SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
1
187
8 months ago
Preview
Full text

  

DAMPAK FOTO

SEBAGAI PRIMING EFFECTS

TERHADAP KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Disusun Oleh:

  

Paulus Anang Wirawan

NIM : 049114023

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

     

  “ Setiap orang itu kreatif, Dan akan semakin kreatif  Jika mau belajar kreatif ”.

  (Paulus Anang Wirawan)

      untuk  semua, yang tak henti berharap 

     

  

P PERNYAT TAAN KEA ASLIAN KA ARYA

Saya meny yatakan den ngan sesung gguhnya bah hwa skripsi yang saya t tulis ini tida ak

memuat k karya atau ba agian karya a orang lain, , kecuali yan ng telah dis sebutkan da lam

kutipan da an daftar pu ustaka, sebag gaimana lay yaknya kary ya ilmiah.

  Yogyakar rta, 28 Juli 2 2011 Penulis, Paulus An nang Wiraw wan

     

  

DAMPAK FOTO SEBAGAI PRIMING EFFECTS

TERHADAP KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF

Paulus Anang Wirawan

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat dampak foto sebagai priming

effects terhadap kecenderungan berperilaku agresif. Subjek penelitian ini adalah orang yang

berusia 18 hingga 30 tahun. Subjek berjumlah 50 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek pada kelompok eksperimen dengan jumlah

25 orang diberikan perlakuan berupa penyajian foto dengan konten agresif sebagai priming effects.

Sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Desain penelitian yang dipergunakan

dalam penelitian ini adalah desain eksperimen (experimentalal design) dengan jenis desain

eksperimen ulang (pretest-posttest control group design). Uji hipotesis pada penelitian ini

menggunakan independent sample t-test yang dikenakan pada skor perolehan (gain score).

Hipotesis yang diajukan adalah Foto dengan konten agresif sebagai priming effects memicu

peningkatan kecenderungan berperilaku agresif. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui

bahwa harga t yang diperoleh adalah -3,170 dengan taraf signifikansi 0,003. Hal ini berarti

kelompok eksperimen memiliki perubahan yang signifikan dibanding kelompok kontrol. Hipotesis

yang diajukan diterima yaitu foto dengan konten agresif sebagai priming effects memicu

peningkatan kecenderungan berperilaku agresif. Selain itu, mean untuk kelompok kontrol lebih

rendah daripada mean kelompok eksperimen (-0,640<4,0). Hal ini menunjukkan bahwa kelompok

eksperimen memiliki perubahan yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.

  Kata kunci : foto, priming effects, kecenderungan berperilaku agresif

     

  

PHOTO IMPACT AS PRIMING EFFECTS

TOWARDS THE TENDENCY OF AGGRESSIVE BEHAVIOR

Paulus Anang Wirawan

ABSTRACT

  This research aims to investigate wheter is a photo impact as priming effects toward the

tendency of aggressive behavior. The subject of this research is individuals at 18-30 years of age.

50 individuals are divided into 2 groups: the experimental group and the control group. Those 25

individuals in the experimental group are given a presentation of photographs with aggressive

contents as priming effects. Meanwhile, those in the control group do not receive the same

treatment. Research design in this research is experimental design, specifically the pretest-posttest

control group design. The hypothesis in this research is tested using the independent sample t-test,

known as gain score. The hypothesis proposed in this research is that photographs with aggressive

contents as priming effects trigger the increase of tendency of aggressive behavior. Based on the

result of the test, it is thus recognized that t value obtained is -3,170, with significance degree

0,003. This means that the experimental group experiences significant alteration compared to the

control group. The hypothesis of this research – that photographs with aggressive contents as

priming effects trigger the increase of the tendency of aggressive behavior – is accepted. In

addition, the mean in the control group is lower than that of the experimental group (-0,640<4,0).

  Keywords: photograph, priming effects, the tendency of aggressive behavior

     

  

LEM MBAR PE RNYATAA AN PERSE ETUJUAN

PUBL LIKASI KA ARYA ILM MIAH UNT TUK KEPE ENTINGAN N AKADEM MIS

Yang bert tanda tangan n di bawah ini, saya ma ahasiswa Un niversitas S Sanata Dhar rma : Nama : Paulus s Anang Wi rawan

  Nomor M Mahasiswa : 049114 4023

Demi p pengembang gan ilmu pengetah huan, say ya memb berikan ke epada

Perpustak kaan Univer rsitas Sanata a Dharma k karya ilmiah h saya yang berjudul :

DAMPA AK FOTO SEBAGAI

  I PRIMMIN NG EFFEC CTS

TE ERHADAP P KECEND DERUNGAN N BERPER RILAKU A AGRESIF

beserta p perangkat y yang diper rlukan (bil la ada). D Dengan d demikian saya

memberik kan kepada a Perpusta akaan Univ versitas Sa anata Dharm ma hak u untuk

menyimp an, menga alihkan da alam bentu uk media lain, men ngelolanya d dalam

bentuk pangkalan n data, mendistr ribusikan secara terbatas, dan

mempubl ikasikannya a di Inte ernet atau u media lain untu uk kepent tingan

akademis tanpa perl lu memint a izin dar ri saya ma aupun mem mberikan ro oyalti

kepada sa aya selama tetap menc antumkan n nama saya s ebagai penu ulis. Demikian n pernyataan n ini yang s aya buat de engan seben narnya. Dibuat di Yogyakart ta Pada tang ggal : 28 Ju uli 2011 Yang men nyatakan, (Paulus A Anang Wiraw wan)

     

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Allah Bapa Yang Maha Kasih karena atas rahmat dan

kasih-Nya, skripsi dengan judul “Dampak Foto Sebagai Priming Effects Terhadap

Kecenderungan Berperilaku Agresif” ini dapat terselesaikan dengan baik.

  Tujuan penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat

memperoleh gelar Sarjana Psikologi, Program Studi Psikologi. Skripsi ini tidak

akan terselesaikan tanpa bantuan, dukungan dan doa dari berbagai pihak. Untuk

itu dalam kesempatan ini, penulis dengan penuh rasa syukur mengucapkan

terimakasih kepada: 1. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi.

2. Ibu Titik Kristiyani S.Psi, M.Psi. selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi.

  

3. Bapak V. Didik Suryo Hartoko, S.Psi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing

Skripsi yang telah memberikan inspirasi, arahan, dan bimbingan kepada penulis.

  

4. Ibu Dra. Lusia Darmanastiti, M.S. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang

telah memberikan banyak nasehat selama penulis belajar di Fakultas Psikologi.

  

5. Seluruh dosen Fakultas Psikologi yang telah membantu dan memberi

dukungan kepada penulis selama kuliah sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik;

     

6. Agnes Indar Etikawati, S.Psi., Psi., M.Psi., Dra. Lusia Darmanastiti, M.S.

  Carolus Wijoyo Adinugroho, S.Psi., Siswa Widyatmoko, S.Psi., dan Silvia Carolina, S.Psi., M.Si., yang bersedia memilih foto yang akan digunakan dalam penelitian.

  

7. Drs. Haryanta Mardi Raharja dan Theresia Heni Subekti yang tidak berhenti

berharap dan selalu mendukung setiap langkah saya.

  

8. Petrus Anang Setiawan sebagai adik saya. Pada tanggal 1 Agustus 2011 kita

sama-sama Mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  

9. Bernadheta Vera Setyawati yang selalu menemani dan menyemangati.

  Terimakasih telah menjadi kekasih yang istimewa.

  

10. Teman-teman Angkatan 2004 yang berada di ujung tanduk pada tanggal 29

Juli 2011. Terima kasih atas dukungan melewati masa-masa kritis. Tetap semangat.

  

11. Asisten penelitian eksperimen: Zakarias Andrianto, Pasifikus Christa Wijaya,

S.Psi., Timotius Aditya Lodo Ratu, Yohanes Batista, Tristan S, Bramamanto Ranggamukti, Esti Wahyuningrum, S.Psi., Stefanus Guntur Yoga, Yasinta Astin Sokang, S.Psi.

  

12. Staf Fakultas Psikologi : Mas Muji, Mas Gandung, Mas Doni, Mbak Nanik,

dan Pak Gi.

  

13. Teman-teman TN dan TO; Aconk, Sapi, Windra, Barjo, Kopeto, Broti, Topix,

dll. Terimakasih atas semua proses yang telah kita jalani.

  

14. Michael Cahyo Pamungkas dan Chyntya Dewi yang selalu menemaniku dan

     

  

15. Teman n-teman Ins sfilo : Mas Jati, Mas G Ginting, Ge esang, Bina ar, Memet, Obie,

Rendr

a, Theara, d dan Mas Wi ira.

  16. Seluru uh teman-tem man angkat tan 2004. Te etap sukses dan semang gat.

  17. Seluru uh subjek pe enelitian yan ng bersedia a berpartisip pasi dalam p penelitian in ni.

  

18. Semua a pihak yan ng tidak dap pat saya seb but satu per r satu yang g berperan d dalam

penyel lesaian skrip psi ini.

  Pen nulis menya adari bahw wa skripsi in ni masih ja auh dari se empurna. S Segala

kritik dan saran yang membangu un berkaitan n dengan sk kripsi ini aka an penulis te erima

dengan se nang hati.

  Yogyaka rta, 28 Juli 2011 P Penulis

     

  

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

  

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii

HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi

ABSTRAK ...................................................................................................... vii

ABSTRACT .................................................................................................... viii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH ............................................................................................ ix

KATA PENGANTAR ..................................................................................... x

DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ xviii

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xix

DAFTAR GRAFIK ......................................................................................... xx

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xxi

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ................................................................................

  5 C. Tujuan Penelitian ................................................................................

  6

      1. Manfaat Praktis ........................................................................

  28 4. Foto dan Obyektivitas ..............................................................

  37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .......................................................

  36 E. Hipotesis ..............................................................................................

  34 D. Dampak Foto Sebagai Efek Priming Terhadap Kecenderungan

Berperilaku Agresif ..............................................................................

  32 4. Foto Sebagai Efek Priming ......................................................

  31 3. Efek Priming pada Agresivitas ................................................

  30 2. Bentuk-bentuk Priming ............................................................

  30 1. Pengertian.................................................................................

  28 C. Priming .................................................................................................

  25 3. Jenis-jenis Foto ........................................................................

  6 2. Manfaat Teoritis .......................................................................

  25 2. Sejarah Foto .............................................................................

  25 1. Pengertian Foto ........................................................................

  18 B. Foto ......................................................................................................

  12 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresif ...............

  9 3. Teori-teori Perilaku Agresif .....................................................

  7 2. Bentuk-bentuk Perilaku Agresif...............................................

  7 1. Pengertian.................................................................................

  7 A. Kecenderungan Berperilaku Agresif ....................................................

  6 BAB II LANDASAN TEORI .........................................................................

  38

     

B. Variabel Penelitian ...............................................................................

  39 C. Definisi Operasional ............................................................................

  39 1. Efek Priming ............................................................................

  39 2. Kecenderungan Berperilaku Agresif ........................................

  40 D. Subyek Penelitian .................................................................................

  40 E. Desain Eksperimen ..............................................................................

  41 F. Metode Pengumpulan Data dan Alat Penelitian ..................................

  42 1. Metode Pengumpulan Data ......................................................

  42 2. Alat Penelitian ..........................................................................

  44 G. Validitas dan Reliabilitas .....................................................................

  47 1. Ujicoba Alat Ukur Penelitian ...................................................

  49 2. Hasil Ujicoba Alat Ukur Penelitian .........................................

  50 3. Uji Korelasional Skor Pretest dan Skor Posttest ......................

  54 4. Seleksi Alat Eksperimen ..........................................................

  55 H. Prosedur Eksperimen ...........................................................................

  57 1. Pengantar Penelitian .................................................................

  57 2. Pengontrolan Kondisi Awal .....................................................

  57 3. Pretest .......................................................................................

  61 4. Pemberian Perlakuan ................................................................

  62 5. Posttest .....................................................................................

  63 6. Debriefing dan Relaksasi .........................................................

  63 7. Penutup ....................................................................................

  64

      1. Analisis Independent Samples T-test .......................................

  64 J. Persiapan Penelitian .............................................................................

  64 1. Perijinan ...................................................................................

  64 2. Persiapan Ruang Eksperimen...................................................

  65 3. Persiapan Subjek Penelitian .....................................................

  68 4. Jadwal Penelitian......................................................................

  69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA .............................

  70 A. Pelaksanaan Penelitian .........................................................................

  70 B. Deskripsi Subyek dan Data Penelitian .................................................

  71 1. Subyek Penelitian .....................................................................

  71 2. Data Penelitian .........................................................................

  72 C. Uji Asumsi Statistik .............................................................................

  74 1. Uji Normalitas ..........................................................................

  74 2. Uji Homogenitas ......................................................................

  75 D. Uji Hipotesis ........................................................................................

  76 1. Analisis Uji Beda Antar Pretest ...............................................

  76 2. Analisis Independent-Samples T Test......................................

  77 3. Analisis Kovarians ...................................................................

  78 E. Pembahasan ..........................................................................................

  79 BAB V PENUTUP .........................................................................................

  83 A. Kesimpulan ..........................................................................................

  83 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................

  83

      1. Saran berkait dengan manfaat penelitian bagi praktisi media ..

  84 2. Saran berkait dengan kelanjutan penelitian .............................

  84 DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

  86 SUMBER GAMBAR ......................................................................................

  90 LAMPIRAN .....................................................................................................

  92

     

  DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Blue Print dan Persebaran Butir Item Skala Kecenderungan

  Berperilaku Agresif ............................................................................

  43 Tabel 2. Persebaran Butir Item Skala Pretest (Skala P1) Pada Saat Ujicoba ...

  51 Tabel 3. Persebaran Butir Item Skala Pretest (Skala P2) Pada Saat Ujicoba ...

  53 Tabel 4. Hasil Uji Independent-Samples T Test ..............................................

  55 Tabel 5. Hasil Seleksi Foto Alat Penelitian ... .................................................

  56 Tabel 6. Jadwal Penelitian ..............................................................................

  69 Tabel 7. Karakteristik Subjek Penelitian .........................................................

  71 Tabel 8. Rangkuman Data Pretest Kelompok Kontrol & Eksperimen ............

  73 Tabel 9. Rangkuman Data Posttest Kelompok Kontrol & Eksperimen ...........

  73 Tabel 10. Uji Normalitas ..................................................................................

  75 Tabel 11. Uji Homogenitas ..............................................................................

  76 Tabel 12. Hasil Uji Beda Antar Pretest ............................................................

  80 Tabel 13. Hasil Uji Independent-Samples T Test .............................................

  76 Tabel 14. Hasil Analisis Kovarians..................................................................

  79

     

  

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1. Foto yang dipergunakan dalam penelitian .....................................

  44 Gambar 2. Mirror Tracer ..................................................................................

  46 Gambar 3. Tata ruang untuk Ruangan Eksperimen .........................................

  66 Gambar 4. Tata ruang untuk Ruangan Debriefing dan Relaksasi ...................

  67 Gambar 5. Tata ruang untuk Ruangan Kontrol ...............................................

  68

     

DAFTAR GRAFIK

  Halaman Grafik 1. Perbandingan Mean Empiris dan mean Teoritis ..............................

  81

     

  

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. DATA DAN HASIL ANALISIS SELEKSI FOTO ....................

  92 Lampiran 2. DATA DAN HASIL ANALISIS UJI COBA ALAT UKUR .....

  95 Lampiran 3. DATA DAN HASIL ANALISIS PENELITIAN ........................ 127 Lampiran 4. SKALA UJICOBA PRETEST KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF ....................................................... 134 Lampiran 5. SKALA UJICOBA POSTTEST KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF ....................................................... 144 Lampiran 6. SKALA PENELITIAN PRETEST KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF ....................................................... 154 Lampiran 7. SKALA PENELITIAN POSTTEST KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF ....................................................... 158 Lampiran 8. INFORMED CONSENT DAN SURAT PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN DALAM PENELITIAN ........................... 163

Lampiran 9. ALAT EKSPERIMEN (FOTO) .................................................. 166

  

Lampiran 10. DOKUMENTASI PELAKSANAAN EKSPERIMEN ............. 171

Lampiran 11. HASIL PERHITUNGAN GAIN SCORE ................................. 173

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia kini hidup pada dunia informasi. Setiap orang dapat dengan

  mudah mengakses informasi yang ditawarkan oleh para penyedia jasa

informasi seperti surat kabar, televisi, dan internet. Berbagai berita di pelosok

dunia diwartakan dengan beragam pilihan penyajian berita, pilihan sudut pandang foto, pilihan highlight kalimat dan pilihan caption atau catatan gambar.

  Beragamnya jenis pemberitaan dalam media massa memberikan beragam

pengaruh pada perilaku masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Hakim

(2006); “Media memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya

dapat membentuk persepsi. Dan penelitian menunjukkan bahwa persepsi mempengaruhi sikap (attitude) dan perilaku seseorang,” Pendapat tersebut

diperkuat dengan munculnya fenomena seperti kasus kekerasan seorang anak

pada teman sepermainannya karena meniru perilaku tokoh gulat kesayangannya yang muncul pada acara WWF Smack Down.

  Dari sekian banyak media penyaluran informasi, foto adalah salah satu

media yang memiliki pengaruh yang sangat kuat. Containment Theory

menurut Reckless (1961) menyatakan bahwa tayangan kekerasan dalam film

relatif kecil pengaruhnya atas perilaku agresif pemirsa. Sebaliknya peristiwa kekerasan yang dilaporkan media cetak bisa berdampak jauh lebih hebat Foto adalah hasil proses fotografi berupa citra media visual. Kata foto dipergunakan untuk merepresentasikan gambaran suatu obyek yang terekam pada lempengan dua dimensi. Foto dapat dihasilkan dari beragam teknologi fotografi seperti camera obscura, kamera Single Lens Reflex dan media perekamannya dapat berupa film, kertas foto maupun sensor digital.

  Fotografi dipercaya tanpa syarat sebagai pencerminan kembali realitas Ajidarma (2002). Asumsi tersebut hingga kini masih diyakini dalam kehidupan sehari-hari seperti yang disinggung oleh Ajidarma (2002) bahwa foto merupakan usaha manusia untuk dapat merepresentasikan realitas seobyektif mungkin. Dengan demikian maka citra foto diyakini sebagai realitas visual itu sendiri. “Foto seekor kucing adalah kucing dan tiada lain selain kucing”.

  Perilaku agresif itu sendiri didefinisikan oleh Baron dan Richardson (1994) sebagai “….any behaviour that harm or injure other”. Selain itu agresif berarti juga sebagai sebuah tingkah laku yang mengancam atau melukai integritas seseorang secara fisik, psikologis atau sosiologis, merusak obyek atau lingkungan. Dari dua deskripsi tentang perilaku agresif tersebut dapat ditarik sebuah benang merah yaitu usaha untuk melukai orang lain.

  Kecenderungan berperilaku agresif sebagai kawasan afektif khususnya sikap dapat digambarkan sebagai kesiapan untuk selalu menanggapi dengan cara tertentu dan menekankan implikasi perilakunya Oskamp (1991). Hal ini berarti, sikap berimplikasi pada perilaku seseorang atau perilaku merupakan cerminan melalui sikap seseorang terhadap sebuah kondisi ataupun melalui perilaku seseorang yang dapat diobservasi.

  Berbagai penelitian yang melibatkan kecenderungan berperilaku agresif telah banyak dilaksanakan oleh para ahli. Penelitian-penelitian tersebut dilaksanakan dengan mempergunakan berbagai metode dan alat ukur. Bandura (1963) misalnya, ia meneliti mengenai perilaku belajar sosial berkaitan kecenderungan berperilaku agresif dengan menggunakan metode eksperimen. Bandura memperlihatkan kepada sekelompok anak sebuah adegan seseorang memukuli boneka. Kemudian Bandura melakukan observasi mengenai perilaku anak yang telah menyaksikan adegan agresif ketika mereka diberi boneka yang sama dengan yang telah mereka saksikan. Hasil penelitian Bandura menunjukkan bahwa anak yang menyaksikan adegan pemukulan boneka melakukan adegan yang serupa terhadap boneka tersebut.

  Peneliti lain juga melakukan penelitian agresivitas dengan menggunakan metode kuantitatif melalui analisis statistik. Saad (2003) melakukan penelitian mengenai variabel yang mempengaruhi agresivitas. Ia menggunakan skala psikologi untuk mengukur kecenderungan berperilaku agresif serta berbagai variabel dalam penelitiannya seperti konsep diri, hubungan orang tua serta kualitas tempat tinggal. Skala psikologi tersebut ia susun berdasarkan berbagai aspek yang mempengaruhi variabel-variabel tersebut. Penelitian Saad (2003) membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri, hubungan orang tua, dan kualitas tempat tinggal dengan kecenderungan berperilaku agresif.

  Media diyakini sebagai salah satu faktor yang menentukan munculya kecenderungan berperilaku agresif. Oleh para ahli komunikasi, pengaruh media terhadap perilaku dikenal sebagai efek media. Pakar komunikasi Joseph Straubhaar dan Robert La Rose (2000), misalnya, menjelaskan efek media sebagai perubahan dalam pengetahuan (kognisi), sikap, emosi, atau perilaku yang merupakan hasil dari terpaan (eksposure) media massa.

  Kecenderungan berperilaku agresif dimungkinkan muncul setelah menerima informasi dari media karena peningkatan kecenderungan berperilaku agresif melalui proses Priming Effects atau stimulasi dari ide dan pemikiran agresif. Media memberikan ide terhadap pemirsanya tentang bentuk perilaku agresivitas yang ditayangkan pada media tersebut.

  Foto sebagai media dua dimensi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memicu kecenderungan berperilaku agresif daripada film atau gambar bergerak.

  Hal tersebut dapat terjadi karena foto diyakini oleh masyarakat sebagai representasi sebuah realitas obyektif.. Ketika menyaksikan film, seseorang telah menyadari bahwa itu merupakan rekayasa. Meskipun demikian pada film tetap terjadi proses imitasi perilaku agresivitas. Dengan demikian foto yang telah diyakini oleh masyarakat sebagai realitas obyektif memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi kecenderungan berperilaku agresif jauh lebih besar dari pada

  Hal tersebut didukung dengan pernyataan Baron dan Byrne (1991), bahwa dengan melihat perilaku agresif pada media, pemirsanya akan mengasosiasikan keadaan tersebut pada kondisi sosialnya. Jika media bermuatan agresivitas tersebut kerap ia jumpai maka ia akan menganalogikan bahwa lingkungan sosialnya berlaku sama, dengan demikian ia akan menerima atau memaklumkan perilaku agresif tersebut dan kemudian akan memunculkan perilaku tersebut.

  Penelitian oleh Anderson, Benjamin dan Bartholow (1998) tentang efek priming senjata pada pemburu dan bukan pemburu mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan akses pemikiran agresif pada subjek penelitian yang mendapatkan perlakuan berupa gambar senjata. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran gambar senjata dapat meningkatkan kemampuan subjek dalam mengakses konstruk agresif. Berdasarkan penelitian diatas peneliti mencoba untuk memberikan sumbangan ilmiah untuk menelaah dampak foto sebagai efek priming terhadap kecendurungan berperilaku agresif dengan mempergunakan stimulus berupa foto jurnalistik yang tidak hanya menggunakan gambar senjata seperti pada penelitian Anderson, Benjamin dan Bartholow (1998), akan tetapi menggunakan foto yang meliputi beragam aspek seperti alat agresi, pelaku agresi, korban, dan situasi agresi.

RUMUSAN MASALAH B.

  Apakah foto dengan konten agresif dapat memicu peningkatan kecenderungan berperilaku agresif?

  C. TUJUAN PENELITIAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak foto sebagai priming

  effects terhadap kecenderungan berperilaku agresif .

  D. MANFAAT PENELITIAN

  1. Manfaat Praktis

  a. Memberi pemahaman dan informasi kepada pembaca mengenai dampak foto terhadap kecenderungan berperilaku agresif.

  b. Sebagai suatu wacana dan dasar pembuatan keputusan dalam pemuatan foto bagi media massa.

  2. Manfaat Teoritis

  a. Memberi sumbangan teoritis maupun hasil penelitian tentang dampak foto terhadap kecenderungan berperilaku agresif.

  b. Sebagai bahan referensi penelitian lain di bidang psikologi sosial terutama yang mempelajari tentang perilaku agresif.

