Feedback

Konstruksi Berita Ujian Nasional 2011 Pada Harian Kompas (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 Tingkat SMA/MA/SMK pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme)

Informasi dokumen
KONSTRUKSI BERITA UJIAN NASIONAL 2011 PADA HARIAN KOMPAS (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 Tingkat SMA/MA/SMK pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme) Diajukan Oleh: NAMA : ELISABET M SAMOSIR NIM : 090922061 DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konstruksi Berita Ujian Nasional 2011 pada Harian Kompas (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana rekonstruksi berita Ujian Nasional dan mengetahui bagaimana pandangan dan posisi harian Kompas terkait pemberitaan Ujian Nasional 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan yang dipakai adalah paradigma kontruktivisme, yaitu paradigma yang bertujuan untuk menjelaskan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan ) kita sendiri. Subyek penelitian yang dipakai adalah berita tentang ujian nasional tahun 2011 tingkat SMA/MA/SMK pada harian Kompas yang terbit mulai tanggal 16 April sampai tanggal 18 Mei 2011, tidak termasuk opini dan berita lokal . Setelah berita dikumpulkan terdapat 11 berita yang memenuhi kriteria penelitian. Kemudian data-data yang telah terkumpul dikliping, ditabulasikan dan berikutnya dianalisis. Ada dua tahap analisis yang dilakukan, yaitu analisis tekstual kuantitatif dengan cara mentabulasikan berita berdasarkan jumlah, frekuensi, dan persentase dari setiap kategori paragraph, jenis berita, posisi berita,rubrik berita, atribut sosial narasumber, dan isu yang diangkat dalam berita. Kemudian analisis berikutnya adalah analisis framing yang bertujuan untuk melihat isu yang diangkat dan aspek apa yang ditonjolkan dalam berita ujian nasional tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya konstruksi dalam berita ujian nasional 2011 tingkat SMA/MA/SMK. Konstruksi tersebut dapat dilihat dari isu yang diangkat dan aspek yang ditonjolkan. Isu yang diangkat adalah pelaksanaan ujian nasional 2011 tingkat SMA/MA/SMK dan aspek yang ditonjolkan yaitu ujian nasional 2011 mengalami peningkatan kualitas yang signifikan, dilihat dari meningkatnya persentase kelulusan siswa tahun ini. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Pujian, hormat dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memampukan penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul “KONSTRUKSI BERITA UJIAN NASIONAL 2011 PADA HARIAN KOMPAS (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 Tingkat SMA/MA/SMK pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme)”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan masa studi dan mencapaigelar kesarjanaan di Program Ekstensi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari dalam keterbatasannya, masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Untuk itu dengan besar hati penulis menerima masukan yang baik untuk perkembangan skripsi ini skripsi ini. Dan pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada 1. Orangtua penulis W. Samosir/S. Panggabean dan seluruh keluarga besar (Abang, kakak, dan ipar) yang telah mendukung penulis dalam doa, perhatian dan kebutuhankebutuhan penulis, sehingga skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik. 2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan FISIP Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Fatma wardy Lubis, M.A selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara, terima kasih atas bantuan Ibu kepada penulis dalam penulisan skripsi ini. 4. Bapak Syarifuddin Pohan, M.Si, Ph.D selaku Dosen Pembimbing, terima kasih banyak penulis ucapkan atas bantuan Bapak dalam setiap ilmu, pemikiran, dorongan dan waktu yang Bapak luangkan untuk membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 5. Seluruh dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU, terimakasih telah membekali penulis dengan pengetahuan selama proses perkuliahan. Universitas Sumatera Utara 6. Harian Kompas sebagai sumber berita yang sangat berpengaruh besar dalam penulisan dan penyelesaian skripsi ini. 7. Sahabat penulis , Desi dan Echa terimakasih telah memotivasi dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini 8. Seluruh teman-teman ekstensi Ilmu Komunikasi angkatan 2009, terimakasih atas kebersamaan kita selama kuliah. 