Feedback

Gambaran Psychological Well-Being Pada Individu Biseksual yang Berpacaran

Informasi dokumen
1 GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA INDIVIDU BISEKSUAL YANG BERPACARAN SKRIPSI Guna Memenuhi Persyaratan Sarjana Psikologi Oleh : ENNI HANAMI SIANTURI 051301118 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Gambaran psychological well-being pada individu biseksual yang berpacaran Universitas Sumatera Utara 2 Enni Hanami Sianturi dan Rohdiatul Hassanah Siregar, M.Si ABSTRAK Hubungan romantis ataupun pacaran pada individu biseksual dapat mempengaruhi psychological well-being individu tersebut. Psychological well-being merujuk pada perasaan-perasaan seseorang mengenai aktivitas hidup sehari-hari. Perasaan ini dapat berkisar dari kondisi mental negatif, misalnya ketidakpuasan hidup, kecemasan dan sebagainya sampai ke kondisi mental positif, misalnya realisasi potensi atau aktualisasi diri (Bradburn, 1995). Ryff (1989) menyebutkan bahwa psychological well-being terdiri dari enam dimensi, yaitu penerimaan diri (self-acceptance), memiliki hubungan positif dengan orang lain (positive relations with others), otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose in life) dan pertumbuhan pribadi (personal growth). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada individu biseksual yang berpacaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara secara mendalam (in-depth interview). Responden penelitian adalah individu biseksual yang berpacaran dengan laki-laki dan perempuan sebanyak tiga orang dimana responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak dua orang dan yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan psychological wellbeing pada ketiga responden yang terlihat dari kualitas dimensi psychological wellbeing pada setiap responden. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya faktorfaktor yang mempengaruhi psychological well-being pada individu biseksual yang berpacaran seperti dukungan sosial, kepribadian, pola asuh dan budaya. Kata kunci : psychological well-being, individu biseksual yang berpacaran Universitas Sumatera Utara 3 A Description of Psychological Well-Being On The Dating Bisexual Individuals Enni Hanami Sianturi and Rohdiatul Hassanah Siregar, M.Si ABSTRACT Romantic relationship or dating on bisexual individuals may affect psychological well-being that individual. Psychological well-being refers to the one’s feelings about daily activity. These feeling can range from the negative mental conditions, such as life dissatisfaction, anxiety, and more to the positive mental state, such as realitation of potential or self actualization (Bradburn,1995). Ryff (1989) has argued that psychological well-being has six dimension; self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth. The purpose of this research is to describe psychological well-being on the dating bisexual individuals. The research respondent are three bisexsual who are dating with men and female, which is two female respondent and one men respondent. Results shown that there is the psychological well-being differences at the three respondent from the psychological well-being dimension quality at each respondent. The result also shown that there are factors which affect psychological well-being on bisexuals who are dating, like social support, personality, parenting and culture. Keywords: psychological well-being, dating bisexsual individuals Universitas Sumatera Utara 4 KATA PENGANTAR Puji serta syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan begitu banyak kekuatan dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi untuk memenuhi syarat dalam menempuh ujian akhir, guna memperoleh gelar sarjana jenjang strata (S-1) di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan judul ”Gambaran Psychological Well-Being Pada Individu Biseksual yang Berpacaran” Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah tercinta, Drs.Oloan P.Sianturi; dan Mama tersayang yang hebat, Elfina Purba atas segala do’a, cinta, kasih sayang, pengertian serta dukungannya baik moril maupun materil yang selalu menyertai langkah penulis. Semoga Tuhan selalu memberkati keduanya dalam setiap keadaan. Tak lupa pula kepada kakak, Mona Elisa Sianturi,Amd; kedua abangku, Juan Doli David Sianturi dan Zovai Hiskia Sianturi, SKG; adikku, Kapita Nadya Sianturi yang selalu memberikan doa, perhatian, saran dan dukungan. Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. Chairul Yoel, Sp.A.(K), selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Rohdiatul Hassanah Siregar, M.Si, selaku dosen Pembimbing Skripsi. Terimakasih telah bersedia meluangkan waktu dan menjadi pembimbing bagi penulis dengan penuh kesabaran dan semangat memberikan masukan, arahan, saran dan kritikan yang sangat membantu penulis dalam memahami dan menemukan esensi dari sebuah penelitian dan pada akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini meskipun berada di tengah-tengah kesibukan yang sangat padat dan rintangan yang sangat berat. Universitas Sumatera Utara 5 3. Ibu Siti Amnah, M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik. Terima kasih atas perhatian, bimbingan, masukan dan nasehat ibu dari awal saya kuliah sampai saat ini. 4. Ibu Ridhoi Meilona Purba, M.Si. Terimakasih banyak atas dukungan, perhatian, saran dan nasehatnya ya, kak. Tetap semangat dan semoga kakak bisa menjadi ibu bagi anak-anak remaja kota Medan. 5. Ibu Josetta M.R.T, M.Si, terima kasih banyak atas perhatian dan semangatnya ya, bu. 6. Seluruh staf pengajar dan staf pegawai Fakultas Psikologi USU atas segala ilmu dan bantuan yang diberikan selama perkuliahan: Pak Iskandar, Pak Aswan, Pak Wanto, Kak Ari, Kak Devi, Bang Ali, Bu Ila dan Bu Ida yang selama ini membantu dalam urusan administrasi. Terima kasih ya. 7. Kak Ruslinda Desiana Ginting (kakak dan pengajar terbaik) yang selalu punya waktu untuk mendengarkan keluh kesahku. Terimakasih atas perhatian, motivasi, brainstorming, nasehat, do’a yang terus menerus mengalir dan juga marahmarahnya. 8. Para penghiburku yang luar biasa: Heni Juliartha, Edwina Tanya, Lindawaty Simbolon dan Ernita Sari. Terimakasih atas perhatian, semangat, doa dan penghiburan di saat-saat penuh tantangan. 9. Saudara-saudara se-pelayanan (YES Fellowship): Bang Hendra, Devi, Litha, Arimbi, Renova, Alex, Amel, Monica, Yulifa, Weni, Ivan, Inoq, Kiki, Jupanri, Priska, Iyus dan Sofie. Terimakasih atas doa, penghiburan dan semangatnya ya.! Kalian membuatku kuat! Universitas Sumatera Utara 6 10. Sahabat-sahabat terbaikku: Sevi, Acid, Mirna, Kinan, Raisa, Desti. Terimakasih untuk brainstorming, dukungan, semangat, kritik, marah-marahnya dan semuanya. 11. Teman-teman seperjuangan 2005: Roro, Mitha, Eka, Eva Anggi. Terimakasih atas bantuan, semangat dan dukungannya ya. Retno dan Siti Masyitah, ayo lebih bersemangat!!! 12. Andy, Cici dan Diftha. Terimakasih untuk semangat, motivasi dan bantuan yang sangat berharga yang kalian berikan kepadaku. Tetap semangat dalam menjalani hidup ini ya. Pasti bisa! 13. M.Fadlan “Veadl”, terimakasih banyak atas bantuan, saran, dukungan dan penghiburannya. Jangan suka bolos kuliah lagi, dek. 14. Bang Tatar Jordan Panggabean, terimakasih banyak untuk nasehat, dorongan, doa dan semangatnya. 15. Sahabat-sahabat “poeja”: Eda Beatrix dan Eda Yani. Terimakasih banyak untuk penghiburan, motivasi dan doanya ya. Lanjutkan perjuangan! 16. Alexander, Benect, Gita, Angela “nenek” dan Nia. Terimakasih atas bantuan, semangat dan penghiburan yang kalian berikan kepadaku. Alex, Benect, Gita, dan nenek cepat nyusul ya. semangat! 