Analisis Hubungan Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Total Aktiva Terhadap Return on Asset Pada Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 0  49  90  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  memiliki hubungan yang positif dan signifikan antara variabel working capital turnoverdengan return on assets dan memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets. memiliki hubungan yang negatif (berlawanan arah) dan tidak signifikan antara variabel working capital turnover dengan return on assets dan memiliki hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Unilever Indonesia Tbk tercatat sebagi salah satu dari sepuluh perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan diminati parainvestor berdasarkan data sumber yang dikompilasi departemen riset hileud.( www.hileud.com ) Pada tahun 2010 seiring kenaikan permintaan domestik dan ekspor, dua emiten kosmetik yaitu, PT. UnileverIndonesia Tbk memiliki tingkat perputaran modal kerja, perputaran total aktiva dan ROA yang baik, hal ini dilihat dari WCTO dan TATO perusahaan tersebutmemiliki perputaran lebih dari 1 kali setiap periode dan ROA yang lebih dari 10%.

1.4 Manfaat Penelitian

  Bagi Praktisi/InvestorPenelitian ini dapat bermanfaat sebagai salah satu informasi dalam keuntungan yang optimal. Bagi Peneliti SelanjutnyaPenelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam melakukan penelitian-penelitianselanjutnya yang sejenis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Modal Kerja

2.1.1.1 Pengertian Modal Kerja

  Setiap perusahaan perlumenyediakan modal kerja untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari seperti misalnya untuk memberi uang muka pada pembelian bahan baku ataubarang dagangann, membayar upah buruh dan gaji karyawan, dan biaya-biaya lainnya. Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasiperusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasilproduksinya.

2.1.1.2 Peranan Modal Kerja

  Kredit dari supplier atau trade creditor 2.1.1.4 Faktor yang Menentukan Besarnya Modal Kerja Menurut Sundjaja dan Barlian (2002: 157-158), besarnya mdal kerja yang dibutuhkan suatu perusahaan tergantung pada beberapa hal, yaitu:a. Otomatisasi yangmengakibatkan proses produksi yang lebih cepat membutuhkan persediaan bahan baku yang lebih banyak agar kapasitas maksimum dapat tercapai,selain itu akan membuat perusahaan mempunyai persediaan barang jadi dalam jumlah yang lebih banyak pula bila tidak diimbangi denaganpertambahan penjualan yang besar.

2.1.1.5 Perputaran Modal Kerja

  Dari hubungan antara penjualan neto dengan modal kerja tersebut dapat diketahui juga apakah perusahaan bekerja dengan modal kerja yang tinggi ataudiakibatkan rendahnya modal kerja yang ditanam dalam persediaan dan piutang atau dapat juga menggambarkan tidak tersediannya modal kerja yang cukupperputaran persediaan dan perputaran piutang yang tinggi. Perputaran modal kerja yang rendah dapat disebabkan karena besarnya modal kerja neto, rendahnyatingkat perputaran persediaan dan piutang atau tingginya saldo kas dan investasi modal kerja dalam betuk surat-surat berharga.

2.1.2 Aktiva

2.1.2.1 Pengertian Aktiva

  Aktiva merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan yang bentuknya dapat berupa hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki perusahaanyang bersangkutan. Harta kekayaan tersebut harus dinyatakan secara jelas, diukur dalam satuan uang dan diurutkan berdasarkan lamanya waktu atau kecepatannyaberubah kembali menjadi uang kas.

2.1.2.2 Unsur-unsur Aktiva Aktiva dapat digolongkan kedalam dua kelompok, lancar dan tidak lancar

  Investasi Jangka PanjangInvestasi jagka panjang dapat berupa saham dan obligasi dari dan pinjaman kepada perusahaan lain,; harta kekayaan yang tidakdigunakan dalam operasi rutin perusahaan seperti gedung yang disewakan kepada pihak lain; dan yang diperuntukkan untuk tujuankhusus selain pembayaran utang jangka pendek dan pinjaman kepada anak perusahaan. Aktiva Tetap aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siappakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangkakegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

2.1.2.3 Perputaran Total Aktiva

  Perhitungan total assets turnover dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: Net Sales TATO x 1 kali =Tota lAsset Menurut Harahap (2008:305): “Return on assets merupakan rasio yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjulan”. Rasio kedua yang memperhatikan total penjualan yang dicapaiperusahaan dalam hubungannya dengan total aktiva, merupakan ukuran yang kurang ditekankan untuk menilai kinerja perusahaan.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Berdasarkan analisis statistik current ratio dan receivable turnover memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan ROI sedangkan working capital turnover memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan dengan ROI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Working Capital Turnover tidak berhubungansecara positif dan signifikan dengan rentabilitas (ROI), Total Asset Turnover berhubungan secara positif dan signifikan dengan rentabilitas (ROI) dan rasiohutang berhubungan secara negatif dan signifikan dengan rentabilitas (ROI).

