Feedback

Proses Perjalanan Ke Jepang.

Informasi dokumen
PROSES PERJALANAN KE JEPANG “ NIHON E NO RYOKOU NO KEIKA” KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H YUAN BUISLAH RAMADANUS NIM : 082203042 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG DIII FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PROSES PERJALANAN KE JEPANG “ NIHON E NO RYOKOU NO KEIKA” KERTAS KARYA Kertas karya ini diajukan kepada panitia ujian Program Pendidikan NonGelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam Bidang Studi Bahasa Jepang. Dikerjakan OLEH YUAN BUISLAH RAMADANUS NIM : 082203042 Dosen Pembimbing, Dosen Pembaca, Muhammad Pujiono, S.S.,M.Hum NIP : 19691011 2002 12 1 001 Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum NIP : 19600919 1988 03 1 001 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG DIII FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGESAHAN Diterima oleh : Panitia Ujian Program Pendidikan Non-Gelar Sastra Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, Untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam bidang studi Bahasa Jepang. Pada Tanggal Hari : : : Program Diploma Sastra Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Dekan, Drs. Syahron Lubis, M.A. NIP. 19511013 197603 1 001 Panitia Ujian : No. Nama 1 Zulnaidi, S.S., M.Hum 2. Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum 3. Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum Tanda Tangan () () () Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : Program Diploma Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan Program Studi D3 Bahasa Jepang Ketua Program Studi Zulnaidi, SS, M.Hum NIP. 19670807 2004 01 1 001 Medan, Juni 2011 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Sujud syukur hanya kepada Allah SWT, yang telah memberikan segala Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan kertas karya yang berjudul “PROSES PERJALANAN KE JEPANG”, guna melengkapi syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya pada Universitas Sumatera Utara. Disini penulis mengharapkan semoga kertas karya ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Dalam menyusun dan menyelesaikan kertas karya ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak dan melalui kesempatan ini penulis dengan segala hati ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Zulnaidi SS, M. Hum, selaku Ketua Program Studi Bahasa Jepang D3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak M. Pujiono, SS, M. Hum, selaku dosen wali dan dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan pengarahan kepada penulis hingga kertas karya ini selesai. 4. Bapak Drs. Eman Kusdiyana, M. Hum, selaku dosen pembaca. 5. Staf pengajar Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang telah banyak membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan kertas karya ini. Universitas Sumatera Utara 6. Teristimewa Kepada Ayahanda Sukri dan Ibunda Petnayeti yang tercinta, yang telah banyak memberikan dukungan moril maupun materil, serta Doa dan pengertiannya sehingga terselesaikan kertas karya ini. 7. Abang Saya Ronal, Subandi dan adik-adik Saya Khairunnas, Agi dan Reni atas segala dukungannya. 8. Teman-teman seperjuangan Saya di Jurusan Bahasa Jepang D3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara selama kuliah dari semester 1 hingga selesai. Akhir kata penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam kertas karya ini masih banyak kekurangan. Untuk itu, demi kesempurnaan penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang menuju kearah perbaikan dan kesempurnaan kertas karya ini. Semoga kertas karya ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Medan, Juni 2011 Penulis Yuan Buislah Ramadanus NIM: 082203042 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul . 1 1.2 Tujuan Penulisan . 2 1.3 Pembatasan Masalah . 2 1.4 Metode Penulisan . 2 BAB II GAMBARAN TENTANG PERJALANAN KE JEPANG 2.1 Perjalanan ke Jepang . 3 2.1.1. Perkiraan Biaya Perjalanan ke Jepang . 3 2.1.2. Biaya Visa . 4 2.1.3. Biaya Pesawat . 5 2.1.4. Biaya Hotel atau Tempat Tinggal. 6 2.1.5. Biaya Makan . 7 2.1.6. Biaya Transportasi. 