Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada P.T Altrak 1978 Cabang Medan

 6  122  88  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SKRIPSI PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA P.T ALTRAK 1978 CABANG MEDAN

  Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan yang terdiri dari 3 dimensi, yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dankepemimpinan bebas terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 cabang Medan. Nilai Adjusted RSquare sebesar 0,355 yang berarti 35,5 % kinerja karyawan dapat dijelaskan olehgaya kepemimpinan yang terdiri dari gaya kepemimpinan otoriter, gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas.

KATA PENGANTAR

  Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan yang terdiri dari 3 dimensi, yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dankepemimpinan bebas terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 cabang Medan. Nilai Adjusted RSquare sebesar 0,355 yang berarti 35,5 % kinerja karyawan dapat dijelaskan olehgaya kepemimpinan yang terdiri dari gaya kepemimpinan otoriter, gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Mengkunegara (2000 : 67) mendefenisikan bahwa”kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi penulis untuk menerapkanilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan memperluas pengetahuan penulis dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia pada umumnya dan gaya kepemimpinan khususnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Defenisi Kepemimpinan

  Menurut Kartono (2006:10), kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampumempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadiconform dengan keinginan pemimpin.. Namun, yang patut diperhatikan oleh setiappemimpin adalah gaya atau tipe kepemimpinannya harus dapat memajukan organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, bukan sebaliknya.

2.1.2 Gaya Kepemimpinan

  Menurut Thoha (2003), gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhiorang lain seperti yang ia lihat. Menurut Winardi (2000:78), gaya kepemimpinan adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk memahami suksesnyakepemimpinan dalam hubungan mana kita memusatkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh pemimpin tersebut.

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter

  Gaya kepemimpinan ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembanganstrukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi. Semua “policies” merupakan bahanpembahasan kelompok dan keputusankelompok yang dirangsang dan dibantuoleh pemimpin.

2.1.3 Kinerja Karyawan

  Menurut Suryadi Prawirosentono (dalam Widodo, 2005 : 78) kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orangdalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing- masing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidakmelanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. Selanjutnya, Mangkunegara (2000 : 67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dankuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

2.1.4 Indikator Kinerja Karyawan

  Mangkunegara (2000 : 67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawandalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Indikator yang dipergunakan di dalam melakukan penilaian kinerja karyawan menurut Prawirosentono (2000: 236) sebagai berikut:a) Quantity of work yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan.

i) Efektivitas dan efisiensi yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik- baiknya dan mempergunakan waktu yang efisien

2.2 Penelitian terdahulu

  Untuk regresi bergandamenggunakan Adjusted R Square yang disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan dalam penelitian yaitu 0.428 yang berarti 42,8 %variasi variabel terikat (Motivasi Kerja) mampu dijelaskan oleh variabel independen gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otoriter, dangaya kepemimpinan laissez faire dan 57,2 % lagi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) dengan penelitian ini sendiri adalah, penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) bertujuanuntuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan di dalam organisasi terhadap motivasi, sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gayakepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

2.3 Kerangka Konseptual

  Gaya kepemimpinan ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapaikeputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2000 : 67).

2.4 HIPOTESIS

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Adapun hipotesis yang penulis kemukakan berdasarkan perumusanmasalah dan kerangka konseptual diatas adalah : “Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yangbermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Pada tingkat eksplanasi penelitiantermasuk kedalam penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih untuk melihat pengaruh, yaitu pengaruh gaya kepemimpinanterhadap kinerja karyawan.

3.4 Definisi Operasional

  Definisi operasional merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik buruknya pengukuran dalam penelitian. Yang menjadiobjek penelitian ini adalah gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat.

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan Otoriter disebut juga kepemimpinan otoriter atau diktator

  Kinerjakaryawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2000 : 67) Indikator yang dipergunakan di dalam melakukan penilaian kinerjakaryawan menurut Prawirosentono (2000: 236) sebagai berikut: 1) Quantity of work yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yangditentukan.2) Quality of work yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

  Skala pengukuran variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompokorang tentang fenomena social. Setiap pernyataan yang akan diberi skala sangat setuju sampai skala sangat tidak setuju untuk pernyataan pada variabel (X) danvariabel (Y), dimana skala tersebut mempunyai skor seperti pada table berikut: Tabel 3.2Skor Pernyataan No.

3.6 Populasi dan sampel

  Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyekyang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono,2008:72). Metode Dokumentasi Peneliti membaca literatur-literatur dan jurnal-jurnal yang berhubungandengan sumber daya manusia terutama masalah yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Uji Validitas dilakukan terlebih dahulu dengan memberikan kuesioner kepada karyawanPT Altrak 1978 cabang Medan yang berjumlah 30 orang diluar sampel penelitian. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakanmenunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama (sugiyono, 2006).

