Pemberitaan Konflik Israel dan Hamas (Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika)

Gratis

0
47
107
3 years ago
Preview
Full text

  PEMBERITAAN KONFLIK ISRAEL dan HAMAS

  (Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika)

  SKRIPSI Diajukan guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Disusun

O

  L E H RANI RAMADAHANI 050904020 JURUSAN: ILMU KOMUNIKASI DEPAERTEMEN : ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITA SUMATRA UTARA 2009

  

ABTRAKSI

  Penelitian ini membahas mengenai ‘konflik Israel dan Hamas’ yang terjadi pada Januari 2009 lalu dengan menggunakan pisau nanalisis Framing Versi Robert Entman. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui makna yang tersirat dari konteks berita seputar Agresi Israel ke Jalur Gaza pada Surat Kabar Harian Umum Republika. Permasalahan ini dijawab dengan menggunakan beberapa pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan isi media, media massa dan dan kontruksi realitas dan konstruksi realitas dan juga studi media massa termasuk pada Framing Versi Robert Entman yang pada dasarnya adalah mencoba untuk mengetahui bagaimana media yang diteliti, mengkontruksikan realitas yang diperoleh. Apakah ideologi yang dianut media tersebut dapat mempengaruhi media tersebut dalam menyampaikan beritanya kepada pembaca.

  Dalam analisis poenelitian ini, semua data yang diperoleh, dibaca, dianalisissesuai dengan elemen-elemen perangkat analisis framing, yakni: problem identification, diagnoses causes, moral judgement dan treatment recommendation. Adapun jumlah berita yang dianalisis pada surat kabar Republika adalah sebanyak sepuluh berita yaitu terdiri dari tanggal selama bulan januari 2009.

  Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan pada kedua media dalam mengkontruksikan fakta melalui berita yang dipaparkan kepada pembaca. Bahwa ternyata ideologi yang dianut sebuah media, dalam hal ini surat kabar Republika sangat mempengaruhi cara/ pola pemberitaan masalah yang dihadapi dan dalam hal ini kasus konflik Israel dan Hamas. Surat kabar Republika sebagai pers umum, mencoba mengkonstruksikan berita dengan detail, berimbang namun tetap menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan turut mengusulkan alternatif penyelesaian konfik antara Israel dan Hamas.

  

KATA PENGANTAR

  Asalamualaikum Wr, Wb Alhamdulillahirabbil’alamin, puji sukur kehadirat Allah SWT yang berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya tetap dan mampu beritiqomah di jalan-

  Nya untuk menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa pula shalawat beriring salam kepada junjungan kita Rasullulah SAW beserta pengikutnya, semoga kita kelak mendapatkan syafaatnya di Yaumul Akhir, amin.

  Skripsi ini berjudulkan “ Studi Aanlisis Framing mengenai Konflik Israel dan Hamas pada Surat Kabar Republika” dengan menggunakan analisis framing Robert Entaman. Dalam penyelesaian skiripsi ini, penulis dibantu oleh banyak pihak yang mendukung secara moril juga materil.karena itu penulis ingin mengucapakan terima kasih kepada:

  1. Kedua orang tua, Ayah dan Ibu, terima kasih banyak atas doa, support, bantuan materi dan segalanya.

  2. Bapak Prof. Dr. M. Arif Nasution MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatra Utara.

  3. Bapak Drs. Amir Purba, MA selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fisip USU.

  4. Ibu Dra. Dewi Kurniawati Msi selaku Sekertaris Departemen yang banyak member nasehat dan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat.

  5. Bapak Drs. Hendra Harahap Msi, selaku Dosen Pembimbing yang tak henti-hentinya memberikan ilmunya.

  6. Pembantu Dekan 1 Fisip USU, Bapak Drs. Humaizi MA. Terima kasih banyak atas segala bantuannya.

  7. Kak ros, Pak Manan, dan bang Ria, terima kasih juga atas segala bantuan akademiknya.

  8. Untuk keluarga tercinta, bang Rinal, bang Hari, adikku Imah, dan terutama bang Herman terima kasih banyak atas bantuan materilnya selama ini.

  9. Untuk Uncu Upik beserta Om Ucok terima kasih atas semuanya.

  10. Untuk semua keluarga tante Len dan tante Eliy terima kasih banyak atas perhatiannya selama ini.

  11. Untuk orang yang sangat spesial Muhammad Iqbal Nasution terima kasih atas semua dukungan dan nasehatnya selama ini.

  12. Sahabat-sahabat karibku Siska Rina, Rika Lebok, Epi perempuan dan Epi Laki-laki, terima kasih atas dukungan kalian selama ini.

  13. Kawan-kawan stambuk 2005 yang tidak tersebut namanya satu persatu terima kasih banyak untuk pertemanan kita selama ini, maaf jika lisan dxan perbuatan penulis pernah meninggalkan luka.

  Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya untuk penulis pribadi juga bagi kemajuan Departemen ilmu komunikasi FISIP USU dalam mengembangkan metode penelitian kualitatif kedepan, dan kepada semua pembaca. Akhir kata kepada ALLAHU RASYID penulis mohon ampun dan mengembalikan urusan. Semoga atas segala usaha dan doa, memperoleh rido- Nya.

  Medan, Mei 2009 Penulis, .

  Rani Ramadhani

  

DAFTAR ISI

ABTRAKSI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR SKEMA

  

BAB 1 PENDAHULUA ................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ........................................................................

  1 1.2. Perumusan Masalah...............................................................................

  5 1.3. Pembatasan Masalah………………………………………………… .

  6 1.4. Tujuan Penelitian...................................................................................

  6 1.5. Manfaat Penelitian.................................................................................

  6 1.6. Kerangka Teori ......................................................................................

  7

  1.8. Kerangka Konsep .................................................................................. 13

  1.9. Unit dan Perangkat Analisis .................................................................. 14

  1.10. Sistematika Penulisan .......................................................................... 15

  

BAB II URAIAN TEORITIS .......................................................................... 16

II.1. Media dan Kontsruksi Realitas ............................................................. 16 II.2. Dimensi Psikologi dan Sosiologi .......................................................... 21 II.3. Ideologi ................................................................................................. 24 II.4. Analisis Framing................................................................................... 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................... 37

III.1. Metode Penelitian ................................................................................ 37 III.2. Subjek Penelitian ................................................................................. 38 III.3. Metode Pengumpulan Data ................................................................. 42 III.4.Metode Analisis Data ........................................................................... 43

  

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ................................................... 45

IV.1. Pola pemberitaan konflik Israel dan Hamas........................................ 45 IV.I .I. Analisa Frame Pemberitaan Surat Kabar Republika ................... 52 IV.1.2. Uraian Frame Republika 8 Januari............................................... 55 IV.2.1. Uraian Frame Republika 10 Januari............................................. 60 IV.3.1. Uraian Frame Republika 13 Januari............................................. 64 IV.4.1. Uraian Frame Republika 15 Januari............................................. 68 IV.5.1. Uraian Frame Republika 18 Januari............................................. 73 IV.6.1. Uraian Frame Republika 21 Januari............................................. 77 IV.7.1. Uraian Frame Republika 23 Januari............................................. 81 IV.8.1. Uraian Frame Republika 27 Januari............................................. 85 IV.9.1. Uraian Frame Republika 28 Januari............................................. 88 IV.10.1 Uraian Frame Republika 29 Januari............................................ 92 IV.11. Ringkasan .......................................................................................... 96 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………… 99 V.1. Kesimpulan........................................................................................... 99 V.2. Saran..................................................................................................... 101 LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA BIODATA

  

DAFTAR TABEL

  TABEL 1 Unit dan Perangkat Analis TABEL 2 Empat Unit Analis TABEL 3 Tabulasi Berita Dalam Surat Kabar Republika TABEL 4 Tabulasi berita Republika Selama Bulan Januari TABEL 5 Tema dan frekuensi daftar berita Agresi Israel TABEL 6 Tabulasi berita Republika yang Dianalisis TABEL 7 Uraian frame Republika edisi 8 Januari 2009 TABEL 8 Narasmuber Republika edisi 8 Januari 2009 TABEL 9 Uraian frame Republika edisi 10 Januari 2009 TABEL 10 Narasumber Republika edisi 10 Januari 2009 TABEL 11 Uraian frame Republika edisi 13 Januari 2009 TABEL 12 Narasumber Republika edisi 13 Januari 2009 TABEL 13 Uraian frame Republika edisi 15 Januari 2009 TABEL 14 Narasumber Republika edisi 15 Januari 2009 TABEL 15 Uraian frame Republika edisi 18 Januari 2009 TABEL 16 Narasumber Republika edisi 18 Januari 2009 TABEL 17 Uraian frame Republika edisi 21 Januari 2009 TABEL 18 Narasumber Republika edisi 21 Januari 2009 TABEL 19 Uraian frame Republika edisi 23 Januari 2009 TABEL 20 Narasumber Republika edisi 23 Januari 2009 TABEL 21 Uraian frame Republika edisi 27 Januari 2009 TABEL 22 Narasumber Republika edisi 27 Januari 2009 TABEL 23 Uraian frame Republika edisi 28 Januari 2009 TABEL 24 Narasumber Republika edisi 28 Januari 2009 TABEL 25 Uraian frame Republika edisi 29 Januari 2009 TABEL 26 Narasumber Republika edisi 29 Januari 2009

DAFTAR SKEMA

  SKEMA 1 : Kerangka Konsep

  

ABTRAKSI

  Penelitian ini membahas mengenai ‘konflik Israel dan Hamas’ yang terjadi pada Januari 2009 lalu dengan menggunakan pisau nanalisis Framing Versi Robert Entman. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui makna yang tersirat dari konteks berita seputar Agresi Israel ke Jalur Gaza pada Surat Kabar Harian Umum Republika. Permasalahan ini dijawab dengan menggunakan beberapa pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan isi media, media massa dan dan kontruksi realitas dan konstruksi realitas dan juga studi media massa termasuk pada Framing Versi Robert Entman yang pada dasarnya adalah mencoba untuk mengetahui bagaimana media yang diteliti, mengkontruksikan realitas yang diperoleh. Apakah ideologi yang dianut media tersebut dapat mempengaruhi media tersebut dalam menyampaikan beritanya kepada pembaca.

  Dalam analisis poenelitian ini, semua data yang diperoleh, dibaca, dianalisissesuai dengan elemen-elemen perangkat analisis framing, yakni: problem identification, diagnoses causes, moral judgement dan treatment recommendation. Adapun jumlah berita yang dianalisis pada surat kabar Republika adalah sebanyak sepuluh berita yaitu terdiri dari tanggal selama bulan januari 2009.

  Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan pada kedua media dalam mengkontruksikan fakta melalui berita yang dipaparkan kepada pembaca. Bahwa ternyata ideologi yang dianut sebuah media, dalam hal ini surat kabar Republika sangat mempengaruhi cara/ pola pemberitaan masalah yang dihadapi dan dalam hal ini kasus konflik Israel dan Hamas. Surat kabar Republika sebagai pers umum, mencoba mengkonstruksikan berita dengan detail, berimbang namun tetap menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan turut mengusulkan alternatif penyelesaian konfik antara Israel dan Hamas.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Sudah lima puluh empat tahun Israel menjajah Palestina. Selama itu pula Israel menciptakan malapetaka terhadap warga Palestina, khususnya Umat Muslim. Pengusiran, penggusuran hingga aksi pembantaian manusia berlangsung secara sistematis. Secara kemanusiaan, konflik Israel merupakan tragedi yang tak terperikan. Sebuah tragedi panjang yang mengalahkan holocaust Nazi Jerman, bangsa yang ironinya dibenci Yahudi karena melakukan hal tersebut pada mereka.

  Penyerangan yang di lakukan oleh tentara Israel terhadap Hamas kini kembali terjadi. Kemenangan Hamas pada pemilu 25 Januari 2006 lalu merupakan benturan keras bagi negara Israel dan masyarakat internasional secara umum. Terutama mereka yang memiliki hubungan istimewa dengan negara ”zionis”. Akibatnya, terjadilah sanksi diplomasi yang dijatuhkan kepada Hamas berupa embargo. Hamas pun tidak diberikan passport menjadi salah satu gerakan perlawanan dunia dan pembebasan nasional (www.infopalestina.com).

  Konflik antara Hamas dan Israel ini lahir akibat dari kebuntuan politik dalam mencari solusi ke depan. Gagalnya perpanjangan gencatan senjata dua pekan sebelum ini, tepatnya 15 januari 2009 antara Israel dan Hamas menjadi pemantik konflik ini. Kedua belah pihak saling tuding pihak mana yang mengawali konflik ini. Bagi Israel, Hamas-lah yang telah mengirimkan roket- roket yang menyerang permukiman sipil Israel. Namun, bagi Hamas, Israel-lah yang telah melanggar kesepakatan genjatan senjata sehingga Hamas tidak ingin memperpanjang kesepakatan itu. Perang baru antara Hamas dan Israel saat ini adalah mereka berlomba-lomba untuk memperoleh legalitas internasional. Hamas sebagai gerakan pembebasan Islam pertama berusaha merebut legalitas dunia internasional. Sementara Israel berusaha agar dunia internasional semakin memperketat isolasi terhadap Palestina.

  Hamas adalah sebuah Gerakan Jihad, Da’wah dan Politik, ia berdiri di atas Syumuliyatul Islam (Universalitas Islam) yang mencakup semua aspek kehidupan. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Hamas ke medan politik dan ikut serta dalam Pemilu, dan bahkan ia bisa memenangkannya.

  Hamas adalah kependekan dari Harokah al Muqowamah al Islamiyah atau Gerakan Perlawanan Islam, didirikan pada tanggal 14 Desember 1987 M oleh Syeikh para syuhada Ahmad Yasin bersama dengan beberapa orang yang meyakini pemikiran gerakan tersebut.

  Konflik baru antara Hamas dan Israel disebabkan oleh sejumlah hal: Pertama, dari sisi orientasi pemikiran Israel: Perolehan Gerakan Perlawanan Pembebasan Islam kini memperoleh legalitas internasional akan memberikan contoh kepada banyak gerakan pembebasan Islam lainnya yang ada di dunia.

  Gejala ini tentu mengancam eksistensi gerakan-gerakan moderat yang banyak setuju dengan detail kerja politik, keamanan dan orientasi Israel. Perolehan program politik perlawanan untuk mengisi kekuasaan sudah pasti mengagalkan system keamanan Israel di kawasan dan terancam digerogoti karena Israel akan bekerja sama dengan program gerakan perlawanan yang memiliki legalitas internasional. Jadi bukan terorisme yang mengancam keamanan dan ketentraman Israel.

  Kedua, dari sisi orientasi pemikiran: Hamas sudah pasti akan bertindak kontradiksi dengan persepsi Israel dalam menjalin hubungan satu sama lain.

  Hamas menyadari betul bahwa legalitas internasional yang ia peroleh bisa jadi akan memojokkan posisi Israel.

  Keberadaan Hamas di pemerintahan untuk pertama kalinya dalam sejarah merupakan jaringan pengaman dengan dunia Arab, minimal negara Islam dan sebagian negara dunia. Ini tentu meringankan perasaan Hamas yang seakan jauh dari konvensi Arab negara Islam dan justru akan mengokohkan hubungan dengan mereka. Keberadaan Hamas di puncak piramida kekuasaan Palestina juga membuat Israel berfikir seribu kali sebelum melakukan pembantaian (fisik) terhadap pimpinan Hamas (http:/www.antara.co.id/arc/2009/1/10/Hamas)

  Namun disisi lain Amerika menganggap tanggung jawab konflik sepenuhnya terletak pada Hamas. Serangan pasukan Israel ke Gaza, resiko yang dipikul sendiri juga meningkat, akan menghadapi perang gerilya jangka panjang. Intelijen menunjukkan bahwa Hamas memiliki sekitar 20.000 militan. Analis militer mengatakan walaupun konflik yang lebih buruk tidak dapat dihindarkan, tetapi dalam kenyataan adalah, tak ada yang tahu apa hasilnya, karena Hamas tidak menunjukkan adanya tanda-tanda untuk menyerah .(www.infopalestina.com)..

  Wacana-wacana mengenai konflik inipun terus bergulir memenuhi ruang dan waktu serta tidak bisa dipungkiri bahwa pertikaian antara Israel dan Hamas saat ini telah menjadi fokus pemberitaan diberbagai media massa di seluruh dunia. Argumentasi dari berbagai kalangan banyak menghiasi pemberitaan di media massa. Hal ini dikarenakan peristiwa konflik merupakan realitas yang mengandung nilai berita yang tinggi.

  Dalam suatu peperangan atau konflik militer, memerlukan penggalangan baik itu dukungan moral, dukungan secara ekonomi maupun dukungan secara politik dari publik, oleh karena itu keberadaan media massa sangatlah penting untuk fungsi komunikasi politik. Apa yang diberitakan mengenai perang tersebut kepada khalayak pada suatu media didasarkan pada bagaimana cara sebuah media sebagai institusi dan jurnalis sebagai individu melakukan investigasi, memilih, mempersentasikan dan mengkonstruksikan berita tentang perang tersebut.

  Dengan begitu, media sangat mempengaruhi pola pikir, sudut pandang dan pengetahuan publik tentang suatu masalah khususnya dalam hal ini perang antara Israel dan Hamas. Oleh karena itu media bukanlah sekedar saluran yang bebas, ia juga subjek yang mengkontruksikan realitas lengkap dengan pandangan,dan pemihaknya. Nah dalam konteks inilah, wacana media massa kemudian menjadi arena perang simbolik antara pihak- pihak berkepentingan dengan suatu objek wacana.

  Maka atas pemaparan latar belakang permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk meneliti teks atau isi berita untuk melihat proposisi, idiologi dan makna yang terkandung dalam pemberitaan konflik Israel dan Hamas, yaitu peneliti disini menfokuskan pada penyajian teks, seperti apa teks dalam sebuah media berperan dalam membangun opini dan atau pula kepribadian. Bagaimana media menyajikan fakta yang ditemukan dilapangan, menjadi sebuah berita yang terdiri dari beberapa teks, yang ternyata fakta dan data dilapangan itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang disajikan oleh media.

  Adapun media yang akan diteliti adalah surat kabar Republika, berhubung surat kabar ini telah menyajikan ruang untuk memberitakan perkembangan masalah tersebut. Sehingga dengan meneliti media tersebut, maka poeneliti akan dapat melihat makna yang sebenarnya dibalik teks-teks pemberitaan yang terkait dengan kasus konflik penyerangan Israel ke Hamas baru- baru ini pada surat kabar Republika.