17. Adik-adik 2008: Septi Utami, Suri, Ririn, Annisa Hsb, Mayrinda, Della, Ester Hotma. Terimakasih banyak atas bantuan, semangat, marah-marahnya terutama kelucuan kalian. Jangan suka bolos kuliah, rajin-rajin belajar dan sering-sering diskusi ya, dek. Jangan suka ngegosip juga. 18. Seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan. Universitas Sumatera Utara 7 Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih banyak kekurangan. Penulis sangat mengharapkan masukan dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Amin. Medan, Maret 2010 Penulis Enni Hanami Sianturi Universitas Sumatera Utara 8 DAFTAR ISI Kata Pengantar. i Daftar Isi .v BAB I. PENDAHULUAN .1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Perumusan Masalah . 7 C. Tujuan Penelitian. 7 D. Manfaat Penelitian. 7 1. Manfaat Teorits . 7 2. Manfaat Praktis . 8 E. Sistematika Penulisan . 8 BAB II. LANDASAN TEORI . 10 A. Biseksual. 10 1. Pengertian Biseksual. 10 2. Perkembangan Identitas pada Biseksual.11 B. Psychological Well-Being.12 1. Definisi Psychological Well-Being. 12 2. Dimensi Psychological Well-Being.14 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Psychological well-being .19 C. Gambaran Psycological Well-Being pada Individu Biseksual yang Berpacaran.21 BAB III. METODE PENELITIAN .24 A. Pendekatan Kualitatif. 24 Universitas Sumatera Utara 9 B. Responden Penelitian . 26 1. Karakteristik Responden Penelitian .26 2. Jumlah Responden Penelitian .26 3. Teknik Pengambilan Sampel . 27 4. Lokasi Penelitian . 27 C. Metode Pengumpulan Data. 27 1. Wawancara . 27 D. Alat Bantu Pengumpulan data . 28 1. Alat Perekam (tape recorder). 29 2. Pedoman Wawancara . 29 E. Lembar Observasi Respoden.29 F. Kredibilitas Penelitian. 30 G. Prosedur Penelitian. 30 1. Tahap Persiapan Penelitian. 30 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian. 33 3. Tahap Pencatatan Data. 35 H. Teknik dan Proses Pengolahan Data. 35 BAB IV. ANALISA DATA DAN INTERPRETASI. 38 A. Responden I. 38 1. Analisa Data. 38 2. Interpretasi Intra Responden. 56 B. Responden II. 60 1. Analisa Data. . 60 2. Interpretasi Intra Responden . . 77 C. Responden III. 82 Universitas Sumatera Utara 10 1. Analisa Data. 82 2. Interpretasi Intra Responden . 99 D. Pembahasan .108 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.113 A. Kesimpulan.113 B. Saran. 114 1. Saran Praktis. . 114 2. Saran Penelitian Selanjutnya. 115 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara 2 Enni Hanami Sianturi dan Rohdiatul Hassanah Siregar, M.Si ABSTRAK Hubungan romantis ataupun pacaran pada individu biseksual dapat mempengaruhi psychological well-being individu tersebut. Psychological well-being merujuk pada perasaan-perasaan seseorang mengenai aktivitas hidup sehari-hari. Perasaan ini dapat berkisar dari kondisi mental negatif, misalnya ketidakpuasan hidup, kecemasan dan sebagainya sampai ke kondisi mental positif, misalnya realisasi potensi atau aktualisasi diri (Bradburn, 1995). Ryff (1989) menyebutkan bahwa psychological well-being terdiri dari enam dimensi, yaitu penerimaan diri (self-acceptance), memiliki hubungan positif dengan orang lain (positive relations with others), otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose in life) dan pertumbuhan pribadi (personal growth). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada individu biseksual yang berpacaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara secara mendalam (in-depth interview). Responden penelitian adalah individu biseksual yang berpacaran dengan laki-laki dan perempuan sebanyak tiga orang dimana responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak dua orang dan yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan psychological wellbeing pada ketiga responden yang terlihat dari kualitas dimensi psychological wellbeing pada setiap responden. