Pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap beta saham syariah (studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2004-2010)

Gratis

1
8
168
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN

  Hasil penelitian dengan uji F yaitu pengaruh seluruhvariabel fundamental perusahaan (return on equity, debt to equity ratio, earning per share, price earning ratio) terhadap beta saham syariah membuktikan bahwa semua variabel fundamental perusahaan pada tingkat signifikansi 5%, secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh terhadap beta saham syariah. Hasi penelitian dengan uji t, yaitu pengaruh masing-masing variabel terhadap beta saham syariah membuktikan bahwa pada tingkat signifikansi 5%, variabel return on equity (ROE) dan price earning ratio (PER) memiliki pengaruh signifikan terhadap beta saham syariah.

4. Dwi Nur’aini Ihsan, SE.,MM dan Muhammad Harfin Zuhdi, S.Ag, M.Ag

  Aini Masrurah, SEI, MM sebagai dosen penguji skripsi yang telah memberikan saran-sarannya demi penyempurnaan skripsi dan juga yang telah memberikankesempatan kepada penulis untuk mengikuti seminar pasar modal di BEI dan juga sekolah pasar modal di BEI bersama beliau. Para Dosen yang telah mengajarkan ilmunya dan memberikan semangatnya kepada Penulis dari semester awal hingga akhir, para staf perpustakaan yangtelah membantu penulis dalam mendapatkan buku-buku yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi DAFTAR ISIiv DAFTAR TABELvii DAFTAR GAMBARviii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

  Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah 6 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 7 D.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian

  Nilai Beta Saham 67 2. Nilai Fundamental Perusahaan 70 C.

DAFTAR LAMPIRAN

  HalamanLampiran 1. Harga Saham dan Perhitungan Return 109-132Tahun 2004 Tahun 2004 - 2010Lampiran 3.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan kegiatan ekonomi

  Bagian risiko saham yang dapat dieliminasi disebut risiko yang terdiversifikasi atau risiko khusus perusahaan, atau risiko yang tidak sistematis, sedangkan risiko yang tidak dapat dieliminasi disebut risiko yang tidak 6 terdiversifikasi, atau risiko pasar, atau risiko sistematis. Fenomena tersebut menunjukkan risiko yang masih ada setelah investor melakukan diversifikasi saham adalah risiko pasar, atau risiko yang melekat pada pasar itu sendiri, dan hal itu dapat diukur berdasarkan 8 derajat kecenderungan naik turunnya saham dalam kaitannya dengan pasar.

7 Suad Husnan, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas (Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, 2005), Edisi Keempat, h. 161

  RINEKA 6 merupakan hal yang menarik untuk dilakukan karena sifat dasar dari risiko yangselalu melekat pada setiap investasi terutama dalam setiap saham, baik saham biasa maupun saham yang sesuai dengan kaidah syariah. Faktor fundamental tersebut diduga mempunyai pengaruh terhadap nilai beta saham pada saham-saham syariah (JII) yang terdaftar di BursaEfek Indonesia (BEI).

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

  Perhitungan Beta saham syariah dengan menggunakan metode SIM (Single Index 7 3. Penelitian pada perusahaan-perusahaan go public yang tetap terdaftar di Jakarta Islamic Index (selanjutnya disebut JII) pada Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2010. Berapakah nilai fundamental perusahaan berdasarkan rasio return on equity(ROE), debt to equity ratio (DER), earning per share (EPS), dan price earning ratio (PER) pada saham-saham perusahaan yang tetap terlisting di JII pada tahun 2004-2010?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang pasar modal khususnya mengenai fundamental perusahaan dan beta saham. Bagi perusahaan, dapat dijadikan referensi dan bahan pertimbangan bagaimana pergerakan beta saham perusahaan dapat di pengaruhi oleh faktor fundamentalperusahaan.

D. Review Studi Terdahulu

  Yang Kedua, financial menjadi objek penelitian leverage, asset growth, penulis yaitu saham-earning variability, dan saham Jakarta Islamic accounting beta secara Index dengan periode 10 parsial mempengaruhi yang diteliti yaitu tahunrisiko sistematis (beta) 2004 hingga tahun 2010.saham. Periode yang(ROE), debt to equity diteliti dari tahun 2004 ratio (DER), tingkat hingga tahun 2010.inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolarAmerika secara bersama-samamempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham syariah.

