Feedback

Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zae mays L.)

Informasi dokumen
PERSILANGAN SECARA BEBAS BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK MENDAPATKAN VARIETAS KOMPOSIT SKRIPSI OLEH : ABDUL KHAIRUL IS 050307027 BDP / PET DEPARTEMEN BUDI DAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERSILANGAN SECARA BEBAS BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK MENDAPATKAN VARIETAS KOMPOSIT SKRIPSI OLEH : ABDUL KHAIRUL IS 050307027 BDP / PET Disetujui Oleh: Disetujui Oleh : (Luthfi A.M. Siregar,SP.MSc.Ph.D) Hasyim,MS.) Ketua Dosen Pembimbing NIP : 132 315 867 (Ir. Hasmawi Anggota Dosen Pembimbing NIP : 130 422 445 DEPARTEMEN BUDI DAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ABDUL KHAIRUL IS : Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zae mays L.) Untuk Mendapatkan Varietas Komposit, dibimbing oleh LUTHFI A.M SIREGAR dan HASMAWI HASYIM. Untuk mendapatkan varietas omposit perlu dilakukan persilangan secara bebas/ acak (random matting) minimum lima kali. Penelitian ini bertujuan untuk mendaptkan varietas komposit dan untuk mengetahui perbedaan karakter generatif dan vegetatif tanaman jagung tanaman jagung (Zae mays L.) dengan persilangan secara bebas/acak (random matting). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non factorial yang terdiri dari empat varietas (P 12, BISI 2, DK 3, JAYA 1). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakansidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun diatas tongkol, kelengkungan daun, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, laju pengisian biji, jumlah biji pertongkol, bobot 100 biji, produksi perplot. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa varietas berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 2 mst, jumlah daun diatas tongkol, umur keluar bunga betina, umur panen dan produksi perplot. Kata kunci: Varietas, bersari bebas, varietas komposit. ABSTRACT ABDUL KHAIRUL IS: Crossing Freely Several Corn Plants Varieties (Zea mays. L) to get Composite Variety, is guided by LUTHFI A.M SIREGAR, and HASMAWI HASYIM. To get composite variety necessary is done crossing free/random (random mating) minimum five times. This watchfulness aims to get composite variety and to detect generative character difference and vegetatif corn plants (Zea mays. L) with crossing free/random (random meting). This watchfulness uses group random plan non factorial that consists of four varieties (P 12, BISI 2, DK 3, JAYA 1). Data that got to analyzed by using sidik kind and continued with Test Difference Honest Real (BNJ). Parameter that watched tall plants, leaf total, leaf total above cob, leaf curvature, male bloomy age, female bloomy age, harvest age, rapid seed admission filling, seed total per tuna, heavy 100 seed, production per plot. from watchfulness result is got that variety differ real towards tall plants two mst, leaf total above cob, age out female flower, harvest age and production per plot. Keywords: Varieties, open pollinated, composite variety. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Abdul Khairul IS, dilahirkan pada tanggal 04 agusutus 1987 di Aek Kanopan yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putra dari ayahanda Ibrahim Ismin dan ibunda Supina Harahap. Tahun 1999 penulis lulus dari SD Sultan Hasanuddin Aek Kanopan. Tahun 2002 penulis lulus dari SMP Negri 1 Aek Kanopan. Tahun 2005 penulis lulus dari SMU Negeri 1 Aek Kanopan, dan pada tahun 2005 penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Pengalaman di bidang kemasyarakatan, penulis peroleh saat mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) di PTPN II Melati, Perbaungan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2010. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul dari penelitian ini adalah “Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Untuk Mendapatkan Varietas Komposit” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Luthfi A.M Siregar. SP. MSc. Ph.D. dan Ir. Hasmawi Hasyim, MS. selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam pelaksanaan penelitian serta dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih yang tak terhingga penulis ucapkan kepada Ayahanda Ibrahim Ismin dan Ibunda Supina Harahap, kepada teman-teman ARMYPLANT 05 yang masih berada di kampus khusus dan yang telah meninggalkan kampus pada umum nya. Kepada adikku tersayang kerting dan inunk. Kepada anak-anak PGS MDN. Dan seluruh teman-teman, adik-adik, abang-abang, dan kakak-kakak yang senantiasa banyak memberikan dukungan moril maupun materil. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini di masa yang akan datang. Universitas Sumatera Utara Semoga skripsi ini dapat bermamfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal ABSTRAK . i ABSTACK . i DAFTAR RIWAYAT HIDUP . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Hipotesis Penelitian. Kegunaan Penelitian . 1 2 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman . Syarat Tumbuh . Iklim . Tanah . Varietas . Varietas Bersari Bebas . Heritabilitas . 4 8 8 10 11 11 14 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan . 15 Bahan dan Alat . 15 Metode Percobaan . 15 PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan lahan . Penanaman . Pemeliharaan Tanaman . Penjarangan . 18 18 18 18 Universitas Sumatera Utara Penyulaman . 19 Pemupukan . 19 Pemmbumbunan . 19 Penyiraman . 19 Penyiangan . 20 Pengendalian Hama dan Penyakit . 20 Panen . 20 Pengamatan Parameter . 20 Tinggi Tanaman (cm) . 20 Jumlah Daun (helai) . 21 Jumlah Daun di Atas Tongkol (helai) . 21 Kelengkungan Daun . . 21 Umur Berbunga Jantan (hari) . 21 Umur Berbunga Betina (hari) . 21 Umur Panen (hari) . 22 Laju Pengisian Biji (gr/hari). 22 Jumlah Biji per Tongkol . 22 Bobot 100 Biji (gr) . 22 Produksi per Plot (gr) . 22 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . 23 Karakter Vegetatif . 23 Umur Berbunga Jantan, Umur berbunga Betina, dan Umur Panen . 25 Karakter Generatif . 26 Pembahasan . 28 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 31 Saran. 31 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Hal 1. Rataan Parameter Karakter Vegetatif . 23 2. Rataan Patameter Umur Berbunga Jantan, Umur Berbunga Betina, Dan Umur Panen. 25 3. Rataan Parameter Karakter Generatif . 27 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Hal 1. Histrogram Hubungan Antara Varietas Dengan Karakter Vegetatif . 24 2. Histrogram Hubungan Antara Varietas Dengan Umur Berbunga Jantan, Umur Berbunga Betina, Dan Umur Panen. 26 3. Histrogram Hubungan Antara Varietas Dengan Karakter Generatif . 27 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Hal 1. Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 2 MST . 34 2. Tabel Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm) 2 MST . 34 3. Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 3 MST . 35 4. Tabel Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm) 3 MST . 35 5. Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 4 MST . 36 6. Tabel Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm) 4 MST . 36 7. Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 5 MST . 37 8. Tabel Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm) 5 MST . 37 9. Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 6 MST . 