Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 1  43  100  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
SKRIPSI PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : ROSELINA PAKPAHAN 070503121 PROGRAM STUDI STRATA SATU AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan skripsi yang berjudul: “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks skripsi Program Strata-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas. Medan, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan Roselina Pakpahan NIM: 070503121 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan, dorongan semangat, nasehat, dan bantuan lain baik secara moril maupun materiil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak, selaku Dosen Pembanding I dan Bapak Drs. Syahelmi, MSi, Ak, selaku Dosen Pembanding II, yang telah memberikan arahan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Universitas Sumatera Utara 5. Orangtua penulis yang terkasih, Ayahanda P. Pakpahan dan Ibunda R.Silalahi yang telah memberikan kasih sayang, doa dan dukungan yang tulus baik moril maupun materiil selama perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini. 6. Abangku Berman Pakpahan, Adik-adikku Raesita Pakpahan, Ondang Pakpahan, Rut Pakpahan dan Miranda Pakpahan atas setiap dukungan dan dorongan semangat, nasihat, canda, serta kasih sayang yang telah diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaankarena keterbatasan kemampuan penulis, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan penulisan karya ilmiah kedepan. Akhir kata semoga skripsi ini berguna bagi pembaca dan dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya. Medan, Penulis, Agustus 2011 Roselina Pakpahan NIM: 070503121 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover dan gross profit margin baik secara parsial maupun secara simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI selama periode 2006-2009. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 13 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah current ratio sebagai variabel X1, debt to equity ratio sebagai variabel X2, total assets turnover sebagai variabel X3, , inventory turnover sebagai variabel X4 dan gross profit margin sebagai variabel X5, serta perubahan laba sebagai variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, ITO, dan GPM baik secara simultan dan parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba pada tingkat signifikansi 95%. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnawati yang menyatakan bahwa secara parsial TATO dan ITO berpengaruh terhadap perubahan laba tetapi sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eko yang menyatakan bahwa CR, TATO dan GPM tidak berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba. Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover, Gross Profit Margin dan Perubahan Laba Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The objective of this research is to know the CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) and GPM (Gross Profit Margin) either partially or simultaneously to profit changes at automotive company listed on Indonesia Stock Exchange. This research is classified as causal research and replication of former researches which the population of this research are automotive company in Indonesia Stock Exchange during the period of 2006 to 2009. Data that used in this research are financial statements from each company, published through website www.idx.co.id and financial company data that get from ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with multiple regressions. The research sample are 13 automotive company, it was done by purposive sampling method. Variables that used in this research are current ratio as X1 variable, debt to equity ratio as X2 variable, total assets turnover as X3 variable, inventory turnover as X4 variable and gross profit margin as X5 variable and also that change of net income as Y variable. The result of this research showed that CR, DER, TATO, ITO and GPM both partially and simultaneously have no significant effect to profit changes rate in 95% confidence interval. This research isn’t the same with Purnawati’s research that says TATO and ITO have significant effect partially to profit changes but the same with Eko’s research that says CR, TATO and GPM have no significant effect partially to profit changes. Keyword: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover, Gross Profit Margin, Profit changes Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI PERNYATAAN..................................................................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................................................... ii ABSTRAK ......................................................................................................................... .. iv ABSTRACT........................................................................................................................ .. v DAFTAR ISI ...................................................................................................................... vi DAFTAR TABEL .............................................................................................................. ix DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... x DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................................... xi BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….......... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1 B. Perumusan Masalah................................................................................. 9 C. Batasan Penelitian ................................................................................... 9 D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 10 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………………. 11 A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan ............................................................... 11 2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ............................................................... 12 a. Rasio Likuiditas ........................................................................... 12 b. Rasio Solvabilitas ........................................................................ 14 c. Rasio Aktivitas ............................................................................ 15 Universitas Sumatera Utara d. Rasio Profitabilitas ...................................................................... 17 3. Laba .................................................................................................. 18 a. Pengertian Laba .......................................................................... 18 b. Hubungan Rasio Keuangan dengan Perubahan Laba ...................... 20 B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................................... 23 C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1. Kerangka Konseptual ........................................................................ 26 2. Hipotesis Penelitian ........................................................................... 30 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………………………….. 32 A. Desain Penelitian..................................................................................... 32 B. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................... 32 C. Jenis dan Sumber Data ............................................................................ 34 D. Metode Pengumpulan Data...................................................................... 34 E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ...................................... 35 F. Metode Analisis Data .............................................................................. 37 1.Pengujian Asumsi Klasik ...................................................................... 37 2. Pengujian Hipotesis ............................................................................. 40 G. Jadwal Penelitian..................................................................................... 42 BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN……………………………………………... 43 A. Deskripsi Data Penelitian ........................................................................ 43 B. Statistik Deskriptif .................................................................................. 43 C. Pengujian Asumsi Klasik......................................................................... 45 1. Uji Normalitas ................................................................................... 45 Universitas Sumatera Utara 2. Uji multikolinearitas .......................................................................... 49 3. Uji Heterokedasitas ........................................................................... 51 4. Uji Autokorelasi ................................................................................ 53 D. Pengujian Hipotesis ................................................................................. 54 E. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian ..................................................... 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………….. 67 A. Kesimpulan ............................................................................................. 67 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 69 C. Saran ....................................................................................................... 70 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 71 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Nomor Judul Halaman Tabel 1.1 Laba Rugi Perusahaan Otomotif tahun2005-2009...................................... 5 Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................................. 25 Tabel 3.1 Populasi dan Sampel Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di BEI ............ 33 Tabel 3.2 Variabel Penelitian ................................................................................... 36 Tabel 3.4 Jadwal Penelitian ............................................................................... Tabel 4.1 Statistik Deskriptif ................................................................................... 43 Tabel 4.2 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sebelum Transformasi ........................... 46 Tabel 4.3 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sesudah Transformasi ............................ 47 Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolinearitas ....................................................................... 50 Tabel 4.5 Uji Autokorelasi....................................................................................... 53 Tabel 4.6 Model Summary ....................................................................................... 54 Tabel 4.7 Uji Statistik t ............................................................................................ 55 Tabel 4.8 Uji Statistik F ........................................................................................... 60 Tabel 4.9 Uji Koefisien Determinasi ........................................................................ 60 42 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Halaman Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ............................................................................... 27 Gambar 4.1 Uji Normalitas 1....................................................................................... 48 Gambar 4.2 Uji Normalitas 2....................................................................................... 49 Gambar 4.3 Grafik Scatterplot..................................................................................... 52 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul Halaman Lampiran I Data Penelitian Sebelum dan Sesudah Transformasi……….………… .. 73 Lampiran II.1 Statistik Deskriptif Data…………………………………………………..... 84 Lampiran II.2 Hasil Uji Normalitas Data.………………………………………………….. 85 Lampiran II.5 Hasil Uji Multikolinearitas dan Uji t...………………………………….…. 88 Lampiran II.6 Hasil Uji Heterokedasitas..…………………………………………….….... 89 Lampiran II.7 Hasil Uji Autokorelasi dan Model Regresi………………………………… 90 Lampiran II.7 Hasil Uji F………...………………………………………………………… 90 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover dan gross profit margin baik secara parsial maupun secara simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI selama periode 2006-2009. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 13 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah current ratio sebagai variabel X1, debt to equity ratio sebagai variabel X2, total assets turnover sebagai variabel X3, , inventory turnover sebagai variabel X4 dan gross profit margin sebagai variabel X5, serta perubahan laba sebagai variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, ITO, dan GPM baik secara simultan dan parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba pada tingkat signifikansi 95%. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnawati yang menyatakan bahwa secara parsial TATO dan ITO berpengaruh terhadap perubahan laba tetapi sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eko yang menyatakan bahwa CR, TATO dan GPM tidak berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba. Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover, Gross Profit Margin dan Perubahan Laba Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The objective of this research is to know the CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) and GPM (Gross Profit Margin) either partially or simultaneously to profit changes at automotive company listed on Indonesia Stock Exchange. This research is classified as causal research and replication of former researches which the population of this research are automotive company in Indonesia Stock Exchange during the period of 2006 to 2009. Data that used in this research are financial statements from each company, published through website www.idx.co.id and financial company data that get from ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with multiple regressions. The research sample are 13 automotive company, it was done by purposive sampling method. Variables that used in this research are current ratio as X1 variable, debt to equity ratio as X2 variable, total assets turnover as X3 variable, inventory turnover as X4 variable and gross profit margin as X5 variable and also that change of net income as Y variable. The result of this research showed that CR, DER, TATO, ITO and GPM both partially and simultaneously have no significant effect to profit changes rate in 95% confidence interval. This research isn’t the same with Purnawati’s research that says TATO and ITO have significant effect partially to profit changes but the same with Eko’s research that says CR, TATO and GPM have no significant effect partially to profit changes. Keyword: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover, Gross Profit Margin, Profit changes Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang merupakan organisasi bisnis umumnya memiliki tiga tujuan utama yaitu mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk kemakmuran pemilik perusahaan, menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concern), mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (Martono, 2005:3).. Ketiga tujuan perusahaan saling berkaitan satu sama lainnya. Tujuan perusahaan untuk memperoleh laba maksimal dimaksudkan agar perusahaan dapat hidup terus. Didirikannya perusahaan tidak dibatasi untuk waktu tertentu, tetapi diharapkan hidup terus tanpa batas waktu. Meskipun dikenal konsep corporate life cycle (siklus hidup perusahaan) dimana suatu perusahaan akan mati, namun kematian itu tidak dikehendaki oleh perusahaan, oleh karena itu, kelangsungan hidup perusahaan akan terus dijaga dengan berusaha memperoleh laba sebesar-besarnya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, perusahaan tentunya harus dapat meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan usahanya Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar bidang keuangan, terutama dalam persaingan satu atau kecil akan mempunyai perhatian besar di perkembangan dunia usaha yang semakin maju, perusahaan dengan perusahaan lainnya yang semakin ketat, belum lagi kondisi perekonomian yang tidak menentu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tiba-tiba mengalami kebangkrutan. Perusahaan dapat bertahan atau bahkan bisa tumbuh dan berkembang harus mencermati kondisi dan kinerja perusahaan. Universitas Sumatera Utara Setiap entitas usaha baik badan maupun perseorangan tidak dapat terlepas dari kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan berupa informasi akuntansi laporan keuangan. perubahan Laporan ekuitas, keuangan laporan arus dalam bentuk terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan kas dan catatan atas laporan keuangan serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Akuntansi dapat dipahami sebagai penghubung antara kegiatan ekonomi perusahaan dengan pemrosesan dan banyak dalam ke pengambilan komunikasi bentuk yang yang keputusan dengan meringkaskan informasi lebih mudah dipahami. jalan suatu dibuatnya sistem perusahaan yang sangat Informasi akuntansi dapat mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan oleh para pemakai. Pemakai data akuntansi secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu pemakai internal dan pemakai eksternal. Pemakai eksternal adalah investor atau calon investor yang meliputi pembeli saham atau obligasi, kreditor atau peminjam dana bank, supplier, dan pemakai– pemakai lain, seperti karyawan, analis keuangan, pialang saham, pemerintah (berkait dengan pajak), BAPEPAM (berkaitan dengan perusahaan go public ). Sedangkan pemakai internal mempunyai akses ke informasi akuntansi yang lebih besar. Faktor pembatas di sini adalah kemampuan sistem akuntansi untuk memberikan informasi yang diperlukan. Semakin baik informasi yang disusun, berarti semakin banyak informasi yang relevan yang dapat dihasilkan. Untuk memperoleh informasi keuangan yang relevan dengan tujuan dan kepentingan pemakai, maka informasi keuangan yang disajikan harus terlebih dahulu dianalisis sehingga adalah dihasilkan keputusan analisis keuangan. bisnis yang Analisis keuangan tepat. Analisis yang mencoba biasanya dilakukan menghubungkan perkiraan- Universitas Sumatera Utara perkiraan yang terdapat dalam laporan untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan. Dalam melakukan analisis keuangan diperlukan suatu alat analisis. Alat yang sering digunakan dalam melakukan analisis keuangan adalah rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan perbandingan angka-angka dari perkiraan-perkiraan yang terdapat di neraca dan laporan laba rugi. Perbandingan antara satu perkiraan dengan perkiraan yang lain harus saling berhubungan sehingga hasilnya dapat diinterpretasikan untuk mengetahui kondisi keuangan atau kinerja perusahaan. Untuk mengetahui apakah kondisi keuangan dan perusahaan baik, maka hasil perhitungan rasio keuangan kinerja harus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya atau dengan rata-rata industri. Laba sebagai suatu pengukuran kinerja dan bagian dari laporan keuangan perusahaan, merefleksikan telah terjadinya proses peningkatan atau penurunan ekuitas dari berbagai sumber transaksi kecuali transaksi dengan pemegang saham dalam suatu periode tertentu. Konsep laba sama halnya dengan pendapatan bersih (net income), yaitu memasukkan hampir seluruh kejadian yang tercakup dalam berbagai pendapatan bersih dengan penekanan pada periode sekarang (Nurjanti dan Erni, 2003). Sehingga dapat dilakukan suatu penelitian dalam memprediksi perubahan laba dengan menggunakan rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan perusahaan otomotif sebagai objek penelitian dikarenakan persaingan dalam dunia usaha otomotif sangat ketat Untuk mengetahui keberhasilan suatu perusahaan, maka perlu diadakan analisis terhadap laporan kuangan, dimana dalam menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio keuangan, yang menggunakan variabel dependen yaitu perubahan laba dimaksudkan untuk menguji apakah Current Asset, Debt to equity ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, Gross Profit Margin, berpengaruh terhadap perubahan laba sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai naik turunnya (fluktuasi) posisi keuangannya. Universitas Sumatera Utara Krisis global dan keuangan pada tahun 2008 cukup telak menurunkan angka penjualan mobil dunia, tak terkecuali Indonesia. Perusahaan otomotif besar, yaitu General Motor (GM), Ford, dan Chrysler atau yang lebih dikenal dengan The Big Three juga tidak dapat menghindari kebangkrutan. The Big Three mengalami penurunan penjualan mobil (light vihicles) hampir 20 persen di pasar AS sejak tahun 2000 hingga 2008, pangsa penjualan The Big Three di AS untuk pertama kalinya berada dibawah 50 persen. Penjualan domestik Indonesia terempas hingga 20 persen, dari 607.000 unit pada tahun 2008 menjadi 486.000 unit pada tahun 2009. Memasuki 2010, harapan membaiknya penjualan mobil kembali terbit. Seiring dengan pulihnya ekonomi domestik dan global dan daya beli konsumen yang naik, penjualan domestik Indonesia tahun 2010 kembali meroket. Untuk tahun 2010 sebanyak 764.710 unit mobil terjual. Angka ini naik 58,1 persen dibanding tahun 2009 dan merupakan penjualan mobil terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sedangkan untuk motor di tahun 2010 terjual sebanyak 7.398.644 unit motor, ini mengalami peningkatan drastis. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang menjadi basis produksi sejumlah pabrikan mobil. Tingginya permintaan domestik dan prospek ekspor yang berkembang menjadi daya tarik utama invesyasi di Indonesia. Laba perusahaan akan semakin meningkat dan Industri otomotif Indonesia semakin membaik dengan peningkatan penjualan mobil Tabel 1.1 Laba Rugi Perusahaan Otomotif pada Laporan Keuangan Tahun 2006-2009 (Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah) No 1 Nama Perusahaan PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Laba/Rugi 279.027 282.058 454.907 566.025 768.265 Perubahan Laba (%) 0.01 0.61 0.24 0.36 Universitas Sumatera Utara 2 PT Indo Kordsa Tbk 3 PT Goodyear Indonesia Tbk 4 PT Gajah Tunggal Tbk 5 PT Indospring Tbk 6 PT Intraco Penta Tbk 7 PT Multi Prima Sejahtera 8 PT Multistrada Arah Sarana Tbk 9 PT Nipress Tbk 10 PT Prima Alloy Steel Tbk 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 119.496 18.314 39.149 94.775 72.105 -6.690 25.397 42.399 812 121.085 346.835 118.401 90.841 -624.788 905.330 -5.837 2.172 9.888 31.827 58.765 -11.305 -939 18.035 4.763 10.210 57.068 170.007 29.204 2.974 174.860 57.068 170.007 29.204 2.974 174.860 3.069 7.650 6.394 1.550 3.685 4.600 -2.761 2.774 -14.813 -0.85 1.14 1.42 -2.24 -4.80 0.67 -0.98 148.12 -0.66 -0.23 -7.88 -2.45 -1.37 3.55 2.22 0.85 -0.61 0.35 1.41 0.63 -0.92 -20.21 -0.74 1.14 1.98 -0.83 -0.90 57.80 1.49 -0.16 -0.76 1.38 -1.60 -2.00 -6.34 Universitas Sumatera Utara 11 PT Selamat Sempurna Tbk 12 PT Tunas Ridean Tbk 13 PT United Tractor Tbk 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 2005 2006 2007 2008 2009 -36.216 65.737 66.175 80.325 91.471 132.850 142.732 22.211 189.816 245.079 310.387 1.050.729 930.372 1.493.037 2.660.742 3.817.541 1.44 0.01 0.21 0.14 0.45 -0.84 7.55 0.29 0.27 -0.11 0.60 0.78 0.43 Sumber : www.idx.co.id Kenyataan dari ketigabelas perusahaan otomotif hanya dua perusahaan otomotif yang mampu menghasilkan laba yang stabil tiap tahunnya walaupun tidak selalu meningkat pada periode 2006-2009 yaitu PT. Astra Otoparts Tbk, dan PT. Selamat Sempurna Tbk. Selain dua perusahaan tersebut masing-masing perusahaan otomotif mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. Grafik Perubahan Laba 160 AUTO 140 BRAM 120 Perubahan Laba (%) GDYR 100 GJTL 80 INDS INTA 60 LPIN 40 MASA 20 NIPS PRAS 0 2006 -20 -40 2007 2008 2009 SMSM TURI Universitas Sumatera Utara Dari grafik diatas dapat dikemukakan bahwa perusahaan otomotif tersebut telah mengalami fluktuasi laba, sehingga dapat digunakan investor sebagai pertimbangan dalam melakukan investasi. Penelitian mengenai rasio-rasio keuangan telah banyak dilakukan. Purnawati (2005) meneliti kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Obyek penelitian ini adalah perusahaan Agriculture, Forestry and Fishing; Animal Feed and Husbandry; Mining and Mining Services; Construction dan Manufactur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan variabel independen Current Ratio (CR), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Income to Sales (NIS), Return On Equity (ROE), Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), dan Sales to Current Liabilities (SCL). Penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen mampu memprediksi perubahan laba namun secara parsial rasio ITO, TATO, NIS, SCL dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang. Penelitian lainnya dilakukan oleh Eko Bastian (2010) yang menganalisis pengaruh current ratio, debt ratio, total assets turnover, return on equity, dan gross profit margin terhadap perubahan laba pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen yang diteliti memiliki pengaruh terhadap perubahan laba. Secara parsial hanya debt ratio yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Universitas Sumatera Utara Peneliti juga melihat adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu. Efendi (2006) menyatakan bahwa return on equity dan gross profit margin berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba. Sedangkan Eko Bastian (2010) menyatakan bahwa return on equity dan gross profit margin tidak berpengaruh secara parsial. Ketidakkonsistenan ini dapat disebabkan oleh perbedaan tahun penelitian dan perbedaan perusahaan yang diteliti. Dengan melihat pentingnya manfaat informasi analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba dan adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu apakah apakah current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover, dan gross profit margin berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? C. Batasan Penelitian Penulis memberi batasan penelitian agar penelitian ini dapat tercapai, antara lain : 1. Objek penelitian ini adalah perusahaan Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu 2006-2009 Universitas Sumatera Utara 2. Laporan Keuangan perusahaan telah diaudit tahun 2006 – 2009 3. Periode prediksi penelitian ini meliputi perubahan laba tahun 2006-2009 4. Rasio keuangan yang digunakan terbatas pada Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover dan Gross Profit Margin. D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover, dan gross profit margin berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, yaitu bagi peneliti, bagi perusahaan otomotif, bagi investor dan bagi peneliti selanjutnya. 1. Bagi peneliti, memberikan wawasan yang luas bagi peneliti dalam memahami dan menganalisis permasalahan yang ada 2. Bagi pihak-pihak lain khususnya almamater Fakultas Ekonomi, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan pendukung dalam melakukan penelitiannya. Universitas Sumatera Utara BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjuaan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya (Kasmir,2009).Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengetahui apakah telah terjadi penyimpangan dalam melaksanakan aktivitas operasional perusahaan. Menurut Wild et.al (2005) “Rasio merupakan alat untuk menyediakan pandangan terhadap kondisi yang mendasari. Rasio merupakan salah satu titik awal, bukan titik akhir. Rasio yang diinterpretasikan dengan tepat mengindikasikan area yang memerlukan investigasi lebih lanjut.” Dari defenisi rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dengan cara membandingkan rasio keuangan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan sebagai alat analisis. Halhal tersebut akan membantu analis dalam menginterpretasikan hasil perhitungan rasio keuangan sehingga dihasilkan kesimpulan yang lebih tepat. Syamsuddin (2000) mengemukakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan sebagai alat analisis, yaitu : a. Sebuah rasio saja tidak dapat digunakan untuk menilai keseluruhan operasi yang telah dilaksanakan. Untuk menilai keadaan perusahaan secara keseluruhan sejumlah rasio haruslah dinilai secara bersama-sama. Kalau sekiranya hanya satu aspek saja yang ingin dinilai, maka satu atau dua rasio saja sudah cukup digunakan. Universitas Sumatera Utara b. Pembandingan yang dilakukan haruslah dari perusahaan yang sejenis dan pada saat yang sama. c. Sebaiknya perhitungan rasio finansial didasarkan pada data laporan keuangan yang telah diperiksa (diaudit). Laporan keuangan yang belum diaudit masih diragukan kebenarannya, sehingga rasio-rasio yang dihitung juga kurang akurat. d. Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa pelaporan atau akuntansi yang digunakan haruslah sama. 2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Ada banyak jenis-jenis rasio keuangan yang biasa digunakan dalam melakukan analisis keuangan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Horne (2005) Rasio-rasio keuangan yang pada umumnya digunakan terdiri atas dua jenis, jenis pertama meringkas beberapa aspek dari “kondisi keuangan” perusahaan untuk suatu periode dengan neraca yang telah dibuat(balance sheet ratio), karena baik pembilang maupun penyebut dalam setiap rasio berasal langsung dari neraca. Jenis kedua dari rasio meringkas beberapa aspek kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu, biasanya dalam setahun. Rasio-rasio ini disebut sebagai rasio laporan laba rugi (income statement ratio). Secara umum rasio-rasio keuangan dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis kelompok rasio keuangan antara lain : a. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas biasa digunakan dalam melakukan analisis kredit karena likuiditas berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pihak – pihak yang berkepentingan dalam menilai tingkat likuiditas perusahaan adalah kreditor-kreditor jangka pendek seperti pemasok dan bankir. Rasio likuiditas menurut Horne (2005) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing rasio likuiditas mencerminkan perspektif yang berbeda dalam mengukur kemampuan Universitas Sumatera Utara perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas tersebut menurut Kasmir (2009) antara lain rasio lancar (current ratio), rasio sangat lancar (quick ratio atau acid test ratio),rasio kas (cash ratio), rasio perputaran kas, inventory to networking capital. Rasio likuiditas yang menjadi fokus penelitian ini adalah rasio lancar (current ratio). Rumus untuk menghitung current ratio (Darsono, 2005) CR = x 100% Rumus tersebut menunjukkan hubungan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Semakin besar aktiva lancar, maka semakin besar rasio lancarnya. Apabila dinyatakan bahwa rasio lancar suatu perusahaan adalah sebesar 2, artinya setiap satu Rupiah kewajiban lancar akan dijamin oleh dua aktiva lancar. Rasio lancar yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya juga tinggi. Dalam menganalisis rasio lancar perlu diperhatikan apakah yang menyebabkan rasio lancar tersebut tinggi. Jika yang menyebabkan rasio lancar tersebut tinggi adalah piutang atau persediaan, maka untuk memenuhi kewajiban lancarnya perusahaan harus terlebih dahulu melakukan penagihan atas piutang atau menjual persediaan agar diperoleh kas untuk membayar kewajiban lancar tersebut. Kreditor harus menanggung risiko bahwa kemungkinan perusahaan tidak dapat membayar kewajiban lancarnya karena perusahaan tidak mampu menagih piutangnya atau tidak dapat menjual persediaannya. b. Rasio Solvabilitas Perusahaan memiliki berbagai kebutuhan dalam menjalankan operasinya, terutama yang berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Universitas Sumatera Utara Dalam praktiknya untuk menutupi kekurangan akan kebutuhan dana, perusahaan memiliki beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan sumber dana ini tergantung dari tujuan, syarat-syarat, keuntungan dan kemampuan perusahaan. Sumber-sumber dana secara garis besar dapat diperoleh dari modal sendiri dan pinjaman (bank atau lembaga keuangan lainnya). Perusahaan dapat memilih salah satu sumber tersebut atau kombinasi dari keduanya. Setiap sumber dana memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mengingat penggunaan salah satu dari dana tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, perlu disiasati agar dapat saling menunjang. Dengan kata lain, penggunaan dana yang bersumber dari pinjaman harus dibatasi. Kombinasi dari penggunaan dana dikenal dengan nama rasio solvabilitas atau rasio leverage. Rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang (Kasmir, 2009), artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio solvabilitas yang menjadi fokus penelitian ini adalah debt to equity ratio (DER). Rumus untuk menghitung debt to equity ratio (Darsono,2005): DER = x 100% Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman (Darsono,2005). Nilai DER yang tinggi menunjukkan bahwa struktur modal lebih banyak memanfaatkan utang dibandingkan dengan ekuitas, semakin besar DER mencerminkan solvabilitas perusahaan semakin rendah sehingga kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya rendah. Universitas Sumatera Utara c. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas seharihari. Dari hasil pengukuran dengan rasio aktivitas akan terlihat apakah perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola asset yang dimilikinya atau mungkin justru sebaliknya. Rasio aktivitas yang menjadi fokus penelitian ini adalah total assets turn over dan inventory turnover. Rumus untuk menghitung total assets turn over (Kasmir, 2009): 1. Total Assets Turnover Total assets turn over = x 100% Rasio perputaran total aktiva (total assets turn over ratio), digunakan untuk mengukur perputaran dari seluruh aktiva perusahaan . rasio ini juga dapat dipergunakan untuk mengukur seberapa efisien aktiva tersebut telah dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan sehingga rasio ini dapat digunakan untuk memprediksi laba yang akan datang dan dapat digunakan untuk memprediksi laba karena total aktiva dan penjualan merupakan komponen dalam menghasilkan laba. Pengaruh rasio total assets turnover terhadap perubahan laba bersih perusahaan adalah semakin cepat tingkat perputaran aktivanya maka laba bersih yang dihasilkan akan semakin meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatan. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai bagi kapasitas investasinya. 2. Inventory Turnover (ITO) Universitas Sumatera Utara ITO = x 100% Rasio perputaran persediaan (Inventory Turnover) dapat digunakan untuk mengukur berapa kali rata-rata persediaan terjual selama satu periode tertentu. Rasio ini menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam kegiatan usahanya, jumlah investasi yang ada dalam persediannya dan siklus operasi untuk mengisi kasnya kembali. d. Rasio Profitabilitas Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan perusahaan. Rasio profitabilitas menurut Horne (2005) adalah rasio yang menghubungkan laba dari penjualan dan investasi. Dari rasio ini dapat diketahui bagaimana tingkat profitabiltas perusahaan. Setiap perusahaan menginginkan tingkat profitabilitas yang tinggi. Untuk dapat melangsungkan hidupnya, perusahaan harus berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Apabila perusahaan dalam kondisi yang tidak menguntungkan, maka akan sulit bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman dari kreditor maupun investasi dari luar. Rasio profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang menunjukkan kombinasi efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil-hasil operasi ( Brigham, 2009). Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah gross profit margin. Gross profit margin (GPM) dapat digunakan untuk mengetahui keuntungan kotor dari setiap barang yang dijual perusahaan. Gross profit margin menurut Horne (2005) “memberitahu kita laba dengan penjualan, dari perusahaan yang berhubungan setelah kita mengurangi biaya untuk memproduksi barang yang dijual”. Universitas Sumatera Utara Rumus untuk menghitung gross profit margin menurut Wild et.al (2005) Gross Profit Margin = 3. x 100% Laba a. Pengertian Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Wild, et al (2005) mendefenisikan laba sebagai berikut: Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas. Laba terdiri dari empat elemen utama yaitu penghasilan, beban, keuntungan, dan kerugian. Defenisi dari elemen-elemen laba tersebut telah dikemukakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2009 ). 1) Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan asset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. 2) Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya asset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. 3) Keuntungan (gain) mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi yang memenuhi defenisi penghasilan yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dengan demikian pada hakikatnya tidak berbeda dengan pendapatan. 4) Kerugian (loss) mencerminkan pos lain yang memenuhi defenisi beban yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa. Kerugian tersebut mencerminkan berkurangnya manfaat ekonomi dan pada hakikatnya tidak berbeda dengan beban lain Universitas Sumatera Utara Menurut Harahap (2006) laba adalah Angka yang penting dalam laporan keuangan karena berbagai alasan antara lain: laba merupakan dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang, dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi dalam menjalankan perusahaan, serta sebagai dasar dalam penilaian prestasi atau kinerja perusahaan. Chariri (2003) menyebutkan bahwa laba memiliki beberapa karakteristik antara lain sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Laba didasarkan pada transaksi yang benar-benar terjadi, Laba didasarkan pada postulat periodisasi, artinya merupakan prestasi perusahaan pada periode tertentu, Laba didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan, Laba memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk biaya historis yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan tertentu, Laba didasarkan pada prinsip penandingan (matching) antara pendapatan dan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut. Perbandingan yang tepat atas pendapatan dan biaya tergambar dalam laporan rugi laba. Penyajian laba melalui laporan tersebut merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting. Kinerja perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter penilaian kinerja perusahaan tersebut adalah perubahan laba. Perubahan laba perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga baik, oleh karena laba merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, maka semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan, Universitas Sumatera Utara mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan. Dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik, maka perubahan laba perusahaan juga baik. Perubahan laba dapat dihitung dengan cara : Perubahan laba = = b. Hubungan Rasio Keuangan dengan Perubahan Laba Current Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Current ratio diperoleh dengan jalan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendeknya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi ukuran current ratio. Perlu dianalisis lebih lanjut misalnya apakah surat-surat berharga yang dimiliki dapat segera diuangkan, bagaimana tingkat pengumpulan piutang, bagaimana tingkat perputaran persediaan (Djarwanto, 2004). Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan dibanding dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya seperti persediaan yang berlebihan. Current ratio yang tinggi memang baik menurut pandangan kreditor, tetapi dari sudut pandangan pemegang saham kurang menguntungkan karena aktiva lancar tidak didayagunakan dengan efektif. Dengan adanya hubungan negatif antara current ratio dengan perubahan laba diasumsikan bahwa current ratio mampu memprediksi perubahan laba yang akan datang. Nilai debt to equity ratio yang semakin tinggi menunjukkan komposisi total hutang (jangka pendek dan jangka panjang) semakin besar dibanding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). Meningkatnya beban terhadap kreditur menunjukkan sumber modal Universitas Sumatera Utara perusahaan sangat tergantung dengan pihak luar.. Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap perubahan laba. Perusahaan yang pertumbuhan labanya rendah akan berusaha menarik dana dari luar, untuk mendapatkan investasi dengan mengorbankan sebagian besar labanya. Sehingga perusahaan dengan pertumbuhan laba rendah akan semakin memperkuat hubungan antara DER yang berpengaruh negatif dengan profitabiltas. Dimana peningkatan utang akan mempengaruhi besar kecilnya laba perusahaan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya, yang ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar seluruh kewajibannya, karena semakin besar penggunaan utang maka semakin besar kewajibannya. Semakin tinggi nilai DER menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaan, karena tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin tinggi. Rasio total assets turnover dapat digunakan untuk memprediksi laba karena total aktiva dan penjualan merupakan komponen dalam menghasilkan laba. Pengaruh rasio total assets turnover terhadap perubahan laba bersih perusahaan adalah adalah semakin cepat perputaran aktivanya, maka laba bersih yang dihasilkan semakin meningkat karena perusahaan sudah dapat memanfaatkan aktiva tersebut untuk meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatan. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai pada kapasitas investasinya. Inventory turnover atau perputaran persediaan merupakan ukuran tentang seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal (Harahap, 2006). Tingginya perputaran persediaan berarti kegiatan penjualan berjalan cepat sehingga laba juga akan Universitas Sumatera Utara mengalami kenaikan dengan adanya kenaikan penjualan. Dengan demikian ITO berpengaruh terhadap perubahan laba. Gross profit margin merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor pada tingkat penjualan tertentu. Tingginya GPM akan menghasilkan laba yang tinggi, sebaliknya GPM yang rendah akan menghasilkan laba yang rendah pula. Dengan demikian tinggi rendahnya GPM akan mempengaruhi pertumbuhan laba. Hal ini didukung oleh penelitian Efendi (2006) dan yang menyimpulkan bahwa GPM berpengaruh terhadap perubahan laba. B. Tinjauan Penelitian Terdahulu Beberapa hasil penelitian yang dilakukan peneliti terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten bail secara parsial maupun simultan terhadap rasio keuangan tertentu. Berikut ini adalah beberapa ringkasan tinjauan penelitian terdahulu. 