E. Kerangka Teori

  Sebaliknya jika beta suatu saham lebih kecil dari 1, maka risikonya secara individual 14 lebih kecil dibandingkan dengan risiko pasar. Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) EPS merupakan laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah lembar saham 14 biasa yang beredar.

15 F. Kerangka Pemikiran

        ) ( ) ( ) ( ) (ˆ Rasio harga terhadap laba atau price earning ratio (PER) PER merupakan rasio harga per saham terhadap laba per saham. Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran dalam JII (Jakarta Islamic Index) periode tahun 2004-2010Variabel Dependen Beta SahamUji Asumsi Klasik: Fundamental Perusahaan : EPS x b DER x b ROE x b a Beta y 15 5.

15 Perusahaan yang tetap masuk

ROE, DER, EPS, PER

EPS x b DER x b ROE x b a Beta y 15 5. 3 3 2 2 1

1 Uji Hipotesis

  H = Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Variabel Fundamental Return On Equity (ROE) secara parsial terhadap beta saham syariah (JII). H = Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Variabel Fundamental Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial terhadap beta saham syariah (JII).

H. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Review Studi Terdahulu, Kerangka Teori, Kerangka Pemikiran, Hipotesis Penelitian, dan Sistematika Penulisan. I TINJAUAN PUSTAKA Terdiri dari teori-teori yang berkaitan dengan: Pasar Modal Syariah, Instrumen Pasar Modal Syariah, Saham Syariah, Beta Saham, Tipe Investor, Konsep Model Indeks Tunggal (Single Index Model), Menaksir Beta Historis, dan Faktor Fundamental Perusahaan (ROE, DER, EPS, PER). II METODE PENELITIAN Terdiri dari penjelasan mengenai: Ruang Lingkup Penelitian, Metode Penentuan Sampel, Sumber Data, Metode Analisis (Uji Asumsi Klasik

  dan Uji Regresi Linear Berganda), Variabel Penelitian, Pedoman Penulisan. 18 BAB IV HASIL PENELITIANTerdiri dari: Gambaran Umum Objek Penelitian, Nilai Beta Saham,Fundamental Perusahaan, Analisis Regresi Linear Berganda (Pengujian Asumsi Klasik dan Pengujian Hipotesis).

BAB V PENUTUP Terdiri dari Kesimpulan dan Saran dari Hasil Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI A. Pasar Modal Syariah

  Pengertian Pasar Modal Syariah Sistem mekanisme pasar modal konvensional yang mengandung riba, maysir dan gharar selama ini telah menimbulkan keraguan dikalangan umat Islam. Pasar modal syariah (Islamic stock exchange) adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan efek syariah perusahaan publik yang berkaitandengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya, dimana semua produk dan mekanisme operasionalnya berjalan tidak bertentangandengan hukum muamalat Islamiyah.

a. Saham (Ekuitas atau Shares)

  Kepemilikan perseroanyang diwujudkan dalam lembaran saham berarti dapat dialihkan dalam bentuk jual beli, yang secara otomatis kepemilikan dapat pula berpindah atau dialihkan kepadapembeli yang lain atas saham tersebut. Syirkah atau al-musyarakah (partnership, project financing participation) adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuaidengan kesepakatan (Bidayatul Mujtahid II, tanpa tahun, 153-257).

b. Obligasi Syariah (Islamic Bond)

  Pendapatan yang diperoleh pemegang obligasi yaitu berupa bunga yang biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan atau deposito. Obligasi syariah yang juga dikenal dengan sukuk memiliki perbedaan pokok dengan obligasi konvensional antara lain berupa penggunaan konsep imbalan danbagi hasil sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung (underlying transaction) berupa sejumlah tertentu aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk, dan adanya akad atau perjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan prinsip- prinsip syariah.

c. Reksadana Syariah

  Reksadana adalah suatu sarana yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portofolio 19 efek yang dikelola oleh manajer investasi. Mustafa Edwin Nasution, dkk, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam (Jakarta: Kencana Reksadana merupakan satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki waktu dan keahlian untukmenghitung resiko atas investasi mereka.