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya faktorfaktor yang mempengaruhi psychological well-being pada individu biseksual yang berpacaran seperti dukungan sosial, kepribadian, pola asuh dan budaya. Kata kunci : psychological well-being, individu biseksual yang berpacaran Universitas Sumatera Utara 3 A Description of Psychological Well-Being On The Dating Bisexual Individuals Enni Hanami Sianturi and Rohdiatul Hassanah Siregar, M.Si ABSTRACT Romantic relationship or dating on bisexual individuals may affect psychological well-being that individual. Psychological well-being refers to the one’s feelings about daily activity. These feeling can range from the negative mental conditions, such as life dissatisfaction, anxiety, and more to the positive mental state, such as realitation of potential or self actualization (Bradburn,1995). Ryff (1989) has argued that psychological well-being has six dimension; self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth. The purpose of this research is to describe psychological well-being on the dating bisexual individuals. The research respondent are three bisexsual who are dating with men and female, which is two female respondent and one men respondent. Results shown that there is the psychological well-being differences at the three respondent from the psychological well-being dimension quality at each respondent. The result also shown that there are factors which affect psychological well-being on bisexuals who are dating, like social support, personality, parenting and culture. Keywords: psychological well-being, dating bisexsual individuals Universitas Sumatera Utara 11 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak pernah statis. Dimulai dari pembuahan sampai kematian selalu terjadi perubahan, baik dalam kemampuan fisik maupun kemampuan psikologis. Perubahan inilah yang disebut sebagai perkembangan dalam rentang kehidupan manusia. Manusia memiliki tahapan perkembangan dengan tugas-tugas perkembangan yang penting untuk berbagai tahapan rentang kehidupan. Salah satu tahapan dalam rentang kehidupan manusia adalah masa dewasa awal atau dewasa dini (dalam Hurlock, 1999). Masa dewasa awal atau dewasa dini merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Individu dalam mempertahankan hubungan atau ikatan penting dengan orang lain. 3. Otonomi (Autonomy) Pekerja sosial yang memiliki skor tinggi dalam dimensi ini menggambarkan individu yang menentukan nasib sendiri dan bebas (independen); mampu bertahan dari tekanan sosial dengan berbagai cara pikir dan perilaku; dapat mengendalikan perilaku dari dalam; dan mengevaluasi diri dengan standar pribadi atau perseorangan. Sedangkan, skor rendah adalah memperhatikan harapan dan evaluasi dari orang lain; mengandalkan penilaian dari orang lain dalam membuat keputusan yang penting; konformitas terhadap tekanan sosial dengan berpikir dan bertingkah laku dengan cara tertentu. 4. Penguasaan lingkungan atau keadaan (enviromental mastery) Pekerja sosial yang memiliki skor tinggi dalam dimensi ini menggambarkan individu yang memiliki perasaan untuk menguasai dan berkompetensi untuk mengelola lingkungan atau keadaan; mengontrol atauran yang kompleks untuk kegiatan-kegiatan eksternal; melakukan penggunaan yang efektif dari kesempatan-kesempatan yang ada disekeliling; mampu untuk memilih dan menciptakan keadaan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadi. Sedangkan, skor rendah adalah memiliki kesulitan untuk mengatur pekerjaanpekerjaan setiap hari; merasa tidak mampu untuk mengubah atau memperbaiki keadaan disekeliling; tidak sadar akan kesempatan yang ada disekeliling. Universitas Sumatera Utara 5. Tujuan hidup (purpose in life) Pekerja sosial yang memiliki skor tinggi dalam dimensi ini menggambarkan merupakan individu yang memiliki cita-cita dalam hidup dan perasaan untuk mengarahkannya; merasa memiliki makna untuk kehidupan sekarang dan masa lalu; menganut kepercayaan yang akan memberinya tujuan hidup; memiliki tujuan dan sasaran hidup. Sedangkan, skor rendah adalah gagal memiliki makna hidup; hanya memiliki beberapa cita-cita atau tujuan; gagal memiliki perasaan yang mengarahkannya; tidak melihat adanya tujuan pada kehidupan masa lalu; tidak memiliki harapan atau kepercayaan yang memberi makna hidup. 