Studi Keanekaragaman Jenis Serangga Di Areal Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Berbagai Umur Tanaman Di PTPN III Kebun Huta Padang

 0  36  81  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DI AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN DI PTPN III KEBUN HUTA PADANG SKRIPSI OLEH : ALMANAH RAMBE 050302027/HPT DEPARTEMEN ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Universitas Sumatera Utara STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DI AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN DI PTPN III KEBUN HUTA PADANG SKRIPSI OLEH : ALMANAH RAMBE 040302027/HPT Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh: Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, MS) Ketua ( Ir. Marheni, MP ) Anggota DEPARTEMEN ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Almanah Rambe, Study of varieties insect at any age of palm oil in PTPN III UNIT HUTA PADANG farm area, KABUPATEN ASAHAN. The objective of this research was to study index of varieties insect at first age of plant area, second age plant area, Thrid age plant area, fifth age plant area, sixth age plant area and nineth age of palm area (Elaeis guinensis Jacq.). Research was done in PTPN III UNIT KEBUN HUTA PADANG farm, Kabupaten Asahan with places height ± 120 m on surface of sea. Catch on the insect done with use sweep net, pit fall trap, and light trap. Then continued research in Hama Penyakit Tumbuhan laboratory, North Sumatera University. The result of research showed that insect was caught in first age of plant area was 547 consist of 11 ordo and 37 family, second age plant area was 392 consist of 11 ordo and 32 family, Thrid age palant area was 302 consist of 10 ordo and 30 family, fifth age plant area was 269 consist of 9 ordo and 31 family. Sixth age plant area was 301 consist of 10 ordo and 29 family and Last Ninth age plant area was 330 consist of 9 ordo and 33 family. From result of researsh showed that insect from Isoptera ordo; Termitidae was Most summary from each areal observation axcept at fifth age plant area there was 6 insects only, where at first age of plant area had 135, second age plant area had 75, Thrid age plant area 67, Sixth age plant area had 53 and the last ninth age plant rea had 70 insects. Shanon-Weiner (H) Index varieties value of insect highest in fifth age area is 3,3646 (high), at first age area is 3,2977 (high), nineth age area is 3,1369 (high), first age area is 3,1346., at second age area is 3,1346 but third age area is 2,8358 (medium). Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Almanah Rambe, STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DI AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN DI PTPN III KEBUN HUTA PADANG, dibawah bimbingan Bapak Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, MS., selaku ketua dan Ibu Ir. Marheni, MP. selaku anggota. Penelitian dilaksanakan di PTPN III Unit Kebun Huta Padang Kabupaten Asahan dengan ketinggian tempat 120 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada enam (6) lokasi yaitu pada Tanaman Umur Satu Tahun, Dua Tahun, Tiga Tahun, Lima Tahun, Enam Tahun dan Sembilan Tahun. Penangkapan serangga dilakukan dengan menggunakan Tanggok perangkap, Perangkap lubang (Pit Fall Trap), dan Perangkap Cahaya (Light Trap) Kemudian dilanjutkan Pengamatan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan, Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang tertangkap pada areal Tanaman Umur Satu Tahun sebanyak 547 ekor yang terdiri dari 11 ordo dan 37 famili, areal Tanaman Umur Dua Tahun sebanyak 392 ekor yang terdiri dari 10 ordo dan 32 famili, areal Tanaman Umur Tiga Tahun sebanyak 302 ekor yang terdiri dari 10 ordo dan 30 famili, areal tanaman Umur Lima Tahun sebanyak 269 ekor yang terdiri dari 9 ordo dan 