Analisis Penentuan Faktor Optimum yang Mempengaruhi Jumlah Kecacatan pada Produk Kertas Rokok dengan Metode Response Surface pada PT. Papeteries De Mauduit

 5  78  140  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

KATA PENGANTAR

  Topik ini ditujukan untuk memperoleh setting faktor yang optimal untuk mengurangi jumlah kecacatan pada produk kertas rokok. Penulis menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, penulis selalu terbuka untuk saran dan kritik yang bersifatmembangun dari semua pihak untuk kesempurnaan tulisan ini kedepan.

UCAPAN TERIMAKASIH

  Setelah itu dilakukan pembuatan model orde kedua dan 2 menghasilkan model yaitu: Y = 155.707 – 0.217x 1 + 6.152x 2 + 6.813x 3 + 3.116x 1 2 2 2 – 2.614x 3 – 2.551x 1 x 2 – 2.139x 1 x 3 – 3.264x 2 x 3 , dimana pengujian yang dilakukan memberikan kesesuaian. Setelah itu dilakukan pembuatan model orde kedua dan 2 menghasilkan model yaitu: Y = 155.707 – 0.217x 1 + 6.152x 2 + 6.813x 3 + 3.116x 1 2 2 2 – 2.614x 3 – 2.551x 1 x 2 – 2.139x 1 x 3 – 3.264x 2 x 3 , dimana pengujian yang dilakukan memberikan kesesuaian.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Namunkertas rokok yang cacat bila disimpan dalam waktu yang lama di gudang akan menyebabkan produk cacat menjadi lapuk, sementara bahan baku yang berasaldari produk cacat harus dalam keadaan yang masih baik agar tidak mempengaruhi komposisi bahan baku yang lain. Di dalam era persaingan industri secara global yang semakin pesat ini, tentu setiap perusahaan harus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan Berikut merupakan presentasi jumlah kecacatan produk kertas rokok yang terjadi dalam periode enam bulan terakhir pada tahun 2010 : Tabel 1.1.

1.4. Asumsi dan Batasan Masalah

  Produk cacat yang diamati adalah produk yang di luar spesifikasi perusahaan. Jumlah data yang digunakan untuk analisis Pareto Diagram sesuai dengan produksi untuk 30 hari (bulan September 2010).

1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

  Sistematika penyusunan bab yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan sasaran penelitian, ruang lingkup dan asumsi penelitian dansistematika penulisan tugas akhir. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Memberikan hasil penelitian secara keseluruhan dan menunjukkan kesimpulan yang didapat dari hasil pemecahan masalah dan saran-saran yang bermanfaat bagi pihak perusahaan.

2.1. Sejarah Perusahaan

  Papeteries de Mauduit (PDM) yang merupakan anak perusahaanSchweiter-Mauduit di Prancis, terlibat dalam desain dan konstruksi pabrik pada pertengahan tahun 1980-an, memberikan bantuan teknis dan lisensi kepadaKimsari untuk menggunakan merek dagang PDM dalam memasarkan produk diIndonesia. Dari tahun ke tahun perusahaan ini mengalami perkembangan yang baik dengan adanya peningkatan dalam kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkanmelalui modifikasi beberapa mesin produksi, perluasan lantai produksi, dan koordinasi dengan semua unit dalam perusahaan.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

  Adapun ukurannya yaitu : Bobbin (gulungan), lebar 24-29 mm - Panjang 5500-6000 cm Ream (lembaran), lebar 51 cm - Panjang 76-83 cm, Jumlah 500 lembarProduk ini dipasarkan ke pabrik-pabrik rokok yang ada di Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Pasar terbesar perusahaan terutama adalah dari Pulau Jawasekitar 75% dan daerah Sumatera Utara sekitar 25%.

2.3. Organisasi dan Manajemen

  Organisasi dan manajemen merupakan faktor yang paling penting untuk memperlancar aktivitas perusahaan sehingga tercapai sasaran dan target yangdiharapkan. Perusahaan yang terdiri daribeberapa bagian aktivitas yang berbeda-beda harus dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai sasaran dan target perusahaan dengan efisiensiyang tinggi.

2.3.1. Struktur Organisasi

  Struktur organisasi adalah suatu cara atau sistem untuk mengadakan pembagian kerja, pembatasan tugas, tanggung jawab, dan wewenang sertamenetapkan hubungan-hubungan antar unsur organisasi yang satu dengan yang lain sehingga memungkinkan orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan. Struktur organisasi yang digunakan di PT.

2.3.2. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan

  PDM Indonesia adalah sebanyak 201 orang yang terdiri atas 178 orang laki-laki dan 23 orang wanita. Golongan staf adalah pekerja pada tingkat direktur, manajer, kepala bagian, dan pekerja yang tidak bekerja pada bagianproduksi.

2.3.3. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan

  Karyawan yang bekerja pada bagian ini ada 8 orang termasuk supir yang bertugas mengirim hasil produksi ke pabrik rokok yang ada di Sumatera maupun Pulau Jawa. Sistem laporan penilaian tersebut antara lain: Kualitas kerja -Karyawan mampu melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur kerja yang ada di perusahaan dan mencapai hasil yang memuaskan.