8 2.1.7. Tiket Masuk Tempat Wisata dan Hiburan Lainnya. 9 2.1.8. Oleh-oleh, Cendramata atau Omiyage . 10 2.1.9. Alternatif Lainnya yang Lebih Murah dan Mudah . 10 2.2 Sejarah Singkat Tentang Jepang. 12 2.2.1. Geografis . 13 2.2.2. Iklim, Musim, dan Budaya Jepang. 16 2.2.3. Penduduk. 18 BAB III PROSES PERJALANAN KE JEPANG 3.1 Sebelum Perjalanan ke Jepang . 21 3.2 Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan. 31 3.3 Beberapa Tempat Kunjungan Wisata di Jepang. 36 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan . 45 Universitas Sumatera Utara 4.2 Saran. 45 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara SINOPSIS/ABSTRAK PROSES PERJALANAN KE JEPANG Jepang merupakan suatu Negara Kepulauan. Pulau-pulau utama dari Utara ke Selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Tokyo adalah ibu kota Jepang, dan Tokyo Raya adalah sebutan Tokyo dan beberapa kota yang berada disekelilingnya. Kepulauan Jepang mempunyai perbedaaan iklim yang mencolok antar daerah. Di Hokkaido dan Honshu pada musim dingin curah saljunya tinggi, sementara di Okinawa tak pernah merasakan salju. Iklim Jepang terbagi atas enam zona yaitu : Hokkaido, Laut Jepang, Dataran Tinggi Tengah (chuo-kochi), Laut Pedalaman Seto, Lautan Pasifik, Nansei-Shoto (Ryukyu) atau kepulauan di Barat Daya Jepang. Kemudian tradisi dan budaya Jepang berkaitan erat dengan musim dan perubahan alam yang mengikutinya. Secara umum bisa digambarkan sebagai berikut : Musim Semi (Haru), Musim Panas (Natsu), Musim Gugur (Aki), Musim Dingin (Fuyu). Oleh karena itu banyak sekali orang yang ingin pergi ke Jepang. Untuk mencapai itu semua tentunya harus ada biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya yang Universitas Sumatera Utara harus dikeluarkan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya ke Jepang yaitu : biaya visa, pesawat, hotel, makan dan transportasi. Sebelum perjalanan ke Jepang ada beberapa proses yang harus dilakukan, yaitu pengurusan dokumen penting yang harus dibawa ketika bepergian ke luar negeri. Dokumen tersebut yaitu : paspor, visa, coe. Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, yang memuat identitas pemegangnya, dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Setelah paspor siap, langkah selanjutnya adalah membuat visa. Pembuatan visa mengacu pada persyaratan masing-masing negara tujuan. Yang dimaksud dengan Visa adalah sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk masuk ke suatu negara. Untuk visa Jepang mungkin agak sedikit sulit. Seseorang yang mempunyai visa Jepang bukan berarti mempunyai izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Untuk urusan visa, jika persyaratan lengkap semuanya diperlukan waktu maksimal tujuh hari sejak aplikasi. Tak ada pungutan tak resmi, semua tarif sesuai dengan yang tertera. Kecuali kalau kita menggunakan biro jasa, tentu saja ada biaya bagi jasa mereka. Untuk mendapatkan visa khusus, ada sebuah dokumen penting lagi yang harus kita miliki, yaitu sebuah Certificate of Eligibility. Certificate of Eligibility atau CoE adalah dokumen yang dikeluarkan oleh biro imigrasi Jepang bagi warga negara asing yang ingin mendapatkan izin tinggal di Jepang, baik sebagai pelajar (College Student), peneliti (Visiting Professor/Researcher), pekerja, pelatihan, atau Permanent Resident yang akan Universitas Sumatera Utara tinggal di Jepang selama lebih dari 6 bulan. Waktu yang diperlukan untuk memperoleh Certificate of Eligibility ini biasanya sekitar satu sampai tiga bulan sejak aplikasi. Yang perlu diingat, CoE ini harus diurus bagi setiap orang asing yang akan tinggal di Jepang, termasuk anak-anak. Setelah dokumen penting tersebut telah selesai dibuat, lalu langkah selanjutnya adalah mempersiapkan segala sesuatunya, baik yang akan ditinggalkan maupun yang akan dibawa. Contohnya persiapan keuangan. Selain persiapan keuangan dan persiapan dokumen yang tidak kalah penting lainnya persiapan yang akan dibawa seperti : pakaian disesuaikan dengan musim kapan kita akan datang ke Jepang, kemudian telepon seluler yang dapat dipakai di Jepang yaitu telepon seluler berbasis 3G, bumbu masak instant, santan instant, kopi, abon, perlengkapan