Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

Gratis

25
278
36
3 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSETUJUAN

  Nurul Mahmudati, M. Siti Zaenab, M.

SURAT PERNYATAAN

  Lahir : Sampang, 13 Juli 1992NIM : 20101007011126Fakultas/Jurusan : KIP/Pendidikan Biologi Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “KeanekaragamanMakrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan AjarBiologi SMA ” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya. Kes) LEMBAR PENGESAHAN Dipertahankan di Depan Dewan Penguji SkripsiFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dan diterima untuk memenuhiSebagian dari Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan BiologiMengesahkan Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah Malang Malang, 13 Agustus 2014Dekan (Dr.

DAFTAR PUSTAKA

  Analisis Vegetasi Dasar di Bawah Tegakan Jati Emas (Tectona grandis L.) dan Jati Putih (Gmelina arboreaRoxb.) di Kampus Universitas Andalas. Jumlah Jenis dan JumlahIndividu Semut di Tanah Gambut Alami dan Tanah Gambut PerkebunanSawit di Sungai Pagar, Riau.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Setyawan (2009) juga mengungkapkan hal ini terjadi karena para petani yang sudah terbiasa dengan menggunakan pupuk kimia sintetik dan jugalahan pertanian yang masih berdekatan dengan lahan pertanian yang belum beralih pada pertanian organik, selain itu konversi lahan pertanian non organikmenjadi organik membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun (Nuswantara dkk,2012). Bahan ajar hasil penelitian ini tidakhanya berdasarkan teori dan konsep saja tetapi juga berdasarkan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah sehingga bahan ajar yang dihasilkan diharapkan mampumenambah minat belajar dan membantu siswa dalam mempelajari atau mengkaji keanekaragaman makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik danpertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu secara khusus dan lebih spesifik.

1.2 Rumusan Masalah

  Jenis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu? Bagaimanakah implementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik pertanian 8 dan apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA?

1.3 Tujuan Penelitian

  Menganalisis indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel nonorganik Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Menganalisis indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik dan Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

1.4 Manfaat Penelitian

  Manfaat teoritikHasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi ilmiah bagi peneliti selanjutnya atau menjadi dasar acuan bagi penelitian berkenaan denganmakrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organikKecamatan Bumiaji Kota Batu. Bagi Instansi PendidikanHasil penelitian ini dapat memberikan wawasan khususnya kepada tenaga pendidik/guru dan peserta didik tentang keanekaragaman makrofauna tanah yangada di sekitar lingkungan sekitar dan penerapan ilmu biologi pada kehidupan sehari-hari terutama pada materi Keanekaragaman Hayati SMA kelas X.

1.5 Batasan Masalah

  Keanekaragaman jenis yang diamati adalah semua jenis makrofauna tanah yang ada di dalam tanah maupun di permukaan tanah yang dihitung denganIndeks Shannon-Wiener. Daerah yang menjadi objek penelitian yaitu pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik yang berada di Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

1.6 Definisi Istilah

  Pertanian non organik atau anorganik merupakan cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakanbahan – bahan kimia sintetik dan insektisida sintetik (Rahmawati, 2012). Pertanian semi organik merupakan suatu bentuk tata cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman dengan memanfaatkan pupuk yang berasal dari bahanorganik akan tetapi lahan yang digunakan sebelumnya menggunakan pupuk 12 kimia untuk meningkatkan kandungan hara yang dimiliki oleh tanah (Ramadhani, 2013).

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

KEANEKARAGAMAN MESOFAUANA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL DESA TULUNGREJO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BIOINDIKATOR KESUBURAN TANAH DAN BAHAN AJAR CETAK BIOLOGI SMA
0
6
32
UPAYA DINAS PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MASYARAKAT PETANI APEL(Studi Pada Masyarakat Petani Apel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu)
0
29
2
Teknologi Pengomposan Bahan Organik sebagai Pilar Pertanian Organik
0
6
12
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
8
80
100
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
1
14
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
0
2
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
0
4
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
0
11
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
3
7
Struktur Komunitas Makrofauna Tanah Pada Lahan Pertanian Anorganik dan Organik Di Kabupaten Karo
0
0
33
PERTANIAN ORGANIK PERTANIAN ORGANIK PERTANIAN ORGANIK
0
1
8
PERTANIAN ORGANIK PERTANIAN ORGANIK PERTANIAN ORGANIK
1
2
16
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA Yusron Aminullah1 , Nurul Mahmudati1 , Siti Zaenab1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiy
0
0
10
ANALISIS RESPON PETANI APEL TERHADAP PENERAPAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI BUMIAJI, BATU
0
0
11
Studi Deskriptif Petani Apel Batu di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu
0
0
20
Show more