Feedback

”Studi Pembuatan Teh Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb).

Informasi dokumen
11    STUDI PEMBUATAN TEH DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) SKRIPSI Oleh : ESRON GUNANTA SURBAKTI 070305026 DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011     Universitas Sumatera Utara 12    STUDI PEMBUATAN TEH DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) SKRIPSI Oleh : ESRON GUNANTA SURBAKTI 070305026 Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Teknologi Hasil Pertanian Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara         DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011     Universitas Sumatera Utara 13    ABSTRAK ESRON GUNANTA SURBAKTI : Studi Pembuatan Teh Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb). Dibimbing oleh Ir. Rona J. Nainggolan, SU, dan Ir. Terip Karo-Karo, MS. Bagian tanaman gambir yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dan ranting. Dengan adanya kandungan tanin dan memiliki khasiat sebagai obat-obatan, diharapkan daun gambir tersebut dapat dimanfaatkan sebagai teh yang memiliki ciri khas sendiri, selain sebagai minuman penyegar juga sekaligus sebagai obat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2011 di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, menggunakan rancang acak lengkap faktorial dengan perlakuan letak daun (daun pucuk, daun ke-2, daun ke-3 dan daun ke-4) dan lama pelayuan (15, 16, 17 dan 18 jam). Parameter yang dianalisa adalah kadar tanin, kadar air, kadar abu, uji organoleptik ( rasa, warna air seduhan, penampakan partikel dan warna ampas seduhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak daun memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar tanin, kadar air, kadar abu, rasa, warna air seduhan, warna ampas seduhan dan berbeda nyata terhadap penampakan partikel. Lama pelayuan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar tanin, kadar air, kadar abu, rasa, warna air seduhan, warna ampas seduhan dan berbeda nyata terhadap penampakan partikel. Interaksi letak daun dan lama pelayuan yang terbaik untuk pembuatan teh daun gambir adalah daun pucuk dengan lama pelayuan 18 jam. Kata kunci : teh daun gambir, letak daun, lama pelayuan. ABSTRACT ESRON GUNANTA SURBAKTI : Study of Tea Making From Gambir Leave (Uncaria gambir Roxb). Supervised by Rona J. Nainggolan, and Terip Karo-Karo. The part of gambir plant who have a lot of use is leave and small branch. With the existence of tannin and its medicinal properties, it is hope that gambir leaves can be used as a tea that have a special characteristic, and also as a fresher beverage and medicine. This research was conducted on July to August 2011 in The Laboratory of Food Technology, Faculty of Agriculture, North Sumatera University, Medan, using factorial completely randomised design with two factors i.e : position of leave (tip leaf, 2nd leave, 3th leave and 4th leave) and time of withering (15, 16, 17 and 18 hours). Parameters analysed were tannin content, water content, ash content, organoleptic values (taste, colour, particle appearance, infused leaf colour ). The results showed that leave position had highly significant effect on tannin content, water content, ash content, taste, colour, infused leaf and had significant effect on particle appearance. Withering time had highly significant effect on tannin content, water content, ash content, taste, colour, infused leaf and had significant effect on particle appearance. The best interaction of position of leave and withering time was tip leaf with withering time of 18 hours. Keyword : Tea of gambir leaves, leaves position, withering time   i   Universitas Sumatera Utara 14    RIWAYAT HIDUP Esron Gunanta Surbakti, lahir di Berastagi pada tanggal 11 Juli 1989. Penulis merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari ayahanda N. Surbakti dan ibunda A. Br Ginting, beragama Kristen Katolik. Pada tahun 2004 penulis memasuki jenjang pendidikan SMA di SMA Yayasan Perguruan Bersama, Berastagi dan lulus pada tahun 2007. Penulis memasuki Departemen Teknologi Pertanian Program Studi Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur SPMB pada tahun 2007. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai pengurus IMTHP (Ikatan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian) masa bakti 2010-2011, pengurus IMK (Ikatan Mahasiswa Katolik) Santo Fransiskus Xaverius dan IMKA (Ikatan Mahasiswa Karo) Mbuah Page FP USU. Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Perkebunan Socfindo Kebun Aek Loba pada bulan Juli-Agustus 2010.   ii   Universitas Sumatera Utara 15    KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul skripsi ini adalah ”Studi Pembuatan Teh Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb)”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan termia kasih kepada Ir. Rona J. Nainggolan, SU selaku ketua komisi pembimbing dan Ir. Terip Karo-Karo, MS selaku anggota komisi pembimbing atas arahan dan bimbingan yang diberikan mulai dari menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai pada ujian akhir. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ayahanda N. Surbakti, serta Ibunda A. Br Ginting, kepada abang-abang saya Alm. Andi Alpian Surbakti, Doris Sukanta Surbakti, SP, Tommy Albert Surbakti dan adik-adik saya Seleranta Filisia Br Surbakti dan Peni Kristi Br Surbakti yang mendo’akan dengan tulus dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih yang terkhusus untuk rekan-rekan THP angkatan 2007 seperjuangan, asisten Laboratorium Teknologi Pangan, Mikrobiologi dan AKBP serta semua pihak yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan penelitian penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penelitian selanjutnya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.   iii   Universitas Sumatera Utara 16    DAFTAR ISI Hal ABSTRAK . i ABSTRACT . i RIWAYAT HIDUP . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . ix DAFTAR LAMPIRAN . xi PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian. Kegunaan Penelitian . Hipotesa Penelitian . 1 4 4 4 TINJAUAN PUSTAKA Sekilas Tentang Teh (Camelia sinensis L.) . Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb) . Pengolahan Gambir . Manfaat Gambir . Pelayuan Teh . Penggilingan Teh. Fermentasi Teh . Pengeringan Teh . 5 9 12 12 14 16 16 18 BAHAN DAN METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian . Bahan Penelitian . Bahan Kimia . Alat . Metoda Penelitian . Model Rancangan . Pelaksanaan Penelitian . Pengamatan dan Pengukuran Data . Parameter Penelitian . Kadar Tanin . Kadar Air . 20 20 20 20 21 22 22 23 23 23 24   iv   Universitas Sumatera Utara v 17    Kadar Abu . Uji Organoleptik Rasa . Uji Organoleptik Warna Air Seduhan . Uji Organoleptik Penampakan Partikel . Uji Organoleptik Warna Ampas Seduhan . Skema Pembuatan Teh Daun Gambir . HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh letak daun terhadap parameter yang diamati . Pengaruh lama pelayuan terhadap parameter yang diamati . Pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap parameter yang diamati . Kadar Tanin Pengaruh Letak Daun Terhadap Kadar Tanin . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Kadar Tanin . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Kadar Tanin . Kadar Air Pengaruh Letak Daun Terhadap Kadar Air . