PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILANBERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelejaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Penc

Gratis

1
18
75
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelejaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Usaha Pelestariannya) (Skripsi) Oleh DIYAN FIRMANSYAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILANBERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelejaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Usaha Pelestariannya) Oleh DIYAN FIRMANSYAH Hasil observasi peneliti di SMA Negeri 1 Rambang Dangku, diketahui bahwa dalam proses pembelajaran guru belum membudayakan keterampilan berpikir kritis sehingga keterampilan ini belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audiovisual melalui model PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis oleh siswa. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas X2 dan X5 yang dipilih dari populasi secara cluster random sampling. Data penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa keterampilan berpikir kritis oleh siswa, diperoleh dari rata-rata nilai pretes, postes, dan N-gain yang dianalisis secara statistik menggunakan uji-t pada taraf kepercayaan 5%. Data ii Diyan Firmansyah kualitatif berupa aktivitas belajar siswa (mengemukakan ide/gagasan berdasarkan permasalahan yang ada, bertukar informasi, mempresentasikan hasil diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan sesuai dengan permaslahan yang ada) dan tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui model PBL yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual melalui model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis oleh siswa dengan rata-rata pretes (20,45), postes (73,13), dan N-gain (0,66). Rata-rata persentase aktivitas siswa juga mengalami peningkatan pada semua aspek yang diamati dengan kriteria baik (85,04). Selain itu, sebagian besar siswa (89,68%) memberikan taggapan positif terhadap penggunaan media audiovisual melalui model PBL. Dengan demikian, dapat disimpulkan penggunaan media audiovisual melalui model PBL berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis oleh siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya. Kata kunci : Model PBL, media audiovisual, keterampilan berpikir kritis, pencemaran lingkungan, dan usaha pelestariannya. iii PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS OLEH SISWA ((Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelejaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Usaha Pelestariannya) Oleh DIYAN FIRMANSYAH Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 Judul Skripsi : PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Rambang Dangku Tahun Pelajaran 2012/2103 Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Usaha Pelestariannya) Nama Mahasiswa : Diyan Firmansyah Nomor Pokok Mahasiswa : 0913024004 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed. NIP 19571107 198603 1 002 Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd. NIP 19770715 200801 2 020 2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Caswita, M.Si. NIP 19671004 199303 1 004 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed. ____________ Sekretaris : Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd. ____________ Penguji Bukan Pembimbing : Drs. Arwin Achmad, M.Si. ____________ 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 11 Mei 2013 PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Diyan Firmansyah Nomor Pokok Mahasiswa : 0913024004 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri, dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada universitas atau institut lain. Bandar Lampung, Mei 2013 Yang menyatakan Diyan Firmansyah NPM 0913024004 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Muara Enim 14 Agustus 1991, yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Yatiman dan Ibu Sumainah. Penulis mengawali Pendidikan nonformal di TK Pertiwi pada tahun (1996-1997), kemudian melanjutkan ke pendidikan formal di SD Negeri 1 Muara Emburung (1997-2003), SMP KUD Pesari Suni (2003-2006), SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim (2006-2009). Pada tahun 2009, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Unila melalui jalur Penelusuran Kemampuan Akademik dan Bakat (PKAB). Selama menjadi mahasiswa penulis aktif dalam organisasi Generasi Muda (Gema) FPPI (2009/2010). Penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 1 Marga Tiga dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Lampung Timur tepatnya di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Marga Tiga (Tahun 2012), dan penelitian pendidikan di SMA Negeri 1 Rambang Dangku untuk meraih gelar sarjana pendidikan/S.Pd. (Tahun 2013). Dengan menyebut nama Alloh yang Maha pengasih lagi Maha penyayang PERSEMBAHAN Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmad dan karunia-Nya sehingga karya ini dapat diselesaikan. Sholawat beriring salam selalu dicurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan yang terang benderang bagi kemaslahatan umat manusia di bumi. Teriring doa ,rasa syukur dan segala kerendahan hati Dengan segala cinta dan kasih sayang kupersembahkan karya sederhana ini untuk orang-orang yang akan selalu berharga dalam hidupku : Yang tercinta ibu dan bapakku , yang telah mendidik dan membesarkanku dengan segala doa terbaik mereka, kesabaran dan limpahan kasih sayang, selalu menguatkanku, mendukung segala langkah ku menuju kesuksesan dan kebahagian. Giat Lesatari , Adifta Kurnia Novtriana, Aulia Novitasari, dan keluarga besarku yang selalu memberikan dukungan, kebersamaan dengan kalianlah yang menjadi salah satu motivasi hidupku. Sungguh tidak ada hal sekecil apapun yang sia-sia. Para guru Atas ilmu, nasihat serta arahannya hingga aku dapat melihat dunia dengan ilmu. Rekan-rekan Futsal sekaligus sahabat terbaikkku di Tim Predator FC (bray, aya, isti, odo, pebby, made, sony, eldi, rio, feri, aji, imo, abang) yang telah berjuang bersama-sama di berbagai kompetisi futsal. Sahabat-sahabatku