2.4. Proses Produksi

  Proses ini disebut sebagai proses produksi yang didefinisikan sebagai suatu metode dan teknik-teknik mengubah input menjadi output sehingga hasil yang berupa barang atau jasa serta hasil sampingannyamemiliki nilai tambah atau nilai guna yang berarti. Sedangkan yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai keluaran yang bertambah secara fungsional dan ekonomis.

2.4.1. Bahan

  PDM Indonesia menggunakan bahan dengan syarat utama harus bersertifikat food grade (aman untuk makanan)dan tidak mengandung bahan berbahaya (non hazardous material). Bahan yang digunakan untuk memproduksi kertas rokok terdiri dari bahan baku, bahantambahan dan bahan penolong.

2.4.1.1. Bahan Baku

  Bahan baku utama adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk pada proses produksi dan memiliki persentase yang besar dibandingkanbahan-bahan lainnya. Kertas Bekas (Broke)Kertas bekas merupakan kertas-kertas hasil produksi dari tiap Paper Machine yang tidak layak jual karena adanya kerusakan, tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan konsumen ataupun sisi kertas yang terbuang.

2.4.1.2. Bahan Penolong

  Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk memperlancar proses produksi, tetapi tidak tampak di bagian akhir produk. Precipitated Calcium CarbonateCaCO 3 dengan struktur Calcite dan partikel size-nya berukuran 1.0± 0.2 µ m digunakan sebagai filler (bahan pengisi) kertas, pemerata pori-pori (porosity) dan memutihkan kertas (whiteness).

b. Cationic Retention Aid

  Bahan dasar CRA (starch) dan gum arabicum, kanji kentang yang dibutuhkan untuk pengikat partikel buburan sehingga menghasilkan buburan pulpyang homogen dan menambah kekuatan kertas pada waktu basah maupun kering dan mengurangi lose pada wire. Citric Acid, Anhydrous C 6 H 8 O 7 KeringCitric acid atau asam citrun yang dipakai sebagai zat pembakar dalam kertas yang harus dinetralkan dengan KOH.

2.4.1.3. Bahan Tambahan

  Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan berfungsi meningkatkan mutu produk serta merupakan bagian dari produk akhir. Label atau etiketKegunaan label sebagai pengenal peusahaan yang ditempel pada kertas pembungkus produk.

2.4.2. Pengendalian Mutu Produk

  PDM Indonesia dalam melakukan eksternal control biasanya langsung datang ke konsumen untuk mendengarkan saran atau keluhan dari pelanggganyang biasanya dilakukan 2 kali dalam sebulan, dan biasanya keluhan konsumen berupa masalah packaging (pengepakan), dan juga basis weight (masalah beratkertas). Formation : Pemeriksaan secara visual terhadap susunan serat kertas, formasi jelek bukan berarti kertas memiliki kualitas yang jelek, tetapi yangdiperhatikan adalah kertas mudah terputus pada waktu dipotong di mesin slitter.

2.4.3. Uraian Proses Produksi

  Uraian proses produksi di PT. PDM Indonesia dapat diuraikan atas beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap proses pembuatan kertas di Paper Machine, dan tahap finishing.

2.4.3.1. Tahap Persiapan

  Khusus untuk dry broke sebelum masuk ke mixing chest terlebih dahulu dihancurkan di sydra pulper untuk dibuat buburan dengan Untuk wet broke aliran prosesnya hampir sama dengan dry broke tetapi tidak melalui super fiberator karena wet broke tersebut berupa serat-serat yangsudah halus, maka alirannya langsung menuju broke chest. Buburan yang keluar kemudian dialirkan ke centicleaner, yang berfungsi untuk mengeluarkan kontaminan berat berdasarkan gaya sentrifugal melalui tiga cleaner yaitu : Buburan yang telah diencerkan kembali dengan white water yang berasal dari - penyaringan dipompakan ke primary cleaner.

2.4.3.2. Tahap Proses Pembuatan Kertas di Paper Machine

  Mengatur grammatur kertas yang diproduksiDengan mengatur slice, maka aliran stock yang dihasilkan akan konstan dan hampir sama dengan kecepatan wire sehingga akan didapatkan kertas denganformasi dan grammatur yang sama di tiap bagian. Selanjutnya lembaran kertas yang kadar airnya mulai sedikitdilanjutkan ke unit size press yang berfungsi untuk melapisi permukaan kertas dengan chemical yang diberikan antara dryer 10 dan dryer 11.

2.4.3.3. Tahap Finishing

Pada tahap ini, rol-rol kertas rokok dibagi menurut bentuk kertas yang akan diproduksi. Kegiatan-kegiatan yang ada antara lain :

a. Ream Cutter Rol-rol kecil dari roll sliter dipotong menjadi lembaran-lembaran (ream)

  Pemeriksaan yang dilakukan ialah : Termasuk disini adalah kebersihan, jika kertas kotor maka kertas juga akan di buang dan dijadikan broke. Pemeriksaan yang dilakukan adalah : Termasuk disini adalah kebersihan, jika ada bagian bobbin kotor maka kertas juga akan di buang dan dijadikan broke.

