Hubungan orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa

Gratis

2
37
95
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI PADA MAHASISWA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S. Psi) r1ari ' .セN@ ·:'lT.Jo1;: .セN@ Q . . Tgl. : .\ . ''.:."'"')"':_:ii i'tn. lnduk : Q. ,. . sNLセ@ kl:isiflkasi 1 . . . ,_--. Oleh ADE TRISNI. M NIM ; 105070002361 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1430 H / 2009 II HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI PADA MAHASISWA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Psikologi UIN SyarifHidayatullah Jakarta untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi MセᄋB|@ PERPUSTAKMN tJTAMA UIN SY.l\HtD J.A.KARTA Oleh: ADE TRISNI. M NIM: 105070002361 Di Bawah Bimbingan Pembimbing II artati M.Si 2 198303 2 001 i Saloom, M.Si NIP:150389379 FAKULTAS PSII(OLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1430 H/2009 M f t Ill PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI PADA MAHASISWA telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 7 Desember 2009. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi. Jakarta, 7 Desember 2009 Sidang Munaqasyah Sekretaris Merangkap Anggota Ketua Merangkap Anggota, Ora. adhilah Sura a a M.Si NIP; 19561223 198303 2 001 Jahja Umar Ph.D NIP; 150 885 552 Anggota: Penguji I Hartati M.Si 02 198303 2 001 Pembimbing II 02 198303 2 001 azi, M.Si NIP: 150389379 IV 1\jlrya Ini 1(upersem6ali,f«r,n Vntul(, 1.(ftcfua Orang r label (0, 195), pad a taraf signifikansi 5% maka hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa ditolak. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa. Di mana dari hasil penelitian ini selaras terhadap apa yang telah penulis kemukakan dan penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya jumlah sampel dapat di tambah agar mendapatkan hasil lebih baik, serta dapat mewakili jumlah sampel dan luas wilayah sampelnya. (G) Bahan Bacaan: 18 (1977-2008) VIII KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur serta nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada penulis hingga akhirnya penulis menyelesaikan karya tulis ini. Banyak hal yang telah penulis peroleh dari sebuah karya tulis ini, tidak hanya sebuah karya, tetapi juga pengalaman hidup yang beragam yang melatih penulis untuk menjadi lebih baik dan lebih dewasa dalam menjalani hidup. Penulis menyadari bahwa penulisan karya tulis ini jauh dari kesempurnaan seperti yang diharapkan, walaupun sudah berusaha maksimal untuk menghasilkan yang terbaik. Penulis menyadari bahwa selesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik bantuan moril, materil, masukan, kritik dan pendapat. Untuk itu, dalam kesempatan ini penuiis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bapak Jahja Umar, Ph.D yang telah banyak memberikan motivasi dan perhatian kepada penulis selama menjalani proses perkuliahan dan penyusunan skripsi ini. IX 2. Dosen Pembimbing I, lbu Ora.Netty Hartati.M.Si, yang dalam membimbing penulis selalu memberikan arahan, saran, dan motivasi yang sangat berguna dalam menyelesaikan karya tulis ini. 3. Dosen Pembimbing II, Bapak Gazi Saloom.M.Si, yang selalu sabar dalam memberikan bimbingan, arahan, saran, dan motivasi kepada penulis, sehingga akhirnya bisa menyelesaikan karya tulis ini. 4. Pembimbing Akademik lbu Natris ldriyani. M.Si, atas bimbingannya selama penulis menjalani perkuliahan. 5. Orang tuaku tercinta, Ayah (Maliki. ZS.Pd.I) dan lbu (Bayani. SS.Pd.I) atas semua dukungan , semangat yang diberikan kepada penulis, yang telah memberikan kasih sayang, selalu memberikan nasehat, dan tetap sabar dengan proses perkuliahan penulis yang cukup lama. Semoga selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT . 6. Kakakku tersayang Asdareni. M ( k' reni) yang selalu memotivasi penulis ketika sedang malas untuk mengerjakan skripsi, nasehat dan mendengarkan curhatanku. Dan adikku tersayang Aprizal Syafriantoni. M, yang memberikan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini. Serta untuk seluruh keluargaku di BENGKULU yang telah memberikan dukungannya. x 7. Dosen-dosen dan staff akademik Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah yang membantu dan memperkaya ide dalam penulisan karya tulis ini. Semoga ilmu-ilmu yang diberikan bermanfaat dalam kehidupan kini dan yang akan datang. 