Perancangan multimedia interaktif permainan tradisional sondah/engklek

Gratis

7
39
57
2 years ago
Preview
Full text

ii

ii iii Laporan Pengantar Tugas AkhirPerancangan Multimedia Interaktif Permainan Tradisional Sondah/EngklekDK 38315/Tugas Akhir Semester II 2012-2013 Oleh: Aditya Permana51909095Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2013

KATA PENGANTAR

  Laporan tugas akhir ini menjelaskan mengenai permainan tradisional sondah/engklek saat ini yang jarang dimainkan dikalangan masyarakat perkotaan,dan tujuan dari tulisan ini adalah memberikan wawasan tentang permainan tradisional sondah/engklek serta mengajak anak-anak agar memainkan kembalipermainan tradisional sondah/engklek. Kawan-kawan Miniart dan yang tersayang Astarina Wulandari yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan Tugas Akhir ini.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bermain merupakan aktivitas utama bagi anak-anak, kapanpun dan

  Dari keseluruhan permainantradisional yang teridentifikasi permainan tradisional Sondah/engklek merupakan permainan tradisional yang paling dikenal oleh anak danmempunyai tata cara bermain yang paling bervariasi dan paling kompleks 1 Permainan tradisional sondah/engklek pada saat ini sudah hampir punah dan sudah menjadi sesuatu yang sangat langka, jika tidak dipeliharadan dikembangkan. Kurang tersedianya informasi mengenai permainan tradisional sondah/engklek yang merupakan permainan paling dikenal oleh anakdan mempunyai tata cara bermain yang paling bervariasi dan paling kompleks serta diduga mempunyai nilai terapiutik yang tinggi dengankandungan manfaat yang beragam.

3. Kurang dilestarikan dan dibudayakannya permainan tradisional sondah/engklek khususnya dikalangan anak-anak

  Kurang adanya usaha untuk memperkenalankan kembali permainan tradisional sondah/engklek, khususnya kepada anak 1.3. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang dan indentifikasi masalah tersebut diatas, maka penulis merumuskan permasalahan yang akandibahas adalah: Bagaimana cara mengenalkan permainan tradisional sondah/engklek kepada anak-anak. Bagaimana cara merancang panduan informasi untuk permainan tradisional sondah/engklek bagi anak-anak.

1.5. Tujuan Perancangan

  Tujuan dari perancangan ini adalah: 1. Menerapkan perancangan yang berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan animasi flash dengan gaya visual kartun yang ditujukankepada anak-anak.

BAB II PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PERMAINAN TRADISIONAL SONDAH/ENGKLEK II.1. Permainan Menurut Brook, J.B. and D.M. Elliot seperti dikutip (Dhanumurti

  Permainan merupakan alat bagi anak untuk menjelajahi dunianya,dari yang tidak dikenali sampai pada yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuatnya sampai mampu melakukannya. Permainan Tradisional "Sondah/engklek" Sondah/engklek merupakan sebuah permainan yang biasa kita sebut Engklek oleh suku Jawa, cak engklek di Palembang, enge-enge diManado adalah nama permainan yang umumnya dimainkan oleh anak perempuan dengan pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang dibuat ditanah.

II. 3.1. Sejarah Permainan Sondah/engklek

  Permainan ini disebut permainan Hopscotch yang mempunyai arti Hop (melompat atau lompat) dan scotch (garis-garis yangberada di dalam permainan tersebut). Awalnya di Roma permainanSondah/engklek / Hopscotch ini digunakan untuk latihan perang para tentara Roma di daerah Great North Road (Perjalanan untuk penjajahdaerah dari glosgow, Skotlandia ke Inggris).

a. Penyebaran Permainan Sondah/engklek

  Hingga anak-anak dari negaraBelanda pun menggemari permainan Hopscotch yang dikarenakan berasal dari daerah Barat mulanya, menjadi dugaan sementarabahwa permainan Hopscotch diperkenalkan dan dibawa pertama kali ke negara Indonesia pada zaman kolonial Belanda (Anonim,2013). Memang sampai dengan saat ini tidak ada bukti sejarah yang otentik yang dapat menyimpulkan mengenai sejarah permainan tradisionalsondah/engklek.