2.4.4. Mesin, Peralatan, dan Utilitas

2.4.4.1. Mesin

  Wood Dump Chest 3 Kapasitas : 20 m Merek : Kimsari Type : Rotary 763 Fungsi : Menampung larutan NBKP yang berasal dari hydra pulper sebelum diproses pada refiner. Wood refiner chest 3 Kapasitas : 15 m Merek : Kimsari Type : Rotary 763 Fungsi : Menampung larutan NBKP yang berasal dari refiner sebelum dimasukkan ke dalam mixing chest.

3 Kapasitas : 80 m

  Broke Chest 3 Kapasitas : 10 m Merek : Kimsari Type : Rotary 763 Fungsi : Menampung broke yang sudah dihancurkan pada rotary screen (wet broke) dan super vibrator chest sebelum dimasukkan ke dalam mixing chest. Mixing chest 3 Kapasitas : 10 m Merek : Kimsari Type : CM 7T30/2 Fungsi : Mencampur NBKP, LBKP, dan broke menjadi satu untuk kemudian dialirkan ke dalam machine chest.

a. Hydra Pulper

Kapasitas : 20 m Type : CM 7T30/2 Fungsi : Menghancurkan dan melarutkan NBKP dan LBKP menjadi larutan pulp yang kemudian dialirkan ke dalam

b. Sydra Pulper

  Kapasitas : 20 m Type : CM 7T30/2Fungsi : Melarutkan broke yang kemudian dialirkan ke super vibrator. Fungsi : Menampung campuran larutan pulp sebelum diproses dalam paper machine.

c. Super Vibrator

Fungsi : Menghancurkan dan menghaluskan broke yang kemudian dialirkan ke broke chest. Type : Engasungs Tank Kapasitas : 20 m

d. Twin Hydraulic Refiner

  Ukuran : 20”/22”Berat : 1150 kgTegangan : 3300 VFrekuensi : 50 HzPutaran : 980 rpm Type : BDH Fungsi : Menghancurkan dan menghaluskan NBKP yang kemudian dialirkan ke refiner chest. e.

3 Kapasitas : 1,5 m /menit

  Centi cleaner, yang terdiri dari pipa kerucut untuk memisahkan - kotoran dari pulp, jumlahnya 35 buah Rotary screen, untuk menyaring pulp atau serat yang kasar yang - dikembalikan ke sistem Constant level tank, untuk menstabilkan keadaan buburan - dilengkapi dengan alat otomatis 1 buah flow meter dan motor rised 3 3pulper, dimana flow buburan 500m /hr dan flow CaCO 3 30m /hr. Menggunakan 15 dryer yang terdiri dari 2 jenis : Free dryer - Position dryer -Dryer dilengkapi dengan kain bentangan, selain itu ada juga madeline yang berfungsi untuk menghembuskan udara panas ke kain felt dan 2 unit exhaust untuk menghisap udara-udara yang keluar danseperangkat carier roop untuk membawa kertas dari press ke felt.

BAB II I LANDASAN TEORI

  Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas merupakan suatu sistem verifikasi dan penjagaan/perawatan dari suatu tingkat/derajat kualitas produk atau proses yangdikehendaki dengan perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus-menerus serta tindakan korektif bilamana diperlukan. Pemilihan dasar stratifikasi ini dilakukan dengan melihat tujuan dari pemecahan masalah dan ketelitian yang diinginkan.

3.3. Pareto Diagram

  Pareto diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan urutan masalah menurut bobotnya yang dinyatakan dengan frekuensinya. Gambarkan grafik garis yang menunjukkan jumlah persentase (total 100%) pada bagian atas grafik kolom dimulai dengan nilai yang terbesar dan dibagian bawah/keterangan kolom tersebut.

3.4. Fish Bone (Cause and Effect Diagram)

  Fish Bone atau diagram sebab-akibat adalah diagram yang disusun dari garis-garis dan simbol yang dirancang untuk menunjukkan hubungan antara penyebab dan akibat dari suatu masalah. Diagram sebab-akibat adalah diagram yang menunjukkan kumpulan dari sekelompok sebab-sebab (yang disebut sebagai faktor) serta akibat yang timbul(yang disebut sebagai karakteristik mutu) yaitu masalah yang dihadapi.

3.5. Response Surface Methodology

  Menentukan pengaturan variabel bebas yang paling tepat dimana akan memberikan hasil yang memenuhi spesifikasi dari respon yang berupahasil, kekotoran, warna, tekstur, dan lain sebagainya. Jika faktor dan level yang dipilih dalam suatu eksperimen tidak tepat maka kemungkinan terjadinya ketidakcocokan model akan sangatbesar dan jika itu terjadi maka penelitian yang dilakukan bersifat bias.

3.6. Model Orde Pertama

  Desain yang digunakan sebagai desain model orde pertama adalah desain k 2 , hal ini didasarkan jika level yang dipilih terlalu berdekatan, faktor memiliki kemungkinan untuk menunjukkan hasil yang tidak dianggap atau efek yang kecilpada eksperimen pertama dan level faktor akan bergerak sangat lambat dalam6 Cochran, W. Pada keadaan tersebut, ada kemungkinan bahwa karakteristiklokal yang utama dari permukaan adalah kemiringan dan permukaan lokal kira- kira diperlihatkan oleh model orde pertama dimana memiliki kemiringan b 1 pada arah x , kemiringan b pada arah x , dan seterusnya.

