Feedback

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG

Informasi dokumen
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG SKRIPSI Oleh : EKA SUSILOWATI NIM. 07060042 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Oleh : EKA SUSILOWATI NIM. 07060042 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 LEMBAR PENGESAHAN PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG SKRIPSI Disusun Oleh: Eka Susilowati 07060042 Di Ujikan Pada Tanggal 15 Agustus 2011 Pembimbing I, Pembimbing II, Prof. DR. Sujono, M.Kes. Rohmah Susanto, S.Kep.,Ners. NIP.UMM.131.877.094 NIP.UMM.112.0309.0392 Penguji III, Penguji IV, Nurul Aini, M. Kep NIP.UMM.112.0501.0419 Faqih Ruhyanuddin, S. Kep.Ns NIP. UMM. 112.0309.0391 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Tri Lestari H., M.Kep.,Sp.Mat. NIP.UMM. 112.9311.0304 SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Eka Susilowati NIM : 07060042 Program Studi : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UMM Judul Skripsi : Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik Pada Penderita Hipertensi di Klub Senam Sasana Sumbersari Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan Tugas Akhir ini hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut. Malang, Agustus 2011 Yang Membuat Pernyataan, Eka Susilowati NIM. 07060042 HALAMAN PERSEMBAHAN “Kalau kita berbicara sangat serius, kita bersumpah, Demi Tuhan. Kalau Tuhan bicara sangat serius, Beliau berkata Demi Masa, Demi Waktu” -Mario Teguh- . Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah 5-6) Memang begitu berharganya waktu-waktu itu, waktu yang berlalu. Memang merugikan, tapi hasil ini tidak akan pernah menjadi sebuah penyesalan, terimakasih Ya Allah, atas waktu yang telah kau berikan untukku. Untuk yang pertama skripsi ini kupersembahkan untuk Mama Hatini T. Sosok yang pertama dari tujuan hidupku, yang selalu membangkitkanku disaat terpuruk dari hidupku. Terimakasih Tuhan telah Kau berikan padaku Malaikat-Mu, terimakasih Tuhan telah kau lahirkan aku dari rahimnua. Sungguh, terimakasih. Untuk sosok yang selalu menjadi panutanku, yang tetap gagah melawan ombak kepayahan dan perjuangan hidup, yang terkadang tersungkur namun tetap berusaha berdiri semula demi anak dan tulang rusukmu. Ayah Madras J, terimakasih. Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. Al Israa’: 24) Ayah Ibu Inilah tunai baktiku Dan juga ucapan terimakasih yang amat dalam, kepada dua dosen pembimbing saya Prof.Dr. Sujono , M.Kes. dan Bapak Rohmah Susanto, S.Kep.,Ners. Dan Bapak Endy Fathah Yusuf selaku Terapis. Sungguh, beliau benar-benar memberikan bimbingan yang berarti bagi saya dalam proses pembuatan skripsi ini. Oke, yang pasti SKRIPSI ini, yang bisa disebut juga skripshit atau skripsweet, apapun itu adalah sebuah “checkpoint”, yang untuk kali ini adalah yang tersulit, setelah UAN. Stress dan beban pikiran pasti selalu ada, tapi karena orang-orang ini saya bisa melupakannya. 1. Nursing science program crew. Dessy Riadhiany (mahluk multifungsi, semua jenis perpustakaan terjamah bersamanya), Novi Kartikasari (yang satu ini lebih pantas disebut pembimbing III). Nuril Khoiriyah (guru spriritual dikala galau, gundah, gulana sekaligus inspiring untuk menyeduh baygon), Ana Fitriani (yang sudi mempelototi sampai PPT Kompre selesai). Oris Pratita (telah mengenalkan terapis untuk penelitian). Terimakasih tak terhingga untuk kalian. 2. Owner Sigura-gura V No.4 Malang. 3. Kakanda Zulfikar Muhammad. Hampir seluruh waktu di kota ini melewatinya bersamamu, terimakasih telah menjagaku dengan baik. 4. Terakhir, untuk seseorang yang masih dalam misteri yang dijanjikan Ilahi yang siapapun itu, terimakasih telah menjadi baik dan bertahan di sana. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas kehidupan yang Dia berikan dan segala keindahan di dalamnya KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi dengan judul “Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik Pada Penderita Hipertensi di Klub Senam Sasana Sumbersari Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang”. Tugas akhir skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan terselesaikannya penulisan tugas akhir skripsi ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Tri Lestari Handayani, M.Kep, Sp.Mat selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2. Ibu Ririn Harini, S.Kep, Ns selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dan wali kelas PSIK angkatan 2007, terima kasih atas masukan, bantuan, dukungan, serta ilmu yang telah diberikan kepada saya. 3. Prof. DR. Sujono, M.Kes selaku Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta semangat yang sangat membantu saya dalam penyelesaian tugas akhir skripsi saya ini. 4. Bapak Rohmah Susanto., S.Kep,Ns selaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan dan bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhir skripsi ini. 5. Kedua orang tua saya, yang tidak henti-hentinya memberi dukungan, semangat, cinta, dan doa dalam setiap langkah kaki saya, sehingga saya bisa sampai di titik ini dengan sukses. 6. Seluruh responden yang telah meluangkan waktu dan tenaganya dalam membantu penyelesaian tugas akhir skripsi saya. 7. Seluruh dosen PSIK UMM yang telah memberikan jutaan ilmu, mendidik, dan membimbing saya selama saya belajar di sini. 8. Sahabat-sahabat terbaik saya yang telah memberikan semangat dan doa kepada saya. 9. Teman-teman PSIK khususnya angkatan 2007. 10. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan tugas akhir skripsi ini karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan ini. Akhirnya, penulis berharap semoga tugas akhir skripsi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan khususnya bidang keperawatan medikal bedah. Malang, Juli 2011 Penulis viii ABSTRAK Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik Pada Penderita Hipertensi di Klub Senam Sasana Sumbersari Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang Eka Susilowati1, Prof. DR.Sudjono M. Kes.2, Rohmah Susanto, S. Kep.,Ners.3 Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi seringkali muncul tanpa gejala, sehingga disebut sebagai silent killer. Berdasarkan permasalahan tersebut, terapi tertawa dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam upaya untuk mengurangi kejadian hipertensi dan menurunkan tekanan darah dengan biaya murah, mudah dilakukan. Tertawa merupakan cara yang paling baik dan paling ekonomis dalam melawan stres. Tertawa akan merelakskan otot-otot yang tegang, melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh. Tertawa juga berperan dalam menurunkan kadar hormon stres epineprine dan kortisol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana efektifitas terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi. Metode : Design penelitian yang digunakan yaitu quasi Experimental atau eksperimen semu. Sampel yang digunakan berjumlah lima belas responden untuk kelompok intervensi dengan metode purposive sampling. Pada kelompok intervensi, terapi dilakukan selama 1 minggu dengan frekuensi 3 x seminggu. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test . Hasil : Hasil analisa dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menggunakan taraf signifikan 0,05 adalah p < 0,05 dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p (sig. 2tailed) = 0,003. Kesimpulan : Kesimpulan Penelitian adalah terapi tertawa berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Klub Senam Sasana Sumbersari Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Saran : Peneliti berharap penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan populasi yang lebih besar, sampel dengan jenis kelamin yang merata antara perempuan dan laki-laki, meneliti faktor lain hipertensi seperti etnis, obesitas, dan kebiasaan merokok serta observasi berkala setelah terapi untuk melihat keefektifitasan lebih lanjut. Kata Kunci : Terapi Tertawa, Penurunan Tekanan Darah, Hipertensi 1. S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang 2. S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang 3. S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang ix ABSTRACT Effect of Therapeutic Laughter On Decreasing Systolic Blood Pressure In Patients with Hypertension at Gymnastics Club Sasana Sumbersari, Dinoyo Malang Work Area Health Center Eka Susilowati1, Prof. DR.Sudjono M. Kes.2, Rohmah Susanto, S. Kep., Ners.3 Background : Hypertension or high blood pressure often occur without symptoms, so called the silent killer. Based on these problems, laughter therapy can be used as an alternative choice in an effort to reduce the incidence of hypertension and decrease blood pressure with low cost, easily done. Laughter is the best way and the most economical in the fight against stress. Laughter relaxes tense muscles, blood vessels dilate to accelerate the flow of blood the body. Laughter also play a role in lowering levels of stress hormones and cortisol epinephrine. Goal of this research is to see effectivity of laughter therapy ini decreasing systolic blood pressure Methods : Design study that used is quasi exsperimental or quasi-experiments. The sample used amounted to fifteen respondents to the intervention group by purposive sampling. In the intervention group, frequency therapy performed during 3 times a week. Analysis data used Wilcoxon Signed Ranks Test. Results : The results of analysis with Wilcoxon Signed Ranks Test using the 0.05 significant level of p < 0.05 with statistical test results obtained p value (Sig.2-tailed) = 0.003 Conclusion : Conclusion research is Laughter Therapy effects on blood pressure reduction in hypertensive patients at Sasana Sumbersari Gymnastics Club Dinoyo Malang Work Area Health Center. Suggestion : Researcher hopes further studies are expected to use a larger population, the sample with sex evenly between woman and men, see other factors hypertension like ethnic, obesity and smoke habits as well as periodic observation after therapy to see effectiveness of further. Keywords: Laughter Therapy, Decrease Blood Pressure, Hypertension 1. School of Nursing, Health Science Faculty, Muhammadiyah University of Malang 2. School of Nursing, Health Science Faculty, Muhammadiyah University of Malang 3. School of Nursing, Health Science Faculty, Muhammadiyah University of Malang. x DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul . i Lembar Pengesahan . ii Lembar Pernyataan Keaslian . iii Halaman Persembahan . iv Kata Pengantar . v Abstrak . vii Abstrac .viii Daftar Isi . ix Daftar Tabel . xii Daftar Bagan . xiii Daftar Gambar . xiv Daftar Lampiran . xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. 1 B. Rumusan Masalah. 4 C. Tujuan . 4 1. Tujuan Umum. 4 2. Tujuan Khusus. 4 D. Manfaat Penelitian . 4 1. Bagi Klien Lanjut usia . 4 2. Bagi Peneliti . 5 3. Bagi Profesi Keperawatan . 5 E. Keaslian Penelitian . 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Terapi Tertawa . 6 1. Definisi Terapi Tertawa . 6 2. Macam-macam terapi tertawa . 6 3. Manfaat Terapi Tertawa . 11 B. Tekanan Darah . 19 1. Pengertian Tekanan Darah . 19 2. Pengukuran Tekanan Darah . 19 3. Mekanisme Pemeliharaan Tekanan Darah . 21 C. Hipertensi . 22 1. Pengertian Hipertensi . 22 2. Klasifikasi Hipertensi . 23 xi 3. Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan Penyebabnya . 24 4. Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan Bentuk . 25 5. Faktor Resiko Hipertensi . 25 6. Patofisiologi . 29 7. Respon Penderita Hipertensi . 30 8. Gejala . 31 9. Komplikasi . 31 10. Penatalaksanaan Hipertensi . 33 BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kerangka Konsep . 40 B. Hipotesis . 41 BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian . 42 B. Populasi, Sample dan Sampling . 44 1. Populasi . 44 2. Sample . 44 3. Sampling . 46 C. Identifikasi Variabel . 46 1. Variabel Independen . 46 2. Variabel Dependen . 46 D. Kerangka Kerja kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG Latar Belakang PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLUB SENAM SASANA SUMBERSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO MALANG

Gratis