Studi Pemeliharaan Pabrik Dengan Sistem Preventive maintenance Pada Pabrik Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 30 Ton TBS Perjam Pada PT. Perkebunan Nesantara II Pabrik Kelapa Sawit Kebun Padang Brahrang Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Gratis

79
301
133
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan atas berkat dan rahmat kehadirat TuhanYang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Akhir ini dengan baik. Buat Ayahanda Sukardi dan Ibunda Yatini dan Adik- AdikkuSuhariyani dan Sufitriyana yang telah banyak memberikan dukungan penuh kepada penulis baik secara Doa dan Materi.

BAB I PENDAHULUAN Pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik pengolahan

  oil Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu telah banyak membantu para teknisi dalam memecahkan masalah-masalah yang rumit sehingga didapatkansuatu efisiensi kerja yang tinggi. Dengan adanya penemuan-penemuan baru di bidang teknologi merupakan suatu bukti manusia terus menerus berpikirbagaimana cara merancang, menciptakan serta menemukan suatu hal yang baru guna mempermudah pekerjaan yang akan dilakukan didalam suatu bidangteknologi.

1.1 Latar Belakang

  Namun demikian, tidak berarti pengawasan mutu serta perawatan dan perbaikan mesin dapat diabaikan selama pengolahan karena perlakuan yang salahselama pengolahan dapat mengakibatkan kerusakan mutu produksi dan rendahnya efisiensi pengolahan. Tandan mentah mengandung minyak dan ALB yang rendah dan tandan yang lewat matang mengandung kadar ALB yang tinggi.

1.2 Tujuan Penulisan

  PERKEBUNAN NUSANTARA II PABRIK KELAPASAWIT KEBUN PADANG BRAHRANG KECAMATAN SELESAIKABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA yang diterapkan untuk mendapatkan produktivitas produksi yang tinggi dengan menggunakan power yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan man hour dan biasanya dihitung dalam jam. Dengan demikian diterapkan sistem pemeliharaan dan perawatan pada pabrik dengan baik dan benar diharapkandapat mengurangi kesalahan dan kerugian.

1.3 Batasan Masalah

  Kemajuan yang cepat dapat dilihat didalam bidang industri yang memerlukan banyak sarana penunjang guna untuk mendukung kelancaranpekerjaan di dalam suatu pabrik, seperti halnya pada proses pengolahan kelapa sawit, perawatan dan perbaikan mesin pabrik secara berkala, serta pemahamansatuan operasinya adalah mutlak diperlukan demi keberlangsungan operasi suatu pabrik pengolahan kelapa sawit. Karya akhir ini hanya akan membahas seputar predictive maintenance yang dikupas secara umum terhadap suatu pabrik pengolahan kelapa sawit,dimana penulis telah melakukan survei lapangan yang dilaksanakan pada sebuah pabrik minyak kelapa sawit di PT.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Peranan Pemeliharaan

  Dalam usaha untuk dapat terus menggunakan fasilitas tersebut agar kontinuitas produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan kegiatan-kegiatanpemeliharaan dan perawatan yang meliputi kegiatan pemeriksaan, pelumasan(lubrication), dan perbaikan atau reparasi atas kerusakan-kerusakan yang ada, serta penyesuaian atau penggantian spare part atau komponen yang terdapat padafasilitas tersebut. Hendaknya kegiatan harusdapat menjamin bahwa selama proses produksi berlangsung, tidak akan terjadi kemacetan-kemacetan yang disebabkan oleh mesin maupun fasilitas produksi.dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memelihara atau Maintenance menjaga fasilitas maupun peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian maupun penggantian yang diperlukan agar diperoleh suatu keadaanoperasi produksi yang memuaskan sesuai apa yang telah direncanakan.

2.2. Jenis-jenis Pemeliharaan (Maintenance)

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan pada suatu pabrik dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu preventive maintenance dan breakdown maintenance.

2.2.1 Preventive Maintenance

  Bilamana preventive maintenance dilaksanakan pada fasilitas-fasilitas atau peralatan yang termasuk dalam critical unit, maka tugas-tugas maintenancedapatlah dilakukan dengan suatu perencanaan yang intensif untuk unit yang bersangkutan sehingga rencana produksi dapat dicapai dengan jumlah hasilproduksi yang lebih besar dalam waktu yang relatif singkat. Dalam praktiknya, preventive maintenance yang dilakukan oleh suatu perusahaan pabrik dapat dibedakan atas: Routine maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari.