  Peneliti memilih Surat Kabar Republika sebagai perwakilan dari pers umum yang bersekala nasional dan tersebar diseluruh Indonesia. Sehingga dengan meneliti media tersebut, maka peneliti ingin melihat apakah ideologi yang dianut oleh Surat kabar tersebut, serta bagaimana media tersebut membingkai pemberitaannya sehingga nantinya dapat juga mempengaruhi cara mereka memberitakan konflik di timur tengah.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

  • “Bagaimanakah surat kabar Republika membingkai peristiwa konflik Israel dan Hamas dalam pemberitaannya ? ” .
  • 1.3 Pembatasan Masalah

  Agar ruang lingkup masalah dapat lebih jelas, terarah, dan terfokus, sehingga tidak mengaburkan penelitian, maka peneliti membuat pembatasan masalah sebagai berikut:

  1. Penelitiaan hanya akan dilakukan pada surat kabar Republika.

  2. Bahan yang diteliti adalah berita – berita tentang konflik penyerangan Israel ke Hamas pada januari 2009 pada kabar Republika.

  3. Pengamatan dilakukan selama 2 bulan yaitu januari, dan februari 2009.

1.4 Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui dan menganalisa teks – teks pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika.

  2. Untuk mengetahui makna yang tersirat dan terkandung dari setiap teks pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika.

3. Untuk menget ahui ideologi apa yang berada di balik konstruksi berita serta bagaimana posisi surat kabar tersebut.

1.5 Manfaat Penelitian

  1. Secara teoritis, penelitian ini berguna untuk memperkaya khasanah dan pengetahuan penulis tentang media, khususnya tentang kajian media yang diteliti dengan analisis Framing.

  2. Secara praktis, penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan bagi surat kabar yang diteliti serta hasil analisis ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca agar lebih kritis terhadap informasi yang disajikan oleh media.

  3. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperluas dan menambah khasanah penelitian komunikasi sehingga dapat pula disumbangkan kepada Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU, guna memperkaya bahan penelitian dan sumber bacaan.

1.6 Kerangka Teori

  Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti perlu menyusun suatu kerangka teori. Kerangka teori merupakan landasan berfikir untuk menggambarkan dari sudut mana peneliti menyoroti masalah yang akan diteliti.

  Menurut Singarimbun (1995:57), teori merupakan serangkaian asumsi, defenisi dan proporsi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antara konsep.

  Maka untuk memperjelas landasan berfikir dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya, disusunlah suatu kerangka teori yang memuat pokok- pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian ini akan disoroti. Teori yang tepat dan sesuai dengan penelitian ini adalah:

1. Media Massa dan Konstruksi Realitas

  Seorang ahli sosiologi Peter L. Berger bersama Thomas Luckman banyak menulis karya dan menghasilkan tesis mengenai konstruksi social atau realitas.

  Bagi Berger realitas itu tidak dibentuk secara alamiah, tidak juga sesuatu yang diturunkan oleh Tuhan, tetapi sebaliknya ia dibentuk dan dikonstruksi. Maka dengan pemahaman semacam ini, realitas berwajah ganda/plural. Setiap orang bisa mempunyai konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas karena setiap orang yang mempunyai pengalaman, prefensi, pendidikan dan lingkungan pergaulan atau social tertentu akan menafsirkan realitas sosial itu dengan konstruksinya masing-masing. (Eriyanto,2002;15-16).

  Sebuah teks dalam sebuah berita dapat disamakan sebagai copy (cerminan) dari realitas atau sebagai mirror of reality, ia harus dipandang sebagai konstruksi atau realitas. Realitas lapangan sebenarnya berbeda denan realitas media. Maka oleh karena itulah peristiwa yang sama dapat dikontruksikan secara berbeda.

  Sekelompok wartawan yang meliputi sebuah peristiwa dapat memiliki konsepsi dan pandangan yang berbeda dan itu dapat dilihat dari bagaimana mereka mengkontruksi peristiwa itu yang diwujutkan dalam teks berita. Sehingga peristiwa yang sama dimuat oleh beberapa media akan berada satu sama lain dalam menyajikannya kepada khalayak.

  Dalam mengkonsumsikan suatu fakta, ada 3 tahapan yang hendak dilalui oleh wartawan, yaitu eksternalisasi dimana wartawan menceburkan dirinya kedalam realitas yang ada dilapangan dengan tujuan memahami apa yang sebenarnya tejadi. Selanjutnya adalah objektivitas yaitu tahapan dimana wartawan telah memperoleh hasil dari observasi yang dilakukannya. Tahapan lainnya yaitu internalisasi, yang merupakan proses penyerapan fakta yang ada kedalam kesadaran si wartawan sehingga subjektif individu, yang mana dalam hal ini wartawan dipengaruhi oleh struktur dunia sosial

  2. Dimensi Psikologi dan Sosiologi Menurut Edelman konsep pemaknaan sangat dipengaruhi dari lapangan

psikologis dan sosiologisnya. Konsep framing, dalam studi media massa banyak

mendapat pengaruh dari lapangan psikologi dan sosiologi (Eriyanto, 2002:71-73) Dimana pendekatan psikologi terutama melihat bagaimana pengaruh kognisi seseorang dalam membentuk skema tentang diri, sesuatu atau gagasan tertentu. Framing

adalah upaya atau strategi yang dilakukan wartawan untuk menekankan dan membuat

pesan jadi bermakana, lebih mencolok dan diperhatikan oleh publik. Secara psikologis,

orang cenderung menyerdehanakan realitas dan dunia yang kompleks itu bukan hanya

sekedar lebih sederhana dan dapat dipahami, tetapi juga agar lebih mempunyai

perfektif/dimensi tertentu. Orang cenderung melihat dunia ini dalam perfektif tertentu,

karenanya realitas yang sama bisa jadi digambarkan secara berbeda oleh orang yang

berbeda. Maka karena itu orang mempunyai pandangan atau perspektif yang berbeda

pula.

  Pada level sosiologi, frames dilihat terutama untuk menjelaskan bagaimana organisasi dari ruang berita dan pembuat berita membentuk berita secara bersama-sama.

  

Level ini menempatkan media sebagai organisasi yang kompleks yang menyertakan

didalamnya praktik profesional. Berita adalah produk dari profesionalisme yang

menentukan bagaimana peristiwa setiap hari dibentuk dan dikontruksikan.

  3. Ideologi Ideologi disini diartikan sebagai kerangkangka berfikir atau kerangka referensi

tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka

menghadapinya (Sudibyo, 2001:12).

  Pada level ini akan terlihat siapa yang berkuasa dimasyarakat dan bagaimana

media menentukannya, dan setiap makna memiliki kecendrungan ideologi tertentu.

  

Ideologi adalah “world vie” sebagai suatu kerangka berfikir atau kerangka referensi

tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka

menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang tampak konkret, level

ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam

menafsirkan realitas.

4. Analisis Framing

  

Analisis Framing merupakan sebuah model analisis yang berasal dari paradigma

kontruktivisme yang mengungkap rahasia dibalik semua perbedaan media yang dapat

digunakan untuk menguak fakta yang tersembunyi. Paradigma ini memandang realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, akan tetapi hasil dari kontruksi.

  Konsentrasi analisis pada paradigma kontruksionis adalah menemukan bagaimana peristiwa atau realitas tersebut dikontruksikan dan dengan cara apa dibentuk. Dalam analisis ini yang kita lakukan adalah melihat bagaimana media mengkontruksi realitas. Ada dua esensi utama dari framing, yaitu bagaimana peristiwa dimaknai, dan dalam hal ini agresi militer Israel ke Gaza. Hal ini berhubungan dengan bagian mana yang diliput oleh Surat Kabar Harian Republika. Juga bagaimana fakta itu ditulis, mengenai pemakaian katanya, kalimat dan maknanya, serta gambar untuk memperjelas gagasan.

  Analisis framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor, kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media. Pembingkaian tersebut tentu saja melalui proses konstruksi dengan makna tertentu.

  Hasilnya, pemberitaan media pada sisi tertentu atau wawancara dengan orang-orang tertentu. Semua elemen tersebut tidak hanya bagian dari teknis jurnalistik, akan tetapi menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan. Seperti apa yang dikatakan Robert Entman,Framing merupakan

  

upaya untuk menseleksi beberapa aspek yang terdapat pada realitas yang

dihadapi dan membentuknya sehingga tampak menonjol didalam teks berita”.

  Dalam konsepsi Robert Entman, pada dasarnya, framing merujuk pada pemberian defenisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan kerangka berfikir tertentu terhadap peristiwa yang diwacanakan. Lalu ini melahirkan empat konsep framing, yaitu : elemen pendefenisian masalah (define problem/problem identification), elemen yang memperkirakan masalah (diagnose cause), elemen membuat keputusan moral (udgemoral judgement) dan elemen penekanan penyelesaian (treatment

  

recommendation) (Eriyanto, 2002:188-190). Maka dengan ke-4 elemen inilah

  peneliti akan membedah teks-teks berita agresi militer Israel ke Hamas pada surat kabar Republika ini.

1.7 Kerangka Konsep

  Konsep adalah pengambaran secara tepat dan fenomena yang hendak diteliti yakni istilah, serta defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial (singarimbun, 1995:57).

  Kerangka konsep merupakan pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai (Nawawi, 1993: 40). Kerangka konsep kemampuan peneliti, dalam penyusun konsep operasional yang bertitik tolak pada kerangka teori, dan tujuan penelitian, serta setelah mengemukakan berbagai kerangka teori.

  Maka ada beberapa konsep yang dapat dioperasionalisasikan dengan mengubahnya menjadi beberapa kerangka. Adapun kerangka konsep dalam penelitian ini adalah:

  Berita

  Diagnoses Causes Define problem

  (Memperkirakan Sumber Masalah) (Pendefenisian masalah )

  Treatment Moral judgement Recommendation Evalution

  (Menekankan Penyelesaian) (Membuat Keputusan Moral)

1.8 Unit dan Perangkat Analisis

  Berdasarkan kerangka teori dan kerangka Konsep diatas, maka untuk mempermudah penelitian sehingga guna memperlancar dalam memecahkan masalah, diperlukannya sebuah perangkat unit analisis. Adapun unit dan perangkat analisis tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 1: Unit dan Perangkat Analisis

   UNIT ANALISIS PERANGKAT ANALISIS

  Define Problems

  a. Peristiwa dilihat sebagai apa?

  b. Peristiwa sebagai masalah apa? Diagnose Causes

  a. Siapa penyebab masalah?

  b. Peristiwa itu disebabkan oleh apa? Moral Judgement

  a. Nilai moral apa yang disajikan dalam menyelesaikan masalah? b. Nilai apa yang dipakai untuk mendelegitimasi suatu tindakan?

  Treatment Recommendation

  a. Penyelesaian yang ditawarkan untuk mengatasi masalah? b. Jalan yang ditawarkan dan harus ditempuh untuk mengatasinya?

1.8.1 Defenisi Unit Analisis

  Defenisi unit analisis adalah sebuah petunjuk pelaksanaan mengenai cara atau parameter unit itu di ukur. Dengan adanya defenisi unit analisis akan memudahkan peneliti dalam menentukan dimensi atau sudut yang tepat sehingga memudahkan dalam meneliti, unit analisis yang dimaksut adalah:

  1. Define Problems atau identifikasi masalah: elemen pertama yang dapat kita lihat dalam framing. Elemen ini merupakan master frame atau bingkai yang paling utama, ditahap inilah awal berita dikontruksi, sehingga dalam suatu berita diteliti apakah yang menjadi pokok masalah terdapat sebuah isu, wacana atau peristiwa dipahami oleh wartawan.

  2. Diagnose Causes atau memperkirakan sumber masalah; bagaimana sebuah media men-cover siapakah actor atau pelaku yang menyebabkan timbul.

  Disini penyebab bisa berarti apa (what) tapi bias juga siapa (who).

  3. Moral judgement atau keputusan moral: adalah elemen framing yang dipakai untuk membenarkan atau memberikan argument atas pendefenisian yang telah dibuat. Ketika masalah dan penyebab masalah itu telah ditentukan, maka dibutuhkan argument yang kuat untuk mendukung gagasan tersebut.

  4. Treatment Recommendation atau menekankan penyelesaian; dimana sebuah pesan moral baik secara eksplisit atau implicit bagaimana seharusnya sebuah masalah atau peristiwa itu diselesaikan, ditanggulangi, diantisipasi dan dihindari.

1.9 Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan skripsi ini dibagi atas lima BAB, yang tiap-tiap BABnya memiliki keterkaitan dan saling mendukung. BAB 1 adalah pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori, kerangka konsep, dan metodologi penelitian serta sistematika penulisan.

  BAB II adalah uraian teori, dimana teori-teori yang saling berhubungan dan mendukung penelitian yang akan diuraikan disini. Teori- teori tersebut adalah: Media massa dan konstruksi realitas, dimensi psikologi dan sosiologi, Ideologi dan analisis framing.

  BAB III berisikan tentang metodologi penelitian, yan terdiri dari: Metode penelitian, Subjek Penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

  BAB IV adalah analisa serta pembahasan dari data-data yang telah dikumpulkan dan akan disajikan, dianalisa seta diuraikan dalam BAB ini. Terakhir adalah BAB V yaitu BAB penutup yang berisikan kesimpulan dan saran. Guna menglengkapi data dari penelitian ini, maka skripsi ini dilengkapi dengan daftar pustaka serta lampiran.

BAB II URAIAN TEORITIS II.I MEDIA MASSA DAN KONSTRUKSI REALITAS Teori yang dikembangkan oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman yaitu, seorang pakar sosiologi ini berpandangan bahwa realitas tidak

  dibentuk secara ilmu, dan juga tidak diturunkan oleh Tuhan. Sebaliknya realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh manusia. Pemahaman ini mengisyaratkan bahwa realitas berpotensi berwajah ganda, dan plural. Setiap orang bisa memiliki konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas.

  Setiap orang yang mempunyai pengalaman, preferensi, tingkat pendidikan, lingkungan serta pergaulan sosial tertentu akan menafsirkan atau memaknai realitas berdasarkan konstruksinya masing-masing. Berita dalam media massa tidak dapat disamakan dengan fotocopy dari realitas, namun ia harus dipandang sebagai hasil konstruksi dari realitas. Karena itu, sangat potensial terjadi peristiwa yang sama dikonstruksi secara berbeda oleh beberapa media massa. Wartawan atau jurnalistik bisa jadi memiliki pandangan dan konsepsi yang berbeda ketika melihat suatu peristiwa atau kejadian yang kemudian terwujud dalam teks berita. (Eriyanto:2002;15).

  Realitas adalah produk interaksi antara wartawan dan fakta, dan ini sering juga disebut sebagai proses dialektis yang memiliki tiga tahapan yakni,

  eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam proses internalisasi, realitas diamati oleh wartawan dan diserap dalam kesadaran wartawan. Sedangkan dalam proses eksternalisasi, wartawan menceburkan dirinya untuk memahami realitas.

  Konsepsi tentang fakta diekspresikan untuk melihat realitas. Dengan demikian, teks berita yang dibaca di surat kabar atau pun berita yang didapat melalui media-media lain adalah produk dari proses interaksi dan dialektika tersebut. Contohnya adalah perang antara Irak dan Amerika Serikat berakhir dengan kejatuhan rezim Saddam Husein yang lalu, yang pertama terjadi mungkin adalah eksternalisasi. Wartawan yang datang ke daratan Irak mempunyai kerangka pemahaman serta konsepsi tersendiri mengenai peperangan tersebut. Ada yang memandang peperangan tersebut adalah sebagai kepentingan Amerika untuk menunjukkan super power-nya.

  Ada juga yang melihat peperangan Irak sebagai konflik internal rezim saddam dan kelompok penentangnya. Ada juga yang melihat peperangan di Irak adalah sebagai buah dari kediktatoran Saddam sendiri atas rakyatnya. Berbagai skema dan pemahaman tersebut dipakai untuk menjelaskan peristiwa dan fenomena yang terjadi di Irak.

  Tahapan kedua yaitu objektivasi, dimana hasil yang telah diperoleh, baik berupa mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi sebelumnya. Hasil dari eksternalisasi-kebudayaan itu misalnya, manusia menciptakan alat demi kemudahan hidupnya. Dengan demikian alat tersebut adalah kegiatan eksternalisasi manusia ketika berhadapan dengan dunia, atau dengan kata lain, merupakan hasil dari kegiatan manusia, yang alat tersebut kemudian menjadi realitas yang objektif.

  Proses yang selanjutnya adalah internalisasi, yaitu ketika wartawan berada di Irak, ia melihat banyak peristiwa. Ada rumah-rumah penduduk yang hancur oleh roket Amerika, ada ribuan mayat bertaburan, dan berbagai peristiwa lainnya. Berbagai peristiwa tersebut diinternalisasi dengan cara dilihat dan diobservasi oleh wartawan. Lalu terjadilah proses dialektika antara apa yang ada dalam pikiran wartawan dengan apa yang dilihatnya. Maka akhirnya terjadilah

  Secara esensial, proses konstruksi realitas oleh media dapat dirangkum dalam enam perfektif (Eriyanto:2002;17-18) enam persfektif tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fakta/ Peristiwa adalah Hasil Konstruksi Bagi kaum konstruktivis, realitas itu bersifat subjektif. Realitas`itu hadir karena diciptakan dan dihadirkan oleh konsep subjektif wartawan. pernyataan utama dalam pandangan kontruktivis adalah fakta berupa kenyataan itu sendiri. Pembacalah yang memberikan defenisi dan menentukan fakta tersebut sebagai realitas.

  2 . Media adalah Agen Konstruksi Dalam pandangan kontruktivis, media bukanlah dianggap sebagai saluran yang bebas, ia juga subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, dan pemihaknya. Media dipandang sebagai agen yang mengkonstruksi realitas. Maka berita yang kita baca bukan hanya menggambarkan realitas, dan bukan hanya menunjukkan pendapat sumber berita, tetapi juga konstruksi dari media itu sendiri. Lewat berbagai instrument yang dimilikinya, media juga ikut membentuk realitas yang tersaji dalam pemberitaannya.

  3. Berita bukan Refleksi dari Realitas, ia hanya Konstruksi atas Realitas Menurut pandangan konstruktivis, berita merupakan hasil konstruksi sosial dimana selalu melibatkan pandangan, ideologi dan nilai- nilai dari wartawan atau media. Bagaimana realitas itu dijadikan berita sangat tergantung pada fakta yan dipahami dan dimaknai. Proses pemaknaannya selalu melibatkan nilai-nilai tertentu sehingga mustahil berita merupakan cerminan dari realitas. Realitas yang sama bisa jadi menghasilkan berita yang berbeda, karena cara melihatnya yang berbeda.

  4. Berita bersifat Subjektif atas Realitas Berita subjektif dari sisi lain wartawan. Karena wartawan sendiri melihat dengan persfektif dan berbagai pertimbangan subjektifnya.

  Penempatan sumber berita yang lebih ditonjolkan dari sumber lainnya, menempatkan wartawan sebagai seorang tokoh yang lebih besar dari tokoh lainnya. Liputan yang hanya satu sisi tidak berimbang, misalnya, bagi kaum konstruktivis, hal tersebut bukanlah sebuah kekeliruan, tetapi dianggap memang demikianlah praktik yang disajikan oleh wartawan.

