Pengendalian Serangan Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense Pat.) Pada Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik

 6  77  82  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PERNYATAAN ORISIONALITAS PENGENDALIAN SERANGAN BUSUK PANGKAL BATANG

(Ganoderma boninense Pat.) PADA BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT Elaeis guineensis( Jacq.) MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK TESIS Dengan ini saya nyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil karya kerja saya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telah dijelaskansumbernya dengan benar Medan, Agustus 2011RISKY HADI WIBOWO NIM. 097030002

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Dengan Hak Bebas Royalty Non-Eksklusif ini, Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media, memformat, data-base mengelolah dalam bentuk , merawat dan mempublikasikan Tesis saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis dan sebagaipemegang dan atau sebagai pemilik hak cipta. 097030002 Telah diuji pada Tanggal : 15 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof.

RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

DATA PENDIDIKAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri kitinolitik lokal yang diisolasi dari Bangka, Langkat danKaro yaitu LK08, KR05, BK13, BK17, dan BK15 dalam menghambat pertumbuhan jamur G. Luas serangan paling rendah terdapat pada BK17 dan KR05 yaitu sebesar 4% sedangkan paling tinggi pada kontrol G.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan kepada junjungan nabi besar Muhammad Rasullulah SAW sehinggapenulis dapat menyelesaikan Penelitian dengan judul Pengendalian serangan busuk pangkal batang ( Ganoderma boninense Pat.) pada bibit tanaman kelapa sawit ( Elaeis guineensisJacq.) menggunakan isolat bakteri kitinolitik. Kakanda yang sangat penulis banggakan dan sayangi (Mhd Cahyadi Lazuardi, MhdHarri Kurniawan (alm), dan Mhd Budi Permana A.md, Debi Nurwulani Kurniati, danIrzan Irdawati), kepada para keponakan yang paling ku sayangi (Jessica, Vikri, Jingga,Singgih, Rasyid dan Alfi) penulis ucapkan ribuan terima kasih atas segala cinta, kasih sayang, pengorbanan moril maupun materil, motivasi, kesabaran serta doa yang takakan pernah bisa penulis balas sampai kapanpun 9.

DAFTAR ISI

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri kitinolitik lokal yang diisolasi dari Bangka, Langkat danKaro yaitu LK08, KR05, BK13, BK17, dan BK15 dalam menghambat pertumbuhan jamur G. Luas serangan paling rendah terdapat pada BK17 dan KR05 yaitu sebesar 4% sedangkan paling tinggi pada kontrol G.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Usaha pemberantasan dengan menggunakan bahan kimia berupa fungisida, bakterisida, insektisida relatif cepat dan praktis, tetapi seringkali menimbulkan Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan agen pengendali hayati misalnya yang diisolasi dari rizosper yang telah dikembangkan oleh pusat penelitian Trichoderma harzianum kelapa sawit seperti penggunaan fungi antagonis strain 131 dan Gliocladium viride strain 44 telah berhasil diuji pada G. Aplikasi bakteri kitinolitik yang diisolasi dari berbagai tanah di berbagai daerah seperti Sungai liat, Bangka (BK17, BK13 dan BK15) dan Langkat (LK08) serta Karo (KR05) diharapkan mampu mengendalikan pertumbuhan jamur Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kelapa Sawit

  Tanaman kelapa sawit berasal dari tanaman tersier, yang merupakan daratan penghubung yang terletak di antara Afrika dan Amerika. Kelapa sawit yang ditanam sesudah kelapa sawit atau tanaman kelapa akan mendapat serangan yang lebih berat dari penyakit busuk pangkal batang.

2.4 Induksi Ketahanan Tanaman

  Ketahanan tanaman terhadap penyakit didefinisikan sebagai suatu karakter yang memungkinkan tanaman terhindar, mempunyai daya tahan atau daya sembuh dari seranganpenyakit dalam kondisi yang akan menyebabkan kerusakan lebih besar pada tanaman oleh ras patogen yang sama. Asam salisilat merupakan senyawa fenolik yang disintesis tumbuhan sebagai respon terhadap berbagai infeksi serta berperan sebagaisinyal reaksi ketahaan tanaman dan merupakan bahan penginduksi resistensi sistemik yang sangat baik pada berbagai tanaman.

2.5 Potensi Bakteri Kitinolitik Sebagai Pengendali Hayati

  (1996) dalam Pudjihartati (2006), kitinase dikelompokkan menjadi: (1) endokitinase, yang memotong secara acak polimer kitin secara internal sehinggamenghasilkan oligomer yang pendek, (2) eksokitinase (1,4- β-ketobiosidase), yang memotong unit trimer ketobiosa pada ujung terminal polimer kitin, dan (3) N- asetilglukosamidase, yang memotong unit monomer pada ujung terminal polimer kitin. Menurut Oku (1994), peranan kitinase dalam pertahanan tanaman terhadap serangan patogen terjadi melalui dua cara yaitu : (1) menghambat fungi dengan secara langsungmenghidrolisis di dinding miselia dan (2) melalui pelepasan elisitor endogen oleh aktivitas kitinase yang kemudian memicu reaksi ketahanan sistemik pada inang.

