Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)

Gratis

27
125
96
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  dipekatkan dengan Ekstrak kulit buah delima diformulasi dalam bentuk sediaan krim dengan tipe minyak dalam air dengan konsentrasi 2,5,5, 7,5, dan 10%, sebagai blanko digunakan dasar krim yang mengandung asam stearat, setil alkohol, TEA dan sebagai pembanding digunakan krim olay anti- aging dipasaran. dipekatkan dengan Ekstrak kulit buah delima diformulasi dalam bentuk sediaan krim dengan tipe minyak dalam air dengan konsentrasi 2,5,5, 7,5, dan 10%, sebagai blanko digunakan dasar krim yang mengandung asam stearat, setil alkohol, TEA dan sebagai pembanding digunakan krim olay anti- aging dipasaran.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Proses menua pada kulit dapat dibedakan atas dua, yaitu proses menua intrinsik (proses menua sejalan dengan waktu) dan proses menua ekstrinsik(proses menua yang dipengaruhi proses eksternal, seperti pajanan sinar matahari yang berlebihan, polusi, kebiasaan merokok, dan nutrisi yang tidak seimbang). Produk kosmetik memiliki salah satu manfaat untuk melindungi kulit karena bahan yang dikandungnya, sehingga dapat mempengaruhi fungsi biologis Kulit buah delima kaya akan flavonoid, asam fenolat, dan tanin diantaranya gallotannin, ellagitannin, antosianidin, asam ellagic, kuersetin, asamgalat, katekin yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian adalah: 1. Apakah ekstrak kulit buah delima dapat diformulasikan dalam sediaan krim.

2. Apakah sediaan krim yang mengandung ekstrak kulit buah delima dapat digunakan sebagai anti- aging

1.3 Hipotesa Penelitian

  Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka hipotesa dalam penelitian ini adalah: 1. Ekstrak Kulit buah delima dapat diformulasikan dalam sediaan krim.

2. Sediaan krim yang mengandung ekstrak kulit buah delima dapat

memberikan efek anti- aging.

1.4 Tujuan Penelitian

  Memformulasi sediaan krim anti-aging dengan menggunakan ekstrak kulit buah delima. Mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan sediaan krim ekstrak kulit buah delima untuk memberikan efek anti- aging.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberi informasi khasiat kulit buah delima di bidang kosmetik dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkanproduk-produk perawatan kulit.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Delima

  2.1.1 Klasifikasi (Materia Medika Indonesia, 1989) Kingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaSubdivisi : AngiospermaeKelas : DicotyledoneaeBangsa : MyrtalesSuku : PunicaceaeFamili : LythraceaeMarga : PunicaJenis : Punica granatum LBuah delima memiliki rasa yang manis, daging buah berair dengan biji buah yang berwarna merah. 2.1.2 Kandungan kimia ekstrak kulit buah delima Kulit buah delima mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, asam fenolat, yang terdiri dari gallotanin, ellegatanin, punicalagin, punicalin, asamgalat, asam ellagic, katekin, kuercetin, flavonol, flavon, dan antocianidin (Madrigal et al , 2009).

2.1.3 Kegunaan

  Kulit buah delima juga dapat menghambat basil typhoid dan dapat mengendalikan penyebaran infeksi viruspolio, virus herpes simpleks, diabetes dan virus HIV. Selain yang sudah disebutkan tadi, khasiat tanin yang terdapat pada kulit buah delima berkhasiatuntuk peluruh cacing usus, menghambat pertumbuhan bakteri dan mengobati diare (Raquibul dan Sathya, 2009).

2.2 Kosmetika

  Kosmetik merupakan sediaan/paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut untukmembersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untukmengobati atau menyembuhkan penyakit (Tranggono & Latifah, 2007). Akantetapi perkembangan zaman yang semakin maju kosmetika di tuntut mengikuti hal tersebut di mana pemakaian kosmetika sekarang adalah meningkatkan daya tarik,kepercayaan diri dan ketenangan, melindungi kulit dari sinar UV, polusi dan menghindari penuaan dini (Kurniati, 2011).

2.3 Kulit

  Pemahaman tentang anatomi dan fisiologi kulit akan membantu mempermudah perawatan kulit untukmendapatkan kulit yang segar, lembab, halus, lentur dan bersih (Kurniati, 2011). Epidermis, lapisanpermukaan yang tipis, sangat rapat ke dermis, lapisan kulit yang lebih dalam terletak di bawahnya.