38 10. Tabel Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm) 6 MST . 38 11. Tabel Pengamatan Jumlah Daun (helai) 2 MST . 39 12. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) 2 MST . 39 13. Tabel Pengamatan Jumlah Daun (helai) 3 MST . 40 14. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) 3 MST . 40 15. Tabel Pengamatan Jumlah Daun (helai) 4 MST . 41 16. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) 4 MST . 41 17. Tabel Pengamatan Jumlah Daun (helai) 5 MST . 42 18. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) 5 MST . 42 19. Tabel Pengamatan Jumlah Daun (helai) 6 MST . 43 20. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun (helai) 6 MST . 43 21. Tabel Pengamatan Jumlah Daun di Atas Tongkol (helai) . 44 22. Tabel Sidik Ragam Jumlah Daun di Atas Tongkol (helai) . 44 23. Tabel Pengamatan Kelengkunga Daun . 45 24. Tabel Sidik Ragam Kelengkungan Daun . 45 25. Tabel Pengamatan Umur Berbunga Jantan (hari) . 46 26. Tabel Sidik Ragam Umur Berbunga Jantan (hari) . 46 27. Tabel Pengamatan Umur Berbunga Betina (hari) . 47 28. Tabel Sidik Ragam Umur Berbunga Betina (hari) . 47 29. Tabel Pengamatan Umur Panen (hari) . 48 30. Tabel Sidik Ragam Umur Panen (hari) . 48 31. Tabel Pengamatan Berat Biji Pertongkol (gram) . 49 32. Tabel Sidik Ragam Berat Biji Pertongkol (gram) . 49 33. Tabel Pengamatan Laju Pengisian Biji (gr/hari) . 50 34. Tabel Sidik Ragam Laju Pengisian Biji (gr/hari). 50 35. Tabel Pengamatan Jumlah Biji per Tongkol . 51 36. Tabel Sidik Ragam Jumlah Biji per Tongkol. 51 37. Tabel Pengamatan Bobot 100 Biji (gr) . 52 38. Tabel Sidik Ragam Bobot 100 Biji (gr) . 52 39. Tabel Pengamatan Produksi per Plot (kg). 53 40. Tabel Sidik Ragam Produksi per Plot (kg) . 53 41. Deskripsi Tanaman Jagung Varietas PIONEER12.54 Universitas Sumatera Utara 42. Deskripsi Tanaman Jagung Varietas DK3.55 43. Deskripsi Tanaman Jagung Varietas BISI2.56 44. Deskripsi Tanaman Jagung Varietas JAYA1.57 45. Bagan Penelitian.58 46. Jadwal Kegitan .59 47. Gambar Tongkol Jagung . .60 48. Gambar Tanaman Menyimpang . .64 49. Gambar Lahan Penelitian . .66 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ABDUL KHAIRUL IS : Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zae mays L.) Untuk Mendapatkan Varietas Komposit, dibimbing oleh LUTHFI A.M SIREGAR dan HASMAWI HASYIM. Untuk mendapatkan varietas omposit perlu dilakukan persilangan secara bebas/ acak (random matting) minimum lima kali. Penelitian ini bertujuan untuk mendaptkan varietas komposit dan untuk mengetahui perbedaan karakter generatif dan vegetatif tanaman jagung tanaman jagung (Zae mays L.) dengan persilangan secara bebas/acak (random matting). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non factorial yang terdiri dari empat varietas (P 12, BISI 2, DK 3, JAYA 1). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakansidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun diatas tongkol, kelengkungan daun, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, laju pengisian biji, jumlah biji pertongkol, bobot 100 biji, produksi perplot. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa varietas berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 2 mst, jumlah daun diatas tongkol, umur keluar bunga betina, umur panen dan produksi perplot. Kata kunci: Varietas, bersari bebas, varietas komposit. ABSTRACT ABDUL KHAIRUL IS: Crossing Freely Several Corn Plants Varieties (Zea mays. L) to get Composite Variety, is guided by LUTHFI A.M SIREGAR, and HASMAWI HASYIM. To get composite variety necessary is done crossing free/random (random mating) minimum five times. This watchfulness