BAB 3 BAHAN DAN METODA

  3.1 Waktu dan Tempat Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah KacaLaboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Sumatera Utara, pada ketingiaan 700 meter di atas permukaan laut. Isolasi dilakukan dari Bangka (BK17,BK15 dan BK13) Langkat (LK08) serta Karo (KR05) 3.4 Perbanyakan dan Pembuatan Suspensi Biakan bakteri disubkultur dalam media Nutrien Agar (NA) dan diinkubasi ± 2 hari.

3.5 Uji Antagonisme In Vitro Bakteri Kitinolitik

  Kemampuan bakteri kitinolitik dalam menghambat pertumbuhan in vitro fungi diuji dengan uji antagonisme dalam cawan Petri. 8 sel/ml Selanjutnya suspensi bakteri kitinolitik yang telah dibuat dengan konsentrasi ≈ 10 (standart McFarland) diinokulasikan pada cakram dengan diameter 0,5 cm di bagian tengah o media kitin sebanyak 0,01 ml.

2 Ket : Y = Diameter fungi yang tidak terhambat

  boninense Setelah Uji Antagonis Pengamatan dilakukan dengan 2 cara yaitu secara visual dan mikroskopis. 3.7 Penyediaan Media Tanam Tanah yang digunakan adalah tanah yang berasal dari tanah perkebunan.

3.9 Uji Efektifitas Bakteri Kitinolitik Dengan Aplikasi Siram

  Untuk perlakuan efektifitas dengan metode siram aplikasinya yaitu bibit kelapa sawit yang berusia 3-4 bulan ditumbuhkan didalam polybag yang berukuran 17 x 35 cm,selanjutnya disemprot sebanyak 20 ml suspensi bakteri kitinolitik pada bagian permukaan tanah polybag yang berisi bibit kelapa sawit tadi. 11 Reisolasi Jamur Patogen dan Bakteri Kitinolitik dari Akar Kelapa Sawit Reisolasi fungi dan bakteri dari akar kelapa sawit dilakukan menurut metode Radu dan Kqueen (2002) dengan modifikasi.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN G. boninense

4.1 Karakteristik Serangan Pada Bibit Tanaman Kelapa Sawit

  Gambar 4.1.1 Bibit Sawit Yang Terserang Hasil isolasi jamur pada tanaman dewasa yang terserang penyakit pada media PDA G. boninense yang digunakan sebagai sumber spora selanjutnya diperbanyak dan diinokulasikan ke bibit kelapa sawit yang sehat dengan menggunakan suspensi spora.

4.2. Kemampuan Antagonisme In Vitro Bakteri Kitinolitik Dengan

  Beberapa enzim kitinolitiknyatoksik pada fungi patogen penyebab penyakit tanaman budidaya tetapi tidak pada mikroorganisme lain dalam tanah dan tumbuhan inang (Kloepper 1989) Pada pengamatan hari kesepuluh dari kelima isolat bakteri kitinolitik lokal tersebut, G. boninense BK17 memiliki efektivitas penghambatan paling tinggi terhadap , dengan jari- jari zona hambat 12.63 mm, LK08 dengan jari-jari zona hambat 10.67 mm, selanjutnyaBK13 dengan jari-jari zona hambat 9.45 mm, dan KR05 dengan jari-jari zona hambat 9.07 mm dan BK15 dengan sedikit efektivitas penghambatan yaitu sebesar 8.05 mm.

4.3. Penilaian Efektifitas Bakteri Kitinolitik Terhadap Pada Bibit Kelapa Sawit

  boninense Penilaian efektifitas bakteri kitinolitik terhadap serangan patogen , pada bibit kelapa sawit ditentukan dengan melihat gejala serangan yang timbul pada setiapperlakuan dengan menggunakan rumus yang telah ada yaitu luas serangan yang terbentuk selama 12 minggu. Menurut Agrios (1996), patogen menyebabkan penyakit pada tumbuhan dengan cara melemahkan inang melalui penyerapan makanan secara terus menerus dari sel inang untukkebutuhannya, menghentikan atau mengganggu metabolisme sel inang dengan toxin, enzim atau zat pengatur tumbuh yang disekresikannya, menghambat transportasi makanan, haramineral, dan air melalui jaringan pengangkut dan mengkonsumsi jaringan sel inang setelah terjadi kontak.