2.2.2 Breakdown Maintenance

  Breakdown atau corrective maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada fasilitas maupun peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik dan benar. Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa dalam jangka panjang untuk mesin-mesin yangmahal dan termasuk pada critical unit dari proses produksi, bahwa preventive akan lebih menguntungkan dari pada hanya menerapkan kebijakan maintenance saja.breakdown maintenance Pemeliharaan merupakan fungsi yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk menjamin kelancaran proses produksinya.

2.5 Metode Analisis Permasalahan Maintenance

  Misalnya jika perusahaan salah menentukan barang yang akan Oleh karena itu, maka dibutuhkan cara yang lebih baik, dimana beberapa alternatif solusi diperbandingkan untuk beberapa kriteria yang ada dan solusi yangterbaiklah yang dipilih. Dalam hal ini Monte Carlo menggunakan cara yang bersifat statistik maupun probability dalam analisispersoalan uncertainity yang sering disebut dengan ”Monte Carlo Analysis” yang sering digunakan dalam permasalahan maintenance.

2.6 Pemeliharaan Pabrik Kelapa Sawit

  Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produksi itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidakterganggu. Mengadakan suatu kerjasama yang erat hubungannya dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuanutama perusahaan yaitu tingkat keuntungan atau return of investment yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah.

2.6.1 Pemeliharaan Rutin

2.6.2 Pemeliharaan Berkala

  Pemeliharaan rutin adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin, misalnya setiap hari seperti: pembersihan peralatan,pelumasan, dan pemeriksaan bahan bakar sebelum mesin dioperasikan. Pemeliharaan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu, misalnya setiap 1 (satu)minggu sekali, lalu meningkat 1 (satu) bulan sekali, dan akhirnya setiap satu tahun sekali.

2.7 MAN POWER

2.7.1 Pengertian Man Power

  Penggunaan mesin dan tenaga kerja dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara tenaga kerja dan mesin guna melihat kemungkinan-kemungkinanuntuk memperbaiki penggunaan tenaga kerja dan mesin dan bertujuan untuk membuat kedua unsur ini dapat dipergunakan seefektif mungkin. Perbaikan dalampenggunaan tenaga kerja dan mesin dilakukan dengan mengadakan analisis yang menggunakan persentase penggunaan orang dan mesin dan analisis siklus kerjaserta siklus waktu yang realistis.

2.7.2 Jumlah Man Power Dalam Kaitan Dengan Keahlian

  Sulit untuk dipresentasikan sebagai dasar penentuan dari masing-masing keahlian yang berbeda di pabrik secara praktis dalam hubungan-hubungan sepertiini, maka pengkajian secara terus-menerus menjadi sangat penting untuk mendapatkan kondisi yang optimal, apakah perlu adanya penambahan padabagian yang satu atau pengurangan pada bagian yang lain guna mencapai alokasi tenaga yang seimbang dalam kaitannya dengan beban pekerjaan. Suatu keadaan yang baik adalah bila beban kerjadiimbangi dengan tenaga yang cukup.

2.7.3 Staf Juru Tulis

  Pekerjaan-pekerjaan penulisan laporan secara konsisten lebih bisa dihemat dengan operasi dan pengawasan yang lebih akurat. Staff-staff yang terlibat di sini diharapkan bisa menyimpan dan mencatat informasi keluar maupun masuk guna mendukung pengawasan unit-unitpersonal dan biaya untuk meningkatkan profit perusahaan.

2.8 MAN HOUR

  Dalam praktik pemeliharaan dan perawatan pabrik, man hour adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan biasanya dihitung b. Indikator pengawasan adalah jam kerja yang sebenarnya yang dilaporkan oleh workshop dan supervisor perbaikan dan jam kerja yang dibayarkan untukpekerja tersebut.

2.9 Equipment, Tool, Material Dan Consumable

  Material : Merupakan bahan- bahan yang tidak habis dipakai seperti packing, bantalan dan lain- lain. Setiap point di atas besarnya ditempatkan pada tempat- tempat yang strategis agar supaya ketika diperlukan secara cepat dapat dengan langsungdigunakan.

BAB II I MAINTENANCE PADA PABRIK KELAPA SAWIT Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas

  maupun peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian atau penggantian yang diperlukan agar diperoleh suatu keadaan operasi produksi yangmemuaskan sesuai dengan yang telah direncanakan. Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produksi itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidakterganggu.