9. Rekan kerja penulis, khususnya kak Nurul Fatimah, terimakasih banyak untuk setiap izin dan pengertian yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 10. Teman-teman KTB dan Persekutuan Siswa Kristen, terimakasih telah mendoakan dan memotivasi penulis selama penyelesaian skripsi ini. 11. Dan semua pihak yang telah mendukung penulisan skripsi ini, terimakasih untuk segalanya. Medan, 16 Agustus 2011 Penulis Elisabet M.Samosir Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN 1 I.1 Latar Belakang Masalah 1 I.2 Perumusan Masalah 4 I.3 Pembatasan Masalah 5 I.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 5 I.4.1 Tujuan Penelitian 5 I.4.2 Manfaat Penelitian 5 I.5 Kerangka Teori 6 I.5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa 6 I.5.2 Berita dan Jurnalistik 7 I.5.3 Paradigma Konstruktivisme 8 I.5.4 Ideologi Media 9 I.5.5 Hegemoni Media 9 I.5.6 Analisis Framing 10 I.6 Kerangka Konsep 11 I.7 Operasional Konsep 13 Universitas Sumatera Utara BAB II. URAIAN TEORITIS 14 II.1Komunikasi dan Komunikasi Massa 14 II.2 Berita dan Jurnalistik 17 II.2.1 Berita 17 II.2.2 Jurnalistik 19 II.3 Paradigma Konstruktivisme 20 II.4 Ideologi Media 27 II.5 Hegemoni Media 28 II.6 Analisis Framing 30 BAB III. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 37 37 III.1.1 Sejarah Harian Kompas 38 III.1.2 Visi, Misi, dan Motto Harian Kompas 40 III.1.3 Nilai-nilai Dasar Harian Kompas 41 III.2 Metode Penelitian 41 III.3 Subjek Penelitian 43 III.4 Teknik Pengumpulan Data 43 III.5 Teknik Analisis Data 44 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 48 IV.1 Analisis Isi Tekstual 49 IV.2 Analisis Framing 62 IV.2.1 Frame Berita 63 Universitas Sumatera Utara IV.2.2 Rangkuman Frame Berita BAB V. PENUTUP 83 87 V.1 Kesimpulan 87 V.2 Saran 88 V.3 Implikasi Penelitian 89 V.3.1 Implikasi Teoritikal 89 V.3.2 Implikasi Praktikal 89 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel. 1 Perbandingan Ontologis, Epistemologis dan Metodologis 22 Tabel 2 Dimensi Framing Robert Entman 35 Tabel 3 15 Koran Teratas Tingkat Nasional 37 Tabel 4 Contoh Tabel Narasumber 44 Tabel 5 Contoh Tabel Jumlah Paragraf 45 Tabel 6 Contoh Tabel Jenis Berita 45 Tabel 7 Contoh Tabel Rubrik 45 Tabel 8 Contoh Tabel Isu yang Ditonjolkan 46 Tabel 9 Daftar Berita Ujian Nasional 49 Tabel 10 Profil Berdasarkan Halaman 50 Tabel 11 Profil Berdasarkan Jenis Berita 52 Tabel 12 Profil Berdasarkan Rubrik 53 Tabel 13 Profil Berdasarkan Jumlah Paragraf 53 Tabel 14 Profil Berdasarkan Narasumber 54 Tabel 15 Profil Berdasarkan Isu yang Diangkat 55 Tabel 16 Frekuensi Jumlah Paragraf 56 Tabel 17 Frekuensi Jenis Berita 57 Tabel 18 Frekuensi Posisi Berita 58 Tabel 19 Frekuensi Rubrik 58 Tabel 20 Frekuensi Narasumber 60 Tabel 21 Frekuensi Isu yang Ditonjolkan 61 Tabel 22 Daftar Berita yang Diteliti 62 Tabel 23 Frame Berita Ujian Nasional 86 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konstruksi Berita Ujian Nasional 2011 pada Harian Kompas (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana rekonstruksi berita Ujian Nasional dan mengetahui bagaimana pandangan dan posisi harian Kompas terkait pemberitaan Ujian Nasional 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan yang dipakai adalah paradigma kontruktivisme, yaitu paradigma yang bertujuan untuk menjelaskan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan ) kita sendiri. Subyek penelitian yang dipakai adalah berita tentang ujian nasional tahun 2011 tingkat SMA/MA/SMK pada harian Kompas yang terbit mulai tanggal 16 April sampai tanggal 18 Mei 2011, tidak termasuk opini dan berita lokal . Setelah berita dikumpulkan terdapat 11 berita yang memenuhi kriteria penelitian. Kemudian data-data yang telah terkumpul dikliping, ditabulasikan dan berikutnya dianalisis. Ada dua tahap analisis yang dilakukan, yaitu analisis tekstual kuantitatif dengan cara mentabulasikan berita berdasarkan jumlah, frekuensi, dan persentase dari setiap kategori paragraph, jenis berita, posisi berita,rubrik berita, atribut sosial narasumber, dan isu yang diangkat dalam berita. Kemudian analisis berikutnya adalah analisis framing yang bertujuan untuk melihat isu yang diangkat dan aspek apa yang ditonjolkan dalam berita ujian nasional tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya konstruksi dalam berita ujian nasional 2011 tingkat SMA/MA/SMK. Konstruksi tersebut dapat dilihat dari isu yang diangkat dan aspek yang ditonjolkan. Isu yang diangkat adalah pelaksanaan ujian nasional 2011 tingkat SMA/MA/SMK dan aspek yang ditonjolkan yaitu ujian nasional 2011 mengalami peningkatan kualitas yang signifikan, dilihat dari meningkatnya persentase kelulusan siswa tahun ini. Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Bidang yang sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu bangsa adalah bidang pendidikan. Pendidikan mengintegrasi dalam segala bidang dan dengan pendidikan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan bukan hanya membentuk kognitif, tetapi pendidikan juga harus mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh peserta didik, seperti: pengenalan diri, keterampilan, akhlak mulia, kecerdasan, kekuatan spiritual dan lainlain. Untuk mencapai tujuan yang mulia ini disusunlah kurikulum, yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan dan metode pembelajaran. Dan untuk melihat tingkat keberhasilan pendidikan tersebut dilakukanlah evaluasi. Evaluasi yang berhasil adalah evaluasi yang mengunakan alat yang sesuai untuk mengukur setiap aspek tujuan. Dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas/sederajat, saat ini menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Ujian Nasional merupakan evaluasi belajar pada akhir tahun ajaran yang diterapkan pada beberapa mata pelajaran. Namun UN hingga kini menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat maupun pemerintah. Banyak polemik yang tak kunjung terjawab. Beberapa diantaranya seperti makelar jawaban, jual beli soal maupun kunci jawaban, pencurian soal, unjuk rasa, kasus bunuh diri, frustrasi dan dampak psikologis terkait siswa-siswi yang tidak lulus. Di satu sisi, UN merupakan sebuah cita-cita mulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dimana pemerintah menginginkan pendidikan di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Di sisi lain pemerintah belum memiliki kemampuan untuk meningkatakan standarisasi dan kualitas pendidikan kita, baik kualitas pengajar, standarisasi kurikulum dan standarisasi sarana prasarana yang ada. Sehingga sistem pendidikan kita mengalami ketimpangan. Selain itu, standar nilai kelulusan yang disamaratakan secara nasional dan yang semakin tinggi setiap tahunnya, merupakan hal yang tidak relevan. Faktanya masih banyak Universitas Sumatera Utara sekolah-sekolah di daerah yang tidak difasilitasi oleh pemerintah, baik dari segi sarana prasarana, jumlah dan kwalitas tenaga pengajar. Di daerah masih ada sekolah yang hanya memiliki dua atau tiga orang guru, untuk mengajar siswa SMA dari kelas X sampai kelas XII. Masih banyak sekolah yang gedung dan alat mobilernya tidak memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Sementara di kota-kota besar, gedung-gedung sekolah berdiri megah dengan tenaga pengajar yang berkualitas dan dilengkapi oleh fasilitas yang mendukung pendidikan. Bagaimana mungkin sekolah-sekolah tertinggal dapat disetarakan standar penilaiannya dengan sekolah-sekolah bonafit yang ada di perkotaan, dimana semua fasilitas pendidikan serba memadai. Ujian nasional yang berlangsung hanya dalam beberapa hari dan hanya menguji beberapa mata pelajaran dijadikan patokan untuk mengukur keberhasilan siswa/siswi juga dianggap kurang tepat. Karena pada saat pengumuman, tidak sedikit ditemui siswa yang selama tiga tahun menjalani pembelajaran memiliki prestasi yang baik dinyatakan tidak lulus. Dengan menjadikan UN patokan tunggal dalam evaluasi hasil belajar, seolah-olah meniadakan arti dari pendidikan selama tiga tahun sebelumnya dan mata pelajaran yang tidak masuk ujian nasional. Sistem ujian nasional memandang keberhasilan anak didik dilihat hanya dalam beberapa hari, tidak secara kontiniu selama proses belajar mengajar dilakukan. Hal-hal diataslah yang memicu banyaknya penyalahgunaan ujian nasional. Pendidikan dipolitisasi sedemikian rupa demi kepentingan yang tidak memihak kepada seluruh masyarakat. