Saya ragu apakah saya dapat lulus dengan nilai cumlaude.

  10. Saya memikirkan cara agar hasil kerja saya menjadi lebih baik.

  No. PERNYATAAN JAWABAN SS S TS TP 1. Saya ragu akan kemampuan yang saya miliki.

  9. Saya seringkali berhasil memecahkan persoalan yang sulit bila saya berusaha.

  8. Saya tidak yakin dapat menyelesaikan persoalan yang sulit.

  7. Saya kurang mampu menyelesaikan persoalan yang saya hadapi.

  6. Saya merasa mampu melakukan sesuatu karena saya tahu kelebihan saya di bidang tersebut.

  5. Saya menolak jika ada tugas yang diberikan kepada saya.

  4. Saya merasa mampu melakukan sesuatu yang saya inginkan.

  3. Saya merasa kemampuan orang lain lebih baik.

  2. Ketika ada tugas, saya dapat menyelesaikannya dengan baik.

  20. Dalam melakukan sesuatu hal, saya lebih banyak dipengaruhi oleh perasaan takut gagal daripada pengharapan untuk sukses. hidupnya dibanding saya.

  23. Saya tidak suka membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain.

  24. Saya sulit menerima tingkah laku orang-orang yang ada di sekeliling saya.

  25. Dalam bergaul, saya tidak membeda-bedakan teman.

  26. Saya merasa sering meniru orang yang saya kagumi.

  27. Saya bersyukur dengan apa yang ada pada diri saya.

  28. Saya tetap dapat berpikir tenang walaupun sedang berada dalam situasi yang sulit.

  29. Saya merasa tidak aman berada di dalam lingkungan saya.

  30. Saya merasa bimbang ketika keputusan saya dikritik orang lain.

  31. Saya menyadari kelebihan yang saya miliki.

  32. Saya senang mendapatkan kritikan atau masukan dari teman- teman.

  33. Saya seringkali merasa bimbang membuat keputusan jika dihadapkan pada suatu pilihan.

  34. Saya membaca buku tentang pengembangan pribadi.

  35. Saya kurang menyukai jika ada orang lain membicarakan kekurangan saya.

  36. Saya menyadari kekurangan yang saya miliki.

  37. Saya berusaha memahami masalah dengan berbagai pendekatan.

  38. Saya merasa setiap masalah yang saya hadapi, sulit dicari jalan keluarnya.

  39. Saya merasa banyak orang tidak memiliki pandangan yang baik tentang saya.

  40. Saya kurang kreatif dalam memecahkan berbagai persoalan. Buka halaman berikutnya dan lanjutkan pada skala kecemasan menghadapi dunia kerja

   Lampiran A2. Skala Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja

  B. SKALA KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan di bawah ini. Kemudian kemukakan pilihan anda, apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan diri anda. Berilah tanda silang (x) pada salah satu pilihan skor jawaban yang tersedia. Adapun makna masing-masing skor adalah sebagai berikut : SS : Sangat Sering S : Sering J : Jarang TP : Tidak Pernah Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda, karena tidak ada jawaban yang dianggap salah.

  9. Saya merasa santai melihat banyaknya persyaratan kualifikasi pekerjaan yang harus saya miliki nanti.

  16. Saya merasa kurang mampu mengatasi masalah yang saya hadapi.

  15. Perasaan saya mengatakan saya sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja.

  14. Saya merasa saya bisa mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.

  13. Saya berpikir bahwa saya gugup saat menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja.

  12. Saya tidak khawatir jika diberi tugas yang sulit.

  11. Saya khawatir tidak lolos seleksi kerja.

  10. Saya memahami apa saja yang harus saya lakukan ketika melamar pekerjaan, jadi saya merasa rileks.

  8. Saat melihat kualifikasi persayaratan yang tinggi yang saya lihat di lowongan pekerjaan membuat keringat dingin saya sering keluar.

