Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara

Gratis

12
205
129
2 years ago
Preview
Full text

PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA OLEH ERNITA RUTH ERIKA TAMPUBOLON 110502274 PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015

PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA OLEH ERNITA RUTH ERIKA TAMPUBOLON 110502274 PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015 DAFTAR ISI Halaman LEMBAR JUDUL i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL v DAFTAR GAMBAR vi DAFTAR LAMPIRAN vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.2 Rumusan Masalah 4 1.3 Tujuan Penelitian 5 1.4 Manfaat Penelitian 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecerdasan Emosional 6 2.1.1 Pengertian Kecerdasan Emosional 6 2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi KecerdasanEmosional 8 2.2 Kecerdasan Spiritual 10 2.2.1 Pengertian Kecerdasan Spiritual 10 2.2.2 Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 13 2.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Spiritual 14 2.3 Kinerja 16 2.3.1 Pengertian Kinerja Karyawan 16 2.3.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan 19 2.4 Hubungan Antar Variabel 21 2.4.1 Hubungan Kecerdasan Emosional dengan KinerjaKaryawan 21 2.4.2 Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan KinerjaKaryawan 22 2.5 Tinjauan Penelitian Terdahulu 24 2.6 Kerangka Konseptual 26 2.7 Hipotesis 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 29 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 29 3.3 Batasan Operasional 29 3.4 Definisi Operasional 29 3.5 Skala Pengukuran Variabel 33 3.6 Populasi dan Sampel 33 3.6.1 Populasi 33 3.6.2 Sampel 34 3.7 Jenis Data dan Sumber Data 36 ii iii 65 4.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F) 67 4.4.1 Analisis Regresi Linear Berganda 67 66 4.3.3 Uji Multikolinearitas 62 4.3.2 Uji Heteroskedastisitas 4.5 Identifikasi Determinan (R 4.3.1 Uji Normalitas 62 57 4.2.2.3 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKinerja Karyawan (Y) 54 69 70 2 2 73 5.2 Saran 73 5.1 Kesimpulan 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ) terhadap KinerjaKaryawan (Y) 4.6.2 Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X ) 71 Karyawan (Y) 1 ) terhadap Kinerja 4.6.1 Pengaruh Kecerdasan Emosional (X 71 4.6 Pembahasan 3.8 Metode Pengumpulan Data 2 ) 4.2.2.2 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKecerdasan Spiritual (X 51 3.10.1 Analisis Deskritptif 44 3.10.4 Uji Hipotesis 43 3.10.3 Analisis Linear Berganda 42 3.10.2 Uji Asumsi Klasik 41 41 1 ) 41 3.9.2 Uji Reliabilitas 37 3.9.1 Uji Validitas 37 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas 36 3.10.5 Koefisien Determinasi 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 46 4.2.2.1 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKecerdasan Emosional (X 51 4.2.2 Deskriptif Variabel Penelitian 48 4.2.1 Deskriptif Responden 48 47 Sumatera Utara 47 4.1.2.1 Misi 47 4.1.2.1 Visi 47 4.1.2 Visi dan Misi Dinas Perhubungan Provinsi SumateraUtara 46 4.1.1 Sejarah Singkat Dinas Perhubungan Provinsi SumateraUtara iv 75 DAFTAR TABEL No. Tabel Judul Halaman 66 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KecerdasanSpiritual (X 2 ) 54 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KinerjaKaryawan (Y) 57 4.6 Analisis Kolmogrov-Smirnov 64 4.7 Uji Glesjer 4.8 Uji Multikolinearitas 1 ) 67 4.9 Hasil Regresi Linear Berganda 68 4.10 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) 69 4.11 Uji Koefisien Determinan (R 2 ) 51 4.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KecerdasanEmosional (X 2.1 Rangkaian Penelitian Terdahulu 35 24 3.1 Operasionalisasi Variabel 30 3.2 Skala Likert 33 3.3 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Dinas PerhubunganProvinsi Sumatera Utara 34 3.4 Proportionate Random Sampling 3.5 Uji Validitas I 51 37 3.6 Uji Validitas II 39 3.7 Uji Realibilitas 41 4.1 Identitad Responden 49 4.2 Skala Likert 70 DAFTAR GAMBAR No. Gambar Judul Halaman 2.1 Skema Pengaruh Kecerdasan Emosional danKecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Karyawan 28 4.1 Logo Dinas Perhubungan 46 4.2 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan ProvinsiSumatera Utara 48 4.3 Grafik Histogram Uji Normalitas 63 4.4 Grafik Normal PP Plot 63 4.5 Grafik Scatterplot 65 DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran Judul Halaman 1 Kuesioner Penilitian 78 2 Distribusi Jawaban Responden 83 3 Hasil Uji Validitas dan Realibilitas 91 4 Distribusi Jawaban Diskriptif Variabel 94 5 Distribusi Jawaban Deskriptif Responden 97 6 Uji Asumsi Klasik 98