BAB II LANDASAN TEORI A. KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF

1. Pengertian

  Menurut Herbert (1978) tingkah laku agresif merupakan suatu bentuk tingkah laku yang tidak dapat diterima secara sosial yang menyebabkan luka fisik, psikis pada orang lain atau bersifat merusak benda.

  Breakwell (2002) juga memberikan definisi agresi sebagai setiap bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti atau merugikan seseorang bertentangan dengan kemauan orang itu. Hal ini berarti bahwa menyakiti orang lain secara sengaja bukan disebut sebagai agresi jika di pihak yang dirugikan menghendaki hal itu terjadi. Agresi melibatkan setiap bentuk penyiksaan, termasuk penyiksaan psikologis atau emosional

seperti mempermalukan, menakut-nakuti, atau mengancam seseorang.

  Lebih lanjut menurut Peterson dan Tedeschi (dalam Berkowitz,1993) bahwa agresi sering hanya merupakan usaha kasar dengan paksaan. Penyerang mungkin menyakiti korbannya, tetapi tindakan mereka sebenarnya merupakan usaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Mereka berusaha menghentikan kegiatan orang lain yang mengganggu mereka. Johnson dan Medinus (1974) mengatakan bahwa agresi merupakan segala perilaku atau tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain.

  Selain itu perilaku agresif juga disebut sebagai perilaku maladaptif.

  Dari berbagai pendapat atau definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku agresif merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang dengan sengaja dilakukan untuk menyakiti, melukai serta merugikan orang lain juga dirinya sendiri, selain itu juga tidak dapat diterima secara sosial.

  Kecenderungan menurut Chaplin (1995), merupakan suatu set atau susunan sikap untuk bertingkahlaku dengan cara tertentu. Soekanto (1993) juga mendefinisikan kecenderungan sebagai suatu dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang secara inheren menuju suatu arah tertentu, untuk menunjukkan sikap suka atau tidak suka pada suatu objek. Dari kedua pendapat tersebut disimpulkan bahwa kecenderungan merupakan suatu potensi yang mengarah pada perilaku tertentu untuk menunjukkan sikap suka atau tidak sukanya pada objek tertentu seperti perilaku agresif atau agresivitas.

  Proses terjadinya kecenderungan berperilaku agresif bermula dari persepsi. Persepsi yang negatif terhadap sesuatu membuat seseorang memiliki sikap yang negatif pula terhadap hal tersebut. Sikap negatif yang diyakini kebenarannya akan mempengaruhi perilaku seseorang. Bila sikap tersebut berkenaan dengan ketidaksukaan yang mengarah pada suatu tindakan kekerasan terhadap seseorang atau kelompok, maka sikap tersebut di

  Kecenderungan perilaku agresif oleh para ahli ilmu sosial Apollo,2003 didefinisikan sebagai suatu niat untuk menyakiti diri sendiri, orang lain atau mahkluk hidup. Kecenderungan ini terdapat disetiap negara manapun, dilakukan oleh manusia tidak memandang jenis kelamin, usia, status sosial, ataupun suku bangsa. Kecenderungan agresivitas oleh masyarakat luas Apollo,2003 sering didefinisikan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertengkaran, pertikaian, perkelahian, pengrusakan, dan penganiayaan.

2. Bentuk-bentuk Perilaku Agresif

  Agresi bila dipandang dari jenisnya memiliki keragaman bentuk, di antaranya seperti yang dikemukakan oleh ahli-ahli berikut ini; Berkowitz (1993), membedakan agresi ke dalam dua kelompok: pertama, agresi instrumental, yaitu agresi yang dilakukan oleh organisme atau individu sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan tertentu. Kedua agresi benci atau agresi impulsif, yaitu agresi yang dilakukan semata-mata sebagai pelampiasan keinginan untuk melukai atau menyakiti atau regresi tanpa tujuan selain untuk menimbulkan efek kerusakan kesakitan atau kematian pada sasaran atau korban.

  Jersild (1975) mengemukakan dua bentuk perilaku agresif, yaitu perilaku agresif terbuka dan tersembunyi. Perilaku agresif yang terbuka merupakan suatu bentuk perilaku agresif yang tampak dan dapat diamati dan agresif yang tidak tampak yang dimanifestasikan dalam bentuk perilaku yang lain.

  Agresi berdasarkan maksud dan tujuannya dibedakan menjadi tiga hal oleh Sears( 1994 ). Pertama, Agresi antisosial, yaitu perilaku agresi bertujuan buruk dan dianggap melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti tindakan kriminal tak beralasan, pembunuhan ataupun pemukulan oleh sekelompok orang. Kedua, agresi prososial, yaitu perilaku agresi yang bertujuan baik dan disetujui oleh norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Seperti polisi yang menembak penjahat, dokter yang mengamputasi pasien, dan sebagainya. Selain agresi anti dan prososial, Sears (1994) menyatakan bahwa terdapat agresi yang berada di antara agresi anti dan prososial, yaitu agresi yang disetujui (sanctioned aggression). Ini meliputi tindakan agresif yang tidak diterima oleh norma sosial namun masih berada pada batas yang wajar. Tindakan yang muncul tidak melanggar batas moral yang telah disepakati.

  Buss (1961) juga mengelompokkan agresi dalam delapan bentuk, yaitu: pertama, agresi fisik langsung, merupakan tindaan agresi fisik yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara berhadap-hadapan secara langsung dengan individu/kelompok lain, seperti: mendorong, melukai, menembak. Kedua, agresi fisik pasif langsung, yaitu tindakan agresi fisik yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara berhadap-hadapan langsung, seperti: demonstrasi, aksi mogok (aksi diam). Ketiga, agresi fisik aktif tidak langsung, yaitu tindakan agresi fisik yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara tidak berhadap-hadapan secara langsung dengan individu/kelompok lain, seperti: merusak harta korban, membakar rumah, menyewa tukang pukul. Keempat, agresi fisik pasif tidak langsung, yaitu tindakan agresi fisik yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara tidak berhadap-hadapan dengan inividu/kelompok lain dan tidak terjadi kontak fisik secara langsung, seperti: tidak peduli, apatis, masa bodoh.

  Kelima, agresi verbal aktif langsung, yaitu tindakan agresi verbal yang diakukan oleh individu/kelompok lain, seperti: menghina, memaki, marah, mengumpat. Keenam, agresi verbal pasif langsung, yaitu tindakan agresi verbal yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara berhadap-hadapan dengan individu/kelompok lain namun tidak terjadi kontak verbal secara langsung, seperti: menolak bicara, bungkam. Ketujuh, agresi verbal aktif tidak langsung, yaitu tindakan agresi verbal yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara tidak berhadap-hadapan secara langsung dengan individu/keompok lain seperti: menyebar fitnah, mengadu domba. Kedelapan, agresi verbal pasif tidak langsung, yaitu tindakan agresi verbal yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan cara tidak berhadap-hadapan dengan individu/kelompok lain dan tidak terjadi kontak verbal secara langsung, seperti: tidak memberi dukungan pada kelompok, tidak menggunakan hak

3. Teori-teori Perilaku Agresif

  Perilaku agresif yang bersifat merugikan dan mudah menyebar di masyarakat, membuat para ahli berusaha mencari penjelasan mengenai perilaku ini. Usaha pencarian tersebut melahirkan beragam teori yang berasal dari berbagai macam pendekatan teoritis. Akan tetapi keberagaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu penjelasan biologis dan penjelasan psikologis.

a. Penjelasan Biologis

  Menurut Krahé (2001), terdapat tiga model yang mengacu pada prinsip-prinsip biologis dalam menjelaskan agresi yaitu: pendekatan etologis, pendekatan sosiobiologis, dan pendekatan genetika perilaku. Ketiga pendekatan ini memiliki asumsi dasar yang sama, yaitu bahwa akar perilaku agresif terletak pada sifat biologis, bukan pada fungsi psikologis manusia.

1) Pendekatan Etologis

  Pendekatan ini bersumber pada penelitian komparatif antara perilaku hewan dengan perilaku manusia. Lorenz (1974) menawarkan model agresi yang berdasar pada asumsi bahwa organisme secara terus-menerus mengembangkan energi agresif. Energi agresif tersebut akan termanifestasikan sebagai perilaku agresif apabila energi agresif telah terakumulasi hingga ambang batas tertentu serta mendapatkan Apabila stimulus eksternal besar maka tidak dibutuhkan energi agresif yang banyak untuk memunculkan perilaku agresif, demikian pula sebaliknya. Energi agresif yang telah terakumulasi dalam organisme dan telah melewati ambang batas sangat potensial untuk memunculkan adanya agresi spontan. Agresi spontan muncul sebagai akibat dari ketiadaan stimulus eksternal yang memicu munculnya perilaku agresi sehingga energi agresif yang terlampau banyak akan disalurkan dalam bentuk agresi spontan.

  Teori ini mendapatkan beragam kritik dari para ahli yang lain. Para ahli psikologi mempermasalahkan landasan konseptual dan empiris yang digunakan Lorenz (1974). Kritik yang lain mempertanyakan mengenai ketiadaan definisi operasional mengenai energi agresif.

   Pendekatan Sosiobiologis 2)

  Pendekatan sosiobiologis ini didasarkan pada pendekatan teori evolusioner yang menekankan pada perilaku adaptif. Menurut teori evolusioner, perilaku dianggap adaptif apabila perilaku tersebut dapat meningkatkan peluang suatu spesies untuk bertahan hidup. Dalam hal ini, perilaku agresif yang diarahkan untuk melawan penyerang maupun lawan dalam perkembangbiakan dianggap adaptif dalam arti meningkatkan kesuksesan reproduktif.

   Pendekatan Genetika Perilaku 3)

  Pendekatan ini menekankan bahwa kecenderungan berperilaku agresif merupakan bagian sifat bawaan genetik individu. Sifat bawaan genetic tersebut dianggap sebagai sumber penting bagi variansi individual dalam agresi. Pendekatan ini mengeksplorasi kesamaan genetic dalam menjelaskan karakteristik dan perilaku personal.

   Penjelasan Psikologis b.

  Menurut Krahé (2001), terdapat tujuh pendekatan psikologis yang dapat diterapkan dalam mengurai perilaku agresif. Teori-teori ini berfokus pada mekanisme-mekanisme psikologis yang terlibat dalam perilaku agresif. Akan tetapi, di dalam teori psikoanalisis freudian, terdapat pula konstruk biologis yang mendasari pendekatan mekanisme psikologis.

1) Psikoanalisis Freudian

  Dalam teori insting ganda, Freud (1920) mengusulkan bahwa perilaku individu didorong oleh dua kekuatan dasar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sifat manusiawi: insting kehidupan (eros) dan insting kematian (thanatos). Eros merupakan dorongan ke arah pencapaian kesenangan dan pemenuhan keinginan. Sedangkan

  thanatos merupakan dorongan ke arah destruksi diri. Sebagai dua menjadi sumber munculnya konflik dalam diri manusia. Sehingga berperilaku agresif merupakan mekanisme untuk melepaskan energi destruktif untuk melindungi diri dari ketidakstabilan konflik dalam diri. Menurut pandangan ini, agresi merupakan hal yang tak terhindarkan dari perilaku manusia dan berada di luar kontrol individu.

   Hipotesis Frustrasi-Agresi 2)

  Dollard (1939,dalam Krahé,2001) menjelaskan bahwa agresi merupakan hasil suatu dorongan yang dimaksudkan untuk mengakhiri keadaan deprivasi, sedangkan frustrasi didefinisikan sebagai interferensi eksternal terhadap perilaku yang diarahkan pada tujuan.

  Jadi, pengalaman frustrasi membuat seseorang memunculkan keinginan bertindak agresif terhadap penyebab frustrasi,yang akhirnya memicu munculnya perilaku agresif.

   Neo-asosianisme Kognitif 3)

  Pandangan ini menekankan pada peran persepsi kognitif yang diasosiasikan terhadap pikiran, ingatan dan respon fisiologis. Menurut Krahé (2001), frustrasi menyebabkan agresi hanya bila frustrasi itu merangsang munculnya keadaan afektif negatif. Afektif negatif yang muncul kemudian diasosiasikan menjadi dua reaksi impulsif yaitu melawan dan menghindar. Melawan berkaitan dengan pikiran, ingatan, dan respon fisiologis yang berhubungan dengan agresi, sedangkan yang berhubungan dengan melarikan diri. Teori ini memberi penekanan bahwa respon agresif merupakan salah satu respon yang mungkin terhadap stimulasi yang tidak menyenangkan. Penekanan ini menegaskan bahwa agresi bukanlah tidak dapat dihindari, tetapi merupakan potensi perilaku manusia yang bersifat potensial, yang dapat dibangkitkan atau ditekan.

   Teori Pengalihan Rangsangan 4)

  Model pengalihan rangsangan ini dibangun berdasarkan teori emosi dua-faktor, Schachter (1964), Zillman (1979) berpendapat bahwa intensitas pengalaman kemarahan merupakan fungsi dua komponen, yaitu (1) kekuatan rangsangan fisiologis yang dibangkitkan oleh kejadian yang tidak menyenangkan dan (2) cara rangsangan itu dijelaskan dan diberi label. Model pengalihan rangsangan ini khususnya berhubungan dengan kombinasi antara rangsangan fisiologis dan penilaian kognitif yang terlibat dalam pengalaman emosional mengenai kemarahan. Dengan mempengaruhi atribusi terhadap rangsangan fisiologis, kecenderungan respon agresif dapat diperkuat ataupun diperlemah.

   Pendekatan Sosial Kognitif 5)

  Pendekatan ini mengeksplorasi 2 hal yaitu perkembangan skemata kognitif yang mengarahkan performa perilaku agresif, dan cara-cara pemrosesan informasi sosial yang khas yang membedakan antara individu yang agresif dan yang non agresif.

  Skemata kognitif yang mengacu pada situasi dan kejadian disebut skrip. Skrip terdiri atas struktur pengetahuan yang mendeskripsikan tentang “urutan kejadian yang sesuai untuk konteks tertentu” (Schank dan Abelson,1977). Struktur pengetahuan ini diperoleh melalui pengalaman pribadi maupun pengalaman secara tidak langsung seperti melalui media. Seseorang dapat membentuk skrip agresif setelah ia menerima berbagai pengalaman agresi dalam perjalanan hidupnya. Misalnya seorang anak yang melihat dalam kesehariannya bahwa penyelesaian konflik adalah melalui agresi maka anak tersebut akan membangun skrip agresif yang akan mengarahkan anak tersebut berperilaku agresif apabila berada dalam sebuah konflik.

   Belajar Menjadi Agresif 6)

  Pendekatan ini berpusat pada dua prinsip umum belajar, yaitu pengkondisian instrumental dan meniru. Menurut Bandura (1983), perilaku agresif bukanlah bawaan dari karakter manusia melainkan hasil dari proses belajar seperti kebanyakan perilaku sosial lainnya.

  Perilaku agresif merupakan wujud dari pengamatan dan penguatan dari pihak lain. Misalnya seorang anak yang memenangkan pertengkaran dengan cara mendorong lawannya, memiliki potensi yang lebih besar untuk mengulangi perilakunya karena perilaku agresifnya menghasilkan hal yang positif untuknya.

7) Model Interaksi Sosial

  Model pendekatan ini diusulkan oleh Tedeschi dan Felson (1994). Mereka memilih fokus pada tindakan koersif dan agresi merupakan salah satu bentuk tindakan koersif khusus. Model ini merumuskan bahwa strategi koersif dipergunakan oleh pelaku untuk menyakiti targetnya atau untuk membuat targetnya mematuhi tuntutan pelaku berdasarkan tiga tujuan utama yaitu mengontrol perilaku orang lain, menegakkan keadilan, atau mempertahankan atau melindungi identitas positif.

   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresif 4.

  Ada beberapa faktor yang mendasari atau menyebabkan munculnya berbagai bentuk perilaku agresif. Dalam penelitian ini penulis mengambil beberapa penyebab munculnya perilaku agresif, yaitu stimulus agresif, faktor biologis, jenis kelamin, urutan kelahiran, dan lingkungan.

a. Stimulus Agresif

  Stimulus agresif diyakini dapat memicu munculnya respon- respon agresi. Berdasarkan pada hipotesa frustrasi-agresi, Berkowitz dan LePage (1967) mengadakan penelitian untuk menyoroti pentingnya stimulus agresif dalam memunculkan respon-respon agresif. Mereka memiliki kemungkinan bertindak agresif terhadap penyebab frustrasinya dengan adanya gambar senjata (objek agresi) daripada dengan adanya gambar raket badminton (objek netral). Stimulus agresif dalam sebuah situasi mengaktifkan skema kognitif yang berhubungan dengan agresi sebagai pilihan respon yang menonjol.

   Faktor Biologis b.

  Menurut Davidoff (1991) ada 3 faktor biologis yang mempengaruhi perilaku agresi, yaitu gen, sistem otak dan kimia darah.

  1) Gen

  Gen tampaknya berpengaruh pada pembentukan sistem neural otak yang mengatur perilaku agresi. Dari penelitian yang dilakukan terhadap binatang menunjukkan bahwa faktor keturunan tampaknya membuat hewan jantan yang berasal dari berbagai jenis lebih mudah marah dibandingkan betinanya.

  2) Sistem Otak

  Sistem otak juga dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi. Pada hewan sederhana marah dapat dihambat atau ditingkatkan dengan merangsang sistem limbic (daerah yang menimbulkan kenikmatan pada manusia) sehingga muncul hubungan timbal balik antara kenikmatan dan kekejaman. Prescott menyatakan bahwa orang yang berorientasi pada kenikmatan akan mengalami kesenangan, kegembiraan atau santai cenderung untuk melakukan kekejaman dan penghancuran (agresi). Prescott (dalam Davidoff, 1991) yakin bahwa keinginan yang kuat untuk menghancurkan disebabkan cedera otak karena kurangnya rangsang sewaktu bayi.

   Kimia Darah 3)

  Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan oleh faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresi.

  Dalam suatu eksperimen ilmuwan menyuntikkan hormon testosterone pada tikus dan beberapa hewan lain (testosteron merupakan hormon androgen utama yang memberikan ciri kelamin jantan) maka tikus- tikus tersebut berkelahi semakin sering dan lebih kuat. Sewaktu testosterone dikurangi, hewan tersebut menjadi lembut. Kenyataan menunjukkan bahwa anak banteng jantan yang sudah dikebiri (dipotong anak kelaminnya) akan menjadi jinak, sedangkan pada wanita yang sedang mengalami masa haid, kadar hormon kewanitaan yaitu estrogen dan progresteron menurun jumlahnya akibatnya banyak wanita menyatakan bahwa perasaan mereka mudah tersinggung, gelisah, tegang dan bermusuhan. Selain itu banyak wanita yang melakukan pelanggaran hukum atau melakukan tindakan agresi pada saat berlangsungnya siklus haid ini.

   Jenis Kelamin c.

  Bjorkquists, dkk (dalam Pidada, 2003) mengatakan bahwa agresi antara laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki bersifat lebih agresif daripada perempuan. Dikatakan bahwa laki-laki lebih sering terlibat agresi fisik dan perempuan lebih sering terlibat dalam berbagai jenis agresi tidak langsung yang bentuknya sulit diidentifikasikan oleh korbannya. Atau si korban sering tidak menyadari bahwa ia menjadi sasaran dari suatu tindak agresi. Sebagai contoh, salah satu bentuk perilaku agresi seperi ini pada anak-anak adalah berbohong atau menyebarkan rumor dibelakang orang yang menjadi sasaran, hal itu telah ditemukan sejak anak berusia 8 tahun dan terus berkembang atau meningkat hingga usia 15 tahun dan terus bertahan hingga dewasa.

   Lingkungan d.

  Ada beberapa bentuk faktor lingkungan yang mempengaruhi munculnya perilaku agresif, yaitu kemiskinan, anominitas, dan temperatur.

1) Kemiskinan

  McCandless (dalam Davidoff, 1991) mengatakan bahwa jika seorang anak dibesarkan dalam lingkungan kemiskinan, maka perilaku agresi mereka secara alami mengalami penguatan. Bila terjadi perkelahian di pemukiman kumuh, misalnya ada pemabuk yang maka pada saat itu anak-anak dengan mudah dapat melihat model agresi secara langsung. Model agresi ini seringkali diadopsi anak-anak sebagai model pertahanan diri dalam mempertahankan hidup. Dalam situasi yang dirasakan sangat kritis bagi pertahanan hidupnya dan ditambah dengan nalar yang belum berkembang optimal, anak-anak seringkali dengan gampang bertindak agresi misalnya dengan cara memukul, berteriak, dan mendorong orang lain sehingga terjatuh.

   Anonimitas 2)

  Keadaan dimana terlalu banyak rangsangan indra dan kognitif yang membuat dunia menjadi sangat impersonal, artinya antara satu orang dengan orang lain tidak lagi saling mengenal atau mengetahui secara baik. Lebih jauh lagi, setiap individu cenderung menjadi anonim (tidak mempunyai identitas diri). Seseorang yang merasa anonim akan cenderung berperilaku semaunya sendiri, karena ia merasa tidak lagi terikat dengan norma masyarakat dan kurang bersimpati pada orang lain.

3) Urutan Kelahiran

  Menurut Alder (dalam Alwisol, 2004) urutan kelahiran mempunyai pengaruh yang penting dalam pembentukan kepribadian, artinya anak yang mempunyai status tertentu dalam keluarga akan cenderung berbeda kepribadiannya. Johnson dan Medinus (1974) juga susunan urutan kelahiran anak dalam keluarga. Santrock (2003) menggambarkan individu yang lahir lebih dahulu atau anak sulung sebagai individu yang lebih berorientasi dewasa, penolong, mengalah, lebih cemas, mampu mengendalikan diri, dan kurang agresif dibandingkan dengan saudara kandungnya. Santrock (2003) juga menggambarkan anak bungsu sebagai sebuah bayi di dalam keluarga walaupun sudah bukan bayi lagi, karena dalam menghadapi resiko menjadi terlalu tergantung. Hurlock (1978) kemudian mengatakan bahwa anak kedua mempunyai sifat tergantung, ekstrovert, mudah berkawan atau bergaul, dapat dipercaya, senang bergurau, mempunyai penyesuaian diri yang baik dan agresif.

  Berdasarkan pendapat Hurlock (1978) tersebut terlihat bahwa anak urutan kelahiran kedua memang unik, mereka memiliki sifat-sifat posesif tetapi juga ada sifat negatifnya yaitu mereka disebut agresif. Hal tersebut terjadi karena dalam keluarga anak kedua merasa orangtuanya telah mengabaikan dirinya, mereka dituntut untuk dapat mandiri sedangkan orangtuanya terlalu sibuk dengan saudara- saudaranya yang lain. Hal itulah yang kemudian membuat anak kedua ini melakukan perilaku-perilaku menyimpang untuk mencari perhatian dari keluarganya, mereka akan lebih mudah untuk menjadi anak yang nakal dan tidak berprestasi (Verauli, 2005). Verauli (2005) kemudian justru mudah mencari teman karena proses adaptasinya berjalan lebih cepat. Hal tersebut terjadi kemungkinan karena mereka merasa di dalam rumah tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari keluarganya, sehingga saat mereka keluar dari rumah mereka berusaha untuk mendapat perhatian dari lingkungan sosialnya khususnya teman- temannya, dengan cara menjadi teman yang menyenangkan.

4) Temperatur

  Temuan-temuan empiris dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa temperatur udara yang tinggi berpengaruh pada peningkatan agresi. Temperatur udara yang tinggi menimbulkan ketidaknyamanan dalam diri seseorang. Ketidaknyamanan tersebut menimbulkan afektif negatif yang pada akhirnya memicu munculnya perilaku agresif. Sehingga temperatur udara merupakan salah satu variabel input yang menimbulkan rangsangan afek negatif.

   FOTO B. Pengertian Foto 1.

  Menurut Wikipedia, foto adalah sebuah gambar yang diciptakan oleh cahaya yang jatuh pada permukaan yang peka cahaya, pada umumnya permukaan yang peka cahaya adalah film foto atau sensor elektronis seperti CMOS dan CCD.

  th

  Menurut Chambers 20 century Dictionary (1983), foto didefinisikan sebagai gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Proses fotografi didefinisikan sebagai sebuah seni atau proses menciptakan gambar permanen dengan bantuan cahaya atau energi radian pada permukaan kimiawi.

