Prosedur Penerimaan Premi Dan Piutang Premi Asuransi Pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Cabang Ritel Bandung

 8  98  62  2017-04-15 21:24:10 Report infringing document

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kerja Praktek

  Dari Premi asuransi yang dikumpulkan dari para tertanggung dalam waktu yang relatif lama akan terkumpul dana yang cukup besar, sehingga dari dana tersebutperusahaan asuransi akan mampu mengembalikan tertanggung kepada keadaan ekonomi seperti sebelum terjadi kerugian dan menghindarkan tertanggung darikebangkrutan. Pembayaran premi yang telat ataupun macet akan menjadikendala dalam kegiatan usaha asuransi, oleh karena itu pihak asuransi harus dapat Piutang premi adalah tagihan premi kepada pemegang polis yang telah jatuh tempo dan masih dalam masa keleluasaan.

1.2. Tujuan Kerja Praktek

  Untuk mengetahui dasar hukum dalam Prosedur Penerimaan Premi danPiutang Premi Asuransi yang ada di PT. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerimaan premi yang ada di PT.

1.3. Kegunaan Kerja Praktek

  Sebagai bahan pembanding antara teori yang didapat di bangku kuliah dengan pelaksanaan teori tersebut di lapangan serta menganalisa masalah-masalah yang terjadi dan mencari penyelesaiannya. Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis untuk mengetahui bagaimana Prosedur Penerimaan Premi dan PiutangPremi Asuransi yang dilakukan oleh PT.

1.4. Lokasi dan Waktu Kerja Praktek

  Penulis melaksanakan Kerja Kuliah Praktek pada perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak pada bidang asuransi yaitu di PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Kantor Cabang Ritel Bandung atau yang dikenal dengan Asuransi Jasindo pada bagian keuangan yang berlokasi di jalanW.

2.1 Sejarah Singkat PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)

  Termasuk, melakukan nasionalisasi terhadap dua perusahaan tersebut dan mengubah namakeduanya menjadi PTAsuransi Bendasraya yang bergerak di bidang Asuransi Umum dalam Rupiah danPT Umum Internasional Underwrites (UIU) yang bergerak pada bidang asuransi Umum dalam valuta asing. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) lahir dari beberapa perusahaan asuransi kerugian, bermula pada periode transisi kedaulatan dari pemerintahan colonialBelanda pada tahun 1845 hingga ke pemerintahan Republik Indonesia yang semula asuransi kerugian tersebut telah menjalankan usahanya untuk memberikanperlindungan resiko terhadap perusahaan perkebunan dan perusahaan 1.

a. Budaya Perusahaan

  Budaya kerja perusahaan pun dituntut untuk terus meningkatkan standar mutu pelayanan yang berkualitas dengan ungkapan kepedulian dan semangat pelayanan professional melalui karakteristikpokok yang disingkat menjadi “ CARE“, yaitu :“C” (Cepat) adalah kecepatan pelayanan yang akan memberikan kepastian dan ketenangan kepada tertanggung. “E” (Efisien) adalah efisiensi yang menjamin nilai produk yang ditawarkan serta layanan yang diberikan setara dengan kualitas yang diharapkan.

b. Mitra Usaha Kerja

  Mitra Usaha LainMitra usaha lain yang terkait dan sangat berperan dalam mendukung keberhasilan usaha yang dilayani secara professional serta salingmenguntungkan. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) “Menjadikan perusahaan yang tangguh dalam persaingan global dan menjadi market leader di pasar domestic”.

2. ProdukUnggulanRitel a

  JasindoOtoAsuransikendaraanbermotor yang membuataman di hati, ringan di premi. JasindoAnakSekolahAsuransiyang memberikanjaminanperlindunganbagisiswaataupelajar,mahasiswatermasukpengajardanpetugasadministrasiatasrisiko yang diakibatkankecelakaandiribaik yang terjadi didalammaupun di luarsekolahatauperguruantinggi.

2.2 Struktur Organisasi PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero)

  Rapat Umum Pemegang Saham Sesuai dengan Anggaran Dasar Asuransi Jasindo, Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) adalah organ perseroan yang memegang kekuasaantertinggi dalam perseroan dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Komisaris. Jasindo dipimpin oleh lima orang direksi yang masing-masing memimpin sebuah Direktorat yaitu: Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasihat kepada Direksidalam menjalankan Perseroan.

3. Direksi

  Asuransi Jasindo itu sendiri yang dipimpin oleh seorang KepalaCabang sedangkan dalam kegiatan operasional perusahaan dibantu oleh Kepala UnitTeknik, Kepala Unit Pemasran,dan Kepala Unit Keuangan. Untuk lebih memahami struktur organisasi mengenai pola, skema, bagan yang menunjukan garis-garis perintah, kedudukan karyawan dan hubungan yangada di perusahaan agar dapat mengembangkan kapasitas serta kemampuan karyawan adalah sebagai berikut: Sumber : PT.