31 famili, areal Tanaman Umur Enam Tahun sebanyak 301 ekor yang terdiri dari 10 ordo dan 29 famili dan areal Tanaman Umur Sembilan Tahun sebanyak 330 ekor yang terdiri dari 9 ordo dan 33 famili. Universitas Sumatera Utara Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga dari ordo Isoptera; Termitidae merupakan jumlah yang terbanyak diperoleh dari setiap areal pengamatan kecuali pada areal tanaman umur Tanaman Lima Tahun yang hanya berjumlah 6 ekor saja, dimana pada areal tanaman Umur Satu Tahun terdapat sebanyak 135 ekor, areal tanaman Umur dua Tahun sebanyak 75 ekor, areal tanaman Umur Tiga Tahun sebanyak 67 ekor, pada areal tanaman Umur Enam Tahun sebanyak 53 ekor dan pada areal Tanaman Umur Sembilan Tahun berjumlah 70 ekor Nilai indeks keragaman serangga Shanon-Weiner ( H ) tertinggi pada areal tanaman Umur Lima Tahun sebesar 3,3691 (tinggi), pada areal tanaman umur Sembilan Tahun adalah sebesar 3,1368 (Tinggi), areal tanaman umur Dua Tahun sebesar 3,1346 (Tinggi), pada areal tanaman umur Satu Tahun sebesar 3,1057 (Tinggi), sedangkan pada areal tanaman umur Enam Tahun sebesar 3,0060 (Sedang) dan areal tanaman umur Tiga Tahun sebesar 2,8358 (Sedang). Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kota Tanjungbalai pada tanggal 03 Februari 1987 dari Seorang Ayah Chaidir Rambe dan didampingi seorang Ibu Nurmaini Nasution. Penulis merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Tahun 2005 penulis lulus dari MAN Tanjungbalai yang dan pada tahun 2005 diterima di Fakultas Pertanian USU Medan, Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan melalui jalur PMP. Penulis melakukan Praktek kerja Lapangan (PKL) di Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet PTPN III Unit Kebun Sei Silau Kisaran pada tahun 2009. Penulis pernah menjadi Asisten Laboratorium Entomologi Pertanian, Asisten Laboratorium Mikologi dan Bakteriologi Organisme Pengganggu Tanaman, Asisten Laboratorium Mikrobiologi Organisme pengganggu Tanaman, Asisten Virologi Tumbuhan, Asisten Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Sub Penyakit dan Asisten Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Sub Hama. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa karena atas berkat dan anugerahNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul dari skripsi adalah STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA DI AREAL PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN DI PTPN III KEBUN HUTA PADANG. Adapun tujuan dan kegunaan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, MS., selaku ketua dan Ibu Ir. Marheni, MP. selaku anggota komisi Pembimbing. yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis, dan tidak lupa juga kepada rekan-rekan yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Februari 2009 Almanah Rambe Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hlm ABSTRACT . . i ABSTRAK. . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI . .v DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR TABEL . .ix DAFTAR LAMPIRAN . .x PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Hipotesa Penelitian . Kegunaan Penelitian . .1 .3 .3 .3 TINJAUAN PUSTAKA Indeks Diversitas/Keanekaragaman .4 Keragaman Jenis Serangga dan Faktor Yang Mempengaruhinya .5 Ledakan Populasi Serangga .7 BAHAN DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian . 10 Bahan dan Alat . 10 Metoda Analisa Data . 11 Pelaksanaan Penelitian . 14 Pengambilan Sampel. 14 Identifikasi Serangga . 20 Koleksi Serangga . 20 Peubah Amatan . 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 1 (Satu) Tahun . 22 Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 2 (Dua) Tahun . 24 Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 3 (Tiga) Tahun. 26 Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 5 (Lima) Tahun . 