ibadah. Jepang terkenal dengan biaya hidup yang mahal. Oleh karena itu, ketika akan berangkat ke Jepang, hal yang satu ini harus dipersiapkan.Menukar uang rupiah dengan yen sebelum berangkat ke Jepang. Persiapan uang sekitar 300.000 untuk keperluan awal hidup di Jepang (penginapan, uang makan, sewa apartemen, membuka rekening Bank, dan lain-lain). Yang terpenting berikutnya adalah harus memiliki contact person orang yang tinggal di Jepang, lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya sebagai syarat untuk bisa mendarat di Jepang. Setelah sampai di Jepang, yang harus diperhatikan seperti bahan–bahan makanan seperti: Niku, Juushi (minyak hewani), Doubutsu yurai (bahan dari hewani), Arukohoru (alkohol), Konsome (kaldu). Universitas Sumatera Utara Bahan-Bahan Kue nya seperti : Vanila Oil (menggunakan alkohol), Baking Powder (yang asam tartarnya dari olahan Sake), Yeast/Ragi (mengandung Nyuukazai). Kemudian mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jepang. Contohnya Sapporo Snow Festival dan Akan National Park yang ada di Hokkaido, di Tohoku ada tempat wisata yaitu : Shimota Hanto dan Hirosaki. Di Kanto mempunyai tempat wisata seperti : Tokyo Disney Land dan Tokyo Tower. Kemudian banyak tempat wisata menarik lainnya yang ada di daerah Chubu, Chugoku, Shikoku, Kyusu, dan di Kepulauan Okinawa. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Alasan Pemilihan Judul Pengalaman adalah suatu hal yang tidak akan bisa terlupakan dan menjadi pelajaran yang berharga, sehingga kita dapat mengoreksi diri dan mengetahui kesalahan atau pun kegagalan. Pengalaman tersebut dapat berupa pengalaman apa saja, salah satunya adalah perjalanan ke Jepang. Untuk mengadakan perjalanan ke Jepang, biasanya harus mengalami proses demi proses yang cukup panjang. Jepang adalah suatu negara yang mempunyai Empat musim yaitu musim semi (Haru), musim gugur (Aki), musim dingin (Fuyu), dan musim panas (Natsu). Selain itu Negara Jepang mempunyai banyak kegiatan yang berharga dengan budaya, yaitu upacara minum teh (Chanoyu), merangkai bunga (Ikebana), kaligrafi huruf Jepang (Shodo), dan lain-lain. Negara Jepang dijuluki Negeri Sakura. Sehingga banyak sekali orang-orang ingin pergi ke Jepang untuk melihat budaya dan sakura. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk memilih judul “PROSES PERJALANAN KE JEPANG” dalam Kertas Karya ini. Kertas Karya ini mudah-mudahan dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi para pembaca maupun penulisnya. Sehingga tidak takut untuk melakukan suatu perjalanan ke luar negeri khusus nya perjalanan ke Jepang. Universitas Sumatera Utara 1.2. Tujuan Penulisan Tujuan penulis Kertas Karya ini adalah : 1. Untuk memberitahukan kepada pembaca tentang proses dari perjalanan menuju ke Jepang. 2. Untuk dapat menjadi sumber pengetahuan dan wawasan, baik bagi pembaca maupun penulis sendiri. 3. Untuk memberitahukan kepada pembaca tempat- tempat wisata yang ada di Jepang. 4. Salah satu syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya pada Universitas Sumatera Utara. 1.3 Batasan Masalah Dalam Kertas Karya ini penulis hanya membahas mengenai proses dan hal- hal penting lainnya untuk melakukan suatu perjalanan ke luar negeri, khususnya ke Jepang. Hal-hal tersebut adalah sebelum perjalanan ke Jepang, hal-hal yang perlu diperhatikan dan beberapa tempat kunjungan wisata di Jepang. 1.4 Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam Kertas Karya ini adalah metode kepustakaan, yaitu metode penulisan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi. Membaca buku dan referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam Kertas Karya ini. Universitas Sumatera Utara BAB II GAMBARAN TENTANG PERJALANAN KE JEPANG 2.1. Perjalanan ke Jepang Jepang merupakan suatu Negara kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang. Untuk itu banyak sekali orang yang ingin pergi ke Jepang. Dan melakukan sebuah perjalanan ke Jepang, untuk menikmati keindahan yang ada di Jepang. 