  No. PERNYATAAN JAWABAN SS S J TP

  7. Saya gemetar mengetahui banyak lulusan mahasiswa yang sampai saat ini belum diterima kerja.

  6. Otot-otot saya rileks jika saya memikirkan akan menghadapi berbagai tes di perusahaan yang saya lamar.

  5. Mengetahui betapa ketatnya persaingan dalam dunia kerja membuat badan saya berkeringat dingin.

  4. Saya tidak begitu merasa pusing memikirkan pekerjaan apa yang akan saya dapati nanti.

  3. Jantung saya berdegup kencang pada saat mengetahui banyaknya pegawai/karyawan di PHK.

  2. Jantung saya rileks ketika melihat berita semakin banyak pengangguran di Indonesia.

  1. Telapak tangan saya berkeringat jika memikirkan lapangan pekerjaan yang semakin sempit.

  17. Jika memiliki masalah saya, saya berusaha menyelesaikannya sendiri.

  21. Saya menghindari pembicaraan-pembicaraan seputar dunia kerja.

  22. Saya mengikuti perkembangan permasalahan dunia kerja saat ini.

  23. Saya mengalihkan pembicaraan ketika teman ngobrol bertanya tentang pekerjaan yang saya minati.

  24. Saya mencari informasi tentang dunia kerja agar saya tahu bidang pekerjaan apa yang saya minati.

  25. Saya enggan mengikuti training atau pelatihan mengenai dunia kerja.

  26. Jika bertemu dengan teman yang sudah bekerja, saya bertanya kepada mereka tentang pengalaman menarik selama bekerja.

  27. Saya enggan mengikuti berita tentang permasalahan dunia kerja.

  28. Saya membaca kisah tentang orang sukses dalam berkarir.

  29. Saya jenuh ketika orang tua saya berbicara tentang pekerjaan yang akan saya geluti dikemudian hari.

  30. Saat ada waktu luang saya selalu mencari informasi lowongan pekerjaan dan kemudian mempelajarinya.

  31. Saya gugup menghadapi lapangan pekerjaan yang semakin sempit.

  32. Saya tenang-tenang saja walau nanti ketika bekerja mendapatkan atasan (pimpinan) yang perfeksionis.

  33. Saya takut tidak akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan.

  34. Saya tidak khawatir jika mengingat harus mencari kerja setelah lulus.

  35. Saya panik melihat berita mengenai berbagai permasalahan dalam dunia kerja.

  36. Ketatnya seleksi dalam penerimaan karyawan membuat saya takut.

  37. Banyaknya persiapan sebelum melamar pekerjaan membuat saya jengkel.

  38. Saya senang ketika berdiskusi tentang lowongan perkerjaan yang menantang bersama dengan teman-teman saya.

  39. Saya optimis ketika akan menghadapi seleksi penerimaan karyawan setelah lulus nanti.

  40. Saya yakin pekerjaan yang akan saya peroleh nanti sesuai dengan kemampuan yang saya miliki.

  [ Terima kasih atas waktu & partisipasinya .. ] Lampiran A3. Data Try Out Kepercayaan Diri

  Subjek/item 1.

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3 27.

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  2 26.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3 29.

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  3 28.

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2 25.

  4 30.

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  3 22.

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3 21.

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3 24.

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3 23.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3 37.

  3

  1

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3 36.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 39.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  3 38.

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  2 32.

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  1

  4

  3

  3 31.

  3

  3

  4

  4

  3 35.

  3

  2 34.

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3 33.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2 20.

  2.

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4 7.

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4 6.

  4

  3

  2

  3 5.

  4

  3

  3

  3 9.

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2 8.

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4 2.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  9.

  3.

  4.

  5.

  6.

  

7.

  8.

  10.

  3

  11.

  12.

  13.

  14.

  15.

  1.

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3 4.

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2 3.

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2 10.

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3 17.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3 16.

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 19.

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3 18.

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3 15.

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3 12.

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  4

  4

  4 11.

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  4 14.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3 13.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 Lampiran A3. Data Try Out Kepercayaan Diri

  Subjek/item 16.

  3 27.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3 26.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  2 29.

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3 28.

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3 22.

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3 21.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  3 25.

  3 24.

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  3 23.

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4 30.

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3 37.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4 36.

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 39.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  4

  3

  3 38.

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  3 32.

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4 31.

  3

  2

  3

  4

  4

  3 35.

  3

  3 34.

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  4 33.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  17.

  4 7.

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3 6.

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3 10.

  3 9.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 8.

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3 2.

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  27.

  18.

  19.

  20.

  21. 22. 23. 24.

  25.

  26.

  28.

  3

  29.

  30.

  1.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3 5.

  3 4.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3.

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  2 17.

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3 16.

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2 20.

  3 19.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 18.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2 12.

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3 11.

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3 15.

  3 14.

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3 13.

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3 Lampiran A3. Data Try Out Kepercayaan Diri

  Subjek/item 31.

  2

  4

  4

  3 3 111 27.

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  3 3 114 26.

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3 2 111 29.

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4 4 125 28.

  3

  3

  3

  99 25.