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya tidak mengherankan apabila ditemukan banyak kejanggalan-kejanggalan. Seperti, pembagian kunci jawaban kepada siswa oleh tim sekolah ataupun “tim sukses”, kebocoran soal maupun kunci jawaban yang terorganisir oleh penyelenggara pendidikan dari berbagai tingkat, guru yang memperbaiki lembar ujian siswa, anjuran ataupun nasehat guru supaya kerjasama ketika ujian berlangsung, dan masih ada lagi trik-trik yang digencarkan dalam kecurangan UN. Demi “keberhasilan” segala cara pun dihalalkan, sehingga cita-cita mulia pendidikan tercoreng menjadi pembodohan. Universitas Sumatera Utara Hal di atas merupakan racun mematikan bagi bangsa Indonesia secara sistemik mulai dari pemimpin nasional, pemimpin provinsi, daerah, guru bahkan sampai kepada siswa-siswi. Sistem ini akan merusak mental bangsa. Mengajarkan generasi penerus untuk meraih keberhasilan dengan kecurangan. Hal yang menyedihkan, menanggapi kondisi tersebut, Mendiknas menuturkan dengan enteng : “Menyelengarakan Ujian Nasional adalah sebuah tugas besar, jika terjadi beberapa kecurangan, saya rasa itu wajar, karena kami bukan malaikat,” (http://kompasiana.com/post/edukasi/2011/04/26/menurut-mendiknas-kecuranganun-wajar/). Dinas Pendidikan dan sekolah bersandiwara demi nama baik dengan meraih tingkat kelulusan yang tinggi, bahkan mereka sangat bangga apabila mencapai persentase 100% walau dengan kecurangan. Memandang fakta-fakta yang ada di lapangan, sangat bijak bila sistem ujian nasional ini ditinjau ulang keberadaannya. Berbagai desakan dan tuntutan juga sudah disampaikan agar ujian nasional ditiadakan. Tetapi hal itu tidak membuat pemerintah bergeming. Ujian nasional 2011 tetap diadakan meskipun dengan beberapa ketentuan yang baru lagi. Tahun ini, paket soal UN dikemas dalam lima kode soal (A,B,C,D,E) dan memperhitungkan nilai sekolah sebanyak 40% sebagai penentu nilai kelulusan, dengan nilai kelulusan minimal adalah 5.5. Dari segi sistem sudah semakin baik, tetapi sistem yang setiap tahunnya mengalami perubahan, juga menjadi kelemahan karena ketidak adaan sistem baku ujian nasional. Mental peserta ujian sudah terlanjur terkontaminasi dan pada pelaksanaan ujian nasional 2011 ini pun, kecurangan tetap terjadi. Hampir seluruh media, khususnya media cetak menyoroti masalah ujian nasional ini. Pemberitaannya juga beragam-ragam, ada yang mengkritik dan mendukung menolak UN dan ada juga surat kabar yang menampilkan seolah-olah ujian nasional berjalan dengan baik dan benar. Kompas juga mengulas setiap berita tentang ujian nasional dengan detail dan mendasar. Inilah mengapa peneliti memilih harian Kompas sebagai objek penelitian tentang berita ujian nasional 2011. Kompas merupakan salah satu surat kabar yang telah mengawal perjalanan negeri ini sejak tahun 1963. Kompas bermula sebagai media bulanan yang bernama Universitas Sumatera Utara “Inti Sari”, dengan 128 halaman pada saat pertama kali terbit pada tanggal 7 agustus 1963. perkembangan berikutnya berubah nama menjadi “Bentara Rakyat” dan terakhir menjadi Kompas. Kompas edisi pertama dicetak pada tanggal 28 juni 1965 dengan motto “ Amanat Hati Nurani Rakyat”. Dan saat terbit pada 6 Oktober 1965, Kompas menembus angka 23.268 eksemplar, hingga pada akhir pemerintahan Soeharto tiras Kompas mencapai angka lebih dari 600 ribu eksemplar per hari. Pembaca koran ini mencapai 2.25 juta orang di seluruh Indonesia. Sejarah perjalan Kompas menjadi sebuah jaminan objektifitas dalam setiap pemberitaannya (http://wikipedia.org/wiki/KOMPAS). Pada umumnya pemberitaan di media cetak maupun elektronik sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh latar belakang, seperti ideologi dan pemilik media. Bahkan secara khusus cara pandang wartawan terhadap suatu isu mempengaruhi isi berita yang dibuatnya. Dan tidak menutup kemungkinan hal serupa juga terjadi dalam surat kabar harian Kompas terkait pengulasan berita tentang ujian nasional 2011. Kita tidak mengetahui secara jelas fakta-fakta apa yang mendasari pemikiran wartawan dan bagaimana suatu peristiwa tersebut dikonstruksi menjadi berita. Untuk mengetahui lebih mendalam konstruksi pemberitaan, peneliti menggunakan analisis framing. Framing bersama semiotik dan analisis wacana berada dalam rumpun studi analisis. Proses framing berkaitan dengan persoalan bagaimana sebuah realitas dikemas dan disajikan dalam persentase media. Dari serangkaian penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti konstruksi berita tentang ujian nasional 2011 pada harian Kompas. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka perumusan masalah sebagai berikut: “Bagaimanakah konstruksi berita Ujian Nasional 2011 dalam harian Kompas?” 