Feedback

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

 18  139  36  2017-02-15 09:08:59 Report infringing document
Informasi dokumen
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA SKRIPSI Disusun Oleh : YUSRON AMINULLAH 201010070311126 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 i KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Biologi DISUSUN OLEH : YUSRON AMINULLAH 201010070311126 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 iii LEMBAR PERSETUJUAN Nama Nim Jurusan Fakultas Judul Skripsi : : : : : Yusron Aminullah 201010070311126 Pendidikan Biologi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Diajukan untuk dipertanggungjawabkan dihadapan Dewan Penguji Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II (Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes) (Dra. Siti Zaenab, M.Kes) ii iii SURAT PERNYATAAN Nama Tempat/Tgl. Lahir NIM Fakultas/Jurusan : Yusron Aminullah : Sampang, 13 Juli 1992 : 20101007011126 : KIP/Pendidikan Biologi Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya. Demikian surat pertanyaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi akademis. Malang, 13 Agustus 2014 Yang Menyatakan, (Yusron Aminullah) Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II (Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes) (Dra. Siti Zaenab, M.Kes) iii iv LEMBAR PENGESAHAN Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dan diterima untuk memenuhi Sebagian dari Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan Biologi Mengesahkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 13 Agustus 2014 Dekan (Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes.) Dewan Penguji 1. Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes 1. 2. Dra. Siti Zaenab, M.Kes 2. . 3. Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd 3. 4. Husamah, S.Pd., M.Pd 4. v iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka berusaha untuk mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Tafsir QS. Ar-Ra’du : 11) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Tafsir QS. Insyiroh: 6-8) Mempelajari pengetahuan itu adalah sama dengan memuji Allah SWT. Menuntut pengetahuan adalah sama dengan melakukan perang di jalan Allah SWT. Mengajarkan pengetahuan adalah sama dengan bersedekah, dan dengan mengajarkan pengetahuan kita akan mendapat pahala." (Imam Al-Ghazali) Kupersembahakan karya yang telah kuperjuagkan dengan percikan keikhlasan, kesabaran, dan tetesan keringat ini kepada: Abah dan Umi Sullam Taufik & Siti Maryam Terimakasih atas segala ketulusan cinta & kasih sayangnya selama ini, Terimakasih atas Do’a, Tetesan keringat serta Tetesan air mata yang selalu mengiringi Perjuangan dan langkahku untuk mengarungi kehidupan dimulai dari saya dilahirkan sampai saat ini saya berdiri tegak untuk mempersembahkan karya ini. Kakakku Nurul Alfia, Mustain, Firman Wahyudi, Indah Dewi Irawati Ketiga Jagoan Kecil Om, Ali Fahmi Alfarabi, Fathan Almaizhan Zhafar, Acquila Afiza Mufissalam Terimakasih atas motivasi, nasehat, bimbingan, semangat dan doa untuk saya, Terimakasih untuk canda dan tawa yang selalu menghiasi perjalanan saya sehingga saya dapat tegar menghadapi segala rintangan dan kesulitan selama ini. vvi KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan berkah, rahmat, taufik, hidayah dan juga inayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas Akhir skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dengan Judul “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA” Penulisan skipsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan tenaga, informasi, bimbingan dan juga bantuan do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Terutama pada: 1. Kedua orang tuaku Umi Siti Maryam dan Abah Sullam Taufik, terima kasih atas kasih sayang dan bantuan moril mapun spiritual yang selama ini telah diberikan. 2. Bapak Dr. Poncojari Wahyono M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. 3. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. 4. Ibu Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, petunjuk, motivasi serta saran yang sangat berharga dalam penyusunan skripsi ini, dan 5. Ibu Dra. Siti Zaenab, M.Kes. selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan kepada penulis sampai skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. vi vii 6. Bapak Husamah S.Pd., M.Pd yang selalu memberikan motivasi, semangat, saran serta do’a untuk menyelesaikan skripsi ini. 7. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan selama masa perkuliahan. 8. Para Sahabat-sahabatku yang selalu mendampingi, memberikan motivasi, nasehat serta doa, khususnya Hasan, Fauzi, Chiko, Qorry, Ulfa, Septy, Nani, Indah, mbk Kristin, dan mbk Tining. 