3. Jakarta Islamic Index (JII)

  Saham dengan risiko rata-rata didefinisikan sebagai saham yang harganya cenderung turun naik sejalan dengan turun naiknya pasar secara umum, yang diukurdengan indeks tertentu (di Indonesia yaitu IHSG). Saham seperti itu menurut definisinya, akan mempunyai beta, b, sebesar 1, yang menandakan bahwa jika hargapasar saham naik 10%, harga saham tersebut juga akan naik 10%, begitu halnya juga jika yang terjadi adalah penurunan.

1 D = Dividen ( kas) pada periode t

tCapital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang dengan harga periode yang lalu, dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga return total dapat dinyatakan sebagai berikut: P Pt t 1 Rt P t1  27 Sedangkan tingkat pengembalian pasar (rate of market return) adalah: IHSG  IHSG t t 1 R mt IHSG t 1 Keterangan:R Retun pasar untuk periode tmt = IHSG = Indeks pasar periode t27 t IHSG = Indeks pasar periode t-1 t 

1 Risiko sistematis diukur dengan koefisien beta, yaitu koefisien yang

  Saham dengan beta 1 adalah saham yang memiliki risiko sama dengan rata-rata saham di pasar modal. Saham dengan beta lebih dari 1 disebut saham agresif dan 28 saham dengan beta kurang dari 1 disebut saham defensif.

28 Lukas Setia Atmaja, Teori dan Praktik Manajemen Keuangan (Yogyakarta: Penerbit CV

  Tipe risk taker akan merasa sangat senang apabila ditawari saham yang memiliki gejolak harga yang tinggi, atau beta saham yang tinggi, dan tidak tertarikpada saham yang memiliki beta rendah. Saham yang memiliki beta saham tinggi dan return yang juga tinggi dalam jumlah sebanding sangat disenangi oleh tipe moderate investor.

29 Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio (Jakarta: Penerbit Erlangga

6. Konsep Model Indeks Tunggal (Single Index Model)

  Semakin sekitar garis regresi menunjukkan risiko sisa (ei menyebar titik-titik tersebut, semakin besar risiko sisanya. Beta juga bisa dihitungdengan menggunakan rumus:  imi 2  m  Dan untuk alpha ( ), bisa dihitung dengan:   E ( R )   E ( R )i it i mt Nilai  dan  yang dihitung dengan menggunakan persamaan regresi i i merupakan taksiran dari beta dan alpha yang sebenarnya. Faktor fundamental perusahaan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: Rasio return on equity (ROE) menunjukkan keberhasilan atau kegagalan pihak manajemen dalam memaksimumkan tingkat hasil pengembalian investasipemegang saham dan menekankan pada hasil pendapatan sehubungan dengan jumlah 35 yang diinvestasikan.

36 ROE maka akan semakin baik

  37 Rumus untuk menghitung return on equity (ROE) yaitu:Laba Bersih return On Equity ( ROE ) Ekuitas 34 Istijanto Oei, Kiat Investasi Valas, Emas, Saham (Jakara: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), h.148.3536 Dewi Astuti, Manajemen Keuangan Perusahaan, h.37. Dari sudut pandang investor, ROE merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang.

2. Debt to Equity Ratio (DER)

  Kreditur melihat kepada ekuitas, yaitu dana yang disetor pemilik, sehingga jika pemegang saham hanya memberikan sebagian kecil dananya sebagai modal, maka kreditur melihat hal tersebut sebagai tanda bahwa sebagian besar risikoperusahaan ditanggungnya. Risiko yang terkandung pada laba per saham yang diproyeksikan juga tergantung pada bagaimana pola pembiayaan perusahaan.

41 Ridwan S. Sundjaja, dkk, Manajemen Keuangan 2 (Bandung: Literata Lintas Media, 2010), h. 226

  Perusahaan yang mempunyai rasio utang yang tinggi menghadapi risiko rugi yang lebih tinggi pada masa resesi, tetapi tingkat pengembalian yang diharapkannyajuga lebih tinggi pada masa cerah. 50 yaitu: H arg a per saham Rasio H arg a terhadap Laba  PER Laba per saham Nilai PER yang tinggi kemungkinan menunjukkan prospek perusahaan yang baik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (penelitian eksplanatif). Penelitian eksplanatif merupakan penelitian untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis

  54 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis yang diajukan mengenai pengaruh variabel-variabel fundamental perusahaan terhadap beta saham syariah sebagai variabel dependen. Objek yang diteliti adalah saham perusahaan yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index.

