Pengaruh kualitas produk dan penayangan Moto-GP (sponsorship event) terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha - USD Repository

Gratis

0
0
101
1 year ago
Preview
Full text

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PENAYANGAN MOTO-GP (SPONSORSHIP EVENT) TERHADAP MINAT BELI SEPEDA MOTOR MERK YAMAHA

  Studi Pada : Pengguna Sepeda Motor Merek Yamaha di Daerah Istimewa Yogyakarta SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Oleh: Stefanus Fandy Febryanto

  NIM : 052214063

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PENAYANGAN

MOTO-GP (SPONSORSHIP EVENT) TERHADAP

MINAT BELI SEPEDA MOTOR MERK YAMAHA

  Studi Pada : Pengguna Sepeda Motor Merek Yamaha di Daerah Istimewa Yogyakarta SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Oleh: Stefanus Fandy Febryanto

  NIM : 052214063

  

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

Motto dan PERSEMBAHAN

“Janganlah seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.

  

Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam

tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam

kesucianmu”.

  (1 Timotius 4:12) “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. (Amsal 3:6) “Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23:18)

  Skripsi ini kupersembahkan untuk :

  Papa dan mamaku tercinta Yang selalu mencurahkan kasih sayangnya kepadaku Serta untuk Tata yang selalu setia dan sabar mendukungku

  

ABSTRAK

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PENAYANGAN MOTO-GP

(SPONSORSHIP EVENT)

TERHADAP MINAT

  Studi Pada : Pengguna Sepeda Motor Merek Yamaha di Daerah Istimewa Yogyakarta

  

Stefanus Fandy Febryanto

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2009

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan penayangan Moto-GP (sponsorship event) terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta.

  Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2009 di lima dealer di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik kuisioner. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda motor merek Yamaha. Sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 100 responden, dengan teknik convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi.

  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas produk dan penayangan Moto-GP secara simultan berpengaruh positif terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha, dan demikian pula secara parsial kualitas produk dan penayangan Moto-GP berpengaruh positif terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha.

  

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF PRODUCT QUALITY AND MOTO-GP LIVE

PRESENT (SPONSORSHIP EVENT)

TOWARD YAMAHA MOTORCYCLE PURCHASE INTEREST

  Case Study : Yamaha Motorcycle Users In Some City Dealers In Yogyakarta

  

Stefanus Fandy Febryanto

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2009

  The aim of this research was to know influence of product quality and Moto-GP Live Present (sponsorship event) toward Yamaha motorcycle purchase interest.

  The research was done from May until June 2009 at five city dealers in Yogyakarta. The data was collected using questionaire. The research population was Yamaha motorcycle users. The sample of research was as many as 100 respondents determined by convenience sampling technique. The data analysis technique of this research was regression analysis.

  The result of this research showed that product quality and Moto-GP Live Present (sponsorship event) simultaneously and partially had positive influence toward Yamaha motorcycle purchase interest.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih penulis sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus atas karunia dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Kualitas Produk dan Penayangan Moto-GP (Sponsorship

  

Event) Terhadap Minat Beli Sepeda Motor Merek Yamaha. Studi Pada : Pengguna

Sepeda Motor Merek Yamaha di Beberapa Dealer Kota Yogyakarta, dengan baik.

  Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Tuhan Yesus Kristus karena kasihNya selalu tercurah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  2. Bapak Drs. Y.P. Supardiono, M.Si., Akt., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma.

  4. Ibu Dra. Diah Utari, BR, M.Si., selaku Dosen pembimbing I, yang telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan kesungguhan hati

  5. Bapak Drs. P.Rubiyatno, MM., selaku Dosen pembimbing II, yang telah mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih baik

  6. Seluruh Dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah memperlancar jalannya proses belajar-mengajar dan kegiatan akademik.

  7. Papa dan Mamaku yang selalu memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasehat, dan memberikan kebahagiaan bagiku.

  8. Gereja Kristen Indonesia Muntilan yang selalu membantuku, tempatku berbagi suka dan duka, tempat aku bertumbuh, mendidik aku, terima kasih banyak

  9. PPA NAIN IO-740, Cie Yani, Cie Nia dan Mas Eko serta untuk teman-temanku se-PPA NAIN Riris, Budi, Winda, yang selalu mendidikku, mendukungku, dan mendoakanku hingga sekarang ini, Terima kasih sedalam-dalamnya.

  10. Papa dan Mama angkatku Nathan dan Deborah Jacobus di Amerika, terima kasih banyak atas segala kasih sayang, doa, dukungan, semangat, dan berkat untuk saya hingga sekarang ini sehingga saya bisa menyelesaikan studi saya dengan lancar.

  11. Bapak Pendeta Adi Christianto beserta Ibu Adi Christianto sekeluarga, serta kepada Ko Robert Yunianto sekeluarga, terima kasih atas kasih sayang dan dukungan baik moril maupun materiil sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini.

  12. Teman-teman di GKI Muntilan serta Pak Wawan selaku pembimbing pemuda dan remaja, serta segenap Majelis GKI Muntilan, terima kasih atas dukungan dan doa yang selalu ada buat saya.

  13. Teman-teman sepelayanan Ko Didi, Mas Tri, Ko Wawan (Mister), Ko Temmy, Theo, Rudy, Mayke, Budi, Deon, Jeffrey, Jeffrey Lee, Rima, Amy, Ryan, Jerry, Ferry dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih banyak atas dukungan yang tiada henti-hentinya untukku.

  14. Sahabatku Nova (Togor), Joko, Agus (Kapten), Winda, Deta, Meyta, Upik, Miko, Kuncung, Agus Is, Andi, Filius terima kasih atas semangat dan dukungannya buatku.

  15. Teman seperjuanganku Manajemen 2005 yang selalu menemaniku dalam suka dan duka serta tidak putus-putusnya memberi semangat kepadaku.

  16. Koo Tien dan Om Iman beserta keluarga, Cek Tek dan Tante Lia beserta keluarga, Cek Djiang dan Tante Onny beserta keluarga, Cek Han dan Tante Evi beserta keluarga, terima kasih atas segala dukungan, didikan, dan kasih sayang yang tercurah untukku sehingga saya dapat menyelesaikan studi saya.

  17. Tata yang selalu setia mendukungku, mendoakanku serta selalu memberiku semangat dengan kasih yang tulus untuk menyelesaikan skripsi ini. 18. teman-teman kost Tangkadas Putra yang permai Mas Boss, Mas Andi,

  Purba Jati, Mas Heri Petruzzi, Charles, Ko Frankie, Mas Widi, Mas Nendi, Mas Aris, Mas Wawan, terima kasih atas semangat dan dukungannya.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran bagi para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi.

  Yogyakarta, Agustus 2009 Penulis

  Stefanus Fandy Febryanto NIM 052214063

  DAFTAR ISI

  Halaman Judul ....................................................................................... i Halaman Persetujuan Pembimbing ........................................................ ii Halaman Pengesahan ............................................................................. iii Halaman Motto dan Pesembahan........................................................... iv Pernyataan Keaslian Karya ................................................................... v Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ...................... vi Untuk Keperluan Akademi.

  Abstrak .................................................................................................. vii Kata Pengantar ...................................................................................... ix Daftar Isi ................................................................................................ xii Daftar Tabel, Grafik dan Gambar .......................................................... xiv BAB I PENDAHULUAN .....................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah.............................................................

  1 B. Rumusan Masalah ......................................................................

  6 C. Batasan Masalah.........................................................................

  6 D. Tujuan Penelitian .......................................................................

  6 E. Manfaat Penelitian .....................................................................

  7 BAB II KAJIAN PUSTAKA ...............................................................

  8 A. Konsep Pemasaran .....................................................................

  8 B. Konsep Kualitas .........................................................................

  11 C. Konsep Sponsorship...................................................................

  15 D. Konsep Publisitas .......................................................................

  16 E. Konsep Minat Beli Konsumen ...................................................

  17 F. Konsep Perilaku Konsumen.......................................................

  17

  H. Kerangka Konseptual Penelitian ................................................

  39 C. Spesifikasi Yamaha FIAT YZR-M1 ..........................................

  63 C. Keterbatasan Penelitian..............................................................

  61 B. Saran...........................................................................................

  61 A. Kesimpulan ................................................................................

  56 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................

  54 F. Pembahasan................................................................................

  50 E. Analisis variabel Minat Beli ......................................................

  46 D. Analisis Asumsi Klasik ..............................................................

  43 C. Analisis Presentase.....................................................................

  42 B. Teknik Pengujian Instrumen ......................................................

  42 A. Deskripsi Penelitian ...................................................................

  40 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ............................

  36 B. Valentino Rossi ..........................................................................

  21 I. Rumusan Hipotesis ....................................................................

  36 A. Yamaha Kencana Motor Indonesia............................................

  32 BAB IV GAMBARAN UMUM PRODUK ........................................

  30 H. Teknik Analisis Data..................................................................

  29 G. Pengujian Instrumen Penelitian..................................................

  28 F. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling.....................................

  24 E. Teknik Pengumpulan Data.........................................................

  23 D. Divinisi Opeasional Variabel dan Pengukuan Variabel.............

  23 C. Subjek dan Objek Penelitian ......................................................

  23 B. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................

  23 A. Jenis Penelitian...........................................................................

  22 BAB III METODE PENLITIAN ........................................................

  64 DAFTAR PUSTAKA

  DAFTAR TABEL Tabel 1.1.1 Bebek 100-110 cc terlaris semester 1 tahun 2007...............

