Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang

Gratis

1
8
113
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Pd Sekretaris Program Dual Mode Sistem FITKUIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan motivasi dalam penyelesaian studi dan skripsi penulis. Bapak dan Ibu Dosen serta seluruh civitas akademik UIN SyarifHidayatullah Jakarta, terutama yang telah mengajar dan mendidik penulis 7.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses pembelajaran peserta didik memiliki tugas utama yaitu

  Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut membuka kemungkinan siswa tidak hanyabelajar di dalam kelas yang dibimbing oleh guru, akan tetapi siswa dapat belajar dari luar kelas, seperti dari lingkungan masyarakat dan media cetak ataupun media 1 elektronik serta sarana-sarana lain yang tersedia.1 Kualitas pendidikan sangat erat kaitannnya dengan hasil belajar. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut bisa disebabkan oleh guru yang dalam proses pembelajarannya kurang bervariasi atau dalampenyampaian materi yang hanya menggunakan metode yang monoton/ metode yang itu-itu saja.

B. Identifikasi Masalah

  Dalam proses pembelajaran, guru kurang bervariasi dalam penyampaian materi yang hanya menggunakan model pembelajaran yang monoton. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang akan dibahas adalah apakah dengan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair and Share dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV MI.

F. Kegunaan Penelitian

  Penelitian ini dapat bermanfaat bagi :1) Penulis(a) Meningkatkan profesionalisme sebagai guru;(b) Meningkatkan kompetensi profesionalisme dalam penguasaan materi pembelajaran;(c) Meningkatkan kompetensi pedagogic dalam penguasaan metodologi pembelajaran.(d) Mengetahui kemampuan siswa belajar IPS menggunakanPendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Think, Pair and Share. 3) Guru(a) Sebagai bahan acuan dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya;(b) Mendapat pengalaman nyata untuk memperbaiki pembelajaran.(c) Meningkatkan hasil belajar siswa.4) Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Think, Pair and Share diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat.

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik

1. Hakikat Hasil Belajar Pengertian Hasil Belajar a

  Dari definisi tersebut dapat di artikan bahwa belajar adalah suatu prosesperubahan dalam diri seseorang yang di tampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan 3 pengetahuan, kecakapan, daya pikir, sikap, kebiasaan dan lain-lain. Cit, h.10 belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme(manusia atau hewan) yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat 5 memengaruhi tingkah laku organism tersebut.

b. Pengertian Hasil Belajar

  Siswa yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan- 6 tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.”Menurut Kunandar, hasil belajar adalah kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalamkompetensi dasar. Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang dicapai siswa setelah mengikutiproses belajar dan pembelajaran dalam waktu tertentu baik berupa pemahaman , tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan yang kemudianakan diukur serta dinilai lalu diwujudkan dalam angka atau pernyataan.

c. Prinsip-prinsip Belajar

  Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa hal yang dianggap penting dan merupakan suatu pedoman dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip belajar adalah konsep-konsep yang harus diterapkan di dalam proses belajrmengajar.

d. Teori - Teori Belajar

  Ada beberapa teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:1) Teori Belajar BehaviorismeBehaviorime merupakan aliran psikologi yang memandang individu lebih kepada sisi fenomina jasmaniah dan mengabaikan aspek-aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu dalam kegiatan belajar. b)Tingkah laku dan perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dimodifikasi oleh kondisi-kondisi lingkungan,c) Komponen teori behavioral ini adalah stimulus, respon, dan konsekuensi,d) Faktor penentu yang penting sebagai kondisi lingkungan dalam belajar adalah reinforcement.

d) Hasil belajar adalah berupa perubahan struktur kognitif

  Dari beberapa teori di atas dapat di simpulkan, bahwa siswa belajar dan mampu memproses informasi yang diterimanya, di mana parasiswa tersebut dapat berpartisipasi secara aktif dan langsung dalam proses pembelajaran. 3)Teori Belajar Konstruktivisme Konstruktivisme melandasi pemikirannya bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang given dari alam karena hasil kontak manusiadengan alam, tetapi pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan) aktif manusia itu sendiri.