B. Metode Penentuan Sampel

  Sampel dalam penelitian ini adalah saham-saham perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index yang tetap terdaftar dan tidak keluar dari indeks JIIselama periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2010, juga yang mempublikasikan data-data perusahaan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Data sekunder pada penelitian ini berupa data yang diperoleh dari website masing-masing emiten atau perusahaan yang diteliti, yaitu data laporan tahunan(annual report) emiten yang berisi data-data laporan keuangan perusahaan untuk mencari nilai return on equity (ROE), debt to equity ratio (DER), earning per share(EPS), price earning ratio (PER).

1. Uji Asumsi Klasik

  Apabila terjadi penyimpangan terhadap asumsi klasik maka uji F dan uji t yang dilakukan menjadi tidak valid dan secara statistikdapat mengacaukan kesimpulan yang diperoleh. Bandingkan nilai d yang dihitung dengan nilai Ld danud dari Langkah selanjutnya yaitu menggunakan Tabel Durbin-Watson dengan melihat nilaiL ˆ )ˆ ˆ (  N t t N t t tu u ud22221 setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen d.

2. Uji Regresi Linear Berganda

61 Danang Sunyoto, Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat (Yogyakarta: Amara Books

  Dimanadalam penelitian ini, variabel dependen yang diuji adalah beta saham syariah dan variabel independen adalah return on equity (ROE), debt to equity ratio (DER), earning per share (EPS), dan price earning ratio (PER). Perumusan model regresi tersebut sebagai berikut: y  a  b x  b x  b x  b x  e 1 1 2 2 3 3 4 4 Dimana: y = Beta saham syariah a = Konstanta b = Koefisien regresi dari variabel independen ke-i, x = return on i1equity (ROE), x = debt to equity ratio (DER), x = earning per share (EPS),2 3 x = price earning ratio (PER), e = Estimasi error.4 c.

1) Uji F-test

  Uji statistik F digunakan untuk menguji keberartian pengaruh dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Hipotesis untuk uji Fyaitu: b H = b b b = 0, artinya secara bersama-sama tidak ada pengaruh124 3 signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.b H = b b b  0, artinya secara bersama-sama ada pengaruh112 34 signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

62 Damodar Gujarati, Basic Econometrics, Third Edition (New York: Mc-Graw Hill Inc

  Hipotesis yang digunakan adalah: H = b = 0, artinya secara parsial tidak ada pengaruh signifikan dari variabel i independen terhadap variabel dependen. H = b 0, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan dari variabel 1 i  independen terhadap variabel dependen.

2 R yang semakin besar mendekati nilai 1 merupakan indikator yang menunjukkan

semakin kuatnya kemampuan variabel independen menjelaskan perubahan variabel dependen.

E. Variabel Penelitian

1. Variabel Dependen

  Perhitungan beta saham dalam penelitian inimenggunakan metode SIM (Single Index Model), yaitu dengan rumus sebagai 63 berikut: R   ( R )  e i i m i Dimana: R = Tingkat pengembalian saham ii  = Intercept (konstanta) = Perubahan tingkat pengembalian saham terhadap perubahan pasari R = Tingkat Pengembalian Pasarme = Kesalahan acaki Sedangkan untuk mencari beta masing-masing saham setiap tahunnya, yaitu dengan cara meghitung:63 a. R ) denganMelakukan regresi antara return saham (tingkat keuntungan saham-i, ireturn pasar (tingkat keuntungan pasar, R ) yang telah diperoleh untukm mendapatkan nilai beta saham dari masing-masing emiten.

2. Variabel Independen

  Variabel independen pada penelitian ini yaitu: a. Return On Equity (ROE)Laba Bersih return On Equity ( ROE ) Ekuitasb.

F. Pedoman Penulisan

  Dalam penulisan skripsi ini, penulis berpedoman pada buku ”Pedoman Penulisan Skripsi ” Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Jakarta Press, 2007. BAB IV HASIL PENELITIAN A.

1. Sejarah Jakarta Islamic Index

  Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal-halyang dilarang seperti: riba, perjudian, spekulasi dan lain-lain. Dengan hadirnya indeks tersebut, maka para pemodal telah disediakansaham-saham yang dapat dijadikan sarana berivestasi dengan penerapan prinsip syariah.64 Indonesia Stock Exchange, “Pasar Modal Syariah”, artikel diakses pada 7 Juni 2011 dari Perkembangan selanjutnya, instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT.