2.3.1 Struktur kulit

  Kulit terdiri atas bagian besar dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu epidermis) dermis lapisan kulit ari ( , lapisan kulit jangat ( ), dan lapisan hipodermis ( subkutan ) (Putro, 1997). Pada lapisan ini juga terdapat sel-sel melanosit yangakan menghasilkan pigmen melanin yang bertugas untuk melindungi kulit dari sinar matahari (Putro, 1997) Dermis adalah suatu lapisan yang terdiri dari jaringan ikat yang terletak di bawah epidermis dan berfungsi sebagai penompang struktur dan nutrisi.

2.3.2 Fungsi kulit

  Perlindungan atau proteksi, berfungsi melindungi bagian dalam tubuh dari kontak langsung lingkungan luar, misalnya paparan bahan-bahan kimia,paparan sinar matahari, polusi, bakteri, dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi, serta kerusakan akibat gesekan, tekanan, dantarikan. Ketika suhu udara panas, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak dan memperlebar pembuluh darah sehinggapanas akan terbawa keluar dari tubuh.

2.3.3 Jenis-jenis kulit

  Kulit normal : jenis kulit yang baik yakini tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu kering, cerah, segar, elastis, berpori-pori kecil, dan memilikiwarna rata. Kulit kombinasi : kulit ini merupakan gabungan dari dua kombinasi, yaitu kulit kering dan kulit berminyak.

2.4 Penuaan Dini

2.4.1 Pengertian penuaan dini

  Penuaan adalah suatu proses alami yang merupakan penuaan intrinsik dan photoaging mengarah secara progresif kepada kehilangan integritas struktural dan fungsi fisiologis dari kulit. Paparankronik berulang dari sinar matahari UV kepada kulit manusia menyebabkan yang ditandai dengan perubahan morfologis, histologis, biokimia, biofisika yangdiuraikan sebagai photoaging (Barel, et al., 2009).

2.4.2 Tanda-tanda penuaan dini

  Keriput dan MengendurSeiring bertambahnya usia, jumlah kolagen dan elastin kulit semaking berkurang. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitasnya sehingga tampakkeriput dan mengendur.

2. Muncul Noda Hitam

  Muncul di area yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, lengan, dan tangan. Kulit KasarRusaknya kolagen dan elastin akibat paparan sinar matahari membuat kulit menjadi kering dan kasar.

2.4.3 Faktor penyebab penuaan dini

  Faktor-faktor yang berperan pada proses penuaan kulit yang umumnya berhubungan satu sama lain:a. Lingkungan hidup manusia yang tidak nyaman bagi kulit yaitu suhu, kelembaban, polusi kimia, dan terutama sinar ultraviolet.

2.4.4 Proses terjadinya penuaan dini

  Proses ini termasuk, kulit menjadi kering dan tipis,munculnya kerutan halus, adanya pigmentasi kulit ( age spot ). Sedangkan proses „photo aging‟ adalah proses yang menyangkut berkurangnya kolagen serta serat elastin kulit akibat dari paparan sinar UV yang berlebihan.

2.5 Anti-

  Anti- atau anti penuaan adalah sediaan yang berfungsi mencegah proses kerusakan pada kulit(degeneratif), sehingga mampu mencegah timbulnya tanda-tanda penuaan pada kulit (Muliyawan dan Suriana, 2013). Ketika terpajan radiasi UV, kulit mengalami perubahan yangmengakibatkan inflamasi, penuaan kulit dan berbagai gangguan kulit, seperti kulit menua disertai dengan kerutan, penurunan elastisitas, peningkatan kerapuhan kulitdan penyembuhan luka lebih lambat (Pouillot, et al., 2011).

2.5.1 Antioksidan sebagai bahan aktif pada produk anti-

  Radikal bebas juga disinyalir sebagai penyebab penuaan dini pada kulit, karena aging anti- , yang juga mengandalkan antioksidan untuk melindungi kulit dari pengaruh radikal bebas yang menjadi salah satu faktor penyebab penuaan dini(Muliyawan dan Suriana, 2013). Bahan dasar terdiri dari fase minyak dalam fase air emulgator yang dicampur dengan penambahan bahan pengemulsi ( ) kemudian aging akan membentuk basis krim.

e. Trietanolamin

  TEA jika dicampur dengan asam lemakseperti asam stearat atau asam oleat akan membentuk sabun anionik yang f. NipaginNipagin digunakan secara luas sebagai pengawet antimikroba dalam formulasi kosmetika, produk makanan, dan bidang farmasi.

