Feedback

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).

Informasi dokumen
1    ANALISA HU UKUM ASU URANSI KENDARA K AN BERM MOTOR (MENUR RUT KUH H DAGANG G) SKRIPSI Diajukan Untuk k Melengka api Tugas-T Tugas dan Mem menuhi Syarrat-Syarat Untuk Memperoleh Gelaar Sarjana Hukum Oleh : KRIISTON BOL LIM SIRA AIT NIM M : 050200373 FAK KULTAS HUKUM H TAS SUMA ATERA UT TARA UNIVERSIT MEDAN N 2 0 11     Universitas Sumatera Utara 2    ABSTRAKSI Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap analisa hukum asuransi kendaraan bermotor(menurut kuh dagang). Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah Sejumlah persyaratan untuk mengklaim asuransi kendaraan yang hilang, apakah ada kemudahan, bagaimana pertanggungan asuransi dalam hukum dagang dan Bagaimana analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang. Adapun metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data, dan pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi berdasarkan dokumendokumen maupun arsip perusahaan yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa Pembagian dan pengaturan tanggung jawab tersebut di atas oleh para pihak dalam perjanjian leasing harus dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan. Pelaksanaan tanggung jawab asuransi kerugian oleh pihak PT bussan auto finance, tertanggung diwajibkan membayar uang sebagai biaya administrasi, kemudian pihak PT bussan auto finance mengambil alih risiko kerusakan yang dialami oleh tertanggung untuk diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab oleh pihak penanggung. Prosedur dalam pengajuan klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) pihak tertanggung secara langsung mengajukan klaim kepada pihak PT bussan auto finance. Pada saat pengajuan tuntutan ganti kerugian, pihak tertanggung tidak boleh melampaui batas waktu 12 (dua belas) bulan yang telah ditentukan dengan disertai dokumen pendukung yang ditetapkan oleh pihak penanggung. Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga jaminan yang dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin penting, tetapi masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan Asuransi kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban kecelakaan, lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri. Kata Kunci : asuransi kendaraan bermotor     Universitas Sumatera Utara 3    KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha ESa atas kasih dan berkat yang dilimpahkannya sehingga penulis dapat memulai, menjalani dan mengakhiri masa perkuliahan serta dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaikbaiknya. Adapun skripsi ini berjudul “Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang)” yang merupakan alah satu syarat untuk menempuh ujian Sarjana HUkum Universitas Sumatera Utara Medan. Pada kesempataan ini, dengan ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Prof.Dr.dr. Syahril Pasaribu DTM & H., M.Sc (CTM), Sp.A (K) sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, MHum sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, karena sudah berusaha untuk memberikan perubahan yang maksimalkan kepada fakultas dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan kampus Fakultas Hukum USU. 3. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum., sebagai Pembantu Dekan I yang telah membantu para mahasiswa memenuhi segala kebutuhan akademik dan administrasi. 4. Bapak Pembantu Dekan II Safrudin Hasibuan, SH, MHum, Dfm yang telah membantu mahasiswa di pembayaran SPP dan sumbangan-sumbangan kegiatan kampus. 5. Bapak Dr. Hasim Purba, SH, M.Hum sebagai Ketua Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.     Universitas Sumatera Utara 4    6. Bapak Ramli Siregar SH, M.Hum sebagai Dosen Pembimbing I yang telah membimbing, mengkritisi, memberikan saran-saran dan mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 7. Ibu Aflah SH, M.Hum sebagai Dosen Pembimbing II yang telah menyetujui judul, outline skripsi, membimbing, mengkritisi dan memberikan saran-saran yang konstruktif serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 8. Para staf dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama sepuluh semester. 9. Kedua Orangtua tersayang, papa Drs Edison Sirait dan mama Tinur Nurmaya Br. Silalahi Amkeb. yang selalu memberikan perhatian, semangat, dan doa’nya. Terima kasih. 10. Untuk teman-teman seperjuangan di Fakultas Hukum USU yang telah membantu secara moril penulis selama beraktifitas di kampus maupun diluar kampus. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang telah kita lakukan mendapat Rahmat dan Tuhan Yang maha Esa. Penulis memohon maaf kepada Bapak / Ibu dosen pembimbing dan dosen penguji atas sikap dan kata yang tidak berkenan selama penulisan skripsi ini. Akhirnya sembari mengucapkan puji syukur kepada Tuhan atas Rahmad dan Karunia-Nya, penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Medan, September 2011 Penulis, KRISTON BOLIM SIRAIT)     Universitas Sumatera Utara 5    DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI . . iv BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Perumusan Masalah . 6 C. Tujuan dan Manfaat Penulisan . 6 D. Keaslian Penulisan . 6 E. Tinjauan Kepustakaan . 6 F. Metode Penelitian. 13 G. Sistematika Penulisan . 15 BAB II : TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR BAB III: A. Pengertian Asuransi Kendaraan Bermotor 17 B. Macam-macam resiko dalam asuransi kendaraan bermotor . 20 C. Perjanjian leasing kendaraan bermotor 23 D. Proses Pengajuan dan Penyelesaian klaim asuransi kendaraan Bermotor 29 E. Berakhirnya Asuransi Kendaraan Bermotor 35 PERTANGGUNGAN ASURANSI DALAM HUKUM DAGANG A. Pengertian dan pengaturan pertanggungan asuransi 38 B. Jenis dan Macam pertanggungan asuransi 42 C. Premi dan Asuransi pertanggungan asuransi 43 D. Klaim pertanggungan atau asuransi .   48   Universitas Sumatera Utara 6    E. Dasar hukum mengenai asuransi Kendaraan bermotor 52 BAB IV : ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR MENURUT KUH DAGANG A. Pemberian Ganti Rugi Terhadap Asuransi Kendaraan Bermotor dalam kaitannya dengan KUHD . . 61 B. Tanggung jawab hukum penyelesaian klaim asuransi kendaraan Bermotor 70 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. 77 B. Saran . 78 DAFTAR PUSTAKA     Universitas Sumatera Utara 2    ABSTRAKSI Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap analisa hukum asuransi kendaraan bermotor(menurut kuh dagang). Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah Sejumlah persyaratan untuk mengklaim asuransi kendaraan yang hilang, apakah ada kemudahan, bagaimana pertanggungan asuransi dalam hukum dagang dan Bagaimana analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang. Adapun metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data, dan pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi berdasarkan dokumendokumen maupun arsip perusahaan yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa Pembagian dan pengaturan tanggung jawab tersebut di atas oleh para pihak dalam perjanjian leasing harus dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan. Pelaksanaan tanggung jawab asuransi kerugian oleh pihak PT bussan auto finance, tertanggung diwajibkan membayar uang sebagai biaya administrasi, kemudian pihak PT bussan auto finance mengambil alih risiko kerusakan yang dialami oleh tertanggung untuk diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab oleh pihak penanggung. Prosedur dalam pengajuan klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) pihak tertanggung secara langsung mengajukan klaim kepada pihak PT bussan auto finance. Pada saat pengajuan tuntutan ganti kerugian, pihak tertanggung tidak boleh melampaui batas waktu 12 (dua belas) bulan yang telah ditentukan dengan disertai dokumen pendukung yang ditetapkan oleh pihak penanggung. Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga jaminan yang dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin penting, tetapi masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan Asuransi kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban kecelakaan, lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri. Kata Kunci : asuransi kendaraan bermotor     Universitas Sumatera Utara 7    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini teknologi di bidang industri pengangkutan baik darat, laut maupun udara berkembang dengan pesat. Di Indonesia pun penggunaan hasil-hasil produksi teknologi yang tinggi dibidang alat angkut pesat sekali, meskipun yang menikmati hasil produksi tersebut baru sebhagian golongan masyarakat saaja. Produksi kendaraan bermotor saat ini tidak terbilang jumlahnya disebabkan persaingan harga dan kualitas kendaraan pribadi dan alat angkut penumpang umum, baikyang melalui darat, laut maupun udara, dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya yang merupakan dampak lain yang harus dipeerhitungkan