4.1.3 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Provinsi

iii 65 4.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F) 67 4.4.1 Analisis Regresi Linear Berganda 67 66 4.3.3 Uji Multikolinearitas 62 4.3.2 Uji Heteroskedastisitas 4.5 Identifikasi Determinan (R 4.3.1 Uji Normalitas 62 57 4.2.2.3 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKinerja Karyawan (Y) 54 69 70 2 2 73 5.2 Saran 73 5.1 Kesimpulan 72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ) terhadap KinerjaKaryawan (Y) 4.6.2 Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X ) 71 Karyawan (Y) 1 ) terhadap Kinerja 4.6.1 Pengaruh Kecerdasan Emosional (X 71 4.6 Pembahasan 3.8 Metode Pengumpulan Data 2 ) 4.2.2.2 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKecerdasan Spiritual (X 51 3.10.1 Analisis Deskritptif 44 3.10.4 Uji Hipotesis 43 3.10.3 Analisis Linear Berganda 42 3.10.2 Uji Asumsi Klasik 41 41 1 ) 41 3.9.2 Uji Reliabilitas 37 3.9.1 Uji Validitas 37 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas 36 3.10.5 Koefisien Determinasi 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 46 4.2.2.1 Distribusi Jawaban Responden TerhadapKecerdasan Emosional (X 51 4.2.2 Deskriptif Variabel Penelitian 48 4.2.1 Deskriptif Responden 48 47 Sumatera Utara 47 4.1.2.1 Misi 47 4.1.2.1 Visi 47 4.1.2 Visi dan Misi Dinas Perhubungan Provinsi SumateraUtara 46 4.1.1 Sejarah Singkat Dinas Perhubungan Provinsi SumateraUtara iv 75 DAFTAR TABEL No. Tabel Judul Halaman 66 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KecerdasanSpiritual (X 2 ) 54 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KinerjaKaryawan (Y) 57 4.6 Analisis Kolmogrov-Smirnov 64 4.7 Uji Glesjer 4.8 Uji Multikolinearitas 1 ) 67 4.9 Hasil Regresi Linear Berganda 68 4.10 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) 69 4.11 Uji Koefisien Determinan (R 2 ) 51 4.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap KecerdasanEmosional (X 2.1 Rangkaian Penelitian Terdahulu 35 24 3.1 Operasionalisasi Variabel 30 3.2 Skala Likert 33 3.3 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Dinas PerhubunganProvinsi Sumatera Utara 34 3.4 Proportionate Random Sampling 3.5 Uji Validitas I 51 37 3.6 Uji Validitas II 39 3.7 Uji Realibilitas 41 4.1 Identitad Responden 49 4.2 Skala Likert 70 DAFTAR GAMBAR No. Gambar Judul Halaman 2.1 Skema Pengaruh Kecerdasan Emosional danKecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Karyawan 28 4.1 Logo Dinas Perhubungan 46 4.2 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan ProvinsiSumatera Utara 48 4.3 Grafik Histogram Uji Normalitas 63 4.4 Grafik Normal PP Plot 63 4.5 Grafik Scatterplot 65 DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran Judul Halaman 1 Kuesioner Penilitian 78 2 Distribusi Jawaban Responden 83 3 Hasil Uji Validitas dan Realibilitas 91 4 Distribusi Jawaban Diskriptif Variabel 94 5 Distribusi Jawaban Deskriptif Responden 97 6 Uji Asumsi Klasik 98 7 Uji Hipotesis101

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini penulis persembahkan untuk ayahanda tercinta SUTARNO dan Ibunda tercinta RIATMIyang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan dukungan moril dan materil, serta selalu bersusah payah kerja keras demi penulis agar dapatmenyelesaikan skripsi ini dan mencapai cita-cita dikemudian kelak. Implikasi pada penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual memiliki peran yang sama penting baik secara individualmaupun secara bersama-sama dalam meningkatkan kinerja karyawaan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Untuk mewujudkan tujuan organisasi atau perusahaan maka harus didukung oleh tersedianya sumber dayamanusia yang mempunyai keunggulan dan kemampuan dalam menyikapi setiap kondisi yang dihadapi sehingga mampu memberikan yang terbaik bagiperusahaan dan mampu mewujudkan eksistensi bagi perusahaan atau organisasi. Sumber daya manusia yang unggul bukan hanya seseorang yangmempunyai keilmuan(IQ) saja tetapi sumber daya manusia yang unggul juga seseorang yang memiliki kemampuan menyikapi setiap kondisi yang dihadapidengan arif dan bijaksana (EQ), sumberdaya manusia yang unggul juga haruslah seseorang yang juga mempunyai kedekatan pada Tuhan semesta alampada setiap pekerjaan dan kegiatan yang dilakukannya dimanapun dan kapanpun.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah diatas,yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:Untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan pada Dinas PerhubunganProvinsi Sumatera Utara. Manfaat TeoritisDiharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara khusus tentang kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualdalam upaya peningkatan kinerja karyawan dalam suatu organisasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kecerdasan Emosional

2.1.1 Pengertian Kecerdasan Emosional

  Kesadaran diri (Self awareness)Merupakan kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan dalam dirinya dan efeknya serta menggunakannya untuk membuatkeputusan bagi diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atau kemampuan diri dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat lalumengkaitkannya dengan sumber penyebabnya. Motivasi (Motivation)Merupakan kemampuan yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun diri menuju sasaran, membantu pengambilan inisiatif sertabertindak sangat efektif, dan mampu untuk bertahan dan bangkit dari kegagalan dan frustasi.

5. Hubungan yang baik antar sesama (Relationship management)

  Merupakan kemampuan menangani emosi dengan baik ketikaberhubungan dengan orang lain dan menciptakan sertamempertahankanhubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah,menyelesaikan perselisihan dan bekerja samadalam tim. Tercakup indikator didalamnya Disenangi orang lain, Memiliki kesetiakawanan, Memiliki sikap menghormati orang lain.

