Ragam motivasi berziarah etnis Jawa dan etnis Cina ke komlek pemakanan Sunan Gunung Jati Cirebon

Gratis

1
4
99
2 years ago
Preview
Full text
SK.RIPS! RAGAM MOTIVASI BERZIARAH ETNIS JAWA DAN ETNIS CINA KE KOMPLEK PEMAKAMAN SUNAN GUNUNG JATI CIREBON Oleh: IKA SOLERAW ATI NIM : 100070020147 Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1425 W2004 M RAGAM MOTIVASJ BERZIARAH ETNIS JAW A DAN ETNIS CINA KE KOMPLEK PEMAKAMAN SUN AN GUNUNG JATI CIREBON Skripsi Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai Gelar Sarjana Psikologi Oleh !KA SOLEHA WAT! NlM: 100070020147 Di Bawah Bimbingan r· Pernbimbing I, |QGMセ@セ|N。@ Pe bimbing II, t: . \! Ors. Ahmad Syah) Fadhilah Suralaga, M.Si NIP. 150267280 NIP. I 50215283 FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SY ARIF HlDAYATULLAH JAKARTA 1425 H/2004 M PENGESAHAN P ANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul: RAGAM MOTIVASI BERZIARAH ETNIS JAWA DAN ETNIS CINA KE KOMPLEK PEMAKAMAN SUNAN GUNUNG JATI CffiEBON telah diujikan dalam sidang Munaqasyah Falo1ltas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2004. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata 1 (S 1) pada Fakultas Psikologi. Jakarta, 14 Agustus 2004 Sidang Munaqasyah Ketua Sekretaris Merangkap Anggota / Dra. Ne . Hartati, M. Si ,M. Si NlP. 150. i -938 NlP. 150238773 Anggota Pembimbing I NlP. 150215283 NlP. 150267280 pセェゥ@ Penguji II yah, M. Si Dn. Fadhilah Suralag', M. Si NlP. 150215283 ABSTRAKSI (A) Falmltas Psikologi (B) Oktobcr 2004 (C) Ika Solchawati (D) RAGAM MOTN ASI BERZIARAH ETNIS JAWA DAN ETNIS CINA KE KOMPLEK PEMAKAMAN SUNAN GUNUNG CIREBON (E) xii+ 70 (F) Bcrziarah adalah tradisi yang universal dan sangat purba, scusia dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Dari segi antropologis, kegiatan berziarah lebih banyak terkait dengan suasana kejiwaan manusia yang mernsa perlu untuk dilindungi, qipclihara dan dikasihi olch suatu kekuatan yang lebih bcsar di luar diri manusia. Aktivitas ziarah ke makam 、セェオュー。ゥ@ di bcrbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah Cirebon yaitu Komplek Pemakaman Sunan Gunung Jati yang menjadi salah satu dari pusat ziarah yang ada di Jawa Barnt. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan menggunakan metode survai, dengan subyek penelitian sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 responden Etnis Jawa dan bcragama Islam, 30 responden Etnis Cina dan beragama Budha. Pengambilau sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik purposive random sampling. Tehnik pengun1pnlan data dilak-ukan deugan menggunakan datlar pertanyaan (Jrnesioner), wawancara dan studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh dianalisa deugan menggunakan tehnik statistik deskriptif untuk mengolah gambaran umum responden dan diinterpretasi bcrdasarkan tehnik statistik distribusi frekuensi. Motivasi bcrziarah ke Komplek Pemakaman Sunan Gunung Jati Cirebon yang paling tinggi persentasenya pada Etnis Jawa dan bcragmna Islam adalah motivasi spiritual keagamaan sebcsar 21.6% yaitu aclanya dorongan untuk mendapatkan berkah dari Allah, sedaugkan pada Etnis Cina dan bcrngama Budha adaluh motivasi ekonomi sebcsar 18.34 % yaitu adanya dorongan untuk mendapatkan kemudahan rezeki. (G) Daftar Bacaan: 43 (1918-2001) KATA PENGANTAR Ya Allah, Engkau yang memiliki apa yang di langit dan di bumi Allah, Yang membantu