7 Cochran, W. G., dan Cox, G. M. Ibid, hal 336

  X Y x 01 x 11 … x k1 y 1 x x … x y 02 12 k2 2 … x 0nX 1n … x kn y n Susunan dari nilai x iu disebut sebagai matriks X dan nilai pada kolom y u disebut vektor Y. Perhitungan Uji Ketidaksesuaian untuk Model Orde Pertama df SS MS F hit F tabel kb ( iy ) Model Linier k MS m MS m /MS e F (v i α 1 ,v 2 )∑ i1 k = ^2r ( y y ) Ketidaksesuaian k + 1 i i i MS l MS l / MS e F α (v 1 ,v 2 )− ∑ i1= −2 Error n-2k-1 MS e( y y ) 1 u − i ∑Total Keterangan: df = degree of freedom (derajat kebebasan), diasosiasikan dengan bagian yangdibutuhkan dalam membangun model.

3.7. Metode Steepest Descent

  Sebagaimana dalam pendekatan satu faktor, nilai maksimum ditemukan melalui berbagai seri eksperimen dan hasil yang diperoleh adalah melaluipercobaan yang terdahulu, ketika suatu percobaan telah selesai, wilayah dari percobaan berikutnya diubah ke level yang lain. Perhitungan pergerakan titik level suatu percobaan pada metode steepest descent adalah sebagai berikut: f(x) = b x + b 1 x 1 + b 2 x 2 + b 3 x 3 Dari persamaan linier diatas diperoleh nilai b i melalui turunan parsial sebagai berikut: b1 = b1; b2 = b2; b3 = b3, dimana persamaan linier diperoleh dari desain eksperimen dengan faktor dan level dapat dilihat pada Tabel 3.2.

1 Faktor (A) x

  1 Faktor 2 (B) x 1 Faktor 3 (C) 1 / (3) 1 (3) 2 / (3) 1 (3) 3 / (3) 1 Pergerakan steepest descentHasil Percobaan (5) Level awal (origin=o) (A )/2 (B )/2 (C )/2(6) Level pergerakan (origin + n ∆) o 1 + n∆ o 2 + n∆ o 3 + n∆ y nTujuan dari penerapan metode steepest descent adalah untuk menentukan titik origin level percobaan berikutnya. Dasar dari penentuan titik origin levelpercobaan berikutnya adalah berdasarkan hasil percobaan dengan level yang diperoleh dari pergerakan steepest descent dengan jumlah cacat paling rendah.

3.8. Model Orde Kedua

Model orde kedua adalah persamaan polinomial yang memiliki pangkat dua atau berbentuk kuadrat. Bentuk umum dari model orde kedua untuk3 variabel adalah sebagai berikut: 2 2 2 Y = b x + b x + b x + b x + b x + b x + b x + b x x + b + x x 1 1 2 2 3 3 11 1 22 2 33 3 12 1 2 13 1 3 b 23 x 2 x

3 Dimana: Y = respon

  Alasan pembuatan model orde keduadibangun karena percobaan pertama yang dilakukan sebelumnya bertujuan untuk mencari daerah optimal yang akan digunakan dalam eksperimen berikutnyasehingga wilayah optimum yang diperkirakan akan dieksplorasi lebih jauh dapat diperkirakan dengan model yang lebih kompleks. Mengenai hal ini pada asumsi bahwa model yang memadai disediakan oleh model orde kedua yangmemberikan jawaban bahwa tidak ada alasan untuk meragukan representasi model orde pertama ketika pada uji ketidaksesuaian ternyata model orde kedua sesuaidengan fungsi respon sehingga model orde pertama dapat diterima merepresentasikan fungsi respon.

3.9. Central Composite Design

  Desain ini dimulai dengan level yang sama dengan k9 desain 2 , ditambah dengan level tambahan yang terdiri dari center points dan star G. Penentuan titik optimum ataupun variabel prediktor adalahsebagai berikut:Y = b x + b 1 x 1 + b 2 x 2 + b 3 x 3 + b 11 x 1 2 22 x 2 2 33 x 3 2 12 x 1 x 2 + b 13 x 1 x 3 + b 23 2 3 x 3= ∂ ∂1x y b 1 11 x 1 12 x 2 13 x Beberapa transformasi yang sering digunakan antara lain: 1.

3.10. Teori Mengenai Desain Eksperimen

  Seperti yang telah kita ketahui bahwa statistika berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan metoda serta teknik untuk pengumpulan,penyajian, pengolahan, analisis, dan pengambilan kesimpulan mengenai sekumpulan data sehingga ketidak pastian dari pada kesimpulan berdasarkan dataitu dapat diperhitungkan dengan menggunakan ilmu hitung probabilatas. Untuk mengatasi hal ini,sebuah cara harus ditempuh yang dikenal dengan nama desain eksperimen, yaitu suatu rancangan percobaan (dengan tiap langkah tindakan yang betul-betulterdefinisikan) sedemikian hingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diamati dapat dikumpulkan.