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Kadar Air . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Kadar Air . Kadar Abu Pengaruh Letak Daun Terhadap Kadar Abu . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Kadar Abu . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Kadar Abu . Uji Organoleptik Rasa Pengaruh Letak Daun Terhadap Uji Organoleptik Rasa . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Rasa . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Rasa . Uji Organoleptik Warna Air Seduhan Pengaruh Letak Daun Terhadap Uji Organoleptik Warna Air Seduhan . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Warna Air Seduhan . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Warna Air Seduhan . Uji Organoleptik Penampakan Partikel Pengaruh Letak Daun Terhadap Uji Organoleptik Penampakan Partikel . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Penampakan Partikel . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Penampakan Partikel . Uji Organoleptik Warna Ampas Seduhan 24 25 25 25 26 27 28 29 30 31 33 34 37 38 39 42 43 45 47 48 50 50 51 53 55 56 58     Universitas Sumatera Utara 18  vi   Pengaruh Letak Daun Terhadap Uji Organoleptik Warna Ampas Seduhan . Pengaruh Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Warna Ampas Seduhan . Pengaruh Interaksi Letak Daun dan Lama Pelayuan Terhadap Uji Organoleptik Warna Ampas Seduhan . 58 59 61 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran . 63 63 DAFTAR PUSTAKA . 64 DAFTAR LAMPIRAN . 66     Universitas Sumatera Utara 19    DAFTAR TABEL No Hal 1. Kompoen-komponen yang terdapat dalam gambir. 11 2. Uji hedonik rasa. 25 3. Uji hedonik warna air seduhan. 25 4. Uji hedonik penampakan partikel. 26 5. Uji hedonik warna ampas seduhan. 26 6. Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap parameter yang diamati. 28 Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap parameter yang diamati. 29 Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap parameter yang diamati. 30 9. Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap kadar tanin. 32 10. Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap kadar tanin. 33 11. Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap kadar tanin . 35 12. Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap kadar air. 37 13. Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap kadar air . 38 Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap kadar air . 40 15. Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap kadar abu. 42 16. Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap kadar abu. 44 17. Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap kadar abu . 45 7. 8. 14.   vii   Universitas Sumatera Utara 110  viii   18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap uji organoleptik rasa . 47 Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap uji organoleptik rasa . 49 Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap uji organoleptik warna air seduhan . 50 Uji LSR efek utama lama pelayuan terhadap uji organoleptik warna air seduhan . 52 Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap uji organoleptik warna air seduhan. 53 Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap uji organoleptik penampakan partikel. 55 Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap uji organoleptik penampakan partikel . 57 Uji LSR efek utama pengaruh letak daun terhadap uji organoleptik warna ampas seduhan . 58 Uji LSR efek utama pengaruh lama pelayuan terhadap uji organoleptik warna ampas seduhan . 60 Uji LSR efek utama pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap uji organoleptik warna ampas seduhan. 