Rancang bangun sistem informasi penerimaan karyawan berbasis WEB: studi kasus PT Desalite Esbang Jaya

Gratis

19
75
269
2 years ago
Preview
Full text
SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB ( STUDI KASUS : PT DESALITE ESBANG JAYA) Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah DISUSUN OLEH : JUNIAR SOFYANTI NIM. 208093000066 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M / 1435 H SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB ( STUDI KASUS : PT DESALITE ESBANG JAYA) Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah DISUSUN OLEH : JUNIAR SOFYANTI NIM. 208093000066 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M / 1435 H SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB ( STUDI KASUS : PT DESALITE ESBANG JAYA) Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah DISUSUN OLEH : JUNIAR SOFYANTI NIM. 208093000066 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M / 1435 H ii RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB ( STUDI KASUS : PT DESALITE ESBANG JAYA) Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Oleh: JUNIAR SOFYANTI NIM: 208093000066 Menyetujui, Pembimbing I, Pembimbing II, Nia Kumaladewi, MMSI Evy Nurmiati, MMSI NIP. 19750412 200710 2 002 NIP. Mengetahui, Ketua Program Studi Sistem Informasi Zulfiandri, MMSI NIP. 19700130 200501 1 003 iii iv ABSTRAK JUNIAR SOFYANTI (208093000066), Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Karyawan Berbasis Web (Studi Kasus PT Desalite Esbang Jaya) di bawah bimbingan NIA KUMALADEWI dan EVY NURMIATI. Sistem Informasi Penerimaan Karyawan Berbasis Web atau e-Recruitment dapat dijadikan solusi dalam menangani proses penerimaan karyawan dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya sistem informasi penerimaan karyawan berbasis web atau e-recruitment perusahaan dapat memilih sendiri karyawan yang tepat untuk perusahaan. Selain itu, perusahaan dapat mengolah data pelamar dalam suatu database sehingga data pelamar tidak menumpuk dalam filing cabinet. Dalam penelitian ini, penulis membahas mengenai bagaimana merancang sistem informasi penerimaan karyawan berbasis web atau e-Recruitment pada PT Desalite Esbang Jaya. Adapun metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall yang meliputi tahapan perencanaan sistem, analisis sistem, perancangan sistem dan implementasi sistem. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, database server-nya menggunakan MySQL. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah sistem informasi penerimaan karyawan berbasis web. Dengan adanya sistem informasi penerimaan karyawan berbasis web diharapkan dapat membantu divisi HRD dalam proses penerimaan karyawaan (recruitment), serta memudahkan manager melihat laporan penerimaan karyawan. Kata kunci : Penerimaan Karyawan Berbasis Web, e-Recruitment, SDLC, Waterfall. V Bab + xix Halaman + 136 Halaman + 16 Tabel + 46 Gambar + 26 Pustaka + Lampiran Pustaka Acuan (25, 2000 – 2012) v KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum, Wr.Wb. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul Rancang Bangun Sistem Informasi Penerimaan Karyawan Berbasis Web dengan studi kasus pada PT Desalite Esbang Jaya. Adapun tujuan skripsi ini adalah untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan program studi Strata-1 (S1) pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan, dorongan, dukungan dan bantuan dari semua pihak, maka penyusunan skripsi ini tidak akan lancar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini izinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak DR. Agus Salim, M. Si selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. 