11 Proses belajar dapat dikatakatan efisien apabila hasil belajar yang

diinginkan dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan, tanpa mengeluarkan biaya, tenaga,dan waktu yang banyak.

e. Jenis-jenis belajar

  Tujuannya untukmenguasai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah- masalah sosial, seperti masalah keluarga, masalah persahabatan,masalah kelompok, dan masalah-masalah lain yang bersifat kemasyarakatan. d)Belajar Keterampilan Bentuk belajar yang menekankan pada kemampuan menampilkan bentuk-bentuk gerakan motorik jasmaniah dalam melakukan suatukegiatan, sebagai respon dari rangsangan yang datang kepada dirinya.

11 Hindun ,Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter di MI/SD,(Depok:Nufa Citra

  – faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Belajar atau tidaknya seseorang disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu yang berasal dari dalam diri siswa (internal)dan ada pula dari luar diri siswa (eksternal). Seorang anak yang memiliki cara belajar yangbaik cenderung akan lebih berhasil dalam proses balajarnya, begitu juga sebaliknya anak yang memiliki gaya belajar yang buruk akan memiliki tingkatkeberhasilan yang rendah.

15 Apabila kesehatan anak terganggu maka hal ini dapat membuat

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut di atas sangat penting untuk diperhatikan dalam proses pembelajaran agar dapatlebih meningkatkan prestasi belajar siswa untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa14 belajar adalah proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang baik15 Oemar Hamalik,Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003), h.

2. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

a. PengertianIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Banks dalam bukunya Teaching Strategies For the Social Studies memberikan definisi social studies sebagai bagian dari kurikulum sekolah dasar dan menengah yang mempunyai tanggung jawab pokok membantu para siswa untuk mengembangkan pengetahuan,keterampilan, sikap, dan nilai yang diperlukan dalam hidup bernegara di lingkungan masyarakatnya. Dengan bertolak dari uraian di atas, kegiatan belajar mengajar IlmuPengetahuan Sosial membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masamendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi.

b. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)

  Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah membantu generasi muda dalam mengembangkan kemampuan membuat keputusan yanginformatif dan rasional bagi kebaikan masyarakat sebagai warga Negara dari sebuah dunia yang berbudaya, majemuk, bermasyarakat demokratisyang memiliki ketergantungan satu sama lain . 3.523 Ibid,h.12.3 24 pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.”Dari beberapa tujuan di atas dapat di simpulkan bahwa tujuan dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah agar peserta didik dapatbersosialisasi terhadap lingkungan sehari-hari.

c. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Secara mendasar, pembelajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya. Ruang lingkup mata pelajaran IPS (terpadu) meliputi beberapa aspek sebagai berikut;1) Geografi, meliputi manusia, tempat dan lingkungan;2) Sejarah, meliputi waktu, keberlanjutan dan perubahan;3) Sosiologi, meliputi sisten sosial dan budaya; 25 4) Ekonomi, meliputi perilaku ekonomi dan kesejahteraan.

d. Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Guru harus merancang proses belajar mengajar yang melibatkan para peserta didik baik pada aspek kognitif,afektif, dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar yang sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditentukan. Model Think, Pair and Share merupakan model yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan siswa dilatih untuk bekerja sama serta berinteraksi dengan teman-temannya.

3. Hakikat Pembelajaran Kooperatif

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan pada kemampuan anak Pembelajaran kooperatif (kelompok) merupakan kumpulan dua orang individu atau lebih yang berinteraksi secara tatap muka, dansetiap individu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompoknya, sehinga mereka merasa memiliki, dan merasa salingketergantungan secara positif yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Kunandar,”Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuhantarsiswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalapahaman yang 27 dapat menimbulkan permusuhan.”Menurut Isjoni dan Moh.

b. Karakteristk Pembelajaran Kooperatif

  Perbedaantersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok. Beberapa karakteristikpembelajaran kooperatif:1) Pembelajaran secara tim2) Pembelajaran dengan manajemen kooperatif3) Kemauan untuk bekerja sama4) Keterampilan bekerja samaSlavin, Abrani, dan Chambers berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa persepektif, yaitu persepektifmotivasi, persepektif sosial, persepektif perkembangan kognitif, dan 30 persepektif elaborasi kognitif.

d) Persepektif elaborasi kognitif

  Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif, siswa dapat berinteraksi dengan sesama siswalainnya dan bisa saling bantu serta bekerja sama untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Oleh karena itu para guru memiliki tanggung jawab dalam membantu siswa untuk memperolehkemampuan berpartisipasi dan bekerja sama secara efektif di dalam proses pembelajaran.