dari segi ekonomi. Karena itu, bermacam-macam perusahaan telah muncul, khususnya prusahan yang berhubungan dengan kegiatan memberikan jaminan atau tangungan kepada seseorang atau kepada suatu aset tertentu, karena standar suatu saat dapat ditimpa oleh suatu kerugian atau peristiwa. Karena itu kita menyaksikan puluhan bahkan ratusan perusahan asuransi di Indonesia menawarkan jasanya. Mereka menawarkan jasanya agar seseorang anggota masyarakat bersedia menjadi angota atau nasabah suatu perusahaan asuransi. Pada kenyatannya kinerja perusahaan asuransi di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan umumnya belum menggembirakan. Belum menggembirakan, yang mana dari pihak pengelola usaha asuransi belum memberikan pelayanan yang baik, bahkan sering kali melakukan penipuan terhadap konsumen atau muncul kesan dipersulit ketika akan menggugat     Universitas Sumatera Utara 8    hak, baik dalam asuransi jiwa maupun dalam asuransi kerugian. Sedangkan dari pihak masyararat industri asuransi kurang diminati, disamping minimnya pengetahuan masyarakat terhadap asuransi, juga disebabkan masih rendahnya income per kapita masyarakat. Bagi mereka yang akan bergabung atau menjadi nasabah perusahaan asuransi perlu mengetahui apa kriteria, pedoman layak dipertimbangkan ketika akan memilih suatu asuransi. Kondisi keuangan perusahaan asuransi sendiri. Saat ini ada sebagian perusahaan asuransi cenderung mengulur-ulur waktu ketiga akan membayar klaim. Oleh sebab itu faktor permodalan lebih menjadi perhatian perusahaan asuransi tersebut. Gambaran negatif bahwa perusahaan asuransi yang mempersulit nasabah dalam hal klaim, bukan kebiasaan. Namun kadang kala nasabah mempersulit dirinya sendiri, antara lain dengan tidak jujur dalam mengisi formulir aplikasi (SPAJ) yang mana ketidak jujuran tersebut akan merugikan dirinya sendiri. Kriteria yang di atas sangat penting. Sebab bila salah pilih, nasabah bisa rugi. Untuk itulah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan oleh asuransi di Indonesia. Oleh karena itu seorang agen dalam kegiatannya, dalam menyampaikan program? program asuransi yang ada di Indonesia harus. memberikan keterangan yang jelas dan benar mengenai perusahaan, produk? produk perusahaan asuransi maupun proposal kepada setiap calon pemegang polis, yang mana, hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan.1 Perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan tegas memberikan kriteria dan batasan luasnya proteksi atau jaminan yang diberikannya kepada tertanggung. Kriteria dan batasan tersebut dicantumkan di dalam polis, sesuai dengan jenis asuransi yang bersangkutan. Sehingga setiap polis tercantum jenis peristiwa apa saja yang menjadi                                                              1  Arsel idjard, Nica ngani, Profil Hukum Perasuransian Di Indonesia, Liberty.       Universitas Sumatera Utara 9    tanggung jawab penanggung. jadi apabila terjadi kerugian yang disebabkan karena peristiwa-peristiwa yang diperjanjikan itulah penanggung akan membayar ganti kerugian. Analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang, biasanya dalam praktek sehari-hari, polis yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi masih harus ditambah/diubah untuk memenuhi berbagai kebutuhan antara lain kemungkinan adanya perubahan keadaan, pemindahan tangan nama, dan sebagainya. Setiap perubahan/ penambahan, baik yang bersifat syarat / bersifat pemberitahuan harus dicatat dalam polis yang bersangkutan, agar perubahan ini dapat dianggap sah dan mengikat para pihak. Mengenai masalah anda ini , menurut ketentuan pasal 263 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD), "Apabila barang-barang yang dipertanggungkan, dijual atau berpindah hak miliknya, maka pertanggungan berjalan terus guna keuntungan si pembeli atau si pemilik baru, biarpun pertanggungan itu tidak dioperkan, mengenai segala kerugian yang timbul sesudah barang tersebut mulai menjadi tanggungannya si pembeli atau si pemilik baru tadi; segala sesuatu itu kecuali apabila telah diperjanjikan hal yang sebaliknya antara si penanggung dan tertanggung yang semula. Apabila, pada waktu barang itu dijual atau dipindahkan hak miliknya, si pembeli atau si pemilik baru menolak untuk mengoper tanggungannya, sedangkan si tertanggung yang semula masih tetap berkepentingan terhadap barang yang dipertanggungkan, maka pertanggungan itu sementara tetap akan berjalan guna keuntungannya". Dari ketentuan pasal 263 KUHD ini jika dikaitkan dengan masalah anda maka anda memang belum berhak untuk menuntut asuransi tersebut dengan alasan karena motor itu belum berpindah kepemilikannya atas nama anda. Anda masih harus membayar cicilan motor tersebut. Kecuali pada saat motor dicuri, motor itu telah anda     Universitas Sumatera Utara 10    lunasi yang berarti telah menjadi milik anda, surat-surat dan BPKB telah atas nama anda maka anda berhak untuk menuntut asuransi tersebut. Konsekuensi nasabah membeli polis harus dengan cara tanggung jawab. Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa dalam perlindungan nasabah peraturan, perundangundangan yang berlaku dan berkaitan dengan desakan perasuransian terutama KUH Perdata dan KUHD sebagai acuan dalam hukum asuransi yang kemudian diberlakukan beberapa ketentuan? ketentuan lainnya, seperti Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri, dan Peraturan?peraturan lainnya juga menyangkut polis. Akan halnya kepada siapa seorang nasabah bisa berharap mendapat jaminan ketenangan, tentunya pertama kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua kepada asuransi. Dengan cara berasuransi maka orang yang menghadapi resiko atas jiwanya bermaksud untuk mengalihkan resikonya itu atau setidak?tidaknya membagi resikonya itu kepada pihaklain yang bersedia menerima peralihan atau pembagian resiko tersebut. Peralihan resiko itu tidak terjadi dengan begitu saja, tanpa kewajiban apa?apa pada pihakyang memperalihkan. Hal itu harus diperjanjikan terlebih dahulu. Disamping itu tindakan yang dapat dianggap memperlambat penyelesaian atau pembayaran klaim secara wajar antara lain : 1. Memperpanjang masa penyelesaian klaim, dengan memilih dokumen lain yang pada dasarnya isi tersebut sama dengan dokumen yang telah ada. 2. Menunda pembayaran klaim, dengan mengkaitkan pembayaran klaim reasuransi. 3. Menerapkan prosedur yang tidak lagi dalam lingkup kegiatan asuransi. 4. Tidak menyelesaikan klaim dengan mengkaitkan pada penyelesaian klaim yang lain pada polis yang sama.2                                                              2  Mashudi dam Moch Chidir Ali, 1998, Hukum Asuransi, CV Mkitar Maju, Bandung.     Universitas Sumatera Utara 11    Di samping itu peran agen dalam kegiatan agency asuransi yang ada di Indonesia, yakni harus menyimpan informasi atau rahasia tentang nasabahnya dan juga tentang eksistensi perusahaannya. Sekali lagi agen harus menjaga kerahasiaan, ahli waris dan perusahaan serta menyediakan akses hanya untuk mereka. Oleh karena itu setiap usaha asuransi yang ada di Indonesia mewajibkan semua agen agar mematuhi seluruh kebijakan, peraturan serta prosedur yang diberlakukan. Hal ini untuk menjamin bahwa perusahaan mampu memenuhi janji dan integritas dalam berurusan dengan nasabah. Berkenaan dengan ketentuan ini, tentu akan menimbulkan perselisihan yang mengakibatkan kerugian atau akibat?akibat hukum.3 Untuk melindungi reputasi perusahaan seharusnya ada tindakan dalam hal terjadi pelanggaran atas peraturan ini termasuk didalamnya berupa pelanggaran hukum atau praktek. Praktek yang tidak etis yakni memberhentikan pertanggungan dari tertanggung secara sepihak. Tertanggung dapat menuntut secara hukum sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Usaha untuk mengatasi risiko akibat persaingan jual beli kendaraan bermotor dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain dengan mengadakan perjanjian asuransi yang mempunyai tujuan mengaplihkan sebagian atau seluruh risiko kepada pihak lain layng mampu menerima atau dengan mengganti kerugian kepada pembeli atau pemakaian dengan mengganti kerugian tertimpa musibah kecelakaan lalulintas di luar kesalahannya sendiri karena pengguna kendaraan baik pribadi atau umum yang ditumpanginya, karena baik kecelakaan lalu lintas, maupun, hilang atau cacatnya kendaraan adalah merupakan suatu peristiwa yang tidak disengaja atauun tidak disangka-sangka terjadinya, sehingga dapat saja mengakibatkan seseorang menjadi luka, cacat dan meninggal dunia, sementara kendaraan bermotornyapun rusak atau menjadi hancur tidak dapat digunakan lagi. Walaupun Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga jaminan yang dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin penting, tetapi masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan Asuransi kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban kecelakaan, lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri. Jumlah santunan yang disediakan Asuransi santunan kepada pengguna kendaraan bermotor dan pengendara yang menjadi korban relatif cukup besar dan bermanfaat bagi para korban dan menadpat kembali kendaran bermotor yang rusak menjadi layak pakai kembali.     