2.1.2 Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional

Menurut Le Dove (Goleman, 1997:54) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi antara lain:

1. Fisik

2. Psikis

  Sebagai bagian yang berada dibagian otak yang mengurusi emosi yaitu system limbic, tetapisesungguhnya antara kedua bagian inilah yang menentukan kecerdasan emosi seseorang. Konteks khusus lobusprefrontal, dapat bertindak sebagai saklar peredam yang memberi arti Kecerdasan emosi selain dipengaruhi oleh kepribadian individu, juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu.

2.2 Kecerdasan Spiritual

2.2.1 Pengertian Kecerdasan Spiritual

  Zohar danMarshal (2001:16)mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai rasa moral,kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku dibarengi dengan pemahaman dancinta sertakemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahamansampai pada batasannya, juga memungkinkan kita bergulat dengan ihwal baikdan jahat,membayangkan yang belum terjadi serta mengangkat kita darikerendahan. Agus Nggermanto (2002 :55): “sesorang yang memiliki SQ tinggi adalah orang yang memiliki prinsip dan visi yang kuat, mampu memaknai setiapsisikehidupan serta mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan kesakitan.” Sukidi (dalam Setyawan, 2004 :72) mengemukakan tentang nilai-nlai dari kecerdasan spritual berdasarkan komponen-komponen dalam SQ yangbanyakdibutuhkan dalam dunia bisnis, diantaranya adalah: 1.

2.2.2 Ciri Ciri Kecerdasan Spiritual

  Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi dia akan mempunyaiprinsip tertentu dalam hidupnya, agar hidupnya bermakna dan bermanfaat. Iamengatakan ”cobalah untuk mengajukan pertanyaan terhadap diri sendiri: Apa yang dituntut situasi hidup saya saat ini; yang yang harussaya lakukan dalam tanggung jawab saya, tugas-tugas saya saai ini; langkah bijaksana yang akan saya ambil?”.

4. Kesulitan dan penderitaan

  Orang yang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik, dia akan mampu bertahan dalam kesulitan dan penderitaan yang sedang diaalami. Dan dia akan mampu untuk mengatasi kesulitan itu.

2.2.3 Faktor Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan Spiritual

  Jika masyarakat mempunyai budaya atau kebiasaan yang baik maka anak akan terbiasa juga untukmelakukan hal Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa indikator dariKecerdasan Spiritual menurut Setyawan(2004) untuk tiap masing-masing dimensi adalah keyakinan untuk jujur, enggan melakukan kecurangan danbekerja dengan benar serta melawan konvensi terhadap dimensi mutlak jujur. Terakhir, untuk dimensi spiritual nondagmatis indikatornya adalah fleksibel dalam bersikap atau tidak memihak, kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai sertakemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan masalah.

2.3 Kinerja

2.3.1 Pengertian Kinerja Karyawan

  Dessler (1997 :46) memberikan pengertian yang lain tentang kinerja yaitu“kinerja merupakan perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standar kerja yang ditetapkan dan kinerja itu sendiri lebih memfokuskan padahasil kerjanya.” sedangkan menurut Mathis dan Jackson (2002 : 151): “kinerja pada dasarnya adalah apa yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan olehkaryawan. Hal yang samajuga diungkapkanoleh Desler (1997 : 47) bahwa tiga tujuan dari penilaian kinerja yaitu memberikaninformasi tentang dapat dilakukannya promosi atau penetapangaji, meninjauperilaku yang berhubungan dengan kerja bawahan dan untuk perencanaan danpengembangan karir karyawan karena penilaian memberikansuatu peluangyang baik untuk meninjau rencana karir seseorang yang dilihat dari kekuatan dankelemahan yang diperlihatkannya.

2.3.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

  Menurut Bernadin (2007), indikator-indikator yang terdapat dalam kinerja meliputi:1) Kualitas Pada dimensi ini dapat dilihat beberapa unsur, diantaranya adalah kerja sesuai dengan standard perusahaan, kemampuan dalam ketelitian dan disiplin. 2) KuantitasPada dimensi ini dapat dilihat beberapa unsur, yaitu: memiliki target dalam bekerja, mencapai suatu target dan menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dengantepat dan efisien.3) Ketepatan Waktu Waktu adalah hal yang penting dalam mendukung kinerja karyawan, oleh karena itu dapat dilihat beberapa indikator diantaranya adalah sesuai denganjangka waktu yang ditentukan, tidak menunda-nunda waktu dalam bekerja serta memiliki kecepatan dalam memanfaatkan waktu.

2.4 Hubungan Antar Variabel

2.4.1 Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kinerja Karyawan

  Dunia kerja mempunyai berbagai masalah dan tantangan yang harus dihadapi oleh karyawan, misalnya persaingan yang ketat, tuntutan tugas,suasanakerja yang tidak nyaman dan masalah hubungan dengan orang lain. Agustian (2001:65) berdasarkan penelitian dan pengalamannya dalam memajukan organisasi atau institusi pemerintahan berpendapat bahwa keberadaan kecerdasan emosional yangbaikakan membuat seorang karyawan menampilkan kinerja dan hasil kerja yang lebih baik.

2.4.2 Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Kinerja Karyawan

  Kecerdasan spiritual mengajarkan orang untuk mengekspresikan danmemberi makna pada setiap tindakannya, sehingga bila inginmenampilkankinerja yang baik maka dibutuhkan kecerdasan spiritual (NingkyMunir, 2000 :44). Mereka yang dapat memberi makna pada hidup merekadanmembawa spritualitas kedalam lingkungan kerja mereka akan membuat merekamenjadi orang yang lebih baik, sehingga kinerja yang dihasilkan juga lebihbaikdibanding mereka yang bekerja tanpa memiliki kederdasan spiritual (Hoffman, 2002 :77).