4. Model Think, Pair and Share

a. PengertianThink, Pair, and Share

  Langkah-langkah pembelajaran model Think, Pair and Share adalah sebagai berikut:1) Thinking (berpikir)Kegiatan pertama dalam Think Pair and Share yakni guru mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan topik pelajaran. Dalam tahap ini siswa dituntut lebih mandiri dalammengolah informasi yang dia dapat.2) Pairing (berpasangan)Pada tahap ini guru meminta siswa duduk berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah difikirkannya pada tahappertama.

32 Trianto, Op.Cit, h. 61

  33 3)Sharing (berbagi) Pada tahap akhir guru meminta kepada pasangan untuk berbagi jawaban dengan seluruh kelas tentang apa yang telah merekadiskusikan. Dengan langkah-langkah pembelajaran di atas diharapkan proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif model Think, Pair and Share bisa berjalan dengan baik serta dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan terjadinya proses pembelajaran.

b. Kelebihan Model Think, Pair and Share

  Kelebihan model pembelajaran kooperatif model Think, Pair and Share menurut Hartina adalah: 1)Memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang diajarkan karena secaratidak langsung memperoleh contoh pertanyaan yang diajukan oleh guru, serta memperoleh kesempatan untuk memikirkan materi yangdiajarkan. Dengan kelebihan-kelebihan pembelajaran model Think, Pair and Share di atas diharapkan siswa akan akan lebih aktif dan terlatih menerapkan konsep serta memecahkan masalah dan berani mempersentasikan ide-idenya.

c. Kelemahan Model Think, Pair and Share

  Adapun kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share adalah sangat sulit diterapkan di sekolah yang rata-rata kemampuan siswanya rendah dan waktu yang terbatas, sedangkan jumlah kelompok yang terbentuk banyak. Dengan model pembelajaran kooperatif Think, Pair and Share di harapkan guru dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas dan dalampenyampain model pembelajaran juga bisa menggunakan variasi yang berbeda selain itu juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  2)Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think, Pair and Share untuk Aktivitas Siswa dan Hasil Belajar Matematika Anak Tunarungu (olehNur Azizah)Hasil tes matematika seluruh siswa kelas IV sebelum dilakukan intervensi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share, menunjukkan tingkat hasil belajar dengan rata - rata 41,28 dan setelah dilakukan intervensi menunjukkan tingkat hasil belajar dengan rata Think, Pair and Share. 61, t.d36 Grizelda Putra, Contoh Proposal Skripsi, 2013(http//grizeldaputra.blogspot.com) Pair and Share dapat merangsang siswa untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain dan siswa diberikan kesempatan untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu dalam kelompoknya sehingga dapatmerangsang siswa secara aktif untuk mengemukakan apa yang mereka pikirkan selama proses pembelajaran.

C. Kerangka Berpikir

  Maka dari itu, proses balajar yang seharusnyadiberikan kepada siswa yaitu proses pembelajaran yang tidak hanya mendidik siswa dari segi kognitif saja, tetapi juga harus memperhatikantingkat kenyamanan siswa dalam memperoleh materi. Oleh karena itu, model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan adalahpendekatan pembelajaran model Think, Pair and Share.

D. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap permasalahan yang di angkat dalam penelitian ini sampai terbukti kebenarannya melaluidata yang telah terkumpul dan telah diuji. Berdasarkan pada rumusan kerangka berpikir di atas maka penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif model Think, Pair and Share akan dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV MI.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melaksanakan

  penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di MI.

2. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei semester genap tahunpelajaran 2013/2014. Lama Tindakan Tindakan penelitian dilaksanakan selama 1 bulan untuk 2 siklus.