2.3 Deskripsi Jabatan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero)

  Suatu organisasi dibuat untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, para anggota organisasi diwajibkan untuk melakukanpembagian kerja agar tujuan organisasi tersebut tercapai, berikut ini pembagian kerja (deskripsi pekerjaan) yang ada di PT.

1. Kepala Kantor Cabang

   Membanguncitraperusahaan yang baik di wilayahkerjakantor cabang.  Memutuskandanmenandatanganiperubahandanpembatalanatas nota pertanggungan yang telahditerbitkansertamenandatanganisuratpemberitahuanpengem balianpremisesuaidenganbataswewenang yang telahditetapkan.

2. Kepala Unit Teknik

  Membantu urusan kepala cabang dalam hal penandatanganan polis maupun yang berhubungan dengan surat-menyurat jika kepalacabang tidak berada di tempat. T&C adalah kebijakan dalam hal pemutusan kondisi dan resiko asuransi kepadatertanggung.

5. Surveyor/Adjuster yang mempunyai tugas:

3. Kepala Unit Penjualan/ Pemasaran

  Melakukan survey lapangan/analisa atas kebenaran klaim/kerugian yang dialami tertanggung dan melaporkan data-data kerugiankepada unit klaim. Memberikan pelayanan yang baik dan memberikan surat pemberitahuan untuk jatuh tempo polis.

2. Fungsi penjualan/pemasaran untuk BUMN/BUMD 4

  Menerima pertanggungan tidak langsung dari perusahaan-perusahaanAsuransi/ reasuransi baik di dalam maupaun di luar negeri untuk segala macam jenis Asuransi kerugian dan sejenisnya yang menurutpertimbangan perlu untuk ditahan sendiri atau di reasuransikan oleh perusahaan. Kelompok asuransi Kebakaran Asuransi Karisma  Asuransi LOP Following Fire Ritel  Asuransi Gempa Bumi Ritel  Asuransi Pelanggan Listrik  Asuransi Jasindo Graha  Asuransi Rumah Tinggal  Asuransi Apartemen/ Komdominium  Asuransi Showroom Mobil  Asuransi Toko 3.

BAB II I PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

  Teknis Pelaksanaan Kerja PraktekTeknis pelaksanaan kerja praktek yang dilakukan penyusun bersifat latihan kerja yaitu dengan membantu sub bagian keuangan dengan jam kerja yang telahditentukan oleh pembimbing kerja praktek yang ada di PT. 3) Melakukan entri data, yaitu memindahkan transaksi yang ada di buktitransaksi ke dalam komputer yang menggunakan software khusus milik PT.

3.3. Hasil Kerja Praktek

3.3.1 Prosedur Penerimaan Premi PT Asuransi pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero)

Secara Struktur, proses penerimaan premi pada PT Asuransi Asuransi Jasa Indonesia (Persero)adalah sebagai berikut :

1. Penerimaan Premi secara Langsung a

  Bagian inkaso melakukan penagihan kepada para nasabah atau pihak tertanggung untuk melakukan pembayaran premi yang telahjatuh tempo. Setelah menerima pembayaran premi baik itu cek, bilyet giro, maupun uang tunai, pembayaran tersebut di dokumentasikan dandiverifikasi atau dicocokkan dengan polis atau nota debet/kredit sebagai bukti premi yang masuk ke pihak penanggung danmembuat kas debet yang digunakan untuk mencatat pembayaran premi secara langsung.

1 Buku

register KD1 1 MENRIMA DAN MENANDATAN GAI KDBuku register KDDAN UANG TUNAI 2 CEK,BILYET GIRO, NDK42CEK,BILYET GIRO, 1 KD TELAH DITELITI DAN DIPARAF OLEH KEPALA UNIT KEUANGAN DAN UANG TUNAI NDK421 T T DISETORKAN KE BANKBersambung ke halaman berikutmya 2 NDK 2 1 KD MEMVERIFIKASI NDK 2 1 KD JURNAL PENERIMAAN KAS T KARTU PIUTANG SELESAI PREMIKeterangan : NDK : Nota Debet/KreditKD : Kas Debet

2. Penerimaan premi melalui bank

  Bagian inkaso melakukan penagihan kepada para nasabah atau pihak tertanggung yang telah jatuh tempo, dan pembayaran premi Dokumen rekening koran yang dibuat oleh bank digunakan sebagai bukti setiap transaksi pembayaran premi. Dokumen bank debet inidigunakan sebagai pembayaran premi yang dilakukan oleh tertanggung melalui bank dan dibuat oleh bagian kasir yangtelah diteliti dan ditandatangani oleh Kepala Unit Keuangan.