2.1.1. Perkiraan Biaya Perjalanan ke Jepang Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan ke Jepang sangat mahal. Hampir semua harga yang ditulis di sini adalah harga paling minimal, sepertinya hal ini lebih cocok ditujukan pada para turis Type Backpacker atau Universitas Sumatera Utara bagi yang mempunyai anggaran terbatas. Walaupun harga yang ditulis sudah yang paling murah sepertinya tetap saja terlihat mahal kalau dirupiahkan. Bagi yang merasa "beruntung" karena mendapatkan sponsor atau kenalan yang bersedia membayar semua biaya perjalananya ke negeri ini, tentu rasanya tidak ethis kalau sampai sama sekali tidak tahu sedikitpun berapa biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak yang bersangkutan. Jadi tulisan ini dibuat untuk berbagai pihak, sebagai bahan perbandingan. Harga barang dan jasa di negara Jepang sangat stabil dan nyaris tidak berubah. Harga (dalam satuan Yen) tetap masih up to dated dengan kondisi saat ini. Sedangkan harga yang ditulis dalam rupiah harap disesuaikan dengan kondisi dan kurs sekarang. Biaya yang harus dikeluarkan di Indonesia mulai dari awal (zero) adalah sekitar Rp 3.000.000an dengan perincian : Biaya passport : Rp 300.000. Airport Tax : Rp 100.000 dan Fiskal tax : Rp 2.500.000. Kalau sudah memiliki pasport sebelumnya atau telah memiliki NPWP atau nomor pajak tentu menjadi lebih murah karena cukup hanya membayar Airport Tax saja. Bagi yang tidak punya NPWP, harus membayar Fiskal Rp 2.500.000. 2.1.2. Biaya Visa Saat ini warga Indonesia hanya bisa bebas tanpa visa memasuki beberapa negara saja yaitu semua negara anggota Asean (Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philipina, Vietnam ) Hongkong, Macao, Chili, Maroko, Turki dan Peru. Sedangkan untuk kunjungan ke negara Jepang, visa mutlak diperlukan. Universitas Sumatera Utara Kebijakan Visa on Arrival juga sama sekali tidak berlaku untuk pemegang passport Indonesia, jadi semua urusan visa harus di diselesaikan jauh hari sebelumnya. Biaya visa untuk ke Jepang adalah sekitar : Rp 350.000. 2.1.3. Biaya Pesawat Harga rata rata yang bisa dituliskan adalah sekitar 800 s/d 1.200 USD. Maskapai Jepang (JAL dan ANA), Singapore Airlines dan Thai Air tergolong maskapai papan atas di jajaran maskapai Asia bahkan dunia karena terkenal dengan keamanan dan pelayanannya sehingga harganya sedikit di atas tarif Garuda Indonesia . Namun hal ini tidak selalu bisa dijadikan patokan karena terkadang bisa juga sebaliknya. Disamping itu harus cerdas memilih maskapai dan membandingkan harga, kemudian harus memperhitungkan musim ramai (peak season) dan musim sepi. Di Jepang dikenal masa liburan yang namanya Golden Week. Di masa ini harga tiket pesawat bisa mahal. Disamping itu juga ada istilah Open dates ticket yang berlaku satu tahun atau Fix dated ticket disamping juga Economy Class dan Bussines Class. Perbedaan harga ini sangat mencolok bahkan hampir dua kali lipat. Fluktuasi harga ini juga terjadi pada variabel lainnya seperti (1993), Fakultas Farmasi (2007), Fakultas Psikologi (2008), dan Fakultas Keperawatan (2009). Pada tahun 2003, USU berubah status dari suatu perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi suatu perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Perubahan status USU dari PTN menjadi BMHN merupakan yang kelima di Indonesia. Sebelumnya telah berubah status UI, UGM, ITB dan IPB pada tahun 2000. Setelah USU disusul perubahan status UPI (2004) dan UNAIR (2006). Dalam perkembangannya, beberapa fakultas di lingkungan USU telah menjadi embrio berdirinya tiga perguruan tinggi negeri baru, yaitu Universitas Universitas Sumatera Utara Syiah Kuala di Banda Aceh, yang embrionya adalah Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan USU di Banda Aceh. Kemudian disusul berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Medan (1964), yang sekarang berubah menjadi Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang embrionya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USU. Setelah itu, berdiri Politeknik Negeri Medan (1999), yang semula adalah Politeknik USU. (http://www.usu.ac.id/sejarah.html) 2.3 Sejarah berdirinya Program Studi D-III Bahasa Jepang dan Program Ekstensi Sastra Jepang USU Program Studi D-III Bahasa Jepang USU dibuka pada tahun 1980. Sesuai dengan kenyataan lapangan kerja yang