Universitas Sumatera Utara 83    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN   A. Kesimpulan Berdasarkan uraian serta penjelasan pada bab-bab sebelumnya, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan pokok pembahasan serta sekaligus merupakan jawaban dari pada permasalahan yang penulis buat, yaitu: 1. Syarat-syarat dan prosedur pengajuan klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor adalah sebagai berikut : (a) Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) berupa formulir klaim ganti kerugian dan berita acara kerusakan atau kehilangan. Sedangkan bagi pihak tertanggung cukup melengkapi syarat-syarat yang lain berupa keterangan bukti diri, slip jaminan asuransi dan bukti pembayaran. Apabila dalam pengajuan klaim syarat tersebut tidak dipenuhi, maka hak tertanggung untuk mendapatkan ganti kerugian akan menjadi hilang atau batal. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 14 Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia. (b) Prosedur dalam pengajuan klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) pihak tertanggung secara langsung mengajukan klaim kepada pihak PT bussan auto finance. Pada saat pengajuan tuntutan ganti kerugian, pihak tertanggung tidak boleh melampaui batas waktu 12 (dua belas) bulan yang telah ditentukan dengan disertai dokumen pendukung yang ditetapkan oleh pihak penanggung.     Universitas Sumatera Utara 84    2. Pelaksanaan tanggung jawab asuransi kerugian oleh pihak PT bussan auto finance, tertanggung diwajibkan membayar uang sebesar Rp. 200.000,00 sebagai biaya administrasi, kemudian pihak PT bussan auto finance mengambil alih risiko kerusakan yang dialami oleh tertanggung untuk diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab oleh pihak penanggung. 3. Hambatan dalam pengajuan klaim asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) dengan berupa kualitas hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan. Penyelesaian dapat dilakukan secara musyawarah. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka sebagai bagian akhir dari tulisan ini penulis memberikan saran: 1. Pembentukan peraturan perundang-undangan khusus mengenai leasing yang lebih lengkap dan efektif, serta pengaturan mengenai prosedur mekanisme leasing secara jelas dan rinci, sehingga terdapat kepastian hukum dan keseragaman pengaturan bagi usaha leasing khususnya. 2. Pembagian dan pengaturan tanggung jawab oleh para pihak dalam perjanjian leasing harus dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan, seperti yang diatur dalam ketentuan buku KUHD, semua ketentuan mengenai perjanjian dan perikatan yang berlaku dalam hukum perjanjian juga harus dijadikan pedoman dalam pembagian dan pengaturan tersebut. 3. Terhadap kasus-kasus klaim yang bermasalah, perlu diadakan evaluasi kasus-kasus seperti apakah yang paling sering ditemui. Dari sanalah bisa ditarik kesimpulan dimanakah letak kesalahan mengapa kasuskasus seperti itu kerap dijumpai, apakah kesalahan terletak pada cara agen dalam memberikan penjelasan kepada pemegang     Universitas Sumatera Utara 85    polis, ketidakjelasan dalam pasal-pasal perjanjian, kurangnya pemahaman staf klaim dalam memberikan jawaban, atau memang karena kesengajaan yang dibuat tertanggung untuk melakukan kecurangan.     Universitas Sumatera Utara 23    BAB II TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR A. Pengertian Asuransi Kendaraan Bermotor Pada tahap awal perkembangan asuransi di Indonesia, jenis asuransi yang ada hanya terbatas pada asuransi kebakaran dan asuransi mobil. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan berjalannya fungsi perbankan sebagai penyalur kredit ke sektor manufaktur serta sektor riil lainnya, maka industri asuransi pun turut berkembang. Kini jenis-jenis pertanggungan dalam asuransi kerugian berdasarkan data dari Bappepam-LK, Biro Perasuransian telah terbagi atas 13 (tiga belas) cabang (produk/class of business) yang meliputi asuransi harta benda (property), asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle), asuransi pengangkutan laut (marine cargo), asuransi rangka kapal (marine hull), asuransi rangka pesawat (aviation), asuransi rekayasa (engineering), asuransi kecelakaan diri dan kesehatan (personal accident & health), asuransi kredit dan penjaminan (credit & surety), asuransi satelit, asuransi energi (energy-onshore), asuransi energi (energy-offshore), serta aneka cabang asuransi lain yang dikategorikan dalam cabang asuransi aneka (others).16 Asuransi Kendaraan Bermotor, salah satu jenis asuransi kerugian yang diminati konsumen karena asuransi ini memberikan pertanggungan atas kerugian/ berkurangnya nilai secara finansial atas obyek pertanggungan kendaraan bermotor yang disebabkan karena menabrak, ditabrak, dicuri, terbakar, dan tergelincir. Secara spesifik juga dijelaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 74/PMK.010/2007 khususnya Pasal 1 ayat (2) : Asuransi Kendaraan Bermotor adalah produk asuransi                                                             16 Djoko Prakoso, I Ketut Murtika, Hukum Asuransi Indonesia, (Jakarta: PT Asdi Maha Satya, 2000)       Universitas Sumatera Utara 24    kerugian yang melindungi tertanggung dari resiko kerugian yang mungkin timbul sehubungan dengan kepemilikan dan pemakaian kendaraan bermotor.17 Asuransi Kendaraan Bermotor merupakan bagian dari asuransi umum yang menjamin kerugian atau kerusakan pada kendaraan bermotor yang dipertanggungkan terhadap resiko tabrakan, perbuatan jahat orang lain, pencurian, kebakaran dan sambaran petir, sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam Polis Kendaraan Bermotor Indonesia. Secara garis besar, jenis pertanggungan Asuransi Kendaraan Bermotor terbagi menjadi 2 (dua) yaitu dibagi menjadi 2 (dua) jenis:18 1. Comprehensive/All Risk (Kerugian Gabungan) memberikan jaminan terhadap: a. Kerugian/kerusakan atas kendaraan bermotor yang diasuransikan karena tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir dari jalan. b. Kerugian keuangan/kerusakan kendaraan bermotor karena perbuatan jahat orang-orang terkecuali oleh keluarga sendiri/orang yang bekerja dengan tertanggung atau membawa kendaraan tersebut seizin tertanggung. c. Kebakaran yang diakibatkan oleh api yang muncul dari dalam maupun dari luar kendaraan. d. Pencurian, termasuk pencurian yang dilakukan dengan kekerasan. e. Sambaran petir. 2. Total Loss Only (TLO) menjamin kerugian kendaraan yang diasuransikan baik karena kecelakaan, kebakaran, maupun pencurian, dimana kerugian tersebut memenuhi salah satu syarat berikut : a. Akibat kecelakaan/kebakaran, dimana biaya kerugian/kerusakan mencapai 75% atau lebih dari harga kendaraan.                                                             17 Ronny Hanitijo Sumitra, 1998, Asuransi Kendaraan bermotor, Ghalia Indonesia, Jakarta. 18 Ibid      Universitas Sumatera Utara 25    b. Akibat pencurian, bila dalam batas waktu 60 hari kendaraan tersebut belum diketemukan. c. Resiko sendiri untuk resiko kecelakaan (butir 1) dan pencurian (butir 2) berlaku jumlah yang tercantum dalam polis. Perbedaan keduanya adalah bahwa pada jenis pertanggungan TLO, penanggung baru akan membayar kerugian apabila nilai kerugian yang diakibatkan oleh resiko yang dijamin melebihi 75% dari harga pertanggungan yang disepakati di awal, sedangkan pada jaminan comprehensive (all risk), tertanggung dapat mengajukan klaim untuk kerusakan akibat resiko yang dijamin berapapun nilai kerugian yang terjadi, sepanjang tidak melebihi harga pertanggungan.19 Sebenarnya, pertanggungan untuk kendaraan bermotor telah terstandarisasi, dengan jaminan dan pengecualian seperti tertera dalam PSKBI (Polis Standar Kendaraan Bermotor Indonesia). Resiko yang dijamin dalam asuransi ini adalah kerugian yang disebabkan karena tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, perbuatan jahat orang lain, pencurian, kebakaran, sambaran petir. Namun dalam : Universitas Sumatera Utara c. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut : d. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2009 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara Maka didapat Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada proyeksi jumlah Mopen sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara 2. Mobil Gerobak a. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2006 dapat dihitung sebagai berikut : b. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2007 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara c. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut : d. Nilai Kesalahan (error), Square Error, PE, dan MAPE tahun 2009 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara Maka didapat Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada proyeksi jumlah Mobil Gerobak sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara 3. Bus Kota a. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2006 dapat dihitung sebagai berikut : b. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2007 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara c. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut : d. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2009 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara Maka didapat Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada proyeksi jumlah Bus Kota sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara 4. Sepeda Motor a. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2006 dapat dihitung sebagai berikut : b. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2007 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara c. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut : d. Nilai Kesalahan (error), Square error, PE, dan MAPE tahun 2009 dapat dihitung sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara Maka didapat Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada proyeksi jumlah Sepeda Motor sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1.Pengertian Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menyesuaikan desain yang ada dalam dokumen yang telah disetujui, menginstal dan memulai menggunakan sistem yang diperbaiki. Tahapan implementasi merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis kedalam programming. Pada tahapan inilah seluruh hasil desain dituangkan kedalam bahasa permograman tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai dengan hasil desain tertentu. Dalam pengolahan data pada karya tulis ini penulis menggunakan satu perangkat lunak (software) sebagai implementasi sistem yaitu program excel dalam memperoleh masalah hasil perhitungan. Selain berfungsi sebagai pengolah angka atau memanipulasi angka, excel juga dapat digunakan untuk memanipulasi teks komputer, untuk dapat mendayagunakan excel dengan maksimal, juga harus menguasai sistem operasi Microsoft Windows. Universitas Sumatera Utara 5.2.Pengertian Microsoft Excel Microsoft Excel merupakan salah satu software yang dapat digunakan untuk mengorganisir, menghitung, menyediakan maupun menganalisa data-data dan mempresentasikan kegrafik/diagram. Sheet (lembar kerja) excel terdiri dari 356 kolom dan 65536 baris. Kolom diberi nama dengan huruf dimulai dari A,B,C ,Z. kemudian dilanjutkan AA,AB,AC sampai kolom IV. Sedangkan baris ditandai dengan angka, dimulai dari 1,2,3 .sampai angka 65536. Sedangkan satu sel dapat memuat sebanyak 32 karakter. 5.3.Langkah-Langkah Memulai Pengolahan Data Dengan Excel Sebelum mengoperasikan software ini, pastikan bawa pada komputer telah terpasang program excel dengan langka-langkah sebagai berikut : 1. Klik tombol start 2. Pilih program dan klik Microsoft Excel 3. Setelah itu akan muncul tampilan lembar kerja seperti dibawah ini Universitas Sumatera Utara Sel aktif memiliki border gelap disekelilingnya dan alamat sel aktif ditampilkan pada kotak diatas tepi kiri lembar kerja. Sewaktu mengetik teks atau rumus, karakter akan terlihat pada formula bar. Tanda + (plus) yang terlihat pada lembar kerja menandakan keberadaan mouse. Rumus selalu dimulai dengan tanda “sama dengan” (=), misanya; =Sum (range) digunakan untuk menjumlahkan range tertentu. Nilai yang dihasilkan dapat berubah apabila rangkaian nilai dalam rumus berubah. 4. Memasukkan data kelembar kerja dengan langkah sebagai berikut : a) Tempatkan petunjuk sel pada tempat atau sel tempat data tersebut akan ditemnpatkan. b) Ketik data yang akan dimasukkan. c) Untuk mengakhiri, tekan enter atau tanda panah untuk berpindah sel atau dengan menggertakkan mouse ketempat sel lain. Universitas Sumatera Utara 5.4. Menyimpan Data Setelah lembar kerja diisi dalam Microsoft Excel disimpan dengan nama file Espor. Adapun langkah-langkah dalam menyimpan lembar kerja adalah sebagai berikut : a) Ketik file b) Save as data c) Klik OK atau enter 5.5. Pemrosesan Data dengan Rata-rata Bergerak 3 Tahunan Selanjutnya adalah pemrosesan data dengan langkah sebagai berikut : a. Rata-rata bergerak tunggal, 3 tahunan dihitung dari periode 1 sampai 3 sehingga rumus yang tertera pada sel D4 aedalah : =SUM(C2:C4)/3 Sedangkan untuk periode selanjutnya tinggal menyalin atau mengcopy rumus