dan membimbing Semua mahluk yang mencari-Nya Dia selalu melindungi dan membimbing hamba-Nya Puji Syukur senantiasa disampaikan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan ralunat dan hidayah-Nya. Melalui suatu per1uangan yang panJang akhirnya skripsi sebagai karya ilmiah ini selesai untuk disidangkan. Shalawat beserta salam disampaikan kepada junjungan Rasulullah SAW, sebagai Uswatun Hasanah, sosok hamba Allah SWT yang patut diteladani bagi pengikut dan umat beliau. Skripsi ini menandakan akhir dari perjuangan masa-masa kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, namun merupakan awal dari perjuangan yang lebih berat lagi. Skripsi ini bukan mcrupakan milik Penulis melainkan milik semua pihak yang telah mengorbankan waktu dan memberikan dukungan moril dan materil demi kelancaran skripsi ini. Untuk itu Penulis menghaturkan hormat dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Dra. Hj. Netty Hartati M.Psi: Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah yang telah membantu Penulis dalan1 memilih judul-judul skripsi yang diajukan hingga akhirnya memilih topik Psikologi Sosial Keagamaan sebagai tema utama skripsi ini 2. Dra. Hj. Zahrotun Nihayah M.Psi: Pembantu Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah yang telah memberikan perhatian dan sikap hangat kepada seluruh mahasiswa-mahasiswinya 3. Dra. Hj. Fadhilah Suralaga M.Psi. dan Drs. Ahmad Syahid M.Ag yang senantiasa membukakan dari ketertutupan, mencerahkan dari keremangan selama perkuliahan sampai pada penyelesaian karya ilmiah ini 4. Kepada seluruh Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah: terima kasih untuk ilmu yang telah diberj selama Penulis menempuh studi pada masa-masa perkuliahan. 5. Soleka dan Sopiah (Almarhumah): Ayah dan lbu tercinta yang telah memberikan cinta, kasih sayang, perhatian dan doa yang tulus. Ka Anwar, Angai, Dede Aisyah kakak-kakakku tersayang yang dengan sabar dan selalu mengingatkan dikala salah. Ria Nuriasih adikku tersayang, lebih baik ya! 6. Drs. Moksen Idris Sirfefa dan Dra. Uus Kudsiah yang telah memberikan inspirasi, koreksi dan input yang begitu berarti untuk penyempurnaan s!G'ipsi ini. Tita Sirfefa, Javi Sirfefa, dan ·Riska Nandini keponakanku yang telah menenangkan dikala resah dan galau. 7. I-I. Hadi Riartono dan Hj. Sri Sundari yang telah memberikan kesempatan untuk dapat merasakan kehangatan kasih sayang dalam sebuah keluarga barn. Fajar Aria Ningrum, Reza Udayani dan Mamang Rachmanto terima kasih atas pengorbanannya selama ini 8. Sahabat sejatiku Rino Umboro Hadi, S.Kom yang selalu mendampingi dan membantu: "meringankan yang terasa memberatkan, mendekatkan yang terasa jauh" sebagai sharing partner, senantiasa setia, sabar, dan penuh perhatian. Hanya Allah SWT yang akan membalas segala kebaikan, dan ketulusan hati dengan pahala dan kemudahan dalam menghadapi dinamika kehidupan ini 9. !bu Wisnu Hadi dan keluarga yang telah memperjuangkan penulis hingga akhirnya dapat menyelesaikan studi dari awal hingga akhir I 0. Pihak Keraton dan Petugas Komplek Pemakaman Sunan Gunung Jati yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk dapat melakukan penelitian yang merupakan sebagian tugas dalam penyelesaian program S-I 11. Teman-teman Fakultas Psikologi dan UIN angkatan '2000, teruskan pe1j uangan j angan pernah lelah Dan akhirnya, seiring dengan be1jalannya waktu yang terus mengalami perubahan. Penelitian ini mungkin akan tidak relevan dengan fenomena yang ada. meski begitu Penulis tetap berharap karya ini dapat memberi sumbangan pemikiran bagi penelitian ilmiah yang telah ada. Ciputat, 14 Agustus 2004 Penulis, Ika Solehawati DAFTARISI ABSTRAK . iv KATA PENGANTAR . v DAFT AR ISI . viii DAFTAR TABEL . ix DAFTAR DIAGRAM . x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . I B. Pembatasan dan Perumusan Masalah . 