2. Bapak Zulfiandri, MMSI selaku Ketua Program Studi dan Ibu Nia Kumaladewi, MMSI selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Nia Kumaladewi, MMSI dan Ibu Evy Nurmiati, MMSI selaku dosen pembimbing yang senantiasa memberi bantuan, nasihat, kritik, dan saran serta kesediaan waktu dan tenaganya untuk membimbing penulis. Thank vi you so much Ibu. Semoga Allah membalasnya dengan berjuta kebaikan. Amin. 4. Bapak Ahmad Zakir, S.Sos, selaku manager divisi HRD, Bapak Jemmy Sofyanto, A.Md, selaku staf divisi HRD, seluruh staf dan karyawan PT Desalite Esbang Jaya, Bapak H. Fathullah, S.Ag, Ibu Sukaesih Nurlaela selaku CEO tempat penulis bekerja, terima kasih telah banyak membantu penulis menyelesaikan laporan skripsi ini. 5. Dosen-dosen jurusan Sistem Informasi yang telah memberikan banyak ilmu dan bimbingannya. 6. Ayah, Ibu dan Kakak-kakakku tersayang yang selalu memberikan nasihat, motivasi, dan senantiasa mencurahkan doa dan dukungannya demi kesuksesan penulis agar dapat menjalankan skripsi dengan baik. 7. Terima kasih penulis haturkan pada Masturoh, Dewi Rusita, Rif’atul Hasanah, Via Tuhamah, Vistien Widya Wulandari, Gia Muhammad, Saddam Akbar, Azhar Adi Purna dan Teman-teman kelas SI-B, dan SIK Angkatan 2008 Non Reguler untuk kekompakan serta motivasi yang sangat bermanfaat, terima kasih untuk segala informasi dan bantuannya. 8. Seluruh Civitas dan Akademika Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 9. Seluruh pihak yang telah membantu dan namanya tidak dapat disebutkan satu per satu. vii Penulis sadar bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar penulisan skripsi ini menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya demi meningkatkan pengetahuan dalam bidang sistem informasi. Wassalamu’alaikum, Wr.Wb. Jakarta, Juniar Sofyanti 208093000066 viii 2014 ix DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LUAR .i HALAMAN JUDUL DALAM .ii HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN .iii ABSTRAK .v KATA PENGANTAR .vi DAFTAR ISI .ix DAFTAR TABEL .xiv DAFTAR GAMBAR .xv DAFTAR SIMBOL .xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Identifikasi Masalah . 3 1.3 Perumusan Masalah . 4 1.3 Batasan Masalah . 4 1.4 Tujuan Penelitian . 5 1.5 Manfaat Penelitian . 6 1.5.1 Bagi Peneliti . 6 1.5.2 Bagi PT Desalite Esbang Jaya . 6 1.5.3 Bagi Pembaca . 6 1.6 Metode Penelitian . 7 1.6.1 Metode Pengumpulan Data . 7 ix 1.6.2 Metode Pengembangan Sistem . 8 1.7 Sistematika Penelitian Laporan . 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi . 10 2.1.1 Definisi Sistem . 10 2.1.2 Definisi Data dan Informasi . 13 2.1.3 Definisi Sistem Informasi . 14 2.1.4 Karakteristik Sistem . 15 2.2 Basis Data . 17 2.2.1 Kamus Data . 19 2.2.2 Normalisasi . 21 2.2.3 Entity Relationship Diagram (ERD) . 22 2.3 Internet . 23 2.3.1 Surat Elektronis . 24 2.3.2 World Wide Web . 25 2.3.3 Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) . 26 2.3.4 Hyper Text Markup Language (HTML) . 27 2.3.5 Personal Home Page (PHP) . 28 2.3.6 Mysql Database . 31 2.3.7 XAMPP . 31 2.3.8 Dreamweaver . 32 2.4 Penerimaan Karyawan (Recrutment) . 33 2.4.1 Karyawan atau Pegawai . 35 x 2.4.2 Seleksi . 36 2.5 Alat Bantu Analisis Perancangan . 38 2.5.1 Flowchart . 38 2.5.2 Diagram Alir Data (DAD) . 38 2.5.3 Diagram Konteks . 40 2.5.4 Diagram Nol . 40 2.5.5 Diagram Detail . 40 2.6 Metode Pengembangan Sistem . 41 2.6.1 Metode Pengembangan SDLC . 42 2.7 Literatur Sejenis . 46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data . . 52 3.1.1 Studi Pustaka . 52 3.1.2 Observasi . 53 3.1.3 Wawancara . 54 3.2 Metode Pengembangan Sistem . 55 3.2.1 Perencanaan . 55 3.2.2 Analisis Sistem . 56 3.2.3 Desain Sistem . 