Feedback

DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"

Informasi dokumen
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika Roland Barthes pada Iklan “Mama Suka”, “Mama Lemon” dan “BuKrim” SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1) Oleh : Giacinta Andini 06220096 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI Nama : Giacinta Andini NIM : 06220096 Jurusan : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Judul Skripsi : DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN TELEVISI (Studi Semiotika pada Iklan “BuKrim” versi ramerame, “Mama Suka”, “Mama Lemon”) Disetujui, Pembimbing I Pembimbing II Sugeng Pujileksono, Drs. M.Si Nurudin, S. Sos.M. Si Mengetahui, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Frida Kusumastuti, M.Si LEMBAR PENGESAHAN Nama : Giacinta Andini NIM : 06220096 Konsentrasi : Audio Visual Judul Skripsi : DOMESTIFIKASI PEREMPUAN dalam IKLAN Studi Semiotika pada Iklan “Mama Suka”, “Mama Lemon”, dan “BuKrim” Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Ilmu Komunikasi Dan dinyatakan LULUS Pada Hari Tanggal Tempat : Selasa : 1 Februari 2011 : Ruang Dosen (R. 605) Mengesahkan, Dekan FISIP UMM Dr. Wahyudi, M. Si Dewan Penguji: 1. Abd. Masmuh, Drs., M.Si 2. Zen Amirudin, S.Sos. 3. Nurudin, S. Sos.M. Si 4. Nasrullah, S. Sos.M. Si ( ( ( ( ) ) ) ) PERNYATAAN ORISINALITAS Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama : Giacinta Andini Tempat Tanggal Lahir : Pandaan, 8 Maret 1988 Nomor Induk Mahasiswa : 06220096 Jurusan : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Menyatakan bahwa karya ilmiah (Skripsi) yang berjudul: DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN TELEVISI (Studi Semiotika pada Iklan “BuKrim” versi rame-rame, “Mama Suka”, “Mama Lemon”) adalah bukan karya ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Malang, 25 Januari 2011 Penulis, Giacinta Andini KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin, Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan Rahmat serta Hidayah-Nya sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Sholawat serta salam saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panutan, atas terselesaikannya kuliah ini. Iklan sebagai salah satu media penyampaian pesan yang salah satunya melalui televisi. Tanpa disadari iklan televisi memberikan banyak pengaruh dan sugesti yang mengarahkan audience pada nilai tertentu dan tidak hanya dari segi komersial saja. Contohnya adalah iklan produk rumah tangga “Mama Suka”, “Mama Lemon”, dan “BuKrim. Di dalam ketiga iklan ini, perempuan melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di sektor domestik. Melalui skripsi ini, penulis ingin memaparkan tentang makna dan nilai yang tersembunyi didalam iklan “Mama Suka”, “Mama Lemon”, dan “BuKrim”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Roland Barthes dengan menggunakan pemaknaan dua tahap (denotatif dan konotatif). Skripsi ini disusun sebagai sebuah karya ilmiah yang digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana (S-1) pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang. Saya berharap hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik secara moral maupun materi oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada : 1. Allah SWT, pencipta alam semesta dan Maha Segalanya. Yang telah memberikan banyak Hidayah serta Rahmatnya sehingga skripsi ini lancar dan selesai. 2. Nabi Muhammad SAW. Melalui Beliau Ajaran Islam itu disampaikan sehingga Umat Islam dapat mengikuti kebaikannya. 3. Kedua orang tua tercinta, Drs. Lavendi. M.Si dan Dra. Prapti Wahyuni, terima kasih atas doa, dukunga serta restunya. 