  4 4 147 30.

  3

  3

  2

  4

  3

  3 4 128 22.

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4 3 131 21.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  3 3 113 24.

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4 4 125 23.

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3 3 120 37.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 119 36.

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4 4 135 39.

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  4

  2 2 114 38.

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2 4 114 32.

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  2 3 134 31.

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3 3 120 35.

  2 3 111 34.

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  4 4 148 33.

  4

  2

  4

  32.

  1

  3

  2

  4 4 141 7.

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  1

  4

  4 3 135 6.

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  3 3 124 9.

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 3 105 8.

  3

  3

  4

  4 4 131 5.

  3 4 121 10.

  3

  3

  3

  3 4 123 2.

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  40. Total 1.

  39.

  38.

  37.

  

36.

  35.

  34.

  33.

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  2

  2

  4

  4 3 130 4.

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2 3 112 3.

  3

  3

  3

  4

  3 3 113 20.

  3

  2

  3

  3

  3 3 110 17.

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3 3 117 16.

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3 3 120 19.

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 115 18.

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3 3 107 12.

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3 3 133 11.

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3 3 120 15.

  3 3 125 14.

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3 4 128 13.

  3

  3 3 119 Lampiran A3. Data Try Out Kepercayaan Diri

  Subjek/Item 1.

  2.

  3.

  4.

  5.

  6.

  

7.

  8.

  9.

  10.

  11.

  12.

  13.

  14.

  15.

  41.

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3 42.

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3 43.

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 44.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3 45.

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3 46.

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3 47.

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3 48.

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2 49.

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3 Subjek/Item 16. 17.

  18.

  19.

  20.

  21. 22. 23. 24.

  25.

  26.

  27.

  28.

  29.

  30.

  41.

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3 42.

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3 43.

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3 44.

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3 45.

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3 46.

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3 47.

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  3 48.

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 49.

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3 Subjek/Item 31.

  32.

  33.

  34.

  35.

  36.

  37.

  38.

  39.

  40. Total 41.

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3 3 120 42.

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 3 100 43.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  2 3 119 44.

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2 3 108 45.

  3

  3

  1

  2

  4

  3

  4

  4

  4 3 126 46.

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3 3 132 47.

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2 3 113 48.

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2 3 114 49.

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  3 4 122 Lampiran A4. Data Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja

  Subjek/Item 1.

  2 27.

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3 26.

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  4

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1 29.

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2 28.

  2

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2 22.

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2 21.

  1

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2 25.

  2 24.

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1 23.

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2 30.

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4 37.

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  1

  2 36.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2 39.

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  2 38.

  1

  2

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1 32.

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  2 31.

  1

  4

  1

  2

  2

  2 35.

  4

  2 34.

  1

  4

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2 33.

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2.

  2 7.

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  4

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  4 6.

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3 10.

  3 9.

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  2 8.

  1

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2 2.

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  3

  1

  4

  3

  1

  12.

  3.

  4.

  5.

  6.

  7.

  8. 9. 10. 11.

  13.

  3

  14.

  15.

  1.

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  1 5.

  2 4.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2 3.

  1

  2

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1 17.

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2 16.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 20.

  2 19.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2 18.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2 12.

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  2 11.

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2 15.

  1 14.

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2 13.

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2 Lampiran A4. Data Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Subjek/Item 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

  23.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2 27.

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2 26.

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2 29.

  1

  2

  1

  2

  2

  1 30.

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2 28.

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  1 22.

  1

  2

  4

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  4

  2 21.

  1

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  2 25.

  3

  2

  2 24.

  1

  1

  1

  1 23.

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2 37.

  3

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3 36.

  3

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  1 39.

  3

  1

  1

  1

  2

  2

  2 38.

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2 32.

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  2 31.

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2 35.

  2 34.

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2 33.

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  24.

  2

  1

  1

  1 7.

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  3 6.

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2 10.

  2

  2

  2

  3

  2

  2 8.

  2

  3

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2 9.

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  4 2.

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  1.

  25.

  26.

  27.

  28.

  29.

  30.

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  2 5.

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  1 3.

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  2 4.

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2 17.

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  1 16.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2 20.

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3 18.

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 19.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2 12.

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1 11.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2 15.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3 13.

  4

  1

  2

  4

  1

  1

  2 14.

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1 Lampiran A4. Data Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja

  Subjek/Item 31.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  93 27.

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  84 26.

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  68 30.

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  83 29.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  89 28.

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  72 22.

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  79 21.

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  93 25.