61     Universitas Sumatera Utara 111    DAFTAR GAMBAR No Hal 1. Hubungan antara lama fermentasi dan mutu seduhan teh. 18 2. Skema pembuatan teh daun gambir. 27 3. Histogram hubungan letak daun terhadap kadar tanin . 32 4. Grafik hubungan lama pelayuan terhadap kadar tanin . 34 5. Grafik hubungan pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap kadar tanin . 36 6. Histogram hubungan letak daun terhadap kadar air . 38 7. Grafik hubungan lama pelayuan terhadap kadar air . 39 8. Grafik hubungan pengaruh interaksi antara letak daun dan lama pelayuan terhadap kadar air . 41 americana L.) Pohon buah alpukat berasal dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan- hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tanahnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut, pada daerah tropik dan subtropik yang banyak curah hujannya (Astawan, 2008). 2.3.1 Nama daerah Tanaman dikotil ini terkenal dalam berbagai nama di berbagai daerah di Indonesia, antara lain: Sumatera: apokat, alpokat, avokat (Aceh), jamboo pooan, pookat (Lampung), advokat, boah pokat, jamboo pokat (Batak), Jawa: apokat, avokat, plokat (Jawa), alpuket, apuket, jambu wolanda (Sunda) (Astawan, 2008). 2.3.2 Morfologi tumbuhan alpukat Pohonya kecil tingginya 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu berbiji satu, daging 11 Universitas Sumatera Utara buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji berwarna putih kemerahan (Astawan, 2008). 2.3.3 Identifikasi tumbuhan alpukat Sistematika dari tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Nama : Alpukat Divisio : Spermatophyta Sub-divisio : Angiospermae Klas : Dicotyledoneae Sub-klas : Sympetae Famili : Lauraceae Genus : Persea Species : Persea americana Mill 2.3.4 Kandungan kimia tanaman alpukat Kandungan kimianya, antara lain: - buah : tanin, glikosida - daun : flavonoida, saponin, glikosida, polifenol, quersetin, gula alkohol - biji : flavonoida Gambar 2.3 Struktur flavonoida (Robinson, 1995) 2.3.5 Kegunaan tanaman alpukat Tanaman alpukat dapat digunakan untuk pengobatan sariawan, melembabkan kulit kering, kencing batu, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, 12 Universitas Sumatera Utara saluran nafas membengkak, sakit gigi, kencing manis dan haid yang tidak teratur (Astawan, 2008) 2.4 Kapur Tohor Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), biasanya dibuat melalui dekomposisi termal bahan-bahan seperti batu gamping (limestone), atau cangkang kerang (atau cangkang molluska lainnya), yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3; mineral kalsit) sebagai kapur bakar (lime kiln). Hal ini dilakukan dengan memanaskan material ini di atas 825°C (1.517°F), sebuah proses yang disebut kalsinasi atau pembakaran kapur, untuk membebaskan molekul karbon dioksida (CO2), meninggalkan kapur mentah. Kalsium oksida merupakan kristal basa, kaustik, zat padat putih pada suhu kamar. Kalsium oksida dicampur dengan sedikit air menyebabkan CaO mengembang dan menghasilkan panas serta menjadi serbuk kapur yang dikenal sebagai kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Serbuk kapur akan menjadi cair jika campuran airnya berlebihan. Serbuk kapur jika didiamkan terlalu lama, kandungan airnya akan hilang dan mengikat karbondioksida di udara sehingga kembali menjadi kalsium karbonat seperti semula (Anonim, 2007). 2.5 Rambut Rambut merupakan salah satu adneksa kulit yang terdapat pada seluruh tubuh kecuali telapak tangan, telapak kaki, kuku dan bibir. Jenis rambut pada manusia pada garis besarnya dapat digolongkan dua jenis, yaitu rambut terminal yang kasar, mengandung banyak pigmen, terdapat di kepala, alis, bulu mata, 13 Universitas Sumatera Utara ketiak, serta rambut velus yang halus, sedikit mengandung pigmen dan terdapat hampir di seluruh tubuh (Soepardiman, 2010). 