4. Ketiga saudaraku Ivan Martioni, Gia Rania Vashti dan Novanatha Gustioni. Terima kasih atas semua doa, dukungan, serta saran sehingga memudahkan dalm proses pengerjaan skripsi ini. 5. Untuk Teja Sukmana terima kasih atas dukungan dan tekanan batin yang diberikan dalam mengerjakan skripsi ini. 6. Bapak Sugeng Pujileksono, Drs. M.Si dan Nurudin, S.Sos.M. Si selaku pembimbing dalam menyelesaikan Skripsi ini, serta seluruh dosen Ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmunya kepada saya. 7. Ilmi Faidah dan Rosalina Anggi yang selalu memberikan semangat dalam proses pengerjaan skripsi ini. 8. Anggraeni Tisna Ayu dan R. Aj. Ayu Kusuma W. teman seperjuanganku, akhirnya kita bisa teman! 9. Yink2, terimakasi atas semangat dan dukunganya. 10. Trivinasari R. Terimakasih atas bimbingan jarak jauhnya. 11. Semua crew GedangSusu Production, Anin, Pipin, Aik, Alip, Bima, Ujik, Wawan, Ofa. Juga tim sukses seminarku, Anin dan Rika, terima kasih ya teman. 12. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas kerjasamanya Malang, 27 Januari 2011 Peneliti GiacintaAndini DAFTAR ISI Halaman Judul - Lembar Persetujuan i Lembar Pengesahan . ii Pernyataan Orisinalitas iii Berita Acara Bimbingan Skripsi . iv Abstraksi . v Kata Pengantar . vii Daftar Isi . ix Daftar Tabel xi BAB I (Pendahuluan) A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah 7 C. Tujuan Penelitian . 7 D. Manfaat penelitian . 7 BAB II (Tinjauan Pustaka dan Kajian Teori) A. Domestifikasi Perempuan 9 B. Perempuan dalam Iklan . 9 C. Perempuan dalam Budaya Jawa . . 12 D. Bias Gender dalam Media . 15 E. Citra Perempuan dalam Iklan TV . 17 F. Citra Perempuan di Masyarakat . 20 G. Pendekatan Semiotik dalam Memahami Pesan Iklan . 22 H. Semiologi dan Mitologi Roland Barthes . 25 I. Makna Denotasi dan Konotasi . 30 BAB III (Metode Penelitian) A. Tipe dan Dasar Penelitian . 33 B. Obyek Penelitian . 33 C. Unit Analisa 34 D. Teknik Analisis Data 34 BAB IV (DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN) A. Iklan Tepung Bumbu Mama Suka A.1. Profil Perusahaan . . 39 A.2. Visi dan Misi PT Miwon . . 39 A.3. Produk Mama Suka . 39 B. Iklan Sabun Cuci Piring Mama Lemon B.1. Profil Perusahaan . 40 B.2. Visi dan Misi PT Lion Wings . . 41 B.3. Produk Mama Lemon Cairan Pencuci Piring (Kuning) 42 C. Iklan Sabun Cuci Pakaian BuKrim Oxyklin C.1. Sinopsis Iklan 42 BAB V (DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN “Mama Suka”, “Mama Lemon”, dan “BuKrim”) A. Iklan Mama Suka 46 1. Analisa Denotatif . 55 2. Analisa Konotatif. . 56 a. Analisis Relasi . 56 b. Analisis Wardrobe . 58 c. Analisis Setting . 62 d. Analisis Teks . 64 e. Mitos . 65 - Mitos Perempuan Sebagai Penggoda 65 - Mitos Sebagai Penguasa Dapur 66 - Mitos Perempuan Berperasaan Lembut 68 - Mitos Seorang Ayah dalam Keluarga . 69 3. Kesimpulan . 70 B. Iklan Mama Lemon . 73 1. Analisa Denotatif . 76 2. Analisa Konotatif. . 77 a. Analisis Relasi . 77 b. Analisis Wardrobe . 78 c. Analisis Setting . 79 d. Analisis Teks . 80 e. Mitos . 81 - Mitos Sebagai Penguasa Dapur 81 - Mitos Perempuan Berperasaan Lembut 83 - Mitos Pewarisan Nilai Budaya Seorang Ibu kepada Anak Perempuan . 83 3. Kesimpulan . 85 C. Iklan BuKrim . . 87 1. Analisa Denotatif . 90 2. Analisa Konotatif. . 91 a. Analisis Relasi . 91 b. Analisis Wardrobe . 92 c. Analisis Setting . 93 d. Analisis Teks . 94 e. Mitos . 95 - Mitos Sebagai Penguasa Di Ranah Domestik 3. Kesimpulan . 95 96 BAB VI (PENUTUP) A. Kesimpulan . 98 B. Saran 100 Daftar Tabel 1. Tabel 5.1.1 : Tabel Analisis Iklan tepung bumbu “MamaSuka” 47 2. Tabel 5.1.2 : Analisis penanda dan petanda denotatif . 48 3. Tabel 5.1.3 : Analisis penanda dan petanda konotatif 51 4. Tabel 5.2.1 : Tabel Analisis Iklan sabun cuci piring “Mama Lemon” . 74 5. Tabel 5.2.2 : Analisis penanda dan petanda denotatif. 74 6. Tabel 5.2.3 : Analisis penanda dan petanda konotatif 75 7. Tabel 5.3.1 : Tabel Analisis Iklan Detergent “BuKrim” . 88 8. Tabel 5.3.2 : Analisis penanda dan petanda denotatif. 88 9. Tabel 5.3.3 : Analisis penanda dan petanda konotatif 89 Daftar Gambar 1. Gambar 5.1.1 . 