memungkinkan untuk alumni seperti sektor pendidikan, perindustrian, perhubungan. perbankan, kepariwisataan. dan instansi pemerintah dan swasta. Didirikannya Program Studi D-III Bahasa Jepang USU diawali dengan visi untuk menciptakan lulusan yang rnampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang secara praktis baik lisan maupun tulisan. Dan misi untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan bahasa Jepang dan mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya khususnya bahasa Jepang sesuai kebutuhan serta tuntutan masyarakat (http://www.usu.ac.id/diploma/138-sastra-jepang-d-iii.html). Sedangkan Program Ekstensi Sastra Jepang USU dibuka pada tahun 2001. Sesuai dengan kenyataan lapangan kerja yang memungkinkan untuk alumni Sastra Jepang seperti sektor pendidikan, perindustrian, perhubungan. perbankan, kepariwisataan. dan instansi pemerintah dan swasta. Universitas Sumatera Utara Didirikannya Program Ekstensi Sastra Jepang USU adalah sebagai jembatan untuk memberikan kesempatan bagi para Ahli Madya Bahasa Jepang melanjutkan studinya agar memperoleh gelar Sarjana Sastra. (http://www.usu.ac.id) 2.4 Perbandingan Persentase Minat Lulusan Program DIII Bahasa Jepang Tahun 2006-2010 untuk melanjutkan ke Program Ekstensi Sastra Jepang USU Untuk membandingkan persentase Minat lulusan Program DIII Bahasa Jepang yang telah melanjutkan ke Program Ekstensi Sastra Jepang sejak Tahun 2006 -2010 maka diperlukan data-data berdasarkan fakta di lapangan. Data Lulusan Program DIII Bahasa Jepang USU Tahun 2006-2010: Tahun lulusan 2006 2007 2008 2009 2010 Jumlah lulusan 84 orang 80 orang 72 orang 67 orang 32 orang Data Mahasiswa Program Ekstensi Sastra Jepang Tahun 2006-2010: Tahun Akademik Jumlah Mahasiswa Ekstensi Lulusan USU yang melanjut ke Ekstensi 2006 2007 2008 2009 2010 7 orang 10 orang 13 orang 16 orang 6 orang 4 orang 7 orang 10 orang 11 orang 2 orang Universitas Sumatera Utara Perbandingan Persentase Minat Lulusan Program DIII Bahasa Jepang USU Tahun 2006- 2010 melanjutkan ke Program Ekstensi Sastra Jepang Tahun Akademik Jumlah Lulusan 2006 2007 2008 2009 2010 84 orang 80 orang 72 orang 67 orang 32 orang Lulusan USU yang melanjut ke Ekstensi 4 orang 7 orang 10 orang 11 orang 2 orang Perbandingan Persentase 4.76% 8.75% 13.89% 16.42% 6.25% Universitas Sumatera Utara BAB III ANALISIS MINAT LULUSAN PROGRAM DIII BAHASA JEPANG UNTUK MELANJUTKAN KE PROGRAM EKSTENSI SASTRA JEPANG USU 3.1 Penjabaran Angket Angket yang digunakan dalam penelitian ini, adalah berupa pertanyaan- pertanyaan yang menjabarkan tentang minat lulusan DIII Program Bahasa Jepang untuk melanjutkan ke Program Ekstensi Sastra Jepang. Angket ini, terangkum dalam 10 item yang dirasakan peneliti, telah cukup jelas untuk menggambarkan hal yang akan diteliti. Kesepuluh item ini akan disebarkan pada mahasiswa semester akhir USU Program DIII Bahasa Jepang yang berjumlah 35 orang. Berikut pertanyaan yang akan diberikan guna memperoleh data dari lapangan: 1. Apa alasan Anda memilih jurusan DIII Program Bahasa Jepang. a. Karena sebelumnya sudah pernah belajar Bahasa Jepang. b. Karena Bahasa Jepang adalah Bahasa Internasional ketiga. c. Karena Bahasa Jepang sedang populer di Indonesia. d. Karena saran dari orang lain, Jurusan Bahasa Jepang mempunyai prospek cemerlang ke depannya. e. Lain-lain: . Universitas Sumatera Utara 2. Setelah Anda di wisuda nanti, apa rencana Anda? a. Saya akan segera menikah. b. Saya akan mencari pekerjaan yang berkaitan dengan bahasa Jepang. c. Saya akan melanjutkan ke Program Ekstensi. d. Belum ada rencana. e. Lain-lain: . 3. Apa alasan Anda ingin melanjutkan ke Program Ekstensi? a. Untuk mendapatkan gelar Sarjana. b. Untuk mengisi waktu kosong di sore hari. c. Untuk memperdalam pengetahuan saya. d. Karena saran dari orang lain supaya mudah mendapatkan pekerjaan. e. Lain-lain: 4. Apa alasan Anda tidak ingin melanjutkan ke Program Ekstensi? a. Lebih penting mencari pekerjaan. b. Karena alasan ekonomi. c. Karena tidak ingin kuliah lagi. d. Tahun ini tidak rencana lanjut, mungkin tahun depan saja. e. Lain-lain: 5. Jika setelah wisuda, Orang tua memberikan Anda modal. Apa yang Anda lakukan? a. Digunakan untuk membuka usaha. Universitas Sumatera Utara b. Untuk melanjutkan kuliah ke Program Ekstensi. c. Untuk ditabung dan segera mencari pekerjaan. d. Untuk persiapan pernikahan. e. Lain-lain: . 