3.10.1 Tujuan Desain Eksperimen

3.10.2. Prinsip Dasar Dalam Desain Eksperimen

  Desain suatu eksperimen bertujuan untuk memperoleh atau mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang diperlukan dan bergunadalam melakukan penyelidikan persoalan yang akan dibahas. Kekeliruan eksperimenKekeliruan eksperimen menyatakan kegagalan daripada dua unit eksperimen identik yang dikenai perlakuan untuk memberikan hasil yang sama inidapat terjadi misalnya kekeliruan waktu menjalankan eksperimen, kekeliruan pengamatan, variasi dari bahan eksperimen , variasi antara unit eksperimen danpengaruh gabungan dari semua faktor tambahan yang mempengaruhi karakteristik yang sedang dipelajari.

3.10.2.1. Replikasi

  Memberikan tafsiran kekeliruan eksperimen yang dapat dipakai untuk menentukan panjang interval konfidens (selang kepercayaan) atau dapatdigunakan sebagai satuan dasar pengukuran untuk penetapan taraf signifikan daripada perbedaan-perbedaan yang diamati. Biasanya merupakan langkah-langkah atau usaha-usahayang berbentuk penyeimbang, pemblokan, dan pengelompokan unit-unit eksperimen yang digunakan dalam desain.

3.10.3. Langkah-langkah membuat desain percobaan

  Metode grounded researchMetode grounded research adalah suatu penelitian yang mendasarkan kepada fakta dan menggunakan analsis perbandingan bertujuan untukmengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan datadan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan. Metode penelitian tindakan Metode penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dan decision maker tentang variabel-variabelyang dapat dimanipulasi dan dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan proses menemukan solusi masalah setelah

  Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan (solusi) langsungbagi permasalahan yang dihadapi, karena penelitian berfungsi untuk mencari penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta alternatif yang mungkindapat digunakan untuk pemecahan masalah. Karena itu diperlukan sistematika kegiatan yang akan dilaksanakan dengan metode dan prosedur yang tepat mengarah kepada sasaran atau target yangtelah ditetapkan.

13 Sekaran, Uma. 2007. Metoodologi Penelitian Untuk Bisnis, Buku 1 Edisi 4. Jakarta : Salemba Empat

Rumusan Permasalahan dan Penetapan Tujuan PenelitianStudi Pendahuluan Studi Kepustakaan Identifikasi Variabel Penelitian Identifikasi Kebutuhan Data Pengumpulan DataPengolahan Data Analisis Pemecahan Masalah Kesimpulan dan Saran Gambar 4.1. Blok Diagram Metodologi Penelitian

4.1. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat eksperimental

  Pada penelitian ini dilakukan percobaan di bagian proses produksi kertas rokok dengan faktor-faktor yang dipilih yang berpengaruh terhadap kecacatan produkkertas rokok. Sesuai dengan objek penelitian dan metode yang akan digunakan, variabel-variabel penelitian yang akan diamati terdiri dari 2 unsur utama, yaitu : 1.

4.5. Metode Penelitian

4.5.1. Pengumpulan Data

  Data PrimerData primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui observasi terhadap perancangan eksperimen yang 2. Data SekunderData sekunder yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian ini antara lain : data tentang jumlah kecacatan produksi kertas rokok berdasarkanjenis kecacatan yang menjadi standar mutu perusahaan untuk analisis penyebab kecacatan, kondisi proses yang dijadikan acuan oleh perusahaan.

4.5.2. Penentuan Teknik Pengumpulan Data

  Teknik wawancara, yaitu dengan melakukan wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan gunamenunjang pencapaian tujuan. Wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan dibutuhkan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui danmenyusun variabel-variabel yang berpengaruh terhadap proses produksi kertas rokok.

4.5.3. Metode Pengolahan Data

  Analisis dengan Metode Response SurfaceLangkah Analisis dengan Metode Response Surface : Bone Diagram dan variabel respons yang dalam hal ini adalah jumlah kecacatan dari data stratifikasi dengan persentase tertinggi. Melakukan metode steepest descentMetode steepest descent dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari koefisien model model orde pertama dimana hasilpercobaan yang menghasilkan cacat yang paling minimum digunakan sebagai dasar acuan untuk penentuan level dari faktor Central Composite Design.

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data Sekunder dengan Stratifikasi

  Unstable porosity, didefinsikan sebagai ukuran pori-pori kertas yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Hasil penentuan jenis kecacatan tersebut yang untuk kemudiandilakukan analisis penyebabnya.

5.2. Pembuatan Pareto Diagram Setelah dilakukan stratifikasi, selanjutnya dibuat pareto diagram

  kecacatan dari persentase terbesar sampai dengan persentase terkecil dan buat kumulatifnya seperti yang ditunjukkan pada Tabel 5.2. 0.00 Pareto Diagram 80-20, bahwa jenis kecacatan yang dipilih untuk diperbaiki Dari tampilan persentase kecacatan pada Tabel 5.2 dan Gambar 5.3., dapat dilihat bahwa jenis kecacatan “a”, yaitu unstable porosity, merupakan jumlahkecacatan paling tinggi dengan persentase sebesar 62.36%.

5.3. Pembuatan Fish Bone

  Bahan BakuDalam hal ini, kualitas bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kertas rokok kurang dikontrol yaitu penyimpanan bahan baku yang terlalulama di gudang sehingga menyebabkan hasil produksi mengalami ketidaksesuaian kriteria dengan standar yang telah ditentukan perusahaan. Tidak adanya standar dalam penentuan setting mesin yaitu pada temperatur Madeleine Roll (berkisar 120˚-130˚), reel moisture (kelembaban pada mesin reel yang berkisar 5-5.3%), draw ratio on wire-reel (perbandingan kecepatan gerak yang berkisar 0.93-0.95).