58 2. Gambar 5.1.2 . 59 3. Gambar 5.1.3 . 60 4. Gambar 5.1.4 . 61 5. Gambar 5.1.5 . 62 6. Gambar 5.1.6 . 62 7. Gambar 5.1.7 . 63 8. Gambar 5.1.8 . 64 9. Gambar 5.1.9 . 64 10. Gambar 5.1.10 . 65 11. Gambar 5.1.11 . 66 12. Gambar 5.1.12 . 68 13. Gambar 5.1.13 . 69 14. Gambar 5.2.1 . 78 15. Gambar 5.2.2 . 79 16. Gambar 5.2.3 . 79 17. Gambar 5.2.4 . 80 18. Gambar 5.2.5 . 83 19. Gambar 5.2.6 . 83 20. Gambar 5.3.1 . 92 21. Gambar 5.3.1 . 93 22. Gambar 5.3.1 . 95 DAFTAR PUSTAKA Buku : Fakih, Mansour. 2001. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta. Pustaka pelajar. Fiske, John. 2004. CULTURAL and COMMUNICATION STUDIES : Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta : Jalasutra. Hamdani, Fitrah. 2008. Tanda Pembunuh : Kapitalisme Global di Balik Semiotika Media. Solo : JO Press. Kasiyan. Perempuan dan Iklan; Sebuah catatan tentang Patologi Ideologi Gender di Era Kapital (NIRMANA Vol. 3, No. 2, Juli 2001) Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nugroho, Eko. Pengenalan Teori Warna. Yogyakarta : Andi Offset. Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Rajawali Pers. Shaevitz, Marjorie Hansen. 1989. WANITA SUPER. Yogyakarta : Kanisius. Sholihati, Siti. 2007. Wanita dan Media Massa. Yogyakarta : Teras. Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media : Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung : Remaja Rosdakarya . Storey, John. 2007. CULTURAL STUDIES dan KAJIAN BUDAYA POP :Pengantar Komprehensif teori dan Metode. Yogyakarta : Jalasutra. Suasana, Arief Agung. Hubungan Gender dalam Representasi Iklan Televisi (NIRMANA Vol. 3, No. 1, Januari 2001) Sugihastuti. 2007. Glosarium Seks dan Gender. Yogyakarta : CarasvatiBook. Sumbulah, Dr. Umi. 2008. SPEKTRUM GENDER : Kilasan Inklusi gender di Perguruan Tinggi. Malang : UIN – Malang Press. Widyatama, Rendra. 2007. Pengantar Periklanan. Yogyakarta : PUSTAKA Book Publisher. Non-Buku : (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16736/1/log-okt2008-4%20(1).pdf) diakses pada tanggal 27 April pukul 12:24 (http://www.ghazwanunx.web.ugm.ac.id) diakses tanggal 29 April 2010 (http://abunavis.wordpress.com/2008/05/29/%E2%80%9Dmembaca%E2%80%9D-iklantelevisi-sebuah-perspektif-semiotika/) diakses pada tanggal 29 April 2010 pukul 11:15 (http://www.kabarindonesia.com) diakses pada tanggal 25 Mei 2010 (http://puslit.petra.ac.id) diakses tanggal 25 Mei 2010 (http://blog.rawins.com/2010/04/perempuan-jawa.html) diakses pada tanggal 2 Juni 2010 pukul 11:10 (http://esterlianawati.wordpress.com/2008/04/09/perempuan-jawa-konco-wingking-atausigaraning-nyawa/) diakses pada tanggal 14 Juli 2010 pukul 13:10 (http://www.lkts.org/pelita-online/index.php?option=com_content&view=article&id=74:sisilain-perempuan-jawa&catid=79:juni-2008&Itemid=2) diakses pada tanggal 14 Juli 2010 pukul 13:32 (http://pemoeda-pemoedie.blogspot.com/2008/01/psikologi-warna-pink.html) diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul 14.05 (http://pemoeda-pemoedie.blogspot.com/2008/01/psikologi-warna-orange.html) diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul 14.05 (http://pemoeda-pemoedie.blogspot.com/2008/01/psikologi-warna-putih.html) diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul 14.05 (http://pemoeda-pemoedie.blogspot.com/2008/01/psikologi-warna-biru.html) diakses pada tanggal 5 Oktober 2010 pukul 14.05 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Perkembangan zaman telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Begitupula pada dunia teknologi dan informasi, perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi maka komunikasipun akhirnya tidak dapat ditawar lagi dan menjadi bagian yang sangat penting dalam melengkapi kehidupan manusia. Dengan adanya perkembangan tersebut, perkembangan media juga mengalami peningkatan