2.8 Menurut Aramo (2012), pengukuran yang dapat dilakukan menggunakan

  skin analyzer Tabel 2.1 Parameter hasil pengukuran dengan Analisa Parameter Moisture Dehidrasi Normal Hidrasi(kadar air) (%) 30 51 Evenness Halus Normal Kasar (Kehalusan) 32 52 Pore Kecil Beberapa besar Sangat besar(Pori) 20 40 Spot Sedikit Beberapa noda Banyak noda (Noda) 20 40 Wrinkle Tidak berkeriput Berkeriput Banyak keriput (Keriput) 20 53 Skin analyzer merupakan sebuah perangkat yang dirancang untuk Skin analyzer mendiagnosa keadaan pada kulit. dapat mendukung diagnosa dokter skin analyzer dan polarisasi, dilengkapi dengan rangkaian sensor kamera pada menyebabkan alat ini dapat menampilkan hasil lebih cepat dan akurat (Aramo,2012).

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Penelitian ini

  meliputi pembuatan sediaan krim anti- aging menggunakan ekstrak kulit buah delima dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, pemeriksaan terhadapsediaan (uji homogenitas, uji pH, penentuan tipe emulsi, uji stabilitas sediaan, uji iritasi), pengelompokan sukarelawan, dan pembuktian kemampuan sediaan aging sebagai anti- . 3.1 Alat-alatskin analyzer Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: dan moisture checker (Aramo-SG), lumpang porselin, stamfer, cawan porselin, alat- alat gelas, penangas air, pH meter (Hanna Instrument), dan neraca analitik (Dickson), blender.

3.4 Pengumpulan dan Pengolahan Sampel

  Bahan tumbuhan yangdigunakan adalah kulit buah delima yang diambil dari daerah Lampoh Daya, Banda Aceh, Kecamatan Jaya Baru, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam. 3.4.4 Pembuatan ekstrak kulit buah delima Cara pembuatan ekstrak kulit buah delima adalah dengan metode maserasi.

3.5 Formulasi Sediaan Krim

  Formulasi dasar krim sebagai berikut: R/ Asam stearat 12 Setil alkohol 0,5Sorbitol 5 Propilen glikol 3 Trietanolamin 1 Nipagin 0,2Air suling ad 100Parfum 1-3 tetes Konsentrasi ekstrak kulit buah delima yang digunakan dalam pembuatan baging sediaan krim anti- masing-masing adalah 2,5%, 5%, 7,5%, dan, 10% / b . Formulasi dasar krim tanpa ekstrak kulit buah delima dibuat sebagai blanko.

3.5.3 Pembuatan sediaan krim

  Digerus ekstrak kulit buah delima dan propilen glikol, kemudian tambahkan dasar krim gerus sampaihomogen lalu ditambahkan 3 tetes pewangi. Pembuatan dilakukan dengan cara yang sama untuk semua formula dengan konsentrasi ekstrak kulit buah delimayang berbeda.

3.6 Pemeriksaan Terhadap Sediaan

  3.6.3 Penentuan tipe emulsi sediaan Penentuan tipe emulsi sediaan dilakukan dengan penambahan sedikit biru metil ke dalam sediaan, jika larut sewaktu diaduk, maka emulsi tersebut adalahtipe minyak dalam air (m/a), tetapi bila hanya bintik-bintik biru berarti sediaan tersebut tipe emulsi air dalam minyak (a/m) (Ditjen POM, 1985). 3.6.4 Pengamatan stabilitas sediaan Masing-masing sediaan krim dimasukkan ke dalam pot plastik, disimpan pada suhu kamar dan diukur parameter-parameter kestabilan seperti bau, warna,dan pH dievaluasi selama penyimpanan 12 minggu dengan pengamatan setiap 1 minggu (National Health Surveillance Agency, 2005).

3.6.5 Uji iritasi terhadap sukarelawan

  Percobaan ini dilakukan pada 10 orang sukarelawan. Sediaan yang digunakan dengan konsentrasi tertinggi yaitu 10%, sediaan dioleskan di belakangtelinga membentuk lingkaran, lalu dibiarkan selama 24 jam dengan diamati setiap 4 jam sekali apakah terjadi iritasi kulit atau tidak (Ditjen POM, 1985).