  3 Tabel 5.2.1 Hasil uji validitas item-item kualitas ..................................

  45 Tabel 5.2.2 Hasil uji validitas item-item penayangan Moto-GP............

  45 Tabel 5.2.3 Hasil uji validitas item-item minat beli...............................

  46 Tabel 5.2.4 Hasil uji reliabilitas .............................................................

  47 Tabel 5.3.1 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin.................

  48 Tabel 5.3.2 Distribusi responden berdasarkan usia................................

  49 Tabel 5.3.3 Distribusi responden berdasarkan pekerjaan.......................

  50 Tabel 5.4.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas .........................

  51 Tabel 5.4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Durbin-Watson......

  53 Tabel 5.5.1 Model Summary b ...............................................................

  55 Tabel 5.5.2 ANOVA b ............................................................................

  55 Tabel 5.5.3 Coefficients .........................................................................

  56

  DAFTAR GRAFIK Grafik 1.1.1 Penjualan Motor AISI.com 2008.......................................

  2 Grafik 5.3.1 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin ...............

  48 Grafik 5.3.2 Distribusi responden berdasarkan usia ..............................

  49 Grafik 5.3.3 Distribusi responden berdasarkan pekerjaan .....................

  50

  DAFTAR GAMBAR Gambar 2.3.1 Kerangka Konseptual Penelitian .....................................

  21 Gambar 4.3.1 Spesifikasi Yamaha FIAT YZR-M1 ...............................

  40 Gambar 5.4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas ..........................................

  52 Gambar 5.4.3 Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas...............................

  52 Gambar 5.4.4 Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas...............................

  53 Gambar 5.4.6 Statistik Durbin-Watson d...............................................

  54

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan penggunaan sepeda motor pada dasawarsa terakhir

  sangat pesat sesuai dengan teknologi di bidang otomotif, Industri otomotif sepeda motor tak mengenal krisis. Ketika pada tahun 1998 pasar otomotif mobil terpuruk akibat krisis moneter, pasar sepeda motor tetap membukukan pertumbuhan sekitar 14% dari tahun sebelumnya, sehingga tidak mengherankan jika persaingan dalam usaha sepeda motor berlangsung sangat ketat dan harga yang ditawarkan menjadi relative kompetitif. Hal ini tidak hanya dalam bentuk dan warna. Merk juga menjadi pertimbangan tersendiri oleh para konsumen.

  Kesuksesan perusahaan-perusahaan sepeda motor di Indonesia sekarang ini tidak terlepas dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih sepeda motor sebagai sarana transportasi, baik transportasi pribadi maupun transportasi umum. Hal ini dikarenakan bahwa setiap orang ingin menjalani kegiatanya dengan serba praktis. Alasan ini diungkapkan oleh masyarakat khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Jawa Barat termasuk Banten mengkonsumsi sebesar 12,7 % pasar sepeda motor, Jawa Tengah di luar Yogyakarta 9,8 %, Yogyakarta 4,1%, Jawa Timur 15,5%, Bali 5%, dan sisanya untuk luar Jawa-Bali. Tahun 2006 Indonesia adalah produsen sepeda motor ke-3 terbesar di dunia setelah Cina dan India. Tahun lalu, Cina memproduksi 12,5 juta unit sepeda motor, disusul oleh India dengan 6 juta

   unit dan Indonesia 5,1 juta unit. .

  Juni 2006

  Grafik 1.1.1 (AISI.com 2008)

  Perusahaan sepeda motorpun menyadari bahwa masyarakat Indonesia adalah pasar yang paling tepat untuk memasarkan produknya. Disamping alasan di atas adalah karena diketahui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merupakan golongan masyarakat menengah kebawah dan masih mempunyai daya beli untuk sebuah sepeda motor karena dipandang terjangkau.

  Keadaan seperti ini dijadikan landasan bagi perusahaan-perusahaan sepeda motor yang memasarkan produknya di Indonesia. Persaingan diantara perusahaan sepeda motor kian semarak. Banyak sekali perusahaan-perusahaan sepeda motor yang memasarkan produknya di Indonesia termasuk para pemain baru.

  Sampai saat ini ada 7 merek utama yang mengisi pasar sepeda motor, mereka bergabung bersama dalam AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia). Dari data AISI tahun 2004 menunjukkan Honda masih menjadi penguasa tunggal pasar sepeda motor dengan prosentase penguasaan lebih dari 55% atau sekitar 2.305.860 unit kendaraan. Urutan kedua ditempati Yamaha (21%), Suzuki (20%), Kawasaki (1%), Kymco (1%) dan Piaggio (0,1%). Dari keseluruhan model sepeda motor yang terjual di pasar, sepeda motor model bebek (underbone) yang paling laku dengan menguasai sekitar 89,2% pasar. Disusul model sport 7,9% atau yang populer disebut orang Indonesia sebagai motor ‘jantan’, kemudian model bisnis 2,8% dan scooter 0,1%.

Tabel 1.1.1 dikelas ini cukup menentukan sekitar 43.85% dari keseluruhan

  Market Share market share kendaraan bermotor roda dua.

  Tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini hanya terdapat tiga perusahaan yang termasuk pemain lama dalam bisnis sepeda motor salah satunya adalah Yamaha. Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang cara Yamaha memasarkan produknya di Indonesia dan sikap masyarakat tentang produk Yamaha.

  ,

  Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dalam memperoleh pangsa pasar telah mampu mencapai urutan kedua setelah Honda, dan Suzuki yang berada diurutan ketiga. Market share yang dimiliki Yamaha sebesar 39.9%, lebih kecil 5,1% daripada market share Honda 45%. Hal ini tentu tidak lepas dari manuver yang dilakukan oleh Yamaha terutama dalam Promosi, Kualitas, Inovasi terbaru serta soal penetapan harga yang terjangkau oleh masyarakat Indonesia.

  Pada bulan Maret 2007, untuk pertama kalinya Yamaha mengungguli Honda. Yamaha secara meyakinkan meraih pangsa pasar 43,7%,

  market share mengungguli Honda yang 41,5%.

  Untuk mempertahankan positioning produknya, Yamaha banyak melakukan berbagai perubahan atau inovasi, penayangan entertainment

  

(Sponsorship Event) dan komunikasi persuasif melalui iklan dengan tetap

  menjaga kualitas dari produk Yamaha itu sendiri. Keunggulan penjualan Yamaha tidak dapat dilepaskan dari jajaran produk yang tersedia. Jajaran Yamaha terlihat cukup inovatif seperti Vega untuk value-oriented customers, Mio untuk woman customers yang kemudian menjadi “growth machine” bagi

  Yamaha. Jupiter Series untuk style-oriented customers, dan produk teranyarnya Vixion yang saat ini telah indent hingga 8.000 unit (YMKI 2007).

  Adalah sebuah entertainment yang secara rutin menayangkan hal-hal seputar otomotif salah satunya adalah penayangan MOTO-GP, sponsor utamanya adalah perusahaan-perusahaan sepeda motor yang namanya dapat dikatakan meroket di berbagai belahan dunia. Sedangkan sponsor utama untuk penayangan MOTO-GP di Indonesia sendiri adalah Yamaha.

  Yamaha tak menyia-nyiakan hal tersebut, mereka gencar beriklan seiring dengan kemenangan demi kemenangan yang diraih ikon Yamaha Valentino Rossi. Sejak bergabung dengan Yamaha di tahun 2004, Valentino Rossi memberikan hasil sangat memuaskan di arena MOTO-GP. Hal ini yang membuat perusahaan Yamaha di Indonesia (YMKI) begitu percaya diri dan gencar mengiklankan produknya di Indonesia. Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha saat ini tak pelak menambah kesuksesan Yamaha dengan menarik minat beli konsumen. (Hermawan Kartajaya, 2006).

  B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh kualitas produk dan penayangan moto-GP terhadap minat beli sepeda motor merk Yamaha?

  C. Batasan Masalah

  1. Penelitian minat beli konsumen terhadap sepeda motor Yamaha di Kota Yogyakarta.

  2. Penelitian terhadap kualitas sepeda motor merk Yamaha di Kota Yogyakarta menurut persepsi konsumen.

  3. Penelitian penayangan moto-GP dengan Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha terhadap minat beli konsumen.

  D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kualitas produk terhadap minat beli sepeda motor merk Yamaha.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penayangan moto-GP terhadap minat beli sepeda motor merk Yamaha.

E. Manfaat

  1. Bagi civitas akademika Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan literatur dan bahan yang berguna, untuk pendukung penelitian selanjutnya.

  2. Bagi Penulis Dapat digunakan untuk menambah pengalaman dan sebagai bentuk realisasi dari proses belajar khususnya manajemen pemasaran.

  3. Bagi pihak Fakultas Ekonomi Sanata Dharma Sebagai sumbangan kepustakaan dan sebagai evaluasi atas pelayanan yang diberikan.

  4. Bagi pemasar sepeda motor Yamaha Semoga dapat menjadi masukan dalam seberapa besar kekuatan perusahaan untuk menjual produk Yamaha dengan dimensi kualitas produk dan berbagai entertainment di televisi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

  1. Konsep Pemasaran Ada beberapa pengertian pemasaran tetapi pada intinya mencakup suatu pengertian yang sama. Menurut Philip Kotler pemasaran adalah proses untuk merencanakan dan melaksanakan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi mengenai ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran untuk memenuhi tujuan individu maupun organisasi.