6. Pertumbuhan diri (personal growth) Pekerja sosial yang memiliki skor tinggi dalam dimensi ini menggambarkan individu yang memiliki perasaan terus berkembang; melihat diri bertumbuh dan berkembang; terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru, memiliki kemampuan untuk merealisasikan potensinya; melihat kemajuan dalam diri dan perilaku sepanjang waktu; melakukan perubahan yang merefleksikan lebih mengetahui diri dan efektif. Sedangkan, skor rendah adalah merasa stagnasi diri mengalami stagnasi, kurang dapat mengembangkan dirinya, merasa jenuh dengan kehidupan yang sedang dijalaninya, tidak tertarik dengan kehidupan, dan merasa tidak mampu untuk mengembangkan sikap atau tingkah laku baru. III.D. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Universitas Sumatera Utara III.D.1. Populasi dan Sampel Populasi dibatasi sebagai sejumlah subjek atau individu yang paling sedikit memiliki satu sifat yang sama (Hadi, 2000). Populasi pada penelitian ini adalah pekerja sosial yang bekerja di pada suatu kelompok, lembaga atau instansi tertentu yang bergerak dalam bidang pekerjaan sosial yang lebih mengutamakan pelayanan daripada mencari keuntungan atau tanpa mengharapkan imbalan tetapi didasarkan atas rasa kemanusiaan atau ajaran agama. Menyadari luasnya keseluruhan populasi dan keterbatasan yang dimiliki penulis, maka subjek penelitian yang dipilih adalah sebagian dari keseluruhan populasi yang dinamakan sampel. Sampel harus mempunyai paling sedikit satu sifat yang sama (Hadi, 2000). Subjek penelitian menurut Azwar (2001) adalah sumber utama data penelitian, yaitu mereka yang memiliki data mengenai variabel yang akan diteliti. Karakteristik subjek penelitian diperlukan untuk menjamin homogenitasnya. Karakteristik subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Orang-orang yang tergabung pada suatu kelompok, lembaga atau instansi tertentu yang bergerak dalam bidang pekerjaan sosial dan melakukan pekerjaan sosial di lapangan 2. Dewasa (18-40 tahun) Masa dimana seorang individu menilai kembali prioritas dan nilai personal mereka yang nantinya berpengaruh pada kemampuannya untuk Universitas Sumatera Utara memperoleh cinta, kesenangan, dan rasa kebermaknaan dalam hidupnya (Corr, Nabe & Corr, 2003). 3. Tamat SD Menurut Anastasi (nn), individu yang diberi inventori harus sudah menempuh pendidikan selama 6 tahun yang di Indonesia ini setara dengan pendidikan sekolah dasar yang diasumsikan telah dapat baca tulis. III.D.2. Jumlah Sampel Penelitian Sugiarto (2003) berpendapat bahwa untuk penelitian yang menggunakan analisis data dengan statistik, besar sampel yang paling kecil adalah 30. Sementara, Azwar (2001) menyatakan tidak ada angka yang dikatakan dengan pasti, namun secara tradisional, statistika menganggap jumlah sampel lebih dari 60 orang sudah cukup banyak. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. III.D.3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan prosedur tertentu, dalam jumlah yang sesuai, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili populasi (Poerwanti, 1994). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling. Incidental sampling adalah pemilihan sampel atas dasar kebetulan responden berada pada tempat yang sama saat penelitian sedang berlangsung. Pada teknik ini, tidak semua individu dalam populasi diberi peluang yang sama Universitas Sumatera Utara untuk dipilih menjadi anggota sampel, tetapi hanya dan kemudahan dijumpainya sampel yang disesuaikan dengan karakteristik tertentu (Hadi, 2000). Pemilihan penggunaan teknik ini dengan pertimbangan kurangnya data lengkap mengenai jumlah dan keadaan pekerja sosial di kota Medan. Alat pengumpul data akan dibagikan kepada subjek setelah terlebih dahulu diketahui apakah subjek memenuhi karakteristik untuk dijadikan sampel atau tidak. Adapun kelebihan penggunaan teknik ini adalah lebih efisien, efektif dan praktis di bandingkan dengan penggunaan teknik lain. Sedangkan kekurangannya adalah sukar dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena ia tidak menggunakan suatu prinsip ilmiah yang kuat dan generalisasinya juga tidak dapat memberikan