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  57 24.

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  59 23.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  90 37.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  86 36.

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  81 39.

  1

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  3

  3

  3

  1

  85 38.

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  71 32.

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  1

  71 31.

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  89 34.

  85 35.

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  60 33.

  2

  2

  2

  32.

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  56 7.

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3 2 111 6.

  3

  2

  4

  2

  73 8.

  4

  2

  2

  2

  91 10.

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  79 9.

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  4 2 121 2.

  4

  4

  1

  2

  2

  3

  2

  4

  40. Total 1.

  39.

  38.

  37.

  36.

  35.

  34.

  33.

  1

  1

  2

  2

  2

  89 5.

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  72 4.

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  68 3.

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  2

  82 17.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  82 16.

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  73 20.

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  92 18.

  80 19.

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  94 12.

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  69 11.

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  79 15.

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  98 13.

  72 14.

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  68 Lampiran A4. Data Try Out Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja

  Subjek/Item 1.

  2.

  3.

  4.

  5.

  6.

  7.

  8. 9. 10. 11.

  12.

  13.

  14.

  15.

  41.

  2

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  2

  3 42.

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  2 43.

  1

  2

  3

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  2 44.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2 45.

  1

  4

  1

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  1 46.

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2 47.

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2 48.

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 49.

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 Subjek/Item 16.

  17.

  18.

  19.

  20.

  21.

  22.

  23.

  24.

  25.

  26.

  27.

  28.

  29.

  30.

  41.

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  1 42.

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2 43.

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1 44.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 45.

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  3

  1 46.

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  3

  2 47.

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2 48.

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2 49.

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1 Subjek/Item 31.

  32.

  33.

  34.

  35.

  36.

  37.

  38.

  39.

  40. Total 41.

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  81 42.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  83 43.

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  3

  69 44.

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  82 45.

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  1

  69 46.

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  78 47.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  87 48.

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  87 49.

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  44 Lampiran A5. Rekam Uji Validitas Dan Reliabilitas Skala Try Out

A. KEPERCAYAAN DIRI

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item

ITEM11 118,7143 118,3333 -,1445* ,9071

  ITEM31 117,6327 108,3622 ,5957 ,8965

  ITEM24 117,8571 110,2500 ,4672 ,8985

  ITEM25 117,4082 111,7883 ,3787 ,8998

  ITEM27 117,3265 111,0995 ,5195 ,8981

  ITEM28 117,8980 111,1352 ,4906 ,8984

  ITEM29 117,7347 110,0323 ,5853 ,8972

  ITEM30 117,8980 111,6769 ,5383 ,8983

  ITEM33 118,4286 113,7500 ,1495* ,9042

  ITEM32 117,7551 112,1054 ,3733 ,8998

  Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM34 118,3061 106,5918 ,6139 ,8959

  ITEM36 117,6531 112,3146 ,3719 ,8999

  ITEM37 117,6735 111,2245 ,4441 ,8989

  ITEM38 117,6531 111,4813 ,4887 ,8985

  ITEM39 117,9184 107,6599 ,6169 ,8961

  ITEM40 117,6939 111,5085 ,4648 ,8987 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients

  ITEM23 117,8163 111,6947 ,4123 ,8993

  ITEM22 117,8367 108,9728 ,4992 ,8980

  ITEM21 117,7347 110,6156 ,4918 ,8983

  ITEM8 117,8163 111,6947 ,4123 ,8993

  ITEM1 118,0408 108,7483 ,6137 ,8964

  ITEM2 117,8367 111,3895 ,4536 ,8988

  ITEM3 117,8367 108,9728 ,4992 ,8980

  ITEM4 117,6939 110,0918 ,5535 ,8975

  ITEM5 117,6327 112,5706 ,3736 ,8998

  ITEM6 117,6327 110,6539 ,5591 ,8977

  ITEM7 117,9592 111,6233 ,4281 ,8991

  IOTEM9 117,8980 111,9685 ,5057 ,8986

  ITEM20 117,9388 110,6837 ,5329 ,8979

  ITEM10 117,7755 111,1361 ,5653 ,8978

  ITEM13 117,7347 110,7406 ,4222 ,8992

  ITEM14 118,0000 110,0000 ,5041 ,8980

  ITEM15 118,0000 110,3750 ,5067 ,8980

  ITEM16 117,8776 109,6930 ,4948 ,8981

  ITEM17 118,0000 106,9167 ,6171 ,8959

  ITEM18 117,8980 111,6769 ,5383 ,8983

  ITEM19 117,7551 111,2721 ,4837 ,8985

ITEM26 118,5306 117,0459 -,0503* ,9072

ITEM35 118,2653 116,8240 -,0334* ,9061

  