  Proses pemasaran melibatkan tiga (3) fungsi yang terdiri dari delapan (8) kegiatan : 1) Fungsi pertukaran (exchange)

  1) Pembelian 2) Penjualan

  2) Fungsi Distribusi Fisik (physical Distribution) 1) Transportasi 2) Penyetoran

  3) Fungsi memfasilitasi (facilitating) 1) Keuangan 2) Standarisasi

  3) Pengambil resiko 4) Mengumpulkan informasi tentang pasar

  Dalam pemasaran, ada empat (4) kebijakan pemasaran yang lazim disebut dengan bauran pemasaran (marketing mix), yaitu :

  a. Product

  Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, digunakan dan dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan. Produk dapat berbentuk barang dan jasa. Produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Sebagai barang konsumsi yaitu barang yang dibeli oleh konsumen akhir untuk dikonsumsi, dan barang industri yaitu barang yang dibeli konsumen untuk diolah kembali.

  Pengembangan sebuah produk mengharuskan perusahaan untuk manfaat-manfaat yang akan diberikan oleh produk itu. Manfaat tersebut dikomunikasikan dan hendaknya dipenuhi oleh atribut produk, misalnya dalam bentuk seperti mutu, ciri, desain.

  b. Price

  Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga kepada semua pembeli.

  Penetapan harga dan persaingan harga telah menjadi masalah utama yang dihadapi perusahaan.

  c. Place

  Sebagian besar produsen menggunakan perantara pemasaran untuk memasarkan produknya khususnya barang dengan cara membangun suatu saluran distribusi, yaitu sekelompok organisasi yang saling tergantung dalam keterlibatan mereka pada proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi penggunaan atau konsumsi oleh konsumen atau pengguna industrial.

  d. Promotion

  Pemasaran tidak hanya membicarakan mengenai produk, harga produk dan mendistribusikan produk, tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat dikenal dan pada akhirnya konsumen sudi untuk membeli.

  Ada juga strategi untuk melakukan promosi yang sering disebut bauran promosi yang terdiri atas empat, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public dan penjualan perseorangan (personal selling).

  relation)

  2. Konsep Kualitas Membicarakan tentang pengertian kualitas dapat berbeda makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat tergantung pada konteksnya (Zulian Yamit 2005:5).

  Banyak pakar dibidang kualitas yang mencoba untuk mendefinisikan kualitas berdasarkan sudut pandangnya masing-masing.

  Beberapa diantaranya yang paling populer adalah yang dikembangkan oleh tiga pakar kualitas tingkat internasional dalam Zulian Yamit (2005:7) yaitu :

  a. Kualitas adalah apapun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen (W. Edwards Deming).

  b. Kualitas dipersepsikan sebagai nihil cacat, kesempurnaan dan kesesuaian terhadap persyaratan (Philip B. Crosby).

  c. Kualitas didefinisikan sebagai kesesuaian terhadap spesifikasi (Joseph M. Juran).

  d. Sedangkan Goetsch Davis, 1994 membuat definisi kualitas yang lebih luas cakupannya, yaitu kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

  David Garvin, 1994 dalam Zulian Yamit mengidentifikasikan lima

  a. Transcendental Approach

  Kualitas dalam pendekatan ini adalah sesuatu yang dapat dirasakan, tetapi sulit didefinisikan dan dioperasionalkan.

  b. Product-based Approach

  Kualitas dalam pendekatan ini adalah sesuatu karakteristik atau atribut yang dapat diukur.

  c. User-based Approach

  Kualitas dalam pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya, dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang atau cocok dengan selera (fitnes for used) merupakan produk yang berkualitas tinggi.

  d. Manufacturing-based Approach

  Kualitas dalam pendekatan ini adalah supply-based atau dari sudut pandang produsen yang mendefinisikan kualitas sebagai sesuatu yang sesuai dengan persyaratannya (conformance quality) dan prosedur.

  e. Value-based Approach

  Kualitas dalam pendekatan ini adalah memandang kualitas dari segi nilai dan harga.

  Bagian dari kebijakan produk adalah perihal kualitas produk. Kualitas suatu produk baik barang maupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk berupa barang dan jasa dapat dipaparkan berikut ini : 1) Produk Berupa Barang.

  Menurut David Garvin (2005:10) untuk menentukan dimensi kualitas dapat melaui delapan dimensi, yaitu : a) Performance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.

  b) Features, yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.

  c) Reliability, hal yang berkaitan dengan probabilitas suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali di gunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.

  d) Conformance, berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap tingkat spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.

  e) Durability, suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran f) Serviceability, karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.

  g) Aesthetics, karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual.

  h) Fit and Finish, sifat subyektif berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk sebagai produk yang berkualitas. 2) Produk Berupa Jasa.

  Zeitaml et. Al. mengemukakan lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa yaitu : a) Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.

  b) Responsiveness, yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, meliputi kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan.

  c) Assurance, meliputi kemampuan karyawan atas : keramahtamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, ketrampilan dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

  d) Empathy, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggannya.

  e) Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan karyawan.

  3. Konsep Sponsorship

a. Sponsorship

  merupakan aspek komunikasi pemasaran yang

  Sponsorship tumbuh dengan cepat.

  Sponsorship meliputi dua kegiatan utama :

  1) Pertukaran antara sponsor (seperti merek) dan pihak yang disponsori (seperti event olahraga) dimana pihak yang terakhir memperoleh fee dan pihak sponsor memperoleh hak untuk dikaitkan dengan kegiatan yang disponsori.

  2) Pemasaran asosiasi oleh sponsor.

  b. Event Sponsorship

  Event Sponsorship

  adalah bentuk promosi merek yang mengikat suatu merek dengan aktivitas pertandingan atletik, hiburan, kebudayaan, sosial dan aktivitas publik yang menarik lainnya (Shimp A. Terence).

  Dalam kasus ini peneliti akan mengenalisa Event Sponsorship yang dilakukan Yamaha.

  4. Konsep Publisitas.

  Publisitas (publicity) adalah bentuk-bentuk komunikasi tentang perusahaan, produk atau merek yang tidak membutuhkan pembayaran (J. Paul Peter dan Jerry C. Olson).

  J. Paul Peter juga mengatakan Publisitas biasanya terjadi di artikel- artikel yang membandingkan sebuah produk, diskusi tentang produk di radio atau talk show, penjabaran produk atau merek baru di berbagai media yang menyajikan berbagai informasi tentang produk bagi para

5. Pengertian Minat beli Konsumen

  Minat beli konsumen diartikan sebagai sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang diinginkan (Winkel, 1991:533). Sedangkan Darmadi Durianto (2003:109) mendefinisikan Minat beli sebagai pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu.

  Faktor-faktor yang mempengaruhi minat, dikelompokkan menjadi 2 golongan (Winkel, 1986:27) : a. Minat secara intrinsik

  Minat yang berdasarkan suatu dorongan yang secara mutlak timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada pengaruh dari luar b. Minat secara ekstrinsik

  Minat yang berdasarkan dorongan atau pengaruh dari luar diri individu, misalnya: iklan, pendapat teman, faktor keluarga, pengalaman. Sebelum timbulnya minat beli dalam diri konsumen, konsumen melewati 3 tahap, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif ( Kotler, 2005:224).

  6. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa (Albert

  Sedangkan menurut James F. Engel dalam Amirullah, perilaku konsumen didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang dan jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

  Berdasarkan beberapa definisi perilaku konsumen diatas, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang dilakukan baik oleh individu, kelompok maupun organisasi yang berhubungan dengan proses pencarian informasi dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan barang atau jasa.

  Ada tiga perspektif perilaku konsumen yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen (Amirullah, 2002).

  a. Perspektif pengambilan keputusan Dari perspektif ini, seorang konsumen digambarkan sebagai orang yang sedang melakukan langkah-langkah pada saat pembelian yang meliputi pengenalan masalah, pencarian informasi, pencarian alternatif, evaluasi alternatif, memilih, membeli dan evaluasi pasca pembelian.

  b. Perspektif pengalaman Perspektif ini menyatakan bahwa dalam beberapa hal, konsumen tidak melakukan pembelian sesuai dengan dengan proses pengambilan keputusan yang rasional melainkan konsumen melakukan pembelian produk atas dasar kesenangan, menciptakan fantasi dan perasaan emosi. c. Perspektif pengaruh perilaku Perspektif ini menyatakan bahwa kekuatan lingkungan memaksa konsumen untuk melakukan pembelian tanpa harus membangun perasaan atau kepercayaan terhadap produk.

B. Penelitian Sebelumnya

  Novena K. Maria Analisis Sikap Konsumen Terhadap Dimensi Kualitas Produk Sepeda Motor Honda Supra X 125. Penelitian ini dilakukan agar perusahaan atau dealer dapat mengetahui karakteristik konsumen pengguna sepeda motor Honda Supra X 125 serta untuk mengetahui sikap konsumen terhadap dimensi kualitas produk sepeda motor Honda Supra X

  125 .

  Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian peneliti yaitu konsumen yang mempunyai sepeda motor Honda Supra X 125 yang jumlahnya tidak diketahui.

  Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non random sampling karena jumlah populasi tidak diketahui dan tidak ada daftar nama anggota populasi. Teknik non random sampling yang dipilih purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini anggota sampel yang dipilih harus memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian.

  Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa segmen terbesar produk sepeda motor Honda Supra X 125 di daerah Baciro, Demangan Baru, Klitren, Kotabaru dan Terban adalah kalangan muda yang berstatus pelajar dan mahasiswa, dengan atribut yang paling tidak dipertimbangkan oleh konsumen dalam memilih produk sepeda motor Honda

  Pada penelitian ini pula penulis hanya membatasi pada dimensi kualitas feature, kehandalan, serviceability dan estetika karena keterbatasan dana, waktu dan tenaga. Keterbatasan lainnya adalah bahwa data dalam penelitian ini hanya diperoleh dengan membagikan kuisioner kepada responden, sehingga ada kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden.