yang sangat pesat. Sehingga dengan media yang bermacammacam itulah manusia semakin mudah dalam mengakses informasi dan menjadikan dunia seperti tidak memiliki batasan jarak, dan waktu lagi untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Media massa dapat dengan mudah kita dapatkan, baik cetak maupun elektronik. Perkembangan ini juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, karena kemudian masyarakat up to date dengan informasi yang sedang berkembang, dengan cepat, murah dan mudah. Namun perkembangan ini tidak selamanya membawa dampak positif. Karena dengan mudahnya mengakses informasi itulah, kemudian dapat 1 disalahgunakan oleh beberapa pihak. Contohnya media komunikasi televisi (elektronik). Perkembangan televisi sangat cepat, dimulai dari saluran yang semakin beragam, sampai bentuk dan jenis televisi yang semakin modern dan samakin canggih. Menimbulkan dampak positif dan negatif juga. Sebagi insan yang berakal sudah sepatutnya kita memberikan filter pada diri kita masing-masing untuk dapat menyaring berbagai nilainilai yang ada dalam acara televisi. Dengan cara menyerap informasi yang baik dan berguna bagi kehidupan kita, dan sebaliknya, membuang segala informasi yang tidak berguna. Kehadiran televisi di dunia telah membawa dampak yang besar bagi umat manusia. Televisi membawa berbagai kandungan informasi, pesan-pesan yang dalam kecepatan tinggi menyebar ke seluruh pelosok dunia. Menjadi berbagai alat bagi berbagai kelompok untuk menyampaikan berbagai pesan untuk bermacam kalangan masyarakat. Dalam kehidupan kita sekarang, televisi telah membawa dampak yang sangat besar buat manusia. Hal ini membuat orang bisa secara langsung mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Di sinilah peranan televisi demikian penting dan dibutuhkan oleh manusia. Dan menjadikan daya tarik menonton pada masyarakat demikian meningkat semakin tinggi. Iklan adalah salah satu produk dari media massa, dan menjadi urat nadi kehidupan dari televisi (swasta). Saluran yang banyak dimanfaatkan terutama oleh media massa, baik cetak maupun elektronik. Tanpa adanya 2 iklan, maka televisi tidak akan bisa mempertahankan eksistensinya. Sebagian tayangan iklan tidak semata-mata bertujuan menawarkan dan mempengaruhi para (calon) konsumen untuk membeli produk-produk barang atau jasa, melainkan juga ikut menanamkan nilai-nilai dan keyakinan tertentu yang secara laten atau semu tersirat di dalamnya. Iklan kemudian akan menjadi satu bagian kebudayaan populer yang memproduksi dan merepresentasikan nilai, keyakinan, dan bahkan ideologi. Iklan selalu menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya dalam masyarakat yang akan dituju. Dalam catatan Graeme Burton (2007:40), barang-barang yang diiklankan di televisi akan memperoleh nilai kultural (abunavis.wordpress.com, 2008). Pemirsa televisi dan iklan Indonesia, mayoritas orang Jawa, mengingat jumlah orang Jawa di negeri ini yang begitu banyak. Menurut Shoemaker, isi media (termasuk iklan) cenderung menampilkan budaya dominan, budaya orang-orang Jawa. Sehingga nilai-nilai yang ada di dalam budaya Jawa itulah secara otomatis turut mempengaruhi dunia periklanan di Indonesia. Dalam budaya ini, kondisi sosial masyarakatnya selalu menempatkan sosok pria sebagai sosok primer dan wanita sebagai sosok sekunder (secound sex). Sehingga tidak jarang nilai-nilai seperti itu kita temukan dalam iklan-iklan televisi di Indonesia. Dalam budaya Jawa terdapat unsur-unsur yang menempatkan perempuan dalam dunia. Perempuan dididik untuk menjadi “perempuan yang baik” di ranah domestik dan harus memenuhi banyak syarat. Dalam 3 hal kerumahtanggaan peran perempuan sangat penting. Perempuan mempunyai bidang luas untuk bergerak di lingkungan ini. Perempuan mengendalikan semua keuangan kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"

Gratis