HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA DENGAN INTENSI AGRESI PADA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA

Gratis

3
33
16
3 years ago
Preview
Full text

  1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia saat ini telah dijumpai beberapa warga etnis seperti Arab, India, Melayu apalagi warga etnis Tionghoa, mereka sebagian besar telah

  menjadi warga Indonesia, oleh karena itu sebagian besar penduduk asli Indonesia terutama di Pulau Jawa telah sangat lama hidup dengan berbagai kalangan etnis budaya begitu juga dengan keberadaan etnis Tionghoa. Menurut perhitungan berdasarkan sensus 2000, jumlah penduduk Tionghoa (WNI dan WNA) kira-kira 3 juta orang, yaitu sekitar 1,5% (Suryadinata, Arifin, dan Ananta 2003). Jumlahnya lebih besar daripada sensus 1930, namun angka dalam persen lebih rendah dibandingkan sensus 1930. Menurunnya persentasi etnis Tionghoa mungkin disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu: angka kelahiran yang menurun, imigrasi keluar negeri akibat gejolak politik sosial dan kebijakan asimilasi selama Orde Baru.

  Beberapa bentuk konflik antar etnis Jawa dengan etnis Tionghoa antara lain perkelahian, perkelahian merupakan tindak agresi dari seorang individu atau kelompok, dimana individu atau kelompok tersebut merasa lebih punya kekuasaan karena dianggap sebagai senior. Menurut Berkowitz (2003) menyatakan bahwa agresif merupakan salah satu perilaku yang dimanifestasikan dalam bentuk menyerang pihak lain dengan tujuan tertentu. Perilaku agresi dapat berbentuk tindakan fisik atau nonfisik (verbal atau nonverbal), secara langsung atau tidak langsung, secara individual atau kelompok, secara reaktif atau proaktif, dan secara aktif atau pasif.

  Berkaitan dengan perbedaan budaya, bahwa kebudayaan Tionghoa yang bersumber pada kebudayaan leluhurnya di RRC dianggap tidak pernah bisa bertemu dengan kebudayaan mayoritas warga Indonesia yang beragama Islam, khususnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan makanan yang mengandung babi yang amat tabu bagi Muslim serta pemujaan leluhur yang dianggap menyalahi ajaran agama Islam. Kenyataan bahwa sudah banyak warga etnis Tionghoa tidak bisa berbahasa Tionghoa lagi, di samping semakin besarnya

  2 jumlah mereka yang menjadi Kristen atau Islam, nampaknya tidak bisa mengubah pandangan umum tentang perbedaan budaya yang besar antara warga etnis Tionghoa dan warga Indonesia lainnya, dari perbedaan tersebut muncul timbulnya tindakan agresif. Menurut Kategori sosial, hal ini ditandai dengan adanya cara memandang yang lebih buruk terhadap orang lain, komentar yang tidak sensitif, serta adanya perlakuan yang buruk Swim dkk. (dalam Myers, 1983), hal ini ditandai pada kasus puluhan siswa dari Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, menyerang milik orang Cina etnis "Langgeng" toko, toko terbesar di daerah menjual komoditas dasar. Mereka memecahkan beberapa bagian jendela dan merusak toko. Rumor dari serangan yang tertunda telah beredar selama tiga hari. Para pejabat keamanan setempat telah mencoba untuk mengkoordinasikan tindakan pencegahan, namun serangan itu mengejutkan mereka. Seluruh peristiwa berlangsung hanya sekitar setengah jam (Jawa Pos,

19. Di Bojonegoro pemuda mengamuk.February 6, 1998).

  Lalu banyaknya konflik-konflik yang mengandung unsur-unsur untuk melakukan tindakan agresi terjadi karena prasangka etnis ini memicu muculnya penelitian-penelitian tentang hal tersebut, diantaranya adalah penelitian dari Abidin (1999) yang meneliti tentang prasangka rasial dan persepsi perilaku agresif pada kelompok mahasiswa pribumi dan Cina dari empat universitas di kota Bandung.

