Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Gratis

2
56
109
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN

  Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang MempengaruhiStruktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI)” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas EkonomiUniversitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan likuiditasterhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

KATA PENGANTAR\

  Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua penulis,Antonius M Purba dan Masnaria Saragih, terima kasih untuk segala hal terbaik yang telah diberikan kepada penulis, baik itu dukungan doa, materi, semangat, dancinta kasih yang dicurahkan kepada penulis hingga penulis sampai pada tahapan ini, dan kepada adik-adik penulis Theo Marcel Purba dan Elianzer Ambuba Purbayang juga telah banyak memberikan doa dan dukungan bagi penulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan likuiditasterhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Menurut teori struktur modal, porsiutang yang optimal terjadi pada struktur modal yang optimal yaitu posisi ketika risiko yang ditanggung perusahaan akibat penggunaan utang sama dengan returnyang diterima dari penggunaan utang tersebut. Hafitz (2011) dalam penelitiannya juga menghubungkan variabel likuiditas terhadap struktur modal dan hasil penelitiannya menyatakan bahwa Berdasarkan pada beberapa persamaan dan perbedaan variabel penelitian yang digunakan dan terjadinya inkonsistensi dari hasil penelitian terdahulu, makapeneliti terdorong untuk melakukan penelitian replikasi dari penelitian terdahulu.

1.2 Perumusan Masalah

  Apakah struktur aset memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia? Apakah karakteristik perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

  Mengetahui pengaruh struktur aset terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.3.2 Manfaat Penelitian

  PenelitiUntuk menambah pengetahuan penulis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi struktur modal perusahaan manufakturdan sebagai pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. Peneliti LainnyaBagi peneliti lainnya hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menjadi bahan referensi dan dasar pengembangandalam melakukan penelitian yang berkenaan dengan struktur modal pada perusahaan lainnya.

4. Investor

Menjadi salah satu masukan bagi investor dalam mempengaruhi pertimbangan calon investor dalam mengambil keputusan untukberinvestasi pada suatu perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Struktur Modal

  Struktur keuangan merupakan kombinasi atau bauran dari segenap pos yang termasuk dalam sisi kanan neracakeuangan perusahaan (sisi pasiva), sedangkan struktur modal merupakan bauran dari segenap sumber pembelanjaan jangka panjang yang digunakan perusahaan. Namun dalam pemenuhan kebutuhan dana, perusahaan harus Struktur modal menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya, sehingga dengan mengetahui struktur modal, investordapat mengetahui keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian investasinya.

2.2 Teori Struktur Modal

2.2.1 Pecking Order Theory

  Menurut Myers dan Majluf (1984) pada penelitian (Marpaung, 2013) teori pecking order didasarkan pada dua asumsi yang menonjol. Hal ini pada gilirannya memberikan alasan bagi perusahaan untuk menurunkan nilaifinansial, seperti uang tunai yang besar dan kapasitas utang yang tidak terpakai.

2.2.2 Signalling Theory

  Menurut Brigham dan Houston (2001:35), teori ini disusun berdasarkan adanya asumsi asymmetric information (ketidaksamaaninformasi) antara manajer dan investor, dimana manajer memiliki informasi yang berbeda (yang lebih baik) mengenai prospek perusahaan Isyarat (signal) merupakan suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang member petunjuk bagi investor tentangbagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba menghindaripenjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang diperlukan dengan cara-cara lain, termasuk penggunaan utang yang melebihi targetstruktur modal yang normal.

2.2.3 Teori Pendekatan Modigliani dan Miller

  Teori mengenai struktur modal modern bermula pada tahun 1958, ketika Profesor Franco Modigliani dan Profesor Merton Miller yangselanjutnya disebut MM mempublikasikan sebuah artikel keuangan yang berjudul “The Cost of Capital, Corporation Finance, and the Theory of Investment,” (Brigham dan Houston, 2001 : 30). Perlakuan yang berbeda ini mendorong perusahaan untuk Hasil-hasil teori MM yang tidak relevan juga tergantung pada asumsi bahwa tidak ada biaya kebangkrutan.