taraf keyakinan yang tinggi (Hadi, 2000). Universitas Sumatera Utara III. E. Metode dan Alat Pengumpul Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan data dengan skala (Hadi, 2000). Metode skala digunakan karena data yang ingin diukur berupa konstruk atau konsep psikologis yang dapat diungkap secara tidak langsung melalui indikator-indikator perilaku yang diterjemahkan dalam bentuk aitem-aitem pernyataan (Azwar, 2001). Hadi (2000) menyatakan bahwa skala dapat digunakan dalam penelitian berdasarkan asumsi-asumsi berikut: 1.Subjek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya. 2.Hal-hal yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. 3. Interpretasi subjek tentang pernyataan-pernyataan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan peneliti. Kelebihan penggunaan skala adalah proses kuantifikasi dari atribut psikologis yang diukur hasilnya berupa angka-angka sehingga memberi gambaran yang mudah dimengerti oleh hampir semua orang. Sedangkan keterbatasan dari penggunakan skala adalah prosedur pengkonstruksian skala psikologi cukup rumit dan harus dilakukan dengan penuh perencanaan serta mengikuti langkah-langkah metodologis sehingga sumber error yang mungkin ada dapat ditekan sesedikit mungkin. Permasalahan validitas pengukuran juga sudah harus diperhitungkan dan diusahakan sejak awal sampai langkah konstruksi terakhir (Hadi, 2000). Universitas Sumatera Utara III.E.1. Skala Psychological Well-Being Skala psycholocical well-being yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologis yang dikemukakan Ryff tahun 1989. Skala ini terdiri dari enam dimensi yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan diri. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan adaptasi terhadap skala tersebut karena meyakini bahwa skala ini akan mampu mengukur psycholocical well-being orang dewasa yang dalam hal ini adalah pekerja sosial. Pengadaptasian skala dengan meminta bantu atau melibatkan orang-orang yang kompeten dibidangnya atau biasanya disebut dengan professional judgement. Skala ini menggunakan skala model Likert yang terdiri dari pernyataan dengan enam pilihan jawaban yaitu : Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Agak Setuju (AS), Agak Tidak Setuju (ATS), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skala disajikan dalam bentuk pernyataan favourable (mendukung) dan unfavourable (tidak mendukung). Nilai setiap pilihan bergerak dari 1-6, bobot penilaian untuk pernyataan SS = 6, S = 5, AS = 4, ATS = 3, TS = 2, dan STS = 1. Untuk lebih jelasnya, cara penilaian skala nilai-nilai utama pekerjaan sosial yang Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed 3.798 .827 1.217 .003 1.998 .753 .258 4.030 .751 2.672 .056 .367 .274 .956 .163 .389 .614 .049 .390 .107 -1.955 -3.807 -3.807 -1.862 -1.862 -1.662 -1.662 -2.035 -2.035 -3.417 -3.417 -3.615 -3.615 -4.145 -4.145 -3.707 -3.707 -4.139 -4.139 -2.876 -2.876 54.539 62 56.080 62 59.874 62 60.921 62 61.637 62 57.986 62 59.305 62 60.676 62 61.017 62 61.650 62 57.434 .056 .000 .000 .067 .068 .102 .102 .046 .046 .001 .001 .001 .001 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .006 .006 -.750 -1.344 -1.344 -.656 -.656 -.594 -.594 -.781 -.781 -8.719 -8.719 -10.750 -10.750 -11.031 -11.031 -11.719 -11.719 -10.906 -10.906 -4.125 -4.125 .384 .353 .353 .352 .352 .357 .357 .384 .384 2.552 2.552 2.974 2.974 2.661 2.661 3.161 3.161 2.635 2.635 1.434 1.434 Universitas Sumatera Utara Total Equal variances assumed Equal variances not assumed .109 .743 -3.951 62 -3.951 61.608 Independent Samples Test .000 .000 -57.250 -57.250 14.488 14.488 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 3 ALAT UKUR PENELITIAN Universitas Sumatera Utara No. Responden:-----------Dengan Hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan ujian sarjana psikologi di Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, saya bermaksud untuk mengadakan penelitian (skripsi). Untuk itu saya membutuhkan data yang hanya