1.3 PEMBATASAN MASALAH Universitas Sumatera Utara Untuk menghindari ruang lingkup yang terlalu luas, maka peneliti merasa perlu untuk melakukan pembatasan agar dalam penelitian lebih jelas dan lebih fokus. Adapun pembatasan masalah adalah ketika menseleksi isu dan menulis berita. Bahkan menurut Gitlin, frame adalah bagian yang pasti hadir dalam praktik jurnalistik. (Eriyanto,2005:66) Ide tentang framing pada mulanya dilontarkannya gagasan oleh Baterson (1955). Gagasan baterson ini adalah melihat bahwa frame pada awalnya dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan dan wacana, dan yang menyediakan kategorikategori standar untuk mengapresiasi realitas. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Goffman (1974), dimana ia mempunyai asumsi mengandaikan frame sebagai kepentingan-kepentingan perilaku (strips of behavior) yang membimbing individu dalam membaca realitas. Konsep framing atau frame - istilah dari ranah psikologi- berangkat dari cara pandang bahwa kontruksi realitas pasti bergantung kepada bagaimana cara “sang pemilik cerita” menyampaikannya kepada khalayak. W. A Gamson (Sudibyo,2001:221) mengatakan: “Proses framing berkaitan dengan persoalan bagaimana sebuah realitas dikemas dan disajikan dalam presentasi media. Oleh karena itu, frame sering diidentifikasi sebagai cara bercerita (story line) yang menghadirkan konstruksi makna spesifik tentang objek wacana” Framing merupakan metode penyajian realitas di mana kebenaran suatu kejaidan tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus, dengan memberikan penonjolan terhadap aspek-aspek tertentu, dengan menggunakan istilah-istilah yang punya konotasi tertentu, dan dengan bantuan foto, karikatur, dan alat ilustrasi lainnya. Ada hal penting dalam framing, ketika sesuatu diletakkan dalam frame, maka ada bagian yang terbuang dan ada bagian yang terlihat. Kita bisa     Universitas Sumatera Utara 46    menghadirkan analogi ketika kita memfoto suatu pemandangan, maka yang masuk dalam foto hanyalah bagian yang berada dalam “frame”, bagian lain terbuang. Analisis framing menanyakan mengapa peristiwa X diberitakan? Mengapa peristiwa yang lain tidak diberitakan? Mengapa suatu tempat dan pihak yang terlibat berbeda meskipun peristiwanya sama? Mengapa realitas didefinisikan dengan cara tertentu? Mengapa sisi atau angle tertentu yang ditonjolkan dan bukan yang lain? Mengapa fakta tertentu ditonjolkan sedang yang lain tidak? Mengapa menampilkan sumber berita X dan mengapa bukan sumber berita yang lain yang diwawancarai? (Kriyantono, 2008) Dalam perpektif komunikasi, analisis framing dipakai untuk membedah cara-cara atau ideologi media saat mengonstruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perpektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan, serta hendak dibawa ke mana berita tersebut. Karenanya, berita menjadi manipulatif dan bertujuan mendominasi keberadaan subjek sebagai sesuatu yang legitimate, objektif, alamiah, wajar, atau tak terelakkan (Sobur, 2004: 162). Ada dua aspek dalam framing. Pertama, memilih fakta/realitas. Proses memilih fakta ini didasarkan pada asumsi, wartawan tidak mungkin melihat     Universitas Sumatera Utara 47    peristiwa tanpa perspektif. Dalam memilih fakta ini selalu terkandung dua kemungkinan: apa yang dipilih (included) dan apa yang dibuang (excluded). Kedua, menuliskan fakta. Proses ini berhubungan dengan bagaimana fakta yang dipilih itu disajikan kepada khalayak. Oleh karenanya, frame sering diidentifikasi sebagai cara bercerita (story line) yang menghadirkan konstruksi makna spesifik tentang objek wacana. Framing secara umum dirumuskan sebagai proses penyeleksian dan penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas yang tergambar dari teks komunikasi. Akibat dari aspek tertentu yang ditonjolkan lebih mendapat alokasi dan perhatian yang besar disamping aspek lain. Semua aspek itu dipakai untuk membuat dimensi tertentu dari konstruksi berita menjadi lebih noticeable, meaningfull, dan memorable bagi khalayak. II.6.1 Analisi Framing Robert Entman Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek realitas. Kedua faktor ini dapat lebih mempertajam framing berita melalui proses seleksi isu yang layak ditampilkan dan penekanan isi beritanya. Seleksi isu berkaitan dengan pemilihan fakta. Dari realitas yang kompleks dan beragam, aspek mana yang diseleksi untuk ditampilkan.Ia juga menambahakan bahwa frame berimplikasi penting bagi komunikasi politik. Menurutnya, frame menuntut perhatian terhadap beberapa aspek dari realitas dengan mengabaikan elemen-elemen lainnya yang memungkinkan khalayak memiliki reaksi berbeda. Framing memberikan tekanan lebih pada bagaimana teks komunikasi ditampilkan dan bagian mana yang ditonjolkan/dianggap penting oleh pembuat     Universitas Sumatera Utara 48    teks. Kata penonjolan itu sendiri dapat didefenisikan: membuat informasi lebih terlihat jelas, lebih bermakna, atau lebih mudah diingat oleh khalayak. Informasi yang menonjol kemungkinan lebih diterima oleh khalayak, lebih terasa dan tersimpan dalam memori dibandingkan dengan yang disajikan secara biasa. Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu realitas. Tabel 2. Dimensi Framing Robert Entman Aspek ini berhubungan dengan pemilihan fakta. Dari realitas yang kompleks dan beragam; aspek mana yang diseleksi untuk ditampilkan? Dari proses ini selalu Seleksi Isu terkandung di dalamnya ada bagian fakta yang dimasukkan (excluded). Tidak semua aspek atau bagian dari isu yang ditampilkan, wartawan atau gatekeepers memilih aspek tertentu dari isu tersebut. Aspek ini berhubungan dengan penulisan fakta. Ketika aspek tertentu dari suatu peristiwa/isu telah dipilih, Penonjolan Aspek bagaimana aspek tersebut ditulis? Hal ini sangat Tertentu Dari Isu berkaitan dengan dengan pemakaian kata, kalimat, gambar dan citra tertentu untuk ditampilkan kepada khalayak. Sumber: Eriyanto. 2005. Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta:LkiS     Universitas Sumatera Utara 49    Dua dimensi yang telah dijelaskan diatas, selanjutnya dikonsepsi oleh Entman menjadi perangkat framing yang selalu ada dalam sebuah berita. Perangkat framing yang dimaksud meliputi: e. Pendefenisian masalah (define problems) adalah elemen yang pertama kali dapat kita lihat mengenai framing. Elemen ini merupakan master frame/ bingkai yang paling utama. Ia menekankan bagaimana peristiwa dipahami oleh wartawan. Ketika ada masalah atau peristiwa, bagaimana peristiwa atau isu tersebut dipahami. Peristiwa yang sama dapat dipahami secara berbeda. Dan bingkai yang berbeda ini akan menyebabkan realitas bentukan yang berbeda. f. Memperkirakan masalah atau sumber masalah (diagnose causes), merupakan elemen framing untuk membingkai siapa yang dianggap sebagai aktor dari suatu peristiwa. Penyebab di sini bisa berarti apa (what), tetapi bisa juga berarti siapa (who). Bagaiaman peristiwa dipahami, tentu saja menekankan apa dan siapa yang dianggap sebagai sumber masalah. g. Membuat keputusan moral (make moral judgement) adalah elemen framing yang dipakai untuk membenarkan/member argumentasi pada pendefenisian masalah yang sudah dibuat. Ketika masalah sudah didefenisikan, peneyebab masalah sudah ditentukan, dibutuhkan sebuah argumentasi yang kuat untuk mendukung gagasan tersebut. h. Menekankan penyelesaian (treatment recomendation). Elemen ini dipakai unuk menilai apa yang dikehendaki oleh wartawan. Jalan apa yang dipilih untuk menyelesaikan masalah.     Universitas Sumatera Utara 50    BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1. DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN III.1.1. Sejarah Harian Kompas Kompas sebagai suatu perusahaan media massa yang besar dan prestisius kali pertama terbit 28 Juni 1965. Kompas merupakan sebuah perusahaan yang paling lama atau mempunyai umur yang lebih lama dari media yang lainnya. Harian yang bermotto ” Amanat Hati Nurani Rakyat”.Di awali dengan akan bangkrutnya PT Kinta dengan terbitan majalah bulanan Intisari yang didirikan oleh (Alm.) Auwjong Peng Koen, atau lebih dikenal dengan nama Petrus Kanisius Ojong seorang pimpinan redaksi mingguan Star Weekly, berserta Jakob Oetama, wartawan mingguan Penabur milik gereja Katolik. Kemunculan harian Kompas pada waktu itu sangat tepat karena pada masa 1965 adalah masa politik Indonesia yang panas di mana terjadi perseteruan antara PKI dengan pihak militer, terutama Angkatan Darat. Pada masa itu koran-koran nonkomunis berusaha dimatikan oleh pihak komunis, supaya dapat melancarkan propaganda mereka terhadap rakyat melalui surat kabar tanpa halangan. Melalui koran milik PKI yaitu “Harian Rakyat” dan koran-koran informasi atau berita politik dalam suatu media massa adalah suatu hal yang sangat vital dan sangat mempengaruhi pembacanya dalam menerima pesan. Dalam penelitian ini, media cetak KOMPAS cukup berhasil salah satu fungsinya sebagai saran pendidikan politik dan wahana sosialisasi politik. IV. 2 Kelemahan dalam penelitian Salah satu kelemahan metode penelitian yang menggunakan metode kuesioner, seperti penelitian saya ini adalah tingkat kejujuran dari responden. Artinya peneliti tidak dapat menilai apakah dalam memberikan jawabannya benar-benar jujur atau seperti apa yang dipikirkan responden sendiri. Ada keraguan bahwa ketika membubuhkan atau menandai salah satu jawaban dalam kertas kuesioner tersebut, responden melakukan tindakan asal. 93 Universitas Sumatera Utara IV. 3 Saran Dalam penelitian selanjutnya mengenai media massa dan politik hendaknya media yang dipilih untuk diteliti lebih banyak dan bervariasi untuk menunjang hasil penelitian. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa keakuratan infomasi yang diberikan atau dimuat dalam harian KOMPAS sudah cukup akurat dan aktual, jadi sebaiknya hal ini bisa lebih ditingkatkan lagi seiring dengan meningkatkan fungsinya sebagai sarana pendidikan politik. 94 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Buku Aristoteles, La Politica, Jakarta: Visi Media, dialihhasakan oleh Syamsur Irawan Kharie,2007. Amir, Jeniri, Belajar Menjadi Wartawan, Jakarta: PTS Profesional, 2006. Amirin, Tatang M, Menyusun Rencana Penelitian, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000. Assegaff, Djafar, Jurnalistik Masa Kini:Pengantar Kepraktek Kewartawanan, Jakarta: Ghlia Indonesia, 1983. _____________ Dalam Kungkungan: Menegakkan Mutu dan Profesionalisme Pers, Michigan: 2002. Budiardjo, Miriam, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka, 1998. Bungin, Burhan, Metodologi Penelitian Sosial:Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif, Surabaya: Airlangga University Press,2001. ______________ ,Metode Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Prenada Media,2005. Barents, J., Ilmu Politika:Suatu Perkenalan Lapangan, diterjemahkan oleh L.M Sitorus, Jakarta: Pembangunan, 1965. Chabib, Thoha, Teknik Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994. Effendy, Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994. Hadi, Hardono, Epistemologi Filsafat Pengetahuan, Yogyakarta: Kanisius, 1994. Hamad, Ibnu, Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse Analysis Terhadap Berita-Berita politik, Jakarta: Granit, 2004. Heryanto, Ariel, dkk, Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru, Bandung: Mizan, 1996. 95 Universitas Sumatera Utara Irianto, Agus, Statistik: Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: Prenada Media, 2004. Junadi, Purnawan, Pengantar Analisis Data, Jakarta: Rineka Cipta, 1995. Maleong, Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002. Nawawi, Hadari, Metode Penelitian Bdang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1987. Nimmo, Dan, Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1989. ____ ____ , Kominikasi Politik: Komunikator Pesan dan Media, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1989. Panduan Akademik Fakultas Teknik 2008. Prasetyo, Bambang, Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005. Rudy, May, Pengantar Ilmu Politik: Wawasan Pemikiran dan Kegunaanya, Edisi Revisi, Jakarta: Refika Aditama, 2004. Santrock, John, Psikologi Pendidikan, dialihbahasakan oleh Tri Wibowo, dengan judul asli Educational psychology, Jakarta: Kencana, 2007. Singarimbun, Masri, dkk, Metode Penelitian Survai, Yogyakarta: University Gajah Mada Press, 1981. Sitepu, Anthonius, Sistem Ilmu Politik, Medan: Pustaka Bangsa Press, 2006. Suwardi, Harsono, Peranan Pers dalam Politik Indonesia, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1993. St. Sularto, dkk, Kompas menulis dari Dalam, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2007. Suhartono, Sejarah Pergerakan Nasional, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1994. Salam, Burhanuddin, Pengantar Filsafat, Jakarta: Bumi Aksara, 1995. 96 Universitas Sumatera Utara Suhartono, Suparlan, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Yogyakarta: Ar-ruzz, 2005. Taryadi, Alfons, Epistemologi Pemecahan Masalah: Menurut Karl Popper, Jakarta: Gramedia,1991. Jurnal Jurnal Imilah Scriptura Issn 1978-385X Vol. 1 No.2 Juli 2007. Penelitian Tonny P. Situmorang, Penelitian: Pengaruh Tingkat Ekonomi Masyarakat Terhadap Partisipasi Politik: Studi Kasus: Masyarakat Nelayan di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Deli Serdang, Medan, Medan: FISIP USU Press,1992. Website Http://www.wordpress.com/2008/05/11/teori-kognitif Http://www.wordpress.com/2008/12/30/varian-saluran-komunikasi-politik. Http://Lukmanulhakim.Multiply.Com/Journal/Item/11. Http://www.solusihukum.com Http://www.usu.ac.id 97 Universitas Sumatera Utara Kuesioner PENGARUH MEDIA MASSA TERHADAP PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA (Analisis Korelasi tentang Pengaruh Berita-berita Politik dalam harian KOMPAS terhadap Pengetahuan Politik Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara) PETUNJUTK PENGISIAN: 1. Kuesioner ini simata-mata untuk keperluan akademis, oleh sebab itu mohon anda memberikan jawaban secara jujur. 