Amniota (Asosiasi Mahasiswa Pendidkan Biologi Unila 2009): (astir, etin, arha, dani, ofi, sri, yudi, nisa, deasy, eni, dila, ina, gege, putu, ira, ista, karina, memei, mirna, nopri, ani, mb put, rina, rindi, ncep, ceci, wahid, yayang, ades, budi, ncrit, bie, epey, bayu, idul, ica’, penda, reza, wanti, vivi, via) Kalian yang membuat hidupku lebih berwarna.. Mbah Lovers KKN-PPL (bang hada (Alm), jhoni, adit, arif, didi, puspa, bude indri, dian, lulu, ria, kiki, meutia) Almamater tercinta Universitas Lampung. ix MOTTO Sesungguhnya kemarin adalah impian yang telah lewat, sementara esok adalah cita-cita yang indah dan sekarang adalah kenyataan yang sedang terjadi” (Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni) Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. (William Feather) “Jika seseorang melakukan kebaikan kepadaku, maka aku akan membalas kebaikan tersebut lebih dari yang telah dia lakukan, namun jika sebaliknya yang dia lakukan maka dia akan menerima lebih dari apa yang telah dia perbuat” (Diyan Firmansyah) x SANWACANA Puji Syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan nikmat-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat dalam meraih gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila. Skripsi ini berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Rambang Dangku Tahun Pelajaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Usaha Pelestariannya)”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan FKIP Universitas Lampung; 2. Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan PMIPA FKIP Universitas Lampung; 3. Pramudiyanti, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi; 4. Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed., selaku Pembimbing I sekaligus Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan dan motivasi hingga skripsi ini dapat selesai; 5. Rini Rita T. Marpaung S.Pd, M.Pd., selaku Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi hingga skripsi ini dapat selesai; xi 6. Drs. Arwin Achmad, M.Si., selaku Pembahas atas saran-saran perbaikan dan motivasi yang sangat berharga; 7. Artan, S.Pd., M.M., selaku Kepala SMA Negeri 1 Rambang Dangku dan Indri Hapsari, S.Pd., selaku guru mitra, yang telah memberikan izin dan bantuan selama penelitian serta motivasi yang sangat berharga; 8. Seluruh dewan guru, staf, dan siswa-siswi kelas X2 dan X5 SMA Negeri 1 Rambang Dangku atas kerjasama yang baik selama penelitian berlangsung; 9. Orangtuaku yang tak pernah berhenti mendoakan dan menyayangiku; serta adik-adikku atas kasih sayang dan dukungan yang kalian berikan; 10. Sahabat-sahabatku serta teman terdekatku Aji Setiawan atas doa dan bantuannya sebagai observer, semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin hingga saat ini; 11. Rekan-rekan Amniota (Asosiasi Mahasiswa Pendidkan Biologi Unila 2009), kakak dan adik tingkat Pendidikan Biologi FKIP UNILA atas persahabatan yang kalian berikan; 12. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, Penulis Mei 2013 Diyan Firmansyah xii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvii I. PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. G. Latar Belakang Masalah ....................................................................... Rumusan Masalah ................................................................................ Tujuan Penelitian ................................................................................. Manfaat Penelitian ............................................................................... Ruang Lingkup Penelitian .................................................................... Kerangka Pikir ..................................................................................... Hipotesis ............................................................................................... 1 6 7 7 8 9 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Problem-Based Learning (PBL) .......................................................... B. Media Audiovisual ................................................................................ C. Keterampilan Berpikir Kritis ................................................................ 13 23 29 III. METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. F. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. Populasi dan Sampel ............................................................................ Desain Penelitian .................................................................................. Prosedur penelitian ................................................................................ Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ................................................... Teknik Analisis Data ............................................................................ 32 32 32 33 39 43 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................................... B. Pembahasan .......................................................................................... 50 56 V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan .............................................................................................. B. Saran ................................................................................................... 69 69 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 71 xiii LAMPIRAN 1. Silabus ................................................................................................... 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ..................................................... 3. Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen ............................................... 4. Lembar Kerja Siswa Kelas Kontrol ..................................................... 5. Jawaban LKS ....................................................................................... 6. Rubrik LKS .......................................................................................... 7. Kisi-Kisi Pretes dan Postes .................................................................. 