28 Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 6 (Enam) Tahun. 30 Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur 9 (Sembilan) Tahun . 32 Universitas Sumatera Utara Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga . 36 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 65 Saran . 66 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No Judul Hlm 1. Alat Perangkap Tanggok Kain. 16 2. Perangkap Pit Fall Trap (Perangkap Jatuh) . 18 3. Perangkap Lampu (Light trap) . 19 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No Judul Hlm 1. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Satu Tahun . 22 2. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Dua Tahun . 24 3. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Tiga Tahun. 26 4. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Lima Tahun . 28 5. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Enam Tahun. 30 6. Kelimpahan Serangga Yang Tertangkap Pada Areal Tanaman Umur Sembilan Tahun . 32 13. Indeks Keanekaragam Jenis Serangga Pada Masing-Masing Lokasi . 36 14. Kerapatan mutlak dan Kerapata relatif serangga pada masing-masing perangkap . 38 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No Judul Hlm 1. Kelimpahan serangga pada masing-masing lokasi berdasarkan perangkap yang digunakan . 42 2. Nilai Indeks Keanekaragaman Serangga Pada Berbagai areal yang direliti . 50 7. Peta Lokasi Afdeling IV Huta Padang dan jumlah pokok . 56 8. Peta Lokasi Afdeling IV Huta Padang . 57 9. Gambar serangga . 58 10. Daerah Huta Padang . 62 11. Peta bentangan kebun Huta Padang . 63 12. Data curah hujan . 64 13. Data Kelembapan . 65 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Almanah Rambe, Study of varieties insect at any age of palm oil in PTPN III UNIT HUTA PADANG farm area, KABUPATEN ASAHAN. The objective of this research was to study index of varieties insect at first age of plant area, second age plant area, Thrid age plant area, fifth age plant area, sixth age plant area and nineth age of palm area (Elaeis guinensis Jacq.). Research was done in PTPN III UNIT KEBUN HUTA PADANG farm, Kabupaten Asahan with places height ± 120 m on surface of sea. Catch on the insect done with use sweep net, pit fall trap, and light trap. Then continued research in Hama Penyakit Tumbuhan laboratory, North Sumatera University. The result of research showed that insect was caught in first age of plant area was 547 consist of 11 ordo and 37 family, second age plant area was 392 consist of 11 ordo and 32 family, Thrid age palant area was 302 consist of 10 ordo and 30 family, fifth age plant area was 269 consist of 9 ordo and 31 family. Sixth age plant area was 301 consist of 10 ordo and 29 family and Last Ninth age plant area was 330 consist of 9 ordo and 33 family. From result of researsh showed that insect from Isoptera ordo; Termitidae was Most summary from each areal observation axcept at fifth age plant area there was 6 insects only, where at first age of plant area had 135, second age plant area had 75, Thrid age plant area 67, Sixth age plant area had 53 and the last ninth age plant rea had 70 insects. Shanon-Weiner (H) Index varieties value of insect highest in fifth age area is 3,3646 (high), at first age area is 3,2977 (high), nineth age area is 3,1369 (high), first age area is 3,1346., at second age area is 3,1346 but third age area is 2,8358 (medium). Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) diperkirakan baerasal dari Nigeria, Afrika Barat. Tanaman ini masuk ke Indonesia pada tahun 1848 sebanyak empat batang, kemudian ditanam di kebun raya bogor sebagai tanaman hias. Selanjutnya percobaan penanaman kelapa sawit dilakukan di Muara Enim (1869), Musi Hulu (1870) dan Belitung (1890). Pada tahun 1911 kelapa sawit dibudidayakan secara komersial dalam bentuk perkebunan di Sungai Liput (Aceh) dan Pulo Raja (Sumatera Utara) (Risza, 1994). Keanekaragaman hayati adalah variabilitas antara makhluk hidup dari semua sumber daya, sepuluh persen dari ekosistem alam berupa suaka alam, suaka marga satwa, taman nasional, hutan lindung dan sebagian lagi digunakan untuk kepentingan pembudidayaan plasma nutfah (Arief, 2001). Kajian ekologi dapat diketahui dengan membagi lingkungan hidup atau biosfer dalam beberapa bagian sesuai dengan komponen-komponen yang membentuk lingkungan tersebut, diantaranya adalah: lingkungan fisik/abiotik yaitu: tanah, suhu, pH, air, iklim, cuaca dan angin. Lingungan biotik mencakup keseluruhan lingkungan yang terbentuk dari semua fungsi hayati makhlukmakhluk hidup yang saling berinteraksi (Heddy dan Kurniawaty, 1996). Menurut Dally et all., dalam Ewusie (1990) serangga adalah salah satu anggota kerajaan hewan yang mempunyai jumlah anggota terbesar. Hampir lebih dari 72 % anggota binatang masuk kedalam golongan serangga. Jadi ekologi serangga adalah keseluruhan pola hubungan timbal balik serangga dengan lingkungannnya yang merupakan faktor abiotik. Kajian ekologi memungkinkan Universitas Sumatera Utara kita memahami komunitas secara keseluruhan. Supaya dapat memastikan kenyataan ini perlu diadakan penelitian. Keanekaragaman famili suatu ekosistem serangga dapat diambil untuk menandai jumlah famili serangga dalam suatu daerah tertentu atau sebagian jumlah famili diantara jumlah total individu yang ada dari seluruh famili yang ada. Hubungan keanekaragaman ini dapat dinyatakan secara numerik sebagai indeks (Michael, 1995). Tujuan Penelitian Universitas Sumatera Utara 1. Untuk mengetahui indeks keanekaragaman serangga pada areal pertanaman kelapa sawit di kebun Huta Padang kabupaten Asahan. Hipotesis Penelitian 1. Adanya perbedaan indeks keanekaragaman serangga pada areal perkebunan Huta Padang di kabupaten Asahan. 2. Terdapat perbedaan Nilai frekuensi mutlak, frekuensi relatif, kerapatan mutlak, kerapatan relatif pada setiap pengamatan. Kegunaan Penelitian 1. Salah satu syarat untuk dapat meraih gelar sarjana di Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 2. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan untuk mengidentifikasi jenis-jenis serangga pada berbagai umur tanaman kelapa sawit. Universitas Sumatera Utara TINJAUAN PUSTAKA Indeks keanekaragaman/ Indeks Diversitas Insdeks keanekaragaman dapat dipegunakan dalam menyatakan hubungan kelimpahan spesies dalam suatu komunitas. Keanekaragaman jenis terdiri dari dua komponen yaitu: 1. Jumlah Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 BAHAN DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kebun Tanah Raja, Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai dengan ketinggian tempat ± 2m diatas permukaan laut. Dan dilanjutkan di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, yang dilaksanakan mulai bulan Agustus-September 2007. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah imago yang tertangkap, air bersih, detergen, plastik transparan, kertas asturo warna kuning, formalin dan alkohol 70%. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah stoples, botol kecil, kain kasa, sweep net, light trap dengan menggunakan lampu kapal, fit fall trap dengan menggunakan baskom, mikroskop, selotip, pinset, gunting, kalkulator, kamera, killing bottle, jarum suntik, buku kunci identifikasi dan alat tulis-menulis. Metode Analisa Data Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diagonal. Dimana dari data yang diperoleh pada setiap penangkapan setelah dikumpulkan, dikelompokkan dan diidentifikasi langsung dan juga dilaboratorium, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus sebagai berikut : - Frekuensi Mutlak (FM) suatu jenis serangga : Frekuensi mutlak menunjukkan jumlah