2.2.4 Teori Trade-Off

  Menurut Brigham dan Houston (2001 : 34) teori trade-off dari leverage menyatakan bahwa perusahaan menyeimbangkan manfaat daripendanaan dengan utang (perlakuan pajak perseroan yang menguntungkan) dengan suku bunga dan biaya kebangkrutan yanglebih tinggi. Kenyataan bahwa bunga merupakan beban yang dapat Namun dalam kenyataannya, jarang ada perusahaan yang menggunakan 100 persen utang sebagai pendanaannya.

2.3 Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

1. Struktur Aset

  Menurut Brigham dan Houston (2001 : 39) perusahaan dengan kriteria aset yang dapat dijadikan jaminan kreditcenderung lebih banyak menggunakan utang. Tingkat profitabilitas perusahaan merupakan salah satu informasi penting bagi kreditor untuk mengukurkemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya dalam membayar selain kreditor, investor juga menggunakan profitabilitas untukmemprediksi seberapa besar penggunaan nilai atas saham yang dimiliki.

4. Likuiditas

  Likuiditas merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi kewajiban-kewajiban finansialnya pada saatjatuh tempo dengan mempergunakan aset lancar yang tersedia(Martono dan Harjito, 2001 : 55). Hal ini disebabkan perusahaan dengan likuiditas tinggi mempunyai dana internal yang besar, sehingga perusahaan tersebutakan lebih dahulu membiayai investasinya sebelum menggunakan pembiayaan eksternal melalui utang.

2.4 Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Namun secara parsial, struktur aktiva memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal,sedangkan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Namun, secara parsialHafitz menyatakan bahwa hanya variabel liquidity dan profitability yang berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, sedangkan variabel firm sizedan growth opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, Marpaung (2013) dalam penelitiannya menguji faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal.

2.5 Kerangka Konseptual

  Kerangka konseptual pada penelitian ini menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultanterhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BursaEfek Indonesia. Perusahaan yang dapat segera mengembalikan utang-utangnya akan mendapat kepercayaan dari kreditur untuk menerbitkan utang dalam jumlahyang besar, dengan peningkatan proporsi utang yang lebih besar dari pada off menunjukkan bahwa perusahaan dengan rasio likuiditas yang lebih tinggi harus meminjam lebih karena kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban tepat waktu, teori ini memprediksi hubungan positif antaralikuiditas dan leverage.

2.6 Hipotesis Penelitian

  masalah dan kerangka konseptual yang dijelaskan diatas maka hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :H1 : Struktur aset berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur. H5 : Karakteristik perusahaan (struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas) berpengaruh secara simultan terhadapstruktur modal pada perusahaan manufaktur.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian ini akan menguji hipotesis mengenai pengaruh struktur aset, profitabilitas, ukuranperusahaan, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalamperiode 2010 sampai dengan 2012 baik secara parsial maupun simultan. Penelitian hanya dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Periode penelitian yang dilakukan dibatasi pada tahun 2010 -201

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal yaitu struktur aset, profitabilitas meliputi Return On Equity (ROE), ukuran perusahaan,pertumbuhan penjualan, dan likuiditas meliputi Current Ratio pada

3.4 Definisi Operasional dan Variabel

  Menurut Erlina (2008 : 57), pengoperasian konsep (operationalizing the concept) atau biasa juga disebut dengan mendefinisikan konsep seacara operasional adalah menjelaskan karakterisktik dari obyek ke dalam elemen- elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dandioperasionalkan ke dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan debt to equity ratio (DER) sebagai variabel dependen dan menggunakan struktur aset, profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas sebagai variabel independen.

3.4.1 Variabel Dependen

  Jadi variabel dependen adalah konsekuensi dari variabel independen (Erlina,2008 : 42). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur modal yang diproxykan dengan debt to equity ratio(DER) yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.

3.4.2 Variabel Independen

  Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnyavariabel dependen atau variabel terikat (Sugiyono, 2008 : 59). Rasioyang digunakan pada penelitian ini adalah Return On Equity(ROE) yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang sahamperusahaan (Sadalia, 2010 : 64).

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian

3.5.1 Populasi

3.5.2 Sampel

  Kriteria dalampenentuan sampel penelitian yang dipertimbangkan oleh peneliti adalah sebagai berikut : (1)Perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010, 2011, dan 2012. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dalam bentuk dokumentasi laporan keuangan yang rutin diterbitkansetiap tahun oleh pihak-pihak yang berkompeten yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id .