  Foto adalah hasil proses fotografi berupa citra media visual atau gambar. Kata foto dipergunakan untuk merepresentasikan gambaran suatu obyek yang terekam pada lempengan dua dimensi. Foto dapat dihasilkan dari beragam teknologi fotografi seperti camera obscura, kamera Single Lens

  Reflex

  dan media perekamannya dapat berupa film, kertas foto maupun sensor digital.

2. Sejarah Foto

  Foto permanen pertama kali dibuat oleh penemu Prancis Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826. Pembuatan foto ini didasarkan pada penemuan Johann Heinrich Schultz (1724) yang menyatakan bahwa sebuah campuran kapur dan perak akan berubah menjadi gelap apabila terekspos Daguerre. Daguerre menemukan bahwa permukaan perak yang telah diberi perlakuan kimiawi berupa pemberian uap iodin, sebelum ekspos cahaya dilakukan, dan pemberian uap merkuri setelah ekspos cahaya dilakukan, dapat memunculkan gambar pada permukaan perak, kemudian permukaan perak dicuci dengan menggunakan air garam untuk membuat gambar yang muncul menjadi permanen. Proses ini menghasilkan gambar yang populer disebut sebagai daguerreotype. Keberhasilan metode ini membuat munculnya peluang baru dalam pendokumentasian gambar. Daguerre mendokumentasikan berbagai tempat di Prancis dengan menggunakan metode ini.

  Ketidak-praktisan daguerreotype membuat peneliti lain mencoba berbagai metode untuk menghasilkan foto dengan cara yang lebih praktis.

  Pada tahun 1848 diperkenalkan metode collodion process, metode ini menggunakan gelas kaca yang telah diberi cairan collodion. Metode ini dapat menghasilkan gambar negatif yang dapat dicetak pada kertas albumen. Kemudian pada tahun 1871 ditemukan proses gelatin yang menggunakan permukaan film. Metode ini memiliki kepekaan cahaya yang sangat baik sehingga mampu merekam gerakan yang berlangsung dalam sepersekian detik. Oleh karena kemampuan metode ini untuk merekam gerak, maka metode ini diterapkan untuk membuat dokumentasi mengenai aktivitas manusia dan mulai diaplikasikan pada berbagai aspek kehidupan manusia seperti jurnalisme, forensik, maupun foto potrait. Adaptasi dari metode ini

  Pada tahun 1842, foto berwarna juga mulai dikembangkan oleh John Herschel. Akan tetapi, foto berwarna baru populer pada tahun 1903 dengan diperkenalkannya metode Lumière. Metode ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam menghasilkan gambar. Kesulitan dalam menghasilkan gambar berwarna membuat perkembangan foto berwarna berjalan lambat.

  Foto berwarna yang mudah dipergunakan muncul pada tahun 1932 dengan diperkenalkannya film berwarna Agfa dan pada tahun 1935 dengan diperkenalkannya Kodachorme. Meskipun penemuan film berwarna telah membaik, penggunaan foto berwarna baru mulai diterapkan secara menyeluruh pada tahun 60-an.

  Penemuan media digital membawa pengaruh terhadap perkembangan foto. Para peneliti tertarik untuk menyimpan foto pada media digital. Pada awalnya foto digital diciptakan dengan memindai foto non-digital dengan menggunakan scanner. Kemudian perusahaan elektronik Sony memperkenalkan kamera digital Sony Mavica yang mempergunakan sensor digital untuk menghasilkan gambar. Pada tahun 1990 Kodak memperkenalkan DSC 100,kamera digital pertama yang diperdagangkan secara komersial. Perkembangan fotografi digital yang cepat dan efisien membuat penggunaan fotografi digital semakin diminati. Selain karena tidak mempergunakan film dan cepat dalam pengiriman data, foto digital dapat dengan mudah dicetak di berbagai media. Akan tetapi penggunaan film atau media non-digital tetap dipergunakan oleh kalangan fotografer profesional karena film memiliki kualitas ketajaman foto yang lebih baik daripada film digital.

3. Jenis-jenis Foto

  Menurut media penyimpanan yang dipergunakan, foto dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

   Foto Non-Digital a.

  Foto non-digital adalah foto yang dihasilkan melalui proses kimiawi dengan medium berupa film negatif maupun positif dan dicetak dengan medium kertas foto (kertas yang memiliki lapisan kimiawi).

b. Foto Digital

  Foto digital adalah foto yang dihasilkan melalui proses digital yaitu menterjemahkan cahaya yang diterima sensor CMOS atau CCD menjadi data digital yang berupa gambar digital dalam format JPEG, TIFF, RAW dan dicetak menggunakan metode pencetakan digital menggunakan inkjet printers, dye-sublimation printer, laser printers, dan

  thermal printers .

4. Foto dan Obyektivitas

  Foto memiliki kemampuan untuk merepresentasikan objek dengan tingkat presisi yang tinggi. Apa yang dilihat oleh mata manusia akan direkam dalam bentuk yang sama persis di dalam foto. Seperti yang diungkapkan oleh Seno Gumira Ajidarma: “…Foto seekor kucing adalah kucing dan tiada lain merekam kejadian melainkan juga sebagai sebuah metode untuk menangkap realitas.

  Pernyataan Ajidarma (2002) itu diperkuat pula oleh pernyataan Atkins (dalam Johnson, 1989) yang menyebut sebuah foto sebagai representasi sempurna dari obyeknya.

  Menurut pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa foto menghadirkan gambar secara obyektif. Obyektif dalam hal ini adalah menghadirkan gambar sesuai dengan kondisi sesungguhnya dan apa adanya. Obyektivitas foto ini membuat foto sebagai alat yang handal untuk melaporkan kondisi sebuah peristiwa atau obyek dalam kondisi yang sesungguhnya.

  Keobyektifan foto memberikan kontribusi yang penting terutama terkait dengan jurnalisme dan forensik. Dunia jurnalisme yang memiliki etika untuk menyampaikan berita seobyektif mungkin sangat terbantu dengan kemampuan foto untuk merepresentasikan peristiwa atau obyek dalam presisi yang tinggi. Sedangkan dalam dunia forensik, foto dipergunakan sebagai bukti otentik yang mencatat realitas yang terjadi dalam suatu peristiwa seperti pembunuhan dan kecelakaan. Foto dalam forensik dipergunakan sebagai alat yang mencatat realitas visual yang nantinya akan dipergunakan dalam proses penyidikan dan proses pengadilan sebagai barang bukti visual.

C. Priming Pengertian 1.

  Kata priming yang dipergunakan dalam psikologi merujuk pada ragam fenomena yang muncul pada sebuah mekanisme identik. Jika seseorang menerima suatu stimulus tertentu, maka stimulus tersebut akan meningkatkan akses ke arah informasi tertentu yang telah ada di dalam ingatan seseorang.

  (Mandel dan Johnson,2002) Menurut Kolb & Whishaw (2003) priming di dalam psikologi muncul ketika stimulus awal mempengaruhi respon pada stimulus selanjutnya.

  Stimulus awal tersebut mengaktifkan bagian tertentu dari representasi atau asosiasi di dalam ingatan sebelum seseorang melaksanakan aksi atau tugas.

  Representasi tersebut telah aktif saat stimulus kedua diterima, yang kemudian akan mempengaruhi bentuk perilaku atau sikap kepada stimulus kedua.

  Priming

  didefinisikan pula sebagai sebuah mekanisme dimana sebuah stimulus eksternal tertentu, seperti perilaku agresif, mengarahkan perhatian individu ke konstruk mental yang kongruen seperti kognisi agresif.

  Menurut Bushman (1998), Priming didefinisikan sebagai peningkatan sementara dalam kemampuan mengakses sebuah konstruk. Konstruk dalam hal ini adalah struktur pengetahuan yang dibangun dari pengetahuan atau pengalaman dimasa lampau yang mempengaruhi pengetahuan seseorang terhadap keterkaitan antar objek dan situasi. Struktur pengetahuan ini dibagi fenomena seperti benda-benda (kursi, meja, batu), dan peristiwa sosial (tawuran, perang) (Anderson & Huesmann, 2003).

  Efek priming, dalam kaitannya dengan interpretasi ambigu dari sebuah informasi, adalah sebuah fenomena dimana sebuah konsep tertentu dipengaruhi oleh informasi awal yang mempengaruhi interpretasi terhadap informasi yang diterima setelahnya. Berdasarkan pada penelitian mengenai efek priming, interpretasi terhadap stimulus ambigu dipengaruhi oleh jenis stimulus yang diterima sebelumnya. (Sung-A, 1998)

  Berdasarkan berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa

  priming

  adalah sebuah fenomena atau mekanisme yang berkaitan dengan pengaruh stimulus awal yang diterima individu terhadap interpretasi stimulus lanjutan dimana stimulus awal mengaktifkan konstruk mental yang kongruen atau berkaitan dengan stimulus awal dan dijadikan dasar dalam membangun interpretasi terhadap stimulus lanjutan.

2. Bentuk-bentuk Priming

  Menuru Vaidya (1999), berdasarkan jenis keterkaitan antara stimulus awal dengan stimulus lanjutan, priming dibedakan menjadi 2 kategori yaitu: a. Perseptual

  Priming perseptual terjadi ketika terdapat kesamaan bentuk antara stimulus awal dengan stimulus lanjutannya. Priming perseptual ini sensitif terhadap madalitas dan kesamaan format stimulus. b. Konseptual Konseptual priming didasarkan pada makna yang melekat pada stimulus dan diperkuat oleh makna semantiknya. Stimulus awal akan mempengaruhi stimulus lanjutan berkaitan dengan kelekatan atau kedekatan makna.

  Menurut Se-Jun (1997), priming juga dibedakan menjadi dua bentuk yaitu: a. Semantik

  Dalam priming semantik, prima dan target berasal dari kategori semantik yang sama dan saling berbagi fitur.

  b. Asosiatif Priming asosiatif adalah priming yang targetnya memiliki kemungkinan yang besar untuk muncul bersamaan dengan primanya, dan diasosiasikan dengan prima meskipun tidak berkaitan dengan fitur semantik.

3. Efek Priming pada Agresivitas

  Stimulus agresi diyakini oleh para ahli sosial sebagai salah satu pengaruh situasional terhadap agresi. Rangsangan negatif berkemungkinan menimbulkan perilaku agresif.

  Berkaitan dengan efek priming yang didefinisikan sebagai sebuah fenomena atau mekanisme yang berkaitan dengan pengaruh stimulus awal dapat ditingkatkan melalui kehadiran stimulus awal yang memiliki konten agresif. Stimulus awal tersebut akan mengaktifkan konstruk mental yang berkaitan dengan agresi dalam ingatan individu.

  Penelitian tentang efek priming yang dikenal secara luas adalah penelitian Berkowitz (1993). Penelitian Berkowitz tersebut memunculkan sebuah istilah “efek senjata” yang merujuk pada peningkatan kecenderungan berperilaku agresif setelah pemberian stimulus berupa gambar senjata.

  Penelitian eksperimen Berkowitz menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara efek priming dengan agresivitas.

  Mekanisme efek priming pada agresivitas dimulai ketika seseorang dalam kondisi frustrasi-agresi mendapatkan stimulus eksternal berupa perilaku agresif ataupun benda yang memiliki makna, konten, atau asosiasi agresif. Stimulus eksternal itu kemudian memicu munculnya pemikiran dan perasaan agresif yang didapatkan dari meningkatnya kemampuan mengakses konstruk mental agresif atau skema agresif atau skrip agresif. Sehingga ketika individu dihadapkan pada stimulus lanjutan yang secara ambigu memiliki kesamaan makna, konten, atau asosiasi agresif, maka individu tersebut akan mengasosiasikan, mengevaluasi dan merepresentasikan konstruk mental agresif yang telah diaktifkan oleh stimulus lanjutan dalam bentuk perilaku.

   Foto Sebagai Efek Priming 4.

  Peran media yang memiliki konten kekerasan dalam memunculkan priming agresif adalah relevan berkaitan dengan pengaktifan konstruk mental agresif. Seperti yang diungkapkan oleh Baron dan Byrne (1991), bahwa ekspos media yang memiliki konten kekerasan akan mampu memunculkan pemikiran dan perasaan agresif dalam individu. Media dengan konten agresivitas merupakan stimulus yang mengaktifkan konstruk mental agresif dalam diri individu.

  Menurut Baron dan Richardson (1994), orang-orang yang berhubungan dengan berbagai kejadian agresif, misalnya karena mereka pada situasi agresi tertentu atau menonton film agresif tertentu, bisa meningkatkan kemenonjolan pikiran-pikiran agresif hanya melalui keberadaan kejadian- kejadian agresif tersebut semata.

  Foto sebagai salah satu media rekam yang menyampaikan situasi atau kondisi dalam bentuk gambar dua dimensi memiliki potensi untuk berperan sebagai priming dalam agresivitas. Hal yang membuat foto potensial sebagai priming agresivitas adalah tingkat obyektivitas foto yang tinggi. Menurut Atkins (dalam Johnson, 1989), foto adalah sebuah representasi sempurna dari obyeknya. Berdasarkan pada pernyataan Atkins tersebut, dapat disimpulkan bahwa foto merekam gambar sesuai dengan kondisi sesungguhnya dan apa adanya. Obyektivitas foto tersebut membuat foto dapat memuat beragam agresif yang memiliki aspek yang kompleks seperti keberadaan korban, pelaku, konteks, situasi, dan alat agresi, maka foto tersebut akan menjadi sebuah stimulus visual yang memiliki konten agresivitas yang sama persis dengan kondisi pada kenyataannya. Kemudian apabila foto dengan konten agresivitas tersebut dikenakan kepada individu sebagai stimulus priming maka foto akan mengaktifkan konstruk mental agresif yang telah dimiliki oleh individu. Konten dalam foto seperti korban, pelaku, konteks, situasi, dan alat agresi, memberikan petunjuk akan pengalaman agresif yang telah dimiliki oleh individu tersebut. Jadi obyektivitas foto meningkatkan pula tingkat kongruensi stimulus dengan konstruk mental individu.

  Selain itu obyektivitas foto membuat seseorang percaya dan meyakini bahwa foto adalah tanpa rekayasa, sehingga seseorang akan mempercayai bahwa peristiwa agresi yang terjadi dalam foto adalah nyata dan benar-benar terjadi di lingkungannya. Menurut Baron dan Byrne (1991), bahwa dengan melihat perilaku agresif pada media pemirsanya akan mengasosiasikan keadaan tersebut pada kondisi sosialnya. Jika media bermuatan agresivitas tersebut kerap ia jumpai maka ia akan menganalogikan bahwa lingkungan sosialnya berlaku sama, dengan demikian ia akan menerima atau memaklumkan perilaku agresif tersebut dan kemudian akan memunculkan perilaku tersebut. Dengan berdasar pada pernyataan diatas maka dapat disimpulkan bahwa foto dapat berfungsi sebagai stimulus priming yang

  

Dampak Foto Sebagai Efek Priming Terhadap Kecenderungan Berperilaku

D.

  Agresif

  Menurut Dollard (1936), keberadaan frustrasi mengarahkan individu kepada munculnya perilaku agresif. Kondisi frustrasi individu dapat muncul ketika invidu mengalami hambatan dalam pencapaian tujuannya. Pengalaman frustrasi tersebut membuat individu memunculkan keinginan untuk bertindak agresif.

  Ketika seseorang merasa frustrasi, ia akan mudah mengalami afektif negatif yang akan diasosiasikan menjadi dua reaksi impulsif yaitu melawan atau menghindar. Melawan berkaitan dengan pikiran, ingatan, dan respon fisiologis yang berhubungan dengan agresi, sedangkan menghindar berkaitan dengan dengan pikiran, ingatan, dan respon fisiologis yang berhubungan dengan melarikan diri. Oleh karena itu, kondisi frustasi dapat diarahkan menjadi perilaku agresif apabila seseorang memiliki pikiran, ingatan, dan respon fisiologis.

  Ketika individu yang berada dalam kondisi frustasi dan dihadapkan pada sebuah stimulus agresi maka individu tersebut akan melihat agresi sebagai sebuah pilihan respon yang menonjol. Hal tersebut terjadi karena individu tersebut memiliki akses yang lebih besar kepada pikiran dan ingatan tentang agresi.

  Mekanisme efek priming pada agresivitas dimulai ketika seseorang dalam kondisi frustrasi-agresi mendapatkan stimulus eksternal berupa foto yang memiliki makna, konten, atau asosiasi agresif. Foto dengan konten agresif kemudian memicu munculnya pemikiran dan perasaan agresif yang didapatkan dari atau skrip agresif. Sehingga ketika individu dihadapkan pada stimulus lanjutan yaitu skala posttest kecenderungan berperilaku agresif, maka individu tersebut akan mengasosiasikan, mengevaluasi dan merepresentasikan konstruk mental agresif dalam bentuk respon terhadap stimulus lanjutan tersebut.

  Apabila foto merekam suatu peristiwa agresif yang memiliki aspek yang kompleks seperti keberadaan korban, pelaku, konteks, situasi, dan alat agresi, maka foto tersebut akan menjadi sebuah stimulus visual yang memiliki konten agresivitas yang sama persis dengan kondisi pada kenyataannya. Kemudian apabila foto dengan konten agresivitas tersebut dikenakan kepada individu sebagai stimulus priming maka foto akan mengaktifkan konstruk mental agresif yang telah dimiliki oleh individu. Konten dalam foto seperti korban, pelaku, konteks, situasi, dan alat agresi, memberikan petunjuk akan pengalaman agresif yang telah dimiliki oleh individu tersebut. Jadi obyektivitas foto meningkatkan pula tingkat kongruensi stimulus dengan konstruk mental individu.

E. Hipotesis

  Foto dengan konten agresif sebagai priming effects memicu peningkatan kecenderungan berperilaku agresif.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian sebagai rangkaian penelitian ilmiah dalam rangka pemecahan

  

suatu masalah. Hasil penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah

yang lebih besar. Dengan penelitian diharapkan diperoleh informasi yang jalas

dan akurat. Namun hal tersebut hanya akan diperoleh jika metode yang digunakan

juga jelas. Berikut ini uraian tentang jenis penelitian, variabel penelitian, definisi

operasional, subjek penelitian, desain eksperimen, metode pengumpulan data dan

alat penelitian, uji validitas dan reliabilitas, dan analisis data penelitian.

A. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ini adalah penelitian

eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan

melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi

terhadap perilaku individu yang diamati.

  Eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan

dari perlakuan berupa foto dengan konten agresivitas sebagai priming effects

terhadap kecenderungan berperilaku agresif.

   Variabel Penelitian B.

  Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu:

  1. Variabel eksperimen : efek priming

  2. Variabel terikat : kecenderungan berperilaku agresif Definisi Operasional C.

  Variabel-variabel di atas mempunyai definisi operasional sebagai berikut:

  1. Efek Priming

  Efek priming pada penelitian ini adalah pemberian stimulus eksternal berupa foto yang memiliki makna, konten, atau asosiasi agresif. Konten agresif tersebut dibagi ke dalam 2 aspek besar yaitu aspek umum dan aspek khusus. Aspek umum yang dipergunakan adalah foto jurnalistik yang memiliki aspek keberadaan korban, pelaku, alat agresi, dan situasi. Aspek- aspek tersebut dapat berdiri sendiri maupun dalam satu. Aspek khusus yang dipergunakan adalah teori agresivitas yang mencantumkan contoh konkrit perilaku agresi. Teori yang pertama adalah teori Breakwell (2002); agresi melibatkan setiap bentuk penyiksaan psikologis atau emosional seperti menakut-nakuti, mempermalukan, atau mengancam seseorang. Teori yang kedua adalah menurut Apollo (2003); kecenderungan agresivitas oleh masyarakat luas sering didefinisikan dengan hal-hal yang berhubungan penganiayaan. Kemudian, teori ketiga yang dipergunakan adalah teori Sears (1994); agresi antisosial seperti tindakan kriminal tak beralasan, pembunuhan, ataupun pemukulan oleh sekelompok orang. Teori keempat adalah klasifikasi bentuk perilaku agresif menurut Buss (1961). 10 Foto dengan konten agresif diperlihatkan kepada subjek untuk diperhatikan selama 30 detik untuk tiap fotonya.

   Kecenderungan Berperilaku Agresif 2.

  Kecenderungan berperilaku agresif dalam penelitian ini dapat diartikan sebagai respon subjek penelitian terhadap skala pengukuran kecenderungan berperilaku agresif yang dibangun berdasarkan 8 klasifikasi bentuk perilaku agresif menurut Buss (1961).

   Subyek Penelitian D.

  Pemilihan subjek atau sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik non-random berjenis sampling strata atau stratified

  sampling.

  Teknik ini menentukan sampel berdasarkan tingkatan ciri populasinya. Ciri populasi sampel dalam penelitian ini adalah usia. Usia subjek yang dapat turut serta dalam penelitian adalah subjek yang berusia antara 18- 30 tahun.

  Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang. Kelimapuluh orang tersebut ditempatkan pada dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan Teknik penempatan subjek (assignment) dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menggunakan teknik random assignment melalui bantuan program komputer berbasis java script (math.random).

E. Desain Eksperimen

  Desain eksperimen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen (experimental design) dengan jenis desain eksperimen ulang (pretest-posttest control group design).

  Dengan demikian akan diperoleh empat macam kelompok variabel test tercoba, dua hasil test awal (T

  1 dan T 2 ) dan dua hasil test akhir (T 3 dan T 4 ).

  Penelitian ini menggunakan random assignment dalam penempatan subjek/sampel sehingga tipe desain dapat digambarkan sebagai berikut :  (X)  T

  R (M) T

  1

  2 R (M) T 3  (-)  T

  4 Keterangan: Matching

  M :

  Random assignment

  R : T : Test X : Perlakuan

  • : Tanpa Perlakuan

   Metode Pengumpulan Data dan Alat Penelitian F. Metode Pengumpulan Data 1.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala yang stimulusnya (itemnya) berupa pernyataan yang tidak secara langsung mengungkap atribut yang bersangkutan (Azwar, 1999). Subjek penelitian diminta untuk mengisi pernyataan-pernyataan yang dirangkai dalam bentuk skala. Skala yang dipakai dalam penelitian ini adalah skala kecenderungan berperilaku agresif.

  Skala kecenderungan berperilaku agresif akan dipaparkan dengan menggunakan metode rating yang dijumlahkan (summated rating) atau lebih dikenal dengan penskalaan Likert. Metode penskalaan ini menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai skalanya. Pernyataan-pernyataan ini nantinya akan meggunakan tiga alternatif jawaban yaitu S (Sesuai), KS (Kurang Sesuai), dan TS (Tidak Sesuai). Item-item diberi skor S = 2, KS = 1, TS = 0. Skor total diperoleh dari menjumlahkan semua skor item yang diperoleh responden.

  Semakin tinggi skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula tingkat kecenderungan berperilaku agresif pada subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh, semakin rendah pula kecenderungan berperilaku agresif pada subjek.

  Sebagai langkah selanjutnya dalam penelitian, peneliti menyusun blue

  print

  terlebih dahulu untuk memberikan gambaran mengenai isi skala dan menjadi acuan serta pedoman untuk tetap berada dalam lingkup ukur yang benar (Azwar, 1999).

  

Tabel 1

Blue Print dan Persebaran Butir Item

Skala Kecenderungan Berperilaku Agresif

  7 17,5%

  

design maka penelitian ini menggunakan dua alat test yang memiliki karakteristik

  Mengingat desain penelitian yang dipergunakan adalah pretest-posttest

  2 5% TOTAL 40 100%

  Pasif Tak Langsung

  5 12,5%

  Pasif Langsung

  5 12,5%

  Aktif Tak Langsung

  Verbal Aktif Langsung

  Dimensi Sifat Obyek Jumlah Item Prosentase Fisik

  6 15%

  Pasif Tak Langsung

  2 5%

  Pasif Langsung

  6 15%

  Aktif Tak Langsung

  7 17,5%

  Aktif Langsung

  yang sama namun memiliki item yang berbeda. Langkah ini diambil untuk menghindari munculnya kesalahan penelitian berupa munculnya jawaban subjek yang sama.