4. Jadwal Penelitian a

  Dalam pelaksanaan penelitian kelas sangat dimungkinkan munculnya hal- hal baru atau masalah-masalah baru sehingga membutuhkan tindakan baru untukmemperlancar tercapainya perbaikan dan peningkatan proses serta hasil belajar siswa yang lebih baik. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian Yang berperan dalam penelitian ini adalah guru sekaligus sebagai peneliti, sedangkan siswa sebagai obyek yang diteliti.

H. Instrumen Pengumpulan Data

  Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran dan juga untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) yang telah disusunsebelumnya. Lembar TesTes merupakan suatu tehnik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang didalamnya terdapat berbagaipertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau 40 dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku peserta didik.

I. Analisis Data dan Interpretasi Data

  Pengembangan Perencanaan Tindakan Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang memiliki tahapan-tahapan dalamtiap siklusnya. Sedangkan prosedurpelaksanaan perbaikan akan dilakukan apabila setelah tindakan pada siklus I selesai dan belum terjadi peningkatan hasil belajar siswa, maka akanditindaklanjuti untuk melakukan tindakan selanjutnya pada siklus II sebagai perbaikan pembelajaran.

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi dan Analisis Data

1. Siklus I

  Dengan demikian nilai N-Gain kelas masih tergolong ke dalam kategori sedang.3) Hasil Observasi Kegiatan Siswa Dari hasil observasi yang dilakukan selama dilaksanakannya tindakan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaranmodel think, pair and share diperoleh hasil kegiatan siswa selama proses pembelajaran pada siklus I adalah sebagaimana dapat dilihat pada tabel 4.3berikut: Tabel 4.2. Data Rekapitulasi Hasil Penelitian Siklus I No Hasil Penelitian Rata-rata 1 Post test 62,94 2 Tingkat keberhasilan 41,18% 3 N-Gain 0,38 4 Lembar soal evaluasi 78,24 5 Aktivitas siswa 60% Berdasarkan dari hasil refleksi di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pada siklus I siswa yang mencapai keberhasilanhanya mencapai 41,18%.

2. Siklus II

  Proses pembelajaran pada pertemuan ketiga diawali dengan salam dan berdoa, setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yangakan dilaksanakan dan membagikan soal pre test kepada siswa serta mengawasi siswa selama proses penyelesaian soal tersebut. Hasil evaluasi No Data statistik Perolehan nilai 1 Nilai tertinggi 100 2 Nilai terendah 70 3 Median 80 4 Modus 80 5 Rata-rata 83,53 Tabel 4.8 di atas menggambarkan hasil evaluasi pada siklus II, pada tahap ini nilai tertinggi mencapai 100, nilai terendah 70, nilai tengah dari keseluruhan data adalah 80 dan modus 80 dengan nilai rata-rata 81,76.

1) Rata-rata hasil post test pada siklus II mencapai angka 81,76

  4)Lembar aktivitas siswa mencapai 87,50% 5)Pada tahap awal pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang mudah dimengerti siswa, sehinggasiswa bisa mengikuti tahap awal pembelajaran dengan tertib dan memahami tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Data Rekapitulasi Hasil Penelitian Siklus IINo Hasil Penelitian Rata-rata 1 Post test 81,76 2 Tingkat keberhasilan 100% 3 N-Gain 0,53 5 Lembar evaluasi 83,53 6 Aktivitas siswa 87,50% Berdasarkan hasil rekapitulasi pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa perolehan nilai dari hasil belajar, tingkat keberhasilan, N-Gainkelas, lembar evaluasi, dan aktivitas siswa pada siklus II dikategorikan baik, nilai yang diperoleh mengalami peningkatan dibandingkan dengansiklus I.

B. Pembahasan

  Model pembelajaran yang kurang bervariasi ini menyebabkan siswa bosan danjenuh dalam proses pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas yaitu dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru.

90 Siklus I Siklus II

  Sedangkan padasiklus II ada peningkatan rata-rata pre test yaitu mencapai 62,35 dan post 40 30 20 10 Gain pada siklus I dan siklus II sebagaimana disajikan pada diagram 4.2 berikut: test mencapai 81,76, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan rata-rata pre test dan post test dari siklus I ke siklus II sangat signifikan. Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa pada siklus I dan siklus II, maka peningkatan hasil indikator ketercapaian pada penelitian ini dapatdilihat pada diagram di bawah ini.