3.1 Spesifikasi dan Fungsi Peralatan Proses Produksi

  3.1.1.1 Jembatan Timbangan Jumlah : 2 UnitMerek : Avery BriminghamType : 5110 DGBKapasitas : 50000 KgFungsi : 3.1.1.2 Loading Ramp Jumlah : 20 pintu (10 kiri dan 10 kanan) yang menggunakan sistem hidraulikFungsi : 3.1.1.3 Alat Penarik (Capstand) Jumlah : 2 UnitKonstruksi : Drum dari baja tuang berputar pada poros yang Ø 60 mm dengan peralatan roller bearingFungsi : (Rebusan) untuk diteruskan kegiatan pengolahan selanjutnya. 3.1.1.4 Lori (Cages) Jumlah : 36 unitKapasitas : 2,5-5 Ton TBS/loriFungsi : 3.1.1.5 Jaringan Rail (Rail Track) Jumlah rel : 2 jalur penghubung kerebusan, 1 jalur pengembalian lori kosong ke penimbunan buah.

3.1.1.6 Transfer Carriage System

  Jumlah : 2 unitType : Cage Transfer dan carriageKapasitas : 3 lori × 5000 Kg TBSKecepatan : 25 meter / menitRail : 50 mm dilas pada U beamPenggerak : Motor hidraulik Konstruksi : Terbuat dari besi baja dilengkapi dengan roda baja berjalan diatas rel, diatas pemindah lori dipasang satu setrel yang bisa menerima tiga lori rebusan. Lantai terbuat dari plat baja bunga untuk operasi dan panel kontrol.

3.1.2 Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)

  3.1.2.1 Rebusan (Sterilizer) Jumlah : 3 unitKapasitas : 9 lori × 2500 kg TBSType : Dua pintu (Twin Door)Buatan : ECBK atau sepadanTekanan Uap : 2,8 – 3,5 kg/cm 2 Temperatur : 100 - 140 ºC Lama perebusan : 90 - 110 menitUkuran : Ø luar 2700 mmTebal plat : 15 mm (ASTM A 516 GR 70)Isolasi : Rock Wool tebal 50 mm kepadatan 80 kg/cm 3 atau triple peak ) selama priode tertentu. Plat luar : 10 mm mild steel plateFungsi : 3.1.2.2 Pengangkat Lori (Hoisting Crane) Jumlah : 2 unitMerek : Demag Cariagin GermanyType : EL LP 625/HKecepatan angkat : 14 - 16 meter perdetik Kecepatan maju mundur : 30 meter perdetikKapasitas angkat : 37 ton TBS/ jamFungsi : (direbus), menuangkannya kedalam Automatic Feeder dan menurunkan lori kosong ke posisi semula.

3.1.3 Stasiun Penebah (Threshing Station)

  3.1.3.1 Pengumpan Otomatis (Automatic Feeder) Jumlah : 2 unitFungsi : 3.1.3.2 Penebah (Thresser) Jumlah : 2 unitKapasitas : 37 ton TBS/JamPutaran drum : 22 - 25 rpm Penggerak : Thresser digerakkan dengan motor listrik 15 Hp, melalui Gear Box merek Fleder atau sepadan dan fluid coupling. Ukuran drum : Ø 2400 mm × 6000 mmKonstruksi : dibuat dengan kisi-kisi plat besi 12 mm × 75 mm (plat bar) dilas pada ring-ring dalam dan luar dengan jarak 62mm Fungsi : 3.1.3.3 Fruit Conveyor Jumlah : 2 unitDiameter : 600 mmType : ScrewKonstruksi : Plat badan : M.

3.1.3.5 Horizontal Empty Bunch Conveyor

  Jumlah : 1 UnitLebar : 890 mmType : Scraper Bar rantai gandaKonstruksi : - Scraper dibuat dari steam pipe roller Hollow pin denganm.s plate. Struktur penopang dari baja kanal Untuk conveyor yang terletak didalam bangunan.

3.1.4 Stasiun Press (Pressing Station)

3.1.4.1 Digester (Ketel Adukan)

Jumlah : 3 unitKapasitas : 10 tonTemperatur : 90 - 95 ºCTekanan uap : 3 kg/cm

2 Merek : LD 800 dan 300

  Fungsi : 3.1.4.2 Alat Pengempa (Screw Press) J umlah : 3 unitKapasitas : 1,5 ton – 18 ton TBS / jamMerek : LajuFungsi : 3.1.4.3 Pemecah Ampas Kempa (Cake Breaker Conveyor) Jumlah : 1 unitDiameter : 60 cmPanjang : 30 meterKecepatan berputar : 52 rpm Fungsi : 3.1.4.4 Crude Oil Gutter Jumlah : 1 unitTerbuat dari pipa stainless steel berdiameter 12 inchi, lengkap dengan penyokong. Sebagai contoh, apabila kegiatan maintenance tidak berjalan dengan baik dan efektif, misalnya karena pompa yang rusak tetapi terlambat atau tidakdiperbaiki, maka keadaan ini akan mengakibatkan proses produksi akan terhenti atau macet dimana kelancaran proses produksi akan terganggu.