2.5.1 Anatomi rambut Rambut dapat dibedakan menjadi bagian-bagian rambut seperti yang terlihat pada Gambar 2.3 berikut: Gambar 2.4. Anatomi rambut (Scott, dkk., 1976). Menurut Bariqina dan Ideawati (2001), rambut dapat dibedakan menjadi bagian-bagian rambut yang terdiri dari tiga bagian sebagai berikut: a. Ujung rambut Pada rambut yang baru tumbuh serta sama sekali belum/tidak pernah dipotong mempunyai ujung rambut yang runcing. b. Batang rambut Batang rambut adalah bagian rambut yang terdapat di atas permukaan kulit berupa benang-benang halus yang terdiri dari zat tanduk atau keratin. Pada potongan melintang batang rambut dapat dibedakan menjadi tiga lapisan yang tersusun teratur yaitu: 1) Selaput rambut (Kutikula) Kutikula adalah lapisan yang paling luar dari rambut yang terdiri atas sel-sel tanduk yang gepeng atau pipih dan tersusun seperti sisik ikan. Bagian 14 Universitas Sumatera Utara bawah menutupi bagian di atasnya. Kutikula berfungsi untuk membuat rambut dapat ditarik memanjang dan bila dilepaskan akan kembali pada posisi semula; melindungi bagian dalam dari batang rambut; rambut dapat dikeriting dan dicat karena cairan obat keriting/cat rambut dapat meresap dalam korteks rambut. 2) Kulit rambut ( Korteks) Kulit rambut terdiri atas sel-sel tanduk yang membentuk kumparan, tersusun secara memanjang, dan mengandung melanin. Granul-granul pigmen yang terdapat pada korteks ini akan memberikan warna pada rambut. Sel–sel tanduk terdiri atas serabut-serabut keratin yang tersusun memanjang. Tiap serabut terbentuk oleh molekul-molekul keratin seperti tali dalam bentuk spiral. 3) Sumsum rambut (Medula) Medula terletak pada lapisan paling dalam dari batang rambut yang dibentuk oleh zat tanduk yang tersusun sangat renggang dan membentuk semacam jala/anyaman sehingga terdapat rongga-rongga yang berisi udara. Gambar 2.5. Batang rambut (Scott, dkk., 1976). 15 Universitas Sumatera Utara c. Akar Rambut Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam miring di dalam kulit, terselubung oleh kantong rambut (folikel rambut). Bagian-bagian dari akar rambut adalah sebagai berikut: 1) Kantong rambut (folikel) Folikel merupakan suatu saluran yang menyerupai tabung dan berfungsi untuk melindung akar rambut, mulai dari permukaan kulit sampai di bagian terbawah umbi rambut. Jika bentuk folikel lurus maka rambut juga lurus. Jika bentuk folikel agak melengkung maka rambut agak berombak, sedangkan jika bentuk folikel sangat melengkung maka rambut akan keriting (Bariqina dan Ideawati, 2001). 2) Papil rambut Papil rambut adalah bagian bawah folikel rambut berbentuk lonjong seperti telur yang ujung bawahnya terbuka berisi jaringan ikat tanpa serabut elastis, ke dalamnya masuk pembuluh kapiler untuk mensuplai nutrisi ke umbi rambut. Diantara sel-sel papil terdapat sel-sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang memberi warna pada kulit yang disebarkan ke dalam korteks dan medula rambut (Syaifuddin, 2009). 3) Umbi rambut (matriks) Umbi rambut adalah ujung akar rambut terbawah yang melebar. Struktur bagian akar rambut ini berbeda dengan struktur batang dan akar rambut diatasnya. Sel-sel akar rambut berwarna keputih-putihan dan masih lembek. Pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel umbi rambut bertambah banyak secara mitosis. Pada umbi rambut melekat otot penegak rambut yang 16 Universitas Sumatera Utara menyebabkan rambut halus berdiri bila ada suatu rangsangan dari luar tubuh (Bariqina dan Ideawati, 2001). 