5.4. Pengumpulan Data Model Orde Pertama

  Berikut ini adalah data-data yang dikumpulkan untuk menunjang penelitian yang dilakukan yaitu: faktor yang diteliti, titik setting faktor, range tiapfaktor, dan jumlah produk cacat kertas rokok dalam rentang produksi selama 1 hari.14 G. Box, Empirical Model-Building and Response Surfaces (New York, 1987).

5.4.1. Penentuan Faktor Penelitian

  Faktor-faktor yang dipilih dalam penelitian ini ada 3 buah faktor, antara lain: temperatur Madeleine Roll , Reel Moisture dan draw ratio on wire-reel. Penetapan Range FaktorRange faktor perlu ditetapkan karena dalam penelitian ini menggunakank desain eksperimen 2 yang menghendaki adanya level rendah dan level tinggi dari x 125 x .

5.4.4. Jumlah Produk Cacat Kertas Rokok dalam Rentang Produksi selama

1 Hari

  Perlakuan yang dilakukan ada sebanyak 9 buah perlakuan, 8 k perlakuan berasal dari perlakuan desain 2 dan 1 perlakuan pada titik pusat yang didasarkan pada jumlah blok titik kubus. Sedangkan untuk jenis 1 1 -1 x3 x2 x1 Titik pusat (0,0,0) (-1,1,-1) (1,1,-1) (1,1,1) (-1,1,1)(-1,-1,1) (1,-1,1) (1,-1,-1) (-1,-1,-1) 1210.33 9 1266.53 1 1 1 8 1260.65 1 7 1 -1 1155.34 6 kecacatan yang diteliti dari hasil produksi 1 hari adalah berdasarkan jenis kecacatan yang dipilih dari pareto diagram yaitu unstable porosity dan wrinkle.

5.5. Pengolahan Data untuk Orde Pertama

5.5.1. Penentuan Koefisien b , b 1 , b

  1 1 1 1 1 1 1 1 1 -1 -1 1 1 X' = -1 1 -1 1 -1 1 -1 1 1 1 1 2 dan b 1 1 1 6. Membuat persamaan normal dengan bentuk (ij) X’X dan (iy) X’YBentuk X’ (Matriks X transpose): 1266.53 1 0210.33 1 1260.65 1 1 1 -1199.76 1 -1 -1 1251.05 1 1 -1 1155.34 1 -1 1 1 -1 -1 -1247.20 1 1 -1 -1276.67 1 -1 1 -1258.67 1 1 X Y 5.

X'X X'Y

  Dengan prinsip baris k matriks x 1 : x 01 x 11 … x k1 Dikalikan dengan kolom n matriks x : 2 x 01 x 02 x 0nDimana angka yang dikalikan adalah pasangan antara angka matriks pertama x dengan angka matriks kedua x . Perhitungan adalah sebagai berikut:Baris 2 pada matriks X’ sebagai berikut: 1 -1 1 -1 1 1 1 1 1 Pemisalan: Pengalian antara baris 1 matriks X’ dan kolom 1 matriks X adalah sebagai berikut: (-1 x -1) + (1 x 1) + (-1 x -1) + (1 x 1) + (-1 x -1) +(1 x 1) + (-1 x -1) + (1 x 1) + (0 x 0) = 8.

5.5.2. Uji Ketidaksesuaian Model Orde Pertama

  Uji ini bertujuan melihatkesesuaian model yang dibangun terhadap data hasil eksperimen. H 1 = Persamaan Regresi memiliki efek terhadap jumlah produk cacat yang dihasilkan.

5.6. Steepest Descent

  Steepest Descent adalah suatu prosedur pergerakan fungsi pada titik yang diberikan yaitu x dengan arah kemiringan negatif yang akan memberikan nilai maksimum lokal dari fungsi yang diminimisasi. = Nilai level tinggi draw ratioC 2 ) = 5.2% dan draw ratio = 0.94, dimana hasil 1 2°C; x x = 0.94 dengan jumlah produk cacat sebesar 183.53 kg.

5.7. Penentuan Model Orde Kedua

5.7.1. Penentuan Koefisien b , b , b , b , b , b , b , b , b , b

  1 2 3 11 22 33 12 13 23 Nilai faktor yang telah diketahui pada langkah diatas akan digunakan pada percobaan ini, dimana terlebih dahulu ditentukan level tertinggi dan level terendah dari masing-masing faktor dengan acuan terhadap unit origin. Databerikut ini adalah data yang dikumpulkan selama 15 hari yang dimulai dari tanggal 18 November sampai dengan 2 Desember 2010 yang ditunjukan padaTabel 5.11.