  5. Wartawan bukanlah Pelapor. Ia Konstruksi Realitas Dalam pandangan konstruktivis, wartawan tidak bisa menyembunyikan pilihan moral dan keberpihakanya. Karena ia merupakan bagian yang intrinsik dalam pembentukan berita. Lagipula berita bukan hanya produk individual, melainkan juga bagian dari proses organisasi dan interaksi antara wartawannya. Wartawan juga tidak hanya melaporkan peristiwa, melainkan juga turut mendefenisikan apa yang terjadi dan secara aktif membentuk peristiwa dalam pemahaman mereka. Dalam arti kata wartawan bukanlah pemulung yang netral dan mengambil fakta begitu saja.

  6. Etika, Pilihan Moral dan Keberpihakan Wartawan adalah bagian Intergral dalam Produksi Berita Aspek etika, moral dan nilai-nilai tertentu tidak mungkin dihilangkan dalam pemberitaan media. Wartawan bukanlah robot yang meliput apa adanya. Etika dan moral dalam banyak hal dapat berarti keberpihakan pada suatu kelompok atau intergral yang tidak terpisahkan dalam membentuk dan mengkontruksi realitas (Water Lippman dalam Eriyanto: 2002:29) secara ekstrim mengatakan bahwa wartawan menyimpulkan dulu atas realitas atau sebuah peristiwa yang ada, lalu melihat fakta apa yang akan dikumpulkan untuk memperkuat kesimpulan tersebut.

  Maka dari keenam perspektif diatas, pada dasarnya melihat bahwa pekerjaan media adalah sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan pembentukan realitas. Realitas bukanlah sesuatu yang telah tersedia, yang tinggal diambil oleh wartawan. Sebaliknya, semua jurnalis pada dasarnya adalah agen, bagaimana peristiwa yang acak, kompleks, disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah berita, maka wartawanlah yang mengurutkan, membuatnya teratur, menjadi dipahami dan memilih aktor-aktor yang diwawancarai sehingga membentuk sebuah berita yang dibaca khalayaknya.

II.2 DIMENSI PSIKOLOGI DAN SOSIOLOGI

  Dalam konsepsi konstruksi sebuah berita dimana sebuah usaha media mem-framing sebuah realitas. Dapat secara jelas terlihat dengan bantuan dua tradisi yang sering dipakai dalam melihat framing media. Kedua tradisi yang bisa dipakai itu adalah lewat dimensi psikologi dan sosiologi. Dimana kedua tradisi ini akan dapat mempertajam melihat bagaimana sebuah produksi teks berita dalam media. Baik dari sisi konsepsi diri seseorang wartawan maupun tingkatan makro dimana ruang redaksi itu berbeda.

a) Dimensi Psikologi

  Dalam dimensi ini dapat dilihat bagaimana pengaruh kognisi seseorang dalam membentuk skema tentang diri, atau gagasan tertentu. Individu akan berusaha menarik kesimpulan dari sejumlah besar informasi yang dapat ditangkap oleh panca indera sebagai dasar hubungan sebab-akibat.

  Orang cenderung melihat realitas, pesan dalam kerangka berfikir tertentu. Karenanya realitas yang sama dapat dipandang secara berbeda oleh orang yang berbeda, karena mereka mempunyai pandangan dan perspektif yang berbeda pula.

  Asumsi tadi berhubungan dengan teori atribusi dimana melihat bahwa manusia pada dasarnya tidak dapat mengerti dunia yang sangat kompleks. Oleh karenanya, setiap individu berusaha menyimpulkan, dan meringkas dari sejumlah besar informasi yang ditangkapnya. Atribusi tersebut dipengaruhi baik faktor personal maupun pengaruh lingkungan eksternal. Tidak terkecuali wartawan, ia juga melakukan penyederhanaan atas realitas atau isu yang ditemuinya.

  Selain teori atribusi dari Haider, menyebutkan ada sebuah teori lagi dari lapangan psikologi yang dapat membantu melihat konsep diri wartawan. Teori yang dimaksut adalah teori skema (Eriyanto: 2002:88-90) dimana teori ini menjelaskan bagaimana seseorang menggunakan struktur kognitifnya untuk memandang dunia. Dengan skema akan membuat seseorang mengorganisir pengetahuan pangalaman dan memori masa lalu untuk melihat dunia, realitas sekarang dan memprediksikan masa depan. Skema akan menggiring dan memandang seseorang dengan meletakan realitas mana yang relevan dan tidak relevan. Realitas yang bisa dimasukan dan yang tidak bisa dimasukan. Skema juga akan mengorganisir pengetahuan dan pengalaman. Bahkan mendikte bagaimana seharusnya realitas itu dilihat.

  Dalam framing realitas berita, pikiran khalyak tidak bebas, tetapi sebaliknya dibatasi oleh pembatas berupa bingkai (frame) yang disajikan dalam berita tersebut. Karenanya, framing membuat efek tertentu ketika diterima khalayak.

  Framing tersebut juga tidak terlepas dari peranan wartawan yang

  mengkontruksi berita dengan cara menyederhanakan realitas fakta yang sangat kompleks di lapangan. Sehingga menjadi sebuah berita yang sederhana, ringkas dan mudah di pahami. Jadi intinya framing menentukan bagaimana suatu realitas di pahami khalayak dan media mengarahkan bagaimana realitas itu dipahami.

  Diamana, framing itu sendiri dilakukan media atau pun wartawan di bawah pengaruh dimensi psikologi itu sendiri. Sehingga penyederhanaan peristiwa mengakibatkan melencengnya inti atau esensi sebuah peristiwa dari yang sebenarnya.

b) Dimensi Sosiologi

  Dimensi sosiologi pada dasarnya menjelaskan bagaimana organisasi dari sebuah ruang berita dan pembuat berita dalam membuat berita secara bersama- sama. Berarti disini menempatkan media sebagai organisasi yang kompleks dimana menyertakan adanya sebuah praktik profesional. Maka jelas bahwa melalui dimensi ini berbeda dengan dimensi psikologi yang lebih melihat pekerja media sebagai individu karena dimensi sosiologi berhubungan dengan proses produksi atau organisasi media, maka secara langsung akan mempengaruhi pemaknaan peristiwa oleh wartawan.

  Media massa cendrung memproduksi secara selektif sesuai dengan kriteria yang seirama dengan tujuan dan kepentingan sendiri. Jadi dalam membuat, memilih dan menyeleksi berita yang ditampilkan media didasarkan atas subjektivitas reporter, redaksi dan juga lembaga itu sendiri yang keseluruhannya terlihat dari realitas berita yang ditampilkan (Mc Quail:1994;67).

  Realitas sosiologis adalah apa yang dilakukan oleh individu, kelompok atau lembaga sosial dalam interaksi sosial. Dengan kata lain, realitas sosial adalah apa yang sungguh-sungguh terjadi yang dimana terkandung rumus penulisan berita 5W + 1H serta nara sumber yang jelas. Sedangkan realitas psikologis adalah segala sesuatu yang terpikir atau yang dikatakan oleh individu atau kelompok dalam suatu masyarakat

  Realitas campuran dapat diartikan sebagai gabungan antara realitas psikologis dan realitas sosiologis. Contohnya misalnya, mungkin awal pemberitaannya diangkat mengenai pernyataan pejabat tertentu. Namun berita itu kembali diolah dengan mengkonfirmasikan pernyataan tertentu dengan tokoh- tokoh lainnya, bisa oposisi, pengamat, praktisi, dan lain sebagainya. Maka dalam penampilannya akan mengundang diskusi dan berbagai pendapat umum (Suwardi;1993:19).

II.3 IDEOLOGI

  Ideologi adalah “world vie” sebagai suatu kerangka berfikir atau kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang tampak konkret, level ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas. Pada level ini akan lebih dilihat kepada yang berkuasa di dalam masyarakat dan bagaimana media menentukanya.

  Ideologi disini diartikan sebagai kerangkangka berfikir atau kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka menghadapinya (Sudibyo, 2001:12)

  Teori-teori klasik tentang ideologi diantaranya mengatakan bahwa ideologi dibangun oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strategi utamanya adalah dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium melalui mana kelompok yang dominan mempersuasif dan mengkomunikasikan kepada khalayak produksi kekuasaan dan dominasi yang mereka miliki, sehingga tampak absah dan benar.

  Ideologi dari kelompok dominan hanya efektif jika didasarkan pada kenyataan bahwa anggota komunitas termasuk yang didominasi menganggap hal tersebut kebenaran dan kewajaran. Ideologi membuat anggota dari suatu kelompok akan bertindak dalam situasi yang sama dan memberikan kontribusi dalam membentuk solidaritas didalam kelompok. Ideologi bersifat umum dan abstrak serta nilai-nilai yang terbagi antara anggota-anggota kelompok menjadikan dasar bagaimana masalah itu harus dilihat. Dalam teks berita misalanya, dapat dianalisis apakah teks yang muncul tersebut pencerminan dari ideology seseorang, apakah dia kapitalis atau sosialis dan lain sebagainya (Eriyanto: 2001 :13-14).

II.4 ANALISIS FRAMING

  Analisis framing merupakan salah satu alternatif dari pendekatan analisis wacana, khususnya untuk menganalisis teks media yang dapat mengungkapkan rahasia di balik semua. Framing pada awalnya dimakanai sebagai struktur konseptual yang mengorganisasi pandangan politik, kebijakan dan dan wacana, serta menyediakan katagori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas.

  Namun Goffman pada tahun 1974 mengembangkan analisis Framing sebagai Strip of behavior yang membimbing individu menganalisis realitas. Dan akhir-akhir ini analisis framing digunakan di dalam komunikasi paradigma multidisipliner untuk mendeskripsikan proses penyeleksian dan penyorotan aspek- aspek khusus suatu realitas media (Burhan Bungin: 2007:160)).

  Analisis framing adalah salah satu metode analisis teks yang berada dalam kategori penelitian kontruktivisme. Dimana Peter L. Berger sebagai tokoh yang memperkenalkannya beranggapan bahwa realitas itu tidak dibentuk secara ilmiah, tidak juga sesuatu yang diturunkan oleh Tuhan, melainkan dibentuk dan dikontruksikan. Hal ini dikarenakan setiap orang mempunyai pengalaman, preferansi, pendidikan, lingkungan pergaulan tertentu yang berbeda sehingga akan berbeda pula dalam menafsirkan suatu realitas dan mengkontruksikannya (Eriyanto:2002;16) Dalam penelitian terhadap bahasa, terdapat 3 pandangan (kupas 2000;48).

  Pandangan pertama yaitu diwakili oleh kaum positivis-empiris. Penganut aliran ini melihat bahasa adalah sebagai jembatan antara manusia dengan objek di luar dirinya. Pengalaman- pengalaman manusia dianggap dapat secara langsung diekspresikan melalui penggunaan bahasa tanpa ada kendala atau distorsi.

  Salah satu ciri pemikiran ini adalah pemisahan antara pemikiran dan realitas. Konsekuensi logis dari pemahaman ini, dalam makna kaitan dengan analisis wacana adalah orang tidak perlu mengetahui makna-makna subjektif atau nilai yang mendasari pernyataannya, sebab yang penting adalah apakah pernyataan itu dilontarkan secara benar menurut kaidah sintaksis dan simantik. Analisis wacana dimaksudkan untuk menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa dan pengertian bersama.

  Pandangan kedua, disebut sebagai kontruktivisme. Bahasa dalam pandangan konstruktivisme tidak lagi dilihat sebagai alat untuk memahami realitas objektif belaka dan yang dipastikan dari subjek penyampai pernyataan. Kontruktivisme justru menganggap subjek sebagai faktor sentral dalam kegiatan wacana serta hubungan-hubungan sosialnya. Subjek memiliki kemampuan melakukan kontrol terhadap maksud-maksud tertentu dalam setiap wacana.

  Bahasa dipahami dalam paradigma ini diatur dan dihidupkan oleh pernyataan yang pada dasarnya adalah tindakan penciptaan makna, yakni tindakan pembentukan diri serta pengungkapan jati diri sang pembicara. Pendekatan ini memusatkan perhatian pada bagaimana pesan atau teks, hubungan dengan khalayak dalam memproduksi makna.

  Ada dua karekteristik penting dari pendekatan konstruktisionis. Pertama, pendekatan konstruktisionis menekankan pada politik pemakanaan dan proses bagaimana seseorang memuat gambaran tentang realitas politik. Kata makna itu sendiri menuju kepada sesuatu yang diharapkan untuk ditampilkan, khususnya melalui bahasa, sebagaimana secara nyata diungkapkan. Makna merupakan suatu proses aktif yang ditafsirkan seseorang dalam suatu pesan.

  Kedua, pendekatan konstruktisionis memandang kegiatan komunikasai

  sebagai proses yang terus menerus dan dinamis. Pendekatan konstruktisionis memeriksa bagaimana pesan ditampilkan dan dalam sisi penerima ia memeriksa bagaimana pesan ditampilkan dan dalam sisi penerima ia memeriksa bagaimana kontruksi makna individu ketika menerima pesan. Pesan dipandang bukan sebagai

  

“mirror of reality” yang menampilkan fakta suatu peristiwa apa adanya (kupas

2000;48).

  Menurut kaum konstruktisionis, realitas itu bersifat subjektif. Realitas itu hadir karena dihadirkan oleh konsep subjektif wartawan. Realitas tercipta lewat konstruksi sudut pandang tertentu dari wartawan. Realitas bisa berbeda- beda, tergantung bagaimana konsepsi ketika realitas itu dipahami oleh wartawan yang mempunyai pandangan berbeda. Berita bukanlah “mirror of reality”, melainkan hasil dari konstruksi sosial dimana selalu melibatkan pandangan, ideologi, nilai- nilai dari wartawan atau media. Bagaimana realitas itu dijadikan berita, sangat tergantung pada bagaimana fakta itu dipahami dan dimaknai. Proses pemaknaan selalu melibatkan nilai-nilai tertentu, sehingga mustahil jika berita merupakan pencerminan dari realitas. Realitas yang sama bisa jadi menghasilkan berita yang berbeda karena ada cara pandang dalam melihat berita yang berbeda.

  Pandangan ketiga disebut sebagai pandangan kritis. Analisis wacana dalam paradigma ini menekankan pada konstelasi kekuatan yang terjadi pada proses produksi dan reproduksi makna. Individu tidak dianggap sebagai subjek netral yang bisa menafsirkan secara bebas sesuai dengan pikiranya karena sangat berhubungan dan dipengaruhi oleh kekuatan sosial yang ada dalam masyarakat.

  Bahasa disini tidak dipahami sebagai medium netral yang terletak di luar diri si pembicara. Bahasa dalam pandangan kritis dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi-strategi didalamnya (Eriyanto 2001:4-6).

  Analisis framing dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas dikonstruksikan oleh media. Dengan cara dan teknik apa peristiwa ditekankan dan ditonjolkan. Melalui analisis framing, dapat diketahui bagaimana realitas (peristiwa, actor, kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media. Aspek-aspek mana saja yang ditonjolkan dan ditekan sehingga membuat bagian tertentu saja yang lebih bermakna, lebih mudah diingat oleh khalayak.

  Dalam prefektif komunikasi, analisis framing dipakai untuk membedah cara-cara atau ideologi media saat mengkontruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan dan pertautan fakta kedalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti untuk menggiring interprestasi khalayak sesuai perspektifnya. Dengan kata lain, framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan, serta hendak dibawa ke mana berita tersebut.

  Dengan menggunakan metode analisis framing, dapat diketahui bagaimana konflik Israel dan Hamas dikonstruksi oleh surat kabar Republika. Bagaimana media ini memaknai, memahami, dan membingkai konflik Timur-Tengah tersebut. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada isu yang lain. Framing memberi tekanan lebih pada bagaimana teks komunikasi ditampilkan dan bagian mana yang di tonjolkan/dianggap penting oleh pembuat teks.

  Bentuk penonjolan tersebut bisa seragam, menempatkan satu aspek informasi lebih menonjol dibandingkan yang lain (misalnya menjadikannya

  

headline news), melakukan pengulangan informasi yang dipandang penting atau

dihubungkan dengan aspek budaya yang akrab dibenak khalayak.

  Dengan bentuk seperti itu, sebuah ide/ gagasan/ informasi lebih mudah terlihat, lebih mudah diperhatikan, diingat dan ditafsirkan karena berhubungan dengan skema pandangan khalayak. Robert Enteman melihat framing dalam dua dimensi besar; seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas/ isu (Eriyanto:2002;53).

  Penonjolan merupakan proses membuat informasi menjadi lebih, lebih menarik, berarti atau lebih diingat oleh khalayak/ public (pembaca). Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu realitas. Melalui metode framing, akan diperoleh gambaran tentang perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita.

  Cara pandang atau persfektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan serta hendak dibawa kemana berita tersebut. Dalam prakteknya, framing dijalankan oleh media dengan menseleksi isu tertentu dan mengabaikan isu yang lain serta menonjolkan aspek dari isu tersebut dalam hal ini seputar konflik antara Israel dan Hamas di Gaza dengan menggunakan berbagai strategi wacana-penempatan yang mencolok (menempatkan berita di headline depan atau bagian belakang), pengulangan, pemakaian grafis, penggunaan aksentuasi seperti gambar, foto, karikatur dan lain- lain untuk mendukung serta guna memperkuat penonjolan. Semua aspek itu dipakai untuk membuat dimensi tertentu dari konstruksi berita menjadi bermakna dan diingat oleh khalayak.

  Dengan framing dapat diketahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menseleksi isu dan menulis berita tersebut.

  Seleksi isu merupakan aspek yang berhubungan dengan pemilihan fakta. Dari realitas yang kompleks dan beragam itu, aspek mana yang diseleksi untuk ditampilkan? Dari proses ini selalu terkandung di dalamnya ada bagian berita yang dimasukan (included) tetapi ada juga berita yang di keluarkan (excluded).

  Tidak semua aspek atau bagian dari isu ditampilkan, wartawan memilih aspek tertentu dari suatu isu.Penonjolan aspek tertentu dari isu merupakan aspek yang berhubungan dengan penulisan fakta. Ketika aspek tertentu dari suatu peristiwa/ isu tersebut telah dipilih, dan bagaimana aspek tersebut ditulis? Hal ini sangat berkaitan dengan pemakaian kata, kalimat, gambar, dan citra tertentu untuk ditampilkan kepada khalayak.

  Konsep framing dalam pandangan Robert Entman secara konsisten menawarkan sebuah cara untuk mengungkap the power of komunication text.