individu serangga tertentu yang ditemukan pada habitat yang dinyatakan secara mutlak (Suin, 1997). FM = Jumlah ditemukan suatu serangga Jumlah seluruh penangkapan - Frekuensi Relatif (FR) suatu jenis serangga : FR = FM × 100% ∑ FM FR = Nilai FM suatu jenis serangga setiap penangkap x 100% Nilai FM semua jenis serangga setiap penangkapan Frekuensi relatif menunjukkan ksering hadiran suatu jenis serangga pada habitat dan dapat menggambarkan penyebaran jenis serangga tersebut (Suin, 1997). - Kerapatan Mutlak (KM) suatu jenis serangga : Kerapatan mutlak menunjukkan jumlah serangga yang ditemukan pada habitat yang dinyatakan secara mutlak (Suin, 1997). KM = Jumlah individu jenis yang tertangkap x 100% Jumlah Penangkapan (Suin, 1997). Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 - Kerapatan Relatif (KR) suatu jenis serangga KR = KM × 100% ∑ KM KR = Jumlah individu suatu jenis dalam setiap penangkapan x 100% Total individu dalam setiap penangkapan - Indeks Keanekaragaman jenis serangga Untuk membandingkan tinggi rendahnya keragaman jenis serangga digunakan indeks Shanon-Weiner (H) dengan rumus : H = -∑ pi ln pi (Michael, 1995). Dimana : pi = perbandingan jumlah individu suatu jenis dengan keseluruhan jenis Pi = ni/N ni = jumlah individu jenis ke-i N = jumlah total individu semua jenis Dengan kriteria indeks keanekaragaman menurut Krebs (1989) sebagai berikut : H>3 (Tinggi) H < H < 3 (Sedang) H<1 (Rendah) Pelaksanaan Penelitian Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil serangga pada daerah perkebunan kelapa sawit sebanyak mungkin dan mengumpulkan semua serangga yang tertangkap. Lokasi pengamatan dilakukan pada 3 afdeling di Kebun Tanah Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 Raja, Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III. Sampel serangga yang diambil yaitu berupa imago dari serangga yang ada. Penangkapan serangga dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkap yaitu sebagai berikut : Serangga Diurnal (Serangga aktif siang hari) Untuk penangkapan serangga yang aktif pada siang hari dilakukan dengan 2 (dua) metode, yaitu : 1. Perangkap jaring (sweep net) Perangkap ini terbuat dari bahan ringan dan kuat seperti kain kasa, mudah diayunkan dan serangga yang tertangkap dapat terlihat. Serangga yang tertangkap kemudian dikumpulkan dan dipisahkan lalu dimasukkan kedalam botol sampel untuk diidentifikasi. Lokasi pemantauan dilakukan pada ketiga afdeling dan dipilih satu blok tanaman yang mempunyai keseragaman umur tanaman. Kemudian dilakukan metode pengabutan 10x pengayunan dalam setiap blok. Lokasi pengabutan sesuai dengan sistem diagonal. Interval sampling dilakukan 3 hari sekali, dengan waktu pengamatan 5x pemantauan. Gambar 1. Perangkap Jaring (Sweep net) Sumber : Foto langsung Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 2. Perangkap jatuh (fit fall trap) Perangkap ini digunakan untuk menangkap serangga yang hidup diatas permukaan tanah. Alat ini dibuat dari baskom kecil yang ditanamkan kedalam tanah. Pada dasar baskom dilapisi kertas berwarna kuning yang berguna untuk menarik serangga. Kemudian kedalam baskom dimasukkan air jernih yang telah dicampur dengan deterjen sehingga memungkinkan warna kertas memantul dari air tersebut. Baskom dimasukkan kedalam tanah yang diletakkan rata dengan permukaan tanah, dan disediakan penutup berupa triplek untuk menutup baskom ketika datang hujan menutup baskom agar air tidak memenuhi baskom yang dapat menyebabkan hama keluar. Serangga yang jatuh kedalam baskom dikumpulkan, serta dikelompokkan sesuai ordo serangga. Dengan demikian, serangga yang telah tertangkap siap untuk diidentifikasi. Pemasangan perangkap dilakukan pada ketiga afdeling, dimana pada setiap afdeling dipilih satu blok tanaman yang mempunyai umur tanam yang sama. Dan pemasangan perangkap dilakukan dengan sistem diagonal. Interval pemantauan adalah dilakukan dalam 3 hari sekali dengan waktu pengamatan 5x pemantauan. Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 Gambar 2. Perangkap Jatuh (Fit fall trap) Sumber : Foto langsung Serangga Nocturnal (Serangga aktif malam hari) Untuk penangkapan serangga yang aktif pada malam hari dilakukan dengan menggunakan metode : 3. Perangkap cahaya lampu (Light trap) Perangkap ini digunakan untuk menangkap serangga yang respon terhadap cahaya pada malam hari (nocturnal) Perangkap ini menggunakan lampu kapal sebagai sumber cahaya. Lampu diletakkan didalam baskom yang diletakkan diatas papan yang telah dipaku dengan kayu broti dengan panjang 50 cm dari permukaan tanah. sehingga serangga yang tertarik jatuh kedalam ember. Serangga yang jatuh kedalam ember dikelompokkan sesuai dengan ordo serangga dan diidentifikasi. Pemasangan alat ini dilakukan pada pukul 18.00-21.00 WIB. Lokasi pemantauan dilakukan pada ketiga afdeling pada malam yang berbeda, dan dipilih satu blok tanaman yang mempunyai keseragaman umur tanaman. Dan pemasangan perangkap dilakukan dengan sistem diagonal. Pemantauan pada ketiga afdeling dilakukan pada hari yang berbeda sehingga berjumlah 5x pemantauan pada setiap afdeling. Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 Gambar 3. Perangkap Cahaya (Light trap) Sumber : Foto langsung Identifikasi Serangga Serangga yang didapat dilapangan dikelompokkan sesuai dengan ordonya. Serangga yang dikenali speciesnya diindentifikasi langsung dilapangan, sedangkan serangga yang belum dikenal diidentifikasi dilaboratorium dengan memakai mikroskop serta mengacu pada buku kunci determinasi serangga, antara lain Kalshoven (1981), dan Borror (1992). Identifikasi dilaksanakan maksimal sampai pada tingkat famili. Adapun untuk mengetahui nama ordo dan family untuk jenis serangga dan tahap-tahap dari identifikasi serangga yaitu sebagai berikut : Contohnya untuk Orthoptera. Ordo : 1. (a) sayap ada. 2 (b) sayap tidak ada, vestigial atau rudimenter . 26 Irna Rosalyn : Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nusantara III, 2007. USU Repository © 2009 2. (a) sayap depan dengan tekstur seperti mika/kulit atau tanduk terutama pada pangkal sayap, sayap belakang bila ada bersifat membran. 3 (b) semua sayap bersifat membran . 8 8. (a) dengan satu pasang sayap . 9 (b) dengan 2 pasang sayap . . 14 9. (a) 1.970 3.202 4 5 6 4 4 5 3 4 4 2.062 2.577 3.093 2.062 2.062 2.577 1.546 2.062 2.062 0.025 0.022 0.022 0.012 0.015 0.034 0.017 0.020 0.032 -3.704 -3.809 -3.809 -4.397 -4.215 -3.367 -4.060 -3.927 -3.441 0.091 0.084 0.084 0.054 0.062 0.116 0.070 0.077 0.110 14 12 9 13 3.448 2.956 2.217 3.202 7 7 4 8 3.608 3.608 2.062 4.124 0.034 0.030 0.022 0.032 -3.367 -3.521 -3.809 -3.441 0.116 0.104 0.084 0.110 2 10 12 13 12 10 2.463 2.956 3.202 2.956 2.463 5 6 5 4 4 2.577 3.093 2.577 2.062 2.062 0.025 0.030 0.032 0.030 0.025 -3.704 -3.521 -3.441 -3.521 -3.704 0.091 0.104 0.110 0.104 0.091 1 2 5 12 1.232 2.956 2 6 1.031 3.093 0.012 0.030 -4.397 -3.521 0.054 0.104 3 3 22 13 10 5.419 3.202 2.463 7 4 5 3.608 2.062 2.577 0.054 0.032 0.025 -2.915 -3.441 -3.704 0.158 0.110 0.091 2 1 22 8 13 12 11 12 9 5.419 1.970 3.202 2.956 2.709 2.956 2.217 8 6 6 5 5 6 4 4.124 3.093 3.093 2.577 2.577 3.093 2.062 0.054 0.020 0.032 0.030 0.027 0.030 0.022 -2.915 -3.927 -3.441 -3.521 -3.608 -3.521 -3.809 0.158 0.077 0.110 0.104 0.098 0.104 0.084 9 5 5 12 9 2.217 1.232 1.232 2.956 2.217 6 4 5 5 5 3.093 2.062 2.577 2.577 2.577 0.022 0.012 0.012 0.030 0.022 -3.809 -4.397 -4.397 -3.521 -3.809 0.084 0.054 0.054 0.104 0.084 1 7 8 6 1.724 1.970 1.478 4 6 3 2.062 3.093 1.546 0.017 0.020 0.015 -4.060 -3.927 -4.215 0.070 0.077 0.062 4 43 10 406 2.463 100 3 194 1.546 100 0.025 1 -3.704 0.091 3.602 2 2 2 2 2 1 3 1 2 3 1 1 2 4 2 4 3 2 3 2 3 2 2 4 1 4 1 3 2 1 68 FM 3 3 3 4 1 1 KR%) 3 3 4 2 1 KM 2 2 3 3 2 1 1 4 4 8 3 2 2 2 1 4 7 3 2 2 1 1 2 2 1 1 1 3 2 1 2 2 3 50 1 1 1 2 2 3 2 2 2 2 3 1 1 2 3 3 2 61 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 49 2 2 3 44 49 42 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7. Status Hama Pada Topografi Tanah Rata Pertanaman Kelapa sawit No.  1              2                 3                 4           5        6                 7                    8        9     10     11     SERANGGA  LEPIDOPTERA :         1.    