8. Para responden yang sudah menjadi responden dalam penelitian ini, dan teman-teman angkatan 2005 khususnya kelas D (atikah, ami, diah, riri, indri, kiki, lili, mila, desti, pipit, dita, teteh syaima, yulis dan semuanya yang tidak dapat penulis sebutkan satu- persatu, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaannya selama menjalani perkuliahan. 9. Untuk teman-teman terdekatku yang baik (Ami kecil, Dali, Khalishah, K Diah, Kasma, Novi, Reni,Vivi) terimakasih atas semua bantuannya, dan motivasi yang telah diberikan kepada penulis, serta K subi dan K Fatimah yang telah memberikan semangat. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan. Jakarta, Desember 2009 Penulis XI DAFTAR ISi HALAMAN JUD UL . . HALAMAN PERSETUJUAN . ii HALAMAN PENGESAHAN . iii PERSEMBAHAN . iv MOTTO. v ABSTRAKS . . . vi KAT A PEN GANT AR . viii DAFTAR ISi . xi DAFT AR TABEL. xv DAFTAR GAMBAR . xvi DAFTAR LAMPI RAN . xvii BAB 1 PENDAHULUAN . . 1.1 Latar Belakang Masai ah . . . . . . . . . . . . . 1 1.2 ldentifikasi Masalah. 9 1.3 Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah. 9 1.3.1 Pembatasan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . 9 1.3.2 Perumusan Masalah . 1O 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 11 1.4.1 Tujuan Penelitian. 11 1.4.2 Manfaat Penelitian. 11 1.5 Sistematika Penulisan. 12 xii BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengambilan Keputusan . . 13 2.1.1 Pengertian Pengambilan Keputusan . 13 2.1.2 Strategi Mengambil Keputusan . 14 2.1.3 Tahapan-Tahapan Dalam Mengambil Keputusan. 16 Orientasi Masa Depan . 18 2.2.1 Pengertian Orientasi Masa Depan . . . . . . . . . . . . 18 2.2.2 Perkembangan Orientasi Masa Depan . 20 2.2.3 Proses Orientasi Masa Depan . 23 2.3 Kerangka Berpikir . . . . . . . . . . . . . . . 29 2.4 Hipotesa . 31 2.2 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 3.2 3.3 Jen is Penelitian dan Metodologi Penelitian . 32 3.1.1 Jenis Penelitian. 32 3.1.2 Metode Penelitian . 32 Variabel Penelitian . 33 3.2.1 Definisi Variabel . 33 3.2.2 Definisi Konseptual . 33 3.2.3 Definisi Operasional . 34 Populasi dan Sampel Penelitian . 35 3.3.1 35 Populasi dan Sampel Penelitian. Xlll 3.3.2 Teknik Pengambilan Sampel. 36 Metade Pengumpulan Data . . . . . . 36 3.4.1 Teknik dan lnstrumen Penelitian . 36 3.4.2 Teknik Uji lnstrumen Penelitian. 42 3.5 Teknik Analisa Data. 43 3.6 Prosedur Penelitian. 43 BAB 4 PRESENTASI DAN ANALISA DATA. 45 3.4 4.1 Gambaran Umum Respanden Penelitian . 45 4.2 Hasil Uji lnstrumen . 45 4.2.1 Hasil Uji Validitas Skala Orientasi Masa Depan . 46 4.2.2 Hasil Uji Validitas Skala Pengambilan Keputusan . 47 4.2.3 Hasil Uji Reliabilitas Skala Orientasi Masa Depan dan Pengambilan Keputusan . . . . . . . . . . . 48 4.3 Deskripsi Has ii Penelitian . . . . . . . . . . . . . 49 4.3.1 Kategorisasi Skar Data Pada Skala Orientasi Masa Depan. . 49 4.3.2 Kategarisasi Skar Data Pada Skala Pengambilan Keputusan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 50 XIV 4.4 Hasil Uji Hipotesis . 52 4.4.1. Uji Korelasi. . . 52 4.4.2 Uji Regresi Linear. 54 BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN 5.1 Kesimpulan . 57 5.2 Diskusi . 57 5.3 Saran. 60 DAFT AR PUSTAKA LAMPI RAN xv DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Bobot Nilai. . . 37 Tabel 3.2 Blue Print Skala Orientasi Masa Depan (Uji Coba) . . 39 Tabel 3.3 Bobot Nilai. . . 40 Tabel 3.4 Blue Print Skala Pengambilan Keputusan (Uji Coba) . 41 Tabel 4.1 Respond en Berdasarkan Jen is Kelamin . . 45 Tabel 4.2 Blue Print Skala Orientasi Masa Depan (Uji Coba) . . 46 Tabel 4.3 Blue Print Skala Pengambilan Keputusan (Uji Coba) . 47 Tabel 4.4 Kaidah reliabilitas Guilford . . 48 Tabel 4.5 Nilai minimum, maksimum, rata- rata (mean), dan standar deviasi dari data pada skala orientasi masa depan . . 