6. Jika Anda berniat melanjutkan kuliah ke Program Ekstensi, jurusan apa yang Anda inginkan? a. Saya memilih Program Ekstensi Sastra Jepang. b. Saya berniat pindah ke Ekstensi FISIP. c. Saya berniat pindah ke Ekstensi Sastra Inggr is. d. Saya berniat pindah ke Ekstensi Komputer e. Lain-lain: 7. Alasan tidak memilih kembali Jurusan Sastra Jepang? a. Kekhawatiran tidak adanya lowongan kerja. b. Biayanya berat sekali. c. Pelajaran bahasa Jepang terlalu sulit. d. Berencana menikah, jadi tidak mungkin melanjutkan kuliah. e. Lain-lain: . 8. Alasan tetap memilih kembali ke Program Ekstensi Jurusan Sastra Jepang? a. Supaya bisa mengikuti kegiatan-kegiatan Kejepangan. b. Supaya dapat gelar Sarjana Sastra. Universitas Sumatera Utara c. Supaya dapat memperdalam kemampuan berbahasa Jepang. d. Supaya mudah mendapatkan pekerjaan. e. Lain-lain: 9. Pandangan Anda terhadap Bahasa Jepang. a. Bahasa Jepang susah, tetapi banyak pengetahuan yang berharga. b. Bahasa Jepang susah, tetapi mengasikkan karena ada level-level tertentunya. c. Bahasa Jepang sangat susah sekali. d. Bahasa Jepang membingungkan sekali. e. Lain-lain: 10. Jika Anda telah lulus, pekerjaan yang Anda inginkan? a. Menjadi pengajar bahasa Jepang. b. Mencari pekerjaan yang berkaitan dengan Bahasa Jepang (misalnya: di restoran, pariwisata, perhotelan dll). c. Menjadi penterjemah bahasa Jepang (lisan maupun tulisan). d. Bekerja di perusahaan tetapi, tidak harus berkaitan dengan Jepang. e. Lain-lain: Universitas Sumatera Utara 3.2 Penjabaran Grafik Berikut ini penjabaran Grafik sesuai poin-poin dalam angket penelitian. Pertanyaan 1: Persentase Alasan Kuliah dengan Jurusan DIII Bahasa Jepang 1 orang, 2.86% 1 orang, 2.86% 8 orang 22.86% 5 orang 14.29% 6 orang 17.14% 12 orang 34.29% 2 orang 5.71% 1 orang, 2.86% 1 orang, 2.86% 4 orang 11.43% 6 orang 17.14% Sudah pernah belajar bahasa Jepang Bahasa Jepang adalah bahasa internasional ketiga Bahasa Jepang sedang populer di Indonesia Saran dari orang lain, Jurusan Bahasa Jepang mempunyai prospek cemerlang ke depannya Sudah suka Jepang sejak kecil Karena bisa jadi lompatan untuk masuk ke Ekstensi jurusan lain Karena lulusnya di D3 Bahasa Jepang Karena tidak ada pilihan lain Karena suka komik Karena pilihan keduanya Bahasa Jepang Dari Grafik Persentase Alasan kuliah dengan jurusan DIII Bahasa Jepang, terdapat 22.86% mahasiswa yang mengungkapkan karena saran dari orang lain bahwa Bahasa Jepang mempunyai prospek yang cemerlang di masa depan, 17.14% karena sudah pernah belajar Bahasa Jepang sebelumnya, dan dengan Universitas Sumatera Utara jumlah yang sama 17.14% mahasiswa yang menjawab karena lulusnya di D-III Bahasa Jepang, 14.29% karena saat ini Bahasa Jepang sedang populer di Indonesia, 11.43% mahasiswa yang menjawab karena Bahasa Jepang merupakan Bahasa Internasional ketiga, 5.71% menjawab karena tidak ada pilihan siswa melainkan untuk kepentingan Negara. Mori dan yang lain pun melaksanakan kebijakan yang dirancang dan ditetapkan oleh pusat pemerintahan bukan menanggapi kebutuhan yang dirasa rakyat. Berbagai kebijakan dalam pendidikan yang dilakakan antara lain : 1.Pendaftaran pada sekolah dasar Pada tahun 1972 pemerintah pusat menyatakan mewajibkan anak-anak jepang masuk sekolah dasar. Akan tetapi karena membayar uang sekolah,maka jumlah anak yang sekolah pun drastis menurun. Setelah pemerintah mengetahui keadaan tersebut, maka pemerintah pusat memberikan subsidi wajib-belajar. 2.Pendidikan spiritual Sejak awal pemerintah pusat telah banyak menaruh perhatian kepada pendidikan moral. Pendidikan budi-pekerti ini masuk dalam kurikulum. Akan tetapi dalam pelajaran budipekerti ini ada pandangan hidup dari golongan lama termasuk golongan religi dan oligarki meiji yang berbeda-beda sehingga menimbulkan perdebatan dan pertentangan yang lama. Pada tahun 1891 setelah dekrit kerajaan tentang pendidikan ada,maka tercapailah suatu tujuan bahwa kurikulum yang pertama pada dasarnya mengutamakan nilai-nilai masyarakat liberal untuk memajukan bangsa dan menekankan perlunya memelihara nilai-nilai kekeluargaan.Dan lambat- laun pendidikan moral pun makin besar dalam tujuan nasional. 