3.6 Jenis dan Sumber Data

  3.7 Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data sekunder, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu denganmengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan yang telah dipublikasikan dalam periode pengamatan. 3.8 Metode Analisis Data Metode analisis regresi berganda dipilih untuk digunakan pada penelitian ini karena metode analisis regresi berganda dapat menyimpulkan secara langsungmengenai pengaruh masing–masing variabel bebas yang digunakan secara parsial ataupun simultan.

3.9.1 Statistik Deskriptif

3.9.2 Pengujian Asumsi Klasik

  Cara yang digunakan untuk melihat apakah data normal atau tidak adalah dengan melakukan analisis grafik denganmelihat grafik histogram dan probability plot dan dengan melakukan analisis statistik. Analisis grafik ini dapat dilakukan dengan melihatgrafik histogram dan probability plot.

1. Analisis Grafik

  Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara dataobservasi dengan distribusi yang mendekati normal. Metode lain yang dapat digunakan adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.

2. Analisis Statistik

  Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentupada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual. Untuk pengujian hipotesis,penelitian ini menggunakan analisis linear berganda, yang dapat dinyatakan dengan : Y = a + b X + b X + b X + b X + e 1 1 2 2 3 3 4 4 Keterangan : Y = Struktur Modal pada tahun t X 1 = Struktur Aset X 2 = Profitabilitas X 3 = Pertumbuhan Penjualan 4 = Likuiditas b 1, b 2 , b 3 , b 4 , b 5 = koefisien regresie = disturbance error 2 a.

c. Uji Signifikansi Parsial (Uji-T)

  Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. H: b 1 = b 2 = b 3 = b 4 = 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial Ha : b 1 ≠ b 2 ≠ b 3 ≠ b 4 ≠ 0, berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabeldependen secara parsial.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

  Gambaran Umum Penelitian Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik yang menggunakan persamaan linier berganda. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan, didapat 28 perusahaan manufaktur sektor industridasar dan kimia yang memenuhi kriteria sampel dan dijadikan sampel dalam penelitian ini selama periode pengamatan 2010-2012.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif

  Hasil pengujian statistik deskriptif pada sampelpenelitian yang berjumlah 28 perusahaan ditunjukkan pada tabel 4.1 sebagai berikut : Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif Sumber : Output SPSS. Variabel dependen yaitu struktur modal yang diukur dengan DER (debt to equity ratio) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 84, dengan nilai minimum sebesar 0,06 dan nilai maksimum sebesar27,12.

3. Variabel profitabilitas yang diukur dengan menggunakan rasio ROE

  Nilai mean (rata-rata) dari variabel pertumbuhan penjualan sebesar 13,8838 dan nilai standar deviasisebesar 1,43232. Variabel likuiditas yang dikur dengan menggunakan current ratio memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 84 sampel, dengan nilaiminimum sebesar -0,36 dan nilai maksimum sebesar 0,68.

4.2.2. Uji Asumsi Klasik

  Salah satu cara yang digunakan untuk melihat apakah data normal atau tidak adalah melakukan analisis grafik dengan melihatgrafik histogram dan probability plot Suatu data dikatakan baik apabila data tersebut terdistribusi normal. Sebuah data dapat dikatakan normal apabila distribusi data menyebar di sekitar Gambar 4.4 Kurva Normal P-P Plot Setelah Transformasi Data Berdasarkan pada hasil pengujian analisis statistik menggunakan uji Kolmogorov Smirnov yang terdapat dalam tabel 4.2 dapatdisimpulkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

  Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar 4.5 berikutini: Gambar 4.5 Grafik Scatterplot Awal Pada gambar 4.5 terlihat bahwa grafik scatterplot menunjukkan pola tertentu dimana titik-titik tidak tersebar baik diatas maupundibawah angka 0 pada sumbu Y dan mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Hasil dari transformasidata terhadap pengujian heteroskedastisitas adalah sebagai berikut: Gambar 4.6 Grafik Scatterpplot Setelah Transformasi Data Pengujian heteroskedastisitas setelah transformasi data pada gambar 4.6 menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secaraacak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbuY, sehingga dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas dan model regresi layak dipakai untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi struktur modal.

c. Uji Autokorelasi

  Hasil pengujian multikolinearitas padapenelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Uji Multikolinearitas Setelah Transformasi Data Hasil pengujian multikolinearitas pada tabel 4.5 menunjukkan nilai tolerance variabel independen lebih besar dari 0,1. Dari nilai tolerance dan nilai VIF dimana masing-masing nilai variabel independen memenuhi kriteria pengujianmultikolinearitas maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen.