2. Kriteria Emiten

  Di Indonesia, prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak diwujudkan dalam bentuk saham syariah maupun non-syariah, melainkan berupapembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinisp syariah. Dalam hal ini, diBursa Efek Indonesia terdapat Jakarta Islamic Indeks (JII) yang merupakan 30 saham yang memenuhi kriteria syariah yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional (DSN).

65 Indonesia Stock Exchange, “Pasar Modal Syariah”, artikel diakses pada 7 Juni 2011 dari

  Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Jakarta Islamic Index terdiri dari 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan SyariahIslam.

a. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang

  Selain kriteria diatas, dalam proses pemilihan saham yang masuk JII BursaEfek Indonesia melakukan tahap-tahap pemilihan yang juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten, yaitu: a. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar).

3. Profil Singkat Emiten a. ANTM Nama Perusahaan: Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk

  Kekuatan daya saing terletak pada cadangan bijih yang berlimpah,tenaga kerja yang trampil dan terlatih baik, dan pembangkit listrik tenaga air berbiaya rendah. KLBF Nama Perusahaan: PT Kalbe Farma Tbk (tanggal pendirian: 10 September 1966)Bidang Usaha: Kalbe merupakan perusahaan produk kesehatan publik terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar USD 3,6 miliar dan omset penjualan Rp 10,2 triliun pada akhir tahun 2010.

g. UNVR

  Unilever Indonesia TbkBidang Usaha: Menghasilkan produk home dan personal care, foods, ice cream (Pepsodent, Pond’s, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Blue Band, Royco, Bango dan lain-lain). Sejarah Perseroan: Pada tahun 1933 Unilever didirikan dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.

B. Nilai Beta Saham dan Nilai Fundamental Perusahaan yang Terdaftar di

Jakarta Islamic Index Tahun 2004-2010 Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan software Microsoft Excel dan software SPSS 16, untuk dapat mengolah data-data dan

1. Nilai Beta Saham

  Nilai terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu -0.55 (PTBA/Tambang Pada tahun 2004 nilai rata-rata beta saham sebesar 1.498, nilai tersebut lebih besar dari satu, hal tersebut mengindikasikan bahwa pada tahun 2004, nilai indekssaham di JII memiliki risiko yang lebih besar dari risiko pasar. Terdapat 3 perusahaan yang nilai betanya lebih besar dari satu, dan terdapat 4 perusahaan yang nilai betanya Pada tahun 2007 nilai rata-rata beta saham adalah 0.847, nilai tersebut lebih kecil dari satu, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang tergabungdalam JII pada tahun 2007 memiliki risiko yang lebih kecil daripada risiko pasar.

2. Nilai Fundamental Perusahaan

  Nilai DER tertinggi pada tahun 2008 yaitu pada saham Telekomunikasi Indonesia Tbk, yaitu Pada tahun 2009 nilai rata-rata DER yaitu sebesar 53.867%. Dan nilai EPS terendah pada tahun 2010 yaitu pada saham Kalbe Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa nilai EPS dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2010 memiliki nilai rata-rata EPS yang positif, hal ini menunjukkanprospek perusahaan-perusahaan dalam kelompok JII yang baik yaitu kemampuan perusahaan dalam kelompok JII untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham.

C. Analisis Regresi Linear Berganda

1. Pengujian Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

  Gambar 4.1 Uji Normalitas Analisis Grafik Sumber: Output SPSS Uji Normalitas juga dapat dideteksi dengan melihat Normal Probability Plot, yaitu dengan melihat penyebaran data (titik-titik) pada sumbu diagonal grafik. Dari gambar 4.1, terlihat bahwa data (titik-titik) mendekati garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhiasumsi normalitas.

b. Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik adalah yang homoskedastis atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dengan scatterplot dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut: Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS

c. Uji Multikolinearitas

  Nilai cut off yang dipakai untuk menentukan adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance <0,10 dan VIF>10. Tolerance VIF 1 (Constant) 1.077 .235 4.585 .000ROE -.013 .005 -.431 -2.907 .006 .774 1.293 DER .002 .002 .110 .789 .434 .882 1.134EPS 1.896E-5 .000 .008 .055 .957 .842 1.188 PER .012 .005 .335 2.548 .014 .985 1.015 Sumber: Output SPSS Dari tabel 4.7 di atas dapat dilihat nilai tolerance tiap-tiap variabel tidak ada yang kurang dari 0.10 dan nilai VIF tidak ada yang melebihi 10, sehingga dapatdisimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terdapat multikolinieritas.