2.3 Kerangka Konseptual

  Perusahaan sebaiknya melakukanlangkah-langkah untuk meningkatkan penjualan dengan cara menjual beberapa asset, atau kombinasi dari keduanya (Brigham dan Houston, 2006:100), selain ituperusahaan juga dapat mengurangi investasi aktiva tetapnya melalui sewa atau leasing peralatan dan mesin dan dengan total aktiva yang optimal diharapkan tercapai efektivitas penggunaan aktiva yang diperlihatkan melalui perputaran aktiva yang pada akhirnya berdampak terhadap profitabilitas perusahaan. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkansebagai berikut: 1 ) ROA (Y)Perputaran total aktiva (X 2 )Sumber: Djarwanto (2004), Syamsudin (2004), Horne dan Wachowicz (2005) dan Brigham dan Houston (2009) dimodifikasi Gambar 2.1.

2.4 Hipotesis

  Hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang dikemukakan adalah sebagai berikut: 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel perputaran modal kerja dengan return on asset pada perusahaan kosmetik dan barangkeperluan rumah tangga di Bursa Efek Indonesia 2.

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, dimana penelitian assosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubunganperputaran modal kerja dan perputaran total aktiva terhadap Return on Assets pada perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga di Bursa Efek Indonesia. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui media internet www.idx.co.id dengan situs pada dan waktu penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2011.

3.4 Definisi Operasional

  Variabel Y adalah Return on Assets (ROA), sedangkan variabel X terdiri dariPerputaran Modal Kerja (X ), dan Perputaran Total Aktiva (X ) 1 2 1) Variabel Bebas (X) a) Perputaran Modal Kerja ( X )1 Kemampuan manajemen modal kerja setiap perusahaan tidak sama, maka ada kebutuhan untuk mengukur efektivitasnya. Total asset turnover (TATO atau ITO), merupakan rasio antara jumlah aktiva yang asset turnover dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: Net SalesTATO x 1 kali =Total Assets 2) Variabel Terikat (Y) Return on Asset (ROA) merupakan ukuran efisiensi operasi yang mencerminkan pengembalian perusahaan dari seluruh aktiva yang digunakan pada perusahaan.

3.5 Populasi dan Sampel

  Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar (listing) di Bursa EfekIndonesia (BEI) pada periode Januari 2005 sampai dengan Desember 2009, yaitu sebanyak 4 perusahaan. Tabel 3.1 Jumlah Sampel Berdasarkan Karateristik Penarikan Sampel Tabel 3.2 Sampel Penelitian Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehinggaalat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2003:84).

3.6 Skala Pengukuran

  3.7 Metode Pengumpulan Data pustaka berupa literatur, jurnal, skripsi, dan buku-buku referensi untuk mendapatkan gambaran masalah yang diteliti serta mengumpulkan data sekunderyang diperlukan yaitu laporan-laporan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia. 3.8 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Sekunder yang diperoleh melalui laporan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia,berbagai hasil penelitian dan buku-buku referensi.

a. Metode Analisis Deskriptif

b. Metode Analisis Statistik

  Pengujian signifikansi menggunakan rumus sebagai berikut(Suharyadi dan Purwanto,2004:466): n 2 −t r =2 1 r − dimana: t = Nilai t hitungr = Nilai Koefisien Korelasi n = Jumlah data pengamatanbentuk pengujian yang dilakukan adalah:H : t = 0, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas (working capital turnover dan total assets turnover) dengan variabel terikat (return on assets). H 1 : t≠ 0, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas (working capital turnover dan total assets turnover) dengan variabel terikat (return on assets).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 PT Mustika Ratu, Tbk