7 I. Pembatasan Masalah . 7 2. Perumusan Masalah . 8 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 8 . I. Tujuan Penelitian . 8 2. Manfaat Penelitian . :. 8 D. Sistematika Penulisan . 9 BAB II MOTIVASI BERZIARAH KE KOMPLEK PEMAKAMAN SUN AN GUNUNG JATI CIREBON A. Perilaku Berziarah . 11 I. Definisi Berziarah . 11 a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . 11 b. Dalam Islam . :. 11 c. Dalam Budha . 14 2. Ritual Ziarah . 16 a. Dal am Islam . 16 a) Yang dihalalkan . 16 b) Yang diharamkan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 b. Dalam Budha . 21 B. Motivasi Berziarah . 27 I. Definisi Motivasi . :. 27 2. Motivasi Berziarah Kubur. . 29 a. Dal am Islam . 29 b. Dalam Budha . 32 C. Budaya Ziarah di Indonesia . 33 I. Pandangan Umat Islam Tentang Ziarah . 33 2. Tradisi Ziarah di Indonesja . 33 3. Perubahan Budaya Ziarah di Indonesia . 35 a. Teori Perubahan Kebudayaan . 35 b. Unsur-unsur Perubahan . 36 DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 54 Tabel 4.2 Responden Berdasarkan Usia . 54 Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Jenis Peke1jaan . 55 Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Motivasi Berziarah Gunung Jati Cirebon . 57 DAFT AR DIAGRAM Diagram 4.1 Motivasi Berziarah Etnis Jawa . 57 Diagram 4.1 Motivasi Berziarah Etnis Cina . 57 BABI PENDAHULUAN A. Latar Bclakang Masalah Aktivitas ziarah kc makam 、セェオュー。ゥ@ di berbagai daerah di h1doncsia. Aktivilas ini tcrlihat pada masyarakat pedesaan maupun pcrkolaan dan mclibatkan pelaku dari berbagai tingkat kchidupan sosial ckonomi dan tingkat pcnghayatan keagamaan. Ziarah kc makam merupakan snatu fenomcna yang bcrsifot nmum. Bcrziarah adalah tradisi yang universal dan sangat purba, seusia dengan sejarah kehidupan manusia itn sendiri. Dari segi antropologis, kcgiatan berziarah lebih banyak terkait dengan snasan.a kcjiwaan manusia yang merasa perlu untnk dilin.dun.gi, dipelihara dan dikasihi oleh snatu kek-uatan. yang lcbih besar di luar diri ' n.mnusia. Keyakinan akan kekuatan di lnar kc, mampuan nmnusia ini dalam tradisi aganm-agama primitif dikenal dcngan. istilah animisme dan dirmnusmc. 1 Sctelah datang peradaban keagamaan, tradisi ziarah i1u kcmudian mempcroleh lcgitin.J.asi keaganman yang discsnaikan dengan perin.tah dan tata earn (syariat) yang diajarkan olch nmsin.g-masing aganm. Bcberapa ahli berpcndapat bahwa pada diri manusia terdapat adanya insting atau naluri yang disebut nalnri keagamaan. (religius instink), yaitu n.aluri untnk menyakin.i dan melakukan pcn.ycmbahan. terhadap suatu kckuatan di luar diri 1 Harun Nrumtion, Fa/saji:1h dan Mislicisme Dalam Islam. (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1973), eel. kc-5, jilid 2 I 2 manusia. 1 Naluri inilah yang mendorong manusia untuk menyelenggarakan kegiatan religius. Manusia pada dasamya adalah mahluk religius atau lebih tepatnya manusia merupakan mahluk yang berkembang menjadi religius. 