  

Framing analisis dapat menjelaskan dengan cara yang tepat pengaruh atas

  kesadaran manusia yang didesak oleh transfer informasi dari sebuah lokasi seperti pidato, news report, atau novel. Framing secara esensial meliputi penseleksian dan penonjolan. Membuat frame adalah menseleksi beberapa aspek dari suatu pemahaman atas`realitas, dan membuatnya lebih menonjol di dalam suatu teks yang dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga mempromosikan sebuah defenisi permasalahan yang khusus, evaluasi moral atau merekomendasikan penangannya (siahaan;2001;76).

  Robert Entman juga menyatakan frame berita juga menjelaskan atribut-

  atribut berita itu sendiri. Frame terletak didalam property spesifik berita naratif yang mengarahkan perasaan dan pemikiran mengenai peristiwa- peristiwa untuk membangun pengertian khusus. Frame berita dikonstruksikan melalui perwujutan dalam kata kunci: simbol- simbol, konsep-konsep, dan visual images yang menegaskan suatu berita naratif. Dengan cara menetapkan, mengulangi, dan dengan merujuk pada beberapa isu, frame bekerja agar beberapa ide lebih menonjol di dalam teks, atau setidaknya yang lain lebih tidak menonjol, sehingga sama sekali tidak tampak. Melalui penguatan, pengulangan dan penempatan asosiasi satu sama lain, kata-kata image yang membangun frame menjadikan sebuah interprestasi dasar lebih dapat dilihat, dipahami, dan berkesan dari yang lainnya (siahaan;2001;77).

  Robert Entman menegaskan, framing memiliki implikasi penting bagi

  komunikasi politik. Frames menuntut perhatian terhadap beberapa aspek dari realitas dengan mengabaikan elemen- elemen lainnya yang memungkinkan khalayak memiliki reaksi berbeda. Politisi mencari dukungan dengan memaksakan kompetisi satu sama lain. Mereka bersama jurnalis membangun

  

frames berita. Dalam konteks ini, framing memainkan peran utama dalam

  mendesakkan kekuatan politik, dan frames dalam teks berita sungguh merupakan kekuasaan yang tercetak. Dia menujukan identitas para aktor atau interest yang berkompetisi untuk mendominasi teks (siahaan;2001:80)

  Dalam konsepsi yang ditawarkan Robert Entman, terdapat 4 elemen yaitu pemberian defenisi, penjelasan, evaluasi dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan kerangka berfikir tertentu terhadap peristiwa yang diwacanakan. Pada elemen pendefenisian masalah (define problem) menekankan bagaimana peristiwa dipahami oleh wartawan. Ketika ada masalah atau peristiwa, bagaimana peristiwa atau isu tersebut dipahami secara berbeda.

  Dan bingkai yang berbeda ini akan menyebabkan realitas bentukan yang berbeda. Misalnya dalam isu somasi dari kepresidenan mengenai tayangan Newsdotcom di Metro TV, yaitu peringatan keras terhadap penayangan ini yang dimana dalam penayanganya terdapat beberapa pelakon yang wajahnya mirip dan dibuat serupa dengan Presiden-Presiden Indonesia yang terdahulu, seperti Bj.Habibiy, Suharto, Gusdur dan lainnya, yang mana ini dapat melecehkan kepala Negara. Maka ada banyak asumsi mengenai masalah ini.

  Ada yang menganggap jika somasi dilaksanakan, berarti akan terjadi pengekangan terhadap kreatifitas insan pers, karena bukankah pada masa sekarang ini setiap orang bebas berekspresi dan berkresai termasuk juga orang-orang yang terlibat dalam media massa (surat kabar, televisi, radio) atau yang disebut juga dengan insan pers. Namun dilain pihak ada yang beranggapan somasi tersebut pantas dilaksanakan demi menjaga harga diri lambang Negara, dalam hal ini Presiden yang seharusnya dihormati oleh rakyatnya, justru menjadi bahan tertawaan. Namun semua itu tergantung dari sudut mana kita melihat dan memandang permasalahan tersebut.

  Dalam elemen kedua yaitu memperkirakan penyebab masalah (Diagnose

  

Cause) digunakan untuk membingkai siapa yang dianggap sebagai aktor dari

  suatu peristiwa. Penyebab disini bisa berarti apa (what), tetapi bisa juga berarti siapa (who). Bagaimana peristiwa dipahami, tentu saja menentukan apa dan siapa yang dianggap sebagai sumber masalah. Karena itu, masalah yang dipahami secara berbeda, maka penyebab masalahnya secara tidak langsung juga akan dipahami secara berbeda pula.

  Element ketiga yaitu membuat pilihan moral (Make Moral Judgement) yang dipakai untuk membenarkan/ memberi argumentasi pada pendefenisian masalah yang sudah dibuat. Ketika masalah sudah didefenisikan dan penyebab masalah sudah ditentukan, dibutuhkan argumentasi, atau visual image, untuk mendukung gagasan tersebut. Argumentasi tersebut biasanya dikutip dari wawancara kepada narasumber atau pakar yang berkompeten dibidangnya.

  Sehingga permasalahan suatu peristiwa yang telah dipaparkan pada lembar media tidak mengambang dibenak khalayak, yang dalam hal ini adalah pembaca.

  Kutipan tersebut tidak hanya untuk meyakinkan pembaca atas indentifikasi yang telah dibuat, tetapi juga meyakinkan pembaca bahwa berita yang dibuat adalah fakta, bukan rekaan si wartawan.

  Elemen yang keempat adalah menekankan penyelesaian (Treatment

  

Recommendation) yang dipakai untuk menilai apa yang dikehendaki oleh

  wartawan. Jalan apa yang diajukan untuk menyelesaikan masalah. Penyelesaian itu tentu saja sangat tergantung pada bagaimana peristiwa itu dilihat dan siapa yang dipandang sebagai penyebab masalah. Media dalam hal ini, lebih khususnya si wartawan sebagai individu yang meliput langsung akan menulis solusi yang ditawarkan untuk sebuah masalah yang terjadi. Bila si wartawan menganggap penyebab masalah terjadinya tuntutan cash and carry oleh warga korban lumpur Lapindo di Sidoarjo adalah pemerintah yang lambat menangani masalah ini, maka solusi yang ditawarkan adalah tidak cepat dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut dan segera memberi ganti rugi.

  Berikut ini adalah uraian dari keempat level dalam tabel: Tabel 2: Empat Unit Analisis

UNIT ANALISIS PERANGKAT ANALISIS

  Define Problems

  c. Peristiwa dilihat sebagai apa?

  d. Peristiwa sebagai masalah apa? Diagnose Causes

  c. Siapa penyebab masalah?

  d. Peristiwa itu disebabkan oleh apa? Moral Judgement

  c. Nilai moral apa yang disajikan dalam menyelesaikan masalah? d. Nilai apa yang dipakai untuk mendelegitimasi suatu tindakan?

  Treatment Recommendation

  c. Penyelesaian yang ditawarkan untuk mengatasi masalah? d. Jalan yang ditawarkan dan harus ditempuh untuk mengatasinya?

  Apa yang diuraikan oleh Robert Entman diatas tersebut menggambarkan secara lebih jelas apa itu framing. Peristiwa yang sama juga bisa dimakanai secara berbeda oleh media. Dalam pendekatan ini media dianggap umpama sebagai arena perang simbolik antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan pokok persoalan wacana. Masing-masing pihak menyajikan persfektif untuk memberikan pemaknaan terhadap suatu persoalan agar diterima oleh khalayak.

  Media massa dilihat sebagai forum bertemunya pihak-pihak dengan kepentingan, latar belakang dan sudut pandang yang beragam. Dengan kata lain, proses framing menjadikan media massa sebagai suatu arena dimana informasi tentang masalah- masalah tertentu diperebutkan dalam suatu perang simbolik antara berbagai pihak yang sama-sama menginginkan pandangannya didukung oleh pembaca.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, yakni salah satu

  cara pandang dalam menganalisis media dengan mengungkap rahasia dibalik semua perbedaan media yang digunakan untuk menguak fakta yang tersembunyi dari pemberitaan sebuah media massa.

  Metode penelitian yang akan dipakai pada penelitian ini adalah memakai pisau analisis framing yang dibuat oleh model Robert Entman. Walaupun sebenarnya banyak metode framing lainnya ditawarkan oleh beberapa ahli lainnya, namun penulis lebih memilih analisis Framing dari Robert Entman karena lebih mampu mengungkapkan bagaimana posisi Surat Kabar Republika dalam memberitakan (mengkonstruksikan) perang antara Israel dan Hamas.

  Dimana metode ini akan menitikberatkan pada penelitian terhadap struktur isi sebuah berita.

  Pada dasarnya framing adalah sebuah instrument metodologis yang dipakai untuk melihat cara media dalam mengkonstruksi sebuah wacana dan realitas sehingga menjadi berita. Lewat framing, publik diajak dan diarahkan untuk melihat hanya dari satu sisi tanpa diberi kesempatan untuk melihat sisi yang lain. Asumsinya, elemen isu yang ditonjolkan mempunyai ruang yang lebih besar untuk mempertimbangakan khalayak pembaca, dengan kata lain penonjolan yang berbeda terhadap fakta akan mengiring perhatian publik pada titik tertentu dan melahirkan persepsi berbeda, karena penekanan hanya pada satu angle sehingga menutup angle berikutnya.

  III.2. SUBJEK PENELITIAN

  III.2.I Harian Umum Republika

  Republika adalah upaya panjang kalangan umat enempuh yang dapat menembus pembatasan ketat pemerintah dan untuk izin penerbitan saat itu memungkinkan upaya-upaya tersebut berbuah. Sehingga Republika sebagai surat kabar yang pada awal pendiriannya didukung penuh oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) itu telah terbit perd

  Koran ini terbit di bawah bendera perusahaan PT Abdi Bangsa. Setelah BJ Habibie tak lagi menjadi presiden dan seiring dengan surutnya kiprah politik

  ICMI selaku pemegang saham mayoritas PT Abdi Bangsa, pada akhir 2000, mayoritas saham koran ini dimiliki oleh kelompok Mahaka Media.

  PT Abdi Bangsa selanjutnya me, dan Republika berada di bawah bendera PT Republika Media Mandiri, salah satu anak perusahaan PT Abdi Bangsa. Di bawah bendera . Mahaka Media juga melakukan kolaborasi dengan kelompok radio a radio Female dan Delta.

  Walau berganti kepemilikan, Republika tak mengalami perubahan visi maupun misi. Namun harus diakui, ada perbedaan gaya dibandingkan dengan sebelumnya. Sentuhan bisnis dan independensi Republika menjadi lebih kuat. Karena itu, secara bisnis, koran ini terus berkembang. Republika menjadi makin profesional dan matang sebagai koran nasional khususnya untuk komunitas muslim.

  Republika memperoleh gelar juara pertama Lomba Perwajahan Media Cetak 1993. Pada tahun 1995, ia membuka a dan situs berita pertama di Indonesia. Kemudian pada tahun 1997, ia menjadi media pertama di Indonesia yang me serta salah satu koran pertama yang menerbitkan halaman khusus daerah.

  Pada 31 Januari 2000, Republika menjadi koran pertama yang melakukan

  resizing. Pada umumnya koran di Indonesia menggunakan kertas ukuran sembilan

  kolom. Hal ini terlalu lebar dan tidak ergonomis. Di dunia pada umumnya koran telah berubah ke ukuran tujuh kolom. Agar pembaca tak kaget, maka Republika memulai perubahannya dengan ukuran delapan kolom. Ketika seluruh koran pada 2005 berubah ke delapan kolom, maka pada Republika berubah ke tujuh kolom. Pada 2 Januari 2009 koran terbesar di Indonesia juga kemudian berubah ke tujuh kolom seperti Republika.

  Namun, pada tahun 2006, mulai edisi September, Republika memberikan sisipan gratis erupakan hal yang pertama pula bagi pers Indonesia: beli koran dapat majalah. Di Amerika Serikat, hal itu sudah lazim. Misalnya The New York Times memberikan sisipan majalah olahraga Play dan majalah umum The New York Times Magazine.

  Republika juga koran pertama yang sejak awal menjadi perusahaan terbuka dan telah listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Maka demikianlah perubahan demi perubahan yang dilakukan oleh surat kabar Republika dari awal perkembangannya sampai saat sekarang ini.

III.2.2. Berita yang Dianalisis

  Pemilihan subjek penelitian ini dilakukan dengan cara memilih edisi Surat Kabar yang memuat pemberitaan seputar peristiwa konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Adapun subjek penelitian yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

  Edisi bulan januari yang terdiri dari , tanggal 8 Januari yang berjudul “Chaves ”Usir“ Dubes Israel “, 10 Januari 2009 “Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza”, 13 Januari 2009 HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’, 15 Januari 2009 “ Korban Tewas 1.000 Orang’,18 Januari 2009 “ Hamas Tolak Menyerah, 21 Januari 2009 “Israel Inggin Kendalikan Rekonstruksi”, 23 Januari 2009 “Israel Tahan Uang Palestina”, 27 Januari 2009 , “Hamas Ajukan Proposal Tandingan”,

  28 Januari 2009 “Perbatasan Gaza- Israel Kembali Memanas”,dan 29 Januari 2009 yaitu “Gaza Selatan Kembali Digempur”.

  Adapun peneliti mengambil dan memilih berita-berita tersebut untuk dianalisis adalah karena pada edisi-edisi tersebutlah berita mengenai konflik Israel dan Hamas sedang hanggat-hangatnya diberitakan. Sehingga disini, dapat memudahkan peneliti dalam menganalisanya.

  Tabel 3: Tabulasi Berita dalam Surat Kabar Harian Umum Republika

  Korban Tewas 1.000 Orang

  Hamas Ajukan Proposal Tandingan

  8. Republika Edisi 27 Januari 2009

  Agresi Israel

  Israel Tahan Uang Palestina

  6. Republika Edisi 23 Januari 2009

  Agresi Israel

  Israel Ingin Kendalikan Rekonstruksi

  5. Republika Edisi 21 Januari 2009

  Berita Utama

  4. Republika Edisi 15 Januari 2009

  NO Surat Kabar Judul Rubrik

  Agresi Israel

  HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’

  3. Republika Edisi 13 Januari 2009

  Agresi Israel

  Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza

  2. Republika Edisi 10 Januari 2009

  Agresi Israel

  Chaves ”Usir“ Dubes Israel

  1. Republika Edisi 08 Januari 2009

  Internasional

  9. Republika Edisi 28 Perbatasan Gaza- Israel Berita Utama Kembali Memanas

  Januari 2009

  10. Republika Edisi 29 Gaza Selatan Kembali Berita Utama Digempur

  Januari 2009

III.3. METODE PENGUMPULAN DATA

  Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah:

  1. Studi dokumenter, dimana data-data unit analisis dikumpulkan dengan cara pengumpulan data dari bahan-bahan tertulis pada surat kabar harian Republika yang memuat pemberitaan konflik Israel dan Hamas, yang khususnya pada edisi bulan januari yang terdiri dari , tanggal 8 Januari yang berjudul “Chaves ”Usir“ Dubes Israel “10 Januari 2009 “Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza”, 13 Januari 2009 HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’, 15 Januari 2009 “ Korban Tewas 1.000 Orang’, 18 Januari 2009 “ Hamas Tolak Menyerah, 21 Januari 2009 Israel inggin kendalikan rekonstruksi, 23 Januari 2009 Israel Tahan Uang Palestina, 27 Januari 2009 , Hamas Ajukan Proposal Tandingan,

  28 Januari 2009 Perbatasan Gaza- Israel Kembali Memanas, 29Januari 2009 Gaza Selatan Kembali Digempur.

  2. Studi kepustaka, dengan cara studi terhadap literature serta berbagai sumber bacaan yang relevan yan dapat mendukung penelitian. Studi kepustaka ini

III.4. METODE ANALISIS DATA

  Analisis data menunjukkan kegiatan mengorganisasikan data kedalam susunan-susunan tertentu, di tabulasi sesuai dengan jenis pengolahan stastistika yang digunakan untuk diambil kesimpulan. Disini peneliti memusatkan pada penelitian kualitatif dengan perangkat metode analisis framing yang dikemukakan oleh Robert Entman. Dalam konsepsi Robert Entman ini, pada dasarnya, framing merujuk pada pemberian defenisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan kerangka berfikir tertentu terhadap peristiwa yang diwacanakan. Lalu ini melahirkan empat konsep framing, yaitu : elemen pendefenisian masalah (define problem/problem identification), elemen yang memperkirakan masalah (diagnose cause), elemen membuat keputusan moral (udgemoral judgement) dan elemen penekanan penyelesaian (treatment

  

recommendation) (Eriyanto, 2002:188). Maka dengan ke-4 elemen inilah peneliti

akan membedah dan menganalisis data dari surat kabar Republika ini.

  Dalam penelitian ini, unit-unit analisis (berita per berita) dari subjek penelitian tergantung pada kemampuan berfikir dan mengaanalisis kalimat- kalimat yang dirumuskan oleh redaksi media yang diteliti yaitu Surat Kabar Republika. Ukuran dari penelitian ini adalah pemahaman dalam menerima dan menolak fakta yang dituangkan dalam tulisan jurnalistik setelah mempelajari secara cermat. Data kualitatif tidak memiliki pembanding untuk menentukan kebenaran dari hasil penelitian karena kebenaran yang dibuktikan bersifat relatif, tergantung kepada siapa yang meneliti.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.I . POLA PEMBERITAAN KONFLIK ISRAEL dan HAMAS pada SURAT KABAR REPUBLIKA Pola pemberitaan yang dilakukan Surat Kabar Republika dalam memuat suatu

  berita cukup teratur. Hal ini terbukti, dalam pemberitaannya, Republika menghadirkan beberapa rubrik sesuai dengan tema beritanya masing-masing, yang mana pada bulan Januari ini, ada 23 rubrik yang dihadirkan.

  Diantara nya adalah: Pertama “Berita Utama” yaitu menghadirkan berita- berita yang sedang hangat-hangatnya diberitakan, yang mana khususnya pada bulan Januari ini adalah berita mengenai Konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Kedua adalah rubrik “hukum” yaitu berita yang berkaitan dengan hukum.

  Ketiga adalah rubrik “Politik” yaitu segala berita yang berhubungan dengan Politik.

  Rubrik yang keempat yaitu “Opini” yaitu yang terdiri dari Tajuk serta opini- opini dari masyarakat ataupun penulis. Kelima rubrik yang berjudulkan mengenai “Koran Pemilu” yaitu berita seputar pemilu 2009. Keenam rubrik “Nasional” yaitu berita seputar kebijakan-kebijakan yang ada di kawasan Indonesia. Ketujuh rubrik “Nusantara” yaitu hampir sama dengan Rubrik Nasional tadi, yaitu segala permasalahan yang terjadi di seputar kawasan nusantara Indonesia.

  Kedelapan rubrik yang bernama “Urbana” yaitu berita-berita seputar urbanisasi dan persaingan dunia, contohnya persaingan dalam bidang teknologi serta dampaknya, dan lain sebagainya. Kesembilan yaitu rubrik “Agresi Israel” yaitu berita seputar perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, yang mana pemberitaan ini sedang hangat-hangatnya diberitakan diseluruh dunia sehingga Republika meletakan Rubrik khusus pada bulan Januari ini yaitu Rubrik yang diberi nama dengan Agresi Israel.