d. Uji Autokorelasi

  Hasil uji Durbin Watson dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut: Tabel 4.8 Uji Autokorelasi bModel Summary Adjusted R Std. Dependent Variable: BETASumber : Output SPSS Dari tabel hasil uji autokorelasi diatas menunjukkan bahwa nilai DurbinWatson adalah 2.173, bila dibandingkan dengan nilai tabel durbin watson dengan n=49 dan k=5 menghasilkan nilai dl=1.37007 dan nilai du=1.72095 nilai tersebutberada diantara du<dw<4-du atau 1.72095<2.173<2.2791 sehingga dapat disimpulkan model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadiautokorelasi.

2. Pengujian Hipotesis dengan Analisis Regresi Linear Berganda

  025 ( 44 )2 (  ) n k arah), yang berarti bahwa nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (0.789<2.015) sehingga berada dalam daerah penerimaan H , hal ini juga terlihat dari nilaisignifikansi yaitu sebesar 0.434 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H diterima. 025 ( 44 ) ( n k )2  arah), yang berarti bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (2.548>2.015) sehingga berada dalam daerah penolakan H , hal ini juga terlihat dari nilaisignifikansi yaitu sebesar 0.014 yang lebih kecil dari 0.05, sehingga H ditolak.

c. Koefisien Determinasi (

  Faktor tersebut yaitu faktor makro ekonomi, seperti tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar, produk domestik bruto (PDB), Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu penelitian mengenai pengaruh indikator fundamental (return on equity, earning per share, price earning ratio) dan makro ekonomi (inflasi dan suku bunga) terhadap beta saham-saham kelompok properti dan real estate periode tahun 2004-2008. Hasil dari penelitian tersebut yaitu bahwa secara simultan seluruh variabel return on equity, earning per share, price earning ratio, inflasi dan suku bunga Indonesia secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap beta saham, dengan persentase 66 besarnya pengaruh variabel independen yaitu sebesar 50%.d.

66 Ahmad Fauzi,”Analisis Pengaruh Indikator Fundamental dan Makro Ekonomi Terhadap

  6) Dari hasil perhitungan berdasarkan output SPSS, variabel yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap beta saham yaitu return on equity (ROE) dan price earning ratio (PER), sedangkan debt to equity ratio (DER) dan earning per share (EPS) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap beta saham. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditunjukkan bahwa, naiknya nilai return on equity (ROE) akan menurunkan nilai beta saham dan naiknya nilai price earning ratio (PER) akan menaikkan nilai beta saham.

e. Pembahasan Hasil Penelitian

  Kebangkitan harga saham-saham yang terdaftardi bursa dipengaruhi oleh membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia sejak tahun 67 yaitu 4,1% pada tahun 2003 dan 5,1% pada tahun 2004. Pada akhir tahun 2009 indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai level 2.534,36 mengalamikenaikan sebesar 117,98% dibandingkan dengan IHSG pada tahun 2005 yang berada pada level 1.162,63.

68 Kementerian Keuangan Republik Indonesia Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga

  Perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus akan lebih mampu bertahan dalam kondisi apapun termasuk pada saat perekonomian sedang krisis,sehingga peruahaan mampu meminimalisir risiko yang timbul. Nilai PER yang tinggi menunjukkan bahwa pemodal atau investor bersedia membayar saham dengan harga harga yang tinggi meskipun EPS-nya relatif rendah,dengan harapan pertumbuhan laba perusahaan dimasa yang akan datang semakin7273 Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, h.130.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat diambil

  2) Pada tahun 2005 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.205,397.3) Pada tahun 2006 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.261,584.4) Pada tahun 2007 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.459,153.5) Pada tahun 2008 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.390,01.6) Pada tahun 2009 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.465,566.7) Pada tahun 2010 nilai rata-rata EPS yaitu sebesar Rp.493,181. 4) Pada tahun 2007 nilai rata-rata PER yaitu 31,9 kali.5) Pada tahun 2008 nilai rata-rata PER yaitu 10,58 kali.6) Pada tahun 2009 nilai rata-rata PER yaitu 20,60 kali.7) Pada tahun 2010 nilai rata-rata PER yaitu 20,91 kali.