3.3 Prosedur Pemeliharaan Terencana

  Hal ini meliputi pembuatan daftar sarana, penyusunan bahan-bahan dan mengenaipembiayaan, karena ini merupakan asset fisik yang ada yang memerlukan pemeliharaan dan merupakan satu-satunya alasan yang bisadipertanggungjawabkan dalam meminta pengeluaran biaya. Kegiatan Administrasi (Administration)Kegiatan administrasi ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan-pencatatan mengenai biaya-biaya yang berhubungan dengankegiatan pemeliharaan, komponen (spare parts) yang dibutuhkan, tentang apa yang telah dikerjakan, waktu dilaksanakannya progress report inspeksi dan perbaikan, lamanya perbaikan tersebut, serta informasi e.

3.7 Laporan Kerusakan

  Kerusakan adalah hal yang tidak dikehendaki untuk terjadi, tetapi kenyataannya dalam produksi. Parameter-parameter, seperti: arus, tegangan, daya, suhu, tekanan yang berkaitan dengan alat yang rusak, sebelum dan sesudah terjadi kerusakan.

3.8 Pemeliharaan dan Perawatan Peralatan Proses Produksi

  Pemeliharaan pada suatu mesin harus sering dilakukan di suatu pabrik yang bergerak di bidang produksi, agar suatu mesin dapat berjalan lancar danmemudahkan proses yang akan terjadi. 3.8.1.2 Perawatan Berkala Jembatan Timbangan Kegiatan pada maintenance dapat mengantisipasi bagaimana caranya agar peralatan tetap awet dan dapat bekerja dengan sempurna.

3.8.1.3 Perawatan Priodik Loading Ramp

Gambar 3.2 Loading Ramp Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Loading Ramp meliputi : Chek batas minyak pelumas roda gigi dan tangki hidraulik Pengecekan tali kipas Pembersihan saringan filter pompa hidraulik Penggantian seal-seal dan sambungan pipa hidraulik

3.8.1.4 Perawatan Berkala Loading Ramp

  Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu. 3.8.1.5 Perawatan Priodik Capstand Gambar 3.3 Capstand Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin.

3.8.1.7 Perawatan Priodik Lori

  Gambar 3.4 Lori Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Lori meliputi : Memeriksa kupingan keranjang buah (lori) Memeriksa bushing / bantalan Memeriksa baut dan poros  Memeriksa bagian poros kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.1.8 Perawatan Berkala Lori

  Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu. 3.8.1.9 Perawatan Priodik Rail Track Gambar 3.5 Rail Track Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin.

3.8.1.11 Perawatan Priodik Transfer carriage System

  Gambar 3.6 Transfer carriage System Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Dimanapun apabila terjadi kerusakan atau kemacetan saat berlangsungnya produksi, maka perlu diperiksa apa yang perlu diambil langkah dalam mengatasinya.

3.8.1.12 Perawatan Berkala Transfer carriage System

  3.8.2.1 Perawatan Priodik Sterilizer Gambar 3.7 Sterilizer Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik sterilizer meliputi : Memeriksa bagian packing pada pintu Memeriksa alat-alat kontrol atau pengaman Membersihkan bagian-bagian dalam rebusan Membersihkan parit-parit dan lantai disekitar rebusan Memeriksa/service peralatan dari sistem programmer kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.2.3 Perawatan Priodik Hoisting Crane

  Gambar 3.8 Hoisting Crane Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Hoisting Crane meliputi : Memeriksa bagian rem, limit switch dan alat pengontrol Memeriksa keadaan alat-alat gantungan beban (Lood hooks)  Pemeriksaan sistem kelistrikan Pemeriksaan baut-baut pengikat Pemeriksaan pelumasan dan melumasi bagian-bagian seperti gear box, drum dan kabel penggerak  Pemeriksaan flena, bearing dan bagian roda.kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.2.4 Perawatan Berkala Hoisting Crane

  3.8.3.1 Perawatan Priodik Automatic Feeder Gambar 3.9 Automatic Feeder Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Automatic Feeder meliputi : Pemeriksaan keadaan rantai, baut pengikat dan scraper bar. Mengatur kecepatan variabel speed Pemeriksaan minyak pelumas pada roda gigi penggerak Pemeriksaan keadaan kopling motor penggerak . Pemeriksaan dan perbaikan keadaan sprockets, rantai dan slip plat rantai kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.3.3 Perawatan Priodik Thresser

Gambar 3.10 Thresser Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik thresser meliputi : Pemeriksaan bagian kebersihan thresser Pemeriksaan /service motor penggerak Pelumasan bagian-bagian gear box

3.8.3.4 Perawatan Berkala Thresser

  Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu. 3.8.3.5 Perawatan Priodik Fruit Conveyor Gambar 3.11 Fruit Conveyor Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin.