tersebut. b. Rata-rata bergerak bergerak ganda, 3 tahunan dihitung dari periode 3 sampai 5 yaitu didapat dari rata-rata bergerak tunggal, sehingga rumus yang tertera pada sel E6 adalah : =SUM (D4:D6)/3 Sedangkan untuk periode selanjutnya tinggal menyalin atau mengcopy rumus tersebut. Universitas Sumatera Utara c. Nilai a didapat dari 2 kali rata-rata bergerak tunggal pada periode 5 dikurangi ratarata bergerak ganda periode 5, sehingga rumus yang tertera pada sel F6 adalah : =2*D6-E6 Sedangkan untuk periode selanjutnya tinggal menyalin atau mengcopy rumus tersebut. d. Nilai b didapat dari 2 kali dari rata-rata bergerak tunggal pada periode 5 dikurang rata-rata bergerak ganda pada periode 5 dibagi rata-rata bergerak 3 tahunan dikurangi 1, sehingga rumus pada sel G6 adalah : =2*(D6-E6)/(3-1) e. Ramalan untuk periode 8 didapat dari nilai a ditambah dengan nilai b yang sebelumnya dikali m=1,sehingga rumusnya pada sel H9 adalah : =F8+G8*1 Tetapi pada periode 9, m=2, periode 10, m=3, sehingga rumusnya pada sel H10 dan pada sel H11 adalah : =F8+G8*2 =F8+G8*3 5.6. Menghitung Kesalahan Ramalan 1) Jumlah error, Absolute error, dan square error dengan rumus : a. Untuk jumlah Error dapat digunakan rumus : =SUM (D8:D9) Maka hasil jumlah error adalah 5860,89 Universitas Sumatera Utara b. Untuk jumlah absolute Error dapat digunakan rumus : =SUM (E8:E9) Maka hasil jumlah error adalah 21616,45 c. Untuk jumlah square error dapat digunakan rumus : =SUM (F8:F9) Maka hasil jumla error adalah 160622561,85 2) Menghitung Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) a. Menghitung MSE dapat menggunakan rumus : =F10/2 Maka hasil MSE adalah 40155640,46 b. Menghitung MAPE dapat menggunakan rumus ; =H10/2 Maka hasil MAPE adalah 2,6904 Universitas Sumatera Utara 5.7.Hasil Perhitungan Rata-rata Bergerak 3 Tahunan dalam Excel 5.8.Hasil Perhitungan Kesalahan Ramalan (Error) dalam Excel Universitas Sumatera Utara BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang dilakukan sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. Dari hasil perhitungan jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya, dapat dilihat perkembangan jumlah Mopen, Mobil Gerobak, Bus dan Sepeda Motor mengalami peningkatan pada tahun 2013, yaitu Mopen 2.6904 unit dan Sepeda Motor 3.7728 unit, sedangkan jumlah Mobil Gerobak 204 unit, Bus 1.0516 unit mengalami penurunan pada tahun 2013. 2. Penulis dapat mengetahui kendaraan bermotor mana yang paling banyak terdapat di Kota Medan tahun 2013 yaitu Sepeda Motor sebanyak 3.7728 Unit Universitas Sumatera Utara 6.2. Saran Berdasarkan hasil pengolahan dan penganalisaan data yang telah dilaksanakan, maka disaranakan : Sebaiknya pemerintah lebih memprioritaskan waktu-waktu khusus beroperasi bagi kendaraan jenis mopen kota dan sepeda motor karena paling banyak diantara kendaraan jenis lainnya yang terdapat di kota Medan agar tidak mengakibatkan kemacetan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA 1. Assauri, sofyan. 1984. Teknik dan Metode Peramalan. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2. BPS. 2009. Profil Badan Pusat Statistik Provinsi, Medan 3. Deanto. 2002. Proyeksi Bisnis dengan Microsoft Excel, Jakarta : Alex Media Komputindo, Jakarta : Alex Media Komputindo 4. Makridakis, Spyros dan Wheelwright, Steven, C. 1993. Metode dan Aplikasi Peramalan, Jakarta : Erlangga Universitas Sumatera Utara
Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang). Berakhirnya Asuransi Kendaraan Bermotor Buku Abdul Kadir Muhammad, 1978, Pokok-Pokok Hukum Pertanggungan, Alumni, Dasar hukum mengenai asuransi Kendaraan bermotor Jenis dan Macam pertanggungan asuransi Klaim pertanggungan atau asuransi Latar Belakang Masalah Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang). Macam-macam resiko dalam asuransi kendaraan bermotor Metode Penelitian Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang). Pemberian Ganti Rugi Terhadap Asuransi Kendaraan Bermotor dalam Pengertian dan pengaturan pertanggungan asuransi Perjanjian leasing kendaraan bermotor Permasalahan Tujuan dan Manfaat Penelitian Keaslian Penelitian Tinjauan Kepustakaan Proses Pengajuan dan Penyelesaian klaim asuransi kendaraan bermotor Sistematika penulisan Pengertian Asuransi Kendaraan Bermotor Tanggung jawab hukum penyelesaian klaim asuransi kendaraan bermotor Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor Menurut Kuh Dagang
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).

Gratis