akan dapat saya peroleh dengan adanya kerja sama dari Anda untuk mengisi skala berikut ini. Skala ini terdiri dari sejumlah pernyataan. Cara menjawab setiap nomor aitem selanjutnya akan dijelaskan di dalam petunjuk pengisian. Untuk itu saya berharap agar Anda memperhatikan setiap petunjuk yang telah disediakan. Dalam skala ini tidak ada jawaban yang benar ataupun salah. Yang saya harapkan adalah jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya pada diri Anda. Semua jawaban Anda akan dijaga kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk tujuan penelitian ini saja. Kerja sama dan partisipasi Anda dalam mengisi skala ini merupakan bantuan yang sangat besar artinya bagi keberhasilan penelitian ini dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, peneliti Universitas Sumatera Utara Sebelum Anda mulai mengerjakan skala ini, isilah data diri Anda terlebih dahulu. Inisial Usia Pendidikan Pendapatan : : : : a. Rp.1.000.000 – Rp.2.000.000 c. >Rp.2.000.000 – Rp.3.500.000 d.>Rp.3.500.000 – Rp.5.000.000 e. >Rp.5.000.000 Petunjuk Pengisian Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan diri saudara. Anda diminta untuk memilih salah satu dari pilihan jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda. Berikan pilihan Anda dengan memberi tanda silang (X) pada kotak-kotak yang telah disediakan. Anda bebas menentukan pilihan yang paling sesuai dengan diri Anda sendiri. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban yang dianggab benar ataupun salah. Contoh cara mengisi skala. No. Pernyataan STS TS ATS AS S SS 1. Saya menikmati X kehidupan saya Universitas Sumatera Utara STS = Sangat Sesuai TS = Sesuai ATS = Tidak Sesuai AS = Sangat Tidak Sesuai S = setuju SS = sangat setuju Universitas Sumatera Utara NO PERNYATAAN STS TS ATS AS S SS 1 Menurut saya , penting untuk memiliki pengalaman-pengalaman baru yang dapat menantang cara berpikir tentang diri sendiri dan dunia 2 Kegiatan sehari-hari saya kelihatannya seperti hal yang kecil dan tidak penting bagi saya 3 Saya menyukai banyak hal dalam kepribadian saya 4 Saya tidak memiliki banyak teman yang bersedia mendengar saat saya ingin menceritakan masalah saya 5 Jika saya tidak bahagia dengan hidup saya maka saya akan mengambil langkah yang tepat untuk mengubahnya 6 Setelah saya mempertimbangkan , saya merasa tidak banyak mengalami perubahan yang berarti sebagai manusia selama bertahun-tahun 7 Saya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mencapai tujuan saya 8 Saya melakukan banyak kesalahan dimasa lalu , namun saya merasa semua ini terjadi demi kebaikan saya 9 Saya merasa memperoleh banyak keuntungan dari hubungan pertemanan saya 10 Menurut saya , orang-orang dalam sia berapa pun memiliki kemampuan untuk terus bertumbuh dan berkembang 11 Saya hanya memikirkan apa yang ada sekarang dan tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan saya 12 Biasanya saya percaya diri dan berfikir positif tentang diri saya 13 Keputusan saya biasanya tidak dipengaruhi oleh apa yang dilakukan orang lain 14 Saya merasa kurang mampu menyesuaikan diri dengan orang-orang dan lingkungan Universitas Sumatera Utara disekitar saya 15 Saya cenderung fokus pada masa kini, karena masa depan hampir selalu member masalah pada saya 16 Saya merasa orang-orang yang saya kenal mendapatkan lebih banyak hal dalam hidupnya disbanding dengann saya 17 Say amenikmati percakapan dengan anggota keluarga dan teman-teman 18 Biasanya saya merasa mampu mengendalikan situasi dalam kehidupan saya 19 Saya cukup mampu mengendalikan situasi dalam kehidupan saya sehari-hari 20 Saya memiliki kemampuan mengatur tugas dan tanggung jawab saya sehari-hari 21 Penting bagi saya untuk menjadi pendengar yang baik ketika sahabat karib menceritakan masalah-masalah mereka pada saya 22 Saya merasa frustasi ketika mencoba membuat rencana kegiatan sehari-hari karena saya tidak pernah mengerjakan apa yang saya rasakan 23 Bagi saya hidup adalah suatu proses yang berkelanjutan untuk