3.8.3.7 Perawatan Priodik Fruit Elevator

  Gambar 3.12 Fruit Elevator Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu.

3.8.3.10 Perawatan Berkala Horizontal Empty Bunch Conveyor

  3.8.4.1 Perawatan Priodik Digester Gambar 3.14 Digester Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik digester meliputi : Pemeriksaan pelumasan pada gear box Pemeriksaan keausan pisau pengaduk Penggantian minyak pelumas reduction gear dan hidro kopling dan penggantian spare part yang rusak kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.4.3 Perawatan Priodik Screw Press

  Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu. 3.8.4.5 Perawatan Priodik Cake Breaker Conveyor Gambar 3.16 Cake Breaker Conveyor Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin.

3.8.4.6 Perawatan Berkala Cake Breaker Conveyor

  3.8.4.7 Perawatan Priodik Crude Oil Gutter Gambar 3.17 Crude Oil Gutter Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Crude oil gutter meliputi : Memeriksa dan membersihkan bagian dalam pipa Memeriksa ada tidaknya bagian-bagian yang bocor pada bagian-bagian pipa kegiatan maintenance juga dapat berubah sewaktu-waktu.

3.8.4.9 Perawatan Priodik Vibrating Screen

Gambar 3.18 Vibrating Screen Perawatan priodik adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Perawatan priodik Vibrating Screen meliputi : Keadaan saringan, jika ada saringan yang koyak sebaiknya diganti Kelainan-kelainan atau kerusakan yang lain terutama pada flexible coupling dan beban dari sistem saringan getar Sesaat setelah start / beroperasi, amati bunyi yang tidak normal dan bila perlu lakukan penyetelan ulang Melaksanakan perbaikan atau reparasi  Memeriksa keadaan fisik dari saringan (mesh) dengan teliti, diganti bila perlu Periksa keadaan sistem penggerak

3.8.4.10 Perawatan Berkala Vibrating Screen

  Kegiatan pada maintenance dapat mengantisipasi bagaimana caranya agar peralatan tetap awet dan dapat bekerja dengan sempurna. Perawatan berkala adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala atau jangka waktunya tertentu.

BAB IV ANALISA SISTEM PREVENTIVE MAINTENANCE DIPABRIK KELAPA SAWIT Adapun dilakukannya penghematan dan pengecilan biaya pada

pada suatu mesin haruslah terlaksana, dimana ini berguna untuk maintenance setiap melakukan proses produksi agar tidak terjadinya pemborosan suatu biaya untuk perawatan.

4.1 Hubungan Biaya dengan Man Power dan Man Hour

  Total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk man power dapat dihitung sebagai berikut. Jumlah man power adalah jumlah man power tiap unit pengerjaan selama enam bulan.

4.2 Hubungan Biaya Dengan Tool

Nama Unit Tool Jlh Tool Biaya (Rp) 120.000340.000 Loading Ramp 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Jembatan Timbangan Tabel 4.2 Tool tiap unit perawatan (Stasiun penerimaan tandan buah segar) Tabel 4.1 Hubungan Man Hour untuk Setiap Unit Perawatan Nama Unit Stasiun Man Hour / Unit Perawatan Jumlah Man Hour Biaya = MH x Rp 4.500 Total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tool dapat dihitung sebagai berikut: Total biaya tool adalah jumlah biaya tool tiap unit pengerjaan selamaenam bulan. Untuk mengetahui jumlah biaya tool selama enam bulan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut : Total Man Hour 223 Jam Rp 1.003.500 26 Jam 26 x Rp 4.500 = 117.000 34 Jam 34 x Rp 4.500 = 153.000Press 4+12+8+2 40 Jam 40 x Rp 4.500 = 180.000Penebah 16+8+6+2+2 Penerimaan TBS 9+48+28+8+10+20 123 Jam 123 x Rp 4.500 = 553.500Rebusan 36+4 60.0008.000 20.00020.0008.000 14.000Capstand 120.000340.00060.0008.000 20.00020.0008.000 14.000Lori 120.000340.00060.0008.000 20.00020.0008.000 14.000Rail Track 120.000340.00060.0008.000 20.00020.0008.000 14.000Transfer Carriage System 120.000340.000 120.00015.00010.000 14.000 20.00020.0008.000 120.000340.00060.0008.000 Hoisting Crane 20.00020.000 20.00010.000 Sterilizer Nama Unit Tool Jlh Tool Biaya (Rp) Tabel 4.3 Tool tiap unit perawatan (Stasiun Rebusan) Total Biaya Tool Rp 3.165.000 14.000 20.00020.0008.000 60.0008.000 Total Biaya Tool Rp 805.000 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Fruit Elevator 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Fruit Conveyor 20.00010.000 120.00015.00010.000 Thresser 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Automatic Feeder Tabel 4.4 Tool tiap unit perawatan (Stasiun Penebah) Nama Unit Tool Jlh Tool Biaya (Rp) 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Cake BreakerConveyor 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Screw press 20.00020.000 120.00015.00010.000 Digester Nama Unit Tool Jlh Tool Biaya (Rp) Tabel 4.5 Tool tiap unit perawatan (Stasiun Press) Total Biaya Tool Rp 10.75.000 20.00020.000 20.00010.000 120.00015.00010.000 Horizontal EmptyBunch Conveyor 20.00010.000 20.00020.000 Crude Oil Gutter 120.00015.00010.000 20.00010.000 20.00020.000 Vibrating Screen 120.00015.00010.000 20.00010.000 20.00020.000 Total Biaya Tool Rp 955.000