2.5 Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Transformed Spiritual Chakraborty dan Leader and Spiritual Leader berpengaruh Psychology: a Few Spiritual terhadap bagaimana Chakkraborty Insight Psychology seseorang bersikap Pemimpin yang baik adalah mereka yangmemiliki kecerdasan spiritual yang bagus,serta dapat membawa nilai-nilaispiritual dalam kepemimpinannya. Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasanemosional dan kecerdasan spiritualterhadap kinerja karyawan Kinerja dan signifikan -Karyawan terhadap kinerja karyawan.

2.6 Kerangka Konseptual

  Bahkan kesadaran emosi membuat keadaan jiwa makin diperhatikansehingga memungkinkan dapat menentukan pilihan-pilihan yang lebih baik tentang apa yang akan dikerjakan, bagaimana menjaga keseimbangan antarakebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain, dan dalam memilih pasangan hidup. Kecerdasan spriritual adalah sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku dibarengi dengan pemahaman dancinta sertakemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahamansampai pada batasannya, juga memungkinkan kita bergulat dengan ihwal baikdan jahat,membayangkan yang belum terjadi serta mengangkat kita darikerendahan.

2.7 Hipotesis

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian asosiatif merupakan suatu jenis penelitian yang memilikivariabelganda, objek tunggal, dan pola hubungan atau pengaruh. Dalam penelitian ini terdiri atas tiga variabel yaitu: Kecerdasan Emosional (X 1 ), Kecerdasan Spiritual (X 2 ), dan Kinerja (Y); sedangkan untukobjek penelitian terdiri atas satu objek yaitu pegawaiDinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara; dan untuk pola yang digunakan dalampenelitian ini yaitu pola pengaruh antar variabel.

3.4 Definisi Operasional

1. Kecerdasan Emosional (X

  KecerdasanEmosional(X Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel 3. Kinerja Karyawan (Y)Suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannyaberdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Kecerdasan Spiritual (X Empati(Emphaty) (Relationship Ikatan management)(Daniel Goleman, 2000) Kecerdasan Kecerdasan Mutlak Jujur - KeyakinanSpiritual menghadapi untuk Jujur(X 2 ) persoalan serta - Enggan menempatkan Melakukan perilaku dan Kecuranganhidup kita dalam - Bekerja dengan konteks makna benar danyang lebih luas melawan dan lebih konvensi Likertbermakna 1 s.d 5 sebagai pegawaiDinas Keterbukaan - KeterbukaanPerhubungan dalam bekerjaSumatera Utara.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

  Skala instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2005), skala Likert digunakanuntuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomenasosial.

3.6 Populasi dan Sampel

3.6.1 Populasi

  Menurut Sugiyono (2009 :91) populasiadalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkanolehpenelitiuntukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan karyawan pada DinasPerhubunganSumatera Utara bidang darat, udara, dan laut dengan jumlah karyawan 152 orang.

3.6.2 Sampel

  Berdasarkan observasi langsung peneliti, bagian darat,laut, dan udara merupakan bagian dalam institusi pemerintahan yang memiliki standar kinerja yang paling berpengaruh terhadap kinerja institusipemerintahan. Data sekunder, dalam penelitian ini adalah data-data yang peneliti dapatkan secara tidak langsung dari objek penelitian, karena penelitimendapatkan informasi dari media perantara pada karyawan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

1. Metode Kuesioner

  Metode ini digunakan untuk memperoleh data variabel kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kinerja karyawan. Khusus untuk kuesioner kinerja karyawan dijawaboleh masing-masing Kepala Bagian Alasan menggunakan metodei ni adalah bahwa subyek penelitian merupakan orang yang paling tahutentang dirinya, dan pernyataan subyek yang diberikan adalah benar dan dapat dipercaya.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

3.9.1 Uji Validitas

  Validitas dalam penelitianini dicari dengan kriteria internal yaitu mengkorelasikan skor masing-masing dengan skor totalnya. Cara yang digunakan untuk menghitung korelasi yaitu dengan program SPSS memakai teknik korelasi produk moment.