9. Teman-teman Biologi C angkatan 2010 yang memberikan dukungan semangat dan motivasinya serta kenangan terindah selama perjalanan kuliah. 10. Untukmu yang selalu menghiasi hariku dengan senyummu, terimakasih untuk segala dukungan semangat, motivasi serta doa yang mengiringi perjuanganku. 11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas do’a dan dukungannya Semoga Allah senantiasa membalas amal baik yang telah diberikan, Amin. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Malang, 13 Agustus 2014 Penulis, Yusron Aminullah vii viii DAFTAR ISI LEMBAR SAMPUL DALAM . i LEMBAR PERSETUJUAN . ii SURAT PERNYATAAN . iii LEMBAR PENGESAHAN . iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN . v KATA PENGANTAR . vi ABSTRAK . viii DAFTAR ISI . x DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR . xiv DAFTAR LAMPIRAN . xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Rumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan Penelitian . 8 1.4 Manfaat Penelitian . 9 1.5 Batasan Penelitian . 10 1.6 Definisi Istilah . 11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Keanekaragaman Hayat. 13 2.1.1 Keanekaragaman Gen. 14 2.1.2 Keanekaragaman Jenis . 14 2.1.3 Keanekaragaman Ekosistem . 15 2.2 Keanekaragaman Makrofauna Tanah. 16 2.2.1 Peranan atau Fungsi Makrofauna Tanah . 17 x ix 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Makrofauna Tanah. 18 2.3.1 Faktor Biotik . 18 2.3.2 Faktor Abiotik . 20 2.4 Deskripsi Pola Pertanian. . 22 2.4.1 Pertanian Non Organik . 22 2.4.2 Pertanian Semi Organik . 23 2.4.3 Pertanian Organik . 25 2.5 Bahan Ajar. . 26 2.4.1 Jenis Bahan Ajar . 26 2.4.2 Bahan Ajar Poster . 27 2.4.3 Kriteria Bahan Ajar Poster yang Baik . 27 2.6 Kerangka Konseptual. . 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian . 33 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian . 33 3.2.1 Waktu . 33 3.2.2 Tempat . 33 3.3 Populasi dan Sampel . 34 3.5 Prosedur Penelitian . 34 3.5.1 Tahap Persiapan . 34 3.5.2 Tahap Pelaksanaan . 35 3.5 Tahap Pengumpulan Data . 39 3.5.1 Tahap Observasi. 39 3.5.2 Tahap Indentifikasi . 39 3.5.2 Instrumen Pengambilan Data . 39 3.6 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik . 43 3.7 Teknik Analisi Data . 44 3.8 Penyusunan Bahan Ajar Poster . 44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Jenis-Jenis Makrofauna Tanah yang Ditemukan . xi x 46 4.2 Indeks Nilai Penting (INP) Makrofauna Tanah . 64 4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna Tanah . 67 4.4 Indeks Kemerataan (Evennes) Makrofauna Tanah . 72 4.5 Kelimpahan (Abundance) Makrofauna Tanah . 74 4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik. 77 4.7 Korelasi antara Faktor Abiotik dengan Jumlah Jenis Makrofauna Tanah . 78 4.8 Bahan Ajar . 81 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan . 84 5.2 Saran . 86 DAFTAR PUSTAKA . 87 LAMPIRAN-LAMPIRAN . 96 xii xi DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik. 44 4.1 Jenis-jenis Makrofauna Tanah yang ditemukan. 46 4.2 Indeks Nilai Penting Makrofauna Tanah. 65 4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik. 68 4.4 Indeks kemerataan (Evenness) Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik. 73 4.5 Indeks kelimpahan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik. 75 4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik. 77 4.7 Korelasi Faktor Abiotik. 78 xiii xii DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Lokasi Penelitian Pertanian Non Organik. 23 2.2 Lokasi Penelitian Pertanian Semi Organik. 24 2.3 Bagan Kerangka Berpikir Penelitian. 32 3.1 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Semi Organik. 36 3.2 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Non Organik. 36 3.3 Contoh Pemasangan Perangkap Pittfall Trap. 38 4.1.a Jenis Platydracus sp . 50 4.1. b Literatur Jenis Platydracus sp. 50 4.2.a Jenis Phyllophaga sp. 51 4.2. b Literatur Jenis Phyllophaga sp. 51 4.3.a Jenis Geophilus sp . 52 4.3. b Literatur Jenis Geophilus sp. 52 4.4.a Jenis Helicodiscus sp. 53 4.4. b Literatur Jenis Helicodiscus sp. 53 4.5.a Jenis Gryllus sp. 54 4.5. b Literatur Jenis Gryllus sp. 54 4.6.a Jenis Gryllotalpa gryllotalpa. 55 4.6. b Literatur Jenis Gryllotalpa gryllotalpa. 55 4.7.a Jenis Pirata piraticus. 56 4.7. b Literatur Jenis Pirata piraticus. 56 4.8.a Jenis Pisaurina mira. 57 4.8. b Literatur Jenis Pisaurina mira. 57 4.9.a Jenis Megascolex sp. 58 4.9. b Literatur Jenis Megascolex sp. 58 4.10.a Jenis Sigmoria trimaculata. 59 4.10.b Literatur Jenis Sigmoria trimaculata. 59 4.11.a Jenis Pachycondyla sp. 60 4.11.b Literatur Jenis Pachycondyla sp. 60 xiv xiii 4.12.a Jenis Iridomyrmex sp. 61 4.12. b Literatur Jenis Iridomyrmex kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Manfaat Penelitian Batasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

Gratis