2. A

  Foto yang d

  u internet. k khusus. beradaan

  .

  Ukuran fo penelitian. tronis yaitu dan aspek ki aspek keb n konten asikan ke igitalisasi oto yang a subjek etak OCE oto yang

  ). Proses di Format fo kuan kepad an mesin ce

  media elekt pek umum ang memilik gital dengan h dipublika

  kan dalam

  ai foto dari k yaitu asp alah foto ya h Foto dig yang pernah is (internet) er digital. agai perlak menggunaka 260 gram. sentimeter.

  dipergunak

  Art Paper 2 alah 33x24

  kan berbaga kan 2 aspek han foto   ada akan adalah dalah foto y un elektroni tuan scann n foto seba etak foto m

  agresiv masya foto m diperg penelit (inkjet diperg

  Foto-f Aspek

  mengumpulk h berdasark lam pemilih g diperguna rgunakan ad etak maupu nakan bant

  Gambar 1. F

  elitian yang yang diper lui media c k menggun alah JPEG kan dengan diatas kerta bagai alat pe

  tian

  Peneliti m foto dipilih k umum dal

  G

  ) d gunakan seb

  t printer

  Alat Pene vitas. Foto arakat melal media cetak gunakan ad tian dilakuk

  Alat Penelit

  . Penyajian cara menc as Ivory A enelitian ada sendiri). Sedangkan untuk aspek khusus dalam pemilihan foto dipergunakan 4 teori agresivitas yang memberikan contoh konkrit perilaku agresif. Teori yang pertama adalah teori agresivitas menurut Breakwell (2002), “Agresi melibatkan setiap bentuk penyiksaan, termasuk penyiksaan psikologis atau emosional seperti menakut-nakuti, mempermalukan, atau mengancam seseorang.”. Teori yang kedua adalah “Kecenderungan Agresivitas oleh masyarakat luas sering didefinisikan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertengkaran, pertikaian, perkelahian, pengrusakan, dan penganiayaan.”, (Apollo, 2003). Teori ketiga yang dipergunakan adalah teori agresivitas menurut Sears (1994) yang berbunyi “Agresi Antisosial seperti tindakan kriminal tak beralasan , pembunuhan, .”. ataupun pemukulan oleh sekelompok orang Teori yang keempat adalah teori

    agresivitas menurut Buss (1961) yang meliputi 8 bentuk perilaku agresif.

  Berdasarkan pada 2 aspek tersebut, peneliti memilih 30 foto yang kemudian akan diseleksi menjadi 10 buah foto. Proses seleksi menggunakan metode professional judgement. Lima orang Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma diminta untuk mengurutkan ke-30 foto yang telah dipersiapkan mulai dari yang memiliki konten paling agresif hingga yang kurang agresif. Kelima dosen tersebut ialah Agnes Indar Etikawati, S.Psi., Psi., M.Psi., Dra. Lusia Darmanastiti, M.S. Carolus Wijoyo Adinugroho, S.Psi., Siswa Widyatmoko, S.Psi., dan Silvia Carolina, S.Psi., M.Si. Foto yang berada pada urutan pertama mendapatkan skor 1 dan foto yang berada pada urutan terakhir mendapatkan skor 30. Dengan demikian, skor foto bergerak dari 1 hingga 30. Foto yang dipergunakan dalam penelitian adalah 10 foto yang memiliki skor rata-rata terendah

  Alat penelitian yang dipergunakan untuk mengontrol kondisi awal subjek penelitian adalah Mirror Tracer. Alat ini dipergunakan untuk meningkatkan frustrasi subjek penelitian. Pada penelitian J.M. Daschbach dkk., ditemukan bahwa 30 persen subjek dari 120 orang yang mereka teliti mengalami frustrasi dalam menggunakan mirror tracer.

  Gambar 2. Mirror Tracer

   Validitas dan Reliabilitas G.

  Validitas dapat diartikan sebagai gambaran seberapa jauh pengukuran yang dilakukan memang mengukur sesuai yang diukur (Kerlinger, 1990; http:/psikologistatistik.blogspot.com). Penelitian ini menggunakan validitas isi karena sebelum masuk dalam tahap uji coba, terlebih dahulu dilakukan pengujian berupa professional judgment, yaitu semua aitem dalam skala uji coba penelitian dikoreksi oleh peneliti yang sudah ahli, dalam hal ini adalah dosen pembimbing, untuk memastikan item-item tersebut sudah mencakup keseluruhan obyek yang hendak diukur.

  Proses seleksi item-item pada tahap ujicoba juga menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for Windows dengan cara menghitung korelasi antara skor subjek pada item yang bersangkutan dengan skor total tes (korelasi item-total / parameter daya beda aitem). Besar koefisien korelasi bergerak dari 0,00-1,00 dengan tanda positif atau negatif. Sebagai dasar pemilihan item berdasar korelasi item total biasanya menggunakan batasan rix  0,3 tetapi juga bisa diturunkan

  

  menjadi 0,25 sehingga jumlah item lolos yang diinginkan bisa tercapai (Azwar,1999).

  Proses pemilihan foto yang memiliki konten agresivitas dilaksanakan dengan menggunakan metode professional judgment. 30 foto yang telah dipilih oleh peneliti disajikan kepada 5 orang dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yaitu: Agnes Indar Etikawati, S.Psi., Psi., M.Psi., Dra. Lusia Darmanastiti, M.S. Carolus Wijoyo Adinugroho, S.Psi., Siswa Widyatmoko, S.Psi., dan Silvia Carolina, S.Psi., M.Si.. Para dosen diminta untuk mengurutkan ketigapuluh foto tersebut mulai dari yang paling agresif hingga yang paling tidak agresif. Foto pada urutan pertama mendapat skor 1 dan foto urutan terakhir mendapat skor 30. Rentang skor foto bergerak dari 1 sampai 30. Semakin kecil skor foto berarti foto semakin agresif. Sebaliknya, semakin besar skor foto berarti foto semakin tidak agresif. 10 foto yang memiliki skor rerata tertinggi dipergunakan dalam penelitian.

  Penghitungan reliabilitas alat ukur menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Reliabilitas sebenarnya mengacu pada keterpercayaan hasil ukur. Keterpercayaan di sini adalah seberapa besar kita dapat mempercayai hasil tes yang didapatkan, atau seberapa besar tingkat kesalahan yang muncul ketika seseorang mengerjakan suatu tes (Santoso, 2007). Perhitungan reliabilitas dengan menggunakan teknik pendekatan konsistensi internal koefisien reliabilitas alpha cronbach yang diperoleh lewat penyajian satu bentuk skala yang dikenakan sekali saja pada sekelompok responden (Azwar, 1999). Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas rix yang angkanya berkisar dari 0,00-1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitasnya, berarti semakin tinggi pula kepercayaan hasil pengukuran alat tersebut bagi kelompok subjek yang diteliti.

   Uji Coba Alat Ukur Penelitian 1.

  Sebelum melaksanakan penelitian, eksperimenter terlebih dahulu melakukan ujicoba terhadap alat ukur yang dibuat sebelum mengadakan penelitian yang sesungguhnya. Ujicoba alat ukur ini bertujuan untuk melihat reliabilitas alat ukur penelitian dan item-item yang benar-benar dapat membedakan sikap subjek penelitian terhadap variabel yang ingin diteliti. Validitas alat ukur penelitian ini dilakukan dengan membandingkan alat ukur penelitian dengan alat ukur kecenderungan berperilaku agresif yang dibuat oleh Saad (2002) serta menggunakan metode professional judgement oleh dosen pembimbing.

  Alat ukur yang diujicobakan terdiri dari dua buah skala. Skala pertama adalah alat ukur kecenderungan berperilaku agresif yang akan dipergunakan sebagai alat ukur pretest. Alat ukur ini dikodekan dengan nama Skala P1. Skala kedua adalah alat ukur kecenderungan berperilaku agresif yang akan dipergunakan sebagai alat ukur posttest. Alat ukur ini dikodekan dengan nama Skala P2. Kedua alat ukur tersebut dibangun berdasarkan pada bentuk-bentuk agresif menurut Buss. Mengingat desain penelitian yang dipergunakan adalah pretest-posttest design maka penelitian ini menggunakan dua alat ukur yang memiliki karakteristik yang sama namun memiliki item yang berbeda. Langkah ini diambil untuk menghindari munculnya kesalahan penelitian berupa munculnya

  Ujicoba alat ukur dilaksanakan dengan merangkai skala dalam bentuk buku dan diberikan kepada 50 orang responden tiap skalanya.

  Mereka diminta untuk mengisi skala yang telah dipersiapkan. Keseratus orang tersebut dipilih dengan acak oleh peneliti dengan batasan usia 18- 30 tahun. Data yang didapatkan kemudian dianalisis oleh peneliti untuk menentukan reliabilitas alat ukur dan menentukan item-item yang sahih.

   Hasil Ujicoba Alat Ukur Penelitian 2.

  Berikut ini akan disajikan hasil ujicoba alat ukur penelitian yaitu Skala P1 dan Skala P2:

a. Skala Pretest (Skala P1) 1) Seleksi Item Skala Pretest (Skala P1)

  Data yang diperoleh kemudian diolah untuk menyeleksi item dengan menggunakan SPSS 17.0. Proses yang dilakukan ialah mengukur korelasi antara item dengan skor total (rix) yang bertujuan untuk memperlihatkan kesesuaian fungsi item dengan skala dalam mengungkap perbedaan individual. Dari komputasi diketahui bahwa indeks diskriminasi item mempunyai rentang -0,329 sampai 0,659. Batasan indeks daya diskriminasi dalam penelitian ini adalah 0,3. Melalui dua kali proses seleksi item, maka dapat diketahui bahwa terdapat 20 item yang gugur dan 20 item yang sahih. Item-item yang gugur

  31, 36, 37, 39, dan 40. Jumlah item yang sahih belum memenuhi target jumlah item yang akan dipergunakan dalam penelitian yaitu 25 item, oleh karena itu 5 item yang memiliki indeks daya diskriminasi >0,25 diperbaiki untuk dipergunakan dalam alat ukur penelitian. Kelima item itu ialah item 24, 25, 30, 36, dan 37.

  6

  8 Verbal, Pasif, Tak Langsung 24,37 (0)

  5

  7 Verbal, Pasif,Langsung 6,12,18,30,36 (0)

  5

  6 Verbal, Aktif, Tak Langsung 5,11,17,29,35 (4)

  7

  (5)

  5 Verbal, Aktif,Langsung 4,10,16,23,28,34,39

  4 Fisik, Pasif, Tak Langsung 3,9,15,22,27,40 (0)

  Tabel 2 Persebaran Butir Item Skala Pretest (Skala P1) Pada Saat Ujicoba No. Aspek Nomor Item Jumlah

  2

  (2)

  3 Fisik, Pasif,Langsung 21,33

  6

  (5)

  2 Fisik, Aktif, Tak Langsung 2,8,14,20,26,32

  7

  (4)

  1 Fisik, Aktif,Langsung 1,7,13,19,25,31,38

  2 Jumlah 40 Angka yang dicetak tebal menunjukkan item-item yang gugur Angka yang berada dalam tanda kurung menunjukkan jumlah item yang sahih

   Reliabilitas Skala Pretest (Skala P1) 2)

  Reliabilitas Skala Pretest Kecenderungan Berperilaku Agresif (Skala P1) dihitung dengan menggunakan SPSS 17.0.

  Komputasi ini menghasilkan reliabilitas alpha ( α) cronbach sebesar 0,901 . Koefisien reliabilitas sebesar 0,901 menurut Azwar (1999) dapat diartikan sebagai hubungan yang tidak diketahui (skor murni). Koefisien reliabilitas 0,901 berarti variasi yang tampak pada skor skala tersebut mampu mencerminkan 90,1% dari variasi yang terjadi pada skor murni kelompok subjek yang tampak. Sehingga dapat diketahui pula bahwa 9,9% dari perbedaan skor yang tampak disebabkan oleh variasi error atau kesalahan pengukuran. Perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

b. Skala Posttest (Skala P2) 1) Seleksi Item Skala Posttest (Skala P2)

  Data yang diperoleh kemudian diolah untuk menyeleksi item dengan menggunakan SPSS 17.0. Proses yang dilakukan ialah mengukur korelasi antara item dengan skor total (rix) yang bertujuan untuk memperlihatkan kesesuaian fungsi item dengan skala dalam mengungkap perbedaan individual. Dari komputasi diketahui bahwa indeks diskriminasi item diskriminasi dalam penelitian ini adalah 0,3. Melalui tiga kali proses seleksi item, maka dapat diketahui bahwa terdapat 16 item yang gugur dan 24 item yang sahih. Item-item yang gugur adalah item 40, 39, 38, 37, 24, 22, 19, 18, 15, 12, 9, 7, 6, 5, 3, dan 1. Jumlah item yang sahih belum memenuhi target jumlah item yang akan dipergunakan dalam penelitian yaitu 25 item, oleh karena itu 1 item yang memiliki indeks daya diskriminasi >0,25 diperbaiki untuk dipergunakan dalam alat ukur penelitian. Item itu ialah item 12.

  Tabel 3 Persebaran Butir Item Skala Posttest (Skala P2) Pada Saat Ujicoba No. Aspek Nomor Item Jumlah Fisik, 1,7,13,19,25,31,38

  1

  7 Aktif,Langsung (3) Fisik, Aktif, Tak 2,8,14,20,26,32

  2

  6 Langsung (5) Fisik, 21,33

  3

  2 Pasif,Langsung (2) Fisik, Pasif, Tak 3,9,15,22,27,40

  4

  6 Langsung (1) Verbal, 4,10,16,23,28,34,39

  5

  7 Aktif,Langsung (6) Verbal, Aktif, Tak 5,11,17,29,35

  6

  5 Langsung (4) Verbal, 6,12,18,30,36

  7

  5 Pasif,Langsung (3)

Verbal, Pasif, Tak 24,37

  8

  2 Langsung (0) Jumlah 40

   Angka yang dicetak tebal menunjukkan item-item yang gugur Angka yang berada dalam tanda kurung menunjukkan jumlah item yang sahih

   Reliabilitas Skala Posttest (Skala P2) 2)

  Reliabilitas Skala Pretest Kecenderungan Berperilaku Agresif (Skala P2) dihitung dengan menggunakan SPSS 17.0.

  Komputasi ini menghasilkan reliabilitas alpha ( α) cronbach sebesar 0,915 . Koefisien reliabilitas sebesar 0,915 menurut Azwar (1999) dapat diartikan sebagai hubungan yang tidak diketahui (skor murni). Koefisien reliabilitas 0,915 berarti variasi yang tampak pada skor skala tersebut mampu mencerminkan 91,5% dari variasi yang terjadi pada skor murni kelompok subjek yang tampak. Sehingga dapat diketahui pula bahwa 8,5% dari perbedaan skor yang tampak disebabkan oleh variasi error atau kesalahan pengukuran. Perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

   Uji Korelasional Skor Pretest dan Skor Posttest 3.

  Uji korelasional antar skor pretest dan skor posttest dilaksanakan untuk mengetahui apakah alat ukur pretest kecenderungan berperilaku agresif dan posttest kecenderungan berperilaku agresif merupakan alat ukur yang paralel.

  Hasil pengujian korelasi antara skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol adalah sebagai berikut :

  Tabel 4 Hasil Uji Independent-Samples T Test Pretest Posttest ** Kontrol Kontrol Pretest Pearson Correlation

  1 .874 Kontrol Sig. (2-tailed) .000 ** N

  25

  25 Posttest Pearson Correlation .874

  1 Kontrol Sig. (2-tailed) .000 N

  25

  25 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Berdasarkan tabel diatas didapatkan korelasi sebesar 0,874 pada taraf signifikasi 0,000 (p<0,01) hal ini berarti skor pretest dan skor posttest kelompok kontrol memiliki hubungan yang linear. Dengan demikian alat ukur pretest dan postest paralel.

4. Seleksi Alat Penelitian

  Alat penelitian dalam penelitian ini adalah sepuluh buah foto yang terseleksi dari 30 foto. Foto-foto tersebut dikodekan dengan kode F1 hingga F30. Keseluruhan foto dapat dilihat pada lampiran.

  Metode seleksi foto menggunakan metode professional judgement.

  Lima orang Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma diminta untuk mengurutkan ke-30 foto yang telah dipersiapkan oleh eksperimenter mulai dari yang memiliki konten paling agresif hingga Foto yang berada pada urutan pertama mendapatkan skor 1 dan foto yang berada pada urutan terakhir mendapatkan skor 30. Dengan demikian, skor foto bergerak dari 1 hingga 30. Foto yang dipergunakan dalam penelitian adalah 10 foto yang memiliki skor rata-rata terendah.

  Hasil perhitungan yang diperoleh untuk 10 foto yang akan dipergunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

  45

  8

  5

  10

  11

  13 47 9,4 F 27

  9 F 6 9 5 9 11

  16 41 8,2 F 22 7 7 10 4 17

  Tabel 5 Hasil Seleksi Foto Alat Penelitian Kode Foto A B C D E Skor Total Rata-rata F 1 3 8 7 2 5

  3

  4

  13

  5

  5 8 6 3 1 15 33 6,6 F 4 2 3 2 29 1 37 7,4 F 24

  5 F 3 1 1 1 21 2 26 5,2 F 26 4 4 6 14 3 31 6,2 F

  25

  14 48 9,6 F 23 6 14 11 12 9 62 12,4 Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

   Prosedur Eksperimen H.

  Prosedur eksperimen dibagi menjadi 7 tahapan pada kelompok Perlakuan dan 5 tahapan pada kelompok kontrol. Perbedaan tahapan terletak pada tidak adanya pemberian perlakuan dan debriefing pada kelompok kontrol.

1. Pengantar Penelitian

  Pengantar penelitian dibagi menjadi 4 tahap. Tahapan pertama adalah perkenalan Peneliti, Asisten Peneliti, dan Supervisor Peneliti Tahapan kedua ialah penjelasan mengenai tujuan penelitian dan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani proses eksperimen. Pada tahap ketiga, peserta eksperimen diberikan informasi berkaitan dengan tahapan prosedur eksperimen yang akan dijalani dan informed concern. Tahapan Keempat adalah penandatangan surat keterangan yang menyatakan kemauan untuk terlibat dalam proses eksperimen. Tahapan kelima adalah membagi subjek kedalam dua kelompok kecil secara acak menggunakan program komputer berbasis Javascript Math-Random untuk menjalani proses eksperimen. Proses pengantar penelitian ini dilaksanakan oleh Peneliti.

   Pengontrolan Kondisi Awal 2.

  Pelaksanaan pengontrolan kondisi awal subjek menggunakan alat penelitian Mirror Tracer dilaksanakan oleh tiga orang asisten yaitu ; Bramamanto Ranggamukti, Esti Wahyuningrum, S.Psi., dan Stefanus Sarjana Psikologi atau Mahasiswa Psikologi yang telah mengambil matakuliah psikologi eksperimen.

  Mirror Tracer

  disajikan menggunakan prosedur sebagai berikut:

  a. Pembukaan Asisten menyapa dan mempersilahkan subjek penelitian untuk duduk. Contohnya : “Selamat siang, terimakasih telah bersedia mengikuti penelitian ini. Silahkan duduk!”. Setelah menyapa dan mempersilahkan subjek penelitian untuk duduk, asisten kemudian menjelaskan secara singkat tentang tahapan penelitian ini. Contohnya : “Anda diminta untuk melaksanakan aktivitas menggunakan instrumen yang ada di depan anda. Anda akan melaksanakan tiga tahapan aktivitas.

  Mohon perhatikan setiap instruksi yang saya berikan dan jalankan aktivitas sesuai dengan instruksi yang saya berikan ”.

  Instuksi Pertama b.

  Pada aktivitas yang pertama ini, subjek penelitian diminta untuk membuat garis di dalam bidang gambar berupa bintang bersudut enam dengan berpanduan pada tampilan gambar yang terpantul di cermin. Subjek penelitian melaksanakan aktivitas tersebut menggunakan tangan yang biasa dipergunakan (preferred hand). Pelaksanaan aktivitas ini tidak dibatasi oleh waktu. Tahap ini selesai apabila subjek telah menyelesaikan tugas yang diberikan.

  Instruksi yang disampaikan oleh asisten adalah sebagai berikut : “Anda diminta untuk membuat garis diantara garis tebal yang membentuk bidang gambar berupa bintang bersudut enam. Usahakan untuk tidak menyentuh garis tebal yang membentuk bidang gambar berupa bintang bersudut enam. Anda dilarang untuk melihat secara langsung bidang gambar tersebut, anda hanya diperkenankan untuk melihat cermin sebagai panduan anda. Tidak ada batasan waktu untuk aktivitas ini. Silahkan pergunakan tangan yang biasa anda pergunakan. Silahkan bertanya jika ada instruksi yang kurang jelas.” Ketika instruksi diberikan, asisten dapat memberikan contoh pada subjek penelitian.

  Instruksi Kedua c.

  Pada aktivitas yang kedua ini, subjek penelitian diminta untuk membuat garis di dalam bidang gambar berupa bintang bersudut enam dengan berpanduan pada tampilan gambar yang terpantul di cermin. Subjek penelitian melaksanakan aktivitas tersebut menggunakan tangan yang tidak biasa dipergunakan (non-preferred hand). Pelaksanaan aktivitas ini tidak dibatasi oleh waktu. Tahap ini selesai apabila subjek telah menyelesaikan tugas yang diberikan.

  Instruksi yang disampaikan oleh asisten adalah sebagai berikut : “Anda diminta untuk membuat garis diantara garis tebal yang membentuk bidang gambar berupa bintang bersudut enam. Usahakan berupa bintang bersudut enam. Anda dilarang untuk melihat secara langsung bidang gambar tersebut, anda hanya diperkenankan untuk melihat cermin sebagai panduan anda. Tidak ada batasan waktu untuk aktivitas ini. Silahkan pergunakan tangan yang tidak biasa anda pergunakan. Silahkan bertanya jika ada instruksi yang kurang jelas.”

  Instruksi Ketiga d.

  Pada aktivitas yang ketiga ini, subjek penelitian diminta untuk membuat garis di dalam bidang gambar berupa bintang bersudut enam dengan berpanduan pada tampilan gambar yang terpantul di cermin. Subjek penelitian melaksanakan aktivitas tersebut menggunakan tangan yang tidak biasa dipergunakan (non-preferred hand). Pelaksanaan aktivitas ini dibatasi oleh waktu. Batasan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan aktivitas ini adalah satu menit. Tahap ini dihentikan apabila waktu yang diberikan telah habis.

  Instruksi yang disampaikan oleh asisten adalah sebagai berikut : “Anda diminta untuk membuat garis diantara garis tebal yang membentuk bidang gambar berupa bintang bersudut enam. Usahakan untuk tidak menyentuh garis tebal yang membentuk bidang gambar berupa bintang bersudut enam. Anda dilarang untuk melihat secara langsung bidang gambar tersebut, anda hanya diperkenankan untuk melihat cermin sebagai panduan anda. Waktu anda untuk menyelesaikan aktivitas ini adalah satu menit. Setelah waktu habis, saya akan berkata stop dan anda diminta untuk menghentikan aktivitas anda. Usahakan untuk menyelesaikan tugas sebelum waktu yang diberikan habis. Silahkan pergunakan tangan yang tidak biasa anda pergunakan. Silahkan bertanya jika ada instruksi yang kurang jelas.” e.

  Penutup Setelah menyelesaikan rangkaian aktivitas dengan Mirror Tracer, asisten mengucapkan terimakasih dan mempersilahkan subjek penelitian menuju ke tahapan eksperimen selanjutnya.

3. Pretest

  Penyajian pretest dilaksanakan oleh 2 orang asisten yaitu Zakarias Andrianto dan Pasifikus Christa Wijaya, S.Psi.. Kualifikasi asisten yang diperlukan pada tahapan ini adalah Sarjana Psikologi atau Mahasiswa Psikologi yang telah mengambil matakuliah psikologi diagnostika.

  Pretest dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur kecenderungan berperilaku agresif berkode P1. Asisten menyajikan alat ukur yang telah dirangkai menjadi sebuah buku kemudian menjelaskan petunjuk pengerjaan kepada subjek penelitian.

   Pemberian Perlakuan 4.