Danaidae     2.     Geometridae     3.     Limacodidae     4.     Psychidae  ORTHOPTERA        5.     Gryllidae     6.     Acrididae     7.     Mantidae     8.     Blattidae     9.     Tettigoniidae  DIPTERA        10.  Stratiomyidae     11.  Cecidomyiidae     12.  Muscidae     13.  Chloropidae     14.  Sarcophagidae  HEMIPTERA :        15.  Reduviidae     16.  Coreidae     17.  Pentatomidae  HOMOPTERA :        18.  Aphididae     19.  Cercopidae  HYMENOPTERA :         20.  Formicidae     21.  Ichneumonidae     22.  Dryinidae     23.  Braconidae     24.  Vespidae  COLEPTERA:        25.  Lampyridae     26.  Dysticidae     27.  Phalacridae     38.  Cerambycidae     29. Dermestidae     30.  Chrysomelidae  ODONATA :        31.  Cordullidae     32.  Libellulidae  MEGALOPTERA        33.  Siallidae  DERMAPTERA:        34.  Carcinophoridae  NEUROPTERA:        35.  Myrmeleontidae  Serangga  Merugikan  Parasitoid Status Predator                                      Serangga  Berguna                                                                                              Tidak  DIketahui                                                                                              Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Status hama pada Topografi Rendahan Pertanaman Kelapa sawit No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 SERANGGA COLEOPTERA : 1. Cerambycidae 2. Chrysomelidae 3. Coccinelidae 4. Cleridae 5. Passalidae 6. Galerucidae 7. Phalacridae 8. Dermestidae 9. Dysticidae DERMAPTERA 10. Carcinophoridae DIPTERA 11. Muscidae 12. Stratiomyidae 13. Tabanidae 14. Syrphidae 15. Sepsidae 16. Cecidomyiidae HEMIPTERA 17. Reduviidae 18. Coreidae 19. Miridae 20. Pentatomidae HOMOPTERA 21. Psyllidae 22. Aphididae HYMENOPTERA 23. Formicidae 24. Sphecidae 25. Braconidae 26. Ichneumonidae 27. Vespidae LEPIDOPTERA 28. Danaidae 29. Geometridae 30. Limacodidae 31. Psychidae 32. Saturniidae ODONATA 33. Coenagrionidae ORTHOPTERA 34. Acridiidae 35. Blattidae 36. Mantidae 37. Gryllidae 38. Tettigonidae MEGALOPTERA 39. Sialidae NEUROPTERA 40. Myrmeleontidae Serangga  Merugikan  Parasitoid     Status Predator                                         Serangga  Berguna                                                                                                        Tidak  Diketahui                                                                                                        Universitas Sumatera Utara Lampiran 9. Status hama pada Topografi Berbukit/Perengan Pertanaman Kelapa sawit NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 SERANGGA COLEOPTERA 1. Coccinelidae 2. Dermestidae 3. Tenebrionodae 4. Dysticidae 5. Lampyridae 6. Mycetaphagidae 7. Hidrophilidae 8. Silphidae 9. Cleridae ORTHOPTERA 10. Acrididae 11. Tettigonidae 12. Gryllidae 13. Blattidae DIPTERA 14. Bombyliidae 15. Cecidomidae 16. Tabanidae 17. Tipulidae 18. Muscidae HEMIPTERA 19. Corimelaenidae 20. Reduviidae HOMOPTERA 21. Psyllidae 22. Aphididae 23. Cercopidae HYMENOPTERA 24. Formicidae 25. Braconidae 26. Vespidae 27. Drynidae 28. Mymaridae 29. Ichneumonidae 30. Apidae LEPIDOPTERA 31. Danaidae 32. Geometridae 33. Saturniidae 34. Limacodidae 35. Pyralidae ODONATA 36. Cordullidae 37. Libellulidae 38. Coenagrionidae NEUROPTERA 39. Myrmeleontidae