8. Soal Pretes dan Postes .......................................................................... 9. Jawaban Soal Pretes dan Postes ........................................................... 10. Rubrik Pretes dan Postes .................................................................... 11. Data Hasil Penelitian .......................................................................... 12. Analisis Uji Statistik Data Hasil Penelitian ....................................... 13. Foto-Foto Penelitian ........................................................................... xiv 75 83 98 114 130 135 137 140 141 144 146 162 171 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Sintaks model PBL .............................................................................. 18 2. Kemampuan dan indikator keterampilan berpikir kritis ...................... 31 3. Lembar observasi aktivitas siswa ......................................................... 41 4. Item pernyataan pada angket................................................................ 42 5. Kriteria keterampilan berpikir kritis oleh siswa................................... 43 6. Lembar penilaian keterampilan berpikir kritis oleh siswa ................... 46 7. Kriteria keterampilan berpikir kritis oleh siswa................................... 47 8. Kriteria persentase aktivitas belajar siswa ........................................... 48 9. Skor jawaban angket ............................................................................ 48 10. Data angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui PBL ...................................................................... 49 11. Kriteria persentase tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui PBL ...................................................................... 49 12. Hasil uji normalitas dan homogenitas nilai pretes, postes, dan N-gain KBK oleh siswa pada kelas eksperimen dan kontrol .......................... 50 13. Hasil uji t1, t2, dan mann-Withney U nilai pretes, postes, dan N-gain KBK oleh siswa pada kelas eksperimen dan kontrol ........................... 51 14. Hasil analisis rata-rata N-gain setiap indicator KBK oleh siswa pada kelas eksperimen dan kontrol............................................................... 52 15. Data peningkatan KBK oleh siswa pada kelas eksperimen dan kontrol .................................................................................................. 53 16. Aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol ......................... 53 xv 17. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelas kontrol ..................................... 146 18. Nilai pretes, postes, dan N-gain kelas eksperimen............................... 148 19. Analisis butir soal pretes dan postes kelas kontrol .............................. 150 20. Analisis butir soal pretes dan postes kelas eksperimen ....................... 152 21. Analisis perindikator KBK pada soal pretes dan postes kelas kontrol 154 22. Analisis perindikator KBK pada soal pretes dan postes kelas eksperimen ........................................................................................... 156 23. Analisis data observasi aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol ................................................................................................. 158 24. Analisis data angket tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui model Problem Based Learning .......................... 160 25. Hasil uji normalitas pretes kelas eksperimen dan kontrol ................... 162 26. Hasil uji Mann-Withney U pretes kelas eksperimen dan kontrol ......... 162 27. Hasil uji normalitas postes kelas eksperimen dan kontrol ................... 163 28. Hasil uji Mann-Withney U pretes kelas eksperimen dan kontrol ......... 163 29. Hasil uji normalitas N-gain kelas eksperimen dan kontrol ................. 164 30. Hasil uji kesamaan dua varians & kesamaan dua rata-rata N-gain ...... 164 31. Hasil uji perbedaan dua rata-rata N-gain ............................................. 165 32. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator keterampilan melakukan induksi kelas eksperimen dan kontrol .................................................. 166 33. Hasil uji Mann-Whitney U N-gain pada indikator keterampilan melakukan induksi kelas eksperimen dan kontrol ............................... 166 34. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator keterampilan memberikan argumen kelas eksperimen dan kontrol ................................................ 167 35. Hasil uji Mann-Withney U N-gain pada indikator keterampilan memberikan argumen kelas eksperimen dan kontrol........................... 167 36. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator keterampilan melakukan deduksi kelas eksperimen dan kontrol ................................................. 168 xvi 37. Hasil uji Mann-Whitney U N-gain pada indikator keterampilan melakukan deduksi kelas eksperimen dan kontrol ............................... 168 38. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator keterampilan melakukan evaluasi kelas eksperimen dan kontrol................................................. 169 39. Hasil uji Mann-Whitney U N-gain pada indikator keterampilan melakukan evaluasi kelas eksperimen dan kontrol .............................. 169 40. Hasil uji normalitas N-gain pada indikator keterampilan memutuskan dan melaksanakan kelas eksperimen dan kontrol ........... 170 41. Hasil uji Mann-Whitney U N-gain pada indikator keterampilan memutuskan dan melaksanakan kelas eksperimen dan kontrol .......... 170 xvii DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat .......................... 11 2. Desain penelitian pretes-postes kelas tak ekuivalen ............................ 33 3. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. ................ 54 4. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melaui model PBL. .......................................................................................... 