  Mustika Ratu meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatanusaha lain yang berkaitan. Pada tahun 1993 negara tujuan diperluas ke Singapore dan BruneiDarussalam, selanjutnya ke Jepang dan Arab Saudi (1995), Russia (1997), Turkey(2003), Suriname (2005) dan Hongkong (2006).

b. Visi Dan Misi Visi

  Menjadikan warisan tradisi keluarga leluhur sebagai basis industri perawatan kesehatan/kebugaran dan kecantikan/penampilan paripurna (holistic wellness)melalui proses modernisasi teknologi berkelanjutan, namun secara hakiki tetap mengandalkan tumbuh-tumbuhan yang berasal dari alam. Misi Falsafah kesehatan/kebugaran dan kecantikan/penampilan paripurna (holistic wellness) yang telah lama ditinggalkan masyarakat luas, digali kembali oleh seorang Puteri Keraton sebagai royal heritage untuk dibagikan kepada dunia.

4.1.2 PT Mandom Indonesia, Tbk

  PT Mandom Indonesia Tbk berdiri sebagai perusahaan joint venture antara Mandom Corporation, Jepang dan PT The City Factory. Misi m enyediakan layanan yang prima kepada semua pelanggan dalam porsi yang seimbang, termasuk konsumen dan para penyalur produk; c.

2. Produk ekspor meliputi: Fresh ‘n Fresh, Axya, Oxxo, Style Up Hair Gel, dan Tancho

4.1.3 PT. Unilever Indonesia Tbk

  Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan Pada 22 Juli 1980 nama perusahaan diubah menjadi PT. Anugrah LeverDidirikan pada tahun 2000 dan bergerak dibidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjulan kecap, saus cabe dan saus-saus dengan merk dagangBango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain.

4.2 Deskriptif Variabel Penelitian

  Sebelumpenelitian sampai pada tahap analisis model maka peneliti akan membahas secara deskriptif nilai variabel bebas (Working Capital Turnover, Total Assets Turnover)dan variabel terikat (Return on Assets). hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.1 sebagaiberikut: Tabel 4.1 WCTO, TATO, ROA PT Mustika Ratu, Tbk, PT Mandom Indonesia, Tbk, dan PT Unilever Indonesia, Tbk Tahun 2005-2009 Keterangan PT.

4.2.1 Variabel Working Capital Turnover a. Variabel Working Capital Turnover PT. Mustika Ratu, Tbk

  Pada periode tahun 2006-2007, working capital turnovermengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan adanya penurunan modal kerja (khususnya biaya dibayar dimuka dan uang mukapemasok dan lainnya). Pada periode tahun 2007-2008, working capital turnover mengalami peningkatan yang disebabkan oleh naiknya penjualan neto dan adanyapeningkatan jumlah modal kerja (khususnya kas, piutang, persediaan, pajak dibayar dimuka, biaya dibayar dimuka, uang muka pemasok dan lainnya) yang working capital turnover mengalami peningkatan disebabkan oleh peningkatan penjualan neto.

b. Variabel Working Capital Turnover PT Mandom Indonesia Tbk

  Pada periode tahun 2006-2007, working capital turnover mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan adanya peningkatan modal kerja (khususnya kas,investasi, persediaan dan uang muka). capital turnover mengalami peningkatan disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan adanya peningkatan jumlah modal kerja (khususnya, piutang, persediaan, uang muka dan biaya dibayar dimuka).

c. Variabel Working Capital Turnover PT Unilever Indonesia, Tbk

  Tabel 4.1 menunjukkan bahwa working capital turnover PT Unilever Indonesia, Tbk mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Secara deskriptif, pergerakan working capital turnover PT UnileverIndonesia, Tbk dari tahun 2005-2009 dapat dilihat sebagi berikut: 1400.00 1278.551200.00 1000.00 800.00Working Capital Turnover 600.00 400.00200.00 126.78 47.07 18.89 20.72 0.00 2005 2006 2007 2008 2009Tahun Sumber : www.idx.co.id, (22 Juni 2011, data diolah) Gambar 4.3 Fluktuasi Working Capital Turnover PT.