  Pemberian perlakuan dilaksanakan oleh tiga orang asisten yaitu Timotius Aditya Lodo Ratu, Yohanes Batista, dan Tristan S. Kualifikasi asisten yang diperlukan pada tahapan ini adalah Sarjana Psikologi atau Mahasiswa Psikologi yang telah mengambil matakuliah psikologi eksperimen.

  Foto yang dipergunakan sebagai perlakuan berjumlah 10 buah. Tiap foto disajikan selama 30 detik dan disajikan secara berurutan mulai dari foto dengan konten agresif paling lemah hingga foto dengan konten agresif paling kuat.

  Instruksi yang disampaikan asisten sebagai penjelasan umum adalah sebagai berikut : “Terimakasih telah bersedia mengikuti penelitian eksperimen ini. Pada tahap ini akan disajikan 10 foto. Anda diminta untuk melihat dan memperhatikan foto tersebut. Setiap foto akan disajikan selama 30 detik.”. Instruksi yang disampaikan asisten ketika menyajikan foto adalah sebagai berikut : “Ini adalah foto pertama (kedua, dan seterusnya). Anda diminta untuk melihat dan memperhatikan foto ini. Bayangkan anda berada dalam situasi tersebut.”.

  Pada kelompok kontrol, perlakuan berupa penyajian foto tidak diberikan. Subjek penelitian pada kelompok kontrol diminta untuk menunggu selama kurang lebih lima menit sebelum melaksanakan

   Posttest 5.

  Penyajian posttest dilaksanakan oleh 2 orang asisten yaitu Zakarias Andrianto dan Pasifikus Christa Wijaya, S.Psi.. Kualifikasi asisten yang diperlukan pada tahapan ini adalah Sarjana Psikologi atau Mahasiswa Psikologi yang telah mengambil matakuliah psikologi diagnostika.

  Posttest dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur kecenderungan berperilaku agresif berkode P2. Asisten menyajikan alat ukur yang telah dirangkai menjadi sebuah buku kemudian menjelaskan petunjuk pengerjaan kepada subjek penelitian.

6. Debriefing dan Relaksasi

  Pelaksanaan debriefing dan relaksasi subjek dilaksanakan oleh satu orang asisten yaitu Yasinta Astin Sokang, S.Psi.. Kualifikasi asisten yang diperlukan pada tahapan ini adalah Mahasiswa S2 Psikologi yang telah mengambil fokus pada Psikologi Klinis.

  Debriefing dilaksanakan dengan memberikan counter-feedback.

  Proses counter-feedback dilaksanakan dengan teknik wawancara. Asisten menanyakan mengenai perasaan subjek penelitian setelah melihat foto dengan konten agresif. Subjek diminta untuk mengutarakan apa saja yang subjek rasakan. Apabila subjek mengungkapkan perasaan tidak nyaman atau perasaan terganggu, asisten memberikan counter-feedback.

  Relaksasi yang dipergunakan untuk mengurangi perasaan tidak menyenangkan yang dialami subjek penelitian adalah Progressive

  Relaxation.

  Relaksasi ini menekankan pada peregangan dan pelemasan otot serta pengaturan pernafasan.

7. Penutup

  Setelah melalui rangkaian proses eksperimen, subjek penelitian dipersilahkan untuk menikmati sajian yang telah dipersiapkan oleh peneliti dan mengambil reward yang telah dipersiapkan oleh peneliti.

I. Analisis Data Penelitian

1. Analisis Independent Samples T-test

  Analisis Independent Samples T-test digunakan untuk membandingkan gain score.

  Pengujian dilaksanakan dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0

  for Windows

  dengan Independent Samples T Test. Hipotesis ditolak apabila didapatkan harga t dengan taraf signifikansi p>0,05. Tetapi hipotesis diterima apabila didapatkan harga t dengan taraf signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05.

   Persiapan Penelitian J. Perijinan 1.

  Perijinan dilakukan untuk beberapa kepentingan yaitu peminjaman ruangan observasi dan psikologi umum serta peminjaman peralatan penelitian. Psikologi. Izin diajukan pada hari Selasa tanggal 28 Juni 2011. Izin pemimjaman ruang diberikan untuk tanggal 29 Juni 2011 hingga 1 Juli 2011.

  Perijinan yang kedua adalah peminjaman alat penelitian Mirror Tracer dan perlengkapan penelitian. Izin peminjaman diajukan kepada pihak Laboratorium Psikologi. Jumlah alat yang dipinjam antara lain adalah 3 buah

  Mirror Tracer dan 3 buah Stopwatch.

   Persiapan Ruang Eksperimen 2.

  Persiapan Ruang dilaksanakan pada Hari Rabu 29 juni 2011. Ruangan yang dipersiapkan terdiri dari 3 ruangan yaitu Ruangan Observasi 1, Ruangan Observasi 2, dan Ruangan Psikologi Umum. Ruangan Observasi 1 dipergunakan sebagai ruangan untuk kelompok eksperimen. Ruangan kelompok eksperimen ini dibagi menjadi 3 area yaitu area skala, area Mirror

  Tracer

  , dan area perlakuan. Area skala dipergunakan untuk melaksanakan prosedur pretest dan posttest menggunakan skala kecenderungan berperilaku agresif. Area Mirror Tracer, dipergunakan untuk melaksanakan prosedur pengontrolan kondisi awal. Area perlakuan dipergunakan untuk melaksanakan prosedur perlakuan berupa penyajian foto dengan konten agresif. Tata ruang yang direncanakan untuk ruangan kelompok eksperimen adalah sebagai berikut : me den dan nya rua

  Ga

  Ruang elaksanakan ngan meng n sofa. Pen aman kepa angan kelom

  ambar 3. T

  gan Obser n prosedur gunakan fa nyejuk ruan ada subjek mpok ekspe

  Tata ruang

  rvasi 2 d

  debriefing

  asilitas yang ngan dan s penelitian rimen adala

  untuk Rua

  dipergunaka dan relaks g telah ters sofa diperg

  . Tata rua ah sebagai b

  angan Eksp

  an sebaga sasi. Ruang sedia sepert gunakan me ang yang d berikut :

  perimen.

  ai ruangan an ini dipe ti penyejuk emberikan direncanaka n untuk ersiapkan ruangan perasaan an untuk

  Gambar 4. Tata ru ang untuk Ruangan D Debriefing dan Relaks sasi.

  Ruang gan kelompo ok kontrol i ini dibagi m menjadi 2 a area yaitu ar rea skala

  irror Trace er

  dan n area Mi . Area s kala diperg gunakan un ntuk melak ksanakan pro osedur prete est dan pos sttest mengg gunakan sk kala kecende erungan ber rperilaku agr resif. Area Mirror T Tracer dipe ergunakan u untuk mela aksanakan prosedur pen ngontrolan kondisi aw wal. Tata r ruang yang g direncana akan untuk ruangan kel lompok kon ntrol adalah sebagai ber rikut :

  Gambar 5. . Tata ruan ng untuk R Ruangan Ko ontrol. Pe 3. rsiapan Su ubjek Penel litian

  Cara m mendapatka an subjek p penelitian u untuk ekspe erimen dilak ksanakan den ngan mem asang peng gumuman di situs je ejaring sosi ial Faceboo ok milik BE EMF Psikol logi Univer sitas Sanata a Dharma d dan mempro omosikan p penelitian pad da beberapa a komunitas s mahasiswa a Psikologi Universitas s Sanata Dh harma.

  Sebelu um mengik kuti peneli itian, subje ek terlebih h dahulu d diberikan

  ormed Cons sent med Consen t

  dok kumen Info . Dokum men Inform sebagai sa alah satu tan nggungjawa ab etis pen neliti kepad da subjek penelitian. Isi dari d dokumen ter rsebut adal lah penjela asan umum m mengen nai peneliti ian melipu uti judul pen nelitian, tuj juan peneli itian, prose edur eksper rimen, dan waktu eks sperimen.

  Sel lain berisi penjelasan n umum, d dokumen i ni juga m memaparkan n tentang kem mungkinan resiko, ja aminan ker rahasiaan, hak untuk berpartisip pasi dan mengundurkan diri. Setelah memahami keseluruhan isi dokumen Informed

  Consent , subjek penelitian diminta untuk mengisi dan menandatangani surat

  kesediaan mengikuti penelitian. Detil dari dokumen Informed Consent dan surat kesediaan mengikuti penelitian dapat dilihat di lampiran.

4. Jadwal Penelitian

  Jadwal dari penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  Tabel 6 Jadwal Penelitian

No. Waktu Pelaksanaan Tempat Jumlah Keterangan

Subjek

  

1. 16-22 Mei 2011 Beragam 50 orang Ujicoba alat ukur

penelitian.

  2.

  

30 Juni 2011 Ruang Observasi, 50 orang Penelitian

10.00 – 15.00 Ruang Psikologi Eksperimen Umum

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2011 pukul

  10.00 sampai dengan pukul 16.00 di Ruang Observasi dan Ruang Psikologi Umum, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma. Subjek penelitian yang turut serta dalam penelitian berjumlah 50 orang.

  Pada saat penelitian, tidak semua subjek datang tepat waktu sehingga menyulitkan proses random assignment. Eksperimenter mengatasi hal tersebut dengan cara membuat daftar nomor dari 1 hingga 50 dan mengacaknya menggunakan program komputer berbasis Javascript Math-Random yang disediakan di situs internet www.randomizer.org. Nomor 1 hingga 50 dimaksudkan sebagai nomor urutan kehadiran.

  Setelah proses random assignment dilaksanakan, subjek penelitian dipersilahkan masuk ke ruang penelitian eksperimen untuk menjalani prosedur penelitian. Penelitian berjalan dengan lancar meskipun waktu pelaksanaan berjalan lebih lama dari yang telah direncanakan karena subjek penelitian membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menyelesaikan aktivitas Mirror Tracer .

   Deskripsi Subyek Penelitian dan Data Penelitian B. Subyek Penelitian 1.

  Subjek penelitian yang dapat terlibat dalam penelitian ini adalah orang yang berusia 18 hingga 30 tahun. Karakteristik usia tersebut diambil karena usia 18 hingga 30 tahun memiliki akses ke berbagai media yang memiliki konten agresif.

  Karakteristik subjek penelitian yang turut serta dalam penelitian adalah sebagai berikut:

  Tabel 7 Karakteristik Subjek Penelitian JUMLAH JENIS USIA SAMPEL KELAMIN 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 L P

  50 27 23 3 2 0 7 4 6 8 11 0 4 5 0 0 Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang dan perempuan sebanyak 23 orang. Rentang usia subjek dari 18 sampai 28 tahun .

   Data Penelitian 2.

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat 4 data penelitian yaitu data kecenderungan berperilaku agresif pretest kelompok eksperimen (pretest2), kecenderungan berperilaku agresif pretest kelompok kontrol (pretest1), kecenderungan berperilaku agresif posttest kelompok eksperimen (posttest2), dan kecenderungan berperilaku agresif posttest kelompok kontrol (posttest1),. Keempat data tersebut akan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif statistik untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai data penelitian. Selanjutnya, data kuantitatif yang diperoleh akan diinterpretasi secara kualitatif dengan cara membandingkan mean empiris dan mean teoritis menurut Azwar (1999).

a. Pretest Kelompok Kontrol & Kelompok Eksperimen

  Data pretest kecenderungan berperilaku agresif kelompok kontrol yang dikumpulkan diperoleh skor antara 16-34. Harga rata-rata skor adalah 24,16 dengan standar deviasi 4,200 dan variansi 17,640. Sedangkan data pretest kecenderungan berperilaku agresif kelompok eksperimen yang dikumpulkan diperoleh skor antara 15-40. Harga rata- rata skor adalah 24,08 dengan standar deviasi 6,95773 dan variansi 48,410.

  

Tabel 8

Rangkuman Data Pretest Kelompok Kontrol & Eksperimen

Data N Rata- Standar Variansi Skor Skor Mean Mean

  Difference rata Deviasi Minimal Maksimal Hipotesis

  Kontrol 25 24,16 4,200 17,640

  16

  34 25 -0,84000 Eksperimen 25 24,08 6,95773 48,410

  

15

  40 25 -0,92000

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mean empiris pretest kecenderungan berperilaku agresif kelompok kontrol dan eksperimen lebih kecil daripada mean teoritis dengan nilai perbedaan mean sebesar -0,84000 dan -0,92000 . Hal ini berarti tingkat kecenderungan berperilaku agresif pada pretest kelompok kontrol dan eksperimen relatif rendah.

b. Posttest Kelompok Kontrol & Kelompok Eksperimen

  Data posttest kecenderungan berperilaku agresif kelompok kontrol yang dikumpulkan diperoleh skor antara 13-38. Harga rata-rata skor adalah 23,52 dengan standar deviasi 6,063 dan variansi 36,760. Sedangkan data posttest kecenderungan berperilaku agresif kelompok eksperimen yang dikumpulkan diperoleh skor antara 18-41. Harga rata- rata skor adalah 28,08 dengan standar deviasi 7,01736 dan variansi 49,243.

  

Tabel 9

Rangkuman Data Posttest Kelompok Kontrol

Data N Rata- Standar Variansi Skor Skor Mean Mean rata Deviasi Minimal Maksimal Hipotesis Difference

  Kontrol 25 23,52 6,063 36,760 38 25 -1,48000

  13 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mean empiris posttest kecenderungan berperilaku agresif kelompok kontrol lebih kecil daripada mean teoritis dengan nilai perbedaan mean sebesar -1,48000. Hal ini berarti tingkat kecenderungan berperilaku agresif pada posttest kelompok kontrol relatif rendah.

  Pada kelompok eksperimen, mean empiris posttest kecenderungan berperilaku agresif lebih besar daripada mean teoritis dengan nilai perbedaan mean sebesar 3,08000. Hal ini berarti tingkat kecenderungan berperilaku agresif pada posttest kelompok eksperimen relatif tinggi.

   Uji Asumsi Statistik C. Uji Normalitas 1.

  Perhitungan normalitas sebaran dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows dengan teknik One Sample Kolmogorov- Smirnov. Dasar penentuan normal tidaknya data dengan menggunakan signifikasi p lebih kecil daripada 0,1 maka dapat disimpulkan data yang dihitung mempunyai sebaran yang tidak normal. Apabila signifikasi p lebih besar dari 0,1 maka dapat disimpulkan data yang sedang dihitung memiliki sebaran data yang normal.

  Tabel 10

  Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Data Statistik Sign.

  Pretest Kelompok Kontrol 0,682 0,740 Posttest Kelompok Kontrol 0,742 0,640 Pretest Kelompok Eksperimen 0,837 0,485 Posttest Kelompok Eksperimen 0,883 0,417

  Gain Score

  1,561 0,150 Uji normalitas pretest kelompok kontrol didapatkan p sebesar 0,740 (p>0,1) dan posttest kelompok kontrol didapatkan p sebesar 0,640 (p>0,1).

  Uji normalitas pretest kelompok eksperimen didapatkan p sebesar 0,485 (p>0,1) dan posttest kelompok eksperimen didapatkan p sebesar 0,417 (p>0,1). Uji normalitas pada gain score didapatkan p sebesar 0,150 (p>0,1). Hal ini menunjukkan bahwa data kelompok kontrol dan eksperimen memiliki sebaran yang normal.

   Uji Homogenitas 2.

  Pengujian homogenitas pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows dengan Levene’s Test for Equality of Variances yang dikenakan pada data skor perolehan atau Gain Score (skor posttest- skor pretest). Dasar penentuan homogenitas varian adalah dengan memberi batasan pada besar taraf signifikasi yang didapatkan. Apabila taraf signifikasi (p) lebih kecil dari 0,05 maka variansinya tidak homogen. Tetapi apabila taraf signifikasi (p) yang didapat lebih besar dari 0,05 maka variansinya homogen.

  

Tabel 11

Uji Homogenitas

F Sig.

  10,151 0,003 Menurut tabel di atas dapat diketahui bahwa data tidak homogen karena diperoleh taraf signifikansi (p) 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan varian pada data. Meskipun salah satu syarat uji komparasi parametrik adalah data homogen, hal tersebut dapat diabaikan karena uji hipotesis Independent-Samples T Test di SPSS 17.0 for

  Windows

  menyertakan perhitungan untuk data yang tidak homogen (Equal

  Variances not Assumed ).

   Uji Hipotesis D.

  Analisis data penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah analisis uji beda antar pretest dan Independent-Samples T Test untuk membandingkan Gain Score.

   Analisis Uji Beda Antar Pretest 1.

  Uji beda antar pretest dilaksanakan untuk memastikan bahwa subjek dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada dalam kondisi yang sama atau tidak memiliki perbedaan. Uji beda dilaksanakan dengan

  Independent-Samples T Test

  . Pengujian dilaksanakan dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows dengan Independent

  Samples T Test

  . Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 12 Hasil Uji Beda Antar Pretest 24,26

  Mean Kontrol 24,04

  Mean Eksperimen 0,201 t

  0,512 p

  Berdasarkan hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa harga t yang diperoleh adalah 0,201 dengan taraf signifikansi 0,512 (p>0,05). Hal ini berarti skor pretest kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibanding skor pretest kelompok kontrol.

   Analisis Independent-Samples T Test 2.

  Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan Gain Score

  Analisis Independent-Samples T Test

  menggunakan . Pengujian dilaksanakan dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows dengan Independent Samples T Test. Hipotesis ditolak apabila didapatkan harga t dengan taraf signifikansi p>0,05. Tetapi hipotesis diterima apabila didapatkan harga t dengan taraf signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 13 Hasil Uji Independent-Samples T Test

  • 0,640

  Mean Kontrol 4,000

  Mean Eksperimen

  • 3.170

  t 0,003 p

  Berdasarkan hasil pengujian di atas dapat diketahui bahwa harga t yang diperoleh adalah -3,170 dengan taraf signifikansi 0,003. Hal ini berarti kelompok eksperimen memiliki perubahan yang signifikan dibanding kelompok kontrol. Hipotesis yang diajukan diterima yaitu foto dengan konten agresif sebagai priming effects memicu peningkatan kecenderungan berperilaku agresif.

  Selain itu, mean untuk kelompok kontrol lebih rendah daripada mean kelompok eksperimen ( -0,640<4,0) . Hal ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki perubahan yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.

   Analisis Kovarians 3.

  Analisis Kovarians dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan analisis General Linear Model Univariate dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows.

  Analisis Kovarians yang dilaksanakan didapatkan nilai F sebesar 7, 440 pada taraf signifikasi p<0,01. Hal ini berarti terdapat perbedaan kecenderungan berperilaku agresif pada kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Sumbangan efektif perlakuan terhadap peningkatan kecenderungan berperilaku agresif adalah 7,1 %. Hasil perhitungan disajikan pada tabel dibawah ini.

  Tabel 14 Hasil Analisis Kovarians B. Pembahasan

  Pada uji hipotesis yang telah dilaksanakan, dinyatakan bahwa foto dengan konten agresif mempengaruhi kecenderungan berperilaku agresif. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan dapat diterima. Hasil penelitian ini menguatkan pendapat yang diungkapkan oleh Baron dan Byrne (1991), bahwa ekspos media yang memiliki konten kekerasan akan mampu memunculkan pemikiran dan perasaan agresif dalam individu. Foto dengan konten agresif sebagai Priming dalam penelitian ini membuat subjek penelitian mudah mengakses konstruk

  Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig. Partial Eta Squared Corrected Model 942.948 a 2 471.474 23.100 .000 .323 Intercept 507.820 1 507.820 24.881 .000 .204 grup 151.853 1 151.853 7.440 .000 .071 posttest 941.738 1 941.738 46.140 .000 .322 Error 1979.802 97 20.410

  Total 61245.000 100 Corrected Total 2922.750 99 yang telah dilaksanakan oleh Berkowitz dan LePage (1967) yang mengadakan penelitian untuk menyoroti pentingnya stimulus agresif dalam memunculkan respon-respon agresif.

  Subjek yang mendapatkan perlakuan berupa penyajian foto dengan konten agresif memiliki kecenderungan berperilaku agresif yang lebih tinggi daripada subjek yang tidak mendapatkan perlakuan. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan besarnya mean empiris dan mean teoritis yang diperoleh pada tiap tes dengan menggunakan skala kecenderungan berperilaku agresif.

  Pada penelitian ini, rerata skor yang didapatkan subjek ketika tidak mendapatkan perlakuan berada dibawah rerata skor teoritis penelitian. Hal ini berarti kecenderungan berperilaku agresif subjek ketika tidak mendapat perlakuan relatif rendah. Sedangkan rerata skor subjek setelah mendapatkan perlakuan berada diatas rerata skor teoritis penelitian. Hal ini berarti kecenderungan berperilaku agresif pada subjek setelah mendapatkan perlakuan relatif tinggi. Berdasarkan fakta penelitian tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa perlakuan berupa penyajian foto dengan konten agresif memberikan pengaruh pada kecenderungan berperilaku agresif subjek penelitian. Hasil dari perbandingan mean empiris dan teoritis untuk menentukan relativitas tinggi- rendahnya kecenderungan berperilaku agresif disajikan dalam grafik di bawah ini.

  

Grafik 1

Perbandingan Mean Empiris dan mean Teoritis

  Berdasarkan hasil analisis Gain Score yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa pada kelompok eksperimen didapatkan skor Gain Score yang positif. Skor positif Gain Score mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan skor dari skor pretest pada kelompok eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa skor kecenderungan berperilaku agresif subjek penelitian di kelompok kontrol setelah mendapat perlakuan (posttest) lebih tinggi daripada skor kecenderungan berperilaku agresif sebelum mendapat perlakuan (pretest). Hasil ini menegaskan bahwa stimulus agresi yang diberikan pada subjek eksperimen dapat meningkatkan kecenderungan berperilaku agresif. Hasil ini juga menegaskan bahwa terdapat efek priming dalam penelitian ini. Mekanisme efek priming pada

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29 Kelompok   Kontrol Kelompok

    Eksperimen Mean  P1 Mean  P2 Mean  Teoritis penelitian ini dimulai ketika subjek penelitian dalam kondisi frustrasi-agresi (setelah melaksanakan tugas Mirror Tracer) mendapatkan stimulus eksternal berupa foto yang memiliki makna, konten, atau asosiasi agresif. Stimulus eksternal itu kemudian memicu munculnya pemikiran dan perasaan agresif yang didapatkan dari meningkatnya kemampuan mengakses konstruk mental agresif atau skema agresif atau skrip agresif. Sehingga ketika subjek penelitian dihadapkan pada stimulus lanjutan yaitu skala posttest kecenderungan berperilaku agresif yang secara ambigu memiliki kesamaan makna, konten, atau asosiasi agresif, maka subjek penelitian tersebut akan merespon stimulus lanjutan dengan pemikiran dan perasaan agresif.

  Uji hipotesis yang telah dilaksanakan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki perubahan yang signifikan dibanding kelompok kontrol. Hal ini berarti kecenderungan berperilaku agresif kelompok eksperimen mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan itu merupakan dampak dari pemberian perlakuan berupa foto sebagai stimulus agresi.

  Perubahan yang terjadi pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal ini berarti kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan memiliki perubahan skor pretest dan posstest yang lebih besar dan signifikan daripada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.

  Perubahan ini menunjukkan bahwa terdapat efek perlakuan pada kelompok eksperimen. Subjek pada kelompok eksperimen memiliki perubahan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat

  diketahui bahwa harga t yang diperoleh adalah -3,170 dengan taraf signifikansi 0,003 (p<0,05). Hal ini berarti kelompok eksperimen memiliki perubahan yang signifikan dibanding kelompok kontrol. Hipotesis yang diajukan diterima yaitu foto dengan konten agresif sebagai priming effects memicu peningkatan kecenderungan berperilaku agresif..

  Selain itu, mean untuk kelompok kontrol lebih rendah daripada

  • -0,640<4,0)

  mean kelompok eksperimen ( . Hal ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki perubahan yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.

B. Keterbatasan Penelitian

  Eksperimen yang telah dilaksanakan memiliki beberapa keterbatasan penelitian, antara lain :

1. Penelitian eksperimen ini tidak melakukan kontrol eksperimen yang ketat sehingga validitas internal penelitian dapat terpengaruh.