56 5. Contoh jawaban siswa untuk memberikan argumen (LKS 1 kelas eksperimen).. ........................................................................................ 61 6. Contoh jawaban siswa untuk memberikan argumen (LKS 1 kelas kontrol). ................................................................................................ 61 7. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan induksi (LKS 2 kelas eksperimen). ............................................................................. 63 8. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan induksi (LKS 2 kelas kontrol) ..................................................................................... 63 9. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan deduksi (LKS 3 kelas eksperimen). ............................................................................. 63 10. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan deduksi (LKS 3 kelas kontrol)..................................................................................... 64 11. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan evaluasi (LKS 1 kelas eksperimen). ............................................................................. 66 12. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan melakukan evalusi (LKS 3 kelas kontrol)..................................................................................... 66 13. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan memutuskan dan melaksanakan (LKS 2 kelas eksperimen). ........................................... 67 14. Contoh jawaban siswa untuk keterampilan memutuskan dan melaksnakan (LKS 1 kelas kontrol). .................................................... 67 xviii 15. Mengorientasikan siswa pada masalah ................................................ 171 16. Menyaksikan video pencemaran lingkungan ....................................... 171 17. Mengorganisasikan siswa untuk belajar............................................... 172 18. Siswa melakukan diskusi kelomopok .................................................. 172 19. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelas ....................................... 173 20. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah ............................... 173 21. Siswa melakukan diskusi kelas ............................................................ 174 22. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelas ....................................... 174 23. Mengevaluasi hasil diskusi kelas ......................................................... 175 xix 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 1 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Depdiknas, 2003:1). Dengan demikian dalam pelaksanaannya, pendidik harus mengingat bahwa dalam proses pembelajaran, ada dua unsur yang sangat penting yaitu model dan media pembelajaran yang keduanya saling berkaitan. Kedua unsur tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (Arsyad dalam Erika, 2011:2). Mata pelajaran Biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir kritis, analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah. Berpikir induktif dan deduktif adalah bagian dari indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu keterampilan berpikir kritis (BSNP dalam Misriyanti, 2012:1). Tujuan khusus pembelajaran berpikir kritis dalam pendidikan sains adalah untuk meningkatkan 2 keterampilan berpikir peserta didik sekaligus menyiapkan mereka agar sukses dalam menjalani kehidupannya. Dengan dimilikinya kemampuan berpikir tingkat tinggi oleh peserta didik tingkat SMA maka mereka akan dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum, serta mereka akan mampu merancang dan mengarungi kehidupannya pada masa yang akan datang yang penuh dengan tantangan, persaingan, dan ketidakpastian (Schafersman dalam Misriyanti, 2012:1). Mengingat pentingnya kemampuan tersebut, maka perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Salah satu model pembelajaran yang diduga dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi oleh peserta didik adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL). Rusman (dalam Supriyadi, 2011:3) menjelaskan bahwa PBL merupakan suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental peserta didik untuk memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran. Masalah yang dikemukakan kepada peserta didik bertujuan untuk membangkitkan pemahaman peserta didik terhadap masalah, sebuah kesadaran akan adanya kesenjangan, keinginan memecahkan masalah, dan adanya persepsi bahwa mereka mampu memecahkan masalah tersebut. Dalam proses pembelajaran guru kurang melibatkan peserta didik secara aktif dan belum mengoptimalkan media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Guru selama ini cenderung menggunakan media seadanya seperti media visual (gambar), sedangkan media audiovisual belum pernah 3 dilakukan. Media audio-visual adalah media instruksional, modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi), yang meliputi media yang dapat dilihat, didengar serta media yang dapat dilihat dan didengar (Rohani, 1997:97-98). Dalam proses pembelajaran, tampaknya sebagian besar guru hanya menekankan pada penguasaan konsep, belum membudayakan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Hal ini semakin diperkuat dari hasil observasi peneliti di SMAN 1 Rambang Dangku, dimana peniliti mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, diketahui bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk dapat berkembang secara mandiri dimana guru mendominasi dalam proses belajar mengajar. Fasilitas yang ada juga belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar guru lebih dominan dibandingkan dengan peserta didik. Peserta didik hanya menerima informasi dari guru sehingga kurang memberdayakan potensi yang dimiliki peserta didik dalam mencari dan menggali informasi sebanyak-banyaknya. Hal seperti ini menurut Sudarman (dalam Gunawan, 2008:1) mengakibatkan peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan kepada kemampuan peserta didik untuk menghafal informasi. Otak peserta didik dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. 