0.6 N-Gian I N-Gian II

  0.00% 20.00%40.00% 60.00%80.00% 100.00%siklus I siklus II 41.18% 100.00%tingkat ketuntasan belajar siswa Pada siklus I hasil belajar IPS belum ada peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre test hanya mencapai 40,59 dan post test 62,94. Setelah dilakukan tindakan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II yaitu dengan menitikberatkan pada peran guru dalam mengoptimalkan dan mengarahkan jalannya proses pembelajaran ternyata hasil belajarmengalami peningkatan dari siklus I.

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Pada proses pembelajaran siklus I, sebagian kelompok masih

  terpaku pada buku yang mereka bawa saat melakukan presentasi dan siswa lainnya masih enggan untuk memberikan tanggapan atau jawaban terhadappertanyaan yang diajukan pada saat diskusi kelas berlangsung. Sedangkan pada proses pembelajaran siklus II, para siswa sudah mulai aktif dan bisa melakukan presentasi dengan bahasa mereka sendiriyang mudah dimengerti, dan kelompok yang lain mau memberikan tanggapan atau sanggahan, sehingga diskusi berjalan dengan tertib.

B. Saran

  Hendaknya para guru berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajarannya, dengan menerapkan model dan pendekatan belajaryang bervariasi dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan untuk mengikuti proses pembelajran. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaran model think, pair and share, guru haruslebih menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.

3. Dalam pelaksanaan di kelas, pendekatan pembelajaran model think

  Lutfi A 60 6 1 1 0 1 1 1 50 60 5 1 1 0 1 1 6 Muhamad Alwi 60 6 1 1 1 0 1 1 1 5 Fira Afriyanti Rata-rata 55,294118 TabelHasil belajar post test siklus I( pertemuan 2) 1 50 5 1 12 Shinta 1 1 11 0 0 80 8 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 11 Nur M Haidar 60 6 10 Niken Prasasti T 1 1 01 1 1 70 7 1 13 Sinta Febriyanti 4 60 80 50 Jumlah 17 12 8 7 11 9 1 11 107 1070 5 1 1 0 1 1 0 0 17 Yesica Anggi R 60 6 16 Sulaiman 1 0 1 1 1 8 40 1 1 1 1 0 1 1 1 15 S. Fahroji K 5 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 6 Muhamad Alwi 70 7 1 1 1 1 0 1 1 1 5 Fira Afriyanti 60 6 62,352941 No Nama siswaButir Soal Hasil 1 1 1 9 90 12 Shinta 1 1 1 1 1 1 1 7 70 13 Sinta Febriyanti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 80 10 Niken Prasasti T 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90 11 Nur M Haidar 1 1 1 1 1 1 17 Yesica Anggi R 1 1 1 1 1 1 1 8 80 1 16 Sulaiman 1 1 1 1 1 1 1 8 80 Jumlah 17 11 13 15 12 17 11 13 14 16 139 1390 Rata-rata 1 1 10 100 8 1 80 14 S.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre
0
4
174
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share
0
9
153
Perbedaan hasil belajar biologi siswa menggunakan model Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Think Pair Share (TPS) pada konsep virus
1
7
181
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 RUKTI HARJO
1
12
61
Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Thinks Pair Share Pada Siswa Kelas V Mi Manba’ul Falah Kabupaten Bogor
0
8
129
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Melalui Media Flash Movie Siswa Kelas IV SD Negeri 5 Karangrejo Ta
0
1
20
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Melalui Media Flash Movie Siswa Kelas IV SD Negeri 5 Karangrejo Ta
0
0
15
Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran Think Pair Share Siswa Kelas IV SDN Sidomulyo 04
0
0
16
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS SEJARAH DENGAN PENGGUNAAN MODUL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK, PAIR AND SHARE)
0
0
19
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
0
0
16
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE SISWA KELAS VIII D SMP N 1 PLERET
0
0
8
Peningkatan Hasil Belajar PAI Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair And Share
0
0
12
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV di SDIT Persis
0
0
9
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI SD NEGERI KALICUPAK LOR
0
0
15
Show more