4.2.2 Variabel Total Assets Turnover

a. Variabel Total Assets Turnover PT Mustika Ratu, Tbk

  Dengan demikian perputaran total Total assets turnover pada PT Mustika Ratu, Tbk mengalami perubahan 0.10 1.00 2005 2006 2007 2008 2009Tahun 0.90 0.80 0.70 0.60 0.50 0.40 0.30 0.20 0.00 dari tahun ke tahun dimana berdasarkan Tabel 4.1, nilai tertinggi dari total assets 0.95 0.87 0.80 0.78 0.72 Sumber : www.idx.co.id, (22 Juni 2011, data diolah) Gambar 4.4 Fluktuasi Total Assets Turnover PT. Total Assets Turnover total assets turnover mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan 2007-2008, total assets turnover mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan adanya peningkatan jumlah total aktiva.

b. Variabel Total Assets Turnover PT Mandom Indonesia, Tbk

  1.36 1.40 1.42 1.66 Pada periode tahun 2006-2007, total assets turnover mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan penjualan neto dan adanya peningkatan jumlah total Periode tahun 2005-2006 total assets turnover mengalami penurunan yang disebabkan oleh naiknya penjualan neto dan meningkatnya jumlah total aktiva. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa return on assets PT Mustika Ratu, Tbk periode tahun 2005-2008 mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih dan total aktiva sedangkan pada periode tahun 2009 return on assets mengalami penurunan yang disebabkanmenurunnyanya laba usaha akibat dari besarnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan sehingga mengurangi laba usaha.

b. Variabel Return on Assets PT Mandom Indonesia, Tbk

  Tabel 4.1 menunjukkan bahwa return on assets PTMandom Indonesia, Tbk periode tahun 2005-2006 mengalami penurunan yang disebabkan oleh besarnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaansehingga mengurangi laba usaha. Untuk lebih assets PT Mandom Indonesia, Tbk periode tahun 2005-2009: 18.00 17.02 16.00 15.34 14.89 14.00 12.61 12.53 12.00 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 2005 2006 2007 2008 2009Tahun Sumber : www.idx.co.id, (22 Juni 2011, data diolah) Gambar 4.8 Fluktuasi Return on Assets PT Mandom Indonesia, Tbk periode 2005-2009 Nilai tertinggi dari return on assets berada pada tahun 2005 yaitu sebesar17.02% .

c. Variabel Return on Assets PT Unilever Indonesia, Tbk

  Tabel 4.1 menunjukkan bahwa return onpenurunan yang disebabkan oleh peningkatan beban usaha yang dikeluarkan perusahaan sedangkan pada periode tahun 2008-2009 return on assets mengalamipeningkatan yang disebabkan meningkatnya laba usaha akibat dari meningkatnya penjualan. Untuk lebih jelasnya mengenai pergerakan rasio ini, berikut akandisajikan fluktuasi return on assets PT Unilever Indonesia, Tbk periode tahun2005-2009: 41.00 40.67 40.00 39.00 38.00 37.22 37.00 37.01 36.84 36.00 35.00 34.00 2005 2006 2007 2008 2009Tahun Sumber : www.idx.co.id, (22 Juni 2011, data diolah) Gambar 4.9 Fluktuasi Return on Assets PT Unilever Indonesia, Tbk periode 2005-2009 Nilai tertinggi dari return on assets berada pada tahun 2009,yaitu sebesar40.67% .

4.3 Analisis Data Statistik

dan variabel terikat, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan metode analisis Korelasi Pearson dan dibantu program SPSS 16.0 for Windows.

4.3.1 Analisis Data Statistik PT Mustika Ratu, Tbk

  Gambar 4.10 menggambarkan pergerakan yang searah (positif) dan signifikan antara working capital turnover dengan return on assets PT Mustika Sumber : www.idx.co.id, (22 Juni 2011, data diolah) Gambar 4.10Hubungan Working Capital Turnover dengan Return on Assets PT Mustika Ratu, Tbk periode 2005-2009 Return on Assets Working CapitalTurnover Berdasarkan Tabel 4.2, koefisien korelasi (r) total assets turnover dengan return on assets PT. artinya terdapat hubungan yang positif (searah) dan tidak signifikan antara working capital turnover dengan hitung berikut: n 2 −t r =2 1 r − 5 2 −t , 874 =2 1 , 874 −t 3 , 09 = Dengan demikian karena t (3,09) < t (3,18) maka hipotesis H hitung tabel diterima dan H 1 ditolak.