56 3.2.4 Implementasi . 57 3.2.5 Pengujian . 57 xi BAB IV ANALISIS PERANCANGAN SISTEM 4.1 Gambaran Umum Perusahaan . 59 4.1.1 Sejarah Singkat PT Desalite Esbang Jaya . 60 4.1.2 Visi dan Misi PT Desalite Esbang Jaya . 60 4.1.3 Tujuan Perusahaan . 61 4.1.4 Struktur Organisasi PT Desalite Esbang Jaya . 62 4.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan . 65 4.2.1 Prosedur Sistem Penerimaan Karyawan yang Sedang Berjalan . 66 4.2.2 Rich Picture Sistem Penerimaan Karyawan yang Sedang Berjalan . 69 4.3 Analisis Sistem Usulan . 70 4.3.1 Prosedur Sistem yang Diusulkan . 71 4.3.2 Diagram Alir Data (DFD) . 75 4.3.2.1 Diagram Konteks yang Diusulkan . 75 4.3.2.2 Diagram Nol yang Diusulkan . 76 4.3.2.3 Diagram Detail yang Diusulkan . 80 a. Diagram Detail Proses 1 . 80 b. Diagram Detail Proses 4 . 81 c. Diagram Detail Proses 5 . 82 d. Diagram Detail Proses 6 . 83 4.4 Perancangan Basis Data . 84 4.4.1 Entity Relationship Diagram (ERD) . 85 xii 4.4.2 Normalisasi . 87 4.4.3 Kamus Data . 92 4.5 Desain Sistem yang Diusulkan . 98 4.5.1 Desain Database . 98 4.5.2 Desain Aplikasi .105 4.5.3 Desain Interface .112 4.6 Implementasi Sistem (Implementation System) .130 4.6.1 Perangkat Keras (Hardware) .127 4.6.2 Perangkat Lunak (Software) .131 4.7 Pengujian Sistem (Testing) .131 4.7.1 Black Box Testing .132 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan . 130 5.2 Saran . 130 DAFTAR PUSTAKA . 134 LAMPIRAN xiii DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Pengecekan Pengguna . 79 Tabel 4.2 Permintaan Karyawan . 79 Tabel 4.3 Pencarian Karyawan . 79 Tabel 4.4 Pengisian Data Lamaran . 79 Tabel 4.5 Penyeleksian Calon Karyawan . 80 Tabel 4.6 Penerimaan Karyawan . 80 Tabel 4.7 Tabel User . 98 Tabel 4.8 Tabel FPK . 99 Tabel 4.9 Tabel Biodata . 100 Tabel 4.10 Tabel Keahlian . 101 Tabel 4.11 Tabel Bahasa . 101 Tabel 4.12 Tabel Pengalaman Kerja . 102 Tabel 4.13 Tabel Pelatihan . 103 Tabel 4.14 Tabel Riwayat Pendidikan . 103 Tabel 4.15 Tabel Status Pelamar . 104 Tabel 4.16 Tabel Pengujian Black Box . 132 xiv DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Alur Proses Rekrutmen dan Seleksi . 35 Gambar 2.2 Tahapan SDLC . 45 Gambar 3.1 Kerangka Berfikir . . 58 Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT Desalite Esbang Jaya . 65 Gambar 4.2 Flowchart Sistem Penerimaan Karyawan yang Sedang Berjalan 68 Gambar 4.3 Rich Picture Sistem yang sedang Berjalan . 69 Gambar 4.4 Rich Picture Sistem yang Diusulkan . 74 Gambar 4.5 Diagram Konteks Sistem yang Diusulkan . 76 Gambar 4.6 Diagram Nol Sistem yang Diusulkan . 78 Gambar 4.7 Diagram Detail saluran pemasaran komoditas anggur, dan 3) untuk mengetahui kontribusi usahatani anggur terhadap pandapatan petani anggur. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara disengaja (Purposive). Daerah yang dimaksud adalah Kecamatan Wonoasih, Kotamadya Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Pada penelitian ini digunakan metode penentuan area yaitu dengan menggunakan metode “Cluster Sampling”, dimana dipilih 2 (dua) desa/cluster dari 9 (sembilan) desa yang ada di Kecamatan Wonoasih. Kemudian metode pengambilan contoh dilakukan pada petani yang mempunyai lahan usahatani anggur di kedua desa vi tersebut dengan menggunakan metode “Total Sampling”, sehingga jumlah sampel yang dapat diambil yaitu sebesar 29 petani. Sedangkan metode pengambilan contoh pada lembaga pemasaran atau pedagang masing-masing saluran pemasaran adalah dengan menggunakan metode Snow Ball Rolling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian berdasarkan pada jenis data yang diperlukan, yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dapat ditunjukkan pada