C. Kerangka Konseptual Penelitian

  Gambar 2.3.1 Kerangka Konseptual Penelitian

PENAYANGAN KUALITAS ENTERTAINMENT PRODUK (MOTO_GP)

  

MINAT BELI

KONSUMEN

  1. Pengaruh kualitas terhadap minat

  Kualitas dapat meningkatkan ketertarikan konsumen pada sebuah produk. Konsumen mencari kualitas (nilai) terbaik dalam membeli produk dan

  jasa pelayanan yang dibutuhkannya. Oleh karena itu kecenderungan kearah memilih atau membeli produk dan jasa akan semakin meningkat. (Yamit, 2005:2)

  2. Pengaruh publisitas (Sponsorship) terhadap Minat

  Kegiatan sponsorship mencakup investasi dalam event atau causes yang bertujuan mencapai berbagai tujuan perusahaan, terutama meningkatkan kesadaran merek, memperkuat citra merek dan memperbesar volume penjualan. Konsumen akan mempunyai motivasi atau minat untuk memperoleh produk yang mempunyai citra merek yang kuat.

D. Rumusan Hipotesis

  Dari uraian teori diatas dapat disimpulkan hipotesis yang akan di gunakan dalam penelitian sebagai berikut : : Kualitas produk sepeda motor merk Yamaha dan penayangan MOTO-GP tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

  : Kualitas produk sepeda motor merk Yamaha dan penayangan MOTO-GP berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan jenis penelitian eksplanatory dengan analisis regresi. Penelitian eksplanatori adalah penelitian yang berusaha menguji

  hipotesis yang menyatakan sebab akibat terhadap dua variabel atau lebih (Nurastuti, 2007:138)

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat penelitian Tempat penelitian adalah tempat dimana penelitian ini dilakukan.

  Tempat penelitian dilakukan di beberapa dealer di Yogyakarta.

  2. Waktu penelitian Waktu penelitian adalah waktu yang menunjukan kapan penelitian ini dilakukan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2009.

  C. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Subjek dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda motor

  Yamaha di Kota Yogyakarta yang melakukan pembeliannya pada tahun 2004 sampai pada penelitian ini dilakukan.

  2. Objek Objek dalam penelitian ini adalah berbagai variabel yang diteliti yaitu atribut-atribut yang mempengaruhi minat beli konsumen sepeda motor merek Yamaha yang meliputi Kualitas dan Penayangan Moto-GP .

  (sponsorship)

  D. Divinisi Operasional Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Variabel yang digunakan serta pengukurannya adalah sebagai berikut :

  1. Kualitas Didefinisikan sebagai penilaian konsumen terhadap kualitas yang memenuhi standar atau kepuasan konsumen (David Garvin dalam Yamit). instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  Sangat Setuju

  5 Aspek fungsional yaitu Setuju

  4 kinerja sepeda motor merek

  Performance

  Netral

  3 (Kinerja) Yamaha mempengaruhi

  Tidak Setuju

  2 minat beli sepeda motor Sangat Tidak Setuju

  1 merek Yamaha instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  Aspek performansi yang Sangat Setuju

  5 menambah fungsi dasar Setuju 4 dengan berbagai fitur sepeda

  Features

  Netral

  3 (Pelengkap) motor Yamaha mempenga-

  Tidak Setuju

  2 ruhi minat beli sepeda motor Sangat Tidak Setuju

  1 merek Yamaha instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  Reliability

  (Daya Tahan) Umur ekonomis, daya tahan dan masa pakai sepeda motor merek Yamaha mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  (Pelayanan) Kecepatan, kompetensi, kenyamanan dan kemudahan dalam pemeliharaan sepeda motor merek Yamaha mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Serviceabiliy

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  Durability

  (Kehandalan) Kehandalan sepeda motor merek Yamaha disetiap waktu dan di berbagai kondisi mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  (Kesesuaian) Kesesuaian yaitu terhadap tingkat spesifikasi sepeda motor merek Yamaha yang telah ditetapkan sebelumnya mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Conformance

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  Aesthetics

  (Reputasi dan Citra Produk)

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  Citra, reputasi dan tanggungjawab perusahaan sepeda motor merek Yamaha kepada konsumen mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Fit and Finish

  (Estetika) Corak, rasa dan daya tarik sepeda motor merek Yamaha mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  1

2. Sponsorship

  Consistency Penayangan Moto-GP dengan Yamaha Indonesia sebagai sponsor utama yang konsisten dengan citra merek sepeda motor merek Yamaha mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Sangat Setuju

  5 Setuju

  4 Netral

  3 Tidak Setuju

  2 Sangat Tidak Setuju

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor Menjangkau

  Audiens Sasaran

  Penayangan Moto-GP yang dapat menjangkau seluruh peminat sepeda motor Yamaha mempengaruhi minat beli sepeda motor

  Sangat Setuju

  5 Setuju

  4 Netral

  3 Tidak Setuju

  2 Sangat Tidak Setuju

  1

  Didefinisikan sebagai aspek komunikasi pemasaran yang tumbuh dengan cepat, bisa berpengaruh positif maupun negatif bagi pemasar (Shimp, 2000:265). Jenis dan Sumber Data. instrumen Pengukuran Jawaban Skor

  instrumen Pengukuran Jawaban Skor Cocok Secara

  Penayangan Moto-GP yang bersifat kontinuitas oleh perusahaan sepeda motor Yamaha di Indonesia mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  Kepribadian Penayangan Moto-GP yang disponsori oleh perusahaan sepeda motor Yamaha di Indonesia dengan Valentino Rossi sebagai ikon mempengaruhi minat beli

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor Simbol

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor Kontinuitas

  Geografis Penayangan Moto-GP yang menunjukan kecocokan secara geografis mempenga ruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  Penayangan Moto-GP yang sesuai dengan program komunikasi pemasaran untuk konsumen yang terintegrasi mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Dengan program komunikasi

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor Kesesuaian

  2 Sangat Tidak Setuju

  3 Tidak Setuju

  4 Netral

  5 Setuju

  Sangat Setuju

  1 instrumen Pengukuran Jawaban Skor Keahlian

  Teknik Penayangan Moto-GP dengan Valentino Rossi yang menunggangi sepeda motor pabrikan Yamaha yang menjadi juara dunia berkali- kali mempengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha

  Sangat Setuju

  5 Setuju

  4 Netral

  3 Tidak Setuju

  2 Sangat Tidak Setuju

  1 E. Teknik Pengumpulan Data

  1. Sumber data : Dalam khasus ini ada dua sumber pengumpulan data yaitu :

  a. data sekunder Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada (Hasan

  2008:19).

  1) hasil penelitian terdahulu, artikel-artikel. 2) Buku-buku yang terkait dengan penelitian.

  b. data primer Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian (Hasan 2008:19).

  1) dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden.

  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Kuesioner kuesioner merupakan seperangkat pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk mencatat jawaban mereka dan diberikan alternatif jawaban pendekatan (Hasan 2008:19)..

  Pelaksanaan pengumpulan data dan survey dengan cara peneliti langsung mendatangi calon responden (pengguna sepeda motor) dan menanyakan apakah calon responden menggunakan sepeda motor merk Yamaha. Peneliti menunggu pengisian kuesioner untuk memberi penjelasan lebih lanjut.

  F. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

  1. Populasi Ruang lingkup atau besaran karakteristik dari seluruh objek yang diteliti (Priyatno, 2008:9). Pada penelitian ini peneliti mengambil populasi pengguna motor merk Yamaha di Daerah Istimewa Yogyakarta.

  2. Sampel Sampel adalah besaran karakteristik tertentu untuk diteliti, dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi sehingga peneliti dapat menggeneralisasikan hasil penelitiannya (Priyatno, 2008:9). Untuk sampel adalah pengguna sepeda motor Yamaha yang melakukan pembeliannya pada tahun 2004 sampai pada penelitian ini dilakukan. Jumlah sampel yang direncanakan adalah 100 orang dari konsumen dan batas minimal sampl adalah 30 orang.

  3. Teknik Sampling Sampling adalah proses pemilihan sejumlah elemen dari populasi.

  Dalam penelitiaan ini, metode sampling yang digunakan adalah non probability yang dilakukan dengan

  (Convinience Sampling)

  mengumpulkan informasi dari anggota populasi yang dapat dijangkau dengan mudah (Husein, 2003:160).

  G. Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen ini dimaksudkan untuk mengukur kesahihan (validitas) dan kehandalan (reliabilitas) instrumen penelitian.

  1. Uji Validitas Uji Validitas menurut (Priyatno, 2008:9). digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

      

        

  =

   

  2

  2

  2

  2

         

              Dimana: r

  xy

  : Koefisien korelasi antara X dan Y (product

  moment

  ) X : Nilai total jawaban dari masing-masing nomor dari responden

  Y : Total butir dari jawaban responden ∑ X

  : Jumlah skor butir ∑ XY : Jumlah hasil kali antara X dan Y N : Banyaknya sampel uji coba Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut : a) Jika r hitung

  ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen tersebut dikatakan valid.

  b) Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.

  2. Uji Reliabilitas Menurut (Priyatno, 2008:16). Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya dan dapat diandalkan (relatif konsisten jika diulangi beberapa kali). Untuk memperoleh reliabilitas, digunakan rumus Alpha Cronboarch dengan bantuan program SPSS.

  Rumusnya :

  

   =

    gg gg   

  1

  2 Keterangan :

  

  1. Skala Likert Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert.

  2 Sangat tidak setuju (STS)

  3 Tidak setuju (TS)

  4 Netral (N)

  5 setuju(S)

  Pernyataan Skor Sangat setuju (SS)

  Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004: 87), Sebagai gambaran penulis memberikan 5 alternatif jawaban kepada responden untuk analisis terhadap kualitas Produk, iklan dan penayangan MotoGP sehingga timbul minat untuk membeli sepeda motor merk Yamaha.