3 Di dalam agama Islam, menziarahi makam orang yang telah meninggal dunia merupakan salah satu praktek kchidupan pra Islam. 4 Hal itu dapat dikctahui dari salah satu pcristiwa yang terkait dengan sejarah kchidupan Nabi Muhammad SAW. Scwaktu kccil, ibunda bcliau, Si ti Aminah pcmah mcngajak Nabi SAW mcngunjungi (bcrziarah) ke makam ayahnya di Madinah. Tradisi keagamaan pra Islam ini kemudian diadopsi mcnjadi tradisi agama Islam. Aktivitas ziarah bcrlangsung sctiap wakiu, namun ada waktu-wak1.u tertcntu yang di pandang Ajdhol untuk mclakukan ziarah schingga jumlah pt."Ziarah sangat banyak. Dikalangan umat Islam, aktivitas ziarah mcnunjukkan intensitas yang sangat tinggi pada waktu menjelang kedatangan bulan Ramadhan, saat merayakan Idul Fitri dan Idul Adha, scdangkan pada etnis Cina mereka umumnya melak-uk:an ziarah (soja) pada hari Imlck (tahun baru kalendcr Cina yang sekaligus merupakan hari raya Cina). Mercka mendatangi makam kerabat, terutama makam ordllg tua dan leluhur, anak, saudara, suami, atau istri. Ziarah semaeam ini dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan mereka. 2 Spinks, G.S, Psychology and Religion, (London: Methven and Co. ltd, 1963) 3 PruyS<.-r, Perjalanan dan Afotivasi Beragama; Pengantar Psikologi Agama. (Jakarta: Lcmbaga Penunjang Pembangunan nasional, 1982) "HaniefMuslich, Ziarah Kubur "Wisata Spiritual", (Jakarta: Al-Mawimli Prima, 2001), kc-I, h.14 L'CI. 3 Makam yang dikunjungi peziarah tidak terbatas pada makam kerabat dan handai taulan, namun ada sejumlah rnakam yang dikunjungi peziarah. Makam ini urnurnnya adalah rnakam orang yang memiliki kelebihan tertentu semasa hidupnya, seperti wali, pcnguasa dan orang sakti. Peziarah yang datang kc ternpat ini tidak terbatas pada komunitas tertentu, seperti orang yang rnerniliki garis keturunan yang berasal dari tokoh tertenlu, rnelainkan juga berasal dari berbagai tempat dengan aneka latar belakang pendidikan, pekerjaan dan tingkat kehidupan ekonorni. Islam menganjurkan ziarah kubur, nan1un melarang para pengikutnya untuk menyernbah sestiatu selain Allah. Pada masyarakat Nusantara, tradisi berziarah ke rnakam seorang tokoh terkemuka di maksudkan untuk mengenang dan mendoakan lokoh tersebut. Selain itu, banyak di antara peziarah yang mernpunyai tujuan untuk kepentingan dirinya sendiri. Tujuan tersebut berkenaan dengan peningkatan spiritual semata dan dapat pula berkenaan dengan kepentingan duniawi atau berdirnensi material. Salah satu penelitian yang pemah dilaksanakan oleh Arraiyah dari Badan Litbang Agama rnengungkapkan bahwa peziarah yang datang ke makam wali mempunyai tujuan, antara lain, untuk menjadikan wali tersebut sebagai washilal1 (perantara) di dalam menyampaikan doa kepada Tullan. Mereka menyakini bahwa wali yang telah rncninggal masih dapat menolong orang yang rnasih hidup dalan1 mengatasi masalah yang mercka hadapi. Doa dengan washilah wali lebih mudall dikabulkan Tullan, karena para wali tersebut merupakan kekasih Tullan dan karena itu, merniliki kedekatan dengan Tullan. Selain itu, ziaral1 ke makam wali dianggap 4 sebagai salah satu earn w1tuk menjalin ikatan spiritual dengan generas1 Islam terdahulu. 5 Aktivitas ziarah ke makam wali dan syekh tarekat pemah marak sckali dikalangan wnat Islam pada masa silam ketika masih terletak dalam kcterbclakangan. Ketika itu banyak peziarah yang di nilai melak

Dokumen baru