kesimpulan yang diperoleh yaitu: 1) Ratarata pendapatan usahatani anggur masa panen bulan Maret-April di Kecamatan Wonoasih tahun 2005 dikatakan menguntungkan yaitu sebesar Rp. 15.702.842,24 per responden yang luas lahannya rata-rata 0,189 ha, 2) Ketiga saluran pemasaran anggur jenis Red Prince, Alphonso lavalle, dan Belgie di Kotamadya Probolinggo efisien karena memiliki nilai EP < 50%. Namun jika dilihat pada besarnya persentase nilai EP maka saluran pemasaran pendek lebih efisien daripada saluran pemasaran panjang, dan 3) Nilai rata-rata kontribusi pendapatan usahatani anggur terhadap pendapatan total keluarga petani adalah sebesar 42,82% sehingga termasuk dalam kategori kontribusi sedang, dimana status usahatani anggur tersebut pada sebagian besar petani (58,62%) bukan merupakan usaha pokok. vii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan karya ilmiah tertulis dengan judul “Efisiensi Pemasaran dan Pendapatan Usahatani Anggur (Studi Kasus di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo)” Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan dan petunjuk baik secara moral maupun secara material dalam menyelesaikan karya ilmiah tertulis ini, khususnya kepada: 1. Dr. Ir. T. Sutikto, M.Sc, selaku Rektor Universitas Jember yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah tertulis ini, 2. Prof. Dr. Ir. Endang Budi Trisusilowati, MS, selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember yang telah memberikan bantuan perijinan dalam menyelesaikan karya ilmiah tertulis ini, 3. Ir. H. Imam Syafi’i, MS, selaku Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Jember yang telah memberikan bantuan sarana dan prasarana dalam menyelesaikan karya ilmiah tertulis ini, 4. Ir. Sugeng Raharto, MS, selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah memberikan bimbingan, nasehat dan arahan dalam penyelesaian karya ilmiah tertulis ini, 5. Ir. Sri Subekti, MSi, selaku Dosen Pembimbing Anggota I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, nasehat dan petunjuk kepada penulis dalam penyelesaian karya ilmiah tertulis ini, 6. Ir. Moch Samsoehudi, MS, selaku Dosen Penguji Anggota II yang telah banyak memberi masukan, arahan, dan nasehat demi kesempurnaan karya ilmiah tertulis ini, 7. Kepala Dinas Pertanian Kotamadya Probolingo beserta staf atas segala bantuan yang diberikan dalam pengumpulan data-data, viii 8. Bapak Camat Kecamatan Wonoasih beserta staf yang telah yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis, 9. Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih, khususnya Kelurahan Wonoasih dan Jrebeng Lor sebagai responden yang telah memberikan banyak informasi yang dibutuhkan oleh penulis, 10. Orang tua dan saudara-saudaraku atas dukungan dan doanya selama pelaksanaan hingga terselesaikannya karya ilmiah tertulis ini, 11. Sahabat-sahabat terbaik yang pernah aku miliki (Fitri, Estrina, Evi, Sheila), dan rekan-rekan Sosek 2001 yang senantiasa memberikan bantuan dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah tertulis ini, 12. Penghuni Karimata 69 (Mba’ Gesti dan Mba’ Ochie), terima kasih atas segala nasehat dan perhatian yang telah kalian berikan, 13. Semua pihak yang telah membantu terselesainya karya ilmiah tertulis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah tertulis ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk dapat lebih menyempurnakan karya ilmiah tertulis ini. Akhir kata, semoga karya ilmiah tertulis ini dapat memberikan manfaat bagi yang memerlukannya. Jember, Januari 2006 Penulis ix DAFTAR ISI DAFTAR TABEL . xii DAFTAR GAMBAR . xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Identifikasi Masalah . 