1. Penelitian Purnawati Purnawati (2005) meneliti kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Obyek penelitian ini adalah perusahaan Agriculture, Forestry and Fishing; Animal Feed and Husbandry; Mining and Mining Services; Construction dan Manufactur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan variabel independen Current Ratio (CR), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Income to Sales (NIS), Return On Equity (ROE), Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), dan Sales to Current Liabilities (SCL) dan variabel dependen yang digunakan adalah perubahan laba. Data yang digunakan adalah laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi tahun 2000 sampai dengan 2003. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan Universitas Sumatera Utara variabel independen mampu memprediksi perubahan laba namun secara parsial rasio ITO, TATO, NIS, SCL dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang. 2. Penelitian Efendi Efendi ( 2006) menganalisis pengaruh Current Ratio , Debt Ratio , Total Assets Turnover, Return On Assets, Return On Equity , dan Gross Profit Margin terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif dan industry terkait yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Penelitian menunjukkan memiliki pengaruh bahwa secara simultan rasio keuangan terhadap perubahan yang diteliti laba. Secara parsial ROA, ROE, GPM berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. 3. Penelitian Eko Bastian Eko Bastian (2010) menganalisis pengaruh current ratio, debt ratio, total assets turnover, return on equity, dan gross profit margin terhadap perubahan laba pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dangan data penelitian dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel perubahan independen yang diteliti memiliki pengaruh terhadap laba. Secara parsial hanya debt ratio yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Universitas Sumatera Utara Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu No 1. 2. Nama Peneliti Purnawati (2005) Efendi (2006) Judul Penelitian Kemampuan Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba Variabel Penelitian Variabel Independen : Current Ratio (CR), Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Income to Sales (NIS), Return On Equity (ROE), Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), dan Sales to Current Liabilities (SCL) Variabel dependen : Perubahan Laba Analisis Variabel Independen : Pengaruh Current Ratio Rasio Keuangan (CR), Debt Ratio (DR), Total Terhadap Perubahan Assets Turnover Laba Pada (TATO), Return On Assets (ROA) Perusahaan Otomotif dan Return On Equity (ROE), dan Gross Industri Profit Terkait Margin (GPM) yang Variabel Terdaftar Di dependen : Bursa Efek Perubahan Laba Jakarta Hasil Penelitian Secara simultan, rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian mampu memprediksi laba satu tahun yang akan datang, sedangkan secara parsial, rasio ITO, TATO, NIS, dan SCL dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang Secara simultan rasio keuangan berpengaruh terhadap perubahan laba, sedangkan secara parsial hanya ROA, ROE, dan GPM yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba Universitas Sumatera Utara 3. Eko Bastian (2010) Pengaruh Variabel Independen : Rasio Current ratio Keuangan (CR), Debt Ratio Terhadap (DR), Total Perubahan Laba pada Assets Turnover perusahaan (TATO), Return Manufaktur on Equity (ROE), Sektor Gross Profit Industri Margin (GPM), Barang Variabel dependen : Konsumen yang Perubahan Laba Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Sumber : Hasil Olahan Penulis, 2011 Secara simultan, penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara CR, DR, TATO, ROE, GPM terhadap perubahan laba Secara parsial penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh variabel DR terhadap perubahan laba C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sugiyono, 2004). Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan antar variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, variabel independen atau variabel bebas yang digunakan adalah CR, DER, TATO, ITO dan GPM dan sebagai variabel dependen atau variabel terikat adalah Universitas Sumatera Utara perubahan laba. Berdasarkan latar belakang masalah dan tinjauan teoritis yang telah diuraikan sebelumnya, maka kerangka konseptual penelitian ini adalah sebagai berikut : Current Ratio (X1) H1 H2 Debt to Equity Ratio Total Assets Turnover Inventory Turnover Gross Profit Margin (X2) (X3) (X4) (X5) H3 Perubahan Laba (Y) H4 H5 H6 Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Hasil Olahan Penulis, 2011 Current Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva lancarnya. Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini sering disebut dengan rasio modal kerja yang menunjukkan jumlah aktiva lancar yang tersedia yang dimiliki oleh perusahaan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan bisnis dan meneruskan kegiatan bisnis hariannya. Rasio yang rendah menunjukkan resiko likuiditas yang tinggi. Rasio ini dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba yang akan datang jika hasil penjualan, laba dan perubahan kondisi operasi perusahaan diperhitungkan dalam rasio ini. Universitas Sumatera Utara Pengaruh current ratio terhadap perubahan laba adalah semakin tinggi nilai current ratio maka laba bersih yang dihasilkan perusahaan semakin sedikit, karena rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan karena aktiva lancar menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap (Mamduh, 2003). Dengan adanya hubungan negatif antara current ratio dengan perubahan laba diasumsikan bahwa current ratio mampu memprediksi perubahan laba yang akan datang Tinggi rendah DER akan mempengaruhi tingkat pencapaian laba yang dicapai oleh perusahaan. Jika biaya yang ditimbulkan oleh pinjaman (cost of debt) lebih kecil daripada biaya modal sendiri (cost of equity ), maka sumber dana yang berasal dari pinjaman atau hutang akan lebih efektif dalam mengahasilkan laba (meningkatkan return on equity); demikian sebaliknya (Brigham, 2009). Perusahaan yang pertumbuhan labanya rendah akan berusaha menarik dana dari luar, untuk mendapatkan investasi dengan mengorbankan sebagian besar labanya. Sehingga perusahaan dengan pertumbuhan laba rendah akan semakin memperkuat hubungan antara DER yang berpengaruh negatif dengan profitabiltas. Dimana peningkatan utang akan mempengaruhi besar kecilnya laba perusahaan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya, yang ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar seluruh kewajibannya, karena semakin besar penggunaan utang maka semakin besar kewajibannya. Semakin tinggi DER menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaan, karena tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin tinggi, maka pengaruh antara DER dengan perubahan adalah negatif (Brigham, 2009). Universitas Sumatera Utara Pengaruh rasio total asset turnover terhadap perubahan laba bersih perusahaan adalah semakin cepat tingkat perputaran aktivanya maka laba bersih yang dihasilkan akan semakin meningkat, karena perusahaan sudah dapat memanfaatkan aktiva tersebut untuk meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatan. Kenaikan pendapatan dapat menaikkan laba bersih perusahaan (Mamduh, 2003). Pengaruh antara TATO dengan perubahan laba adalah positif. Rasio inventory turnover dapat digunakan untuk mengukur berapa kali rata-rata persediaan terjual selama satu periode tertentu. Semakin cepat persediaan tersebut terjual maka semakin cepat perusahan menciptakan piutang dagang dan menagih kasnya. Rasio ini menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam kegiatan usahanya, jumlah investasi yang ada dalam persediaanya dan siklus operasi untuk mengisi kasnya kembali. Rasio ini dapat dihitung dengan membagi biaya pokok penjualan dengan persediaan (Henry Simamora, 2000). Penilaian terhadap kemampuan persediaan untuk dikonversikan menjadi kas melalui penjualan dapat dijadikan sebagai indikator tentang seberapa besar profit margin yang dapat direalisasikan di kemudian hari karena persediaan disajikan didalam neraca berdasar biaya yang paling rendah diantara biaya pokok dan biaya pasarnya. Rasio inventory turnover juga dapat digunakan untuk menilai kualitas dan likuiditas persediaan untuk dikonversikan menjadi kas agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Persediaan merupakan salah satu unsur modal kerja (working capital). Perputaran persediaan yang semakin cepat akan mengakibatkan kenaikan pendapatan dan dapat meningkatkan laba bersih perusahaan di masa yang akan datang (Nurjanti, 2003). Rasio gross profit margin dapat digunakan untuk mengukur efisiensi produksi, penentuan harga jual dan keuntungan yang diperoleh setelah produk tersebut dijual Universitas Sumatera Utara (Munawir, 2000). Bagi perusahaan dagang dan manufaktur, angka rasio gross profit margin yang rendah menandakan bahwa perusahaan tersebut rawan terhadap perubahan harga, baik harga jual maupun harga pokok. Perubahan harga jual atau harga pokok dapat mempengaruhi laba perusahaan yang diperoleh. Dalam keadaan kondisi normal gross profit margin harus bernilai positif karena menunjukkan perusahaan tersebut dapat menjual produknya di atas harga pokoknya sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian (Jopie Jusuf, 2000). Pengaruh gross profit margin terhadap perubahan laba bersih perusahaan adalah semakin tinggi nilai rasio ini maka laba bersih yang dihasilkan akan semakin meningkat. Hal tersebut menandakan bahwa laba kotor yang dihasilkan dapat menutup biaya yang bervariasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan (Jopie Jusuf, 2000). 2. Hipotesis Penelitian Menurut Erlina (2008), “hipotesis adalah proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal, atau di uji kebenarannya mengenai struktur atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena”. Hipotesis merupakan penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Ha : Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover dan Gross Profit Margin secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Universitas Sumatera Utara BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pengertian desain penelitian menurut Erlina (2008) adalah suatu rencana dan struktur penelitian yang dibuat sedemikian rupa agar diperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan desain kausal yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Sugiyono , 2004). B. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2004). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2006 hingga tahun 2009 yang berjumlah 17 perusahaan. Dari populasi yang ada akan diambil sejumlah tertentu sebagai sampel. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,2004). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2004). Pertimbangan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan Otomotif yang terdaftar di BEI tahun 2006-2009 Universitas Sumatera Utara 2. Perusahaan tersebut tidak di delisting pada tahun 2006-2009 3. Perusahaan tersebut telah menerbitkan dan melaporkan laporan keuangan yang telah diaudit secara teratur selama tahun 2006-2009 4. Laporan keuangan yang diterbitkan harus memiliki unsur-unsur komponen penelitian. Berdasarkan kriteria yang telah dikemukakan sebelumnya maka perusahaan yang menjadi sampel pada penelitian ini berjumlah 13 perusahaan dengan 52 unit analisis (13 x 4 tahun). Daftar perusahaan yang dijadikan sebagai sampel dapat dilihat pada Tabel 8.1 Tabel 3.1 Proses Seleksi Sampel N o. 1 2 3 4 5 6 7 8 Kode Emiten ASII AUTO BRAM GDYR GJTL INDS INTA IMAS 9 10 11 12 13 14 15 16 17 LPIN MASA NIPS ADMG PRAS SUGI SMSM TURI UNTR Perusahaan Astra International Tbk Astra Otoparts Tbk Indo kordsa Tbk Goodyear Indonesia Tbk Gajah Tunggal Tbk Indospring Tbk Intraco Penta Tbk Indomobil Sukses Internasional Tbk Multi Prima Sejahtera Tbk Multistrada Arah Sarana Tbk Nipress Tbk Polychem Indonesia Prima Alloy Steel Tbk Sama Persada Tbk Selamat Sempurna Tbk Tunas Ridean Tbk United Tractor Tbk 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kriteria 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Sampel 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Sumber : ICMD 2008 & www.idx.co.id Universitas Sumatera Utara C. Jenis dan Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (Sugiyono, 2004). Sifat data ini adalah data deret waktu (time series), yaitu data yang merupakan hasil pengamatan dalam suatu rentang waktu tertentu. Sumber data yang diteliti dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder merupakan data/informasi yang telah diolah dan diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI periode 2006-2009, melalui situs resmi milik Bursa Efek Indonesia, yaitu www.idx.co.id serta ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). D. Metode Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan teknik dokumentasi yaitu teknik mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini, dapat berupa catatan, laporan keuangan maupun informasi lainnya. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama dilakukan melalui studi pustaka, yakni jurnal akuntansi dan buku- buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pada tahap yang kedua, pengumpulan data dilakukan dengan cara mendownload situs www.idx.co.id dan dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD). E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel Definisi operasional adalah menjelaskan karakteristik dari obyek kedalam elemen-elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dan dioperasionalkan ke dalam penelitian (Erlina,2008). Universitas Sumatera Utara Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel independen (bebas), merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain (Erlina, 2008). Variabel independen (bebas) yang digunakan dalam penelitian ini adalah current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover, dan gross profit margin Variabel independen disimbolkan dengan “X1” (current ratio), “X2” (debt to equity ratio), “X3” (total assets turn over), “X4” (inventory turnover), “X5” (gross profit margin). 