  Selanjutnya yaitu, rubrik yang kesepuluh “Internasional”, yaitu berhubungan dengan berita seputar kejadian yang terjadi di Internasional yaitu diluar Indonesia. Kesebelas yaitu rubrik “Ekonomi dan Bisnis” yaitu semua berita yang menyangkut Bisnis dan Ekonomi yang ada di Indonesia. Kedua belas rubrik kabar Kota, yaitu berita seputar kejadian yang terjadi di Ibu kota. Ketiga belas rubrik yang diberi judul “Bursa”, yaitu yang terdiri dari informasi mengenai Bursa efek Jakarta, Kurs saham gabungan, Kurs mata uang dan lain sebagainya.

  Adapun yang Keempat belas yaitu rubrik “Pareta” yaitu berita yang berkaitan dengan keuangan disuatu Negara baik itu Negara Indonesia maupun Negara luar. Rubrik yang kelima belas yaitu “Investasi dan Global” yaitu rubrik yang berisikan berita seputar Investasi dan berita global.

  Kenam belas yaitu rubrik “Syariah” yaitu berita seputar masalah keuangan dan lembaga keuangan dalam Islam contohnya Bank syariah dan lain sebagainya.

  Rubrik selanjutnya yaitu rubrik yang berhubungan dengan semua berita seputar olah raga sepak bola yang diberi nama dengan Rubrik “Sepak Bola” dan yang kedelapan belas rubrik “Arena” yaitu hampir sama dengan Rubrik sepak bola yang memberitakan seputar olahraga, hanya saja pada rubrik ini, berita olahraga nya lebih luas lagi. Tidak hanya sepak bola tapi juga olah raga lainnya, dan rubrik ini juga menampilkan pertandingan-.pertandingan yang berkaitan dengan olah raga.

  Rubrik yang kesembilan belas yaitu rubrik “Iptek dan Kesehatan” yaitu rubrik yang berisikan pengetahuan dan informasi seputar ilmu, treknologi, serta kesehatan. Selanjutnya yang keduapuluh rubrik “Class_ad” yaitu rubrik yang memuat pemasangan iklan-iklan dan teknis pemasangan iklan pada surat kabar Republika. Kemudian Rubrik yang keduapuluh satu, yaitu “Properti” yaitu berisikan segala informasi tentang properti atau bangunan, baik itu bangunan rumah, gedung perkantoran, perkantoran, dan lain sebagainya.

  Selanjutnya Rubrik yang keduapuluh dua yaitu “TV Guide” adalah informasi tentang hiburan di Televisi, baik itu film, ataupun sinetron yang sedang tayang di layar kaca, serta informasi tayangan acara-acara yang akan hadir dilayar kaca pada hari itu.

  Rubrik terakhir adalah rubrik yang keduapuluh tiga “Warna” yaitu informasi seputar film-film terbaru yang ditayangkan di layar lebar (bioskop) dan juga berita mengenai seputar aktifitas artis baik itu artis Ibu Kota, maupun artis Manca Negara.

  Penelitian mengenai konflik Israel dan Hamas pada Surat Kabar Republika dilakukan selama bulan januari 2009, karena selama bulan ini pemberitaan konflik Israel dan Hamas sedang hangat-hangatnya diberitakan oleh berbagai media. Hal ini terlihat dengan munculnya rubrik khusus yang membahas mengenai peristiwa tersebut yaitu” Agresi Israel”.

  Republika meletakan seluruh berita mengenai konflik Israel dan Hamas tersebut pada rubrik Berita Utama, rubrik Agresi Israel, Nasional dan internasional. Tata letak berita ini juga menggambarkan bahwa Republika memang menganggap peristiwa yang terjadi di jalur Gaza sangat Urgen sehingga pantas untuk diberitakan secara intens dan mendalam (depth news) pada rubrik tersendiri.

  Intensitas berita yang terdapat pada Republika mengenai konflik Israel dan Hamas ini adalah, pada bulan Januari ini Republika selalu dan tak pernah henti memberitakan masalah koinflik ini setiap harinya.

  Kemundian model pemberitaannya juga beragam, ini dapat dilihat dari judul beritanya yang bermacam-macam. Kemudian Narasumber yang sering dipakai oleh Republika adalah, Reuters, Aljazeera, dan lain sebagainya.

  Adapun keseluruhan berita-berita seputar konflik Israel dan Hamas pada Surat Kabar Republika selama bulan Januari dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

  Table 4: Tabulasi berita Republika Selama Bulan Januari NO EDISI JUDUL Rubrik 1.

  1 Januari 2009

  • AS Minta Hamas Lebih Dulu Hentikan Serangan Roket
  • Suriah-Turki Peringatkan Reaksi Berbahaya atas Agresi Israel
  • OKI akan Lakukan Pertemuan Darurat di Jeddah
  • Pejuang Gaza Tembaki Israel Internasional Internasional Nasional Internasional 2.

  2 Januari 2009 Kader PKS Solo Gelar Aksi Solidaritas Palestina

  Nasional 3.

  3 Januari 2009 Israel, Gaza, dan Konvensi Jenewa Internasional 4.

  4 Januari 2009 Israel Brutal, Sengaja Bom Masjid Internasional

  5.

  5 Januari 2009

  • Hidayat: Arab Sepakat Bersatu Bantu Palestina
  • Israel Benamkan Proses Perdamaian
  • RI Siap Menjadi Bagian Tim Pemantau di Gaza
  • Jordan Minta DK PBB Keluarkan Resolusi Internasional Internasional Nasional Internasional 6.
  • FPG: Indonesia Harus Lebih Keras ke Israel
  • Sarung Tangan Berlumur Darah
  • TNI Siapkan Peninjau Militer untuk Konflik Gaza
  • MUI Mengutuk Agresi Israel Nasional Berita Utama Nasional Nasional 8.

  6 Januari 2009 Paripurna DPD Mengutuk Agresi Israel Nasional 7.

  7 Januari 2009

  8 Januari 2009 Chaves ”Usir“ Dubes Israel Agresi Israel 9.

  9 Januari 2009

  • Parlemen Asia akan Usut Kejahatan Israel
  • Katyusha Hantam Israel
  • PBB: Tak Ada Militan di Sekolah Al Fakhoura Berita Utama Berita Utama Agresi Israel 10.

  10 Januari 2009 Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza Agresi Israel 11. 11 Januari 2009

  • Boikot Efektif Hentikan Israel
  • Masalah Palestina Berakhir Bila Perang Diakhiri
  • Israel Gempur 60 Target di Gaza Internasional Internasional Internasional 12. 12 Januari 2009
  • TNI Siapkan Peninjau Militer untuk Konflik Gaza
  • Israel Tuduh Hamas Sembunyi di Balik Misi Asing
  • Kota-kota Besar Adakan Demo Baru Menentang Agresi Israel Nasional Internasional Internasional 13.

  13 Januari 2009 HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’ Agresi Israel 14. 14 Januari 2009

  • Muhammadiyah Jajaki Kerjasama dengan Muslim Inggeris
  • PKS Ajak Partai Lain Nasional Nasional
  • Dubes Palestina: Kami Bisa Hidup Damai dengan Israel Internasional 15. 15 Januari 2009

  • Kelompok HAM Israel Kecam Agresi Negaranya di Gaza
  • Korban Tewas 1.000 Orang
  • Kisah Sedih dari Jabaliya Agresi Israel Berita Utama Berita Utama 16. 16 Januari 2009
  • Gaza Merebut Simpati Dunia
  • Gaza City Sulit Ditembus
  • Bolivia Putus dari Israel Berita Utama Berita Utama Agresi Israel 17. 17 Januari 2009
  • Hamas Ancam Perang Jika Israel Umumkan Gencatan Senjata Sepihak
  • Masalah Palestina Beres Bila Pendudukan Israel Diakhiri
  • Tank Israel Bom Sekolah PBB,

  6 Tewas

  Internasional Internasional Internasional Agresi Israel Agresi Israel 18.

  • PBB: Israel Gunakan WP
  • Rice Tegur Serangan Israel pada Fasilitas PBB

  18 Januari 2009 Hamas Tolak Menyerah Berita Utama 19. 19 Januari 2009

  • Gas Alam di Balik Agresi
  • Pemuda Palestina Menjadi Korban Pertama Israel Setelah Gencatan Senjata Berita Utama Internasional 20. 20 Januari 2009 KBRI Kairo Siapkan Evakuasi TKI di

  Gaza Internasional 21.

  21 Januari 2009 Israel Ingin Kendalikan Rekonstruksi Agresi Israel 22. 22 Januari 2009

  • Israel Mundur dari Gaza
  • PBB Desak Israel Buka Perbatasan Berita Utama Agresi Israel 23. 23 Januari 2009 Israel Tahan Uang Palestina Agresi Israel 24. 24 Januari 2009
  • Petinggi Hamas Tegaskan Kegagalan Israel
  • DK PBB:Gencatan Senjata Berita Utama Internasional
  • Tim Penjemput TKI di Gerbang Palestina Internasional 25. 25 Januari 2009

  Kelompok HAM Israel Minta Pengusutan Serbuan Gaza

  Internasional 26.

  26 Januari 2009 Koalisi 350 Organisasi Ajukan Israel ke

  ICC Internasional 27.

  27 Januari 2009 Hamas Ajukan Proposal Tandingan Internasional 28.

  28 Januari 2009 Perbatasan Gaza Kembali Memanas Berita Utama 29.

  29 Januari 2009 Gaza Selatan Kembali Digempur Berita Utama 30.

  30 Januari

  14 TKW Masih Terjebak di Gaza Nasional 31. 31 Januari Israel Layak Diseret ke Mahkamah

  Internasional Internasional

  Komposisi berita mengenai konflik Israel dan Hamas pada Surat Kabar Republika adalah:

  Tabel 5: Tema dan frekuensi daftar berita konflik Israel dan Hamas pada Republika selama Bulan Januari 2009. NO TEMA Fx %

  1. Solidaritas dari Indonesia terhadap Warga Gaza

  12 20%

  2. TKI yang berada di Gaza 3 5%

  3. Simpati Dunia terhadap Gaza 5 8%

  4. Israel Gunakan Willy Pate “WP” dan Gas Alam

  3 5%

  5. Korban yang berjatuhan 3 5%

  6. Pengambilan sikap terhadap Israel 3 5%

  7. Kebrutalan penyerangan tentara Israel 8 13%

  8. Penyelesaian atas masalah Palestina dan Gaza

  10 16%

  9 Tindakan Hamas terhadap Israel 6 10%

  10. Pembelaan terhadap Hamas 8 13%

11. Jumlah / Total 60 100%

  IV.I .I. Analisa Frame Pemberitaan Surat Kabar Republika

  Akhir Desember 2008 yang lalu, Israel melakukan penyerangan ke Jalur Gaza. Perangpun terjadi antara Israel dan Hamas yang bermarkas di Gaza. Bukan saja adu Bombardir, namun keduanya juga saling adu argument sebagai aksi pembenaran atas serangan masing-masing dengan mengeluarkan klaim-klaim pembenaran atas apa yang mereka lakukan.

  Kemudian keduanya juga berjuang mempertahankan wilayah masing- masing, baik di media perang maupun media massa.

  Agresi Israel ke jalur Gaza ini tepatnya terjadi pada 27 Desember 2008 lalu, yang mana telah menjadi berita utama pada berbagai media di belahan dunia, termasuk Indonesia. Pendapat dari banyak kalangan bergulir di media massa, baik pihak yang pro juga kontra atas penyerangan Israel ke Jalur Gaza. Setiap media berusaha menghadirkan berita yang dikemas semenarik mungkin, begitu juga halnya dengan Republika yang merupakan salah satu Pers Umum di Indonesia.

  Republika menguraikan masalah Timur tengah kedalam rubrik khusus” Agresi Israel”, yang akan memuat fakta-fakta yang terjadi seputar peperangan antara Israel dan Hamas ke dalam teks berita.

  Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan analisis, maka disini peneliti hanya mengambil sepuluh berita saja yang hendak diteliti yaitu Edisi bulan januari yang terdiri dari , tanggal 8 Januari yang berjudul “Chaves ”Usir“ Dubes Israel “, 10 Januari 2009 “Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza”, 13 Januari 2009 HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’, 15 Januari 2009 HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’, 21 Januari 2009 “Israel inggin kendalikan rekonstruksi”,

  23 Januari 2009 “Israel Tahan Uang Palestina”, 27 Januari 2009 , “Hamas Ajukan Proposal Tandingan”, 28 Januari 2009 “Perbatasan Gaza- Israel Kembali Memanas”,dan 29 Januari 2009 yaitu “Gaza Selatan Kembali Digempur”.

  Adapun berita-berita mengenai seputar konflik Israel dan Hamas yang hendak dianalisis dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

  Table 6: Tabulasi berita Republika yang Dianalisis No Edisi Judul Suber Rubrik

  1. Republika Edisi 8 Chaves ”Usir“ Dubes Israel Reuters Agresi Israel Januari 2009

  2. Republika Edisi 10 Hidayat: Tragedi Kemanusian Ann Agresi Israel

  Januari 2009 di Gaza

  8. Republika Edisi 27 Januari 2009

  Berita Utama

  Aljazeer, Run

  Gaza Selatan Kembali Digempur

  10. Republika Edisi 29 Januari 2009

  Berita Utama

  Reuters, Ian, Has

  Perbatasan Gaza- Israel Kembali Memanas

  9. Republika Edisi 28 Januari 2009

  Internasional

  Reuters, Ian

  Hamas Ajukan Proposal Tandingan

  Israel Tahan Uang Palestina Reuters Agresi Israel

  3. Republika Edisi 13 Januari 2009

  7. Republika Edisi 23 Januari 2009

  Agresi Israel

  Reuters, Fer

  Israel Ingin Kendalikan Rekonstruksi

  6. Republika Edisi 21 Januari 2009

  Hamas Tolak Menyerah Reuters Agresi Israel

  5. Republika Edisi 18 Januari 2009

  Korban Tewas 1.000 orang Haaretz Berita Utama

  4. Republika Edisi 15 Januari 2009

  Reuters Agresi Israel

  HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’

IV.I.2. Uraian Frame Republika Edisi 8 Januari 2009

IV.I.3. Frame harian Republika edisi 8 Januari 2009: “Timbulnya dukungan penggalangan moral dan sosial dari Negara –negara lain seperti Venezuela.

  Pendefenisisn masalah yang terdapat dalam berita yang berjudul “ Chaves ”Usir“ Dubes Israel” ini adalah Republika berusaha mengungkapkan fakta yang terjadi yaitu Presiden Venezuela “Hugo Chaves” memerintahkan pengusiran Duta Besar Israel “Shlomo Cohen” dari negaranya. Sementara itu penyebab dari masalah itu, atau yang disebut dengan “Diagnose Cause” pada masalah ini adalah, karena kebrutalan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga palestina yang tidak berdosa, maka timbullah suatu empati dari berbagai kalangan masyarakat yang khususnya disini adalah masyarakat Venezuela.

  Adapun yang menjadi argumentasi serta penilaian dari permasalahan yang terdapat di harian Republika ini adalah, Presiden Venezuela “Hugo Chaves” menyebutkan tentara Isrel pengecut menyerang warga Palestina yang tidak bersalah dan mereka mengklaim tengah membela negaranya.

  Penyelesaian masalah atau yang disebut dengan Treatment Recommendation dari masalah ini adalah, untuk menghentikan aksi serangan Israel ke Palestina, Venezuela telah bergabung bersama sejumlah Negara lain, mereka menuntut dewan keamanan PBB menerapkan langkah darurat diperlukan untuk menghentikan invansi Israel itu. Maka kesimpulan dari Frame yang terdapat pada surat kabar harian Republika yang menyangkut masalah ini adalah, munculnya dukungan moral dari berbagai pihak termasuk Negara Venezuela terhadap warga Palestina di Gaza.

  Edisi 8 Januari 2009

  Edisi 8 Januari, yang berjudul “Chaves ”Usir“ Dubes Israel” ini tampil dengan gambar seorang Wanita palestina yang sedang menangis sambil membawa barang-barangnya yang masih tersisa diantara puing-puing yang luluh lantak akibat perang.

  Berikut pemaparannya dalam tabel sebagai berikut:

  Tabel 7: Uraian frame Republika edisi 8 Januari 2009 JUDUL

  ISI BERITA SUMBER BERITA Chaves ”Usir“ Dubes Pemerintah Venezuela Reuters Israel memutuskan pemulangan ubes

  Israel

  Tabel 8: Narasuber Republika edisi 8 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Hugo Chaves “Tentara Israel pengecut Chaves ”Usir“ Dubes (Presiden Venezuela) menyerang banyak orang tidak Israel bersalah dan mereka mengklaim tengah membela negaranya”

  Tarek El Aissami “Revolusi kami adalah Revolusi Chaves ”Usir“ Dubes (Mentri dalam negeri dan untuk Palestina yang bebas Israel kehakiman Venezuela) merdeka” Mark Regev “bahkan di Negara Muslim dan Chaves ”Usir“ Dubes (Jubir Perdana Mentri Arab pun masih ada pemahaman Israel

  Israel) atas apa yang harus dilakukan Israel disini (Gaza)”

  IV.I.4. Pembahasan Frame dari masing-masing berita seputar agresi militer Israel ke Jalur

  Gaza telah diuraikan pada tabel- tabel sebelumnya. Langkah berikutnya dalam penelitian ini yaitu menentukan pola framing yang bagaimana yang digunakan oleh Republika dalam mengkonstruksikan peristiwa konflik Israel dan Hamas.

  IV.I.5. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 8 Januari 2009 Define Problem – Republika dalam judul ” Chaves ”Usir“ Dubes Israel”

  menunjukkan fakta-fakta yang terjadi dengan mengidentifikasi masalah sebagai berikut: “Presiden Venezuela Hugo Chaves, memerintahkan pengusiran Duta Besar Israel, Shlomo Cohen, pengusiran itu merupakan protes Venezuela atas aksi Negara Yahudi itu menyerang Jalur Gaza dan menyebabkan banyak warga sipil meninggal dunia”

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab masalah

  dalam wacana ini adalah pihak Israel yang melakukan serangan besar-besaran terhadap warga palestina sehingga menimbulkan empati seluruh warga di dunia yang khususnya disini juga warga Venezuela. Hal ini terlihat dari frame berita yang dikonstruksikan dan terwujut dalam teks yaitu:

  ”tragedi serangan Israel jelas menyengsarakan warga Palestina, karena itu, warga Venezuela berempati dan berbagi rasa atas kesedihan yang tengah dialami ribuan warga Palestina korban kejahatan Israel” Dan juga dilain paragraf dikuatkan lagi dengan pernyataan Presiden Venezuela “Chaves” yang menyebutkan: “Serangan Israel sebagai aksi pembantaian Genosida terhadap warga Palestina”

  Moral Judgmen – atau yang sering juga disebut dengan moral evalution

  yaitu penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta berupa foto, teks berita dan juga potongan wawancara.