a. Koefisien Determinasi

  Nilai Adjusted R Square sebesar 0,278mengindikasikan bahwa variabel independen (struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas) mampumenjelaskan variabel dependen sebesar 27,8% dan sisanya sebesar72,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Data penelitian yang telah diolah ditentukan dengan kriteria pengujian sebagai berikut : 0,05) maka variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap struktur modal.

c. Uji Signifikansi Parsial (Uji – t)

  Dalam uji-t digunakan hipotesis sebagai berikut :H o : variabel struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan secara parsialterhadap struktur modal. Hasil uji variabel struktur aset (X1) terhadap struktur modal (Y) menunjukkan bahwa nilai signifikansi struktur aset lebih besardari 0,05 (0,370 > 0,05) maka H diterima.

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian

  Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa secara simultan variabel struktur aset, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan likuiditas berpengaruh secarasignifikan terhadap variabel dependen yaitu struktur modal. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitianSitumorang (2010) dan Marpaung (2013) yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

2. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Struktur Modal

  Variabel profitabilitas yang diukur dengan rasio Return On Equity(ROE) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur Koefisien regresi profitabilitas sebesar -0,120 atau 12% menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% variabel profitabilitas maka struktur modalakan mengalami penurunan sebesar 0,120 dengan asumsi variabel lain tetap. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukanSitumorang (2010) dan Marpaung (2013) tetapi hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hafitz (2011) yang menyatakan bahwaprofitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal.

3. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Terhadap Struktur Modal

  Variabel pertumbuhan penjualan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Koefisien regresi pertumbuhan penjualan sebesar -0,194 atau 19,4% menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1%variabel pertumbuhan penjualan maka struktur modal akan mengalami penurunan sebesar 0,194 dengan asumsi variabel lain tetap.

4. Pengaruh Likuiditas Terhadap Struktur Modal

  Koefisienregresi likuiditas sebesar -0,547 atau 54,7% menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% variabel likuiditas maka struktur modal akan mengalamipenurunan sebesar 0,547 atau 54,7% dengan asumsi variabel lain tetap. Semakin tinggi nilai koefisien likuiditas maka semakin tinggi nilai struktur modal sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan dalam keadaan sehatdan mudah memperoleh dana dari pihak kreditor.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal padaperusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar diBEI. Secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap strukturmodal pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI.

5.2. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan dalam penelitian-penelitian berikutnya. Peneliti melakukan pengujian terhadap struktur modal dengan menggunakan variabel struktur aset, profitabilitas (ROE), pertumbuhanpenjualan, dan likuiditas (current ratio) dimana varaibel independen tersebut hanya dapat mempengaruhi variabel dependen (struktur modal)sebesar 32,7%, oleh sebab itu masih terdapat sekitar 67,3% faktor-faktor lain yang mempengaruhi struktur modal perusahaan yang tidak disertakandalam penelitian ini.

2. Periode penelitian dibatasi dari tahun 2010 sampai 201

5.3. Saran

  Bagi pihak manajemenPihak manajemen dapat mengoptimalkan struktur modal perusahaan dan dapat mengambil keputusan penggunaan keuangan yang tepat denganmemperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi struktur modal itu sendiri. Bagi peneliti selanjutnyaBagi peneliti selanjutnya dapat menambah variabel independen yang dapat mempengaruhi struktur modal seperti resiko bisnis, pendapatan perkaryawan, umur perusahaan, ukuran perusahaan dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Firm Size, Growth Opportunity, Liquidity, dan Profitability terhadap Struktur Modal Perusahaan Otomotif yang terdaftar di BEI, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Ukuran Perusahaan, dan Struktur Aset Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Real Estate dan Properti yang Terdaftar di BEI, Skripsi Akuntansi.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (109 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
7
74
130
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
5
114
91
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
2
56
109
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010
0
77
102
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
9
80
89
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2010
1
26
106
Analisis Fakto-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Per Share Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
34
127
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia
0
26
103
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0
2
9
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
2
12
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
1
15
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
12
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010
0
0
13
Pengaruh Struktur Modal Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
18
Pengaruh Struktur Modal Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
11
Show more