  Hubungan yang buruk ini, menurut Leo Suyadinata juga terjadi pada tahun 1950-an, akibat kebijakan pemerintah Soekarno tentang pembatasan kekuatan ekonomi warga Cina, melalui apa yang dinamakan „sistem benteng‟, yaitu mendahulukan orang Indonesia asli dari pada orang Cina dalam pemberian lisensi impor. Upaya serupa untuk mengurangi kekuatan ekonomi warga Cina juga dilakukan melalui peraturan Dekrit Presiden No.10 (atau PP 10) tahun 1959, yang melarang orang asing melakukan kegiatan dagang eceran di pedesaan. Larangan itu terbatas pada orang Cina asing, tetapi karena persoalan kewarganegaraan yang belum terpecahkan, maka masih banyak orang Cina yang dikategorikan sebagai warga asing. Akibatnya, hampir seluruh warga Cina di pedesaan kena dampaknya. Pedagang eceran Cina dipaksa menutup sejumlah toko dan kegiatan usaha. Ketika sejumlah warga Cina di Jawa Barat menolak

  3 mematuhi larangan itu, militer campur tangan untuk melaksanakan peraturan itu, dengan akibat timbul konflik yang mengakibatkan sejumlah orang Cina kehilangan nyawa dan terdapat lebih dari 100.000 warga Cina meninggalkan Indonesia, yang sebagian besar pergi ke Cina (Abdul Qadir Zein, Etnis Cina Dalam Potret Pembauran di Indonesia).

  Dengan banyak dijumpai tindak agresi di dalam kelompok tersebut, perilaku agresi sebelumnya didapat dari Intensi agresi, ada tiga faktor yang mempengaruhi Intensi individu untuk bertingkah laku, yaitu Sikap, Norma subyektif, dan Perceived Behavior Control. Sikap individu terhadap objek perilaku ditentukan oleh evaluasi individu terhadap konsekuensi dari perilaku serta kuatnya asosiasi diantara keduanya. Penilaian terhadap setiap konsekuensi yang dipersepsikan individu, dan persepsi individu terhadap kemungkinan munculnya konsekuensi yang dimaksud akan membentuk sikap pada diri individu (Fishbein & Azjen, 1975). Intensi agresi adalah kecenderungan seseorang berperilaku yang berlawanan dengan aturan umum atau norma sosial yang dilakukan baik secara fisik maupun verbal dengan sengaja yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain atau objek perilaku yang menimbulkan dampak negatif.

  Sebagai salah satu bentuk gejala kejiwaan, Intensi agresi pastilah mempunyai penyebab tertentu. Dalam peristiwa konflik antar etnis ini, salah satu penyebab dari munculnya perilaku intensi agresi adalah prasangka dari dua kelompok etnis yang berbeda tersebut. Baron & Byrne (2004) mendefinisikan prasangka sebagai sebuah sikap (biasanya negatif) terhadap anggota kelompok tertentu, semata berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. Prasangka merupakan salah satu fenomena yang hanya bisa ditemui dalam kehidupan sosial. Seseorang tidak mungkin berprasangka bila tidak pernah mengalami kontak sosial dengan individu lain, di samping itu prasangka memiliki fungsi heuristik (jalan pintas), yaitu langsung menilai sesuatu tanpa memprosesnya secara terperinci dalam alam pikiran (kognisi) kita. Gunanya adalah agar kita tidak terlalu lama membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang telah terlebih dahulu kita ketahui dampaknya (Sarwono, 2006).

  4 Konflik seringkali mendasari munculnya perilaku agresi antar kelompok dan konflik antar kelompok seringkali dipicu oleh keadaan In group vs Out

  

group sehingga anggota kelompok diwarnai oleh perasaan Prasangka (Helmi &

  Soedardjo, 1998). Masalahnya, sering sekali orang berprasangka secara berlebihan sehingga orang tersebut tidak rasional lagi dan akhirnya membuat keputusan yang keliru. Adanya berbagai kepentingan yang sama dari kolompok yang berbeda di atas dapat menyebabkan munculnya prasangka pada tiap-tiap kelompok atau etnis, dimana prasangka tersebut akan meningkatkan kecenderungan untuk berperilaku agresif pada kelompok lain atau etnis lain dan terdapat dua hal yang seringkali merupakan sumber konflik antar kelompok dan salah satunya adalah prasangka.