2 X

  1 ² x 8 1 1 -1 -1 163.14 6 1 1 -1 1 1 1 1 -1 1 -1 163.46 7 1 -1 1 1 1 1 1 -1 -1 1 169.29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 158.98 9 1 -1.68 2.83 161.94 10 1 1.68 2.83 161.88 1 1 2 ² x 1 1 134.22 3 ² x 1 x 2 x 1 x 3 x 2 x 3 Y (kg) 1 1 -1 -1 -1 1 1 1 1 2 5 1 -1 -1 1 1 -1 -1 1 1 1 -1 -1 1 142.67 3 1 -1 1 -1 1 1 1 -1 1 -1 153.00 4 1 3 x 1 1 1 1 -1 -1 151.67 1 1 -1 Tabel 5.11. Jumlah Produk Cacat (Per 1 Hari Produksi) (Lanjutan) Perlakuan x x 1 x 2 x 3 x 1 ² x 2 ² x 3 ² x 1 x 2 x 1 x 3 x 2 x 3 Y (kg) 11 1 -1.68 2.83 122.55 12 1 1.68 2.83 155.18 13 1 -1.68 2.83 139.62 14 1 1.68 2.83 151.54 15 1143.31 Keterangan:Y = Jumlah produk cacatAdapun penentuan jumlah percobaan yang dilakukan adalah sebagai 15 berikut :N = Nc + Nf + 2q Dimana, Nc = titik pusat (0,0,0) sebanyak 1 buah percobaan.

3 Nf = 2 = 2 = 8 buah percobaan

  1 1 1 1 2.83 2.83 0 1 -1 -1 1 1 -1 -1 11 -1 1 -1 -1 1 -1 1 1 1 -1 -1 -1 -1 1 1 1.68 1 1 1 1 2. 0.1250.125 = -0.34 0.165 0.103 0.103 0.073X'X 0.0730.073 Dengan cara yang sama seperti pada pembuatan model orde pertama maka diperoleh hasil sebagai berikut :0.996 -0.338 -0.338 -0.338 3.

5.7.2. Pembuatan Contour Plot

  Contour Plots Terhadap Jumlah Cacat 1 x 2 = Reel Moisture x 3 = Draw Ratio y = Jumlah kertas rokok cacatPada plot x1*x2 menunjukkan bagaimana pengaturan temperatur Madeleine Roll dan Reel Moisture mempengaruhi jumlah kertas rokok cacat yang dihasilkan. Sedangkan plot x1*x3 menunjukkan bagaimana pengaturan temperatur Madeleine Roll dan Draw Ratio mempengaruhi jumlah kertas rokokcacat yang dihasilkan dan plot x2*x3 menunjukkan bagaimana pengaturan Reel Moisture dan Draw Ratio mempengaruhi jumlah kertas rokok cacat yang dihasilkan.

5.7.3. Uji Ketidaksesuaian Model Orde Kedua

  Uji ini bertujuan melihat kesesuaianmodel yang dibangun terhadap data hasil eksperimen. H 1 = Persamaan Regresi memiliki efek terhadap jumlah produk cacat yang dihasilkan.

5.8. Penentuan Titik Optimum Faktor Penentuan titik optimum faktor dilakukan dengan pendekatan matriks

  Input dari matriks pertama adalah persamaan dari model orde kedua, sedangkan input dari matriks kedua adalah hasil percobaan dari perlakuan yang diberikanpada desain model orde kedua. Persamaan model orde kedua yang diperoleh yaitu: 2 2 2 Y = 155.707 – 0.217x + 6.152x + 6.813x + 3.116x – 1 2 3 1 – 4.971x 2 – 2.614x 3 2.551x 1 x 2 – 2.139x 1 x 3 – 3.264x 2 x 3 Dari persamaan yang diperoleh maka koefisien masing-masing variabel diubah ke dalam bentuk matriks.

3 Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan pendekatan matriks dengan

  persamaan │A │x │X│ = │B│ sebagai berikut:A X B 2b11 b 12 b 13 x 1 -b1 b12 2b 22 b23 X x 2 = -b2 b13 b 23 2b 33 x 3 -b1 2(3.116) -2.551 -2.139 x 1 0.217 2(3.116) -2.551 -2.139 0.217 x1 x = -2.551 2(-4.971) -3.2642 X -6.152 x3 -2.139 -3.264 2(2.614) -6.813 x1 0.151 -0.049 0.031 0.217 x2 = -0.049 -0.068 -0.062 X -6.152 x3 0.031 -0.062 0.165 -6.813 x 1 0.123 x 2 = 0.83 x 3 ; i = nilai faktor i ξ Penentuan nilai optimum secara teoritis adalah sebagai berikut: 1. Nilai optimum untuk Temperatur Madeleine Roll ξ1 = 0.123 ((135 – 125)/2) + 130 = 0.05283 ξ3 = 0.932 ξ3 = -0.00736 + 0.94 = -0.736 (0.01) + 0.94 3 ξ = -0.736 ((0.95 – 0.93)/2) + 0.94 3 ξ 3.

BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

  Penggolongan tersebut kemudian digambarkan ke dalam pareto diagram dengan aturan 80-20 untuk melihat persentase kecacatan yang mencapai 80% untuk ditetapkan sebagai jenis kecacatan yang harus dikurangi dari produk kertas rokok. Dari hasil analisis pareto diagram, diperoleh jenis kecacatan yangharus diatasi adalah unstable porosity dan wrinkle dimana dengan mengatasi kedua jenis cacat ini dapat memperbaiki kualitas produk kertas rokok.