TOTAL 1 2 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 Pengamatan 4 5 6 1 3 2 2 1 1 2 2 3 2 3 2 2 2 1 3 3 1 3 3 1 1 4 4 1 3 2 1 2 2 3 2 4 3 1 2 1 2 2 4 1 3 2 2 2 4 2 2 4 3 2 2 4 4 1 2 2 2 1 1 4 2 2 2 FR(%) 2 1 1 1 1 10 9 9 5 6 14 7 8 13 2.463 2.217 2.217 1.232 1.478 3.448 1.724 1.970 3.202 4 5 6 4 4 5 3 4 4 2.062 2.577 3.093 2.062 2.062 2.577 1.546 2.062 2.062 14 12 9 13 3.448 2.956 2.217 3.202 7 7 4 8 3.608 3.608 2.062 4.124 2 10 12 13 12 10 2.463 2.956 3.202 2.956 2.463 5 6 5 4 4 2.577 3.093 2.577 2.062 2.062 1 2 5 12 1.232 2.956 2 6 1.031 3.093 3 3 22 13 10 5.419 3.202 2.463 7 4 5 3.608 2.062 2.577 2 1 22 8 13 12 11 12 9 5.419 1.970 3.202 2.956 2.709 2.956 2.217 8 6 6 5 5 6 4 4.124 3.093 3.093 2.577 2.577 3.093 2.062 9 5 5 12 9 2.217 1.232 1.232 2.956 2.217 6 4 5 5 5 3.093 2.062 2.577 2.577 2.577 1 7 8 6 1.724 1.970 1.478 4 6 3 2.062 3.093 1.546 4 43 10 406 2.463 100 3 194 1.546 100 2 2 2 2 2 1 3 1 2 3 1 1 2 4 2 4 3 2 3 2 3 2 2 4 1 4 1 3 2 1 68 FM 3 3 3 4 1 1 KR%) 3 3 4 2 1 KM 2 2 3 3 2 1 1 4 4 8 3 2 2 2 1 4 7 3 2 2 1 1 2 2 1 1 1 3 2 1 2 2 3 50 1 1 1 2 2 3 2 2 2 2 3 1 1 2 3 3 2 61 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 2 49 2 2 3 44 49 42 Universitas Sumatera Utara Lampiran 10. Gambar Serangga Coleoptera : Phalacridae Coleoptera : Chrysomelidae Coleoptera : Dermestidae Coleoptera: Mycetophagidae Othoptera : Grillidae Universitas Sumatera Utara Coleptera: Mycetophagidae dan Hidrophilidae Coleoptera : Cerambycidae Coleoptera : Chrysomelidae Orthoptera : Blatidae Universitas Sumatera Utara Diptera : Stratiomidae Dermaptera : Carcinophoridae Hymenoptera : Formicidae Orthoptera : Grillidae Universitas Sumatera Utara Diptera : Syrphidae Ortoptera : Grillidae Diptera : Sepsidae Coleoptera : Dysticidae Diptera : Muscidae Universitas Sumatera Utara Diptera : Formicidae Hymenoptera : Apidae Hemiptera : Reduviidae Neuroptera : Ascalaphidae Universitas Sumatera Utara Hemiptera : Alididae Coleoptera : Silphidae Hymenoptera : Dryinidae Hemiptera : Pentatomidae Coleoptera : Dermestidae Universitas Sumatera Utara Diptera : Tabanidae Orthoptera : Acriidae Hymenoptera : Formicidae Homoptera : Aphididae Orthoptera : Blattidae Universitas Sumatera Utara Othoptera : Acrididae Hemiptera : Miridae Dermaptera : Carcinophoridae Coleoptera : Coccinellidae Universitas Sumatera Utara Megaloptera : Sialidae Orthoptera : Gryllidae Hymenoptera : Dryinidae Universitas Sumatera Utara Coleoptera : Crysomelidae Othoptera : Tettigonidae Coleoptera : Cleridae Universitas Sumatera Utara Lampiran 11. Gambar Lahan Gambar A Gambar B Universitas Sumatera Utara Gambar C Gambar D Gambar E Universitas Sumatera Utara Gambar F Gambar G Gambar H Keterangan Universitas Sumatera Utara Gambar A : Tugu Tanda Afd. VI Huta Padang Gambar B : Blok Batu Afd VI Huta Padang Gambar C : Perangkap Tanggok (Sweep net) di topografi rata Gambar D : Mucuna di topografi tanah rata Gambar E : Topografi berbukit/ perengan afd. VI Gambar F : Perangkap tTanggok ( Sweep net) Gambar G : Serangga yang tertangkap pada perangkap tanggok Gambar H : Perangkap jatuh (Fit fall trap) Gambar I : Perangkap cahaya ( Light Trap) Lampiran 12. Bagan Penelitian I II III III III Universitas Sumatera Utara Keterangan: = pohon sampel = light trap (perangkap cahaya) = fit fall trap (perangkap jatuhan) Lampiran 13. Peta Afd. IV Universitas Sumatera Utara Lampiran 14. Peta Huta Padang Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Studi Keanekaragaman Jenis Serangga Di Areal Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Berbagai Umur Tanaman Di PTPN III Kebun Huta Padang Perangkap cahaya Light trap Perangkap tanggok dari kain Perangkap lubangperangkap jatuh Fit fall trap
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Studi Keanekaragaman Jenis Serangga Di Areal..

Gratis

Feedback