3.10 Metode Analisis Data

  Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan histogram, grafik dan kolmogrov-smirnov dengan menggunaklantingkat signifikan 5%. Metode Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengadakan prediksi nilai darivariabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y) dengan ikut memperhitungkan nilai-nilai variabel bebas yang terdiri dari kepemimpinan otoriter (X1),kepemimpinan demokrasi (X2), dan kepemimpinan bebas (X3), sehingga dapat diketahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawanpada PT.

16.0. Adapun model persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

  Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabelbebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Kriteria pengujiannya sebagai berikut: Ho : b1 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh Xi terhadap kinerjakaryawan Ho : b1 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh Xi terhadap kinerja karyawanKriteria pengambilan keputusan :Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5 %Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5 % 1.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Umum Perusahaan

1.2.1. Sejarah Singkat Perusahaan

  PT Altrak 1978 didirikan taun 1978 pada 12 Juni dibawah naungan Central Cipta Murdaya (CCM) group, dan saat ini berkantor pusat di Jl. Untuk PT Altrak 1978 cabang Medan ini, kegiatan operasionalnya lebih difokuskan pada penjualan dan servis alat/produk perkebunan dan pertanian.

4.1.2 Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan

  Visi Perusahaan Visi perusahaan kami adalah untuk berada di antara yang terbaik,menghasilkan produk premium dan memberikan dukungan yang tak pernah padam setiap saat untuk mengeluarkan potensi maksimal investasi pelanggankami. Misi Perusahaan PT Altrak 1978 akan terus mempertahankan posisi keuangan yang kuat danterus-menerus mengembangkan keunggulan khas dalam semua sektor dalam organisasi, sebagai perusahaan yang solid dalam bisnis alat berat yangdipahami dengan baik oleh pelanggan nasional dan internasional.

4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan

  Divisi Teknisi dan Servis Bertugas membuat perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi darisemua kegiatan perbaikan dan servis mesin-mesin dan alat berat sesuai standar mutu yang telah di terapkan oleh perusahaan. Divisi Keuangan dan Administrasi Bertugas melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan pencatatan,pengendalian dan pengawasan arus masuk dan keluar keuangan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

4.2. Analisis Deskriptif

  Kuesioner berisikan 19 pernyataan yang terdiri dari 4 butir untuk variabel kepemimpinan otoriter (X 1 ), 4 butir untuk variabel kepemimpinandemokratis (X ), 5 butir untuk variabel kepemimpinan bebas (X ), dan 6 butir 2 3untuk variabel kinerja karyawan (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT Alrtak 1978 Cabang Medan dan yang dijadikan sampelpenelitian adalah seluruh karyawan PT Alrtak 1978 Cabang Medan yang berada diluar sampel uji validitas.

1. Analisis Deskriptif Responden

  Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Responden Persentase(orang) (%) 20 - 30 tahun 32 71,1 31 - 40 tahun7 15,5 > 41 tahun 6 13,4Jumlah 45 100 Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2011)Pada Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa mayoritas usia responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah karyawan usia 20-30 tahun, yaitu sebanyak 32 orangatau sebesar 71,1 %. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase(orang) % Laki-laki 38 84,4Perempuan 7 15,6Jumlah 45 100 Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah, 2011)Pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa mayoritas jenis kelamin responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah karyawan yang berjenis kelamin Laki-laki,yaitu sebanyak 38 orang atau sebesar 84,4 %.

2. Analisis Deskriptif Variabel

  Kuesioner yang dilakukan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Skala Likert untuk menanyakan tanggapan responden terhadapvariabel kepemimpinan otoriter (X 1 ), variabel kepemimpinan demokratis (X 2 ), variabel kepemimpinan bebas (X ), dan variabel kinerja karyawan (Y). Pada butir ini tidak ada yang memilih jawabansangat tidak setuju.3) Pada butir 3 (Pimpinan selalu meminta pertanggung-jawaban dari bawahan atas penyelesaian setiap pekerjaan) 12 responden (26,7 %)menjawab sangat setuju, 24 responden (53,3 %) menjawab setuju, dan 9 responden (20 %) menjawab kurang setuju.

4) Pada butir 4 (

  menyelesaikan pekerjaaan ) 13 responden (28,9 %) menjawab sangat setuju, 23 responden (51,1 %) menjawab setuju, dan 9 responden (20 %) menjawab kurang setuju. Pada butir ini tidak ada yang memilih jawabantidak setuju dan sangat tidak setuju.

1) Pada pernyataan butir 1 (

  Pada butir ini tidak ada yang memilih jawaban tidak setujudan sangat tidak setuju.2) Pada butir 2 (Pimpinan melibatkan diri dalam semua aspek kegiatan- kegiatan di kantor) 16 responden (35,6 %) menjawab sangat setuju, 26responden (57,8 %) menjawab setuju, dan 3 responden (6,7 %) menjawab kurang setuju. Pada butir ini tidak ada yang memilih jawabantidak setuju, dan sangat tidak setuju.5) Pada butir 5 (Pimpinan sama sekali tidak mempunyai partisipasi dalam penentuan tugas bawahan) 16 responden (35,6 %) menjawab sangat setujudan 29 responden (76,5 %) menjawab setuju.