2. Jika r < r maka pernyataan dinyatakan tidak valid

hitung tabel Tabel 3.5 Uji Validitas I Pernyataan r hitung t table Validitas Item1 0.547 0.444 ValidItem 2 0.825 0.444 ValidItem 3 0.694 0.444 ValidItem 4 0.513 0.444 Valid Item 8 0.229 0.444 Tidak Valid Item 9 0.529 0.444 ValidItem 10 0.555 0.444 ValidItem 11 0.780 0.444 ValidItem 12 0.674 0.444 Valid Item 13 0.634 0.444 Valid Item 14 0.338 0.444 Tidak Valid Item 15 0.081 0.444 Tidak Valid Item 16 0.780 0.444 ValidItem 17 0.581 0.444 ValidItem 18 0.533 0.444 ValidItem 19 0.780 0.444 ValidItem 20 0.622 0.444 ValidItem 21 0.610 0.444 ValidItem 22 0.694 0.444 ValidItem 23 0.825 0.444 Valid Item 24 0.496 0.444 Valid Item 25 0.200 0.444 Tidak Valid Item 26 0.594 0.444 Valid Item 27 0.342 0.444 Tidak Valid Item 28 0.780 0.444 Valid Item 29 0.302 0.444 Tidak Valid Item 30 0.780 0.444 ValidItem 31 0.547 0.444 ValidItem 32 0.825 0.444 ValidItem 33 0.694 0.444 ValidItem 34 0.513 0.444 ValidItem 35 0.615 0.444 ValidItem 36 0.780 0.444 Valid Item 37 0.281 0.444 Tidak Valid Item 38 0.533 0.444 ValidItem 39 0.780 0.444 ValidItem 40 0.622 0.444 Valid Item 41 0.143 0.444 Tidak Valid Item 42 0.229 0.444 Tidak Valid Item 43 0.690 0.444 ValidItem 44 0.665 0.444 ValidItem 45 0.614 0.444 ValidItem 46 0.543 0.444 ValidItem 47 0.481 0.444 Valid Item 48 0.068 0.444 Tidak ValidSumber : Hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan SPSS:18 (2015) Terlihat dari hasil pengolahan data diatas terdapat beberapa data yang tidak valid, yaitu pada item 8, 14, 15, 25, 27, 29, 37, 41, 42 dan 48. Dikarenakanhasil r hitung < t tabel (0.444) sehingga data yang tidak valid harus di buang untuk kemudian dilakukan uji kembali. Tabel 3.6 Uji Validitas II Pernyataanr hitung t table Validitas Item1 0.547 0.444 ValidItem 2 0.825 0.444 ValidItem 3 0.694 0.444 ValidItem 4 0.513 0.444 ValidItem 5 0.615 0.444 ValidItem 6 0.780 0.444 ValidItem 7 0.632 0.444 ValidItem 9 0.529 0.444 Valid Item 10 0.555 0.444 Valid Item 11 0.780 0.444 ValidItem 12 0.674 0.444 Valid Item 13 0.634 0.444 ValidItem 16 0.780 0.444 ValidItem 17 0.581 0.444 ValidItem 18 0.533 0.444 ValidItem 19 0.780 0.444 ValidItem 20 0.622 0.444 ValidItem 21 0.610 0.444 ValidItem 22 0.694 0.444 ValidItem 23 0.825 0.444 Valid Item 24 0.496 0.444 ValidItem 26 0.594 0.444 ValidItem 28 0.780 0.444 ValidItem 30 0.780 0.444 ValidItem 31 0.547 0.444 ValidItem 32 0.825 0.444 ValidItem 33 0.694 0.444 ValidItem 34 0.513 0.444 ValidItem 35 0.615 0.444 ValidItem 36 0.780 0.444 ValidItem 38 0.533 0.444 ValidItem 39 0.780 0.444 ValidItem 40 0.622 0.444 ValidItem 43 0.690 0.444 ValidItem 44 0.665 0.444 ValidItem 45 0.614 0.444 ValidItem 46 0.543 0.444 ValidItem 47 0.481 0.444 Valid Sumber : Hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan SPSS:18 (2015)

3.9.2 Uji Reliabilitas

  Menurut (Sugiyono, 2005 :110) instrument yang reliable adalah instrument yang apabila digunakan berulang kali untuk mengukurobjek yang sama akan menghasilkan data yang sama, maka akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: 1. Sebelum melakukan analisis regresi, agar mendapatkan perkiraan yang tidak bias dan efisien maka dilakukan pengujian asumsi klasik yangharus dipenuhi, yaitu: Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusinormal.

2. Uji Heteroskedasitas

  Modelregresi yang baik adalah tidak terjadi Heteroskedasitas. Heteroskedasitas diuji dengan menggunakan uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independensignifikan secara statistic mempengaruhi variabel dependen,maka ada indikasi terjadinya Heteroskedasitas.

3. Uji Multikolinearitas

  Artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungansecara sempurna. Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai Tolerance>1 atau nilai VIF <5,maka tidak terjadi Multikolinearitas (Situmorang, 2010:136).

3.10.3 Analisis Linier Berganda

  Teknik analisis yang dipakai dalam menguji hipotesis penelitian ini adalah dengan menggunakan multiple regression analysis (analisis regresiberganda). Teknik ini dipakai untuk menganalisis pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen.

3.10.4 Uji Hipotesis

Untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap kinerja karyawan maka dilakukan pengujian denganmenggunakan:

1. Uji Signifikan Parsial (Uji

  Maka tidak ada pengaruh yang signifikan dari pengaruh kecerdasan emosional (X 1 ) dan Spiritual (X 2 ) terhadap kinerja karyawan (Y). Maka ada pengaruh dari pengaruh kecerdasan emosional (X 1 ) dan Spiritual (X 2 ) terhadap kinerja karyawan (Y).

2. Uji Signifikan Simultan (Uji

  1 b 2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pengaruh kecerdasan emosional (X 1 ) dan Spiritual (X 2 ) terhadap kinerja karyawan (Y). H : b 1 b 2 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh pengaruh kecerdasanemosional (X 1 ) dan Spiritual (X 2 ) terhadap kinerja karyawan (Y).

3.10.5 Koefisien Determinasi (R

  Koefisien determinan (R 2 ) digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan kata lain,koefisien determinasi digunakan untuk mengukur variabel bebas yang diteliti yaitu struktur Kecerdasan Emosional (X 1 ) dan Spiritual (X 2 ) terhadap Kinerja Karyawan (Y)dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada table Model Summary dan tertulis R square berkisar antaraangka 0 sampai dengan 1 (satu).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Singkat Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara

  Rencana Strategis Dinas Perhubungan Propinsi disusun berawal dari pemikiran strategis tentang nilai-nilai luhur yang dianut /dimiliki olehseluruh pimpinan dan staf Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara yang merupakan karakteristik inti dari tugas pokok yang diemban olehDinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara. K Tahun 2002 tentang Tugas dan Tata Kerja Dinas Perhubungan serta Organisasi Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada DinasPerhubungan Propinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa Kepala DinasPerhubungan bertugas membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas otonom, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidangperhubungan.