3.7 Pengujian Aktivitas Anti-

aging Pengujian aktivitas anti- menggunakan sukarelawan sebanyak 18 orang dan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu:Kelompok I : 3 orang sukarelawan untuk krim A (blanko)Kelompok II : 3 orang sukarelawan untuk krim B (konsentrasi ekstrak kulit buah delima 2,5%)Kelompok III : 3 orang sukarelawan untuk krim C (konsentrasi ekstrak kulit buah delima 5%)Kelompok IV : 3 orang sukarelawan untuk krim D (konsentrasi ekstrak kulit buah delima 7,5%)Kelompok V : 3 orang sukarelawan untuk krim E (konsentrasi ekstrak kulit buah delima 10%)Kelompok VI : 3 orang sukarelawan untuk krim F aging (krim anti- produk pasaran)Semua sukarelawan ditandai lingkaran pada punggung tangan berdiameter 3 cm, diukur kondisi kulit awal meliputi: kadar air ( moisture ), kehalusan evenness pore spot wrinkle ( ), besar pori ( ), banyaknya noda ( ), keriput ( ) dan kedalaman keriput dengan menggunakan skin analyzer sesuai dengan parameter skin analyzer setiap minggu selama 4 minggu dengan menggunakan .

3.8 Analisis Data

  Pertama data dianalisis menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov untuk menentukan homogenitas dan One Way normalitasnya. Jika terdapat Post Hoc Tukey LSD perbadaan, dilanjutkan dengan menggunakan uji untuk melihat perbedaan nyata antara perlakuan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.3 Penentuan Mutu Fisik Sediaan 4.3.1 Pemeriksaan homogenitas Dari uji homogenitas yang dilakukan pada sediaan krim dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% semua sediaan krim tidak terdapat butiran-butiran kasar pada objek gelas, maka sediaan krim dikatakan homogen. 4.3.2 Penentuan tipe emulsi pada sediaan krim Menurut Ditjen POM (1985) penentuan tipe krim sediaan dapat ditentukan dengan pewarnaan biru metilen, bila biru metilen tersebar merata berarti sediaantipe minyak dalam air, tetapi jika warna hanya berupa bintik-bintik biru, berarti tipe sediaan adalah air dalam minyak.

4.3.3 Penentuan pH sediaan

  Hasil penentuan pH sediaan krim ekstrak kulit buah delima dilakukan dengan menggunakan pH meter dapat dilihat pada Tabel 4.2 Nilai pH sediaankrim diperoleh antara 5,0-5,7. Dari hasil pengamatan nilai pH sediaan pada saat selesai dibuat, diperoleh bahwa pada krim A: 5,7; krim B: 5,5; krim C: 5,4; krim D: 5,4; dan krim E:5,2,sedangkan setelah penyimpanan selama 12 minggu terjadi perubahan pH pada setiap sediaan yaitu A: 5,6; krim B: 5,4; krim C: 5,3; krim D: 5,2; dan krim E:5,0sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pH saat selesai dibuat.

4.3.4 Pengamatan stabilitas sediaan

  Hasil percobaan untuk pengamatan stabilitas sediaan krim anti- aging ekstrak kulit buah delima terdapat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Data pengamatan terhadap kestabilan krim blanko, krim ekstrak kulit buah delima 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% pada saat sediaan selesai dibuat dan penyimpanan selama 12 minggu.

4.3.5 Hasil uji iritasi terhadap sukarelawan

  Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa semua sukarelawan memberikan hasil negatif terhadap reaksi iritasi yang diamati yaitu eritema dan edema. Hasil uji iritasi terhadap kulit sukarelawan yang dioleskan pada kulit yang tipis seperti pada belakang telinga dibiarkan selama 24 jam.

4.4 Hasil Pengujian Aktivitas Anti-

  aging skin analyzer Pengujian aktivitas anti- dengan menggunakan Aramo, moisture di mana parameter uji meliputi: pengukuran kadar air ( ), pengukuran kehalusan kulit ( evenness ) dan besar pori ( pore ), pengukuran banyaknya noda spot wrinkle ( ), pengukuran keriput ( ) dan kedalaman keriput. Pengukuran aktivitas aging anti- dimulai dengan mengukur kondisi kulit awal sebelum dilakukan perawatan, hal ini bertujuan untuk bisa melihat seberapa besar pengaruh krimyang digunakan dalam memulihkan kulit yang telah mengalami penuaan tersebut.