5 1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian . 5 1.3.1 Tujuan Penelitian. 5 1.3.2 Kegunaan Penelitian . 6 II. KERANGKA DASAR TEORI DAN HIPOTESIS . 7 2.1 Tinjauan Pustaka . 7 2.1.1 Morfologi dan Teknik Budidaya Tanaman Anggur . 7 I. 2.1.2 Teori Produksi dan Pendapatan. 12 2.1.3 Teori Pasar dan Pemasaran . 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan dalam pencapaian struktur modal optimum. Berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada sepuluh garis dimana pada titik perpotongan antara sepuluh garis alternatif struktur modal terdapat lima garis yang mempunyai titik penting dalam menentukan struktur modal optimum yaitu terdapat pada lima rasio yaitu 20%, 30%, 50%, 80% dan 95%. Struktur modal optimum untuk periode yang akan datang bergantung dengan besarnya tingkat EBBWT dan EPS, sehingga EBBWT dan EPS yang diperoleh pada periode yang akan datang menentukan struktur modal optimum yang akan datang . Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa apabila EBBWT yang akan datang terjadi pada saat EBBWT Rp 0,- sampai dengan sebelum titik potong pada EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal dengan rasio wadiah 20%, karena pada rasio ini dengan tingkat EBBWT di bawah titik potong pada EBBWT Rp 1.154.633.074.465,penggunaan rasio wadiah 20% yang dapat menaikkan EPS. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi pada setelah titik potong EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- sampai pada titik potong EBBWT Rp 1.201.109.320.508,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal optimum dengan rasio wadiah 30%, karena apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah 20% pada tingkat EBBWT ini maka kemungkinan EPS yang diperoleh semakin kecil sehingga tidak dapat menaikkan EPS, dan hal Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 5 ini akan berakibat pada EPS yang diperoleh pada tingkat EBBWT ini menjadi tidak maksimum. Apabila EBBWT yang akan datang setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.201.109.320.508,- hingga pada titik potong Rp 1.410.124.451.818,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal optimum pada rasio wadiah 50%karena pada rasio wadiah 50% ini memiliki potensi untuk menaikkan EPS pada tingkat EBBWT ini, sehingga apabila perusahaan memilih untuk menggunakan rasio wadiah lain atau rasio wadiah selain tingkat rasio wadiah 50% maka akan berdampak pada EPS yang diperoleh semakin kecil. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.410.124.451.818,hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal pada rasio wadiah 80%, apabila perusahaan memaksakan menggunakan rasio wadiah 95% dengan tingkat EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka penggunaan utang lebih tinggi sehingga hal ini akan berdampak pada EPS yang diperoleh pada tingkat EBBWT ini menjadi tidak maksimum. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal pada rasio wadiah 95%, karena apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan wadiah diatas 95% pada tingkat EBBWT ini maka penggunaan utang akan melebihi batas maksimum, sehingga perusahaan memiliki potensi tidak memiliki kemampuan memberikan bonus wadiah dan tentunya akan menurunkan nilai EPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio wadiah 20%, 30%, 50%, 80% dan 95% memiliki potensi untuk menaikkan EPS, tetapi apabila penggunaan wadiah dilakukan melebihi sampai batas maksimum rasio wadiah 95% maka perusahaan tidak mampu memberikan bonus wadiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang akan datang berubah-ubah karena struktur modal yang akan datang tergantung dengan kondisi EBBWT dan EPS. Secara