  Prasangka terhadap masyarakat etnis Tionghoa sudah jauh lebih lama muncul dibandingkan dengan prasangka-prasangka yang muncul pada etnis-etnis lain di Indonesia. Pada tahun 1970-an, prasangka terhadap masyarakat etnis Tionghoa menjadi pemicu kerusuhan terjadi, banyak diantaranya yang menimbulkan korban jiwa. Salah satu yang paling dasyat adalah kerusuhan Mei 1998 di Jakarta dengan ribuan korban jiwa di pihak keturunan Tionghoa dan memaksa sejumlah besar masyarakat etnis Tionghoa Indonesia bereksodus ke luar negeri (Suryadinata, 2002).

  Dengan melibatkan banyak prasangka akan terjadi diskriminasi yang sangat tidak disetujui oleh banyak pihak dan merupakan keadaan yang telah berkaitan dengan keadaan yang nyata. Diskriminasi merujuk pada aksi negatif terhadap kelompok yang menjadi sasaran prasangka. Diskriminasi melibatkan aksi negatif terhadap anggota berbagai kelompok sosdalah perlakuan terhadap orang atau kelompok yang didasarkan pada golongan atau kategori tertentu. Sementara diskriminasi kasar jelas telah menurun, bentuk yang lebih halus, seperti rasisime modern dan tokenisme, masih tetap ada. Sedang diskriminasi bisa terjadi tanpa adanya prasangka dan sebaliknya orang yang berprasangka belum tentu akan mendiskriminasikan (Duffy & Wong, 1996). Akan tetapi selalu terjadi kecenderungan kuat bahwa prasangka melahirkan diskriminasi. Prasangka menjadi sebab diskriminasi mana kala digunakan sebagai rasionalisasi diskriminasi, yang artinya prasangka yang

  5 dimiliki terhadap kelompok tertentu menjadi alasan untuk mendiskriminasikan kelompok tersebut.

  Adanya berbagai kepentingan yang sama dari kolompok yang berbeda di atas dapat menyebabkan munculnya prasangka pada tiap-tiap kelompok atau etnis, dimana prasangka tersebut akan meningkatkan kecenderungan untuk berperilaku agresif pada kelompok lain atau etnis lain. Sejalan dengan hal ini Jaspars & Warnaen (1982), mengatakan bahwa terdapat dua hal yang seringkali merupakan sumber konflik antar kelompok dan salah satunya adalah prasangka. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa dalam konflik antar etnis terdapat tindakan-tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menyakiti individu maupun kelompok lain yang dalam hal ini dapat diartikan sebagai agresi dan perilaku agresi dapat dimunculkan oleh adanya prasangka. Berpijak dari latar belakang permasalahan yang penulis kemukakan di atas, maka penulis mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan antara Prasangka dengan In tensi agresi pada Etnis Jawa terhadap Etnis Tionghoa”.

  Berbeda dengan masyarakat Tionghoa, etnis Jawa di Bojonegoro adalah mayoritas penduduk, dari segi kebudayaan etnis Jawa terbagi atas dua kelompok, yaitu priyayi dan wong cilik. Priyayi adalah etnis Jawa yang berasal dari keluarga bangsawan (dari kalangan kerajaan), sedangkan wong cilik adalah masyarakat Jawa yang berasal dari keluarga biasa (bukan dari kalangan kerajaan). Dalam segi bahasa etnis Jawa pada umumnya menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Selanjutnya dalam segi agama dan kepercayaan etnis Jawa kebanyakan menganut agama Islam dan sebagian menganut agama Kristen walaupun masih banyak pula yang menganut kepercayaan kejawen (Sutirto, 2000).

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah ada hubungan antara prasangka dengan intensi agresi pada etnis Jawa terhadap etnis Tionghoa?”

  6

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara prasangka dengan Intensi agresi pada etnis Jawa terhadap etnis Tionghoa.

  D. Manfaat Penelitian

  Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut: 1.

   Manfaat Teoritis a.

  Bagi masayarakat pada umumnya, dapat menambah pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu psikologi, yaitu mengenai hubungan prasangka dengan intensi agresi.

  b.

  Bagi ilmuwan atau peneliti, data pada penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan teori-teori psikologi pada umumnya dan psikologi prasangka maupun intensi agresi pada khususnya.