2.5.2 Struktur rambut Rambut dapat berwujud tebal atau kasar, halus atau tipis, dan normal atau sedang. Keadaan atau wujud rambut dapat dilihat berbentuk lurus, berombak, atau keriting. Menurut Bariqina dan Ideawati (2001), struktur rambut dengan bentuk folikel memberi perbedaan pada penampang rambut sebagai berikut: - Rambut lurus dengan folikel seperti silinder lurus, bentuk penampangnya bulat dan panjang. - Rambut berombak dengan folikel seperti silinder yang melengkung/bengkok, bentuk penampangnya oval dan panjang. - Rambut keriting dengan folikel seperti silinder yang melengkung menyerupai busur, bentuk penampangnya semi oval dan panjang. 2.5.3 Jenis rambut a. Jenis rambut menurut morfologinya, yaitu: 1. Rambut velus Rambut velus adalah rambut sangat halus dengan pigmen sedikit. Rambut ini terdapat diseluruh tubuh kecuali pada bibir, telapak tangan, dan kaki. 2. Rambut terminal Rambut terminal adalah rambut yang sangat kasar dan tebal serta berpigmen banyak. Terdapat pada bagian tubuh tertentu seperti kepala, alis, bulu mata, dan ketiak. 17 Universitas Sumatera Utara b. Jenis rambut menurut sifatnya 1. Rambut berminyak Jenis rambut ini mempunyai kelenjar minyak yang bekerja secara berlebihan sehingga rambut selalu berminyak. Rambut berminyak kelihatan mengkilap, tebal, dan lengket. 2. Rambut normal Rambut ini mempunyai kelenjar minyak yang meproduksi minyak secara cukup. Rambut normal lebih mudah pemeliharaannya serta tidak terlalu kaku sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai jenis model rambut. 3. Rambut kering Jenis rambut ini tampak kering, mengembang, dan mudah rapuh. Hal ini karena kandungan 29. basrial 30. rahmatika 31. mulyati 32. deficosandres 33. yuliasmi 34. masrizal 35. zakiah 36. nurwaji 37. jaruni 38. m falo 39. budi 40. hilda 41. marbana 42. nilam suri 43. netti 44. imam 0,692 1,198 0,903 1,025 2,124 2,112 3,153 2,055 2,649 2,743 6,326 3,359 1,667 1,455 2,726 1,572 2,357 1,417 1,439 7,637 4,601 2,682 2,559 6,065 8,582 9,314 4,187 2,521 3,131 2,405 3,941 3,839 8,250 3,352 9,082 6,994 8,923 6,935 3,401 9,185 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 768 1331 1003 1138 2360 2346 3503 2283 2943 3046 7028 3732 1852 1616 3028 1746 2618 1574 1598 8485 5112 2980 2843 6738 9535 10348 4652 2801 3478 2672 4378 4265 9166 3724 10091 7771 9914 7705 3778 10205 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 0,8 1,4 1,1 1,2 2,5 2,5 3,8 2,5 3,2 3,3 7,7 4 2 1,7 3,3 1,9 2,8 1,7 1,7 9,3 5,6 3,2 3,1 7,3 10,4 11,3 5,1 3 3,8 2,9 4,8 4,6 10 4 11 8,5 10,8 8,4 4,1 11,2     Universitas Sumatera Utara   45. malamo 46. ernawati 47. akhiran 48. surin 49. budarmis 50. burhan 51. dine 52. kasno 53. hakim 54. didi 55. novi 56. bkar 57. mustofa 58. kamal 59. khairul 60. nurman 61. bani 62. mainal 63. yumiri 64. jumik 65. jahari 66. kayunan 67. darwis 68. jamil 69. nujiati 70. sarimin 71. dinamis 72. malik 73. zainabun 74. kasim 75. sabri 76. makarif 77. basril 78. yasir 79. amin 80. dasril 81. ramolis 82. jaik 83. iis 84. sarman 85. m nasir   8,811 6,450 6,188 5,838 4,891 4,567 0,636 0,716 1,449 2,526 6,163 6,523 4,004 6,467 6,344 7,308 8,204 7,472 5,964 5,071 2,589 6,327 6,991 7,439 6,198 4,298 4,801 6,596 2,417 7,067 8,514 8,440 8,086 7,976 6,123 8,635 5,091 6,282 8,511 8,025 8,451 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 9790 7166 6875 6486 5434 5074 706 795 1610 2806 6847 7247 4448 7185 7048 8120 9115 8302 6626 5634 2876 7030 7767 8265 6886 4775 5334 7328 2685 7852 9460 9377 8984 8863 6803 9594 5656 6980 9456 8916 9390 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 10,7 7,8 7,5 7,1 5,9 5,5 0,7 0,8 1,7 3 7,5 7,9 4,8 7,8 7,7 8,9 10 9,1 7,2 6,1 3,1 7,7 8,5 9 7,5 5,2 5,8 8 2,9 8,6 10,3 10,2 9,8 9,7 7,4 10,5 6,2 7,6 10,3 9,7 10,3   Universitas Sumatera Utara   86. ernita 87. hasan 