4.3 Hubungan Biaya Dengan Material

  Total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk material dapat dihitung sebagai berikut: jumlah total material tiap unit pekerjaan selama enam bulan. Untuk mengetahui jumlah biaya material selama enam bulan dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut : Tabel 4.6 Material tiap unit perawatan (Stasiun penerimaan tandan buah segar) Jlh Nama Unit Material Biaya (Rp) Material Jembatan - Pita print epson 1 Glng 200.000TimbanganLoading Ramp - Selang Hidraulik L.

4.4 Hubungan Biaya Dengan Equipment

  Dalam waktu enam bulan perusahaan tidak memakai equipment untuk perawatan. Berarti perusahaan tidak mengeluarkan biaya untuk equipment selamaenam bulan.

4.5 Hubungan Biaya Dengan Consumable

JembatanTimbangan Total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk consumable dapat dihitung sebagai berikut : jumlah total consumable tiap unit pekerjaan selama enam bulan. Untuk mengetahui jumlah biaya consumable selama enam bulan dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut : Tabel 4.14 Consumable Tiap Unit Perawatan selama enam bulan (Stasiun Penerimaan Tandan Buah Segar) Nama Unit Consumable Jlh Consumable Biaya (Rp) 2 Kaleng 2 Kaleng 5.000 1 Liter85.000 2 Kaleng 60.000Lori - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 60.000Capstand - minyak gemuk 1 Liter 5.00030.000 3 Kg85.000 1 Liter 2 Kaleng 60.000Loading Ramp - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 4 Helai 60.000 4 Helai85.000 1 Liter 2 Kaleng 60.000Hoisting Crane - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng Rebusan - minyak gemuk Tabel 4.15 Consumable Tiap Unit Perawatan selama enam bulan (Stasiun Rebusan) Nama Unit Consumable Jlh Consumable Biaya (Rp) Total Biaya Consumable Rp 1.080.000 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Transfer CarriageSystem 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Rail track - minyak gemuk 3 Kg30.000 4 Helai 5.00030.000 5.00030.000 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Fruit Elevator - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Fruit Conveyor - minyak gemuk 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Thresser - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng Automatic feeder - minyak gemuk Tabel 4.16 Consumable Tiap Unit Perawatan selama enam bulan (Stasiun Penebah) Nama Unit Consumable Jlh Consumable Biaya (Rp) Total Biaya Consumable Rp 360.000 3 Kg 60.000 60.000 5.00030.000 60.000Crude Oil Gutter - minyak gemuk 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Cake BreakerConveyor 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng 60.000Screw Press - minyak gemuk 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng Digester - minyak gemuk Tabel 4.17 Consumable Tiap Unit Perawatan selama enam bulan (Stasiun Press) Nama Unit Consumable Jlh Consumable Biaya (Rp) Total Biaya Consumable Rp 900.000 60.000 5.00030.000 3 Kg85.000 4 Helai 1 Liter 2 Kaleng Horizontal EmptyBunch Conveyor 2 Kaleng 85.000 1 Liter 4 Helai 3 Kg5.00030.000 60.000Vibrating Screen 2 Kaleng 1 Liter 4 Helai 3 Kg85.000 5.00030.000 60.000 Total Biaya Consumable Rp 900.000

4.6 Analisa Preventive Maintenance Pada Stasiun Penerimaan Tandan Buah segar

  P Dimana : M = Jumlah Mesin produksi dalam satu stasiunP === 1 1 1 1 6 B MP B 0,60 B(0,10) Perhitungan berikut menunjukkan harga Bj, jumlah breakdown diantara(PM) material dan biaya berbagai (PM) interval dapat dihitung dan ditabelkan sebagai berikut : , dan B 6 sebagai berikut :B 2 1 ) + (B 1 . P 1 ) + (B 2 1 = M (P 6 1 2 3 4 5 6 5 1 4 2 3 3 2 P ) + (B .