4.1.2 Visi dan Misi Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara

  4.1.2.1 Visi Visi Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara adalah mewujudkan penyelenggaran pelayanan perhubungan yang handal,berdaya saing dan memberikan nilai tambah dalam upaya menciptakan masyarakat Sumatera Utara yang beriman, maju, mandiri, mapan danberkeadilan di dalam kebhinekaan yang didukung tata pemerintahan yang baik. 4.1.2.2 Misi Misi dari Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara adalah membangun dan mengembangkan Ekonomi Kerakyatan yang bertumpupada pertanian, agroindustri, pariwisata dan sektor-sektor unggulan serta mengembangkan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dengancara : 1.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan jasa perhubungan yang handal, berdaya saing dan memberi nilai tambah

  4.1.3 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Struktur Organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan persorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsimelaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan memncakup tata hubungan secara vertikal melalui saluran tunggal.

4.2 Analisis Statistika Deskritif

Analisis statistik deskriptif merupakan uraian atas hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang menjelaskan mengenai

4.2.1 Deskriptif Responden

  Tabel 4.1 Identitas Responden No Karakteristik Jumlah % Responden 1 Jenis Kelamin Laki-laki 59 54 Perempuan 51 46 Jumlah 110 100 2 Usia 20-30 38 3531-40 44 4041-50 28 25 Jumlah 110 100 3 Bagian Kepala Dinas 1 0,9Wakil Kepala Dinas 1 0,9Seketaris 1 0,9Wakil Seketaris 1 0,9Kepala Bidang 2 1,8Kepala Bagian 26 23,6PNS tetap 78 70 Jumlah 110 100 Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (2015) a. Berdasarkan jenis kelamin, dapat diketahui 59 orang atau 54% responden adalah laki-laki dan 51 orang atau 46% responden adalah perempuan.

b. Berdasarkan umur dari responden, dapat diketahui bahwa 38 orang atau

  35% responden berumur 20-30 tahun, 44 orang atau 45% responden berumur 31-40 tahun dan 28 0rang atau 25% responden berumur 41-50tahun. Hal ini menunjukkan bahwa responden terbanyak berasal dari responden yang berumur 31-40 tahun yang merasa setuju.

4.2.2 Deskriptif Variabel Penelitian

  Skala instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2005), skala Likertdigunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomenasosial.

4.2.2.1 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kecerdasan Emosional (X

  Pada pernyataan kedua sebanyak 18 orang atau 16,4 % yang menyatakan kurang setuju, 45 orang atau 40,9% yang menyatakansetuju dan 47 orang atau 42,7 % menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Pada pernyataan ketiga sebanyak 6 orang atau 5,5 % yang menyatakan kurang setuju, 41 orang atau 37,3% yang menyatakan setuju dan 63orang atau 57,5% yang menyatakan sangat setuju serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju.

4.2.2.2 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kecerdasan Spiritual (X

  Pada pernyataan ketiga sebanyak 6 orang atau 5,5 % yang menyatakan kurang setuju, 25 orang atau 22,7% yang menyatakan setuju dan 79 orangatau 71,8% yang menyatakan sangat setuju serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Pada pernyataan ketiga sebanyak 3 orang atau 2,7 % yang menyatakan kurang setuju, 42 orang atau 38,2% yang menyatakan setuju dan 65 orangatau 59,1% yang menyatakan sangat setuju serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju.

1. Analisis Grafik

  Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menujukkan pola distribusi normal, maka model regresimemenuhi asumsi mormalitas. Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS 18(2015) Gambar 4.3Grafik Histogram Uji Normalitas Pada gambar 4.1 terlihat bahwa data juga berdistribusi normal ini dapat dilihat pada scatterplot.

1. Analisis Kolmogrov-Smirnov

  Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18 (2015) Berdasarkan pengolahan data pada Tabel 4.6 diperoleh nilai Asymp. (2-tailed) diatas angka 0.05 (0.9143 > 0.05), dengan demikian dapat disimpulkan model regresi memenuhi asumsi normalitas.

4.3.2. Uji Heteroskedastisitas

  Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS 18(2015) Gambar 4.5Grafik Scatterplot Gambar Scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik yang ada menyebar secara acak, tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y dantidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas. ce VIF 1 (Constant) 2,915 2,637 1,105 ,284Kecerdasan_Emos -,003 ,132 -,017 -,024 ,981 ,114 8,759 ionalKecerdasan_Spirit -,024 ,145 -,120 -,169 ,868 ,114 8,759 ual Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18 (2015) Pada Tabel 4.7 terlihat bahwa tidak ada variabel bebas atau variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat atauvariabel dependen.

4.3.3. Uji Multikolinearitas

  Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. ce VIF 1 (Constant) ,064 ,023 3,198 ,005Kecerdasan_Emo ,778 ,252 ,858 3,088 ,007 ,114 8,759 sionalKecerdasan_Spirit ,680 ,276 ,068 2,245 ,009 ,114 8,759 ual Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18 (2015) Pada Tabel 4.8 terlihat bahwa nilai Tolerance semua variabel bebas adalah lebih besar dari nilai ketetapan 0,1 dan nilai VIF semua variabel bebas adalah lebihkecil dari nilai ketetapan 10.