  Dalam hal ini Republika mencoba mengutip pernyataan dari Presiden Venezuela “Hugo Chaves” yang mengatakan:

  “tentara Israel pengecut menyerang warga palestina yang tidak bersalah dan mereka mengklaim tengah membela negaranya”

  Selanjutnya guna memperkuat argumennya pernyataan Republika juga mencoba mengutip pernyataan dari mentri dalam negeri dan kehakiman Venezuela yaitu Tarek El Alssami yang menilai langkah pemerintahnya sebagai revolusi bersejarah, yang hal itu bertujuan untuk mendukung Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, yaitu pernyataannya sebagai berikut:

  “Revolusi kami adalah revolusi untuk Palestina yang bebas merdeka” Kemudia untuk memperkuat lagi pernyataan, dikutiplah perkataan dari

  Presiden Venezuela yang kembali menyebutkan: “Saya mengajak warga Israel untuk berani menentang dan meminta pemerintah mereka menaruh tangan di hati dan lihat (korban) anak-anak Palestina, dan juga mengajak warga dunia untuk menghentikan kegilaan ini”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan

  Republika yaitu dngan memaparkan konteks sebagai berikut: “langkah pengusiran ini merupakan aksi diplomatik pertama yang diambil sebuah negara dalam memprotes kekerasan Israel”

IV.2.I. Uraian Frame Republika Edisi 10 Januari 2009

  

IV.2.2. Frame harian Republika edisi 10 Januari 2009: Munculnya

simpatisan dari Negara-negara Dunia termasuk Indonesia

  Pendefenisisn masalah yang terdapat dalam berita yang berjudul “Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza” adalah FUII selaku Forum Ulama Islam mendesak mesir membuka penuh perbatasan di Rafah untuk warga sipil Palestina, atas agresi yang yang telah dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

  Adapun yang dianggap menjadi penyebab dari masalah ini adalah karena Mesir telah menutup perbatasan terhadap warga sipil di Gaza ketika terjadi perang, dan penilaian (Moral Judgemen) atas penyebab permasalah itu adalah, mesir akan dianggap sebagai bagian yang melakukan pelanggaran hukum Internasional. Kemudian FUII memberikan penghargaan kepada Negara-negara yang melakukan penggalangan moral terhadap warga Palestina di Gaza, seperti Yordania, Turki, dan Venezuela.

  Penyelesaian masalah atau yang disebut dengan Treatment Recommendation dari masalah ini adalah warga Palestina di Gaza tidak membutuhkan bantuan pejuang, namun mereka mengharapkan bantuan kemanusiaan dan moral.

  Edisi 10 Januari 2009

  Edisi 10 januari, dengan judul berita ” Hidayat: Tragedi Kemanusian di Gaza” ini Republika hadir dengan gambar seorang wanita yang sedang histeris, ketika pemakaman sejumlah anak dan saudaranya yang tewas dalam serangan Israel. Adapun kutipan-kutipan isi beritanya adalah:

  Tabel 9: Uraian frame Republika edisi 10 Januari 2009 JUDUL

ISI BERITA SUMBER BERITA

  ” Hidayat: Tragedi Delegasi FUII yang Ann Kemanusian di Gaza beranggotakan 13 orang dari beragam Negara, termasuk, “Hidayat Nurwahid” hingga pekan lalu melakukan pertemuan dengan para pemimpin Arab terkait Agresi Israel ke Palestina.

  Tabel 10: Narasuber Republika edisi 10 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Hidayat Nurwahid “Kami sampaikan agar Hidayat: Tragedi Ketua MPR RI dan segera dilakukan pressure Kemanusian di Gaza Anggota Delegasi FUII efektif kepada mesir agar

  Presiden Mesir Hosni Mobarak, segera mengambil keputusan untuk secara lebih luas, lugas dan bebas membuka penyebrangan Rafah. Ketua MPR RI dan “terlalu banyak yang Hidayat: Tragedi Anggota Delegasi FUII seharusnya bisa dilakukan Kemanusian di Gaza

  Hosni Mobarak tapi belum dilakukan secara efektif dan mengakibatkan tragedi” kemanusian di Gaza”

IV.2.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 10 Januari 2009

  Define ProblemRepublika dalam judul “Hidayat: Tragedi

  Kemanusian di Gaza” identifikasi masalah yang dipilih dalam berita ini adalah sebagai berikut: “Forum Ulama Islam (FUII) mendesak mesir membuka penuh perbatasan di Rafah untuk warga sipil Palestina. Dalam paragraf selanjutnya Republika juga mencoba menyampaikan pesan guna menguatkan pernyataan atas teks diatas.

  “Pembukaan harus dilakukan agar bantuan internasional bisa masuk ke Gaza dan agar warga sipil bisa diselamatkan serta mereka yang terluka bisa mendapat perawatan medis memadai.

  Diagnose Cause – Adapun yang diperkirakan menjadi penyebab masalah

  dalam wacana ini adalah negara Mesir yang yang menutup perbatasan Rafah. Hal ini terlihat dari frame berita yang dikonstruksikan dan terwujut dalam pernyataan Hidayat yang tertuang dalam teks sebagai berikut:

  “Mesir akan dianggap sebagai bagian yang melakukan pelanggaran hukum Internasional karena menutup perbatasan terhadap warga sipil ketika terjadi perang di suatu negara”

  Moral Judgemen – atau yang sering juga disebut dengan moral evalution

  yaitu penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta, yang dimuat oleh Republika seperti teks berita dan juga potongan wawancara.

  Dalam hal ini Republika mencoba mengambil kutipan dari pernyataan hidayat Nurwahid selaku anggota FUII, yang memberikan penghargaan kepada beberapa Negara yang sudah memutuskan hubungan dengan Israel, dalam pernyataannya sebagai berikut:

  “kami hargai sikap seperti Yordania yang secara terbuka menyampaikan menghentikan hubungan dengan Israel, juga kepada Turki yang tegas menyatakan menghentikan hubungan dengan Israel, lalu kepada Mauritania yang sudah menarik Duta besarnya dari dari Israel. Juga kepada Presiden Venezuela, Hugo Chaves yang secara berani mengusir Duta besar Israel di Venezuela”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dengan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “yang mereka harapkan adalah bantuan kemanusiaan, medis, opini publik, dan mobilisasi massa untuk memberikan bukti ditingkat internasional bahwa Palestina tidak sendirian berjuang menghadapi agresi Israel”

  IV.3.I. Uraian Frame Republika 13 Januari 2009

  

IV.3.2. Frame harian Republika edisi 13 Januari 2009: Kekejaman Israel

lewat ‘Willy Pate’.

  Adapun yang menjadi definisi masalah atas berita Republika yang berjudul “HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’ ” adalah dalam melakukan operasi militer pemboman ke Jalur Gaza Israel menggunakan ‘Willy Pate’ yaitu bom yang terbuat dari Fosfor putih. Lalu yang menjadi pennyebab masalah disini adalah, ‘Willy Pate’ tersebut merupakan bom yang sangat berbahaya dan mudah terbakar yang dapat menghanguskan manusia dengan seketika serta bangunan lainnya yang ada disekitarnya.

  Kemudian yang menjadi moral judgemen atau penilaian atas penyebab masalah diatas adalah, meski secara hukum internasional tak memiliki kendala, namun HRW yakin bahwa penggunaan ‘Willy Pate’ di wilayah yang padat populasinya tetap melanggar persyaratan yang ditetapkan hukum internasional yaitu” melakukan segala pencemaran yang memungkinkan untuk menghindari cedera korban sipil dan kematian”.

  Penyelesaiaan masalah atau yang disebut dengan Treatment Recommendation dari berita yang dihadirkan republika ini adalah, HRW akan melarang penggunaan ‘Willy Pate’ dalam perang karena itu dapat membahayakan.

  Edisi 13 Januari 2009

  Edisi kali ini, Republika dengan judul berita HRW: Israel Gunakan ‘Willy Pate’ yaitu hadir dengan gambar sebuah Bom yang sedang melayang di udara, serta gambar dua orang anak Palestina yang tengah berada di puing-puing yang telah luluh lantak akibat perang.

  Berikut ini adalah pemaparannya dalam tabel:

  Tabel 11: Uraian frame Republika edisi 13 Januari 2009 JUDUL

ISI BERITA SUMBER BERITA

  Reuters HRW: Israel Gunakan Menurut Human Rights

  Watct (HRW), ‘Willy ‘Willy Pate’

  Pate’ yang digunakan tentara Israel untuk menyerang Gaza, dapat membakar kulit’

  Tabel 12: Narasuber Republika edisi 13 Januari 2009

   NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Marc Garlasco “WP bisa membakar HRW: Israel Gunakan

  (Pengamat militer senior rumah bisa menyebabkan ‘Willy Pate’ di HRW) pembakaran dan

  

kebakaran hebat ketika

  menyentuh kulit” Mayor Avital Leibovich “tidak ada penggunaan

  HRW: Israel Gunakan (Jubir Militer Israel) (Bom) yang mengandung

  ‘Willy Pate’ fosfor putih” Yousef abu Rish “Mereka terbakar

  HRW: Israel Gunakan (Tim Medis di Khan tubuhnya dengan cara

  ‘Willy Pate’ Younis) seperti yang disebabkanWP”

IV.3.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 13 Januari 2009

   Define Problem – Republika dalam judul ” HRW: Israel Gunakan ‘Willy

  Pate’”, pada edisi kali ini identifikasi masalah yang dipilih Republika adalah: “Human Rights Watch meyakini Israel menggunakan bom white phosphorous( bom fosfor putih) yang dikenal dengan julukan Willy Pate (WP) dalam agresainya di Jalur Gaza”

  Pernyataan tersebut ditegaskan lagi dengan kuat, yang terwujud dalam teks yaitu sebagai berikut: “Pengamatan HRW dilakukan berdasarkan ledakan di udara berulang-ulang kali dari artileri yang diluncurkan. Dalam pernyataanya, HRW menuliskan,

  WP yang digunakan sebagai “tabir”untuk menyembunyikan operasi militer.

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab masalah adalah:

  “Pada prinsipnya, dalam hukum internasional bidang kemanusiaan, WP memang diizinkan digunakan. Namun WP memiliki efek yang signifikan, incidental, dan mudah terbakar yang dapat menghanguskan manusia dan membuat bangunan, lading, serta objek sipil lain disekitarnya ikut terbakar”

  Moral Judgmen – Atau yang sering juga disebut dengan moral evalution,

  atau penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta yang dimuat oleh Republika seperti foto, dan juga teks berita yaitu yang tertera dalam teks , yaitu di sini Republika mengambil pernyataan dari tim medis di Khan Younis , salah satunya pernyataan dari dr.

  Yousef Abu Rish, sebagai berikut: “serangan WP itu menewaskan seorang wanita dan mengakibatkan sekurang-kurangnya 60 orang menderita akibat menghisap gas tersebut dan terbakar”

  Namun dilain paragraf, Republika juga berusaha bersikap netral dalam mengungkapkan fakta berita. Disini republika juga memuat tundingan yang dilontarkan oleh Juru bicara militer israel terhadap HRW, dalam tundingan sebagai berikut:

  “tidak ada penggunaan bom yang mengandung fosfor putih” Dengan menguak fakta ini, Republika seolah hendak menampilkan fakta dilapangan dari dua sisi (Israel-HRW) kepada pembaca. Sehingga pembaca diberi kebebasan untuk memaknai fakta tersebut dengan Frame masing-masing.

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dngan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Menurut petinggi dari Organization for the

  Prohibition of Chemical Weapons, penggunaan WP

  memang diizinkan hanya sebatas untuk menciptakan “tabir asap”. Namun jika racun atau dampaknya khusus diniatkan sebagai senjata, maka WP akan tergolong senjata pelengkap. Karenanya, WP akan dilarang untuk hal semacam itu”

  IV.4.I. Uraian Frame Republika Edisi 15 Januari 2009

  

IV.4.2. Frame harian Republika edisi 15 Januari 2009: Kebrutalan Israel

yang telah menewaskan banyak korban yang tak berdosa.

  Pendefinisian masalah atau yang disebut dengan define problem dari masalah yang berjudul ” Korban Tewas 1.000 orang” adalah, jumlah korban akibat perang Israel dan Hamas kian hari kian bertambah sampai hari ke-19 yang mencapai 1.000 orang. Adapun yang menjadi penyebab masalahnya disini adalah, PBB lah yang bertanggung jawab atas masalah diatas karena telah membiarkan Israel mendirikan suatu Negara dan membiarkan Israel mengusir Warga Palestina dari wilayahnya sendiri.

  Kemudian penilain atas penyebab permasalahan diatas adalah, warga Palestina telah diperlakukan tidak manusiawi beberapa decade terakhir ini, dan ditambah lagi dengan Agresi Israel yang membuatnya menjadi lebih buruk.

  Sedangkan penyelesaian masalah dari berita diatas tersebut adalah, Sekjen PBB memerintahkan agar dilakukannya gencatan senjata atas agresi yang dilakukan oleh Israel.

  Edisi 15 Januari 2009

  Pada edisi ini Republika hadir dalam cover yang memperlihatkan gambar beberapa warga Palestina yang sedang mengamati rumah-rumah mereka yang hancur akibat serangan tentara Israel di Gaza City, yaitu dengan judul berita” Korban Tewas 1.000 orang”. Demikianlah uraiannya dalam tabel:

  Tabel 13: Uraian frame Republika edisi 15 Januari 2009 JUDUL

  ISI BERITA SUMBER BERITA Haaretz, Aljazeera, Run

  Korban Tewas 1.000 Israel terus menyerang orang Gaza sehingga jumlah warga Palestina yang tewas terus meningkat hingga mencapai 1.000 orang.

  Tabel 14: Narasuber Republika edisi 15 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Miguel d’Escoto “jumlah korban di Gaza Korban Tewas 1.000 Brockmann terus meningkat dari hari orang (Presiden Majelis Umum ke hari, ini tidak bisa PBB) dibiarkan” Ehud olmert “Pikirkan urusanmu Korban Tewas 1.000 (Perdana Mentri Israel) sendiri” orang Miguel d’Escoto “tak bisa dipercaya, Korban Tewas 1.000

  Brockmann (Presiden Majelis Umum PBB) sebuah Negara yang berutang eksitensi pada resolusi Majelis Umum PBB, bisa begitu menghina resolusi PBB” orang

IV.4.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 15 Januari 2009

  Define Problem – Republika dalam judul ” Korban Tewas 1.000 orang”

  mencoba mengungkapkan fakta yang terjadi dilapangan yaitu terwujut dalam teksnya pada paragrap pertama yaitu: “korban agresi militer Israel di Jalur Gaza terus berjatuhan sampai rabu (14/1), yang merupakan hari ke- 19 agresi, jumlah warga palestina yang tewas mencapai 1.000 orang”

  Selanjutnya, disini Republika juga memperkuat Fakta ini dengan mengutip pernyataan dari Presiden Majelis Umum PBB yaitu “ Miguel d’Escoto Brockmann”, dalam pernyataannya sebagai berikut:

  “Jumlah korban di Gaza terus meningkat sari hari ke hari. Ini tak bisa terus dibiarkan, ini genosida”

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab masalah

  dalam berita yang dimuat Republika ini adalah: “warga palestina telah diperlakukan tidak manusiawi beberapa dekade terakhir ini oleh Israel, dan agresi Israel akan membuatnya menjadi lebih buruk”

  Namun dilain paragraf Republika juga membuat kutipan perkataan dari D’ Escoto yang tertuang dalam teks sebagai berikut:

  “PBB bertanggung jawab terhadap konflik yang berlangsung lama dari timur tengah, karena membiarkan terbentuknya Negara Israel dengan mengusir penduduk Palestina”

  Moral Judgement – atau yang sering disebut dengan penilaian atas

  penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta yang terjadi dilapangan seperti konteks, foto, dan kutipan wawancara.

  Dalam hal ini Republika mengambil konteks sebagai berikut: “Sementara itu, jet-jet tempur Israel terus membombardir sejumlah lokasi, termasuk lokasi pemakaman Sheikh Radwan di Gaza City. Akibatnya, lusinan makam terbongkar, warga Gazapun menjadi khawatir keluar masuk, termasuk untuk membenahi kuburan atau menguburkan orang-orang yang meninggal”

  Namun dilain pihak Republika juga berusaha bersikap netral dalam memberitakan peristiwa tersebut, dan ini tertuang dalam teks berita sebagai berikut:

  “tiga roket katyusha kembali ditembakan dari arah Lebanon selatan, kamarin pagi, jatuh diluar kota Kiryat Shamona, Israel. Tak ada korban, luka atau kerusakan”

  

Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan

Republika atas pertikaian antara Israel dan Hamas adalah:

  “Kemarin sekjen PBB, Ban Ki- Moon ke Timur Tengah untuk menekan agar dilakukannya gencatan senjata segera. Negara yang pertama dikunjungi Ban Ki- Moon adalah Mesir, kemudian Yordania, Tepi Barat, Palestina, Turki, Lebanon, Suriah dan Kuwait”

  IV.5.I. Uraian Frame Republika Edisi 18 Januari 2009

  

IV.5.2. Frame harian Republika edisi 18 Januari 2009: Hamas tetap

bertahan walaupun banyak korban yang telah berjatuahan.

  Pendefenian masalah dari berita yang berjudul “Hamas Tolak Menyerah” adalah, walaupun terus dibombardir namun Palesina tidak akan pernah mau menyerah, dan penyebab atau diagnoses cause dari permasalahan tersebut adalah, karena diketahui Israel rencananya akan melakukan gencatan senjata sepihak, namun ditengah-tengah rencana itu, justru Israel malah menyerang Palestina sehingga menewaskan enam orang Warga Palestina yang tengah berada di sekolah milik PBB di utara Jalur Gaza.

  Adapun Moral Judgemen atau penilain atas penyebaab masalah diatas adalah, Hamas tidak akan pernah berhenti berjuang untuk melawan Israel bila poin kesepakatan gencatan senjata yang mereka ajukan tidak dipenuhi. Kemudian treatment recommendation atau yang disebut dengan penyelesaiaan masalah atas permasalahan diatas adalah, para menteri luar negeri Arab mengesahkan proposal yang mendesak penghentian Agresi Israel dan juga meminta pencabutan blockade di wilayah Palestina tersebut.