aims to get composite variety and to detect generative character difference and vegetatif corn plants (Zea mays. L) with crossing free/random (random meting). This watchfulness uses group random plan non factorial that consists of four varieties (P 12, BISI 2, DK 3, JAYA 1). Data that got to analyzed by using sidik kind and continued with Test Difference Honest Real (BNJ). Parameter that watched tall plants, leaf total, leaf total above cob, leaf curvature, male bloomy age, female bloomy age, harvest age, rapid seed admission filling, seed total per tuna, heavy 100 seed, production per plot. from watchfulness result is got that variety differ real towards tall plants two mst, leaf total above cob, age out female flower, harvest age and production per plot. Keywords: Varieties, open pollinated, composite variety. Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang (Linneus-1737) seorang ahli botani dalam bukunya Genera Plantarum, memberikan nama Zea mays untuk diberikan dua kali pada saat tanam dan pada saat tanaman berumur 7 – 10 hari setelah tanam dengan dosis pupuk urea 100 kg/ha, SP 36 kg/ha, dan KCl 25 kg/ha. Pemberian pupuk dilakukan secara larikan. Penyungkupan Penyungkupan dilakukan setelah bunga jantan dan bunga betina muncul. Penyungkupan dilakukan dengan menggunakan plastik ukuran ½ kg. Crossing Crossing dilakukan setelah bunga betina masak dengan cara menyebarkan serbuk sari yang telah masak dari malai dan di oleskan diatas bunga betina (putik). Universitas Sumatera Utara Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari dan disesuaikan dengan kondisi kelembapan tanah di lapangan. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Penyisipan Penyisipan dilakukan apabila ada tanaman yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tidak baik dan dilakukan paling lama setelah 2 minggu setelah tanam. Bahan sisipan diambil dari bibit tanaman cadangan yang sama pertumbuhannya dengan tanaman di lapangan. Penjarangan Penjarangan dilakukan paling lama setelah tanaman berumur 2 minggu, setiap lubang tanam ditinggalkan satu tanaman. Penjarangan dilakukan dengan memotong tanaman dengan menggunakan pisau. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan menggunakan cangkul atau langsung mencabut gulma dengan tangan. Pelaksanaan penyiangan dilakukan sesuai dengan kondisi lahan. Pembumbunan Pembumbunan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang sehingga tanaman tidak mudah rebah. Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur empat minggu. Universitas Sumatera Utara Pengendalian Hama dan Penyakit Pencegahan dan penanggulangan hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Decis dengan dosis 2 cc/liter air dan fungisida Dithane M-45 dengan dosis 2cc/liter air , dilakukan apabila telah ada tanaman yang terserang hama atau penyakit. Panen Pemanenan dilakukan setelah biji pada tongkol mencapai kriteria panen dengan tanda-tanda rambut (silk) berwarna kehitaman dan telah mengering, kelobot berwarna kuning, biji kering dan mengkilat dan jika ditekan dengan kuku tidak meninggalkan bekas. Pengeringan dan Pemipilan Setelah panen, dilakukan pengeringan tongkol jagung selama + 7 hari sehingga biji kering dan dapat dipipil. Pengamatan Parameter Tinggi Tanaman (cm) Diukur tinggi tanaman mulai dari pangkal batang hingga ujung daun terpanjang. Pengukuran dilakukan pada masing-masing sampel dan dilakukan mulai dari umur 2 minggu setelah tanam hingga muncul bunga jantan. Jumlah Daun (helai) Jumlah daun dihitung pada masing-masing sampel dan dilakukan mulai dari umur 2 minggu setelah tanam. Pengamatan dilakukan hinga muncul malai. Daun