belajar , berubah , dan berkembang 24 Terkadang aya merasa kesepian karena hanya memiliki sedikit sahabat untuk berbagi masalah-masalah saya 25 Sikap saya terhadap diri saya tidak sepositif seperti yang dirasakan orang lain terhadap diri mereka sendiri 26 Saya merasa sulit terbuka saat berbicara dengan orang lain 27 Saya tahu bahwa saya dapat mempercayai teman-teman saya, dan mereka pun tahu bahwa mereka dapat mempercayai saya 28 Saya bukanlah tipe orang yang mudah menyerah terhadap tuntutan social sehingga Universitas Sumatera Utara berpikir dan berprilaku seperti yang diharapkan 29 Saya merasa usaha yang saya lakukan untuk menemukan jenis kegiatan dan hubungan yang saya butuhkan cukup memberi hasil 30 Saya tidak takut untuk mengemukakan pendapat meskipun pendapat saya berlawanan dengan kebanyakan orang 31 Biasanya, saya menentukan tujuan-tujuan yang hendak saya capai, namun saat ini hal tersebut kelihatannya hanya membuang-buang waktu saya 32 Dalam banyak hal , saya merasa kecewa dengan apa yang telah saya capai dalam hidup saya 33 Saya menyerah untuk mencoba melakukan peningkatan atau perubahan besar dalam hidup saya. 34 Saya adalah orang yang aktif untuk mengerjakan rencana-rencana yang telah saya buat untuk diri sendiri 35 Saya merasa iri dengan kehidupan orang lain 36 Saya tidak pernah mengalami hubungan yang hangat san saling percaya dengan orang lain 37 Saya senang melihat bagaimana cara pandang saya berubah dan matang seiring waktu. 38 Tujuan-tujuan dalam hidup saya lebih merupakan sumber kepuasan dari pada menjadi hal yang membuat saya frustrasi 39 Saya mengalami kesulitan untuk mengatur kehidupan dengan cara yang dapat memuaskan saya 40 Seiring berjalannya waktu, saya telah membuat saya menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik. 41 Saya senang membuat rencana untuk masa depan dan bekerja untuk mewujudkannya Universitas Sumatera Utara 42 Secara keseluruhan, saya merasa bangga dengan diri saya dan hidup yang saya miliki 43 Orang akan menggambarkan saya sebagai seseorang yang senang memberi dan bersedia meluangkan waktu dengan orang lain 44 Kehidupan sehari-hari saya sangat sibuk, namun saya merasa puas dengan setiap hal yang saya jalani 45 Beberapa orang menjalani hidup tanpa tujuan , tetapi saya bukan salah satu dari mereka 46 Saya dan teman saya saling bersimpati terhadap masalah kami masing-masing 47 Saya sudah mendapatkan gaya hidup dan kehidupan seperti yang saya inginkan 48 Ada benarnya pepatah yang mengatakan bahwa manusia tidak akan pernah berubah 49 Dari evaluasi diri terakhir, saya merasa kurang yakin bahwa kehidupan saya telah banyak mengalami peningkatan 50 Saya sering merasa kurang semangat dengan cara saya menjalani hidup 51 Menurut saya , kebanyakan orang lain memiliki lebih banyak teman dibandingkan saya 52 Saya merasa yakin dengan pendapat saya meskipun bertentangan dengan pendapat umum 53 Saya merasa telah berkembang menjadi manusia yang seutuhnya 54 Saya sering mengubah keputusan saya ketika teman atau keluarga saya tidak setuju dengan keputusan tersebut 55 Saya adalah orang yang suka mencoba hal-hal baru Universitas Sumatera Utara NB: Mohon periksa kembali jawaban Anda, jangan sampai ada jawaban yang tidak diisi / kosong Terima kasih atas kerja sama Anda Universitas Sumatera Utara
Gambaran Psychological Well-Being Pada Individu Biseksual yang Berpacaran Gambaran Psychological Well Being Pada Individu Biseksual Yang Berpacaran
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Kekerasan Yang Dilakukan Pada Anak Pada Bank Yang Go Public Gambaran Pewarnaan Psychological Well Being

Who5 Well Being Index

Karakter Individu Karakteristik Individu

Psychological Approach

Digging Well Bore Well

Psychological Distress

Psychological Capital

Psychological Wellbeing

Psychological Impact

Psychological Factors

Psychological Adjustment

Psychological Stress

Upload teratas

Gambaran Psychological Well-Being Pada Individu Biseksual yang Berpacaran

Gratis