4.4.1 Analisis Regresi Linear Berganda

  Nilai T hitung variabel kecerdasan emosional dengan tingkat signifikansi 0,007 adalah 3,088 dan nilai T tabel 1,658 maka T hitung > T tabel (3,088 > 1,658), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan(0,007 < 0,05) secara parsial terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel kecerdasan emosional ditingkatkan maka kinerja karyawan (Y)akan meningkat. Nilai T hitung variabel kecerdasan spiritual dengan tingkat signifikansi 0,009 adalah 2,245 dan nilai T 1,658 maka T > T (2,245 > 1,658), tabel hitung tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan (0,009 < 0,05) secara parsial terhadapkinerja karyawan, artinya jika variabel kecerdasan spiritual ditingkatkan maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat.

4.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji-F)

  Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel kecerdasan emosional (X ) 1 dan kecerdasan spiritual (X 2 )secara bersama-sama atau serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Dependent Variable: Kinerja_Karyawan Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18 (2015) Pada Tabel 4.10 dapat dilihat F hitung adalah 48,263 dengan tingkat signifikansi 0,000.

4.5 Identifikasi Determinan (R

  Angka Adjusted R Tabel 4.11 menunjukkan bahwa nilai r = 0,922 berarti hubungan antara variabel bebas (kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual) terhadap Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18 (2015) b. Jika determinan (R 2 ) terhadap variabel X Adjusted RSquare 0,833 berarti variabel bebas yaitu kecerdasan emosional (X 1 ) dan kecerdasan spiritual (X ) mampu menjelaskan variabel terikat, yaitu 2 kinerja karyawan (Y), sebesar 83,3% dan sisanya 16,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.6 Pembahasan

  Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikanterhadap kinerja karyawan. Mereka yang dapat memberi makna pada hidup mereka dan membawa spiritualitas ke dalam lingkungan kerja mereka akan membuat mereka menjadiorang yang lebih baik, sehingga kinerja yang dihasilkan juga lebih baik dibanding mereka yang bekerja tanpa memiliki kecerdasan spiritual.

4.6.2 Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X

  2 ) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Kecerdasan spiritual dapat mempengaruhi loyalitas seseorang karyawan terhadap pekerjaan, bagaimana sikap senang atau tidak senangkaryawan tersebut dalam pekerjaannya. Ini berarti kecerdasan spiritual sangat memperngaruhikinerja karyawan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, karena para karyawan dipercaya bahwa bila seseorang yang percaya dan yakinakan keimanannya maka yang didapat adalah karyawan yang jujur, amanah dan loyal terhadap pekerjaannya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan secara simultan bahwa kecerdasan emosional dankcerdasan spiritual berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Secaraparsial, kecerdasan emosional dan kcerdasan spiritual berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan yang dominanmempengaruhi kinerja karyawan Dinas Perhubungan Provinsi SumateraUtara adalah variabel kecerdasan emosional.

KUESIONER PENELITIAN

a. Umum

  Responden yang terhormat,Bersama ini saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner penelitian dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pada DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA. ” Informasi yang Bapak/Ibu berikan adalah bantuan yang bernilai dalam penyelesaian Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program S-1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UniversitasSumatera Utara.

b. Petunjuk Pengisian

1. Saya memohon kepada Bapak/Ibu agar member tanda checklist (√)pada salah satu jawaban Bapak/Ibu anggap paling sesuai, Penilaian dapat dilakukan berdasarkan Skala berikut ini:Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) : 1Jawaban Tidak Setuju (TS) : 2Jawaban Kurang Setuju : 3Jawaban Setuju : 4Jawaban Sangat Setuju : 5

2. Saya memohon kepada Bapak/Ibu agar mengisi dengan jawaban yang paling tepat

c. Karakteristik Responden

  Divisi/Bagian : 2. JenisKelamin : a.

b. Perempuan

  Saya adalah orang yang peka terhadap apa yang dirasakan orang disekitar saya 2. Saya adalah orang yang mampu menerima dan memahami sudut pandang orang lain 3.

3. Saya adalah pribadi yang religius

3. Variabel Kinerja Karyawan (Y) No. Pernyataan STS TS KS S SS Kualitas

  Saya adalah orang yang akan puas apabila target dalam bekerja telah tercapai 3. Saya adalah orang yang selalu tiba dan pulang sesuai dengan jam kerja 3.

a. UjiValiditas I

Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .913 40 Item-Total Statistics Scale Mean ifItem Deleted Scale Varianceif Item Deleted Corrected Item- Total CorrelationCronbach's Alpha if Item Deleted Item_1 201,55 172,471 ,547 ,886Item_2 201,40 169,516 ,825 ,882 Item_3 201,15 174,345 ,694 ,885Item_4 201,25 175,987 ,513 ,887 Item_5 201,50 172,789 ,615 ,885Item_6 201,30 173,168 ,780 ,884 Item_7 201,00 175,895 ,632 ,886Item_8 201,50 190,053 -,229 ,898 Item_9 201,85 188,134 -,129 ,897Item_10 201,65 170,345 ,555 ,886 Item_11 201,30 173,168 ,780 ,884Item_12 201,45 179,418 ,274 ,890 Item_13 201,60 178,147 ,334 ,890 Item_24 201,50 173,316 ,496 ,887 Item_25 201,40 188,989 -,200 ,896Item_26 201,30 195,379 -,594 ,900 Item_27 201,35 192,871 -,342 ,900Item_28 201,30 173,168 ,780 ,884 Item_29 201,45 177,103 ,302 ,891Item_30 201,30 173,168 ,780 ,884 Item_31 201,55 172,471 ,547 ,886Item_32 201,40 169,516 ,825 ,882 Item_33 201,15 174,345 ,694 ,885Item_34 201,25 175,987 ,513 ,887 Item_35 201,50 172,789 ,615 ,885Item_36 201,30 173,168 ,780 ,884 Item_37 201,45 178,682 ,281 ,891 Realibilitas I Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items ,891 48 Item_38 201,00 177,368 ,533 ,887 Item_39 201,30 173,168 ,780 ,884Item_40 201,45 174,892 ,622 ,886 Item_41 201,70 188,116 -,143 ,896Item_42 201,40 182,674 ,229 ,891 Item_43 201,80 183,537 ,090 ,893Item_44 201,60 186,568 -,065 ,895 Item_45 201,80 185,642 -,014 ,894Item_46 201,50 179,737 ,413 ,889 Item_47 201,55 193,313 -,481 ,898Item_48 201,45 184,787 ,068 ,892