2. Manfaat Praktis a.

  Bagi masyarakat pada umumnya, hasil dari penelitian ini memberikan kesadaran pada masyarakat luas bahwa prasangka dan intensi agresi maupun perilaku agresif adalah suatu hal yang merugikan bagi persatuan dan kesatuan, oleh karena itu diharapkan masyarakat dapat mereduksi perilaku-perilaku merugikan tersebut.

  b.

  Bagi ilmuwan atau peneliti, data hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pembanding maupun referensi pada penelitian sejenis yang dilakukan di masa yang akan datang.

  HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA DENGAN INTENSI AGRESI PADA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA SKRIPSI Oleh : RAKHMAD NUR HIDAYAT NIM : 07810211 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah, segala puji syukur sanantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Antara Prasangka Dengan Intensi Agresi Pada Etnis Jawa Terhadap Etnis Tionghoa”, sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

  Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada:

  1. Dra. Cahyaning Suryaningrum, M.Si. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

  2. Hudaniah, M.Si, dan Yuni Nurhamida, S.Psi, M.Si selaku Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

  3. Ari Firmanto,S.Psi selaku Dosen Wali yang telah mendukung dan memberi pengarahan sejak awal perkuliahan hingga selesainya skripsi ini.

  4. Ayah dan Ibuku tercinta atas segala doa, kasih sayang, perjuangan dan pengorbanannya. beserta kakak-kakak ku yang memotivasi agar cepat menyelesaikan skripsi ini.

  5. Seluruh dosen pengajar dan Staf Fakultas Psikologi yang bersedia membantu dan penyelesaian studi S1 hingga selesai.

  6. Kepada Seluruh Staf Career Center, Bimbingan Konseling, Lab. Psikologi dan Staf Perpustakaan terima kasih banyak karena telah memberikan saya banyak sekali inspirasi untuk menyelesaikan skripsi ini.

  7. Untuk seluruh Guru SMA Negeri 2 Bojonegoro saya ucapkan terima kasih atas bantuan, waktunya untuk tempat peneliti menyelesaikan skripsi ini.

  8. Untuk para sahabatku Ciput, Galih, Widya, Agung, Fritza, Coco, Dani, Nandar, Ndos, Ade, Alief, Taufik, Stefi, Oneng, Ria, Aulia, Yuni, Fery, Chacha, Endah,

  Anna, dan semua yang belum saya sebutkan terima kasih banyak atas pengalaman bersamanya.

  9. Untuk teman-teman KKN kelompok 02 tahun 2011 dan teman-teman kos Akik 3 yang sederhana terima kasih atas segala bantuan dan waktunya.

  10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah banyak memberikan bantuan pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  Penulis menyadari tiada satupun karya manusia yang sempurna, sehingga kritik dan saran demi perbaikan karya skripsi ini sangat penulis harapkan. Meski demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca pada umumnya.

  Malang, 13 April 2012 Rakhmad Nur Hidayat

  

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

  13 8. Aspek-Aspek Intensi ...................................................................

  29 G. Hipotesa ..........................................................................................

  26 F. Kerangka Berpikir ............................................................................

  25 E. Hubungan Antara Prasangka Dengan Intensi Agresi Pada Enis Jawa Terhadap Etnis Tionghoa........................................................

  24 D. Etnis Tionghoa .................................................................................

  22 C. Etnis Jawa ........................................................................................

  21 5. Faktor-Faktor Yang Mepengaruh Prasangka ...............................

  19 4. Sumber-Sumber Prasangka ..........................................................

  19 3. Indikator Perilaku Prasangka .......................................................

  18 2. Aspek-Aspek Prasangka .............................................................

  15 B. Prasangka 1. Pengertian Prasangka ..................................................................

  14 9. Bentuk-Bentuk Agresi .................................................................

  10 7. Teori tentang Perilaku Agresi ....................................................

  

INTISARI ............................................................................................................ iii

ABSTRACT ......................................................................................................... iv

DAFTAR ISI ....................................................................................................... v

DAFTAR TABEL ............................................................................................... vii

  10 6. Faktor-Faktor Penyebab Agresi ..................................................

  9 5. Teori Pembentuk Intensi .............................................................

  9 4. Faktor-FaktorPenyebab Intensi ...................................................

  8 3. Proses Pembentuk Intensi ...........................................................