4.4. Pengamatan Struktur Hifa Abnormal Setelah Uji antagonis In Vitro

  Uji pendahuluan yang dilakukan untukmengetahui kemampuan bakteri kitinolitik menunjukkan bahwa terdapat isolat bakteri kitinolitik yang mampu menghambat pertumbuhan fungi uji. Keanekaragaman, spesifitas organ dan perkembangan dan pola ekspresi yang berbeda menunjukkan bahwa β-1,3-glukanase memiliki fungsi biologis dalam pertumbuhan dan et al.

4.5. Reisolasi dan Bakteri Kitinolitik Pada Akar Bibit Kelapa Sawit

  Hal ini Dari hasil reisolasi terhadap kelima perlakuan terlihat jelas bahwa suspensi bakteri kitinolitik yang disiram pada permukaan tanah steril pada bibit kelapa sawit mampumenembus dan berasosiasi pada jaringan tanaman. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengisolasi mikroorganisme endofit pada beberapa tanaman, misalnyapada tanaman obat (Tan & Zou 2001), tanaman perkebunan dan tanaman budidaya seperti et al.

4.6. Reisolasi Bakteri Kitinolitik Pada Tanah Perlakuan Bibit Kelapa Sawit

  Hasil reisolasi pada tanah bekas perlakuan bibit kelapa sawit dengan perlakuan lima isolat 5 bakteri kitinolitik dengan metode cawan sebar/spread plate dengan faktor pengenceran 10 menunjukkan bahwa terdapat aktivitas kitinase pada bagian rizosfer akar, yaitu padaperlakuan yang diinokulasi dengan isolat BK17, BK15, LK08, KR05 dan BK13 terlihat zona bening pada media kitin (Gambar 4.6.2). Pada kontrol negatif juga menunjukkan adanya aktivitas kitinase pada tanah, tetapi jumlahnya lebihsedikit dibandingkan perlakuan, sedangkan pada kontrol positif tidak ditemukan adanya aktivitas bakteri kitinolitik di dalam tanahnya.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  boninense dan mampu menurunkan luas serangan jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang bibit kelapa sawit. Saran Perlu adanya penelitian dan perhatian lebih lanjut terhadap isolat kitinolitik potensial sehingga bisa digunakan untuk agen pengendali hayati dalam menghambatserangan jamur patogen G.

DAFTAR PUSTAKA

  Isolasi dan identifikasi bakteri penghasil kitinase dari sumber air panas Danau Ranau Sumatera Selatan. Potensi isolat bakteri kitinolitik lokal untuk pengendalian hayati jamur .

LAMPIRAN FLOW SHEET

  Diteteskan 10 µl suspensi bakteri kitinolitik pada cakram standard Oxoid o Diinkubasi pada suhu 30 C dan dilakukan pengamatan selama lima hariDilakukan pengukuran zona hambat Hasil Pengamatan G. boninense pada permukaan PDA berbentuk block suareDiletakkan pada objek glassDiamati adanya abnormalitas pertumbuhan miselium G.

Pengendalian Serangan Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense Pat.) Pada Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik Alur Kerja Antagonisme In Vitro boninense Pembuatan Suspensi Bakteri Kitinolitik Pembuatan Suspensi Jamur Penyediaan Media Tanam Induksi Ketahanan Tanaman 3 Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Kemampuan 11 Reisolasi Jamur Patogen dan Bakteri Kitinolitik dari Akar Kelapa Sawit Latar Belakang Dr. Suci Rahayu, M.Si Luas Serangan patogen Minggu Ke-1 Luas Serangan patogen Minggu Ke-2 Luas Serangan patogen Minggu Ke-3 Luas Serangan patogen Minggu Ke-4 Luas Serangan patogen Minggu Ke-5 Luas Serangan patogen Minggu Ke-6 Luas Serangan patogen Minggu Ke-7 Luas Serangan patogen Minggu Ke-8 Luas Serangan patogen Minggu Ke-9 Pengamatan Struktur Hifa Abnormal Penilaian Efektifitas Bakteri Kitinolitik Terhadap Penyediaan Media Tanam Uji Efektifitas Isolat Bakteri Kitinolitik Terhadap Jamur Uji Efektifitas Bakteri Kitinolitik Dengan Aplikasi Siram Permasalahan Tujuan Hipotesis Manfaat Kelapa Sawit Potensi Bakteri Kitinolitik Sebagai Pengendali Hayati Reisolasi 11 Reisolasi Jamur Patogen dan Bakteri Kitinolitik dari Akar Kelapa Sawit Reisolasi Bakteri Kitinolitik dari Tanah Perlakuan Analisis Data Reisolasi Bakteri Kitinolitik Pada Tanah Perlakuan Bibit Kelapa Sawit Uji Antagonisme In Vitro Bakteri Kitinolitik Pengamatan Abnormalitas Miselium Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Perbanyakan dan Pembuatan Suspensi
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengendalian Serangan Busuk Pangkal Batang (G..

Gratis

Feedback