  H. Teknik Analisis Data

   = Koefisien reliabilitas gg

  lebih kecil dari r tabel, maka berarti kuesioner tersebut tidak memenuhi syarat reliabilitas.

  XY

  lebih besar dari r tabel, maka berarti kuesioner sebagai alat pengukur telah memenuhi syarat reliabilitas. Begitu pula sebaliknya, apabila r

  XY

  = Koefisien korelasi product moment taraf nyata 5% Apabila r

  

  1

  2. Regresi Linier Sederhana Untuk menganalisis masalah, yaitu apakah ada pengaruh kualitas produk (X) secara parsial berpengaruh terhadap minat beli konsumen, (uji hipotesis) menggunakan linier sederhana (Sugiyono, 2004: 203) :

  Y = a + bX di mana : Y = minat beli konsumen X = variabel bebas (X) a = konstanta b = koefisien regresi kreativitas penyampaian

  3. Regresi Berganda Untuk menganalisis masalah, yaitu apakah ada pengaruh kualitas produk (X ), dan penayangan Moto-GP (X ) berpengaruh secara bersama-

  1

  2

  sama terhadap minat beli konsumen (Y), (uji hipotesis) menggunakan Regresi Linier Berganda dengan rumus: (Sugiyono, 2000: 250)

  Y = a + b X + b

  X

  1

  1

  2

  

2

  di mana : Y = minat beli konsumen A = Konstanta b , ..., b = Koefisien dari variabel bebas

  1 n

  X = Kualitas Produk

  1 X = Penayangan Moto-GP

  2 Koefiesien-koefisien regresi a dan b dapat dihitung dengan rumus:

  2

  2 Y X

  X Y    

  1  1  1  1      a

  2

  2 n X

  X  

  1

  1  

  n

  X Y

  

X

X Y   

  1

  1

  

1

  1

  1    b

  2

  2 n X

  X  

  1

  1  

  4. Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif variabel X terhadap variabel Y, jika variabel X yang lain tetap. Bila t

  hitung

  lbih besar dari t maka ada pengaruh positif dan signifikan dari variabel

  tabel

  bebas terhadap variabel tergantung, sebaliknya apabila t lebih kecil

  hitung

  dari t maka tidak ada pengaruh positif dari variabel-variabel bebas

  tabel terhadap variabel tergantung, maka dilakukan uji t.

  Rumus uji t adalah:

  bB i i tSb i

  bi = nilai koefisien regresi Bi = nilai koefisien regresi untuk populasi Sbi = kesalahan baku koefisien regresi

  5. Uji F F test digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan variabel bebas secara simultan terhadap variabel tergatung. Bila F

  hitung

  lebih besar dari F , maka secara simultan variabel bebas berpengaruh

  tabel

  terhadap variabel tergantung, sebaliknya bila F lebih kecil dari F

  hitung tabel

  maka secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel tergantung.

  2

  2 R / k R ( n k

  1 )  

  F = F =

  2

  2

  ( 1 ) /( 1 ) ( 1 ) di mana : n = Ukuran sampel R

  2

  = Koefisien determinasi

  k

  = Banyaknya variabel bebas

  BAB IV GAMBARAN UMUM A. Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI) Agen tunggal pemegang merek sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) beroperasi di Indonesia mulai 6 Juli

  1974. Dengan dukungan sekitar 6.000 tenaga kerja, YMKI mampu memproduksi sekitar 3.500 sepeda motor per hari.

  April 2009, produk motor YMKI terdiri atas skuter otomatis (skutic) Mio yang memiliki tiga varian yakni Mio, Mio Sporty, dan Mio Soul. sepeda motor bebek Vega R DB, Vega ZR DB, Jupiter Z, Jupiter

  Z CW, Jupiter MX135LC CW, dan Jupiter MX 135LC. Sementara itu, untuk jenis motor sport meliputi, Scorpio Z, Scorpio Z CW, dan V-Xion.

  YMKI yang memiliki 800 dealer di Indonesia, mengekspor sepeda motor ke 26 negara di antaranya dalam bentuk utuh (completey built ke Asean seperti ke Filipina dan Malaysia, sedangkan sepeda

  up/CBU)

  motor completely knock down (CKD) ke kawasan Amerika Selatan. Nilai ekspor terus bertumbuh, pada 2008 ditaksir naik 10% menjadi sekitar US$ 220 juta, terdiri atas 70.000 sepeda motor, 120.000 mesin, dan komponen dalam bentuk terurai 500.000 set.

  Bahkan, mulai 2009, YMKI bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berencana merangsek pasar ekspor Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

  YMKI berhasil mencapai produksi ke-10 juta unit pada akhir 2007. Prestasi tersebut tidak terlepas dari strategi YMKI menyasar pangsa pasar skutic. Di segmen tersebut, YMKI memimpin dengan dua produk andalan yakni Yamaha Nouvo, yang diluncurkan pada 2002 dan Yamaha Mio. Padahal, pasar skutic lebih dulu dimasuki oleh Kymco. Empat produk pesaing Yamaha, yakni Honda Vario dan Honda Beat, serta Suzuki Spin dan Suzuki Skywave, belum mampu menandingi laju YMKI.

  Strategi menyodok pasar dengan produk skutic membuahkan hasil spektakuler. Sepanjang 33 tahun sejarah persaingan sepeda motor di Tanah Air yang didominasi Honda, pada Maret dan Juli 2007, YMKI mampu menyalip AHM. Secara kumulatif sepanjang 2007, YMKI mampu menjual 1.833.506 unit, atau naik 25,7% dibandingkan tahun 2006 sebesar 1.458.561 unit. Pada 2008, penjualan Yamaha mencapai 2,47 juta unit, naik 35% dibanding 2007 sebesar 1,83 juta unit.

  Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (Aisi) menyodorkan fakta, sepanjang 2007, penjualan sepeda motor naik 5,8% menjadi 4.685.078 unit dibandingkan 2006 sebesar 4.428.287 unit. Secara nasional, pada 2008, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 6,2 juta unit.

  YMKI mengusung “Tujuh Komitmen Yamaha” untuk menuju kesempurnaan dalam memenangi persaingan. Jurus mereka sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan ATPM lainnya yakni dengan terus berinovasi sehingga melahirkan produk berkualitas dengan standar dunia. Selain itu, meningkatkan pelayanan pascajual, dan beberapa fasilitas kemudahan yang lain demi kepuasan konsumen.

  Sama dengan kompetitornya, yakni PT AHM, YMKI juga mengantongi The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari lembaga riset pemasaran Frontier dan Majalah Swa (2004,2005, dan 2006). Selain itu, YMKI yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1,5 juta unit per tahun itu mengoleksi sertifikat ISO 9001 (Agustus 2001),

  , dan TV Ad Monitor 2006.

  Marketing Award 2006

  Selain memproduksi untuk pasar domestik, YMKI juga mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara di empat benua. Di pasar domestik sepanjang tiga tahun terakhir market share Yamaha terus menunjukkan tren naik dan menempati posisi kedua di belakang Honda.

  Pada 2005, market share Yamaha sebesar 21% dan menjadi 35% setahun kemudian. Pada 2007, sekaligus puncak prestasi YMKI, penguasaan pangsa pasar Yamaha mencapai 39,1%, prestasi tersebut buah dari kreatifitas meluncurkan skuter matic (skutic) Mio pada awal 2003.

  YMKI pada 2008 menambah kapasitas produksi dari 2,4 juta unit menjadi 3 juta per tahun dengan tambahan investasi US$ 50 juta.

B. Valentino Rossi

  Nama : Valentino Rossi Tempat / Tanggal Lahir : Urbino, 16 Februari 1979 Kewarganegaraan : Italia Juara Dunia : 6 (enam) kali Team saat Ini : Yamaha Motor saat ini : Yamaha FIAT YZR-M1 Karir dalam Moto-GP : 1 Valentino, mulai membalap di kejuaraan motor mini pada tahun 1992.

  2 Tahun 1993 Valentino Rossi memulai debutnya di kelas 125 cc dan menjadi juara dunia di tahun 1997.

  3 Tahun 1998 Rossi membalap di kelas 250 cc. Hanya butuh waktu 2 musim saja hingga 1999 Rossi dapat menyandangkan gelar juara dunia di dirinya.

  4 Tahun 2000 Valentino Rossi hijrah ke kelas yang lebih tinggi dan bergengsi yaitu kelas Moto-GP 500cc. di tahun pertamanya ia memperoleh gelar Rookie Of The Year. Tahun 2001 Rossi kembali menobatkan dirinya sebagai juara dunia, melengkapi koleksi gelar juara dunia menjadi tiga kali dan pembalap termuda sepanjang sejarah yang pernah meraih juara dunia di tiga kelas yang berbeda .

  5 Tahun 2004 Rossi hijrah ke Yamaha, hingga tahun 2005 Rossi sudah memperoleh gelar juara dunia sebanyak lima kali dengan menunggangi motor pabrikan Yamaha.