  2. Keterbatasan fasilitas penelitian seperti ruang penelitian, dan waktu penelitian menyebabkan adanya kemungkinan munculnya pengaruh pelaksanaan rangkaian prosedur pada kelompok eksperimen dilaksanakan pada satu ruangan sehingga dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman pada subyek penelitian. Waktu penelitian yang berjalan cukup lama juga dapat menyebabkan munculnya extraneous variable. Hal tersebut dapat terjadi karena subyek menunggu giliran sehingga membuat mereka menjadi gelisah bahkan mungkin muncul perasaan agresi karena lama menunggu.

C. Saran

  1. Saran berkait dengan manfaat penelitian bagi praktisi media

  Praktisi media yang berperanan dalam pemberian informasi pada masyarakat hendaknya memperhatikan konten yang akan dipublikasikan kepada masyarakat. Pembatasan dan penyaringan informasi diperlukan untuk menghindari terjadinya efek priming. Selain itu praktisi media dapat memberikan peringatan awal kepada konsumennya agar konsumennya memiliki pemahaman akan resiko yang mungkin muncul.

  2. Saran berkait dengan kelanjutan penelitian

  Penelitian lanjutan yang hendak meneliti tentang pengaruh priming

  effects

  terhadap kecenderungan berperilaku agresif disarankan untuk memperluas bahasan permasalahan mengingat adanya beragam variabel lain yang dapat mempengaruhi. Misalnya penggunaan stimulus berupa kata dengan asosiasi agresif atau menggunakan cerita dengan konten agresif. Selain penggunaan stimulus yang berbeda, dapat pula dilaksanakan penelitian dengan menganalisis peranan perbedaan gender.

  Penelitian lanjutan juga sebaiknya melaksanakan kontrol eksperimen yang ketat untuk meningkatkan validitas internal penelitian.

  

DAFTAR PUSTAKA

Ajidarma, Seno Gumira. (2002). Kisah Mata: Perbincangan tentang Ada.

  Yogyakarta: Galang Press. Alwisol. (2004). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Anderson, C.A., & Huesmann, L.R. (2003). Human aggression: A social-

cognitive view . Dalam M.A. Hogg & J. Cooper (Eds.), Handbook of

social psychology (pp. 296–323). London: Sage Publications.

  Apollo; Ancok, Djamaludin. (2003).Hubungan antara Intensitas MenontonTayangan Televisi Berisi Kekerasan, Persepsi terhadap Keharmonisan Keluarga, Jenis Kelamin, dan Tahap Perkembangan dengan Kecenderungan Agresivitas Remaja.

  Jurnal Sosiohumanika, volume 16A nomor 3, September 2003 .

  Halaman 529-544.

Azwar, Saifuddin. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Jakarta: Pustaka

Pelajar.

  Azwar, Saifuddin. (2004).Dasar-Dasar Psikometri. Yogyakarta. Pustaka Belajar. Azwar, Saifuddin.(2003). Sikap Manusia: Teori Dan Pengukurannya.

  Yogyakarta. Pustaka Belajar.

Bandura, A. (1983). Psychological Mechanism of Aggression. New York:

Academic Press.

  

Bandura, A., Ross, D., and Ross, S.A. (1963). Immitation of Film-mediated

Aggressive Models . Journal of Abnormal and Social Psychology.

Baron, R.A., and Byrne, D. (1991). Social Psychology. Boston: Allyn &

Bacon.

Baron, Robert A. and Deborah R. Richardson. (1994). Human Agression. New

York: Plenum Press.

Berkowitz, L, LePage, A. (1967). Weapon as Aggression-elicting Stimuli.

  Jounal of Social Psychology, 7, 202-207. Bjorkqvist,K.,Osterman,K.,Lagerspetz, (1994),Sex differences incovert

  aggression among adults .AggresiveBehavior,20: 27-33.

  Breakwell, Glynis M. (2002). Coping With Aggresive Behavior. Yogyakarta: Kanisius. Bushman, B.J. (1998). Priming Effect of Media Violence on The Accessibility of

  Aggressive Construct in Memory

  . Personality and Social Psychology Bulletin. Buss, A.H. (1961). The Psychology of Aggression. New York: Wiley. Chaplin, C. P. (1995). Kamus Lengkap Psikologi. Cetakan ketiga, diterjemahkan oleh Kartini Kartono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Dollard, J. (1939). Frustration And Aggression. New Haven: Yale University Press. Freud, S. (1920). Beyond The Pleasure Principle. New York : Bantam Books . Hakim, Lukman N. (2006). Pengaruh Media Terhadap Kognisi Anak. Diakses

  13 September 2007 dari http://psiko- indonesia.blogspot.com/2006/10/pengaruh-media-terhadap-kognisi- anak.html. Herbert, M. (1978). Conduct disorders of childhood and adolescence: A

  behavioral approach to assessment and treatment

  . Chichester, UK: Wiley. Johnson dan Medinnus (1974), Child Psychology Behavior and Development, New York: Wiley. Johnson, Brooks. (1989). Photography Speaks. Norflok: The Chrysler Museum. Knapp, Thomas R. and Schafer, William D. (2009). From Gain Score t to

  ANCOVA F (and vice versa)

  . Practical Assessment, Research &

  Evaluation , 14(6). Dalam http://pareonline.net/getvn.asp?v=14&n=6.

  Krahe, Barbara. (2005). Perilaku Agresif. Jakarta: Pustaka Pelajar. Lafayette Instrument Company. (2002). Mirror Tracer User Instruction. USA: Lafayette Instrument.

  Latipun. (2002). Psikologi Eksperimen. Malang: Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

  Jurnal Psikologi Insan . Fak Psikologi Universitas Padjajaran vol 12 no. 2.

  An Inquiry into Human Knowledges Structures

  Schank, R., and Abelson, R. (1977). Scripts, Plans, Goals, And Understanding :

  determinants of Emotional State . New York: Academic Press.

  Santrock, John,W. (2003). Psychology. Update Seventh Edition. New York. Mc Graw Hill Companies, Inc. Schachter, S. (1964). The Interaction of Cognitive and Psychological

  Jakarta . Yogyakarta: Galang Press.

  Reckless, Walter C. (1961). The Crime Problem. New York: Appleton-Century- Crofts. Saad, Hasballah M. (2003). Perkelahian Pelajar, Potret Siswa SMU di DKI

  New York : John Wiley and Sons. Oskamp, Stuart. (1991). Attitudes and Opinions. New Jersey: Prentice Hall. Pidada, U. (2003). Perbedaan Gender dalam Agresi Relasional pada anak-anak.

  Lee A. Becker. (1999). Analysis of Pretest and Posttest Scores with Gain Scores

  http://student.bus.olemiss.edu/files/conlon/Others/Camera/Online%20buy ers%27%20preferences/Mandel%20et%20al.%202003.pdf.

  Effects of Visual Primes on Experts and Novices . Dalam

  Mandel, N. and Johnson, Eric J. (2002). When Web Pages Influence Choice:

  . Journal of Personality and Social Psychology, 32 346-360. Lorenz, K. (1974). Civilized World’s Eight Deadly Sins. New York: Harcourt, Brace, Jovanovich.

  violence on aggression in a field setting as a function of group dominance and cohesion

  . Dalam http://web.uccs.edu/lbecker/Psy590/gainscore.html. Leyens, J. Ph., Camino, L., Parle, R. D., & Berkowitz, L., (1975). Effects of movie

  and Repeated Measures

  . Hillsdale: Lawrence Erlbaum Associates Inc. Sears, dkk, 1994, Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga. Se-Jun, Choi. (1997). When Priming Influence Consumers Choice: Recognizable

  and Important Role of Priming

  . Thesis of Masters degree, Korea University. Soekanto. (1993). Kamus Sosiologi. Jakarta : PT. Raja Grafindo. Straubhaar, Joseph D. & Robert Larose. (2000). Media Now: Communications

  Media in the Modern Age . Belmont, California: Wadsworth.

  Sung-A, Yoon. (1998). The Study of Priming Effect on Consumers evaluation:

  Verification of alternative Mechanism . Thesis of Masters Degree, Korea University.

  Tedeschi, J.T., and Felson, R.B. (1994). Violence, Aggression, and Coercive Actions.

  Washington: American Psychological Association. Zillman, D. (1979). Hostility and Agression. Hillsdale: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

  SUMBER GAMBAR

  http://latimesblogs.latimes.com/.a/6a00d8341c630a53ef01157112e870970b-pi http://bop.nppa.org/2009/thumbnails/684/00026090/INN/00026090-INN-- 001.JPG http://media.vivanews.com/images/2008/11/25/59550_dua_kubu_organisasi_adv okat__kai_dan_peradi__bertengkar_di_mahkamah_agung.jpg http://media.vivanews.com/images/2010/09/03/95717_warga-buol--sulawesi- tengah-membakar-motor-polisi.jpg http://www.gettyimages.com/detail/72451541 http://www.gettyimages.com/detail/76984590 http://www.gettyimages.com/detail/98844017 http://www.gettyimages.com/detail/103404216 http://www.gettyimages.com/detail/200334148-001 http://www.gettyimages.com/detail/ BF0988-001 http://www.gettyimages.com/detail/ sb10068084p-001 http://www.gettyimages.com/detail/ sb10068016h-001 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b0/Chisinau_riot_2009-04-

  07_02.jpg http://www.cruxaustralisgroup.com.au/gallery/091123123422- iStock_000002686434Medium.jpg http://images3.wikia.nocookie.net/__cb20110622105632/uncyclopedia/images/7/ 7b/091123123740-arguing_couple.jpg. http://2.bp.blogspot.com/_CDnU3ZCmV08/S9N- gVMXYJI/AAAAAAAAEmg/7w9JVTk- mpw/s1600/Fotolia_6093882_M%5B1%5D.jpg http://uploads.ozcardtrader.com.au/attachments/general- forum/23133d1274508420-ebay-issues-smashed-computer.jpg http://3.bp.blogspot.com/_tGId_Hw1b7A/SxQRELM8hMI/AAAAAAAAAlg/4G

  7KeZd7yw0/s1600/walter-astrada-proyecto-i-violencia-postelectoral-en- kenya-i-2008.jpg http://www.rcinet.ca/francais/illustration/chronicle/Zjb9nW_AFP_MOHAMMED

  _ABED__000_Nic532048.jpg http://www.adammarelliphoto.com/wp- content/uploads/2011/01/SebastiaoSalgado-Arealman-full.jpg http://rcichocki.files.wordpress.com/2010/04/capa-001.jpg http://3.bp.blogspot.com/_k1VmE1dzyY8/S7PXNbW4v6I/AAAAAAAAChI/R6 kk8ztTWPE/s1600/RinaCastelnuovo-TheNewYorkTimes-

  HebronInternationalNews-.JPG.jpeg http://www.indymedia.ie/attachments/mar2006/riot_008_1.jpg http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Jakarta_riot_14_May_1998

  .jpg

  

LAMPIRAN 1

DATA DAN HASIL ANALISIS SELEKSI

FOTO Kode Foto

  Agnes Indar

  F10

  29   19  

  18   27  

  F11

  18,8

  17   94  

  20   26  

  24   7  

  17,8

  24,2

  30   89  

  18   10  

  13   18  

  F9

  15,2

  21   76  

  13   13  

  17   12  

  28   121  

  F12

  22,4

  20   22  

  22   95  

  14   20  

  15   24  

  F15

  20,6

  29   103  

  16   16  

  F14

  16   25  

  24,6

  27   123  

  24   23  

  26   23  

  F13

  19,4

  23   97  

  15   18  

  F8

  26   112  

  Etikawati, S.Psi.,

  3   5  

  15,8

  19   79  

  8   6  

  25   21  

  5 F2

  8   25  

  7   2  

  F1

  1   2  

  Juml ah Rerat a

  S.Psi., M.Si.

  Silvia Carolina,

  Siswa Widyatmo ko, S.Psi

  Wijoyo Adinugroh o, S.Psi.

  M.S. Carolus

  Dra. Lusia Darmanast iti

  Psi., M.Psi.

  F3

  1   21  

  26   24  

  6   33  

  30   6  

  F7

  9,4

  5   47  

  9   11  

  9   13  

  F6

  6,6

  3   1  

  1   26  

  8   15  

  F5

  7,4

  3   37  

  2   29  

  2   1  

  F4

  5,2

  19 Kode Agnes Dra. Lusia M.S. Siswa Silvia Juml Rerat Foto Indar Darmanast Carolus Widyatmo Carolina, ah a

  Etikawati, iti Wijoyo ko, S.Psi S.Psi., S.Psi., Adinugroh M.Si.

  Psi., o, S.Psi. M.Psi. F16

  14

  11

  12

  9

  20 66 13,2            

  F17

  21

  20

  21

  7

  15 84 16,8            

  F18

  19

  26

  23

  17 24 109 21,8            

  F19

  23

  9

  22

  28 18 100

  20            

  F20

  22

  8

  19

  27

  16 92 18,4            

  F21

  27

  4

  28

  25

  2 86 17,2            

  F22

  7

  17

  10

  4

  7

  45

  9            

  F23

  6

  19

  11

  12

  14 62 12,4            

  F24

  5

  16

  4

  3

  13 41 8,2            

  F25

  12

  29

  27

  15

  11 94 18,8            

  F26

  4

  3

  6

  14

  4 31 6,2            

  F27

  11

  14

  5

  8

  10 48 9,6            

  F28

  10

  28

  17

  5

  9 69 13,8            

  F29

  28

  30

  30

  22 12 122 24,4            

  F30

  29

  10

  25

  30 25 119 23,8            

  

LAMPIRAN 2

DATA DAN HASIL ANALISIS UJI COBA

ALAT UKUR

DATA PRETEST UJI COBA

  subyek

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  

10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20 S01 1 2 0 2 2 2 1 1 0 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 1

S02 1 1 2 1 2 2 0 0 2 1 1 2 0 1 2 1 1 2 0 1

S03 1 1 2 2 2 2 0 1 0 2 2 2 1 2 0 2 1 1 1 1

S04 2 2 1 2 0 1 1 2 0 2 1 1 1 2 0 2 2 0 2 2

S05 2 2 1 2 1 2 1 2 0 2 1 1 2 2 0 2 1 0 1 1

S06 1 0 2 2 2 2 0 0 0 1 0 0 2 1 2 2 1 2 2 0

S07 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S08 0 2 1 2 0 0 2 0 0 2 2 0 1 2 0 2 2 0 1 0

S09 1 2 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S10 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 2 1

S11 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S12 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S13 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

S14 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1

S15 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1

S16 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0

S17 2 1 0 2 0 0 2 1 0 2 0 0 2 0 2 2 0 0 1 0

S18 0 2 2 2 1 0 0 2 1 2 0 2 0 1 0 2 2 2 2 1

S19 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 0

S20 1 0 2 2 2 2 0 0 0 1 0 0 2 1 2 2 1 2 0 0

S21 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S22 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S23 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S24 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2

S25 0 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 subyek

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20 S26 2 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2

S27 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 0 1 2 2 1 0 0 0 0

S28 1 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2

S29 1 0 1 1 2 1 0 2 1 1 1 2 0 1 2 1 1 2 2 2

S30 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1

S31 0 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 1 1 2 1

S32 0 2 2 0 2 0 0 2 1 1 1 0 0 1 1 1 2 2 0 0

S33 1 2 1 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2

S34 0 2 1 2 1 2 1 0 2 0 1 1 1 0 2 0 0 2 2 2

S35 0 2 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0

S36 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S37 1 0 2 2 2 2 0 0 0 1 0 0 2 1 2 2 1 2 0 0

S38 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S39 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S40 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S41 0 0 2 1 0 2 0 0 1 0 1 2 1 2 2 1 0 2 0 1

S42 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S43 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 2 0 0 1 0 0 0 2 0 2

S44 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S45 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 0

S46 0 2 2 2 0 0 2 0 1 0 2 1 2 2 0 0 1 0 1 2

S47 0 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 0 0

S48 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1

S49 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 0

S50 2 2 1 2 1 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 2 subyek

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  

30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40 S01 0 2 2 2 1 0 0 2 1 2 0 2 0 1 0 2 2 2 2 1

S02 1 2 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S03 2 2 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 0 1 2 2 1 2 0

S04 2 2 2 0 2 2 0 2 2 0 0 2 1 1 2 2 2 2 2 0

S05 2 2 1 2 1 1 0 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 0

S06 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S07 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1

S08 2 2 2 2 1 0 1 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0

S09 1 0 2 2 2 2 0 0 0 1 0 0 2 1 2 2 1 2 2 0

S10 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2 1 0 2 2 2 2 1

S11 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 0

S12 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S13 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 0

S14 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S15 1 0 2 2 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 2 1 0 0 2

S16 2 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2

S17 0 1 1 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2

S18 2 0 1 2 0 2 2 0 1 0 2 2 2 2 1 0 1 1 0 1

S19 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 0

S20 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S21 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 2

S22 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 0

S23 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

S24 0 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0

S25 0 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 subyek

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40 S26 0 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1

S27 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2

S28 0 0 0 2 1 0 2 0 0 1 0 1 2 1 2 2 1 0 2 0

S29 0 0 0 2 2 1 2 2 1 0 2 1 0 2 1 1 2 0 0 0

S30 0 2 1 0 2 0 0 2 0 0 2 0 0 2 0 2 2 0 0 1

S31 0 0 0 2 2 0 1 2 0 0 2 0 0 2 1 2 2 1 2 0

S32 1 0 0 2 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 2 2 0 1 0

S33 0 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1

S34 0 0 2 1 2 1 2 2 0 1 2 0 2 2 0 0 2 0 1 1

S35 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0

S36 0 1 1 2 1 0 2 1 1 1 2 0 1 2 1 1 2 2 2 0

S37 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 0

S38 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 1 1 2 1 0

S39 2 2 0 2 0 0 2 1 1 1 0 0 1 1 1 2 2 0 0 1

S40 2 1 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 0

S41 2 1 2 1 2 1 0 2 0 1 1 1 0 2 0 0 2 2 2 0

S42 2 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0

S43 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2

S44 2 0 1 2 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1

S45 2 2 1 2 0 0 2 2 2 2 0 0 2 1 2 2 0 0 2 1

S46 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S47 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 0 2 2 2 1 0 0 0 0 1

S48 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 0

S49 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 0

S50 1 2 2 1 2 1 1 0 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1

DATA POSTTEST UJI COBA

  subyek

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  

10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20 S01 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S02 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 0

S03 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 2

S04 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S05 0 0 2 1 0 2 0 0 1 0 1 2 1 2 2 1 0 2 0 1

S06 0 0 2 2 1 2 2 1 0 2 1 0 2 1 1 2 0 0 0 1

S07 2 1 0 2 0 0 2 0 0 2 0 0 2 0 2 2 0 0 1 0

S08 0 0 2 2 0 1 2 0 0 2 0 0 2 1 2 2 1 2 0 0

S09 0 0 2 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 2 2 0 1 0 0

S10 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1

S11 0 2 1 2 1 2 2 0 1 2 0 2 2 0 0 2 0 1 1 0

S12 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0

S13 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0

S14 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S15 0 1 2 2 0 2 2 0 0 2 0 2 0 2 2 2 0 2 1 0

S16 0 0 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 1 2 2 0 2 0 2

S17 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S18 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 2

S19 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 0

S20 0 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 0 2 2 2

S21 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S22 1 0 2 2 2 2 0 0 0 1 0 0 2 1 2 2 1 2 0 0

S23 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S24 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S25 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2 subyek

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20 S26 0 0 2 1 0 2 0 0 1 0 1 2 1 2 2 1 0 2 0 1

S27 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S28 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 2 0 0 1 0 0 0 2 0 2

S29 2 2 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 2

S30 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 0

S31 0 2 2 2 0 0 2 0 1 0 2 1 2 2 0 0 1 0 1 2

S32 0 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 0 0

S33 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1

S34 0 0 2 1 1 2 0 0 2 2 1 2 0 0 1 2 2 1 1 0

S35 2 2 1 2 1 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 2

S36 2 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2

S37 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 1 2 2

S38 2 1 0 1 1 0 2 1 0 2 1 0 2 0 1 2 1 0 2 1

S39 1 2 1 2 0 0 2 2 1 2 2 1 2 2 0 1 1 0 1 2

S40 1 1 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 0 2

S41 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0

S42 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 0 1 2 1 2 2 1 2 2

S43 2 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2

S44 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 1

S45 0 0 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 1 2 2 0 2 0 2

S46 2 2 1 1 1 2 0 2 0 2 0 2 2 2 1 2 2 1 1 1

S47 1 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 1 2 2 0 2 0 2

S48 1 2 1 2 0 0 2 0 1 2 2 0 2 2 0 1 1 0 1 2

S49 2 1 0 2 0 0 2 1 0 2 0 0 2 0 2 2 0 0 1 0

S50 0 0 2 1 0 2 0 0 1 0 1 2 1 2 2 1 0 2 0 1 subyek

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  

30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40 S01 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 0

S02 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 0

S03 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 0

S04 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 0 1 2 2 1 0 0 0 0 2

S05 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

S06 0 1 1 2 1 0 2 1 1 1 2 0 1 2 1 1 2 2 2 0

S07 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 0

S08 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 1 1 2 1 0

S09 2 2 0 2 0 0 2 1 1 1 0 0 1 1 1 2 2 0 0 1

S10 2 1 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 0

S11 2 1 2 1 2 1 0 2 0 1 1 1 0 2 0 0 2 2 2 0

S12 2 2 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0

S13 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2

S14 2 0 1 2 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1

S15 2 2 1 2 0 0 2 2 2 2 0 0 2 1 2 2 0 0 2 1

S16 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S17 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 0 2 2 2 1 0 0 0 0 1

S18 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 0

S19 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 0

S20 1 2 2 1 2 1 1 0 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1

S21 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1

S22 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S23 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 2

S24 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 0

S25 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 subyek

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  30

  31

  32

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40 S26 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

S27 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S28 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 2 1 0 2 0 0 2 0 1 2

S29 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 0

S30 0 1 1 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2

S31 1 0 2 2 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 0

S32 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S33 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S34 2 0 2 2 0 0 1 2 2 2 0 0 0 1 1 2 2 0 2 0

S35 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 0

S36 0 2 1 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2

S37 2 1 2 2 2 1 2 1 1 1 0 2 2 2 1 0 0 0 0 1

S38 1 0 1 2 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1

S39 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1

S40 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 0

S41 0 0 0 2 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 1

S42 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

S43 0 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 0

S44 2 1 2 0 0 2 2 1 2 2 1 2 2 0 1 1 0 1 2 2

S45 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S46 2 1 2 2 1 1 2 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 0

S47 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2

S48 2 0 2 1 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 0

S49 0 1 1 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2

S50 2 1 1 1 0 0 2 1 1 1 0 1 2 1 1 2 1 2 2 0

  108

SELEKSI ITEM PRETEST

RELIABILITY

  /VARIABLES=item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 it em19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid

  50

  

84.7

Excluded a

  9

  

15.3

Total 59 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .834

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted item1 41.34 140.229 .469 .826 item2

  41.02 136.755 .591 .822 item3 40.98 152.061 -.137 .841 item4 40.82 138.926 .570 .824 item5 41.10 144.663 .229 .832 item6 41.20 144.735 .197 .834

  109 item9 41.44 150.007 -.026 .838 item10

  40.90 138.704 .553 .824 item11 41.26 140.441 .468 .826 item12 41.46 142.947 .316 .830 item13 41.20 140.490 .442 .827 item14 41.16 135.974 .659 .820 item15 41.00 154.694 -.275 .844 item16 40.76 142.717 .405 .828 item17 41.12 140.802 .479 .826 item18 41.04 156.162 -.329 .846 item19 41.22 144.420 .238 .832 item20 41.18 140.232 .434 .827 item21 41.22 139.849 .415 .827 item22 41.28 147.634 .079 .837 item23 41.12 136.842 .637 .821 item24 40.80 144.939 .238 .832 item25 41.28 144.002 .246 .832 item26 41.64 140.807 .463 .826 item27 41.04 146.978 .120 .835 item28 41.08 145.953 .145 .835 item29 41.48 138.622 .570 .823 item30 41.16 144.137 .289 .831 item31 41.34 144.800 .193 .834 item32 41.44 136.456 .618 .821 item33 41.26 140.768 .395 .828 item34 41.04 140.937 .463 .826 item35 41.32 137.038 .648 .821 item36 40.92 143.749 .269 .831 item37 40.64 145.256 .268 .831 item38 41.22 140.747 .385 .828 item39 40.96 147.100 .108 .836