TELAH DITELITI DAN

3 DI PARAF OLEH

1 KD

2 KEPALA UNIT KEUANGAN RK NDK 3 2 1 BD

1 JURNAL

2 T PENERIMAAN KASKeterangan : RK : Rekening KoranBD : Bank Debet Bersambung ke halaman berikutnya Flowchart Proses Penerimaan Premi Melalui BankAKUNTANSI 2 NDK 2 1 BD 2 1 BD JURNAL PENERIMAAN KAS T KARTU PIUTANG SELESAI PREMIKeterangan : RK : Rekening KoranBD : Bank Debet

3. Penerimaan premi melalui kantor cabang lain

  Bagian inkaso melakukan penagihan kepada para nasabah/pihak tertanggung yang telah jatuh tempo, dan pembayaran premidilakukan nasabah atau pihak tertanggung melalui kantor cabang lain. Dokumen bank memorial dicatat ke dalam jurnal penerimaan kas dan kartu piutang premi diarsipkan.

1 SELESAI

  Keterangan : BM : Bukti Memorial 3.3.2 Prosedur Pencatatan Piutang Premi Asuransi pada PT. AsuransiJasa Indonesia (Persero)Prosedur pencatatan piutang premi asuransi ini menjadi sangat penting, hal ini dikarenakan untuk memudahkan dalam laporan perkembangan piutang premi per periodetertentu.

1. Kartu piutang dibuat untuk masing-masing relasi (debitur) berdasarkan dokumennya masing-masing

  Untuk memudahkan dalam pengawasan, unit keuangan (Pengerahan Dana) harus membuat suatu daftar yang memuat keseluruhan Kartu Piutang yangada, sehingga daftar tersebut dapat berfungsi sebagai Buku Kendali atas kelengkapan Kartu Piutang yang ada. 426/KMK/2003 Tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan banyaknya peraturan tentang perusahaan Asuransi diatas, maka dapat digambarkan ke dalam diagram seperti dibawah ini : UU No.

03/ PJ.42/200 80/KMK.04/1 09/PJ.42/199

Gambar 3.1 Struktur Peraturan Perusahaan Asuransi Kerugian Di Indonesia

3.3.4 Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerimaan premi pada PT Asuransi Jasa Indonesia

  Tetapi, apabila tertanggung merupakan pemilik premi yang cukup “Potential” bagi perusahaan, maka ada beberapa sikap yang dapat diambil perusahaanAsuransi agar pendapatan preminya dapat terjaga, yaitu:  Melakukan reschedule pembayaran premi, apabila setelah dilakukan reschedule tertanggung masih belum mampu membayarnya, maka perusahaan dapat membatalkan polis. Moral tertanggung merupakan hambatan yang paling sulit untuk ditanggulangi oleh pihak perusahaan Asuransi, karena hal ini menyangkut sifat dan kesadaran daritertanggung untuk membayarkan kewajibanya yaitu premi kepada pihak perusahaan Asuransi.

d. Penutupan via Pialang Asuransi (Broker)

  Perusahaan asuransi memberikankebijakan kepada pihak pertanggung waktu berfikir untuk memberikan keputussan untuk setuju atau tidak dalam harga yang telah ditetapkan, danpaling lambat waktu yang diberikan perusahaan selama satu minggu. Apabila terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam perhitungan penetapan harga pertanggungan, maka akan dilakukan pengecekan ulang kembali baik daridokumen – dokumen yang diperoleh perusahaan maupun pada proses perhitungan harga pertanggungan pada objek asuransi, sehingga benar – benarsesuai dan tepat untuk mengeluarkan harga pertanggungan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN Berdasarkan Kuliah Kerja Praktek yang penulis lakukan pada PT

  Bagian-bagian atau fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem kerja prosedur penerimaan premi pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) KantorCabang Ritel Bandung telah berjalan dengan baik, yaitu : Bagian Inkaso/Penagihan, Bagian Kasir, dan Bagian Akuntansi.

2. Prosedur peneriman premi dan pencatatan premi asuransi pada PT

  Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Kantor Cabang Ritel Bandung yaitu melalui 3 cara, diantaranya : pencatatan premi atas pembayaran secaralangsung, pencatatan premi atas pembayaran melalui bank, dan pencatatan premi atas pembayaran melalui kantor cabang lain. Demikian juga dalam prosedur pencatatan piutang, ketelitian yang tinggi sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan yang mungkin muncul dalam pencatatan piutang premi.

4.2 SARAN

  Dalam melalukan semua kegiatan yang menyangkut kegiatan penerimaan premi dan piutang premi PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Cabang RitelBandung harus memberlakukan kebijakan perubahan teknologi informasi yang digunakan.

KATA PENGANTAR

  Tidak lupa pula shalawat dan salam penulis tujukan kepada junjunan Nabi Besar RasulullahMuhammad SAW yang telah berjuang membawa umat manusia selalu berada di jalan yang benar dan sesuai dengan aturan Allah swt. ASURANSI JASINDO Bandung yang telah memberikan waktu, tenaga dan bantuannya yang berharga untuk memberikankesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kerja praktek.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

Prosedur Penerimaan Premi Dan Piutang Premi A..

Gratis

Feedback