  6 Tahun 2006 – 2007 Valentino Rossi bersama motor Yamahanya hanya memperoleh gelar Runner Up.

  7 Tahun 2008 Rossi masih bersama tunggangannya Yamaha FIAT YZR- M1 menjadi juara dunia yang ke enam kalinya.

C. Spesifikasi Yamaha FIAT YZR-M1

  Gambar 4. 3.1 Spesifikasi Yamaha FIAT YZR-M1

  Engine Engine type: Liquid-cooled, in-line, 4-cylinder, 4-stroke with 16-valve DOHC

  Displacement: 800cc Ignition: Magneti Marelli with adjustable mapping - NGK spark plugs Carburation:

  Fuel injection Lubrication system: Wet sump - Motul Oils Data recording:

  2D Maximum power:

  Around 200hp Maximum speed: In excess of 320 km/h

  Transmission Type: 6-speed cassette-type gearbox, with alternative gear ratios available

  Primary drive: Gear

  Clutch: Dry multi-plate slipper clutch Final drive: Chain

  Chassis and running gear Frame type: Twin-tube aluminium frame, multi-adjustable steering geometry, wheelbase, ride height, with aluminium swingarm

  Front suspension: Fully-adjustable Öhlins inverted telescopic forks

  Rear suspension: Braced aluminium swingarm with single Öhlins shock and rising- rate linkage

  Front/rear wheels: 16.5 inch front, 16.5 inch rear, available in a variety of rim widths

  Front/rear tires: Michelin, 16.5 inch front, 16.5 inch rear, available as slick, intermediate, wet and hand-cut tires

  

Front brake: Twin 320mm carbon discs with radial mounted four-piston Brembo

calipers

  Rear Brake: Single 220mm ventilated stainless steel disc with twin-piston Brembo caliper

  Weight: 148kg, in accordance with FIM regulations

  Fuel capacity: 21 litres, in accordance with FIM regulations

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen atau pengguna sepeda

  motor merk Yamaha di Kota Yogyakarta yang melakukan pembeliannya pada tahun paling lama tahun 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah kualitas produk sepeda motor merek Yamaha dan penayangan Moto-GP berpengaruh terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Alasan memilih sepeda motor merek Yamaha karena baru-baru ini Yamaha dapat mengungguli pesaing terberatnya yaitu Honda dan Suzuki dalam hal market share.

  Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 100 responden sebagai sampel.

  Kuisioner yang dibagikan kepada responden diklasifikasikan menjadi empat bagian pertanyaan, yaitu :

  1. Bagian yang pertama berisi tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai identitas responden.

  2. Bagian yang kedua berisi pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh data persepsi konsumen terhadap kualitas sepeda motor merek Yamaha.

  3. Bagian yang ketiga berisi pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh data persepsi konsumen terhadap penayangan Moto-

  GP dengan Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha yang disponsori oleh PT. Yamaha Indonesia (YMKI).

  4. bagian keempat berisi pertanyaan-pertanyaan untuk memperoleh data tentang minat beli terhadap sepeda motor merek Yamaha jika dipandang dari segi kualitas dan penayangan Moto-GP.

B. Teknik Pengujian Instrumen

  Pengujian instrumen dimaksudkan untuk mengetahui valid tidaknya dan reliable tidaknya item-item pertanyaan didalam kuisioner penelitian yang sudah disebarkan. Uji instrumen dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

  1. Uji Validitas Dalam pengujian ini koefisien korelasi kritis diperoleh dari distribusi r dengan menggunakan derajat bebas (N-2) dengan taraf signifikan sebesar 5% maka diperoleh nilai r-tabel = 0,197.

  Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r- hitung dengan r-tabel Jika nilai r-hitung lebih besar dari nilai r- tabel dan nilai r adalah positif, maka butir atau pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid.

  Setelah melalui proses pengolahan data dengan bantuan program SPSS 15 For Window, maka hasil uji validitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

  Tabel 5.2.1 Hasil uji validitas item-item kualitas

  Nilai r-tabel Hasil Item Nilai r-hitung

  1 0.414 0.197 Valid 2 0.716 0.197 Valid 3 0.655 0.197 Valid 4 0.589 0.197 Valid 5 0.688 0.197 Valid 6 0.671 0.197 Valid 7 0.648 0.197 Valid

  Sumber : Data primer diolah (2009) Tabel 5.2.2

  Hasil uji validitas item-item penayangan Moto-GP

  Item Nilai r-hitung Nilai r-tabel Hasil

  1 0.587 0.197 Valid 2 0.574 0.197 Valid 3 0.510 0.197 Valid 4 0.502 0.197 Valid 5 0.486 0.197 Valid 6 0.627 0.197 Valid 7 0.647 0.197 Valid

  Sumber : Data primer diolah (2009)

  Tabel 5.2.3 Hasil uji validitas item-item minat beli

  Item Nilai r-hitung Nilai r-tabel Hasil

  1 0.697 0.197 Valid 2 0.720 0.197 Valid 3 0.657 0.197 Valid 4 0.659 0.197 Valid 5 0.666 0.197 Valid 6 0.697 0.197 Valid 7 0.794 0.197 Valid 8 0.770 0.197 Valid

  Sumber : Data primer diolah (2009)

  2. Uji Reliabilitas Dalam uji ini digunakan koefisien (Cronbach Alpha) yaitu koefisien yang mengidikasikan seberapa baik item-item pertanyaan memiliki korelasi positif satu sama lain, semakin tinggi koefisien reliabilitas maka korelasi antar item semakin tinggi, dan agar suatu kuisioner dapat dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha tersebut bernilai minimal 0,6 (Sekaran dalam Sugiyono, 2000).

  Setelah melalui proses pengolahan data dengan bantuan program SPSS 15 For Window, maka hasil uji reliabilitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

  Tabel 5.2.4 Hasil uji reliabilitas

  Syarat Variabel Cronbach Alpha Hasil Reliabel

  Kualitas 0.742 > 0.6 Reliabel Penayangan Moto-GP 0.635 > 0.6 Reliabel

  Minat Beli 0.855 > 0.6 Reliabel Sumber : Data primer diolah (2009)

C. Analisis Presentase

  Analisis persentase digunakan untuk menjelaskan mengenai karakteristik responden. Dalam penelitian ini karakteristik yan digunakan adalah jenis kelamin, usia dan pekerjaan.

  1. Karakteristik responden menurut jenis kelamin Selisih antara jumlah reponden laki-laki dan perempuan dalam penelitian ini jauh berbeda. Seisih responden laki-laki dan responden perempuan sebanyak 22, dimana jumlah responden laki- laki adalah 61 responden serta untuk responden perempuan adalah 39 responden. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dalam tabel 5.3.1 adalah sebagai berikut

  Tabel 5.3.1 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin

  Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase (%)

  Laki-Laki

  61

  61 Perempuan

  39

  39 Total 100 100 Grafik 5.3.1

  

Distribusi Responden

Berdasarkan Jenis Kelamin

  61

  39 100

  20

  40

  60

  80 100 120 Laki-Laki Perempuan Total

  Sumber : Data primer diolah (2009)

  2. Karakteristik responden menurut usia Dari tabel distribusi diatas dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai minat beli terhadap sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarya, mayoritas berusia antara 21-25 tahun, sebesar 44 responden atau 44 %

  Sumber : Data primer diolah (2009)

  6 Total 100 100 Grafik 5.3.2

  Jumlah Responden Presentase (%)

  40 To ta l

usia

ju m la h

  36

  31

  26

  21

  16

  80 100 120

  60

  40

  20

  Distibusi Responden Berdasarkan Usia

  6

  Tabel 5.3.2 Distribusi responden berdasarkan usia

  8 > 40 tahun

  8

  12 36 – 40 tahun

  12

  17 31 – 35 tahun

  17

  44 26 - 30 tahun

  44

  13 21 – 25 tahun

  13

  16 – 20 tahun

  Usia Jumlah Responden Presentase (%)

  • 3
    • – 20
    • – 25
    • – 35
    • – 40 >

  3. Karakteristik responden menurut pekerjaan Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok pekerjaan mahasiswa/ pelajar, pegawai negri, pegawai swasta dan lain-lain.

  Distribusi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat dalam tabel 5.3.3 berikut.

  Tabel 5.3.3 Distribusi responden berdasarkan pekerjaan

  Jumlah Presentase Pekerjaan Responden (%)

  Pelajar/ Mahasiswa

  40

  40 Pegawai Negri

  6

  6 Pegawai Swasta

  40

  40 Lain-lain

  14

  14 Total 100 100 Grafik 5.3.3

  Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Lain-lain; 14; 14%

  Pelajar/ Mahasiswa; 40; 40%

  Pegaw ai Sw asta; Pegaw ai 40; 40% Negri; 6;

  6% Dari tabel 5.3.3 dapat dilihat bahwa pekerjaan responden mayoritas yang mempunyai minat beli terhadap sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarya, adalah pelajar/mahasiswa dan pegawai swasta yang memiliki jumlah yang sama 40 dan presentase yang sama yaitu 40%.

D. Analisis Asumsi Klasik

  1. Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Tabel 5.4.1

  Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Coefficients

  Collinearity Statistics Model

  Tolerance

  VIF

  1 KUALITAS .750 1.333 GP .750 1.333 Sumber Data primer diolah (2009).

  Dari hasil diatas dapat diketahui nilai variance infation factor (VIF) kedua variabel, yaitu kualitas dan penayangan moto- GP adalah 1,333 lebih kecil dari 5, sehingga bisa dikatakan bahwa antr variabel independen tidak tejadi persoaan multikolinearitas.

  (Priyatno, 2008:41)

  2. Hasil Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar scatterplot) menggunakan SPSS 15 For Window, didapatkan titik-titik

  1

  2

  menyebar dan tidak mempunyai pola yag teratur, jadi kesimpulannya tidak terjadi heteroskedastisitas atau bersifat homoskedastisitas (Widarjono, 2007:128)

  Gambar 5.4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas

  Scatterplot Dependent Variable: MB Sumber Data primer diolah (2009).