4 Akibatnya, ketika peserta didik lulus dari sekolah, mereka pintar teoretis tetapi mereka miskin aplikasi. Dengan kata lain, proses pendidikan kita tidak diarahkan membentuk manusia cerdas, memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup, serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia kreatif dan inovatif. Model PBL merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mementingkan peserta didik dan berorientasi pada pemecahan masalah pada kehidupan nyata. Oleh karena itu pemecahan masalah yang dapat menumbuhkan proses belajar siswa secara kelompok maupun individual merupakan ciri utama model PBL. Untuk dapat memecahkan masalah peserta didik mencari informasi, memperkaya wawasan, dan keterampilan melalui berbagai upaya aktif dan mandiri. Dalam model PBL peserta didik dihadapkan pada suatu masalah kehidupan nyata kemudian melalui pemecahan masalah tersebut peserta didik dapat belajar keterampilan-keterampilan yang lebih mendasar (Ibrahim dan Nur, 2005:23). PBL bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena melalui PBL peserta didik belajar bagaimana menggunakan sebuah proses interaktif untuk menilai apa yang mereka ketahui, mengidentifikasi apa yang mereka ingin ketahui, mengumpulkan informasi-informasi dan secara kolaborasi mengevaluasi hipotesisnya berdasarkan data yang mereka telah kumpulkan (William dalam Gunawan, 2008:6). Kelebihan model PBL yaitu fokus pada kebermaknaan, meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berinisiatif, pengembangan keterampilan, 5 pengetahuan, pengembangan sikap, serta jenjang pencapaian pembelajaran dapat meningkat (Pannen dalam Misriyanti, 2012:5). Hal ini didukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuristira (2010:90) bahwa model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan di SMA Negeri 2 Sukabumi, dimana model PBL berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, penelitian lain yang mendukung adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Supriyadi (2011:58) yang menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pokok sistem reproduksi manusia. Selain penerapan model pembelajaran ada satu hal yang tak kalah penting yaitu pemilihan media yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehinnga media tersebut dapat ikut berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Seperti penggunaan media audiovisual sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran terutama pada materi-materi yang objek kajiannya berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat diamati dengan mata telanjang, proses kejadiannya lama sehingga membutuhkan waktu yang lama juga dalam mengamatinya, atau bahkan yang objek kajiannya sangat besar yang tidak mungkin dibawa ke dalam kelompok. Penggunaan media audiovisual ini dapat menyederhanakan objek kajian suatu materi pelajaran tersebut dalam bentuk video sehingga materi tersebut akan lebih mudah disampaikan dan dapat dimengerti oleh peserta didik. Seperti pada materi pencemaran lingkungan peserta didik tidak dapat mengamati secara langsung suatu proses pencemaran mulai dari aktivitas manusia yang 6 menyebabkannya, terjadinya pencemaran sampai akibat yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut, oleh karena itulah media pembelajaran sangat membantu guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwasannya dari suatu kegiatan pembelajaran dituntut tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, sehingga untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha-usaha yang harus dilakuakan. Dalam tujuan pembelajaran tidak hanya hasil belajar saja yang menjadi tujuan utama melainkan ada satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu proses bagaimana siswa mencapai hasil belajar dan pembelajaran tersebut menjadi bermakna bagi dirinya. Salah satu cara agar suatu proses pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa maka guru harus membuat pembelajaran yang sedemikian rupa sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan tercapai. Oleh sebab itu peneliti mengadakan penelitian guna mengetahui pengaruh penggunaan media audiovisual melalui model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis oleh siswa. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pengaruh penggunaan media audiovisual melalui model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambang Dangku ? 7 2. Bagaimnakah pengaruh penggunaan media audiovisual melalui model PBL dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa? 3. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis oleh siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pengaruh penggunaan media audiovisual melalui model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambang Dangku. 2. Pengaruh pengggunaan media audiovisual melalui model PBL dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. 3. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media audiovisual melalui model PBL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya. D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagi berikut. 1. Bagi peneliti: dapat memberikan pengalaman dan bekal berharga bagi peneliti sebagai calon guru biologi yang profesional, terutama dalam 8 merancang, memilih model, dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan melaksanakannya. 2. Bagi guru: dapat memberikan informasi mengenai penggunaan media audiovisual melalui model PBL sehingga dapat dijadikan alternatif dalam memilih model pembelajaran yang tepat untuk megembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. 3. Bagi siswa: dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda sehingga diharapkan mampu melatih, mengasah, serta mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. E. Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari anggapan yang berbeda terhadap masalah yang akan dibahas maka peneliti membatasi masalah sebagai berikut. 1. Media yang digunakan adalah media audiovisual dalam bentuk video. 2. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah PBL. Sintaks pembelajaran berbasis masalah yaitu: (1) Orientasi masalah, (2) Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, (3) Membimbing penyelidikan, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta (5) Mengevaluasi dan menganalisis hasil pemecahan (dimodifikasi dari Arends, dalam Suwandi, 2012:6). 3. Indikator kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini adalah (1) Memberikan argumen, (2) Melakukan deduksi, (3) Melakukan induksi, (4) Melakukan evaluasi, dan (5) Memutuskan serta melaksanakan. 9 4. Peningkatan keterampilan berpikir kritis ditinjau berdasarkan perbandingan N-gain, sedangkan peningkatan aktivitas ditinjau melalui rasio persentase aktivitas selama proses pembelajaran. 5. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X semester di SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelajaran 2012/2013 6. Materi pokok penelitian ini adalah pencemaran Lingkungan dan usaha pelestariannya. F. Kerangka Pikir Proses belajar pada dasarnya tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan dan pemahaman, tetapi aspek aplikasi, analisis, sintesis, bahkan tahap evaluasi juga harus ditekankan. Dengan demikian peserta didik dapat mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan dan mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari kedalam kehidupan nyata. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa agar dapat memahami konsep secara mendalam dari pengalaman yang diperoleh selama pembelajaran. Upaya perbaikan mutu pendidikan menuntut pendidik untuk mengembangkan pola belajar yang menekankan agar peserta didik merasa mengalami dan melakukan sesuatu melalui cara berpikir kritis dalam menguasai suatu materi pembelajaran sehingga pembelajaran tidak cenderung verbalistik. Dengan pola belajar seperti ini diharapkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan 10 pembelajaran agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu model PBL. Mata pelajaran IPA khususnya Biologi merupakan mata pelajaran yang mudah dipahami apabila peserta didik melihat suatu objek secara langsung. Untuk itu dibutuhkan suatu media agar memudahkan peserta didik untuk memahami materi sekaligus mengingatnya. Media audiovisual diduga merupakan salah satu media yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi-materi yang disampaikan. Informasi yang disajikan melalui media audiavisual ini berbentuk gambar hidup, dapat di layar monitor atau diproyeksikan melalui OHP, dan dilihat gerakannya. Media audiovisual bertujuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang lebih menarik, menyenangkan, mudah dimengerti, dan jelas, karena sebanyak mungkin indera terutama telinga dan mata digunakan untuk menyerap informasi itu. Penerapan model PBL disertai dengan media audiovisual dalam kegiatan pembelajaran memungkinkan peserta didik belajar lebih aktif, dengan menganalisis masalah untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kritis. Model PBL merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berbasis paradigma konstruktivisme, berfokus pada peserta didik dan berorientasi pada proses belajar peserta didik. Oleh karena itu, orientasi maslah yang dapat menumbuhkan proses belajar peserta didik secara kelompok maupun individual yang berfokus pada penyajian masalah yang merupakan ciri utama model PBL. Permasalahan menjadi fokus, stimulus, dan pemandu proses belajar, sementara guru menjadi fasilitator dan 11 pembimbing. Untuk dapat memecahkan masalah, siswa mencari informasi, memperkaya wawasan dan keterampilan melalui berbagai upaya aktif mandiri sehingga proses belajar individu terjadi secara langsung. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah model PBL disertai media audiovisual, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Hubungan antara variabel bebas dan terikat ditunjukkan pada bagan dibawah ini. X Keterangan Y : X : Pembelajaran menggunakan media audiovisual melalui model PBL. Y : Keterampilan Berpikir Kritis. Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat G. Hipotesis Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah 1. H0 = Penggunaan media audiovisual melalui model PBL tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis oleh siswa pada materi pokok Pencemaran Lingkungan dan pelestariannya. H1 = Penggunaan media audiovisual melalui model PBL berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis oleh siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya. 12 2. Penggunaan media audiovisual melalui model PBL mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya. 3. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media audiovisual melalui model PBL pada materi pokok pencemaran lingkungan dan usaha pelestariannya. 13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Problem Based Learning (PBL) Model PBL dikembangkan oleh Barrows sejak tahun 1970-an dimana model PBL berfokus kepada penyajian suatu permasalahan (nyata atau simulasi) pada siswa. Kemudian siswa diminta mencari pemecahan melalui serangkaian percobaan yang berdasarkan teori, konsep dari suatu bidang ilmu (Pannen dalam Supriyadi, 2011:13). Model PBL merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik (Trianto, 2009:90). Bruner (dalam Trianto, 2009:91) menyatakan bahwa berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, memberikan pengetahuan yang benar-benar bermakna. Suatu konsekuensi logis, karena untuk mencari pemecahan masalah secara mandiri akan memberikan suatu pengalaman konkret, dengan pengalaman tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah serupa, karena pengalaman itu memberikan makna tersendiri bagi siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah menurut Suyatno (dalam Aryanti, 2011:14) adalah pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata lalu dari masalah ini siswa dirangsang untuk 14 mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Berdiskusi menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan model PBL. Trianto (2009:91) menjelaskan bahwa pengajaran berdasarkan