teoritis hasil ini dapat diterima karena pada prinsipnya tingkat profitabilitas mencerminkan keadaan EBBWT, semakin tinggi EBBWT yang diperoleh maka profitabilitas yang diperoleh juga tinggi, begitu pula dengan rasio wadiah yang tinggi dapat mencerminkan tingkat EPS yang diperoleh juga akan semakin tinggi. Secara praktikal dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa hasil penentuan struktur modal optimum ini cukup masuk akal karena pada dasarnya kondisi EBBWT dan EPS dapat menentukan keoptimalan struktur modal untuk masa yang akan datang, dimana apabila kondisi EBBWT yang akan datang semakin tinggi maka nilai EPS yang diharapkan juga akan semakin tinggi, begitu pula dengan rasio wadiah yang semakin tinggi. Tingkat EBBWT menentukan seberapa besar bonus wadiah yang akan diberikan yang tentunya mempertimbangkan rasio wadiah yang digunakan. Sehingga kemungkinan tingkat EBBWT untuk masa yang akan datang menjadi acuan dalam menentukan struktur modal optimum. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka PT. Bank Syariah Mandiri dapat mengambil tindakan keputusan struktur modal untuk masa yang akan datang dengan mempertimbangkan Alfiah et al., Analisis Komposisi Struktur Modal Pada PT Bank Syariah Mandiri tingkat EBBWT yang dicapai oleh perusahaan untuk menentukan struktur modal optimum, karena dengan pertimbangan tingkat EBBWT perusahaan dapat memperkirakan akan menggunakan rasio wadiah yang dapat menaikkan EPS sehingga dapat menguntungkan perusahaan. Kesimpulan dan Keterbatasan 6 EBBWT ini struktur modal yang paling baik digunakan adalah struktur modal dengan rasio 95% karena apabila perusahaan memaksakan mengunakan rasio wadiah diatas 95% maka perusahaan tidak mampu memberikan bonus wadiah disebabkan karena tingginya rasio wadiah dan kemampuan kondisi EBBWT. Karena pada penelitian ini rasio wadiah maksimal berada pada rasio wadiah 95%. Kesimpulan Keterbatasan Struktur modal yang optimum bergantung pada besarnya prediksi tingkat EBBWT (Earnings Before Bonus Wadiah and Taxes) untuk masa yang akan datang. Apabila EBBWT yang akan datang berada pada rentang EBBWT Rp 0,hingga sampai dengan titik potong EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- maka struktur modal yang optimum adalah rasio wadiah 20%, karena struktur modal pada rasio 20% dapat menghasilkan EPS (Earnings Per Share) yang paling tinggi daripada alternatif rasio wadiah yang lain. Apabila perusahaan menggunakan rasio wadiah lebih dari 20% maka akan menyebabkan menurunnya tingkat EPS sehingga EPS yang diterima akan semakin kecil. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan pendekatan EBBWT-EPS dan juga penentuan tingkat bonus wadiah. Penelitian ini menunjukkan bahwa EBBWT merupakan fungsi dari EPS. Untuk memproyeksikan EBBWT dengan menghitung ratarata tingkat pertumbuhan EBBWT, sehingga apabila EBBWT berubah maka nilai EPS juga akan berubah dan akan menyebabkan perubahan pada struktur modal optimum. Pada penentuan tingkat bonus wadiah dalam penelitian ini menggunakan perhitungan rata-rata tingkat bonus wadiah. Hal ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi penentuan beban bonus wadiah dan perolehan EPS karena penentuan tingkat bonus wadiah didasarkan oleh kebijakan perusahaan. Apabila EBBWT yang akan datang berada di atas Rp 1.154.633.074.465,- hingga sampai pada titik potong Rp 1.201.109.320.508 struktur modal yang optimum berada pada struktur modal dengan rasio wadiah 30%, karena pada rasio wadiah 30% dapat menghasilkan nilai EPS yang lebih tinggi daripada rasio wadiah lainnya. Namun apabila perusahaan menggunakan rasio wadiah lebih dari 30% maka akan menurunkan nilai EPS atau EPS yang