88. basri 89. misdar 90. m zain 91. elisan 92. fina 93. amelia 94. salim 95. darma 96. yuni 97. suwardi 98. faisal 99. fanani 100. lili 101. suriani 102. ambil 103. novian 104. suran 105. yunaldi 106. busni 107. m yunus 108. faisal 109. fuiin karim 110. samin 111. yefri 112. murdiati 113. isman 114. resmainar 115. misnar 116. samin 117. alianis 118. kamarinan 119. marasid 120. asril 121. zawawi 122. salim 123. ernita 124. hamzah 125. riswarman 126. awizar   9,498 7,315 8,983 4,895 6,688 8,187 7,092 8,116 6,113 5,868 7,259 5,898 5,629 6,001 8,579 9,035 1,504 0,610 0,844 1,771 1,557 1,769 2,695 2,029 2,434 2,308 3,242 2,972 2,984 4,303 3,065 4,457 4,934 6,961 9,567 8,710 6,688 7,362 8,519 9,301 8,193 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 10553 8127 9981 5438 7431 9056 7880 9017 6792 6520 8065 6553 6254 6667 9532 10038 1671 677 937 1967 1730 1965 2994 2254 2704 2564 3602 3302 3315 4781 3405 4952 5482 7734 10630 9677 7431 8180 9465 10334 9103 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 11,5 8,9 10,9 5,9 8,1 9,9 8,6 9,9 7,4 7,1 8,8 7,1 6,8 7,3 10,4 11 1,8 0,7 1 2,1 1,8 2,1 3,2 2,4 2,9 2,8 3,9 3,6 3,6 5,2 3,7 5,4 6 8,4 11,6 10,6 8,1 8,9 10,3 11,3 9,9   Universitas Sumatera Utara   127. putra nasarudin 128. ainil khairati 129. khaitil 130. awizar 131. saimin 132. rahmatika 133. khairizal 134. hamdani 135. salim 136. sarwati 137. rusli 138. marzuki 139. darmis 140. darwis 141. martinus 142. sekrawati 143. bakri 144. ardek 145. markisa 146. akbar 147. afisar 148. nasri 149. rasyat 150. yunis 151. samin 152. retnawilis 153. sasmiati 154. jamal 155. rusdi 156. rusli 157. masdirun 158. deswafi 159. oktafia 160. umiri 161. elisa 162. mulianis 163. khairana 164. munir 165. akbarni 166. nurhan 8,498 8,704 9,058 6,014 7,860 6,323 7,107 6,441 4,938 9,391 9,022 5,629 6,224 8,470 5,539 7,435 6,948 6,858 6,746 8,041 5,711 7,759 5,269 7,034 6,205 8,650 6,424 6,450 5,093 4,180 3,905 3,289 8,251 5,018 6,134 6,003 5,565 5,436 5,518 8,672 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 3X3 9442 9671 10064 9982 8733 7025 7896 7156 5486 10434 10024 6254 6915 9411 6154 8251 7720 7620 7495 8934 6345 8621 5854 7815 6894 9611 7137 7166 5658 4644 4338 3654 9167 5575 6815 6670 6183 6040 6131 9635 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 2 kali per tahun 10,3 10,6 11 7,3 9,5 7,7 8,6 7,8 6 11,4 11 6,8 7,5 10 6,7 9 8,4 8,3 8,2 9,8 6,9 9,4 6,4 8,5 7,5 10,5 7,8 7,8 6,2 5 4,7 4 10 6,1 7,4 7,3 6,7 6,6 6,7 10,5     Universitas Sumatera Utara   167. lisan 168. yasnisar Total 7,858 6,256 925,016 3X3 3X3 8731 6951 1030970 2 kali per tahun 2 kali per tahun 9,5 7,6 1119,4 Lampiran 2. Jumlah curah hujan dan hari hujan di Kecamatan Pangkalan tahun 2012 Bulan Periode : Bulanan Maks Min Rata-rata Jumlah Hari Januari 33 1 11,2 56 5 Februari 41 2 15,84 269,3 17 Maret 95 1 23,33 280 12 April 96 5 20,21 384 19 Mei 44 1 18,55 204 11 Juni 40 1 17,87 268 15 Juli 100 2 24,3 486 20 Agustus 26 4 13,91 153 11 September 37 15 24,67 74 3 Oktober 97 1 21,5 301 14 November 125 1 36,08 866 24 Desember 90 1 19,33 522 27 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan (Tempat Pemeriksaan Tanjung Pati) di dalam BPS Kabupaten Lima Puluh Kota (2013) Lampiran 3. Daftar pertanyaan 1. Nama pemilik : 2. Alamat : 3. Status kepemilikan : 4. Pola tanam Jarak tanam : Kombinasi : Umur tanaman : 5. Pola panen Frekuensi panen : Metode panen : Produksi :     Universitas Sumatera Utara
”Studi Pembuatan Teh Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb). Studi Pembuatan Teh Daun Gambir Uncaria Gambir Roxb
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

”Studi Pembuatan Teh Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb).

Gratis