II. 3.2. Cara Bermain Permainan Tradisional Sondah/engklek a. Pemain dalam Permainan Tradisional Sondah/engklek

  Permainan tradisional sondah ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, dan jarang sekali permainan ini dimainkan oleh anak laki-laki ataupun anak remaja. Biasanya untuk permainan beregu akandimainkan oleh 2 regu yang masing-masing terdiri dari beberapa anak.

b. Lapangan untuk Permainan Tradisional Sondah/engklek

  Permainan ini memerlukan sebuah 2 pekarangan kecil yang datar dengan ukuran kurang lebih 3 - 4 m , dapat dilakukan di atas tanah, ataupun di ubin.  Kojo/Gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar di tanah, petak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

II. 3.3. Manfaat Permainan Tradisional Sondah/engklek

  Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia adalah perpaduan antara berbagai media yang berupateks, gambar, grafik, audio, animasi, video, interaksi yang telah dikemas menjadi file digital, dan digunakan untuk menyampaikan pesan kepadapublik. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.

II. 4.2. Multimedia Interaktif

II. 4.2.1. Model-model Multimedia Interaktif

  Tujuan dasar dari pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif adalah menggantikan atau melengkapi sertamendukung unsur-unsur seperti tujuan, materi, metode, dan alat penilaian yang ada dalam proses belajar mengajar biasa dilakukan di lingkunganpendidikan saat ini.  Jika jawaban yang diberikan benar program menyajikan soal selanjutnya dan jika jawaban salah progaram menyedian fasilitas untuk mengulang latihan atau remediation, yang dapat diberikan secara parsial atau pada akhir keseluruhan soal.

II. 4.2.2. Struktur Navigasi Multimedia Interaktif

  Ada empat macam bentuk dasar dan struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia, yaitu:a. HirarkiStruktur ini sering disebut strutur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untukmenampilkan data, atau gambar pada layar dengan kriteria tertentu.

II. 4.2.3. Karakteristik Media di dalam Multimedia

  Komponen-komponenyang terdapat dalam multimedia interaktif tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan teks di dalam penggunaannyadidalam multimedia pembelajaran antara lain: Teks dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang Teks dapat digunakan untuk materi yang rumit dan komplek seperti Teknologi untuk menampilkan teks pada layar komputer relatif Sangat cocok sebagai media input maupun umpan balik (feedback).

II. 4.3. Pemanfaatan Multimedia dalam Pembelajaran

  Misalnya pada saat guru menjelaskan suatu materi melaluipengajaran dikelas atau berdasarkan suatu buku acuan, maka multimedia digunakan sebagai media pelengkap untuk menjelaskanmateri yang diajarkan di depan kelas. Latihan dan tes pada tipe pertama ini tidak diberikan dalam paket multimedia melainkandalam bentuk print yang diberikan oleh guru.

II. 4.4. Manfaat Multimedia dalam Kegiatan Pembelajaran

II. 5. Media Informasi

  Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian yang sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi, Sadiman (2002). Informasi adalah data yang diproses kedalam bentuk yang lebih berarti bagi penerima dan berguna serta berupa fakta sesuai nilai yangbermafaat, sekarang atau untuk masa yang akan datang.

II. 7.2. Tujuan Penggunaan Media Video Pembelajaran

  Tujuan AfektifDengan menggunakan efek dan tekhnik, video dapat menjadi media yang sangat baik dalam mempengaruhi sikap dan emosi. Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan contoh keterampilan yang menyangkut gerak.

BAB II I STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1. Strategi Perancangan Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana yang

  Permasalahan yangditemukan mengenai permainan tradisional sondah/engklek yaitu kurangnya media informasi yang mudah dipahami oleh anak-anakkhususnya di Indonesia, yang menyebabkan kurangnya pengetahuan anak- anak mengenai permainan tradisional sondah/engklek yang merupakanpermainan tradisional di Indonesia. Target sekunderTarget sekunder untuk multimedia interaktif permainan tradisional sondah/engklek ini adalah anak-anak menengah bawah (CD) diwilayah kota bandung jawa barat yang gemar bermain dan tertarik dengan berbagai macam permainan yang dikenalkan permainantradisional sondah/engklek ini melalui buku tutorial.

III. 1.1. Pendekatan Komunikasi

  Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu komunikations yangbersumber dari kata kommunis yang berarti “sama”, sama disini berarti sama makna komunikasi yang efektif biasanya dapatmenimbulkan pengaruh pada sikap hubungan yang makin baik adanya tindakan. Tujuan Komunikasi Perancangan Tujuan perancangan multimedia interaktif ini adalah untuk digunakan sebagai sarana panduan informasi serta sebagai sarana untukmelestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional sondah/engklek kepada anak-anak dengan cara yang mengajak melaluimultimedia interaktif dan mengaplikasikannya dengan petak atau alas bermain yang telah.

e. Pesan Utama

  Denganpesan utama yang telah ditentukan, perancangan multimedia interaktif ini dapat mengkomunikasikan pesan dengan lebih efektif dan fokus. Materi Pesan Materi pesan yang ingin disampaikan adalah berupa informasi yang dapat memberi pengetahuan kepada anak tentang permainan tradisionalsondah/englek melalui penggunaan ilustrasi flash dalam media interaktif disertai dengan teks yang berkaitan.