11 4.Pendidikan tehnik Pemerintah telah bertekad mengembangkan tenaga tehnik, akan tetapi pelaksanaannya lambat dan tidak merata.Setelah tahun 1903 pemerintah mengeluarkan perintah khusus mengenai sekolah dan mulai menjalankan program secara sistematis untuk mendidik insinyur dan ahli-ahli tehnik dan program resmi untuk mendidik buruh.sekolah-sekolah kejuruan pun didirikan oleh pemerintah. 5.Meritokrasi Pemerintah telah bertekad membuat Imperial University menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terbesar yang dibangun tahun 1886 . Setiap tahun lembaga itu diberi dana yang banyak sekali untuk membiayai keperluannya,dan siswa-siswa yang tamat dari lembaga itu diberi perioritas dalam bersaing untuk mendapatkan pekejaan di lingkungan pemerintahan.anak-anak muda begitu besar keinginannya masuk lembaga ini,karena Imperial University penting dan juga tidak banyak yang diterima jumlah mahasiswanya.Lamaklamaan Imperial University pun semakin banyak,salah satunya didirikan di Kyoto pada tahun 1897 dan menjadi saingan bagi Imprial University todai. 12 BAB III SISTEM PERUBAHAN PENDIDIKAN JEPANG 3.1 Latar Belakang Perubahan Dalam sistem pendidikan lama di jepang, memang banyak mengalami perubahan dalam masyarakat terutama pada kaum penerus bangsa.Pendidikan yang wajib ditempuh merupakan salah satu usaha yang dilakukan pemerintahan dalam mewujudkan kesejahteraan. Akan tetapi pendidikan sistem lama diatur dengan sistem rentetan dekrit kerajaan dan sIstem pemerintahan dimana undang-undang dasar Meiji berbunyi “undang-undang dasar damai”. Perubahan pun mulai dilakukan oleh tentara pendudukan yaitu salah satunya dengan menghapus semua pengaruh militer dan ultranasionalisme. Pemerintah pendudukan pun pertama-tama meletakkan dasar pemerintahan yang demokratis dan merancang sebuah konstitusi baru yang disahkan pada bulan November 1946. Jadi, lahirlah sistem pendidikan baru yang didasarkan kepada UUD dan UU yang disahkan dan diusulkan oleh DPR . 3.2 Filsafat Pendidikan yang Baru Untuk memperoleh asal usul yang kongkrit buat merombak pendidikan maka pemerintah pendudukan mendatangkan 27 orang ahli pendidikan bangsa Amerika ke Jepang pada bulan maret 1947. Ahli-ahli pendidikan itu dikenal dengan sebutan ”misi pendidikan Amerika Serikat ke Jepang”. Dalam misi itu berisi tentang “membentangkan dengan amat jelas filsafat yang menjadi dasar perombakan yang akan dilaksanakan dimana tujuan pemerintah pendudukan adalah membantu jepang mengembangkan suatu pendidikan baru yang cocok sekai dengan masyarakat demokrasi liberal. Dalam misi tersebut juga mengakui adanya suatu filsafat pendidikan ”nilai dan martabat individu” dan ”menyiapkan individu menjadi anggota masyarakat yang baik lagi bertanggung jawab”. 13 Dalam filsafat pendidikan baru struktur pendidikan baru terdiri dari satu tipe, pengawasan yang didesentralisasikan dan perbaikan kedudukan guru.Untuk melaksanakan misi tersebut, dibentuklah suatu Dewan pembaharuan pendidikan resmi yang setingkat dengan Menteri Pendidikan. Tugas Dewan tersebut adalah membuat pernyataan mengenai filsafat sistem baru dimana spesifik pendidikan baru hendaknya dimasak lebih lanjut oleh masyarakat setempat, dewan sekolah dan sekolah-sekolah yang lebih tau akan keinginan rakyat setempat, akan salahlah apabila hal-hal tersebut ditetepkan oleh pusat. Akan tetapi walau pun dmikian ,dalam undang-undang pokok pendidikan yang dirancang oleh Dewan pada waku bekerja harus dengan jelas menyatakan tujuan pendidikan baru teersebut. Tujuan pendidikan tersebut yaitu ”mengembangkan orang seutuhnya, berusaha sekuatkuatnya mendidik rakyat supaya sehat rohaniah maupun jasmaniah, mencintai kebenaran dan keadilan, mnghormati nilai individu, menghormati kerjadan mempunyai kesadaran akan tanggungjawab sedalam-dalamnya serta berjiwa bebas sebagai Pembina suatu negara dan masyarakat yang penuh kedamaian “(Anderson dalam buku William K. Cummings 1984:41). 