2. Variabel dependen (terikat), merupakan variabel yang dijelaskan atau yang dipengaruhi oleh variabel independen (Erlina, 2008). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan laba, dimana variabel dependen disimbolkan dengan “Y”. Universitas Sumatera Utara Tabel 3.2 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Current Ratio (X1) Debt to Equity Ratio (X2) Total Assets Turnove r (X3) Inventor y Turnove r (X4) Gross Profit Margin (X6) Perubah an Laba (Y) Defenisi Variabel Current Ratio, yaitu kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancar dengan aktiva lancar yang tersedia Debt to equity ratio, yaitu mengukur sejauh mana modal pemilik dapat menutupi utang kepada pihak luar Total assets turnover, yaitu tingkat efisiensi penggunaan total aktiva untuk menghasilkan penjualan Inventory turnover menunjukkan berapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal Gross profit margin, yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor Perubahan laba, yaitu peningkatan atau penurunan laba bersih Rumus Skala Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Sumber: Data diolah penulis, 2011 Universitas Sumatera Utara F. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik. Peneliti melakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik sebelum melakukan hipotesis. 1. Pengujian Asumsi Klasik Penggunaan analisis regresi dalam statistik harus bebas dari asumsi-asumsi klasik seperti normalitas data, autokorelasi, heterokedasitas dan asumsi-asumsi klasik lainnya. Adapun pengujian asumsi klasik yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini diperlukan karena untuk melakukan uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal (Erlina, 2008). Cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan menganalisis grafik. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas, demikian sebaliknya. Menurut Ghozali (2006), ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik. 1) Analisis Grafik Untuk melihat normalitas data dapat dilakukan dengan melihat histrogram atau pola distribusi data. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histrogram dari nilai residualnya. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau gafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Universitas Sumatera Utara 2) Analisis Statistik Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik Kolmogorov Smirnov (K-S). Pedoman pengambilan keputusan rentang data tersebut mendekati atau merupakan distribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat dari: a) Nilai Sig. atau signifikan atau probabilitas <0,05, maka distribusi data adalah tidak normal, b) Nilai Sig. atau signifikan atau probabilitas >0,05, maka distribusi data adalah normal (Ghozali,2006). b. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model ditemukan adanya korelasi diantara variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Multikolinearitas adalah situasi adanya korelasi variabel-variabel independen antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini kita sebut variabel-variabel bebas yang bersifat orthogonal adalah variabel yang memiliki nilai korelasi diantara sesamanya sama dengan nol. Jika terjadi korelasi sempurna diantara sesama variabel bebas, maka konsekuensinya (Erlina, 2008) adalah: 1) Koefisien-koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir. 2) Nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tak terhingga. Apabila terjadi korelasi antar variabel independen, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Pengujian multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat Variance Inflation Factor (VIF) dan korelasi di antara variabel independen. Jika nilai VIF > 10 atau nilai tolerance < 0,10 maka terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2006). Ada dua cara yang dapat dilakukan jika terjadi multikolinearitas (Erlina, 2008) yaitu: Universitas Sumatera Utara 1) Mengeluarkan salah satu variabel, misalnya variabel independen A dan B saling berkolerasi kuat, maka bisa dipilih A atau B yang dikeluarkan dari model regresi. 2) Menggunakan metode lanjut seperti Regresi Bayesian atau Regresi Ridge. c. Uji Heterokedasitas Tujuan dari pengujian heterokedasitas ini adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lainnya tetap, maka disebut homoskedastitas (Erlina, 2008). Deteksi ada tidaknya gejala heterokedastitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu. Jika membentuk pola tertentu maka telah terjadi gejala heterokedasitas. d. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 atau sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual atau kesalahan pengganggu tidak bebas dari satu observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu time series karena “gangguan” pada seorang individu/kelompok cenderung mempengaruhi “gangguan” pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pada penelitian ini, uji autokorelasi dilakukan dengan uji Durbin Watson, karena uji ini yang umum digunakan. Uji ini hanya digunakan untuk korelasi tingkat pertama (first order autokorelasi) dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi (Ghozali, 2006) berikut: Universitas Sumatera Utara Hipotesis Nol Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada autokorelasi, positif atau negatif Keputusan Tolak No decision Tolak No decision Tidak ditolak Jika 0 < d < dl dl < d < du 4 - dl < d < 4 4 - du < d < 4 - dl du < d < 4 -du 2. Pengujian Hipotesis Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diuji dengan analisis regresi berganda. Model persamaannya adalah sebagai berikut : Y = α + β1LN_X1 + β2LN_X2 + β3LN_X3 + β4LN_X4 + β5LN_X5 + ε Keterangan : Y = Variabel independen dalam hal ini perubahan laba yang α = koefisien penentu yang menyatakan perubahan rata-rata LN_ X1 = variabel independen pertama yaitu Current Ratio yang telah ditransformasikan LN_ X2 = variabel independen keduan yaitu Debt to Equity Ratio yang telah ditransformasikan LN_ X3 = variabel independen ketiga yaitu Total Assets Turnover yang telah ditrasformasikan LN_ X4 = variabel independen keempat yaitu Inventory Turnover yang telah ditrasformasikan LN_ X5 = variabel independen kelima yaitu Gross Profit Margin yang telah ditrasformasikan Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan: Universitas Sumatera Utara 1. Uji t Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual menerangkan variasi-variasi dependen (Ghozali, 2006). Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi thitung dengan ketentuan: a. Jika thitung < ttabel pada α 0.05 maka Ha ditolak, dan b. Jika thitung > ttabel pada α 0.05 maka Ha diterima. 2. Uji F Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali, 2006). Dalam uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi Fhitung dengan ketentuan: a. Jika Fhitung < Ftabel pada α 0.05 maka Ha ditolak, dan b. Jika Fhitung > Ftabel pada α 0.05 maka Ha diterima. Universitas Sumatera Utara G. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian direncanakan sebagai berikut: Tahapan Penelitian Jul Ags Feb Mar Apr Mei Jun 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengajuan judul skripsi Pengajuan Proposal Bimbingan dan perbaikan proposal Seminar Proposal Pengumpul an dan Pengolahan data Bimbingan dan penyelesaia n Skripsi Ujian Comprehen sive Universitas Sumatera Utara BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Dekripsi Data Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Data yang digunakan merupakan data laporan keuangan publikasi pada perusahaan otomotif yang sudah diaudit selama periode 2006-2009. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, didapat 13 perusahaan otomotif yang memenuhi kriteria dan dijadikan sampel dalam penelitian ini dan diamati selama periode 2006-2009. B. Statistik Deskriptif Berikut ini merupakan data statistik secara umum dari seluruh data yang digunakan: Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum CR 52 2.0581 2.71655 .56 20.35 DER 52 3.4237 9.20406 .14 64.71 TATO 52 1.0712 .45642 .27 2.76 ITO 52 5.7623 4.97773 .59 23.88 GPM 52 .1817 .13419 .04 1.00 PL 52 3.5012 22.26977 -20.21 148.12 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17,2011 Universitas Sumatera Utara Dari tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa: 1. Variabel CR (X1) memiliki nilai minimum (terkecil) 0,56 dan nilai maksimum (terbesar) 20,35 dengan mean (nilai rata-rata) CR adalah 2,0581 dengan standar deviasi variabel ini adalah 2,71655. 2. Variabel DER (X2) memiliki nilai minimum (terkecil) 0,14 dan nilai maksimum (terbesar) 64,71 dengan mean (nilai rata-rata) DER adalah 3,4237 dengan standar deviasi variabel ini adalah 9,20406. 3. Variabel TATO (X3) memiliki nilai minimum (terkecil) 0,27 dan nilai maksimum (terbesar) 2,76 dengan mean (nilai rata-rata) TATO adalah 1,0712 dengan standar deviasi variabel ini adalah 0.45642. 4. Variabel ITO (X4) memiliki nilai minimum (terkecil) 0,59 dan nilai maksimum (terbesar) 23,88 dengan mean (nilai rata-rata) ITO adalah 5,7623 dengan standar deviasi variabel ini adalah 4,97773. 5. Variabel GPM (X5) memiliki nilai minimum (terkecil) 0,04 dan nilai maksimum (terbesar) 1,00 dengan mean (nilai rata-rata) GPM adalah 0,1817 dengan standar deviasi variabel ini adalah 0,13419. 6. Variabel PL memiliki nilai minimum (terkecil) -20,21 dan nilai maksimum (terbesar) 148,12 dengan mean (nilai rata-rata) PL adalah 3,5012 dengan standar deviasi variabel ini adalah 22,26977. 7. Jumlah sampel yang ada sebanyak 52. Universitas Sumatera Utara C. Pengujian Asumsi Klasik Syarat yang mendasari penggunaan model regresi berganda dengan metode estimasi Ordinary Least Squares (pangkat kuadrat terkecil biasa) adalah dipenuhinya semua asumsi klasik, agar hasil pengujian bersifat tidak bias (Best Linear Unbiased Estimator/BLUE) (Ghozali,2006). Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik. 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ada variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini diperlukan karena melakukan uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal (Erlina, 2008). Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu analisis grafik yang terdiri dari histogram dan normal probability plot dan analisis statistik dengan menggunakan uji nonparametric Kolmogorov Smirnov (K-S). Uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan membuat hipotesis: H0 : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal Hasil uji normalitas dengan menggunakan tes Kolmogorov Smirnov (K-S) adalah sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara Tabel 4.2 Hasil uji Kolmogorov-Smirnov sebelum transformasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CR N Normal Mean a,,b Parameters Std. Deviation DER TATO ITO GPM PL 52 52 52 52 52 52 2.0581 3.4237 1.0712 5.7440 .1817 3.5012 2.71655 9.20406 .45642 4.98815 .13419 22.26977 Most Extreme Absolute Differences Positive .334 .361 .108 .170 .244 .446 .334 .354 .108 .170 .244 .446 Negative -.302 -.361 -.057 -.157 -.163 -.318 Kolmogorov-Smirnov Z 2.411 2.601 .781 1.225 1.761 3.216 .000 .000 .576 .099 .004 .000 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17,2011 Dari tabel 4.2, terlihat bahwa signifikansi atau probabilitas dari residual variabel independen lebih kecil dari 0,05 hal ini menunjukkan distribusi data residual tidak normal. Dengan demikian Ha diterima bahwa residual tidak berdistribusi normal. Uji t dan uji F mensyaratkan distribusi residual harus normal, karena residual dalam penelitian ini tidak berdistribsi normal perlu dilakukan tindakan penormalan data. Ghozali (2006) menyatakan bahwa jika asumsi normalitas data residual tidak terpenuhi maka variabel independen dan dependen dapat ditranformasi ke dalam bentuk fungsi logaritma natural. Setelah dilakukan transformasi maka didapatkan hasil pengujian sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara Tabel 4.3 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Setelah Transformasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test LN_TAT LN_CR LN_DER O LN_ITO LN_GPM LN_PL N 52 52 52 52 52 30 .4817 .3479 -.0308 1.4605 -1.8574 -.2279 .56046 1.14422 .47890 .76887 .139 .081 .140 .085 .122 .171 .139 .081 .112 .085 .117 .171 -.091 -.076 -.140 -.077 -.122 -.143 Kolmogorov-Smirnov Z .999 .583 1.013 .610 .877 .939 Asymp. Sig. (2-tailed) .271 .886 .256 .851 .426 .341 Normal Mean a, Parameters Std. ,b Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative .53146 1.91013 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17,2011 Dari hasil uji Kolmogorov-Smirnov, dapat dilihat bahwa semua variabel baik variabel CR, DER, TATO, ITO, GPM maupun perubahan laba memiliki data yang terdistribusi secara normal karena nilai signifikan dari seluruh variabel diatas nilai signifikannya > 0,05 (5%). Secara lengkap ditunjukkan oleh data sebagai berikut: 1. Nilai signifikan CR 0,271 > 0,05 maka Ho diterima. 2. Nilai siginifikan DER 0,886 > 0,05 maka Ho diterima. 3. Nilai signifikan TATO 0,256 > 0,05 maka Ho diterima. 4. Nilai signifikan ITO 0,760 > 0 maka Ho diterima. 5. Nilai signifikan GPM 0,426 > 0.05 maka Ho diterima. 6. Nilai signifikan Perubahan Laba 0,341 > 0.05 maka Ho diterima Universitas Sumatera Utara Dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai observasi data telah terdistribusi secara normal dan dapat dilanjutkan dengan uji asumsi klasik lainnya. Selain menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, untuk mengetahui normalitas data secara kasat mata dapat dilihat dari grafik histogram dari data sampel, apakah membentuk kurva normal atau tidak dan juga dapat dilihat melalui grafik PP Plots. Suatu data akan terdistribusi normal jika nilai profitabilitas yang diharapkan adalah sama dengan nilai profitabilitas pengamatan. Pada grafik PP Plots, kesamaan antara nilai profitabilitas harapan dan profitabilitas pengamatan ditunjukkan dengan garis diagonal yang merupakan perpotongan antara garis profitabilitas harapan dan profitabilitas pengamatan. Berikut ini merupakan hasil pengujian normalitas dalam bentuk grafik histogram dan grafik PP Plots Gambar 4.1 Uji normalitas (1) Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.2 Uji Normalitas (2) Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Dari grafik histogram pada gambar 4.1 dan grafik PP Plots pada gambar 4.2 dapat disimpulkan bahwa grafik histogram pola distribusi yang tidak menceng ke kanan maupun ke kiri menunjukkan distribusi normal. Sedangkan pada grafik PP Plots terlihat titik-titik menyebar di sekitar/mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Kedua grafik menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan karena memenuhi normalitas data. 2. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan dimana variabel-variabel independen dalam persamaan regresi mempunyai korelasi (hubungan) yang erat satu sama lain (Pratisto, 2009). Pengujian multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat Variance Inflation Factor (VIF) dan korelasi di antara variabel independen. Jika nilai VIF > 10 atau tolerance < 0,10 maka terjadi Universitas Sumatera Utara multikolinearitas sedangkan apabila nilai VIF < 10 atau nilai tolerance > 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil dari uji multikolinearitas dapat kita lihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 Tolerance VIF (Constant) LN_CR .823 1.215 LN_DER .905 1.105 LN_TATO .675 1.482 LN_ITO .497 2.014 LN_GPM .714 1.401 a. Dependent Variable: LN_PL Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Dari tabel 4.4 terlihat bahwa nilai VIF untuk LN_CR 1,215, nilai VIF untuk LN_DER 1,105, nilai VIF untuk LN_ TATO 1,482, nilai VIF LN_ITO 2,014 dan nilai VIF LN_GPM 1,401. Nilai tolerance untuk LN_CR 0,823, nilai tolerance untuk LN_DER 0,905, nilai tolerance untuk LN _ TATO 0,675, nilai tolerance LN_ITO 0,497 dan nilai tolerance untuk LN_GPM 0,714. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas antara variabel independen, dengan dasar nilai VIF untuk setiap variabel tidak ada yang melebihi 10 dan nilai tolerance tidak ada yang kurang dari 0,1 maka dapat dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan model regresi linear berganda. Universitas Sumatera Utara 3. Uji Heterokedasitas Uji heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, (Ghozali, 2006). Jika variance dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedasitas dan jika berbeda disebut heterokedasitas”. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedasitas. Untuk menghilangkan heterokedasitas dapat dengan mengonversi ke dalam bentuk logaritma atau dengan menjalan regresi dengan sistem kuadrat terkecil tertimbang (weigthed least square), (Pratisto, 2009). Cara mendeteksi ada tidaknya gejala hetorokedasitas adalah dengan melihat grafik scatterplot yang dihasilkan dari pengolahan data menggunakan program SPSS. Dasar pengambilan keputusan (Pratisto, 2009) adalah sebagai berikut: a. Jika diagram pencar yang ada membentuk pola tertentu, regresi mengalami gangguan heterokedasitas. b. Jika diagram pencar tidak membentuk pola atau acak, regresi tidak mengalami gangguan heterokedasitas. Berikut ini adalah grafik scatterplot untuk menganalisis apakah terjadi gejala heterokedasitas atau tidak dengan mengamati penyebaran titik-titik pada grafik. Universitas Sumatera Utara Gambar 4.3 Uji Heterokedasitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dengan tidak adanya pola yang jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedasitas sehingga model ini layak dipakai untuk memprediksi perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan masukan variabel independen Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover, dan Gross Profit Margin. 4. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada Universitas Sumatera Utara data runtut waktu (time series) karena “gangguan” pada seseorang individu/kelompok cenderung mempengaruhi “gangguan” pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. (Ghozali, 2006) Hasil dari uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.5 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model 1 R R Square a .514 .265 Adjusted R Square .112 Std. Error of the Estimate 1.80015 DurbinWatson 1.578 a. Predictors: (Constant), LN_GPM, LN_TATO, LN_DER, LN_CR, LN_ITO b. Dependent Variable: LN_PL Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Berdasarkan tabel 4.5 diatas, diketahui bahwa nilai DW sebesar 1,578. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel sebanyak 30 (n = 30) dan jumlah variabel independen sebanyak 5, (maka dari tabel statistik Durbin-Watson didapatkan nilai batas bawah (DL) sebesar 1,0706 dan nilai batas atas (DU) sebesar 1,8326. Oleh karena itu, nilai DW berada diantara DL dan DU (1,0706 < 1,578 < 1,8326), maka dapat disimpulkan bahwa tidak dapat diketahui terjadi autokorelasi atau tidak. Sedangkan menurut Sunyoto (2009), uji autokorelasi dapat menggunakan Durbin Watson test, dengan kriteria jika nilai Durbin Watson di antara -2 sampai +2 maka tidak terdapat gejala autokorelasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dikarenakan nilai Durbin Watson berada diantara -2 dan 2 yaitu 1,575 (-2 < 1,578 < 2). D. Pengujian Hipotesis Universitas Sumatera Utara Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program statistik SPSS 17, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.6 Model Summary Model Summaryb Model R 1 .515a R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate .265 .112 1.80015 a. Predictors: (Constant), LN_GPM, LN_TATO, LN_DER, LN_CR, LN_ITO b. Dependent Variable: LN_PL Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Pada model summary diatas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai R atau koefisien korelasi sebesar 0,515 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan perubahan laba (variabel dependen) dengan CR, DER, TATO, ITO,dan GPM (variabel independen) mempunyai hubungan yang kuat yaitu sebesar 51,50%. Dikatakan kuat karena angka tersebut diatas 0,5 (50%). Nilai R Square atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,265 (berasal dari 0,515 x 0,515). Angka ini mengindikasikan bahwa perubahan laba (variabel dependen) mampu dijelaskan oleh CR, DR, TATO, ITO dab GPM (variabel inpenden) sebesar 26,5% sedangkan selebihnya sebesar 73,5% (100% - 26,5%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Kemudian Standard Error of the Estimate (SEE) adalah 1,80015 lebih kecil dari standar deviasi perubahan laba yaitu sebesar 1,91013 (lihat Tabel 4.3), maka model regresi dapat digunakan. Pengujian hipotesis dilakukan dalam dua tahap yaitu uji t dan uji F. pengaruh variabel bebas terhadap terikat secara parsial (secara individu) akan diketahui dengan menggunakan uji t. pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan (bersama-sama) akan diketahui dengan melakukan uji F. Universitas Sumatera Utara 1. Uji t (t-test) Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat secara invidu (parsial). Hasil pengolahan data dengan program statistik (SPSS 17) untuk uji t adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Standardized Coefficients Std. Error -.371 -1.921 .067 .269 .174 .945 .354 -1.945 .968 -.428 -2.009 .056 LN_ITO -.082 .637 -.032 -.129 .899 LN_GPM -.569 .772 -.153 -.737 .468 LN_TATO -1.131 .589 .254 Sig. .713 LN_DER 1.245 t -.373 LN_CR -.464 Beta a. Dependent Variable: LN_PL Pengujian untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut: a. Pengaruh current ratio (LN_CR) terhadap perubahan laba diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut: H0 : bLN_X1 = 0, artinya variabel CR (LN_X1) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Ha : bLN_X1 ≠ 0, artinya variabel CR (LN_X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Kriteria: H0 diterima jika thitung < ttabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Universitas Sumatera Utara Ha diterima jika thitung > ttabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05 1. Nilai t-hitung untuk variabel CR sebesar -1,921 sedangkan t-tabel adalah 2,01290 sehingga t-hitung < t-tabel (-1,921 < 2,01290), maka H0 diterima dan Ha ditolak artinya CR secara individual tidak mempengaruhi perubahan laba. 2. Signifikansi 0,067 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,067 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya CR tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. b. Pengaruh debt to equity ratio (LN_DER) terhadap perubahan laba diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut: H0 : bLN_X2 = 0, artinya variabel DER (LN_X2) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Ha : bLN_X2 ≠ 0 , artinya variabel DER (LN_X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Kriteria: H0 diterima jika thitung < ttabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika thitung > ttabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05 1. Nilai t-hitung untuk variabel DER sebesar 0,945 sedangkan t-tabel adalah 2,01290 sehingga t-hitung < t-tabel (0,945< 2,01290), maka H0 diterima dan Ha ditolak artinya DER secara individual tidak mempengaruhi perubahan laba. 2. Signifikansi 0,354 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,354 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya DER tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. c. Pengaruh total assets turnover (LN_TATO) terhadap perubahan laba diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara H0 : bLN_X3 = 0, artinya variabel TATO (LN_X3) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Ha : bLN_X3 ≠ 0, artinya variabel TATO (LN_X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Kriteria: H0 diterima jika thitung < ttabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika thitung > ttabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05 1. Nilai t-hitung untuk variabel TATO sebesar -2,009 sedangkan t-tabel adalah 2,01290 sehingga t-hitung < t-tabel (-2,009 < 2,01290), maka H0 diterima dan Ha ditolak artinya TATO secara individual tidak mempengaruhi perubahan laba. 2. Signifikansi 0,056 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,056> 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya TATO tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. d. Pengaruh inventory turnover (LN_ITO) terhadap perubahan laba diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut: H0 : bLN_X4 = 0, artinya variabel ITO (LN_X4) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Ha : bLN_X4 ≠ 0, artinya variabel ITO (LN_X4) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Kriteria: H0 diterima jika thitung < ttabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika thitung > ttabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05 Universitas Sumatera Utara 1. Nilai t-hitung untuk variabel ITO sebesar -0,129 sedangkan t-tabel adalah 2,01290 sehingga t-hitung < t-tabel (-0,129 < 2,01290), maka H0 diterima dan Ha ditolak artinya ITO secara individual tidak mempengaruhi perubahan laba. 2. Signifikansi 0,899 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,899> 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya ITO tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. e. Pengaruh gross profit margin (LN_GPM) terhadap perubahan laba diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut: H0 : bLN_X = 0, artinya variabel GPM (LN_X5) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Ha : bLN_X5 ≠ 0, artinya variabel GPM (LN_X5) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat perubahan laba. Kriteria: H0 diterima jika thitung < ttabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika thitung > ttabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05 1. Nilai t-hitung untuk variabel GPM sebesar -0,737 sedangkan t-tabel adalah 2,01290 sehingga t-hitung < t-tabel (-0,737 < 2,01290), maka H0 diterima dan Ha ditolak artinya GPM secara individual tidak mempengaruhi perubahan laba. 2. Signifikansi 0,468 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,468 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya GPM tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Universitas Sumatera Utara 2. Uji F Uji F dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil dari uji F dengan menggunakan program statistik 17 adalah sebagai berikut: Tabel 4.8 Uji Statistik F ANOVAb Sum of Squares Model 1 df Mean Square Regression 28.036 5 5.607 Residual 77.773 24 3.241 105.809 29 Total F 1.730 Sig. .166a a. Predictors: (Constant), LN_GPM, LN_TATO, LN_DER, LN_CR, LN_ITO b. Dependent Variable: LN_PL Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 17, 2011 Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh F-hitung sebesar 1,730 dengan tingkat signifikansi 0,166, sedangkan F-tabel sebesar 2,62 dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa CR, DER, TATO, ITO dan GPM tidak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap perubahan laba karena F-hitung < F-tabel ( 1,730 < 2,62 ) dan sig penelitian > 0,05 (0,166 > 0,05). Universitas Sumatera Utara Tabel 4.9 Uji Koefisien Determinasi Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardiz ed Coefficient s Model B 1 -.464 1.245 -1.131 .589 -.371 .823 1.215 .254 .269 .174 .905 1.105 -1.945 .968 -.428 .675 1.482 LN_ITO -.082 .637 -.032 .497 2.014 LN_GPM -.569 .772 -.153 .714 1.401 (Constant) LN_CR LN_DER LN_TATO Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF a. Dependent Variable: LN_PL Berdasarkan tabel koefisien regresi diatas pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = -0,464 - 1,131 LN_CR + 0,254 LN_DER - 1,945 LN_TATO -0,082LN_ITO - 0,569 LN_GPM Keterangan: Y = Perubahan Laba yang telah ditransformasi LN_CR = Current Ratio yang telah ditransformasi LN_DER = Debt to Equity Ratio yang telah ditransformasi LN_TATO= Total Assets Turnover yang telah ditrasformasi LN_ITO = Inventory Turnover yang telah ditrasformasi LN_GPM = Gross Profit Margin yang telah ditrasformasi Pada Unstandardized Coefficients, diperoleh nilai a, β1, β2, β3, β4, β5 sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara a. Nilai B Constant (a) = -0,464; nilai konstan ini menunjukkan bahwa jika CR, DER, TATO, ITO, dan GPM diabaikan (LN_variabel independen = 0) maka nilai perubahan laba yang dilihat dari nilai Y adalah sebesar -0,464. b. Koefisien CR sebesar - 1,131 menunjukkan bahwa setiap kenaikan CR satu satuan, maka perubahan laba akan menurun sebesar - 1,131 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. c. Koefisien DER sebesar 0,254 menunjukkan bahwa setiap kenaikan DER satu satuan, maka perubahan laba akan meningkat sebesar 0,254 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. d. Koefisien TATO sebesar -1,945 menunjukkan bahwa setiap kenaikan TATO satu satuan, maka perubahan laba akan menurun sebesar -1,945 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. e. Koefisien ITO sebesar -0,082 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ITO satu satuan, maka perubahan laba akan menurun sebesar -0,082 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. f. Koefisien GPM sebesar -0,569 menunjukkan bahwa setiap kenaikan GPM satu satuan, maka perubahan laba akan menurun sebesar -0,569 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. E. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian 1. CR (Current Ratio) Current ratio secara parsial tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang ditunjukkan oleh current ratio tidak diikuti Universitas Sumatera Utara oleh peningkatan atau penurunan perubahan laba. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil regresi yang menunjukkan bahwa nilai t hitung current ratio sebesar - 1,921 dengan nilai signifikansi sebesar 0,067 (tidak signifikan) yang berarti secara parsial variabel current ratio tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005), Efendi (2006) dan Eko Bastian (2010) yang menunjukkan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Ketidakmampuan current ratio dalam mempengaruhi perubahan laba dimungkinkan karena current ratio merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar yang belum tentu menghasilkan laba. Di perusahaan otomotif , aktiva lancarnya sebagian besar terdiri dari persedian bahan baku, bahan penolong, barang dalam proses, dan barang jadi. Besarnya nilai persediaan ini akan meningkatkan nilai current ratio, tetapi belum tentu menghasilkan laba karena perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk memproses persediaan tersebut menjadi barang jadi dan mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya pemeliharaan dan perbaikan kerusakan fisik. 2. DER (Debt to Equity Ratio) Variabel DER tidak diteliti dalam penelitian terdahulu. Peneliti sengaja menambahkannya untuk membedakan dengan penelitian sebelumnya. Hasil regresi secara parsial menjelaskan bahwa DER tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil regresi yang menunjukkan bahwa nilai t hitung debt to equity ratio sebesar – 0,945 dengan nilai signifikansi sebesar 0,354 (tidak signifikan) yang berarti secara parsial variabel current ratio tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Universitas Sumatera Utara 3. TATO (Total Assets Turnover) Total assets turnover secara parsial tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang ditunjukkan oleh total assets turnover tidak diikuti oleh peningkatan atau penurunan perubahan laba. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil regresi yang menunjukkan bahwa nilai t hitung total assets turnover sebesar -2,009 dengan nilai signifikansi sebesar 0,056 (tidak signifikan) yang berarti secara parsial variabel total assets turnover tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Efendi (2006) dan Eko (2010) yang menyatakan bahwa total assets turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Namun hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) yang menyatakan bahwa total assets turnover dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang. Ketidakmampuan total assets turnover dalam mempengaruhi perubahan laba karena total assets turnover hanya menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan yang belum tentu menghasilkan laba. Penjualan yang dihasilkan perusahaan akan dikurangi dengan harga pokok penjualan, seluruh biaya operasional, biaya lainnya, dan pajak penghasilan untuk memperoleh laba bersih yang akan digunakan untuk menghitung besarnya perubahan laba 4. ITO (Inventory Turnover) Inventory turnover secara parsial tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang ditunjukkan oleh inventory turnover tidak diikuti oleh peningkatan atau penurunan perubahan laba. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil regresi yang menunjukkan bahwa nilai t hitung inventory turnover sebesar -0,129 Universitas Sumatera Utara dengan nilai signifikansi sebesar 0,899 (tidak signifikan) yang berarti secara parsial variabel inventory turnover tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) yang menyatakan bahwa inventory turnover berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Ketidakmampuan inventory turnover dalam mempengaruhi perubahan laba karena inventory turnover hanya menunjukkan efektivitas perusahaan dalam mengelola persediaannya untuk menghasilkan penjualan yang belum tentu menghasilkan laba. Pengelolaan persediaan yang baik dari perusahaan khususnya perusahaan manufaktur dapat membantu perusahaan meningkatkan penjualannya, namun tidak menjamin perusahaan akan menerima laba karena penjualan yang dihasilkan akan dikurangi harga pokok penjualan, biaya operasional, biaya lainnya dan pajak penghasilan. 5. GPM (Gross Profit Margin) Gross profit margin secara parsial tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang ditunjukkan oleh gross profit margin tidak diikuti oleh peningkatan atau penurunan perubahan perubahan laba. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil regresi yang menunjukkan bahwa nilai t hitung untuk gross profit margin sebesar -0,737 dengan signifikansi sebesar 0,468 (tidak signifikan) yang berarti secara parsial variabel gross profit margin tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) dan Eko Bastian (2010) yang menyatakan bahwa gross profit margin tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian Universitas Sumatera Utara yang telah dilakukan oleh Efendi (2006) yang menyatakan bahwa gross profit margin berpengaruh signifikan terhadap perubahan. Ketidakmampuan gross profit margin dalam mempengaruhi perubahan laba dapat disebabkan karena gross profit margin merupakan perbandingan antara laba kotor dengan penjualan. Gross profit margin hanya memperhitungkan laba kotor tanpa memperhitungkan seluruh biaya penjualan, biaya administrasi dan umum, biaya lainnya dan pajak penghasilan yang besarnya berbeda setiap tahun sehingga dapat mengakibatkan penurunan terhadap laba yang diperoleh atau bahkan perusahaan mengalami kerugian. Dalam penelitian ini, pengolahan data tidak hanya dilakukan dengan uji t, tetapi juga dengan melakukan uji F. Hasil penelitian yang dilakukan dengan uji F menunjukkan bahwa variabel current ratio, debt to equity ratio, total assets turnover, inventory turnover dan gross profit margin juga tidak berpengaruh secara simultan, dimana nilai F-hitung < F-tabel (1,730 < 2,62) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji statistik F adalah sebesar 0,166 yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Nilai signifikansi 0,166 > 0,05 sehingga secara simultan tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Universitas Sumatera Utara A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Penelitian yang dilakukan dengan objek penelitian perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan 2006-2009, dengan menggunakan 13 perusahaan sampel. 2. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan uji t, memberikan bukti empiris bahwa variabel current ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai t-hitung < ttabel (-1,921 < 2,01290) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji t adalah sebesar 0,067, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005), Efendi (2006) dan Eko Bastian (2010) yang menunjukkan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap perubahan laba. 3. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan uji t, memberikan bukti empiris bahwa variabel debt to equity ratio tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Nilai t-hitung < t-tabel (0,945< 2,01290) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji t adalah sebesar 0,354, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. 4. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan uji t, memberikan bukti empiris bahwa variabel total assets turnover tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Nilai t-hitung < t-tabel (-2,009 < 2,01290) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji t Universitas Sumatera Utara adalah sebesar 0,056, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Efendi (2006) dan Eko(2010) yang menyatakan bahwa total assets turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Namun hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) yang menyatakan bahwa total assets turnover dapat digunakan untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang. 5. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan uji t, memberikan bukti empiris bahwa variabel inventory turnover tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai t-hitung < t-tabel (-0,129< 2,01290) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji t adalah sebesar 0,899, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) yang menyatakan bahwa inventory turnover berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. 6. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan uji t, memberikan bukti empiris bahwa variabel gross profit margin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai t-hitung < t-tabel (-0,737 < 2,01290) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji t adalah sebesar 0,468, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purnawati (2005) dan Eko Bastian (2010) yang menyatakan bahwa gross profit margin tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Namun hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Efendi (2006) yang menyatakan bahwa gross profit margin berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba. Universitas Sumatera Utara 7. Secara simultan, penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) dan GPM (gross profit margin) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nilai F-hitung < F-tabel (1,730 < 2,62) dan nilai signifikansi yang diperoleh dari uji statistik F adalah sebesar 0,166, yang berarti nilainya lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan yang di teliti tidak dapat digunakan dalam memprediksi perubahan laba khususnya pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan sebagai berikut. 1. Objek penelitian yang digunakan untuk dianalisis sebagai sampel terbatas pada perusahaan-perusahaan otomotif dengan jumlah 13 perusahaan dan sampel sebanyak 52. 2. Periode penelitian yang diamati adalah tahun 2006 sampai dengan tahun 2009. 3. Peneliti melakukan penelitian terhadap perubahan laba hanya pada jumlah rasio keuangan yang terbatas, yaitu rasio CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) dan GPM (Gross Profit Margin) , dengan mengabaikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perubahan laba, seperti kebijakan manajemen, serta rasio-rasio keuangan yang lain. C. Saran Beberapa saran yang bisa diberikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Universitas Sumatera Utara 1. Pihak manajemen agar memperhatikan jumlah aktiva lancar, aktiva tidak lancar, kewajiban jangka pendek, dan kewajiban jangka panjang pada perusahaan yang dapat mempengaruhi perubahan laba karena perubahan aktiva dan kewajiban dapat mempengaruhi perubahan laba perusahaan. 2. Perusahaan harus meminimalisir aktiva lancar karena aktiva lancar yang berlebih tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan, dan juga aktiva lancar menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap. 3. Perusahaan sebaiknya memanfaatkan aktivanya atau melakukan perputaran aktiva dengan cepat untuk meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan atau laba. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston, 2009. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Buku Satu, Edisi Kesepuluh, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto. Jakarta: Salemba Empat. Chariri, Anis dan Imam Ghozali. 2003. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Damanik, Eko Bastian. 2010. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri barang Konsumen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Akuntansi. Universitas Sumatera Utara, Medan. Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan, Edisi kesatu. Yogyakarta: Andi. Efendi, Gatot, 2006. “Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Otomotif dan Industri Terkait Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”, Skripsi Akuntansi. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Erlina. 2008. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Kedua. Medan: USU Press. Ghozali, Imam, 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. dengan Program SPSS. Harahap, Sofyan Syafri, 2006. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Edisi Pertama. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Henry Simamora. 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan dan Bisnis. Jakarta : Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Indonesia. Jakarta : Salemba Empat. Jopie Jusup.2000. Analisis Kredit untuk Account Officer. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Kasmir. 2009. Analisis laporan keuangan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim.2003. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Martono dan Agus Harjito.2005. Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Yogyakarta : Ekonisia. Munawir, S. 2000. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta : Liberty. Universitas Sumatera Utara Pratisto, Arif. 2009. Statistik Menjadi Mudah Dengan SPSS 17. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. Ps, Djarwanto. 2004. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kedua. Yogyakarta : Badan Penerbit Gajah Mada. Purnawati, Lina, 2005. “Kemampuan Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan Laba”, Skripsi Akuntansi. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Sunyoto, Danang. 2009. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Edisi Pertama. Yogyakarta : Media Pressindo. Syamsuddin, Lukman. 2000. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi Dalam: Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan, Edisi Baru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Takarani, Nurjanti dan Erni Ekawati. 2003. “Analisis Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba pada Perusahaan Manufaktur di Pasar Modal Indonesia”. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi. Vol. 6,No 3. Van Horne, James C dan John M. Wachowicz, Jr. 2005. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan,Buku Satu, Edisi Kedua Belas, Alih Bahasa oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. Jakarta : Salemba Empat. Wild, John J., K. R. Subramanyam, dan Robert F. Halsey. 2005. Analisis Laporan Keuangan, Buku Satu, Edisi Kedelapan, Alih Bahasa oleh Yanivi S. Bachtiar dan S. Nurwahyuni Harahap, Jakarta : Salemba Empat. www.idx.co.id Universitas Sumatera Utara Lampiran I.1 No Emiten 2006 AKTIVA LANCAR (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 2009 2006 UTANG LANCAR (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 2009 1. AUTO 1,288,865 1,639,393 1,862,813 2,131,336 737,514 758,853 873,185 980,428 BRAM 837,970 911,770 978,226 656,111 212,990 183,230 446,467 190,875 GDYR 309,609 328,725 445,533 398,615 143,879 243,072 229,429 440,561 GJTL 2,423,220 3,445,377 3057108 3375286 1,247,198 1,560,032 2,071,221 1,333,179 INDS 238,116 355,938 683009 413211 241,924 332,489 635,364 324,809 INTA 702,514 772,833 1009143 851625 208,189 301,144 469,590 487,724 LPIN 35,991 100,195 126,689 95,004 45,166 58,903 97,360 41,850 MASA 176,861 354,389 615608 735307 315,171 268,271 688,819 855,759 NIPS 100,134 173,977 180,981 168,641 92,728 157,453 174,852 169,915 PRAS 437,852 378,230 372438 241202 405,159 360,122 368,834 11,854 SMSM 412,789 474,854 555214 574889 207,571 277,815 305,410 362,255 TURI 1,546,163 1,732,262 2,038,331 840,591 1,349,190 1,510,338 1,445,037 620,680 UNTR 5,402,542 7,036,656 12,883,590 11,969,001 4,049,798 5,253,733 7,874,135 7,225,966 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 11 12 13 Universitas Sumatera Utara Lampiran I.2 No Emiten CURRENT RATIO (CR) CR (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI CR SESUDAH TRANSFORMASI 2006 2007 2008 2009 2006 2007 2008 2009 AUTO 1.75 2.16 2.13 2.17 0.56 0.77 0.76 0.77 BRAM 3.93 4.98 2.19 3.44 1.37 1.61 0.78 1.24 GDYR 2.15 1.35 1.94 0.90 0.77 0.30 0.66 -0.11 GJTL 1.94 2.21 1.48 2.53 0.66 0.79 0.39 0.93 INDS 0.98 1.07 1.07 1.27 -0.02 0.07 0.07 0.24 INTA 3.37 2.57 2.15 1.75 1.21 0.94 0.77 0.56 LPIN 0.80 1.70 1.30 2.27 -0.22 0.53 0.26 0.82 MASA 0.56 1.32 0.89 0.86 -0.58 0.28 -0.12 -0.15 NIPS 1.08 1.10 1.04 0.99 0.08 0.10 0.04 -0.01 PRAS 1.08 1.05 1.01 20.35 0.08 0.05 0.01 3.01 SMSM 1.99 1.71 1.82 1.59 0.69 0.54 0.60 0.46 TURI 1.15 1.15 1.41 1.35 0.14 0.14 0.34 0.30 UNTR 1.33 1.34 1.64 1.66 0.29 0.29 0.49 0.51 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran I.3 No Emiten 2006 TOTAL UTANG (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 1. 1,066,929 2009 2006 TOTAL EKUITAS (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 2009 455,162 455,733 1,864,461 2,261,414 2652,969 3,208,778 462,352 228,273 176,767 833,625 894,006 998,024 981,987 280,137 725,600 712,275 281,233 299,524 296,728 415,354 6,068,879 7,064,134 6,206,486 2,135,242 2,385,814 1649,425 2,670,660 520,430 809,551 455,573 68,835 78,723 108,674 165,565 543,728 808,594 682,054 310,576 320,090 328,623 357,456 61,413 100,334 45,095 61,447 77,840 82,603 92,813 511,231 1,094,227 1,076,388 721,622 1,287,942 1,284,797 1,459,657 1,094,734 AUTO 2. BRAM 507,215 GDYR 173,618 3. 4. GJTL 5,140,783 INDS 421,649 INTA 521,270 47,299 5. 6. 7. LPIN 8. MASA 712,066 192,819 201,689 187,473 88,934 95,328 123,318 127,003 NIPS 131,294 466,367 413,393 440,567 342,177 126,793 129,567 78,536 114,753 239,648 316,557 383,532 443,830 451,062 482,204 546,221 497,821 2,183,994 2,488,969 2,558,698 770,475 673,853 856,276 39,538 37,217 6,606,651 7,216,432 11,716,114 10,561,118 4,594,437 5,733,335 11,131,60 7 13,843,71 0 9. 10 PRAS 11 SMSM 12 TURI 13 UNTR Universitas Sumatera Utara Lampiran 1.4 DEBT TO EQUITY RATIO (DER) No Emiten DER (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI 2006 0.57 1. 2007 0.48 DER SESUDAH TRANSFORMASI 2008 0.17 2009 0.14 0.23 2006 -0.56 2007 -0.73 2008 -1.77 2009 -1.97 0.18 -0.49 -0.65 -1.46 -1.71 AUTO 2. 0.61 0.52 BRAM 3. 0.62 0.94 2.45 1.71 -0.48 -0.06 0.89 0.53 2.41 2.54 4.28 2.32 0.88 0.93 1.45 0.84 6.13 6.61 7.45 2.75 1.81 1.88 2.00 1.01 1.68 1.70 2.46 1.91 0.52 0.53 0.90 0.64 0.77 0.79 1.21 0.49 -0.26 -0.23 0.19 -0.71 0.99 0.40 0.40 0.744 -0.01 -0.91 -0.16 -0.30 1.48 2.02 1.64 1.48 0.39 0.70 0.49 0.39 3.68 3.19 5.61 2.98 1.30 1.16 1.72 1.09 0.53 0.66 0.70 0.89 -0.63 -0.41 -0.35 -0.11 3.24 2.91 64.71 20.70 1.18 1.06 4.16 3.03 1.44 1.26 1.05 0.76 0.36 0.23 0.05 -0.27 GDYR 4. GJTL 5. INDS 6. INTA 7. LPIN 8. MASA 9. NIPS 10. PRAS 11. SMSM 12. TURI 13. UNTR Universitas Sumatera Utara Lampiran I.5 No Emite n PENJUALAN (Dalam Jutaan Rupiah) 2006 1. AUTO 2. BRAM 3. GDYR 4. GJTL 5. INDS 6. INTA 7. LPIN 8. MASA 9. NIPS 3,371,898 1,510,642 982,428 5,470,730 390,976 606,510 29,235 568,032 260,153 TOTAL AKTIVA (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 2009 4,205,275 5,278,215 5,265,798 1,547,112 1,088,862 6,659,854 564,441 710,996 49,154 898,335 405,749 1,500,639 1,244,519 7,963,473 963,198 1,120,471 59,249 1,333,604 480,457 2006 1,637,886 1,292,819 7,936,432 720,228 1,118,952 58,088 1,691,475 279,929 658,094 410,673 161,201 1,064,055 1,353,586 1,374,651 4,412,018 5,522,514 4,890,203 18,165,598 27,903,196 29,241,883 579,661 1,022,329 8,454,693 8,713,559 599,273 918,227 863,818 1,137,218 139,253 182,939 1,799,172 2,379,024 288,147 325,008 542,960 555,320 830,050 929,753 3,345,245 3,583,328 13,002,619 22,847,721 2009 4,644,939 1,349,630 1,127,629 7,276,025 8,877,146 490,604 621,140 831,846 1,039,510 108,746 137,909 1,433,688 2,536,045 220,228 314,477 593,160 420,714 716,686 941,651 2,857,847 13. UNTR 13,719,567 1,672,766 454,851 12. TURI 3,874,394 1,554,863 1,528,904 11. SMSM 881,116 2008 3,981,316 3,028,160 10. PRAS 746,121 2007 3,454,254 1,770,692 11,247,84 6 24,404,828 Universitas Sumatera Utara Lampiran I.6 TOTAL ASSETS TURNOVER (TATO) No Emiten TATO (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI 2006 2007 2008 TATO SESUDAH TRANSFORMASI 2009 2006 2007 2008 2009 1. AUTO 1.11 1.22 1.33 1.13 0.10 0.20 0.29 0.12 BRAM 0.99 1.00 0.90 1.21 -0.01 0.00 -0.11 0.19 GDYR 2.16 1.88 1.22 1.15 0.77 0.63 0.20 0.14 GJTL 0.75 0.79 0.91 0.89 -0.29 -0.24 -0.09 -0.12 INDS 0.80 0.94 1.05 1.16 -0.22 -0.06 0.05 0.15 INTA 0.73 0.82 0.99 1.08 -0.31 -0.20 -0.01 0.08 LPIN 0.27 0.35 0.32 0.42 -1.31 -1.05 -1.14 -0.87 MASA 0.40 0.50 0.56 0.67 -0.92 -0.69 -0.58 -0.40 NIPS 1.18 1.41 1.48 0.89 0.17 0.34 0.39 -0.12 PRAS 1.26 1.21 0.74 0.38 0.23 0.19 -0.30 -0.97 SMSM 1.23 1.28 1.46 1.46 0.21 0.25 0.38 0.38 TURI 1.36 1.32 1.54 2.76 0.31 0.28 0.43 1.02 UNTR 1.22 1.40 1.22 1.20 0.20 0.34 0.20 0.18 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran I.7 No Emiten HARGA POKOK PENJUALAN (Dalam Jutaan Rupiah) 2006 2007 2008 PERSEDIAAN (Dalam Jutaan Rupiah) 2009 2006 2007 2008 2009 1. AUTO 2,763,439 3,402,551 4,367,388 4,317,181 410,010 497,022 3,981,316 514,620 BRAM 1,297,018 1,351,587 1,390,233 1,260,000 348,687 297,915 402,957 237,105 GDYR 898,626 976,475 1,149,962 1,100,244 101,405 123,441 150,949 180,333 GJTL 4,739,297 5,484,650 6,828,388 6,114,847 1,059,611 936,260 1,399,407 862,152 INDS 353,075 454,717 712,558 626,376 155,708 231,532 474,910 251,898 INTA 490,078 587,649 917,420 884,551 273,666 284,323 308,466 257,204 LPIN 22,685 32,926 42,536 37,496 17,897 23,219 72,229 24,538 MASA 511,182 739,854 1,042,904 1,320,874 109,972 231,841 356,482 433,484 NIPS 223,729 357,898 415,818 241,920 26,776 40,923 49,061 74,236 PRAS 717,527 619,936 370,389 144,757 77,915 111,583 106,930 98,399 SMSM 683,232 820,276 1,024,832 1,058,386 186,127 245,088 286,370 254,929 TURI 3,626,498 3,978,638 4,985,162 4,563,489 157,770 166,628 240,972 331,550 UNTR 11,338,614 14,918,211 22,403,992 22,570,824 1,603,720 2,121,187 5,246,343 3,966,358 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran I.8 INVENTORY TURNOVER (ITO) No Emiten ITO (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI 2006 2007 2008 ITO SESUDAH TRANSFORMASI 2009 2006 2007 2008 2009 1. AUTO 6.74 6.85 1.10 8.39 1.91 1.92 0.10 2.13 BRAM 3.72 4.54 3.45 5.31 1.31 1.51 1.24 1.67 GDYR 8.86 7.91 7.62 6.10 2.18 2.07 2.03 1.81 GJTL 4.47 5.86 4.88 7.09 1.50 1.77 1.59 1.96 INDS 2.27 1.96 1.50 2.49 0.82 0.67 0.41 1.24 INTA 1.79 2.07 2.97 3.44 0.58 0.73 1.09 1.24 LPIN 1.27 1.42 0.59 1.53 0.24 0.35 -0.53 0.43 MASA 4.65 3.19 2.93 3.05 1.54 1.16 1.08 1.12 NIPS 8.36 8.75 8.48 3.26 2.12 2.17 2.14 1.18 PRAS 9.21 5.56 3.46 1.47 2.22 1.72 1.24 0.39 SMSM 3.67 3.35 3.58 4.15 1.30 1.21 1.28 1.42 TURI 22.99 23.88 20.69 13.76 3.14 3.17 3.03 2.62 UNTR 7.07 7.03 4.27 5.69 1.96 1.95 1.45 1.74 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran I.9 GROSS PROFIT MARGIN (GPM) No Emiten GPM (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI GPM SESUDAH TRANSFORMASI 2006 2007 2008 2009 2006 2007 2008 2009 AUTO 0.18 0.19 0.17 0.18 -1.71 -1.66 -1.77 -1.71 BRAM 0.14 0.13 0.07 0.23 -1.97 -2.04 -2.66 -1.47 GDYR 0.09 0.10 0.08 0.15 -2.41 -2.30 -2.53 -1.90 GJTL 0.13 0.18 0.14 0.23 -2.04 -1.71 -1.97 -1.47 INDS 0.10 0.19 0.26 1.00 -2.30 -1.66 -1.35 0.00 INTA 0.19 0.17 0.18 0.21 -1.66 -1.77 -1.71 -1.56 LPIN 0.22 0.33 0.28 0.35 -1.51 -1.11 -1.27 -1.05 MASA 0.10 0.18 0.22 0.22 -2.30 -1.71 -1.51 -1.51 NIPS 0.14 0.12 0.13 0.14 -1.97 -2.12 -2.04 -1.97 PRAS 0.04 0.06 0.10 0.10 -3.22 -2.81 -2.30 -2.30 SMSM 0.22 0.23 0.24 0.23 -1.51 -1.47 -1.43 -1.47 TURI 0.06 0.10 0.10 0.07 -2.81 -2.30 -2.30 -2.66 UNTR 0.17 0.18 0.20 0.23 -1.77 -1.71 -1.61 -1.47 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran I.10 No Emiten 2005 2006 LABA (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 2008 2009 1. AUTO 279,027 282,058 454,907 566,025 768,265 BRAM 119,496 6,690 18,314 39,149 94,775 72,105 25,397 42,399 812 121,085 346,835 5,837 118,401 90,841 624,788 905,330 2,172 9,888 31,827 58,765 7,066 9,514 22,943 37,473 LPIN 17,998 11,305 18,035 4,763 10,210 MASA 57,068 170,007 29,204 2,974 174,860 3,069 6,394 1,550 3,685 2,774 14,813 36,216 2. 3. GDYR 4. GJTL 5. INDS 6. INTA 7. -939 8. 9. NIPS PRAS 4,600 7,650 2,761 SMSM 65,737 66,175 80,325 91,471 132,850 TURI 142,732 22,211 189,816 245,079 310,387 1,050,729 930,372 1,493,037 2,660,742 3,817,541 10. 11. 12. 13. UNTR Universitas Sumatera Utara Lampiran I.11 PERUBAHAN LABA (PL) No Emiten PL (Dalam %) SEBELUM TRANSFORMASI PL SESUDAH TRANSFORMASI 2006 2007 2008 2009 2006 2007 2008 2009 AUTO 0.01 0.61 0.24 0.36 -4.61 -0.49 -1.43 -1.02 BRAM -0.85 1.14 1.42 -0.24 . 0.13 0.35 GDYR -4.80 0.67 -0.98 148.12 . -0.40 GJTL -0.66 -0.23 -7.88 -2.45 . INDS -1.37 3.55 2.22 0.85 . 1.27 0.80 -0.16 INTA -0.61 0.35 1.41 0.63 . -1.05 0.34 -0.46 LPIN -0.92 -20.21 -0.74 1.14 . MASA 1.98 -0.83 -0.90 57.80 NIPS 1.49 -0.16 -0.76 1.38 PRAS -1.60 -2.00 -6.34 1.44 SMSM 0.01 0.21 0.14 0.45 TURI -0.84 7.55 0.29 0.27 UNTR -0.11 0.60 0.78 0.43 1. 2. . 3. . 5.00 4. . . . 5. 6. 7. . . 0.13 0.68 . . 4.06 0.40 . . 0.32 . . 0.36 8. 9. 10. . 11. -4.61 -1.56 -1.97 -0.80 . 2.02 -1.24 -1.31 . -0.51 -0.25 -0.84 12. 13. Universitas Sumatera Utara Lampiran II.1 Statistik Deskriptif Data Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum CR 52 2.0581 2.71655 .56 20.35 DER 52 3.4237 9.20406 .14 64.71 TATO 52 1.0712 .45642 .27 2.76 ITO 52 5.7623 4.97773 .59 23.88 GPM 52 .1817 .13419 .04 1.00 PL 52 3.5012 22.26977 -20.21 148.12 Universitas Sumatera Utara Lampiran II.2 Hasil Uji Normalitas: Nonparametrik-test Kolmogorov-Smirnov Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CR N Normal Mean a,,b Parameters Std. Deviation DER TATO ITO GPM PL 52 52 52 52 52 52 2.0581 3.4237 1.0712 5.7440 .1817 3.5012 2.71655 9.20406 .45642 4.98815 .13419 22.26977 Most Extreme Absolute Differences Positive .334 .361 .108 .170 .244 .446 .334 .354 .108 .170 .244 .446 Negative -.302 -.361 -.057 -.157 -.163 -.318 Kolmogorov-Smirnov Z 2.411 2.601 .781 1.225 1.761 3.216 .000 .000 .576 .099 .004 .000 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test LN_TAT LN_CR LN_DER O LN_ITO LN_GPM LN_PL N 52 52 52 52 52 30 .4817 .3479 -.0308 1.4605 -1.8574 -.2279 .56046 1.14422 .47890 .76887 .139 .081 .140 .085 .122 .171 .139 .081 .112 .085 .117 .171 -.091 -.076 -.140 -.077 -.122 -.143 Kolmogorov-Smirnov Z .999 .583 1.013 .610 .877 .939 Asymp. Sig. (2-tailed) .271 .886 .256 .851 .426 .341 Normal Mean a, Parameters Std. ,b Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative .53146 1.91013 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Universitas Sumatera Utara Lampiran II.3 Hasil Uji: Analisis Grafik Histogram Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Universitas Sumatera Utara Lampiran II.4 Hasil Uji Normalitas Data: Analisis Grafik P-P Plots Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Universitas Sumatera Utara Lampiran II.5 Hasil Uji Multikolinearitas dan Uji t Coefficientsa Standardiz ed Unstandardized Coefficient Coefficients s Std. Error Model B 1 (Constan t) -.464 1.245 -1.131 .589 LN_DER .254 LN_TAT O Beta Collinearity Statistics t Sig. Tolerance VIF -.373 .713 -.371 -1.921 .067 .823 1.215 .269 .174 .945 .354 .905 1.105 -1.945 .968 -.428 -2.009 .056 .675 1.482 LN_ITO -.082 .637 -.032 -.129 .899 .497 2.014 LN_GP M -.569 .772 -.153 -.737 .468 .714 1.401 LN_CR a. Dependent Variable: LN_PL Universitas Sumatera Utara Lampiran II.6 Hasil Uji Heterokedastisitas Sebelum Transformasi dengan Logaritma Natural Setelah Transformasi dengan Logaritma Natural Universitas Sumatera Utara Lampiran II.7 Hasil Uji Autokorelasi dan Model Regresi Model Summaryb Model R 1 .515a Adjusted R Square R Square .265 Std. Error of the Estimate .112 DurbinWatson 1.80015 1.578 a. Predictors: (Constant), LN_GPM, LN_TATO, LN_DER, LN_CR, LN_ITO b. Dependent Variable: LN_PL Hasil Uji F ANOVAb Sum of Squares Model 1 df Mean Square Regression 28.036 5 5.607 Residual 77.773 24 3.241 105.809 29 Total F Sig. 1.730 .166a a. Predictors: (Constant), LN_GPM, LN_TATO, LN_DER, LN_CR, LN_ITO b. Dependent Variable: LN_PL Universitas Sumatera Utara
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan La..

Gratis

Feedback