III. 1.2. Strategi Kreatif

  Animasi yang dibuat berupa karakter- karakter anak-anak perkotaan yang sedang memainkan permainantradisional sondah/engklek dengan memberikan penguraian tentang sondah/engklek serta dengan menambahkan video petunjuk untuk bermainsondah engklek yang dimainkan oleh anak-anak. Strategi kreatif atau cara penyampaian pesan multimedia interaktif ini kepada anak-anak dengan menggunakan elemen-elemen visual yang sesuaipada multimedia interaktif ini, yaitu dengan memilih tipografi, ilustrasi, warna dan elemen visual lainnya yang sangat menggambarkan segmentasidari target audience yaitu anak usia 8-12 tahun, serta agar penyampain media informasi tersebut membuat target audience mudah dimengerti.

III. 1.3.1. Pemilihan Media

  Pemilihan media berfungsi untuk membatasi media yang akan digunakan dalam perancangan menginformasikan permainan tradisionalsondah/engklek agar tidak terlalu luas dengan pertimbangan disesuaikan dengan target yang dituju. Media UtamaMultimedia interaktif ilustrasi 2 dimensi yang diolah menggunakan beberapa software yang mendukung untuk melakukan perancanganmultimedia interaktif ini dan dengan menggunakan ilustrasi untuk pendekatan kepada anak-anaknya.

III. 1.4. Strategi Distribusi

Media informasi ini dapat di distribusikan oleh Dinas Pendidikan(DIKNAS) Dinas Pariwisata dan Budaya (DISPARBUD) kota Bandung melalui sekolah-sekolah sebagai sarana prasarana permainan tradisionalsondah/engklek yang dibuat untuk anak-anak sekolah dasar agar dapat dimainkan pada saat lenggang atau ketika istirahat serta agar lebih tercapai target audience-nya. 30

III. 2. Konsep Visual

  Tipografi Pemilihan huruf yang baik harus mengarah pada tingkat keterbacaan yang tinggi, Pemilihan font pada multimedia interaktif ini disesuaikan dengantema dan konsep multimedia interaktif, maka untuk perancangan multimedia 32 Judul Multimedia Font yang digunakan pada bagian judul multimedia interaktif ini adalah font “KG What the Teacher Wants”. KarakterDalam Multimedia interaktif ini terdapat beberapa karakter yang berperan sebagai yang mengenalkan permainan tradisional jawa baratini, agar membuat anak-anak tertarik dan menjadi visual yang tepat untuk anak-anak.

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA IV.1. Media Utama IV.1.1. Multimedia Interaktif Multimedia interaktif ini dibuat dengan menggunakan beberapa software

  yaitu diantaranya adobe flash yaitu software yang digunakan untuk membuat animasi flash sebagai media utama dari multimedia interaktifini, adobe ilustrator yaitu software yang digunakan membuat animasi atau gambar untuk memenuhi gaya visual yang ditujukan kepada target audience, adobe premiere yaitu software yang digunakan untuk membuat video petunjuk sebagai media tambahan dalam multimedia interaktif ini. Buku Panduan Buku ini sebagai media pendukung dari multimedia interaktif, yang bertujuan jika anak masih belum bisa mengoperasikan multimediainteraktif, maka buku ini dijadikan sebagai option.

IV. 2.2. Alas Bermain

  Matras sondah/engklek yang digunakan untuk memainkan sondah/engklek di dalam dan diluar ruangan. Tas (tempat menyimpan alas bermain) Tas ini merupakan tas untuk menyimpan petak atau alas bermain sondah/engklek agar alas bermainnya tetap rapih dan tidak rusak.

IV. 2.4. Kojo

  Sebuah alat (token) dalam bermain sondah/engklek yang di tambahkan desain ilustrasi agar menarik minat anak-anak. Gambar IV.19.

IV. 2.5. Cover CD

  Pin Pin bisa menjadi media pendukung karena pin banyak disukai dan mudah untuk tempatkan pada media seperti baju, tas dan lainnya. Gambar pin 45 Stiker Stiker merupakan media yang mudah ditemukan serta mudah untuk di tenpatkan sehingga stiker bisa mejadi pengantar pesan yang baik.

Dokumen baru