yang di hitung adalah daun yang telah membuka sempurna. Universitas Sumatera Utara Kelengkungan Daun Kelengkungan daun dihitung dengan rumus: kelengkungan daun = a/b Dimana : a = panjang daun b = jarak antar pelepah daun dengan ujung daun dalam posisi melengkung Jumlah Daun di Atas Tongkol (helai) Jumlah daun di atas tongkol dihitung pada masing-masing tanaman sampel. Pengukuran dilakukan pada saat bunga betina muncul. Umur Keluar Bunga Jantan (hari) Umur keluar bunga jantan dihitung apabila telah mulai membukanya daun bendera yang membungkus malai. Umur Keluar Bunga Betina (hari) Umur keluar bunga betina dihitung apabila telah muncul rambut tongkol pada masing – masing sampel. Umur Panen (hari) Umur panen dihitung mulai awal penanaman hingga tanaman menampakkan kriteria panen. Jumlah Baris per tongkol (baris) Jumlah biji per tongkol dihitung pada semua tanaman sampel. Jumlah Biji per Tongkol (biji) Jumlah biji per tongkol dihitung kemudian dirata – ratakan Universitas Sumatera Utara Bobot Biji per Tongkol (g) Bobot biji per tongkol ditimbang setelah biji dikeringkan dan dipipil. Bobot 100 Biji (g) Bobot 100 biji ditimbang setelah biji dikeringkan dan dipipil. Dilakukan sebanyak 3 kali kemudian dirata – ratakan. Laju pengisian biji (g/hari) Laju pengisian biji dihitung dengan membagi bobot biji tiap tongkol dengan selisih umur panen dan keluar rambut. Produksi Biji Kering per Plot (g) Produksi biji kering per plot dihitung dengan menimbang biji setelah biji dikeringkan dan dipipil. Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari hasil sidik ragam beberapa varietas berbeda tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah daun diatas tongkol (helai), kelengkungan daun, dan umur berbunga bunga jantan (hari). Namun berbeda nyata terhadap umur berbunga bunga betina. Dari hasil sidik ragam persilangan resiprok beberapa varietas berbeda tidak nyata terhadap umur panen (hari), jumlah biji per tongkol (biji), bobot 100 biji (g), dan laju pengisian biji (g/hari). Namun berbeda nyata terhadap jumlah baris per tongkol (baris), bobot biji per tongkol (biji), dan produksi biji kering per plot (g). Tinggi tanaman (cm) Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari tinggi tanaman pada 2 s/d 7 MST dapat dilihat pada Lampiran 1 s/d 12. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman 7 MST. Rataan tinggi tanaman 2 s/d 7 MST dari beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 1. Universitas Sumatera Utara Tabel 1. Rataan tinggi tanaman 2 s/d 7 MST dari beberapa varietas Tinggi tanaman pada umur tanaman Varietas 2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST 7 MST A B C D E 22.25b 30.86b 47.59 79.96 113.79 154.02 33.12a 47.58a 72.16 108.21 145.64 191.63 32.02a 43.91a 60.62 102.39 138.85 180.93 20.82b 32.89b 53.05 84.21 123.84 154.72 29.37a 39.78a 63.86 100.21 133.69 174.71 F 20.22c 26.56b 47.86 72.93 116.36 155.39 Dari Tabel 1 dapat dilihat rataan tinggi tanaman 7 MST yang tertinggi terdapat pada varietas B yaitu 191.63 cm dan yang terendah pada varietas A yaitu 154.02 cm. Jumlah daun (helai) Hasil pengamatan sidik ragam dari jumlah daun 2 s/d 7 MST dapat dilihat pada Lampiran 13 s/d 24. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun 7 MST. Rataan jumlah daun 2 s/d 7 MST dari beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rataan jumlah daun dari beberapa varietas Jumlah daun pada umur tanaman Varietas A B C D E F 2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8.67 10.33 9.66 8.41 8.83 8.83 4.16 4.83 4.24 3.66 4.33 4.16 5.16 5.83 5.08 4.49 5.24 4.74 5.99 6.24 6.07 5.41 5.91 5.66 7.41 8.49 8.16 7.33 7.74 7.32 8.66 10.33 9.66 8.41 8.83 8.83 Dari Tabel 2 dapat dilihat rataan jumlah daun pada 7 MST yang tertinggi terdapat pada varietas B yaitu 10.33 helai dan yang terendah pada varietas D yaitu 8.41 helai. Universitas Sumatera Utara Jumlah daun diatas tongkol (helai) Hasil pengamatan sidik ragam dari jumlah daun diatas tongkol dapat dilihat pada Lampiran 25. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas k berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun diatas tongkol. Rataan jumlah daun diatas tongkol dari beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rataan jumlah daun diatas tongkol dari beberapa varietas Varietas Jumlah daun Diatas Tongkol A B C D E F 4.99 5.83 5.24 5.58 5.41 5.41 Dari Tabel 3 dapat dilihat rataan jumlah daun diatas tongkol yang tertinggi terdapat pada varietas B yaitu 5.83 helai dan yang terendah pada varietas A yaitu 4.99 helai. Kelengkungan daun Hasil pengamatan sidik ragam dari kelengkungan daun dapat dilihat pada Lampiran 31. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda tidak nyata terhadap kelengkungan daun. Rataan kelengkungan daun dari beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 4. Universitas Sumatera Utara Tabel 4. Rataan kelengkungan daun dari beberapa varietas Varietas A B C D E F kelengkungan daun 0.57 0.64 0.64 0.62 0.64 0.63 Dari Tabel 4 dapat dilihat rataan jumlah daun diatas tongkol yang tertinggi terdapat pada varietas B; C, dan E yaitu 0.64 dan yang terendah pada varietas A yaitu 0.57. Umur berbunga bunga jantan (hari) Hasil pengamatan sidik ragam dari umur berbunga bunga jantan dapat dilihat pada Lampiran 25. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda tidak nyata terhadap umur berbunga bunga jantan. Rataan umur berbunga bunga jantan dari beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rataan umur berbunga bunga jantan dari beberapa varietas Varietas A B C D E F Umur keluar bunga jantan 54.66 55.41 55.17 58.08 56.49 59.33 Dari Tabel 5 dapat dilihat rataan umur berbunga bunga jantan yang tertinggi terdapat pada varietas F yaitu 59.33 dan yang terendah pada varietas A yaitu 54.66. Universitas Sumatera Utara Umur berbunga bunga betina (hari) Hasil pengamatan sidik ragam dari umur keluar bunga betina dapat dilihat pada Lampiran 27. Dari hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda nyata terhadap umur keluar bunga betina. Rataan umur keluar bunga betina dari prok beberapa varietas dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Rataan umur keluar bunga betina dari beberapa varietas Varietas A B C D E F Umur keluar bunga betina 59.58b 59.06b 57.41b 65.16a 59.25b 62.49a Keterangan : Angka yang 34,23 3 23,18 23,66 21,43 14,63 21,69 41,33 145,92 24,32 4 26,09 22,76 58,65 24,16 14,57 29,18 175,43 29,24 87,19 105,84 130,58 97,31 84,00 115,66 620,58 Rataan 21,80 26,46 32,64 24,33 21,00 28,91 25,86 Lampiran 42. Sidik Ragam Berat 100 Biji per Varietas (gr) (Tetua Sari Bebas) SK BLOK Varietas Eror Total FK DB 3 5 15 23 KK 0,42 JK 247,59 392,71 1738,16 2378,45 16046,51 KT 82,53 78,54 115,88 F Hit 0,71 0,68 F,05 3,29 2,9 Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Lampiran 43. Data Pengamatan Laju Pengisian Biji (gr/hari) (Tetua Sari Bebas) Varietas Harapan Sadewa Bisma Sukmaraga Antasena Kalingga Total Rataan 1 1,45 1,55 3,35 2,19 4,76 2,25 15,55 3,11 Jumlah Blok 2 2,98 3,95 2,66 3,11 2,74 3,20 18,65 3,73 3 2,23 1,96 2,31 1,99 1,79 2,36 12,64 2,53 4 2,50 1,99 4,45 2,37 1,47 2,78 15,56 2,59 9,15 9,45 12,77 9,67 10,77 10,60 62,41 Rataan 2,29 2,36 3,19 2,42 2,69 2,65 2,60 Lampiran 44. Sidik Ragam Laju Pengisian Biji (gr/hari) (Tetua Sari Bebas) SK BLOK Varietas Eror Total FK