  • 1
  • 2
  • 3
  • 2 1 -1 -3

  R e g re s s io n S tu d e n ti z e d R e s id u a l

  2

  

Regression Standardized Predicted Value

  3. Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas Gambar 5.4.3

  Hasil Uji Asumsi Klasik Normalitas

  • 2 1 -1 -3

  Regression Standardized …

  2

  F re q u e n c y 12 .5 10.0 7.5 5.0 2.5

  Dependent Variable: MB Mean =5.29E-16 Std. Dev. =0.99… Sumber Data primer diolah (2009).

0.0 Histogram

  Gambar 5.4.4

  Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: MB

  1.0 b ro P

  0.8 m u

0.6 C

  d

  0.4 te c e p

  0.2 x E

  0.0

  0.0

  0.2

  0.4

  0.6

  0.8

  1.0 Observed Cum Prob Sumber Data primer diolah (2009).

  Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 15 diperoleh grafik histogram yang menunjukan garis

  For Window,

  kurva normal (Gambar 5.4.2), berarti data yang diteliti berdistribusi normal. Demikian juga dari normal probability plots didapatkan garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal (Gambar 5.4.3). Jadi dapat disimpulkan data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal.

  1. Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Tabel 5.4.5

  Hasil Uji Asumsi Klasik Autokorelasi Durbin-Watson

  

Model Durbin-Watson 1 1,842 Durbin-Watson telah berhasil mengembangkan uji statistik yang disebut uji statistik d. Watson juga berhasil menurunkan nilai batas bawah (d ) 1,57 dan batas atas (d ) 1,65. dan nilai hitung d= L U 1,842 keluar dari garis kritis maka tidak ada masalah autokorelasi.

  (Widarjono, 2007:128) Gambar 5.4.6

  Statistik Durbin-Watson d

  Autokorelasi Autokorelasi positif negatif

  Ragu-ragu Ragu-ragu Tidak ada autokorelasi

  d d L U U L 2 4- d 4- d

  4 1,57 1,65 4-1,65 4-1,57

  4 Durbin-Watson (d)

  1,842 Sumber Data primer diolah (2009).

E. Analisis Variabel Minat Beli

  ,290 ,275 3,568 1,842 Sumber Data primer diolah (2009).

  Residual 1235,111 97 12,733

  1 Regression 503,479 2 251,740 19,770 ,000(a)

  Mean Square F Sig.

  Model Sum of Squares df

  

ANOVA

b

  Tabel 5.5.2

  Pada pengukuran ini variabel minat beli berlaku sebagai variabel dependen dengan variabel independen adalah kualitas dan penayangan moto-GP. Hipotesis dalam pengukuran ini adalah sebagai berikut :

  : Kualitas produk sepeda motor merk Yamaha dan penayangan MOTO-GP tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

  Std. Error of the Estimate Durbin-Watson

  Adjusted R Square

  Model R R Square

  

Model Summary

b

  Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 15 For Window, diperoleh analisis regresi sebagai berikut : Tabel 5.5.1

  : Kualitas produk sepeda motor merk Yamaha dan penayangan MOTO-GP berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

  1 ,536 a

  Sumber Data primer diolah (2009).

  Tabel 5.5.3 Coefficients

  Unstandardized Standardized Coefficients t Sig.

  Coefficients Model Std.

  B Beta Error

  1 (Constant) 7.559 4.053 1.865 .065

  KUALITAS .411 .132 .307 3.108 .002 GP .476 .150 .314 3.180 .002 Sumber Data primer diolah (2009).

  Dari tabel 5.5.2 diatas terlihat bahwa nilai signifikansi ( α) untuk model regresi adalah 0,000 (dibawah 0,05) dengan perincian untuk masing-masing variabel pada tabel 5.5.3 sebagai berikut :

  ditolak dan diterima. Dapat dilihat secara parsial dari hasil uji

  t dalam variabel kualitas, dimana t hitung sebesar 3.108 > t tabel sebesar 1.98, sedangkan dalam variabel penayangan moto-GP hasil t hitung adalah 3.180 > dari t tabel 1.98. Secara simultan pada tabel 5.5.2 terlihat hasil F hitung adalah 19,770 >dari F tabel 3,090. Jadi Kualitas produk sepeda motor merek Yamaha dan Penayangan moto-GP yag di sponsori oleh Yamaha berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha, dengan persamaan Y=

  

7,599+0,411x + 0,476x dimana Y adalah minat beli, x = kualitas dan x =

  1

  2

  1

  2 penayangan Moto-GP. Dengan demikian hipotesis ( ) yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu Kualitas produk sepeda motor merk Yamaha dan

  

penayangan MOTO-GP berpengaruh terhadap minat beli konsumen,

terbukti.

F. Pembahasan

  Berdasarkan hasil analisis data, selanjutnya penulis akan menguraikan hasil-hasil analisis tersebut secara terperinci sesuai dengan permasalahannya.

  1. Analisis Variabel kualitas Pada penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas yang meliputi Kinerja, Features, Kehandalan, Daya Tahan,

  Pelayanan, Estetika, Reputasi dan Citra Produk, berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Data yang diperoleh dari kuisioner, terlihat bahwa aspek terbesar yang mampengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta adalah dalam hal estetika yaitu sepeda motor merk Yamaha memiliki corak, warna dan daya tarik tersendiri dibandingkan sepeda motor merk lain. Bagi konsumen yang dalam penelitian ini mayoritas adalah kawula muda, hal estetika sangat menentukan minat beli untuk sepeda motor merek Yamaha. Mereka berminat untuk membeli sepeda motor merek Yamaha karena memiliki corak, wana dan daya tarik tersendiri dibandingkan sepeda motor merk lain. Sebagian besar konsumen beranggapan bahwa aspek estetika yang melekat pada sepeda motor merek Yamaha sangat diperhatikan, karena produk Yamaha memang sangat cocok digunakan untuk kalangan muda, sehingga menimbulkan konsekuensi bahwa desain body yang sporty, corak dan warna, knalpot dan velg racing dalam penelitian ini memperoleh kriteria yang tinggi. Maka tidak heran kalau produk- produk Yamaha di Kota Yogyakarta saat ini sangat digemari oleh kalangan muda baik mahasiswa maupun kalanan muda yang sudah bekerja sebagai pegawai swasta.

  Sedangkan dari data kuisioner, aspek terkecil yang mampengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta adalah dalam hal daya tahan atau keawetan sepeda motor merek Yamaha. Hal tersebut dikarenakan para konsumen melakukan perbandingan dengan sepeda motor merek lain dalam hal daya tahan. Kebanyakan para konsumen membandingkannya dengan sepeda motor merek Honda. Disamping itu, kalangan muda tidak terlalu memikirkan akan daya tahan akan sepeda motor merek Yamaha, maka menimbulkan konsekuensi aspek daya tahan yang melekat pada sepeda motor merek Yamaha kurang diperhatikan.

  2. Analisis Variabel Penayangan MOTO-GP Pada penelitian ini menunjukan bahwa variabel Penayangan

  Moto-GP yang meliputi Consistency, Keterjangkauan Audiense

  Sasaran, Kecocokan Secara Geografis. Kesesuaian Dengan program komunikasi, Simbol Kepribadian, Keahlian Teknik, berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Data yang diperoleh dari kuisioner, terlihat bahwa aspek terbesar yang mampengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta adalah dalam hal Simbol Kepribadian yaitu pemilihan Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha merupakan pilihan yang tepat bagi PT. Yamaha Indonesia. Bagi konsumen yang dalam penelitian ini mayoritas adalah kawula muda, hal simbol kepribadian sangat menentukan minat beli untuk sepeda motor merek Yamaha. Mereka berminat untuk membeli sepeda motor merek Yamaha karena Yamaha memiliki Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha. Sebagian besar konsumen beranggapan bahwa aspek simbol kepribadian yang melekat pada sepeda motor merek Yamaha sangat diperhatikan, disamping Valentino Rossi dapat menghibur dengan pertunjukan-pertunjukan atraktif dalam balapan Moto-GP yang sangat disukai kebanyakan orang, Rossi juga sudah berhasil membuktikan bahwa sepeda motor merek Yamaha mempunyai kualitas yang sangat baik dengan memperoleh podium pada saat perlombaan. Maka tidak heran jika iklan-iklan yang ditayangkan di televisi tentang sepeda motor merek Yamaha saat ini dibintangi oleh Valentino Rossi mengakibatkan banyak orang khususnya kalangan muda yang mempunyai minat beli yang tinggi terhadap sepeda motor merek Yamaha.

  Sedangkan dari data kuisioner, aspek terkecil yang mampengaruhi minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta adalah dalam hal kecocokan secara geografis. Hal ini disebabkan karena perlombaan Moto-GP digelar di berbagai Negara, konsumen di Indonesia kebanyakan hanya menonton di televise saja.