2. Mohon anda membaca dan menjawab semua pertanyaan dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan. 3. Berikanlah tanda (X) pada pertanyaan pilihan berganda untuk jawaban yang anda pilih. Nama: Karakteristik responden: 1. Jenis kelamin: a. Perempuan b. Laki-laki 2. Tahun angkatan: a. 2006 b. 2007 c. 2008 d. 2009 Harian KOMPAS: 1. Berapa kali anda dalam seminggu membaca harian KOMPAS: a. 5-7 b. 3-4 c. 1-2 d. Tidak pernah 2. Bagaimana menurut anda penyampaian dan kualitas informasi dalam harian KOMPAS: 98 Universitas Sumatera Utara a. Sangat aktual dan akurat b. Aktual dan akurat c. Kurang aktual dan akurat d. Tidak aktual dan akurat. 3. Kira-kira berapa kali dalam seminggu anda membaca berita-berita politik dibawah ini melalui harian KOMPAS: 1. Pemilu dan KPU a. 7 kali atau lebih b. 5-6 kali c. 3-4 kali d. 1-2 e. Tidak pernah 2. Legislatif: a. 7 kali atau lebih b. 5-6 kali c. 3-4 kali d. 1-2 kai e. Tidak pernah 3. Partai politik a. 7 kali atau lebih b. 5-6 kali c. 3-4 kali d. 1-2 kai e. Tidak pernah 4. Calon legislatif a. 7 kali atau lebih b. 5-6 kali c. 3-4 kali d. 1-2 kali e. Tidak pernah PENGETAHUAN POLITIK KPU dan Pemilu 1. Tanggal berapakah pemilihan umum legislatif 2009 diselenggarakan. a. 7 b. 8 c. 9 d. Tidak tahu 99 Universitas Sumatera Utara 2. Berapakah daerah pemilihan (dapil) di Sumatera Utara. a. 5 b. 9 c. 11 d. Tidak tahu 3. Apa sistem pemilu yang digunakan di Indonesia? a. Perwakilan berimbang (pemilihan proporsional) b. Distrik c. Jujur dan adil d. Tidak tahu 4. Apa nama badan yang berfungsi mengawasi proses pemilu 2009? a. Bawas b. Bawaslu c. Panwas d. Panwaslu Legislatif 1. Apakah salah satu fungsi legislatif a. Pembuat undang-undang b. Pelaksana undang-undang c. Pembantu pemerintah d. Tidak tahu 2. Terdiri dari berapa Komisikah DPR RI? a. 8 b. 9 c. 10 d. 11 3. Komisi III DPR RI menangani bidang? a. Kebudayaan b. Pendidikan c. Hukum dan HAM d. Ekonomi 4. Dalam kasus infrastruktur apa komisi B DPRD DKI bermasalah dengan salah satu perusahaan konstruksi? a. Pengadaan air b. Monorel c. Listrik 100 Universitas Sumatera Utara d. Jalan raya Partai Politik 1. Berapakah jumlah partai politik perserta pemilu 2009? a. 38 partai politik nasional, 8 partai politik lokal Aceh b. 36 partai politik nasional, 8 partai politik lokal Aceh c. 38 partai politik nasional, 6 partai poltik lokal Aceh d. Tidak tahu 2. Partai apakah dibawah ini yang pemimpinya merupakan mantan kader GOLKAR a. Hanura dan PKS b. Hanura dan Gerindra c. Gerindra dan PKS d. Ketiganya benar 3. Partai apakah yang pernah tersandung kasus aliran dana untuk pembangunan gedung partai pada bulan maret 2009? a. PDI P b. GOLKAR c. PPP d. PKB 4. Pada maret 2009, berapa jumlah kader GOLKAR yang pindah ke partai lain di Sumatera Barat a. 10 b. 11 c. 12 d. 13 Calon Legislatif 1. Sistem penentuan caleg terpilih dalam pemilihan umum legislatif 2009 adalah a. Suara terbanyak b. No urut c. SUARA terbanyak dan nomor urut d. Tidak tahu 2. Pada Februari 2009 sejumlah 48 caleg di Sumatera Barat mundur dari pencalonan diantaranya disebabkan: a. Takut kalah bersaing 101 Universitas Sumatera Utara b. Menang PNS c. Diganti oleh parpol d. Meninggal dunia 3. Dari partai apakah caleg termuda yang masuk rekor MURI a. PDI P b. GOLKAR c. PPP d. PKB 4. Caleg yang tersangka dalam demostrasi Anarkhi pembentukan Provinsi Tapanuli yang menyebabkan ketua DPRD Sumatera Utara meninggal adalah a. GM Panggabean b. Monang Tanjung c. Tumpak Mangunsong d. GM Manurung Perilaku dan Tindakan Politik 1. Apakah anda pernah diskusi politik? a. ya b. tidak 2. Apakah ada ikut dalam pemilihan umum legislatif 2009? a. ya b. tidak 102 Universitas Sumatera Utara
Konstruksi Berita Ujian Nasional 2011 Pada Harian Kompas (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 Tingkat SMA/MA/SMK pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Konstruksi Berita Ujian Nasional 2011 Pada Harian Kompas (Studi Analisis Framing Berita Ujian Nasional 2011 Tingkat SMA/MA/SMK pada Harian Kompas dengan Pendekatan Paradigma Konstruktivisme)

Gratis