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM30 106,0000 110,8750 ,5581 ,9263

  ITEM23 105,9184 110,9932 ,4190 ,9275

  ITEM24 105,9592 110,2900 ,4155 ,9277

  ITEM25 105,5102 110,8384 ,4056 ,9277

  ITEM27 105,4286 110,5000 ,5171 ,9265

  ITEM28 106,0000 110,1667 ,5229 ,9264

  ITEM29 105,8367 109,2228 ,6028 ,9256

  ITEM31 105,7347 107,7406 ,5961 ,9255

  ITEM21 105,8367 109,4728 ,5369 ,9262

  ITEM32 105,8571 111,3333 ,3859 ,9278

  ITEM34 106,4082 105,8299 ,6239 ,9251

  ITEM36 105,7551 111,2721 ,4096 ,9276

  ITEM37 105,7755 110,0944 ,4881 ,9267

  ITEM38 105,7551 110,6888 ,5053 ,9266

  ITEM39 106,0204 106,9371 ,6249 ,9251

  ITEM22 105,9388 108,6003 ,4818 ,9270

  ITEM20 106,0408 109,8733 ,5505 ,9261

  ITEM1 106,1429 108,0833 ,6177 ,9253

  ITEM8 105,9184 110,9932 ,4190 ,9275

  ITEM2 105,9388 110,7253 ,4572 ,9271

  ITEM3 105,9388 108,6003 ,4818 ,9270

  ITEM4 105,7959 109,3741 ,5621 ,9260

  ITEM5 105,7347 111,4906 ,4172 ,9275

  ITEM6 105,7347 109,6573 ,5957 ,9257

  ITEM7 106,0612 111,4753 ,3852 ,9278

  ITEM9 106,0000 111,0833 ,5347 ,9265

  ITEM19 105,8571 110,4583 ,5017 ,9266

  ITEM10 105,8776 110,4014 ,5771 ,9261

  ITEM13 105,8367 110,4728 ,3948 ,9279

  ITEM14 106,1020 109,3435 ,5070 ,9266

  ITEM15 106,1020 110,0519 ,4810 ,9268

  ITEM16 105,9796 109,7704 ,4415 ,9274

  ITEM17 106,1020 106,2602 ,6201 ,9252

  ITEM18 106,0000 110,8750 ,5581 ,9263

  ITEM40 105,7959 110,3325 ,5172 ,9265 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = 49,0 N of Items = 35 Alpha = ,9286

B. KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA

  ITEM31 76,8367 181,0145 ,7026 ,9183

  ITEM24 76,8367 183,4728 ,4536 ,9209

  ITEM25 76,8980 183,0102 ,4747 ,9207

  ITEM26 77,1020 186,0935 ,4321 ,9211

  ITEM27 77,0000 183,1667 ,5684 ,9197

  ITEM28 76,5918 183,5383 ,4865 ,9205

  ITEM29 76,5306 186,0459 ,3947 ,9215

  ITEM30 76,8776 181,2347 ,7000 ,9184

  ITEM32 76,6939 188,6752 ,3293 ,9220

  ITEM22 76,4286 184,4167 ,3901 ,9218

  ITEM33 76,5102 184,7551 ,5360 ,9201

  ITEM34 76,5510 185,1692 ,4489 ,9209

  ITEM35 76,9184 180,0765 ,7441 ,9178

  ITEM36 76,6122 184,0757 ,4315 ,9212

  ITEM37 76,7143 182,0000 ,5791 ,9195

  ITEM38 76,5510 184,8776 ,4435 ,9210

  ITEM39 76,8367 182,5978 ,6449 ,9190

  ITEM40 76,9592 187,0816 ,3807 ,9216 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients

  ITEM23 77,0612 186,3087 ,4527 ,9209

  R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM1 76,9184 184,7432 ,3892 ,9217