4.4.1 Kadar air (Moisture)

  Perawatan 1minggu kondisi kadar air kulit menjadi normal untuk kulit yang dirawat dengan Data statistik parameter kehalusan kulit yang diperoleh dengan uji One Way Anova Turkey parametrik dilanjutkan dengan dan LSD. Setelah 4 minggu data diuji secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan (p≤0,05) pada 1 minggu hingga 4 minggu, semua sediaan krim ekstrak kulit buah delima mampu memberikan efek meningkatkan kadar air pada kulit punggung tangan.

4.4.2 Kehalusan

  Hasil pengukuran kehalusan kulit seperti yang terlihat dalam Gambar 4.2 dan Tabel 4.6 pada perawatan 1 minggu krim blanko dan krim ekstrak kulit buah delima dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan krim anti-aging dipasaran memberikan hasil kehalusan kulit yang normal. 50al mor 40 Krim blankoNran u Krim ekstrakk 302,5%gu Krim ekstrak 5%en 20 PKrim ekstrakus al 7,5%Nilai H 10 Krim ekstrak 10% Produk pasaran 1 2 3 4 Waktu perawatan (minggu)Evennes Gambar 4.2 Grafik hasil pengukuran kehalusan ( ) pada kulit mulai kondisi awal dan setelah perawatan selama 4 mingguData statistik parameter kehalusan kulit yang diperoleh dengan uji One Way Anova Turkey parametrik dilanjutkan dengan dan LSD.

4.4.3 Besar pori

  Analisa besar pori pada kulit pada kulit punggung tangan menggunakan skin analyzer perangkat yang sama dengan pengukuran kehalusan yakni dengan (normal lens) lensa perbesaran 60x sensor biru, pada waktu melakukan analisa kehalusan kulit, secara otomatis analisa besar pori ikut terbaca (Aramo, 2012). Besar pori kulit semua sukarelawan pada kondisi awal yaitu beberapa besar hinggasangat besar, setelah perawatan selama 4 minggu hasil pengukuran besar pori menjadi lebih kecil dibandingkan kondisi awal, krim ekstrak kulit buah delima aging dengan konsentrasi 7,5%, 10% dan krim anti- dipasaran menunjukkan tingkat kepulihan yang lebih baik dibandingkan dengan krim lainnya.

4.4.4 Banyaknya noda

  Hasil pengukuran banyaknya noda dapatdilihat dalam Gambar 4.4 dan Tabel 4.8 menunjukkan kondisi awal banyaknya noda pada kulit punggung tangan sukarelawan, setelah perawatan 1 minngu hasilpengukuran banyaknya noda yang didapat menjadi lebih kecil dibandingkan kondisi awal sebelum perawatan. 60aka d Krim blankoany o 50n BKrim ekstrakran 402,5%uak Krim ekstrakrap 305%gue Krim ekstrakbene 7,5%Bnoda P 20 Krim ekstrak 10%it 10k NilaiProduk pasaran Sedi 1 2 3 4 Waktu perawatan (minggu)Spot Gambar 4.4 Grafik hasil pengukuran banyaknya noda ( ) pada kulit mulai kondisi awal dan setelah perawatan selama 4 mingguSetelah 4 minggu data diperoleh, dilakukan uji secara statistik maka terdapat perbedaan yang signifikan (p≤0,05) pada 1 minggu hingga 2 minggu.

4.4.5 Keriput

  50t up 40ri eranrku Krim blankoek 30 BKrim ekstrak2,5%gu en Krim ekstrak 5% 20 PKrim ekstrak 7,5%iput Krim ekstrak 10%k er 10 Nilaiakid Produk pasaranTber 1 2 3 4 Waktu perawatan (minggu) Gambar 4.5 Grafik hasil pengukuran keriput (Wrinkle) pada kulit mulai kondisi awal dan setelah perawatan selama 4 mingguPengukuran keriput punggung tangan sukarelawan dilakukan dengan perangkat skin analyzer lensa perbesaran 10x dan mode pembacaan normaldengan warna lampu sensor biru. Pada sediaan krim yang mempunyai efek yang paling cepat dalam mengurangi efek keriput yaitu pada sediaan krim ekstrak kulit buah delimadengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%, ketiga krim ini dapat mengurangi keriput pada 3 minggu dibandingkan dengan kondisi awal masih dalam rentangberkeriput.