  110 RELIABILITY /VARIABLES=item1 item2 item4 item7 item10 item11 item12 item13 item14 item16 item17 item20 item21 item23 item26 item29 item32 item 33 item34 item35 item38 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a

  50

84.7 Excluded

  9

  

15.3

Total 59 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .897

  21 Item-Total Statistics Cronbach's

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

item1 20.46 93.600 .524 .892 item2

  20.14 90.164 .679 .888 item4 19.94 92.302 .647 .889 item7 20.44 93.639 .451 .895 item10 20.02 91.612 .660 .889 item11 20.38 94.893 .451 .894 item12 20.58 98.657 .194 .901 item13 20.32 93.487 .516 .893

  111 item17 20.24 95.002 .474 .894 item20

  20.30 94.214 .448 .895 item21 20.34 93.739 .436 .895 item23 20.24 91.860 .626 .890 item26 20.76 94.472 .495 .893 item29 20.60 93.673 .535 .892 item32 20.56 91.353 .619 .890 item33 20.38 94.444 .421 .895 item34 20.16 95.647 .422 .895 item35 20.44 91.680 .660 .889 item38 20.34 93.086 .487 .894 RELIABILITY

  /VARIABLES=item1 item2 item4 item7 item10 item11 item13 item14 item16 item17 item20 item21 item23 item26 item29 item32 item33 item 34 item35 item38 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a

  50

84.7 Excluded

  9

  

15.3

Total 59 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's

  112 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item1 19.70 89.724 .529 .896 item2 19.38 86.077 .702 .891 item4 19.18 88.396 .656 .893 item7 19.68 89.447 .474 .898 item10 19.26 87.992 .650 .893 item11 19.62 90.975 .457 .898 item13 19.56 89.476 .530 .896 item14 19.52 87.724 .627 .894 item16 19.12 92.312 .431 .899 item17 19.48 91.234 .470 .898 item20 19.54 90.335 .451 .899 item21 19.58 90.208 .419 .900 item23 19.48 88.500 .599 .895 item26 20.00 90.612 .497 .897 item29 19.84 90.137 .516 .897 item32 19.80 87.755 .608 .894 item33 19.62 90.322 .438 .899 item34 19.40 92.000 .408 .899 item35 19.68 87.773 .670 .893 item38 19.58 89.024 .502 .897

  113

SELEKSI ITEM POSTTEST

RELIABILITY

  /VARIABLES=item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 it em19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a 50 100.0 Excluded .0

  Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .879

  40

  114 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item1 42.88 184.557 .178 .880 item2 42.56 175.802 .506 .873 item3 42.42 186.861 .086 .881 item4 42.22 178.012 .543 .873 item5 42.90 182.296 .279 .878 item6 42.60 180.980 .291 .878 item7 42.34 181.086 .278 .878 item8 42.92 179.626 .386 .876 item9 42.88 189.781 -.057 .882 item10 42.12 177.128 .526 .873 item11 42.52 177.847 .478 .874 item12 42.84 180.994 .306 .877 item13 42.32 180.344 .382 .876 item14 42.58 176.493 .527 .873 item15 42.46 194.294 -.270 .886 item16 42.12 180.883 .430 .875 item17 42.82 180.151 .395 .876 item18 42.68 188.344 .007 .883 item19 42.86 182.449 .289 .878 item20 42.52 174.336 .587 .872 item21 42.34 173.086 .634 .871 item22 42.78 187.318 .059 .881 item23 42.42 173.840 .725 .870 item24 42.38 183.057 .270 .878 item25 42.72 178.573 .400 .876 item26 43.06 180.384 .375 .876 item27 42.38 179.955 .425 .875 item28 42.48 181.561 .311 .877

  115 item30 42.34 182.066 .379 .876 item31

  42.96 176.162 .535 .873 item32 42.70 170.622 .752 .868 item33 42.50 170.459 .713 .869 item34 42.34 175.862 .649 .872 item35 42.70 173.602 .754 .870 item36 42.56 176.456 .506 .873 item37 42.20 184.490 .207 .879 item38 42.54 182.539 .241 .879 item39 42.22 188.379 .006 .882 item40 42.92 190.361 -.082 .884 DATASET ACTIVATE DataSet1.

  RELIABILITY /VARIABLES=item2 item4 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item20 item21 item22 item23 item 25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a 50 100.0 Excluded .0

  Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  116 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item2 30.56 125.394 .484 .883 item4 30.22 127.277 .516 .882 item8 30.92 128.565 .365 .886 item9 30.88 136.638 -.047 .892 item10 30.12 127.087 .469 .883 item11 30.52 126.418 .493 .883 item12 30.84 128.913 .326 .887 item13 30.32 129.406 .347 .886 item14 30.58 124.902 .562 .881 item15 30.46 140.743 -.277 .898 item16 30.12 130.393 .356 .886 item17 30.82 129.253 .359 .886 item18 30.68 135.610 .004 .893 item20 30.52 123.847 .581 .881 item21 30.34 122.066 .666 .878 item22 30.78 134.257 .084 .891 item23 30.42 123.106 .740 .878 item25 30.72 127.471 .390 .885 item26 31.06 129.160 .356 .886 item27 30.38 127.669 .474 .883 item28 30.48 130.010 .301 .887 item29 30.64 123.704 .656 .879 item30 30.34 130.760 .346 .886 item31 30.96 125.019 .549 .881 item32 30.70 119.969 .787 .875 item33 30.50 119.439 .766 .876 item34 30.34 125.168 .642 .880 item35 30.70 123.153 .754 .878

  117 RELIABILITY /VARIABLES=item2 item4 item8 item10 item11 item12 item13 item14 item16 item17 item20 item21 item23 item25 item26 item27 item28 ite m29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a 50 100.0 Excluded .0

  Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .913

  25 Item-Total Statistics Cronbach's

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

item2 26.72 126.777 .548 .909 item4

  26.38 129.342 .555 .909 item8 27.08 131.463 .355 .913 item10 26.28 129.104 .507 .910 item11 26.68 128.793 .510 .910 item12 27.00 133.102 .253 .915 item13 26.48 130.867 .418 .911

  118 item17 26.98 131.204 .402 .912 item20

  26.68 125.936 .610 .908 item21 26.50 125.153 .643 .907 item23 26.58 125.187 .774 .905 item25 26.88 129.700 .414 .912 item26 27.22 132.012 .348 .913 item27 26.54 131.356 .415 .911 item28 26.64 132.562 .310 .913 item29 26.80 125.918 .681 .907 item30 26.50 133.194 .366 .912 item31 27.12 126.965 .587 .908 item32 26.86 122.449 .794 .904 item33 26.66 122.270 .755 .904 item34 26.50 126.949 .697 .907 item35 26.86 126.286 .723 .906 item36 26.72 129.471 .440 .911 RELIABILITY

  /VARIABLES=item2 item4 item8 item10 item11 item13 item14 item16 item17 item20 item21 item23 item25 item26 item27 item28 item29 ite m30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid

  50 100.0 Excluded a .0 Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's

  119 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item2 25.90 120.500 .574 .911 item4 25.56 123.231 .574 .911 item8 26.26 125.625 .353 .915 item10 25.46 123.233 .510 .912 item11 25.86 122.613 .531 .912 item13 25.66 124.678 .437 .913 item14 25.92 121.667 .569 .911 item16 25.46 127.804 .316 .915 item17 26.16 125.158 .413 .914 item20 25.86 119.633 .640 .909 item21 25.68 120.100 .608 .910 item23 25.76 119.696 .760 .907 item25 26.06 123.568 .429 .914 item26 26.40 126.204 .344 .915 item27 25.72 125.879 .391 .914 item28 25.82 126.844 .300 .916 item29 25.98 120.387 .669 .909 item30 25.68 127.365 .360 .914 item31 26.30 121.071 .594 .910 item32 26.04 116.611 .804 .906 item33 25.84 116.586 .756 .907 item34 25.68 120.957 .712 .908 item35 26.04 120.774 .709 .908 item36 25.90 124.459 .397 .914

  120 RELIABILITY

/VARIABLES=item2 item4 item5 item6 item7 item8 item10 item11 item12 item13 item14 item16

item17 item18 item19 item20 item21 item23

item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36

/SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid a 50 100.0 Excluded .0

  Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .905

  31 Item-Total Statistics Cronbach's

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

item2 32.92 159.422 .544 .900 item4

  32.58 162.044 .563 .900 item5 33.26 166.278 .289 .905 item6 32.96 166.039 .256 .906 item7 32.70 164.582 .309 .905 item8 33.28 164.328 .367 .904 item10 32.48 161.112 .548 .901 item11 32.88 161.781 .500 .901 item12 33.20 165.918 .275 .905

  121 item16 32.48 165.602 .403 .903 item17

  33.18 163.538 .440 .902 item18 33.04 173.304 -.041 .910 item19 33.22 165.604 .341 .904 item20 32.88 158.598 .600 .899 item21 32.70 157.276 .653 .898 item23 32.78 158.012 .747 .897 item24 32.74 167.013 .281 .905 item25 33.08 162.402 .423 .903 item26 33.42 165.514 .333 .904 item27 32.74 164.441 .416 .903 item28 32.84 165.729 .314 .904 item29 33.00 158.735 .661 .899 item30 32.70 166.541 .363 .903 item31 33.32 160.712 .531 .901 item32 33.06 155.160 .761 .896 item33 32.86 155.102 .717 .897 item34 32.70 159.929 .673 .899 item35 33.06 158.751 .723 .898 item36 32.92 162.116 .451 .902 RELIABILITY

  

/VARIABLES=item2 item4 item5 item6 item7 item8 item10 item11 item12 item13 item14 item16

item17 item19 item20 item21 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid

  50 100.0

  122 Case Processing Summary

  N % Cases Valid 50 100.0 Excluded a .0 Total

  50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .910

  30 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted item2 31.94 159.119 .567 .906 item4

  31.60 162.000 .577 .906 item5 32.28 166.614 .283 .910 item6 31.98 167.122 .220 .912 item7 31.72 164.206 .334 .910 item8 32.30 164.745 .358 .909 item10 31.50 160.949 .567 .906 item11 31.90 161.806 .510 .907 item12 32.22 166.747 .249 .911 item13 31.70 164.663 .391 .909 item14 31.96 160.815 .543 .906 item16 31.50 166.051 .390 .909 item17 32.20 163.510 .453 .908 item19 32.24 165.329 .366 .909 item20 31.90 158.541 .613 .905

  123 item24 31.76 167.451 .270 .910 item25

  32.10 162.745 .418 .908 item26 32.44 165.721 .333 .909 item27 31.76 164.798 .408 .908 item28 31.86 166.164 .304 .910 item29 32.02 158.796 .669 .904 item30 31.72 166.736 .364 .909 item31 32.34 160.760 .539 .906 item32 32.08 155.340 .762 .902 item33 31.88 155.332 .716 .903 item34 31.72 159.838 .690 .904 item35 32.08 159.177 .712 .904 item36 31.94 162.670 .436 .908 RELIABILITY

  

/VARIABLES=item2 item4 item5 item7 item8 item10 item11 item13 item14 item16 item17 item19

item20 item21 item23 item24 item25 item2 6 item27 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid

  50 100.0 Excluded a .0 Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  124 Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item2 30.06 146.915 .620 .909 item4 29.72 150.369 .604 .910 item5 30.40 155.429 .276 .915 item7 29.84 151.933 .378 .914 item8 30.42 153.636 .350 .914 item10 29.62 149.832 .566 .910 item11 30.02 150.020 .542 .911 item13 29.82 152.722 .426 .912 item14 30.08 149.626 .547 .910 item16 29.62 155.179 .364 .913 item17 30.32 152.018 .467 .912 item19 30.36 152.970 .423 .912 item20 30.02 146.591 .656 .908 item21 29.84 147.811 .591 .910 item23 29.92 147.259 .744 .907 item24 29.88 156.761 .234 .915 item25 30.22 151.114 .438 .912 item26 30.56 154.456 .332 .914 item27 29.88 154.312 .366 .913 item28 29.98 155.081 .292 .915 item29 30.14 147.960 .658 .909 item30 29.84 155.443 .362 .913 item31 30.46 149.437 .549 .910 item32 30.20 144.000 .783 .906 item33 30.00 144.245 .724 .907 item34 29.84 148.423 .709 .908 item35 30.20 148.612 .684 .908 item36 30.06 153.037 .362 .914

  125 RELIABILITY

/VARIABLES=item2 item4 item5 item7 item8 item10 item11 item13 item14 item16 item17 item19

item20 item21 item23 item25 item26 item2 7 item28 item29 item30 item31 item32 item33 item34 item35 item36 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /SUMMARY=TOTAL.

  Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid

  50 100.0 Excluded a .0 Total 50 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .915

  27 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted item2 28.78 141.808 .635 .910 item4

  28.44 145.313 .618 .911 item5 29.12 150.924 .255 .916 item7 28.56 146.660 .396 .915 item8 29.14 148.490 .363 .915 item10 28.34 144.964 .569 .911

  126 item14 28.80 144.816 .546 .912 item16

  28.34 150.392 .356 .915 item17 29.04 147.427 .453 .913 item19 29.08 147.953 .431 .914 item20 28.74 141.543 .670 .909 item21 28.56 143.272 .579 .911 item23 28.64 142.317 .753 .908 item25 28.94 146.547 .424 .914 item26 29.28 149.267 .346 .915 item27 28.60 149.388 .367 .914 item28 28.70 150.622 .269 .916 item29 28.86 143.429 .644 .910 item30 28.56 150.864 .341 .915 item31 29.18 144.436 .558 .911 item32 28.92 139.136 .789 .907 item33 28.72 139.512 .724 .908 item34 28.56 143.639 .708 .909 item35 28.92 144.075 .669 .910 item36 28.78 148.502 .346 .915

  127

LAMPIRAN 3

DATA DAN HASIL ANALISIS

PENELITIAN

  128

DATA PRETEST KELOMPOK KONTROL

  1

  15

  25 S01 0 0 0 2 2 0 0 2 1 0 1 0 2 2 2 0 1 2 2 0 1 0 2 2 2 S02 0 0 0 1 2 0 0 1 1 1 0 0 1 1 2 0 1 2 0 1 2 1 2 2 1 S03 0 0 2 1 0 0 1 2 1 0 2 2 2 1 1 0 2 2 0 0 0 1 2 2 1 S04 0 2 2 2 1 1 2 2 0 0 1 2 2 1 0 2 2 0 2 1 1 2 2 2 2 S05 0 0 0 1 2 0 0 2 1 0 0 0 2 2 0 0 2 1 0 1 0 2 2 2 2 S06 1 2 1 2 1 1 1 2 1 0 0 0 1 2 0 0 1 1 1 0 0 1 1 2 0 S07 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 2 1 0 0 1 2 1 0 2 2 2 1 1 0 S08 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 2 1 1 2 2 0 0 1 2 2 1 0 2 S09 1 1 1 2 1 1 2 2 1 0 0 0 1 2 0 0 2 1 1 1 1 0 1 2 2 S10 0 0 0 2 0 0 2 2 0 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 0 2 1 1 2 S11 2 2 2 2 1 1 2 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 S12 0 2 2 2 0 1 2 0 0 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 1 0 2 2 1 0 S13 0 2 1 2 0 1 2 2 0 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 0 0 1 1 2 0 S14 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 2 2 0 0 1 1 2 1 2 2 S15 0 1 1 2 1 1 2 2 0 2 2 2 2 1 1 2 1 0 0 1 1 2 0 0 0 S16 1 2 2 2 2 1 1 2 2 0 2 2 2 0 1 2 0 0 0 0 0 0 1 2 0 S17 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 2 1 2 0 1 2 2 0 1 0 0 0 0 0 2 S18 0 0 2 2 0 0 2 2 0 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 1 1 2 2 1 1 S19 0 0 2 2 2 0 2 2 0 0 1 1 2 1 1 2 2 0 0 0 0 1 2 2 0 S20 0 0 1 2 1 0 0 2 0 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 0 0 2 2 2 0 S21 0 2 2 2 0 0 1 2 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 2 1 0 0 S22 0 0 1 2 0 0 1 1 0 0 0 2 2 0 0 2 2 0 0 0 1 2 1 1 2 S23 1 2 1 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 0 0 0 0 1 1 2 2 S24 2 0 2 0 2 0 0 0 2 1 0 2 2 2 0 0 2 0 0 0 0 1 1 2 1 S25 0 1 2 0 2 1 0 0 2 1 0 2 1 2 0 1 2 0 0 2 2 1 1 2 2

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  14

  2

  SUBYEK

  

12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  13

  129

DATA PRETEST KELOMPOK EKSPERIMEN

  1

  15

  25 S01 0 1 2 0 2 2 1 0 0 2 0 0 1 2 1 0 2 2 0 0 0 0 2 2 1 S02 1 2 2 2 1 2 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 2 0 0 0 1 1 1 0 S03 0 0 1 0 2 0 0 0 1 2 2 1 1 1 0 0 1 2 1 0 0 1 2 2 0 S04 2 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 2 2 2 0 0 0 2 0 0 0 2 0 1 2 S05 2 2 2 2 2 0 2 1 2 1 0 1 2 2 2 1 0 2 0 2 1 2 2 2 2 S06 0 0 2 0 1 2 0 0 2 2 1 0 2 2 0 0 1 2 2 0 0 2 2 1 0 S07 0 0 2 1 1 2 0 1 1 2 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 2 2 0 S08 1 1 2 1 2 0 1 0 2 1 1 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 S09 0 1 0 0 1 0 2 0 1 0 0 0 0 2 2 0 0 2 1 0 0 0 0 2 2 S10 0 0 2 0 1 1 2 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 S11 2 0 2 1 2 0 0 0 2 0 0 0 2 1 0 0 1 2 1 0 0 1 2 2 2 S12 2 0 2 1 2 0 1 1 2 1 0 2 2 2 1 1 2 2 0 0 0 0 2 1 1 S13 0 0 1 0 2 0 1 1 2 1 0 0 0 1 2 0 0 2 1 1 1 1 2 1 2 S14 2 2 2 1 2 0 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 S15 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 2 1 S16 0 0 2 0 2 1 2 1 1 1 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 0 0 1 2 0 S17 2 0 2 0 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 0 1 2 2 S18 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 2 0 0 2 2 0 0 0 1 1 2 1 S19 1 2 1 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 0 0 1 0 1 1 2 S20 2 0 2 0 2 0 0 0 2 1 0 2 2 2 0 1 2 0 0 0 2 1 2 0 1 S21 0 1 2 0 2 1 0 0 2 1 0 2 1 2 0 1 2 2 0 1 0 2 2 2 0 S22 0 1 2 0 1 1 0 1 2 1 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 1 1 2 2 1 S23 1 0 2 0 2 1 0 1 2 1 0 1 1 2 1 1 2 2 0 0 0 1 1 2 1 S24 2 1 2 2 2 1 2 1 2 0 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 S25 0 0 2 0 1 1 1 1 2 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 2 0

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  14

  2

  SUBYEK

  

12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  13

  130

DATA POSTTEST KELOMPOK KONTROL

  1

  15

  25 S01 0 1 0 0 1 0 2 0 1 0 0 0 0 2 2 0 0 2 1 0 1 0 2 2 2 S02 0 0 2 0 1 1 2 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 1 1 1 0 0 1 1 2 S03 2 0 2 1 2 0 0 0 2 0 0 0 2 1 0 0 1 2 1 0 2 2 2 1 1 S04 2 0 2 1 2 0 1 1 2 1 0 2 2 2 1 1 2 2 0 0 1 2 2 1 0 S05 0 0 1 0 2 0 1 1 2 1 0 0 0 1 2 0 0 2 1 1 1 1 0 1 2 S06 2 2 2 1 2 0 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 0 2 1 1 S07 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 S08 0 0 2 0 2 1 2 1 1 1 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 1 0 2 2 1 S09 2 0 2 0 2 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 0 0 1 1 2 S10 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 2 0 0 2 2 0 0 1 1 2 1 2 S11 1 2 1 0 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 0 0 1 1 2 0 0 S12 2 0 2 0 2 0 0 0 2 1 0 2 2 2 0 1 2 0 0 0 0 0 0 1 2 S13 0 1 2 0 2 1 0 0 2 1 0 2 1 2 0 1 2 2 0 1 0 0 0 0 0 S14 0 1 2 0 1 1 0 1 2 1 0 0 1 2 0 0 1 2 0 0 1 1 2 2 1 S15 1 0 2 0 2 1 0 1 2 1 0 1 1 2 1 1 2 2 0 0 0 0 1 2 2 S16 2 1 2 2 2 1 2 1 2 0 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 0 0 2 2 2 S17 0 0 2 0 1 1 1 1 2 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 2 1 0 S18 0 1 1 0 1 1 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 2 2 0 0 0 1 2 1 1 S19 2 1 2 0 2 2 0 2 2 2 0 0 2 2 2 0 2 2 0 0 0 0 1 1 2 S20 0 2 2 1 1 0 1 0 2 0 0 0 1 2 1 0 0 2 0 0 0 0 1 1 2 S21 0 0 2 0 1 1 0 0 2 0 0 2 2 2 0 0 1 2 0 0 2 2 1 1 2 S22 0 2 1 0 1 2 0 0 1 1 0 0 1 2 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 S23 1 2 0 1 1 0 1 1 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 2 2 0 0 1 1 2 S24 2 2 2 1 2 0 2 2 0 2 2 2 0 0 2 2 2 0 2 2 0 0 1 0 0 S25 2 2 0 2 2 1 1 0 1 0 2 0 0 0 1 2 1 0 0 2 0 0 1 1 2

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  14

  2

  SUBYEK

  

12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  13

  131

DATA POSTTEST KELOMPOK EKSPERIMEN

  1

  15

  25 S01 1 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 0 2 0 1 2 1 1 2 2 0 2 S02 2 1 0 1 1 2 0 1 2 1 0 1 2 1 0 1 2 2 1 2 1 0 1 0 1 S03 0 1 1 1 2 1 0 1 2 2 0 0 2 0 0 2 1 1 2 0 0 1 2 1 2 S04 1 1 1 2 2 0 1 0 1 0 1 2 0 1 0 2 1 2 0 1 0 1 2 1 1 S05 1 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 0 0 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 S06 0 1 0 2 2 1 0 1 1 2 0 0 2 0 0 1 2 2 2 0 0 1 2 2 2 S07 0 2 0 1 1 2 0 1 1 2 0 2 2 0 1 2 2 2 1 0 0 0 0 2 2 S08 1 2 0 2 0 1 1 0 2 0 0 1 0 1 0 2 1 0 1 1 0 1 1 1 1 S09 0 1 0 2 1 2 0 0 1 2 0 0 2 0 0 2 1 1 2 0 0 0 1 1 2 S10 0 2 0 2 0 1 0 0 1 2 0 2 1 0 0 2 1 0 1 0 0 1 0 0 2 S11 0 1 1 1 1 2 0 0 2 2 2 0 2 0 0 2 1 1 2 0 2 0 1 1 2 S12 2 2 0 2 1 1 1 0 2 1 2 2 1 1 0 1 1 2 2 0 1 1 1 1 2 S13 0 1 0 2 1 2 0 1 1 1 1 1 1 0 1 2 1 1 2 0 1 0 1 1 2 S14 2 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 S15 2 2 1 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 1 0 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 S16 2 0 2 1 1 0 0 2 2 0 2 1 0 0 1 0 1 2 0 0 1 0 0 2 2 S17 0 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 2 2 2 0 0 0 1 1 2 S18 0 1 0 0 1 2 0 0 2 2 0 1 2 0 0 2 0 1 1 0 0 0 0 2 2 S19 1 2 0 2 1 0 2 0 2 1 1 2 1 1 0 1 2 2 2 2 0 2 2 2 2 S20 0 2 1 2 2 0 0 0 2 2 0 2 2 1 0 0 2 2 2 0 2 2 2 2 2 S21 0 2 0 2 2 1 0 1 2 2 0 2 2 0 0 1 1 2 2 0 0 2 1 2 2 S22 0 2 1 2 2 0 0 0 2 1 0 1 2 0 0 1 2 1 2 0 1 2 2 2 2 S23 0 1 0 2 2 1 1 0 2 1 2 2 2 0 0 2 0 1 1 1 1 0 1 1 2 S24 1 2 0 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 S25 0 1 1 1 0 2 0 0 1 1 0 1 2 0 0 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  17

  16

  14

  2

  SUBYEK

  

12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  13

  132

UJI NORMALITAS

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test prestest1 posttest1 pretest2 posttest2 N

  25

  25

  25

  25 Normal Parameters a,,b Mean 24.1600 23.5200 24.0800 28.0800 Std. Deviation 4.20000 6.06300 6.95773 7.01736

Most Extreme Differences Absolute .136 .148 .167 .177

Positive .136 .148 .167 .177

  Negative -.099 -.097 -.096 -.100 Kolmogorov-Smirnov Z .682 .742 .837 .883 Asymp. Sig. (2-tailed) .740 .640 .485 .417 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test gainscore N

  50 Normal Parameters a,,b Mean 1.6800 Std. Deviation 5.63314 Most Extreme Differences Absolute .152 Positive .078

  Negative -.152 Kolmogorov-Smirnov Z 1.075 Asymp. Sig. (2-tailed) .198 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

  133 UJI HIPOTESIS T-Test Group Statistics kelomp

ok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

gainscore

  1 25 -.6400 6.42184 1.28437

  2 25 4.0000 3.51188 .70238 Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Variances Means F Sig. t df gainscore Equal variances 10.151 .003 -3.170

  48 assumed Equal variances not -3.170 37.177 assumed

  

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means Std. Error

  Sig. (2-tailed) Mean Difference Difference

gainscore Equal variances assumed .003 -4.64000 1.46388

Equal variances not assumed .003 -4.64000 1.46388

  Independent Samples Test t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

  Lower Upper

  134

LAMPIRAN 4

SKALA UJICOBA PRETEST

KECENDERUNGAN BERPERILAKU

AGRESIF

  135

  IDENTITAS RESPONDEN : Nama : Jenis Kelamin : Usia : PETUNJUK PENGERJAAN :

  Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan tentang kecenderungan tindakan atau perilaku Anda terhadap suatu obyek dalam kondisi tertentu.