4.3.2 Analisis Data Statistik PT Mandom Indonesia, Tbk

  Sumber : Hasil pengolahan SPSS (2011) Hipotesis dari pengujian statistik adalah:H : t = 0, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas (working capital turnover dan total assets turnover) dengan variabel terikat (return on assets). artinyaterdapat hubungan yang positif (searah) dan tidak signifikan antara working hitung dapat dicari sebagai berikut: n 2 −t r =2 1 r − 5 2 −t , 728 =2 1 , 728 −t 1 , 84 = Dengan demikian karena t (1,84) < t (3,18) maka hipotesis H hitung tabel diterima dan H 1 ditolak.

4.3.3 Analisis Data Statistik PT Unilever Indonesia, Tbk

  Berdasarkan Tabel 4.2, koefisien korelasi (r) working capital turnover dengan return on assets PT Unilever Indonesia, Tbk adalah -0,222 artinyaterdapat hubungan yang negatif (berlawanan arah) dan tidak signifikan antara maka t hitung dapat dicari sebagai berikut: n 2 −t r =2 1 r − 5 2 −t , 222 = −2 1 ( , 222 ) − − t . Artinya terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets pada PT Unilever Indonesia, Tbk.

4.4 Pembahasan

  Variabel Working Capital Turnover (WCTO)Hasil uji r dan uji t PT Mustika Ratu, Tbk menunjukkan adanya pergerakan yang searah (positif) dan signifikan antara Working Capital Turnover (Djarwanto, 2004: 87), yang menyatakan semakin tinggi perputaran modal kerja tersebut maka berdampak semakin tinggi tingkat penjualan yang pada akhirnyamemberikan laba yang tinggi pula. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Siregar (2008), yaitu: working capital turnover memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan dengan ROI dan Silitonga (2011), yaitu: Working Capital Turnover tidak berhubungan secara positif dan signifikan dengan rentabilitas (ROI).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Mustika Ratu, Tbk memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Mandom Indonesia, Tbk memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets.

6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Unilever Indonesia, Tbk memiliki

hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara variabel total assets turnover dengan return on assets.

5.2 Saran

  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, variabel working capital turnover dan variabel total assets turnover pada PT Mustika Ratu, Tbk, PT Mandom Indonesia, Tbk, dan PT Unilever Indonesia, Tbk selalu mengalami mengusahakan adanya peningkatan dan minimal adanya kestabilan agarperusahaan dapat berjalan dengan stabil. Analisis Hubungan Efektivitas Modal Kerja, PerputaranTotal Aktiva dan Rasio Hutang terhadap Rentabilitas pada PerusahaanManufaktur di Bursa Efek Indonesia, Skripsi, Fakultas Ekonomi Strata- 1, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara.

Analisis Hubungan Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Total Aktiva Terhadap Return on Asset Pada Perusahaan Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Analisis Data Statistik Hubungan Working Capital Turnover Dengan Return on Assets Gambaran Umum Perusahaan .1 PT Mustika Ratu, Tbk Sejarah Singkat Perusahaan Visi Dan Misi Visi Hubungan Total Assets Turnover Dengan Return on Assets Hubungan Working Capital Turnover Dengan Return on Assets Hubungan Total Assets Turnover Dengan Return on Assets Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Definisi Operasional Jenis Produk Deskriptif Variabel Penelitian 1.45 298.40 37.84 Jenis Produk HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Pengumpulan Data Jenis Data Teknik Analisis Metode Analisis Statistik Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Pengertian Modal Kerja Uraian Teoritis .1 Modal Kerja Peranan Modal Kerja Sumber Modal Kerja Faktor yang Menentukan Besarnya Modal Kerja Populasi dan Sampel Skala Pengukuran Return on Assets Perputaran Total Aktiva Saran KESIMPULAN DAN SARAN Unsur-unsur Aktiva Uraian Teoritis .1 Modal Kerja Variabel Return on Assets PT Mandom Indonesia, Tbk Variabel Return on Assets PT Unilever Indonesia, Tbk Variabel Total Assets Turnover PT Mandom Indonesia, Tbk Variabel Working Capital Turnover PT Mandom Indonesia Tbk. Variabel Working Capital Turnover PT Unilever Indonesia, Tbk Visi Dan Misi Visi Jenis Produk
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Hubungan Perputaran Modal Kerja dan..

Gratis

Feedback