DB 3 5 15 23 KK 0,34 JK 3,01 2,19 12,24 17,43 162,27 KT 1,00 0,44 0,82 F Hit 1,23 0,54 F,05 3,29 2,9 Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Lampiran 45. Bagan Percobaan 50 cm V2 100 cm V6 V3 V5 V3 V5 V1 100 cm 50 cm 50 cm V6 U B V3 V5 V2 V4 V1 V2 V4 V6 V5 V4 V1 V2 V4 V1 V6 V3 Blok I Blok II Blok III T S Blok IV Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Lampiran 46. Deskripsi Tanaman HARAPAN Nama varietas : Harapan Tahun pelepasan : 1964 No Silsilah : 1364 Asal : No. 142-48 dari Guatemala Golongan varietas : bersari bebas Umur : 75% keluar rambut ± 62 hari panen ± 105 hari Hasil rata-rata : 3,3 t/ha pipilan kering Batang : tinggi dan tegap Daun : panjang dan lebar Tongkol : besar, panjang dan silindris Biji : setengah mutiara (flint), besar, bundar, gepeng dan tebal Warna biji : kuning agak kemerahan Kedudukan tongkol : kurang lebih ditengah batang Kelobot : menutup tongkol dengan baik Perakaran : baik Baris biji : lurus dan rapat Jumlah baris/biji : umumnya 12-14 baris Bobot 1000 butir : ± 34 g Kerebahan : cukup tahan Potensi hasil : 5,4 t/ha pipilan kering Ketahanan terhadap penyakit : - tidak tahan bulai (Sclerospa maydis) - cukup tahan Helmithosporium sp. dan Puccinia sp. Keterangan : baik untuk tinggi tempat sampai 1200 m dpl Sumber Benih : Biogen Bogor Nama varietas Tanggal Pelepasan SK. Mentan Asal Golongan varietas Umur Hasil rata-rata Batang Daun Tongkol Biji Warna batang Warna daun SADEWA : Sadewa : 21 Juli 1983 : TP.240/520/Ktps/7/83 : Suwan 1, Thailand, Genjah Kretek, Jawa Tengah : bersari bebas : 50% keluar rambut ± 53 hari Panen ± 86 hari : 3,7 t/ha pipilan kering : tinggi medium dan cukup tegap : panjang dan lebar sedang : cukup besar dan agak silindris : umumnya setengah mutiara (semi flint) :: hijau, kadang-kadang terdapat biji putih Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Warna biji Kedudukan tongkol Kelobot Perakaran Baris biji Jumlah baris/biji Bobot 1000 butir Kerebahan Potensi hasil Ketahanan terhadap penyakit Keterangan Pemulia Sumber Benih : kuning : ditengah batang : menutup biji dengan baik : baik : cukup lurus dan rapat : 10-14 baris : ± 283 g ::: - agak peka bulai (Sclerospa maydis) : baik untuk dataran rendah : Subandi, A. Sudjana, Suyitno, Ponidi S., B. Gayatri, Amsir Rivin, Achmad M., dan Diah H.G : Biogen Bogor BISMA : Bisma : persilangan Pool-4 dengan bahan introduksi disertai seleksi massa selama 5 generasi Golongan varietas : bersari bebas Umur : 50% keluar rambut ± 65 hari panen ± 96 hari Batang : tegap Warna batang : hijau Tinggi tanaman : tinggi medium (± 190 cm) Daun : panjang dan lebar Warna daun : hijau tua Perakaran : baik Kerebahan : tahan rebah Warna janggel : kebanyakan putih (± 98 %) Kedudukan Tongkol : kurang lebih ditengah-tengah batang Tongkol : besar dan silindris Biji : setengah mutiara (semi flint) Warna biji : kuning Jumlah baris/tongkol : 12-18 baris Baris biji : lurus dan rapat Kelobot : menutupi tongkol dengan cukup baik (± 96 %) Bobot 1000 biji : ± 307 gram Rata-rata hasil : 5,7 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 7,0-7,5 t/ha pipilan kering Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun Keterangan : dapat dikembangkan di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl Tahun dilepas : 1995 Sumber Benih : Biogen Bogor Nama varietas Asal Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 SUKMARAGA : Sukmaraga : bahan introduksi AMATL (Asian Mildew Acid Tolerance Late) asal CIMMYT Thailand dengan introgensi bahan lokal yang diperbaiki sifat ketahanan terhadap penyakit bulai. Produksi awalnya diseleksi pada tanah kering masam Sitiung Sumbar, dan tanah