b. Uji Validitas II Item-Total Statistics

VAR00015 181.1667 350.282 .710 .938 VAR00029 181.2333 348.392 .597 .939 VAR00028 180.6000 358.800 .550 .940 VAR00026 181.5333 353.706 .449 .941 VAR00025 181.2000 357.200 .409 .941 VAR00024 181.6000 351.145 .520 .940 VAR00022 180.8000 360.717 .492 .940 VAR00021 180.9000 364.507 .367 .941 VAR00020 181.2333 359.220 .424 .941 VAR00019 181.1333 350.809 .676 .939 VAR00018 181.1000 349.541 .696 .938 VAR00017 181.3000 353.390 .675 .939 VAR00016 181.1000 347.955 .769 .938 Scale Mean if Item DeletedScale Variance if Item Deleted Corrected Item- TotalCorrelation Cronbach's VAR00013 181.3000 352.907 .632 .939 VAR00012 181.3000 357.528 .462 .941 VAR00011 181.1000 350.645 .620 .939 VAR00010 181.4000 352.593 .546 .940 VAR00009 180.8000 361.614 .491 .940 VAR00008 181.2667 352.478 .527 .940 VAR00007 181.3333 353.402 .669 .939 VAR00006 181.2333 348.392 .597 .939 VAR00005 180.6000 358.800 .550 .940 VAR00003 181.2000 351.062 .554 .940 VAR00001 181.3333 353.057 .508 .940 Alpha if Item Deleted VAR00014 181.1333 355.085 .468 .941 VAR00030 181.3333 353.402 .669 .939 VAR00031 181.3000 352.907 .632 .939 VAR00032 181.1333 355.085 .468 .941 VAR00033 181.1667 350.282 .710 .938 VAR00038 180.6000 358.800 .550 .940 VAR00039 181.2333 348.392 .597 .939 VAR00040 181.3333 353.402 .669 .939Realibilitas II Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,935 48 Lampiran 4 Distribusi Jawaban Deskriptif Variabel Kecerdasan Emosional (X 1 ) StatisticsItem_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_5 Item_6 Item_7 Item_8 Item_9 Item_1 Item_1 1 Item_1 2 N Valid 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 MissingMean 4,09 4,26 4,52 4,43 4,15 4,37 4,67 3,85 4,03 4,37 4,24 4,08 Median 4,00 4,00 5,00 5,00 4,00 4,00 5,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00Mode 5 5 5 5 4a 4 5 4 5 4 5 5 Std. Deviation ,873 ,725 ,602 ,697 ,776 ,572 ,592 ,855 ,981 ,572 ,765 ,803 Variance ,762 ,526 ,362 ,485 ,603 ,328 ,351 ,731 ,963 ,328 ,586 ,645Universitas Sumatera Utara 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 Minimum 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Sum 450 469 497 487 456 481 514 424 443 481 466 449

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Kecerdasan Spiritual (X )

2 Statistics

  Item_1 Item_1 Item_1 Item_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_5 Item_6 Item_7 Item_8 Item_9 1 2 N Valid 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 MissingUniversitas Sumatera Utara 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 4 Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) ,064 ,023 3,198 ,005Kecerdasan_Emosion al ,778 ,252 ,858 3,088 ,007 ,114 8,759 Kecerdasan_Spiritual ,680 ,276 ,068 2,245 ,009 ,114 8,759 Uji F bANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.a 1 Regression 1055,415 2 166,884 48,263 ,000 Residual 47,276 107 3,458Total 1102,691 109 a.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara
12
205
129
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
3
145
85
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
2
46
124
Pengaruh Kecedasan Intelektual dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. BRI Cabang Binjai
9
59
109
Pengaruh Kompetensi Komunikasi, Kecerdasan Emosional dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara
6
75
112
Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Intelektual Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan Di PT Akses Nusa Karya Infratek Bandung
1
6
1
Kecerdasan Emosional dan Spiritual Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Surapati Bandung
11
106
178
Kecerdasan Emosional dan Kompetensi Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan Di PT INTI Bandung
0
19
78
Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Pengaruhnya terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Barat)
0
0
11
View of Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Pada Kepuasan Kerja Yang Berdampak Terhadap Kinerja Karyawan PT. Madu Baru Bantul, Yogyakarta
0
0
16
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara
1
2
38
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecerdasan Emosional 2.1.1 Pengertian Kecerdasan Emosional - Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara
0
0
23
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara
0
0
11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
0
0
17
BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
0
1
8
Show more