6) Pada butir 6 (

  Pada butir ini tidak ada yang memilih jawaban kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Berdasarkan penjelasan Tabel 4.8 mayoritas responden menyatakan setuju bahwa dalam melaksanakan tugas mereka sering menangani pekerjaan denganvolume yang luar biasa banyaknya, mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan standar kerja tanpa pengawasan langsung, bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa kebingungan, menggunakan ide-ide mereka dalam menyelesaikanpekerjaan, mampu bekerjasama sebagai anggota kelompok, dan mampu menciptakan cara kerja tersendiri dalam menyelesaikan tugas.

4.3. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

  Datayang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Gambar 4.2 Pengujian Normalitas P-P Plot Sumber : Hasil pengolahan SPSS 16.0 for Windows (Juni, 2011) Namun untuk lebih memastikan data di sepanjang garis diagonalberdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov.

b. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

  Pada uji ini keputusan yang diambil adalah apabila sig > 0,05 maka distribusi data bersifat normal dan apabila sig < 0,05 maka distribusi data tidaknormal. (2-tailed) sebesar 0,583 yang lebih besar dari 0,05(0,583 > 0,05) yang berarti bahwa variabel residual berdistribusi normal.

4.4 Analisis Regresi Linear Berganda

2 )Determinan (R

1. Koefisien Determinan (R

  Dengan kata lain,koefisien determinan digunakan untuk mengukur kemampuan variabel kepemimpinan otoriter (X 1 ), variabel kepemimpinan demokratis (X 2 ), danvariabel kepemimpinan bebas (X 3 ) menjelaskan variabel kinerja karyawan (Y) pada perusahaan PT Altrak 1978 cabang Medan. R Square sebesar 0,399 yang berarti 39,9 % kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan yang terdiri dari kepemimpinan otoriter,kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan bebas.

2. Uji secara simultan / serempak (Uji F)

  Uji F menunjukkan semua variabel bebas (X) yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Dependent Variable: kinerjaSumber : Hasil pengolahan SPSS 16.0 for Windows (Februari, 2011) Pada Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa nilai F hitung adalah 9,084 dengan tingkat signifikansi 0,000 sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05) adalah 2,83.

3. Uji Secara Parsial (Uji t)

  Uji t digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5%Ha diterima jika thitung > ttabelpada α = 5% Tabel 4.12 Uji Regresi Secara Parsial ( Uji t ) Coefficientsa Model UnstandardizedCoefficients Standardized Coefficients t Sig.

a. Dependent Variable: kinerja

  Artinya jika kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan bebas nilainya nol,maka kinerja karyawan nilainya 3,140.b 1 = Koefisien regresi kepemimpinan otoriter 0,339. Variabel kepemimpinan bebas berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,037) lebih kecil dari0,05.

4.5. Pembahasan

  Pimpinan PT Altrak 1978 cabang Medan selalu memberikan semangat kepada bawahan agar bawahan maumengekspresikan gagasan mereka dalam pekerjaannya, dan pimpinan PT Altrak 1978 Cabang Medan membangkitkan rasa saling menghargaipendapat antar sesama karyawan di dalam perusahaan Kepemimpinan bebas (X ) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap 3kinerja karyawan (Y). Karyawan telah mengetahui apa yang harus dikerjakannya sesuai dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya di dalam perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Secara parsial diketahui bahwa kepemimpinan otoriter berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinarja karyawan pada PT Altrak 1978 CabangMedan, kepemimpinan demokratis juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan, dan kepemimpinanbebas juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 cabang Medan. Berdasarkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,355 yang berarti 35,5 % kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan yang terdiridari kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan bebas.

5.2. Saran

  Bagi pimpinan PT Altrak 1978 cabang Medan, Pimpinan diharapkan mampu mengkolaborasikan gaya kepemimpinannya dari 3 jenis gayakepemimpinan yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan kepemimpinan bebas sesuai dengan kondisi yang ada pada PTAltrak 1978 cabang Medan. Bagi para peneliti selanjutnya yang akan mengkaji lebih dalam tentang penelitian yang sama diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadisalah satu referensi yang dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan perbandingan dalam melakukan penelitian pada masa yang akandatang.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada P.T Altrak 1978 Cabang Medan Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Defenisi Kepemimpinan Uraian Teoritis Gaya Kepemimpinan Uraian Teoritis Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Definisi Operasional Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja Kepemimpinan Otoriter Tabel 4.5 Kepemimpinan Demokratis Tabel 4.6 Kepemimpinan Bebas Tabel 4.7 Kerangka Konseptual HIPOTESIS TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Karyawan Indikator Kinerja Karyawan Kinerja Karyawan Tabel 4.8 HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Analisis Data METODE PENELITIAN Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Skala Pengukuran Variabel Populasi dan sampel Jenis Data Metode Pengumpulan Data Uji Asumsi Klasik Pendekatan Grafik Pendekatan Kolmogorov-Smirnov Analisis Regresi Linear Berganda Uji Validitas dan Reliabilitas Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja K..

Gratis

Feedback