masalah akan memberikan pengalaman bagi siswa yang diperoleh dari lingkungan serta dijadikan pedoman dan tujuan dalam belajar. Ratumanan (dalam Trianto, 2009:92) berpendapat bahwa “Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa dalam memproses informasi yang sudah mereka temukan dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya, pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengatahuan dasar maupun kompleks”. Landasan teori PBL adalah konstruktivisme, suatu perspektif yang berpendapat bahwa siswa akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran dari semua pengetahuan yang sudah dimilikinya dan semua yang diperoleh sebagai hasil dari kegiatan berorientasi dengan sesama individu. Menurut paham konstruktivisme, manusi hanya dapat memahami melalui segala sesuatu yang dikinstruksinya sendiri (Sudarman dalam Permata, 2011:13). Menurut rekomendasi dari Departemen Pendidikan Nasional (dalam Yulianti, 2006:5) yang menyatakan PBL merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual, yang menyatakan bahwa pembelejaran kontekstual adalah konsep yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara 15 pengetahuan yang dimilikinya dalam penerapannya dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran yaitu, konstruktivisme (contructivsm), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), komunitas belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Menurut Sanjaya (2007:212), model PBL dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat 3 (tiga) ciri utama dari model ini, yaitu : 1. Model PBL merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya pembelajaran berbasis masalah tidak mengharapkan siswa sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pembelajaran, tetapi siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengelola data, dan akhirnya menyimpulkan. 2. Aktivitas belajar diarahkan untuk menyelesaikan masalah. 3. Pemecahan masalah dilakukan dengan pendekatan berpikir ilmiah. Menurut Ibrahim dan Nur (dalam Runi, 2005:20) PBL mempunyai beberapa karakteristik, dan masing-masing karakteristik tersebut mengandung makna. Karakteristik-karakteristik tersebut meliputi: 1. Pengajuan pertanyaan atau masalah (memahami masalah), merupakan hal penting baik secara hubungan sosial maupun secara pribadi untuk siswa karena masalah yang diajukan merupakan situasi dunia nyata yang memungkinkan adanya berbagai macam solusi. Hal ini diperlukan untuk 16 melatih siswa dalam memecahkan suatu masalah sama halnya dalam dunia nyata atau kerja. 2. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin, artinya masalah yang disajikan benar-benar nyata agar dalam pemecahannya dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. 3. Penyelidikan autentik, artinya siswa harus menganalisis dan mengidentifikasi masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, mengumpulkan dan menganalisis informasi, membuat inferens, dan merumuskan kesimpulan. 4. Menghasilkan produk atau karya kemudian memamerkannya. Produk dapat berupa laporan atau model fisik tentang apa yang telah mereka pelajari kemudian mendemonstrasikan pada teman-temannya. 5. Kerja sama, artinya pada proses belajar mengajar siswa bekerja sama berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerja sama dalam pembelajaran berbasis masalah mendorong berbagai inquiri dan dialog serta perkembangan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir. Menurut Pannen (dalam Supriyadi, 2011:13) model PBL memiliki 5 asumsi utama yaitu: 1. Permasalahan sebagai pemandu Permasalahan menjadi acuan yang harus menjadi perhatian siswa. Bacaan diberikan sejalan dengan permasalahan. Siswa ditugaskan untuk membaca dengan selalu mengacu pada permasalahan. Permasalahan menjadi kerangka pikir dalam mengerjakan tugas. 17 2. Permasalahan sebagai acuan Permasalahan diberikan kepada siswa setelah tugas-tugas dan penjelasan diberikan. Tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan yang sudah diperolehnya dalam pemecahan masalah. 3. Permasalahan sebagai contoh Permaslahan merupakan suatu contoh dan bagian dari bahan pelajaran siswa. Permasalahan digunakan untuk menggambarkan teori, konsep, atau prinsip, dan dibahas dalam diskusi kelompok. 4. Permasalahan sebagai sarana yang memfasilitasi terjadinya proses. Permasalahan sebagai alat untuk melatih siswa bernalar dan berpikir kritis. 5. Permasalahan sebagai stimulus dalam aktivitas belajar. Fokusnya pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah dari suatu kasus-kasus serupa. Keterampilan tidak diajarkan oleh guru, tetapi ditemukan dan dikembangkan sendiri oleh siswa melalui aktivitas pemecahan masalah. Keterampilan yang dimaksud meliputi keterampilan fisik, keterampilan mengumpulkan data dan menganalisis data yang berkaitan dengan permasalahan, dan keterampilan metakognitif. Arends (dalam Suwandi, 2012:8-13) merinci langkah-langkah pelaksanaan PBL. Arends mengemukakan ada 5 fase yang perlu dilakukan untuk mengimplementasikan PBL. Fase-fase tersebut merujuk pada tahapantahapan praktis yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran dengan PBL sebagaimana disajikan pada Tabel 2. 18 Tabel 1. Sintaks model PBL Fase Aktivitas Guru 1. Mengorientasikan siswa pada masalah Menjelaskan tujuan pembelajaran, logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat aktif pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Mengorganisasi siswa Membantu siswa membatasi dan untuk belajar mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. 3. Membimbing penyelidikan Mendorong siswa mengumpulkan individu maupun kelompok informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, dan mencari untuk penjelasan dan pemecahan. 4. Mengembangkan dan Membantu siswa merencanakan dan menyajikan hasil karya menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model, dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. 