0.6 Rp 5,700,000.00 Rp 27,000.00 Rp 5,727,000.00

  12.737.192 ,- Dengan demikian, bilamana perusahaan menggunakan sistem preventive maintenance ini akan dapat menekan biaya sebesar : = TC – TC (BM) (PM) = Rp 14.805.194 – Rp 12.737.192= Rp. 194Maka dari data tabel 4.20 dapat ditarik kesimpulan untuk perbandingan antaraBreakdown Maintenance dan Preventive Maintenance dari data probability adalah pada Grafik 4.3 berikut ini.

4.7 Analisa Preventive Maintenance Pada Stasiun Rebusan

  P ) 5 1 2 3 4 5 4 1 3 2 2 3 1 4 = 2 (0,10 + 0,15 + 0,15 + 0,20 + 0,20) + (1,3702 .0,10) + (0,882 . 0,20)= 5,7023 Tabel 4.22 Harga Bj (Jumlah breakdown) diantara PM interval Interval Harga Bj Perawatan (I) 1 0,2 2 0,523 0,882 4 1,37025 3,2205 6 5,7023 Grafik 4.5 Hubungan Interval (I) dengan harga Bj (Jumlah Breakdown) Dari perhitungan didapatkan harga Bj, jumlah breakdown diantara (PM) interval dan dari harga-harga Bj ini akan dapat dihitung biaya alternative (PM)dengan menggunakan preventive maintenance atau tanpa menggunakan sistem preventive maintenance.

0.2 Rp 1,000,000.00 Rp 9,000.00 Rp 1,009,000.00

  ,- Dengan demikian, bilamana perusahaan menggunakan 4.753.416 sistem preventive maintenance ini akan dapat menekan biaya sebesar := TC – TC (BM) (PM) = Rp 5.974.025 – Rp 4.753.416= Rp. 1.220.609,- Jika perusahaan menggunakan sistem PM ini, besarnya persentase biaya perawatan yang mampu ditekan sebesar1220609 Rp 100 % 20 , 43 %× = 5974025 Rp Maka dari data tabel 4.23, dapat ditarik kesimpulan untuk perbandingan antaraBreakdown Maintenance dan Preventive Maintenance dari data probability adalah pada Grafik 4.6 berikut ini.

4.8 Analisa Preventive Maintenance Pada Stasiun Penebah

  0,20)= 6.7014 Tabel 4.25 Harga Bj, (Jumlah breakdown) diantara PM interval Interval Harga Bj Perawatan (I) 1 0,50 2 1,33 2,205 4 3,42555 4,9683 6 6,7014 Grafik 4.8 Hubungan Interval (I) dengan harga Bj (Jumlah Breakdown) Dari perhitungan didapatkan harga Bj, jumlah breakdown diantara (PM) interval dan harga-harga Bj akan dapat dihitung biaya alternatif (PM), denganmenggunakan preventive maintenance atau tanpa menggunakan sistem preventive maintenance. 1.723.362,- Jika perusahaan menggunakan sistem PM ini, besarnya persentase biaya perawatan yang mampu ditekan sebesar1723362 Rp 100 % 13 , 96 %× = 12337662 Rp Maka dari data tabel 4.26, dapat ditarik kesimpulan untuk perbandingan antaraBreakdown Maintenance dan Preventive Maintenance dari data probability adalah pada Grafik 4.9 berikut ini.

4.9 Analisa Preventive Maintenance Pada Stasiun Press

  0,20)= 6.714 Tabel 4.28 Harga Bj (Jumlah breakdown) diantara PM interval Interval Harga Bj Perawatan (I) 1 0,50 2 1,33 2,205 4 3,42555 4,9683 6 6,7014 Grafik 4.11 Hubungan Interval (I) dengan harga Bj (Jumlah Breakdown) Dari perhitungan didapatkan harga Bj, jumlah breakdown diantara (PM) interval dan harga-harga Bj akan dapat dihitung biaya alternatif (PM) denganmenggunakan preventive maintenance atau tanpa menggunakan sistem preventive maintenance. 1.723.362,- Jika perusahaan menggunakan sistem PM ini, besarnya persentase biaya perawatan yang mampu ditekan sebesar1723362 Rp 100 % 13 , 96 %× = 12337662 Rp Maka dari data tabel 4.29 dapat ditarik kesimpulan untuk perbandingan antaraBreakdown Maintenance dan Preventive Maintenance dari data probability adalah pada Grafik 4.12 berikut ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Sistem maintenance yang digunakan pada Stasiun Penerimaan TBS,Rebusan, Penebah dan Press telah dilaksanakan, baik routine maupun periodic maintenance dengan hasil kesimpulan sebagai berikut :