6.3. Analisis Model Orde Pertama

  Model orde pertamadibuat sebagai pendekatan untuk mencari daerah optimal yang akan digunakan dalam eksperimen. Pengumpulan data menggunakan 9 buah perlakuan dan dari hasil pengumpulan yang diperoleh, datakemudian diolah dengan menggunakan pendekatan matriks.

3 Untuk menentukan apakah model yang dibangun telah cocok dengan data

  yang telah dikumpulkan maka dilakukan uji ketidaksesuaian terhadap model orde pertama. Dari uji yang dilakukan dapat dilihat bahwa tidak ada ketidaksesuaian, hal ini terlihat dari F hit (0.25) yang lebih kecil dari F tabel (236.8) pada modelpersamaan regresi yang berupa model linier sehingga dapat simpulkan bahwa tidak ada ketidaksesuaian terhadap model yang dibangun.

6.4. Analisis Steepest Descent

  Perhitungan Pergerakan Level pada Metode Steepest Descent Prosedur x 1 x 2 x 3 Perubahan relatif pada unit desain (b i ) -14.909 6.919 -6.091 Unit origin (1 unit desain) 5 0.001 0.01 Perubahan relatif pada unit origin -74.545 0.007 -0.061 Tabel 6.1. dapat dilihat bahwa level yang memberikan nilai jumlah cacat minimum adalah level di pergerakan ke n = 5, dengan jumlah cacat 183.53kg kertas rokok, dimana temperatur Madeline Roll (x 1 ) = 130°C, reel moisture (x 2 ) = 5.2% dan draw ratio (x 3 ) = 0.94.

6.5. Analisis Model Orde Kedua

  Hasil pengolahan data untuk menghasilkan model orde kedua memperoleh hasil yaitu: 2 2 2 1 + 6.152x2 + 6.813x 3 + 3.116x 1 – 4.971x 2 – 2.614x 3 1 2 1 3 2 3 Untuk menentukan apakah model yang dibangun telah cocok dengan data yang telah dikumpulkan maka dilakukan uji ketidaksesuaian terhadap model orde kedua. Hal ini terlihat dari F hit (3.47) yang lebih kecil dari F tabel (4.77) pada model persamaan regresi yang berupa model linier dan kuadratis sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak adaketidaksesuaian terhadap model yang dibangun.

BAB VI I KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

  Pada pembuatan stratifikasi dan pareto diagram menunjukkan bahwa jenis kecacatan yang menyebabkan jumlah kecacatan pada produk kertas rokokyang mencapai lebih dari atau sama dengan 80% adalah unstable porosity dan wrinkle. Model orde kedua yang diperoleh yaitu: 2 2 Y = 155.707 – 0.217x + 6.152x + 6.813x + 3.116x – 4.971x – 1 2 3 1 2 2 2.614x 3 – 2.551x 1 x 2 – 2.139x 1 x 3 – 3.264x 2 x 3 .

7.2. Saran

  Untuk penerapan RSM, perubahan setting wajib dilakukan terhadap ketiga faktor yang diteliti, yaitu dengan menaikkan nilai dari faktor yang ditelitidan menurunkan nilai faktor draw ratio. Perusahaan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengukur apakah perubahan nilai faktor tersebut masih memberikan efek yangsignifikan terhadap jumlah produk cacat yang dihasilkan dengan perlakuan satu faktor ataupun kombinasi antar faktor.

DAFTAR PUSTAKA

  P., dan Draper N. Sudjana, Desain dan Analisis Eksperimen.

Informasi dokumen
Analisis Penentuan Faktor Optimum yang Mempengaruhi Jumlah Kecacatan pada Produk Kertas Rokok dengan Metode Response Surface pada PT. Papeteries De Mauduit Analisis Model Orde Kedua Analisis Contour Plot Analisis Steepest Descent ANALISIS PEMECAHAN MASALAH Analisis Stratifikasi dan Pareto Diagram Analisis Fish Bone Analisis Model Orde Pertama Fish Bone Cause and Effect Diagram Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Obyek Penelitian Identifikasi Variabel Penelitian Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Langkah-langkah membuat desain percobaan Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Mesin, Peralatan, dan Utilitas 1.Mesin Metode Steepest Descent LANDASAN TEORI Model Orde Kedua Central Composite Design Model Orde Pertama LANDASAN TEORI Pembuatan Contour Plot Uji Ketidaksesuaian Model Orde Kedua Pembuatan Pareto Diagram Pembuatan Fish Bone Penentuan Faktor Penelitian Penetapan Titik Setting Faktor Penetapan Range Faktor Jumlah Produk Cacat Kertas Rokok dalam Rentang Produksi selama 1 Hari Penentuan Koefisien b , b Penentuan Titik Optimum Faktor Pengendalian Kualitas Stratifikasi Pareto Diagram Pengendalian Mutu Produk Proses Produksi Pengumpulan Data Penentuan Teknik Pengumpulan Data Metode Pengolahan Data Pengumpulan Data Sekunder dengan Stratifikasi Response Surface Methodology LANDASAN TEORI Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Sistematika Penulisan Tugas Akhir Sejarah Perusahaan Ruang Lingkup Bidang Usaha Steepest Descent PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Struktur Organisasi Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan Tujuan Desain Eksperimen Prinsip Dasar Dalam Desain Eksperimen Uraian Proses Produksi Proses Produksi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Penentuan Faktor Optimum yang Mempen..

Gratis

Feedback