diterima akan semakin kecil, dan perusahaan tidak mampu untuk memberikan bonus wadiah karena laba sebelum pajak semakin menurun sehingga perusahaan berisiko untuk tidak mampu memberikan bonus wadiah. Apabila EBBWT yang akan datang rentang pada titik potong antara EBBWT Rp Rp 1.201.109.320.508,- hingga EBBWT dibawah titik potong pada tingkat EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- maka struktur modal yang optimum berada pada struktur modal dengan rasio wadiah 50%, karena pada rasio wadiah 50% dapat menghasilkan nilai EPS yang lebih tinggi daripada rasio wadiah lainnya. Namun apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah diatas 50% pada tingkat EBBWT ini maka kemungkinan besar akan menurunkan nilai EPS dan laba sebelum pajak akan semakin menurun. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka struktur modal optimum berada pada rasio wadiah 80%, karena pada rasio ini nilai EPS yang diperoleh lebih tinggi dari EPS yang diperoleh dari rasio lainnya. Apabila pada tingkat EBBWT ini perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah selain 80% maka akan berisiko pada menurunnya tingkat EPS . EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka struktur modal optimum pada rasio 95%, karena pada kondisi EBBWT ini EPS yang diperoleh pada rasio ini lebih besar dari EPS yang diperoleh rasio wadiah lainnya, sehingga pada tingkat Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 Daftar Pustaka Brigham dan Weston. 2006. Manajemen Keuangan. Buku 2.Jakarta : Salemba Empat. Darmawan Sjahrial. 2007. Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Jakarta : Mitra Wacana Media. Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan. Jilid 1. Malang, Jawa Timur : Bayumedia Publishing . Ridwan Sundjaja dan Inge Barlian. 2003. Manajemen Keuangan. Edisi 4. Jilid 2. Jakarta : Literata Lintas Media. Weston dan Copeland. 1997. Manajemen Keuangan. Jilid 2.Jakarta : Binarupa Aksara.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Rancang bangun sistem informasi kepegawaian studi kasus: Bank Muamalat Indonesia
3
50
289
Rancang bangun sistem informasi penunjang keputusan penerimaan nasabah pembiayaan murabahah (kasus BNI Syariah
0
8
178
Rancang bangun sistem informasi pengelolaan dokumen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah : studi kasus BTN Syariah Cabang Tangerang)
0
3
243
Rancang bangun sistem informasi penjualan: studi kasus PT. I-Cube Creativindo
6
25
233
Rancang bangun sistem informasi spasial kawasan rawan banjir: studi kasus Tangerang Selatan
1
10
289
Sistem informasi penggajian karyawan berbasis web: studi kasus PT. Adjitama Persada
10
38
171
Rancang bangun sistem informasi pembiayaan pada produk ijarah multijasa: studi kasus BMT Al-Munawwarah Cabang Pamulang Timur
0
7
239
Rancang bangun sistem informasi penjualan pada PT. Berkah Jaya Motor
5
34
366
Rancang bangun sistem informasi penerimaan pegawai baru pada rumah sakit Syarif Hidayatullah
1
16
269
Rancang bangun sistem informasi deposito mudharabah berbasis web (studi kasus: PT. Wakalumi)
4
21
234
Rancang bangun sistem informasi monitoring penyewaan gedung dan infrastuktur teknologi informasi: studi kasus PT Indosat, Tbk., dan mitra
5
25
268
Rancang bangun sistem informasi penerimaan karyawan berbasis WEB: studi kasus PT Desalite Esbang Jaya
19
75
269
Rancang bangun sistem informasi persuratan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu: studi kasus Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
7
63
345
Rancang bangun sistem informasi pemesanan persediaan ATK: studi kasus Badan Kepegawaian Negara Pusat
1
37
324
Rancang bangun sistem informasi multimedia hotel
3
8
80
Show more