  3. Analisis Variabel kualitas dan Penayangan Moto-GP Berdasarkan data yang sudah diperoleh dan diolah dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas yang meliputi

  Kinerja, Features, Kehandalan, Daya Tahan, Pelayanan, Estetika, Reputasi dan Citra Produk, serta variabel penayangan Moto-GP yang meliputi Consistency, Keterjangkauan Audiense Sasaran, Kecocokan Secara Geografis. Kesesuaian Dengan program komunikasi, Simbol Kepribadian, Keahlian Teknik, secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Sedangakan untuk variabel kualitas yang meliputi Kinerja,

  Features,

  Kehandalan, Daya Tahan, Pelayanan, Estetika, Reputasi dan Citra Produk, serta variabel penayangan Moto-GP yang meliputi

  , Keterjangkauan Audiense Sasaran, Kecocokan Secara

  Consistency

  Geografis. Kesesuaian Dengan program komunikasi, Simbol

  Kepribadian, Keahlian Teknik, secara individual (parsial) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Artinya seseorang mempunyai minat beli untuk produk sepeda motor merek Yamaha karena mereka mengerti akan kualitas produk tersebut terutama dalam hal estetika, serta mereka sangat menyenagi penayangan moto-GP khususnya Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha yang sangat mendukung brand image bagi PT. Yamaha (YMKI).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab

  sebelumnya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan distribusi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, penelitian tentang minat beli sepeda motor merek Yamaha di Kota Yogyakarta, di 5 dealer yaitu Yamaha Center I jalan Mangkubumi, Yamaha Center II di Jalan Diponegoro, Yamaha SBM Karang Waru Jalan Magelang, Yamaha SBM Gejayan, dan Yamaha Harpindo Jalan Mataram, mayoritas responden adalah responden berjenis kelamin laki-laki yaitu 61%, sedangkan mayoritas responden berdasarkan usia adalah usia 21 – 25 tahun yaitu 44%, mayoritas dan responden berdasarkan pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa dan pegawai swasta dengan jumlah yang sama yaitu 40%.

  2. Kualitas yang dirasakan oleh konsumen sepeda motor merek Yamaha, berpengaruh signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha yang diukur berdasarkan hasil uji t, dimana t hitung 3.108 (bernilai positif) lebih besar dari t tabel 1.98 dan secara simultan terlihat hasil F hitung adalah 19,770 lebih besar dari F tabel 3,090 yang menyebabkan ditolak atau diterima.

  Hubungan antara kedua variabel tersebut positif pada nilai beta yaitu sebesar 0,307 (tabel 5.5.3).

  Dengan melihat pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas dalam hal ini yang menyangkut Kinerja, Features, Kehandalan, Daya Tahan, Pelayanan, Estetika, Reputasi dan Citra Produk, memang memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha. Ini berarti bahwa semakin tinggi kualitas sepeda motor merek Yamaha maka semakin tinggi pula minat beli terhadap sepeda motor merek Yamaha

  3. Penayangan Moto-GP yang dinikmati oleh konsumen sepeda motor merek Yamaha dengan Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha, berpengaruh signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha yang diukur berdasarkan hasil uji t, dimana t hitung 3.180 (bernilai positif) lebih besar dari t tabel 1.98 dan secara simultan terlihat hasil F hitung adalah 19,770 lebih besar dari F tabel 3,090 yang menyebabkan ditolak atau diterima. Hubungan antara kedua variabel tersebut positif pada nilai beta yaitu sebesar 0,314 (tabel 5.5.3).

  Dengan melihat pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa Penayangan Moto-GP dengan Valentino Rossi sebagai ikon Yamaha dalam hal ini yang menyangkut Consistency , Keterjangkauan Audiense Sasaran, Kecocokan Secara Geografis. Kesesuaian Dengan program komunikasi, Simbol Kepribadian, Keahlian Teknik, memang memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli sepeda motor merek Yamaha.

B. Saran

  Dari kesimpulan-kesimpulan yang disampaikan diatas, terdapat beberapa saran yang disampaikan dalam penelitian ini :

  1. Untuk meningkatkan kebutuhan konsumen akan kualitas, produsen dapat mengusahakan hal-hal yang mampu meningkatkan persepsi positif dibenak konsumen terhadap kualitas. Hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan deferensiasi produk dari PT. Yamaha sendiri, dan inovasi yang tiada henti-hentinya serta menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang dapat meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang kualitas yang baik yang dimiliki oleh sepeda motor merek Yamaha.

  2. Untuk meningkatkan keinginan konsumen akan penayangan moto- GP dan kesenangan konsumen akan ikon Yamaha yaitu Valentino Rossi, produsen atau perusahaan Yamaha dapat mengusahakan hal- hal yang mampu meningkatkan persepsi positif dibenak konsumen terhadap penayangan moto-GP. Hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menayangkan moto-GP di televisi secara konsisten, menayangkan highlight Moto-GP, serta iklan sepeda motor Yamaha dengan Valentino Rossi sebagai bintang iklannya, serta

  PT. Yamaha harus lebih selektif dalam mencari rising star yang baru untuk menggantikan Rossi apabila Rossi sudah tidak bisa lagi memenangkan persaingan moto-GP, sehingga citra merek sepeda motor merek Yamaha dapat terjaga dan selalu positif dibenak konsumen yang akan menimbulkan besarnya minat beli.

C. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu, sifat penelitian ini hanya berupa studi kasus pada konsumen atau pengguna sepeda motor merek Yamaha di wilayah Kota Yogyakarta, sehingga hasil penelitian ini sifatnya tidak dapat di generalisasikan pada seting tempat dan subyek penelitian yang berbeda. Selain itu, metode pangambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan convenience sampling yang hanya mendasarkan pada keterjangkauan dan kemudahan dalam mendapatkan responden, menyebabkan sampel yang diambil barangkali belum dapat mencerminkan populasi secara keseluruhan. Saran untuk penelitian selanjutnya apabila dalam metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling maka peneliti harus dapat memastikan apakah responden mempunyai hubungan dengan obyek yang sedang diteliti.

DAFTAR PUSTAKA

  Amirullah, 2002. Perilaku Konsumen. Yogyakarta : Graha Ilmu Hasan, Iqbal. 2008. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta : Bumi

  Aksara Husein, Umar. 2003. Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa: Galia Indonesia Kartajaya, Hermawan. 2006. On Brand. Jakarta : Mizan Kartajaya, Hermawan. 2006. On Selling. Jakarta : Mizan Kartajaya, Hermawan. 2006. On Targeting. Jakarta : Mizan Kasali, Rhenald. 1995. Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di . Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

  Indonesia

  Kotler, Philip. 2006. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. Edisi ke-6. Jakarta : Erlangga. Kotler, Philip. 2004. Manajemen Pemasaran Indonesia. Edisi kedua. Jakarta : Erlangga. Kotler, Philip. Dan Susanto. AB. 2000. Manajemen Pemasaran di Indonesia :

  Jakarta : Salemba Analisis perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. empat

  Kotler, Philip dan Armstrong, Garry. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi kedelapan. Jilid II. Jakarta : Erlangga Novena, K. Maria. 2008. Analisis Sikap Konsumen Terhadap Dimensi Kualitas

  Yogyakarta : Universitas Produk Sepeda Motor Honda Supra X 125. Sanata Dharma

  Nurastuti, Wiji. 2007. Metodologi Penelitian. Yogyakarta : Ardana Media Peter, J.Paul dan Olson, Jerry. 1999. Consumer Behavior : Perilaku Konsumen

  dan Strategi Marketing . Edisi keempat. Jakarta : Erlangga Priyatno, Duwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta : Mediakom.

  Shimp, Terence. A. 2000. Periklanan dan Promosi. Edisi kelima. Jilid II. Jakarta : Erlangga

  Supramono dan Haryanto. 2005. Desain Proposal Penelitian Studi Pemasaran.

  Yogyakarta : Andi Trihendradi, Cornelius. 2005. Step By Step SPSS 13 Analisis Data Statistik. Yogyakarta : Andi

  Widarjono, Agus. 2007. Ekonmetrika Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan Yogyakarta : Ekonisia Bisnis.

  Winkel. 1991. Bimbingan konseling Pada Institusi Pendidikan. Jakarta: Erlangga

  www.Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia 2004 – 2008.com www.Yamaha Kencana Motor Indonesia 2004 – 2008.com

  Zulian, Yamit. 2005. Manajemen Kualitas : produk dan Jasa. Edisi keempat.

  Yogyakarta : Ekonisia

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh kualitas produk dan media iklan televisi surat kabar dan spanduk terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Vega R (suatu survey pada konsumen pengguna sepeda motor Yamaha Vega R di CV.Tunggal Jaya Motorindo Serang Banten)
0
2
1
Pengaruh motivasi konsumen dan persepsi kualitas terhadap sikap konsumen dalam membeli sepeda motor Yamaha pada Yamaha Indra Motor Banjaran Bandung
0
11
1
Pengaruh iklan dan harga terhadap minat beli produk kopi torabika creamy latte.
2
40
142
Pengaruh harga, kualitas produk, merek dan komunikasi pemasaran terintegrasi terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada pengguna produk deterjen rinso.
1
1
138
Pengaruh persepsi konsumen atas sepeda motor matic merek Honda Vario terhadap minat beli : studi kasus di Desa Madurejo, Prambanan, Sleman.
0
0
118
Pengaruh pengiklanan produk dengan menggunakan brand image terhadap minat beli : studi kasus pada sepeda motor Honda Spacy di tiga universitas terbaik Yogyakarta versi Webomatrics.
0
3
175
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat beli ulang
0
10
109
Pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda | Amrullah | KINERJA 826 1304 1 PB
1
1
20
ID kualitas produk atribut produk dan ekuitas merek pengaruhnya terhadap keputusan
0
0
9
Pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian sepeda motor mio soul GT di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang -
0
0
122
Pengaruh karakter dan psikografis konsumen terhadap komunikasi efektif sepeda motor merek Honda - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Pengaruh kesan kualitas merek, kepercayaan merek, dan asosiasi merek terhadap loyalitas merek sampo Pantene - USD Repository
0
1
105
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
117
Analisis sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Yamaha Jupiter Z : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
117
Analisis perbandingan persepsi dan tingkat kepuasan konsumen tentang kualitas jasa bengkel sepeda motor : studi kasus pada bengkel sepeda motor AHASS by pass motor dan bengkel sepeda motor AHASS servis honda surat Klaten - USD Repository
0
3
161
Show more