Anda diminta untuk memilih salah satu dari pilihan mengenai apa yang akan

Anda lakukan dalam situasi tersebut.

Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan seksama, kemudian pilihlah

salah satu dari kecenderungan paling sesuai yang Anda rasakan, dengan cara

memberikan tanda silang pada lembar jawab :

  S , apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. KS , apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. TS , apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan.

  A.

  

Apabila Anda merasa dirugikan oleh tindakan seseorang 

seperti  umpamanya menyakiti Anda, menghalangi Anda  melakukan

   suatu kegiatan, atau Anda dipermalukan didepan  orang  banyak maka tindakan apa yang cenderung Anda pilih  terhadap

   orang yang merugikan Anda itu.  1.

  Membiarkan  saja apa yang dia lakukan dan tidak melayaninya.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai 

  136

  2. Menyebarkan  berita bahwa orang yang merugikan atau  mempermalukan  Anda itu berperangai jelek dan jahat.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  3. Membiarkan  orang yang merugikan atau mempermalukan anda  tersebut,

   agar dipermalukan dan dirugikan oleh orang lain.  a. [  S ] Sesuai  b. [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

4. Memukulnya  atau melukai secara fisik.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  5. Meminta  orang lain untuk menyakiti atau melukai secara fisik orang  yang  merugikan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    6. Mengeluarkan  kata‐kata yang dapat mempermalukan dan  merugikan  orang tersebut.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

  137

  7. Menghindari  dan tidak mau bertutur sapa dengan orang yang  merugikan  dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  8. Merusak  barang‐barang milik orang yang merugikan dan  mempermalukan  anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

    9.

  Membalasnya  langsung kepada orang yang merugikan anda itu  dengan  cara mempermalukan dia, agar dia pun dirugikan juga.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    10. Meminta  teman anda untuk merusak barang‐barang yang dimiliki  orang  yng merugikan dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

  138 B.

   Bila Anda diperlakukan tidak senonoh, umpamanya Anda  dituduh  mencuri, padahal anda tidak melakukannya, dan  barang

   Anda dirampas tanpa alas an oleh seseorang, apa  yang  Anda akan lakukan terhadap orang tersebut. 

    11.

  Melukai  atau menyakiti secara fisik orang yang telah merampas dan  mempermalukan  anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

12. Merusak  barang milik orang tersebut, sehingga ia marah.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  13. Meminta  orang lain menyakiti secara fisik orang yang telah  merampas  barang dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    14. Meminta  orang lain membalas merusak barang milik orang yang  telah  merampas barang dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

  139

  15. Memberitahu  perilaku orang tersebut di depan umum, agar ia  dijauhi  kawan‐kawannya.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  16. Menyebarkan  berita tentang kejelekan orang yang telah merampas  barang  dan mempermalukan anda kepada teman‐temannya.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

17. Tidak  akan mau berbicara dan  bertegur sapa dengan orang  tersebut.

    a. [  S ] Sesuai  b.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    18. Tidak  akan melayani pembicaraan orang yang telah merampas  barang  dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai   

  19. Tidak  akan mencegah orang lain berlaku jelek terhadap orang yang  telah  merampas barang dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai 

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  140   20. Mendukung  gagasan orang lain untuk membalas perlakuan orang  yang

  

 telah merampas barang dan memperlakukan anda. 

a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  C.

   Andaikata teman yang anda cintai dihina dan direndahkan  oleh  seseorang, dan orang tersebut kemudian menyakiti  teman

   anda secara fisik seperti memukul atau menampar,  tindakan  apa yang akan anda lakukan terhadap orang  tersebut

   .    21.

  Memaki  orang yang menyakiti teman anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [

   TS ] Tidak Sesuai    22. Tidak  melakukan tindakan apapun.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

23. Menyakiti  fisik  orang yang menyakiti teman anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b. [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  24. Menyewa  tukang pukul untuk membalas perbuatan orang tersebut.  a.

  [  S ] Sesuai 

  141   25. Tidak  peduli terhadap hal yang terjadi.  a.

  Melakukan  unjukrasa kepada masyarakat mengenai perilaku orang  tersebut.

  [  S ] Sesuai  b.

    29. Menolak  berbicara dengan orang yang menyakiti teman anda.  a.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

   S ] Sesuai  b.

    a. [

   TS ] Tidak Sesuai  28.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [

    a. [  S ] Sesuai  b.

  27. Menyebarkan  fitnah yang berkaitan dengan perilaku orang  tersebut.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  26. Mengajak  teman menghindari orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  142

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  Menghasut  teman untuk membalaskan perbuatan orang tersebut.  a.

    33.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  32. Merusak  barang yang disayangi orang tersebut sebagai bentuk  balas  dendam.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  30. Meminta  teman anda untuk merusak barang‐barang yang dimiliki  orang  tersebut.  a.

  Berteriak  dan menyatakan kemarahan terhadap orang tersebut.  a.

   tersebut .  31.

   keteledoran anda sebagai penyebabnya,  tindakan  apa yang cenderung anda lakukan terhadap  orang

   Apabila benda kesayangan anda dirusak oleh seseorang,  dan  orang tersebut tidak mengakuinya justru  menyalahkan

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  D.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

  143

    37. Mengajak  teman‐teman menghindari orang tersebut.  a.

  40. Menolak  berbicara dengan orang yang telah merusak barang anda.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  39. Mengatakan  kejelekan‐kejelekan orang yang merusak barang anda  kepada  orang lain.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  38. Membalasnya  secara tidak langsung dengan cara menyuruh teman   untuk  merusakkan barang orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  34. Melaporkan  perbuatannya kepada orang lain yang lebih memiliki  wewenang  untuk memarahi orang tersebut.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  Meminta  orang lain untuk menyakiti orang tersebut secara fisik.  a.

   TS ] Tidak Sesuai    36.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [

  [  S ] Sesuai  b.

  35. Berdiam  diri dan memilih tidak terlibat pertengkaran.  a.

  [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  S ] Sesuai 

  144        

  

LAMPIRAN 5

SKALA UJICOBA POSTTEST

KECENDERUNGAN BERPERILAKU

AGRESIF

  145

  IDENTITAS RESPONDEN : Nama : Jenis Kelamin : Usia : PETUNJUK PENGERJAAN :

  Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan tentang kecenderungan tindakan atau perilaku Anda terhadap suatu obyek dalam kondisi tertentu.

Anda diminta untuk memilih salah satu dari pilihan mengenai apa yang akan

Anda lakukan dalam situasi tersebut.

Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan seksama, kemudian pilihlah

salah satu dari kecenderungan paling sesuai yang Anda rasakan, dengan cara

memberikan tanda silang pada lembar jawab :

  S , apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. KS , apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. TS , apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan.

  E.

  

Apabila Anda merasa dirugikan oleh tindakan seseorang 

seperti  umpamanya menghina apa yang Anda yakini dan  hormati

   serta merusak barang milik Anda, tindakan apa yang  akan  Anda lakukan.  1.

  Membiarkan  saja apa yang dia lakukan dan tidak melayaninya.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

  146

  2. Menyebarkan  fitnah bahwa orang yang merugikan atau  mempermalukan  Anda itu adalah orang yang berperilaku jelek dan  jahat.

    a. [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  3. Membiarkan  orang yang merugikan atau mempermalukan anda  tersebut,

   agar dipermalukan dan dirugikan oleh orang lain.  a. [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

4. Menyakiti  atau melukai secara fisik.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [

   TS ] Tidak Sesuai    5. Meminta  orang lain untuk membalas secara fisik orang yang  merugikan  anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    6. Mengeluarkan  umpatan yang dapat mempermalukan dan  merugikan  orang tersebut.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai 

  147

  7. Menghindari  dan tidak mau bertegur sapa dengan orang yang  merugikan  dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  8. Merusak  barang‐barang milik orang yang merugikan dan  mempermalukan  anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai 

    9.

  Membalasnya  langsung kepada orang yang merugikan anda itu  dengan  cara mempermalukan dia, agar dia pun dirugikan juga.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    10. Meminta  teman anda untuk merusak barang‐barang yang dimiliki  orang  yang merugikan dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

  148 F.

   Bila Anda diperlakukan tidak baik, umpamanya Anda  dituduh  merusak barang milik seseorang, padahal anda  tidak

   melakukannya, dan barang Anda dirampas oleh  seseorang,  apa yang Anda akan lakukan terhadap orang  tersebut.

      11.

  Memukul  atau melukai secara fisik orang yang telah merampas dan  mempermalukan  anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    12. Merusak  barang milik orang tersebut, sehingga ia merasa dirugikan.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  13. Meminta  orang lain melukai secara fisik orang yang telah merampas  barang  dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  14. Meminta  orang lain membalas merusak barang milik orang yang  telah  merampas barang dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai 

  149   15. Memberitahu  perilaku orang tersebut di depan umum, agar ia  dijauhi

   kawan‐kawannya.  a. [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  16. Menyebarkan  berita tentang kejelekan orang yang telah merampas  barang  dan mempermalukan anda kepada teman‐temannya.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

17. Tidak  akan mau berbicara dan  bertegur sapa dengan orang  tersebut.

    a. [

   S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

    18. Tidak  akan melayani pembicaraan orang yang telah merampas  barang  dan mempermalukan anda.  a.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  TS ] Tidak Sesuai   

     

  150

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai 

  [  S ] Sesuai  b.

  [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  S ] Sesuai  b.

  22. Tidak  melakukan tindakan apapun.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  Memaki  orang yang menyakiti teman anda.  a.

  19. Tidak  akan mencegah orang lain berlaku jelek terhadap orang yang  telah  merampas barang dan mempermalukan anda.  a.

   terhadap orang tersebut .    21.

   Andaikata teman anda dilukai secara fisik seperti dipukul  atau  ditendang oleh seseorang, tindakan apa yang akan anda  lakukan

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  G.

  [  S ] Sesuai  b.

  20. Mendukung  gagasan orang lain untuk membalas perlakuan orang  yang

 telah merampas barang dan memperlakukan anda. 

a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

23. Menyakiti  fisik  orang yang menyakiti teman anda.  a.

  151   24. Menyewa  tukang pukul untuk membalas perbuatan orang tersebut.  a.

    a. [

   S ] Sesuai  b.

    a. [

  Melakukan  unjukrasa kepada masyarakat mengenai perilaku orang  tersebut.

  [  TS ] Tidak Sesuai  28.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

   S ] Sesuai  b.

  27. Menyebarkan  berita buruk yang berkaitan dengan perilaku orang  tersebut.

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  26. Mengajak  teman menghindari orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  25. Tidak  peduli terhadap hal yang terjadi.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  152

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  S ] Sesuai  b.

  33. Menghasut  teman untuk membalaskan perbuatan orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  32. Merusak  kendaraan orang tersebut sebagai bentuk balas dendam.  a.

  Berteriak  dan menyatakan kemarahan terhadap orang tersebut.  a.

  29. Menolak  berbicara dengan orang yang menyakiti teman anda.  a.

   anda sebagai penyebabnya, tindakan apa  yang  cenderung anda lakukan terhadap orang tersebut .  31.

   Apabila seseorang menabrak kendaraan anda, dan orang  tersebut  tidak mengakuinya justru menyalahkan  keteledoran

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai  H.

    a. [  S ] Sesuai  b.

  30. Meminta  preman untuk merusak barang‐barang yang dimiliki orang  tersebut.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  [  TS ] Tidak Sesuai 

  153

  [  S ] Sesuai  b.

  [  S ] Sesuai  e. [

  40. Menolak  berbicara dengan orang yang telah menabrak anda.  d.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  39. Menulis  surat pembaca yang berisi kejelekan‐kejelekan orang yang  menabrak  anda.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  38. Membalasnya  secara tidak langsung dengan cara menyuruh preman   untuk  merusakkan kendaraan orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  37. Mengajak

 teman‐teman menghindari orang tersebut. 

a.

  34. Melaporkan  perbuatannya kepada masyarakat sekitar untuk  memarahi  orang tersebut.  a.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  S ] Sesuai  b.

  Meminta  orang lain untuk melukai orang tersebut secara fisik.  a.

   TS ] Tidak Sesuai    36.

  [  KS ] Kurang Sesuai  c. [

  [  S ] Sesuai  b.

  35. Berdiam  diri dan memilih tidak terlibat pertengkaran.  a.

  [  TS ] Tidak Sesuai   

  [  KS ] Kurang Sesuai  c.

  [  S ] Sesuai  b.

   KS ] Kurang Sesuai 

  154

LAMPIRAN 6

SKALA PENELITIAN PRETEST

KECENDERUNGAN BERPERILAKU

AGRESIF

   

  155

  IDENTITAS RESPONDEN : Nama : Jenis Kelamin : Usia : PETUNJUK PENGERJAAN :

  Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan tentang kecenderungan tindakan atau perilaku Anda terhadap suatu obyek dalam kondisi tertentu.

Anda diminta untuk memilih salah satu dari pilihan mengenai apa yang akan

Anda lakukan dalam situasi tersebut.

Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan seksama, kemudian pilihlah

salah satu dari kecenderungan paling sesuai yang Anda rasakan, dengan cara

memberikan tanda centang ( √ ) pada kotak isian yang telah disediakan :

  S , apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. KS , apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. TS , apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan.

A. Teman yang membenci anda menusuk punggung anda dengan pensil yang berujung runcing.

  No Pernyataan S KS TS

  1 Menusuk kembali teman anda dengan pensil.

  2 Mengambil pensil teman anda dan menginjaknya hingga patah.

  3 Berbicara kotor kepada teman anda.

  156

B. Anda ditabrak oleh seseorang ketika mengendarai sepeda motor

  

sehingga lampu belakang motor anda pecah ketika anda meminta

pertanggung-jawaban, ia malah berbicara berputar-putar.

  No Pernyataan S KS TS 4 Berkelahi secara fisik dengannya.

  5 Memaki-maki orang tersebut.

  6 Menuliskan kejelekan orang tersebut di surat kabar.

  C.

  

Anda dijegal lawan bermain anda dengan sengaja sehingga anda

terjatuh dan terluka kemudian memprovokasi anda dengan perkataan yang merendahkan anda.

  No Pernyataan S KS TS 7 Menjegal orang tersebut hingga terjatuh.

  8 Menarik kaosnya hingga robek.

  9 Membentak orang tersebut.

  10 Mengatakan keburukan orang tersebut kepada orang lain.

  

D. Anda dikatakan sebagai orang yang bodoh dihadapan orang banyak

oleh saingan anda dalam pencalonan sebagai anggota Badan Eksekutif Mahasiswa.

  No Pernyataan S KS TS 11 Menghasut teman untuk memukulnya.

  12 Melakukan demonstrasi memprotes perilaku saingan anda.

  13 Mengungkapkan kejelekan orang tersebut dihadapannya.

  14 Menolak untuk memilih orang tersebut .

  157 E.

  

Anda diludahi oleh seseorang tepat diwajah anda ketika anda secara

tidak sengaja menginjak kakinya, padahal anda sudah meminta

maaf.

  No Pernyataan S KS TS 15 Melukai orang tersebut.

  16 Menyewa tukang pukul untuk menghajarnya.

  17 Menyebarkan gosip tentang orang tersebut.

  18 Tidak ingin berbicara dengan orang tersebut.

F. Dosen anda memberikan nilai jelek kepada anda tanpa alasan yang jelas.

  No Pernyataan S KS TS 19 Menggembosi kendaraan Dosen tersebut.

  20 Melakukan aksi mogok kuliah.

  21 Berteriak dihadapan dosen tersebut.

  22 Mendukung gagasan teman untuk bertikai dengan Dosen tersebut.

  23 Tidak menyapa Dosen tersebut ketika berjumpa.

  24 Menyatakan untuk tidak mendukung perilaku Dosen tersebut.

G. Antrean anda diserobot oleh orang yang baru saja datang, padahal anda sudah menunggu selama dua jam.

  No Pernyataan S KS TS

25 Mencengkeram dan menarik tangan

  158

LAMPIRAN 7

SKALA PENELITIAN POSTTEST

KECENDERUNGAN BERPERILAKU

AGRESIF

  159

  IDENTITAS RESPONDEN : Nama : Jenis Kelamin : Usia : PETUNJUK PENGERJAAN :

  Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan tentang kecenderungan tindakan atau perilaku Anda terhadap suatu obyek dalam kondisi tertentu.

Anda diminta untuk memilih salah satu dari pilihan mengenai apa yang akan

Anda lakukan dalam situasi tersebut.

Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan seksama, kemudian pilihlah

salah satu dari kecenderungan paling sesuai yang Anda rasakan, dengan cara

memberikan tanda centang ( √ ) pada kotak isian yang telah disediakan :

  S , apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. KS , apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan. TS , apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan.

  

A. Tetangga yang anda benci sengaja memancing kemarahan anda

dengan bermain gitar dan bernyanyi keras-keras pada saat anda ingin

tidur.

  No Pernyataan S KS TS

  1 Merebut gitar tetangga anda dan membanting gitar itu hingga rusak.

  2 Menyuruh tetangga anda diam dengan cara berteriak sekeras-kerasnya.

  160

B. Anda ditendang oleh teman anda karena anda dituduh mencuri barang miliknya, padahal anda tidak melakukannya.

  No Pernyataan S KS TS

  3 Menyuruh orang lain untuk membalaskan dendam anda.

  4 Mengungkapkan kemarahan anda terhadapnya.

  5 Melaporkan perbuatan yang ia lakukan kepada orang lain.

  6 Menghindari pertikaian dengan orang tersebut.

  C.

  

Seseorang yang anda kenal menyebarkan gosip yang membuat anda

dikucilkan dari pergaulan dengan teman-teman.

  No Pernyataan S KS TS 7 Mendatangi orang itu dan memukulnya.

  8 Merusak barang yang paling disukainya.

  9 Mendatangi orang tersebut dan membentaknya.

  10 Membalasnya dengan cara menyebarkan gosip tentang keburukan dirinya.

  161

D. Atasan anda menyalahkan anda atas kesalahan pada laporan keuangan yang anda buat, padahal laporan keuangan tersebut telah diubah oleh atasan anda untuk kepentingannya sendiri.

  No Pernyataan S KS TS 11 Merusak hasil kerja atasan anda.

  12 Melakukan unjuk rasa memprotes perilaku atasan anda.

  13 Menjelek-jelekkan orang tersebut dihadapannya.

  

E. Anda disebut sebagai seorang pecundang didepan kekasih anda oleh

mantan kekasih anda yang merasa sakit hati karena anda campakkan.

  No Pernyataan S KS TS 14 Mendorong orang itu hingga tersungkur.

  15 Membayar preman untuk memukulnya.

  16 Cuek saja dengan kondisi tersebut.

  17 Menghina orang tersebut.

  18 Mengajak teman-teman anda untuk menghindari orang tersebut.

  19 Membuang muka ketika bertemu dengan orang itu.

  162

F. Ketua organisasi yang anda ikuti menuduh anda melakukan korupsi di dalam rapat karena ia menganggap anda adalah pesaingnya dalam pemilihan ketua periode selanjutnya.

  No Pernyataan S KS TS 20 Mencengkeram leher orang itu.

  21 Merusak alat kampanye milik orang itu.

  22 Melakukan aksi keluar dari ruang rapat.

  23 Menuding wajahnya sambil mengucapkan hinaan kepadanya.

  24 Mendukung gagasan teman untuk membalas perlakuan orang tersebut.

  25 Mengacuhkan orang tersebut.

  163

LAMPIRAN 8

  

INFORMED CONSENT DAN SURAT

PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN

DALAM PENELITIAN

  164 KESEDIAAN MENGIKUTI PENELITIAN

  Dengan ini saya: Nama : ________________________________________________________ Jenis Kelamin : ________________________________________________________ Umur : ________________________________________________________ Alamat : ________________________________________________________ ________________________________________________________ Telpon/HP : ________________________________________________________ Menyatakan bersedia mengikuti kegiatan Penelitian Eksperimen berjudul:

  “Dampak Foto Sebagai Priming Effect Terhadap Kecenderungan Berperilaku Agresif”

dengan ketentuan apabila ada hal‐hal yang tidak berkenan pada saya, maka

saya berhak mengajukan pengunduran diri dari kegiatan Penelitian

Eksperimen ini.

  Yogyakarta, 30 Juni 2011 Eksperimenter Responden ________________________ _____________________________

  165

INFORMED CONSENT

  Peneliti ingin meminta kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Silakan membaca lembar persetujuan ini. Jika ada pertanyaan, tidak perlu merasa sungkan atau ragu untuk menanyakannya.

  1. Judul Penelitian Dampak Foto Terhadap Kecenderungan Berperilaku Agresif 2.

   Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak foto dengan konten agresif

sebagai primming effects terhadap kecenderungan berperilaku agresif.

  3. Prosedur Eksperimen Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subjek penelitian akan

dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok perlakuan dan

kelompok non perlakuan. Kelompok perlakuan akan menerima perlakuan berupa penyajian foto dengan konten agresif. Kelompok non perlakuan tidak mendapatkan perlakuan.

  Kecenderungan berperilaku agresif akan diukur menggunakan skala sikap kecenderungan berperilaku agresif.

  4. Waktu Penelitian

Penelitian eksperimen ini akan dilaksanakan selama 3 jam. Untuk tiap subjek

membutuhkan waktu 8‐10 menit.

  5. Kemungkinan Resiko Penelitian ini tidak memiliki resiko yang membahayakan kondisi fisik.

  Namun, penelitian ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam pelaksanaannya.

  6. Jaminan Kerahasiaan Kerahasiaan Anda akan Peneliti jaga. Peneliti tidak akan menyebutkan nama Anda.

  Peneliti hanya akan memberikan nama samaran. Semua informasi yang Anda berikan akan Peneliti jaga kerahasiaannya sehingga identitas Anda tetap Peneliti lindungi. Semua informasi menjadi rahasia peneliti. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan sebagai skripsi.

  7. Hak Untuk Berpartisipasi Dan Mengundurkan Diri Anda dengan sepenuh hati berpartisipasi dalam penelitian ini. Sewaktu‐waktu, Anda bisa menarik diri untuk terlibat dalam penelitian ini. Jika ada pertanyaan, Anda tidak perlu sungkan atau ragu untuk bertanya.

  166

LAMPIRAN 9

ALAT PENELITIAN (FOTO)

  

FOTO SE EBELUM S SELEKSI

167

  168

  169

  

FOTO UN NTUK PER RLAKUAN N

170

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
125
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
84
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
249
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
61
Show more