  Edisi 18 Januari 2009

  Kali ini Republika hadir dalam headline “Hamas Tolak Menyerah” yang bergambarkan seorang warga Palestina yang menggendong tubuh seorang bocah, Malik Abu Etah yang tewas akibat bom Israel di Beit Lahiya di utara Jalur Gaza.Demikianlah pemaparannya dalam tabel:

  Tabel 15: Uraian frame Republika edisi 18 Januari 2009 JUDUL

  ISI BERITA SUMBER BERITA Reuter

  Hamas Tolak Menyerah Hamas menegaskan tidak akan berhenti berjuang melawan Israel bila poin gencatan senjata yang mereka ajukan tidak dipenuhi.

  Tabel 16: Narasuber Republika edisi 18 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Sami Abu Zuhri “Kami tidak akan tunduk Hamas Tolak Menyerah (Jubir Senior Hamas) pada kekuatan penjajah” Osama Hamdan “Hamas memiliki Visi Hamas Tolak Menyerah (Anggota Hamas) yang jelas yaitu, menghentikan agresi,

  Israel”.

IV.5.2. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 18 Januari 2009

  Define Problem – Republika dalam judul “Hamas Tolak Menyerah”

  kembali memaparkan sekelumit permasalahan yang terjadi antara Israel dan Hamas.

  Ternyata Hamas tidak akan pernah mau tunduk dan menyerah begitu saja terhadap Israel.

  “kami tidak akan tunduk pada kekuatan penjajah. Kami juga tidak akan mengibarkan bendera putih. Kendati peralatan kami terbatas, kami akan terus berjuang”

  Dan dilain paragraf Republika juga mencoba menampilkan teks yang menyatakan Visi dari Hamas yaitu: “Hamas memiliki Visi yang jelas, yaitu menghentikan agresi dan penarikan mundur tentara Israel”

  Diagnoses Causes – Adapun yang diperkirakan menjadi penyebab

  permasalahan masih sama dengan terbitan pada edisi sebelumnya. Bahwa Israel yang menjadi penyebab masalah dalam perang ini. Namun kali ini Israel diperkirakan akan melakukan gencatan senjata sepihak. Ini tertuang dalam konteks sebagai berikut:

  “Israel sendiri diperkirakan akan melakukan gencatan senjata sepihak” Lalu dilain paragraf Republika juga menampilkan konteks yang mana

  Israel kembali melakukan pelanggaran yaitu ini tertuang dalam konteks yang disajikan Republika yaitu:

  “Nyatanya di tengah-tengah rencana itu, tank-tank Israel justru memuntahkan tembakan mortar dan menewaskan enam warga Palestina di satu sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di utara Jalur Gaza”

  Moral Judgement – Atau penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini

  dilakukan dengan mengindetifikasi fakta-fakta yang dimuat oleh Republika seperti Teks, Foto, dan juga kutipan wawancara yang mengarah pada satu pihak.

  Dalam edisi kali ini, Republika menghadirkan fakta-fakta yang hadir dilapangan atas pernyataan yang diungkapkan oleh petugas medis sebagai berikut: “Para petugas medis mengatakan , seorang wanita dan seorang anak tewas ketika mortir pertama menghantam sekolah yang dikelola Badan Pekerja dan Bantuan PBB, yang menjadi tempat bagi rakyat untuk berlindung dari pertempuran”

  Dan dalam paragraf selanjutnya Republika dalam menguak fakta juga dikuatkan oleh pernyataan lain yang datang dari saksi mata setempat yang menyatakan.

  “serangan mortir lainnya diarahkan di dekat orang- orang sipil yang berusaha melariakan diri pertempuran. Akibat insiden ini empat orang lainnya tewas”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dengan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Di Kwait City, para menteri luar negeri Arab mengesahkan proposal yang mendesak penghentian Agresi Israel di Gaza.

  IV.6.I. Uraian Frame Republika Edisi 21 Januari 2009

  

IV.6.2. Frame harian Republika edisi 21 Januari 2009: Israel ingin kuasai

Palestina seutuhnya.

  Pendefenisian atas permasalah tersebut diatas yang berjudul “Israel Ingin Kendalikan Rekonstruksi” adalah, Israel tidak ingin Hamas mendapatkan Hadiah dan mendapatkan keuntungan sehingga rekontruksi di Gazapun diambil alih oleh Israel. Adapun penyebab dari permasalah ini adalah, Israel memegang kendali besar untuk mengarahkan upaya pemulihan Gaza.

  Kemudian penilaian atas penyebab masalah tersebut adalah, PPB mengatakan dibutuhkan dana miliaran dolar AS untuk melakukan rekonstruksi di Gaza, dan penyelesaian masalah atau yang disebut dengan treatment recommendation atas masalah diatas adalah, sumbangan untuk rekonstruksi Gaza saat ini sedang digalang seta Arab Saudi telah menjanjanjikan akan memberikan bantuannya.

  Edisi 21 Januari 2009 Pada edisi ini, Republika dengan judul berita “Israel Ingin Kendalikan

  Rekonstruksi” yaitu hadir dengan gambar Bangunan puing-puing Masjid di Gaza City yang telah luluh lantak akibat perang dan beberapa orang warga Gaza, yang masih menunaikan shalat disana dengan balutan luka. Berikut pemaparan dalam tabel:

  Tabel 17: Uraian frame Republika edisi 21 Januari 2009 JUDUL

ISI BERITA SUMBER BERITA

  Reuters, Fer Israel Ingin Kendalikan Penyakit akan segera

  Rekonstruksi merebak di Gaza selama perang berlangsung

  Tabel 18: Narasuber Republika edisi 21 Januari 2009 PERNYATAAN JUDUL NARASUMBER

  Peter Lerner “Kami tak ingin melihat Israel Ingin Kendalikan (Pejabat militer Israel) Hamas mendapatkan Rekonstruksi hadiah, ada batasan- batasan yang kami lakukan dan prioritasnya alah makan”

  John Holmes “Tak begitu jelas siapa Israel Ingin Kendalikan (Kepala Badan yang sebenarnya menang Rekonstruksi Kemanusiaan PBB) dalam konflik ini, jika konsep itu memang memiliki sebuah arti di Gaza. Namun saya pikir, siapa yang jelas-jelas mersakan kerugian akibat konflik ini adalah warga sipil yang ada di Gaza”

  Margaret Chan “Sekarang kami sangat Israel Ingin Kendalikan ( Direktur Jendral WHO) sedih melihat kondisi Rekonstruksi ideal bagi merebaknya penyakit di Gaza”

IV.6.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 21 Januari 2009

  

Define ProblemRepublika dalam judul ” “Israel Ingin Kendalikan

  Rekonstruksi”, pada edisi kali ini identifikasi masalah yang dipilih Republika adalah: “Israel menyatakan ingin mengendalikan proses rekonstruksi di jalur Gaza”

  Pernyataan tersebut ditegaskan dan diperkuat dalam konteks yang terwujud sebagai berikut: “meski telah mendeklarasiakn gencatan senjata sepihak ahad lalu, Israel tetap memegang kendali penuh di perlintasan Gaza. Padahal lewat perbatasan inilah jalan masuknya barang-barang yang dipakai untuk rekonstruksi Gaza”

  Diagnose Cause – penyebab permasalah yang dimuat Republika adalah

  sebuah fakta atas apa yang dilakukan Israel : “Kepada lembaga bantuan tersebut, Israel mengatakan akan mempertimbangkan penambahan daftar barang yang diizinkan memasuki Gaza”

  Moral Judgmen – atau yang sering juga disebut dengan moral evalution,

  atau penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta yang dimuat oleh Republika seperti foto, dan juga teks berita yaitu yang tertera dalam teks , yaitu di sini Republika mengambil konteks sebagai berikut:

  “Kepala Badan Kemanusiaaan PBB, John Holmes, mengungkapkan bahwa wilayah Gaza hampir seluruhnya hancur. Kotoran dari pembuangan rumah tangga kini terserak dijalan-jalan akibat pipa pembuangan hancur” Pada paragraf lain, Republika juga berusaha memperkuat fakta serta juga menampilkan teks sebagai berikut: “Jadi untuk melakukan rekonstruksi fasilitas PBB saja, membutuhkan dana yang begitu banyak, selain itu banyak Rumah sakit dan fasilitas medis hancur,paling tidak ada 21 fasilitas medis hancur”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dngan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Sumbangan keuangan untuk Rekonstruksi Gaza kini sedang di Galang. Arab Saudi telah menjanjikan satu miliar dolar AS”

  IV.7.I. Uraian Frame Republika Edisi 23 Januari 2009

  

IV.7.2. Frame harian Republika edisi 23 Januari 2009: Israel bertindak

semena-mena terhadap Palestina dengan menahan uang Palestina.

  Adapun yang menjadi Define Problem atau yang disebut dengan pendefenisian masalah dari berita republika yang berjudul ”Israel Tahan Uang Palestina” ini adalah, Israel menghalangi pengiriman uang tunai pemerintah Palestina ke Jalur Gaza, dan telah menahan uang mereka. Lalu yang dianggap sebagai penyebab dari masalah tersebut adalah, Israel beralasan sirkulasi uang di Gaza cukup banyak dan dikhawatirkan pengiriman uang itu justru masuk ke kantong Hamas.

  Kemudian penilaian atas penyebab permasalahan diatas adalah, utusan khusus Timur Tengah, Tony Blair, IMF dan Bank Dunia membantah pembatasan itu akan membuat perekonomian Gaza mati dan mengabaikan perekonomian di Palestina, serta Penyelesaian masalah atau yang sering disebut dengan treatment recommendation dari masalah tersebut adalah, Uni Eropa mendesak Israel agar memberikan jalan bagi masuknya bentuan kemanusiaan ke Gaza.

  Edisi 23 Januari 2009

  Edisi 12 januari, dengan judul berita ”Israel Tahan Uang Palestina” kali ini Republika hadir dengan gambar beberapa warga Palestina yang sedang menunaikan shalat berjamaah di jalan Jabaliya, Gaza Utara, setelah mesjid mereka digempur oleh serangan pasukan Israel.

  Adapun kutipan-kutipan isi berita seputar agresi militer Israel ke Jalur Gaza adalah sebagai berikut:

  Tabel 19: Uraian frame Republika edisi 23 Januari 2009

  JUDUL

  ISI BERITA SUMBER BERITA Israel Tahan Uang Warga palestina tidak Reuters Palestina dapat melakukan rekonstruksi karena setiap proyek rekonstruksi haruslah atas persetujuan Isreael.

  Tabel 20: Narasumber Republika edisi 23 Januari 2009

  NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL Amr Moussa “Kita tak bisa lagi hanya Israel Tahan Uang (Sekjen Liga Arab) diam atas situasi di Gaza. Palestina

  Warga Gaza kini tinggal di jalan setelah Israel menghancurkan rumah, sekolah, dan harta milik mereka ”

  Khaled Meshaal “Saya katakan kepada Israel Tahan Uang (Pemimpin Politik negara-negara Eropa, Palestina Hamas) sudah cukup tiga tahun upaya mereka menghapus

  Hamas” Jevier Solana “Saya harap besok akan Israel Tahan Uang (Kepala kebijakan Politik menjadi kenyataan bahwa Palestina luar negeri Uni Eropa) bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza”

  Carl Bildt “Tak ada solusi krisis Israel Tahan Uang (Mentri luar negeri Gaza tanpa membuka Palestina Swedia) perbatasan”

IV.7.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 23 Januari 2009

  Define ProblemRepublika dalam judul “Israel Tahan Uang Palestina”

  menghadirkan fakta yang berupa suatu peristiwa yang terjadi di lapangan yaitu sebagai berikut: “Israel menghalangi pengiriman uang tunai pemerintahan Palestina ke Jalur Gaza untuk membayar gaji pegawainya. Kebijakan ini, dinilai akan menjadi hambatan pula dalam upaya rekonstruksi Gaza” Namun pada paragraf lain, Israel juga memberikan alasan, yang mana terdapat dalam berita pada Republika sebagai berikut:

  “Israel beralasan, sirkulasi uang di Gaza cukup banyak dan dikhawatirkan pengiriman uang itu justru masuk ke kantong Hamas”

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab masalah

  dalam wacana ini adalah . Hal ini terlihat dari frame berita yang dikonstruksikan dan terwujud dalam teks sebagai berikut: “Disisi lain, Israel telah menyampaikan keinginannya kepada PBB dan lembaga internasional lainnya, agar rencana rekonstruksi yaitu setiap proyek pembangunan harus mendapatkan persetujuan Israel. Israel juga meminta mereka menjamin bahwa rekonstruksi itu tak menguntungkan Hamas”

  Lalu dalam paragraf selanjutnya juga terdapat konteks permasalahan yang datang dari negara-negara Arab sendiri yaitu yang diungkapkan oleh Amr Moussa (Sekjen Liga Arab) :

  “Selain itu Moussa juga mengakuai bahwa negara- negara Arab masih terpecah soal Gaza, tentu Negara- negara Arab masih kesulitan dan ketegangan”

  Moral Judgmen – atau yang sering juga disebut dengan moral evalution

  yaitu penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta berupa foto, teks berita dan juga potongan wawancara.

  Maka disini Republika mencoba menghadirkan fakta-fakta tersebut, seperti dalam kutipan pernyataan yang dikatakan oleh Khaled Meshaal (Pemimpin Politik Hamas).

  “Meshaal menyatakan saatnya telah tiba bagi Negara- negara Eropa menjalin Hubungan dengan Hamas, yang mendapat legitimasi melalui perjuangan yang sah, yaitu melalui pemilu yang dimenangkan Hamas”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dengan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Uni Eropa juga mendesak Israel agar memberikan jalan bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza” Dan dalam paragraf selanjutnya Republika juga memuat konteks atas pernyataan dari Menteri luar negeri Republik Cheska, Karel Schwazenberg yang menyebutkan :

  “Uni Eropa telah mendapat izin untuk misi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza”

  IV.8.I. Uraian Frame Republika edisi 27 2009

  IV.8.2. Frame harian Republika edisi 27 2009: Hamas naik banding terhadap sikap Israel.

  

Pendefenisian masalah atas berita yang berjudul “Hamas Ajukan Proposal

Tandingan” adalah, Hamas mengajukan proposal tandingan atas usulan gencatan senjata

yang ditawarkan oleh Israel Adapun penyebab masalah atau diagnose cause dari masalah tersebut yaitu, Mesir

khawatir dengan terjadinya perubahan yang cenderung tidak akomodatif jika terjadi

kekuasaan Israel. penilaian atas penyebab masalah yang terjadi dalam berita tersebut adalah, Pengamat politik menilai langkah Hamas tersebut harus mendapat perhatian khusus, dan penyelesaiaan masalahnya adalah, Hamas akan bertanggung jawab dan akan memberikan santunan terhadap para korban akibat perang.

  Edisi 27 Januari 2009

  Edisi 27 Januari, yang berjudul “Hamas Ajukan Proposal Tandingan” ini tampil dengan gambar Ruang kelas di Sekolah khusus wanita, Balqis di Jalur Gaza yang tampak berlubang akibat Gempuran Israel dan juga tampak disana seorang wanita yang sedang mengamati bangunan yang hancur oleh serangan tentara Israel. Berikut pemaparannya dalam tabel:

  Tabel 21: Uraian frame Republika edisi 27 Januari 2009 JUDUL

ISI BERITA SUMBER BERITA

  Hamas Ajukan Hamas mempunyai Versi sendiri Reuters Proposal Tandingan atas periode damai di Gaza

  Tabel 22: Narasuber Republika edisi 27 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Ayman Taha “Hamas mencermati Proposal Hamas Ajukan Israel yang disampaikan petinggi

  (Juru bicara Hamas) Proposal Tandingan Departemen pertahanan Israel, Amos Gilad, yang menawarkan kesepakatan gencatan senjata selama satu setengah tahun”

  Ahmed Al- Kurd “Kami pemerintahan yang Hamas Ajukan (Menteri sosial Hamas) bertanggung jawab di Gaza dan Proposal Tandingan kami mempunyai dana seperti halnya pemerintahan lainnya di dunia”

IV.8.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 27 Januari 2009

  Define ProblemRepublika dalam judul ” Hamas Ajukan Proposal

  Tandingan” menunjukkan fakta-fakta seputar konflik yang terjadi dengan mengidentifikasi masalah sebagai berikut: “Hamas mengajukan proposal tandingan atas usulan gencatan senjata yang ditawarkan Israel. Hamas mengatakan mereka lebih setuju periode gencatan senjata selama setahun, dibukanya perbatasan, dan diakhirinya blockade Israel di Jalur Gaza”

  Namun dalam paragraf lain dalam teksnya Republika juga mengungkapkan bahwa Israel sebelumnya juga telah menawarkan periode damai selama 10 tahun, dan ini terwujud dalam konteks sebagai berikut:

  “sebelumnya Israel telah menawarkan periode damai selama 10 tahun dan dibebaskan seribu tahanan Palestina”

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab

  masalah dalam wacana ini adalah Mesir yang menjadi perantara kedua negara ini merasa khawatir . Hal ini terlihat dari frame berita yang dikonstruksikan dan terwujud dalam teks yaitu:

  ”Mesir khawatir dengan terjadinya perubahan yang cenderung tidak akomodatif jika terjadi kekuasaan Israel”

  Moral Judgmen – Atau yang sering juga disebut dengan moral evalution

  yaitu penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta berupa foto, teks berita dan juga potongan wawancara.

  Dalam hal ini Republika mencoba memaparkannya dalam konteks sebagai berikut:

  “Pengamat politik menilai langkah Hamas tersebut harus mendapat perhatian khusus. Terlebih sebelumnya Hamas mengatakan akan memberi kompensasi bagi semua keluarga yang kehilangan kerabat dan kediaman mereka selama operasi militer Israel”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dengan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Hamas akan memberikan santunan sebesar 1.300 dolar AS bagi keluarga dan kerabat mereka yang gugur dan 650 dolar AS bagi mereka yang cedera”

  IV.9.I. Uraian Frame Republika Edisi 28 Januari 2009

  

IV.9.2. Frame harian Republika edisi 28 Januari 2009: Tentara Israel

kembali menyerang Palestina.

  Define problem atau pendefenisian masalah atas masalah yang berjudul “Perbatasan Gaza Kembali Memanas” adalah, jalur Gaza yang sepekan terakhir tenang kembali memanas karena bom yang meledak di sekitar daerah tersebut tepatnya didaerah Kisuffim dan menewaskan seorang serdadu Israel, dan belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

  Adapun yang menjadi penyebab dari permasalahan ini adalah, seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Israel melakukan gencatan sepihak namun Ia pun sudah beberapa kali melanggarnya. Kemudian penilaian atas penyebab masalah yang terjadi diatas adalah, Israel-lah yang pantas disalahkan dari terus berlanjutnya kekerasan di Gaza, dan penyelesaian masalahnya yaitu, Mesir saat ini mengupayakan perundingan pengaturan perdamaian dalam jangka panjang agar terciptanya ketenangan dinegara tersebut.