1. Stasiun Penerimaan TBS

  10.614.300,-Dengan demikian, bilamana perusahaan menggunakan sistem preventive ini akan dapat menekan biaya sebesar : maintenance = TC – TC (BM) (PM) = Rp 12.337.662 – Rp 10.614.300= Rp. 10.614.300,-Dengan demikian, bilamana perusahaan menggunakan sistem preventive ini akan dapat menekan biaya sebesar : maintenance = TC – TC (BM) (PM) = Rp 12.337.662 – Rp 10.614.300= Rp.

5.2 Saran

  Didalam pabrik hendaknya melakukan Sistem Preventive Maintenance dengan mengatur rencana kerja yang sesuai dengan jam kerja mesinsehingga benar-benar mesin tersebut dapat terawat. Memberikan pengarahan yang dapat meningkatkan kesadaran pada operator dan karyawan betapa pentingnya Sistem Preventive Maintenance.

DAFTAR PUSTAKA

  Alfian Hamsi, Msc ”Buku Ajar Pemeliharaan Pabrik”. Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik USU.

SCHEMATIC FLOW DIAGRAM PALM OIL MILL

  Sumber : Pabrik Kelapa Sawit Kebun Padang Brahrang PTP. Nusantara II (Persero) T B STIMBANGAN LOADING RAMP THRESSER STERILLIZER CAKE BREAKER CONVEYOR FRUIT ELEVATOR SCREW PRESS DIGESTER DEPRICARPER RIPPLE MILL LTDS I LTDS II FIBRE DAN SHELL CONV KERNEL SILO SHELL HOPPER NUT ELEVATOR NUT SILO FIBRE CYCLONE NUT POLISHING DRUM EMPTY BUNCH CONVEYOR BOILER CLAY BATH SAND TRAP TANK SORTING CONVEYOR KERNEL STORAGE BIN VIBRATING SCREEN CRUDE OIL TANK SLUDGE TANK CONTINOUS TANKVERTICAL CONT.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Prospek Pengembangan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Langkat
0
86
133
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 60 Ton TBS /Jam
3
53
371
Corrective Maintenance Bantalan Luncur Lori Pabrik Kelapa Sawit Dengan Kapasitas Angkut 2,5 Ton TBS Menggunakan Analisa Kegagalan
16
112
75
Pra-Rancangan Pabrik Kelapa Sawit Kapasitas 30 TON TBS/Jam
88
288
236
Perawatan Sistem Tenaga Pada Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfindo Perkebunan Tanah Gambus
3
72
75
Perawatan Sistem Pembangkit Tenaga Pada Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfindo Perkebunan Tanah Gambus
3
39
77
Studi Pemeliharaan Pabrik Dengan Sistem Preventive maintenance Pada Pabrik Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 30 Ton TBS Perjam Pada PT. Perkebunan Nesantara II Pabrik Kelapa Sawit Kebun Padang Brahrang Kabupaten Langkat Sumatera Utara
79
301
133
Rancanglah Sebuah Mesin Screw Press Untuk Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 15 Ton TBS/Jam
67
300
95
Perancangan Sebuah Mesin Digester Yang Dipergunakan Pada Pabrik Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 10 Ton TBS/Jam
47
287
70
Perancangan Cake Breaker Conveyor Pada Pengolahan Kelapa Sawit Dengan Kapasitas Pabrik 60 Ton/Jam
28
202
88
Perancangan Dan Kakulasi Bahan Sebuah Tangki CPO Dengan Kapasitas 2500 Ton Yang Dipakai Pada Pabrik Kelapa Sawit
204
831
101
Studi Sistem Kelistrikan Pada Pabrik Kelapa Sawit (Aplikasi PT. PN III Kebun Sei Silau Kisaran)
39
153
79
Analisis Ph Dan Kesadahan Total Pada Air Umpan Boiler Di Pabrik Kelapa Sawit Ptp Nusantara II Padang Brahrang
4
86
3
Rancangan Turbin Uap Penggerak Generator Listrik Pada Pabrik Kelapa Sawit Dengan Kapasitas Olah 30 Ton Tbs/Jam
9
71
106
Sistem Preventive Maintenance Pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit Di PT. Socfindo Tanah Gambus
3
45
74
Show more