4.4.6 Kedalaman keriput

  (Wrinkle’s D Pengukuran kedalaman keriput dengan menggunakan perangkat skin analyzer lensa perbesaran 10x dan mode pembacaan normal dengan warna lampu sensor biru. Post Hoc Tukey LSD Pengujian dilakukan untuk melihat kelompok formula mana yang memiliki efek sama atau berbeda dan efek yang terkecilsampai terbesar atara satu dengan yang lainnya.

10 Produk pasaran

1 2 3 4 Waktu perawatan (minggu) Gambar 4.6 Grafik hasil pengukuran kedalaman keriput (Wrinkle‟s Depth) pada kulit mulai kondisi awal dan setelah perawatan selama 4 minggu Tabel 4.10 Hasil pengukuran kedalaman keriput ( 3 21 34 35 35 42 1 E 2144,3±4,04 38,0±7,00 36,3±4,93 34,0±6,08 28,3±8,73 30 33 33 42 26 51 31 34 35 42 2 38 41 42 46 49 1 D 2 43 36 24 2547,0±1,73 41,3±8,02 35,0±6,24 33,0±7,93 25,3±1,52 27 30 42 46 3 27 30 33 33 46 2 42 42 42 49 49 1 F 1740,6±11,0 35,7±7,02 34,0±8,54 24,0±8,89 19,7±2,30 17 25 29 29 3 21 21 2138,3±3,51 36,0±5,29 29,7±10,4 35,3±2,08 26,3±9,23 38 Wrinkle‟s Depth) pada kulit 30 36 1 B 3031,3±2,30 31,3±2,30 31,3±2,30 31,3±2,30 31,3±2,30 30 30 30 30 3 30 30 30 30 33 2 34 34 34 34 34 1 IV A III I II Perawatan (minggu) Kedalaman keriputKondisi awal mulai kondisi awal dan setelah perawatan selama 4 mingguKrim Sukarelawan 34 30 42 35 42 3 37 37 18 32 38 2 21 33 33 34 1 30 C 2948,7±11,6 34,3±0,57 32,3±3,05 29,7±0,57 29,0±1,00 29 29 35 51 3 28 30 35 34 59 2 Keterangan:Krim A : Dasar krim (blanko)Krim B : Krim ekstrak kulit buah delima 2,5%Krim C : Krim ekstrak kulit buah delima 5%Krim D : Krim ekstrak kulit buah delima 7,5%Krim E : Krim ekstrak kulit buah delima 10%Krim F : Krim anti- aging produk pasaran

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Gambar sediaan krimA B C D E Krim sediaan setelah dibuatKeterangan:A : Krim A (blanko)B : Krim B (ekstrak kulit buah delima 2,5%)C : Krim C (ekstrak kulit buah delima 5%)D : Krim D (ekstrak kulit buah delima 7,5%)E : Krim E (ekstrak kulit buah delima 10%) Lampiran 6. Gambar sediaan krim yang dibuat pada awal pembuatan dan gambar krim penyimpanan 12 minggu A B C D E Gambar krim awal pembuatan A B C D E Gambar krim minggu ke 12Keterangan:A : Krim A (blanko)B : Krim B (ekstrak kulit buah delima 2,5%)C : Krim C (ekstrak kulit buah delima 5%)D : Krim D (ekstrak kulit buah delima 7,5%)E : Krim E (ekstrak kulit buah delima 10%) Lampiran 8.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
9
101
121
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica Granatum L.) Terhadap Bakteri Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Secara In Vitro
18
133
67
Efek Ekstrak Kulit Manggis(Garcinia mangostana L.) Sebagai Anti-Aging Dalam Sediaan Krim
5
63
162
Formulasi Krim Yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia sp.) dan Uji Aktivitasnya Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Jerawat
40
259
103
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis secara in vitro
15
165
69
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
143
140
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Buah Rimbang (Solanum torvum Sw.) Sebagai Anti-Aging
14
136
119
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)
27
125
96
Formulasi Krim Anti-Aging dari Konsentrat Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa Duchesne ex Weston)
14
101
99
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim yang Mengandung Minyak Alpukat (Avocado oil)
14
92
106
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Anti-Aging Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia magostana L.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenil-2-Picril Hidrazil).
7
44
93
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
41
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
2
5
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
15
Formulasi Krim Yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia sp.) dan Uji Aktivitasnya Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Jerawat
0
0
24
Show more