sulfat masam di Barambai Kalsel. Hasil rekombinasi diuji pada berbagai lingkungan asam dan normal. Golongan varietas : bersari bebas Umur : 50% keluar rambut ± 55-58 hari panen ± 105-110 hari Batang : tegap Warna batang : hijau Tinggi tanaman : 195 cm (180-220 cm) Daun : panjang dan lebar Warna daun : hijau Perakaran : dalam, kuat dan baik Kerebahan : agak tahan Tinggi letak tongkol : 95 cm (90-110 cm) Tongkol : panjang dan silindris Biji : setengah mutiara (semi flint) Warna biji : kuning tua Jumlah baris/tongkol : 12-16 baris Baris biji : lurus dan rapat Kelobot : tertutup baik (85%) Bobot 1000 biji : ± 270 g (240-280 g) Potensi hasil : 8,5 ton/ha pipiplan kering Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun Keterangan : dapat dikembangkan di dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl Sumber Benih : Balai Penelitian Maros Nama varietas Asal Nama varietas Tahun pelepasan SK. Mentan No Silsilah Asal Golongan varietas Umur Hasil rata-rata Batang Tongkol Biji ANTASENA : Antasena : 3 November 1992 : 607/Kpts/TP.240/11/92 :: 256 Fuul – Sib introduksi dari CIMMYT : bersari bebas : 50% keluar rambut ± 50 hari panen ± 95-100 hari : 5,0 t/ha pipilan kering : tinggi dan tegap : besar, dan silindris : kuning Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Warna daun Warna biji Perakaran Jumlah baris Bobot 1000 butir Kerebahan Potensi hasil Ketahanan terhadap penyakit Keterangan Pemulia Sumber Benih : hijau tua : kuning : baik :12-14 baris : ± 275 g : sedang : 7,0 t/ha pipilan kering : agak tahan bulai (Sclerospa maydis) : toleran tanah asam, beradaptasi baik dari ketinggian 0 – 1.050 m dpl : Helmindar Bahar, Firdaus Kasim, Adri, Syamsurizal, Sumartono, dan Subandi : Biogen Bogor KALINGGA : Kalingga : 1986 :: generasi kedelapan dari Pool 4, dibentuk dari 34 populasi berasal dari dalam dan luar negeri pada awal 1980 dan dikembangkan dengan seleksi half-sib Golongan varietas : bersari bebas Umur : 50% keluar rambut ± 57 hari panen ± 96 hari Hasil rata-rata : 5,4 t/ha pipilan kering Batang : tinggi dan tegap Daun : panjang, sedang sampai lebar Tongkol : besar, panjang dan cukup silindris Biji : setengah mutiara (semi flint) Warna batang :Warna daun : hijau agak tua Warna biji : kuning sampai kuning kemerahan, kadang ada yang putih Kedudukan tongkol : rata-rata ditengah batang Kelobot : menutup tongkol dengan cukup baik Perakaran : baik Baris biji : cukup lurus dan rapat Jumlah baris/biji : umumnya 12-18 baris Bobot 1000 butir : ± 302 g Kerebahan : sedang Potensi hasil : 7,0 t/ha pipilan kering Ketahanan terhadap penyakit : - cukup tahan bulai (Sclerospa maydis) Keterangan : baik untuk dataran rendah sampai dataran tinggi Sumber Benih : Biogen Bogor Nama varietas Tahun pelepasan No Silsilah Asal Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 47. Lampiran Foto Lahan Penelitian Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 48. Foto Pipilan Jagung HARAPAN BISMA ANTASENA SADEWA SUKMARAGA KALINGGA Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009 Lampiran 49. Warna Biji Varietas Harapan Sadewa Bisma Sukmaraga Antasena Kalingga Blok 1 Orange Kuning Kuning Kuning Orange Kuning 2 Orange Orange Kuning Orange Kuning Kuning 3 Orange Orange Kuning Kuning Orange Kuning 4 Orange Orange Kuning Orange Orange Kuning Sri Arjuna Satria Pahlevie : Pemilihan Tetua Untuk Selfing Dan Tanaman Bersari Bebas Varietas Jagung (Zea mays L.), 2009. USU Repository © 2009
Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zae mays L.)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Persilangan Secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zae mays L.)

Gratis