B. SARAN

  Setelahinvestor dapat mengestimasi beta, maka investor dapat menentukan pilihan investasinya pada perusahaan dengan beta saham yang tinggi atau rendah, hal inidisesuaikan dengan tipe dan karakteristik dari investor sendiri. Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan beta saham syariah dengan beta saham dari kelompok saham lain yang terdaftar diBursa Efek Indonesia (BEI), dengan menggunakan rentang waktu yang berbeda dan lebih lama agar diperoleh hasil yang lebih akurat, dan melakukanpengembangan teori sehingga penelitian selanjutnya lebih baik dan komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

  ”Analisis Pengaruh Indikator Fundamental dan Makro EkonomiTerhadap Beta Saham-saham kelompok properti dan real estate. “Master Plan Pasar Modal dan Industri Keuangan NonBank 2010- 2014”, dokumen diakses pada 16 Agustus 2011 dari http://www.bapepam.go.id/pasar modal /publikasi pm/infopm/MASTERPLAN BAPEPAMLK 2010-2014.pdf Jakarta: PT.

A. Harga Saham dan Perhitungan Return

1. Tahun 2004 a. ANTM

Date Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-04 1500Feb-04 1500 1500 Mar-04 1225 -275 1500 -0.18333333Apr-04 1200 -25 1225 -0.02040816 May-04 1075 -125 1200 -0.10416667 Jun-04 1250 175 1075 0.162790698 Jul-04 1225 -25 1250 -0.02Aug-04 1250 25 1225 0.020408163 Sep-04 1375 125 1250 0.1 Oct-04 1500 125 1375 0.090909091 Nov-04 1775 275 1500 0.183333333Dec-04 1725 -50 1775 -0.02816901

b. INCO

  KLBFDate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-04 490 Feb-04 525 35 490 0.071428571 Mar-04 470 -55 525 -0.104761905Apr-04 500 30 470 0.063829787 May-04 410 -90 500 -0.18 Jun-04 360 -50 410 -0.12195122 Jul-04 40545 360 0.125 Aug-04 405 405 Sep-04 410 5 405 0.012345679 Oct-04 45040 410 0.097560976 Nov-04 550 100 450 0.222222222 Dec-04 550 550 e. PTBADate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-04 825 Feb-04 800 -25 825 -0.03030303 Mar-04 775 -25 800 -0.03125Apr-04 825 50 775 0.064516129 May-04 750 -75 825 -0.09090909 Jun-04 675 -75 750 -0.1 Jul-04 725 50 675 0.074074074 Aug-04 77550 725 0.068965517 Sep-04 85075 775 0.096774194 Oct-04 92575 850 0.088235294 Nov-04 1425 500 925 0.540540541 Dec-04 1525 100 1425 0.070175439 f.

h. IHSG

Date Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 2-Jan-2004 752.933-Feb-2004 761.08 8.15 752.93 0.010824379 1-Mar-2004 735.68 -25.4 761.08 -0.033373631-Apr-2004 783.41 47.73 735.68 0.064878752 4-May-2004 732.52 -50.89 783.41 -0.0649596 1-Jun-2004 732.4 -0.12 732.52 -0.00016382 1-Jul-2004 756.9824.58 732.4 0.033560896 2-Aug-2004 754.7 -2.28 756.98 -0.00301197 1-Sep-2004 820.13 65.43 754.7 0.086696701 1-Oct-2004 860.4940.36 820.13 0.04921171 1-Nov-2004 977.77 117.28 860.49 0.136294437 1-Dec-2004 1000.23 22.46 977.77 0.022970637

2. Tahun 2005

  INTP Date Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-05 3450Feb-05 3150 -300 3450 -0.08695652 Mar-05 2800 -350 3150 -0.11111111Apr-05 2650 -150 2800 -0.05357143 May-05 3200 550 2650 0.20754717 Jun-05 3450 250 3200 0.078125 Jul-05 3600 150 3450 0.04347826Aug-05 2925 -675 3600 -0.1875 Sep-05 2900 -25 2925 -0.00854701 Oct-05 3300 400 2900 0.13793103 Nov-05 3225 -75 3300 -0.02272727Dec-05 3550 325 3225 0.10077519 d. TLKMDate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-05 4800 Feb-05 4425 -375 4800 -0.078125 Mar-05 447550 4425 0.01129944 Apr-05 4275 -200 4475 -0.0446927 May-05 4650 375 4275 0.0877193 Jun-05 5000 350 4650 0.07526882Jul-05 5550 550 5000 0.11 Aug-05 5150 -400 5550 -0.0720721 Sep-05 5350 200 5150 0.03883495Oct-05 5000 -350 5350 -0.0654206 Nov-05 5500 500 5000 0.1 Dec-05 5900 400 5500 0.07272727 g.