  7 2. Aspek-Aspek Intensi ...................................................................

  A. Intensi Agresi 1. Pengertian Intensi Agresi ............................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  6 D. Manfaat Penelitian ...........................................................................

  5 C. Tujuan Penelitian .............................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ...........................................................................

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................................

  30

  BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ......................................................................

  31 B. Variabel Penelitian 1. Identifikasi Variabel Penelitian ...................................................

  31 2. Definisi Operasional Variabel Penelitian ....................................

  32 C. Populasi dan Sampel ........................................................................

  33 D. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data 1. Jenis Data ....................................................................................

  34 2. Metode Pengumpulan Data ........................................................

  34

  3. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas .................................................................................

  39 b. Reliabilitas .............................................................................

  41 E. Prosedur Penelitian .........................................................................

  43 F. Teknik Analisa Data ........................................................................

  44 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ................................................................................

  45 B. Analisis Data ..................................................................................

  46 C. Pembahasan .....................................................................................

  47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................

  52 B. Saran-saran ......................................................................................

  52 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................

  54 LAMPIRAN .......................................................................................................

  56

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Skor untuk jawaban pernyataan pada Skala Likert .....................

  34 Tabel 2 Blue Print Skala Prasangka .........................................................

  37 Tabel 3 Blue Print Skala Intensi Agresi...................................................

  38 Tabel 4 Item Validitas Skala Prasangka ...................................................

  30 Tabel 5 Item Validitas Skala Intensi Agresi ..............................................

  41 Tabel 6 Reliabilitas Skala Prasangka .......................................................

  42 Tabel 7 Reliabilitas Skala Intensi Agresi..................................................

  43 Tabel 8 Sebaran T Score Prasangka..........................................................

  45 Tabel 9 Sebaran T Score Intensi agresi.....................................................

  46 Tabel 10 Korelasi Product moment................................................................. 47

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Gambaran Tipe Prasangka Etnis Tionghoa Terhadap Etnis Pribumi Di Kota Medan
3
45
82
Hubungan Prasangka Dengan Trust Pada Pengusaha Etnis Tionghoa Terhadap Karyawan Etnis Pribumi
1
48
115
Hubungan antara prasangka dengan keterancaman pada etnis betawi dan etnis Madura di Cakung Jakarta Timu
0
7
120
Pembauran Antara Etnis Tionghoa Dengan Etnis Minangkabau.
2
4
13
Hubungan Antara Etnosentrisme dengan Dikriminasi Oleh Mahasiswa Etnis Pribumi Terhadap Etnis Tionghoa dengan Prasangka Sebagai Mediator - Ubaya Repository
0
1
1
Hubungan Antara Etnosentrisme dengan Prasangka Terhadap Etnis Jawa pada Mahasiswa Etnis Tionghoa di Universitas Surabaya - Ubaya Repository
0
0
2
PRASANGKA TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI KOT
0
0
9
PRASANGKA SOSIAL DAN KECENDERUNGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA ETNIS JA WA DAN ETNIS TIONGHOA
0
0
14
HUBUNGAN ANTARA IDENTIFIKASI ETNIS DENGAN JARAK SOSIAL TERHADAP ETNIS JAWA
0
0
14
Hubungan antara identifikasi etnis dengan jarak sosial terhadap etnis Jawa pada etnis Tionghoa (Studi kasus pada mahasiswa etnis Tionghoa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
PERBEDAAN PRASANGKA MAHASISWA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA ANTARA MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG DENGAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG - Unika Repository
0
0
13
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL MAHASISWA ETNIS JAWA DENGAN PRASANGKA TERHADAP ETNIS TIONGHOA SKRIPSI VIONY CHANDRA KIRANTI 12.40.0116
0
0
14
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL MAHASISWA ETNIS JAWA DENGAN PRASANGKA TERHADAP ETNIS TIONGHOA - Unika Repository
0
0
8
B. Identifikasi Variabel Penelitian - HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL MAHASISWA ETNIS JAWA DENGAN PRASANGKA TERHADAP ETNIS TIONGHOA - Unika Repository
0
0
15
HUBUNGAN PRASANGKA ETNIS JAWA DAN ETNIS CINA TERHADAP KERJASAMA KARYAWAN - Unika Repository
0
1
18
Show more