49 Table 4.6 Kategorisasi Skor Skala Orientasi Masa Depan . . 50 Tabel 4.7 Nilai minimum, maksimum, rata- rata (mean), dan standar deviasi dari skala pengambilan Keputusan. 51 Tabel 4.8 Kategorisasi Skor Skala Pengambilan Keputusan. 52 Tabel 4.9 Correlations . . . . . . . . . . . . . 53 Tabel 4.10 Model Summary and Parameter Estimates. 54 Tabel4.11 ANOVA(b). 55 Tabel 4.12 Model Summary(b). 56 XVI DAFT AR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar Perkembangan Orientasi Masa Depan . 21 Gambar 4.1 Gambar Kerangka Berpikir. . 31 XVll DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Angket Try Out Lampiran 2 Angket Field test Lampiran 3 Relibilitas Dan Validitas Skala Orientasi Masa Depan Lampiran 4 Relibilitas Dan Validitas Skala Pengambilan Keputusan Lampiran 5 Data Mentah Try Out Skala Orientasi Masa Depan Lampiran 6 Data Mentah Try Out Skala Pengambilan Keputusan Lampiran 7 Data Mentah Penelitian Skala Orientasi Masa Depan Lampiran 8 Data Mentah Penelitian Skala Pengambilan Keputusan Lampiran 9 Hasil Uji Prasyarat I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap hari orang terlibat di dalam tindakan membuat keputusan atau decision making, bahkan mungkin harus dilakukan beberapa kali. Pengambilan keputusan tersebut mulai dari masalah- masalah yang sederhana sampai dengan masalah- masalah yang kompleks dan menuntut banyak pertimbangan yang mendalam (dalam Suharnan, 2005). Masa remaja ialah masa dimana pengambilan keputusan meningkat (Beth- Marom dkk, dalam siaran pers; Quaderel, Fischoff, & Davis, 1993). Remaja mengambil keputusan- keputusan tentang masa depan, teman- teman mana yang dipilih, karir apa yang akan dipilih, apakah harus kuliah, dan masih banyak lagi halhal lain yang harus diputuskan oleh remaja (dalam Santrock, 2002). Meskipun proses pengambilan keputusan terjadi setiap saat, namun tidak semua orang selalu melakukannya secara baik (wise). Kebanyakan orang melakukan sesuatu bukan atas suatu keputusan yang berasal dari dirinya sendiri tetapi karena desakan pihak lain, bujukan atau godaan pihak lain, serta latah atau ikut- ikutan saja. Demikian pula halnya dengan pengambilan 2 keputusan tentang program studi dan karir. Dimana kita akan belajar, tinggal dimana, mengambil jurusan atau program studi apa, serta pekerjaan apa yang cocok, ini semua merupakan hal- hal yang harus diputuskan untuk menuju masa depan (dalam Hayadin, 2005). Oleh karena kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis faktor faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam mengikuti program asuransi jiwa rejeki reguler pada PT AIG Lippo cabang Jember
0
24
111
faktor-faktor yang mempengaruhi sikap konsumen dalam mrngambil keputusan untuk studi di program studi magister manajemen universitas jember
0
4
101
Faktor penentu keputusan pedagang dalam memilih pembiayaan dari lembaga keuangan : studi kasus pedagang Pasar Kampung Melayu.
2
12
103
Hubungan antara orientasi masa depan dengan optimisme kesembuhan pengguna napza di madani mental health care
8
33
99
Pengaruh dukungan orang tua terhadap orientasi masa depan dalam area pekerjaan pada remaja
17
84
88
Hubungan berpikir dengan orientasi masa depan pada dewasa awal
2
10
137
Hubungan persepsi tentang orientasi masa depan anak dengan kecemasan orang tua
1
6
168
Pengaruh bimbingan karir terhadap pengambilan keputusan memilih jurusan di SMAN 34 Jakarta
0
17
118
Hubungan antara motif rasional dan motif emosional dengan keputusan membeli pulsa handphone pada mahasiswa
0
4
154
Hubungan self esteem dengan orientasi masa depan pada remaja.
3
15
109
Hubungan orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa
2
37
95
Pengaruh motif rasional dan motif emosional terhadap pengambilan keputusan memilih jasa perbankan syariah : studi pada mahasiswa Program Studi Mu'amalat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
6
46
119
Langkah praktis menggunakan riset untuk pengambilan keputusan dalam bisnis
5
18
8
Menciptakan masa depan pada masa sekarang
0
4
13
Kaidah dasar bioetika dalam pengambilan keputusan klinis yang etis
0
0
11
Show more