  ITEM10 76,8980 187,6769 ,3645 ,9217

  ITEM2 76,1837 188,2781 ,1731* ,9255

  ITEM3 76,9388 185,8503 ,4607 ,9208

  ITEM4 77,0204 185,3537 ,4925 ,9205

  ITEM5 77,0408 185,5400 ,4502 ,9209

  ITEM6 76,3469 187,5646 ,2736* ,9230

  ITEM7 76,8367 182,4311 ,5656 ,9196

  ITEM8 76,6735 183,0995 ,5467 ,9199

  ITEM9 76,8776 181,2764 ,6976 ,9184

  ITEM11 76,4082 184,2049 ,4819 ,9206

  ITEM20 76,7959 183,1658 ,4820 ,9206

  ITEM12 76,6327 188,9039 ,2537* ,9229

  ITEM13 76,4490 185,1276 ,4045 ,9214

  ITEM14 76,7959 184,0408 ,6240 ,9195

  ITEM15 76,7347 186,6990 ,3822 ,9216

  ITEM16 76,5306 184,7543 ,4878 ,9205

  ITEM17 76,7755 188,3861 ,3506 ,9218

  ITEM18 76,9184 187,4932 ,3288 ,9221

  ITEM19 76,4898 187,0884 ,3864 ,9215

  ITEM21 77,0816 183,7849 ,5718 ,9197

  Alpha = ,9226 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected

  ITEM31 69,8571 164,7500 ,7295 ,9226

  ITEM24 69,8571 168,0833 ,4264 ,9259

  ITEM25 69,9184 166,9099 ,4834 ,9252

  ITEM26 70,1224 170,4014 ,4101 ,9259

  ITEM27 70,0204 166,7704 ,5964 ,9239

  ITEM28 69,6122 167,8673 ,4722 ,9253

  ITEM29 69,5510 170,2109 ,3825 ,9262

  ITEM30 69,8980 164,9685 ,7267 ,9226

  ITEM32 69,7143 172,8333 ,3072 ,9267

  ITEM22 69,4490 168,8776 ,3690 ,9268

  ITEM33 69,5306 168,8376 ,5313 ,9247

  ITEM34 69,5714 169,6667 ,4197 ,9258

  ITEM35 69,9388 163,9753 ,7634 ,9222

  ITEM36 69,6327 168,2789 ,4228 ,9260

  ITEM37 69,7347 165,8656 ,5934 ,9239

  ITEM38 69,5714 169,2083 ,4252 ,9258

  ITEM39 69,8571 166,2917 ,6710 ,9233

  ITEM23 70,0816 170,0765 ,4640 ,9254

  ITEM21 70,1020 167,6352 ,5844 ,9242

  Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM10 69,9184 171,2432 ,3847 ,9261

  ITEM1 69,9388 167,8087 ,4344 ,9259

  ITEM3 69,9592 169,6233 ,4726 ,9253

  ITEM4 70,0408 169,5400 ,4796 ,9252

  ITEM5 70,0612 168,8920 ,4873 ,9251

  ITEM7 69,8571 166,2500 ,5816 ,9240

  ITEM8 69,6939 166,8835 ,5634 ,9243

  ITEM9 69,8980 165,0519 ,7216 ,9227

  ITEM11 69,4286 168,2500 ,4810 ,9252

  ITEM20 69,8163 167,6947 ,4589 ,9255

  ITEM13 69,4694 169,6293 ,3777 ,9264

  ITEM14 69,8163 168,1947 ,6164 ,9240

  ITEM15 69,7551 170,6888 ,3781 ,9262

  ITEM16 69,5510 168,7109 ,4907 ,9251

  ITEM17 69,7959 172,4991 ,3323 ,9265

  ITEM18 69,9388 171,3920 ,3279 ,9268

  ITEM19 69,5102 170,7968 ,3987 ,9260

  ITEM40 69,9796 170,7704 ,3940 ,9260 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases = 49,0 N of Items = 37 Alpha = ,9270

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa SMK.
4
12
125
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
4
130
Pengaruh pelatihan pengenalan kewirausahaan terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja
1
2
103
Hubungan antara efikasi diri dan penyesuaian diri di perguruan tinggi pada mahasiswa tahun pertama Universitas Sanata Dharma
0
3
173
Hubungan antara orientasi tujuan dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
128
BABI PENDAHULUAN - Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan saat akan memasuki dunia kerja pada masa dewasa awal - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
1
9
Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository
0
0
184
Hubungan antara kepuasan kerja dengan loyalitas karyawan : studi kasus terhadap karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
98
Hubungan antara usia dan masa kerja dengan kinerja dosen : studi kasus Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Hubungan antara usia dan masa kerja dengan kinerja dosen : studi kasus Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Efikasi diri pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
103
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Hubungan antara pola pikir negatif dan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Psikologi USD - USD Repository
0
0
127
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
0
102
Perilaku mahasiswa dalam mengkonsumsi buku : studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Show more