5. Menganalisis dan Membantu siswa melakukan refleksi mengevaluasi proses terhadap penyelidikan dan proses-proses pemecahan masalah yang digunakan selama berlangusungnya pemecahan masalah. Fase 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitasaktivitas yang akan dilakukan. Dalam penggunaan PBL, tahapan ini sangat penting dimana guru harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh siswa. Di samping proses yang akan berlangsung, sangat penting juga dijelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi proses pembelajaran. Hal ini sangat penting untuk memberikan motivasi agar siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Ada empat hal penting pada proses ini, yaitu: 19 1. Tujuan utama pembelajaran ini tidak untuk mempelajari sejumlah besar informasi baru, tetapi lebih kepada belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah penting dan bagaimana menjadi siswa yang mandiri. 2. Permasalahan dan pertanyaan yang diselidiki tidak mempunyai jawaban mutlak “benar”, sebuah masalah yang rumit atau kompleks mempunyai banyak penyelesaian dan seringkali bertentangan. 3. Selama tahap penyelidikan (dalam pengajaran ini), siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi, guru akan bertindak sebagai pembimbing yang siap membantu, tetapi siswa harus berusaha untuk bekerja mandiri atau dengan temannya. 4. Selama tahap analisis dan penjelasan, siswa akan didorong untuk menyatakan ide-idenya secara terbuka dan penuh kebebasan, tidak ada ide yang akan ditertawakan oleh guru atau teman sekelompok, semua siswa diberi peluang untuk menyumbang kepada penyelidikan dan menyampaikan ide-ide mereka. Fase 2: Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar Selain mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, PBL juga mendorong siswa/siswa belajar berkolaborasi. Pemecahan suatu masalah sangat membutuhkan kerjasama dan sharing antaranggota. Oleh sebab itu, guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompokkelompok siswa dimana masing-masing kelompok akan memilih dan memecahkan masalah yang berbeda. Prinsip-prinsip pengelompokan siswa dalam pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam konteks ini seperti: kelompok harus heterogen, pentingnya interaksi antaranggota, komunikasi 20 yang efektif, adanya tutor sebaya, dan sebagainya. Guru sangat penting memonitor dan mengevaluasi kerja masing-masing kelompok untuk menjaga kinerja dan dinamika kelompok selama pembelajaran. Setelah siswa diorientasikan pada suatu masalah dan telah membentuk kelompok belajar selanjutnya guru dan siswa menetapkan subtopik-subtopik yang spesifik, tugas-tugas penyelidikan, dan jadwal. Tantangan utama bagi guru pada tahap ini adalah mengupayakan agar semua siswa aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan penyelidikan dan hasil-hasil penyelidikan ini dapat menghasilkan penyelesaian terhadap permasalahan tersebut. Fase 3: Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok Penyelidikan adalah inti dari PBL. Meskipun setiap situasi permasalahan memerlukan teknik penyelidikan yang berbeda, tetapi pada umumnya tentu melibatkan karakter yang identik, yakni pengumpulan data dan eksperimen, berhipotesis dan penjelasan, dan memberikan pemecahan. Pengumpulan data dan eksperimentasi merupakan aspek yang sangat penting. Pada tahap ini, guru harus mendorong siswa untuk mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen (mental maupun aktual) sampai mereka betul-betul memahami dimensi situasi permasalahan. Tujuannya adalah agar siswa mengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan me

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (75 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK MELALUI MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP N 25 Bandar L
0
18
65
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK MELALUI MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP N 25 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012)
0
6
18
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA PADA SUB MATERI POKOK KERUSAKAN/ PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Arjuna Bandar Lampung Tahun Pe
6
28
59
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI Semester Ganjil SMA Negeri 7 Bandar Lampung T.P 2012/2013)
0
4
55
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI Semester Ganjil SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013)
0
5
56
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Rambang Dangku Tahun Pelajaran 2012/2103 Pada Materi Pok
1
11
68
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILANBERPIKIR KRITIS OLEH SISWA (Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Semester Genap SMAN 1 Rambang Dangku Tahun Pelejaran 2012/2013 Pada Materi Pokok Penc
1
18
75
Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Kingdom Animalia (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Liwa Lampung Barat Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014)
1
11
67
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA PADA MATERI POKOK ORGANISASI KEHIDUPAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII MTs Nurul Iman Sekincau Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)
0
37
44
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP N 26 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 Materi Pokok Pengelolaan Lingkungan)
0
2
46
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 14 Bandar Lampung T.P 2014/2015)
0
3
59
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TERTULIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PERAN MANUSIA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Nusantara
1
11
73
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PERAN MANUSIA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen Semu pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Padjajaran Bandar Lampun
12
93
63
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Bandar Lampung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Materi Pokok Ekosistem)
4
39
61
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP SELF-EFFICACY DAN HASIL BELAJAR SISWA (Kuasi Eksperimental pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Seputih Mataram Tahun Pelajaran 2014/2015 Materi Pokok Peranan Manusia Da
0
5
66
Show more