3. Tahun 2006

a. ANTM

  INTPDate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-06 3950 Feb-06 4425 475 3950 0.120253165 Mar-06 4375 -50 4425 -0.01129944Apr-06 5000 625 4375 0.142857143 May-06 3850 -1150 5000 -0.23 Jun-06 4200 350 3850 0.090909091 Jul-06 4200 4200Aug-06 4575 375 4200 0.089285714 Sep-06 4925 350 4575 0.076502732 Oct-06 5000 75 4925 0.015228426 Nov-06 5350 350 5000 0.07 Dec-06 5750 400 5350 0.074766355 d. UNVRDate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-06 4300 Feb-06 4275 -25 4300 -0.00581395 Mar-06 4250 -25 4275 -0.00584795Apr-06 4575 325 4250 0.076470588 May-06 4025 -550 4575 -0.12021858 Jun-06 4125 100 4025 0.02484472 Jul-06 4225 100 4125 0.024242424Aug-06 4475 250 4225 0.059171598 Sep-06 4600 125 4475 0.027932961 Oct-06 4800 200 4600 0.043478261 Nov-06 6000 1200 4800 0.25 Dec-06 6600 600 6000 0.1 h.

4. Tahun 2007

  a. ANTMDate Close Pt-Pt-1 Pt-1 Pt-Pt-1/Pt-1 Jan-07 7800 Feb-07 9100 1300 7800 0.16666667 Mar-07 11850 2750 9100 0.3021978Apr-07 15600 3750 11850 0.3164557 May-07 14000 -1600 15600 -0.1025641 Jun-07 12550 -1450 14000 -0.10357143 Jul-07 2700 -9850 12550 -0.78486056Aug-07 2250 -450 2700 -0.16666667 Sep-07 2775 525 2250 0.23333333 Oct-07 3350 575 2775 0.20720721 Nov-07 4675 1325 3350 0.39552239Dec-07 4475 -200 4675 -0.04278075 b.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis pengaruh beberapa faktor fundamental perusahaan terhadap tingkat keuntungan yang diharapkan pada industri dasar dan kimia yang listed di Bursa Efek Jakarta
0
30
150
Pengaruh return on equty (REO), return on asset (ROA) dan economic value added (EVA) terhadap return saham pada perusahaan yang tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) : studi empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI
29
331
109
Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)
0
4
109
Prediksi harga saham dalam perspektif analisis teknikal (studi pada Jakarta Islamic Index (jll) tahun 2007-2011)
1
17
101
Pengaruh modal kerja terhadap kinerja keuangan : studi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic index tahun 2006-2007
0
6
130
Pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap beta saham syariah (studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2004-2010)
1
8
168
Analisis faktor fundamental perusahaan terhadap Price Earning Ratio (PER) sebagai dasar penilaian saham perusahaan berbasis syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013
0
5
168
Analisis pengaruh likuiditas, Solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap kebijakan pembayaran dividen pada perusahaan Jakarta Islamic Index
1
42
131
Pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko saham pada perusahaan LQ 45 periode 2004-2009
0
7
116
Pengaruh uang yang beredar (m2), kurs, inflasi, dan tingkat suku bunga sbi terhadap beta saham syariah (JJI) dan indeks harga saham gabungan (IHSG)
0
5
129
Faktor yang mempengaruhi perkembangan saham syariah di Jakarta Islamic Index (JII)
0
3
113
Pengaruh faktor fundamental dan risiko sistematis terhadap return saham perusahaan pada jakarta islamic index
0
14
0
Analisis pengaruh indikator fundamental dan makro ekonomi terhadap beta saham : studi empiris pada PT.Bursa Efek Indonesia
0
4
124
Analisis faktor fundamental terhadap excess return saham syariah perusahaan jakarta Islamic index
0
3
14
Pengaruh faktor fundamental dan aliran kas bebas terhadap harga saham pada industri telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
2
1
Show more