3.3 Struktur Sistem Baru Untuk mewujudkan filsafat pendidikan demokratis yang baru, maka misi pendidikan Amerika Serikat mendesak diadakannya suatu struktur baru bagi pendidikan di jepang. Ciriciri pokoknya adalah sebagai berikut: 1. Sekolah dasar wajib selama enam tahun dan tidak memungut biaya yang bertujuan untuk menyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif, menggunakan fikirannya dan ingin mengembangkan kemampuan pembawaannya. 2. Hendaknya sesudah sekolah dasar itu ada sekolah lanjutan pertama tiga tahun lamanya buat semua siswa laki-laki maupun perempuan dengan kurikulum yang pada dasarnya sama buat semua siswa. Tujuan pokok dan tujuan sekolah sama yaitu untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewarganegaraan, dan kehidupan 14 dalam masyarakat. Dan dalam sekolah lanjutan pertama hendaknya ada kesempatan untuk belajar bekerja. 3. Setelah sekolah lanjutan pertama hendaknya ada sekolah lanjutan atas 3 tahun dan dapat dimasuki oleh barang siapa sajayang mau masuk,baik laki-laki maupun perempuan.dengan demikian, siswa diajarkan matapelajaran untuk masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. 4. Laporan memberi tekanan pada peranan potensial dari setiap universitas untuk memupuk pikiran –pikiran liberal mendesak supaya setiap universitas, terbuka bagi orang banyak, bukan hanya bagi sekelompok orang dan mengemukakan bahwa universitas dengan suasana yang liberal memberikan suatu tempat yang lebih baik. Rekomendasi-rekomendasi itu, diterima dan dimasukkan dalam undang-undang pendidikan sekolah tahun 1947 praktis tanpa perubahan.Setelah disahkan seluruh fasilitas sekolah harus dirombak, banyak lembaga yang baru didirikan agar pendidikan wajib pada tingkat sekolah menengah pertama dapat dilaksanakan. 15 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1Kesimpulan Setelah membahas pendidikan pada zaman Meiji pada perang dunia ke II,maka dapat disimpulkan bahwa: Sistem pendidikan pada masa itu memang mengalami perombakan pada masyarakat,akan tetapi pendidikannya pada masa itu masih terlalu sangat dikekang pemerintah dalam menyangkut semua hal dalam sistem pendidikan tersebut. Oleh karena itu tentara pemerintah pendudukan pun melakukan perubahan yang lebih bersifat adil sehingga semua golongan dalam masyarakat jepang memperoleh pendidikan.Dengan adanya perubahan yang dilakukan pemerintahan pendudukan,maka lahirlah filsafat pendidikan baru yang didasari pada system pendidikan yang baru yang didasarkan pada undang-undang dasar dan undang-undang yang disahkan dan diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),sehingga dengan perubahan tersebut,muncullah partai-partai politik. 4.1 Saran Sebagai Negara maju pada masa ini, jepang merupakan salah satu negara yang dulunya juga sangat miskin dan terpuruk pada masa perang dunia ke II ,akan tetapi negara jepang mampu bangkit dan bersaing pada zaman modern sekarang .Itu karena jepang sangat menjunjung tinggi arti sebuah pendidikan. Sebab pendidikan pada generasi penerus bangsa jepang selalu diasah, dan diawasi. Karena menurut mereka pendidikan generasi muda merupakan kunci dari kesuksesan nagara itu sendiri. Hendaknya Indonesia dapat meniru sikap bangsa Jepang yang sangat mengutamakan pendidikan, sehingga bisa bersaing diera globalisai pada saat ini. 16 DAFTAR PUSTAKA Akuto,Hiroshi, dkk. 1972.Shakai Hendoki no Nihon Shakai( Merubah Masyarakat Jepang).Tokyo:Nihon Hoso Shuppan Kyokai. Anderson,Ronald S. 1975. Education in Japan .Washington,D.C. :U.S. Government Printing Office :A Century of Modern Development. Aso, Makoto. 1967. Erito to Kyoiku (Golongan Elite dan Pendidikan).Tokyo: Fukumura Shuppan. Cummings William K. 1984.Pendidikan dan Kualitas Manusia Di Jepang. Yogyakarta :UGM. https://endang965.wordpress.com/2007/05/06/potret-pendidikan-di-jepang. 17
Proses Perjalanan Ke Jepang. Alasan Pemilihan Judul Tujuan Penulisan Batasan Masalah Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan 1. Checklist Dokumen Perjalanan ke Jepang Proses Perjalanan Ke Jepang. Sebelum Perjalanan Ke Jepang 1. Pesiapan Dokumen Proses Perjalanan Ke Jepang
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Proses Perjalanan Ke Jepang.

Gratis