  Edisi 28 Januari 2009

  Dalam edisi 28 Januari, yang berjudul “Perbatasan Gaza Kembali Memanas” hadir dengan gambar seorang bocah palestina yang sedang bergelantungan dibelakang kereta kuda yang membawa tabung gas tanpa isi di Jabaliya, jalur Gaza.dapun kutipan- kutipan isi berita seputar berita konflik ini adalah sebagai berikut :

  Tabel 23: Uraian frame Republika edisi 28 Januari 2009 JUDUL

ISI BERITA SUMBER BERITA

  Perbatasan Gaza – Israel Israel mengumukan Aljazeera, Run gencatan senjata, tapi Kembali Memanas gencatan senjata itu sudah beberapa kali dilanggar, sehingga Perbatasan Gaza- Israelpun kembali memanas.

  Tabel 24: Narasumber Republika edisi 28 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Ehud Barak “ini kejadian yang tak bisa Perbatasan Gaza - (Menteri pertahanan Israel) diterima dan kami akan Israel Kembali meresponnya” Memanas Mushir Al-Masri “Zionis bertanggung jawab Perbatasan Gaza -

  ( Pemimpin Hamas) atas terjadinya agresi” Israel Kembali Memanas

IV.9.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 28 Januari 2009

  Define Problem – Identifikasi yang dipaparkan Republika dalam judul

  “Perbatasan Gaza-Israel Kembali Memanas” ini adalah mengenai serangan yang kembali dilakukan oleh tentara Israel ke jalur Gaza karena talah terjadi ledakan diperbatasan Kissufim yang menewaskan seorang serdadu Israel.

  Adapun fakta-fakta seputar konflik ini dipaparkan secara jelas dalam konteks berita di Republika dengan mengidentifikasi masalah sebagai berikut: “Jalur Gaza yang sepekan terakhir tenang kembali dibuat panas oleh ledakan bom pada Selasa(27/1). Bom yang meledak dekat pintu perbatasan Kissufim tersebut, menewaskan seorang serdadu Israel yang sedang berpatroli dan melukai tiga lainnya.”

  Namun dalam paragraf lain dalam teksnya Republika juga mengungkapkan bahwa Israel membenarkan tentaranya yang tewas dan terluka itu. Yang mana ini tertuang dalam pernyataan yang diugkapkan oleh Ehude Barak (Menteri pertahanan Israel) sebagai berikut:

  “Pihak Israel membenarkan tentaranya yang tewas dan terluka itu. “Ini kejadian yang tak bisa diterima dan kami akan meresponnya” , kata Menteri pertahanan Israel, Ehud Barak.”

  Diagnose Cause – Penyebab permasalah dalam wacana ini adalah Israel

  yang selalu melanggar Gencatan senjata. Hal ini terlihat dari frame berita yang dikonstruksikan dan terwujut dalam teks yaitu: ”Seperti diberitakan sebelumnya, Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Sabtu (17/1). Hamas menyusul mengumumkan gencatan senjata pada Ahad

  (18/1). Tapi gencatan senjata itu sudah beberapa kali dilanggar. Selain membunuh seorang petani, kapal perang Israel juga menembaki rumah-rumah ditepi pantai Gaza.”

  Moral Judgmen – Atau yang sering juga disebut dengan moral evalution yaitu penilaian atas penyebab masalah. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi fakta-fakta berupa foto, teks berita dan juga potongan wawancara.

  Dalam hal ini Republika mencoba memaparkannya dalam konteks yaitu diambil dari kutipan pernyataan dari Pemimpin Hamas sebagai berikut: “Mushir Al-Masri, mengatakan Israel-lah yang pantas disalahkan dari terus berlanjutnya kekerasan di Gaza. Al-Masri sendiri menyatakan Hamas tidak setuju pada gencatan senjata secara penuh, tapi hanya sebagai masa tenang, Zionis bertanggung jawab atas terjadinya Agresi.”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan Republika yaitu dengan memaparkan konteks sebagai berikut:

  “Dalam perundingan, Israel ingin menghentikan serangan roket Hamas dan meminta jaminan Hamas akan mencegah penyeludupan senjata melalui terowongan Mesir-Gaza. Hamas pun telah meminta Israel dan mesir membuka kembali pintu-pintu perlintasan Gaza, baik yang berbatasan dengan mesir maupun yang berbatasn dengan Israel.”

IV.10.I. Uraian Frame Republika Edisi 29 Januari 2009

IV.I0.2. Frame harian Republika edisi 29 Januari 2009: Israel kembali meradang terhadap Palestina.

  Pendefenisian masalah dari berita yang berjudul “Gaza Selatan Kembali Digempur” adalah, pasukan udara Israel kembali melakukan aksinya setelah menghentikan serangan sejak gencatan sepihak berlaku. Adapun penyebab dari permasalahan atau yang disebut dengan diagnose causes atas masalah diatas adalah, Israel menyalahkan Hamas dalam karena telah menguasai jalur Gaza, dan Israel juga menyebutkan bahwasanya serangan kembali itu adalah serangan balas dendam atas tewas nya serdadu Israel baru-baru ini. selanjutnya moral judgemen atau yang disebut juga dengan penilaian atas penyebab masalah dari berita diatas adalah, dikutip dari perkataan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel “Ehud Olmert”yaitu yang mengatakan apa yang telah dilakukan pasukan Israel saat ini bukanlah respon tapi aksi pendahuluan.

  Kemudian penilaian atas masalah tersebut adalah, mengingat kedaan sudah kritis, maka gencatan senjata mesti diperluas.

  Edisi 29 Januari 2009

  Edisi di akhir Januari ini Republika hadir dalam cover yang memperlihatkan gambar seorang gadis warga Palestina yang sedang melintas di tenda-tenda yang dijadikan tempat pengungsian di timur Jabaliya, Jalur Gaza, yaitu dengan judul berita”Gaza Selatan Kembali Digempur”.

  Adapun kutipan uraian-uraian dari isi berita seputar konflik perang ini adalah sebagai berikut:

  Tabel 25: Uraian frame Republika edisi 29 Januari 2009 JUDUL

  ISI BERITA SUMBER BERITA Gaza Selatan Kembali Israel menyisir daerah- Reuters, Has Digempur daerah perbatasan dengan Gaza, dalam penyisiran seorang pejuang Hamas terluka.

  Tabel 26: Narasumber Republika edisi 29 Januari 2009 NARASUMBER PERNYATAAN JUDUL

  Mark Regev “Israel ingin ketenangan Gaza Selatan Kembali (Jubir Pemerintahan (di selatan Israel) Digempur Israel) berlanjut. Tapi untuk merespon provokasi oleh

  Hamas, Israel membela diri. Jika Hamas melanjutkan provokasinya, gencatan senjata dengan dirinya bubar”

  Ehud olmert “Apa yang telah dilakukan Gaza Selatan Kembali (Perdana Mentri Israel) oleh pasukan Israel hari Digempur ini bukanlah respon tapi akasi pendahuluan”

  Goerge Mitchell “Sudah kritis bahwa Gaza Selatan Kembali (Pemerintah AS, utusan gencatan senjata mesti Digempur khusus Presiden Barack diperluas dan Obama) dikonsolidasikan”

IV.10.3. Analisa Framing Surat Kabar Republika Edisi 29 Januari 2009

  Define Problem – Pada edisi ini identifikasi masalah yang dipilih Republika dalam judul ”Gaza Selatan Kembali Digempur”adalah Republika

  mencoba mengungkapkan fakta yang terjadi dilapangan yang terwujud dalam teksnya pada paragraf pertama yaitu: “Pasukan udara Israel kembali beraksi setelah menghentikan serangan sejak gencatan sepihak berlaku mulai ahad (18/1) Rabu(28/1) dini hari, burung-burung besi Israel mengebom sejumlah terowongan diperbatasan Gaza-Mesir.”

  Selanjutnya, disini Republika juga memperkuat Fakta ini dengan konteks berita sebagai berikut: “Raungan mesin pesawat jet yang memekakkan telinga membuat ratusan warga panik meninggalkan rumah mereka”

  Namun pada teks berikutnya disebutkan juga bahwa Israel telah menunding hamas telah menyelundupkan persenjataan .

  “Terowongan itu diklaim Israel untuk menyelundupkan senjata, uang, dan orang dari Mesir” Lalu pada paragraf lain fakta juga di perkuat oleh peryataan dari warga setempat yaitu sebagai berikut:

  “Warga setempat dan pejabat keamanan Hamas melaporkan bahwa Israel melakukan tiga kali serangan udara pada dini hari itu”

  Diagnose Cause – Adapun yang dianggap menjadi penyebab

  permasalahan dalam wacana yang berjudul ” Gaza Selatan Kembali Digempur” adalah:

  “Pejabat senior Israel menyebut pengeboman terowongan itu itu sebagai balasan atas insiden diselatan. Merujuk atas tewasnya seoarang serdadu Israel yang berpatroli didekat pintu perbatasan Kissufim”

  Namun dilain paragraf Republika juga membuat kutipan perkataan dari Mark Regev (Jubir Pemerintahan Israel), yang dalam hal ini menyalahkan Hamas untuk pembelaan diri:

  “Namun juru bicara Pemerintahan Israel, Mark Regev, menyalahkan Hamas dan memintanya bertanggung jawab dengan dalih, Hamas-lah yang menguasai Jalur Gaza”

  Moral Judgement – Penilaian atas penyebab masalah pada Edisi ini

  adalah merupakan Langkah yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi fakta- fakta yang terjadi dilapangan seperti konteks, foto, dan kutipan wawancara. Yang mana dalam hal ini Republika mengambil kutipan dari wawancara dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert sebagai berikut:

  “Olmert mendefenisikan gencatan senjata sepihak telah ‘pecah’.”Kita tidak menyebutkan sebagai gencatan senjata, tapi menahan serangan dalam menghadapi pelanggaran oleh Hamas”

  Treatment Recommendation – Penyelesaian masalah yang ditawarkan

  oleh Republika atas pertikaian antara Israel dan Hamas pada edisi kali ini tidak banyak, hanya saja dalam beritanya kali ini, Republika memuat kutipan pernyataan dari Goerge Mitchell, (Utusan khusus Presiden Barack Obama) yang menyebutkan:

  “Sudah kritis bahwa gencatan senjata mesti diperlu dan dikonsolidasikan”

IV.11.RINGKASAN

  Setelah melakukan analisis terhadap kesepuluh 10 edisi berita pada surat kabar Republika, maka dapat diperoleh hasil ringkasan dari bab IV yaitu, Republika secara mendalam dan intens (depth news) dalam pemberitaannya. Dimana surat kabar Republika memberitakan seputar konflik Isreal dan hamas dengan mewawancarai warga juga tokoh yang berada disana.

  Surat kabar Republika juga mencoba menyajikan berita secara objektif dengan semenarik mungkin. Ini terlihat dari foto dan juga cara Republika memberitakan konflik timur tengah yang khususnya disini Israel dan Hamas secara berimbang (cover both side). Dimana Republika mencoba memuat beberapa fakta dengan referensi yang jelas dan narasumber dari kedua belah pihak. Dengan demikian Republika menghargai pembaca dengan memberi kebebasan untuk mencerna, menganalisis dan memahami apa yang sebenarnya terjadi di medan perang sana. Namun disini Republika juga tidak melewatkan kesempatan untuk menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan mengusulkan penghentian perang bagi kedua belah pihak yang disaat Republika sedang melakukan hal tersebut, subjektifitas dari seorang penulis tidak bisa dihindari, walau tidak jelas terlihat, namun subjektifitas itu ada.

  Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan kaum konstruksionis, bahwa realitas itu bersifat subjektif. Realiatas tercipta lewat konstruksi sudut pandang tertentu dari wartawan. Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada media yang bersifat objektif.

  Adapun uraian berita pada Surat kabar Republika setelah menggunakan perangkat framing adalah sebagai berikut:

  • Pendefenisian masalah (Define Problem) yang dijabarkan Republika adalah seputar fakta-fakta permasalahan yang terjadi antara Israel dan Hamas.
  • Penyebab atas masalah (diagnose cause) yang dipaparkan surat kabar Republika adalah tindakan Israel membombardir palestina.
  • Sedangkan pada elemen pilihan moral (moral judgement) yang dibuat adalah pengarah pada serangkaian serangan yang dilakukan Israel ke jalur Gaza, Palestina baik berupa foto juga hasil wawancara.
  • Penyelesaian masalah (treatment recommendation), yang ditawarkan Surat kabar Republika adalah gencatan senjata atas penyerangan Israel terhadap Hamas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan bab terakhir dari penilaian yang bersikap deskripsi

  dan interprestasi dari hasil penelitian serta kesimpulan-kesimpulan dengan berdasarkan pada analisis Framing ‘Robert Entman’ pada pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika. Selain itu, kesimpulan yang tercantum pada Bab ini juga sebagai jawaban dari tujuan penelitian.

  Selain kesimpulan, dalam Bab ini juga terdapat saran-saran peneliti terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Kiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan kualitas berupa teknik penulisan dan pola pemberitaan surat kabar yang menjadi objek penelitian kali ini.

V.1. KESIMPULAN

  Hasil yang diperoleh dari analisis pemberitaan pada Surat kabar Republika , dari kesepuluh edisi seputar konflik Israel dan Hamas dengan menggunakan 4 tahapan analisis Framing Robert Entman, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Republika sebagai salah satu pers umum yang yang bersekala nasional, berusaha mengkonstruksikan berita secara detail dan menarik, namun tetap menjalankan fungsi medianya sebagai social control dengan mengarahkan kalimat-kalimat beritanya kepada usulan penghentian perang oleh kedua belah pihak yang berseteru yaitu Israel dan Hamas

  2. Memang pada dasarnya Republika ber-ideologikan islam, namun sebagai salah satu pers umum yang bersekala nasional disini Republika mencoba bersifat netral dalam pemberitaannya. Dan meminimalisir adanya ideologi yang bermain dalam mengkonstruksi berita yang diperoleh. Ini terlihat saat penyajian fakta yang dikemas dari 2 (dua) sisi pemberitaan. Selain itu Republika juga memuat kutipan wawancara dari kedua belah pihak, sehingga pemberitaan dapat dikatakan berimbang dan kuat.

  3. Dalam pembingkain beritanya, Republika sangat mengutamakan kecermatan beritanya dengan tidak begitu banyak memuat opini dari redaksi. Republika menggunakan teknik depth news (mendalam) saat memberitakan konflik Israel dan Hamas, sehingga banyak pemberitaan yang mengandung netralitas walau tidak dapat dinafikan, opini dari sipenulis, dan redaksi terkadang tidak dapat dihindari. Maka intinya disini walaupun Republika berideologi Islam, tapi Republika berusaha tampil berimbang dalam pemberitaannya, walaupun secara tak langsung adakalanya terkadang Republika sangat mendukung Hamas dengan memberitakan penderitaan Rakyat Palestina di Gaza, dan menjatuhkan Israel dengan memberitakan kekejamannya. Namun semua itu didasari oleh fakta yang kuat dari lapangan.

V.2. SARAN

  Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa butir pemikiran yang penulis sampaikan sebagai saran kepada surat Kabar Republika. Kiranya dapat dijadikan kedua majalah sebagai Referensi untuk mencapai pemberitaan yang berimbang yaitu sebagai berikut:

  1. Dalam pemberitaannya fakta yang diperoleh, seharusnya surat kabar tersebut tidak memuat opini dari si penulis atau redaksi. Sehingga berita dapat berimbang dan adil sesuai ketentuan kode etik jurnalis.

  2. Pemberitaan yang dilakukan haruslah cermat dengan pengungkapan fakta yang memiliki referensi/narasumber/ pakar yang ahli dibidangnya dengan tujuan sebagai penguat dan menimbulkan kepercayaan pembaca akan fakta yang di informasikan.

  3. Keberadaan media massa seperti Koran dan majalah didalam kehidupan masyarakat adalah sebagai jendela untuk melihat fakta yang terjadi di luar sana/ tempat lain. Untuk alasan inilah media harus berdiri seimbang, dengan tidak berpihak pada satu kaum, kelompok, golongan, dan organisasi.

  Sehingga media massa dapat dijadiakan pegangan masyarakat untuk mengenal dunia dan mengetahui apa yang terjadi.Oleh karena itu pentingnya sebuah media bersikap objektif dalam memandang buah fakta yang ada dilapangan. Tanpa ada tujuan untuk mempengaruhi ruang publik.

  Lampiran DAFTAR PUSTAKA

  Bungin , BURHAN, 2007.penelitian kualitatif, Jakarta: - Kencana.

  Eriyanto, 2002, analisis isi, Yogyakarta, LKIS. - Singarimbun, Masri, 1981, Metode ilmiah, Jakarta, - Erlangga.

  Sudibyo,1993, Peranan pers, UGM, Yogyakarta. - Suardi,2000, Politik Media Masa, Bandung, Karya Jaya. -

  Referensi lain: www.wikepedia.com www.republika.com

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penerapan Hukum Internasional dalam Menyelesaikan Konflik Internasional Israel dan Palestina.
25
142
126
Pemberitaan Konflik Israel dan Hamas (Studi analisis framing tentang pemberitaan konflik Israel dan Hamas pada surat kabar Republika)
0
47
107
Studi Analisis Isi Tentang Pemberitaan Agresi Israel ke Jalur Gaza di Surat Kabar Harian Kompas dan Waspada
1
32
127
KONSTRUKSI PEMBERITAAN KONFLIK PARTAI POLITIK DI MEDIA ONLINE (Analisis framing pemberitaan konflik Munas IX Partai Golkar pada media online mediaindonesia.com, dan vivanews.com edisi 30 November 2014 - 15 Desember 2014)
0
12
15
Konstruksi realitas Islam di media massa : analisis framing; konflik Palestina Israel di harian Kompas dan Republika
0
10
119
Analisis framing agresi militer Israel di jalur Gaza pada harian Kompas dan Republika
1
8
87
Pro kontra undang-undang pornografi di media cetak : analisis framing terhadap pemberitaan media Indonesia dan republika
0
5
101
Konstruksi realitas di media massa ( analisis framing terhadap pemberitaan Baitul Muslimin Indonesia PDI-P di Harian Kompas dan Republika )
1
8
116
Konstruksi realitas pada media cetak: analisis framing pemberitaan insiden Monas di Koran Tempo dan Republika edisi Juni 2008
2
41
116
“Konstruksi pemberitaan Miss World 2013 di media massa” (analisis framing pada Harian Sindo dan Republika)
0
7
0
Analisis framing pemberitaan konflik internal partai persatuan pembangunan dalam menentukan koalisi pada pemilu 2014 oleh harian online republika.com
1
4
132
Analisis framing pemberitaan meninggalnya ustadz Jefri Al-Buchori pada Republika online dan kompas.com
1
25
125
Analisis framing pemberitaan industri busana muslim dalam surat kabar media Indonesia
0
16
0
Kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Palestina pasca Agresi Israel di Jalur Gaza (2008)
1
23
83
Kliping dan indeks surat kabar : Upaya mengoptimalkan layanan surat kabar dalam layanan referensi
0
4
9
Show more